<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>NavinoT</title>
	
	<link>http://www.navinot.com</link>
	<description>Slashing Web &amp; Online Strategy</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Mar 2010 04:18:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Navinot" /><feedburner:info uri="navinot" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>Navinot</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>It Started with an Idea</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/Lv_-SoMktFQ/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/03/13/it-started-with-an-idea/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 07:00:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[StartUp]]></category>
		<category><![CDATA[Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[Tokopedia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=4024</guid>
		<description><![CDATA[Tokopedia akan hadir di seminar COMFEST 2010. Berikut adalah sedikit intro akan topik yang akan dibawakan Leon di COMFEST 2010 nanti.


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/01/tokopedia-satu-bulan-kemudian/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tokopedia: Satu Bulan Kemudian'>Tokopedia: Satu Bulan Kemudian</a> <small>Satu bulan setelah diluncurkan, Tokopedia telah menorehkan banyak prestasi. Berikut...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/06/how-much-money-to-burn/' rel='bookmark' title='Permanent Link: How Much Money To Burn?'>How Much Money To Burn?</a> <small>Salah satu isu besar dalam memulai startup adalah permodalan. Dan...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/13/keseriusan-william-tanuwijaya-mengolah-tokopedia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Keseriusan William Tanuwijaya Mengolah Tokopedia'>Keseriusan William Tanuwijaya Mengolah Tokopedia</a> <small>Dunia e-commerce tampaknya mulai meriah dengan hadirnya beberapa online marketplace....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/24/investor-or-no-investor/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Investor or No Investor?'>Investor or No Investor?</a> <small>Kehadiran sosok investor di dunia startup Indonesia sangat didambakan. Meskipun...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/29/4-tips-startup-dari-founder-envato/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 4 Tips StartUp dari Founder Envato'>4 Tips StartUp dari Founder Envato</a> <small>4 Tips dari Collis Taeed, pendiri Envato, dengan serangkaian blog...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/tokopedia.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4025" title="tokopedia" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/tokopedia.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p><em>Artikel berikut ini merupakan tulisan dari William Tanuwijaya (<a href="http://www.tokopedia.com/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.tokopedia.com/?referer=');">Tokopedia</a>), sebagai serangkaian kampanye untuk meramaikan <a href="http://www.compfest2010.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.compfest2010.com?referer=');">COMPFEST 2010</a>.</em></p>
<h3><em><strong><strong>It can happen anytime, anywhere.</strong></strong></em></h3>
<p>Biasanya perjalanan panjang start-up dimulai dari ide yang bisa jadi muncul kapan saja, entah itu saat <a href="http://tokopedia.wordpress.com/2009/06/20/every-end-is-a-new-beginning" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/tokopedia.wordpress.com/2009/06/20/every-end-is-a-new-beginning?referer=');">makan siang</a>, atau bahkan <a href="http://tokopedia.wordpress.com/2009/06/20/dibalik-nama-tokopedia/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/tokopedia.wordpress.com/2009/06/20/dibalik-nama-tokopedia/?referer=');">saat naik ojek</a>. Saat ide-ide itu muncul, seberapa kecil hingga seberapa gila ide tersebut, tidak ada salahnya untuk selalu dicatat. Setelah beberapa waktu, coba baca kembali catatan tersebut, barangkali dari ide-ide yang ada, satu diantaranya bisa menjadi tiket membangun sebuah startup yang sukses.</p>
<h3><em><strong>Don&#8217;t be afraid to reinvent the wheel</strong></em></h3>
<p>Jangan takut jika ide kamu dikritisi sebagai ide yang sudah usang. Ingat, Google bukan <a href="http://www.navinot.com/tag/search-engine/" target="_blank"><em>search engine</em></a> pertama di dunia, Facebook pun bukan <a href="http://www.navinot.com/tag/social-network/" target="_blank"><em>social network</em></a> pertama di dunia. Jika duo Sergey Brin &#8211; Larry Page, dan Mark Zuckerberg tidak takut untuk <em>reinvent the wheel</em>, para founder Tokopedia pun tidak takut untuk membangun sebuah situs e-commerce yang &#8220;katanya&#8221; sudah sering gagal di pasar Indonesia. <em>So, as long as you believe in the idea, fight for it!</em></p>
<h3><em><strong>Hence, create your own unique positioning</strong></em></h3>
<p>Tidak masalah untuk <em>reinvent the wheel</em>, namun tetap harus bisa menciptakan <em>positioning</em> yang membedakan kamu dengan para pemain-lama di bidang yang dimasuki. Facebook misalnya menjadi sangat populer dengan fitur tag-photo dan Facebook-apps nya; sementara Google memperkenalkan algoritma pagerank yang menjadikan hasil pencariannya lebih relevan dari para pendahulunya. Tokopedia sendiri bertaruh di konsep <em>online marketplace</em> dimana transaksi terjadi langsung di situsnya yang memposisikan Tokopedia berbeda dibanding para pendahulunya yang umumnya lebih berfungsi sebagai <em>classified-ads</em> dimana transaksi terjadi di luar situs.</p>
<h3><em><strong>Never stop believing</strong></em></h3>
<p>Perjalanan panjang ini tidak akan mudah. Halangan dan tantangan akan selalu datang di setiap tahapan, mulai dari pencarian ide, dana investasi, pengembangan, pemasaran, <em>fund-raising</em>, hingga operasional harian. Para co-founder Tokopedia misalnya butuh waktu 2 tahun, hingga mimpinya terwujud. Andai kami menyerah pada halangan / penolakan pertama, tentu tidak akan ada tokopedia.com di hari ini. Pada banyak kasus, bukan seberapa <em>brilliant </em>ide yang ada yang menjadikannya berhasil, tapi seberapa kuat determinasi dan keyakinan atas ide itu sendiri. <em>So, never stop believing!</em></p>
<p>&#8211;<br />
Dalam semangat berbagi, rekan saya sesama co-founder Tokopedia, Leon, akan hadir berbagi pengalaman di <a href="http://www.compfest2010.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.compfest2010.com?referer=');">COMPFEST 2010</a>, mengisi seminar dengan tema “How to build startups!” pada tanggal 9 May 2010, 15.30 WIB.</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/01/tokopedia-satu-bulan-kemudian/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tokopedia: Satu Bulan Kemudian'>Tokopedia: Satu Bulan Kemudian</a> <small>Satu bulan setelah diluncurkan, Tokopedia telah menorehkan banyak prestasi. Berikut...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/06/how-much-money-to-burn/' rel='bookmark' title='Permanent Link: How Much Money To Burn?'>How Much Money To Burn?</a> <small>Salah satu isu besar dalam memulai startup adalah permodalan. Dan...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/13/keseriusan-william-tanuwijaya-mengolah-tokopedia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Keseriusan William Tanuwijaya Mengolah Tokopedia'>Keseriusan William Tanuwijaya Mengolah Tokopedia</a> <small>Dunia e-commerce tampaknya mulai meriah dengan hadirnya beberapa online marketplace....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/24/investor-or-no-investor/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Investor or No Investor?'>Investor or No Investor?</a> <small>Kehadiran sosok investor di dunia startup Indonesia sangat didambakan. Meskipun...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/29/4-tips-startup-dari-founder-envato/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 4 Tips StartUp dari Founder Envato'>4 Tips StartUp dari Founder Envato</a> <small>4 Tips dari Collis Taeed, pendiri Envato, dengan serangkaian blog...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=Lv_-SoMktFQ:Atv-Umd2yc0:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=Lv_-SoMktFQ:Atv-Umd2yc0:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=Lv_-SoMktFQ:Atv-Umd2yc0:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=Lv_-SoMktFQ:Atv-Umd2yc0:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=Lv_-SoMktFQ:Atv-Umd2yc0:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/Lv_-SoMktFQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/03/13/it-started-with-an-idea/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/tokopedia-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/tokopedia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tokopedia</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/tokopedia-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/03/13/it-started-with-an-idea/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Di Mana Dan Mengapa Mereka Berkumpul?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/2dVovT-6i48/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/03/12/di-mana-dan-mengapa-mereka-berkumpul/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 11:19:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Community]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=4011</guid>
		<description><![CDATA[Inilah jawaban kenapa orang masih main di forum, atau bahkan channel-channel IRC tahun baheula.


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/09/opensource-jangan-sampai-kalah-perang-cuma-karena-gengsi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Opensource: Jangan Sampai Kalah Perang Cuma Karena Gengsi'>Opensource: Jangan Sampai Kalah Perang Cuma Karena Gengsi</a> <small>Opensource seringkali dianggap sebagai peluru perak dalam mengatasi semua masalah....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/12/going-with-the-flow/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Going with The Flow'>Going with The Flow</a> <small>Menciptakan buzz sendiri itu benar-benar susah. Apalagi jika kita bukan...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/16/your-crowd-sucks-mine-rocks/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Your Crowd Sucks, Mine Rocks'>Your Crowd Sucks, Mine Rocks</a> <small>Sebenarnya ada tidak sih crowd yang sucks atau nge-rock dibanding...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/markjsebastian/2462878457/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/markjsebastian/2462878457/?referer=');"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4017" title="Engagement" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/2462878457_0b6597d3ee-small.jpg" alt="" /></a></p>
<p>Sebenarnya ini adalah ujung dari rasa penasaran saya dengan Friendfeed. Dulunya Friendfeed adalah tempat nongkrong yang menarik, bahkan dibanding Twitter. Tapi kenapa hal ini berubah? Paling tidak bagi saya Friendfeed tidak lagi menjadi tempat nongkrong untuk: mencari berita terbaru, dan berdiskusi. Saya kembali ke Feedly untuk sumber berita, dan Twitter untuk diskusi dengan jaringan orang-orang.</p>
<h3>Di mana posisi rainmaker/social media whiz?</h3>
<p>Apakah Friendfeed tak lagi menarik gara-gara dibeli Facebook? Ataukah karena Scobleizer tak lagi aktif di sana? Well, Friendfeed masih tetep jadi hub buat Scoble. Sharing dari Google Reader masih masuk ke sana, dan barusan saya menemukan link menarik tentang Playstation 3: Playstation Move</p>
<p><object id="viddler" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="437" height="265" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="flashvars" value="fake=1" /><param name="src" value="http://www.viddler.com/simple_on_site/15e79e42" /><param name="name" value="viddler" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed id="viddler" type="application/x-shockwave-flash" width="437" height="265" src="http://www.viddler.com/simple_on_site/15e79e42" name="viddler" flashvars="fake=1" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always"></embed></object></p>
<p>Tapi tweet ajakan diskusi di Friendfeed tak pernah muncul lagi dari Scoble. Mungkin karena Friendfeed bukan lagi startup independen, Scoble tak rela keringatnya diambil jadi profit secara cuma-cuma oleh Facebook. Mungkin. Atau karena tidak comply dengan bisikan Rackspace. Mungkin.</p>
<p>What happen with formspring.me? Siapa yang masih di sana? Posisi rainmaker/whizzer sekedar menjadi pengenal dan pembawa pesan. Setelah itu semua diserahkan pada komunitas netizen yang terbentuk di tempat baru. Beberapa mungkin menemukan tempatnya, sementara yang lain akan pergi dengan segera. Seperti halnya orang-orang yang memilih tinggal di Bloglines, sementara yang lain telah pindah ke Google Reader atau tempat lain yang lebih &#8220;social&#8221;.</p>
<h3>Kenapa netizen berkumpul?</h3>
<p>Keberhasilan engagement atau interaksi adalah kuncinya. Kita bisa berkenalan dengan banyak layanan baru namun jika tidak mampu berinteraksi maka kita tidak akan tinggal lama di sana. Ketidakmampuan berinteraksi bisa disebabkan antara lain karena ketiadaan waktu dan ketidakcocokan manfaat.</p>
<p>Friendfeed is good, tapi saya tak punya banyak waktu untuk melihat stream realtime. Belum lagi saya juga masih ingin keep up dengan Twitter karena tidak semua source saya available di Friendfeed.</p>
<p>I like SocialMedian, namun SocialMedia terlalu lambat bagi saya. Berita-beritanya seringkali kalah cepat dari Google Reader karena harus berpropagasi lewat orang-orang. Dari Google Reader, kita bisa mendapat berita langsung dari sumbernya walau terkadang tersela dengan noise yang ditimbulkan sumber berita lain.</p>
<p>Saya berhasil engage dengan Google Reader lewat Feedly, namun saya gagal engage dengan SocialMedian, dan juga Facebook.</p>
<h3>Jadi di mana mereka berkumpul?</h3>
<p>Seperti yang saya sebut di atas, kuncinya adalah keberhasilan engagement (lebih cendeerung ke arah keterlibatan). Inilah jawaban kenapa orang masih main di forum, atau bahkan channel-channel IRC tahun baheula. Karena di tempat lain mereka susah atau tak berhasil berinteraksi. Atau tak mau mencoba karena tahu prosesnya panjang dan melelahkan.</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/09/opensource-jangan-sampai-kalah-perang-cuma-karena-gengsi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Opensource: Jangan Sampai Kalah Perang Cuma Karena Gengsi'>Opensource: Jangan Sampai Kalah Perang Cuma Karena Gengsi</a> <small>Opensource seringkali dianggap sebagai peluru perak dalam mengatasi semua masalah....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/12/going-with-the-flow/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Going with The Flow'>Going with The Flow</a> <small>Menciptakan buzz sendiri itu benar-benar susah. Apalagi jika kita bukan...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/16/your-crowd-sucks-mine-rocks/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Your Crowd Sucks, Mine Rocks'>Your Crowd Sucks, Mine Rocks</a> <small>Sebenarnya ada tidak sih crowd yang sucks atau nge-rock dibanding...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=2dVovT-6i48:XGBUwmKHaMY:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=2dVovT-6i48:XGBUwmKHaMY:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=2dVovT-6i48:XGBUwmKHaMY:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=2dVovT-6i48:XGBUwmKHaMY:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=2dVovT-6i48:XGBUwmKHaMY:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/2dVovT-6i48" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/03/12/di-mana-dan-mengapa-mereka-berkumpul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/2462878457_0b6597d3ee-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/2462878457_0b6597d3ee-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Engagement</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/2462878457_0b6597d3ee-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/03/12/di-mana-dan-mengapa-mereka-berkumpul/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>9 Cara UKM Melihat Social Media</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/iwCfjsfBNr8/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/03/10/9-cara-ukm-melihat-social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 04:11:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[StartUp]]></category>
		<category><![CDATA[Sales]]></category>
		<category><![CDATA[Small Business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=4004</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia masih dalam masa transisi dalam hal penggunaan internet, terutama untuk kepentingan bisnis. Salah satu tantangan terpenting adalah proses edukasi klien akan kegunaan dan manfaat internet. Berikut beberapa cara pandang mereka, yang patut Anda persiapkan dalam proses penawaran.


Tidak ada artikel terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/shoes.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4008" title="shoes" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/shoes.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Siapapun Anda, entah <em>freelancer</em> atau <em>start-up owners</em>, yang pernah menawarkan jasa atau layanan kepada barisan UKM, tentunya akan mengalami hal-hal yang sama. Yang intinya pebisnis UKM secara umum, terutama yang sudah mapan, menunjukan tanda-tanda kurangnya rasa tertarik, kepercayaan, pengertian, atau kepastian, bahwa UKM bisa mengambil keuntungan dengan memanfaatkan internet, atau khususnya <em>social media</em>.</p>
<p>Beberapa survey terakhir, meskipun dengan responden non-Indonesia, juga menunjukkan bahwa layanan seperti <a href="http://www.socialmediatoday.com/smc/178570" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.socialmediatoday.com/smc/178570?referer=');">Twitter tidak begitu bermanfaat untuk bisnisnya</a>.</p>
<p>Begitu juga dengan artikel terkahir di majalah <a href="http://www.infokomputer.com/infokomputer-maret-2010" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.infokomputer.com/infokomputer-maret-2010?referer=');">InfoKomputer</a>, tentang kiprah LewatMana dan Urbanesia, yang menunjukkan suatu persetujuan bahwa adanya tantangan besar untuk menawarkan layanan (web) kepada para UKM.</p>
<p>Dari beberapa pengalaman yang saya dapat di pasar, juga terdapat reaksi yang sama. Setelah dikumpulkan dan disaring, berikut adalah beberapa kesimpulan bagaimana UKM yang masih tradisional melihat peluang pemasaran lewat Internet, terutama dengan memanfaatkan <em><a href="http://www.navinot.com/tag/social-media/" target="_blank">social media</a></em>.<span id="more-4004"></span></p>
<h4><em>1. Age Barrier &#8211; Simply too old too understand</em></h4>
<p>Bagi pemilik bisnis yang sudah berumur dan sudah tidak lagi masuk dalam kategori pengguna internet, mereka cenderung tidak mengerti dan tidak mau tahu hal-hal baru berbau teknologi.</p>
<h4><em>2. Branding is Not a Strategy</em></h4>
<p>Dalam benak mereka, dan mungkin juga karena faktor pendidikan, branding bukanlah suatu strategi. Dalam dunia perdagangan, mereka selalu menganggap bahwa harga harus bersaing dan setelah itu layanan yang memuaskan. Bahkan beberapa berani menjawab, ketidakpedulian akan opini pelanggan, asal bisnis masih berjalan dan untung.</p>
<h4><em>3. It&#8217;s a Waste of Time</em></h4>
<p>Untuk belajar, atau bahkan memantau aktifitas di dunia maya, meskipun masih tentang bisnis mereka, yang dirasakan adalah membuang waktu. Waktu yang dialokasikan masih jauh berguna dengan mengangkat telpon dan menawarkan ke pelanggan-pelanggan yang sudah ada.</p>
<h4>4. Higher Learning Curves</h4>
<p>Walaupun sang pemilik sudah punya akun Facebook pribadi, bukan berarti sudah mahir dengan seluk-beluk Facebook. Untuk membuat halaman fan page di Facebook saja sudah kewalahan, dan berakhir dengan membuat akun Facebook pribadi untuk bisnisnya dengan setelan &#8220;private&#8221;. Masih mau lanjut dengan social media marketing? Hmm, I don&#8217;t think so!</p>
<h4><em>5. No Instant Results</em></h4>
<p>Sebagai pemilik bisnis, apalagi yang sudah mapan dengan omzet yang stabil, mereka enggan meninggalkan comfort zone mereka. Termasuk dengan metode atau trik marketing baru. Semua serba tradisional, entah lewat telpon, atau lewat koran bila mampu. Mereka menganggap bahwa social media marketing tidak ada hasilnya, atau setidaknya tidak bisa terasa langsung hasilnya.</p>
<h4><em>6. No Audience / Direct Traffic</em></h4>
<p>Beberapa juga berpikir bahwa pengguna internet Indonesia masih sedikit. Anggapan lain yang senada adalah kurangnya adopsi internet secara umum. Kedua alasan tersebut muncul karena kurangnya pengetahuan akan internet dan social media yang benar. Mereka cenderung mengikuti tren dengan membuat profil perusahaan, yang kebanyakan juga ala kadarnya dan tidak dipasarkan secara umum.</p>
<h4><em>7. Lack of Analytic</em></h4>
<p>Kurangnya alat ukur, atau kurangnya pengetahuan tentang cara penggunaan alat ukur, juga menjadi penyebab. Seorang pemilik bisnis tidak bisa merasakan berapa banyak pengunjung yang datang ke toko maya-nya, tanpa alat ukur. Apa itu visitor? Apa itu pageviews?</p>
<h4><em>8. No Online Marketing Know-How</em></h4>
<p>Kurangnya pengetahuan tentang online marketing semakin membangun anggapan bahwa internet marketing itu tidak berguna. Dari situs yang saya buat, tidak banyak pengunjung, padahal sang developer sudah menjanjikan trik SEO handal yang sang pemilik sendiri tidak mngerti itu apa.</p>
<h4>9. Lack of Social Proof</h4>
<p>Seorang salesman akan lebih kesusahan untuk menjual barang yang belum mempunyai social proof, atau pengakuan secara umum. Bila dilihat secara umum, sangat jarang adanya kisah sukses pebisnis maya, yang diulas secara eksklusif oleh media massa. Tentunya ada pekecualian bagi J*** S***** dan A*** A****. <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8212;</p>
<p>Yang jadi pertanyaan, apakah Anda bisa menjawab semua pertanyaan dan tantangan di atas, yang berkaitan dengan produk / layanan Anda dalam suatu <em>sales pitch</em>?! <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Apakah<em> sales team</em> Anda bisa menjawab semua itu?</p>


<p>Tidak ada artikel terkait.</p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=iwCfjsfBNr8:t6N9LLcJnHI:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=iwCfjsfBNr8:t6N9LLcJnHI:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=iwCfjsfBNr8:t6N9LLcJnHI:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=iwCfjsfBNr8:t6N9LLcJnHI:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=iwCfjsfBNr8:t6N9LLcJnHI:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/iwCfjsfBNr8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/03/10/9-cara-ukm-melihat-social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/shoes-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/shoes.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">shoes</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/shoes-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/03/10/9-cara-ukm-melihat-social-media/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Apa yang kita inginkan dari WebOS dan Webtop?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/JsikCBI45-I/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/03/09/apa-yang-kita-inginkan-dari-webos-dan-webtop/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 03:12:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Web OS]]></category>
		<category><![CDATA[Webtop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3993</guid>
		<description><![CDATA[
Kita mulai dulu dari definisi WebOS. Yang saya maksud dengan Web OS adalah produk-produk seperti ChromeOS, dan Jolicloud. EyeOS dan GHOST tidak termasuk dalam cakupan definisi ini karena dua yang terakhir ini lebih menurut saya lebih pas untuk masuk dalam kategori Web Desktop (Webtop).
Function over Fashion
Tak bisa kita pungkiri. Cloud adalah salah satu trend saat [...]


Tidak ada artikel terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/dannychoo/3522048404/" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/dannychoo/3522048404/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3998" title="Desktop" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/dannychoo.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Kita mulai dulu dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Web_operating_system" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Web_operating_system?referer=');">definisi</a> WebOS. Yang saya maksud dengan Web OS adalah produk-produk seperti ChromeOS, dan <a href="http://www.jolicloud.com/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.jolicloud.com/?referer=');">Jolicloud</a>. <a href="http://eyeos.com/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/eyeos.com/?referer=');">EyeOS</a> dan <a href="http://ghost.cc" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/ghost.cc?referer=');">GHOST</a> tidak termasuk dalam cakupan definisi ini karena dua yang terakhir ini lebih menurut saya lebih pas untuk masuk dalam kategori Web Desktop (Webtop).</p>
<h3>Function over Fashion</h3>
<p>Tak bisa kita pungkiri. Cloud adalah salah satu trend saat ini. Walau mungkin fasenya sudah masuk bagian graph laggard, ditandai dengan begitu menyatunya cloud dalam keseharian kita. Dengan semboyan sekedar berada di cloud, suatu produk web OS bisa dikatakan lebih condong ke arah fashion.  Being fashionable is cool, but what really counts in the end of the day is how much productivity we can achieve. Web OS tidak harus sekedar keren, bisa mengemulasi desktop dalam web namun berat dan ternyata fiturnya tak seberapa. Padahal kompleksitas aktivitas kita makin bertambah tiap harinya. Siapa yang tidak ingin bisa melakukan editing gambar langsung di dalam dashboard Wordpress?</p>
<p>Saya bukan fan Webtop karena mereka berusaha reinventing the wheel (jika kita lihat dari perspektif fungsi). Yang saya cari adalah bagaimana cara menggunakan aplikasi secara lebih efektif, dengan nilai tambah <em>cloud-enabled</em>. Memunculkan kembali taskbar, start button, aplikasi word processor baru dan lain-lain bukanlah yang saya cari.</p>
<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/ghost-cc.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3999" title="Ghost Cloud Computing" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/ghost-cc-300x161.png" alt="" width="300" height="161" /></a></p>
<h3>Less Distraction</h3>
<p>Siapa yang tidak senang dengan setting minimalis. Saat pertama kali mendapati komputer yang baru diinstall OS kita senang karena tampilannya baru, mengkilat dan banyak hal yang bisa dieksplorasi. Namun tak beberapa lama, kita akan segera menambahkan berbagai perkakas baru karena tidak semua hal yang hendak kita lakukan bisa difasilitasi oleh instalasi awal tersebut. Ujungnya kita akan berhadapan dengan sistem yang kian lambat dan menu yang begitu panjang dan susah di-browse. Di saat seperti itu kita kembali mendambakan instalasi dasar yang hanya berisi yang penting-penting saja.</p>
<p><em>Chrome browser hits the sweet spot here.</em> Chrome menyajikan browser dengan porsi terbesar pada tab, bahkan area caption window dan menu pun direduksi. Yang tersisa adalah tombol navigasi, bookmark dan kotak URL. Mereduksi menu menjadi dua tombol dan meletakkannya di luar pola F membuat user kian fokus pada halaman web yang sedang dimuat. Di bagian atas window hanya terdapat tab saja, pandangan mata tidak harus dibingungkan oleh hal lain. Kita tidak harus &#8216;ngoyo&#8217; menempatkan pandangan di antara kotak URL dan warna-warni halaman web. Lepas padangan ke atas, batasnya adalah tepian layar.</p>
<h3>New Paradigm, More Productivity</h3>
<p>Web OS sepertinya memang membawa paradigma baru dalam pemodelan dekstop. Desktop komputer yang selama ini kita kenal memang dibangun mirip dengan perilaku desktop sesungguhnya. Berkas bisa dipindahkan dengan drag and drog dan ditaruh di mana pun. Mudah memang namun hasilnya tak selalu baik. Seringkali kita kaget dengan desktop yang berantakan dan sama sekali tak pernah kita tengok. Hey, we only works with windows. Kapan terakhir kali Anda lihat wallpaper di desktop?</p>
<p>Seperti yang sempat saya singgung di atas, harusnya yang ditemukan adalah how to do things better. Lepaskan metafora desktop yang selama ini kita pakai. Ambil metafora baru yang disediakan oleh cloud: always on, available everywhere, anytime. Mungkin shell/desktop harus bisa dinamis menyesuaikan dengan aktivitas pengguna. <em>Expand the Photoshop into a fullblown desktop? </em></p>
<p><strong>Menurutmu, seperti apa Web OS atau Webtop yang ideal?</strong></p>


<p>Tidak ada artikel terkait.</p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=JsikCBI45-I:wNeqjBfMxnQ:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=JsikCBI45-I:wNeqjBfMxnQ:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=JsikCBI45-I:wNeqjBfMxnQ:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=JsikCBI45-I:wNeqjBfMxnQ:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=JsikCBI45-I:wNeqjBfMxnQ:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/JsikCBI45-I" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/03/09/apa-yang-kita-inginkan-dari-webos-dan-webtop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/dannychoo-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/dannychoo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Desktop</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/dannychoo-150x150.jpg" />
		</media:content>
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/ghost-cc.png" medium="image">
			<media:title type="html">Ghost Cloud Computing</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/ghost-cc-150x150.png" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/03/09/apa-yang-kita-inginkan-dari-webos-dan-webtop/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Smaller Version Of The Enterprise</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/2Gi--01gexQ/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/03/03/smaller-version-of-the-enterprise/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 08:55:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[StartUp]]></category>
		<category><![CDATA[enterprise]]></category>
		<category><![CDATA[search engine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3986</guid>
		<description><![CDATA[Ada celah yang masih bisa diisi oleh startup baru. Salah satunya adalah support services.


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2010/02/17/some-things-best-left-very-expensive/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Some Things Best Left Very Expensive'>Some Things Best Left Very Expensive</a> <small>Free applies to many things, but big customer can never...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/26/should-google-be-afraid-of-facebook/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Should Google be Afraid of Facebook?'>Should Google be Afraid of Facebook?</a> <small>Untuk posisi pertama di Internet, Google sudah mulai terhimpit oleh...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/kwl/3189693491/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/kwl/3189693491/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3988" title="Enterprise" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/3189693491_fa90d925b2-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Pekerjaan baru saya beberapa bulan ini lumayan menyenangkan. Saya lebih sering meninggalkan meja dan bertemu orang-orang baru yang selama ini belum pernah saya temui atau cuma saya dengar namanya saja. Saya berusaha merekam dan menganalisa apa sebenarnya yang terjadi di dunia enterprise dan di mana startup bisa mendapat celah untuk masuk.</p>
<h3>Redhat Business Now Makes Sense To Me</h3>
<p>Dulunya saya tak begitu paham bagaimana support bisa dijual. Secara teori, support memang bisa dijual karena tentunya pasti ada yang membutuhkan dukungan. Tapi seberapa banyak yang membutuhkan dan tipe support seperti apa yang bisa dikomersialkan? Semakin lama, saya makin merasakan bahwa dunia enterprise memang punya demand akan support services. Dunia enterprise yang kompleks seringkali tak punya waktu untuk kejutan. Support memastikan akan lebih sedikit kejutan yang terjadi dna kalaupun terjadi maka akan bisa segera diatasi.</p>
<p>Redhat tidak menjual RHEL, namun dukungan untuk update paket-paket baru demi alasan performa atau keamanan hanya tersedia dalam bentuk subscription. Selain langganan update, pemeliharan server juga dikomersialkan. Adalah menakjubkan untuk melihat bagaimana instan enterprise begitu memerlukan layanan seperti ini. Work like a pro, you&#8217;ll have your way to the enterprise world.</p>
<h3>So Many Things You Can Build</h3>
<p>Beberapa waktu lalu saya sempat menghadiri presentasi sebuah search engine appliance (platform search engine yang bisa dipasang di server sendiri). Tentu saja, karena ditawarkan untuk kelas enterprise, fiturnya sangat banyak dan cukup kompleks. Tapi yang menarik adalah konsep-nya tak jauh dari apa yang bisa Anda pelajari lewat Lucene. Synonim, facet, stopwords, you name it. Bedanya terletak di kesiapan deployment dan integrasi dengan konten instansi kita. Sebagai paltform besar, banyak gaya free-style yang bisa kita lakukan dengan produk tersebut. Infrastruktur dan rekomendasi arsitektur juga sudah termasuk dalam paket penawaran.</p>
<p>Saya takjub, kembali, karena sebenarnya kita juga bisa membuat sendiri produk serupa. Tentu saja dengan skala yang lebih kecil. Dengan berbagai macam produk open source yang ada, kita bisa meracik sendiri produk hebat versi kita. Kita juga bisa membuat search engine appliance sendiri.</p>
<h3>It Takes Time</h3>
<p>Produk search engine yang saya bicarakan di atas sudah punya track record 15 tahun. Saya tak menganjurkan Anda untuk langsung head-to-head. Pesannya adalah butuh waktu untuk sampai ke tahap itu. Appliance yang fungsional, walau agak minimal, bisa saja jadi dalam waktu satu minggu. Tapi untuk sampai pada tingkat keterujian yang sama, produk kita perlu menambah jam terbang terlebih dahulu.</p>
<p>Beberapa orang akan beringsut duluan setelah membayangkan jam terbang yang harus dikantongi. Namun beberapa dari Anda pasti ada yang menyongsong tantangan ini dengan passionate. Bagi Anda yang passionate dan sabar, inilah kesempatan Anda. Ada celah-celah yang bisa diisi dengan produk baru. Dan bagi Anda yang belum punya kesabaran, jadilah lebih lihai untuk bekerjasama dengan orang-orang yang lebih sabar.</p>
<p>The smaller enterprise itu ada pasarnya. Yakinlah seperti halnya Apple ketika meluncurkan iPad untuk mengisi ceruk di antara iPhone dan Macbook.</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2010/02/17/some-things-best-left-very-expensive/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Some Things Best Left Very Expensive'>Some Things Best Left Very Expensive</a> <small>Free applies to many things, but big customer can never...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/26/should-google-be-afraid-of-facebook/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Should Google be Afraid of Facebook?'>Should Google be Afraid of Facebook?</a> <small>Untuk posisi pertama di Internet, Google sudah mulai terhimpit oleh...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=2Gi--01gexQ:fSOy2KfsdOo:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=2Gi--01gexQ:fSOy2KfsdOo:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=2Gi--01gexQ:fSOy2KfsdOo:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=2Gi--01gexQ:fSOy2KfsdOo:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=2Gi--01gexQ:fSOy2KfsdOo:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/2Gi--01gexQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/03/03/smaller-version-of-the-enterprise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/3189693491_fa90d925b2-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/3189693491_fa90d925b2-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Enterprise</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/3189693491_fa90d925b2-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/03/03/smaller-version-of-the-enterprise/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>How Narrow is Narrow?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/_pNp_OH25Bw/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/03/02/how-narrow-is-narrow/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 03:38:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Segmentation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3971</guid>
		<description><![CDATA[Kita berusaha memilah topik dengan alasan target pasar yang lebih niche. Salah satu keuntungannya adalah pemasaran yang lebih terarah. Nah, seberapa kecil segmentasi yang harus kita lakukan? Sudah cukup sempit, atau terlampau sempit?


Tidak ada artikel terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/dream.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3983" title="dream" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/dream.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Berangkat dari fakta bahwa dalam persaingan kita tidak akan pernah menguasai pasar sepenuhnya (kecuali monopoli, yang sudah tidak ada lagi persaingan.), kita berusaha bergeliatan mengatasi keadaan. Dalam dunia internet, kita juga tidak bisa membuat suatu layanan yang memuaskan semua orang, dari berbagai kalangan dengan berbagai macam minat.</p>
<p>Oleh karena itu, salah satu cara adalah dengan mempersempit topik atau pasar, dengan kata lain melakukan segmentasi. Dari begitu banyak topik yang bisa dibahas dalam suatu surat kabar, kita mempersempit pilihan kita pada suatu topik, atau industri.</p>
<p>Dengan topik yang lebih sempit, kita mempunyai beberapa keuntungan. Satu di antaranya adalah kita bisa menarget komunitas niche. Dengan cara ini kita bisa menyesuaikan bahasa (marketing) kita dan menitik-beratkan pengeluaran biaya iklan.</p>
<p><span id="more-3971"></span></p>
<h3>Memilah Topik / Industri</h3>
<p>Misalkan saja kita memilih topik / industri otomotif. Dalam industri ini, masih banyak pasar-pasar yang lebih kecil, yang masih bisa disegmentasi. Misalnya kendaraan roda empat, dan kendaraan roda dua.</p>
<p>Kendaraan roda empat masih bisa dibagi lagi menjadi beberapa segmen, seperti <em>luxury cars</em>, <em>compact cars</em>, <em>family cars</em>, <em>SUV</em>, <em>Trucks</em>, <em>Pick-Ups</em>, atau<em> Classic cars</em>.</p>
<p>Begitu juga dengan kendaraan roda dua, juga mempunyai beberapa kelompok tersendiri. Misalnya, <em>scooter</em>, motor bebek, <em>roadster</em>, <em>motocross</em>, Harley-Davidson, moto gede, dan juga motor klasik.</p>
<h3>Segmentasi Berdasarkan Pemirsa</h3>
<p>Segmentasi di atas masih sebatas produk saja. Bagaimana dengan tipe pemilik kendaraan tersebut? Beberapa orang mungkin membaca majalah untuk melakukan riset pasar, sebelum memutuskan untuk membeli mobil yang mana.</p>
<p>Kelompok kedua adalah golongan montir akhir pekan, alias gemar utak-atik mesin.</p>
<p>Kelompok terkahir adalah kelompok maniak, alias tidak pernah kelewatan berita mobil terbaru, meskipun tidak selalu turun di bawah kap mesin. Berita apapun, mulai dari kendaraan terbaru sampai mobil-mobil yang masih dalam tahap konsep, diketahuinya dengan cermat.</p>
<h3>Sudut Pandang Pemasang Iklan</h3>
<p>Kita mulai memasuki sudut pandang pemasang iklan. Sebagai penyalur kendaraan mewah, mereka lebih memilih untuk tidak memasang iklan ke pembaca dengan kelas mobil ekonomi. Mereka merasa eksklusif dan berusaha membedakan diri dan menjauhi saturasi yang sifatnya membuat barang mereka menjadi kelas yang lebih umum.</p>
<p>Penjual aksesoris mobil yang import langsung dari Jepang, juga merasa bahwa majalah umum bukanlah target market mereka. Mereka lebih memilih ke kelompok yang lebih kecil, namun sudah pasti tahu modifikasi luar dalam.</p>
<p>&#8212;-</p>
<p>Saya yakin, dari produk atau layanan yang sedang Anda geluti, tentunya mempunyai masalah segmentasi yang serupa. Yang jadi pertanyaan adalah apakah kita cukup sempit? Atau bahkan terlalu sempit?</p>
<p>Hal kedua adalah bagaimana kita seharusnya melakukan pendekatan akan masalah segmentasi ini? Mulai dari produk yang kita buat? Dari sudut pandang pemasang iklan, atau prospek bisnis? Atau dari sisi jumlah permirsa yang ada?</p>
<p>&#8212;-</p>
<p>Satu hal yang saya catat, angka penetrasi pengguna internet di Indonesia hanya 13%. Dilihat dari jumlahnya, termasuk besar, namun <a href="http://www.navinot.com/2010/02/02/the-gaps-in-indonesian-internet/" target="_blank">tidak begitu rapat</a>. Nah, bila kita mempersempit diri kita, bukankah malah lebih susah dengan pasar yang kecil/jarang ini?</p>


<p>Tidak ada artikel terkait.</p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=_pNp_OH25Bw:gxp15P_d2Ww:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=_pNp_OH25Bw:gxp15P_d2Ww:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=_pNp_OH25Bw:gxp15P_d2Ww:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=_pNp_OH25Bw:gxp15P_d2Ww:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=_pNp_OH25Bw:gxp15P_d2Ww:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/_pNp_OH25Bw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/03/02/how-narrow-is-narrow/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/dream-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/dream.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dream</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/dream-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/03/02/how-narrow-is-narrow/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>You Don’t Want To Fight Piracy</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/h_wwzk-EHE4/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/03/01/you-don%e2%80%99t-want-to-fight-piracy/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 02:21:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[economy]]></category>
		<category><![CDATA[free]]></category>
		<category><![CDATA[Piracy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3973</guid>
		<description><![CDATA[Saya percaya Anda tak ingin berperang dengan pembajakan. Tidak dengan cara yang terpikir oleh Anda saat ini.


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/20/game-economy/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Game Economy'>Game Economy</a> <small>Dibandingkan dengan produk lain, game termasuk salah satu genre produk...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/30/macam-macam-bisnis-model-free/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Macam-Macam Bisnis Model Free'>Macam-Macam Bisnis Model Free</a> <small>Di kafe, jual murah makanannya, mahalkan minumannya. Di klub, gratiskan...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/13/the-rules-of-free/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The Rules of FREE'>The Rules of FREE</a> <small>Beberapa hari ini saya selalu berbicara tentang buku baru Chris...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://www.flickr.com/photos/andresrueda/3064596190/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/andresrueda/3064596190/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3980" title="Collection" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/3064596190_a38abe4da9-small1.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></div>
<p>Saya percaya Anda tak ingin berperang dengan pembajakan. Tidak dengan cara yang terpikir oleh Anda saat ini.</p>
<h3>Bits Tend to Be Free</h3>
<p>Ada kecenderungan bagi bit untuk tersebar sebagaimana informasi selalu ingin terdistribusi dari satu orang ke orang lain. Ada kecenderungan bagi semua hal berbau digital untuk berubah menjadi gratis. Pertambahan kekuatan prosesor dan harganya yang cenderung terbagi dua tiap 18 bulan menjadi bukti akan hal ini.</p>
<h3>You Don’t Want to Talk About Piracy in Developing Countries</h3>
<p>Tidak dengan tujuan yang Anda pikirkan saat ini. Membatasi akses konsumen pada hal-hal yang mereka butuhkan sama saja seperti menjual layanan berlangganan internet yang tak pernah bisa terbeli oleh khalayak ramai. Apa yang Anda rasakan ketika Anda mampu membeli komputer tercanggih dan termahal tapi tak pernah mampu mengakses Detik.com? I can hear you scream: internet should be cheap! Tapi tidak pernah ada yang aturan yang mengharuskan terjadi kondisi seperti itu bukan?</p>
<h3>Are We Not Being Evil?</h3>
<p>Kita berharap dan terkadang memaksa konsumen lewat iklan untuk membeli produk kita, namun kita tidak pernah memikirkan harga yang bisa mereka jangkau. Kita jengkel karena hanya konsumen segmen A dan B saja yang membeli produk kita, padahal konsumen kelas C jumlahnya jauh berlipat ganda. Sementara di lain pihak kita tak pernah mengkondisikan konsumen kelas C supaya dapat membeli barang kita. Mirip dengan kondisi marahnya kita saat konsumen lebih memilih produk dari Cina daripada produk nasional.</p>
<h3>Piracy Is A Tough Competitor</h3>
<p>Pembajakan punya sisi kuat dibidang distribusi. Di mana pun Anda berada, di mall, di pinggir jalan, di bawah jembatan, Anda bisa menjumpainya. Anda tak akan menjumpai toko kaset  dan CD di tempat-tempat tersebut.</p>
<p>Pembajak punya customer service yang bagus. Mencoba sebelum membeli bukan monopoli toko besar semata. Produk bisa dicoba di tempat dan jika ternyata rusak setelah dibawa ke rumah maka kita bisa menukarkannya dengan produk yang sama – tanpa biaya tambahan.</p>
<p>Pembajak tahu apa yang diinginkan konsumen. Bagi konsumen kadangkala kualitas bisa dinomorduakan karena mereka mengejar keterkinian. Barang terbaru selalu ada walau tidak dalam kondisi prima, sementara itu barang lama dengan kondisi bagus juga tetap tersedia. Bungkus plastik pun ternyata bisa efektif diterima karena mereka tahu konsumen berfokus pada konten. Detil lain tak begitu penting.</p>
<p>Finally, you just can’t beat the price. It’s either very cheap or even better, <a href="http://www.navinot.com/2009/07/13/the-rules-of-free/" target="_blank">FREE</a>.</p>
<h3>Don’t Be Stubborn and Stupid. Be Smart Like Apple</h3>
<p>Apple tahu bahwa harga satu album music itu mahal. Oleh karena itu iTunes store menciptakan ilusi murahnya membeli lagu single. Kita mungkin tidak sadar bahwa tagihan kita di akhir bulan melebihi tagihan seandainya kita hanya bisa membeli album. Ternyata ujung-ujungnya kita malah lebih murah hati dalam membelanjakan uang. Alih-alih rugi, iTunes store justru Berjaya. Jauh lebih sukses daripada toko CD pada umumnya.</p>
<h3>What Ifs</h3>
<p>Andaikan kita bisa menonton film baru gratis di bioskop sekali seminggu, apakah kita masih berpikir untuk membeli DVD film bajakan?</p>
<p>Jika setiap stasiun radio hanya memutar musik saja setiap saatnya, apakah kita masih berpikir untuk mendowload mp3?</p>
<p>Bagaimana jika pembajakan bisa dimanfaatkan daripada diperangi? Seperti yang bisa kita pelajari dari film Confucius: Selesaikanlah semuanya tanpa melakukan apapun</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/OE5QsT5tJWs&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xcfcfcf&amp;hl=en_US&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/OE5QsT5tJWs&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xcfcfcf&amp;hl=en_US&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/20/game-economy/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Game Economy'>Game Economy</a> <small>Dibandingkan dengan produk lain, game termasuk salah satu genre produk...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/30/macam-macam-bisnis-model-free/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Macam-Macam Bisnis Model Free'>Macam-Macam Bisnis Model Free</a> <small>Di kafe, jual murah makanannya, mahalkan minumannya. Di klub, gratiskan...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/13/the-rules-of-free/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The Rules of FREE'>The Rules of FREE</a> <small>Beberapa hari ini saya selalu berbicara tentang buku baru Chris...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=h_wwzk-EHE4:jeQWBQKGLJw:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=h_wwzk-EHE4:jeQWBQKGLJw:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=h_wwzk-EHE4:jeQWBQKGLJw:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=h_wwzk-EHE4:jeQWBQKGLJw:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=h_wwzk-EHE4:jeQWBQKGLJw:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/h_wwzk-EHE4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/03/01/you-don%e2%80%99t-want-to-fight-piracy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/3064596190_a38abe4da9-small1-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/3064596190_a38abe4da9-small1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Collection</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/03/3064596190_a38abe4da9-small1-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/03/01/you-don%e2%80%99t-want-to-fight-piracy/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>About Us: Building Trust</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/AhkOTT8ZLeM/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/02/24/about-us-building-trust/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 01:30:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[About Us]]></category>
		<category><![CDATA[Building Trust]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3954</guid>
		<description><![CDATA[Bila web hanya sekedar bacaan, banyak orang mengabaikan halaman kecil seperti "About Us". Namun dengan maraknya e-commerce yang melibatkan transaksi dan trust, maka "About Us" perlu ditengok ulang.


Tidak ada artikel terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/windmill.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3968" title="windmill" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/windmill.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Industri <a href="http://www.navinot.com/category/web-internet/" target="_blank">Internet</a> Indonesia mulai berkembang, dan pengguna kita mulai dewasa dengan beranjak ke macam penggunaan Internet yang lebih serius, seperti <a href="http://www.navinot.com/tag/e-commerce/" target="_blank">transaksi jual beli</a>, hal-hal yang melibatkan keamanan data, atau kepentingan <em>privacy</em>.</p>
<p>Dengan konsekuensi persaingan yang semakin sengit, sebagai penyedia layanan kita juga harus peka akan hal ini. Kadang kala kita lalai akan hal-hal sepele yang sangat membantu reputasi kita di dunia maya.</p>
<p>Salah satunya adalah halaman &#8220;<em>About</em>&#8221; atau &#8220;<em>Contact</em>&#8221; yang sangatlah umum di sebuah peta situs. Mengapa demikian penting?<span id="more-3954"></span></p>
<h4><em>Never Perfect Homepage</em></h4>
<p>Halaman &#8220;<em>Homepage</em>&#8221; selalu simpang siur dengan berbagai informasi yang berusaha informatif, sekaligus menarik. Bahkan ada agenda lain, seperti registrasi, menempati prioritas yang lebih tinggi. Sehingga halaman depan tidak cukup untuk menjelaskan identitas kita di dunia maya.</p>
<h4><em>Identity &amp; Trust</em></h4>
<p>Untuk mengetahui jati diri situs tersebut, umumnya pengguna mulai melirik ke halaman &#8220;<em>About</em>&#8221; atau &#8220;<em>Contact</em>&#8221; yang seharusnya lebih informatif. Halaman &#8220;<em>About</em>&#8221; tidaklah begitu penting, sampai kita mulai berurusan dengan transaksi yang melibatkan uang.</p>
<blockquote><p>Saya kirim uang ke siapa?</p></blockquote>
<p>Pertanyaan di atas cukup masuk akal ketika kita mulai bertransaksi. Kita berhak tahu siapa yang bertanggungjawab bila ada kesalahan dalam proses pembelian atau pengiriman.</p>
<h4><em>Build Expectation</em></h4>
<p>Halaman &#8220;<em>About</em>&#8221; juga membantu pengguna untuk memberi sedikit harapan tentang apa yang bisa dilakukan atau dinikmati di situs tersebut. Ini penting bagi situs aplikasi web yang cenderung untuk menyajikan suatu yang baru, yang biasanya tidak terpikirkan sebelumnya.</p>
<p>&#8212;-</p>
<p>Nah, dari sederetan masalah yang ada, bagaimana seharusnya membuat halaman &#8220;<em>About</em>&#8221; yang ideal?</p>
<h4><em>Start with Domain Name</em></h4>
<p>Dimulai dari domain name, yang merupakan identitas di dunia maya, perlu adanya keserasian antara nama dan isi dari situs. Nama domain yang aneh, misalnya &#8220;Area 51&#8243;,  dan sekaligus berusaha berjualan perlengkap bayi, tidak akan gampang menciptakan kesan pertama yang sukses.</p>
<h4><em>Short &amp; Simple</em></h4>
<p>Meskipun selalu dibilang penting, pengguna juga jarang mau membaca halaman &#8220;About&#8221; yang berbelit. Oleh karena itu sediakan juga versi &#8220;Twitter&#8221; atau &#8220;One-liner&#8221; yang cukup untuk memberikan gambaran tentang produk dan layanan situs tersebut.</p>
<h4><em>Who&#8217;s Responsible?</em></h4>
<p>Trust selalu berkaitan dengan sosok yang bertanggung jawab akan segala sesuatu yang mungkin terjadi. Anda bisa menyebutkan profil perusahaan atau perorangan, dengan kontak info yang lengkap. Nama seseorang mungkin lebih susah untuk dipercaya, bila dibanding nama sebuah perusahaan yang terdaftar.</p>
<h4><em>Physical Address</em></h4>
<p>Alamat fisik dari penyedia layanan juga merupakan informasi yang sangat membantu membangun kepercayaan. Selain bisa di-verifikasi, tidak bisa terlalu sering berpindah tempat, juga telah melewati persyaratan atau ketentuan hukum yang berlaku. Seperti persyaratan domisili sebuah P.T.</p>
<p>&#8212;-</p>
<p><strong>Nah, sudahkah Anda menyebutkan jati diri, serta maksud dan tujuan bisnis Anda? Apakah sudah cukup singkat?</strong></p>


<p>Tidak ada artikel terkait.</p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=AhkOTT8ZLeM:kAiUsBrjxPo:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=AhkOTT8ZLeM:kAiUsBrjxPo:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=AhkOTT8ZLeM:kAiUsBrjxPo:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=AhkOTT8ZLeM:kAiUsBrjxPo:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=AhkOTT8ZLeM:kAiUsBrjxPo:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/AhkOTT8ZLeM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/02/24/about-us-building-trust/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/windmill-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/windmill.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">windmill</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/windmill-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/02/24/about-us-building-trust/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Indonesia Fashion Market</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/-Q0x8Q8wwzQ/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/02/22/indonesia-fashion-market/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 01:20:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[e-commerce]]></category>
		<category><![CDATA[fashion]]></category>
		<category><![CDATA[wolipop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3952</guid>
		<description><![CDATA[Siapa saja yang bermain di pasar fashion (e-commerce) di Indonesia? Apa saja bentuknya?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/29/hiruk-pikuk-pasar-maya-indonesia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hiruk-Pikuk Pasar Maya Indonesia'>Hiruk-Pikuk Pasar Maya Indonesia</a> <small>Tidak heran bila dunia e-commerce Indonesia sangatlah menggiurkan. Selain belum...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/10/membuka-layanan-e-commerce/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Membuka Layanan e-Commerce'>Membuka Layanan e-Commerce</a> <small>Ternyata cara berjualan di internet itu ada berbagai macam model....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/04/reebonz-luxury-you-can-afford/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Reebonz: Luxury You Can Afford'>Reebonz: Luxury You Can Afford</a> <small>Jadi bagaimana Anda memasarkan layanan yang harusnya jadi private service....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/12/mengukur-potensi-kaspay/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengukur Potensi KasPay'>Mengukur Potensi KasPay</a> <small>KasPay dari Kaskus tampaknya sangat menjanjikan, mengingat potensi dari pengguna...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/09/when-the-giants-arrive/' rel='bookmark' title='Permanent Link: When The Giants Arrive'>When The Giants Arrive</a> <small>Hal yang berusaha dihindari oleh startup adalah head-to-head dengan pemain...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/itulu/3089771114/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/itulu/3089771114/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3961" title="Dolfie Fashion" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/3089771114_f79abe2420-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Saya akan mengulang kembali pernyataan ini. E-commerce memang sedang booming di Indonesia. Banyak pemain besar dan kecil dan belum termasuk lapak Facebook yang menjadi komponen ekosistem e-commerce Indonesia. Kalau kita melihat televisi dan portal berita, pemain-pemain ini jarang mendapatkan sorotan karena memang tak selalu melakukan langkah gebrakan. Tapi mereka ada dan berjalan diam-diam.</p>
<p>Berikut ini adalah beberapa bentuk pasar fashion di Indonesia yang didirikan oleh para pemain di atas</p>
<h3>Online Shop</h3>
<p>Beberapa memulai dari Facebook karena telah mempunyai modal jaringan teman yang sekaligus berperan menjadi calon konsumen. Album foto dijadikan etalase dan sekaligus forum untuk berinteraksi mengenai produk yang dijual. Ada juga yang punya modal lebih sehingga memilih untuk membuat situs khusus sebagai etalase.</p>
<p>Proses jual beli yang sebelumnya sudah diawalai dengan kegiatan pertemanan membuat transaksi relatif mudah terjadi. Trust yang menjadi salah satu kendala utama untuk transaksi e-commerce sudah tercicil lewat pertemanan. Yang sebelumnya hanya maya kini terasa lebih nyata karena kita percaya ada orang di belakang etalase, dan kita bisa tahu seluk beluknya lewat akun Facebook yang dimiliki.</p>
<h3>Exclusive/Private Sale</h3>
<p>Banyak juga yang menilai online shop yang terbuka itu kurang menarik karena harga murah kadang bukan segalanya. Beberapa orang yang percaya hal ini kemudian mengimplementasikan model eksklusif untuk menarik pembeli. Tentu saja supaya lebih memikat, produk fashion yang dijualpun dipilih yang sudah ternama.</p>
<p>Beberapa contohnya adalah <a href="http://www.navinot.com/2009/05/04/reebonz-luxury-you-can-afford/" target="_blank">Reebonz</a>, Haute Look, Vente Privee dan yang baru-baru ini muncul di indonesia: FashionPrivate (daftar di <a href="http://www.fashionprivate.com/inscricao.php?id_membro_proponente=189237" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.fashionprivate.com/inscricao.php?id_membro_proponente=189237&amp;referer=');">sini</a>). Situs-situs ini membuat pelanggan seolah menjadi anggota eksklusif dengan sistem keanggotaan yang (biasanya) invitation only. Dan dengan membatasi jumlah barang yang dijual, pembeli semakin menggila untuk mendapatkan produk yang ditawarkan. Emosi yang dieksploitasi masih sama: <em>kapan lagi bisa dapat diskon segini, barang terkenal pula?</em></p>
<p>Reebonz yang berbasis di Singapore tak banyak bergaung di Indonesia. Mempertimbangkan perilaku konsumen lokal yang diklaim punya perilaku berbeda dengan konsumen luar yang sudah fasih dengan e-commerce, apakah FashionPrivate bisa mendapat nasib berbeda? Mampukah diskon up-to 80% yang tercantum di press-release-nya menjadi kunci sukses?</p>
<h3>Mixed Model</h3>
<p>Yang masuk dalam kategori ini adalah <a href="http://wolipop.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/wolipop.com?referer=');">Wolipop</a>. Berasal dari Detik.com yang sudah masyur dengan revenue iklannya, Wolipop pun tak mengambil model online shop atau private club. Model yang diterapkan justru lebih ke arah portal fashion di mana pengunjung bisa memantau informasi tentang fashion luar negeri dan dalam negeri. Untuk bagian dalam negeri ada twist penghadiran ikon trendy masa kini: Farah Quinn. Dipadu dengan fitur mix and match untuk bermain bongkar pasang produk fashion, Wolipop telah membuat langkah yang tidak seperti Detik yang biasanya. Revenue diambil dari iklan dan bisa juga berasal dari rev share penjualan oleh partner penyedia produk fashion.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Mana menurutmu yang akan berhasil dan kenapa? Yang bagus sepertinya mengambil model Facebook tapi dalam skala besar. Namun itu berarti seseorang harus punya modal social network. Wolipop, dalam hal ini bisa dianggap smart karena bermodal dari apa yang telah berfungsi secara ekselen bagi mereka.</p>
<p>PS:</p>
<p>Lain cerita kalau di Jepang, fashion bukan monopoli manusia saja. Boneka juga punya industri fashion sendiri. Way more advanced than Barbies. Coba saja search (super) dolfie. Beware of NSFW content ya <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/29/hiruk-pikuk-pasar-maya-indonesia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hiruk-Pikuk Pasar Maya Indonesia'>Hiruk-Pikuk Pasar Maya Indonesia</a> <small>Tidak heran bila dunia e-commerce Indonesia sangatlah menggiurkan. Selain belum...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/10/membuka-layanan-e-commerce/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Membuka Layanan e-Commerce'>Membuka Layanan e-Commerce</a> <small>Ternyata cara berjualan di internet itu ada berbagai macam model....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/04/reebonz-luxury-you-can-afford/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Reebonz: Luxury You Can Afford'>Reebonz: Luxury You Can Afford</a> <small>Jadi bagaimana Anda memasarkan layanan yang harusnya jadi private service....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/12/mengukur-potensi-kaspay/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengukur Potensi KasPay'>Mengukur Potensi KasPay</a> <small>KasPay dari Kaskus tampaknya sangat menjanjikan, mengingat potensi dari pengguna...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/09/when-the-giants-arrive/' rel='bookmark' title='Permanent Link: When The Giants Arrive'>When The Giants Arrive</a> <small>Hal yang berusaha dihindari oleh startup adalah head-to-head dengan pemain...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=-Q0x8Q8wwzQ:yf7-paTMS44:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=-Q0x8Q8wwzQ:yf7-paTMS44:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=-Q0x8Q8wwzQ:yf7-paTMS44:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=-Q0x8Q8wwzQ:yf7-paTMS44:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=-Q0x8Q8wwzQ:yf7-paTMS44:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/-Q0x8Q8wwzQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/02/22/indonesia-fashion-market/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/3089771114_f79abe2420-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/3089771114_f79abe2420-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dolfie Fashion</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/3089771114_f79abe2420-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/02/22/indonesia-fashion-market/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Paid Social Influence Job</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/rOWrgXyMNyo/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/02/17/paid-social-influence-job/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 04:09:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[buzz]]></category>
		<category><![CDATA[Buzz marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Influence]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3936</guid>
		<description><![CDATA[Paid social influence sudah mulai merambah dunia internet. Tidak hanya sekedar paid article, namun juga paid tweets. Bagimana caranya agar kampanye yang melibatkan social influence jadi sukses?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/07/memelihara-gerakan-nasionalisme/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Memelihara &#8216;Gerakan Nasionalisme&#8217;'>Memelihara &#8216;Gerakan Nasionalisme&#8217;</a> <small>Gerakan #IndonesiaUnite di Twitter yang awalnya merupakan buzz besar, kini...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/hearnoevil.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3950" title="hearnoevil" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/hearnoevil.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Dengan semakin banyak pemegang merek berpartisipasi di <a href="http://www.navinot.com/tag/social-media/" target="_blank"><em>social media</em></a>, merupakan pertanda baik bagi para pengguna. Karena mereka adalah salah satu sumber pendapatan yang biasanya bersikulasi dalam sistem perekenomian internet, termasuk pemasukan bagi para <em>publisher</em>.</p>
<p>Maksud dan tujuan mereka juga bermacam-macam, beberapa hanya mempersiapkan diri agar profil perusahaannya siap tampil ketika dibutuhkan. Beberapa bahkan mau terjun lebih dalam memanfaatkan <em>social media</em> sepenuhnya, mulai dengan kampanye untuk <em>brand awareness</em>, melakukan percakapan di <a href="http://www.navinot.com/tag/twitter/" target="_blank">Twitter</a> atau <a href="http://www.navinot.com/tag/facebook/" target="_blank">Facebook</a>, dan beberapa bentuk kampanye lainnya.<span id="more-3936"></span></p>
<p>Satu hal yang lumayan sering muncul akhir-akhir ini adalah <em>paid social influence</em> &#8211; alias sosok pengguna <em>social media</em> yang berpengaruh, mempunyai banyak pengikut, dan cenderung sangat aktif di dunia maya.</p>
<p>Keberadaan seorang <em>influence</em> bukanlah hal yang baru, bahkan sudah ada istilah <em>spokes person</em> jauh sebelum adanya internet sebagai media. Perbedaannya adalah, di dunia maya segalanya serba paralel, banyak percakapan yang berlangsung bersamaan, tanpa jam tayang, dan mempunyai pemimpin kelompok tersendiri. Sehingga membuka kemungkinan bagi para <em>social influence</em> dalam skala yang lebih kecil. Bila seorang selebriti punya jutaan pengikut, maka untuk level selebriti internet cukup dengan ribuan pengikut saja.</p>
<p>Bagi para pemegang merek atau <em>agency</em> yang menangani kampanye online, <em>paid social influence</em> merupakan salah satu cara untuk menyebarkan <a href="http://www.navinot.com/tag/buzz/" target="_blank"><em>buzz</em></a> dengan cepat dan efektif. Saya rasa di dunia nyata, hal yang sama juga sudah terjadi dan berlangsung cukup lama.</p>
<p>Mengapa saya menulis artikel ini? Karena beberapa hari lalu ada sentilan dari seorang pengguna tentang suatu kampanye di Twitter. Intinya pengguna merasa risih karena sering mendengar <em>buzz</em> yang terlalu sering, dan mungkin saja itu bukan kampanye atau produk yang berkenan baginya.</p>
<p>Oleh karena itu, saya mencoba menganalisa mengapa hal semacam ini bisa terjadi, dan bagaimana pelaksanaan yang lebih baik.</p>
<h3><em>Authority Factor</em></h3>
<p>Status seorang influence dimulai dari nilai <em>authority</em>, atau besarnya pengaruh, yang dimiliki-nya. Hal ini juga termasuk besarnya jaringan sosial, banyaknya pengikut, serta berapa besar pengaruh yang dimilikinya. Dengan nilai <em>authority</em> yang semakin besar, maka fungsi <em>social influence</em> juga semakin efisien.</p>
<p>Contoh sederhana adalah bagaimana <a href="http://www.technorati.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.technorati.com?referer=');">Technorati</a> menyusun daftar blog yang berpengaruh.</p>
<h3><em>Social Groups</em></h3>
<p>Suatu komunitas terbentuk bila ada kesamaan minat di antara penggunanya. Tidak heran bila di internet banyak portal atau forum diskusi yang membahas satu macam topik saja. Selain topiknya diminati, orang yang terlibat juga cenderung memiliki kesamaan yang bisa berlanjut lebih jauh.</p>
<h3><em>One Strong Influence vs. Few Less-Stronger Ones</em></h3>
<p>Seorang <em>social influence</em> yang besar memang cenderung terkesan efektif. Namun biasanya pengikutnya juga semakin bervariasi, dalam arti tidak semirip atau sedekat dengan sosok pemimpinnya.</p>
<p>Lain halnya dengan beberapa <em>social influence</em> yang lebih kecil dan tersebar merata. Mereka merasa lebih sejajar, dan lebih nyaman untuk melakukan percakapan. Sehingga topik yang bahas juga lebih menghasilkan, termasuk kampanye Anda.</p>
<h3><em>Social Distance</em></h3>
<p>Hal inilah yang kiranya terjadi dari kejadian yang saya sebutkan di atas. Kampanye yang dilakukan cenderung menyewa beberapa <em>influence</em> yang jaraknya terlalu dekat. Sehingga pendengarnya mendapatkan <em>buzz</em> yang berulang-ulang dengan frekuensi yang lebih rapat. <em></em></p>
<p><em>One influence too close, and too many</em>. Masih ingat <em>Loe Lagi Loe Lagi (4L)</em>?</p>
<p>Sebaliknya, sebuah <em>buzz</em> harus melewati proses pengulangan agar mulai lengket di benak pendengar. Bila jarak antar <em>influence</em> terlalu jauh, maka hasilnya juga kurang bagus.</p>
<h3><em>The Message</em></h3>
<p>Pesan yang disampaikan juga banyak berperan dalam keberhasilan suatu kampanye. Pesan yang terdengar <em>garing</em> karena sang <em>influence</em> kurang berpengalaman, juga mempengaruhi proses tersebut. Lain halnya bila sang <em>influence</em> pandai merangkai kata, tidak sekedar <em>hard-selling</em>. Tapi lebih banyak berbagi akan pengalamannya, atau hal-hal lain yang kiranya masih terkait.</p>
<h3><em>Love The Product</em></h3>
<p>Seorang <em>influence</em> akan berfungsi lebih efisien bila pada dasarnya dia menyukai produk atau layanan yang ditawarkannya. Tidak akan ada traksi dalam penyampaian pesan, dan lebih enak diterima oleh pengikutnya.</p>
<p>&#8212;</p>
<p><em>Social influence</em> sudah banyak beredar, dan peranan mereka sangat dibutuhkan. Sebagai pengguna kita tidak akan bisa menghindari hal ini, namun sebagai penyelenggara setidaknya kita bisa melakukan eksekusi yang lebih baik, nyaman, dengan tingkat kesuksesan yang lebih tinggi.</p>
<p>Ada tambahan? Mungkin bagi yang berpengalaman jadi <em>social influence</em>.</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/07/memelihara-gerakan-nasionalisme/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Memelihara &#8216;Gerakan Nasionalisme&#8217;'>Memelihara &#8216;Gerakan Nasionalisme&#8217;</a> <small>Gerakan #IndonesiaUnite di Twitter yang awalnya merupakan buzz besar, kini...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=rOWrgXyMNyo:BY3eJ_tLMyE:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=rOWrgXyMNyo:BY3eJ_tLMyE:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=rOWrgXyMNyo:BY3eJ_tLMyE:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=rOWrgXyMNyo:BY3eJ_tLMyE:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=rOWrgXyMNyo:BY3eJ_tLMyE:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/rOWrgXyMNyo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/02/17/paid-social-influence-job/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/hearnoevil-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/hearnoevil.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hearnoevil</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/hearnoevil-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/02/17/paid-social-influence-job/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Some Things Best Left Very Expensive</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/iK8Sn9exF3o/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/02/17/some-things-best-left-very-expensive/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 02:08:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[StartUp]]></category>
		<category><![CDATA[Maslow]]></category>
		<category><![CDATA[Piramida Kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[search engine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3934</guid>
		<description><![CDATA[Free applies to many things, but big customer can never accept free. You can free the product but you always need to charge for the service or support. Yang benar-benar dicari sebenarnya sebuah pihak untuk disalahkan saat terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki. Kebanyakan dari kita tidak membuat sendiri semua yang kita perlukan karena kita tak punya cukup waktu dan ada hal lain yang lebih efektif untuk dikerjakan sendiri.


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/26/should-google-be-afraid-of-facebook/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Should Google be Afraid of Facebook?'>Should Google be Afraid of Facebook?</a> <small>Untuk posisi pertama di Internet, Google sudah mulai terhimpit oleh...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/41103773@N03/3829314547/" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/41103773_N03/3829314547/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3942" title="Pyramid" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/3829314547_4b6cbe6b8c-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Free applies to many things, but big customer can never accept free. You can free the product but you always need to charge for the service or support. Yang benar-benar dicari sebenarnya sebuah pihak untuk disalahkan saat terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki. Kebanyakan dari kita tidak membuat sendiri semua yang kita perlukan karena kita tak punya cukup waktu dan ada hal lain yang lebih efektif untuk dikerjakan sendiri.</p>
<p>Yang hendak saya bicarakan sebenarnya adalah produk  search engine. Setelah setahun lalu dicerahkan dengan <a href="http://www.lucidimagination.com/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.lucidimagination.com/?referer=');">SOLR</a>, beberapa waktu lalu saya bertemu dengan <a href="http://elasticsearch.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/elasticsearch.com?referer=');">ElasticSearch</a>. Dibandingkan dengan SOLR yang memerlukan konfigurasi eksplisit sebelum bisa berfungsi, ElasticSearch malah sudah siap langsung dipakai tanpa meributkan schema data. Proses tuning search result pun lebih dipermudah dengan penggunaan JSON untuk memodifikasi parameter scoring on the fly.</p>
<p>Tahap pertama dari mesin pencari adalah bisa memakan banyak data. Tak perlu menjadi terlalu pintar karena pintar bisa diemulasi dengan mengetahui banyak hal walaupun tidak bisa menyimpulkan apapun dengan data tersebut. Value search engine bisa diturunkan dari berapa banyak field yang diindeks. Tidak semua site bisa optimal diindeks dalam 3 jenis data saja: URL, judul halaman, deskripsi. Jika kita punya setidaknya leih dari 3 jenis data tersebut, ada kemungkinan kita sudah punya nilai unggul daripada Google. Tidak dalam skala global tentunya. Skala yang dipakai mungkin tumpukan data korporasi besar nasional, perpustakaan propinsi, perusahaan telco, atau departemen kependudukan.</p>
<p>Berapa harga yang harus dipasang? Produknya sendiri bisa didapatkan semua orang dengan gratis. Namun requirement gathering, penyusunan solusi, pengembangan, deployment dan setup infrastruktur tidak harus gratis. Belum lagi jika kita berbicara SLA yang ketat. See, you can make everything free (with the exception of service).</p>
<p>So, bagaimana cara kita memasarkan mesin pencari? Seperti biasa, kita harus menemukan pain point. Poin yang pasti adalah ketidaknyamanan atau ketakutan. Kenapa konsumen yang tak memiliki mesin pencari harus merasa tidak nyaman? Mudah. Bayangkan hidup Anda tanpa Google. Bayangkan Anda tidak bisa menemukan dokumen yang terletak di meja Anda sendiri karena tertutupi oleh banyak kertas yang mirip. Jika kita sendiri tidak tahu apa yang ada dalam meja kita, bagaimana kita bisa tenang? Anda, pasti butuh mesin pencari.</p>
<p>Poin kedua, something more than adequate. Taruhlah suatu institusi telah punya search engine yang bisa bekerja dengan lancar, apakah institusi tersebut akan memerlukan search engine yang kita tawarkan? Tentu saja iya. Selalu jawab dengan iya. Jika search engine yang dipunyainya sudah punya nilai nyata berarti search engine yang kita tawarkan akan bisa memberikan nilai jauh lebih baik. Pengaruhnya pada neraca laba rugi akan lebih terlihat. Kenapa kita bisa yakin kita mampu memberi lebih? Kebanyakan institusi seringkali merasa cukup dengan kemampuan FULLTEXT pada database relasional. Search engine tidak terbatas pada pencarian teks parsial, tapi juga synonym dan similar. Belum lagi relevansi dan scoring untuk menentukan item mana yang harus ditaruh paling depan dan belakang.</p>
<p>Poin ketiga, privilege. Untuk mendapatkan perasaan menjadi istimewa, biasanya customer mau membayar mahal. Kebutuhannya bukan lagi yang bisa dilihat dan diukur secara kuantitatif, namun lebih ke arah kepuasan emosional (atau branding). Untuk ukuran kepuasan yang sebenarnya susah diukur, kita bisa memasang harga yang juga susah diukur. Harga yang mahal tak akan pernah jadi masalah.</p>
<p>Tiga poin di atas juga bisa dijumpai dalam <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Maslow%27s_hierarchy_of_needs" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Maslow_27s_hierarchy_of_needs?referer=');">piramida kebutuhan</a> yang dibuat oleh Abraham Maslow. Tidak hanya dibatasi pada produk search engine, tingkatan kebutuhan tadi bisa diplikasikan untuk produk lain juga. yang terpenting kita harus tahu di mana calon pembeli kita tinggal dalam piramid tersebut. Setelah kita tahu, maka kita bisa memberikan tawaran dan harga yang tak bisa ditolak.</p>
<p>Silakan dicoba <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>PS:</p>
<p>Saya sebenarnya agak sebal karena belum melihat banyak yang menggarap pasar ini. Jika ada startup yang mulai membangun search engine, jangan lupa masukkan <a href="http://launchpad.navinot.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/launchpad.navinot.com?referer=');">Launchpad</a>. Saya akan beri endorsement + 1</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/26/should-google-be-afraid-of-facebook/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Should Google be Afraid of Facebook?'>Should Google be Afraid of Facebook?</a> <small>Untuk posisi pertama di Internet, Google sudah mulai terhimpit oleh...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=iK8Sn9exF3o:LypRdgW4WD0:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=iK8Sn9exF3o:LypRdgW4WD0:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=iK8Sn9exF3o:LypRdgW4WD0:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=iK8Sn9exF3o:LypRdgW4WD0:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=iK8Sn9exF3o:LypRdgW4WD0:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/iK8Sn9exF3o" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/02/17/some-things-best-left-very-expensive/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/3829314547_4b6cbe6b8c-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/3829314547_4b6cbe6b8c-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pyramid</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/3829314547_4b6cbe6b8c-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/02/17/some-things-best-left-very-expensive/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>#TolakRPMKonten</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/aHUwWAOyUAk/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/02/13/tolakrpmkonten/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 05:07:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[government]]></category>
		<category><![CDATA[humiliating]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[silly]]></category>
		<category><![CDATA[Your Rights Online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3926</guid>
		<description><![CDATA[This is an old song, sang by our govt to blatantly execute their power using the same reff: to protect the citizen. But that's not the story we hear and see on telly where crooks walked away from the law easily and the peasants were sentenced years in jail for simply being hungry.


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2010/02/02/the-gaps-in-indonesian-internet/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The Gaps in Indonesian Internet'>The Gaps in Indonesian Internet</a> <small>Dibilang besar, memang besar. Tapi masih banyak yang merasakan internet...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/marcveraart/3202857413/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/marcveraart/3202857413/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3929" title="monkey-scream" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/monkey-scream.png" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>This is an old song, sang by our govt to blatantly execute their power using the same chorus: to protect the citizen interest. But that&#8217;s not the story we hear and see on telly where crooks walked away from the law easily and the law-abiding-citizen were sentenced years in jail for simply being hungry.</p>
<p>Recently, Indonesia govt released a draft of rules (by Ministry of Communication and Information) related to content creation and distribution. Many feel it as a yet again a govt unreasonable fear of its citizen voice. Govt want to protect common interest by deciding what is correct and what is wrong of a content. A correct content is a content that gives benefit, so they said. Without saying whose benefit it is.</p>
<p>You can read the whole docs <a href="http://www.politikana.com/baca/2010/02/12/selamat-datang-lembaga-sensor-internet-indonesia.html" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.politikana.com/baca/2010/02/12/selamat-datang-lembaga-sensor-internet-indonesia.html?referer=');">here</a>. It&#8217;s in Indonesian at the moment. Hopefully someone will translate it to English very soon. Meanwhile I will try to highlight what should have been our concern.</p>
<blockquote><p>Organizer may not distribute, transmit, and / or make can access to Content that contains loads of action degrading conditions and physical abilities, intellectual, service, skills, and physical and non physical aspect of a party.</p></blockquote>
<p>If you were following Indonesia internet scene recently, I&#8217;m sure you are already familiar with Coin for Prita. Started from a complain on health service issue being posted in newspaper and forum, Prita was jailed. A consumer complaining about a service she received was sent to jail.</p>
<p>When organizer is not allowed to distribute or transmit content than contains degrading condition, intellectual, service, physical and no physical aspect of a party means citizen won&#8217;t be able to report the crippled transportation scenes, the slow and expensive internet or other public service issues.</p>
<p>The document is quite lengthy, but it boils down to two important issues:</p>
<ol>
<li>Govt will be able to punish the publisher</li>
<li>Govt can revoke publisher right of publishing</li>
</ol>
<p>Those doesn&#8217;t differ much from a decade ago scene when some mags were taken down for being vocal to the current govt.</p>
<p>You have a voice, and I urge you to cast that voice against this madness! #TolakRPMKonten</p>
<p>PS:</p>
<p>You can also read Onno W Purbo <a href="http://bit.ly/baDbm2" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/bit.ly/baDbm2?referer=');">response</a> on the subject</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2010/02/02/the-gaps-in-indonesian-internet/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The Gaps in Indonesian Internet'>The Gaps in Indonesian Internet</a> <small>Dibilang besar, memang besar. Tapi masih banyak yang merasakan internet...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=aHUwWAOyUAk:nC36gyMVKVg:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=aHUwWAOyUAk:nC36gyMVKVg:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=aHUwWAOyUAk:nC36gyMVKVg:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=aHUwWAOyUAk:nC36gyMVKVg:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=aHUwWAOyUAk:nC36gyMVKVg:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/aHUwWAOyUAk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/02/13/tolakrpmkonten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/monkey-scream-150x150.png" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/monkey-scream.png" medium="image">
			<media:title type="html">monkey-scream</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/monkey-scream-150x150.png" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/02/13/tolakrpmkonten/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Google Buzz: Apa Maknanya Bagi Google?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/oeahaor50Sg/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/02/12/google-buzz-apa-maknanya-bagi-google/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 03:52:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Google Buzz]]></category>
		<category><![CDATA[Social Intelligence]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3918</guid>
		<description><![CDATA[
Ah, sebenarnya saya sedang tidak ada topik menarik untuk diobrolin. Satu-satunya yang sedang hype adalah Google Buzz, mengalahkan dukungan XMPP di Facebook Chat. Saya yakin beberapa dari kita masih banyak yang garuk-garuk kepala mencoba mencari tahu apa sih sebenanrya Google Buzz itu. Apakah ada hubungannya dengan Google Wave yang telah kita lupakan? Mari berspekulasi liar [...]


Tidak ada artikel terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/helga/3671165128/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/helga/3671165128/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3921" title="Hey Google Wave, I Miss You" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/3671165128_1653dca3d0-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Ah, sebenarnya saya sedang tidak ada topik menarik untuk diobrolin. Satu-satunya yang sedang hype adalah Google Buzz, mengalahkan dukungan <a href="http://www.facebook.com/sitetour/chat.php" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.facebook.com/sitetour/chat.php?referer=');">XMPP di Facebook Chat</a>. Saya yakin beberapa dari kita masih banyak yang garuk-garuk kepala mencoba mencari tahu apa sih sebenanrya Google Buzz itu. Apakah ada hubungannya dengan Google Wave yang telah kita lupakan? Mari berspekulasi liar di sini</p>
<h3>Redefining Inbox</h3>
<p>Inbox menjadi salah satu tempat yang pasti kita kunjungi minimal sekali sehari. Setelah itu kita akan berpindah ke feed reader, dan situs-situs social network. Bagaimna kalau kita tak perlu melangkah keluar dari inbox? Semua updates bisa kita lihat dari inbox, sejauh satu klik saja. GMail kini menjadi one-stop shopping untuk mengupdate informasi dari berbagai sumber. Sebenarnya belum sepenuhnya menjadi one-stop shopping, namun arahan ini sepertinya tak jauh lagi di masa depan.</p>
<p>Google Buzz juga membungkus semuanya dalam e-mail. Mirip dengan kondisi di Unix yang menganggap semua hal adalah berkas. Bagaimana bekerja dengan e-mail? Sederhana saja: baca, jawab, forward atau abaikan. Tak perlu menarik, semuanya akan didorong ke inbox. Sit down and relax.</p>
<h3>Remember Wave?</h3>
<p>A product without users is a product without future. Wave bisa jadi salah satu produk terkeren dari Google (dengan perspektif di balik layar). Namun produk ini tidak akan bisa berevolusi menjadi produk yang benar-benar bermanfaat jika tidak bsia memahami pola pemanfaatan dari berbagai macam jenis pengguna. Wave terlalu kompleks bagi sebagian besar non-geek. Padahal salah satu konsep utilisasinya tak jauh berbeda dari update status di Facebook atau Twitter.</p>
<p>Google Buzz bisa jadi adalah teaser untuk menarik kembali para pengguna internet supaya mengetahui manfaat Wave. Dengan konsep yang disimplifikasi, Google Buzz menjadi tangga pertama menuju Google Wave. Atau, Google Buzz mungkin dibuat dengan protokol Google Wave tanpa mengimplementasikan beberapa fitur khas Google Wave seperti realtime editing.</p>
<h3>Social Failure</h3>
<p>Saya masih tak paham dengan algoritma Google dalam menentukan individu yang harus di-follow. Sejauh ini, auto-follow yang sudah diset Google beberapa waktu lalu di Google Reader sama sekali tidak relevan. Dan sayangnya, social graph ini dibawa juga ke Google Buzz. Alih-alih menambah value, Google Buzz justru memberikan pekerjaan baru untuk menyaring noise. Sepertinya bukan saya saja yang memiliki keluhan sama.</p>
<p>Karena Google adalah sebuah gudang resource yang technical dan academically savvy, Google kembali berkeinginan memecahkan masalah &#8217;social&#8217;. Google Buzz adalah iterasi ke sekian dari usaha Google untuk memahami misteri social graph dan social network. Namun sepertinya rumus Google masih bermasalah. Mungkin masih belum bisa menerjemahkan pola kelakuan dan berpikir manusia dalam model matematika yang representatif.</p>
<h3>What else?</h3>
<p>Bagaimana dengan user acquisition? Apakah Google Buzz sekedar taktik untuk menggaet pengguna masuk Google? Siapa yang belum memakai Google?</p>
<p>Atau Google Buzz ini soal data mining? Konten yang sebelumnya diciptakan di luar Google kini bisa masuk ke dalam gudang data Google dan bisa diasosiasikan dengan akun Google.</p>
<p>Apa teori Anda?</p>


<p>Tidak ada artikel terkait.</p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=oeahaor50Sg:OVzT8QuQ6c0:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=oeahaor50Sg:OVzT8QuQ6c0:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=oeahaor50Sg:OVzT8QuQ6c0:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=oeahaor50Sg:OVzT8QuQ6c0:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=oeahaor50Sg:OVzT8QuQ6c0:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/oeahaor50Sg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/02/12/google-buzz-apa-maknanya-bagi-google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/3671165128_1653dca3d0-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/3671165128_1653dca3d0-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hey Google Wave, I Miss You</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/3671165128_1653dca3d0-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/02/12/google-buzz-apa-maknanya-bagi-google/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>E-mail Perlu Lebih Sosial?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/xmXXBs7U6fY/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/02/10/e-mail-perlu-lebih-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 03:23:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[E-mail]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Gmail]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3906</guid>
		<description><![CDATA[Seberapa jauh faktor social bisa diintegrasikan ke dalam sebuah layanan e-mail. Belum terpikir jelas, namun Facebook dan Google sudah berseteru dengan layanan e-mail mereka. Apakah e-mail perlu lebih sosial?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/27/belajar-dari-e-mail/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Belajar dari E-mail'>Belajar dari E-mail</a> <small>E-mail is the first and largest social network, kata Jeremiah...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/26/should-google-be-afraid-of-facebook/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Should Google be Afraid of Facebook?'>Should Google be Afraid of Facebook?</a> <small>Untuk posisi pertama di Internet, Google sudah mulai terhimpit oleh...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/08/social-graph-the-true-power-of-facebook/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Social Graph: The True Power of Facebook'>Social Graph: The True Power of Facebook</a> <small>Dari begitu banyak pilihan untuk layanan single sign on, mengapa...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/03/yahoofacebook-googletwitter/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yahoo+Facebook, Google+Twitter'>Yahoo+Facebook, Google+Twitter</a> <small>Yahoo akan menambahkan Facebook Connect ke banyak, jika tak semua,...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/07/6-reasons-why-facebook-3-1-is-a-killer/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 6 Reasons Why Facebook 3.1 is a Killer!'>6 Reasons Why Facebook 3.1 is a Killer!</a> <small>Facebook dengan aplikasi iPhone terbaru berusaha memberi solusi tentang buku...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/stormtrooper.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3914" title="stormtrooper" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/stormtrooper.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Biasanya bila dua layanan internet saling bersaing, maka akan lahir suatu yang baru, inovatif, sekaligus bermanfaat bagi para penggunanya. Siapa yang sedang bersaing sekarang ini? Yang sedang paling ramai dibicarakan ada Facebook dan Google, demi posisi teratas di kategori &#8216;Dominasi Internet&#8217;.</p>
<p>Kita sudah <a href="http://www.navinot.com/2010/01/26/should-google-be-afraid-of-facebook/" target="_blank">pernah membahas perseteruan ini sebelumnya</a>, namun kini ada hal baru yang patut dibahas ulang, yang menyangkut layanan mereka, yaitu layanan e-mail. Menurut isu yang beredar, Facebook kini sedang mempersiapkan <a href="http://techcrunch.com/2010/02/05/facebooks-project-titan-a-full-featured-webmail-product/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/techcrunch.com/2010/02/05/facebooks-project-titan-a-full-featured-webmail-product/?referer=');">layanan webmail</a> yang berusaha lebih bagus dari Gmail milik Google.</p>
<p>Sebaliknya, Google dengan Gmail-nya juga tidak mau ketinggalan momentum. Satu hal yang Google tidak punya adalah unsur <a href="http://www.navinot.com/tag/social-network/" target="_blank"><em>social networking</em></a>, dan hal ini semakin terbukti dengan pengingkatan trafik yang tajam dari situs-situs jejaring sosial. Isu terakhir mengatakan bahwa Gmail tengah menambah <a href="http://mashable.com/2010/02/08/gmail-social/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/mashable.com/2010/02/08/gmail-social/?referer=');">fitur baru dengan unsur sosial</a> ke layanan Gmail yang sudah sangat bagus.</p>
<p>Kedua langkah ini mengarah pada hal yang sama, yaitu faktor sosial dalam sebuah layanan e-mail. Siapa yang akan menang yah?<span id="more-3906"></span></p>
<h3>E-mail Sudah Sosial</h3>
<p>Dari awalnya, sebuah layanan e-mail yang primitif sudah berfungsi sebagai alat komunikasi di dunia digital. Dengan e-mail kita bisa berkomunikasi secara perorangan ataupun dalam sebuah kelompok (<em>mailing list</em>). Meskipun tidak sesempurna suatu jejaring sosial, namun hal ini sudah berjalan.</p>
<h3><em>Entry-Barrier</em></h3>
<p>E-mail pertamaku adalah Hotmail, yang selanjutnya dikombinasi dengan Outlook Express. Pada saat itu, rasanya sudah pas banget dan tidak ada pikiran untuk berpindah layanan. Sampai pada suatu saat ada layanan baru bernama Gmail, yang notabene tidak ada batasan tempat penyimpanan. Lumayan menggiurkan bila dibandingkan Hotmail atau Yahoo yang menuntut biaya tahunan untuk tempat penyimpanan ekstra.</p>
<p>Untuk berpindah layanan, perlu suatu faktor pendorong yang kuat. Gmail memanfaatkan momentum ketika harga hard disk sudah mulai terjangkau, dan ditambah fitur-fitur lain yang membuat penggunaan e-mail jadi lebih nyaman. <em>Welcome to Gmail then!</em></p>
<h3><em>Online ID</em></h3>
<p>Sebelum proses registrasi, atau apapun aktifitas kita di dunia maya, kita harus punya e-mail sebagai identitas pertama. Sehingga semua akun digital kita mengarah ke satu identitas, yaitu e-mail tersebut.</p>
<p>Nah, sudah merasakan betapa susahnya berganti identitas? Walaupun diperbolehkan, kita harus masuk ke masing-masing layanan untuk mengganti alamat e-mail terbaru, serta melakukan konfirmasi ulang. Ribet! Jadinya faktor entry barrier di atas jadi semakin kuat.</p>
<h3><em>Entertainment vs. Business</em></h3>
<p>Meskipun tidak terbukti secara statistik, banyak pengguna menganggap Facebook lebih sekedar hiburan. Bahkan beberapa pengguna sudah mulai bosan. Sedangkan Google lebih merupakan layanan serius, penuh produktifitas dan layanan yang mendasar. Tidak mungkin sebuah perusahaan memblokir layanan Google di kantornya, sedangkan Facebook sudah banyak diblokir karena alasan produktifitas karyawan yang menurun.</p>
<p>&#8212;-</p>
<p>Karena kedua belah pihak masih belum meluncurkan layanannya masing-masing, tidak ada salahnya kita sedikit berimajinasi dan berspekulasi, apa kiranya social e-mail itu?</p>
<h3><em><strong>Relationship Filtering</strong></em></h3>
<p>Karena Facebook lebih banyak informasi yang tidak penting, maka kita bisa melakukan filtering berdasarkan social relationship kita. Misalnya, teman dekat, teman lama, teman SMA, rekan kerja, ataupun prospek bisnis. Setelah dipilah, kita bisa memilih bagaimana cara penyampaian pesan, seperti khusus beri nada peringatan bila ada e-mail baru dari prospek bisnis. Cha Ching!</p>
<h3><em>More Status Update</em></h3>
<p>Google sedang berencana untuk mengusung &#8220;status update&#8221; ala Twitter dan Facebook di samping Gmail. Walaupun bukan sebagai layanan atau fitur utama, nampaknya fitur ini akan lebih merepotkan dari pada membantu. Saya rasa layanan <em>social dashboard</em> bukanlah suatu yang bisa disandingkan dengan sebuah layanan e-mail.</p>
<h3><em>Group Conversation Centric</em></h3>
<p>Satu perubahan besar tentang tampilan e-mail dan fitur <em>messaging</em> Facebook, adalah <em>threaded conversation</em>. Di mana pesan ditampilkan secara kronologi menurut topiknya. Beda dengan layanan e-mail versi sebelumnya, yang lebih terurai satu per satu.</p>
<p>Perubahan lanjut yang bisa diharapkan adalah percakapan antar beberapa pengguna, yang lebih bermanfaat untuk suatu diskusi menurut suatu topik. Bila kita perhatikan, &#8216;<em>reply all</em>&#8216; kadang membuat percakapan jadi tumpang tindih tanpa mengetahui mana yang patut diambil sebagai kesimpulan, sebelum membaca ulang semua percakapan tersebut.</p>
<p>&#8212;</p>
<h3><em>For Facebook</em></h3>
<p>Untuk Facebook, layanan e-mail bisa menjadi sesuatu yang memperkuat posisi mereka di antara penggunanya. Namun karena <em>entry barrier</em> yang relatif tinggi, Facebook harus menyodorkan sebuah &#8220;<em>breakthrough</em>&#8221; dalam sebuah layanan e-mail. So far, imajinasi saya masih berkesimpulan &#8220;susah&#8221;.</p>
<h3><em>For Google</em></h3>
<p>Faktor sosial merupakan satu-satunya hal yang tidak dipunyai Google. Dengan begitu banyak pengguna, Google masih belum bisa saling menghubungkan penggunanya untuk membentuk suatu <em>social graph</em> yang berarti.Dengan melangkah ke arah sosial, Google sudah melakukan hal yang benar, namun yang patut dipertanyakan, <em>social e-mail</em> ini akan membawa Google berapa langkah ke depan.</p>
<h3><em>Benefit for Users</em></h3>
<p>Apapun tawaran dari kedua belah pihak, akan ditentukan oleh pengguna. Pengguna Facebook tentunya sudah punya e-mail semua, beberapa di antaranya masih belum menemukan layanan Gmail. Dengan adanya <em>entry barrier</em>, maka kedua belah pihak harus benar-benar bagus untuk memperebutkan hati penggunanya.</p>
<p>&#8212;</p>
<p><em><strong>What other social features that you can add to an e-mail service?</strong></em></p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/27/belajar-dari-e-mail/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Belajar dari E-mail'>Belajar dari E-mail</a> <small>E-mail is the first and largest social network, kata Jeremiah...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/26/should-google-be-afraid-of-facebook/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Should Google be Afraid of Facebook?'>Should Google be Afraid of Facebook?</a> <small>Untuk posisi pertama di Internet, Google sudah mulai terhimpit oleh...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/08/social-graph-the-true-power-of-facebook/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Social Graph: The True Power of Facebook'>Social Graph: The True Power of Facebook</a> <small>Dari begitu banyak pilihan untuk layanan single sign on, mengapa...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/03/yahoofacebook-googletwitter/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yahoo+Facebook, Google+Twitter'>Yahoo+Facebook, Google+Twitter</a> <small>Yahoo akan menambahkan Facebook Connect ke banyak, jika tak semua,...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/07/6-reasons-why-facebook-3-1-is-a-killer/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 6 Reasons Why Facebook 3.1 is a Killer!'>6 Reasons Why Facebook 3.1 is a Killer!</a> <small>Facebook dengan aplikasi iPhone terbaru berusaha memberi solusi tentang buku...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=xmXXBs7U6fY:T9ERQI3jtLA:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=xmXXBs7U6fY:T9ERQI3jtLA:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=xmXXBs7U6fY:T9ERQI3jtLA:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=xmXXBs7U6fY:T9ERQI3jtLA:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=xmXXBs7U6fY:T9ERQI3jtLA:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/xmXXBs7U6fY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/02/10/e-mail-perlu-lebih-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/stormtrooper-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/stormtrooper.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">stormtrooper</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/stormtrooper-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/02/10/e-mail-perlu-lebih-sosial/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>There’s No Appstore For That</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/UcXYK6kXbp8/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/02/08/theres-no-appstore-for-that/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 07:26:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[apple]]></category>
		<category><![CDATA[appstore]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3897</guid>
		<description><![CDATA[Dimulai dengan Apple dengan toko musiknya. Kemudian berkembang dengan penyediaan aplikasi untuk iPhone dan iPod. Langkah ini ditiru oleh banyak produsen lain termasuk Nokia, Blackberry, Android dan bahkan platform untuk Twitter (OneForty). Ada apa gerangan?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/05/nokia-vs-blackberry/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nokia vs Blackberry'>Nokia vs Blackberry</a> <small>Blackberry sebelumnya hanya dikenal sebagai gadget eksklusif milik para eksekutif....</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/joeshlabotnik/305410323/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/joeshlabotnik/305410323/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3900" title="Lego People" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/305410323_effd579e8f-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Dimulai dengan Apple dengan toko musiknya. Kemudian berkembang dengan penyediaan aplikasi untuk iPhone dan iPod. Langkah ini ditiru oleh banyak produsen lain termasuk Nokia, Blackberry, Android dan bahkan platform untuk Twitter (OneForty). Ada apa gerangan?</p>
<h3>The Missing Link</h3>
<p>Fungsi Appstore sebenarnya menjadi komponen yang mengeliminasi keberadaan missing link. Jika kita berkaca pada Apple, Apple punya suatu ekosistem terpadu dari hulu ke hilir yang menjadikan pengalaman memakai produk benar-benar maksimal. Tak lagi kita disulitkan dengan membolak-balik halaman Google untuk mencari aplikasi yang mampu memenuhi kebutuhan kita. Semua bisa diakses di satu tempat dan dipastikan telah lulus standar kualitas tertentu. Bagi konsumen berarti ada keuntungan dalam bentuk kemudahan discovery dan trust. Belum lagi harganya yang sangat miring. It&#8217;s a complete circle, for the consumer.</p>
<h3>Emerging Market</h3>
<p>Dengan tren paket murah untuk mengakses Facebook dan Twitter, hape QWERTY mulai memperluas dan mendominasi pasar. Spesifikasi kemampuan hardwarenya pun tak begitu berbeda satu sama lain dan mungkin bisa dianggap standar. Kamera, MIDP, dan 3G/EDGE ada di semua hardware baru ini. Ya, jelas sudah kesamaan ini sebenarnya telah membentuk pasar baru. Tidak hanya dari sisi hardware, kultur konsumennya pun sudah tidak terlalu gagap dengan dunia online. Kenapa belum ada Appstore untuk pasar ini?</p>
<h3>Barrier of Entry</h3>
<p>Salah satu yang menjadi penyebab tidak adanya appstore untuk kondisi di atas adalah karena tidak ada seorang pun yang memiliki kontrol atas keberagaman brand hardware. Tentunya berbeda dengan Apple, Nokia dan Blackberry yang menjadi pemilik hardware sekaligus Appstore. Ketiadaan single control ini menimbulkan kesulitan untuk masuk dalam ekosistem. Seorang inisiator Appstore harus menggandeng sejumlah banyak vendor untuk memasukkan platformnya ke dalam masing-masing hardware. Biayanya akan jauh meroket dibandingkan dengan setup Appstore untuk satu brand saja.</p>
<h3>We Own It</h3>
<p>Karena tidak ada satu entiti yang memiliki kewenangan penuh atas pasar di atas, berarti kita semua berpeluang memilikinya. Mirip kasusnya dengan OneForty yang tidak dimiliki oleh Twitter. Appstore ini hanya bergantung pada platform Twitter yang terbuka. Memang tidak ada benefit mendapatkan dukungan dari pemilik platform, namun ini juga berarti kebebasan yang lebih bagi pemilik Appstore.</p>
<p>Mudah-mudahan saja ada big guy yang melihat kesempatan ini dan kemudian menginisiasi Appstore untuk lintas brand. Efeknya tentu akan positif bagi pemain lokal. Ibaratnya lapangan pekerjaan baru. <strong>What do you think?</strong></p>
<p>PS:</p>
<p>Sebenarnya saya masih kurang paham dengan konsep OneForty. Menurut saya, yang lebih bisa laku itu Appstore untuk Tweetdeck dan Seesmic berupa plugin/addon yang akan meng-enhance fungsionalitas. Atau mungkin Appstore untuk browser seperti AMO (Addon.Mozilla.Org) yang sayangnya tak memunculkan potensi komersial.</p>
<p>Photo by <a href="http://www.flickr.com/photos/joeshlabotnik/305410323/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/joeshlabotnik/305410323/?referer=');">Joe Shlabotnik</a></p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/05/nokia-vs-blackberry/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nokia vs Blackberry'>Nokia vs Blackberry</a> <small>Blackberry sebelumnya hanya dikenal sebagai gadget eksklusif milik para eksekutif....</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=UcXYK6kXbp8:ONCzHfUGAWY:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=UcXYK6kXbp8:ONCzHfUGAWY:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=UcXYK6kXbp8:ONCzHfUGAWY:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=UcXYK6kXbp8:ONCzHfUGAWY:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=UcXYK6kXbp8:ONCzHfUGAWY:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/UcXYK6kXbp8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/02/08/theres-no-appstore-for-that/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/305410323_effd579e8f-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/305410323_effd579e8f-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lego Store</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/305410323_effd579e8f-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/02/08/theres-no-appstore-for-that/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tahun E-Commerce Juga?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/aQcR5Z4TGJc/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/02/05/tahun-e-commerce-juga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 07:23:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[StartUp]]></category>
		<category><![CDATA[e-commerce]]></category>
		<category><![CDATA[Payment Gateway]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3883</guid>
		<description><![CDATA[Munculnya pemain dari Telco seperti jadi blessing buat kita semua. Secara finansial, Telco pastinya lebih punya kemampuan untuk membuat payment gateway.


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/23/juale-solusi-e-commerce-dari-virtual/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Juale: Solusi E-Commerce dari Virtual'>Juale: Solusi E-Commerce dari Virtual</a> <small>Dengan semakin maraknya e-commerce di Indonesia, Virtual Consulting tidak mau...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/10/membuka-layanan-e-commerce/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Membuka Layanan e-Commerce'>Membuka Layanan e-Commerce</a> <small>Ternyata cara berjualan di internet itu ada berbagai macam model....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/20/realita-banking-dan-payment-gateway/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Realita Banking dan Payment Gateway'>Realita Banking dan Payment Gateway</a> <small>Online payment gateway memang ditunggu, tapi sebelum anda bergembira, coba...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/05/bhinneka-klikbca-di-balik-layar/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bhinneka &#038; KlikBCA: Di Balik Layar'>Bhinneka &#038; KlikBCA: Di Balik Layar</a> <small>Satu lagi inisiatif Bhinneka untuk menjadi pelopor dalam e-commerce Indonesia....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/04/do-we-really-want-micropayment/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Do We Really Want Micropayment?'>Do We Really Want Micropayment?</a> <small>Tak semua barang dan jasa patut dibandrol dengan harga mahal....</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/pagedooley/2070566107/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/pagedooley/2070566107/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3889" title="Rainbow" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/2070566107_5fd94a4ce4-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Topik payment gateway di <a href="http://freshyourmind.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/freshyourmind.com?referer=');">FreSh</a> semalam di <a href="http://www.digitalstudio.co.id/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.digitalstudio.co.id/?referer=');">IDS</a> benar-benar menggugah. Membuka mata bahwa ada sekian banyak payment gateway yang tersedia dan siap dipakai oleh siapa saja, termasuk startup.</p>
<h3>Telco Is In The Haus</h3>
<p>Dari sekian banyak payment gateway, sebagian besar diinisiasi oleh Telco. Make sense karena berurusan dengan Bank bukan perkara mudah. Anda harus unjuk gigi supaya bisa punya bargaining power. Plus kita harus punya cukup resource untuk mengurusi perkara legal, pe rsyaratan integrasi dan juga urusan teknis. Untuk ukuran startup yang masih bermasalah dalam hal finansial hal ini susah untuk dipenuhi.</p>
<p>Munculnya pemain dari Telco seperti jadi blessing buat kita semua. Secara finansial, Telco pastinya lebih punya kemampuan untuk membuat payment gateway. Begitu juga untuk urusan bargaining power. Bank yang mungkin sebelumnya masih agak ogah-ogahan untuk terjun ke dalam urusan  payment gateway akan termotivasi. Dan dengan adanya kasus yang riil, policy dari BI juga akan turut terevisi. Yang belum terakomodasi akan segera dibuat dan yang belum bulletproof akan disempurnakan.</p>
<h3>It&#8217;s All About Wallet, and Phone Number</h3>
<p>Pulsa memang tidak diperbolehkan untuk dipakai sebagai alat jual beli, kecuali untuk layanan lain dalam satu kerangka besar produk. Oleh karena itu model e-wallet menjadi pilihan penyelenggara payment-gateway ini. Pengguna diwajibkan mengisi e-wallet-nya dengan transfer antar rekening atau cara lain. Satu di antara beberapa penyelenggara payment gateway ini ada yang memakai sejenis virtual account sehingga sewaktu mendaftar kita akan memperoleh nomer yang bisa kita jadikan rekening tujuan transfer di bank.</p>
<p>Sementara itu, cara transaksinya hampir seragam. Nomer hape dijadikan nomer &#8216;rekening&#8217; sekaligus juga sarana klarifikasi transaksi. Apa bedanya dengan mobile banking? Bedanya adalah kita bertransaksi dengan merchant langsung, bukan transfer antar rekening. Dan levelnya juga bisa mikro. Transaksi terkecil dibatasi oleh ongkos pengiriman notifikasi. Ini adalah variasi dari satu product payment gateway.</p>
<h3>Who Can Use It?</h3>
<p>CMIIW, berbagai model payment-gateway ini tidak ada yang mirip Paypal. Terutama yang memudahkan siapa saja untuk mendaftar dan melakukan transaksi antar pengguna. Sejauh yang bisa saya tangkap, payment gateway ini hanya menfasilitasi Business to Consumer. Jadi Anda tidak bisa memakainya untuk membayar ongkos desainer  memperbaiki CSS atau membuat logo. Dan Anda kemungkinan besar juga tidak bisa mencairkan kembali dana dari e-wallet Anda. Beberapa kekurangan ini kemungkinan besar muncul dalam rangka mengakomodasi tuntutan keamanan dan kemudahan pemrosesan.</p>
<p>Dari segi merchant juga tak banyak berbeda. Tanpa nama yang agak besar rasanya akan sulit untuk mendatangi salah satu penyedia kemudian meminta integrasi dengan payment gateway. Ini salah satu kelemahannya.Tiap registrasi masih memerlukan campur tangan yang cukup banyak dari pihak penyedia payment gateway. Prosesnya tidak bisa instan dan terotomatisasi. Lagi-lagi isu keamanan transaksi yang jadi pikiran utama.</p>
<h3>In the end of this tunnel, a beautiful rainbow awaits us</h3>
<p>Semoga saja isu-isu ini hanya bersifat sementara. Seiring dengan waktu, implementasi dan infrastruktur payment gateway akan menjadi semakin baik. Pihak bank selaku institusi keuangan, pihak pemerintah selaku regulator dan juga kultur konsumen akan semakin siap. The good news is that we don&#8217;t need to spend much. The big guys akan saling menekan dan mendorong terwujudnya ekosistem e-commerce. Modal konsumen hanya say yes pada e-commerce dan payment gateway, serta membentuk opini publik. Pihak merchant juga tak peru bersusah payah. The big guys will come after you. Mereka akan mengetuk pintu dan mempersilahkan Anda untuk bergabung. Di sinilah peran merchant untuk bersuara dan turut mendorong ekosistem e-commerce yang lebih kondusif dan implementasi payment gateway yang applicable.</p>
<p><strong>So, tahun ini juga bakal jadi tahun e-commerce Indonesia?</strong></p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/23/juale-solusi-e-commerce-dari-virtual/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Juale: Solusi E-Commerce dari Virtual'>Juale: Solusi E-Commerce dari Virtual</a> <small>Dengan semakin maraknya e-commerce di Indonesia, Virtual Consulting tidak mau...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/10/membuka-layanan-e-commerce/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Membuka Layanan e-Commerce'>Membuka Layanan e-Commerce</a> <small>Ternyata cara berjualan di internet itu ada berbagai macam model....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/20/realita-banking-dan-payment-gateway/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Realita Banking dan Payment Gateway'>Realita Banking dan Payment Gateway</a> <small>Online payment gateway memang ditunggu, tapi sebelum anda bergembira, coba...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/05/bhinneka-klikbca-di-balik-layar/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bhinneka &#038; KlikBCA: Di Balik Layar'>Bhinneka &#038; KlikBCA: Di Balik Layar</a> <small>Satu lagi inisiatif Bhinneka untuk menjadi pelopor dalam e-commerce Indonesia....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/04/do-we-really-want-micropayment/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Do We Really Want Micropayment?'>Do We Really Want Micropayment?</a> <small>Tak semua barang dan jasa patut dibandrol dengan harga mahal....</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=aQcR5Z4TGJc:f0Em-h_KIbQ:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=aQcR5Z4TGJc:f0Em-h_KIbQ:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=aQcR5Z4TGJc:f0Em-h_KIbQ:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=aQcR5Z4TGJc:f0Em-h_KIbQ:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=aQcR5Z4TGJc:f0Em-h_KIbQ:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/aQcR5Z4TGJc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/02/05/tahun-e-commerce-juga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/2070566107_5fd94a4ce4-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/2070566107_5fd94a4ce4-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rainbow</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/2070566107_5fd94a4ce4-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/02/05/tahun-e-commerce-juga/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>The Gaps in Indonesian Internet</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/2UVsK53KSis/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/02/02/the-gaps-in-indonesian-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 04:45:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Internet population]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3870</guid>
		<description><![CDATA[Dibilang besar, memang besar. Tapi masih banyak yang merasakan internet bisnis di Indonesia ini kurang meyakinkan. Salah satunya karena internet belum diadopsi secara masal.


Tidak ada artikel terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/indonesiainternet.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3874" title="indonesiainternet" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/indonesiainternet.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>30 Juta pengguna internet di Indonesia? Posisi ke 4 di Facebook sebagai user paling aktif per negara? — Satu catatan yang menarik, sekaligus patut dipertanyakan.</p>
<p>Apakah angka tersebut cukup bagus?</p>
<p>Dalam kenyataannya, kita masih mempunyai banyak kekosongan, meskipun pengguna internet sudah menembus angka 30 juta.<span id="more-3870"></span></p>
<h3><em><strong>Generation Gap</strong></em></h3>
<p>Bila kita tata satu persatu pengguna internet di sebuah peta, maka akan terlihat tersebar luas dan tidak merata. Bahkan di kota Jakarta yang lebih maju dan padat, internet masih belum diadopsi secara luas.</p>
<p>Argumentasi ini semakin jelas bila kita lebih fokus pada generasi yang lebih tua, misalnya kalangan berumur 40 tahun ke atas. Sebagian dari mereka sudah aktif dengan BlackBerry, tapi sebagian besar juga masih belum mengadopsi teknologi terbaru.</p>
<p>Mengapa kita menyingung kalangan berumur? Seberapa penting keberadaan mereka? Karena sebagian besar pemilik bisnis yang sudah mapan sudah berada di kelompok ini, dan mereka sangat memegang peranan dalam suatu industri.</p>
<p>Satu <em>brand</em> besar mungkin punya jatah iklan yang lumayan untuk sekali tebas, tapi perlu diingat, Indonesia masih kaya akan UKM. Para wirausahawan yang lebih bervariasi dan pasti akan menambah warna di media internet.</p>
<p>Sayangnya, kelompok berumur ini cenderung tidak paham, bahkan tidak peduli, akan internet. Mereka lebih memilih untuk mengambil langkah tradisional dalam bisnis, yang termasuk dengan perhitungan ROI yang ketat. Berapapun yang keluar untuk iklan, harus balik dengan sekian banyak <em>revenue</em>.</p>
<p><em>Internet</em>? <em>Social media</em>? Bahkan kita masih berdebat akan ROI nya.</p>
<h3><em>Economy Gap</em></h3>
<p>Jujur saja, biaya berlangganan internet itu tidak murah. Bahkan sampai detik ini, saya belum berlangganan data plan untuk internet. iPhone 2G ini masih mengandalkan wi-fi kantor.</p>
<p>Bila awalnya sudah dilabel mahal, para pelaku bisnis sudah mulai enggan untuk memakainya, apalagi bila ROI-nya masih dipertanyakan. Mungkin untuk alasan operasional, akuntansi, stok, yang jelas lebih terlihat hasilnya. Umumnya, publik masih menganggap internet sebagai kebutuhan ketiga, layaknya hiburan, bukan yang pertama atau bahkan kedua. Internet masih belum mampu menyamai ponsel sebagai alat komunikasi.</p>
<p>Melihat daya beli masyarakat Indonesia, termasuk pengguna dengan ponsel jadul, cukup jelas menggambarkan besarnya <em>economy gap</em>. BlackBerry bisa laku keras, tapi masih juga banyak yang belum beralih dari ponsel berlayar <em>monochrome</em>.</p>
<p>Asumsi lain adalah, bila pengguna mulai mampu membayar layanan internet, maka <em><a href="http://www.navinot.com/tag/mobile-internet/" target="_blank">mobile internet</a></em> adalah pilihan efisien. Tidak perlu bingung dengan lokasi. Namun, untuk keperluan tersebut, perlu dukungan ponsel yang lebih moderen. Oleh karena itu, untuk beken dengan internet, juga perlu persyaratan <em>upgrade</em> ponsel. Mahal.</p>
<h3><em>Viral Gap</em></h3>
<p>Saya tidak pasti apa yang pas untuk judul di atas. Yang saya maksud adalah kerapatan antara pengguna internet di dunia nyata. Seseorang di sebelahmu mungkin pernah mendengar tentang internet, tapi bukanlah seorang pengguna reguler. Bahkan seseorang di sebelahnya tidak pernah memakainya.</p>
<p>Karena di dunia nyata, pengguna internet populasinya tidak begitu rapat, maka bila seseorang berusaha memperkenalkan suatu layanan lewat media internet, kampanye mereka tidak akan bisa menikmati efek viral di dunia nyata juga.</p>
<p><a href="http://www.navinot.com/tag/branding/" target="_blank"><em>Branding</em></a> dan <a href="http://www.navinot.com/tag/marketing/" target="_blank"><em>marketing</em></a> bekerja dengan baik dengan adanya repetisi. Disebut sekali tidak akan membuatmu menengok layanan baru tersebut. Disebut 10 kali, mungkin baru mulai teringat. Ke seratus kali baru mulai dicoba.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Sebagai perbandingan, mari kita ke Singapura sebentar.</p>
<p>Di peta, digambar seberapa besarpun, Singapura masih saja tidak terlihat jelas bila disandingkan dengan luasnya wilayah Indonesia. Hanya dengan populasi sekitar 5 juta, tapi penetrasi pengguna internet di Singapura jauh lebih besar, yaitu <a href="http://comm215.wetpaint.com/page/PC+and+Internet+Penetration" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/comm215.wetpaint.com/page/PC+and+Internet+Penetration?referer=');">sekitar 76%</a>. Yang berarti ke manapun Anda pergi, kita bisa dengan leluasa berkata &#8220;<em>email me</em>&#8220;, &#8220;<em>see you on Facebook</em>&#8220;, atau &#8220;<em>Google it</em>&#8220;, tanpa banyak sangkalan seperti &#8220;Maaf, tidak punya Facebook&#8221; atau &#8220;Maaf, SMS saja daripada email&#8221;.</p>
<p>Karena sebagian besar mempunyai akses ke internet, pelaku bisnis kini melihat suatu potensi dengan pandangan yang jauh berbeda. Intinya, tiap investasi akan kembali lebih jelas, dan iklan online jadi semakin umum layaknya iklan di dunai nyata.</p>
<p>Karena pengguna internet yang lebih rapat dalam suatu populasi, maka kampanye online bisa berlanjut dengan <em>viral effect</em> di dunia nyata juga. Terhitung lebih efektif bila dilakukan secara bersamaan.</p>
<h3><em>Conclusion</em></h3>
<p>Jumlah pengguna Internet di Indonesia memang besar, itu kalau mereka bekerja sama. Bahkan bisa mengambil alih <em>trending topic</em> di <a href="http://www.navinot.com/tag/twitter/" target="_blank">Twitter</a>. Namun sejujurnya, masih banyak <em>gaps</em> yang perlu diisi, sehingga pengguna internet sudah pantas menyandang label mayoritas.</p>
<p>Kabar baiknya, dalam beberapa tahun terakhir ada peningkatan pesat dalam penetrasi pengguna internet. (Begitu juga pengguna Facebook. <em>Thanks to phone carriers ads</em>.) Oleh karena itu, waktu sudah seharusnya semakin dekat bagi kita <em>internet entrepreneurs</em>. Bersiaplah!</p>
<p><strong>Kira-kira, berapa persen bisa dianggap pantas agar angka penetrasi pengguna internet dianggap mayoritas? 30%? 50%?</strong></p>


<p>Tidak ada artikel terkait.</p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=2UVsK53KSis:eH1JisQ97VA:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=2UVsK53KSis:eH1JisQ97VA:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=2UVsK53KSis:eH1JisQ97VA:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=2UVsK53KSis:eH1JisQ97VA:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=2UVsK53KSis:eH1JisQ97VA:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/2UVsK53KSis" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/02/02/the-gaps-in-indonesian-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/indonesiainternet-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/indonesiainternet.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">indonesiainternet</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/indonesiainternet-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/02/02/the-gaps-in-indonesian-internet/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>LangitMusik: I’m Lost In The Trees And The Wild</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/Dsy2-R6TOrU/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/02/01/langitmusik-im-lost-in-the-trees-and-the-wild/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 10:19:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[StartUp]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3859</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang saya agak mengerti kenapa ada istilah: whatever people think, think the opposite. Jika semua orang berpikir eating your own dog food, think about feeding other dogs. Kalau digabung dengan teori lautan, pemikiran yang sama dari sejumlah besar orang akan berujung pada red ocean. Sementara yang berpikir sebaliknya akan menemukan blue ocean.


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/13/the-power-of-inconvenience/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The Power of Inconvenience'>The Power of Inconvenience</a> <small>Dengan adanya produk hijau, kita semua menjadi merasa bersalah karena...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/28/membangun-tim-virtual/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Membangun Tim Virtual'>Membangun Tim Virtual</a> <small>Virtual team semakin populer untuk dijadikan sebagai cara bekerja sama...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/11/its-all-begin-with-a-story/' rel='bookmark' title='Permanent Link: It All Begins With A Story'>It All Begins With A Story</a> <small>Konsumen selalu punya pendirian dan keyakinan sebelum membeli. Konsumen sudah...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/14/jangan-cuma-setengah-setengah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jangan Cuma Setengah-Setengah'>Jangan Cuma Setengah-Setengah</a> <small>Ada apa dengan yang setengah-setengah? Seth Godin berpendapat bahwa yang...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/01/kultur-microsoft-terefleksi-lewat-produk-yang-dihasilkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan'>Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan</a> <small>Pengguna produk Microsoft memang sudah terbiasa untuk dipaksakan untuk memilih....</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/nicholas_t/270891582/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/nicholas_t/270891582/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3862" title="The Trees and The Wild" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/270891582_1aa991ad12-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>The Tress and The Wild adalah salah satu performer dalam acara Langit Musik yang berlangsung weekend kemarin. Lain dengan lagu-lagu yang dibawakan Mike&#8217;s Apartment, lagu The Trees And The Wild benar-benar membuat saya bekerut-kerut. Sama sekali saya tak mengenali lagunya ataupun bisa menikmati musiknya. Namun semua ABG yang berada di depan saya sedang bersorak-sorai. Di mana saya berada?</p>
<h3>Social Media at Works</h3>
<p>Pengunjung sama sekali tidak dipungut biaya. Namun semua pendaftaran dilakukan lewat <a href="http://www.facebook.com/2010NEWDAY" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.facebook.com/2010NEWDAY?referer=');">Facebook</a> dan email. Pendaftaran lewat Facebook memicu viralitas. Dan dengan sederetan artis yang digemari mayoritas ABG, daya tarik event ini semakin menjadi. Konsep marketing event ini bisa dianggap memenuhi syarat <a href="http://www.navinot.com/2009/05/01/social-media-marketing-fish-where-the-fish-are/" target="_blank">Fish where the fish are</a>. Memancing anak muda tentu saja di Facebook, dengan umpan ikon-ikon anak muda. Tahukah Anda bahwa tidak ada poster yang dicetak untuk publikasi event ini?</p>
<p>Langit Musik untuk promosi hanya bermodal Facebook dan Twitter. Tidak ada aplikasi khusus yang dibuat. Viralitasnya berasal dari status FB (Fans) dan Twitter. Keduanya dilakukan dengan frekuensi cukup tinggi. Beberapa dari kita mungkin terganggu, tapi tidak sama ceritanya dengan segmen ABG.</p>
<h3>Generation Gap</h3>
<p>Band pertama yang saya hadiri panggungnya adalah Mike&#8217;s Apartment. Membawakan lagu-lagu nineties, band ini dengan mudah saya nikmati penampilannya. Selanjutnya adalah The Tress And The Wild yang disambut sorak-sorai ABG yang sebelumnya tampak berdiri terpaku selama penampilan Mike&#8217;s Apartment.</p>
<p>Saya tergugah. Sekian anak muda yang berada di depan saya waktu itu adalah segmen yang tidak begitu saya kenal. Jika saya sedang merancang produk, besar kemungkinan remaja-remaja ini tidak akan pernah masuk dalam sasaran. Padahal dengan bahasa yang tepat, semisal bahasa Teh Trees and The Wild yang mungkin tidak kita mengerti, konsumen yang tak pernah kita pikirkan ini bisa kita raih. Masalahnya kita sering memosisikan diri kita sebagai pribadi yang anti dengan bahasa dan kultur ini.</p>
<h3>Take Off Your Glasses</h3>
<p>Seberapa banyak sih konsumen yang bisa kita sasar? Kadang kala, kita hanya berpikir tentang kita dan teman-teman seusia. Kita seringkali tak sadar menutup mata akan adanya generasi konsumen yang lain. Hal ini kemungkinan besar terjadi karena teori Dog food. Untuk memastikan produk bisa sukses, maka kita juga harus mau memakainya. Eating your own dog food. Akibatnya kita memang punya fokus, tapi tak selalu di tempat yang tepat.</p>
<p>Sekarang saya agak mengerti kenapa ada istilah: whatever people think, think the opposite. Jika semua orang berpikir eating your own dog food, think about feeding other dogs. Kalau digabung dengan teori lautan, pemikiran yang sama dari sejumlah besar orang akan berujung pada red ocean. Sementara yang berpikir sebaliknya akan menemukan blue ocean.</p>
<p><strong>So, take of your glasses and get out of your cave geeks! Breathe new fresh air!</strong></p>
<p>PS: Thanks to @podelz untuk informasi and @KopdarJakarta<strong> </strong>untuk VIP access card-nya<strong><br />
</strong></p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/13/the-power-of-inconvenience/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The Power of Inconvenience'>The Power of Inconvenience</a> <small>Dengan adanya produk hijau, kita semua menjadi merasa bersalah karena...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/28/membangun-tim-virtual/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Membangun Tim Virtual'>Membangun Tim Virtual</a> <small>Virtual team semakin populer untuk dijadikan sebagai cara bekerja sama...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/11/its-all-begin-with-a-story/' rel='bookmark' title='Permanent Link: It All Begins With A Story'>It All Begins With A Story</a> <small>Konsumen selalu punya pendirian dan keyakinan sebelum membeli. Konsumen sudah...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/14/jangan-cuma-setengah-setengah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jangan Cuma Setengah-Setengah'>Jangan Cuma Setengah-Setengah</a> <small>Ada apa dengan yang setengah-setengah? Seth Godin berpendapat bahwa yang...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/01/kultur-microsoft-terefleksi-lewat-produk-yang-dihasilkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan'>Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan</a> <small>Pengguna produk Microsoft memang sudah terbiasa untuk dipaksakan untuk memilih....</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=Dsy2-R6TOrU:4E_Jlz-LbS4:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=Dsy2-R6TOrU:4E_Jlz-LbS4:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=Dsy2-R6TOrU:4E_Jlz-LbS4:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=Dsy2-R6TOrU:4E_Jlz-LbS4:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=Dsy2-R6TOrU:4E_Jlz-LbS4:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/Dsy2-R6TOrU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/02/01/langitmusik-im-lost-in-the-trees-and-the-wild/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/270891582_1aa991ad12-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/270891582_1aa991ad12-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">The Trees and The Wild</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/270891582_1aa991ad12-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/02/01/langitmusik-im-lost-in-the-trees-and-the-wild/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Membangun Tim Virtual</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/E6NVwBnpS3k/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/01/28/membangun-tim-virtual/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 05:21:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mulyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[StartUp]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3840</guid>
		<description><![CDATA[Virtual team semakin populer untuk dijadikan sebagai cara bekerja sama menjalin bakat dan keahlian yang kadang tidak mungkin ditemukan dalam satu kota atau negara yang berbeda. Apakah Anda siap mengikuti trend ini?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/28/apakah-kamu-karyawan-tahan-phk/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apakah Kamu Karyawan Tahan PHK?'>Apakah Kamu Karyawan Tahan PHK?</a> <small>5 Tip yang kiranya bisa membantu anda dalam menempuh karir,...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/02/01/langitmusik-im-lost-in-the-trees-and-the-wild/' rel='bookmark' title='Permanent Link: LangitMusik: I&#8217;m Lost In The Trees And The Wild'>LangitMusik: I&#8217;m Lost In The Trees And The Wild</a> <small>Sekarang saya agak mengerti kenapa ada istilah: whatever people think,...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/29/4-tips-startup-dari-founder-envato/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 4 Tips StartUp dari Founder Envato'>4 Tips StartUp dari Founder Envato</a> <small>4 Tips dari Collis Taeed, pendiri Envato, dengan serangkaian blog...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/01/kultur-microsoft-terefleksi-lewat-produk-yang-dihasilkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan'>Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan</a> <small>Pengguna produk Microsoft memang sudah terbiasa untuk dipaksakan untuk memilih....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/13/the-power-of-inconvenience/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The Power of Inconvenience'>The Power of Inconvenience</a> <small>Dengan adanya produk hijau, kita semua menjadi merasa bersalah karena...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/connected_globe.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3851" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/connected_globe.jpg" alt="" /></a></p>
<p>Tidak diragukan lagi terlihat banyak perangkat lunak atau <em>software</em> baru ditujukan untuk memudahkan kita bekerja sama secara virtual, kapan dan di mana saja: <a title="GoToMeeting" href="http://www.gotomeeting.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.gotomeeting.com?referer=');">GoToMeeting</a>, <a title="Skype" href="http://www.skype.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.skype.com?referer=');">Skype</a>, <a title="Basecamp" href="http://www.basecamphq.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.basecamphq.com?referer=');">Basecamp</a>, <a title="Google docs" href="http://docs.google.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/docs.google.com?referer=');">Google docs</a>, dll. Semakin banyak perusahaan software mengandalkan teknologi tersebut untuk membangun tim-nya secara virtual dan <em>distributed</em> – developers di Mexico dan Indonesia, QA di China dan Vietnam, dalam berlomba menciptakan product yang terbaik. Tanda jelas kalau globalisasi semakin dekat?</p>
<p>Sebagai post saya yang pertama, saya ingin berbagi 5 tantangan yang saya hadapi membangun <em>virtual team</em> untuk sebuah start-up di Silicon Valley: gabungan developer, tester, dan customer service di China, India, Mexico, dan Turki.</p>
<h3><em>Communication</em></h3>
<p>Mungkin ini salah satu hal yang paling sering mengakibatkan sakit kepala adalah komunikasi. Bagi yang sudah berpasangan, Anda pasti tahu betapa sulitnya berkomunikasi secara jelas dengan pasangan Anda. Hanya saja di dalam perusahaan masalah komunikasi biasanya jauh lebih rumit. Karena komunikasi yang kurang baik, sering terjadi software yang dihasilkan berbeda jauh dari apa yang diminta klien.</p>
<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/software_engineering.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3850" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/software_engineering.jpg" alt="" width="450" height="338" /></a></p>
<p>Keadaan ini menjadi lebih rumit, ketika ada variabel baru di mana anggota tim tidak punya satu bahasa yang sama: <em>language barrier</em>. Dokumen yang Anda tulis dalam bahasa Inggris belum tentu dapat dimengerti sepenuhnya oleh rekan kerja di Vietnam, misalnya. Begitu pula Anda mungkin sampai pada kesimpulan yang kurang tepat setelah membaca imel bahasa Inggris dari rekan kerja di China. Walau tidak ada solusi instan, penggunaan gaya bahasa sangat sederhana dan sering memberikan contoh pendukung yang jelas (seperti diagram, <em>screenshot</em>, <em>wireframe</em>, dsb) &#8212; asal jangan <em><a title="How Many Days to Move a Button" href="http://www.navinot.com/2010/01/25/how-many-days-to-move-a-button/">over-communicate</a></em>, dapat mengurangi kesalahpahaman dan kerancuan.</p>
<h3><em>Cultural Awareness</em></h3>
<p>Selain komunikasi, toleransi dan pengetahuan akan budaya lain juga perlu diperhatikan. Cara penyampaian intensi baik di daerah <em>A</em> bisa diterima sebaliknya bila diterapkan di <em>B</em>. Erat kaitannya dengan komunikasi, terjemahan langsung atau <em>direct translation</em> dari satu bahasa ke bahasa lain tanpa memperhatikan konteks juga dapat menambah probabilitas salah pengertian antara anggota.</p>
<p>Satu anekdot: Pernah satu hari, rekan <em>customer support</em> di India mengakhiri sesi chat dengan manajernya, orang Amerika, dengan “Hope you have a busy day!” Walau ungkapan tersebut bermaksud ramah di daerah di mana rekan tersebut dibesarkan, lucu juga melihat manajernya terkejut dan dengan besar hati berusaha mencoba mengerti tanpa bergegas marah.</p>
<p>Pengadaan pedoman komunikasi (imel, sambutan, dll) ketika mulainya terbentuk tim terbukti dapat membantu mengurangi kesalahpahaman akibat perbedaan budaya. Kecuali memang seseorang sengaja bertindak tidak sepantasnya, biasanya dengan cukup waktu dan <em>trial-and-error</em>, kesadaran budaya ini biasanya dapat dipelajari dan dipraktekan dengan baik.</p>
<h3><em>Self Motivation</em></h3>
<p>Tidak semua orang berfungsi dengan baik dalam virtual team di mana setiap individu diharapkan bersifat <em>self-motivated</em> dan mampu bekerja secara mandiri tanpa pengawasan atau struktur eksternal. Faktor penting berikutnya adalah <em>result-oriented</em>, karena tidak ada rekan di sekitar yang sadar betapa intensifnya seseorang berusaha menyelesaikan tugas kecuali pada akhirnya dia dapat mendemonstrasikan hasil akhirnya dengan jelas.</p>
<h3><em>Logistics</em></h3>
<p>Pukul 8 malam hari Minggu di Silicon Valley = pukul 11 pagi hari Senin di pulau Jawa. Perbedaan <em>time zone</em> yang besar ini sering menjadi tantangan yang seru dalam segi pengaturan <em>resources</em>. Seandainya para developer di Jakarta perlu keputusan dari San Francisco untuk menyelesaikan suatu masalah, seseorang perlu memastikan ketergantungan ini bisa segera diselesaikan supaya tidak ada waktu yang terbuang percuma. Jika tidak, developer di Jakarta sudah siap kerja (Senin pagi) tapi perlu menunggu <em>product manager</em>-nya masih pesta di San Francisco (Minggu malam); setelah keputusan sudah terbentuk hari Senin di Amerika, pelaksanaannya akan tertunda menunggu developer di Jakarta siap kembali. Keterlambatan yang biasanya terjadi dalam jam, kini bisa menjadi hari.</p>
<h3><em>Trust</em></h3>
<p>Ini tentunya tantangan yang paling besar untuk membentuk virtual team (apa saja, sebetulnya): memupuk kepercayaan atau <em>trust</em> di antara anggota tim. Trust sangatlah penting untuk mendukung semua point di atas: sebagai basis untuk komunikasi yang terbuka dan menyangga motivasi semua individu yang bersangkutan. Tanpa diragukan, trust memerlukan perhatian khusus di setiap titik perkembangan tim Anda.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Terlepas dari <em>challenges</em> di atas, keberhasilan (termasuk proses untuk mencapainya) untuk membangun virtual team yang sukses sungguhlah berharga. Masing-masing tim member mendapat kesempatan untuk lansung terjun belajar berkomunikasi dengan lebih efektif, meningkatkan kesadaran akan budaya lain, dan mempersiapkan diri untuk proses kolaborasi di dalam pasar global. Belakangan ini saya menemukan kalau pengalaman ini bisa menjadi nilai tambah yang besar dalam résumé Anda.</p>
<p>Apakah Anda mempunyai pengalaman serupa? Mungkin dalam membentuk virtual team dari awal? Atau dari sisi lain, seperti bekerja untuk tim di luar negeri, yang belum pernah Anda jumpai secara nyata? Kami tertarik mendengarkan bagaimana Anda menghadapi beberapa tangtangan serupa di atas. Juga, seandainya tersedia, jangan ragu untuk berbagi tip dan saran di kolom komentar.</p>
<p><em>PS: Point-point di atas tidak hanya relevan untuk terjadi di perusahaan besar. Sebagai startup, NavinoT juga semakin giat memperkuat virtual team-nya: Ivan di Surabaya, Toni di Jakarta, dan Mulyadi di Silicon Valley. Kami sadar akan tantangan yang ada di depan tapi, dengan dukungan pembaca sekalian, kami siap menghadapinya.</em></p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/28/apakah-kamu-karyawan-tahan-phk/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apakah Kamu Karyawan Tahan PHK?'>Apakah Kamu Karyawan Tahan PHK?</a> <small>5 Tip yang kiranya bisa membantu anda dalam menempuh karir,...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/02/01/langitmusik-im-lost-in-the-trees-and-the-wild/' rel='bookmark' title='Permanent Link: LangitMusik: I&#8217;m Lost In The Trees And The Wild'>LangitMusik: I&#8217;m Lost In The Trees And The Wild</a> <small>Sekarang saya agak mengerti kenapa ada istilah: whatever people think,...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/29/4-tips-startup-dari-founder-envato/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 4 Tips StartUp dari Founder Envato'>4 Tips StartUp dari Founder Envato</a> <small>4 Tips dari Collis Taeed, pendiri Envato, dengan serangkaian blog...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/01/kultur-microsoft-terefleksi-lewat-produk-yang-dihasilkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan'>Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan</a> <small>Pengguna produk Microsoft memang sudah terbiasa untuk dipaksakan untuk memilih....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/13/the-power-of-inconvenience/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The Power of Inconvenience'>The Power of Inconvenience</a> <small>Dengan adanya produk hijau, kita semua menjadi merasa bersalah karena...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=E6NVwBnpS3k:oRCcshYdBhM:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=E6NVwBnpS3k:oRCcshYdBhM:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=E6NVwBnpS3k:oRCcshYdBhM:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=E6NVwBnpS3k:oRCcshYdBhM:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=E6NVwBnpS3k:oRCcshYdBhM:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/E6NVwBnpS3k" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/01/28/membangun-tim-virtual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/connected_globe-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/connected_globe.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">connected_globe</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/connected_globe-150x150.jpg" />
		</media:content>
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/software_engineering.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">software_engineering</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/software_engineering-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/01/28/membangun-tim-virtual/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Startup Currencies</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/fal7E6fXIuo/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/01/27/startup-currency/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 11:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[StartUp]]></category>
		<category><![CDATA[collaboration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3827</guid>
		<description><![CDATA[Startup yang tidak bermasalah dengan persoalan finansial pun tak selalu bekerjasama dengan dasar finansial. Apa saja mata uang yang bisa dipakai dalam kerjasama non finansial ini?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/27/tips-memulai-bisnis-online-yang-tepat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Memulai Bisnis (Online) Yang Tepat'>Tips Memulai Bisnis (Online) Yang Tepat</a> <small>Bingung mau memulai bisnis? Kerja apa? Jual apa? Buat blog...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/29/kolaborasi-online/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kolaborasi Online'>Kolaborasi Online</a> <small>Kolaborasi adalah hal yang sudah terbukti bisa memberikan hasil lebih...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/spine/214759009/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/spine/214759009/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3835" title="startup currencies" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/214759009_75d436cddc-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Dengan begitu banyaknya startup lokal yang bermunculan, kompetisi akan menjadi sengit. Tapi tentu saja peluang kerjasama juga terbuka makin lebar. Tapi, jika kita adalah startup yang masih bermasalah di bidang finansial tentunya ada hal non-finansial yang kita jadikan poin dalam kerjasama. Dan bahkan, untuk startup yang tidak bermasalah dengan persoalan finansial pun tak selalu bekerjasama dengan dasar finansial.</p>
<h3>So Pasti Attention</h3>
<p>Yang dicari semua startup adalah attention, dengan harapan terakhir bisa dikonversi menjadi profit. Sayangnya, terlalu banyak pihak yang berkompetisi mencari perhatian sehingga tak semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan perhatian. Satu pihak mungkin lebih dominan daripada yang lain sehingga pihak lain menjadi tertutupi.</p>
<p>Fret not, attention adalah nilai akhir. Untuk mencapainya kita bisa menggunakan berbagai macam channel. Channel inilah yang saya sebut web currency.</p>
<h3>Content</h3>
<p>Konten secara tidak langsung menjadi mata uang lewat pageviews dan visitor count. Konten bisa kita gunakan sebagai mata uang yang nilai bisa bervariasi. Semakin niche, semakin susah pula konten dicari dan semakin mahal pula harganya. Konten yang otentik seringkali memerlukan investasi yang besar. Review produk yang sungguh-sungguh memerlukan akses langsung pada produk terkait. Review smartphone Android terbaru tentunya memerlukan hardware sesungguhnya. Konten yang merupakan hasil analisa tentunya memerlukan riset yang memakan waktu.</p>
<h3>Membership</h3>
<p>Siapa sih yang tak menginginkan member. Data kontak pengguna dan profilnya menjadi harta karun bagi startup yang bisa mengkonversinya menjadi uang. Facebook sudah menjadi bukti anggun bagaimana user profile dimanfaatkan untuk meningkatkan performa iklan.</p>
<p>Kita bisa menggunakan data membership yang kita punyai sebagai mata uang dalam kerjasama. Bentuknya bisa berupa SSO lewat OpenID, OAuth, dan berbagai metode otentikasi lain. Dengan metode SSO ini kita bisa dengan aman berbagi membership tanpa sepenuhnya menyerahkan data pengguna. Koprol bisa &#8220;berbagi&#8221; user dengan SalingSilang, startup lain.</p>
<h3>Social Activities</h3>
<p>Yang ini agak baru. Sebelum datangnya era Web 2.0 tidak ada aktivitas sosial seperti likes, comment atau sharing. Pun ada, efeknya tidak sama signifikan dengan situasi masa kini. Mata uang ini adalah the next step dari plain membership dan content. Yang dipertukarkan adalah aktivitas pengguna, bukan data profilnya. Hasil akhir aktivitas ini bisa dikonversi menjadi popularity, preference, dan lain-lain. Data-data bentuk akhir inilah yang punya nilai langsung bagi suatu produk startup.</p>
<p><strong>Okay, sekarang Anda bisa revise proposal dan segera <a href="http://http://www.navinot.com/tag/elevator-pitch/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/http_//www.navinot.com/tag/elevator-pitch/?referer=');">pitch</a> startup seksi yang Anda taksir itu. Siap?</strong></p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/27/tips-memulai-bisnis-online-yang-tepat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Memulai Bisnis (Online) Yang Tepat'>Tips Memulai Bisnis (Online) Yang Tepat</a> <small>Bingung mau memulai bisnis? Kerja apa? Jual apa? Buat blog...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/29/kolaborasi-online/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kolaborasi Online'>Kolaborasi Online</a> <small>Kolaborasi adalah hal yang sudah terbukti bisa memberikan hasil lebih...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=fal7E6fXIuo:R3fCst1Ax2c:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=fal7E6fXIuo:R3fCst1Ax2c:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=fal7E6fXIuo:R3fCst1Ax2c:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=fal7E6fXIuo:R3fCst1Ax2c:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=fal7E6fXIuo:R3fCst1Ax2c:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/fal7E6fXIuo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/01/27/startup-currency/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/214759009_75d436cddc-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/214759009_75d436cddc-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">startup currencies</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/214759009_75d436cddc-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/01/27/startup-currency/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss><!-- Dynamic page generated in 2.811 seconds. --><!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-03-15 11:18:47 -->
