<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>kamus filsafat</title><description>web blog ini merupakan kumpulan istilah yang berkaitan dengan bidang filsafat, gunakan search engine dibawah ini untuk memulai mencari istilah/kata :</description><managingEditor>noreply@blogger.com (kamuser blogspot)</managingEditor><pubDate>Fri, 1 Nov 2024 03:36:59 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://kamus-filsafat.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>web blog ini merupakan kumpulan istilah yang berkaitan dengan bidang filsafat, gunakan search engine dibawah ini untuk memulai mencari istilah/kata :</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>ABSTRAKSI</title><link>http://kamus-filsafat.blogspot.com/2009/03/abstraksi-inggris-abitraction.html</link><author>noreply@blogger.com (kamuser blogspot)</author><pubDate>Sun, 8 Mar 2009 20:26:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-969001980703835638.post-1435591643384858669</guid><description>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Inggris: &lt;em&gt;abitraction. &lt;/em&gt;Kata ini berasal dari bahasa Latin &lt;em&gt;abstractio &lt;/em&gt;(dari &lt;em&gt;abstrabere = .. &lt;/em&gt;menarik dari"). Kata &lt;em&gt;abstractio &lt;/em&gt;dapat disejajarkan dengan kata Yunani &lt;em&gt;aphairesis. &lt;/em&gt;Secara harfiah abstraksi berarti memisahkan suatu bagian dari suatu keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Pengertian Umum&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Abstraksi merupakan sebuah proses yang ditempuh pikiran untuk sampai pada konsep yang bersifat universal. Proses ini berangkat dari pengetahuan mengenai obyek individual yang bersifat spasiotemporal (ruang dan waktu). Pikiran melepaskan sifat individual dari obyek dan membentuk konsep universal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Beberapa Pengertian Khusus,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 10pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;1. Sesuatu yang dilihat tidak mengacu kepada obyek atau peristiwa khusus. Abstraksi menyajikan secara simbolis atau secara konseptual serta secara imajinatif sesuatu yang tidak dialami secara langsung atau konkret.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Hasil akhir dari proses abstraksi. Dengan proses itu kualitas, atau relasi atau ciri dari suatu keseluruhan dipisahkan sebagai ide dari keseluruhan itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Dalam logika tradisional: proses menghasilkan konsep universal dari obyek partikular. Misalnya konsep "manusia" diangkat dari pria dan wanita yang merupakan obyek partikular.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Aspek atau bentuk kognisi yang secara mental menyendirikan ciri-ciri obyek itu dari yang lain. Baik proses maupun hasil dari penyendirian tersebut disebut abstraksi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Pandangan Beberapa Filsuf&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 10pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;1. Dalam filsatat Aristotelian dan Skolastik abstraksi adalah proses yang memungkinkan ide-ide universal dijadikan milik pikiran. Pikiran menerima sebuah data inderawi atau fantasma dan menarik keluar bentuknya (forma) yang, dengan demikian, menyediakan sesuatu yang universal bagi penggunaan intelektual. Aristoteles mengolah pengertian abstraksi dalam filsafat, kemudian pengertian itu diolah lagi oleh Boethius menjadi tiga macam abstraksi yang diterima oleh para pemikir Abad Pertengahan. Tiga abstraksi itu ialah a) abstraksi fisik, yakni melepaskan ciri individual, tetapi bukan dari kemungkinan dapat diinderai; b) abstraksi matematik, yakni abstraksi yang melepaskan sifat dapat diinderai dari obyek, tetapi tidak me&lt;span style="color:black;"&gt;lepaskan segi kerentangan (ekstensi yang dapat diukur); c) abstraksi metafisik, yakni abstraksi yang melepaskan semuanya termasuk unsur kerentangan untuk sampai kepada yang-ada sebagai yang-ada.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;color:black;"   &gt;Bagi Locke, seorang empiris, abstraksi terjadi dengan menarik keluar apa yang umum bagi sekelompok hal individual, atas dasar perbandingan antara kesamaan dan perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;color:black;"   &gt;Dalam logika dan matematika kontemporer, abstraksi merupakan nama untuk operasi variabel yang menghasilkan sebuah fungsi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;color:black;"   &gt;&lt;strong&gt;jenis Abstraksi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;color:black;"   &gt;Secara klasik dibedakan dua jenis abtraksi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;color:black;"   &gt;Abstraksi total. Ini merupakan abstraksi yang universal dari yang partikular. Misalnya, abstraksi konsep universal "manusia" dari manusia khusus. Disebut total karena hasilnya &lt;strong&gt;selalu &lt;/strong&gt;merupakan suatu keseluruhan, yakni suatu gabungan atau campuran yang terjadi karena suatu subyek dan suatu "bentuk". Misalnya, manusia adalah suatu subyek yang mempunyai kodrat manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;color:black;"   &gt;Abstraksi formal. Ini merupakan abstraksi "bentuk" dari subyek. Misalnya, abstraksi "kemanusiaan" dari manusia-manusia konkret atau gerak dari benda-benda yang bergerak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 10pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>ABSTRAK</title><link>http://kamus-filsafat.blogspot.com/2009/03/abstrak.html</link><author>noreply@blogger.com (kamuser blogspot)</author><pubDate>Sun, 8 Mar 2009 18:43:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-969001980703835638.post-7461953351146777354</guid><description>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Inggris: &lt;em&gt;abstract. &lt;/em&gt;Kata Inggris ini berasal dari bahasa Latin &lt;em&gt;abstractus. &lt;/em&gt;Kata &lt;em&gt;absractus &lt;/em&gt;adalah bentuk partisipium perfek dari kata kerja &lt;em&gt;abstrahere. &lt;/em&gt;Kata &lt;em&gt;abstrahere &lt;/em&gt;terbentuk dari dua kata &lt;em&gt;ab, &lt;/em&gt;yang berarti "dari" dan &lt;em&gt;trahere &lt;/em&gt;berarti "menarik". Abstrak secara harfiah berarti ."terlepas dari", "ditarik dari".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Beberapa Pengertian&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Abstrak ialah sifat dari pemahaman mengenai sebuah kualitas atau hubungan. Pemahaman itu kurang lebih bersifat umum yang berada di luar data yang ada di depan kita. Pemahaman bersifat abstrak kalau tidak ada kaitan dengan intuisi indrawi atau kalau penyajian-penyajian pemahaman itu menggambarkan obyeknya tanpa ciri-ciri individual. Penyajian-penyajian abstrak mempunyai dua peranan. Pertama berperan sebagai proses pembagian atau pemisahan yang menghasilkan pandangan ringkas. Karena tanpa berkaitan dengan ciri-ciri khusus, intelek sampai pada konsep-konsep yang lebih universal. Misalnya, "manusia", "makhluk inderawi", "makhluk hidup", dst. Ini disebut abstraksi total. Kedua, penyajian abstrak merupakan bantuan dalam mengetahui struktur logis dari konsep-konsep dan struktur metafisis dari realitas. Karena tanpa mempedulikan pendukung atau penyandang, intelek memisah-misahkan bagian-bagian hakiki yang merupakan pemberi bentuk. Misalnya kebijaksanaan dipisahkan dari manusia yang bijaksana. Ini dinamakan abstraksi formal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Karena itu, representasi abstrak dapat disebut sebagai konsep universal namun konkret, sejauh konsep tersebut tersusun dari suatu penyandang (Subyek) dan suatu bentuk (misalnya manusia). Representasi abstrak dapat juga disebut sebagai konsep formal. Konsep semacam ini menggambarkan bentuk tanpa penyandang (misalnya kemanusiaan, kepribadian).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Pandangan Beberapa Filsuf&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Dalam pandangan Skolastik, pemahaman disebut abstrak, kalau orang memahami suatu kualitas terlepas dari subyek pendukung. Pemahaman disebut konkret, kalau tidak dilepaskan dari subyek pendukung. Dalam pengertian Skolastik, manusia merupakan ide konkret, sedangkan kemanusiaan merupakan ide abstrak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Hegel memahami pengertian abstrak sebagai sesuatu yang terlepas sama sekali dari relasi, yakni suatu kesatuan yang bersifat eksklusif terhadap semua perbedaan. Sesuatu yang konkret ialah sesuatu yang terpaut secara penuh dengan semua hubungan, yakni kesatuan dengan merangkum semua perbedaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>ABSOLUTISMS</title><link>http://kamus-filsafat.blogspot.com/2009/03/absolutisms.html</link><author>noreply@blogger.com (kamuser blogspot)</author><pubDate>Sun, 8 Mar 2009 18:32:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-969001980703835638.post-7999193435747134802</guid><description>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Inggris: &lt;em&gt;absolutism. &lt;/em&gt;Mengenai asal katanya liha[ absolut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Beberapa Pengertian&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Pandangan bahwa kebenaran (nilai, realitas) secara obyektif nyata, final clan abadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Keyakinan bahwa hanya ada satu penjelasan obyektif yang tepat clan tidak berubah tentang realitas. Absolutisms di sini dilawankan dengan relativisme clan subyektifisme.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Dalam teori politik: rezim yang berkuasa murlak. Orang dituntut untuk setia kepada seorang penguasa atau klas yang berkuasa, tanpa mempersoalkannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Metafisika mengenai Sang Absolut, khususnya mengenai filsafat dari Bradley.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>ABSOLUT, SANG</title><link>http://kamus-filsafat.blogspot.com/2009/03/absolut-sang.html</link><author>noreply@blogger.com (kamuser blogspot)</author><pubDate>Sun, 8 Mar 2009 18:17:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-969001980703835638.post-3508219109237529461</guid><description>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Inggris: &lt;em&gt;the absolute.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Beberapa Pengertian&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Realitas dasar, Dasar Dunia, atau Prinsip Kosmis yang merupakan asal-usul eksistensi dan semua kegiatannya, kesatuan dan keberagamannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Yang-ada yang tidak menggantungkan keberadaan dan kegiatannya pads sesuatu yang lain. Sebaliknya, segala sesuatu lainnya menggantungkan keberadaan dan kegiatannya pads Yang-ada ini. Dan segala sesuatu lainnya akhirnya dapat dikembalikan pads Yang-ada ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Keseluruhan organis dan pemikiran yang ada dalam proses aktua lisasi dan pemenuhan semua eksistensi yang sementara dan terbatas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Realitas (Yang-ada, Substansi) sebagaimana ada dalam dirinya sendiri, yang berlawanan dengan segi yang tampak dari realitas itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Realitas yang memuat segala sesuatu yang terbatas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Konsep yang digunakan dalam filsafat idealis untuk menunjukkan subyek yang kekal, tidak terbatas, tidak bersyarat, sempurna dan tidak berubah. Subyek ini tidak bergantung pads yang lain. Di dalam dirinya terkandung segala sesuatu yang berada dan menciptakan segala sesuatu yang ada. Dalam agama, Sang Absolut adalah Tuhan (Allah). Dalam Fichte, Sang Absolut adalah EGO. Dalam Hegel, Sang Absolut adalah Rasio Dunia (roh mutlak). Dalam Schopenhauer, Sang Absolut adalah Kehendak. Dalam Bergson, Sang Absolut adalah Intuisi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>ABSOLUT</title><link>http://kamus-filsafat.blogspot.com/2009/03/absolut_08.html</link><author>noreply@blogger.com (kamuser blogspot)</author><pubDate>Sun, 8 Mar 2009 04:08:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-969001980703835638.post-3372468800674348361</guid><description>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Inggris: &lt;em&gt;absolute. &lt;/em&gt;Latin: &lt;em&gt;abiolumi. &lt;/em&gt;Kata, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;abiolutus &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;merupakan bentuk partisipium perfek dari kata &lt;em&gt;abjohm. &lt;/em&gt;Kata kerja &lt;em&gt;absohm &lt;/em&gt;merupakan penggabungan dua kata &lt;em&gt;ab &lt;/em&gt;yang berarti "dari" dan &lt;em&gt;solivy &lt;/em&gt;yang berarti "membebaskan", "menyelesaikan". Absolut secara harfiah berarti "terlepas dari", "bebas dari". Kata Latin &lt;em&gt;abiolutui &lt;/em&gt;berarti pula "yang sempurna" atau "lengkap". Dalam pengertian ini, bila sesuatu disebut absolut, berarti sesuatu itu tidak membutuhkan yang lain untuk menjadi sempurna. Alasannya, sesuatu itu sudah sempurna dari dirinya sendiri. Dalam arti ini kata absolut berlawanan dengan relatif, artinya tidak mempunyai relasi apa-apa dengan yang lain. Sehubungan dengan ini &lt;span style="color: rgb(84, 82, 7);"&gt;istilah &lt;/span&gt;ini mempunyai arti: tertentu, pasti; mandiri, lengkap, total.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:9;"  &gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Beberapa Pengertian&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Bebas dari keterbatasan-keterbatasan, kualifikasi atau pembarasan-pembatasan (Ada Absolut; Keindahan Absolut; Kebaikan Absolut; Otoritas Absolut).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Independen&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;dan &lt;/strong&gt;tidak bersifat relatif, bebas dari (Tempat yang absolut, waktu yang absolut).\&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Bebas dari variabilitas, perubahan, kesesatan. (Itu kebenaran absolut).&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Pasti dan benar tanpa syarat. (Materi bersifar fisis merupakan suatu pernyataan tentang sesuatu yang absolut).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Tidak semaunya atau relatif, melainkan nyata secara obyektif dan dapat diterapkan. (Dalam estetika, proporsionalitas, simetri, harmoni, konsistensi, kesatuan dalam keragaman, kekayaan imajinasi, merupakan bcberapa standar absolut yang dipergunakan untuk menilai suatu nilai karya seni.)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Tidak sewenang-wenang, tetapi mengikat secara purna dan universal. (Dalam etika, misalnya, terdapat "kewajiban absolut".)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Dalam metafisika, absolut dipakai bersama konsep-konsep kepurnaan seperti totalitas, kesempurnaan, independensi, realitas obyektif; apa yang tidak diasalkan, tidak dikondisikan, tidak disebabkan, tidak berubah, tidak diragukan, murni, positif, tunggal, universal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Dari sudut pandangan konseptual, "absolut" adalah sesuatu yang dapat didefinisikan tanpa acuan kepada yang lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Mengenai eksistensi, "absolut" adalah: a) apa saja yang mempunyai eksistensi dalam dirinya sendiri sebagai substansi atau sebagai apa yang disebut aksiden absolut; b) apa saja yang tidak direntukan oleh substansi yang lain; c) bentuk eksistensi yang tidak mempunyai hubungan real dengan yang lain&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;(sang absoult).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;9. Dari sudut pandangan keabsahan, "absolut" adalah sesuatu yang mempunyai arti atau nilai tanpa tergantung pads kondisi spa saia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Pandangan Beberapa Filsuf&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;Dalam filsalat istilah absolut digunakan pertama-tama dalam sistem-sistem metafisika. Juga digunakan dalam teori nilai dan misalnya, waktu, ruang, nilai, kebenaran, dan Allah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 10pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;1. Nikolaus dari Kusa memperkenalkan &lt;span style="color: rgb(76, 76, 1);"&gt;istilah &lt;/span&gt;Sang Absolut untuk Allah. Sang Absolut merupakan kata benda yang menggantikan nama Allah. la menganggap Allah sebagai Absolut Maksimum maupun Absolut Minimum.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 10pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;2. Descartes menerapkan istilah ini pada prinsip yang jelas dengan sendirinya daan proposisi yang telah dibuktikan, yang dapat digunakan dalam mendeduksi pemecahan masalah selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 10pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;3. Fichte menerapkan istilah ini pada ego sebagai daya pemrakarsa pengetahuan dan realitas.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 10pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;4. Hegel menggunakan istilah ini untuk entitas pokok dalam sistemnya, yakni Roh Absolut. Roh ini mempunyai dimensi kebenaran absolut dan keindahan absolut. Dalam penggunaan ini istilah ini masuk khazanah pemikiran idealisme abad ke-19 dan terus memberi ciri pada pengikut aliran ini hingga abad ke-20. Dalam sebagian besar penggunaannya oleh para filsuf idealis, istilah ini dipakai dalam arti orisinal Latin, yang menunjukkan suatu kescluruhan dan kelengkapan realitas, yang kiranya terletak di luar dunia pengalaman kita.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 10pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;5. Filsuf Rusia, Soluviev, menyamakan Absolut dengan realitas, yang dianggapnya sebagai suatu organisms hidup. Belakangan digunakan dalam &lt;span style="color: rgb(48, 40, 0);"&gt;Filsafat &lt;/span&gt;Timur (Sri Aurobindo) sebagai istilah lain untuk Brahman.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>ABHEDA</title><link>http://kamus-filsafat.blogspot.com/2009/03/abheda.html</link><author>noreply@blogger.com (kamuser blogspot)</author><pubDate>Sun, 8 Mar 2009 03:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-969001980703835638.post-1233233400985616212</guid><description>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:#4c5007'&gt;Istilah &lt;/span&gt;ini berasal dari kata Sanskerta. Artinya "tidak berbeda", "tidak jelas". Arti harfiahnya ialah "identitas".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:#4c5007'&gt;Istilah &lt;/span&gt;ini ditemukan dalam aliran filosofis monisme. Dalam aliran itu prinsip rohani dan jasmani (material), prinsip ilahi dan manusiawi identik. Dalam aliran ini terdapat ketunggalan antara dua prinsip yang berlawanan: rohani dan jasmani, ilahi dan insani.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>ABDUKSI</title><link>http://kamus-filsafat.blogspot.com/2009/03/abduksi.html</link><author>noreply@blogger.com (kamuser blogspot)</author><pubDate>Sun, 8 Mar 2009 03:04:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-969001980703835638.post-1551751254589865029</guid><description>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Garamond; font-size:12pt'&gt;Inggris: abduction. Istilah ini berasal dari bahasa Latin &lt;em&gt;ab &lt;/em&gt;(jauh dari, dari) dan &lt;em&gt;ducere &lt;/em&gt;(mengantar). Arti  harfiah istilah ini ialah &lt;em&gt;menarik dari, keluar dari.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Garamond; font-size:12pt'&gt;Pengertian Umum&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Garamond; font-size:12pt'&gt;Sebuah bentuk pembuktian yang berdasarkan silogisme. Pembuktian dengan abduksi berbeda dari pembuktian berdasarkan deduksi dan induksi. Sifat pembuktiannya lebih lemah dibandingkan dengan deduksi dan induksi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Pandangan Beberapa Filsuf&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;1. Aristoteles menyebut abduksi dengan apagoge. Dalam Aristoteles, abduksi mengacu kepada jenis-jenis inferensi (penyimpulan, penalaran) silogistik yang tidak berhasil membawa kepastian, entah karena hubungan yang lemah antara term-term mayor dan tengah, atau term-term tengah, minor. Premis mayor bersifat pasti, sedangkan premis minor tidak pasti. Karena itu kesimpulannya menjadi kurang pasti atau sama dengan premis minor. Contoh klasik ialah: "semua yang tidak hancur adalah hal yang tidak material, jasmani; manusia mempunyai jiwa" &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;2. Bagi C. S. Peirce, abduksi tetap merupakan salah satu dari tiga bentuk pokok inferensi, bersama dengan induksi dan deduksi. Abduksi adalah cara pembuktian yang memungkinkan hilx)tesis-hiporesis dibentuk. Pembuktian abduksi bertolak dari sebuah kasus partikular menuju sebuah eksplanasi yang mung&lt;span style='font-family:Garamond'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;kin tentang kasus itu. Sebagaimana dalam Aristoteles, demikian Pula bagi Peirce abduksi merupakan bentuk inferensi yang probabel, artinya tidak memberikan kepastian mutlak. Bagi Peirce inferensi itu mempunyai bentuk sebagai berikut: Fakta (F) yang menimbulkan tanda tanya diteliti atau diamati. Jika hipotesis (H) benar, F adalah sesuatu yang biasa-biasa saja. Oleh karena itu, H (mungkin) benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>