<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>.:l jendela l:.</title><description>Celah Sirkulasi Untuk Berbagi</description><managingEditor>noreply@blogger.com (diNa)</managingEditor><pubDate>Sat, 16 Nov 2024 02:31:04 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">61</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://djendelahati.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Celah Sirkulasi Untuk Berbagi</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>IBUKU JUGA AYAHKU</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2014/12/ibuku-juga-ayahku.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Sat, 6 Dec 2014 18:18:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-6896388589078558550</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Ketika pantatku sudah merasakan posisi nyaman duduk di bangku kelas, konsentrasi tingkat dewa dimulai. Kedua telingaku merekam gerakan mulut guru matematika. Sebal! Kenapa mesti harus ketemu pelajaran ini lagi. Tanganku lincah menggoreskan hal-hal yang dirasa penting di lembar halaman buku. Kadang bolpoin beralih fungsi sebagai alat garuk kulit kepala saat bosan mulai menerjang. Mulut pun mulai komat kamit mempersembahkan sumpah serapah untuk si guru. Berdoa, berharap bel sekolah segera menjemput guru meninggalkan ruang kelas. Berdoa, semoga segera menanggalkan seragam putih abu-abuku. Benakku segera ingin berkata, "Good bye pelajaran matematika."
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Di tengah pelajaran, seperti biasa pikiranku melayang dan melompat-lompat menelanjangi isi rumah nun di sana. Hobi aneh, tapi mengasyikan dan bikin ketagihan. Lauk apa ya siang ini? Makanan yg tertinggal di kamar dimakan adik gak ya? Semoga makananku masih di tempatnya saat pulang sekolah nanti. Benakku mulai liar melayang. Kepikiran. 
&lt;span class="fullpost"&gt;

&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Satu per satu sudut kamar kost sederhana yang disewakan ibuku pun aku "telanjangi". Hmmm.., jadi ingat gaya mereka. Anak kost, ada yang baik, namun ada juga yang tengil. Bahkan ada yang merasa hebat karena latar belakangnya dari keluarga berada meskipun sekarang biasa saja. Tapi alhamdulillah, manusia "aneh" seperti itu tidak mendominasi keluarga besar anak kost di rumah kami. Biasanya mereka adalah warga titipan. Bisa masuk asal ada katebelece alias rekomendasi dari warga atau lulusan warga. 

&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Persyaratan saat masuk menjadi strategi jitu memilih karakter yang hampir  sama dengan harapan kami. Ibu sangat menggarisbawahi soal aturan ini, untuk melindungi "asrama dara", kakak, aku dan adikku yang semuanya perempuan.

&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Sedang apa ibuku? Pikiranku melompat lagi. Sedang memasak? Membersihkan rumah? Memilih sayuran sambil ngobrol dengan Yu blanjan? Sebutan kami untuk pedagang sayur yang biasa keliling di kampung kami. Ataukah sedang menggerakan mesin jahitnya yang bermerek Standard? Suaranya khas, seperti derap langkah tentara baris berbaris, semakin lama semakin kencang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Di rumah kami yang berarsitektur Belanda, bekas rumah jaman Belanda, suara mesin jahit Standard serasa menggema. Memecah kesunyian. Kedua kaki ibu tanpa beralas kaki kompak menggerakan pedal besar yang terkoneksi dengan tali rotan yang menggerakan engkol. Otomatis gerakan ini diterima jarum menembus pori-pori kain, mengikuti garis pola yang telah diukur sebelumnya. Menyalurkan dan mempertemukan dua benang sebagai "lem" yang berfungsi sebagai pengikat dan menyambungkan kain-kain tadi menjadi pakaian. Bau minyak terbakar seperti aroma terapi. Bau ini hanya muncul saat mesin mulai kelelahan dan memanas. Balutan minyak di tali rotan yang terkena panas adalah sumber aroma terapi tadi. Baunya khas, mengalahkan bau karbol yang menempel di lantai rumah.

&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa hal yang membuat ibu baru bisa berhenti dari aktivitas menjahitnya, antara lain saat ibu tidak kuat lagi menahan rasa ingin kencing. Jarak antara kamar tengah dengan kamar mandi lumayan jauh. Oleh arsitek Belanda kamar mandi ditaruh di bagian belakang. Filosofi klasik menyatakan, hal-hal yang menimbulkan bau seperti dapur dan kamar mandi sebaiknya berada di posisi paling belakang. Hal-hal yang bersifat kebaikan dan keindahan berada di bagian depan, seperti kebanyakan posisi ruang tamu dan ruang keluarga. Jarak yang lumayan jauh adalah berkah, karena saat itulah ibu bisa menggerakan kembali bagian tubuhnya yang lain. Kesempatan untuk melemaskan otot-otot yang kaku karena berjam-jam duduk di bangku mesin jahit.

&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Ibu juga baru berhenti sejenak saat terdengar ketukan pintu rumah. Tamu datang adalah berkah. Bisa jadi tamu itu akan memberi uang jasa ongkos menjahit. Bisa juga, tamu itu datang membawa bahan untuk dijadikan pakaian. Untuk tamu yang mengambil jahitan, istirahat ibu otomatis sebentar. Memberikan baju yang telah jadi dan mengambil uang kembalian dari dompet yang disimpan rapi di dalam almari pakaian. Namun jika tamu membawa kain, istirahat ibu bisa lumayan panjang. Mengukur bagian-bagian tubuh dengan meteran lalu mencatatnya di buku tebal yang mulai kumal. Plus bonus ngobrol menemani tamu berbasa-basi.

&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Saat ibu sedang menjalankan mesin jahitnya, kadang aku menemani ibu sambil bermanja ria. Berbagi bangku dengan ibu, menyenderkan kepala di punggung ibu sambil membuka buku pelajaran. Hatiku terasa ayem dan tentrem. Sesekali aku mencoba memecahkan suara mesin jahit dengan pertanyaan-pertanyaan yang kurang penting. Pokoknya, sekedar menghibur dan memberi energi baru untuk ibu. Sangat simple, tapi terasa sangat mahal. Kangen rasanya... 

&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Kadang aku juga kebagian peran sebagai anggota team penjemput bola. Bila masa bayar sekolah tiba, namun pakaian yang telah jadi belum juga diambil oleh pemiliknya, itulah tugasku, berperan laksana debt collector. Mencari alamat dengan sepeda pancal, menembus gang-gang kecil khas kotaku. Pulang, kaki mengayuh sepeda dengan riang karena uang untuk bayar SPP sudah di saku. Kadang langganan ibu ada yang baik hati, memberi tip saat aku mengirimkan bajunya. Mungkin tidak tahan melihat wajahku yang bermandi peluh. Lumayan untuk menambah uang jajan. Namun tidak jarang pula aku bertemu dengan langganan ibu yang hanya berbicara sepatah dan seperlunya, persis gaya orang kaya di sinetron yang rajin menghiasi televisi saat ini. Senang tidak senang, aku harus senang. Merekalah yang memperpanjang kesempatanku bersama kakak dan adikku menduduki bangku sekolah. 

&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak semua uang jahitan diterima utuh oleh ibu. Biasanya ibu sudah wanti-wanti minta dibelikan benang, sekoci, kain keras, kancing baju, ritsleting dan bila perlu mampir ke tukang jahit menutup ongkos service mesin jahit.  

Di tengah pelajaran, kadang pikiranku bukan hanya terpaku soal ibu. Tapi juga tentang ayah. Pria gagah dengan karakter keras ini adalah sosok tangguh dalam keluarga. Darah Sumenep Maduranya adalah perpaduan kehalusan dan pekerja keras khas orang Madura pada umumnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Ibu memilih ayah selain tampan, juga karena ayah adalah laki-laki sejati. Sebelum menikah, ayah sudah mempunyai modal berumah tangga yang sangat digdaya. Rumah, vespa, belum lagi barang-barang hobi khas lelaki, seperti motor gede, juga beberapa kamera dan jam tangan branded. Perantauan Madura ini mampu menyejajarkan kebutuhan kuliah dan bekerja. Dua-duanya Alhamdulillah berbuah berkah.  

Ketika lulus kuliah ayah malah terus menekuni bisnisnya. Khas mahasiswa, bisnisnya seputar kursus mengetik, jasa pengetikan dan kursus menulis. Lama kelamaan bisnis tadi berkembang menjadi percetakan kecil-kecilan. Kehidupan kami bisa dibilang nyaman. Kami menempati rumah yang berada dalam lingkaran tengah kota, cukup menjadi bukti kemampuan ayah mengais rejeki halal.

&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Di tengah kemapanan hidup ala kami, ayah meninggalkan bisnisnya. Ibu menginginkan ayah menjadi pegawai negeri mengabdikan diri sesuai ijasah dari Fakultas Hukum yang selama ini hanya mengisi bagian arsip di almari. Ayah pun harus pindah dari satu kota ke kota lainnya. Pada saat Ayah dimutasi ke Payakumbuh Sumatera Barat, kami sekeluarga ikut diboyongnya. Disana ayah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri. Seperti kebanyakan keluarga pejabat, hidup kami pun penuh hormat. 

&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Hidup itu ternyata seperti cuaca. Pagi terang benderang, malam hujan bisa mengguyur deras. Pun demikian bisa juga sebaliknya, pagi hujan deras, sore terang benderang. Begitupun hidup kami. Ayah mengalami gagal ginjal dan akhirnya dijemput oleh Sang Khaliq. Innalillahi wainnailaihi rojiun. Seperti membalikkan telapak tangan, kehidupan kami benar-benar kembali ke titik nadir. 

Disaat duka belum juga sirna, ibu memutuskan memilih kembali ke kota asal. Saat itu umur ibu masih ranum, 30 tahun. Aku berusia 2 tahun, kakak laki-lakiku satu-satunya berusia 5 tahun, kakak sulung 8 tahun, sedangkan adik bungsuku masih berusia 1,5 tahun. Untuk pulang ke kota asal, ibu memilih kapal laut untuk memindahkan kami. Hantaman ombak selama perjalanan sepertinya pembelajaran Allah kepada keluarga kami. Berhari-hari kami terombang-ambing di tengah laut. Allah sepertinya mulai membiasakan hidup kami seperti kapal yang sedang berlayar. Terombang ambing dan penuh tantangan alam.

&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti terbangun dari tidur panjang. Kini ibu harus menyingsingkan lengan baju. Maju perang mengais rejeki yang halal. Ibu harus bisa bangkit di saat kritis dengan cara yang taktis. Padahal selama ini ibu hanya berperan sebagai ibu rumah tangga saja. Beruntung, ibu dulu sekolah SGKP (Sekolah Guru Kepandaian Putri), pekerjaan khas perempuan lumayan mudah dikuasainya. Ibu memilih menjahit untuk bertahan hidup dan menyekolahkan anak-anaknya. Meskipun beberapa keluarga ayah termasuk berada, namun ibu lebih senang memilih prinsip hidup ala Mahatma Gandi. Ibu ingin berdiri di atas kaki sendiri. Tidak ingin menyusahkan dan menggantungkan diri kepada orang lain, apalagi menjadi berhutang budi. Itu Prinsip! 

&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Menjahit dan menyewakan beberapa kamar kost sederhana sepertinya tidak bisa menutup kebutuhan hidup kami berlima. Terlebih saat musim membayar SPP dan undangan manten datang bertubi-tubi. Pernah nestapa saat kakak laki-laki kami harus opname di rumah sakit selama sebulan akibat penyakit thypus yang menderanya. Untuk mengambil hati para perawat, mustahil bagi kami untuk menabur oleh-oleh seperti keluarga pasien lainnya. Ibu hanya memberikan fasilitas gratis menjahit pakaian untuk mereka. Cespleng, mereka menyambut dengan suka cita. Kami pun senang karena kakak mendapat atensi lebih dari para perawat. Untuk melunasi tagihan kamar dan obat, harta peninggalan ayah satu persatu dilego. Termasuk untuk meneruskan kehidupan kami. &lt;em&gt;Live must go on.&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Namun Allah memang Maha Penyayang, alhamdulillah kami berempat selalu mendapat beasiswa, lumayan untuk menambal  kebutuhan sekolah. 

Jujur dan bekerja keras, khas gaya ayah almarhum sepertinya sudah ditransformasi ke ibu. Estafet, ibu menularkan ilmu tadi kepada kami. Hanya prestasi dari anak-anaknyalah yang mampu memberi energi untuk ibu. Prestasi memberi citra dan kebanggan untuk ibu.  Itulah stamina yang membuat ibu terus tegar. 

&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam keadaan apapun aku tidak pernah melihat wajah ibu berduka, meskipun mungkin dalam hatinya lara. Masa indahnya bersama ayah terlalu cepat berlalu. Kenikmatan isteri seorang pejabat belum cukup dirasakan. Keindahan duniawi seorang isteri harus ikhlas ditinggalkan. Ibu harus menerima kenyataan hidup, double peran untuk terus menghidupi dan menyekolahkan kami. Keceriaan itulah yang menular kepada kami anak-anaknya. Kami tidak pernah merasa miskin, tidak pernah merasa minder, kami menerima hidup apa adanya.

Kegigihan ibu mengais rejeki siang dan malam, menjalankan roda mesin jahit, menyambungkan beberapa potongan kain menjadi pakaian menghasilkan buah yang manis. Kami berempat akhirnya bisa menggondol gelar sarjana dari Universitas terkemuka di Yogyakarta. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Semangat mengayuh roda mesin jahit menambah semangat kami berjibaku dengan buku.

Itulah lamunan yang sering menyela saat aku mengikuti pelajaran sekolah, pun sampai sekarang saat aku telah berkeluarga. Lamunan sebagai ungkapan kagum dan kebanggaan yang luar biasa. Kini, ibu telah berusia 76 tahun, namun semangatnya masih seperti dulu. Urat-urat perjuangannya masih tampak sampai sekarang. 
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Ada satu hal yang tidak bisa aku terjemahkan sampai sekarang. Kenapa saat ibu menjanda di usia 30 tahun, ibu tidak menikah lagi. Ibuku sangat cantik. Semakin cantik dengan rambut ikalnya. Tidak kalah jika diadu dengan para pemeran film Asrama Dara, Film favorit para remaja tahun 70-an.  Sepertinya ibu tetap berusaha memelihara cinta untuk ayah. 

&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Rumah Belanda itu telah puluhan tahun sepi. Satu persatu kami anak-anaknya beranjak dewasa, beranak pinak dan mengais rejeki di kota lain. Kini ibu adalah penghuni tunggal. Sepi, itu pasti. Hanya ditemani mbak Yah, loyalis yang selalu mendampingi ibu. Asisten yang selalu memenuhi kebutuhan ibu. Satu lagi teman setia ibu, yaitu mesin jahit bermerek Standard. Namun mesin jahit itu kini telah pensiun dini. Tidak ada lagi suara gemuruh menghadirkan rupiah di keluarga kami. Peran mesin jahit kini telah kami gantikan. Secara gotong royong kami urunan untuk menopang dan mencoba membahagiakan ibu.

&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Satu kebanggaan kami rasakan ketika mampu mempertemukan ibu dengan makam ayah. Puluhan tahun kedua insan manusia yang telah berpadu terpisahkan oleh fulus. Tidak adanya tabungan dan tidak adanya kelebihan, membuat ibu tidak mampu mengunjungi makam ayah di Padang Sumatera Barat. Ketika sampai di makam ayah perasaan gembira ibu berlipat-lipat. Pertama, ibu bisa bertemu dan bisa merawat makam ayah setelah berpuluh-puluh tahun lamanya. Kedua, ternyata makam ayah nyaris diratakan karena sistem kontrak tanah makam yang diterapkan. Beruntung kami mampu menyelamatkannya, mengurus kontrak tanah makam sesuai peraturan baru.

&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Gotong royong dengan para saudara terus berlanjut. Kali ini kami menghantarkan ibu ke rumah Allah. Raut wajahnya terlihat ceria menutupi raut wajah kelelahan seorang perempuan perkasa. Selain berdoa, ibu merasa puas mampu mengumrohkan ayah. Namun aku yakin, persembahan kami masih sangat kecil bila dibandingkan dengan kasih sayang dan pengorbanan ibu selama ini kepada kami. 

&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Kalau menengok ke belakang rasanya kelu dan ngilu. Hanya dengan mesin jahit dan Restu Allah ibu mampu menghidupi dan menyekolahkan kami berempat hingga kaki kami bisa mandiri bertumpu. 

Ibu pahlawan buat kami. Hanya dengan ijasah setara SMA mampu menggerakan roda kehidupan seorang diri dan menjadikan kami lebih berarti. Sebuah pengorbanan yang sangat luar biasa.

Sampai kini mesin jahit bermerek Standard itu masih menghiasi kamar ibu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Sesekali ibu masih menggunakannya untuk memperbaiki bajunya yang robek dimakan usia. Seperti ibu, mesin jahit itu masih tampak kokoh dan tegar. 

Bagi kami mesin jahit itu adalah cerminan semangat ibu. Cerminan masa lalu yang pilu. Namun semua itu telah berlalu. Biarlah mesin jahit itu menjadi kenangan kami dan menjadi penyemangat kami mengarungi kehidupan yang penuh dengan liku. Terima kasih ibu.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">52</thr:total></item><item><title>Untuk Ibu Tak Harus Menunggu Hari Ibu</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2014/06/untuk-ibu-tak-harus-menunggu-hari-ibu_7.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Sat, 7 Jun 2014 21:49:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-2212440359433751302</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYJSKFTCYcYse0d64_yaJbzKmpaoj8a8IOel8nbxeGxN-d1qvXHdUhUv1C_u8iM4hHOjFAL6ia4JYOqCQo4qaPU6h4DmlMOhff99wZ-JjP4dcuUJC0L-L7gtYWA2YbZ5wk5himj6uFvI7r/s1600/hati.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" closure_lm_206725="null" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYJSKFTCYcYse0d64_yaJbzKmpaoj8a8IOel8nbxeGxN-d1qvXHdUhUv1C_u8iM4hHOjFAL6ia4JYOqCQo4qaPU6h4DmlMOhff99wZ-JjP4dcuUJC0L-L7gtYWA2YbZ5wk5himj6uFvI7r/s1600/hati.jpg" height="198" tta="true" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
Saya tiba-tiba ingat ketika suatu saat kantor saya giliran menugaskan saya dan beberapa teman untuk mengikuti sebuah sesi motivator, saya pun cukup excited. Pertama, itu berarti 3 hari lepas sejenak dari rutinitas pekerjaan, kedua bisa mengikuti sesi motivator yang konon sangat bagus dan mengagumkan, ketiga bisa jalan-jalan gratis dan dibiayai perusahaan. Kelihatannya yang ketiga yang mendominasi, hehehe.. &lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
Saat sesi motivasi hari pertama dimulai, hati saya pun masih sepi, belum greng, belum tersayat walaupun sang motivator sudah mengeluarkan segala jurus pengetuk hati. Sementara teman-teman di sekitar saya dari berbagai kantor cabang yang diundang mulai berurai air mata, tapi hati saya tetap bisu membeku! &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Saya pun mulai menganalisa, mungkinkah lingkungan yang membuat suasana terasa mengharu biru? Atau mereka berusaha berlinang agar perasaannya dianggap "tanggap" oleh stimulus lingkungan? Atau justru saya yang kurang peka? Hahahaha... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama berjalan lancar. Prestasi saya, perasaan tetap tegar, tidak goyah dengan berbagai macam stimulus. Gak ada setitik air mata pun jatuh berlinang di sudut mata saya meskipun saya sudah berusaha mengharu birukan hati saya. Hadeeehh Dinaaaa... toyor kepala sendiri, hehehe.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua persaaan saya mulai nano-nano, utamanya saat sang motivator mulai membahas tentang orang tua, khususnya ibu. Stimulus itu benar-benar mengaduk-aduk hati dan perasaan saya, airmata saya benar-benar tidak bisa dibendung. Pertahanan saya akhirnya jebol juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat satu persatu perjuangan ibu sebagai &lt;i&gt;single parent &lt;/i&gt;yang harus membesarkan keempat anaknya. Saya ingat betul bagaimana ibu selalu berusaha memenuhi kebutuhan kami berempat hingga kami di Perguruan Tinggi. Kepala jadi kaki dan sebaliknya kaki jadi kepala, mungkin itu pepatah yang paling tepat untuk ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah saya mengkalkulasi waktu ibu yang hilang? Mengembalikan barang-barang memori yang tertelan di pegadaian? Dan yang paling penting, mampukah saya mengkalkulasi pengorbanan lahir batin ibu saat membesarkan kami anak-anaknya? Tetap bahagiakah ibu waktu itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pertanyaan berkecamuk di pikiran. Semakin banyak pertanyaan yang berkecamuk, tak terasa semakin deras pula air mata mengalir di sudut mata. Perjuangan ibu telah mengaduk-aduk hati dan pikiran saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf Ibu, perhatian yang telah kami berikan mungkin masih jauh dari perhatianmu waktu dulu. Cinta kasih kami pun mungkin tidak bisa menandingi pengorbanan ibu selama ini. Tapi yakinlah bahwa kami selalu dan selalu ingin membahagiakan ibu. Tetap sehat, ceria dan bahagia terus ya bu... Kami semua sayang ibu..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYJSKFTCYcYse0d64_yaJbzKmpaoj8a8IOel8nbxeGxN-d1qvXHdUhUv1C_u8iM4hHOjFAL6ia4JYOqCQo4qaPU6h4DmlMOhff99wZ-JjP4dcuUJC0L-L7gtYWA2YbZ5wk5himj6uFvI7r/s72-c/hati.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">21</thr:total></item><item><title>[Flash Fiction] - Pupus</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2014/02/dania-buru-buru-menutup-laptopnya_1.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Sat, 1 Feb 2014 06:59:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-6215462025108882721</guid><description>                                            
Dania buru-buru menutup laptopnya. Kertas-kertas yang berserakan di atas meja kerjanya dirapikan sekenanya. Sekali-kali matanya melirik ke arah jam tangan merah yang melingkar di tangan kirinya seolah berharap jarum jam berhenti sejenak. Akhir-akhir ini Dania tak ingin melewatkan malam begitu saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waduh telat, sudah jam 19.00” Batinnya kaget. Setengah berlari Dania menuju ke lift. Dipencetnya tombol basement 2 tempat parkir mobil sedan putih kesayangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesampai di apartment, Dania tak sabar membuka tas laptopnya, buru-buru modem ditancapkan. Tiba-tiba... “Ting...” Icon senyum muncul di layarnya. Dania lega, Raja belum off.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Sudah tiga bulan ini hampir setiap malam Dania menghabiskan waktu bersama Raja di dunia maya. Keduanya dipertemukan di sebuah chat room. Bermula dari obrolan hobi, pekerjaan, lama kelamaan seperti helm ketemu kuncinya, klik! Raja mempunyai wawasan yang luas, rasanya tak pernah kehabisan topik ngobrol dengannya. Mulai dari politik, ekonomi, budaya bahkan gosip artis pun dia tahu. Selera humor yang tinggi menambah kesempurnaannya. Tak jarang Dania senyum-senyum bahkan tertawa sendiri saat chatting dengannya. Kebekuan hati Dania setelah putus dengan Andre enam bulan yang lalu akhirnya mencair. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu seolah cepat berlalu saat ngobrol dengan Raja. Kalau boleh memilih, tak ingin rasanyanya pagi menjelang, agar Dania bisa terus bersama Raja, di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eaaaa... BBM-an dengan siapa tuuhh pake senyum-senyum segala.” Seru Amel mengejutkan Dania. “Ih, ngagetin aja.. mau tau aja ato mau tau banget..?” Dania menimpali dengan senyum lebarnya. “Pasti dari Raja ya?” “Gimana, kalian jadi ketemuan sabtu besok?” “Tentu dooong...” Celetuk Dania dengan wajah sumringah sambil berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku harus tampil maksimal.” Batin Dania sambil mencari baju yang pas untuk dikenakan sabtu besuk. Diaduk-aduknya tumpukan baju di lemari pakaiannya, Dania mencari jaket jeans kesayangannya. Raja suka cewek berpakaian sporty. Raja tidak suka cewe yang terlalu girly. Terlalu centil, manja dan terkesan tidak mandiri katanya. Dania tidak ingin mengecewakan Raja di pertemuan pertamanya. Dia ingin tampil cantik sesuai selera Raja. Tak sabar Dania menunggu hari sabtu menjelang. Ingin rasanya ia menggeser kalender lebih cepat. Dania ingin cepat bertemu Raja. Pangeran mayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari Dania bertambah ceria setelah pertemuan itu. Raja memang sosok impian. Ganteng, kerjaan mapan, selera humor tinggi, hangat dan taat beribadah. Dania jadi ingat tokoh Boy di film Catatan si Boy yang cukup legendaris. Rasanya 4 jam waktu yang sangat pendek. Tak ada habisnya cerita seru mengalir dari mulut Raja. Sesekali mereka tergelak bersama. Tak ada rasa canggung sedikit pun meskipun ini kali pertama mereka bertemu. Tak terasa Dania sudah menghabiskan 3 gelas frappucino kegemarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pertemuan itu, hari-hari Dania semakin ceria. Tidak ada lagi wajah murung. Tidak ada lagi tangis dan sepi di hatinya. Dania juga tampak lebih bersemangat. Pekerjaan kantor dilalapnya dengan cepat. Bahkan istirahat siang yang biasanya dilewatkan bersama dengan teman-temannya di warung bu Ijah favoritnya sudah beberapa hari ini dilewatkannya. Dania rela membawa makan siang dari rumah. Ia rela mengerjakan tugas-tugasnya sambil makan di meja kerjanya. Dania ingin cepat pulang. Ia tak ingin terjebak kemacetan ibu kota. Dania tak ingin kehilangan sedetik pun bertemu dengan Raja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Dania tampak resah. Sebentar-sebentar diliriknya jam tangan warna merah yang melingkar di tangan kirinya. Dania ingin sekali jarum jam berputar lebih cepat. Dania ingin malam segera menjelang. Tadi pagi Raja BBM, katanya nanti malam ia ingin ngomong sesuatu yang sudah lama dipendamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dania tak sabar ingin segera mendengarkan kalimat indah yang meluncur dari mulut Raja. Jawaban-jawaban elegan sudah disusunnya dengan rapi. Dania tak ingin kelihatan bahwa sesungguhnya ia sudah lama menunggu saat yang mendebarkan ini. Sebenarnya sejak pertama kali bertemu di dunia maya diam-diam Dania sudah memberikan sebagian hatinya untuk Raja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kurang 10 menit.” Batin Dania sambil melihat jam meja di kamarnya. Dania tampak resah. Dania kembali mengulang kalimat jawaban yang hendak disampaikan saat Raja mengungkapkan kata cinta untuknya. Dada Dania bergemuruh, tangannya dingin dan bergetar saat membuka laptop dan mulai menancapkan modemnya. Nervous.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ting...” Icon senyum seperti biasa menjadi greeting Raja. Tanpa basa basi panjang, Raja mulai nyerocos menceritakan kejadian-kejadian seru dan lucu di kantornya. Dania sudah tak sabar menunggu janji Raja, namun Dania berusaha mengimbangi, meskipun hatinya bergemuruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ja, katanya mau bicara sesuatu..” Ungkap Dania penasaran, berusaha menyadarkan Raja dari cerita panjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh iya, aku janji sama kamu ya?” Jawab Raja ditambah dengan icon senyum. “Sorry, keasyikan cerita..” Tambah Raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dania, kira-kira sudah 4 bulan ini aku dekat dengan seseorang.” Raja mengawali ceritanya. “Aku merasa cocok sekali dengannya.” “Rasanya cerita apapun kami selalu nyambung.” Imbuh Raja. Jantung Dania semakin berdebar. Tak disangka ternyata Raja sangat romantis. Dia tidak langsung menembak, tapi terlebih dahulu menceritakan kembali saat-saat pertama mereka bertemu. So Sweet. Kalau di depan meja ada cermin, mungkin Dania bisa melihat rona wajahnya yang memerah karena malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami bertemu di dunia maya. Hampir tiap malam kami chatting. Dia seorang perempuan yang ceria, cerdas dan mandiri. Hobi kami pun sama.” “Aku sangat nyaman dengannya, rasanya aku tidak ingin berpisah dengannya” Dania semakin tenggelam dalam buaian kalimat Raja. Dania tak sabar ingin mendengar kalimat selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dania, rasanya aku sedang jatuh cinta.” Tangan Dania semakin dingin. Seolah Raja benar-benar duduk di hadapannya sambil membawa seikat mawar merah kesukaannya. “Siapakah perempuan yang beruntung itu?” Sahut Dania pura-pura bodoh. Dania tak sabar ingin segera mendengar Raja mengucapkan namanya. Jantung Dania semakin berdetak keras, tangannya dingin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia bernama Kintan. Saat ini sedang mengambil S2 di London. Besok aku akan terbang kesana menemuinya. Aku sudah tak sabar lagi.” “Sebagai sahabat, kamu mendukungku kan?” “Doakan kami berjodoh ya..” Seolah Raja meminta restu Dania yang dianggapnya sebagai sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dania lemas. Wajahnya ditelungkupkan di atas meja. Air matanya mengalir deras dari kedua buah kelopak matanya. Dunia rasanya hancur. Harapannya pupus luluh lantak. “Jadi perempuan itu bukan aku” Batin Dania di sela tangisnya. “Jadi Raja berkenalan dengan Kintan di waktu yang hampir bersamaan berkenalan denganku.” Batin Dania mencoba menganalisa lebih dalam. “Jadi selama ini di samping chatting denganku, Raja juga chatting dengan Kintan” Batin Dania terus menganalisa di sela tangis pedihnya. Entah sudah berapa tissue yang hinggap di matanya. Dunia terasa gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dengan berbinar Raja terus bercerita tentang Kintan. Raja yakin Dania sahabatnya tetap menyimak disana...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">17</thr:total></item><item><title>Filmku Sayang Filmku Tayang</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2013/10/filmku-sayang-filmku-tayang.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Sun, 27 Oct 2013 07:59:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-4194234319868940018</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgw8L1d_6wx9UFz3ss198wzU3-LKDL0AGesM-LT7KWZ2-TCQ6qgFlZ-qutqSMMmHfWbXbq5wOO5igAsBBbwqa5VDuaE337j6ClfNNxhP5fCcgDzouWV6NwlMS13O42mSvK6b9JqZg6epIX8/s1600/film.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; cssfloat: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" closure_lm_206725="null" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgw8L1d_6wx9UFz3ss198wzU3-LKDL0AGesM-LT7KWZ2-TCQ6qgFlZ-qutqSMMmHfWbXbq5wOO5igAsBBbwqa5VDuaE337j6ClfNNxhP5fCcgDzouWV6NwlMS13O42mSvK6b9JqZg6epIX8/s1600/film.jpg" height="320" tta="true" width="296" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Masih ingat film Ainun dan Habibie? Entah kenapa tiba-tiba saya teringat kembali ketika saya melewati gedung bioskop tua tidak jauh dari rumah ibu saya di Jogja, saat liburan Idul Adha kemarin. Pikiran saya pun melayang ke belakang, teringat saat itu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Film Ainun dan Habibie cetar membahana di seantero negeri, sepertinya secara serentak kita terbangun dari mimpi. Puja-puji bertubi-tubi terus mengisi celah-celah program televisi. Pun sanjungan tak pernah kering mengisi halaman Koran. Cerocos teman dan keluarga bak pemecut yang mendorong kuat saya untuk mengunjungi bioskop. Sudah bermingggu-minggu roll film berputar-putar, namun tak menyurutkan semangat penonton untuk datang, bahkan datang dan datang lagi. Penasaran kian menguat tatkala popcorn dan minuman dingin berpindah ke tangan saya. Bergegas kaki melangkah menuju pintu studio. Ketika film dimulai, saya mencoba mengerem tangan dan mulut untuk tidak menyentuh bekal popcorn dan minuman yang saya bawa. HP sudah terlebih dulu saya silent. Konsentrasi..!! &lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Tertawa dan tangis akhirnya usai. Hebat, detail dan cerdas merangkum otobiografi setebal itu menjadi padat ringkas dan sesak oleh muatan pelajaran tentang hidup dan menghargai pasangan hidup. Di luar kerja hebat orang-orang film, sosok Habibie adalah kunci. Keteladanannya sebagai pemimpin rumah tangga, industri hingga negara adalah kekuatan luar biasa. Di luar itu, cara promosi adalah magnet yang mampu menyedot kuat berbagai elemen untuk memberikan apresiasi. Yang tak kalah penting adalah &lt;i&gt;timing&lt;/i&gt; yang tepat. Film itu terlahir saat dominasi infotainment mengupas hingga ampas-ampasnya berita perselingkuhan dan perceraian. Ainun dan Habibie, bak embun membasahi kegersangan hidup. Memupus ceritera miring kehidupan rumah tangga, membangun harmoni suami isteri. Harus kita akui, saat ini kita sangat haus pelajaran moral tinggi seperti yang ditunjukkan Ainun dan Habibie.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Film hebat itu ternyata juga telah membangunkan memori saya tentang sebuah bioskop legendaris di dekat rumah saya, bioskop Permata di Jogja. Salah satu bioskop legendaris tadi kini sudah lama mati. Bahkan nama bioskop lambat laun dikalahkan oleh ketenaran bakul gudeg yang nempel di emperannya. Dulu merupakan griya pencerahan pikir, kini tinggal pencerahan perut semata. Seandainya... Ini benar-benar pangandaian... Apabila produser film ketat dalam memproduksi film, seandainya produksi film tidak hanya bermuara pada pundi-pundi uang saja, saya yakin Film Indonesia mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Berkali-kali saya "dikapokkan" oleh produksi asal-asalan. Mungkin saya tidak sendirian. Kapok masal menjadikan kita ogah berkunjung ke bioskop. Kapok masal membuat apriori untuk film made in anak negeri. Alhamdulillah, akhir-akhir ini banyak film anak negeri dengan kualitas tinggi. Bagi saya wajib untuk datang mengapresiasi. Memberikan penghargaan adalah nutrisi bagi para awak perfilman kita. Bahkan saya jadi teringat tentang bioskop Permata Jogjakarta dekat rumah saya waktu kecil. Bapak-bapak dan ibu-ibu yang mengais rejeki dari sana tidak perlu pensiun dini. Tidak perlu di PHK. Mereka bekerja untuk kehidupan keluarga. Bisa dibayangkan, berapa bioskop di Indonesia yang harus kukut. Berapa jumlah nyawa yang hidup tertangggung dan merana.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Bukan hanya produksi film yang berkualitas. Kita juga butuh para awak pelakon yang mampu bersaing. Terpenting, festival film kita harus hebat dan terhormat. Disinilah apresiasi yang akan dibayar oleh sineas dengan maha karya bernilai tinggi. Berharap terus lahir film hebat untuk “kesehatan” dan usia panjang film kita. Semoga bioskop-bioskop lokal sebagai ujung tombak menghidupkan kembali proyektornya. 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgw8L1d_6wx9UFz3ss198wzU3-LKDL0AGesM-LT7KWZ2-TCQ6qgFlZ-qutqSMMmHfWbXbq5wOO5igAsBBbwqa5VDuaE337j6ClfNNxhP5fCcgDzouWV6NwlMS13O42mSvK6b9JqZg6epIX8/s72-c/film.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">14</thr:total></item><item><title>Super Woman Indonesia </title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2013/05/super-woman-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Tue, 14 May 2013 10:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-2247636279892929211</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
﻿ 
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivBRbKBXaIvJG8xuOprF6-CcsrSBPj8pkOrmdfkIQCR637tVP856LSzwQwPotvtGWuCwn9rxMKB7JY1AM1R4gXEhOgPV-L-bTvRprbNEcnokGtkWcz9Q5Vv9fxg5Zw-bqd1SP_EQ3Z5Ubv/s1600/srikandi+blogger.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="426" pua="true" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivBRbKBXaIvJG8xuOprF6-CcsrSBPj8pkOrmdfkIQCR637tVP856LSzwQwPotvtGWuCwn9rxMKB7JY1AM1R4gXEhOgPV-L-bTvRprbNEcnokGtkWcz9Q5Vv9fxg5Zw-bqd1SP_EQ3Z5Ubv/s640/srikandi+blogger.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Foto diambil dari &lt;a href="https://www.facebook.com/groups/KumpulanEmak2Blogger"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
﻿ 
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Rumah di Dalam Hutan Terlarang" adalah posting terbaru di blog saya. Seperti mendapat durian runtuh, undian, dan segala yang menyenangkan, hati saya sangat bahagia, &lt;i&gt;surprise&lt;/i&gt;, kaget bercampur jadi satu. Desi, buah hati yang "terlahir" bukan dari rahim saya ternyata juga mempunyai minat di bidang menulis. Inilah anak Allah yang akhirnya melengkapi Kartu Keluarga kami setelah 16 tahun menunggu. Kini saya "berani" mengklaim sebagai perempuan seutuhnya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada banyak perubahan suasana di kantor pertama (baca : rumah). Dulu, setiap pagi saya hanya membantu menyiapkan sarapan dan kebutuhan pagi suami. Kini rumah tangga kami benar-benar komplit. Setiap pagi saya bangun lebih awal karena Desi perlu atensi. Mulai dari membangunkan sholat subuh dan menyiapkan keperluan sekolah sampai mengantarkan Desi ke pintu gerbang saat mobil antar jemputnya datang. Setelah itu baru saya berangkat ke kantor kedua (baca : kantor). &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ikhlas dan tetap menjaga &lt;i&gt;passion&lt;/i&gt; adalah ramuan mujarab agar saya tetap mempunyai performansi yang bagus, baik di kantor pertama maupun kantor kedua. Anak dan suami, merupakan kolaborasi dua suplemen yang "memaksa" saya harus "juara" setiap harinya. Harus selalu memberikan yang terbaik untuk kedua kantor saya. &lt;span class="fullpost"&gt;Ada satu lagi suplemen yang harus tetap hidup agar saya lebih "hidup", yaitu blog. Bagi saya blog adalah trek joging alias media untuk berlari-lari. Blog mampu menampung segala pelarian suasana hati. Kadang kantor yang satu sedang dalam suasana kurang menyenangkan namun kantor yang lain memberi hiburan. Kadang juga seperti sudah janjian, kedua kantor memberi kontribusi yang kurang menggairahkan. Blog-lah tempat pelarian saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Awalnya, saya pikir blog hanya "ember" tempat muntahan masalah hidup. Ada perasaan plong ketika sampah masalah sudah termuntahkan. Berkembang, banyak yang memuntahkan sampah masalah namun satu paket dengan pemecahannya. Disinilah saya mulai mempunyai hobi berselancar. Banyak pemecahan masalah menjadi inspirasi yang tidak menggurui. Coba hitung berapa jumlah pundi-pundi pahala yang diraupnya. Semakin banyak orang membaca dan termotivasi, tentu semakin banyak pula pahala yang didapat. &lt;i&gt;Subhanallah&lt;/i&gt;. Inilah nikmatnya berbagi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semakin sering berselancar saya mendapatkan "obat pencahar". Kebuntuan hidup menjadi terhibur, bahkan tersolusi disini. Saya mengumpamakan blog seperti &lt;i&gt;play ground&lt;/i&gt;. Tempat yang indah dan menyenangkan untuk bermain. Bahkan bermain yang edukatif. Benar-benar syaraf-syaraf yang mulai malas mampu dihidupkan kembali untuk terus belajar. Otak tak henti-henti dirangsang untuk ikut berpikir dan beropini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semakin hari, semakin banyak saya menemukan &lt;a href="http://emak2blogger.web.id/"&gt;emak-emak bloger&lt;/a&gt; yang kreatif. Kemampuan memilih &lt;i&gt;angle&lt;/i&gt;, gaya bertutur hingga opini kelas tinggi menjadi jurus wajib para emak. Media digital inipun akhirnya mampu diberdayakan sebagai media menjaring rejeki. Banyak atensi dan apresiasi bagi emak-emak kreatif ini. Saya pun pernah merasakan perasaan berbunga-bunga saat beberapa iklan hinggap di blog saya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saya bersyukur diterima di &lt;a href="http://emak2blogger.web.id/"&gt;KEB&amp;nbsp;(Kumpulan Emak Blogger). &lt;/a&gt;Komunitas positif yang mengajarkan saya untuk bersilaturahmi dan edukasi. Otak yang penuh oleh tugas dan kewajiban di dua kantor butuh stimulus khusus untuk memasukan "ajaran" dan ilmu hidup dengan mulus. Blog mampu untuk memenuhi kebutuhan itu. Tidak hanya sekedar aktualisasi dan menghirup rejeki, blog adalah alat perjuangan bagi kaum perempuan modern saat ini. Karya yang ada tidak sekedar cerminan hati, tapi juga opini. Kita wajib berterima kasih kepada Kartini dan teknologi yang terus berkembang. Melalui media digital tanpa embel-embel jarak, ruang dan waktu, kita bisa menyuarakan perubahan gaya dan kebutuhan perempuan modern tanpa harus meninggalkan kecintaan pada keluarga dan kantor utama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Era digital adalah momentum perubahan "budaya" perempuan Indonesia. Media ini harus ditangkap dengan cerdas dan kreatif sebagai corong beberapa kegiatan dan perasaan. Terlebih, semakin hari harga &lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt; semakin terjangkau sebagai modal awal alat bersilaturahmi, beropini dan berjuang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ajang Pemilihan Srikandi Bloger 2013 adalah wujud nyata dari perjuangan kaum perempuan. Disini &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://emak2blogger.web.id/"&gt;KEB&lt;/a&gt;&amp;nbsp;berperan sebagai&amp;nbsp;wadah aktualisasi yang mengedukasi. Pemilihan ini tidak sekedar kompetisi namun tetap menyertakan silaturahmi. Ada perasaan bangga menjadi perempuan Indonesia. Kedepan perempuan Indonesia semakin dihargai bukan hanya karena bodi tetapi kecantikan hati yang dibarengi dengan IQ yang tinggi. Berharap, blog akan menjadi "lembaga legislatif" alias perwakilan suara rakyat perempuan. Bersuara lantang dan berprestasi untuk keluarga dan negeri cukup melalui &lt;a href="http://acerid.com/"&gt;laptop&lt;/a&gt;,&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;a href="http://acerid.com/"&gt;&lt;i&gt;notebook&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://acerid.com/"&gt;komputer&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://acerid.com/"&gt;tablet&lt;/a&gt; bahkan telepon genggam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ajang bergengsi yang disponsori oleh&lt;a href="http://www.acerid.com/"&gt; Acer&lt;/a&gt;, &lt;i&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/RinsoIndonesia/app223262357787615"&gt;Rinso&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; dan brand lainnya ini diselenggarakan dalam rangka ulang tahun &lt;a href="http://emak2blogger.web.id/"&gt;KEB&lt;/a&gt; yang pertama.&amp;nbsp;Event ini sangat disambut antuasias oleh anggota &lt;a href="http://emak2blogger.web.id/"&gt;KEB&lt;/a&gt;, terbukti 150 orang tercatat mendaftar dalam pemilihan ajang bergengsi ini. Mereka adalah perempuan blogger dengan beragam profesi. Setelah melalui seleksi administrasi diperoleh 50 besar Calon Srikandi Blogger 2013. Tepat pada Hari Kartini 2013, dipilihlah 10 Finalis Srikandi Blogger 2013. Puncak acara penganugerahan Srikandi Blogger 2013 diselenggarakan pada tanggal 28 April 2013 di Gedung F Kemendiknas Jl. Sudirman, Jakarta. Akhirnya dipilihlah satu pemenang yang berhak menyandang predikat Srikandi Blogger 2013 yaitu Alaika Abdullah, disamping pemenang pendamping lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ajang ini hanya memilih satu pemenang Srikandi Blogger dan beberapa pemenang pendamping, namun saya menganggap bahwa semua anggota &lt;a href="http://emak2blogger.web.id/"&gt;KEB&lt;/a&gt; adalah Srikandi Blogger. Perempuan yang telah mampu mengaktualisasikan dirinya di era digital. Perempuan yang mampu memberikan informasi, pemikiran, kisah inspiratif bahkan penghiburan melalui media digital. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Srikandi Bloger harus terus digaungkan. Semakin bergaung, semakin besar mewadahi opini dan cerminan perempuan Indonesia seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Anda atau Saya Srikandi Blogger, &lt;i&gt;Super Woman&lt;/i&gt; Indonesia berikutnya? :)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivBRbKBXaIvJG8xuOprF6-CcsrSBPj8pkOrmdfkIQCR637tVP856LSzwQwPotvtGWuCwn9rxMKB7JY1AM1R4gXEhOgPV-L-bTvRprbNEcnokGtkWcz9Q5Vv9fxg5Zw-bqd1SP_EQ3Z5Ubv/s72-c/srikandi+blogger.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">32</thr:total></item><item><title>Rumah di Dalam Hutan Terlarang</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2013/05/rumah-di-dalam-hutan-terlarang_4.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Sat, 4 May 2013 08:26:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-1442050381489867733</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ19YALf_qITyBQeVMIrjpGlJXOkDnabmFJo7ntfbyWnienXPSW8c1IKsN4dDy4nlLaIlskRljQ9SVII9mLYSVcjcFiHxzy5UGvnzpx8xiuIZMOs3ZwS5ySQ5P8KMaYFYHN5oyBNiJ6ng0/s1600/rumahtua.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; cssfloat: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" mwa="true" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ19YALf_qITyBQeVMIrjpGlJXOkDnabmFJo7ntfbyWnienXPSW8c1IKsN4dDy4nlLaIlskRljQ9SVII9mLYSVcjcFiHxzy5UGvnzpx8xiuIZMOs3ZwS5ySQ5P8KMaYFYHN5oyBNiJ6ng0/s320/rumahtua.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Teman-teman... Posting kali ini dimeriahkan oleh tulisan Putri saya, Desi - 13 tahun. Berhubung belum mempunyai blog pribadi, untuk sementara desi mengaktualisasikan dirinya melalui blog ibunya. Selamat menikmati.. mohon masukannya ya.. :) &lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Pada suatu hari di sebuah sekolah populer di suatu kota, yaitu SMP NUSA 7. "Hai, namaku Lucy, dan ini teman-temanku, Clara, Jack, Albert, Edo, dan Bunga" Di suatu pagi, ada pengumuman bahwa murid kelas 1-B akan ada kegiatan camping di hutan. Clara langsung memberitahu bahwa sebentar lagi kami akan mengikuti kegiatan camping di hutan. Jack si penakut langsung terlihat girang. Spontan kami bertanya kepada Jack, "Jack kenapa kamu terlihat begitu senang?" Jack pun menjawab ,"Apa kalian tidak senang kita akan camping?" "Bukan kami tidak senang, tapi... " Jawab kami hampir bersamaan. "Kenapa?" lanjut Jack penasaran "Karena kita akan dibagi dalam beberapa kelompok, kami kuatir terpisah." Ucap Lucy tampak gelisah "Tenang saja Lucy, kita pasti tidak akan terpisah." Jack berusaha meyakinkan "Kalau begitu kita harus segera bersiap." Lucy mulai tampak tenang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Mereka akhirnya kembali ke rumah masing-masing mempersiapkan peralatan yang harus dibawa. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, tiba saatnya kami harus berkumpul sebelum berangkat ke lokasi camping. Kami segera melihat papan pengumuman untuk mengetahui pembagian kelompok yang sudah ditentukan. Betapa gembiranya, ternyata kami masuk dalam satu kelompok yang diketuai oleh Albert. Kami segera berlari ke lapangan dengan semangat. Sesudah diberi amanat oleh kepala sekolah, kami semua berdoa menurut agama masing-masing untuk keselamatan selama camping. Setelah itu semua anggota masuk ke dalam bus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kami menempuh perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan. Sesampai di tempat tujuan, masing-masing kelompok langsung mendirikan tenda. Setelah itu setiap kelompok diberi tugas masing-masing. Kelompok kami mendapat tugas mencari kayu bakar di hutan. Dengan semangat kami pun bergegas pergi menyusuri hutan mencari kayu bakar. Waktu demi waktu pun berjalan, tanpa disadari ternyata kami sudah jauh dari lokasi perkemahan. Kami pun memutuskan untuk kembali, tetapi kami tersesat dan tidak tahu jalan kembali ke tempat perkemahan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Clara merengek ingin pulang, begitu pun dengan Jack. Albert mencoba mencari jalan keluar tetapi tetap tidak ketemu. Aku bingung, apa yang harus aku lakukan? Bunga tiba-tiba berteriak karena dia mendengar sesuatu yang aneh dan menyeramkan. Kami pun kaget mendengar teriakan Bunga. Edo langsung bertanya kepada Bunga "Apa yang kamu dengar Bunga?" Bunga pun menjawab "Aku mendegar suara yang aneh dan menyeramkan." Semua terlihat bingung, Albert pun langsung berkata "Hentikan semua lelucon itu Bunga!" "Hey, siapa yang sedang bercanda!" Intonasi suara bunga agak meninggi. Pertengkaran antara Bunga dan Albert pun tak terelakan. Aku berteriak, "Stop!" "Apa kalian tidak memahami keadaan kita sekarang?" Semuanya terdiam. Tiba-tiba Jack membaca papan yang menempel pada sebuah pohon. "Dilarang memasuki hutan terlarang ini!" Suaranya lantang. Kami kaget dan langsung melihat di sekitar kami. Albert langsung bertanya "Berarti kita dilarang memasuki hutan ini?" Semua mengangguk.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tiba-tiba Clara melihat ada sebuah rumah yang berada di tengah hutan terlarang. "Aku tidak pernah melihat rumah yang sangat megah berada di tengah hutan." Cakap Edo. Kami langsung memasuki rumah tersebut. Akhirnya Albert membagi kami dalam beberapa kelompok. Edo dan Bunga di lantai atas, Clara dan Jack di ruang tengah, Albert dan aku di ruang tamu. "Jika ada sesuatu yang terjadi berikan simbol atau menelpon." Seru Albert. Spontan kami mengaguk dan langsung menuju tempat masing-masing. Tiba-tiba Bunga melihat sesosok wanita berdiri di depan pintu warna hijau. Bunga pun menghampirinya, namun tiba-tiba wanita itu menghilang begitu saja. Bunga langsung berteriak, Edo pun menghampirinya dan bertanya "Ada apa Bunga?" Bunga menjawab "Tadi ada sesosok wanita berdiri di depan pintu ini" Seru bunga sambil menunjuk pintu berwarna hijau. "Dia memakai baju berwarna putih, rambutnya panjang menutupi wajahnya, berkulit putih, dan kakinya tidak menempel tanah." Edo pun langsung tegang dan membawa Bunga ke lantai bawah. Clara dan Jack ternyata mengalami hal yang sama, mereka melihat sesosok anak kecil membawa boneka kayu. Clara dan Jack pun berteriak dan langsung pergi dari tempat itu. Albert dan aku mengalami hal yang tidak jauh berbeda. Kami melihat sesosok laki-laki berbaju putih, tinggi, besar dan tubuhnya melayang. Aku dan Albert kaget bukan kepalang. Kami pun berteriak sambil berlari.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akhirnya kami semua bergegas keluar dari rumah itu. Kami saling menceritakan kejadian masing-masing. "Sebenarnya apa yang terjadi dengan rumah itu?" Tanya Edo. Kami semua menggeleng kepala. Tiba- tiba ada seorang kakek yang menghampiri kami. "Apa kalian tidak merasa takut memasuki rumah itu?" cakap kakek. Kami semua bingung, tidak tahu apa yang dimaksud oleh kakek tersebut. "Maksud kakek apa?" tanyaku. Kakek itu pun langsung menceritakan peristiwa yang pernah terjadi di rumah itu. "Dahulu kala rumah ini dihuni oleh sebuah keluarga yang sangat damai, namun tiba-tiba ibunya yang telah menjanda ingin menikah lagi." "Ayah tirinya ternyata sangat kejam, dia ingin membunuh istri dan anak-anak tirinya untuk mendapatkan hartanya." Lanjut si Kakek. "Setelah membunuh keluarganya, ia membawa pergi anaknya yang masih bayi, keluarga itu pun ingin membalas dendam ayah tirinya, dan ingin merebut anaknya kembali dari tangannya." Seusai bercerita tiba-tiba kakek itu memberikan amanat "Nak, segeralah pergi dari tempat ini sebelum matahari terbenam karena setiap orang yang masuk ke hutan ini tidak pernah kembali dengan selamat." Kakek itu pun langsung menghilang begitu saja. Kami kaget dan mulai bertanya-tanya "Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Ucap kami hampir bersamaan. Panik dan takut mengelilingi hati kami.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Bagaimana ini?" tanyaku. Semua menggelengkan kepala. "Hanya ada satu cara, kita harus kembali sebelum matahari tenggelam." Seruku. Semuanya setuju dan kami segera berlari meninggalkan hutan tersebut. Namun tiba-tiba celana Edo sobek, kami pun tertawa terbahak-bahak, kami tidak menyadari bahwa sebentar lagi matahari akan terbenam. "Hei.. lihat, matahari sebentar lagi akan terbenam" Teriakku. Kami langsung berlari terengah-engah. "Hei, bagaimana dengan celanaku guys?" tanya Edo terlihat sangat malu. "Sudahlah sekarang bukan waktu yang tepat untuk membahas celanamu Edo" cakap Bunga. Kami kembali melanjutkan perjalanan, tak terasa hari mulai terlihat gelap dan matahari mulai terbenam. Akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat. "Guys, bagaimana cara kita keluar dari sini?" tanyaku. Semua terlihat bingung. "Mungkin kita harus mencari jalan lain untuk memecahkan masalah ini." jawab Albert. Tiba-tiba Edo merasa ada tangan yang memeluknya, ia langsung terbangun, namun ternyata itu hanya mimpi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hari kembali pagi, kami pun meneruskan perjalanan menuju ke perkemahan. Meskipun kami telah berjalan berjam-jam dan hari mulai menjelang senja, namun kami merasa hanya mengelilingi rumah megah itu. "Bagaimana ini?" tanyaku. Kami mulai panik dan mencoba mencari jalan keluar. "Hey guys bukannya kata kakek yang kemarin kita temui, kita harus meninggalkan tempat ini sebelum matahari terbenam, jika tidak, kita tidak akan selamat." Cakap Clara. Akhirnya semua mencoba untuk mencari si kakek. "Kita akan mencari dimana?" tanya Jack. "Mungkin jika ia sakti, ia langsung bisa berada di sini" canda Bunga, "Hey, sudahlah kita harus bergerak cepat sebelum terlambat" Albert mengingatkan kami. "Kita tidak menemukan kakek tersebut, hanya ada satu cara, yaitu memasuki rumah itu." Lanjut Albert.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Aku tidak mau memasuki rumah berhantu itu lagi" tolak Jack. Semua langsung memandang Jack dengan wajah marah. Jack pun tidak berani menolak. Akhirnya kami memasuki rumah rumah itu kembali. Kakek itupun kembali muncul dan langsung menghampiri kami. "Nak, kalian belum meninggalkan tempat ini?" tanya kakek itu. “Belum kek, kami terlambat meninggalkan tempat ini" jawabku. "Hanya ada satu cara lagi, kalian harus menemukan jasad bayi yang di bawa oleh ayah tirinya" cakap kakek itu. Kami kebingungan, tiba-tiba kakek itu menghilang. Kami pun langsung mencari jasat bayi tersebut ke dalam hutan. Albert langsung membagi kelompok "Aku tidak ingin memegang mayat" rengek Jack. "Jack tidak ada cara lain lagi" cakap Albert. "Karena ini satu-satunya cara yang terakhir." Lanjut Albert.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kami langsung berpencar, tiba-tiba Bunga merasa ada seseorang yang mengikutinya "Edo apa kamu tidak merasa ada yang mengikuti kita?" tanya Bunga "Tidak" jawab Edo “Lho mengapa hanya aku yang merasakannya?" batin Bunga. Clara dan Jack pun kembali melihat anak kecil yang mereka temui kemarin. Mereka pun langsung berlari. Aku dan Albert tiba-tiba melihat kain di atas lumpur, kami pun langsung menarik kain tersebut. Ternyata di dalamnya ada jasad bayi yang mereka cari. Kami pun segera mencari teman-teman. Akhirnya kami bertemu di depan rumah megah berhantu itu. Kami masuk ke dalam rumah itu dan memandikan jasad bayi tersebut dan meletakannya di ranjang. Setelah selesai tiba-tiba ada "sekelompok keluarga" yang mendekati kami dan mengucapkan terima kasih. Ternyata mereka adalah "keluarga" yang dibunuh oleh ayah tirinya. Kami pun segera meninggalkan hutan tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tiba-tiba kami telah berada di lokasi perkemahan. Kami sangat senang karena kami semua selamat. "Hey, kalian dari mana saja?" tanya ketua camping. "Ceritanya sangat panjang" jawab kami hampir bersamaan. Akhirnya camping pun berakhir dan pengalaman itu akan menjadi pengalaman yang sangat istimewa di hati kami. Kami pun akhirnya sering mengunjungi hutan itu untuk memberikan doa kepada keluarga yang tinggal di rumah itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penulis : My beloved Desi - 13 tahun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ19YALf_qITyBQeVMIrjpGlJXOkDnabmFJo7ntfbyWnienXPSW8c1IKsN4dDy4nlLaIlskRljQ9SVII9mLYSVcjcFiHxzy5UGvnzpx8xiuIZMOs3ZwS5ySQ5P8KMaYFYHN5oyBNiJ6ng0/s72-c/rumahtua.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">10</thr:total></item><item><title>Semangat KEB, Semangat Saya</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2013/01/semangat-keb-semangat-saya.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Fri, 18 Jan 2013 08:23:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-1082449785847130650</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpiTmcgyTRP-0GECur_QvSRCPKWKbJh_CInGa77gxP7S3-BBW12Zp3UgLBw9AELYFKilnIAIn0rNMg55t_mGYXW6Jy-3i-uP4WvdUkCSXsBe2D46i4CfES7XfTIN1uQvMXtEDwXqWZg4gL/s1600/kebhut3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpiTmcgyTRP-0GECur_QvSRCPKWKbJh_CInGa77gxP7S3-BBW12Zp3UgLBw9AELYFKilnIAIn0rNMg55t_mGYXW6Jy-3i-uP4WvdUkCSXsBe2D46i4CfES7XfTIN1uQvMXtEDwXqWZg4gL/s400/kebhut3.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Saya berkenalan dengan &lt;em&gt;blog &lt;/em&gt;sekitar tahun 2008. Salah satu majalah perempuan lah yang membuat saya akhirnya jatuh cinta dengan dunia &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt;. Kupasan tentang para &lt;em&gt;blogger&lt;/em&gt; perempuan dengan maha karyanya telah mencuri perhatian saya. Seperti disiram bensin, hati saya membara ingin seperti mereka. Kalau mereka bisa, kenapa saya tidak?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saat pertama kali ngeblog saya berjanji dalam hati akan &lt;em&gt;posting&lt;/em&gt; seminggu sekali. Ternyata susah. Saya tidak bisa membagi waktu dengan&amp;nbsp;rutinitas saya. Akhirnya sebulan dua kali, sebulan satu kali, bahkan pernah tiga bulan baru posting, hehehe.. Tak apa, yang penting saya masih mempunyai semangat untuk ngeblog. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Ngeblog membuat saya kenal dengan beberapa teman,&amp;nbsp;terutama yang berasal dari&amp;nbsp;Jawa Timur. Entah, mungkin karena&amp;nbsp;merasa berasal dari daerah yang sama, kami menjadi lebih cepat akrab. Meskipun kami telah lama ber-haha hihi di dunia maya, namun belum pernah sekali pun kami kopdar, hehehe.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari teman saya &lt;a href="http://devga.blogspot.com/"&gt;Rosa&lt;/a&gt; lah akhirnya saya masuk ke dalam group BBM Emak2 Blogger (&lt;em&gt;thanks to&lt;/em&gt; Rosa). Singkat cerita saya akhirnya di-&lt;em&gt;invite&lt;/em&gt; mak &lt;a href="http://www.ayankmira.com/"&gt;Mira&lt;/a&gt; ke dalam group Facebook Kumpulan Emak2 Blogger (KEB). Meskipun telah resmi masuk di group KEB, tapi saya hampir tidak pernah menyambanginya. Bukan apa-apa, saat itu saya memang telah jarang bermain FB. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada suatu saat saya mendapat &lt;em&gt;broadcast&lt;/em&gt; BBM dari Mak Mira Sahid mengenai proyek antologi yang dibuat KEB untuk menyambut ulang tahunnya yang pertama. Waaahhh... saya nafsu banget pengen ikutan. Siapa tahu impian saya bisa terwujud. Yup, saya pengen sekali mempunyai buku, meskipun itu buku kumpulan cerita&amp;nbsp;bersama beberapa penulis lainnya. Sejak itulah saya sering nengok group KEB di FB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, proyek antologi "Ngeblog Terapi Jiwa" membuat saya semakin bersemangat menulis. Setiap pulang kantor, meskipun capek dan kantuk menyerang, saya selalu menyempatkan diri merampungkan tulisan untuk "melamar" menjadi bagian dari &lt;em&gt;1st project&lt;/em&gt; KEB. Akhirnya tulisan saya bertitle &lt;em&gt;"Tuhan Membaca Blog Saya"&lt;/em&gt; klar, puaaass... Yang membuat hati saya lebih puas lagi, tulisan saya terpilih untuk mengkontribusi proyek antologinya KEB yang pertama bersama 24 penulis lainnya. Duuuhhh... senangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang hampir setiap hari saya berusaha menyempatkan diri bertandang di group KEB. Entah di sela-sela &lt;em&gt;break&lt;/em&gt; kerja atau setelah pulang kerja. Semakin sering berkunjung, saya semakin berdecak kagum. Group ini mampu mengumpulkan para perempuan hebat dalam satu wadah. Para&amp;nbsp;emak yang produktif, melek teknologi dan berwawasan luas. Bahkan banyak emak yang tulisannya sering nongol di media, sering menang lomba, pun ada beberapa yang sudah menerbitkan buku. Salut! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun saya belum banyak kenal dekat dengan emak2 KEB, namun saya mendapatkan semangat baru dan ilmu baru dari group ini. Semoga KEB semakin melebarkan sayapnya sampai ke kota-kota besar lainnya, termasuk Surabaya. Semoga konsep KEB semakin berwarna tanpa meninggalkan &lt;em&gt;core concept&lt;/em&gt; yang sudah dibangun. Semoga KEB semakin produktif menerbitkan buku, dan semoga KEB semakin eksis dan sukses menyebarkan virus ngeblog buat para emak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tak kalah penting, semoga bersama KEB ilmu menulis saya semakin bertambah luas, seluas persahabatan dengan para emak, peluuukkkss... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Happy B’day&lt;/em&gt; KEB, selamat ulang tahun wadah emak-emak hebat... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpiTmcgyTRP-0GECur_QvSRCPKWKbJh_CInGa77gxP7S3-BBW12Zp3UgLBw9AELYFKilnIAIn0rNMg55t_mGYXW6Jy-3i-uP4WvdUkCSXsBe2D46i4CfES7XfTIN1uQvMXtEDwXqWZg4gL/s72-c/kebhut3.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">32</thr:total></item><item><title>Puzzle Hati</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2012/12/puzzle-hati.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Thu, 27 Dec 2012 07:23:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-5787051442324900967</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8uw0icEB8G7JCo4nI9hnCStwOmbJXCdfKYKqXu4N3oWOAgR5UMC52b_hZuyveFUSaJ27_aNOhd20IBm00zmHXoj4DOFimg0Q0jbBlEl7f6-kSyqsUgdUaxJAAo8rG0PDppqZMLYVFuAJS/s1600/love-puzzle.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" eea="true" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8uw0icEB8G7JCo4nI9hnCStwOmbJXCdfKYKqXu4N3oWOAgR5UMC52b_hZuyveFUSaJ27_aNOhd20IBm00zmHXoj4DOFimg0Q0jbBlEl7f6-kSyqsUgdUaxJAAo8rG0PDppqZMLYVFuAJS/s320/love-puzzle.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;Arkeolog bisa dibilang jagoan &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt; yang hebat. Pengetahuan yang luas tentang sejarah ditambah ketekunan tinggi adalah ilmu yang ampuh untuk merangkai &lt;em&gt;artefak&lt;/em&gt; (peninggalan sejarah) menjadi sebuah ceritera tentang kebudayaan manusia pada masa lampu. Prestasi yang hebat apabila akhirnya bagian-bagian tadi terangkai secara utuh menguak sejarah lama. Menguak misteri masa lampau. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu pun saat kita bermain &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt;. Rasa penasaran terus mendera karena ditantang merangkai penggalan-penggalan menjadi sebuah bentuk yang sudah ditentukan. Permainan ini akan berakhir indah jika semua terpasang sesuai pada tempatnya. Bagaimana kalau ada yang hilang? Bagaimana kalau ada bagian yang tidak bisa dirangkai? Tentu saja bentuk menjadi tidak sempurna. Ompong dan kurang indah. Pasti kita akan penasaran mencari penggalan yang hilang agar bentuk menjadi utuh dan sempurna. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejarah kehidupan pun bisa dibilang bak &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt;. Jika memungkinkan jangan sampai ada penggalan sejarah yang kurang pas, atau bahkan hilang. Bila itu terjadi, pasti kita akan penasaran mencari dan terus mencari penggalan yang menjadi misteri. Wajar, manusia pasti menginginkan sejarah hidupnya lengkap dan jelas. Demikian pun dengan kisah teman saya yang mendapatkan penggalan &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt; kehidupannya setelah puluhan tahun kemudian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Sebuah pengakuan tentang&amp;nbsp;kisah misteri perasaan hati menjadi target untuk kembali dicari. Bak ceritera sinetron, ternyata telah puluhan tahun dia menimbun perasaan penasaran. Berulangkali mencoba untuk melupakan bahkan membunuhnya, namun rasa penasaran itu justru semakin sering muncul ke permukaan. Saya hanya bisa menebak dan menebak tanpa kendali yang pasti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata dia telah kehilangan sepenggal &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt; kehidupannya. Sampai kapan pun dia bertekat mencari penggalan itu agar sejarah hidupnya menjadi utuh. &lt;em&gt;Just it!&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama puluhan tahun dia penasaran mengapa cinta pertamanya tiba-tiba meninggalkannya. Mengapa ketulusan cintanya dicampakkan begitu saja. Baginya sangat penting mendapatkan jawaban itu meskipun sekarang mereka telah hidup bahagia bersama keluarganya masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekatnya akhirnya membuahkan hasil. Rasa penasaran yang membelenggu hatinya selama puluhan tahun terjawab sudah. Mereka baru saling tahu kedalaman perasaan cinta mereka setelah puluhan tahun kemudian. Semuanya menjadi jelas mengapa tiba-tiba dia ditinggalkan. Mengapa tiba-tiba cintanya dicampakkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini masing-masing telah mendapatkan kembali &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt; kehidupannya yang sempat hilang atau dihilangkan. Mereka masing-masing telah merasa lega. Pencarian sepotong rahasia hidup kini sudah ditemukan. &lt;em&gt;Puzzle&lt;/em&gt; itu telah utuh. &lt;em&gt;Puzzle&lt;/em&gt; itu kini sudah terlihat wujudnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada janji atau komitmen baru. Mereka bertekat meneruskan kehidupan bahagia bersama keluarganya tercinta. Ego hati tidaklah mungkin menghancurkan keharmonisan keluarga yang telah dibina. Mereka hanya sekedar ingin mencari jawaban untuk menghentikan rasa penasaran yang terus mengikuti setiap langkah bak bayangan. Tidak ada kelanjutan ceritera dari anak Adam yang pernah saling menaruh rasa simpati. &lt;em&gt;Puzzle&lt;/em&gt; kehidupannya kini memang telah utuh, namun sebagian &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt; cintanya tetap dibiarkannya menganga. Mereka membiarkan permainan &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt; itu tidak berakhir sempurna. Bahkan tidak ada setitik keinginan pun untuk menutupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt; kehidupan kita pun telah utuh? Apakah kita perlu mencari penggalan &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt; kita yang hilang? Terima kasih teman atas sharing dan ijinnya untuk saya ceritakan kembali disini. Semoga ada manfaat yang bisa dipetik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;pic : baltyra.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8uw0icEB8G7JCo4nI9hnCStwOmbJXCdfKYKqXu4N3oWOAgR5UMC52b_hZuyveFUSaJ27_aNOhd20IBm00zmHXoj4DOFimg0Q0jbBlEl7f6-kSyqsUgdUaxJAAo8rG0PDppqZMLYVFuAJS/s72-c/love-puzzle.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">45</thr:total></item><item><title>Milkuat Botol Tiger Bikin Rangga Semakin Gila Bola</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2012/12/milkuat-botol-tiger-bikin-rangga.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Tue, 18 Dec 2012 07:48:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-2308408752343345735</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="border: medium none;"&gt;
Belum mendapat kado anak dari Tuhan, hidup kami tetap berwarna bersama para keponakan. Ulang tahun merupakan &lt;i&gt;moment &lt;/i&gt;spesial. Inilah kesempatan bagi kami untuk belajar menangkap keinginan tersirat dari sang bocah. Kado cinta kami biasanya tidak jauh dari karakter atau hobi mereka masing-masing. Berharap sentuhan kami mampu membantu membangkitkan semangat meraih cita-cita dan harapannya. &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: medium none; text-align: justify;"&gt;
﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿ &lt;br /&gt;
&lt;div style="border: medium none;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Rangga dan Bola&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kado sepatu bola&amp;nbsp;&lt;i&gt;branded &lt;/i&gt;idaman&amp;nbsp;Rangga dari kami membuat mata bocah bernama lengkap Taranggana Prabangkara tak berkedip beberapa detik. Surprise sekaligus takjub. Sepatu yang biasa dipakai pemain &lt;i&gt;Cristian Ronaldo (CR7)&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Wayne Rooney&lt;/i&gt; kini dalam dekapannya. Semakin kuat mendekap, semakin berbinar sinar matanya. &lt;i&gt;Yes!&lt;/i&gt; Hadiah kami mampu menyentuh bagian terdalam hatinya. Memang unik, sejak usia balita bola dari berbagai macam ukuran dan bahan selalu menarik perhatiannya. Pada saat itu bola kaki masih memenuhi kebutuhan tangan-tangan mungilnya. Bahkan ikut serta berperan "mengasah" gigi yang mulai tumbuh satu persatu mengisi rongga mulutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermodal sepatu &lt;i&gt;branded &lt;/i&gt;kado ulang tahun dari kami, &lt;i&gt;passion&lt;/i&gt; bermain bola Rangga semakin tinggi. Bahkan selepas sekolah kalau tidak ada jadwal les, bocah kelas 4 SD ini mengisi waktu luangnya dengan bermain bola. Selain bersama teman-temannya, Rangga juga terdaftar sebagai siswa sekolah sepak bola di dekat rumahnya. Dimanapun ada kesempatan, kakinya selalu aktif memainkan si kulit bundar. Sungguh aktif, gesit dan atraktif. &lt;br /&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbetEdIkEKjSg1Ky2qg-iBt2rXDG9M011Wd_tRHH0qqA2fB-Rv950g87U2K67XsLNb46Uynv_mVD261MJdNCtlYb88zYYFx91mzBzSINZwoCcwJvgGy63HMaBOfpwd3Fep-cFBZSovKkSM/s1600/dik+rangga+2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" eea="true" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbetEdIkEKjSg1Ky2qg-iBt2rXDG9M011Wd_tRHH0qqA2fB-Rv950g87U2K67XsLNb46Uynv_mVD261MJdNCtlYb88zYYFx91mzBzSINZwoCcwJvgGy63HMaBOfpwd3Fep-cFBZSovKkSM/s320/dik+rangga+2.jpg" width="201" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;si "Macan" Rangga in action&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;﻿Agar Rangga betah main di rumah kami, suami saya sengaja menyimpan dua buah bola dan &lt;i&gt;games play&lt;/i&gt; &lt;i&gt;station&lt;/i&gt; khusus bola. Kami rela tembok rumah kami bertato bola. Kami rela sofa kesayangan penuh dengan cap kaki kotor khas bocah, dampak pelampiasan gemas saat bermain &lt;i&gt;play station&lt;/i&gt;. Bagi kami itu juga sebuah &lt;i&gt;passion&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bocah ini semakin lengket dengan kami. Upeti kaos &lt;i&gt;Jersie&lt;/i&gt; klub bola kenamaan membuatnya semakin bermimpi. Bahkan suatu saat di tengah malam, Rangga pernah minta ke mamanya untuk mengganti baju tidurnya dengan kaos &lt;i&gt;Jersi&lt;/i&gt; team favoritnya yang saat itu sedang berlaga. Mimpi menjadi pemain bola profesional di klub Eropa sungguh sangat membara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal bola jangan ditanya. Koran, khususnya halaman olah raga merupakan salah satu suplemen makanan kesukaannya. Sajian lengkap berita pertandingan bola tengah malam atau dini hari selalu ditunggu Rangga pada pagi harinya. Klub, nama pemain, transfer pemain dan gosip sekitar bola sangat kuat tertancap dalam benaknya. Hobi membacanya semakin menancapkan semangatnya untuk hidup dari bola. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan suami saya juga penggila bola. Klop! Bocah ini menjadikan suami saya ayah kedua baginya. Apa yang dikatakan suami selalu berusaha dipahami dan dituruti. Suatu saat suami saya mengolok-olok, bahwa pemain profesional harus mampu berbahasa Inggris dengan baik. Rangga dengan cerdas membalas “Kalau bahasa Inggrisnya jelek, pas latihan datangnya terlambat saja, biar dapat urutan paling belakang, tinggal ngikutin gerakan di depannya kan?” Ha..ha..ha..ha.., lucu. Namun setelah itu Rangga jadi lebih rajin mengikuti les bahasa Inggris. Ketika diledek soal pemain bola Eropa kok kecil, tak lama ia pun rela les berenang. Jempol! Semangatnya sangat kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tubuhnya tetap sehat dan semakin kuat plus otaknya tambah cerdas, suami saya sering memberi gambaran tetang hebatnya pemain sepak bola. Seorang pemain sepak bola adalah manusia cerdas. Harus cepat mengeksekusi, berstrategi dan bersolusi. Selain rajin latihan, pemain sepak bola juga harus mengkonsumsi makanan sehat dan minum susu setiap hari. Cara ini digunakan agar Rangga lebih mudah memahami dan akhirnya mau mengikuti. &lt;br /&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilPy6Nn42ALFqByTIK8SfZKkfMvkkyYcGUlzK_m0LRlKpPhmfFDhcYILDEwvGyRIL8YHJCxvG42oDDFD3W-IqvUNEilc1liIPtNvQP20PtEydJ2FCI63T-RgPlHvKTrXU0Wae1rmA1ITi9/s1600/dikrangga.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" eea="true" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilPy6Nn42ALFqByTIK8SfZKkfMvkkyYcGUlzK_m0LRlKpPhmfFDhcYILDEwvGyRIL8YHJCxvG42oDDFD3W-IqvUNEilc1liIPtNvQP20PtEydJ2FCI63T-RgPlHvKTrXU0Wae1rmA1ITi9/s320/dikrangga.jpg" width="196" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Badan Rangga semakin kuat menerima umpan bola&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
﻿ &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rangga dan Milkuat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal nutrisi tambahan, kini Rangga mulai memilih sesuai dengan keinginannya. Konon, papa dan mamanya berceritera bahwa Rangga merengek-rengek susunya minta diganti dengan &lt;b&gt;Milkuat&lt;/b&gt;. Iklan &lt;b&gt;Milkuat&lt;/b&gt; yang &lt;i&gt;icon&lt;/i&gt;-nya menggunakan bola semakin menguatkan imajinasinya. Rangga yakin bahwa inilah susu yang cocok untuk penghobi gila sepak bola seperti dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar Rangga mempunyai sikap untuk susu pilihannya membuat saya bersimpati. Dia sudah mulai bisa menentukan pilihannya sendiri. &lt;i&gt;Laptop&lt;/i&gt; langsung saya buka siap-siap berkonsultasi dengan &lt;i&gt;eyang Google&lt;/i&gt;. Saya mencoba membantu Rangga untuk mengetahui produk itu lebih dalam lagi. Apakah &lt;b&gt;Milkuat&lt;/b&gt; sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak seusianya? Apakah &lt;b&gt;Milkuat&lt;/b&gt; mempunyai nutrisi yang pas dengan aktivitas Rangga yang padat dan membutuhkan energi extra? Produk ini saya kuliti habis mulai dari perusahaan yang memproduksi, hingga kandungan yang ada dalam produk &lt;b&gt;Milkuat&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebat..! Selain halal, &lt;b&gt;Milkuat&lt;/b&gt; yang diproduksi oleh &lt;b&gt;Danone&lt;/b&gt; ternyata mempunyai kandungan yang sangat lengkap. Bukan hanya Lemak, Protein, Karbohidrat, Gula dan Natrium, &lt;b&gt;Milkuat&lt;/b&gt; juga mengandung Kalsium, Fosfor, vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B9, B12, vitamin A dan D. Yang tak kalah pentingnya, ternyata &lt;b&gt;Milkuat&lt;/b&gt; juga mengandung zat besi yang merupakan komponen hemoglobin dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Zat besi sangat penting untuk kecerdasan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Milkuat&lt;/b&gt; juga mengandung &lt;i&gt;zinc&lt;/i&gt; yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak serta memperkuat sistem kekebalan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. Jadi kandungan zat besi dan &lt;i&gt;zinc&lt;/i&gt; dalam &lt;b&gt;Milkuat&lt;/b&gt; sangat penting untuk membantu anak tumbuh cerdas dan kuat. Pas..! Kandungan dalam &lt;b&gt;Milkuat&lt;/b&gt; sangat cocok untuk anak aktif seperti Rangga yang membutuhkan sumber energi ekstra dan nutrisi yang proporsional untuk mendukung kegiatannya seharian. Harus cerdas dan kuat, baik di lapangan maupun di sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgR6w7MVUKBFbdkQhqVTr1e09b6uTf0ckYgvpkXKbp82teFXJ-RGZ74X7yeUJhr4-UmQTjcpan9EseKX_X4gD-b9CG6nw33ivkiI4c0l6zLaGvYLMJnoCeJphIShmoYIeUWBtoiEglqiGx9/s1600/rangga1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" eea="true" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgR6w7MVUKBFbdkQhqVTr1e09b6uTf0ckYgvpkXKbp82teFXJ-RGZ74X7yeUJhr4-UmQTjcpan9EseKX_X4gD-b9CG6nw33ivkiI4c0l6zLaGvYLMJnoCeJphIShmoYIeUWBtoiEglqiGx9/s320/rangga1.jpg" width="233" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Rangga ingin sekuat Tiger&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rangga Memilih Milkuat&amp;nbsp;Botol Tiger&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Rangga lebih memilih &lt;b&gt;Milkuat Botol Tiger&lt;/b&gt;? Alasannya sangat &lt;i&gt;simple&lt;/i&gt;. Selain bentuknya lucu, baginya harimau adalah simbol kekuatan. Larinya sangat kencang sesuai posisinya sebagai &lt;i&gt;striker &lt;/i&gt;(penyerang). Harimau kukunya sangat kuat, sehingga gampang mencabik-cabik jala gawang lawan. Menakjubkan, kecil-kecil berfilosofi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu, ternyata Rangga juga memanfaatkan botol-botol kosong &lt;b&gt;Milkuat&lt;/b&gt; untuk latihan &lt;i&gt;dribbling&lt;/i&gt; bola di rumahnya. Botol-botol tadi diletakan berjajar dengan jarak tertentu antara botol yang satu dengan yang lainnya. Kemudian Rangga menggiring bola dengan cara &lt;i&gt;zig zag&lt;/i&gt; melewati botol-botol tadi. Katanya ia meniru latihan yg dilakukan oleh pemain profesional yang dilihatnya di televisi. Sungguh kreatif..! &lt;br /&gt;﻿ &lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTo2daRxpB_pL6HNi-G9Dklk56lyh7h81i587-6nt7gl7GCLXD0n4LwglM92bpkJ_7F5MwvkgdGs8POvgAgi6tXH3JJErgpVUO7srykkznt-WXAsmKy3YhevdtpPYEHecRTUyoffD2C3XV/s1600/DSC_9888.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" eea="true" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTo2daRxpB_pL6HNi-G9Dklk56lyh7h81i587-6nt7gl7GCLXD0n4LwglM92bpkJ_7F5MwvkgdGs8POvgAgi6tXH3JJErgpVUO7srykkznt-WXAsmKy3YhevdtpPYEHecRTUyoffD2C3XV/s320/DSC_9888.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Persediaan Milkuat Botol Tiger Rangga di Kulkas&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;﻿﻿﻿﻿Untuk mendapatkan produk &lt;b&gt;Milkuat Botol Tiger&lt;/b&gt; ternyata sangat mudah. Tidak harus ke supermarket besar saja, tetapi di supermarket kecil di dekat perumahan kami pun ternyata &lt;b&gt;Milkuat Botol Tiger&lt;/b&gt; mudah didapatkan. Dari dua rasa yang ditawarkan, Rangga lebih sering memilih &lt;b&gt;Milkuat Botol Tiger&lt;/b&gt; rasa cokelat sesuai kegemarannya, berbeda dengan kakaknya yang lebih senang mengkonsumsi rasa stroberi. Rangga juga sering membawa &lt;b&gt;Milkuat Botol Tiger&lt;/b&gt; sebagai bekal sekolah, begitupun saat mengikuti sekolah sepak bola. Biasanya Rangga membawa 2-3 botol &lt;b&gt;Milkuat Botol Tiger&lt;/b&gt; untuk mendukung nutrisi dan energinya. Memang lebih praktis dan hiegenis karena dikemas sebagai botol sekali minum.&lt;br /&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: medium none;"&gt;
Semoga &lt;b&gt;Milkuat&lt;/b&gt; pilihan Rangga semakin menguatkan prestasinya untuk menggapai cita-citanya untuk menjadi pemain bola profesional. Amin.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: medium none;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
﻿&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="border: medium none; clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
﻿ &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbetEdIkEKjSg1Ky2qg-iBt2rXDG9M011Wd_tRHH0qqA2fB-Rv950g87U2K67XsLNb46Uynv_mVD261MJdNCtlYb88zYYFx91mzBzSINZwoCcwJvgGy63HMaBOfpwd3Fep-cFBZSovKkSM/s72-c/dik+rangga+2.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">35</thr:total></item><item><title>Reuni : Terapi Jiwa</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2012/11/reuni-terapi-jiwa_18.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Sun, 18 Nov 2012 02:05:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-6621132673061812853</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjd_HTTXIdL5yZMuZfdF-7jNch9gBv8iKEomLeDTcbzQnDFlaKWo5rNPPnHgRxlrGHc2GXTlerM3LNSv2h-61NBL-auuCSGzUTM5ZqQ4pXzOIfi31AzoNmX-0qYE1ZBmPH79kx9cILNh4l/s1600/reunionB_rtgreunion.ca.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" rea="true" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjd_HTTXIdL5yZMuZfdF-7jNch9gBv8iKEomLeDTcbzQnDFlaKWo5rNPPnHgRxlrGHc2GXTlerM3LNSv2h-61NBL-auuCSGzUTM5ZqQ4pXzOIfi31AzoNmX-0qYE1ZBmPH79kx9cILNh4l/s320/reunionB_rtgreunion.ca.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
Kok judulnya hampir sama dengan tema proyek antologi Catatan Emak Blogger ya? Yup! Saya memang mengambil dua penggal kata menjadi judul tulisan saya saat ini. Judul itu rasanya pas banget mewakili hati dan jiwa saya saat kondisi itu terjadi, Boleh kan? :)&amp;nbsp;Yang jelas tulisan ini bukan materi yang dikirim untuk “melamar” proyek antologi Catatan Emak Blogger :)&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
Undangan reuni akhir-akhir ini lagi rajin menyambangi &lt;em&gt;gadget&lt;/em&gt; saya. Entah dari &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; BBM, &lt;em&gt;broadcast&lt;/em&gt; BBM atau dari &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; FB. Bisa ditebak, musim temu kangen biasanya dibuat bertepatan dengan Harbenas alias Hari Besar Nasional atau Harpitnas, Hari Kecepit Nasional. Pemilihan dua hari spesial ini terkait dengan budaya mudik yang biasanya terjadi. Namun tidak serta merta hari libur &lt;em&gt;idol&lt;/em&gt; ini menjadi jaminan sukses suatu acara. Tidak semua orang hobi reuni dengan beribu satu alasan kuat yang menaungi. Disinilah ilmu marketing mulai bicara. &lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;Multi level&lt;/em&gt; adalah strategi jitu merayu. Biasanya panitia menggosok "tokoh" dalam satu &lt;em&gt;gank&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;group&lt;/em&gt;. Tujuannya agar para anggota "tokoh" tersebut mau ikut serta meramaikan acara alias datang ke reuni. Para "kompor" ini menjadi lahan jalan panitia untuk kedatangan hingga pendanaan. Biasanya sih munjarab.Teman yang awalnya ragu menjadi mengebu.Yang tadinya menyumbang minimal menjadi berlipat amal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BBM &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; juga salah satu cara ampuh mempersatukan hati para anggotanya. Hanya gara-gara saling komentar di &lt;em&gt;group&lt;/em&gt;, yang dulu ga kenal sekarang menjadi teman. Yang dulu ga akrab sekarang menjadi dekat. Tak jarang anggota BBM &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; bikin pertemuan insidental. Entah sekedar ngopi, makan siang atau jalan-jalan. Ide reuni dalam skala besar biasanya muncul dari pertemuan-pertemuan insidental tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini saya datang ke acara reuni teman-teman kantor lama. Kedatangan saya juga buah kerja keras salah satu "kompor" reuni. Sebenarnya semula saya berniat datang, namun karena minggu itu kerjaan lumayan padat, saya berniat istirahat. &lt;em&gt;Remek&lt;/em&gt;, kata orang Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan saya diperkuat dengan kabar yang beredar bahwa mayoritas yang datang adalah kaum senior. Kebetulan saya termasuk kelompok junior di perusahaan tersebut. Rentang masa kerja dan usia membuat saya jengah dan sungkan bertemu dengan para senior. Formalitas adalah musuh bebuyutan di luar koridor kantor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari basa basi seorang diri, akhirnya teman saya mengajak berkumpul di &lt;em&gt;meeting point&lt;/em&gt; sebelum ke lokasi acara. Solusi seru menurut saya. Ketika rombongan sudah komplit, saya dan teman-teman pun menuju ke TKP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar dugaan, saya mendapatkan suasana haru biru hingga suasana seru. Mantan kantor saya adalah salah satu korban kegananasan krismon. Wajar kalau reuni kali ini sangat berbau emosional. Persahabatan dan persaudaraan bertahun-tahun bubar jalan begitu saja akibat likuidasi yang terjadi. Meskipun saya &lt;em&gt;resign&lt;/em&gt; sebelum palu likuidasi diketuk, tapi hati saya tetap menjerit saat menerima kabar bahwa mantan kantor saya hanya tinggal sebuah nama. Sedih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak perubahan yang saya temukan. Yang pasti semua bertambah usia, meskipun tidak semua tampak tua. Beberapa senior ada yang telah meninggalkan dunia fana atau sedang terbaring lara. Namun ada pula yang dulu sering sakit, sekarang malah terlihat sehat ceria tanpa penyakit. Tuhan Maha Besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi cerita lain yang cukup memecut energi, ternyata banyak teman saya kreatif berbisnis paska likuidasi terjadi. Situasi terdesak seringkali menjadikan manusia lebih inovatif dan kreatif mengelola kelebihan diri. Mereka justru lebih sukses setelah tidak menjadi orang kantoran. Hebat! Satu catatan lagi, di balik tertawa dan foto bersama, ternyata ada pula &lt;em&gt;dealing&lt;/em&gt; bisnis antar teman dari hasil ngobrol asal-asalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada pula satu sisi cerita yang membuat saya terus mengelus dada dan berdoa, saat mendengar teman yang harus berpacu dengan seluruh tenaga untuk menyambung hidupnya. Perihatin. Suasana gado-gado ini menjadikan saya introspeksi diri. Terus bersyukur dan berbagi atas segala nikmat-Nya, saat melihat teman-teman yang masih berat beban hidupnya. Namun saya juga butuh cambuk berkali-kali saat melihat teman yang kreatif, ulet dan berani. Ternyata banyak pelajaran hidup yang saya dapatkan dari sebuah reuni. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjd_HTTXIdL5yZMuZfdF-7jNch9gBv8iKEomLeDTcbzQnDFlaKWo5rNPPnHgRxlrGHc2GXTlerM3LNSv2h-61NBL-auuCSGzUTM5ZqQ4pXzOIfi31AzoNmX-0qYE1ZBmPH79kx9cILNh4l/s72-c/reunionB_rtgreunion.ca.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">41</thr:total></item><item><title>Lebaran dan "Hari Ibu"</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2012/08/lebaran-dan-hari-ibu.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Fri, 31 Aug 2012 20:58:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-7574367923256887079</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="border: medium none;"&gt;
&lt;div class="separator" style="border: medium none; clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdmqbrcIGcl-dnop3DlivNLUUPbdgODZv4IQtTB2vpfroDkxjQX5yQ4K911kGaTkwNaR7fgZ_l25DVXThvXOqHIImXQVKlfGJPGq5hL1nROns_sJdlilLXPjgzksUqI8oNTBRqZvc2ujP2/s1600/ibu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; height: 216px; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; width: 318px;"&gt;&lt;img border="0" fea="true" height="198" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdmqbrcIGcl-dnop3DlivNLUUPbdgODZv4IQtTB2vpfroDkxjQX5yQ4K911kGaTkwNaR7fgZ_l25DVXThvXOqHIImXQVKlfGJPGq5hL1nROns_sJdlilLXPjgzksUqI8oNTBRqZvc2ujP2/s320/ibu.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border: medium none;"&gt;
&lt;div style="border: medium none;"&gt;
Pagi-pagi ibu sudah &lt;i&gt;mengoprak-oprak &lt;/i&gt;anak, cucu dan menantu agar bergegas berebut untuk urut mandi. Rumah &lt;i&gt;londo&lt;/i&gt; kecil yang asri terasa sesak penuh dengan kami para pemudik. Beruntung, rumah ini dijejali 3 kamar mandi sehingga mempermudah percepatan distribusi kami untuk segera mandi, berkemas dengan baju muslim baru dan berbagi koran bekas sebagai alas sajadah. Berrrrrr......, mobil kami beriringan melaju menuju Alun-Alun Lor Kraton Jogja untuk sholat Ied. Selesai sholat Ied, berrrrrrr..... mobil kembali beriringan melaju ke rumah ibu. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;Step&lt;/i&gt; selanjutnya adalah berkumpul di meja oval dekat dapur. Para cucu mendapat pelayanan pertama sarapan kupat opor ayam, masakan khas ibu di Hari Lebaran. Dilanjutkan para senior mengaduk-aduk daging ayam sesuai selera. Berkali-kali dan bertubi-tubi guyonan penuh ledek menghiasi kehangatan keluarga saya. Tanpa sadar guyonan kadang melintasi batas makna lebaran untuk saling memaafkan. Nol kilometer alias kosong-kosong yang baru saja disepakati akhirnya tanpa disadari telah terlewati. Keseleo lidah membuat para cucu gampang mecucu. Inilah dunia anak yang penuh dinamika. Lucu, seru dan selalu bikin rindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai makan, ibu mulai &lt;i&gt;open house&lt;/i&gt;. Bak pejabat, antrian anak-anak dan tetangga sekitar sudah memanjang. Tradisi berbagi khususnya untuk anak-anak dimulai. Berderet anak-anak antri silaturahmi dan ibu menyampaikan paket tali asih dengan rapi. Seruuuuuu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang ritual rutin itu untuk tahun ini terpaksa absen. Jauh di tengah puasa Ramadhan, ibu jatuh sakit. Sudah 4 &lt;i&gt;pack&lt;/i&gt; darah di Jogja belum juga menunjukan titik terang. Evakuasi dari Jogja berharap solusi. Suntikan 5 &lt;i&gt;pack&lt;/i&gt; darah di Surabaya disertai observasi kelas tinggi alhamdulillah membuahkan solusi. Ibu mengalami kebocoran di usus halus. Butuh waktu panjang mulai observasi, operasi potong usus hingga pemulihan. Semua harus ikhlas. Ibu harus &lt;i&gt;legowo&lt;/i&gt; menerima ujian dari Allah. Memeriahkan kemenangan bangsa saat 17 Agustus dan umat Islam pada saat Lebaran terpaksa dilakukan di rumah sakit. Keluarga juga harus &lt;i&gt;legowo&lt;/i&gt; menjauhkan pikiran dari asyiknya mudik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal baru bagi saya dan keluarga. Usia ibu&amp;nbsp;yang sudah cukup lanjut ternyata&amp;nbsp;mendatangkan perhatian baru pasca operasi. Ibu menderita &lt;i&gt;derilium&lt;/i&gt;. Kondisi ini ternyata membutuhkan perhatian khusus yang tulus dari keluarga. Obat tidur tidak juga manjur. Ibu menjadi hiperaktif untuk turun dari tempat tidur dan meminta untuk &lt;i&gt;kondur&lt;/i&gt;. Tenaga menjadi berlebih. Halusinasi menghiasi jam perjam dalam kesehariannya. Kami berpiket menjaga. Gerogotan lelah dan stress tidak kami rasakan. Ibu tetap segalanya bagi kami. Ketulusan kasih sayang selalu kami kedepankan. Kupat opor yang biasa ibu sajikan, kali ini kami ganti menjadi Hari Ibu, alias hari-hari untuk ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, 23 Agustus lalu ibu sudah boleh keluar dari rumah sakit setelah hampir sebulan menjadi rumah kedua bagi&amp;nbsp;kami. &lt;i&gt;Delirium&lt;/i&gt; pun telah punah. Tinggal pemulihan usus dan belajar berjalan setelah hampir sebulan hanya tiduran. Kemarin ibu ulang tahun yang ke 74 tahun. Doa kami buat ibu, selalu sehat, bahagia dan panjang umur. Aamiin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Agustus, menjadi bulan istimewa bagi kami. Puasa Ramadhan, Lebaran sekaligus "Hari Ibu".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyRDgei9zn60N2IiMyZ3K1iQHyMF0UJVYbdjTPfSmW8jDmpu_lS70heGGiRZAe8dBSogOJQ9R-04SLjU24NnNq0Omt_YBIUZIErZw3ATVxEsr0uPlAtswNKQYwQv8fpmbG59CrzFjI-x2F/s1600/lebaran2012.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyRDgei9zn60N2IiMyZ3K1iQHyMF0UJVYbdjTPfSmW8jDmpu_lS70heGGiRZAe8dBSogOJQ9R-04SLjU24NnNq0Omt_YBIUZIErZw3ATVxEsr0uPlAtswNKQYwQv8fpmbG59CrzFjI-x2F/s320/lebaran2012.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdmqbrcIGcl-dnop3DlivNLUUPbdgODZv4IQtTB2vpfroDkxjQX5yQ4K911kGaTkwNaR7fgZ_l25DVXThvXOqHIImXQVKlfGJPGq5hL1nROns_sJdlilLXPjgzksUqI8oNTBRqZvc2ujP2/s72-c/ibu.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">118</thr:total></item><item><title>Nonton Konser - Antara Mata, Telinga dan Hati</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2012/04/nonton-konser-antara-mata-telinga-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Fri, 27 Apr 2012 09:11:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-6047721237567879227</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
&lt;div class="separator" style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUN4B7MRWyLZWpVzN8Xxj1OVBkvjSrLokDUa17Cst_a5b0NGgYKRjxbcrQM51I30HRv6StgXhoKY6pOeenJHiYJ9ffx_LviRNp4C0gG4UMhdgq7_Abvnx1qv1IPxgHp-B6XEyquv0eQZij/s1600/j.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; cssfloat: left; cssfloat: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUN4B7MRWyLZWpVzN8Xxj1OVBkvjSrLokDUa17Cst_a5b0NGgYKRjxbcrQM51I30HRv6StgXhoKY6pOeenJHiYJ9ffx_LviRNp4C0gG4UMhdgq7_Abvnx1qv1IPxgHp-B6XEyquv0eQZij/s320/j.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
Seharusnya tulisan ini di-&lt;em&gt;posting&lt;/em&gt; bulan Februari, namun baru sempat hari ini. Repot, ga sempat, banyak kerjaan, ga &lt;i&gt;mood&lt;/i&gt;, menghiasi serentetan alasan klasik. Apapun itu, meskipun kejadiannya sudah sekitar dua bulan yang lalu, namun rasanya sayang untuk dibuang. &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
Kapan ya saya terakhir nonton konser? H&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
mm... rasanya sudah lama sekali. Saat masih di &lt;em&gt;department &lt;/em&gt;yang lama saya sering sekali nonton konser dalam maupun luar negeri gratisan. Yup, kerja plus dapat hiburan. Saking seringnya kadang saya ngerasa bosen. Penyanyi atau band yang sama kadang saya lihat dua sampai tiga kali. &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
Ketika band-band era 80-an bangun dari tidur, banyak generasi sebaya saya seakan menemukan telaga penghilang dahaga. Memang harus diakui banyak group band atau group vocal yang bagus dan bermutu pada tahun 80-an, sebut saja Kahitna, Java Jive, KLA Project, Katara, Karimata, Krakatau dll. &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Bulan Februari kemarin ada 3 group band tiba-tiba muncul di Surabaya. Java Jive, KLA Project dan Kahitna. Yang terakhir ini memang sudah lama saya tunggu-tunggu sejak kemunculannya di Jakarta dan Bandung. Lihat konsernya disiarkan di TV saja saya senang, apalagi lihat &lt;em&gt;live&lt;/em&gt;-nya. Hampir semua lagunya saya hafal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tahu Kahitna mau konser di Surabaya, kebetulan CD-nya setiap pergi dan pulang kerja selalu setia menemani. Begitu terima BBM &lt;em&gt;broadcast&lt;/em&gt; dari teman kalau Kahitna mau konser di Surabaya, dalam hati langsung berteriak, bungkuuuusss....!! Pada hari yang sama salah seorang teman yang bekerja di salah satu radio juga BBM, Java Jive konser di Surabaya, tulisnya. Belum tahu mau nonton dengan siapa, dalam hati saya bertekad, harus nonton dua-duanya! Setelah berita itu, BBM &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; sibuk membahas persiapan nonton konser di sela-sela koordinasi pekerjaan. Seruuuu... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpul bersama menjadi ritual mahal bagi saya dan teman-teman yang setiap hari bergumul dengan target dan target. Benar-benar kenikmatan berlebih. Bukan hanya sekedar&amp;nbsp;nonton bareng tapi bumbu kelakar para sahabat kantorlah yang menjadikan suasana menjadi tak biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era 80-an bukan hanya kembali hadir namun juga membawa kenangan seru waktu kuliah dulu. Banyak lagu yang me&lt;em&gt;-refresh&lt;/em&gt; memori indah, bahkan konyol. Semua kembali nongol. Benar-benar membuat hidup semakin hidup. Meskipun sempat molor, namun bukan masalah bagi saya dan teman-teman. Sambil menunggu &lt;em&gt;open gate&lt;/em&gt; kami sempatkan untuk jeprat - jepret. Belum lagi ada rejeki nomplok saat nonton Java Jive dan KLA Project. Sebenarnya tempat duduk saya dan teman-teman di belakang. Tiket yang kami pegang tipe "i", alias irit. Saat menempatkan pantat pada posisinya kegaduhan di antara kami terjadi. Gara-gara salah satu teman saya ada yang jeli melihat rejeki. Dengan gagah ia berani melakukan migrasi ke kelas di atasnya. Terlihat aman, kami pun ikut terdorong. Seperti &lt;em&gt;gank&lt;/em&gt; motor saat pimpinan memberi komando anak buahnya untuk bergerak, kami pun serempak mengikutinya. Kini, tempat kami semakin dekat dengan &lt;em&gt;stage&lt;/em&gt;. Senangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Kahitna, kami sengaja memilih tiket yang nyaman meskipun harus merogok kocek agak lumayan. Sungguh ga bisa dibayangkan kalo lagu-lagu Kahitna dinikmati dalam situasi yang ga nyaman. Menikmati lagu-lagunya butuh situasi yang bisa membuat kami mengawang, terbang, dan terkenang-kenang, hehehe... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyali kami terlihat kembali saat bernyanyi. Mau fals atau merdu, pokoknya teriak. Yah, kami rame-rame beraktualisasi diri. Tidak ada perasaan rendah diri yang penting hepi. Saya yakin pasti di sekitaran kami ada penonton lain yang terganggu dengan suara sumbang kami. Inilah kami dengan potret kami sendiri. Cuek ajah..!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konser kali ini ternyata bukan hanya tontonan mata dan hiburan telinga semata. Namun jauh sampai ke hati. Dalam. Rasanya sangat berlebih yang bisa saya bawa pulang. Motivasi baru terlahir, adrenalin terbangun, keceriaan terpancar, kebahagiaan menghadang. Rasanya segalanya menjadi mudah, enteng dan ada jalan. Memang betul, &lt;em&gt;refreshing&lt;/em&gt; itu penting. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUN4B7MRWyLZWpVzN8Xxj1OVBkvjSrLokDUa17Cst_a5b0NGgYKRjxbcrQM51I30HRv6StgXhoKY6pOeenJHiYJ9ffx_LviRNp4C0gG4UMhdgq7_Abvnx1qv1IPxgHp-B6XEyquv0eQZij/s72-c/j.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">55</thr:total></item><item><title>Ketika Harus Jatuh Cinta (Lagi)</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2012/01/jatuh-cinta-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Fri, 20 Jan 2012 21:26:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-1937871625054129499</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIdB14Ue5isei1115k0jlYFMs7y-KJ2gVN7w5qjyU4pTKmn59Qvm_ToyaBuP7p1d56dhm24nKlT3RTEkfsYcpE0zXJmhNtlEbONFNoh6MxppG7yGhFrOKRulZ_yuCwi4q712ADf8MNxB0O/s1600/double-heart.gif"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; FLOAT: left; HEIGHT: 314px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699958670280538514" border="0" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIdB14Ue5isei1115k0jlYFMs7y-KJ2gVN7w5qjyU4pTKmn59Qvm_ToyaBuP7p1d56dhm24nKlT3RTEkfsYcpE0zXJmhNtlEbONFNoh6MxppG7yGhFrOKRulZ_yuCwi4q712ADf8MNxB0O/s320/double-heart.gif" /&gt;&lt;/a&gt;Bagaimana rasanya jatuh cinta? Mengawang, berbunga-bunga... Dunia terasa lebih indah. Begitulah kira-kira yang sedang merasakan. Kalau saya, rasanya butuh waktu untuk merangkai kembali serpihan sejarah itu, maklum sudah terlalu lama perasaan itu meraja. Namun cinta memang selalu bikin gemas untuk dibahas, seru untuk diburu dan selalu asik mengulik hati. Atas nama cinta segala sesuatunya menjadi lebih mudah, indah dan bergairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau yang rasa monyet, yang buta atau serius, cinta selalu mempunyai kandungan rasa kangen 90%, sisanya rasa&lt;em&gt; nano-nano&lt;/em&gt;, alias campur aduk. Tanpa pandang bulu tingkat pendidikan, status sosial, dan budaya, cinta mampu membutakan segalanya. Selain rasa lapar dan haus, rasa lain yang muncul hanya kangen, kangen dan kangen.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah perkawinan kami lebih dari 10 tahun, tiba-tiba rasa itu datang. Belum pernah sedasyat ini, benar-benar membutakan. Perasaan klik di awal perjumpaan seperti kamera SLR, &lt;em&gt;klik.. klik.. klik..&lt;/em&gt; suara klik terus berbunyi tanpa menyisakan jeda. Cinta itu ternyata juga menghadirkan perasaan takut kehilangan tanpa jaminan asuransi. Akibatnya, ingin selalu dekat dan lekat seperti perangko dan amplop. Melamun, mengawang, membayangkan sering hadir tanpa permisi. Sedang apakah dia? Bahagiakah dia hari ini? Kangen jugakah dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir perasaan itu sudah beku. Sudah lebih dari 10 tahun, seharusnya perasaan itu sudah terlupakan. Saat ini perasaan itu tiba-tiba menjelang. Cinta membara berangsur menjadi simpati, empati dan menghormati. Ampuuuunn.... seperti kena batunya, perasaan itu semakin membelenggu. Seperti di gang buntu, tidak ada jalan untuk menghindar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah... rasa itu muncul kembali di kota kembang. Parisnya pulau Jawa ini telah menghangatkan suhu dingin yang menusuk hati. Seperti selimut tebal, mampu menghangatkan kembali perasaan itu. Tanpa skenario, pertemuan pertama tanpa diduga membawa kegembiraan yang luar biasa, hati menjadi cerah ceria. Gila, sulit membohongi perasaan ini. Ketika pesawat membumbung tinggi meninggalkan bumi Parahyangan rasa itu terus membuntuti. Seperti bayangan, selalu melekat, dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut. Lama-lama, saya takut kehilangan. Maukah kamu menjadi orang kedua dalam hidupku? Dalam kehidupan kami? Datanglah dalam realita untuk menjauhkan bayanganmu itu. Panggilah aku ibu&lt;em&gt;... &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Deasy, maukah nak? &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;gambar : &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.parenting.leehansen.com/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;darisini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.parenting.leehansen.com/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://siteguh.wordpress.com/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIdB14Ue5isei1115k0jlYFMs7y-KJ2gVN7w5qjyU4pTKmn59Qvm_ToyaBuP7p1d56dhm24nKlT3RTEkfsYcpE0zXJmhNtlEbONFNoh6MxppG7yGhFrOKRulZ_yuCwi4q712ADf8MNxB0O/s72-c/double-heart.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">45</thr:total></item><item><title>Akhir Tahun, Awal PR</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2011/12/akhir-tahun-awal-pr.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Sat, 24 Dec 2011 20:02:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-7338114185767668868</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1U_1feXiSQ0WBEjEPxbglr-8ViI883h3Tf5LQIrEh_eHObsabLqzTSrZmF2dzOKUJj63nv7CM97cfNiolDZl9nLZPRvX3I7053nW4g9oxCyRGMijFdrqWXtZ2AGbmoX8TY2sB1Qj5afcE/s1600/resolusi%2525202011.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 400px; FLOAT: right; HEIGHT: 247px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690097205636548658" border="0" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1U_1feXiSQ0WBEjEPxbglr-8ViI883h3Tf5LQIrEh_eHObsabLqzTSrZmF2dzOKUJj63nv7CM97cfNiolDZl9nLZPRvX3I7053nW4g9oxCyRGMijFdrqWXtZ2AGbmoX8TY2sB1Qj5afcE/s400/resolusi%2525202011.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika tatanan alam masih 'perawan' seperti dulu, semua unsur alam bergerak dalam sebuah keteraturan. Saking teraturnya kakek dan nenek moyang kita mampu membuat rumusan 'jitu' kapan musim kemarau dan hujan akan datang dan pergi, hingga penanggalan nasional pun mampu dimaknai. Salah satu yang saya ingat betul adalah bulan Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ke 12 sebagai bulan terakhir ini dimaknai sebagai &lt;em&gt;gede-gedenya sumber&lt;/em&gt;, di mana bulan ini adalah puncak curah hujan. Dampaknya, semua sumber air melimpah ruah. Ujung-ujungnya banjir mengalir di mana-mana. Bukan hanya itu, &lt;em&gt;gede-gedenya sumber&lt;/em&gt; juga bermakna banyak bonus atau insentif yang keluar di akhir tahun. Pundi rekening pun terisi sedikit lebih banyak dari biasanya. Bulan ini juga dimaknai dengan banyaknya orang yang melangsungkan hajatan. Sebagai manusia sosial, disinilah sumber pundi kita sebagian digerus oleh tradisi berbagi. Secara bergantian tradisi berbagi ini merupakan bagian empati dalam lingkaran komuniti.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Desember juga menjadi kesempatan terakhir bagi produsen untuk mencuci stok gudangnya sebelum akhirnya tergilas oleh mode baru. Semua pusat perbelanjaan berkompetisi memberi diskon besar-besaran. Inilah salah satu 'setan' yang sering berhasil mengoyak keimanan berbelanja. Bonus akhir tahun rasanya sulit digenggam jika &lt;em&gt;branded&lt;/em&gt; idolanya diguncang diskon hingga 70 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember benar-benar bulan penuh berkah dan masalah. Berkah karena ada bonus, penuh dengan diskon plus libur panjang. Masalah, karena di akhir tahun kita harus menjalani ritual evaluasi dan resolusi. Dua belas bulan dalam 360 hari ternyata berjalan begitu cepat. Banyak impian di tahun ini ternyata dibiarkan berlalu begitu saja. Inilah yang membuat kepala buntu, terburu-buru ujung-ujungnya menyesal membiarkan waktu cepat berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan ini diperkeruh dengan resolusi tahun depan yang memenuhi isi kepala. Coba hitung berapa impian atau keinginan kita di tahun ini yang belum sempat kita lakukan. Aduuuuuuhhhh..... :( Namun impian tetaplah sebagai impian, jangan pernah ditinggalkan. Jika memungkinkan jadikanlah PR di tahun depan plus ditambah resolusi yang baru. Tetap semangat menggapainya meskipun tertunda. Jiiiaaaahhh...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah puasnya jika setiap tahun dalam kehidupan kita ada tahapan pasti sesuai harapan yang kita inginkan. Bukan keinginan orang lain, tapi keinginan kita. Bukan penilaian mereka, tapi kepuasan diri yang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember memang bisa bikin klenger tapi juga bisa membuahkan semangat yang meluber. Semua tergantung bagaimana kita menyikapinya. Selamat menyambut Tahun Baru dengan semangat baru... Impian yang belum sempat kita kerjakan tahun ini jadikan PR di tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;gambar : &lt;/span&gt;&lt;a href="http://lifestyle.infospesial.net/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;darisini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://siteguh.wordpress.com/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1U_1feXiSQ0WBEjEPxbglr-8ViI883h3Tf5LQIrEh_eHObsabLqzTSrZmF2dzOKUJj63nv7CM97cfNiolDZl9nLZPRvX3I7053nW4g9oxCyRGMijFdrqWXtZ2AGbmoX8TY2sB1Qj5afcE/s72-c/resolusi%2525202011.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">36</thr:total></item><item><title>Sebelas di Dua Belas</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2011/12/sebelas-di-dua-belas.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Sat, 17 Dec 2011 18:17:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-2747377409136183155</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFCF6dgmdbU8bdNZHY-Loo1MLWj4Toj7-hdjy_Jr7yZ_O7hqEPRoXKAE2geKQgeWomUFzeM3FOrCeZ4cpDBp-0hKO51OfzAZQU0Fgv7rH9oICegoBtmaAHdgHfY3oFjvjEzZmbbDi6SfBv/s1600/do-your-homework-wallpapers_3639_1280.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; DISPLAY: block; HEIGHT: 256px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689943265630007330" border="0" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFCF6dgmdbU8bdNZHY-Loo1MLWj4Toj7-hdjy_Jr7yZ_O7hqEPRoXKAE2geKQgeWomUFzeM3FOrCeZ4cpDBp-0hKO51OfzAZQU0Fgv7rH9oICegoBtmaAHdgHfY3oFjvjEzZmbbDi6SfBv/s320/do-your-homework-wallpapers_3639_1280.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjv-68qxdypCD5dz30hoQwbpJ5-3xwQ9XPuEngMFXtYyS66hqYd5KjjDjcvzFl_Ze7eMBYT-8F6SDYLBMBtYG_JYAy-idkNba68Ay5PCLb9Z9IQgiFhKWD2PZCrW3T6Y6NMu81aNiWkgcj8/s1600/homework_title.gif"&gt;&lt;/a&gt;Sebelas... Semestinya PR ini dibuat di bulan sebelas dengan menjawab sebelas pertanyaan. Yaah, PR ini dikirim dari blogger Diah si penyuka warna biru yang selalu seru. Mungkin jawaban kedua belas yang paling tepat adalah permohonan maaf buat Diah karena baru sempat mengerjakan PR di bulan dua belas, namun yang penting masih di tahun dua ribu sebelas :) Nah ini dia jawaban PR-nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Kapan pertama kali kamu nyasar ke blog ini (blog Diah)?&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Nyasar ke blognya Diah tepatnya lupa tapi rasanya sekitar 6 bulan yang lalu setelah sekian lama hiatus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;2&lt;/span&gt;. Apa pendapat kamu tentang ngeblog?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ngeblog bisa sebagai media untuk mengekspresikan diri, menumpahkan uneg-uneg atau mengulas hal-hal yang menggelitik. Dengan ngeblog rasanya kita punya dunia lain, di luar dunia keseharian kita. Gak ada intervensi dari siapa pun, ga harus jadi siapa pun dan apa pun, hanya jadi diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;3. Kenapa kamu suka ngeblog?&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Selain bisa mengekspresikan diri lewat tulisan, ngeblog juga menambah wawasan melalui blog walking, menambah teman dan bisa menambah uang saku (seperti yang terpampang di sebelah kanan tuuhh..). Syukur-syukur kalo tulisan kita bermanfaat buat orang lain, wuuuuiiihhh seneng banget..!!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;4. Postingan apa yang paling kamu senangi dari blog saya ini?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Postingan tentang Sebelas. Karena di Sebelas ini Diah memilih saya sebagai salah satu blogger yang ketiban dapat PR, duuuuhh senengnya dapat apresiasi dari blogger si penyuka warna biru ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;5. Apa yang ingin kamu raih saat ini?&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Hmm.. banyak sebenarnya, tapi paling engga ada 3 hal yang penting. Apa? Aiihh... malu kalo diceritain disini. Nanti dibisikin aja yah... :)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;6. Pernah kopdar? Ada cerita lucu dan berkesan saat kopdar?&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Sebenarnya pengen banget. Mau kopdar gagal mulu :) Kopdar yuuukk...&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;7. Kalau boleh milih, kamu lebih suka menikmati alam dimana: gunung atau pantai?&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Lebih suka pantai kayanya... soalnya ga harus mendaki, hahaha... Tapi pantai emang lebih sexy, apalagi kalo dinikmati pas sunset ditemani secangkir teh ato kopi plus semilir angin pantai... (silakan dibayangkan).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;8. Ikut forum tentang blogger? Forum apa aja?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Yup ikut. Cuma IBN aja. Ada sih BBM group "Emak-emak Blogger", cuma ga membahas spesifik tentang blog, forum silaturahmi dan haha hihi aja..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;9. Tahu Kendari? Sudah pernah ke Kendari kah?&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Kendari? Yup tahu tapi belum pernah kesana... Diah mau undang blogger main-main kesana? Ditunggu yah... :)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;10. Kota mana di Indonesia ini yang paling berkesan buat kamu?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Yogya kali ya... karena dari lahir sampe kuliah di sana sih.. Tapi Yogya menurut saya emang eksotis, unik dan ngangenin, jadi cocok buat liburan. Kalo buat cari uang kayanya Surabaya lebih pas. Kotanya lebih menjanjikan tapi masih bersahabat, kulinernya pun beragam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;11. Apa yang ada di kepala kamu jika melihat bintang?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Bintang berarti harapan. Ada harapan ga hujan, ada harapan bulan muncul menghiasi malam, pun bisa diartikan harapan buat meraih yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akhirnya selesai juga... Ada pendapat lain dari jawaban-jawaban saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;gambar : &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.wallpapermenu.com/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;darisini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://charsfield.suffolk.dbprimary.com/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFCF6dgmdbU8bdNZHY-Loo1MLWj4Toj7-hdjy_Jr7yZ_O7hqEPRoXKAE2geKQgeWomUFzeM3FOrCeZ4cpDBp-0hKO51OfzAZQU0Fgv7rH9oICegoBtmaAHdgHfY3oFjvjEzZmbbDi6SfBv/s72-c/do-your-homework-wallpapers_3639_1280.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">13</thr:total></item><item><title>Dunia Lain</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2011/11/dunia-lain.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Sun, 20 Nov 2011 03:30:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-4847215674497791077</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQdKzyB0fGHtMgYC28GwRQs1YhzhTmFXu3KFui0f67kdsgHjN27JP-qr9bwgeXds9L2qaEmZvjyLP3Rkg29cDyqvOs_8lRRlchayD0-pQsm1xv8MCnOV3JqPnyhrdskiEG6FyafW6NLWyK/s1600/dream_otr_brown9_lg.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 316px; FLOAT: right; HEIGHT: 320px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677062660244288450" border="0" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQdKzyB0fGHtMgYC28GwRQs1YhzhTmFXu3KFui0f67kdsgHjN27JP-qr9bwgeXds9L2qaEmZvjyLP3Rkg29cDyqvOs_8lRRlchayD0-pQsm1xv8MCnOV3JqPnyhrdskiEG6FyafW6NLWyK/s320/dream_otr_brown9_lg.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Mungkin seperti ritme hidup sebagian besar ibu rumah tangga bekerja lainnya, ritme hidup saya pun tak jauh dari tahapan yang harus mereka jalani. Sholat Subuh, lanjut beberes kamar, nyiapin sarapan, nyiapin baju, mandi dan makan. Lanjut menaklukan jalan dari kemacetan, mencari solusi harus lewat jalur mana yang lebih lancar. Sering berhasil, namun tak jarang hasilnya nihil. Semua saya lakukan demi warna biru jam kerja yang harus diburu. Berat, tapi harus. Walau kadang banyak kendala, namun saya ikhlas demi si biru. Ada kepuasan tersendiri saat &lt;em&gt;clock in&lt;/em&gt; kurang dari jam 08:00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu persatu tantangan kerja coba saya jinakan. Kadang harus keluar kota, pun tak jarang harus lembur. Bagi saya menjinakan tantangan adalah suatu kenikmatan. Puas bisa totalitas. Berpikir sederhana bahwa kerja adalah amanah dan tanggung jawab. Bila melihat ke bawah, rasanya tak habis rasa syukur yang harus dipanjatkan. Alhamdulillah…&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kadang saat "jendela" terbuka, saya mencoba melongok ke kanan dan ke kiri melihat "dunia lain". Nafsu membara mendengar si A teman SMA mempunyai "mainan" baru di bidang kuliner. Si B teman kerja mempunyai &lt;em&gt;showroom&lt;/em&gt; mobil bekas. Si C mengelola kost-kostan di sela waktunya sebagai karyawati. Si D seorang arsitek mempunyai &lt;em&gt;homestay&lt;/em&gt;. Si E mempunyai bisnis sampingan buka butik batik. Dan si abjad lain pun mempunyai "mainan" yang beda pula.&lt;br /&gt;Telisik demi telisik, konon bukan uang semata yang dikejar, karena secara kasat mata kalkulasi gaji bulanannya rasanya sudah jauh dari cukup. Belum lagi jika digabung dengan pendapatan dari pasangannya. Aktualisasi diri sesuai yang diingini menduduki prosentase terbesar mengapa mereka menjajaki dunia ini. Selain itu konon juga bisa sebagai penambah nutrisi energi tatkala menjalani profesi inti sebagai seorang karyawan atau karyawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang rasanya mendengar cerita teman-teman mengenai "dunia lain"-nya. Saya melihat kepuasan dan gairah yang luar biasa dari binaran cahaya matanya. Otak dipacu memikirkan dunia bermacam warna tak hanya satu warna. Menambah semangat dan gairah kerja. Ingin rasanya menjadi &lt;em&gt;member&lt;/em&gt; mereka. Mendua. Melihat warna warni dunia. Namun mampukah saya mendua dalam fokus kerja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Pic : dreamofstars.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQdKzyB0fGHtMgYC28GwRQs1YhzhTmFXu3KFui0f67kdsgHjN27JP-qr9bwgeXds9L2qaEmZvjyLP3Rkg29cDyqvOs_8lRRlchayD0-pQsm1xv8MCnOV3JqPnyhrdskiEG6FyafW6NLWyK/s72-c/dream_otr_brown9_lg.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">33</thr:total></item><item><title>Ngopi : Ritual Seksi</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2011/10/ngopi-ritual-seksi.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Sun, 30 Oct 2011 07:03:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-2036002154567952857</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUGuaady2p2kyxW8Rn_g7j1LKaPRUYFyEpTs2RwilPQLvrrjCVWSVbDxGiEmJKaENJG_WFF-Y5LmDj_w84_sLoTmQeGeOlNoZ7As3Ahd5EpLVHox2ujBJlhcU73eqaaL1DGQ56pT83OkE7/s1600/main_codimg.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; FLOAT: left; HEIGHT: 304px" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669297129143065138" border="0" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUGuaady2p2kyxW8Rn_g7j1LKaPRUYFyEpTs2RwilPQLvrrjCVWSVbDxGiEmJKaENJG_WFF-Y5LmDj_w84_sLoTmQeGeOlNoZ7As3Ahd5EpLVHox2ujBJlhcU73eqaaL1DGQ56pT83OkE7/s320/main_codimg.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;A&lt;em&gt;fternoon tea&lt;/em&gt; bagi kalangan atas merupakan salah satu ritual perjamuan agung. Artinya pasti tamu agung yang dijamu, entah itu atasan, mitra bisnis atau orang-orang yang dihormati. &lt;em&gt;Afternoon tea&lt;/em&gt; biasanya dilakukan sekitar jam 15:00 – 17:00. Untuk kalangan bawah pasti merasa geli, mau minum teh saja harus nunggu sore hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dibalik kemegahan teh yang telah mengisi celah mewah kelas atas seperti &lt;em&gt;afternoon tea&lt;/em&gt; ternyata masih kalah populer dengan si hitam. Kopi telah mampu menembus batas kelas sosial. Apapun jenis kopinya, ngopi berhasil meraup fans secara fantastis. Ini dibuktikan gaya kongkow kopi dari sopir angkot, mahasiswa hingga kalangan jetset. Dari mulai kopi bubuk campur jagung, kopi Italiano &lt;em&gt;style&lt;/em&gt;, kopi vietnam yang setiap tetesnya bikin gemes, hingga kopi luwak yang bikin kantong bengkak. Saya tidak akan berbicara soal rasa, karena saya bukan perasa kopi sejati, tapi saya sangat senang mendengar celoteh soal kopi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Konon bubuk hitam ini mampu menenggelamkan persoalan hidup. Kopi juga bukan lagi pasangan hidup perokok sejati. Kopi mampu melakukan terobosan MLM (&lt;em&gt;Multi Level Marketing&lt;/em&gt;), hebat..!! Komunitas ini terus bertambah jumlahnya. Contoh gampang adalah orang terdekat saya, suami. Ia bukanlah seorang perokok, walau kadang-kadang sekedar membantu rokok teman. Namun soal kopi nampaknya ia mulai kecanduan. Rasanya tiada hari tanpa ngopi, walaupun masih mampu membatasi jumlah cangkir dan kopi ringan yang dikonsumsinya. Bahkan ia adalah 'setan' bagi saya. Berkali-kali saya yang awalnya tidak suka kopi terus dijejali dan diprovokasi. Kini, saya bagian incip-er, setiap suami ngopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari incip-er akhirnya saya mulai sedikit kerasukan. Roh kopi perlahan mampu merasuki jiwa saya. Tempat-tempat ngopi mulai saya kunjungi. Bukan mutlak mencari kopi, namun saya tertarik perilaku gaya hidup para penikmatnya. &lt;em&gt;Gadget&lt;/em&gt; adalah bagian benda yang tidak pernah mereka tinggalkan. Sambil menyeruput kopi sebagian dari mereka ada yang serius membuka email atau membuat konsep namun ada pula yang sekedar membuka FB atau twitter lewat Ipad atau laptopnya. BlackBerry juga bagian terpenting dari ngopi, sambil ngobrol dan berkelakar, tangan-tangan terampil terus menekan &lt;em&gt;keypad&lt;/em&gt;. Order kopi satu gelas, nongkrongnya ber-jam-jam :) Warung kopi dekat kantor yang setiap pagi saya lewati juga tak luput dari pengamatan saya. Sebelum jam kantor, di warung tersebut selalu ada sekelompok karyawan muda yang asyik ngobrol sambil nyeruput kopi, sebagian sambil merokok dan sebagian lagi sambil baca koran. Entah kenapa saya selalu tertarik melihat aktivitas mereka setiap kali lewat disitu. Kadang saya berpikir, topik apa ya yang sedang mereka obrolkan? :) Melihat nyamannya suasana rasanya ikut merasakan ayem, adem dan seneng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senikmat rasanya, saya juga mendapatkan kenikmatan tambahan melihat tingkah polah penggemar kopi. Ngopi, nampaknya telah mampu membunuh &lt;em&gt;preasure&lt;/em&gt; pekerjaan atau problem hidup yang memenuhi relung kalbu. Ngopi juga mampu menyatukan pertemanan dalam kelakar dan canda di dalam satu meja entah itu cafe atau warung. Makanya ga heran kalau &lt;em&gt;coffee shop&lt;/em&gt; di kota besar semakin menjamur, termasuk gerai kopi baru milik teman saya &lt;a href="http://www.tehsusu.com/"&gt;zizy&lt;/a&gt; :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ngopi memang seksi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Pic : www.x-cafe.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUGuaady2p2kyxW8Rn_g7j1LKaPRUYFyEpTs2RwilPQLvrrjCVWSVbDxGiEmJKaENJG_WFF-Y5LmDj_w84_sLoTmQeGeOlNoZ7As3Ahd5EpLVHox2ujBJlhcU73eqaaL1DGQ56pT83OkE7/s72-c/main_codimg.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">45</thr:total></item><item><title>Karir Mulia</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2011/09/karir-mulia.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Sun, 25 Sep 2011 07:50:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-3230087085773770969</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh08cRsh1PITmJjgbtv15XYyigp0gRvNUDPOYsb_d8GmbLQe2FFvxrE1P0igpNBGrBS3j82CrnJvCei9xazSl1BUoR4MIIfJpaAXn89t0IhYDSl13GucBUgBCEGAG7z0j2GK6bn9D3WCRwZ/s1600/mom3.png"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 144px; FLOAT: right; HEIGHT: 200px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657416996731987858" border="0" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh08cRsh1PITmJjgbtv15XYyigp0gRvNUDPOYsb_d8GmbLQe2FFvxrE1P0igpNBGrBS3j82CrnJvCei9xazSl1BUoR4MIIfJpaAXn89t0IhYDSl13GucBUgBCEGAG7z0j2GK6bn9D3WCRwZ/s200/mom3.png" /&gt;&lt;/a&gt;Kumpul-kumpul selalu menjadi acara yang seru. Apalagi kumpul dengan teman lama. Bak mesin waktu, kepala kita rasanya di-&lt;em&gt;reset&lt;/em&gt; ke masa silam. Banyak ceritera haru biru, seru bahkan kadang berbumbu agak &lt;em&gt;saru&lt;/em&gt;. Walaupun umur bertambah, tampilan pun banyak berubah, namun tetap tak mampu menahan untuk tetap menjadi diri sendiri apa adanya. Masih seperti dulu. Tanpa &lt;em&gt;tedheng aling-aling&lt;/em&gt;, guyonan seronok kerap meluncur bak air mengucur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpul-kumpul teman lama biasanya diawali dengan pertanyaan standar layaknya kuesioner : "Sekarang kerja dimana?" "Anakmu berapa?" "Suami/istri kerja di bidang apa?" Salut dan senang mendengar banyak teman "jadi orang" alias berpangkat, berprestasi tinggi atau sukses di bidangnya. Hebat...!!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali mendengar teman-teman yang berprestasi, pikiran saya otomatis selalu kembali ke masa lalu... "Hmmm pantas saja dia sekarang berpangkat, emang dari dulu rajin, nilainya selalu bagus.." atau "Wah hebat, hobinya justru sekarang jadi ladang uangnya" atau bahkan "Waaaahhh... nilainya dulu selalu di bawahku, kok sekarang hebat banget yaa" Hehehe.. bukan iri tapi mengagumi. Begitu kira-kira yang berkecamuk di kepala saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya mencabik-cabik isi kepala saya, kadang juga menjadi bahan pembahasan bersama teman-teman. Apalagi kalau ada teman yang sekarang menjadi terkenal di bidangnya, bak selebriti wajahnya keluar masuk media termasuk TV. Bangga dan kagum menjadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya terhenyak saat ada beberapa teman yang dengan &lt;em&gt;pede&lt;/em&gt;-nya menyebutkan bahwa profesinya sekarang menjadi Ibu Rumah Tangga! Ada pancaran bahagia dan bangga saat mengungkapkan profesinya saat ini. Pikiran saya kembali menerawang ke masa silam... Sangat ingat betul bagaimana prestasinya dulu, bagaimana cerdasnya mengurai soal-soal ujian, ada yang dapat beasiswa, bahkan tak sedikit yang sebelumnya adalah seorang karyawan yang berprestasi dan menjanjikan. Yang jelas, tidak biasa-biasa saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda saat menyikapi teman-teman yang berprestasi di bidang kerjanya masing-masing, untuk golongan yang terakhir saya benar-benar salut, gak habis pikir, terus berdecak kagum dan geleng-geleng kepala seolah tak percaya. Benar-benar dua jempol buat mereka. Bagaimana tidak, mereka mampu menyingkirkan egonya, meninggalkan ruang pengakuan diri demi keluarga. Saya yakin sangat tidak mudah meninggalkan prestasi yang sudah direnda saat bekerja, meninggalkan teman-teman kerja yang seru meskipun &lt;em&gt;deadline&lt;/em&gt; dan target terus memburu. Yang tak kalah penting, meninggalkan pundi uang pribadi yang selama ini dengan mudah dicari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya profesi inilah yang disebut karir mulia yang sesungguhnya. Dengan suka rela mereka meninggalkan gemerlapnya prestasi dan gelak tawa dunia kerja demi keluarga. Benar-benar saya angkat topi untuk pilihan ini, karena saya belum tentu bisa melakoninya.&lt;br /&gt;Salut...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Pic : www.clker.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh08cRsh1PITmJjgbtv15XYyigp0gRvNUDPOYsb_d8GmbLQe2FFvxrE1P0igpNBGrBS3j82CrnJvCei9xazSl1BUoR4MIIfJpaAXn89t0IhYDSl13GucBUgBCEGAG7z0j2GK6bn9D3WCRwZ/s72-c/mom3.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">36</thr:total></item><item><title>Opor Ayam Ibu</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2011/08/saya-sangat-mengagumi-fitur-allah-swt.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Sun, 28 Aug 2011 21:16:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-7923346628717025311</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXuBQhSigfYHq7r0dFKiHNGm9CO5xqcjcLRaUA0BDDvWoZNJIMlAXrQudUFrIeUSeKWdOVYasBJRM3i1Tzxb80y66CPJDVVPA5MhlsxfEcjsigqotFThYKnwHrt7uNpuuGI784Ya0NXy81/s1600/opor3.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; FLOAT: left; HEIGHT: 150px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657418100377701762" border="0" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXuBQhSigfYHq7r0dFKiHNGm9CO5xqcjcLRaUA0BDDvWoZNJIMlAXrQudUFrIeUSeKWdOVYasBJRM3i1Tzxb80y66CPJDVVPA5MhlsxfEcjsigqotFThYKnwHrt7uNpuuGI784Ya0NXy81/s200/opor3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Saya sangat mengagumi 'fitur' Allah Swt yang bernama Puasa Ramadhan. Selama sebelas bulan seluruh jiwa dan raga 'diperas' untuk memuaskan hasrat hidup. Istilahnya, kadang kaki harus di kepala, kepala kudu di kaki. Itulah tantangan hidup yang harus dihadapi seperti halnya bermain sirkus. Belum lagi, kita tak tahu persis kondisi metabolisme dalam tubuh kita saat ini. Tak jarang juga pakem hidup sehat diterjang. Kualitas makanan dan kualitas istirahat menjadi terabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah ada fitur Puasa Ramadhan. Selama satu bulan penuh semua organ tubuh mendapat jatah keringanan kerja. Masing-masing organ dapat terus berfungsi tanpa harus &lt;em&gt;ngoyo&lt;/em&gt; (kerja keras). Waktu beribadahpun serasa sayang untuk ditinggalkan. Puasa Ramadhan juga memberikan tantangan seru. Menjelang pagi kita harus bangun menyiapkan masakan untuk Sahur. Seminggu pertama tidaklah terasa, minggu selanjutnya fisik terasa terusik. Tekanan pekerjaan berpacu dengan kantuk yang terus menyerbu. Apapun, tantangan ini sungguh sangat seru. Niat adalah proteksi kuat untuk selalu bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitur Allah SWT selanjutnya adalah Hari Kemenangan. Perasaan lega jika kita merasa telah memenuhi kuajiban dari Yang Kuasa. Walau belum sempurna, yang penting ikhlas menjalani dan selalu berusaha memperbaiki diri, selanjutnya kita pasarahkan pada Yang Maha Tinggi. Saat Lebaran tiba, inilah saat yang paling dinanti dan diminati.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Prosesi menikmati Hari Kemenangan kurang afdol jika tanpa dilalui dengan ritual mudik, meskipun kadang tidak bisa masuk di akal. Apapaun latar belakang ekonomi, sosial, budaya bahkan agama, mudik adalah sebuah keharusan. Logika benar-benar telah dikalahkan secara telak oleh 'emosi'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan mudik pun cukup menguras energi. Kali ini saya membawa oleh-oleh batik Madura hasil &lt;em&gt;hunting&lt;/em&gt; langsung dari Pulau Garam. Oleh-oleh buat keluarga untuk mempererat tali persaudaraan. Mudik juga mengharuskan pantat kami harus menempel di jok mobil durasi 7 hingga 9 jam, sangat tergantung situasi dan kondisi di jalan. Belum lagi emosi ikut terbakar manakala ada pengemudi yang tidak bertatakrama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelah pun sirna saat memasuki rumah ibu. Seketika ingatan terulang pada masa-masa kecil hingga remaja. Terlebih jika mendengar suara keponakan berantem berebut &lt;em&gt;gadget&lt;/em&gt;. Menjelang sholat Ied, kami harus memetakan jumlah keluarga dengan &lt;em&gt;seat&lt;/em&gt; mobil. Ada tradisi dari keluarga saya untuk selalu sholat Ied di alun-alun Kraton Yogya. Lautan manusia dengan keyakinan yang sama memberi spirit tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang Sholat Ied suasana yang paling saya tunggu-tunggu adalah ritual makan bersama Ketupat Opor Ayam buatan ibu. Rasanya gak ada yang bisa mengalahkan enaknya Opor Ayam buatan ibu, bahkan &lt;em&gt;chef master&lt;/em&gt; sekalipun :) Kenikmatannya sebenarnya bukan hanya pada masakannya., tetapi juga bagaimana cara kami menikmatinya. Kami makan bersama sambil saling bercerita dan bercanda. Ruang makan favorit kami justru yang di dekat dapur, jauh dari suasana formal dan penuh aturan. Opor ayam ibu benar-benar telah menyatukan kami. Opor ayam ibu telah menjadi ajang semakin mempererat persaudaraan kami. Opor ayam menjadikan kami kembali ke masa kecil yang penuh kebahagian, sebelum akhirnya kami 'tercerai-berai' karena pernikahan. Sungguh terlalu mewah dan indah suasana ini. Suasana yang setiap tahun selalu saya rindukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXuBQhSigfYHq7r0dFKiHNGm9CO5xqcjcLRaUA0BDDvWoZNJIMlAXrQudUFrIeUSeKWdOVYasBJRM3i1Tzxb80y66CPJDVVPA5MhlsxfEcjsigqotFThYKnwHrt7uNpuuGI784Ya0NXy81/s72-c/opor3.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">37</thr:total></item><item><title>Disorientasi Ruang</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2011/08/disorientasi-ruang.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Mon, 1 Aug 2011 08:33:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-6333562445919409027</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2WZUvCw0HtJNAsARGf2I-04oTfqnDQNoIePimU2fJNB7qGiqWvI4S3pLvZzbHu5tPW-EtpcDBvyqVVDeQUOUIowF12C0kHhaWDWCDqPqPAsb4ny8IKnptZuGW9Kacj_MgpK4uUyas3Rxe/s1600/bingung.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 252px; DISPLAY: block; HEIGHT: 200px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5635931579230457746" border="0" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2WZUvCw0HtJNAsARGf2I-04oTfqnDQNoIePimU2fJNB7qGiqWvI4S3pLvZzbHu5tPW-EtpcDBvyqVVDeQUOUIowF12C0kHhaWDWCDqPqPAsb4ny8IKnptZuGW9Kacj_MgpK4uUyas3Rxe/s320/bingung.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Suami saya termasuk orang yang beruntung. Dia sudah mengunjungi 7 sirkuit F1 atas sponsor dari media atau&lt;em&gt; travel agent.&lt;/em&gt; Bahkan ada beberapa sirkuit yang dikunjungi lebih dari 1X. Setiap kali dia berangkat, selalu ada pertanyaan kenapa saya ga ikut. Saya selalu jawab sekenanya, ga hobi balapan, ga punya uang atau karena saya ga bisa cuti. Saya pikir jawaban tadi sudah mengunci pertanyaan berikutnya, ternyata tidak! Lahirlah pertanyaan baru, "kalau ga suka lihat balapan ga usah ikut ke sirkuit, jalan-jalan saja putar-putar kota." Berkali-kali mendapat pertanyaan seperti itu rasanya saya ingin mengungkapkan inti permasalahan yang sebenarnya.
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;Sebenarnya saya adalah penganut paham disorientasi ruang, hahaha... Saya termasuk diantara 90% wanita yang kurang mampu membaca ruang sebaik pria. Jangan tanya saya mengenai arah mata angin atau arah jalan ke suatu tempat tertentu. Rasanya saya ga pernah punya&lt;em&gt; feeling&lt;/em&gt; soal arah. Bingung saat harus menentukan utara, selatan, barat, timur kecuali kanan dan kiri. Otak saya benar-benar jauh dari &lt;em&gt;google earth&lt;/em&gt;! Saat keluar dari &lt;em&gt;lift&lt;/em&gt;, terlebih saat kepala penuh beban pekerjaan, itulah saat kekonyolan saya. Pada saat &lt;em&gt;lift&lt;/em&gt; berhenti di lantai tujuan, disitulah pikiran berkecamuk keras, mau ke kiri atau ke kanan? Jawabannya hampir sama, saya selalu memilih arah yang salah! Kaki terhenti ketika lorong berbatas tembok. Hanya balik arah untuk kembali melangkah ke arah yang benar :)
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Kebiasaan saya kerap menjadi lelucon keluarga atau teman. Mereka sangat paham kebiasaan saya. Rasanya serba salah, bertanya menjadi bahan olok-olok, tidak bertanya selalu salah arah. Yang paling mengkuatirkan saat saya harus bersama atasan saya atau mitra. Karena kurang mampu membaca ruang, saya kuatir mendapat cap tidak menguasai medan. Sungguh memalukan...
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Pengalaman seru terjadi saat Umroh. Sebenarnya hotel tempat saya menginap sangat dekat dengan Masjid Nabawi, hanya berbatas dua jalan. Keluar hotel, jalan lurus sudah memasuki gerbang utama. Suatu saat sehabis saya menjalankan sholat shubuh di masjid Nabawi bersama ibu tanpa kompas hidup (suami), tiba-tiba jalan pulang ke hotel berubah menjadi &lt;em&gt;city tour&lt;/em&gt; hanya gara-gara pintu keluar yang saya lalui berbeda dengan pintu masuk. Beribu langkah saya tempuh belum juga menemukan hotel tempat menginap. Saya mencoba malu bertanya untuk mengasah logika dan ingatan. Saya akhirnya pasrah ketika melihat wajah ibu terlihat kelelahan. Ampuuuunnn....
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun suatu saat saya ngakak mengaca kebiasaan saya soal disorientasi ruang. Biasanya teman, saudara dan suami yang tertawa, kini giliran saya yang ngakak saat membaca sebuah buku. Pertama kali saya membaca buku ini kira-kira 2 tahun yang lalu, tapi saya tak pernah bosan mengulanginya, dan tetap saja tertawa seolah-olah sedang bercermin. Buku karya &lt;em&gt;Allan + Barbara Pease &lt;/em&gt;berjudul "&lt;em&gt;Why Men Don’t Listen &amp;amp; Women Can’t Read Maps"&lt;/em&gt; benar-benar menguliti saya terutama mengenai terbatasnya kemampuan perempuan dalam membaca ruang. Di dalam buku itu disebutkan jangan pernah memaksa seorang perempuan membaca peta atau petunjuk jalan. Jangan pernah memberi petunjuk arah pada seorang perempuan dengan cara memberitahu petunjuk arah mata angin, namun berikan patokan arah dengan menggunakan patokan gedung. Seolah buku itu menguatkan kebiasaan saya selama ini. Gue banget...!! :)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;Dalam buku itu disebutkan bahwa perempuan dan laki-laki memang berbeda. Bukan karena ada yang lebih baik atau lebih buruk tapi hanya berbeda meskipun mereka mempunyai ketrampilan, kemampuan dan potensi yang sama. Disebutkan pula bahwa dengan memahami satu sama lain diharapkan dapat untuk membangun kekuatan secara bersama dan bukan sibuk membicarakan kelemahan masing-masing.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Hmmm... lega rasanya. Ternyata saya masih normal. Uniknya, meskipun saya termasuk penganut disorientasi ruang, namun saya tidak pernah berusaha menguranginya. Biarlah ini menjadi "kelebihan" saya. Tiada manusia yang sempurna (excuse.com). &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2WZUvCw0HtJNAsARGf2I-04oTfqnDQNoIePimU2fJNB7qGiqWvI4S3pLvZzbHu5tPW-EtpcDBvyqVVDeQUOUIowF12C0kHhaWDWCDqPqPAsb4ny8IKnptZuGW9Kacj_MgpK4uUyas3Rxe/s72-c/bingung.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">35</thr:total></item><item><title>Pasti Bisaaa...!!</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2011/06/pasti-bisaaa.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Fri, 24 Jun 2011 09:07:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-7288829460217859088</guid><description>Sebagai karyawan, beberapa kali saya diikutkan dalam seminar atau pelatihan. Ada yang bertujuan menambah pengetahuan, namun ada pula yang bertujuan untuk mengobarkan semangat dan kualitas kerja. Bagi perusahaan jelas penting, kinerja yang baik berkorelasi terhadap peningkatan produktivitas. Untuk karyawan memang perlu, karena 'baterai' semangat sesekali perlu di-&lt;em&gt;recharge&lt;/em&gt; agar tetap berkobar dan menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivator selalu tampil cerdas dalam mengemas kalimat dan filosofi. Apapun jenis motivatornya, baik yang berbasis dunia kerja profesional maupun yang berbumbu agama. Ujung-ujungnya peserta &lt;em&gt;manggut-manggut &lt;/em&gt;tanda kagum atau bangga karena pernah melakukannya. Namun tak jarang tersadar karena mengendornya semangat kerja. Ujung-ujungnya, saat menerima sertifikat akan dibarengi janji untuk bersemangat kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, urusan memotivasi diri tidak harus mengikuti seminar atau pelatihan. Tidak harus berada di hotel mewah, makan lezat saat &lt;em&gt;coffee break &lt;/em&gt;dan berada di ruangan yang sejuk ber-AC. Juga, tidak harus mendengarkan &lt;em&gt;wejangan&lt;/em&gt; dari orang yang 'berpangkat' atau yang mempunyai gelar seabrek.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFgBcJsTccryGDnV0R_0MRCnxJLg3NAG7noih-z3Vb0dR1LY-7G6pyrwOUNdRYZNyApOjgTQc8g4u5BGzzxVjz5s5phCqo8G7kmrZmOl6tr3ykv6b8pgNG58d2l1PCehNkEfwnbIowex7V/s1600/IMG_0691.JPG"&gt;&lt;img style="WIDTH: 314px; HEIGHT: 247px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5621961239654962098" border="0" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFgBcJsTccryGDnV0R_0MRCnxJLg3NAG7noih-z3Vb0dR1LY-7G6pyrwOUNdRYZNyApOjgTQc8g4u5BGzzxVjz5s5phCqo8G7kmrZmOl6tr3ykv6b8pgNG58d2l1PCehNkEfwnbIowex7V/s320/IMG_0691.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mempunyai motivator langganan di rumah. Seorang bocah laki-laki yang kini berusia 7 tahun, namanya Taranggana. Kebetulan, saya dan suami belum mempunyai momongan, bocah inilah salah satu dari sekian keponakan yang paling mengisi kavling hati kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kecil saya sudah sangat dekat dengannya. Ia pernah rajin hadir tidur di antara kami berdua setiap malam minggu. Sebelum tidur, ritualnya adalah 'ndalang' memainkan replika motor &lt;em&gt;Valentino Rossi &lt;/em&gt;atau &lt;em&gt;Casey Stonner&lt;/em&gt;. Jika bosan, kadang ia mengambil beberapa boneka hewan dan memainkannya sesuai perannya masing-masing. Sambil menemani, kami membaca majalah atau melayang di dunia maya. Telinga terus memantau celoteh cedalnya. Kami merasa wajib mendengarkan dan sesekali bertanya untuk menjaga kelangsungan ceritera dan berbagi perhatian. Saat kantuk menyerang, ia bergegas turun dari tempat tidur dan meletakan mainannya di meja secara rapi. Saya bangga dengan disiplin tinggi didikan kedua kakak saya meskipun kala itu usianya baru sekitar 4 tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kaget, penawaran makanan akan ditolak mentah-mentah kala ia sudah melalui salah satu ritual menjelang tidur yang bernama 'rawat'. Prosesi ini adalah membersihkan seluruh badannya dengan &lt;em&gt;washlap&lt;/em&gt;, menggosok gigi dan memakai piyama. Merasa sudah bersih, maka ia akan menolak semua makanan yang ditawarkan kepadanya. Lagi-lagi, sebuah disiplin natural yang dikedepankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuHw9D3aY7zN0jF0spSVoBJhEQ2nh9syrLj3uR8XOzNlEHxXbopjZ2EgN8IdfuTO5qJmGJOgZouQ97sjYLpUZahkcebniEE9RF6Y5j8rlHN7aHEaIRwVZda4KZ8FO2_SkMWyNtre6LfMUL/s1600/IMG_0726.jpg"&gt;&lt;img style="WIDTH: 202px; HEIGHT: 317px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5621949478922583154" border="0" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuHw9D3aY7zN0jF0spSVoBJhEQ2nh9syrLj3uR8XOzNlEHxXbopjZ2EgN8IdfuTO5qJmGJOgZouQ97sjYLpUZahkcebniEE9RF6Y5j8rlHN7aHEaIRwVZda4KZ8FO2_SkMWyNtre6LfMUL/s320/IMG_0726.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyL3-McPvoMBrqdWZ6hyphenhyphenz1JCBdR5MyZjzE9oCQla9BMzbCLx9Wql51GgegIsJksrqPyoqbuaIUqXDPJU6V3LhBKS4U5WnYp2xSuTi1-4O_hEvFPuTzsx0iFtSmGHXGSKpVz6TpghxcWmeV/s1600/DSC_0777.jpg"&gt;&lt;img style="WIDTH: 208px; HEIGHT: 317px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5621948870998560034" border="0" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyL3-McPvoMBrqdWZ6hyphenhyphenz1JCBdR5MyZjzE9oCQla9BMzbCLx9Wql51GgegIsJksrqPyoqbuaIUqXDPJU6V3LhBKS4U5WnYp2xSuTi1-4O_hEvFPuTzsx0iFtSmGHXGSKpVz6TpghxcWmeV/s320/DSC_0777.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sedikitnya teman seusia di lingkungan rumahnya menjadikan ia mau tidak mau harus 'naik kelas' di atasnya. Maksudnya, bergaul dengan teman-teman kakaknya yang terpaut 4 tahunan. Untuk mengimbangi mobilitas, ia harus belajar naik sepeda. Saat itu usianya sekitar 5 tahun. Ketika mendengar anak sekecil itu belajar naik sepeda saya menjadi was-was, bagaimana kalau terjatuh? Jaman saya dulu masih banyak jalan kampung dari tanah, kalaupun sampai terjatuh tidak akan separah jalan aspal. Untuk mengantisipasi itu akhirnya saya membelikan helm. Persyaratan wajib dari saya adalah boleh naik sepeda asal ber-helm, agar isi otaknya yang cerdas terlindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat sepulang kerja saya mampir ke rumahnya. Ingin tahu hari-hari pertamanya belajar naik sepeda. Ketika memasuki halaman rumahnya tak henti saya memandang sebuah sepeda butut warisan kakaknya. Sementara sepeda tadi bersanding gagah dekat sepeda baru milik kakaknya. Saat akan melangkah masuk ke rumah, sebuah 'magnet' menarik mata saya untuk menikmati dua buah helm pemberian saya untuk dia dan kakaknya. Sungguh saya sangat &lt;em&gt;trenyuh&lt;/em&gt; sekaligus bangga, sungguh di luar dugaan. Salah satu helm ditulisi menggunakan spidol biru. Tulisan yang sangat indah untuk anak usia TK : &lt;em&gt;"Pasti Bisa".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfirmasi menyebutkan tidak ada intervensi dari kedua orang tuanya. Dua buah kata yang bermakna sangat dalam. Saya sempat mendiskusikan dengan suami. Kata Pasti, adalah sebuah keyakinan akan kemampuan. Mengandung semangat yang luar biasa besar dan perjuangan tanpa menyerah. Beda dengan kata harus, karena bermakna sebuah usaha. Saya sempat geleng-geleng, anak seusia dia otaknya mampu memilih kalimat dasyat &lt;em&gt;"Pasti Bisa".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kata dasyat ini benar-benar dibuktikan. Dulu, kakaknya butuh satu bulan untuk menggerakan kereta angin ini pada saat usinya 7 tahun. Kini, Rangga telah memecahkan rekor kakaknya, cukup satu minggu untuk menguasai alat transportasi ini pada usia 5 tahun. Ia terus mengobarkan &lt;em&gt;"Pasti Bisa"&lt;/em&gt; untuk kemauan kerasnya yang lain yaitu masuk ke tim &lt;em&gt;drum band&lt;/em&gt; sekolah TK-nya. Setelah SD, kini ia mengobarkan keinginanya untuk masuk tim Sekolah Sepak Bola (SSB) mewujudkan mimpinya sebagai pesepakbola nasional. Bermodalkan semangat yang membara pula karena keinginannya jalan-jalan ke Jakarta, saat ini Rangga tengah menikmati liburannya di rumah sepupunya seorang diri tanpa kawalan orang tuanya. Melihat semangatnya yang selalu berkobar, energi saya pun selalu terbakar saat bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangga, Pasti Bisa... !! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFgBcJsTccryGDnV0R_0MRCnxJLg3NAG7noih-z3Vb0dR1LY-7G6pyrwOUNdRYZNyApOjgTQc8g4u5BGzzxVjz5s5phCqo8G7kmrZmOl6tr3ykv6b8pgNG58d2l1PCehNkEfwnbIowex7V/s72-c/IMG_0691.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">31</thr:total></item><item><title>No Parti No Cry</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2011/06/lebih-dari-sewindu-mbak-parti-bersama.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Fri, 10 Jun 2011 09:59:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-835678306775722536</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy7GFyBndF3jBDY2_yTqwUJ_nWQ-UgQFD_2J43EnqdtnOFfCqLbfcqH41ChbCanpoXwGLbvTzojos71Cfa594KG7ZtbpgXZ49fzpKslg9XenDJDjLHqhs3Q2egG_zr0GzAfwYcJ3UTEg9D/s1600/super+mom+edit.gif"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 206px; FLOAT: right; HEIGHT: 272px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617347167792825618" border="0" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy7GFyBndF3jBDY2_yTqwUJ_nWQ-UgQFD_2J43EnqdtnOFfCqLbfcqH41ChbCanpoXwGLbvTzojos71Cfa594KG7ZtbpgXZ49fzpKslg9XenDJDjLHqhs3Q2egG_zr0GzAfwYcJ3UTEg9D/s320/super+mom+edit.gif" /&gt;&lt;/a&gt;Lebih dari sewindu mbak Parti bersama keluarga kami. Waktu yang cukup lama untuk sebuah ukuran loyalitas. Apalagi sekarang cari partner untuk mengurus rumah tidaklah mudah. Salah pilih bisa-bisa kita yang 'disembelih'. Banyak kasus, sehari dua hari bekerja rumah dikuras. Pergi tanpa bekas dengan memalsu identitas. Lemaaaass...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama mbak Parti detail kebutuhan dapur dan sekitarnya selalu terpenuhi. Tak jarang mbak Parti mampu menterjemahkan instruksi sekecil apapun menjadi layanan yang cukup berkualitas. Bahkan kadang kreativitas lahir tanpa adanya instruksi yang bergulir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan pagi tersaji setiap hari tanpa harus berkejaran dengan waktu. Mandi, sarapan, hingga baju sudah rapi kena timpahan seterika. Rumah pun sudah rapi tersapu dari debu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sret.. sreeettt...., pintu pagar dibuka siap-siap meluncur. Saat itu pikiran hanya tertuju pada pekerjaan yang sudah siap memburu. Nggak pernah terpikir apakah kompor sudah dimatikan, colokan seterika sudah dicabut, bahkan tanpa harus paranoid soal gas menguap.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat pulang kerja, di meja makan telah mengepul sayur panas dan bau lauk yang menggaruk selera. Gelas penuh air putih dan jus buah segar berdiri di meja makan dengan tegar. Perutpun siap menampung. Ketika hasil karya mbak Parti memenuhi isi perut, badan pun kembali segar tak lagi mengkerut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil &lt;em&gt;klesetan&lt;/em&gt;, acara TV menjadi suplemen makan malam yang cukup menghibur. Setelah perut tak terasa penat, kamar mandi menjadi ritual terakhir sebelum merebahkan tubuh hingga subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi pun menyapa, mbak Parti pun telah kembali siap siaga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang kebersamaan itu harus berakhir. Berat, baik secara hubungan kemanusiaan maupun kerja. Sarat, hingga memerlukan proses waktu yang panjang untuk evaluasi yang cukup mengencangkan urat syaraf . Entah kenapa dua tahun ini mbak Parti seringkali emosi tanpa kendali walaupun dalam simbol-simbol yang belum tentu orang lain mengerti. Kesamaan budaya membuat saya paham dan lebih mengerti. Telah berkali-kali pula saya evaluasi secara hati-hati agar lebih mengerti dan peduli. Namun rupanya proses evaluasi dua tahun tetap tidak meyurutkan &lt;em&gt;moody&lt;/em&gt; mbak Parti yang menurut kami malah semakin menjadi. Akhirnya dengan berat hati kebersamaan ini harus kami sudahi. Etika, unggah-ungguh, tata krama menjadi materi utama alasan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, saya dan suami harus bangun lebih pagi. Setelah sholat, kami jadi terbiasa dengan &lt;em&gt;check list&lt;/em&gt; nasi, &lt;em&gt;Done!&lt;/em&gt; Lauk, &lt;em&gt;Done!&lt;/em&gt; Setrika, &lt;em&gt;Done!&lt;/em&gt; Bersihin kamar, &lt;em&gt;Done!,&lt;/em&gt; Cuci Piring, &lt;em&gt;Done!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat, tapi sudah tidak ada lagi pemandangan wajah ditekuk terkesan hati kurang terketuk. Tidak ada lagi rasa dongkol yang harus dibawa sampai kantor. Sekali lagi, berat tapi hati lebih tenang. Biar berat dan capek, &lt;em&gt;No Parti No cry...!!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Anyway&lt;/em&gt;, tetap terima kasih yang tak terhingga untuk mbak Parti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber gbr : greyskiestb.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy7GFyBndF3jBDY2_yTqwUJ_nWQ-UgQFD_2J43EnqdtnOFfCqLbfcqH41ChbCanpoXwGLbvTzojos71Cfa594KG7ZtbpgXZ49fzpKslg9XenDJDjLHqhs3Q2egG_zr0GzAfwYcJ3UTEg9D/s72-c/super+mom+edit.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">41</thr:total></item><item><title>Silam Salam</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2011/05/silam-salam.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Sun, 1 May 2011 04:50:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-2748124415164801282</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5tvXrnQQoVayk3i3r8TomnWqdilBICo3AVjZqRdiptqA2ZIpgiuyXt5Nf9r2CRCD0o6FwFUc5NQvvd9ealw1IkJAQzPxybq4KB8_qlcUaT1mQW8LszB8ketGQ6mK-bOtA1Usfw4QeDVlA/s1600/busy-lady.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 248px; FLOAT: left; HEIGHT: 320px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616646694861328610" border="0" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5tvXrnQQoVayk3i3r8TomnWqdilBICo3AVjZqRdiptqA2ZIpgiuyXt5Nf9r2CRCD0o6FwFUc5NQvvd9ealw1IkJAQzPxybq4KB8_qlcUaT1mQW8LszB8ketGQ6mK-bOtA1Usfw4QeDVlA/s320/busy-lady.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Saya percaya persahabatan itu mulia, bisa tercipta dimana saja. Kuncinya hanya sebuah ketulusan dan keikhlasan. Tidak hanya di dunia nyata, pun di dunia maya. Kadang halangan ceritera hidup dan latar belakang kehidupan sebelumnya bukanlah masalah penting. Kesan pertama menjadi kunci utama. Selanjutnya dengan konsistensi rasa saling menghormati cukup untuk dijadikan modal persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di blog, saya seperti mendapatkan kehidupan baru. Teman-teman silih berganti menyapa. Memberi apresiasi adalah salah satu bentuk penghormatan. Di sisi lain, ada adrenalin untuk bisa menyuguhkan materi lebih bagus dan lebih bagus lagi. Proses inilah yang sebenarnya bermanfaat untuk tubuh. Pikiran dipacu untuk terus berkreasi. Melalui pikiran tadi rasanya seluruh organ tubuh dipandu seperti orkestra untuk berkontribusi. Inilah proses hidup yang bikin hidup lebih hidup. Rasa bosan oleh ritual hidup sebagai karyawan dan ibu rumah tangga dapat sejenak terelakan. Blog adalah salah satu nutrisi kehidupan melawan rutinitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan di blog kuncinya adalah silaturahim. Ada "kuajiban" kita untuk beranjangsana. Persis agama kita, mengajari untuk berbagi dan empati. Inilah bagian seru dari blog. Semakin rajin beranjangsana, semakin kokoh dan luas persahabatan kita. Semakin rajin &lt;em&gt;blog walking&lt;/em&gt; semakin luas wawasan yang mengisi kapasitas otak kita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;SILAM itulah saya. Terpaksa saya lakukan karena saya telah gagal. Kalah oleh tekanan rutinitas hidup. Semestinya saya harus bisa melawan. Seharusnya saya punya senjata ampuh untuk "membunuh"-nya. Rutinitas telah menguasai hidup saya. Fitur-fitur aktualisasi untuk "rekreasi" seperti hal-nya di blog benar-benar mati suri. Butuh kekuatan besar untuk melawan. Kini saya memasuki taraf perlawanan. Ingin menyapa kembali. Ingin merajut kembali persahabatan itu. Rasanya tak sabar ingin berbagi cerita dengan sahabat semua. Apa kabar teman? Saya hadir kembali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber gbr : ayaka95-ceritahati.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5tvXrnQQoVayk3i3r8TomnWqdilBICo3AVjZqRdiptqA2ZIpgiuyXt5Nf9r2CRCD0o6FwFUc5NQvvd9ealw1IkJAQzPxybq4KB8_qlcUaT1mQW8LszB8ketGQ6mK-bOtA1Usfw4QeDVlA/s72-c/busy-lady.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">18</thr:total></item><item><title>BBM Group</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2010/09/bbm-group.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Sun, 19 Sep 2010 07:30:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-6464310726669323930</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj69XELs7brwvIlXMEu8FF0UsCwy74DF3Yo_uvZXQqV-5PvjIF1ID_mpnkvwOfxVVwZwbjdZbyzB8HSg6fdL72lMW4bl-ZNve5mqE6lQA3TnMEcEdQVWh9I8DiQZq5h7tYOCurUklWSMwQB/s1600/BBIM.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 150px; display: block; height: 145px;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5541800700363548418" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj69XELs7brwvIlXMEu8FF0UsCwy74DF3Yo_uvZXQqV-5PvjIF1ID_mpnkvwOfxVVwZwbjdZbyzB8HSg6fdL72lMW4bl-ZNve5mqE6lQA3TnMEcEdQVWh9I8DiQZq5h7tYOCurUklWSMwQB/s320/BBIM.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Awalnya saya termasuk anggota pasukan anti BB. Waktu itu saya berfikir merk ponsel yang saya pakai masih mumpuni. Fiturnya mampu menjawab kebutuhan hidup berkomunikasi. Dorongan suami, ajakan teman ternyata tidak cukup mempan. Namun ketika mendapat undian dari kantor berupa diskon pembelian dan karena tuntutan pekerjaan barulah saya mencoba BB. Dasar Matre..!! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menggunakan BB ternyata sangat membantu. Urusan kantor lebih mudah teratasi, koordinasi menjadi lebih &lt;em&gt;simple&lt;/em&gt;. Komunikasi benar-benar tidak terbatasi. Waktu itu pikiran saya hanya untuk kerja. Dengan berjalannya waktu kondisi itu mulai bergeser. BB telah memberikan kesenangan yang luar biasa. Berawal dari FB yang bisa diakses secara &lt;em&gt;mobile&lt;/em&gt;, bisa jadi "teman" saat perjalanan dinas keluar kota. Bikin status, &lt;em&gt;clometan&lt;/em&gt; komentar status, benar-benar bagian seru terkadang nyerempet &lt;em&gt;saru&lt;/em&gt;. Perjalanan keluar kota jadi terhibur.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari tercetus ide mengumpulkan teman-teman lama di dalam &lt;em&gt;Group&lt;/em&gt; BBM. Sebelumnya saya hanya punya dua yaitu &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; yang anggotanya para sahabat saya dan &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; teman-teman lama yang sudah menyebar. &lt;em&gt;Group&lt;/em&gt; pertama yang saya buat adalah &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; keluarga. Selanjutnya &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; teman SMA, satu persatu teman-teman SMA saya &lt;em&gt;invite&lt;/em&gt;. Seperti &lt;em&gt;multi level marketing&lt;/em&gt;, masing-masing membawa &lt;em&gt;downline&lt;/em&gt;-nya. Hebatnya, anggota &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; bukan hanya teman sekelas, tetapi juga lintas kelas dan jurusan. Kemudian &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; teman kantor lama dan &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; teman kuliah. Ada 2 &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; lagi yang saya ikuti untuk koordinasi masalah pekerjaan. Agar tidak mengganggu kegiatan yang sedang berjalan, terutama saat bekerja, suara &lt;em&gt;thang thing thang thung&lt;/em&gt; dari BBM &lt;em&gt;Group&lt;/em&gt; saya&lt;em&gt; silent&lt;/em&gt;, jadi hanya kelip-kelip bintang merah sebagai tandanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diantara &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; yang saya punya ternyata&lt;em&gt; group&lt;/em&gt; teman SMA yang paling aktif dan "gila" namun paling banyak memberi "warna". Dulu semasa sekolah tidak sedikit diantara kita hanya tegur sapa saja kala berjumpa. Kini, hubungan itu bagaikan keluarga. Hal terkecil dalam keluarga dan kerja bisa menjadi obrolan empati. Namun tak jarang obrolan &lt;em&gt;saru&lt;/em&gt; jadi penambah bumbu. Guyonan kami masih tetap sama seperti dulu walaupun tempat tinggal sedikit banyak berpengaruh pada dialek kami. Hebatnya, kami masih bersemangat menggunakan bahasa Jawa aliran ngoko yang kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intensitas ini terbukti pada saat kopdar lebaran kemarin. Muka blingsatan dan jaim mengawali kopdar. Bisa jadi karena sadar bahwa pada saat di BBM Group celoteh ngawur untuk menghibur tanpa melihat langsung muka lawan bicara, kini harus berkomunikasi langsung dengan wajah-wajah yang lama tak bersua dan mulai mengubur kenangan waktu SMA. Dasar ikatan batin kami yang kuat membuat pertemuan awal yang beku segera menyatu. Rekaman celoteh di BBM Group kembali dibahas. Ketawa- ketiwi benar-benar menghibur hati. Melupakan sejenak urusan pekerjaan, kota asal dan pernik kehidupan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kopdar kegiatan BBM bukannya mereda tapi semakin menjadi. BBM berlangsung sepanjang waktu, sepanjang hari. Anggota yang ikut tidak selalu lengkap, tergantung kesibukan masing-masing. Sampai tengah malam pun tak melihat gender semua masih &lt;em&gt;ger-ger-an&lt;/em&gt;. Semoga para istri atau suami tidak iri dengan keakraban kami supaya kami tetap bisa &lt;em&gt;ger-ger-an&lt;/em&gt; walau hanya melalui BBM. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber gbr : &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.cio.com/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;www.cio.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="border: 0px none ; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj69XELs7brwvIlXMEu8FF0UsCwy74DF3Yo_uvZXQqV-5PvjIF1ID_mpnkvwOfxVVwZwbjdZbyzB8HSg6fdL72lMW4bl-ZNve5mqE6lQA3TnMEcEdQVWh9I8DiQZq5h7tYOCurUklWSMwQB/s72-c/BBIM.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">31</thr:total></item><item><title>Sabaleha</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2010/08/bagi-orang-jawa-mungkin-juga-suku.html</link><author>noreply@blogger.com (diNa)</author><pubDate>Sun, 8 Aug 2010 07:45:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-1013478487125590549</guid><description>Bagi orang Jawa, mungkin juga suku lainnya ada dua ritual penting yang sering dilakukan dalam menyambut bulan Ramadhan, yaitu ziarah/&lt;em&gt;nyadran&lt;/em&gt;/&lt;em&gt;nyekar&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;padusan &lt;/em&gt;atau mensucikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyonsong Bulan Suci Ramadhan, ritual ziarah/&lt;em&gt;nyadran&lt;/em&gt;/&lt;em&gt;nyekar&lt;/em&gt; ke makam leluhur dan kerabat biasanya dilakukan sebagian besar masyarakat Indonesia. Tujuan utamanya adalah mendoakan agar Allah senantiasa memberikan ruang terbaik untuk para arwah. Semakin dekat dengan bulan Puasa, semakin banyak terlihat gerombolan mobil dan motor parkir di mulut pintu makam. Banyak keluarga menyerbu makam dengan menenteng bunga tabur. Masyarakat sekitar makam dengan ramah bergaya &lt;em&gt;guide&lt;/em&gt; mengantar dan membantu mencari lokasi makam yang dimaksud. Blok demi blok dilalui dengan kepala berisi GPS peta lokasi makam. Dengan menenteng pacul dan arit sang tamu tak perlu miris, peralatan tadi disiapkan untuk membantu membersihkan makam yang mungkin kurang terawat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dampak ekonomi 'kecil' sangat terasa. Perputaran uang dimulai dari penjual bunga tabur dan merembet ke tukang parkir dadakan dan bermuara kepada para pembersih makam. Bayangkan hal ini terjadi pada mayoritas penduduk Indonesia yang jumlahnya menembus 200 jutaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyambut Bulan Puasa, juga ada tradisi seru yang sering dilakukan yaitu &lt;em&gt;padusan&lt;/em&gt; yang berasal dari bahasa Jawa &lt;em&gt;adus&lt;/em&gt; (mandi). Ada kuajiban untuk membersihkan diri dan berdoa sebelum memulai Puasa. Di pedesaan, banyak sungai dan &lt;em&gt;sendang &lt;/em&gt;menjadi tujuan ritual ini. Seperti halnya makam, tempat ini pun menggulirkan sektor ekonomi 'kecil'. Berbeda dengan suasana di pedesaan, kolam renang dan tempat bermain air lah yang menjadi tujuan utama di perkotaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubungan dengan ziarah, &lt;em&gt;nyadran&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;nyekar&lt;/em&gt;, kebetulan ayah saya bersemayam di sisi Allah di Padang Sumatera Barat. Sebuah perjuangan untuk bisa &lt;em&gt;sowan&lt;/em&gt; ke makam ayah. Selain jarak dan waktu, sedikitnya jumlah penerbangan secara otomatis menggelembungkan harga tiket, belum lagi kalau ada tradisi besar seperti saat ini. Hal ini ditambah lagi dengan sistem pengelolaan makam di sana yang memberlakukan sistem sewa yang ketat. Saya dan keluarga harus terus menerus memantau masa berakhirnya masa sewa makam agar Ayah terus dapat dikunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makam umum ini terletak di dekat bandara Padang. Luasnya minta ampun. Saya dan keluarga pernah dibuat bingung mencari lokasi makam ayah. Telpon terus menyala memohon arahan dari Om yang telah berjasa memindahkan makam ayah dari gempuran ombak pantai di Payahkumbuh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menyerah. Setelah kantor makam buka, akhirnya saya memohon bantuan juru kunci. Ternyata, tidak gampang juga memahami bahasa Padang di telinga orang Jawa. Juru kunci berkali-kali bilang "Sabaleha". &lt;em&gt;Blas&lt;/em&gt; saya tidak &lt;em&gt;mudeng&lt;/em&gt;, berkali-kali saya mencoba menebak kata itu, tetapi dikandaskan karena salah. Baru setelah ada petugas lain dan menuliskan, ternyata makam ayah saya terletak di nomor Sebelas H (11H). Dengan sigapnya juru kunci renta itu menunjukkan makam ayah saya dengan tepat tanpa toleh kanan kiri. Hebat..!! Hafal di luar kepala..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini kembali saya dan keluarga harus segera ke Padang untuk memperpanjang sewa makam. Ada wacana makam ayah akan kami pindahkan ke Jawa agar lebih mudah perawatannya. Namun tentu hal ini butuh persiapan. Moga-moga Pak “Sabaleha” selalu diberi kesehatan agar bisa menunjukkan makam ayah lagi, karena saya yakin pasti kami kembali kebingungan mencarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">19</thr:total></item></channel></rss>