<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;DEYEQ3o8cSp7ImA9WhdUF0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340</id><updated>2011-10-05T02:21:42.479+07:00</updated><category term="PPh 22" /><category term="KUP" /><category term="PPh Pasal 4 ayat(2)" /><category term="Peraturan Bea Meterai" /><category term="Meterai" /><category term="Lain-Lain" /><category term="Peraturan PPh Pasal 4 ayat(2)" /><category term="Peraturan BPHTB" /><category term="Peraturan KUP" /><category term="PPN dan PPnBM" /><category term="salam" /><category term="Peraturan PPh Pasal 23" /><category term="BPHTB" /><category term="Peraturan PPh Pasal 21" /><category term="Peraturan PPN dan PPnBM" /><category term="PPh" /><category term="PPh 26" /><category term="PBB" /><category term="Peraturan PPh" /><category term="Peraturan PPh Badan" /><category term="PPh 21" /><category term="Peraturan PBB" /><category term="PPh 23" /><category term="Kasus" /><category term="Sekilas Tentang Pajak" /><category term="Undang-Undang" /><category term="Keluh Kesah" /><category term="Berita" /><category term="Peraturan Kawasan Bebas" /><title>Perpajakan Indonesia</title><subtitle type="html">berbagi ilmu dan pengetahuan perpajakan indonesia</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>144</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/PerpajakanIndonesia" /><feedburner:info uri="perpajakanindonesia" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>PerpajakanIndonesia</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;CUEHQXY-eSp7ImA9WxFQFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-4182015004690286755</id><published>2010-05-10T13:29:00.003+07:00</published><updated>2010-05-10T13:40:30.851+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-05-10T13:40:30.851+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peraturan PPN dan PPnBM" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Undang-Undang" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PPN dan PPnBM" /><title>Salinan SE-59/PJ/2010 Tentang Penggunaan Aplikasi e-SPT PPN 1107</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini adalah 5 Pokok inti dari Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak No. 59 Tahun 2010, tentang PENGGUNAAN APLIKASI E-SPT PPN 1107 SEHUBUNGAN DENGAN BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2009.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Wajib Pajak yang menyampaikan SPT Masa PPN dengan menggunakan aplikasi e-SPT tetap menggunakan aplikasi e-SPT PPN 1107 yang sudah ada sampai Formulir SPT Masa PPN yang baru selesai dibuat yang direncanakan digunakan paling lambat 1 Januari 2011.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Untuk Pengusaha Kena Pajak yang menerbitkan Faktur Pajak kepada pembeli tanpa identitas dan Pengusaha Kena Pajak yang menerbitkan Faktur Pajak dalam rangka penyerahan BKP kepada turis asing, pelaporan dalam aplikasi e-SPT PPN 1107 dilakukan dengan cara menggunggung nilai Dasar Pengenaan Pajak dan PPN-nya pada Lampiran 1107 A Bagian III "Penyerahan Dalam Negeri Dengan Faktur Pajak Sederhana".&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Bagi Pengusaha Kena Pajak Toko Ritel yang ditunjuk melakukan penyerahan kepada Orang Pribadi Pemegang Paspor Luar Negeri yang menyampaikan SPT Masa PPN dengan menggunakan aplikasi e-SPT PPN 1107, wajib melampirkan Daftar Rincian Penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) kepada Orang Pribadi Pemegang Paspor Luar Negeri sebagaimana dimaksud pada Lampiran PER-14/PJ/2010 tanggal 26 Maret 2010 secara manual. Daftar Rincian tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SPT Masa PPN Toko Ritel yang bersangkutan. Bagi Pengusaha Kena Pajak lainnya yang melakukan penyerahan kepada pembeli tanpa identitas (Nama dan NPWP pembeli tidak diisi) tidak wajib melampirkan daftar rinciannya pada saat menyampaikan e-SPT PPN 1107 tetapi cukup mengadministrasikan rincian yang dimaksud.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengakomodir apabila terjadi Nomor Faktur Pajak yang diinput dalam aplikasi e-SPT PPN 1107 A Bagian II "Penyerahan dalam Negeri Dengan Faktur Pajak" tidak berurutan, maka Wajib Pajak terlebih dahulu mengubah setting aplikasi e-SPT PPN 1107 pada Informasi Profile bagian Penomoran Faktur diubah menjadi Input Manual.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Bagi Pengusaha Kena Pajak yang melakukan Kegiatan Usaha Tertentu sebagaimana dimaksud Peraturan Menteri Keuangan Nomor : PMK-79/PMK.03/2010 tanggal 5 April 2010, dan menyampaikan SPT Masa PPN dengan menggunakan aplikasi e-SPT PPN 1107 cara Penghitungan Norma, agar terlebih dahulu mengunduh aplikasi e-SPT PPN 1107 versi 3.1 yang dapat diperoleh pada portaldjp atau www.pajak.go.id. Penyesuaian dilakukan atas formulasi penghitungan Pajak Masukan yang dapat dikreditkan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila ingin mengoleksi Peraturan tersebut erikut link download yang saya simpan di Ziddu, atau anda juga bisa langsung menuju ke www.pajak.go.id&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9799859/SE-59pj2010tgPenggunaanAplikasiE-SPTPPN1107.pdf.html"&gt;SE-59/PJ/2010&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9799858/UU-PPN-2009.pdf.html"&gt;UU No. 24 Tahun 2010&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt; &lt;i&gt;(New)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-4182015004690286755?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/ttviVOJuQcs" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/4182015004690286755/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2010/05/salinan-se-59pj2010-tentang-penggunaan.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/4182015004690286755?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/4182015004690286755?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/ttviVOJuQcs/salinan-se-59pj2010-tentang-penggunaan.html" title="Salinan SE-59/PJ/2010 Tentang Penggunaan Aplikasi e-SPT PPN 1107" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2010/05/salinan-se-59pj2010-tentang-penggunaan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D04CRnY_cSp7ImA9WxBTEkk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-4554692920330181004</id><published>2009-12-08T10:53:00.004+07:00</published><updated>2009-12-08T11:19:27.849+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-08T11:19:27.849+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peraturan PPh Pasal 21" /><title>Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2009 tanggal 16 November 2009</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2009&lt;/span&gt; tanggal 16 November 2009 tentang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan berupa Uang Pesangon, Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua dan Jaminan Hari Tua yang dibayarkan sekaligus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PP Nomor 68 Tahun 2009&lt;/span&gt; ini ditetapkan bahwa Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 atas penghasilan berupa Uang Pesangon ditentukan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Sebesar 0% (nol persen) atas penghasilan bruto sampai dengan Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebesar 5% (lima persen) atas penghasiian bruto di atas Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebesar 15% (lima belas persen) atas penghasilan bruto di atas Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) sampai dengan Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebesar 25% (dua puluh lima persen) atas penghasilan bruto di atas Rp500.000.000.00 (lima ratus juta rupiah).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan Tarif PPh Pasal 21 atas penghasilan berupa Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua ditentukan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Sebesar 0% (nol persen) atas penghasilan bruto sampai dengan Rp50.000.000.00 (lima puluh juta rupiah);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebesar 5% (lima persen) atas penghasilan bruto di atas Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Peraturan ini berlaku mulai dari 16 November 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ketentuan lebih lanjut, &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7647364/009tgTarifPPh21AtasPesangonUangPensiunTHTdanJHT.pdf.html"&gt;Silahkan baca ke peraturan (terlampir)&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dapat membantu&lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif" alt="sengihnampakgigi" title="sengihnampakgigi" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-4554692920330181004?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/gCQhScmUJz0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/4554692920330181004/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/12/peraturan-pemerintah-nomor-68-tahun.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/4554692920330181004?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/4554692920330181004?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/gCQhScmUJz0/peraturan-pemerintah-nomor-68-tahun.html" title="Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2009 tanggal 16 November 2009" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/12/peraturan-pemerintah-nomor-68-tahun.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUMDQ3o_eCp7ImA9WxNUEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-2698208498446582241</id><published>2009-11-02T11:40:00.004+07:00</published><updated>2009-11-02T11:51:12.440+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-02T11:51:12.440+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PPh 21" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peraturan PPh Pasal 21" /><title>PPh Pasal 21 Atas Bukan Pegawai (Berdasarkan PER-57/PJ/2009)</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tanggal 12 Oktober 2009, Dirjen Pajak mengeluarkan Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-57/PJ/2009. Peraturan Dirjen ini mengamandemen PER-31/PJ/2009 tentang Pedoman Teknis Tatacara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pajak Penghasilan 26 Sehubungan Dengan Pekerjaan, Jasa dan Kegiatan Orang Pribadi.&lt;br /&gt;Ketentuan yang diubah adalah Pasal 9 huruf a angka 4, dan huruf c, Pasal 10 ayat (2) huruf c dan ayat (5) serta Pasal 16. Pada intinya, perubahan ketentuan ini adalah mengubah struktur perhitungan PPh Pasal 21 bagi golongan penerima penghasilan bukan pegawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penerima Penghasilan Bukan Pegawai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Pasal 3 PER-31/PJ/2009, terdapat empat golongan penerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21 yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pegawai,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;penerima uang pesangon, pensiun atau uang manfaat pensiun, tunjangan hari tua,   atau jaminan hari tua, termasuk ahli warisnya,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bukan pegawai, dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;peserta kegiatan yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan keikutsertaannya dalam suatu kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penerima penghasilan bukan pegawai terdiri dari :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas, yang terdiri dari pengacara, akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaris, penilai, dan aktuaris;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pemain musik, pembawa acara, penyanyi, pelawak, bintang film, bintang sinetron, bintang iklan, sutradara, kru film, foto model, peragawan/peragawati, pemain drama, penari, pemahat, pelukis, dan seniman lainnya;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;olahragawan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;penasihat, pengajar, pelatih, penceramah, penyuluh, dan moderator;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pengarang, peneliti, dan penerjemah;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pemberi jasa dalam segala bidang termasuk teknik komputer dan sistem aplikasinya, telekomunikasi, elektronika, fotografi, ekonomi, dan sosial serta pemberi jasa kepada suatu kepanitiaan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;agen iklan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pengawas atau pengelola proyek;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pembawa pesanan atau yang menemukan langganan atau yang menjadi perantara;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;petugas penjaja barang dagangan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;petugas dinas luar asuransi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;distributor perusahaan multilevel marketing atau direct selling dan kegiatan sejenis lainnya;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bersifat Berkesinambungan vs Tidak Berkesinambungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imbalan kepada bukan pegawai adalah penghasilan dengan nama dan dalam bentuk apapun yang terutang atau diberikan kepada bukan pegawai sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan yang dilakukan, antara lain berupa honorarium, komisi, fee, dan penghasilan sejenis lainnya. Pada dasarnya imbalan kepada bukan pegawai dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan sifatnya yaitu imbalan yang bersifat berkesimbungan dan imbalan yang bersifat tidakberkesimabungan.&lt;br /&gt;Imbalan kepada bukan pegawai yang bersifat berkesinambungan adalah imbalan kepada bukan pegawai dengan karakteristik dibayar atau terutang lebih dari satu kali dalam satu tahun kalender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perbedaan sifat ini akan membedakan cara perhitungan PPh Pasal 21 yang terutang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penghasilan Bukan Pegawai Yang Bersifat Berkesinambungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan PPh Pasal 21 atas penghasilan ini adalah dengan mengenakan tarif Pasal 17 untuk WP Orang Pribadi terhadap kumulatif Penghasilan Kena Pajak dalam satu tahun kalender. Penghasilan Kena Pajak adalah 50% Penghasilan Bruto dikurangi PTKP). Dengan demikian, kalau dijabarkan dalam bentuk rumus sederhana maka perhitungannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt;PPh Pasal 21 = Tarif Pasal 17 x kumulatif (50% Pengh. Bruto – PTKP)&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, pengurangan PTKP di atas bisa dilakukan jika penerima penghasilan memenuhi syarat yang diatur dalam Pasal 13 ayat (1) PER-31/PJ/2009, yaitu telah mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan hanya memperoleh penghasilan dari hubungan kerja dengan Pemotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 serta tidak memperoleh penghasilan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak memenuhi syarat di atas, maka perhitungannya menjadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt;PPh Pasal 21 = Tarif Pasal 17 x kumulatif 50% Pengh. Bruto&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penghasilan Bukan Pegawai Yang Bersifat Tidak Berkesinambungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika imbalan kepada bukan pegawai sifatnya tidak berkesinambungan, maka perhitungan PPh Pasal 21 nya adalah dengan mengenakan tarif Pasal 17 untuk WP Orang Pribadi terhadap 50% penghasilan bruto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mempunyai NPWP dan Tidak Mempunyai NPWP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apbila WP tidak mempunyai NPWP maka akan dikenakan tariff 20% lebih mahal dari tarif normal (120%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WP istri dapat dikatakan mempunyai NPWP dengan 2 cara :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Memiliki NPWP atas namanya sendiri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menunjukkan fotocopy NPWP suami, surat nikah dan kartu keluarga.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perbandingan Dengan PER-31/PJ/2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dibandingkan, ketentuan baru dalam PER-57/PJ/2009 yang merubah beberapa ketentuan dalam PER-31/PJ/2009 pada dasarnya adalah bahwa dengan PER-57/PJ/2009 ini semua penerima penghasilan bukan pegawai mendapatkan ’perkiraan penghasilan neto’ sebesar 50% dari penghasilan bruto. PER-31/PJ/2009 hanya memberikannya kepada tenaga ahli saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan baru ini mulai berlaku sejak 1 Januari 2009. Dengan demikian, PPh Pasal 21 atas bukan pegawai selain tanaga ahli yang sudah dilakukan dipastikan telah dipotong dan dibayar lebih besar. Untuk itu, nampaknya Pemotong PPh Pasal 21 harus melakukan pembetulan SPT dan mengkompensasikan kelebihannya ke masa September atau Oktober 2009 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download Peraturan :&lt;br /&gt;&lt;code&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7181727/perubahanperaturanpph21bukanpegawaiper57pj2009.zip.html" target="_blank"&gt;Peraturan Dirjen Pajak - PER - 57_PJ_2009.pdf &amp;amp; ringkasan pemotongan pph 21 - bukan pegawai per 57&lt;/a&gt;&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-2698208498446582241?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/01gv-wEO_IU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/2698208498446582241/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/11/pph-pasal-21-atas-bukan-pegawai.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/2698208498446582241?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/2698208498446582241?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/01gv-wEO_IU/pph-pasal-21-atas-bukan-pegawai.html" title="PPh Pasal 21 Atas Bukan Pegawai (Berdasarkan PER-57/PJ/2009)" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/11/pph-pasal-21-atas-bukan-pegawai.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkEDSXo8fyp7ImA9WxNVGEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-5165706652656385904</id><published>2009-10-30T13:48:00.004+07:00</published><updated>2009-10-30T17:31:18.477+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-30T17:31:18.477+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peraturan PPN dan PPnBM" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Undang-Undang" /><title>Undang Undang No. 42 Tahun 2009 Mengenai PPN dan PPnBM</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Undang Undang No. 42 Tahun 2009 merupakan perubahan ke tiga atas Undang Undang No. 8 Tahun 1983 mengenai PPN dan PPnBM, yang sebelumnya telah dilakukan perubahan dengan dikeluarkan &lt;a title="UU No. 18 Tahun 2000" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/02/undang-undang-nomor-18-tahun-2000-ppn.html" target="_blank"&gt;Undang Undang No. 18 Tahun 2000.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk mendownload peraturan baru tersebut silahkan click link dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt;&lt;a title="Undang Undang No. 42 Tahun 2009" href="http://www.ziddu.com/download/7142745/UndangUndangNo.42Tahun2009tentanPPNdanPPnBM.pdf.html" target="_blank"&gt;Undang Undang No. 42 Tahun 2009&lt;/a&gt;&lt;/code&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-5165706652656385904?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/8rqYNVNE2WA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/5165706652656385904/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/10/undang-undang-no-42-tahun-2009-mengenai.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/5165706652656385904?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/5165706652656385904?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/8rqYNVNE2WA/undang-undang-no-42-tahun-2009-mengenai.html" title="Undang Undang No. 42 Tahun 2009 Mengenai PPN dan PPnBM" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/10/undang-undang-no-42-tahun-2009-mengenai.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0AHRX89fCp7ImA9WxNVFUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-8436400272981690803</id><published>2009-10-26T22:22:00.006+07:00</published><updated>2009-10-26T22:42:14.164+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-26T22:42:14.164+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PPh 21" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peraturan PPh" /><title>SE No. 100/PJ/2009 - Norma Penghitungan Penghasilan Bagi Petugas Dinas Luar Asuransi dan Distributor Perusahaan MLM</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali saya akan memberikan informasi bagi anda yang ingin mengetahui Dunia Perpajakan Indonesia. Untuk kali ini saya akan menyampaikan peraturan terbaru bagi Petugas Dinas Luar Asuransi dan Distributor Perusahaan Multi Lever Marketing atau Direct Selling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan mengenai hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Pajak No. 100/PJ/2009. Dibawah ini adalah link untuk mendownload peraturan tersebut beserta lampiran contoh penghitungannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;code&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7084823/SuratEdaranNo.100-PJ-2009.pdf.html" target="_blank"&gt;Surat Edaran Dirjen Pajak No. 100/PJ/2009 - Beserta Lampirannya&lt;/a&gt;&lt;/code&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-8436400272981690803?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/ibGOWR1vhJY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/8436400272981690803/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/10/se-no-100pj2009-norma-penghitungan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/8436400272981690803?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/8436400272981690803?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/ibGOWR1vhJY/se-no-100pj2009-norma-penghitungan.html" title="SE No. 100/PJ/2009 - Norma Penghitungan Penghasilan Bagi Petugas Dinas Luar Asuransi dan Distributor Perusahaan MLM" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/10/se-no-100pj2009-norma-penghitungan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUMEQnY7fCp7ImA9WxJWEk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-3282593857136391682</id><published>2009-06-17T13:05:00.006+07:00</published><updated>2009-06-17T18:16:43.804+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-17T18:16:43.804+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PPh Pasal 4 ayat(2)" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peraturan PPh Pasal 4 ayat(2)" /><title>Pajak Atas Jasa Konstruksi Bersifat Final</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah dikeluarkannya Undang-Undang &lt;a href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/02/undang-undang-pajak-penghasilan.html"&gt;PPh No 36 tahun 2008&lt;/a&gt; disahkan, memuat peraturan tentang Pajak atas Jasa Konstruksi yang menurut saya masing simpang-siur. Namun dari hasil diskusi dengan paraktisi pajak menyimpulkan bahwa PPh atas jasa konstruksi masih mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk menguatkannya maka pemerintah telah mengeluarkan peraturan baru mengenai hal tersebut &gt;&gt; Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan baru ini tidak jauh berbeda dengan Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2008, hanya saja ada sedikit perubahan/penyempurnaan yang pada dasarnya adalah PPh atas Jasa Konstruksi bersifat Final, dan tarifnya adalah :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;4% (empat persen) dari jumlah bruto, yang diterima Wajib Pajak penyedia jasa perencanaan konstruksi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2% (dua persen) dari jumlah bruto, yang diterima Wajib Pajak penyedia jasa pelaksanaan konstruksi; atau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;4% (empat persen) dari jumlah bruto, yang diterima Wajib Pajak penyediajasa pengawasan konstruksi.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Namun apabila ingin mengetahui jelas isi serta perbedaan dari kedua peraturan tersebut dapat anda downloadnya dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;div class="codeku"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5224356/PP-51-2008-JasaKonstruksi.pdf.html" target="_blank"&gt;PP No. 51 Tahun 2008&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5224355/PP-40-2009JasaKonstruksi.pdf.html" target="_blank"&gt;PP No. 40 Tahun 2009&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-3282593857136391682?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/VTDrSIqfexE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/3282593857136391682/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/06/pajak-atas-jasa-konstruksi-bersifat.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/3282593857136391682?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/3282593857136391682?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/VTDrSIqfexE/pajak-atas-jasa-konstruksi-bersifat.html" title="Pajak Atas Jasa Konstruksi Bersifat Final" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/06/pajak-atas-jasa-konstruksi-bersifat.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUUGR34yfCp7ImA9WxJXF0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-4401308827524566585</id><published>2009-06-12T15:42:00.003+07:00</published><updated>2009-06-12T16:00:26.094+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-12T16:00:26.094+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PPh 21" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peraturan PPh Pasal 21" /><title>Bentuk SPT PPh 21 Masa Per 1 Juli 2009 Berubah</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Informasi ini saya sampaikan berkaitan dengan keluarnya Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor PER-31/PJ/2009 mengenai "Bentuk Formulir Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pasal 26 dan Bukti Pemotongan/Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pasal 26".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun sampai saya membuat artikel ini formulir SPT tersebut masih dalam bentuk penyampaian manual, Sedangkan Program e-SPT yang merupakan sarana pemyampaian SPT secara electronik belum ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk itu bagi anda yang masih menyampaikan SPT secara manual atau ingin sekedar mempelajari SPT PPh Pasal 21/26 yang akan diberlakukan per 1 Juli 2009 tersebut dapat mendownloadnya melalui link file dibawah ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;File tersebut berisi PER-31/PJ/2009 beserta lampirannya yang berisikan Bentuk Formulir SPT Masa PPh Pasal 21/26 beserta lampirannya, serta petunjuk pengisiannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="codeku"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5155301/PJth2009tgBentukFormulirSPTMasaPPh21DanAtauPasal26.rar.html"&gt;&lt;b&gt;PER-32/PJ/2009 - Bentuk Formulir SPT Masa PPh Pasal 21/26 (WinRAR)&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5155301/PJth2009tgBentukFormulirSPTMasaPPh21DanAtauPasal26.rar.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5155301/PJth2009tgBentukFormulirSPTMasaPPh21DanAtauPasal26.rar.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-4401308827524566585?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/f_WqYfLqdk8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/4401308827524566585/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/06/bentuk-spt-pph-21-masa-per-1-juli-2009.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/4401308827524566585?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/4401308827524566585?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/f_WqYfLqdk8/bentuk-spt-pph-21-masa-per-1-juli-2009.html" title="Bentuk SPT PPh 21 Masa Per 1 Juli 2009 Berubah" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/06/bentuk-spt-pph-21-masa-per-1-juli-2009.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A08NQ3czfSp7ImA9WxJRE0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-5631328555255147653</id><published>2009-05-15T07:46:00.003+07:00</published><updated>2009-05-15T08:11:32.985+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-15T08:11:32.985+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peraturan PPh Badan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peraturan PPh" /><title>PMK No. 83/PMK.03/2009 - Penyediaan Makanan dan Minuman, Pemberian Natura dan Kenikmatan Di Daerah Tertentu Yang Dapat Dikurangkan Dari Penghasilan</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama ini mungkin anda pernah mengalami perbedaan persepsi mengenai pemberian makanan dan minuman bagi karyawan atau penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di daerah tertentu yang berkaitan dengan pekerjaan antara perusahaan anda dengan fiskus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang daerah abu-abu tersebut mulai ada pemutihan dengan diterbitkannya &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4753100/PMKNo.83-PMK.03-2009.pdf.html" target="_blank"&gt;Peraturan Menteri Keuangan No. 83/PMK.03/2009&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara garis besar peraturan tersebut adalah mengenai Pemberian natura dan kenikmatan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto pemberi kerja dan bukan merupakan penghasilan bagi pegawai yang menerimanya adalah :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Pemberian / penyediaan makanan dan / minuman bagi seluruh karyawan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Penggantian atau imbalan dalam bentuk natura atau kenikmatan yang diberikan berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan didaerah tertentu dalam rangka menunjang kebijakan pemerintah untuk mendorong pembangunan didaerah tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Pemberian natura dan kenikmatan yang merupakan keharusan dalam pelaksanaan sebagai sarana keselamatan kerja atau karena sifat pekerjaan tersebut mengharuskan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk jelasnya silahkan download peraturan tersebut dibawah ini :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="codeku" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4753100/PMKNo.83-PMK.03-2009.pdf.html" target="_blank"&gt;Peraturan Menteri Keuangan No. 83/PMK.03/2009&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-5631328555255147653?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/WOaQRK-WytM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/5631328555255147653/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/05/pmk-no-83pmk032009-penyediaan-makanan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/5631328555255147653?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/5631328555255147653?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/WOaQRK-WytM/pmk-no-83pmk032009-penyediaan-makanan.html" title="PMK No. 83/PMK.03/2009 - Penyediaan Makanan dan Minuman, Pemberian Natura dan Kenikmatan Di Daerah Tertentu Yang Dapat Dikurangkan Dari Penghasilan" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/05/pmk-no-83pmk032009-penyediaan-makanan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUIHQ3cyfSp7ImA9WxJTGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-2454503539576504692</id><published>2009-04-29T08:00:00.003+07:00</published><updated>2009-04-29T08:12:12.995+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-29T08:12:12.995+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keluh Kesah" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lain-Lain" /><title>Hey Orang Iseng, Jangan Jail Di Blog ini...!</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kali ini ini bukanlah mengenai pajak, namun ini keluhhan saya. Hari ini saya dikejutkan dengan adanya orang iseng yang merusak form Emailme milik saya. Orang ini merursak password milik saya dan membuat saya kesulitan untuk log in di "&lt;a href="http://www.emailmeform.com/"&gt;emailmeform.com&lt;/a&gt;".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tidak memiliki identitas &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;orang GILA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ini yang mencoba merusak fasilitas di blog untuk sharing pajak ini. Yang saya tahu identitas &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); font-size: 18px; font-weight: bold; "&gt;orang GILA&lt;/span&gt; tersebut hanyalah laporan dari &lt;a href="http://www.emailmeform.com/"&gt;emailmeform.com&lt;/a&gt; mengenai IP address-nya saya. IP address-nya adalah &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;76.15.162.199&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi rekan-rekan yang tidak suka dengan Blog ini sebaiknya tidak usah mengunjungi blog ini, jadikan saya masih bisa membantu bagi yang menginginkan bantuan saya secara gratis ini. Blog ini kan memberikan pengetahuan gratis, jadi buat apa ada yang usil dengan blog ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-2454503539576504692?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/z7uEWgfX_nY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/2454503539576504692/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/04/hey-orang-iseng-jangan-jail-di-blog-ini.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/2454503539576504692?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/2454503539576504692?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/z7uEWgfX_nY/hey-orang-iseng-jangan-jail-di-blog-ini.html" title="Hey Orang Iseng, Jangan Jail Di Blog ini...!" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/04/hey-orang-iseng-jangan-jail-di-blog-ini.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEABRXk7eSp7ImA9WxJTGUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-3042773714674744035</id><published>2009-04-28T17:13:00.002+07:00</published><updated>2009-04-28T18:05:54.701+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-28T18:05:54.701+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kasus" /><title>Apakah pajak PPh Pasal 23 dan Pasal 22 dapat Dikreditkan dengan Hutang PPh 21</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelumnya saya menyampaikan terima kasih atas Pengunjung Blog "&lt;a href="http://sharing-pajak.blogspot.com/"&gt;Sharing-Pajak.blogspot.com&lt;/a&gt;" ini. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya sempat mendapatkan pertanyaan mengenai :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Apakah pajak PPh Pasal 23 dan Pasal 22 yang telah disetorkan/dibayarkan dapat dikreditkan pada PPh pasal 21  .... ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;". &lt;sup&gt;(Nama penyanya sengaja tidak akan saya tampilkan demi privatisasi penanya)&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan yang sayat menarik, dan merupakan tantangan bagi saya untuk lebih sering membuka-buka peraturan perpajakan yang berlaku di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langsung saja saya ingin menjawab pertanyaan tersebut agar cepat dapat membatu memecahkan permasalahan yang dihadapi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada Prinsipnya adalah PPh Pasal 22 dan PPh 23 merupakan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Objek Pajak WP Badan Dalam Negeri &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;sedangkan PPh Pasal 21 merupakan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;Objek Pajak WP Orang Pribadi Dalam Negeri&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Atau dengan kata lain, PPh Pasal 22 dan PPh Pasal 23 dikenakan terhadap &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;WP Badan Dalam Negeri&lt;/span&gt; sedangkan PPh Pasal 21 dikenakan terhadap WP Orang Pribadi Dalam Negeri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi kesimpulannya adalah PPh PASAL 22 dan PPh PASAL 23 TIDAK DAPAT DIPERHITUNGKAN/DIKREDITKAN DENGAN PPH PASAL 21 YANG TERUTANG.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-3042773714674744035?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/kpxpObcO7ww" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/3042773714674744035/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/04/apakah-pajak-pph-pasal-23-dan-pasal-22.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/3042773714674744035?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/3042773714674744035?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/kpxpObcO7ww/apakah-pajak-pph-pasal-23-dan-pasal-22.html" title="Apakah pajak PPh Pasal 23 dan Pasal 22 dapat Dikreditkan dengan Hutang PPh 21" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/04/apakah-pajak-pph-pasal-23-dan-pasal-22.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0IAQ3g9eip7ImA9WxJTFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-1899297977607404667</id><published>2009-04-24T11:45:00.006+07:00</published><updated>2009-04-24T12:05:42.662+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-24T12:05:42.662+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita" /><title>Discount Harga bagi Pemilik NPWP - Partisipasi Pengusaha di bidang Perpajakan dan Sekaligus Strategi Menggenjot Penjualan</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terobosan baru dari pengusaha...! kesan yang saya peroleh dengan membaca SE-46/PJ/2009 tentang "Pemberian Discount bagi Pemilik NPWP" . Hebat memang, pengusaha mau memberikan discount harga pagi customer yang memiliki NPWP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian customer akan berlomba-lomba untuk segera membuat NPWP agar memperoleh discount yang dijanjikan supplier. Itulah taget yang diharapkan Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak. Dan harapannya setiak Subjek Pajak yang secara Undang-Undang harus memiliki NPWP mau untuk membuat NPWP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain untuk perbaikan administrasi perpajakan, tujuan pembuatan NPWP secara besar-besaran pada tahun 2009 ini, tentunya adalah untuk meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apakah seimbang dengan strategi pemasaran dari pengusaha untuk memberikan discount bagi yang memiliki harga dengan target yang diharapkan Pemerintah dari sektor pajak. Secara logika sudah jelas, bahwa pemberian discount ini tentunya akan menurunkan margin laba yang secara langsung menurunkan beban pajak yang harus dibayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, Strategi dari pengusaha tersebut tidak akan berpengaruh terhadap penurunan pendapatan pemerintah disektor pajak apabila strategi pemberian discount tersebut berdampak pada peningkatan pendapatan pengusaha secara signifikan dan meningkatkan laba perusahaan dari peningkatan penjualan yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hal ini benar bisa terwujud efek berantai yang positif akan terwujud.&lt;br /&gt;Discount --&gt; Bergairahnya Ekonomi karena harga yang Kompetitif (murah)--&gt; Peningkatan Keuntungan Perusahaan dari Peningkatan Penjualan --&gt; Peningkatan Pendapatan di sektor Pajak karena peningkatan laba perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-1899297977607404667?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/7oNYqXQj0os" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/1899297977607404667/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/04/discount-harga-bagi-pemilik-npwp.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/1899297977607404667?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/1899297977607404667?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/7oNYqXQj0os/discount-harga-bagi-pemilik-npwp.html" title="Discount Harga bagi Pemilik NPWP - Partisipasi Pengusaha di bidang Perpajakan dan Sekaligus Strategi Menggenjot Penjualan" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/04/discount-harga-bagi-pemilik-npwp.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEcFQ3Y4fSp7ImA9WxJTEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-4015179463272317191</id><published>2009-04-21T07:53:00.003+07:00</published><updated>2009-04-21T08:06:52.835+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-21T08:06:52.835+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita" /><title>Kantor Pelayanan Wajib Pajak Besar Orang Pribadi Dibentuk</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengontrol dan menggenjot pendapatan perpajakan terutama dari kalangan Konglomerat Indonesia, Pemerintah telah mengeluarkan peraturan yang berkaitan dengan pembentukan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) khusus untuk WP Desar Orang Pribadi, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 62/PMK.01/2009 tanggal 1 April 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KPP Wajib Pajak Besar Orang Pribadi mengadministrasikan Wajib Pajak Besar Orang Pribadi yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jenis pajak yang diadministrasikan di KPP Wajib Pajak Besar Orang Pribadi meliputi Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), dan Pajak Tidak Langsung Lainnya (PTLL).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk di wilayah jakarta ditetapkan, KPP WP Besar OP aktif mulai 1 Mei 2009 dengan alamat di Jalan Tebet Raya No. 9 Jakarta Selatan. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga saja Langkah Pemerintah ini mendapatkan hasil yang diinginkan, tidak hanya pendapatan pajaknya saja yang meningkat, tetapi juga pelayanan yang lebih baik bagi WP dan berkurangkan penyalahgunaan jabatan untuk memperoleh keuntungan bagi oknum-oknum pajak yang tidak bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-4015179463272317191?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/USO7hmZuvN4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/4015179463272317191/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/04/kantor-pelayanan-wajib-pajak-besar.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/4015179463272317191?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/4015179463272317191?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/USO7hmZuvN4/kantor-pelayanan-wajib-pajak-besar.html" title="Kantor Pelayanan Wajib Pajak Besar Orang Pribadi Dibentuk" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/04/kantor-pelayanan-wajib-pajak-besar.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0UER3o5fip7ImA9WxVaFkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-3366841004163335433</id><published>2009-04-14T12:59:00.003+07:00</published><updated>2009-04-14T13:06:46.426+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-14T13:06:46.426+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PPN dan PPnBM" /><title>PPN Atas Penyerahan Emas Perhiasan Oleh Pengusaha Toko Emas Perhiasan</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan yang dilakukan oleh Pengusaha Toko Emas Perhiasan meliputi :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Membuat dan atau menjual emas perhiasan&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Membuat emas perhiasan berdasarkan pesanan&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Menyuruh orang lain untuk membuat emas perhiasan yang akan dijual&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Jual beli emas perhiasan&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Jual beli emas perhiasan dengan batu permata&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Memperbaiki dan memodifikasi emas perhiasan&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Jasa lain yang berkaitan dengan emas perhiasan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tarif PPN atas penyerahan emas pehiasan adalah 10% dari harga jual emas perhiasan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan untuk penghitungan PPN yang terutang dapat dilakukan dengan 2 cara :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menggunakan nilai lain sebagai Dasar Pengenaan PPN dengan cara sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;PPN yang terutang atas penyerahan emas perhiasan oleh Pengusaha Toko Emas Perhiasan adalah 10% x Harga Jual Emas Perhiasan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Jumlah PPN yang harus dibayar oleh Pengusaha Toko Emas Perhiasan adalah 10% x 20% x Jumlah Seluruh penyerahan emas perhiasan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cat : &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pajak Masukan tidak dapat dikreditkan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila Toko Emas Perhiasan memiliki lebih dari satu tempat penjualan dan salah satunya menggunakan nilai lain sebagai dasar penghitungan PPN, maka keseluruhan Tempat Penjualan emas perhiasan harus menggunakan nilai lain dalam menghitung PPN, dan penyerahan emas perhiasan antar tempat penjualan tidak terutang PPN.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Menggunakan Mekanisme Pajak Masukan (PM) dan Pajak Keluaran (PK).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="codeku"&gt;&lt;a title="Cari Peraturan PPN dan PPnBM" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/search/label/Peraturan PPN dan PPnBM" target="_blank"&gt;Cari Peraturan PPN dan PPnBM&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-3366841004163335433?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/g0Mtvi0wdjo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/3366841004163335433/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/04/ppn-atas-penyerahan-emas-perhiasan-oleh.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/3366841004163335433?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/3366841004163335433?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/g0Mtvi0wdjo/ppn-atas-penyerahan-emas-perhiasan-oleh.html" title="PPN Atas Penyerahan Emas Perhiasan Oleh Pengusaha Toko Emas Perhiasan" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/04/ppn-atas-penyerahan-emas-perhiasan-oleh.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0EARnYyfSp7ImA9WxVaFUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-1552513049413452670</id><published>2009-04-13T09:52:00.003+07:00</published><updated>2009-04-13T10:00:47.895+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-13T10:00:47.895+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PPN dan PPnBM" /><title>Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegiata usaha atau pekerjaan utama yang dilakukan Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran (PKP PE) yaitu dengan daca :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Menyerahkan BKP melalui suatu tempat penjualan eceran seperti took, kios, atau dengan cara penjualan yang dilakukan langsung kepada konsumen akhir, atau dengan cara penjualan dari rumah ke rumah.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Menyediakan BKP yang diserahkan di tempat penjualan secara eceran tersebut; dan&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Melakukan transaksi jual beli secara spontan tanpa didahului dengan penawaran tertulis, pemesanan tertulis, kontrak atau lelang dan pada umumnya bersifat tunai, dan pembeli pada umumnya dating ke tempat penjualan tersebut langsung membawa sendiri BKP yang dibelinya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PKP Pedangan Eceran yang menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Netto dan selain yang menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Netto yang melakukan penyerahan BKP wajib :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Mengisi SPT Masa PPN beserta lampirannya (Formulir 1107) dan melaporkannya ke KPP tempat PKP PE dikukuhkan; dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membuat Faktur Pajak, memungut dan menyetor pajak yang terutang serta melaporkannya pada SPT Masa PPN.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Slip cash register atau Segi Cash Register yang dibuat dapat diperlakukan sebagai Faktur Pajak Sederhana&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Apabila harga jual BPK sudah termasuk PPN, Slip Cash Register atau Segi Cash Register wajib diberi keterangan “untuk BKP harga sudah termasuk PPN”.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Pencantuman alamat pedagang eceran pada slip cash register atau segi cash register dapat disingkat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="codeku"&gt;&lt;a title="Cari Peraturan PPN dan PPnBM" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/search/label/Peraturan%20PPN%20dan%20PPnBM" target="_blank"&gt;Cari Peraturan PPN dan PPnBM&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-1552513049413452670?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/jSeB9GWWsNg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/1552513049413452670/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/04/pengusaha-kena-pajak-pedagang-eceran.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/1552513049413452670?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/1552513049413452670?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/jSeB9GWWsNg/pengusaha-kena-pajak-pedagang-eceran.html" title="Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/04/pengusaha-kena-pajak-pedagang-eceran.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4CQHYyeCp7ImA9WxVaEEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-664719685783918518</id><published>2009-04-07T11:53:00.004+07:00</published><updated>2009-04-07T12:42:41.890+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-07T12:42:41.890+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peraturan Kawasan Bebas" /><title>Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2009</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesuai dengan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3506124/PP2.2009.pdf.html" target="_blank"&gt;PP No. 2 Tahun 2009&lt;/a&gt; mengenai "Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan, dan Cukai serta Pengawasan atas Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari serta berada Di Kawasan Yang Telah Ditunjuk sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas", yang diundangkan Tanggal 16 Januari 2009 tersebut akhirnya diperlakukan mulai 1 April 2009.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan untuk menunjang Peraturan Tersebut Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan sebagai dasar pelaksanaan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3506124/PP2.2009.pdf.html" target="_blank"&gt;PP No. 2 Tahun 2009&lt;/a&gt; tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peraturan Pelaksana yang terdiri dari :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4186744/PMK_45_PMK.03_2009-JuklakPPNo.2Thn2009-KawasanFTZ.pdf.html" target="_blank"&gt;Peraturan Menteri Keuangan No. 45/PMK.03/2009&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4186745/PMK_46_PMK.04_2009-JuklakPPNo.2Thn2009-KawasanFTZ.pdf.html" target="_blank"&gt;Peraturan Menteri Keuangan No. 46/PMK.04/2009&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4186743/PMK_47_PMK.04_2009-JuklakPPNo.2Thn2009-KawasanFTZ.pdf.html" target="_blank"&gt;Peraturan Menteri Keuangan No. 47/PMK.04/2009&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan didukung lagi dengan Surat Edaran Dirjen Pajak :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4186882/SuratEdaranDirjenPajak-SE-37_PJ_2009.pdf.html" target="_blank"&gt;SE No. 37/PJ/2009&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4186883/SuratEdaranDirjenPajak-SE-39_PJ_2009.pdf.html" target="_blank"&gt;SE No. 39/PJ/2009&lt;/a&gt; - Tata Cara Endorsement&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4187002/Lampiran_SE39-PJ-2009.rar.html" target="_blank"&gt;Lampiran SE No. 39/PJ/2009&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Silahkan anda download peraturan tersebut dengan mengklik link tersebut diatas.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-664719685783918518?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/QGwox6iEKs8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/664719685783918518/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/04/petunjuk-pelaksanaan-peraturan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/664719685783918518?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/664719685783918518?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/QGwox6iEKs8/petunjuk-pelaksanaan-peraturan.html" title="Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2009" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/04/petunjuk-pelaksanaan-peraturan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0UBSHg7fyp7ImA9WxVaEE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-1144415024333016454</id><published>2009-04-06T19:24:00.002+07:00</published><updated>2009-04-06T19:34:19.607+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-06T19:34:19.607+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kasus" /><title>Gross Up Perhitungan Pajak Penghasilan</title><content type="html">Penghitungan Pajak Penghasilan secara gross Up pada intinya adalah pembebanan pajak penghsilan yang terutang sebagai tunjangan pajak / termasuk sebagai dasar penghitungan PPh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan meng-gross up pajak penghasilan yang terutang maka jumlah pajak yang terutang sama dengan tunjangan pajak yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuannya adalah untuk menghindari koreksi fiscal atas PPh yang harus ditanggung perusahaan penerima jasa atau pemberi pekerjaan, karena PPh yang harus dibayar termasuk dalam Dasar Pengenaan Pajak makah PPh yang dibayar tersebut dapat dibebankan dalam laporan rugi laba fiscal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara mudah untuk menghitung PPh yang terutang dengan system gross up ini adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;PPh 21&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Buka Exel dan kemudian setting exel dengan mode iteration, caranya adalah pada menu bar pilih &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Tools – Options – Calculation – &lt;/span&gt;centang pada kolom&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt; Iteration&lt;/span&gt; - &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;OK&lt;/span&gt; atau untuk office 2007 &gt;&gt; &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Office button (Logo office pada pojok kiri atas) - Exel Options - Formulas - &lt;/span&gt;Centang bagian&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt; Enable Iterative Calculation - OK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Kemudian Buatlah kolom-kolom komponen gaji serta tunjangan yang diberikan serta rumus perhitungan pajaknya pada worksheet exel&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Pada kolom tunjangan PPh 21 = PPh 21 terutang, misalkan kolom tunjangan PPh 21 adalah C4 dan Kolom PPh 21 Terutang adalah J4, maka pada kolom &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;C4 buatlah rumus “= J4”&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;PPh lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk perhitungan PPh selain PPh 21 dapat dihitung secara mudah dengan mencari dahulu Beban setelah gross up (DPP) dan kemudian baru PPh yang terutang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beban (Gross Up) dimisalkan A&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beban Bersih (Yg Dibayarkan) misalkan B&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tarif misalkan X&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 24px; "&gt;A = B / (100-X)%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PT. A menerima tagihan dari PT. B atas jasa perbaikan yang diberikan oleh PT. B sebesar Rp. 1.000.000,-. PT. B sesuai dengan perjanjian tagihan tersebut merupakan tagihan bersih yang harus dibayarkan PT. A kepada PT. B. Sesuai dengan UU Perpajakan yang berlaku Penghasilan tersebut merupakan objek PPh 23 dengan tariff 2%. Untuk menghindari koreksi fiscal terhadap PPh 23 yang harus dibayar PT. A, maka PT. A berinisiatif meng-gross up PPh 23 tersebut. Maka Beban sebenarnya yang diakui di laporan keuangan serta PPh 23 yang harus dibayar adalah :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beban Jasa = 1.000.000 / (100%-2%)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                     = 1.000.000 / 98%&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                     = 1.020.408&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       PPh 23        = 1.020.408 x 2%&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                     =  20.408&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Jawaban atas pertanyaan ini sudah pernah saya posting di &lt;a href="http://http://www.ortax.org"&gt;ORTAX&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;div&gt;Semoga informasi ini bermanfaat dan apabila ada cara yang lebih mudah khususnya untuk PPh 21 saya persilahkan memberi informasinya ke saya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-1144415024333016454?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/4PzezQ5HX18" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/1144415024333016454/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/04/gross-up-perhitungan-pajak-penghasilan.html#comment-form" title="5 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/1144415024333016454?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/1144415024333016454?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/4PzezQ5HX18/gross-up-perhitungan-pajak-penghasilan.html" title="Gross Up Perhitungan Pajak Penghasilan" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>5</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/04/gross-up-perhitungan-pajak-penghasilan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkQCSXk7eSp7ImA9WxVbEU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-6992485587177336170</id><published>2009-03-27T11:30:00.002+07:00</published><updated>2009-03-27T11:32:48.701+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-27T11:32:48.701+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PPN dan PPnBM" /><title>Tata Cara Pembetulan Faktur Pajak Standar Yang Rusak, Cacat, Salah Dalam Pengisian atau Penulisan</title><content type="html">&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Atas permintaan PKP pembeli BKP atau penerima JKP atau atas kemauan sendiri, PKP penjual atau pemberi JKP membuat Faktur Pajak Standar yang rusak, cacat, salah dalam pengisian atau penulisan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembetulan Faktur Pajak Standar yang rusak, cacat, salah dalam pengisian atau penulisan, tidak diperkenankan dengan cara menghapus, atau mencoret, atau dengan cara lain, selain dengan cara membuat Faktur Pajak Standar Pengganti sebagai dimaksud dalam butir 1.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penerbitan dan peruntukan Faktur Pajak Standar Pengganti dilaksanakan seperti penerbitan dan peruntukan Faktur Pajak Standar yang biasa sesuai dengan kode dan nomor seri Faktur Pajak Standar yang telah ditetapkan dalam Keputusan Direktorat Jenderal Pajak nomor : PER-159/PJ./2006 tentang Saat Pembuatan, Bentuk, Ukuran, Pengadaan, Tata Cara Penyampaian, dan Tata Cara Pembetulan Faktur Pajak Standar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faktur Pajak Standar Pengganti sebagaimana dimaksud pada butir 1, diisi berdasarkan keterangan yang seharusnya dan dilampiri dengan Faktur Pajak Standar yang rusak, cacat, salah dalam penulisan atau pengisian tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada Faktur Pajak Pengganti sebagai mana dimaksud pada butir 1, dibubuhkan cap yang mencantumkan kode dan nomor seri serta tanggal Faktur Pajak Standar yang diganti tersebut. PKP dapat membuat cap tersebut. Kode dan nomor seri Faktur Pajak Standar yang diganti dapat diisi dengan cara manual.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penerbitan Faktur Pjak Standar Pengganti mengakibatkan adanya kewajiban untuk membetulkan SPT Masa PPN pada Masa pajak terjadinya kesalahan pembuatan Faktur Pajak Standar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faktur Pajak Standar Pengganti dilaporkan dalam SPT Mas PPN pada :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Masa pajak yang sama dengan masa pajak dilaporkannya Faktur Pajak Standar yang diganti, dengan mencantumkan nilai setelah penggantian; dan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masa pajak diterbitkannya Faktur Pajak Pengganti tersebut dengan mencantumkan nilai 0 (nol) pada kolom DPP, PPN dan PPnBM, untuk menjaga urutan Faktur Pajak Standar yang diterbitkan oleh PKP.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelaporan Faktur Pajak Standar Pengganti pada SPT Masa PPN masa pajak sebagaimana dimaksud pada butir 7 huruf a dan b, harus mencantumkan kode dan nomor seri faktur pajak standar yang diganti pada kolom yang telah ditentukan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;a title="Peraturan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/search/label/Peraturan%20PPN%20dan%20PPnBM" target="_blank"&gt;Peraturan PPN dan PPnBM&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-6992485587177336170?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/079ScM6p89Q" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/6992485587177336170/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/03/tata-cara-pembetulan-faktur-pajak.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/6992485587177336170?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/6992485587177336170?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/079ScM6p89Q/tata-cara-pembetulan-faktur-pajak.html" title="Tata Cara Pembetulan Faktur Pajak Standar Yang Rusak, Cacat, Salah Dalam Pengisian atau Penulisan" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/03/tata-cara-pembetulan-faktur-pajak.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkUFR3g5cSp7ImA9WxVbEU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-2610039147149245384</id><published>2009-03-27T11:25:00.003+07:00</published><updated>2009-03-27T11:30:16.629+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-27T11:30:16.629+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PPN dan PPnBM" /><title>Tata Cara Penggantian Faktur Pajak Yang Hilang</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Atas Faktur Pajak Standar yang hilang dapat dilakukan penggantian dengan cara sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pengusaha Kena Pajak pembeli atau penerima Jasa Kena Pajak dapat mengajukan permohonan tertulis untuk meminta copy dari Faktur Pajak Standar yang hilang kepada PKP penjual atau pemberi JKP dengan tembusan kepada KPP di tempat PKP pembeli atau penerima JKP dikukuhkan dan kepada KPP ditempat PKP penjual atau pemberi JKP dikukuhkan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berdasarkan permohonan dari PKP pembeli atau penerima JKP, PKP penjual atau pemberi JKP membuat copy dari arsip Faktur Pajak Standar yang disimpan oleh PKP penjual atau pemberi JKP, untuk dilegalisir oleh KPP tempat PKP penjual atau pemberi JKP dikukuhkan.&lt;br /&gt;Copy dibuat rangkap 2 (dua) yaitu :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lembar ke-1 : diserahkan ke PKP pembeli atau penerima JKP melalui PKP penjual atau pemberi JKP.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lembar ke-2 : arsip KPP yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Legalisir diberikan oleh KPP tempat PKP penjual atau pemberi JKPdikukuhkan setelah meneliti asli arsip  Faktur Pajak Standard an Surat Pemberitahuan Masa PPN dari PKP penjual atau pemberi JKP tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;KPP tempat PKP pembeli atau penerima JKP dikukuhkan wajib melakukan penelitian atas SPT Masa PPN dari PKP pembeli atau penerima JKP untuk meyakinkan bahwa Faktur Pajak Standar yang dilaporkan hilang tersebut sudah dikreditkan sebaagai Pajak Masukan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="codeku"&gt;&lt;a title="Peraturan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/search/label/Peraturan%20PPN%20dan%20PPnBM" target="_blank"&gt;Peraturan PPN dan PPnBM&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-2610039147149245384?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/s1Q4Sq2gTDw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/2610039147149245384/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/03/tata-cara-penggantian-faktur-pajak-yang.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/2610039147149245384?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/2610039147149245384?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/s1Q4Sq2gTDw/tata-cara-penggantian-faktur-pajak-yang.html" title="Tata Cara Penggantian Faktur Pajak Yang Hilang" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/03/tata-cara-penggantian-faktur-pajak-yang.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0UFR3o9eyp7ImA9WxVUEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-8460216152648414755</id><published>2009-03-17T15:33:00.002+07:00</published><updated>2009-03-17T15:40:16.463+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-17T15:40:16.463+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PPh 26" /><title>Tarif dan Objek Pajak Penghasilan Pasal 26</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PPh Pasal 26 adalah pajak penghasilan yang dikenakan / dipotong atas penghasilan yang bersumber dari Indonesi yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak (WP) luar negeri selain Bentuk Usaha Tetap (BUT) di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarif dan objek PPh Pasal 26 berdasarkan UU PPh No. 36 Tahun 2008 adalah :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;20% dan bersifat final dari bruto atas :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Deviden;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Royalti, sewa, dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatan;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hadiah dan penghargaan;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pensiun dan pembayaran berkala lainnya;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Premi swap dan transaksi lindung nilai lainnya; dan/atau&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keuntungan karena pembebasan utang.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;20% dan bersifat final dari Perkiraan Penghasilan Neto atas :&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penghasilan dari pengalihan atau penjualan harta di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Premi asuransi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi luar negeri&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengalihan atau Penjualan saham&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;20% dan bersifat final Penghasilan kena pajak sesudah dikurangi pajak dari BUT di Indonesia, kecuali penghasilan tersebut ditanamkan kembali di Indonesia dengan syarat :&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penanaman kembali dilakukan atas seluruh penghasilan kena pajak setelah dikurangi PPh dalan bentuk penyertaan modal pada perusahaan yang didirikan dan berkedudukan di Indonesia sebagai pendiri atau peserta Pendiri, dan;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dilakukan dalam tahun berjalan atau selambat-lambatnya tahun pajak berikutnya dari tahun pajak diterima atau diperoleh penghasilan tersebut;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak melakukan pengalihan atas penanaman kembali tersebut sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sesudah perusahaan tempat penanaman dilakukan, mulai berproduksi komersiil&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tarif berdasarkan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) antara Indonesia dengan Negara pihak pada persetujuan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;a title="Peraturan Pajak Penghasilan" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Cari Peraturan PPh&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-8460216152648414755?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/OFE_czEMBoI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/8460216152648414755/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/03/tarif-dan-objek-pajak-penghasilan-pasal.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/8460216152648414755?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/8460216152648414755?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/OFE_czEMBoI/tarif-dan-objek-pajak-penghasilan-pasal.html" title="Tarif dan Objek Pajak Penghasilan Pasal 26" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/03/tarif-dan-objek-pajak-penghasilan-pasal.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkADQHo5fCp7ImA9WxVUEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-818314646119234966</id><published>2009-03-17T15:32:00.001+07:00</published><updated>2009-03-17T15:32:51.424+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-17T15:32:51.424+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PPh Pasal 4 ayat(2)" /><title>PPh atas Pengasilan dari Transaksi Derivatif</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penghasilan yagn diterima dan atau diperoleh dari transaksi derivative berupa produk berjangka yang diperdagangkan di Bursa dikenai pajak penghasilan bersifat final (Pasal 4 ayat (2)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya tarif PPh yang dikenakan terhadap dari transaksi derivative berupa produk berjangka yang diperdagangkan di Bursa adalah 2.5% (dua koma lima persen) dari margin awal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="codeku"&gt;&lt;a title="Peraturan PPh Pasal 4 ayat (2)" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/search/label/Peraturan%20PPh%20Pasal%204%20ayat%282%29" target="_blank"&gt;Cari Peraturan PPh Pasal 4 ayat (2)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-818314646119234966?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/grDhK0jdOts" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/818314646119234966/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/03/pph-atas-pengasilan-dari-transaksi.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/818314646119234966?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/818314646119234966?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/grDhK0jdOts/pph-atas-pengasilan-dari-transaksi.html" title="PPh atas Pengasilan dari Transaksi Derivatif" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/03/pph-atas-pengasilan-dari-transaksi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkAGQno_cSp7ImA9WxVUEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-8845221266024252647</id><published>2009-03-17T15:22:00.004+07:00</published><updated>2009-03-17T15:32:03.449+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-17T15:32:03.449+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PPh Pasal 4 ayat(2)" /><title>Pajak Penghasilan atas Bunga Obligasi</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengahasilan yang diterima dan / atau diperoleh Wajib Pajak berupa bunga obligasi dikenai pemotongan PPh yang bersifat Final (Pasal 4 ayat (2)).&lt;br /&gt;Ketentuan tersebut tidak berlaku bagi :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bank yang didirikan di Indonesia atau cabang Bank Luar Negeri di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beasarnya tarif pajak atas unga obligasi bervariasi, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Bunga obligasi dengan kupon&lt;ol&gt;&lt;li&gt;15% (lima belas persen) bagi WP dalam Negeri BUT dari penghasilan Bruto&lt;/li&gt;&lt;li&gt;20% (dua puluh persen) atau sesuai dengan tariff  P3B bagi WP Luar Negeri dari penghasilan bruto dari jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan obligasi&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diskonto obligasi dengan kupon&lt;ol&gt;&lt;li&gt;15% (lima belas persen) bagi WP dalam Negeri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;20% (dua puluh persen) atau sesuai dengan tariff  P3B bagi WP Luar Negeri Non BUT dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal diatas harga perolehan obligasi, tidak termasuk bunga berjalan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diskonto obligasi tanpa bunga&lt;ol&gt;&lt;li&gt;15% (lima belas persen) bagi WP dalam Negeri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;20% (dua puluh persen) atau sesuai dengan tariff  P3B bagi WP Luar Negeri Non BUT dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal diatas harga perolehan obligasi&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;bunga dan/atau diskonto dari obligasi yang diterima dan/atau diperoleh WP Reksadana yang terdaftar pada Badan Pengawas Padar Modal dan Lembaga Keuangan&lt;ol&gt;&lt;li&gt;0% (nol persen) untuk tahun 2009 sampai dengan tahun 2010&lt;/li&gt;&lt;li&gt;5% (lima persen) dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2013&lt;/li&gt;&lt;li&gt;15% (lima belas persen) untuk tahun 2014 dan seterusnya&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai pemotong pajak atas bunga obligasi adalah :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Penerbit obligasi atau kostodian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusahaan efek, dealer, atau bank&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="codeku"&gt;&lt;a title="Peraturan PPh Pasal 4 ayat (2)" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/search/label/Peraturan%20PPh%20Pasal%204%20ayat%282%29" target="_blank"&gt;Cari Peraturan PPh Pasal 4 ayat (2)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-8845221266024252647?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/9j8aTU3sWJU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/8845221266024252647/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-penghasilan-atas-bunga-obligasi.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/8845221266024252647?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/8845221266024252647?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/9j8aTU3sWJU/pajak-penghasilan-atas-bunga-obligasi.html" title="Pajak Penghasilan atas Bunga Obligasi" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-penghasilan-atas-bunga-obligasi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkcBQnY8fyp7ImA9WxVUEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-8193387072125295231</id><published>2009-03-11T16:57:00.001+07:00</published><updated>2009-03-17T15:20:53.877+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-17T15:20:53.877+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PPh Pasal 4 ayat(2)" /><title>Pajak Penghasilan atas Bunga Deposito, Tabungan, serta Diskonto SBI</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Atas penghasilan berupa bunga dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diterima atau diperoleh dari deposito dan tabungan serta diskonto Sertifikat Bank Indonesia, termasuk bunga yang diterima atau diperoleh dari deposito dan tabungan yang ditempatkan di luar negeri melalui bank yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia dipotong Pajak Penghasilan yang bersifat final (Pasal 4 ayat (2)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengenaan Pajak Penghasilan atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto Sertifikat Bank Indonesia adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;dikenakan PPh final sebesar 20% (dua puluh persen) dari jumlah bruto, terhadap Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dikenakan PPh final sebesar 20% (dua puluh persen) dari jumlah bruto atau dengan tarif berdasarkan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda yang berlaku, terhadap Wajib Pajak luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemotongan PPh atas Bunga Deposito, Tabungan, serta Diskonto SBI tidak dilakukan terhadap :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;bunga deposito dan tabungan serta diskonto Sertifikat Bank Indonesia, sepanjang jumlah deposito dan tabungan serta Sertifikat Bank Indonesia tersebut tidak melebihi Rp 7.500.000,00 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;bunga dan diskonto yang diterima atau diperoleh bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;bunga deposito dan tabungan serta diskonto Sertifikat Bank Indonesia yang diterima atau diperoleh Dana Pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan sepanjang dananya diperoleh dari sumber pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun, berdasarkan Surat Keterangan Bebas (SKB) Pemotongan Pajak Penghasilan atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto Sertifikat Bank Indonesia, yang diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Pajak tempat Dana Pensiun yang bersangkutan terdaftar;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; bunga tabungan pada bank yang ditunjuk Pemerintah dalam rangka pemilikan rumah sederhana dan sangat sederhana, kaveling siap bangun untuk rumah sederhana dan sangat sederhana, atau rumah susun sederhana sesuai dengan ketentuan yang berlaku, untuk dihuni sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber : www.pajak.go.id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="codeku"&gt;&lt;a title="Peraturan PPh Pasal 4 ayat (2)" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/search/label/Peraturan%20PPh%20Pasal%204%20ayat%282%29" target="_blank"&gt;Cari Peraturan PPh Pasal 4 ayat (2)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-8193387072125295231?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/ThzCJMBU3Q0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/8193387072125295231/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-penghasilan-atas-bunga-deposito.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/8193387072125295231?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/8193387072125295231?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/ThzCJMBU3Q0/pajak-penghasilan-atas-bunga-deposito.html" title="Pajak Penghasilan atas Bunga Deposito, Tabungan, serta Diskonto SBI" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-penghasilan-atas-bunga-deposito.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkYERn0yeip7ImA9WxVUEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-4696187891248975264</id><published>2009-03-11T16:54:00.002+07:00</published><updated>2009-03-17T15:21:47.392+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-17T15:21:47.392+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PPh Pasal 4 ayat(2)" /><title>Pajak Penghasilan atas Hadiah Undian</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Atas penghasilan berupa hadiah undian dengan nama dan dalam bentuk apapun dipotong atau dipungut Pajak Penghasilan yang bersifat final (Pasal 4 ayat (2)).&lt;br /&gt;Besarnya Pajak Penghasilan yang wajib dipotong atau dipungut atas penghasilan dari hadiah undian adalah 25% (dua puluh lima persen) dari jumlah bruto hadiah undian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemungut / pemotong pajak penghasilan atas undian adalah Penyelenggara Undian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber : www.pajak.go.id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="codeku"&gt;&lt;a title="Peraturan PPh Pasal 4 ayat (2)" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/search/label/Peraturan%20PPh%20Pasal%204%20ayat%282%29" target="_blank"&gt;Cari Peraturan PPh Pasal 4 ayat (2)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-4696187891248975264?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/EBv4lvY7fvI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/4696187891248975264/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-penghasilan-atas-hadiah-undian.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/4696187891248975264?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/4696187891248975264?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/EBv4lvY7fvI/pajak-penghasilan-atas-hadiah-undian.html" title="Pajak Penghasilan atas Hadiah Undian" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-penghasilan-atas-hadiah-undian.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEMCRXYyeyp7ImA9WxVVE00.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-673600433096181682</id><published>2009-03-06T08:15:00.002+07:00</published><updated>2009-03-06T08:21:04.893+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-06T08:21:04.893+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peraturan PPh Pasal 4 ayat(2)" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peraturan PPh" /><title>Peraturan Pemerintah No. 132 Tahun 2000 - Pajak Penghasilan atas Hadian Undian</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peraturan Pemerintah No. 132 Tahun 2000 secara garis besar  mengatur besarnya Tarif Pajak Penghasilan atas Hadian Undian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan tersebut dapat di download dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="codeku"&gt;&lt;a title="besarnya Tarif Pajak Penghasilan atas Hadian Undian" href="http://www.ziddu.com/download/3749226/PP132Tahun2000-HadiahUndian.pdf.html" target="blank"&gt;Peraturan Pemerintah No. 132 Tahun 2000&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-673600433096181682?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/9lxQl-iAGlk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/673600433096181682/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/03/peraturan-pemerintah-no-132-tahun-2000.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/673600433096181682?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/673600433096181682?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/9lxQl-iAGlk/peraturan-pemerintah-no-132-tahun-2000.html" title="Peraturan Pemerintah No. 132 Tahun 2000 - Pajak Penghasilan atas Hadian Undian" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/03/peraturan-pemerintah-no-132-tahun-2000.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0YARHo-fCp7ImA9WxVVE00.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4047551130942773340.post-501997077986087174</id><published>2009-03-06T07:54:00.003+07:00</published><updated>2009-03-06T07:59:05.454+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-06T07:59:05.454+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PPh Pasal 4 ayat(2)" /><title>Pajak Penghasilan atas  Pengalihan Hak atas Tahan dan atau Bangunan</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penghasilan yang diperoleh dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan wajib dibayar pajak penghasilan (PPh) yang bersifat final (PPh Pasal 4 ayat (2)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya tarif atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan atau bangunan adalah :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;1% (satu persen) dari jumlah nilai pengalihan atas Rumah Sederhana dan Rumah susun sederhana yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang usaha pokoknya melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;5% (lima persen) dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan untuk pengalihan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk menentukan Nilai Objek Pajak diberlakukan ketentuan, Nilai yang dipakai sebagai dasar penghitungan pajak adalah nilai yang tertinggi antara Nilai Pengalihan dengan Nilai Jual Objek Pajak menurut Surat Pemberitahuan Pajak Terutang PBB tahun yang bersangkutan atau tahun sebelumnya apabila SPPT PBB tahun bersangkutan belum terbit, dan apabila Objek Pajak belum terdaftar maka yang menjadi pembanding adalah NJOP menurut Surat Ketetapan yang diterbitkan oleh Kepala KPP Pratama atau Kepala KP PBB yang wilayah kerjanya meliputi objek Pajak yang bersangkutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai subjek (pembayar/penyetor) PPh atas Pengalihan Hak atas Tanah dan atau bangunan adalah :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Orang pribadi atau badan yang menerima atau memperoleh penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bendaharawan Pemerintah atau Pejabat yang melakukan pembayaran atau menyetujui tukar-menukar.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang dikecualikan dari kewajiban pembayaran atau pemungutan PPh adalah :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Orang pribadi yang mempunyai penghasilan dibawah Penghasilan Tidak Kena Pajak yang melakukn pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dengan jumlah bruto pengalihan kurang dari Rp. 60.000.000,00 dan bukan merupakan jumlah yang terpisah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengalihan hak kepada Pemerintah untuk kepentingan umum yang memerlukan persyaratan khusus.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengalihan karena hibah kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat, dan kepada badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial termasuk yayasan atau pengusaha mikro dan kecil atau koperasi yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan, sepanjang hibah tersebut tidak ada hubungannya dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengalihan oleh badan dengan cara hibah kepada badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial termasuk yayasan atau pengusaha mikro dan kecil atau koperasi yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan, sepanjang hibah tersebut tidak ada hubungannya dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengalihan hak sehubungan dengan warisan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber : www.pajak.go.id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="codeku"&gt;&lt;a title="Peraturan PPh Pasal 4 ayat (2)" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/search/label/Peraturan%20PPh%20Pasal%204%20ayat%282%29" target="_blank"&gt;Cari Peraturan PPh Pasal 4 ayat (2)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4047551130942773340-501997077986087174?l=sharing-pajak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PerpajakanIndonesia/~4/bN6Ky6zLFoM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/feeds/501997077986087174/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-penghasilan-atas-pengalihan-hak.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/501997077986087174?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4047551130942773340/posts/default/501997077986087174?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerpajakanIndonesia/~3/bN6Ky6zLFoM/pajak-penghasilan-atas-pengalihan-hak.html" title="Pajak Penghasilan atas  Pengalihan Hak atas Tahan dan atau Bangunan" /><author><name>ARIS S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00622938227853937316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckqbyyziR4o/SKuGLO8gydI/AAAAAAAAALM/njsuvxRZUqA/S220/CIMG0034.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://sharing-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-penghasilan-atas-pengalihan-hak.html</feedburner:origLink></entry></feed>

