<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;D0cHRHs5fyp7ImA9Wx5TE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349</id><updated>2010-07-29T10:43:55.527+07:00</updated><title>Inspirasi Muslim | Kang Tris</title><subtitle type="html">Inspirasi muslim, hikmah muslim, kisah hikmah, kang tris</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>126</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/KangtrisBlog" /><feedburner:info uri="kangtrisblog" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>KangtrisBlog</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;D0cHRHs4fyp7ImA9Wx5TE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-5064222310853072569</id><published>2010-07-19T11:54:00.004+07:00</published><updated>2010-07-29T10:43:55.537+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-29T10:43:55.537+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hikmah" /><title>Seuntai kejujuran dalam bisnis</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/TEPbLS0L1vI/AAAAAAAAAjQ/rK-23ZNRCQA/s1600/kejujuran.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 119px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/TEPbLS0L1vI/AAAAAAAAAjQ/rK-23ZNRCQA/s320/kejujuran.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495476957397898994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu sore, terlihat seorang pemuda datang ke tempat kang Soleh. Dandanannya terlihat sederhana, dengan jean berwarna biru serta berkaos oblong putih. Syahrul nama pemuda itu. Sementara itu, diluar angin semilir mengiringi langkah kaki Syahrul ke tempat kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya hari ini, benar – benar mendapatkan keuntungan yang luar biasa kang.” celoteh Syahrul tiba – tiba, setelah di rumah kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;”Alhamdulillah...., berarti ke sini, mau hitung – hitungan berapa zakat dan shodaqoh yang mau dibayar ya ? tanya kang Soleh, dengan sedikit tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bukan itu ... maksud saya kang ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” O... kirain itu, lalu apa ?” tanya kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Saya sehari – hari, sebagaimana kang Soleh ketahui kan jualan mobil bekas, sudah menjadi rahasia umum dalam jual beli mobil bekas, terkadang kejujuran menjadi hal yang sangat jauh diterapkan dalam bisnis mobil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Ehm......” sergah kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Sayapun mengakui, kadang – kadang mobil jelek dibilang bagus ke konsumen, demi meyakinkan untuk membeli, apalagi kalau yang beli tidak tahu detil mobil. Bahkan untuk mengakali konsumenpun kilometer disetel mundur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maksudnya ?” sergah kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Yaitu kang, umpamanya kilometer sebenarnya sudah seratus ribu, disetel menjadi lima puluh ribu, jadi kan bilang ke konsumen mobil ini baru dipakai lima puluh ribu bukan seratus ribu.” jawab Syahrul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Solehpun terlihat manggut – manggut, baru mengerti kalau di dunia jual beli mobil bekas namanya kilometer bisa disetel ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Nah, hari ini saya ketemu orang yang main jual beli mobil bekas, tapi kejujuran diutamakan, dia tidak mau merubah – ubah kilometer mobil yang diperjual belikan. Karena dia tahu konsumen kurang minat membeli mobil yang kilometernya tinggi, iapun memilih membeli mobil yang kilometernya masih rendah, dibanding ia harus memanipulasi kilometer mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu kang, perilakunyapun menurut saya lebih soleh dibanding pemain mobil yang lain, prinsip yang ia terapkan ketika menjual mobil tak hanya mencari keuntungan dari jual beli mobil, namun lebih jauh daripada itu, ia berusaha memberikan kenyamanan, kemudahan dilandasi kejujuran kepada konsumen.” Ini sebenarnya maksud saya kang, hari ini saya mendapatkan keuntungan luar biasa, karena saya bertemu orang yang masih mengutamakan &lt;a href="http://www.kangtris.com/2010/07/seuntai-kejujuran-dalam-bisnis.html"&gt;kejujuran&lt;/a&gt;, padahal dalam lingkungan yang penuh dengan ketidakjujuran.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penuturan Syahrul, kang Solehpun terlihat tersenyum lebar, kemudian berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Alhamdulillah, semoga kamu oleh Allah akan dipertemukan dengan orang – orang yang disayang sama gusti Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga orang yang kamu temui itu, sedang melaksanakan sebagian dari etika bisnis sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW, bahwa kejujuran merupakan syarat fundamental dalam kegiatan bisnis. Rasulullah sangat intens menganjurkan kejujuran dalam aktivitas bisnis, beliau pernah bersabda, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tidak dibenarkan seorang muslim menjual satu jualan yang mempunyai aib, kecuali ia menjelaskan aibnya”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, orang itu mempunyai kesadaran tentang signifikansi sosial kegiatan bisnis. Pelaku bisnis, tidak hanya sekedar mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya, sebagaimana yang diajarkan Bapak ekonomi kapitalis, Adam Smith, tetapi juga berorientasi kepada sikap ta’awun (menolong orang lain) sebagai implikasi sosial kegiatan bisnis. Tegasnya, berbisnis, bukan mencari untung material semata, tetapi didasari kesadaran memberi kemudahan bagi orang lain dengan menjual barang.”&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'alam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-5064222310853072569?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/x8hAggOWSfc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/5064222310853072569/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2010/07/seuntai-kejujuran-dalam-bisnis.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/5064222310853072569?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/5064222310853072569?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/x8hAggOWSfc/seuntai-kejujuran-dalam-bisnis.html" title="Seuntai kejujuran dalam bisnis" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/TEPbLS0L1vI/AAAAAAAAAjQ/rK-23ZNRCQA/s72-c/kejujuran.png" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2010/07/seuntai-kejujuran-dalam-bisnis.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A04CR3w7cCp7ImA9WxFaEE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-1237375873503431535</id><published>2010-07-13T15:12:00.007+07:00</published><updated>2010-07-13T15:32:46.208+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-13T15:32:46.208+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ebook" /><title>Menuju Hati Yang Khusu'</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/TDwhEkIzi4I/AAAAAAAAAjI/db99tLbq9jg/s1600/Hatikhusu.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 128px; height: 73px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/TDwhEkIzi4I/AAAAAAAAAjI/db99tLbq9jg/s320/Hatikhusu.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493302007788964738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Manusia yang hatinya&lt;a href="http://www.kangtris.com/2010/07/menuju-hati-yang-khusu.html"&gt; paling khusu&lt;/a&gt;’, tentunya tidak ada lagi, kecuali hanya Rasulullah saw. Karena Beliau adalah orang yang paling kenal (ma’rifat) dan paling mencintai Allah Ta’ala, sehingga beliau paling yakin terhadap apa-apa yang dijanjikan Allah Ta’ala melalui firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, baru orang-orang yang telah berhasil mengikuti Beliau dengan baik. Baik ilmu, amal, perjuangan, terutama pelaksanaan akhlak yang mulia (akhlakul karimah). Mereka itu adalah para Keluarga (ahlu baitin nabi), Kerabat, Sahabat dan pengikut pengikut yang setia, kemudian orang-orang yang mengikuti pengikut-pengikut tersebut dengan baik sampai hari kiamat. Sesuai dengan kemampuan mereka mengikuti Baginda Nabi saw., mereka adalah orang yang hatinya paling khusu’ diantara orang - orang yang ada di sekitarnya. Yang demikian itu, karena Rasulullah saw. adalah “Uswatun hasanah”(suri tauladan yang baik). Allah Ta’ala telah menegaskan dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.(QS.al-Ahzab : 21)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud ayat, untuk mampu menjadikan Rasul Muhammad saw. sebagai suri tauladan yang baik, syaratnya, terlebih dahulu orang tersebut harus mempunyai tiga pilihan hidup. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pertama, “yarjullah”&lt;/span&gt;, yaitu orang yang tujuan hidupnya hanya berharap mendapatkan ridho Allah semata, bukan karena ingin masuk surga maupun takut neraka. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua, “wal yaumal akhir”,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yaitu orang yang orientasi hidupnya hanya mengharapkan kebahagiaan hari akhirat, yaitu ingin masuk surga dan selamat dari neraka. Dan yang &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;ketiga, “wadzakarollaha katsiroh”&lt;/span&gt;, yaitu orang yang banyak berdzikir kepada Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, yang dimaksud orang yang hatinya khusu’ itu adalah orang yang orientasi hidupnya hanya untuk mengabdi kepada Allah Ta’ala, baik semata mengharap ridho Allah Ta’ala maupun kebahagian hidup di surga. Sebabnya, merekalah orang yang hatinya telah yakin, bahwa apapun yang diperbuatnya, baik urusan dunia terlebih urusan akhirat, kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Ta’ala, baik dengan siksa di neraka maupun dengan kebahagiaan di surga. Allah Ta’ala menegaskan yang demikian itu dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`, - (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”.(QS. al-Baqoroh : 45-46).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“al-ladziina yadhunnuuna”&lt;/span&gt; (orang-orang yang menyangka) adalah orang-orang yang hatinya telah yakin bahwa mereka akan menjumpai Allah Ta’ala. Maksud ayat, orang-orang yang hatinya khusu’ itu adalah orang yang yakin akan menjumpai Allah, baik dengan wushul (interaksi secara ruhaniyah) melalui ibadah yang sedang dilakukannya saat itu, juga dengan pahala amal ibadah itu nantinya di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak demikian, mereka yakin bahwa kelak akan dikembalikan kepada-Nya untuk menerima pahala ibadah dengan surga atau mempertanggung-jawabkan dosanya dengan siksa neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membaca lebih lengkap silahkan download ebook "Menuju Hati Khusu’" karya Bapak Muhammad Luthfi Ghozali, dengan &lt;a href="http://rapidshare.com/files/406669299/menuju-hati-khusu-kop1.pdf"&gt;klik disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk &lt;a href="http://www.facebook.com/malfiali"&gt;Abah&lt;/a&gt;, matur nuwun mengijinkan buku ini untuk dishare.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-1237375873503431535?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/BWzdSaZk0mo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/1237375873503431535/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2010/07/menuju-hati-yang-khusu.html#comment-form" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/1237375873503431535?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/1237375873503431535?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/BWzdSaZk0mo/menuju-hati-yang-khusu.html" title="Menuju Hati Yang Khusu'" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/TDwhEkIzi4I/AAAAAAAAAjI/db99tLbq9jg/s72-c/Hatikhusu.png" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2010/07/menuju-hati-yang-khusu.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMHQ3Y4eyp7ImA9WxFUE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-2544807582887530870</id><published>2010-06-24T17:03:00.005+07:00</published><updated>2010-06-24T17:13:52.833+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-24T17:13:52.833+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hikmah" /><title>Dua gelas teh manis</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/TCMupUJV1XI/AAAAAAAAAiA/jj4SaRMIEtA/s1600/manisibadah.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 119px; height: 100px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/TCMupUJV1XI/AAAAAAAAAiA/jj4SaRMIEtA/s320/manisibadah.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486280058384799090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu petang selepas shalat Isya, seseorang datang ke tempat kang Soleh. Pakaiannya rapi, di saku bajunyapun terselip sebuah pulpen parker. Sorot matanya tajam, walau dibalut kaca mata minus. Kedatangannya ke tempat kang Soleh hanya ingin berkonsultasi tentang &lt;a href="http://www.kangtris.com/2010/06/dua-gelas-teh-manis.html"&gt;merasakan manisnya ibadah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berbasa – basi, orang itupun mulai bertanya kepada kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Maaf nih kang, saya sudah bertanya ke beberapa orang tentang suatu hal, yang menurut saya, sulit untuk difahami oleh saya. Penjelasan yang diberikan oleh orang – orang yang saya ajak bicara, hanya bersifat verbal dan sulit difahami oleh akal sehat saya” celoteh orang itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;”Lo... kalau sampeyan, sudah bertanya ke beberapa orang mengapa masih tanya kepada saya ?” jawab kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nah... justru saya tidak menemukan jawaban yang memuaskan, makanya saya ingin bertanya kepada kang Soleh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jadi... apa nih, masalah sebenarnya ?”, tanya kang Soleh sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Merasakan manisnya ibadah kang  ..... ” celetuk orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lo... itu sudah jelas, tidak sedikit dalil yang menerangkan tentang manisnya ibadah.”  jawab kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Justru itu kang, saya dibuat pusing....... sekarang logikanya begini kang, bagaimana mungkin ibadah kok terasa manis ? kalau maksiat dibilang manis, itu masuk logika kang.” sergah orang itu.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam – diam kang Soleh mulai mengetahui arah pembicaraan orang yang ada di depannya. Dari bibirnyapun terdengar lirih lantunan istighfar.  Sementara kang Soleh masih terdiam, orang itupun berkata lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Sekarang begini kang, seumpama saya bekerja di sebuah perusahaan sebagai kepala bagian purchasing, otomatis semua vendor – vendor yang ingin memasukkan barang ke tempat perusahaan saya bekerja, keputusannya ada di tangan saya. Nah, di posisi yang seperti ini kang, bukankah korupsi merupakan hal yang manis ? dan saya pun yakin banyak orang yang mengidam – idamkann posisi seperti yang saya tempati. Kenapa ? karena posisi basah kang, kenapa basah ? ya ... karena banyak sumber uang yang bisa dikorupsi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ocehan orang itu, kang Solehpun masih terdiam. Melihat diamnya kang Soleh orang itupun kembali melanjutkan bicaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Terus sekarang kan lagi ramai – ramainya piala dunia kang, sudah menjadi tren khususnya di kota – kota, ada acara nonton bareng piala dunia. Nah... biar lebih jreng ada juga yang pakai taruhan, biar lebih semangat... kalau jagoannya menang, selain senang, masih ada bonusnya kang... yakni dapat uang taruhan, yang begini ... nih... kan manis namanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ada juga yang tidak kalah hebohnya kang sekarang, ”video porno mirip artis”, yang ini nih kang... dari bos sampai cleaning service berebut ikutan nonton, apalagi begitu maraknya pemberitaan sehingga memancing rasa keingintahuan khalayak, termasuk anak – anak SD kang ?  masak mau dilarang melihat video itu ?”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, orang itu terlihat mengakhiri pembicaraannya. Kang Solehpun masih terdiam termangu – mangu mendengar penuturan orang itu. Dalam lubuh hati yang terdalam kang Soleh berkata, ”orang seperti ini belum tentu terbuka hatinya, bila dijawab langsung dengan menukil ayat – ayat Al Qur’an ataupun Al Hadits, bagi dia hanya jawaban yang masuk logika yang bisa ia terima.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Sudah, hanya itu ceritanya ?” mendadak kang Soleh bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya itu kang, realita yang ada sekarang... yang membuat saya tidak bisa mengerti, dan memahami, ”merasakan manisnya ibadah.” jawab orang itu.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terdiam sebentar, sesaat kemudian kang Soleh berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;” Mau minum kopi atau teh manis, ni ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Teh manis, saja kang..... kalau tidak merepotkan”, jawab orang itu.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, kang Solehpun meminta isterinya membuatkan dua gelas teh manis untuk dirinya dan orang itu. Setelah sama – sama meminum, kang Soleh berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;” Teh ini.... rasanya manis ya ? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Ya ... iya lah kang, wong pakai gula... ya jelas manis rasanya.” jawab orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Tapi, ada juga lo.... orang yang tidak bisa merasakan manisnya gula ?” balas kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ga mungkin kang.... sudah dari sononya gula rasanya manis, mau bodoh, mau pinter, mau pejabat, mau pengemis.... kalau minum pakai campuran gula...jelas rasanya manis.” jawab orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Orang yang sedang sakit............” jawab kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itupun tersenyum .... mendengar jawaban kang Soleh. Sesaat kemudian kang Soleh melanjutkan kata – katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Orang yang sedang sakit, tidak bisa merasakan manisnya gula. Terlepas yang sakit oranga bodoh, orang pinter, pejabat, pengemis, di saat sedang sakit, gula yang sejatinya rasanya manis terasa pahit di lidah orang sakit itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Rasa pahit yang ia rasakan, bukan karena gula tidak manis rasanya, namun karena ia sedang dalam keadaan sakit...., ia tidak bisa merasakan manisnya gula.... melainkan pahit, walaupun rasa gula yang sesungguhnya rasanya manis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Orang yang sakit, bisa kembali merasakan manisnya rasa gula, ketika ia sudah menjadi sehat. Ia bisa menjadi sehat dikala penyakit – penyakit dalam tubuhnya sudah diobati dengan obat yang sesuai untuk penyakitnya, serta ditangani oleh dokter yang memang ahli mengobati penyakit tersebut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Di saat sakitnya telah sembuh, dan sehatnya telah kembali, maka orang tersebut ketika meminum teh manis... bukan lagi pahit yang ia rasakan seperti rasa saat sakit, melainkan manis yang ia rasakan sebagaimana rasa yang dialami oleh orang – orang sehat lainnya.” &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penuturan dari kang Soleh, wajah orang itu sedikit kelihatan pucat....diam – diam, ia mulai sedikit memahami pembicaraan kang Soleh. Setelah menghela nafas, untaian kalimat meluncur dari kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”&lt;a href="http://www.kangtris.com/2010/04/mengapa-hati-menghitam.html"&gt;Orang yang hatinya mengidap penyakit&lt;/a&gt; tidak akan bisa merasakan manisnya ibadah, walaupun dijelaskan dengan penjelasan panjang lebarpun tidak akan bisa menerimanya, sebagaimana orang yang sedang sakit tidak bisa merasakan manisnya gula, walaupun dijelaskan secara ilmiah tentang zat pemanis yang terkandung di dalam gula.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Orang bisa merasakan manisnya ibadah, dikala penyakit – penyakit di hatinya telah terobati, serta ditangani oleh guru pembimbing yang sempurna sebagaimana ditangani oleh dokter – dokter ahli”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Begitu mutlaknya guru pembimbing, karena hanya dengan bimbingannyalah kita mengetahui jenis – jenis penyakit yang ada dalam hati kita, sebagaimana seorang dokter lebih mengetahui jenis penyakit yang diderita oleh tubuh kita, dibanding diri kita sendiri yang penuh kebodohan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Orang – orang yang sakit hatinya, walaupun sedang beribadah di hamparan permadani Rabbani dan berhadapan secara langsung secara hakiki dengan Allah SWT, tidak bisa merasakan manisnya sebuah ibadah, padahal &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allah sudah sangat dekat dan bahkan lebih dekat dari urat lehernya sendiri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-2544807582887530870?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/2F-SphnQ4L8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/2544807582887530870/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2010/06/dua-gelas-teh-manis.html#comment-form" title="7 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/2544807582887530870?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/2544807582887530870?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/2F-SphnQ4L8/dua-gelas-teh-manis.html" title="Dua gelas teh manis" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/TCMupUJV1XI/AAAAAAAAAiA/jj4SaRMIEtA/s72-c/manisibadah.png" height="72" width="72" /><thr:total>7</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2010/06/dua-gelas-teh-manis.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkcNSXc-fip7ImA9WxFSFEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-2185786457640229708</id><published>2010-04-17T16:49:00.004+07:00</published><updated>2010-04-17T16:54:58.956+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-17T16:54:58.956+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hikmah" /><title>Membuat do'a anak tertolak</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/S8mE5sBYXVI/AAAAAAAAAhw/D-4DXM6JuYY/s1600/doanaktertolak.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 119px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/S8mE5sBYXVI/AAAAAAAAAhw/D-4DXM6JuYY/s320/doanaktertolak.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461042149767798098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Melihat maraknya pemberitaan tentang makelar kasus di televisi yang ujung – ujungnya tentang korupsi dan penggunaan uang haram lainnya, kang Soleh berkata kepada rekannya dalam sebuah obrolan petang sehabis shalat isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kasihan ya anak – anak markus itu ?” celoteh kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lo kok, kasihan anak-anaknya kang ? Justru mereka berbuat seperti itu untuk membahagiakan isteri dan anak – anak mereka.” Jawab rekannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah itu masalahnya. Mereka menganggap berbuat kebaikan untuk isteri dan anaknya padahal justru kebalikannya yang terjadi.” Jawab kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Begini kang, mereka berbuat itu kan bisa bertobat ? dan di sisi lain mereka punya bekal untuk anak – anak mereka dalam beribadah dengan uang yang begitu banyak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu mulai menyela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar orang itu menyela, kang Soleh melanjutkan pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Syekh ‘Athiyah pernah berkomentar “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;orang tua semacam itu secara sengaja membuat ibadah dan &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.kangtris.com/2010/04/membuat-doa-anak-tertolak.html"&gt;doa anak – anaknya tertolak&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;. Sebab ia menjadikan tubuh mereka tumbuh dari harta yang haram&lt;/span&gt;”. Rasulullah SAW juga pernah mengingatkan, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Demi zat yang menguasai diriku, jika seseorang mengonsumsi harta yang haram, maka tidak akan diterima amal ibadahnya selama 40 hari&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar uraian kang Soleh, orang itupun terdiam. Iapun diam – diam mulai menghitung dan bertanya kepada dirinya sendiri, sebenarnya ia telah menumbuhkan daging haram dalam tubuh anak dan isterinya atau daging halal ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-2185786457640229708?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/9QgMRl2sNhE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/2185786457640229708/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2010/04/membuat-doa-anak-tertolak.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/2185786457640229708?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/2185786457640229708?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/9QgMRl2sNhE/membuat-doa-anak-tertolak.html" title="Membuat do'a anak tertolak" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/S8mE5sBYXVI/AAAAAAAAAhw/D-4DXM6JuYY/s72-c/doanaktertolak.png" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2010/04/membuat-doa-anak-tertolak.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUIMRHw6cCp7ImA9WxFSFEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-758641063341991824</id><published>2010-04-17T16:40:00.003+07:00</published><updated>2010-04-17T16:46:25.218+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-17T16:46:25.218+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hikmah" /><title>Mengapa hati menghitam ?</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/S8mC32QD89I/AAAAAAAAAho/yov_Y5twkhk/s1600/hatihitam.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 119px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/S8mC32QD89I/AAAAAAAAAho/yov_Y5twkhk/s320/hatihitam.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461039919130735570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Akhir – akhir ini mengapa saya berat  beribadah ya kang ?” tanya seseorang kepada kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Rasa berat dalam beribadahmu itu karena perbuatan dosa.” Jawab kang Soleh pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lo kok bisa kang ?, saya merasa nggak melakukan perbuatan maksiat kok, biasa – biasa saja.” tanya orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Justru karena kamu merasa seperti itu, itu salah satu tanda kamu tidak rendah hati. Orang yang tidak rendah hati, biasanya kurang bisa mengevaluasi diri sendiri. “ celoteh kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mendengar uraian kang Soleh, orang itupun sedikit mengernyutkan dahinya, dalam hatinya berbisik, “masa sih ?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, kang Soleh berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Perbuatan dosa menyebabkan hitamnya hati.  Tanda hitamnya seseorang adalah tidak takut dan terkejut mengerjakan perbuatan dosa, serta tidak merasakan manisnya mengerjakan taat, dan kebal nasihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kahmas bin Hasan pernah berkata, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku pernah melakukan perbuatan satu dosa, lalu menyesal dan menangis selama empat puluh tahun.&lt;/span&gt; “ Orang bertanya, “Apakah dosa itu ya Abu Kahmas?” Jawabnya, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pada suatu hari aku kedatangan seorang tamu, lalu aku membeli ikan goreng untuk menjamunya. Setelah tamu itu selesai makan, untuk membersihkan aku ambilkan segumpal tanah milik tetanggaku tanpa seizing empunya.” &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kisah kang Soleh, orang itupun mulai tertunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih merasa nggak punya dosa ?” tanya kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan nggak punya dosa kang, saya nggak bisa melihat dosa – dosa saya.” Jawabnya trenyuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itulah mengapa &lt;a href="http://www.kangtris.com/2010/04/mengapa-hati-menghitam.html"&gt;hati bisa menghitam&lt;/a&gt;.” Jawab kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-758641063341991824?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/TY2gCcrFBqk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/758641063341991824/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2010/04/mengapa-hati-menghitam.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/758641063341991824?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/758641063341991824?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/TY2gCcrFBqk/mengapa-hati-menghitam.html" title="Mengapa hati menghitam ?" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/S8mC32QD89I/AAAAAAAAAho/yov_Y5twkhk/s72-c/hatihitam.png" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2010/04/mengapa-hati-menghitam.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEAMSX85eCp7ImA9WxBaGUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-6436931295986748203</id><published>2010-03-30T08:28:00.003+07:00</published><updated>2010-03-30T08:33:08.120+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-03-30T08:33:08.120+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><title>Indahnya Memaafkan</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/S7FUK0ylrdI/AAAAAAAAAhY/BGRfyX5GgKg/s1600/059.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/S7FUK0ylrdI/AAAAAAAAAhY/BGRfyX5GgKg/s320/059.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454233168668634578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selepas sholat isya, terlihat seseorang di ruang tamu kang Ilyas. Raut muka yang kusut dan sedikit memerah tak bisa ia sembunyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah tiga hari ini, saya susah sekali tidur kang ? ” keluh orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Dikejar – kejar tagihan kartu kredit ya ?” sergah kang Ilyas sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Bukan kang..... bukan. Saya sedang sakit hati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Sampeyan kayak anak muda yang sedang jatuh cinta, pakai sakit hati segala....” celetuk kang Ilyas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;” Karyawan saya, yang saya percaya hampir – hampir 100 %, ternyata menyalahgunakan kepercayaan saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Maksudnya ?” tanya kang Ilyas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Ia pakai uang perusahaan sepuluh juta untuk keperluan kuliah anaknya. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Jadi, gara – gara sepuluh juta, sampeyan susah tidur begitu ?” tanya kang Ilyas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Bukan sepuluh juta kang yang bikin sakit hati, tapi merasa dikhianati oleh anak buah yang saya percaya betul... itu yang lebih mahal. ” jawab orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Jadi, sampeyan kepingin ga sakit hati biar tidur  tidak susah, begitu ?” tanya kang Ilyas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Iya. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Gampang, &lt;a href="http://www.kangtris.com/2010/03/indahnya-memaafkan.html"&gt;maafkan saja anak buah sampeyan&lt;/a&gt;...setelah sampeyan bisa memaafkan, suruh anak buah sampeyan bayar uang yang telah ia pakai.” jawab kang Ilyas..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Lho kok, memaafkan dulu.... bukan suruh anak buah saya, bayar dulu ? tanya orang itu.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;” Dengan memaafkan, kesehatan bisa lebih baik. Para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress (tekanan jiwa), susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Mendengar uraian kang Ilyas, orang itupun terdiam. Sesaat kemudian kang Ilyas terlihat berkata,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;” Suat saat ketika Rasulullah saw sedang duduk – duduk bersama sahabatnya, Rasulullah saw bersabda, “Sebentar lagi, salah satu ahli surga akan muncul di hadapan kalian.” Tak lama, seorang laki-laki dari kaum Anshar muncul dengan sisa air wudhu masih menetes dari janggutnya. Ia menenteng terompah di tangan kirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berikutnya, Rasulullah mengulang perkataannya dan orang itu kembali melintas seperti pada kali pertama. Di hari ketiga, Rasulullah mengulang perkataannya, dan kejadian itu kembali terulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan Rasulullah, Abdullah bin Amr mengikuti lelaki yang dimaksud Rasulullah lalu berkata kepadanya, “Aku bertengkar dengan ayahku, aku tidak akan menemuinya tiga hari, apakah engkau berkenan memberiku tempat menginap?” lelaki itu menjawab, “Silahkan, dengan senang hati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Amr pun menginap di rumah lelaki itu hingga tiga malam berlalu dan Abdullah belum melihat dari laki-laki itu melakukan amal yang disebut sebagai penghuni surga. Sehingga Abdullah memberanikan diri bertanya, “Sudah tiga hari disini, aku tidak melihatmu mengerjakan amal yang membanggakan. Mengapa Rasul menyebutmu sebagai salah satu calon penghuni surga?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu menjawab, “Aku memang tidak melakukan amalan-amalan yang istimewa, tetapi sebelum tidur, aku mengingat kesalahan-kesalahan saudaraku seiman, lalu aku berusaha untuk memaafkannya. Aku hilangkan rasa dengki dan iri terhadap karunia Allah yang diberikan kepada saudaraku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar itu, Abdullah berkata, “Ya, itulah yang menyebabkan engkau disebut sebagai calon penghuni surga.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kisah dari Kang Ilyas, orang itupun terlihat mengambil nafas dalam – dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-6436931295986748203?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/KSikjeDWxVE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/6436931295986748203/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2010/03/indahnya-memaafkan.html#comment-form" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/6436931295986748203?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/6436931295986748203?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/KSikjeDWxVE/indahnya-memaafkan.html" title="Indahnya Memaafkan" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/S7FUK0ylrdI/AAAAAAAAAhY/BGRfyX5GgKg/s72-c/059.png" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2010/03/indahnya-memaafkan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkABQnozfSp7ImA9WxBVFE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-5840800149925352590</id><published>2010-02-17T14:34:00.001+07:00</published><updated>2010-02-17T16:59:13.485+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-17T16:59:13.485+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Syukur" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><title>Setiap langkah syukur, terdapat kedamaian</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SpZiNB1O3PI/AAAAAAAAASk/OsxyPeEkTuQ/s1600-h/050.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 100px; FLOAT: left; HEIGHT: 119px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374591181282794738" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SpZiNB1O3PI/AAAAAAAAASk/OsxyPeEkTuQ/s320/050.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam sebuah perjalanan ke luar kota, terdengar obrolan di dalam kendaraan yang ditumpanginya. Sebut saja yang satu kang Badrun dan yang lain kang Parto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Capek sekali pakai mobil ini ya… udah AC ga double, joknya sempit lagi.” Celoteh kang Badrun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“namanya juga Avanza E to kang…., kalo pengin yang agak halus, suspensi enak ya minimal Innova gitu…..&lt;a href="http://www.kangtris.com/2009/11/syukuri-apa-yang-ada.html"&gt;syukuri saja apa yang ada&lt;/a&gt;.” jawab kang Parto.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perjalananpun terus berlanjut, kang Badrunpun terus menerus menggerutu dan mencela sampai – sampai waktu berjalan seolah begitu lama, sementara kang Parto malahan asyik mendengarkan siaran radio, sambil berdendang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah jalan yang lurus dan lengang, tiba – tiba sebuah truk dari belakang menyalip kendaraan yang ditumpanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tet….tet…..” suara klakson truk memberi aba – aba, mobil avanza yang ditumpanginyapun memberi kesempatan kepada truk itu untuk melintas mendahului. Namun belum hilang kaget dari suara klakson, ternyata ada yang membuat lebih terkaget – kaget lagi. Di atas truk bukannya, muatan sembako atau hewan sapi yang sering terlihat, namun…..ibu - ibu yang pulang dari pengajian di sebuah kampung, sedang mendendangkan beberapa sholawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raut wajah ibu – ibupun tidak menampakkan rasa khawatir, padahal angin besar menerpa sebagian tubuhnya, ancaman masuk angin dan bisingnya suara truk seolah ia tidak dengarkan. Yang terlihat malahan, berdendang ria menikmati sholawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Guebleg……” celetuk kang Badrun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ yang gebleg apanya to ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaitu ibu – ibu, masa bisa – bisanya nyanyi diatas truk ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Apa ga gebleg sampean kang ?, mereka yang ga pakai AC, tempat dudukpun ga ada, masih bisa mendendangkan sholawat….la kok sampean yang pakai AC, ada tempat duduk empuk, kok mendendangkan gerutuan, berasyik ria dengan keluh kesah ?” Tanya kang Parto.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Mendengar celotehan kang Parto, muka kang Badrunpun terlihat pucat… tiba-tiba terlihat mau marah, namun sesaat kemudian terlihat menahannya, hingga akhirnya iapun tertunduk malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-5840800149925352590?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/8hdQqzV18AA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/5840800149925352590/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2010/02/setiap-langkah-syukur-terdapat.html#comment-form" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/5840800149925352590?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/5840800149925352590?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/8hdQqzV18AA/setiap-langkah-syukur-terdapat.html" title="Setiap langkah syukur, terdapat kedamaian" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SpZiNB1O3PI/AAAAAAAAASk/OsxyPeEkTuQ/s72-c/050.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2010/02/setiap-langkah-syukur-terdapat.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkcERns7eip7ImA9WxBXF04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-4092560542851345584</id><published>2010-01-29T09:44:00.003+07:00</published><updated>2010-01-29T10:00:07.502+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-29T10:00:07.502+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Internet" /><title>Al Qur’an Online</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SUeAw7dujOI/AAAAAAAAAD0/iSe7hlROa3s/s1600-h/quran3d.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SUeAw7dujOI/AAAAAAAAAD0/iSe7hlROa3s/s320/quran3d.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280330666199649506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dulu sebelum era digital berkembang seperti sekarang ini, membaca Al Qur’an disuguhi berbagai bentuk mushaf yang beragam. Kemajuan tehnologipun berkembang, berkembang berbagai software untuk aplikasi Al Qur’an baik untuk komputer maupun mobile. Saya masih ingat &lt;a href="http://www.kangtris.com/2008/12/al-quran-digital-ver-21.html"&gt;Al Qur’an Digital&lt;/a&gt; dalam bentuk help file, sebuah aplikasi Al Quran dilengkapi terjemah dan asbabun nuzul. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada juga &lt;a href="http://www.kangtris.com/2008/12/plugins-al-quran-di-ms-word.html"&gt;Qur’an in Word&lt;/a&gt;, sebuah aplikasi yang memudahkan kita menyisipkan ayat-ayat Al Qur’an dalam Word. Nah seiring perkembangan, saat ini muncul berbagai aplikasi Al Qur’an versi online, tanpa perlu mendownload, inilah berbagai versi &lt;a href="http://www.kangtris.com/2010/01/al-quran-online.html"&gt;Al Qur’an Online&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah, aplikasi Qur’an Online yang bisa rekan – rekan gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Qur’an Flash&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuka aplikasi Qur’an Flash, sungguh menyenangkan. Aplikasi online ini, mirip dengan software &lt;a href="http://www.kangtris.com/2008/12/al-quran-3-dimensi.html"&gt;Al Quran 3 Dimensi&lt;/a&gt;. Kita seolah – olah melihat mushaf Al Qur’an di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara menggunakan sangat mudah, setelah masuk ke website Qur’anFlash, kemudian kita klik, lalu akan dibawa ke sebuah tampilan mushaf al Qur’an, kemudian kita klik lembaran – lembaran mushaf kita geser ke kanan, otomatis membuka lembaran – lembaran ke kanan. Sebaliknya begitu kita geser mouse ke kiri, seolah kita menutup lembaran demi lembaran ke kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan langsung menuju ke &lt;a href="http://www.quranflash.com/"&gt;Qur’an Flash&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al Qur’an Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi Al Quran ini, terhitung lengkap. Di aplikasi online ini, kita juga disuguhi terjemah Al Qur’an, serta asbabun nuzul. Selain itu kita juga bisa mendengarkan secara online alunan ayat suci Al Qur’an yang kita pilih. Namun itu belum cukup, alunan al Qur’an tersebut juga diberikan fasilitas untuk download.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan menuju ke &lt;a href="http://www.alquran-indonesia.com/index.php?option=com_quran&amp;amp;Itemid=88"&gt;Al Qur’an Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dudung.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan – rekan mungkin tidak asing dengan situs ini dudung.net, di situs ini disediakan juga aplikasi online untuk Al Qur’an. Tampilan menurut saya sederhana namun menarik. Disitu kita bisa menampilkan tulisan Al Qur’an dan terjemahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan langsung menuju ke &lt;a href="http://www.dudung.net/quran"&gt;dudung.net&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Quranic Audio&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situs ini disediakan tempat untuk mendengarkan dan mendownload alunan ayat – ayat suci Al Qur’an.  Lebih dari 40 Qori dan rekan – rekan bisa memilihnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan menuju ke &lt;a href="http://quranicaudio.com/quran/index.php"&gt;quranicaudio&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali rekan – rekan ada yang mau menambahkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-4092560542851345584?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/nykqLoQ0FNY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/4092560542851345584/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2010/01/al-quran-online.html#comment-form" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4092560542851345584?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4092560542851345584?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/nykqLoQ0FNY/al-quran-online.html" title="Al Qur’an Online" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SUeAw7dujOI/AAAAAAAAAD0/iSe7hlROa3s/s72-c/quran3d.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2010/01/al-quran-online.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D08GQHo_fSp7ImA9WxBXFEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-4021366994437877819</id><published>2010-01-25T17:29:00.003+07:00</published><updated>2010-01-25T17:37:01.445+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-25T17:37:01.445+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hikmah" /><title>Cahaya Ilahi</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Sm5ZqfhSDcI/AAAAAAAAAO4/LyEWp77aVUE/s1600-h/cahaya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Sm5ZqfhSDcI/AAAAAAAAAO4/LyEWp77aVUE/s320/cahaya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363322792795311554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Cahaya Ilahi sebuah tulisan yang menurut saya sangat mencerahkan, menggugah kesadaran diri tentang hati ini. Sebuah kalimat kunci yang saya ingat adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“kalbu kita semua adalah Rumah Allah, jangan diisi dengan segala hal selain Allah. Soal-soal dunia, jangan dimasukkan dalam hati. Semua itu cukup urusan akal dan pikiran saja.”&lt;/span&gt; Dengan begitu, hati akan siap menerima pancaran &lt;a href="http://www.kangtris.com/2010/01/cahaya-ilahi.html"&gt;cahaya Ilahi&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini merupakan tulisan Bapak KH. Muhammad Luqman Hakim, seorang sufiolog dan Pemimpin Redaksi Majalah Cahaya Sufi di Jakarta. Berikut tulisan lengkapnya :&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Listrik di seluruh desa tiba-tiba mati. Biasa, PLN suka byar pett, tanpa mengindahkan konsumen. Tapi kalau telat membayar rekening listrik sehari saja, petugas PLN begitu garangnya memutus aliran listrik. Untung orang-orang di desa itu, cukup menyalakan lampu minyak, kembali seperti zaman sebelum listrik masuk desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ternyata PLN lebih kejam daripada ibu tiri,” gumam Pardi sambil terus nggedumel ngalor ngidul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pagi hari lampu listrik belum juga menyala. Kedai Cak San hanya disirami cahaya lampu ublik yang tidak terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baru saja gelap di dunia, kita sudah resah, bagaimana nanti kalau kita memasuki kegelapan di akhirat?” sindir Dulkamdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu jangan sok akhirat, Dul,” timpal Pardi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan sok akhirat, tapi akhirat itu pun sebenarnya lebih dekat dibanding diri kita terhadap kita,” balas Dulkamdi dengan gaya filosufisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pardi cuma bisa bersungut-sungut. Tapi Cak San yang mendengarkan obrolan kusir dua manusia itu, hanya cengar cengir belaka. “Soal listrik mati saja kok sampai akhirat,” celetuk Cak San.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal urusan mati listrik dan akhirat, akhirnya jadi perdebatan sengit antara pelanggan Kedai Cak San. Mereka tentu berpendapat dengan argumentasi masing-masing, tanpa bisa dikompromikan lagi. Di satu pihak, Pardi dan sebagian yang lain, tidak menginginkan urusan fisik, empirik, dan yang serba kasat mata, dipaksakan agar menjadi sakral. Yang profan biarlah urusan dunia, dan yang sakral biarlah urusan akhirat. Sementara Dulkamdi dan Cak San terus ngotot, agar listrik itu punya hubungan langsung dengan akhirat. Listrik, betapa pun bersifat profan dan instrumental, menjadi salah satu sarana manusia bisa beribadah, dan bahkan listrik itu, betapa pun yang menemukan adalah Thomas Edison yang nonmuslim, merupakan anugerah dari titik Cahaya Ilahi di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdebatan itu akhirnya sedikit mengalami jeda, ketika Kang Soleh masuk. Sebab mereka yang hadir, yang pro maupun yang kontra berharap dapat solusi kompromi, setidak-tidaknya bisa berlindung di balik argumen Kang Soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah sekian menit ditunggu, Kang Soleh diam saja. Kaki dan jemari tangannya bergerak menghentak-hentak seperti menikmati sebuah musik rancak yang indah. Kang Soleh seperti asyik dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok tidak diteruskan diskusi tadi?” tanya Kang Soleh menyentak kesunyian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nunggu pendapat sampean Kang…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau semua nunggu saya, kapan kalian bisa mandiri. Orang sufi itu harus punya kemandirian jiwa, tapi tidak boleh sombong, karena di atas langit itu masih ada langit. Kalau sudah mentok betul, kita bareng-bareng datang ke mursyid kita, pasti beliau punya solusi. Yang penting jangan takut salah,” jawab Kang Soleh sedikit berdemokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya persoalan kita kecil, Kang. Tapi bisa menjadi persoalan nasional, bahkan bisa juga jadi persoalan para malaikat, Kang…” celethuk Pardi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sudah sedikit mendengar tadi…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi bagaimana menurut sampean..?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurut saya, ya, kita tinggalkan saja soal listrik atau padamnya itu. Semuanya kan makhluk Allah. Semuanya tidak diciptakan kecuali mengandung kebenaran. Kita renungkan saja hikmahnya. Di sana banyak pelajaran berharga…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Soal ilmu elektronika?” sahut Dulkamdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Bukan, soal hati kita. Hati kita itu Rumah Allah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Qalbul Mu’mini Baitullah&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jadi karena kalbu kita semua adalah Rumah Allah, jangan diisi dengan segala hal selain Allah. Soal-soal dunia, soal-soal yang berkait dengan jagad raya, soal-soal yang menyangkut kehidupan sehari-hari kita, jangan dimasukkan dalam hati. Semua itu cukup urusan akal dan pikiran saja. Akal kita, mata kita, telinga dan mulut kita, hidung kita, tangan dan kaki kita, untuk mencari makan saja. Hati kita untuk Allah saja, untuk Allah saja.&lt;/span&gt;”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Caranya bagaimana, Kang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Caranya, ya dengan kita terus menerus mengingat atau zikir kepada Allah. Hati kita yang berzikir. Kalau tidak, akan diserobot oleh iblis, setan, dan nafsu. Akal pun jangan masuk dalam hati, kita bisa stres, konslet, lalu, hati kita byar pett, padam, gelap dan nantinya bisa sesat…..”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, apa kataku, ada kan hubungan byar pett listrik dengan akhirat,” kata Dulkamdi membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada kalau semuanya dikembalikan kepada Allah. Tapi kalau tidak, ya sama saja,” tangkis Pardi tidak mau kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Sudahlah. Begini saja, soal listrik yang menyala, itu disebabkan karena ada generator yang terus hidup. Jika tidak kan mati juga. Begitu pula, kalau hati kita hidup, hati kita berzikir, kalbu kita terus-menerus mengenang Ilahi, maka seluruh Rumah Allah di dalam hati kita akan bercahaya, seluruh ruang akal dan budi kita bercahaya, pikiran dan penglihatan batin kita bercahaya, dan segalanya menjadi terang benderang…. &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, kalau hati kita hidup, segalanya jadi jelas. Jangan sampai, dian abadi dalam hati ini, dihembus oleh setan atau nafsu. Nanti kita bisa gelagapan di tebing jurang yang gulita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ladalaaa…….!” kata mereka serempak. Sebab, secara kebetulan saja, usai Kang Soleh bicara soal Rumah Allah yang bercahaya, listrik di kampung itu menyala lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, mereka tampaknya tidak terlalu peduli. Apalah arti cahaya listrik yang terang benderang, jika hati tidak lagi terang? Apalah arti matahari yang menyiramkan cahayanya, jika saja kalbu-kalbu hamba Ilahi tidak lagi hidup dalam sunyi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-4021366994437877819?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/TPPadPlOfs8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/4021366994437877819/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2010/01/cahaya-ilahi.html#comment-form" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4021366994437877819?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4021366994437877819?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/TPPadPlOfs8/cahaya-ilahi.html" title="Cahaya Ilahi" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Sm5ZqfhSDcI/AAAAAAAAAO4/LyEWp77aVUE/s72-c/cahaya.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2010/01/cahaya-ilahi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A04MQX0yfyp7ImA9WxBXEE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-7939858625432645429</id><published>2010-01-21T09:11:00.000+07:00</published><updated>2010-01-21T09:13:00.397+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-21T09:13:00.397+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hikmah" /><title>Jangan - Jangan Terpeleset Riya'</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SufbQOG2-jI/AAAAAAAAAT0/6Dopbgnbogk/s1600-h/058.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SufbQOG2-jI/AAAAAAAAAT0/6Dopbgnbogk/s320/058.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397523750138083890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ia seorang aktivis kampus, wajahnya terlihat bersinar, dahinya terlihat warna kehitam – hitaman. Di kampusnya dikenal sosok pemuda yang alim, berbagai kegiatan keagamaan di kampusnya hampir bisa dipastikan ia terlibat didalamnya. Di saat rekan – rekannya masih terlelap tidur, ia terlihat sudah ikut shalat shubuh berjamaah di masjid kampusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ia pulang ke kampungnya, kebetulan seorang kakek tetangganya meninggal dunia. Ia begitu kagum kepada sosok kakek tetangganya itu, karena dengan mata kepalanya sendiri sang kakek meninggal dalam keadaan sangat tenang, sebelum meninggalpun sang kakek dengan lancar mengucapkan kalimat tahlil. Iapun tahu kakek tersebut bukanlah seorang ustadz atau kyai, kehidupannya biasa – biasa saja. Sang kakek hidup dalam sebuah rumah yang sangat sederhana, sehari – hari kegiatannya menyabit rumput untuk makan kambing peliharaannya, namun ia tidak pernah ketinggalan sholat jamaah di masjid kampungnya. Iapun pendiam, hanya bicara seperlunya saja, tidak pernah mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sehabis shalat isya di masjid, ia menyempatkan diri bersilaturahim ke tempat guru ngaji yang dulu waktu kecil, mengajarkan Surat Al Fatikhah pertama kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah pak, insya alloh shalat jamaah jarang saya tinggalkan, berbagai kegiatan keagamaan di kampus saya, saya usahakan selalu terlibat. Di samping itu seringkali sayapun dijadikan sumber referensi teman – teman saya, sayapun terkadang memberi ceramah di acara – acara kampus.” cerita si aktivis kampus kepada guru ngajinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah, saya ikut senang kalau begitu… semoga kamu termasuk orang – orang yang diberi anugerah dalam beribadah.” komentar guru ngajinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namun begini…., setelah melihat kakek tetangga saya meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, saya jadi merenung dan berintrospeksi, apakah saya besok meninggal dalam keadaan seperti itu ?” ungkap si aktivis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa ?” tanya guru ngaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seringkali setelah saya shalat berjamaah shubuh terutama, dalam hati saya muncul perasaan “senang sekali”, namun setelah itu muncul pula dalam hati “ternyata saya lebih baik dibanding yang lain yang tidak berjamaah”. Tidak berhenti di situ saja, setelah selesai berceramah di depan teman – teman kampus, tidak hanya perasaan senang yang muncul,”sayapun merasa senang ketika dibelakang saya, mereka memuji – muji saya”. Saya jadi bertanya, ikhlas ga amaliah saya atau malah – malah saya riya’ ?” tanya si aktivis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ungkapan aktivis itu, guru ngajinyapun jadi ikut merenung. Kemudian berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Saya yakin, secara ilmu kamu mungkin lebih mengetahui karena wawasan kamu lebih luas, pendidikanmu lebih tinggi. Namun barangkali saya mengingatkan, seperti yang diungkapkan oleh Imam Ghozali bahwa apabila didalam diri seseorang yang selesai melakukan suatu ibadah muncul kebahagiaan tanpa berkeinginan memperlihatkannya kepada orang lain maka hal ini tidaklah merusak amalnya karena ibadah yang dilakukan tersebut telah selesai dan keikhlasan terhadap ibadah itu pun sudah selesai dan tidaklah ia menjadi rusak dengan sesuatu yang terjadi setelahnya apalagi apabila ia tidak bersusah payah untuk memperlihatkannya atau membicarakannya. Namun apabila orang itu membicarakannya setelah amal itu dilakukan dan memperlihatkannya maka hal ini ‘berbahaya’.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya tidak menceritakan kepada yang lain, saya hanya merasa senang pak ?” tanya si aktivis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru ngajinyapun menjawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya pada awalnya seperti itu....bisikan setan itu teramat halus, pada kondisi – kondisi seperti itu setan mulai membisikkan agar berbuat riya’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ciri – cirinya gimana bisa masuk kategori riya’atau tidak ?” tanya aktivis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru ngajinyapun berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Menurut pendapat Imam Ali bin Abi Thalib k.w. “Tiga tanda bagi orang yang riya’ adalah malas bila beribadah sendirian, rajin bila beribadah diantara orang banyak, berlebih-lebih ia dalam berbuat amal bila dipuji orang, kurang amalnya bila dicela orang.” &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-7939858625432645429?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/sCTSHu0sUxw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/7939858625432645429/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2010/01/jangan-jangan-terpeleset-riya.html#comment-form" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/7939858625432645429?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/7939858625432645429?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/sCTSHu0sUxw/jangan-jangan-terpeleset-riya.html" title="Jangan - Jangan Terpeleset Riya'" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SufbQOG2-jI/AAAAAAAAAT0/6Dopbgnbogk/s72-c/058.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2010/01/jangan-jangan-terpeleset-riya.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU4GRH44fSp7ImA9WxBQFUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-4430026241194644555</id><published>2010-01-15T18:06:00.001+07:00</published><updated>2010-01-15T18:12:05.035+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-15T18:12:05.035+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hikmah" /><title>Teruslah Berdoa, dan Ubah Diri Anda</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SvzdugnTG1I/AAAAAAAAAUs/VGSkxUebiz0/s1600-h/menikmatiproses.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SvzdugnTG1I/AAAAAAAAAUs/VGSkxUebiz0/s320/menikmatiproses.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403437444036238162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hakikat doa adalah penuntun kita melakukan perubahan diri selama menjalani hidup. Hidup itu sendiri tidaklah hitam dan putih. Ia tidak pula seperti laut mati. Ia senantiasa bergerak penuh tantangan dalam rangka pemenuhan aneka kebutuhan. Sebab, hanya melalui kedua hal inilah Allah benar-benar menguji mana hamba-Nya yang tetap pada fitrah dan mana yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan seseorang dalam mengubah dirinya itu jelas merupakan salah satu faktor kunci kesuksesan memburu pertolongan Allah . Oleh karena itu, kalau hidup kita terus-menerus sempit, sekolah tak kunjung rampung, nilai ujian sekolah jelek, utang tak juga terlunasi, jelas ada yang salah pada diri kita. Meskipun demikian, satu hal yang penting untuk disadari adalah bahwa kalau doa kita tidak dikabulkan Allah bukan berarti Dia tidak memperhatikan lagi permohonan hamba-Nya. Boleh jadi penyebabnya ialah karena pelakunya sendiri tidak mau membenahi dirinya, enggan lepas dari kebiasaan-kebiasaan buruk, dan malas meningkatkan ibadahnya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Siapapun yang ingin doanya dikabulkan oleh Allah, hendaknya ia berusaha mengubah dirinya sendiri. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Bagaimana engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa, padahal engkau sendiri tidak mengubah dirimu dari kebiasaanmu ?"&lt;/span&gt; Demikian tukas Ibnu Athaillah di dalam kitabnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;al Hikam&lt;/span&gt;. Kita telah banyak meminta, banyak berharap kepada Allah, dan saking sibuknya meminta, terkadang membuat kita tidak sempat lagi mengintrospeksi diri kita sendiri. Padahal, kalau kita meminta dan selalu memperbaiki diri, Allah pasti memberi apa yang kita minta karena sebetulnya doa itu adalah pengiring agar kita bisa merubah diri kita. Jika kita tidak pernah mau merubah diri kita menjadi lebih baik maka janganlah berharap doa kita akan dikabulkan Allah.  Perubahan diri inilah sebenarnya yang harus kita camkan dalam diri ketika kita punya keinginan. Oleh karena itu, pikirkan secara baik dan benar apa yang harus kita ubah melalui diri kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang telah berpuluh tahun hidup dengan harta berlimpah, uang selalu tersedia, pujian dan penghargaan terus berdatangan, namun hidup mereka terasa hampa. Mengapa demikian ? Mungkin karena mereka tidak mendapatkannya melalui berdoa. Akibatnya, nikmat tersebut tidak dirasakan sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, penting kita memperhatikan apa yang dinyatakan Ibnu Athaillah :&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tujuan utama berdoa bukanlah meminta, melainkan mengetahui adab dan tata krama seseorang terhadap Tuhan." &lt;/span&gt;Inilah sebenarnya yang kita butuhkan. jadi, doa hendaknya menjadikan kita makin dekat dengan Allah. Dengan doa yang demikian akhlak seseorang pun akan semakin baik. Lalu, bagaimana dengan kebutuhan duniawi ? Percayalah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gusti Allah iku ora sare&lt;/span&gt;. Allah tidak pernah tidur !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al Quran, tepatnya surah Al Baqarah : 186 Allah telah berfirman : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Apabila  hamba-hambaKu bertanya kepadamu, wahai Muhammad, tentang Aku, jawablah : Aku adalah dekat. Aku akan mengabulkan permohonan orang yang berada kepada-Ku. Hendaklah ia memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah ia beriman kepada-Ku agar ia selalu berada di dalam kebenaran.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa dimungkiri, kita seringkali kurang tepat memahami dan menempatkan doa, yakni semata menggunakannya sebagai ajang pelarian dari persoalan-persoalan hidup yang kita hadapi. Meskipun demikian, persepsi seperti ini sebenarnya tidak terlalu salah dan masih lebih baik dibanding kita berputus asa dari rahmat Allah lalu meminta pertolongan kepada yang selainNya. Oleh karena itu, hendaknya selalu diingat firman Allah :&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Janganlah engkau berputus asa dari rahmat Allah"&lt;/span&gt; (QS. Az Zumar : 58).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita renungkan lebih jauh, doa yang kita panjatkan kepada Allah itu sejatinya adalah upaya kita mendekatkan diri kepada-Nya sebagai konsekuensi iman kita terhadap-Nya. Doa itu sendiri tidak bisa dimungkiri adalah pengungkapan penghambaan kita kepadaNya. Doa juga bisa dimaknai sebagai pengungkapan kesadaran seseorang akan kelemahan, pengharapan, dan kecintaan darinya kepada Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, doa adalah bukti penghambaan dan pengabdian kita kepada Allah yang Maha Kuasa. Maka, kurang tepatlah bila ada anggapan bahwa karena doa kitalah Allah memenuhi permintaan kita. Sebab, dengan demikian, berarti Allah itu tunduk pada perintah makhluk-Nya. Padahal, faktanya kita semua lemah dan butuh pertolongan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan terbaik bagi kita, terutama umat Islam, adalah : selalu berdoa kepada Allah atas apa yang menjadi hajat hidup kita sambil terus menerus memperbaiki diri kita. Kalau doa kita tidak segera dikabulkan Allah, mungkin karena kita sendiri tak ada keinginan untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada di diri kita. Mungkin saja kita selama ini lalai mengingatNya, kita tak peduli perintah dan laranganNya, kita tak pernah menolong sesama. Pendek kata : berdoalah dan perbaiki diri Anda !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari :&lt;br /&gt;Buku : Ajaklah Hatimu Bicara, Muhammad Alain Yanto, Pustaka Pesantren, 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-4430026241194644555?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/m5gC_A2Suy4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/4430026241194644555/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2010/01/teruslah-berdoa-dan-ubah-diri-anda.html#comment-form" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4430026241194644555?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4430026241194644555?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/m5gC_A2Suy4/teruslah-berdoa-dan-ubah-diri-anda.html" title="Teruslah Berdoa, dan Ubah Diri Anda" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SvzdugnTG1I/AAAAAAAAAUs/VGSkxUebiz0/s72-c/menikmatiproses.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2010/01/teruslah-berdoa-dan-ubah-diri-anda.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkIAQX04eCp7ImA9WxBQEkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-999348008983184466</id><published>2010-01-12T13:39:00.002+07:00</published><updated>2010-01-12T18:09:00.330+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-12T18:09:00.330+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hikmah" /><title>Menggapai Istiqomah</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SVrhZzw2Q_I/AAAAAAAAAGM/7wHrCKOUlDw/s1600-h/001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SVrhZzw2Q_I/AAAAAAAAAGM/7wHrCKOUlDw/s320/001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285784946180768754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang kontraktor terlihat datang ke tempat seorang kyai, selain ingin bersilaturahim kepada kyai tersebut, iapun ingin menanyakan sebuah hal yang lama terpendam dalam fikirannya, yakni &lt;a href="http://www.kangtris.com/2010/01/menggapai-istiqomah.html"&gt;menjaga istiqomah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah kyai, dalam urusan pekerjaan, mendapatkan proyek Allah memberi kemudahan dan kelancaran kepada saya, bahkan proyek – proyek yang di mata rekan bisnis saya sulit, kalau saya yang maju, biasanya bisa goal. Hal ini karena satu kata yang saya pegang kyai, “saya tetap semangat dan tak mau menyerah” kyai ?” ungkap kontraktor.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;”Bagus kalau begitu.....” jawab kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Namun dalam hal ibadah, ternyata tak semudah yang saya bayangkan. Seringkali sudah berusaha bersemangat diri untuk melakukan sebuah ibadah, namun ujung – ujungnya tidak bisa istiqomah.” ungkap kontraktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lantas bagaimana ?” tanya kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya itu kyai, bagaimana saya bisa tetap istiqomah ?” tanya kontraktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar pertanyaan kontraktor, kyaipun terdiam sejenak. Setelah berdiam diri sebentar, ia mulai berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kemarin, saya kedatangan tamu seorang bupati di sini, setelah ngobrol ngalor ngidul, katanya ia mau membangun jalan di daerah sini, dan ia mau tenderkan proyek jalan tersebut, gimana kamu mau ga ?” tanya sang kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yah...mau sekali kyai. ”, jawab si kontraktor dengan sumringah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, tapi proyek itu tetap ditenderkan secara terbuka, pakai e-auction kalau ga salah, bilangnya.” lanjut kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, ga apa – apa kyai, saya sudah terbiasa dengan e-auction”, jawab kontraktor dengan lebih sumringah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana kemudian agak diam, si kontraktorpun dalam diamnya terlihat lebih segar dan sumringah. Setelah agak lama, rupanya kontraktor agak tersadar kenapa sang kyai malah ngobrol proyek, padahal ia menanyakan perihal istiqomah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ngapunten kyai, terus pertanyaan saya yang tadi tentang istiqomah gimana ?” si kontraktor mulai menanyakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sebenarnya kamu sendiri sudah bisa menjawab, namun kamu tidak menyadarinya.” jawab kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Begini... kamu bisa tetap bersemangat dalam mengerjakan sebuah proyek, bahkan proyek yang sulitpun bisa kamu atasi, padahal saya yakin tidak semua orang bisa mengerjakan proyek tersebut, kenapa ?” tanya sang kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya...imbalan keuntungan kyai” jawab kontraktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Nah itu jawabannya....., selama mengerjakan proyek kamu mesti tidak melihat sulitnya pekerjaan karena visimu ingin menghasilkan keuntungan setelah proyek tersebut terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu beribadah, masih melihat sebagai beban, bukan dibalik ibadah itu sendiri selamanya kamu tidak akan bisa istiqomah sama halnya kamu mengerjakan proyek penglihatanmu kepada proyek itu sendiri bukan imbalan keuntungan yang akan didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika penglihatanmu dibalik pekerjaan itu, maka pekerjaan itu menjadi mudah dan menyenangkan. Ketika ibadahmu dijadikan sarana untuk menggapai keluhuran dari Allah maka, ibadah tidak terasa sebagai beban namun anugerah, dan anugerah istiqomah akan hadir dengan sendirinya.” ungkap sang kyai.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar uraian itu, si kontraktor manggut – manggut, namun kemudian bertanya, ” Saya belum mengerti kyai ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak kemudian kyaipun berkata, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Kalau kamu mengejar yang ratusan juta bahkan miliaran rupiah kamu bisa semangat, konsisten, kenapa menjaga yang lebih besar daripada itu tidak bisa ? padahal dalam sebuah hadits Rasulullah saw bersabda,'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;'.” &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-999348008983184466?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/oEwaDzpW0jQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/999348008983184466/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2010/01/menggapai-istiqomah.html#comment-form" title="10 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/999348008983184466?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/999348008983184466?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/oEwaDzpW0jQ/menggapai-istiqomah.html" title="Menggapai Istiqomah" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SVrhZzw2Q_I/AAAAAAAAAGM/7wHrCKOUlDw/s72-c/001.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>10</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2010/01/menggapai-istiqomah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEEMRHs8eyp7ImA9WxBRF0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-725600083077425106</id><published>2010-01-06T17:08:00.001+07:00</published><updated>2010-01-06T17:11:25.573+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-06T17:11:25.573+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><title>Jangan Merasa paling Shaleh</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SsL9kwfu-oI/AAAAAAAAATM/ySo0BWs0Wbc/s1600-h/012.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SsL9kwfu-oI/AAAAAAAAATM/ySo0BWs0Wbc/s320/012.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387146912223656578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;”Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.”(QS, al-Hujurat [49]: 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang laki-laki bersaudara. Mereka sudah yatim piatu sejak remaja. Keduanya bekerja pada sebuah pabrik kecap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hidup rukun, dan sama-sama tekun belajar agama. Mereka berusaha mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk datang ke tempat pengajian, mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah Sang ustadz. jaraknya sekitar 10 km dari rumah peninggalan orangtua mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika sang kakak berdo’a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya, bila pergi mengaji. Allah mengabulkannya, jabatannya naik, dia menjadi kepercayaan sang direktur. Dan tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki. Dia mendapatkan bonus karena omzet perusahaannya naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sang kakak berdo’a memohon seorang istri yang sempurna, Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian berturut-turut sang kakak berdo’a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do’anya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji ke rumah guru mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Dia dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo’a, menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, ” Dik, sesungguh ketidak mampuan kita menghapal quran, hadits dan bacaan doa. bisa jadi karena hati kita kurang bersih.. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang adik mengangguk, hatinya terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tak pernah terkabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a, diantaranya Al-fatehah, Shalawat, do’a untuk guru mereka, do’a selamat dan ada kalimah di akhir do’anya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Ya, Allah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu,&lt;br /&gt;Ampunilah aku dan kakak ku, kabulkanlah segala do’a kakak ku,&lt;br /&gt;Jadikan Kakakku selalu dalam lindungan dan cinta-Mu,&lt;br /&gt;Bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku&lt;br /&gt;di dunia dan akhirat.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sang kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya.Dia telah salah menilai adiknya. Tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan, kemiskinan, kebaikan, keburukan dan setiap musibah yang menimpa manusia merupakan ujian dari Allah swt. yang diberikan kepada hambanya. Itu bukan ukuran kemuliaan atau kehinaan seseorang. Janganlah bangga karena kekayaan dan janganlah putus asa karena kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini begitu menyentuh , semoga dapat menjadikan hikmah bagi kita semua ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah  ini saya copy paste dari seorang sahabat &lt;a href="http://www.facebook.com/nurulakbari"&gt;Nurul Akbari&lt;/a&gt;, semoga kisah tersebut bisa menjadi bahan renungan bagi kita. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-725600083077425106?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/kbBwYfF9Ycc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/725600083077425106/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2010/01/jangan-merasa-paling-shaleh.html#comment-form" title="10 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/725600083077425106?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/725600083077425106?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/kbBwYfF9Ycc/jangan-merasa-paling-shaleh.html" title="Jangan Merasa paling Shaleh" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SsL9kwfu-oI/AAAAAAAAATM/ySo0BWs0Wbc/s72-c/012.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>10</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2010/01/jangan-merasa-paling-shaleh.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0AMSHs9fSp7ImA9WxBRFkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-191832178081185447</id><published>2010-01-05T19:42:00.003+07:00</published><updated>2010-01-05T19:49:49.565+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-05T19:49:49.565+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Software" /><title>KeePass Password Safe</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://keepass.info/images/icons/keepass_64x64.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 64px; height: 64px;" src="http://keepass.info/images/icons/keepass_64x64.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Password sudah merupakan bagian dari keseharian kita, entah dipergunakan untuk email, blog, social networking, social bookmarking dan aktivitas lainnya, yang tidak terbatas aktivitas online semata. Betapa pusingnya kita ketika kita lupa password kita sendiri. Menjadi lebih merepotkan lagi, bila kita memiliki account yang banyak, puluhan bahkan ratusan account yang kita miliki dan tidak mungkin mengingat password satu persatu di luar kepala, bila ini masalahnya maka KeePass Password Safe ini bisa menjadi software alternatif untuk menyimpan &lt;a href="http://www.kangtris.com/2010/01/keepass-password-safe.html"&gt;password&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;KeePass Password Safe memiliki kelengkapan fitur yang handal seperti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Strong Security&lt;/span&gt;, karena mendukung Advanced Encryption Standard (AES, Rijndael) dan algoritma Twofish untuk mengenkripsi dengan password database; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Multiple User Keys&lt;/span&gt;, satu master password decrypts database lengkap atau dapat menggunakan file kunci. Kunci file menyediakan keamanan yang lebih baik daripada master password. Selain itu password dapat diekspor ke berbagai format, seperti TXT, HTML, XML dan CSV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://keepass.info/screenshots/main_big.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 482px; height: 331px;" src="http://keepass.info/screenshots/main_big.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;KeePass Password Safe tersedia dalam edisi klasik dan edisi professional, yang lebih menyenangkan lagi software ini 100 % gratis dan legal. Untuk keterangan lebih lengkap dan download softwarenya silahkan &lt;a href="http://keepass.info/download.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-191832178081185447?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/RaE343omTWo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/191832178081185447/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2010/01/keepass-password-safe.html#comment-form" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/191832178081185447?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/191832178081185447?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/RaE343omTWo/keepass-password-safe.html" title="KeePass Password Safe" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2010/01/keepass-password-safe.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A04HRHg5eyp7ImA9WxBSFkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-4211549756470345277</id><published>2009-12-24T19:56:00.002+07:00</published><updated>2009-12-24T20:05:35.623+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-24T20:05:35.623+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Syukur" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><title>Menghitung Nikmat Rambut</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Spzzfa60C4I/AAAAAAAAASs/yzuOZ8-RiYA/s1600-h/051.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Spzzfa60C4I/AAAAAAAAASs/yzuOZ8-RiYA/s320/051.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376439776301026178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rambut merupakan salah satu dari berjuta – juta nikmat Allah yang dianugerahkan kepada kita. Seringkali kita menganggap remeh nikmat yang begitu mahal  yang bernama rambut. &lt;a href="http://www.kangtris.com/2009/11/syukuri-apa-yang-ada.html"&gt;Syukurilah apa yang ada&lt;/a&gt; termasuk anugerah rambut, dengan cara &lt;a href="http://www.kangtris.com/2009/11/kegembiraan-hati-di-saat-bersyukur.html"&gt;bersyukur yang benar&lt;/a&gt;, sehingga &lt;a href="http://www.kangtris.com/2008/11/belajar-bersyukur.html"&gt;kita terhindar&lt;/a&gt; dari golongan orang – orang yang disebut oleh Syekh Sariy Assaqathi, “Siapa yang tidak menghargai nikmat, maka akan dicabut nikmat itu dalam keadaan ia tidak mengetahui”.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan berikut saya ambil dari Bapak Syaefudin seorang Asisten Dosen Metabolisme di Departemen Biokimia, FMIPA-IPB, dengan judul &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/berita/tafakur/9624-menghitung-nikmat-rambut.html"&gt;Menghitung Nikmat Rambut&lt;/a&gt;, saya ambil dari website &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/"&gt;hidayatullah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Di salah satu klinik penanaman rambut di Hongkong, untuk menanam sehelai rambut membutuhkan dana sebesar $ 20 (HKD). Pernahkah kita mensyukuri atas karunia rambut yang diberikan Allah pada kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menganggap bahwa rambut adalah mahkota. Oleh karenanya, tak aneh jika banyak orang mengidamkan kepala yang terus ditumbuhi rambut. Sesekali, mereka berkunjung ke salon khusus rambut. Bahkan, ada pula yang berkala mengunjungi salon untuk sekedar menata dan memanjakan penampilan mahkota kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ada juga yang bersikap biasa saja terhadap setiap helai rambut di tubuhnya. Mereka acuh, atau bahkan bersikap biasa saja dengan rambut yang dipunya. Tak ada waktu rutin ke salon, apalagi berkeramas khusus dengan tujuan merawat mahkota kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu semua, pernahkah kita menghitung berapa besar nilai setiap helai rambut yang Allah berikan? Jadi, tak hanya merawat dan menjaga rambut agar tetap tumbuh serta elok dipandang mata. Apalagi, membiarkan begitu saja nikmat fisik yang Allah amanahkan kepada manusia. Namun, hendaknya kita mencoba menghitung berapa nilai karunia Sang Pencipta dari hanya helaian rambut di setiap jengkal kulit manusia. Dengan itu, harapannya manusia lebih bisa bersyukur dengan setiap pemberian Rabb-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, untaian rambut di kepala bukan sekedar mahkota. Ia juga berguna sebagai pelindung tubuh, khususnya kulit kepala dari bahaya sinar ultraviolet. Setidaknya, itulah hasil penelitian ilmuwan Australia baru-baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Harga Helai Rambut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambut, sebagai pelindung tubuh dari panas sekaligus pemanis rupa manusia adalah nikmat Allah yang tak terkira. Betapa tidak, bila dihitung harga setiap helainya maka yang ada malah manusia akan tercengang lantaran besarnya jumlah ‘kekayaan’ yang Sang Pencipta titipkan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghitungan paling mudah yaitu membandingkan sejumlah rambut yang dimiliki, misalnya di kepala, dengan harga seutas rambut dan biaya penanamannya ke kulit manusia. Pencangkokan tersebut merupakan salah satu cara mutakhir untuk memperbaiki penampilan. Para pakar membuat dan mengembangkan teknologi penanaman rambut bagi siapa saja, baik yang berkepala botak maupun yang hanya ingin melebatkan rambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di salah satu klinik penanaman rambut di Hongkong, untuk menanam sehelai rambut membutuhkan dana sebesar $ 20 (HKD). Bila ditukar dengan nilai rupiah, setiap rambut dihargai Rp 25.459 (data Bank Indonesia pada 20 Oktober 2009). Itu hanya biaya pembelian seutas rambut, belum biaya jasa konsultasi dokter, uji pemeriksaan awal, dan pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Bila jumlah rata-rata rambut yang dimiliki manusia normal sebanyak 80 helai/cm2 kulit kepala (orang Asia) atau 120 helai/cm2 kepala (orang Eropa), paling sedikit uang yang harus disiapkan untuk penanaman rambut sekitar Rp 2.036.720 sampai Rp 3.055.080 untuk setiap cm2-nya. Atau, jika rata-rata kepala manusia normal mengandung 100.000 utas rambut berarti setiap orang harus membayar sejumlah Rp 2.545.900.000 atau sekitar 2.5 Milyar! SubhaanaLlaah.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai tersebut lebih mengejutkan bila melihat kenyataan, bahwa rambut manusia ternyata tak hanya tumbuh sekali seumur hidup. Namun, bisa berulang kali. Bayangkan saja, bila setiap 10 tahun sekali rambut tersebut rontok semua dan harus ditanam ulang, maka berapa banyak uang yang perlu dibayarkan seseorang berumur 60 tahun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi jika orang tua memiliki anak, dan ketika anak lahir diwajibkan membayar biaya penanaman rambut. Bayangkan jika anaknya 2, 3, 4 atau lebih, maka berapa triliun yang perlu disiapkan? Ini sekedar rambut di kepala, belum di alis, bulu mata, dan tempat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syukuri Nikmat Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah perhitungan karunia Allah hanya dari utasan rambut, belum yang lainnya. Sungguh besar kasih sayang-Nya sehingga tak sepeser pun dikeluarkan manusia untuk mendapatkan mahkota penghias raga. Maka sepatutnyalah manusia berterima kasih atas pemberian nikmat yang tak pernah ia minta ini, namun begitu saja diberi lantaran kasih sayang Allah yang tak terbatas pada manusia. Sebaliknya tidaklah pantas manusia yang lemah bersikap congkak di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja manusia mau berpikir dengan keagungan dan kemurahan Sang Pencipta, niscaya ia akan terus bersyukur dan senantiasa menghiasi diri dengan amal ibadah. Hal ini telah Allah ingatkan dalam Al Qur’an: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”&lt;/span&gt;. (QS. Az Zumar 39:66)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi manusia yang telah mengerti akan besarnya pemberian Allah, lalu diikuti syukur atas apa yang diterimanya maka Sang Pemilik nikmat akan tambahkan lagi karunia lainnya sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih"&lt;/span&gt;. (QS Ibrahim 14: 7).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sanggupkah kita untuk tidak bersyukur ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-4211549756470345277?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/HyjVrDW-XQ8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/4211549756470345277/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2009/12/menghitung-nikmat-rambut.html#comment-form" title="13 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4211549756470345277?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4211549756470345277?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/HyjVrDW-XQ8/menghitung-nikmat-rambut.html" title="Menghitung Nikmat Rambut" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Spzzfa60C4I/AAAAAAAAASs/yzuOZ8-RiYA/s72-c/051.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>13</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2009/12/menghitung-nikmat-rambut.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkYERno-fCp7ImA9WxBSGEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-4127229949757310404</id><published>2009-12-24T16:16:00.007+07:00</published><updated>2009-12-26T14:55:07.454+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-26T14:55:07.454+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ebook" /><title>Kalender 2010</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SzMyi-27VOI/AAAAAAAAAdI/VWG__KKj7wc/s1600-h/kalender.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 121px; height: 100px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SzMyi-27VOI/AAAAAAAAAdI/VWG__KKj7wc/s320/kalender.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418730353227158754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi rekan – rekan yang mencari kalender tahun 2010, barangkali &lt;a href="http://www.scribd.com/doc/24476810/Kalender-2010-Falakiyah-NU-Gresik"&gt;kalender&lt;/a&gt; ini bisa menjadi alternatif. &lt;a href="http://www.scribd.com/doc/24476810/Kalender-2010-Falakiyah-NU-Gresik"&gt;Kalender 2010&lt;/a&gt; Falakiyah NU Gresik sangat lengkap. Kalender dilengkapi dengan kalender hijriyah qomariyah, masehi, hijriyah syamsiah, jawa mataram, pasaran jawa, pranoto mongso jowo, neptu jawa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalender ini dikeluarkan oleh &lt;a href="http://moeidzahid.site90.net/"&gt;Abdo El Moeid&lt;/a&gt; G&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;resik Jawa Timur. Sebagai ilustrasi kalender tersebut bisa dilihat dalam gambar berikut .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SzMyvN97zEI/AAAAAAAAAdQ/0ltaQIjytKE/s1600-h/kalender03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 74px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SzMyvN97zEI/AAAAAAAAAdQ/0ltaQIjytKE/s320/kalender03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418730563441511490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat dan mendownload kalender tersebut bisa dilihat di &lt;a href="http://www.scribd.com/doc/24476810/Kalender-2010-Falakiyah-NU-Gresik"&gt;scribd&lt;/a&gt;, atau ingin mendownload langsung di &lt;a href="http://www.4shared.com/file/162459104/bab8803f/Kalender_2010_Falakiyah_NU_Gre.html"&gt;4shred&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk wilayah kota Bandung bisa dilihat lewat &lt;a href="http://www.scribd.com/doc/24509052/Kalender-2010-Falakiyah-Bandung"&gt;scribd&lt;/a&gt; atau didownload langsung &lt;a href="http://moeidzahid.site90.net/kalender/kalender_ind_2010/kalender2010_bandung.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk wilayah Jakarta, bisa didownload &lt;a href="http://moeidzahid.site90.net/kalender/kalender_ind_2010/kalender2010_jakarta.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Untuk wilayah Semarang, bisa didownload &lt;a href="http://moeidzahid.site90.net/kalender/kalender_ind_2010/kalender2010_semarang.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Untuk wilayah Yogyakarta, bisa didownload &lt;a href="http://moeidzahid.site90.net/kalender/kalender_ind_2010/kalender2010_yogyakarta.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Untuk wilayah Surabaya, bisa didownload &lt;a href="http://moeidzahid.site90.net/kalender/kalender_ind_2010/kalender2010_surabaya.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk wilayah lain, silahkan rekan - rekan langsung menuju website &lt;a href="http://moeidzahid.site90.net/"&gt;Abdo El Moeid&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-4127229949757310404?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/9bWE-H705XA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/4127229949757310404/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2009/12/kalender-2010.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4127229949757310404?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/4127229949757310404?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/9bWE-H705XA/kalender-2010.html" title="Kalender 2010" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SzMyi-27VOI/AAAAAAAAAdI/VWG__KKj7wc/s72-c/kalender.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2009/12/kalender-2010.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEcAQ34zeSp7ImA9WxBSEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-7881142793654398505</id><published>2009-12-17T17:27:00.002+07:00</published><updated>2009-12-17T17:34:02.081+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-17T17:34:02.081+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><title>Spirit Hijrah</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SlGJ-Z6cmQI/AAAAAAAAAOg/E1q8QOhkWpk/s1600-h/045.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SlGJ-Z6cmQI/AAAAAAAAAOg/E1q8QOhkWpk/s320/045.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355213137121155330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu malam, selepas sholat isya bertempat di rumah kang Udin, terlihat beberapa orang sedang berdiskusi tentang rencana – rencana mereka yang sebentar lagi akan memasuki tahun baru hijriyah. Suasanapun sudah mulai ramai masing – masing asyik dengan rencananya sendiri – sendiri dalam menyambut tahun baru hijriyah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;”Saya sudah nyiapkan duit kang, buat beli mercon gandengan buat malam tahun baruan nanti. ” kata kang Parto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau saya udah nyiapin duit buat liburan sekeluarga kang, hitung – hitung menghibur diri dan kelurga.” kata kang Syamsul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nah, saya ini..... yang duit cuma sedikit, cuma nyiapin diri buat ziarah ke makam almarhumah ibu saya kang. ” sela kang Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar berbagai celoteh, kang Udin mulai berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Kalau kita mau bertahun baru, alangkah lebih baik kita melihat sejarah dan esensi dari tahun baru hijriyah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari peristiwa hijrah, Rasulullah SAW bisa membangun masyarakat baru di kota Madinah. Masyarakat yang terformulasikan dalam bentuk persaudaraan "ukhuwah" yang sangat kental antara orang-orang yang berhijrah dari Makkah " Muhajirin " dan penduduk kota Madinah yang membantu mereka " al anshar ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekentalan ukhuwah ini bisa dilihat dari sebuah ilustrasi ketika Abdurrrahman bin Auf r.a dari kelompok Muhajirin dipersaudarakan dengan Sa'ad bin al Rabi' dari Anshar. Seketika Sa'ad r.a. dengan penuh kejujuran dan keikhlasan menawarkan kepada Abdurrahman untuk mengambil separuh dari kekayaanya dan salah seorang dari kedua istrinya”&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;”Terus kita harus gimana sebaiknya ?” sela kang Parto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Udinpun kembali melanjutkan pembicaraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Seseorang dikatakan hijrah jika telah memenuhi dua syarat, yaitu pertama ada sesuatu yang ditinggalkan dan kedua ada sesuatu yang dituju. Kedua-duanya harus dipenuhi oleh seorang yang berhijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sampeyan kemarin lebih berkeyakinan kepada omongan dukun atau paranormal, tekadkan hati untuk meninggalkan itu dan lebih memilih kalamnya gusti Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sampeyan kemarin lebih mengagumi pemikiran – pemikiran orang barat yang tidak islami, tekadkan hati untuk meninggalkan itu dan kagumilah Kangjeng Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sampeyan kemarin lebih senang mendatangi tempat – tempat karaoke dan perkara sejenis lainnya, tekadkan hati untuk meninggalkan itu dan arahkan kesenangan untuk mendatangi majelis – majelis ilmu dan majelis dzikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sampeyan kemarin lebih senang marahi anak buah ketika melakukan kesalahan dibanding mencari solusi atas permasalahan, tekadkan hati untuk meninggalkan itu dan jadilah seorang pemaaf dan lebih berorientasi kepada solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah hijrah I’tiqodiyyah, Fikriyyah, Syu’uriyyah, Sulukiyyah, dan inilah spirit hijrah itu sendiri."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ungkapan itu, kang Parto langsung berikrar, ”kang uang saya tidak akan saya belikan mercon gandeng kang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selamat Tahun Baru 1431 Hijriyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-7881142793654398505?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/UNxnRmVxff4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/7881142793654398505/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2009/12/spirit-hijrah.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/7881142793654398505?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/7881142793654398505?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/UNxnRmVxff4/spirit-hijrah.html" title="Spirit Hijrah" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SlGJ-Z6cmQI/AAAAAAAAAOg/E1q8QOhkWpk/s72-c/045.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2009/12/spirit-hijrah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0MDR3g5fyp7ImA9WxBTFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-1569000295508518067</id><published>2009-12-10T17:00:00.001+07:00</published><updated>2009-12-10T17:04:36.627+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-10T17:04:36.627+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><title>Berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SpZiNB1O3PI/AAAAAAAAASk/OsxyPeEkTuQ/s1600-h/050.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SpZiNB1O3PI/AAAAAAAAASk/OsxyPeEkTuQ/s320/050.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374591181282794738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Parto masih tertunduk lemas, bukan karena memikirkan lesu bisnis angkudesnya namun lemas karena merasa &lt;a href="http://www.kangtris.com/2009/12/sepersenpun-belum-membalas-kebaikan-ibu.html"&gt;belum berbakti kepada orang tuanya&lt;/a&gt;, khususnya ibunya. Saat fikirannya melayang jauh tentang dosa –dosanya karena belum berbakti kepada orang tua, tiba –tiba  terdengar ketukan pintu dan salam dari luar rumah kang Udin. Rupanya Syamsul yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah basa – basi sebentar, kang Udinpun sedikit menceritakan permasalahan Parto, ini hal biasa karena mereka sudah selayaknya seperti saudara sendiri, sehingga sering saling mengingatkan diantara satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, Syamsulpun ikut bercerita :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betul kang Udin, seandainya saja kedua orang tua saya masih hidup semua permintaannya sepanjang saya mampu kerjakan dan tidak bertentangan dengan syariat pasti akan saya lakukan. Namun apa boleh buat…. Kedua orang tua saya sudah tiada. rasa menyesal itu benar – benar lebih terasa disaat mereka semua telah tiada kang ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar keluhan tersebut, kang Udin ikut menambahi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita masih mempunyai kewajiban kepada kedua orang tua kita, walaupun beliau sudah meninggal ?” kata kang Udin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana itu kang Udin ?” tanya Syamsul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Udinpun menjelaskan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Dalam suatu hadist dikisahkan bahwa suatu ketika datang seseorang menghadap Rasulullah SAW kemudian berkata “Ya Rasulullah apakah masih ada kesempatan untuk berbakti aku kepada orang tuaku setelah keduanya meninggal dunia?” Rasulullah dengan tegas menjawab “Ya, masih ada”. Ada 5 hal yang harus dijalankan setelah kepada seorang anak agar berbakti kepada orang tua yang telah meninggal : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Asshalatu ‘alaihima&lt;/span&gt; (berdo’a untuk keduanya), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wal isthigfaru lahuma&lt;/span&gt; (memohonkan ampun keduanya), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wainfadzu ahdihima&lt;/span&gt; (melaksanakan janji-janjinya), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Waiqramu shadiqihima&lt;/span&gt; (memuliakan teman-teman keduanya), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wasilaturrahimmisilati latu shallu illa bihima&lt;/span&gt; (silaturrahmi kepada orang-orang yang tidak ada hubungan silaturahmi kecuali melalui wasilah kedua orang tua)”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar uraian kang Udin, Syamsulpun terlihat tertunduk, sementara di sisi lain, Parto semakin terdiam dan membisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Sudahkan kita do’akan orang tua, di setiap do’a kita ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-1569000295508518067?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/o8CaXlU1W_I" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/1569000295508518067/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2009/12/berbakti-kepada-orang-tua-yang-sudah.html#comment-form" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/1569000295508518067?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/1569000295508518067?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/o8CaXlU1W_I/berbakti-kepada-orang-tua-yang-sudah.html" title="Berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SpZiNB1O3PI/AAAAAAAAASk/OsxyPeEkTuQ/s72-c/050.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2009/12/berbakti-kepada-orang-tua-yang-sudah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYERXg_eSp7ImA9WxBTEks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-7211742023677337437</id><published>2009-12-08T15:42:00.001+07:00</published><updated>2009-12-08T15:48:24.641+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-08T15:48:24.641+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><title>Sepersenpun belum membalas kebaikan ibu</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Sm5ZqfhSDcI/AAAAAAAAAO4/LyEWp77aVUE/s1600-h/cahaya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Sm5ZqfhSDcI/AAAAAAAAAO4/LyEWp77aVUE/s320/cahaya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363322792795311554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selepas sholat isya, terlihat Parto bergegas menuju rumah kang Udin. Langkahnya terlihat terburu – buru, raut wajahnya masih sedikit terlihat memerah seakan menahan amarah yang ingin ia tumpahkan. Parto, memang sedang kesal sama ibunya, namun kekesalannya mampu ia tahan, sehingga amarahnya hanya terpendam. Namun diam – diam ia pergi ke tempat kang Udin untuk sharing tentang kekesalannya kepada ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis angkudes (angkutan pedesaan) yang ia jalankan sedang lesu, menyusul begitu mudahnya kredit sepeda motor sekarang ini. Banyaknya sepeda motor membuat bisnis angkudesnya semakin hari semakin sepi penumpang. Kelesuan bisnisnya ditambah ibunya yang sudah tua, terlihat cerewet dan bertindak seperti anak kecil. Seperti perilaku anak kecil, ibunya sering minta yang aneh – aneh minta dibelikan ini dan itu. Ini yang membuat Parto kelihatan cemberut dan bermuram durja.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;”Saya pusing kang...., bisnis angkudes saya semakin hari semakin sepi, karena sepeda motor semakin banyak bertebaran. Belum lagi pusing saya habis, ibu saya cerewet banget dan sering minta yang aneh – aneh minta dibelikan ini itu. Gimana kang ?” tanya Parto kepada kang Udin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sampeyan ini, mencari – cari jalan keluar supaya bisnis sampeyan lancar...namun jalan keluar sudah dikasih ... sampeyan malah ga diambil.” jawaab kang Udin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lo .... sampeyan ga nyambung kang, gini nih... bisnis saya sedang lesu....ibu saya cerewet dan minta ini itu...gitu lo....kan baiknya gini to, ibu saya ini ya...minimal ngedoakan saya...supaya bisa keluar dari masalah ini.” balas Parto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terdiam agak lama, kang Udin mulai berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Logika sampeyan coba dibalik, penuhi dulu permintaan ibu sampeyan...terima semua ”kecerewetannya” yang sebenarnya wujud ”kasih sayang” sama sampeyan. Sampai disini dulu... buang jauh – jauh dulu pikiran bisnis sampeyan yang lagi seret itu. Tentang sebaiknya ibu sampeyan berdo’a demi kelancaran bisnis sampeyan, ga usah diminta, saya yakin ibu sampeyan sudah mendo’akan ga ngomong aja”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sampeyan mungkin lupa ya....waktu kita bareng – bareng ngaji ke kyai Ilyas, apa cerita beliau waktu membahas tentang berbakti sama orang tua ?, kalau sampeyan lupa ... sekarang saya ikut mengingatkan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Seseorang bertanya, “Ya Rosul, saat ini ibuku menginggau di tempatku, aku mendulangnya dan mewudlukannya serta kugendong diatas bahuku, hal ini apakah termasuk aku membalas jasa kepadanya ? Beliau menjawab : “Belum satu persenpun dari jasa (kebaikan)nya, tetapi engkau sudah termasuk berbakti, dan Allah akan membalasmu dengan pahala yang sangat besar, sekalipun amalmu tidak seberapa kepadanya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jadi, kalau sampeyan mau nyerahkan seluruh uang hasil bisnis sampeyan ke ibu, apa sudah bisa membalas jasa kebaikan seorang ibu ? sama sekali tidak, apalagi kalau ibu hanya ”cerewet” dalam bahasa sampeyan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nah, kalau sampeyan sudah bisa dengan sungguh – sungguh memahami, menghayati dan dengan ketulusan hati melakukan itu, mudah-mudahan petunjuk Allah akan segera turun tentang penyelesaian bisnis sampeyan, karena sesungguhnya sampeyan bisa mengatasi ruwetnya bisnis bukan karena kelihaian, keterampilan, yang sampeyan miliki, namun semata – mata karena kehendak gusti Allah.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penuturan kang Udin, perlahan Parto mulai tertunduk dari matanya tak terasa mengalir tetesan air mata. Sejenak ia tidak terfikirkan sama sekali tentang bisnis angkudesnya yang sedang lesu, namun terbayang-bayang dalam relung fikirannya bagaimana ia belum pernah menyenangkan hati seseorang yang dengan susah payah melahirkan dirinya ke dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah anda berbuat sesuatu yang menyenangkan hati seorang ibu ?&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-7211742023677337437?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/APv6kRoFHRA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/7211742023677337437/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2009/12/sepersenpun-belum-membalas-kebaikan-ibu.html#comment-form" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/7211742023677337437?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/7211742023677337437?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/APv6kRoFHRA/sepersenpun-belum-membalas-kebaikan-ibu.html" title="Sepersenpun belum membalas kebaikan ibu" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Sm5ZqfhSDcI/AAAAAAAAAO4/LyEWp77aVUE/s72-c/cahaya.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2009/12/sepersenpun-belum-membalas-kebaikan-ibu.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0EMQ3w9fCp7ImA9WxNaF0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-9117618642599233726</id><published>2009-12-02T17:52:00.002+07:00</published><updated>2009-12-02T18:01:22.264+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-02T18:01:22.264+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><title>Mengapa harus cemberut, bila tersenyum lebih melegakkan ?</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SnvTAUH6wlI/AAAAAAAAAPQ/asC9CnAuDlY/s1600-h/030.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SnvTAUH6wlI/AAAAAAAAAPQ/asC9CnAuDlY/s320/030.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367115383297458770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu malam, di sebuah serambi masjid terlihat seorang paruh baya tersenyum simpul, sementara disampingnya seorang paruh baya lagi wajahnya cemberut. Terlihat si wajah cemberut berulang kali menanyakan sesuatu, namun lagi – lagi si wajah tersenyum, membalas dengan senyuman. Inilah sebenarnya yang sedang mereka obrolkan antara si wajah tersenyum dengan si wajah cemberut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”kang, saya harus gimana ya ? menghadapi si Sastro kutu kupret itu. Sewaktu dia susah, saya bimbing dia dalam berbisnis, tiga tahun dengan ikhlas saya ajari dia. Eh, la kok ujung – ujungnya dia rebut konsumen saya, apa nggak sontoloyo” begitu celoteh si wajah cemberut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita itu, si wajah tersenyumpun tidak bosan – bosan memberi senyuman sebelum berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”ikhlas kok, ngomong – ngomong ?” si wajah tersenyum membalas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kan, saya manusia biasa..lumrah kan ? saya ngeluh begini...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya .... yang bilang  sampeyan nabi ya siapa ? lumrah ya....tapi yang lumrah belum tentu bener kan ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”ya...ya.....terus gimana ?”, tanya si wajah cemberut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sampeyan, ga usah ngedumel dan selalu pasang wajah cemberut..... ga ada untungnya. Dengan cemberut sampeyan malah tambah stress, dan membuat orang yang melihat sampeyan ikut – ikutan stresss..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”he..he..., jadi sampeyan mau ngasih khotbah ke saya tentang sebuah teori baru ? judulnya ”teori senyuman” begitu ?” tanya si wajah cemberut yang mulai agak tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Suatu hari seorang sahabat mengungkapkan isi hatinya kepada Rasulullah SAW. "Ya Rasulullah, dengan apa dan bagaimana kami harus bershadaqah?". Lalu apa jawab Rasulullah SAW ? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Inna abwabal khoiri lakatsiirun"&lt;/span&gt;. Sesungguhnya pintu−pintu kebaikan itu sungguh amat banyak. Diantaranya mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, tahlil (dzikir), amar ma'ruf nahi mungkar, menyingkirkan (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai memberikan senyuman kepada saudara pun adalah bershadaqah. Jadi, kalau tersenyum merupakan shadaqoh .... mengapa harus cemberut ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar uraian itu, si wajah cemberut sedikit merenung, kemudian bertanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”kalo tersenyum merupakan shodaqoh, gimana kalo tersenyum sinis ? tersenyum ngledek ? tersenyum menggoda ?, apalagi yang menggoda cewek ? masak itu shodaqoh ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Sampeyan ya ada – ada saja ....., begini tersenyumlah yang bersumber dari kejujuran, ketulusan hati... bukan sebuah kepura – puraan, dan tipu muslihat....jadi haru dikaji sumber dan tujuan sebuah senyuman...”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”ga paham kang ?” tanya si wajah cemberut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”tersenyumlah sebagai ungkapan rasa syukur, karena kesulitan apapun yang dihadapi sebenarnya ada hikmahnya, dan bila disyukuri selalu ada hikmah dan bisa jadi, jalan menuju kenaikan derajat.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jadi, saya harus gimana menghadapi Sastro kutu kupret  itu ?” tanya si wajah cemberut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mulailah.....dengan tersenyum.....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ungkapan terakhir, si wajah cemberut.... sedikit agak tersenyum...namun sebentar kemudian mulai cemberut lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sudahkah anda  memilih berwajah tersenyum dibanding berwajah cemberut ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-9117618642599233726?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/5dq6-g2dv6k" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/9117618642599233726/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2009/12/mengapa-harus-cemberut-bila-tersenyum.html#comment-form" title="6 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/9117618642599233726?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/9117618642599233726?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/5dq6-g2dv6k/mengapa-harus-cemberut-bila-tersenyum.html" title="Mengapa harus cemberut, bila tersenyum lebih melegakkan ?" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SnvTAUH6wlI/AAAAAAAAAPQ/asC9CnAuDlY/s72-c/030.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>6</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2009/12/mengapa-harus-cemberut-bila-tersenyum.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D08MQng7eyp7ImA9WxNaEk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-613810178576787914</id><published>2009-11-26T10:20:00.002+07:00</published><updated>2009-11-26T10:24:43.603+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-26T10:24:43.603+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hikmah" /><title>Menuju Haji Mabrur, Menuju Kubur</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Sw30uRv9Y3I/AAAAAAAAAYQ/guDCmfiApbc/s1600/haji.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 133px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Sw30uRv9Y3I/AAAAAAAAAYQ/guDCmfiApbc/s320/haji.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408247803417551730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menjadi haji yang mabrur, merupakan tujuan semua jamaah haji kita, namun mungkin karena terlalu husnudzon penjelasan tentang haji mabrur itu sendiri terasa porsinya lebih sedikit dibanding yang lain, bimbingan manasik hajipun lebih ke arah langkah – langkah proses haji itu sindiri. Berikut sengaja saya kutipkan tulisan dari Bapak KH. Mustofa Bisri,  Pengasuh Pondok Pesantren Taman Pelajar Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah. Tulisan berikut saya kutip dari &lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/sufinews/message/2645"&gt;grup sufinews&lt;/a&gt;.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Bagi mereka yang akan menunaikan ibadah haji, ada anjuran yang sampai sekarang oleh banyak orang masih diturut meski tidak terlalu ketat. Disamping -atau bersamaan dengan-acara pamit-pamit, calon haji dianjurkan untuk meminta maaf atas segala kesalahan dan meminta halal bila ada hak-hak adami orang lain yang mungkin katut.&lt;br /&gt;Biasanya karena masalah teknis dan waktu, calon jamaah haji mengambil praktisnya; mengundang sanak famili, kenalan dan tetangga dalam acara pamitan sekaligus tasyakuran, yang sengaja diselenggarakan di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara semacam itu, umumnya si calon haji tidak bicara sendiri, tapi mewakilkan kepada seseorang untuk pamitan dan meminta maaf dari para undangan yang hadir. Galibnya  sang wakil ini mirip pidato wakil shahibul musibah, ketika mewakili ahli waris dalam acara pelepasan jenazah. Bahkan pada saat pelepasan calon haji, biasanya juga diadakan azan segala. Pendek kata, ada banyak kemiripan antara acara pelepasan calon haji ke Baitullah dengan pelepasan jenazah ke kubur, termasuk suasana yang haru biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pergi haji, berbeda dengan pergi ke tempat-tempat lain, diperlukan persiapan-persiapan khusus yang cukup menyibukkan calon haji yang bersangkutan. Disamping urusan ini-itu, calon haji juga mempersiapkan tetek-bengek perlengkapan dan bekal, termasuk kain putih pembungkus dirinya saat ihram kelak. Lalu pasrah-pasrahan kepada yang ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ongkos perjalanan sendiri, calon haji harus menyetor uang jutaan rupiah, meskipun banyak calon haji yang tidak tahu persis perincian ongkos yang jutaan itu (sudah begitu saja kadang-kadang tidak jadi berangkat) di samping banyak komponen untuk transportasi dan akomodasi, misalnya banyak yang tidak tahu bahwa ada komponen yang namanya living cost; paling-paling tahunya nanti di pondok gede dibagi amplop berisi uang reyal Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian ribu calon jamaah haji kita (yang dari jawa saja misalnya), barang kali masih banyak sekali yang belum pernah menginjak bumi Jakarta atau Surabaya , bahkan mungkin Semarang. Jadi bisa dibayangkan nunuk-nunuk -nya mereka disana. Mereka yang sudah 'pengalaman' saja, sering kali masih mengalami kasus salah jalan atau tersesat.&lt;br /&gt;Juga dalam hal pelaksanaan ibadat hajinya sendiri, meski sudah ditatar-bahkan banyak yang masih mengguru lagi kepada kiai atau ustad-umumnya masih ada saja penyesalan-penyesalan, karena merasa belum pas benar pelaksanaan ibadatnya. Ini barangkali termasuk salah satu faktor penting yang menyebabkan setiap haji masih terus ingin kembali naik haji lagi dan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, maka kelancaran perjalanan haji dan kemabrurannya banyak tergantung kepada persiapan dan persiapan calon haji yang bersangkutan diperlukan bekal yang cukup, pengertian seluk-beluk ibadatnya sendiri dan pengenalan terhadap lika-liku perjalananya, juga tidak kalah pentingnya adalah noto ati, niat yang benar lillah.&lt;br /&gt;Syahdan, memang seringkali orang mengibaratkan ibadah haji, khususnya ketika wukuf di Padang Arafah, seperti Hari Kebangkitan (dari kubur) kelak. semua. Semua orang dibalut kain putih-putih, dikumpulkan di suatu padang terbuka yang sangat terik untuk dihisab dihadapan sang Maha Hakim. Allah swt. Bahkan konon, setiap jamaah haji ketika di Tanah Suci mengalami hal-hal aneh - baik yang menyenangkan atau menyakitkan-mengingatkan perilaku sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempertimbangkan ibarat tersebut atau tidak. kiranya sejak berangkat dari tanah air, orang naik haji memang nyaris seperti atau katakanlah mirip dengan menjalani 'latihan' menjadi orang mati yang akan berangkat ke kubur atau akherat. Bedanya, orang naik haji masih diberi kesempatan untuk kembali bagi menyempurnakan lagi amaliah; sedangkan orang banyak yang berangkat ke kubur dan akherat, betapapun inginnya, tak bakal bisa lagi kembali mengulang-perbaki kehidupannya seandainya 'di sana' mengalami penyesalan-penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dibanding naik haji, ditinjau dari segi mana pun. jauh dan liku-likunya perjalanan, kerasnya medan dan tantangan yang menghadapi, ditambah faktor kurang atau tidak adanya bekal 'pengalaman', pergi menuju kubur dan akhirat tentulah diperlukan kesiapan dan persiapan yang jauh lebih sempurna. kesiapan dan persiapan lahir-batin yang lebih mantap; kendaraan dan bekal yang lebih meyakinkan, termasuk living cost yang lebih banyak sampai tinggalan yang lebih memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk keberangkatan yang ini, kita termasuk daftar tunggu. Nah, sudah siapkah kita?&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Menuju kubur..... persiapan yang harus dilakukan seharusnya jauh – jauh lebih banyak...lebih hati – hati...., dibanding persiapan menuju haji.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-613810178576787914?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/OqDX6V6v3VU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/613810178576787914/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2009/11/menuju-haji-mabrur-menuju-kubur.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/613810178576787914?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/613810178576787914?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/OqDX6V6v3VU/menuju-haji-mabrur-menuju-kubur.html" title="Menuju Haji Mabrur, Menuju Kubur" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/Sw30uRv9Y3I/AAAAAAAAAYQ/guDCmfiApbc/s72-c/haji.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2009/11/menuju-haji-mabrur-menuju-kubur.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEYNRns_cCp7ImA9WxBTFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-5057475397642676106</id><published>2009-11-25T09:38:00.004+07:00</published><updated>2009-12-10T16:09:57.548+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-10T16:09:57.548+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Syukur" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><title>Kegembiraan hati di saat bersyukur</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SwyZtRdBgXI/AAAAAAAAAYI/dLziXhwXLuk/s1600/053.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SwyZtRdBgXI/AAAAAAAAAYI/dLziXhwXLuk/s320/053.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407866255623422322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah mendengar uraian kata – kata dari orang bijak, tentang &lt;a href="http://www.kangtris.com/2009/11/syukuri-apa-yang-ada.html"&gt; “mensyukuri apa yang ada”&lt;/a&gt; si pemuda masih terlihat merasa ada sesuatu yang menggelayut dalam relung fikirannya.  Hatinya membenarkan tentang apa – apa yang diungkapkan oleh orang bijak, namun fikirannya tetap kalut. Masih terbayang – terbayang bagaimana ia harus menutup kerugian yang akan dia derita, namun di sisi lain ia harus tetap bersyukur, namun demikian ia mencoba menekan kekalutan fikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah agak lama terdiam si pemuda, mulai berkata lagi “Begini pak, beberapa saat yang lalu saya juga pernah mengikuti sebuah seminar yang membahas tentang pengaruh syukur dalam keberlimpahan, salah satu komponennya adalah bila kita ingin keinginan kita dicukupi, kita harus membiasakan diri untuk bersyukur. Ini berkaitan dengan hukum Law Of Attraction.”,&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ungkapan tersebut, orang bijak berkata, “Membiasakan diri untuk bersyukur, itu baik dan memang sudah seharusnya kita harus selalu bersyukur dan sebenarnya syukur itupun sesungguhnya anugerah. Namun demikian bila sikap syukurmu itu, dilandasi keinginan untuk bisa tercapai segala keinginanmu, jangan – jangan sikap syukurmu itu palsu…., hanya berpura – pura syukur…., bahkan yang lebih tragis lagi, kamu malah mendikte gusti Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata – kata orang bijak tersebut, si pemuda jadi tambah bingung lagi. Satu sisi fikirannya masih terbayang kerugian yang ia akan derita, disisi lain ia mendapat pemahaman yang baru dari orang bijak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama, orang bijak melanjutkan pembicaraannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini, seumpama saya mempunyai tiga orang anak asuh, yang kebetulan usianya relatif sama. Suatu saat saya memberikan kepada tiga anak tersebut, masing – masing satu buah sepeda motor. Sepeda motor tersebut jenis dan harganyapun semua sama. Bagaimana perasaan di hati ketiga anak tersebut ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anak pertama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, begitu bergembira atas pemberian sepeda motor tersebut. Kegembiraanya karena dengan mempunyai sepeda motor ia bisa jalan – jalan kemana ia suka. Perasaan gembira dalam hati anak ini, lebih disebabkan karena ia memperoleh sepeda motor semata tanpa melihat ungkapan kasih sayang dari saya, jadi seandainya di tengah jalan …. Ada orang yang memberi ia sepeda motorpun, sikap kegembiraannya akan sama dengan yang memberi sepeda motor dari saya. Jadi intinya ia lebih melihat kenikmatan sepeda motor tersebut, tanpa membedakan dari mana sepeda motor itu ia dapat. Dalam hati kecilnyapun ia akan berupaya apapun, demi mendapatkan kenikmatan sepeda motor tanpa melihat dari mana pemberinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anak Kedua&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, ia bergembira dengan sepeda motor tersebut. Kegembiraannya karena dengan adanya sepeda motor ia bisa lebih mudah menjalankan apa – apa yang mungkin saya inginkan. Iapun lebih senang karena yang memberikan sepeda motor tersebut bukan orang lain, namun saya. Jadi, seandainya di tengah jalan ada orang yang memberikan ia sepeda motor kegembiraanya, jauh – jauh dibawah dibanding bila yang memberikan sepeda motor tersebut adalah saya. Dalam hati kecilnyapun ia akan berupaya menggunakan sepeda motor tersebut, sepanjang sesuai dengan kehendak saya, dan tak akan menggunakan bila dilarang saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anak ketiga&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, ia bergembira dengan sepeda motor tersebut, namun kegembiraanya semata – mata karena sifat kerendahan hatinya. Dalam hatinya ternyata ia tidak benar – benar menginginkan sepeda motor tersebut. Bahkan seandainya sepeda motor itu tidak saya berikan, hatinyapun akan tetap bergembira sepanjang ia dekat dengan saya. Ia ingin selalu menyenangkan hati saya, mematuhi segala apa yang saya suruh dan menghindari segala larangan saya. Sepeda motor yang ia terima, hanya benar-benar sebagai sarana agar ia bisa lebih dekat, lebih mematuhi saya.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak lama, si pemuda mencerna kata – kata dari orang bijak tersebut. Fikirannya masih agak rancu membedakan karakter anak pertama, anak kedua dan anak ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum selesai ia mencerna kata – kata orang bijak. Orang bijakpun berkata lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anak pertama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, sesungguhnya ia tidak masuk kategori bersyukur...karena kegembiraannya hanya berorientasi kepada kenikmatan materi belaka, tidak kepada pemberi kenikmatan. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Anak kedua&lt;/span&gt; sudah masuk kategori bersyukur, namun syukurnya ia karena berharap balasan dariku dan karena takut kepadaku. Sedangkan &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;anak ketiga&lt;/span&gt; adalah yang paling utama, karena rasa syukurnya karena kecintaannya untuk mendekatiku.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemudapun, lagi – lagi masih termenung terdiam diri. Fikirannya membumbung ke awan tinggi, sementara tenggorokannya mulai terasa kering, namun ia belum menyadari bahwa didepannya sudah terhidang segelas es teh manis yang siap diminum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-5057475397642676106?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/zpkLOVPRM0E" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/5057475397642676106/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2009/11/kegembiraan-hati-di-saat-bersyukur.html#comment-form" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/5057475397642676106?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/5057475397642676106?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/zpkLOVPRM0E/kegembiraan-hati-di-saat-bersyukur.html" title="Kegembiraan hati di saat bersyukur" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SwyZtRdBgXI/AAAAAAAAAYI/dLziXhwXLuk/s72-c/053.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2009/11/kegembiraan-hati-di-saat-bersyukur.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEUHQX0zfCp7ImA9WxBTFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-8334143599963960354</id><published>2009-11-22T09:00:00.004+07:00</published><updated>2009-12-10T16:10:30.384+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-10T16:10:30.384+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Syukur" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><title>Syukuri apa yang ada</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SwibtoKDBrI/AAAAAAAAAWU/1R2ysDf8hxA/s1600/052.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SwibtoKDBrI/AAAAAAAAAWU/1R2ysDf8hxA/s320/052.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406742560834258610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu hari datanglah seorang pemuda kepada seorang bijak, dandanannya rapi dan elegan. Sekilas terlihat ia seperti kaum executive muda. Setelah masuk ke rumah iapun berbicara dengan tenang dan tertata. Setelah berbasa-basi sebentar iapun mulai mengutarakan maksud sebenarnya ia datang ke orang bijak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bisnis yang saja jalani bertahun-tahun, tiba-tiba akan ambruk dalam waktu beberapa bulan ini pak ?” cerita si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kenapa ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Banyak faktor, penyebabnya namun secara umum terjadi salah manajemen.” jawab singkat si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dandanan masih perlente gini, penampilan tenang...wah..wah...”, celoteh orang bijak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;”Jangan begitu pak.....di tengah arah kebangkrutan ini, saya mulai membenahi semua divisi perusahaan saya, namun sampai dengan saat ini belum ada tanda – tanda yang signifikan untuk merubah keadaan.” si pemuda mulai bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Berapa kira – kira kerugian kamu, bila perusahaanmu gulung tikar ?” balik orang bijak bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kira – kira kurang lebih lima milyar pak, ini sudah saya hitung semua asset saya yang ada saya jual.”, jawab si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;”Begini...kamu bilang semua asset yang kamu jual tidak bisa menutup semua kerugian yang menimpamu, bahkan masih defisit lima milyar ? tanya orang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Betul pak.” jawab si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sekarang mari kita lihat, seandainya kamu punya mata saya tukar dengan satu milyar kamu mau tidak ?” tanya orang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah...yang benar saja pak, ya tidak akan mau pak.” jawab si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Baik...kalo tangan kamu saya tukar dihargai satu milyar ?” tanya orang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jelas saja, ga pak.” jawab si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oke...sekarang kalo gini, kamu lihat orang gila ....., seandainya otak kamu saya tukar dengan sepuluh milyar, kamu mau ?”  tanya orang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan tersebut, si pemuda mulai mengetahui arah pertanyaan orang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jelas saja, saya tidak mau pak. Kalau boleh saya simpulkan berarti dalam diri saya masih bernilai lebih dari sepuluh milyar pak, jauh lebih tinggi dari kerugian yang kemungkinan saya derita.” jawab si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya..., kamu bilang semua asset kamu jual tidak bisa menutupi semua kerugianmu, padahal Allah jelas – jelas memberimu begitu banyak, namun penglihatanmu seolah buta. Orientasimu hanya materi dunia semata, sedangkan nikmat yang begitu besar tidak bisa kamu lihat. Itulah mengapa dalam Al Qur’an Surat Saba : 13, Allah berfirman,&lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur”&lt;/span&gt;” jawab orang bijak.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban orang bijak tersebut, pemuda itupun agak termenung sejenak, ia mulai memikirkan kata – kata terakhir yang terucap dari orang bijak tersebut. Dalam hati kecilnya iapun membenarkan yang dikatakannya. Ia menemukan kata kunciya, ”bersyukur...syukuri apa yang ada...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-8334143599963960354?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/cXqkw7VWg8Q" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/8334143599963960354/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2009/11/syukuri-apa-yang-ada.html#comment-form" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/8334143599963960354?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/8334143599963960354?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/cXqkw7VWg8Q/syukuri-apa-yang-ada.html" title="Syukuri apa yang ada" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SwibtoKDBrI/AAAAAAAAAWU/1R2ysDf8hxA/s72-c/052.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2009/11/syukuri-apa-yang-ada.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D04GSXc5eSp7ImA9WxNbEEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-8267346060978896264</id><published>2009-11-13T11:11:00.003+07:00</published><updated>2009-11-13T11:18:48.921+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-13T11:18:48.921+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><title>Menikmati sebuah proses</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SvzdugnTG1I/AAAAAAAAAUs/VGSkxUebiz0/s1600-h/menikmatiproses.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SvzdugnTG1I/AAAAAAAAAUs/VGSkxUebiz0/s320/menikmatiproses.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403437444036238162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebutir padi akan mempunyai nilai yang tinggi, dikala padi itu menjadi bagian dari daging manusia, dan daging manusia dipergunakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Sebelum padi itu, menjadi bagian dari daging manusia, lihatlah perjalanan panjang yang harus ia tempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah padi diambil dari tanamannya, iapun melalui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;proses penyaringan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, hanya yang berbiji utuh yang akan melanjutkan perjalanan ke jenjang berikutnya. Setelah lolos dari tahap penyaringan, iapun harus rela untuk &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;dijemur&lt;/span&gt; di panas terik matahari. Setelah pengeringan iapun harus rela dirinya untuk &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;digiling&lt;/span&gt; dalam sebuah mesin penggilingan padi, hingga hanya tersisa butiran beras.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Proses penggilingan inipun, tidak semua lolos karena ada yang hancur dan ada yang tetap utuh berujud butiran beras, dan hanya yang berujud butiran beras yang akan melakukan proses ke tahap lebih lanjut. Setelah lolos dari tahap ini, perjalananpun masih panjang. Sebutir beras harus disaring lagi, &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;dicuci&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; lagi, dan hanya yang benar – benar utuh yang akan diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lihat yang terjadi, setelah butiran beras bersih...iapun harus rela &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dipanaskan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dalam suhu tertentu untuk menjadi nasi. Setelah menjadi nasi apakah berhenti ?? tidak... Saat nasi dimakan manusia, iapun harus rela &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;dikunyah&lt;/span&gt; berkali – kali oleh gigi manusia. Kemudian nasi itupun masuk untuk &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;dicerna&lt;/span&gt; dalam proses pencernaan berikutnya, baru setelah itu ia bisa menjadi bagian dari daging manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jalaluddin Rumi&lt;/span&gt;, dengan redaksi yang sedikit berbeda membuat analogi tentang kacang polong yang sedang direbus untuk hidangan. Awalnya kacang polong mengeluh rasa sakit dan menginginkan terbebas dari kondisi tersebut secepatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia tersadar kalau hanya melalui perebusan dia bisa dimakan oleh manusia dan menjadi bagian dari spesies yang lebih tinggi, yang akhirnya memenuhi...takdirnya..., akhirnya, dia menyadari bahwa pembebasannya ada setelah perebusan tersebut. Menyadari bahwa perebusan mengarah pada pertumbuhan dan akhirnya pembebasan, dia berkata..&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;”rebus lagi aku...aku tak bisa merebus diriku sendiri..”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, kesulitan dalam hidup, sebenarnya merupakan proses pertumbuhan hidup sendiri, karena dengan kesulitan derajat kita sebenarnya ditingkatkan. Dengan sikap &lt;a href="http://www.kangtris.com/2009/03/tangga-kesabaran.html"&gt;sabar&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.kangtris.com/2009/05/bersyukur.html"&gt;syukur&lt;/a&gt;, maka segala kesulitan hidup &lt;a href="http://www.kangtris.com/2008/11/selalu-ada-jalan-keluar.html"&gt;selalu ada jalan keluarnya&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-8267346060978896264?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/rOeVOga7XYM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/8267346060978896264/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2009/11/menikmati-sebuah-proses.html#comment-form" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/8267346060978896264?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/8267346060978896264?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/rOeVOga7XYM/menikmati-sebuah-proses.html" title="Menikmati sebuah proses" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SvzdugnTG1I/AAAAAAAAAUs/VGSkxUebiz0/s72-c/menikmatiproses.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2009/11/menikmati-sebuah-proses.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C04BRX4ycCp7ImA9WxNUF0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-3616215165172424349.post-2266380509844986014</id><published>2009-11-09T11:42:00.001+07:00</published><updated>2009-11-09T11:45:54.098+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-09T11:45:54.098+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Internet" /><title>Smart Machine System ; sebuah penipuan internet</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SveeYa5nSQI/AAAAAAAAAUk/Ibd3lFCtAU8/s1600-h/smartmachinesystem.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 119px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SveeYa5nSQI/AAAAAAAAAUk/Ibd3lFCtAU8/s320/smartmachinesystem.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401960420429220098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lagi – lagi penipuan internet terjadi, dengan berdalih mendapatkan uang banyak di internet dengan menawarkan sebuah “software (kata mereka)”. Tulisan ini, sebenarnya sudah terlambat, namun melihat di Google AdWords juga masih ada saja yang melakukan penipuan internet dengan memasang iklan tentang Smart Machine System membuat ikut menulis tentang system ini yang beredar di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya sistem ini, tidak ada bedanya yang telah beredar dahulu seperti &lt;a href="http://www.kangtris.com/2008/12/hati-hati-iklan-sedot-egold.html"&gt;Script Sedot Egold&lt;/a&gt;, Pengumpul Rupiah namun site ini sedikit lebih canggih karena menggunakan PHP dan installnya di hosting berbayar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cara kerja script ini, mengajak orang untuk membeli yang dibilang ”software” padahal script, yang diperoleh oleh pembeli adalah ya script yang dipakai oleh penjualnya. Oleh penjual, si pembeli disuruh untuk melakukan hal yang sama, hanya mengganti domain dan beberapa kata – kata di sales letternya ataupun testimoninya. Jadi si pembeli disuruh menipu lagi yang lain. Begitulah seterusnya..., ga beda sama &lt;a href="http://www.kangtris.com/2008/12/hati-hati-iklan-sedot-egold.html"&gt;Script Sedot Egold&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut blog &lt;a href="http://sanjisan.wordpress.com/2009/07/30/600-situs-bisnis-penipuan-scam-di-indonesia/"&gt;sanjisan&lt;/a&gt;, terdapat 600 situs scam di Indonesia. Silahkan cek situs apa saja yang masuk dalam daftar tersebut. Atas penipuan internet melalui Smart Machine System ada yang memparodikan seperti terlihat di website &lt;a href="http://stupid.machinesystem.info/"&gt;stupid machine system&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3616215165172424349-2266380509844986014?l=www.kangtris.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KangtrisBlog/~4/6qh6lrpYwEs" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.kangtris.com/feeds/2266380509844986014/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.kangtris.com/2009/11/smart-machine-system-sebuah-penipuan.html#comment-form" title="11 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/2266380509844986014?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/3616215165172424349/posts/default/2266380509844986014?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KangtrisBlog/~3/6qh6lrpYwEs/smart-machine-system-sebuah-penipuan.html" title="Smart Machine System ; sebuah penipuan internet" /><author><name>kangtris</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11467580218778330801</uri><email>kangtris@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07002984694368974104" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_vCDGu4kITxo/SveeYa5nSQI/AAAAAAAAAUk/Ibd3lFCtAU8/s72-c/smartmachinesystem.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>11</thr:total><feedburner:origLink>http://www.kangtris.com/2009/11/smart-machine-system-sebuah-penipuan.html</feedburner:origLink></entry></feed>
