<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>tentang mengingat tuhan</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Afriyan)</managingEditor><pubDate>Fri, 4 Oct 2024 19:20:32 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">109</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://kali-cinta.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Mengasihi Alam,Mengasihi Tuhan Yang Maha Pengasih.</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/09/mengasihi-alammengasihi-tuhan-yang-maha.html</link><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Tue, 8 Sep 2009 00:07:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-8454569998852353749</guid><description>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alam adalah kata ganti untuk Tuhan Yang Maha Pengasih. Tuhan menciptakan langit, bumi, dan manusia. Tuhanlah yang mengedarkan surya dan rembulan, menghidupkan laksa mahluk dan benda, yang semuanya berlangsung dengan begitu wajar dan alami! Tiada keakuan, tiada ikatan batin, tiada pamrih dan kemunafikan, bahkan tidak meninggalkan bekas-jejak apapun! Tuhan Yang Maha Pengasih adalah Sang Penguasa langit, bumi, manusia, dan laksa mahluk. Sekalipun menjadi Empunya alam semesta, namun Tuhan tidak dominatif! Alam semesta beserta segala bentuk kehidupan tetap berjalan secara wajar dan alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata kita dapat melihat, telinga mendengar, hidung membaui, lidah mengecap, mulut berbicara, tangan dan kaki bekerja dengan baik, badan merasakan panas-dingin, otak berpikir, jantung berdetak, lambung mencerna, darah bersirkulasi, lever menetralisir racun, dan sebagainya, semua ini tampak begitu alamiah, seolah tidak ada yang mengatur. Namun di balik ini semua, Tuhanlah yang bekerja! Sungguh agung dan luar biasa. Inilah manifestasi kebesaran kasih dan rahmat Tuhan yang tak terhingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmat kasih Tuhan yang tak terhingga berpancar dan terukir jelas dalam alam semeseta Tuhan tidak berwujud rupa, tak terlihat, tak tersentuh, tak bersuara, tak terdengar, tak beraroma, tak terbaui, serta melampaui batas pikiran, pengetahuan, dan imajinasi. Namun melalui karya-Nya: surya, rembulan, bintang, gunung, laut, sungai, hingga ke sekuntum bunga, rumput, pohon, pasir, batu dan sebagainya, Tuhan menunjukkan kemaha-beradaan-Nya. Dimana pun kita berada, sekalipun di ujung langit atau di dasar laut, dipuncak gunung atau di tepi pantai, di padang pasir atau di padang rumput, di atas bumi atau di ruang angkasa, di sudut mana pun dalam semesta raya ini, kita tetap berada dalam rangkulan Tuhan, Sang Maha Pengasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita menerima siraman cahaya surya dan rembulan, mreasakan hembusan angin, keteduhan awan dan rintikan hujan; atau di kala kita menikmati seseuap demi sesuap nasi, sayuran segar, palawija, buah-buahan dan rempah-rempah; atau di kala kita menghirup udara yang sejuk dan meneguk air segar, teh, kopi, jus, atau madu, pernahkah kita menyadari betapa semua ini adalah karunia-Nya? Umumnya kita menganggap semua kejadian ini sebagai sebuah kewajaran, namun di balik kewajaran inilah, tersimpan kasih dan perhatian Tuhan yang tak berkesudahan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit biru yang luas tanpa batas, gumpalan awan dengan sejuta bentuk, sinar fajar yang penuh gairah, pelangi yang indah, kilauan senja yang lembut, dan bintang yang gemerlap di malam hari, adalah curahan kasih Tuhan terhadap kita. Bunyi riak air, rinikan hujan, desiran angin, kicauan burung, kokok ayam, adalah bisikan kasih dan sapaan-Nya yang lembut kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita menatap langit, bumi, manusia, dan laksa mahluk, atau kala kita melihat matahari, bulan, bintang, gunung, laut, sungai, atau hanya sekuntum bunga, rumput, pohon, pasir, batu, dan lainnya, kita dapat merasakan betapa Tuhan maha berada, Tuhan menyertaiku senantiasa. Tuhan ada disekitarku. Tuhan ada dalm hatiku. Aku tidak epi, aku tidak sendirian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin yang sepoi-sepoi membelai wajah, bunga harum semerbak, air yang segar, buah yang manis, sayur yang lezat, rasa nyaman di kedua kaki yang terendam di air sungai yang dingin, udara gunung yang segar... adalah siraman kasih sayang Tuhan yang penuh kehangatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unggas yang terbang di angkasa, hewan yang berlarian di daratan, maupun ikan yang hidup dalam air adalah sebuah uraian dan ungkapan Tuhan yang sempurna tentang kemuliaan, kesamarataan, dan keagungan hidup semua mahluk. Mereka adalah saudara-saudara kita, sehingga pada hakekatnya, kita sama sekali tidak kesepian dalam perjalanan hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbaring di padang rumput, bersantai di bawah pohon rindang, mendaki ke puncak gunung, bermain air di pinggir sungai, atau berenang di laut, di manapun kita menginjakkan kaki, kita tetap berada dalam pelukan kasih sayang Tuhan. Bukankah kita sungguh bahagia dan diberkati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergelegarnya halilintar, suara hujan lebat, dan gemuruh angin yang kuat, gelombang ombak yang mencekam, adalah suara Tuhan yang terus memanggil kita untuk cepat sadar, bangkit dari kesesatan, dan bertobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengasihi alam membuat kita menjadi semakin mengasihi Tuhan, Tuhan Yang Maha Pengasih. Sebab melalui alam dengan segala aspeknya, kita dapat merasakan rahmat, budi, dan kasih Tuhan yang tiada tara! Kita dapat merasakan betapa Tuhan senantiasa ada dalam hatiku dan menyertai hidupku. Dan alangkah indah, berlimpah, dan bahagianya hidup ini, sebab begitu banyak saudara alam yang menemani perjalanan hidupku. Akhir kata, kita dapat menyimpulkan bahwa memahami alam membuat kita memahami kehidupan kita sendiri. Memahami alam akan membuat kita mamahami Nurani. Lebih lanjut membuat kita memahami pribadi Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Ternyata, Tuhan, alam dan kita adalah satu kesatuan yang bulat! Sebab itu, mengasihi alam berarti mengasihi, menghormati, dan bersyukur pada langit, bumi, manusia, dan laksa benda lainnya. Mengasihi alam adalah menghormati dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Keutamaan dan Kekeramatan Bulan Suci Ramadhan</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/09/keutamaan-dan-kekeramatan-bulan-suci.html</link><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Sun, 6 Sep 2009 12:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-3821016652896289210</guid><description>Bulan Ramadhan adalah bulan keramat bagi Umat Islam dan Bangsa Indonesia serta bagi Seluruh Umat Manusia di dunia. Bagaimana tidak, bahwa di Bulan Ramadhan itulah ada sebuah malam yang mana jika kita melakukan ibadah maka nilai pahalanya sama dengan beribadah seribu bulan, itulah Malam Lailatul Qadar. Di bulan Ramadhan pula (17 Ramadhan), kitab suci AL Qur’an diturunkan kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW, sebagai petunjuk dan rahmat bagi seluruh alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa adalah ibadah wajib di Bulan Ramadhan bagi umat Islam. Dengan berpuasa maka akan mengekang hawa nafsu, dengan mengekang nafsu maka menambah pahala dan mengurangi dosa sebab inilah bulan jihad akbar Umat Islam. Jihad akbar adalah jihad melawan hawa nafsunya. Jihad melawan hawa nafsu lebih utama ketimbang berperang melawan orang kafir. Bulan ini pula bulan pengampunan bagi dosa-dosa manusia (bagi mereka yang serius memohon ampunan-Nya) untuk menuju gerbang Idul Fitri (gerbang kesucian diri). Pahala amalan di bulan ini dilipat gandakan dan dosa-dosa dihapuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan Ramadhan pula Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, yakni pada 9 Ramadhan 1365 H. Di bulan Ramadhan pula seluruh umat manusia di dunia mendapatkan berkah luar biasa. Mereka-mereka, para pedagang baik Muslim dan non Muslim, yang menjajakan makanan buka puasa maupun pakaian menyambut lebaran (Idul Fitri) selalu laku keras dan meraup keuntungan luar biasa. Itulah keramatnya bulan Ramadhan. Berkah Ramadhan untuk semuanya. Itulah Rahmatan Lil’alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>LAHIRNYA KAIDAH FIKIH</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/09/lahirnya-kaidah-fikih.html</link><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Sun, 6 Sep 2009 11:56:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-7378830775127668906</guid><description>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dulu, para mujtahid menggali hukum Islam dari sumber aslinya, al-Qur’an dan Hadis, lalu meramunya dengan usul fikih sehingga menjadi butiran-butiran hukum furû’ yang sudah matang. Hasil racikan mereka menjadi rujukan generasi selanjutnya dalam memutuskan berbagai persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum-hukum furû’iyah (cabang) yang telah dicetuskan oleh para mujtahid ini sudah bercabang sedemikian rupa dan bertebaran di dalam karya-karya ulama dengan klasifikasi yang disesuaikan dengan tatanan masyarakat, mulai dari fikih yang berkenaan dengan hukum ibadah, transaksi, pernikahan sampai hukum pidana. Kajian fikih menjadi begitu tebal dan menguras usia untuk bisa menamatkan seluruh referensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Yasin bin Isa al-Fadani menyatakan, jika kita hanya mempelajari hukum-hukum yang sudah matang dalam kitab-kitab fikih, maka berapa waktu yang kita butuhkan, berapa lama kita bisa bertahan, berapa kitab yang harus kita hafal, dan seberapa kuat memori otak mampu menampungnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, solusi untuk bisa memecahkan persoalan ini perlu dimunculkan, agar generasi selanjutnya tidak menerima kegamangan itu. Salah satu solusi tersebut adalah mengetahui subtansi dan titik temu dari berbagai hukum yang sudah matang. Bila subtansi sudah kena, maka setidaknya hal itu bisa menjadi bekal dalam mengkorelasikan satu persolan ke dalam persoalan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai hal ini, ulama fikih pasca mujtahidin membuat rumusan-rumusan tertentu yang kemudian dikenal dengan istilah kaidah fikih. Beragam persoalan furû dalam fikih yang tak terhitung jumlahnya dapat disatukan dalam sebuah formulasi melalui titik temu illat. Kesamaan illat itu diketahui melalui hasil penelitian dari nash yang menjadi prinsip syariat. Al-Qarafi mengatakan, “Barangsiapa yang menguasai ilmu fikih disertai kaidah-kaidahnya, maka ia tidak perlu lagi untuk menghafal hukum-hukum juz’i (parsial). Sebab, semuanya telah terangkum dalam kaidah-kaidah kulli (umum)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, rumusan-rumusan itu telah dilakukan secara acak sejak periode awal era mujtahidin. Para mujtahid menyisipkan prinsip-prinsip pokok dari berbagai hukum yang sudah matang dalam fikih yang mereka karang. Penyisipan-penyisipan itulah yang nantinya menjadi cikal bakal munculnya ilmu kaidah fikih. Rumusan-rumusan yang masih acak itu dapat kita jumpai, misalnya, dalam kitab al-Umm karya Imam asy-Syafi’i (150-204 H.) dan al-Kharraj karya Abu Yusuf dari kalangan Hanafiyah (113-182 H.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar contoh, dalam kitab al-Umm Imam asy-Syafi’i menyatakan bahwa keringanan (rukhshah) hanya berlaku sesuai petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Setelah itu, beliau menyisipkan filosofi hukum, “Diperbolehkan dalam kondisi darurat sesuatu yang tidak diperbolehkan dalam kondisi normal.”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab al-Kharraj Abu Yusuf menulis prinsip kepemimpinan dengan bunyi, “Kebijakan seorang pemimpin atas kepentingan rakyat harus berdasarkan kemaslahatan.” Filosofi itu direkomendasikan kepada Khalifah Harun ar-Rasyid dengan bunyi, “Seorang pemimpin tidak diperbolehkan memungut sesuatu apapun dari tangan orang lain, kecuali dengan pertimbangan yang benar dan baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan-rumusan filosofis yang belum terangkum itu, mulai diperhatikan dan dirangkum pada Abad Keempat Hijriah. Konon, yang mula-mula melakukan hal itu adalah seorang ulama Hanafiyah, Abu Thahir ad-Dabbas (w.340). Ia adalah seorang ulama masyhur yang konon buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Harawi, salah satu ulama mazhab Syafi’i, bercerita bahwa ad-Dabbas berupaya merangkum dan menghafal beragam persoalan dalam mazhab Hanafi ke dalam 17 kaidah. Setiap malam ad-Dabbas menghafal kaidah tersebut di sebuah masjid. Rupanya, aktivitas ad-Dabbas ini didengar oleh beberapa ulama Hanafiyah di kota Harrah (Khurasan/Afghanistan), sehingga mereka mengutus salah seorang dari mereka untuk membuktikan kabar itu sekaligus mempelajari kaidah ad-Dabbas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu malam, utusan tersebut berangkat ke masjid yang biasa ditempati ad-Dabbas dan bercampur baur dengan jamaah yang lain. Setelah para jamaah meninggalkan masjid dan masjid sudah sepi, ad-Dabbas mengunci pintu setelah menyelesaikan zikirnya. Utusan tersebut memperhatikan ad-Dabbas dan secara diam-diam ia duduk di tikar tempat duduk ad-Dabbas. Ad-Dabbas tidak menyadari hal itu, karena memang beliau tidak dapat melihat (buta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah keadaan betul-betul sepi, Ad-Dabbas mulai menghafalkan kaidah-kaidahnya. Ia tidak menyadari bahwa ada orang yang menyadap apa yang ia katakan. Sang utusan menguping, mendengarkan dan berusaha untuk menghafal setiap kaidah-kaidah yang keluar dari bibir ad-Dabbas. Sayangnya, saat ad-Dabbas sampai pada bacaan kaidah ketujuh, utusan tadi batuk karena tenggorokannya sangat gatal. Seketika, ad-Dabbas menghentikan hafalannya dan secara reflek memukul orang itu dan mengusirnya dari masjid. Setelah kejadian itu, ad-Dabbas tidak pernah lagi melakukan aktivitas tersebut. Walaupun demikian, bagi sang utusan, ketujuh kaidah yang telah didapatnya cukup bisa menggembirakan sahabat-sahabatnya yang penasaran akan kaidah ad-Dabbas. Pada akhirnya, kaidah-kaidah ad-Dabbas dapat dibukukan oleh sahabat karibnya, Abul Hasan al-Karkhi (w.340 H.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumusan prinsip-prinsip dasar fikih yang dilakukan oleh kalangan mazhab Hanafi ini, rupanya didengar oleh ulama-ulama mazhab Syafi’i. Termotivasi dari itu, Qadhi Husain (w.462 H.) mencoba untuk merumuskan hukum-hukum dalam mazhab Syafi’i, ke dalam empat kaidah dasar, yaitu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Keyakinan tidak bisa dihilangkan karena keraguan,&lt;br /&gt;   2. [kondisi] sulit menyebabkan hukum menjadi mudah,&lt;br /&gt;   3. Kemudaratan harus dihilangkan, dan&lt;br /&gt;   4. Adat/kebiasaan bisa menjadi rujukan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancingan Qadhi Husain ini menarik motivasi generasi selanjutnya, sehingga banyak bermunculan kitab-kitab kaidah fikih dalam mazhab Syafi’i. Bahkan, pada periode mutaakhirin, keempat kaidah di atas dilengkapi menjadi lima dengan ditambah kaidah al-Umûr bil-Maqâshid (segala hal tergantung niatnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat kaidah Qadhi Husain ini mengalami pengembangan dan perubahan redaksional. Salah satu ulama yang dianggap berperan dalam pengembangan dan perubahan redaksional tersebut adalah Imam as-Suyuthi melalui karya monumentalnya al-Asybâh wan-Nazhâ’ir. Melalui kitab ini, Imam as-Suyuthi banyak berjasa mewariskan ilmu kaidah fikih terhadap pakar-pakar ilmu keislaman pada masa berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari beberapa sumber)&lt;br /&gt;Tulisan Terkait Lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Nasehat Rasulullah SAW menyambut bulan Ramadhan (Hari Ke-15)&lt;br /&gt;    * Kufur Akibat Meremehkan Waliyullah&lt;br /&gt;    * Isra Mi’raj, Teori Einstein &amp; Kebenaran Firman Allah Swt&lt;br /&gt;    * SEJARAH KOMUNITAS YAHUDI DI INDONESIA&lt;br /&gt;    * Nasehat Rasulullah Menyambut Bulan Ramadhan (Hari Ke-4)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ganesa</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/08/ganesa_4770.html</link><category>Ganesa</category><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Tue, 11 Aug 2009 08:24:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-1283281980032028350</guid><description>&lt;p&gt;Ganesa (Sanskerta गणेश ; ganeṣa}  adalah salah satu dewa terkenal dalam&lt;br /&gt;agama Hindu dan banyak dipuja oleh umat Hindu, yang memiliki gelar sebagai Dewa pengetahuan dan kecerdasan, Dewa pelindung, Dewa penolak bala/bencana dan Dewa kebijaksanaan. Lukisan dan patungnya banyak ditemukan di berbagai penjuru India; termasuk Nepal, Tibet dan Asia Tenggara. Dalam relief, patung dan lukisan, ia sering digambarkan berkepala gajah, berlengan empat dan berbadan gemuk. Ia dikenal pula dengan nama Ganapati, Winayaka dan Pilleyar. Dalam tradisi pewayangan, ia disebut Bhatara Gana, dan dianggap merupakan salah satu putera Bhatara Guru (Siwa). Berbagai sekte dalam agama Hindu memujanya tanpa mempedulikan golongan. Pemujaan terhadap Ganesa amat luas hingga menjalar ke umat Jaina, Buddha, dan di luar India.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ia dikenal memiliki banyak atribut, kepalanya yang berbentuk gajah membuatnya mudah untuk dikenali. Ganesa mahsyur sebagai "Pengusir segala rintangan" dan lebih umum dikenal sebagai "Dewa saat memulai pekerjaan" dan "Dewa segala rintangan" (Wignesa, Wigneswara), "Pelindung seni dan ilmu pengetahuan", dan "Dewa kecerdasan dan kebijaksanaan". Ia dihormati saat memulai suatu upacara dan dipanggil sebagai pelindung/pemantau tulisan saat keperluan menulis dalam upacara.[2] Beberapa kitab mengandung anekdot mistis yang dihubungkan dengan kelahirannya dan menjelaskan ciri-cirinya yang tertentu.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ganesa muncul sebagai dewa tertentu dengan wujud yang khas pada abad ke-4 sampai abad ke-5 Masehi, selama periode Gupta, meskipun ia mewarisi sifat-sifat pelopornya pada zaman Weda dan pra-Weda.[3] Ketenarannya naik dengan cepat, dan ia dimasukkan di antara lima dewa utama dalam ajaran Smarta (sebuah denominasi Hindu) pada abad ke-9. Sekte para pemujanya yang disebut Ganapatya, (Sanskerta: गाणपत्य; gāṇapatya), yang menganggap Ganesa sebagai dewa yang utama, muncul selama periode itu.[4] Kitab utama yang didedikasikan untuk Ganesa adalah Ganesapurana, Mudgalapurana, dan Ganapati Atharwashirsa.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>SAYANGNYA ALLAH PADA WANITA</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/08/sayangnya-allah-pada-wanita_11.html</link><category>SAYANGNYA ALLAH PADA WANITA</category><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Tue, 11 Aug 2009 08:22:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-897108243640274704</guid><description>Baguslah kalau kita sudah tahu akan perkara ini sekurang-kurangnya kita tidak cepat melenting jika berlaku apa-apa isu antara kaum ADAM dan HAWA dan saya juga ingin tambah iaitu betapa beratnya menjadi seorang lelaki, diantaranya adalah seperti berikut:-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1- lelaki bujang kena tanggung dosa sendiri apabila sudah baligh manakala dosa gadis bujang ditanggung oleh bapanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2- lelaki berkahwin kena tanggung dosa sendiri, dosa isteri, dosa anak perempuan yang belum berkahwin dan dosa anak lelaki yang belum baligh. BERATKAN ! 3- Hukum menjelaskan anak lelaki kena bertanggungjawab ke atas ibunya dan sekiranya dia tidak menjalankan tanggungjawabnya maka dosa baginya terutama anak lelaki yang tua, menakala perempuan tidak, perempuan hanya perlu taat kepada suaminya. Isteri berbuat baik pahala dapat kepadanya kalau buat tak baik dosanya ditanggung oleh suaminya. BERATKAN ! 4- Suami kena bagi nafkah pada isteri, ini wajib tapi isteri tidak. Walaupun begitu isteri boleh membantu. Haram bagi suami bertanya pendapatan isteri lebih-lebih lagi menggunakan pendapatan isteri tanpa izin ini. Banyak lagi lelaki lebih-lebih lagi yang bergelar suami perlu tanggung. Kalau nak di bayangkan beratnya dosa-dosa yang ditanggungnya seperti gunung dengan semut. Itu sebab nya mengikut kajian nyawa orang perempuan lebih panjang daripada lelaki. Lelaki mati cepat kerana tak larat dengan beratnya dosa-dosa yang ditanggung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi orang lelaki ada keistimewaannya yang dianugerah oleh Allah SWT. Ini orang lelaki kena tahu, kalau tak tahu kena jadi perempuan. Begitulah kira-kiranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita~&lt;br /&gt;1- Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki.&lt;br /&gt;2- Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mahu keluar rumah Tetapi tidak sebaliknya.&lt;br /&gt;3- Wanita saksinya kurang berbanding lelaki.&lt;br /&gt;4- Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki.&lt;br /&gt;5- Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.&lt;br /&gt;6- Wanita wajib taat kpd suaminya tetapi suami tak perlu taat pd isterinya. 7- Talak terletak di tgn suami dan bukan isteri. 8- Wanita kurang dlm beribadat kerana masalah haid dan nifas yg tak ada pada lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita lihat sebaliknya?? Benda yg mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat yg tersorok dan selamat. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar bersepah sepah bukan? itulah bandingannya dgn seorg wanita. Wanita perlu taat kpd suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapanya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?? wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik peribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima pusaka perlu menggunakan hartanya utk menyara isteri dan anak anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala haiwan, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di mukabumi ini, dan matinya jika kerana melahirkan adalah syahid kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala dosanya diampun ALLAH (dosa kecil). Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita ini: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 org lelaki ini: suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui mana mana pintu syurga yg disukainya cukup dgn 4 syarat shj:&lt;br /&gt;Sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya. (betulkan jika saya tersilap).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorg lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala orang pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata. MasyaALLAH... Sayangnya ALLAH Pada Wanita ....kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>HAJI</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/08/jenis-jenis-haji-haji-tamattu-yaitu.html</link><category>HAJI</category><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Thu, 6 Aug 2009 02:04:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-6254193235997083503</guid><description>Jenis-jenis Haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Tamattu' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu memakai ihram dari mikat dengan niat umrah pada musim haji, setelah tahallul, memakai ihram lagi dengan niat haji pada hari Tarawiah (8 Zulhijah). Bagi yang melaksanakan haji tamattu diwajibkan membayar dam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Qiran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memakai ihram dengan niat umrah dan haji sekaligus, sampai selesai melontar jumrah Aqabah dan diikuti dengan bercukur atau memotong rambut tanpa tahallul setelah selesai umrah. Bagi yang melaksanakan haji Qiran diwajibkan membayar dam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Ifrad &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu memakai ihram dari mikat dengan niat haji saja, kemudian tetap dalam keadaan ihram sampai selesai haji (hari raya kurban). Yang melaksanakan haji ifrad tidak diharuskan membayar dam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manasik Umrah &lt;br /&gt;Umrah disebut Hajjul Ashghar (Haji Kecil), Kata ini berasal dari kata i`timaar (kata berimbuhan). Cara melaksanakannya; Orang yang hendak umrah melakukan ihram dari mikat, kemudian melaksanakan tawaf qudum, lalu sai dan tahallul dengan mencukur atau menggunting rambut. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>ZAKAT</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/08/zakat.html</link><category>ZAKAT</category><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Mon, 3 Aug 2009 10:12:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-908463919167081515</guid><description>Pengertian Zakat Dan Perbedaannya Dengan Infaq dan Shadaqah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Makna Zakat&lt;br /&gt;      Secara Bahasa (lughat), berarti : tumbuh; berkembang dan berkah (HR. At-Tirmidzi) atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan (QS. At-Taubah : 10). Seorang yang membayar zakat karena keimanannya nicaya akan memperoleh kebaikan yang banyak. Allah SWT berfirman : "Pungutlah zakat dari sebagian kekayaan mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.". (QS : At-Taubah : 103).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sedangkan menurut terminologi syari'ah (istilah syara'), zakat berarti kewajiban atas harta atau kewajiban atas sejumlah harta tertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sementara pengertian infaq adalah mengeluarkan harta yang mencakup zakat dan non zakat. Infaq ada yang wajib dan ada yang sunnah. Infaq wajib diantaranya zakat, kafarat, nadzar, dll. Infak sunnah diantara nya, infak kepada fakir miskin sesama muslim, infak bencana alam, infak kemanusiaan, dll. Terkait dengan infak ini Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim ada malaikat yang senantiasa berdo'a setiap pagi dan sore : "Ya Allah SWT berilah orang yang berinfak, gantinya. Dan berkata yang lain : "Ya Allah jadikanlah orang yang menahan infak, kehancuran".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Adapun Shadaqoh dapat bermakna infak, zakat dan kabaikan non materi. Dalam hadits Rasulullah SAW memberi jawaban kepada orang-orang miskin yang cemburu terhadap orang kaya yang banyak bershadaqoh dengan hartanya, beliau bersabda : "Setiap tasbih adalah shadaqoh, setiap takbir shadaqoh, setiap tahmid shadaqoh, setiap tahlil shadaqoh, amar ma'ruf shadaqoh, nahi munkar shadaqoh dan menyalurkan syahwatnya pada istri shadaqoh". Dan shadaqoh adalah ungkapan kejujuran ( shiddiq ) iman seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Selain itu, ada istilah shadaqah dan infaq, sebagian ulama fiqh, mengatakan bahwa sadaqah wajib dinamakan zakat, sedang sadaqah sunnah dinamakan infaq. Sebagian yang lain mengatakan infaq wajib dinamakan zakat, sedangkan infaq sunnah dinamakan shadaqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      HIKMAH ZAKAT&lt;br /&gt;         1. Menghindari kesenjangan sosial antara aghniya dan dhu'afa.&lt;br /&gt;         2. Pilar amal jama'i antara aghniya dengan para mujahid dan da'i yang berjuang dan berda'wah dalam rangka meninggikan kalimat Allah SWT.&lt;br /&gt;         3. Membersihkan dan mengikis akhlak yang buruk&lt;br /&gt;         4. Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat.&lt;br /&gt;         5. Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan&lt;br /&gt;         6. Untuk pengembangan potensi ummat&lt;br /&gt;         7. Dukungan moral kepada orang yang baru masuk Islam&lt;br /&gt;         8. Menambah pendapatan negara untuk proyek-proyek yang berguna bagi ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Selain itu juga, zakat merupakan ibadah yang memiliki nilai dimensi ganda, trasendental dan horizontal. Oleh sebab itu zakat memiliki banyak arti dalam kehidupan ummat manusia, terutama Islam. Zakat memiliki banyak hikmah, baik yang berkaitan dengan Allah SWT maupun hubungan sosial kemasyarakatan di antara manusia, antara lain&lt;br /&gt;         1. Menolong, membantu, membina dan membangun kaum dhuafa yang lemah papa dengan materi sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. Dengan kondisi tersebut mereka akan mampu melaksanakan kewajibannya terhadap Allah SWT&lt;br /&gt;         2. Memberantas penyakit iri hati, rasa benci dan dengki dari diri orang-orang di sekitarnya berkehidupan cukup, apalagi mewah. Sedang ia sendiri tak memiliki apa-apa dan tidak ada uluran tangan dari mereka (orang kaya) kepadanya.&lt;br /&gt;         3. Menjadi unsur penting dalam mewujudakan keseimbanagn dalam distribusi harta (sosial distribution), dan keseimbangan tanggungjawab individu dalam masyarakat&lt;br /&gt;         4. Dapat menunjang terwujudnya sistem kemasyarakatan Islam yang berdiri atas prinsip-prinsip: Ummatn Wahidan (umat yang satu), Musawah (persamaan derajat, dan dan kewajiban), Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) dan Takaful Ijti'ma (tanggung jawab bersama)&lt;br /&gt;         5. Dapat mensucikan diri (pribadi) dari kotoran dosa, emurnikan jiwa (menumbuhkan akhlaq mulia menjadi murah hati, peka terhadap rasa kemanusiaan) dan mengikis sifat bakhil (kikir) serta serakah. Dengan begitu akhirnya suasana ketenangan bathin karena terbebas dari tuntutan Allah SWT dan kewajiban kemasyarakatan, akan selalu melingkupi hati.&lt;br /&gt;         6. Zakat adalah ibadah maaliyah yang mempunyai dimensi dan fungsi sosial ekonomi atau pemerataan karunia Allah SWT dan juga merupakan perwujudan solidaritas sosial, pernyataan rasa kemanusian dan keadilan, pembuktian persaudaraan Islam, pengikat persatuan ummat dan bangsa, sebagai pengikat bathin antara golongan kaya dengan yang miskin dan sebagai penimbun jurang yang menjadi pemisah antara golongan yang kuat dengan yang lemah&lt;br /&gt;         7. Mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera dimana hubungan seseorang dengan yang lainnya menjadi rukun, damai dan harmonis yang akhirnya dapat menciptakan situasi yang tentram, aman lahir bathin. Dalam masyarakat seperti itu takkan ada lagi kekhawatiran akan hidupnya kembali bahaya komunisme 9atheis) dan paham atau ajaran yang sesat dan menyesatkan. Sebab dengan dimensi dan fungsi ganda zakat, persoalan yang dihadapi kapitalisme dan sosialisme dengan sendirinya sudah terjawab. Akhirnya sesuai dengan janji Allah SWT, akan terciptalah sebuah masyarakat yang baldatun thoyibun wa Rabbun Ghafur.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;      SYARAT-SYARAT WAJIB ZAKAT&lt;br /&gt;         1. Muslim&lt;br /&gt;         2. Aqil&lt;br /&gt;         3. Baligh&lt;br /&gt;         4. Milik Sempurna&lt;br /&gt;         5. Cukup Nisab&lt;br /&gt;         6. Cukup Haul&lt;br /&gt;   2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Penyebutan Zakat dan Infaq dalam Al Qur-an dan As Sunnah&lt;br /&gt;         1. Zakat (QS. Al Baqarah : 43)&lt;br /&gt;         2. Shadaqah (QS. At Taubah : 104)&lt;br /&gt;         3. Nafaqah (QS. At Taubah : 35)&lt;br /&gt;         4. Haq (QS. Al An'am : 141)&lt;br /&gt;         5. Al 'Afuw (QS. Al A'raf : 199)&lt;br /&gt;   3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Hukum Zakat&lt;br /&gt;      Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah (seperti shalat, haji, dan puasa) yang telah diatur secara rinci dan paten berdasarkan Al-Qur'an dan As Sunnah, sekaligus merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia.&lt;br /&gt;   4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Macam-macam Zakat&lt;br /&gt;         1. Zakat Nafs (jiwa), juga disebut zakat fitrah.&lt;br /&gt;         2. Zakat Maal (harta).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>AQIDAH DAN AKHLAG</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/08/aqidah-dan-akhlag.html</link><category>AQIDAH DAN AKHLAG</category><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Sun, 2 Aug 2009 15:49:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-3624265204496959286</guid><description>“Sesungguhnya engkau &lt;u&gt;Muhammad&lt;/u&gt; benar-benar berakhlak yang agung” (Al qalam : 4). Adakah orang yang tidak menyukai perhiasan ? jawaban pertanyaan ini jelas, bahwa tidak ada seorangpun melainkan ia menyukai perhiasan dan senang untuk tampil berhias di hadapan siapa saja. Karena itu kita lihat banyak orang berlomba-lomba untuk memperbaiki penampilan dirinya. Ada yang lebih mementingkan perhiasan dhahir (luar) dengan penambahan aksesoris sepertipakaian yang bagus, make up yang mewah dan emas permata, sehingga mengundang decak kagum orang yang melihat. Adapula yang berupaya memperbaiki kualitas akhlak, memperbaiki dengan akhlak islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang disebut terakhir ini tentunya bukan decak kagum manusia yang dicari, namun karena kesadaran agamanya menghendaki demikian dengan disertai harapan mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala. Kalaupun penampilannya mengundang pujian orang, ia segera mengembalikannya kepada &lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt; karena kepunyaan-Nyalah segala pujian dan hanya Dialah yang berhak untuk dipuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISLAM MENGUTAMAKAN AKHLAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak diantara kita kurang memperhatikan masalah akhlak. Di satu sisi kita mengutamakan tauhid yang memang merupakan perkara pokok/inti agama ini, berupaya menelaah dan mempelajarinya, namun disisi lain dalam masalah akhlak kurang diperhatikan. Sehingga tidak dapat disalahkan bila ada keluhan-keluhan yang terlontar dari kalangan awwam, seperti ucapan : “Wah udah ngerti agama kok kurang ajar sama orang tua.” Atau ucapan : “Dia sih agamanya bagus tapi sama tetangga tidak pedulian.”, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya ucapan-ucapan seperti ini ataupun yang semisal dengan ini menjadi cambuk bagi kita untuk mengoreksi diri dan membenahi akhlak. Islam bukanlah agama yang mengabaikan akhlak, bahkan islam mementingkan akhlak. Yang perlu diingat bahwa tauhid sebagai sisi pokok/inti islam yang memang seharusnya kita utamakan, namun tidak berarti mengabaikan perkara penyempurnaannya. Dan akhlak mempunyai hubungan yang erat. Tauhid merupakan realisasi akhlak seorang hamba terhadap Allah dan ini merupakan pokok inti akhlak seorang hamba. Seorang yang bertauhid dan baik akhlaknya berarti ia adalah sebaik-baik manusia. Semakin sempurna tauhid seseorang maka semakin baik akhlaknya, dan sebaliknya bila seorang muwahhid memiliki akhlak yang buruk berarti lemah tauhidnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RASUL DIUTUS UNTUK MENYEMPURNAKAN AKHLAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam, rasul kita yang mulia mendapat pujian Allah. Karena ketinggian akhlak beliau sebagaimana firmanNya dalam surat Al Qalam ayat 4. bahkan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam sendiri menegaskan bahwa kedatangannya adalah untuk menyempurnakan akhlak yang ada pada diri manusia, “Hanyalah aku diutus (oleh Allah) untuk menyempurnakan akhlak.” (HR.Ahmad, lihat Ash Shahihah oleh Asy Syaikh al Bani no.45 dan beliau menshahihkannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu seorang sahabat yang mulia menyatakan : “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling baik budi pekertinya.” (HR.Bukhari dan Muslim). Dalam hadits lain anas memuji beliau shalallahu ‘alahi wasallam : “Belum pernah saya menyentuh sutra yang tebal atau tipis lebih halus dari tangan rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Saya juga belum pernah mencium bau yang lebih wangi dari bau rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Selama sepuluh tahun saya melayani rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam, belum pernah saya dibentak atau ditegur perbuatan saya : mengapa engkau berbuat ini ? atau mengapa engkau tidak mengerjakan itu ?” (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak merupakan tolak ukur kesempurnaan iman seorang hamba sebagaimana telah disabdakan oleh rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam : “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya.” (HR Tirmidzi, dari abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, diriwayatkan juga oleh Ahmad. Disahihkan Al Bani dalam Ash Shahihah No.284 dan 751). Dalam riwayat Bukhari dan Muslim dari Abdillah bin amr bin Al ‘Ash radhiallahu ‘anhuma disebutkan : “Sesungguhnya sebaik-baik kalian ialah yang terbaik akhlaknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEUTAMAAN AKHLAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengabarkan bahwa suatu saat rashulullah pernah ditanya tentang kriteria orang yang paling banyak masuk syurga. Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab : “Taqwa kepada Allah dan Akhlak yang Baik.” (Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi, juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Lihat Riyadus Sholihin no.627, tahqiq Rabbah dan Daqqaq).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menasehati sahabatnya, beliau shalallahu ‘alahi wasallam menggandengkan antara nasehat untuk bertaqwa dengan nasehat untuk bergaul/berakhlak yang baik kepada manusia sebagaimana hadits dari abi dzar, ia berkata bahwa rashulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada dan balaslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya kebaikan itu akan menutupi kejelekan dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR Tirmidzi, ia berkata: hadits hasan, dan dishahihkan oleh syaikh Al Salim Al Hilali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam timbangan (mizan) amal pada hari kiamat tidak ada yang lebih berat dari pada aklak yang baik, sebagaimana sabda rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam : “ Sesuatu yang paling berat dalam mizan (timbangan seorang hamba) adalah akhlak yang baik.” (HR. Abu Daud dan Ahmad, dishahihkan Al Bani. Lihat ash Shahihah Juz 2 hal 535). Juga sabda beliau : “ Sesungguhnya sesuatu yang paling utama dalam mizan (timbangan) pada hari kiamat adalah akhlak yang baik.” (HR. Ahmad, dishahihkan al Bani. Lihat Ash Shahihah juz 2 hal.535).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir radhiallahu ‘anhu berkata : Rashulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling saya kasihi dan yang paling dekat padaku majelisnya di hari kiamat ialah yang terbaik budi pekertinya.” (HR. Tirmidzi dengan sanad hasan. Diriwayatkan juga oleh Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban. Lihat Ash shahihah Juz 2 hal 418-419).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits-hadits di atas dapat dipahami bahwa akhlak yang paling baik memiliki keutamaan yang tinggi. Karena itu sudah sepantasnya setiap muslimah mengambilakhlak yang baik sebagai perhiasannya. Yang perlu diingat bahwa ukuran baik atau buruk suatu akhlak bukan ditimbang menurut selera individu, bukan pula hitam putih akhlak itu menurut ukuran adat yang dibuat manusia. Karena boleh jadi, yang dianggap baik oleh adat bernilai jelek menurut timbangan syari’at atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas bagi kita bahwa semuanya berpatokan pada syari’at, dalam semua masalah termasuk akhlak. Allah sebagai Pembuat syari’at ini, Maha Tahu dengan keluasan ilmu-Nya apa yang mendatangkan kemashlahatan/kebaikan bagi hamba-hamba-Nya. Wallahu Ta’ala a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>CIRI CIRI WANITA SOLEHAH</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/07/ciri-ciri-wanita-solehah.html</link><category>CIRI CIRI WANITA SOLEHAH</category><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Tue, 21 Jul 2009 09:44:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-416007773156299838</guid><description>&lt;p&gt;Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk    menerima gelar &lt;u&gt;solehah&lt;/u&gt;, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan    dari Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:&lt;br /&gt;1. Taat kepada Allah dan RasulNya&lt;br /&gt;2. Taat kepada suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Taat kepada Allah dan RasulNya &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?&lt;br /&gt;- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.&lt;br /&gt;- Wajib menutup aurat&lt;br /&gt;- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah&lt;br /&gt;- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya&lt;br /&gt;- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa&lt;br /&gt;- Berbuat baik kepada ibu &amp;amp; bapa&lt;br /&gt;- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang&lt;br /&gt;- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa&lt;br /&gt;- Bersikap baik terhadap tetangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Taat kepada suami &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Memelihara kewajipan terhadap suami&lt;br /&gt;- Sentiasa menyenangkan suami&lt;br /&gt;- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah.&lt;br /&gt;- Tidak cemberut di hadapan suami.&lt;br /&gt;- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur&lt;br /&gt;- Tidak keluar tanpa izin suami.&lt;br /&gt;- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami&lt;br /&gt;- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik &amp;amp; kecantikannya serta rumah    tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam.    Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan    oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor tersebut ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Lupa mengingat Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak,    maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah    lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan    saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan    hawa nafsu agar memainkan peranannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;" Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai    Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah    mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya."&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya.    Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum    lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda.&lt;br /&gt;Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana kenikmatan    dunia yang terlalu sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An'am: artinya:&lt;/p&gt; &lt;em&gt;" Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian    dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa,    oleh karena itu tidakkah kamu berfikir." &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3) Mudah terpedaya dengan syahwat&lt;br /&gt;4) Lemah iman&lt;br /&gt;5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ad-dunya mata' , khoirul mata' al mar'atus sholich &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholihah.    &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Asal Mula Peringatan Hari Natal.</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/07/asal-mula-peringatan-hari-natal.html</link><category>Asal Mula Peringatan Hari Natal.</category><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Thu, 16 Jul 2009 06:35:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-4925997403954046230</guid><description>Sudah bisa dipastikan tanggal [[25 Desember]] bukanlah tanggal hari kelahiran &lt;u&gt;Yesus&lt;/u&gt;. Pendapat ini diperkuat berdasarkan kenyataan bahwa pada malam tersebut para [[gembala]] masih menjaga dombanya dipadang rumput. (Lukas 2:8). Pada bulan Desember tidak mungkin para gembala masih bisa menjaga domba-dombanya di padang rumput sebab musim dingin pada saat tersebut telah tiba jadi sudah tidak ada rumput yang tumbuh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tradisi [[Romawi]] pra-Kristen, peringatan bagi dewa pertanian [[Saturnus (mitologi)|Saturnus]] jatuh pada suatu pekan di bulan Desember dengan puncak peringatannya pada hari [[titik balik musim dingin]] (''winter solstice'') yang jatuh pada tanggal 25 Desember dalam [[kalender Julian]]. Peringatan yang disebut Saturnalia tersebut merupakan tradisi sosial utama bagi bangsa Romawi. Agar orang-orang Romawi dapat menganut agama [[Kristen]] tanpa meninggalkan tradisi mereka sendiri, [[Paus Julius I]] memutuskan pada tahun 350 bahwa kelahiran [[Yesus]] diperingati pada tanggal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat lain mengatakan bahwa hari Natal ditetapkan jatuh pada tanggal 25 Desember pada [[abad ke 4]] oleh [[kaisar]] Kristen pertama [[Romawi]], [[Konstantin I]]. Tanggal 25 Desember tersebut dipilih sebagai Natal karena bertepatan dengan kelahiran [[Dewa Matahari]] (''Natalis Solis Invicti'' atau ''Sol Invictus'' atau ''Saturnalia'') yang disembah oleh bangsa Romawi. Perayaan Saturnalia sendiri dilakukan oleh orang Romawi kuno untuk memohon agar Matahari kembali kepada terangnya yang hangat(Posisi bumi pada bulan Desember menjauh dari matahari, seolah-olah mataharilah yang menjauh dari bumi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ada dua aliran Kristen yang tidak merayakan tradisi Natal, yaitu aliran [[Advent]] dan [[Saksi-Saksi Yehuwa]]. Berkenaan Saksi-Saksi Yehuwa, mereka mulai tidak merayakan Natal sejak tahun 1926 ketika mereka mengetahui bahwa Natal mempunyai asal-usul Kafir, menurut buku Saksi-Saksi Yehuwa—Pemberita Kerajaan Allah, 1993, halaman 198-200.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meskipun kapan hari natal jatuh masih menjadi perdebatan, agama Kristen mainstream sepakat untuk menetapkan hari natal jatuh setiap tanggal 25 Desember dalam [[kalender gregorian]] ini didasari atas kesadaran bahwa penetapan hari raya [[liturgis]] lain seperti [[paskah]] dan [[jumat agung]] tidak didapat dengan pendekatan tanggal pasti namun hanya berupa penyelenggaraan kembali acara-acara tersebut dalam satu tahun liturgi, dimana yang terpenting bukanlah ketepatan tanggalnya namun essensi atau inti dari setiap peringatan tersebut untuk dapat diwujudkan dari hari ke hari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengertian Tayamum Dan Cara Tayamum.</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/07/pengertian-tayamum-dan-cara-tayamum.html</link><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Thu, 16 Jul 2009 06:22:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-4134996538913456917</guid><description>&lt;div class="content"&gt;     &lt;p&gt;A. Arti Definisi / Pengertian Tayamum&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tayamum adalah pengganti wudhu atau mandi wajib yang tadinya seharusnya menggunakan air bersih digantikan dengan menggunakan tanah atau debu yang bersih. Yang boleh dijadikan alat tayamum adalah tanah suci yang ada debunya. Dilarang bertayamum dengan tanah berlumpur, bernajis atau berbingkah. Pasir halus, pecahan batu halus boleh dijadikan alat melakukan tayamum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang yang melakukan tayamum lalu shalat, apabila air sudah tersedia maka ia tidak wajib mengulang sholatnya. Namun untuk menghilangkan hadas, harus tetap mengutamakan air daripada tayamum yang wajib hukumnya bila sudah tersedia. Tayamum untuk hadas hanya bersifat sementara dan darurat hingga air sudah ada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tayamum yang telah dilakukan bisa batal apabila ada air dengan alasan tidak ada air atau bisa menggunakan air dengan alasan tidak dapat menggunakan air tetapi tetap melakukan tayamum serta sebab musabab lain seperti yang membatalkan wudu dengan air.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;B. Sebab / Alasan Melakukan Tayamum :&lt;br /&gt;- Dalam perjalanan jauh&lt;br /&gt;- Jumlah air tidak mencukupi karena jumlahnya sedikit&lt;br /&gt;- Telah berusaha mencari air tapi tidak diketemukan&lt;br /&gt;- Air yang ada suhu atau kondisinya mengundang kemudharatan&lt;br /&gt;- Air yang ada hanya untuk minum&lt;br /&gt;- Air berada di tempat yang jauh yang dapat membuat telat shalat&lt;br /&gt;- Pada sumber air yang ada memiliki bahaya&lt;br /&gt;- Sakit dan tidak boleh terkena air&lt;/p&gt; &lt;p&gt;C. Syarat Sah Tayamum :&lt;br /&gt;- Telah masuk waktu salat&lt;br /&gt;- Memakai tanah berdebu yang bersih dari najis dan kotoran&lt;br /&gt;- Memenuhi alasan atau sebab melakukan tayamum&lt;br /&gt;- Sudah berupaya / berusaha mencari air namun tidak ketemu&lt;br /&gt;- Tidak haid maupun nifas bagi wanita / perempuan&lt;br /&gt;- Menghilangkan najis yang yang melekat pada tubuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;D. Sunah / Sunat Ketika Melaksanakan Tayamum :&lt;br /&gt;- Membaca basmalah&lt;br /&gt;- Menghadap ke arah kiblat&lt;br /&gt;- Membaca doa ketika selesai tayamum&lt;br /&gt;- Medulukan kanan dari pada kiri&lt;br /&gt;- Meniup debu yang ada di telapak tangan&lt;br /&gt;- Menggodok sela jari setelah menyapu tangan hingga siku&lt;/p&gt; &lt;p&gt;E. Rukun Tayamum :&lt;br /&gt;- Niat Tayamum.&lt;br /&gt;- Menyapu muka dengan debu atau tanah.&lt;br /&gt;- Menyapu kedua tangan dengan debu atau tanah hingga ke siku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;F. Tata Cara / Praktek Tayamum :&lt;br /&gt;- Membaca basmalah&lt;br /&gt;- Renggangkan jari-jemari, tempelkan ke debu, tekan-tekan hingga debu melekat.&lt;br /&gt;- Angkat kedua tangan lalu tiup telapat tangan untuk menipiskan debu yang menempel, tetapi tiup ke arah berlainan dari sumber debu tadi.&lt;br /&gt;- Niat tayamum : Nawaytuttayammuma listibaa hatishhalaati fardhollillahi ta'aala (Saya niat tayammum untuk diperbolehkan melakukan shalat karena Allah Ta'ala).&lt;br /&gt;- Mengusap telapak tangan ke muka secara merata&lt;br /&gt;- Bersihkan debu yang tersisa di telapak tangan&lt;br /&gt;- Ambil debu lagi dengan merenggangkan jari-jemari, tempelkan ke debu, tekan-tekan hingga debu melekat.&lt;br /&gt;- Angkat kedua tangan lalu tiup telapat tangan untuk menipiskan debu yang menempel, tetapi tiup ke arah berlainan dari sumber debu tadi.&lt;br /&gt;- Mengusap debu ke tangan kanan lalu ke tangan kiri&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hikmah Puasa Ramadhan.</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/07/hikmah-puasa-ramadhan.html</link><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Sun, 12 Jul 2009 02:35:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-6321990793323961738</guid><description>Takwa adalah buah yang diharapkan dan dihasilkan oleh puasa. Buah tersebut akan menjadi bekal orang beriman dan perisai baginya agar tidak terjatuh dalam jurang kemaksiatan. Seorang ulama sufi pernah berkata tentang pengaruh takwa bagi kehidupan seorang muslim; “&lt;em&gt;Dengan bertakwa, para kekasih Allah akan terlindungi dari perbuatan yang tercela, dalam hatinya diliputi rasa takut kepada Allah sehingga senantiasa terjaga dari perbuatan dosa, pada malam hari mengisi waktu dengan kegiatan beribadah, lebih suka menahan kesusahan daripada mencari hiburan, rela merasakan lapar dan haus, merasa dekat dengan ajal sehingga mendorongnya untuk memperbanyak amal kebajikan&lt;/em&gt;". Takwa merupakan kombinasi kebijakan dan pengetahuan, serta gabungan antara perkataan dan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa &lt;u&gt;Ramadhan&lt;/u&gt; akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terhindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita menahan diri untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari, karena mematuhi perintah Allah. Begitu juga isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya ketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah: "&lt;strong&gt;Wahai orang-orang yang beriman&lt;/strong&gt;" dan diakhiri dengan: "&lt;strong&gt;Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertakwa&lt;/strong&gt;". Jadi jelaslah bagi kita bahwa puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketakwaan. Untuk menjadi orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama bulan Ramadhan: melatih diri dari menahan hawa nafsu, makan dan minum, mencampuri isteri, menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan umat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya. Rasullah SAW bersabda:"&lt;em&gt;Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong kosong dan kata-kata kot&lt;/em&gt;or." (HR. Ibnu Khuzaimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan saja dapat membersihkan ruhani manusia, tapi juga akan membersihkan jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak pernah istirahat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat mengistirahatkan alat pencernaan lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat, ibadah puasa Ramadhan akan membawa faedah bagi kesehatan ruhani dan jasmani kita apabila dilaksanakan sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan, jika tidak, maka hasilnya tidak seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman "&lt;strong&gt;Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan&lt;/strong&gt;." (QS. Al-A'raf:31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW juga bersabda "&lt;em&gt;Kita ini adalah kaum yang makan apabila merasakan lapar, dan makan dengan secukupnya (tidak kenyang)&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi sesuai keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa mudarat kepada kesehatan kita. Bisa menyebabkan badan menjadi gemuk, efek lainnya adalah mengakibatkan sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Dengan demikian maka puasa bisa dijadikan sebagai media diet yang paling ampuh dan praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa tidak diwajibkan sepanjang tahun, juga tidak dalam waktu yang sebentar melainkan pada hari-hari yang terbatas, yaitu hari-hari bulan Ramadan, dari mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Karena, jika puasa diwajibkan secara terus menerus sepanjang tahun atau sehari semalam tanpa henti, tentu akan memberatkan. Begitu juga jika hanya untuk waktu separuh hari, tentu tak akan memiliki pengaruh apa-apa, akan tetapi puasa diwajibkan untuk waktu sepanjang hari mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam, dan dalam hari-hari yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain keringanan dalam masalah waktu, Allah juga membuktikan kasih sayang-Nya kepada hamba dengan memberikan keringanan-keringanan yang lain, di antaranya kepada: orang sakit (yang membahayakan dirinya jika berpuasa) dan orang yang menempuh perjalanan jauh (yang memberatkan dirinya jika melaksanakan puasa) diperbolehkan untuk berbuka dan menggantinya pada hari yang lain, sesuai dengan jumlah puasa yang ia tinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kalam-Nya Allah telah menegaskan kepada manusia, keutamaan puasa di bulan suci Ramadhan sebagai bulan keberkahan, dimana Allah memberikan nikmat sekaligus mukjizat yang begitu agung kepada hamba-Nya berupa turunnya Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat Al-Qur'an juga menjelaskan betapa Tuhan begitu dekat dengan hambanya, Ia selalu menjawab do'a mereka di mana dan kapan pun mereka berada, tidak ada pemisah antara keduanya. Maka sudah selayaknya bagi seorang muslim, untuk selalu berdo'a, memohon ampunan kepada Tuhannya, beribadah dengan tulus-ikhlas, beriman, dan tidak menyekutukan-Nya, dengan harapan Allah akan mengabulkan semua do'a dan permintaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa sekumpulan orang pedalaman bertanya kepada Nabi SAW : "&lt;em&gt;Wahai Muhammad! Apakah Tuhan kita dekat, sehingga kami bermunajat (mengadu dan berdoa dalam kelirihan) kepada-Nya, ataukah Ia jauh sehingga kami menyeru (mengadu dan berdoa dengan suara lantang) kepada-Nya?"&lt;/em&gt; Maka turunlah ayat: "&lt;strong&gt;Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat&lt;/strong&gt;. (QS. Al-Baqarah/2: 186)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah memberikan beberapa pengecualian bagi umat Muhammad dalam menjalankan ibadah puasa, seperti dibolehkannya seorang suami untuk memberikan nafkah batin kepada isterinya pada malam bulan Ramadhan, kecuali pada waktu I'tikaf di masjid, karena waktu tersebut adalah waktu di mana manusia seharusnya mendekatkan diri kepada Allah tanpa disibukkan dengan perkara yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara hikmah puasa yang dapat dicatat juga adalah sebagai wijaa, perisai atau pelindung:&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menyuruh orang yang kuat "syahwatnya" dan belum mampu untuk menikah agar berpuasa, menjadikannya sebagai wijaa (memutuskan syahwat jiwa) bagi syahwat ini, karena puasa eksistensi dan subtansialnya adalah menahan dan menenangkan dorongan kuatnya anggota badan hingga bisa terkontrol serta seluruh kekuatan (dorongan dari dalam) sampai bisa taat dan dibelenggu dengan belenggu puasa. Telah jelas bahwa puasa memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam menjaga anggota badan yang nyata/dhahir dan kekuatan bathin. Oleh karena itu Rasulullah SAW bersabda "&lt;em&gt;Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu ba'ah (mampu menikah dengan berbagai persiapannya) hendaklah menikah, karena menikah lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barangsiapa yang belum mampu menikah, hendaklah puasa karena puasa merupakan wijaa' (pemutus syahwat) baginya&lt;/em&gt;". (HR. Bukhari 4/106 dan Muslim no. 1400 dari Ibnu Mas'ud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa surga diliputi dengan perkara-perkara yang tidak disenangi (seperti menahan syahwat dsb), dan neraka diliputi dengan syahwat. Jika telah jelas demikian, sesungguhnya puasa itu menghancurkan syahwat, mematahkan tajamnya syahwat yang bisa mendekatkan seorang hamba ke neraka, puasa menghalangi orang yang berpuasa dari neraka. Oleh karena itu banyak hadits yang menegaskan bahwa puasa adalah benteng dari neraka, dan perisai yang menghalangi seseorang darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabda Rasulullah SAW "&lt;em&gt;Tidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim&lt;/em&gt;". (HR. Bukhari 6/35, Muslim 1153 dari Abu Sa'id Al-Khudry. Ada redaksi lain yaitu telah bersabda Rasulullah SAW : "&lt;em&gt;tujuh puluh musim&lt;/em&gt;", yakni : perjalanan tujuh puluh tahun, demikian dijelaskan dalam kitab Fathul Bari 6/48).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda "&lt;em&gt;Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka&lt;/em&gt;" (HR. Ahmad 3/241, 3/296 dari Jabir, Ahmad 4/22 dari Utsman bin Abil 'Ash. Ini adalah hadits shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda "&lt;em&gt;Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah maka di antara dia dan neraka ada parit yang luasnya seperti antara langit dengan bumi&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama telah memahami bahwa hadits-hadits tersebut merupakan penjelasan tentang keutamaan puasa ketika jihad dan berperang di jalan Allah. Namun dhahir/redaksi hadits ini mencakup semua puasa jika dilakukan dengan ikhlas karena mengharapkan ridha Allah SWT, ini sesuai dengan apa yang dijelaskan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam termasuk puasa di jalan Allah (seperti yang disebutkan dalam hadits ini).&lt;div align="justify"&gt;itulah beberapa hikmah yang bisa dipetik selama ramadhan, semoga bermanfa'at. &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sifat Sifat Allah</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/07/sifat-sifat-allah.html</link><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Fri, 10 Jul 2009 11:47:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-6104365527194367858</guid><description>&lt;p&gt;1. &lt;u&gt;Allah&lt;/u&gt; itu &lt;em&gt;Wujud&lt;/em&gt; (ada), mustahil &lt;em&gt;‘Adam&lt;/em&gt; (tiada). “Allah lah yang menciptakan Iangit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. (QS. As Sajdah: 4).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Allah itu &lt;em&gt;Qidam&lt;/em&gt; (paling awal), mustahil &lt;em&gt;Huduts&lt;/em&gt; (ada yang mendahului). “Dialah yang Awal dan Yang Akhir. Yang Zhahir (Yang nyata adanya karena banyak buktinya) dan yang Batin (yang tak dapat digambarkan hikmat Dzat-Nya oleh akal).” (QS. Al Hadid: 3).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Allah itu &lt;em&gt;Baqo&lt;/em&gt; (kekal/abadi/tidak pernah berakhir), mustahil &lt;em&gt;Fana&lt;/em&gt; (berakhir). “Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 27).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Allah itu &lt;em&gt;Mukholafatu lil hawaditsi&lt;/em&gt; (berbeda dengan semua mahluk/segala sesuatu), mustahil &lt;em&gt;Mumatsalatu lil hawaditsi&lt;/em&gt; (ada yang menyamai). Ditegaskan dalam Al Qur’an, “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia.” (QS. Asy Syuro: 11).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Allah itu &lt;em&gt;Qiyamuhu binafsihi &lt;/em&gt;(berdiri sendiri), mustahil &lt;em&gt;Ihtiyaju lighoirihi&lt;/em&gt; (membutuhkan yang lain). “sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Al Ankabut: 6).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Allah itu &lt;em&gt;Wahdaniyat&lt;/em&gt; (Esa/Tunggal), mustahil &lt;em&gt;Ta’adud&lt;/em&gt; (terbilang). “Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa.” (QS.Al Ikhlas: 1).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7. Allah itu &lt;em&gt;Qudrat&lt;/em&gt; (Kuasa), mustahil &lt;em&gt;‘Ajzun&lt;/em&gt; (lemah). “Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqoroh: 20).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;8. Allah itu &lt;em&gt;Irodat&lt;/em&gt; (berkehendak), mustahil &lt;em&gt;Karohah&lt;/em&gt; (terpaksa). “Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS. Hud: 107).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;9. Allah itu &lt;em&gt;Ilmu&lt;/em&gt; (maha mengetahui), mustahil &lt;em&gt;]ahlun&lt;/em&gt; (bodoh). “Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.An Nisa’: 176).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;10. Allah itu &lt;em&gt;Hayat&lt;/em&gt; (hidup), mustahil &lt;em&gt;Mautun&lt;/em&gt; (mati).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;11. Allah itu &lt;em&gt;Sama’&lt;/em&gt; (Maha mendengar), mustahil &lt;em&gt;Shomamun&lt;/em&gt; (tuli). “Dan Allah Maha Mendengar serta Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqoroh: 256).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;12. Allah itu &lt;em&gt;Bashor&lt;/em&gt; (Maha Melihat), mustahil &lt;em&gt;‘Ama&lt;/em&gt; (buta). “Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hujurat: 18).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;13. Allah itu &lt;em&gt;Kalam&lt;/em&gt; (berfirman), mustahil &lt;em&gt;Bakamun&lt;/em&gt; (bisu). “Dan Allah telah berbicara kepada (Nabi) Musa dengan langsung.” (QS. An Nisa: 164).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;14. Allah itu &lt;em&gt;Qodiron&lt;/em&gt; (Dzat Yang Maha Berkuasa), mustahil &lt;em&gt;Kaunuhu ‘ajiyan&lt;/em&gt; (Dzat yang lemah). “Sesungguhnya Alllah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqoroh: 20).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;15. Allah itu &lt;em&gt;Muridan&lt;/em&gt; (Dzat Yang Maha Berkehendak), mustahil &lt;em&gt;Kaunuhu kariban&lt;/em&gt; (Dzat yang terpaksa). “Sesungguhnya Tuhanmu Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki.” (QS. l1/Hud: 107).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;16. Allah itu &lt;em&gt;Aliman&lt;/em&gt; (Dzat Yang Maha Mengetahui), mustahil &lt;em&gt;Kaunuhu jahilan&lt;/em&gt; (Dzat yang bodoh). “Dan Alllah Maha Mengetahui sesuatu.” (QS. 4/An Nisa’: 176).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;17. Allah itu &lt;em&gt;Hayyan &lt;/em&gt;(Dzat Yang Hidup), mustahil &lt;em&gt;Mayyitan &lt;/em&gt;(Dzat yang mati). “Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup kekal dan yang tidak mati.” (QS. Al Furqon: 58).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;18. Allah itu &lt;em&gt;Sami’an&lt;/em&gt; (Dzat Yang Maha Mendengar), mustahil &lt;em&gt;Kaunuhu ashomma&lt;/em&gt; (Dzat yang tuli). “Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” [QS. Al Baqoroh: 256).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;19. Allah itu &lt;em&gt;Bashiron&lt;/em&gt; (Dzat Yang Maha Melihat), mustahil &lt;em&gt;Kaunuhu 'ama&lt;/em&gt; (Dzat Yang buta). "Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Hujurat: 18).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;20. Allah itu &lt;em&gt;Mutakalliman&lt;/em&gt; (Dzat yang berfirman), mustahil &lt;em&gt;Kaunuhu abkama&lt;/em&gt; (Dzat yang bisu). "Dan Allah telah berbicara kepada (Nabi) Musa dengan langsung." [QS. An Nisa': 164).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rukun  Islam</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/07/rukun-islam.html</link><category>Rukun  Islam</category><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Fri, 10 Jul 2009 11:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-1184234770374502796</guid><description>&lt;p&gt;&lt;span class="hilite"&gt;Rukun&lt;/span&gt; &lt;span class="hilite"&gt;Islam&lt;/span&gt; sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;Membaca 2 Kalimat Syahadat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengucapkan 2 kalimat syahadat, maka seseorang sudah RESMI masuk agama &lt;span class="hilite"&gt;Islam&lt;/span&gt;. Secara bahasa, arti syahadat adalah PENGAKUAN. Sehingga kita bisa artikan bahwa ada 2 kalimat pengakuan yg harus dilakukan, diyakini, dan diucapkan…pertama, mengakui bahwa tidak ada Tuhan (yg patut disembah) kecuali ALLOH SWT, serta mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan-Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kalimat pernyataan ini biasa dituliskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Asy hadu al-laa ilaaha illallaah…wa asy-hadu anna Muhammadarrasulullah.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. &lt;strong&gt;Sholat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengucapkan 2 kalimat syahadat, muslim(ah) tersebut BERKEWAJIBAN MENDIRIKAN SHOLAT. Dalam &lt;span class="hilite"&gt;Islam&lt;/span&gt;, sholat merupakan hal terpenting…karena di hari akhirat kelak, sholat merupakan hal yg pertama ditanyakan. Hal ini sesuai dengan hadits berikut,&lt;em&gt;“Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi.”&lt;/em&gt; (HR. An-Nasaa’i dan Tirmidzi)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalil diwajibkannya sholat adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;- Al Baqarah(2):43,&lt;em&gt;“Dan &lt;strong&gt;dirikanlah salat&lt;/strong&gt;, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Baqarah(2):83,&lt;em&gt;“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israel (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, &lt;strong&gt;dirikanlah salat&lt;/strong&gt; dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Baqarah(2):110,&lt;em&gt;“Dan &lt;strong&gt;dirikanlah salat&lt;/strong&gt; dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Baqarah(2):177,&lt;em&gt;“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, &lt;strong&gt;mendirikan salat&lt;/strong&gt;, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Baqarah(2):277,&lt;em&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, &lt;strong&gt;mendirikan sembahyang&lt;/strong&gt; dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- An Nisa(4):77,&lt;em&gt;“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: “Tahanlah tanganmu (dari berperang), &lt;strong&gt;dirikanlah sembahyang&lt;/strong&gt; dan tunaikanlah zakat!” Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?” Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- An Nisa(4):103,&lt;em&gt;“Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka &lt;strong&gt;dirikanlah salat&lt;/strong&gt; itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- An Nisa(4):162,&lt;em&gt;“Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Qur’an), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang &lt;strong&gt;mendirikan shalat&lt;/strong&gt;, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Maidah(5):12,&lt;em&gt;“Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israel dan telah Kami angkat di antara mereka dua belas orang pemimpin dan Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu &lt;strong&gt;mendirikan salat&lt;/strong&gt; dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai. Maka barang siapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus”.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Maidah(5):55,&lt;em&gt;“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang &lt;strong&gt;mendirikan salat&lt;/strong&gt; dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al An’aam(6):72,&lt;em&gt;“Dan agar &lt;strong&gt;mendirikan sembahyang&lt;/strong&gt; serta bertakwa kepada-Nya.” Dan Dialah Tuhan Yang kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al A’raaf(7):170,&lt;em&gt;“Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab (Taurat) serta &lt;strong&gt;mendirikan shalat&lt;/strong&gt;, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Anfaal(8):3,&lt;em&gt;“(yaitu) orang-orang yang &lt;strong&gt;mendirikan salat&lt;/strong&gt; dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- At Taubah(9):5,&lt;em&gt;“Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan &lt;strong&gt;mendirikan salat&lt;/strong&gt; dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- At Taubah(9):11,&lt;em&gt;“Jika mereka bertobat, &lt;strong&gt;mendirikan salat&lt;/strong&gt; dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- At Taubah(9):18,&lt;em&gt;“Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap &lt;strong&gt;mendirikan salat&lt;/strong&gt;, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- At Taubah(9):71,&lt;em&gt;“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, &lt;strong&gt;mendirikan sembahyang&lt;/strong&gt;, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Hajj(22):41,&lt;em&gt;“(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka &lt;strong&gt;mendirikan sembahyang&lt;/strong&gt;, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Mu’minuun(23):9,&lt;em&gt;“dan orang-orang yang &lt;strong&gt;memelihara sembahyangnya&lt;/strong&gt;.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- An Nuur(24):56,&lt;em&gt;“Dan &lt;strong&gt;dirikanlah sembahyang&lt;/strong&gt;, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- An Naml(27):3,&lt;em&gt;“(yaitu) orang-orang yang &lt;strong&gt;mendirikan sembahyang&lt;/strong&gt; dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al ‘Ankabuut(29):45,&lt;em&gt;“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan &lt;strong&gt;dirikanlah salat&lt;/strong&gt;. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Luqman(31):4,&lt;em&gt;“(yaitu) orang-orang yang &lt;strong&gt;mendirikan salat&lt;/strong&gt;, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Fathir(35):18,&lt;em&gt;“Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikit pun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka &lt;strong&gt;mendirikan sembahyang&lt;/strong&gt;. Dan barang siapa yang menyucikan dirinya, sesungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah kembali (mu).”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Fathir(35):29,&lt;em&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan &lt;strong&gt;mendirikan salat&lt;/strong&gt; dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Mujaadilah(58):13,&lt;em&gt;“Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi tobat kepadamu maka &lt;strong&gt;dirikanlah sembahyang&lt;/strong&gt;, tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Ma’arij(70):34,&lt;em&gt;“Dan orang-orang yang &lt;strong&gt;memelihara salatnya&lt;/strong&gt;.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Muzammil(73):20,&lt;em&gt;“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an dan &lt;strong&gt;dirikanlah sembahyang&lt;/strong&gt;, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Bayyinah(98):5,&lt;em&gt;“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka &lt;strong&gt;mendirikan salat&lt;/strong&gt; dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sholat yg WAJIB didirikan oleh seorang muslim(ah) adalah:&lt;br /&gt;1. Sholat Subuh, sebanyak 2 raka’at&lt;br /&gt;2. Sholat Dhuhur, sebanyak 4 raka’at&lt;br /&gt;3. Sholat Ashar, sebanyak 4 raka’at&lt;br /&gt;4. Sholat Maghrib, sebanyak 3 raka’at&lt;br /&gt;5. Sholat Isya’, sebanyak 4 raka’at&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;3. &lt;strong&gt;Zakat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban seorang muslim(ah) berikutnya adalah menunaikan zakat (jika mampu dan memenuhi kaidah dan aturan serta terkena syarat yg berlaku). Dalam Al Qur’an, perintah zakat pada umumnya ‘berpasangan’ dengan sholat. Sebagai contoh, pada ayat-ayat berikut:&lt;br /&gt;-  Al Baqarah(2):110,&lt;em&gt;“Dan &lt;strong&gt;dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat&lt;/strong&gt;. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Baqarah(2):177,&lt;em&gt;“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, &lt;strong&gt;mendirikan shalat, dan menunaikan zakat&lt;/strong&gt;; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Maidah(5):55,&lt;em&gt;“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang &lt;strong&gt;mendirikan shalat dan menunaikan zakat&lt;/strong&gt;, seraya mereka tunduk (kepada Allah).”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Zakat dilakukan di akhir hari menjelang Ramadhan berakhir…hingga dimulainya sholat ‘Ied Fitri. Pembagian zakat terutama diperuntukkan untuk 8 penerima (mustahik), sebagaimana disebut dalam At Taubah(9):60,&lt;em&gt;“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dari ayat tersebut, bisa diuraikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. &lt;strong&gt;Orang fakir&lt;/strong&gt;: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.&lt;br /&gt;b. &lt;strong&gt;Orang miskin&lt;/strong&gt;: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan.&lt;br /&gt;c. &lt;strong&gt;Pengurus zakat&lt;/strong&gt;: orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.&lt;br /&gt;d. &lt;strong&gt;Muallaf&lt;/strong&gt;: orang yang (baru) masuk &lt;span class="hilite"&gt;Islam&lt;/span&gt; yang imannya masih lemah.&lt;br /&gt;e. &lt;strong&gt;Memerdekakan budak&lt;/strong&gt;: termasuk di dalamnya melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.&lt;br /&gt;f. &lt;strong&gt;Orang berhutang&lt;/strong&gt;: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat &lt;span class="hilite"&gt;Islam&lt;/span&gt; dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.&lt;br /&gt;g. &lt;strong&gt;Pada jalan ALLOH SWT (sabilillah)&lt;/strong&gt;: yaitu untuk keperluan pertahanan &lt;span class="hilite"&gt;Islam&lt;/span&gt; dan kaum muslimin.&lt;br /&gt;h. &lt;strong&gt;Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalil-dalil lain tentang zakat adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;- Al Baqarah(2):43,&lt;em&gt;“Dan dirikanlah salat, &lt;strong&gt;tunaikanlah zakat&lt;/strong&gt; dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Baqarah(2):83,&lt;em&gt;“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israel (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah salat dan &lt;strong&gt;tunaikanlah zakat&lt;/strong&gt;. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Baqarah(2):110,&lt;em&gt;“Dan dirikanlah salat dan &lt;strong&gt;tunaikanlah zakat&lt;/strong&gt;. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Baqarah(2):177,&lt;em&gt;“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan &lt;strong&gt;menunaikan zakat&lt;/strong&gt;; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Baqarah(2):277,&lt;em&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan sembahyang dan &lt;strong&gt;menunaikan zakat&lt;/strong&gt;, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- An Nisa(4):77,&lt;em&gt;“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: “Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan &lt;strong&gt;tunaikanlah zakat&lt;/strong&gt;!” Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?” Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- An Nisa(4):162,&lt;em&gt;“Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Qur’an), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, &lt;strong&gt;menunaikan zakat&lt;/strong&gt;, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Maidah(5):12,&lt;em&gt;“Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israel dan telah Kami angkat di antara mereka dua belas orang pemimpin dan Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan salat dan &lt;strong&gt;menunaikan zakat&lt;/strong&gt; serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai. Maka barang siapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus”.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Maidah(5):55,&lt;em&gt;“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan salat dan &lt;strong&gt;menunaikan zakat&lt;/strong&gt;, seraya mereka tunduk (kepada Allah).”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- At Taubah(9):5,&lt;em&gt;“Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan mendirikan salat dan &lt;strong&gt;menunaikan zakat&lt;/strong&gt;, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- At Taubah(9):11,&lt;em&gt;“Jika mereka bertobat, mendirikan salat dan &lt;strong&gt;menunaikan zakat&lt;/strong&gt;, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- At Taubah(9):18,&lt;em&gt;“Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, &lt;strong&gt;menunaikan zakat&lt;/strong&gt; dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- At Taubah(9):71,&lt;em&gt;“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, &lt;strong&gt;menunaikan zakat&lt;/strong&gt;, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Hajj(22):41,&lt;em&gt;“(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sembahyang, &lt;strong&gt;menunaikan zakat&lt;/strong&gt;, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- An Nuur(24):56,&lt;em&gt;“Dan dirikanlah sembahyang, &lt;strong&gt;tunaikanlah zakat&lt;/strong&gt;, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- An Naml(27):3,&lt;em&gt;“(yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan &lt;strong&gt;menunaikan zakat&lt;/strong&gt; dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Luqman(31):4,&lt;em&gt;“(yaitu) orang-orang yang mendirikan salat, &lt;strong&gt;menunaikan zakat&lt;/strong&gt; dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Mujaadilah(58):13,&lt;em&gt;“Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi tobat kepadamu maka dirikanlah sembahyang, &lt;strong&gt;tunaikanlah zakat&lt;/strong&gt; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Muzammil(73):20,&lt;em&gt;“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an dan dirikanlah sembahyang, &lt;strong&gt;tunaikanlah zakat&lt;/strong&gt; dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Al Bayyinah(98):5,&lt;em&gt;“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan &lt;strong&gt;menunaikan zakat&lt;/strong&gt;; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. &lt;strong&gt;Puasa/Shaum&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban berpuasa/shaum dilakukan di bulan Ramadhan, selama sebulan penuh. Pada saat berpuasa, seorang muslim(ah) harus menahan diri untuk tidak makan, minum, dan berhubungan suami-istri sejak fajar tiba hingga magrib.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Dasarnya adalah Al Baqarah(2):183,&lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, &lt;strong&gt;diwajibkan atas kamu berpuasa&lt;/strong&gt; sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”&lt;/em&gt;&lt;a href="http://tausyiah275.blogsome.com/go.php?http://tausyiah275.blogsome.com/2005/10/02/khutbah-rasulullah-menyambut-ramadhan/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. &lt;strong&gt;Naik Haji (jika mampu)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Puncak dari ibadah yg diwajibkan untuk seorang muslim(ah) adalah pergi naik haji. Disebut puncak, karena saat ibadah haji ini, hampir semua faktor terlibat…baik fisik, waktu, harta. Selain itu, ibadah haji mirip dengan puasa, waktunya tertentu…di bulan Dzulhijjah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kewajiban berhaji (bagi yg mampu) tertera di Al Baqarah(2):196,&lt;em&gt;“Dan &lt;strong&gt;sempurnakanlah ibadah haji&lt;/strong&gt; dan `umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan `umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidilharam (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rukun Iman.</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/07/rukun-iman.html</link><category>Rukun Iman.</category><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Fri, 10 Jul 2009 11:18:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-2633168730107491465</guid><description>&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Iman kepada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Allah" title="Allah"&gt;Allah&lt;/a&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Patuh dan taat kepada Ajaran Allah dan Hukum-hukumNya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Iman kepada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat" title="Malaikat"&gt;Malaikat&lt;/a&gt;-malaikat Allah &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mengetahui dan percaya akan keberadaan kekuasaan dan kebesaran Allah di alam semesta&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Iman kepada Kitab-kitab Allah &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Melaksanakan ajaran Allah dalam kitab-kitabNya secara hanif. Salah satu kitab Allah adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an" title="Al-Qur'an"&gt;Al-Qur'an&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Qur'an memuat tiga kitab Allah sebelumnya, yaitu kitab-kitab &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zabur" title="Zabur"&gt;Zabur&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taurat" title="Taurat"&gt;Taurat&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Injil" title="Injil"&gt;Injil&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Iman kepada Rasul-rasul Allah &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mencontoh perjuangan para &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi" title="Nabi"&gt;Nabi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rasul" title="Rasul"&gt;Rasul&lt;/a&gt; dalam menyebarkan dan menjalankan kebenaran yang disertai kesabaran&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Iman kepada hari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kiamat" title="Kiamat" class="mw-redirect"&gt;Kiamat&lt;/a&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Paham bahwa setiap perbuatan akan ada pembalasan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Iman kepada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Qada" title="Qada"&gt;Qada&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Qadar" title="Qadar" class="mw-redirect"&gt;Qadar&lt;/a&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Paham pada keputusan serta kepastian yang ditentukan Allah pada alam semesta&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tips  Ibadah  Haji.</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/07/tips-ibadah-haji.html</link><category>Tips  Ibadah  Haji</category><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Fri, 10 Jul 2009 11:05:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-2262123746987113766</guid><description>&lt;p class="style3"&gt;&lt;strong&gt;Tips Bugar Saat Ibadah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Latihan jalan sebelum       berangkat (jika mampu minimal 7 km, seminggu satu kali) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Kurangi kegiatan yang tak       perlu &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Istirahat dan tidur cukup &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Makan bergizi dan teratur &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Membawa obat-obatan yang       biasa dipakai di tanah air &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="style3"&gt;&lt;br /&gt;       &lt;strong&gt;Tips hindari sakit Batuk&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Bawa pakaian hangat &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Gunakan penghangat leher &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Bawa obat-obatan yang biasa       dipakai di tanah air &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Jangan minum dingin&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="style3"&gt;&lt;strong&gt;Tips hindari Influenza &lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Imunisasi &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Jaga kebersihan &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Istirahat cukup &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Makan buah dan sayur &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Pakai masker&lt;br /&gt;       &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="style3"&gt; &lt;/p&gt;       &lt;p class="style3"&gt;&lt;strong&gt;Tip menahan dingin&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Siapkan pakaian hangat di tas       tentengan &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Pakai baju hangat&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Pakai krim pelembab &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Sering minum &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Banyak makan buah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="style3"&gt;&lt;strong&gt;Tips barang bawaan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Alas kaki &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Kantung kain untuk menyimpan       alas kali, payung, dsb &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Kantung kain untuk membawa       batu kerikil saat lempar jumrah &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Semprotan air &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Kaca mata hitam pakai tali       pengikat di leher &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Masker &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Handuk kecil &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;              &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Tas ransel &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Peniti &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Alat tulis &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Buku &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Tustel &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Krim pelembab&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="style3"&gt;&lt;strong&gt;Tips Membawa Barang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Barang bawaan maksimal 35 kg &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Barang yang dipakai di       perjalanan masukkan ke tas tentengan &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Jangan membawa barang-barang       yang terlarang &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Ikat koper dengan rapi &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Tandai koper dengan tanda       tertentu &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="style3"&gt; &lt;/p&gt;       &lt;p class="style3"&gt;&lt;strong&gt;Awas copet&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="style3"&gt;Kawasan  sekitar Masjidil Haram, ada tiga titik rawan yang harus diwaspadai para jamaah  karena rawan kecopetan:&lt;/p&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Daerah sekitar pelataran       masjid&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Seputaran Ka'bah dan &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Tempat Tahalul (Marwah).&lt;br /&gt;       &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="style3"&gt;&lt;strong&gt;Tips Saat Tawaf Qudum &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="style3"&gt;Saat Tawaf qudum (selamat datang) dilakukan tak lama setelah jamaah tiba di Makkah. Karena masih lelah setelah perjalanan, dan banyak jamaah yang belum mengenali lokasi akibatnya banyak yang tersesat, maka usahakan membuat kelompok kecil dan jangan sampai terpisah.&lt;/p&gt;       &lt;p class="style3"&gt;&lt;strong&gt;Tips Agar tak Tersesat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Hafalkan lokasi pondokan &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Catat nomor telepon dan atau       alamat pondokan dan dibawa saat meninggalkan pondokan &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Berangkat dengan rombongan &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Bila terpisah dari rombongan,       ikut rombongan jamaah RI lainnya &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Cari petugas haji &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Bawa tanda pengenal &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Jamaah yang yang berusia       lanjut (lansia) lebih baik didampingi oleh yang lebih muda.&lt;br /&gt;       &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="style3"&gt; &lt;/p&gt;       &lt;p class="style3"&gt;&lt;strong&gt;Tips masuk masjid agar tak  tersesat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Datang ke masjid minimal       setengah jam sebelum waktu shalat &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Ingat nomor atau nama pintu       masuk, kenali seperlunya &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Bawa kantong kain untuk       menyimpan alas kaki, payung dan sebagainya, dan bisa dibawa saat sholat. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Sebelum masuk masjid buat       janji di mana akan bertemu jika ingin pulang bersama. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Jangan lupa juga janji pukul       berapa bertemu. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Tempat berkumpul bisa       dipasangi bendera rombongan tinggi-tinggi agar mudah dilihat dari       kejauhan. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Membuat identitas unik rombongan,       bisa dengan selempang, slayer, atau pita di jilbab. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="style3"&gt; &lt;/p&gt;       &lt;p class="style3"&gt;&lt;strong&gt;Tips Mencium Hajar Aswad&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Ambil waktu yang kondisi       sekitar ka'bah tidak terlalu padat &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Pastikan fisik kuat &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Jangan bawa barang berharga &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Pastikan cara berpakaian       ihram benar dan kuat &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Jangan gunakan joki &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Tidak lama-lama &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Hindari menyakiti sesama       jamaah &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="style3"&gt;&lt;br /&gt;       &lt;strong&gt;Tips Tawaf dan Sai`&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Hafalkan do'a-do'a singkat,       jangan disibukkan dengan catatan &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Berangkat dalam rombongan &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Makan sebelum berangkat &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Buat kelompok kecil &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Sepakati lokasi pertemuan &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Hindari waktu padat &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Pindah ke lantai dua dan tiga       jika padat &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="style3"&gt; &lt;/p&gt;       &lt;p class="style3"&gt;&lt;strong&gt;Tips Menyimpan Uang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Tukarkan dengan  uang pecahan&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan letakkan uang di satu       tempat &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Jangan buka dompet di tempat       umum &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Titipkan di safety box jika       banyak &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Ke masjid bawa uang secukupnya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="style3"&gt;&lt;strong&gt;Tips di Pondokan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Mandi 2-3 jam sebelum waktu       shalat &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Jangan naik lift sendiri &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Simpan barang di tempat aman &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Matikan peralatan listrik       jika pergi &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Matikan peralatan masak jika       pergi &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Kenali lokasi pondokan dari       jarak jauh maupun dekat &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Buat denah pondokan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="style3"&gt; &lt;/p&gt;       &lt;p class="style3"&gt;&lt;strong&gt;Kebugaran saat ibadah haji&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Makan makanan yang mengandung       gizi seimbang, banyak serat dan tak banyak mengandung lemak. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Istirahat yang cukup. Para calon haji, kalau sudah berada di Masjidil Haram, inginnya terus-menerus melakukan ibadah tanpa memikirkan istirahat. Hal ini bisa menyebabkan jamaah haji jatuh sakit. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Olahraga ringan setiap pagi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="style3"&gt; &lt;/p&gt;       &lt;p class="style3"&gt;&lt;strong&gt;Tip Shalat di Masjid Nabawi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Gunakan pakaian hangat ketika       berangkat &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Datang setelah pukul 03.00       (pk 03.00 masjid baru dibuka) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Hindari shalat di pelataran       masjid &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Ingat nomor rak sandal &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="style3"&gt;&lt;br /&gt;       &lt;strong&gt;Tips nyaman beribadah&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Jangan tergantung pembimbing &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Mantapkan tata cara berhaji &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Hafalkan doa-doa &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;ul class="style3" type="disc"&gt;&lt;li&gt;Buat kelompok kecil&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="style3"&gt; Semoga bermaanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara  Cara  Menyambut  Ramadhan.</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/07/cara-cara-menyambut-ramadhan.html</link><category>Cara  Cara  Menyambut  Ramadhan.</category><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Fri, 10 Jul 2009 10:56:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-1577148177219655885</guid><description>&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt; &lt;!-- / Bagian Judul Naskah Nih --&gt;      &lt;p&gt;1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan &lt;u&gt;Ramadan&lt;/u&gt; dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”&lt;em&gt;Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan&lt;/em&gt;.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar &lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt; menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”&lt;em&gt;Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha&lt;/em&gt;.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.         Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab &lt;em&gt;Adzkar&lt;/em&gt;-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;9.         Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;·        buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;·        membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perang  Badar</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/07/perang-badar.html</link><category>Perang  Badar</category><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Fri, 10 Jul 2009 08:44:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-8641223195737349801</guid><description>&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span&gt;Dikisahkan, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam terlebih dahulu sampai di sumber mata air Badar dan memutuskan untuk berhenti di tempat itu. Dan itu merupakan bagian dari strategi agar pasukan kaum muslimin dekat dengan sumber air. Melihat hal itu, Habab ibn Mundzir berkomentar, “Wahai Rasulullah! Mengapa engkau memilih tempat ini sebagai pemberhentian kita? Apakah tempat ini memang telah ditentukan Allah kepadamu dan kita tidak dapat memajukan atau mengundurkannya sedikitpun, ataukah ini adalah bagian dari pendapat, strategi, dan siasat perang?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam menjawab, “Ini hanyalah sekedar pedapat, stategi, dan taktik perang.” &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Maka Habab berkata, “Wahai Rasulullah, jika demikian halnya, aku juga ingin mengemukakan pendapatku. Menurutku, tempat ini tidak tepat untuk kita berhenti. Sebaiknya kita terus berjalan hingga sampai di mata air yang paling dekat dengan perkemahan bangsa Quraisy. Setelah itu, kita duduki tempat tersebut dan kita hancurkan seluruh sumur yang ada di seberangnya dan menjadikannya kolam penampungan air. Lalu, kita penuhi kolam itu dengan air dan kita baru menyerang mereka. Dengan begitu, niscaya kita akan dapat minum air itu sedang mereka sama sekali tidak bisa meminumnya.” Pada saat itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam berkata, “Pendapatmu sangat bagus!” Kemudian, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam pun menjalankan taktik yang ditawarkan oleh Habab ibn Mundzir radhiallahu ‘anhu. Petunjuk yang diberikan oleh Habab ini diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dengan riwayat munqathi’ -Ibnu Hisyam (2/312-313), atau dengan riwayat mursal dan terhenti pada Urwah sebagaimana yang tertulis dalam al-Ishabah (1/302), Hakim (3/446-447). Riwayat tersebut dinilai sebagai hadis munkar oleh Dzahabi dan Umawi sebagaimana yang diungkapkan oleh Ibnu Katsir di dalam al-Bidayah wa an-Nihayah (3/293) dengan silsilah periwayatan yang munqathi’ (terputus).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Ketika mereka telah berhasil menduduki tempat yang dimaksud, Sa’ad ibn Muadz berkata kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam, “Wahai Nabi Allah! Tidakkah kami perlu membangun kemah khusus untuk tempat istirahatmu, menyiapkan hewan kendaraanmu dan kemudian kita baru menyerang musuh kita? Sungguh, seandainya Allah memberikan kemenangan dan kejayaan kepada kita atas musuh-musuh kami, maka itulah yang kami inginkan. Namun, bila kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya, maka engkau sudah siap untuk menyelamatkan diri dan menemui kaum kita. Wahai Rasulullah, sesungguhnya ada beberapa kaum yang menantimu di tanah air kita dan kecintaan mereka terhadapmu lebih besar dari kami. Sehingga, bila mereka mendengar bahwa engkau berperang, niscaya mereka pun tidak akan tinggal diam. Allah pasti akan melindungimu dengan mereka. Sebab mereka pasti akan memberimu pertimbangan dan senantiasa berjuang di belakangmu.” Maka, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam pun menyepakati usulan Sa’ad tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Meskipun demikian, perlu digarisbawahi bahwa saat terjadinya &lt;strong&gt;perang Badar&lt;/strong&gt; tersebut, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam ikut berperang aktif dan terlibat langsung dalam pertempuran. Jadi, beliau tidak hanya berada di dalam kemah dan berdoa saja sebagaimana dipahami oleh sebagian ahli sejarah. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Ahmad menuturkan: Ali radhiallahu ‘anhu menceritakan, “Kalian tentu telah menyaksikan bagaimana kami pada saat pecahnya perang Badar. Saat itu, kami berlindung di belakang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam, sedang beliau terus membawa kami mendekati musuh. Dan beliau adalah orang yang paling berani ketika itu.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Dengan isnad yang sama, sebuah hadis lain menuturkan, “Ketika keberanian mulai memuncak pada saat &lt;u&gt;perang Badar&lt;/u&gt;, kami terus bergerak bersama-sama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam Bahkan, beliau adalah orang yang paling berani. Terbukti, tidak ada satu pun kaum muslimin yang paling dekat dengan musuh selain beliau.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Muslim meriwayatkan: Pada perang Badar, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam berkata kepada para sahabatnya, “Jangan ada seorang pun di antara kalian bergerak sebelum aku memberi komando.” Ibnu Katsir berkata, “Beliau terjun dan terlibat langsung dalam pertempuran itu dengan segenap jiwa dan raga. Demikian halnya dengan Abu Bakar ash-Shiddiq. Sehingga, keduanya tidak hanya berjuang dengan berdoa dan bermunajat kepada Allah di dalam kemah saja, tetapi juga turun ke medan pertempuran dan bertempur dengan mengerahkan segala daya dan upaya.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Demikianlah, setelah pada siang harinya mengerahkan segala kemampuan dan daya upaya yang mungkin dapat dilakukan untuk memenangkan pertempuran, pada malam harinya beliau menghabiskan waktunya untuk terus berdoa dan memohon kepada Allah untuk memberikan kemenangan terhadap pihak tentara Islam. Adapun salah satu doa beliau saat itu adalah seperti yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim berikut: “Ya Allah, sempurnakanlah kepadaku segala apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, berikanlah apa-apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau membinasakan pasukan Islam, tentulah Engkau tidak akan lagi disembah di muka bumi ini.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Sebuah riwayat mengatakan: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam terus berdoa sampai kain sorbannya terjatuh dari kedua pundak beliau. Kemudian, Abu Bakar datang menghampiri beliau, mengambil sorban beliau yang terjatuh dan kemudian memakaikannya kembali ke pundak beliau. Setelah itu, ia pun melakukan apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam di belakangnya. Setelah itu, Abu bakar berkata, “Wahai Nabi Allah, tidakkah sudah cukup permohonanmu kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, karena sesungguhnya Allah pasti akan memenuhi seluruh janji-Nya kepadamu?” Maka Allah berfirman,“(lngatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, ‘Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang bertutut-turut’.” (QS. Al-Anfal: 9) Dan benar, esok harinya, Allah mengirimkan bala bantuan kepada mereka berupa pasukan tentara malaikat.” &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Adapun doa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam pada saat perang Badar yang diriwayatkan oleh Bukhari adalah:”Ya Allah, hamba memohon kepada Engkau akan janji dan perjanjian Engkau. Ya Allah, jika Engkau berkehendak (membuat hamba kalah), Engkau tidak akan disembah setelah hari (peperangan) ini.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Riwayat lain menceritakan: Lalu Abu Bakar memegang tangan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam dan kemudian berkata, “Sudahlah Rasulullah, engkau sudah meminta dan mendesak Tuhanmu tanpa henti!” Esok harinya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam mempergunakan baju besi dan kemudian keluar dari kemahnya seraya berkata, “Golongan itu (pasukan Quraisy) pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.” (QS. Al-Qamar: 45)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Ibnu Hatim menceritakan: Ikrimah berkata, “Ketika diturunkannya ayat ‘golongan itu (pasukan Quraisy) pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang … ‘, Umar berkata alam hati, “Golongan manakah yang akan dikalahkan itu?”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Umar radhiallahu ‘anhu juga menceritakan: Ketika perang Badar dimulai, aku melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam mempergunakan baju besi sambil berkata, Golongan itu (pasukan Quraisy) pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.” Maka, aku segera mengetahui maksud ucapan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam tersebut.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Pada hari Jum’at pagi, tanggal 17 Ramadhan, tahun ke-2 hijriah, tepatnya ketika kedua belah pihak (muslim dan Quraisy) sudah saling berhadapan dan sedang mengambil ancang-ancang untuk saling menyerbu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam berdoa kepada Allah seraya berkata: “Ya Allah, itulah kaum Quraisy yang telah datang dengan sombong dan congkaknya. Mereka memusuhi-Mu, menyalahi perintah-perintahMu, dan mendustakan Rasul-Mu. Ya Allah, aku hanya meminta pertolongan yang telah Engkau janjikan kepada hamba. Ya Allah, binasakanlah mereka pagi ini!”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Setiap kali akan berangkat bertempur, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam selalu terlebih dahulu merapatkan barisan pasukan kaum muslimin. Dia melakukan inspeksi barisan seraya menggenggam sebuah anak panah. Saat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam sedang melakukan pemeriksaan barisan, tiba-tiba beliau menekankan anak panah beliau ke perut Sawad ibn Ghaziyyah. Pasalnya, waktu itu ia agak sedikit keluar dari barisan. Beliau berkata kepadanya, “Sawad, luruskan barisanmu!” Sawad pun menjawab, “Rasulullah, engkau telah menyakitiku, maka bolehkah aku membalasmu?” Maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam membuka bagian perut beliau seraya berkata, “Lakukanlah!” Akan tetapi, Sawad ternyata tidak jadi membalas, tetapi justru memeluk Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam dan mencium bagian perut beliau. Dengan heran, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam bertanya, “Apa yang membuatmu seperti ini, Sawad?” Sawad menjawab, ”Wahai Rasulullah, seperti itulah yang aku inginkan. Sesungguhnya aku telah berharap agar mati setelah bisa menyentuhkan kulitku dengan kulitmu.” Lantas, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam pun mendoakan Sawad dengan hal yang baik-baik. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Setelah itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam memberikan berbagai arahan dan pengarahan kepada pasukan muslim tentang berbagai hal yang berkaitan strategi dan siasat mereka hari itu. Beliau berkata, “Apabila mereka mendekati kalian, maka serang mereka dengan anak panah kalian dan jangan sampai didahului oleh mereka! Ingat, jangan sampai kalian melupakan pedang kalian hingga kalian lengah dan dapat dirobohkan.” &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Setelah berpesan demikian, beliau lantas mengobarkan semangat pasukan muslimin dengan berkata, “Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di genggaman-Nya, setiap orang yang berperang melawan mereka (pasukan Quraisy) pada hari ini, kemudian mati dalam keadaan tabah, mengharapkan keridhaan Allah, maju terus pantang mundur, pasti akan dimasukkan ke dalam surga. “&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dikatakan bahwa ketika kaum musyrikin telah mendekat, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam berkata, “Bangkitlah kalian untuk menuju surga yang luasnya seperti luas langit dan bumi.” Mendengar ucapan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam tersebut, Umair ibn Humam al-Anshari berkata, “Wahai Rasulullah! Apakah benar surga memiliki luas seperti luas langit dan bumi?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam menjawab, “Benar.” Dengan terkagum-kagum, Umair berucap, “Oh, betapa besarnya surga itu!” Lalu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam bertanya kepada Umair, “Mengapa engkau berkata demikian?” Umair menjawab, “Tidak, Rasulullah. Demi Allah, aku hanya berharap menjadi bagian dari penghuninya.” Beliau berkata, “Engkau akan menjadi salah satu penghuninya. “&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Kemudian, ia mengeluarkan beberapa butir kurma dan memakannya. Setelah itu, ia berkata, “Seandainya aku masih hidup dan dapat memakan kurma-kurma ini, maka itu adalah kehidupan yang sangat panjang.” Lalu ia melemparkan kurma yang ada di genggamannya dan kemudian menjadi beringas bertempur sampai akhirnya terbunuh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Auf ibn Harits (putra Afra) berkata, ”Wahai Rasulullah, apa yang membuat Allah tersenyum saat melihat hamba-Nya?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam menjawab, “Ketika tangan seorang hamba itu menceburkannya ke tengah-tengah musuh tanpa mempergunakan pelindung.” Maka, seketika itu juga Auf membuka pakaian besi yang melindunginya, dan kemudian melemparkannya. Setelah itu, ia menghunus pedangnya dan bertempur di medan perang sampai terbunuh.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Sebelum dimulainya peperangan, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam meminta kepada para sahabatnya untuk tidak membunuh orang-orang dari Bani Hasyim dan beberapa orang lainnya. Pasalnya, mereka ikut meninggalkan kota Mekah dan berperang karena dipaksa. Dan di antara mereka yang disebutkan namanya oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam adalah Abu Bukhtari ibn Hisyam (salah satu orang yang pergi ke Ka’bah untuk merobek surat pemboikotan bangsa Quraisy terhadap kaum muslimin dan ia sama sekali tidak menyakiti Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam) dan Abbas ibn Abdul Muthalib.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Ketika Abu Hudzaifah mendengar perintah itu, ia berkata, “Apakah kami harus membunuh bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, dan keluarga kami, sementara kami harus membiarkan Abbas hidup? Demi Allah, bila aku bertemu dengannya, niscaya aku akan menebasnya dengan pedang.” Akhirnya, ucapan tersebut sampai ke telinga Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam Maka, beliau pun berkata kepada Umar, “Wahai Abu Hafshah, benarkah ia akan memukul wajah paman Rasulullah dengan pedang?” Umar berkata, “Wahai Rasulullah, izinkan saya untuk memenggal lehernya dengan pedang. Demi Allah, ia telah berbuat kemunafikan.” Sementara itu, beberapa waktu kemudian, Abu Hudzaifah berkata, “Aku merasa tidak tentram dengan kata-kataku saat itu. Bahkan sampai sekarang aku masih merasa takut, kecuali bila aku sudah menebusnya dengan kesyahidan.” Maka, akhirnya Abu Hudzaifah pun mati syahid pada perang Yamamah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span&gt;Dikisahkan bahwa sebelum peperangan dimulai, Asad ibn Abdul Asad al-­Makhzumi keluar dari pasukan Quraisy seraya berkata, “Demi tuhan, aku sungguh-sungguh akan meminum air kolam mereka, akan merusaknya (kolam air), atau mati di hadapannya.” Maka, ketika ia sudah mendekat, Hamzah pun merintanginya dan menyerangnya. Hamzah berhasil memukulnya hingga kakinya retak. Akan tetapi, Asad masih terus merangkak menuju ke kolam guna memenuhi sumpahnya dan Hamzah terus mengikutinya, memukul, dan akhirnya membunuhnya di depan kolam tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Isra  dan  Mi"raj</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/07/isra-dan-miraj.html</link><category>Isra  dan  Mi"raj</category><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Fri, 10 Jul 2009 08:31:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-6267106749748061025</guid><description>&lt;p&gt;Isra Mi'raj terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun 11 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kenabian&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kenabian (halaman belum tersedia)"&gt;kenabian&lt;/a&gt;. Artinya 11 tahun setelah Muhammad diangkat menjadi seorang Rasul. Jika Muhammad menjadi Nabi pada usia 40 tahun, berarti peristiwa &lt;u&gt;Isra' Mi'raj&lt;/u&gt; itu terjadi pada saat Muhammad berusia kira-kira 51 tahun. Pada peristiwa Isra Mi'raj dapat dikatakan terbagi dalam 2 peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, &lt;u&gt;Nabi Muhammad SAW&lt;/u&gt; "diberangkatkan" oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Allah" title="Allah"&gt;Allah&lt;/a&gt; SWT dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjidil_Haram" title="Masjidil Haram"&gt;Masjidil Haram&lt;/a&gt; hingga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjidil_Aqsa" title="Masjidil Aqsa" class="mw-redirect"&gt;Masjidil Aqsa&lt;/a&gt; dengan menaiki &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buraq" title="Buraq"&gt;buraq&lt;/a&gt;. Buraq adalah kendaraan yang tercepat dan tidak ada yang bisa menandingi kecepatannya. Buraq ini bergerak cepat dari Masjidil Haram sampai Masjidil Aqsa dari Mekah sampai Yerussalem dalam waktu beberapa jam saja. Lalu dalam Mi'raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sidratul_Muntaha" title="Sidratul Muntaha" class="mw-redirect"&gt;Sidratul Muntaha&lt;/a&gt; yang merupakan tempat tertinggi. Di sini,ketika Nabi sampai ke langit tertinggi,Allah SWT menyuruh Nabi agar umatnya disuruh shalat 50 kali sehari.Pada saat itu,Nabi Musa datang dan berkata bahwa perintah itu teralu berat dan meminta Nabi meminta kepada Allah SWT agar shalatnya dikurangi. Saat Nabi berhadapan Allah SWT,Nabi meminta shalatnya dikurangi. Maka,Allah pun mengabulkannya sehingga dikurangi menjadi 45 kali sehari. Tetapi, Nabi Musa meminta kepada Nabi agar mengurangi lagi. Maka Nabi kembali ke hadapan Allah.Allah menguranginya,namun Nabi Musa menyatakan kelebihan sehingga terus dikurangi hingga shalat lima waktu yaitu Subuh (2 rakaat), Dzuhur (4 rakaat), Ashar(4 rakaat), Maghrib (3 rakaat) dan Isya (4 rakaat).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah shalat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sidratul_Muntaha" title="Sidratul Muntaha" class="mw-redirect"&gt;Sidratul Muntaha&lt;/a&gt; seperti ini. Walaupun begitu, peristiwa ini membuat Rasulullah sedih karena banyak orang yang tidak percaya dengan hal ini,namun ada sahabat Nabi yang percaya apapun yang dikatakan Nabi Muhammad SAW yaitu Abu Bakar.Dia mengatakan bahwa yang dikatakan oleh Nabi pasti benar dan Abu Bakar digelari as-Sidiq yang artinya percaya pada setiap perkataan Nabi Muhammad SAW.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>MARIAM</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/07/mariam.html</link><category>MARIAM</category><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Fri, 10 Jul 2009 07:17:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-6866426521272390195</guid><description>&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Sebelum menurunkan kisah &lt;strong&gt;Nabi Isa&lt;/strong&gt; eloklah  diceritakan hal ibunya dahulu. Ibunya adalah seorang perempuan yang mulia. Allah  memuliakannya dengan menamakan sebuah surah sempena namanya. Surah itu adalah  surah Mariam iaitu surah yang kesembilan belas di dalam al-Qur'an.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Bapa Mariam bernama Imran. Dia juga  dimuliakan Allah. Sebenarnya, keluarga Imran dimuliakan Allah. Buktinya terdapat  pada ayat berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Allah telah memilih Adam, dan Nuh, dan    keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran, di atas semua alam"  (3:33).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Demikianlah dinamakan keluarga-keluarga  yang dipilih Allah di atas semua di alam ini. Ayat itu adalah ayat yang ke-33  dalam surah &lt;i&gt;Ali Imran&lt;/i&gt;, atau &lt;i&gt;Keluarga Imran&lt;/i&gt;, iaitu surah ke-3 di  dalam al-Qur'an.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Di surah itulah bermula cerita Mariam.  Ceritanya bermula dengan kelahirannya. Allah menceritakan begini:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Apabila isteri Imran berkata,    'Pemeliharaku, aku bernazar kepada Engkau, untuk kebaikan, apa yang di dalam    perutku. Terimalah Engkau yang ini daripadaku; sesungguhnya Engkaulah Yang    Mendengar, Yang Mengetahui.'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Dan apabila dia melahirkannya, dia berkata, 'Pemeliharaku, aku telah    melahirkannya, seorang anak perempuan.' Allah sangat mengetahui apa yang dia    melahirkan, dan bukanlah anak lelaki seperti anak perempuan, 'Dan aku    menamakan dia &lt;b&gt;Mariam&lt;/b&gt;, dan melindungkannya kepada Engkau dengan    keturunannya, daripada syaitan yang direjam.'" (3:35-36)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Perhatikan kepada doa ibu &lt;u&gt;Mariam&lt;/u&gt; sebelum dan selepas melahirkannya. Allah  menerima doa ibu Mariam dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Kemudian, Allah menceritakan pula Mariam dijagai oleh Zakaria. Mungkin  kerana ibu bapa Mariam sudah meninggal dunia. Zakaria adalah ahli keluarga  Imran. Dia berjaya menjaganya setelah bertengkar dengan ahli keluraga yang lain  kerana masing-masing ingin menjaga Mariam (3:44).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Lalu Mariam membesar,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"..... dia membesar dengan menarik hati .... Setiap kali Zakaria masuk    kepadanya di mihrabnya (bilik ibadat), dia mendapati rezekinya. Dia berkata,    'Wahai Mariam, dari manakah ini kepada kamu?' Dia (Mariam) berkata, 'Daripada    Allah,'" (3:37).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Di bilik itu sentiasa terdapat makanan yang datang dari sisi Allah.  Sesungguhnya Allah memelihara Mariam dengan baik untuk suatu rancangan-Nya yang  besar. Mariam adalah seorang yang taat kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Suatu hari tatkala Mariam sedang menyendiri muncul seorang malaikat (juga  dipanggil &lt;i&gt;rasul&lt;/i&gt;) yang menyerupai di hadapannya seperti seorang manusia  dengan tanpa cacat. Dia menjadi takut seraya berkata,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Aku berlindung pada Yang Pemurah daripada kamu, jika kamu bertakwa    (takut kepada Tuhan)!'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Dia  (malaikat) berkata, 'Aku hanyalah seorang rasul yang datang    daripada Pemelihara kamu, untuk memberi kamu seorang anak lelaki yang    suci.'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Berkata, 'Bagaimanakah aku akan ada seorang anak lelaki sedang tiada    seorang manusia pun menyentuhku, dan bukan juga aku seorang  jalang?'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Dia berkata, 'Begitulah; Pemelihara kamu telah berkata, 'Itu mudah    bagi-Ku; dan supaya Kami membuat dia satu ayat (tanda) bagi manusia, dan satu    pengasihan daripada Kami; ia adalah perkara yang telah ditentukan'"    (19:18-21).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Bayangkanlah perasaan seorang perempuan yang mulia yang akan mengandung  tanpa suami! Bagaimanakah dia akan menjelaskannya kepada keluarganya dan orang  lain?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Lalu dia mengandungnya, dan berundur dengannya ke suatu tempat yang    jauh" (19:22).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Tempat itu, menurut ayat 23:50, adalah "di atas bukit, di mana ada sebuah  lubang, dan sebuah mata air."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Dan rasa sakit beranak mendatanginya di batang pohon palma. Dia    berkata, 'Aduhai, sekiranya aku telah mati sebelum ini, dan menjadi sesuatu    yang dilupakan!'" (19:23).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Mariam kesakitan. Dia keseorangan. Kalaulah dia sudah mati sebelum itu,  katanya. Justeru, bayi yang baru dilahirkannya berkata-kata pula  kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Tidak, janganlah kamu bersedih; sesungguhnya Pemelihara kamu    mengadakan di bawah kamu sebuah anak sungai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Goyangkanlah kepada kamu batang palma; ia akan menjatuhkan kepada kamu    kurma yang segar dan masak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Maka makan dan minumlah, dan bergembiralah; dan jika kamu melihat    seseorang manusia, katakanlah, 'Aku telah bernazar kepada Yang Pemurah untuk    berpuasa, dan pada hari ini, aku tidak akan berkata-kata kepada seseorang    manusia pun.'" (19:24-26)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Anak yang baru dilahirkannya, selain menyuruh makan dan minum,  mengajarnya apa yang harus dilakukan apabila berjumpa orang lain. Dia menyuruh  ibunya mendiamkan diri kerana dialah yang akan menjelaskan keadaan sebenar.  Selepas itu Mariam pulang ke rumah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Kemudian dia mendatangkannya kepada kaumnya dengan membawanya; dan    mereka berkata, 'Wahai Mariam, sesungguhnya kamu mendatangkan sesuatu yang    aneh!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Wahai saudara perempuan Harun, bapa kamu bukanlah seorang lelaki yang    jahat, dan bukan juga ibu kamu seorang jalang,'"  (19:27-28)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Sekiranya Mariam menjawab tuduhan itu tentu keadaan menjadi amat rumit  lagi baginya. Dia mendiamkan diri seperti yang disuruh oleh  puteranya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Maka dia menunjuk kepadanya; tetapi mereka berkata, 'Bagaimanakah kami    berkata-kata kepada orang yang masih dalam buaian, seorang anak kecil?'"    (19:29)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Lalu sesuatu yang memeranjatkan mereka berlaku, apabila,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"(Isa) Berkata, 'Sesungguhnya aku hamba Allah; Dia memberi aku    al-Kitab, dan menjadikan aku seorang Nabi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Dia membuat aku diberkati di mana sahaja aku berada, dan Dia    mewasiatkan aku supaya bersolat, dan zakat, selama aku hidup,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Dan taat kepada ibuku, dan Dia tidak membuat aku sombong,    sengsara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Kesejahteraan ke atasku, pada hari aku diberanakkan, dan hari aku    mati, dan hari aku dibangkitkan hidup'" (19:27-33).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Apakah reaksi orang ramai apabila melihat Nabi Isa berkata-kata semasa  masih bayi lagi?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Namun, selepas berlaku mukjizat itu, masih terdapat orang-orang yang  tidak percaya dan melakukan pengumpatan yang besar terhadap Mariam  (4:156). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Apa yang berlaku pada Mariam adalah suatu contoh ujian dan pengorbanan  bagi orang yang percaya kepada Allah. Khususnya bagi kaum wanita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Mariam adalah salah seorang daripada dua orang perempuan beriman yang  berdarjat tinggi di sisi Allah. Demikian itulah kata Allah berbunyi,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Allah membuat satu persamaan bagi orang-orang yang percaya - isteri    Firaun, apabila dia berkata, 'Wahai Pemeliharaku, binalah untukku di sisi-Mu    sebuah rumah di Taman, dan selamatkanlah aku daripada Firaun dan amalannya,    dan Engkau selamatkanlah aku daripada kaum yang zalim.'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Dan Mariam, puteri Imran, yang menjaga kemaluannya, maka Kami    menghembuskan ke dalamnya daripada Roh Kami, dan dia mengesahkan Kata-Kata    Pemeliharanya dan Kitab-Kitab-Nya, dan menjadi antara orang-orang yang patuh"    (66:11-12).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Akan tetapi, Allah berfirman lagi mengenai Mariam. Kata-Nya Mariam adalah  di atas semua perempuan di semua alam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Dan ketika malaikat-malaikat berkata, 'Wahai Mariam, Allah memilih    kamu, dan membersihkan kamu, dan Dia memilih kamu di atas semua perempuan di    semua alam'" (3:42). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Selepas ini, sekiranya para pelajar berjumpa atau mendengar orang yang  menyebut nama perempuan lain sebagai yang paling mulia di dunia maka ingatlah  bahawa orang itu adalah seorang pendusta yang nyata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Apakah pelajaran atau iktibar yang pelajar perempuan perolehi daripada  kisah Mariam itu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kisah Nabi Yusuf.</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/07/kisah-nabi-yusuf.html</link><category>Kisah Nabi Yusuf.</category><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Fri, 10 Jul 2009 07:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-1061670132546563978</guid><description>&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Dua pelajaran diperolehi daripada kisah  Nabi Yusuf. Pertama, mengenai makna &lt;a name="makna rasul"&gt;sepatah perkataan Arab  di dalam al-Qur'an. Perkataan itu ialah "&lt;b&gt;rasul&lt;/b&gt;" yang lazimnya&lt;/a&gt; diguna untuk  "Rasul Allah", atau "Utusan Allah". Akan tetapi, pada sebuah ayat dalam surah  Yusuf perkataan itu digunakan oleh Allah untuk seorang utusan atau pembawa  berita kepada seorang &lt;b&gt;raja&lt;/b&gt;. Inilah ayatnya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Raja berkata, 'Datangkanlah dia    (Yusuf) kepadaku.' Apabila &lt;b&gt;rasul&lt;/b&gt; (utusan) datang kepadanya, dia (Yusuf)    berkata, 'Kembalilah kepada pemelihara (raja) kamu, dan tanyalah dia,    'Bagaimanakah dengan wanita-wanita yang memotong tangan mereka?' Sesungguhnya    Pemeliharaku mengetahui muslihat mereka.'" (Qur'an 12:50). &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Maka perkataan &lt;i&gt;rasul&lt;/i&gt; bukan sahaja  diguna untuk Rasul Allah, malah ia boleh digunakan untuk orang yang tugasnya  seperti utusan atau pembawa berita bagi orang lain. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Rasul di dalam ayat tadi adalah orang  suruhan bagi seorang raja yang dihantar, atau diutus, untuk berjumpa dan membawa  Nabi Yusuf dari penjara ke istana. Begitulah sedikit kisah Nabi Yusuf yang  menarik disebut di sini. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Dengan itu, membawa kepada pelajaran  kedua dalam kisah Nabi Yusuf dengan adik-beradik, ibu dan bapanya. Cerita-cerita  mereka merupakan suatu pelajaran juga, seperti kata Allah: &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Sesungguhnya dalam cerita-cerita    mereka adalah pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai minda"    (12:111). &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Kisah Nabi Yusuf tersurat dalam Surah  ke-12 al-Qur'an. Nama surah itu pun mengambil sempena nama Nabi Yusuf, iaitu  &lt;b&gt;Yusuf&lt;/b&gt;. Menurut suatu sumber, baginda dikatakan tinggal di sekitar tahun  1700 S.M, iaitu kira-kira 3,700 tahun dahulu. Atau, kurang lebih dua ribu tiga  ratus tahun sebelum kemunculan Nabi Muhammad.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Kisah Nabi Yusuf adalah cerita yang paling baik dalam al-Qur'an.  Firman-Nya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Kami menceritakan kepada kamu cerita yang paling baik dalam apa yang    Kami mewahyukan kamu, al-Qur'an ini" (12:3).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Cerita bermula dengan mimpi Nabi Yusuf  semasa dia kanak-kanak. Mimpi itu diceritakannya kepada bapanya Yaakub, yang  juga menjadi seorang Nabi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Apabila Yusuf berkata kepada bapanya, 'Ayah, saya melihat sebelas    bintang, dan matahari, dan bulan; saya melihat mereka sujud kepada saya"    (12:4).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Setelah mendengar cerita Yusuf, bapanya melarang mimpi itu daripada  diceritakan kepada saudara-saudaranya. Dia juga memberi tahu Yusuf bahawa Tuhan  telah memilihnya dan mengajarnya interpretasi mimpi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Abang-abangnya tidak suka padanya kerana mereka sangka Yusuf dan adiknya  lebih dicintai oleh bapa mereka daripada mereka. Lalu mereka bercadang untuk  membunuh atau membuang Yusuf ke tempat lain. Akan tetapi,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Seorang daripada mereka berkata, 'Tidak, janganlah membunuh Yusuf,    tetapi lemparlah dia ke dasar perigi, dan sebahagian pengembara akan    memungutnya, jika kamu mahu melakukan'" (12:10).  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Setelah menetapkan rancangan itu mereka pergi kepada bapa mereka, meminta  kebenarannya, supaya Yusuf dapat pergi bersama mereka untuk bersuka-suka dan  bermain-main pada keesokan hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Pada mulanya bapa mereka keberatan untuk membenarkan Yusuf pergi bersama  mereka, dengan berkata "Ia menyedihkan aku bahawa kamu pergi dengannya, dan aku  takut akan serigala memakannya sedang kamu lalai daripadanya"  (12:13).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Maka apabila mereka pergi dengannya, dan mereka bersetuju untuk    meletakkan dia di dasar perigi, lalu Kami mewahyukannya, 'Kamu akan    memberitahu mereka mengenai perbuatan mereka ini apabila mereka tidak    menyedari'" (12:15). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Mereka balik kepada bapa mereka pada waktu isyak, menangis dan berkata,  "Ayah, kami pergi berlumba lari, dan meninggalkan Yusuf dengan barang-barang  kami, lalu serigala memakannya. Tetapi ayah tidak akan mempercayai kami,  walaupun kami berkata benar." &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Dan, mereka menunjukkan baju Yusuf dengan darah palsu padanya. Bapanya  berkata, "Tidak, tetapi jiwa kamu menghasut kamu untuk melakukan sesuatu  perkara. Tetapi marilah, kesabaran yang manis! Dan pertolongan Allah dipohonkan  terhadap apa yang kamu menyifatkan."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Tidak lama kemudian, pengembara-pengembara datang ke perigi di mana Yusuf  berada di dasarnya. Mereka mengutus seorang pengambil air lalu dia menurunkan  timbanya. Tiba-tiba dia berkata, "Oh, berita gembira! Ini seorang anak lelaki  muda." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Mereka mengambil Yusuf dan merahsiakannya sebagai barang dagangan; dan  Allah mengetahui apa yang mereka buat. Kemudian mereka menjual Yusuf dengan  harga yang murah, hanya beberapa dirham sahaja, kerana mereka tidak  menghargainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Orang yang membelinya, dari Mesir, berkata kepada isterinya, "Berilah dia  tempat tinggal yang mulia, dan boleh jadi dia akan bermanfaat kepada kita, atau  kita mengambil dia sebagai anak sendiri." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Dengan itu, Tuhan meneguhkan Yusuf di bumi supaya Dia mengajarnya  interpretasi mimpi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Maka tinggallah Nabi Yusuf bersama orang Mesir yang membelinya sehingga  dewasa. Dia menjadi seorang lelaki yang amat kacak. Kekacakan beliau membuatkan  perempuan, yang di rumahnya dia tinggal, tergoda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Perempuan itu menutup pintu-pintu seraya berkata, "Marilah  kepadaku!" Yusuf menjawab, "Pada Allah berlindung! Sesungguhnya tuanku  telah memberi aku tempat tinggal yang baik!"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Kalau tidak kerana pertolongan Allah, Nabi Yusuf turut tergoda pada  perempuan itu. Kedua-duanya lari ke pintu, dan perempuan tersebut mengoyakkan  baju Yusuf dari belakang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Mereka mendapati ketua mereka di depan pintu. Perempuan itu berkata,  "Apakah balasan bagi orang yang menghendaki kejahatan terhadap keluarga kamu,  melainkan bahawa dia dipenjarakan, atau satu azab yang pedih?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Yusuf berkata, "Dia yang menggoda saya". Lalu seorang daripada ahli  keluarga itu memberi suatu penjelasan, "Jika bajunya dikoyakkan di bahagian  depan, maka perempuan itu telah berkata benar, dan Yusuf berdusta, tetapi jika  bajunya dikoyakkan di bahagian belakang, maka perempuan itulah yang berdusta,  dan  Yusuf orang yang benar." &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Apabila ketua mereka melihat bajunya dikoyakkan dari belakang, dia  berkata, "Ini muslihat perempuan daripada kamu; sesungguhnya muslihat kamu  besar. Yusuf, berpalinglah daripada ini, dan kamu, perempuan, mintalah ampun  atas kesalahan kamu; sesungguhnya kamu bersalah."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Kejadian itu sampai ke telinga wanita-wanita tertentu di kota. Mereka  berbisik, "Isteri Gabenor menggoda pemudanya yang menundukkan hatinya dengan  cinta!"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Setelah isteri Gabenor mendengar bisikan-bisikan licik mereka, dia  mengutus kepada mereka, dan menyediakan bagi mereka tempat-tempat bersandar,  kemudian dia memberikan tiap-tiap seorang daripada mereka sebilah  pisau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Kemudian, dia menyuruh Yusuf pergi kepada perempuan-perempuan tersebut.  Apabila mereka melihatnya, mereka sangat kagum padanya, lalu mereka memotong  tangan-tangan mereka, dengan berkata, "Dijauhkan Allah! Bukanlah ini manusia;  dia tidak lain, hanyalah seorang malaikat yang mulia."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Lalu isteri Gabenor berkata, "Inilah dia orangnya yang kamu mencela aku  dengannya. Benar, aku telah menggoda dia, tetapi dia menolak. Dan, jika dia  tidak membuat apa yang aku memerintahkannya, dia akan dipenjarakan."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Yusuf berkata, "Pemeliharaku, penjara lebih aku menyukai untukku daripada  apa yang mereka menyeru aku kepadanya, dan jika Engkau tidak memalingkan   muslihat mereka daripada aku, tentu aku akan berkeinginan benar pada mereka, dan  aku menjadi orang yang bodoh."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Pemeliharanya pula menyahutinya, dan Dia memalingkan  daripadanya muslihat perempuan-perempuan itu; sesungguhnya Dialah Yang  Mendengar, Yang Mengetahui. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Maka Yusuf dimasukkan ke dalam penjara. Bersama dia adalah dua orang  pemuda. Seorang daripada mereka berkata, "Aku bermimpi bahawa aku memerah  anggur." Berkata yang lain, "Aku bermimpi bahawa aku membawa roti di atas  kepalaku dan burung-burung makan sebahagiannya. Beritahulah kami  interpretasinya. Kami melihat bahawa kamu adalah orang yang berbuat  baik."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Yusuf berkata, "Wahai rakan-rakanku yang sepenjara, bagi seorang daripada  kamu, dia akan menuangkan minuman arak untuk tuannya; bagi yang satu lagi, dia  akan disalib, dan burung akan makan sebahagian daripada kepalanya."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Kemudian dia berkata kepada orang yang dia menyangka akan diselamatkan  antara keduanya, "Sebutlah aku kepada tuan kamu." Akan tetapi, syaitan  menjadikan dia lupa untuk menyebutnya, supaya dia tetap di dalam penjara selama  beberapa tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Suatu hari, raja berkata, "Aku melihat dalam mimpi tujuh ekor lembu yang  gemuk, dan tujuh yang kurus memakan mereka; dan tujuh tangkai bijirin yang  hijau, dan tujuh yang lain kering. Wahai pembesar-pembesarku, putuskanlah  kepadaku mimpiku."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Tiada seorang pun antara mereka yang tahu. Kemudian pemuda yang telah  diselamatkan dahulu berkata, setelah teringat, "Aku sendiri akan memberitahu  kamu interpretasinya, maka utuslah aku."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Wahai Yusuf orang yang benar, putuskanlah kepada kami mengenai tujuh  ekor lembu yang gemuk, yang tujuh yang kurus memakan, dan tujuh tangkai bijirin  yang hijau, dan tujuh yang lain kering, supaya aku kembali kepada mereka agar  mereka mengetahui."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Yusuf berkata, "Kamu menyemai tujuh tahun seperti biasa; apa yang kamu  tuai, tinggalkanlah ia pada tangkainya, kecuali sedikit daripadanya kamu makan.  Kemudian sesudah itu, akan datang kepada kamu tujuh tahun yang keras yang  memakan apa yang kamu menyediakan bagi mereka, semua, kecuali sedikit yang kamu  simpan. Selepas itu, akan datang satu tahun yang manusia diberi pertolongan  hujan, dan padanya mereka memerah."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Raja berkata setelah mendengar interpretasi mimpi oleh Yusuf yang dibawa  oleh utusannya, "Datangkanlah dia kepadaku." Apabila utusan itu tiba, Yusuf  berkata, "Kembalilah kepada tuan kamu, dan tanyalah dia, mengenai wanita-wanita  yang memotong tangan mereka?" &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Raja bertanya, "Apakah urusan kamu, perempuan-perempuan, apabila kamu  menggoda Yusuf?" Mereka menjawab, "Dijauhkan Allah! Kami tidak mengetahui  kejahatan padanya." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Isteri Gabenor berkata, "Sekarang yang benar akhirnya menjadi nyata.  Sayalah yang menggodanya."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Raja berkata, "Datangkanlah dia kepadaku. Aku akan mendekatkannya dengan  diriku." Setelah Yusuf berada dengannya, dia berkata kepada Yusuf, "Pada hari  ini, kamu berkedudukan teguh dalam sokongan kami, dan dalam kepercayaan  kami."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Yusuf berkata, "Lantiklah saya kepada perbendaharaan bumi ini; saya  adalah penjaga yang alim (berpengetahuan)."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Maka Kami meneguhkan Yusuf di bumi untuk dia menetap di mana sahaja    dia kehendaki, dan Kami tidak mensia-siakan upah orang-orang yang berbuat    baik" (12:56).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Suatu hari, saudara-saudara Yusuf datang lalu masuk kepadanya. Dia kenal  akan mereka, tetapi mereka tidak mengenalinya. Mereka datang untuk meminta  pertolongan makanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Setelah Yusuf menyiapkan bekal untuk mereka, dia berkata, "Datangkanlah  kepadaku saudara kamu yang tertentu daripada bapa kamu. Tidakkah kamu melihat  aku menepati sukatan, dan aku yang terbaik daripada penerima-penerima tamu?  Tetapi jika kamu tidak mendatangkan dia kepadaku, maka tidak akan ada sukatan  bagi kamu denganku, dan tidak juga kamu dapat mendekatiku."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Mereka menjawab, "Kami akan memujuk bapa kami; itu kami akan  buat."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Lalu Yusuf menyuruh budak-budak suruhannya meletakkan balik barang-barang  mereka (yang dibawa untuk mengganti bekalan makanan daripada Yusuf) ke dalam  pundi-pundi mereka supaya mereka mengenalinya apabila mereka balik kepada  keluarga mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Apabila mereka kembali kepada bapa mereka, mereka berkata, "Ayah, sukatan  itu akan dinafikan kepada kami, maka utuslah bersama kami saudara kami supaya  kami mendapatkan sukatan itu. Sesungguhnya kami akan menjaganya."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Bapa mereka berkata, "Adakah aku akan mempercayai kamu kepadanya seperti  aku mempercayai kamu kepada saudaranya dahulu?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Dan, apabila mereka membuka barang-barang mereka, mereka mendapati  barang-barang mereka dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata, "Ayah, apakah  yang kita menginginkan lagi? Barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan  kita mendapat bekalan makanan untuk keluarga kita, dan kita akan menjaga saudara  kita; kita akan mendapat tambahan beban seekor unta. Itulah sukatan yang  mudah."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Aku tidak akan mengutusnya bersama kamu sehingga kamu memberi aku satu  janji yang teguh dengan Allah, bahawa kamu pasti akan mendatangkannya kembali  kepadaku, kecuali kamu diliputi." Apabila mereka telah memberikannya janji  mereka, dia berkata, "Allah menjadi Wakil atas apa yang kami  ucapkan."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;&lt;a name="gelas"&gt;Maka apabila mereka masuk kepada Yusuf sekali lagi, dia  mengambil saudaranya&lt;/a&gt; kepadanya, seraya berkata, "Aku saudara kamu; maka  janganlah kamu berdukacita terhadap apa yang mereka buat."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Kemudian, apabila Yusuf menyiapkan persiapan untuk mereka, dia meletakkan  gelas minumannya ke dalam pundi saudara yang diambilnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Sedang mereka mula bertolak untuk kembali kepada keluarga mereka, datang  pula orang yang menyeru, "Hai kafilah, kamu adalah pencuri!"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Mereka bertanya sambil mendekati orang yang menyeru, "Apa yang kamu  hilang?" &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Kami kehilangan gelas berkaki kepunyaan raja. Sesiapa mendatangkannya  akan mendapat beban seekor unta; itu aku jamin."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Mereka berkata, "Demi Allah, kamu mengetahui bahawa kami tidak datang  untuk membuat kerosakan di bumi. Kami bukanlah pencuri."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Apakah balasannya jika kamu adalah pendusta?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Balasannya - dalam pundi sesiapa ia didapati, maka dialah balasannya.  Begitulah kami membalas orang-orang yang zalim."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Maka dia (Yusuf) memulakan dengan karung-karung mereka sebelum karung    saudaranya, kemudian dia mengeluarkannya daripada karung saudaranya. Begitulah    Kami membuat muslihat untuk Yusuf; dia tidak boleh mengambil saudaranya,    menurut agama (pengadilan) raja, kecuali apa yang Allah  menghendaki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Mereka berkata, "Jika dia seorang pencuri, seorang saudaranya adalah    seorang pencuri dahulu." Tetapi Yusuf merahsiakannya di dalam dirinya, dan    tidak menampakkannya kepada mereka, dengan berkata, "Kedudukan kamu lebih    buruk; Allah sangat mengetahui apa yang kamu menyifatkan."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Mereka berkata, "Wahai al-aziz (yang perkasa), dia mempunyai bapa yang    sangat tua; maka ambillah salah seorang antara kami untuk mengganti tempatnya;    kami melihat bahawa kamu adalah antara orang-orang yang berbuat    baik." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Berkata, "Allah menegah bahawa kami patut mengambil sesiapa sahaja    kecuali orang yang kami mendapati barang kami padanya, kerana jika kami    berbuat demikian, tentulah kami menjadi orang-orang yang zalim"    (12:76-79).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Apabila mereka kembali kepada bapa mereka dan menceritakan hal saudaranya  yang mencuri dan ditahan di Mesir kedukaan bapanya bertambah,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Dan dia berpaling daripada mereka, dan berkata, 'Aduhai, dukacitaku    untuk Yusuf!' Dan kedua-dua matanya menjadi putih kerana kesedihan yang    mencekiknya di dalam dirinya" (12:84).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Kemudian dia berkata, "Wahai anak-anakku, pergilah dan carilah berita  mengenai Yusuf dan saudaranya. Janganlah berputus asa daripada kesenangan Allah;  daripada kesenangan Allah, tiada yang berputus asa melainkan kaum yang tidak  percaya (kafir)."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Lalu mereka pergi kepada Yusuf dan berkata, "Wahai al-aziz, penderitaan  telah menyentuh kami dan keluarga kami. Kami datang dengan barang-barang yang  tidak berharga. Tepatilah kepada kami sukatan, dan bersedekahlah kepada kami;  sesungguhnya Allah membalas orang-orang yang bersedekah."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Yusuf bertanya, "Adakah kamu mengetahui apa yang kamu melakukan terhadap  Yusuf dan saudaranya, ketika kamu orang-orang yang bodoh?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Mereka menjawab, "Mengapa, adakah kamu benar-benar  Yusuf?" &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Dia berkata, "Aku Yusuf. Ini saudaraku. Sungguh, Allah telah berbudi baik  kepada kami. Sesiapa bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak  mensia-siakan upah orang-orang yang berbuat baik."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Mereka berkata, "Demi Allah, sesungguhnya Allah lebih menyukai kamu  daripada kami, dan sesungguhnya kami bersalah."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Yusuf berkata, "Tidak ada celaan pada hari ini kepada kamu; Allah  mengampuni kamu; Dia yang paling berpengasihan daripada yang berpengasihan.  Pergilah, ambil baju ini, dan kamu lemparlah ia kepada muka ayahku, dan dia akan  memperoleh kembali penglihatannya; kemudian datangkanlah kepadaku keluarga kamu  kesemuanya." &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Maka, apabila kafilah telah berangkat, bapa mereka berkata, "Sesungguhnya  aku mendapati bau Yusuf, melainkan kamu menuduh aku nyanyuk."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Mereka berkata, "Demi Allah, sungguh kamu adalah dalam kesesatan kamu  yang dahulu."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Tetapi apabila pembawa berita gembira datang kepadanya dan melemparkan  baju Yusuf ke mukanya, tiba-tiba dia kembali dapat melihat. Dia berkata,  "Tidakkah aku mengatakan kepada kamu bahawa aku mengetahui daripada Allah apa  yang kamu tidak tahu?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Mereka berkata, "Ayah kami, mintalah ampun untuk kami atas  kesalahan-kesalahan kami; sesungguhnya kami bersalah."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Sungguh, aku akan meminta Pemeliharaku untuk mengampuni kamu;  sesungguhnya Dialah Yang Pengampun, Yang Pengasih."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Kemudian mereka berangkat ke Mesir untuk menemui Yusuf.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;"Maka, apabila mereka masuk kepada Yusuf, dia mengambil ibu dan bapanya    kepadanya, dengan berkata, 'Masuklah kamu ke Mesir, jika Allah mengkehendaki,    dalam keadaan aman.'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Dan dia menaikkan ibu dan bapanya ke atas singgahsana; dan yang lain,    jatuh bersujud kepadanya. Berkata, 'Ayah, inilah interpretasi mimpi saya yang    dahulu; Pemelihara saya telah membuatnya benar. Dia telah berbudi baik kepada    saya apabila Dia mengeluarkan saya dari penjara, dan Dia mendatangkan kamu    dari gurun setelah syaitan menyelisihkan antara saya dan saudara saya.    Pemelihara saya halus terhadap apa yang Dia mengkehendaki; sesungguhnya Dialah    Yang Mengetahui, Yang Bijaksana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Wahai Pemeliharaku, Engkau telah memberikan aku untuk memerintah, dan    Engkau telah mengajar aku interpretasi mimpi. Wahai Pemula langit dan bumi,    Engkau Waliku (Pelindungku) di dunia dan akhirat. Matikanlah aku dalam    kemusliman, dan satukanlah aku dengan orang-orang yang salih"    (12:99-101).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kisah Nabi Adam as</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/07/setelah-allah-s.html</link><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Fri, 10 Jul 2009 07:04:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-6083916535087624813</guid><description>&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Book Antiqua;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya,laut-lautannya dan tumbuh-tumbuhannya,menciptakan langit dengan mataharinya,bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhuatiran Para Malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu,mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari.Berkata mereka kepada Allah s.w.t.:"Wahai Tuhan kami!Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih,bertahmid,melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman,menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:&lt;br /&gt;"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya."&lt;br /&gt;Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis Membangkang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain,yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama dan lebih agung dari Adam,karena ia diciptakan dari unsur api,sedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain,walaupun diperintah oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan bertanya kepada Iblis:"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"&lt;br /&gt;Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur."&lt;br /&gt;Karena kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam,sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat,mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:&lt;br /&gt;"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.&lt;br /&gt;Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:"Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam."&lt;br /&gt;Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam,berfirmanlah Allah kepada mereka:"Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam Menghuni Syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkatalah Adam:"Seorang perempuan."Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya."Siapa namanya?"tanya malaikat lagi."Hawa",jawab Adam."Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?",tanya malaikat lagi.&lt;br /&gt;Adam menjawab:"Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berpesan kepada Adam:"Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis Mulai Beraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."&lt;br /&gt;Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya,akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:"Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yang telah ditentukan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Adam dalam Al-Quran.&lt;br /&gt;Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A'raaf ayat 11 sehingga 25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oelh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia - keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf.Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.&lt;br /&gt;Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Habil Dan Qabil, putera Nabi Adam a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatacara hidup suami isteri Adam dan Hawa di bumi mulai tertib dan sempurna tatkala Hawa bersedia untuk melahirkan anak-anaknya yang akan menjadi benih pertama bagi umat manusia di dunia ini.&lt;br /&gt;Siti Hawa melahirkan kembar dua pasang.Pertama lahirlah pasangan Qabiel dan adik perempuannya yang diberi nama "Iqlima",kemudian menyusul pasangan kembar kedua Habiel dan adik perempuannya yang diberi nama "Lubuda".&lt;br /&gt;Kedua orang tua,Nabi Adam dan Siti Hawa, menerima kelahiran keempat putera puterinya itu dengan senang dan gembira, walaupun Hawa telah menderita apa yang lumrahnya dideritai oleh setiap ibu yang melahirkan bayinya. Mereka meharapkan dari keempat anak pertamanya ini akan menurunkan anak cucu yang akan berkembang biak untuk mengisi bumi Allah dan menguasai sesuai dengan amanat yang telah dibebankan keatas bahunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah naungan ayah ibunya yang penuh cinta dan kasih sayang maka membesarlah keempat-empat anak itu dengan cepatnya melalui masa kanak-kanak dan menginjak masa remaja.Yang perempuan sesuai dengan qudrat dan fitrahnya menolong ibunya mengurus rumahtangga dan mengurus hal-hal yang menjadi tugas wanita,sedang yang laki-laki menempuhi jalannya sendiri mencari nafkah untuk memenuhi keperluan hidupnya.Qabiel berusaha dalam bidang pertanian sedangkan Habiel dibidang perternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghidupan sehari-hari keluarga Adam dan Hawa berjalan tertib sempurna diliputi rasa kasih sayang saling cinta menyintai hormat menghormati masing-masing meletakkan dirinya dalam kedudukkan yang wajar si ayah terhadap isterinya dan putera-puterinya,si isteri terhadap suami dan anak-anaknya.Demikianlah pula pergaulan di antara keempat bersaudara berlaku dalam harmoni damai dan tenang saling bantu membantu hormat menghormati dan bergotong-royong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat Anak Adam Memasuki Alam Remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat putera-puteri Adam mencapai usia remaja dan mamasuki alam akil baligh di mana nafsu berahi dan syahwat serta hajat kepada hubungan kelamin makin hari makin nyata dan nampak pada gaya dan sikap mereka hal mana menjadi pemikiran kedua orang tuanya dengan cara bagaimana menyalurkan nasfu berahi dan syahwat itu agar terjaga kemurnian keturunan dan menghindari hubungan kelamin yang bebas di antara putera-puterinya.&lt;br /&gt;Kepada Nabi Adam Allah memberi ilham dan petunjuk agar kedua puteranya dikahwinkan dengan puterinya.Qabiel dikahwinkan dengan adik habiel yang bernama Lubuda dan Habiel dengan adik Qabiel yang bernama Iqlima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang telah diilham oleh Allahs.w.t. kepada Nabi Adam telah disampaikan kepada kedua puteranya sebagai keputusan si ayah yang harus dipatuhi dan segera dilaksanakan untuk menjaga dan mengekalkan suasana damai dan tenang yang meliputi keluarga dan rumahtangga mereka.Akan tetapi dengan tanpa diduga dan disangka rancangan yang diputuskan itu ditolak mentah-mentah oleh Qabiel dan menyatakan bahawa ia tidak mahu mengahwini Lubuda, adik Habiel dengan mengemukakan alasan bahawa Lubuda adalah buruk dan tidak secantik adiknya sendiri Iqlima.Ia berpendapat bahawa ia lebih patut mempersunting adiknya sendiri Iqlima sebagai isteri dan sekali-kali tidak rela menyerahkannya untuk dikahwinkan oleh Habiel.Dan memang demikianlah kecantikan dan keelokan paras wanita selalu menjadi fitnah dan rebutan lelaki yang kadang-kadang menjurus kepada pertentangan dan permusuhan yang sampai mengakibatkan hilangnya nyawa dan timbulnya rasa dendam dan dengki diantara sesama keluarga dan sesama suku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerana Qabiel tetap berkeras kepala tidak mahu menerima keputusan ayahnya dan meminta supaya dikahwinkan dengan adik kembarnya sendiri Iqlima maka Nabi Adam seraya menghindari penggunaan kekerasan atau paksaan yang dapat menimbulkan perpecahan di antara saudara serta mengganggu suasana damai yang meliputi keluarga beliau secara bijaksana mengusulkan agar menyerahkan masalah perjodohan itu kepada Tuhan untuk menentukannya.Caranya ialah bahawa masing-masing dari Qabiel dan Habiel harus menyerahkan qurban kepada Tuhan dengan catatan bahawa barangsiapa di antara kedua saudara itu diterima qurbannya ialah yang berhad menentukan pilihan jodohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qabiel dan Habiel menerima baik jalan penyelesaian yang ditawarkan oleh ayahnya.Habiel keluar dan kembali membawa peliharaannya sedangkan Qabiel datang dengan sekarung gandum yang dipilih dari hasil cucuk tanamnya yang rusak dan busuk kemudian diletakkan kedua qurban itu kambing Habiel dan gandum Qabiel diatas sebuah bukit lalu pergilah keduanya menyaksikan dari jauh apa yang akan terjadi atas dua jenis qurban itu.&lt;br /&gt;Kemudian dengan disaksikan oleh seluruh anggota keluarga Adam yang menanti dengan hati berdebar apa yang akan terjadi di atas bukit dimana kedua qurban itu diletakkan, terlihatlah api besar yang turun dari langit menyambar kambing binatang qurbannya Habiel yang seketika itu musnah ternakan oleh api sedang karung gandum kepunyaan Qabiel tidak tersentuh sedikit pun oleh api dan tetap tinggal utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan demikian keluarlah Habiel sebagai pemenang dalam pertaruhan itu karena qurbannya kambing telah diterima oleh Allah sehingga dialah yang mendapat keutamaan untuk memilih siapakah di antara kedua gadis saudaranya itu yang akan dipersuntingkan menjadi isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembunuhan Pertama Dalam Sejarah Manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan telah jatuhnya keputusan dari langit yang menerima qurban Habiel dan menolak qurban Qabiel maka pudarlah harapan Qabiel untuk mempersuntingkan Iqlima.Ia tidak puas dengan keputusan itu namun tidak ada jalan untuk menolaknya. Ia menyerah dan menerimanya dengan rasa kesal dan marah sambil menaruh dendam terhadap Habiel yang akan dibunuhnya di kala ketiadaan ayahnya.&lt;br /&gt;Ketika Adam hendak berpergian dan meninggalkan rumah beliau mengamanahkan rumahtangga dan keluarga kepada Qabiel. Ia berpesan kepadanya agar menjaga baik-baik ibu dan saudara-saudaranya selama ketiadaannya.Ia berpesan pula agar kerukunan keluarga dan ketenangan rumahtangga terpelihara baik-baik jangan sampai terjadi hal-hal yang mengeruhkan suasana atau merusakkan hubungan kekeluargaan yang sudah akrab dan intim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qabiel menerima pesanan dan amanat ayahnya dengan kesanggupan akan berusaha sekuat tenaga menyelenggarakan amanat ayahnya dengan sebaik-baiknya dan sesempurna berpergiannya akan mendapat segala sesuatu dalam keadaan baik dan menyenangkan.Demikianlah kata-kata dan janji yang keluar dari mulut Qabiel namun dalam hatinya ia berkata bahawa ia telah diberi kesempatan yang baik untuk melaksanakan niat jahatnya dan melepaskan rasa dendamnya dan dengkinya terhadap Habiel saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama setelah Adam meninggalkan keluarganya datanglah Qabiel menemui Habiel di tempat penternakannya.Berkata ia kepada Habiel:"Aku datang ke mari untuk membunuhmu.Masanya telah tiba untuk aku lenyapkan engkau dari atas bumi ini."&lt;br /&gt;"Apa salahku?"tanya Habiel.Dengan asalan apakah engkau hendak membunuhku?"&lt;br /&gt;Qabiel berkata:"Ialah karena qurbanmu diterima oleh Allah sedangkan qurbanku ditolak yang bererti bahawa engkau akan mengahwini adikku Iqlima yang cantik dan molek itu dan aku harus mengahwini adikmu yang buruk dan tidak mempunyai gaya yang menarik itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habiel berkata:"Adakah berdosa aku bahawa Allah telah menerima qurbanku dan menolak qurbanmu?Tidakkah engkau telah bersetuju cara penyelesaian yang diusulkan oleh ayah sebagaimana telah kami laksanakan?Janganlah tergesa-gesa wahai saudaraku, mempertaruhkan hawa nasfu dan ajakan syaitan! Kawallah perasaanmu dan fikirlah masak-masak akan akibat perbuatanmu kelak! Ketahuilah bahawa Allah hanya menerima qurban dari orang-orang yang bertakwa yang menyerahkan dengan tulus ikhlas dari hati yang suci dan niat yang murni.Adakah mungkin sesekali bahawa qurban yang engkau serahkan itu engkau pilihkannya dari gandummu yang telah rusak dan busuk dan engkau berikan secara terpaksa bertentangan dengan kehendak hatimu, sehingga ditolak oleh Allah, berlainan dengan kambing yang aku serahkan sebagai korban yang sengaja aku pilihkan dari perternakanku yang paling sihat dan kucintai dan ku serahkannya dengan tulus ikhlas disertai permohonan diterimanya oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah, wahai saudaraku kata-kataku ini dan buangkanlah niat jahatmu yang telah dibisikkan kepadamu oleh Iblis itu, musuh yang telah menyebabkan turunnya ayah dan ibu dari syurga dan ketahuilah bahawa jika engkau tetap berkeras kepala hendak membunuhku, tidaklah akan aku angkat tanganku untuk membalasmu karena aku takut kepada Allah dan tidak akan melakukan sesuatu yang tidak diredhainya.Aku hanya berserah diri kepada-Nya dan kepada apa yang akan ditakdirkan bagi diriku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat dan kata-kata mutiara Habiel itu didengar oleh Qabiel namun masuk telinga kanan keluar telinga kiri dan sekali-kali tidak sampai menyentuh lubuk hatinya yang penuh rasa dengki, dendam dan iri hati sehingga tidak ada tempat lagi bagi rasa damai, cinta dan kasih sayang kepada saudara sekandungnya. Qabiel yang dikendalikan oleh Iblis tidak diberinya kesempatan untuk menoleh kebelakang mempertimbangkan kembali tindakan jahat yang dirancangkan terhadap saudaranya, bahkan bila api dendam dan dengkin didalam dadanya mulai akan padam dikipasinya kembali oleh Iblis agar tetap menyala-yala dan ketika Qabiel bingung tidak tahu bagaimana ia harus membunuh Habiel saudaranya, menjelmalah Iblis dengan seekor burung yang dipukul kepalanya dengan batu sampai mati. Contoh yang diberikan oleh Iblis itu diterapkannya atas diri Habiel di kala ia tidur dengan nyenyaknya dan jatuhlah Habiel sebagai kurban keganasan saudara kandungnya sendiri dan sebagai kurban pembunuhan pertama dalam sejarah manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguburan Jenazah Habiel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qabiel merasa gelisah dan bingung menghadapi mayat saudaranya.ia tidak tahu apa yang harus diperbuat dengan tubuh saudaranya yang semakin lama semakin busuk itu.Diletakkannyalah tubuh itu di sebuah peti yang dipikulnya seraya mundar-mundir oleh Qabiel dalam keadaan sedih melihat burung-burung sedang berterbangan hendak menyerbu tubuh jenazah Habiel yang sudah busuk itu.&lt;br /&gt;kebingungan dan kesedihan Qabiel tidak berlangsung lama karena ditolong oleh suatu contoh yang diberikan oleh Tuhan kepadanya sebagaimana ia harus menguburkan jenazah saudaranya itu.Allah s.w.t. Yang Maha Pengasih lagi Maha Bijaksana, tidak rela melihat mayat hamba-Nya yang soleh dan tidak berdosa itu tersia-sia demikian rupa, maka dipertujukanlah kepada Qabiel, bagaimana seekor burung gagak menggali tanah dengan kaki dan paruhnya, lalu menyodokkan gagak lain yang sudah mati dalam pertarungan, ke dalam lubang yang telah digalinya, dan menutupi kembali dengan tanah.Melihat contoh dan pengajaran yang diberikan oleh burung gagak itu, termenunglah Qabiel sejenak lalu berkata pada dirinya sendiri:"Alangkah bodohnya aku, tidakkah aku dapat berbuat seperti burung gagak itu dan mengikuti caranya menguburkan mayat saudaraku ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kembalilah Adam dari perjalanan jauhnya.Ia tidak melihat Habiel di antara putera-puterinya yang sedang berkumpul.Bertanyalah ia kepada Qabiel:"Di manakah Habiel berada?Aku tidak melihatnya sejak aku pulang."&lt;br /&gt;Qabiel menjawab:"Entah, aku tidak tahu dia ke mana! Aku bukan hamba Habiel yang harus mengikutinya ke mana saja ia pergi."&lt;br /&gt;Melihat sikap yang angkuh dan jawapan yang kasar dari Qabiel, Adam dapat meneka bahawa telah terjadi sesuatu ke atas diri Habiel, puteranya yang soleh, bertakwa dan berbakti terhadap kedua orang tuanya itu.Pada akhirnya terbukti bahawa Habiel telah mati dibunuh oleh Qabiel sewaktu peninggalannya.Ia sangat sesal di atas perbuatan Qabiel yang kejam dan ganas itu di mana rasa persaudaraan, ikatan darah dan hubungan keluarga diketepikan sekadar untuk memenuhi hawa nafsu dan bisikan yang menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi musibah itu, Nabi Adam hanya berpasrah kepada Allah menerimanya sebagai takdir dan kehendak-Nya seraya mohon dikurniai kesabaran dan keteguhan iman baginya dan kesedaran bertaubat dan beristighfar bagi puteranya Qabiel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Qabiel dan Habiel Dalam Al-Quran.&lt;br /&gt;Al-Quran mengisahkan cerita kedua putera Nabi Adam ini dalam surah"Al-Maaidah" ayat 27 sehingga ayat 32 .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran Dari Kisah Putera Nabi Adam A.S.&lt;br /&gt;Bahawasanya Allah s.w.t. hanya menerima qurban dari seseorang yang menyerahkannya dengan tulus dan ikhlas, tidak dicampuri dengan sifat riyak, takabur atau ingin dipuji.Barang atau binatang yang diqurbankan harus yang masih baik dan sempurna dan dikeluarkannya dari harta dan penghasilan yang halal.Jika qurban itu berupa binatang sembelihan, harus yang sihat, tidak mengandungi penyakit atau pun cacat, dan jika berupa bahan makanan harus yang masih segar baik dan belum rusak atau busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahawasanya penyelesaian jenazah manusia yang terbaik adalah dengan cara penguburan sebagaimana telah diajarkan oleh Allah kepada Qabiel.itulah cara paling sesuai dengan martabat manusia sebagai makhluk yang dimuliakan dan diberi kelebihan oleh Allah di atas makhluk-makhluk lainnya, menurut firman Allah dalam surah "Al-Isra" ayat 70 yang bererti ; "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.Kami angkut mereka di daratan dan di lautan.Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Book Antiqua;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bersandar Kepada Allah.</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/07/bersandar-kepada-allah.html</link><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Fri, 10 Jul 2009 05:46:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-7990638298828268052</guid><description>Termasuk dari perbuatan syirik memakai sesuatu yang dikalungkan dan benang serta dengan yang sejenis keduanya untuk menghilangkan petaka atau menolak petaka. Letak syirik dari perbuatan ini adalah orang yang melakukannya telah menjadikan sesuatu yang bukan sebab sebagai sebab, baik secara syar’i ataupun ketentuan takdir sebagai sebab dan ini menunjukkan bahwa hatinya telah bergantung kepada selain Allah, maka dari sinilah terjadi perbuatan syirik yang dilarang oleh Allah. Kenapa bergantung kepada selain Allah, karena Allah tidak menjadikannya sebagai sebab baik secara syari’at dan tidak pula secara ketentuan takdir. Tauhid adalah sebaliknya yaitu hanya menggantungkan hati hanya kepada Allah dalam mencari manfaat atau menolak bahaya.&lt;br /&gt;- Seorang hamba tidak boleh manjadikan sesuatu dari sebab kecuali apa yang ditetapkan bahwasanya itu adalah sebab baik secara syari’at atau secara ketentuan takdir, artinya kita tidak boleh menganggap sesuatu sebagai sebab kecuali ada dalil syar’i bahwa ini adalah sebab untuk sesuatu, misalnya kita mengobati dengan membaca Al-Quran yang diistilahkan dengan ruqyah, kita anggap sebagai sebab penyembuhannya karena ada dalilnya dari Al-Quran maupun dari As-Sunnah, demikian pula tidak boleh kita menetapkan sesuatu itu sebagai sebab kecuali apabila hal itu merupakan sebab secara ketentuan takdir, artinya secara hukum alam ini Allah menetapkan bahwa hal itu adalah merupakan sebab bagi sesuatu, contohnya makan sebab untuk kenyang, minum sebab seorang terlepas dahaganya, api adalah sebab kebakaran, air adalah sebab basah dan ini secara ketentuan alam terbukti, Allah menginginkan bahwa hal-hal ini sebagai sebab yang lain, maka tidak boleh kita menjadikan sesuatu sebagai sebab kecuali apa yang ditetapkan syari’at ini sebagai sebab atau diketahui dari ketentuan takdir.&lt;br /&gt;- Untuk mengetahui bahwa sesuatu adalah sebab secara takdir apabila kita melihat pengaruhnya yang begitu tampak dan berhubungan langsung dengan akibatnya, bukan hanya sekedar pengaruh kejiwaan (sugesti) dan bukan pula semata-mata sangka-sangka atau duga-duga sebagian orang tetapi haruslah dengan akibat yang tampak nyata dan berhubungan langsung, sebagai contoh kita menelan pil tidur maka pengaruhnya jelas, orang yang menelannya memang akan tertidur dan hubungannya erat karena dzat-dzat yang membuat seorang datang rasa kantuknya dan tertidur.&lt;br /&gt;- Seorang yang memakai benang atau sesuatu yang lain yang dikalungkan atau yang digelangkan untuk menolak petaka atau menhilangkan petaka maka ini tidak memiliki dalil syar’i bahwa yang demikian itu adalah sebab untuk menghilangkan petaka bahkan dalil syar’i melarangnya dan tidak pula secara takdir karena pengaruhnya tidak jelas dan hubungan antara sebab akibatnya tidak tampak langsung, apa hubungannya dengan mengalungkan benang dengan menolak petaka, ini tidak bisa dibuktikan.&lt;br /&gt;- Tidak boleh seorang hamba bersandar kepada sebab-sebab tersebut tetapi hendaklah bersandar kepada pencipta sebab. Kita diperintahkan untuk menjalankan sebab tetapi bukan berarti hati kita digantungkan kepada sebab, kalau kita sakit maka kita diperintahkan untuk berobat tetapi kita tidak menyandarkan diri kepada obat tersebut tetapi hanya menyandarkan diri kepada pencipta sebab tersebut yaitu Allah, maka seorang ahli tauhid hatinya tergantung kepada pencipta sebab dan jasadnya melaksanakan sebab tersebut.&lt;br /&gt;- Hendaklah seorang tahu bahwa sebab-sebab itu meskipun besar dan kuat maka sesungguhnya sebab-sebab itu terkait dengan ketentuan Allah dan takdir-Nya, tidak mungkin sebab-sebab itu keluar dari takdir Allah dan Allah yang berbuat atas sebab-sebab itu sekehendak-Nya.&lt;br /&gt;- Ketentuan Allah bahwa sebab akan membawa akibat tetapi tidak mutlak, karena Allah terkadang menciptakan sebuah penghalang sebab itu untuk menimbulkan akibat, misalnya ada orang makan tapi tidak kenyang karena Allah jadikan padanya penghalang, mungkin makannya tidak diberkahi walaupun makannya banyak (seperti tidak membaca basmalah sebelum makan), misal lain bahwa api itu membakar tapi pada sebagian keadaan Allah tidak menginginkan, Allah menjadikan penghalang, seperti yang terjadi pada Nabi Ibrahim, Allah berkuasa atas apa yang dikehendaki Allah, demikian juga apabila Allah menhendaki sesuatu maka tidak akan ada yang bisa untuk menghalanginya, maka berarti induk segala sebab adalah kehendak Allah, tidak akan ada sesuatu dari sebab yang membawa akibatnya kecuali dengan kehendak Allah, maka sebesar dan sekuat apapun sebab tersebut tidak akan terjadi kecuali dengan kehendak Allah dan ketika suatu sebab membawa kepada akibatnya ini untuk menunjukkan kepada kita besarnya hikmah Allah dimana Allah mengikatkan secara erat antara sebab dan akibat, dan ketika Allah menjadikan sebab tidak membawa kepada akibatnya atau membawa kepada sebaliknya untuk menunjukkan kebesaran kekuasaan Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mencapai Kekayaan Hidup Yang Sejati</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/07/mencapai-kekayaan-hidup-yang-sejati.html</link><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Fri, 10 Jul 2009 05:08:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-8262304755275356691</guid><description>Jika seorang manusia sudah memiliki dua lembah yang penuh berisi dengan harta, maka pasti ia akan mencari lembah yang ketiga. Dan tidak akan pernah manusia merasa kenyang hingga tanah sudah kena pada perutnya." &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Zaman era teknologi digital yang serba canggih dewasa ini,kecenderungan yang merasuki banyak manusia adalah hidup mengejar kesuksessan dalam karier, hidup dan bisnis setinggi-tingginya. Menjadi sukses dalam karier, hidup dan bisnis telah menjadi tujuan utama banyak manusia, apapun paradigma kesuksesan itu baginya. Kebanyakan manusia, apa pun suku bangsa, kedudukan, jabatan, maupun agamanya, menempatkan ukuran kesuksesan hidupnya melalui ukuran penguasaan materi atau harta benda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keinginan kuat setiap individu untuk menjadi sukses dan berhasil meraih kekayaan materi atau harta adalah sesuatu yang penting. Begitu pentingnya memiliki kekayaan harta atau materi ini, maka Imam Al-Ghazali mengibaratkan,"orang yang mencari kebaikan tanpa harta ibarat orang pergi ke hutan tanpa membawa senjata atau ibarat burung elang tak bersayap". Karena materi merupakan sarana penting dalam mencapai berbagai tujuan kebaikan. Materi juga memiliki peranan penting pula dalam upaya manusia meningkatkan kualitas hidup maupun dalam upaya manusia meningkatkan amalan ibadahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang menjadi masalah adalah, begitu sibuknya manusia mengejar kekekayaan materi duniawi ini, seringkali menjadikan mereka melupakan hakekat kehidupan dan hakekat kekayaan sejati yang abadi. Mereka menempatkan pusat orientasi hidupnya pada kesuksesan penguasaan materi, bahkan sampai mendewakan materi. Mereka mengejar keberhasilan materi dengan tidak memperdulikan aturan hukum alam dan cenderung memutarbalikan hukum alam. Kecenderungan seperti inilah yang salah dan harus diluruskan kembali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manusia yang hanya menempatkan orientasi hidup pada nilai-nilai duniawi semata, mereka akan menjadi manusia yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang dikuasainya. Mereka ingin menambah dan menambah terus. Ini sama halnya dengan jabatan atau kekuasaan yang telah mereka dapatkan. Ketika mereka memiliki kekuasaan atau jabatan maka cenderung selalu ingin dipertahankan,walaupun, misalnya, sudah tidak memiliki kemampuan melaksanakannya ataupun sudah terlalu banyak kesalahan yang pernah dilakukannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lantas bagaimana agar kita tidak terjebak dalam jeratan orientasi salah dalam hidup yang hanya berpusat pada materi duniawi ? Bagaimana kita menyikapi kehidupan yang penuh persaingan tanpa terjebak dalam kesalahan paradigma tentang kekayaan materi ? Berikut ini beberapa tips yang dapat membantu kita agar tidak tergelincir dalam kesalahan melawan aturan hukum alam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Hakekat Hidup Sejati&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu sibuknya manusia modern mengejar kekayaan materi duniawi seringkali salah dalam memahami hakekat hidup sejati. Ada aturan hukum alam yang mengatur mengenai hakekat "hidup sejati" dengan "konsekuensi logis" kehidupan. Apa itu hakekat hidup sejati dan konsekuensi logis kehidupan ? Hidup sejati adalah inti, hakekat, "come first." Sedangkan konsekuensi logis adalah perifer, kulit, "come later." Manusia seharusnya mengejar lebih dulu hidup sejati dan konsekuensi logis akan datang dengan sendirinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ilustrasi sederhananya adalah, kalau Anda seorang karyawan maka berusahalah menjadi "karyawan sejati" yang menjunjung tinggi profesionalisme dan nilai-nilai spiritual kebenaran lebih dulu. Kekayaan uang atau materi adalah "konsekuensi logis" dari hasil menjadi karyawan sejati. Kalau anda menjalankan usaha, maka berusahalah menjadi pengusaha sejati yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran lebih dulu. Sedangkan profit atau keuntungan materi berlimpah adalah konsekuensi logis yang akan didapatkan dengan menjadi pengusaha sejati. Demikian juga dengan profesi lainnya. Dahulukan menjalani hakekat hidup sejati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Janganlah lebih dulu mengejar profit, lebih dulu mengejar kekayaan uang, lebih dulu menginginkan gaji yang tinggi, tanpa berusaha menjalani hidup sejati. Ini namanya memutarbalikan aturan hukum alam yang berarti hukum Allah. Inilah yang menyebabkan banyak orang melakukan berbagai penyimpangan,penyelewengan, korupsi, penipuan demi mendapatkan tujuannya untuk keberhasilan materi dan kekayaan, yang harusnya adalah konsekuensli logis kehidupan. Akibatnya tatanan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa menjadi rusak dan dilanggar begitu saja, seperti apa yang kita rasakan sekarang ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Imbangi Dengan kekayaan Spiritual&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam mengejar kekayaan materi, keberhasilan duniawi sebaiknya selalu mengimbangi dengan kekayaan spiritual. Berusahalah terus meningkatkan diri dalam mengisi kekayaan spiritual diri kita. Karena kekayaan spiritual ini akan mampu mengendalikan dan mengisi setiap kehidupan manusia dengan sifat senantiasa bersyukur dan merasa puas. Dalam pengertian sederhana, bisa mensyukuri terhadap apa yang sudah diperolehnya. Sifat syukur ini merupakan manifestasi dari suara hati spiritual, sehingga dapat menjadikan terminimalisasinya sifat serakah, tamak, rakus dan merusakan tatatan hukum kehidupan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hakikat kekayaan itu bukanlah semata-mata banyak harta yang dikuasai, akan tetapi terletak pada kekayaan spiritual yang dimiliki. Orang yang memiliki kekayaan spiritual tidak akan pernah dikendalikan dan dikuasai oleh materi, jabatan, dan kedudukan, akan tetapi justru hal-hal tersebutlah yang dikendalikan dan dikuasainya. Semuanya itu hanyalah merupakan alat untuk mengaktualisasikan fungsi kekhalifahannya yang memberikan kebaikan dan kemanfaatan bagi masyarakat banyak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Berdamai Dengan Ketentuan Allah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdamai dengan ketentuan Allah artinya, dalam mengejar keberhasilan hidup dunia dan kekayaan materi senantiasa mengikuti aturan hukum Allah. Tidak melanggar ketentuan-ketentuan Allah yang sudah dituangkan dalam kitab suci-NYA serta dapat berdamai menerima segala ketentuan-Nya. Kemampuan berdamai dengan ketentuan Allah dapat mengarahkan manusia untuk merasa puas atas rahmat Allah. Ini adalah sikap spiritual dan perilaku rohaniah yang menjadi kekayaan sejati yang tidak akan pernah habis. Manusia yang mampu memiliki sifat mampu menerima ketentuan Allah, dapat berpuas diri dengan hasil perjuangannya, dapat melahirkan pribadi yang tenang, memiliki sikap yang cerdas dan tentu saja pandai bersyukur terhadap segala nikmat Allah SWT yang diberikan kepadanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alangkah indahnya kalau hidup dapat mengikuti aturan hukum alam, memiliki kekayaan materi yang disertai dengan kekayaan spiritual, serta dapat menerima ketentuan Allah yang menjadikannya memiliki kekayaan sejati yang abadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika ditanyakan kepada setiap orang, apa yang menjadi tujuan hidupnya ? Sebagian besar akan menjawab ingin menjadi manusia yang sukses. Karena manusia adalah makhluk pencipta kesuksesan, apa pun paradigma kesuksesan tersebut baginya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita cenderung terobsesi dengan berbagai prestasi tinggi dalam kehidupan duniawi. Perhatikan sejarah kehidupan telah mengukir prestasi tujuh keajaiban dunia, seperti piramida di Mesir, tembok besar di Cina, kompleks Taj Mahal di India, dll. Itu semua adalah monumen simbul hebatnya karya akal pikiran manusia yang selalu terobsesi mencapai prestasi kesuksesan tertinggi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian juga kisah kesuksesan dalam berbagai petualangan agung, seperti pendaratan Neils Amstrong di bulan, perjalanan mengelilingi dunia oleh Magelhaens atau Columbus, penerbangan pesawat ruang angkasa ke Mars, eksplorasi angkasa luar sampai ke galaksi-galaksi terjauh, semuanya adalah manifestasi dari roh kesuksesan manusia dalam dirinya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ketentuan Allah SWT Kepada Manusia.</title><link>http://kali-cinta.blogspot.com/2009/07/ketentuan-allah-swt-kepada-manusia.html</link><author>noreply@blogger.com (Afriyan)</author><pubDate>Fri, 10 Jul 2009 04:51:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1199042400387095916.post-5978785442714885927</guid><description>Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas?ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah SAW menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga maka masuklah dia ke dalam syurga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/TentangMengingatTuhan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>