<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926</id><updated>2024-10-03T06:39:46.716-07:00</updated><category term="Lomba Blog UII"/><category term="Perguruan Tinggi Favorit Indonesia"/><category term="Perguruan Tinggi Idaman"/><category term="Perguruan Tinggi Terbaik"/><category term="Universitas Islam Indonesia"/><category term="Lomba 2010"/><category term="Cerita"/><category term="Lomba"/><category term="competition"/><category term="infolomba"/><category term="pendidikan"/><category term="Anak"/><category term="Astra"/><category term="Beasiswa"/><category term="Berbahasa"/><category term="Buku"/><category term="Bumi"/><category term="Campaign"/><category term="Depdiknas"/><category term="Foto"/><category term="Foundation"/><category term="Gempa"/><category term="Indonesia"/><category term="Info"/><category term="Ketrampilan"/><category term="Logo"/><category term="Menulis Buku"/><category term="Optimisme"/><category term="Panggelaran"/><category term="Pengayaan"/><category term="Pengetahuan"/><category term="Penulisan"/><category term="Potret"/><category term="SBI"/><category term="Sampoerna"/><category term="Tantu"/><category term="UII"/><category term="Urban"/><category term="Wacana"/><category term="World"/><category term="bahasa Indonesia"/><category term="cipta"/><category term="hikayat"/><category term="indosat"/><category term="or"/><category term="puisi"/><category term="sastra"/><category term="sastra lama"/><title type='text'>Wacana Bahasa Kita</title><subtitle type='html'>Eksistensi Bahasa adalah Conditio Sine Qua Non. Karena itu, Perjalanan Wacana Bahasa Tak Akan Pernah Berhenti Sejalan Adanya Manusia Itu Sendiri ....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default?alt=atom'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default?alt=atom&amp;start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>119</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-2822409180303640220</id><published>2016-09-13T06:29:00.002-07:00</published><updated>2017-10-27T22:58:47.631-07:00</updated><title type='text'>Gadget for Education (Sebuah Refleksi Seorang Guru)</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;
oleh :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;
Drs. Sartono, M.Si.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
“Dengan internet, kita bisa
menjadi pintar dan kaya”. Demikianlah yang selalu saya sampaikan pada para
siswa ketika menggunakan internet untuk pembelajaran. Saya ceritakan pengalaman
pribadi bagaimana mudahnya mencari informasi dan data untuk menulis sebuah
makalah atau penelitian untuk dilombakan di berbagai event. Saya ceritakan pula
bagaimana asyiknya ketika meraup beberapa ratus dollar saat mencairkan cheq
dari &lt;i&gt;Google Adsense&lt;/i&gt;. (Sambil
terperangah seakan tak percaya, mereka memperhatikan &lt;i&gt;print out&lt;/i&gt;&amp;nbsp; cheq seratus
dollar lebih dari &lt;i&gt;Google Adsense &lt;/i&gt;saya).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEid_UbXleFHWLcx-nuOvxxwUVKXBA_E_WjB7aus5HPWkIU14SzT4hUCU7R_1KjMaiFhL6_rq59LGNUPuhgmeWOGCldbJnvL9yGSkHa3dxPPUf6cjY4SCsQ7O1phClyXirVnBd-DL7RA4tQ/s1600/P_20161007_110524_HDR.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEid_UbXleFHWLcx-nuOvxxwUVKXBA_E_WjB7aus5HPWkIU14SzT4hUCU7R_1KjMaiFhL6_rq59LGNUPuhgmeWOGCldbJnvL9yGSkHa3dxPPUf6cjY4SCsQ7O1phClyXirVnBd-DL7RA4tQ/s400/P_20161007_110524_HDR.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
Gadget for Education :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
Internet, Bukan untuk Dihindari,&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-indent: 36pt;&quot;&gt;Tetapi Gunakan dengan Bijak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
Hal ini ternyata bisa membakar
semangat para siswa untuk bersemangat menggunakan internet, bukan sekedar &lt;i&gt;browsing &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; chatting&lt;/i&gt; saja, melainkan juga untuk menggali dan meningkatkan
potensi diri. Terbukti banyak siswa kami yang mampu membuat blog bahkan juara
menulis&amp;nbsp; blog tingkat nasional, yaitu:
Rima Faiqoh Agustine (Juara 2 Lomba Penulisan Blog Kompas-Gramedia, 2010), dan Ahmad
Muharrom (Juara 1 Nasional Penulisan Blog : Gadget untuk Pendidikan, di SMAN 1
Sukabumi – Jawa Barat, 2013). &amp;nbsp;Sementara
itu sudah tak terhitung dari mereka yang menggunakan internet sebagai sumber
informasi untuk berbagai lomba, dan olimpiade tingkat nasional. Semua itu
merupakan bukti mudahnya internet memintarkan para siswa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Tantangan
Internet di Madrasah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
Sebagai sebuah sekolah yang
berbasis nilai-nilai Islam (yaitu madrasah aliyah) mengusung internet ke dalam
pembelajaran merupakan tantangan tersendiri. Betapa tidak?! Di lembaga
pendidikan ini, penggunaan internet dalam pembelajaran sangat dilematis. Stigma
negatif internet cukup dominan daripada melihat sisi manfaatnya. Untuk itu
butuh waktu cukup lama agar diperkenankan penggunaannya dalam pembelajaran.
Disamping itu, diperlukan pula kesepahaman bersama tentang urgensi internet
dalam pembelajaran, tanpa harus lengah mengeliminasi dampak negatifnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
Hal tersebut memang sangat
berasalan. Disamping informasi positif dan membangun, dalam internet juga
terdapat situs-situs yang memiliki konten negatif, yaitu : pornografi,
kekerasan, perjudian, dan sejenisnya. Sebagai pendidik hal itu sangat
mengkhawatirkan, khususnya apabila menjadi konsumsi bacaan para siswa yang
belum dewasa. Yang lebih miris lagi, konten negatif ini jatuh pada siswa yang
tidak bertanggung jawab. Tindakan di luar batas norma-norma bisa para siswa
lakukan akibat terpengaruh ekses-ekses negatif teknologi dan informasi. Namun
demikian, tindakan menutup rapat-rapat pintu masuk teknologi dan informasi ke
dalam pembelajaran juga bukan merupakan tindakan cerdas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
Terkait dengan hal tersebut, perlu
dikampanyekan ‘gadget for education’. Inillah cara yang paling bijak, yaitu tetap
memberikan peluang masuknya internet ke sekolah dengan beberapa perlakuan dan
pembatasan. Artinya, penggunaan internet di sekolah tetap diijinkan harus
selalu dikontrol, diawasi, dan dilakukan pendampingan. Para siswa boleh &amp;nbsp;membawa &lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt;
(laptop, tablet, dan &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;)
mereka sendiri. Pihak sekolah cukup menyediakan wifi beserta perangkatnya. Laman-laman
dengan konten negatif harus difilter. Sekolah harus selalu minta para siswa sendiri
untuk menghapus konten-konten negatif dalam gadget mereka. Secara periodik,
sekolah perlu terjun langsung melakukan ‘operasi’ terhadap gadget mereka. Mereka
yang melanggar perlu dilakukan pembinaan yang edukatif tanpa harus menyakiti
fisik dan perasaan mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
Hasilnya, pembelajaran menjadi
sangat mengasyikkan. Literasi siswa di bidang TIK jelas sangat meningkat. Pada
saat materi pembelajaran masih kurang lengkap, kami menyarankan untuk &lt;i&gt;browsing. &lt;/i&gt;Kemudian mereka menggunakan
gadget untuk menggali informasi. Hasilnya sering di luar dugaan. Suatu saat
materi pembelajaran menulis teks eksplanasi (pada matapelajaran bahasa
Indonesia SMA kelas XI), sebuah kelompok saya tugasi menulis teks tentang
tsunami. Pada saat presentasi para siswa menampilkan teks yang mereka buat.
Mereka juga menampilkan presentasi berupa gambar dan video tentang sebab-akibat
tsunami. Hasilnya luar biasa. Tsunami tidak hanya terbaca oleh mata dan terdengar
oleh telinga saja. Dengan kelas yang dilengkapi LCD dan multimedia, kami
terbawa seakan-ikut mengalaminya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
Bukti jelas, internet tidak
hanya menghindarkan diri dari verbalisme. Justru internet membuat suasana
pembelajaran menjadi surealis dalam penguasaan pengetahuan dan keterampilan
bahkan pembentukan sikap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/2822409180303640220/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2016/09/gadget-for-education-sebuah-refleksi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/2822409180303640220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/2822409180303640220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2016/09/gadget-for-education-sebuah-refleksi.html' title='Gadget for Education (Sebuah Refleksi Seorang Guru)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEid_UbXleFHWLcx-nuOvxxwUVKXBA_E_WjB7aus5HPWkIU14SzT4hUCU7R_1KjMaiFhL6_rq59LGNUPuhgmeWOGCldbJnvL9yGSkHa3dxPPUf6cjY4SCsQ7O1phClyXirVnBd-DL7RA4tQ/s72-c/P_20161007_110524_HDR.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-3222714875551717320</id><published>2016-09-07T07:12:00.001-07:00</published><updated>2017-10-27T16:04:19.377-07:00</updated><title type='text'>Penggunaan Evaluasi Pembelajaran Murah  Berbasis Android : Urgensi, Kendala, dan Solusinya</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt 27pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 14pt;&quot;&gt;Penggunaan
Evaluasi Pembelajaran Murah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 14pt;&quot;&gt;Berbasis
Android : Urgensi, Kendala, dan Solusinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt 27pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt 27pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 14.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt 27pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 14pt;&quot;&gt;BAB I PENDAHULUAN&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level2 lfo1; text-indent: -21.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;1.1&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Latar Belakang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 15.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Ujian Nasional Berbasis Komputer
(UNBK) yang juga dikenal dengan istilah &lt;i&gt;Komputer Based Test&lt;/i&gt; (CBT) secara
online pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 di SMP Indonesia di Singapura
dan di Kuala Lumpur. Hasilnya cukup menggembirakan khususnya dalam meningkatkan
literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi. Keberhasilan
ini dilanjutkan pada tahun pelajaran 2015/2016 pada beberapa SMA/MA dan SMP/MTs
baik negeri maupun swasta serta luar negeri, yaitu berjumlah 556 sekolah, yaitu
42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK. Semua mencakup dalam 29 provinsi dan luar
negeri.&lt;a href=&quot;file:///D:/LOMBA%20GURU%20PRESTASI%202016/Penggunaan%20Evaluasi%20Berbasis%20Android%20ISI.docx#_ftn1&quot; name=&quot;_ftnref1&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///D:/LOMBA%20GURU%20PRESTASI%202016/Penggunaan%20Evaluasi%20Berbasis%20Android%20ISI.docx#_ftn1&quot; name=&quot;_ftnref1&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///D:/LOMBA%20GURU%20PRESTASI%202016/Penggunaan%20Evaluasi%20Berbasis%20Android%20ISI.docx#_ftn1&quot; name=&quot;_ftnref1&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 15.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Sesuai dengan Undang-Undang No.20
Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan ujian nasional adalah untuk
mengukur pencapaian komptensi secara nasional dengan mengacu pada Standar
Kompetensi Lulusan (SKL). Selain itu, ujian nasional dilaksanakan untuk
melaksanakan amanah PP 19/2015 yang telah direvisi menjadi PP 32/2014 dan PP
13/2015 bahwa ujian nasional merupakan subsistem penilaian dalam Standar Nasional
Pendidikan (SNP) yang menjadi salah satu tolok ukur pencapaian SNP dalam rangka
penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan.&lt;a href=&quot;file:///D:/LOMBA%20GURU%20PRESTASI%202016/Penggunaan%20Evaluasi%20Berbasis%20Android%20ISI.docx#_ftn2&quot; name=&quot;_ftnref2&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;
Adapun manfaat dari ujian nasional bahwa hasilnya akan digunakan untuk : (a) pemetaan
mutu program pendidikan dan&amp;nbsp; atau satuan
pendidikan. (b) pertimbangan seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, dan
(c) dasar pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan untuk
pemetaan dan peningkatan mutu pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 15.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Memang, pemerintah memandang UNBK
memiliki banyak keunggulan, di antaranya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Lebih kecil kemungkinan terjadinya
keterlambatan pengiriman soal, tertukarnya soal, dan ketidakjelasan hasil cetak
soal;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;Tidak ada kerumitan dalam
pengumpulan dan koreksi LJUN;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;3)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Gambar-gambar dalam soal menjadi
jelas;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;4)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Lebih mengakomodasikan siswa yang
memiliki ketunaan, karena gambar bisa diperbesar;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;5)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Hasil UN bisa diumumkan dengan lebih
cepat;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;6)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Lebih mudah pengamanan dan
penyediaan logistik.&lt;a href=&quot;file:///D:/LOMBA%20GURU%20PRESTASI%202016/Penggunaan%20Evaluasi%20Berbasis%20Android%20ISI.docx#_ftn3&quot; name=&quot;_ftnref3&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 15.0pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 15.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Motto UN tahun pelajaran 2015/2016
adalah Ujian Nasional Jujur dan Berprestasi atau lebih populer dengan istilah
“Prestasi Ya, Jujur Harus”. Motto ini menyatakan bahwa UN harus mengutamakan
prinsip kejujuran dan tanpa melupakan prestasi. Hal ini diperlukan mengingat
disinyalir pelaksanaan ujian nasional banyak terjadi kecurangan demi
mendapatkan prestasi (nilai) yang baik. Bahkan kecurangan tersebut cenderung
sistemik. Di sinilah perlunya diadakan UNBK, yaitu untuk mengeliminasi
kecurangan ujian nasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 15.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Pengalaman penerapan UNBK tersebut ternyata
banyak kendalanya. Sekolah-sekolah yang melaksanakan adalah yang telah siap
dari sisi infrastruktur dan sumber daya manusianya. Adapun sekolah-sekolah yang
belum siap tidak diminta untuk memaksakan diri UNBK melainkan masih boleh Ujian
Nasional berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Ketidaksiapan tersebut tentunya karena
pengadaan laboratorium komputer, server, beserta UPS-nya &amp;nbsp;membutuhkan dana yang relatif sangat mahal,
yaitu sekitar 250 juta untuk satu laboratorium dengan 30 unit.&lt;a href=&quot;file:///D:/LOMBA%20GURU%20PRESTASI%202016/Penggunaan%20Evaluasi%20Berbasis%20Android%20ISI.docx#_ftn4&quot; name=&quot;_ftnref4&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;
Beban ini sangat berat bila dibebankan tiap satuan pendidikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 15.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Penyelenggaraan UNBK tahun itu juga
tidak dapat dilaksanakan murni online, melainkan hanya setengah online.
Artinya, soal UNBK diunduh dulu dari server pusat ke server sekolah. Jadi
sekolah mengadakan UNBK secara offline. Setelah selesai, barulah sekolah
mengunggah hasil UNBK tersebut ke server pusat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 15.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #2d2d2d; font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Hasilnya
secara umum prestasi siswa menurun. Berdasarkan data Kemendikbud, pada tahun
2015 nilai rata-rata siswa SMP sebesar 62,18 persen, sedangkan pada tahun 2016
nilai rata-rata UN SMP senilai 58,57 persen atau turun 3,6 poin dari tahun
lalu. Angka yang menurun tersebut menurut Mendiknas Anies Baswedan karena ada
sekolah yang mengalami peningkatan nilai Indeks Integritas UN (IIUN) sebanyak
72 persen. Rinciannya sebanyak 21,16 persen sekolah yang memiliki nilai IIUN
yang naik yang diikuti nilai UN yang meningkat. Serta sebanyak 50,96 persen
sekolah yang memiliki IIUN (tingkat kejujurannya) naik tetapi nilai UN-nya
turun. Kemudian ada 13,61 persen sekolah yang menggunakan kecurangan secara
masif dan terstuktur dan 14,27 persen sekolah yang siswanya melakukan
kecurangan secara individu.&lt;a href=&quot;file:///D:/LOMBA%20GURU%20PRESTASI%202016/Penggunaan%20Evaluasi%20Berbasis%20Android%20ISI.docx#_ftn5&quot; name=&quot;_ftnref5&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #2d2d2d; line-height: 115%;&quot;&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 15.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #2d2d2d; font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Bertolak
dari uraian di atas, jelaslah betapa urgennya &amp;nbsp;UNBK sebagai sarana menciptakan generasi yang
memiliki integritas / kejujuran yang tinggi. Namun, penggunaan teknologi yang
relatif sangat mahal dan rumit merupakan kendala yang juga tidak mudah diatasi.
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 15.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #2d2d2d; font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Pada
ujian nasional tahun 2016/2017 mendatang Kementerian Agama Jawa Timur
memberikan pertanda kesiapan mengikuti UNBK. Hal ini berarti sangat banyak
dibutuhkan dana untuk mempersiapkannya. Di sisi lain, iklim belajar mandiri
juga perlu disiapkan. Untuk itu evaluasi pembelajaran yang mengarah pada
kemandirian siswa juga harus dibiasakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 15.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #2d2d2d; font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Dengan
pengalaman penulis sebagai praktisi pembelajaran online &lt;a href=&quot;file:///D:/LOMBA%20GURU%20PRESTASI%202016/Penggunaan%20Evaluasi%20Berbasis%20Android%20ISI.docx#_ftn6&quot; name=&quot;_ftnref6&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #2d2d2d; line-height: 115%;&quot;&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;,
sebenarnya masalah dapat diatasi dengan evaluasi pembelajaran berbasis android.
Evaluasi pembelajaran ini praktis, mudah, dan relatif murah dilaksanakan dan
dilatihkan.&lt;a href=&quot;file:///D:/LOMBA%20GURU%20PRESTASI%202016/Penggunaan%20Evaluasi%20Berbasis%20Android%20ISI.docx#_ftn7&quot; name=&quot;_ftnref7&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #2d2d2d; line-height: 115%;&quot;&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 15.0pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level2 lfo1; text-indent: -21.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;1.2&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Rumusan Masalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Berdasarkan
uraian di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Bagaimanakah desain evaluasi
pembelajaran berbasis android?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Apakah urgensi evaluasi pembelajaran
berbasis android?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Apakah kendala evaluasi pembelajaran
berbasis android?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Apakah solusi evaluasi pembelajaran
berbasis android?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level2 lfo1; text-indent: -21.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;1.3&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Tujuan Penulisan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Berdasarkan
uraian di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo3; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Bagaimanakah desain evaluasi
pembelajaran berbasis android?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo3; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Apakah urgensi evaluasi pembelajaran
berbasis android?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo3; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Apakah kendala evaluasi pembelajaran
berbasis android?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo3; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Apakah solusi evaluasi pembelajaran
berbasis android?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level2 lfo1; text-indent: -21.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;1.4&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Manfaat Penulisan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l12 level1 lfo4; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Bagi Penulis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 57.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l10 level1 lfo9; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Sebagai sarana menuangkan ide dan
gagasan untuk pengembangan profesionalisme guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 57.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l10 level1 lfo9; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Sebagai pelengkap portofolio lomba
Guru Madrasah Berprestasi Tahun 2016&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l12 level1 lfo4; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Bagi Madrasah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 57.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo10; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Dapat menjadi masukkan untuk
pengembangan pembelajaran di madrasah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 57.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo10; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Dapat menjadi pertimbangan dalam
menyiapkan sarana dan prasarana ujian nasional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l12 level1 lfo4; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Bagi Pemerintah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 57.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level1 lfo11; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dapat menjadi masukkan untuk penentuan kebijakan, khususnya yang
berhubungan dengan evaluasi pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;BAB II PEMBAHASAN&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;2.1 Desain
Evaluasi Berbasis Android&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;a) Android dalam Pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Istilah ‘android’ semula mengacu
pada pengertian robot yang memiliki&amp;nbsp;
kecerdasan buatan (&lt;i&gt;artificial intelligence&lt;/i&gt;).&amp;nbsp; Saat ini pengertiannya adalah salah satu
sistem operasi yang biasanya dipakai dalam perangkat (&lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt;) yang
logonya robot.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Semula android adalah milik
perusahaan di Silicon Alley yang bernama Android Inc. Pada tahun 2005, Google
mengakusisi sistem operasi ini dan mencanangkannya sebagai sistem operasi yang
terbuka (&lt;i&gt;open source)&lt;/i&gt;. Sebagai konsekuensinya, siapa pun boleh
memanfaatkan sistem operasi ini secara gratis, bahkan mengembangkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sistem operasi ini tidak hanya
digunakan untuk ponsel, tetapi juga perangkat elektronik lainnya. Di antaranya
smartphone, tablet, netbook, MP4, TV internet, dan sejenisnya. Fungsinya pun
juga beragam, yaitu : game, berita, portal iklan, internet, dan lain-lain.
Sementara itu penggunanya tidak dibatasi oleh status, ras, jenis kelamin,
bahkan usia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam pembelajaran, android juga
telah dipakai sebagai piranti (&lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt;) untuk menyimpan sumber
pembelajaran, membaca dan mengerjakan, serta mengirimkan hasil pembelajaran.
Bahkan saat ini banyak sekali sumber-sumber yang berbasis laman / website sudah
dibuat pula dalam versi androidnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Salah satu keunggulannya yang &lt;i&gt;portable&lt;/i&gt;,
ringan, harganya relatif murah, dan sangat mudah dibawa kemana-mana menjadikan
piranti ini lebih popular dan diminati. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b) Desain Evaluasi Pembelajaran
Berbasis Android&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Sebenarnya&amp;nbsp; ada beberapa aplikasi yang dapat dibuat untuk
evaluasi berbasis android. Evaluasi tersebut di antaranya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo12; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;( &amp;nbsp; &amp;nbsp; (1)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Quipper School&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Quipper School merupakan aplikasi
yang memang diciptakan untuk pembelajaran online.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Aplikasi ini berasal dari Inggris
dan kemudian dikembangkan di beberapa negara, di antaranya: Jepang, Korea,
Thailand, Filipina, Vietnam, Mexico, Indonesia, dan beberapa negara lainnya.
Keunggulannya : materi pelajaran beserta soalnya sudah sesuai dengan kurikulum
yang berlaku. Demikian pula hasil laporan evaluasinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Berikut ini tampilan desainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7kPvoS37LoX5k0fV7_womNxVp7i0FrGZitJZa1MBW9fRDwONAnfXRILJdlfHIumerxXqSWlurfKJbcYlP81EKrFdAomLnr5N8S01llI1YbiWB5YHBp6SbxRnkr_6024kjuozNhaJQq4g/s1600/quipper+depan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;223&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7kPvoS37LoX5k0fV7_womNxVp7i0FrGZitJZa1MBW9fRDwONAnfXRILJdlfHIumerxXqSWlurfKJbcYlP81EKrFdAomLnr5N8S01llI1YbiWB5YHBp6SbxRnkr_6024kjuozNhaJQq4g/s400/quipper+depan.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tampilan Depan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbj4j8LcfKqoSgvqFnfsTSYg9Tc3_kyuIvowhQzSzN0fTCQUWqDWuP6kYRY2Jh4cMQbiNRIBYiey4H1qFQ47ccac28EreKaFof6ubhaCML9fjk9TGEXWoQu9GFjAe30pW_bSth4fGYup0/s1600/quipper+kelas.bmp&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;223&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbj4j8LcfKqoSgvqFnfsTSYg9Tc3_kyuIvowhQzSzN0fTCQUWqDWuP6kYRY2Jh4cMQbiNRIBYiey4H1qFQ47ccac28EreKaFof6ubhaCML9fjk9TGEXWoQu9GFjAe30pW_bSth4fGYup0/s400/quipper+kelas.bmp&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tampilan Pilihan Kelas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvYeErfY1zqexKIInqWfgqmOkvjnc5RgTSBsNl1vH6i1BJqSPXGPr6dQFOsSFWHcO5QniCPSD4Ut8sqeK2CPxilcZAJEb3NKufC_7OSgKwDPU9eb8Cbg8qVGUSl3-NkhK2AE7Z5abn55A/s1600/quiper+soal2.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvYeErfY1zqexKIInqWfgqmOkvjnc5RgTSBsNl1vH6i1BJqSPXGPr6dQFOsSFWHcO5QniCPSD4Ut8sqeK2CPxilcZAJEb3NKufC_7OSgKwDPU9eb8Cbg8qVGUSl3-NkhK2AE7Z5abn55A/s400/quiper+soal2.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;Tampilan Soal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo12; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; (2)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Google Form&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Google Form merupakan aplikasi yang
diciptakan oleh Google. Keunggulannya : mudah dalam pembuatan quiz, namun soal
dan laporannya kita sendiri yang harus membuatnya. Berikut ini tampilan
desainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqJE-0TNMMTlmqeRe-G8gcYie3uibLuhCpHSdLCy1-aS8_E8boMCyKkelKGxHU5T3c2rhTaqZLjMD885yLcV5ZLc6Rg4_ule2alVcaYsIg19QMdFKq4V6I7Vozu84ERbAJiHfsT-tl7a8/s1600/googleformdepan.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;223&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqJE-0TNMMTlmqeRe-G8gcYie3uibLuhCpHSdLCy1-aS8_E8boMCyKkelKGxHU5T3c2rhTaqZLjMD885yLcV5ZLc6Rg4_ule2alVcaYsIg19QMdFKq4V6I7Vozu84ERbAJiHfsT-tl7a8/s400/googleformdepan.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tampilan Depan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; tab-stops: 179.15pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNgbu2kfiU7hhCQpSPfEeki_VX8cksfXCecuHZ7SwGgN8xBuSVTfhDfzS9ZOeOlUnsOR0Wq1qWgNihxOtaz8HIJ4lUJnJ6muYPMk6YfWcO49K11mVj7q9lT1KRKYcWZ1PlI7EBmOqTHOI/s1600/formsoal.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;223&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNgbu2kfiU7hhCQpSPfEeki_VX8cksfXCecuHZ7SwGgN8xBuSVTfhDfzS9ZOeOlUnsOR0Wq1qWgNihxOtaz8HIJ4lUJnJ6muYPMk6YfWcO49K11mVj7q9lT1KRKYcWZ1PlI7EBmOqTHOI/s400/formsoal.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp; Tampilan Soal Jadi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo12; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; (3)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Quiz Maker&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Quiz maker merupakan aplikasi yang
milik grup iSpring. Keunggulannya : mudah dalam pembuatan quiz, namun soal dan
laporannya kita sendiri yang harus membuatnya. Berikut ini tampilan desainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVhWIJczPrVq2VRlyAeTY4AvCKvcPqbDzFnOAF2HtDbt67CyfswZAL456kLk70x-nUaAA3cOG7va4JnwJOv8FDODXXeaqqIxO_U0xQzQDqSeeNFpfE_JDMbfyZKzHWynnJx5HKooOYMkA/s1600/qmakerediting.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;197&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVhWIJczPrVq2VRlyAeTY4AvCKvcPqbDzFnOAF2HtDbt67CyfswZAL456kLk70x-nUaAA3cOG7va4JnwJOv8FDODXXeaqqIxO_U0xQzQDqSeeNFpfE_JDMbfyZKzHWynnJx5HKooOYMkA/s400/qmakerediting.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tampilan Editing
Soal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; tab-stops: 255.75pt;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdlD5AeicZDqhtPXz0M3BjiGB0PZkJGtN5rQfIqfjJ3pwouctOoE2YoNef02aJXYVFdZFKOugYRGbAGZnoJOCJUe4ClPz-qirDyUIeNA_NlK11Pet-hLwxqB1wjnPP6ybe5yXwUFnW_L0/s1600/qmakersoaljadi.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;223&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdlD5AeicZDqhtPXz0M3BjiGB0PZkJGtN5rQfIqfjJ3pwouctOoE2YoNef02aJXYVFdZFKOugYRGbAGZnoJOCJUe4ClPz-qirDyUIeNA_NlK11Pet-hLwxqB1wjnPP6ybe5yXwUFnW_L0/s400/qmakersoaljadi.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tampilan soal jadi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;2.2 Urgensi
Evaluasi Berbasis Android&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Keunggulan penggunaan evaluasi
pembelajaran berbasis android antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l9 level1 lfo5; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;a)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;Jauh lebih murah dalam penyediaan sarana dan prasarananya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Hal ini karena hampir setiap siswa telah memiliki gadget ini.
Umumnya mereka menggunakannya sebagai media sosial, khususnya mengirim sms, &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt;,
foto selfie, main game, dan sejenisnya. Kita harus mampu mengubah piranti &lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt;
tersebut menjadi sarana belajar yang menyenangkan. &lt;b&gt;Akan lebih bagus lagi
bila kita mampu mengubahkan menjadi “android pembelajaran”.&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l9 level1 lfo5; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;b)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;‘Paperless’ artinya tidak menggunakan kertas-kertas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Dalam pelaksanaan ulangan harian, ulangan blok, ulangan tengah
semester, ulangan akhir semester, dan ujian akhir madrasah bahkan ujian
nasional pasti tidak terlepas dari penggunaan kertas untuk mencetak soal. Biaya
pengadaan kertas soal yang cukup besar pasti akan bisa dihindari bila kita
sudah menerapkan evaluasi pembelajaran online.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l9 level1 lfo5; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;c)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;Lebih
praktis dan mudah digunakan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Keunggulan tablet dan telepon seluler dibandingkan laptop dan komputer
adalah karena mudah dibawa bahkan dimasukkan saku. Hal ini menjadikan piranti
tersebut selalu berada di genggaman dan selalu ingin memanfaatkannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l9 level1 lfo5; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;d)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;Meningkatkan integritas siswa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Sebagaimana dalam uraian di atas, salah satu tujuan UNBK adalah
terwujudnya integritas (kejujuran) siswa disamping prestasi juga penting. Hal
ini untuk menghindari kecurangan dan kerjasama siswa dalam ujian. Beberapa
aplikasi yang ada memiliki fitur : pengacak nomor soal dan pilihan jawaban,
serta &lt;i&gt;timer &lt;/i&gt;(pengatur waktu). Fasilitas ini mampu membuat soal yang
berbeda sehingga membatasi ruang gerak siswa untuk berbuat curang dan
bekerjasama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;2.3 Kendala Evaluasi
Berbasis Android&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Adapun
kendala penggunaan evaluasi pembelajaran berbasis android antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l11 level1 lfo6; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;a)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;Kebutuhan teknisi komputer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Teknisi komputer sangat dibutuhkan khususnya yang memiliki
kemampuan tentang koneksi jaringan internet, desain website, &lt;i&gt;hosting &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; domain,&lt;/i&gt; serta manajemen &lt;i&gt;cpanel.&lt;/i&gt; Hal ini berkaitan
bahwa soal-soal yang disusun menggunakan aplikasi yang sudah tersedia di
internet. Soal-soal yang berhasil dibuat juga harus disimpan dengan sewa tempat
(&lt;i&gt;hosting&lt;/i&gt;)&lt;i&gt;
&lt;/i&gt;pada server tertentu dan mungkin
juga ditayangkan pada &lt;i&gt;website&lt;/i&gt; dengan &lt;i&gt;domain&lt;/i&gt; tertentu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l11 level1 lfo6; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;b)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;Kebutuhan perangkat &lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt; dan pulsa internet&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Kebutuhan-kebutuhan ini tidak bisa dihindari. &lt;i&gt;Gadget&lt;/i&gt; baru
standar (Samsung, Asus, Lenovo, atau Oppo) saat ini berharga sekitar 2,5 hingga
3,5 juta rupiah. Sementara itu pulsa internet juga terjual bebas dan cukup
terjangkau. Namun, melihat kenyataan cukup banyak siswa yang memilikinya,
bahkan anak-anak juga punya sebagai alatpermainan maka &lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt; bukan
barang mewah lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l11 level1 lfo6; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;c)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;Dapat menurunkan nilai siswa yang tidak mandiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Data yang diuraikan di atas menunjukkan bahwa penggunaan UNBK
menurunkan prestasi siswa, khususnya para siswa yang tidak mandiri. Kesempatan
untuk memperoleh nilai tinggi melalui cara-cara yang curang sudah semakin
sulit. Hal ini seharusnya menjadi bahan instrospeksi bagi para siswa bahkan
pihak sekolah untuk membudayakan kejujuran dalam berprestasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l11 level1 lfo6; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;d)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;Dapat mengakibatkan siswa melihat konten-konten negatif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;“Ibarat pisau bermata dua” demikianlah dengan &lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt;.
Literasi akan TIK akan meningkat atau tidak &lt;i&gt;gaptek&lt;/i&gt; , menambah wawasan
ilmu pengetahuan, menambah persaudaraan, dan sejenisnya merupakan manfaat &lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt;.
Namun, kecanduan selfie, &lt;i&gt;chatting, &lt;/i&gt;maniak game, bahkan menonton
konten-konten porno adalah efek sampingnya. Karena itu tidak mengherankan
beberapa madrasah, apalagi yang milik pesantren, melarang keras membawa apalagi
menggunakan perangkat tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;2.4 Solusi
Evaluasi Pembelajaran Berbasis Android&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Adapun
solusi dari hambatan-hambatan penggunaan evaluasi pembelajaran berbasis android
antara lain: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo7; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;a)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;Dibutuhkan teknisi komputer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Teknisi komputer dengan kemampuan tersebut di atas memang
diperlukan. Namun tidak perlu banyak, alias cukup satu orang saja. Bila ada
guru bidang studi lain yang mampu apalagi yang dengan senang hati mau berbagi
ilmu dengan lainnya maka kebutuhan akan teknisi bisa dianulir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo7; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;b)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;Dibutuhkan akan perangkat &lt;i&gt;gadget &lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan jaringan wifi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Kebutuhan-kebutuhan akan perangkat &lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt; yang mahal bisa bisa
dihindari. Caranya dengan membeli barang bekas namun bermerek standar (Samsung,
Asus, Lenovo, atau Oppo). Barang-barang tersebut bisa berharga sekitar 500 ribu
hingga 1,5 juta rupiah.&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Kebutuhan akan pulsa internet dapat diatasi oleh sekolah dengan
berlangganan internet kemudian dipancarkan menjadi sinyal wifi. Adapun yang
paling praktis dan sangat murah adalah berlangganan &lt;i&gt;wifi.id &lt;/i&gt;dari Telkom
dengan konsekuensi per potong pulsa ponsel seribu rupiah per hari setiap kali
pemakaian. Namun, bila kita menggunakannya maka tidak terjadi pemotongan pulsa.
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo7; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;c)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;Harus diciptakan budaya jujur dalam berprestasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Jujur dalam berprestasi sebagai sebuah budaya tentu merupakan
sebuah hasil dari proses pembiasaan yang relatif lama. Ketika sudah menjadi
budaya maka pelaksanaannya akhirnya menjadi sebuah kebutuhan. Karena itu para
siswa perlu dibiasakan mengikuti evaluasi pembelajaran yang tidak memberikan
peluang melakukan kecurangan. Semakin sering hal ini dilakukan maka akan
menjadi pembiasaan bahkan menjadi sebuah kebutuhan. Kebutuhan akan hidup yang
jujur dalam mencapai tujuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo7; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;d)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;&quot;&gt;Harus diciptakan budaya “&lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt; untuk pendidikan” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Dampak negatif penggunaan &lt;i&gt;gadget, &lt;/i&gt;misalnya kecanduan selfie,
&lt;i&gt;chatting, &lt;/i&gt;maniak game, bahkan menonton konten-konten porno sebenarnya
bisa dihindarkan atau paling tidak dikurangi. Dalam hal ini perlu diciptakan
budaya “&lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt; untuk pendidikan”. Caranya antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo13; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;menghimbau para siswa untuk selalu bertanggung jawab dengan menghindari
menggunakan aplikasi atau konten-konten negatif,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo13; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;secara periodik para guru harus mengawasi aplikasi dan
konten-konten dalam &lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt; siswa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo13; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;meminta siswa menghapus aplikasi maupun konten negatif dalam &lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt;
mereka sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo13; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;mengubah &lt;i&gt;image “gadget &lt;/i&gt;untuk bermain” menjadi &lt;i&gt;“gadget&lt;/i&gt;
untuk belajar”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 72.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo13; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;menghimbau para guru sering menggunakan &lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt; siswa sebagai
sarana belajar mandiri yang cepat dan efektif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;BAB III &amp;nbsp;PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;3.1 Simpulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 15.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Sesuai dengan Undang-Undang No.20
Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan ujian nasional adalah
untuk mengukur pencapaian komptensi secara nasional dengan mengacu pada Standar
Kompetensi Lulusan (SKL). Pada saat ini pemerintah sudah melaksanakan UNBK.
Tanpa melupakan&amp;nbsp; keunggulannya, ternyata
UNBK juga memiliki keterbatasan dan kendala. Kendala utamanya adalah sangat
mahalnya sarana dan prasarananya. Di samping itu, kurang praktis dalam
pelaksanaannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 15.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;color: #2d2d2d; font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Pada
ujian nasional tahun 2016/2017 mendatang Kementerian Agama Jawa Timur
memberikan pertanda kesiapan mengikuti UNBK. Hal ini berarti sangat banyak
dibutuhkan dana untuk mempersiapkannya. Di sisi lain, iklim belajar mandiri
juga perlu disiapkan. Berdasarkan berbagai pertimbangan sebelumnya, evaluasi
pembelajaran online berbasis android perlu dibiasakan untuk menciptakan
kesiapan UNBK yang jujur dan berprestasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;3.2 Saran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;Berdasarkan uraian sebelumnya,
penulis menyampaikan saran-saran:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a). Dalam rangka menghadapi UNBK,
perlu diciptakan pembelajaran dan evaluasi yang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; menonjolkan kejujuran dan&amp;nbsp; prestasi;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b). Perlu sering dilakukan latihan
evaluasi pembelajaran online agar tercipta literasi TIK &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang memadai;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c). Madrasah perlu melakukan
pelatihan guru dalam membuat soal-soal online;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; d). Pemerintah perlu
mempertimbangkan pelaksanaan UNBK murah, yaitu yang berbasis &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; android.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg27-HT0avMmG8KVIq6I2O-YMPXVx6_C9mBZxOjjWDuv-LeVJamrwczJc24HAd9LAHnmMpg_Nf9Zt7sYO-ZWDDFdIUMT-IeeOQdCt_1hZz5Om8Aca4ym3Yskdbju8LSH6IpWYAWeP_QTD4/s1600/20160804_074045.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg27-HT0avMmG8KVIq6I2O-YMPXVx6_C9mBZxOjjWDuv-LeVJamrwczJc24HAd9LAHnmMpg_Nf9Zt7sYO-ZWDDFdIUMT-IeeOQdCt_1hZz5Om8Aca4ym3Yskdbju8LSH6IpWYAWeP_QTD4/s400/20160804_074045.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Test Online Menggunakan HP Android&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;hr align=&quot;left&quot; size=&quot;1&quot; width=&quot;33%&quot; /&gt;
&lt;!--[endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div id=&quot;ftn1&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;file:///D:/LOMBA%20GURU%20PRESTASI%202016/Penggunaan%20Evaluasi%20Berbasis%20Android%20ISI.docx#_ftnref1&quot; name=&quot;_ftn1&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;calibri&amp;quot; , sans-serif; line-height: 115%;&quot;&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt; Sumber : &lt;a href=&quot;http://unbk.kemdikbud.go.id/diunduh&quot;&gt;http://unbk.kemdikbud.go.id/diunduh&lt;/a&gt;
tanggal 28 Juli 2016 pukul 20.50.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;ftn2&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;file:///D:/LOMBA%20GURU%20PRESTASI%202016/Penggunaan%20Evaluasi%20Berbasis%20Android%20ISI.docx#_ftnref2&quot; name=&quot;_ftn2&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;calibri&amp;quot; , sans-serif; line-height: 115%;&quot;&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt; Sumber : &lt;a href=&quot;http://www.dadangjsn.com/2015/12/tujuan-dan-fungsi-manfaat-un-ujian.html&quot;&gt;http://www.dadangjsn.com/2015/12/tujuan-dan-fungsi-manfaat-un-ujian.html&lt;/a&gt;
diunduh tanggal 29 Juli 2016 pukul 06.26.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;ftn3&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;file:///D:/LOMBA%20GURU%20PRESTASI%202016/Penggunaan%20Evaluasi%20Berbasis%20Android%20ISI.docx#_ftnref3&quot; name=&quot;_ftn3&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;calibri&amp;quot; , sans-serif; line-height: 115%;&quot;&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt; Sumber : &lt;a href=&quot;http://www.dadangjsn.com/2015/12/kelebihan-manfaat-unbk-dibandingkan.html&quot;&gt;http://www.dadangjsn.com/2015/12/kelebihan-manfaat-unbk-dibandingkan.html&lt;/a&gt;,
diunduh tanggal 29 Juli 2016 pukul 05.50.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;ftn4&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;file:///D:/LOMBA%20GURU%20PRESTASI%202016/Penggunaan%20Evaluasi%20Berbasis%20Android%20ISI.docx#_ftnref4&quot; name=&quot;_ftn4&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;calibri&amp;quot; , sans-serif; line-height: 115%;&quot;&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt; Informan : Perkiraan Pak Ari Arda, CV Berkah Mandiri, Sidoarjo &amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;ftn5&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;file:///D:/LOMBA%20GURU%20PRESTASI%202016/Penggunaan%20Evaluasi%20Berbasis%20Android%20ISI.docx#_ftnref5&quot; name=&quot;_ftn5&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;calibri&amp;quot; , sans-serif; line-height: 115%;&quot;&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt; Sumber : &lt;a href=&quot;http://news.detik.com/berita/3230382/nilai-rata-rata-un-smp-tahun-2016-turun-3-poin-dari-tahun-lalu&quot;&gt;http://news.detik.com/berita/3230382/nilai-rata-rata-un-smp-tahun-2016-turun-3-poin-dari-tahun-lalu&lt;/a&gt;
diunduh tanggal 29 Juli 2016 pukul 09.27.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;file:///D:/LOMBA%20GURU%20PRESTASI%202016/Penggunaan%20Evaluasi%20Berbasis%20Android%20ISI.docx#_ftnref6&quot; name=&quot;_ftn6&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;calibri&amp;quot; , sans-serif; line-height: 115%;&quot;&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; Penulis sudah sangat berpengalaman dalam melaksanakan pembelajaran
online berbasis android di kelas, khususnya di Quipper School.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;ftn6&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoFootnoteText&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;file:///D:/LOMBA%20GURU%20PRESTASI%202016/Penggunaan%20Evaluasi%20Berbasis%20Android%20ISI.docx#_ftnref7&quot; name=&quot;_ftn7&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;calibri&amp;quot; , sans-serif; line-height: 115%;&quot;&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt; Dulu untuk menguasai pemrograman android perlu pelatihan beberapa
bulan. Namun sekarang hal itu dapat dikuasai hanya dengan pelatihan selama 1
s.d. 2 jam saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoFootnoteText&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoFootnoteText&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: x-small; line-height: 28px;&quot;&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 24px; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Anitah, Sri. 2009. &lt;i&gt;Media
Pembelajaran. &lt;/i&gt;Surakarta : Yuma Pressindo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Kadir, Abdul. 2013. &lt;i&gt;Pemrograman
Aplikasi Android. &lt;/i&gt;Yogyakarta : Andi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Panjaitan, Yusrizal. 2013. &lt;i&gt;Mengelola
Blog Sebagai Media Pembelajaran Online.&lt;/i&gt;Yogyakarta :&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;LeutikaPrio.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Rusman.
2013. &lt;i&gt;Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer : Mengembangkan Profesio&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;nalisme &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Guru Abad 21.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Yogyakarta
: Arr-Ruz.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Sanjaya, Ridwan dan Marlon Leong.
2008. &lt;i&gt;Mudah&amp;nbsp; Membangun Web&lt;/i&gt; &lt;i&gt;E-Learning.&lt;/i&gt;Yogyakarta
:&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Arr-Ruz.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Shoimin, Aris. 2014. &lt;i&gt;68 Model
Pembelajaran Inovatif dalam Kurikum 2013.&lt;/i&gt;Yogyakarta :&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Arr-Ruz.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Suwandi, Sarwiji. 2011. &lt;i&gt;Model-Model
Asesmen dalam Pembelajaran.&lt;/i&gt;Surakarta : Yuma&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Pressindo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/3222714875551717320/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2016/09/bab-i-pendahuluan-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/3222714875551717320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/3222714875551717320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2016/09/bab-i-pendahuluan-1.html' title='Penggunaan Evaluasi Pembelajaran Murah  Berbasis Android : Urgensi, Kendala, dan Solusinya'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7kPvoS37LoX5k0fV7_womNxVp7i0FrGZitJZa1MBW9fRDwONAnfXRILJdlfHIumerxXqSWlurfKJbcYlP81EKrFdAomLnr5N8S01llI1YbiWB5YHBp6SbxRnkr_6024kjuozNhaJQq4g/s72-c/quipper+depan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-1714287275922954563</id><published>2012-06-08T04:22:00.000-07:00</published><updated>2012-09-10T20:44:49.487-07:00</updated><title type='text'>“Meski Sama Kuningnya, Kita Tidak Mungkin Bisa Mengasah Batubata Menjadi Emas”</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Adalah
siswa saya Rima Faiqoh Agustine yang memenangi Juara 2 Tingkat Nasional Lomba
Blog Remaja di Gramedia dan Kompas tahun 2008 lalu. Ia pun juga memenangi lomba
bidang yang sama tingkat Provinsi Jawa Timur saat Olimpiade Madrasah tahun
2009. Waktu itu juara pertamanya adalah Sarjana S1 dan Juara ketiganya
Mahasiswa D3 Arsitektur. Padahal siswa saya masih duduk di MA (setingkat SMA)
kelas 1. Karena prestasi dan sertifikat perolehannya ia diterima tanpa tes
(jalur undangan) di ITS Surabaya jurusan yang pas yaitu Teknik Informatika.
Memang aneh dan membanggakan untuk ukuran ‘sekolah udik’ macam kami. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Hal
yang sama juga terjadi pada siswa saya Ilham Ubaidillah. Saat lomba desain
majalah sekolah tingkat provinsi&amp;nbsp; terpaksa
karya siswa ini tidak diakui karena dianggap tidak wajar (Diduga bukan karya
sendiri padahal dia memang jago di bidang itu). Karyanya terlalu bagus dan
mendekati profesional untuk karya seukuran anak kelas 1 setingkat SMA.
Selanjutnya ada lomba desain presentasi media pembelajaran di Kemenang tingkat
nasional untuk guru. Sebagai gebrakan sebagaimana di Depdiknas, saya
menyertakannya karena karyanya bagus sekali. (Penulis sudah tidak boleh ikut
lagi karena sudah pernah memenangi Juara 1) Dia tidak menang karena event lomba
itu untuk guru. Namun dia tetap memperoleh piagam penghargaan keikutsertaan. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Untuk lomba yang
sama di level kabupaten Juara 1-nya disapu bersih olehnya. Padahal pesaing dari
sekolah lain yang memiliki jurusan multimedia malah tidak bisa berbicara banyak
di event ini. Karena prestasinya tersebut ia diterima tanpa tes (jalur
undangan) di Unibraw Malang untuk jurusan Teknik Informatika.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Prestasi siswa
yang luar biasa tersebut sangat membanggakan bagi saya. Sebagai guru pembinanya
yang juga sering malang melintang dalam lomba nasional (meskipun banyak
kalahnya daripada menangnya), pengalaman tersebut saya motivasikan para siswa.
Beberapa di antara mereka merasa ‘terbakar’ jiwanya untuk mengikuti jejak saya.
Jadilah mereka maniac-maniac komputer yang akhirnya saya wadahi dalam
ekstrakurikuler “desain multimedia”&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Permasalahannya
adakah yang salah dalam langkah saya saya? Dalam blog ini (guraru.org)
bertebaran artikel yang mengulas topik bagaimana menjuarakan siswa. Pak Isna
Puryanta mengingatkan bahwa kita memang harus berhati-hati dalam memotivasi.
Bila tidak sesuai dengan kondisi dan kemampuan justru tidak berarti apa-apa. Pernyataan
ini memang terbukti. Banyak di antara siswa saya berputus asa dan akhirnya
berpindah ke ekstrakurikuler lainnya. Dalam hal ini pun saya tidak mencegahnya.
Saya berpikir “meski sama kuningnya, saya tidak mungkin bisa mengasah batubata
menjadi emas”. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Dalam hal ini premis hubungan harapan
dan prestasi oleh &lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Robert Rosenthal, pakar pendidikan dari&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.harvard.edu/&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1; text-decoration: none; text-underline: none;&quot;&gt;Universitas
Harvard&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Amerika
Serikat&lt;/span&gt; (dalam artikel
Mas Okky Fajar Trimaryana) tidak bisa saya buktikan secara menyeluruh. Justru
mereka yang memang maniac mampu melesat sangat jauh melampaui harapan saya.
Ibarat guru silat yang punya 50 jurus saja ketika semua jurus sudah habis, &amp;nbsp;maka saya minta mereka belajar pada guru silat
yang tak terhingga, yaitu internet. Padahal himbauan dan usaha menjuarakan
mereka sudah saya laksanakan mulai mengidentifikasi potensi, membangkitkan
potensi diri, pembinaan intensif, hingga aktualisasinya secara maksimal sudah
dilakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Karena itu
jangan terlalu berharap banyak pada siswa agar memiliki potensi tertentu.
Mungkin mereka punya potensi lain yang akan dapat dikembangkan oleh guru
lainnya. Hal ini sebagaimana prinsip Kecerdasan Majemuk.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/1714287275922954563/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2012/06/meski-sama-kuningnya-kita-tidak-mungkin.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/1714287275922954563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/1714287275922954563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2012/06/meski-sama-kuningnya-kita-tidak-mungkin.html' title='“Meski Sama Kuningnya, Kita Tidak Mungkin Bisa Mengasah Batubata Menjadi Emas”'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-269143664665447088</id><published>2012-06-08T04:17:00.004-07:00</published><updated>2012-06-08T04:17:29.838-07:00</updated><title type='text'>Berkolaborasi Memperkaya Inspirasi, Mengapa Tidak?</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Inspirasi kita
buntu? Mengapa tidak berkolaborasi? Berkolaborasi dengan guru-guru bidang studi
lain dalam membuat media pembelajaran dapat menjadi langkah yang paling tepat
dalam memperkaya inspirasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Event lomba
membutuhkan topik yang tepat. Untuk itu saya sering&amp;nbsp; berpikir lintas mata pelajaran. Bila topik
‘layak dinominasikan juara’ tersebut dari matapelajaran lain, kita harus
bekerjasama dengan guru-guru mata pelajaran tersebut. Itu pun bila mata pelajaran
saya sendiri kurang maksimal untuk dinominasikan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hal ini sudah saya
buktikan. Saya harus bekerjasama dengan guru mata pelajaran Fiqih untuk media
presentasi pembelajaran “Tatacara Penyelenggaraan Jenazah” yang memenangi
Medali Perak (Silver Prize) Tingkat Nasional Depdiknas Jakarta Tahun 2006, dan
“Mudahnya Melaksanakan Nikah” yang memenangi Juara 1 Tingkat Nasional Kemenag
Tahun 2008. Karena saya memiliki pengalaman membuat desain media, para bidang
studi Fiqih berperan untuk mengisi kontennya. (Saya juga pernah berkolaborasi
dengan guru Matematika dan Ekonomi dalam membuat media).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Namanya saja
kolaborasi; kita harus bekerjasama dengan orang lain. Tanpa mereka, kemampuan desain
media saya tidak berarti apa-apa, dan tanpa saya konten materi mereka kurang
mendapatkan nilai tambah. Di samping hubungan yang saling menguntungkan “simbiosis
mutualisme”, ternyata juga ada problema hubungan antarmanusia yang tidak boleh
diabaikan. Mengapa? Secara otomatis kerjasama ini menuntut rekan kita melakukan
pekerjaan tertentu. Mereka kita minta meresume materi, kita minta menjelaskan
ini dan itu, dan banyak lagi. Faktor senioritas guru, watak guru, keterbukaan
pemikiran dan wawasan, dan sebagainya ikut berperan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Karena itulah saya
pikir perlu ada otoritas yang memberikan kewenangan saya untuk
mengkoordinasikan team, menyuruh dan meminta anggota team melakukan sesuatu,
dan sebagainya. Pemecahannya adalah menghadap pimpinan untuk membuatkan surat
tugas masing-masing guru. Dengan surat tugas dari pimpinan, maka para guru yang
ditunjuk tidak bisa menolak tanpa alasan yang mendasar. Itu pun harus didahului
dengan mengusulkan dan menjelaskan kepada pimpinan sekolah bahwa semua itu
dilakukan demi memperjuangkan citra sekolah. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Selanjutnya karena kita yang butuh, bahasa yang
digunakan harus tetap baik untuk menjaga hubungan kerjasama tersebut lancar
tanpa halangan berarti lagi. Debat, perbedaan pendapat, bahkan riak kecil
konflik harus dihindarkan. Yang paling dibutuhkan adalah keadaan yang solid
hingga produk media selesai.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Menyuruh orang tanpa imbalan, siapa yang mau? Untuk
mengatasi hal tersebut saya selalu mengajukan proposal “project media” kepada
pimpinan sejak awal berikut alokasi anggaran untuk masing-masing orang yang
terlibat. Dalam hal ini kita harus adil; imbalan yang kita berikan harus
dibanding dengan volume pekerjaan mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Akhirnya saat yang paling menyenangkan adalah media
yang kita ciptakan memperoleh kemenangan. Di sinilah kita kembali diuji
keadilan dan kebijaksanaan kita. Kita tidak bisa lagi egois mengambil semua
hadiah mengingat karya tersebut pekerjaan orang banyak. Kita tetap harus
memberikan hak mereka, bila tidak ingin dikucilkan oleh yang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Bila siswa terlibat, mereka juga harus diperhatikan.
(Biasanya kami ajak makan bersama yang lumayan mewah). Meski tidak minta, kita
pun jangan melupakan pimpinan agar project-project media selanjutnya mendapat
dukungan dan lancar.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/269143664665447088/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2012/06/berkolaborasi-memperkaya-inspirasi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/269143664665447088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/269143664665447088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2012/06/berkolaborasi-memperkaya-inspirasi.html' title='Berkolaborasi Memperkaya Inspirasi, Mengapa Tidak?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-11899651688563384</id><published>2012-06-07T00:59:00.004-07:00</published><updated>2012-06-07T00:59:54.232-07:00</updated><title type='text'>Virus Guru Go Blog, Awas Mudah Menular!</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ya, guru Go Blog
adalah guru yang mempunyai blog dan aktif menulis dalam media itu. Yang pasti,
mereka siap menerima inovasi dan tidak gaptek lagi. Mereka pun siap mencari ilmu
dan pengalaman dari internet dan beberapa fasilitas lain di dalamnya. Beberapa
di antara mereka akan merasa “haus informasi dan pengalaman” yang bisa dipuaskan
relatif mudah melalui internet.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hal ini saya
buktikan sendiri. Saya menyadari betapa kayanya internet akan ilmu dan
informasi. Dengan mudahnya kita bisa membuat makalah, karya ilmiah, atau
artikel dengan terlebih dahulu memperkaya wawasan dari karya-karya orang lain
dalam internet (bukan untuk menjiplak lho). Kita pun bisa berinteraksi dengan
orang lain dengan social media (Blog, Facebook, Twitter, YM, dan lain-lain)
untuk saling berbagi informasi dan pengalaman. Sementara itu, yang mengharapkan
peluang ekonomis juga tersedia di dalamnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;


&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yang paling
menarik bagi saya adalah blog. Hal ini karena saya senang menulis. Saat belajar
dari para blogger lainnya, saya menyadari arti penting blog sebagai sarana
berbagi informasi dan ilmu pengetahuan. Blog dapat pula dijadikan sarana
pembelajaran di kelas. Karena itulah saya buatkan khusus blog untuk
pembelajaran bahasa Indonesia sesuai dengan bidang studi saya (&lt;a href=&quot;http://wacana-bahasa.blogspot.com/&quot;&gt;http://wacana-bahasa.blogspot.com&lt;/a&gt;).&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yang paling
menarik bila ada tantangan lomba blog. Bila lomba tersebut sesuai dengan minat,
pastilah saya ikuti meskipun akan menguras pikiran, perasaan, tenaga, bahkan
stamina. Kreativitas dan estetika juga punya peranan penting di sini. Apalagi
bila pesertanya banyak dan para jawara blogger turun gunung (maksud saya ikut
berkompetisi) , tantangan menjadi semakin berat dan mengasyikkan. Kita pun bisa
belajar dari teknik dan taktik para jawara tersebut. Bagi yang menang merupakan
keberuntungan dan kebanggaan tersendiri. Namun, bagi yang kalah meskipun
menelan kekecewaan namun tetap merupakan pemenang bagi diri sendiri. Hal ini
karena dia telah berhasil menaklukkan diri sendiri untuk selalu berkreasi dan
berinovasi dalam memperkaya blognya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengalaman penulis
menjadi Juara 1 Tingkat Nasional Blog Kebahasaan di Balai Bahasa Bandung Tahun
2006 (dari blog di atas) memang cukup menyenangkan. Namun demikian, saat beberapa
lomba blog lainnya (termasuk Guraru 2011 lalu) saya kalah, memang saya kecewa. Kebahagiaan
saya yang tersisa adalah blog saya semakin kaya artikel meskipun&amp;nbsp; di tengah kesibukan yang padat.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Entah suatu instink
berbagi yang tidak dapat dicegah ataukah &amp;nbsp;“hasrat menjadi blogger” yang mengebu-gebu,
virus Guru Go Blog menyebar kemana-mana. Berbagai seminar dan pelatihan blog
muncul dimana-mana baik level local bahkan nasional. Saya pun mengalami dan
melakukannya meskipun belum pernah kursus atau pelatihan. Berbekal blog yang
pernah mendapat apresiasi Juara 1 Nasional tersebut, saya memberanikan diri
mengajarkannya pada para guru dan siswa.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hasilnya tercipta
blog-blog guru dari madrasah kami yang memuat segala hal yang gayut dengan mata
pelajaran. Semua siswa saya haruskan memiliki blog sendiri untuk mengumpulkan
tugas masing-masing dan ini sangat berhasil. &amp;nbsp;Beberapa siswa di antara bimbingan saya ada
yang juara regional bahkan nasional.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/11899651688563384/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2012/06/virus-guru-go-blog-awas-mudah-menular.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/11899651688563384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/11899651688563384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2012/06/virus-guru-go-blog-awas-mudah-menular.html' title='Virus Guru Go Blog, Awas Mudah Menular!'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-7398913780204882208</id><published>2012-06-05T17:19:00.002-07:00</published><updated>2012-06-05T17:19:38.892-07:00</updated><title type='text'>Berjualan Media Pembelajaran,  Etiskah?</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Anda kurang PD
dalam mengajar? Gunakanlah media ini, Anda akan PD dan pembelajaran Anda akan
sangat menyenangkan. Demikian pernyataan ini berkali-kali saya sampaikan untuk
menawarkan media pembelajaran saya. Ternyata cukup banyak yang membeli. Bahkan,
dalam setiap workshop atau seminar guru media ini bisa terjual lebih dari 50
keping (yang per kepingnya Rp 75.000,00).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Permasalahannya,
di tengah gelombang semangat untuk siap berbagi ilmu dan pengalaman, ternyata
saya dengan egois mengambil peluang demi keuntungan ekonomis. Lalu, apa
pendapat kita tentang tindakan berjualan media pembelajaran pada sesama guru?
Hal ini urgen saya sampaikan karena tampaknya ada yang aneh dalam ‘etika
ilmiah’ kita (para guru). &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;


&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Suatu saat saya melayani beberapa orang guru yang tampak
antusias membeli. Kemudian mereka masuk ke dalam ruang workshop dan mencoba
mengkopinya ke dalam laptop. Setelah mereka memutar hasil kopian tersebut dalam
laptop ternyata tidak berhasil ditayangkan( Sementara itu CD pembelajaran tetap
bisa ditayangkan). &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Seperti tidak merasa bersalah karena mengkopi (maksud
saya “membajak”), mereka protes. Dengan menyampaikan permintaan maaf, akhirnya
saya jelaskan bahwa CD media tersebut sudah saya protek agar tidak bisa dikopi.
Namun demikian, ternyata tidak terbersit sedikit pun perasaan mereka bahwa
“membajak” (khususnya CD Media) karya orang lain juga merupakan kesalahan.
Anehnya justru terlontar pernyataan bahwa saya egois, tidak mau beramal, dan
hanya memanfaatkan kelemahan mereka demi uang. Siapakah yang salah pembuatnya
atau pembajaknya? Ataukah memang iklim ‘etika ilmiah’ kita masih sangat payah,
khususnya dalam penghargaan hak cipta.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Sekali lagi ide pembuatan media pembelajaran ini
berawal dari MGMP Guru Bahasa Indonesia. Salah satu usulan saat itu penting
adalah perlunya diciptakan media teknik membaca puisi. Sebenarnya sudah ada
media teknik membaca puisi dari WS Rendra. Namun, media ini dalam kondisi
rusak. Itu pun dari hasil bajak-membajak saat ada workshop.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Sebagai orang yang punya pengalaman dalam pembuatan
media, saya membaca peluang besar di sini. Saya memahami tidak semua guru mampu
membacakan dan membawakan pembacaan puisi dengan tepat. Banyak di antaranya
kurang PD: apakah pembacaan puisi sudah tepat atau belum. Karena itu perlu
pembelajaran modeling (salah satu pendekatan pembelajaran konstekstual) dengan
menghadirkan mereka yang professional dalam pembacaan puisi; mereka adalah para
penyair.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Di sinilah insting bisnis saya bangkit. Saya punya
kenalan seorang guru dan juga penyair yang pernah menjadi Juara 1 Membaca Puisi
se-Jawa Timur. Melalui penyair ini saya bermaksud bekerja sama dengan teater
mereka (ARS – Alam Ruang Sastra) untuk membuat media pembelajaran Teknik
Membaca Puisi termasuk di dalamnya contoh-contoh pembacaan puisi oleh 6 orang
penyair yang masing-masing membawakan 2 buah puisi. Pengambilan gambar di dua lokasi
berbeda dan saya bertindak sebagai pengarah dan pengambil gambar.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Setelah itu saya mengeditnya dengan Adobe Premiere
Pro, Cool Edit,&amp;nbsp; dan menungkannya dalam
Macromedia Flash 8. Agar tidak mudah untuk digandakan (dibajak) orang saya
harus belajar otodidak bagaimana melakukan proteksi. Saat tahap penyelesaian
(finishing), saya cetak cover dan label dengan sedikit elit dan memasukkannya
dalam DVD box.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Pemasaran saya lakukan bersama anak buah saya baik di
seminar-seminar atau pertemuan lainnya bahkan di blog saya. Lumayan, pembelinya
paling banyak dari kalangan mahasiswa dan guru, saat seminar / workshop.
Pembeli melalui blog pun sudah mencapai lebih dari 50 orang, yang umumnya dari
luar Jawa. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Akhirnya, etiskah saya mengutip keuntungan dari
perjuangan dan jerih payah pembuatan media ini? Seberapa batas kita harus
berbagi dengan yang lain dan mengambil keuntungan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/7398913780204882208/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2012/06/berjualan-media-pembelajaran-etiskah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/7398913780204882208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/7398913780204882208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2012/06/berjualan-media-pembelajaran-etiskah.html' title='Berjualan Media Pembelajaran,  Etiskah?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-1830515291294923613</id><published>2012-06-04T07:34:00.003-07:00</published><updated>2012-06-04T07:34:38.730-07:00</updated><title type='text'>Media Yang Menguras Air Mata, Bolehkah?</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Intro menayangkan
cuplikan tentang bencana itu. Musik backround lagu Ebiet G. Ade sayup-sayup &amp;nbsp;terdengar syahdu. Para siswa dan terpaku oleh
tayangan media bagaikan tersihir. Saya kaget. Empat anak tampak beberapa kali menyeka
air mata. Mengapa? Ada perasaan bersalah pada diri saya. Mengapa kelas yang
seharusnya saya buat menyenangkan ternyata malah membuat mereka bersedih.
Itulah pengalaman saya pertama menayangkan media presentasi pembelajaran
“Sidoarjo Menangis”. (Edisi 2007).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bukan maksud kami
menguak kembali luka oleh bencana tersebut kepada para siswa. Kami sangat sadar
merekalah pelakunya yang harus tersingkir karena rumah mereka tenggelam, harus
menjadi pengungsi di barak-barak, pikiran kalut oleh ketidakpastian nasib, dan
lain-lain. Namun demikian, kami mencoba mengajak para siswa agar dapat memahami
secara lebih komprehensif realitas bencana itu. Lebih jauh lagi kami berharap bisa
mengambil hikmah dari bencana tersebut. Akhirnya, terbukti banyak di antara
mereka kini hidup jauh lebih baik oleh ganti untung beberapa kali lipat.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Projek pembuatan media ini bermula dari rapat MGMP
Bahasa Indonesia sebelumnya. Kami melihat dalam silabus Bahasa Indonesia
semester 1 kelas X tentang topik Menyimak Berita Televisi dengan topik Bencana
Alam. Yang tertera dalam silabus adalah contoh Berita Bencana Alam Tsunami
Aceh. Karena kami dari Sidoarjo sejalan prinsip KTSP maka kami mengangkat
Bencana Lumpur Porong Sidoarjo. Wacana bencana ini tidak kalah dahsyat dengan
bencana tsunami Aceh. Namun demikian, media pembelajaran tentang topik ini
tidak ada dan belum pernah dibuat sebelumnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak seperti
saat ini bahwa kita bisa dengan mudah mengunduh berita itu dari situs media
televisi untuk dijadikan media. Saat itu tahun 2007, saya harus memasang TV
tunner dalam komputer yang bisa menayangkan siaran televisi sekaligus merekamnya.
Saya pun harus rajin dan siap untuk merekam siaran berita televisi yang
bagus-bagus. Sehubungan dengan pembuatan media ini, saya memilih dan merekam
berita dengan topik tersebut. Hasilnya kemudian kami sunting dan buat menjadi
media pembelajaran. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Media ini pun
akhinya saya jadikan PTK dengan judul “Penggunaan Media Pembelajaran ‘Sidoarjo
Menangis’ untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas X Siswa MAN Sidoarjo”.
Inilah satu-satunya PTK penggunaan media pembelajaran yang akhirnya menjadi prototype
karena banyak rekan guru yang menirunya dengan menggunakan media lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada saat lomba
guru prestasi baik di Diknas maupun Depag, media dan PTK ini menjadi andalan
saya. Dari pihak penguji tidak ada koreksi yang berarti. Dan, apresiasi yang
saya dapatkan adalah kejelian mengangkat sebuah topik yang memang sangat
dibutuhkan sebagai suplemen silabus bahasa Indonesia. Lomba di Diknas saya
tidak berhasil menjadi juara satu. Namun, di Depag Provinsi saya memperolehnya dengan
relatif mudah.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kesimpulan saya
boleh-boleh saja menggunakan media pembelajaran yang mengakibatkan keharuan
siswa bahkan hingga mampu menitikkan air mata mereka. Yang perlu diperhatikan
adalah tujuan akhirnya harus edukatif dan demi kebaikan semua pihak.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Semoga
bermanfaat.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/1830515291294923613/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2012/06/media-yang-menguras-air-mata-bolehkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/1830515291294923613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/1830515291294923613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2012/06/media-yang-menguras-air-mata-bolehkah.html' title='Media Yang Menguras Air Mata, Bolehkah?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-7716820267896772171</id><published>2012-06-01T20:39:00.001-07:00</published><updated>2012-06-01T20:39:24.246-07:00</updated><title type='text'>Siswa Kawin-kawinan Masuk Media</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
Apa yang terjadi jika siswa kawin-kawinan masuk media? Jawabannya
tergantung siapa sutradaranya, topiknya, dan media apa yang dipakai. Jika
sutradaranya siswa sendiri dikhawatirkan topiknya hal-hal mesum, kemudian materinya
diunggah ke internet. &amp;nbsp;Hasilnya memang
menghebohkan. Namun demikian, siswa tersebut mungkin akan dikeluarkan dari
sekolah dan melekat pada mereka sederet predikat negatif.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sementara itu,
seandainya saya sutradaranya maka saya usahakan isinya edukatif, mengacu pada silabus-kurikulum,
dan kemasannya dalam bentuk media pembelajaran berbasis TIK, maka hasilnya akan
lebih baik dan bermakna. Hal ini telah terbukti pada media presentasi
pembelajaan saya “Mudahnya Melaksanakan Nikah” (Edisi 2008). Justru media ini
mendapat apresiasi yang luar biasa karena keunikannya dan memenangi Juara 1
Tingkat Nasional pada Lomba Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis TIK
Kementerian Agama, tahun 2008.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bermula dari
pengumuman lomba tersebut di website Kemenag, akhirnya saya memutuskan untuk
kembali mengikuti tantangan lomba. Segera saya berkolaborasi dengan para guru
Fiqih dengan harapan bisa menang kembali. Akhirnya, kami memutuskan untuk
mengangkat topik bahasan Nikah yang ada dalam silabus Madrasah Aliyah. Mengapa?
Alasan yang paling mendasar adalah ketiadaan media di pasaran. Di sisi lain,
para siswa perlu mengetahui secara jelas tatacara penyelenggaraan nikah. Yang
terjadi saat akah nikah di masyarakat umumnya yang menyaksikan adalah para
kerabat, khususnya sesepuh pihak pengantin putra maupun putri. Para siswa /
remaja biasanya hanya ‘nguping’ di belakang dan tidak bisa menyaksikan langsung
prosesi tersebut. Padahal justru merekalah yang akan mengalami prosesi itu
dalam waktu relatif dekat.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;


&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Selanjutnya saya
kembali bertindak sebagai sutradara dengan melakukan ‘casting’ (pemilihan
peran) kepada para siswa yang akan saya jadikan calon pengantin putra maupun
putri, serta para bapak-ibu guru sebagai wali, modin, penghulu, dan lain-lain. Pengantin
sengaja saya carikan yang paling ganteng dan paling cantik. Sementara itu,
bapak-ibu guru bidang studi agama langsung berperan sebagai pemeran di atas.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Agar &lt;i&gt;perfect &lt;/i&gt;saya menggunakan lokasi di aula nikah
Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Sidoarjo yang biasanya dipakai untuk
prosesi akad nikah. Ternyata kami diijinkan. Kami juga mendapat bimbingan dan
arahan dari para staf KUA tentang tatacara akad nikah yang benar. Akhirnya
pengambilan gambar kami lakukan ditempat tersebut hingga selesai.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Proses berikutnya
adalah penyusunan paparan materi yang harus disampaikan dalam media. Dalam hal
ini saya selalu berkonsultasi dengan guru-guru agama, khususnya Fiqih. Proses
pengisian suara tambahan melalui &lt;i&gt;‘dubbing’&lt;/i&gt;
juga berjalan lancar. Saat &lt;i&gt;editing&lt;/i&gt;
dan &lt;i&gt;finishing&lt;/i&gt; multimedia, kami tidak
menghadapi kesulitan yang cukup berarti karena sudah memiliki pengalaman
sebelumnya dalam membuat projek media presentasi pembelajaran. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Saat proses
penjurian oleh seorang profesor pendidikan dan dua doktor bidang multimedia dan
pembelajaran, media kami diberikan apresiasi terbaik (Juara 1). Ternyata menciptakan
yang baru dari yang belum pernah ada, paduan serasi antara teks, gambar, suara,
music, serta keunikan media memiliki nilai tambah dibandingkan dengan karya-karya
peserta lomba lainnya yang sama-sama memiliki keunggulan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karena keunggulan
media dengan topik inilah kemudian media pembelajaran ini diminta Kantor
Kementerian Agama untuk dijadikan media “suscatin” (kursus calon pengantin)
bagi pasangan calon pengantin yang akan menikah. Jadi, mereka yang mau menikah
harus melihat media ini dulu.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Akhirnya saya berkesimpulan bahwa kreativitas lah
yang harus dimaksimalkan dalam merancang media yang bermakna. Kita bisa membuat
media dengan topic apa pun namun harus mengacu pada nilai pendidikan dan
kualitas estetika media.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/7716820267896772171/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2012/06/siswa-kawin-kawinan-masuk-media.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/7716820267896772171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/7716820267896772171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2012/06/siswa-kawin-kawinan-masuk-media.html' title='Siswa Kawin-kawinan Masuk Media'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-4159354712239765142</id><published>2012-05-31T10:57:00.002-07:00</published><updated>2012-05-31T10:59:25.969-07:00</updated><title type='text'>Pocong pun Bisa Jadi Media Pembelajaran</title><content type='html'>&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ide aneh ini berawal saat ada tantangan lomba media pembelajaran berbasis ICT dari Depdiknas 2006 silam. Berbekal obsesi bonek, ide nyleneh, pengalaman ala kadarnya, maka kami ciptakan media pembelajaran “Tatacara Penyelenggaraan Jenazah”.  Hasilnya luarbiasa. Media pembelajaran ini memenangi Medali Perak (Silver Prize) Tingkat Nasional 2006 di Jakarta. Meski bukan yang terbaik, namun media pembelajaran ini mampu menyedot perhatian banyak pihak.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Memang, sengaja kami ciptakan media pembelajaran ini berawal dari ketiadaanya media dengan topik ini di lapangan, baik yang dijual bebas atau yang sekedar menjadi arsip pribadi. Para guru bidang studi Fiqih kesulitan ketika menjelaskan dengan baik tatacara penyelenggaraan jenazah. Hal ini karena materi dengan topic ini selain memiliki dasar-dasar (nash Quran maupun Hadits) juga perlu banyak praktik yang perlu diragakan. Tujuannya agar para siswa mampu mempraktikkan tatacara ini secara sistematis dan benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;b&gt;Media Harus Perfect&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Berbekal keyakinan yang mantap saya berkolaborasi dengan para guru Fiqih dengan dibantu para siswa sebagai peraganya. Saya berperan sebagai sutradara, kameramen, dan sekaligus desainer multimedianya. Karena media ini juga untuk dilombakan pada level nasional, media ini harus dibuat perfect. Artinya mendekati sempurna. Selain berisi paparan teks, ayat dan terjemahannya, media ini berisi film, pembicaraan, music, dan sound effect. Film dibagi atas tahap-tahap pelaksanaannya mulai cara mensucikan  jenazah, cara mengkafaninya, cara menshalatkannya, hingga cara menguburkannya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Untuk itu kami harus siapkan segalanya mulai menyiapkan kain kafan, pewangi, kapur barus, keranda, pocongan mayat, model makam. Model makam kami buat di halaman sekolah agar bisa diamati semua siswa. Untuk mensucikan jenazah kami menggunakan boneka seukuran manusia. Memang ada siswa yang bersedia dijadikan model saat disucikan dan dikafani. Namun demikian, kami tidak mau mengambil resiko bila nantinya terjadi hal-hal yang tidak baik pada siswa si peraga.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ketika syuting kami terpaksa harus mengulang-ulang adegan untuk mendapatkan gambar yang terbaik. Demikian pula hal ini terjadi saat kami melakukan dubbing. Maklumlah, kami belum berpengalaman di bidang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;b&gt;Kesulitan adalah Tantangan Menyenangkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Kesulitan berikutnya adalah saat mendesainnya menjadi media pembelajaran. Komputer yang saya gunakan saat itu hanya Pentium III/800 dengan RAM 2 Giga dan VGA 286 M. Akibatnya ketika dimasukkan ke dalam flash 8 untuk film dengan panjang 15 menit,  waktu render yang dibutuhnya lebih dari 1 jam.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Kesulitan lainnya flash 8 merupakan program yang baru saja saya pelajari secara otodidak. Tanpa adanya guru, saya bagaikan tersesat di hutan belantara. Kepada siapa saya harus bertanya, hanya kepada kesabaran saya untuk melakukan trial and error. Saya akan sangat puas ketika mampu menemuka trik-trik baru dalam mendesain. Itu saya lakukan hingga media selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;b&gt;Membangun Monumen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Apa senangnya membuat media pembelajaran berbasis TIK? Motivasi Omjay (Wijaya Kusumah) yang berpesan agar selalu menulis setiap hari dan menunggu keajaiban akan datang memang tepat sekali. Terbukti, bagi saya menulis atau membuat media pembelajaran adalah membangun monumen untuk diri sendiri. Untuk itu buatlah media pembelajaran dengan serius kemudian kemaslah dengan bagus sebagaimana kemasan CD yang dijual bebas. Kumpulkan karya-karya tersebut dan akhirnya akan menjadi portofolio kita untuk berbagai event lomba.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Demikian halnya media “Tatacara Penyelenggaraan Jenazah”. Media ini disamping memenangi juara nasional, media ini (dan media lainnnya) mengantarkan saya pada lomba guru berprestasi di Kemenag Provinsi, LP3I Jakarta, dan Maarif Pusat. Media ini juga sangat popular sehingga selalu digunakan siswa saat Pondok Ramadan hingga saat ini. Di samping itu banyak ibu-ibu jamaah tahlil dan pengajian menggunakannya untuk pelatihan penyelenggaraan jenazah di kampung-kampung.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Semoga bermanfaat!</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/4159354712239765142/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2012/05/pocong-pun-bisa-jadi-media-pembelajaran.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/4159354712239765142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/4159354712239765142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2012/05/pocong-pun-bisa-jadi-media-pembelajaran.html' title='Pocong pun Bisa Jadi Media Pembelajaran'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-857159298288234901</id><published>2012-05-30T19:53:00.003-07:00</published><updated>2012-05-30T20:21:51.832-07:00</updated><title type='text'>Penggunaan Teknologi Pembelajaran Berbasis TIK: Antara Kebutuhan dan Keniscayaan Pembaharuan (Sebuah Catatan Reflektif)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Oleh : Sartono&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
1. Pengantar&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; “Aku harus terus mengambil bagian dalam pembaharuan pendidikan di madrasah”, demikian tekad saya sesaat setelah menerima apresiasi dari para petinggi di Dirjen Pendidikan Madrasah pada tahun 2006 silam. Karena memenangi medali perak (Silver Prize) tingkat nasional pada Lomba Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis ICT antarguru SMA/MA se-Indonesia, menjelang kepulangan ke Sidoarjo, saya bersama dua nominator lomba madrasah lainnya (yaitu dari MAN Cianjur dan MAN Insan Cendekia) dipanggil oleh Dirjen Madrasah untuk mendapat pengarahan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ini merupakan pengalaman pertama dan luar biasa bagi saya. Sebagai ‘orang udik’ rasanya seperti mimpi bisa bertemu langsung dengan para petinggi pendidikan madrasah di Senayan Jakarta. Dalam arahan yang saya terima, madrasah juga harus berubah mengikuti perkembangan teknologi. Jangan sampai label ‘gaptek’ terus melekat pada pribadi guru madrasah. Untuk itu saya mendapat amanah ikut berperan dalam pembaharuan pendidikan di madrasah.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Memang, di lapangan banyak menemui para guru madrasah yang ‘kurang maju’. Hal ini dapat dimaklumi karena bukan ‘anak kandung’ melainkan ‘anak tiri’ Depdikbud / Kemendiknas. Konsekuensinya di samping informasi inovasi pendidikan yang ‘terlambat sampai’, juga terdistorsi oleh sikap puritan para guru madrasah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
2. Berubah dan Membawa Misi Perubahan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pada saat lomba tersebut di atas, sebelum kami mempresentasikan karya masing-masing, kami mendapatkan workshop beberapa hari tentang cara membuat media pembelajaran berbasis ICT yang benar. Sebagai guru yang tidak mempunyai dasar pendidikan TIK (karena saya guru bahasa Indonesia), ilmu dan pengalaman tersebut sangat berharga. Ternyata para juri memberikan apresiasi lebih pada semangat belajar otodidak saya karena siap berkompetisi dengan para guru Depdiknas yang umumnya berbasis pendidikan TIK.
Setelah saya kembali, kepala madrasah mendaulat saya untuk memberikan workshop bagi sesama guru. Ternyata pimpinan menanggapi positif inovasi pembelajaran ini. Segera setelah workshop, kami membuat dua ‘moving kelas’ yaitu kelas pembelajaran yang dilengkapi dengan komputer, LCD projektor, dan sound system. Hasilnya, banyak guru yang tertantang menggunakan dan menerapkan pembelajaran berbasis TIK/ICT.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Selanjutnya saya mengusulkan pembuatan wesite madrasah. Karena tidak memiliki guru TIK, sayalah yang memulai mencoba mendesain web mulai dari program Front Page, dan Mambo. Sekarang kami punya website cukup dari Blogspot yang kami belikan domain namun tanpa hosting yang relatif lebih mahal. Pengalaman membuat desain hingga hosting semakin memperkaya pengalaman saya, meskipun semuanya berawal dari modal nekat dan otodidak.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ketika internet menjadi wacana dan tuntutan kurikulum, saya minta agar disiapkan jaringan internet. Segera pihak madrasah memenuhinya dan Alhamdulillah kini sudah punya jaringan Wifi. Kini kami leluasa mengajar online dengan sarana blog maupun media presentasi pembelajaran lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Berkarya, Berkarya, dan Terus Berinovasi&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Berbekal ilmu dan pengalaman membuat media pembelajaran, saya buat media pembelajaran untuk mata pelajaran saya. Media–media pembelajaran itu saya buat dengan menggunakan Macromedia / Adobe Flash beserta program editing gambar (Photoshop dan Coreldraw), editing video (Adobe Premiere dan After Effect), maupun editing suara (Cooledit dan Audition). 
Adapun karya-karya tersebut di antaranya :&lt;br /&gt;
a. “Sidoarjo Menangis : Menyimak Berita Televisi” (Edisi 2007),&lt;br /&gt;
b. “Mudahnya Menulis Lamaran Pekerjaan” (Edisi 2008), dan&lt;br /&gt;
c. “Teknik Membaca Puisi” (Edisi 2009).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Saya juga berkolabirasi dengan para guru bidang studi lain. Di antaranya :&lt;br /&gt;
a. “Tatacara Penyelenggaraan Jenazah” (Fiqih, Edisi 2006),
      Inilah media yang memenangi Medali Perak &amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(Silver Prize) Nasional pada Lomba Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis ICT Guru-guru &lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;SMA/MA se-Indonesia tahun 2006 oleh Kementerian Pendidikan Nasional,&lt;br /&gt;
b. “Mudahnya Melaksanakan Nikah” (Fiqih, Edisi 2008) yang memenangi Juara 1 Nasional pada Lomba&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Pembuatan Media Pembelajaran Guru-guru Madrasah se-Indonesia tahun 2008 oleh Kementerian&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Agama.&lt;br /&gt;
c. “Jauhi Narkoba” (Bahasa Arab, Edisi 2009)&lt;br /&gt;
d. “Statistika itu Mudah Sekali” (Matematika, Edisi 2010)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dalam hal lain ternyata webblog / blog ternyata juga sangat menyihir saya. Beberapa buku saya beli dan banyak tutorial saya pelajari. Saya banyak menyadap ilmu dan semangat para penulis online yang secara tidak mereka sadari menjadi guru online saya. Di antaranya : Pak Sawali, Bang Ono Purbo, Ustad Omjay yang sangat inspiratif, dan masih banyak yang lainnya. 
Selanjutnya beberapa blog saya buat dan yang paling intensif adalah blog Wacana Bahasa Kita (http://wacana-bahasa.blogspot.com) yang akhirnya memenangi Juara 1 lomba blog kebahasaan tahun 2008 Kemendiknas yang saat itu diadakan di Balai Bahasa Bandung. Apresiasi ini ternyata semakin meningkatkan motivasi saya dalam berkarya pula lewat blog.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Berbagi -  Berinovasi – Berpacu Prestasi&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Sebagai pribadi guru, saya belum merasa puas bila belum berbagi ilmu dan pengalaman dengan orang lain, khususnya para siswa. Beberapa kali undangan untuk memberikan workshop saya peroleh dari beberapa madrasah dan sekolah unggulan (fullday school) di Sidoarjo. Secara khusus saya pernah diundang memberikan presentasi urgensi penggunaan TIK dalam pembelajaran di forum para widyaiswara di lingkungan Kemenag (Bogor, 2007). Undangan istimewa dan tak terlupakan saat saya memberikan workshop bagi guru-guru madrasah tsanawiyah se-Indonesia di Bandung (2009).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Adapun khusus untuk siswa saya membentuk ekstrakurikuler Desain Media. Ini digunakan untuk mewadahi minat mereka di bidang desain grafis dan multimedia. Hasilnya luar biasa. Saat pembelajaran mereka mampu membuat dan menyampaikan presentasi dengan sangat baik. Beberapa di antaranya berprestasi baik di tingkat kabupaten, dan provinsi. Adapun prestasi nasional sebagai Juara 2 pernah diraih oleh siswi saya (Rima Faiqoh Agustine) pada lomba blog remaja Kompas/Gramedia (2008).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sementara itu saat mengajar di FKIP sebuah PTS Surabaya dan UT saya pun harus berbagai pengalaman dan pengetahuan kepada para mahasiswa calon guru. Saya berharap banyak agar pembelajaran mereka menjadi lebih menarik dan bermakna saat menggunakan media pembelajaran yang menggunakan TIK. Semoga karya dan harapan saya bermanfaat bagi semua.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/857159298288234901/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2012/05/penggunaan-teknologi-pembelajaran.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/857159298288234901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/857159298288234901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2012/05/penggunaan-teknologi-pembelajaran.html' title='Penggunaan Teknologi Pembelajaran Berbasis TIK: Antara Kebutuhan dan Keniscayaan Pembaharuan (Sebuah Catatan Reflektif)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-1213942675461114097</id><published>2012-04-12T14:57:00.001-07:00</published><updated>2012-04-13T10:33:09.597-07:00</updated><title type='text'>Tips dan Trick UNAS / UN 2012</title><content type='html'>Ujian Nasional (UN) 2012 sudah di depan mata. Usaha melalui belajar dan PIB (Program Intensif Belajar) juga telah kita lakukan bersama. Kita berharap tipe-tipe soal tidak jauh berbeda dengan soal-soal yang sudah kita bahas, meskipun isi soalnya boleh berbeda.&amp;nbsp;Kita juga harus selalu optimis dengan hasil yang akan kita peroleh. Namun demikian, kita juga harus tetap waspada dan berusaha maksimal.&lt;br /&gt;
Sebagaimana keyakinan saya sebelumnya kalaupun ada yang tidak lulus, pasti tidak lebih dari 5%. Terlalu riskan bagi Pemerintah tidak meluluskan siswa UN lebih dari angka tersebut. Gejolak masyarakat dan protes akan muncul dimana-mana, meski itu seharusnya menjadi tanggung jawab siswa sebagai peserta UN sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Tips dan Trick&lt;br /&gt;
Pertama, sebagaimana sering saya pesankan, jangan sampai terjadi sebagaimana tahun 2008. Siswa kita tidak lulus 5 orang siswa. Ternyata mereka mendapat bocoran sms yang menjerumuskan mereka. Mereka terlalu percaya pada sms yang tidak bertanggung jawab. Langsung saja mereka kerjakan soal UN tersebut tanpa pertimbangan sama sekali. Hasilnya mereka gagal UN.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, soal UN khususnya bahasa Indonesia hampir semua berupa bacaan yang cukup panjang. Untuk membacanya saja butuh ketenangan dan konsentrasi yang sangat tinggi. Karena itu sebelumnya hendaknya cukup sarapan dan cukup istirahat. Jangan terlalu banyak aktivitas dan pikiran sebelumnya kecuali persiapan untuk UN.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, beberapa kali di media massa tahun-tahun lalu selalu menilai soal UN bahasa Indonesia justru yang paling sulit, bukan Matematika atau IPA. Mengapa demikian? Hal ini karena option jawabannya hampir mirip, bahkan seringkali semua option benar. Yang harus dilakukan adalah memilih jawaban yang paling tepat di antara semua pilihan yang benar. Untuk itu lakukan eliminasi jawaban dengan cara menandai option-option tersebut mana yang salah dan mana yang benar. Akhirnya, lakukan pilihan jawaban yang paling tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat, jangan terlalu panik sehingga isian (arsiran) data identitas terlupakan. Yakinlah pasti akan lulus ketika kita sudah berusaha maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima, kerjakan sendiri dan dengan kemampuan diri sendiri. Kalau tidak, berarti anda &amp;nbsp;membohongi diri sendiri dan tidak percaya diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya selamat menempuh UN, semoga lulus semua dengan hasil yang maksimal.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/1213942675461114097/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2012/04/tips-dan-trick-unas-un-2012.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/1213942675461114097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/1213942675461114097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2012/04/tips-dan-trick-unas-un-2012.html' title='Tips dan Trick UNAS / UN 2012'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-4508026786278801538</id><published>2011-12-01T08:02:00.001-08:00</published><updated>2011-12-01T09:37:24.742-08:00</updated><title type='text'>Salah Konsep dalam Makna Konotatif</title><content type='html'>Pada saat pembelajaran di kelas, sering saya lakukan penjajagan pengetahuan siswa terhadap suatu topik yang akan kami bahas. Tujuannya agar diperoleh informasi seberapa jauh penguasaan siswa terhadap topik tersebut untuk selanjutnya saya akan menekankan penguasaan pada materi yang belum dikuasai dengan baik.&lt;br /&gt;
Dalam kenyataannya, sering terjadi bahwa para siswa sudah mempelajarinya, bahkan sejak SD maupun SMP, namun sering terjadi salah konsep.&amp;nbsp;Yang paling sering terjadi adalah makna kias disamakan dengan makna konotatif.&lt;br /&gt;
Misalnya :&lt;br /&gt;
(1) Ayahnya &lt;i&gt;memeras keringat dan membanting tulang&lt;/i&gt; demi cita-cita&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;anaknya.&lt;br /&gt;
(2) Banyak &lt;i&gt;buah penanya&lt;/i&gt; yang telah diterbitkan dan dijual bebas.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
Ternyata para siswa umumnya menganggap bahwa kata-kata bercetakmiring tersebut dianggap kata yang bermakna konotatif, padahal yang benar adalah kata-kata yang bermakna kias. Kekeliruan ini tidak dapat dilepaskan dari kesalahan guru sebelumnya dalam menjelaskan kosep dasarnya. Karena itu, diperlukan pemahaman yang benar dan kecermatan untuk menentukan jenis makna kata dengan tepat. &lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ragam Makna&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Secara garis besar makna dapat dibedakan sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;a. Makna denotatif dan makna konotatif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Makna denotatif adalah makna kata yang sebenarnya yang tidak memiliki&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;tambahasan nilai rasa. Adapun makna konotatif adalah makna kata yang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;memiliki tambahan nilai rasa positif (baik, indah) atau nilai rasa negatif&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(jelek,&amp;nbsp;jahat).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(1) Adik minum &lt;i&gt;es teh&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(bermakna denotatif yaitu air teh manis ditambah gula)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(2) Ia bekerja sebagai &lt;i&gt;babu&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(Kata &quot;babu&quot; bermakna denotatif yaitu sama dengan pembantu&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;rumah &amp;nbsp;tangga. Ternyata kata tersebut&amp;nbsp;juga bermakna konotatif,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;negatif yaitu : tambahasan rasa buruk atau jelek).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BERSAMBUNG&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Makna lugas dan makna kias&lt;br /&gt;
c. Makna asosiatif dan makna referensial&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/4508026786278801538/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/12/salah-konsep-dalam-makna-konotatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/4508026786278801538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/4508026786278801538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/12/salah-konsep-dalam-makna-konotatif.html' title='Salah Konsep dalam Makna Konotatif'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-7862985095393174353</id><published>2011-11-28T21:02:00.001-08:00</published><updated>2011-12-01T07:33:30.713-08:00</updated><title type='text'>Mengapa Harus Berbahasa Baku?</title><content type='html'>Istilah baku, menurut KBBI, berarti standar, pokok, utama, tolok ukur yang berlaku untuk kualitas atau kuantitas yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan. Jadi, bahasa baku berarti bahasa standar, yaitu bahasa &amp;nbsp;yang dijadikan tolok ukur sebagai bahasa yang baik dan bahasa benar.&lt;br /&gt;
Bahasa yang baik dan bahasa yang benar merupakan dua istilah yang berbeda namun bisa menjadi satu. Bahasa yang baik adalah bahasa yang sesuai dengan situasinya. Hal ini berarti bila situasinya tidak resmi / santai, kita sebaiknya menggunakan bahasa yang tidak resmi . Misalnya; berbicara dengan teman akrab, berbicara dengan para pedagang di pasar, berbicara dengan saudara kita, dan sejenisnya. Dalam hal ini kita tidak diwajibkan menggunakan bahasa baku. Justru bila kita menggunakannya akan tampak aneh bahkan lucu.&lt;br /&gt;
Adapun bahasa yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah kebahasaan. Kaidah kebahasaan, khususnya dalam bahasa Indonesia baku yang telah ditetapkan oleh Pusat Bahasa &amp;nbsp;meliputi :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), yaitu acuan kaidah tatatulis kata, istilah,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;kalimat,&amp;nbsp;serta penggunaan ejaan yang benar&lt;br /&gt;
b. Pedoman Istilah (Pedoman Pembentukan Istilah), yaitu acuan kaidah&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;tataistilah&amp;nbsp;yang mengatur cara membuat istilah,&lt;br /&gt;
c. Tatabahasa Baku, yaitu kaidah yang mengatur penggunaan kata, frase,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;klausa,&amp;nbsp;kalimat, bahkan paragraf sehubungan dengan penerapannya&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;secara&amp;nbsp;praktik dalam&amp;nbsp;berbahasa,&lt;br /&gt;
d. KUBI / KBBI, yaitu Kamus Umum Bahasa Indonesia dan Kamus Besar&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bahasa Indonesia. Kedua kamus ini memberikan acuan tentang kata-kata&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;atau istilah beserta makna dan penggunaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahasa Indonesia baku digunakan dalam konteks sebagai berikut :&lt;br /&gt;
1). Komunikasi remi, misalnya : bahasa undang-undang, peraturan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; pemerintah, nama lembaga pemerintah, pengumuman resmi, surat&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; menyurat resmi, dsb.&lt;br /&gt;
2) Wacana teknis, misalnya: karya ilmiah, laporan kegiatan, usulan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; proyek, dan sejenisnya;&lt;br /&gt;
3) Pembicaraan di depan umum, misalnya : pidato, ceramah, khutbah,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; mengajar, diskusi, seminar rapat&amp;nbsp;dinas, dan sejenisnya;&lt;br /&gt;
4) Berbicara dengan orang yang dihormati, misalnya : pejabat pemerintah,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;atasan, guru, orang yan baru dikenal, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/7862985095393174353/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/mengapa-harus-berbahasa-baku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/7862985095393174353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/7862985095393174353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/mengapa-harus-berbahasa-baku.html' title='Mengapa Harus Berbahasa Baku?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-2967986780149461180</id><published>2011-11-24T19:18:00.001-08:00</published><updated>2011-11-27T19:45:31.359-08:00</updated><title type='text'>Awalan Serapan dalam Bahasa Indonesia</title><content type='html'>Bahasa Indonesia adalah bahasa yang hidup, bukan bahasa yang mati, sebagaimana bahasa Sanskerta dan bahasa Kawi. Artinya bahasa Indonesia masih bisa berkembang. Pada saat ini yang terbuka lebar adalah perkembangan pada aspek kosakata / istilah dan gaya bahasa. Itu pun harus sesuai dengan Pedoman Pembentukan Istilah.&lt;br /&gt;
Dalam bahasa Indonesia banyak dijumpai awalan serapan dari bahasa asing, khususnya bahasa Barat, seperti bahasa Inggris, Belanda dan Latin. Sebagaimana sebagai awalan dalam bahasa Indonesia asli, penulisan awalan serapan ini harus dituliskan serangkai dengan bentuk / kata dasarnya.&lt;br /&gt;
Jenis, makna, dan awalan serapan sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Awalan Serapan &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Makna &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Contoh Hasil Bentukan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
a-, i- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; tidak, tanpa &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; amoral, asusila, irasional, ilegal&lt;br /&gt;
non-, nir- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;tidak &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;nonaktif, nonbudgeter, nirlaba, niraksara&lt;br /&gt;
in-, dis &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;tidak &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;informal, inkonvensional, disfungsi,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; diskualifikasi&lt;br /&gt;
awa- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;tidak &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;awalaras, awabau, awahama&lt;br /&gt;
anti- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; lawan &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; antiperas, antikorupsi, antonim&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;kontra- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;lawan &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; kontraroduktif, kontrarevolusi&lt;br /&gt;
de- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;hilang, kurang &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; degenerasi, debirokratisasi&lt;br /&gt;
re- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; ulang, kembali &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;regenerasi, reorganisasi, reboisasi&lt;br /&gt;
auto- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; sendiri &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;autobiografi, autodidak, autokritik&lt;br /&gt;
swa- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; sendiri &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;swadaya, swasembada, swalayan&lt;br /&gt;
tuna- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; tidak memiliki &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; tunakarya, tunawisma, tunasusila&lt;br /&gt;
pra- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;masa sebelum &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; prasejarah, prasekolah, prajabatan&lt;br /&gt;
pasca- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;masa sesudah &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; pascasarjana, pascapanen&lt;br /&gt;
mikro- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;kecil &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; mikrobiologi, mikroorganisme&lt;br /&gt;
makro- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; besar &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;makrokosmos, makroekonomi&lt;br /&gt;
adi- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;besar,unggul &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;adikuasa, adidaya, adikarya&lt;br /&gt;
pramu- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; pelayan &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; pramuniaga, pramusaji, pramuwisata&lt;br /&gt;
purna- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;penuh, selesai &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;purnajual, purnabakti, purnawaktu&lt;br /&gt;
bio- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;hidup &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;biokimia, biodata, biografi&lt;br /&gt;
semi- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;setengah &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; semifinal, semipermanen&lt;br /&gt;
dur- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;buruk, jelek &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;durjana, dursila, durkarsa&lt;br /&gt;
multi- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;banyak &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; multikultur, multietnis, multifungsi&lt;br /&gt;
poli- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;banyak &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;poligami, polisemi, poliandri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/2967986780149461180/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/awalan-serapan-dalam-bahasa-indonesia_24.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/2967986780149461180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/2967986780149461180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/awalan-serapan-dalam-bahasa-indonesia_24.html' title='Awalan Serapan dalam Bahasa Indonesia'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-4518091288555549378</id><published>2011-11-22T23:10:00.001-08:00</published><updated>2011-11-25T17:54:20.459-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="or"/><title type='text'>Kata Penghubung Antarkalimat</title><content type='html'>Kata penghubung (konjungsi) antarkalimat berfungsi menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat lainnya. Tujuannya agar memperoleh makna yang lebih lengkap dibandingkan bila kalimat-kalimat tersebut berdiri sendiri-sendiri. Berbeda dengan kata penghubung antarkata yang posisinya di dalam suatu kalimat, posisi kata penghubung antarkalimat &amp;nbsp;ini harus selalu ditempatkan di awal kalimat penghubungnya dan harus diberikan tanda koma (,).&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;* Di dalam negeri produksi sepatu melimpah di dalam negeri.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Menteri Perdagangan belum menghentikan impor &amp;nbsp;sepatu dari Cina.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbaikannya&lt;i&gt; :&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-style: normal;&quot;&gt;&lt;i&gt;* Di dalam negeri produksi sepatu melimpah di dalam negeri. Namun,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Menteri Perdagangan belum menghentikan impor &amp;nbsp;sepatu dari Cina.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
Dengan menambahkan kata penghubung &lt;i&gt;namun, &lt;/i&gt;pada kedua kalimat tersebut sehingga menyatakan makna &amp;nbsp;tambahan makna &amp;nbsp;ironis / kontradiksi realitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Macam-macam makna kata penghubungan antarkalimat dapat dibedakan&lt;br /&gt;
sebagai berikut :&lt;br /&gt;
a. Menyatakan pertentangan : &lt;i&gt;namun, akan tetapi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(1) Pada tahun pertama nilainya selalu A. &lt;b&gt;Namun&lt;/b&gt;, pada tahun kedua&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;nilainya semua D.u&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(2) Akhir-akhir ini judi togel semakin marak di desa-desa. &lt;b&gt;Akan tetapi&lt;/b&gt;,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;para penegak hukum&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-style: normal;&quot;&gt;&lt;i&gt;seakan-&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-style: normal;&quot;&gt;&lt;i&gt;akan menutup mata saja.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
b. Menyatakan kelanjutan : &lt;i&gt;kemudian, setelah itu&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;i&gt;(3) Mula-mula kami pergi ke sekolah. &lt;b&gt;Setelah itu&lt;/b&gt;, kami bersama-sama&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;menjenguk kepala sekolah di rumah sakit.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (4) Kami makan nasi pecel. &lt;b&gt;Kemudian&lt;/b&gt;, kami mengambil es dawet.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
c. Menyatakan ada hal lainnya: &lt;i&gt;selain itu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(5) Orang tuanya sangat mendukung cita-citanya untuk menjadi pilot.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;b&gt;Selain itu&lt;/b&gt;, calon mertuanya juga siap membantu bila dibutuhkan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
d. Menyatakan kebalikan: &lt;i&gt;sebaliknya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;i&gt;(6) Ayahnya sangat mendukung keinginan anaknya untuk bekerja di luar&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;negeri. &lt;b&gt;S&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-style: normal;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;ebaliknya&lt;/b&gt;, ibunya malah menolak keinginan anaknya.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
e. Menyatakan keadaan sebenarnya: &lt;i&gt;sesungguhnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(7) Dia bekerja sebagai kuli sapu dalam perusahaan itu. &lt;b&gt;Sesungguhnya&lt;/b&gt;,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;hal itu merupakan&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-style: normal;&quot;&gt;&lt;i&gt;ujian mental baginya sebelum menerima jabatan&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-style: normal;&quot;&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;ayahnya&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-style: normal;&quot;&gt;&lt;i&gt;sebagai direktur perusahaan. &amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
f. Menyatakan penguatan dari hal sebelumnya: &lt;i&gt;bahkan&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(8) Setiap hari orang tua itu berangkat bekerja dengan berjalan kaki.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;b&gt;Bahkan&lt;/b&gt;,&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-style: normal;&quot;&gt;&lt;i&gt;pulangnya &amp;nbsp;selalu pada larut malam.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
g. Menyatakan kesediaan melakukan hal yang berbeda: &lt;i&gt;biarpun begitu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(9) &lt;i&gt;Setiap pagi ayah selalu berlari mengelilingi stadion. &lt;b&gt;Biarpun begitu&lt;/b&gt;,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;tak tampak kelelahannya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
h. Menyatakan kekhususan: &lt;i&gt;kecuali itu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (10) Karena prestasinya dia mendapat hadiah mobil. Kecuali itu, dia&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; juga diberikan rumah BTN tipe 54.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
i. Menyatakan akibat: &lt;i&gt;akibatnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (11) Setiap malam dia hanya bergadang bersama kawan-kawannya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;b&gt;Akibatnya&lt;/b&gt;, nilai ujian mereka jelek sekali.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
j. Menyatakan konsekuensi: &lt;i&gt;dengan demikian&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(12) Dia mendapat hukuman skors selama seminggu. Dengan demikian,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;diharapkan dia menyadari akan kesalahannya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
k. Menyatakan ada hal yang mendahului: &lt;i&gt;sebelum itu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(13) Anak-anak &amp;nbsp;beristirahat di aula. &lt;b&gt;Sebelum itu&lt;/b&gt;, mereka melakukan&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; senam massal.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/4518091288555549378/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kata-penghubung-antarkalimat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/4518091288555549378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/4518091288555549378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kata-penghubung-antarkalimat.html' title='Kata Penghubung Antarkalimat'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-4006833032465520910</id><published>2011-11-20T21:42:00.001-08:00</published><updated>2011-11-23T13:20:11.009-08:00</updated><title type='text'>Kalimat Ambigu</title><content type='html'>Ambigu berasal dari kata &#39;ambigous&#39; yang berarti bermakna lebih satu. Makna ambigu dapat terjadi pada frase, klausa, atau kalimat. Perhatikan kalimat berikut ini :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; * &lt;i&gt;Orang mati dilompati kucing hidup&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut dapat diartikan 3 makna kalimat, yaitu :&lt;br /&gt;
Makna 1 : &lt;i&gt;Orang yang mati kemudian dilompati kucing yang hidup&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; (Dalam hal ini orangnya tetap mati,&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;kucingnya memang hidup)&lt;br /&gt;
Makna 2 :&amp;nbsp;&lt;i&gt;Orang yang mati dilompati kucing kemudian orang matinya&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; menjadi hidup&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
Makna 3 : &lt;i&gt;Orang hidup menjadi mati karena dilompati kucing yang hidup&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk memecahkan problematika kalimat ini, dapat dilakukan dengan cara memberikan tanda baca yang tepat atau kata-kata tambahan yang memang diperlukan, yaitu :&lt;br /&gt;
Makna 1 :&amp;nbsp;&lt;i&gt;Orang-mati dilompati kucing-hidup&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
Makna 2 :&amp;nbsp;&lt;i&gt;Orang-mati dilompati kucing, hidup&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
Makna 3 :&amp;nbsp;&lt;i&gt;Orang,mati, dilompati kucing-hidup&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh lainnya :&lt;br /&gt;
(1) &lt;i&gt;Teman Aminah yang cantik sedang sakit&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Maknanya : yang cantik bisa Aminah atau temannya.&lt;br /&gt;
(2) &lt;i&gt;Isteri gubernur yang galak itu sedang naik mobil&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Maknanya : yang galak bisa gubernur atau isterinya.&lt;br /&gt;
(3) &lt;i&gt;Pengusaha baru membangun pabrik minuman keras di luar kota&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Maknanya :&amp;nbsp;pengusaha yang baru atau baru saja membangun.&lt;br /&gt;
(4) &lt;i&gt;Toni dan Selvy sedang pergi ke Mal Delta. Ia tidak mengajak adiknya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/i&gt;Maknanya : Ia bisa merujuk pada Toni atau Selvy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kalimat-kalimat ambigu tersebut dapat diperbaiki menjadi :&lt;br /&gt;
(1a) &lt;i&gt;Teman-Aminah yang cantik sedang sakit&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; (yang cantik teman Aminah)&lt;br /&gt;
(1b)&amp;nbsp;&lt;i&gt;Teman dari Aminah yang cantik sedang sakit&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; (yang cantik Aminah)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
(2a)&amp;nbsp;&lt;i&gt;Isteri-gubernur yang galak itu sedang naik mobil&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; (yang galak isteri gubernur)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
(2b)&amp;nbsp;&lt;i&gt;Isteri dari gubernur yang galak itu sedang naik mobil&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; (yang galak gubernur)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
(3a)&amp;nbsp;&lt;i&gt;Pengusaha yang baru membangun pabrik minuman keras di luar kota&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(yang baru adalah pengusaha)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
(3b)&amp;nbsp;&lt;i&gt;Pengusaha baru saja membangun pabrik minuman keras di luar kota&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(yang baru adalah membangun pabrik)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
(4a)&amp;nbsp;&lt;i&gt;Toni dan Selvy sedang pergi ke Mal Delta. Toni tidak mengajak adiknya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/i&gt;Maknanya sudah jelas, yang mengajak adiknya adalah Toni.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/4006833032465520910/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kalimat-ambigu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/4006833032465520910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/4006833032465520910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kalimat-ambigu.html' title='Kalimat Ambigu'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-785345368441571140</id><published>2011-11-17T09:12:00.001-08:00</published><updated>2011-11-23T13:23:25.461-08:00</updated><title type='text'>Pawai Malam yang Selalu Datang</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
Buat Para Pecinta&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Pawai Malam&lt;br /&gt;
yang selalu datang di pagi buta&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;turunlah selaksa bidadara sorga&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;dengan mengepakkan sayapnya&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;sambil mendendangkan shalawat dan doa&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; terompet dan gita mereka membahana dunia&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; ditimpa sorai para melata&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; yang tak henti membahanakan puja-puja&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pawai Malam&lt;br /&gt;
yang selalu datang di pagi buta&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; memuliakan para pecinta&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; yang telah memutus nadi ego mereka&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; kemudian tak lelah memetik dawai asmara&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pawai Malam&lt;br /&gt;
yang selalu datang di pagi buta&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;adalah perhelatan akbar pesta&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;sebagai saksi pertemuan para pecinta&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;yang asyik masyuk dengan Yang Baqa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Namun,&lt;br /&gt;
Pawai Malam&lt;br /&gt;
yang selalu lewat di pagi buta&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;menyelinap hilang dalam tidur panjang para nara&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;yang terkapar lelap mengejar labirin dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pawai Malam&lt;br /&gt;
yang selalu datang di pagi buta&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; akan selalu hadir hingga akhir masa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/785345368441571140/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/pawai-malam-yang-selalu-datang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/785345368441571140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/785345368441571140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/pawai-malam-yang-selalu-datang.html' title='Pawai Malam yang Selalu Datang'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-1511027989721402878</id><published>2011-11-16T06:48:00.001-08:00</published><updated>2011-11-17T08:25:39.222-08:00</updated><title type='text'>Kalimat Efektif</title><content type='html'>Kalimat efektif adalah kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagasan penulis / pembicara dan dipahami sama oleh pembaca atau pendengarnya. Ada pula yang mengartikan bahwa kalimat efektif adalah yang benar (baku), jelas, dan lengkap serta mudah dipahami oleh pembaca atau pendengarnya.&lt;br /&gt;
Adapun syarat kalimat efektif adalah : (1) kesatuan gagasan, (2) kepaduan unsur, (3) keparalelan bentuk, (4) ketepatan makna, (5) kehematan kata, dan (6) kelogisan bahasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Kesatuan Gagasan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kesatuan gagasan adalah adanya satu ide pokok dalam sebuah kalimat. Kesatuan ide dalam kalimat ditandai oleh keberadaan S dan P. Kesatuan tersebut bisa saja hanya satu ide pokok (dalam kalimat tunggal) atau beberapa ide pokok namun tetap dalam satu ikatan ide pokok besar yang saling berhubungan (dalam kalimat majemuk). Yang tidak dibenarkan adalah menggabungkan dua kesatuan ide yang tidak mempunyai hubungan sama sekali ke dalam sebuah kalimat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kalimat yang tidak jelas kesatuan gagasannya:&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Pembangunan gedung sekolah itu kami dibantu oleh Komite Sekolah.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;i&gt;(terdapat subjek ganda dalam kalimat tunggal)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
(2) Di Jakarta membangun gedung pencakar langit.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;i&gt;(tidak jelas siapa yang membangun gedung pencakar langit)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
(3) Berdasarkan agenda sekretaris manajer personalia akan memberikan&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;gaji ke-13 bulan ini.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;i&gt;(tidak jelas siapa yang akan memberikan gaji ke-13 bulan ini).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Perbaikannya :&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1a) Dalam pembangunan gedung sekolah itu kami dibantu oleh Komite&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Sekolah.&lt;br /&gt;
(2a) Jakarta membangun gedung pencakar langit.&lt;br /&gt;
(3a) Berdasarkan agenda sekretaris, manajer personalia akan memberikan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; gaji ke-13 bulan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Kepaduan Unsur (Koherensi)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Koherensi adalah hubungan yang padu antara unsur-unsur pembentuk kalimat. Unsur-unsur pembentuk kalimat itu meliputi kata, frase, tanda baca, intonasi, serta strukturnya (S-P-O-Pel-K).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kalimat yang tidak koheren :&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(4) Kepada setiap pengendara motor harus memiliki SIM C.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;i&gt;(tidak memiliki subjek yang jelas)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
(5) Saya punya mobil baru saja diperbaiki.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;i&gt;(struktur kalimatnya rancu)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
(6) Tentang usulan itu mendapat dukungan dari masyarakat.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;i&gt;(unsur SPOK tidak berkaitan erat)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kalimat yang koheren :&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
(4a) Setiap pengendara motor harus memiliki SIM C.&lt;br /&gt;
(5a) Saya punya mobil baru saja diperbaiki.&lt;br /&gt;
(6a) Tentang usulan itu mendapat dukungan dari masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Keparalelan Bentuk (Paralelisme)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Kesejajaran bentuk atau paralelisme adalah penggunaan unsur-unsur dalam kalimat yang sama polanya, sama susunannya, atau sama urutannya. Bila unsur pertama (kata atau frase) berupa kata benda maka unsur berikutnya juga kata benda, bila unsur pertama berawalan di- maka unsur berikutnya juga berawalan di- dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Contoh penggunaan paralelisme yang salah :&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
(1) Kegiatan di perpustakaan meliputi pembelian buku, membuat katalog,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; dan buku-buku diberi label.&lt;br /&gt;
(2) Kakakmu menjadi dosen atau sebagai pengusaha?&lt;br /&gt;
(3) Demikianlah agar ibu maklum, dan atas perhatiannya saya ucapkan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;terima kasih.&lt;br /&gt;
(4) Dalam musyawarah itu diputuskan tiga hal pokok, yaitu peningkatan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;mutu produk, memperbanyak waktu penyiaran iklan, dan pemasaran&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;yang lebih gencar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Perbaikannya :&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(7a) Kegiatan di perpustakaan meliputi &lt;i&gt;pembelian&lt;/i&gt; buku, &lt;i&gt;pembuatan&lt;/i&gt; katalog,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; dan &lt;i&gt;pelabelan&lt;/i&gt; buku-buku.&lt;br /&gt;
(8a) Kakakmu &lt;i&gt;sebagai&lt;/i&gt; dosen ataukah &lt;i&gt;sebagai&lt;/i&gt; pengusaha?&lt;br /&gt;
(9a) Demikianlah agar &lt;i&gt;Ibu&lt;/i&gt; maklum, dan atas perhatian &lt;i&gt;Ibu&lt;/i&gt;, saya ucapkan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;terima kasih.&lt;br /&gt;
(10a) Dalam musyawarah itu diputuskan tiga hal pokok, yaitu &lt;i&gt;meningkatkan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;mutu produk, &lt;i&gt;meninggikan&lt;/i&gt; frekuensi iklan, dan &lt;i&gt;menggencarkan&lt;/i&gt; pemasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Ketegasan Makna&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketegasan makna disebut juga penekanan makna, yaitu memberikan penekanan khusus terhadap kata atau frase dalam kalimat sehingga maknanya menjadi lebih jelas. Untuk itu dapat dilakukan beberapa cara yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;(a) Kata yang ditekankan diletakkan di awal kalimat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
(5) Pada setiap bulan Januari kita mengadakan studi kenal alam lingkungan.&lt;br /&gt;
(6) Mereka yang bertanggung jawab terhadap kecelakaan itu.&lt;br /&gt;
(7) Pantun puisi asli Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;(b) Pengulangan kata (repetisi)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
(8) Saya senang melihat senang melihat kalian sukses; saya senang melihat kalian hidup makmur; dan saya juga senang melihat kalian hidup dalam ketakwaan terhadap Tuhan Yang Mahakuasa.&lt;br /&gt;
(9) Kita harus memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahannkan kemerdekaan, karena kemerdekaan dapat menghantarkan kepada jembatan emas kemakmuran semua.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;(c) Mempertentangkan kata atau ide yang ditonjolkan&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(10) Hidup keluargamu sangat kaya, mengapa hidupmu sangat miskin.&lt;br /&gt;
(11) Tua-muda, besar-kecil, kaya-miskin harus bersama-sama datang&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;ke pertemuan kita.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;(d) Menggunakan partikel penegas&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(12) Jangankan kerja keras, mati pun akan saya perjuangkan demi keluarga.&lt;br /&gt;
(13) Sayalah yang harus bertanggung jawab pada masalah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Kehematan Kata&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kehematan kata berarti menghindari penggunaan kata-kata yang mubazir, termasuk juga frase dan unsur-unsur lain yang tidak perlu. Misalnya pengulangan kata jamak, penggunaan kata sifat yang berlebihan, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Contoh yang salah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(14) Wajah anak itu sangat amat cantik sekali.&lt;br /&gt;
(15) Daftar nama-nama siswa yang mendapat beasiswa sedang diketik.&lt;br /&gt;
(16) Saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri mereka datang berdua.&lt;br /&gt;
(17) Demi untuk kebahagiaan orang tuanya, dia rela dilamar Datuk Maringgih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Perbaikannya&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(20a) Wajah anak itu sangat cantik sekali.&lt;br /&gt;
(21a) Daftar nama siswa yang mendapat beasiswa sedang diketik.&lt;br /&gt;
(22a) Saya melihatnya mereka datang berdua.&lt;br /&gt;
(23a) Demi kebahagiaan orang tuanya, dia rela dilamar Datuk Maringgih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Kelogisan Bahasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kelogisan artinya dapat diterima akal sehat. Sebuah kalimat bisa saja sudah benar dari segi struktur bahasa, namun menjadi salah karena tidak logis atau tidak lazim.&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
(18) Kucing itu sedang dimakan ikan asin.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(seharusnya kucing yang dapat makan ikan asin)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
(19) Karena ayahnya dosen, anaknya menjadi santri teladan.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(tidak ada kaitan antara anak dosen dengan santri teladan)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
(20) Kepada Bapak Kepala Sekolah, waktu dan tempat kami persilakan.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(waktu dan tempat bukan manusia yang bisa dipersilakan)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/1511027989721402878/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kalimat-efektif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/1511027989721402878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/1511027989721402878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kalimat-efektif.html' title='Kalimat Efektif'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-7537819072427316624</id><published>2011-11-14T10:12:00.001-08:00</published><updated>2011-11-14T11:14:53.835-08:00</updated><title type='text'>Cara Mengutip dan Menuliskan Catatan Kaki</title><content type='html'>(Beberapa minggu yang lalu ada pembaca yang meminta penjelasan tentang cara menuliskan catatan kaki. Sebelumnya saya sampaikan mohon maaf karena saya agak terlambat menanggapi dan menjelaskannya. Ada beberapa materi lain yang menurut saya lebih penting untuk didahulukan. Dalam artikel ini akan saya jelaskan sekaligus cara mengutip dan menuliskan referensi. Hal ini karena keduanya sangat berkaitan langsung. Terima kasih atas pertanyaan Anda).&lt;br /&gt;
Bila kita berbicara tentang tatacara penulisan kutipan dan catatan kaki, kita tidak bisa melepaskan dari konvensi penulisan. Berdasarkan amatan saya terhadap beberapa kali mengirimkan lomba karya ilmiah untuk siswa kami, ternyata banyak ragam konvensi penulisan. Hampir setiap perguruan tinggi menggunakan konvensi penulisan sendiri. Mereka tidak menggunakan konvensi penulisan dari (Pusat Bahasa) Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa yang merupakan otoritas penyaran berbagai kaidah penulisan khususnya yang berhubungan dengan kebahasaan. Sebagai peserta lomba, terpaksa kami harus meninggalkan kaidah penulisan dari Pusat Bahasa dan mengikuti kaidah penulisan perguruan tinggi tersebut untuk sementara waktu.&lt;br /&gt;
Dalam artikel ini, saya kembali menjelaskan kaidah penulisan menurut Pusat Bahasa yang seharusnya digunakan oleh semua kalangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kaidah Mengutip&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kutipan adalah pinjaman pendapat dari seseorang, baik melalui ucapan lisan maupun yang berasal dari cetakan, seperti : buku, koran, majalah, dan sejenisnya. Kutipan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu : (a) kutipan langsung, dan (b) kutipan tidak langsung. Kutipan langsung merupakan pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli. Adapun kutipan tidak langsung adalah piajaman pendapat penulis lain yang diambil hanya intisari pendapat tersebut.&lt;br /&gt;
Ada beberapa ketentuan dalam melakukan pengutipan. Ketentuan kutipan langsung maupun tidak langsung ada beberapa perbedaan. Ketentuan kutipan Iangsung di autaranya:&lt;br /&gt;
1. Kutipan langsung yang tidak lebih dari 4 baris yang akan dimasukkan ke&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;dalam teks dapat dilakukan dengan cara, yaitu :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;a. Kutipan diintegrasikan langsung ke dalam teks,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;b Jarak antara baris dengan baris lain 2 spasi,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;c. Kutipan diapit dengan tanda kutip,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;d Sesudah kutipan selesai diberikan tanda kutip pengarang.&lt;br /&gt;
2. Kutipan langsung yang lebih dari empat baris, mengikuti ketentuan berikut :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;a. Kutipan dipisahkan dari teks dengan jarak 2,5 spasi,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;b. Jarak antara baris dengan bans 1 spasi,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;c. Kutipan bisa diapit dengan tanda kutip pengarangnya,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;d. Seluruh kutipan dimasukkan ke dalam 5 sampai 7 ketukan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Bila kutipan dimulai dengan alinea baru maka kutipan itu harus&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; dituliskan masuk ke dalam lagi 5 sampai 7 ketukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun ketentuan penulisan kutipan tidak langsung di antaranya :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;a. Kutipan itu diintegrasikan ke dalam teks,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;b. Jarak antarspasi 2 spasi,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;c. Kutipan tidak diapit dengan tanda titik,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;d. Sesudah kutipan seiesai diberikan tanda kutip pengarangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan mengikuti kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah, penyajian&lt;br /&gt;
kutipan mengikuti beberapa ketentuan berikut ini.&lt;br /&gt;
a. Istilah-istilah seperti &lt;i&gt;ibid&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;op cit&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;lot cit&lt;/i&gt; tidak perlu digunakan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;dalam karangan ilmiah karena pembaca&amp;nbsp;tidak akan langsung&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;mengetahui siapayang membuat pernyataan;&lt;br /&gt;
b. Bila nama pengarang dituliskan sebelum bunyi kutipan ketertuannya&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;- &amp;nbsp;Buatlah dahulu pengantar kalimat seperlunya&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;- Tulislah nama akhir pengarang, koma, tahun terbit, titik dua, nomor&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; halaman di dalam tanda kurung; dan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;- barulah tampilkan kutipan baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dalam hal fungsi ideologi, Ramlan Subakti (1992:48) menyimpulan ada dua fungsi ideologi, yaitu : pertama, menjadi tujuan dan cita-cita yang hendak dicapai bersama oleh masyarakat; kedua, sebagai pemersatu satu masyarakat, karenanya prosedur penyelesaian konflik yang terjadi dalam masyarakat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Bila nama pengarang dicantumkan setelah kutipan, ketentuannya&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;sebagai berikut&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;- Buatlah pengantar kalimat seperlurya&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;- tampilkan kutipan,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;- kemudian tulislah nama akhir pengarang, koma tahun terbit, titik&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;dua, dan nomor halaman, dan tanda kurung.&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Fungsi ideologi ada dua fungsi ideologi, yaitu : pertama, men jadi tujuan dan cita-cita yang hendak dicapai bersama oleh masyarakat; kedua, sebagai pemersatu satu masyarakat. Karenanya prosedur penyelesaian konflik yang terjadi dalam masyarakat harus adil (Surbakti, 1992:48).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Bila pengarang 2 orang, ketentuan b daa c di atas berlaku.&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Selanjutnya, Subroto dan Pakpahan (1978:12) menyatakan bahwa penangkaran burung perkutut hampir sama dengan burung gelatik. Kedua burung itu hendaknya diberikan privacy. Sangkanya harus menyentuh permukaan tanah, dan dikumpulkan sepasang demi sepasang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
atau:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Penangkaran burung perkutut hampir sama dengan burung gelatik. Kedua burung itu hendaknya diberikan privacy. Sangkarnya menyentuh permukaan tanah, dan dikumpulkan sepasang demi sepasang (Subroto dan Pakpahan (1978:12).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. Jika diperlukan rujukan lebih dari satu, penyajian kutipannya seperti&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;berikut.&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hakikat bahasa dapat dipahami berdasarkan ciri-cirinya. Bahasa memiliki ciri-ciri, yaitu: sebagai sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam, dan manusiawi (Chaer dan Agustina, 1995 : 14; Oka, 1994 : 9).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Dalam hal ini titik koma [;] harus digunakan untuk memisahkan setiap&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;referensi yang dikutip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
f. Jika sebuah referensi nama pengarangnya lebih dari dua, yang disebutkan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; hanya nama pengarang&amp;nbsp;pertama ditambahkan kata dkk. dibelakang nama&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; pengarang tersebut&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ada pendapat umum yang menyatakan wanita adalah bagian rumah tangga. Tugas wanita yang paling utama adalah menjadi isteri yang baik bagi suaminya (“swarga nunut, neraka katut”, kata orang Jawa), dan menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. Wanita terutama harus bekerja di sektor domesiik. Kalau pun wanita bekerja di luar rumah tangtangga (sektor publik), itu cuma pekerjaan sampingan (Budiman dkk., 1995 : 101).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penulisan Cacatan kaki&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Catatan kaki atau lebih dikenal dengan &lt;i&gt;footnote&lt;/i&gt;. Disebut demikian karena catatan tersebut secara konsisten diletakkan di kaki halaman. Berdasarkan kaidah dari Pusat Bahasa,&amp;nbsp;catalan kaki merupakan keterangan tambahan tentang suatu istilah atau bahkan tambahan penjelasan terhadap data. Catalan kaki dapat pula berupa rujukan yang bukan berupa buku, seperti : hasil wawancara, pidato televisi, hasil rekaman, siaran radio, dan sejenisnya&lt;br /&gt;
Bagian yang diterangkan itu diberi (tanda kutipan berupa nomor : 1,2,3, dan setenisnya). Pengetikan nomor dinaikan 1/2 spasi tanpa jarak ketukan. Tempat penulisannya di halaman bawah dibatasi dengan garis 5-10 spasi dari pias kiri. Jarak pembatas dengan catatan kaki bisa dinaikkan 1/2 spasi di depan penjelasannya dan diberi kurung tutup. (Saat ini dengan bantuan komputer (khususnya Word) cara penulisannya jauh lebih mudah karena fasilitas penulisan cacatan kaki sudah ada).&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Buwuh berasal dari kata &#39;mlebu wong ewuh &#39; artinya memasuki rumah orang yang sibuk, yaitu sibuk mengadakan perhelatan nikah atau khitanan.&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;1&lt;/span&gt; Sedangkan menurut penjelalasan lain, buwuh berasal dari kata &#39;mbuwang uwuh &#39;yang berarti membuah sampah&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;2&lt;/span&gt;.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
-----------------------------------&lt;br /&gt;
1.Menurut Pak Supeno, Kepala SDN Klepu II Sudimoro, Kabupaien Nganjuk.&lt;br /&gt;
2. Menurut Pak Supardi Kasi Kebudayaan Depdikbud Kabupaten Nganjuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/7537819072427316624/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/cara-mengutip-dan-menulis-catatan-kaki.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/7537819072427316624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/7537819072427316624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/cara-mengutip-dan-menulis-catatan-kaki.html' title='Cara Mengutip dan Menuliskan Catatan Kaki'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-6632145616747434754</id><published>2011-11-13T09:46:00.001-08:00</published><updated>2011-11-13T10:25:10.108-08:00</updated><title type='text'>Pantun Masuk UNAS, Mengapa Sulit ? (3)</title><content type='html'>&lt;b&gt;Ragam Pantun Berdasarkan Isinya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menurut JS Badudu, berdasarkan isinya pantun dapat digolongkan menjadi : (a).pantun anak-anak, (b). pantun orang muda, (c). pantun orang tua, (d). pantun jenaka, dan (e). pantun teka-teki.&lt;br /&gt;
Sementara itu, dalam buku Pantun Melayu himpunan Balai Pustaka yang dicetak oleh Depdiknas secara lebih rinci pantun digolongkan menjadi :&lt;br /&gt;
a. pantun anak-anak, yang meliputi : pantun bersuka-cita dan pantun&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;berduka cita&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
b. pantun orang muda, meliputi : pantun dagang / pantun nasib, pantun&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;muda dalam berkenalan, berkasih-kasihan, berceraian, dan beriba&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;hari, serta pantun jenaka&lt;br /&gt;
c. pantun orang tua (Depdiknas, 200&lt;i&gt;8)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Pantun Anak-anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pantun anak-anak selalu berkaitan dengan penggambaran dunia anak-anak, berisi penggambaran rasa senang (bersukacita) atau rasa sedih (berdukacita).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;(a) Pantun Bersukacita&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Elok rupanya kumbang jati&lt;br /&gt;Dibawa itik pulang petang&lt;br /&gt;Tidak terkata besar hati&lt;br /&gt;Melihat ibu sudah datang&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dibawa itik pulang petang&lt;br /&gt;dapat di rumput bilang-bilang&lt;br /&gt;Melihat ibu sudah datang&lt;br /&gt;Hati cemas menjadi hilang&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ramai orang bersorak-sorak&lt;br /&gt;Menepuk gendang dengan rebana&lt;br /&gt;Alangkah besar hati awak&lt;br /&gt;Mendapat baju dan celana&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dapat di rumput bilang-bilang&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Menghisap bunga dengan mayang&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hati cemas menjadi hilang&lt;br /&gt;Perut lapar menjadi kenyang&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pisang mas dibawa berlayar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Masak sebiji di atas peti&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Utang mas boleh dibayar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Utang budi dibawa mati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Anak beruk di tepi pantai&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Masuk ke bendang memakan padi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Biar buruk kain dipakai&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Asalkan pandai mengambil hati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Anak udang, udang juga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bolehkah jadi anak tenggiri?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Anak orang, orang juga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bolehkah jadi anak sendiri?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;(b) Pantun Berdukacita&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Diatur dengan duri pandan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Gelombang besar membawanya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Melihat ayah pergi berjalan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Entah &#39;pabila kembalinya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Lurus jalan ke Payakumbuh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kayu jati bertimbal jalan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Di mana hati tidakkan rusuh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ibu mati bapa berjalan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kayu jati bertimbal jalan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Turun angin patahlah dahan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ibu mati bapa berjalan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ke mana untung diserahkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Besar buahnya pisang batu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jatuh melayang selaranya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Saya ini anak piatu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sanak saudara tidak punya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hiu beli belanak beli&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Udang di Manggung beli pula&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Adik benci kakak pun benci&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Orang di kampung benci pula&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;Asam Jawa tumbuh di pagar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;berbuah dalam musim penghujan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kalau tidak menaruh sabar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Wallahualam bagian badan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Buah mangga di Tanah Sirah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;masak sedikit bawakan bakul&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bapa saya sangat pemarah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Salah sedikit suka memukul&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Pantun Remaja/Dewasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pantun dewasa/remaja berisi penggambaran yang berkaitan dengan kehidupan remaja. Umumnya tema cinta sangat mendominasi pantun remaja. Tidak berlebihan jika H.C.Klinkert menyebut pantun remaja sebagai minnezangen &#39;lagu cinta kasih&#39;. Pantun dewasa/remaja dibagi menjadi pantun dagang/nasib, pantun muda (berkenalan, berkasih-kasihan, berpisah/bercerai, dan briba hati),serta pantun jenaka. Pantun muda (cinta kasih) digunakan untuk bersilat lidah/berbalas-balasan dalam memadu kasih.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;(a) Pantun Dagang/Nasib&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dari Gresik ke Surabaya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pagar siapa saya sasarkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Wahai nasib apalah daya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pada sapa saya sesalkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Singkarak kotanya tinggi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Asam penuh dari seberang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Awan berarak ditangisi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Badan jauh dirantau orang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Orang Padang mandi ke gurun&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Mandi berlimau bunga lada&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hari petang matahari turun&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dagang berurai air mata&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tidak salah bunga lembayung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Salahnya pandan menderita&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tidak salah bunda mengandung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Salahnya badan buruk pinta&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kalau begitu tarah papan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ke barat juga kan’ condongnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kalau begini untung badan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Melarat juga kesudahannya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Orang teluk pergi menjala&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dapatlah ikan dua tiga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Alangkah buruk untung saya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tidur bertilam air mata&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;Malang orang disangka batu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tanjung Bemban tempatnya redup&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tidak orang seperti aku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Menanggung dendam seumur hidup&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bunga melati di jambang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Mari dipetik anak teruna&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Berusak hati berkepanjangan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Akhirnya mati sakit merana&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;(b) Pantun Perkenalan&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Patahnya sayap kembang lelan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Patah ditimpa selarahnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Payahnya mata memandang bulan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bulan apabila datang jatuhnya?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pohon beringin tengah negri&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Buah beribu di tangkainya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ingin bunga di sunting Nabi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;bolehnya kami memetiknya?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dari mana hendak kemana&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dari Jepang ke Bandar Cina&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kalau kami boleh bertanya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bunga yang kembang siapa yang punya?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Mahal harganya kain batik&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dipakai selendang ke kuala&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jika bunga boleh dipetik&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dipersunting dijunjung di kepala&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bunga kamboja dalam rimba&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Daunya habis di makan kuda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Biarlah kanda menjadi hamba&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jika ada balas adinda&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;Jika tiada karena bulan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Masakan bintang timur tinggi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jika tiada karena tuan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Masakan abang datang kemari?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jika tuan pergi ke jawa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Belikan kacang panjang empat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jika berani membuang nyawa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Makanya boleh badan didapat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;(c) Pantun Berkasih-kasihan&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ikan belanak hilir menghilang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Burung dara membuat sarang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Makanya tak enak tidurnya tak tenang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hanya teringat dinda seorang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tinggi-tinggi si matahari&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Anaknya kerbau mati terlambat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sekian lama kami mencari&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sekarang kini baru didapat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Gajah menung di hutan Jawa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Beradu badan patah gadingnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Emas perak timbangannya nyawa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tuan seorang sukar bandingannya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tinggi bukit jalan ke darat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Padam api pelita kapas&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kalau boleh digenggam erat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hilangnya nyawa barukan lepas&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dari Bengkulu ke Semarang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Arus deras ke Mandalika&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dari dulu sampai sekarang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hatiku tidak berdua tiga&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;Anak gadis membantiing kain&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kain pelekat dalam peti&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Niat tidak pada yang lain&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tuan terikat dalam hati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jika roboh kota Malaka&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Papan di Jawa saya perikan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jika sungguh bagai dikata&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Badan dan nyawa saya berikan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jika tuan pergi ke Jambi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Lipatlah kajan kemas-kemas&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jika tuan kasihkan kami&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Carikan kihang betanduk emas&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dari timur tanam lengkuas&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tetak lontar alaskan padi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Seumur dunia dendam tak puas&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bertemu sebentar bagaikan mimpi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Buluh perindu atas gunung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Habis luruh batang padiku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Rindunya abang tidak tertanggung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hanyut luluh rasahatiku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Burung pipit di dalam paya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Larinya sampai ke Bandar lama&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kepada niat di hati saya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hendak mati bersama-sama&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hanyutlah sampai dari Jawa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kunang-kunang hinggap di lada&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bagaikan hilang rasanya nyawa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hati terkenang bagai adinda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;(d) Pantun Perpisahan/Perceraian&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tergenang air di Parakan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Paman tani habis kerja&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Terkenang adik ditinggalkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Di mana lagi tempat bermanja&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Berlayar berbelok-belok&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sauh dibongkar di tempat tenang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Yang tinggal hati tak elok&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Yang pergi hati tak tenang&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pulau Tinggi terletak Cina&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tampaklah dari Pasir Sibu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tuan pergi janganlah lama&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tidak kuasa menanggung rindu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ambil benang di atas meja&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hanyut ketupat pagi-pagi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kenang-kenang jahatnya saya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jangan diumpat kakanda pergi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Merpati meniti batang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Batang melintang tengah jalan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hati bimbang tidak terkira&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Menantikan kakanda lambat datang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tembaga buat akan gelang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Emas urai cincin permata&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kakanda berjalan berhati senang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Adinda berurai air mata&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Awan beredar di gunung tinggi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Nyala pelita ditaruh minyak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Duduk di mana tuan kini&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hilang di mata di hati tidak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ngilu gigiku makan jambu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Makan langsat sisa tupai&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ingin hatiku hendak bertemu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Lepas puasa barulah sampai&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kalau jadi pergi ke lading&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kain panjang cari dahulu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kalau jadi pergi ke ladang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Induk semang dicari dulu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;Masuk kampung ke luar kampung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dalam kampong adalah kali&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Masuk bingnung ke luar bingung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ingatkan tuan si jantung hati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;(e) Pantun Beriba hati&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Anak orang di Tanjung Sani&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Duduk bersandar di pedati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tidak disangka akan begini&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pisau di kandung makan hati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pinang muda di lambung kuda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Rama-rama di puncak kain&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tuan muda saya pun muda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sama-sama mencari kain&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Rumah sekolah di atas bukit&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bangsa Belanda mengajar Inggris&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Gundahnya adinda bukan sedikit&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Rasanya dada bagai diiris&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Anak Bali berlomba perahu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Perahu jati buatan Eropa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dalam hati Allah yang tahu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sampai mati kakanda tak lupa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Telur burung di pintu kota&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Burung nuri mati beranak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jika kalau sungguh kasihan kita&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Mengapa tuan berbini banyak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kapal siapa saya layarkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Buah keranji di ujung galah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pada siapa saya sesalkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sudah janji karunia Allah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bunga jangan diberi layu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Daun ampelas di tengah padang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Saya jangan diberi malu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tidakkah belas tuan memandang?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tenggelam batu timbul kelapa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Anak udang di pasar Mayang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Buanglah aku tidak mengapa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Banyak orang kasih dan saying&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Apa guna pasang pelita&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jika tidak dengan sumbunya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Apa gunanya main mata&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jika tak dengan sesungguhnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;(e) Pantun Jenaka&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Orang Jawa pergi ke Banda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Membeli ikan dengan rebung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Orang tua berbini muda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bagai rasa menang menyabung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Elok rupanya pohon belimbing&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tumbuh di dekat pohon mangga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Elok rupanya berbini sumbing&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Biar marah tertawa juga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Elok berjalan kota tua&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kiri kanan berbatang sepat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Elok berbini orang tua&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Perut kenyang ajaran dapat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Orang Sasak pergi ke Bali&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Membawa pelita semuanya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Berbisik pekak dengan tuli&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tertawa si buta melihatnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Di sini kosong di sana kosong&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tak ada batang tembakau&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bukan saya berkata bohong&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ada katak memikul kerbau&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3 Pantun Orang Tua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pantun orang tua pada umumnya berisi masalah pendidikan dan ajaran agama. Pantun orang tua dapat dibagi menjadi pantun nasihat, pantun adat, pantun agama, pantun budi, pantun kepahlawanan, pantun kias, dan pantun peribahasa. Pantun orang tua dipakai dalam pertemuan adat sebagai selingan penegas dalam berdialog atau berdebat. Selain itu, pantun orang tua juga digunakan sebagai kias atau ibarat ketika orang tua menasihati anak/cucu.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;(a) Pantun Nasihat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Anak ayam turun Sembilan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Mati satu tinggal delapan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Suatu jangan ketinggalan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Itulah boleh jadi harapan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Anak ayam turunlah tiga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Mati satu tinggallah dua&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Suatu jangan boleh terlupa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Supaya diri jangan kecewa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Masukkan buah dalam raga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Raga dibawa ke pasir karang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jika perkataan tidak terhingga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jadi boleh ditaksir orang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Padi segenggam ditumbuk luluh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tidak boleh ditanak lagi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kehendak Allah juga yang sungguh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tidak boleh sekehendak hati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Beraki-rakit ke hulu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Berenang-renang ke tepian&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bersakit-sakit dahulu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bersenang-senang kemudian&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Anak gajah mandi di sumur&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ambil galah dalam perahu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Orang muda jangan takabur&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Cobaan Allah siapa yang tahu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;(b) Pantun Adat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Yang merah hanya saga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Yang lurik hanya kundi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Yang indah hanya bahasa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Yang baik hanya budi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Menanam kelapa di Pulau Bukum&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tinggi sedepa sudah berbuah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Adat bermula dengan hukum&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hukum bersandar di Kitabullah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Lebat daun bunga tanjung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Berbau harum bunga cempaka&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Adat dijaga pusaka dijunjung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Baru terpelihara adat pusaka&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bukan lebah sembarang lebah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Lebah bersarang di buku buluh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bukan sembah sembarang sembah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sembah bersarang jari sepuluh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pohon nangka berbuah lebat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bilalah masak harum juga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Berumpun pusaka berupa adat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Daerah berluhak alam beraja&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;(c) Pantun Agama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kemumu di dalam semak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jatuh melayang selaranya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Meski ilmu setinggi tegak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tidak sembahyang apa gunanya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Banyaklah hari antara hari&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tidak semulia hari Jumat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Banyak nabi antara nabi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tidak semulia Nabi Muhammad&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Baik berburu ke seberang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ruda banyak di dalam rimba&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Baik berguru kita sembahyang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dosa banyak dalam dunia&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Rusa banyak di dalam rimba&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kera pun banyak tengah berhimpun&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dosa banyak dalam dunia&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Segeralah kita minta ampun&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Delima tumbuh di atas batu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jangan rusak karena rotan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Terima azab sudahlah tentu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jangan syak karena setan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bunga kenanga di atas kubur&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pucuk sari pandan Jawa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Apa guna sombong dan takabur&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Rusak hati badan binasa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;(d) Pantun Budi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Apa guna berkain batik&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kalau tidak dengan sujinya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Apa guna beristri cantik&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kalau tidak dengan budinya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Di antara padi dengan selasih&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Yang mana satu tuan luruhkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Di antara budi dengan kasih&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Yang mana satu tuan turutkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bunga cina di atas batu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Daunnya lepas ke dalam ruang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Adat dunia memang begitu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sebabnya emas budi terbuang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;(e) Pantun Kepahlawanan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Redup bintang hari pun subuh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Subuh tiba bintang tak tampak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hidup pantang mencari musuh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Musuh tiba pantang ditolak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hang Jebat Hang Kesturi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Budak-budak raja Melaka&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jika hendak jangan dicuri&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Mari kita bertentang mata&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Adakah perisai bertali rambut&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Rambut dipintal akan cemara&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Adakah misai tahu takut&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kami pun muda lagi perkasa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;(f) Pantun Kias&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Berburu ke padang datar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dapatkan rusa belang kaki&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Berguru kepalang ajar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bagaikan bunga kembang tak jadi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Disangka nanas di tengah padang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Rupanya urat jawi-jawi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Disangka panas hingga petang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kiranya hujan tengah hari&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ayam sabung jangan dipaut&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jika ditambat kalah galanya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Asam di gunung ikan di laut&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dalam belanga bertemu juga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;(g) Pantun Peribahasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Berakit-rakit ke hulu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Berenang-renang ke tepian&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bersakit-sakit dahulu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bersenang-senang kemudian&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pohon papaya di dalam semak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pohon manggis sebesar lengan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kawan tertawa memang banyak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kawan menangis diharap jangan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kerat-kerat kayu di ladang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hendak dibuat hulu cangkul&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Betapa berat mata memandang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Berat lagi bahu memikul&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Riyadi, 2008)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/6632145616747434754/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/pantun-masuk-unas-mengapa-sulit-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/6632145616747434754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/6632145616747434754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/pantun-masuk-unas-mengapa-sulit-3.html' title='Pantun Masuk UNAS, Mengapa Sulit ? (3)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-6074040861148576115</id><published>2011-11-11T14:52:00.001-08:00</published><updated>2011-11-11T14:57:28.616-08:00</updated><title type='text'>Kalimat Majemuk Campuran</title><content type='html'>Kalimat majemuk campuran adalah kalimat majemuk yang di dalamnya terdapat kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.&lt;br /&gt;
Perhatikan contoh-contoh berikut :&lt;br /&gt;
(1) Ketika hujan mereda, Toni bermain game tetapi Albert membaca&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; komik.&lt;br /&gt;
(2) Ayah dan ibu mengatakan bahwa saya harus rajin belajar.&lt;br /&gt;
(3) Saat Tuti dan Salma belajar, ayah dan ibu pergi ke masjid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat (1) terdiri dari kalimat majemuk setara : “Toni bermain game tetapi Albert membaca komik “ yang juga sekaligus menjadi induk kalimat. Adapun “Ketika hujan mereda” adalah anak kalimat yang menandakan bahwa dalam kalimat tersebut terdapat kalimat majemuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat (2) terdiri dari kalimat majemuk setara : “Ayah dan ibu mengatakan ……..“ yang juga sekaligus menjadi induk kalimat. Adapun “bahwa saya harus rajin belajar” adalah anak kalimat yang menandakan bahwa dalam kalimat tersebut terdapat kalimat majemuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kkalimat (3) terdiri dari kalimat majemuk setara : “ayah dan ibu pergi ke masjid “ yang juga sekaligus menjadi induk kalimat. Adapun “Saat Tuti dan Salma belajar” disamping merupakan kalimat majemuk setara juga merupakan anak kalimat yang menandakan bahwa dalam kalimat tersebut terdapat kalimat majemuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/6074040861148576115/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kalimat-majemuk-campuran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/6074040861148576115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/6074040861148576115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kalimat-majemuk-campuran.html' title='Kalimat Majemuk Campuran'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-6367019904269866867</id><published>2011-11-11T14:27:00.001-08:00</published><updated>2011-11-11T14:31:57.614-08:00</updated><title type='text'>Kalimat Majemuk Rapatan</title><content type='html'>Kalimat majemuk rapatan terjadi karena menggabungkan dua kalimat / klausa atau lebih dengan makna yang hampir mirip, kemudian melesapkan kata-kata yang hampir mirip tersebut agar lebih efektif.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Dari kalimat tunggal :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (a). Ayah pergi ke Manado. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (b). Ibu pergi ke Manado.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (c). Kakak pergi ke Manado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kalimat-kalimat ini diucapkan dalam suatu percakapan maka terdengar betapa panjangnya kalimat tersebut. Karena itu, demi efektivitasnya maka diucapkan menjadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; · Ayah, ibu, dan kakak pergi ke Manado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh lain dari kalimat majemuk rapatan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (1). Adik makan tetapi kakak tidak.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (&lt;i&gt;Maksudnya, adik makan tetapi kakak tidak makan&lt;/i&gt;.)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (2). Paman membeli mobil Toyota, ayah juga.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;i&gt;(Maksudnya, paman membeli mobil Toyota, ayah&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; juga membeli mobil Toyota)&lt;/i&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam membuat kalimat majemuk rapatan, kita harus cermat. Bisa saja terjadi dari sisi cara pembuatannya memungkinkan untuk dilakukan namun makna kalimat yang terbentuk menjadi lain. Karena itu kita harus menghindarinya.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Dari kalimat tunggal :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (a) Ayah menyukai kucing.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (b) Paman menyukai anjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat tersebut tidak benar bila dijadikan menjadi kalimat majemuk rapatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; · Ayah menyukai kucing, tetapi paman anjing.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (&lt;i&gt;Kalimat ini dapat diartikan ayah menyukai kucing, namun&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;paman diolok-olok sebagai anjing&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/6367019904269866867/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kalimat-majemuk-rapatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/6367019904269866867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/6367019904269866867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kalimat-majemuk-rapatan.html' title='Kalimat Majemuk Rapatan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-6256726730753821442</id><published>2011-11-10T12:58:00.001-08:00</published><updated>2011-11-10T13:14:30.814-08:00</updated><title type='text'>Pantun Masuk UNAS, Mengapa Sulit? (2)</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pantun Kilat (Karmina)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pantun kilat atau pantun singkat juga disebut karmina. Pantun ini disebut pantun kilat karena hanya terdiri atas dua baris dalam satu bait. Pantun jenis ini biasanya digunakan untuk menyampaikan sindiran, ejekan, atau kejenakaan karena ungkapannya langsung dan lebih pendek pengucapannya.&lt;br /&gt;
Ciri–ciri karmina adalah :&lt;br /&gt;
a. terdiri atas 2 baris dalam tiap bait dan dapat ditulis dalam 4 baris,&lt;br /&gt;
b. bila ditulis dalam 2 baris : baris ke-1 merupakan sampiran, dan baris&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;ke-2&amp;nbsp;merupakan isi;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;bila ditulis dalam 4 baris : baris ke-1 dan ke-2 merupakan sampiran,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;dan baris&amp;nbsp;ke-3 dan ke-4 merupakan isi&lt;br /&gt;
c. bila ditulis dalam 2 baris : bersajak /a-a/&amp;nbsp;bila ditulis dalam 4 baris :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;bersajak /a-b-a-b/&lt;br /&gt;
d. memiliki jeda setiap baris yang dapat ditandai dengan koma(,),&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bila dituliskan dalam 2 baris :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(1) dahulu parang, sekarang besi /a/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(2) dahulu sayang, sekarang benci /a/&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bila dituliskan dalam 4 baris menjadi :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(1) Dahulu parang, /a/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(2) sekarang besi, /b/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(3) dahulu sayang, /a/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(4) sekarang benci. /b/&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh lainnya bila dituliskan dalam 2 baris :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;gendang gendut, tali kecapi /a/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;kenyang perut, senanglah hati /a/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;banyak udang, banyak garam /a/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;banyak orang, banyak ragam /a/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;dahulu parang, sekarang besi /a/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;dahulu sayang, sekarang benci /a/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;ada ubi, ada talas /a/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;ada budi, ada balas /a/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Talibun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Talibun juga merupakan pantun. Jumlah baris tiap baitnya minimal enam baris. Ciri khas talibun adalah jumlah baris tiap bait selalu genap, yaitu 6, 8, 10 dan 12 larik atau lebih. Namun demikian, umumnya talibun terdiri atas 6 atau 8 baris per bait. Aturan persajakannya seperti pantun. Jika jumlah barisnya 6 maka persajakannya /a-b-c-a-b-c/, jika jumlah barisnya 8 maka persajakannya /a-b-c-d-a-b-c-d/, dan seterusnya.&lt;br /&gt;
Keberadaan talibun perlu karena pantun yang hanya terdiri atas 4 baris tiap bait dirasa kurang memadai untuk mengungkapkan satu kesatuan ide. Karena itulah dikembangkan menjadi 6 baris atau lebih pokoknya genap, tanpa meninggalkan kaidah keindahan bentuk pantun.&lt;br /&gt;
Sebagaimana pantun biasa dan karmina, talibun juga sering digunakan dalam acara berbalas pantun. Dalam tradisi semacam itu, pengungkapan ide / atau gagasan dalam bentu dialog menjadi aspek sangat penting. Pemantun (tukang pantun) merasakan kekurangan kata / kalimat kalau harus bertahan dalam pemakaian pantun baris per bait.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Contoh :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Talibun 6 baris :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;kalau pandai berkain panjang /a/&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;lebih baik kain sarung /b/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;jika pandai memakainya /c/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;kalau pandai berinduk semang /a/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;lebih umpama bunda kandung /b/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;jika pandai membawakannya /c/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Talibun 8 baris&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;tak alu sebesar ini /a/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;alu tertumbuk di tebing /b/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;kalau tertembuk di pandan /c/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;boleh ditanami tebu /d/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;tak malu sebesar ini /a/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;malu tertumbuk di kening /b/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;kalau tertumbuk di badan /c/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;boleh ditiup dengan baju /d/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Seloka (Pantun Berkait)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
C. Hoykaas (1930 : 83) berpendapat bahwa seloka berasal dari kesusastraan India dan pada karya sastra aslinya menggunakan bahasa Sanskerta. Karya sastra isinya mengandung kiasan atau ibarat. Para ahli sastra lainnya misalnya B. Simorangkir Simanjuntak, Amir Hamzah, dan JS Badudu menambahkan bahwa seloka termasuk dalam golongan pantun yaitu pantun berkait (Badudu, 1984: 12-13). Keterkaitan dalam seloka dibuktikan dengan adanya baris dari suatu bait yang diulang kembali pada suatu baris pada bait berikutnya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Contoh :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; buaian kendur jangan ditarik,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; bagaikan teguh buatan sendiri,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; tuan Gubernur yang baik hati,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; pandai sungguh memerintahkan negeri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; bagaikan teguh buatan sendiri,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; tali kecil jangan dikerat,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; pandai sungguh memerintahkan negeri,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; tahu pula mengambil hati segala rakyat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; tali kecil jangan dikerat,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; sama tanduk memintal benang,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; tahu pula mengambil hati segala rakyat,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; semuanya duduk di dalam senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kutipan di atas, terbukti ada kaitan yang merupakan bentuk perulangan antara baris ke-2 bait sebelumnya dengan baris ke-1 bait sesudahnya, dan baris ke-4 bait sebelumnya dengan baris ke-3 bait sesudahnya.&lt;br /&gt;
Sebagaimana kaidah penulisan pantun, seloka umumnya bersajak /a-b-a-b/. Contohnya pada bait ke-2 dan ke-3 di atas. Seloka juga mengandung sampiran pada baris ke-1 dan ke-2, dan isi pada baris ke-3 dan ke-4.&lt;br /&gt;
Namun demikian dalam beberapa bukti ditemukan pula seloka yang bersajak /a-a-a-a/ sebagaimana contoh bait ke-1 di atas. Ada pula ada seloka yang berbentuk syair sehingga tidak mengandung sampiran melainkan semua isi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Misalnya :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; sudah bertemu kasih sayang,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; duduk terkurung malam siang,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; hingga setapak tiada renggang,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; tulang sendi habis terguncang.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(Riyadi dkk., 2008:41)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(BERSAMBUNG)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/6256726730753821442/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/pantun-masuk-unas-mengapa-sulit-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/6256726730753821442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/6256726730753821442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/pantun-masuk-unas-mengapa-sulit-2.html' title='Pantun Masuk UNAS, Mengapa Sulit? (2)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-2417817990430918087</id><published>2011-11-10T12:24:00.001-08:00</published><updated>2011-11-10T12:53:40.057-08:00</updated><title type='text'>Pantun Masuk UNAS, Mengapa Sulit ? (1)</title><content type='html'>Sebagai guru yang telah cukup lama mengajar dan pernah mengajar di SD, SMP, SMTA (bahkan PT), saya heran mengapa topik tentang pantun selalu muncul dalam UN/UNAS mulai dari SD hingga SMTA. Mengapa topik yang sederhana yang diajarkan di SD (khususnya kelas V) juga masuk UNAS, diajarkan kembali hingga SMTA dan juga masuk UNAS.&lt;br /&gt;
Namun demikian, bila dilihat dari kompleksitas soal, hal itu cukup masuk akal. Bila soal untuk SD lebih sederhana, sementara yang SMTA lebih kompleks karena soal dibuat dalam suatu wacana dan siswa harus melengkapinya. Bila siswa SD sangat akrab bahkan berusaha menghafal pantun, ternyata siswa SMTA justru banyak yang telah melupakannya. Inilah yang menjadi masalah utama kesulitan menjawab soal UNAS tentang pantun. Karena itulah, agar dapat mejawab soal tentang pantun, tidak ada jalan lain kecuali kita menghafal kembali dan memahami materi tentang pantun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istilah Pantun&lt;br /&gt;
Pantun merupakan puisi klasik yang sangat digemari oleh bangsa Indonesia. Pantun juga berkembang di Malaysia. Di berbagai daerah di Indonesia lainnya terbukti ada bentuk–bentuk seperti pantun. Misalnya : &lt;i&gt;sesindiran&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;sesuwalan&lt;/i&gt; dalam bahasa Sunda, &lt;i&gt;parikan&lt;/i&gt; dan wangsalan dalam bahasa Jawa, &lt;i&gt;ende – ende&lt;/i&gt; dalam bahasa Batak Mandailing, dan &lt;i&gt;panton&lt;/i&gt; dalam bahasa Ambon.&lt;br /&gt;
Pertama kali, pantun dikenalkan secara ilmiah oleh H.C. Klinkert pada tahun 1868 lewat tulisan “&lt;i&gt;de Pantuns of Minezzangen der Maleiers&lt;/i&gt;” yang dimuat dalam surat cerita “&lt;i&gt;Bijdragen tot de Tall-Land-en Volkenkunde van Ned-Indie&lt;/i&gt;”. Ch. Van Ophuysen, guru besar bahasa Melayu di Leiden, pada tahun 1904 juga pernah menyampaikan beberapa pemikirannya tentang pantun dalam “Buah Pikiran Tuan Ch. A. Van Ophuysen dari Hal Pantun Melayu”. Sejak saat itu muncul berbagai pandangan mengenai sampiran dan isi dalam sebuah pantun.&lt;br /&gt;
Liaw Yock Fang (1993 : 195) mencatat asal mula istilah pantun pernah menjadi perdebatan para pengamat sastra. Pantun merupakan senandung rakyat yang hingga kini dinyanyikan sebagai tradisi lisan khususnya dalam masyarakat Melayu. Pantun dianggap berasal dari bahasa Jawa halus (&lt;i&gt;krama&lt;/i&gt;) yang bahasa Jawa kasarnya (&lt;i&gt;ngoko&lt;/i&gt;) pari atau paribasa yaitu peribahasa dalam bahasa Melayu. Dalam sastra lisan Jawa dikenal parikan yaitu berpantun namun bentuknya lebih singkat sebagaimana karmina.&lt;br /&gt;
R. Brandstetter, seorang ahli perbandingan bahasa dari Swiss, menyatakan bahwa pantun berasal dari akar kata tun yang terdapat dalam banyak bahasa Nusantara yang berarti ‘tuntun’, ‘teratur’; dalam bahasa Jawa Kuno tuntun berarti ‘benang’ dan atuntun berarti ‘teratur’ serta matuntun berarti ‘memimpin’; dalam bahasa Toba terdapat kata ‘pantun’ yang berarti ‘kesopanan’ atau ‘kehormatan.&lt;br /&gt;
Ternyata pantun bukan hanya terdapat di Nusantara. Dengan mengutip Giacomo Prampolini, Liaw Yock Fang juga mencatat bahwa puisi rakyat yang menyerupai pantun juga terdapat di Cina, Jepang, Iran, Arab, Spanyol, Jerman, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (2002), pantun adalah :&lt;br /&gt;
(1) bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap-tiap (kuplet) biasanya terdiri atas&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; empat baris yang bersajak (a-b-a-b), tiap-tiap lariknya terdiri atas empat&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; kata, baris pertama dan keduanya untuk tumpuan (sampiran) dan baris&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; ketiga dan keempat merupakan isi;&lt;br /&gt;
(2) peribahasa, sindiran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ragam Pantun&lt;br /&gt;
Dalam kenyataannya pantun sangat beragam. Pantun dapat digolongkan berdasarkan atas bentuknya dan isinya.&lt;br /&gt;
Menurut JS Badudu (1984) berdasarkan bentuknya, pantun dapat digolongkan menjadi pantun biasa, karmina, talibun, dan seloka.&lt;br /&gt;
1. Pantun Biasa&lt;br /&gt;
JS Badudu menggunakan istilah pantun biasa untuk pantun umumnya. Hal ini untuk membedakannya dengan bentuk pantun lainnya yaitu : karmina, talibun, dan seloka. Syarat-syarat pantun biasa adalah :&lt;br /&gt;
a. teridiri atas 4 baris;&lt;br /&gt;
b. tiap baris terdiri atas 8 sampai dengan 10 suku kata;&lt;br /&gt;
c. baris pertama dan ke-2 disebut sampiran, sedangkan baris ke-3 dan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;ke-4&amp;nbsp;merupakan isi atau makna pantun;&lt;br /&gt;
d. mengutamakan sajak akhir /a-b-a-b/&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (1) kalau ada sumur di ladang, /a/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (2) tentu boleh menumpang mandi, /b/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (3) jika ada umurku panjang, /a/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (4) tentu dapat berjumpa lagi. /b/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (1) anak ikan dipanggang saja, /a/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (2) hendak dipindang tiada berkunyit, /b/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (3) anak orang dipandang saja, /a/&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (4) hendak dipinang tiada berduit. /b/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keterangan :&lt;br /&gt;
Pada umumnya para ahli sastra sependapat bahwa ada hubungan antara baris ke-1 dan ke-2 yang merupakan sampiran dengan baris ke-3 dan ke-4 yang menjadi isi atau makna pantun.&lt;br /&gt;
Pada umumnya sampiran berisi tentang sesuatu (biasanya tentang gambaran alam) yang menjadi kiasan. Sampiran memiliki hubungan saran bunyi persajakan pada makna pantun.&lt;br /&gt;
(BERSAMBUNG)</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/2417817990430918087/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/pantun-masuk-unas-mengapa-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/2417817990430918087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/2417817990430918087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/pantun-masuk-unas-mengapa-1.html' title='Pantun Masuk UNAS, Mengapa Sulit ? (1)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-397248122146634038</id><published>2011-11-06T04:21:00.000-08:00</published><updated>2011-11-13T21:46:20.443-08:00</updated><title type='text'>Penulisan Daftar Pustaka</title><content type='html'>Salah satu bagian yang harus ada dalam penulisan karya ilmiah murni adalah daftar pustaka atau bibliografi. Keberadaan daftar pustaka mencerninkan kualitas karya ilmiah dan kompetensi penulisnya juga sebagai wujud rasa terima kasih dan penghargaan terhadap penulis pendahulunya.&lt;br /&gt;
Ketentuan penulisan daftar pustaka antara lain :&lt;br /&gt;
- dituliskan pada halaman tersendiri&lt;br /&gt;
- disusun menurut abjad dan nama akhir pengarangnya atau lembaga yang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; menerbitkannya,&lt;br /&gt;
- setiap pustaka tidak diberi nomor urut seperti: 1,2,3, dan seterusnya;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; atau huruf; seperti: a,b,c,&amp;nbsp;&amp;nbsp;dan seterusnya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ketentuan penulisan lainnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Bila Bersumber dari Buku&lt;br /&gt;
(1) Penulisan Nama Penulis&lt;br /&gt;
a. Cantumkan nama penulis berdasarkaa abjad tanpa menuliskan titelnya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Misalnya:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Prof. Dr. Budiono, M.Sc. —&amp;gt; Budiono&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ir. Limantoro, Ph.D. —&amp;gt; Limantoro&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Jika nama penulis terdiri atan dua unsur kata atau lebih, unsur kata&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;terakhir yang dituliskan lebih dahulu,&amp;nbsp;kemudian diberi tanda koma.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Prof. Dr. Suripan Sadi Hutomo —&amp;gt; Hutomo, Suripan Sadi&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Prof. Dr. Ramlan Surbakti, M.A. —&amp;gt; Surbakti, Ramlan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Jika nana penulisnya dua orang, nama penulis pertama ditulis&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;sebagaimana ketentuan `(b) di atas dan nama penulis kedua tetap.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dede Oetomo, Ph.D. dan Dr. Daniel Sparingga&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; —&amp;gt; Oetomo, Dede dan Daniel Sparingga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Jika penulis buku lebih dari dua orang, nama penulis pertama (utama)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;mengikuti ketentuan&amp;nbsp;(b) di atas, diikuti singkatan &lt;i&gt;dkk&lt;/i&gt;. yang merupakan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;singkatan dan &lt;i&gt;kawan-kawan&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Halim, Amran, dkk.Oka, I Gusti Ngurah. dkk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. Jika nama penulisnya tidak ada atau tidak dicantumkan, maka yang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;dituliskan adalah nama&amp;nbsp;lembaga yang menerbikannnya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Lembaga Administrasi Negara,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
f. Bila buku itu disusun oleh seorang editor, di belakang nama&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; pengarangnya dituliskan kata&amp;nbsp;&lt;i&gt;Editor&lt;/i&gt; di dalam kurung.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Contoh:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Koentjaraningrat (&lt;i&gt;Editor&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Moeliono, Anton (&lt;i&gt;Editor&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
g. Gelar kesarjanaan tidak perlu dituliskan, tetapi gelar kebangsawanan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;atau keturunan&amp;nbsp;tetap harus dituliskaa&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Drs. Aliman —&amp;gt; Aliman&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;R. Ng Poerbarjaraka —&amp;gt; Poerbatjaraka, R. Ng&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(2) Tahun Terbit&lt;br /&gt;
a. Tahun terbit dicatat sesudah nama pengarang, dipisahkan oleh titik dan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;diakhiri titik pula.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Arifin, E Zaenal. 1984.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Jassin, H.B. 1988.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Bila dua buku dituiis seorang pengarang tetapi tahun terbitnya tidak&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;sama, urutan&amp;nbsp;penulisannya berdasarkan tahun terbitnya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Koentjaraningrat.1982.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Koentjaraningrat.1986.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Bila dua buku ditulis oleh seorang dalam tahun yang sama, &amp;nbsp;sesudah&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;angka tahun&amp;nbsp;terbit dapat dituliskan huruf a dan b sebagai pembeda.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Koentjaraningrat.1986.a.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Koentjaraningrat.1986.b.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Jika buku itu tidak menyebutkan tahun penerbitannya, dibelakang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;nama pengarang&amp;nbsp;dituliskan kata “&#39;Tanpa Tahun&quot;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Damono, Sapardi Djoko. Tanpa Tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(3) Judul Buku&lt;br /&gt;
a. Judul buku ditulis sesudah tahun terbit kemudian digarisbawahi (bila&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;menggunakan mesin&amp;nbsp;ketik manual) atau dituiis miring /&lt;i&gt; italic&lt;/i&gt; bila ditulis&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;menggunanakan komputer.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kridalaksana, Harimurti. 1982. &lt;i&gt;Kamus Linguistik&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Oka, I Gustu Ngurah. 1994. &lt;i&gt;Linguistik Umum&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Jika mengambil sumber dari karya ilmiah yang belum dipublikasikan,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;maka judul hanya&amp;nbsp;dituliskan dalam tanda petik [&quot;].&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Gambur, Fransiscus. 1989. &quot;Budaya Keluarga Besar&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(4) Tempat Terbit&lt;br /&gt;
a. Nama penerbit dicantumkan sesudah nama tempat terbit dan titik&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;dua [:].&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Junus, Umar 1980. &lt;i&gt;Sosiologi Sastera&lt;/i&gt;. Kuala Lumpur:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Koentjaraningrat 1984. &lt;i&gt;Budaya Jawa&lt;/i&gt;. Jakarta:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(5) Nama Penerbit&lt;br /&gt;
a. Nama penerbit dicantumkan sesudah nama tempat terbit dan titik&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;dua.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Koentjaraningrat. 1984. &lt;i&gt;Budaya Jawa&lt;/i&gt;. Jakarta: Balai Pustaka.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kridalaksana, Harimurti. 1982. &lt;i&gt;Kanus Linguistik&lt;/i&gt;. Jakarta: Gramedia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Jika nama pengarang tidak ada, maka nama lembaga penerbttnya yang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;menggantinya,&amp;nbsp;sesudah nama tempat terbit tidak perlu dituliskan lagi&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;nama penerbitnya&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Panitia lstilah Manajemen Lembaga PPM. 1977. &lt;i&gt;Himpunan Istilah&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Manajemen&lt;/i&gt;. Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Bila Bersumber dari Majalah&lt;br /&gt;
Acuan penulisan karya ilmiah dapat mengambil sumber dari majalah.&lt;br /&gt;
Urutan penulisannya dalam daftar pustaka adalah : nama pengarang, tahun&lt;br /&gt;
terbit, judul artikel, nama majalah digarisbawahi dan didahului kata &quot;Dalam&quot;.&lt;br /&gt;
Nomor Majalah, bulan terbit, dan tahun penerbitan ke berapa yang&lt;br /&gt;
ditempatkan dalam tanda kurung dengan dibatasi tanda koma dan tempat&lt;br /&gt;
terbit.&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Semiawan, Cony. 1989. “Terkembangan Sikap Persahabatan pada Anak-&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;anak&quot;.&amp;nbsp;Dalam &lt;i&gt;Pertiwi&lt;/i&gt; 83. (Juni. HI), Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C. Bila Bersumber dari Koran atau Surat Kabar&lt;br /&gt;
Suraf kabar juga dapat dijadikan sumber-pustaka. Aturan penulisannya&lt;br /&gt;
ada!ah : nama pengarang, tahun terbit, judul artikel (diberi tanda petik),&lt;br /&gt;
nama surat kabar (digarisbawahi), dan didahului kata &quot;Dalam&quot;, tanggal&lt;br /&gt;
terbit, tempat terbit.&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Simanungkalit, Tohab. 1987. &quot;Masih Belajar di Tingkat Dua Demokrasi&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Kita&quot;&amp;nbsp;Dalam &lt;i&gt;Prioritas&lt;/i&gt;. 4 Mei 1987. Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D. Bila Bersumber dari Antologi&lt;br /&gt;
Jika sumber acuan itu berasal dari antoiogi, urutan penulisannya adalah&lt;br /&gt;
nama pengarang, tahun terbit, judul makalah, judul antologi/buku&lt;br /&gt;
(didahului kata &quot;Dalam&quot;, tempat terbit, dan nama penerbit.&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Junus, Umar. 1986. &quot;Kebudayaan Minangkabau. Dalam Koentjaraningrat&quot;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(Editor).&amp;nbsp;&lt;i&gt;Manusia dan Kebudayaan&lt;/i&gt;.Jakarta: Jambatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E. Bila Bersumber dari Internet&lt;br /&gt;
Jika berumber dari artikel di internet, cara penulisannya :&lt;br /&gt;
Nama penulis[tanpa dibalik-titik] spasi tahun terbit[titik] spasi judul artikel&lt;br /&gt;
[cetak miring-titik] spasi dalam [nama media cetak lengkap dengan tanggal,&lt;br /&gt;
bulan, tahun, dan waktu mengunduhnya-titik].&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Johan Wahyudi. 2010. Jika Naskah Buku Ditolak Penerbit dalam&lt;br /&gt;
http://media. kompasiana.com /buku/2011/01/20/jika-naskah-buku-ditolak&lt;br /&gt;
-penerbit/ diunduh pada Sabtu, 22 Januari 2011 jam 08.12.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/397248122146634038/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/penulisan-daftar-pustaka_06.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/397248122146634038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/397248122146634038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/penulisan-daftar-pustaka_06.html' title='Penulisan Daftar Pustaka'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>