<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599</id><updated>2024-11-08T07:22:01.275-08:00</updated><category term="Kata Mereka"/><category term="Catatan anggota KMKM"/><category term="Ilmiah"/><category term="Papadaan"/><category term="Program Kerja"/><category term="Program Kerja Dp"/><category term="Tokoh"/><category term="Motivasi"/><category term="tentang kmkm"/><category term="Bahasa Ammiyah Mesir"/><category term="Kemesiran"/><category term="Program Kerja PPRD"/><title type='text'>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-7637406283084503748</id><published>2011-06-27T08:56:00.000-07:00</published><updated>2011-06-27T08:56:37.014-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kemesiran"/><title type='text'>Tahun 2011 ini DEPAG tidak melakukan seleksi mahasiswa baru ke Universitas Al-Azhar</title><content type='html'>Seleksi Mesir 2011&lt;br /&gt;
Tanggal : 27/06/2011 15:03:00   Sumber : Diktis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;KEMENTERIAN AGAMA R I&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Jln. Lapangan Banteng Barat No. 3 - 4&amp;nbsp;Telpon : 3812344, 3812642, 3811654, 3812216, 3812679, 811810 JAKARTA&amp;nbsp;Website: www.ditpertais.net&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PENGUMUMAN&lt;br /&gt;
Nomor : Dj.I/Dt.I.IV/4/HM.00/1206/2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkaitan dengan seleksi calon mahasiswa baru dari Indonesia ke Universitas Al-Azhar Mesir tahun akademik 2011-2012, dengan ini disampaikan bahwa :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.     Sejak tahun 2011 Al-Azhar mewajibkan bahwa semua ijazah Madrasah Aliyah dan Pondok Pesantren yang telah mu&#39;adalah harus diperbaharui kembali  sebagai syarat untuk studi ke Universitas Al-Azhar.&lt;br /&gt;
2.     Namun dikarenakan pengurusan mu&#39;adalah ijazah dimaksud membutuhkan waktu sekitar 3 atau 4 bulan, maka Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama memutuskan pada tahun 2011 ini tidak melakukan seleksi mahasiswa baru ke Univ. Al-Azhar. Keputusan ini diambil sampai ada ketentuan lebih lanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian pengumuman ini, harap maklum adanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wassalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jakarta, 23 Juni 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
An. Direktur Jenderal&lt;br /&gt;
Direktur Pendidikan Tinggi Islam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ttd.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prof. Dr. H. Machasin, MA&lt;br /&gt;
NIP. 19561013 198103 1 003&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembusan :&lt;br /&gt;
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (sebagai laporan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.ditpertais.net/06/read.asp?newsID=305&quot;&gt;Sumber Berita&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/7637406283084503748/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2011/06/tahun-2011-ini-depag-tidak-melakukan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/7637406283084503748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/7637406283084503748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2011/06/tahun-2011-ini-depag-tidak-melakukan.html' title='Tahun 2011 ini DEPAG tidak melakukan seleksi mahasiswa baru ke Universitas Al-Azhar'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-3685635704736116327</id><published>2010-11-03T23:36:00.000-07:00</published><updated>2010-11-03T23:36:42.815-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh"/><title type='text'>ABDULLAH BIN ABBAS</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Lisannya bertanya, Qalbunya mencerna&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Di antara sahabat-sahabat RasuluLlah SAW, terdapat beberapa sahabat kecil yang ketika melafadzkan syahadat mereka berusia sangat muda, atau ketika mereka dilahirkan, ayah bunda beliau telah muslim. Perhatian RasuluLlah SAW kepada para sahabat cilik ini, tidak berbeda dengan sahabat-sahabat yang lainnya. Bahkan RasuluLlah SAW sangat memperhatikannya dan meluangkan waktu untuk bermain, bicara dan menasehatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AbduLlah bin Abbas (Ibnu Abbas) adalah salah satu sahabat junior ini. Beliau dilahirkan tiga tahun sebelum hijrah. Semenjak kecilnya, beliau sudah menunjukkan kecerdasan dan ke sungguhannya terhadap suatu masalah. RasuluLlah mengetahui potensi besar yang ada pada anak muda ini, seperti halnya beliau melihat potensi yang sama pada Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah dan sahabat-sahabat lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
RasuluLlah SAW sering terlihat berdua bersama si kecil AbduLlah bin Abbas. Suatu ketika, misalnya, RasuluLlah SAW mengajak Ibnu Abbas RA berjalan-jalan seraya menyampaikan tarbiyahnya kepada pemuda cilik ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ya ghulam, maukah engkau mendengarkan beberapa kalimat yang sangat berguna?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jagalah ALlah SWT (ajaran-ajaranNya), maka engkau akan mendapatkanNya selalu menjagamu. Jagalah ALlah SWT (larangan-laran ganNya), maka engkau akan mendapatkanNya selalu dekat di hadapan mu. Kenalilah ALlah dalam sukamu, maka ALlah akan mengenalimu dalam dukamu. Bila engkau meminta, mintalah kepada ALlah. Jika engkau memerlukan pertolongan, mohonkanlah kepada ALlah. Semua hal (yang terjadi denganmu) telah selesai ditulis. Ketahuilah, seandainya semua makhluk bersepakat untuk membantumu dengan apa yang tidak ditaqdirkan ALlah untukmu, mereka tidak akan mampu membantumu. Atau bila mereka berkonspirasi untuk menghalangi engkau mendapatkan apa yang ditaqdirkan untukmu, mereka juga tidak akan dapat melakukannya. Semua aktifitasmu kerjakanlah dengan keyakinan dan keikhlasan. Ketahuilah, bahwa bersabar dalam musibah itu akan memberikan hasil positif; dan bahwa kemenangan itu dicapai dengan kesabaran; dan bahwa kesuksesan itu sering dilalui lewat tribulasi; dan bahwa kemudahan itu tiba setelah kesulitan.&lt;br /&gt;
[Hadist Riwayat Ahmad, Hakim, Tirmidzi]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah rangkaian prinsip aqidah, ilmu dan &#39;amal yang manakah hasil tarbiyah RasuluLlah itu. AbduLlah bin Abbas tumbuh menjadi seorang muslim yang penuh inisiatif, haus ilmu, dekat dengan ALlah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://kitaabun.com/shopping3/images/tafsiribnabbas.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://kitaabun.com/shopping3/images/tafsiribnabbas.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suatu ketika, Ibnu Abbas ingin mengetahui secara langsung bagaimana cara RasuluLlah shalat. Untuk itu, ia sengaja menginap di rumah bibinya: ummahatul mu&#39;minin, Maimunah bint al-Harist. Ketika itu ia melihat RasuluLlah bangun tengah malam dan pergi berwudhu. Dengan sigap Ibnu Abbas membawakan air untuk berwudhu, dengan demikian ia dapat melihat sendiri bagaimana RasuluLlah berwudhu. RasuluLlah - sang murabbi agung itu - tidak menyepele kan hal ini, beliau mengelus dengan lembut kepala Ibnu Abbas, seraya mendo&#39;akan: &quot;Ya ALlah, faqih-kanlah ia dalam perkara agama-Mu, dan ajarilah ia tafsir Kitab-Mu.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian RasuluLlah berdiri untuk sholat malam yang dimakmumi oleh isteri beliau, Maimunah. Ibnu Abbas tak tinggal diam, dia segera berdiri di belakang RasuluLlah SAW; tetapi RasuluLlah kemudian menariknya agar ia berdiri sedikit berjajar dengannya. Ibnu Abbas berdiri sejajar dengan RasuluLlah, tetapi kemudian ia mundur lagi ke shaf belakang. Seusai sholat, RasuluLlah memper tanyakan sikap Ibnu Abbas ini, dan dijawab oleh Ibnu Abbas bahwa rasanya tak pantas dirinya berdiri sejajar dengan seorang Utusan ALlah SWT. RasuluLlah ternyata tidak memarahinya, bahkan beliau mengulangi do&#39;anya ketika berwudhu tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Ibnu Abbas berusia 13 tahun, RasuluLlah wafat. Beliau sangat merasa kehilangan. Tapi hal ini tidak menjadikannya bersedih atau lemah. Dengan segera ia mengajak teman sebayanya untuk bertanya dan belajar pada sahabat-sahabat senior mengenai apa saja yang berkenaan dengan RasuluLlah dan ajaran al-Islam. Logika Ibnu Abbas, saat itu mengatakan bahwa para sahabat masih berada di Madinah, inilah kesempatan terbaik untuk menimba ilmu dan informasi dari mereka, sebelum mereka berpencaran ke kota-kota lain atau sebelum mereka wafat. Namun sayang, ajakan ini tidak ditanggapi oleh rekan-rekan sebayanya, karena mereka rata-rata beranggapan bahwa para sahabat senior tidak akan memperhatikan pertanyaan anak-anak kecil macam mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Abbas tak patah arang. Beliau sendiri mendatangi para sahabat yang diperkirakan mengetahui apa saja yang ingin ia tanyakan. Dengan sabar, beliau menunggu para sahabat pulang dari kerja keseharian atau da&#39;wahnya. Bahkan kalau sahabat tadi kebet ulan sedang berisitirahat, Ibnu Abbas dengan sabar menanti di depan pintu rumahnya, hingga tertidur, tergolek beralaskan pakai annya. Tentu saja para sahabat terkejut menemui Ibnu Abbas terti dur di muka rumahnya, &quot;Oh keponakan RasuluLlah, ada apa gerangan? Kenapa tidak kami saja yang datang menemuimu, bila engkau ada keperluan?&quot; &quot;Tidak,&quot;kata Ibnu Abbas, &quot;sayalah yang harus datang menemui anda.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah masa kecil Ibnu Abbas. Bagaimana dengan masa dewasanya? Beliau katakan sebagai seorang muda yang berwawasan dewasa, yang lisannya selalu bertanya dan qalbunya selalu mencerna. Umar bin Khattab selalu mengundang Ibnu Abbas dalam majelis syuro&#39;nya dengan beberapa sahabat senior, dan beliau selalu berkata kepada Ibnu Abbas agar ia tidak perlu sungkan menyampaikan pendapat. Inilah bentuk tarbiyah lain yang diperoleh oleh Ibnu Abbas, dengan selalu berada dalam kalangan sahabat senior.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam masa kekhalifahan Utsman bin Affan RA, beliau bergabung dengan pasukan muslimin yang berekspedisi ke Afrika Utara, di bawah pimpinan AbduLlah bin Abi-Sarh. Beliau terlibat dalam pertempuran dan juga dalam da&#39;wah di sana. Di masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib RA, Ibnu Abbas mengajukan permohonan untuk menemui dan berda&#39;wah kepada kaum Khawarij. Melalui dialog dan diskusinya yang intens, sekitar 12.000 dari 16.000 khawarij bertaubat dan kembali kepada ajaran Islam yang benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AbduLlah bin Abbas, yang muda yang ulama, wafat dalam usia 71 tahun pada tahun 68H. Sahabat Abu Hurairah RA, berkata &quot;Hari ini telah wafat Ulama Ummat. Semoga ALlah SWT berkenan memberikan pengganti AbduLlah bin Abbas.&quot;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/3685635704736116327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/11/abdullah-bin-abbas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/3685635704736116327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/3685635704736116327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/11/abdullah-bin-abbas.html' title='ABDULLAH BIN ABBAS'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-3512978302857306571</id><published>2010-11-03T22:55:00.000-07:00</published><updated>2010-11-03T22:55:45.299-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi"/><title type='text'>Menghargai Perbedaan</title><content type='html'>Pada suatu waktu, ada seorang mahaguru yang ingin mengambil break dari kehidupannya sehari-hari sebagai akademisi. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke sebuah pantai dan meminta seorang nelayan untuk membawanya pergi melaut sampai ke horizon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://mawarkuning.files.wordpress.com/2009/10/perbedaan1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://mawarkuning.files.wordpress.com/2009/10/perbedaan1.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seperempat perjalanan, mahaguru tersebut bertanya, &quot;Wahai nelayan, apakah Anda mengenal ilmu geografi?&quot;&amp;nbsp; Sang nelayan menjawab, &quot;ilmu geografi yang saya ketahui adalah kalau di laut sudah mulai sering ombak pasang, maka musim hujan segera akan tiba.&quot; &quot;Nelayan bodoh!&quot; kata mahaguru tersebut. &quot;Tahukah kamu bahwa dengan tidak menguasai ilmu geografi kamu sudah kehilangan seperempat kehidupanmu.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperempat perjalanan berikutnya, mahaguru tersebut bertanya pada nelayan apakah dia mempelajari ilmu biologi dan sains? Sang nelayan menjawab bahwailmu biologi yang dia kenal hanyalah mengetahui jenis ikan apa saja yang dapat dimakan. &quot;Nelayan bodoh, dengan tidak menguasai sains kamu sudah kehilangan seperempat kehidupanmu.&quot; Kemudian mahaguru tersebut bercerita tentang Tuhan yang menciptakan umat manusia dengan struktur tubuh, kapasitas otak yang sama, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya mahaguru tersebut bertanya apakah nelayan tersebut mempelajari matematika? Sang nelayan menjawab bahwa matematika yang dia ketahui hanyalah bagaimana cara menimbang hasil tangkapannya, menghitung biaya yang sudah dikeluarkannya, dan menjual hasil tangkapannya agar dapat menghasilkan keuntungan secukupnya. Lagi-lagi mahaguru tersebut mengatakan betapa bodohnya sang nelayan dan dia sudah kehilangan lagi seperempat kehidupannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, di perjalanan setelah jauh dari pantai dan mendekati horizon, mahaguru tersebut bertanya, &quot;apa artinya awan hitam yang menggantung di langit?&quot; &quot;Topan badai akan segera datang, dan akan membuat lautan menjadi sangat berbahaya.&quot; Jawab sang nelayan. &quot;Apakah bapak bisa berenang?&quot; Tanya sang nelayan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata sang mahaguru tersebut tidak bisa berenang. Sang nelayan kemudian berkata, &quot;Saya boleh saja kehilangan tiga-perempat kehidupan saya dengan tidak mempelajari tiga subyek yang tadi diutarakan oleh mahaguru, tetapi mahaguru akan kehilangan seluruh kehidupan yang dimiliki.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian nelayan tersebut meloncat dari perahu dan berenang ke pantai sedangkan mahaguru tersebut tenggelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian juga dalam kehidupan kita, baik dalam pekerjaan ataupun pergaulan sehari-hari. Kadang-kadang kita meremehkan teman, anak buah ataupun sesama rekan kerja. Kalimat &quot;tahu apa kamu&quot; atau &quot;si anu tidak tahu apa-apa&quot; mungkin secara tidak sadar sering kita ungkapkan ketika sedang membahas sebuah permasalahan. Padahal, ada kalanya orang lain lebih mengetahui dan mempunyai kemampuan spesifik yang dapat mengatasi masalah yang timbul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang operator color mixing di pabrik tekstil atau cat mungkin lebih mengetahui hal-hal yang bersifat teknis daripada atasannya. Intinya, orang yang menggeluti bidangnya sehari-hari bisa dibilang memahami secara detail apa yang dia kerjakan dibandingkan orang &#39;luar&#39; yang hanya tahu &#39;kulitnya&#39; saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai kondisi dan kompetisi yang terjadi di pasar, pengetahuan seorang marketing manager mungkin akan kalah dibandingkan dengan seorang salesperson atau orang yang bergerak langsung di lapangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau sebaliknya, kita sering menganggap remeh orang baru. Kita menganggap orang baru tersebut tidak mengetahui secara mendalam mengenai bisnis yang kita geluti. Padahal, orang baru tersebut mungkin saja membawa ide-ide baru yang dapat memberikan terobosan untuk kemajuan perusahaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, kadang kita dibutakan oleh ego, pengalaman, pangkat dan jabatan kita sehingga mungkin akan menganggap remeh orang lain yang pengalaman, posisi atau pendidikannya di bawah kita. Kita jarang bertanya pada bawahan kita. Atau pun kalau bertanya, hanya sekedar basa-basi, pendapat dan masukannya sering dianggap sebagai angin lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal, kita tidak bisa bergantung pada kemampuan diri kita sendiri, kita membutuhkan orang lain. Keberhasilan kita tergantung pada keberhasilan orang lain. Begitu sebuah masalah muncul ke permukaan, kita tidak bisa mengatasinya dengan hanya mengandalkan kemampuan yang kita miliki. Kita harus menggabungkan kemampuan kita dengan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehingga bila perahu kita tenggelam, kita masih akan ditolong oleh orang lain yang kita hargai kemampuannya. Tidak seperti mahaguru yang akhirnya ditinggalkan di perahu yang sedang dilanda topan badai dan dibiarkan mati tenggelam karena tidak menghargai kemampuan nelayan yang membawanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang jadi pertanyaan kita sekarang, apakah kita masih suka bertingkah laku seperti sang mahaguru? Bila ya, seberapa sering?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
By: Adhi Nugroho</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/3512978302857306571/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/11/menghargai-perbedaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/3512978302857306571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/3512978302857306571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/11/menghargai-perbedaan.html' title='Menghargai Perbedaan'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-1283876403849989566</id><published>2010-11-03T22:30:00.000-07:00</published><updated>2010-11-03T22:30:52.993-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi"/><title type='text'>Terapi Mengobati Dengki</title><content type='html'>Hasad atau dengki adalah penyakit hati yang paling berbahaya. Dan hati tidak bisa diobati kecuali dengan ilmu dan amal. Ilmu tentang dengki yaitu hendaknya kita ketahui tentang hakekat hasad yang sangat membahayakan kita, baik dalam hal agama maupun dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5BDrj-rltrsSMh1oZXZHrvkMCC1_1mi1q0ONm-genj9xPkHuhtfz9TH-gpe29xYrUSF_Sk-GvCdTxS_sZYJ35OLM_ws5fcNwdvz3oUeGcq6VTArXODz83FxTDUJGvly2Ha6PW72NR6I8/s400/jgn-hasad-dengki.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5BDrj-rltrsSMh1oZXZHrvkMCC1_1mi1q0ONm-genj9xPkHuhtfz9TH-gpe29xYrUSF_Sk-GvCdTxS_sZYJ35OLM_ws5fcNwdvz3oUeGcq6VTArXODz83FxTDUJGvly2Ha6PW72NR6I8/s200/jgn-hasad-dengki.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kedengkian itu setitikpun tidak membahayakan orang yang kita dengki, baik dalam hal agama maupun dunianya, bahkan ia malah memetik manfaat darinya. Dan nikmat itu tidak akan hilang dari orang yang kita dengki hanya karena kedengkian kita. Bahkan seandainya ada orang yang tidak beriman kepada hari Kebangkitan, tentu lebih baik baginya meninggalkan sifat dengki daripada harus menanggung sakit hati yang berkepanjangan dengan tiada manfaat sama sekali, apatah lagi jika kemudian siksa akhirat yang sangat pedih menanti?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kemenangan itu ada pada orang yang didengki, baik untuk agama maupun dunia. Dalam hal agama, orang itu teraniaya oleh si pendengki, apalagi jika kedengkian itu tercermin dalam kata-kata, umpatan, penyebaran rahasia, kejelekan, fitnah dsb. Dan balasan itu akan dijumpainya di akhirat. Adapun manfaatnya di dunia, orang pendengki itu tujuannya yang terpenting ialah kesusahan orang yang didengkinya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegembiraan orang yang didengki adalah kesedihan pendengki. Dan itu tidak berpengaruh sama sekali terhadap kehidupan orang yang didengki.&lt;br /&gt;
Terapi amal untuk menghilangkan sifat dengki yaitu hendaknya kita melakukan apa yang merupakan lawan dari kedengkian. Misalnya, jika kita merasakan telah timbul iri hati kepada perbuatan seseorang, hendaknya kita berusaha memuji perbuatan baiknya. Jika jiwa ingin sombong, hendaknya kita melawannya dengan rendah hati. Jika dalam hati kita terbetik keinginan menahan nikmat orang lain maka kita harus berusaha menambahkan nikmat itu untuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan sampai rasa iri itu kita beri kesempatan tumbuh dalam hati kita. Kita harus berusaha menghilangkannya. Kita mesti cepat-cepat menggerojok orang yang kita dengki itu dengan berbagai bentuk kebaikan, mendoakannya, menyiarkan keutamaan-keutamaannya dst. Sampai orang yang kita dengki itu menjadi saudara muslim yang kita cintai, sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri. Sulit memang, tetapi kita harus usahakan, bila ingin bebas dari sifat dengki dan iri hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan orang yang didengki? Konon, bila ulama salaf mendengar ada orang yang iri pada mereka, mereka segera memberi kepada orang tersebut berbagai macam hadiah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya mari kita renungkan kata-kata Ibnu Sirin: &#39;Saya tidak pernah mendengki kepada seorangpun dalam urusan dunia, sebab jika dia penduduk Surga maka bagaimana aku menghasudnya dalam urusan dunia sedangkan dia berjalan menuju Surga. Dan jika dia penduduk Neraka, bagaimana mungkin aku menghasud dalam urusan dunianya sementara dia sedang berjalan menuju ke neraka.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Jauhilah dengki, karena dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api makan kayu bakar.&quot; (HR. Abu Daud).</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/1283876403849989566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/11/terapi-mengobati-dengki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/1283876403849989566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/1283876403849989566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/11/terapi-mengobati-dengki.html' title='Terapi Mengobati Dengki'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5BDrj-rltrsSMh1oZXZHrvkMCC1_1mi1q0ONm-genj9xPkHuhtfz9TH-gpe29xYrUSF_Sk-GvCdTxS_sZYJ35OLM_ws5fcNwdvz3oUeGcq6VTArXODz83FxTDUJGvly2Ha6PW72NR6I8/s72-c/jgn-hasad-dengki.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-966618944802380815</id><published>2010-11-02T10:12:00.000-07:00</published><updated>2010-11-02T10:12:35.921-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh"/><title type='text'>Imam Syafi`i</title><content type='html'>&lt;b&gt;Biografi tokoh Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Abū Abdullāh Muhammad bin Idrīs al-Shafiʿī atau Muhammad bin Idris asy-Syafi`i (bahasa Arab: محمد بن إدريس الشافعي) yang akrab dipanggil Imam Syafi&#39;i (Gaza, Palestina, 150 H / 767 - Fusthat, Mesir 204H / 819M) adalah seorang mufti besar Sunni Islam dan juga pendiri mazhab Syafi&#39;i. Imam Syafi&#39;i juga tergolong kerabat dari Rasulullah, ia termasuk dalam Bani Muththalib, yaitu keturunan dari al-Muththalib, saudara dari Hasyim, yang merupakan kakek Muhammad SAW.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://farm1.static.flickr.com/205/457075067_c5c18e7f54_z.jpg?zz=1&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;http://farm1.static.flickr.com/205/457075067_c5c18e7f54_z.jpg?zz=1&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saat usia 20 tahun, Imam Syafi&#39;i pergi ke Madinah untuk berguru kepada ulama besar saat itu, Imam Malik. Dua tahun kemudian, ia juga pergi ke Irak, untuk berguru pada murid-murid Imam Hanafi di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Syafi`i mempunyai dua dasar berbeda untuk Mazhab Syafi&#39;i. Yang pertama namanya Qaulun Qadim dan Qaulun Jadid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kelahiran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kebanyakan ahli sejarah berpendapat bahwa Imam Syafi&#39;i lahir di [[Gaza]], [[Palestina]], namun diantara pendapat ini terdapat pula yang menyatakan bahwa dia lahir di [[Asqalan]]; sebuah kota yang berjarak sekitar tiga farsakh dari Gaza. Menurut para ahli sejarah pula, Imam Syafi&#39;i lahir pada tahun 150 H, yang mana pada tahun ini wafat pula seorang ulama besar [[Sunni]] yang bernama [[Imam Abu Hanifah]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Nasab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Imam Syafi&#39;i merupakan keturunan dari al-Muththalib, jadi dia termasuk ke dalam Bani Muththalib. Nasab Beliau adalah Muhammad bin Idris bin Al-Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin As-Sa’ib bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hasyim bin Al-Mutthalib bin Abdulmanaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan. Nasabnya bertemu dengan Rasulullah di Abdul-Manaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari nasab tersebut, Al-Mutthalib bin Abdi Manaf, kakek Muhammad bin Idris Asy-Syafi`ie, adalah saudara kandung Hasyim bin Abdi Manaf kakek Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian juga saudara kandung Abdul Mutthalib bin Hasyim, kakek Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam , bernama Syifa’, dinikahi oleh Ubaid bin Abdi Yazid, sehingga melahirkan anak bernama As-Sa’ib, ayahnya Syafi’. Kepada Syafi’ bin As-Sa’ib radliyallahu `anhuma inilah bayi yatim tersebut dinisbahkan nasabnya sehingga terkenal dengan nama Muhammad bin Idris Asy-Syafi`ie Al-Mutthalibi. Dengan demikian nasab yatim ini sangat dekat dengan Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan karena Hasyim bin Abdi Manaf, yang kemudian melahirkan Bani Hasyim, adalah saudara kandung dengan Mutthalib bin Abdi manaf, yang melahirkan Bani Mutthalib, maka Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;
“Hanyalah kami (yakni Bani Hasyim) dengan mereka (yakni Bani Mutthalib) berasal dari satu nasab. Sambil beliau menyilang-nyilangkan jari jemari kedua tangan beliau.” (HR. Abu Nu’aim Al-Asfahani dalam Hilyah nya juz 9 hal. 65 - 66).&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Masa belajar&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
Setelah ayah Imam Syafi’i meninggal dan dua tahun kelahirannya, sang ibu membawanya ke Mekah, tanah air nenek moyang. Ia tumbuh besar di sana dalam keadaan yatim. Sejak kecil Syafi’i cepat menghafal syair, pandai bahasa Arab dan sastra sampai-sampai Al Ashma’i berkata,”Saya mentashih syair-syair bani Hudzail dari seorang pemuda dari Quraisy yang disebut Muhammad bin Idris,” Imam Syafi’i adalah imam bahasa Arab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Belajar di Makkah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Di Makkah, Imam Syafi’i berguru fiqh kepada mufti di sana, Muslim bin Khalid Az Zanji sehingga ia mengizinkannya memberi fatwah ketika masih berusia 15 tahun. Demi ia merasakan manisnya ilmu, maka dengan taufiq Allah dan hidayah-Nya, dia mulai senang mempelajari fiqih setelah menjadi tokoh dalam bahasa Arab dan sya’irnya. Remaja yatim ini belajar fiqih dari para Ulama’ fiqih yang ada di Makkah, seperti Muslim bin khalid Az-Zanji yang waktu itu berkedudukan sebagai mufti Makkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian beliau juga belajar dari Dawud bin Abdurrahman Al-Atthar, juga belajar dari pamannya yang bernama Muhammad bin Ali bin Syafi’, dan juga menimba ilmu dari Sufyan bin Uyainah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru yang lainnya dalam fiqih ialah Abdurrahman bin Abi Bakr Al-Mulaiki, Sa’id bin Salim, Fudhail bin Al-Ayyadl dan masih banyak lagi yang lainnya. Dia pun semakin menonjol dalam bidang fiqih hanya dalam beberapa tahun saja duduk di berbagai halaqah ilmu para Ulama’ fiqih sebagaimana tersebut di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Belajar di Madinah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kemudian beliau pergi ke Madinah dan berguru fiqh kepada Imam Malik bin Anas. Ia mengaji kitab Muwattha’ kepada Imam Malik dan menghafalnya dalam 9 malam. Imam Syafi’i meriwayatkan hadis dari Sufyan bin Uyainah, Fudlail bin Iyadl dan pamannya, Muhamad bin Syafi’ dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di majelis beliau ini, si anak yatim tersebut menghapal dan memahami dengan cemerlang kitab karya Imam Malik, yaitu Al-Muwattha’ . Kecerdasannya membuat Imam Malik amat mengaguminya. Sementara itu As-Syafi`ie sendiri sangat terkesan dan sangat mengagumi Imam Malik di Al-Madinah dan Imam Sufyan bin Uyainah di Makkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau menyatakan kekagumannya setelah menjadi Imam dengan pernyataannya yang terkenal berbunyi: “Seandainya tidak ada Malik bin Anas dan Sufyan bin Uyainah, niscaya akan hilanglah ilmu dari Hijaz.” Juga beliau menyatakan lebih lanjut kekagumannya kepada Imam Malik: “Bila datang Imam Malik di suatu majelis, maka Malik menjadi bintang di majelis itu.” Beliau juga sangat terkesan dengan kitab Al-Muwattha’ Imam Malik sehingga beliau menyatakan: “Tidak ada kitab yang lebih bermanfaat setelah Al-Qur’an, lebih dari kitab Al-Muwattha’ .” Beliau juga menyatakan: “Aku tidak membaca Al-Muwattha’ Malik, kecuali mesti bertambah pemahamanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari berbagai pernyataan beliau di atas dapatlah diketahui bahwa guru yang paling beliau kagumi adalah Imam Malik bin Anas, kemudian Imam Sufyan bin Uyainah. Di samping itu, pemuda ini juga duduk menghafal dan memahami ilmu dari para Ulama’ yang ada di Al-Madinah, seperti Ibrahim bin Sa’ad, Isma’il bin Ja’far, Atthaf bin Khalid, Abdul Aziz Ad-Darawardi. Ia banyak pula menghafal ilmu di majelisnya Ibrahim bin Abi Yahya. Tetapi sayang, guru beliau yang disebutkan terakhir ini adalah pendusta dalam meriwayatkan hadits, memiliki pandangan yang sama dengan madzhab Qadariyah yang menolak untuk beriman kepada taqdir dan berbagai kelemahan fatal lainnya. Sehingga ketika pemuda Quraisy ini telah terkenal dengan gelar sebagai Imam Syafi`ie, khususnya di akhir hayat beliau, beliau tidak mau lagi menyebut nama Ibrahim bin Abi Yahya ini dalam berbagai periwayatan ilmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Di Yaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Imam Syafi’i kemudian pergi ke Yaman dan bekerja sebentar di sana. Disebutkanlah sederet Ulama’ Yaman yang didatangi oleh beliau ini seperti: Mutharrif bin Mazin, Hisyam bin Yusuf Al-Qadli dan banyak lagi yang lainnya. Dari Yaman, beliau melanjutkan tour ilmiahnya ke kota Baghdad di Iraq dan di kota ini beliau banyak mengambil ilmu dari Muhammad bin Al-Hasan, seorang ahli fiqih di negeri Iraq. Juga beliau mengambil ilmu dari Isma’il bin Ulaiyyah dan Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi dan masih banyak lagi yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Di Baghdad, Irak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kemudian pergi ke Baghdad (183 dan tahun 195), di sana ia menimba ilmu dari Muhammad bin Hasan. Ia memiliki tukar pikiran yang menjadikan Khalifah Ar Rasyid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Di Mesir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Imam Syafi’i bertemu dengan Ahmad bin Hanbal di Mekah tahun 187 H dan di Baghdad tahun 195 H. Dari Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Syafi’i menimba ilmu fiqhnya, ushul madzhabnya, penjelasan nasikh dan mansukhnya. Di Baghdad, Imam Syafi’i menulis madzhab lamanya (madzhab qodim). Kemudian beliu pindah ke Mesir tahun 200 H dan menuliskan madzhab baru (madzhab jadid). Di sana beliau wafat sebagai syuhadaul ilm di akhir bulan Rajab 204 H.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Karya tulis&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ar-Risalah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Salah satu karangannya adalah “Ar Risalah” buku pertama tentang ushul fiqh dan kitab “Al Umm” yang berisi madzhab fiqhnya yang baru. Imam Syafi’i adalah seorang mujtahid mutlak, imam fiqh, hadis, dan ushul. Ia mampu memadukan fiqh ahli Irak dan fiqh ahli Hijaz. Imam Ahmad berkata tentang Imam Syafi’i,”Beliau adalah orang yang paling faqih dalam Al Quran dan As Sunnah,” “Tidak seorang pun yang pernah memegang pena dan tinta (ilmu) melainkan Allah memberinya di ‘leher’ Syafi’i,”. Thasy Kubri mengatakan di Miftahus sa’adah,”Ulama ahli fiqh, ushul, hadits, bahasa, nahwu, dan disiplin ilmu lainnya sepakat bahwa Syafi’i memiliki sifat amanah (dipercaya), ‘adaalah (kredibilitas agama dan moral), zuhud, wara’, takwa, dermawan, tingkah lakunya yang baik, derajatnya yang tinggi. Orang yang banyak menyebutkan perjalanan hidupnya saja masih kurang lengkap,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mazhab Syafi&#39;i&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dasar madzhabnya: Al Quran, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Beliau juga tidak mengambil Istihsan (menganggap baik suatu masalah) sebagai dasar madzhabnya, menolak maslahah mursalah, perbuatan penduduk Madinah. Imam Syafi’i mengatakan,”Barangsiapa yang melakukan istihsan maka ia telah menciptakan syariat,”. Penduduk Baghdad mengatakan,”Imam Syafi’i adalah nashirussunnah (pembela sunnah),”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Al-Hujjah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kitab “Al Hujjah” yang merupakan madzhab lama diriwayatkan oleh empat imam Irak; Ahmad bin Hanbal, Abu Tsaur, Za’farani, Al Karabisyi dari Imam Syafi’i.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Al-Umm&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sementara kitab “Al Umm” sebagai madzhab yang baru Imam Syafi’i diriwayatkan oleh pengikutnya di Mesir; Al Muzani, Al Buwaithi, Ar Rabi’ Jizii bin Sulaiman. Imam Syafi’i mengatakan tentang madzhabnya,”Jika sebuah hadits shahih bertentangan dengan perkataanku, maka ia (hadis) adalah madzhabku, dan buanglah perkataanku di belakang tembok,”</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/966618944802380815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/11/imam-syafii.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/966618944802380815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/966618944802380815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/11/imam-syafii.html' title='Imam Syafi`i'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-1339908868288337900</id><published>2010-10-25T19:30:00.000-07:00</published><updated>2010-10-25T19:30:08.649-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh"/><title type='text'>Al-Hallaj</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pengusung Paham Eksoteris yang Dianggap Gila dan Berkekuatan Magis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Al-Hallaj atau Husayn ibn Manshur (244-309/957-922) adalah seorang sufi Persia yang dilahirkan di Thus yang dituduh musyrik oleh khalifah dan oleh pakar-pakar Abbasiyyah di Baghdad dan karenanya ia dihukum mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://luthar.com/wp-content/uploads/2010/01/Islamic_Mystic_and_Martyr_al_Hallaj.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://luthar.com/wp-content/uploads/2010/01/Islamic_Mystic_and_Martyr_al_Hallaj.jpg&quot; width=&quot;155&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Al-Hallaj menjadi tersohor lantaran sya&#39;ir-sya&#39;irnya yang sangat dipuja pada masa-masa itu. Ia memiliki pengikut yang tidak sedikit jumlahnya di kalangan masyarakat Abbasiyyah, dan memiliki pengaruh yang besar di kalangan pengikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejumlah keajaiban atau keanehan erat dengan dirinya, bahkan termasuk juga ilmu syihir. Ia dipandang terlibat dengan organisasi rahasia, bahkan ia dipandang sebagai salah seorang pimpinan gerakan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlibat dalam gerakan perlawanan terhadap penguasa, atau setidaknya turut mempengaruhi emosi rakyat dalam gerakan tersebut, lantaran penguasa Abbasiyyah menemukan sejumlah bukti di dalam rumah para pengikutnya, yakni sejumlah besar dokumen yang ditulis di atas kertas Cina, yang sebagian ditulis dengan tinta warna keemasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian tersusun di atas lembaran satin atau sutra. Sebagian kertas lainnya merupakan naskah-naskah kritis dari agen-agennya, juga tentang beberapa instruksinya terhadap mereka yang harus disebarluaskan oleh mereka, bagaimana mereka harus menggerakkan rakyat dari satu tahap menuju tahap berikutnya, bagaimana mendekati kelompok masyarakat yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat intelektual dan pemahaman mereka masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama bertahun-tahun Al-Hallaj mengembara di pelosok Persia, India, dan Turkestan, bahkan sampai ke wilayah perbatasan negeri Cina, sebuah kunjuangan terhadap kelompok keagamaan yang memihak kepadanya. Melalui propaganda dan kegiatan-kegiatan keagamaan ini, maka ia diberi gelar &quot;Al-Hallaj&quot;, yang merupakan bentuk singkatan dari gelar &quot;Al-Hallaj al-Asrar,&quot; pembersih (Al-Hallaj) hati atau kesadaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia adalah seorang yang cukup membingungkan; dan beberapa kalangan mencatatnya sebagai seorang wali, bahkan ia juga dipandang sebagai bentuk kesadaran paham esoteris; sementara sebagian lainnya menganggapnya melebihi seorang wali pada umumnya, bahwa keajaibannya selalu dipertunjukkan dalam beberapa kesempatan sehingga menimbulkan pengaruh di kalangan pendukungnya; dan sesungguhnya keajaiban itu tersebut dipandang sebagai bagian dari ilmu sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat beberapa cerita yang menjadi bukti kelemahannya, yakni bahwa dirinya dan warganya telah mengadakan pemujaan terhadapnya dalam peribadatan yang sesat. Kata al-Hallaj; &quot;Tuhan semula terdapat di surga namun ia juga berada di bumi.&quot; Bahkan masa mudanya ia mengemukakan pengakuan sebagai burung jalak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Pada suatu hari ketika saya berjalan bersama Husyn ibn Manshur (seorang gurunya yang bergelar al-Makki) di sebuah lorong sempit di Makkah. Tiba-tiba aku dikejutkan bacaan dari al-Quran sepanjang perjalanan kami. Maka Dia berkata kepadaku ; &quot;Sesungguhnya akulah yang mengucapkan bacaan-bacaan itu, karena diriku sendiri adalah bacaan-bacaan tersebut.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenjak peristiwa itu aku tidak pernah menjumpainya lagi. Ketika Al-Hallaj telah mencapai kemasyhurannya, terdapat keterangan mengenai dirinya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Pada suatu kali&quot; (kata seorang hakim yang bernama Muhammad ibn &#39;ubayd) &quot;.Saya duduk sebagai murid Al-Hallaj. Pada saat itu ia sedang menjalankan zikir di sebuah masjid di Bashrah sebagai pengajar Al-Quran, hal ini terjadi sebelum terjadi pengakuannya yang sangat menghebohkan. Pada suatu hari pamanku sedang bercakap dengannya, ketika itu saya turut duduk mendengarkan percakapan mereka berdua.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka Al-Hallaj berkata : &#39;Saya harus segera meniggalkan Bashrah !&#39;&#39;&#39; Mengapa harus demikian?&#39;, tanya sang paman. &#39;Orang-orang di sini terlalu mempergunjingkan tentang diriku, dan aku muak dengan itu,&#39; jawab Al-Hallaj. &#39;Apa yang mereka gunjingkan?&#39; tanya sang paman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#39;Mereka menganggapku mampu mengerjakan apapun,&#39; kata Al-Hallaj; &#39;..dan aku tidak mampu memberi mereka penjelasan yang dapat membebaskan mereka dari ketersesatan anggapan tersebut, maka mereka tetap dalam anggapannya bahwa Al-Hallaj berkuasa mengabulkan do&#39;a, bahkan kata mereka Al-Hallaj memiliki berbagai mu&#39;jizad yang nyata. Siapakah gerangan aku ini, sehingga segalanya mesti diserahkan kepadaku?&#39;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#39;Kuceritakan sebuah cerita..,&#39; sambung Al-Hallaj, &#39;..seorang laki-laki datang menyerahkan sejumlah dirham kepadaku untuk dibagikan kepada fakir miskin. Sedang pada saat itu tidak kujumpai seorang fakir pun, sehingga dirham tersebut ku taruh di atas kesetan masjid, yang berdekatan dengan tiang. Cukup lama aku menunggu, namun tidak seorang fakir pun datang mengambilnya, dan setelah menjelang malam kutinggal pulang. Menjelang fajar aku kembali duduk di mesjid dekat tiang tersebut, sebagaimana biasanya, dan aku mulai memanjatkan do&#39;a; maka tiba-tiba kalangan dervishes, yakni para sufi miskin, berkumpul mengitariku. Aku segera menghentikan do&#39;a, lalu mengangkat kesetan tersebut dan membagi-bagikan uang kepada mereka. Maka mereka kemudian menyebarkan desas-desus bahwa hanya dengan menggesek-nggesek debu saya dapat mengubah debu tersebut menjadi perak!&#39; papar Al-Hallaj.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Hallaj menceritakan kisah yang sejenis itu, hingga sang paman mengucapkan salam seraya meninggalkannya. Semenjak itu sang paman tidak pernah lagi datang kepaa Al-Hallaj. &quot;Dia adalah seorang pembohong di kalangan masyarakat,&quot; kata sang paman.&quot;Seharusnya kita tidak perlu mendengar lagi kisah-kisahnya.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Hallaj pertama kali menjadi murid tharikat Syaikh Sahl di al-Tustari, kemudian ia meninggalkannya berganti berguru kepada al-Makky, tidak lama kemudian ia meninggalkan al-Makki dan mencoba bergabung menjadi murid al-Junaid al-Baghdadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun al-Junaid menolaknya seraya berkata : &quot;Saya tidak menerima seorang murid yang gila.&quot; Seseorang yang menemani al-Hallaj berusaha menasihatinya, seusai perjumpaan dengan al-Junaid, namun al-Hallaj menjawab, &quot;Aku menghargai al-Junaid semata karena usianya; bahwa derajat kesufian merupakan suatu anugrah Tuhan dan tidak dapat dipelajari dari Sang guru.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belakangan al-Hallaj menjadi sangat tersohor. Ia seringkali menggelisahkan masyarakat sekelilingnya lantaran beberapa pembicaraannya yang aneh mengenai Tuhan, misalnya, &quot;Wahai Engkau yang lebih dekat dari kulitku sendiri.&quot; Perkataan semacam itu menunjukkan kedekatan al-Hallaj terhadap Tuhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya sekali al-Hallaj menangis di tengah-tengah keramaian pasar seraya mengutarakan perkataan seperti ini : &quot;Wahai orang-orang ! selamatkan aku dari Tuhan yang telah merampasku dari diriku sendiri...maka celakalah orang yang mendapatkan dirinya lenyap bersama kehadiran Tuhan dan dirinya akan lenyap bersama terjadinya kesatuan tersebut.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataannya tersebut membuat orang-orang yang mengerumuninya di pasar meneteskan air mata. Terdapat sejumlah kisah tangisan yang sejenis ini, namun ketika orang-orang di sekitar mulai turut menangis, justru al-Hallaj tertawa keras-keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia seringkali memamerkan keajaiban yang berkaitan dengan uang, misalnya hanya dengan menggosok-nggosokkan tangannya di atas tikar, ia dapat mendatangkan timbunan mata uang dari emas, kemudian ia memanggil masyarakat miskin untuk mengambil uang tersebut sekehendak mereka; Suatu saat ia melemparkan dompet yang berisi banyak uang ke tengah sungai Tigris, beberapa lama kemudian datang seorang utusan membawa kembali dompet tersebut dalam keadaan utuh dan kemudian seluruhnya diberikan kepada utusan tersebut. Dompet tersebut sebelumnya diterima al-Hallaj sebagai hadiah atas jasa pengobatannya;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa kalangan bangsawan meminta bantuan al-Hallaj untuk mengobati seorang anak yang menderita sakit keras. Maka al-Hallaj berkata : &quot;Ia segera sembuh.&quot; Anak tersebut pun segera sembuh, bahkan ia tampaknya seperti tidak pernah menderita sakit. Kabar kemampuan al-Hallaj dalam pengobatan seperti ini segera tersebar sampai ke penjuru yang jauh. Namun sudah barang tentu tidak semua orang mempercayai keajaibannya tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hallaj telah memperdayakan sejumlah orang untuk mengikuti jejaknya, di antara mereka terdapat beberapa kalangan pejabat. Ia berjuang untuk menguasai kalangan pejabat. Ia berjuang untuk menguasai kalangan sekte reaksioner, oleh karena itu ia berusaha menerima pemikiran mereka dan menjadikannya sebagai pemikirannya sendiri; dan untuk itu ia mengirimkan seorang utusan kepada ibn Nawbakht, seorang anggota dari sekte ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibn Nawbakht adalah seorang intelektual yang cerdik. Kepada utusan al-Hallaj tersebut ia berkata, &quot;Guru anda memang mahir dalam tipuan sulap. Katanya, &#39;Saya adalah orang yang pantas disebut sebagai pejuang cinta karena tidak ada sesuatu di muka bumi ini yang lebih menyenangkan diriku melainkan perempuan, karenanya aku sangat membenci kebotakan rambut di kepalaku. Maka kubiarkan rambutku tumbuh memanjang, lalu aku menggulungnya di dalam Turban (sejenis pici yang berbentuk panjang) yang kukenakan. Dan aku merahasiakan jenggotku yang memutih beruban dengan celupan pewarna hitam.&#39;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Maka sekarang, jika Hallaj mampu membuat rambut kepala dan aku merahasiakan jenggotku yang memutih beruban dengan celupan pewarna hitam. Maka sekarang, jika Hallaj mampu membuat rambut kepala dan jenggotku menjadi hitam kembali, niscaya saya akan menurut ajaran apa saja yang disebarkannya. Aku akan memanggilnya sebagai wakil dari seorang nabi. Dan bahkan jika ia berkenan, aku akan memanggilnya sebagai Nabi atau bahkan sebagai &quot;Yang Agung&quot; (Tuhan),&quot; sambung Ibn Nawbakht.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuplikan di atas menunjukkan sikap ibn Nawbakht sebagai &quot;orang berpendidikan yang cerdik&quot;, dengan pengandaiannya tersebut ia mencoba menangkis kepercayaannya terhadap al-Hallaj, dan sekaligus melecehkan kemashurannya, namun pengandaiannya tersebut sungguh-sungguh menjadikan kenyataan lantaran keajaiban al-Hallaj.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan beberapa kalangan pejabat menjadi pengagum dan pengikut al-Hallaj, di antara mereka adalah ibu Khalifah al-Muqtadir dan orang kepercayaannya yang bernama al-Nashir. Ia menyebarkan eksistensi ketuhanannya di tengah-tengah kalangan keluarga &#39;Ali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 301/913 ia dipenjara selama beberapa tahun lantaran ia terlibat dalam suatu gerakan yang terlarang, dan lantaran ia menyebarkan ajaran yang kacau (sesat) sehingga akhirnya ia dijatuhi hukuman bunuh, berdasarkan keputusan tokoh-tokoh agama (baik kalangan eksoterik maupun non kalangan eksoterik) bahwa ia menyebarkan ajaran syirik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu sedang berlangsung pemberontakan Qaramithah, demikian juga tengah berlangsung gerakan kebangkitan Fathimiyyah di Afrika Utara, di mana tokoh-tokoh gerakan tersebut menggunakan emosi keagamaan dalam melancarkan propaganda politik. Dalam kondisi yang demikian pihak ortodoks memandang doktrin-doktrin gerakan tersebut sebagai organisasi yang berkedok agama yang memiliki maksud-maksud tertentu di balik kedok spiritual mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam setiap kesempatan Hallaj menyampaikan pernyataan secara umum bahwa dirinya sendiri adalah seorang musyrik, hal ini yang terkandung di dalam ucapannya : &quot;Saya telah mencabut keimananku terhadap Tuhan, dan pencabutan semacam ini bagiku merupakan kewajiban, namun hal ini dipandang suatu yang keterlaluan bagi setiap muslim,&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan juga dalam perkataannya, &quot;Pernyataan pengakuan terhadap Tuhan merupakan suatu kebodohan, penuh ketaatan dalam mengabdi kepada Tuhan adalah kehinaan, berhenti memusuhi Tuhan adalah kegilaan&quot; dan seterusnya. Kata Hallaj, &quot;Menganggap tuhan sendiri dapat membaurkan diri-Nya adalah suatu kemustahilan dan merupakan perbuatan syirik.&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara paham antinomianisme al-Hallaj adalah penafsirannya mengenai tawhid (Kesatuan Ketuhanan), di mana Hallaj menyatakan diri benar-benar sebagai Tuhan tanpa sedikit pun memiliki sifat-sifat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu ketika seorang asal Isfahan yang bernama Ali ibn Sahl mempergunjingkan permasalahan ini, maka Hallaj segera menuju ke Isfahan, dan agak sedikit kasar al-hallaj berkata : &quot;Engkau sungguh lancang telah berani membicarakan tentang &quot;kebijaksanaan&quot; sedang aku sendiri masih hidup.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhir hidupnya, al-Hallaj menjalani hukuman di depan masyarakat umum sehingga ia meninggalkan kesan mendalam di tengah pengikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Hallaj terkenal dengan pernyataan &quot;Ana al-Haqq&quot; (atau &quot;Akulah Yang Maha Mutlaq&quot;, atau &quot;Yang Maha Nyata&quot;, &quot;Kebenaran&quot;, dan juga dapat berarti &quot;Akulah Tuhan&quot;). Ahmad ibn Fatik berkata bahwa ia pernah mendengar bahwa Hallaj berkata : &quot;Aku lah Yang Maha Benar di mana Kebenaran tersebut adalah milik Tuhan dan Aku mengenakan Esensi-Nya, sehingga tidak ada perbedaan di antara Kami (yakni tidak ada perbedaan antara Aku dan Tuhan).&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataannya tersebut merupakan keanehan Hallaj dibanding tokoh lainnya, bahkan ia berada di tengah-tengah tokoh awal dan akhir yang tidak dapat disejajarkan dengan Kemutlakan Tuhan. Perkataan al-Hallaj &quot;Ana al-Haqq&quot; dalam sebuah syairnya pernah diungkapkan oleh imam al-Junaid. Namun kalimat tersebut dalam ungkapan al-Junaid mengandung pengertian bahwa &quot;melalui Yang Haqq engkau terwujud.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini tidak berarti bahwa al-Junaid menolak pengetahuan Tuhan tanpa adanya pihak lain (tawhid), bahkan ia menyatakan bahwa ungkapan tersebut sebagai penghapusan pembatas antara manusia dengan Tuhan. Pada ujung perjalanan manusia tetap sebagai manusia dan Tuhan tetap sebagai Tuhan (al-&quot;abd yabqa al-&#39;abd wal-Rabb yabqa al-Rabb).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kesadaran manusia akan Tuhan tidak mengenal batas, tanpa pertentangan, tanpa syarat tertentu, dan bahkan tanpa unsur kemusyrikan (penyekutuan realitas lain di samping Tuhan), di mana hal ini muncul dari pemikiran dan konseptualisasi semata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hallaj dan ajarannya mengakui bahwa terdapat kesatuan pribadi; di mana seorang individu mencapai sifat-sifat ketuhanan yang secara alamiah hal ini akan mendorong pada pemujaan individual di sekitar alam semesta ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah seorang sufi mengungkapkan karya-karyanya dan pernyataannya sebagai berikut: &quot;Dengan sangat cerdas al-Hallaj telah menuliskan berbagai formulasi baik secara alegoris, teologis maupun yuridis. Seluruh ungkapan mistiknya menyerupai pandangan tokoh-tokoh yang pertama, bahkan dalam beberapa hal cenderung lebih kuat, sebagian lebih samar, beberapa hal lebih layak dipakai, dan lebih baik dibanding lainnya. Ketika Tuhan memberikan pandangan terhadap seseorang, dan setelah itu manusia berusaha menyatakan apa yang dilihatnya dengan kekuatan ma&#39;rifat yang tinggi ke dalam kata-kata, dan dengan bantuan Tuhan semata, dan lebih dari itu ia mengungkapkannya di dalam diri sendiri secara tiba-tiba saja, dan dengan pengagungan diri sendiri, maka perkataan tersebut menjadi sulit dipahami.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada zamannya sendiri, oleh kebanyakan sufi, al-Hallaj dipandang sebagai orang musyrik. Sekalipun demikian setelah kematiaannya, mulai timbul propaganda membela kebaikan al-Hallaj, khususnya propaganda tersebut berkembang di Transoxania, yang memujanya sebagai kurban syahid lantaran sempitnya paham eksoteris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekalipun ia telah lama meninggal, namun karya puisi sufisnya senantiasa mengenangkan perjuangannya. Dalam hal-hal tertentu diri al-Hallaj terpecah menjadi dua pribadi: ibn &#39;Arabi memandang bahwa pada satu sisi pandangan al-Hallaj adalah pandangan seorang wali, namun pada sisi lain ia memiliki sebuah pandangan yang melebihi kebesaran nabi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehingga ia diperkatakan sebagai nabi, sisi pandangan yang kedua inilah yang menyebabkan ia pantas diberi hukuman. Sungguh pun demikian al-Hallaj menjadi sebuah misteri atau teka-teki, di mana di dalam sejumlah puisinya sendiri terdapat beberapa hal yang saling bertentangan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tuhan melempar seorang laki-laki ke tengah samudera dengan tangannya terbelenggu di balik punggung, seraya berkata kepadanya : &quot;berhati-hatilah, atau engkau akan tenggelam ke dalam air !&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa sya&#39;irnya yang sejenis ini lebih dikenali oleh kalangan mistisisme, bahkan secara khusus merupakan pengungkapan yang bercorak dramatis. &quot;Ketika datang dahagaku, kuhadapkan wajah kepada secangkir Anggur, di dalam kegelapan cangkir aku melihat sebuah bayangan Diri-Mu !.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dalam sya&#39;irnya yang lain :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah Cintaku ; Cintaku adalah Aku;&lt;br /&gt;
Dua jiwa bertempat di tubuh ini.&lt;br /&gt;
Jika engkau memandangku, sesungguhnya Dia yang kau pandang;&lt;br /&gt;
Dan jika engkau memandang-Nya, niscaya di sana engkau akan mendapatkan diriku !.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dalam sebuah sya&#39;irnya yang lainnya ; &quot;Seorang Nabi adalah pelita penerang dunia; tetapi makrifat (ecstasy) merupakan cahaya dari Sisi ruang yang terdalam. Sang ruh berhembus ke dalam diriku, dan ia tetap bersamaku sekalipun ajal telah menghampiriku. Tampak jelas oleh mataku saat Musa sedang berdiri di atas Sinai.&quot;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/1339908868288337900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/10/al-hallaj.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/1339908868288337900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/1339908868288337900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/10/al-hallaj.html' title='Al-Hallaj'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-186890593945456601</id><published>2010-10-25T18:11:00.000-07:00</published><updated>2010-10-25T18:11:22.515-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan anggota KMKM"/><title type='text'>Bid&#39;ah dan Revitalisasi Maulid</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Oleh: Muhammad Hikam Masrun*&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tanggapan untuk &quot;Maulid Nabi; antara Inovasi Terlarang dan Kemubajiran Kultural&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs413.snc3/24954_101655113205123_100000819035054_50274_5800205_n.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs413.snc3/24954_101655113205123_100000819035054_50274_5800205_n.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs413.snc3/24954_101655113205123_100000819035054_50274_5800205_n.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Pada edisi (3/05) Opini Radar Banjarmasin, Saudara Aliman Syahrani menyampaikan kegusarannya seputar seremonial Maulid. Sedari tidak ditemukannya landasan primer, sehingga maulid-an dianggap sebagai inovasi &#39;terlarang&#39; sampai pengaruh positifnya yang tampak tak terlihat, atau dengan ungkapan beliau sendiri, (oknum-oknum) mereka yang mengotori sunnah: minum dengan tangan kiri, atau para ibu-ibu yang biasanya karena kesibukannya menyiapkan hidangan sehingga lalai melaksanakan kewajiban shalat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, penulis juga mengkritisi komersialisasi para group-grup Barzanji dan Habsy dengan alasan (oknum) yang memasang tarif pementasan atas nama agama, bahkan penulis mengakhiri fenomena ini dengan &quot;naudzubillah&quot;. Tak ketinggalan, sisi pragmatis maulid yang dipersoalkan, terutama kaitannya dengan pengembangan dakwah yang berwawasan peningkatan kualitas manusia. Setelah itu juga wacana lawas tentang ketidak-nyunnah-an maulid, karena tidak tercantum pada teks-teks primer Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menariknya, penulis mengamini relevansi makna kontekstual peringatan maulid di tengah merajalelanya pola hidup destruktif, seperti materilalisme, hedonisme dan yang lainnya. Lebih jauh, beliau kemudian mengatakan bahwa maulid Nabi adalah inovasi terlarang (bid&#39;ah) dengan asumsi historis, sehingga harus dieliminasi. Karena itu, maulid sejatinya diganti dengan kegiatan-kegiatan sosial yang lebih disemarakkan karena dana yang selama ini terkuras untuk maulid menjelma menjadi budaya kemubajiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya menangkap kegusaran penulis ini sebagai sesuatu yang patut diapresiasi, setidaknya karena beliau menawarkan alternatif seremonial Maulid yaitu kepada kegiatan kongkrit yang lebih mendesak dan pragmatis, seperti kegiatan sosial, membangun masjid, mengumpulkan sumbangan untuk korban bencana alam dan lain sebagainya. Tampaknya, penulis mengambil skala prioritas dalam memaknai kembali maulid Nabi Saw.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ada beberapa poin yang sepertinya perlu kembali diperhatikan. Dalam tulisan itu misalnya, diangkat proposisi Sunah dan Inovasi (bid&#39;ah) penyelenggaran Maulid. Tidak bermaksud apa-apa, wacana ini tentu saja nyaris kehilangan titik pentingnya. Di samping bangunan epistimologis hukum Islam yang prematur, wacana ini berpotensi akan kontraproduktif terutama jika dikaitkan dengan realita masyarakat dan metode dakwah. Selebihnya, saya setuju bahwa memang diperlukan upaya memaknai kembali maulid Nabi Saw.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sunnah dan Inovasi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika membahas proposisi bid&#39;ah (inovasi), ulama mempunyai dua pendekatan yang substansi tujuannya sama: 1) pendekatan terperinci Imam Al-Izz Ibn Abdissalam yang mengukur bahwa bid&#39;ah adalah segala sesuatu yang belum pernah dikerjakan Nabi dan terbagi kepada beberapa 5 hukum: wajib, haram, mandub (terpuji), makruh dan mubah; dan 2) pendekatan global Ibnu Rajab al-Hanbali yang lebih tertekan pada arti etimologis-nya: sesuatu yang baru dan tak memiliki dasar (petunjuk) dalam syariat. Sehingga apa pun yang tidak pernah dilakukan Rasulullah namun memiliki pijakan dalam syariat maka itu bukanlah bid&#39;ah --meskipun bisa dikatakan bid&#39;ah secara bahasa (etimologi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua pendekatan ini sepakat bahwa substansi bid&#39;ah (inovasi) yang terlarang (al-Madzmumah) yaitu yang tidak memiliki landasan dalam syariat (laisa laha ashlun fi as-syari&#39;ah). Inilah yang dimaksud dengan hadist: &quot;Kullu bid&#39;atin dhalalah.&quot; Pemahaman seperti ini diadopsi oleh mayoritas ulama dan pakar otoritas fikih seperti Imam Syafi&#39;i, Imam Ghazali, Ibnu al-Atsir, Imam Nawawi Rahimahumullah, dan lainnya. Singkatnya, menurut mereka, secara substantif bid&#39;ah itu terbagi pada beberapa tingkatan hukum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itulah, kita temukan hadist riwayat Imam Muslim ra. tentang inovasi yang dianjurkan dalam Islam, &quot;Man sanna sunnatan Hasanatan falahu ajruha wa ajru man &#39;amila biha ila yaumil qiyamah. Wa man sanna sunnatan sayyiatan fa&#39;alaihi wizruha wa wizru man &#39;amila biha ila yaumil qiyamah&quot; (Barangsiapa yang melakukan sunnah [inovasi] yang baik maka baginya pahala dan pahala orang yang mengerjakannya hingga hari kiamat. Dan barang siapa yang melakukan sunnah [inovasi] yang buruk maka atasnya dosa dan [juga] dosa orang-orang yang melakukannya hingga hari kiamat). Kita juga akan menemukan sahabat seperti Umar ra. yang menyebut aktivitas tarawih berjamaah di mesjid sebagai bid&#39;ah (inovasi) yang baik; Ibnu Umar ra. yang menyebut shalat Dhuha berjamaah sebagai bid&#39;ah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyelenggaran maulid pada dasarnya adalah boleh, karena ia bisa dikategorikan adat. Jika melihat pada penyelenggaraan maulid saat ini, hemat saya, jika isi penyelenggaraannya tidak ditemukan sesuatu yang melanggar hukum Islam maka itu termasuk dalam bid&#39;ah mandubah (inovasi yang terpuji). Namun jika sebaliknya, maka formulasi hukum-nya akan berbeda. Wajar jika Imam Ibnu Hajar ra. mengatakan agar sebaiknya isi maulid itu adalah hal yang baik seperti memberi makan orang, melantunkan pujian kepada Rasul yang menggetarkan hati, atau perbuatan mubah lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehingga me-eliminasi maulid, menurut saya kurang tepat karena itu juga berarti melenyapkan kegiatan tersebut, sekalipun dengan alasan-alasan pragmatis atau fakta sejarah. Sejatinya, kultur yang ada dipertahankan namun (juga) dipoles dan di-revitalisasi. Misalnya, tentang ketidakpahaman lirik/prosa Maulid, dapat diatasi dengan upaya transalasi (penerjemahan), penghayatan dan internalisasi. Tentang ishraf (berlebih-lebihan), bisa diatasi dengan metode dan isi dakwah dari penceramah pada perayaaan maulid itu. Mengeliminasi kultur maulid di tengah setumpuk alternatif yang lebih realistis bisa dikatakan sebagai tindakan terlalu jauh, meski saya yakin penulis sendiri berniat baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maulid adalah potensi budaya yang patut disemarakkan dan dan diapresiasi, terlebih bila dikaitkan dengan pergeseran budaya saat ini. Ia adalah jihad kultural, jika dilakukan dengan tepat. Karena itu memperingati maulid tidak terbatas pada bulan Rabiul Awal an sih, tapi harus dilakukan sepanjang jasad masih dikandung badan. Adalah kewajiban setiap individu, terutama suara dominan—meminjam istilah Hiesberger (1981)— yaitu pemerintah dan ulama untuk bersama merevitalisasinya. Dan semoga kekhawatiran Bpk. Aliman S. dan semua pihak yang perduli bisa dijawab dan diantisipasi. Wallahu&#39;alam***.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*) Mahasiswa pada Fakultas Syariah wal-Qonun, Universitas Al-Azhar, Kairo, dan anggota Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir (KMKM).</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/186890593945456601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/10/bidah-dan-revitalisasi-maulid.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/186890593945456601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/186890593945456601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/10/bidah-dan-revitalisasi-maulid.html' title='Bid&#39;ah dan Revitalisasi Maulid'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-815923574715486937</id><published>2010-10-25T17:08:00.000-07:00</published><updated>2010-10-25T17:08:20.200-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan anggota KMKM"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kata Mereka"/><title type='text'>KMKM Tercinta?</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDobDny4bW-dg-L70Bn0O_Wj1ttB7YRMSbRQuPe-cyDS93blhnT8n1d79J2x_TehLro6-KPGjD7x9ti14dTERscPOZUQNIK2qwMFGkTfYL_XvCwiHt9VOM4rJ53qofWYitCnMnPpDB8nYD/s1600/hanyar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDobDny4bW-dg-L70Bn0O_Wj1ttB7YRMSbRQuPe-cyDS93blhnT8n1d79J2x_TehLro6-KPGjD7x9ti14dTERscPOZUQNIK2qwMFGkTfYL_XvCwiHt9VOM4rJ53qofWYitCnMnPpDB8nYD/s1600/hanyar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDobDny4bW-dg-L70Bn0O_Wj1ttB7YRMSbRQuPe-cyDS93blhnT8n1d79J2x_TehLro6-KPGjD7x9ti14dTERscPOZUQNIK2qwMFGkTfYL_XvCwiHt9VOM4rJ53qofWYitCnMnPpDB8nYD/s1600/hanyar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDobDny4bW-dg-L70Bn0O_Wj1ttB7YRMSbRQuPe-cyDS93blhnT8n1d79J2x_TehLro6-KPGjD7x9ti14dTERscPOZUQNIK2qwMFGkTfYL_XvCwiHt9VOM4rJ53qofWYitCnMnPpDB8nYD/s1600/hanyar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDobDny4bW-dg-L70Bn0O_Wj1ttB7YRMSbRQuPe-cyDS93blhnT8n1d79J2x_TehLro6-KPGjD7x9ti14dTERscPOZUQNIK2qwMFGkTfYL_XvCwiHt9VOM4rJ53qofWYitCnMnPpDB8nYD/s1600/hanyar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDobDny4bW-dg-L70Bn0O_Wj1ttB7YRMSbRQuPe-cyDS93blhnT8n1d79J2x_TehLro6-KPGjD7x9ti14dTERscPOZUQNIK2qwMFGkTfYL_XvCwiHt9VOM4rJ53qofWYitCnMnPpDB8nYD/s1600/hanyar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDobDny4bW-dg-L70Bn0O_Wj1ttB7YRMSbRQuPe-cyDS93blhnT8n1d79J2x_TehLro6-KPGjD7x9ti14dTERscPOZUQNIK2qwMFGkTfYL_XvCwiHt9VOM4rJ53qofWYitCnMnPpDB8nYD/s1600/hanyar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDobDny4bW-dg-L70Bn0O_Wj1ttB7YRMSbRQuPe-cyDS93blhnT8n1d79J2x_TehLro6-KPGjD7x9ti14dTERscPOZUQNIK2qwMFGkTfYL_XvCwiHt9VOM4rJ53qofWYitCnMnPpDB8nYD/s1600/hanyar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Oleh : &lt;b&gt;Amat Sutuh Basha&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Ketika seseorang berucap: “Aku mencintai-Mu, wahai Allah!” sejak saat  itu dia telah dituntut untuk membuktikan cintanya. “Katakanlah (wahai  Muhammad) jika kalian mencintai Allah, maka ikutikah aku, niscaya Allah  akan mencintai kalian...” (QS. Ali &#39;Imran: 31) Dalam mengungkapkan  sesuatu, perbuatan memang lebih fasih daripada perkataan. Ungkapan  “Aku  sayang padamu!” takkan berarti -sama sekali- jika tidak diikuti dengan  kesetiaan, pengorbanan, dan ketulusan.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDobDny4bW-dg-L70Bn0O_Wj1ttB7YRMSbRQuPe-cyDS93blhnT8n1d79J2x_TehLro6-KPGjD7x9ti14dTERscPOZUQNIK2qwMFGkTfYL_XvCwiHt9VOM4rJ53qofWYitCnMnPpDB8nYD/s1600/hanyar.jpg&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDobDny4bW-dg-L70Bn0O_Wj1ttB7YRMSbRQuPe-cyDS93blhnT8n1d79J2x_TehLro6-KPGjD7x9ti14dTERscPOZUQNIK2qwMFGkTfYL_XvCwiHt9VOM4rJ53qofWYitCnMnPpDB8nYD/s200/hanyar.jpg&quot; width=&quot;192&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDobDny4bW-dg-L70Bn0O_Wj1ttB7YRMSbRQuPe-cyDS93blhnT8n1d79J2x_TehLro6-KPGjD7x9ti14dTERscPOZUQNIK2qwMFGkTfYL_XvCwiHt9VOM4rJ53qofWYitCnMnPpDB8nYD/s1600/hanyar.jpg&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;/a&gt;“KMKM tercinta” adalah sebuah ungkapan yang sangat akrab di telinga saya. Ungkapan ini bukan saja sering saya dengar di beberapa sambutan,  namun juga terlalu sering saya temukan di beberapa tulisan, tapi, sejauh  manakah kebenaran ungkapan tersebut? Saya kurang tahu! Yang saya tahu  hanyalah, betapa sulitnya seorang ketua KMKM yang baru terpilih ketika  meminta kesediaan anggotanya untuk menjadi pengurus. Yang saya tahu  hanyalah, betapa tidak mudahnya membujuk seorang anggota untuk menjadi  ketua panitia pada sebuah acara. Dan yang saya tahu hanyalah, seberapa  sulitnya seorang ketua mengumpulkan anggotanya untuk sebuah rapat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin kita telah sepakat dengan pribahasa yang mengatakan: “Innal  muhib liman ahabb muthâ’ (Seorang pecinta akan melakukan apapun demi  kekasihnya)” Kata inggih-pun mungkin telah menjadi satu rukun yang akan  menentukan kebenaran sebuah pengakuan seorang pecinta. Dan sangat tidak  masuk akal -menurut saya- jika ada yang mengatakan “KMKM tercinta”  sedangkan dia terlalu sering menghindar dari permintaan atau ketika  dibutuhkan KMKM. Sudahlah, simpan saja kata cinta itu! Basi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah, jika ada yang menganggap saya sedang marah-marah. Bahkan  sebaliknya! Saat ini saya sedang tersenyum lebar, bahagia! Dan mugkin  sama lebarnya dengan senyuman mereka yang berhasil menghindar saat  pemilihan ketua KMKM, kabur! Melarikan diri dari tanggungjawab sebagai  anggota, mengkhianati kepercayaan saudaranya yang berniat memilihnya dan  meremehkan rasa kepemilikan dan kesetiaannya terhadap KMKM, sementara  mereka, masih berani mengatakan “KMKM tercinta!”, payah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ok, sekarang saya mengaku, saya kesal, marah, saya kecewa! Hal itu  karena tuduhan seekor kucing bingung, mulai terbukti. Saya kecewa karena  keluarga ini semakin tidak nyata, semakin tak bisa diraba, semakin  maya! Musykilah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya pernah cemburu dengan beberapa oknum yang dengan kesetiaannya telah  memanjakan KMKM, saya iri karena mereka dapat diandalkan dan penuh  tangungjawab. Namun apakah saya berhak cemburu, sedang saya masih belum  bisa menjadi anggota keluarga ini dengan baik? Entahlah! Yang pasti  –mungkin– saya masih belum berhak mengatakan “KMKM tercinta!” dan saya  takkan mengatakannya, jika itu hanya akan membuat saya menjadi seorang  pendusta. Munafik!</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/815923574715486937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/10/kmkm-tercinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/815923574715486937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/815923574715486937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/10/kmkm-tercinta.html' title='KMKM Tercinta?'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDobDny4bW-dg-L70Bn0O_Wj1ttB7YRMSbRQuPe-cyDS93blhnT8n1d79J2x_TehLro6-KPGjD7x9ti14dTERscPOZUQNIK2qwMFGkTfYL_XvCwiHt9VOM4rJ53qofWYitCnMnPpDB8nYD/s72-c/hanyar.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-4513798001479326446</id><published>2010-10-25T14:22:00.000-07:00</published><updated>2010-10-25T16:23:05.722-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bahasa Ammiyah Mesir"/><title type='text'>Pengantar bahasa Arab Ammiyah</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Disusun Oleh : Rizqy &amp;amp; Basmah&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://farm4.static.flickr.com/3530/3989704167_cb96087e31.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;232&quot; src=&quot;http://farm4.static.flickr.com/3530/3989704167_cb96087e31.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Pedoman Transliterasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;10&quot; style=&quot;width: 500px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;250&quot;&gt;q&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;=&amp;nbsp; &lt;b&gt;ق&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;250&quot;&gt;gh&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;=&amp;nbsp; &lt;b&gt;غ&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;250&quot;&gt;‘&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;=&amp;nbsp; &lt;b&gt;ع&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;250&quot;&gt;h&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;=&amp;nbsp; &lt;b&gt;ح&lt;/b&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;250&quot;&gt;sy&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;=&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;ش&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;250&quot;&gt;â&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;= (alif panjang)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;250&quot;&gt;sh&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;=&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;ص&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;250&quot;&gt;û&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;= (wawu panjang)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;250&quot;&gt;kh&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;=&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;خ&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;250&quot;&gt;î&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;= (ya panjang)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PERUBAHAN DALAM PENUTURAN &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Orang Mesir  biasanya menuturkan huruf  &quot;&lt;b&gt;ق&lt;/b&gt;&quot; dengan &quot;&lt;b&gt;ء&lt;/b&gt;&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Contoh: &lt;b&gt;يا بنى  قم واقرأ كتابك&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Dibaca: Yabni um wa’ra’ kitâba &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Artinya: Berdiri dan bacalah bukumu, nak!&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Orang Mesir  melafalkan huruf   &quot;&lt;b&gt;ج&lt;/b&gt;&quot; dengan “g”.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Contoh: &lt;b&gt;سبحان الله ايه اللى جابك هنا&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Dibaca: Subhanallah. Eeh elle gabak hina&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Artinya: Ya ampun, gimana ceritanya bisa datang kemari.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Huruf  &quot;&lt;b&gt;ث&lt;/b&gt;&quot; selalu diucapkan dengan &quot;&lt;b&gt;ت&lt;/b&gt;&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Contoh: &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Dibaca: Ihna aktar min talâtah &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Artinya: Kita khan tiga orang lebih&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biasanya huruf &quot;ظ&quot; biasanya dituturkan dengan huruf  &quot;&lt;b&gt;ض&lt;/b&gt;&quot;  &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Contoh: &lt;b&gt;احنا ح نصل الظهر سواء  والله&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Dibaca:  ....&lt;b&gt;الضهر&lt;/b&gt;...., dengan menggunakan &quot;&lt;b&gt;ض&lt;/b&gt;&quot;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Artinya: Sumpah, kita akan sholat Zuhur bareng.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kadang,  &quot;&lt;b&gt;ء&lt;/b&gt;&quot; dibunyikan&quot;  &quot;&lt;b&gt;ى&lt;/b&gt;. Untuk memudahkan pengucapan.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Contoh:  &lt;b&gt;يا رئيس انا جاى اه, مش نائم    &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Dibaca: Ya rayyis ana gay aho, misy nayim   &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Artinya: Hei Bung, gue datang, nih, nggak tidur.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biasanya huruf  &quot;&lt;b&gt;ذ&lt;/b&gt;&quot;   diucapkan dengan  &quot;&lt;b&gt;د&lt;/b&gt;&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Contoh: &lt;b&gt;الذهب ذا....كذا&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Dibaca: Addahab dah…kida&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Artinya: Emas ini, keren, lho&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;KAIDAH DASAR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mengakhiri seluruh kata dengan huruf mati (sukun: __ْ_ ), tanpa memperhatikan kaidah  bahasa Arab (al-Nahwu) yang baku.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Contoh : &lt;b&gt;عايزك دىالوقت، حالا! &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Dibaca: Aizak dil wa’ty. Hâlan!&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Artinya: Aku pingin ketemu kamu. Sekarang juga! &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menambahkan huruf &quot;&lt;b&gt;ب&lt;/b&gt;&quot; pada awal fi’il mudlâri’   =  &lt;b&gt;الفعل المضارع&lt;/b&gt;)present tense) yang menunjukkan peristiwa yang sedang terjadi. &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Contoh:&lt;b&gt; ازى بتفهم الدرس وانت نايم&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Dibaca: Izzay bi tifham addars wainta nayim&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Artinya: Gimana mo’ paham pelajaran. Tidur terus, sih ente!&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meletakkan huruf &quot;&lt;b&gt;حَ&lt;/b&gt;&quot;   pada awal fi’il mudlâri’  &lt;b&gt;الفعل المضارع&lt;/b&gt;) ) yang menunjukkan peristiwa yang akan terjadi (future tense). Ia menggantikan fungsi (makna) huruf &quot;&lt;b&gt;س&lt;/b&gt;&quot; atau  &quot;&lt;b&gt;سوف&lt;/b&gt;&quot;  dalam bahasa Arab fushHa. Perlu diingat juga, umumnya huruf awal fi’il mudlâri’ tersebut diucapkan secara samar antara kasrah dan fathah  &lt;b&gt;امالة&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Contoh: &lt;b&gt;حنروح الجامعة بكرة الصبح &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Dibaca: Haneruh el gam’ah bukroh essubh&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Artinya:  Besok pagi kita akan berangkat ke kampus &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menambahkan huruf &quot;&lt;b&gt;شْ&lt;/b&gt;&quot;  (sukun) pada setiap akhir kata kerja/benda yang didahului dengan huruf   &lt;b&gt;ما &lt;/b&gt;&quot;&lt;b&gt;النافية&lt;/b&gt;&quot;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Contoh: &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Dibaca:    Ana ma andisy fulûs, ma akaltusy minimbârih&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Artinya: Saya gak punya duit, saya belum makan nih dari kemarin . &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BEBERAPA CONTOH PERCAKAPAN DAN KOSA KATA PENTING&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Beramah-tamah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;10&quot; style=&quot;width: 500px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Halo, hai…&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ahlan wa sahlan&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;اهلا وسهلا&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Hai juga.&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ahlan bîk&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;اهلا بك&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Pa kabar nih?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Izzayak/ik ?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ازيك ؟&lt;/b&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Baik, makasiih&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kwayyis/alhamdulillah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;كويس الحمد لله&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Aku udah kangen banget ama kamu&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Wahesytani âwiy&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;وحشتنى قوى&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Silahkan, tehnya&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Itfaddal syai&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;اتفضل شاى&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Aku bahagia banget dgn&amp;nbsp; kedatanganmu&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Syarraftana&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;شرفتنا&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Gimana kabarnya?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Zay sihhah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;زى صحة&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mampir ke rumah, ya!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Itfaddal ‘indana&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;اتفضل عندنا&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Makasih banget&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mutasyakkir âwiy&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;متشاكر قوى&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Permisi, boleh nanya nggak?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;An iznik, mumkin suâl?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;عن اذنك ممكن سؤال؟&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Saya nggak paham&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ana misy fâhim&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;انا مش فاهم&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Tolong!/Permisi! (perintah)&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;law samaht/i ; minfadlak/ik&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;لو سمحت, من فضلك&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sorry&amp;nbsp; ya&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ana âsif/ asfah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;انا آاسف/أاسفة&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Selamat tinggal&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ma’assalamah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مع السلامة&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bertanya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;10&quot; style=&quot;width: 500px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Siapa sih nama kamu?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ismak/ik eeh?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;اسمك ايه ؟&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Bisa bahasa Inggris nggak?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Bititkallim/i Ingglizy?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بتتكلم انكليزى ؟&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Yang ini siapa?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Min da/di&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;من دا/ من ده ؟&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ini apa sih?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Eeh da/di&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ايه دا/ايه ده ؟.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Itu apaan sih? (banyak)&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Eeh duul?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ايه دول ؟&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Dimana sih….?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Fein…?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;فين ؟&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kapan?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Imta?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;امتى ؟&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Gimana?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Izzay/ Zay?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ازى/ زى ؟&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Berapa harganya?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Bikam?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بكام ؟&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kenapa?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Leeh?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ليه ؟&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Yang mana?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Een hey?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;اين هى ؟&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ada yang tahu…?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Had yi’rofuh ?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;حد يعرفه ؟&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Atas dasar apaan?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;‘Ala eeh?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;على ايه ؟&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Dia dari mana?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Huwwa mineen?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;هو منين ؟&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kenapa tidak ?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ommal leeh?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;امال ايه ؟&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Butuh Bantuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;10&quot; style=&quot;width: 500px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Toilet dimana?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Fein hammam?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;فين حمام ؟&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sekarang&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Dilwa’ti &lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;دىالوقت&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Rusaak, nggak jalan (peralatan)&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;‘Athlan/ah; Bayz/ah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;عطلان / بويظة&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Tolooong...ada maling…!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ilha’ûni…! Harâmi…!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;الحقونى.... حرامى&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Tolong saya&amp;nbsp; (minta bantuan)&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sâ’idni&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ساعدنى&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Saya lapar nih, ada makanan, nggak?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ana jiî’ân âwiy. Indak to’âm ? &lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;انا جاعان عندك طعام؟&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ungkapan Umum&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;10&quot; style=&quot;width: 500px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Iya, He eh&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Aiwa; Aah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ايوة ؛ آه&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Nggak ah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;La’ ; La’a&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;لا ؛&amp;nbsp; لاءه&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sorri, ya&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ma’lish&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;معليش&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Lagi!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kamân!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;كمان&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Jangan, gak usah/gratis&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Balasy&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بلاش&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Juga&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Bardu&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;برض&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Okey, siip&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mâsyi&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ماشى&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Nggak papa, kok!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Misy musykila&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مش مشكلة&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Udah, selesai/beres&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kholâs&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;خلاص&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Begini kan?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mish kida?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مش كدا؟&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Nggak mungkin lah!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mish mumkin!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مش ممكن&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Baiklah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Thoyyib, thab&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;طيب ؛ طب&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Omong kosong&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kalam fadi&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;كلام فاضى&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Pas banget, cocok!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Miyyah miyyah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ميه ميه&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Lumayan&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Nush u Nush&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;نص و نص&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Cukup!&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Bass&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بس&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Dikit dikit&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Syuwayya syuwayya&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;سويا سويا&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sialan, loe!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Yahrab baitak!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;يخرب بيتك&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Hei, bangsat!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Yabnal kalb!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;يابن الكلب&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Luar (keluar…!)&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Barrah (sama)&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بره&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Dalam (masuk…!)&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Guwwah (sama)&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;جوه&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Gratis&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Balasy&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بلاش&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ssst jangan ribut!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Balasy doosyah!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بلاش دوشة&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Cariin…!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Dawwir! &lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;دور&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Aku nggak sengaja&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ghasban ‘anniy&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;غصبا غنى&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Tempat&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Hittah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;حته&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Nggak boleh gitu&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Harâm ‘alaik&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;حرام عليك&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Semoga, lah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Yarît.&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;يريت&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kamu harus serius&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Syadda halak inta&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;شد حألك إنت &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Pikir masak-masak&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Thawwil bâlak&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;طول بالك&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Petunjuk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;10&quot; style=&quot;width: 500px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Lurus...&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;‘Ala tûl&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;على طول&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kanan&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Yamîn&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;يمين&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kiri&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Syimal&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;شمال &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Samping&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Gamb&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;جنب&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Depan&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;‘Uddam&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;قدام&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Belakang&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Wara&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ورا&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sebelum&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Abl&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;قبل&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Setelah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ba’d&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بعد&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Deket dengan…&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;‘Urayyib min&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;قريب من &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Jauh dari…&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ba’îd mîn&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بعيد من&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Pojok&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Zâwiyaah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;زاويه&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Antara…dan…&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Been…wa….&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بين ... و ...&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Turun di sini, Pak!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Asta, hina kwayyis!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;يا عسطا ,هنا كويس&lt;/b&gt;&amp;nbsp; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Cepetan!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Bi-sur’ah!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بلسرعة &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Jangan ngebut&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Bi-syweesy!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;با لشويش&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tempat-tempat penting&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;10&quot; style=&quot;width: 500px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Masjid&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Jâma’, masgid&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;جامع ؛ مسجد&lt;/b&gt;  &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Airport&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mathâr&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مطار     &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Jembatan layang&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kubri&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;كبرى&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kedutaan&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sifarah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;سفارة&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Restoran&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Resturan; Mat’am&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;رستوران ؛ مطعم&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Rumah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Beet&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بيت&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Hotel&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Fundu’&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;فندق&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Pasar&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Suu’&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;سوق&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Supermarket&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Subermarkit&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;سوبرمركت&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mall&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mûl&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مول&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kantor&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Maktab&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مكتب&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kantor pos&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Busta&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بسطة&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sekolahan&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Madrasah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مدرسة&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Jalan&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Syâri’&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;شارع&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Stasiun Kereta&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mahattit il-‘atr&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;محطة القطار&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Universitas&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Gam’ah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;جامعة&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Musium&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;MatHaf&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;متحف    &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Wisma Nusantara&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Bet Andunisia&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بيت اندونيسيا&lt;/b&gt;  &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Warnet&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Markaz internit&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مركز انترنيت&lt;/b&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Warkop&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ma’ha&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مقهى   &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Seputar Duit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;10&quot; style=&quot;width: 500px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Pound  Mesir&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Gineeh&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;جنبه&lt;/b&gt;   &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Piester&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;‘Irsy&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;قرش&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Tiga pond setengah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Talata gineeh u nush&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ثلاث جنيه و نصف &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Seperempat&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Rub’&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ربع&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Recehan&lt;/td&gt;  &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Fakkah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;فكة&lt;/b&gt;  &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kembalian&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Bâ’I&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;باقى&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ada recehan nggak?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ma’ak fakkah?&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;معك فكة ؟&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Nggak ada&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mafisy fakkah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مفيش فكة&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Aku bokék&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ana mifallis&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;انا مفلس    &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Banyak bangeet!&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kitir âwi&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;كثير قوى&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ah, nggak masuk akal&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mish ma’ûl&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مش معقول&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Harga pasnya&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Akhir kalâm&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;آخر كلام  &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sebutan Orang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;10&quot; style=&quot;width: 500px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Orang-orang&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Nâs&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ناس&lt;/b&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Bapakku (mu), (nya)&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Abuya (Abûk), (Abûh) ; Wâldy,(Waldak),(Waldu)&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ابويا (ابوك) (ابوه) ؛&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;والدى (والدك) (والده)  &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ibuku&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mâmty; Waldety&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مامتى ؛ والدتى    &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Suamiku(mu)&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Goozy (Goozak) &lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;جوزى (جوزك)    &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Istrimu&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Morâtak&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مرأتك    &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Laki-laki&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ragil&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;رجل&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Perempuan&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sitt&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ستى&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Anak-anak&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Atfal; ‘Iyâl&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;اطفال ؛ عيال&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Anak bayi&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Beebi&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بيبى&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Temenku (mu)&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sahby&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;صحبى&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kekasihku&lt;/td&gt;  &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Habîbi, Habibty (pr)&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;حبيبى حبيتى&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Orang asing&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Agnaby/ah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;اجنبي /اجنبية&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Orang Barat&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Khawâga/Khawagâyah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;خواجة / خواجية&lt;/b&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Profesor&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ustâz/ah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;استاذ / استاذة  &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Dosen&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Muhadir&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;محاضر     &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mas, Pak, Om (panggilan basa-basi)&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Astho, Afandim,Rayis, Basya,gedaan&lt;/td&gt;    &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;عسطة , افندم , رئيس , باشا&lt;/b&gt;  &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tentang Waktu dan Hari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;10&quot; style=&quot;width: 500px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sekarang  juga&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Dilwa’ti, hâlan&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;دلوقت حالا    &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Nanti&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ba’din&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بعدين     &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Hari ini&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Innahardah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;انهارده    &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Malam ini&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Innaharda bil-Leel&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;انهارده بالليل&lt;/b&gt;  &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Besok&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Bukroh&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بكرة&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Lusa&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Awwilimbârih&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;اول امبارح&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kemarin&lt;/td&gt;  &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Imbarih&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;امبارح&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Pagi&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Is-Subh&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;الصبح&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sore&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ba’d id-Duhr&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بعد الظهر&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Pada waktunya&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Fil Ma’âd&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;فى المعاد&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Jam 8 Malam&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Is-Sâ’ah tamâniah masâ’an&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;الساعة الثمانية مساء&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Jam 5.30&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Is-Sâ’ah khamsa u nush&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;الساعة خمسة و نصف&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Lebih awal&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Badri&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بدرى&lt;/b&gt;  &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kata Ganti&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;10&quot; style=&quot;width: 500px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Saya&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ana&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;انا&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kamu&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Inta/ Inti(pr)&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;انت / انت&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Dia&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Huwwa&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;هو&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Dia (pr)&lt;/td&gt;  &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Hiyya&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;هى&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kami&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ihna&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;احنا&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kamu (jamak)&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Intu&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;انتو&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mereka (dua orang)&lt;/td&gt;  &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Humma&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;هما&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ini/Itu&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Da(lk) / Di(pr)&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ده / ده&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Itu (jamak)&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Dool&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;دول&lt;/b&gt;  &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kata Sifat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;10&quot; style=&quot;width: 500px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Besar&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kibîr/ah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;كبير / كبيرة&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kecil&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sughayyar/ah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;صغير / صغيرة&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Banyak ; lebih banyak&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Katiir ; Aktar&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;كثير ؛ أكثر&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sedikit ; lebih sedikit&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ulaiyil ; A’all&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;قليل ؛ أقل&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Baek/Sehat&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kwayyis; Thayyib&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;كويس ؛ طيب&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Cantik&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Gamil; Hilw&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;جميل ؛ حلو&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Jelek&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Wihisy; Mish Kwayyis&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;وحش ؛ مش كويس&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Bosen&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mumill&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ممل&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Penting&lt;/td&gt;  &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Muhimm&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مهم&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Macet&lt;/td&gt;  &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Zahmah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;زحمة&lt;/b&gt;   &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Panjang&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Thawîl&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;طويل&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Pendek&lt;/td&gt;  &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ushayyar&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;قصير&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Gemuk&lt;/td&gt;  &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Tikhin&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ثحين&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kurus&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Rufayya’&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;رفيع&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Lucu&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mud-Hik&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مضحك&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Bahagia/seneng&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mabsûth&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مبسوط&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Tamak&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Thammâ’&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;طماع&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Baek hati&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Karîm&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;كريم&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Terpercaya&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Amîn; Syarîf&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;امين ؛ شريف&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Panas / Dingin (cuaca)&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Hâr / Bardan&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;حار / بردان&lt;/b&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Air Panas&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Moyya Sukhnah &lt;/td&gt;&lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ميا سخنة&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Air Dingin&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Moyya Sâ’ah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ميا ساقعة&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Pedas&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Harrâ’ah; Hâmi/Hamyah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;حراقة ؛ حامى / حامية&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sakit&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;‘Ayân; Marîd&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;عيان ؛ مريض&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sopan&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mu’addab&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مؤدب    &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Aneh&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Gharîb&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;غريب &lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mengerikan&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Fazî’&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;فظيع    &lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Capek&lt;/td&gt;  &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ta’bân&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;تعبان&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Gede banget&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Hâyyil/Haylah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;هايل / هايلة&lt;/b&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tukang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;10&quot; style=&quot;width: 500px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Tukang Cukur&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Hallâ’&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;حلاق&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Tukang Kayu&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Naggâr&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;نجار&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Penjaga Apartemen&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Bawwâb&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بواب&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Tukang Jahit&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Khayyât&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;خياط&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sopir&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sawwâ’&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;سواق&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Tukang Listrik&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kahrubâi&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;كهربائى&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Tukang Kebun&lt;/td&gt;   &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Gineeni&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;جنينى&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Tukang Pos&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Bustâgi&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بوسطاجى&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Tukang Ledeng&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sabbâk&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;سباك&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Tukang Masak&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Thabbah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;طباخ&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Petani&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Fallâh&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;فلاح&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Pelaut&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mallâh&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ملاح&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Jagal (jual daging)&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Gazzâr&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;جزار&lt;/b&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Perabot Rumah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;10&quot; style=&quot;width: 500px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ranjang&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sirîr&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;سرير&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Selimut&lt;/td&gt;  &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Bathâniya&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بطانية&lt;/b&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Lemari&lt;/td&gt;  &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Dulâb&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;دولاب&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Tirai&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sitâra&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ستارة&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Lampu&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Lamba&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;لمبة&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Cermin&lt;/td&gt;  &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mirâya&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مراية&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Bantal Tidur&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mikhadda&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مخدة&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;   &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Bantal Sofa&lt;/td&gt;  &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Khudadiya&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;خدادية&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Seprai&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Milâya&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ملاية&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Rak&lt;/td&gt;  &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Raf&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;رف&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kursi Sofa&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kanaba&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;كنابة&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Meja&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Tarabeza&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ترابزة&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;AC&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mukayyif&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مكيف&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Bak Air&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Banyu&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بانيو&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kamar Tidur&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Odit nom&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;عوضة النوم&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kamar&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Oda&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;عوضة&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Lift&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mash’ad&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مصعد ؛&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Keran Air&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Hanafiya&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;حنغية&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Lantai&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ardh&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;ارض&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Pemanas Ruangan&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Deffâye&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;دفاية&lt;/b&gt;   &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Oven&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Furn&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;فرن&lt;/b&gt;     &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Shower&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Dusy&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;دش&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Westafel&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Houd&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;حوض&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Toilet&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Twalit&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;تواليت&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Tangga&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sillim&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;سلم&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kompor&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Gas Butagas&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;بوتاغاز&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Pemanas Air&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Sakhâna&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;سخانة&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mesin Cuci&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ghassala&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;غسالة&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Jendela&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Syubbak&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;شباك&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Skakel&lt;/td&gt;  &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Muftâh Nûr&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مفتاح النور&lt;/b&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Handuk&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Fûta&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;فوطة&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Tabung Gas&lt;/td&gt;  &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Ambûba&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;امبوبة&lt;/b&gt;    &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mobil&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Arabiyya&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;عربية&lt;/b&gt;   &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Pipa&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Mawasir&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مواسير&lt;/b&gt;   &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Karpet&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Saggâd&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;سجاد&lt;/b&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Vacuum cleaner&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Miknasah kahrobâiyyah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مكنسة كهربائية&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Kipas angin&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;Morwahah&lt;/td&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot; width=&quot;166&quot;&gt;&lt;b&gt;مروحة&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/4513798001479326446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/10/pengantar-bahasa-arab-ammiyah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/4513798001479326446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/4513798001479326446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/10/pengantar-bahasa-arab-ammiyah.html' title='Pengantar bahasa Arab Ammiyah'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://farm4.static.flickr.com/3530/3989704167_cb96087e31_t.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-4360379900024193575</id><published>2010-10-25T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-10-25T12:12:28.979-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan anggota KMKM"/><title type='text'>E D I T</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;/i&gt;Astri Nor Fitriani&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&amp;nbsp;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Dalam istilah lainnya, sinonim dari kata ‘edit’ atau ‘mengedit’  adalah ‘koreksi’ atau ‘mengoreksi’. Tak perlu jauh-jauh membuka kamus,  saat kita membaca kata ‘edit’, kita bisa mendefinisikannya menjadi  sebuah kalimat. Kegiatan mengedit adalah kegiatan memangkas, menyortir,  menambah, mengganti, atau bahkan memotong habis, yang pada intinya  bertujuan untuk mengoreksi sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs013.ash2/34030_1226535523654_1837029946_459242_364504_n.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs013.ash2/34030_1226535523654_1837029946_459242_364504_n.jpg&quot; width=&quot;150&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Ketika saya mulai &lt;i&gt;ngomong&lt;/i&gt;  masalah edit-mengedit, itu bukan berarti saya ingin membicarakan  pekerjaan rutin saya setiap bulan. Tentu tidak! Saya bahkan ingin  mengatakan bahwa edit-mengedit ternyata merupakan pekerjaan kita  bersama. Tidak hanya setiap bulan, bukan cuma setiap minggu, tetapi  setiap jam dalam hidup kita, tanpa sadar kita selalu mengedit. Mengedit  manusia. Kita semua ternyata sang editor itu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tak  mencoba berbasa-basi. Tapi memang, sungguh luar biasa kita! Bisa-bisanya  kita mengedit manusia, sementara yang dikoreksi belum tentu lebih jelek  daripada yang mengoreksi. Ketika kita berjalan di trotoar dan melihat  seseorang yang bajunya &lt;i&gt;gak matching&lt;/i&gt;, kita mengedit, terserah  itu terlontar dari mulut atau hanya bergumam di dalam hati. Saat kita  mendengar si anu melakukan begini dan begitu, kita akan berkomentar,  sibuk mengedit di sana-sini, seakan digaji. Bahkan waktu dosen kita (&lt;i&gt;rahmatullah ‘alaihim&lt;/i&gt;)  mengajar sebuah mata pelajaran dan menyampaikan kepada kita sebuah  ilmu, disadari ataupun tidak, kita masih sempat-sempatnya mengedit  mereka! Dan sadarkah Anda? Saya, si penulis tulisan ini, tentu saja  dengan sangat sengaja tengah mengedit Anda-anda semua. Lagi, setelah  saya merampungkan tulisan saya ini, akan ada orang lain yang akan  mengoreksi tulisan saya! Rupanya, mengedit adalah hidup, karena objek  yang diedit pun adalah kehidupan itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang tak  dinyana, kegiatan mengedit adalah kegiatan yang penting dan dibutuhkan.  Seorang editor yang membetulkan tulisan-tulisan yang tidak pas adalah  mengedit. Orangtua yang menegur tingkah laku anak mereka adalah  mengedit. Seorang teman yang &lt;i&gt;ngomen&lt;/i&gt; kata-kata kita yang tidak  pantas juga merupakan kegiatan mengedit, karena mengedit bertujuan untuk  memperbaiki sesuatu yang salah agar terlihat lebih pantas. Tetapi saat  tujuan seorang editor telah bergeser dari titik ingin memperbaiki  menjadi bertujuan ingin menghina, mengejek, pamer, atau hanya sekedar  sensasi ataupun main-main, dan sebagainya, maka kita sepakat bahwa  mengedit dengan tanda kutip seperti itu adalah kegiatan negatif dan  salah besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengedit sesuatu memang enak, karena kita berada dalam posisi sang komentator. Berujar begini, &lt;i&gt;nyeletuk&lt;/i&gt;  begitu. Potong sana, pangkas sini. Enak! Puas! Tetapi bagi si objek  yang diedit, lain perkara. Ternyata hal tersebut sangat menyebalkan,  bahkan menyakitkan. Lebih-lebih ketika tujuan mengolok-oloknya ditutupi  dengan tulisan, ‘Demi mengoreksi kesalahan’. Penipuan publik!&lt;br /&gt;
Atau  bahkan, memang bertujuan mengedit sesuatu dengan niat yang benar,  tetapi dengan cara yang tidak pas. Wah, lupakan saja. Anda tidak akan  sukses menjadi editor yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya hanya berpikir,  beruntung sekali orang yang mengedit dengan niat yang benar dan menerima  editan yang baik pula dari orang-orang di sekitarnya, atau menjadi  seorang editor kehidupan tetapi tidak pernah diedit oleh manusia. Tapi  kita semua tahu, &lt;i&gt;tak ada gading yang tak retak.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari semua itu, saya hanya ingin bertanya, editor yang baik kah kita?</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/4360379900024193575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/10/e-d-i-t.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/4360379900024193575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/4360379900024193575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/10/e-d-i-t.html' title='E D I T'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-1823825167581442356</id><published>2010-10-25T12:07:00.000-07:00</published><updated>2010-10-25T12:07:23.736-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan anggota KMKM"/><title type='text'>Pantas Kalau Saya Takut Pulang!</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;i&gt;Oleh :&lt;/i&gt; &lt;b&gt;Muhammad Mukhlis Anwarie&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs288.snc4/40738_1542582978782_1661205941_1305857_6580045_a.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs288.snc4/40738_1542582978782_1661205941_1305857_6580045_a.jpg&quot; width=&quot;142&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&quot;Ooh, kamu di Usuluddin?&quot;&lt;/i&gt; Bapak tua yang duduk di samping saya di bis hari itu seakan ragu. &lt;i&gt;&quot;Kamu pernah melihat saya di kuliah?&quot;&lt;/i&gt; tanyanya. &lt;i&gt;&quot;Gak tau&quot;&lt;/i&gt; sahut saya. &lt;i&gt;&quot;Dosen mata kuliah Tata Negara Islam kamu siapa?&quot;&lt;/i&gt; tanyanya lagi. &lt;i&gt;&quot;Gak tau juga&quot;&lt;/i&gt;. &amp;nbsp;Sambil tersenyum, &lt;i&gt;&quot;Saya dosen kamu!&quot;&lt;/i&gt; tegas bapak itu ke arah saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya  tidak langsung percaya, saya tahu orang Mesir suka becanda, dan untuk  memastikan benar tidaknya pengakuan bapak itu, saya sengaja menanyakan  kepadanya satu masalah penting tentang mata kuliah tersebut. Dan tidak  dapat saya pungkiri lagi, ternyata benar bapak itu adalah dosen yang  mengajar &lt;i&gt;Nudzum Islamiyah&lt;/i&gt; di tingkat satu, jawaban beliau tidak jauh dari isi buku yang telah saya baca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malu!  Dan sejak saat itu saya selalu mencatat jadwal kuliah lengkap dengan  nama dosennya dan berusaha mengenalinya, takut nanti suatu hari saya  akan duduk berdampingan lagi dengan dosen di bis. Tapi itu tidak  penting, saya tidak begitu menyesali kejadian tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang  sangat saya sesali adalah saat saya menganggap bahwa membaca buku di  rumah lebih efisien daripada pulang pergi mengejar pengajian atau &lt;i&gt;muhadharah&lt;/i&gt;  duktur di kelas. Berapa banyak waktu yang akan terbuang di jalan dan di  halte menunggu angkutan? Bukankah jika saya membaca buku di rumah,  waktu tersebut tidak akan terbuang sia-sia? Padahal saya salah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya  akui atau tidak, ternyata duduk bersama orang-orang jenius satu jam  lebih berarti jika dibandingkan dengan duduk membaca buku puluhan jam,  serius! Belum lagi berkah yang akan saya dapat karena telah duduk di  majelis ilmu dan berinteraksi dengan orang-orang shaleh di majelis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih  dari itu, ilmu yang akan saya terima dari seorang guru dapat lebih  dipertanggungjawabkan dari sekedar membaca buku sendirian. Serta banyak  hal lain yang tidak akan pernah saya temui di buku, namun akan saya  dengar dan dapatkan dari penjelasan para guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi,  itupun rasanya tidak terlalu menyedihkan. Yang tragis adalah saat saya  telah lupa bahwa saya adalah seorang pelajar. Saat saya sering  melangkahkan kaki ke tempat-tempat yang tidak ada sangkut-pautnya dengan  ilmu. Dan akhirnya, duduk di pengajian pun tidak, membaca buku juga  tidak. Parah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang lebih memalukan lagi, saat saya adalah pelajar Syari&#39;ah, namun saya tidak bisa membedakan antara istilah &lt;i&gt;qawaid fiqhiyah&lt;/i&gt; dengan &lt;i&gt;dhawabit fiqhiyah&lt;/i&gt;, atau ketika saya adalah mahasiswa Bahasa Arab, tapi saya masih bingung dengan yang namanya &lt;i&gt;Madlul al-&#39;Urfi&lt;/i&gt; dengan &lt;i&gt;Madlul al-Lughawi&lt;/i&gt;.  Serta tidak sepantasnya saat saya adalah mahasiswa jurusan Tafsir,  sedang saya masih saja membuka terjemahan DEPAG ketika ingin tahu  terjemahan ayat-ayat al-Qur&#39;an. Payah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga sangat  disayangkan, ketika saya adalah mahasiswa jurusan Hadits, tapi saya  tidak tahu apa perbedaan Riwayah dengan Dirayah. Atau saat saya adalah  mahasiswa Aqidah Filsafat, namun saya tidak dapat membedakan antara  istilah &lt;i&gt;ad-Daur&lt;/i&gt; dengan &lt;i&gt;at-Tasalsul&lt;/i&gt; dalam Ilmu Kalam. &lt;i&gt;&#39;Eib ya &#39;am!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua  istilah-istilah di atas merupakan istilah-istilah yang sangat populer  di bidangnya. Sangat pantas kalau saya malu jika saya tidak mengerti  dengan istilah-istilah tersebut sedang saya adalah pelajar di bidang  itu. Dan mungkin saya perlu bertanya, apa sih yang selama ini saya  lakukan di kota ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya saya telah menguasai  (bukan hanya sekedar tahu) disiplin-disiplin ilmu yang diajarkan di  jurusan saya, yang walaupun idealnya saya juga wajib tahu (walaupun  tidak terlalu mendalam) ilmu-ilmu ke-Islaman lainnya yang ada di jurusan  lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena saya hampir yakin, ketika saya pulang nanti  masyarakat tidak akan menanyakan saya kuliah di jurusan apa? Mereka  hanya tahu bahwa saya adalah seorang lulusan Universitas al-Azhar, yang  mengerti tentang agama, &lt;i&gt;bas!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dengan  pelajaran-pelajaran yang ada di satu jurusan saja saya tidak becus,  bagaimana dengan ilmu-ilmu ke-Islaman lainnya? Terlebih lagi dengan  pengetahun-pengetahuan umum seperti sejarah, budaya, pemikiran dan  lain-lain, apa yang telah saya ketahui? Sangat pantas kalau saya takut  pulang!</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/1823825167581442356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/10/pantas-kalau-saya-takut-pulang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/1823825167581442356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/1823825167581442356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/10/pantas-kalau-saya-takut-pulang.html' title='Pantas Kalau Saya Takut Pulang!'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-4108946238298260191</id><published>2010-10-20T08:50:00.000-07:00</published><updated>2010-10-20T08:50:22.968-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Program Kerja Dp"/><title type='text'>Mohon kesedian kawan-kawan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhpWrazJVKJ8Kg-3911PKTgK1OY6D-lmOmWQVCZd38lT9c0B3ZD30-JQBreCMvhpI4wnmALtaXEONws6eMnObyNwy4RXdo0RUmIHe2bfyWcHLr5T2RJMu5VwJGt3c-HZ1rkbJVLTajWL6s/s220/KMKM+LOGO.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;133&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhpWrazJVKJ8Kg-3911PKTgK1OY6D-lmOmWQVCZd38lT9c0B3ZD30-JQBreCMvhpI4wnmALtaXEONws6eMnObyNwy4RXdo0RUmIHe2bfyWcHLr5T2RJMu5VwJGt3c-HZ1rkbJVLTajWL6s/s220/KMKM+LOGO.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Sudah beberapa bulan berlalu, pergantian kursi kepemimpinan DP atau dewan pengurus yang lama sudah berpindah ke-priode selanjutnya. Selamat untuk kabinet Dp kmkm yang baru, semoga DP tahun ini bisa lebih aktif dalam menjalankan tugas dan &lt;i&gt;Amanah&lt;/i&gt; dalam mencapai kesuksesan. Tidak terasa pula web kmkm vakum dalam beberapa bulan terakhir dan tak berjalan maksimal. Tidak ada gerak tanpa semangat, yaitu ide dan pemikiran. Karena vakum dan diam itu berarti netral dan tenggelam, berarti awal dari segala kemafsadahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami sebagai pengelola website kmkm sangat mengharapkan kesedian kawan-kawan yang sangat hobbi  menulis untuk mengisi kolum-kolum yang telah kami sediakan, seperti; kata mereka, cerpen, keilmuan, reperensi buku, profile seorang ulama, puisi dan lain-lain. Tunjukkanlah kiat dan  kreativitas kalian dan tingkatkan lagi potensi yang kalian miliki, dan kami  senantiasa menunggu parsitipasi dan antusias dari kalian. Kirimkan satu atau dua tulisan kalian lewat email atau message ke dp_kmkm@yahoo.com dan anggap saja website kmkm ini adalah blog kita bersama dan kalian berhak untuk ikut serta di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami sebagai pengelola KMKM sangat mengharapkan dukungan dan parsitipasi dari kalian semua. Mohon maaf jika banyak terdapat dalam penulisan ini. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dp KMKM</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/4108946238298260191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/10/mohon-kesedian-kawan-kawan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/4108946238298260191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/4108946238298260191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/10/mohon-kesedian-kawan-kawan.html' title='Mohon kesedian kawan-kawan'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhpWrazJVKJ8Kg-3911PKTgK1OY6D-lmOmWQVCZd38lT9c0B3ZD30-JQBreCMvhpI4wnmALtaXEONws6eMnObyNwy4RXdo0RUmIHe2bfyWcHLr5T2RJMu5VwJGt3c-HZ1rkbJVLTajWL6s/s72-c/KMKM+LOGO.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-7110119150826092698</id><published>2010-10-19T08:55:00.000-07:00</published><updated>2010-10-19T16:53:08.320-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Program Kerja"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Program Kerja PPRD"/><title type='text'>Kaltim Bangun Asrama Mahasiswa di Mesir</title><content type='html'>&lt;b&gt;SAMARINDA&lt;/b&gt;- Pemprov kaltim akan membangun asrama untuk  mahasiswa yang menuntut ilmu di Mesir. Melalui APBD 2010, telah  dialokasikan dana sebesar Rp2,5 miliar untuk membeli bangunan yang bakal  ditempati para mahasiswa asal Kaltim tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://wismakmkm.isgreat.org/wp-content/bagian-depan.thumbnail.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;148&quot; src=&quot;http://wismakmkm.isgreat.org/wp-content/bagian-depan.thumbnail.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Para mahasiswa yang berkuliah di Negeri Hosni Mubarak itu sudah  mengajukan permohonan asrama&amp;nbsp; pada 2009. Saat itu, Wakil Gubernur Kaltim  Farid Wadjdy dan Komisi IV DPRD Kaltim juga sudah mengunjungi negeri  itu untuk melakukan pemantauan.&amp;nbsp; Dari hasil kunjungan, diketahui  beberapa daerah di Indonesia sudah memiliki asrama di Mesir. Seperti,  Kalimantan Selatan, Jakarta, dan Jawa Timur. &quot;Di sana juga banyak  mahasiswa yang menuntut ilmu, sehingga sudah selayaknya disediakan  asrama,&quot; kata Kabag Pendidikan, Seni, dan Budaya Biro Sosial Setprov  Kaltim Fathurrahman kepada Kaltim Post (JPNN Grup). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pengadaan asrama ini, Pemprov Kaltim sudah membentuk tim kecil.  Tim ini bertugas mempelajari bentuk bantuan yang akan diberikan. Karena,  ada dua opsi pencairan bantuan. Yakni, melalui Kedutaan Besar Republik  Indonesia (KBRI) atau langsung dari pemprov. Jika dana dikucurkan  melalui KBRI maka bantuan akan berupa hibah, kalau dari Pemprov artinya  asrama itu akan menjadi aset pemprov. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memberikan gambaran, asrama akan ada di satu bangunan bertingkat  yang memiliki beberapa lantai. Nantinya, jika sudah direalisasikan  asrama untuk mahasiswa Kaltim hanya ada di satu lantai dengan beberapa  kamar. Menurutnya, mahasiswa Kaltim di Mesir ada sekitar 60 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terpisah,Verski Rahendra, ketua Kerukunan Keluarga Mahasiswa Kalimatan  (KMKM) di Mesir mengatakan, rencana pembelian asrama Kaltim itu telah  berhembus sejak 2007. KMKM telah melakukan survei lokasi asrama. Saat  ini, katanya, Ada dua pilihan lokasi yaitu perkampungan Hay Ashir dan  Hay Sabi yang merupakan pemukiman mahasiswa Indonesia terbanyak di Kota  Kairo. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami telah melihat dua tempat ini,” kata Verski saat dihubungi media ini Senin (5/3) lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Verski mengatakan, jumlah mahasiswa asal Kaltim yang menuntut ilmu di  Negeri Seribu Menara ini adalah 30 orang (versi pemprov sebanyak 60  mahasiswa). Mereka antara lain dari Samarinda, Balikpapan, Bontang,  Paser, dan Kutai Kartanegara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentang harga asrama, dia belum bisa memastikan karena pihaknya belum  membicarakan dengan pemilik bangunan. Namun sebagai perbandingan, pada  tahun 2007 saat mereka membeli sekretariat KMKM, waktu itu harga satu  flat berkisar 242.093 Egytian Pound (mata uang Mesir) atau sekitar Rp  400 juta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau asrama KMKM dulu dibeli sekitar Rp 400 juta, itu belum termasuk  renovasi. Jadi kami belum tahu, apa duit Rp 2,5 miliar dari pemkot ini  cukup atau lebih. Karena panitia belum membicarakan harga dengan pemilik  rumah,” katanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk diketahui, KMKM adalah wadah warga Kalimantan (Selatan, Timur,  Barat, dan Tengah) yang menuntut ilmu di Mesir yang dibentuk tahun 1958.  KMKM merupakan organisasi kekeluargaan pertama dan tertua. Mahasiswa  asal Kaltim juga tergabung di wadah ini.&lt;b&gt; (far/fid/fuz/jpnn)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;tgl&quot;&gt;&lt;b&gt;NUSANTARA - KALIMANTAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;tanggal&quot;&gt;Rabu, 07 April 2010 , 10:29:00&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/7110119150826092698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/10/kaltim-bangun-asrama-mahasiswa-di-mesir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/7110119150826092698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/7110119150826092698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/10/kaltim-bangun-asrama-mahasiswa-di-mesir.html' title='Kaltim Bangun Asrama Mahasiswa di Mesir'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-6689436576984929114</id><published>2010-08-06T16:31:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T16:31:25.710-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmiah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Papadaan"/><title type='text'>TAKUT MENGHADAPI UJIAN, PERLUKAH?</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Oleh: Lailatis Syarifah, Lc. (Ummu Neilfouz)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ujian Sebagai Pengukur Kemampuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;elama kurang lebih satu bulan mendatang, mahasiswa al-Azhar akan menghadapi ujian. Oleh karena itu, berbagai kegiatan mulai dinonaktifkan tanpa terkecuali memandang perlunya persiapan untuk menghadapi ujian. Mengapa ujian ini sangat menyita perhatian? Sampai-sampai semua kegiatan ditutup sementara. Apakah ujian ini sangat penting? Haruskah ada ujian?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujian harus terus ada, baik dalam akademis maupun dalam kehidupan. Karena hanya dengan ujian kita akan mengenal kemampuan diri. Sebagaimana pepatah Arab mengatakan, &quot;bil imtihân yukramul mar`u au yuhân.&quot; Jadi, karena hanya dengan ujian kita dapat mengerti potensi diri maka ujian haruslah menjadi momen yang sangat berarti bagi kita. Bukan sekadar lewat dan tidak mendapat perhatian lebih. Oleh karena itu, ada beberapa aspek penting yang harus kita siapkan sebelum menempuh ujian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aspek penting pertama adalah kesiapan mental. Untuk ini ada beberapa hal yang harus dicamkan baik-baik: &lt;br /&gt;
Ujian dalam belajar adalah biasa. Ujian hiduplah yang paling penting, karena bagaimana kita hidup di dunia akan menentukan kehidupan kita di akhirat. Jadi, jangan takut menghadapi ujian dalam belajar. &lt;br /&gt;
Ujian ini bukanlah tujuan, ia hanyalah sebuah cara untuk mengetahui kemampuan diri dalam memahami pelajaran dari kurikulum yang ditentukan. Jadi, jika gagal dalam ujian ini masih banyak hal lain yang bisa kita coba dan berhasil. &lt;br /&gt;
Tidak ada kata gagal dalam ujian. Yang ada hanyalah keberhasilan tertunda. Jadi, jangan pernah berkecil hati. &lt;br /&gt;
Lulus atau tidak adalah ketentuan Allah Yang Maha Agung sebagai ujian hidup. Jadi, apa pun hasilnya kita tetap akan bersyukur. Allah telah berjanji akan memberikan kenikmatan berlipat bagi mereka yang mau bersyukur. &lt;br /&gt;
Niat ujian Lillâhi ta`âla.&lt;br /&gt;
Jika lima hal di atas sudah kita camkan dan merasuk ke dalam jiwa, berarti mental kita sudah kuat dan siap. Setelahnya kita hanya perlu mempersiapkan fisik dan belajar dengan baik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Belajar Tidak Harus Memerlukan Bimbingan&lt;/strong&gt;       &lt;br /&gt;
Setiap individu adalah unik. Artinya setiap individu memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lain. Perbedaan tersebut bermacam-macam, mulai dari perbedaan fisik, pola berpikir dan cara-cara merespon atau mempelajari hal-hal baru. Dalam hal belajar, masing-masing individu memiliki kelebihan dan kekurangan dalam menyerap pelajaran yang diberikan. Oleh karena itu dalam dunia pendidikan dikenal berbagai metode untuk dapat memenuhi tuntutan perbedaan individu tersebut. Di negara-negara maju sistem pendidikan bahkan dibuat sedemikian rupa sehingga individu dapat dengan bebas memilih pola pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dirinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Indonesia seringkali kita mendengar keluhan dari orangtua yang merasa sudah melakukan berbagai cara untuk membuat anaknya menjadi &quot;pintar&quot;. Orangtua berlomba-lomba menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah-sekolah terbaik. Selain itu anak diikutkan dalam berbagai kursus maupun les privat yang terkadang menyita habis waktu yang seharusnya bisa dipergunakan anak atau remaja untuk bermain atau bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya. Namun demikian usaha-usaha tersebut seringkali tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan, bahkan ada yang justru menimbulkan masalah bagi anak dan remaja. Begitu pula di sini, mahasiswa berbondong-bondong menuju tempat bimbingan yang tidak jarang menghabiskan banyak waktu, sehingga menguras habis energi dan otak tanpa mendapatkan hasil yang sebanding.     &lt;br /&gt;
Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa anak-anak tersebut tidak kunjung pintar? Salah satu faktor yang dapat menjadi penyebabnya adalah ketidaksesuaian cara belajar yang dimiliki dengan metode belajar yang diterapkan dalam pendidikan yang dijalaninya termasuk kursus atau les privat. Cara belajar yang dimaksudkan disini adalah kombinasi dari bagaimana individu menyerap, lalu mengatur dan mengelola informasi. &lt;br /&gt;
Otak manusia adalah kumpulan massa protoplasma yang paling kompleks yang ada di alam semesta. Satu-satunya organ yang dapat mempelajari dirinya sendiri dan jika dirawat dengan baik dalam lingkungan yang menimbulkan rangsangan yang memadai, otak dapat berfungsi secara aktif dan reaktif selama lebih dari seratus tahun. Otak inilah yang menjadi pusat belajar sehingga harus dijaga dengan baik sampai seumur hidup agar terhindar dari kerusakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut MacLean, otak manusia memiliki tiga bagian dasar yang seluruhnya dikenal sebagai triune brain/three in one brain (dalam DePorter &amp;amp; Hernacki, 2001). Bagian pertama adalah batang otak, bagian kedua sistem limbik  dan yang ketiga adalah neokorteks. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batang otak memiliki kesamaan struktur dengan otak reptil, bagian otak ini bertanggungjawab atas fungsi-fungsi motorik-sensorik-pengetahuan fisik yang berasal dari panca indra. Perilaku yang dikembangkan bagian ini adalah perilaku untuk mempertahankan hidup, dorongan untuk mempertahankan spesies. &lt;br /&gt;
Di sekeliling batang otak terdapat sistem limbik yang sangat kompleks dan luas. Sistem ini berada di bagian tengah otak manusia. Fungsinya bersifat emosional dan kognitif yaitu menyimpan perasaan, pengalaman yang menyenangkan, memori dan kemampuan belajar. Selain itu sistem ini mengatur bioritme tubuh seperti pola tidur, lapar, haus, tekanan darah, jantung, gairah seksual, temperatur, kimia tubuh, metabolisme dan sistem kekebalan. Sistem limbik adalah panel kontrol dalam penggunaan informasi dari indra penglihatan, pendengaran, sensasi tubuh, perabaan, penciuman sebagai input yang kemudian informasi ini disampaikan ke pemikir dalam otak yaitu neokorteks. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Neokorteks terbungkus di sekitar sisi sistem limbik, yang merupkan 80% dari seluruh materi otak. Bagian ini merupakan tempat bersemayamnya pusat kecerdasan manusia. Bagian inilah yang mengatur pesan-pesan yang diterima melalui penglihatan, pendenpendengaran dan sensasi tubuh manusia. Proses yang berasal dari pengaturan ini adalah penalaran, berpikir intelektual, pembuatan keputusan, perilaku normal, bahasa, kendali motorik sadar, dan gagasan non verbal. Dalam neokorteks ini pula kecerdasan yang lebih tinggi berada, diantaranya adalah : kecerdasan linguistik, matematika, spasial/visual, kinestetik/perasa, musikal, interpersonal, intrapersonal dan intuisi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan kemampuan yang dimiliki otak dalam menyerap, mengelola dan menyampaikan informasi, maka cara belajar individu dapat dibagi dalam 3 (tiga) kategori. Ketiga kategori tersebut adalah cara belajar visual, auditorial dan kinestetik yang ditandai dengan ciri-ciri perilaku tertentu. Pengkategorian ini tidak berarti bahwa individu hanya yang memiliki salah satu karakteristik cara belajar tertentu sehingga tidak memiliki karakteristik cara belajar yang lain. Pengkategorian ini hanya merupakan pedoman bahwa individu memiliki salah satu karakteristik yang paling menonjol sehingga jika ia mendapatkan rangsangan yang sesuai dalam belajar maka akan memudahkannya untuk menyerap pelajaran. Dengan kata lain jika sang individu menemukan metode belajar yang sesuai dengan karakteristik cara belajar dirinya maka akan cepat ia menjadi &quot;pintar&quot; sehingga kursus-kursus atau pun bimbingan secara intensif mungkin tidak diperlukan lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Karakteristik Cara Belajar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Adapun ciri-ciri perilaku individu dengan karakteristik cara belajar seperti disebutkan diatas, menurut DePorter &amp;amp; Hernacki (2001), adalah sebagai berikut:  &lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;1. Karakteristik Perilaku Individu Dengan Cara Belajar Visual&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Individu yang memiliki kemampuan belajar visual yang baik ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut: &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Rapi dan teratur. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berbicara dengan cepat. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mampu membuat rencana jangka pendek dengan baik. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Teliti dan rinci. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mementingkan penampilan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih mudah mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengingat sesuatu berdasarkan asosiasi visual. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memiliki kemampuan mengeja huruf dengan sangat baik. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biasanya tidak mudah terganggu oleh keributan atau suara berisik ketika sedang belajar. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sulit menerima instruksi verbal (oleh karena itu seringkali ia minta instruksi secara tertulis). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Merupakan pembaca yang cepat dan tekun. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih suka membaca daripada dibacakan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalam memberikan respon terhadap segala sesuatu, ia selalu bersikap  waspada, membutuhkan penjelasan menyeluruh tentang tujuan dan berbagai hal lain yang berkaitan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika sedang berbicara di telpon ia suka membuat coretan-coretan tanpa arti selama berbicara &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat &quot;ya&quot; atau &quot;tidak&#39;. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih suka mendemonstrasikan sesuatu daripada berpidato/berceramah. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih tertarik pada bidang seni (lukis, pahat, gambar) daripada musik. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seringkali tahu apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai menuliskan dalam kata-kata. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;strong&gt;2. Karakteristik Perilaku Individu dengan Cara Belajar Auditorial&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;
Individu yang memiliki kemampuan belajar auditorial yang baik ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut: &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sering berbicara sendiri ketika sedang bekerja. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mudah terganggu oleh keributan atau suara berisik. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih senang mendengarkan (dibacakan) daripada membaca. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika membaca maka lebih senang membaca dengan suara keras. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat mengulangi atau menirukan nada, irama dan warna suara. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengalami kesulitan untuk menuliskan sesuatu, tetapi sangat pandai dalam bercerita. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berbicara dalam irama yang terpola dengan baik. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berbicara dengan sangat fasih. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih menyukai seni musik dibandingkan seni yang lainnya. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada apa yang dilihat. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Senang berbicara, berdiskusi dan menjelaskan sesuatu secara panjang lebar. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengalami kesulitan jika harus dihadapkan pada tugas-tugas yang berhubungan dengan visualisasi. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih pandai mengeja atau mengucapkan kata-kata dengan keras daripada menuliskannya. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih suka humor atau gurauan lisan daripada membaca buku humor atau komik.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;strong&gt;3. Karakteristik Perilaku Individu dengan Cara Belajar Kinestetik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Individu yang memiliki kemampuan belajar kinestetik yang baik ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut: &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Berbicara dengan perlahan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menanggapi perhatian fisik. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyentuh orang lain untuk mendapatkan perhatian mereka. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berdiri dekat ketika sedang berbicara dengan orang lain. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Banyak gerak fisik. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memiliki perkembangan otot yang baik. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Belajar melalui praktek langsung atau manipulasi. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menghafalkan sesuatu dengan cara berjalan atau melihat langsung. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menggunakan jari untuk menunjuk kata yang dibaca ketika sedang membaca. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Banyak menggunakan bahasa tubuh (non verbal). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak dapat duduk diam di suatu tempat untuk waktu yang lama. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sulit membaca peta kecuali ia memang pernah ke tempat tersebut. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada umumnya tulisannya jelek. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyukai kegiatan atau permainan yang menyibukkan (secara fisik). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ingin melakukan segala sesuatu.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan mempertimbangkan dan melihat cara belajar apa yang paling menonjol dari diri seseorang maka individu yang bersangkutan (yang sudah memiliki pemahaman yang cukup tentang karakter cara belajar dirinya) diharapkan dapat bertindak secara arif dan bijaksana dalam memilih metode belajar yang sesuai. Bagi para mahasiswa yang mengalami kesulitan belajar, cobalah untuk mulai merenungkan dan mengingat-ingat kembali apa karakteristik belajar Anda yang paling efektif. Setelah itu cobalah untuk membuat rencana atau persiapan yang merupakan kiat belajar Anda sehingga dapat mendukung agar kemampuan tersebut dapat terus dikembangkan. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan memanfaatkan berbagai media pendidikan seperti tape recorder, video, gambar, dan lain-lain. Selamat mencoba.  Semoga bermanfaat. &lt;i&gt;Wallâhu A&#39;lam bissowâb&lt;/i&gt;.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/6689436576984929114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/08/takut-menghadapi-ujian-perlukah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/6689436576984929114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/6689436576984929114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/08/takut-menghadapi-ujian-perlukah.html' title='TAKUT MENGHADAPI UJIAN, PERLUKAH?'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-3880777218352530491</id><published>2010-08-06T16:11:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T16:11:03.751-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmiah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Papadaan"/><title type='text'>Strategi Dakwah Islamiyah di Jaman Modern</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Oleh Khairy Abusyairi&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;K&lt;/b&gt;urun waktu perjuangan Rasulullah Saw. telah kita lewati sejak 14 abad yang lalu. Sebuah perjuangan dan pengorbanan dalam menjalankan misi yang diembankan keatas pundak beliau untuk berdakwah menyeru dan mengajak seluruh manusia agar meng-esakan Allah SWT sebagai Tuhan yang sebenar untuk disembah dan mengajak agar manusia mengakui beliau adalah salah seorang utusan Allah. Secara singkat dakwah Rasulullah boleh dikatakan sangat berhasil. Kini giliran kita melanjutkan misi dakwah Rasulullah tersebut juga mempetahankan dan melestarikan hasil jerih payah yang telah beliau tinggalkan, yaitu ajaran Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konteks strategi dakwah yang dulu dan sekarang tentu berbeda karena memang situasi dan tantangannya berbeda pula. Namun tujuan dan sasaran dakwah haruslah tetap sama yaitu tauhidillah. Dulu Rasulullah berdakwah dalam situasi dan kondisi dimana kebanyakan manusia benar-benar tidak mengenal Allah Swt. dan sama sekali tidak tahu tentang norma-norma akhlak yang terpuji. Yang ada hanya kekejaman, kekerasan tak berprikemanusiaan, seperti merampas hak-hak orang lain, mengubur hidup-hidup anak perempuan dan kebiasaan mabuk-mabukan. Semua itu bukanlah hal yang asing bagi masyarakat dakwah Rasulullah saat itu. Caci maki dan penyiksaan bahkan pengucilan dilancarkan dengan gencarnya oleh kaum kafir Quaraisy tehadap pengikut Nabi Muhammad Saw. Mereka melakukan hal itu semua agar gerakan Dakwah Islamiyah menjadi sempit sekaligus agar bisa menjadi propaganda kepada orang-orang bahwa siapa yang memilih beriman berarti ia memilih penderitaan. Betapa berat dan besarnya tantangan Dakwah Islamiyah yang dihadapi Rasulullah dan umat Islam masa itu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini kita berada di masa yang sangat berbeda. Perubahan zaman tentu diiringi dengan datangnya tantangan dan problematika yang lebih banyak, sulit menghadapinya, baik masa sekarang maupun di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muhammad Qutb dalam bukunya yang berjudul “Jahiliyah Abad XX” menyinggung gejala-gejala kemunduran dunia keabad-abad sebelumnya ‘Return to back future’. Kemunduran yang beliau maksudkan adalah seolah-olah kemajuan peradaban yang pesat yang terjadi di saat ini tak ada bedanya dengan peradaban Yunani dan Romawi pada masa lampau. Dimana kemajuan ekonomi, politik dan ilmu pengetahuannya mampu mendominasi sebagian besar pelosok-pelosok dunia, termasuk Jazirah Arab. Tapi mengapa masa tersebut disebut masa kebodohan (jahiliyah)? Jawabannya adalah karena kemajuan yang mereka capai dalam segi material tidaklah begitu bernilai dibanding kemajuan dalam segi spiritual. Itu karena mereka mempertuhankan kemajuan tersebut sementara jiwa mereka kosong dari keimanan kepada Allah Swt. Dan malah justru kemajuan tersebut membuat mereka menjadi tidak percaya dengan adanya hari akhirat. Kejahiliyahan spiritual juga berbentuk penafian terhadap hukum Allah, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Swt: ”Apakah mereka mengehendaki hukum jahiliyah? Dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin”. (QS. Al-Ma’idah: 50)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pembahasan strategi dakwah di abad modern, kita tak bisa melepaskan diri dari upaya memahami situasi yang ada, yaitu bahwa tantangan Dakwah Islamiyah saat ini adalah jahiliyah modern yang memiliki gambaran sebagai berikut:&lt;br /&gt;
1. Tidak beriman kepada Allah SWT, atau tidak adanya keyakinan mutlak atas ketuhanan Allah dan keyakinan bahwa Dia-lah satu-satunya yang berhak atas ketentuan hukum.&lt;br /&gt;
2. Adanya pemerintahan thagut di muka bumi yang memalingkan manusia dari syari’at Allah Swt.&lt;br /&gt;
3. Kerusakan di bidang pemikiran seperti paham sekularisme, komunisme dan sebagainya.&lt;br /&gt;
4. Kerusakan di bidang moral.&lt;br /&gt;
5. Kerusakan di bidang politk, ekonomi sosial, seni budaya dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua fenomena diatas sangat memerlukan solusi yang tepat dan benar. Memahami objek dakwah sangat menetukan metode penyampaian yang akan dipergunakan. Namun strategi dakwah dalam menghadapi tantangan seperti yang tersebut diatas secara umum antara lain:&lt;br /&gt;
1. Memahami betul manhaj dakwah Rasulullah Saw. Tauladanilah Rasulullah dari segi kepribadian, sifat  dan sikap beliau dalam berdakwah.&lt;br /&gt;
2. Jadilah qudwah hasanah bagi semua orang. Karena hal ini membuat dakwah kita lebih mudah diterima dan berkesan kuat di hati orang lain.&lt;br /&gt;
3. Mengantisipasi segala bentuk tantangan dakwah dengan konsekuensi harus mangamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;
4. Berusaha memurnikan kembali pemahaman terhadap Islam yang diselewengkan serta menandingi arus gerakan westernisasi dan kristenisasi dengan memperbanyak media dakwah yang memungkinkan seperti mempergunakan televisi, radio, media cetak dan sebagainya. &lt;i&gt;Wallahu a’lam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Edisi NO.39. tahun X. november 1995 M./jumadil akhir 1416 H.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/3880777218352530491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/08/strategi-dakwah-islamiyah-di-jaman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/3880777218352530491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/3880777218352530491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/08/strategi-dakwah-islamiyah-di-jaman.html' title='Strategi Dakwah Islamiyah di Jaman Modern'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-6050243012880756493</id><published>2010-08-06T16:03:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T16:03:58.266-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmiah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Papadaan"/><title type='text'>Sudahkah Saya Shalat?</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Oleh: Syarif Amir Mahmud&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;B&lt;/strong&gt;icara shalat memang sudah basi, terlebih di kalangan para cendikiawan yang sudah paham betul tentang rukun Islam, bahkan -barangkali- sudah bosan dengan shalat itu sendiri. Kebosanan tersebut sedikit banyaknya disebabkan oleh derasnya arus perkembangan nalar manusia sesuai dengan tuntutan ruang dan waktu, disamping juga dikarenakan prinsip-prinsip sains yang sudah menjadi landasan berpikir manusia abad modern. Jadi, wajarlah kalau hasil produk berpikirnya juga canggih. Artinya, segala sesuatu yang sudah menjadi dogma (kepercayaan) baku sebuah ajaran, selalu dilihat lewat kacamata sains. Kalau sesuai, ya diambil, kalau nggak ya harus dibuang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shalat adalah salah satu contoh. Menurut pandangan para antropolog (ahli kebudayaan kuno), shalat adalah salah satu bentuk ritual sebuah masyarakat. Shalat merupakan hasil refleksi (renungan) panjang mereka tentang identitas jagat raya ini. Didalam shalat, terdapat beberapa gerakan yang mengisyaratkan makna tertentu. Jadi, istilahnya, shalat itu adalah sebuah literatur (buku) yang berbentuk gerakan-gerakan. Lewat shalatlah seorang yang beragama bisa membaca kembali nilai-nilai yang telah diajarkan nenek moyangnya beberapa abad yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diakui memang, menurut mereka, setiap komunitas masyarakat tentu mempunyai corak dan gaya hidup masing-masing. Demikian pula dengan shalat. Shalat memiliki bentuk yang beragam sesuai dengan sikon, kepercayaan dan sosiohistoris (sejarah hidup) masyarakatnya. Jadi, prinsip berpikir semacam ini pada gilirannya meniscayakan sebuah asumsi (pemikiran) bahwa tidaklah tertutup kemungkinan di zaman sekarang akan ada lagi bentuk shalat dengan gaya baru. Yang penting kan nilai spiritnya! Demikian -akhirnya- semboyan yang sering terkumandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau ditilik lewat kaca mata logika, memang ada benarnya juga. Yang penting kan esensinya. Tetapi mengingat pola berpikir kawula muda kita yang terkesan lebih bersifat ambisius, agaknya kepercayaan semacam ini bukannya memberikan pencerahan, tetapi justru malah menjauhkan mereka dari nilai-nilai yang terkandung dalam gerakan ritual tadi. Akhirnya karena ingin mengambil jalan pintas, shalatnya cukup dengan memejamkan mata sambil merenung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya pekerjaan seperti itu nggak salah, malahan Sidarta Gautama (seorang bijak penggagas ajaran Budha) menganjurkan shalat alathul atau yoga, yang dalam istilah sufisme-nya disebut dengan muraqabatunnafs (selalu introspeksi diri). Akan tetapi pada prakteknya, yang lebih kelihatan adalah gayanya, keren-nya dan juga kesan keberaniannya dalam memeraktekkan gagasan yang menurut mereka baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru? Apanya yang baru. Didalam dunia pemikiran tidak ada istilah baru. Yang baru itu kitanya, kita yang baru tahu kalau hal itu bisa dilakukan begini dan yang begini bisa dilakukan begitu. Logika filsafatnya kan begitu, sebagaimana komentar Hegel tentang pengetahuan manusia yang relatif. Lalu, yang baru itu apanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya tidak ada yang baru kecuali kalau kita mau mengasah kembali kesadaran, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan sekitar. Lho, mengapa harus begitu? Bukankah kita sudah sadar, dalam artian sudah Islam dan sudah sering shalat, terserah apakah shalatnya dengan gaya konvensional -sebagaimana nabi Muhammad shalat- atau dengan gaya baru tadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya pikir, disini letak kritis kita terhadap prilaku kita selama ini. Kita sebagai seorang guru agama atau pimpinan lembaga yang sifatnya keagamaan, taruhlah umpamanya sebuah universitas, atau organisasi kumpulan para ulama dan atau yang lainnya. Realitanya, di satu sisi, kita berada pada kubu kebenaran, tetapi pada sisi yang samar oleh mata kita sendiri, kita sebenarnya tengah melakukan tindakan anarkis didalam maupun diluar pengetahuan kita. Sulitnya, ketika orang lain mengetahui hal itu dan langsung memberikan nasehat, kita sering tertipu dengan diri sendiri yang tidak pernah merasa salah. Lebih sulit lagi ketika kita sudah mendewakan baik terhadap diri kita sendiri maupun terhadap latar belakang dan sejarah yang merupakan cerminan kepribadian kita. Sudahkah kita shalat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shalat? Ngapain? Dan apa hubungannya? Boleh nggak sejenak saya merenung? Saya ingin shalat. Maksud saya, menyalatkan nafsu, alias ego saya yang selama ini -menurut hemat saya yang dangkal- masih belum pernah dishalatkan. Karena yang selama ini shalat, kan cuma hati, lidah dan badan saja. Disinilah barangkali hikmah mengapa Tuhan menganjurkan juga puasa, zakat dan haji. Tapi lagi-lagi ego kita masih belum juga shalat. Sampai kapan?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makanya didalam Al-Quran ada kalimat-kalimat yang tak kalah kuantitasnya dengan kalimat As-Shalat. Kalimat tersebut diantaranya: afala tatafakkarun, la&#39;allakum ta&#39;qilun, ayatun li ulil albab dan sebagainya. Jadi, disamping shalat yang ada, kita masih harus shalat lagi. &quot;Apakah kalian harus menunggu Aku untuk menyalatkanmu?&quot; Kata Tuhan kepada mereka yang masih ingkar. Maaf, ini cuma istilah saya. Tuhan tidak pernah berkata seperti itu. Saya hanya memahami bahwa azab yang datang dari Tuhan itu adalah bentuk kepedulian Tuhan untuk menyalatkan hambanya yang masih belum shalat. Salah nggak? Saya punya bukti lho! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satunya, kisah-kisah didalam al-Quran. Para pembangkang baru sadar setelah mereka mendapatkan suatu bala yang datang dari langit. Fir&#39;aun, Qarun, Haman dan lainnya, adalah sejumlah pribadi yang baru sadar setelah Tuhan memberikan sangsi. Dari sini saya bisa menyimpulkan bahwa kesakitan fisik disisi lain juga membawa dampak positif. Orang lebih sering bisa disadarkan oleh kejadian-kejadian yang cukup menggonjangkan jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kematian, kehilangan, kecelakaan dan sebagainya, ternyata lebih bisa membuat kita mengintrospeksi diri. Kalau begitu, mendingan kita memalangkan diri saja biar sadarnya lebih sering!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak! Tidak seperti itu prakteknya. Tuhan melarang kita menelantarkan diri. Kemalangan itu bisa diartikan lebih luas, tidak cuma terbatas pada malapetaka seperti itu. Di dunia ini masih banyak orang miskin, orang cacat dan mereka yang hidupnya tidak nyaman. Dan juga tidak sedikit dari mereka yang tidak menerima kenyataan yang ada. Hanya saja, ketidaksadaran mereka lebih bisa ditolerir ketimbang mereka yang diberikan anugrah melimpah ruah. Makanya Nabi Muhammad pernah meminta kepada Tuhan agar hidupnya sama dengan orang miskin, karena air mata lebih bisa membuat kita sadar ketimbang gelak-tawa, gagap-gempita dan sorak-tampik kesenangan materi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, maafkan saya yang dalam penulisan ini lebih menampakkan sikap sok tahu saya. Tulisan ini lebih saya tujukan kepada diri saya pribadi, karena saya juga belum termasuk dalam golongan orang-orang yang sadar. Saya masih bertanya pada diri sendiri: Sudahkah saya shalat?</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/6050243012880756493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/08/sudahkah-saya-shalat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/6050243012880756493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/6050243012880756493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/08/sudahkah-saya-shalat.html' title='Sudahkah Saya Shalat?'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-3515680632322206027</id><published>2010-02-18T10:44:00.000-08:00</published><updated>2010-10-19T16:54:30.589-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Program Kerja"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Program Kerja Dp"/><title type='text'>welcome to our future</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgk05-1Xr1rKQrESvpJSLEyt3ma_WPPvcV3Y8edgrkWlguWG4bC2mPMsTTLC-sh5Px-lzbiC9I3GHeCW0HuC_jjdOdu1pn725R6_5NqiD7NvWwAQI8EccyjQBnI9AVg_HneCpbEOjYja31C/s1600-h/kmkm.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5439667909943800498&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgk05-1Xr1rKQrESvpJSLEyt3ma_WPPvcV3Y8edgrkWlguWG4bC2mPMsTTLC-sh5Px-lzbiC9I3GHeCW0HuC_jjdOdu1pn725R6_5NqiD7NvWwAQI8EccyjQBnI9AVg_HneCpbEOjYja31C/s320/kmkm.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 150px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 150px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Selamat datang di kekeluargaan mahasiswa kalimantan mesir&lt;br /&gt;
Kami mencoba membuat lagi situs kmkm yang baru, karna tanpa disadari bahwa situs kmkm sudah habis masa berlakunya. jadi mohon maaf sebesar-besarnya buat teman-teman dikarnakan kelalaian kami sebagai pengelola situs kmkm kemarin kurang aktiv dalam peng-update-an  contens situs kmkm yang dahulu. Jadi sekarang kita mencoba beralih ke situs gratisan saja, di karnakan hosting kmkm dahulu susah untuk di perpanjang, di sebabkan berbagai penyebab, dan saya juga kurang tahu apa masalahnya. kita serahkan saja pada yang di atas, hehehehe...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
okeh,.. tak usah berpanjang lebar lagi dan tak perlu berbelit juga, kami segenap pengelola situs kmkm ini sangat mengharapkan bantuan dari kawan-kawan, agar bisa menyumbang baik itu berupa tulisan atau kritik dan juga tambahan klo perlu. Apapun itu, kami sangat mengharapkan dukungan serta semangat kalian untuk kelangsungan hidup situs ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
akhir kata sekali lagi mohon maaf sebesar-besarnya, dan wassalam.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/3515680632322206027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/02/welcome-to-our-future.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/3515680632322206027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/3515680632322206027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/02/welcome-to-our-future.html' title='welcome to our future'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgk05-1Xr1rKQrESvpJSLEyt3ma_WPPvcV3Y8edgrkWlguWG4bC2mPMsTTLC-sh5Px-lzbiC9I3GHeCW0HuC_jjdOdu1pn725R6_5NqiD7NvWwAQI8EccyjQBnI9AVg_HneCpbEOjYja31C/s72-c/kmkm.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-4220614428138763027</id><published>2006-07-07T13:55:00.000-07:00</published><updated>2010-08-03T21:55:00.529-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kata Mereka"/><title type='text'>Coretan Kecilku; Ini Belum Berakhir</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Oleh:Anwar Hafidzi*&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Sebagai rasa peduli terhadap KMKM adalah, keikutsertaan dan dukungan terhadap kegiatan yang diadakan oleh KMKM” &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tidak terasa sudah setahun aku berkecimpung dalam dunia organisasi KMKM, banyak sekali pengalaman yang menurutku bisa menjadi bagian dari catatan kehidupanku. Kadang rasa senang dan bahagia menghampiri, kadang juga rasa lelah dan sedih. Semua itu selalu silih berganti setiap saat. Dilembaran terakhir coretan kecilku tertulis, “Tahun ini ada beberapa hal yang belum bisa aku penuhi, dan ada beberapa hal yang sama sekali tidak bisa aku kembangkan”. Kegiatan di KMKM memang bisa dibilang tergolong membuang waktu belajarku di Mesir ini, terlihat jadwal talaqqi mulai jarang kukunjungi, hanya sesekali menatap sang guru demi organisasi, sulitnya bagiku untuk membagi waktu antara yang wajib dan sunnah, karena dua-duanya sangat penting. Banyak hal yang telah aku pelajari dan aku dapati ketika menduduki jabatan sebagai ketua KMKM, bukan hanya tertulis, tapi juga pengalaman pribadi yang sangat erat kaitannya dengan kehidupanku dimasa mendatang.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebagai seorang penuntut ilmu hal yang paling penting dilakukan adalah melakukan hal-hal yang dianggap penting dalam study; belajar, hadir di pengajian, mempelajari dan mencoba mempraktekkannya. Berbeda dengan organisasi, semua belajar dari pengalaman untuk memecahkan masalah, berbuat yang terbaik, bekerjasama dan selalu diakhiri dengan evaluasi, semua itu adalah sebuah pembelajaran untuk mencapai kesuksesan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Masa setahun, saya rasa cukup untuk mengambil pelajaran dalam berorganisasi, yang walaupun pada intinya belum bisa sempurna, karena pelajaran itu baru bisa diambil kesimpulannya setelah kejadian itu terjadi. Tapi semua itu bukan yang terakhir, karena kita akan memberikan pengalaman yang kita dapat untuk periode selanjutnya. Hal ini seharusnya sudah kurasakan diawal kepemimpinan, tapi kenyataannya tidak, kami malah dituntut untuk berkreasi sendiri, belajar sendiri, dan memecahkan masalah sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kehidupan pribadi dan umum memang sangat erat hubungannya, kadang kita harus mengorbankan salah satunya demi kepentingan bersama. Waktu yang sangat sedikit membuat kita berpikir, betapa sulitnya menjadi pemimpin, yang akhirnya kita hanya bisa menyalahkan pimpinan kita tanpa mengetahui betapa sulit dan beratnya mengemban amanah itu. KMKM milik kita bersama dan bukan milik sebuah Dewan Pengurus, jadi kita juga berhak untuk memeberikan hal yang terbaik untuk nama besar Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir yang tercinta ini.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Catatan akhir dalam kepemimpinanku saat ini adalah, betapa sulit dan lelahnya menjadi seorang ketua, karena kita hanyalah “babu” dan “kuli” dalam organisasi, padahal kita tidak sendiri akan tetapi karena sudah kebiasaan, maka terjadilah yang demikian. Tapi semua itu akan hilang dengan sendirinya jika dilakukan dengan ikhlas dan sabar. Hilangnya keakraban dan saling tolong menolong di KMKM mulai berdatangan, dikarenakan tidak adanya rasa memiliki layaknya sebuah keluarga, bahkan yang lebih parahnya lagi kita sudah bisa saling mencela dan merasa paling benar diantara yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sekarang Kita berada di negeri yang bukan menjadi jiwa kita, sudah siapkah kita membawa peti dari Mesir? yang mungkin hanya dapat kita isi dengan harta dan kekuasaan atau ilmu dan pengalaman? karena kita akan pulang ketanah air, kehidupan yang “wah” di Mesir sudah menelantarkan kita dari tujuan pertama sebelum kita menginjakkan kaki di bumi ‘Himar’ ini, bahkan kita mampu menyesatkan orang lain. Dunia maya sudah menjadi bagian dari kehidupan, terbukti betapa bete’nya kita jika telat bayar “faturah” internet, yang mana kita tidak pernah merasa bete’ dengan ketinggalan hadir dibangku kuliah, halaqah keilmuan atau kegiatan yang bermanfaat lainnya, karena waktu tidak akan kembali walau sedetik, kecuali jika kita tetap betah bertahun-tahun tinggal dibumi yang memiliki keindahan dengan empat musim nya ini. Semua itu semu, kehidupan yang sesungguhnya adalah dimana kita menetap seutuhnya, apakah kita bermanfaat atau tidak, semua tergantung pada diri masing-masing. Paling tidak ‘kejarlah’ kesempatan yang pernah kita inginkan itu, selama masih bisa dan mampu. So, Jangan pernah merasa sok pintar kalau menghitung rambut dikepala saja masih tidak tahu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keseimbangan antara waktu santai, organisasi dan ilmu juga harus seimbang, jangan hanya organisasi saja yang selalu diutamakan, atau pengajian saja, akan tetapi porsi untuk mendapatkan pengetahuanlah yang diutamakan, sesekali kita ikut pelatihan, ikut andil dalam kepanitiaan KMKM, hadir di halaqah keilmuan, belajar dari pengalaman yang telah dilalui. Ketika rasa lelah menghampiri, ajaklah untuk bermain. Semua itu akan indah jika kita bisa bagi waktu itu dengan efisien, tidak ada yang sulit selama kita berusaha untuk bisa mengerjakannya. Dan ingat, tidak ada seorang pun lahir dalam keadaan berilmu. Berusaha dan jangan putus asa, karena ilmu itu didatangi bukan hanya menunggu dan menunggu karena dia tidak datang dengan sendirinya. For My Beloved KMKM&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;*Ketua Umum KMKM periode XXX masa bakti 2008-2009, Mahasiswa Syari’ah Islamiyah Tk. IV Universitas Al Azhar, asal Kelua, Kalsel.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/4220614428138763027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/07/coretan-kecilku-ini-belum-berakhir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/4220614428138763027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/4220614428138763027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/07/coretan-kecilku-ini-belum-berakhir.html' title='Coretan Kecilku; Ini Belum Berakhir'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-6329509631557619200</id><published>2006-07-07T04:22:00.000-07:00</published><updated>2010-08-03T21:55:28.474-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kata Mereka"/><title type='text'>KMKM cinta pertamaku; keakraban dan keharmonisan impianku</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Oleh: Susanto Sutejo&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setengah abad lebih KMKM berdiri kokoh tak kenal lelah demi mengayomi putra-putri Kalimantan yang bertandang ke mesir guna menimba ilmu pengetahuan  tuk meneruskan titah kerasulan. Berawal dari segelintir anak Kalimantan yang menimba ilmu di negri seribu menara, terpikir di benak mereka ingin menyatukan putra putri Kalimantan dalam satu wadah yang  mana disitu bisa saling membantu, menjalin keakraban, saling nasehat menasehati serta berbagi suka dan duka. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;KMKM bagaikan seorang ibu yang mengandung anak-anaknya kemudian melahirkan dan menjaga  serta  memeliharanya lalu menyapihnya, Sedangkan kita adalah putra putri yang terlahir dari rahim KMKM. Bayangkan pertama kali kita menginjakkan  kaki di negri Musa ini tanpa  keluarga dan orang tua, KMKM lah yang menyambut , memberikan pencerahan serta pengarahan, dia pula yang pertama kali kita kenal  saat menatap langit biru kairo, disitu kita dikenalkan dangan keluarga baru walau mereka bukan sedarah daging , tapi mereka adalah saudara kita sekarang yang nantinya kita akan berbagi dengan mereka .&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kita tahu bahwa Manusia adalah makhluk sosial yang tak mampu hidup dalam kesendirian. Tapi terkadang sifat egoisme morongrong etika berinteraksi  bahkan merusaknya, tabiat manusia emang ingin menang sendiri, menganggap dialah yang paling hebat tidak menghiraukan orang lain. bahkan, terkadang rasa menghargai sesama  pun lenyap . sifat seperti ini hendaknya kita kendalikan dan merotasikannya kearah yang lebih baik dengan membiasakan diri untuk selalu menghargai sesama  karena setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;KMKM dulu terkenal dengan keakraban dan keharmonisan anggotanya, yang tua mengasihi serta membimbing yang lebih muda dan sebaliknya yang muda pun menghormati yang lebih tua. seakan satu keluraga yang hidup berdampingan saling membantu dan menatap masa depan dengan kebahagian dan senyuman manis. sebagaimana yang termaktub dalam motto KMKM&quot; BARARAKATAN BAPAPADAHAN BATUTULUNGAN DI BANUA URANG&quot; tentunya orang terdahulu membuat motto ini, mereka telah merealisasikannya dan tentunya mereka berharap motto ini akan berkelanjutan sampai generasi sesudahnya. tapi rasa kebersamaan itu kini mulai terkikis entah kenapa, tidak tahu sebab yang pasti. Atau barang kali kurangnya interaksi diantara kita (anggota KMKM) yang lebih parah bahkan ada yang tidak kenal antar anggota KMKM, dan  ini merupakan suatu yang tidak wajar terjadi dalam rumpun keluarga. Islam mengajarkan kita untuk mempererat tali persaudaraan  dan melarang merusaknya sebagimana  yang disabdakan Rasulullah dalam kitab bulughul maram &quot;tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali persaudaraan&quot; .&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kita adalah satu keluarga yang hidup dibawah naungan KMKM tercinta, sudahkah kita memberikan konstribusi terbaik untuk KMKM?? Tujuan kita sama, langkah kita seirama, meskipum kita datang dari daerah yang berbeda bahkan bahasa  pun tidak sama tapi kita tetap satu rumpun dari pulau berbentuk ayam jago itu. Gerak gerik, tingkah laku serta akademis kita akan menjadi sorotan kekeluargaan lain dan  itu semuanya  akan mengankat martabat KMKM diantara kekeluargaan lain jikalau kita menghiasinya dengan prestasi dan akhlak mulia, betapah eloknya seandainya KMKM menjadi gudang orang-orang berprestasi  yang berakhalak mulia, mungkinkah ini terjadi??&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;KMKM adalah rumah pertama kita dimesir, tidak mungkin terlupakan walaupun suatu saat kita akan meninggalkannya. Ibarat cinta pertama tak akan terlupakan walau usia dimakan waktu. karena tidak ada cinta elainkan cinta pertama. sebagaimana yang diungkapkan seorang penyair handal dimasa Abbasiyah ; Abu Tamam dalam penggalan syairnya:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pindahkan hati anda dari jiwa kemanapun anda suka, tapi ingat tidak ada cinta kecuali hanya cinta pertama. Dan berapa banyak rumah yang terdapat dimuka bumi yang sempat tinggal seseorang didalamnya, tapi tak mampu menafikan kegandrungannya terhadap rumah yang pertama kali dia menjejakan kakinya. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Begitulah KMKM kalau boleh kita ibaratkan dia adalah cinta pertama, yang kan selalu terpatri dalam lubuk sanubari terdalam yang tak akan pernah lebur walau diterjang gelombang waktu yang mampu merontokan taring memutihkan ubun-ubun melemahkan otot-otot persendian, cinta itu tetap akan terpatri kokoh dalam bilik hati terdalam. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebersamaan dan keharmonisan antar kita, akan mejadi modal pokok untuk  mengukir prestasi di kampus dambaan putra putri bangsa seluruh penjuru alam. bersyukur kita yang telah berada dalam ayoman keilmuannya. Mari kita satukan langkah dan kuatkan tekat tuk meraih kesuksesan dan mengukir prestasi di Universitas tertua Al Azhar dambaan umat islam.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mari kita torehkan sejarah baru tuk banggakan KMKM tercinta di bumi para Nabi ini, kita semua bisa , semangat dan terus semangat tuk raih masa depan yang cemerlang…!!!  I love you KMKM&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/6329509631557619200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/07/kmkm-cinta-pertamaku-keakraban-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/6329509631557619200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/6329509631557619200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/07/kmkm-cinta-pertamaku-keakraban-dan.html' title='KMKM cinta pertamaku; keakraban dan keharmonisan impianku'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-7851028979664414586</id><published>2006-07-07T04:20:00.000-07:00</published><updated>2010-08-03T21:55:41.058-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kata Mereka"/><title type='text'>Kesan Pertama Terukir Dalam Sanubari</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Oleh: Maya Neta Sari&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memang semua berawal dari kesan pertama. Iklan &quot;kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda&quot; begitu familiar di telinga kita. Ya, inilah ekspresi tepat kesan pertama ketika saya mengenal KMKM. Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir memang sangat tepat untuk kepanjangan dari 4 huruf ini (KMKM). Sesuai dengan apa yang saya lihat dan rasakan sendiri, KMKM memang sebuah kekeluargaan yang sangat kental dan tinggi rasa persaudaraannya dan inilah yang perlu dan harus kita pertahankan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kita tidak akan lupa akan motto KMKM yaitu bapapadahan, bararakatan, batutulungan di banua urang (saling menasehati, saling akrab dan saling tolong menolong di negri orang), sebagai sebuah simbol terbentuknya kekeluargaan yang harmonis. Sebuah harapan yang sangat besar sekali sebagai putra putri daerah untuk lebih memacu diri dan meningkatkan semangat kekompakkan dan kekeluargaan yang lebih kuat. Apalah artinya jika dalam sebuah kekeluargaan saling acuh dan tidak ada rasa toleransi antara sesama anggotanya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berat sama dipikul ringan sama dijinjing, bersatu kita teguh  bercerai kita runtuh, kiranya inilah ungkapan yang selama ini mengantarkan KMKM hingga  mencapai usianya yang ke-52 tahun. KMKM milik kita semua dan akan kembali untuk dinikmati semua, dengan adanya rumah dan fasilitas yang lengkap merupakan faktor pendukung untuk memudahkan kita dalam bekerjasama dan berperan aktif untuk ikut serta dalam mensukseskan rangkaian acara dan kegiatan yang diadakan oleh KMKM yang salah satu tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan rasa ukhuwah dan kebersamaan  antar anggotanya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;KMKM merupakan gambaran masyarakat kecil yang terdiri dari berbagai warna dan karakter, di sinilah kesempatan kita untuk belajar beradaptasi dalam bentuk pendewasaan diri sebagai bekal yang akan kita bawa pulang nantinya. Sebagai warga KMKM, marilah kita melangkah bersama memberikan yang terbaik untuk KMKM sebagai wujud partisipasi kita dengan meningkatkan dan mempertahankan apa yang sudah KMKM dapatkan selama ini. Kalau bukan kita siapa lagi?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di akhir tulisan ini saya ingin mengucapkan &quot;Selamat Ulang Tahun, KMKM&quot; tidak ada kado special  yang bisa saya berikan selain do&#39;a dan harapan, semoga KMKM selalu jaya, sukses dan semakin lebih baik di tahun-tahun yang akan datang. Gugur satu tumbuh seribu, patah tumbuh hilang berganti. Generasi demi generasi, semoga KMKM selalu melahirkan putra putrinya yang siap dan tangguh menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu, mendukung dan mengangkat nama baik KMKM khususnya dan juga menghasilkan kader-kader yang bisa memberikan pencerahan untuk agama dan tanah air kita tercinta.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;KMKM merupakan bagian dari sejarah. perjalanan hidup kita selama di bumi kinanah ini, tak lupa saya pribadi menghaturkan terima kasih yang tak terhingga kepada KMKM  juga kawan-kawan yang berada di dalamnya, tak ketinggalan para pendiri KMKM pada 52 tahun yang silam, semoga Allah memberikan balasan yang berlipat ganda untuk mereka semua, amin. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/7851028979664414586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/07/kesan-pertama-terukir-dalam-sanubari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/7851028979664414586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/7851028979664414586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/07/kesan-pertama-terukir-dalam-sanubari.html' title='Kesan Pertama Terukir Dalam Sanubari'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-3033903571052870180</id><published>2006-07-07T04:18:00.000-07:00</published><updated>2010-08-03T21:56:07.815-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kata Mereka"/><title type='text'>KMKM PERLU DIBANTU DAN DIPERJUANGKAN</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Oleh: Darmaizar Arif*&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kira-kira sudah hampir satu bulan lamanya kami menahkodai KMKM untuk masa bakti 2009-2010 sejak tanggal pelantikannya 24 Agustus 2009 yang lalu. Dan program-program pada bulan Ramadhan sebagai program pertama alhamdulillah terlaksana walaupun intensitasnya masih kurang dibanding tahun sebelumnya. Dalam kurun waktu kurang lebih sebulan itu tadi, arah kepengurusan kami belum sepenuhnya bisa ditebak dengan jelas. Hanya saja rapat perdana tanggal 7 September 2009 yang menelurkan beberapa rancangan program kerja DP KMKM bisa memberi sedikit cahaya cerah kemana sebenarnya haluan ini akan kami arahkan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada sebuah ungkapan yang berbunyi: “Siap dipimpin dan siap memimpin”, Ungkapan ini sebenarnya adalah sebuah nasihat yang senantiasa didengungkan di salah satu pondok modern yang ada di Indonesia, dengan satu tujuan memberi pemahaman bahwasanya, siapapun dia dan bagaimanapun keadaannya, seseorang tidak akan lepas dari dua hal ini, entah dia yang memimpin ataukah dia yang dipimpin. Jadi demi mengemban amanat yang telah dititipkan pada pundak kami, akhirnya kami menyatakan siap memimpin KMKM untuk periode kepengurusan setahun kedepan. Tapi tentunya kepemimpinan kami ini tidak akan berjalan dengan baik dan lurus tanpa dukungan teman-teman warga KMKM.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena itu disini kami mengungkapkan dengan rendah hati meminta kepada teman-teman untuk tetap berperan aktif dalam acara-acara yang kami telah programkan. Walaupun peran itu hanya sebatas berbentuk kehadiran teman-teman semua pada saat agenda-agenda kami laksanakan. Toh sebagus dan sebesar apapun acara kegiatan yang kami rancang, tidak akan berarti apa-apa bila tanpa dukungan dan kehadiran teman-teman.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Adalah sebuah kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri bersama dalam hidup ini bahwa, sekecil apapun  hal yang kita perbuat pasti ada akan menerima balasannya. Percayalah bahwa apa yang kita lakukan demi KMKM bila disertai dengan niatan ibadah iklas karena semata mengharap ridho Allah Swt. akan mendapatkan ganjaran pahala di sisi-Nya. Inilah yang menjadi nilai plus bagi kita semua sebuah ibadah jama’i untuk kemajuan umat Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maka tak salah jika ahli hikmah ada berkata “not all you given is lost”, tidak semua yang kamu berikan itu akan hilang. Karena memang ada beberapa hal yang akan tetap memberi bekas dalam diri kita. Bahkan ada banyak hal yang akan diingat oleh orang lain tentang diri kita, apalagi kalau bukan kebaikan yang pernah kita lakukan dan pengabdian kita selama ini.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kami berusaha sebaik-baiknya agar organisasi KMKM bukan hanya milik Dewan Pengurus, Wisma KMKM bukan hanya tanggungjawab segelintir pengurus WISMA dan  usaha PPRD untuk menggolkan rumah daerah bukan hanya dilakukan oleh pengurus PPRD. Biarlah organisasi ini menjadi milik kita bersama, wisma KMKM menjadi tanggung jawab kita bersama. Dan PPRD tidak kesusahan karena merasa berjalan sendiri tanpa dukungan bantuan kita. KMKM dari kita oleh kita dan untuk kita semua.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sedih memang melihat jumlah anggota yang kian menipis. Salah satunya boleh jadi karena hal tersebut menyebabkan jatah temus kita berkurang. Tetapi ada yang lebih menyedihkan dari itu, yaitu ketika kelak tidak ada lagi orang yang mau mengurus organisasi KMKM ini. Karena itu harapannya semoga saja orgasnisasi seperti KMKM ini tetap selalu melahirkan kader-kadernya yang militan yang selalu siap meyingsingkan lengannya membantu dan memberikan dedikasinya untuk KMKM. Patah tumbuh hilang berganti. Kiranya begitulah harapan kita kedepan. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan melakukannya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Organisasi KMKM ini adalah refleksi kecil dari masyarakat daerah kita yang ada di tanah air. Sudah menjadi tanggung jawab kita untuk membangun masyarakat kita. Tanggung jawab ini rasanya tidak jauh berbeda dengan apa yang juga terjadi pada organisasi seperti KMKM ini. Di masyarakat kelak, kita akan menghadapi berbagai macam persoalan, rintangan pun senantiasa silih berganti menghampiri. Tanpa modal pengalaman, kita akan kesulitan menghadapinya kelak. Karena itu tidaklah salahnya bila kita sedikit ikut merapat ke KMKM, ikut merasakan hiruk pikuk kegiatan yang ada di dalamnya. Dengan demikian, niscaya kita akan sadar bahwa organisasi KMKM ini adalah miniatur kecil dari masyarakat di daerah kita karena banyak pula terdapat masalah di dalamnya yang menunggu tangan-tangan cekatan kita untuk dipecahkan dan diselesaikan dengan baik. Semoga saja pengalaman kita  di KMKM ini dapat menjadi bekal kita di masyarakat kelak.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terima kasih yang tak terhingga kepada dewan pengurus kami yang telah bersedia membantu roda kepengurusan kami, seluruh anggota KMKM yang selalu mendukung dan membantu kami. Semoga bantuan kalian mendapatkan pahala yang berlipat ganda nilainya di sisi Allah Swt. Teruslah membantu organisasi KMKM ini. Karena KMKM ini masih perlu dibantu dan diperjuangkan. P&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;* Wakil Ketua KMKM periode 2009-2010&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/3033903571052870180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/07/kmkm-perlu-dibantu-dan-diperjuangkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/3033903571052870180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/3033903571052870180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/07/kmkm-perlu-dibantu-dan-diperjuangkan.html' title='KMKM PERLU DIBANTU DAN DIPERJUANGKAN'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-8300911268374179943</id><published>2006-07-07T04:08:00.000-07:00</published><updated>2010-10-29T11:28:29.774-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tentang kmkm"/><title type='text'>Pendiri dan para Ketua KMKM dari masa kemasa</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs147.snc1/5448_1110768695121_1403986409_30291877_990013_n.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;670&quot; src=&quot;http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs147.snc1/5448_1110768695121_1403986409_30291877_990013_n.jpg&quot; width=&quot;452&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Para Ketua KMKM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;01 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. Hanafiah Kurdi  1958-1961&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;02 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. Abdul Mannan Abdullah  1961-1963&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;03 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. M. Rusydi Taufiq  1963-1966&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;04 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. Muhammad Husni Thamrin  1967-1968&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;05 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. Amberani Hamidy  1975-1976&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;06 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. Drs. H. Artani Hasbi 1977-1978&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;07 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. Abdurrahim Yasin 1978-1980 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;08 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. Jailani Abin  1980-1981&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;09 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. Malik Baderun 1981-1982&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;10 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. Fadhli  1982-1983&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;11 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. Muslihuddin Abdul Rasyid  1983-1987&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;12 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. Muhammad Badaruddin  1987-1988&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;13 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. Saifullah Abd. Shamad&lt;i&gt; &lt;/i&gt; 1990-1991&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;14 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. M. Mabrur  1991-1992&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;15 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. M. Ghazali Mukeri     1992-1993&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;16 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. Mukhlis Kasyful Anwar &lt;i&gt; &lt;/i&gt;    1993-1994&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;17 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. A. Dasuqi Murhan     1994-1995&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;18 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. Aspani Kasyful Anwar    1995-1996&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;19 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. Sarmadi Mawardi  1996-1997&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot;&gt;‏&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;20 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. Khairi Abusyairi  1997-1999&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;21 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. M. Hasbi Ridhani  1999-2000&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;22 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. M. Khairuddin Abdurrahman  2000-2001&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;23 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. M. Hatta Jauhar  2001-2002&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;24 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. M. Nasruddin Atha  2002-2003&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;25 &lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;H. M. Sibawaihi Sutera Ali  2003-2004&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;26. H. M. Hikam 2004-2005&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;27. H. Syarif Amir Mahmud 2005-2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;28. H. Rifqi Junaidi  2006-2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;29. H. Nuril Khasyiin 2007-2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;30. H. Anwar Hafidzi 2008-2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span dir=&quot;ltr&quot;&gt;31. H.Versky Rahendra 2009-2010 &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/8300911268374179943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/07/para-ketua-kmkm-01-h.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/8300911268374179943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/8300911268374179943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/07/para-ketua-kmkm-01-h.html' title='Pendiri dan para Ketua KMKM dari masa kemasa'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-211513958173557651</id><published>2006-07-07T03:58:00.000-07:00</published><updated>2010-10-19T16:54:30.589-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Program Kerja"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Program Kerja Dp"/><title type='text'>PROGRAM KERJA DEWAN PENGURUS  KEKELURGAAN MAHASISWA KALIMANTAN MESIR  MASA BAKTI 2009-2010</title><content type='html'>&lt;b&gt;Sekretaris&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Memelihara dan melengkapi peralatan kesekretariatan&lt;br /&gt;
2. Mendata seluruh anggota  KMKM yang baru maupun lama&lt;br /&gt;
3. Mendata inventaris yang dimiliki DP KMKM&lt;br /&gt;
4. Membantu dalam urusan keadministrasian bagi setiap departemen&lt;br /&gt;
5. Bertanggungjawab dalam pembuatan cinderamata bagi setiap tamu dan anggota KMKM yang pulang selesai studinya di Mesir&lt;br /&gt;
6. Bertanggungjawab dalam pembuatan dan penyusunan bagan struktur DP KMKM&lt;br /&gt;
7. Ikut membantu mengelola perpustakaan bekerjasama dengan bagian perpustakaan&lt;br /&gt;
8. Menerbitkan buku profil KMKM bekerjasama dengan departemen keilmuan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bendahara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Mengatur sirkulasi keuangan&lt;br /&gt;
2. Memungut iuran anggota&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DEPARTEMEN-DEPARTEMEN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Departemen Pendidikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Mendata dan melaksanakan orientasi bagi mahasiswa baru KMKM&lt;br /&gt;
2. Mengadakan bimbingan belajar (Bimbel) bagi maba KMKM dan yang membutuhkan&lt;br /&gt;
3. Mengadakan acara tarhin ramadhan dan takrim najihin&lt;br /&gt;
4. Membantu anggota KMKM dalam masalah administrasi perkuliahan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Departemen Keilmuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Mengadakan diskusi ilmiah/seminar sebulan sekali&lt;br /&gt;
2. Menghadiri undangan keilmuan&lt;br /&gt;
3. mengadakan tahsin qiraat&lt;br /&gt;
4. Mengadakan kegiatan diskusi fakultatif&lt;br /&gt;
5. Mengadakan kegiatan sa’ah bil arabiyah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Departemen Olahraga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Membentuk tim voli putra dan tim basket putra&lt;br /&gt;
2. Mengadakan latihan basket 2 minggu sekali&lt;br /&gt;
3. Mengadakan latihan bola rutin bagi anggota KMKM setiap hari kamis di lapangan Suq Sayarot&lt;br /&gt;
4. Mengadakan latihan bola di lapangan besar sebulan sekali&lt;br /&gt;
5. Mengadakan Jumat sehat sebulan sekali&lt;br /&gt;
6. Mengadakan latihan voli bersama pada Jumat sehat&lt;br /&gt;
7. Mengadakan pertandingan persahabatan 2 bulan sekali&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Departemen Kesejahteraan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Mengkoordinir pengumpulan dan pembagian zakat&lt;br /&gt;
2. Mengkoordinir amalian Jumat&lt;br /&gt;
3. Mengumpukan dana bagi teman-teman yang tidak mampu membeli muqoror&lt;br /&gt;
4. Mengkoordinir penyelengaraan hari-hari besar Islam&lt;br /&gt;
5. Menyelenggarakan sholat ghoib dan tahlilan&lt;br /&gt;
6. Mengadakan pelayanan sosial&lt;br /&gt;
7. Mengadakan  berbagai training center&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Departemen Keputrian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Mengadakan kegiatan mingguan dan bulanan seperti&lt;br /&gt;
• Kajian keislaman dan keilmuan&lt;br /&gt;
• Demo masak&lt;br /&gt;
• Olahraga bersama&lt;br /&gt;
• Silaturrahmi&lt;br /&gt;
• Seminar kesehatan&lt;br /&gt;
• Mading keputrian&lt;br /&gt;
2. Ikut berpartisipasi dalam kegiatan keputrian&lt;br /&gt;
3. Mengadakan kerjasama dengan organisasi keputrian di luar KMKM&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Departemen Media dan Informasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Bertangungjawab dalam pengelolaan web dan milis serta mempublikasikan setiap acara KMKM&lt;br /&gt;
2. Menerbitkan buletin “PAPADAAN”&lt;br /&gt;
3. Menerbitkan karya KMKM&lt;br /&gt;
4. Bekerjasama dengan bagian sekretaris dalam penerbitan buku profil KMKM</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/211513958173557651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/07/program-kerja-dewan-pengurus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/211513958173557651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/211513958173557651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/07/program-kerja-dewan-pengurus.html' title='PROGRAM KERJA DEWAN PENGURUS  KEKELURGAAN MAHASISWA KALIMANTAN MESIR  MASA BAKTI 2009-2010'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-1833130464089418160</id><published>2006-07-07T03:55:00.000-07:00</published><updated>2010-10-25T19:58:54.312-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tentang kmkm"/><title type='text'>MENGENAL KELUARGA MAHASISWA KALIMANTAN DI MESIR (KMKM)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Latar Belakang Mahasiswa Kalimantan di Mesir&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, tercatat seorang pemuda muslim asal Kalimantan, bernama KH. Abd. Rasyid, telah sampai di negeri Kinana. Pada tahun 1918, setelah beberapa tahun menimba ilmu di bawah naungan al Azhar, beliau pulang ke tanah air guna menyebarkan ilmu yang beliau dapatkan di sana, dengan mendirikan perguruan Islam dengan system Salafi (Klasik) di Amuntai Kalimantan Selatan yang bernama Arabiche School pada tahun 1922, yang kemudian berubah namanya menjadi &quot;Perguruan Normal Islam Rasyidiyah Khalidiyah&quot;.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain KH. Abd. Rasyid, tercatat pula seorang tokoh yang bernama KH. M. Basyuni Imran, sekembali dari menyelesaikan belajar di Mesir dan Makkah, beliau mendirikan pula Perguruan Islam&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;As Sulthaniyah&quot; di Sambas, Kalimantan Barat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah periode dua ulama di atas, berdatanganlah putra-putra Kalimantan lainnya ke Bumi Anbiya ini, seperti: Bapak H. Abdullah Bukhari, H. Abdurrahman Ismail, H. Mastur Jahri, H. M. As&#39;ad, H. Abdullah Ali, H. Abdul Murad dan lainnya. Mereka semua menjadi ulama dan memegang peranan penting setelah berada di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sejarah Singkat KMKM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam sejarah KMKM, disebutkan bahwa antara tahun 1955-1958 jumlah putra Kalimantan yang belajar di Kairo hanya 16 orang. Di antaranya, H. Hanafiah Kurdi, Lc, Prof. Drs. Aswadi Syukur, Lc, H. Mukeri Gawith, MA, H. Tabrani Ali, KH. Hamdan Khalid, Lc, H. Taib Seman dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melihat berbagai kesulitan yang dihadapi di negeri asing yang jauh dari sanak keluarga, mengilhami putra putri Kalimantan pendahulu kita untuk bergandeng tangan, mengiramakan langkah demi cita-cita bersama. Rasa senasib di negeri orang, ditambah dengan pepatah orang tua dahulu: &quot;Bararakatan, Batutulungan, Bapapadahan, di Banua Urang&quot; artinya &quot;Saling Menjalin kebersamaan, tolong menolong dan nasehat-menasehati &quot;(selanjutnya menjadi motto KMKM), maka pada tanggal 14 Februari 1958 atas anjuran dari H. Abdullah Bukhari (pejabat KBRI saat itu), terbentuklah sebuah perkumpulan yang kemudian mereka berinama &quot;Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir (KMKM). &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keluarga mahasiswa Kalimantan Mesir (KMKM) merupakan wadah warga seluruh Kalimantan yang menuntut ilmu di negri seribu menara  dan merupakan organisasi kekeluargaan pertama dan tertua masyarakat Indonesia di Mesir. Untuk pertama kali setelah berdirinya, diketuai oleh H. Hanafiah Kurdi sampai pada tahun 1961 yang kemudian digantikan oleh bapak H. Abd. Mannan A. Bukhari.Periode demi periode terus berjalan membuntuti perjalanan waktu, bahtera KMKM terus berlayar mengantarkan pelita-pelita dambaan masyarakat ke pulau tujuan. Ia melaju tenang seakan laut nyaris tak ada riak. Tak terasa dalam usianya yang ke 48 ini, sudah 33 orang ketua yang pernah memegang tampuk pimpinan. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tujuan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sejak dibentuknya, KMKM menjunjung tinggi dan menerapkan Papadah Urang Tuha Bahari sebagai mottonya, yaitu: &quot;Bararakatan, Batutulungan, Bapapadahan di Banua Urang&quot;. Motto ini dijabarkan dalam tujuan KMKM, sebagaimana disebutkan dalam AD KMKM  bab II Pasal 6 bahwa dibentuknya KMKM adalah bertujuan:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1.Terjalinnya ukhuwah islamiyah dan rasa kekeluargaan diantara anggota- anggotanya;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2.Terbinanya semangat saling bantu-membantu dalam kebaikan;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3.Terbinanya insan akademis yang berguna bagi agama, masyarakat, bangsa dan negara;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4.Terciptanya kesejahteraan bagi setiap anggota.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Anggota KMKM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jumlah mahasiswa Kalimantan di Mesir, relatif sedikit jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi lainnya, dari tahun 1955 sampai 2006, tercatat hanya 443 orang saja yang terdaftar di KMKM. Dan sekarang hanya sekitar 170 orang yang masih bisa mengecap bangku “pesantren Islam tertua” di dunia tersebut. Maka sangat wajar sekali sudah pulang ke tanah air, dituntut menjadi orang serba bisa (dalam masalah keagamaan khususnya).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tanggung jawab dan beban moral yang relegius ini, tentu tak bisa diantisipasi hanya lewat bangku kuliah saja. Namun, kita dituntut berbuat lebih banyak justru di luar lingkaran kampus, KMKM adalah salah satu alternatif ke arah itu. Di wadah ini kita saling mengisi, berlatih bersama, bertukar pengalaman, dan pengetahuan, dalam spesialisasi masing-masing. Di sini pula kita dilatih bagaimana memimpin masyarakat, menggerakkan sebuah perkumpulan, bagaiman mengondisikan diri dan ide-ide kita dalam bahasa masyarakat. Oleh kareana itu, semua program kerja KMKM, baik itu kegiatan ilmiah, ritual maupun sosial lainnya, pada dasarnya berorientasi ke arah peningkatan prestasi ilmiah dan skill bagi setiap anggota. Sehingga nantinya tercipta manusia yang ber-IMTAK tinggi, sebagai pengamalan ilmu yang telah didapat, untuk selanjutnya disumbangkan kepada agama, masyarakat, bangsa, dan Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Motto KMKM : Familiar with each other, advise each other, helping each other in the overseas&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/feeds/1833130464089418160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/07/mengenal-keluarga-mahasiswa-kalimantan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/1833130464089418160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/1833130464089418160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2010/07/mengenal-keluarga-mahasiswa-kalimantan.html' title='MENGENAL KELUARGA MAHASISWA KALIMANTAN DI MESIR (KMKM)'/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-952875785960308599.post-2216668547363119093</id><published>2005-08-09T22:09:00.000-07:00</published><updated>2010-10-25T20:01:17.202-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;form action=&quot;http://www.emailmeform.com/builder/form/qfZ0Qj7aPe9deax4OiCIYX&quot; enctype=&quot;multipart/form-data&quot; id=&quot;emf-form&quot; method=&quot;post&quot;&gt;&lt;table bgcolor=&quot;transparent&quot; border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;2&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-size: 20px;&quot;&gt;Kontak kami&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;label style=&quot;font-size: 15px;&quot;&gt;Belajar menjadi orang yang berguna untuk kalian.&lt;br /&gt;
&lt;/label&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;td align=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Nama Lengkap :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;small&gt;*&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;input class=&quot;validate[required]&quot; id=&quot;element_0&quot; name=&quot;element_0&quot; size=&quot;30&quot; type=&quot;text&quot; value=&quot;&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; padding-bottom: 8px;&quot;&gt;&lt;small&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;td align=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Email Pengirim :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;small&gt;*&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;input class=&quot;validate[required,custom[email]]&quot; id=&quot;element_1&quot; name=&quot;element_1&quot; size=&quot;30&quot; type=&quot;text&quot; value=&quot;&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; padding-bottom: 8px;&quot;&gt;&lt;small&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;td align=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Nomor Telepone :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;small&gt;&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;input class=&quot;validate[optional,custom[telephone]]&quot; id=&quot;element_2&quot; name=&quot;element_2&quot; size=&quot;30&quot; type=&quot;text&quot; value=&quot;&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; padding-bottom: 8px;&quot;&gt;&lt;small&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;td align=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tujuan :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;small&gt;*&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;input class=&quot;validate[required]&quot; id=&quot;element_3&quot; name=&quot;element_3&quot; size=&quot;30&quot; type=&quot;text&quot; value=&quot;&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; padding-bottom: 8px;&quot;&gt;&lt;small&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;td align=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Layangkan surat :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;small&gt;*&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;textarea class=&quot;validate[required] &quot; cols=&quot;60&quot; id=&quot;element_4&quot; name=&quot;element_4&quot; rows=&quot;10&quot;&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; padding-bottom: 8px;&quot;&gt;&lt;small&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot;&gt;&lt;table bgcolor=&quot;#ebebeb&quot; cellpadding=&quot;5&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr bgcolor=&quot;#cccccc&quot;&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white; font-family: Verdana; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Image Verification&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;padding: 2px; width: 100px;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;captcha&quot; id=&quot;captcha_image&quot; src=&quot;http://www.emailmeform.com/builder/captcha/index/8657227c05afa8313dc74d580c81281b&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Please enter the text from the image&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;
&lt;input class=&quot;validate[required,funcCall[valid_captcha]]&quot; id=&quot;captcha_code&quot; maxlength=&quot;10&quot; name=&quot;captcha_code&quot; size=&quot;10&quot; type=&quot;text&quot; /&gt;[&lt;a href=&quot;javascript:void(0);&quot; id=&quot;captcha_code_refresh&quot; onclick=&quot;document.getElementById(&#39;captcha_image&#39;).src = &#39;http://www.emailmeform.com/builder/captcha/index/&#39;+Math.random();get_valid_captcha();return false;&quot;&gt;Refresh Image&lt;/a&gt;][&lt;a href=&quot;javascript:void(0);&quot; id=&quot;captcha_code_about&quot; onclick=&quot;window.open(&#39;http://www.emailmeform.com/captcha-instruction.html&#39;,&#39;_blank&#39;,&#39;width=400, height=500, left=&#39; + (screen.width-450) + &#39;, top=100&#39;);return false;&quot;&gt;What&#39;s This?&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td align=&quot;right&quot; colspan=&quot;2&quot;&gt;&lt;input name=&quot;element_counts&quot; type=&quot;hidden&quot; value=&quot;5&quot; /&gt;&lt;input type=&quot;submit&quot; value=&quot;Send email&quot; /&gt;&lt;input type=&quot;reset&quot; value=&quot;Clear&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana; font-size: x-small;&quot;&gt;Powered by&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;bottom: -5px; padding-left: 3px; position: relative;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.emailmeform.com/builder/images/footer-logo.png&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana; font-size: x-small;&quot;&gt;EMF &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.emailmeform.com/&quot; style=&quot;text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana; font-size: x-small;&quot;&gt;PHP Form&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana; font-size: x-small;&quot;&gt;We are Motto : Familiar with each other, advise each other, helping each other in the overseas &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/2216668547363119093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/952875785960308599/posts/default/2216668547363119093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmkmmesir.blogspot.com/2006/08/kontak-kami-belajar-menjadi-orang-yang.html' title=''/><author><name>Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09469530751130016619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_0x1jOYg7sQY/S32OSswhAwI/AAAAAAAAAAM/63DrI_tD38o/S220/KMKM+LOGO.jpg'/></author></entry></feed>