<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>TjiaIrawan.com</title>
	
	<link>http://tjiairawan.com</link>
	<description>Professional Coach</description>
	<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 14:08:17 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/TjiaIrawan" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId>TjiaIrawan</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item>
		<title>The Power of Coaching</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/TjiaIrawan/~3/tFcOVFQmsNU/</link>
		<comments>http://tjiairawan.com/bagaimana-coaching-meningkatkan-produktifitas-di-perusahaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 12:11:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Coaching]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjiairawan.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Apakah perusahaan anda membudgetkan biaya sebagai investasi bagi PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA? Banyak perusahaan mulai PEDULI dengan PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA yang dimilikinya. Mereka membudgetkan biaya yang tidak sedikit untuk hal tersebut. Sayangnya banyak dari pelaku pengembangan SDM masih beranggapan bahwa pengembangan SDM adalah hanya melalui training.
 
Pernahkah perusahaan anda MENGUKUR seberapa besar dampak training [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah perusahaan anda membudgetkan biaya sebagai investasi bagi PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA? Banyak perusahaan mulai PEDULI dengan PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA yang dimilikinya. Mereka membudgetkan biaya yang tidak sedikit untuk hal tersebut. Sayangnya banyak dari pelaku pengembangan SDM masih beranggapan bahwa pengembangan SDM adalah hanya melalui training.</p>
<p><span> </span></p>
<p><span>Pernahkah perusahaan anda MENGUKUR seberapa besar dampak training terhadap peningkatan PRODUKTIFITAS perusahaan? Kalau perusahaan anda mengirimkan seorang karyawan ke sebuah training, apakah perusahaan pernah menghitung Return On Training Invesment (ROTI) yang diberikan karyawan tersebut? <em>Olivero, Bane &amp; Kopelman</em> dalam <em>study</em>-nya menganalisis dampak Executive Coaching dibandingkan dengan training MENEMUKAN bahwa eksekutif perusahaan yang diberikan Training kenaikan produktifitas hanya sebesar 22.4% jauh lebih rendah dibandingkan dengan eksekutif perusahaan yang diberikan Coaching dimana produktifitasnya MENINGKAT sampai 88%</span></p>
<p><span> </span></p>
<p><span>Selain itu sebuah <em>study</em> dari <em>Mancherter Inc</em> (<em>Business Wire</em>, 4 Januari 2001) mengambil 100 eksekutif perusahaan sebagai responden untuk mengukur peningkatan produktifitas dengan metode <em>Coaching</em>.<span> </span></span></p>
<p><span> </span></p>
<p><span>Setengah dari responden adalah mereka yang memegang jabatan sebagai Wakil Presiden Direktur dan juga level di atasnya dengan<span> </span>usia berkisar antara 40 – 49 tahun. Para responden diberikan <em>Change-Oriented Coaching</em> dan <em>Growth-Oriented Coaching</em> selama 6 – 12 bulan.</span></p>
<p><span> </span></p>
<p><span>HASIL yang didapat setelah proses <em>Coaching</em> yang diberikan selama 6 – 12 bulan tersebut adalah sebagai berikut<span> </span>:</span></p>
<p><span> </span></p>
<ul>
<li><span>Produktifitas meningkat </span><strong><span>53%</span></strong></li>
<li><span lang="DE">Kualitas Kerja meningkat </span><strong><span lang="DE">48%</span></strong></li>
<li><span lang="DE">Kekuatan Organisasi meningkat </span><strong><span lang="DE">48%</span></strong></li>
<li><span lang="DE">Layanan Pelanggan meningkat </span><strong><span lang="DE">39%</span></strong><span lang="DE">, dengan penurunan jumlah keluhan pelanggan sebesar </span><strong><span lang="DE">34%</span></strong></li>
<li><span lang="DE">Meningkatkan hubungan dengan pelanggan sebesar </span><strong><span lang="DE">37%</span></strong></li>
<li><span>Me-<em>retain</em> para eksekutif perusahaan yang mendapatkan Coaching sebesar </span><strong><span>34%</span></strong></li>
<li><span lang="DE">Efektifitas Biaya meningkat </span><strong><span lang="DE">23%</span></strong></li>
<li><span lang="DE">Keuntungan perusahaan meningkat </span><strong><span lang="DE">22%</span></strong></li>
<li><span lang="DE">Hubungan kerja dengan atasan langsung membaik (pendapat dari </span><strong><span lang="DE">77%</span></strong><span lang="DE"> eksekutif)</span></li>
<li><span>Teamwork meningkat </span><strong><span>67%</span></strong></li>
<li><span>Kepuasan Kerja meningkat </span><strong><span>61%</span></strong></li>
<li><span lang="DE">Menurunkan Konflik sebesar </span><strong><span lang="DE">52%</span></strong></li>
<li><span lang="DE">Meningkatkan Komitmen Organisasi sebesar </span><strong><span lang="DE">44%</span></strong></li>
</ul>
<p><strong></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><span lang="DE"> </span></p>
<p><span lang="DE">ANDA tentu MENGINGINKAN sebuah metode yang begitu EFEKTIF dan EFISIEN dalam meningkatkan KINERJA karyawan anda dan perusahaan anda, mengapa ANDA tidak MULAI MENCOBA <em>Coaching</em> dan menciptakan <em>Coaching Culture</em> di dalam perusahaan anda?</span></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/TjiaIrawan/~4/tFcOVFQmsNU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjiairawan.com/bagaimana-coaching-meningkatkan-produktifitas-di-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://tjiairawan.com/bagaimana-coaching-meningkatkan-produktifitas-di-perusahaan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Selamat Datang</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/TjiaIrawan/~3/t1XQS16Xj_8/</link>
		<comments>http://tjiairawan.com/selamat-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 00:41:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjiairawan.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Hai, saya Tjia Irawan, Professional Coach dan Licensed Counselor of NLP™. Saya percaya bahwa KEINGINAN anda untuk meraih impianlah yang menuntun anda mengunjungi website ini. BENAR, karena saya menawarkan kepada anda satu metode yang akan MEMBANTU anda mengalami BREAKTHROUGH dalam area-area kehidupan anda.
Apakah anda pernah mendengar bahwa SUKSES adalah HAK setiap orang ?  Namun, berapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hai, saya <strong>Tjia Irawan</strong>, <em><strong>Professional Coach dan Licensed Counselor of NLP</strong></em>™. Saya percaya bahwa KEINGINAN anda untuk meraih impianlah yang menuntun anda mengunjungi website ini. BENAR, karena saya menawarkan kepada anda satu metode yang akan MEMBANTU anda mengalami BREAKTHROUGH dalam area-area kehidupan anda.</p>
<p>Apakah anda pernah mendengar bahwa SUKSES adalah HAK setiap orang ?  Namun, berapa banyak orang yang benar-benar MAMPU meraih KESUKSESAN dalam area-area kehidupan mereka. COACHING adalah satu teknik dan metode yang MAMPU membantu anda menyusun GOAL dan IMPIAN anda secara jelas dan membantu anda menaklukan mental block yang menghambat anda meraih SUKSES, serta membuat anda seperti memiliki PETA SUKSES dalam kehidupan anda, LUAR BIASA bukan ?</p>
<p>Oleh karena BERGABUNGLAH dengan orang-orang yang telah meraih SUKSES-nya dengan metode COACHING yang saya tawarkan, SEKARANG &#8230;</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/TjiaIrawan/~4/t1XQS16Xj_8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjiairawan.com/selamat-datang/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://tjiairawan.com/selamat-datang/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Creating Coaching Culture</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/TjiaIrawan/~3/ScXUtjkmq7I/</link>
		<comments>http://tjiairawan.com/creating-coaching-culture/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 00:35:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Coaching]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjiairawan.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Ada salah satu cabang olah raga yang begitu fenomenal di  Indonesia , yaitu sepakbola. Namun disebut fenomenal bukan karena prestasi cabang olahraga tersebut di negara ini begitu fenomenal, justru kebalikannya.
Dapatkah ANDA bayangkan dengan potensi jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta jiwa, namun untuk menghasilkan satu tim sepakbola yang sanggup berbicara dikancah dunia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada salah satu cabang olah raga yang begitu fenomenal di  <span class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">Indonesia</span> , yaitu sepakbola. Namun disebut fenomenal bukan karena prestasi cabang olahraga tersebut di negara ini begitu fenomenal, justru kebalikannya.</p>
<p>Dapatkah ANDA bayangkan dengan potensi jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta jiwa, namun untuk menghasilkan satu tim sepakbola yang sanggup berbicara dikancah dunia saja tidak sanggup ?</p>
<p>Apa yang salah ?</p>
<p>Tahukah ANDA hal yang menggelikan buat saya ketika menonton acara pertandingan sepakbola di televisi ?</p>
<p>BENAR … komentar dari para komentatornya. Wuih komentar mereka menurut saya menunjukan mereka adalah para pakar-pakar sepakbola kelas wahid. Lebih luar biasa lagi adalah para penontonnyapun tidak mau kalah, umpatan-umpatan sampai yang bernada sarkastik keluar dari mulut mereka saat menyaksikan tim kesayanganya tidak berhasil memenangkan pertandingan.</p>
<p>Kira-kira apa yang terjadi kalau para komentator dan para penonton tersebut BENAR-BENAR diminta turun ke lapangan dan bermain sebagaimana PEMAIN ? ANDA pasti tahukan jawabannya ?</p>
<p>Saya tidak TAHU apakah ANDA TAHU kalau fenomena yang terjadi di dunia sepakbola di Indonesia tersebut mungkin juga terjadi di perusahaan ANDA ?</p>
<p>Berapa banyak ‘PEMAIN’ dalam perusahaan ANDA ?<br />
Berapa banyak ‘komentator sepakbola’ dalam perusahaan ANDA ? atau<br />
Berapa banyak ‘penonton sepakbola yang suka mengumpat’ dalam perusahaan ANDA ?<br />
Atau dimanakah PERAN ANDA saat ini, apakah sebagai PEMAIN atau jangan-jangan ……. ?</p>
<p>Ha ha ha … lupakanlah ujaran saya itu, ITU tidak PENTING, yang paling PENTING adalah memastikan bahwa perusahaan ANDA memiliki banyak PEMAIN.</p>
<p>Sebenarnya apa yang membedakan antara PEMAIN dengan bukan PEMAIN ? Seorang PEMAIN adalah orang yang DILATIH cara untuk bermain, DIBERIKAN KESEMPATAN untuk bermain, kemudian juga DIEVALUASI permainannya dan DIBERIKAN FEEDBACK. Untuk menciptakan lebih banyak PEMAIN maka PERLU lebih banyak orang yang DILATIH, PERLU lebih banyak orang yang DIBERIKAN KESEMPATAN bermain dan juga DIEVALUASI sehingga orang tersebut MEDAPATKAN FEEDBACK yang pada akhirnya akan meningkatkan performanya sebagai seorang PEMAIN.</p>
<p>Pertanyaanya siapakah yang melatih PEMAIN tersebut, kemudian memberikan kesempatan bermain, mengevaluasi permainannya dan kemudian memberikan feedback sehingga setiap PEMAIN TAHU dan MAMPU meningkatkan segala POTENSI-nya dan memperbaiki segala kelemahannya ? BENAR, sebuah kesebelasan sepakbola PASTI membutuhkan peran seorang COACH.</p>
<p>Kira-kira apa yang akan terjadi apabila sebuah perusahaan mampu menjadikan setiap MANAJER-nya setiap LEADER-nya sebagai seorang COACH dan memilki passion sebagai seorang COACH? Apa yang terjadi kalau ANDA mampu menjadi COACH bagi diri ANDA sendiri?</p>
<p>Ada sebuah kesebelasan sepakbola yang begitu fenomenal beberapa tahun yang lalu diajang piala dunia. Sebelumnya kesebelasan ini adalah kesebelasan yang biasa-biasa saja dan mungkin kesebelasan yang tidak banyak bicara dalam ajang besar seperti piala dunia. Namun, saat ada seseorang yang hadir dan terlibat dalam kesebelasan tersebut maka ceritanya menjadi lain.</p>
<p>Saya tidak akan berpanjang lebar untuk menjawabnya, sambil ANDA terus membaca artikel ini PIKIRKAN apa yang telah terjadi pada kesebelasan Korea Selatan beberapa tahun silam dalam ajang Piala Dunia ketika mereka di COACHING oleh seorang COACH ternama yang bernama Guus Hiddink ?</p>
<p>Menurut ANDA kira-kira apa yang telah dilakukan oleh Guus Hiddink ya ? dan seandainya ANDA TAHU apa yang dilakukan Guus Hiddink dan ANDA MAMPU melakukannya pada perusahaan ANDA bahkan pada diri ANDA sendiri ? Kira-kira HASIL apa yang akan ANDA dapatkan ? Bukankah ANDA semakin TAHU jawabannya SEKARANG ? Tunggu apa lagi, LAKUKAN SEKARANG APA YANG ANDA TAHU …</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/TjiaIrawan/~4/ScXUtjkmq7I" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjiairawan.com/creating-coaching-culture/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://tjiairawan.com/creating-coaching-culture/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>The Power of PACING-LEADING</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/TjiaIrawan/~3/UI3LawpDHmE/</link>
		<comments>http://tjiairawan.com/the-power-of-pacing-leading/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 00:33:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjiairawan.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Ketika pertama kali saya mengenal dan mempelajari NLP di tahun 2002 ada satu teknik yang menjadi favorit saya. Ya benar sesuai dengan judul tulisan ini teknik itu adalah PACING – LEADING. Dan tahukah anda, mengapa saya begitu menyukai teknik ini ? mungkin saya berpikir dengan teknik ini saya mampu membuat orang lain mengikuti kehendak dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika pertama kali saya mengenal dan mempelajari NLP di tahun 2002 ada satu teknik yang menjadi favorit saya. Ya benar sesuai dengan judul tulisan ini teknik itu adalah PACING – LEADING. Dan tahukah anda, mengapa saya begitu menyukai teknik ini ? mungkin saya berpikir dengan teknik ini saya mampu membuat orang lain mengikuti kehendak dan kemauan saya.</p>
<p>Memang ketika pertama kali memulai mencoba dan mempraktekan teknik ini ternyata saya menemukan bahwa teknik ini tidak sesederhana teorinya. Saya masih ingat kata Trainer NLP saya waktu itu bahwa untuk mem-PACING seseorang saya perlu me-MATCHING orang tersebut, saat melakukan rasanya aneh sekali. Saya berpikir gerak tubuh orang kok disama-samakan seperti orang kurang kerjaan saja.</p>
<p>Dan seiring perjalanan, sayapun semakin fasih menggunakan teknik tersebut. Di kantor, dalam meeting saya menggunakan teknik ini membuat atasan, rekan kerja bahkan ‘kompetitor’ akhirnya dengan suka rela menerima ide – ide saya dan menjalankannya. Anda tentu dapat membayangkan betapa senangnya saya waktu itu.</p>
<p>Namun ada hal yang LEBIH menarik dan apakah anda TAHU, seandainya anda TAHU rahasia dari teknik ini dan menggunakannya dalam hidup anda pribadi, maka akan mengeluarkan POWER yang anda miliki. Bukankah saat anda terus membaca tulisan ini, membuat anda semakin menyadari, bahwa teknik ini juga dapat anda terapkan ke DALAM DIRI anda sendiri dan saat anda menerapkan ke DALAM DIRI anda, anda mampu me-LEADING bagian – bagian yang selama ini menghambat anda mencapai sukses.</p>
<p>Bayangkan, saat anda MENYADARI dan TAHU ada bagian dari DIRI anda yang mensabotase DIRI anda sendiri untuk mencapai sukses, maka anda TAHU bagaimana anda PERLU mem-PACING bagian yang mensabotase tersebut sehingga bagian dari diri anda tersebut dapat anda LEADING untuk mencapai OUTCOME yang anda butuhkan.</p>
<p>Bukan kebelulan tingkatan sertifikasi pertama dalam NLP adalah Certified NLP Practioner. Bukankah arti dan makna dari kata Practioner adalah orang – orang yang melakukan atau mempraktekan teori yang dipelajarinya ? SEKARANG bagaimana cara ANDA mem-PRAKTEK-an apa yang anda ketahui tersebut ?, tentunya pertama adalah kepada DIRI anda SENDIRI, benar ?.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/TjiaIrawan/~4/UI3LawpDHmE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjiairawan.com/the-power-of-pacing-leading/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://tjiairawan.com/the-power-of-pacing-leading/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Anda Tahu SMURF?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/TjiaIrawan/~3/9mL5vK9mMYM/</link>
		<comments>http://tjiairawan.com/anda-tahu-smurf/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 23:57:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Coaching]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tjiairawan.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anda pernah melihat iklan dari salah satu merek dari telepon selular atau handphone di televisi ? Pertanyaan bodoh, pastilah pernah, dan ada begitu banyak iklan telepon selular di televisi, iklan yang mana yang dimaksud ?
Kalau saya katakan iklan yang bunyinya ‘I +  + the Rain’ atau ‘I +  + Music’ Anda mengertikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah anda pernah melihat iklan dari salah satu merek dari telepon selular atau handphone di televisi ? Pertanyaan bodoh, pastilah pernah, dan ada begitu banyak iklan telepon selular di televisi, iklan yang mana yang dimaksud ?</p>
<p>Kalau saya katakan iklan yang bunyinya ‘I +  + the Rain’ atau ‘I +  + Music’ Anda mengertikan maksud saya ?</p>
<p>Benar iklan telepon selular bermerek ‘SE’ yang menjadi favorit saya karena memiliki fitur musik yang menurut saya paling lengkap dibanding merek lain saat ini.</p>
<p>Saat anda membaca iklan telepon selular tersebut, apa yang timbul dalam benak anda ?</p>
<p>Saat saya membaca iklan tersebut yang bertuliskan ‘I + + Music’ pikiran saya menterjemahkan dengan kata love, jadi ketika saya membacanya maka dalam pikiran saya tertulis ‘I love Music’.</p>
<p>Pertanyaannya adalah apakah  tersebut artinya love ?</p>
<p>Apakah bagi orang lain selain saya artinya akan sama ? bahwa  adalah love ?</p>
<p>Dulu saya senang sekali membaca komik anak - anak yang berjudul SMURF ?</p>
<p>Anda pernah membacanya juga ? Apa yang menarik ?</p>
<p>Bagi yang pernah membacanya tentu tahu bahwa dalam komik tersebut menceritakan cerita di negeri SMURF dan bagian - bagian tertentu dalam kalimat - kalimat yang digunakan dalam oleh tokoh - tokoh SMURF diganti dengan kata SMURF.</p>
<p>Bagi anda yang belum pernah membacanya sebaiknya anda pura - pura tahu saja supaya tidak bingung … ha ha ha</p>
<p>Aduh jangan begitu dong … saya belum pernah baca SMURF nih … oke … oke … saya akan perlihatkan contoh tulisan SMURF yang saat anda membacanya cobalah anda cermati perkataan apa yang anda dengar dalam benak anda.</p>
<p>Kurang lebih kata - katanya adalah seperti ini. ‘Hai SMURF mari kira<br />
men-SMURF-SMURF-kan pelajaran ini, supaya para SMURF mampu melakukan SMURF’</p>
<p>Saya ulangi sekali lagi, coba cermati apa yang terjadi dalam benak anda ketika membaca tulisan ini ‘Hai SMURF mari kira men-SMURF-SMURF-kan pelajaran ini, supaya para SMURF mampu melakukan SMURF’</p>
<p>Nah sekarang apa arti kata SMURF yang terlihat atau terdengar dalam benak anda ?</p>
<p>Apa yang anda rasakan ?</p>
<p>Tambah bingung ? Untunglah kalau kita membaca komik SMURF ada gambar yang bercerita, sehingga kata SMURF itu lebih ada maknanya, walaupun mungkin setiap pembaca akan memaknainya secara berbeda-beda.</p>
<p>Nah, menurut saya, Iklan telepon selular ‘SE’ tersebut telah memprovokasi pikiran setiap pembacanya, sehingga setiap pembaca mampu memiliki makna pribadi saat menterjemahkan dalam kalimat iklan yang dibacanya.</p>
<p>Dan karena para pembacanya menemukan makna pribadinya sendiri dan bukan hasil doktrin dari pembuat iklan, maka iklan tersebut akan tertanam lebih dalam di dalam ingatan pembaca iklan tersebut. Luar biasa bukan ?</p>
<p>Kalau seorang terapis/coach dalam melakukan proses terapi/coaching mampu membantu kliennya menemukan makna hidupnya sendiri dan bukannya melakukan proses doktrinisasi ini dan itu kepada klien, Apakah anda dapat membayangkan hasilnya ? It’s very powerful (ti)</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Image Smurf dalam artikel ini berasal dari http://sodahead.com</p>
<p>sumber : wikipedia Bahasa Indonesia</p>
<p>Smurf (bahasa Perancis: Les Schtroumpfs) adalah nama seri komik dan juga nama suku fiktif berkulit biru dan berukuran kecil yang diciptakan penulis Belgia, Peyo. Para Smurf dikisahkan hidup si sebuah hutan di Eropa. Mereka pertama kali muncul di komik Johan dan Pirlouit dan akhirnya menjadi komik sendiri setelah itu.</p>
<p>Ciri khas dari komik ini adalah penggantian salah satu kata dari sebuah kalimat dengan kata &#8220;smurf&#8221;, terutama dalam dialog karakternya.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/TjiaIrawan/~4/9mL5vK9mMYM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tjiairawan.com/anda-tahu-smurf/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://tjiairawan.com/anda-tahu-smurf/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
