<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>Blog Sejuk</title><link>http://aanburhany.blogspot.com/</link><description>Seperti segelas air sejuk. Itu yang aku bayangin waktu memulai membuat blog ini. Air yang sejuk buat aku dan pembacanya, semoga.</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</managingEditor><lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2009 20:10:18 PST</lastBuildDate><generator>Blogger</generator><atom:id xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288</atom:id><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">142</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><geo:lat>50.3</geo:lat><geo:long>119.53</geo:long><image><link>http://aanburhany.blogspot.com/</link><url>http://lh5.ggpht.com/aanburhany/SKMsPcY817I/AAAAAAAAAM0/cAqd235vE0c/s288/segelas-air-putih.png</url><title>Segelas Air Putih</title></image><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/SegelasAirPutih" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId>SegelasAirPutih</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item><title>Surat Buat Istriku #1</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/aRVSJ20yNJw/surat-buat-istriku-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Tue, 03 Feb 2009 09:00:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-7715197163012310808</guid><description>Sayang, hari ini aku belajar hal baru lagi. Setelah kau ajarkan padaku tentang kesabaran pada sunyi, membuatku jumpalitan dengan energi syahwat yang meledak-ledak tiap pagi hingga akhirnya dengan "mensiasati" hukum kekekalan energi bisa kugunakan untuk untuk sesuatu yang bermanfaat, sudah kau juga ajarkan padaku bagaimana merubah materi, angan dan ingin menjadi cahaya dengan memahami bahwa segala sesuatunya bukan kepunyaan kita. Dan malam tadi aku belajar menyusun skala prioritas mana yang wajib, mana yang sunnah, mana yang penting mana yang tidak penting, kapan waktunya mengakhiri sesuatu dan memulai yang baru dengan meminimalkan mudharat dan kerusakan dari setiap perubahan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti roket antariksa aku merasa lepas dan bebas melesat ke atas. Benar adanya surah Al-Kahfi ayat 17, &lt;i&gt;"Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang Wali Mursyid (pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk) kepadanya".&lt;/i&gt; Sekeras apapun upaya kita memperbaiki diri kita sendiri dan orang lain berhasil atau tidaknya tetaplah Allah yang menentukan. Karena Dia lebih tahu kapan waktunya seseorang diwisuda dari sekolah kubangan kebohongan, sama seperti aku dulu sayang, ketika engkau dan para sahabat sudah putus asa dengan sikapku yang "dengar lalu abaikan" hingga akhirnya kalian berhenti berusaha menarikku keluar dari kubangan maksiat --padahal mestinya cahaya kelihatan lebih jelas saat kita berada dalam kegelapan, seperti kata seorang kawan-- tepat disaat kalian meninggalkanku disitulah aku mulai melihat cahaya..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayang, bolehkah kuintip apa yang telah dituliskan-Nya di lauhul mahfud tentang kita? Ataukah aku masih harus belajar lagi tentang kesabaran hingga akhirnya pasti bertemu denganmu nanti disana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;script type='text/javascript'&gt;addthis_url='&lt;data:post.url/&gt;'; addthis_title='&lt;data:post.title/&gt;'; addthis_pub='aanburhany';&lt;/script&gt;&lt;script src='http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12' type='text/javascript'&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!-- AddThis Button for Post END --&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-7715197163012310808?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QuUkjNYvNKn9k_SEwiJhIn5jn2g/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QuUkjNYvNKn9k_SEwiJhIn5jn2g/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QuUkjNYvNKn9k_SEwiJhIn5jn2g/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QuUkjNYvNKn9k_SEwiJhIn5jn2g/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~f/SegelasAirPutih?a=kvEqEcFI"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~f/SegelasAirPutih?i=kvEqEcFI" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/aRVSJ20yNJw" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-02-05T20:09:41.568+08:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/02/surat-buat-istriku-1.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tidak Akan Kulewatkan, Tidak Lagi!</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/ej12WURpbEA/tidak-akan-kulewatkan-tidak-lagi.html</link><category>Surat-suratku</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Mon, 09 Feb 2009 11:01:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-452325130377803336</guid><description>Tidak banyak cinta pada perempuan --selain buat ibuku-- yang pernah mampir dalam hidupku, cuma ada 3 saja. Ketiganya adalah wanita luarbiasa yang bisa mematikan akal sehatku dan membuatku mengakui betapa absurd cinta itu dan ketiganya telah kubiarkan berlalu begitu saja. Entah apa aku yang terlalu cepat berlari hingga tertinggal di belakangku atau mereka yang terlalu cepat hingga tidak aku sadari sudah berada jauh di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali kedua pulang ke rumah tahun 2009 ini, dan sepertinya hormon pheromone (hormon khas laki-laki yang bisa membuat wanita tertarik secara seksual konon berupa bau yang hanya bisa dicium oleh wanita, pada hewan biasanya menjadi penanda buat betina bahwa musim kawin telah tiba! ;D ) masih terus keluar dari badanku dan beterbangan di udara hingga aku masih terbengong-bengong sendiri dengan fenomena yang ditimbulkannya. Betapa bodohnya, kenapa cuma bengong?! Bukan cuma satu tapi 3!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Habis gimana? Aku berangkat dari Palu menuju Makassar dengan target yang jelas. Tuntasin kerjaan di Bulukumba dan &lt;i&gt;approach&lt;/i&gt; realisasi kerjasama dengan salah satu sekolah di Sungguminasa Gowa. Kalo udah fokus gitu aku serasa make kacamata kuda deh, ditambah lagi 2 buah fakta yang baru saja aku telan bulat-bulat bahwa cintaku yang ke-3 mustahil menjadi perempuanku setelah  sebelumnya seseorang disana hanya terdiam. Jadi isi kepalaku ketika melewatkan 3 kesempatan di depan mataku itu emang cuma soal kerjaan doang..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dapet tiket murah, seperti biasa ama wings/lion air kita di taro di tempat duduk belakang deket mesin yang bunyi "ngiuuuung" nya masih bisa aku bawa ampe 3 kilo setelah ninggalin bandara.. :P Duduk di belakang artinya duduk dekat pramugari yang kursinya deket pintu darurat. Karena penasaran dengan keputusan adikku yang menolak masukin lamaran ke lion-air jadi pramugari padahal yg minta dia masuk udah pemandu bakat (entah nama profesi mereka sebenernya apa :) karena tidak percaya diri bahwa dia pantes banget untuk profesi itu, aku jadi merhatiin pramugari disampingku. Seperti sebuah mesin scanner yang lagi memindai sebuah dokumen, aku scan dari bawah ampe atas. Yak! Pas nyampe atas dianya senyum, aku yang gelagapan!.. Tadi pas demo tentang keselamatan penerbangan udah aku scan sepintas sih, udah senyum juga tapi aku pastiin itu mah senyum "mekanis" udah tugas dia untuk ramah ama penumpangnya, tapi senyum yang barusan nggak karena matanya yang tersenyum. Dong dong dong! Aku cuma tersenyum "biasa" aja, tapi dalam kepalaku rasanya aku udah familiar banget dengan wajahnya entah pernah ketemu dimana sebelumnya. Boro-boro mo kenalan trus tukeran nomer hape, aku udah ngorok duluan dan terbangun 15 menit sebelum landing karena pesawat yang terguncang oleh cuaca buruk sebelum masuk Makassar. Pas terbangun dalem hati udah ada niat, di pintu mana dia berdiri lewat situ aku mau keluar. Dan tragisnya baru nyadar bahwa udah 4 tahun ini aku nggak pernah lagi bikin kartu nama. Yah! Lewat lagi deh! Yang tinggal dikepalaku sekarang cuma ingatanku saat dia senyum tertunduk malu sebelum aku keluar pesawat. Haruskah aku ngelacak ke temenku yg kerja di lion-air siapa dia? Aku kok ngerasa dia seperti salah satu ponakan jauhku? Satu lewat, dikepalaku udah mulai tersusun rangkaian ceklist kegiatanku selama di Makassar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Budi yang janji menjemput baru bisa dateng jam 5.30 sepulang dia kerja. Killing time nunggu dia,  mampir di Nusantara Art Shop di waiting room yang kebetulan punya temenku, ngobrol dikit akhirnya masuk salah satu kafe yang ada di sana. Pesenan kopiku belum dateng, telepon dari Palu udah masuk ada masalah ama koneksi klien yang minta digedein bandwidthnya selama pelatihan. Adakah hari dimana semua hapeku bisa aku matikan tanpa rasa bersalah? :D Di meja depanku ada gadis mungil duduk sendiri lagi asyik sms-an. Gak begitu aku peduliin karena sibuk ngasih instruksi buat Mus gimana handle komplain klien barusan. Rupanya dia nungguin aku nutup telepon sebelum membuka pembicaraan, "Mas jam berapa ya?" "5 lewat 5", singkat aja. Eh dia nanya lagi, "Mau berangkat kemana mas?" "Oh, nggak kemana-kemana mau pulang, baru aja dateng dari Palu.." Usaha yang gigih untuk bujang lapuk sepertiku :D.. Menghargai usahanya, aku pindah kursi yang tadinya belakangi dia sekarang berhadapan tapi lain meja. Rupanya dia dari ambon mau ke menado. Yangtidak habis aku mengerti pertemuan yang menurutku "sambil-lalu" itu begitu dimanfaatkannya untuk mengetahui hal-hal tentangku yang menurutku masih terlalu pribadi untuk ditanyakan oleh orang yang baru kita kenal. Aku ditanya sudah menikahkah? Lahir tahun berapa? Agamanya apa? Kerja dimana? Ke Makassar ngapain? Di Palu ngapain? Punya pacar belum? Minta no hape dong? Ya, aku jawab dengan jujur aja. Sebelum aku jengkel sendiri, telepon dari Budi udah masuk dia nunggu di parkiran. Fiuuuh.. Lebih heboh lagi sesampai di rumah udah ada 2 smsnya masuk dan salah satunya bernada marah! Kenapa sms aku nggak dibales??!! Duh, 2 lewat, besok pagi-pagi aku mau ke Bulukumba tuntasin bengkalai biar nggak perlu nginap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang ke tiga barusan tadi di warnet, dari jam 3 siang tadi sampe jam 8 malam aku di warnet berhotspot deket Benteng Ujungpandang (Fort Rotterdam). Keasikan kerja Sistem Informasi Geografis pesenan temen yang harus tuntas hari ini, maghrib hampir lewat udah jam 6.45 baru aku naik ke atas tempat Mushalla warnet. (Note: Kenapa ya penempatan Mushalla tidak pernah masuk dari rencana awal sebuah bangunan? Coba tengok mall-mall dan rumah kita sendiri, cuma sedikit yang merencanakan khusus sebuah ruang sebagai Mushalla, selebihnya cuma ruang yang nggak diniatin, tapi dikondisikan menjadi sebuah Mushalla biasanya bersampingan dengan WC pula!) Turun dari atas di meja depanku dua perempuan yang baru nyadar waktu aku liatin dengan sorot mata "Magrib dulu dong, on-line mulu..." Seorang dari mereka beranjak, dan ngambil perlengkapan shalat dari dalam tasnya. Alhamdulillah. Waktu aku mule ngemasi laptop, yang naik sholat itu dan berpakaian lebih sopan dari yang satunya, senyum dan bilang makasih padaku! Oh Tuhan! Dia bilang sama temennya dia pulang naek becak aja, kenapa pula mulutku begitu berat untuk nawarkan jasa nganterin dia pulang??? Tiga pun lewat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;!-- AddThis Button for Post BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;script type='text/javascript'&gt;addthis_url='&lt;data:post.url/&gt;'; addthis_title='&lt;data:post.title/&gt;'; addthis_pub='aanburhany';&lt;/script&gt;&lt;script src='http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12' type='text/javascript'&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!-- AddThis Button for Post END --&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-452325130377803336?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/I4iVz9nt2VskRPyNwmVx9ac2e2M/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/I4iVz9nt2VskRPyNwmVx9ac2e2M/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/I4iVz9nt2VskRPyNwmVx9ac2e2M/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/I4iVz9nt2VskRPyNwmVx9ac2e2M/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~f/SegelasAirPutih?a=a74dmegG"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~f/SegelasAirPutih?i=a74dmegG" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/ej12WURpbEA" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-02-10T03:34:42.977+08:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/02/tidak-akan-kulewatkan-tidak-lagi.html</feedburner:origLink></item><item><title>Musim Orang Baik..</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/T7fjbGyj2KQ/musim-orang-baik.html</link><category>INDONESIANA</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Wed, 11 Feb 2009 02:12:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-7333945506987053155</guid><description>Di simpang jalan, di koran, di internet termasuk di facebook lagi banyak banget orang baik. Aku nggak termasuk loh, bisa aku pastikan aku bukan orang baik karena dosaku masih lebih banyak dari perbuatan baikku tapi bolehkan aku berharap pengen mati baik? Amin. Karena proses menjadi baik itu nggak pernah berhenti sampai kita mati. Aku cuma blogger yang nggak baik-baik banget tulisannya tapi pengen berbagi kebaikan.. :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kategori orang baik pastilah berbeda-beda tiap orang. Robin hood di satu sisi penjahat, di sisi lain pahlawan. Daud Beureuh dari Aceh dimata pemerintahan orde baru pemberontak, dimata rakyat Aceh beliau pahlawan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada kesamaan antara Daud Beureuh dan Robin Hood. &lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, mereka tidak pernah memikirkan (mikir aja nggak apalagi berharap) sebutan, sanjungan, pujian, imbalan dan caci-maki apa yang akan mereka terima dari perbuatannya. Ilmu ikhlas sudah mereka tamatkan. &lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, mereka berangkat dari niat baik yang bersih lalu mereka lakukan niat tersebut hingga menjadi kebiasaan. Kebiasaan baik yang mereka ulangi terus-menerus itu lalu membentuk karakter mereka, dan akhirnya mereka mati dengan karakter orang yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak percaya pada sesuatu yang instant. Membentuk karakter bukanlah proses marketing dan advertising. Karakter itu sesuatu yang tumbuh dari dalam dan keluar lewat sikap, ucapan dan perbuatan yang prosesnya tidak bisa dipercepat atau diperlambat kecuali oleh yang bersangkutan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf para calon pemimpin dan senator bangsa, secanggih apapun metode pemasaran yang anda kemas untuk membentuk karakter itu tidak akan pernah bisa menggantikan karakter anda yang sesungguhnya saat anda lagi berdiri di depan cermin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;!-- AddThis Button for Post BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;script type='text/javascript'&gt;addthis_url='&lt;data:post.url/&gt;'; addthis_title='&lt;data:post.title/&gt;'; addthis_pub='aanburhany';&lt;/script&gt;&lt;script src='http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12' type='text/javascript'&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!-- AddThis Button for Post END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-7333945506987053155?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ewLV8F3kXksIWRxiqpFIQ4reErQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ewLV8F3kXksIWRxiqpFIQ4reErQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ewLV8F3kXksIWRxiqpFIQ4reErQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ewLV8F3kXksIWRxiqpFIQ4reErQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~f/SegelasAirPutih?a=M7qxcGO0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~f/SegelasAirPutih?i=M7qxcGO0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/T7fjbGyj2KQ" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-02-11T18:44:50.817+08:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/02/musim-orang-baik.html</feedburner:origLink></item><item><title>Benang Merah</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/dj97XIBosxU/benang-merah.html</link><category>Introspeksi</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Sun, 15 Feb 2009 10:43:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-7095777441585022931</guid><description>Ada lagu dolanan semasa kecil "Cik-cik Periuk" tapi yang ini versi bahasa Makassarnya jadi "Ciki-ciki Pariuk". Bait terakhir dari lagu itu, ...ni sikko bannang eja!* (*diikat benang merah!..) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam ini aku kehilangan benang merahku! &lt;i&gt;Benang merah&lt;/i&gt; sesungguhnya, bukan kiasan kehilangan kekasih atau yang lain. Benang merah yang menghubungkan aku dengan kesadaranku, benang merah yang menghubungkan aku dengan non-aku, benang merah yang menghubungkan aku dengan masa lalu, masa kini dan akan datang, benang merah yang selalu berhasil "membumikan" aku kembali disaat "terbang" terlalu tinggi atau "terhempas" terlalu dalam. Seperti ada &lt;i&gt;hijab&lt;/i&gt; (dinding pembatas) antara aku dan "benang merah" yang ingin aku raih malam tadi, tanganku menggapai-gapai dan hanya berhasil meraih angin. Apa laku yang telah kuperbuat hingga tercipta dinding hijab? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupastikan dalam darahku masih mengalir zat yang membuat amal ibadah tidak diperhitungkan selama 40 hari dan atas belas kasihan-Nya aku bisa berharap niatku bisa aku pertanggung jawabkan bila itu hanya berupa pertanggung jawaban silat lidah dan adu akal, tapi sungguh aku tidak sanggup bila telah tiba waktu dimana aku harus menjelaskannya sendiri dihadapan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupastikan juga tulisan-tulisanku di blog ini yang ter-&lt;i&gt;feed&lt;/i&gt; ke beberapa situs lain, telah membuatku &lt;i&gt;euphoria&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;ujub&lt;/i&gt;, dan aku berniat untuk merenungkan lebih dalam lagi bila ingin berbagi kebaikan. Bila hanya berbuah ujub dan &lt;i&gt;riya'&lt;/i&gt; sekiranya biarlah niat baik itu menetap dalam hati saja. Aku masih jauh dari ikhlas dan aku tidak mau kehilangan benang merahku lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;!-- AddThis Button for Post BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;script type='text/javascript'&gt;addthis_url='&lt;data:post.url/&gt;'; addthis_title='&lt;data:post.title/&gt;'; addthis_pub='aanburhany';&lt;/script&gt;&lt;script src='http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12' type='text/javascript'&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!-- AddThis Button for Post END --&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-7095777441585022931?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OlhIqDTqtkerBh9Vsvtzb7uGd4U/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OlhIqDTqtkerBh9Vsvtzb7uGd4U/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OlhIqDTqtkerBh9Vsvtzb7uGd4U/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OlhIqDTqtkerBh9Vsvtzb7uGd4U/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~f/SegelasAirPutih?a=WUsbxu3o"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~f/SegelasAirPutih?i=WUsbxu3o" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/dj97XIBosxU" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-02-16T02:43:06.543+08:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-5.152193 119.412399</georss:point><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/02/benang-merah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Terimakasih Tuhan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/EP3YRh3yJQw/terimakasih-tuhan.html</link><category>Surat-suratku</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Mon, 02 Mar 2009 11:19:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-1342992590066885910</guid><description>&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Untuk meminjamkanku mesin waktu yang kusebut kenangan...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Sepulang dari kafe dengan hotspot gratisan karena lampu di kantor mati padahal ada banyak hal yg harus aku kerjakan &lt;i&gt;online&lt;/i&gt; di kepalaku sudah tersusun satu kalimat &lt;b&gt;"manusia bodoh"&lt;/b&gt; untuk judul jurnalku malam ini yang kupastikan isinya amarah melulu, tapi setelah bertemu kawan-kawan akrab di SMP PPSP IKIP --kemudian berubah menjadi SMPN 24 Makassar-- di FB semuanya menguap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/SawxDLt5HGI/AAAAAAAAArI/9ZDESiSYmLU/s1600-h/sd+deket+rumah+di+mks.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/SawxDLt5HGI/AAAAAAAAArI/9ZDESiSYmLU/s400/sd+deket+rumah+di+mks.jpg" style="cursor: move;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mereka telah ikut memberi warna yang indah pada diriku, bagian dari &lt;i&gt;"trilogi"&lt;/i&gt; &lt;b&gt;masa lalu, sekarang, dan masa depan.&lt;/b&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1161534015"&gt;Iccang&lt;/a&gt; yang sedikit lagi jadi "raja ngebor" karena kerjanya mengebor bumi ini sahabatku sejak SD hingga SMP yang memulai menghidupkan mesin waktuku. Hingga bertemu &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1360580737"&gt;Erni&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1287771517"&gt;Fatma&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1352245678"&gt;Ady&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1234481747"&gt;Mamat&lt;/a&gt; yang membuatku bangga karena dia ada di Lebanon menjadi bagian pasukan perdamaian PBB dari Indonesia. Masih kurang satu lagi &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=785767859"&gt;Nadi&lt;/a&gt;&amp;nbsp;, yang mengajari aku komunikasi dua arah dengan persamaan matematika kemudian disempurnakan Yusuf dengan persamaan diferensial di SMA Islam Athirah. Yusuf ini daftar logaritma berjalan. Sebutlah cosinus atau sinus berapa yang kalian ingin ketahui, dia akan menyebutnya dalam 5 detik hingga 3 angka di belakang koma. Saldy yang punya kalkulator sejuta umat, casio fx-3600 selalu ketinggalan 2-3 detik dari Yusuf kalau kami adu menghitung diferensial dan integral. Dan betapa takjubnya saya (jauh sebelum kita mengenal Lintang dalam "Laskar Pelangi" tulisan Andrea Hirata) Yusuf ini setamat SMA langsung pulang ke kabupaten Sidrap di Sulawesi Selatan melanjutkan mengolah sawah milik keluarganya. Aku ikut menikmati hasil sawah dan kebunnya saat panen pertama dari bibit yang disemainya. Dua karung dibawanya ke jalan Kelinci tempat kami biasa kumpul semasa SMA. Cita-citanya memang cuma satu bila ditanya. Mau jadi petani. Subhanallah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah masuk bangku kuliah, dan bertemu banyak orang-orang luar biasa lagi akhirnya terbersit niat dengan beberapa kawan yang sepenuhnya sadar bahwa segala apa yang dipandang oleh orang luar adalah kebaikan --yang dititipkan pada kami-- sebagian besar adalah buah pendidikan dasar kami dengan guru-guru luar biasa. Kami khawatir bila generasi setelah kami tidak lagi mengalami kebahagiaan di sekolah seperti kami dulu. Kami khawatir bila kelak anak-anak kami tidak lagi dididik untuk mengenal kebahagiaan hakiki tapi dibentuk menjadi mesin pencari uang handal yang tidak lagi peduli pada halal haram sumbernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajar bila romo Mangunwijaya pernah menulis bahwa kita mulai "dirusak" saat di pendidikan dasar. Betapa "cemburunya" saya ketika seorang sahabat sesama blogger sudah lebih dahulu mendirikan sekolahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih banyak yang ingin kutulis dan kubagi lewat catatan kecilku ini, tapi karena udah dipesan (atau perintah Erni? ;) sama ibu Ketua Kelas kami untuk istirahat, nantilah aku sambung lagi karena ada beberapa pekerjaan yang ingin kutuntaskan dahulu sebelum istirahat salah satunya mengubah keprihatinannya Iccang dengan statusku menjadi kebahagiaannya juga, amin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;
addthis_url='&lt;data:post.url/&gt;'; addthis_title='&lt;data:post.title/&gt;'; addthis_pub='aanburhany';
&lt;/script&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-1342992590066885910?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UFt_lOZlAbxOltS7aLLMqjz8PqI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UFt_lOZlAbxOltS7aLLMqjz8PqI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UFt_lOZlAbxOltS7aLLMqjz8PqI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UFt_lOZlAbxOltS7aLLMqjz8PqI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=EP3YRh3yJQw:l5RXdp50mY4:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=EP3YRh3yJQw:l5RXdp50mY4:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/EP3YRh3yJQw" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-09-23T10:36:40.254+08:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/SawxDLt5HGI/AAAAAAAAArI/9ZDESiSYmLU/s72-c/sd+deket+rumah+di+mks.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/03/terimakasih-tuhan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Maulid Nabi dan Catatan Perpisahan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/ka0eXlz4rpw/maulid-nabi-dan-catatan-perpisahan.html</link><category>Travel</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Mon, 09 Mar 2009 03:01:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-6541849280487190286</guid><description>&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Bila bukan karena cinta-Nya yang begitu besar pada Rasulullah maka semesta beserta isinya ini tidak akan pernah ada.. - SAQJ&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mission Accomplish&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayam-ayam di kandang tetangga dari kompleks belakang rumah di Makassar belum lagi bangun dan berkokok aku sudah di kamarku minum segelas kopi panas dan sebatang rokok (sisa berapa hari ya proyek 120 hari berhenti merokok? Jangan2 udah kena penalti :D ). Tanpa memandang remeh jarak Palu-Jakarta-Bandung perasaanku pagi ini cuma seperti mau naek angkot ke MTC karebosi window shopping hardware baru. Plong dan tanpa beban. Pertama karena tujuanku jelas, kedua karena pengen "cuci gudang" karena ring 3 tabunganku udah mulai terkorek dan cuma berbekal janji bahwa beberapa tagihan akan cair setiba di Bandung (Pelajaran hidup no. #235 jangan pernah bergantung sepenuhnya pada janji manusia), sudah kuhitung beberapa kali memang ongkos di dompetku pas banget buat nyampe di Babakan Ciamis. Peringatan: Jangan meniru hal ini tanpa keyakinan tinggi bahwa pertolongan pasti akan datang bila muka anda cukup memelas :D.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/SbTj812H2KI/AAAAAAAAArQ/faKH-XPNEq8/s1600-h/Bdg000.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/SbTj812H2KI/AAAAAAAAArQ/faKH-XPNEq8/s320/Bdg000.jpg" style="cursor: move;" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Tiba di Cengkareng, mutar dikit ke Selatan naik Damri 125 turun di Istiqlal terus jalan kaki ke Gambir. Nyampe Gambir yg paling pertama kubikin nyari ATM dan senyum-senyum sendiri yg keliatan gigi kayak gini ":D" ngeliat saldonya masih sama seperti kemaren malam. Alamat tidak ngopi di kereta dan tidur terus sampe Bandung. Keretanya on-time 1745, nyampe Bandungnya yang lelet 2315 baru nyampe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rico udah nunggu di stasiun kota. Kalimat pertama yang diucapkannya, "An, kau sama sekali tidak berubah dari pertama kali ke Bandung!". Begh! Ini karena udah malam kang Rico, jadi uban yg mulai muncul gak mengkilap, lagian kenapa mesti berubah bila apa yang sudah ada pada diri kita menurut orang lain adalah sesuatu yang baik? Muka memelas ala "Pussy Cat In The Boots" di film Shrek 2 kalo pas kere misalnya (sainganku cuma ponakanku si Fiqa kalo soal muka memelas ini). Buktinya pas aku nawar pengen beli jaket item keren yang lagi dipakenya, si Rico nggak mau nerima duitku, "Udahlah 'An bawa aja pulang ke Makassar jaket ini nanti sekarang kita ke kontrakanku dulu, biniku udah nyiapin kamar dan makan malam." &amp;nbsp;Pelajaran hidup no. #237. Jangan ragu berbuat baik pada orang lain karena database malaikat Mungkar dan Nakir tidak pernah "hang" dan "overload" nyatat semua kelakuan manusia lengkap dengan kadar keikhlasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam ini nginap di Surapati, besok baru ke tempat uni Iim dan matengin tujuan kemari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;to be continued..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;
addthis_url='&lt;data:post.url/&gt;'; addthis_title='&lt;data:post.title/&gt;'; addthis_pub='aanburhany';
&lt;/script&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-6541849280487190286?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VQD8OKMXT6AqWLWq69iRKQyqAZQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VQD8OKMXT6AqWLWq69iRKQyqAZQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VQD8OKMXT6AqWLWq69iRKQyqAZQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VQD8OKMXT6AqWLWq69iRKQyqAZQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=ka0eXlz4rpw:-_AtoqIwbkc:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=ka0eXlz4rpw:-_AtoqIwbkc:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/ka0eXlz4rpw" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-03-09T18:05:46.766+08:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/SbTj812H2KI/AAAAAAAAArQ/faKH-XPNEq8/s72-c/Bdg000.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/03/maulid-nabi-dan-catatan-perpisahan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Cukup</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/HiuZExPTQVg/cukup.html</link><category>Introspeksi</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Tue, 17 Mar 2009 13:46:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-8230680788890084992</guid><description>&lt;blockquote&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Bila aku pura-pura dungu dan tidak tahu, bukan berarti itu kesempatan untuk membodohiku kawan! Sebenarnya itu kesempatan terakhirmu untuk perbaiki semuanya, kecuali bila kau memang sudah tidak mau lagi aku jadi kawanmu. Ah! Apa kau lupa? Bila sesuatu akan atau sedang terjadi radar di hatiku biasanya sudah bergetar lebih dulu?&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Sudah lama tidak semarah ini, akibatnya tidak bisa tidur hingga pukul 4 pagi tanpa bikin apa-apa kecuali menahan getaran amarah sambil menghela nafas panjang. Kubiarkan malam ini amarahku mencapai puncaknya, supaya besok aku sisa menunggunya turun.&amp;nbsp;Marah itu perlu, asal konstruktif. Marah yang membangun. Dimana-mana juga marah itu biasanya destruktif atau menghancurkan tapi yang terarah dan terkendali tidak. Marah itu jadi destruktif jika kita berhenti di titik "pelampiasan" saja, mengamuk membabi buta menghancurkan segalanya. Namun bila proses penghancuran selesai dan kita teruskan dengan proses membangun kembali sesuatu yang sama sekali baru --setelah membersihkan puing-puing yang kita hancurkan tadi tentunya-- nah! Itu sudah kelihatan seperti "marah konstruktif" bisa juga kelihatan seperti "revolusi". Seperti yang "Oasis" nyanyiin, "I start my revolution from my bed!". Seperti itulah &lt;strike&gt;malam, eh&lt;/strike&gt; subuh ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lalu untuk apa maaf diciptakan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Selalu ada maaf untuk setiap permintaan maaf. Karena Aku juga ingin dimaafkan saat berbuat salah. Personnya pasti kumaafkan, tapi tidak untuk kelakuannya, ini bukan kali pertama dengan kesalahan yang sama. Toleransiku masih berbatas untuk apa yang kuyakini adalah prinsip kawan, maaf. Dan dengan memberi batasan toleransi sebenarnya aku sudah menjaga untuk tidak lagi mengulangi kemarahan subuh ini. Aku sama sekali tidak butuh penjelasan, alasan atau alibi-alibi apapun. Tidak ada gunanya, tidak akan merubah apapun.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Mari&amp;nbsp;berjuang melanjutkan hidup dengan beban hidup yang sudah pasti sesuai dengan porsi kita masing-masing.&amp;nbsp;Di padang Mahsyar kelak semoga kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung, amin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-8230680788890084992?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jsTHQ_2JUuOvAhXypc8cdxR4mF4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jsTHQ_2JUuOvAhXypc8cdxR4mF4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jsTHQ_2JUuOvAhXypc8cdxR4mF4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jsTHQ_2JUuOvAhXypc8cdxR4mF4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=HiuZExPTQVg:4BY6ejZb3HY:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=HiuZExPTQVg:4BY6ejZb3HY:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/HiuZExPTQVg" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-03-23T20:11:04.492+08:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/03/cukup.html</feedburner:origLink></item><item><title>Menunggu Kantuk Tak Kunjung Tiba</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/bxrWv0Eeaq8/menunggu-kantuk-tak-kunjung-tiba.html</link><category>Surat-suratku</category><category>Travel</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Thu, 26 Mar 2009 10:52:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-757184546534114276</guid><description>Azriel ponakannku sakit demam, pilek dan batuk. Tiap kali dia terbatuk keras atau menangis dia muntah. Sedih sekali liat mata lucunya tapi tetap tersenyum walau barusan habis muntah, "Omh Aan blum bobok? Temani Aiiel ya sampe bobokmi.." Kalau bisa kuambil sakitnya sudah kupindahkan ke tubuhku dari kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi aku belum tidur bukan cuma karena itu.. Efek domino dari semua penundaan dan pergeseran skala prioritas belum sampai di ujungnya, belum lagi masalah-masalah baru yang sudah menungguku saat kembali ke Palu. Lebih baik tidak usah kutunggu ujungnya. Tinggalkan saja, seperti tidak berujung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;script type='text/javascript'&gt;addthis_url='&lt;data:post.url/&gt;'; addthis_title='&lt;data:post.title/&gt;'; addthis_pub='aanburhany';&lt;/script&gt;&lt;script src='http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12' type='text/javascript'&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-757184546534114276?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/IDCbiKpezfiB96lzON31T0IM5zs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/IDCbiKpezfiB96lzON31T0IM5zs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/IDCbiKpezfiB96lzON31T0IM5zs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/IDCbiKpezfiB96lzON31T0IM5zs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=bxrWv0Eeaq8:fukdINU7VYU:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=bxrWv0Eeaq8:fukdINU7VYU:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/bxrWv0Eeaq8" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-03-27T01:54:43.480+08:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/03/menunggu-kantuk-tak-kunjung-tiba.html</feedburner:origLink></item><item><title>Marah</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/8xBL4v0L6qA/marah.html</link><category>Surat-suratku</category><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Wed, 15 Apr 2009 04:22:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-3602580624332156656</guid><description>&lt;blockquote&gt;Mereka pikir *itupun kalo bisa mikir* anaknya (baca: manusia) itu efek samping dari perbuatan coitus saja barangkali?!&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Seorang adik kelas 2 SMA yang biasa ngumpul dengan teman-teman sebayanya di gedung depan kantor. Terancam putus sekolahnya karena ayahnya sudah tidak mau biayai. Sepulang dari Makassar sudah saya tanya beberapa kali, "Kenapa tidak sekolah? Selesaikan SMA mu dulu kalo memang so capek sekolah supaya standar pendidikan formal orang-orang yang ada di sini berijazah SMA seperti standar kalo mo jadi presiden RI. Nanti dibantu biayanya dari honor kerja-kerja lepas di luar adek" Dengan enteng dia menjawab, "Kalau memang dengan ijazah SMP saya cuma bisa jadi kuli, ya sudah jadi kuli jo saya sampe mati kak.." Kubujuk lagi, "Tidak semua orang seperti Buya Hamka yang cuma berijazah formal SD, tapi dia punya semangat, motivasi dan dispilin tinggi hingga akhirnya menjadi seorang guru besar di Al Azhar Mesir! Kau ini adek, bangun saja dikasi bangun. Baca buku syukur kalo ada satu kali seminggu.." Dia tidak bergeming, tetap tidak mau sekolah rasanya mau kuhajar saja sampai dia pergi sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban begitu pasti bukan cuma soal biaya. Ada yang lebih besar dari itu. Kuajak bercerita beberapa kawannya, mengalirlah cerita tentang ayah anak itu yang cuma mengenal judi dan mabuk, seorang PNS dengan harta warisan berlimpah yang kini habis terjual. Anak tertua dari belasan saudaranya yang lahir susul menyusul rapat-rapat. Ayahnya main tangan pada anak itu, pada ibunya dan pada adik-adiknya. Terakhir dia terusir oleh ayahnya karena melawan saat ingin dikenai tangan dan ibunya berencana meninggalkan ayahnya pulang ke rumah orang tuanya. Saya terdiam tak bisa lagi menanggapi cerita kawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teringat olehku, seorang anak yang sebaya dengan adik satu itu yang tinggal di kawasan kumuh di belakang rumah di Makassar. Suatu hari anak ini menegur ayahnya yang baru pulang pagi dalam keadaan mabuk, "Dari mana maki itu pagipi baru pulang? Bau tuak lagi!" Ayahnya menjawab enteng, "Sannang lalo mako tela**! Tuak yang kuminum ini juga yang bikin kau lahir!".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak teori dan hikmah yang kupungut tentang anak dan orang tua walaupun aku belum menjadi seorang ayah. Seorang kawan sesaat setelah pengantin baru mengisahkan padaku tentang bagaimana ia berpuasa selama tiga hari dahulu sebelum bercampur dengan istrinya dengan niat memperoleh keturunan. Ia sudah mulai mendidik anak-anaknya saat anaknya itu masih berupa sari pati kehidupan di dalam tulang sumsumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mampu lagi kuteruskan. Bila kuteruskan isinya hanyalah makian untuk ayah adik itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;!-- AddThis Button for Post BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;script type='text/javascript'&gt;addthis_url='&lt;data:post.url/&gt;'; addthis_title='&lt;data:post.title/&gt;'; addthis_pub='aanburhany';&lt;/script&gt;&lt;script src='http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12' type='text/javascript'&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!-- AddThis Button for Post END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-3602580624332156656?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/R0Ik9vtnoOLelkyFJqrOUgU5GQE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/R0Ik9vtnoOLelkyFJqrOUgU5GQE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/R0Ik9vtnoOLelkyFJqrOUgU5GQE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/R0Ik9vtnoOLelkyFJqrOUgU5GQE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=8xBL4v0L6qA:QCGYneeV2oQ:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=8xBL4v0L6qA:QCGYneeV2oQ:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/8xBL4v0L6qA" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-04-15T19:22:43.092+08:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/04/marah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Introspeksi Nomer Seratus Ribu Sekian</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/RqgqhJlKEd8/introspeksi-nomer-seratus-ribu-sekian.html</link><category>Introspeksi</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Wed, 06 May 2009 06:20:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-7484897922115403249</guid><description>&lt;blockquote&gt;Rinduku tebal pada blogku ini. Banyak yang sudah terjadi dan berlalu tanpa sempat kutuliskan. Terlalu banyak urusan duniawi yang menyita waktu, terlalu banyak bermain dengan pikiran dan perasaan sendiri sampai aku kebingungan mau dikasi nomer berapa instrospeksiku kali ini. &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;No. #Ratus Ribu Sekian+1 : Terlalu Banyak Keinginan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tanpa perhitungan yang matang merombak skala prioritas di 3 bulan pertama tahun ini. Kantor &lt;i&gt;collaps&lt;/i&gt; karena ketidak siapan orang-orang yang kutinggalkan untuk menerima tanggung jawab  bukannya dijaga dengan baik malah disalahgunakan, dan misi yang kuangkat menjadi skala numero uno juga bisa dibilang gagal. Bukan menyesali keputusan yang aku ambil, tapi bila aku tidak &lt;i&gt;tracking back&lt;/i&gt; kemungkinan kesalahan sama bisa aku ulang dikemudian hari. Akal sehat mestinya menjadi alat bantu utamaku malah aku abaikan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;No. #Ratus Ribu Sekian+2 : Penundaan Tidak Penting&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bila sudah hati yang megang kendali tau sendirilah bagaimana rusaknya banyak hal yg mestinya nggak diurus dengan hati. Penundaan membuat aku kehilangan banyak job yang mestinya bisa diraih buat pengisi waktu yang nyata-nyata jauh lebih bermanfaat dari sekedar menjawab quiz aneh bin ajaib di pesbuk :P Tapi seru sih emang pesbuk itu.. Huahahaha.. &lt;i&gt;auto-self-defence-on&lt;/i&gt; tadinya mau pensiun dini sih, tapi pas bertemu dengan teman-teman SD, SMP, SMA waduh malah lupa niat awal maen pesbuk, menyambung tali silaturrahmi bukan malah bikin kusut tali silaturrahmi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asli kusyut.. Yang bikin kusyut karena pesbuk udah nggak aku anggap sebagai sekedar alat seperti hape buat smsan, sempat kuberi muatan emosi. Ya Allah.. Apa yang sudah kuperbuat? Ampuni ya Allah.. Ngaco pokoknya. Dasar bawaan dari lahir "love to explore" habis deh banyak waktu buat eksplorasi di pesbuk. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum lagi naluri "keusilan" lain, ternyata hatiku tidak mudah berpindah. Biarlah kujalani apa yang ada sekarang, kini setiap tawaran ta'aruf akan kusambut gembira dan bila aku tidak cukup baik untuk berjodoh paling tidak dapat satu kawan baru lagi. Untuk urusan yang satu ini aku tidak pernah punya plan B karena aku juga tidak mau dijadikan plan B. Ijinkan aku menamatkan ceritaku sendiri. Bila aku tidak berjodoh lagi kali ini, cuma ada 2 sebab, sama seperti dengan usahaku yang sudah-sudah. Pertama aku tidak cukup baik untuk meyakinkannya agar mau melebur rencana hidupnya dan rencana hidupku menjadi rencana "kita" , atau aku telah sampai di titik cukup. Titik dimana aku berkata, semuanya telah kuberikan dan sekarang saatnya melanjutkan hidup. Maaf, apalah artinya seorang Aan bila harus sampai di titik cukup dulu baru engkau mulai mengerti bahwa aku ternyata sedikit berharga buatmu. Aku akan sabar membiarkan ini mengalir hingga tiba2 saja takdir-Nya &lt;i&gt;maujud&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;No. #Ratus Ribu Sekian+3 : Semua Ini Udah diatur-Nya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kebebasanku mengambil keputusan pun sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari apa yang udah tertulis di &lt;i&gt;lauhful mahfudz&lt;/i&gt;.. Walau begitu selalu ada kepingan hikmah yang bisa dipungutin, Alhamdulillah.. Insya Allah semua yg udah aku lalui ini bisa membuatku makin baik bila belum bisa membuat yg disekitarku ikut membaik juga.. Amin.. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;!-- AddThis Button for Post BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;script type='text/javascript'&gt;addthis_url='&lt;data:post.url/&gt;'; addthis_title='&lt;data:post.title/&gt;'; addthis_pub='aanburhany';&lt;/script&gt;&lt;script src='http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12' type='text/javascript'&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- AddThis Button for Post END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-7484897922115403249?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Myq2j7Ik-QGAr7Qi3dovBd3ewZA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Myq2j7Ik-QGAr7Qi3dovBd3ewZA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Myq2j7Ik-QGAr7Qi3dovBd3ewZA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Myq2j7Ik-QGAr7Qi3dovBd3ewZA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=RqgqhJlKEd8:xeZKzqxU6XU:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=RqgqhJlKEd8:xeZKzqxU6XU:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/RqgqhJlKEd8" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-05-07T01:23:57.211+08:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/05/introspeksi-nomer-seratus-ribu-sekian.html</feedburner:origLink></item><item><title>Puasa Pesbuk, Akhirnya...</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/NWOs-zp_S_Y/puasa-pesbuk-akhirnya.html</link><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Wed, 03 Jun 2009 20:44:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-5058031200381770726</guid><description>&lt;blockquote&gt;Teringat kisah yg pernah dituturkan MH. Ainun Najib dalam salah satu bukunya.. Saat itu dia masih bujang dan tinggal di Yogyakarta, kendaraan utamanya untuk kemana-mana itu sepeda. Ke warung sepeda, ke malioboro nengokin Sutardji sepeda, suwun ke tempat Omar Kayam sepeda. Hingga suatu hari dia merasa sudah amat tergantung pada sepedanya itu. Asal mau kemana-mana rasanya tidak nyaman kalau tidak pake pakai sepeda. Lalu diajaknya lah sepedanya berdialog *rekaan aku aja dialognya* "Sampeyan ini siapa sih? Kok bisa-bisanya bikin aku ketergantungan kek gini? Kita sama-sama ciptaan gitu? Masih muliaan aku lah, sampeyan rakitan manusia sama kayak aku malah. Rendahan sampeyan lah. Tidak mau aku tergantung sama kamu yg jelas-jelas bukan sebaik-baiknya tempat bergantung."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Kira-kira begitulah juga kenapa sampai ku non-aktifkan untuk sementara akun FB ku..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;!-- AddThis Button for Post BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;script type='text/javascript'&gt;addthis_url='&lt;data:post.url/&gt;'; addthis_title='&lt;data:post.title/&gt;'; addthis_pub='aanburhany';&lt;/script&gt;&lt;script src='http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12' type='text/javascript'&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- AddThis Button for Post END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-5058031200381770726?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vtphkMg-o7HQv9_v2UVhoqss19o/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vtphkMg-o7HQv9_v2UVhoqss19o/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vtphkMg-o7HQv9_v2UVhoqss19o/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vtphkMg-o7HQv9_v2UVhoqss19o/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=NWOs-zp_S_Y:AwJCrVJIIJw:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=NWOs-zp_S_Y:AwJCrVJIIJw:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/NWOs-zp_S_Y" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-06-07T01:01:41.548+08:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/06/puasa-pesbuk-akhirnya.html</feedburner:origLink></item><item><title>Surat Untuk Tapa, Perintah Shalat &amp; Sendal Jepit</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/u1Q-7KYhh0A/surat-untuk-tapa-perintah-shalat-sendal.html</link><category>Surat-suratku</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Sun, 19 Jul 2009 19:03:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-7931568430845124239</guid><description>Pilek berat saya Tapa, temani kau dengan Abdi di tower sampai jam 11 malam tidak pakai topi di malam sebelum kau berangkat! Macam pacaran saja saya bakirim surat sama kau! Huehehe.. So di Papua kau mestinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begini, habis subuh tadi saya baring-baring lagi, eh tatidur sampai jam 10 lewat tadi. Mimpi saya tentang kaw Tapa! Kita pi sembahyang di mesjid. Kau, adekmu Pian dengan 2 orang lagi temannya. Kalau bukan shalat subuh berjamaah itu shalat magrib. Kau dan 3 orang itu cuma bermain dalam shaf jamaah di mesjid itu. Saya dan jamaah lain ikut terganggu, karena caramu bermain di mesjid itu sama dengan caraku bermain waktu masih berumur 5 tahun saat belajar mengaji di Mesjid Mujahidin depan rumah. Karena saya masih 5 tahun, belum akil-balik, belum berakal, jadi para jamaah yang terganggu atau sengaja kami ganggu, selalu punya maaf buat kami. Akhirnya setelah selesai shalat, salah seorang pengurus mesjid mengusir kau supaya segera keluar tinggalkan mesjid kalau masih mau bermain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa tidak enak, karena sama-sama kau dan kawan-kawan ke mesjid itu, saya juga pamit keluar mesjid, lagian shalatnya sudah selesai. Pengurus mesjid yg merasa tidak enak hati juga sudah mengusir, mengantar sampai ke depan tangga mesjid tempat biasanya sendal-sendal berserakan dan bertumpuk. Sesampai di tangga depan mesjid sendalku yang buruk itu malah tertukar dengan sendal jamaah lain. Anak-anak kecil penjaga sendal, berlomba-lomba nawarin saya sendal bagian kanan mengganti sendalku yang hilang dengan sendal yang tentu saja berbeda dengan sendalku bagian kiri yang tertinggal. Satu-satunya sendal yang paling mirip, tapi berwarna hitam sementara bagian kiri punyaku yg tertinggal warnanya biru. Tidak apa, timbang nyeker telanjang kaki atau bikin "MLM sendal hilang" dengan mengambil sendal jamaah lain.. Hehehe..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya terbangun sudah itu. Sebagai kakakmu saya cuma berpesan satu saja. Jaga shalatmu 'dek. Memulai shalat dengan sekedar "menggugurkan kewajiban" untuk sebuah awal juga tidak apa, asal jangan di situ terus levelnya, tingkatkan menjadi kebutuhan. Kalau kau sudah capai tingkatan shalat "sudah menjadi kebutuhan" buatmu, bukan lagi kewajiban, ajari saya bagaimana bisa sampai kesana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena shalat yg tidak terjaga, kau rapuh cuma karena masalah yg menurutku cuma sepersemilyar dari "cinta" yang Tuhan perkenalkan pada manusia (cinta pada lawan jenis) kau sudah melempem macam kerupuk disiram air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena shalat yang tidak terjaga, sedikit saja masalah di kepala dan hatimu, alkohol kau pilih untuk jadi pelarian. Pengecut. Memang pengecut orang-orang yg mau melakukan sesuatu tapi giliran resikonya harus ditanggung malah kabur terbirit-birit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena shalat yang tidak terjaga, kau lebih tergantung pada mahluk yang kau cintai dari pada Tuhan yang ciptakan mahluk yang kau cintai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena shalat yang tidak terjaga, kau risau oleh usiamu yang makin tua tapi belum membuat pencapaian apa-apa dan cuma bisa risau tanpa melakukan perbaikan apa-apa dengan dirimu 3 tahun terakhir selama kau ikut dengan saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat berjuang saudaraku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-7931568430845124239?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Gk9Sk3xJjMDg3RhP3RJksUkm4lY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Gk9Sk3xJjMDg3RhP3RJksUkm4lY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Gk9Sk3xJjMDg3RhP3RJksUkm4lY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Gk9Sk3xJjMDg3RhP3RJksUkm4lY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=u1Q-7KYhh0A:-CUy9y45eQM:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=u1Q-7KYhh0A:-CUy9y45eQM:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/u1Q-7KYhh0A" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-07-22T10:37:19.766+08:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/07/surat-untuk-tapa-perintah-shalat-sendal.html</feedburner:origLink></item><item><title>Bahkan Seluruh Alam Menyambut Ramadhan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/Ov_wfPDqksw/bahkan-seluruh-alam-menyambut-ramdhan.html</link><category>Ramadhan</category><category>Introspeksi</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Thu, 20 Aug 2009 10:17:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-3959250202904920817</guid><description>&lt;blockquote&gt;Hujan dua hari ini setiap subuh membasahi Palu, seperti malam ini. Wajar bila seminggu ini aku merasa malu hati, masih sibuk dengan urusan yang tidak kubawa mati. Walau bisa berdalih ini semua kuawali Basmalah dan kuniat ibadah. Hatiku siapa yang bisa jamin konsistensinya?&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-3959250202904920817?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lsCycF9wjQRcJb_6EUskvlnzV_Y/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lsCycF9wjQRcJb_6EUskvlnzV_Y/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lsCycF9wjQRcJb_6EUskvlnzV_Y/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lsCycF9wjQRcJb_6EUskvlnzV_Y/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=Ov_wfPDqksw:IuUyORg0BWA:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=Ov_wfPDqksw:IuUyORg0BWA:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/Ov_wfPDqksw" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-09-12T06:21:58.631+08:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/08/bahkan-seluruh-alam-menyambut-ramdhan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Nightman Forever? No Thanks!</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/cxTcQEa3V7s/nightman-forever-no-thanks.html</link><category>Introspeksi</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Tue, 25 Aug 2009 09:39:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-5970203084950647675</guid><description>Ada stiker lucu yang aku beli di acara bazaar penutupan TKI-MAI (Temu Karya Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Indonesia) tahun 1994 di Medan. Waktu itu film "Batman Forever" lagi heboh (ketahuan deh jaman mudanya kita tahun berapa.. :D ) diplesetin jadi "Nightman Forever" ada juga "ARtShITsExToUR", kalo anak2 semarang tanda bebas Polio "Kontingen Kami Bebas Polio".. Unik dan lucu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu mewakili gaya hidupku dan gaya hidup Arsitek kebanyakan, stiker itu aku beli sepuluh. Satu aku tempel di agenda organizer, satu lagi aku tempel di motor Binter ku, sisanya aku bagi buat "kalong-ers lainnya." Gak punya duit beli Harley Davidson, Binter Merzy pun jadi. Nggak di modif kok, tetep model aslinya pas diwariskan ke aku waktu SMA dari kakak tertua. Entah bagaimana nasibnya sekarang, hanya Tuhan yang tahu. Apa sudah ditimbang kiloan di Madura jadi besi tua atau masih jalan. Panjang dah kisah tentang motorku itu, bisa jadi satu cerpen lagi :D Padahal pas punya motor baru, motor itu mau aku pajang, suatu hari di rumah milikku sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari bekerja malam aku memahami mengapa tahajud di sepertiga malam itu lebih utama di banding malam sebelum pukul 00. Dari bekerja malam aku memahami bahwa sesekali hanya berdua-duaan dengan Pemilik diri ini adalah melepas kerinduan..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;!-- AddThis Button for Post BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;script type='text/javascript'&gt;addthis_url='&lt;data:post.url/&gt;'; addthis_title='&lt;data:post.title/&gt;'; addthis_pub='aanburhany';&lt;/script&gt;&lt;script src='http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12' type='text/javascript'&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- AddThis Button for Post END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-5970203084950647675?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sakgbga7vq1StzUc1fRRMzv-jvI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sakgbga7vq1StzUc1fRRMzv-jvI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sakgbga7vq1StzUc1fRRMzv-jvI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sakgbga7vq1StzUc1fRRMzv-jvI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=cxTcQEa3V7s:9Zol3jiUpYM:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=cxTcQEa3V7s:9Zol3jiUpYM:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/cxTcQEa3V7s" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-08-27T03:43:33.721+08:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/08/nightman-forever-no-thanks.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/V591-oZBwNU/kenali-dan-kunjungi-objek-wisata-di.html</link><category>INDONESIANA</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Wed, 26 Aug 2009 12:36:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-7004514058858778351</guid><description>Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang adalah kata yang pas untuk mempromosikan pariwisata Kabupaten Pandeglang. Pandeglang ternyata memiliki wahana alam wisata yang sangat indah dan bersih. Sungguh masih original belum tersentuh budaya industrial. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghirup udara di Pandeglang sangat enak dan nyaman. Pembaca Blog Pancallok harus kenali dan kunjungi objek wisata di Pandeglang, itu jika anda memang hobby berwisata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artikel lengkapnya ada di blog adik saya : &lt;a href="http://pancallok.blogspot.com/2009/08/kenali-dan-kunjungi-objek-wisata-di.html"&gt;Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;!-- AddThis Button for Post BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;script type='text/javascript'&gt;addthis_url='&lt;data:post.url/&gt;'; addthis_title='&lt;data:post.title/&gt;'; addthis_pub='aanburhany';&lt;/script&gt;&lt;script src='http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12' type='text/javascript'&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!-- AddThis Button for Post END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-7004514058858778351?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CRX_5gHUwzNxKhE86i3Rtvqw8ME/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CRX_5gHUwzNxKhE86i3Rtvqw8ME/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CRX_5gHUwzNxKhE86i3Rtvqw8ME/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CRX_5gHUwzNxKhE86i3Rtvqw8ME/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=V591-oZBwNU:PEWqVBpo68Q:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=V591-oZBwNU:PEWqVBpo68Q:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/V591-oZBwNU" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-08-27T03:41:11.066+08:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/08/kenali-dan-kunjungi-objek-wisata-di.html</feedburner:origLink></item><item><title>N a k . . .</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/PFg0PUHQT4E/mari-menikah.html</link><category>Introspeksi</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Fri, 04 Sep 2009 12:10:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-6317130894422548287</guid><description>&lt;blockquote&gt;"Tahun ini kita lebaran tanpa baju baru.."&lt;br /&gt;
"Ayah tidak sanggup, bila kita berjalan ke tanah lapang dengan derap sepatu kulit baru, sementara di Tasik, Abah, Ujang dan Asep berjalan tanpa alas kaki.."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Tahun ini kita lebaran tanpa mengecat rumah.."&lt;br /&gt;
"Ibumu tidak kuat mencium bau tajam cat baru plafon rumah, sementara di Garut saudara kita tidur beratapkan langit, menatap bintang, mewasapadai hujan.."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anakku terdiam dan tersenyum mengangguk.&lt;br /&gt;
Aku yakin dia mengerti bahwa ada baju dan rumah lebih bagus yang menantinya di atas sana.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Dialog imajiner dengan bakal anakku yg masih tidur dalam tulang sumsum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;script type='text/javascript'&gt;addthis_url='&lt;data:post.url/&gt;'; addthis_title='&lt;data:post.title/&gt;'; addthis_pub='aanburhany';&lt;/script&gt;&lt;script src='http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12' type='text/javascript'&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-6317130894422548287?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qZxRQqSgnnz4kuphOdb0l9tJqk4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qZxRQqSgnnz4kuphOdb0l9tJqk4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qZxRQqSgnnz4kuphOdb0l9tJqk4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qZxRQqSgnnz4kuphOdb0l9tJqk4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=PFg0PUHQT4E:qGY66gqs4Qs:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=PFg0PUHQT4E:qGY66gqs4Qs:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/PFg0PUHQT4E" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-09-05T03:27:37.553+08:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/08/mari-menikah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Karena Duniaku Dipenuhi Oleh Warnamu</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/FJtovxKhQ3Y/karena-duniaku-dipenuhi-oleh-warnamu.html</link><category>Inspirasional</category><category>Introspeksi</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Sat, 05 Sep 2009 20:56:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-523204135267493241</guid><description>&lt;blockquote&gt;I Thought this would be the end of my life&lt;br /&gt;
when you told me you’re no longer in love with me&lt;br /&gt;
I thought the sun would never arise again&lt;br /&gt;
when you told me everything was over&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ten 2 five in My World Is Full With You&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/SmogjUbYl7I/AAAAAAAABCY/qQatfeqi2Tg/s1600-h/papa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/SmogjUbYl7I/AAAAAAAABCY/qQatfeqi2Tg/s400/papa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari bertahun-tahun lalu, ketika akhirnya kembali pulang ke rumah dari membuang diri hampir setahun di tanah Jawa. Menghukum diri sendiri, membunuh rasa malu yang ternyata tidak bisa dibunuh kecuali bila hati nurani telah mati. Ayahku mengucapkan sebaris kalimat singkat menyambut kedatanganku dan seperti lagu itulah perasaanku saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir setahun membangun kembali rasa percaya diriku, bahwa apa yang aku alami ini cobaan semata dan pasti akan berakhir. Puluhan teman dan saudara di Jawa kudatangi demi mengumpulkan pembenaran-pembenaran bahwa memang yang aku alami ini cuma sebuah musibah, ujian untuk naik kelas dari Tuhan. Semua memberi dukungan, semua memberi support sepenuh hati (terima kasih Kang Akbar, terima kasih uni Iim, terima kasih Chandra, terima kasih Toto, terima kasih Hardin). Mataku dibukakannya, dengan memberi beragam contoh kegagalan. Dan memang betul aku jadi malu hati telah merasa seputus asa saat itu. Betapa banyak yang jauh lebih malang nasibnya dariku toh survive dan baik-baik saja melanjutkan hidupnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Di Condet, Jakarta Timur suatu pagi selepas subuh. Perutku begitu lapar dan ada uang seribu perak untuk sebungkus nasi uduk di warung depan lorong. Para pekerja yang biasa nitipin motornya di teras depan kamar kost ku pada belum bangun. Biasanya mereka ngasih imbalan jasa entah rokok, entah duit karena udah dibolehin nitipin motornya. Seribu cukuplah untuk pagi ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu pemilik warung baru akan membuka warungnya. "Nyari nasi uduk ya mas? Bentar lagi bapak yg biasa nitipin ke sini datang, tunggu ya.." Di kejauhan aku lihat seorang bapak tua mengayuh sepedanya. &lt;i&gt;Wajahnya bercahaya lebih terang dari lampu jalan kesiangan. Lebih teduh dari subuh jam 5 pagi.&lt;/i&gt; Aku ingat bapakku. Melihat aku menatap bapak tua penjual nasi uduk seperti itu, ibu pemilik warung itu berbisik, "Bapak itu punya 3 anak, 2 orang sudah sarjana dan semuanya dibiayainya dengan jualan nasi uduk." Subhanallah. Rusak kalkulatorku dibuatnya. Aku ada di sini membuang diri merugi dari proyek yang nominalnya beribu kali dari sebungkus nasi uduk tapi apa yang aku dapat? &lt;i&gt;Kedinian neraka!.&lt;/i&gt; Bapak itu dengan dua puluhan bungkus nasi uduk setiap subuh sudah berada di sorga!&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Aku pulang. Rasa percaya diriku tumbuh kembali. Setiba di rumah, ayah menyambutku dengan kalimat, "Kata siapa yang sudah kau alami itu cobaan? Hamba pilihan yang lagi diuji? Memangnya kau siapa? Itu bukan cobaan, bukan musibah tapi penyakit yang kau cari sendiri. Musibah itu seperti kau tengah berjalan di tanah lapang lalu tiba-tiba saja ada batu dari langit menimpa kepalamu." Langit runtuh. Kepercayaan diriku ambrol. Aku di NOL kan ayahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Pagi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Di luar masih gelap. Muadzin belum lagi memanggil-manggil sholat subuh&lt;br /&gt;
Ayah sudah di dapur membasuh piring bekas makan kami semalam&lt;br /&gt;
Ibu sudah di depan tungku menyiapkan sarapan kami pagi nanti&lt;br /&gt;
Usai subuh Ayah naik ke atas membangunkan kami semua&lt;br /&gt;
Nak! Sholat subuh dulu..&lt;br /&gt;
Usai subuh Ibu juga naik ke atas membangunkan kami semua&lt;br /&gt;
Nak! Sholat subuh dulu..&lt;br /&gt;
Usai membuka warung kami ayah naik lagi ke atas membangunkan kami semua&lt;br /&gt;
Nak! Sholat subuh dulu..&lt;br /&gt;
Usai mandi Ibu naik lagi ke atas membangunkan kami semua&lt;br /&gt;
Nak! Sholat subuh dulu..&lt;br /&gt;
Usai kami sholat subuh&lt;br /&gt;
Ayah sudah menyapu di halaman rumah kami&lt;br /&gt;
Ibu sudah melayani orang-orang yang belanja di warung kami&lt;br /&gt;
Kami sudah lelap lagi&lt;br /&gt;
Usai mandi sebelum ke kantor ayah naik ke atas membangunkan kami semua&lt;br /&gt;
Nak! Bangun dulu.. Kawani Ibumu di warung&lt;br /&gt;
Usai berkemas ayah naik lagi ke atas membangunkan kami semua&lt;br /&gt;
Nak! Bangun dulu.. Kawani Ibumu di warung&lt;br /&gt;
Usai memanaskan mesin motor ayah naik lagi ke atas membangunkan kami semua&lt;br /&gt;
Nak! Bangun dulu.. Kawani Ibumu di warung&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Belasan tahun kemudian, warung kecil milik ibu dan ayah sudah menjadi ruko berlantai dua dengan fasilitas KUK/KMKP bank BNI. Puluhan tahun kemudian, Ayah dan Ibu mestinya sudah beristirahat menikmati jerih payahnya membesarkan delapan anak dan warungnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Andai itu tidak pernah terjadi, betapa hari ini aku berpijak di atas keyakinan yang salah tentang mana yang musibah dan mana yang nyari musibah. Pa, warnamulah yang selalu aku coba tiru, walau tak sesempurna milikmu, tapi akan terus aku coba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: #999999;"&gt;Catatan ini diikutkan lomba di halaman khusus penggemar FB BNI: &lt;a href="http://www.facebook.com/BNI"&gt;http://www.facebook.com/BNI&lt;/a&gt; dan bila menang, hadiahnya ingin kusumbangkan, terimakasih dukungannya kawan..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-523204135267493241?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1fDPBn4YcNl9GjyC59PN-GrhXUs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1fDPBn4YcNl9GjyC59PN-GrhXUs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1fDPBn4YcNl9GjyC59PN-GrhXUs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1fDPBn4YcNl9GjyC59PN-GrhXUs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=FJtovxKhQ3Y:MlIzjaEFdYU:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=FJtovxKhQ3Y:MlIzjaEFdYU:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/FJtovxKhQ3Y" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-11-01T14:28:41.786+08:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/SmogjUbYl7I/AAAAAAAABCY/qQatfeqi2Tg/s72-c/papa.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/06/karena-duniaku-dipenuhi-oleh-warnamu.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tentang Rezeki</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/bDC6rxT86n8/tentang-rezeki.html</link><category>Islami</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Tue, 08 Sep 2009 11:56:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-1686241661427849935</guid><description>&lt;blockquote&gt;Saya beruntung pernah menyaksikan seorang ayah, dengan jabatan yang cukup tinggi sedang membungkus es batu dalam plastik. Sebijinya dijual 300 perak, dan dia berkata dengan inilah aku membiayai keluargaku, bukan dengan nominalnya yang terbilang, tapi dengan berkah rezeki halal yang tak berhingga..&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Sejak saat itu aku berusaha memahami apa itu mencari berkah dari setiap rupiah yang berusaha kukumpulkan setiap hari. Aku bahkan pernah mengeluhkan "Mencari rezeki yang haram saja susah apalagi cari yang halal.” Naudzubillahi mindzalik. Padahal Allah SWT telah menjamin rezeki tiap mahluk-Nya. Seperti ayam yang keluar dari sarangnya pagi-pagi dengan tembolok kosong dan pulang dengan tembolok penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;"Dan tidak ada suatu makhlukpun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiamnya dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)" (QS. Hud 6)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Syetan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan dari-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui" (QS. Al Baqarah 268)&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Beberapa rangkuman yang bisa aku kumpulkan tentang pintu-pintu rezeki yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Memperbanyak Istighfar&lt;br /&gt;
Allah berfirman, "Maka aku (Nuh as) katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai” (QS Nuh 10-12). Al Qurthubi menafsirkan, "Dalam ayat ini, terdapat dalil yang menunjukkan bahwa istighfar merupakan salah satu sarana dilimpahkan-Nya rezeki dan hujan.” Rasulullah saw bersabda, "Barang siapa memperbanyak istighfar niscaya Allah menggantikan kesempitan menjadi jalan keluar, setiap kesedihan menjadi kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka” (HR. Abu Dawud).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Bertakwa&lt;br /&gt;
"Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan (Dia) memberinya rezeki dari arah tiada disangka-sangkanya” (QS. Ath Thalaq 2-3). lbnu Katsir menafsirkan, "Maknanya, barang siapa yang bertakwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintah-Nya dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya niscaya Allah akan membeni jalan keluar serta rezeki dari arah yang tiada disangka sangka yakni dari arah yang tidak pernah terlintas dibenaknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Bertawakkal kepada Allah swt.&lt;br /&gt;
"Sungguh seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benarnya niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana rezeki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang" (HR. Ahmad, Tirmidzi); Tawakkal berarti kesungguhan hati dalam bersandar kepada Allah swt. untuk mendapatkan kemaslahatan serta mencegah bahaya, baik menyangkut urusan dunia maupun akhirat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Rajin beribadah&lt;br /&gt;
Nabi saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Wahai anak Adam! Beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku. Niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia)" (HR. Tirmidzi, Ahmad, lbnu Majah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Haji dan Umrah&lt;br /&gt;
"Lanjutkanlah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana api dapat menghilangkan karat besi, emas, dan perak. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur itu kecuali surga" (HR. Ahmad, Timidzi, Nasa’i).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Banyak Silaturahmi&lt;br /&gt;
Nabi saw. bersabda, "Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi" (HR. Bukhani).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Banyak Sedekah&lt;br /&gt;
"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya" (QS. Saba 39). Ibnu Katsir menafsirkan, "Betapapun sedikit yang kamu nafkahkan dari apa yang diperintahkan Allah kepadamu dan apa yang dibolehkan-Nya, niscaya Dia akan menggantinya di dunia, dan di akhirat engkau akan diberi pahala dan ganjaran." Nabi saw. bersabda dalam hadist qudsi, "Allah swt. berfirman, ‘Wahai anak Adam, berinfaklah niscaya Aku berinfak(memberi rezeki) kepadamu" (HR. Abu Daud).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Menafkahi Penuntut Ilmu&lt;br /&gt;
Anas bin Malik ra berkata, "Dulu ada dua orang bersaudara pada masa Rasulullah saw. Salah seorang menuntut ilmu pada majelis Rasulullah saw., sedangkan yang lainnya bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Rasulullah saw. (lantaran ia memberi nafkah kepada saudaranya itu). Maka Nabi saw. bersabda, "Mudah-mudahan engkau diberi rezeki dengan sebab dia" (HR. Tarmidzi, al-Hakim).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Membantu Orang-orang Lemah (dhuafa)&lt;br /&gt;
Rasulullah saw. bersabda, "Bantulah orang-orang yang lemah karena kalian diberi rezeki dan ditolong lantaran orang orang lemah di antara kalian" (HR. Muslim, An Nasal).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Hijrah di Jalan Allah&lt;br /&gt;
"Barang siapa hijrah di jalan Allah, niscaya mereka menidapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak..!" (QS. An Nisa 100).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang kawan pernah mengalami keadaan yang menurutku lebih miskin dari Azrul di sinetron PPT (satu dari sedikit sinetron yg mau aku tonton) hingga suatu hari selepas bermunajat di shalat fajar, dia mendengar suara berbisik ke dalam hati, "Kau begitu susah oleh kemiskinanmu, maukah kau kuberikan harta yang lebih banyak dari dunia dan isinya?" Rasanya kalimat "Iya" sudah di ujung lidahnya siap melompat keluar, namun tidak jadi ketika teringat bukanlah harta yang banyak, tapi harta yang berkah. Apalah artinya dunia dan isinya dibandingkan keadaan ingin mengadu pada-Nya namun tidak diacuhkan? Naudzubillahi min dzalik. Tsumma naudzubillah..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keadaan tanpa hutang. Keadaan dimana tidak punya duit namun tidak ada kebutuhan. Keadaan dimana butuh, bantuan segera datang bahkan sebelum sempat meminta. Bukankah orang yang paling kaya itu orang yang paling merasa cukup dengan harta yang dititipkan padanya? Semoga. Amin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;
addthis_url='&lt;data:post.url/&gt;'; addthis_title='&lt;data:post.title/&gt;'; addthis_pub='aanburhany';
&lt;/script&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-1686241661427849935?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/01D3rhnlVUBBPi4qg7JCdo-OTPI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/01D3rhnlVUBBPi4qg7JCdo-OTPI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/01D3rhnlVUBBPi4qg7JCdo-OTPI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/01D3rhnlVUBBPi4qg7JCdo-OTPI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=bDC6rxT86n8:5750RukUGNk:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=bDC6rxT86n8:5750RukUGNk:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/bDC6rxT86n8" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-11-01T14:17:58.941+08:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/09/tentang-rezeki.html</feedburner:origLink></item><item><title>Mengemis Jangan Cuma di Pintu #21</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/25SSbRoI_Cc/mengemis-jangan-cuma-di-pintu-21.html</link><category>Ramadhan</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Fri, 11 Sep 2009 15:20:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-7486122001769360577</guid><description>Tapi hingga ke pintu 31 dan kembali lagi ke pintu No. 1.. Karena adalah sunnatuLlah manusia yang tahu diri selalu ingin menghamba sahayakan diri pada penciptanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;!-- AddThis Button for Post BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;script type='text/javascript'&gt;addthis_url='&lt;data:post.url/&gt;'; addthis_title='&lt;data:post.title/&gt;'; addthis_pub='aanburhany';&lt;/script&gt;&lt;script src='http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12' type='text/javascript'&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- AddThis Button for Post END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-7486122001769360577?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Xld1ZZD4M_ui-FEfQddRy2UbM20/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Xld1ZZD4M_ui-FEfQddRy2UbM20/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Xld1ZZD4M_ui-FEfQddRy2UbM20/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Xld1ZZD4M_ui-FEfQddRy2UbM20/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=25SSbRoI_Cc:JsIbFy6-vfk:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=25SSbRoI_Cc:JsIbFy6-vfk:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/25SSbRoI_Cc" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-09-12T06:20:49.556+08:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/09/mengemis-jangan-cuma-di-pintu-21.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kemuliaan Serupa Seribu Bulan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/F8c21_DlrX8/kemuliaan-serupa-seribu-bulan.html</link><category>Ramadhan</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Tue, 15 Sep 2009 06:14:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-8779606407881650942</guid><description>&lt;blockquote&gt;Bukan. Aku sama sekali tidak pantas untuk dihampiri --dihampiri aja tidak pantas apalagi dikunjungi?-- aku hanya ingin mengisahkan kejadian yang dialami kawanku di siang hari (menurut ukuranku yang awam serupa dengan kemuliaan seribu bulan).&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Tengah hari bolong ban motor bocor. Panasnya matahari jam 12 siang yang kurang dari setengah derajat lagi khatulistiwa, sulit dicari padanannya. Tukang tempel ban terdekat sekitar 500 meter, dan untuk sampai kesana melewati 3 rumah makan. Setengah memaksa biar dia yang mendorong motor dengan alasan tidak puasa, hanya dia yang tahu kenapa tidak puasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di seberang jalan seorang laki-laki tua memanggul potongan-potongan kayu sisa bongkaran bangunan, dari belakang kami sudah bisa mendengar aduhannya. "Aduh! Huuuffh.. Aish..".. dan banyak lagi lenguhan lain dari mulutnya. Kawan yang mendorong motor sudah berpaling, menatap seolah bertanya, "Bagaimana? Apa saya yang ke seberang menanyakan ada apa atau kau?" Kawannya malah sudah diseberang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya, bapak tua itu berjalan di atas aspal yang panas terpanggang matahari tanpa alas kaki. Dia tersenyum ketika dihampiri, dan sudah duluan menyapa, "Tidak apa, sudah tiap hari juga begini." Anak muda itu membuka sendal yang dipakainya, disodorkannya pada bapak tua itu. "Pakailah pak.." Bapak itu masih tersenyum, "Berapa harganya nak? Saya ada uang untuk membayar sendal bekas begini.." "Tidak, itu gratis buat bapak." "Lalu kau pakai apa?" "Saya ada motor, kaki tidak kepanasan dengan naik motor."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat kawanku itu menangis barusan. Ramadhan tahun ini kurang seminggu lagi, dan dia belum menemukan kesempatan yang sama untuk melakukan kemuliaan yang sama. Sebuah sendal jepit bekas, yang memuliakan dirinya dan bapak tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/Sq-TKDJnxhI/AAAAAAAABDY/dYHXFRNsM2g/s1600-h/DSC01221.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/Sq-TKDJnxhI/AAAAAAAABDY/dYHXFRNsM2g/s400/DSC01221.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-8779606407881650942?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/tWTI3z9zzWXaQj5-p37zpTyhzH8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/tWTI3z9zzWXaQj5-p37zpTyhzH8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/tWTI3z9zzWXaQj5-p37zpTyhzH8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/tWTI3z9zzWXaQj5-p37zpTyhzH8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=F8c21_DlrX8:Bp4e6lbRPO8:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=F8c21_DlrX8:Bp4e6lbRPO8:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/F8c21_DlrX8" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-11-01T14:11:01.341+08:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/Sq-TKDJnxhI/AAAAAAAABDY/dYHXFRNsM2g/s72-c/DSC01221.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/09/kemuliaan-serupa-seribu-bulan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Sedih Sekali</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/O94SKjXro1U/sedih-sekali-rasanya.html</link><category>Ramadhan</category><category>Introspeksi</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Thu, 17 Sep 2009 19:35:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-2210638632944659676</guid><description>&lt;blockquote&gt;Mungkin inilah Ramadhan terburuk sepanjang hidupku, dan aku sisa --mungkin masih-- punya satu malam lagi untuk menangisinya. Itupun bila aku diijinkan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Terburuk karena, sesaat sebelum Ramadhan datang aku sempat mengeluh, "Ah, pencapaian target-targetku akan sedikit melambat olehmu" Walau akhirnya &lt;i&gt;istighfar&lt;/i&gt; tersadar, ternyata pekerjaan berhasil mengambil alih hidupku beberapa bulan terakhir, walau itu bertujuan ibadah pula, &lt;i&gt;there is no excuse!&lt;/i&gt;. Dungunya! Bagaimana bisa karena mengejar sejuknya magrib saya mengeluh saat duhur dan ashar tiba? Astagfirullah, akibatnya 2/3 ramadhanku adalah mengurusi trouble shooting pekerjaan yang silih berganti memakan waktuku yang mestinya untuk amaliah ramadhan. Sedih, ternyata masih ada hak orang yang belum aku bayarkan. Buktinya handphone hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, sedikit yang membahagiakanku bulan ini aku mendapat keyakinan, insya Allah aku sudah benar-benar siap untuk melangkah melakukan perubahan besar dalam hidupku, dari sendiri ke berdua. Dan semoga, aku masih diberi kesempatan bertemu Ramadhan 1431H nanti dan kekuatan untuk memperbaiki kesalahan tahun ini, amin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/y6jarPUlaAo&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/y6jarPUlaAo&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;
addthis_url='&lt;data:post.url/&gt;'; addthis_title='&lt;data:post.title/&gt;'; addthis_pub='aanburhany';
&lt;/script&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-2210638632944659676?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/A4QFD1kPxMR6ODG0jkYJ7KAarFI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/A4QFD1kPxMR6ODG0jkYJ7KAarFI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/A4QFD1kPxMR6ODG0jkYJ7KAarFI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/A4QFD1kPxMR6ODG0jkYJ7KAarFI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=O94SKjXro1U:PEMo5xc12Ps:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=O94SKjXro1U:PEMo5xc12Ps:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/O94SKjXro1U" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-11-01T14:04:27.820+08:00</atom:updated><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/09/sedih-sekali-rasanya.html</feedburner:origLink></item><item><title>Lelang Donasi Untuk Korban Gempa Sumbar - Ditutup</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/u94MijMPVw0/donasi-untuk-korban-sumbar-mohon.html</link><category>INDONESIANA</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Sun, 04 Oct 2009 11:29:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-3463012191540979206</guid><description>Tahun 2004 adalah tahun terakhir saya bersentuhan dengan cat, kuas dan kanvas. Pada Tahun itu saya sempat membuat 5 karya, 1 di ruang tamu Muhary Wahyu Nurba, 2 diantaranya sudah markir entah dimana, sekarang tersisa 2 karya "Jalan Pulang" dan "Seistiqamah Kelapa" keduanya berukuran sama 40cm x 60cm. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Tadinya tidak akan pernah kubiarkan pergi sebagai monumen bahwa saya pernah berkesenian. Lukisan ini akan saya berikan gratis pada siapa saja yang telah menyumbang dengan donasi minimal 1.000.000,- pada salah satu dari banyak lembaga yang siap menyalurkannya pada korban gempa Sumatera. Cukup dengan mengemail atau mengirim message pada saya dengan melampirkan bukti donasinya, lukisan akan saya kirim, selama masih di wilayah NKRI ongkos kirim kami tanggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/SsjpOerTstI/AAAAAAAABDo/pvb_ajhcSTI/s1600-h/coconut_1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/SsjpOerTstI/AAAAAAAABDo/pvb_ajhcSTI/s400/coconut_1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Karena hanya ada dua lukisan maka kami akan memilih donasi terbesar, tanpa mengurangi rasa hormat dan terima kasih pada donasi yang lebih kecil&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/SsjmEJR0naI/AAAAAAAABDg/7ZTP5mu9yms/s1600-h/way_home_1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/SsjmEJR0naI/AAAAAAAABDg/7ZTP5mu9yms/s400/way_home_1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;
addthis_url='&lt;data:post.url/&gt;'; addthis_title='&lt;data:post.title/&gt;'; addthis_pub='aanburhany';
&lt;/script&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-3463012191540979206?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NDf0GWuV0yEhkLWi7F5ybdoxSX0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NDf0GWuV0yEhkLWi7F5ybdoxSX0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NDf0GWuV0yEhkLWi7F5ybdoxSX0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NDf0GWuV0yEhkLWi7F5ybdoxSX0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=u94MijMPVw0:cpMlCKd7ZCs:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=u94MijMPVw0:cpMlCKd7ZCs:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/u94MijMPVw0" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-11-01T13:55:14.077+08:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/SsjpOerTstI/AAAAAAAABDo/pvb_ajhcSTI/s72-c/coconut_1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/10/donasi-untuk-korban-sumbar-mohon.html</feedburner:origLink></item><item><title>Sampan Bukan Perahu Nuh</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/ptxF7m6F-vw/sampan-bukan-perahu-nuh.html</link><category>Surat-suratku</category><category>Introspeksi</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Fri, 30 Oct 2009 02:56:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-6872534705660607749</guid><description>Untuk menyelamatkan sebuah peradaban dan segenerasi mahluk hidup, hanya sebuah sampan kecil dengan kantih di sisi kiri dan berdayung satu. Cobalah untuk duduk tenang bila belum bisa ikut mendayung, kalau mabuk minimal karena ombak, itu sudah sangat membantu, paling tidak saat harus istirahat kita bisa tidur nyenyak karena tahu yang mendayung tidak sedang kehilangan kesadarannya, agar kita segera sampai di pulau terdekat untuk merombak sampan sesuai kebutuhan saja, membuat dayung baru dari apa yang bisa kita dapatkan di sana, dan kelak sampan ini kalian yang teruskan, dengan pulau tujuan kalian masing-masing. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan aku tahu bersama kalian, kita akan lewati badai kegelapan separah apapun itu. Ingatkah tiga tahun lalu? Ketika semua orang menganggapku nekat saat membentuk "tim ajaib"? Karena kalian lulus test mengangkat segelas air dengan selembar kertas, tapi kalian memang bisa! Pernahkah kalian mimpikan peralihan profesi dan keahlian yg sedemikian drastis? Mari, kita lalui ini semua. Kita tuntaskan semua kewajiban. Bismillah sudah lebih dari cukup, seperti tiga tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/Suq4GhS3TpI/AAAAAAAABEM/Vwa7gtwXipc/s1600-h/10220_1244286672129_1378238565_30708957_765810_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" sr="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/Suq4GhS3TpI/AAAAAAAABEM/Vwa7gtwXipc/s400/10220_1244286672129_1378238565_30708957_765810_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;
addthis_url='&lt;data:post.url/&gt;'; addthis_title='&lt;data:post.title/&gt;'; addthis_pub='aanburhany';
&lt;/script&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-6872534705660607749?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lhpaLnAoiicONiproGxKE2hKAGk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lhpaLnAoiicONiproGxKE2hKAGk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lhpaLnAoiicONiproGxKE2hKAGk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lhpaLnAoiicONiproGxKE2hKAGk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=ptxF7m6F-vw:jPDh_If8tRE:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=ptxF7m6F-vw:jPDh_If8tRE:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/ptxF7m6F-vw" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-11-01T13:49:23.764+08:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/Suq4GhS3TpI/AAAAAAAABEM/Vwa7gtwXipc/s72-c/10220_1244286672129_1378238565_30708957_765810_n.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/10/sampan-bukan-perahu-nuh.html</feedburner:origLink></item><item><title>Lagi Di Mana?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/D7o7TwVukAQ/lagi-di-mana.html</link><category>Introspeksi</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Sat, 31 Oct 2009 01:47:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-8186919467996016283</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/Suv5iC2AhsI/AAAAAAAABEU/7gKOO45VykE/s1600-h/past-present-future.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/Suv5iC2AhsI/AAAAAAAABEU/7gKOO45VykE/s320/past-present-future.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;Kemanapun kita sedang melangkahkan kaki, kemungkinan kita "cuma" sedang bergerak dari tiga tempat, masa lalu, masa kini dan masa datang.&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;
addthis_url='&lt;data:post.url/&gt;'; addthis_title='&lt;data:post.title/&gt;'; addthis_pub='aanburhany';
&lt;/script&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-8186919467996016283?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qNXHhnDtcIbsJghk8wL8RIDBtpA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qNXHhnDtcIbsJghk8wL8RIDBtpA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qNXHhnDtcIbsJghk8wL8RIDBtpA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qNXHhnDtcIbsJghk8wL8RIDBtpA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=D7o7TwVukAQ:9tHnQ3QdW00:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=D7o7TwVukAQ:9tHnQ3QdW00:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/D7o7TwVukAQ" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-11-01T13:02:14.081+08:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/Suv5iC2AhsI/AAAAAAAABEU/7gKOO45VykE/s72-c/past-present-future.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/10/lagi-di-mana.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tegakkan Benang Basah</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/SegelasAirPutih/~3/LoK5tyUXmNM/jangan-tegakkan-benang-basah.html</link><category>Introspeksi</category><author>noreply@blogger.com (Aan Burhany)</author><pubDate>Tue, 03 Nov 2009 16:13:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6545963000723989288.post-7934254196373066606</guid><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/SvDFXH0EjAI/AAAAAAAABEc/KDn17nvSKEc/s1600-h/benang-basah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/SvDFXH0EjAI/AAAAAAAABEc/KDn17nvSKEc/s320/benang-basah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ada banyak hal dalam hidup ini yang tidak boleh kita paksakan tegaknya dan ada banyak hal dalam hidup ini yang tidak perlu kita tunggu berubahnya. Benang kering aja tidak bisa tegak, kecuali benang kawat tapi kalau kawat ya kawat bukan benang.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membangun "sampan" kecil RT/RW ini adalah usaha mikro ke-5 yang pernah kurintis. Keempat usaha lainnya, 3 sudah bangkrut 1 dilanjutkan sendiri oleh salah satu mantan haryawan menyisakan investasi sumber daya manusia yang tersebar dimana-mana dengan beragam profesi, dari narapidana hingga manajer marketing sebuah produk kecantikan. Dia dan saya 12 tahun lalu sepulang mendorong gerobak cafe di pantai Losari, tidak pernah membayangkan hari ini dia akan jadi manajer. Usaha dan kerja kerasnya memang luar biasa. Aneh? Sepertinya tidak deh, karena semua yang pernah kubangun tidak meletakkan orientasi keuntungan materi sebagai tujuan utama, dan disitulah mungkin salah sekaligus benarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belajar dari banyak kegagalan. Sepertinya aku memang tidak cocok jadi pedagang, karena pedagang mestinya &lt;i&gt;profit oriented&lt;/i&gt; kalau tidak begitu mending jadi pemberdaya diri sendiri dan lingkungan sekitar saja. Kata siapa dengan berdagang kita tidak bisa memberdayakan diri sendiri dan lingkungan sekitar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyerah? Dan mulai skeptis bahwa apa yang aku lakukan selama ini hanyalah menegakkan benang basah? Tidak. Bila perlu assetku hingga ring 1 aku cairkan untuk meniru keberhasilan Rasul SAW dalam berniaga yang tidak pernah mengambil untung 30% dari dagangannya dan tidak memberi peluang para penipu dan penjahat untuk menambah dosanya dan terus menebar kebaikan. Insya Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;
addthis_url='&lt;data:post.url/&gt;'; addthis_title='&lt;data:post.title/&gt;'; addthis_pub='aanburhany';
&lt;/script&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.feedburner.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.feedburner.com/fb/images/pub/powered_by_fb.gif" alt="Powered by FeedBurner" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6545963000723989288-7934254196373066606?l=aanburhany.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hyjTEzqOqX44cZ9m63ADIwc3Luw/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hyjTEzqOqX44cZ9m63ADIwc3Luw/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hyjTEzqOqX44cZ9m63ADIwc3Luw/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hyjTEzqOqX44cZ9m63ADIwc3Luw/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?a=LoK5tyUXmNM:o3WmY4AGpNg:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/SegelasAirPutih?i=LoK5tyUXmNM:o3WmY4AGpNg:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SegelasAirPutih/~4/LoK5tyUXmNM" height="1" width="1"/&gt;</description><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-11-04T12:57:04.397+08:00</atom:updated><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_noGsLV5pAy8/SvDFXH0EjAI/AAAAAAAABEc/KDn17nvSKEc/s72-c/benang-basah.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://aanburhany.blogspot.com/2009/11/jangan-tegakkan-benang-basah.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>
