<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>.:l jendela l:.</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/</link><description>Celah Sirkulasi Untuk Berbagi</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (Meidy)</managingEditor><lastBuildDate>Tue, 10 Nov 2009 09:11:33 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Celah Sirkulasi Untuk Berbagi</itunes:subtitle><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/Jendela" type="application/rss+xml" /><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item><title>Menimbun Belanjaan</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/11/shopping-till-drop.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sun, 08 Nov 2009 06:23:52 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-1104326331970360345</guid><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SvbUX3tNM1I/AAAAAAAAAWo/4Srlq125WHM/s1600-h/Shopping1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401738309633127250" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SvbUX3tNM1I/AAAAAAAAAWo/4Srlq125WHM/s320/Shopping1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;Basic-&lt;/em&gt;nya, belanja adalah pemenuhan kebutuhan. Saat stress 'membumi', maka belanja bisa menjadi media &lt;em&gt;killing time&lt;/em&gt;, bahkan media lari dari &lt;em&gt;stress&lt;/em&gt;. Bagi kaum hawa, konon belanja adalah salah satu aktivitas yang menyenangkan. Mungkin banyak juga yang sampai &lt;em&gt;addict&lt;/em&gt; alias &lt;em&gt;mania&lt;/em&gt;. Apalagi diperkuat dengan faktor pendukung, seperti &lt;em&gt;tumbu oleh tutup&lt;/em&gt;, penghasilan mumpuni dan syukur-syukur masih dapat support dari pasangan. Kelompok inilah yang seringkali harus &lt;em&gt;update fashion&lt;/em&gt; dan biasa lari dari tekanan &lt;em&gt;stress &lt;/em&gt;dengan cara belanja mall to mall. Memang, semakin bagus karir dan pendapatan, dampak &lt;em&gt;stress&lt;/em&gt; juga semakin meningkat, sehingga dibutuhkan biaya 'psikologis' yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perempuan, meskipun saya suka jalan, namun semangat belanja saya biasa-biasa saja. Kadang rasa malas kambuh saat harus memilih, utamanya saat diburu oleh waktu. Bagi saya, memilih adalah aktivitas yang menguras dan memeras waktu, tenaga dan pikiran. Bukan &lt;em&gt;perfect&lt;/em&gt;, tapi saya selalu berusaha menjadi diri saya sendiri. Saya terbiasa menentukan sebuah pilihan dari berbagai &lt;em&gt;angle&lt;/em&gt;. Yang pertama so pasti soal model. Pilihan saya biasanya mengarah ke model yang &lt;em&gt;simple&lt;/em&gt;, unik tapi tidak terlalu &lt;em&gt;girly&lt;/em&gt;. Yang begini saya banget deh.. Syukur-syukur gampang di &lt;em&gt;mix and match&lt;/em&gt; dengan yang sudah ada. Setelah itu baru melihat warna dan harga. Warna oke dan harga sepadan ga ada alasan untuk menunda. Tapi kalau melebihi budget harus pikir-pikir dulu, kecuali kalau barang itu membelenggu pikiran saya, ga ada kata lain selain bungkuuuusss…!! Makanya saya sebenarnya tidak begitu suka area pilihan yang terlalu banyak. Itu berarti akan semakin menambah kebingungan jari jemari dan mata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau disuruh memilih, saya lebih suka mengantar daripada diantar belanja. Dalam prosesi belanja saya paling suka kalau ditemani orang-orang yang paham dengan kebiasaan saya. Mengingat memilih adalah bagian tersulit. Tapi jangan kaget (meskipun sebenarnya saya juga kaget) walau sulit memilih, tapi lemari saya terasa seperti kapal barang yang sarat muatan. Rasanya tak ada &lt;em&gt;space&lt;/em&gt; lagi untuk barang baru. Sering saya tertawa geli saat membongkar isi lemari, tak jarang saya menemukan hasil buruan belanja yang belum terpakai karena tertumpuk, dan akhirnya lupa. Bukan hanya baju bahkan sepatu. Kondisi ini semakin diperparah oleh kebiasaan saya yang seringkali memakai yang itu itu saja kalau sudah terlanjur cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi berpikir, saya yang tidak &lt;em&gt;mania&lt;/em&gt; belanja saja masih sering menyisakan baju dan sepatu belum terpakai, bagaimana dengan teman-teman yang hobinya belanja? Coba bongkar lemari, jangan-jangan ketemu baju dengan ukuran tubuh dua tahun yang lalu?? Wakz!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:78%;"&gt;sumber gbr : cacee.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-1104326331970360345?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-08T06:23:52.840-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SvbUX3tNM1I/AAAAAAAAAWo/4Srlq125WHM/s72-c/Shopping1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">14</thr:total></item><item><title>Sawang Sinawang (Di atas Langit Masih Ada Langit)</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/10/di-atas-langit-masih-ada-langit.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Tue, 20 Oct 2009 06:23:11 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-8551256122861372202</guid><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/StseW_ntq1I/AAAAAAAAAUI/DYDYhTIRQuU/s1600-h/young-woman-sitting.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393938359090260818" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 188px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/StseW_ntq1I/AAAAAAAAAUI/DYDYhTIRQuU/s200/young-woman-sitting.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Manusia memang tidak ada puasnya. Kadang kita lupa bersyukur dengan apa yang telah kita punya dan dapatkan. Saat masalah mendera, bumi serasa bergoncang memporakporandakan pikiran dan jiwa. Rasanya beban berat ber-ton-ton harus dipikul di pundak, sendirian! Tak jarang kondisi ini membuat frustasi datang menghampiri. Manusiawi. Mungkin kita pernah merasakan meskipun dengan kadarnya masing-masing. Namun, cobalah kita tengok lingkungan di sekeliling kita, mungkin beban yang harus kita hadapi ternyata tidaklah seberapa dibandingkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bulan lalu saya hadir di beberapa reuni yang menjadi bagian rutinitas aktivitas mudik. Menu utamanya adalah ceritera seru yang membuat tertawa ngakak bebas, melepaskan semua masalah yang menghimpit, saling ledek membongkar ceritera pilu penuh malu. Seperti layaknya tayangan di sebuah televisi, ceritera rahasia penuh malu dibongkar secara kelakar. Seperti ceramah umum, anak dan suami/istri serasa mendapatkan amunisi ceritera baru tentang ayah/ibunya di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas seru-seruan selalu terselip ceritera pilu penuh haru. Satu persatu sahabat yang sedang mendapatkan ujian dari Allah terpapar secara panjang lebar. Ada yang sedang sakit, ada yang harus mulai merangkak lagi menegakkan ekonomi keluarga, ada pula yang sedang menghadapi riak-riak rumah tangga. Tragis, ingin menangis. Belum lagi melihat sahabat yang terlahir dari keluarga dengan ekonomi hebat namun tidak mampu memaksimalkan fasilitas untuk berkembang pesat. Ceritera keterpurukan ekonomi dan penyakit adalah bagian yang selalu menyesakkan dada. Seru-seruan saat reuni, berubah menjadi oleh-oleh rasa haru. Rasanya belum lama saat meninggalkan kebersamaan di sekolah dulu, perubahan hidup masing-masing bagaikan gangsing yang berputar dan menjadikan kita pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik ceritera haru, ada juga ceritera membanggakan. Saat melihat sebagian dari sahabat yang dulu 'minus' sekarang menjadi &lt;em&gt;famous&lt;/em&gt;. Yang dulu 'nothing' sekarang berdiri tegak dengan jabatan penting. Perjuangan hidup menjadikan dia layak untuk memetik hasilnya. Kadang beberapa teman terlihat &lt;em&gt;jealous&lt;/em&gt;, mereka lupa karena tidak melihat jungkir baliknya selama ini. Pasti, sahabat-sahabat saya tadi adalah 'pejuang' nasib. Berjuang tanpa lelah dan berbuah keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reuni bagi saya adalah obat kangen. Tertawa lepas untuk melepas tekanan kerja. Juga saat kita harus melihat jauuuuuhhh ke belakang. Melihat kembali kumpulan 'telur ayam' yang dierami bersama, 'menetas' juga hampir bersama, perhatian dari induk yang kurang lebih juga sama, namun perjuangan, doa dan garis tangan yang selalu menyertai kita hingga dewasa. Kalau melihat itu semua, tak henti-hentinya rasa syukur mengucur deras saya panjatkan ke hadiratNya. Di atas langit masih ada langit. Hidup memang harus &lt;em&gt;sawang sinawang.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-8551256122861372202?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-20T06:23:11.668-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/StseW_ntq1I/AAAAAAAAAUI/DYDYhTIRQuU/s72-c/young-woman-sitting.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">53</thr:total></item><item><title>'Bonus' Mudik</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/10/kemarau-setahun-hujan-berhari-hari_04.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Fri, 09 Oct 2009 17:42:50 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-5363665164601939320</guid><description>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kemarau setahun, hujan berhari-hari. Kesegaran itulah yang saya rasakan. Kesegaran 'rohani' berkat amunisi spiritual dan sosial. Puasa telah banyak memberi pelajaran hidup. Menahan segala nafsu adalah pekerjaan penuh kesabaran. Berbagi, belajar untuk mengasah rasa peduli. Masih banyak pelajaran hidup yang dasyat, semua terangkum dalam indahnya Kemenangan Idul Fitri. Semua terasa lebih indah dengan hadirnya Silaturahmi. Dasyat, semua semakin terasa berarti dalam lingkungan indah bersama keluarga inti, keluarga luas, tetangga dan sahabat. Itulah artinya mudik!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beruntung ya Allah, kami mempunyai roda empat, terlindung, sejuk dan empuk. Namun ya Allah, hati semakin teriris, sekaligus bangga manakala melewati segerombolan pemudik beroda dua. Satu anak, bapak dan ibu plus tas pakaian. Bahkan bisa lebih, dua atau tiga anak bersama bapak dan ibu tercinta disangga dua roda. Tidak ada atap berteduh, tidak ada AC yang menyegarkan dan tidak ada jaminan perlindungan kemanan di jalan. Saluuuutt.., semangat tetap menyala dalam mempertahankan tali silaturahmi. Jarak bukanlah halangan, tapi bagian dari 'sebuah permainan’ yang harus ditaklukkan. Sepanjang lebih 300 km rasa syukur terus dipanjatkan dapat mudik lebih aman dan privasi. Lebih bersyukur lagi melihat kelompok roda dua terlihat sumingrah dibalik kaca helm-nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas mudik adalah menyelesaikan sisa puasa, Sholat Ied bersama keluarga, saling bermaafan, membantu ‘open house’ ibu dengan para tetangga, makan ketupat opor ayam bersama, dan berbagi. Tugas mudik yang bersifat privasi adalah belajar menahan tidak gelap mata. Rakus adalah musuh utama, mati-matian harus menjaga berat ideal &lt;em&gt;side effect&lt;/em&gt; ibadah puasa sebulan penuh. 'Bonus' mudik inti isi kepala adalah reunian. Bertemu sahabat lama di SD, SMP, SMA dan kuliah tidak semua bisa terpenuhi, walau ada perasaan kuat ingin bertemu. Memilih adalah solusi agar terjadi keseimbangan antara kebutuhan keluarga, mertua, saudara &lt;em&gt;balance&lt;/em&gt; dengan kebutuhan sosial. Tahun ini saya mencoba empati untuk seorang sahabat SMA yang sedang berjuang melawan kanker. Bersama teman-teman SMA berusaha menjadi penyemangat bahwa kanker harus dilawan dan ada Tuhan yang Maha Segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung dari rangkaian mudik adalah bertemu teman kuliah. Memilih rumah teman yang asri dan luas dengan bangunan joglonya yang unik jadilah ajang ‘ngrumpi’ yang asik. Blaaass.. semua urusan kantor dan tetek bengek di Surabaya sirna. Seperti orang 'sakit' yang sembuh total tanpa harus berobat. Guyon dan &lt;em&gt;cengengesan&lt;/em&gt; masih orisinil seperti dulu. Memori di kampus berhembus disambut gelak tawa tak ada habisnya. Bersyukur saya selalu dikelilingi sahabat yang menyenangkan. Guyon ngawur &lt;em&gt;ngalor ngidul&lt;/em&gt; dalam rasa hormat kekeluargaan yang tinggi. Alhamdulillah, Mudik ber'Bonus' yang tak terhingga nikmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388685616185022930" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/Ssh1BHb3GdI/AAAAAAAAATY/XrB75pVcr7A/s320/kumpul22.jpg_text.jpg" border="0" /&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390764785354348098" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/Ss_YAsK7FkI/AAAAAAAAATo/8op7cvrUwoE/s320/FN.jpg_text1.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan Lebaran 1430 H, sampai jumpa tahun depan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-5363665164601939320?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-09T17:42:50.491-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/Ssh1BHb3GdI/AAAAAAAAATY/XrB75pVcr7A/s72-c/kumpul22.jpg_text.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">37</thr:total></item><item><title>Blogger Tetap Semangat dong..!</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/09/bts-blogger-tetap-semangat.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sun, 06 Sep 2009 07:01:08 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-6019554476490585688</guid><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SqKZds4GHzI/AAAAAAAAARo/xE72eWg5Zqs/s1600-h/semangat.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378029640575491890" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 188px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SqKZds4GHzI/AAAAAAAAARo/xE72eWg5Zqs/s200/semangat.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya memang tidak paham betul dunia blog. Tapi ada kemauan besar untuk memahami dunia ini. Dengan susah payah saya mencoba menikmati dunia ini. Beberapa buku dari rak toko buku saya pindah ke rumah. Bolak-balik halaman demi halaman saya kupas. Belajar dari situs tentang blog pun saya baca tuntas. Bingung adalah menu hari-hari pertama saya. Bukan hanya itu, puyeng juga jadi menu tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat template akhirnya tersaji, hati jadi terbuai serasa terbang tinggi. Jujur, ada perasaan bangga dapat menjinakkan template, walaupun masih dalam taraf yang sederhana. Perkara baru pun muncul, bagaimana caranya mengisi materi tulisan? Apa saja yang harus ditulis? Mosok hanya liputan kuliner? Mosok didominasi foto? Kalau menunya itu-itu saja pasti teman-teman yang 'bertamu' jadi malas untuk kembali mengetuk 'Jendela' ini. Ternyata menulis itu tidak mudah. Edisi menulis adalah zona blang-bleng-blong. Udah otaknya nge-blang, saat nulis semua rasanya ingin disajikan seperti rem yang blong. Ada yang bilang paling gampang ya nulis pengalaman. Tapi stok pengalaman yang menarik lama kelamaan pasti habis juga.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jujur, &lt;em&gt;blog walking&lt;/em&gt; banyak memberikan ilham baru bagi saya. Wangsit bisa dijimpit, tanpa harus komat kamit di tempat yang &lt;em&gt;wingit&lt;/em&gt;. Benar-benar menyenangkan dapat bertamu untuk &lt;em&gt;ngunduh&lt;/em&gt; ilmu.Ketakutan dan rasa gak pede sedikit demi sedikit mulai terkikis. Saya sudah merasa 'bangga' dengan bangunan 'Jendela' saya. Walau saya yakin seyakin-yakinnya bahwa bangunan tadi masih jauh dari ideal, jauh dari kenyamanan, tapi inilah media penyelamat saya untuk beraktualisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini 'Jendela' saya sudah terbuka lebar. Saya siap menerima tamu-tamu yang datang menjelang. Saya juga semakin mencintai dunia baru saya: ngeblog! Perjalanan bertamu dari blog ke blog yang lain saya lakukan untuk menambah persahabatan baru. Namun kian hari saya kok merasa kian sepi ya.. Banyak blog yang kurang bergairah. Ada yang &lt;em&gt;hiatus&lt;/em&gt;, ada yang lama gak update, bahkan tidak sedikit yang sudah meninggalkan dunia blog. Ada apa ini? Bosan? Mentok? atau tertarik meramaikan situs yang lain? Dengan segala keterbatasan saya sebagai blogger dan sebenarnya juga untuk menyemangati diri saya sendiri, saya hanya bisa menyampaikan pekik BTS: Bloger Tetap Semangaaaaaaaaaatttt!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-6019554476490585688?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-06T07:01:08.393-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SqKZds4GHzI/AAAAAAAAARo/xE72eWg5Zqs/s72-c/semangat.bmp" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">46</thr:total></item><item><title>'Dijajah' Status</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/08/dijajah-status.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sat, 05 Sep 2009 04:00:17 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-4711369764638276252</guid><description>Status disini ga ada hubungannya dengan status di facebook. Status disini adalah label baru dari periode akil balik ke jenjang perkawinan. Label baru untuk jabatan baru, suami untuk kaum laki-laki dan isteri untuk kaum perempuan. Dengan catatan, perkawinan yang dilakukan adalah perkawinan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah MoU disaksikan penghulu atau sesuai dengan aturan agama yang lainnya, maka secara resmi banyak bagian hidup yang dipelajari sejak masa kanak-kanak hingga lajang dewasa menjadi banyak yang hilang. Bahkan menjadi kebiasaan baru yang harus dipelajari. Inilah serunya pengantin baru. Mungkin untuk periode kakek dan nenek juga bapak dan ibu kita dulu menjadi suatu kuajiban. Banyak norma yang 'mengharuskan' ini dan itu. Namun bisakah kondisi ini diterapkan pada masa sekarang?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nah inilah sesuatu yang seru dan baru. Ternyata tidak semua pihak mampu menjalani status baru seperti jaman dulu. Bisakah para isteri yang sedang menanjak karirnya harus stop bekerja untuk mengurus anak dan rumah tangga? Bisakah para isteri yang pernah menikmati indahnya 'kemapanan' ekonomi harus sedikit terseok-seok karena adaptasi dengan kondisi ekonomi pasangan tanpa berbuat sesuatu? Bisakah para suami meninggalkan hobinya demi keluarga? Bisakah para pria keluar dari &lt;em&gt;gang&lt;/em&gt;-nya hanya karena status barunya? Jaman modern ini bisa jadi agak longgar. Banyak faktor yang mempengaruhi, utamanya gaya hidup, tuntutan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga atau sekedar aktualisasi diri, atau mungkin juga karena pengaruh lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apapun bentuk kelonggaran pada masa kini tetap masih banyak kebebasan yang hilang setelah hidup dalam perkawinan. Mampukah kita saling menjaga agar hak-hak itu tetap mendapat tempat sehingga tidak ada lagi keluhan 'keterbatasan' karena sudah menyandang status baru dalam perkawinan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga 17 Agustus menjadi &lt;em&gt;moment&lt;/em&gt; yang tepat bagi kita untuk &lt;em&gt;mereview&lt;/em&gt; kebersamaan kita dengan pasangan. Utamanya hak-hak untuk mendapat kebahagiaan hidup, bergaul, beraktualisasi dalam koridor komitmen bersama dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah Anda menikmati kemerdekaan dalam status perkawinan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-4711369764638276252?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-05T04:00:17.401-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">36</thr:total></item><item><title>Katanya..</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/07/katanya.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sat, 05 Sep 2009 04:02:54 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-3947728593298652010</guid><description>Tiba-tiba saya jadi ingat pendapat salah seorang teman saya setahun yang lalu. Katanya saya ini mempunyai kecenderungan melankoli - koleris. Itu artinya saya orang yang teratur, rapi, terjadwal dan harus sesuai dengan fakta, tegas sekaligus &lt;em&gt;goal oriented.&lt;/em&gt; Bukannya saya suka dengan penilaian ini tapi malah ngeri! Bagaimana tidak? Saya membayangkan diri saya dalam tekanan, terstruktur, ga nyantai dan kurang 'nakal' (jangan artikan yang macem-macem ya..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian teman saya ini memang ga sepenuhnya benar karena dia hanya melihat dari luarnya saja dan tidak mendalam. Sebaliknya saya merasa justru watak phlegmatis saya lebih dominan daripada koleris. Seharusnya pola watak ini ditentukan dari pengisian kuesioner kemudian dihitung &lt;em&gt;score&lt;/em&gt;nya baru akan ketahuan watak mana yang dominan. Sebenarnya saya penasaran sekali dengan penentuan watak ini, sayang sekali sampai sekarang saya belum menemukan bukunya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Idealnya sih kita mempunyai 4 jenis watak. Namun meskipun begitu, pasti ada watak yang menonjol. Apakah itu Si Sanguinis "Yang Populer", karena cenderung ingin populer, senang bicara, namun cenderung berpikir pendek. Si Melankoli "Yang Sempurna", karena serba teratur, rapi, umumnya suka dengan fakta-fakta dan berpikir secara mendalam. Ada juga Tipe Koleris "Yang Kuat". Tipe ini katanya suka tantangan, &lt;em&gt;goal oriented&lt;/em&gt;, tegas, kuat, cepat dan tak mudah menyerah. Sedangkan tipe ke-4 yaitu si Phlegmatis "Yang cinta Damai". Tipe yang cenderung ga suka konflik, pendengar yang baik, tapi kurang bersemangat dan cenderung pendiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun belum sepenuhnya benar karena saya belum mengisi sendiri kuesionernya, tapi penilaian teman saya cukup menggelitik dan bikin saya jadi berpikir. Bukan hanya berpikir tentang diri saya tetapi juga orang di sekeliling saya. Hmm.. saya harus mengurangi melankoli dan koleris saya (meskipun saya merasa koleris saya tidak dominan), tambahin sedikit sanguin dan phlegmatis, pas deh.. (kaya masakan aja). Rasanya memang penting untuk mengerti watak kita. Paling engga setelah ada 'penilaian' dasar dari teman saya itu kini saya berusaha mengurangi kecenderungan saya yang melankoli dan koleris, supaya bisa lebih santai, ga terlalu mikir, biar bisa agak urakan dan ga stress kalau hasil tidak sesuai harapan. &lt;em&gt;People Change!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya buat diri kita, tapi kita juga perlu tahu sifat partner kita, anak kita, teman, team kita sehingga hubungan interpersonal menjadi semakin mulus. Kita jadi semakin tahu kenapa ada perbedaan reaksi antara satu orang dengan orang lainnya. Ujung-ujungnya kita jadi dapat lebih memahami teman, anak, bahkan pasangan kita. Sedaaapp...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya mulai dari kita. Kenali diri kita yang sebenarnya. Sudahkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber : Personality Plus oleh Nina Iqbal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-3947728593298652010?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-05T04:02:54.964-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">28</thr:total></item><item><title>S t a t u s</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/07/status.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sat, 05 Sep 2009 04:06:57 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-4035367954169372395</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SlBD_gg4MmI/AAAAAAAAARQ/wBsmGPKso2k/s1600-h/facebookstatus.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354854715282174562" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 224px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SlBD_gg4MmI/AAAAAAAAARQ/wBsmGPKso2k/s320/facebookstatus.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak sekali media jejaring sosial di lingkungan kita. Mulai dari arisan, kumpul trah, bani, reuni, &lt;em&gt;friendster&lt;/em&gt; dan kini yang lagi ngetop adalah &lt;em&gt;Facebook&lt;/em&gt; (FB). Jejaring sosial ini mewabah dasyat bak virus. Media ini mampu melintasi batas usia, sosial dan budaya. Bisa jadi karena fasilitas penyokongnya kian canggih dan perangkatnya mobile. Serba mudah dan serba praktis yang menjadikan jejaring sosial ini semakin melejit. Mungkin juga karena ditambah stress yang semakin rajin menghampiri kita sehari-hari sehingga kita membutuhkan teman banyak dan teman lama untuk berbagi. Kini, dimanapun dan kapan pun orang-orang bisa &lt;em&gt;cengengesan&lt;/em&gt;, sambil utak utik ponsel gendutnya (haram menyebutkan &lt;em&gt;brand&lt;/em&gt;-nya, hehehe..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lebih condong gara-gara kehadiran ponsel gendut inilah kalangan tanpa batas, utamanya kelompok atas dengan koleksi usianya ikut-ikutan meramaikan kegemaran yang dulu 'hanya' milik kaum muda. Beda dengan jaman &lt;em&gt;Friendster&lt;/em&gt; dulu, rasanya hanya perangkat laptop yang paling mobile, sehingga untuk bermain-main dengan jejaring sosial ini baru bisa terlaksana jika ada komputer atau laptop di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal baru dalam hidup kita, FB bak 'Komnas HAM' yang mampu menemukan orang-orang terdekat kita yang hilang karena minimnya media komunikasi saat itu. Banyak zona kehidupan terkuak tergantung dimana zona kita dulu berada. Jujur, akhir-akhir ini saya agak sering membuka FB, apalagi setelah teman-teman kuliah muncul satu persatu. Saling sahut, olok, sindir, utamanya saat cerita lama ter-&lt;em&gt;upload&lt;/em&gt; dan menjadi bagian pengalihan stress pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada keceriaan berbaur geli yang kini menjadi santapan sehari-hari manakala saya baca status demi status empunya FB. Saya sadar banyak yang &lt;em&gt;slengekan&lt;/em&gt;, namun tidak sedikit yang menuliskan serius tapi bikin saya geli. Ada yang menulis aktivitas minum kopi di cafe lengkap dengan suara sruput-sruputnya. Belum lagi ada yang update statusnya hanya karena kebingungan mau makan siang apa atau engga bisa tidur gara-gara pilek dan masih banyak lagi yang bikin saya senyam-senyum menahan geli. Bahkan ada juga yang menuliskan tentang suara hatinya, "Hari ini ayah pulang gak ya?"atau "Miss u Papa", ada juga yang sedang korslet dengan pasangannya perasaan muaknya terlontar di status tanpa sadar. Masih banyak lagi masalah-masalah yang sifatnya pribadi meluas menjadi santapan orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi bepikir, ternyata masyarakat kita banyak juga yang ekstrovert ya.. atau gara-gara FB kita jadi extrovert? Rasanya yang ada di pikiran pengen semuanya dituangkan. Tapi sadarkah kita kalau apa yang kita tulisakan bisa dibaca oleh seabrek orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber gbr : matunes.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-4035367954169372395?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-05T04:06:57.770-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SlBD_gg4MmI/AAAAAAAAARQ/wBsmGPKso2k/s72-c/facebookstatus.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">32</thr:total></item><item><title>Diiiiiinnnn... Teeetttttt... Ngookkkkk....</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/06/diiiiiinnnn-teeetttttt-ngookkkkk.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sat, 05 Sep 2009 04:08:09 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-4944896300958628454</guid><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SkD4LFLHY2I/AAAAAAAAARA/nYMzpP1nh3g/s1600-h/traffic_light_d1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350549226567197538" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 163px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SkD4LFLHY2I/AAAAAAAAARA/nYMzpP1nh3g/s200/traffic_light_d1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa tahun belakang ini banyak tumbuh tiang &lt;em&gt;traffic light&lt;/em&gt; di kota saya. Kota ++ (baca:plus plus) demikian saya menyebutnya. Plus bersihnya, plus hijau taman kotanya, plus ketertiban lalu lintasnya termasuk plus panasnya juga, hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiang-tiang penyangga lampu merah, kuning dan hijau itu tidak nongol di perempatan atau pertigaan jalan seperti layaknya &lt;em&gt;traffic light&lt;/em&gt;, tapi ada di jalan-jalan lurus. Mungkin aneh bagi yang belum paham fungsinya. Lampu ini adalah persembahan tertinggi untuk para penyeberang jalan. Di negeri-negeri tetangga lampu ini sudah sangat familiar. Ada yang otomatis nyalanya, namun di jalan-jalan tertentu perlu sentuhan tangan untuk membuat warna merah menyala terang. Begitu warna merah menyala, stop..!! semua kendaran berhenti kompak. Setelah itu penyeberang santai melintas tanpa takut ancaman kelompok &lt;em&gt;slonong boy&lt;/em&gt; yang hobi nyrobot lampu merah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setiap berangkat ke kantor saya juga melewati beberapa &lt;em&gt;traffic light&lt;/em&gt; khusus buat penyeberang ini. Entah belum paham, entah masuk dalam &lt;em&gt;gank slonong boy&lt;/em&gt;, banyak pengendara yang tetap nylonong meskipun lampu merah telah menyala. Bagi yang sudah paham pasti dengan ikhlas akan berhenti memberi kesempatan kepada para penyeberang jalan yang sudah &lt;em&gt;request&lt;/em&gt; untuk melintas. Tekan tombol, lampu merah menyala dan seharusnya &lt;em&gt;zebra cross&lt;/em&gt; lengang oleh arus kendaraan. Seharusnya ada perasaan aman bagi penyeberang karena sudah melalui prosedur yang benar, namun ternyata tak jarang ada pengendara yang tetap berusaha menyelinap diantara penyeberang dan pengendara lain yang telah taat berhenti. Beberapa kali saya melihat penyeberang yang hampir tersambar kelompok &lt;em&gt;slonong boy&lt;/em&gt; ini. Miris!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering sewot melihat kebiasaan kelompok &lt;em&gt;slonong boy&lt;/em&gt; ini. Katanya kita bangsa yang ramah, berbudaya dan bertoleransi tinggi, gerutu saya dalam hati. Yang lebih menggemaskan lagi, pada saat berhenti karena lampu merah menyala tanda ada penyeberang yang akan melintas, suara bel di belakang berbunyi bersautan, diiinnn.. teettttt.. ngookkk.. padahal lampu &lt;em&gt;hazard&lt;/em&gt; sudah dihidupkan. Tak jarang suara-suara itu keluar dari mobil-mobil mewah. Duuuuuuhhhh... Cape deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini akan semakin miris jika kita melihat penyeberang jalan yang akan melintas di tempat yang tidak dilengkapi dengan lampu penyeberangan. Mari teman, mari sahabat, mari kawan, mari sobat kita galakan berbagi untuk penyeberang. Mari kita kampanyekan berhenti demi penyeberang dan nyalakan lampu &lt;em&gt;hazard&lt;/em&gt; sebagai simbol. Bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber gbr : yingshun.co.uk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-4944896300958628454?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-05T04:08:09.348-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SkD4LFLHY2I/AAAAAAAAARA/nYMzpP1nh3g/s72-c/traffic_light_d1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">31</thr:total></item><item><title>Teman Rahasia</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/05/teman-rahasia_21.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sun, 31 May 2009 02:35:39 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-2845381417751776561</guid><description>Ada seabrek istilah pertemanan. Ada yang menyebut dengan istilah sahabat, teman akrab, karib, &lt;em&gt;konco plek&lt;/em&gt;, dan masih ada seabrek istilah lainnya. Tapi pernah dengar ga istilah &lt;em&gt;TR&lt;/em&gt; alias &lt;em&gt;Teman&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Rahasia&lt;/em&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menemukan istilah asing ini saat ngobrol dengan seorang teman. Saat teman saya menggunakan istilah &lt;em&gt;TR&lt;/em&gt;, kepala saya langsung berpikir ingin menemukan definisi yang pas. Saya mencoba dan mengkaitkan dengan &lt;em&gt;TTM&lt;/em&gt; alias &lt;em&gt;Teman Tapi Mesra&lt;/em&gt;. Pikir saya, karena ada istilah rahasia, pasti ada bagian perselingkuhan di dalamnya. Kalau fisik, mungkin terlalu ekstrim, minim ada hati yang &lt;em&gt;dishare&lt;/em&gt; di sini. Namun, semua definisi saya yang mengarah ke arah perselingkuhan &lt;em&gt;direject&lt;/em&gt; olehnya. Saya pun jadi penasaran untuk mendengar lebih jauh kuliah terbuka soal &lt;em&gt;TR&lt;/em&gt;. Menurutnya, secara singkat &lt;em&gt;TR&lt;/em&gt; bukan &lt;em&gt;TTM&lt;/em&gt;, pacar, apalagi selingkuhan. &lt;em&gt;TR&lt;/em&gt;, bukan itu semuanya, tapi &lt;em&gt;Teman Rahasia&lt;/em&gt;!!!!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, kadang kita perlu punya &lt;em&gt;Teman Rahasia&lt;/em&gt;. Teman yang ga perlu tahu siapa diri kita sepenuhnya, termasuk jejaring di lingkungan sehari-hari. Latar belakang kita benar-benar terjaga secara rahasia alias akses kesana tertutup rapat. Dengan jaminan ini, di satu sisi aman, tetapi di sisi lain kita bisa berperan bebas. Peran apapun dapat kita mainkan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, soal partner atau calon teman rahasia dapat diseleksi dari awal. Biasanya dari berbagai pertemanan yang terjalin akan ditemukan &lt;em&gt;chemistry&lt;/em&gt;. Banyak faktor yang melatarbelakangi di sini, antara lain soal kesamaan visi, gaya berbicara saat menyampaikan pendapat dan latar belakang yang kurang lebih sama. Di sinilah seninya memilih &lt;em&gt;Teman Rahasia&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar kita memang berlaku aturan dengan balutan kultur yang kuat. Bagi yang sudah berkeluarga maka banyak &lt;em&gt;barrier&lt;/em&gt; yang akan menyertainya. Pasangan hidup adalah segala-galanya, namun ternyata tetap ada satu dua celah kebutuhan untuk teman, keluarga atau yang lain untuk mengisinya. Bisa positif dalam arti tidak melukai arti perkawinan, namun bisa juga negatif yang akan berpengaruh terhadap nilai-nilai perkawinan. Pasti semua setuju untuk memilih yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, seperti teman saya, maka ia memilih teman untuk berbagi. Teman yang BUKAN untuk mencurahkan hasrat. Teman yang mungkin bisa membangun semangat yang sedang pulas. Teman yang mampu membobol tembok saat terbelenggu masalah besar. Teman yang 'mengerti' perasaan kita, namun bukan teman yang ingin mengetahui siapa kita. Teman tadi adalah &lt;em&gt;Teman&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Rahasia&lt;/em&gt;. Bagaimana mendapatkannya? Sepertinya dunia maya adalah dunia dimana para &lt;em&gt;Teman Rahasia&lt;/em&gt; hidup dan berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi bertanya, bisakah &lt;em&gt;Teman Rahasia&lt;/em&gt; ada di dunia nyata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-2845381417751776561?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-31T02:35:39.550-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">55</thr:total></item><item><title>Anak Panti &amp; Hati</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/05/anak-panti-hati.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sat, 09 May 2009 03:13:51 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-1027712760980996955</guid><description>Masih dalam hitungan jari kehadiran saya ke panti. Dulu pernah beberapa kali menemani keponakan ulang tahun, bagian panjang perjalanan hidup, yaitu pengenalan anak untuk saling berbagi. Bagi keponakan saya yang masih &lt;em&gt;cetek&lt;/em&gt; dalam berpikir, mungkin hanya hari ulang tahunnya yang menyenangkan dan ketemu teman-teman sebaya, titik! Bagi saya tentu menjadi lain, terlebih setelah &lt;em&gt;married&lt;/em&gt;. Persoalan panti adalah persoalan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah saya berkunjung ke sebuah panti. Saat itu suasana batin saya memang sedang gundah setelah kembali harus menerima kenyataaan pahit ketidakberhasilan program bayi tabung yang saya ikuti. Saya mencoba mendekat. Saya mencoba membaur. Namun saya merasakan sinar mata para bocah di panti tersebut adalah sebuah gambaran hidup yang gelisah. Saya menangkap aura amarah dan dendam. Bahkan kunjungan ke panti lain auranya hampir sama. Saya menemukan kasus ketidaksiapan orang tua menjadi ibu atau bapak yang baik. Seharusnya bayi dalam kehangatan rahim dan nutrisi, namun ternyata banyak batin calon ibu yang menolaknya, bahkan tidak sedikit yang ingin 'memusnahkan' melaui bahan-bahan kimia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat saya berkunjung ke panti lain saya menemukan bangunan sederhana jika dibandingkan dengan tempat lain yang pernah saya kunjungi. Ketika kaki saya melangkah, suara anak perempuan dengan keluguan menyeruak dalam kesepian. "Ada tamu, ada tamu". Lalu, seorang bapak pengurus panti keluar menyambut saya. Seperti dalam pertempuran, saya pun 'disergap' dalam kamar tamu oleh 'malaikat-malaikat kecil' plus para pengasuh. Bocah cantik berusia 3 tahun tadi lalu menempel dan tanpa rasa takut duduk memecah space diantara saya dan suami. Cerita tentang bocah itu membuat hati saya trenyuh, namun saya tidak melihat sinar duka, amarah atau dendam di matanya. Mungkin kehangatan di panti itu telah mengembalikan keceriaannya, memusnahkan masa lalunya. Sungguh cantik, ceria, &lt;em&gt;friendly&lt;/em&gt; dan hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritera bocah di panti rasanya jutaan versi. Ada yang karena ketidaksiapan orang tua untuk menghadirkannya ke bumi atau alasan lainnya yang dianggap mendesak (menurut mereka). Beruntung banyak panti menjadi &lt;em&gt;jujugan&lt;/em&gt; untuk berbagi. Saya pun hanya bisa protes dalam hati jika keadaan saya dan suami yang belum punya momongan dipandang 'belum dipercaya' oleh sebagian orang. Trus bagaimana dengan mereka yang dianggap 'dipercaya' tetapi tidak bertanggung jawab dan menterlantarkannya? Bagaimana juga yang hanya bisa berbuat tetapi tidak merawat, bahkan dikaryakan demi ego orang tua untuk urusan ekonomi meminta-minta di jalan-jalan ibu kota?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain 'belum dipercaya' adakah kata lain yg lebih pas di telinga?&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-1027712760980996955?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-09T03:13:51.632-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">48</thr:total></item><item><title>Hari Kartini Perayaannya Kaum Lelaki</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/04/kartini-ngeblog.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Tue, 21 Apr 2009 18:23:18 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-4804214957204073796</guid><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/Se2xL6QH43I/AAAAAAAAAQo/N4wVUdt__AY/s1600-h/Raden+Ajeng+Kartini.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327108752422724466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 250px; CURSOR: hand; HEIGHT: 250px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/Se2xL6QH43I/AAAAAAAAAQo/N4wVUdt__AY/s320/Raden+Ajeng+Kartini.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;21 April hari apa? Hari Selasa!&lt;br /&gt;Benar, 21 April adalah hari selasa. Namun yang paling penting, tanggal itu merupakan tonggak kebangkitan kaum perempuan. Ya.. Hari Kartini! Putri Indonesia yang mempunyai cita-cita besar bagi bangsa Indonesia. Beliau adalah putri sejati, harum namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan di atas adalah buah kerja kerasnya. Buah kepeduliaannya. Juga buah ketulusan untuk memajukan kaum perempuan bangsanya. Bayangkan, tahun segitu sebagai anak bupati bisa saja Kartini menjadi bagian seleb di jamannya. Tapi kenapa Kartini malah justru menjauh dari aroma kebangsawanan? Enak kan pesta-pesta atau memilih gaya hidup kalangan bangsawan yang &lt;em&gt;Londois&lt;/em&gt;, glamour dan berdansa-dansi. Nyatanya, Kartini malah memilih aroma jelata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan kala itu dinomorduakan. Ini bukan nomor urut partai atau caleg. Ini adalah nomor status, dimana keberadaan perempuan dibelenggu oleh norma. Perempuan adalah &lt;em&gt;konco wingking&lt;/em&gt;. Benar-benar martabat perempuan tidak dimuliakan. Perempuan hanyalah pelengkap hidup lelaki. Derajat lelaki meroket bukan karena prestasi semata. Derajat lelaki meroket karena tidak ada lawan sepadan. Laki-laki benar-benar dinomor wahid dan menjadi segala-galanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dobragan Kartini tentu tidaklah mudah. Bak air menetes, itulah yang dilakukan untuk melobangi batu kali yang keras sekali. Ketekunan tetesan air mampu merusak lapisan keras. Kekuatan Kartini semakin menguat saat ia mampu membangun networking. Pak J.H. Abendanon salah satu sahabat Kartini menjadi bagian terpenting dalam networking itu. &lt;em&gt;Londo&lt;/em&gt; yang &lt;em&gt;ngenDonesia&lt;/em&gt; ini mampu menjadi corong pemikiran Kartini tentang kaum perempuan Indonesia. Lewat kumpulan pemikiran "Habis Gelap Terbitlah Terang", mata laki-laki dan mata dunia menjadi terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini laki-laki juga harus berterima kasih kepada Kartini, bukan hanya kaum perempuan. Bayangkan, kalau perempuan masih dibelenggu, perempuan masih menjadi &lt;em&gt;konco wingking&lt;/em&gt;, sementara dunia mengalami gonjang-ganjing resesi ekonomi berkali-kali. Laki-laki (kalau tidak jaim) pasti akan mengatakan &lt;em&gt;"Terima kasih Perempuan, isteriku tersayang, gajimu&lt;/em&gt; &lt;em&gt;menyelamatkan cash flow rumah tangga kita dari resesi”.&lt;/em&gt; Bahkan ada yang lebih ekstrim, &lt;em&gt;"Kalau tidak ada perempuan yang menjadi isteriku, gulungan tikar sudah menggantikan&lt;/em&gt; &lt;em&gt;hamparan karpet di rumah, alias bangkrut!"&lt;/em&gt; Mengapa demikian? Karena banyak kalangan lelaki yang sudah mendahului terkena PHK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sebagai perempuan saya hanya bisa menyesal, mengapa di jaman Kartini belum ada internet? Seandainya saat itu sudah ada teknologi canggih ini, Beliau dapat &lt;em&gt;ngeblog&lt;/em&gt; menyampaikan isi kepala dan hatinya melalui dunia maya yang bisa dibaca oleh berjuta-juta kaum perempuan, sehingga perubahan bisa cepat berlangsung. Saya yakin blog beliau pasti akan menjadi &lt;em&gt;jujugan&lt;/em&gt; dan panen award karena materinya yang dasyat dan &lt;em&gt;briliant&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat Kartini, kaum perempuan menjadi semaju saat ini. Para suami banyak terbantu oleh para istri, apalagi saat resesi bertubi-tubi. Kartini bukan hanya milik perempuan, namun juga berjasa untuk kamu lelaki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Selamat Hari Kartini untuk kaum perempuan juga untuk para lelaki." :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Gambar : pot-redaksi.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-4804214957204073796?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-21T18:23:18.417-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/Se2xL6QH43I/AAAAAAAAAQo/N4wVUdt__AY/s72-c/Raden+Ajeng+Kartini.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">42</thr:total></item><item><title>Tiga Sekaligus!</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/04/tiga-sekaligus.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Fri, 17 Apr 2009 23:01:57 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-6328317888752476873</guid><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SeigYdkJOMI/AAAAAAAAAQQ/jumjqOVqUa8/s1600-h/MA+friendship+award.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325682901479143618" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 197px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SeigYdkJOMI/AAAAAAAAAQQ/jumjqOVqUa8/s320/MA+friendship+award.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SeigYQZrcaI/AAAAAAAAAQY/84otDLn4QAs/s1600-h/yourblogisfabulous.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325682897945588130" style="WIDTH: 147px; CURSOR: hand; HEIGHT: 185px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SeigYQZrcaI/AAAAAAAAAQY/84otDLn4QAs/s320/yourblogisfabulous.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SeigYXxYoxI/AAAAAAAAAQI/AJo42CVKNXM/s1600-h/award-10.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325682899924067090" style="WIDTH: 180px; CURSOR: hand; HEIGHT: 173px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SeigYXxYoxI/AAAAAAAAAQI/AJo42CVKNXM/s320/award-10.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih kepada &lt;a href="http://rheeaz-chantiqueen.blogspot.com/"&gt;Rheeaz&lt;/a&gt;, orang tua yang selalu mendukung kegiatan saya, suami, keluarga besar, teman-teman, penggemar saya, pers dan orang-orang yang sangat berarti bagi saya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.. Tanpa mereka saya bukanlah apa-apa.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wadaaaaww..!! bener-bener serasa barusan naik panggung dan menerima award! :) Tengkyu Rheeaz yang udah ngasih awards tiga buah sekaligus dan ga pake PR lagi.. Wuuuiihhh jarang loh yang begini ini :) Pas terima awards ini agak deg deg-an juga, kuatir kalau harus ngerjain PR. Bukan apa-apa, PR-nya sih mudah, tapi jawabannya yang susah.. hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Award ini akan saya dedikasikan buat &lt;a href="http://nacosu.blogspot.com/"&gt;Sasa &lt;/a&gt;yang blog mungilnya selalu mengundang untuk datang.. datang.. dan datang lagi, &lt;a href="http://akuratu.blogspot.com/"&gt;Quinie&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://mrpsycho.blogdetik.com/"&gt;Mr Psycho &lt;/a&gt;yang kapan hari dengan sukarela bantu 'bersih-bersih' blog saya, &lt;a href="http://sempatsempit.blogspot.com/"&gt;mbak Rinda &lt;/a&gt;yang asik diajak ngobrol meskipun belum pernah ketemu dan &lt;a href="http://gayaku1311.blogspot.com/"&gt;Mama GaYa &lt;/a&gt;si teman curhat :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga-moga belum pernah dapat awards serupa ya.. Silakan ambil pakai karung karena tiga-tiganya boleh dibawa pulang. Jangan lupa dipasang di rumah masing-masing dan semoga semakin semangat &lt;em&gt;ngeblog&lt;/em&gt;.&lt;a href="http://akuratu.blogspot.com/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-6328317888752476873?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-17T23:01:57.944-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SeigYdkJOMI/AAAAAAAAAQQ/jumjqOVqUa8/s72-c/MA+friendship+award.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">22</thr:total></item><item><title>Quick Update</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/04/quick-update.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Mon, 06 Apr 2009 22:12:09 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-1354262788955986786</guid><description>&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dua minggu ini template blog saya berubah lebih segar. Sebagai blogger pemula rasanya seneng banget bisa sukses ganti template (blog saya sempat jadi berantakan gara-gara ganti template). Kebetuan juga saya dapat template yang bagus (setidaknya menurut saya). Moga-moga nantinya saya bisa bikin template sendiri sesuai keinginan (bisa ga ya?? khayal deh kayanya, hehehe..)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Gara-gara makan bebek songkem di Sampang Madura jadi ngetop deh.. Waktu itu kebetulan saya dan temen dinas ke Madura. Pas makan siang kami putuskan makan di Bebek Songkem yang kabarnya top markotop. Lagi asik-asiknya makan, ada reporter TV yang mengambil gambar aktivitas makan disitu, dan yang diambil gambarnya adalah saya! Sebenarnya mas reporter juga sempet nawarin wawancara, tapi saya ga mau, maluuuu… Baru-baru ini gambar itu tayang di beberapa TV, rupanya mas repoter itu menjual warta kuliner ini di beberapa stasiun TV. Jadi setiap kali tayang di stasiun TV banyak temen-temen yang SMS, lumayanlah jadi sedikit ngetop, hehehe..&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Musim F1 tiba. Berarti ini saatnya hubby ga bisa diganggu. Itu berarti juga weekend agak sedikit terganggu. Kenapa ya laki-laki ga bisa dipisahkan dari hobinya? &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sup kepala ikan. Asem, pedes dan segaaaarr.. Hmmm.. ini makanan favorit baru. Kebetulan ga jauh dari rumah ada pusat makan baru yang salah satu restonya menyediakan menu sup kepala ikan. Ga tau kenapa rasanya badan jadi lebih segar setiap kali habis makan sup kepala ikan yang ada di resto itu. Selain masakannya, rupanya saya juga jatuh cinta dengan suasananya, nyaman banget buat santai dan melepas kepenatan, apalagi ada wifi-nya.. cucok deh!&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Team baru, job desc juga ada beberapa yang baru. Semoga jadi semangat baru dan pencapaian baru yang lebih baik. Amin&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kira-kira itu yang bisa diintip dari jendela ini. Jangan intip yang lain ya.. :)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-1354262788955986786?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-06T22:12:09.746-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">39</thr:total></item><item><title>I can forgive but I can't forget!</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/03/m-a-f.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sun, 05 Apr 2009 08:22:29 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-6846625601378679547</guid><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/Sct62xwLvdI/AAAAAAAAAQA/AlASgsQ4o5U/s1600-h/maaf2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317478866527960530" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 283px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/Sct62xwLvdI/AAAAAAAAAQA/AlASgsQ4o5U/s320/maaf2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;MAAF.. empat huruf yang sangat mahal harganya, karena banyak orang masih susah untuk mengungkapkannya. Sebenarnya tidak sedikit permasalahan bisa diselesaikan dengan kata maaf. Bila ada kedewasaan yang dipanglimakan, maka kata maaf dapat meluncur mulus bak mengemudi di jalan tol. Permasalahan bisa segera tersolusikan. Hubungan dari nadir pun kembali ke titik normal, menjauhkan dari persengketaan dan perseteruan. Namun untuk permasalahan yang berakar dari harga diri dan rasa malu, kata memaafkan belum tentu dapat meluncur mulus. Butuh waktu, suasana batin dan mungkin keajaiban untuk memaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan biasanya muncul akibat kuatnya intensitas hubungan yang disertai kekurangpahaman terhadap kondisi lawan bicara. Perubahan kondisi tubuh juga dapat mengakibatkan perasaan sensi yang berujung pada terkalahkannya logika. Padahal logika adalah panglima yang berperan sebagai pengontrol emosi. Jika emosi merajalela tanpa kendali, kata maaf belum tentu menjadi solusi. Tidak semua orang mampu menerima pernyataan ini dalam waktu sekejap. Butuh suasana hati yang pas. Moment adalah saat tepat untuk menyampaikannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang tidak mau menyampaikan kata maaf atau menerima maaf secara terbuka. Artinya, perilaku yang berubah adalah indikasi kata maaf telah terucap atau sebaliknya kata maaf telah termaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang mempunyai tingkat kedewasaan tinggi dan agamis biasanya pemurah dalam membalas kata maaf. Orang-orang inilah yang mampu meredakan emosi dunia. Kemurahannya mampu menghilangkan tingkat kedalaman suatu kesalahan. Kemurahannya tidak memandang siapa yang melakukan kesalahan. Kemurahannya tidak memandang asal kesalahan, disengaja atau tidak. Baginya maaf adalah wajib jika diminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saya agak berlebihan, bagi saya jika kata maaf dianggap murah, maka kesalahan akan mudah tercurah. Saya salut untuk kelompok pemaaf tulus, artinya dari hati hingga bibir kata maaf dan memaafkan meluncur dengan tulus dan bersih. Sepertinya saya belum bisa sehebat mereka. Saya masih belajar memaafkan dengan tulus, sinkron antara bibir dan hati. Bisa jadi kata memaafkan meluncur dari bibir, namun belum tentu keluar dari hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba berpikir logis, jika semua orang tahu dan paham apa hak dan kewajiban, paham tata krama dalam berkomunikasi dan bersosialisasi, kata maaf tidak akan boros terucap. Saling menjaga sikap dan perilaku itu wajib. Saya ingin terus belajar memberikan maaf dengan tulus namun saya masih sering menemukan permasalahan konyol yang seharusnya tidak perlu terjadi. Untuk hal yang satu ini tampaknya tataran saya baru sampai...I can forgive, but I can't forget!&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Gambar : neenoy.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-6846625601378679547?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-05T08:22:29.445-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/Sct62xwLvdI/AAAAAAAAAQA/AlASgsQ4o5U/s72-c/maaf2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">43</thr:total></item><item><title>nge-blog  VS  nge-facebook</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/03/nge-blog-vs-nge-facebook.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sun, 08 Mar 2009 01:23:12 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-7742233855927999103</guid><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SbJi8RaNtlI/AAAAAAAAAM4/x7I3-nkSsyU/s1600-h/blogging.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310415698228262482" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SbJi8RaNtlI/AAAAAAAAAM4/x7I3-nkSsyU/s200/blogging.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hujan masih rajin mengguyur. Musim demam karena flu atau bahkan demam berdarah masih banyak menyerang. Tapi bukan dua demam itu yang akan saya bahas, ada demam lain yang lebih dasyat yang saat ini sedang menjamur, demam &lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari gini siapa yang ga punya &lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt;? Orang bilang ga punya &lt;em&gt;facebook &lt;/em&gt;berarti ga gaul. Remaja, dewasa, mama, papa, oom, tante, oma, opa, semua ber-&lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt; ria. Coba lihat teman-teman kantor kita yang kelihatannya serius di depan komputer. Benarkah sedang sibuk bekerja? Jangan-jangan mereka sedang asyik dengan &lt;em&gt;facebook-&lt;/em&gt;nya? Nah lo..&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Situs jejaring sosial yang satu ini memang sedang membius banyak orang. Melalui &lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt; orang bisa membaca aktivitas yang sedang kita lakukan. Konon saling berkomentar terhadap perubahan status inilah yang paling mengasyikan dan bikin kecanduan. &lt;em&gt;Facebook&lt;/em&gt; juga memungkinkan kita bertemu teman-teman lama yang mungkin sudah menyebar di berbagai sudut kota bahkan dunia. Entah karena alasan ingin mencari teman lama atau sekedar agar eksistensi diperhitungkan, kita sibuk menambah teman. Tapi coba kita lihat kembali daftar teman kita, benar ga sih kita mengenal semuanya? Atau sebaliknya, jangan-jangan yang masuk dalam daftar kita justru teman-teman yang setiap hari ketemu, bahkan duduk atau lokasinya tidak jauh dari kita. Hmmm..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apakah &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; juga termasuk dalam kategori situs jejaring sosial atau tidak. Yang jelas saya juga bisa bertemu teman lama bahkan teman baru yang akhirnya benar-benar jadi teman di situs ini. Entah kenapa saya belum bisa merasakan asyiknya ber-&lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt; ria. Bikin perubahan status, berkomentar, &lt;em&gt;tag&lt;/em&gt; foto dsb.. dsb.. dsb.. Mungkin saya yang &lt;em&gt;ndeso&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;katro&lt;/em&gt; atau ga gaul, tapi sampai saat ini saya kok lebih menikmati nge-&lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; daripada nge-&lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt;. Entah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Gambar : prayudi.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-7742233855927999103?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-08T01:23:12.973-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SbJi8RaNtlI/AAAAAAAAAM4/x7I3-nkSsyU/s72-c/blogging.bmp" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">62</thr:total></item><item><title>Lawan Resah</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/02/aaaahh.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sun, 08 Mar 2009 11:21:32 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-5087215416480344111</guid><description>Suara bisik-bisik beredar. Banyak pembawa pesan. Makin hari pesan semakin bikin tegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan memilih, bukan menolak apalagi mengatur. Namun masih bolehkah kita jujur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tidak bisa. Kita pasti mampu dan berdaya. Namun setiap orang mempunyai akselerasi dan tujuan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasrah..&lt;br /&gt;Mungkin ini kata yang paling pas.. Karena tidak ada pilihan kata&lt;br /&gt;lagi selain pasrah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-5087215416480344111?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-08T11:21:32.312-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">21</thr:total></item><item><title>Kasih ’kok’ Sayang</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/02/valentines-day-hari-kasih-kok-sayang.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sat, 07 Mar 2009 23:51:46 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-1303277187435470927</guid><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SbN1zCstm2I/AAAAAAAAANU/1O6KAC8v8MU/s1600-h/Valentine04.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310717905358134114" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SbN1zCstm2I/AAAAAAAAANU/1O6KAC8v8MU/s200/Valentine04.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sudah berapa kali para &lt;em&gt;Cucuk Lampah &lt;/em&gt;mengantarkan pasangan baru menempuh hidup baru. Sudah berapa kali juga musik &lt;em&gt;Kebo Giro&lt;/em&gt; mengalun mengiringi mempelai baru melangkah tegap penuh harap menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah. Memang, puncak dari semua 'gaya' pacaran adalah perkawinan. Entah 'gaya' pacarannya &lt;em&gt;adem ayem&lt;/em&gt;, artinya ada restu di tangan saat mulai saat melirik, &lt;em&gt;pedekate&lt;/em&gt; hingga perkawinan. Sebaliknya, jika tak ada restu, gaya &lt;em&gt;back&lt;/em&gt; &lt;em&gt;street&lt;/em&gt; adalah pilihan, walau sulit dan kadang terlalu pahit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah, semua terasa indah saat pacaran. Apapun kata orang, telinga orang kasmaran tertutup suara indah, walau mungkin kenyataannya pahit. Saat kasmaran, mata pun tertutup rapat dan hanya keindahan yang terlihat walau hanya halusinasi. Berjuta rasanya, persetan kata orang dan persetan apa yang dilihat orang. Rindu adalah bius. Dunia hanya milik berdua. Semakin rindu berkadar, semakin kuat mencengkeram.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagai sebuah bangunan, konon masa pacaran adalah fondasi. Semua bagian berpadu jadi satu dalam keteraturan. Sebuah komposisi yang harmoni. Jelas ini bukan pekerjaan mudah. Karakter sudah terbentuk, pasangan harus mampu mengkompromikan dua karakter yang berbeda. Tidak heran dalam fase ini banyak kasus gonta-ganti pacar. Wajar ini masa penjajagan. Namun, perbedaan bisa diterjang karena masa indah sedang berlangsung. Banyak juga yang berharap semua perbedaan adalah proses panjang yang bisa terkikis saat perkawinan sudah di-&lt;em&gt;release&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan. Inilah pembuktian dari segala komitmen. Mirip caleg aja ya.. :) Disinilah sekat-sekat yang memblokade masa pacaran terbuka, blak! Benar-benar semua terlihat nyata. Semakin tua umur perkawinan, semakin semuanya dapat terkuak nyata. Tidak selamanya negatif. Perkawinan bahkan mampu menyuburkan kebersamaan dan mepupus perbedaan. Sebaliknya, tak sedikit pula bunga-bunga pacaran musnah terganti kenyataan pahit, menjerit sangat menghimpit. Banyak kasus yang menyebabkan bubarnya sebuah lembaga sakral ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan bermaksud &lt;em&gt;matre&lt;/em&gt;, ekonomi menjadi salah satu alasan dalam krisis perkawinan. Dulu, lagu sepiring berdua menjadi bagian yang indah dan menguatkan masa pacaran. Kekuatan cinta diyakini mampu membendung kekurangan dan perbedaan. 'Kenyataannya' (bukan kesimpulan), dewasa ini banyak kegagalan yang dipicu karena faktor ekonomi, walaupun banyak pasangan yang menampik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine's Day: Hari Kasih 'kok' Sayang. Ingat, jangan hanya (di) kasih sayang tok! Kasih juga pasangan kita masa depan! Syukur-syukur ditambah alphard, deposito, apartemen, berlian, etc.. etc.. hehehe..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber gbr : www.theapplecollection.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-1303277187435470927?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-07T23:51:46.075-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SbN1zCstm2I/AAAAAAAAANU/1O6KAC8v8MU/s72-c/Valentine04.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">36</thr:total></item><item><title>Termehek-mehek.. hiks.. hiks..</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/02/termehek-mehekhekhekhek.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sun, 08 Feb 2009 01:27:09 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-3505373459978397923</guid><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SY6lArY5W9I/AAAAAAAAAKo/D8b1z-9zDHA/s1600-h/CryingGirl.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300355242527382482" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 136px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SY6lArY5W9I/AAAAAAAAAKo/D8b1z-9zDHA/s200/CryingGirl.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Malam Minggu dan Minggu malam, tepatnya jam 18.15, ada salah satu acara TV yang cukup menggelitik. Reality Show yang dipandu Panda dan Mandala itu saat ini cukup banyak menyedot perhatian pemirsa. Banyak yang suka, namun tak sedikit juga yang mencela. Saya tak ingin masuk dalam ajang pro kontra soal orisinilitas atau rekayasa, bagi saya ada sisi lain yang lebih menarik untuk dibahas daripada sekedar beradu argumen tanpa berujung pangkal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat media elektronik operator acara tersebut, saya punya keyakinan bahwa ceritera yang tampil tetap mengacu pada etika jurnalistik. Artinya, kebenaran ceritera pasti tetap dikedepankan. Soal bumbu, saya setuju pasti ada, agar ceritera tersaji lebih seru.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Bila cinta, memang harus diakhiri…". &lt;/em&gt;Jika jingle sudah berkumandang, maka biasanya iklan atau &lt;em&gt;credit tittle &lt;/em&gt;akan mengakhiri ceritera sebagai puncak perpisahan. Di sinilah awal kepala mulai &lt;em&gt;toeng.. toeng.. toeng... &lt;/em&gt;Bak perpustakaan, kepala saya bertambah lagi koleksi baru ceritera seru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain perjalanan haru biru karena ada seseorang yang harus diburu, dalam rentetan perjalanannya sering muncul ceritera yang bikin sesak di dada. Saya nggak habis pikir, ternyata banyak 'kegilaan' di negeri ini. Bayangkan, banyak norma tak lagi dianggap beraroma. Norma apapun dilibas nafsu bejat yang menjerat. Rasa-rasanya urusan duniawi jadi mendominasi. Saya yakin, ini masih sebagian kecil cerita yang diangkat. Yang muncul pasti cerita-cerita kelas berat. Apalagi kalau bukan alasan seru untuk berburu rating dan iklan. Nah, masih berapa banyak kasus lagi yang masuk ke laci meja redaksi dan tidak dihunting oleh Panda dan Mandala dengan alasan berkategori kelas teri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus dipakai untuk membendung agar generasi yang hadir di belakang kita dapat hidup bercengkerama dalam proteksi norma. Jujur, sebagai salah satu penganut &lt;em&gt;modern normatif &lt;/em&gt;(gak usah dicari harafiahnya, karena ini istilah saya sendiri :) ), acara tersebut bisa menjadi sebuah wacana betapa sudah terkikisnya norma dan sanksi sosial di negeri ini. Apakah ini potret negeri kita saat ini? Yang pasti, kita kudu mesti harus tahu bagaimana mencari solusi dan proteksi. Melihat acara ini membuat perasaan kita bercampur aduk, bak bumbu sayur. Menghibur menjadikan tertawa atau malah jadi sedih yang teramat perih. Apapun, 'Termehek-Mehek', seringkali membuat saya jadi bener-bener termehek-mehek dengan banyak dan variatifnya kasus sosial di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bikin termehek-mehek lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber gbr: http://me-ander.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-3505373459978397923?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-08T01:27:09.403-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SY6lArY5W9I/AAAAAAAAAKo/D8b1z-9zDHA/s72-c/CryingGirl.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">34</thr:total></item><item><title>'Orang Ketiga!'</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/01/orang-ketiga.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sat, 07 Mar 2009 23:53:48 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-2377195854821083413</guid><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SXSW5aea9xI/AAAAAAAAAKA/Ch-5ssjHmS8/s1600-h/td+seru.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293021375170803474" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 74px; CURSOR: hand; HEIGHT: 132px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SXSW5aea9xI/AAAAAAAAAKA/Ch-5ssjHmS8/s400/td+seru.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SXSQ2HtVnPI/AAAAAAAAAJ4/cLWhVsy9YXk/s1600-h/tanda+seru.bmp"&gt;&lt;/a&gt;Semua orang pasti mendambakan keluarga yang harmonis. Bisa dibayangkan suasana pasti bakal jadi kacau balau ketika tiba-tiba saja Anda mendengar ada orang ketiga hadir di tengah-tengah keluarga Anda. Sangat mungkin dasyatnya suasana melebihi situasi di Gaza saat ini. Sebuah kepercayaan yang terus dipupuk demi suasana batin yang nyaman mendadak meledak. Orang bilang bak petir menyambar di siang bolong. Ribuan caci maki nyerocos boros sebagai ungkapan pengkianatan. Ungkapan tadi belum berhenti sebelum sesak di dada habis dimuntahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak alasan kenapa orang ketiga hadir. Salah satu penyebabnya adalah karena rasa sakit hati. Bukan kesadaran pasangan yang datang namun justru dendam dan tudingan yang menyerang. Semakin jauh hubungan, biasanya gengsi semakin menjadi. Puncaknya adalah penyesalan untuk sebuah rekonsiliasi. Naudzubillah Mindzalik, inilah yang selalu saya lontarkan manakala mendengar mengenai orang ketiga.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya dan suami adalah pasangan yang telah mengarungi ‘samudera’ kehidupan bersama selama lebih dari 10 tahun. Nihil, sampai saat ini kami belum dikarunia momongan. Saya bekerja, begitu pula suami. Setiap hari, kami selalu menyiapkan kebutuhan kerja masing-masing. Serasa check in di hotel bintang 5, saat bangun pagi di meja makan sudah tersaji dua gelas air putih, jus, teh panas dan sarapan. Setelah minum air putih, saya dan suami secara bergantian sholat, mandi dan makan. Sret-sret-sret, dalam sekejap baju kerja sudah terpakai dengan rapi dan menguap bau harum parfum. Setelah kami berangkat kerja, pintu pagar dan pintu rumah kembali tertutup rapat. Bak tukang sulap seharian banyak kejadian mengejutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pulang, ketika badan letih tertatih, saat baju kerja jadi kumal menggumpal, rumah menyapa dengan harumnya bau lantai berbaur dengan lezatnya bau kuliner. Energi baru membawa ke dunia mimpi untuk recharge esok paginya. Saat keluarga lain mencerca dan memberikan jutaan caci maki akan kehadiran orang ketiga, sebaliknya saya dan suami bahagia di tengah ‘orang ketiga’. Terima kasih yang tulus untuk mbak Parti yang sudah terus menerus mensupport saya dan suami. Meskipun bagai cuaca, suasana hatinya kadang gampang berubah. Sekarang nampak cerah tapi tak jarang pula tiba-tiba banyak ulah. Namun tanpa ‘pihak ketiga’ berat rasanya beban harus kami pikul berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ‘orang ketiga’ yang telah meringankan beban kita, sebenarnya sebutan atau status apa ya yang paling pantas diberikan untuknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber gbr : rendrasyah.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-2377195854821083413?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-07T23:53:48.310-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SXSW5aea9xI/AAAAAAAAAKA/Ch-5ssjHmS8/s72-c/td+seru.bmp" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">53</thr:total></item><item><title>Resolusi. Perlukah?</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/01/resolusi-perlukah.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sun, 08 Mar 2009 21:00:49 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-1531818510337107846</guid><description>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311032915442791778" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 160px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SbSUTCtf9WI/AAAAAAAAAOw/SNBYed8rPrk/s200/target.png" border="0" /&gt;Hari-hari gini adalah musimnya turun hujan deras, bahkan banjir. Bukan hanya banjir air tapi juga ‘banjir’ masa evaluasi dan membuat target hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kaki menapak awal tahun baru, pertanyaan majemuk yang banyak diumbar biasanya seputar resolusi tahun baru. Pada saat blog walkingpun, banyak para blogger yang menulis tentang resolusi ini. Ada yang beresolusi tentang karir, cinta, keuangan, keluarga bahkan tentang kehidupan spiritualitasnya. Tapi benarkah kita harus membuat resolusi setiap tahunnya? Ada sebagian yang memang sengaja membuat dan berupaya keras agar target itu terwujud, tapi tidak sedikit pula yang hanya menggebu-gebu di awal, setelah itu...lupa. Sebagian orang mungkin butuh membuat resolusi, tapi sebagian yang lain resolusi justru membelenggu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Coba kita tengok ke belakang, target pribadi apa yang sudah tercapai dan apa yang belum. Jangan &lt;em&gt;ngedrop&lt;/em&gt; jika ternyata lebih banyak yang tidak tercapai. Tapi coba renungkan kembali keberhasilan-keberhasilan apa saja yang sudah kita raih. Sekecil apapun keberhasilan itu kita harus mensyukuri dan menghargainya. Dengan begitu kita tidak akan merasa bahwa hari-hari kita hanya berlalu begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tidak ada salahnya kalau setiap detik, menit, jam, hari, minggu atau bulan adalah saat tepat untuk beresolusi. Tidak harus menunggu momen tertentu, seperti tahun baru. Bukannya inti dari resolusi adalah membuat kualitas hidup jadi lebih baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bikin&lt;/em&gt; resolusi juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber gbr : blogku.blogdetik.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-1531818510337107846?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-08T21:00:49.832-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SbSUTCtf9WI/AAAAAAAAAOw/SNBYed8rPrk/s72-c/target.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">33</thr:total></item><item><title>k A n G E n</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2008/12/kangen.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sun, 08 Mar 2009 20:40:53 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-5368648005245908904</guid><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SVCA7RecLmI/AAAAAAAAAJA/-fwIdiBYUx8/s1600-h/MISSING_by_TRAGICONFUSION[1].JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282864118697307746" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 242px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SVCA7RecLmI/AAAAAAAAAJA/-fwIdiBYUx8/s320/MISSING_by_TRAGICONFUSION%5B1%5D.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bukan sedang ngajak ngomongin segerombolan pria bermusik asal Lampung yang bercirikan rambut ‘polem’ alias poni lempar. Group yang ngetop selain lagu, juga karena jepitan kelompok nyiyir yang malah mampu menyihir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya ingin ngomongin soal kangen. Karena saya sendiri bingung, sebenarnya kangen itu apa... Banyak orang bilang kangen adalah soal rasa. Walaupun begitu proses pendeteksiannya tidak melalui rongga mulut dengan penampang lidah sebagai alat perasa. Alat pendeteksi yang paling pas mungkin hati. Organ yang satu ini sangat dipengaruhi oleh tingkat emosi. Coba bayangkan sendiri soal kangen ini, karena saya takut berteori.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perasaan ini kadang muncul saat hati sedang gundah, resah atau saat tiba-tiba merasa sendiri dalam pasrah. Saat melow datang, inilah musim kangen tiba. Tidak semua perasaan kangen dapat terobati begitu saja. Meskipun sarana telekomunikasi merajalela, tapi bukan itu jawabnya. Seringkali melamun menjadi solusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kangen? Rindu? Kata orang sama saja&lt;br /&gt;Sama-sama bikin pikiran melayang-layang&lt;br /&gt;Rekaman tawa, canda, murka muncul bergantian di depan mata&lt;br /&gt;Andaikan saja masa bisa kembali diputar ulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kangen, begitukah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber Gbr : eykahamasuba.blogspot.com &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-5368648005245908904?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-08T20:40:53.724-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SVCA7RecLmI/AAAAAAAAAJA/-fwIdiBYUx8/s72-c/MISSING_by_TRAGICONFUSION%5B1%5D.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">19</thr:total></item><item><title>Belajar ber-KORBAN</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2008/12/belajar-ber-korban.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sat, 07 Mar 2009 23:54:59 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-2536546519117060290</guid><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/STnm2qJKpiI/AAAAAAAAAIw/pNzMNSMwGz8/s1600-h/tangan.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276502265141306914" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/STnm2qJKpiI/AAAAAAAAAIw/pNzMNSMwGz8/s320/tangan.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi umat muslim, pasti semua sudah tahu tentang makna Qurban. Namun, karena pemahaman saya tentang agama masih jauh dari sempurna, saya ingin berbagi melalui jendela ini sisi lain dari berkorban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas, yang namanya berkorban tidak lepas dari kata ikhlas, atau orang Jawa bilang &lt;em&gt;legowo&lt;/em&gt;. Bisa saja mata menyuruh otak agar tangan kita merogoh dompet dan melalui tangan eksekusi berkorban berlangsung, tapi ternyata hati kecil kita berontak, “Kok banyak juga ya..” atau “Jangan-jangan tidak digunakan sebagaimana mestinya..” Ternyata sulit juga ya berkorban dengan ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu kemarin saya ke klinik medis gara-gara rasa serak menyeruak di tenggorokan. Batuk terus menerus membangunkan tidur. Saat panggilan dokter umum memecah sepinya klinik di hari Minggu, bersamaan itu bocah kecil meraung-raung menangis dalam gendongan sang baby sitter, sementara itu papanya sibuk mengurus administrasi pendaftaran. Tidak tega dengan tangisan si bocah, saya putuskan untuk mengalah mendahulukan anak tersebut. Tidak berapa lama kemudian suara tangis bocah kembali bergema di pelukan sang pengasuh keluar dari ruang praktek dokter. Saya berpikir tidak lama lagi papanya pasti juga ikut keluar. Namun tunggu tinggal tunggu, ternyata papanya tidak kunjung keluar juga. “Jangan-jangan papanya gantian konsultasi”, gumam saya sedikit geram. Jawaban suami pun membuat saya jadi sedikit terhenyak.. “ Tadi minta si anak kecil masuk duluan, sekarang giliran lama kok ngedumel..”. Nah lo.., ternyata berkoban itu tidak mudah juga ya.. Padahal ini baru sebagian hal kecil dalam kehidupan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkorban biasanya dikaitkan dengan menyerahkan sesuatu yang berharga kepada orang lain. Bisa berupa cinta, harta, nyawa, waktu, ilmu atau yang lainnya. Kita harus menerima keputusan yang tidak sesuai dengan idealisme kita, itu berkorban. Pengennya nonton film A, tapi jadinya nonton film B sesuai keinginan pasangan kita, juga berkorban. Transfer ilmu yang kita punya kepada junior kita, juga bagian dari berkorban. Meluangkan waktu kita untuk mendengarkan curhat teman, ini pun berkorban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sadar sebenarnya kita sudah banyak melakukan aktivitas berkorban. Kalau hal ini biasa kita lakukan dengan ikhlas untuk orang-orang di sekeliling kita yang membutuhkan niscaya hidup kita semakin membumi penuh arti. Bahagia. Bukankah sudah banyak kenikmatan yang diberikan olehNya untuk kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang belajar berkorban juga seperti saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber Gbr : lilblog.multiply.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/381/70BAFB8135804123467EA4E45411C9F8.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-2536546519117060290?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-07T23:54:59.820-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/STnm2qJKpiI/AAAAAAAAAIw/pNzMNSMwGz8/s72-c/tangan.bmp" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">36</thr:total></item><item><title>Aura Madura</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2008/11/inner-beauty-nya-madura.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sat, 13 Dec 2008 19:32:23 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-3068541709075704143</guid><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SRg58PMc9CI/AAAAAAAAAH4/pBSCFgvO3xM/s1600-h/masjid+sumenep+1787+1+pulau+madura.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267023471243490338" style="WIDTH: 164px; CURSOR: hand; HEIGHT: 152px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SRg58PMc9CI/AAAAAAAAAH4/pBSCFgvO3xM/s200/masjid+sumenep+1787+1+pulau+madura.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SRg5758uh8I/AAAAAAAAAHw/3kL0hPY-qM0/s1600-h/ferry2.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SRD5NLNckAI/AAAAAAAAAHQ/pQuGw27nM0w/s1600-h/IMG_0895.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264981969138913282" style="WIDTH: 169px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SRD5NLNckAI/AAAAAAAAAHQ/pQuGw27nM0w/s200/IMG_0895.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SRD5NZIiHFI/AAAAAAAAAHY/M8HUw3GM1Pk/s1600-h/IMG_0897.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ini adalah penggalan ceritera yang saya tahu tentang Madura. Hampir setiap bulan saya mengunjungi pulau ini karena dalam bekerja pulau Madura menjadi bagian dari tanggung jawab saya. Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep menjadi route yang tak asing lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan baku ke Madura harus melalui Pelabuhan Perak, menumpang Ferry menuju Kamal Madura dengan durasi melaut kira-kira 30 menit. Mau nyaman? Kompromi dengan sopir untuk tetap menyalakan mesin mobil agar AC tetap berhembus sejuk. Setelah berlabuh, mulailah mobil menyentuh aspal jalan yang sempit, mirip dengan jalan-jalan di Bali. Hati-hati jangan ngebut, karena angkot di sana kadang-kadang bisa berhenti mendadak, memotong jalan. Hati-hati juga banyak pasar membelah jalanan yang sempit dan agak bergelombang. Banyak hal yang ingin saya bagikan gratis untuk teman-teman melalui Jendela rumah saya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sampang. Inilah kabupaten kedua setelah Bangkalan. Waktu tempuh dari Surabaya kurang lebih 2 jam. Setelah mengunjungi pantai Camplong, jangan lupa mampir ke Bebek Songkem. Ceritera ‘mak nyus-nya’ kuliner ini sudah menyebar luas. Banyak program kuliner yang mengulitinya. Bahkan pada saat saya makan siang di sana salah satu TV swasta nasional sedang mengupas makanan ini, beruntung saya dapat menghindar dari target wawancara, karena saya tidak ingin terkenal, hehehe.. Keistimewaan makanan ini karena bebek yang telah dibalut dengan berbagai macam bumbu dikukus dalam bungkus daun pisang. Bagi yang tidak suka bebek seperti saya bisa memesan ayam. Bebek atau ayam yang sudah dikukus akan lebih enak lagi kalau digoreng, hhhmm… bener-bener mak nyuuuss.. Nah, sebagai pencuci mulut, kita bisa membeli jambu air yang terkenal sangat manis rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madura juga terkenal dengan garam, karapan sapi, batik dan ramuan Maduranya. Tapi disini saya tidak akan membahas tentang karapan sapi, garam atau dasyatnya ramuan Madura (hmm.. pasti deh pada tau semuanya), saya hanya akan sedikit mengupas mengenai uniknya batik Madura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batik Madura agak sedikit berbeda dengan batik-batik lainnya. Di banyak daerah, kebanyakan batik didominasi warna natural kecoklatan, namun tidak di Madura. Batik Madura kebanyakan didominasi warna cerah merah dan hijau, warna-warna yang dinamis. Di Bangkalan konon ada perkampungan penghasil batik, tepatnya di daerah Tanjung Bumi. Sayang saya belum sempat kesana. Namun di Pamekasan ternyata saya menemukan satu rumah penghasil batik Madura. Begitu melihat batik-batik terpampang rasanya jadi lapar mata. Harga kain sarung hanya sekitar Rp. 30.000 an, kain baju yang berukuran lebih kurang 3 m tidak lebih dari Rp. 65.000,-. Batik sutera berikut kerudungnya hanya berkisar Rp. 200.000,- an. Harga batik memang tergantung jenis kainnya. Sayang, saat itu hari sudah sore, jadi saya dan teman tidak punya banyak waktu untuk mengaduk-aduk lebih dalam lagi, karena kami tidak mau terlalu malam sampai di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah durasi 4 - 5 jam dari Surabaya, kita akan sampai di Sumenep. Kabupaten paling timur dari pulau ini. Disini terdapat pantai yang kabarnya lebih indah daripada Kuta Bali. Disini pulalah konon pusat Kerajaan di Madura. Di Sumenep memang banyak obyek wisata dan bangunan bersejarah, salah satunya masjid Agung Sumenep. Entah kenapa saya selalu berusaha menyempatkan sholat disini. Masjidnya kuno, arsitekturnya unik, karena merupakan kolaborasi budaya Madura, Eropa dan Cina. Konon masjid ini sudah berusia ratusan tahun. Sholat di masjid ini rasanya adem dan tenang. Angin semilir mengantarkan saya bersujud padaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun panasnya cukup menyengat namun Madura menyimpan aura yang luar biasa. Tertarik ke Madura? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber gbr masjid: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.asiafinest.com/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sejarahnagarakedah.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber gbr ferry : &lt;a href="http://flickr.com/photos/firnas"&gt;http://flickr.com/photos/firnas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/381/70BAFB8135804123467EA4E45411C9F8.png" style="border: 0 !important; background: transparent;"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-3068541709075704143?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-13T19:32:23.821-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SRg58PMc9CI/AAAAAAAAAH4/pBSCFgvO3xM/s72-c/masjid+sumenep+1787+1+pulau+madura.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">44</thr:total></item><item><title>L e b a r a n</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2008/10/lebaran.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sat, 13 Dec 2008 19:34:51 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-5101905118945980200</guid><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SPXPoTXSMSI/AAAAAAAAAFg/QQa1PNod70o/s1600-h/IMG_0564.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257336431324573986" style="WIDTH: 166px; CURSOR: hand; HEIGHT: 139px" height="150" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SPXPoTXSMSI/AAAAAAAAAFg/QQa1PNod70o/s200/IMG_0564.JPG" width="161" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SPXPpN24zlI/AAAAAAAAAFo/fSFwrpNIYoI/s1600-h/IMG_0549.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257336447026384466" style="WIDTH: 165px; CURSOR: hand; HEIGHT: 137px" height="150" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SPXPpN24zlI/AAAAAAAAAFo/fSFwrpNIYoI/s200/IMG_0549.JPG" width="184" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebaran kali ini terbilang sangat asyik. Keluargaku bisa berkumpul lengkap. Kakak laki-lakiku yang 2 tahun ini absen karena kesibukannya dapat berpartisipasi dalam gathering tahunan keluarga. Jujur, bukan kakakku yang membuat suasana seru, tapi dua anak cowoknya, raka (9 tahun) dan rangga (5 tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mudik duluan, sampai di Jogja hari Sabtu sore tanggal 27 September. Minggu pagi, Raka dan Rangga bersama kedua orang tuanya sudah memberi warna suara anak-anak diantara dominasi suara dewasa di rumahku. Ketika kelelahan sudah menghilang, dua makhluk ini berhasil membuat ibuku sedikit panik dan berkali-kali meneriakan kata awas dan himbauan lainnya manakala barang-barang di rumah diacak-acak dijadikan mainan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Minggu, tanggal 28 Sepetember sore, penghuni rumah bertambah. Adikku datang dengan anaknya Rafi (6 tahun) plus 'pawang'nya. Kini, pengacakan barang-barang semakin seru dengan kolaborasi 3 jagoan. Dua dari Surabaya plus satu jagoan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku adalah orang yang sangat detail soal kebersihan dan kerapihan rumah. Tidak salah, kalau rumah Belanda yang aku tempati tetap kelihatan seperti Noni-Noni cantik yang malas beranjak tua. Namun, kerapihan rumah yang terjaga menjadi tak berdaya dengan intervensi 3 jagoan yang berlabel cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa pagi, suamiku sampai di Jogja. Selasa sore kakak tertuaku ikut bergabung bersama suami dan anak semata wayangnya, Dito. Rumah Belanda tempat kami tinggal semasa kecil rupanya tidak cukup lagi menampung kami yang sudah berkeluarga dan beranak pinak. Jadi terpaksa sebagian dari kami harus tidur di hotel yang tidak jauh dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dito berusia jauh lebih tua, sehingga posisinya menjadi 'kepala suku'. Formasi pun menjadi lengkap. Terpancar perasaan senang dari raut wajah ibuku melihat polah tingkah cucu-cucunya. Mbak Yah yang sehari-hari membantu ibu di rumah pun memilih tidak Lebaran di Wonosari tumpah darahnya. Rasa tulus dalam balutan bisnis bisa jadi bagian dari strategi tahunannya. Buktinya, aku merasa wajib dan ikhlas membawakan baju lebaran untuk dia dan kedua anaknya, plus salam tempel yang diikuti dua kakakku plus adikku. Berbagi adalah kudu di hari Lebaran. Mbak Yah memilih tetap tinggal bersama, hingga wajahnya selalu sumringah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun ada beberapa bagian keluarga yang 'terpaksa' tidur terpisah, namun hari Rabu jam 06.00, semua sudah kumpul di rumah. Tujuannya adalah Sholat Ied bersama. Setelah semua siap, mobil-mobil yang masih lelah menempuh ratusan kilometer itu meluncur membawa keluarga kami menuju Alun Alun Lor. Jam masih menunjukan 6.30, namun akses menuju Alun Alun Lor, halaman utara Keraton Jogja tempat Sholat sudah macet. Kami memilih parkir di Jln. Brigjen katamso. Jauh?? Lumayan. Kelompok usia 5 tahun menempel orang tua masing-masing, bersiap-siap minta gendong. Saya pun menempel ibu memapah dalam suasana kangen. Kami berjalan bersama menembus rangkaian mobil parkir dan derap kaki jamaah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan fakir miskin menjulurkan tangan menyapa. Bersamaan pula pedagang makanan, balon, minuman bersiap menerima limpahan rejeki. Termasuk bau menyengat sate gajih yang terus dikipas dengan aroma berhamburan terdorong angin. Mbok-mbok bakul penjual telor merah menor juga sudah duduk simpuh menyapa para jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai halaman Alun-Alun Lor Kraton Jogja, keluarga saya pun terpencar berdasarkan gender. Kelompok laki-laki meyeruak maju melewati lautan debu. Hujan yang belum turun menjadikan alun-alun dijauhi rerumputan hijau dan berganti lautan debu nan gersang. Sedangkan, kelompok perempuan ada di belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai Sholat Ied, kembali keluargaku dipersatukan oleh letak parkir mobil. Tidak ada yang berkeinginan jalan duluan. Bukan tidak berani, namun semuanya menunggu kehadiran Ibu. Hormat? Pasti. Tapi yang lebih pasti ibu ditunggu karena membawa kunci rumah. Iring-iringan mobil kembali menuju ke rumah. Sesampai di rumah, peluk cium dan bersalaman menyampaikan rasa maaf berbaur dari usia muda ke saudara yang lebih tua. Setelah selesai, barulan pesta dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketupat dibelah dan dipotong. Selanjutnya Opor ayam yang diikuti sambal goreng disiramkan di atasnya. Satu persatu piring yang telah berisi makanan khas Lebaran itu diambil pengantri dan mulai dinikmati sambil bercengkrama. Jujur, momen inilah yang paling aku suka. Kumpul dan menikmati masakan ibu yang puluhan tahun selalu menemani Lebaranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan bareng klar, saatnya 'open house' dimulai. Puluhan paket makanan kecil dan uang jajan berpindah ke tangan-tangan kecil dengan semangat kebersamaan di hari Lebaran. Setelah itu hilir mudik tetangga dan saudara mampir di rumah ibu, bersilaturahim dan saling bermaafan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu benar-benar kepala jauh dari rutinitas dan target perusahaan. Namun target yang terbeban adalah hunting makanan, jalan-jalan dan beli oleh-oleh buat teman-teman karena harus menembus macetnya Yogyakarta yang diserbu oleh para pemudik yang datang dari berbagai kota. Namun beberapa macam makanan sudah berhasil saya taklukan, dari berbagai soto khas Jogja, mie godog, kupat sayur- sate lembu dan gudeg yang akan saya kupas setelah posting ini. Tunggu yaa.. :) &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mumpung bulan Syawal belum lewat, mohon maaf lahir batin juga buat semua yang sudah mampir, semoga kita kembali ke Fitri. &lt;/p&gt;Punya cerita seru Lebaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/381/70BAFB8135804123467EA4E45411C9F8.png" style="border: 0 !important; background: transparent;"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-5101905118945980200?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-13T19:34:51.920-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SPXPoTXSMSI/AAAAAAAAAFg/QQa1PNod70o/s72-c/IMG_0564.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">37</thr:total></item><item><title>m.u.d.i.k</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2008/09/mudik.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sat, 20 Dec 2008 01:12:13 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-2535862162359373977</guid><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SOX_n65a8dI/AAAAAAAAACQ/4vjq_D57aAQ/s1600-h/mudik2.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252885601687630290" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SOX_n65a8dI/AAAAAAAAACQ/4vjq_D57aAQ/s200/mudik2.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pulang kampung. Asyik. Inilah cuti yang sebenar-benarnya. Seringkali kita dapat break cuti dengan tujuan recharge. Tapi benarkah itu bisa kita lakukan? Bayangin, ketika cuti kita disetujui bos, orang lain tetap pada aktivitasnya. Dampaknya, walau kita cuti resmi hanya orang sekitar kita saja yang tahu bahwa kita libur. Bagaimana dengan mitra, teman dan saudara? Blas, mereka tidak mungkin tahu bahwa kita sedang cuti. Bisa ditebak, ponsel kita tetap saja krang-kring, krang-kring. Yang nelpon bukan hanya yang tidak tahu, yang tahu pun tetap saja nelpon kalau ada hal yang mendesak. Meskipun sudah disilent, rasa was-was pingin tahu adakah telpon atau sms penting masuk membuat mata kita terus melirik ke layar ponsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebaran? Inilah kebersamaan dalam cuti dan cuti yang sebenar-benarnya. Kompak libur. Rasanya pamali kalau masih tega-teganya ngomongin kerjaan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Obrolan seru minggu-minggu terakhir Ramadhan didominasi rencana mudik dan perlawanan malas kerja pada saat semakin mepet jadwal mudik. Semua TV dari channel ke channel berlomba menyajikan gambar suasana mudik, baik lewat darat beraspal atau berbesi dobel, maupun yang menembus awan dan mengambang di air. Saya hanya bisa bilang salut untuk mereka yang memilih fasilitas minim. Hebat, mereka benar-benar berjuang keras untuk mencapai kampung halaman. Di jalan, saat melaju ke kantor, tampak deretan orang dengan kardus bertali rafia jauh hari sebelum Lebaran sudah meninggalkan kota mengejar diskon transport. Saya hanya bisa bergumam, asyiknya mudik! Umpatan macet hilang karena jalan menjadi lengang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan saya menjelang mudik adalah membongkar baju-baju yang sudah jarang dipakai. Tapi operasi almari ini seringkali tidak berjalan mulus. Meskipun isi almari sudah berdesakan, tapi rasa sayang kadang masih menghalang. Padahal yang membutuhkan pasti senang menerima pakaian-pakaian yang sudah berpengalaman diajak bekerja dan &lt;em&gt;dolan&lt;/em&gt;. Kalau sudah begini saya harus 'tutup mata' agar rasa sayang tak lagi menghalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hunting makanan kecil adalah kebiasaan kedua. Kebetulan setiap Lebaran setidaknya ada 150 anak yang selalu datang ke rumah ortu. Pada saat itu biasanya ortu memberikan bingkisan beberapa jenis makanan kecil yang dikemas cantik dan sedikit uang jajan. Menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal jadwal mudik dua tahun ini agak kacau. Tahun lalu saya baru pulang sehari menjelang Lebaran, karena suami baru pulang menikmati hobinya. Tahun ini pun rasanya demikian. Agar masing-masing terpuaskan, kami sepakat tidak mudik bersama. Saya mudik duluan ke Jogja hari Sabtu, suami menyusul hari Senin. Inilah salah satu bentuk penghormatan terhadap ruang pribadi masing-masing (hmm..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Allah mempunyai 'fitur' mudik sehingga saya tidak harus tercabut dari akar budaya, tetap bisa menjalin tali silaturahmi dengan keluarga, tetangga dan teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada satu yang mengganjal, cuti tambahan saya tidak disetujui Bos dengan dalih pengamanan target. Ternyata cuti Lebaran masih harus mikir kerjaan juga, jadi teori saya gugur dong, hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudik juga kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" style="border: 0 !important; background: transparent;"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber gbr : phery.web.id&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-2535862162359373977?l=djendelahati.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-20T01:12:13.245-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SOX_n65a8dI/AAAAAAAAACQ/4vjq_D57aAQ/s72-c/mudik2.bmp" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">55</thr:total></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>
