<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870</atom:id><lastBuildDate>Thu, 06 Oct 2011 14:15:56 +0000</lastBuildDate><category>Shalat</category><category>Hadits</category><category>Bangsa Musnah</category><category>Khutbah</category><category>Internet</category><category>Muslimah</category><category>Download</category><category>Aqidah</category><category>Fiqih</category><category>Akhlak</category><category>Keutamaan</category><category>Ramadhan</category><category>Khazanah</category><category>Fatwa</category><category>Kisah Nabi</category><category>Hukum</category><category>Sekte</category><category>Tanda Hari Kiamat</category><category>Siroh</category><category>Tokoh</category><category>Al-Quran</category><category>Tarikh</category><category>Adab Islam</category><category>Nasehat</category><title>Muslim-G</title><description>berbagi manfaat</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (syam)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>149</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Muslim-g" /><feedburner:info uri="muslim-g" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>berbagi manfaat</itunes:subtitle><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-7962755576594404936</guid><pubDate>Sun, 23 Jan 2011 16:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-24T00:08:37.805+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Al-Quran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tarikh</category><title>Alif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Romawi...</title><description>&amp;quot;Alif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Romawi. di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. Dalam beberapa tahun…&amp;quot; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Surat Ar Ruum adalah salah satu surat Makiyah yang mempunyai 60 ayat di dalamnya. Di antara keistimewaan surat ini adalah terdapat di dalamnya ayat yang mengandung mukjizat Al Quran yang mengetahui masa depan, dan juga terdapat mukjizat sains dalamnya. Ayatnya berbunyi:&lt;p&gt;( .. الم * غُلِبَتِ الرُّومُ * فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُم مِّن بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ * فِي بِضْعِ سِنِينَ )&lt;p&gt;Ayat ini adalah ayat yang menceritakan tentang 2 buah bangsa yang memiliki kekuatan super power ketika itu, yaitu Romawi dan Persia. Sedangkan Romawi yang dimaksud pada ayat di atas adalah Romawi Timur, yang berpusat di Konstantinopel. Ayat tentang 2 bangsa adidaya ini termasuk penyebab banyaknya orang-orang kafir Quraisy yang masuk islam ketika itu. Perang antara bangsa Romawi dengan Persia telah terjadi dengan berakhirnya kemenangan pada pihak Persia atas Romawi. Perang ini terjadi sekitar tahun 614 M - 615 M berada di daerah dataran rendah Palestina, yang terletak di dekat Laut Mati (Buhairah Luth).&lt;p&gt;Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyatakan, ayat tersebut diturunkan tatkala Sabur, raja Persia, mengalahkan negeri Syria, negara-negara di sekitar Jazirah Arab, dan beberapa bagian negeri Romawi. Sabur mendesak Heraclius (Raja Romawi saat itu) hingga membuatnya berlindung ke Konstantinopel. Sabur mengepungnya dalam waktu lama dan membuat Romawi menyerah.&lt;br /&gt;Harun Yahya menyebutkan di dalam bukunya, &amp;#39;Jejak Bangsa-bangsa Terdahulu&amp;#39;, tidak hanya Persia yang berambisi menaklukkan Konstantinopel Romawi. Namun, ada juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard yang menjadi ancaman serius kekaisaran Romawi. Disebutkan Harun Yahya, ketika itu bangsa Avar telah mencapai dinding batas Konstantinopel. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraclius dan kekaisaran pun berada di ambang keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir, dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Romawi, diserbu bangsa Persia.&lt;br /&gt;Bangsa Persia adalah para penyembah api (majusi), sedangkan kaum Romawi adalah para Ahli Kitab yang beragama Nasrani atau termasuk agama samawi (agama dari langit yang yang bersumber dari Allah dan berprinsip meng-Esa kan Allah).&lt;p&gt;Ketika kaum kafir Quraisymendengar berita ini, mereka senang karena mereka adalah para pemeluk paganisme, dan kemenangan ada di pihak pemeluk pagan juga. Sampai diriwayatkan &amp;#39;Akramah rahimahullah mereka merasa bangga dan berkata: &amp;quot;Jika kalian memerangi kami, maka kamilah yang akan menang.&amp;quot; Akan tetapi di sisi lain, kaum Muslimin merasa sedih karena mereka mengetahui bahwasannya bangsa Romawi adalah penganut agama Nasrani dan termasuk Ahli Kitab yang ajarannya juga bersumber dari Allah. Maka Allah pun menurunkan ayat Al Quran sebagai pemutus kesedihan kaum Mukmin sekaligus penolak kebahagiaan kaum Kafir yang berbunyi:&lt;p&gt;( .. الم * غُلِبَتِ الرُّومُ * فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُم مِّن بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ * فِي بِضْعِ سِنِينَ )&lt;br /&gt;&amp;quot;Alif Laam Miim (1) Telah dikalahkan bangsa Romawi (2) di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang (3) dalam beberapa tahun…&amp;quot;&lt;p&gt;Kata &amp;#39;bidh&amp;#39;un&amp;#39; di dalam kalimat &amp;quot; فِي بِضْعِ سِنِينَ,&amp;quot; mempunyai arti, bilangan yang kurang dari sepuluh. Sedangkan kata &amp;quot;سِنِينَ&amp;quot; adalah jamak dari &amp;quot;&amp;quot;سنة yang berarti tahun. Jikalau kita merujuk kepada kamus bahasa Arab - Indonesia, kata &amp;#39;bidh&amp;#39;un&amp;#39; tersebut mempunyai arti bilangan antara 3 sampai 9. Kemudian Allah meneruskan ayat selanjutnya:&lt;p&gt;)لِلَّهِ الْأَمْرُ مِن قَبْلُ وَمِن بَعْدُ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ * بِنَصْرِ اللَّهِ يَنصُرُ مَن يَشَاء وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ * وَعْدَ اللَّهِ لَا يُخْلِ 1;ُ اللَّهُ وَعْدَهُ وَلَكِ 6;َّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ * يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِّنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ ( &lt;p&gt;&amp;quot;…Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman (4) karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang (5) (sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (6) Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai (7).&amp;quot;&lt;p&gt;Setelah Allah menurunkan ayat tersebut, bergolaklah kebencian para kaum Kafir Quraisy dan makin besarlah perlawanan dari mereka. Sampai diriwayatkan oleh Ibnu Jarir rahimahullah suatu ketika orang-orang kafir Quraisy setelah mendengar ayat tersebut, datang kepada Abu Bakar r.a. dan berkata: &amp;quot;Wahai Abu Bakar! Sesungguhnya sahabatmu (Muhammad) berkata: &amp;#39;Sesungguhnya Romawi akan mengalahkan Quraisy kurang dari sepuluh tahun.&amp;#39;&amp;quot; Abu Bakar r.a. menjawab: &amp;quot;Sahabatku telah berkata benar!&amp;quot; Kemudian mereka menantangnya dan berkata: &amp;quot;Wahai Abu Bakar, Apakah kamu berani taruhan?&amp;quot; Akhirnya mereka sepakat dan menjanjikan kepada Abu Bakar akan memberikan 10 &amp;#39;qolais&amp;#39; atau unta muda sampai tujuh tahun setelahnya jikalau memang terjadi kemenangan Romawi dan begitu sebaliknya. Ketika sudah lewat 7 tahun dan belum juga terbukti ayat tersebut, makin banggalah kaum Musyrik dan memecah belah kaum Muslimin. Maka Abu Bakar menyampaikan itu kepada Rasulullah saw. Maka Rasulullah menjawab: &amp;quot;Apa arti bidh&amp;#39;un bagimu?&amp;quot; Kaum Muslimin menjawab: &amp;quot;Kurang dari sepuluh.&amp;quot; Rasulullah menambahkan: &amp;quot;Pergilah dan mintalah tambahan tenggang 2 tahun dari yang telah ditentukan.&amp;quot; Maka tidak lebih dari 2 tahun terbuktilah ayat tersebut dan kaum Muslimin pun bahagia atas janji Allah itu. Janji Allah benar-benar terbukti dengan kemenangan bangsa Romawi atas Persia pada tahun 622 M. Kejadian ini terjadi pada tahun Hudaibiyah. Dalam sejarah, peperangan itu dikenal dengan sebutan The Battle of Nineveh (Pertempuran Nineveh). Masih banyak riwayat lain yang menyebutkan tentang permasalahan ini, selanjutnya buka tafsir sendiri yah…&lt;br /&gt;Inilah salah satu mukjizat Al Quran pada masa awal-awal Islam berdiri yang mengetahui masa depan. Dan bukti kebenaran ayat tersebut terlihat setelah 7 tahun dari turunnya ayat tersebut. Setelah terbukti ayat tersebut kebenarannya, maka sebagian orang-orang Kafir yang telah masuk Islam berkata: &amp;quot;Muhammad adalah orang berakal, dan dia bukanlah seorang yang gila. Sungguh dia telah menjamin agamanya (islam) dan masa depan islam tersebut. Dia telah menjamin kemenangan bangsa yang telah dikalahkan sekaligus membatasi dalam waktu dekat akan terjadi. Jikalau bukti kemenangan bangsa Romawi tersebut terjadi lewat dari sepuluh tahun, maka Islam, Quran, dan Muhammad akan hilang begitu saja.&amp;quot;&lt;p&gt;Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Quran dengan berbagai mukjizat di dalamnya. Seyogyanya kita sebagai hamba-Nya yang beriman, senantiasa bertambah keimanan kita ketika mengetahui kebenaran di dalam Al Quran yang benar-benar tidak ada keraguan di dalamnya. Al Quran sebagai pedoman yang menunjukkan jalan yang paling lurus sebagaimana firman Allah dalam surat Al Isra ayat 9:&lt;p&gt;إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ&lt;p&gt;&amp;quot;Sesungguhnya Al Qur&amp;#39;an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus…&amp;quot;&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui mukjizat Al Quran yang bisa meramalkan masa depan pada ayat tadi, mari kita beralih kepada mukjizat sains yang ada di dalam ayat di atas juga. Kali ini saya telah menukil kesaksian dari Syaikh Abdul Majid Az Zindani. Mungkin anda yang telah membaca artikel saya tentang tanah Arab yang akan menjadi taman dan sungai menjelang kiamat pernah menemukan nama beliau. Sekedar pengetahuan bersama, beliau adalah seorang ahli farmasi Yaman yang memimpin Universitas Al Iman, Yaman. Beliau telah berhasil meneliti obat-obatan alami yang bisa menyembuhkan penyakit Aids. Az-Zindani, memang bukan sekedar tokoh ulama yang paham tentang agama, tapi juga seorang ilmuwan yang kerap mengaitkan materi keagamaan yang diperolehnya dalam penelitian ilmiah. Menurut Az-Zindani, sebagaimana dipublikasikan stasiun tv satelit Al-Jazeera, ia telah melakukan uji coba terhadap 15 orang yang positif terkena virus HIV selama antara tiga sampai satu tahun, dan kini seluruhnya sembuh dari virus penyakit yang menghilangkan kekebalan tubuh itu. Syeikh hebat, yang banyak gabungkan antara ilmu agama dan sains. Kalau ada yang pernah membaca tulisan Prof. Keith Moore, seorang pakar di bidang janin, bagaimana dia mengakui bahwa Al Quran telah menerangkan pembentukan janin secara terperinci sebelum diketahui oleh sains moden, tentu akan mengetahui bahawa Syeikh Zindani lah yang memberikan ayat-ayat berkenaan janin itu kepada Moore. Berikut adalah perkataan beliau berkenaan dengan ayat di atas:&lt;br /&gt;Saya telah bertemu dengan salah satu Profesor bidang Geologi di Amerika yang bernama Prof. Palmer. Salah seorang profesor ternama dari sekian banyak ilmuwan Geologi di Amerika. Dia datang berkunjung dengan membawa model bumi canggih yang dilengkapi dengan perincian dataran-dataran tinggi dan rendah, serta kedalaman lautan-lautan yang ada di bumi ini. Semuanya lengkap dengan penjelasan berapa tinggi ketinggian tanah itu, dan berapa kedalaman laut itu dalam ukuran meter yang telah dihitung secara akurat.&lt;p&gt;Ketika dia duduk, saya berkata kepadanya: &amp;quot;Kami mempunyai suatu perkataan ayat di dalam Al Quran. Ada ayat yang mengatakan bahwasannya teritorial Baitul Maqdis atau Palestina (negara tempat terjadinya perang antara Romawi dan Persia) adalah negara yang mempunyai dataran tanah terendah di dunia, yaitu paling rendah di bumi ini.&lt;p&gt;Saya menyebutkan ayat surat Ar Ruum, dan menerangkan kepada Palmer kandungan isinya. Kemudian saya memberikan argumen bahwasannya lafazh &amp;#39;adna&amp;#39; di dalam ayat tadi adalah sebuah lafazh yang mempunyai arti &amp;#39;aqrob&amp;#39;, yaitu paling dekat/ lebih dekat. Hal itu telah terbukti di dalam sejarah bahwasannya memang negara Palestina lah tempat terjadinya perang antara Romawi dan Persia. &lt;br /&gt;Namun bahasa Arab adalah bahasa yang sangat kaya dengan kosa katanya. Satu kosa kata bahasa Arab bisa mempunyai arti bermacam-macam. Kata &amp;#39;adna&amp;#39; mempunyai 2 arti, yaitu &amp;#39;aqrob&amp;#39; dan &amp;#39;akhfadh&amp;#39; yang bermakna paling rendah/ lebih rendah. Ketika Allah telah berfirman di dalam Al quran:&lt;p&gt;( .. الم * غُلِبَتِ الرُّومُ * فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُم مِّن بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ * فِي بِضْعِ سِنِينَ )&lt;p&gt;Para ahli Tafsir terdahulu telah menafsirkan kata &amp;#39;adna&amp;#39; berarti &amp;#39;aqrob&amp;#39;. Mereka berpendapat bahwasannya daerah terdekat dengan Jazirah Arab adalah kawasan yang banyak terdapat gua di sekitar laut mati.&lt;p&gt;Mereka mengatakan &amp;#39;adna&amp;#39; berarti &amp;#39;aqrob&amp;#39;, akan tetapi ayat tersebut juga mencakup makna kedua, yaitu &amp;#39;akhfadh&amp;#39;. Saya mengatakan kepada Palmer: &amp;quot;Palestina adalah lokasi permukaan terendah di dunia, dan saya telah mengetahui hal itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;Akan tetapi ketika Palmer telah mengetahui bahwasannya hal itu berasal dari Al Quran, dia berkata: &amp;quot;Palestina bukanlah negara terendah di muka bumi ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;Dia menimpali: &amp;quot;Ada berbagai dataran rendah di daerah Belanda yang tanahnya berada di bawah permukaan laut.&amp;quot;&lt;p&gt;Kemudian dia menyebutkan beberapa dataran-dataran rendah di dunia. Saya membalasnya dan mengatakan: &amp;quot;Saya sangat yakin dengan ucapan saya.&amp;quot; Kemudian profesor Palmer merasa asing dan aneh dengan perkataan saya. Akhirnya saya membuktikannya dengan menggunakan model bumi tadi.&lt;br /&gt;Saya berkata: &amp;quot;Ini adalah bola bumi yang di dalamnya terdapat dataran-dataran tinggi dan rendah.&amp;quot; Setelah itu, saya putar bola tadi dengan cepat. Ketika saya memutarnya di atas zona Baitul Maqdis dan sekitarnya terdapat panah panjang yang keluar dari daerah Palestina tadi dan tertulis dengan tulisan yang sangat jelas bahwasannya tempat itu adalah zona terendah di bumi ini! Maka ketika dia melihatnya, dia langsung bersorak: &amp;quot;Benar! Benar! semua yang anda katakan. Palestina adalah permukaan terendah di bumi ini&amp;quot;&lt;p&gt;Inilah kutipan dari perkataan Syaikh &amp;#39;Abdul Mujid Az Zindani yang telah membuka hati dari seorang Profesor non Islam sehingga dia mengakui kebenaran Al Quran. Seiring berjalannya waktu dan bertambah canggih teknologi modern ini, maka ditemukanlah tempat tersebut secara akurat dan pasti. Untuk lebih jelasnya tentang tempat yang merupakan saksi sejarah terjadinya perang Romawi vs Persia tadi, berikut penjelasannya.&lt;p&gt;Sebagaimana disebutkan dalam berbagai buku sejarah, termasuk Syauqi Abu Khalil dalam Atlas Al-Quran, daerah yang terdekat dengan Arab adalah Syria, Palestina, dan Yordania yang pada saat itu ialah daerah jajahan Romawi Timur. Lebih tepatnya lagi tempat itu bernama Jericho/ Yerikho, kota yang terletak di dekat Laut Mati (Buhairah Luth) yang memiliki tingkat kerendahan 392 m di bawah permukaan laut. Ada yang menyebutkan bahwa kerendahannya mencapai -420 m.&lt;p&gt;Yerikho adalah kota yang unik dan menarik yang menyandang sebutan sebagai kota tertua dan terendah di dunia, kota paling subur dan menjadi satu-satunya kota di kawasan otoritas Palestina yang memiliki oasis Casino. Kota Yerikho adalah kota yang masuk dalam kekuasaan otoritas Palestina, di mana sebelumnya berada dalam kekuasaan Israel. Masuknya kota Yerikho sebagai bagian dari otoritas Palestina, berdasarkan pada perjanjian tentang Jalur Gaza dan Yerikho Area yang telah disepakati tanggal 4 Mei 1994 di Cairo-Mesir antara Pemerintahan Israel dengan PLO (Palestine Liberation Organization). Saat ini selain kota Yerikho, ada beberapa kota lainnya yang telah diserahkan oleh Israel dan masuk dalam otoritas Palestina antara lain Hebron, Ramallah, Nablus, Tulkarm dan Bethlehem serta Jalur Gaza. Namun sayangnya kawasan satu dengan kawasan otoritas Palestina lainnya saling terpisah dan seluruhnya berada dan berbatasan dengan wilayah Israel. Sejak penyerahan wilayah Yerikho oleh Pemerintah Israel, otoritas Palestina telah melanjutkan pembangunan kawasan ini, dan menjadikan kawasan ini menjadi salah satu kawasan wisata utama di wilayah otoritas Palestina.&lt;p&gt;Kota Yerikho juga adalah situs penting para arkeolog, karena inilah kota yang diyakini sebagai kota tertua di dunia. Hasil penggalian arkeologi yang dilakukan oleh Miss Kathleen Kenyon yang dilakukan pada tahun 1952-1956, telah menemukan lapisan-lapisan terawal yang kemudian diketahui berasal dari 7.000 SM. Berdasarkan penemuan ini, para arkeolog telah mengklaim bahwa Yerikho adalah &amp;quot;kota tertua di dunia.&amp;quot; Hasil penggalian tersebut memperlihatkan, beberapa bangunan monumental yang ada mencerminkan adanya kehidupan sosial yang telah dimulai sejak dari 7.000 – 10.000 SM. Hasil penggalian arkeologi memperlihatkan adanya struktur bangunan seperti tangga dan dinding pertahanan yang tertua di dunia, serta menara pertahanan. Saat ini lokasi penemuan tersebut menjadi salah satu objek wisata kota Yerikho. Daya tarik utama di Yerikho adalah Tel e-Sultan, situs kuno Yerikho.&lt;p&gt;Yerikho adalah kota yang dikelilingi oleh bukit-bukit yang gersang, namun di bagian lembah kota Yerikho, terbentang tanah yang subur dan kota yang hijau, yang menandakan Yerikho merupakan kawasan yang memiliki tingkat kesuburan yang baik. Dari hasil pertaniannya Yerikho telah menghasilkan pisang, jeruk, mangga dan kurma serta sayuran dalam kualitas baik. Air utama untuk keperluan pertanian dan rumah tangga berasal dari sungai Jordan yang mengalir di bagian Timur kota, dan aliran air tanah yang muncul pada beberapa titik di bagian kota. Hasil produk pertanian tersebut dapat di beli dan dinikmati saat kita berhenti di kaki Bukit Percobaan, di sekitar lokasi parkir Yerikho Temptation Restoran,terdapat toko-toko kecil yang menjual aneka produk tersebut. Di sekitar lokasi parkir tersebut, kita juga dapat membeli produk lumpur yang berasal dari Laut Mati, yang diyakini memiliki khasiat untuk perawatan kecantikan kulit.&lt;br /&gt;Inilah pengenalan singkat tentang kota Yerikho. Masih ada beberapa kejadian nyata yang sudah diketahui AL Quran sebelum terjadinya kejadian tersebut. Seperti kabar kemenangan perang Badar, padahal ketika itu perang belum dimulai. Kemudian fathu Makkah dan masuknya kaum Muslimin ke Masjidil Haram dengan aman tanpa perlawanan. Hal itu ada di dalam surat An Nashr ayat 1:&lt;p&gt;( إذا جاء نصر الله والفتح )&lt;br /&gt;&amp;quot;Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.&amp;quot;&lt;p&gt;Ayat ini turun 2 tahun sebelum terjadinya Fathu Makkah. Kemudian ketika Rasulullah dan para sahabat berada di Hudaibiyah, beliau bermimpi bahwasannya beliau dan kaum Muslimin akan masuk Masjidil Haram dalam keadaan sebagian kepalanya botak dan sebagian lain berambut pendek. Kemudian ketika orang-orang Munafik Madinah mengolok-olok Rasulullah karena belum terjadinya hal itu, Allah menurunkan ayat dari surat Al Fath yang berbunyi:&lt;p&gt;)لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ  608;َمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِنْ دُونِ ذَلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا (&lt;p&gt;&amp;quot;Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.&amp;quot;&lt;p&gt;Akhirnya pada tahun 8 H terjadilah Fathu Makkah, dan sesuai dengan ayat di atas yaitu: &amp;quot;with peace, love, n no war.&amp;quot;&lt;p&gt;Asal tulisan: http://lieberai.blogspot.com&lt;p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-7962755576594404936?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2011/01/alif-laam-miim-telah-dikalahkan-bangsa.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-8911826973780438399</guid><pubDate>Fri, 14 Jan 2011 03:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-14T11:10:17.211+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Download</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hadits</category><title>Arbain An-Nawawiyah</title><description>Materi hadits Arbain An-Nawawiyah dalam bentuk slide, silakan klik link berikut untuk download!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| &lt;a href="http://www.box.net/shared/7lfstn5fvp" target="blank" title='klik disini untuk download'&gt;Arbain An-Nawawiyah&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-8911826973780438399?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2011/01/arbain-nawawiyah.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-6741322989922647831</guid><pubDate>Sat, 08 Jan 2011 14:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-13T23:45:29.728+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Adab Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aqidah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hukum</category><title>Syirik dan Ancaman atasnya serta Keutamaan Tauhid</title><description>Allah ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"… sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".(QS. Luqmân:13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya …" (QS. an-Nisâ':48).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." (QS. al-Zumar :65)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Jabir ra. bahwa Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang menghadap Allah dengan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, maka dia masuk surga. Barangsiapa yang menghadap-Nya dengan menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, maka dia masuk neraka." (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi shallahu 'alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hindarilah tujuh perkara yang menghancur- kan. Para sahabat bertanya, "Apakah ketujuh perkara itu, wahai Rasulullah? Beliau menjawab, "Menyekutukan Allah…dst." (Muttafaq 'alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal ra, ia berkata: Saya pernah berboncengan dengan Nabi shallahu 'alaihi wasallam di atas seekor keledai, lalu beliau bersabda,&lt;br /&gt;"Wahai Mu'adz, tahukah kamu apa hak Allah atas hamba dan hak hamba atas Allah? Saya menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih menge- tahui." Beliau bersabda, "Hak Allah atas hamba adalah mereka menyembah-Nya dengan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, dan hak hamba atas Allah adalah Dia tidak menyiksa orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun …" (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Faedah:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bahaya syirik, dan sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kecuali dengan bertaubat darinya, tidak seperti dosa-dosa lainnya yang di bawah kehendak-Nya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Barangsiapa yang mati dalam keadaan syirik, maka amal perbuatannya gugur dan tidak berguna. Di samping itu, syirik merupakan penyebab kekalnya di neraka.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Keutamaan tauhid, di mana ia merupakan tujuan diciptakannya jin dan manusia, dan ia juga penyebab terbesar untuk masuk surga dan selamat dari neraka.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:70%;"&gt;sumber: buku Hukum dan Adab Islam/شعبة توعية الجاليات بالرلفي&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-6741322989922647831?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2011/01/syirik-dan-ancaman-atasnya-serta.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-2501393012835219754</guid><pubDate>Sat, 08 Jan 2011 14:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-13T23:44:22.628+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Adab Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akhlak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keutamaan</category><title>Ikhlas dan Muraqabah</title><description>Allah ta'ala berfirman, &lt;br /&gt;"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama …" (QS. al-Bayyinah:5).&lt;br /&gt;"Katakanlah:"Hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku." (QS. az-Zumar:14).&lt;br /&gt;"Katakanlah:"Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui …" (QS. Ali Imrân:29).&lt;br /&gt;"Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satu pun yang  tersembunyi  di  bumi dan tidak pula) di langit." (QS. Ali Imrân:5).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Umar bin Khattab ra. ia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;"Segala amal perbuatan tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan …" (Muttafaq 'alaih).&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi shallahu 'alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;"Orang yang paling berbahagia dengan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat, adalah orang yang mengucapkan kalimat lâ ilâha illallâh dengan ikhlas dari lubuk hatinya." (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah tidak memandang bentuk dan harta kalian, akan tetapi Ia memandang hati dan amal perbuatan kalian." (HR. Muslim).&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Dzar ra. bahwa Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;"Bertakwalah kepada Allah di manapun kamu berada. Iringilah keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapusnya, dan pergaulilah orang-orang dengan akhlak yang baik." (HR. Tirmizi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Faedah:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Ikhlas adalah syarat diterimanya amal perbuatan, sebagaimana dilipatgandakannya pahala di sisi Allah itu tergantung pada keikhlasan seseorang.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Allah tidak membutuhkan sekutu dan tidak menerima apa pun, kecuali yang diikhlaskan karena-Nya. Dalam sebuah hadits qudsi, Allah ta'ala berfirman, "Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang di dalamnya ia menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku telah meninggalkannya dan sekutunya."&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bertakwa kepada Allah dan merasa selalu diawasi oleh-Nya wajib dilakukan dalam kondisi apa pun, karena tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang tersembunyi dari Allah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:70%;"&gt;sumber: buku Hukum dan Adab Islam/شعبة توعية الجاليات بالرلفي&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-2501393012835219754?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2011/01/ikhlas-dan-muraqabah.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-8582419327006310313</guid><pubDate>Sat, 08 Jan 2011 03:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-13T23:34:54.629+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Muslimah</category><title>Hak-hak Umum Kaum Wanita</title><description>Wanita memiliki hak-hak umum yang perlu Anda ketahui dan akui, agar ketika ia menuntut haknya, ia akan memperolehnya dengan sempurna. Secara umum, hak-hak tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.   Hak kepemilikan. Wanita, baik sebagai istri, ibu, anak, atau saudara berhak atas kepemilikan terhadap barang yang ia sukai, seperti rumah, perkakas rumah tangga, kebun, emas, perak, dan binatang ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   Hak menikah, hak memilih calon suami, dan hak khulu' (meminta cerai dari suami), jika ia merasa dirugikan. Ini semua merupakan hak wanita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3.   Hak menuntut ilmu yang wajib diketahui, seperti mengenal Allah, mengetahui kewajiban beribadah kepada-Nya, mengetahui cara beribadah kepada-Nya, mengetahui apa-apa yang menjadi haknya atas orang lain, mengetahui etika yang harus ia lakukan, dan mengetahui akhlak baik yang harus menjadi hiasan bagi dirinya. Semua ini menjadi kewajiban wanita, karena keumuman perintah Allah dalam firman-Nya:"Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Ilah (Yang Haq) melainkan Allah…" (QS. Muhammad:19)&lt;br /&gt;Dan dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda: "Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim". (HR. Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.   Hak bersedekah dengan harta yang ia miliki dan hak membelanjakannya untuk dirinya, suaminya, anak-anaknya, dan untuk ibu-bapaknya selama tidak berlebihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.   Hak mencintai dan membenci. Ia mencintai wanita-wanita salehah, mengunjungi mereka dengan izin suami jika telah bersuami, memberi hadiah untuk mereka, saling berkirim surat, bertanya tentang keadaan mereka, dan saling memberikan hiburan dalam menghadapi musibah. Ia juga membenci wanita-wanita yang tidak baik dan menjauhi mereka karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.   Hak mewasiatkan sepertiga hartanya pada waktu hidupnya dan melaksanakannya setelah wafatnya, tanpa boleh ada yang menghalanginya, karena wasiat merupakan hak pribadi. Sebagaimana laki-laki memiliki hak dalam berwasiat, begitu juga wanita memiliki hak yang sama, karena tidak ada seseorang yang tidak membutuhkan pahala dari Allah. Namun meskipun demikian, wasiat tidak boleh lebih dari sepertiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.   Hak berpakaian. Ia berhak memakai pakaian apa pun yang ia sukai, seperti sutra dan emas yang keduanya diharamkan bagi laki-laki. Namun, ia dilarang melepaskan pakaian dan hanya memakai setengah atau seperempat pakaian. Atau, tidak menutup kepalanya. Atau, membuka leher dan dadanya. Kecuali, di hadapan orang yang diperbolehkan melakukan hal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.   Hak berhias untuk suaminya dengan memakai celak di mata, memberikan warna merah di pipi, memakai lipstik di bibir jika ia mau, dan memakai perhiasan yang paling indah. Kecuali, pakaian yang biasa dipakai oleh non muslimah, atau wanita yang buruk perangainya, maka ia tidak diperbolehkan memakai pakaian tersebut agar terhindar dari kecurigaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.   Hak makan dan minum, ia diperbolehkan menikmati makanan dan minuman yang enak dan lezat. Tidak ada perbedaan antara makanan wanita dan makanan laki-laki. Apa yang dihalalkan bagi laki-laki dihalalkan pula bagi wanita, dan apa yang diharamkan bagi laki-laki diharamkan pula bagi wanita. Allah &lt;i&gt;ta'ala&lt;/i&gt; berfirman: "…makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan…" (QS.al-A'râf:31) Dan, perintah dalam ayat ini berlaku umum bagi laki-laki dan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:70%;"&gt;sumber: &lt;br /&gt;&lt;i&gt;HUKUM-HUKUM WANITA MUSLIMAH&lt;/i&gt;/شعبة توعية الجاليات بالرلفي&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-8582419327006310313?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2011/01/hak-hak-umum-kaum-wanita.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-6085269145685072266</guid><pubDate>Sat, 08 Jan 2011 03:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-14T00:03:25.637+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Muslimah</category><title>Kedudukan Wanita dalam Islam</title><description>Sebelum kami menguraikan tentang hak-hak wanita dalam Islam, kami merasa perlu untuk menjelaskan sikap sebagian bangsa terhadap wanita, serta bagaimana mereka memandangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita bagi masyarakat Yunani hanyalah barang yang diperjualbelikan yang tidak memiliki hak apa pun, semua hak adalah milik kaum laki-laki. Mereka juga tidak memperoleh harta warisan dan tidak diperbolehkan mengelola harta. Socrates, seorang filosof terkenal pernah berkata, "Keberadaan wanita merupakan sumber utama bagi kehancuran dunia. Wanita ibarat pohon beracun, luarnya tampak indah, namun ketika burung-burung pipit memakannya, mereka akan mati seketika". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bangsa Romawi memandang wanita tidak memiliki ruh, tidak berharga, dan tidak memiliki hak. Slogan mereka, "Wanita tidak memiliki ruh". Oleh karena itu, wanita pada waktu itu disiksa dengan disiram minyak mendidih ke sekujur tubuhnya, dan diikat di tiang. Bahkan, wanita yang tak berdosa diikat pada ekor kuda, lalu kuda dilarikan dengan cepat sampai mereka mati. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bangsa India lebih kejam lagi memandang wanita, mereka membakarnya ketika suaminya meninggal. Sedang bangsa Cina menyerupakan wanita dengan air yang menyakitkan yang bisa menghilangan harta dan kebahagiaan. Orang-orang Cina berhak menjual istrinya, bahkan menimbunnya di dalam tanah dalam keadaan hidup-hidup. Bangsa Yahudi memandang wanita sebagai orang terlaknat, karena dia telah menggoda Adam hingga memakan buah pohon kuldi. Mereka juga memandang wanita haid sebagai najis yang bisa mengotori rumah dan apa saja yang disentuh. Dan, wanita juga tidak memperoleh harta warisan dari ayahnya, jika ia memiliki saudara laki-laki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Nasrani memandang wanita sebagai setan. Salah seorang tokoh agama Nasrani berkata, "Sesungguhnya wanita tidak memiliki hubungan dengan bangsa manusia."  Pastur Bona Ventur berkata: "Jika kalian melihat wanita, janganlah kalian mengira sedang melihat manusia atau binatang, tapi yang kalian lihat adalah setan. Dan, apa yang kalian dengar sebenarnya adalah suara ular". &lt;br /&gt;Sampai pada pertengahan abad lalu, wanita sesuai dengan undang-undang umum Inggris, tidak dipandang sebagai warga negara. Wanita juga tidak memiliki hak pribadi dan hak memiliki sesuatu, bahkan terhadap pakaian yang dipakainya. Pada tahun 1576 M, parlemen Scotlandia mengeluarkan peraturan yang melarang memberi wanita penguasaan terhadap sesuatu. Demikian juga, parlemen Inggris pada masa Henry VIII melarang wanita membaca kitab Injil karena dia dianggap najis. Pada tahun 586 M, Prancis menyelenggarakan konferensi membahas tentang wanita, apakah ia manusia atau bukan. Akhirnya, diputuskan bahwa wanita manusia, tetapi diciptakan untuk melayani laki-laki. Undang-undang Inggris sampai tahun 1805 M membolehkan suami menjual istrinya dengan harga yang telah ditetapkan. Begitu pula, wanita dalam masyarakat Arab sangat hina dan tidak berarti, serta tidak memiliki hak, bahkan mereka mengubur anak-anak perempuan mereka dalam keadaan hidup-hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Islam datang, semua bentuk penganiayaan terhadap wanita dihilangkan. Dan, Islam juga menjelaskan bahwa wanita dan laki-laki adalah sama, keduanya memliki hak yang sama. Allah &lt;i&gt;ta'ala&lt;/i&gt; berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."&lt;/i&gt; (QS. al-Hujurât:13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun."&lt;/i&gt; (QS. an-Nisâ':124)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya."&lt;/i&gt; (QS.al-Ankabût:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Orang beriman yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik sikapnya terhadap istrinya"&lt;/i&gt; (HR. Tirmizi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Siapakah orang yang paling berhak aku pergauli dengan baik?" Beliau menjawab, "Ibumu" Ia bertanya, "Lalu siapa?" Beliau menjawab, "Ibumu" Ia bertanya lagi, "Lalu siapa?" Beliau menjawab, "Ibumu" Ia bertanya lagi, "Lalu siapa?" Beliau menjawab, "Ayahmu"&lt;/i&gt; (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:70%;"&gt;sumber: &lt;br /&gt;&lt;i&gt;HUKUM-HUKUM WANITA MUSLIMAH&lt;/i&gt;/شعبة توعية الجاليات بالرلفي&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-6085269145685072266?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2011/01/kedudukan-wanita-dalam-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-7673642681748224607</guid><pubDate>Thu, 02 Sep 2010 18:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-03T01:51:49.308+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ramadhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keutamaan</category><title>Ciri-ciri Lailatul Qodr</title><description>Dinamakan lailatul qodr karena pada malam itu malaikat diperintahkan oleh Allah swt untuk menuliskan ketetapan tentang kebaikan, rezeki dan keberkahan di tahun ini, sebagaimana firman Allah swt :  إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ ﴿٣﴾ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ ﴿٤﴾ أَمْرًا مِّنْ عِندِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ ﴿٥﴾   Artinya : &lt;i&gt;”Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya kami adalah yang mengutus rasul-rasul.”&lt;/i&gt; (QS. Ad Dukhan : 3 – 5) &lt;span class="fullpost"&gt; Al Qurthubi mengatakan bahwa pada malam itu pula para malaikat turun dari setiap langit dan dari sidrotul muntaha ke bumi dan mengaminkan doa-doa yang diucapkan manusia hingga terbit fajar. Para malaikat dan jibril as turun dengan membawa rahmat atas perintah Allah swt juga membawa setiap urusan yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah di tahun itu hingga yang akan datang. Lailatul Qodr adalah malam kesejahteraan dan kebaikan seluruhnya tanpa ada keburukan hingga terbit fajar, sebagaimana firman-Nya :   تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤﴾ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿٥﴾   Artinya : &lt;i&gt;”Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”&lt;/i&gt; (QS. Al Qodr : 4 – 5)  Diantara hadits-hadits yang menceritakan tentang tanda-tanda lailatul qodr adalah :  1. Sabda Rasulullah saw,&lt;i&gt;”Lailatul qodr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari pada hari itu bersinar kemerahan lemah.”&lt;/i&gt; Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah yang dishahihkan oleh Al Bani.  2. Sabda Rasulullah saw,&lt;i&gt;”Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qodr lalu aku dilupakan, ia ada di sepuluh malam terakhir. Malam itu cerah, tidak panas dan tidak dingin bagaikan bulan menyingkap bintang-bintang. Tidaklah keluar setannya hingga terbit fajarnya.”&lt;/i&gt; (HR. Ibnu Hibban)  3. Rasulullah saw bersabda,&lt;i&gt;”Sesungguhnya para malaikat pada malam itu lebih banyak turun ke bumi daripada jumlah pepasiran.”&lt;/i&gt; (HR. Ibnu Khuzaimah yang sanadnya dihasankan oleh Al Bani)  4. Rasulullah saw berabda,&lt;i&gt;”Tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya cerah tanpa sinar.”&lt;/i&gt; (HR. Muslim)  Terkait dengan berbagai tanda-tanda Lailatul Qodr yang disebutkan beberapa hadits, Syeikh Yusuf al Qaradhawi mengatakan,&lt;i&gt;”Semua tanda tersebut tidak dapat memberikan keyakinan tentangnya dan tidak dapat memberikan keyakinan yakni bila tanda-tanda itu tidak ada berarti Lailatul Qodr tidak terjadi malam itu, karena lailatul qodr terjadi di negeri-negeri yang iklim, musim, dan cuacanya berbeda-beda. Bisa jadi ada diantara negeri-negeri muslim dengan keadaan yang tak pernah putus-putusnya turun hujan, padahal penduduk di daerah lain justru melaksanakan shalat istisqo’. Negeri-negeri itu berbeda dalam hal panas dan dingin, muncul dan tenggelamnya matahari, juga kuat dan lemahnya sinarnya. Karena itu sangat tidak mungkin bila tanda-tanda itu sama di seluruh belahan bumi ini.&lt;/i&gt; (Fiqih Puasa hal 177 – 178)  &lt;b&gt;Perbedaan Waktu Antar Negara&lt;/b&gt;  Lailatul qodr merupakan rahasia Allah swt. Untuk itu dianjurkan agar setiap muslim mencarinya di sepuluh malam terakhir, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Carilah dia (lailatul qodr) pada sepuluh malam terakhir di malam-malam ganjil.” (HR. Bukhori Muslim).  Dari Abu Said bahwa Nabi saw menemui mereka pada pagi kedua puluh, lalu beliau berkhotbah. Dalam khutbahnya beliau saw bersabda,&lt;i&gt;”Sungguh aku diperlihatkan Lailatul qodr, kemudian aku dilupakan—atau lupa—maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam ganjil.”&lt;/i&gt; (Muttafaq Alaihi)  Pencarian lebih ditekankan pada tujuh malam terakhir bulan Ramadhan sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori Muslim dari Ibnu Umar bahwa beberapa orang dari sahabat Rasulullah saw bermimpi tentang Lailatul Qodr di tujuh malam terakhir. Menanggapi mimpi itu, Rasulullah saw bersabda,&lt;i&gt;”Aku melihat mimpi kalian bertemu pada tujuh malam terakhir. Karena itu barangsiapa hendak mencarinya maka hendaklah ia mencari pada tujuh malam terakhir.”&lt;/i&gt;  Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,&lt;i&gt;”Carilah ia di sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang kalian lemah atau tdak mampu maka janganlah ia dikalahkan di tujuh malam terakhir.”&lt;/i&gt; (HR. Muslim, Ahmad dan Ath Thayalisi)  Malam-malam ganjil yang dimaksud dalam hadits diatas adalah malam ke- 21, 23, 25, 27 dan 29. Bila masuknya Ramadhan berbeda-beda dari berbagai negara—sebagaimana sering kita saksikan—maka malam-malam ganjil di beberapa negara menjadi melam-malam genap di sebagian negara lainnya sehingga untuk lebih berhati-hati maka carilah Lailatul Qodr di setiap malam pada sepuluh malam terakhir. Begitu pula dengan daerah-daerah yang hanya berbeda jamnya saja maka ia pun tidak akan terlewatkan dari lailatul qodr karena lailatul qodr ini bersifat umum mengenai semua negeri dan terjadi sepanjang malam hingga terbit fajar di setiap negeri-negeri itu.  Karena tidak ada yang mengetahui kapan jatuhnya lailatul qodr itu kecuali Allah swt maka cara yang terbaik untuk menggapainya adalah beritikaf di sepuluh malam terakhir sebagaimana pernah dilakukan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya.  &lt;b&gt;Ciri-ciri Orang Yang Mendapatkan Lailatul Qodr&lt;/b&gt;  Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dai Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa melakukan qiyam lailatul qodr dengan penuh keimanan dan pengharapan (maka) dosa-dosanya yang telah lalu diampuni.”  Juga doa yang diajarkan Rasulullah saw saat menjumpai lailatul qodr adalah &lt;i&gt;”Wahai Allah sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi Maaf, Engkau mencintai pemaafan karena itu berikanlah maaf kepadaku.”&lt;/i&gt; (HR. Ibnu Majah)  Dari kedua hadits tersebut menunjukkan bahwa dianjurkan bagi setiap yang menginginkan lailatul qodr agar menghidupkan malam itu dengan berbagai ibadah, seperti : shalat malam, tilawah Al Qur’an, dzikir, doa dan amal-amal shaleh lainnya. Dan orang yang menghidupkan malam itu dengan amal-amal ibadah akan merasakan ketenangan hati, kelapangan dada dan kelezatan dalam ibadahnya itu karena semua itu dilakukan dengan penuh keimanan dan mengharapkan ridho Allah swt.  &lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/ciri-ciri-munculnya-malam-lailatul-qodar.htm" target="blank"&gt;eramuslim.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-7673642681748224607?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2010/09/ciri-ciri-lailatul-qodr.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-2415569670971936246</guid><pubDate>Wed, 11 Aug 2010 20:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-12T03:15:27.036+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ramadhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nasehat</category><title>Ramadhan Mubaarok</title><description>&lt;p&gt;&lt;i&gt;"Dan sesungguhnya al-Qur'an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab"&lt;/i&gt; (QS Az-Zukhruf: 44).&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Ketika Allah Swt.. menjadikan Islam sebagai rahmat buat alam semesta; ketika Allah Swt. menghendaki dari umat Islam menjadi umat terbaik; ketika Allah Swt. menghendaki agar umat Islam mampu memikul amanah untuk memimpin dunia ini; ketika Allah menghendaki agar umat Islam menjadi saksi bagi seluruh umat manusia, maka ketika itulah Allah Swt. mempersiapkan umat Islam sedemikian rupa, agar umat Islam ini layak menjadi umat yang terbaik. Di antara sarananya adalah dengan pembentukan manusia yang bertaqwa. Pembentukan manusia yang bertaqwa inilah yang banyak dilupakan manusia, sehingga ukuran kemajuan atau ukuran kesejahteraan hidup diukur dengan paradigma materi. Lupa bahwa manusia itu bukan hanya dari unsur materi saja, tetapi manusia punya nurani yang harus diperhatikan, yang harus dibina sehingga pantas untuk menjadi manusia yang terbaik. Oleh karena itu Ramadhan hadir di tengah-tengah kita dalam rangka untuk menjadikan umat Islam sebagai umat terbaik yang layak memimpin dunia ini.&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;Di dalam bulan Ramadhan banyak sekali kebajikan ilahi yang harus kita dapatkan, sehingga kita keluar dari bulan Ramadhan ini benar-benar menjadi manusia terbaik, manusia yang berkualitas, manusia yang berprestasi. Oleh karena itu marilah kita berupaya benar-beanr memahami puasa itu sebagaimana yang diharapkan Allah Swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; puasa membentuk manusia yang mengoptimalkan kontrol diri (&lt;i&gt;self control&lt;/i&gt;). Mengapa? Karena puasa sangat terkait dengan keimanan seseorang. Seseorang bisa saja mengatakan dirinya sedang berpuasa, sekalipun sebenarnya tidak. Oleh karena itu puasa disebut &lt;i&gt;'ibaadah sirriyyah&lt;/i&gt; (ibadah yang bersifat rahasia). Rahasia antara seorang hamba dengan Al-Kholiq. Sampai-sampai Allah Swt. mengatakan dalam sebuah hadits Qudsi yang sering kita dengar &lt;i&gt;"Kulluu 'amali ibnu aadama lahu illash-shiyaam. Fa innahu lii wa ana ajzii bihi&lt;/i&gt; (setiap amal manusia untuk dirinya sendiri, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk aku. Dan akulah yang membalasnya)". Pertanyaannya adalah apakah amal selain puasa tidak dibalas Allah? Dibalas. Tetapi kenapa dalam masalah puasa Allah menegaskan bahwa Dia yang akan membalasnya sehingga seolah-olah amal yang lain itu bukan Allah yang membalasnya? Ini merupakan isyarat Rabbaniyah bahwa amal manusia yang bernama &lt;i&gt;ash-shiyam&lt;/i&gt; benar-benar insya Allah akan dijamin diterima oleh Allah Swt. Apakah yang lain tidak dijamin? Ini karena puasa itu adalah &lt;i&gt;ibadah sirriiyyah&lt;/i&gt;, dimana orang tidak mengetahui dan tidak melihat ketika dia berpuasa. karean ketika kita berpuasa, tidak ada orang lain yang tahu. Maka ibadah yang sirriyyah itu adaah sangat dekat dengan keikhlasan. Dan syarat agar suatu amal itu diterima oleh Allah, selain harus benar sesuai dengan ajaaran Rasulullah Saw., harus ikhlas. Makanya kalau ingin menjadi orang yang populer, tidak bisa melewati pintu puasa. Kalau terkenal sebagai seorang mubaligh, bisa. Terkenal menjadi qori' dan qori'ah, bisa. Terkenal menjadi politikus, bisa. Dan itu semuanya sangat rawan dengan riya', dan riya' itu menjadikan amal tidak diterima oleh Allah Swt. Itulah  sebabnya mengapa dalam kaitannya dengan puasa ini Allah menegaskan bahwa Dia sendiri yang akan membalasnya. Inilah yang dikatakan bahwa puasa akan melatih kita untuk mempunyai tingkat kontrol yang tinggi, baik ketika kita menjadi seorang pemimpin, atau karyawan, ulama' atau yang lainnya. Kita tidak merasa dikontrol oleh yang lainnya, akan tetapi yang terpentinga dalah bahwa kita sadar bahwa kita dikontrol oleh Allah Swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang &lt;b&gt;&lt;i&gt;kedua,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; lembaga shiyam ini mendorong kita agar kita agar obsesi kita tentang kehidupan akherat itu lebih dominan daripada obsesi dunia. Jadi obsesi ukhrowi kita, agar kita menjadi hamba Allah yang akan mendapatkan kenikmatan abadi, itu harus lebih dominan daripada kesenangan yang sifatnya sementara. Karena seluruh kenikmatan yang ada di dunia ini, nikmat apa pun namanya, harta, pangkat, dan sebagainya itu semuanya bersifat sementara. Makanya dalam bahasa Al-Qur'an kenikmatan dunia itu tidak disebut nikmat, akan tetapi disebut &lt;i&gt;mata'&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Mata'&lt;/i&gt; itu arti adalah &lt;i&gt;maa yatamatta'u bihil insan tsumma yazulu qoliilan-qoliilan&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;mata'&lt;/i&gt; adalah sesuatu yang disukai oleh manusia, akan tetapi sedikit demi sedikit akan hilang)". Kalau kita ditakdirkan Allah mempunyai istri yang sangat cantik, ketika sudah berusai 60 tahun, maka kecantikannya pasti akan luntur, sehingga mungkin kita berpikir mencari yang masih muda lagi. Kenapa? karena kenikmatan dunia itu pasti ada batasnya. Ini adalah halyang manusiawi. Puasa itu melatih kita agar obsesi yang ada dalam diri kita itu obsesi yang tentang kehidupan yang abadi di akhirat. Makanya makanan, minuman, istri, dan semua yang halal itu kita gapai dalam rangka untuk mendapatkan kenikmatan yang abadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di negara kita yang sedang terkena krisis multi dimensional ini dan dipenuhi dengan kerusuhan, disebabkan karena banyak manusia di negara ini ytang obsesinya bukan obsesi ukhrowi. Ada orang yang ingin menjatuhkan orang lain, ada orang yang khawatir kalau-kalau dijatuhkan. Kalau obsesi duniawi ini dominan, bisa-bisa kita akan kehilangan kehidupan ukhrowi kita. Ketika kita memasuki bilan Ramadhan, maka kita akan ditarbiyah oleh Allah agar obsesi kit aadalah obsesi ukhrowi. Namun ini bukan berarti kehidupan duniawi dilarang. Akan tetapi duniawi itu bukan yang dominan dalam kehidupan kita. Makanya kita diajarkan untuk berdo'a "Walaa taj'al mushiibatana fii diinina, &lt;i&gt;walaa taj'aliddun-yaa akbaro hammina&lt;/i&gt; (jangan jadikan dunia sebagai obsesi terbesar dalam kehidupan kami), &lt;i&gt;walaa mablagho 'ilmina, walaa ilannaari mashiirona.&lt;/i&gt; Do'a ini sering dibaca, akan tetapi dalam perbuatannya warnanya lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang &lt;b&gt;&lt;i&gt;ketiga,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; dari lembaga shiyam ini akan melahirkan manusia-manusia yang benar-benanr mempunyai al-hasasiyyah al-ijtima'iyyah (mempunyai kepekaan sosial yang tinggi). Dari mana bisa kita ketahui? Ketika kita berpuasa sunnah, baik Senin-Kamis atau puasa &lt;i&gt;ayyamul bidh,&lt;/i&gt; kita merasakan berpuasa sendirian. Dibandingkan dengan puasa di bulan Ramadhan, puasa sunnah ini perasaan kita lebih berat, karena dilaksanakan sendirian. Ini yang harus kita perhatikan, sekarang ini bangsa kita (sebagian besar) sudah kehilangan kepekaan sosial. Kalau ada tindak kejahatan di tempat keramaian, sangat langka kita temukan orang yang peduli dengan membantu melawan penjahat. Kalau ada wanita yang sangat cantik lewat dan hampir semua mata melihat, apakah ada orang yang memprotes hal itu? Padahal, bukankah wanita itu isterinya orang yang haram untuk dipelototi? Bahkan perbuatan seperti ini kadangkala diberikan pembenaran dengan dalih &lt;i&gt;'mubadzir'&lt;/i&gt; kalau tidak dilihat. Ini menunjukkan rendahnya sensitifitas keimanan &lt;i&gt;(hasasiyah imaniyah)&lt;/i&gt;. Yang ada adalah kerawanan dalam kehidupan sosial, karena kemaksiatan sudah melembaga dan orang diam saja ketika melihatnya. Padahal di masa Rasulullah SAW, orang tidak akan tinggal diam ketika melihta suatu kemungkaran. Bahkan ketika jauh setelah kehidupan Rasulullah, baik di jaman &lt;i&gt;tabi'in&lt;/i&gt; maupun &lt;i&gt;tabi'it tabi'in&lt;/i&gt;, tetapi mereka masih komitmen dengan ajaran Allah, maka sensitifitas sosial itu sangat tinggi. Misalnya, di jaman dahulu kalau kita shalat jama'ah di masjid, kemudian kita melihat ada tetangga atau saudara kita tidak datang, maka setelah selesai shalat, semua jama'ah langsung mendatangi orang yang tidak shalat berjama'ah tadi untuk menziarahinya, seolah-olah orang yang tidak shalat jama'ah itu adalh orang yang mati sehingga perlu di&lt;i&gt;ta'ziyahi&lt;/i&gt;. Kalau seandainya kita tidak shalat jama'ah dan kemudia kita di&lt;i&gt;ta'ziyahi&lt;/i&gt;, maka kita akan termotivasi untuk selalu shalat jama'ah. Dan shalat jama'ah adalah ibadah yang sangat terkait dengan sensitifitas sosial. Ironisnya di negara ini ketika ada orang diganggu, dicopet, atau digoda, yang lainnya diam saja, dan bisikan yang ada dalam dirinya adalah &lt;i&gt;'yang penting saya selamat'&lt;/i&gt;. Orang seperti ini adalah orang yang mati dalam kehidupannya, karena bahasa &lt;i&gt;masing-masing&lt;/i&gt; itu bahasa akhirat, bahasa ketika kiamat tiba, sehingga orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Suami lari dari istri dan anaknya, anak lari dari orang tuanya. Allah berfirman:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;"Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkalala yang kedua). Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya"&lt;/i&gt; (QS 'Abasa: 33-37).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi kehidupan masing-masing itu adalah kehidupan akherat. Akan tetapi sekarang ini sudah ada di dunia., Berarti seolah-olah sebagian masyarakat sudah merindukan kematian, padahal masih hidup. Makanya banyak kebajikan yang tidak jalan, keadilan tidak tegak. Dalam kondisi demikian, puasa hadir di tengah-tengah kita untuk memperlihatkan bagaimana Islam itu benar-benar mempunyai kepedulian terhadap kehiduapan bermasyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada masa Rasulullah Saw., ada juga kemaksiatan. Ada juga shahabat yang berbuat maksiat, karena mereka bukan malaikat. Sekalipunsebaik-baik generasi adalah genarasi Rasulullah Saw., akan tetapi ada saja yang berbuat maksiat. Ada yang pernah mencuri, ada yang pernah berbuat zina dan yang lainnya. Akan tetapi kriminalitas itu masih sangat kecil sekali, sehingga jarang ditemui. Itu pun bersifat pribadi dan dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Ironisnya, sekarang maksiat itu dilakukan ramai-ramai dan secara terang-terangan tanpa malu-malu. Sehingga yang benar itu tertutup, keamanan tidak nampak. Yang nampak adalah sesuatu yang menakutkan. Bahkan kadang-kadang sampai di tempat yang suci seperti masjid, kadang-kadang orang tidak bisa khusyu' shalatnya karena takut sepatu atau sandalnya hilang. Kalau di masjid saja orang masih tidak khusyu' beribadah karena khawatir menjadi korban kejahatan, bagaimana di tempat yang lain? Ini semua karena bayak orang yang telah kehilangan kepedulian sosialnya. Inilah bedanya antara jaman kita dengan jaman Rasulullah Saw. Bahkan di masa Rasulullah Saw., ketika ada seorang berbuat zina dan kemudian dia hamil, dia sendiri kemudian bertaubat dan malah dia sendirilah yang melakukan perbuatannya itu kepada Rasulullah Saw., karena ketika dia berzina, itu terjadi karena kelemahamn iamnnya. Dalam hadits dijelaskan &lt;i&gt;"Laa yadri azzani ila yazni wahuwa mu'min&lt;/i&gt; (tidaklah seseorang berani berbuat zina ketika zina, sementara dia dalam keadaan beriman)". Ketika seorang perempuan tadi berzina, dan setelah itu ia sadar bahwa ia telah berbuat dosa, langsung dia datang kepada Rasulullah Saw. minta agar dia dihukum sesuai dengan ajaran Islam. mari kita merenung. Memang benar bahwa pada masa Raulullah pun ada orang yang berbuat salah. Akan tetapi ketika ada diantara mereka yang berbuat salah, dia langsung mengaku dan minta dihukum, padahal oranmg lain tidak tahu. Sekarang bagaimana kondisinya? Jadi kalau kita bersalah, hendaklah kita datang untuk minta dihukum. Kenapa? Karena seorang mukmin yang benar-benar beriman, benar-benar yakin bahwa siksa akhirat itu lebih pedih. Dengan demikian, benar-benar akan efisien tenaga itu. Kalau seandainya semua orang sama dengan wanita yang bertaubat ini, maka aparat hukum tidak perlu capai-capai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Ash-shiyam&lt;/i&gt; secara bahasa artinya adalah &lt;i&gt;al-habsu&lt;/i&gt; (menahan diri), menahan diri dari seluruh bentuk kemaksiatan. Kalau setiap kita menahan diri, jangankan terhadap yang haram, yang mubah saja akan kita tinggalkan. Makanan, minuman, istri itu kan boleh. Akan tetapi di bulan Ramadhan pada siang harinya semua bisa kita tahan. Kalau yang halal saja bisa kita tahan, apalagi yang haram? Oleh karena itu jangan dalam berpuasa malah terbalik, yaitu yang mubah ditinggalkan tetapi yang haram dilakukan. Makanan, minuman ditinggalkan, ghibah dilakukan, korupsi jalan terus, dengan alasan untuk persiapan lebaran. Inilah kepekaan-kepekaan ruhani yang benar-beanr mengalir dalam setiap diri kita ketika kita berpuasa sebagaimana yang dikehendaki Allah Swt. Dan jangan sampai ada di antara kita yang menganggap bahwa puasa itu berat. Bahkan Rasulullah Saw. dan para shahabat serta para tabi'in, banyak yang menggunakan Ramadhan untuk berjihad di jalan Allah Swt. Perang Badar, Perang Fathu Makkah, Perang &lt;i&gt;'Iinu Jaalut&lt;/i&gt; yang terjadi pada abad ke-7 Hijriyah, dimana tentara-tentara Islam di bawah pimpinan &lt;i&gt;mamaalik&lt;/i&gt; (jama' dari mamluk) bisa mengalahkan tentara-tentara salib, terjadi di bulan Ramadhan. Saking hebatnya kemenangan yang dicapai umat Islam pada bulan Ramadhan, Allah Swt. mengabadikannya dalam Al-Qur'an, sebagaimana yang terdapat pada QS Al-Anfal, dimana perang Badar dikatakan sebagai &lt;i&gt;yaumal furqoon&lt;/i&gt;, sebagaimana yang terdapat pada firmanNya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;"Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan Ibnu sabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) dihari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Penguasa segala sesuatu"&lt;/i&gt; (QS Al-Anfal: 41).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pasukan kebenaran yang jumlahnya sedikit, tetapi dimenangkan oleh Allah Swt. dalam melawan kekuatan bathil yang mempunyai kekuatan besar dan jumlah tentara yang sangat banyak. Oleh karena itu Ramadhan yang akan kita lalui ini semoga mengantarkan kita pada kemenenagan, kemenangan melawan hawa nafsu, kemenangan bangsa ini dalam melawan krisis, kemenangan umat Islam dalam melawan perselisihan, percekcokan antara sesama umat Islam, kemenangan bangsa ini dalam menghadapi konspirasi dunia internasional yang dimotori oleh Yahudi, yang mereka tidak senang melihat Indonesia maju karena negara ini adalah negara Islam. oleh karena itu marilah kita jadikan Ramadhan ini kita jadikan momentum Islam untuk kembali kepada Allah sehingga mencapai kemenangan yang hakiki. &lt;i&gt;Wallahu a'lam bishshawab.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;ref: materi Ramadhan oleh Dr. Ahzami Sami'un Jazuli, MA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-2415569670971936246?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2010/08/ramadhan-mubaarok.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-1104311189651654319</guid><pubDate>Wed, 11 Aug 2010 20:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-12T03:12:19.496+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ramadhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nasehat</category><title>Klasifikasi Program Ramadhan</title><description>&lt;p&gt;Sekurang-kurangnya, ada tiga klasifikasi program yang harus kita persiapkan.&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; tarhib atau menyambut Ramadhan&lt;/b&gt; dengan mengkondisikan diri, keluarga dan masyarakat untuk menyambut dan mengisi Ramadhan yang mubarok dengan berbagai aktivitas yang dapat memantapkan ketaqwaan. Secara pribadi ada beberapa hal yang harus dilakukan, &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; menjaga kondisi fisik agar tetap sehat sehingga ibadah Ramadhan seperti puasa, tarawih, tilawah dll dapat kita laksanakan dengan baik, karena bila sakit amat sulit bagi kita untuk melaksanakan berbagai aktivitas Ramadhan yang memang amat menuntut kesiapan fisik. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt; mengingat atau mengkaji kembali fiqih yang berkaitan dengan ibadah Ramadhan sehingga pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik karena didasari pada pemahaman yang baik. &lt;i&gt;Ketiga,&lt;/i&gt; segera membayar atau mengqadha puasa yang dengan sebab-sebab tertentu tidak bisa kita laksanakan pada Ramadhan tahun lalu. &lt;i&gt;Keempat,&lt;/i&gt; mengkondisikan diri dengan menunaikan ibadah-ibadah yang sunat seperti puasa bulan Sya'ban, tadarus Al-Qur'an dan sebagainya. &lt;i&gt;Kelima,&lt;/i&gt; saling maaf memaafkan dengan sesama kaum muslimin sehingga dalam memasuki Ramadhan, dosa kita dengan sesama manusia sudah kita hapus sehingga pada bulan Ramadhan hanya menyelesaikan dosa kepada Allah Swt, sehingga ketika Ramadhan berakhir dan tiba hari raya Idul Fitri, kita benar-benar berada dalam keadaan fitrah atau suci.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Setelah mempersiapkan pribadi, mempersiapakan keluarga dan masyarakat untuk menunaikan aktivitas dan ibadah Ramadhan juga harus kita lakukan. Diantara aktivitas yang bisa kita lakukan untuk mengkondisikan masyarakat untuk menyambut Ramadhan antara lain;  pemasangan spanduk dan stiker penyambutan Ramadhan dengan slogan-slogan yang menumbuhkan semangat beribadah Ramadhan dengan segala aktivitasnya, menyelenggarakan tabligh akbar,  membentuk panitia kegiatan Ramadhan di masjid, mushalla dan kerohanian Islam baik di kantor, kampus maupun sekolah dan klub-klub seperti olah raga, kesenian dll dengan mencanangkan sejumlah program dan sebagainya. Persiapan menyambut  Ramadhan juga harus dilakukan oleh para pengelola media massa, baik cetak maupun elektronik dengan menyiapkan acara dan rubrik Ramadhan yang berkualitas. Tegasnya semua pihak dari kaum muslimin harus mempersiapkan diri menyambut kedatangan Ramadhan tahun ini dengan perencanaan yang matang, untuk itu mutlak keharusan pembentukan panitia kegiatan Ramadhan agar aktivitas Ramadhan bisa dilaksanakan dengan baik.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt; ihya atau menghidupkan Ramadhan&lt;/b&gt; dengan berbagai aktivitas yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, seperti puasa, shalat tarawih dan witir, berdo'a, tilawah, tasmi' (memperdengarkan) dan tadabbur Al-Qur'an, khataman Al-Qur'an, I'tikaf sepuluh hari terakhir dan sebagainya.  Disamping itu aktivitas Ramadhan juga harus dapat memperkokoh hubungan dengan sesama, seperti zakat, infaq dan shadaqah, ifthor (buka puasa) bersama, bazar Ramadhan dan sebagainya. Yang juga amat penting adalah adanya upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas aktivitas da'wah, misalnya dengan penyelenggaraan ceramah tarawih yang harus ditentukan topik-topiknya agar tidak tumpang tindih atau pengulangan yang terlalu berlebihan, dalam kaitan ini juga harus menetapkan pembicara atau penceramah yang tepat, begitu juga dengan kualiah subuh dan ceramah zuhur di kantor-kantor. Pelatihan-pelatihan dalam rangka itu juga perlu diselenggarakan, misalnya pelatihan khatib dan muballigh, pengelolaan perpustakaan masjid, manajemen masjid, mengurus jenazah, pengelolaan zakat, pengelolaan baitul maal wat tamwil (BMT) dan sebagainya yang kesemua itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan pemakmuran masjid dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ketiga,&lt;/i&gt; ba'da Ramadhan, yakni menindaklanjuti aktivitas Ramadhan&lt;/b&gt; sehingga Ramadhan tidak berakhir begitu saja tanpa sesuatu yang berarti. Aktivitas ba'da Ramadhan yang dimaksudkan untuk memberikan bekas yang dalam antara lain menyelenggarakan takbiran sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw, bukan takbiran yang hura-hura dan mengandung nilai kemaksiatan, melaksanakan shalat Idul Fitri yang berlangsung secara khusyu, menyerukan atau mengingatkan kaum muslimin akan nilai-nilai Ramadhan yang harus kita tindak lanjuti, memperkokoh silaturrahmi antar keluarga dan masyarakat muslim agar tumbuh dan dapat direalisasikan semangat kebersamaan dalam menjalankan ajaran Islam, melaksanakan puasa sunat bulan Syawal dan memulai kembali aktivitas keislaman yang dialihkan sementara kepada kegiatan Ramadhan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Manakala sejak dini, aktivitas Ramadhan telah kita rencanakan dengan matang dan kita laksanakan pada waktunya dengan baik, niscaya banyak manfaat yang kita peroleh dalam upaya menyelamatkan diri, keluarga dan masyarakat dari sejumlah krisis yang selalu menghantui.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Ref: &lt;i&gt;materi Ramadhan oleh: Ust. Ahmad Yani&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-1104311189651654319?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2010/08/klasifikasi-program-ramadhan.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-5170282560991487899</guid><pubDate>Wed, 11 Aug 2010 14:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-11T21:14:30.452+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tokoh</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ramadhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akhlak</category><title>Para Salaf Berpuasa</title><description>&lt;p&gt;&lt;i&gt;“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah,yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebijakan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”&lt;/i&gt; (QS. Al-Baqarah : 183-184)&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;Puasa, sebagaimana firman Allah, telah ditentukan jumlah harinya. Bahkan ditentukan jumlah hitungan jamnya. Bulan Ramadhan jumlah jamnya 720 jam, atau 696 jam, dan di setiap menit dari bulan ini memiliki harga dan nilai. Kaum Salaf dan para Shahabat – semoga ridho Allah atas mereka – selalu menantikan hari-hari di bulan di Ramadhan dari tahun ke tahun, sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadist bahwa para Shahabat berkata, ketika datang bulan Rajab, “Ya Allah, tolonglahkami agar dapat beribadah kepada-Mu di bulan Rajab dan Sya’ban, dan ijinkan kami untuk bertemu Ramadhan”.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Karena Ramadhan adalah kesempatan tahunan untuk membersihkan jiwa, semangat dan badan, maka pengaruhnya pada semangat manusia dan badan tidak sebesar pada jiwa. Aktifitas ibadah dari jiwa banyak jumlahnya, dan sebanyak badan menerima bagian penderitaan dalam menjalani ibadah ini, badan akan menerima bagian dari cahaya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Inilah mengapa jihad menjadi puncak tertinggi Islam,karena jihad paling tinggi penderitaannya dan aktifitas ibadah yang paling sulit untuk dilaksanakan. Balasannya paling besar, pengaruhnya bagi jiwa paling dalam dan hasilnya dalam membangun jiwa dan meningkatkan tauhid sangat besar.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oleh karena itu ada aktifitas-aktifitas ibadah yang berhubungan dengan harta benda seseorang. Akan tetapi efek ibadah ini bagi jiwa leibh kecil dibanding ibadah yang berhubungan/dilakukan dengan tubuh seseorang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jadi, zakat memiliki efek yang dalam pada jiwa, karena zakat membersihkan jiwa dari sifat tamak. Seseorang tidak dapat sungguh-sungguh merasa simpati kepada fakir miskin, jika tidak merasakan sendiri penderitaan mereka, hidup sebagaimana mereka hidup dan merasakan kelaparan sebagaimana mereka kelaparan. Jika anda merasa kelaparan, kemudian tubuh anda merasa menjadi lebih kuat dan lebih mampu bertahan, maka pada saat itu, anda akan mersakan kebahagiaan, karena dapat mengorbankan sesuatu dan menyucikan diri anda dari sifat tamak.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Demikian juga dengan jihad. Jihad dengan harta benda seseorang tidak menyucikan jiwa seseorang sebesar jika jihad itu dilakukan langsung oleh orang tersebut. Oleh karena itu, Islam tidak membebaskan beberapa shahabat dari kewajiban jihad secara ikut terjun langsung ke medan jihad, tidak peduli apapun posisinya dalam masyarakat, dan tidak peduli sebagus apapun reputasinya, seperti dalam kasus Utsman bin Affan r.a.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kaum Salaf – Semoga ridho Allah atas mereka – akan memperhitungkan Ramadhan hingga hitungan menit. Mereka akan shalat dibelakang Ubayy bin Ka’ab dan Umar bin Khathab untuk shalat tarawih di belakangnya – dan mereka akan membutuhkan tongkat untuk menopang tubuh mereka, karena terlalu lama berdiri dalam shalat, dan para shahabat akan berkata, &lt;i&gt;“Kami khawatir akan ketinggalan sahur, karena shalat di belakang Ubayy dan kami khawatir waktu fajar akan datang, yang menyebabkan kami ketinggalan Makan yang berkah – mereka menyebut sahur sebagai makanan yang berkah-jadi, birlah putra-putri kita sibuk mempersiapkan makanan ini”.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diriwayatkan dari beberapa Tabi’in, dan yang datang setelah mereka, yagn berkaitan dengan shalat dan Al-Qur’an,bahwa beberapa dari mereka mengkhatamkkan membaca Al-Qur’an 60 kali di bulan Ramadhan dan ini khususnya diriwayatkan berkaitan dengan Imam Syafi’i, beliau mengkhatamkan Al-Qur’an sekali di waktu siang dan sekali di waktu malam. Beberapa yang lain mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam waktu sehari semalam, dan yang lain khatam tiapt tiga hari sekali,hingga memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, di mana mereka akan ber-I’tikaf di masjid, mengkhatamkan bacaan sekali sehari. Untuk mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an sehari sekali adalah mudah, jika kita meneguhkan niat untuk membaca Al-Qur’an secara perlahan (tartil) akan memakan waktu sekitar 24 jam, dan jika dibaca lebih cepat akan memakan waktu sekitar 10 jam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menjadi mungkin bagi mereka yang hafal Al-Qur’an untuk membaca satu juz dalam 20 menit, sehingga memungkinkannya mengkhatam 30 juz dalam sepuluh jam. Saya diberi tahu leh Abu Hasan Ali Nadwi: “Saya telah melihat guru saya, dan beberapa diantara mereka tidak berbicara sama sekali selama bulan Ramadhan. Mereka hanya terkait dengan aktifitas ibadah, baik shalat mapun al-Qur’an. Jika seseorang megnajak berbicara mereka, mereka akan menghitung kata-kata mereka dan memperhitungkannya dalam hitungan menit dan detik”.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oleh karena itu, kaum Salaf, seperti Imam Malik akan ber-I’tikaf hingga waktu mengajar, seraya berkata, &lt;i&gt;“Sesungguhnya Ramadhan itu untuk shalat dan membaca al-Qur’an”.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di bulan Ramadhan, pintu-pintu suga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dirantai. Ini sesuatu yagn sungguh terjadi, sebagaimana salah seorang yang dapat dipercaya telah melakukan kontak dengan jin-yang kemudian disesalinya – memberitahu temannya, “Ketika salah seorang bertanya kepada jin yang temannya itu ingin mendengar beberapa berita, mereka (jin) berkata : “Kami tidak aktif di bulan Ramadhan”. Sebelumnya berpikir bahwa mereka jin yang beriman, sehingga merek shalat dan berpuasa dengan saya. Akan tetapi, setelah mendengar jawaban mereka saya sadar bahwa mereka setan/iblis (jin kafir).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jadi, hal ini adalah sesuatu yang bersifat fisikal, bukan metaforik atau kiasan. Setan-setan dirantai dan mereka tida bisa bergerak bebas dan menggoda manusia. Jin-jin besar atau pemimpin jin kecil diperbolehkan berkeliaran.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ramadhan adalah bulan jihad, Abdullah 'Azzam menasehati orang-orang mukmin untuk tidak meninggalkan satu haripun selama Ramadhan. Seperti cerita Abdullah Azzam yang waktu itu berada di Qatar, atau Emirates, dan diberitahu : “Saudara-saudara kita di Amerika memanggil, menanyakan apakah anda bisa pergi ke sana dan menghabiskan sepuluh hari terakhir Ramadhan bersama mereka?” Abdullah Azzam menjawab : “Subhanallah! Saya menghabiskan sepuluh hari terakhir Ramadhan dan meninggalkan Jalalabad, Qandahar dan Kabul meletus? Satu jam di tempat-tempat tersebut lebih baik dari pada berdiri shalat selama 60 tahun, dan kenapa saya pergi dan memasuki Amerika, bahkan di bulan Ramadhan?”&lt;p&gt;  &lt;p&gt;Hadist Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, &lt;i&gt;“Ribat sehari di jalan Allah adalah lebih baik dari pada seribu hari ditempat lain, bhkan meskipun seseorang (yang tidak ribat) itu puasa di waktu siang dan shalat sepanjang malam”.&lt;/i&gt; (Diriwayatkan olehTirmidzi dan An-Nasa’i).&lt;p&gt;  &lt;p&gt;Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam mengalami peperangan yang dahsyat di bulan suci Ramadhan. Jadi di bulan Ramadhan, jihad memiliki arti yang sangat penting, yang sesungguhnya meningkatkan ujian keimanan bagi seorang mukmin, sebagaimana sudah dicontohkan oleh beliau.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jangan terjaga hingga larut selama Ramadhan, karena Ramadhan adalah waktu untu shalat, puasa, dan memohon ampunan Allah di jam-jam di waktu pagi. Berbuka puasalah di rumah anda dengan kurma dan air, atau di masjid dan sediakanlah kurma dan air di masjid bagi mereka yagn mungkin berbuka di tempat yang mulia itu. Ada berita bahagia bagi mereka yang menyediakan makanan untuk orang yang berbuka puasa:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa menyediakan makanan bagi orang yang berbuka puasa, mereka akan mendapat pahala yang sama dengan orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.”&lt;/i&gt; Meskipun, cuma sebutir kurma. Jadi berlomba-lombalah meraih pahala ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berbuka puasalah di masjid, kemudian shalat maghrib. Pulang ke rumah, makan sebanyak yang Allah inginkan untuk dimakan, segtelah itu membaca istighfar sambil menunggu waktu shalat isya’. Setelah itu shaslat isya’ dan tarawih di masjid, kemudian pulang ke rumah. Makan sahur dan istimewakan saat tersebut. Sebagai tambahan, sahur adalah makanan yang berkah. Waktu yang palinhg baik untuk membaca istighfar adalah pada jam-jam pergtama di a wal pagi (fajar).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jadi setelah makan sahur, segeralah berwulu dan laksanakan beberapa rakaat shalat tahajud, dan dekatkanlah diri anda kepada Allah Pemilik Kejayaan : Allah menunddukan surga pada posisi terendah pada se pertiga malam terakhir, Allah Ta’ala bertanya : “Barangsiapa memanggil-Ku, maka Aku menjawabnya, Barangsiapa meminta kepada-Ku, maka aku kabulkan, Barangsiapa memohon ampunan-Ku, maka Aku ampuni’.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semoga Allah Rabbul mengabulkan permohonan kaum muslimin dihapuskan dosa-dosa yang pernah diperbuatnya. Kembali suci dan bersih laksana kertas putih, di hari raya ‘Idul Fitri’, nanti. Wallahu’alam. dari kisah jihad abdullah azzam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Ref: &lt;a href="http://www.eramuslim.com/syariah/bercermin-salaf/bagaimana-para-salaf-berpuasa.htm"&gt;&lt;i&gt;eramuslim.com&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-5170282560991487899?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2010/08/para-salaf-berpuasa.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-6997332498257734680</guid><pubDate>Wed, 11 Aug 2010 14:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-11T21:15:14.128+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Al-Quran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keutamaan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hukum</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hadits</category><title>Keutamaan membaca beberapa surat Al-Quran</title><description>&lt;p&gt;“Bacalah Al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi yang membacanya." (HR. Muslim dari Abi Umamah)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;“Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Quran, diberikan untuknya satu kebaikan, satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan, aku tidak katakan alif laam miim adalah satu huruf, tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf.” (HR. At-Turmudzi dari Abdullah bin Mas'ud)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Keutamaan beberapa surat:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Surat Al-Fatihah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Abu Sa'id bin Al-Mu'alla t berkata, ketika aku shalat di masjid, Rasulullah saw memanggilku tetapi aku tidak menjawabnya, kemudian aku berbicara, wahai Rasulullah tadi aku sedang shalat, Rasulullah r bersabda, “Bukankah Allah berfirman, Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu," kemudian beliau berkata kepadaku, “Aku akan mengajarkan kepadamu sebuah surat yang agung dalam Al-Quran sebelum kamu keluar dari masjid” kemudian beliau memegang tanganku, ketika beliau mau keluar aku berkata, bukankah engkau telah mengatakan akan mengajarkan aku sebuah surat yang paling agung dalam Al-Quran? beliau menjawab, “Alhamdulillaahi rabbil'aalamiin adalah tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-Quran yang agung yang telah diberikan kepadaku.” (HR. Bukhari)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Surat  Al-Baqarah&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;“Janganlah kamu menjadikan rumah kamu kuburan, karena syaithan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim dari Abi Hurairah)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Ayat Kursi&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;“Jika kamu akan tidur maka bacalah ayat kursi (Allaahu laa ilaaha illaa hual hayyul qayyuum) sampai akhir ayat, maka kamu senantiasa dijaga Allah swt dan syaithan tidak akan mendekatimu sampai pagi.” (HR. Bukhari)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Surat Al-Kahfi&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;“Barangsiapa membaca (menghapal) 10 ayat awal surat Al-Kahfi, maka ia terjaga dari fitnah dajjal.” (HR. Muslim, Abu Daud, Turmuzi, An-Nasa'i dari Abi Darda')&lt;br /&gt;“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, ia berikan cahaya di antara dua hari Jumat.” (HR. Al-Hakim dari Abi Sa'id Al-Khudry)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Surat Yasiin&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;“Barangsiapa membaca surat Yaasiin pada suatu malam mengharapkan ridho Allah, maka diampuni dosanya.” (HR. Ad-Darimy, Abu Ya'la, At-Thabrani dari Abi Hurairah. Ibnu Katsir berkata, sanadnya baik, Al-Bany berkata, hadits dhoif)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Surat Al-Waqi'ah&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;“Barangsiapa membaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka dia tidak akan menderita kemiskinan selamanya. ” (HR. Al-Harits bin Abu Usamah, Al-Bani berkata, hadits dhoif, hadits ini diriwayatkan pula oleh Al-Baihaqi dari Ibnu mas'ud marfu')&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Surat Al-Mulk&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;“Sesungguhnya satu surat dengan jumlah ayat 30 dalam Al-Quran memberikan syafa'at kepada seseorang sampai dia diampuni, yaitu surat tabarakalladzii biyadihil mulk.” (HR. At-Turmudzi dari Abu Hurairah)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Surat Al-Ikhlash&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;“Apakah seseorang dari kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Al-Quran dalam satu malam?” mereka merasa berat dengan hal tersebut lalu para sahabat bertanya, “Adakah di antara kami yang mampu melakukan itu wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Qul huwallaahu ahad setara dengan sepertiga Al-Quran.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abi Sa'id Al-Khudry)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Surat Al-Falaq dan Surat An-Naas&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;“Tahukan kamu malam ini telah diturunkan beberapa ayat yang tidak pernah terlihat semisalnya sama sekali? yaitu qul a'uudzu birabbil falaq dan qul a'uudzu birabbinnaas.” (HR. Muslim dari Uqbah bin Amir)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-6997332498257734680?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2010/08/keutamaan-membaca-beberapa-surat-al.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-6394518616330568845</guid><pubDate>Tue, 10 Aug 2010 18:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-11T01:48:51.767+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ramadhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fiqih</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fatwa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hukum</category><title>Hal-hal yang membatalkan puasa</title><description>Diantara yang hal-hal yang membatalkan puasa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- Makan dan minum dengan sengaja.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Makan dan minum karena lupa tidak mem-pengaruhi puasa berdasarkan hadis:&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang lupa ketika berpuasa, lalu ia makan atau minum, maka ia wajib menyempurnakan puasanya"  (HR. Muslim). &lt;br /&gt;Termasuk hal yang membatalkan puasa, adalah masuknya air ke dalam rongga tubuh melalui hidung, memasukkan inpus melalui urat, dan menyuntikkan darah. Se-mua ini bisa membatalkan puasa, mengingat fungsinya yang dapat memberi kekuatan pada tubuh orang yang berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- Bersetubuh.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang yang berpuasa bersetubuh, maka puasanya batal, dan dia wajib meng-qadha dan membayar kafarat, yaitu memerdekakan seorang budak. Jika tidak ada, maka wajib berpuasa dua bulan berturut-turut dengan tidak boleh berbuka dalam satu hari kecuali karena uzur, seperti pada hari raya iedul fitri atau iedul adha dan hari tasyriq (11-12-13 Dzulhijjah). Atau, karena uzur lain, seperti sakit, dan bepergian tidak untuk sengaja berbuka. Jika ia berbuka tanpa ada uzur tersebut, walaupun hanya satu hari, maka wajib memulai puasanya kembali dari awal, dan jika tidak mampu berpuasa selama dua bulan berturut-turut, maka wajib memberi makan kepada enam puluh orang fakir miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3- Mengeluarkan mani dengan sengaja.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;yaitu dengan cara berciuman mesra, onani, atau dengan cara lain yang dapat membatalkan puasa, dan wajib meng-qadha tanpa kafarat. Sedangkan bila sekedar mimpi bersetubuh saja, maka itu tidak membatal-kan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- Muntah dengan disengaja.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sedang muntah tanpa disengaja, tidak membatalkan puasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hal yang membatalkan puasa di atas hanya dapat membatalkan, jika dilakukan oleh orang yang mengetahui bahwa semua itu bisa membatalkan puasa, lalu dilakukan dengan sadar dan sengaja. Sedangkan bagi orang yang tidak mengerti tentang hukum agama, atau tidak tahu waktu, semisal dia menduga bahwa fajar belum terbit, atau matahari belum terbenam dari ufuk, lalu dia makan, dan ternyata dugaannya salah, maka puasanya tetap sah. Orang yang makan karena lupa juga tidak batal puasanya, demikian juga orang yang dipaksa berbuka tidak batal puasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara yang membatalkan puasa lainnya, adalah keluarnya darah haid atau darah nifas. Oleh karena itu, jika seorang perempuan mengeluarkan darah haid pada saat berpuasa, maka puasanya menjadi batal. Bahkan, bagi perempuan yang sedang haid atau nifas diharamkan berpuasa. Namun, setelah bulan Ramadhan berakhir, dia wajib meng-qadha semua puasa yang ditinggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-6394518616330568845?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2010/08/hal-hal-yang-membatalkan-puasa.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-6387136607500365728</guid><pubDate>Tue, 10 Aug 2010 18:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-11T01:36:56.803+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tarikh</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ramadhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keutamaan</category><title>Peristiwa-peristiwa penting di bulan Ramadhan</title><description>Bulan Ramadhan dimana umat Islam diperintahkan untuk berpuasa di siang harinya dan disunnahkan memperbanyak amal ibadah selama bulan Ramadhan, terlebih lagi pada sepuluh akhir Ramadhan. Puasa bagi seorang muslim bukanlah bulan bermalas-malasan, bukan pula membuat muslim menjadi lemah dan tak berdaya yang disebabkan oleh kewajiban puasa Ramadhan. Akan tetapai Ramadhan adalah bulan kekuatan, bulan jihad, bulan aktifitas. Haus dan dahaga tidak membuat muslim menjadi lemah, putus asa, hilang semangat, malas apalagi untuk meninggalkan kewajiban. Banyak peristiwa penting terjadi di bulan Ramadhan yang menunjukkan bahwa Ramadhan mendidik generasi-generasi awal umat Islam untuk tetap tegar dan kuat di setiap kondisi dalam menegakkan syariat dan kalimatullah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diantara peristiwa-peritiwa tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Perang Badar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Badar disebut juga &lt;i&gt;'yaumul furqon'&lt;/i&gt; dimana Allah memisahkan antara kebenaran dan kebatilan, antara tauhid dan kesyirikan. Perang ini sebagai simbol menangnya keimanan diatas kekufuran, akhlak mulia diatas akhlak yang rendah dan hina. Perang Bada terjadi pada hari Jumat tanggal 17 Ramadhan tahun kedua hijrah. Allah ta'ala berfirman, &lt;i&gt;"Sungguh Allah Telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya."&lt;/i&gt; QS: Ali Imran: 123. Ibnu Abbas berkata, "Perang Badar terjadi pada 17 Ramadhan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Fathu Makkah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fathu Makkah (Pembebasan Kota Makkah) terjadi pada tanggal 10 Ramadhan tahun ke-10 hijriiyah. Hari dimana dihancurkan berhala-berhala yang ada di sekitar Kabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Sebagian peristiwa perang Tabuk terjadi di bulan Ramadhan tahun 9 H&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Islam tersebar di Yaman tahun ke-10 bulan Ramadhan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Perang al-Zallaaqah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pagi hari Jumat tanggal 25 Ramadhan 479 H tentara al-Muraabithiin yang dipimpin oleh Yusuf bin Tasyfin memenangkan peperangan di Andalus terhadap tentara al-faranjah yang mecapai 80.000 pasukan dengan pimpinan Al-Fonso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Perang Ain Jalut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Ain Jalut terjadi pada hari Jumat tanggal 15 Ramadhan 658 H / 3 September 1260 M yang dipimpin Oleh Sultan Quthuz Sulatan Mamalik di Mesir. Umat Islam mengalahkan dan mengusir tentara Mongol pada perang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Fath Andalus (Pembebasan Andalus)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi pada tanggal 28 Ramadhan 92 H / 19 Juli 711 M yang dipimpin oleh Panglima Thariq bin Ziyad.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-6387136607500365728?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2010/08/peristiwa-peristiwa-penting-di-bulan.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-187711224481234680</guid><pubDate>Tue, 10 Aug 2010 18:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-11T01:24:31.961+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ramadhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fiqih</category><title>Menetapkan Awal Bulan Ramadhan</title><description>Menetapkan bulan Ramadhan bisa dilakukan dengan salah satu dari dua cara berikut:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Melihat bulan tsabit di awal bulan Ramadhan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Apabila bulan tsabit dapat terlihat pada awal bulan Ramadhan, maka wajib berpuasa. Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Jika kalian melihat bulan tsabit (awal Ramadhan), maka berpuasalah, dan jika kalian melihat bulan tsabit pula (awal Syawal), maka berbukalah."&lt;/i&gt; (Muttafaq 'alaih).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menetapkan adanya bulan tsabit untuk berpuasa Ramadhan, cukup dilakukan oleh satu orang yang adil. Sedangkan menetapkan adanya bulan tsabit untuk menentukan hari raya Syawal harus dilakukan oleh dua orang yang adil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Menggenapkan bulan Sya'ban tiga puluh hari.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jika hitungan bulan Sya'ban telah genap tiga puluh hari, maka hari ketiga puluh satu merupakan awal bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan hadis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Apabila bulan tsabit tidak dapat terlihat karena terhalangi oleh awan, maka sempur-nakan hitungan bulan Sya'ban menjadi tiga puluh hari."&lt;/i&gt; (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-187711224481234680?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2010/08/menetapkan-awal-bulan-ramadhan.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-4536912346602728925</guid><pubDate>Tue, 10 Aug 2010 16:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-11T00:21:54.113+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ramadhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keutamaan</category><title>Keutamaan bulan Ramadhan</title><description>Allah ta'ala telah mengkhususkan bulan Ramadhan dengan beberapa keutamaan yang tidak terdapat pada bulan-bulan lain. Diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Para malaikat memohon ampunan kepada Allah untuk orang yang berpuasa.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Setiap hari Allah menghiasi surga-Nya, dan berkata: "Sesaat lagi hamba-hambaku yang saleh akan dibebaskan dari beban dan derita, lalu mereka akan menjadi peng-hunimu."&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Di bulan ini setan-setan dibelenggu.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Di bulan ini terdapat malam lailatul qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Orang yang berpuasa akan diampuni dosa-dosanya pada malam terakhir di bulan Ramadhan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Allah ? membebaskan banyak orang dari neraka, dan itu terjadi pada setiap malam di bulan Ramadhan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Umrah di bulan ini (pahalanya) sama dengan haji.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara keutamaan lain bulan ini, adalah sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena beriman dan mengharap pahala dari Allah, maka ia akan diampuni semua dosanya yang telah lalu."&lt;/i&gt; (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis lain, dikatakan:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Setiap amal kebaikan Bani Adam akan dilipatkan menjadi sepuluh kali lipat, bahkan sampai 700 kali lipat, Allah ta'ala berfirman: kecuali puasa, sesungguhnya ia adalah untuk- Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya."&lt;/i&gt; (HR. Ibnu Majah). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-4536912346602728925?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2010/08/keutamaan-bulan-ramadhan.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-7460970111762921591</guid><pubDate>Tue, 30 Jun 2009 13:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-30T20:55:39.027+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keutamaan</category><title>Keutamaan Sedekah</title><description>Sedekah memiliki keutamaan  yang besar dan pahala yang melimpah di dunia maupun akhirat. Hal itu akan diperoleh oleh seseorang yang diberikan bimbingan oleh Allah dan dikehendaki kebaikan padanya dan diantara pengaruh dari sedekah dan besarnya keutamaannya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sedekah adalah penyucian dan pembersihan&lt;br /&gt;"Ambillah sedekah (zakat) dari sebagian harta mereka yang dengan sedekah (zakat) itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui." (At-Taubah:103)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Sedekah adalah bentuk ketundukan kepada perintah Allah dan Rasulnya&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rizki yang telah kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zhalim." (Al-Baqarah:254)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Seorang Mukmin berada dalam naungan sedekahnya pada hari kiamat kelak&lt;br /&gt;"Setiap orang berada di bawah nangan sedekahnya hingga manusia diadili oleh pengadilan Allah," atau beliau bersabda,"Hingga keputusan diantara manusia ditetapkan (oleh pengadilan Allah)." (Ibnu Khuzaimah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sedekah itu akan menghindarkan dari musibah dan menjauhkan dari kematian yang buruk&lt;br /&gt;"Sesungguhnya sedekah itu akan dapat memadamkan amarah Allah dan menghindarkan diri dari kematian yang buruk." (Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sedekah adalah tanda dan bukti nyata dari iman yang benar&lt;br /&gt;"Bersuci itu sebagian dari iman, alhamdulillah memenuhi timbangan, subhanallah dan alhamdulillah memenuhi apa yang ada di antara langit dan bumi, shalat itu cahaya, sedekah itu bukti nyata, sabar itu pelita, ..." (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sedekah itu sebagai tebusan bagi seorang muslim dari belenggunya&lt;br /&gt;"Saya memerintahkan kalian untuk bersedekah, karena yang demikian itu adalah seperti seseorang yang ditawan oleh musuh, dan mereka mengikat erat tangannya pada lehernya lalu mereka menghadapkannya untuk memenggal lehernya, kemudian dia berkata,'Saya tebus perkara itu dari kalian dengan hartaku yang sedikit dan yang banyak hingga akhirnya ia menebus dirinya dari mereka'." (Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Allah memberikan ganti orang yang memberi sedekah&lt;br /&gt;"Allah berfirman kepada manusia,"Wahai anak cucu adam! Berinfaklah, niscaya Aku akan memberi rizki atas kalian'."(Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pahala sedekah tidaklah terputus dari pemberiannya setelah kematian&lt;br /&gt;"Apabila seorang manusia itu meninggal maka terputuslah segala amal perbuatannya kecuali tiga amal perbuatan: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa seorang anak yang shalih untuknya." (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Sedekah itu menghapus kesalahan&lt;br /&gt;"Sedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api." (Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-7460970111762921591?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2009/06/keutamaan-sedekah.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-4266179265140366604</guid><pubDate>Tue, 30 Jun 2009 13:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-30T20:54:36.024+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keutamaan</category><title>Keutamaan Sodaqah (Sedekah)</title><description>Suatu saat ada seseorang sedang berjalan di sebuah padang yang luas tak berair, tiba-tiba dia mendengar suara dari awan (mendung), "Siramilah kebun si fulan!" maka awan itu menepi (menuju ke tempat yang ditunjukkan) lalu mengguyurkan airnya di tanah bebatuan hitam. Ternyata ada saluran air dari saluran-saluran itu yang telah penuh dengan air. Maka ia menelusuri (mengikuti) air itu. Ternyata ada seorang laki-laki yang berada di kebunnya sedang mengarahkan air dengan cangkulnya. Kemudian dia bertanya, Wahai hamba Allah, siapakah nama anda? Dia menjawab, "Fulan". Sebuah nama yang didengar dari awan tadi. Kemudian orang itu balik bertanya, "Mengapa anda menenyakan namaku?" Dia menjawab, "Saya mendengar suara dari awan yang ini adalah airnya, mengatakan 'Siramilah kebun si fulan!' yaitu nama anda. Maka apakah yang telah anda kerjakan dalam kebun ini?". Dia menjawab, Karena anda telah mengatakan hal ini maka akan saya ceritakan bahwa saya memperhitungkan (membagi) apa yang dihasilkan oleh kebun ini; sepertiganya saya sedekahkan; sepertiganya lagi saya makan bersama keluarga dan sepertiganya lagi saya kembalikan lagi ke kebun (ditanam kembali). (Hadits Riwayat Muslim, dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas adalah salah satu contoh kisah nyata dari salah satu keutamaan bersodaqah (bersedekah), yaitu Allah (S.W.T.) tidak akan mengurangi rezeki yang kita sedekahkan, dan bahkan Allah (S.W.T.) akan mengganti dan melipat gandakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sedekah tidak mengurangi Rezeki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah (S.W.T.) berfirman dalam surat Saba bahwa Allah (S.W.T.) akan mengganti sedekah yang kita keluarkan:&lt;br /&gt;"Katakanlah: 'Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)'. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya." (Q.S. Saba 34:39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara logika, mungkin kita akan berfikir bahwa harta yang kita keluarkan untuk sedekah berarti pengurangan harta yang ada di tangan kita. Tetapi pa kenyataannya Rasulullah (S.A.W.) pernah bersabda bahwa harta seseorang tidak akan berkurang karena disedekahkan:&lt;br /&gt;"Ada tiga perkara yang saya bersumpah atasnya dan saya memberitahukan kepadamu semua akan suatu Hadits, maka peliharalah itu: Tidaklah harta seseorang itu akan menjadi berkurang sebab disedekahkan, tidaklah seseorang hamba dianiaya dengan suatu penganiayaan dan ia bersabar dalam menderitanya, melainkan Allah menambahkan kemuliaan padanya, juga tidaklah seseorang hamba itu membuka pintu permintaan, melainkan Allah membuka untuknya pintu kemiskinan," (H.R. Tirmidzi, dari Abu Kabsyah, yaitu Umar bin Sa'ad al-Anmari r.a.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sedekah membuka pintu rezeki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah (S.A.W.) pernah bersabda "Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah." (HR. Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu hadits Qudsi, Allah Tabaraka wata’ala berfirman: "Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu." (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain yang dinarasikan oleh Abu Hurairah (r.a.), Nabi (S.A.W.) pernah bersabda: "Tidak ada hari yang disambut oleh para hamba melainkan di sana ada dua malaikat yang turun, sala satunya berkata: "Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang-orang yang berinfaq. Sedangkan (malaikat) yang lainnya berkata: "Ya Allah berikanlah kehancuran kepada orang-orang yang menahan (hartanya)." (H.R. Bukhari - Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu kisah pada zaman Nabi (S.A.W.) yang mana seseorang yang banyak hutang berdiam di masjid di saat orang-orang bekerja. Ketika ditanya oleh Nabi (S.A.W.), orang tersebut menjawab bahwa ia sedang banyak hutang. Yang menarik adalah Nabi (S.A.W.) mengajarkan beliau sebuah doa, yang mana doa tersebut tidak menyebut sama sekali "Bukakanlah pintu rezeki" atau "Perbanyaklah rezeki saya sehingga bisa membayar hutang". Tetapi doa yang diajarkan oleh Nabi (S.A.W.) adalah meminta perlindungan dari rasa malas dan bakhil (pelit). Hadits-hadits di atas menjelaskan tentang doa ini, bahwa ke-tidak-pelitan seseorang untuk bersedekah membuka pintu rezeki orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa tersebut adalah: "Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu daripada kegundahan dan kesedihan, daripada kelemahan dan kemalasan, daripada sifat pengecut dan bakhil (pelit), daripada kesempitan hutang dan penindasan orang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sedekah melipat gandakan rezeki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saja sedekah membuka pintu rezeki seseorang, tetapi bahkan bersedekah juga melipat-gandakan rezeki yang ada pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah (S.A.W.) pernah bersabda: "Barangsiapa bersedekah dengan sesuatu senilai satu buah kurma yang diperolehnya dari hasil kerja yang baik, bukan haram, dan Allah itu tidak akan menerima kecuali yang baik. Maka sesungguhnya Allah akan menerima sedekah orang itu dengan tangan kanannya, sebagai kiasan kekuasaanNya, kemudian memperkembangkan pahala sedekah tersebut untuk orang yang melakukannya, sebagaimana seseorang dari engkau semua memperkembangkan anak kudanya sehingga menjadi seperti gunung - yakni memenuhi lembah gunung karena banyaknya." (Muttafaq 'alaih, dari Abu Hurairah r.a.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji Allah (S.W.T.) dalam Al-Qur'an bahwa Allah akan melipat-gandakan sedekah kita menjadi 700 kali lipat:&lt;br /&gt;"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (Q.S. Al-Baqarah 2:261)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sedekah Menjaga Warisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah (S.A.W.) bersabda "Tidaklah seorang yang bersedekah dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya." (H.R. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Surat Al-Kahfi ada kisah tentang perjalanan Nabi Musa (A.S.) dengan Khidir. Di dalam kisah tersebut Khidir memperbaiki diding rumah dari dua anak yatim, dan menjelaskan bahwa di bawah dinding tersebut ada harta warisan dari orang tua mereka yang soleh. Khidir memperbaiki dinding tersebut agar harta warisan tersebut tetap pada tempatnya sampai sang anak menjadi dewasa. Demikianlah salah satu contoh bagaimana Allah (S.W.T.) melindungi warisan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sedekah adalah Naungan kita di hari kiamat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah (S.A.W.) bersabda "Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya." (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadist lain, Rasulullah (S.A.W.) pernah bersabda tentang tujuh orang yang diberi naungan oleh Allah (S.W.T.) pada hari yang mana tidak ada naungan kecuali naungan dari-Nya. Salah satu orang yang diberi naungan pada hari itu adalah orang yang bersedekah dengan tangan kanan, tetapi tangan kirinya tidak mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sedekah Menjauhkan diri kita dari api neraka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah (S.A.W.) bersabda: "Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma." (Mutafaq’alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah (S.W.T.) juga berfirman bahwa salah satu ciri dari orang yang bertaqwa yang akan masuk surga adalah orang yang bersedekah diwaktu lapang maupun sempit.&lt;br /&gt;"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan" (Q.S. Ali Imran 3:133-134).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sedekah Mengurangi kesakitan kita di sakaratul maut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Fiqh-Us-Sunnah karangan Sayyid Sabiq, disebutkan Rasulullah (S.A.W.) pernah bersabda: "Sedekah meredakan kemarahan Allah dan menangkal (mengurangi) kepedihan saat maut (Sakratulmaut)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah (S.A.W.) juga pernah bersabda, "Sedekah dari seorang Muslim menigkatkan (hartanya) dimasa kehidupannya. Dan juga meringankan kepedihan saat maut (Sakratulmaut), dan melauinya (sedekah) Allah menghilangkan perasaan sombong dan egois. (Fiqh-us-Sunnah vol. 3, hal 97)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sedekah Mengobati orang sakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah (S.A.W.) bersabda, "Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersedekah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana." (H.R. Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedekah untuk janda dan orang miskin diibaratkan seperti orang yang berpuasa terus menerus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah (S.A.W.) bersabda, "Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam. Ia tidak merasa lelah dan ia juga ibarat orang berpuasa yang tidak pernah berbuka." (H.R. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Quality adalah lebih baik dari Quantity&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersedekah satu dolar bisa jadi lebih baik dari pada bersedekah seratus-ribu dollar. Jika seseorang hanya memiliki dua dollar kemudian disedekahkannya satu dollar maka sedekah tersebut adalah lebih baik dari pada sedekah dari seseorang Billioner tetapi hanya mensedekahkan seratus ribu dollar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah (S.A.W.) pernah bersabda, "Satu dirham memacu dan mendahului seratus ribu dirham". Para sahabat bertanya, "Bagaimana itu?" Nabi (S.A.W.) menjawab, "Seorang memiliki (hanya) dua dirham. Dia mengambil satu dirham dan bersedekah dengannya, dan seorang lagi memiliki harta-benda yang banyak, dia mengambil seratus ribu dirham untuk disedekahkannya. (HR. An-Nasaa'i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan Ramadhan yang mulia ini marilah kita perbanyak sedekah kita, berapapun jumlahnya. Jangan sampai kita menunggu kaya raya atau hidup berlebih untuk bersedekah karena hal tersebut adalah bisikan syetan belaka. Terlebih lagi, jangan sampai kita menunggu sampai ruh kita berada di tenggorakan, karena pada saat itu harta kita sudah dipastikan bukan milik kita lagi tetapi sudah menjadi milik ahli waris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah (S.A.W.), "Sedekah yang bagaimana yang paling besar pahalanya?" Nabi (S.A.W.) menjawab, "Saat kamu bersedekah hendaklah kamu sehat dan dalam kondisi pelit (mengekang) dan saat kamu takut melarat tetapi mengharap kaya. Jangan ditunda sehingga ruhmu di tenggorokan baru kamu berkata untuk Fulan sekian dan untuk Fulan sekian." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-4266179265140366604?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2009/06/keutamaan-sodaqah-sedekah.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-3761742153272500943</guid><pubDate>Tue, 30 Jun 2009 04:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-30T14:43:04.991+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akhlak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nasehat</category><title>Tazkiyatun Nafs (membersihkan jiwa)</title><description>Apa itu tazkiyatun nafs ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. secara etimologis&lt;br /&gt;Tazkiyatun nafs berasal dari dua buah kata yaitu Tazkiyatun dan An-nafs.&lt;br /&gt;Tazkiyah berasal dari akar kata (Zakaa Yazku-Zakaa &amp;amp; Zakatan) yang berarti Nama (baca; Tumbuh) dan Zada (baca;Bertambah). Zakaa juga bisa berarti Solaha (baca;baik)dan ia juga berarti Barokah (baca;banyak kebaikannya), disamping itu juga berarti Thaharoh / Suci bersih.(lihat . Al-Mu’jamul Wasith, hal 396).&lt;br /&gt;Sedang bentuk kata Tazkiyah dari kata Zaka yang diberi tambahan huruf kaf, sehingga menjadi Zakka-Yuzakki-Tazkiyatan yang berarti menumbuhkan, mengembangkan, memperbaiki, membersihkan, mensucikan dan menjadikannya jadi baik serta bertambah baik.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kata Zakka-Tazkiyatan dalam berbagai bentuk disebutkan didalam Al-Qur’an berulang kali, bahkan sampai 20 kali, 9 kali dalam ayat-ayat Makkiyah (yang diturunkan si Mekah sebelum hijrah), dan 11 kali dalam ayat-ayat Madaniyah (yang diturunkan sesudah hijrah ke Madinah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata An-Nafs bisa berarti ruh/nyawa/jiwa, seperti dalam ayat “Keluarkanlah Ruh mu”. Ia bisa berarti Nafas, yaitu udara yang keluar dan masuk ke dalam tubuh manusia, melalui mulut atau hidung.(lihat Al-Mufradat fii qoribil Qur’an, hal 501).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An-Nafs bisa berarti diri sendiri, seperti pada kalimat “Ja a Huwa Nafsuhu”, artinya dirinya sendiri yang datang, bukan wakil atau siapa dan apa-apanya. (Lihat, Al-Mu’jamul Wasith, hal. 940).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kata An-Nafs dalam bentuk tunggal dan jamak di dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak 306 kali.&lt;br /&gt;Jadi secara etimologis Tazkiyatun nafs berarti ; membersihkan jiwa, memperbaikinya dan menumbuhkannya agar menjadi semakin baik serta mengembangkan potensi baik jiwa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Ma’na istilah&lt;br /&gt;Beberapa pendapat ulama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Abul Qasim Husain bin Muhammad, beliau lebih populer dikenal dengan Ragib Al-isfahani (wafat 502 H), beliau mengatakan bahwa Tazkiyatun Nafs adalah upaya manusia untuk mensucikan jiwa dan dirinya, sehingga ia mempunyai sifat terpuji pada dirinya di dunia tentunya dan kelak di akhirat mendapatkan pahala dan balasan yang besar,(lihat hal. 213)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Sa’id Hawwa menjelaskan bahwa Taziyatun nafs adalah salah satu tugas utama para rasul, ia merupakan tujuan yang dicapai oleh orang-orang bertaqwa. Dan selamat atau celakanya manusia tergantung sikapnya terhadap Tazkiyatun nafs, apakah ia concern terhadap permasalahan yang satu ini, atau acuh tak acuh dengan hal ini.&lt;br /&gt;Karena Tazkiyatun Nafs adalah proses pembersihan jiwa dari akhbas (baca;kotoran )serta memperbaiki jiwa, maka tazkiyatun nafs dapat dilakukan dengan berbagai bentuk ibadah, perbuatan baik dan berbagai amalan shalih serta langkah-langkah mujahadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila semuanya itu dilakukan, maka akan menjadi bersih yang selanjutnya mempuyai pengaruh, dampak positif hasilnya pada prilaku, tingkah laku dan perkataan, pengaruh itu akan membekas pada lidah,mata,telinga dan anggota tubuh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buahnya yang paling nyata adalah perlakuanya yang baik terhadap Allah dan terhadap manusia juga makhluq lain serta makluq di muka bumi ini. Adabnya kepada Allah berupa komitmen melakukan seluruh kewajibannya kepada Allah dan menjahui segala bentuk prilaku dan perbuatan yang menyebabkan murka Allah, termasuk mengorbankan harta, jiwa dan raganya berjihad dijalan Allah.(Al-Mustakhlas fii Tazkiyatul Anfus, hal. 5-6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Tazkiyatun nafs pada hakikatnya adalah proses pembersihan jiwa dan hati dari berbagai dosa dan sifat-sifat tercela yang mengotorinya, dan selanjutnya peningkatan kwalitas jiwa dan hati tersebut dengan mengembangkan sifat-sifat terpuji yang diridhai Allah Swt, serta potensi-potensi positifnya dengan mujahadah, ibadah dan berbagai perbuatan baik lainnya, sehingga hati dan jiwa menjadi bersih dan baik serta berkwalitas. Yang selanjutnya menjadikannya mempuyai sifat-sifat dan prilaku yang baik dan terpuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;URGENSI TAZKIYATUN NAFS&lt;br /&gt;'Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman  ketika Allah mengutus di antara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah dan mentazkiyah (mensucikan)mereka dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Hikmah.” (QS.3:34) Kita sering menyibukan diri kita dengan kebersihan badan saja. Padahal Kebersihan jiwa jauh lebih penting dari pensucian badaniyah. Diantara pentingnya atau urgennya Tazkiyatun nafs atau pensucian hati adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: prilaku dan perbuatan manusia sangat tergantung pada kondisi hati yang ada di dalam dirinya. Apabila hatinya bersih dan baik, prilakunya baik dan sebaliknya apabila hatinya kotor dan buruk prilakunya juga akan buruk. Rasulullah bersabda “ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada suatu organ (mudqoh), apabila ia baik, baiklah seluruh tubuhnya, apabila ia rusak, maka akan rusaklah seluruh tubuh it. Dan organ itu adalah hati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi perbaikan diri dan perilaku kita harus dimulai dari dalam diri kita sendiri, dari hati kita. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu Nasib suatu kaum sehngga mereka apa yang ada dalam diri. Dan organ itu adalah hati”.(QS.13:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan kata yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki perbuatan-perbuatanmu dan mengampuni dosa-dosamu.”(QS.33:70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perhatikanlah ayat tersebut diatas, dimulai dengan iman, kedua dengan perintah bertakwa baru kemudian perintah yang ketiga berkata benar, keempat perbuatan-perbuatan akan membaik dan kelima dosa-dosa akan diampuni Allah. Iman dan takwa yang tempatnya di dalam hati merupakan faktor utama yang menentukan perilaku manusia sehingga mendorongnya untuk berkata benar dan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik. Manakala semua ini dilakukan, Allah akan mentazkiah orang tersebut dengan mengampuni dosa-dosanya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedua : dari penjelasan diatas dapat kita fahami betapa pentingnya tazkiyatun nafs tersebut. Kebersihan hati lebih penting dan lebih utama dari pada kebersihan fisik. Hati yang bersih akan melahirkan tubuh dan prilaku yang bersih dan sehat, tidak sebaliknya. Dan tidak selalu benar ungkapan yang mengatakan “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.”yang benar adalah “hati yang bersih dan sehat akan menampilkan perilaku dan akhlak yang bersih terpuji”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWTberfirman “sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat (mensucikan hatinya) dan mencintai orang-orang yang membersihakan dirinya (fisiknya).” Ayat ini mendahulukan hati dengan bertaubat ketimbang kebersihan badan dari najis atau hadast. Ini sekaligus berarti kebersihan hati lebih urgen bila dibandingkan kebersihan badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : dengan hati yang bersih, hidup manusia akan tenang, damai dan bahagia . sungguh beruntung orang yang membersihkan dirinya. Dn sungguh merugi orang yang mengotori dirinya. Kebahagian dn ketentraman ini bukan saja terletak pad kehidupan duniawi yang fana, tetapi hati yang bersih juga jaminan kebahagian ukrowi yang kekal dan abadi. Pada hari kiamat nanti, anak-anak dan harta tidak bermanfaat lagi, kecuali yang datang menhadap ke Allah dengan hati yang bersih “wahai jiwa yang tentram, kembalilah kepada Rabbmu dengan sukarela dan diridhoi Allah, masuklah kedalam surga-Ku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : mengingat demikian urgennya tazkiyatun nafs bagi kehidupan manusia, karenanya Nabi Ibrahim, kekasih Allah dan juga panutan kita, secara khusus meminta kepada Allah agar mengutus Rasul diantara anak cucunya yang kelak akan berperang melakukan Tazkiah . “Wahai Rabb kami, utuslah untuk mereka seorang Rasuldari kalangan mereka yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau. Dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan hikmah serta mentazkiyah (mensucikan mereka) (QS3.2:129)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permohonan Nabi Ibrahim ini kemudian dikabulkan oleh Allah SWT dengan firman-Nya “sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang Rasul dari golongan mereka ayat-ayat Allah dan mentazkiyah (mensucikan) mereka dan mengajarkan kepad mereka Al-Kitab dan hikmah.” (QS.3:64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan antara do’a Nabi Ibrahim dan jawaban Allah SWT yang mengabulkan do’a tersebut. Pada do’a Nabi Ibrahim disebutkan pada urutan ketiga, urutan terakhirnya setelah membacakan (yasiu) dan mengajarkan (yuallim). Sedangkan dalam jawaban Allah yang mengabulakan do’a tersebut kata tazkiyah/mensucikan (yuzakki) ditempatkan pada posisi kedua setelah membacakan (yaslu), Bukan pada posisi ketiga dan ini menujukan bahwa tazkiyah demikian pentingnya sehinga harus ditarik pada posisi kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima ; ketika Allah SWT mengutus Rasulullah SAW, di jelaskan bahwa salah satu risalah utama beliau adalah tazkiyah .”Dialah yang mengutus kepadakamu yang buta hruf seorang Rasul (Muhammad SAW) diantara mereka yang membacakan ayat-ayat kepada mereka, mentazkiyah(mensucikan) mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah.” (QS. 62:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam do’a yang sering beliau panjatkan ke hadirat Allah SWT juga berisi permintaan agar Allah membersihkan hatinya. “Ya Allah, berikanlah ketakwaan ke dalam hatiku dan bersihkanlah hati ini. Engkaulah sebaik-baik yang membersihkannya, Engkaulah pemeliharanya .” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WASAIL (SARANA) TAZKIYATUN NAFS&lt;br /&gt;Tazkiyatun nafs , baik dalam artian mensucikan hati, membersihkan diri serta prilaku dari sifart negatif atasdalam artian meningkatkan kualitas diri yang dihiasi dengan ahlak-ahlak mulia dan terpuji dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai sarana (wasail). Sarana tersebut dapatr disederhanakan menjadi dua bagian , yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, dengan proses takhalli, yang membersihkan dan membebaskan diri dari berbagai kotoran hati dari berbagai dosa dengan bertaubat dan beristigfar. Dan menjauhkan diri serta membebaskannya dari perbuatan dan sifat-sifat negatif atau tercela. Dengan meninggalkan dan menajahui perbuatan tersebut seperti bohong, khianat, dengki, fasik, nifak, takabur, ghibah , namimah, dan berbagai sifat tercela lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dengan melakukan proses tahalli, yaitu membekali, membiasakan, dan menghiasi diri dengan berbagai perbuatan baik dan positif, seperti peningkatan ilmu, iman, takwa, ibadah, zikir, do'a, tilawah, dan tadabur Al-Quran. Juga dapat dilakukan dengan menumbuhkan membiasakan sifat-sifat terpuji seperti siddiq, jujur, amanah, tawadhu, kidmah dan seterusnya.  Sehingga kelak sifat-sifat  tersebut menjadi kebiasaan dari ahklaknya dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling tahu tentang hati manusia adalah penciptaNya, yaitu Allah SWT sebagaimana dikatakan dalam Al-Qur'an :&lt;br /&gt;'bukankah Dia mengetahui mahluk yang diciptakannya? dan Dia Maha lembut dan Maha mengetahui '( QS.67:74)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Dia pulalah yang paling tahu tentang bagaimana cara yang paling efektif untuk mensucikan hati manusia. Berikut ini dikemukakan beberapa sample atau contoh tazkiyatun nafs yang diambil dari Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Tazkiyatun nafs dengan ilmu&lt;br /&gt;Baik dengan cara mempelajarinya, mengamalkannya, dan mengajarkannya kepada orang lain.&lt;br /&gt;'Berilmulah (ketahuilah) bahwa tidak ada illah kecuali Allah. Dan mintalah ampunan terhadap dosamu.'( QS.47:19)&lt;br /&gt;Dengan peningkatan ilmu tentang ma'rifatullah akan mendorong manusia memohon ampunan atas dosanya, kelalaian. Dan kesalahannya, dan dengan ampunan atas dosa-dosanya maka hatinya menjadi bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda, ' Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akn memudahkan baginya jalan menuju surga. Dan sesungguhnya malaikat-malaikat meletakan sayap-sayapnya karena senang kepada orang yang menuntut ilmu, dan sesungguhnya orang-orang yang berilmu akan dimohonkan ampunan untuknya oleh penghuni langit dan bumi samapi ikan yang ada di dalam air. HR.Abu Daud dan Tirmizi' .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan sekali lagi hadist diatas,  bahwa seluruh penghuni langit dan bumi, bahkan ikan didalam air semuanya memohonkan ampunan kepada Allah bagi orang yang berilmu. Jadi ilmu akan mengatarkan manusia untuk mendapatkan ampunan, yang sekaligus merupakan tazkiyah dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Iman, taqwa, siddiqul kalam, dan amal sholeh&lt;br /&gt;Iman, taqwa, siddiqul kalam, dan amal sholeh merupakan sarana tazkiyah yang paling efektif. Allah berfirman :'Hai orang-orang yang beriman, bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amal perbuatanmu dan mengampuni dosa-dosamu.' ( QS.33:70)&lt;br /&gt;'sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik-baik akan mengahapus kesalahan-kesalahan' (QS.11:114)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Iman dan jihad dangan harta jiwa&lt;br /&gt;'hai orang-orang yang beriman, maukah kamu aku tunjukan perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang sangat pedih ? yaitu kamu beriman kepada Allah dengan harta dan dirimu itulah yang lebih baik jika kamu mengetahuinya. Niscaya Allah Akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukan kemu kedalam syurga.' ( QS.61:10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda  'keberadaan seseoaran gkamu di jalan Allah lebih afdhol dari pada sholatnya dirumah selama tujuh puluh tahun. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampuni dosamu dan memasukan kamu ke dalam surga/ berperang atau berjihad di jalan Allah. Barang siapa yang berjihad di jalan Allah sejenak saja pasti masuk surga.'HR.Tirmizi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Zakat, infak dan shdaqoh&lt;br /&gt;'Ambillah sebagian sari harta mereka (zakatnya) untukmembersihkan dan mensucikan mereka dengan zakat tersebut.' (QS.9:103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'shadaqoh dapat menghapus dosa-dosa seprti air memadamkan api. Orang yang bertawkwa akan dijauhkan dari api nerak. Yaitu orang yang menjadi bersih.' (QS.62:16-17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Taubat, Istigfar dan do'a.&lt;br /&gt;'Dan beristigfarlah kepada Rob-mu sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Sesungguhnya Allah membentangkan tengannya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat salah disiang hari. Dan dia membentangkan tangannya disiang hari untuk menerima taubat orang-orang yang berbuat salah dimalam hari hingga matahari terbenam dari sebelah barat.' (HR.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Apabila hamba-hambaku bertnya tentang Aku, sesungguhnya aku dekat. Aku mengabulkan permintaah orang-orang yang berdo'a apabila ia berdo'a kepadaku.. ' ( QS.2:186)&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, 'Rab kita azza wa jalla turun kedunia setiap malam pada sepertiga malam yang terakhir. Dia berkata, siapa yang berdo'a kepada-Ku, Aku kabulkan permintaannya, siapa yang memohon ampuna kepada-Ku, Aku ampuni Dia.' HR. Jama'ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa sample dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Rasulullah SAW. Dan masih banyaklagi yang lain. Pada bagian selanjutnya dari serial tazkiyatun nafs akan dibahas lebih luas dan rinci lagi sarana-saran tazkiyatun nafs tersebut. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Ref: alhikmah.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-3761742153272500943?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2009/06/tazkiyatun-nafs-membersihkan-jiwa.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-6816907015299893890</guid><pubDate>Tue, 30 Jun 2009 04:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-30T11:34:00.779+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akhlak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nasehat</category><title>Sidiq (jujur)</title><description>“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama-sama orang yang benar” (QS.9:199)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidik (Benar). Sidik adalah kesesuaian antara ucapan dengan hati nurani dan prilaku secara terpadu. Kesesuain ketiga komponen tersebut melahirkan sidik yang sempurna, apabila kurang salah satunya yang ada hanya ucapan dan niat di ahti sidiknyua masih relatif, apa bila niat dan ucapannya benar lalu perilakunya bertolak belakang berarti pada orang tersebut afa sifatr sidik dan kazab (dusta) (Mufrodat Al Qur’an 277).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sidik adalah sifat yang sangat mulia. Ia merupakan salah satu sifat yang melekat pada diri nabi dan Rosul.”ceritakanlah kisah Ibrahim di dalam Al Kitab sesungguhnya ia adalah orang yang sidik (sangat benar)lagi pula seorang nabi (19:41). “dan ceritakanlah kisah Idris didalam Al Kitab dia adalah orang yang sangat benar lagi seorang nabi” (19:65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Ibnu Abbas, ada empat hal yan menjamin keberuntungan manusia : 1). Sidik, 2). Malu, 3).Ahlak yang baik dan 4) Syukur. Kata Muhammad bin Ali Al Katami tegak nya agama Allah diatas tiga pondasi utama yaitu : Al Hak, As Sidik dan Al Adl. Al Hak artinya kebenaran pada prilaku. As Sidk kebenaran pada ucapan dan Al Adl kebenaran hati nurani (Ihya Ulumuddin hal 4 : 375)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang komitment dengan sifat sidik akan naik derajatnya disisi Allah, dicintai manusia, di ampuni dosa dan kesalahannya dan kelak dimasukan kedalam syurga bersama-sama dengan para Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sidik akan menentukan kepada perbuatan bir(kebajiakan selalu) dan kebajiakn akan menuntun kesyurga. Orang yang bersikap sidik akan dicatat sebagai siddik (sangat benar). Dusta akan menuntun kepada penyimpangan, penyimpangan menjerumuskan keneraka. Orang yagn selalu berdusta kelak tertulis sebagai tukang dusta.(Hadist)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul mereka kelak akan ditempatkan bersama-sama dengan orang-orang yang Allah berikan rahmat yaitu para nabi, orang-orang yang (sidik), syuhada, orang-orang shaleh. Mereka itulah teman yang paling baik (QS.4 : 69).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang Lingkup Sidik&lt;br /&gt;Imam Ghazali menyebutkan ada 6 jenis sidik yang perlu direalisasikan dalam diri seorang mu’min agar menjadi mu’min yang sebenarnya.(Ihya Vol4. :375 – 380).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Sidqul Lisan (Benar dalam ucapan)&lt;br /&gt;Ucapan manusia adalah ekspresi yang ada dihatinya. Hati yang baik melahirkan ucapan yang baik. Sebaliknya hati yang buruk mengeluarkan ucapan yang buruk. Perbaikan ucapan harus dimulai dari perbaikan hati. Apabila hati baik, ucapan yang keluar menjadi baik dan selanjutnya akan mengikuti oleh prilaku yang baik. Dan prilaku yang baik akan dibalas dengan ampunan dosa yang dapat membersihkan diri manusia.&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman bertaubatah kepada Allah dan berkatalah yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amal perbuatan dan mengampuni dosa-dosamu(QS.33: )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Sidqul Niyah dan Irodah (Benar dalam keyakinan dan motivasi)&lt;br /&gt;Nilai perbuatan seseorang tergantung motivasi dan niatnya. Manakala perbuatan yang baik dilandasi denga niat yang baik, mangharap ridho Allah maka nilai perbuatan itu menjadi baik, sebaliknya manakala motivasi dan niatnya buruk sekaligus tampak lahiriahnya kelihatan baik, seperti apa-apa yang kadang-kadang dilakuakan oleh orang munafik.&lt;br /&gt;Nabi bersabda : “sesungguhnya amal perbuatan manusia tergantung niatnya. Dan amal setiap orang mendapatkan balasan perbuatan yang tergantung niatnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Sidqul Wafa (Benar dalam Kesetiaan)&lt;br /&gt;Untuk melakukan perbuatan yang baik dan benar tidak cukup dengan adanya keinginan dan motivasi, tetapi harus ditopang dengan tekad yang kuat untuk merealisasikan perbuatan tersebut banyak rintangan, tantangan dan kedalanya.&lt;br /&gt;Suksesnya Abu Bakar dalam memerangi orang-orang yang murtad, tidak mau membayar zakat, karena tekadnya yang luar biasa untuk memerangi orang-orang murtad sekalipun sendirian tanpa dukungan sahabat-sahabatnya yang lain. Tekad inilah yang kemudian mendapatkan dukungan dan simpati Umar dan seluruh sahabat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Sidqul Wafa (Benar dalam kesetiaan)&lt;br /&gt;Wafa (setia) adalah sifat ulul albab, orang-orang suci, orang-orang mu’min dan mutaqin yang dipuji didalam Al Qur’an. Ulul albab adalah “orang-orang yang setia memenuhi janjinya kepada Allah dan tidak merusak janji” (13 : 20) orang-orang Abror (suci) adalah yang setia menunaikan nazarnya dan takut akan sesuatu hari (kiamat) yang azabnya tersebar dimana-mana (76:7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Sidqul Amal (Benar dalam Perbuatan)&lt;br /&gt;Risalah manusia adalah untuk beramal, berbuat yang shaleh dan positif. “Dan katakanlah : “Bekerjalah kamu maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mu’min akan melihat amal perbuatannya.(9 : 105). Amal perbuatan yang benar yang akan menjadi bekal yang membahagiakan manusia kelak di akhirat.” Barang siapa yang lebih berat timabangan amal baiknya maka dia akan mendapatkan kehidupan yang menyenangkan” (101 :7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Sidik dalam merealisir tingkatan-tingkatan terpuji.&lt;br /&gt;Mu’min sejati adalah yang dapat mengembangkan seluruh pontensi dan sifat-sifatnya. Seperti yang digamabrkan dalam surat Attaubah (9: 111-112) “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah lalu mereka membunuh atau terbunuh. Sesungguhnya itu telah menjadi janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain dari pada Allah ? maka bergembiralah dengan jual beli yang elahkamu lakukan. Dan itulah kemenangan yang besar . “mereka itulah orang-orang yang bertaubat, yang beribadah, yangmemuji Allah, yang melawat untuk mencari ilmu pengetahuan atau berjihad, yang ruku, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihar hukum-hukum Allah dan gembiralah orang-orang mu’min itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatanya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang khusu, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memlihara kehormatan, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Alla. Allah telah menyediakan untuk menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.(33:35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;dari: alhikmah.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-6816907015299893890?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2009/06/sidiq.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-96527796626922057</guid><pubDate>Sun, 28 Jun 2009 03:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-28T10:48:45.796+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tarikh</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bangsa Musnah</category><title>Peradaban Masa Silam</title><description>Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kamu melihat seorang pun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar? (QS. Maryam, 19: 98)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia berada di bumi untuk diuji. Sepanjang sejarah, risalah yang murni dan wahyu yang disampaikan kepada manusia oleh para utusan-Nya memberi panduan bagi manusia. Para utusan dan kitab-kitab ini senantiasa mengajak manusia ke jalan yang benar, jalan Allah. Saat ini, tersedia kitab Allah terakhir, satu-satunya wahyu-Nya untuk manusia yang tak berubah: Al Quran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Quran, Allah memberi tahu kita bahwa Dia menunjukkan jalan yang lurus kepada semua manusia di sepanjang sejarah dunia dan memberi peringatan melalui para utusan-Nya tentang hari penghisaban dan neraka. Namun, sebagian besar manusia mencela para nabi yang diutus ke-pada mereka dan menunjukkan permusuhan kepada mereka. Kesombongan mereka mengundang kemurkaan Allah atas diri mereka dan dengan sangat tiba-tiba mereka disapu dari muka bumi. Berikut adalah ayat tentang ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (Kami binasakan) kaum 'Ad dan Tsamud dan penduduk Ar-Rass dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut. Dan Kami jadikan bagi masing-masing mereka tamsil ibarat; dan masing-masing mereka itu benar-benar telah Kami binasakan sehancur-hancurnya. Dan sesungguhnya mereka (kaum musyrik Makkah) telah melalui sebuah negeri ( Sodom ) yang (dulu) dihujani dengan hujan yang sejelek-jeleknya (hujan batu). Maka apakah mereka tidak menyaksikan runtuhan itu; bahkan adalah mereka itu tidak mengharapkan akan kebangkitan. (QS. Al Furqan, 25: 38-40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita tentang manusia terdahulu, yang merupakan sebagian besar dari Al Quran, tentunya merupakan salah satu pokok wahyu untuk direnungkan. Pelajaran yang dapat diambil dari pengalaman mereka dinyatakan sebagai berikut dalam Al Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. (QS. Al An'aam, 6: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat lain yang ditujukan kepada kaum yang memahami yang dapat mengambil peringatan dan menaruh perhatian adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. (QS. Qaaf, : 36-37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Quran, Allah memberi tahu kita bahwa berbagai peristiwa penghancuran ini seharusnya menjadi peringatan bagi generasi berikutnya. Hampir semua kehancuran kaum dahulu yang diceritakan di dalam Al Quran dapat diidentifikasi, berkat kajian arsip dan temuan arkeologis saat ini, dan dengan demikian dapat dipelajari. Namun, merupakan kekeliruan besar jika hanya mengembangkan pendekatan historis dan ilmiah saat mengkaji jejak-jejak peristiwa di dalam Al Quran ini. Sebagaimana dinyatakan di dalam ayat berikut, setiap peristiwa ini merupakan peringatan untuk diambil pelajaran darinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al Baqarah, 2: 66)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, kita seharusnya mempertimbangkan sebuah fakta penting: Kaum-kaum yang menolak mematuhi perintah Allah tidak tertimpa amarah Allah secara tiba-tiba. Allah mengirim para utusan kepada mereka untuk memberi peringatan, sehingga mereka menyesali kelakuan mereka dan berserah diri kepada-Nya. Bahwa semua kesulitan yang menimpa manusia adalah peringatan tentang azab yang pedih di akhirat dinyatakan dalam Al Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat sebelum azab yang lebih besar, mudah-mudahan mereka kembali. (QS. As-Sajdah, 32:21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehancuran sering mengikuti ketika peringatan ini tidak menimbulkan tanggapan dalam masyarakat tersebut dan penentangan meningkat. Semua masyarakat ini dihukum oleh murka Allah. Mereka lenyap dari halaman sejarah dan digantikan oleh generasi baru. Masyarakat ini sebenarnya telah menerima kenikmatan yang dikaruniakan Allah, menjalani hidup dalam kemakmuran, memperturutkan hati menikmati semua kesenangan dan, saat melakukan semua itu, tidak pernah menyibukkan diri dengan mengingat Allah. Mereka tidak pernah merenungkan fakta bahwa segala sesuatu di dunia ini pasti akan berakhir. Mereka mengecap kehidupan dan tidak pernah memikirkan tentang kematian dan hal-hal setelahnya. Bagi mereka, segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan duniawi terasa abadi. Akan tetapi, kehidupan abadi yang sebenarnya adalah setelah kematian. Mereka tidak mencapai apa pun dengan cara pandang kehidupan seperti ini; namun, sejarah memberikan cukup bukti tentang kehancuran mereka yang pahit. Walau telah berlalu ribuan tahun, kenangan mereka tetap sebagai peringatan, yang mengingatkan generasi sekarang tentang akhir dari mereka yang menyimpang dari jalan Pencipta mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thamud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsamud adalah salah satu dari bangsa yang dimusnahkan karena kesombongan terhadap wahyu ilahi dan mengabaikan peringatan-peringatan Allah. Sebagaimana dinyatakan dalam Al Quran, kaum Tsamud dikenal dengan kemakmuran dan kekuatannya dan mereka merupakan sebuah negeri yang unggul dalam seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum 'Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan. (QS. Al A'raaf, 7: 74)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sejarah 2000 tahun, kaum Tsamud membangun sebuah kerajaan dengan bangsa Arab lainnya, kaum Nabatea. Hari ini, di Lembah Rum, yang juga disebut Lembah Petra, di Yordania, masih dapat dilihat contoh terbaik dari pahatan batu bangsa-bangsa ini. Di dalam Al Quran, kaum Tsamud juga disebutkan dengan keahlian mereka memahat batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat lain, lingkungan sosial kaum Tsamud digambarkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah kamu akan dibiarkan tinggal disini dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-tanaman dan pohon-pohon korma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin. (QS. Asy-Syu'araa', 26: 146-149)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bergembira ria dalam kemakmuran, kaum Tsamud menjalani hidup yang mewah. Dalam Al Quran, Allah menyebutkan bahwa nabi Shalih dikirim untuk memberi peringatan kepada mereka. Nabi Shalih adalah orang yang dikenal di kalangan kaum Tsamud. Kaumnya, yang tidak mengira ia akan menyerukan agama yang hak, terkejut atas ajakannya agar mereka meninggalkan kesesatan. Sebagian kecil masyarakat menuruti panggilan Shalih, tetapi kebanyakan tidak menerima perkataannya. Khususnya, para pemuka kaum menolak Shalih dan memusuhinya. Mereka mencoba menyakiti siapa saja yang mempercayai Shalih dan menekan mereka. Mereka murka kepada Shalih karena dia menyeru mereka untuk menyembah Allah. Kemurkaan ini bukan hal yang khusus pada kaum Tsamud saja: mereka hanya mengulangi kesalahan yang telah dilakukan oleh kaum Nuh dan 'Ad yang mendahului mereka dalam sejarah. Karena itulah, Al Quran menyebutkan ketiga kaum ini sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belumkah sampai kepadamu berita orang-orang sebelum kamu (yaitu) kaum Nuh, 'Ad, Tsamud dan orang-orang sesudah mereka. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Telah datang rasul-rasul kepada mereka (membawa) bukti-bukti yang nyata lalu mereka menutupkan tangannya ke mulutnya (karena kebencian), dan berkata: "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu disuruh menyampaikannya (kepada kami), dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keragu-raguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu ajak kami kepadanya." (QS. Ibrahim, 14: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Tsamud berkeras untuk bersikap angkuh dan tidak pernah mengubah perilaku mereka terhadap nabi Shalih dan malahan merencanakan untuk membunuhnya. Shalih memperingatkan mereka lebih jauh dengan mengatakan: "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal disini dengan aman" (QS. Asy-Syu'araa', 26: 146-149). Memang, kaum Tsamud meningkatkan penyelewengan mereka karena tidak sadar akan azab Allah dan menantang Nabi Shalih dengan sombong dan penuh kegirangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Shalih, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang diutus. (QS. Al A'raaf, 7: 77)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shalih memberi tahu mereka, dari wahyu Allah, bahwa mereka akan dibinasakan dalam waktu tiga hari. Tiga hari kemudian, peringatan Nabi Shalih menjadi kenyataan dan kaum Tsamud pun musnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud. (QS. Huud, 11: 67-68)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyedihkan, kaum Tsamud membayar ketidakpatuhan mereka terhadap nabi mereka dengan kehancuran. Bangunan-bangunan yang mereka dirikan dan karya-karya seni yang mereka hasilkan tidak dapat melindungi mereka dari hukuman. Kaum Tsamud dihancurkan dengan azab yang memilukan sebagaimana semua kaum lain yang menolak keimanan sebelum dan sesudah mereka. Singkatnya, akhir mereka sesuai dengan tingkah laku mereka. Mereka yang ingkar dihancurkan sama sekali, dan mereka yang patuh menerima kebebasan abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Saba'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah kaum Saba' (atau Sheba dalam Injil) diceritakan dalam Al Quran sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Rabb) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan) : "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabb-mu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun". Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. (QS. Saba ', 34: 15-17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dituturkan dalam ayat di atas, kaum Saba' tinggal di wilayah yang dikenal dengan kebun-kebun dan kebun anggur yang indah dan subur. Di negeri seperti itu, di mana standar kehidupan sangat baik, seharusnya mereka bersyukur kepada Allah. Namun, sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut, mereka "berpaling dari Allah". Karena mereka mengaku-aku semua kemakmuran mereka sebagai milik mereka semata, mereka kehilangan semuanya. Sebagaimana disebutkan dalam ayat tersebut, banjir Arim menghancurkan seluruh negeri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Sumeria yang Jaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumeria merupakan gabungan negara-negara kota di sekitar Tigris dan Eufrat bawah yang sekarang merupakan Irak selatan. Di masa kini, daratan yang akan sering ditemui mereka yang melakukan perjalanan ke Irak selatan hanyalah padang pasir yang sangat luas. Sebagian besar daratan, kecuali kota-kota dan daerah-daerah yang telah dihutankan, diselimuti pasir. Padang pasir ini, tanah asal bangsa Sumeria, telah ada sejak ribuan tahun. Negeri mereka yang jaya, yang kini hanya dapat ditemui di buku-buku pelajaran, sama nyatanya dengan peradaban mana pun sekarang. Bangsa Sumeria hidup sebagaimana kita saat ini dan menciptakan karya-karya arsitektur yang luar biasa. Dalam sebuah pengertian, kota-kota yang luar biasa indahnya yang dibangun oleh bangsa Sumeria adalah bagian dari warisan budaya bagi zaman kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratu Puabi boleh jadi telah dikuburkan bersama kekayaan yang tak terhitung, namun itu tidak menyelamatkan jasadnya dari kehancuran hingga tinggal kerangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara apa yang tersisa dari peninggalan budaya Sumeria, kita mendapatkan informasi tentang penguburan rumit yang dilakukan untuk Puabi, salah satu ratu mereka. Penggambaran yang hidup tentang upacara besar ini dapat ditemukan pada banyak sumber dan mereka menceritakan bahwa jasad sang ratu dihiasi secara luar biasa. Jenazahnya dikenakan kain yang dihiasi dengan manik-manik dari perak, emas dan batu-batu mulia, serta untaian mutiara. Di kepalanya dikenakan rambut palsu dan mahkota berhiaskan daun-daun emas. Sejumlah besar emas juga ditempatkan di makam tersebut.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, Ratu Puabi, sebuah nama yang penting dalam sejarah Sumeria, dikuburkan dengan harta benda yang luar biasa. Menurut penuturan, kekayaan yang tak ternilai ini dibawa ke makamnya dengan prosesi tentara dan pelayan. Ratu Puabi mungkin telah dikubur bersama kekayaan yang tak terhitung, tetapi itu tidak menyelamatkan jasadnya dari membusuk hingga tinggal kerangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti semua orang lain di kerajaannya, yang mungkin dihinanya karena kemiskinan mereka, jasadnya meluruh di bawah tanah menjadi massa bakteri yang membusuk. Ini tentunya merupakan contoh yang mengesankan yang menunjukkan bahwa harta dan kekayaan di dunia tidak dapat menjamin agar selamat dari akhir yang menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Mino&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daratan dan lautan mungkin saja terhampar relatif tenang selamaberabad-abad. Lalu, sebuah pelengkungan tanah tiba-tiba melepaskan bencana. Barangkali tidak ada kejadian yang menggambarkan kengerian seperti itu begitu nyata sebagaimana malapetaka di Thera kuno. Yang terjadi di sana mungkin merupakan letusan vulkanik terdahsyat dalam sejarah. Menjulang tinggi di atas Laut Aegea sekitar 3.500 tahun yang lalu, gunung api setinggi satu mil membentuk sebuah pulau sepanjang 10 mil. Di sana tampak sebuah peradaban besar yang berpusat sekitar tujuh puluh mil di utara pulau Kreta. Pada puncaknya, barangkali 30.000 orang hidup di Akrotiri, kota utama Thera, di mana berdiri istana berhiasan lukisan dinding dan dari mana dikirim kapal-kapal penuh barang dagangan. Walaupun para ilmuwan masih belum dapat memastikan waktu tepatnya yang diperkirakan antara 1470 hingga 1628 SM mereka mengetahui rangkaian peristiwanya. Goncangan-bumi ringan diikuti oleh gempa hebat, gempa susulan, dan sebuah ledakan yang gemanya terdengar hingga ke Skandinavia, Teluk Persia, dan Karang Gibraltar.2 Gelombang pasang menyerbu dan menghancurkan Amnisos, teluk Knossos. Hari ini, hanya sisa-sisa dari istana yang megah tersebut yang tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban Mino, salah satu peradaban terpenting di masa itu, kemungkinan besar tidak pernah mengira akhir yang begitu drastis. Mereka yang menyombongkan kekayaan dan harta mereka kehilangan segala milik mereka. Allah menekankan di dalam Al Quran bahwa akhir yang drastis dari berbagai peradaban kuno seperti itu hendaknya direnungkan oleh masyarakat sekarang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Rabb). Maka apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan)? (QS. As-Sajdah, 32: 26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malapetaka Pompei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi ahli sejarah, sisa-sisa Pompei merupakan kesaksian yang mengguncang dari penyelewengan susila yang pernah berlaku di sana. Bahkan jalan-jalan raya kota Pompei, lambang kemerosotan moral dari Kekaisaran Romawi, menunjukkan kesenangan dan kenikmatan yang diperturutkan oleh kota ini: jalan raya yang pernah begitu sibuk dan penuh kedai minuman, klab malam, dan rumah bordil, masih memberikan kilasan yang ditinggalkan malapetaka tersebut pada kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, di tanah yang sekarang diselimuti debu vulkanis, pernah ada banyak peternakan yang makmur, kebun anggur yang subur, dan rumah musim panas yang mewah. Karena berlokasi di antara lereng Gunung Vesuvius dan laut, Pompei menjadi tempat wisata musim panas favorit bagi orang-orang kaya Romawi yang melepaskan diri dari ibu kota yang terik. Tetapi, Pompei menjadi saksi atas salah satu letusan gunung api paling menakutkan dalam sejarah, melenyapkan kota itu dari muka bumi. Kini, sisa-sisa penghuni kota ini sesak napas karena uap beracun dari Vesuvius saat mereka melakukan kegiatan harian seperti biasa dengan sangat hidup menggambarkan detail mengenai cara hidup bangsa Romawi. Bencana tersebut melanda Pompei, juga kota tetangganya, Herculaneum , pada suatu hari musim panas, pada saat daerah itu dipadati orang-orang kaya Romawi menghabiskan musim dalam vila-vila mereka yang megah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini terjadi pada tanggal 24 Agustus 79 M. Penyelidikan di situs kejadian mengungkapkan bahwa letusan berkembang dalam tahapan yang berbeda-beda. Sebelum letusan, daerah itu berguncang beberapa kali. Suara gaduh yang jauh dan bernada tinggi, dalam dan mengerikan, yang datang dari gunung berapi, mengiringi gempa itu. Pertama-tama, Vesuvius menyemburkan gumpalan uap air dan abu, "Kemudian awan yang berputar ini naik tinggi ke atmosfer dengan membawa pecahan batu tua yang tercabik dari saluran gunung berapi dan jutaan ton batu apung yang masih baru dan seperti kaca. Angin yang kuat membawa awan abu ke arah Pompei, di mana 'batu-batu kecil' mulai berjatuhan. Begitu kanopi yang menutupi matahari menyebar di atas kota, batu apung dan abu menghujani Pompei, bertumpuk dengan kecepatan enam inci per jam." 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herculaneum lebih dekat ke Vesuvius; kebanyakan penduduknya meninggalkan kota karena takut akan gelombang piroklastik bergerak yang menderu ke arah mereka. Mereka yang tidak segera meninggalkan kota , tidak hidup lebih lama untuk menyesali keterlambatan mereka. Gelombang piroklastik yang mencapai Herculaneum membunuh mereka sementara aliran piroklastik yang bergerak lebih lambat menelan kota itu, menguburnya. Penggalian di Pompei, di pihak lain, mengungkapkan bahwa kebanyakan penghuninya enggan meninggalkan kota . Mereka mengira tidak berada dalam bahaya karena Pompei tidak terlalu dekat ke kawah. Karena itu, kebanyakan warga Pompei yang kaya tidak meninggalkan rumah mereka dan malah berlindung di rumah dan toko mereka, sambil berharap badai akan segera bertiup jauh. Mereka semua binasa sebelum sempat menyadari bahwa segalanya telah terlambat. Hanya dalam satu hari, Pompei dan Herculaneum , serta enam desa di sekitarnya tersapu dari peta. Al Quran menyatakan bahwa peristiwa seperti ini merupakan peringatan bagi semua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah sebahagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah." (QS. Huud, 11: 100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai bentuk dari korban warga Pompei yang menderita terpelihara sebagai peringatan bagi generasi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyingkap rahasia Pompei tidak dapat dilakukan hingga berabad-abad kemudian. Lebih dari sekadar isyarat belaka, penggalian kota kuno itu memberikan gambaran hidup dari kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bentuk dari banyak korban yang menderita ini terpelihara utuh. Berikut ini ayat yang berhubungan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras. (QS. Huud, 11: 102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, reruntuhan yang sangat luas merupakan bukti yang menakjubkan dari peradaban rumit yang pernah berkembang ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu. Banyak pembangun kota-kota besar dari berbagai era sejarah yang berbeda sekarang tidak dikenal. Kekayaan, teknologi, atau karya seni mereka tidak dapat menyelamatkan mereka dari akhir yang pahit. Bukan mereka, melainkan generasi-generasi sesudahnya yang mengambil keuntungan dari warisan mereka yang kaya. Dengan sedikit petunjuk untuk menuntun kita, asal usul dan nasib dari berbagai peradaban kuno ini masih menjadi misteri hingga sekarang. Namun ada dua hal yang nyata: mereka menganggap bahwa mereka tidak akan pernah mati dan mereka menenggelamkan diri dalam kesenangan duniawi. Mereka meninggalkan monumen-monumen besar karena mempercayai bahwa dengan itu mereka akan meraih keabadian. Tidak jauh berbeda dengan berbagai peradaban kuno ini, banyak kelompok manusia saat ini juga memiliki pola pikir demikian. Dengan harapan untuk mengabadikan nama mereka, segolongan besar anggota masyarakat modern menghambakan diri sepenuhnya untuk mengumpulkan lebih banyak kekayaan atau menciptakan karya-karya untuk ditinggalkan. Lebih jauh lagi, kelihatan jelas bahwa mereka bersuka-ria dalam kemewahan yang lebih boros dari generasi sebelumnya dan tetap mengabaikan wahyu-wahyu Allah. Ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari perilaku sosial dan pengalaman berbagai kaum terdahulu. Tak satu pun dari kaum-kaum itu bertahan hidup. Berbagai karya seni dan monumen yang mereka tinggalkan mungkin dapat menolong mereka agar dikenang oleh generasi sesudahnya tetapi tidak menyelamatkan mereka dari azab ilahi atau mencegah jasad mereka membusuk. Aneka peninggalan mereka tetap berdiri di sana hanya sebagai peringatan dan ancaman akan kemurkaan Allah pada mereka yang ingkar dan tidak bersyukur atas kekayaan yang dikaruniakan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak diragukan lagi, pelajaran yang dapat diambil dari berbagai peristiwa sejarah seperti itu seharusnya pada akhirnya membawa kepada kearifan. Setelah itu barulah seseorang dapat memahami bahwa apa yang menimpa kaum-kaum terdahulu bukannya tanpa tujuan. Seseorang mungkin menyadari lebih jauh bahwa hanya Allah Yang Mahakuasa yang memiliki kekuatan untuk menciptakan bencana kapan pun. Dunia adalah tempat manusia diuji. Mereka yang berserah diri kepada Allah akan meraih keselamatan. Mereka yang puas dengan dunia ini, di lain pihak, akan kehilangan keabadian yang dirahmati. Tak diragukan, akhir mereka akan sesuai dengan perbuatan mereka dan mereka akan diadili sesuai dengan perbuatan mereka. Tentu saja, Allah adalah sebaik-baik Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;1. Mesopotamia and Ancient Near East, Great Civilisations Encyclopaedia, Iletisim Publications, hal.92 &lt;br /&gt;2. Ana Brittannica, Volume 20, hal.592 &lt;br /&gt;3. H.J. de Blij, M.H. Glantz, S.L. Harris, Restless Earth, The National Geographic Society, 1997, hal.18-19  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-96527796626922057?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2009/06/peradaban-masa-silam.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-5001999000851093601</guid><pubDate>Sun, 28 Jun 2009 03:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-28T10:25:44.820+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Al-Quran</category><title>Tafsir Basmalah بسم الله الرحمن الرحيم</title><description>Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmaanirrahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jar majrur (bi ismi) di awal ayat berkaitan dengan kata kerja yang tersembunyi setelahnya sesuai dengan jenis aktifitas yang sedang dikerjakan. Misalnya anda membaca basmalah ketika hendak makan, maka takdir kalimatnya adalah : “Dengan menyebut nama Allah aku makan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita katakan (dalam kaidah bahasa Arab) bahwa jar majrur harus memiliki kaitan dengan kata yang tersembunyi setelahnya, karena keduanya adalah ma’mul. Sedang setiap ma’mul harus memiliki ‘amil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua fungsi mengapa kita letakkan kata kerja yang tersembunyi itu di belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Tabarruk (mengharap berkah) dengan mendahulukan asma Allah Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Pembatasan maksud, karena meletakkan ‘amil dibelakang berfungsi membatasi makna. Seolah engkau berkata : “Aku tidak makan dengan menyebut nama siapapun untuk mengharap berkah dengannya dan untuk meminta pertolongan darinya selain nama Allah Azza wa Jalla”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata tersembunyi itu kita ambil dari kata kerja ‘amal (dalam istilah nahwu) itu pada asalnya adalah kata kerja. Ahli nahwu tentu sudah mengetahui masalah ini. Oleh karena itulah kata benda tidak bisa menjadi ‘ami’l kecuali apabila telah memenuhi syarat-syarat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa kita katakan : “Kata kerja setelahnya disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang sedang dikerjakan”, karena lebih tepat kepada yang dimaksud. Oleh sebab itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Barangsiapa yang belum menyembelih, maka jika menyembelih hendaklah ia menyembelih dengan menyebut nama Allah “[1] Atau : “Hendaklah ia menyembelih atas nama Allah” [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kerja, yakni ‘menyembelih’, disebutkan secara khusus disitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lafzhul Jalalah (Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan nama bagi Allah Rabbul Alamin, selain Allah tidak boleh diberi nama denganNya. Nama ‘Allah’ merupakan asal, adapun nama-nama Allah selainnya adalah tabi’ (cabang darinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ar-Rahmaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni yang memiliki kasih sayang yang maha luas. Oleh sebab itu, disebutkan dalam wazan fa’laan, yang menunjukkan keluasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ar-Rahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni yang mencurahkan kasih sayang kepada hamba-hamba yang dikehendakiNya. Oleh sebab itu, disebutkan dalam wazan fa’iil, yang menunjukkan telah terlaksananya curahan kasih saying tersebut. Di sini ada dua penunjukan kasih sayang, yaitu kasih sayang merupakan sifat Allah, seperti yang terkandung dalam nama ‘Ar-Rahmaan’ dan kasih sayang yang merupakan perbuatan Allah, yakni mencurahkan kasih sayang kepada orang-orang yang disayangiNya, seperti yang terkandung dalam nama ‘Ar-Rahiim’. Jadi, Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiiim adalah dua Asma’ Allah yang menunjukkan Dzat, sifat kasih sayang dan pengaruhnya, yaitu hikmah yang merupakan konsekuensi dari sifat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayang yang Allah tetapkan bagi diriNya bersifat hakiki berdasarkan dalil wahyu dan akal sehat. Adapun dalil wahyu, seperti yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang penetapan sifat Ar-Rahmah (kasih sayang) bagi Allah, dan itu banyak sekali. Adapun dalil akal sehat, seluruh nikmat yang kita terima dan musibah yang terhindar dari kita merupakan salah satu bukti curahan kasih sayang Allah kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang mengingkari sifat kasih sayang Allah yang hakiki ini. Mereka mengartikan kasih sayang di sini dengan pemberian nikmat atau kehendak memberi nikmat atau kehendak memberi nikmat. Menurut akal mereka mustahil Allah memiliki sifat kasih sayang. Mereka berkata : “Alasannya, sifat kasih sayang menunjukkan adanya kecondongan, kelemahan, ketundukan dan kelunakan. Dan semua itu tidak layak bagi Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantahan terhadap mereka dari dua sisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Kasih sayang itu tidak selalu disertai ketundukan, rasa iba dan kelemahan. Kita lihat raja-raja yang kuat, mereka memiliki kasih sayang tanpa disertai hal itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Kalaupun hal-hal tersebut merupakan konsekuensi sifat kasih sayang, maka hanya berlaku pada sifat kasih sayang yang dimiliki makhluk. Adapun sifat kasih sayang yang dimiliki Al-Khaliq Subhanahu wa Ta’ala adalah yang sesuai dengan kemahaagungan, kemahabesaran dan kekuasanNya. Sifat yang tidak akan berkonsekuensi negative dan cela sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kita katakan kepada mereka : Sesungguhnya akal sehat telah menunjukkan adanya sifat kasih sayang yang hakiki bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pemandangan yang sering kita saksikan pada makhluk hidup, berupa kasih sayang di antara mereka, jelas menunjukkan adanya kasih sayang Allah. Karena kasih sayang merupakan sifat yang sempurna. Dan Allah lebih berhak memiliki sifat yang sempurna. Kemudian sering juga kita saksikan kasih sayang Allah secara khusus, misalnya turunnya hujan, berakhirnya masa paceklik dan lain sebagainya yang menunjukkan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, orang-orang yang mengingkari sifat kasih sayang Allah yang hakiki dengan alasan tidak dapat diterima akal atau mustahil menurut akal, justru menetapkan sifat iradah (berkehendak) yang hakiki dengan argumentasi akal yang lebih samar daripada argumentasi akal dalam menetapkan sifat kasih sayang bagi Allah. Mereka berkata : “Keistimewaan yang diberikan kepada sebagian makhluk yang membedakannya dengan yang lain menurut akal menunjukkan sifat iradah”. Tidak syak lagi hal itu benar. Akan tetapi hal tersebut lebih samar disbanding dengan tanda-tanda adanya kasih sayang Allah. Karena hal tersebut hanya dapat diketahui oleh orang-orang yang pintar. Adapun tanda-tanda kasih sayang Allah dapat diketahui oleh semua orang, tidak terkecuali orang awam. Jika anda bertanya kepada seorang awam tentang hujan yang turun tadi malam : “Berkat siapakah turunnya hujan tadi malam ?” Ia pasti menjawab : “berkat karunia Allah dan rahmatNya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah basmalah termasuk ayat dalam surat Al-Fatihah ataukah bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah ini para ulama berbeda pendapat. Ada yang berpendapat bahwa basmalah termasuk ayat dalam surat Al-Fatihah, harus dibaca jahr (dikeraskan bacaannya) dalam shalat dan berpendapat tidak sah shalat tanpa membaca basmalah, sebab masih termasuk dalam surat Al-Fatihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama lain berpendapat, basmalah tidak termasuk dalam surat Al-Fatihah. Namun ayat yang berdiri sendiri dalam Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pendapat yang benar. Pendapat ini berdasarkan nash dan rangkaian ayat dalam surat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dasar di dalam nash, telah diriwayatkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Aku membagi shalat (yakni surat Al-Fatihah) menjadi dua bagian, separuh untuk-Ku dan separuh untuk hamba-Ku. Apabila ia membaca : “Segala puji bagi Allah”. Maka Allah menjawab : “Hamba-Ku telah memuji-Ku”. Apabila ia membaca : “Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. Maka Allah menjawab: “Hamba-Ku telah menyanjung-Ku”. Apabila ia membaca : “Penguasa hari pembalasan”. Maka Allah menjawab : “Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku”. Apabila ia membaca : “ Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan”. Maka Allah menjawab : “Ini separoh untuk-Ku dan separoh untuk hamba-Ku”. Apabila ia membaca : “Tunjukilah kami kepada jalan yang lurus”. Maka Allah menjawab : “Ini untuk hamba-Ku, akan Aku kabulkan apa yang ia minta” [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semacam penegasan bahwa basmalah bukan termasuk dalam surat Al-Fatihah. Dalam kitab Ash-Shahih diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyalahu ‘anhu, ia berkata : “Aku pernah shalat malam bermakmum di belakang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman Radhiyallahu ‘anhum. Mereka semua membuka shalat dengan membaca : “Alhamdulillaahi Rabbil ‘Aalamin” dan tidak membaca ; ‘Bismillaahirrahmaanirrahiim” di awal bacaan maupun di akhirnya. [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya mereka tidak mengeraskan bacaannya. Membedakan antara basmalah dengan hamdalah dalam hal dikeraskan dan tidaknya menunjukkan bahwa basmalah tidak termasuk dalam surat Al-Fatihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________&lt;br /&gt;Foot Note&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[1]. Hadits riwayat Al-Bukhari, dalam kitab Al-Idain, bab : Ucapan Imam dan makmum ketika khutbah ‘ied, no. (985). Diriwayatkan pula oleh Muslim dalam kitab Al-Adhahi, bab : Waktu Udhiyah no. (1), (1960)&lt;br /&gt;[2]. Hadits riwayat Al-Bukhari dalam kitab Adz-Dzabaih wa Ash-Shaid, bab : Sabda Nabi, “Sembelihlah dengan menyebut asma Allah”. no. (5500). Diriwayatkan pula oleh Muslim dalam kitab Al-Adhahi, bab : waktu Udhhiyah, no. (2). (1960)&lt;br /&gt;[3]. Hadits riwayat Muslim dalam kitab Shalat, bab : Kewajiban membaca Al-Fatihah di setiap raka’at no. (38) (395)&lt;br /&gt;[4]. Hadits riwayat Muslim dalam kitab Shalat, bab : Argumentasi orang-orang yang berpendapat bacaan basmalah tidak dikeraskan, no. (52) (399).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-5001999000851093601?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2009/06/tafsir-basmalah.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-314780842518245160</guid><pubDate>Sun, 28 Jun 2009 03:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-28T10:20:55.876+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Al-Quran</category><title>Tafsir Surat An-Naas</title><description>Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ {1} مَلِكِ النَّاسِ {2} إِلَهِ النَّاسِ {3}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ {4} الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ {5}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ {&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bismillaahirrahmaanirrahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;“Katakanlah : “Aku berlindung kepada Rabb manusia” [An-Naas : 1]&lt;br /&gt;“Raja Manusia” [An-Naas : 2]&lt;br /&gt;“Sembahan manusia” [An-Naas : 3]&lt;br /&gt;“Dari kejahatan (bisikan) syetan yang biasa bersembunyi” [An-Naas : 4]&lt;br /&gt;“Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam manusia” [An-Naas : 5]&lt;br /&gt;“Dari jin dam manusia” [An-Naas : 6]&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Katakanlah : “Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia” [An-Naas : 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah Allah Azza wa Jalla. Dia adalah Rabb manusia dan yang lainnya. Rabb manusia, malaikat, jin, langit, bumi, matahari, bulan dan Rabb segala sesuatu. Tetapi pada surat ini, dikhususkan pada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maliki an-naas” yaitu Raja yang mempunyai kekuasaan yang tertinggi terhadap manusia, kekuasaanNya sangat sempurna, Dia-lah Allah Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ilaahi an-naas” adalah tuhan dan sembahan mereka. Sesembahan yang hak yaitu yang dituhankan oleh hati, dicintai dan diagungkanNya, Dialah Allah Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari kejahatan (bisikan) syetan yang biasa bersembunyi” [An-Naas : 4]&lt;br /&gt;“Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam manusia” [An-Naas : 5]&lt;br /&gt;“Dari jin dam maunusia” [An-Naas : 6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata para ulama : “al-waswas” ialah masdar (kata dasar) yang berarti isim fa’il. Yaitu, “al-waswas” atau “al-waswasah”, maksudnya : apa yang terlintas dalam hati berupa fikiran, sangkaan, khayalan, yang tidak ada kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Al-khannaas” ialah yang memerpdayakan, mengganggu, yang pergi dan datang ketika seseorang berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla, dia adalah syetan. Oleh karena itu, jika adzan berkumandang syetan akan lari terkentut-kentut sehngga tidak lagi terdengar adzan tersebut. Ia akan kembali jika adzan selesai. Dan akan kembali lari jika mendengar iqamah. Jika iqamah selesai, ia akan kembali untuk mengganggu orang yang sedang shalat. Ia akan katakan : ingatlah ini, ingatlah ini. Orang itu terus diganggu sehingga ia tidak mengetahui berapa rakaat yang telah ia kerjakan. [1] Oleh karena itu, terdapat dalam sebuah atsar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Jika syaithan datang mengganggu maka segeralah kumandangkan adzan” [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Al-ghilan” ialah syetan yang dikhayalkan seorang musafir seolah-olah sesuatu yang menakutkan, atau kedatangan musuh atau yang seumpamanya. Jika seseorang takbir, syetan itu akan lari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Min al-jannati wa an-naas” was-was (bisikan) ini bisa dari jin ataupun dari manusia. Adapun was-was yang datang dari jin, adalah hal yang nyata, sebab ia mengalir di aliran darah manusia. Adapun was-was dari manusia yaitu dengan membisikkan kepada orang lain suatu kejahatan dan menghiasinya, sehingga orang itu menerima kejahatan tersebut, kemudian ia pun pergi meninggalkan orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga surat ini (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas) dibaca Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau hendak pergi keperaduan ; beliau menghembuskan ke telapak tangannya kemudian mengusapkannya ke wajah dan anggota badannya yang dapat ia usap, [3] dan terkadang beliau membacanya setiap selesai shalat fardhu. [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sudah sepantasnya bagi seorang insan melaksanakan sunnah ini dengan membaca tiga surat tersebut pada tempat-tempat yang telah ditentukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini, berakhirlah juz terkahir dari Al-Qur’an, yaitu juz An-Naba’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam. Shalawat dan salam semoga terlimpah atas Nabi kita Muhammad dan seluruh shabat beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________&lt;br /&gt;Foot Note&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[1]. Hadits riwayat Al-Bukhari dalam Kitab Adzan, bab : Fadhilah adzan, no. 607. Muslim dalam kitab Shalat, bab ; Fadhilah adzan dan larinya syetan ketika mendengarnya, no. 389, 83&lt;br /&gt;[2]. Hadits riwayat Ahmad dalam Musnad, no. 14277&lt;br /&gt;[3]. Hadits riwayat Al-Bukhari dalam kitab Fadhilah Al-Qur’an, bab : Fadhilah Mu’awwidzaat, no. 5017&lt;br /&gt;[4] Hadits riwayat Abu Daud dalam Kitab Witir, bab : Istighfar, no. 1523. An-Nasa’i dalam Kitab As-Sahwi (lupa), bab : Perintah membaca Al-Mu’awwidzzat setelelah salam, no. 1337. Al-Hakim I/253 dan ia menshahihkan hadits ini karena sesuai dengan syarat Muslim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-314780842518245160?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2009/06/tafsir-surat-naas.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-7653980728076907156</guid><pubDate>Sun, 28 Jun 2009 03:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-28T10:12:04.140+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Al-Quran</category><title>Tafsir Surat Al-Falaq</title><description>Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ * مِن شَرِّ مَا خَلَقَ * وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمِن شَرِّ النَّفَّـثَـتِ فِى الْعُقَدِ * وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmaanirrahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah : “Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh” [Al-Falaq : 1]&lt;br /&gt;“Dari kejahatan makhluk-Nya” [Al-Falaq : 2]&lt;br /&gt;“Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita” [Al-Falaq : 3]&lt;br /&gt;“Dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul” [Al-Falaq : 4]&lt;br /&gt;“Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki” [Al-Falaq : 5]&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Katakanlah : “Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh” [Al-Falaq : 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb Falaq adalah Allah. Al-Falaq maknanya subuh. Boleh juga dengan makna lebih umum, yaitu setiap apa yang dimunculkan Allah pada pagi hari, seperti subuh, biji buah-buahan dan biji tumbuh-tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan” [Al-An’am : 95]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firmanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dia menyingsingkan pagi” [Al-An’am : 96]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dari kejahatan makhluknya” [Al-Falaq : 2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu dari kejahatan seluruh makhlukNya hingga kejahatan dirinya sendiri. Karena nafsu selalu memerintahkan untuk berbuat jahat. Jika engkau katakan, dari kajahatan makhluk-Nya, maka engkau adalah orang pertama yang termasuk di dalamnya. Sebagaimana yang tertera dalam khutbah hajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami” [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FirmanNya “ Min syarri maa kholaq” mencakup setan dari golongan jin dan manusia dan kejahatan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita” [Al-Falaq : 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan arti ‘al-ghasiq’ ialah malam, dan dikatakan juga artinya bulan. Yang shahih adalah bahwa ‘al-ghasiq’ mencakup kedua makna. Adapun ‘al-ghasiq’ artinya malam karena Allah Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dirikan shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam” [Al-Israa : 78]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam hari banyak kejahatan dan binatang buas berkeliaran. Oleh karena itu, dipinta perlindungan dari kejahatan al-ghasiq, yaitu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-ghasiq dengan arti bulan terdapat dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu ketika beliau menunjukkan bulan kepada ‘Aisyah seraya bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Inilah yang disebut al-ghasiq” [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan dikatakan ghasiq karena cahayanya muncul di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa min syarri ghasiqin idzaa wa qab” athaf kepada “ min syarri maa kholaq” yang termasuk dalam bab, athaf khusus kepada yang umum. Karena ghasiq termasuk makhluk Allah Azza wa Jalla. Adapun firman Allah “ Idza wa qab” yakni, jika menjelang. Malam jika datang menjelang disebut ghasiq begitu juga bulan jika bersinar cerah disebut ghasiq. Ini semua terjadi pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul” [Al-Falaq : 4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“An-Naffaatsaati fii al-uqad” yaitu para tukang sihir yang mangikat tali dan lain-lain, kemudian menghembusnya sambil membacakan mantera-mantera yang terdiri dari nama-nama syetan. Ia menghembus setiap buhul yang ia ikat. Demikianlah ia lakukan berulang-ulang. Tukang sihir yang tercela ini menginginkan orang tertentu agar sihirnya mengenai orang tersebut. Allah menyebut ‘naffaatsaat’ (bentuk perempuan) tidak ‘naffaatsiin’ (bentuk lelaki). Karena kebanyakan yang melakukan jenis sihir ini adalah wanita. Oleh karena itu, Allah menyebutkan“An-Naffaatsaati fii al-uqad” . Dan kemungkinan juga maksud dari An-Naffaatsat ialah hembusannya, yang berarti mencakup pria dan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki” [Al-Falaq : 5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hasid ialah seorang yang benci terhadap orang lain karena mendapat nikmat Allah. Jika seseorang mendapat nikmat berupa harta, kedudukan, ilmu dan lain-lain, dada mereka terasa sesak sehingga muncul sikap iri tersebut. Al-Hassad (orang-orang yang mempunyai sifat dengki) ini terbagi menjadi dua :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang benci terhadap orang lain karena mendapat nikmat Allah, tetapi ia tidak berbuat apa-apa terhadap orang tersebut. Kamu akan lihat dia seperti orang yang terkena demam panas jika melihat orang lain mendapat nikmat, tetapi ia tidak melakukan tindakan apa-apa terhadap orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejahatan dan bala’ ada pada orang yang dengki bila ia bertindak. Oleh karena itu, Allah berfirman “idzaa hasad” artinya jika ia dengki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara tindakan orang yang dengki ialah ‘Ain yang mengenai seseorang . yaitu, orang ini benci kepada orang lain karena mendapat nikmat Allah, ia merasakan sesuatu terjadi pada dirinya jika si fulan mendapat nikmat, pada saat itu keluar dari dirinya sesuatu yang jelek (yang sulit untuk diungkapkan), kemudian ia kenai si fulan dengan ‘ain tersebut. Akibatnya, bisa menyebabkan kematian, sakit atau gila. Terkadang orang hasid ini dapat menghentikan mesin, atau merusak kendaraan atau tiba-tiba mogok, dapat merusak pompa air atau penjaga kebun. ‘Ain itu benar adanya dapat menimpa orang lain dengan izin Allah Azza wa Jalla. Allah Azza wa Jalla menyebutkan : Jika malam telah tiba, tukang sihir yang menghembus buhul-buhul, orang yang dengki apabila ia dengki, katiga bencana ini terjadi secara tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam adalah tirai atau penutup ‘wa al-alayli idzaa yagsyaa”., “Demi malam apabila menutupi (cahaya siang)”. Kejahatan yang tidak diketahui terjadi pada saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“An-naffaatsaati fii al-uqad” ialah sihir yang tersembunyi yang tidak diketahui. “haasidin idzaa hasad” ialah ‘ain yang juga tersembunyi. Boleh jadi ‘ain itu berasal dari orang yang menurut perkiraanmu dialah orang yang paling kamu cintai dan kamulah orang yang paling kamu cintai. Namun ternyata, ia sendiri yang telah menimpakan ‘ain kepadamu. Oleh karena itu, Allah mengkhususkan tiga hal ini, mala jika telah tiba, tukang sihir yang menghembus buhul-buhul dan orang yang dengki apabila ia dengki. Kesemuanya itu termasuk dalam firmanNya “ min syarri maa kholaq”. “dari kejahatan makhlukNya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang berkata : Bagaimana cara menanggulangi tiga kejahatan tersebut ? Kita katakana : Cara menanggulanginya dengan menjadikan hati selalu bergantung kepada Allah Ta’ala. Menyerahkan semua perkara kepadaNya, bertawakkal kepadaNya, selalu membaca dzikir-dzikir yang disyariatkan untuk membentengi dan menjaga dirinya dari kejahatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, banyak yang menjadi korban ilmu-ilmu sihir, pendengki-pendengki dan yang semisalnya. Karena manusia lalai dari mengingat Allah, melemahnya rasa tawakkal, terlalu sedikit membaca dzikir-dzikir yang disyariatkan sebagai pembenteng diri. Sementara kita sudah ketahui bahwa dzikir tersebut merupakan benteng diri yang sangat kokoh, lebih kokoh dari tembok Ya’juj dan Ma’juj. Akan tetapi sangat disayangkan, banyak yang tidak mengetahui dzikir tersebut ; ada yang mengetahuinya tetapi tidak melaksanakannya, dan ada yang membaca tetapi dengan hati yang lalai. Semua ini adalah suatu kekurangan. Jika orang-orang membaca dzikir-dzikir yang ada dasarnya di dalam syari’at, niscaya akan selamat dari kejahatan tersebut. Kita memohon kepada Allah agar diberi kesehatan dan keselamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_______&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Foot Note&lt;br /&gt;[1]. Hadits riwayat Ahmad dalam Musnad I/302&lt;br /&gt;[2] Hadits riwayat At-Tirmidzi, dalam Kitab Tafsir, bab : Tentang surat Al-Mu’awwidzatain, no. (3366). Ia berkata : “Ini hadits hasan shahih”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-7653980728076907156?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2009/06/tafsir-surat-al-falaq.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-7821138746838240374</guid><pubDate>Sun, 28 Jun 2009 02:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-28T10:02:57.468+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Al-Quran</category><title>Tafsir Surat Al-Ikhlas</title><description>Oleh:&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَد  -  اللَّهُ الصَّمَدُ  -  لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ  -  وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmaanirrahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah : “Dialah Allah, Yang Maha Esa” [Al-Ikhlash : 1]&lt;br /&gt;“Allah adalah Ilah yang bergantung kepadaNya segala urusan” [Al-Ikhlash : 2]&lt;br /&gt;“Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan” [Al-Ikhlash : 3]&lt;br /&gt;“Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia” [Al-Ikhlash : 4]&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengenai “basmalah” telah berlalu penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab turunnya surat ini adalah, ketika orang musyrik atau orang Yahudi berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Beritakan kepada kami sifat Rabb-mu!” Kemudian Allah Ta’ala menurunkan surat ini [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qul = “Katakanlah”. Pernyataan ini ditujukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan umatnya. “Huwa Allahu ahad” = “Dialah Allah Yang Maha Esa”. Menurut ahli I’rab, huwa adalah dhamir sya’n, dan lafdzul jalalah Allah khabar mubtada dan “Ahadun” khabar kedua. ‘Allahu Ash-Shomad’ kalimat tersendiri. “Allahu Ahadun” Yakni, Dia adalah Allah yang selalu kamu bicarakan dan yang selalu kamu memohon kepada-Nya. “Ahadun”. Yakni, Yang Maha Esa dalam kemuliaan dan keagungan-Nya, yang tiada bandingan-Nya, tiada sekutu bagi-Nya. Bahkan Dia Maha Esa dalam kemuliaan dan keagungan. “Allahu Ash-Shomad” adalah kalimat tersendiri Allah Ta’ala menjelaskan bahwa dia Ash-Shomad. Makna yang paling mencakup iallah Dia mempunyai sifat yang sempurna yang berbeda dengan semua mahkhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Ash-Shomad ialah yang sempurna Keilmuan-Nya, Yang sempurna Kesantunan-Nya, Yang sempurna Keagungan-Nya, Yang sempurna Kekuasaan-Nya. Sampai akhir perkatan-Nya [2]. Ini artinya bahwa Allah Ta’ala tidak membutuhkan makhluk karena Dia Maha Sempurna. Dan juga tertera dalam tafsir bahwasanya As-Shamad ialah yang menangani semua urusan makhlukNy-Nya. Artinya, Bahwa seluruh makhluk sangat bergantung kepada Allah Ta’ala. Jadi, arti yang paling lengkap ialah : Dia Maha Sempurna dalam sifat-sifat-Nya dan seluruh makhluk sangat bergantung kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lam yaalid”. Bahwa Allah Azza wa Jalla tidak mempunyai anak karena Dia adalah Dzat Yang Maha Muali dan Maha Agung, tidak ada yang serupa dengan-Nya. Seorang anak adalah sempalan dan bagian dari orang tuanya. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Fathimah Radhiyallahu ‘anha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Ia adalah bahagian dari diriku” [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla tidak ada yang serupa dengan-Nya. Anak merupakan salah satu kebutuhan manusia, baik untuk memenuhi kebutuhan dunia maupun untuk menjaga kesinambungan keturunan. Allah Azzan wa Jalla tidak memerlukan itu semua. Dia juga tidak dilahirkan karena tidak ada yang serupa dengan-Nya dan Allah Azza wa Jalla tidak memerlukan seorang dari makhluk-Nya. Allah telah mengisyaratkan bahwa mustahil bagi-Nya mempunyai anak, seperti dalam firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri ? Dia menciptakan segala sesuatu ‘ dan Dia mengetahui segala sesuatu” [Al-An’am : 101]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak membutuhkan orang yang melahirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, Allah adalah Dzat Yang Menciptakan segala sesuatu. Jika Allah menciptakan segala sesuatu berarti Dia terpisah dari makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam firman-Nya : Lam yaalid” = “tidak beranak” merupakan bantahan terhadap tiga kelompok anak Adam yang menyimpang. Mereka adalah orang Musyrik, orang Yahudi dan orang Nasrani. Orang musyrik meyakini bahwa malaikat yang mereka itu ‘Ibadur Rahman’ berjenis perempuan. Mereka mengatakan bahwa malaikat tersebut adalah anak perempuan Allah. Orang Yahudi mengatkan ‘Uzair adalah anak Allah, dan orang Nasrani mengatakan Al-masih adalah anak Allah. Kemudian Allah mengingkari mereka semua dengan firman-Nya “Lam yaalid wa lam yuu lad” = “Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakan”, karena Allah Azza wa Jalla adalah Dzat Yang Pertama, tidak ada sesuatu yang mendahului-Nya, bagaimana mungkin dikatakan bahwa Dia dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” [Al-Ikhlash : 4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu tidak ada sesuatu pun yang menyamai seluruh sifat-sifat-Nya. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menafikan Dirinya mempunyai ayah atau Dia dilahirkan atau ada yang semisal dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sureat ini mempunyai keistimewaan yang sangat agung. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Bahwa ia (surat Al-Ikhlash) menyamai sepertiga Al-Qur’an” [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat ini menyamai sepertiga Al-Qur’an tetapi tidak dapat menggantikan sepertiga Al-Qur’an tersebut. Dalilnya, kalau seorang membaca surat ini sebanyak tiga kali di dalam shalat, masih belum mencukupi sebelum ia membaca surat Al-Fatihah. Padahal jika ia membacanya tiga kali, seolah-olah ia membaca semua Al-Qur’an, tetapi tidak dapat mencukupinya. Jadi, kamu jangan heran ada sesuatu yang sebanding tetapi tidak mencukupi. Misalnya sabda Rasullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : Barangsiapa membaca :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Tiada ilah yang berhak disembah kecuali hanya Allah yang tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nyalah segala kekuasaan dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan-akan ia telah membebaskan empat orang budak dari keuturunan Isma’il atau dari anak Ismail” [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal jika ia berkewajiban untuk membebaskan empat orang hamba, dengan mengatakan dzikir ini saja tidak cukup untuk membebaskan dirinya dari kewajiban membebaskan hamba tersebut. Oleh karena itu, sam bandingnya sesuatu belum tentu dapat menggantikan posisi yang dibandingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat ini dibaca Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada raka’at kedua shalat sunnah Fajr, shalat sunnah Maghrib dan shalat sunnah Thawaf [6]. Begitu juga beliau membacanya dalam shalat witir [7], karena surat ini merupakan landasan keikhlasan yang sempurna kepada Allah, inilah sebabnya dinamai dengan surat Al-Ikhlash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________&lt;br /&gt;Foot Note&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[1]. Hadits riwayat Ahmad dalam Musnad (5/133), At-Tirmidzi dalam Kitab Tafsir, bab : Surat Al-Ikhlash, no. (3364)&lt;br /&gt;[2]. Hadits riwayat Ath-Thabrany dalam Tafsirnya (30/346). Dan Al-Baihaqy dalam Asma Wash Shiafat hal. 58-59&lt;br /&gt;[3]. Hadits riwayat Al-Bukhary dalam kitab Fadhilah Para Sahabat, bab : Budi pekerti kerabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Fatimah Radhiyallahu ‘anha no. (3714). Dan Muslim dalam kitab Fadhilah Para Sahabat, bab : Fadhilah Putri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, no (2449) (93).&lt;br /&gt;[4]. Hadits riwayat Al-Bukhary dalam Kitab Fadhilah Al-Qur’an, bab : Fadhilah “Qul Huwa Allahu Ahad” no. (5015) Dan Muslim dalam kitab Shalat Para Musafir, bab : Fadhilah membaca “Qul Huwa Allahu Ahad”, no. (811) (30)&lt;br /&gt;[5]. Hadits riwayat Muslim dalam kitab Dzikir, bab : Fadhilah Tahlil, no. (2693) (30)&lt;br /&gt;[6] Telah disebutkan takhrijnya.&lt;br /&gt;[7]. Hadits riwayat At-Tirmidzi, dalam Bab-bab Witir, bab : Bacaan yang dibaca dalam shalat witir, no. (463). Ia berkata : “hadits ini hasan gharib”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-7821138746838240374?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2009/06/tafsir-surat-al-ikhlas.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4757921955793763870.post-2978752683169335895</guid><pubDate>Sat, 27 Jun 2009 12:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-27T19:59:49.596+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hukum</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hadits</category><title>Doa Memasuki Bulan Rajab</title><description>Didalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw apabila memasuki bulan rajab bersabda,”Allahumma Barik Lana Fii Rajab wa Sya’ban wa Ballighnaa Ramadhan—Wahai Allah berkahilah kami di bulan rajab dan sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan ramadhan.” Didalam sebuah riwayat,”Wa Barik Lana Ramadhan.” (Dikeluarkan oleh Abdullah bin Ahmad didalam “Zawaidul Musnad” (236); al Bazzar didalam “Musnad”-nya , sebagaimana di dalam “Kasyfil Astar” (616), Ibnus Sunni didalam “Amalul Yaum wal Lailah” (658), Thabrani didalam “al Ausath” (3939), didalam “ad Du’a” (911), Abu Nu’aim didalam “al Hulyah” (6/269), al Baihaqi didalam “asy Syu’ab” (3534), didalam kitab “Fadhailul Auqat” (14), al Khatib al Baghdadi didalam “al Muwaddhih” (2/473), Ibnu Asakir didalam “Tarikh”-nya (40/57) dari jalan Zaidah bin Abir Roqod dari Ziyad an Numairiy dari Anas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sanad hadits ini dhoif (lemah) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaidah bin Abir Roqod : Buhkori dan Nasai mengatakan bahwa haditsnya munkar. Abu Daud mengatakan,”Aku tidak mengetahui beritanya.” Abu Hatim mengatakan bahwa hadits dari Ziyad an Numairiy dari Anas hadits yang marfu munkar, dan kami tidak mengetahui darinya (Anas) atau dari Ziyad. Adz Zahabi mengatakan bahwa ia dhoif. Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa haditsnya munkar (lihat : “at Tarikhul Kabir” (3/433), “al Jarh” (3/613), “al Majruhin” (1/308), “al Mizan” (2/65), “at Tahdzib” (3/305), “at Taqrib” (1/256).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Ziyad bin Abdullah an Numairy al Bashriy : Ibnu Ma’in mengatakan,”Tidak ada masalah”. Abu Daud melemahkannya. Abu Hatim mengatakan,”Haditsnya ditulis namun tidak dipakai sebagai hujjah (dalil).” Ibnu Hibban didalam ats Tsiqot mengatakan bahwa ia salah, kemudian dia menyebutkannya di “al Majruhin” bahwa hadits yang diriwayatkan dari Anas adalah munkar dan tidak menyerupai seperti sebuah hadits yang bisa dipercaya dan tidak boleh dipakai sebagai hujjah (dalil). “Adz Dzahabi” mengatakan bahwa dia lemah. Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa dia lemah. (lihat : “Tarikh” Ibnu Ma’in (2/179), “al Jarh” (3/536), “al Kamil” (3/1044), “al Mizan “(2/65). “At Tahdzib” (3/378)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaidah bin Abir Roqod sendiri yang meriwayatkan hadits ini dari Ziyad an Numairiy. Thabrani mengatakan didalam al Ausath,”Hadits ini tidak diriwayatkan dari Rasulullah saw kecuali dengan sanad seperti ini, di sini hanya Zaidah bin Abir Roqod sendiri.”&lt;br /&gt;Al Baihaqi mengatakan,”Didalam hadits ini An Numairy sendiri dan dari dirinya Zaidah bin Abir Roqod. Bukhori mengatakan bahwa Zaidah bin Abir Roqod dari Ziyad an Nuamiry munkar haditsnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari satu ulama yang menyatakan kelemahan sanad hadits ini, diantaranya : Imam Nawawi didalam “al Adzkar” (547), Ibnu Rajab didalam “Lathoiful Ma’arif” (143), al Haitsami didalam ‘al Mujma’” (2/165), adz Dzahabi didalam “Al Mizan” (2/65), Ibnu Hajar didalam “Tabyinul ‘Ajib” (38). (Fatawa Wastisyaarotul Islamil Yaum juz I hal 461)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan diatas tampak bahwa hadits tersebut terkategorikan lemah (dhoif) namun isi didalamnya adalah anjuran agar setiap mukmin senantiasa memperhatikan waktu-waktu dan usianya untuk tetap berada didalam kebaikan serta merindukan untuk bertemu dengan bulan mulia, ramadhan. Tentunya ini amerupakans sesuatu yang baik.&lt;br /&gt;Dan kandungan hadits tersebut tidaklah bertentangan dengan apa yang dilakukan oleh para ulama salaf yang senatiasa memberikan perhatian kepada bulan ramadhan sepanjang tahunnya. Setengah tahun sebelum kedatangan ramadhan mereka senantiasa berdoa kepada Allah agar dipertemukan dengan bulan mulia tersebut dan setengah tahun setelahnya berdoa agar berbagai ibadah mereka di bulan mulia itu diterima oleh-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hafizh Ibnu Rajab mengatakan,”Telah diriwayatkan dari Abu Ismail al Anshariy yang mengatakan bahwa tidak ada dalil yang shahih terhadap keutamaan bulan rajab selain hadits ini. Pernyataannya ini perlu dikaji karena sesungguhnya didalam sanad hadits ini terdapat kelemahan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits itu merupakan dalil terhadap anjuran berdoa agar tetap berada didalam waktu-waktu utama untuk melakukan berbagai amal shaleh didalamnya. Sesungguhnya bagi seorang mukmin tidaklah bertambah usianya kecuali didalam kebaikan dan sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang usianya dan baik amalnya. Para ulama salaf menginginkan kematian mereka diikuti dengan amal shaleh, diantaranya puasa ramadhan atau kembali menunaikan ibadah haji. Terdapat ungkapan,”Siapa yang mati seperti itu maka dia akan mendapatkan ampunan.” (Lathoiful Ma’arif 1/130)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian—meskipun hadits tersebut dhoif—diperbolehkan bagi seorang muslim berdoa dengan hadits tersebut ketika memasuki bulan rajab. Sebagaimana perkataan para ulama bahwa diperbolehkan mengamalkan hadits dhoif didalam keutamaan amal dengan syarat bahwa hadits itu tidak diriwayatkan oleh seorang pendusta, kejam dan kasar yang menjadikan kelemahannya sangat berat dan hadits itu juga tidak berkaitan dengan sifat-sifat Allah, tidak berhubungan dengan permasalahan-permasalahan akidah, atau hukum-hukum syariah berupa halal, haram dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/doa-memasuki-bulan-rajab.htm" target="_blank"&gt;eramuslim&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4757921955793763870-2978752683169335895?l=muslim-g.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://muslim-g.blogspot.com/2009/06/doa-memasuki-bulan-rajab.html</link><author>noreply@blogger.com (syam)</author><thr:total>0</thr:total></item><language>en-us</language><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

