<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Meniti Jalan Kebenaran</title>
	<atom:link href="https://muslimsolo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://muslimsolo.wordpress.com</link>
	<description>Tegakkan Tauhid, Tampakkan Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Feb 2013 12:30:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='muslimsolo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/599dafacbfff8a7bba1ff300c346980f048a4d5fb9acae2158382d10344c3c30?s=96&#038;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Meniti Jalan Kebenaran</title>
		<link>https://muslimsolo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://muslimsolo.wordpress.com/osd.xml" title="Meniti Jalan Kebenaran" />
	<atom:link rel='hub' href='https://muslimsolo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>afwan , blog ini sudah tidak aktif</title>
		<link>https://muslimsolo.wordpress.com/2013/02/05/afwan-blog-ini-sudah-tidak-aktif/</link>
					<comments>https://muslimsolo.wordpress.com/2013/02/05/afwan-blog-ini-sudah-tidak-aktif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muslim Solo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2013 12:30:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimsolo.wordpress.com/?p=421</guid>

					<description><![CDATA[jazakallah atas kunjungannya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>jazakallah atas kunjungannya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimsolo.wordpress.com/2013/02/05/afwan-blog-ini-sudah-tidak-aktif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/4b1293713856e4863a0aee0746186e26d65f1b768b497de95bf36fcee01be2a4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alpalury</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Ebook Ramadhan : Seputar Malam Lailatul Qadar</title>
		<link>https://muslimsolo.wordpress.com/2009/08/20/download-ebook-ramadhan-seputar-malam-lailatul-qadar/</link>
					<comments>https://muslimsolo.wordpress.com/2009/08/20/download-ebook-ramadhan-seputar-malam-lailatul-qadar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muslim Solo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 01:50:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimsolo.wordpress.com/?p=415</guid>

					<description><![CDATA[Silahkan download ebook yang membahas seputar malam lailatul qadar. Untuk mengunduh silahkan save as tautan di bawah. DOWNLOAD]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Silahkan download ebook yang membahas seputar malam lailatul qadar. Untuk mengunduh silahkan save as tautan di bawah.<span id="more-415"></span><br />
<a href="http://bulanramadhan.files.wordpress.com/2009/08/seputar-lailatul-qadar.pdf">DOWNLOAD</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimsolo.wordpress.com/2009/08/20/download-ebook-ramadhan-seputar-malam-lailatul-qadar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/4b1293713856e4863a0aee0746186e26d65f1b768b497de95bf36fcee01be2a4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alpalury</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Sepelekan Dosa Kecil</title>
		<link>https://muslimsolo.wordpress.com/2009/07/20/jangan-sepelekan-dosa-kecil/</link>
					<comments>https://muslimsolo.wordpress.com/2009/07/20/jangan-sepelekan-dosa-kecil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muslim Solo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 23:06:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Untaian Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://faisholnurhuda.wordpress.com/?p=177</guid>

					<description><![CDATA[Sudah maklum dikalangan ulama dan kaum muslimin bahwa dosa itu terbagi menjadi dua macam; kabair (dosa-dosa besar) dan shaghair (dosa-dosa kecil). Walau demikian ada juga sebagian ulama yang tidak melihat adanya pembagian seperti ini, namun menganggap bahwa seluruh kemaksiatan dan penyelewangan dari jalan Allah adalah dosa besar karena merupakan keberanian dan kelancangan dihadapan Allah. Orang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah maklum dikalangan ulama dan kaum muslimin bahwa dosa itu terbagi menjadi dua macam; kabair (dosa-dosa besar) dan shaghair (dosa-dosa kecil). Walau demikian ada juga sebagian ulama yang tidak melihat adanya pembagian seperti ini, namun menganggap bahwa seluruh kemaksiatan dan penyelewangan dari jalan Allah adalah dosa besar karena merupakan keberanian dan kelancangan dihadapan Allah.<span id="more-177"></span> Orang yang mengatakan demikian karena melihat betapa besarnya hak Allah atas hamba-hamba-Nya. Ada diantara ulama yang mengatakan: &#8220;Suatu dosa dianggap kecil hanya lantaran jika dibandingkan dengan dosa lain yang lebih besar, jika tidak tentulah semua dosa itu besar adanya. &#8220;Namun pendapat ini lemah sebab Allah sendiri telah membagi dosa dalam dua bagian yaitu fawahisy/ kabair dan al lamam/shaghair sebagaimana firmanNya:</p>
<p>&#8220;(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil (QS An Najm: 32)</p>
<p>Jadi pendapat yang benar -wallahu a&#8217;lam &#8211; adalah bahwa dosa itu terbagi menjadi dua; besar dan kecil. Dan kabair tidaklah terbatas dengan suatu bilangan tertentu namun apa saja yang dilarang oleh Allah dan disertai dengan ancaman Neraka, murka, laknat, adzab atau berhadapan dengan sanksi hadd (hukuman berat yang telah ditentukan jenisnya) di dunia maka itulah kabair, dan yang yang selain demikain maka tergolong shaghair(ithaf as saadah al muttaqin 10/ hal 615-616).</p>
<p>Berubahnya dosa kecil menjadi dosa besar</p>
<p>Imam Ibnul Qayyim pernah berkata: &#8220;Dosa-dosa besar biasanya disertai dengan rasa malu dan takut serta anggapan besar atas dosa tersebut, sedang dosa kecil biasanya tidak demikian. Bahkan yang biasa adalah bahwa dosa kecil sering disertai dengan kurangnya rasa malu, tidak adanya perhatian dan rasa takut, serta anggapan remeh atas dosa yang dilakukan, padahal bisa jadi ini adalah tingkatan dosa yang tinggi (tahdzib madarij as salikin hal 185-186). Dengan demikian maka dosa kecil dapat berubah menjadi besar dengan adanya faktor-faktor yang memperbesarnya, yaitu:</p>
<p>Terus-menerus dalam melakukannya<br />
Hal ini karena pengaruh kerasnya jiwa dan adanya raan (bercak) didalam hati, maka dari sini ada qaul mengatakan: &#8220;Tak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus dan tak ada dosa besar jika diiringi istighfar. &#8220;Ucapan ini dinisbatkan kepada Ibnu Abbas Radhiallaahu &#8216;anhu berdasarkan atsar yang saling menguatkan satu dengan yang lain (ithaf as-sa&#8217;adah al-muttaqin 10/687).</p>
<p>Anggapan remeh atas dosa tersebut<br />
Rasulullah saw telah bersabda:<br />
&#8220;Berhati-hatilah kalian terhadap dosa kecil, sebab jika ia berkumpul dalam diri seseorang akan dapat membinasakannya.&#8221; (HR ahmad dan Thabrani dalam Al Awsath). Rijal dalam dua riwayat ini shahih semuanya kecuali Imran bin Dawir Al Qaththan namun dia dapat dipercaya, demikian kata Imam Al Haitsami dalam Majma&#8217; Az Zawaid 10/192.</p>
<p>Ibnu Mas&#8217;ud Radhiallaahu &#8216;anhu pernah berkata: &#8220;Seorang mukmin melihat suatu dosa seakan-akan ia duduk dibawah gunung dan takut jikalau gunung itu menimpanya dan orang fajir (pendosa) melihat dosa bagaikan lalat yang lewat didepan hidungnya seraya berkata &#8220;begini&#8221;, Ibnu Syihab menafsirkan: yakni berisyarat (mengebutkan) tangannya didepan hidung untuk mengusir lalat.</p>
<p>Suatu ketika shahabat Anas Radhiallaahu &#8216;anhu pernah berkata kepada sebagian tabi&#8217;in: &#8220;Sesungguhnya kalian semua melakukan suatu perbuatan yang kalian pandang lebih kecil dari pada biji gandum padahal di masa Nabi saw kami menganggapnya sebagai sesuatu yang dapat membinasakan. &#8220;(riwayat Al Bukhari). Di sini bukan berarti Anas mengatakan bahwa dosa besar dimasa Rasulullah dihitung sebagai dosa kecil setelah beliau wafat, namun itu semata-mata karena pengetahuan para shahabat akan keagungan Allah yang lebih sempurna. Makanya dosa kecil bagi mereka-jika sudah dikaitkan dengan kebesaran Allah- akan menjadi sangat besar. Dan dengan sebab ini pula maka suatu dosa akan dipandang lebih besar jika dilakukan orang alim dibandingkan jika pelakunya orang jahil, bahkan bagi orang awam boleh jadi suatu dosa dibiarkan begitu saja (dimaklumi) karena ketidaktahuannya yang mana itu tentu tidak berlaku bagi orang alim dan arif. Atau dengan kata lain bahwa besar kecilnya suatu dosa sangat berkaitan erat dengan tingkat pengetahuan dan keilmuan pelakunya (ithaf as-sa&#8217;adah al-muttaqin 10/690).</p>
<p>Tapi meski bagaimanapun seseorang seharusnya dituntut untuk menganggap besar suatu dosa, sebab jika tidak demikian maka tidak akan lahir rasa penyesalan. Adapun jika menganggap besar atas suatu dosa maka ketika melakukannya akan disertai dengan rasa sesal. Ibarat orang yang menganggap uang receh tak bernilai, maka ketika kehilangan ia tak akan bersedih dan menyesalinya. Namun ketika yang hilang adalah dinar (koin emas) maka tentu ia akan sangat menyesal dan kehilangannya merupakan masalah yang besar.</p>
<p>Perasaan menganggap besar terhadap dosa muncul karena tiga faktor:</p>
<p>&#8211; Menganggap besar atas suatu perintah (apapun ia).<br />
&#8211; Menganggap besar Dzat atau orang yang memerintah.<br />
&#8211; Keyakinan akan benarnya balasan.</p>
<p>Merasa senang dan bangga dengan dosa<br />
Seperti seorang pelaku dosa berkata: &#8220;Andaikan saja engkau tahu bagaimana aku mempermalukan si fulan, dan bagaimana aku membuka aib dan keburukannya sehingga nampak jelas semua!&#8221; Atau misal yang lain: &#8220;Seandainya kamu melihat bagaimana aku memukul dia dan menghinakannya!&#8221;</p>
<p>Orang ini sudah begitu lupa dengan kejelekan dosa sehingga malah senang tatkala dapat melampiaskan keinginan-nya yang terlarang. Dan perasaan senang terhadap suatu kemaksiatan menunjukkan adanya keinginan untuk melakukannya, sekaligus menunjukkan ketidaktahuannya dengan Dzat yang ia maksiati, buruknya akibat dan besarnya bahaya kemaksiatan. Rasa senang dengan dosa telah menutupi semua itu, dan senang dengan suatu dosa lebih berbahaya daripada dosa itu sendiri. Sebab. orang yang berbuat suatu dosa namun sebenarnya tidak senang dengan perbuatan itu maka ia akan segera menghentikannya. Sedangkan rasa senang dengan dosa akan menimbulkan keinginan untuk terus melakukannya.</p>
<p>Jika kealpaan dan kelalaian semacam ini telah begitu parah maka akan menyeretnya untuk melakukan dosa tersebut secara terus menerus, merasa tenang dengan perbuatan salah dan bertekad untuk terus melakukannya. Dan ini adalah jenis lain dari dosa yang jauh lebih berbahaya daripada dosa yang ia lakukan sebelumnya.</p>
<p>Meremehkan &#8220;tutup dosa&#8221; dan kesantunan Allah<br />
Yaitu ketika pelaku dosa kecil terbuai dengan kemurahan Allah dalam menutupi dosa. Ia tidak sadar bahwa itu adalah penangguhan dari Allah untuk-nya. Bahkan ia menyangka bahwa Allah sangat mengasihinya dan memberi perlakuan lain kepadanya, sebagaimana yang Allah kabarkan kepada kita tentang para pemuka agama kaum Yahudi yang berkata: &#8220;Kami adalah anak-anak Allah dan kekasihnya.&#8221; Juga firman Allah:</p>
<p>&#8220;Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri: &#8220;Mengapa Allah tidak menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu&#8221; Cukuplah bagi mereka neraka Jahannam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.&#8221; (QS. Al-Mujadilah: 8)</p>
<p>Membongkar dan menceritakan dosa yang telah ditutupi oleh Allah<br />
Seseorang yang melakukan dosa kecil dan telah ditutupi oleh Allah namun ia sendiri malah kemudian menampakkan dan menceritakannya maka dosa kecil itu justru menjadi berlipat karena telah tergabung beberapa dosa. Ia telah mengundang orang untuk mendengarkan dosa yang ia kerjakan, dan bisa jadi akan memancing orang yang mendengar untuk ikut melakukannya. Maka dosa yang tadinya kecil dengan sebab ini bisa berubah menjadi lebih besar.</p>
<p>Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam telah bersabda:<br />
&#8221; Seluruh umatku akan dimaafkan kecuali orang yang terang-terangan dalam dosa (al mujahirun), termasuk terang-terangan dalam dosa ialah seorang hamba yang melakukan dosa dimalam hari lalu Allah menutupinya ketika pagi, namun ia berkata: &#8220;Wahai fulan aku tadi malam telah melakukan perbuatan begini dan begini!&#8221; (HR Muslim, kitabuz zuhd)</p>
<p>Jika pelakunya adalah orang alim yang jadi panutan atau dikenal keshalihannya<br />
Yang demikian apabila ia melakukan dosa itu dengan sengaja, disertai kesombongan atau dengan mempertentangkan antara nash yang satu dengan yang lain maka dosa kecilnya bisa berubah menjadi besar. Tetapi lain halnya jika melakukannya karena kesalahan dalam ijtihad, marah atau yang semisalnya maka tentunya itu dimaafkan.</p>
<p>(Dari Al-&#8216;Ibadat Al-Qalbiyah, Dr. Muhammad bin Hasan bin Uqail Musa Asy-Syarif)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimsolo.wordpress.com/2009/07/20/jangan-sepelekan-dosa-kecil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/4b1293713856e4863a0aee0746186e26d65f1b768b497de95bf36fcee01be2a4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alpalury</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahaya Zodiak</title>
		<link>https://muslimsolo.wordpress.com/2009/07/11/bahaya-zodiak/</link>
					<comments>https://muslimsolo.wordpress.com/2009/07/11/bahaya-zodiak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muslim Solo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 14:32:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Syirik]]></category>
		<category><![CDATA[Untaian Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://faisholnurhuda.wordpress.com/?p=168</guid>

					<description><![CDATA[Ramalan Anda minggu ini: Zodiak: Aquarius Pekerjaan: Mulai menjalankan pekerjaan yang tertunda. Asmara: Patah semangat dan jenuh. Keuangan: Rezeki yang diperoleh ternyata tidak sebanding dengan usaha yang anda lakukan. Ukhti muslimah yang semoga dicintai oleh Allah, tulisan kami di atas sama sekali bukan bermaksud untuk menjadikan website ini sebagai website ramalan bintang, akan tetapi tulisan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ramalan Anda minggu ini:<br />
Zodiak: Aquarius<br />
Pekerjaan: Mulai menjalankan pekerjaan yang tertunda.<br />
Asmara: Patah semangat dan jenuh.<br />
Keuangan: Rezeki yang diperoleh ternyata tidak sebanding dengan usaha yang anda lakukan.<span id="more-168"></span></p>
<p>Ukhti muslimah yang semoga dicintai oleh Allah, tulisan kami di atas sama sekali bukan bermaksud untuk menjadikan website ini sebagai website ramalan bintang, akan tetapi tulisan di atas merupakan kutipan dari sebuah website yang berisi tentang ramalan-ramalan nasib seseorang berdasarkan zodiak. Ya, ramalan zodiak atau yang biasa dikenal dengan ramalan bintang sudah menjadi “gaya hidup” modern anak muda sekarang. Terlebih khusus lagi bagi para pemudi (bahkan muslimah). Namun, alangkah baiknya apabila kita meninjau ramalan bintang ini berdasarkan syariat islam.</p>
<p>Ramalan Bintang Termasuk Ilmu Nujum/Perbintangan</p>
<p>Zodiak adalah tanda bintang seseorang yang didasarkan pada posisi matahari terhadap rasi bintang ketika orang tersebut dilahirkan. Zodiak yang dikenal sebagai lambang astrologi terdiri dari 12 rasi bintang (Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius dan Pisces). Zodiak ini biasa digunakan sebagai ramalan nasib seseorang, yaitu suatu ramalan yang didasarkan pada kedudukan benda-benda tata surya di dalam zodiak (disarikan dari website Wikipedia). Dalam islam, zodiak termasuk ke dalam ilmu nujum/Perbintangan.</p>
<p>Ramalan Bintang Adalah Sihir</p>
<p>Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang mempelajari ilmu nujum berarti ia telah mempelajari cabang dari ilmu sihir, apabila bertambah ilmu nujumnya maka bertambah pulalah ilmu sihirnya.” (HR Ahmad dengan sanad hasan). Hadits ini dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa ilmu nujum (yang termasuk dalam hal ini adalah ramalan bintang) merupakan bagian dari sihir. Bahkan Rasulullah menyatakan bahwa apabila ilmu nujumnya itu bertambah, maka hal ini berarti bertambah pula ilmu sihir yang dipelajari orang tersebut. Sedangkan hukum sihir itu sendiri adalah haram dan termasuk kekafiran, sebagaimana Allah berfirman yang artinya: “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir).” (Al Baqarah: 102)</p>
<p>Ramalan Bintang = Mengetahui Hal yang Gaib<br />
Seseorang yang mempercayai ramalan bintang, secara langsung maupun tidak langsung menyatakan bahwa ada zat selain Allah yang mengetahui perkara gaib. Padahal Allah telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa tidak ada yang mengetahui perkara yang gaib kecuali Dia. Allah berfirman yang artinya: “Katakanlah: Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” (Qs. An Naml: 65). Dalam ayat lain, Allah menegaskan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi besok, sebagaimana firmanNya yang artinya “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana Dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Qs. Luqman: 34). Klaim bahwa ada yang mengetahui ilmu gaib selain Allah adalah kekafiran yang mengeluarkan dari islam.</p>
<p>Ramalan Bintang = Ramalan Dukun</p>
<p>Setiap orang yang menyatakan bahwa ia mengetahui hal yang gaib, maka pada hakikatnya ia adalah dukun. Baik dia itu tukang ramal, paranormal, ahli nujum dan lain-lain. (Mutiara Faidah Kitab Tauhid, Ust Abu Isa Hafizhohullah) Oleh karena itu, ramalan yang didapatkan melalui zodiak sama saja dengan ramalan dukun. Hukum membaca ramalan bintang disamakan dengan hukum mendatangi dukun. (Kesimpulan dari penjelasan Syeikh Shalih bin Abdul Aziz Alu syaikh dalam kitab At-Tamhid).</p>
<p>Hukum Membaca Ramalan Bintang</p>
<p>Orang yang membaca ramalan bintang/zodiak baik itu di majalah, koran, website, melihat di TV ataupun mendengarnya di radio memiliki rincian hukum seperti hukum orang yang mendatangi dukun, yaitu sebagai berikut:</p>
<p>Jika ia membaca zodiak, meskipun ia tidak membenarkan ramalan tersebut. maka hukumnya adalah haram, sholatnya tidak diterima selama 40 hari. Dalilnya adalah “Barangsiapa yang mendatangi peramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Muslim)</p>
<p>Jika ia membaca zodiak kemudian membenarkan ramalan zodiak tersebut, maka ia telah kufur terhadap ajaran Muhammad Shallahu alaihi wasallam. Rasulullah bersabda “Barang siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kufur dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallahu alaihi wasallam.” (Hadits sahih Riwayat Imam Ahmad dan Hakim).</p>
<p>Jika ia membaca zodiak dengan tujuan untuk dibantah, dijelaskan dan diingkari tentang kesyirikannya, maka hukumnya terkadang dituntut bahkan wajib. (disarikan dari kitab Tamhid karya Syeikh Shalih bin Abdul Aziz Alu syaikh dan Qaulul Mufid karya Syeikh Utsaimin dengan sedikit perubahan).</p>
<p>Shio, Fengshui, dan Kartu Tarot</p>
<p>Di zaman modern sekarang ini tidak hanya zodiak yang digunakan sebagai sarana untuk meramal nasib. Seiring dengan berkembangnya zaman, ramalan-ramalan nasib dalam bentuk lain yang berasal dari luar pun mulai masuk ke dalam Indonesia. Di antara ramalan-ramalan modern impor lainnya yang berkembang dan marak di Indonesia adalah Shio, Fengshui (keduanya berasal dari Cina) dan kartu Tarot (yang berasal dari Italia dan masih sangat populer di Eropa). Kesemua hal ini hukumnya sama dengan ramalan zodiak.</p>
<p>Nasib Baik dan Nasib Buruk</p>
<p>Ukhti muslimah yang semoga dicintai oleh Allah, jika ukhti renungkan, maka sesungguhnya orang-orang yang mencari tahu ramalan nasib mereka, tidak lain dan tidak bukan dikarenakan mereka menginginkan nasib yang baik dan terhindar dari nasib yang buruk. Akan tetapi, satu hal yang perlu kita cam dan yakinkan di dalam hati-hati kita, bahwa segala hal yang baik dan buruk telah Allah takdirkan 50 ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi, sebagaimana Nabi bersabda “Allah telah menuliskan takdir seluruh makhluk 50 ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.” (HR. Muslim). Hanya Allah yang tahu nasib kita. Yang dapat kita lakukan adalah berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan hal yang baik dan terhindar dari hal yang buruk, selebihnya kita serahkan semua hanya kepada Allah. Allah berfirman yang artinya “Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (Qs. Ath Thalaq: 3). Terakhir, ingatlah, bahwa semua yang Allah tentukan bagi kita adalah baik meskipun di mata kita hal tersebut adalah buruk. Allah berfirman yang artinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah: 216). Berbaik sangkalah kepada Allah bahwa apabila kita mendapatkan suatu hal yang buruk, maka pasti ada kebaikan dan hikmah di balik itu semua. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Maha Adil terhadap hamba-hambaNya<br />
Penulis: Abu ‘Uzair Boris Tanesia<br />
Muroja’ah: Ust Ahmad Daniel, Lc.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimsolo.wordpress.com/2009/07/11/bahaya-zodiak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/4b1293713856e4863a0aee0746186e26d65f1b768b497de95bf36fcee01be2a4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alpalury</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada Apa dengan Uang Kaget??</title>
		<link>https://muslimsolo.wordpress.com/2009/06/01/ada-apa-dengan-uang-kaget/</link>
					<comments>https://muslimsolo.wordpress.com/2009/06/01/ada-apa-dengan-uang-kaget/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muslim Solo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 15:41:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Untaian Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimsolo.wordpress.com/2009/06/01/ada-apa-dengan-uang-kaget/</guid>

					<description><![CDATA[Pasti sobat udah pada ngeliat tayangan variety show yang bertajuk ?Uang Kaget?. Acara yang dipandegani Helmi yahya dan production housenya yang bernama Triwarsana hadir di RCTI. Sebelumnya lewat PH yang sama Hemi Yahya juga bikin variety show maupun reality show. Sebut saja ada ?Play Boy Kabel?, trus ada ?Bedah Rumah?, kemudian ?Toloong?. Dalam membikin sebuah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pasti sobat udah pada ngeliat tayangan variety show yang bertajuk ?Uang Kaget?. Acara yang dipandegani Helmi yahya dan production housenya yang bernama Triwarsana hadir di RCTI. Sebelumnya lewat PH yang sama Hemi Yahya juga bikin variety show maupun reality show. Sebut saja ada ?Play Boy Kabel?, trus ada ?Bedah Rumah?, kemudian ?Toloong?.<span id="more-412"></span></p>
<p>Dalam membikin sebuah tayangan seorang producer macam Helmi Yahya tentu punya maksud dan tujuan. Seperti yang pernah disampaikan Helmi di saat ?Kuis Siapa Berani? dibikin dengan maksud didedikasikan untuk mengajari displin, sportif. Kita bisa liat desain acaranya yang dibikin sedemikian rupa peserta yang jumlahnya 100 di tiap tampilan, sedang acaranya digelar selama 5 hari dalam seminggu. Artinya, selama seminggu ada 500 orang, sebulan ada 2000 orang yang terbentuk disiplinnya melalui acara kuis tersebut.</p>
<p>Dengan maksud yang begituan, mungkin orang jadi ngasih acungan jempol buat acara tesebut. Dan juga acara bikinan Triwarsana yang lain, termasuk salah satunya ?Uang Kaget (UK)?. Nggak perlu dijelasin apa kandungan maksud acara itu, orang udah bisa menangkap bahwa acara itu menonjolkan sisi human interest. Di kala orang susah nyari sekeping rupiah untuk bertahan hidup, bagaimana jika datang orang yang tak dikenal tiba-tiba ngasih segepok uang bernilai 10 juta rupiah, begitulah kira-kira, kesan yang bisa ditangkap dari UK.</p>
<p>Butuh Cara &amp; Wadah Yang Tepat<br />
Prend, untuk sampai kepada kepada sebuah tujuan, kita perlu menempuh sebuah perjalanan atau proses, bukan? Misalkan, kita mau pergi ke Jakarta tentu harus melampaui perjalanan yang bisa kita lakuin dengan cara naik pesawat, kereta api, bis malam atau bahkan naik sepeda motor.</p>
<p>Nah, gambaran itu ada pada acara UK. Dari segi tujuan, maksudnya memanjakan orang yang tidak berkecukupan untuk membelanjakan uang 10 juta rupiah sesuka hatinya. But, sebagus apapun tujuan, tetap butuh cara atau proses yang baik pula. Contohnya kalo kita mau menolong orang yang nggak bisa makan, dengan jalan mencuri dulu makanan yang kita mo kasihkan. Khan berabe?<br />
Kita bisa liat, dalam setiap episode UK, si orang miskin yang didatangi ?Mr. Kaget? hanya dikasih waktu 1 jam untuk menghabiskan uang tersebut. Hasilnya? Orang miskin yang sebelumnya hanya bermimpi-mimpi untuk bisa beli barang mewah, demi mengejar target si pemberi uang, dann? kita bisa saksikan, apa yang dibeli? Barang-barang yang mustinya nggak dibeli dan tentu aja kagak ada manfaat yang signifikan, jadi kebeli. Seorang pemulung misalnya, yang rumahnya beratap kardus, terpaksa beli handphone, kulkas, rice cooker dan barang mewah lainnya.</p>
<p>Sobat, sebagus apapun jenis bibit padi yang kita mau tanam, tetap akan membutuhkan lahan sebagai mediator tumbuh yang baik. Selincah apapun seorang Valentino Rossi, pasti akan butuh kendaraan semacam Honda yang bernomor 46 yang selalu ditumpanginya. Begitupun acara variety show macam UK, dari sisi tujuan atau maksudnya, bisa dikasih acungan jempol. Tapi sangat disayangkan, jika acara macam gituan tetap digelar di tengah suasana kehidupan seperti saat sekarang ini. Ketika orang membanggakan materialisme, menjunjung tinggi sekularisme dan mengagungkan kapitalisme.</p>
<p>Sudah barang pasti, acara UK yang dibikin hanya untuk mengejar target dari sponsor, memiliki dampak yang nggak baik pula. Salah satunya mendorong kita untuk hidup konsumtif atau suka habisin uang tanpa pernah mau tahu manfaat barang yang dibeli. Dengan sikap hidup konsumtif, orang akan tertutupi untuk kreatif, sebab menurutnya semua barang bisa dibeli dengan uang, nggak perlu repot.</p>
<p>Selain konsumtif, acara gituan juga bikin kita jadi manusia instant. Bayangin, mungkin hanya dengan berharap, berdoa sambil tangan menengadah, tiba-tiba dengan tanpa diduga dan dinyana dapatlah uang. Maka, jangan heran kalo acara macam UK menjamur, makin banyak orang malas, makin banyak orang punya sifat tuulun amal alias panjang angan-angan.</p>
<p>Akibat buruk yang lain dari acara UK adalah mendorong kita punya pikiran tentang prestise alias harga diri yang diukur dengan banyaknya harta atau karena kita punya banyak barang mewah. Hingga akhirnya kita ngerasa kudu tampil borju meskipun itu bikin malu, kita merasa musti tampil perlente padahal nyatanya kita orang kere. Kaciahan deh loe?!</p>
<p>Gimana Dengan Islam?<br />
Ok, sebuah pertanyaan yang bagus. Emang sebagai orang Islam kita kudu mengukur perilaku kita dengan cara Islam. Dalam Islam seseorang diperintahkan untuk bekerja, sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan hidupnya, sebagaimana firman-Nya:<br />
?Dialah yang telah menjadikan bumi itu mudah bagimu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah dari sebagian rezeki-Nya?? (QS. Al Mulk 15).<br />
?..bekerjalah kamu, maka Allah, Rasul dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu?? (QS At-Taubah 105)</p>
<p>Dengan dorongan takwanya, orang akan bekerja dengan Ikhlas tanpa nungguin ada orang yang tiba-tiba ngasih uang. Dengan bekerja pula orang jadi ngerti hukum sebab akibat dari datangnya rezeki. Sumber datangnya rezeki cuman satu yakni Allah SWT, seorang muslim tidak akan berdoa terus sebagai bentuk tawakalnya mencari rezeki.</p>
<p>Setelah kita bekerja, maka ada harta yang wajib dikeluarkan zakatnya seperti hasil pertanian, perkebunan atau perhiasan. Atau kalo tidak zakat, kita bisa mensedekahkan sebagian harta dalam bentuk infak atau sodaqoh. Tapi tetap kesemuanya dilakuin dalam rangka mencari keridloaan Allah, bukan karena mencari pujian, atau karena ditayangin di teve.</p>
<p>Dengan zakat, infaq atau sodaqoh akan sediki membantu beban saudara kita yang nggak berkesempatan memiliki nasib seuntung kita. Sehingga jurang kaya-miskin jadi terhapus, jika kita semua mau menerapkan itu.</p>
<p>Lebih-lebih kalo negara mau ikut campur dalam urusan ini. Sebab di negara kapitalis seperti ini, mana ada pejabat, penguasa, birokrat yang care dengan nasib rakyat miskin, terus kemudian turun ke jalan mengentaskan mereka dari kemiskinan. Para pejabat kita malah sibuk memperkaya diri mereka sendiri. Pemandangan seperti itu nggak ada ketika Islam diterapin sebagai sebuah sistem bernegara. Contohnya, Khalifah Umar misalnya, pernah menyita seekor unta gemuk, milik anaknya Abdullah bin Umar, karena digembalakan bersama unta-unta lain di padang rumput miliki Baitul Mal. Demikian pula Khalifah Umar bin Abdul Aziz, demi menjaga agar tidak tercium bau secara hak, menutupi hidungnya saat membagi minyak kesturi kepada kaum muslimin.</p>
<p>Potret kesederhanaan para penguasa Islam seharusnya menjadi cermin bagi para penguasa sekarang yang cenderung memperkaya dirinya di saat menjabat. Seperti Umar bin Abdul Aziz misalnya, beliau melepaskan haknya atas seluruh kekayaannya, dijual dengan harga 23.000 dinar, kemudian diserahkan kepada Baitul Mal.<br />
Walhasil, acara UK sebenarnya nggak perlu muncul, kalo kita semua terutama yang berharta lebih, mau kembali menerapkan syariat Islam soal zakat, infaq atau sodaqoh. Juga negara ikut mensejahterakan rakyatnya dengan sistem Islam. Sebab acara UK hanya muncul di negara kapitalis macam Indonesia, ketika semua orang mendewakan materialisme, ketika semua orang ingin hidup instant dan ketika semua orang nggak mau menerapkan syariat Islam./luky/<br />
Wallahu alam.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimsolo.wordpress.com/2009/06/01/ada-apa-dengan-uang-kaget/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/4b1293713856e4863a0aee0746186e26d65f1b768b497de95bf36fcee01be2a4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alpalury</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tujuan Hidup Seorang Muslim</title>
		<link>https://muslimsolo.wordpress.com/2009/05/21/tujuan-hidup-seorang-muslim/</link>
					<comments>https://muslimsolo.wordpress.com/2009/05/21/tujuan-hidup-seorang-muslim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muslim Solo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 23:15:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Untaian Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://faisholnurhuda.wordpress.com/?p=181</guid>

					<description><![CDATA[Setiap orang yang mendalami Al-Qur&#8217;an dan mempelajari Sunnah tentu mengetahui bahwa puncak tujuan dan sasaran yang dilakukan orang Muslim yang diwujudkan pada dirinya dan di antara manusia ialah ibadah kepada Allah semata. Tidak ada jalan untuk membebaskan ibadah ini dari setiap aib yang mengotorinya kecuali dengan mengetahui benar-benar tauhidullah. Da&#8217;i yang menyadari hal ini tentu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang yang mendalami Al-Qur&#8217;an dan mempelajari Sunnah tentu mengetahui bahwa puncak tujuan dan sasaran yang dilakukan orang Muslim yang diwujudkan pada dirinya dan di antara manusia ialah ibadah kepada Allah semata.<br />
Tidak ada jalan untuk membebaskan ibadah ini dari setiap aib yang mengotorinya kecuali dengan mengetahui benar-benar tauhidullah.<span id="more-181"></span></p>
<p>Da&#8217;i yang menyadari hal ini tentu akan menghadapi kesulitan yang besar dalam mengaplikasikannya. Tetapi toh kesulitan ini tidak membuatnya surut ke belakang. Sebab setiap saat dakwahnya menyerupai perkataan Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam:</p>
<p>&#8220;Artinya : Orang yang paling keras cobaannya adalah para nabi, kemudian yang paling menyerupai (mereka) lalu yang paling menyerupainya lagi.&#8221; [1]</p>
<p>Bagaimana tidak, sedang dia selalu meniti jalan beliau, menyerupai sirah-nya dan mengikuti jalannya? Al-Amtsalu tsumma al-amtsalu adalah orang-orang shalih yang mengikuti jalan para nabi dalam berdakwah keapda Allah, menyeru kepada tauhidullah seperti yang mereka lakukan, memurnikan ibadah hanya kepada-Nya dan menyingkirkan syirik. Mereka mengahadapi gangguan dan cobaan seperti yang dihadapi para panutannya, yaitu nabi-nabi.</p>
<p>Oleh karena itu banyak para da&#8217;i yang menjauhi jalan yang sulit dan penuh rintangan ini. Sebab seoarang da&#8217;i yang meniti jalan itu akan menghadapi ayah, ibu, saudara, rekan-rekan, orang-orang yang dicintainya, dan bahkan dia harus menghadapi masyarakat yang merintangi, memusuhi dan menyakitinya.</p>
<p>Lebih baik mereka menyingkir ke sisi-sisi Islam yang sudah mapan, yang tidak dimusuhi orang yang beriman kepada Allah. Di dalam sisi-sisi ini mereka tidak akan menghadapi kesulitan, kekerasan, ejekan, dan gangguan, khususnya di berbagai masyarakat Islam. Biasanya mayoritas umat justru mau memandang da&#8217;i seperti ini, menyanjung dan memuliakannya dan tidak mengejek atau pun mengganggunya, kecuali jika mereka menentang para penguasa dan mengancam kedudukan mereka. Kalau seperti ini keadaannya, tentu para penguasa ini akan menumpas mereka dengan kekerasan, sebagaiman menumpas partai politik yang hendak mengincar kursi kekuasaannya. Sebab, para penguasa dalam masalah ini tidak bisa diajak kompromi, baik mereka itu kerabat atau pun rekan, baik orang Muslim maupun orang kafir.</p>
<p>Bagaimanapun juga kami merasa perlu mengatakan para da&#8217;i, bahwa meskipun mereka tetap harus menyaringkan suaranya atas nama Islam, toh mereka tetap harus mengasihi dirinya sendiri. Karena mereka keluar dari manhaj Allah dan jalan-Nya yang lurus dan jelas, yang pernah dilalui para nabi dan para pengikutnya dalam berdakwah kepada tauhidullah dan memurnikan agama hanya bagi Allah semata. Apa pun usaha yang mereka lakukan untuk kepentingan dakwah, toh mereka tetap harus memikirkan sarananya sebelum tujuannya. Sebab berapa banyak sarana yang remeh justru membahayakan tujuan yang hendak dicapai dan justru menjadi pertimbangan yang besar.</p>
<p>Bahkan banyak da&#8217;i yang memaksakan cara yang mereka ciptakan sendiri dan tidak mau mengikuti manhaj para nabi dalam berdakwah kepada tauhidullah di bawah slogan-slogan yang serba gemerlap, tapi akhirnya hanya memperdayai orang-orang bodoh, sehingga mereka menganggapnya sebagai manhaj para nabi.</p>
<p>Karena Islam mempunyai beberapa cabang dan pembagian, maka harus ada penitikberatan pada masalah yang paling penting, lalu disusul dengan yang penting lainnya. Pertama kali dakwah harus diprioritaskan pada penataan akidah. Caranya menyuruh memurnikan ibadah bagi Allah semata dan melarang menyekutukan sesuatu kepada-Nya. Kemudian perintah mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, melaksanakan berbagai kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan, seperti cara yang dilakukan semua para nabi. Firman Allah.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): &#8216;Sembahlah Allah (saja) dan juahilah thaghut&#8217;.&#8221; [An-Nahl : 36]</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan, Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada Ilah selain Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.&#8221; [Al-Anbiya&#8217; : 25]</p>
<p>Dalam sirah Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam dan cara yang diterapkan beliau terkandung keteladanan yang baik serta manhaj yang paling sempurna. Hingga beberapa tahun beliau hanya menyeru manusia kepada tauhid dan mencegah mereka dari syirik, sebelum menyuruh mendirikan sholat, melaksanakan zakat, puasa, haji, dan sebelum melarang mereka melakukan riba, zina, pencurian dan membunuh jiwa tanpa alasan yang benar.</p>
<p>Jadi dasar yang paling pokok adalah mewujudkan peribadatan bagi Allah semata, sebagaimana firman-Nya.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan, AKu tidak menciptakan manusia dan jin melainkan untuk menyembah-Ku.&#8221; [Adz-Dzariat : 56]</p>
<p>Hal ini tidak bisa terjadi kecuali dengan mengenal tauhidullah, baik secara ilmu maupun praktik, realitas sehari-hari maupun jihad.</p>
<p>Anda bisa melihat berapa banyak para da&#8217;i Muslim dan jama&#8217;ah-jama&#8217;ah Islam yang menghabiskan umurnya dan menghabiskan energinya untuk menegakkan hukum Islam atau menuntut berdirinya negara Islam. Mereka tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, mereka lupa atau pura-pura lupa bahwa tegaknya hukum Islam tidak akan terwujud dengan cara seperti itu. Tujuan itu tidak akan terealisir kecuali dengan suatu manhaj yang dilakukan secara perlahan-perlahan, memerlukan waktu yang panjang, dilandaskan kepada kaidah yang jelas, harus dimulai dari penanaman akidah dan menghidupkan pendidikan Islam serta menekankan masalah akhlak. Jalan yang perlahan-lahan dan panjang ini merupakan jalan yang paling dekat dan paling cepat yang bisa ditempuh. Sebab untuk bisa mengaplikasikan tatanan Islam dan hukum syariat Allah bukan merupakan tujuan yang bisa dilakukan secara spontan dan tergesa-gesa. Karena hal ini tidak mungkin diwujudkan kecuali dengan merombak masyarakat, atau adanya sekumpulan orang yang berkedudukan dan berbobot di tengah kehidupan manusia secara umum yang siap memberikan pemahaman akidah Islam yang benar, baru kemudian melangkah kepada pembentukan tatanan Islam, meskipun harus menghabiskan waktu yang lama[2]</p>
<p>Kesimpulannya, menerapkan hukum-hukum syariat, menegakkan hudud, mendirikan pemerintahan Islam, menjauhkan hal-hal yang diharamkan dan melaksanakan hal-hal yang diwajibkan, semuanya merupakan penyempurna tauhid dan penyertanya. Lalu bagaimana mungkin penyertanya mendapat prioritas utama, sedangkan pangkalnya diabaikan?</p>
<p>Kami melihat sepak terjang berbagai jama&#8217;ah yang menyalahi manhaj para rasul dalam berdakwah kepada Allah ini terjadi karena ketidaktahuan mereka terhadap manhaj ini. Padahal orang yang bodoh tidak pantas menjadi da&#8217;i. Sebab syarat terpenting dalam aktivitas dakwah adalah ilmu, sebagaimana yang difirmankan Allah tentang Nabi-Nya.</p>
<p>&#8220;Artinya : Katakanlah: &#8216;Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik.&#8221; [Yusuf : 108]</p>
<p>Jadi, keahlian seorang da&#8217;i yang paling penting adalah ilmu pengetahuan.</p>
<p>Kemudian kami melihat jama&#8217;ah-jama&#8217;ah yang menisbatkan diri kepada dakwah ini saling berbeda-beda. Setiap jama&#8217;ah menciptakan pola yang tidak sama dengan jama&#8217;ah lain dan meniti jalannya sendiri. Ini merupakan akibat dari tindakan yang menyalahi manhaj Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam. Karena manhaj beliau hanya satu, tidak terbagi-bagi dan tidak saling berselisihan. Firman Allah.</p>
<p>&#8220;Artinya : Katakanlah: &#8216;Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku.&#8221;</p>
<p>Orang-orang yang mengikuti Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam berada di atas jalan yang satu ini dan tidak saling berselisih. Tapi orang-orang yang tidak mengikuti beliau tentu saling berselisih. Firman Allah.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan, bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya.&#8221; [Al-An&#8217;am : 153]</p>
<p>Jadi tauhid merupakan titik tolak dakwah kepada Allah dan tujuannya. Tidak ada gunanya dakwah kepada Allah kecuali dengan tauhid ini, meskipun ia ditempeli dengan merk Islam dan dinisbatkan kepadanya. Sebab semua rasul, terutama dakwah penutup mereka, Muhammad Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam dimulai dari tauhidullah dan sekaligus itu pula tujuan akhirnya. Setiap rasul pasti mengatakan untuk pertama kalinya seperti yang dijelaskan Allah.</p>
<p>&#8220;Artinya : Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah selain daripada-Nya.&#8221; [Al-A&#8217;raaf :59 ][3]</p>
<p>Ini merupakan tujuan hidup orang Muslim yang paling tinggi, yang untuk itulah dia menghabiskan umurnya sambil mengusahakannya di tengah kehidupan manusia dan menguatkannya di antara mereka.</p>
<p>Khaliq yang telah menyediakan apa-apa yang menunjang kemaslahatan kehidupan dunianya, Dia pula yang menetapkan syariat agama bagi mereka dan menjaga kelangsungannya. Allah selalu menjaga Islam, karena Islam itulah tujuan dari diciptakannya dunia bagi manusia, lalu mereka diberi kewajiban untuk beribadah dan menguatkan tauhid, sebagaimana yang tercermin dalam firman Allah Ta&#8217;ala.</p>
<p>[Disalin dari kitab Ad-Da&#8217;wah ilallah Bainat-tajammu&#8217;i-hizby Wat-Ta&#8217;awunisy-Syar&#8217;y, Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsary. Edisi Indonesia: Menggugat Keberadaan Jama&#8217;ah-Jama&#8217;ah Islam. Penerjemah: Kathur Suhardi, Penerbit, Pustaka Al-Kautsar. Cet. Pertama, September 1994; hal.38-44]<br />
_________<br />
FooteNote<br />
[1]. Diriwayatkan At-Tirmidzy, hadits nomor 2400, Ibnu Majah, hadits nomer 4023, Ahmad 1/172, dari Sa&#8217;id bin Abi Waqqash, dengan sanad hasan.<br />
[2]. Limadza a&#8217;damuni?<br />
[3]. Mukaddimah Manhajul Anbiya&#8217;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimsolo.wordpress.com/2009/05/21/tujuan-hidup-seorang-muslim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/4b1293713856e4863a0aee0746186e26d65f1b768b497de95bf36fcee01be2a4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alpalury</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
