<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926</id><updated>2012-05-22T11:55:14.978-07:00</updated><category term="hikayat" /><category term="bahasa Indonesia" /><category term="sastra lama" /><category term="Universitas Islam Indonesia" /><category term="Depdiknas" /><category term="Menulis Buku" /><category term="puisi" /><category term="Tantu" /><category term="pendidikan" /><category term="Info" /><category term="competition" /><category term="Perguruan Tinggi Favorit Indonesia" /><category term="Optimisme" /><category term="Gempa" /><category term="Astra" /><category term="Foto" /><category term="Penulisan" /><category term="Beasiswa" /><category term="infolomba" /><category term="or" /><category term="Panggelaran" /><category term="indosat" /><category term="Perguruan Tinggi Terbaik" /><category term="Potret" /><category term="World" /><category term="Buku" /><category term="Indonesia" /><category term="Wacana" /><category term="Lomba" /><category term="Ketrampilan" /><category term="cipta" /><category term="Anak" /><category term="Berbahasa" /><category term="Pengetahuan" /><category term="Pengayaan" /><category term="UII" /><category term="Sampoerna" /><category term="Cerita" /><category term="Campaign" /><category term="Foundation" /><category term="Urban" /><category term="Perguruan Tinggi Idaman" /><category term="SBI" /><category term="Lomba 2010" /><category term="Bumi" /><category term="Logo" /><category term="Lomba Blog UII" /><category term="sastra" /><title type="text">Wacana Bahasa Kita</title><subtitle type="html">Eksistensi Bahasa adalah Conditio Sine Qua Non. Karena itu, Perjalanan Wacana Bahasa Tak Akan Pernah Berhenti Sejalan Adanya Manusia Itu Sendiri ....</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>109</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/WacanaBahasaKita" /><feedburner:info uri="wacanabahasakita" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-1213942675461114097</id><published>2012-04-12T14:57:00.001-07:00</published><updated>2012-04-13T10:33:09.597-07:00</updated><title type="text">Tips dan Trick UNAS / UN 2012</title><content type="html">Ujian Nasional (UN) 2012 sudah di depan mata. Usaha melalui belajar dan PIB (Program Intensif Belajar) juga telah kita lakukan bersama. Kita berharap tipe-tipe soal tidak jauh berbeda dengan soal-soal yang sudah kita bahas, meskipun isi soalnya boleh berbeda.&amp;nbsp;Kita juga harus selalu optimis dengan hasil yang akan kita peroleh. Namun demikian, kita juga harus tetap waspada dan berusaha maksimal.&lt;br /&gt;Sebagaimana keyakinan saya sebelumnya kalaupun ada yang tidak lulus, pasti tidak lebih dari 5%. Terlalu riskan bagi Pemerintah tidak meluluskan siswa UN lebih dari angka tersebut. Gejolak masyarakat dan protes akan muncul dimana-mana, meski itu seharusnya menjadi tanggung jawab siswa sebagai peserta UN sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tips dan Trick&lt;br /&gt;Pertama, sebagaimana sering saya pesankan, jangan sampai terjadi sebagaimana tahun 2008. Siswa kita tidak lulus 5 orang siswa. Ternyata mereka mendapat bocoran sms yang menjerumuskan mereka. Mereka terlalu percaya pada sms yang tidak bertanggung jawab. Langsung saja mereka kerjakan soal UN tersebut tanpa pertimbangan sama sekali. Hasilnya mereka gagal UN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, soal UN khususnya bahasa Indonesia hampir semua berupa bacaan yang cukup panjang. Untuk membacanya saja butuh ketenangan dan konsentrasi yang sangat tinggi. Karena itu sebelumnya hendaknya cukup sarapan dan cukup istirahat. Jangan terlalu banyak aktivitas dan pikiran sebelumnya kecuali persiapan untuk UN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, beberapa kali di media massa tahun-tahun lalu selalu menilai soal UN bahasa Indonesia justru yang paling sulit, bukan Matematika atau IPA. Mengapa demikian? Hal ini karena option jawabannya hampir mirip, bahkan seringkali semua option benar. Yang harus dilakukan adalah memilih jawaban yang paling tepat di antara semua pilihan yang benar. Untuk itu lakukan eliminasi jawaban dengan cara menandai option-option tersebut mana yang salah dan mana yang benar. Akhirnya, lakukan pilihan jawaban yang paling tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, jangan terlalu panik sehingga isian (arsiran) data identitas terlupakan. Yakinlah pasti akan lulus ketika kita sudah berusaha maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, kerjakan sendiri dan dengan kemampuan diri sendiri. Kalau tidak, berarti anda &amp;nbsp;membohongi diri sendiri dan tidak percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya selamat menempuh UN, semoga lulus semua dengan hasil yang maksimal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-1213942675461114097?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ARF6NpLeDrF4hYg8st0kXiN3khc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ARF6NpLeDrF4hYg8st0kXiN3khc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ARF6NpLeDrF4hYg8st0kXiN3khc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ARF6NpLeDrF4hYg8st0kXiN3khc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/jl6Yhh3jL04" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/1213942675461114097/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2012/04/tips-dan-trick-unas-un-2012.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/1213942675461114097" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/1213942675461114097" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/jl6Yhh3jL04/tips-dan-trick-unas-un-2012.html" title="Tips dan Trick UNAS / UN 2012" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2012/04/tips-dan-trick-unas-un-2012.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-4508026786278801538</id><published>2011-12-01T08:02:00.001-08:00</published><updated>2011-12-01T09:37:24.742-08:00</updated><title type="text">Salah Konsep dalam Makna Konotatif</title><content type="html">Pada saat pembelajaran di kelas, sering saya lakukan penjajagan pengetahuan siswa terhadap suatu topik yang akan kami bahas. Tujuannya agar diperoleh informasi seberapa jauh penguasaan siswa terhadap topik tersebut untuk selanjutnya saya akan menekankan penguasaan pada materi yang belum dikuasai dengan baik.&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya, sering terjadi bahwa para siswa sudah mempelajarinya, bahkan sejak SD maupun SMP, namun sering terjadi salah konsep.&amp;nbsp;Yang paling sering terjadi adalah makna kias disamakan dengan makna konotatif.&lt;br /&gt;Misalnya :&lt;br /&gt;(1) Ayahnya &lt;i&gt;memeras keringat dan membanting tulang&lt;/i&gt; demi cita-cita&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;anaknya.&lt;br /&gt;(2) Banyak &lt;i&gt;buah penanya&lt;/i&gt; yang telah diterbitkan dan dijual bebas.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;Ternyata para siswa umumnya menganggap bahwa kata-kata bercetakmiring tersebut dianggap kata yang bermakna konotatif, padahal yang benar adalah kata-kata yang bermakna kias. Kekeliruan ini tidak dapat dilepaskan dari kesalahan guru sebelumnya dalam menjelaskan kosep dasarnya. Karena itu, diperlukan pemahaman yang benar dan kecermatan untuk menentukan jenis makna kata dengan tepat. &lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ragam Makna&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar makna dapat dibedakan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;a. Makna denotatif dan makna konotatif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Makna denotatif adalah makna kata yang sebenarnya yang tidak memiliki&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;tambahasan nilai rasa. Adapun makna konotatif adalah makna kata yang&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;memiliki tambahan nilai rasa positif (baik, indah) atau nilai rasa negatif&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(jelek,&amp;nbsp;jahat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(1) Adik minum &lt;i&gt;es teh&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(bermakna denotatif yaitu air teh manis ditambah gula)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(2) Ia bekerja sebagai &lt;i&gt;babu&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(Kata "babu" bermakna denotatif yaitu sama dengan pembantu&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;rumah &amp;nbsp;tangga. Ternyata kata tersebut&amp;nbsp;juga bermakna konotatif,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;negatif yaitu : tambahasan rasa buruk atau jelek).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSAMBUNG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Makna lugas dan makna kias&lt;br /&gt;c. Makna asosiatif dan makna referensial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-4508026786278801538?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/j-H8rSyLnH5j7Y8ofexF2SoJGZ8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/j-H8rSyLnH5j7Y8ofexF2SoJGZ8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/j-H8rSyLnH5j7Y8ofexF2SoJGZ8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/j-H8rSyLnH5j7Y8ofexF2SoJGZ8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/JJ9yTxp9bIM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/4508026786278801538/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/12/salah-konsep-dalam-makna-konotatif.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/4508026786278801538" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/4508026786278801538" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/JJ9yTxp9bIM/salah-konsep-dalam-makna-konotatif.html" title="Salah Konsep dalam Makna Konotatif" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/12/salah-konsep-dalam-makna-konotatif.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-7862985095393174353</id><published>2011-11-28T21:02:00.001-08:00</published><updated>2011-12-01T07:33:30.713-08:00</updated><title type="text">Mengapa Harus Berbahasa Baku?</title><content type="html">Istilah baku, menurut KBBI, berarti standar, pokok, utama, tolok ukur yang berlaku untuk kualitas atau kuantitas yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan. Jadi, bahasa baku berarti bahasa standar, yaitu bahasa &amp;nbsp;yang dijadikan tolok ukur sebagai bahasa yang baik dan bahasa benar.&lt;br /&gt;Bahasa yang baik dan bahasa yang benar merupakan dua istilah yang berbeda namun bisa menjadi satu. Bahasa yang baik adalah bahasa yang sesuai dengan situasinya. Hal ini berarti bila situasinya tidak resmi / santai, kita sebaiknya menggunakan bahasa yang tidak resmi . Misalnya; berbicara dengan teman akrab, berbicara dengan para pedagang di pasar, berbicara dengan saudara kita, dan sejenisnya. Dalam hal ini kita tidak diwajibkan menggunakan bahasa baku. Justru bila kita menggunakannya akan tampak aneh bahkan lucu.&lt;br /&gt;Adapun bahasa yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah kebahasaan. Kaidah kebahasaan, khususnya dalam bahasa Indonesia baku yang telah ditetapkan oleh Pusat Bahasa &amp;nbsp;meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), yaitu acuan kaidah tatatulis kata, istilah,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;kalimat,&amp;nbsp;serta penggunaan ejaan yang benar&lt;br /&gt;b. Pedoman Istilah (Pedoman Pembentukan Istilah), yaitu acuan kaidah&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;tataistilah&amp;nbsp;yang mengatur cara membuat istilah,&lt;br /&gt;c. Tatabahasa Baku, yaitu kaidah yang mengatur penggunaan kata, frase,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;klausa,&amp;nbsp;kalimat, bahkan paragraf sehubungan dengan penerapannya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;secara&amp;nbsp;praktik dalam&amp;nbsp;berbahasa,&lt;br /&gt;d. KUBI / KBBI, yaitu Kamus Umum Bahasa Indonesia dan Kamus Besar&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bahasa Indonesia. Kedua kamus ini memberikan acuan tentang kata-kata&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;atau istilah beserta makna dan penggunaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia baku digunakan dalam konteks sebagai berikut :&lt;br /&gt;1). Komunikasi remi, misalnya : bahasa undang-undang, peraturan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; pemerintah, nama lembaga pemerintah, pengumuman resmi, surat&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; menyurat resmi, dsb.&lt;br /&gt;2) Wacana teknis, misalnya: karya ilmiah, laporan kegiatan, usulan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; proyek, dan sejenisnya;&lt;br /&gt;3) Pembicaraan di depan umum, misalnya : pidato, ceramah, khutbah,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; mengajar, diskusi, seminar rapat&amp;nbsp;dinas, dan sejenisnya;&lt;br /&gt;4) Berbicara dengan orang yang dihormati, misalnya : pejabat pemerintah,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;atasan, guru, orang yan baru dikenal, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-7862985095393174353?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NINw3uZZfpRlLE-dAP_Zr1iaNOY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NINw3uZZfpRlLE-dAP_Zr1iaNOY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NINw3uZZfpRlLE-dAP_Zr1iaNOY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NINw3uZZfpRlLE-dAP_Zr1iaNOY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/bY0SeY58vVM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/7862985095393174353/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/mengapa-harus-berbahasa-baku.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/7862985095393174353" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/7862985095393174353" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/bY0SeY58vVM/mengapa-harus-berbahasa-baku.html" title="Mengapa Harus Berbahasa Baku?" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/mengapa-harus-berbahasa-baku.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-2967986780149461180</id><published>2011-11-24T19:18:00.001-08:00</published><updated>2011-11-27T19:45:31.359-08:00</updated><title type="text">Awalan Serapan dalam Bahasa Indonesia</title><content type="html">Bahasa Indonesia adalah bahasa yang hidup, bukan bahasa yang mati, sebagaimana bahasa Sanskerta dan bahasa Kawi. Artinya bahasa Indonesia masih bisa berkembang. Pada saat ini yang terbuka lebar adalah perkembangan pada aspek kosakata / istilah dan gaya bahasa. Itu pun harus sesuai dengan Pedoman Pembentukan Istilah.&lt;br /&gt;Dalam bahasa Indonesia banyak dijumpai awalan serapan dari bahasa asing, khususnya bahasa Barat, seperti bahasa Inggris, Belanda dan Latin. Sebagaimana sebagai awalan dalam bahasa Indonesia asli, penulisan awalan serapan ini harus dituliskan serangkai dengan bentuk / kata dasarnya.&lt;br /&gt;Jenis, makna, dan awalan serapan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Awalan Serapan &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Makna &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Contoh Hasil Bentukan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;a-, i- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; tidak, tanpa &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; amoral, asusila, irasional, ilegal&lt;br /&gt;non-, nir- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;tidak &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;nonaktif, nonbudgeter, nirlaba, niraksara&lt;br /&gt;in-, dis &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;tidak &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;informal, inkonvensional, disfungsi,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; diskualifikasi&lt;br /&gt;awa- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;tidak &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;awalaras, awabau, awahama&lt;br /&gt;anti- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; lawan &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; antiperas, antikorupsi, antonim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;kontra- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;lawan &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; kontraroduktif, kontrarevolusi&lt;br /&gt;de- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;hilang, kurang &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; degenerasi, debirokratisasi&lt;br /&gt;re- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; ulang, kembali &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;regenerasi, reorganisasi, reboisasi&lt;br /&gt;auto- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; sendiri &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;autobiografi, autodidak, autokritik&lt;br /&gt;swa- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; sendiri &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;swadaya, swasembada, swalayan&lt;br /&gt;tuna- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; tidak memiliki &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; tunakarya, tunawisma, tunasusila&lt;br /&gt;pra- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;masa sebelum &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; prasejarah, prasekolah, prajabatan&lt;br /&gt;pasca- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;masa sesudah &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; pascasarjana, pascapanen&lt;br /&gt;mikro- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;kecil &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; mikrobiologi, mikroorganisme&lt;br /&gt;makro- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; besar &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;makrokosmos, makroekonomi&lt;br /&gt;adi- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;besar,unggul &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;adikuasa, adidaya, adikarya&lt;br /&gt;pramu- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; pelayan &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; pramuniaga, pramusaji, pramuwisata&lt;br /&gt;purna- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;penuh, selesai &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;purnajual, purnabakti, purnawaktu&lt;br /&gt;bio- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;hidup &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;biokimia, biodata, biografi&lt;br /&gt;semi- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;setengah &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; semifinal, semipermanen&lt;br /&gt;dur- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;buruk, jelek &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;durjana, dursila, durkarsa&lt;br /&gt;multi- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;banyak &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; multikultur, multietnis, multifungsi&lt;br /&gt;poli- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;banyak &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;poligami, polisemi, poliandri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-2967986780149461180?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M3rWANI1uSZpZKkulq1ORfPftDM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M3rWANI1uSZpZKkulq1ORfPftDM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M3rWANI1uSZpZKkulq1ORfPftDM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M3rWANI1uSZpZKkulq1ORfPftDM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/dGAw6g5rMU4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/2967986780149461180/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/awalan-serapan-dalam-bahasa-indonesia_24.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/2967986780149461180" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/2967986780149461180" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/dGAw6g5rMU4/awalan-serapan-dalam-bahasa-indonesia_24.html" title="Awalan Serapan dalam Bahasa Indonesia" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/awalan-serapan-dalam-bahasa-indonesia_24.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-4518091288555549378</id><published>2011-11-22T23:10:00.001-08:00</published><updated>2011-11-25T17:54:20.459-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="or" /><title type="text">Kata Penghubung Antarkalimat</title><content type="html">Kata penghubung (konjungsi) antarkalimat berfungsi menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat lainnya. Tujuannya agar memperoleh makna yang lebih lengkap dibandingkan bila kalimat-kalimat tersebut berdiri sendiri-sendiri. Berbeda dengan kata penghubung antarkata yang posisinya di dalam suatu kalimat, posisi kata penghubung antarkalimat &amp;nbsp;ini harus selalu ditempatkan di awal kalimat penghubungnya dan harus diberikan tanda koma (,).&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;* Di dalam negeri produksi sepatu melimpah di dalam negeri.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Menteri Perdagangan belum menghentikan impor &amp;nbsp;sepatu dari Cina.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbaikannya&lt;i&gt; :&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;i&gt;* Di dalam negeri produksi sepatu melimpah di dalam negeri. Namun,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Menteri Perdagangan belum menghentikan impor &amp;nbsp;sepatu dari Cina.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;Dengan menambahkan kata penghubung &lt;i&gt;namun, &lt;/i&gt;pada kedua kalimat tersebut sehingga menyatakan makna &amp;nbsp;tambahan makna &amp;nbsp;ironis / kontradiksi realitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam makna kata penghubungan antarkalimat dapat dibedakan&lt;br /&gt;sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Menyatakan pertentangan : &lt;i&gt;namun, akan tetapi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(1) Pada tahun pertama nilainya selalu A. &lt;b&gt;Namun&lt;/b&gt;, pada tahun kedua&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;nilainya semua D.u&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(2) Akhir-akhir ini judi togel semakin marak di desa-desa. &lt;b&gt;Akan tetapi&lt;/b&gt;,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;para penegak hukum&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;i&gt;seakan-&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;i&gt;akan menutup mata saja.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;b. Menyatakan kelanjutan : &lt;i&gt;kemudian, setelah itu&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;i&gt;(3) Mula-mula kami pergi ke sekolah. &lt;b&gt;Setelah itu&lt;/b&gt;, kami bersama-sama&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;menjenguk kepala sekolah di rumah sakit.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (4) Kami makan nasi pecel. &lt;b&gt;Kemudian&lt;/b&gt;, kami mengambil es dawet.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;c. Menyatakan ada hal lainnya: &lt;i&gt;selain itu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(5) Orang tuanya sangat mendukung cita-citanya untuk menjadi pilot.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;b&gt;Selain itu&lt;/b&gt;, calon mertuanya juga siap membantu bila dibutuhkan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;d. Menyatakan kebalikan: &lt;i&gt;sebaliknya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;i&gt;(6) Ayahnya sangat mendukung keinginan anaknya untuk bekerja di luar&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;negeri. &lt;b&gt;S&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;ebaliknya&lt;/b&gt;, ibunya malah menolak keinginan anaknya.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;e. Menyatakan keadaan sebenarnya: &lt;i&gt;sesungguhnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(7) Dia bekerja sebagai kuli sapu dalam perusahaan itu. &lt;b&gt;Sesungguhnya&lt;/b&gt;,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;hal itu merupakan&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;i&gt;ujian mental baginya sebelum menerima jabatan&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;ayahnya&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;i&gt;sebagai direktur perusahaan. &amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;f. Menyatakan penguatan dari hal sebelumnya: &lt;i&gt;bahkan&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(8) Setiap hari orang tua itu berangkat bekerja dengan berjalan kaki.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;b&gt;Bahkan&lt;/b&gt;,&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;i&gt;pulangnya &amp;nbsp;selalu pada larut malam.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;g. Menyatakan kesediaan melakukan hal yang berbeda: &lt;i&gt;biarpun begitu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(9) &lt;i&gt;Setiap pagi ayah selalu berlari mengelilingi stadion. &lt;b&gt;Biarpun begitu&lt;/b&gt;,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;tak tampak kelelahannya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;h. Menyatakan kekhususan: &lt;i&gt;kecuali itu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (10) Karena prestasinya dia mendapat hadiah mobil. Kecuali itu, dia&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; juga diberikan rumah BTN tipe 54.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;i. Menyatakan akibat: &lt;i&gt;akibatnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (11) Setiap malam dia hanya bergadang bersama kawan-kawannya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;b&gt;Akibatnya&lt;/b&gt;, nilai ujian mereka jelek sekali.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;j. Menyatakan konsekuensi: &lt;i&gt;dengan demikian&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(12) Dia mendapat hukuman skors selama seminggu. Dengan demikian,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;diharapkan dia menyadari akan kesalahannya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;k. Menyatakan ada hal yang mendahului: &lt;i&gt;sebelum itu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(13) Anak-anak &amp;nbsp;beristirahat di aula. &lt;b&gt;Sebelum itu&lt;/b&gt;, mereka melakukan&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; senam massal.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-4518091288555549378?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qdanD4w-oG8mysHZB4rCSUvkkd4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qdanD4w-oG8mysHZB4rCSUvkkd4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qdanD4w-oG8mysHZB4rCSUvkkd4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qdanD4w-oG8mysHZB4rCSUvkkd4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/mv5gTB9TgMo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/4518091288555549378/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kata-penghubung-antarkalimat.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/4518091288555549378" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/4518091288555549378" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/mv5gTB9TgMo/kata-penghubung-antarkalimat.html" title="Kata Penghubung Antarkalimat" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kata-penghubung-antarkalimat.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-4006833032465520910</id><published>2011-11-20T21:42:00.001-08:00</published><updated>2011-11-23T13:20:11.009-08:00</updated><title type="text">Kalimat Ambigu</title><content type="html">Ambigu berasal dari kata 'ambigous' yang berarti bermakna lebih satu. Makna ambigu dapat terjadi pada frase, klausa, atau kalimat. Perhatikan kalimat berikut ini :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; * &lt;i&gt;Orang mati dilompati kucing hidup&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat tersebut dapat diartikan 3 makna kalimat, yaitu :&lt;br /&gt;Makna 1 : &lt;i&gt;Orang yang mati kemudian dilompati kucing yang hidup&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; (Dalam hal ini orangnya tetap mati,&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;kucingnya memang hidup)&lt;br /&gt;Makna 2 :&amp;nbsp;&lt;i&gt;Orang yang mati dilompati kucing kemudian orang matinya&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; menjadi hidup&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Makna 3 : &lt;i&gt;Orang hidup menjadi mati karena dilompati kucing yang hidup&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memecahkan problematika kalimat ini, dapat dilakukan dengan cara memberikan tanda baca yang tepat atau kata-kata tambahan yang memang diperlukan, yaitu :&lt;br /&gt;Makna 1 :&amp;nbsp;&lt;i&gt;Orang-mati dilompati kucing-hidup&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Makna 2 :&amp;nbsp;&lt;i&gt;Orang-mati dilompati kucing, hidup&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Makna 3 :&amp;nbsp;&lt;i&gt;Orang,mati, dilompati kucing-hidup&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lainnya :&lt;br /&gt;(1) &lt;i&gt;Teman Aminah yang cantik sedang sakit&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Maknanya : yang cantik bisa Aminah atau temannya.&lt;br /&gt;(2) &lt;i&gt;Isteri gubernur yang galak itu sedang naik mobil&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Maknanya : yang galak bisa gubernur atau isterinya.&lt;br /&gt;(3) &lt;i&gt;Pengusaha baru membangun pabrik minuman keras di luar kota&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Maknanya :&amp;nbsp;pengusaha yang baru atau baru saja membangun.&lt;br /&gt;(4) &lt;i&gt;Toni dan Selvy sedang pergi ke Mal Delta. Ia tidak mengajak adiknya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/i&gt;Maknanya : Ia bisa merujuk pada Toni atau Selvy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat ambigu tersebut dapat diperbaiki menjadi :&lt;br /&gt;(1a) &lt;i&gt;Teman-Aminah yang cantik sedang sakit&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; (yang cantik teman Aminah)&lt;br /&gt;(1b)&amp;nbsp;&lt;i&gt;Teman dari Aminah yang cantik sedang sakit&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; (yang cantik Aminah)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;(2a)&amp;nbsp;&lt;i&gt;Isteri-gubernur yang galak itu sedang naik mobil&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; (yang galak isteri gubernur)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;(2b)&amp;nbsp;&lt;i&gt;Isteri dari gubernur yang galak itu sedang naik mobil&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; (yang galak gubernur)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;(3a)&amp;nbsp;&lt;i&gt;Pengusaha yang baru membangun pabrik minuman keras di luar kota&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(yang baru adalah pengusaha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;(3b)&amp;nbsp;&lt;i&gt;Pengusaha baru saja membangun pabrik minuman keras di luar kota&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(yang baru adalah membangun pabrik)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;(4a)&amp;nbsp;&lt;i&gt;Toni dan Selvy sedang pergi ke Mal Delta. Toni tidak mengajak adiknya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/i&gt;Maknanya sudah jelas, yang mengajak adiknya adalah Toni.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-4006833032465520910?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/S8W8Wda1Q-7xlVAvbgY6IxSb4aA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/S8W8Wda1Q-7xlVAvbgY6IxSb4aA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/S8W8Wda1Q-7xlVAvbgY6IxSb4aA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/S8W8Wda1Q-7xlVAvbgY6IxSb4aA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/u4LSccdcdlU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/4006833032465520910/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kalimat-ambigu.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/4006833032465520910" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/4006833032465520910" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/u4LSccdcdlU/kalimat-ambigu.html" title="Kalimat Ambigu" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kalimat-ambigu.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-785345368441571140</id><published>2011-11-17T09:12:00.001-08:00</published><updated>2011-11-23T13:23:25.461-08:00</updated><title type="text">Pawai Malam yang Selalu Datang</title><content type="html">&lt;div style="text-align: right;"&gt;Buat Para Pecinta&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Pawai Malam&lt;br /&gt;yang selalu datang di pagi buta&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;turunlah selaksa bidadara sorga&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;dengan mengepakkan sayapnya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;sambil mendendangkan shalawat dan doa&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; terompet dan gita mereka membahana dunia&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; ditimpa sorai para melata&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; yang tak henti membahanakan puja-puja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pawai Malam&lt;br /&gt;yang selalu datang di pagi buta&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; memuliakan para pecinta&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; yang telah memutus nadi ego mereka&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; kemudian tak lelah memetik dawai asmara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pawai Malam&lt;br /&gt;yang selalu datang di pagi buta&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;adalah perhelatan akbar pesta&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;sebagai saksi pertemuan para pecinta&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;yang asyik masyuk dengan Yang Baqa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,&lt;br /&gt;Pawai Malam&lt;br /&gt;yang selalu lewat di pagi buta&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;menyelinap hilang dalam tidur panjang para nara&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;yang terkapar lelap mengejar labirin dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pawai Malam&lt;br /&gt;yang selalu datang di pagi buta&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; akan selalu hadir hingga akhir masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-785345368441571140?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Mc8Q0nAiHN4oAUC42QpDyu2Ca5I/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Mc8Q0nAiHN4oAUC42QpDyu2Ca5I/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Mc8Q0nAiHN4oAUC42QpDyu2Ca5I/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Mc8Q0nAiHN4oAUC42QpDyu2Ca5I/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/95TU3TubLUc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/785345368441571140/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/pawai-malam-yang-selalu-datang.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/785345368441571140" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/785345368441571140" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/95TU3TubLUc/pawai-malam-yang-selalu-datang.html" title="Pawai Malam yang Selalu Datang" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/pawai-malam-yang-selalu-datang.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-1511027989721402878</id><published>2011-11-16T06:48:00.001-08:00</published><updated>2011-11-17T08:25:39.222-08:00</updated><title type="text">Kalimat Efektif</title><content type="html">Kalimat efektif adalah kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagasan penulis / pembicara dan dipahami sama oleh pembaca atau pendengarnya. Ada pula yang mengartikan bahwa kalimat efektif adalah yang benar (baku), jelas, dan lengkap serta mudah dipahami oleh pembaca atau pendengarnya.&lt;br /&gt;Adapun syarat kalimat efektif adalah : (1) kesatuan gagasan, (2) kepaduan unsur, (3) keparalelan bentuk, (4) ketepatan makna, (5) kehematan kata, dan (6) kelogisan bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Kesatuan Gagasan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kesatuan gagasan adalah adanya satu ide pokok dalam sebuah kalimat. Kesatuan ide dalam kalimat ditandai oleh keberadaan S dan P. Kesatuan tersebut bisa saja hanya satu ide pokok (dalam kalimat tunggal) atau beberapa ide pokok namun tetap dalam satu ikatan ide pokok besar yang saling berhubungan (dalam kalimat majemuk). Yang tidak dibenarkan adalah menggabungkan dua kesatuan ide yang tidak mempunyai hubungan sama sekali ke dalam sebuah kalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kalimat yang tidak jelas kesatuan gagasannya:&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(1) Pembangunan gedung sekolah itu kami dibantu oleh Komite Sekolah.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;i&gt;(terdapat subjek ganda dalam kalimat tunggal)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(2) Di Jakarta membangun gedung pencakar langit.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;i&gt;(tidak jelas siapa yang membangun gedung pencakar langit)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(3) Berdasarkan agenda sekretaris manajer personalia akan memberikan&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;gaji ke-13 bulan ini.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;i&gt;(tidak jelas siapa yang akan memberikan gaji ke-13 bulan ini).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Perbaikannya :&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(1a) Dalam pembangunan gedung sekolah itu kami dibantu oleh Komite&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Sekolah.&lt;br /&gt;(2a) Jakarta membangun gedung pencakar langit.&lt;br /&gt;(3a) Berdasarkan agenda sekretaris, manajer personalia akan memberikan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; gaji ke-13 bulan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Kepaduan Unsur (Koherensi)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Koherensi adalah hubungan yang padu antara unsur-unsur pembentuk kalimat. Unsur-unsur pembentuk kalimat itu meliputi kata, frase, tanda baca, intonasi, serta strukturnya (S-P-O-Pel-K).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kalimat yang tidak koheren :&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(4) Kepada setiap pengendara motor harus memiliki SIM C.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;i&gt;(tidak memiliki subjek yang jelas)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(5) Saya punya mobil baru saja diperbaiki.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;i&gt;(struktur kalimatnya rancu)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(6) Tentang usulan itu mendapat dukungan dari masyarakat.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;i&gt;(unsur SPOK tidak berkaitan erat)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kalimat yang koheren :&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(4a) Setiap pengendara motor harus memiliki SIM C.&lt;br /&gt;(5a) Saya punya mobil baru saja diperbaiki.&lt;br /&gt;(6a) Tentang usulan itu mendapat dukungan dari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Keparalelan Bentuk (Paralelisme)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Kesejajaran bentuk atau paralelisme adalah penggunaan unsur-unsur dalam kalimat yang sama polanya, sama susunannya, atau sama urutannya. Bila unsur pertama (kata atau frase) berupa kata benda maka unsur berikutnya juga kata benda, bila unsur pertama berawalan di- maka unsur berikutnya juga berawalan di- dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Contoh penggunaan paralelisme yang salah :&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(1) Kegiatan di perpustakaan meliputi pembelian buku, membuat katalog,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; dan buku-buku diberi label.&lt;br /&gt;(2) Kakakmu menjadi dosen atau sebagai pengusaha?&lt;br /&gt;(3) Demikianlah agar ibu maklum, dan atas perhatiannya saya ucapkan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;terima kasih.&lt;br /&gt;(4) Dalam musyawarah itu diputuskan tiga hal pokok, yaitu peningkatan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;mutu produk, memperbanyak waktu penyiaran iklan, dan pemasaran&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;yang lebih gencar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Perbaikannya :&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(7a) Kegiatan di perpustakaan meliputi &lt;i&gt;pembelian&lt;/i&gt; buku, &lt;i&gt;pembuatan&lt;/i&gt; katalog,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; dan &lt;i&gt;pelabelan&lt;/i&gt; buku-buku.&lt;br /&gt;(8a) Kakakmu &lt;i&gt;sebagai&lt;/i&gt; dosen ataukah &lt;i&gt;sebagai&lt;/i&gt; pengusaha?&lt;br /&gt;(9a) Demikianlah agar &lt;i&gt;Ibu&lt;/i&gt; maklum, dan atas perhatian &lt;i&gt;Ibu&lt;/i&gt;, saya ucapkan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;terima kasih.&lt;br /&gt;(10a) Dalam musyawarah itu diputuskan tiga hal pokok, yaitu &lt;i&gt;meningkatkan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;mutu produk, &lt;i&gt;meninggikan&lt;/i&gt; frekuensi iklan, dan &lt;i&gt;menggencarkan&lt;/i&gt; pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Ketegasan Makna&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketegasan makna disebut juga penekanan makna, yaitu memberikan penekanan khusus terhadap kata atau frase dalam kalimat sehingga maknanya menjadi lebih jelas. Untuk itu dapat dilakukan beberapa cara yaitu :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(a) Kata yang ditekankan diletakkan di awal kalimat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;(5) Pada setiap bulan Januari kita mengadakan studi kenal alam lingkungan.&lt;br /&gt;(6) Mereka yang bertanggung jawab terhadap kecelakaan itu.&lt;br /&gt;(7) Pantun puisi asli Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(b) Pengulangan kata (repetisi)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;(8) Saya senang melihat senang melihat kalian sukses; saya senang melihat kalian hidup makmur; dan saya juga senang melihat kalian hidup dalam ketakwaan terhadap Tuhan Yang Mahakuasa.&lt;br /&gt;(9) Kita harus memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahannkan kemerdekaan, karena kemerdekaan dapat menghantarkan kepada jembatan emas kemakmuran semua.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(c) Mempertentangkan kata atau ide yang ditonjolkan&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(10) Hidup keluargamu sangat kaya, mengapa hidupmu sangat miskin.&lt;br /&gt;(11) Tua-muda, besar-kecil, kaya-miskin harus bersama-sama datang&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;ke pertemuan kita.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(d) Menggunakan partikel penegas&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(12) Jangankan kerja keras, mati pun akan saya perjuangkan demi keluarga.&lt;br /&gt;(13) Sayalah yang harus bertanggung jawab pada masalah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Kehematan Kata&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kehematan kata berarti menghindari penggunaan kata-kata yang mubazir, termasuk juga frase dan unsur-unsur lain yang tidak perlu. Misalnya pengulangan kata jamak, penggunaan kata sifat yang berlebihan, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Contoh yang salah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(14) Wajah anak itu sangat amat cantik sekali.&lt;br /&gt;(15) Daftar nama-nama siswa yang mendapat beasiswa sedang diketik.&lt;br /&gt;(16) Saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri mereka datang berdua.&lt;br /&gt;(17) Demi untuk kebahagiaan orang tuanya, dia rela dilamar Datuk Maringgih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Perbaikannya&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(20a) Wajah anak itu sangat cantik sekali.&lt;br /&gt;(21a) Daftar nama siswa yang mendapat beasiswa sedang diketik.&lt;br /&gt;(22a) Saya melihatnya mereka datang berdua.&lt;br /&gt;(23a) Demi kebahagiaan orang tuanya, dia rela dilamar Datuk Maringgih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Kelogisan Bahasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kelogisan artinya dapat diterima akal sehat. Sebuah kalimat bisa saja sudah benar dari segi struktur bahasa, namun menjadi salah karena tidak logis atau tidak lazim.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;(18) Kucing itu sedang dimakan ikan asin.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(seharusnya kucing yang dapat makan ikan asin)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(19) Karena ayahnya dosen, anaknya menjadi santri teladan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(tidak ada kaitan antara anak dosen dengan santri teladan)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(20) Kepada Bapak Kepala Sekolah, waktu dan tempat kami persilakan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(waktu dan tempat bukan manusia yang bisa dipersilakan)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-1511027989721402878?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9M9Fm2e8ZUKyfZBaq0BETZVMWws/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9M9Fm2e8ZUKyfZBaq0BETZVMWws/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9M9Fm2e8ZUKyfZBaq0BETZVMWws/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9M9Fm2e8ZUKyfZBaq0BETZVMWws/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/dekyqKU4nQU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/1511027989721402878/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kalimat-efektif.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/1511027989721402878" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/1511027989721402878" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/dekyqKU4nQU/kalimat-efektif.html" title="Kalimat Efektif" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kalimat-efektif.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-7537819072427316624</id><published>2011-11-14T10:12:00.001-08:00</published><updated>2011-11-14T11:14:53.835-08:00</updated><title type="text">Cara Mengutip dan Menuliskan Catatan Kaki</title><content type="html">(Beberapa minggu yang lalu ada pembaca yang meminta penjelasan tentang cara menuliskan catatan kaki. Sebelumnya saya sampaikan mohon maaf karena saya agak terlambat menanggapi dan menjelaskannya. Ada beberapa materi lain yang menurut saya lebih penting untuk didahulukan. Dalam artikel ini akan saya jelaskan sekaligus cara mengutip dan menuliskan referensi. Hal ini karena keduanya sangat berkaitan langsung. Terima kasih atas pertanyaan Anda).&lt;br /&gt;Bila kita berbicara tentang tatacara penulisan kutipan dan catatan kaki, kita tidak bisa melepaskan dari konvensi penulisan. Berdasarkan amatan saya terhadap beberapa kali mengirimkan lomba karya ilmiah untuk siswa kami, ternyata banyak ragam konvensi penulisan. Hampir setiap perguruan tinggi menggunakan konvensi penulisan sendiri. Mereka tidak menggunakan konvensi penulisan dari (Pusat Bahasa) Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa yang merupakan otoritas penyaran berbagai kaidah penulisan khususnya yang berhubungan dengan kebahasaan. Sebagai peserta lomba, terpaksa kami harus meninggalkan kaidah penulisan dari Pusat Bahasa dan mengikuti kaidah penulisan perguruan tinggi tersebut untuk sementara waktu.&lt;br /&gt;Dalam artikel ini, saya kembali menjelaskan kaidah penulisan menurut Pusat Bahasa yang seharusnya digunakan oleh semua kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kaidah Mengutip&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kutipan adalah pinjaman pendapat dari seseorang, baik melalui ucapan lisan maupun yang berasal dari cetakan, seperti : buku, koran, majalah, dan sejenisnya. Kutipan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu : (a) kutipan langsung, dan (b) kutipan tidak langsung. Kutipan langsung merupakan pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli. Adapun kutipan tidak langsung adalah piajaman pendapat penulis lain yang diambil hanya intisari pendapat tersebut.&lt;br /&gt;Ada beberapa ketentuan dalam melakukan pengutipan. Ketentuan kutipan langsung maupun tidak langsung ada beberapa perbedaan. Ketentuan kutipan Iangsung di autaranya:&lt;br /&gt;1. Kutipan langsung yang tidak lebih dari 4 baris yang akan dimasukkan ke&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;dalam teks dapat dilakukan dengan cara, yaitu :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;a. Kutipan diintegrasikan langsung ke dalam teks,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;b Jarak antara baris dengan baris lain 2 spasi,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;c. Kutipan diapit dengan tanda kutip,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;d Sesudah kutipan selesai diberikan tanda kutip pengarang.&lt;br /&gt;2. Kutipan langsung yang lebih dari empat baris, mengikuti ketentuan berikut :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;a. Kutipan dipisahkan dari teks dengan jarak 2,5 spasi,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;b. Jarak antara baris dengan bans 1 spasi,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;c. Kutipan bisa diapit dengan tanda kutip pengarangnya,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;d. Seluruh kutipan dimasukkan ke dalam 5 sampai 7 ketukan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Bila kutipan dimulai dengan alinea baru maka kutipan itu harus&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; dituliskan masuk ke dalam lagi 5 sampai 7 ketukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ketentuan penulisan kutipan tidak langsung di antaranya :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;a. Kutipan itu diintegrasikan ke dalam teks,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;b. Jarak antarspasi 2 spasi,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;c. Kutipan tidak diapit dengan tanda titik,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;d. Sesudah kutipan seiesai diberikan tanda kutip pengarangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengikuti kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah, penyajian&lt;br /&gt;kutipan mengikuti beberapa ketentuan berikut ini.&lt;br /&gt;a. Istilah-istilah seperti &lt;i&gt;ibid&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;op cit&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;lot cit&lt;/i&gt; tidak perlu digunakan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;dalam karangan ilmiah karena pembaca&amp;nbsp;tidak akan langsung&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;mengetahui siapayang membuat pernyataan;&lt;br /&gt;b. Bila nama pengarang dituliskan sebelum bunyi kutipan ketertuannya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;sebagai berikut:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;- &amp;nbsp;Buatlah dahulu pengantar kalimat seperlunya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;- Tulislah nama akhir pengarang, koma, tahun terbit, titik dua, nomor&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; halaman di dalam tanda kurung; dan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;- barulah tampilkan kutipan baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dalam hal fungsi ideologi, Ramlan Subakti (1992:48) menyimpulan ada dua fungsi ideologi, yaitu : pertama, menjadi tujuan dan cita-cita yang hendak dicapai bersama oleh masyarakat; kedua, sebagai pemersatu satu masyarakat, karenanya prosedur penyelesaian konflik yang terjadi dalam masyarakat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Bila nama pengarang dicantumkan setelah kutipan, ketentuannya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;sebagai berikut&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;- Buatlah pengantar kalimat seperlurya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;- tampilkan kutipan,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;- kemudian tulislah nama akhir pengarang, koma tahun terbit, titik&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;dua, dan nomor halaman, dan tanda kurung.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Fungsi ideologi ada dua fungsi ideologi, yaitu : pertama, men jadi tujuan dan cita-cita yang hendak dicapai bersama oleh masyarakat; kedua, sebagai pemersatu satu masyarakat. Karenanya prosedur penyelesaian konflik yang terjadi dalam masyarakat harus adil (Surbakti, 1992:48).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Bila pengarang 2 orang, ketentuan b daa c di atas berlaku.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Selanjutnya, Subroto dan Pakpahan (1978:12) menyatakan bahwa penangkaran burung perkutut hampir sama dengan burung gelatik. Kedua burung itu hendaknya diberikan privacy. Sangkanya harus menyentuh permukaan tanah, dan dikumpulkan sepasang demi sepasang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Penangkaran burung perkutut hampir sama dengan burung gelatik. Kedua burung itu hendaknya diberikan privacy. Sangkarnya menyentuh permukaan tanah, dan dikumpulkan sepasang demi sepasang (Subroto dan Pakpahan (1978:12).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Jika diperlukan rujukan lebih dari satu, penyajian kutipannya seperti&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;berikut.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hakikat bahasa dapat dipahami berdasarkan ciri-cirinya. Bahasa memiliki ciri-ciri, yaitu: sebagai sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam, dan manusiawi (Chaer dan Agustina, 1995 : 14; Oka, 1994 : 9).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Dalam hal ini titik koma [;] harus digunakan untuk memisahkan setiap&lt;br /&gt;&amp;nbsp;referensi yang dikutip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Jika sebuah referensi nama pengarangnya lebih dari dua, yang disebutkan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; hanya nama pengarang&amp;nbsp;pertama ditambahkan kata dkk. dibelakang nama&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pengarang tersebut&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ada pendapat umum yang menyatakan wanita adalah bagian rumah tangga. Tugas wanita yang paling utama adalah menjadi isteri yang baik bagi suaminya (“swarga nunut, neraka katut”, kata orang Jawa), dan menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. Wanita terutama harus bekerja di sektor domesiik. Kalau pun wanita bekerja di luar rumah tangtangga (sektor publik), itu cuma pekerjaan sampingan (Budiman dkk., 1995 : 101).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penulisan Cacatan kaki&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki atau lebih dikenal dengan &lt;i&gt;footnote&lt;/i&gt;. Disebut demikian karena catatan tersebut secara konsisten diletakkan di kaki halaman. Berdasarkan kaidah dari Pusat Bahasa,&amp;nbsp;catalan kaki merupakan keterangan tambahan tentang suatu istilah atau bahkan tambahan penjelasan terhadap data. Catalan kaki dapat pula berupa rujukan yang bukan berupa buku, seperti : hasil wawancara, pidato televisi, hasil rekaman, siaran radio, dan sejenisnya&lt;br /&gt;Bagian yang diterangkan itu diberi (tanda kutipan berupa nomor : 1,2,3, dan setenisnya). Pengetikan nomor dinaikan 1/2 spasi tanpa jarak ketukan. Tempat penulisannya di halaman bawah dibatasi dengan garis 5-10 spasi dari pias kiri. Jarak pembatas dengan catatan kaki bisa dinaikkan 1/2 spasi di depan penjelasannya dan diberi kurung tutup. (Saat ini dengan bantuan komputer (khususnya Word) cara penulisannya jauh lebih mudah karena fasilitas penulisan cacatan kaki sudah ada).&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Contoh:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Buwuh berasal dari kata 'mlebu wong ewuh ' artinya memasuki rumah orang yang sibuk, yaitu sibuk mengadakan perhelatan nikah atau khitanan.&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;1&lt;/span&gt; Sedangkan menurut penjelalasan lain, buwuh berasal dari kata 'mbuwang uwuh 'yang berarti membuah sampah&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;2&lt;/span&gt;.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------&lt;br /&gt;1.Menurut Pak Supeno, Kepala SDN Klepu II Sudimoro, Kabupaien Nganjuk.&lt;br /&gt;2. Menurut Pak Supardi Kasi Kebudayaan Depdikbud Kabupaten Nganjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-7537819072427316624?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xEozzQRgAvHVER1BA-qCJQkpmx8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xEozzQRgAvHVER1BA-qCJQkpmx8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xEozzQRgAvHVER1BA-qCJQkpmx8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xEozzQRgAvHVER1BA-qCJQkpmx8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/_YWweMsMJlY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/7537819072427316624/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/cara-mengutip-dan-menulis-catatan-kaki.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/7537819072427316624" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/7537819072427316624" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/_YWweMsMJlY/cara-mengutip-dan-menulis-catatan-kaki.html" title="Cara Mengutip dan Menuliskan Catatan Kaki" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/cara-mengutip-dan-menulis-catatan-kaki.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-6632145616747434754</id><published>2011-11-13T09:46:00.001-08:00</published><updated>2011-11-13T10:25:10.108-08:00</updated><title type="text">Pantun Masuk UNAS, Mengapa Sulit ? (3)</title><content type="html">&lt;b&gt;Ragam Pantun Berdasarkan Isinya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menurut JS Badudu, berdasarkan isinya pantun dapat digolongkan menjadi : (a).pantun anak-anak, (b). pantun orang muda, (c). pantun orang tua, (d). pantun jenaka, dan (e). pantun teka-teki.&lt;br /&gt;Sementara itu, dalam buku Pantun Melayu himpunan Balai Pustaka yang dicetak oleh Depdiknas secara lebih rinci pantun digolongkan menjadi :&lt;br /&gt;a. pantun anak-anak, yang meliputi : pantun bersuka-cita dan pantun&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;berduka cita&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b. pantun orang muda, meliputi : pantun dagang / pantun nasib, pantun&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;muda dalam berkenalan, berkasih-kasihan, berceraian, dan beriba&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;hari, serta pantun jenaka&lt;br /&gt;c. pantun orang tua (Depdiknas, 200&lt;i&gt;8)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Pantun Anak-anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pantun anak-anak selalu berkaitan dengan penggambaran dunia anak-anak, berisi penggambaran rasa senang (bersukacita) atau rasa sedih (berdukacita).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(a) Pantun Bersukacita&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Elok rupanya kumbang jati&lt;br /&gt;Dibawa itik pulang petang&lt;br /&gt;Tidak terkata besar hati&lt;br /&gt;Melihat ibu sudah datang&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dibawa itik pulang petang&lt;br /&gt;dapat di rumput bilang-bilang&lt;br /&gt;Melihat ibu sudah datang&lt;br /&gt;Hati cemas menjadi hilang&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ramai orang bersorak-sorak&lt;br /&gt;Menepuk gendang dengan rebana&lt;br /&gt;Alangkah besar hati awak&lt;br /&gt;Mendapat baju dan celana&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dapat di rumput bilang-bilang&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Menghisap bunga dengan mayang&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hati cemas menjadi hilang&lt;br /&gt;Perut lapar menjadi kenyang&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pisang mas dibawa berlayar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Masak sebiji di atas peti&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Utang mas boleh dibayar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Utang budi dibawa mati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Anak beruk di tepi pantai&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Masuk ke bendang memakan padi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Biar buruk kain dipakai&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Asalkan pandai mengambil hati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Anak udang, udang juga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bolehkah jadi anak tenggiri?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Anak orang, orang juga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bolehkah jadi anak sendiri?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(b) Pantun Berdukacita&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Diatur dengan duri pandan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Gelombang besar membawanya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Melihat ayah pergi berjalan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Entah 'pabila kembalinya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lurus jalan ke Payakumbuh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kayu jati bertimbal jalan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di mana hati tidakkan rusuh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ibu mati bapa berjalan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kayu jati bertimbal jalan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Turun angin patahlah dahan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ibu mati bapa berjalan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ke mana untung diserahkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Besar buahnya pisang batu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jatuh melayang selaranya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Saya ini anak piatu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sanak saudara tidak punya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hiu beli belanak beli&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Udang di Manggung beli pula&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Adik benci kakak pun benci&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang di kampung benci pula&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Asam Jawa tumbuh di pagar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;berbuah dalam musim penghujan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kalau tidak menaruh sabar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahualam bagian badan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Buah mangga di Tanah Sirah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;masak sedikit bawakan bakul&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bapa saya sangat pemarah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Salah sedikit suka memukul&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Pantun Remaja/Dewasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pantun dewasa/remaja berisi penggambaran yang berkaitan dengan kehidupan remaja. Umumnya tema cinta sangat mendominasi pantun remaja. Tidak berlebihan jika H.C.Klinkert menyebut pantun remaja sebagai minnezangen 'lagu cinta kasih'. Pantun dewasa/remaja dibagi menjadi pantun dagang/nasib, pantun muda (berkenalan, berkasih-kasihan, berpisah/bercerai, dan briba hati),serta pantun jenaka. Pantun muda (cinta kasih) digunakan untuk bersilat lidah/berbalas-balasan dalam memadu kasih.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(a) Pantun Dagang/Nasib&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari Gresik ke Surabaya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pagar siapa saya sasarkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wahai nasib apalah daya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pada sapa saya sesalkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Singkarak kotanya tinggi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Asam penuh dari seberang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Awan berarak ditangisi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Badan jauh dirantau orang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang Padang mandi ke gurun&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mandi berlimau bunga lada&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hari petang matahari turun&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dagang berurai air mata&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tidak salah bunga lembayung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Salahnya pandan menderita&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tidak salah bunda mengandung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Salahnya badan buruk pinta&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kalau begitu tarah papan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ke barat juga kan’ condongnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kalau begini untung badan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Melarat juga kesudahannya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang teluk pergi menjala&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dapatlah ikan dua tiga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Alangkah buruk untung saya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tidur bertilam air mata&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Malang orang disangka batu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tanjung Bemban tempatnya redup&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tidak orang seperti aku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Menanggung dendam seumur hidup&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bunga melati di jambang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mari dipetik anak teruna&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berusak hati berkepanjangan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Akhirnya mati sakit merana&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(b) Pantun Perkenalan&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Patahnya sayap kembang lelan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Patah ditimpa selarahnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Payahnya mata memandang bulan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bulan apabila datang jatuhnya?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pohon beringin tengah negri&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Buah beribu di tangkainya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ingin bunga di sunting Nabi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;bolehnya kami memetiknya?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari mana hendak kemana&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari Jepang ke Bandar Cina&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kalau kami boleh bertanya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bunga yang kembang siapa yang punya?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mahal harganya kain batik&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dipakai selendang ke kuala&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika bunga boleh dipetik&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dipersunting dijunjung di kepala&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bunga kamboja dalam rimba&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Daunya habis di makan kuda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Biarlah kanda menjadi hamba&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika ada balas adinda&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Jika tiada karena bulan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Masakan bintang timur tinggi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika tiada karena tuan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Masakan abang datang kemari?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika tuan pergi ke jawa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Belikan kacang panjang empat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika berani membuang nyawa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Makanya boleh badan didapat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(c) Pantun Berkasih-kasihan&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ikan belanak hilir menghilang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Burung dara membuat sarang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Makanya tak enak tidurnya tak tenang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hanya teringat dinda seorang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tinggi-tinggi si matahari&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Anaknya kerbau mati terlambat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sekian lama kami mencari&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sekarang kini baru didapat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Gajah menung di hutan Jawa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Beradu badan patah gadingnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Emas perak timbangannya nyawa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tuan seorang sukar bandingannya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tinggi bukit jalan ke darat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Padam api pelita kapas&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kalau boleh digenggam erat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hilangnya nyawa barukan lepas&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari Bengkulu ke Semarang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Arus deras ke Mandalika&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari dulu sampai sekarang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hatiku tidak berdua tiga&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Anak gadis membantiing kain&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kain pelekat dalam peti&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Niat tidak pada yang lain&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tuan terikat dalam hati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika roboh kota Malaka&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Papan di Jawa saya perikan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika sungguh bagai dikata&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Badan dan nyawa saya berikan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika tuan pergi ke Jambi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lipatlah kajan kemas-kemas&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika tuan kasihkan kami&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Carikan kihang betanduk emas&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari timur tanam lengkuas&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tetak lontar alaskan padi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Seumur dunia dendam tak puas&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bertemu sebentar bagaikan mimpi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Buluh perindu atas gunung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Habis luruh batang padiku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rindunya abang tidak tertanggung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hanyut luluh rasahatiku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Burung pipit di dalam paya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Larinya sampai ke Bandar lama&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kepada niat di hati saya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hendak mati bersama-sama&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hanyutlah sampai dari Jawa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kunang-kunang hinggap di lada&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bagaikan hilang rasanya nyawa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hati terkenang bagai adinda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(d) Pantun Perpisahan/Perceraian&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tergenang air di Parakan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Paman tani habis kerja&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terkenang adik ditinggalkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di mana lagi tempat bermanja&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berlayar berbelok-belok&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sauh dibongkar di tempat tenang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang tinggal hati tak elok&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang pergi hati tak tenang&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pulau Tinggi terletak Cina&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tampaklah dari Pasir Sibu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tuan pergi janganlah lama&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tidak kuasa menanggung rindu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ambil benang di atas meja&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hanyut ketupat pagi-pagi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kenang-kenang jahatnya saya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jangan diumpat kakanda pergi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Merpati meniti batang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Batang melintang tengah jalan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hati bimbang tidak terkira&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Menantikan kakanda lambat datang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tembaga buat akan gelang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Emas urai cincin permata&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kakanda berjalan berhati senang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Adinda berurai air mata&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Awan beredar di gunung tinggi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Nyala pelita ditaruh minyak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Duduk di mana tuan kini&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hilang di mata di hati tidak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ngilu gigiku makan jambu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Makan langsat sisa tupai&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ingin hatiku hendak bertemu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lepas puasa barulah sampai&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kalau jadi pergi ke lading&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kain panjang cari dahulu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kalau jadi pergi ke ladang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Induk semang dicari dulu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Masuk kampung ke luar kampung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dalam kampong adalah kali&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Masuk bingnung ke luar bingung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ingatkan tuan si jantung hati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(e) Pantun Beriba hati&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Anak orang di Tanjung Sani&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Duduk bersandar di pedati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tidak disangka akan begini&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pisau di kandung makan hati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pinang muda di lambung kuda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rama-rama di puncak kain&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tuan muda saya pun muda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sama-sama mencari kain&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rumah sekolah di atas bukit&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bangsa Belanda mengajar Inggris&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Gundahnya adinda bukan sedikit&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rasanya dada bagai diiris&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Anak Bali berlomba perahu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Perahu jati buatan Eropa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dalam hati Allah yang tahu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sampai mati kakanda tak lupa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Telur burung di pintu kota&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Burung nuri mati beranak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika kalau sungguh kasihan kita&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mengapa tuan berbini banyak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kapal siapa saya layarkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Buah keranji di ujung galah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pada siapa saya sesalkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sudah janji karunia Allah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bunga jangan diberi layu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Daun ampelas di tengah padang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Saya jangan diberi malu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tidakkah belas tuan memandang?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tenggelam batu timbul kelapa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Anak udang di pasar Mayang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Buanglah aku tidak mengapa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang kasih dan saying&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Apa guna pasang pelita&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika tidak dengan sumbunya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Apa gunanya main mata&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika tak dengan sesungguhnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(e) Pantun Jenaka&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang Jawa pergi ke Banda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Membeli ikan dengan rebung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang tua berbini muda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bagai rasa menang menyabung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Elok rupanya pohon belimbing&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tumbuh di dekat pohon mangga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Elok rupanya berbini sumbing&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Biar marah tertawa juga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Elok berjalan kota tua&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kiri kanan berbatang sepat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Elok berbini orang tua&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Perut kenyang ajaran dapat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang Sasak pergi ke Bali&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Membawa pelita semuanya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berbisik pekak dengan tuli&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tertawa si buta melihatnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di sini kosong di sana kosong&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tak ada batang tembakau&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bukan saya berkata bohong&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ada katak memikul kerbau&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3 Pantun Orang Tua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pantun orang tua pada umumnya berisi masalah pendidikan dan ajaran agama. Pantun orang tua dapat dibagi menjadi pantun nasihat, pantun adat, pantun agama, pantun budi, pantun kepahlawanan, pantun kias, dan pantun peribahasa. Pantun orang tua dipakai dalam pertemuan adat sebagai selingan penegas dalam berdialog atau berdebat. Selain itu, pantun orang tua juga digunakan sebagai kias atau ibarat ketika orang tua menasihati anak/cucu.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(a) Pantun Nasihat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Anak ayam turun Sembilan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mati satu tinggal delapan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Suatu jangan ketinggalan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Itulah boleh jadi harapan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Anak ayam turunlah tiga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mati satu tinggallah dua&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Suatu jangan boleh terlupa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Supaya diri jangan kecewa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Masukkan buah dalam raga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Raga dibawa ke pasir karang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika perkataan tidak terhingga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jadi boleh ditaksir orang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Padi segenggam ditumbuk luluh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tidak boleh ditanak lagi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kehendak Allah juga yang sungguh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tidak boleh sekehendak hati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Beraki-rakit ke hulu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berenang-renang ke tepian&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bersakit-sakit dahulu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bersenang-senang kemudian&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Anak gajah mandi di sumur&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ambil galah dalam perahu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang muda jangan takabur&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Cobaan Allah siapa yang tahu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(b) Pantun Adat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang merah hanya saga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang lurik hanya kundi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang indah hanya bahasa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang baik hanya budi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Menanam kelapa di Pulau Bukum&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tinggi sedepa sudah berbuah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Adat bermula dengan hukum&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hukum bersandar di Kitabullah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lebat daun bunga tanjung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berbau harum bunga cempaka&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Adat dijaga pusaka dijunjung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Baru terpelihara adat pusaka&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bukan lebah sembarang lebah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lebah bersarang di buku buluh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bukan sembah sembarang sembah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sembah bersarang jari sepuluh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pohon nangka berbuah lebat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bilalah masak harum juga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berumpun pusaka berupa adat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Daerah berluhak alam beraja&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(c) Pantun Agama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kemumu di dalam semak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jatuh melayang selaranya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Meski ilmu setinggi tegak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tidak sembahyang apa gunanya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyaklah hari antara hari&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tidak semulia hari Jumat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak nabi antara nabi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tidak semulia Nabi Muhammad&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Baik berburu ke seberang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ruda banyak di dalam rimba&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Baik berguru kita sembahyang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dosa banyak dalam dunia&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rusa banyak di dalam rimba&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kera pun banyak tengah berhimpun&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dosa banyak dalam dunia&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Segeralah kita minta ampun&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Delima tumbuh di atas batu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jangan rusak karena rotan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terima azab sudahlah tentu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jangan syak karena setan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bunga kenanga di atas kubur&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pucuk sari pandan Jawa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Apa guna sombong dan takabur&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rusak hati badan binasa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(d) Pantun Budi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Apa guna berkain batik&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kalau tidak dengan sujinya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Apa guna beristri cantik&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kalau tidak dengan budinya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di antara padi dengan selasih&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang mana satu tuan luruhkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di antara budi dengan kasih&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang mana satu tuan turutkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bunga cina di atas batu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Daunnya lepas ke dalam ruang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Adat dunia memang begitu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sebabnya emas budi terbuang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(e) Pantun Kepahlawanan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Redup bintang hari pun subuh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Subuh tiba bintang tak tampak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hidup pantang mencari musuh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Musuh tiba pantang ditolak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hang Jebat Hang Kesturi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Budak-budak raja Melaka&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika hendak jangan dicuri&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mari kita bertentang mata&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Adakah perisai bertali rambut&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rambut dipintal akan cemara&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Adakah misai tahu takut&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kami pun muda lagi perkasa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(f) Pantun Kias&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berburu ke padang datar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dapatkan rusa belang kaki&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berguru kepalang ajar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bagaikan bunga kembang tak jadi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Disangka nanas di tengah padang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rupanya urat jawi-jawi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Disangka panas hingga petang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kiranya hujan tengah hari&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ayam sabung jangan dipaut&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika ditambat kalah galanya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Asam di gunung ikan di laut&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dalam belanga bertemu juga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(g) Pantun Peribahasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berakit-rakit ke hulu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berenang-renang ke tepian&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bersakit-sakit dahulu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bersenang-senang kemudian&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pohon papaya di dalam semak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pohon manggis sebesar lengan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kawan tertawa memang banyak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kawan menangis diharap jangan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kerat-kerat kayu di ladang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hendak dibuat hulu cangkul&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Betapa berat mata memandang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berat lagi bahu memikul&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Riyadi, 2008)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-6632145616747434754?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VmMJd80CW6Sm6Uivo-Vi6CG4p2Q/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VmMJd80CW6Sm6Uivo-Vi6CG4p2Q/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VmMJd80CW6Sm6Uivo-Vi6CG4p2Q/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VmMJd80CW6Sm6Uivo-Vi6CG4p2Q/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/qs9lIc99n_0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/6632145616747434754/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/pantun-masuk-unas-mengapa-sulit-3.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/6632145616747434754" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/6632145616747434754" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/qs9lIc99n_0/pantun-masuk-unas-mengapa-sulit-3.html" title="Pantun Masuk UNAS, Mengapa Sulit ? (3)" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/pantun-masuk-unas-mengapa-sulit-3.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-6074040861148576115</id><published>2011-11-11T14:52:00.001-08:00</published><updated>2011-11-11T14:57:28.616-08:00</updated><title type="text">Kalimat Majemuk Campuran</title><content type="html">Kalimat majemuk campuran adalah kalimat majemuk yang di dalamnya terdapat kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.&lt;br /&gt;Perhatikan contoh-contoh berikut :&lt;br /&gt;(1) Ketika hujan mereda, Toni bermain game tetapi Albert membaca&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; komik.&lt;br /&gt;(2) Ayah dan ibu mengatakan bahwa saya harus rajin belajar.&lt;br /&gt;(3) Saat Tuti dan Salma belajar, ayah dan ibu pergi ke masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat (1) terdiri dari kalimat majemuk setara : “Toni bermain game tetapi Albert membaca komik “ yang juga sekaligus menjadi induk kalimat. Adapun “Ketika hujan mereda” adalah anak kalimat yang menandakan bahwa dalam kalimat tersebut terdapat kalimat majemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat (2) terdiri dari kalimat majemuk setara : “Ayah dan ibu mengatakan ……..“ yang juga sekaligus menjadi induk kalimat. Adapun “bahwa saya harus rajin belajar” adalah anak kalimat yang menandakan bahwa dalam kalimat tersebut terdapat kalimat majemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kkalimat (3) terdiri dari kalimat majemuk setara : “ayah dan ibu pergi ke masjid “ yang juga sekaligus menjadi induk kalimat. Adapun “Saat Tuti dan Salma belajar” disamping merupakan kalimat majemuk setara juga merupakan anak kalimat yang menandakan bahwa dalam kalimat tersebut terdapat kalimat majemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-6074040861148576115?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/W9c31iqC2gGg_N-jL2cySqtM4fE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/W9c31iqC2gGg_N-jL2cySqtM4fE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/W9c31iqC2gGg_N-jL2cySqtM4fE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/W9c31iqC2gGg_N-jL2cySqtM4fE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/mo0YVvTgaSk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/6074040861148576115/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kalimat-majemuk-campuran.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/6074040861148576115" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/6074040861148576115" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/mo0YVvTgaSk/kalimat-majemuk-campuran.html" title="Kalimat Majemuk Campuran" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kalimat-majemuk-campuran.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-6367019904269866867</id><published>2011-11-11T14:27:00.001-08:00</published><updated>2011-11-11T14:31:57.614-08:00</updated><title type="text">Kalimat Majemuk Rapatan</title><content type="html">Kalimat majemuk rapatan terjadi karena menggabungkan dua kalimat / klausa atau lebih dengan makna yang hampir mirip, kemudian melesapkan kata-kata yang hampir mirip tersebut agar lebih efektif.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Dari kalimat tunggal :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (a). Ayah pergi ke Manado. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (b). Ibu pergi ke Manado.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (c). Kakak pergi ke Manado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kalimat-kalimat ini diucapkan dalam suatu percakapan maka terdengar betapa panjangnya kalimat tersebut. Karena itu, demi efektivitasnya maka diucapkan menjadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; · Ayah, ibu, dan kakak pergi ke Manado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh lain dari kalimat majemuk rapatan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (1). Adik makan tetapi kakak tidak.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (&lt;i&gt;Maksudnya, adik makan tetapi kakak tidak makan&lt;/i&gt;.)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (2). Paman membeli mobil Toyota, ayah juga.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;i&gt;(Maksudnya, paman membeli mobil Toyota, ayah&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; juga membeli mobil Toyota)&lt;/i&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam membuat kalimat majemuk rapatan, kita harus cermat. Bisa saja terjadi dari sisi cara pembuatannya memungkinkan untuk dilakukan namun makna kalimat yang terbentuk menjadi lain. Karena itu kita harus menghindarinya.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Dari kalimat tunggal :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (a) Ayah menyukai kucing.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (b) Paman menyukai anjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat tersebut tidak benar bila dijadikan menjadi kalimat majemuk rapatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; · Ayah menyukai kucing, tetapi paman anjing.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (&lt;i&gt;Kalimat ini dapat diartikan ayah menyukai kucing, namun&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;paman diolok-olok sebagai anjing&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-6367019904269866867?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QxOt9ykZMkYLGos2sgBnc5LbABw/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QxOt9ykZMkYLGos2sgBnc5LbABw/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QxOt9ykZMkYLGos2sgBnc5LbABw/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QxOt9ykZMkYLGos2sgBnc5LbABw/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/Cao9MU6xZkk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/6367019904269866867/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kalimat-majemuk-rapatan.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/6367019904269866867" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/6367019904269866867" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/Cao9MU6xZkk/kalimat-majemuk-rapatan.html" title="Kalimat Majemuk Rapatan" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kalimat-majemuk-rapatan.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-6256726730753821442</id><published>2011-11-10T12:58:00.001-08:00</published><updated>2011-11-10T13:14:30.814-08:00</updated><title type="text">Pantun Masuk UNAS, Mengapa Sulit? (2)</title><content type="html">&lt;b&gt;Pantun Kilat (Karmina)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pantun kilat atau pantun singkat juga disebut karmina. Pantun ini disebut pantun kilat karena hanya terdiri atas dua baris dalam satu bait. Pantun jenis ini biasanya digunakan untuk menyampaikan sindiran, ejekan, atau kejenakaan karena ungkapannya langsung dan lebih pendek pengucapannya.&lt;br /&gt;Ciri–ciri karmina adalah :&lt;br /&gt;a. terdiri atas 2 baris dalam tiap bait dan dapat ditulis dalam 4 baris,&lt;br /&gt;b. bila ditulis dalam 2 baris : baris ke-1 merupakan sampiran, dan baris&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;ke-2&amp;nbsp;merupakan isi;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;bila ditulis dalam 4 baris : baris ke-1 dan ke-2 merupakan sampiran,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;dan baris&amp;nbsp;ke-3 dan ke-4 merupakan isi&lt;br /&gt;c. bila ditulis dalam 2 baris : bersajak /a-a/&amp;nbsp;bila ditulis dalam 4 baris :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;bersajak /a-b-a-b/&lt;br /&gt;d. memiliki jeda setiap baris yang dapat ditandai dengan koma(,),&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bila dituliskan dalam 2 baris :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(1) dahulu parang, sekarang besi /a/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(2) dahulu sayang, sekarang benci /a/&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bila dituliskan dalam 4 baris menjadi :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(1) Dahulu parang, /a/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(2) sekarang besi, /b/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(3) dahulu sayang, /a/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;(4) sekarang benci. /b/&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh lainnya bila dituliskan dalam 2 baris :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;gendang gendut, tali kecapi /a/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;kenyang perut, senanglah hati /a/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;banyak udang, banyak garam /a/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;banyak orang, banyak ragam /a/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;dahulu parang, sekarang besi /a/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;dahulu sayang, sekarang benci /a/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;ada ubi, ada talas /a/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;ada budi, ada balas /a/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Talibun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Talibun juga merupakan pantun. Jumlah baris tiap baitnya minimal enam baris. Ciri khas talibun adalah jumlah baris tiap bait selalu genap, yaitu 6, 8, 10 dan 12 larik atau lebih. Namun demikian, umumnya talibun terdiri atas 6 atau 8 baris per bait. Aturan persajakannya seperti pantun. Jika jumlah barisnya 6 maka persajakannya /a-b-c-a-b-c/, jika jumlah barisnya 8 maka persajakannya /a-b-c-d-a-b-c-d/, dan seterusnya.&lt;br /&gt;Keberadaan talibun perlu karena pantun yang hanya terdiri atas 4 baris tiap bait dirasa kurang memadai untuk mengungkapkan satu kesatuan ide. Karena itulah dikembangkan menjadi 6 baris atau lebih pokoknya genap, tanpa meninggalkan kaidah keindahan bentuk pantun.&lt;br /&gt;Sebagaimana pantun biasa dan karmina, talibun juga sering digunakan dalam acara berbalas pantun. Dalam tradisi semacam itu, pengungkapan ide / atau gagasan dalam bentu dialog menjadi aspek sangat penting. Pemantun (tukang pantun) merasakan kekurangan kata / kalimat kalau harus bertahan dalam pemakaian pantun baris per bait.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Contoh :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Talibun 6 baris :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;kalau pandai berkain panjang /a/&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;lebih baik kain sarung /b/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;jika pandai memakainya /c/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;kalau pandai berinduk semang /a/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;lebih umpama bunda kandung /b/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;jika pandai membawakannya /c/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Talibun 8 baris&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;tak alu sebesar ini /a/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;alu tertumbuk di tebing /b/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;kalau tertembuk di pandan /c/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;boleh ditanami tebu /d/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;tak malu sebesar ini /a/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;malu tertumbuk di kening /b/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;kalau tertumbuk di badan /c/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;boleh ditiup dengan baju /d/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seloka (Pantun Berkait)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;C. Hoykaas (1930 : 83) berpendapat bahwa seloka berasal dari kesusastraan India dan pada karya sastra aslinya menggunakan bahasa Sanskerta. Karya sastra isinya mengandung kiasan atau ibarat. Para ahli sastra lainnya misalnya B. Simorangkir Simanjuntak, Amir Hamzah, dan JS Badudu menambahkan bahwa seloka termasuk dalam golongan pantun yaitu pantun berkait (Badudu, 1984: 12-13). Keterkaitan dalam seloka dibuktikan dengan adanya baris dari suatu bait yang diulang kembali pada suatu baris pada bait berikutnya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Contoh :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; buaian kendur jangan ditarik,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; bagaikan teguh buatan sendiri,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; tuan Gubernur yang baik hati,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; pandai sungguh memerintahkan negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; bagaikan teguh buatan sendiri,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; tali kecil jangan dikerat,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; pandai sungguh memerintahkan negeri,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; tahu pula mengambil hati segala rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; tali kecil jangan dikerat,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; sama tanduk memintal benang,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; tahu pula mengambil hati segala rakyat,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; semuanya duduk di dalam senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kutipan di atas, terbukti ada kaitan yang merupakan bentuk perulangan antara baris ke-2 bait sebelumnya dengan baris ke-1 bait sesudahnya, dan baris ke-4 bait sebelumnya dengan baris ke-3 bait sesudahnya.&lt;br /&gt;Sebagaimana kaidah penulisan pantun, seloka umumnya bersajak /a-b-a-b/. Contohnya pada bait ke-2 dan ke-3 di atas. Seloka juga mengandung sampiran pada baris ke-1 dan ke-2, dan isi pada baris ke-3 dan ke-4.&lt;br /&gt;Namun demikian dalam beberapa bukti ditemukan pula seloka yang bersajak /a-a-a-a/ sebagaimana contoh bait ke-1 di atas. Ada pula ada seloka yang berbentuk syair sehingga tidak mengandung sampiran melainkan semua isi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Misalnya :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; sudah bertemu kasih sayang,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; duduk terkurung malam siang,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; hingga setapak tiada renggang,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; tulang sendi habis terguncang.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(Riyadi dkk., 2008:41)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(BERSAMBUNG)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-6256726730753821442?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ZAzqJ0wkq8htWWGkgqGLnNjWHoI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ZAzqJ0wkq8htWWGkgqGLnNjWHoI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ZAzqJ0wkq8htWWGkgqGLnNjWHoI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ZAzqJ0wkq8htWWGkgqGLnNjWHoI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/Lzg4D2_EawA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/6256726730753821442/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/pantun-masuk-unas-mengapa-sulit-2.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/6256726730753821442" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/6256726730753821442" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/Lzg4D2_EawA/pantun-masuk-unas-mengapa-sulit-2.html" title="Pantun Masuk UNAS, Mengapa Sulit? (2)" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/pantun-masuk-unas-mengapa-sulit-2.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-2417817990430918087</id><published>2011-11-10T12:24:00.001-08:00</published><updated>2011-11-10T12:53:40.057-08:00</updated><title type="text">Pantun Masuk UNAS, Mengapa Sulit ? (1)</title><content type="html">Sebagai guru yang telah cukup lama mengajar dan pernah mengajar di SD, SMP, SMTA (bahkan PT), saya heran mengapa topik tentang pantun selalu muncul dalam UN/UNAS mulai dari SD hingga SMTA. Mengapa topik yang sederhana yang diajarkan di SD (khususnya kelas V) juga masuk UNAS, diajarkan kembali hingga SMTA dan juga masuk UNAS.&lt;br /&gt;Namun demikian, bila dilihat dari kompleksitas soal, hal itu cukup masuk akal. Bila soal untuk SD lebih sederhana, sementara yang SMTA lebih kompleks karena soal dibuat dalam suatu wacana dan siswa harus melengkapinya. Bila siswa SD sangat akrab bahkan berusaha menghafal pantun, ternyata siswa SMTA justru banyak yang telah melupakannya. Inilah yang menjadi masalah utama kesulitan menjawab soal UNAS tentang pantun. Karena itulah, agar dapat mejawab soal tentang pantun, tidak ada jalan lain kecuali kita menghafal kembali dan memahami materi tentang pantun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah Pantun&lt;br /&gt;Pantun merupakan puisi klasik yang sangat digemari oleh bangsa Indonesia. Pantun juga berkembang di Malaysia. Di berbagai daerah di Indonesia lainnya terbukti ada bentuk–bentuk seperti pantun. Misalnya : &lt;i&gt;sesindiran&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;sesuwalan&lt;/i&gt; dalam bahasa Sunda, &lt;i&gt;parikan&lt;/i&gt; dan wangsalan dalam bahasa Jawa, &lt;i&gt;ende – ende&lt;/i&gt; dalam bahasa Batak Mandailing, dan &lt;i&gt;panton&lt;/i&gt; dalam bahasa Ambon.&lt;br /&gt;Pertama kali, pantun dikenalkan secara ilmiah oleh H.C. Klinkert pada tahun 1868 lewat tulisan “&lt;i&gt;de Pantuns of Minezzangen der Maleiers&lt;/i&gt;” yang dimuat dalam surat cerita “&lt;i&gt;Bijdragen tot de Tall-Land-en Volkenkunde van Ned-Indie&lt;/i&gt;”. Ch. Van Ophuysen, guru besar bahasa Melayu di Leiden, pada tahun 1904 juga pernah menyampaikan beberapa pemikirannya tentang pantun dalam “Buah Pikiran Tuan Ch. A. Van Ophuysen dari Hal Pantun Melayu”. Sejak saat itu muncul berbagai pandangan mengenai sampiran dan isi dalam sebuah pantun.&lt;br /&gt;Liaw Yock Fang (1993 : 195) mencatat asal mula istilah pantun pernah menjadi perdebatan para pengamat sastra. Pantun merupakan senandung rakyat yang hingga kini dinyanyikan sebagai tradisi lisan khususnya dalam masyarakat Melayu. Pantun dianggap berasal dari bahasa Jawa halus (&lt;i&gt;krama&lt;/i&gt;) yang bahasa Jawa kasarnya (&lt;i&gt;ngoko&lt;/i&gt;) pari atau paribasa yaitu peribahasa dalam bahasa Melayu. Dalam sastra lisan Jawa dikenal parikan yaitu berpantun namun bentuknya lebih singkat sebagaimana karmina.&lt;br /&gt;R. Brandstetter, seorang ahli perbandingan bahasa dari Swiss, menyatakan bahwa pantun berasal dari akar kata tun yang terdapat dalam banyak bahasa Nusantara yang berarti ‘tuntun’, ‘teratur’; dalam bahasa Jawa Kuno tuntun berarti ‘benang’ dan atuntun berarti ‘teratur’ serta matuntun berarti ‘memimpin’; dalam bahasa Toba terdapat kata ‘pantun’ yang berarti ‘kesopanan’ atau ‘kehormatan.&lt;br /&gt;Ternyata pantun bukan hanya terdapat di Nusantara. Dengan mengutip Giacomo Prampolini, Liaw Yock Fang juga mencatat bahwa puisi rakyat yang menyerupai pantun juga terdapat di Cina, Jepang, Iran, Arab, Spanyol, Jerman, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (2002), pantun adalah :&lt;br /&gt;(1) bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap-tiap (kuplet) biasanya terdiri atas&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; empat baris yang bersajak (a-b-a-b), tiap-tiap lariknya terdiri atas empat&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; kata, baris pertama dan keduanya untuk tumpuan (sampiran) dan baris&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; ketiga dan keempat merupakan isi;&lt;br /&gt;(2) peribahasa, sindiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ragam Pantun&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya pantun sangat beragam. Pantun dapat digolongkan berdasarkan atas bentuknya dan isinya.&lt;br /&gt;Menurut JS Badudu (1984) berdasarkan bentuknya, pantun dapat digolongkan menjadi pantun biasa, karmina, talibun, dan seloka.&lt;br /&gt;1. Pantun Biasa&lt;br /&gt;JS Badudu menggunakan istilah pantun biasa untuk pantun umumnya. Hal ini untuk membedakannya dengan bentuk pantun lainnya yaitu : karmina, talibun, dan seloka. Syarat-syarat pantun biasa adalah :&lt;br /&gt;a. teridiri atas 4 baris;&lt;br /&gt;b. tiap baris terdiri atas 8 sampai dengan 10 suku kata;&lt;br /&gt;c. baris pertama dan ke-2 disebut sampiran, sedangkan baris ke-3 dan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;ke-4&amp;nbsp;merupakan isi atau makna pantun;&lt;br /&gt;d. mengutamakan sajak akhir /a-b-a-b/&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (1) kalau ada sumur di ladang, /a/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (2) tentu boleh menumpang mandi, /b/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (3) jika ada umurku panjang, /a/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (4) tentu dapat berjumpa lagi. /b/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (1) anak ikan dipanggang saja, /a/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (2) hendak dipindang tiada berkunyit, /b/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (3) anak orang dipandang saja, /a/&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (4) hendak dipinang tiada berduit. /b/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;Pada umumnya para ahli sastra sependapat bahwa ada hubungan antara baris ke-1 dan ke-2 yang merupakan sampiran dengan baris ke-3 dan ke-4 yang menjadi isi atau makna pantun.&lt;br /&gt;Pada umumnya sampiran berisi tentang sesuatu (biasanya tentang gambaran alam) yang menjadi kiasan. Sampiran memiliki hubungan saran bunyi persajakan pada makna pantun.&lt;br /&gt;(BERSAMBUNG)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-2417817990430918087?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Et0hcdAAiS2_z4jJUlLSCqjIq-Q/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Et0hcdAAiS2_z4jJUlLSCqjIq-Q/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Et0hcdAAiS2_z4jJUlLSCqjIq-Q/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Et0hcdAAiS2_z4jJUlLSCqjIq-Q/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/3amddW80cfg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/2417817990430918087/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/pantun-masuk-unas-mengapa-1.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/2417817990430918087" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/2417817990430918087" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/3amddW80cfg/pantun-masuk-unas-mengapa-1.html" title="Pantun Masuk UNAS, Mengapa Sulit ? (1)" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/pantun-masuk-unas-mengapa-1.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-397248122146634038</id><published>2011-11-06T04:21:00.000-08:00</published><updated>2011-11-13T21:46:20.443-08:00</updated><title type="text">Penulisan Daftar Pustaka</title><content type="html">Salah satu bagian yang harus ada dalam penulisan karya ilmiah murni adalah daftar pustaka atau bibliografi. Keberadaan daftar pustaka mencerninkan kualitas karya ilmiah dan kompetensi penulisnya juga sebagai wujud rasa terima kasih dan penghargaan terhadap penulis pendahulunya.&lt;br /&gt;Ketentuan penulisan daftar pustaka antara lain :&lt;br /&gt;- dituliskan pada halaman tersendiri&lt;br /&gt;- disusun menurut abjad dan nama akhir pengarangnya atau lembaga yang&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; menerbitkannya,&lt;br /&gt;- setiap pustaka tidak diberi nomor urut seperti: 1,2,3, dan seterusnya;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; atau huruf; seperti: a,b,c,&amp;nbsp;&amp;nbsp;dan seterusnya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ketentuan penulisan lainnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Bila Bersumber dari Buku&lt;br /&gt;(1) Penulisan Nama Penulis&lt;br /&gt;a. Cantumkan nama penulis berdasarkaa abjad tanpa menuliskan titelnya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Misalnya:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Prof. Dr. Budiono, M.Sc. —&amp;gt; Budiono&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ir. Limantoro, Ph.D. —&amp;gt; Limantoro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Jika nama penulis terdiri atan dua unsur kata atau lebih, unsur kata&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;terakhir yang dituliskan lebih dahulu,&amp;nbsp;kemudian diberi tanda koma.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Prof. Dr. Suripan Sadi Hutomo —&amp;gt; Hutomo, Suripan Sadi&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Prof. Dr. Ramlan Surbakti, M.A. —&amp;gt; Surbakti, Ramlan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Jika nana penulisnya dua orang, nama penulis pertama ditulis&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;sebagaimana ketentuan `(b) di atas dan nama penulis kedua tetap.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dede Oetomo, Ph.D. dan Dr. Daniel Sparingga&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; —&amp;gt; Oetomo, Dede dan Daniel Sparingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Jika penulis buku lebih dari dua orang, nama penulis pertama (utama)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;mengikuti ketentuan&amp;nbsp;(b) di atas, diikuti singkatan &lt;i&gt;dkk&lt;/i&gt;. yang merupakan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;singkatan dan &lt;i&gt;kawan-kawan&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Halim, Amran, dkk.Oka, I Gusti Ngurah. dkk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Jika nama penulisnya tidak ada atau tidak dicantumkan, maka yang&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;dituliskan adalah nama&amp;nbsp;lembaga yang menerbikannnya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Lembaga Administrasi Negara,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Bila buku itu disusun oleh seorang editor, di belakang nama&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pengarangnya dituliskan kata&amp;nbsp;&lt;i&gt;Editor&lt;/i&gt; di dalam kurung.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Contoh:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Koentjaraningrat (&lt;i&gt;Editor&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Moeliono, Anton (&lt;i&gt;Editor&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Gelar kesarjanaan tidak perlu dituliskan, tetapi gelar kebangsawanan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;atau keturunan&amp;nbsp;tetap harus dituliskaa&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Drs. Aliman —&amp;gt; Aliman&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;R. Ng Poerbarjaraka —&amp;gt; Poerbatjaraka, R. Ng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Tahun Terbit&lt;br /&gt;a. Tahun terbit dicatat sesudah nama pengarang, dipisahkan oleh titik dan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;diakhiri titik pula.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Arifin, E Zaenal. 1984.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Jassin, H.B. 1988.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bila dua buku dituiis seorang pengarang tetapi tahun terbitnya tidak&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;sama, urutan&amp;nbsp;penulisannya berdasarkan tahun terbitnya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Koentjaraningrat.1982.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Koentjaraningrat.1986.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Bila dua buku ditulis oleh seorang dalam tahun yang sama, &amp;nbsp;sesudah&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;angka tahun&amp;nbsp;terbit dapat dituliskan huruf a dan b sebagai pembeda.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Koentjaraningrat.1986.a.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Koentjaraningrat.1986.b.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Jika buku itu tidak menyebutkan tahun penerbitannya, dibelakang&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;nama pengarang&amp;nbsp;dituliskan kata “'Tanpa Tahun".&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Damono, Sapardi Djoko. Tanpa Tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Judul Buku&lt;br /&gt;a. Judul buku ditulis sesudah tahun terbit kemudian digarisbawahi (bila&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;menggunakan mesin&amp;nbsp;ketik manual) atau dituiis miring /&lt;i&gt; italic&lt;/i&gt; bila ditulis&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;menggunanakan komputer.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kridalaksana, Harimurti. 1982. &lt;i&gt;Kamus Linguistik&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Oka, I Gustu Ngurah. 1994. &lt;i&gt;Linguistik Umum&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Jika mengambil sumber dari karya ilmiah yang belum dipublikasikan,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;maka judul hanya&amp;nbsp;dituliskan dalam tanda petik ["].&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Gambur, Fransiscus. 1989. "Budaya Keluarga Besar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Tempat Terbit&lt;br /&gt;a. Nama penerbit dicantumkan sesudah nama tempat terbit dan titik&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;dua [:].&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Junus, Umar 1980. &lt;i&gt;Sosiologi Sastera&lt;/i&gt;. Kuala Lumpur:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Koentjaraningrat 1984. &lt;i&gt;Budaya Jawa&lt;/i&gt;. Jakarta:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Nama Penerbit&lt;br /&gt;a. Nama penerbit dicantumkan sesudah nama tempat terbit dan titik&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;dua.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Koentjaraningrat. 1984. &lt;i&gt;Budaya Jawa&lt;/i&gt;. Jakarta: Balai Pustaka.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kridalaksana, Harimurti. 1982. &lt;i&gt;Kanus Linguistik&lt;/i&gt;. Jakarta: Gramedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Jika nama pengarang tidak ada, maka nama lembaga penerbttnya yang&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;menggantinya,&amp;nbsp;sesudah nama tempat terbit tidak perlu dituliskan lagi&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;nama penerbitnya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Contoh :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Panitia lstilah Manajemen Lembaga PPM. 1977. &lt;i&gt;Himpunan Istilah&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Manajemen&lt;/i&gt;. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Bila Bersumber dari Majalah&lt;br /&gt;Acuan penulisan karya ilmiah dapat mengambil sumber dari majalah.&lt;br /&gt;Urutan penulisannya dalam daftar pustaka adalah : nama pengarang, tahun&lt;br /&gt;terbit, judul artikel, nama majalah digarisbawahi dan didahului kata "Dalam".&lt;br /&gt;Nomor Majalah, bulan terbit, dan tahun penerbitan ke berapa yang&lt;br /&gt;ditempatkan dalam tanda kurung dengan dibatasi tanda koma dan tempat&lt;br /&gt;terbit.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Semiawan, Cony. 1989. “Terkembangan Sikap Persahabatan pada Anak-&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;anak".&amp;nbsp;Dalam &lt;i&gt;Pertiwi&lt;/i&gt; 83. (Juni. HI), Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Bila Bersumber dari Koran atau Surat Kabar&lt;br /&gt;Suraf kabar juga dapat dijadikan sumber-pustaka. Aturan penulisannya&lt;br /&gt;ada!ah : nama pengarang, tahun terbit, judul artikel (diberi tanda petik),&lt;br /&gt;nama surat kabar (digarisbawahi), dan didahului kata "Dalam", tanggal&lt;br /&gt;terbit, tempat terbit.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Simanungkalit, Tohab. 1987. "Masih Belajar di Tingkat Dua Demokrasi&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Kita"&amp;nbsp;Dalam &lt;i&gt;Prioritas&lt;/i&gt;. 4 Mei 1987. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Bila Bersumber dari Antologi&lt;br /&gt;Jika sumber acuan itu berasal dari antoiogi, urutan penulisannya adalah&lt;br /&gt;nama pengarang, tahun terbit, judul makalah, judul antologi/buku&lt;br /&gt;(didahului kata "Dalam", tempat terbit, dan nama penerbit.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Junus, Umar. 1986. "Kebudayaan Minangkabau. Dalam Koentjaraningrat"&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(Editor).&amp;nbsp;&lt;i&gt;Manusia dan Kebudayaan&lt;/i&gt;.Jakarta: Jambatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Bila Bersumber dari Internet&lt;br /&gt;Jika berumber dari artikel di internet, cara penulisannya :&lt;br /&gt;Nama penulis[tanpa dibalik-titik] spasi tahun terbit[titik] spasi judul artikel&lt;br /&gt;[cetak miring-titik] spasi dalam [nama media cetak lengkap dengan tanggal,&lt;br /&gt;bulan, tahun, dan waktu mengunduhnya-titik].&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Johan Wahyudi. 2010. Jika Naskah Buku Ditolak Penerbit dalam&lt;br /&gt;http://media. kompasiana.com /buku/2011/01/20/jika-naskah-buku-ditolak&lt;br /&gt;-penerbit/ diunduh pada Sabtu, 22 Januari 2011 jam 08.12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-397248122146634038?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yClLF-6n2ayx1QJXCzN6GsoWpqk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yClLF-6n2ayx1QJXCzN6GsoWpqk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yClLF-6n2ayx1QJXCzN6GsoWpqk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yClLF-6n2ayx1QJXCzN6GsoWpqk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/BHvwxB4XZ3I" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/397248122146634038/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/penulisan-daftar-pustaka_06.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/397248122146634038" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/397248122146634038" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/BHvwxB4XZ3I/penulisan-daftar-pustaka_06.html" title="Penulisan Daftar Pustaka" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/penulisan-daftar-pustaka_06.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-397568073250337785</id><published>2011-11-01T22:37:00.000-07:00</published><updated>2011-11-01T22:38:48.546-07:00</updated><title type="text">Kalimat Majemuk Bertingkat</title><content type="html">&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa (atau lebih) dan kedua&amp;nbsp; klausa tersebut memiliki kedudukan yang tidak setara. Artinya ada klausa yang menjadi induk klausa (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;main clouse&lt;/i&gt;) dan lainnya menjadi anak klausa atau klausa bawahan (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;subclouse&lt;/i&gt;). Induk klausa sering disebut induk kalimat, sedangkan klausa bawahan sering disebut anak kalimat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;a.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ketika saya datang, mereka sedang tidur.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;--------------------------&amp;nbsp; ----------&amp;nbsp; ----------------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; K&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; S&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; P&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;-------&amp;nbsp;&amp;nbsp; ------&amp;nbsp;&amp;nbsp; --------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; konj.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; s&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;p&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;--------------------------- ----------------------------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Anak kalimat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Induk kalimat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;b.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ayah mengatakan bahwa saya harus belajar keras.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;------- &amp;nbsp;----------------&amp;nbsp; -----------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; S&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; P&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; O&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -------&amp;nbsp; ------&amp;nbsp; --------------------------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;konj. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;s&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;p&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;-------------------------&amp;nbsp; -----------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Induk kalimat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Anak kalimat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Secara garis besar kalimat majemuk bertingkat dapat dikelompok berdasarkan kedudukan anak kalimatnya; sebagai S, P, O, Pel, ataukah K.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;b&gt;a.&lt;/b&gt;&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Anak kalimat pengganti S&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Orang yang berkaos merah itu sedang berdiri di halaman.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ------------------------------------------ ------------------- ---------------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; S&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;P&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; K&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -------&amp;nbsp; ------&amp;nbsp; ------------------------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;s&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; konj.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; p&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;b&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Anak kalimat pengganti P&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;Dia orang yang menembak pencuri.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;----&amp;nbsp; ------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; S&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; P&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ------&amp;nbsp; ------&amp;nbsp;&amp;nbsp; -------------&amp;nbsp;&amp;nbsp; -----------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; s&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; konj.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; p&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; o&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;b&gt;c.&lt;/b&gt;&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Anak kalimat pengganti O&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;Mereka menyatakan bahwa keputusan ini berdasarkan musyawarah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;----------&amp;nbsp; ----------------&amp;nbsp; ---------------------------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; S&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; P&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; O&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; --------&amp;nbsp;&amp;nbsp; -----------------&amp;nbsp; ----------------&amp;nbsp; -------------------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Konj.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; s&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; p&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pel&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;b&gt;d.&lt;/b&gt;&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Anak kalimat pengganti Pel&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;Adik belajar ilmu yang berguna bagi masa depannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;------&amp;nbsp; --------&amp;nbsp; ------------------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; S&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; P&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pel&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -----&amp;nbsp;&amp;nbsp; ----&amp;nbsp;&amp;nbsp; -----------&amp;nbsp; -----------------------------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; s&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;konj. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;p&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; k&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;b&gt;e.&lt;/b&gt;&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Anak kalimat pengganti K&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;Contoh:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;Sejak mereka datang, kami sangat ketakutan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;-----------------------------&amp;nbsp; -----&amp;nbsp; ------------------------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; K&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;S&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; P&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;------&amp;nbsp;&amp;nbsp; --------&amp;nbsp; ----------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Konj.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; s&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; p&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-397568073250337785?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/aRtTtgMCnLsPsE4Y0hG0UADiWIk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/aRtTtgMCnLsPsE4Y0hG0UADiWIk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/aRtTtgMCnLsPsE4Y0hG0UADiWIk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/aRtTtgMCnLsPsE4Y0hG0UADiWIk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/7VJX-kHH924" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/397568073250337785" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/397568073250337785" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/7VJX-kHH924/kalimat-majemuk-bertingkat.html" title="Kalimat Majemuk Bertingkat" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/kalimat-majemuk-bertingkat.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-6950057054120438678</id><published>2011-11-01T12:36:00.000-07:00</published><updated>2011-11-05T07:42:57.781-07:00</updated><title type="text">Panduan Menulis Esai : Tips dan Trik</title><content type="html">&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Suatu saat dalam sebuah MGMP, seorang guru mendaulat saya untuk menjelaskan mengapa beberapa esai murid binaan saya lolos hingga level nasional dan regional. Sementara itu beliau (yang juga sama-sama guru SMTA) berkali-kali membina dan mengirimkan karya siswanya gagal. Dengan tersipu, saya juga bingung menjelaskanya. Karena itu saya jawab dengan sangat sederhana “Ahh, kebetulan menang, Pak”. Di sisi lain, mengingat momen tersebut berisi para guru pilihan, maka saya khawatir di-cap menggurui atau bahkan membual. Akhirnya tips dan trik itu tetap saja tersimpan di memori saya dan hanya beberapa siswa bimbingan saya saja yang perlu tahu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah merenung beberapa bulan, kiranya perlu juga &amp;nbsp;membaginya tips dan trik ini sebagai sarana pembelajaran siswa. (Memang semua demi siswa, di pundak merekalah masa depan bangsa ini). Sebagaimana telah saya jelaskan pada para siswa peserta ekstrakurikuler KIR (Karya Ilmiah Remaja), tips dan trik-nya secara singkat sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: .75in; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Memahami Hakikat Esai dan Teknik Penulisannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .75in; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Menulis yang unik dan menarik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .75in; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Prinsip penulisan jurnalistik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: .75in; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;4.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Pertimbangan kebahasaam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Hakikat Esai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Esai adalah karangan berbentuk prosa yang membahas suatu masalah secara sekilas dan bersifat subjektif. Karena itu, karangan esai relatif pendek hanya beberapa halaman saja (3-10 halaman mungkin lebih sedikit) tidak seperti menulis buku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Adapun esai bersifat subjektif artinya harus berdasarkan opini dari sudut pandang penulisnya, bukan menjiplak ide-ide orang lain. Meskipun demikian tidak berarti haram &amp;nbsp;menuliskan hal-hal ilmiah. Justru dalam menuliskan proposisi atau pernyataan-pernyataan subjektifnya perlu didukung oleh argumen-argumen yang akurat. Fakta dan data yang disajikan harus akurat. Kalau perlu seluruh referensi kutipannya ditulis. Inilah yang akan meningkatkan bobot esai. Tanpa dukungan fakta dan data yang akurat maka esai itu hanyalah &lt;i&gt;common sense&lt;/i&gt; saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Catatan penting lainnya, esai bersifat menggurui dan argumentatif. Maksudnya penulis harus dalam posisi ‘merasa’ paling tahu kemudian menyampaikan opini-opininya tentang topik tersebut. Opini-opini tersebut kemudian disertai argumen-argumen dan evidensi yaitu data dan fakta yang akurat dan relevan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Format Penulisan Esai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Secara umum format penulisan esai sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: .75in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;a.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Pengantar/Pendahuluan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: .75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Sebelum masuk ke dalam pemaparan esai perlu diawali dengan pepatah, cerita lucu, syair lagu, kutipan ayat, pendapat tokoh-tokoh penting, dan sejenisnya. Tujuannya agar pembaca tertarik dan terkesan. Namun demikian, hal-hal yang dituliskan harus relevan dengan topik yang dibahas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: .75in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;b.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Isi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .75in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Pada bagian ini penulis perlu menyampaikan proposisi-proposisinya tentang topik yang dibahas. Bentuknya dapat berupa opini-opini namun harus argumentatif. Data dan fakta harus disampaikan untuk memperkuat opininya. Penulis dapat menceritakan pengalamannya yang unik dan relevan, menyampaikan anekdot, mengutip pendapat para pakar, memberikan contoh, memabandingkan sesuatu, atau juga mempertentangkan sesuatu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .75in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Dalam hal ini penulis dapat dengan leluasa menampilkan gaya penulisannya. Bila dia humoris, maka tulisannya kaya akan humor maupun anekdot. Bila dia satiris, akan menuliskan ungkapan-ungkapan tajam, getir, menohok, bahkan sarkastis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .75in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;c.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Penutup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: .75in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Secara umum esai ditutup dengan simpulan dan saran atau paling tidak menegaskan kembali apa yang telah disampaikannya. Namun demikian tidak sedikit esai yang ditutup dengan meninggalkan tanda tanya besar berupa ungkapan problematis yang perlu mendapat perhatian banyak pihak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt; Menulis yang Unik dan Menari&lt;/b&gt;k&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suatu saat di Hotel Garden Pallace Surabaya, George Junus Aditjondro (penulis beberapa buku terkenal yang mengguncang pemerintah mulai jaman Megawati hingga SBY) menyampaikan ceramahnya. Yang paling saya ingat adalah cara menulis dengan ‘otak kiri’ (dalam hal ini istilah ‘otak kiri’ tidak ada kaitanya dengan “Quantum Learning”-nya Bobby de Potter). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Yang saya pahami, andaikan semua orang berpikiran menuju ke arah barat, maka kita jangan ikut ke arah barat. Mengapa? Mungkin kita hanya jadi epigon, pengikut, bahkan pengekor. Justru kita harus ke timur, yaitu melawan arus atau kalau perlu mendekonstruksi semua pemikiran yang berbeda. Benar dan salah tidak penting, yang penting argumennya akurat dan ‘ngeyel’ . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Karena itu yang paling utama adalah membuat tulisan yang berbeda alias unik dan menarik. Karena itu menjadi berbeda akan tampak jelas dilihat orang banyak. Apalagi bisa mengemasnya menjadi sensasi maka akan cepat ‘ngetop’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;Prinsip Penulisan Jurnalistik &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kita perlu menerapkan prinsip penulisan jurnalistik ‘piramida terbalik’ dalam esai kita. Artinya, ide pokok esai perlu disampaikan bagian awal (&lt;i&gt;lead&lt;/i&gt;). Penyampaiannya sedemikian rupa sehingga sangat menarik, menimbulkan tanpa tanya, marah, gerah, ‘gregetan’, dan sejenisnya sehingga pembaca akan penasaran untuk membaca ide-ide berikutnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Justru menurut saya, di bagian inilah yang penting dan paling sulit dalam membuat esai juara. Perlu perenungan dan pertimbangan-pertimbangan matang, bila perlu kontemplasi dalam menemukan ide dan merumuskannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;b&gt;Pertimbangan Kebahasaan&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Karena menulis esai adalah menuliskan ide-ide melalui bahasa, maka sistem penulisannya juga menjadi pertimbangan penting dalam penilaiannya. Karena itu perlu diperhatikan penulisan ejaan, kata, kalimat, dan istilah-istilah, bahkan komposisinya. Karena itu dalam proses ‘editing’ perlu berhati-hati. Jangan sampai ada kesalahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-6950057054120438678?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HDnX9Ic2dgdXRr8Ravo3JDl6eWM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HDnX9Ic2dgdXRr8Ravo3JDl6eWM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HDnX9Ic2dgdXRr8Ravo3JDl6eWM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HDnX9Ic2dgdXRr8Ravo3JDl6eWM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/CoMpwwWCw9c" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/6950057054120438678/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/panduan-menulis-esai-tips-dan-trik.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/6950057054120438678" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/6950057054120438678" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/CoMpwwWCw9c/panduan-menulis-esai-tips-dan-trik.html" title="Panduan Menulis Esai : Tips dan Trik" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/11/panduan-menulis-esai-tips-dan-trik.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-3875975944468238104</id><published>2011-10-28T08:09:00.000-07:00</published><updated>2011-11-01T17:48:02.025-07:00</updated><title type="text">Kalimat Majemuk Setara</title><content type="html">&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Berdasarkan klausa pembentuknya, kalimat dapat digolongkan menjadi : (a) kalimat tunggal, yaitu kalimat yang hanya terdiri atas satu klausa, dan (b) kalimat majemuk, yaitu kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih. Dalam hal ini syarat klausa minimal SP, yaitu syarat minimal bagi kalimat tunggal. Karena itu kalimat majemuk dapat dibuat dengan cara menggabungkan beberapa kalimat tunggal.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Adapun kalimat majemuk dapat digolongkan lagi menjadi : (a) kalimat majemuk setara, (b) kalimat majemuk bertingkat, (c) kalimat majemuk rapatan, dan (d) kalimat majemuk campuran.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kalimat tunggal telah kita bahas sebelumnya. Kali ini kita hanya membahas kalimat majemuk setara beserta pengertian dan contoh-contoh penggunaannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang memiliki dua klausa atau lebih yang memiliki kedudukan yang setara. Kedudukan klausa yang setara pada klausa-klausanya sebagaimana contoh berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;u&gt;Kalimat tunggal&lt;/u&gt; :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;(1)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ayah membaca koran.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; S&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; P&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;O&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;(2)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ibu memasak di dapur.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; S&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; P&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; K&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;u&gt;Dibentuk menjadi kalimat majemuk setara menjadi :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;u&gt;Ayah&lt;/u&gt; &lt;u&gt;membaca&lt;/u&gt;&lt;u&gt;koran&lt;/u&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;u&gt;ibu&lt;/u&gt; &lt;u&gt;memasak&lt;/u&gt; &lt;u&gt;di dapur&lt;/u&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; S&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; P&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; O&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;konj.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; S&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; P&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; K&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kalimat majemuk setara tersebut kedua klausanya memiliki kedudukan yang sama tinggi, yaitu tidak ada yang menjadi induk kalimat dan tidak ada yang menjadi anak kalimat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kalimat majemuk setara dapat digolongkan lagi menjadi :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo2; text-indent: -.25in;"&gt;A.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kalimat Majemuk Setara Menjumlahkan &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo2; text-indent: -.25in;"&gt;B.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kalimat Majemuk Setara Mempertentangkan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo2; text-indent: -.25in;"&gt;C.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kalimat Majemuk Setara Memilih&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo2; text-indent: -.25in;"&gt;D.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kalimat Majemuk Setara Mengurutkan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo2; text-indent: -.25in;"&gt;E.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kalimat Majemuk Setara Menguatkan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-indent: -.25in;"&gt;A.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Kalimat Majemuk Setara Menjumlahkan &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;Kalimat majemuk setara menjumlahkan sering disebut juga kalimat majemuk setara sejalan. Kalimat majemuk setara ini menyatakan penjumlahan atau penggabungan kegiatan, keadaan, peristiwa, dan proses. Konjungsi atau kata penghubung yang digunakan adalah : &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;dan, serta, baik, maupun.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 1.25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;(1)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ita &lt;i&gt;dan&lt;/i&gt; kakaknya sedang berada di Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 1.25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;(2)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ibu &lt;i&gt;serta&lt;/i&gt; ayah menghadiri rapat di balai desa.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 1.25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;(3)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mencuri &lt;i&gt;maupun&lt;/i&gt; merampok adalah tindakan melawan hukum.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 1.25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;(4)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Baik saya &lt;i&gt;maupun&lt;/i&gt; dia tidak menyetujui keputusanmu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-indent: -.25in;"&gt;B.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Kalimat Majemuk Setara Mempertentangkan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;Kalimat majemuk setara mempertentangkan menyatakan apa saja yang disampaikan pada klausa pertama dipertentangkan dengan klausa kedua. Konjungsi yang digunakan adalah : &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;tetapi, sedangkan, bukannya, melainkan.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 1.25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;(1)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ibunya menyetujui &lt;i&gt;tetapi&lt;/i&gt; ayahnya menolaknya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 1.25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;(2)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ia pergi ke Jakarta &lt;i&gt;sedangkan&lt;/i&gt; saya pergi ke Denpasar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 1.25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;(3)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku yang mencarimu, &lt;i&gt;bukannya&lt;/i&gt; dia.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 1.25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;(4)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku tidak mengkhianatimu, &lt;i&gt;melainkan&lt;/i&gt; dia yang melakukannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-indent: -.25in;"&gt;C.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Kalimat Majemuk Setara Memilih&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;Kalimat majemuk setara memilih menyatakan pilihan di antara dua pilihan atau lebih. Konjungsi adalah : &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;atau.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 1.25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;(1)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kamu pergi dengannya &lt;i&gt;atau&lt;/i&gt; tetap bersamaku di sini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 1.25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;(2)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kamu minta nasi goreng &lt;i&gt;atau&lt;/i&gt; rawon.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 1.25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;(3)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Berbicara &lt;i&gt;atau&lt;/i&gt; menulis merupakan keterampilan kreatif.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 1.25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;(4)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku &lt;i&gt;atau&lt;/i&gt; diakah yang kau pilih?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-indent: -.25in;"&gt;D.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Kalimat Majemuk Setara Mengurutkan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;Kalimat majemuk setara mengurutkan menyatakan kejadian yang berurutan. Konjungsi yang digunakan adalah : &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;lalu, kemudian.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 1.25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level1 lfo7; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;(1)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Saya pergi sekolah &lt;i&gt;lalu&lt;/i&gt; ke masjid dekat alun-alun.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 1.25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level1 lfo7; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;(2)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mereka datang bersama-sama &lt;i&gt;kemudian&lt;/i&gt; pergi satu-persatu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-indent: -.25in;"&gt;E.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Kalimat Majemuk Setara Menguatkan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;Kalimat majemuk setara menguatkan menyatakan makna yang lebih kuat bagi klausa sebelumnya. Konjungsi yang digunakan adalah : &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;bahkan.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 1.25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;(1)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dia pergi ke sendiri, &lt;i&gt;bahkan&lt;/i&gt; dengan berjalan kaki.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 1.25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;(2)&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dia memarahi &lt;i&gt;bahkan&lt;/i&gt; menghajar kami semua.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-3875975944468238104?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gaqskmUzKxHzOoNbrEn0VeoA1Ao/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gaqskmUzKxHzOoNbrEn0VeoA1Ao/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gaqskmUzKxHzOoNbrEn0VeoA1Ao/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gaqskmUzKxHzOoNbrEn0VeoA1Ao/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/qqb9ZU6DmBY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/3875975944468238104/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/10/berdasarkanklausa-pembentuknya-kalimat.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/3875975944468238104" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/3875975944468238104" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/qqb9ZU6DmBY/berdasarkanklausa-pembentuknya-kalimat.html" title="Kalimat Majemuk Setara" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/10/berdasarkanklausa-pembentuknya-kalimat.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-8176043314847389139</id><published>2011-10-24T11:39:00.000-07:00</published><updated>2011-11-01T17:48:25.946-07:00</updated><title type="text">Kalimat Tunggal</title><content type="html">Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa. Satu klausa tersebut ditandai oleh satu pola S (Subjek) dan satu P (Predikat). Adapun O (Objek), Pel (Pelengkap), dan K (Keterangan) keberadaannya bisa ada atau tidak ada.&lt;br /&gt;Berdasarkan keberadaan P-nya, kalimat dapat digolongkan menjadi beberapa macam, yaitu  :&lt;br /&gt;A. Kalimat Nominal,&lt;br /&gt;B. Kalimat Verbal,&lt;br /&gt;C. Kalimat Ajektival,&lt;br /&gt;D. Kalimat Numeral,&lt;br /&gt;E. Kalimat Preposisional,&lt;br /&gt;F. Kalimat Masdar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A. Kalimat Nominal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalimat Nominal adalah kalimat yang P-nya berupa kata benda.&lt;br /&gt;Misalnya :&lt;br /&gt;a. Ayahnya&lt;i&gt; sopir&lt;/i&gt; di kampungnya. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;K&lt;br /&gt;b.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Ibunya &lt;i&gt;guru&lt;/i&gt; di SMA 16.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;K&lt;br /&gt;c. Kakaknya &lt;i&gt;pedagang asongan&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P&lt;br /&gt;d. Adiknya &lt;i&gt;pemain bola&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata : &lt;i&gt;sopir, guru, pedagang asongan, &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; pemain bola&lt;/i&gt; adalah kata benda. Kalimat-kalimat tersebut sudah memenuhi syarat sebagai kalimat baku karena minimal sudah memiliki SP. Kalimat-kalimat di atas sering disisipi ‘adalah atau ialah’ sebagai kopula untuk memperjelas kedudukannya sebagai P untuk kata sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. Kalimat Verbal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalimat Verbal adalah kalimat yang P-nya berupa kata kerja. Kalimat verbal dapat digolongkan lagi menjadi 4 macam, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a. Kalimat Taktransitif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ini hanya berpola SP, tanpa diikuti unsur O, maupun Pel, namun bisa ditambahkan K.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;(1) Ia tidur di kantin.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;S &amp;nbsp; P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;K&lt;br /&gt;(2) Mereka pergi ke Makasar.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; K&lt;br /&gt;(3) Anisa menangis kemarin.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;K&lt;br /&gt;(4) Imam makan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b. Kalimat Ekatransitif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ini berpola SPO, tanpa diikuti Pel, namun bisa ditambahkan K&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;(1) Romy menarik paku dari ban motornya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; O &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;K&lt;br /&gt;(2) Erwin memotong kabel listrik kemarin.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; O &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; K&lt;br /&gt;(3) Joni menangisi kepergian adiknya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; O&lt;br /&gt;(4) Mereka menulis surat protes kepada panita.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; O &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; K&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. &lt;b&gt;Kalimat Dwitransitif &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ini berpola SPOPel, namun bisa ditambahkan K&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;(1) Ayah membelikan adik baju baru kemarin.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; O &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pel &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;K&lt;br /&gt;(2) Dia menjuluki pacarnya “Kucing Garong”.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;O &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pel&lt;br /&gt;(3) Mereka mengijinkan kami buka suara.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; O &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pel&lt;br /&gt;(4) Kami menyatakan hal itu salah alamat.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;O &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. &lt;b&gt;Kalimat Semitransitif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ini berpola SPPel, tanpa O, boleh ditambahkan K.&lt;br /&gt;Contoh : &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;(1) Anak itu bermain bola.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Pel&lt;br /&gt;(2) Mereka berjualan koran di perempatan jalan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pel &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; K&lt;br /&gt;(3) Kakek kejatuhan kelapa di kebun.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pel &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;K&lt;br /&gt;(4) Keputusan itu berdasarkan musyawarah.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pel&lt;br /&gt;(5) Hal itu merupakan konsekwensi kita.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pel&lt;br /&gt;(6) Sekarang ia menjadi bupati.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;K &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;S &amp;nbsp; &amp;nbsp; P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. &lt;b&gt;Kalimat Ajektival&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ajektival adalah kalimat yang P-nya berupa kata sifat.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;(1) Adiknya &lt;i&gt;cantik&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P&lt;br /&gt;(2) Guru itu &lt;i&gt;sangat ramah&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;(3) Rumahnya &lt;i&gt;megah sekali&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P&lt;br /&gt;(4) Kakaknya &lt;i&gt;sombong&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata : &lt;i&gt;cantik, sangat ramah, megah sekali, &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; sombong&lt;/i&gt; adalah kata sifat. Kalimat-kalimat tersebut juga sudah memenuhi syarat sebagai kalimat baku karena minimal sudah memiliki SP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;D. Kalimat Numeral &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalimat Numeral adalah kalimat yang P-nya berupa kata bilangan.&lt;br /&gt;Misalnya :&lt;br /&gt;(1) Mobilnya &lt;i&gt;dua&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P&lt;br /&gt;(2) Yang hadir &lt;i&gt;enam belas orang&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P&lt;br /&gt;(3) Kerbaunya &lt;i&gt;tujuh ekor&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P&lt;br /&gt;(4) Temannya &lt;i&gt;tiga puluh anak per kelas&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata : &lt;i&gt;dua, enam belas orang, tujuh ekor, &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; tiga puluh anak per kelas&lt;/i&gt; adalah kata bilangan. Karena itulah kalimat-kalimat tersebut dinamakan kalimat numeralia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;E. Kalimat Preposisional&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalimat Preposisional adalah kalimat yang P-nya berupa kata depan.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;(1) Ayahnya &lt;i&gt;dari Jakarta&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P&lt;br /&gt;(2) Ibunya &lt;i&gt;di SMA 16&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P&lt;br /&gt;(3) Kakaknya &lt;i&gt;ke stasiun kota&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;P&lt;br /&gt;(4) Adiknya &lt;i&gt;di lapangan bola&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata : &lt;i&gt;dari Jakarta, di SMA 16, ke stasiun kota, &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; di lapangan bola&lt;/i&gt; adalah kata-kata yang berkata depan atau berpreposisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;F.  Kalimat Masdar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pola kalimat sederhana bahasa Indonesia asli S-nya berupa kata benda, sementara P-nya boleh berupa kata benda, kata kerja, kata sifat, kata bilangan, maupun kata depan.&lt;br /&gt;Namun demikian, dalam perkembangannya bahasa Indonesia tidak dapat menghindari pengaruh bahasa asing, khususnya bahasa Inggris termasuk pula dalam ragam kalimatnya. &lt;br /&gt;Dalam bahasa Inggris dikenal &lt;i&gt;gerund&lt;/i&gt;, yaitu kalimat yang subjeknya kata kerja.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;(1) &lt;i&gt;Fishing&lt;/i&gt; is my hobby. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P&lt;br /&gt;(2) &lt;i&gt;Writing&lt;/i&gt; is very difficult for me.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P&lt;br /&gt;Berdasarkan hal tersebut, dalam bahasa Indonesia dikenal kalimat masdar, yaitu kalimat yang S-nya berupa kata kerja yang dianggap benda.&lt;br /&gt;(1) &lt;i&gt;Memancing&lt;/i&gt; adalah hobi saya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;P&lt;br /&gt;(2) &lt;i&gt;Menulis&lt;/i&gt; memang sulit.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P&lt;br /&gt;(3) &lt;i&gt;Menonton bola&lt;/i&gt; mengasyikkan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; P&lt;br /&gt;(4) &lt;i&gt;Berlari&lt;/i&gt; melelahkan. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; S &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;P &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata : &lt;i&gt;memancing, menulis, menonton bola, &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; berlari&lt;/i&gt; adalah kata-kata kerja yang dianggap sebagai kata benda yaitu aktivitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-8176043314847389139?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/J7dMhW3i8GBBhs1rRr9YpUT7GEw/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/J7dMhW3i8GBBhs1rRr9YpUT7GEw/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/J7dMhW3i8GBBhs1rRr9YpUT7GEw/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/J7dMhW3i8GBBhs1rRr9YpUT7GEw/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/mrZpNFSKhMg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/8176043314847389139/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/10/kalimat-tunggal.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/8176043314847389139" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/8176043314847389139" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/mrZpNFSKhMg/kalimat-tunggal.html" title="Kalimat Tunggal" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/10/kalimat-tunggal.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-8157226543717589956</id><published>2011-10-23T12:13:00.000-07:00</published><updated>2011-11-01T17:48:41.681-07:00</updated><title type="text">Kalimat dan Unsur-unsurnya</title><content type="html">Kalimat adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subjek (S) dan predikat (P) dan intonasinya menunjukkan ujaran yang bermakna lengkap. Intonasi final kalimat dalam bahasa tulis adalah berupa tanda baca titik, tanda tanya, atau tanda seru, sedangkan dalam bahasa lisan berupa intonasi berhenti.&lt;br /&gt;Unsur-unsur kalimat dalam buku-buku tata bahasa Indonesia lama lazim disebut jabatan kata dalam kalimat, yaitu subjek (S), predikat (P), objek(O), pelengkap (Pel), dan keterangan (Ket). Kalimat bahasa Indonesia_baku sekurang-kurangnya terdiri atas dua unsur, yakni subjek dan predikat. Fungsi unsur yang lain (objek, pelengkap, dan keterangan) dalam suatu kalimat dapat wajib hadir, tidak wajib hadir, atau wajib tidak hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Predikat&lt;br /&gt;Predikat (P) adalah bagian kalimat yang memberitahuan subjek dalam keadaan bagaimana atau sedang melakukan apa. SeIain menyatakan tindakan atau perbuata subjek (S), sesuatu yang dinyatakan oleh P dapat pula mengenai sifat, situasi, status, ciri atau jati diri S. Predikat dapat berupa kata atau frasa, sebagian besar berkelas verba atau adjektiva, tetapi dapat juga nomina atau frasa nominal. Perhatikan contoh berikut ini.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;(1) Ayah  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sedang tidur siang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(2) Putrinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cantik jelita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(3) Kota Jakarta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dalam keadaan aman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(4) Kucingku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;belang tiga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(5) Robby &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mahasiswa baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(6) Ibunya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;penjual gado-gado.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(7) Mobilnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(8) Paman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ke Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata yang dicetak miring dalam kalimat (1)—(8) adalah P.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat di bawah ini bukan kalimat yang benar karena tidak memiliki P yang jelas.&lt;br /&gt;(9) Adik saya yang gendut lagi lucu itu.&lt;br /&gt;(10) Kantor kami yang terletak di depan hotel.&lt;br /&gt;(11) Jakrta yang terkenal sebagai kota metropolitan.&lt;br /&gt;(12) Ina yang cantik itu.&lt;br /&gt;(13) Paman yang ke Jakarta.&lt;br /&gt;Karena belum mempunyai P yang jelas, rangkaian kata-kata yang cukup panjang di atas belum merupakan kalimat, melainkan masih merupakan frase (kelompok kata).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Subjek&lt;br /&gt;Subjek (S) adalah bagian kalimat yang menunjukkan pelaku, sosok (benda), sesuatu hal, atau masalah yang menjadi pokok pembicaraan. Subjek biasanya berupa kata/frase benda (nominal), klausa, atau  frasa verbal.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;(14) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Meja Kepala Sekolah&lt;/span&gt; besar sekali.&lt;br /&gt;(15) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ayahku&lt;/span&gt; sedang melukis.&lt;br /&gt;(16) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang berbaju biru&lt;/span&gt; paman saya&lt;br /&gt;(17) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berjalan kaki&lt;/span&gt; menyehatkan badan&lt;br /&gt;(18) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Membangun jalan layang&lt;/span&gt; sangat mahal&lt;br /&gt;(19) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kursi itu&lt;/span&gt; mahal.&lt;br /&gt;(20) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rumahnya&lt;/span&gt; sangat besar.&lt;br /&gt;(21)&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Motornya&lt;/span&gt; dua belas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata yang dicetak miring pada kalimat (14) - (21) adalah S. S dapat berupa frase benda atau frase verba.&lt;br /&gt;(22) Bagi siswa sekolah dilarang masuk&lt;br /&gt;(23) Bagi yang belum membayar SPP dilarang ikut ujian.&lt;br /&gt;(24) Di sini melayani resep obat generik.&lt;br /&gt;(25) Memandikan adik di pagi hari.&lt;br /&gt;(26) Demi cintaku padanya.&lt;br /&gt;(27) Karena sakit keras.&lt;br /&gt;(28) Untuk pembangunan memerlukan bbiaya banyak.&lt;br /&gt;Contoh (22)-(28) belum memenuhi syarat sebagai kalimat karena tidak mempunyai S yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Objek&lt;br /&gt;Objek (O) adalah bagian kalimat yang melengkapi P. Objek pada umumnya diisi oleh nomina, frasa nominal, atau klausa. Letak O selalu di belakang P yang berupa verba transitif. yaitu verba yang menuntut wajib hadirnya O seperti pada contoh di bawah ini.&lt;br /&gt;a. Ina merancang gaun pesta.&lt;br /&gt;b. Paman menggali sumur.&lt;br /&gt;c. Juru masak menggoreng mie telor.&lt;br /&gt;d. Ayah mencukur jenggotnya.&lt;br /&gt;e. Tomas melompati pagar.&lt;br /&gt;f. Kucingnya menerkam burung gereja.&lt;br /&gt;Jika P diisi oleh verba intransitif. O tidak diperlukan. Dalam hal ini O tidak wajib hadir. Verba intransitif di bawah ini yang menjadi P dalam contoh tidak menuntut untuk dilengkapi.&lt;br /&gt;a. Ncnck&lt;span style="font-style: italic;"&gt; mandi&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;b. Ayah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tidur&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;c. Tamunya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pulang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;d. Adik&lt;span style="font-style: italic;"&gt; makan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;e. Kucingnya&lt;span style="font-style: italic;"&gt; mati&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pelengkap&lt;br /&gt;Pelengkap (Pel) atau komplemen adalah bagian kalimat yang melengkapi P. Letak Pel umumnya di belakang P yang berupa verba. Posisi seperti itu juga ditempati oleh O, dan jenis kata yang mengisi Pel dan O juga sama, yaitu dapat berupa nominal, frasa nominal, atau klausa. Namun, antara Pel dan O terdapat perbedaan. Perhatikan contoh perbedaannya di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.  Adik memainkan bola. (S                 P                      O)&lt;br /&gt;Adik   bermain   bola.  (S       P         Pel)&lt;br /&gt;b.  Ibu   menjual   gado-gado. (S         P          O)&lt;br /&gt;Ibu   berjualan   gado-gado. (S        P         Pel)&lt;br /&gt;c.  Anton menghilangkan HP-nya. (S P            O)&lt;br /&gt;Anton   kehilangan  HP-nya. (S        P          Pel)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa bila P verba berawalam {meN-}, maka diikuti O. Namun, bila P verbanya berawalan {ber-} atau {ke-} termasuk juga {ter-} makan diikuti Pel.&lt;br /&gt;Namun demikian, tidak semua kalimat yang P-nya berawalan {meN-} selalu diikuti O. Contoh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.  Wajahnya   menyerupai   Habibie. (S             P      Pel)&lt;br /&gt;b.  Idenya merupakan semangat antiperubahan. (S        P    Pel)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu kalimat, O dan Pel dapat muncul bersama-sama. Letak Pel adalah di belakang O sehingga urutan penulisan bagian kalimat menjadi S-P-O-Pel. Berikut adalah beberapa contoh pelengkap dalam kalimat.&lt;br /&gt;a. WS Rendra membacakan pengagumnya puisi kontemporer.&lt;br /&gt;b.Ibu mendongengkan adik Cerita si Kancil.&lt;br /&gt;c. Sekretaris itu mengambilkan atasannya air minum.&lt;br /&gt;d. Ayahku mengirimi kakek kopiah bludru.&lt;br /&gt;e. Pamanku membelikan anaknya rumah mungil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Keterangan&lt;br /&gt;Keterangan (Ket) adalah bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal tentang S, P, O, dan Pel. Posisinya dapat di awal, di tengah, atau di akhir kaimat. Pengisi Ket adalah frasa nominal, frasa preposisional, adverbia, atau klausa.&lt;br /&gt;Berdasarkan maknanya, ada 9 macam keterangan, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;a.   Keterangan tempat,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;(1) Ayah bekerja di kantor pos.&lt;br /&gt;(2) Paman pergi ke Makasar.&lt;br /&gt;(3) Iman Supandi dari Sumedang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;b. Keterangan waktu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(1) Sekarang kita ke kantor guru.&lt;br /&gt;(2) Ketika hujan deras, saya di stasiun Gambir.&lt;br /&gt;(3) Sepulang dari sekolah, ia selalu ke bengkel ayahnya.&lt;br /&gt;(4) Sebelum berangkat, mereka bersarapan pagi.&lt;br /&gt;(5) Sepanjang tahun ini, dia dilarang ke luar rumah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;c.   Keterangan alat,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(1) Ia memukul ular itu dengan kayu.&lt;br /&gt;(2) Dengan api, kita menguji keaslian logam ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;d. Keterangan tujuan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(1) Demi cintanya, dia rela berkorban segalanya.&lt;br /&gt;(2) Supaya naik kelas, kita harus rajin belajar.&lt;br /&gt;(3) Bagi orang tuanya, masalah itu harus dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;e.  Keterangan cara,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(1) Dengan jalan kaki, dia pergi ke sekolah.&lt;br /&gt;(2) Secara berhati-hati, polisi membuka pintu rumahku.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;f.  Keterangan penyerta,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(1) Dengan adiknya, dia pergi ke Jakarta.&lt;br /&gt;(2) Bersama orang tuanya, Imam melamar kekasihnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;g. Keterangan similatif,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(1) Bagai tersambar petir, dia menerima berita itu.&lt;br /&gt;(2) Seperti anjing dan kucing saja, jalinan persahabatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;h. Keterangan sebab,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(1) Ia tidak masuk sekolah, karena sakit.&lt;br /&gt;(2) Dia tidak takut, sebab ayahnya pejabat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;i. Keterangan resiprokal (kesalingan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(1) Ia dan kekasihnya mencintai satu dengan lainnya.&lt;br /&gt;(2) Ali dan Amir memukul satu sama lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-8157226543717589956?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Jx4HyDjXV_DKilw44NGK52ZDWcQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Jx4HyDjXV_DKilw44NGK52ZDWcQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Jx4HyDjXV_DKilw44NGK52ZDWcQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Jx4HyDjXV_DKilw44NGK52ZDWcQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/rIbix77tqmA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/8157226543717589956/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/10/kalimat-dan-unsur-unsurnya.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/8157226543717589956" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/8157226543717589956" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/rIbix77tqmA/kalimat-dan-unsur-unsurnya.html" title="Kalimat dan Unsur-unsurnya" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/10/kalimat-dan-unsur-unsurnya.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-3452152431173978470</id><published>2011-10-15T08:06:00.000-07:00</published><updated>2011-11-05T07:41:10.592-07:00</updated><title type="text">Silogisme</title><content type="html">&lt;div class="WordSection1"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="FontStyle11" style="font-size: 100%;"&gt;Premis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Premis adalah kalimat, pernyataan, atau proposisi yang digunakan sebagai dasar penyusunan kesimpulan dalam logika. Premis &lt;/span&gt;&lt;span class="FontStyle12" style="font-size: 100%;"&gt;digolongkan &lt;/span&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;atas premis mayor dan premis minor. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Premis mayor (PM atau Premis Umum) adalah premis yang mengandung term mayor yang akan berperan sebagai predikat dalam kesimpulan. Premis minor (Pm atau Premis Khusus) adalah premis yang mengandung term minor yang akan menjadi subjek dalam kesimpulan. Antara premis mayor dan premis minor dihubungkan oleh sebuah term bernama term tengahan atau term penghubung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Penarikan kesimpulan berdasarkan premis-premis tersebut dikenal dengan istilah &lt;u&gt;silogisme&lt;/u&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Contoh :.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;PM   : Semua manusia pasti akan mati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Pm   : Pak Ali adalah seorang manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;K     : Pak Ali pasti akan mati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Dalam contoh tersebut, yang disebut term mayor adalah &lt;/span&gt;&lt;span class="FontStyle13" style="font-size: 100%;"&gt;pasti akan mati. &lt;/span&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Yang disebut term minor adalah &lt;/span&gt;&lt;span class="FontStyle13" style="font-size: 100%;"&gt;Pak Ali. &lt;/span&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Antara premis mayor dan premis minor dihubungkan oleh term tengahan atau term penghubung &lt;/span&gt;&lt;span class="FontStyle13" style="font-size: 100%;"&gt;Semua manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="FontStyle13" style="font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span class="FontStyle11" style="font-size: 100%;"&gt;Jenis Silogisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="WordSection2"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="FontStyle11" style="font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Silogisme dapat dibedakan atas tiga jenis, yaitu : (a) silogisme kategorial, (b) silogisme hipotetis, dan (c) silogisme alternatif.&lt;/span&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Silogisme kate­gorial&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt; adalah silogisme yang premis mayornya mengacu pada golongan, kelas, atau kategori tertentu yang ditan&lt;u&gt;dai dengan&lt;/u&gt; kata-kata seperti &lt;/span&gt;&lt;span class="FontStyle13" style="font-size: 100%;"&gt;semua, seluruh, segenap, &lt;/span&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;span class="FontStyle13" style="font-size: 100%;"&gt;setiap. &lt;/span&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Premis minor silogisme kategorial menyebutkan anggota atau bagian dari suatu kelas atau kategori yang sudah disebutkan dalam premis mayornya.&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Misalnya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;PM : Semua PNS adalah abdi negara dan pelayan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Pm : Pak Amir adalah seorang PNS.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;K  : Pak Amir adalah abdi negara dan pelayan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Silogisme hipotetis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt; adalah silogisme yang premis mayornya mengandung suatu pengandaian (hipotesis). Dalam sebuah hipotesis terkandung suatu anteseden dan akibat. Bila antesedennya benar, akibatnya juga benar. Demikian pula sebaliknya, bila antesedennya salah, akibatnya juga salah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Misalnya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;PM :   Jika harga produksi pertanian merosot, para petani merugi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Pm :   Harga produksi pertanian merosot. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;K  :   Para petani merugi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt; Atau:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;PM :   Jika harga produksi pertanian merosot, para petani merugi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Pm :   Harga produksi pertanian tidak merosot. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;K  :   Para petani tidak merugi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Silogisme alternatif&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt; adalah bentuk silogisme yang premis mayornya mengandung alternatif atau pilihan. Premis minomya memilih atau menolak salah satu alternatif. Kesimpulannya mengacu pada alternatif yang tidak dipilih atau tidak ditolak oleh premis minor. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Misalnya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;PM  :  Paman membeli Kijang atau Sedan..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Pm  :  Paman membeli Kijang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;K   : Paman tidak membeli Sedan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Atau:&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;PM :   Ani menjaga rumah atau ikut menon­ton film. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Pm :   Ani ikut menonton film. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;K  :   Ani tidak menjaga rumah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Entimem&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt; merupakan silogisme yang diperpendek. Penyusunan sebuah entimem diambilkan dari perpaduan premis minor dan kesimpulan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt; Misalnya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Pak Ali abdi negara dan pelayan masya­rakat karena seorang PNS.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="FontStyle15" style="font-size: 100%;"&gt;Karena termasuk PNS, Pak Ali merupakan abdi negara dan pelayan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-3452152431173978470?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CwgHOGH0VcM-_KIZK395Lzb0ZlU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CwgHOGH0VcM-_KIZK395Lzb0ZlU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CwgHOGH0VcM-_KIZK395Lzb0ZlU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CwgHOGH0VcM-_KIZK395Lzb0ZlU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/TMQKCCwec7Q" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/3452152431173978470/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/10/silogisme.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/3452152431173978470" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/3452152431173978470" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/TMQKCCwec7Q/silogisme.html" title="Silogisme" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/10/silogisme.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-7587370889308962709</id><published>2011-10-14T14:45:00.000-07:00</published><updated>2011-11-01T17:49:46.760-07:00</updated><title type="text">Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji</title><content type="html">&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-FU5IUxmcP-E/TpmF9FLwfhI/AAAAAAAAAYc/JETE9BfgnEM/s1600/ali%2Bhaji.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663705290805116434" src="http://4.bp.blogspot.com/-FU5IUxmcP-E/TpmF9FLwfhI/AAAAAAAAAYc/JETE9BfgnEM/s400/ali%2Bhaji.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 141px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 94px;" /&gt;&lt;/a&gt;Gurindam merupakan salah satu jenis puisi lama, disamping mantra, pantun, talibun, seloka, dan sejenisnya. Gurindam berasal dari India yang digunakan sebagai media penyampai curahan hati.&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ada sebuah karya Gurindam yang terkenal dalam sejarah sastra Melayu, yaitu Gurindam 12 karya Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad (Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, (1808-1873) .&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ciri-ciri gurindam adalah :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;a. terdiri atas 2 baris,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;b. bersajak a-a,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;c. memiliki hubungan kausalitas antara baris pertama menuju baris kedua,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;d. biasanya berisi ajaran agama, tatakrama, perilaku beragama, bernegara, dan bermasyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Karena banyak isi gurindam yang berhubungan dengan ajaran agama Islam, khususnya dari Quran dan Hadits maka Gurindam 12 sering disebut sebagai "Hadits Melayu".&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Berikut ini kutipan keduabelas pasar dari Gurindam 12 karya Raja Ali Haji.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Segala puji bagi Tuhan seru sekalian alam serta shalawatnya Nabi yang akhirul&lt;b&gt; &lt;/b&gt;jaman serta keluarganya dan sahabatnya sekalian adanya. Amma ba’du daripada itu maka tatkala sampailah Hijratun Nabi 1263 Sanah kepada dua puluh tiga hari bulan Rajab hari Selasa mana telah ta’ali kepada kita yaitu Raja Ali Haji mengarang satu gurindam cara Melayu yaitu yang boleh juga jadi diambil faedah sedikit-sedikit daripada perkataannya itu pada orang yang ada menaruh akal maka adalah banyaknya gurindam itu hanya duabelas pasal di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Syahdan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Adalah beda antara gurindam dengan syair itu aku nyatakan pula bermula arti syair Melayu itu perkataan yang bersajak yang serupa dua berpasang pada akhirnya dan tiada berkehendak pada sempurna perkataan pada satu-satu pasangnya bersalahan dengan gurindam. Adapun arti gurindam itu yaitu perkataan yang bersajak juga pada akhir pasangannya tetapi sempurna perkataannya dengan satu pasangannya sahaja jadilah seperti sajak yang pertama itu syarat dan sajak yang kedua itu jadi seperti jawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Jikalau ingin tahu isi Gurindam 12 ini, simaklah karya maha agung dari tuanku Raja Ali Haji, dibawah ini.&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Pasal Pertama (1) Gurindam 12&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Barang siapa tiada memegang agama&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sekali-kali tiada boleh dibilang nama&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Barang siapa mengenal yang empat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maka yaitulah orang yang ma’rifat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Barang siapa mengenal Allah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Barang siapa mengenal diri&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Barang siapa mengenal dunia&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tahulah ia barang yang terpedaya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Barang siapa mengenal akhirat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tahulah ia dunia mudharat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Pasal Kedua (2) Gurindam 12&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Barang siapa mengenal yang tersebut&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tahulah ia makna takut&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Barang siapa meninggalkan sembahyang&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Seperti rumah tiada bertiang&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Barang siapa meninggalkan puasa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tidaklah mendapat dua termasa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Barang siapa meninggalkan zakat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tiadalah hartanya beroleh berkat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Barang siapa meninggalkan haji&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tiadalah ia menyempurnakan janji&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Pasal Ketiga (3) Gurindam 12&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Apabila terpelihara mata&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sedikitlah cita-cita&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Apabila terpelihara kuping&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Khabar yang jahat tiadalah damping&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Apabila terpelihara lidah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Niscaya dapat daripadanya faedah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Daripada segala berat dan ringan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Apabila perut terlalu penuh&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Keluarlah fi’il yang tidak senonoh&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Anggota tengah hendaklah ingat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Di situlah banyak orang yang hilang semangat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hendaklah peliharakan kaki&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Daripada berjalan yang membawa rugi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Pasal keempat (4) Gurindam 12&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hati itu kerajaan di dalam tubuh&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jikalau lalim segala anggota tubuh pun rubuh&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Apabila dengki sudah bertanah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Datanglah daripadanya beberapa anak panah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mengumpat dan memuji hendaklah pikir&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Di situlah banyak orang yang tergelincir&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pekerjaan marah jangan dibela&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Nanti hilang akal di kepala&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jika sedikitpun berbuat bohong&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tanda orang yang amat celaka&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Aib dirinya tiada ia sangka&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bakhil jangan diberi singgah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Itulah perompak yang amat gagah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Barang siapa yang sudah besar&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Janganlah kelakuannya membuat kasar&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Barang siapa perkataan kotor&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mulutnya itu umpama ketur&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Di manakah salah diri&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jika tidak orang lain yang berperi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Pasal Kelima (5) Gurindam 12&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jika hendak mengenal orang berbangsa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Lihat kepada budi dan bahasa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jika hendak mengenal orang yang berbahagia&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sangat memeliharakan yang sia-sia&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jika hendak mengenal orang mulia&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Lihatlah kepada kelakuan dia&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jika hendak mengenal orang yang berilmu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bertanya dan belajar tiadalah jemu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jika hendak mengenal orang yang berakal&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Di dalam dunia mengambil bekal&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jika hendak mengenal orang yang baik perangai&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Pasal Keenam (6) Gurindam 12&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Cahari olehmu akan sahabat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yang boleh dijadikan obat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Cahari olehmu akan guru&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yang boleh tahukan tiap seteru&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Cahari olehmu akan isteri&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yang boleh menyerahkan diri&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Cahari olehmu akan kawan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pilih segala orang yang setiawan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Cahari olehmu akan abdi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yang ada baik sedikit budi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Pasal Ketujuh (7) Gurindam 12&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Apabila banyak berkata-kata&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Di situlah jalan masuk dusta&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Apabila banyak berlebih-lebihan suka&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Itu tanda hampirkan duka&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Apabila kita kurang siasat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Itulah tanda pekerjaan hendak sesat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Apabila anak tidak dilatih&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jika besar bapanya letih&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Apabila banyak mencacat orang&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Itulah tanda dirinya kurang&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Apabila orang yang banyak tidur&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sia-sia sajalah umur&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Apabila mendengar akan kabar&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Menerimanya itu hendaklah sabar&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Apabila mendengar akan aduan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Membicarakannya itu hendaklah cemburuan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Apabila perkataan yang lemah lembut&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Lekaslah segala orang mengikut&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Apabila perkataan yang amat kasar&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Lekaslah orang sekalian gusar&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Apabila pekerjaan yang amat benar&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tidak boleh orang berbuat onar&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Pasal Kedelapan (8) Gurindam 12&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Barang siapa khianat akan dirinya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Apalagi kepada lainnya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kepada dirinya ia aniaya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Orang itu jangan engkau percaya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Lidah suka membenarkan dirinya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Daripada yang lain dapat kesalahannya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Daripada memuji diri hendaklah sabar&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Biar daripada orang datangnya kabar&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Orang yang suka menampakkan jasa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Setengah daripadanya syirik mengaku kuasa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kejahatan diri disembunyikan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kebajikan diri diamkan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ke’aiban orang jangan dibuka&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ke’aiban diri hendaklah sangka&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Pasal ke Sembilan (9) Gurindam 12&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tahu pekerjaan tak baik tetapi dikerjakan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bukannya manusia yaitulah syaitan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kejahatan seorang perempuan tua&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Itulah iblis punya penggawa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kepada segala hamba-hamba raja&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Di situlah syaitan tempatnya manja&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kebanyakan orang yang muda-muda&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Di situlah syaitan tempat bergoda&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Perkumpulan laki-laki dengan perempuan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Di situlah syaitan punya jamuan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Adapun orang tua(h) yang hemat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Syaitan tak suka membuat sahabat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jika orang muda kuat berguru&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dengan syaitan jadi berseteru&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Pasal ke Sepuluh (10) Gurindam 12&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dengan bapa jangan derhaka&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Supaya Allah tidak murka&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dengan ibu hendaklah hormat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Supaya badan dapat selamat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dengan anak janganlah lalai&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Supaya boleh naik ke tengah balai&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dengan kawan hendaklah adil&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Supaya tangannya jadi kapil&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Pasal ke-11 (sebelas) Gurindam 12&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hendaklah berjasa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kepada yang sebangsa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hendak jadi kepala&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Buang perangai yang cela&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hendaklah memegang amanat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Buanglah khianat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hendak marah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dahulukan hujjah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hendak dimulai&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jangan melalui&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hendak ramai&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Murahkan perangai&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Pasal ke-12 (Dua Belas) Gurindam 12&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Raja mufakat dengan menteri&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Seperti kebun berpagarkan duri&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Betul hati kepada raja&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tanda jadi sebarang kerja&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hukum adil atas rakyat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tanda raja beroleh inayat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kasihkan orang yang berilmu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tanda rahmat atas dirimu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hormat akan orang yang pandai&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tanda mengenal kasa dan cindai&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ingatkan dirinya mati&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Itulah asal berbuat bakti&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Akhirat itu terlalu nyata&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kepada hati yang tidak buta&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;----------------------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tamatlah gurindam yang dua belas pasal karangan Raja Ali Haji pada tahun Hijrah Nabi kita seribu dua ratus enam puluh tiga (1263)  kepada tiga likur hari bulan Rajab Selasa lima Negeri Riau Pulau Penyengat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Keterangan :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;kafil  &lt;kafilatan&gt;    ; kumpulan, kesatuan orang-orang&lt;/kafilatan&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;pekur                        : tempat ludah orang bersirih&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;fiil                              : perbuatan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-7587370889308962709?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/IkvarLKt4tuOx0oCeuejdYthdpY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/IkvarLKt4tuOx0oCeuejdYthdpY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/IkvarLKt4tuOx0oCeuejdYthdpY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/IkvarLKt4tuOx0oCeuejdYthdpY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/qXA5XOj69q8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/7587370889308962709/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/10/gurindam-12-karya-raja-ali-haji.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/7587370889308962709" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/7587370889308962709" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/qXA5XOj69q8/gurindam-12-karya-raja-ali-haji.html" title="Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-FU5IUxmcP-E/TpmF9FLwfhI/AAAAAAAAAYc/JETE9BfgnEM/s72-c/ali%2Bhaji.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/10/gurindam-12-karya-raja-ali-haji.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-39568384933214942</id><published>2011-10-13T11:32:00.001-07:00</published><updated>2011-10-13T11:33:42.674-07:00</updated><title type="text">Lomba KTI Sejawa dan Bali 2001</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-gxv7pjQu3o8/Tpcu_Dp9KYI/AAAAAAAAAYQ/UnU_N3wrb1A/s1600/pamflet-oke.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-gxv7pjQu3o8/Tpcu_Dp9KYI/AAAAAAAAAYQ/UnU_N3wrb1A/s320/pamflet-oke.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663046717289605506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-39568384933214942?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4W8XiFj7TPd6-uVT0MiIRAB36ZY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4W8XiFj7TPd6-uVT0MiIRAB36ZY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4W8XiFj7TPd6-uVT0MiIRAB36ZY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4W8XiFj7TPd6-uVT0MiIRAB36ZY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/QXF7I38GdMo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/39568384933214942/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/10/lomba-kti-sejawa-dan-bali-2001.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/39568384933214942" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/39568384933214942" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/QXF7I38GdMo/lomba-kti-sejawa-dan-bali-2001.html" title="Lomba KTI Sejawa dan Bali 2001" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-gxv7pjQu3o8/Tpcu_Dp9KYI/AAAAAAAAAYQ/UnU_N3wrb1A/s72-c/pamflet-oke.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/10/lomba-kti-sejawa-dan-bali-2001.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-9161153762903165943</id><published>2011-10-13T11:26:00.000-07:00</published><updated>2011-10-13T11:27:47.328-07:00</updated><title type="text">Lomba LKTI SMA</title><content type="html">&lt;p&gt;&lt;img src="http://www.medspin.fkunair.com/images/stories/logo%20pacom%202011%20small.png" alt="" align="left" border="0" width="306" height="164" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pacom merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Forum Ilmiah  dan Studi Mahasiswa BEM KM FK Unair. Lomba ini adalah lomba karya tulis  ilmiah yang bersifat invitasi dan terbuka bagi seluruh pelajar  SMA/sederajat dari semua kelas (X, XI, dan XII) baik negeri maupun  swasta yang ada di daerah Jawa, Bali, NTB, Sumatra, Kalimantan, dan  Sulawesi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pacom 2011 ini akan mengundang pelajar SMA/sederajat yang berada di  wilayah Jawa, Bali, NTB, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Pelaksanaan  babak Penyisihan diadakan di 27 kota yang tersebar di wilayah Jawa,  Bali, NTB, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, sedangkan babak semifinal,  final, dan grand final diadakan pada tanggal 19 dan 26 November di  Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tema : &lt;em&gt;METABOLIC SYNDROME: STOP AND AVOID! &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadiah bagi para pemenang:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juara I     :  Uang Senilai Rp 2.000.000,00&lt;br /&gt;Trophy Bergilir Gubernur Jawa Timur + Trophy Tetap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juara II   :  Uang Senilai Rp 1.000.000,00&lt;br /&gt;Trophy Bergilir Rektor UNAIR + Trophy Tetap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juara III  :  Uang Senilai Rp 750.000,00&lt;br /&gt;Trophy Bergilir Dekan UNAIR + Trophy Tetap&lt;span id="more-4985"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Petunjuk mengenai info persyaratan kepesertaan, subtema, sistematika  karya tulis ilmiah dan alur pendaftaran yang lebih lengkap dapat  didownload berupa file Petunjuk Pelaksanaan (JukLak) Pacom di halaman &lt;a href="http://www.medspin.fkunair.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=108&amp;amp;Itemid=171"&gt;&lt;strong&gt;download&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.medspin.fkunair.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=108&amp;amp;Itemid=171"&gt;&lt;strong&gt;Source : http://ajangkompetisi.com/pacom-2011-lomba-karya-tulis-ilmiah-tingkat-sma.html#more-4985&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-9161153762903165943?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Bo4XBQOtoMZy3G-fnyPZHzVxTMw/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Bo4XBQOtoMZy3G-fnyPZHzVxTMw/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Bo4XBQOtoMZy3G-fnyPZHzVxTMw/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Bo4XBQOtoMZy3G-fnyPZHzVxTMw/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/G9Y65w8KQxc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/9161153762903165943/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/10/lomba-lkti-sma.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/9161153762903165943" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/9161153762903165943" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/G9Y65w8KQxc/lomba-lkti-sma.html" title="Lomba LKTI SMA" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/10/lomba-lkti-sma.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5380445257264306926.post-1071866905992690008</id><published>2011-05-29T17:09:00.000-07:00</published><updated>2011-05-29T17:09:38.403-07:00</updated><title type="text">SURAT RINDU SEORANG PECANDU</title><content type="html">SURAT RINDU SEORANG PECANDU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(In memoriam Bayu,&lt;br /&gt;Yang terbujur beku &lt;br /&gt;di nisan batu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibu …&lt;br /&gt;salahkah aku&lt;br /&gt;kala rindu membeku di pagar bisu&lt;br /&gt;kini menjelma ular berbisa yang mengoyak-koyak luka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibu .,..&lt;br /&gt;dulu bersemi rindu&lt;br /&gt;kau lempar aku ke dalam pelukan babu&lt;br /&gt;jika mau menyusu kau jejali aku sebotol tetek lembu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau pergi &lt;br /&gt;mencari harga diri&lt;br /&gt;atau memang tidak tahu diri&lt;br /&gt;sementara ayah terbang mengejar bayang di negri seberang&lt;br /&gt;hingga lupa pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena rumah hanyalah kotak kosong penuh bohong&lt;br /&gt;menggerus hatiku kosong melompong&lt;br /&gt;akhirnya .......&lt;br /&gt;rindu dendamku bermuarakan candu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anyir kali jagir empang mandiku&lt;br /&gt;dingin besi stasiun Wonokromo kolong tidurku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan malam bercengkerama&lt;br /&gt;di sorga cinta dengan bidadari penjaja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibu …&lt;br /&gt;kini kakiku kaku ngilu&lt;br /&gt;aortaku gemerecap penuh setan merayap&lt;br /&gt;otakku berderak-derak seakan meledak-ledak&lt;br /&gt;aku sekarat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maafkan aku, ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bila sampai detik akhirku&lt;br /&gt;jangan ada tetes mata&lt;br /&gt;jatuh untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibu ….&lt;br /&gt;dalam sudut hatiku&lt;br /&gt;masih tersisa puing-puing rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bila menyergap suatu saat&lt;br /&gt;jangan kau tutup jendela kamarku&lt;br /&gt;kukan menyelinap dengan cepat&lt;br /&gt;untuk curahkan sisa-sisa rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Wonokromo, 2005)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5380445257264306926-1071866905992690008?l=wacana-bahasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0c1Xvj683coFeZ_lme6sk37rFdU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0c1Xvj683coFeZ_lme6sk37rFdU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0c1Xvj683coFeZ_lme6sk37rFdU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0c1Xvj683coFeZ_lme6sk37rFdU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/WacanaBahasaKita/~4/cfyAlOJGjy4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/feeds/1071866905992690008/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/05/surat-rindu-seorang-pecandu.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/1071866905992690008" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5380445257264306926/posts/default/1071866905992690008" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/WacanaBahasaKita/~3/cfyAlOJGjy4/surat-rindu-seorang-pecandu.html" title="SURAT RINDU SEORANG PECANDU" /><author><name>Sartono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://bp0.blogger.com/_sM2dtv1yPfU/SFRmub9tYNI/AAAAAAAAADw/sIB8V4CEZ08/S220/fotoku.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://wacana-bahasa.blogspot.com/2011/05/surat-rindu-seorang-pecandu.html</feedburner:origLink></entry></feed>

