<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246</atom:id><lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 08:58:56 +0000</lastBuildDate><category>volkanik</category><category>Anggrek</category><category>bibit</category><category>Flower</category><category>media tanam</category><category>Seminar</category><category>Anthorium</category><category>Tanaman Hias</category><category>pasir malang</category><category>pakis</category><category>Info</category><category>Aglonema</category><category>Euphorbia</category><category>sekam</category><category>Pupuk</category><category>Gelombang Cinta</category><category>Organik</category><category>krisan</category><category>Sell</category><category>bunga</category><title>Malang Kota Bunga</title><description>Menjual kebutuhan tanaman hias. Pasir Malang/Volkanik, Pupuk Organik.</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (aremania)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/KotaBunga" /><feedburner:info uri="kotabunga" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-4030721127910935604</guid><pubDate>Fri, 19 Feb 2010 06:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-19T13:19:23.384+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bunga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">krisan</category><title>Krisan,...</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://langitlangit.com/mod/publisher/media/thumbnails/55.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://langitlangit.com/mod/publisher/media/thumbnails/55.jpg" width="248" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Memandang bunga krisan atau seruni yang sedang mekar memang memanjakan mata. Tah salah jika bangsa di Eropa menyebutnya Chrysanthemum, bahasa Yunani yang berarti kuning megah. Bahkan bangsa Jepang mengangkat bunga ini sebagai bunga nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunga yang diduga berasal dari pegunungan Pyrenea (perbatasan Spanyol dan Perancis) ini memiliki aneka warna, seperti putih, kuning, salem, merah, pink dan violet. Krisan juga mempunyai banyak variasi kelopak: tunggal dan bertumpuk dengan ukuran kecil hingga super besar. Keindahan krisan memikat banyak orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Indonesia krisan lebih popular sebagai bunga potong dan bunga siap pajang yang dijual dalam pot. Tanaman yang masih termasuk keluarga Compositae ini sedikit manja dan membutuhkan perawatan khusus. Masuk akal karena asal krisan dari daerah subtropik yang beriklim dingin, sekitar 17 - 24 derajat C.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Krisan biasanya dikembang biakan dengan biji yang sebagian besar didatangkan dari Belanda. Sejauh ini bibit asal biji masih menjadi pilihan utama karena hasil yang seragam, perakarannya kuat dan masa berbunga lebih panjang. Semaikan biji pada media sekam, pasir, tanah berhumus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1. Agar media terbebas dari bakteri pembusuk, kukus media sebelum digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bibit muda memiliki 5-8 lembar daun, pindahkan ke dalam pot atau ke lokasi tanam. Pada masa pertumbuhan krisan harus diberi naungan dan sinar buatan selama 16 jam sehari. Saat kuntum bunga mulai bermunculan, cahaya harus dikurangi 8 jam sehari agar warna bunga tidak pudar dan tangkai bunga tidak memanjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemisahan anakan, sambung pucuk dan stek pucuk cocok untuk menanam krisan yang menggunakan media pot. Stek pucuk disarankan karena lebih cepat menghasilkan bunga dibandingkan bibit yang berasal dari biji atau pemisahan anakan. Caranya, potong pucuk sepanjang 5 - 6 cm. Untuk mempercepat keluar akar, olesi pangkal batang dengan zat perangsang akar/rootone. Tanam di media yang telah disiapkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada masa pertumbuhan (hingga dua bulan) beri pupuk lengkap seperti gandasil, hyponex atau complesal dengan kadar nitrogen tinggi. Ketika tanaman menampakkan kuntum bunga, gunakan pupuk dengan kadar P (fosfat) tinggi untuk merangsang munculnya kuntum bunga. Lakukan pemupukan pagi hari sebelum matahari tinggi agar pupuk tidak menguap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanaman krisan sangat rentan terhadap serangan hama. Kutu daun, ulat daun, karat daun dan busuk akar akibat jamur dan bakteri paling banyak dijumpai. Jaga kebersihan media dan lakukan penyemprotan fungisida seperti bonlate atau dithane M45 dan insektisida secara berkala. &lt;b&gt;Budi Sutomo/ http://budiboga.blogspot.com/2006/04/tanaman-hias.html &lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4957721878432665246-4030721127910935604?l=kotabunga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KotaBunga/~4/265tvhy4T8A" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KotaBunga/~3/265tvhy4T8A/krisan.html</link><author>noreply@blogger.com (Fahroe)</author><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://kotabunga.blogspot.com/2010/02/krisan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-4277674109514962558</guid><pubDate>Sun, 12 Apr 2009 06:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-05T12:21:01.776+07:00</atom:updated><title>Iklan rumah</title><description>RUMAH DIJUAL&lt;br&gt;LUAS BANGUNAN     100 M2&lt;br&gt;LUAS TANAH             125 M2&lt;br&gt;PDAM&lt;br&gt;LISTRIK                      900 WATT&lt;br&gt;KM TIDUR                      3 UNIT&lt;br&gt;RUANG TAMU                1 UNIT&lt;br&gt;RUANG KEL                   1 UNIT&lt;br&gt;DAPUR + R MAKAN        1 UNIT&lt;br&gt;K MANDI                         2 UNIT&lt;br&gt;LETAK DI JLN PLATINA NO 30 MALANG - JATIM&lt;br&gt;PEMINAT HUB TOTOK 081803857383&lt;br&gt;EMAIL &lt;a href="mailto:phipinz@yahoo.com"&gt;phipinz@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;HARGA RP  300.000.000,- ( NEGO)&lt;p&gt;&lt;br&gt;Malang Kota Bunga&lt;br&gt;Malang Kota AREMA&lt;p&gt;&lt;br&gt;      Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi&lt;br&gt;Anda? Buat Pingbox terbaru Anda sekarang!&lt;br&gt;&lt;a href="http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/"&gt;http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;-- &lt;br&gt;Ahmad Fahrudin&lt;br&gt;+62 811 167 586&lt;p&gt;_____________________&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.fahrudin.com/"&gt;http://www.fahrudin.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4957721878432665246-4277674109514962558?l=kotabunga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KotaBunga/~4/L9JVxIy2UQE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KotaBunga/~3/L9JVxIy2UQE/iklan-rumah.html</link><author>noreply@blogger.com (Fahroe)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kotabunga.blogspot.com/2009/04/iklan-rumah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-3602141170670479510</guid><pubDate>Sat, 28 Mar 2009 09:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-28T16:10:18.426+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">volkanik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pasir malang</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sell</category><title>Pasir Malang - Pasir Volkanik</title><description>Pasir malang adalah pasir yang berasal dari lava gunung berapi. Sifat pasir malang yang memiliki rongga-rongga halus membuat pasir malang menjadi ringan dan sangat porous. Pasir malang juga mampu “memegang” tanaman dengan baik, sehingga menjadi pilihan utama bagi pekebun dan hobiis tanaman yang menyukai iklim dan media tanam kering seperti Adenium, Euphorbia dan Sansevieria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasir malang yang paling baik, umumnya yang bertekstur halus dan seragam. Untuk itu sebelum digunakan, pasir malang sebaiknya disaring menggunakan saringan kawat untuk mendapatkan pasir malang yang seragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya hindari penggunaan pasir malang yang berukuran besar dan bertekstur sangat kasar. Selain relatif lebih sulit untuk mengaturnya didalam pot, pasir malang kasar juga beresiko melukai akar dan batang tanaman, sehingga bisa menyebabkan kebusukan. Disamping itu pasir malang yang besar dan kasar juga kurang indah dipandang mata. Kelemahan lain dari penggunaan pasir malang adalah sangat miskin unsur hara, sehingga pemupukan teratur menjadi suatu keharusan, untuk mencegah tanaman kekurangan unsur hara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mempunyai banyak stok pasir malang/pasir volkanik dan pupuk kandang&lt;br /&gt;kotoran kambing halus kering berminat hub &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;totok sudarto 081803857383&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4957721878432665246-3602141170670479510?l=kotabunga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KotaBunga/~4/VR4XF-leu2w" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KotaBunga/~3/VR4XF-leu2w/pasir-malang-pasir-volkanik.html</link><author>noreply@blogger.com (aremania)</author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://kotabunga.blogspot.com/2009/03/pasir-malang-pasir-volkanik.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-4704222305008549178</guid><pubDate>Sun, 28 Sep 2008 09:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-04T13:06:32.759+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pasir malang</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pakis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sekam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">media tanam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pupuk</category><title>Komponen Media Tanam</title><description>Untuk menghasilkan media tanam yang baik dan sesuai dengan karakter tanaman, maka kebanyakan pekebun dan hobiis meramu beberapa komponen media tanam untuk menciptakan media tanam majemuk sesuai dengan yang diinginkan. Beberapa komponen media tanam yang umum dipakai oleh saat ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cacahan Pakis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cacahan pakis adalah batang atau akar tanaman pakis yang telah dicacah menjadi cacahan halus. Cacahan pakis yang baik digunakan adalah cacahan pakis matang yang sudah mengalami “fermentasi”. Cacahan pakis matang bersifat porous, mempunyai aerasi yang baik tetapi tetap mampu menyimpan air yang dibutuhkan tanaman dan mampu “memegang” tanaman dengan baik tanpa menimbulkan sifat padat yang berlebihan. Cacahan pakis merupakan komponen media tanam favorit pekebun dan hobiis saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja dikarenakan pakis telah masuk ke dalam CITES appendix dimana pakis dinyatakan sebagai tanaman yang dilindungi karena terancam kepunahannya, maka semaksimal mungkin penggunaan cacahan pakis sebagai media tanam dibatasi. Akhir-akhir ini karena permintaan akan media tanam pakis semakin besar seiring dengan maraknya dunia tanaman hias di tanah air, telah mengakibatkan kerusakan hutan pakis di habitatnya secara besar-besaran. Dahulu, orang mendapatkan cacahan pakis dari tanaman pakis yang sudah mati dan membusuk. Tetapi sekarang, karena permintaan yang mengalir deras, maka banyak orang berburu pakis hidup di hutan-hutan untuk ditebang dan dicacah-cacah. Hal ini tentu makin memperparah kerusakan habitat pakis yang sudah terancam kepunahan. Diluar negeri, utamanya di Negara-negara Eropa dan Amerika, penggunaan cacahan pakis sudah dilarang sejak beberapa tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Sekam Bakar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekam bakar atau arang sekam adalah sekam / kulit padi yang dibakar dengan teknik sedemikian rupa, sehingga menghailkan sekam yang menjadi arang. Sekam bakar yang baik adalah sekam yang sudah terbakar, tetapi tidak terlalu hancur. Sifat sekam bakar yang porous dan mampu menyimpan air, hampir mirip dengan cacahan pakis. Untuk itu saat ini banyak pekebun dan hobiis yang mengalihkan penggunaan cacahan pakis menjadi sekam bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekam bakar juga mampu “memegang” tanaman dengan baik. Relatif mudah ditemui, serta harga juga relative lebih murah. Kelemahan sekam bakar adalah, relatif lebih mudah lapuk jika dibandingkan dengan cacahan pakis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sekam Mentah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sekam bakar, sekam mentah juga bisa digunakan sebagai komponen media tanam. Kelebihan sekam mentah sebagai media tanam, selain bersifat porous dan mampu menahan air, adalah kaya akan vitamin B. Keunggulan terakhir ini umumnya tidak dimiliki oleh komponen media tanam lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan sekam mentah adalah sifatnya yang terlalu berongga, sehingga kurang kuat dalam “memegang” tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cocopeat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cocopeat disini adalah serbuk yang berasal dari serabut buah kelapa. Cocopeat bersifat mampu meyimpan dan menahan air . Sifat ini dibutuhkan untuk menjamin ketersediaan air bagi tanaman yang menyukai kelembaban atau media tanam yang tidak terlalu kering, seperti Aglaonema dan Anthurium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan cocopeat adalah banyak mengandung zat Tanin. Zat Tanin diketahui sebagai zat yang menghambat pertumbuhan tanaman. Untuk menghilangkan zat Tanin yang berlebihan, maka bisa dilakukan dengan cara merendam cocopeat di dalam air bersih selama beberapa jam, lalu diaduk sampai air berbusa putih. Selanjutnya buang air dan diganti dengan air bersih yang baru. Demikian dilakukan beberapa kali sampai busa tidak keluar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Cocochip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sama dengan cocopeat, cocochip berasal dari serabut buah kelapa. Hanya saja kalau cocopeat berbentuk serbuk, maka cocochip berbentuk potongan-potongan yang lebih besar berbentuk dadu. Cocochip umumnya berukuran ½ - 1 Cm. Kelebihan dan kekurangan cocochip sama dengan cocopeat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia penggunaan cocochip memang tidak terlalu popular. Cocochip umumnya digunakan sebagai “pengganjal” dasar pot untuk menciptakan drainase yang baik di dalam pot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pasir Malang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasir malang adalah pasir yang berasal dari lava gunung berapi. Sifat pasir malang yang memiliki rongga-rongga halus membuat pasir malang menjadi ringan dan sangat porous. Pasir malang juga mampu “memegang” tanaman dengan baik, sehingga menjadi pilihan utama bagi pekebun dan hobiis tanaman yang menyukai iklim dan media tanam kering seperti Adenium, Euphorbia dan Sansevieria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasir malang yang paling baik, umumnya yang bertekstur halus dan seragam. Untuk itu sebelum digunakan, pasir malang sebaiknya disaring menggunakan saringan kawat untuk mendapatkan pasir malang yang seragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya hindari penggunaan pasir malang yang berukuran besar dan bertekstur sangat kasar. Selain relatif lebih sulit untuk mengaturnya didalam pot, pasir malang kasar juga beresiko melukai akar dan batang tanaman, sehingga bisa menyebabkan kebusukan. Disamping itu pasir malang yang besar dan kasar juga kurang indah dipandang mata. Kelemahan lain dari penggunaan pasir malang adalah sangat miskin unsur hara, sehingga pemupukan teratur menjadi suatu keharusan, untuk mencegah tanaman kekurangan unsur hara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pupuk Kandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuk kandang yang baik digunakan adalah pupuk kandang matang yang telah terfermentasi dengan baik. Tandanya warna cenderung kehitaman, dan teksturnya lebih remah dibanding pupuk kandang mentah. Penggunaan pupuk kandang yang masih mentah akan berakibat buruk pada tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuk kandang yang banyak digunakan umumnya adalah pupuk kandang kambing, karena disamping mengandung unsur Nitrogen yang cukup, karena bentuknya yang berupa butiran, membuat pupuk kandang kambing lebih awet dan tidak mudah hancur apabila terkena siraman air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan penggunaan pupuk kandang sebagai komponen media tanam adalah menjamin ketersediaan unsur hara bagi tanaman, walaupun tanpa tambahan pupuk kimia. Sedangkan kekurangan pupuk kandang adalah, apabila tidak disterilisasi dengan baik, maka pupuk kandang cenderung mengandung bibit penyakit dan hama bagi tanaman. Selain itu penggunaan pupuk kandang secara berlebihan sering membuat tampilan keseluruhan tanaman dan pot menjadi kurang indah, apalagi kalau tanaman ditempatkan didalam ruangan (indoor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Humus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Humus yang banyak digunakan umumnya adalah humus kaliandra dan humus daun bamboo. Humus kaliandra banyak mengandung nitrogen, sehingga sangat baik untuk digunakan. Beberapa pekebun menggunakan humus sebagai pengganti pupuk kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan humus adalah, banyak mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman serta bersifat banyak mengikat air, sehingga sangat cocok digunakan untuk tanaman yang memerlukan kelembaban tinggi seperti Caladium. Kelemahan humus kaliandra / bambo adalah sifatnya yang mudah lapuk dan hancur, membuatnya harus lebih sering diganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tanah (Merah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah yang dimaksud disini adalah tanah merah yang bertekstur cukup remah. Bukan tanah liat berwarna hitam atau coklat yang lengket. Tanah merah umumnya banyak digunakan oleh pekebun Puring. Beberapa pekebun dan hobiis sansevieria juga menggunakan tanah merah sebagai campuran media tanamnya. Bahkan dari sebuah milis, beberapa member telah berhasil mengaplikasikan tanah merah sebagai komponen media tanam aglaonema. Namun demikain, umumnya jarang sekali pekebun atau hobiis yang merekomendasikan penggunaan tanah merah dalam jumlah mayoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Arang kayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arang kayu banyak digunakan sebagai media tanam anggrek, sebagai pengganti lembaran batang pakis. Arang umumnya digunakan dalam bentuk potongan-potongan besar untuk tanaman anggrek remaja dan dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan penggunaan arang adalah, sebagai substitusi batang pakis, Tahan lama, tidak mudah ditumbuhi jamur dan bakteri, serta mampu menyerap racun yang mengganggu tanaman. Kekurangannya adalah, sulit menyimpan air dan miskin hara. Arang sangat cocok digunakan didaerah yang berkelembaban tinggi, sehingga dapat mencegah kelembaban yang berlebihan. Apabila digunakan didaerah berkelembaban rendah, membuat media menjadi lebih cepat kering dan membutuhkan penyiraman yang lebih sering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya arang juga bisa digunakan sebagai media tanam tanaman selain anggrek, hanya saja ukurannya perlu diseuaikan. Selain itu, arang juga bisa digunakan sebagai “pengganjal” dasar pot untuk meningkatkan drainase dan aerasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Kerikil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerikil disini adalah kerikil biasa yang bisa kita jumpai di halaman rumah, sungai dan pinggir-pinggir jalan. Kerikil kebanyakan digunakan sebagai media hydroponik, sebagai “pemegang” akar tanaman. Kerikil juga banyak digunakan sebagai “pengganjal” dasar pot untuk meningkatkan drainase dan aerasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Hydro Gel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping beberapa komponen media tanam yang diuraikan diatas, saat ini telah tersedia media tanam baru yang merupakan media tanam “instant” dan bersifat buatan manusia, yang disebut hydrogel. Hydrogel berbentuk butiran-butiran halus, dimana sewaktu kita akan menggunakannya, maka butiran-butiran tersebut harus diremdam dalam air dengan jumlah tertentu. Setelah direndam ke dalam air, maka butiran hydrogel akan mengembang dan menjadi media tanam siap pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan hydrogel adalah, praktis, bersih, steril dan mempunyai variasi warna yang bermacam-macam, sehingga sangat cocok digunakan sebagai media tanam yang bersifat dekoratif. Kekurangannya adalah, miskin unsur hara, dan harganya yang relative lebih mahal serta factor ketersediannya yang masih terbatas. Media tanam hydrogel juga kurang tepat apabila digunakan sebagai media tanam untuk tanaman yang tumbuh besar seperti anthurium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah 12 komponen media tanam yang umum digunakan para pekebun dan hobiis tanaman hias. Sedangkan komposisi dan campuran media tanaman hias akan diuraikan dalam posting selanjutnya dalam blog ini. Semoga membantu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Dari h&lt;a href="http://emirgarden.com/2008/07/komponen-media-tanam_31.html"&gt;ttp://emirgarden.com/2008/07/komponen-media-tanam_31.html&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4957721878432665246-4704222305008549178?l=kotabunga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KotaBunga/~4/eToZQBVe8Zw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KotaBunga/~3/eToZQBVe8Zw/komponen-media-tanam.html</link><author>noreply@blogger.com (aremania)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kotabunga.blogspot.com/2008/09/komponen-media-tanam.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-5812708465834489115</guid><pubDate>Sat, 22 Dec 2007 07:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-22T14:15:27.262+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Anggrek</category><title>Memilih Anggrek</title><description>&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="2" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table cellpading="0" align="center" cellspacing="0" width="90%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span class="smalltype"&gt;Memilih anggrek yang akan dibeli ternyata tidak mudah. Apa ciri anggrek yang sehat? Bagaimana pula memilih bibit anggrek yang ciamik? Bagaimana agar Phalaenopsis berbunga? Ini ada tips menarik untuk Anda, penggemar anggrek.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;&lt;td class="tengahtop"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt;&lt;a href="http://www.langitlangit.com/mod.php?mod=publisher&amp;amp;op=allmedia&amp;amp;artid=109"&gt;&lt;img src="http://www.langitlangit.com/mod/publisher/media/67.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt;&lt;a href="http://www.langitlangit.com/mod.php?mod=publisher&amp;amp;op=allmedia&amp;amp;artid=109"&gt;&lt;span class="smalltype"&gt;Klik untuk melihat foto lainnya...&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;&lt;td class="tengahtop"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;&lt;td&gt;Memilih anggrek yang akan dibeli : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sehat dengan daun hijau sedang, mengkilat dan polos tanpa bercak.&lt;br /&gt;2. Hindari tanaman yang terdapat bercak kuning atau cokelat pada daun dan batang, karena ada kemungkinan terserang penyakit. &lt;br /&gt;3. Memiliki batang atau umbi semu (pseudobulb) yang gemuk, kuat dan polos tanpa bercak. Hindari batang/ pseudobulb yang berkerut (kemungkinan karena kekurangan air).&lt;br /&gt;4. Memiliki anakan baru yang lebih banyak (untuk anggrek sympodial), sehingga jika yang dewasa mati, ada gantinya. Selain itu, peluang untuk berbunga juga lebih besar.&lt;br /&gt;5. Memiliki bekas tangkai bunga lebih banyak, yang berarti anggrek tersebut tergolong rajin berbunga. &lt;br /&gt;6. Bertangkai bunga utuh. Tangkai terpotong adalah salah satu sifat menurun sehingga pada pembungaan berikutnya kemungkinan juga akan terpotong.&lt;br /&gt;7. Kuntum bunga dalam keadaan setengah mekar dan utuh (tepi bunga tidak mengkerut), agar lebih lama menikmati keindahan bunganya setelah dibeli.&lt;br /&gt;8. Batangnya kokoh tertanam pada pot. Jika mudah goyang ada kemungkinan anggrek tersebut baru di tanam ulang atau sistim akarnya tidak baik.&lt;br /&gt;9. Periksa medianya, apakah terdapat hama (serangga kecil) yang merayap. Hindari tanaman yang ber hama. &lt;br /&gt;Lihat tangkai bunganya, apakah memang berasal dari tanaman atau hanya bunga potong yang ditancapkan pada pot.&lt;br /&gt;Ada penjual anggrek nakal, yang menancapkan bunga potong pada tanaman yang sebenarnya belum berbunga dengan maksud agar nilai jual anggrek tersebut bisa lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Memilih bibit anggrek :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Sehat dengan daun berwarna hijau muda, tanpa ada bercak kuning atau coklat pada daun atau batangnya. &lt;br /&gt;- Ukuran daun kedua lebih panjang 2 kali dari daun pertama. Anggrek tersebut pertumbuhannya akan lebih cepat dibanding yang ukuran daun keduanya mirip dengan daun pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bunga warna ungu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari daun bisa diprediksi warna, yaitu dengan melihat permukaan bawah daun. Bila berwarna ungu, bunga muncul dengan warna sama. Namun, ketentuan itu tidak berlaku pada warna lain. Untuk dendrobium, lihat pada batangnya. Jika terdapat warna ungu pada serat batangnya kemungkinan besar terdapat warna ungu (atau kombinasi dengan warna ungu) pada bunganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menangkap whitefly.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Serangga kecil ini berwarna putih, bisa terbang dan menyerang daun dengan mengisap cairan daun. Pada serangan yang berat daun menjadi kering, pertumbuhan terhambat dan tanaman menjadi kerdil. Hama ini juga secara tidak langsung sebagai penyebar virus. Untuk menangkapnya, gunakan plastik atau bekas kaleng mentega yang berwarna kuning. Warna kuning menarik perhatian serangga kecil itu. Oleskan minyak goreng pada permukaannya. Minyak inilah yang akan "menjerat" hama kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menghilangkan bercak putih sisa mineral pada daun.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghilangkan sisa mineral pada daun yang berasal dari pupuk, basuh dengan hati2 menggunakan kain/kapas yang dicelup dengan larutan asam (cuka atau jeruk lemon dicampur dengan air - 1 sendok teh per 5 liter air).&lt;br /&gt;Atau dapat pula menggunakan susu. Lakukan lebih dari sekali jika belum bersih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Alkohol sebagai pestisida.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;70% isopropyl alkohol dapat digunakan untuk membasmi mealybugs, whiteflies, scale, fungus gnats, thrips dan red spider mite. Bersihkan bagian daun/batang yang terkena hama dengan cotton-bud (q-tip) yang dicelupkan pada alkohol. Ulangi "pengobatan" selama beberapa hari untuk menghilangkan juga hama yang baru menetas (bercak kekuning-kuningan).&lt;br /&gt;Atau dapat pula disemprot larutan air dan alkohol 70% dengan perbandingan 1:1 ditambah 1 sendok teh sabun cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan : Hati-hati2, alkohol dapat merusakkan tanaman. Disarankan hanya untuk anggrek yang berdaun tebal, tidak untuk daun yang kecil dan tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kayu manis untuk mengobati infeksi cendawan/bakteri.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bubuk kayu manis yang biasa dipakai untuk membuat kue dapat pula untuk mengobati infeksi cendawan/bakteri pada anggrek. Sebelumnya basahi dahulu daun/batang yang akan diobati agar bubuk dapat menempel. Lalu taburi daerah yang terinfeksi dengan sedikit bubuk kayu manis. Jangan terlalu banyak karena dapat mematikan tanaman. Tiup bagian tersebut agar sisa bubuk yang tidak menempel dapat terbuang.&lt;br /&gt;Bubuk dapat pula sebagai antibiotik untuk luka2 pada tanaman. Setelah daun atau akar yang busuk dipotong, taburi sedikit bubuk pada bekas luka untuk mencegah infeksi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tunas baru (keiki) pada Phalaenopsis.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tangkai bunga phalaenopsis jangan dipotong setelah bunganya layu (jika masih sehat tangkai berwarna hijau kecoklatan). Ada kemungkinan setelah 3-4 bulan kemudian akan tumbuh bunga baru dari tangkai tersebut.&lt;br /&gt;Atau, kadang2 pada tangkai tersebut akan membentuk tunas tanaman baru (keiki). Jika ingin memisahkan tunas tersebut, tunggu sampai tumbuh akar minimal 3 buah dengan panjang minimal 5 cm. Potong tangkai bunga yang dekat dengan keiki tersebut dan tanam dengan media yang sesuai (mis. sphagnum moss).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menampung air hujan untuk menyiram anggrek.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Air hujan sangat baik untuk anggrek. Tetapi perhatikan pH nya, yang baik sekitar 5.5-6.5.&lt;br /&gt;Ketika hujan turun jangan langsung ditampung karena masih mengandung kotoran dan debu dari genteng atau atap rumah.&lt;br /&gt;Setelah hujan berlangsung 5-10 menit, tampung pada ember plastik yang bersih dan jika telah penuh tutup rapat untuk mencegah nyamuk bersarang atau terinfeksi cendawan.&lt;br /&gt;Untuk menaikkan pH yang terlalu asam (pH &lt; 6), simpan air hujan semalaman dan berikan gelembung udara secara intensif (dapat menggunakan aerator seperti pada akuarium).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Melepaskan akar yang melekat pada pot.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika akan mengganti pot (repotting), akar anggrek yang telah melekat kuat pada pot akan sulit untuk dilepaskan tanpa merusaknya.&lt;br /&gt;Untuk mengatasinya, rendam seluruh pot dengan air biasa selama beberapa lama. Setelah pot sudah sangat basah, selipkan dengan hati-hati pisau tipis (cutter atau silet) diantara akar dan pot. Lakukan sepanjang akar yang melekat tersebut. Mungkin ada satu-dua akar yang tidak berhasil dilepas dengan utuh. Kesabaran adalah kunci utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Agar Phalaenopsis berbunga.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Suhu dan cahaya adalah faktor utama untuk sebagian besar jenis Phalaenopsis dapat berbunga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Untuk membentuk tangkai bunga (spike), jaga temperatur secara konsisten dibawah 28°C (82°F).&lt;br /&gt;Pada suhu 32°C (90°F), meskipun hanya untuk waktu singkat, akan mencegah pembentukan tangkai bunga.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, untuk menahan supaya tidak berbunga, jaga temperatur tetap diatas 28°C (82°F) atau tingkatkan keteduhan menjadi 50% (cahaya sedang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Agar pada satu tangkai mempunyai lebih banyak bunga, sejak tangkai bunga berukuran panjang 5 cm (2 inch) jaga temperatur secara konsisten antara 18°C (65F) sampai 25°C (77°F).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Disamping itu, jangan lupa pula untuk memberi pupuk secara teratur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Semi-hidroponik (S/H).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;adalah metode pemeliharaan tanaman dengan menggunakan media non-organik. Karena air tidak mengalir terus menerus seperti pada sistim hidroponik yang sesungguhnya makanya disebut semi-hidroponik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Media yang digunakan dapat berupa butiran (pelet) tanah liat (clay pellet), batu karang, batu-apung dsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pot yang digunakan adalah pot yang tertutup rapat dan disampingnya dibuat lubang setinggi kira2 2.5cm (1 inch) dari dasar pot dengan besar 0.6cm (1/4 inch). Sebaiknya menggunakan pot yang transparan (mis. botol air mineral yang dipotong atasnya) untuk memudahkan melihat ketinggian air pada pot dan pertumbuhan akar2nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Masukkan media hingga memenuhi dasar pot sampai dengan batas lubang, kemudian masukkan tanaman dengan posisi akar yang paling bawah masih berada diatas lubang tsb. Timbun akar tanaman tsb dengan media lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Siram pot sampai air keluar dari lubang disamping pot. Airnya dapat dicampur pupuk dengan dosis sangat rendah, karena tanaman akan menerima supply nutrisi secara konstan. Letakkan pot tanaman tsb di tempat yang sesuai dengan cahaya yang dibutuhkan oleh tanaman tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Siram kembali jika air sudah habis sama sekali sampai dasar pot, tetapi sebelumnya bilas dengan aliran air selama beberapa menit untuk menghilangkan sisa garam/pupuk pada pot dan media.&lt;br /&gt;Metode ini dapat membantu menyelamatkan anggrek yang "kritis" karena kehilangan akar2nya yang busuk/rusak.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Dikutip dari Situs Web ANGGREK KITA, http://www.anggrek.info/index.php?topic=tips)&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4957721878432665246-5812708465834489115?l=kotabunga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KotaBunga/~4/OfIQVhfWel4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KotaBunga/~3/OfIQVhfWel4/memilih-anggrek.html</link><author>noreply@blogger.com (Fahroe)</author><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://kotabunga.blogspot.com/2007/12/memilih-anggrek.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-1817535612588401085</guid><pubDate>Sat, 22 Dec 2007 07:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-22T14:13:03.219+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bibit</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aglonema</category><title>Perbanyak Aglonema dengan penggal Pucuk</title><description>&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="2" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;         &lt;tr&gt;&lt;td&gt;    &lt;table cellpading="0" align="center" cellspacing="0" width="90%"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span class="smalltype"&gt;Ada yang mengatakan, di saat pasaran Aglaonema tidak terlalu hiruk-pikuk lagi, &lt;i&gt;enakan&lt;/i&gt; Aglaonema yang sudah jadi indukan dipotong atau dipenggal dalam rangka pengembangbiakan. Ada teknik khusus yang sebetulnya juga tidak susah-susah amat. Baca sejumlah trik yang dilakukan para 'selebritis' tanaman hias.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;&lt;td class="tengahtop"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt;&lt;a href="http://www.langitlangit.com/mod.php?mod=publisher&amp;amp;op=allmedia&amp;amp;artid=53"&gt;&lt;img src="http://www.langitlangit.com/mod/publisher/media/84.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt;&lt;a href="http://www.langitlangit.com/mod.php?mod=publisher&amp;amp;op=allmedia&amp;amp;artid=53"&gt;&lt;span class="smalltype"&gt;Klik untuk melihat foto lainnya...&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;&lt;td class="tengahtop"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;&lt;td&gt;Sosok aglaonema Snow White itu mempesona. Sepuluh daun hijau bertabur bercak putih membuatnya kompak. Namun, dengan pisau tajam, &lt;i&gt;kres...&lt;/i&gt; tangan kanan Prapanpong Tangpit memotong batang si putih salju menjadi 2 bagian. Batang yang tumbuh di pot terdiri atas 4 daun; batang terpotong, 6 daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prapanpong Tangpit bukan sedang meluapkan marahnya. Memang begitulah cara dia memperbanyak aglaonema. Di depan rumahnya, di bilangan Khet Thawi Watthana, Bangkok, Thailand, menghampar 3.000 aglaonema. Semuanya diperbanyak dengan pemenggalan pucuk. Dengan teknik potong pucuk, At-sapaannya-menghasilkan minimal 5 anakan per tanaman setahun. Bandingkan dengan cara konvensional, cuma 2-3 anakan per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemotongan pucuk, merangsang induk mengeluarkan tunas baru. 'Dari satu bonggol keluar 2-3 anakan,' ujar At. Selang 5- 6 bulan, anakan aglaonema itu dipisahkan dari induk. Setelah dirawat 1-2 bulan atau keluar akar baru, kerabat anthurium itu siap jual. Itu baru anakan dari bonggol, belum dari batang hasil pemotongan. Potongan pucuk menghasilkan sekitar 2-3 anakan dan dapat dipanen setelah berdaun 5-7 helai. Jadi anakan diperoleh dari 2 tanaman, induk dan pucuk yang dipotong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sehat &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karena hasilnya spektakuler, sistem potong pucuk pun ditiru pekebun di Indonesia. Sebut saja Ukay Saputra di Jakarta. Pemilik Anisa Flora nurseri itu mengadopsi teknik itu sejak akhir 2005. Penggal pucuk dapat diterapkan untuk semua jenis aglaonema, tak hanya snow white. Itu yang Trubus saksikan di kebun produksi milik Ukay di Sawangan, Depok. Di lahan 3.000 m2, pria setengah baya itu memenggal heng-heng, legacy, venus, dan pride of sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun di Sentul, Bogor, Gunawan Widjaja pun melakukan hal sama. Itu terlihat dari puluhan pot di atas rak setinggi 1 m yang sekilas hanya berisi media tanpa tanaman. Begitu didekati, 2-4 tunas berbentuk jarum muncul ke permukaan. Itulah bonggol-bonggol tanaman induk yang telah dipotong pucuknya. Sedangkan pucuk yang telah dipisahkan, diletakkan di bawah rak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar hasil maksimal, pilih aglaonema dewasa terdiri atas 8-10 daun. Kondisinya sehat: daun segar, kokoh, dan daun muda tak mengecil. Tanaman berakar kuat, putih, gemuk, dan tak busuk. Bila syarat itu terpenuhi, lakukan potong pucuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pemenggalan, Ukay dan Gunawan memberikan perlakuan khusus. Ukay membenamkan batang aglaonema lebih dalam di pot. Biasanya, panjang batang sri rejeki yang ditanam hanya 5-7 cm yang terendam media. Sebelum dipotong, panjang batang yang tertutup media jadi 8-10 cm. 'Prinsipnya seperti cangkok, sehingga akar terangsang keluar,' ujarnya. Selain itu, sri rejeki diberi pupuk lambat urai berkomposisi seimbang setiap 3 atau 6 bulan. Penyemprotan hara mikro setiap satu bulan. Untuk mempercepat akar muncul, Ukay memberikan vitamin B1 seminggu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Gunawan meningkatkan frekuensi pemupukan 2-3 minggu sebelum pemotongan. Biasanya pemupukan setiap satu minggu dengan pupuk seimbang berkonsentrasi 2 cc/l air. Sebelum dipenggal, ditingkatkan jadi 2 kali seminggu dengan konsentrasi sama. Tujuannya, meningkatkan jumlah makanan di akar sebelum dipotong. Ketika pucuk dipenggal, makanan dari akar tak lagi didistribusikan ke daun sehingga memacu keluarnya tunas di batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Potong &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kini saatnya aglaonema dipenggal. Korek media hingga terlihat akar. Sebaiknya pucuk yang akan dipotong memiliki 3 akar untuk mencegah kematian. Potong batang sri rejeki itu dengan menyisakan minimal 1 daun pada tanaman induk. Tujuannya, agar kerabat keladi itu masih bisa berfotosintesis untuk menghasilkan makanan. 'Dengan demikian tunas baru yang muncul berdaun besar,' ujar Gunawan. Pemotongan tanpa membongkar media. Artinya aglaonema tak perlu dikeluarkan dari pot agar tidak stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olesi aglaonema terpotong dengan antiseptik atau obat penutup luka. Gunawan memberikan campuran bahan-bahan yang biasa dipakai untuk menyirih. Seperti campuran pinang, kapur sirih, dan gambir yang dihaluskan. Oleskan obat itu di atas luka. Setelah kering angin-sekitar 5 menit-tanam sri rejeki bagian atas dalam media campuran pasir malang, humus andam, pakis, dan sekam. Perbandingannya, 5 : 2 : 2 : 1. Siram potongan pucuk, sedangkan induk 3 hari kemudian untuk menghindari busuk batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif lain, rendam pucuk aglonema dalam larutan hormon, bakterisida, dan fungisida selama 0,5 jam seperti dilakukan Ukay. Lalu tanam sri rejeki itu dalam media campuran sekam bakar, cocopeat, pasir malang, dan dolomit dengan perbandingan 70 : 12,5 : 12,5 : 5. 'Dolomit berfungsi untuk menetralisir pH,' kata Ukay. Selanjutnya siram anggota famili Araceae itu dengan air rendaman sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letakkan pucuk aglaonema yang memiliki ketahanan tinggi, seperti snow white dan pride of sumatera, di bawah jaring peneduh 65% sebanyak 2 lapis. Sementara jenis yang agak ringkih, seperti legacy dan venus, taruh di bawah jaring dan plastik UV agar terhindar dari hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merangsang tunas pada bonggol bawah, Ukay menyemprotkan campuran auksin dan sitokinin murni satu minggu sekali. Pemberian cukup 2 kali. Selang 1 bulan, 2-3 tunas muncul dan bisa dipisahkan setelah berdaun 5 helai atau 6 bulan kemudian. Aglonema pun siap jual 1 bulan kemudian. Cepat dan banyak bukan? (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Evy Syriefa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Langkah2 Pemotongan&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;1. Siapkan pisau dan alat pengorek &lt;br /&gt;2. Aglonema dalam kondisi sehat terlihat dari akar yang putih dan gendut &lt;br /&gt;3. Korek media untuk melihat akar &lt;br /&gt;4. Potong batang aglaonema dan sisakan minimal satu daun pada bonggol &lt;br /&gt;5. Oleskan obat penutup luka, seperti betadine atau campuran bahan menyirih pada luka pucuk dan induk &lt;br /&gt;6. Tanam pucuk aglaonema di media campuran pasir malang, humus andam, pakis, dan sekam dengan perbandingan 5: 2:2:1 &lt;br /&gt;7. Siram aglaonema lalu letakkan di tempat ternaungi &lt;br /&gt;8. Tunas muncul 1 bulan kemudian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Dikutip dari majalah TRUBUS 440, dari judul asli: "Demi Anakan, Penggal Leher Ratu")&lt;/b&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4957721878432665246-1817535612588401085?l=kotabunga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KotaBunga/~4/iRGQ_d1_QNA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KotaBunga/~3/iRGQ_d1_QNA/perbanyak-aglonema-dengan-penggal-pucuk.html</link><author>noreply@blogger.com (Fahroe)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kotabunga.blogspot.com/2007/12/perbanyak-aglonema-dengan-penggal-pucuk.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-12459799199775826</guid><pubDate>Mon, 14 May 2007 14:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-30T22:54:51.834+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><title>Tanaman Tak Lepas dari Hama</title><description>&lt;div&gt; &lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;&lt;i&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dari : http://www.kompas.com/kompas-cetak/0308/30/metro/520983.htm&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;/font&gt; &lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;SIAPA pun akan mengakui, pertumbuhan tanaman takkan lepas dari serangan hama. Untuk itulah, pedagang bunga Adenium, Chandra Gunawan Hendarto, yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Florikultura Indonesia, berusaha menjelaskan sekilas proses penanaman Adenium untuk menghasilkan tanaman yang berkualitas, sehat, dan indah.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;Tanaman Adenium sangat baik ditanam di tempat terbuka. Tanaman itu membutuhkan sinar matahari langsung. Namun, pertumbuhannya akan lebih sempurna jika dinaungi plastik ultraviolet atau akrilik.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;Untuk penyiraman tanaman  tropis itu dapat dilakukan satu kali sehari, terutama musim kemarau atau panas. Sebaliknya, jika cuaca mendung atau hujan, penyiraman bisa dilakukan 2-3 hari sekali. "Untuk lebih akurat, kita bisa mengecek dengan memasukkan jari kita ke dalam media tanaman itu. Tujuannya, kita bisa memastikan seberapa besar tingkat kelembabannya," ujar Chandra.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;Media tanaman sangat bervariasi. Kuncinya adalah porositas, sebab Adenium adalah tanaman yang berasal dari daerah bercurah hujan rendah. Berdasarkan percobaan yang dilakukan di Godongijo Nursery, yang terdapat di Jalan Cinangka Raya Km 10, Serua, Sawangan, Depok, campuran media tanaman yang baik adalah komposisi alternatif pertama terdiri atas serbuk sabut kelapa 30 persen, pasir sungai yang kasar atau pasir malang 40 persen, dan sekam (kulit padi) bakar atau arang batok kelapa 30 persen.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif"  size="2"&gt;Komposisi kedua terdiri atas pasir sungai yang kasar atau pasir malang 40 persen, sekam bakar atau arang batok kelapa 40 persen, dan pupuk kandang (lebih baik yang sudah difermentasi) sebanyak 20 persen.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;Komposisi ketiga terdiri atas pasir sungai yang kasar atau pasir malang 60 persen, dan sekam 40 persen. Adapun komposisi keempat terdiri atas pasir sungai yang kasar atau pasir malang 50 persen, sekam 30 persen, dan pupuk kandang 20 persen.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;Komposisi media tanaman (untuk ukuran pot 15 sentimeter) itu sebaiknya juga ditambah pemupukan secara periodik, dengan memiliki salah satu anjuran, yakni pupuk organik atau kandang setiap dua bulan sekali sebanyak empat sendok makan, pupuk kimia seperti NPK (sebulan sekali) sebanyak satu sendok teh atau dekastar (3-4 bulan sekali) sebanyak satu sendok makan, atau pupuk daun. Untuk  mendapatkan penampilan Adenium yang maksimal, bisa ditambahkan penggunaan pupuk daun (growmore atau bifolan).&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;SELAIN teknik penanaman dan pemupukan, Chandra juga berusaha memaparkan berbagai pedoman mengidentifikasi hama atau penyakit tanaman Adenium itu.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;Secara spesifik, ada tujuh hama atau penyakit yang menyerang Adenium, yakni Spider mite (Tetranynchus cinnacinaborinus/Red spider mite atau Tetranynchus urticae/Twospooted spider mite), Thrips (Thysanoptera-Tripidae), Fungus gnats (Diptera-sciaridae), Mealybug, Root Mealybug, Phomopsis, dan Fusarium (layu pucuk).&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;1. Spider mite (Tetranynchus cinnacinaborinus/Red spider mite atau Tetranynchus urticae/Twospooted spider mite berbentuk seperti tungau berwarna merah, kuning muda, hijau tua, coklat muda, atau  hitam.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;Tempat serangan pada bagian bawah daun dan ketiak daun. Gejalanya, bagian atas daun berwarna kusam (kekuningan) dan terlihat berkerut, bagian bawah terdapat bercak bekas serangan. Pada stadium lanjut, daun menguning dan rontok sebelum waktunya.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;2. Thrips (Thysanoptera-tripidae) berbentuk kecil, seperti kutu berwarna hitam yang bergerak-gerak dengan cepat.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;Tempat serangan pada jaring daun dan bunga. Gejala berupa daun, kuncup bunga akan rontok, dan bentuk daun tidak sempurna.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;3. Fungus gnats (Diptera-sciaridae) berbentuk larva berkepala hitam, bening. Jika dewasa, bentuknya seperti nyamuk.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;Tempat serangan pada kuncup bunga.  Gejalanya, bercak berwarna coklat dikuncup bunga, dan gagal mekar. Jika serangan ringan, kuncup bunga tetap akan mekar tetapi bentuk bunganya tidak sempurna.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;4. Mealybug berbentuk kutu berwarna putih, memiliki semacam tepung di tubuhnya. Tubuhnya dilapisi lapisan lilin yang tampak seperti kapas.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;Tempat serangan pada pucuk tanaman (daun), ketiak daun, dan batang tanaman. Gejalanya, pertumbuhan terhambat dan timbul bercak hitam di sekitar pucuk tanaman yang menyebabkan klorosis/bintik-bintik pada permukaan daun.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;5. Root Mealybug berbentuk kutu rambut berwarna putih.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;Tempat serangan pada akar muda tanaman. Gejalanya, pertumbuhan terhambat, bahkan cenderung terhenti. Pada stadium lanjut, akar tanaman  menjadi busuk.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;6. Phomopsis berbentuk cendawan. Tempat serangan pada permukaan daun cekung. Gejalanya, timbul bintik-bintik coklat di permukaan daun yang semakin melebar dan daun akan rontok.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;7. Fusarium (layu pucuk) berbentuk cendawan. Tempat serangan pada pucuk tanaman. Gejalanya, pucuk tanaman membusuk dan tidak bau jika dicium.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;Penyebaran fusarium cukup cepat sehingga sangat disarankan untuk memotong pemangkasan untuk memotong bagian tanaman yang terkena serangan dan memusnahkannya.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;Banyak atau sedikitnya pemangkasan tergantung seberapa jauh serangan terdeteksi. Pemotongan bagian tanaman sebaiknya dilakukan sampai tanda-tanda serangan tidak tampak di bagian tanaman yang terserang.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;&lt;strong&gt;Peraturan&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;Ternyata kendala usaha tanaman hias bukan hanya soal cara-cara menghadapi serangan hama, melainkan juga bagaimana menghadapi pemasaran baik lokal maupun internasional.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;Secara terpisah, Ketua Umum Asosiasi Bunga Nasional (Asbindo) Karen Sjarief Tambayong menjelaskan, pelaku bisnis hortikultura terhambat peraturan dalam negeri ini. Peraturan pemerintah lebih mengutamakan target penjualan. Pemerintah kurang berpikir, industri bunga hias mampu menciptakan banyak tenaga kerja.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;Pemerintah terkungkung pada penegakan peraturan karantina dan pajak, terutama pada masa pemberlakuan otonomi daerah.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;"Akibatnya, kita tidak bisa  compatible di dunia internasional," tegas Tambayong.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;Terus terang, kata Tambayong, pemerintah belum mampu melihat bahwa industri Florikultura sebagai industri yang menjanjikan. Di pusat bunga dunia, Sri Lanka mampu menawarkan anyaman pandan dan Kosta Rika menawarkan Nepentes (kantung semar).&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"&gt;Sudah saatnya, petani-petani menanam bunga yang dibutuhkan pasar di masa depan, termasuk khasiatnya. Bukan sekadar ikut tren pasar. (OSA)&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&amp;#32; 	         &lt;hr size="1"&gt;&lt;FONT face=Arial size=-1&gt;Kunjungi halaman depan &lt;A href="http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.yahoo.com/"&gt;Yahoo! Indonesia&lt;/A&gt; yang baru!&lt;/FONT&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4957721878432665246-12459799199775826?l=kotabunga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KotaBunga/~4/ehh0dMTFm0o" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KotaBunga/~3/ehh0dMTFm0o/tanaman-tak-lepas-dari-hama.html</link><author>noreply@blogger.com (aremania)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/tanaman-tak-lepas-dari-hama.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-3267081721412528651</guid><pubDate>Mon, 14 May 2007 14:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-30T22:54:51.834+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aglonema</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><title>Bonggol Aglonema</title><description>&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="2" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table cellpading="0" align="center" cellspacing="0" width="90%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span class="smalltype"&gt;Kalau masalah cerita bonggol dan menumbuhkan tunas, sebelum punya Aglo dalam bentuk tanaman utuh dulu saya kuatnya beli bonggol aja. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;&lt;td class="tengahtop"&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt;&lt;a href="http://www.kebonkembang.com/mod.php?mod=publisher&amp;amp;op=allmedia&amp;amp;artid=116"&gt;&lt;img src="http://www.kebonkembang.com/mod/publisher/media/33.jpg" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt;&lt;a href="http://www.kebonkembang.com/mod.php?mod=publisher&amp;amp;op=allmedia&amp;amp;artid=116"&gt;&lt;span class="smalltype"&gt;Klik untuk melihat foto lainnya...&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;&lt;td class="tengahtop"&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;&lt;td&gt;Jadi cuma nyempil dari teman2 yang punya tanaman dengan batang panjang lalu dengan modal nekat saya coba tanam bonggol  itu. Dan alhamdulilah melalui berbagai uji coba media, pupuk, hormon dan doa akhirnya berhasil. Berikut resep yang telah saya coba, mohon maaf kalau tidak terlalu teknis bahasanya, cuma bahasa orang awam saja. &lt;br&gt; &lt;br&gt;1. Media . &lt;br&gt;Saya bingung bagaimana membuat media yang steril. Tapi saya mencobanya begini : &lt;br&gt;Komposisi media tanam saya : Pakis : Sekam Bakar : Pasir Malang dengan perbandingan 3 : 1 : 1 &lt;br&gt; &lt;br&gt;Persiapan Media : &lt;br&gt;- Pakis remuk saya semprot fungisida, saya cuci dan jemur 8 Jam dengan panas maksimum ( full sun) lalu, saya masukkan dalam plastik saya ikat rapat dan simpan selama satu minggu). Saya pernah coba saya oven pakis itu eee...istri saya marah2..heheh &lt;br&gt;- Pasir di ayak biar seragam ukurannya, semprot fungisida di cuci dan di jemur, simpan rapat dalam plastik. &lt;br&gt;- Sekam Bakar di perlakukan sama seperti pakis &lt;br&gt; &lt;br&gt;2. Persiapan Bonggol. &lt;br&gt;Untuk ngomong bahasa teknisnya buat bonggol yang layak tanam susah saya, yang jelas kalau selama  ini saya pilih bonggol yang tidak terlalu kecil ( diameter &amp;gt; 1cm) dan panjang 2cm, dan kelihatan sehat. Itu berlaku untuk bonggol berakar ataupun gundul.Kalau ada akar yang kelihatan loyo dan tidak segar potong saja. Setelah di potong baik yang berakar maupun gundul saya cuci bersih pakai air biasa lalu saya celup larutan bayclean + fungisida ( 1 liter air 1 cc bayclean + 1 cc fungisida) selama 5-15 menit dan bilas dengan air bersih. &lt;br&gt; &lt;br&gt;3. Perendaman &lt;br&gt;Bonggol yang sudah siap, saya rendam dengan larutan hormon. Untuk ini saya pakai NASA hormonic, yang saya baca di labelnya mengandung hormon auksin, giberelin, sitokinin, yang juga katanya para senior , hormon2 ini penting bagi tanaman. ( di anggap promosi juga gak apa2 dah..hahahha). Komposisi larutan 1 tutup botol hormonic : 1 liter air. &lt;br&gt;Masa perendaman 12 Jam. Hati2 perendaman sebaiknya di tutup, saya pernah merendam pagi2nya hilang mungkin di ambil mickey mouse, soalnya air rendamannya juga habis. &lt;br&gt;  &lt;br&gt;4. Penutupan Luka Bekas Potongan &lt;br&gt;Setalah perendaman selesai, saya tutup luka bekas potongan dengan gipsum atau semen putih dan salep betadine, dan saya oles dengan rotten secara merata lalu saya angin2kan sebentar biar kering salep &lt;br&gt;made in saya tadi. &lt;br&gt; &lt;br&gt;5. Penanaman &lt;br&gt;Media tanam yang sudah saya siapkan tadi, saya campur dengan komposisi pakis : Sekam Bakar : Pasir malang = 3 : 1 : 1. Setelah campur, saya semprot media tanam tersebut dengan larutan air + B1 + POWER atau super NASA, hingga lembab ( tidak terlalu basah). Lubang pot saya perbesar dan di tambah, untuk memastikan media itu porous dan bisa &lt;br&gt;melewatkan air , saya beri sterofoam didasar potnya. Bonggol saya tanam,dengan keseluruhannya terpendam kira 1 cm di bawah media, jadi bonggol tidak kelihatan.Posisi penanaman bonggol yang gundul adalah agak miring ( 45 derajat) dari bidang horisontal. &lt;br&gt;Catatan : &lt;br&gt;Untuk bonggol yang berakar, saya taburkan sedikit Dekastar di sekitar &lt;br&gt;akarnya  &lt;br&gt; &lt;br&gt;6 Berdoa &lt;br&gt;Silakan berdoa menurut Aglo dan kepercayaan masing2, semoga segera &lt;br&gt;muncul tunas.  &lt;br&gt; &lt;br&gt;7. Penyiraman &lt;br&gt;Karena media saya porous, untuk penyiraman, saya waktunya hanya mempergunakan feeling dan pengamatan visual. Jika kira2 sudah agak kering saya siram dengan larutan campuran hormonic : pupuk organic &lt;br&gt;cair : air = 2 cc : 8 cc : 1 liter air. Tempatkan bonggol di tempat remang2 dan kering. Setelah bonggol tumbuh tunas, tetap saya siram &lt;br&gt;dengan larutan tsb di atas.  &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;Dari hasil saya mencoba, tahap yang paling penting disamping sterelisasi bonggol dan media adalah perendaman bonggol dengan larutan hormon ( bisa dari produk apa saja, kebetulan saya memakai NASA). Saya sudah membandingkan dari bahan , perlakuan dan persiapan yang berbeda, hasilnya yang saya rendam larutan hormon 2 mingguan sudah tumbuh tunas &lt;br&gt;2-4 cm dan muncul di permukaan media dan jumlahnya 2 -3 tunas. Sedangkan yang tanpa perendaman hormon 1 bulan baru  tumbuh dan itu pun maksimal 2 tunas. Saya belum pernah mengalami bonggol yang busuk, &lt;br&gt;paling2 baru tumbuh sedikit dah laku...hahah.  &lt;br&gt; &lt;br&gt;Sekarang mungkin saya akan mencoba lagi dengan kombinasi di beri Keiki Flicksnya Pak Oy.. &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;Selamat mencoba semoga bermanfaat..kurang lebihnya mohon maaf. &lt;br&gt; &lt;br&gt;Salam &lt;br&gt;Yunan Rhedian &lt;br&gt;http://groups.yahoo.com/group/Aglaonema/ &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&amp;#32; 		&lt;hr size="1"&gt;&lt;FONT face=Arial size=-1&gt;Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam. &lt;br&gt;  &lt;A href="http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.mail.yahoo.com/"&gt;http://id.mail.yahoo.com/&lt;/A&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4957721878432665246-3267081721412528651?l=kotabunga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KotaBunga/~4/sBPpKAdsW1A" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KotaBunga/~3/sBPpKAdsW1A/bonggol-aglonema.html</link><author>noreply@blogger.com (aremania)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/bonggol-aglonema.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-5838587337473681692</guid><pubDate>Mon, 14 May 2007 13:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-30T22:54:51.834+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><title>Media Tanam Adenium</title><description>&lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial" size="2"&gt;Media                                 tanam merupakan salah satu unsur penting dalam                                 merawat adenium anda. Campuran yang tepat                                 didukung unsur hara yang maksimal akan membantu                                 Adenium Anda tumbuh prima.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial" size="2"&gt;Porousitas                                 adalah faktor utama dikarenakan adenium sangat                                 rentan serangan busuk akar jika media yang                                 digunakan terlalu mengikat air.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt;  word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial" size="2"&gt;Campuran                                 media yang biasa saya gunakan adalah :&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial" size="2"&gt;&lt;b&gt;1.                                 Pasir malang &lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial" size="2"&gt;&lt;b&gt;2.                                 Sekam bakar&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial" size="2"&gt;&lt;b&gt;3.                                 Cocopeat &lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial" size="2"&gt;&lt;b&gt;4.                                 Pupuk kandang  matang&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial" size="2"&gt;Perbandingan                                 yang biasa saya gunakan adalah 1:3:2:2. Analisa                                 saya adalah pasir malang memiliki bentuk yang                                 kasar dan cenderung melukai akar pada saat                                 pertumbuhan adenium sedang pesat. Hal ini akan                                 melukai akar dan memicu terjadinya busuk akar. &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           &lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;                                                 &lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial" size="2"&gt;Dengan                                                 media yang saya gunakan ini                                                 hasil yang saya dapat bisa                                                 dikatakan meminimize terjadinya                                                 busuk akar  karena kecil                                                 kemungkinan terjadinya luka                                                 karena gesekan pasir malang                                                 dengan akar pada saat media                                                 tanam disiram . &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;                                                 &lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;                                                 &lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial" size="2"&gt;Sekam                                                 digunakan karena alur tekstur                                                 yang kasar sehingga udara mudah                                                 lewat , sama dengan pasir malang                                                 yang memiliki rongga untuk                                                  perputaran udara, gunakan sekam                                                 bakar untuk menghindari root                                                 mealy bugs yang biasa bersarang                                                 pada sekam yang tidak dibakar.                                                 Kelemahan penggunaan sekam bakar                                                 ini adalah mudah hancur dan                                                 harus rajin melakukan                                                 penggantian media tanam.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;                                                 &lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;                                                 &lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial" size="2"&gt;Cocopeat                                                 saya gunakan sebagai media                                                  pengikat air , Idealnya cocopeat                                                 sudah direndam di air selama 1                                                 hari satu malam untuk                                                 menghilangkan Zat Tanin (                                                 penghambat pertumbuhan tanaman )                                                 . &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;                                                 &lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;                                                 &lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial" size="2"&gt;Pupuk                                                 kandang yang saya gunakan adalah                                                 pupuk kandang kambing . Dari                                                 enelitian yang ada oleh para                                                  ahli , sebenarnya pupuk kandang                                                 yang paling bagus digunakan                                                 adalah yang berasal dari ayam                                                 karena kandungannya NPKnya yang                                                 relatif tinggi dan mampu                                                 bertahan paling lama diantara                                                 pupuk kandang yang ada . Namun                                                 kendalanya adalah bau yang                                                 kurang sedap dan rumors flu                                                 burung yang beredar akhir akhir                                                 ini .&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;                                                 &lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;                                                  &lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial" size="2"&gt;Berikut                                                 beberapa campuran media tanam                                                 yang biasa digunakan pekebun :&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;                                                 &lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;                                                 &lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial" size="2"&gt;&lt;b&gt;*                                                 1:3:1:1 ( Pasir malang , sekam                                                 bakar, cocopeat , pupuk kandang                                                 ) &lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;                                                 &lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;font  face="Arial" size="2"&gt;&lt;b&gt;*                                                 2:1:1:1 ( Pasir malang , Sekam                                                 bakar , Sekam Biasa , Pupuk                                                 kandang )&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;                                                 &lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial" size="2"&gt;&lt;b&gt;*                                                 2:1:1:1 ( Sekam bakar , Serutan                                                 kayu halus , Cocopeat , Pupuk                                                 kandang )&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;                                                 &lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial" size="2"&gt;&lt;b&gt;*                                                 2:2:1:1 ( Biji kapuk , Sekam                                                 bakar , Sekam mentah , Pupuk                                                  kandang )&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;                                                 &lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;                                                 &lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial" size="2"&gt;Sekarang                                                 tinggal bagaimana anda meramu                                                 media tanam anda sendiri sesuai                                                 dengan lingkungan anda dan                                                 porositas sebagai pegangan utama                                                 anda.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0pt; word-spacing: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;font face="Arial" size="2"&gt;dari  http://www.adesidjo.com/mediatanam.htm&lt;br&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&amp;#32; 		&lt;hr size="1"&gt;&lt;FONT face=Arial size=-1&gt;Kunjungi halaman depan &lt;A href="http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.yahoo.com/"&gt;Yahoo! Indonesia&lt;/A&gt; yang baru!&lt;/FONT&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4957721878432665246-5838587337473681692?l=kotabunga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KotaBunga/~4/Cy-TdeJHJ68" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KotaBunga/~3/Cy-TdeJHJ68/media-tanam-adenium.html</link><author>noreply@blogger.com (aremania)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/media-tanam-adenium.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-8082831195423821850</guid><pubDate>Sun, 13 May 2007 19:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-28T16:03:58.944+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sell</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tanaman Hias</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Organik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pupuk</category><title>Pupuk Organik</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_XJ0ebk_ssmg/RkIdRJiZqMI/AAAAAAAAAAM/YfvJZNYWObw/s1600-h/DSC00050.JPG"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_XJ0ebk_ssmg/RkIdRJiZqMI/AAAAAAAAAAM/YfvJZNYWObw/s320/DSC00050.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5062641111573047490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Inilah pupuk organik yang kami jual,... info pemesanan hub.&lt;br /&gt;Totok 081803857383 atau email ke phipinz@yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4957721878432665246-8082831195423821850?l=kotabunga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KotaBunga/~4/fiywGGAmrbw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KotaBunga/~3/fiywGGAmrbw/pupuk-organik.html</link><author>noreply@blogger.com (aremania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp1.blogger.com/_XJ0ebk_ssmg/RkIdRJiZqMI/AAAAAAAAAAM/YfvJZNYWObw/s72-c/DSC00050.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/pupuk-organik.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-7934457677419247477</guid><pubDate>Wed, 09 May 2007 22:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-15T20:53:32.764+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gelombang Cinta</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Anthorium</category><title>Kota Bunga</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_XJ0ebk_ssmg/Rkm6hpiZqOI/AAAAAAAAAAc/XU2SzxCEIu8/s1600-h/100_2935.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_XJ0ebk_ssmg/Rkm6hpiZqOI/AAAAAAAAAAc/XU2SzxCEIu8/s320/100_2935.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5064784343203424482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_XJ0ebk_ssmg/Rkm5ZpiZqNI/AAAAAAAAAAU/PpDGB1knCCI/s1600-h/100_2926.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_XJ0ebk_ssmg/Rkm5ZpiZqNI/AAAAAAAAAAU/PpDGB1knCCI/s320/100_2926.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5064783106252843218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4957721878432665246-7934457677419247477?l=kotabunga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KotaBunga/~4/UDnpugcSvZ0" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KotaBunga/~3/UDnpugcSvZ0/aa.html</link><author>noreply@blogger.com (aremania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp2.blogger.com/_XJ0ebk_ssmg/Rkm6hpiZqOI/AAAAAAAAAAc/XU2SzxCEIu8/s72-c/100_2935.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/aa.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-4614802344103303331</guid><pubDate>Wed, 09 May 2007 20:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-10T03:49:07.783+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Euphorbia</category><title>Agar Euphorbia milii Tumbuh Subur dan Berbunga</title><description>&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Tak               kenal maka tak sayang. Jika Anda tahu dan kenal karakter Euphorbia               milii, maka tanaman ini akan tumbuh subur dan rajin berbunga.               Beberapa hal yang harus diketahui:&lt;/span&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt;PENYIRAMAN:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;              Euphorbia suka air. Meski tidak suka basah, kebutuhan airnya cukup               tinggi. Tapi pemberian air berklebihan, bisa megakibatkan akar               busuk. Akar busuk berwarna coklat, lembek seperti bubur bila               dipegang. Sebaliknya kalau penyiraman jarang dilakukan, tanaman               terkena dehidrasi, kekurangan air. Tandanya, tanaman mengkerut,               daun menguning, mudah rontok dan sosok tanaman menjadi kerdil.               Jika dibiarkan, lambat laun, tanaman Anda akan merana, dan mati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Penyiraman               dilakukan jika media terlihat kering. Tapi jangan percaya pada               pandangan mata saja. Gunakan jari, untuk mengorek medianya sedalam               1-2 cm. Jika terasa tanah masah, ya, Euphorbia Anda tak perlu               disiram. Sebaliknya jika terasa kering, segera lakukan penyiraman.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              Waktu penyiraman sebaiknya pagi hari, pukul -8.00-09.00 atau sore,               pukul 15.00-16.00&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Jangan menyiram               pada saat siang atau sinar matahari trerlalu terik. Percuma, air               akan mengicap sebelum diserap tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Penyiraman               dianggap cukup, kalau air sudah keluar dari lubang bawah pot.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Gunakan sprayer               atau gembor, agar air yang keluar lebih halus dan tidak merusak               tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Sebaiknya,               seluruh tanaman ikut disiram agar debu atau kotoran yuang menempel               hilang terbawa air.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt;PENYIANGAN&lt;br /&gt;              &lt;/b&gt;Di dalam pot, gulma, rumput atau tanaman liar lain, biasanya               ikut tumbuh. Jika dibiarkan, mereka bisa mengambil nutrisi milik               Euphorbia Anda. Maka, cabut saja, gulma-gulma itu, dan bersihkan               pot Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt;PEMANGKASAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;              Pemangkasan bertujuan untuk mempercantik tajuk tanaman, juga untuk               mengurangi penguapan pada masa vegetasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Cabang-cabang               yang tidak beraturan diopotong. Tunas baru yang muncul pada               tanaman berumur 1 tahun juga dipangkas agar tidak menghambat               pertumbuhan tanaman induk. (&lt;i&gt;Sst... bekas potongannya jangan               dibuat, lho, karena masih bisa dijadikan bibit, baik untuk setek               atau sambung batang&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Bunga tua juga               harus dipangkas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Bunga Euphorbia               bisa tahan selama 2 bulan. Lama-lama, warnanya pudar, kusam               akhirnya layu. Sebaiknya potong agar bunga baru muncul.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt;PEMUPUKAN:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;              Seperti tanaman lain, Euphorbia milii juga butuh unsur hara untuk               mengeluarkan bunga. Unsur hara diperoleh dari media tanamnya.               Namun kadang tidak cukup, sehingga perlu diberi tambahan beryupa               pupuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Pemberian pukuk               harus rutin dan tepat dosis. Kalau berlebihan tanaman bisa               terganggu, kalau terlalu sedikit, kondisi tanaman merana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Tanaman yang baru               ditanam sebaiknya jangan dipupuk dulu. Setelah itu baru diberi               pupuk NPK 20:20:20, dosis 1 gr/ liter/ per tanaman. Aplikasi pupuk               seminggu sekali dengan cara mengocorkan ke media tanam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Pupuk lain yang               dapat digunakan, pupuk &lt;i&gt;slow release&lt;/i&gt;, seperti Dekastar,               Megakamp dan Osmocote dengan dosis 5 gr per tanaman. Aplikasi               setiap 3 bulan sekali. Pupuk ini tidak cepat larut, dan menyerap               pelan-pelan.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              &lt;b&gt;KENALI PENYAKIT EUPHORBIA:&lt;br /&gt;              &lt;/b&gt;Meski jarang terserang penyakit atau hama, tak berarti               Euphorbia bebas penyakit. Berikut penyakit yang harus diwaspadai:&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              &lt;i&gt;WHITE FLIES.&lt;/i&gt; Penyebabnya kutu putih (Homopteraaleyrodiae),               sering muncul di musim kemarau. Gejala serangannya: daun hitam di               permukaan atas dan bawah, dan terlihat banyak semut di sekitar               daun. Telur dan larva ditempat di bawah daun.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              Obatnya? Semprotkan Pegasus konsentrasi 05, ml/ liter ditambah 0,5               ml Biosoft. Atau dengan Metindo konsentrasi 1 gr/ liter air. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Penyemprotan               sebaiknya diarahkan ke permukaan bawah daun.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Hanya,               jika sudah terserang parah, sebaiknya cabut saja, dan dibakar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;i&gt;BACTERIAL SOFT               ROT.&lt;/i&gt; Biang keroknya, bakteri Erwinia carotavora. Serangan               terlihat pada bat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4957721878432665246-4614802344103303331?l=kotabunga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KotaBunga/~4/KHH2xopZ2aM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KotaBunga/~3/KHH2xopZ2aM/agar-euphorbia-milii-tumbuh-subur-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (aremania)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/agar-euphorbia-milii-tumbuh-subur-dan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-2754404831419684233</guid><pubDate>Wed, 09 May 2007 20:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-10T03:48:17.611+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Euphorbia</category><title>Media Tanam Euphorbia milii</title><description>&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Euphorbia milii               suka media kering, dan porous (tidak mengikat air terlalu lama).               Drainase yang buruk, akan membuat busuk akar. &lt;/span&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Berdasarkan               pengalaman sejumlah nurseri, media tanam yang akan menghasilkan               Euphorbia mili Anda sehat dan rajin berbunga adalah campuran               serbuk kelapa (cocopeat), sekam bakar, sekam biasa, pasir kasar/               pasir malang dan pupuk kandang. Serbuk kelapa yang digunakan               sebaiknya dipilih yang masih baru. Serbuk kelapa lama, biasanya               banyak menyimpan air.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Bisa juga gunakan               campuran pasir kasar/ malang, sekam biasa dan pupuk kandang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Penting. Sebelum,               digunakan, media sebaiknya disterilkan dulu agar terbebas dari               bibit penyakit. Caranya, serbuk kelapa dikukus selama 1-2 jam.               Sedang pupuk kandang, sebaiknya yang sudah matang dan steril yang               ditandai dengan warna hitam pekat. Hal ini untuk mencegah               munculnya bakteri atau cendawan yang dapat merusak tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Jangan gunakan               tanah merah atau tanah liat, karena daya ikat airnya cukup tinggi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4957721878432665246-2754404831419684233?l=kotabunga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KotaBunga/~4/yLZkU90qoUU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KotaBunga/~3/yLZkU90qoUU/media-tanam-euphorbia-milii.html</link><author>noreply@blogger.com (aremania)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/media-tanam-euphorbia-milii.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-9093417961590344781</guid><pubDate>Wed, 09 May 2007 20:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-10T03:47:21.751+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Euphorbia</category><title>Teknik Perbanyakan Euphorbia</title><description>&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:7;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Euphorbia milii               termasuk tanaman yang mudah diperbanyak, baik secara generatif (melalui               biji) maupun vegetatif (setek atau sambung). Juga mudah               disilangkan, yang memungkinkan mendapat variasi atau jenis baru.&lt;/span&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Berikut beberapa               teknik perbanyakan Euphorbia mili:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt;PERBANYAKAN               DENGAN BIJI:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;              Biji Euphorbia milii disemai dengan media penyemaian berupa sekam               bakar dan pasir dengan perbandingan 50:50.               Langkah2nya: &lt;br /&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Siapkan tray/                   wadah semai, dan isi media setinggi 3/4nya.&lt;br /&gt;                  Buat lubang kecil dengan jari telunjuk atau kayu pada media,                   lalu masukkan biji dalam lubang tsb. Dalam satu lubang bisa                   diisi 3-5 biji.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Tutup biji                   dengan media tipis-tipis. Siram dengan air yang sudah dicampur                   obat-anti cendawan, kemudian taruh di tempat teduh.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Biji akan                   mulai berkecambah pada umur 3-7 hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Setelah                   setinggi 4-5 cm, daun dan duri mulai keluar, bibit dapat                   dipindah ke pot kecil.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Jika Anda                   merawat dengan insentif, maka tanaman baru ini akan mulai                   berbunga pada umur 6-8 bulan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt;PERBANYAKAN               DENGAN SETEK:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;              Ini cara paling populer. Bahan setek diambil dari induk yang sehat,               yaitu besar, berdiameter 2 cm dan tua (warna hijau kecoklatan atau               coklat). Batang terlalu kecil dan muda punya risiko kegagalan yang               tinggi.&lt;br /&gt;              Tahapan setek adalah sbb:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Potong batang                   sepanjang 15 cm dari pucuk batang utama atau cabang yang                   menganggu. Sisakan 3-4 helai daun.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Gunakan alat                   pemotong berupa pisau yang tajam dan steril&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Setelah                   dipotong, getah yang keluar dicuci dengan air bersih. Bekas                   luka dilap dengan kain atau tisu agar terhindar dari serangan                   penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Kering-anginkan                   bahan setek tsb. di tempat teduh selama 1-2 jam agar luka                   bekas potongan kering. Tapi tidak boleh terkena sinar matahari                   atau air hujan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Pada bagian                   batang yang terpotong dicelupkan atau diolesi zat perangsang                   air, lalu keringkan lagi selama 1-2 jam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Selanjutnya                   batang tsb ditanam pada media sedalam 30-4 cm. Media yang                   digunakan adalah campuran serbuk kelapa, sekam bakar dan pasir                   kasar/ malang dengan ratio 40:40:20.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Setelah itu,                   siram dengan air secukupnya dan merata. Lalu taruh pot di                   tempat teduh dengan intensitas cahaya matahari rendah, sekitar                   60-70%.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Setelah 5-6                   hari, tunas daun dan akar mulai tumbuh.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Setelah Anda                   anggap kuat, pindah tanaman ke lokasi lebih panas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt;PERBANYAKAN               DENGAN SAMBUNG BATANG (GRAFTING):&lt;br /&gt;              &lt;/b&gt;Cara ini                adalah menggabungkan batang bawah dan batas atas dari tanaman               berbeda. Karena bagian atas atau pucuk yang disambung, maka               disebut juga sebagai sambung pucuk (top grafting).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Kelebihan cara               ini, tanaman lebih unggul dari induknya karena tentunya batang               atas dan batang bawah adalah batang-batang pilihan. Umumnya               tanaman yang dipilih sebagai batang bawah adalah jenis lokal yang               adaptif dengan lingkungan. Sedang tanaman yang digunakan sebagai               batang atas, adalah Euphorbia milii dari jenis yang punya               penampilan menarik, misalnya bunganya bagus dan warnanya indah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Berikut               tahapannya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Batang bawah                   dipilih berdiameter lebih besar dibanding batas atas&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Buat sayatan                   berbentuk V sedalam 2 cm pada batang bawa dengan menggunakan                   pisau steril dan tajam.  &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Lakukan hakl                   yang sama untuk batang atas, yaitu buat sayatan berbentuk V                   tapi terbaik. Panjang sekitar 3-6 cm&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Masukkan                   batang atas ke celah batang bawah. Upayakan penggabungan itu                   pas, rapat dan melekat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Ikat dengan                   selotip, plastik gula pasir atau tali rafia agar tidak terkena                   air.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Untuk                   mengurangi penguapan dan mempercepat munculnya tunas, sisakan                   2-4 helai daun pada batang atas. Helai daun tersebut dipotong                   separuhnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Selanjutnya                   bungkus batang atas atas dengan kantong plastik, dan letakkan                   di tempat teduh.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Setelah 7-12                   hari, batang bawah dan batang atas akan merekat. Keberhasilan                   ditandai, jika bekas sambungan membekak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Plastik                   pembungkus boleh dibuka pelan-pelan, jangan langsung dibuka,                   agar tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Supaya                   memperoleh hasil optimal, letakkan di tempat teduh dengan                   sirjkulasi udaha yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4957721878432665246-9093417961590344781?l=kotabunga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KotaBunga/~4/hH3nDSIkOFI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KotaBunga/~3/hH3nDSIkOFI/teknik-perbanyakan-euphorbia.html</link><author>noreply@blogger.com (aremania)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/teknik-perbanyakan-euphorbia.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-5231057953832324602</guid><pubDate>Wed, 09 May 2007 20:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-10T03:25:29.258+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Flower</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aglonema</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><title>Aglonema, Dijual per Lembar Daun</title><description>&lt;b&gt;SEORANG&lt;/b&gt; ibu tampak terbengong ketika mendengar jawaban karyawan stan Gama Cactus, peserta pameran Flora Fauna 2005 di Sri Ratu Pemuda (15-27 Maret 2005), perihal harga bunga yang diminatinya. Betapa tidak, bunga yang diberi nama Aglonema itu, ternyata dijual per lembar daun. Harga satu lembar daun Rp 750.000. Ya, Aglonema saat ini memang sedang menjadi bunga "primadona" yang diincar para kolektor bunga.&lt;div class="smIsi"&gt;  &lt;p&gt; Menurut Fransiscus Kusdiyanto, pemilik stan, nama bunga ini mulai melambung sejak tahun 2000. Bunga itu merupakan persilangan &lt;i&gt;Comatatum&lt;/i&gt; (berasal dari Filipina) dengan &lt;i&gt;Rotundum&lt;/i&gt; (Aceh). &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Hasil persilangan ini, pertama kali ditemukan oleh pengusaha bunga dari Bogor, Greg Hambali. Buah persilangan itu diberi nama Aglonema Pride of Sumatera,'' ungkapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Dia menjelaskan, di pameran ini ada 3 jenis Aglonema yang ditawarkan yaitu Tiara, Widuri, dan JT 2000. Tiara merupakan hasil persilangan &lt;i&gt;Comatatum&lt;/i&gt; dengan &lt;i&gt;Rotundum&lt;/i&gt;. Ciri-cirinya, memiliki daun yang besar, bagian atas daun berwarna kehitaman, tulang daun berwarna merah menyala dengan dihiasi bintik-bintik kuning, serta bagian bawah daun berwarna merah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Jenis Tiara ini pernah meraih Juara Nasional Flora Fauna 2004 di Jakarta," tambahnya. Tanaman ini ditawarkan dengan harga Rp 5 juta atau Rp 700.000/lembar daun. Widuri, hasil persilangan &lt;i&gt;Comatatum&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Rotundum&lt;/i&gt;, memiliki ciri hampir sama dengan Tiara. "Perbedaannya dengan Tiara adalah di bagian atas daun memiliki bias warna oranye dan memiliki daun yang lebih tebal," jelasnya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selanjutnya, JT 2000, adalah hasil persilangan Kochin dan &lt;i&gt;Rotundum&lt;/i&gt;. Kochin merupakan hasil beberapa kali persilangan &lt;i&gt;Comatatum&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Rotundum&lt;/i&gt;. Tanaman ini memiliki ciri-ciri daunnya dihiasi bintik-bintik berwarna merah jambu (&lt;i&gt;pink&lt;/i&gt;) dengan panjang daun maksimal 20 cm.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; "JT 2000 ini merupakan satu-satunya jenis Aglonema yang "bandel" terhadap cuaca. Harga jualnya mencapai Rp 3,5 juta atau Rp 500.000/lembar daun," tuturnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Frans menjelaskan cara perawatan bunga Aglonema, yaitu dengan menempatkannya di suhu sedang (tidak terlalu panas/teduh), penyiraman dilakukan setiap hari (minimal 1 kali sehari), pemupukan menggunakan pupuk daun setiap 1-2 minggu/sekali dengan dosis yang sesuai dengan kemasan (tergantung merek pupuk), dan media tanam menggunakan pasir Malang berwarna hitam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; "Pasir Malang digunakan karena memiliki porositas yang tinggi dengan memiliki banyak kandungan mineral dan berongga sehingga dapat membantu kesuburan tanaman," ungkap dia. (&lt;b&gt;Hernandhono&lt;/b&gt;-84m)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://www.suaramerdeka.com/harian/0503/22/kot10.htm&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4957721878432665246-5231057953832324602?l=kotabunga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KotaBunga/~4/vx2HzwACu3w" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KotaBunga/~3/vx2HzwACu3w/aglonema-dijual-per-lembar-daun.html</link><author>noreply@blogger.com (aremania)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/aglonema-dijual-per-lembar-daun.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-4045716861088878596</guid><pubDate>Wed, 09 May 2007 06:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-10T03:24:56.560+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Flower</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aglonema</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><title>AGLONEMA, SI ANGGUN YANG KAYA WARNA</title><description>&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;i&gt;Setelah sukses disilangkan, banyak orang yang kini melirik tanaman satu      ini. Warna daunnya menawan. Harganya pun langsung melejit ke angka jutaan      rupiah per tanaman. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Tanaman aglonema atau akrab disebut sri rejeki ini memiliki ragam spesies      yang cukup banyak. Sebut saja &lt;i&gt;Aglaonema Commutatum&lt;/i&gt;, yang bentuk      daunnya seperti mata tombak dan berwarna hijau, dengan panjang daun sekitar      20 cm dan lebar 5 cm. Jenis aglonema ini mempunyai beberapa varietas      terkenal, antara lain &lt;i&gt;A. commutatum maculatum&lt;/i&gt;. Daunnya hijau gelap      dengan sirip-sirip keperakan yang temaram. Juga A. commutatum treubi,      berdaun hijau kebiru-biruan, lalu A. pseudo bracteatum, yang berdaun hijau      dengan sirip kekuningan.&lt;br /&gt;&lt;a href="javascript:realview('detail_images.asp?act=1&amp;id=9513&amp;imageid=21016','detail_images','516','500');"&gt;&lt;img src="http://www.tabloidnova.com/Articles%5CPrinting%5CXVIII%5C913%5CPictures%5C21016%5C21016-W200.jpg" alt="KLIK - Detail" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;   Ada pula Aglaonema costatum, yang bentuk daunnya mirip "hati", berwarna      hijau bersinar dengan bintik-bintik putih. Dikenal pula&lt;i&gt; A. crispum&lt;/i&gt;,      warna daun agak kelabu dengan tepi hijau lunak. Yang tak kalah menarik      adalah A. rotundum, bernenek moyang dari hutan-hutan di Sumatera, dengan      ciri khas daunnya berwarna merah gelap dengan garis-garis merah marun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;b&gt;TAK TAHAN KERING &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Agar aglonema yang anggun ini tampil menawan, perhatikan syarat hidupnya.      Antara lain tempatnya teduh (lebih baik jika diberi naungan), hindari      matahari secara langsung, serta tempat tanam memiliki sirkulasi udara bagus.      Yang penting, media tanamnya harus porous. Anda bisa memakai humus daun dan      pasir, dengan perbandingan 3 : 1. Atau campuran antara sekam (4 bagian),      cocopeat (1 bagian) dan pasir (1 bagian). Perhatikan sekamnya. Pilih yang      masih utuh, bukan sekam yang sudah hancur lembut. Bisa pula menggunakan      media tanam campuran sabut kelapa giling halus, humus, dan pupuk kandang (1      : 1 : 1).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Setelah itu, masukkan media tanam ke dalam pot sampai tigaperempat bagian.      Sebelumnya, dasar pot diberi pecahan genting atau bata merah. Tambahkan      pupuk slow release, misalnya Dekastar, sebanyak 1 sendok teh. Kemudian      masukkan bibit aglonema tegak tepat di tengah pot. Tambahkan media tanamnya      sampai penuh, kemudian siram dan letakkan di tempat teduh. Yang harus      diingat, aglonema tidak tahan kering. Jadi, lakukan penyiraman setiap hari.      Kecuali bila medianya dicampur sabut kelapa, penyiraman bisa 2 - 3 hari      sekali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Pemupukan slow release diberikan lagi setiap 3 bulan sekali. Ada baiknya      diberi pupuk daun, misalnya Vitablum, setiap 2 - 3 minggu sekali. Waspadalah      terhadap serangan hama penggerek batang. Ia bisa meludeskan akar tanaman,      sehingga tanaman harus dibongkar. Bagian yang terserang dibuang, ulatnya      dibunuh. Ada baiknya lakukan penyemprotan pestisida secara rutin sebulan      sekali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Jika Anda pingin daun-daun aglonema tampil kinclong, bersihkan daun-daun itu      dengan air bersih. Lalu, daun-daun tersebut dilap dengan cairan susu bubuk,      atau bisa juga air susu segar. Dijamin daun-daun aglonema pun indah      mengkilap.&lt;br /&gt;   &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;   PENYILANGAN SENDIRI &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Daya pikat aglonema memang pada daunnya. Layaklah jika ia sering dipakai      sebagai tanaman indoor yang betah sampai seminggu. Ketika tanaman sudah tua,      keluarlah bunga. Dari bunga inilah, dilakukan penyilangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="javascript:realview('detail_images.asp?act=1&amp;id=9513&amp;imageid=21017','detail_images','516','500');"&gt;&lt;img src="http://www.tabloidnova.com/Articles%5CPrinting%5CXVIII%5C913%5CPictures%5C21017%5C21017-W200.jpg" alt="KLIK - Detail" align="right" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;     Anda bisa, kok, mencoba menyilangkan sendiri aglonema. Terserah, jenis apa      yang hendak disilangkan. Mana yang dijadikan induk betina, mana pula yang      jadi induk pejantan, semuanya pun terserah Anda. Siapa tahu, dari main-main,      Anda bisa menghasilkan aglonema yang unik. Yuk, kita coba!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   1. Amati benar ketika bunga-bunga aglonema mulai bermekaran. Misalnya      aglonema "X." Lihatlah bagian tongkol bunga, apakah terdapat serbuk (mirip      bedak)? Bila ada, berarti serbuk sari dijadikan induk pejantan. Perhatikan      pula bagian bawah tongkol bunga aglonema "Y" yang nantinya dijadikan induk      betina.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   2. Ambil kuas bersih untuk mengambil serbuk sari, lantas oleskan merata pada      putiknya. Setelah itu tanaman yang sudah diserbuk dikerudungi kantong      plastik. Ini agar lebih aman, sekaligus menjaga kelembapannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   3. Waktu penyilangan sebaiknya pagi hari sekitar pukul 7 - 9. Jika terlalu      siang, biasanya serbuk sari sudah pada rontok.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   4. Penyilangan berhasil bila terbentuk buah. Satu tongkol dapat menghasilkan      sekitar 10 - 30 buah. Sedangkan seludang bunga lainnya biasanya mengering.   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   5. Tunggu kira-kira 6 bulan, ketika buah itu dapat dipetik. Kemudian seleksi      untuk mendapatkan buah yang siap tanam.&lt;br /&gt;   ***&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   &lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;SANG PERAIH EMAS &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Namanya seindah pemiliknya: Pride of Sumatera. Ia merupakan salah satu jenis      aglonema silangan. Nama dagangnya Red Sumatera dan pernah meraih medali emas      di ajang lomba tanaman hias di Belanda. Sang penyilang adalah Gregori      Hambali, yang sejak awal tahun 1980-an tekun menyilangkan Aglaonema rotundum      sebagai induk jantan dengan Aglaonema commutatum tricolour sebagai induk      betina. Ciri khas Pride of Sumatera antara lain permukaan bawah daunnya      berwarna merah semarak, sementara permukaan atas daunnya hijau tua      mengkilap. Bentuk daun memanjang dengan ujung meruncing, dan tulang daunnya      merah menyala.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Selain Red Sumatera, hasil silangan Greg yang lain adalah Aglaonema Shinta,      Srikandi, Aglaonema Diana (mengingatkan kecantikan Lady Diana), Aglaonema      Juliet (terinspirasi romantika Romeo dan Juliet), dan Aglaonema Widuri.      Kini, banyak orang yang mencoba melakukan penyilangan sendiri. Tak heran      jika di pasaran terlihat warna-warni aglonema dengan harga yang cukup      tinggi.&lt;br /&gt;   ***&lt;br /&gt;   &lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;   DICANGKOK PUN BISA &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Apa yang bisa Anda lakukan jika tak betah menunggu anakan yang terlalu lama?      Cobalah "mencangkok" sendiri. Caranya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   1. Amati dan pilih batang aglonema yang cukup panjang. Bersihkan beberapa      pelepah daun yang sudah tua.&lt;br /&gt;   2. Siapkan botol plastik bekas. Potong leher botol, lalu buat sayatan dari      atas sampai bawah. Bagian dasar botol diberi lubang, kira-kira sebesar      batang aglaonema.&lt;br /&gt;   3. Pasang botol tersebut pada batang aglonema. Isilah dengan media tanamnya      berupa cocopeat dan humus (1:1). Ikatlah erat-erat botol itu.&lt;br /&gt;   4. Rajinlah menyiram. Usahakan jangan sampai media dalam botol menjadi      kering.&lt;br /&gt;   5. Kira-kira sebulan kemudian, muncullah tunas-tunas. Tunggu hingga      akar-akarnya makin kuat.&lt;br /&gt;   6. Setelah umur 3 bulan, bukalah botol, lalu bersihkan media.&lt;br /&gt;   7. Ambil pisau tajam untuk memisahkan tunas-tunas anakan. Ini berarti, Anda      sudah memiliki beberapa bibit baru.&lt;br /&gt;   8. Rendam bibit-bibit tersebut dalam larutan fungisida selama sekitar 10      menit sebelum kemudian ditanam dalam pot. Gampang, kan?&lt;br /&gt;   ***&lt;br /&gt;http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=9513&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4957721878432665246-4045716861088878596?l=kotabunga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KotaBunga/~4/TIoCjp4hn10" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KotaBunga/~3/TIoCjp4hn10/aglonema-si-anggun-yang-kaya-warna.html</link><author>noreply@blogger.com (aremania)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/aglonema-si-anggun-yang-kaya-warna.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-6479846652167165210</guid><pubDate>Fri, 19 Jan 2007 21:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-14T16:04:44.097+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Seminar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tanaman Hias</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><title>Kiat Rawat, Sambung &amp; Bentuk Bonggol Agar Penampilan Prima</title><description>&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="2" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;      &lt;tr&gt;&lt;td colspan="2"&gt;20 Januari 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin menyulap bonggol dan percabangan adenium tampak prima dan semarak bunga? Kenali sifat masing-masing jenis adenium Anda. Ikuti teori dan praktek langsung dengan pakarnya, serta kunjungi ke 2 kebun besar beraneka jenis bunga dan bonggol-bonggol cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya : Rp 750.000/orang&lt;br /&gt;termasuk kit, transpor ke nurseri, dan konsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal sifat dan aneka jenis tanaman&lt;br /&gt;Kiat sukses merawat (meramu media tanam, pemupukan, penyiraman)&lt;br /&gt;Kiat semarakan bunga&lt;br /&gt;Praktek sambung pucuk dan bonggol&lt;br /&gt;Teknik bentuk bonggol&lt;br /&gt;Bonus :&lt;br /&gt;1 pot adenium&lt;br /&gt;2 batang bawah&lt;br /&gt;info kit adenium&lt;br /&gt;Keterangan lebih lanjut hubungi:&lt;br /&gt;Suci atau Eki Telp 021-8729060, 87701748, HP. 081316034009, Faks. 021-8729059.&lt;br /&gt;Pembayaran, transfer ke BCA Cab. Samanhudi a.n. Trubus Swadaya No. rekening 4770100009.&lt;br /&gt;Kirimkan bukti transfer Anda ke 021-8729059 &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4957721878432665246-6479846652167165210?l=kotabunga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KotaBunga/~4/S2NQJ6IM7go" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KotaBunga/~3/S2NQJ6IM7go/kiat-rawat-sambung-bentuk-bonggol-agar.html</link><author>noreply@blogger.com (aremania)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kotabunga.blogspot.com/2007/01/kiat-rawat-sambung-bentuk-bonggol-agar.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>

