<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>Dian Pratama's Blog</title>
	<atom:link href="https://nelangsa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://nelangsa.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Jun 2011 12:25:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5999879</site><cloud domain="nelangsa.wordpress.com" path="/?rsscloud=notify" port="80" protocol="http-post" registerProcedure=""/>
<image>
		<url>https://s2.wp.com/i/webclip.png</url>
		<title>Dian Pratama's Blog</title>
		<link>https://nelangsa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link href="https://nelangsa.wordpress.com/osd.xml" rel="search" title="Dian Pratama's Blog" type="application/opensearchdescription+xml"/>
	<atom:link href="https://nelangsa.wordpress.com/?pushpress=hub" rel="hub"/>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><item>
		<title>Pindah rumah</title>
		<link>https://nelangsa.wordpress.com/2011/06/03/pindah-rumah/</link>
					<comments>https://nelangsa.wordpress.com/2011/06/03/pindah-rumah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dianpratama]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 12:25:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Stories]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://nelangsa.wordpress.com/?p=245</guid>

					<description><![CDATA[Saat ini blog saya sudah berpindah ke http://dianpratama.blogdetik.com, silahkan berkunjung 😀]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Saat ini blog saya sudah berpindah ke</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://dianpratama.blogdetik.com">http://dianpratama.blogdetik.com</a>,</p>
<p style="text-align:center;">silahkan berkunjung <img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p style="text-align:center;">
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nelangsa.wordpress.com/2011/06/03/pindah-rumah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/6bb930284dd8b570c0eeecb2c9ecc3236a6bfd315ee9ab691d241a17143dca9c?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">nelangsa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ODOL dari Surga</title>
		<link>https://nelangsa.wordpress.com/2010/11/29/odol-dari-surga/</link>
					<comments>https://nelangsa.wordpress.com/2010/11/29/odol-dari-surga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dianpratama]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 02:42:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Stories]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://nelangsa.wordpress.com/?p=210</guid>

					<description><![CDATA[dari milis Kisah nyata dari seseorang pada episode terdahulu hidupnya sempat ia lewati di dalam penjara. Bermula dari keadaan sepele, lelaki itu kehabisan odol di penjara. Malam itu adalah malam terakhir odol tersisa diatas sikat giginya, tidak ada sedikitpun odol yang tersisa untuk esok hari. Dan ini jelas &#8211; jelas sangat menyebalkan. Isteri yang telat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>dari milis</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kisah nyata dari seseorang pada episode terdahulu hidupnya sempat ia lewati di dalam penjara. Bermula dari keadaan sepele, lelaki itu kehabisan odol di penjara. Malam itu adalah malam terakhir odol tersisa diatas sikat giginya, tidak ada sedikitpun odol yang tersisa untuk esok hari. Dan ini jelas &#8211; jelas sangat menyebalkan. Isteri yang telat berkunjung, anak &#8211; anak yang mengabaikannya, dan para sahabat yang telah melupakannya, dijadikan sebagai kambing hitam.</p>
<p style="text-align:justify;">Laki &#8211; laki itu merasa sendiri, bahkan lebih dari itu ia merasa tak berharga. Tertutup bayangan hitam yang kian membesar dan menelan dirinya, timbul pikiran iseng dan nakal pada dirinya. Bagaimana jika ia meminta odol kepada Tuhan ?<span id="more-210"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Berdoa untuk mendapatkan kesembuhan sudah sering kita dengar dan bagaimana jawaban Allah. Berdoa agar dapat diberikan jalan keluar dari kesulitan yang dihadapi juga sudah tidak asing di pendengaran kita. Akan tetapi meminta ODOL kepada Sang Pencipta  yang dengan kuasaNya menciptakan langit bumi dan segala isinya ? tentu harus dipikirkan berulang kali sebelum di utarakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi apa daya, tidak ada odol untuk esok hari &#8211; entah sampai kapan &#8211; sangatlah menbuat ia jengkel. Untuk orang lain mungkin hal ini sepele dan tidak penting namun baginya hal ini sangatlah penting.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan menguatkan niat dan menghilangkan rasa malu, karena bagi dirinya sendiri ini adalah ide gila, ia pun menuju ke pojok sel, ia berusaha agar tidak ada orang lain yang melihat atau mendengarkan doanya. Ia pun berdoa dengan berbisik, &#8221; Tuhan, Engkau sangat mengetahui aku sangat membutuhkan benda itu. &#8221; Doa selesai. Sepertinya bibirnya pun terlalu malu untuk mengucapkan kata amin. Doa itu membuatnya gelisah bahkan sepanjang malam, ia berusaha melupakannya karena terlalu memalukan, sehingga pada akhirnya ia pun dapat tidur pada malam itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tepat tengah malam ia terbangun dengan suara gaduh di depan selnya. &#8221; Saya tidak bersalah Pak, &#8221; teriak laki &#8211; laki gemuk itu dengan buntalan tas besar di pundaknya. &#8221; Tolong Pak, saya jangan dimasukkan disini &#8230; &#8221; Tapi para polisi itu tidak menggubrisnya, bahkan menutup pintu sel dengan kasar.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena iba kepada lelaki gemuk itu, penghuni penjara menghampirinya. Ia berusaha menenangkan dan menghibur sebisanya hingga tangisannya mereda. Dan karena kelelahan akhirnya mereka pun tertidur.</p>
<p style="text-align:justify;">Pagi hari, penghuni sel dibangunkan oleh suara tiang besi yang di pukul oleh polisi untuk membangunkan para tahanan. Anehnya, ia hanya sendiri. Terbesit dalam pikirannya, apakah tadi malam hanya mimpi ? Rasanya tidak mungkin. Tiba &#8211; tiba polisi berkata, &#8221; Itu buat kamu.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221; Kemana orangnya pak ? &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221; Sudah dilepaskan &#8230; biasa salah tangkap, &#8221; ujar Pak Polisi. &#8221; Dan saking senangnya, ia memberikan tas itu buat kamu. &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Perlahan &#8211; lahan penghuni sel itu mendekati buntelas tas yang ditinggalkan untuknya. Penasaran ia ingin tahu apa isi tas itu. Tiba &#8211; tiba lututnya terasa lemas dan bergetar.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221; YAAAA TUHAAANNNN !!! &#8221; laki &#8211; laki itu mengerang, dan tersungkur di pojok ruangan sel. Tangannya tidak berhentinya bergetar dan air matanya membasahi wajahnya. Ia pun bersujud sambil terus menangis, disampingnya tampak tas yang sudah terbuka dan beberapa isinya berhamburan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tampak 5 kotak odol, sebuah sikat gigi baru, 2 sabun  mandi, 3 botol shampo, dan beberapa helai pakaian sehari &#8211; hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Doa yang dikumandangkan dengan sungguh &#8211; sungguh dan penuh keikhlasan, pasti akan mendapatkan jawaban dari Allah SWT, bahkan hal sepele seperti ini, ODOL pun dikirim Allah dari Surga.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah selalu berada dekat dengan kita, maka berdoalah dengan penuh keikhlasan. <img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p style="text-align:justify;">(^.^)</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nelangsa.wordpress.com/2010/11/29/odol-dari-surga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/6bb930284dd8b570c0eeecb2c9ecc3236a6bfd315ee9ab691d241a17143dca9c?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">nelangsa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dear God</title>
		<link>https://nelangsa.wordpress.com/2010/11/12/dear-god/</link>
					<comments>https://nelangsa.wordpress.com/2010/11/12/dear-god/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dianpratama]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Nov 2010 12:29:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://nelangsa.wordpress.com/?p=200</guid>

					<description><![CDATA[Ketika jalan kehidupan begitu berliku dan penuh dengan rintangan, terkadang sebagai manusia hanya ingat untuk selalu berusaha, namun mereka melupakan Tuhan yang menciptakan bumi dan seluruh isinya. Dan hanya dengan bantuanNYa seluruh masalah di dunia ini dapat diatasi. Hari ini saya baru saja selesai menyaksikan film dengan judul &#8221; Letters To God.&#8221; Secara garis besar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Ketika jalan kehidupan begitu berliku dan penuh dengan rintangan, terkadang sebagai manusia hanya ingat untuk selalu berusaha, namun mereka melupakan Tuhan yang menciptakan bumi dan seluruh isinya. Dan hanya dengan bantuanNYa seluruh masalah di dunia ini dapat diatasi.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hari ini saya baru saja selesai menyaksikan film dengan judul <strong>&#8221; Letters To God.&#8221;</strong> Secara garis besar film ini menceritakan bagimana kita harus tetap kuat menghadapi segala cobaan dan dalam keadaan apapun kita harus tetap berhubungan dengan Sang Pencipta.<span id="more-200"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Nah sudah menjadi kebiasaan saya untuk mencari lagu &#8211; lagu yang ada di dalam film itu. Tibalah saya pada salah satu lagu <strong><em>&#8221; Dear Mr God &#8221; by The Warren Brothers</em></strong>. Lirik lagu ini dapat membuat saya tersentuh, karena sepertinya sudah lama saya tidak menyapa Yang Menciptakan diri saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bait lagu yang membuat saya tersentuh dan cukup merenung :</p>
<p style="text-align:center;"><em>Dear Mr. God,</em><br /> <em>I’m writin’ You today</em><br /> <em>Because it seems like lately </em><br /> <em>I’ve forgotten how to pray</em><br /> <em>I know I don’t need this pen</em><br /> <em>But everybody likes to get </em><br /> <em>A letter now and then</em><br /> <em>I’m sorry for not writin’ more</em></p>
<p style="text-align:justify;">Saya sering berdoa dalam sholat, tapi mungkin saya perlu menuliskannya dalam secarik kertas. Begitu sulitnya emosi saya keluar ketika saya berdoa dalam sholat kecuali ketika keadaan begitu sulit dan saya sudah terdesak, namun kemarin saya mencoba untuk menuliskan doa saya &#8230; tidak sampai 5 menit air mata pun sudah membasahi pipi saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ini sama dengan ungkapan &#8221; Jika memiliki impian jangan hanya di angan &#8211; angan tapi tulis, sehingga bisa dibaca setiap hari. &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan menuliskan doa saya, semoga Allah semakin mendengar dan mengabulkan doa &#8211; doa saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ada yang mau dengar lagunya <img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p style="text-align:justify;"><iframe class="youtube-player" width="645" height="363" src="https://www.youtube.com/embed/AP87lZyHDcs?version=3&#038;rel=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;fs=1&#038;hl=id&#038;autohide=2&#038;wmode=transparent" allowfullscreen="true" style="border:0;" sandbox="allow-scripts allow-same-origin allow-popups allow-presentation allow-popups-to-escape-sandbox"></iframe></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nelangsa.wordpress.com/2010/11/12/dear-god/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/6bb930284dd8b570c0eeecb2c9ecc3236a6bfd315ee9ab691d241a17143dca9c?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">nelangsa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekuatan Pedang Malam</title>
		<link>https://nelangsa.wordpress.com/2010/11/02/kekuatan-pedang-malam/</link>
					<comments>https://nelangsa.wordpress.com/2010/11/02/kekuatan-pedang-malam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dianpratama]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2010 08:19:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Stories]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://nelangsa.wordpress.com/?p=195</guid>

					<description><![CDATA[Kisah ini terjadi pada zaman Abul Hasan bin Bisyar, salah seorang sufi terkemuka. Pada suatu saat di zaman itu, seorang pejabat sedang berpesta pora di villa yang indah di pinggir pantai. Dihadapannya tersedia berbagai macam makanan lezat dan berbagai macam minuman keras. Melihat hal itu, Abul Hasan bin Bisyar mengumpulkan jamaahnya dan berkerumun di depan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kisah ini terjadi pada zaman Abul Hasan bin Bisyar, salah seorang sufi terkemuka. Pada suatu saat di zaman itu, seorang pejabat sedang berpesta pora di villa yang indah di pinggir pantai. Dihadapannya tersedia berbagai macam makanan lezat dan berbagai macam minuman keras.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Melihat hal itu, Abul Hasan bin Bisyar mengumpulkan jamaahnya dan berkerumun di depan villa indah tersebut, kemudian mereka membaca Al Qur&#8217;an keras -keras.<span id="more-195"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Mendengar gemuruh suara mereka, munculah salah satu pelayan dari dalam villa. &#8221; Mau apa kalian di sini ? &#8221; &#8221; Kalian telah mengganggu kami. &#8221; ujar sang pelayan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Abul Hasan bin Bisyar berkata, &#8221; katakan kepada majikanmu janganlah melakukan kemungkaran secara terang &#8211; terangan, jika ia tidak mau mendengar maka kami akan membunuhnya. &#8220;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Pelayan itu masuk ke dalam dan menyampaikan peringatan yang diberikan oleh Abul Hasan. &#8221; Bagaimana cara mereka akan membunuhku, sedangkan aku memiliki begitu banyak anak buah dan prajurit,&#8221; ujar si pejabat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Pelayan itu pun kembali menemui Abul Hasan, dan menyampaikan kata &#8211; kata majikannya, &#8221; Bagaimana cara kalian membunuhnya, sedangkan ia memiliki begitu banyak anak buah dan prajurit yang menjaganya. &#8220;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8221; Kami akan membunuhnya dengan Pedang Malam, &#8221; ujar Abul Hasan dengan lantang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8221; Pedang Malam ? Apakah itu Pedang Malam ? &#8221; tanya si pelayan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8221; Kami akan mengangkat tangan dan berdoa kepada Allah SWT &#8221; jawab Abul Hasan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Setelah perkataan Abul Hasan disampaikan kepada sang pejabat, maka dengan seketika semua minuman keras yang ada dihadapannya disingkirkan. &#8221; Jika memang itu senjatanya, maka tidak ada lagi bagi kita kekuatan untuk melawannya. &#8220;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000000;">dikutip dari buku : </span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Ia Masuk Surga padahal Tidak Pernah Shalat &#8221; &#8211; Badiatul Muchlisin Asti</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Menurut saya, inti dari cerita ini adalah ketika hendak menegur karena prilakunya tidak sesuai dengan akidah agama, tidak perlu dengan jalan kekerasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Islam pun mengajarkan jika kita hendak menegur secara lisan, gunakanlah kata &#8211; kata yang lemah lembut dan memberikan pengertian, sambil berdoa semoga orang tersebut terbuka hatinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika tetap membandel, kita gunakan Pedang Malam, mengangkat tangan dan berdoa kepada Allah SWT agar orang tersebut ditegur. Bukan kita secara pribadi yang bertindak dengan dalih mencegah kemungkaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Kadang &#8211; kadang orang ini pada suka lupa berkaca, ketika ia berteriak &#8221; Itu Haram &#8221; &#8221; Itu dilarang, dan bla bla bla lainnya &#8221; &#8230; sudahkah ia sendiri bersih dari tindakan itu ? Betapa dosanya jauh lebih besar jika ia berkata haram tapi ia melakukan hal yang haram juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Buat teman &#8211; teman yang merasa anda sudah suci dan bersih hati, mohon maaf sebaiknya anda kembali merenung. Karena yang saya ketahui &#8230; Baginda Rasulullah SAW adalah orang yang begitu lebut dan memiliki toleransi yang begitu besar, tidak sedikit sedikit rusak sana rusak sini.</p>
<p style="text-align:justify;">Salam</p>
<p style="text-align:justify;">(^.^)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nelangsa.wordpress.com/2010/11/02/kekuatan-pedang-malam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/6bb930284dd8b570c0eeecb2c9ecc3236a6bfd315ee9ab691d241a17143dca9c?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">nelangsa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masak Nasi itu SUSAH !!!</title>
		<link>https://nelangsa.wordpress.com/2010/10/26/masak-nasi-itu-susah/</link>
					<comments>https://nelangsa.wordpress.com/2010/10/26/masak-nasi-itu-susah/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dianpratama]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 11:38:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[nasi]]></category>
		<category><![CDATA[pulen]]></category>
		<category><![CDATA[susah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://nelangsa.wordpress.com/?p=192</guid>

					<description><![CDATA[&#160; Masak nasi itu susah lho &#8230; Eitsss &#8230;. sabar jangan komentar dulu hehehe (^.^) Hari ini setelah beraktifitas seharian, perut terasa lapar &#8230; apalagi tadi siang tidak sempat untuk makan siang. Tentu dengan keadaan ini saya bisa menjadi sangat gragas kalau orang Jawa bilang &#8230; bila di depannya ada makanan. Hal itu pula yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" style="margin-top:3px;margin-bottom:3px;" src="https://i0.wp.com/blogs.unpad.ac.id/fiknut/files/2010/06/nasi.jpg" alt="" width="186" height="221" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Masak nasi itu susah lho &#8230;</p>
<p>Eitsss &#8230;. sabar jangan komentar dulu hehehe (^.^)</p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini setelah beraktifitas seharian, perut terasa lapar &#8230; apalagi tadi siang tidak sempat untuk makan siang. Tentu dengan keadaan ini saya bisa menjadi sangat <em>gragas </em>kalau orang Jawa bilang &#8230; bila di depannya ada makanan.<span id="more-192"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hal itu pula yang ada dalam otak saya selama perjalanan pulang dari tempat beraktifitas menuju rumah. Tiba di rumah &#8230; masuk kamar, ganti pakaian, cuci tangan dan cepat &#8211; cepat menuju meja makan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dibukalah tempat nasi itu &#8230; dengan centong yang masih bersih, saya sendok itu nasi. Nahh &#8230; lalu terjadilah kejadian ini. Begitu nasi diletakan di piring &#8230; nasinya terlalu <em>pulen</em> alias kebanyakan air. Dan seketika itu pula, nafsu makan yang menggebu &#8211; gebu dari siang hari tiba &#8211; tiba hilang.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesuap demi sesuap nasi itu masuk ke dalam mulut, dengan penuh keterpaksaan daripada mubazir.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu saya bilang menanak nasi itu sulit, sulit menemukan kadar air yang tepat sehingga nasinya <em>pulen</em> pas &#8230;. Ini benar adanya, jika nasi yang dihidangkan <em>pulen</em>nya pas, wuiihhh <em>gragas</em> beneran pasti diri saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Beruntunglah orang &#8211; orang yang mampu menanak nasi dengan baik &#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Heheheh, post asal nulis, karena kecewa dengan nasi yang disajikan di rumah hari ini <img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nelangsa.wordpress.com/2010/10/26/masak-nasi-itu-susah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/6bb930284dd8b570c0eeecb2c9ecc3236a6bfd315ee9ab691d241a17143dca9c?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">nelangsa</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://blogs.unpad.ac.id/fiknut/files/2010/06/nasi.jpg"/>
	</item>
		<item>
		<title>Memory</title>
		<link>https://nelangsa.wordpress.com/2010/10/25/memory/</link>
					<comments>https://nelangsa.wordpress.com/2010/10/25/memory/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dianpratama]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 11:03:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[kdrama]]></category>
		<category><![CDATA[my memory]]></category>
		<category><![CDATA[ryu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://nelangsa.wordpress.com/?p=188</guid>

					<description><![CDATA[Diantara keinginan dan daya khayalku, diantara kesendirian dan kesepianku &#8230; Hujan mengguyur Jakarta di sore hari ini. Udara dingin ini semakin terasa karena perasaanku yang tidak menentu hari ini. Sedih &#8230; kangen &#8230; bersalah, bahkan juga kesepian. Bahkan di sore hari ini aku sengaja memutar lagu khusus, My Memory by Ryu. Sudah lama sekali rasanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Diantara keinginan dan daya khayalku, diantara kesendirian dan kesepianku &#8230;</em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;"><iframe class="youtube-player" width="645" height="363" src="https://www.youtube.com/embed/S1pTWJaQuvY?version=3&#038;rel=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;fs=1&#038;hl=id&#038;autohide=2&#038;wmode=transparent" allowfullscreen="true" style="border:0;" sandbox="allow-scripts allow-same-origin allow-popups allow-presentation allow-popups-to-escape-sandbox"></iframe><em><br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">Hujan mengguyur Jakarta di sore hari ini. Udara dingin ini semakin terasa karena perasaanku yang tidak menentu hari ini. Sedih &#8230; kangen &#8230; bersalah, bahkan juga kesepian.<span id="more-188"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan di sore hari ini aku sengaja memutar lagu khusus, My Memory by Ryu. Sudah lama sekali rasanya perasaan ini tidak pernah muncul, namun hari ini perasaan tidak jelas inilah yang membangunkan di pagi hari. Seperti ada yang hilang &#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Aku sedih dan ingin menangis karena yang hilang ternyata dirinya. Seseorang yang sudah hampir 12 tahun tidak pernah bertemu, seseorang yang dapat menggoyahkan pendirianku, seseorang yang membuatku kehilangan arah untuk beberapa tahun setelah perpisahan itu &#8230;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Aku kangen karena dulu dirinyalah yang selalu memberikanku semangat, selalu mendorongku untuk terus maju, selalu memperhatikan keadaan diriku ketika sakit, yang pasti kekonyolannya yang selalu membuatku tersenyum  &#8230;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Aku merasa bersalah karena mungkin dulu aku begitu egois, dan masih kekanak &#8211; kanakan, aku dulu beranggapan bahwa kami pasti akan selalu bersama dan tak mungkin berpisah &#8230;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dan pada akhirnya aku merasakan kesepian, tanpa ada seseorang yang dapat membuatku tersenyum dengan kelakukan konyolnya, tanpa seseorang yang memberiku semangat untuk terus maju, tanpa seseorang yang mengisi ruang kosong dihatiku &#8230;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Begitu sulit rasanya menemukan seseorang yang sanggup menggantikan dirinya. Aku tidak mencari seseorang yang mirip dengannya karena aku tahu tidak adaorang yang akan seperti dirimu, tapi aku hanya berharap dapat bertemu dengan seseorang yang dapat membuatku tersenyum dengan gayanya sendiri, dapat menyemangatiku tanpa mengguruiku &#8230;</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Ya Allah &#8230;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sampai saat dimana Kau pertemukan diriku dengan pasanganku, aku mohon kuatkan aku. Jangan biarkan diriku kehilangan arah lagi &#8230; </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>ketika sudah mulai tumbuh uban dikepalaku, aku tahu semakin pendek waktuku di dunia ini &#8230;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Aku mohon padaMu Ya Allah, biarkanlah dia menjadi salah satu kenangan terindah buatku &#8230;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>amin</em></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>My Memory by Ryu ( English Translation ) :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">My Memory At that moment I remembered it all<br />
When I see those memories they seem so small..<br />
You&#8217;re far away in a place that I can&#8217;t reach<br />
I can&#8217;t wait for these words of love to be said</p>
<p>I really was to blame<br />
Will I ever get to meet you again?<br />
I can&#8217;t even imagine that<br />
I still love you and now I&#8217;ll confess that to you<br />
I wanna love you forever<br />
It&#8217;s not too late<br />
Be with me forever</p>
<p>For a long time you&#8217;ve been in my heart<br />
Much time passes and still you&#8217;re far away, but I will stay alive</p>
<p>I really was to blame<br />
Will I ever get to meet you again?<br />
I can&#8217;t even imagine that<br />
I still love you and now I&#8217;ll confess that to you<br />
I wanna love you forever<br />
It&#8217;s not too late<br />
Be with me forever</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Recommended KDrama : Winter Sonata <img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nelangsa.wordpress.com/2010/10/25/memory/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">188</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/6bb930284dd8b570c0eeecb2c9ecc3236a6bfd315ee9ab691d241a17143dca9c?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">nelangsa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keliru Berdoa</title>
		<link>https://nelangsa.wordpress.com/2010/10/21/keliru-berdoa/</link>
					<comments>https://nelangsa.wordpress.com/2010/10/21/keliru-berdoa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dianpratama]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2010 14:43:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://nelangsa.wordpress.com/?p=182</guid>

					<description><![CDATA[Manusia tidak pernah lepas dari kesulitan, karena dengan adanya kesulitan dalam hidup ini dapat menempa manusia menjadi seseorang yang kuat dan lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan. Di tengah kesulitan ini, saya berdoa : Ya Allah &#8230; hamba mohon jika memang ada simpanan kebaikanku di akhirta, dengan seijin-Mu &#8230; pinjamkanlah hamba sedikit saja simpanan kebaikanku [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Manusia tidak pernah lepas dari kesulitan, karena dengan adanya kesulitan dalam hidup ini dapat menempa manusia menjadi seseorang yang kuat dan lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di tengah kesulitan ini, saya berdoa :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Ya Allah &#8230; hamba mohon jika memang ada simpanan kebaikanku di akhirta, dengan seijin-Mu &#8230; pinjamkanlah hamba sedikit saja simpanan kebaikanku di akhirat untuk dapat hamba pergunakan di dunia.<span id="more-182"></span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Doa ini terinspirasi dari salah satu cerita tentang keajaiban doa.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan hari ini saya membaca kembali kumpulan cerita &#8211; cerita tentang keajaiban doa &#8230; sampai pada cerita yang menginspirasi doa saya diatas. Ternyata saya telah melakukan kesalahan !!!</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam cerita itu ternyata ketika sang suami berdoa seperti doa saya diatas, dan memang kemudian Allah SWT mengabulkan doanya &#8230; sang isteri malah bersedih</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Wahai suamiku &#8230; dengan permintaanmu itu, membuktikan bahwa engkau tidak sabar menghadapi kesulitan yang diberikan oleh Allah SWT, sehingga engkau harus mengambil tabungan amal kita di akhirat &#8230; mintalah kepada Allah untuk mengambil kembali apa yang sudah engkau pinta wahai suamiku. &#8220;</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya tersadar &#8230; ternyata saya telah melupakan bagian terpenting dari cerita ini. Bahwa kehidupan di akhirat nanti jauh lebih penting daripada kehidupan di dunia ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepanjang hari saya hanya dapat beristigfar atas kesalahan yang sudah diperbuat. Mudah &#8211; mudahan Allah memberikan jalan keluar dari kesulitan yang harus saya hadapi, tanpa menggangu tabungan amalan saya di akhirat nanti.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya Allah .. Ya Rahman Ya Rahim</p>
<p style="text-align:justify;">Cukupkanlah rizkiku untuk kebutuhan dan kewajibanku hari ini &#8230; amin</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nelangsa.wordpress.com/2010/10/21/keliru-berdoa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/6bb930284dd8b570c0eeecb2c9ecc3236a6bfd315ee9ab691d241a17143dca9c?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">nelangsa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Free Hugs for Indonesia !!!</title>
		<link>https://nelangsa.wordpress.com/2010/10/11/indonesia-perlu-ini/</link>
					<comments>https://nelangsa.wordpress.com/2010/10/11/indonesia-perlu-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dianpratama]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Oct 2010 10:55:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[damai]]></category>
		<category><![CDATA[Free hugs]]></category>
		<category><![CDATA[Juan Maan]]></category>
		<category><![CDATA[pelukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://nelangsa.wordpress.com/?p=175</guid>

					<description><![CDATA[Ada yang salah dengan orang Indonesia belakangan ini. Mungkin bukan hanya saya yang merasakan hal ini, tapi mungkin ada beberapa atau bahkan mungkin banyak yang memiliki perasaan seperti saya. Sepertinya emosi masyarakat Indonesia saat ini sedang terguncang, sehingga setiap permasalahan harus diselesaikan dengan kekerasan. Sedikit &#8211; sedikit tawuran, sedikit &#8211; sedikit ribut antar warga &#8230; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ada yang salah dengan orang Indonesia belakangan ini. Mungkin bukan hanya saya yang merasakan hal ini, tapi mungkin ada beberapa atau bahkan mungkin banyak yang memiliki perasaan seperti saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepertinya emosi masyarakat Indonesia saat ini sedang terguncang, sehingga setiap permasalahan harus diselesaikan dengan kekerasan. Sedikit &#8211; sedikit tawuran, sedikit &#8211; sedikit ribut antar warga &#8230; heran. Mungkin karena rasa stres yang tidak dapat dikeluarkan jadi pelampiasannya ya keamarah.<span id="more-175"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini berhubung saya sedang tidak enak badan dan dalam masa pemulihan, jadilah seharian di rumah saja. Browsing adalah salah satu kegiatan untuk menghilangkan perasaan bosan saya. &#8221; Dulu sepertinya ada clip tentang orang yang meluk &#8211; melukin orang ga di kenal d &#8221; ( sambil berfikir &#8230; apa ya )</p>
<p style="text-align:justify;">Sampailah pencarian pada video ini :</p>
<p style="text-align:center;"><iframe class="youtube-player" width="645" height="363" src="https://www.youtube.com/embed/vr3x_RRJdd4?version=3&#038;rel=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;fs=1&#038;hl=id&#038;autohide=2&#038;wmode=transparent" allowfullscreen="true" style="border:0;" sandbox="allow-scripts allow-same-origin allow-popups allow-presentation allow-popups-to-escape-sandbox"></iframe></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Hmm &#8230; free hugs ?</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap manusia itu perhatian dan kehangatan dari orang lain walaupun sedikit, benar tidak ? Ketika persoalan begitu berat dan tidak ada seorang pun yang dapat membantu, terkadang sedikit pelukan akan menenangkan diri kita. Perasaan bahwa kita tidak sendiri &#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan wawancara di webnya <a href="http://www.freehugscampaign.org" target="_blank">Free Hugs Campaign</a>, orang pertama yang memeluknya adalah seorang perempuan yang pada hari pertemuan tersebut sedang merayakan kematian putrinya 1 tahun yang lalu, dan anjing kesayangan sang putri mati di hari itu pula. Hanya dengan mendapatkan pelukan tulus dari si pria, sang ibu dapat tersenyum. Seperti mendapatkan kekuatan untuk menjalani hari &#8211; hari di depannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin di Indonesia butuh kampanye seperti ini. Perasaan tenang dan senyuman yang hadir di diri kita akan dapat membuat hari &#8211; hari di depan terasa ringan. Mungkin dengan menerima sebuah pelukan yang tulus dari orang yang tidak anda kenal, dapat meredam rasa stres di dalam diri kita sehingga tidak perlu pelampiasan melalui kekerasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi &#8230; Free Hugs anyone ? <img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nelangsa.wordpress.com/2010/10/11/indonesia-perlu-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/6bb930284dd8b570c0eeecb2c9ecc3236a6bfd315ee9ab691d241a17143dca9c?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">nelangsa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Korean Movie : Mother / My Mom</title>
		<link>https://nelangsa.wordpress.com/2010/10/06/korean-movie-mother-my-mom/</link>
					<comments>https://nelangsa.wordpress.com/2010/10/06/korean-movie-mother-my-mom/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dianpratama]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 05:10:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Korean]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[korean movie]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://nelangsa.wordpress.com/?p=170</guid>

					<description><![CDATA[Annyeong 😀 Terkadang kita kesal jika diperlakukan layaknya anak kecil oleh Ibu kita. Namun apakah kita sadari bahwa memang kita adalah harta yang paling berharga bagi diri Ibu kita, terkadang Ibu rela menderita hanya untuk melihat kita bahagia. Saat ini banyak sekali berita mengenai seorang anak kabur dan melaporkan ibunya sendiri ke Komnas Perlindungan Anak, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Annyeong <img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p style="text-align:justify;">Terkadang kita kesal jika diperlakukan layaknya anak kecil oleh Ibu kita. Namun apakah kita sadari bahwa memang kita adalah harta yang paling berharga bagi diri Ibu kita, terkadang Ibu rela menderita hanya untuk melihat kita bahagia.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini banyak sekali berita mengenai seorang anak kabur dan melaporkan ibunya sendiri ke Komnas Perlindungan Anak, bahwa ibunya mengekang kebebasannya, atau memperlakukan dirinya seperti anak kecil. Sepertinya mereka lupa bahwa kelak mereka akan menjadi seorang Ibu, tidakkah mereka membayangkan bagaimana jika nanti putrinya akan berlaku seperti dirinya saat ini.<span id="more-170"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Film ini menceritakan bagaimana kasih sayang seorang Ibu, yang tanpa pamrih, yang ada dalam benaknya hanyalah bagaimana membahagiakan putrinya. Sulit untuk dijelaskan panjang lebar, yang jelas film ini wajib di tonton <img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> .</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="https://nelangsa.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/10/mother-koreanmovie2010.jpg"><img data-attachment-id="171" data-permalink="https://nelangsa.wordpress.com/2010/10/06/korean-movie-mother-my-mom/mother-koreanmovie2010/" data-orig-file="https://nelangsa.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/10/mother-koreanmovie2010.jpg" data-orig-size="550,788" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="mother-koreanMovie2010" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://nelangsa.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/10/mother-koreanmovie2010.jpg?w=550" class="aligncenter size-medium wp-image-171" title="mother-koreanMovie2010" src="https://nelangsa.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/10/mother-koreanmovie2010.jpg?w=209&#038;h=300" alt="" width="209" height="300" srcset="https://nelangsa.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/10/mother-koreanmovie2010.jpg?w=209 209w, https://nelangsa.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/10/mother-koreanmovie2010.jpg?w=418 418w, https://nelangsa.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/10/mother-koreanmovie2010.jpg?w=105 105w" sizes="(max-width: 209px) 100vw, 209px" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Salah satu pengisi Soundtracknya adalah <em>KARA ( My Favorite <img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> ) &#8211; Lonely</em>, ini clipnya :</p>
<p style="text-align:center;"><iframe class="youtube-player" width="645" height="363" src="https://www.youtube.com/embed/F_spMB5pxlw?version=3&#038;rel=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;fs=1&#038;hl=id&#038;autohide=2&#038;wmode=transparent" allowfullscreen="true" style="border:0;" sandbox="allow-scripts allow-same-origin allow-popups allow-presentation allow-popups-to-escape-sandbox"></iframe></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>WAJIB DITONTON <img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nelangsa.wordpress.com/2010/10/06/korean-movie-mother-my-mom/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>6</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">170</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/6bb930284dd8b570c0eeecb2c9ecc3236a6bfd315ee9ab691d241a17143dca9c?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">nelangsa</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://nelangsa.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/10/mother-koreanmovie2010.jpg?w=209">
			<media:title type="html">mother-koreanMovie2010</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2010 : Ramadhan #2</title>
		<link>https://nelangsa.wordpress.com/2010/09/03/2010-ramadhan-2/</link>
					<comments>https://nelangsa.wordpress.com/2010/09/03/2010-ramadhan-2/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dianpratama]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 12:50:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://nelangsa.wordpress.com/?p=164</guid>

					<description><![CDATA[Mengapa Ramadhan tahun ini begitu berbeda ? Salah satunya mungkin karena televisi di kamar tidurku rusak, jadi sudah hampir 1 bulan ini sepi sekali di kamar tidur *klo rame di mall mas :P. Tapi jangan salah, hikmah dari rusaknya televisi di kamar adalah bersamaan dengan jalannya Ramadhan, sudah hampir 5 buku bernuansa Islami aku selesaikan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Mengapa Ramadhan tahun ini begitu berbeda ? Salah satunya mungkin karena televisi di kamar tidurku rusak, jadi sudah hampir 1 bulan ini sepi sekali di kamar tidur *klo rame di mall mas :P.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi jangan salah, hikmah dari rusaknya televisi di kamar adalah bersamaan dengan jalannya Ramadhan, sudah hampir 5 buku bernuansa Islami aku selesaikan. Rekor !!! Biasanya 1 buku itu baru bisa selesai 1 &#8211; 2 bulan, hehehehe senangnya karena ga merasa rugi beli buku.<span id="more-164"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Penyebab lain kenapa Ramadhan kali ini berbeda adalah pada tahun ini pertama kalinya pengelolaan toko diserahkan secara penuh kepadaku. Wah &#8230; ternyata kalau menjelang lebaran seperti sekarang ini bagi sebagian besar karyawan adalah waktu yang ditunggu &#8211; tunggu karena mau dapat THR, tapi bagi yang punya usaha &#8230; wuuiihhh keringet dingiiinnn. Pusing karena bayar gaji karyawannya double *alamaakkkkk*</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi tidak apa &#8211; apa &#8230; deg deg an + pusing membuat jadi tambah ahli berhitung hahahhaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Well &#8230;. yang penting Ramadhan kali benar &#8211; benar berkesan. Bertambahnya ilmu agamaku, bertambah kesabaranku ( sumpah jalanan sudah seperti medan perang &#8230; benar &#8211; benar ujian kesabaran. ), deg &#8211; deg an karena harus bayar gaji dan THR karyawan <img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nelangsa.wordpress.com/2010/09/03/2010-ramadhan-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">164</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/6bb930284dd8b570c0eeecb2c9ecc3236a6bfd315ee9ab691d241a17143dca9c?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">nelangsa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>