<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>nya_'s sitE</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</managingEditor><pubDate>Fri, 8 Nov 2024 22:38:35 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://nya-site.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:image href="http://3.bp.blogspot.com/_roGT4FJ1EQY/Sg4duqgEWSI/AAAAAAAAAHE/J22xU7gXd_g/s320/jilbab6.png"/><itunes:subtitle/><itunes:category text="Education"><itunes:category text="Educational Technology"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Belajar Dari Ibrahim</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/11/belajar-dari-ibrahim.html</link><category>Sebuah Kisah</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Sat, 28 Nov 2009 06:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-5646966382506636631</guid><description>Hari Raya Idul Adha atau akrab disapa dengan Hari Raya Qurban telah datang kembali menyapa kita. Sebagai seorang muslim keinginan untuk berkurban makin menggebu-gebu di setiap sanubari. Entah apa jadinya jika hikmah di balik seorang ayah dan anak--Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail notabene sebagai seorang anak yang taat dan patuh terhadap ajaranNya dengan tawadhunya ia menerimah perintah dari Yang Maha Pencipta. Bersedia di qurban. Namun karena Allah Maha Mengetahui Segala-galanya maka ia tak jadi di qurban melainkan diganti oleh hewan yang bernama kibas (domba) sebagai pengganti dirinya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab, "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). Dan Kami panggillah dia, "Hai Ibrahim, Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. ”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Ash-Shaaffaat: 102-107)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mentafakuri surat Ash-Shaaffat di atas, Allah ingin mengajarkan pada kita tentang beberapa hal yakni:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.        Ketaatan pada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam kisah Ibrahim dan anaknya sudah tergambar jelas bagaimana seharusnya sikap orang-orang yang taat pada Allah,nabi Ibrahim tidak membantah sedikitpun meski harus mengorbankan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagai seorang muslim ketaatan pada Allah dan Rasul adalah suatu yang harus dilaksanakan,hal ini merupakan identitas diri seorang muslim yang akan mengantarkannya pada surga Allah. Dalam surat An nisa’ ayat 69 Allah tegaskan bahwa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“ Dan barang siapa yang mentaati Allah dan rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shiddiq, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah sebaik-baiknya “&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam ayat ini Allah tegaskan bahwa kita diperintahkan untuk melakukan ketaatan dengan janji akan berteman dengan makhluk yang paling mulia dan paling agung derajat mereka, lantaran ketaatan itu, dan Allah tidak pernah mungkir atas janji-janji-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 2.        Bersabar dengan keputusan-keputusan Allah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika nabi Ibrahim bermimpi disuruh oleh Allah untuk menyembelih anaknya, dan mimpi itupun berulang sebanyak tiga kali maka tidak ada pilihan bagi manusia Hanif ini selain bersabar dengan apa yang Allah perintahkan kepadanya. Tatkala niat untuk membantai putra satu-satunya disampaikan pada bocah kecil yang bernama Ismail maka peristiwa ajaibpun terjadi tanpa diduga, dimana anak yang masih berusia 10 tahun itu menerima keputusan Allah dengan ikhlas dan sabar, kesabaran itu tertuang dalam kata-katanya “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar (Ash-Shaaffat: 102-107)."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebuah kisah yang sangat menggugah jiwa dan mengetuk pintu hati kita serta mengajarkan kita untuk selalu bersabar dan ikhlas atas semua keputusan-keputusan Allah. Dalam surat Fussilat 35 Allah katakan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“ Dan sifat-sifat yang baik itu tidak akan dianugerahkan kecuali pada orang-orang yang sabar dan tidak akan di anugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hanya kebaikanlah yang akan menemani hari-hari orang yang selalu bersabar karena Allah semata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.        Selalu berserah diri pada Allah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). Dan Kami panggillah dia, "Hai Ibrahim, Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. ”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hanya Allah yang Maha menggenggam alam semesta, serta menciptakan segala isinya termasuk kita sebagai seorang manusia. Tak ada sikap yang bisa kita pilih selain memilih untuk berserah diri pada Allah, berserah diri atas segala ujian, musibah dan derita yang menimpa. Dalam perjalanan panjang kehidupan ini, kita akan selalu dihadapkan dengan momentum-momentum yang begitu keras dan akan selalu menuruni labirin suka dan duka. Ketika semua ujian itu melanda maka tidaklah pantas rasanya ketika kita bergantung pada seorang makhluk sementara kita lupa untuk memulangkan semuanya pada Allah.. Hanya Allah tempat kembali dan berserah, kita pasrahkan diri dalam ibadah-ibadah kita, dalam sujud panjang kita dan dalam lantunan tilawah kita. Allah akan menebus orang-orang yang bersabar dengan nikmat yang tidak disangka-sangka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Allahualam bissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtpMhMIa9lp9vhXdcikyD7qC3O-siifVHO91zk86kGSzSucSqCFxOJG2wjmPCOOAHDDaxLjMqkOojuJ5xiwFdywvag3mcIs0quf6pLw-oO5wgjlg_QH1CtNROXBgAkNV160dwIcYD3tnMz/s1600/adha.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 299px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtpMhMIa9lp9vhXdcikyD7qC3O-siifVHO91zk86kGSzSucSqCFxOJG2wjmPCOOAHDDaxLjMqkOojuJ5xiwFdywvag3mcIs0quf6pLw-oO5wgjlg_QH1CtNROXBgAkNV160dwIcYD3tnMz/s400/adha.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408934589830779330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtpMhMIa9lp9vhXdcikyD7qC3O-siifVHO91zk86kGSzSucSqCFxOJG2wjmPCOOAHDDaxLjMqkOojuJ5xiwFdywvag3mcIs0quf6pLw-oO5wgjlg_QH1CtNROXBgAkNV160dwIcYD3tnMz/s72-c/adha.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>HarapanQ</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/10/harapanq.html</link><category>Cinta...</category><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Fri, 23 Oct 2009 22:35:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-8801818130369187026</guid><description>Entah sampai kapan....&lt;br /&gt;Entah sampai dimana....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinkan hati demi satu tujuan....&lt;br /&gt;Berpegang pada satu harapan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letih dahaga akan cinta rasuk jiwaku....&lt;br /&gt;Aku coba mencari tanganmu....&lt;br /&gt;Mungkinkah sentuh jiwaku....&lt;br /&gt;Basuhi sedih dan air mataku....&lt;br /&gt;Pegangi aku....&lt;br /&gt;Bimbing aku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mencarimu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kuinginkan hanyalah hal yang sederhana....&lt;br /&gt;Tangan yang siap menerima lukaku....&lt;br /&gt;Jari yang mampu menghapus peluhku....&lt;br /&gt;Dan jiwa yang siap berkata....&lt;br /&gt;"Jangan bersedih lagi....&lt;br /&gt;Karna kau tak lagi sendiri sekarang!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>UHIBBUKI YA UMI</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/07/uhibbuki-ya-umi.html</link><category>Bingkai Kehidupan</category><category>Cinta...</category><category>Coretan Kecil</category><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Fri, 24 Jul 2009 09:34:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-4294355091606005553</guid><description>Umi....&lt;br /&gt;Itulah engkau, yang slalu setia mengajarkan kami....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi....&lt;br /&gt;itulah engkau, yang berkorban banyak demi anak-anakmu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi....&lt;br /&gt;itulah engkau, yang telah memahamkan kami...&lt;br /&gt;tentang arti cinta....tentang arti kasih....dan arti pengorbanan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi...&lt;br /&gt;itulah engkau, yang telah berjuang dengan harta dan jiwamu, demi keridhoan tuhanmu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi...&lt;br /&gt;itulah engkau, yang terus mengajarkan kami...&lt;br /&gt;walau kami tak peduli, bahkan kadang kami menaruh rasa benci padamu....&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Umi....&lt;br /&gt;itulah engkau, yang dengan ketulusan mu, dengan kelembutan dan cintamu&lt;br /&gt;membelai kami dengan sayang yang tiada tara....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi....&lt;br /&gt;itulah engkau, dengan segudang pengorbanan&lt;br /&gt;tanpa pamrih, tanpa sedikitpun keluhan yang terucap dari bibirmu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi....&lt;br /&gt;itulah engkau, yang selalu mendoakan kami...&lt;br /&gt;selalu membantu kami, selalu menemami dalam suka dan duka kami&lt;br /&gt;yang selalu mengingatkan kami kala kami salah, kala kami khilaf....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi...&lt;br /&gt;itulah engkau, yang tak pernah jemu mencintai dan menyayangi kami...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi...&lt;br /&gt;itulah engkau, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi....&lt;br /&gt;tak tau harus dengan apa kami membalas segala jasamu....&lt;br /&gt;tak tau harus dengan apa kami membalas cinta dan sayangmu yang tak terhingga....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi...&lt;br /&gt;walau kadang kata-kata kami menyakitimu, tak pernah sedikitpun kau menunjukkan rasa kesalmu pada kami....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi...&lt;br /&gt;dengan apa kami harus membalas segala kebaikan yang telah engkau beri untuk kami&lt;br /&gt;denga apa kami membayar semua yang telah engkau ajarkan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi....&lt;br /&gt;engkaulah anugrah terindah yang Allah beri untuk kami....&lt;br /&gt;engkaulah Murrabi terbaik bagi kami....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi....&lt;br /&gt;kami mencintaimu....&lt;br /&gt;walau bibir ini kelu tuk mengucapkannya....&lt;br /&gt;walau sikap ini tak pernah menunjukkan peduli padamu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi....&lt;br /&gt;doa kami tercurah untukmu&lt;br /&gt;semoga kelak kita dikumpulkan kembali di syurga-Nya yang abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(I. Maharani. R) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Penantian Ini.....</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/07/penantian-ini.html</link><category>Bingkai Kehidupan</category><category>Penantian</category><category>Puisi</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Fri, 3 Jul 2009 21:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-873732139296658511</guid><description>Penantian adalah satu ujian&lt;br /&gt;tetapkanlah aku selalu dalam harapan...&lt;br /&gt;karena keimanan tak hanya diucapkan&lt;br /&gt;adalah ketabahan menghadapi cobaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sabarkanlah aku menanti pasangan hati&lt;br /&gt;tulus kan kusambut sepenuh jiwa ini...&lt;br /&gt;di dalam asa diri menjemput berkah-Mu&lt;br /&gt;tibalah ijin-Mu atas harapan ini....&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi, teguhkanlah aku di penantian ini&lt;br /&gt;berikanlah cahaya terang-Mu selalu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi, segala upaya hamba-Mu ini&lt;br /&gt;hanyalah bersandar semata kepada-Mu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi, ridhailah penantianku ini&lt;br /&gt;hadirkanlah ketentraman di dalam hati....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi, hanya pada-Mu-lah doaku ini&lt;br /&gt;duhai tempat mengadu segala resah diri......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dan's - Rembulan Di Langit Hatiku) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Puisi Ini UntukMu</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/06/puisi-ini-untukmu.html</link><category>Bingkai Kehidupan</category><category>Cinta...</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Wed, 17 Jun 2009 16:02:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-7804844193892405338</guid><description>Kau kira puisi ini untukmu &lt;br /&gt;Tak...... &lt;br /&gt;Ini untukku dariMu &lt;br /&gt;Biar aku malu..... &lt;br /&gt;Biar aku tahu....., &lt;br /&gt;aku hanya hasrat dan nafsu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau kira baris ini untuk menasehati mu &lt;br /&gt;Tak....... &lt;br /&gt;Karena ku bahkan tak dapat tolong diriku &lt;br /&gt;Bagaimana kukan menasehatimu &lt;br /&gt;Sedang kemunafikan menyelimutiku &lt;br /&gt;Kadang malaikat, kadang setan jalang &lt;br /&gt;Sehari baik sehari buruk &lt;br /&gt;jalanku bagai pelangi &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Allahumma, Ya Allah..... &lt;br /&gt;Aku tak miliki sesuatu &lt;br /&gt;Selain ego, jiwa dan nafsuku &lt;br /&gt;Kutak bisa datangkan kebaikan &lt;br /&gt;Pun keburukan bagi diriku &lt;br /&gt;Leherku ada di genggamanMu &lt;br /&gt;Kutak sanggup menjawab pertanyaanMu &lt;br /&gt;Bahkan jawaban terkecilpun ku tak mampu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma Ya Allah...... &lt;br /&gt;Seluruh hidupku kuhabiskan dalam kekafiran &lt;br /&gt;Perilaku buruk dan perbuatan setan menguasaiku &lt;br /&gt;Tak pernah aku melakukan satu amalanpun &lt;br /&gt;yang Kau terima &lt;br /&gt;Engkau adalah Allah.....Aku adalah hamba.. &lt;br /&gt;Jangan usir aku yang datang kepintuMu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma Ya Allah...... &lt;br /&gt;Sejak hari dimana Kau ciptakan atom dan zarahku &lt;br /&gt;Sejak hari Kau tiupkan ruhku dan jiwaku &lt;br /&gt;Dari maya hingga menjadi nyata &lt;br /&gt;Hingga kini..... &lt;br /&gt;Betapa banyak ketak patuhan telah kulakukan &lt;br /&gt;Dari zarahku, jiwaku dan tubuhku.... &lt;br /&gt;Aku menyesali semua perbuatanku &lt;br /&gt;Jangan menolakku Ya Rabbi.. &lt;br /&gt;jangan tinggalkan diriku pada Egoku &lt;br /&gt;Walau hanya sekejap..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma Ya Allah..... &lt;br /&gt;Jika Kau memiliki dua pintu bagi hambamu untuk &lt;br /&gt;memasukinya.... &lt;br /&gt;Satu untuk hambaMu yang beriman &lt;br /&gt;Satu untuk hambaMu yang kafir &lt;br /&gt;Masukkan aku dipintu yang digunakan hambaMu yg kafir &lt;br /&gt;Karena ku percaya inilah satu2nya pintu masuk &lt;br /&gt;yang pantas untukku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma Ya Allah...... &lt;br /&gt;Aku datang melangkah padaMu &lt;br /&gt;Meraih maqam al-fana fillah &lt;br /&gt;Aku mohon padaMu melenyapkan diriku &lt;br /&gt;Dalam samudera hadiratMu ya Rabbi &lt;br /&gt;Dalam samudera ke Esa-anmu ya Rabbi &lt;br /&gt;Dalam samudera berkahMu dari bulanMu &lt;br /&gt;Samudera wahdaniyah hingga Maqam al fardani &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma Ya Allah jangan Engkau menolakku &lt;br /&gt;laa hawla walaa quwwatta illa billah il aliyyiil azhiim (tak ada daya dan kekuatan selain dengan pertolonganMu) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(nya/gazelle run)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Air Mata Rasulullah SAW</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/06/air-mata-rasulullah-saw.html</link><category>Bingkai Kehidupan</category><category>Sebuah Kisah</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Mon, 15 Jun 2009 10:59:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-8342701223629640067</guid><description>Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum --peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik alaaa wa salim 'alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Amin... Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangimu di dunia tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu diakhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : milis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Anggap Saja Aku Tak Ada</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/06/anggap-saja-aku-tak-ada.html</link><category>Coretan Kecil</category><category>Funny</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Fri, 5 Jun 2009 17:36:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-3003595806367368705</guid><description>Seperti biasa, malam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu menekuri segudang pekerjaanmu&lt;br /&gt;Aku lewat kau diam&lt;br /&gt;Baik...! Anggap saja ku tak ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai, malam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tertidur meringkuk di balik selimut&lt;br /&gt;Aku di dekatmu kau masih diam&lt;br /&gt;Fine...! Anggap saja ku tak ada&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ditengah tidurmu, malam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau menggeliat bahkan mendengur keras&lt;br /&gt;Aku sengaja menempel kulit denganmu, PLAK !!!&lt;br /&gt;Baru kau sadari bahwa kuada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kau,&lt;br /&gt;Aku tak bermaksud mengganggumu&lt;br /&gt;Aku membutuhkanmu...&lt;br /&gt;Bagaimana aku tanpa dirimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin aku tak kan lagi hidup&lt;br /&gt;Jadi biarkanlah aku&lt;br /&gt;Sedikit saja meminta&lt;br /&gt;Setetes darahmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku hanyalah...&lt;br /&gt;Seekor nyamuk kecil yang lapar... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Hidup Seperti Teori-teori</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/06/hidup-seperti-teori-teori.html</link><category>Bingkai Kehidupan</category><category>Coretan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Wed, 3 Jun 2009 10:49:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-2459082673477767256</guid><description>...Bernafas semampunya paru-paru&lt;br /&gt;...Berpikir, semampunya jutaan sel menjalankan tugasnya&lt;br /&gt;...Memandang, semampunya mata melihat dunia&lt;br /&gt;...Kaki berjalan kemana arah yang telah di program&lt;br /&gt;...tangan menggenggam yang terpilih &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;...Ah..sang nafas menghela,..sedikit lelah&lt;br /&gt;seteguk air menyejukkan dahaga&lt;br /&gt;sebentuk pengalaman jadikan suatu persepsi&lt;br /&gt;tentang likuan waktu dalam hidup&lt;br /&gt;...Hei..tersadar, hidup bukan teori-teori&lt;br /&gt;tapi hidup berawal dari teori&lt;br /&gt;bagaimana tidak, dari lahir sampai dewasa teori itu ada&lt;br /&gt;hingga dewasa ingin begini begitu&lt;br /&gt;sampai nyatanya tak begitu&lt;br /&gt;dan ada penjelasan bahwasanya &lt;br /&gt;manusia hanya bisa berencana, berusaha dan berdo'a..&lt;br /&gt;Tuhan jualah menentukan segalanya &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Kala Semua Orang Ingin Dimengerti</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/05/kala-semua-orang-ingin-dimengerti_21.html</link><category>Bingkai Kehidupan</category><category>Coretan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Thu, 21 May 2009 16:49:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-3859302379273615923</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3dEgoFAnjVQ8aLEyA2ILiZaHLGJphnKr6KljqG0_cwH2d5TZkujHcpYL4V_KMAOdY_NGGQ1YEUOM5f3Ww8lD6wH8AUsuHup292u0GVExA4aGDHZBdGlUaoCuHdwsdpCV-qLGfXde8ozhq/s1600-h/laut.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 144px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3dEgoFAnjVQ8aLEyA2ILiZaHLGJphnKr6KljqG0_cwH2d5TZkujHcpYL4V_KMAOdY_NGGQ1YEUOM5f3Ww8lD6wH8AUsuHup292u0GVExA4aGDHZBdGlUaoCuHdwsdpCV-qLGfXde8ozhq/s200/laut.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338208659132012930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Pagi tadi, antara birunya, ombaknya, airnya, anginnya, dan pasirnya, entah yang mana yang mengingatkan ku...&lt;/p&gt;Dari semua orang yang kita kenal, hampir semua pernah bilang “Harusnya mereka mengerti keadaan aku” atau “Aku ingin dia mau menerima aku apa adanya” atau “Tolong pahami aku” atau “Dia kan tahu aku orangnya bagaimana, harusnya dia sudah bisa mengerti” atau "plis, ngertiin aku donk" dan berbagai pernyataan senada yang menggambarkan keinginan kita untuk "di-" (dimengerti, diterima, dipahami, diperhatikan, serta kata-kata pasif lainnnya).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia emang di ciptakan berbeda satu sama lain, bahkan kembar sekalipun punya perbedaan. Setiap orang itu unik dengan karakternya masing-masing.  Karna perbedaan itulah yang menjadikan kita ingin "di-". Berarti bukanlah suatu kesalahan jika semua orang memiliki kecenderungan itu. Tapi mesti di pahami juga bahwa kecenderungan itu terikat dengan kecenderungan orang lain. Dengan kata lain jika hubungan manusia di ibatkan dengan transaksi, maka biar transaksi bisa berjalan, dibutuhkan dua orang atau lebih yang dapat berperan sebagai pemberi dan penerima. bisa juga di ibatkan dengan magnet, agar terjadi tarik menarik, harus ada kutub yang berbeda, yaitu kutub positif dan negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi pertanyaan sekarang, "Apakah jika semua orang ingin "di-" hubungan antar manusia bisa terjalin dengan baik?" jawabannya pasti 'tidak' karena hubungan tersebut kehilangan satu peran, karena medan magnet kehilangan satu kutub. Bisakah hubungan tercipta jika semuanya ingin diberi (pasif)? lalu siapa yang akan memberi(aktif)??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sih keinginan untuk "di-" bukanlah suatu kesalahan, itu manusiawi, wajar kok. tapi keinginan itu menjadikan hubungan antar manusia menjadi pincang, yang tanapa kita sadari itulah yang merusak sebuah hubungan. :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dulu kita selalu ingin "di-" dan selalu memposisikan diri sebagai pelaku pasif maka sekarang saatnyalah kita  berusaha ingin me- (mengerti, menerima, memahami, memperhatikan) sehingga kita mampu memposisikan diri sebagai pelaku aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita cermati, pada saat semua orang berusaha ingin ‘me-’ maka hubungan antar manusia akan berjalan harmonis karena semua orang berlaku aktif. Coba kita renungkan, gunakan hati dan pikiran yang jernih untuk memahaminya. Kita ambil contoh sederhana saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi pertama :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan dalam sebuah ruangan ada 10 orang yang masing-masing menunggu (pasif) untuk diberikan kado. Karena kesepuluh orang tersebut sama-sama menunggu, mungkinkah terjadi transaksi memberi dan menerima? Tentu saja tidak. Menunggu sampai kapanpun transaksi tersebut tidak akan pernah terjadi karena tidak satupun dari mereka yang membawa kado untuk diberikan kepada yang lain. Situasi itu sama seperti saat semua orang ingin di- (dimengerti, diterima, dipahami, diperhatikan, dan kata-kata pasif lainnnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi kedua :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan dalam sebuah ruangan ada 10 orang yang masing-masing membawa kado yang indah, kesepuluh orang itu ingin memberikan kado (aktif). Karena kesepuluh orang itu sama-sama ingin memberikan kado pada yang lainnya maka tanpa menunggu lamapun transaksi pasti akan terjadi dan tanpa mengharap atau menunggu secara otomatis kita juga akan menerima kado dari yang lain. Situasi tersebut sama seperti saat semua orang ingin me- (mengerti, menerima, memahami, memperhatikan, dan kata-kata aktif lainnnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situasi kedua dapat ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“SAAT KITA MEMBERI PADA HAKIKATNYA KITA MENERIMA”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan itu adalah sebuah keniscayaan, jangan takut untuk berubah jika dengan perubahan itu kita dapat meraih semua impian kita, harapan kita dan cita-cita kita yang sudah lama terbelunggu oleh kepasifan yang bernama ego.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3dEgoFAnjVQ8aLEyA2ILiZaHLGJphnKr6KljqG0_cwH2d5TZkujHcpYL4V_KMAOdY_NGGQ1YEUOM5f3Ww8lD6wH8AUsuHup292u0GVExA4aGDHZBdGlUaoCuHdwsdpCV-qLGfXde8ozhq/s72-c/laut.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Menghias Hati Dengan Menangis</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/05/andai-kalian-mengetahui-apa-yang-aku.html</link><category>Bingkai Kehidupan</category><category>Coretan Kecil</category><category>Sebuah Kisah</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Sat, 16 May 2009 23:57:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-5558608431425607319</guid><description>&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDsi2w4S_apb0kHoizJxBKdweX1oXCqAQAvq3x1U8SmUh3u4QUxR5hl5c3wGdJyW0E8ST4bK_fg5ZguicvZSm8NHVn7pACfUP7mmDI0HWTD7A4I6tmH6H4FdaQEOPzdNTqvhe3hGn95s5O/s1600-h/tears.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 147px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDsi2w4S_apb0kHoizJxBKdweX1oXCqAQAvq3x1U8SmUh3u4QUxR5hl5c3wGdJyW0E8ST4bK_fg5ZguicvZSm8NHVn7pACfUP7mmDI0HWTD7A4I6tmH6H4FdaQEOPzdNTqvhe3hGn95s5O/s200/tears.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336469025640283266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;center&gt;"Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscahya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis." (Bukhari-Muslim)&lt;/center&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Indahnya hidup dengan celupan iman. Saat itulah terasa bahwa dunia bukan segala-galanya. Ada yang jauh lebih besar dari yang ada di depan mata. Semuanya teramat kecil dibanding dengan balasan dan siksa Allah swt. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun kita, jangan pernah berpikir bahwa dosa-dosa yang telah dilakukan akan terpikul di pundak orang lain. Siapa pun. Pemimpinkah, tokoh yang punya banyak pengikutkah, orang kayakah. Semua kebaikan dan keburukan akan kembali ke pelakunya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Benar Allah dengan firman-Nya dalam surah Al-An’am ayat 164. “&lt;em&gt;…Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.&lt;/em&gt;” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lalu, pernahkah kita menghitung-hitung dosa yang telah kita lakukan. Seberapa banyak dan besar dosa-dosa itu. Jangan-jangan, hitungannya tak beda dengan jumlah nikmat Allah yang kita terima. Atau bahkan, jauh lebih banyak lagi. Masihkah kita merasa aman dengan mutu diri seperti itu. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun mampu menjamin bahwa esok kita belum berpisah dengan dunia. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun bisa yakin bahwa esok ia masih bisa beramal. Belumkah tersadar kalau kelak masing-masing kita sibuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara keindahan iman adalah anugerah pemahaman bahwa kita begitu hina di hadapan Allah swt. Saat itulah, seorang hamba menemukan jati diri yang sebenarnya. Ia datang ke dunia ini tanpa membawa apa-apa. Dan akan kembali dengan selembar kain putih. Itu pun karena jasa baik orang lain. Apa yang kita dapatkan pun tak lebih dari anugerah Allah yang tersalur lewat lingkungan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pandai karena orang tua menyekolah kita. Seperi itulah sunnatullah yang menjadi kelaziman bagi setiap orang tua. Kekayaan yang kita peroleh bisa berasal dari warisan orang tua atau karena berkah lingkungan yang lagi-lagi Allah titipkan buat kita. Kita begitu faqir di hadapan Allah swt. Seperti itulah Allah nyatakan dalam surah Faathir ayat 15 sampai 17, “&lt;em&gt;Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;Apa yang bisa kita bayangkan ketika suatu ketika semua manusia berkumpul dalam tempat luas yang tak seorang pun punya hak istimewa kecuali dengan izin Allah. Jangankan hak istimewa, pakaian pun tak ada. Yang jelas dalam benak manusia saat itu cuma pada dua pilihan: syurga atau neraka. Di dua tempat itulah pilihan akhir nasib seorang anak manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.&lt;/em&gt;” (QS. 80: 34-37)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah bayang-bayang pedihnya siksa neraka tergambar jelas. Kematian di dunia cuma sekali. Sementara, di neraka orang tidak pernah mati. Selamanya merasakan pedihnya siksa. Terus, dan selamanya. Seperti apa siksa neraka, Rasulullah saw pernah menggambarkan sebuah contoh siksa yang paling ringan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya seringan-ringan siksa penghuni neraka pada hari kiamat ialah seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara api yang dapat mendidihkan otaknya. Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun yang lebih berat siksaannya daripada itu, padahal itu adalah siksaan yang paling ringan bagi penghuni neraka.&lt;/em&gt;” (Bukhari dan Muslim)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Belum saatnyakah kita menangis di hadapan Allah. Atau jangan-jangan, hati kita sudah teramat keras untuk tersentuh dengan kekuasaan Allah yang teramat jelas di hadapan kita. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Bekunya air mata dari kerasnya hati.... &lt;br /&gt;Kerasnya hati dari banyaknya dosa... &lt;br /&gt;Banyaknya dosa dari lupanya mati... &lt;br /&gt;Lupakan mati karena terlalu cintakan dunia... &lt;br /&gt;Renungkanlah.... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDsi2w4S_apb0kHoizJxBKdweX1oXCqAQAvq3x1U8SmUh3u4QUxR5hl5c3wGdJyW0E8ST4bK_fg5ZguicvZSm8NHVn7pACfUP7mmDI0HWTD7A4I6tmH6H4FdaQEOPzdNTqvhe3hGn95s5O/s72-c/tears.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></item><item><title>Pengemis Yahudi dan Rosullullah SAW</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/05/di-sudut-pasar-madinah-ada-seorang.html</link><category>Sebuah Kisah</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Wed, 13 May 2009 08:55:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-4197930038196152764</guid><description>Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja. Apakah Itu?, tanya Abubakar RA. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, Siapakah kamu? Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau). Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis buta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim. Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya. Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai Rasulullahmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadaqah Jariah salah satu dari nya mudah dilakukan, pahalanya MasyaAllah.. macam meter taxi… jalan terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadaqah Jariah - Kebajikan yang tak berakhir.&lt;br /&gt;1. Berikan al-Quran pada seseorang, dan setiap dibaca, Anda mendapatkan hasanah.&lt;br /&gt;2. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, Anda dapat hasanah.&lt;br /&gt;4. Bantu pendidikan seorang anak.&lt;br /&gt;5. Ajarkan seseorang sebuah do’a. Pada setiap bacaan do’a itu, Anda dapat hasanah.&lt;br /&gt;6. Bagi CD Quran atau Do’a.&lt;br /&gt;7. Terlibat dalam pembangunan sebuah mesjid.&lt;br /&gt;8. Tempatkan pendingin air di tempat umum.&lt;br /&gt;9. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau binatang berlindung dibawahnya, Anda dapat hasanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MasyAllah.. Begitu mudahnya mendapatkan pahala dari Allah. Bagaimana mungkin kita tidak menginginkannya…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Di Jalan Cinta Para Pejuang</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/05/di-jalan-cinta-para-pejuang_10.html</link><category>Bingkai Kehidupan</category><category>Sebuah Kisah</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Sun, 10 May 2009 19:38:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-7668221953345725516</guid><description>Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Ia tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali. Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya..&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali. Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah. ’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali. ”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.” Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan. &lt;br /&gt;Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu. Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut. ’Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, ”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..” Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya. ’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi. ’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. ”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha. Mencintai tak berarti harus memiliki. Mencintai berarti pengorbanan untuk kebahagiaan orang yang kita cintai. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan. Yang ini pengorbanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak. Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri. Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..” &lt;br /&gt;”Aku?”, tanyanya tak yakin. &lt;br /&gt;”Ya. Engkau wahai saudaraku!” &lt;br /&gt;”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?” &lt;br /&gt;”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!” &lt;br /&gt;’Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. ”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi. Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan. &lt;br /&gt;”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?” &lt;br /&gt;”Entahlah..” &lt;br /&gt;”Apa maksudmu?” &lt;br /&gt;”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!” &lt;br /&gt;”Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka, ”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti. ’Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggungjawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian. Dan bagi pencinta sejati, selalu ada yang manis dalam mencecap keduanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jalan cinta para pejuang, kita belajar untuk bertanggungjawab atas setiap perasaan kita.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Mmmmm... tapi diri ini masih teramat jauh dari Fathimah... Mana mungkin mengharap sosok seperti Ali.. hikz2.. :'( tapi moga aja..^_^-- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jalan Cinta Para Pejuang</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/04/jalan-cinta-para-pejuang.html</link><category>Bingkai Kehidupan</category><category>Coretan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Sun, 26 Apr 2009 11:56:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-8709295546236222346</guid><description>hahahaha…. &lt;br /&gt;kadang aku tertawa… &lt;br /&gt;hemmmmmmm….. &lt;br /&gt;kadang aku bingung…. &lt;br /&gt;ada teman jadi sedih….. &lt;br /&gt;ada temen jadi futur….. &lt;br /&gt;ada temen jadi bingung….. &lt;br /&gt;ada temen jadi ge-er… &lt;br /&gt;ada temen jadi salah mengartikan ketulusan seorang sahabat…… &lt;br /&gt;dikarenakan “cinta”….. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai kawan……, &lt;br /&gt;cintailah kawanmu…… &lt;br /&gt;cintailah temanmu…… &lt;br /&gt;cintailah saudaramu……. &lt;br /&gt;cintailah kawan seperjuanganmu…… &lt;br /&gt;hanya karena Allah sahaja….. &lt;br /&gt;yang hanya cintamu kan terpuaskan jikalau kau melihat yang kau cintai tetap di jalan-Nya…. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;yang hanya cintamu kan terpuaskan jikalau kau melihat yang kau cintai masih taat pada-NYa…. &lt;br /&gt;yang hanya cintamu kan terpuaskan jikalau kau melihat yang kau cintai masih dalam cinta-NYa…. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga akhirnya………. &lt;br /&gt;keterpuasanmu kan mencapai puncaknya… &lt;br /&gt;ketika ternyata sang Khaliq tlah mengabulkan do’amu… &lt;br /&gt;kau dan yang kau cintai dipertemukan oleh-Nya dalam jannah-Nya….. &lt;br /&gt;dan kau tak kan pernah kecewa….. &lt;br /&gt;dan kau tak kan pernah sedih, karena kesedihan tak sanggup menyentuh jiwamu…. &lt;br /&gt;dan kau kan tersenyum…… &lt;br /&gt;dan seisi dunia kan ikut tersenyum bersamamu….. &lt;br /&gt;seraya bersenandung : “life is beautiful…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amiiin…. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Ya Allah...</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/04/ya-allah_09.html</link><category>Cinta...</category><category>Coretan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Thu, 9 Apr 2009 20:36:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-5762971996984368919</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFsdQkIPbtnM84q55Yl12j6u_sSgBJXTDllwEpW8jihG_r1qU5EPLHp4BAg2LCs5ELRUHaTM7NtXQuEwRmjUM41q5g0rTdgo2An2CYAq7uwY98hgSsXhMCcqM1E8jcy3jcZurag2pcAcIq/s1600-h/nia2.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 309px; height: 256px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFsdQkIPbtnM84q55Yl12j6u_sSgBJXTDllwEpW8jihG_r1qU5EPLHp4BAg2LCs5ELRUHaTM7NtXQuEwRmjUM41q5g0rTdgo2An2CYAq7uwY98hgSsXhMCcqM1E8jcy3jcZurag2pcAcIq/s320/nia2.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322317955983172498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah....  &lt;br /&gt;Saat aku menyukai seorang teman… &lt;br /&gt;Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir… &lt;br /&gt;Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah....  &lt;br /&gt;Ketika aku merindukan seorang kekasih… &lt;br /&gt;Rindukanlah aku pada yang rindu cinta sejati-Mu… &lt;br /&gt;Agar kerinduan terhadap-Mu semakin menjadi… &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah....  &lt;br /&gt;Jika aku hendak menyukai seseorang… &lt;br /&gt;Temukanlah aku dengan seseorang yang mencintai-Mu… &lt;br /&gt;Agar bertambah kuat cintaku kepada-Mu… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah....  &lt;br /&gt;Ketika aku sedang jatuh cinta… &lt;br /&gt;Jagalah cinta itu… &lt;br /&gt;Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah....  &lt;br /&gt;Ketika aku berucap aku cinta padamu… &lt;br /&gt;Biarkan kukatakan pada hatinya yang tertau pada-Mu… &lt;br /&gt;Agar aku tak jatuh dalamcinta yang yang bukan karena-Mu… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana orang bijak berucap… &lt;br /&gt;Mencintai seseorang bukanlah apa-apa… &lt;br /&gt;Dicintai seseorang adalah sesuatu… &lt;br /&gt;Dicintai oleh orang yang kita cintai sangatlah berarti… &lt;br /&gt;Tapi dicintai oleh Sang Pencipta adalah SEGALANYA… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFsdQkIPbtnM84q55Yl12j6u_sSgBJXTDllwEpW8jihG_r1qU5EPLHp4BAg2LCs5ELRUHaTM7NtXQuEwRmjUM41q5g0rTdgo2An2CYAq7uwY98hgSsXhMCcqM1E8jcy3jcZurag2pcAcIq/s72-c/nia2.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Peluklah Aku Dengan Cintamu dan CintaNya</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/04/peluklah-aku-dengan-cintamu-dan.html</link><category>Cinta...</category><category>Coretan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Wed, 8 Apr 2009 20:33:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-8241535704633035947</guid><description>Kasih….&lt;br /&gt;Kaulah segalanya....pelangi cintaku..&lt;br /&gt;Embun di setiap riduku…&lt;br /&gt;Wangi disetiap tarikan nafasku….&lt;br /&gt;Mimpi didalam tidurku…&lt;br /&gt;Cinta di setiap waktuku…&lt;br /&gt;Tak ada jiwa yang meronta….&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika cinta hilang dipelupuk mata…&lt;br /&gt;Tak ada air mata yang tertahan, ketika pengkhianatan diatas namakan cinta…&lt;br /&gt;Kekosongan jiwa dan hati yang semakin rapuh….&lt;br /&gt;Menyelimuti kelamnya akhir cinta yang tak jua tinggal dalam masa…&lt;br /&gt;Semua yang kutulis bukan untuk mu…&lt;br /&gt;Puisi ini untuk Rosullullah….&lt;br /&gt;Semoga saja disampaikannya padamu.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Gemuruh Cinta.....</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/04/gemuruh-cinta.html</link><category>Cinta...</category><category>Coretan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Tue, 7 Apr 2009 12:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-1591712600107209615</guid><description>Bila telapak tangan berkeringat, hati dag dig dug, suara bagai tersungut di tenggorokan, itu bukan cinta tetapi SUKA.&lt;br /&gt;Bila telapak tangan tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya, itu bukan cinta tetapi BIRAHI.&lt;br /&gt;Bila menginginkannya karena tau ia akan selalu berada di sampingmu itu bukan cinta tetapi KESEPIAN.&lt;br /&gt;Bila menerimanya pertanyaan cintanya karena tak mau menyakiti hatinya, itu bukan cinta tapi KASIHAN.&lt;br /&gt;Bila bersedia memberikan semua yang kamu sukai demi dia, itu bukan cinta tetapi KEMURAHAN HATI.&lt;br /&gt;Bila kamu bangga dan selalu ingin memamerkannya kepada orang lain itu bukan cinta tapi KEMUJURAN.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bila kamu katakana padanya bahwa ia adalah satu-satunya hal yang kamu pikirkan, itu bukan cinta tetapi GOMBAL.&lt;br /&gt;Mencintanya adalah…..&lt;br /&gt;Ketika kamu menerima kesalahan dia. Karena itu adalah bagian dari kepribadiannya.. &lt;br /&gt;Ketika kamu rela memberikan hatimu, kehidupanmu, bahkan kematiamu.&lt;br /&gt;Ketika hatimu tercabik bila ia sedih, dan berbunga bila ia bahagia.&lt;br /&gt;Ketika kamu menangis untuk kepedihannya biarpun ia cukup tegar menghadapinya.&lt;br /&gt;Ketika kamu tertarik kepada orang lain tetapi kamu masih setia bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah pengorbanan, mencintai berarti memberikan diri.&lt;br /&gt;Cinta adalah kematian atas sifat egois dan egosentris.&lt;br /&gt;Kadang itu menyakitkan, tetapi itulah harga yang harus dibayar untuk sebuah cinta.&lt;br /&gt;Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri tidak merubahnya menjadi gambar yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta….&lt;br /&gt;Aku tidak menghendaki aku dicinta,&lt;br /&gt;Aku tidak menghendaki aku di sayangi&lt;br /&gt;Tapi &lt;br /&gt;Aku hanyalah ingin sekedar menunjukkan bahwa aku cinta kamu…&lt;br /&gt;Bahwa aku menyayangimu….&lt;br /&gt;Apapun, kapanpun, dimanapun…&lt;br /&gt;Ingatlah 1 hal, ada 1 orang yang sedang mencintaimu,&lt;br /&gt;Ada 1 orang yang sedang menyayangimu, dan ada 1 orang yang tak pernah rela dirimu tersentuh oleh yang lain, itulah AKU &lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Ana Uhibbuka Fillah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;….. (Harisandi Savari Al Madhury) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Ya Allah, Kutuklah Aku, Ya Allah</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/04/ya-allah-kutuklah-aku-ya-allah_06.html</link><category>Bingkai Kehidupan</category><category>Coretan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Mon, 6 Apr 2009 14:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-7885590555727254096</guid><description>&lt;div align="center"&gt;Kutuklah aku, Ya Allah, kutuklah aku&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kutuklah aku menjadi air yang senantiasa mengalir &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kalaupun milyaran bebatuan menghadang &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Aku terus mencari celah untuk terus mengalir padaMu &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Jadikan saja aku angin, Ya Allah &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Agar aku bisa menyerukan kebesaranMu ke berbagai penjuru &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kutuklah aku, Ya Allah, kutuklah aku &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kutuklah aku menjadi gunung-gunung yang &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Senantiasa bergerak selayak awan di langit &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Agar aku dapat menjelaskan keagunganMu &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kenapa tak kau jadikan saja aku tanah &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Dimana Rasulmu pernah menjejakkan sepasang &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Telapak kaki telanjangnya &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Biar kujaga dari apapun yang kan menghapusnya hingga memfosil &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Kutuklah aku, Ya Allah, kutuklah aku &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Menjadi matahari atau rembulan atau gemintang yang selalu patuh padaMu &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tanpa syarat, bukan manusia sepertiku &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Yang bersujud saja kubutuhkan ribuan alasan  &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Aku iri Ya Allah, aku iri kepada tanah, dedaunan, air, angin, api &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Segala yang kau ciptakan, sebegitu khusyuk mencintaimu – tanpa syarat &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Bukan manusia sepertiku, yang bersujud saja kubutuhkan ribuan alasan &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ya Allah, kota tua ini sudah mengurungku pada kesibukan &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Yang menjelma klakson-klakson pada mobil-mobil &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Yang berebut jalan sebelum lampu di perempatan itu menyala merah &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Seperti penguasa yang saling berebut kekuasaan &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Gedung-gedung tinggi tak memberiku kesempatan menemuiMu &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Waktu adalah milik perkantoran swasta, papan iklan, reklame, redaktur koran…. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Hingga kulihat seorang pelacur di gang sana sedang mengetuk pintu kaca &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sebuah mobil berplat merah yang berparkir di tepi jalan &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kutuklah aku, Ya Allah, kutuklah aku &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kutuklah aku menjadi daun kembang kamboja &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Yang tengah luruh di atas pekuburan &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Agar aku dapat selalu ingat, sebelum jatuh ke atas tanah &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Bahwa segala kesombongan telah terbungkam &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Di balik nisan yang terpahatkan namanya &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kutuklah aku, Ya Allah, kutuklah aku &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kutuklah aku menjadi apa saja, asal jangan menjadi manusia&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Puisi ini aku ambil dari blog temen baru ku (harisandi-savari.blogspot.com)hehe....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Sori bukan nyulik, aq dah pamit kok ma yang punya....^_^&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Akulah Pembrontak Sejati</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/03/akulah-pembrontak-sejati.html</link><category>Coretan Kecil</category><category>Pembrontak Sejati</category><category>Sebuah Kisah</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Mon, 30 Mar 2009 19:37:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-1776814428127513429</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Bila tubuh adalah modal social sebuah kekayaan yang di pertaruhkan dalam kehidupan seseorang, akulah yang fakir itu. Akulah orang yang miskin itu. Akulah yang terlantar ditinggalkan oleh setiap kepentingan yang mengatasnamakan pergaulan. Karena itu lebih baik aku menjadi diriku sendiri dan tidak terganggu oleh semuanya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;     Manusia dilahirkan dalam kesucian, begitu juga aku. Namun, dunia ini semacam zat yang mengontaminasi segalanya. Bayangkan, banyak gadis yang suci berseri, kini murung tak bermasa depan. Aku membayangkan gadis murung itu saat bayi, saat TK, saat SD, saat tanpa rekayasa. Mungkin dialah anak ceria di taman itu. Mungkin dialah yang merindukan bulan dimalam hari seraya bernyanyi, “&lt;em&gt;Ambilkan bulan Bu…Ambilkan bulan Bu…yang slalu bersinar di langit…&lt;/em&gt;” Bulan adalah cita-cita anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dan kini gadis itu murung. Rautnya lelah carut marut. Walaupun mengatasnamakan kemajuan jaman. Bedak gincu, dan munkin silicon atau sejenisnya di tanamkan dalam lading tubuhnya. Dan kini ia dalam genggaman lelaki. Atau lelaki saja???Tapi apa bedanya???Mereka sama-sama bicara dengan tubuh mereka. Mereka telah kehilangan fitrah. Mereka telah tidak suci lagi. Namun, wanita itu bukan pelacur, tapi apa bedanya???&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kini wanita itu hanya menyesali diri, tapi tak bisa keluar dari kepungan zaman. Ia telah tersedot oleh kehidupan kasar. Ya ia ibarat seorang yang ditutup matanya dan dibiarkan saja berjalan di hiruk pikuk kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Dia memang tertawa tapi matanya tidak bisa berbohong. Ia sedih di atas keceriaan. Ia sepi diatas kehingarbingaran. Ia lenyap. Ia yang ada hanya ia yang tidak ada. Memang membingungkan, tapi ialah yang kehilangan fitrah. Dan aku tak mau itu, karenanya izinkan aku jadi “Pembrontak Sejati”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Oh ya, tapi tak seharusnya aku di sebut pembrontak, karena aq justru berjalan di jalur yang benar. Tapi karena semua mengambil jalur yang berlawanan denganku, mereka menyebutku pembrontak. Dan aku menyebut diriku sendiri “Pembrontak Sejati” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Hasrat itu memenag ada. Tapi aku hanya menyimpannya dalam dada. Aku manusia normal, tapi aku memiliki tubuh dan jiwa. Bila tubuhku tak terkendali, maka jiwaku turun tangan. Memang aku makhluk biologis. Aku tertarik pada ketampanan lelaki. Aku normal. Namun aku tak bisa mengikuti mereka untuk menyalurkan itu semua karena aku tidak yakin itu bisa menyelesaikan masalah ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Aku tau karena aku sering berimajinasi dan tentu saja membaca, bahwa nafsu manusia terhadap dunia tidak aka nada habisnya. Bahwa manusia cenderung pada sesuatu yang memiliki sensasi. Sehingga ia terbang, ekstase, dan terus…terus…terus…sampai ia mati. Dan aku tak mau mati dalam keadaan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;em&gt;“Bila tubuh adalah modal social sebuah kekayaan yang di pertaruhkan dalam kehidupan seseorang, akulah yang fakir itu. Akulah orang yang miskin itu. Akulah yang terlantar ditinggalkan oleh setiap kepentingan yang mengatasnamakan pergaulan. Karena itu lebih baik aku menjadi diriku sendiri dan tidak terganggu oleh semuanya.”&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;  </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Nindy - Seperti Dulu</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/03/nindy-seperti-dulu_24.html</link><category>Musik</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Mon, 23 Mar 2009 14:11:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-3979886147370283158</guid><description>&lt;div align="center"&gt;Dia selalu disini&lt;br /&gt;Bebas mengusik hati&lt;br /&gt;Walau dia t'lah pergi&lt;br /&gt;Tinggalkan ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Setiap aku terjaga&lt;br /&gt;Hingga pejamkan mata&lt;br /&gt;Bayangnya s'lalu ada dibenak ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia telah pergi&lt;br /&gt;Dia tinggalkan diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Mungkinkah cintaku&lt;br /&gt;Kembali seperti dulu&lt;br /&gt;Tetapi hanya Tuhan yang tau&lt;br /&gt;Haruskah bertahan&lt;br /&gt;Tegar dengan semua ini&lt;br /&gt;Hanyalah hanya Tuhan yang tau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perih yang kurasakan&lt;br /&gt;Semakin menyiksaku&lt;br /&gt;Sampai kapankah semua ini akan berakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/160782418/Nindy_-_Tak_Pernah_Kubayangkan_-_09_-_Seperti_Dulu.mp3"&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;DOWNLOAD&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>SISTEM DAN MODEL</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/03/sistem-dan-model.html</link><category>Model Simulasi</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Mon, 23 Mar 2009 08:21:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-557543878172415058</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;Tujuan Instruksional Khusus:&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Peserta pelatihan dapat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• menjelaskan pengertian sistem dan model,&lt;br /&gt;• menentukan jenis dan klasifikasi model,&lt;br /&gt;• menjelaskan tahapan permodelan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Apa itu sistem?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;himpunan atau kombinasi dari bagian bagian yang membentuk sebuah kesatuan yang kompleks yang memenuhi syarat adanya:&lt;br /&gt;- kesatuan (unity),&lt;br /&gt;- hubungan fungsional,&lt;br /&gt;- tujuan yang berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Perlukah pendekatan sistem dalam penyusunan tata ruang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Persoalan aktual tata ruang adalah kompleksitas, unitnya adalah keragaman. Keragaman yang begitu besar tidak mungkin dikaji atau dikendalikan oleh satu atau dua metode spesifik saja.Sistem selalu mencari keterpaduan antar bagian melalui pemahaman yang utuh _ perlu pendekatan sistem (keseluruhan disiplin ilmu dan pengetahuan sosial dapat dipadukan dan berhasil)&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;br /&gt;Apa ciri atau tanda telah dilakukan pendekatan sistem?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;mencari semua faktor yang penting yang ada dalam mendapatkan solusi yang baik untuk menyelesaikan masalah dibuat suatu model kuantitatif untuk membantu keputusan secara rasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Unsur apa saja yang harus ada agar pendekatan sistem bekerja sempurna?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• metodologi untuk perencanaan dan pengelolaan&lt;br /&gt;• suatu tim yang multidisipliner&lt;br /&gt;• pengorganisasian&lt;br /&gt;• disiplin untuk bidang yang nonkuantitatif&lt;br /&gt;• teknik model matematik&lt;br /&gt;• teknik simulasi&lt;br /&gt;• teknik optimasi&lt;br /&gt;• aplikasi computer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Apa itu permodelan sistem?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kumpulan aktivitas pembuatan model&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Apa itu model?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;perwakilan atau abstraksi dari sebuah obyek atau situasi aktual&lt;br /&gt;suatu penyederhanaan dari suatu realitas yang kompleks&lt;br /&gt;- memperlihatkan hubungan-hubungan langsung maupun tidak langsung serta kaitan timbal balik dalam istilah            sebab akibat.&lt;br /&gt;- sebagai abstraksi dari realitas, pada wujudnya kurang kompleks daripada realitas itu sendiri.&lt;br /&gt;- Model dikatakan lengkap apabila dapat mewakili berbagai aspek dari realitas yang sedang dikaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Jenis-jenis model&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Ikonik&lt;br /&gt;b. Analog&lt;br /&gt;c. Simbolik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Apa itu model Ikonik?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perwakilan fisik dari beberapa hal: Berdimensi dua (foto, peta, cetak biru), Berdimensi tiga (prototipe alat atau mesin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Apa itu model Analog?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;mewakili situasi dinamik, yaitu keadaan berubah menurut waktu.berkemampuan mengetengahkan karakteristik dari kejadian yang dikaji. banyak berkesusuaian dengan penjabaran hubungan kuantitatif antara sifat dan klasklas yang berbeda&lt;br /&gt;contoh: kurva perminataan, diagram alir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Apa itu model Simbolik (Matematik)?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ilmu sistem memusatkan perhatian kepada   model simbolik sebagai perwakilan dari realitas yang sedang dikaji&lt;br /&gt;Format model simbolik dapat berupa bentuk angka, simbol, dan rumus.&lt;br /&gt;Jenis model simbolik yang umum dipakai adalah suatu persamaan (equation)&lt;br /&gt;Ada &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;model statik &lt;/span&gt;dan &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;model dinamik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;model statik &lt;/span&gt;memberikan informasi tentang peubah-peubah model hanya pada titik tunggal dari waktu&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;model dinamik&lt;/span&gt; mampu menelusuri jalur waktu dari peubah-peubah model, lebih sulit dan mahal pembuatannya namun memberikan kekuatan yang lebih tinggi pada analisis dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Sifat model:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;stokastik/probabilistik:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- sering dipakai karena perihal yang dikaji umumnya mengandung keputusan yang tidak&lt;br /&gt;tentu,&lt;br /&gt;- biasanya mengkaji ulang data atau informasi terdahulu untuk menduga peluang kejadian tersebut pada keadaan sekarang atau yang akan datang dengan asumsi terdapat relevansi pada jalur waktu.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;&lt;br /&gt;deterministik:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- model kuantitatif yang tidak mempertimbangkan peluang kejadian;&lt;br /&gt;- memusatkan penelaahannya pada factor-faktor kritis yang diasumsikan mempunyai nilai eksak dan tertentu pada waktu yang spesifik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;deskriptif:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- dibuat hanya untuk semacam deskripsi matematis dari kondisi dunia nyata,&lt;br /&gt;- untuk mempermudah penelaahan suatu permasalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;optimalisasi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- perbandingan antar alternatif dilakukan,&lt;br /&gt;- solusi dari model optimalisasi adalah merupakan nilai optimum yang tergantung pada nilai input&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pemergianmu...Ya Rasulullah....</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/03/pemergianmuya-rasulullah.html</link><category>Sebuah Kisah</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Wed, 18 Mar 2009 10:04:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-995980402728840872</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;Kau Masih tersenyum mengubat lara selindung derita yang kau rasa senyuman yang mententeramkan setiap insan yang kebimbangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikatnya tak tertanggung lagi derita dipangkuan isterimu humaira menunggu saat ketikanya diangkat rohmu bertemu yang Esa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan dicelup dibejana air kau sapu dimuka mengurangkan pedih beralun zikir menutur kasih pada umat dan akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tibalah waktu ajal bertamu penuh ketenangan jiwamu berlalu linangan air mata syahdu iringi pemergianmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh sukarnya untuk umar menerima bahkan payah untuk umar mempercaya tetapi iman merelakan jua bahwa manusia kan mati akhirnya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terlafaz kata mengungkap hiba gerhanalah seluruh semesta walaupun kau telah tiada bersemarak cintamu selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rasulullah...kau tinggalkan kami warisan yang abadi dan bersaksilah seseungguhnya kami merinduimu&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>IMAN DAN KEYAKINAN</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/03/iman-dan-keyakinan.html</link><category>Sebuah Kisah</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Tue, 17 Mar 2009 18:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-7367480110430061564</guid><description>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Trebuchet MS"; 	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;span  lang="IN" style="'"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;Antara sadar dan tidak Attar melihat seorang lelaki gagah dan kuat mendekatinya. Waktu itu, dia sedang duduk dipinggir sebuah tebing dengan punggung disandarkan pada sebatang pohon mangga yang sudah lapuk dan mati. Lelaki gagah tersebut memakai pakaian rapi dengan jas putih-putih melekat dibadannya. Angin yang bertiup kencang membuat pakaian lelaki tersebut melambai-lambai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;Dia lalu mengulurkan tangannya untuk menggapai Attar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;“Peganglah tanganku, Saudaraku, jika kamu ingin selamat!” katanya sambil mencondongkan sedikit badannya ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;depan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;“Anda ini siapa?” tanya Attar ragu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;“Nanti kujelaskan!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;“Tidak! Aku tidak ingin memegang tanganmu sebelum aku tahu siapa Anda!” Attar menolak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;“Kamu akan celaka, Saudaraku! Lihatlah angin angin yang bertup kencang dan dibelakang kamu adalah jurang yang dalam. Dan tahukah kamu? Kayu yang engkau sandari itu sangat rapuh, kamu pasti akan terjatuh,” kata lelaki tersebut memperingatkan Attar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;Attar menengok kebelakang, tampak olehnya jurang yang dalam, bulu kuduknya merinding. Sementara angin yang bertiup seperti mendorong-dorong tubuhnya, kayu tempatnya bersandar bergoyang-goyang sesekali terdengar bunyi akar patahy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;Attar segera bangkit dan berdiri, hampir saja dia terlempar jika tidak cepat lelaki tersebut menangkap tangannya dan mengtgendongnya ketempat yang lebih aman dan nyaman. Tempat itu seperti sebuah lembah yang sangat subur. Aroma bunga semerbak memenuhi udaranya. Air jernih mengalir pada sebuah sungai kecil yang kiri kanannya ditumbuhi macam buah-buhan. Sebuah villa kecil tepat si tengah kebun dengan pelayan-pelayan jelita dengan senyum yang memikat hati. Attar terkesima.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;“Sebenarnya Anda ini siapa? Kita ada dimana? Terus, kenapa Anda ingin menyelamatkan saya?” tanya Attar sete lah agak tenang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;Lelaki tersebut tersenyum dan berkata, “Baiklah, biar aku jelaskan,” dia lalu duduk di samping Attar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;“Kamu tadi sedang berada di sebuah bukit kehidupan. Angin yang bertiup dengan kencang itu adalah cobaan yang kamu harus hadapi dalam mengarungi hidup ini. Jurang yang dalam itu adalah ‘jurang kegagalan’, dan batang tempat kamu bersandar adalah ‘batang keraguan dan kesedihan’, sementara tempat kita berada sekarang ini adalah ‘taman kesuksesan’.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;“Terus?! Anda siapa?” Attar penasaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;“Apakah perlu aku perkenalkan diri?” pancing lelaki tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;“Aku ingin mengenal orang yang telah menolongku,” kata Attar pendek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;“Sebenarnya, aku sangat mengenalmu, Cuma terkadang kamu yang tidak mengenalku. Aku sebenarnya tidak pernah jauh darimu, hanya saja kamu sering tidak memperhatikan aku. Begitu dekatnya aku dengan dirimu, sehingga hampir susah untuk dipisahkan, namun terkadang juga kamu mengusirku sehingga aku harus pergi dengan perasaan sedih. Tapi aku bukanlah orang pendendam, sehingga jika engaku panggil aku, dengan secepat kilat aku akan datang,” kata lelaki tersebut seraya menepuk paha Attar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;“Aku semakin bingung,” Attar setengah berbisik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;“Baiklah, biar aku katakan siapa diriku. Aku ini adalah ‘iman dan keyakinanmu’,” kata lelaki tersebut seraya berdiri. “Aku melebur dulu! Pikirkanlah! Jika kau memang butuh aku, dengan cepat aku akan datang,” dia lalu menghilang. Sepeninggal lelaki tersebut, Attar berfikir dengan keras. Bukit kehidupan, angin cobaan, bersandar pada tiang keraguan jika dia berharap disitu, tentu akan terjatuh dalam jurang kegagalan. Akan tetapi, jika dia menggapai tangan ‘iman dan keyakinan’ maka dia akan selamat sampai kesuksesan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;“Aku paham!!” teriak Attar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;“&lt;i style=""&gt;Allahu akbar....Allahu akbar!!!!&lt;/i&gt;” terdengar teriakan membahana memenuhi kbu Attar. Dia tersentak dan matanya spontan terbuka. Suara adzan subuh telah di kumandangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;Dia lalu memperbaiki perasaannya, menenangkan pikirannya. Sejenak dia memikirkan makna dari mimpinya, &lt;i style=""&gt;iman dan keyakinan!! &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bisik Attar dalam hatinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;Pelan-pelan dia mengankat kepalanya, “&lt;i style=""&gt;Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullah&lt;/i&gt;,” Attar mengucapkan dua kalimat syahadat, sebuah ritual turun-memurun yang selalu diajarkan oleh gurunya di pesantren.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;Kata gurunya, pada setiap bangun tidur pada subuh hari, seorang hamba harus membaca syahadat sebagai persaksian hamba itu kepada Tuhannya, agar di awal hari itu di jauhkan dari kesyirikan, dan agar hari itu iman senantiasa bertambah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;Dia berwudhu dan segera shalat subuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: right; text-indent: 0.25in; font-family:trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" lang="IN"&gt;Dikutip dari buku&lt;i style=""&gt; Titian Nabi-Muhammad Masykur A.R. Said&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Setting GPRS pada Ponsel Nokia 3110c, 3500, 5300, 5200, 6300 dan yang sejenis</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/03/setting-gprs-pada-ponsel-nokia-3110c.html</link><category>Technology</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Sun, 15 Mar 2009 08:41:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-567365958680162181</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;        Settingan GPRS ini berdasarkan pengalamanku, bingung pengen intenetan via handphone, malah nggak bisa-bisa. Setiingan ini aku coba di ponselku yaitu Nokia 3500 classic, dan berdasar sumbet di internet settingan ini bukan Cuma untuk ponsel Nokia 3500c aja, tapi bisa untuk Nokia 3110c, 5300, 5200, 6300 dan beberapa ponsel yang sistem operasinya sejenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Setting yang dibahas disini adalah untuk penggunaan dengan kartu dari operator indosat (mentari, matrix, dan IM3) karena operator yang aku pake indosat (IM3), menurutku untuk saat ini tarif GPRS-nya jauh lebih murah dari pada tarif GPRS yang ditawarkan operator lain. Hehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang Harus Kita Lakukan Adalah :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;      A. Pengaturan Konfigurasi Pribadi untuk Jenis Aplikasi Jalur Akses&lt;br /&gt;          1. Buka Menu Pengaturan, Konfigurasi, Pengaturan Konfigurasi Pribadi&lt;br /&gt;          2. Tekan tombol pilihan, pilih Tambah baru&lt;br /&gt;          3. pilih Jalur Akses&lt;br /&gt;          4. Isi dengan data berikut :&lt;br /&gt;                 a. Nama Account : indosatgprs&lt;br /&gt;                 b. Pengaturan Jalur Akses :&lt;br /&gt;                       - pembawa data : paket data&lt;br /&gt;                       - pengaturan media :&lt;br /&gt;                                   jalur akses paket data : indosatgprs&lt;br /&gt;                                   jenis jaringan : IPv4&lt;br /&gt;                                   jenis keaslian : Normal&lt;br /&gt;                                   nama pengguna : indosatgprs&lt;br /&gt;                                   Sandi : indosatgprs&lt;br /&gt;           5. tekan tombol kembali (3x)&lt;br /&gt;           6. pada indosatgprs, tekan tombol pilihan, kemudian pilih aktifkan&lt;br /&gt;       Kita telah berhasil membuat sebuah Jalur Akses&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;       B. Pengaturan Konfigurasi Pribadi untuk Jenis Aplikasi Web&lt;br /&gt;           1. Buka Menu Pengaturan, Konfigurasi, Pengaturan Konfigurasi Pribadi&lt;br /&gt;           2. Tekan tombol pilihan, pilih Tambah baru&lt;br /&gt;           3. pilih Web&lt;br /&gt;           4. Isi dengan data berikut :&lt;br /&gt;                   a. Nama Account : INDOSATGPRS&lt;br /&gt;                   b. Situs : http://wap.indosatgprs.com&lt;br /&gt;                   c. Nama Pengguna : indosatgprs&lt;br /&gt;                   d. sandi : indosatgprs&lt;br /&gt;                   e. gunakan titik akses pilihan : ya&lt;br /&gt;          5. tekan tombol kembali (1x)&lt;br /&gt;          6. pada INDOSATGPRS, tekan tombol pilihan, kemudian pilih aktifkan&lt;br /&gt;      Kita telah berhasil melakukan Pengaturan Konfigurasi Pribadi untuk Jenis Aplikasi Web Akses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      C. Menjadikan Pengaturan yang telah dibuat di atas (A dan B) sebagai pengaturan default&lt;br /&gt;          1. Buka Menu Pengaturan, Konfigurasi&lt;br /&gt;          2. pada Pengaturan Konfigurasi default pilih Konfigurasi pribadi&lt;br /&gt;          3. pada Aktifkan default di semua aplikasi pilih ya&lt;br /&gt;          4. pada jalur akses pilihan pilih indosatgprs&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     D. Membuat sambungan paket data&lt;br /&gt;          1. Buka Menu Pengaturan, sambungan, paket data&lt;br /&gt;          2. pada Sambungan Paket Data anda boleh memilih jika diperlukan ataupun selalu online&lt;br /&gt;          3. Pada pengaturan paket data, isikan :&lt;br /&gt;                 a. Jalur akses aktif : indosatgprs&lt;br /&gt;                 b. Edit jalur akses aktif :&lt;br /&gt;                       - Alias untuk jalur akses : indosatgprs&lt;br /&gt;                       - jalur akses paket data : http://wap.indosat.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Setelah melakukan langkah-langkah di atas kita bisa mencoba mengakses internet dari ponsel kita (Silahkan buka menu Web!). Namun sebelum kita mengunjungi sebuah situs, pastikan kembali bahwa konfigurasi yang terpakai adalah konfigurasi yang telah kita buat tadi. Caranya :&lt;br /&gt;Buka menu web, pengaturan, pengaturan konfigurasi&lt;br /&gt;* Pada konfigurasi pilih konfigurasi pribadi&lt;br /&gt;* pada Account pilih INDOSATGPRS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Menikmati Akses Internet via ponsel !! Good Luck… ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bingkai Kehidupan</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/03/bingkai-kehidupan-mengarungi-samudera.html</link><category>Bingkai Kehidupan</category><category>Coretan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Fri, 27 Feb 2009 20:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-8995433329921934457</guid><description>&lt;div style="text-align: center; font-family: trebuchet ms; font-weight: bold;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;"&gt;Mengarungi samudera kehidupan&lt;br /&gt;Kita ibarat para pengembara&lt;br /&gt;Hidup ini adalah perjuangan&lt;br /&gt;Tiada masa tuk berpangku tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tetes peluh dan darah&lt;br /&gt;Tak akan sirna ditelan masa&lt;br /&gt;Segores luka di jalan Allah&lt;br /&gt;'kan menjadi saksi pengorbanan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu ghaayatunaa&lt;br /&gt;Ar-Rasuulu qudwatunaa&lt;br /&gt;Al-Qur'aanu dusturunaa&lt;br /&gt;Al-Jihadu sabiiluna&lt;br /&gt;Al-Mautu fii sabilillah&lt;br /&gt;Asma amaanina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah adalah tujuan kami&lt;br /&gt;Rasulullah teladan kami&lt;br /&gt;Al Qur'an pedoman hidup kami&lt;br /&gt;Jihad adalah jalan juang kami&lt;br /&gt;Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Teks Puding Ubur - Ubur</title><link>http://nya-site.blogspot.com/2009/02/teks-puding-ubur-ubur.html</link><category>Tutorial Photoshop</category><author>noreply@blogger.com (nya_'s siTe)</author><pubDate>Wed, 25 Feb 2009 23:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6895488636958043669.post-6309236751042295063</guid><description>Bikin teks seperti pudding... tutorial ini aku dapat dapat dari sebuah situs www.ilmugrafis.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Langkah-langkah pembuatannya :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Buka Program Photohop&lt;br /&gt;    Caranya: Start &gt; All Program &gt; Photoshop &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mulai dengan membuat Lembar kerja baru &lt;br /&gt;    Caranya: Pada menu utama dan pilih File --&gt; New atau tekan [ctrl] + [N] &lt;br /&gt;    Disini aku atur seperti ini:&lt;br /&gt;    * Nama dan Ukuran terserah &lt;br /&gt;     Resolution = 71 pixels/inch&lt;br /&gt;     Contents = White &lt;br /&gt;     Tekan [ok]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pada tool box sebelah kiri pilih Horizontal Type Mask Tool&lt;br /&gt;    tips: klik kanan icon bergambar huruf T sehingga muncul pilihan seperti di bawah ini &lt;br /&gt; &lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 236px; height: 83px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrSHMscXxgZGJdvYKD9sXk62bEY9MajytAPyrm4YMcFuDUz1ETFjJJzDKewAAdhc1RPDnN7q1JQMakZJN4qIv4ea7qNDYRLbNGEDpyDIyO2GOGNHuk2fC9e7w1OWZvtBAYASuIQ_pUB0W3/s320/1.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313245704319692754" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;    &lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah itu tuliskan teks sesuai kebutuhan kita, aku menuliskan: "UBUR - UBUR" agar sesuai dengan judulnya sedangkan type teks terserah, namun disini aku menggunakan font: "arcanum " ukuran 115,64 pt &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 150px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0AdeDU6qHj69p9nccXdvQTXgOq7HGs4PM3UxmUgZ7XbVDK3kBHWCzDQYM3XfqG7CvIMQ8Re_Xt6rksnNe7e-rR6QMwBvcTOJm7L1yGN2IFLfjvf7X-KLiLpOMw9noNUfnJGh4d_hl8E0t/s320/2.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313246256589875826" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Setelah itu ke Main Menu / Menu Utama&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    Pilih: &lt;br /&gt;    Layer --&gt; Layer Style --&gt; Inner Glow... &lt;br /&gt;    atur seperti ini: &lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfj963yXcMDlEfLJnDxXK0-_WAKCDNyv3VQxdnV-BAlp3cZPgsx3LsPACB6zImhTj2MrDPY3IZED3IurS0EFuT-9_dcZLkK1PKjsYv9b-xtYViXexnm9qz4PquwylBuL3umVnnuIYIqnui/s320/3.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313246793776221330" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;gambar setting Inner Glow&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;5. Setelah itu ke Main Menu / Menu Utama&lt;br /&gt;    Pilih: &lt;br /&gt;    Layer --&gt; Layer Style --&gt; Bevel and Emboss... &lt;br /&gt;    atur seperti ini: &lt;br /&gt; &lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 289px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0Drpo1DePdeVuf37qoZiwHBWnQ4gW1OO4q-QWsCShyphenhyphenQpfA1qyVbZ0oik3k_hHjEACQ_iMFlOzQE9Rz1UF8c5_AV6u4GvxTevDTqDs3xP0v-de2hplNPjZ1l-hfI-EzPmKXaIyrUjHia3h/s320/4.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313247086300302706" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;gambar setting Bevel and Emboss&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;[OK] dulu...&lt;br /&gt;Masih di area Bevel and Emboss&lt;br /&gt;Sekarang kita masuk ke Contour [klik contour] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 311px; height: 230px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7UzVSqP21ZN5ZxAGyQqm96KREONd071sAXSaEVEF5oJUGxT6BqW4WTcN8IwFJXoOe81j4rUEUFBKsdZikUuN3pgr1qSuUowjTAt7X-4IoibtsSclHEcKyDJT-yKKY04gI0qu8wathDpFX/s320/5.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313247419893214354" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pilih type contour pojok kanan atas, sedangkan Range 50 % &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;6. Nah sekarang tinggal mewarnai puding yang kita buat, Caranya: &lt;br /&gt;Layer --&gt; Layer Style --&gt; Bevel and Emboss... &lt;br /&gt;Pilih warna yang kamu suka... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 150px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjl5e-O2pUIGEeINRjUnTOjg6hd60fYkPxnOnxQoG_0N1P1sLtTPlS-CLaQFuSi4KiCM6svOV6NvDVSz8BT8VQ0NkI_tnYtRmx2upFVOL9DfcqARoiQpheiDUT71rlE7FBSOW9QaKgMB3ft/s320/6.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313247623274161730" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selamat Mencoba... &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;dan Semoga Bermanfaat... ^_^</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrSHMscXxgZGJdvYKD9sXk62bEY9MajytAPyrm4YMcFuDUz1ETFjJJzDKewAAdhc1RPDnN7q1JQMakZJN4qIv4ea7qNDYRLbNGEDpyDIyO2GOGNHuk2fC9e7w1OWZvtBAYASuIQ_pUB0W3/s72-c/1.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>