<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>.:l jendela l:.</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Jendela" /><description>Celah Sirkulasi Untuk Berbagi</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (Meidy)</managingEditor><lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 17:12:38 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info uri="jendela" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Celah Sirkulasi Untuk Berbagi</itunes:subtitle><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><item><title>Ketika Harus Jatuh Cinta Lagi</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2012/01/jatuh-cinta-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Mon, 23 Jan 2012 15:13:44 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-1937871625054129499</guid><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-4m7GAp4poCI/TxpSNgB6uZI/AAAAAAAAAmU/XvKXM4Vqe34/s1600/double-heart.gif"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; FLOAT: left; HEIGHT: 314px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699958670280538514" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-4m7GAp4poCI/TxpSNgB6uZI/AAAAAAAAAmU/XvKXM4Vqe34/s320/double-heart.gif" /&gt;&lt;/a&gt;Bagaimana rasanya jatuh cinta? Mengawang, berbunga-bunga... Dunia terasa lebih indah. Begitulah kira-kira yang sedang merasakan. Kalau saya, rasanya butuh waktu untuk merangkai kembali serpihan sejarah itu, maklum sudah terlalu lama perasaan itu meraja. Namun cinta memang selalu bikin gemas untuk dibahas, seru untuk diburu dan selalu asik mengulik hati. Atas nama cinta segala sesuatunya menjadi lebih mudah, indah dan bergairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau yang rasa monyet, yang buta atau serius, cinta selalu mempunyai kandungan rasa kangen 90%, sisanya rasa&lt;em&gt; nano-nano&lt;/em&gt;, alias campur aduk. Tanpa pandang bulu tingkat pendidikan, status sosial, dan budaya, cinta mampu membutakan segalanya. Selain rasa lapar dan haus, rasa lain yang muncul hanya kangen, kangen dan kangen.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah perkawinan kami lebih dari 10 tahun, tiba-tiba rasa itu datang. Belum pernah sedasyat ini, benar-benar membutakan. Perasaan klik di awal perjumpaan seperti kamera SLR, &lt;em&gt;klik.. klik.. klik..&lt;/em&gt; suara klik terus berbunyi tanpa menyisakan jeda. Cinta itu ternyata juga menghadirkan perasaan takut kehilangan tanpa jaminan asuransi. Akibatnya, ingin selalu dekat dan lekat seperti perangko dan amplop. Melamun, mengawang, membayangkan sering hadir tanpa permisi. Sedang apakah dia? Bahagiakah dia hari ini? Kangen jugakah dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir perasaan itu sudah beku. Sudah lebih dari 10 tahun, seharusnya perasaan itu sudah terlupakan. Saat ini perasaan itu tiba-tiba menjelang. Cinta membara berangsur menjadi simpati, empati dan menghormati. Ampuuuunn.... seperti kena batunya, perasaan itu semakin membelenggu. Seperti di gang buntu, tidak ada jalan untuk menghindar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah... rasa itu muncul kembali di kota kembang. Parisnya pulau Jawa ini telah menghangatkan suhu dingin yang menusuk hati. Seperti selimut tebal, mampu menghangatkan kembali perasaan itu. Tanpa skenario, pertemuan pertama tanpa diduga membawa kegembiraan yang luar biasa, hati menjadi cerah ceria. Gila, sulit membohongi perasaan ini. Ketika pesawat membumbung tinggi meninggalkan bumi Parahyangan rasa itu terus membuntuti. Seperti bayangan, selalu melekat, dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut. Lama-lama, saya takut kehilangan. Maukah kamu menjadi orang kedua dalam hidupku? Dalam kehidupan kami? Datanglah dalam realita untuk menjauhkan bayanganmu itu. Panggilah aku ibu&lt;em&gt;... &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Deasy, maukah nak? &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;gambar : &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.parenting.leehansen.com/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;darisini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.parenting.leehansen.com/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://siteguh.wordpress.com/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-1937871625054129499?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-23T15:13:44.473-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-4m7GAp4poCI/TxpSNgB6uZI/AAAAAAAAAmU/XvKXM4Vqe34/s72-c/double-heart.gif" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">19</thr:total></item><item><title>Akhir Tahun, Awal PR</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2011/12/akhir-tahun-awal-pr.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sun, 25 Dec 2011 08:03:46 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-7338114185767668868</guid><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-4B6jeKRkkNA/TvdJQtdoyDI/AAAAAAAAAl8/Q0qKIKzaFbc/s1600/resolusi%2525202011.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 400px; FLOAT: right; HEIGHT: 247px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690097205636548658" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-4B6jeKRkkNA/TvdJQtdoyDI/AAAAAAAAAl8/Q0qKIKzaFbc/s400/resolusi%2525202011.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika tatanan alam masih 'perawan' seperti dulu, semua unsur alam bergerak dalam sebuah keteraturan. Saking teraturnya kakek dan nenek moyang kita mampu membuat rumusan 'jitu' kapan musim kemarau dan hujan akan datang dan pergi, hingga penanggalan nasional pun mampu dimaknai. Salah satu yang saya ingat betul adalah bulan Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ke 12 sebagai bulan terakhir ini dimaknai sebagai &lt;em&gt;gede-gedenya sumber&lt;/em&gt;, di mana bulan ini adalah puncak curah hujan. Dampaknya, semua sumber air melimpah ruah. Ujung-ujungnya banjir mengalir di mana-mana. Bukan hanya itu, &lt;em&gt;gede-gedenya sumber&lt;/em&gt; juga bermakna banyak bonus atau insentif yang keluar di akhir tahun. Pundi rekening pun terisi sedikit lebih banyak dari biasanya. Bulan ini juga dimaknai dengan banyaknya orang yang melangsungkan hajatan. Sebagai manusia sosial, disinilah sumber pundi kita sebagian digerus oleh tradisi berbagi. Secara bergantian tradisi berbagi ini merupakan bagian empati dalam lingkaran komuniti.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Desember juga menjadi kesempatan terakhir bagi produsen untuk mencuci stok gudangnya sebelum akhirnya tergilas oleh mode baru. Semua pusat perbelanjaan berkompetisi memberi diskon besar-besaran. Inilah salah satu 'setan' yang sering berhasil mengoyak keimanan berbelanja. Bonus akhir tahun rasanya sulit digenggam jika &lt;em&gt;branded&lt;/em&gt; idolanya diguncang diskon hingga 70 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember benar-benar bulan penuh berkah dan masalah. Berkah karena ada bonus, penuh dengan diskon plus libur panjang. Masalah, karena di akhir tahun kita harus menjalani ritual evaluasi dan resolusi. Dua belas bulan dalam 360 hari ternyata berjalan begitu cepat. Banyak impian di tahun ini ternyata dibiarkan berlalu begitu saja. Inilah yang membuat kepala buntu, terburu-buru ujung-ujungnya menyesal membiarkan waktu cepat berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan ini diperkeruh dengan resolusi tahun depan yang memenuhi isi kepala. Coba hitung berapa impian atau keinginan kita di tahun ini yang belum sempat kita lakukan. Aduuuuuuhhhh..... :( Namun impian tetaplah sebagai impian, jangan pernah ditinggalkan. Jika memungkinkan jadikanlah PR di tahun depan plus ditambah resolusi yang baru. Tetap semangat menggapainya meskipun tertunda. Jiiiaaaahhh...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah puasnya jika setiap tahun dalam kehidupan kita ada tahapan pasti sesuai harapan yang kita inginkan. Bukan keinginan orang lain, tapi keinginan kita. Bukan penilaian mereka, tapi kepuasan diri yang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember memang bisa bikin klenger tapi juga bisa membuahkan semangat yang meluber. Semua tergantung bagaimana kita menyikapinya. Selamat menyambut Tahun Baru dengan semangat baru... Impian yang belum sempat kita kerjakan tahun ini jadikan PR di tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;gambar : &lt;/span&gt;&lt;a href="http://lifestyle.infospesial.net/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;darisini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://siteguh.wordpress.com/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-7338114185767668868?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-25T08:03:46.903-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-4B6jeKRkkNA/TvdJQtdoyDI/AAAAAAAAAl8/Q0qKIKzaFbc/s72-c/resolusi%2525202011.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">33</thr:total></item><item><title>Sebelas di Dua Belas</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2011/12/sebelas-di-dua-belas.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sat, 24 Dec 2011 22:06:46 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-2747377409136183155</guid><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-jdIG4KbJmk8/Tva9QOQAsCI/AAAAAAAAAlk/eJTV3oJUYek/s1600/do-your-homework-wallpapers_3639_1280.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; DISPLAY: block; HEIGHT: 256px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689943265630007330" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-jdIG4KbJmk8/Tva9QOQAsCI/AAAAAAAAAlk/eJTV3oJUYek/s320/do-your-homework-wallpapers_3639_1280.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-7SrMV0FVzhI/Tva4FrWhmaI/AAAAAAAAAlY/lD3Uc01UX60/s1600/homework_title.gif"&gt;&lt;/a&gt;Sebelas... Semestinya PR ini dibuat di bulan sebelas dengan menjawab sebelas pertanyaan. Yaah, PR ini dikirim dari blogger Diah si penyuka warna biru yang selalu seru. Mungkin jawaban kedua belas yang paling tepat adalah permohonan maaf buat Diah karena baru sempat mengerjakan PR di bulan dua belas, namun yang penting masih di tahun dua ribu sebelas :) Nah ini dia jawaban PR-nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Kapan pertama kali kamu nyasar ke blog ini (blog Diah)?&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Nyasar ke blognya Diah tepatnya lupa tapi rasanya sekitar 6 bulan yang lalu setelah sekian lama hiatus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;2&lt;/span&gt;. Apa pendapat kamu tentang ngeblog?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ngeblog bisa sebagai media untuk mengekspresikan diri, menumpahkan uneg-uneg atau mengulas hal-hal yang menggelitik. Dengan ngeblog rasanya kita punya dunia lain, di luar dunia keseharian kita. Gak ada intervensi dari siapa pun, ga harus jadi siapa pun dan apa pun, hanya jadi diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;3. Kenapa kamu suka ngeblog?&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Selain bisa mengekspresikan diri lewat tulisan, ngeblog juga menambah wawasan melalui blog walking, menambah teman dan bisa menambah uang saku (seperti yang terpampang di sebelah kanan tuuhh..). Syukur-syukur kalo tulisan kita bermanfaat buat orang lain, wuuuuiiihhh seneng banget..!!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;4. Postingan apa yang paling kamu senangi dari blog saya ini?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Postingan tentang Sebelas. Karena di Sebelas ini Diah memilih saya sebagai salah satu blogger yang ketiban dapat PR, duuuuhh senengnya dapat apresiasi dari blogger si penyuka warna biru ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;5. Apa yang ingin kamu raih saat ini?&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Hmm.. banyak sebenarnya, tapi paling engga ada 3 hal yang penting. Apa? Aiihh... malu kalo diceritain disini. Nanti dibisikin aja yah... :)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;6. Pernah kopdar? Ada cerita lucu dan berkesan saat kopdar?&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Sebenarnya pengen banget. Mau kopdar gagal mulu :) Kopdar yuuukk...&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;7. Kalau boleh milih, kamu lebih suka menikmati alam dimana: gunung atau pantai?&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Lebih suka pantai kayanya... soalnya ga harus mendaki, hahaha... Tapi pantai emang lebih sexy, apalagi kalo dinikmati pas sunset ditemani secangkir teh ato kopi plus semilir angin pantai... (silakan dibayangkan).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;8. Ikut forum tentang blogger? Forum apa aja?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Yup ikut. Cuma IBN aja. Ada sih BBM group "Emak-emak Blogger", cuma ga membahas spesifik tentang blog, forum silaturahmi dan haha hihi aja..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;9. Tahu Kendari? Sudah pernah ke Kendari kah?&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Kendari? Yup tahu tapi belum pernah kesana... Diah mau undang blogger main-main kesana? Ditunggu yah... :)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;10. Kota mana di Indonesia ini yang paling berkesan buat kamu?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Yogya kali ya... karena dari lahir sampe kuliah di sana sih.. Tapi Yogya menurut saya emang eksotis, unik dan ngangenin, jadi cocok buat liburan. Kalo buat cari uang kayanya Surabaya lebih pas. Kotanya lebih menjanjikan tapi masih bersahabat, kulinernya pun beragam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;11. Apa yang ada di kepala kamu jika melihat bintang?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Bintang berarti harapan. Ada harapan ga hujan, ada harapan bulan muncul menghiasi malam, pun bisa diartikan harapan buat meraih yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akhirnya selesai juga... Ada pendapat lain dari jawaban-jawaban saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;gambar : &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.wallpapermenu.com/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;darisini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://charsfield.suffolk.dbprimary.com/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-2747377409136183155?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-24T22:06:46.651-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-jdIG4KbJmk8/Tva9QOQAsCI/AAAAAAAAAlk/eJTV3oJUYek/s72-c/do-your-homework-wallpapers_3639_1280.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">8</thr:total></item><item><title>Dunia Lain</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2011/11/dunia-lain.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sun, 20 Nov 2011 05:26:49 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-4847215674497791077</guid><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-zvhTdR0_T60/Tsj6aT9-s8I/AAAAAAAAAkc/oeH3chh-eHc/s1600/dream_otr_brown9_lg.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 316px; FLOAT: right; HEIGHT: 320px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677062660244288450" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-zvhTdR0_T60/Tsj6aT9-s8I/AAAAAAAAAkc/oeH3chh-eHc/s320/dream_otr_brown9_lg.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Mungkin seperti ritme hidup sebagian besar ibu rumah tangga bekerja lainnya, ritme hidup saya pun tak jauh dari tahapan yang harus mereka jalani. Sholat Subuh, lanjut beberes kamar, nyiapin sarapan, nyiapin baju, mandi dan makan. Lanjut menaklukan jalan dari kemacetan, mencari solusi harus lewat jalur mana yang lebih lancar. Sering berhasil, namun tak jarang hasilnya nihil. Semua saya lakukan demi warna biru jam kerja yang harus diburu. Berat, tapi harus. Walau kadang banyak kendala, namun saya ikhlas demi si biru. Ada kepuasan tersendiri saat &lt;em&gt;clock in&lt;/em&gt; kurang dari jam 08:00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu persatu tantangan kerja coba saya jinakan. Kadang harus keluar kota, pun tak jarang harus lembur. Bagi saya menjinakan tantangan adalah suatu kenikmatan. Puas bisa totalitas. Berpikir sederhana bahwa kerja adalah amanah dan tanggung jawab. Bila melihat ke bawah, rasanya tak habis rasa syukur yang harus dipanjatkan. Alhamdulillah…&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kadang saat "jendela" terbuka, saya mencoba melongok ke kanan dan ke kiri melihat "dunia lain". Nafsu membara mendengar si A teman SMA mempunyai "mainan" baru di bidang kuliner. Si B teman kerja mempunyai &lt;em&gt;showroom&lt;/em&gt; mobil bekas. Si C mengelola kost-kostan di sela waktunya sebagai karyawati. Si D seorang arsitek mempunyai &lt;em&gt;homestay&lt;/em&gt;. Si E mempunyai bisnis sampingan buka butik batik. Dan si abjad lain pun mempunyai "mainan" yang beda pula.&lt;br /&gt;Telisik demi telisik, konon bukan uang semata yang dikejar, karena secara kasat mata kalkulasi gaji bulanannya rasanya sudah jauh dari cukup. Belum lagi jika digabung dengan pendapatan dari pasangannya. Aktualisasi diri sesuai yang diingini menduduki prosentase terbesar mengapa mereka menjajaki dunia ini. Selain itu konon juga bisa sebagai penambah nutrisi energi tatkala menjalani profesi inti sebagai seorang karyawan atau karyawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang rasanya mendengar cerita teman-teman mengenai "dunia lain"-nya. Saya melihat kepuasan dan gairah yang luar biasa dari binaran cahaya matanya. Otak dipacu memikirkan dunia bermacam warna tak hanya satu warna. Menambah semangat dan gairah kerja. Ingin rasanya menjadi &lt;em&gt;member&lt;/em&gt; mereka. Mendua. Melihat warna warni dunia. Namun mampukah saya mendua dalam fokus kerja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Pic : dreamofstars.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-4847215674497791077?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-20T05:26:49.181-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-zvhTdR0_T60/Tsj6aT9-s8I/AAAAAAAAAkc/oeH3chh-eHc/s72-c/dream_otr_brown9_lg.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">32</thr:total></item><item><title>Ngopi : Ritual Seksi</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2011/10/ngopi-ritual-seksi.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Mon, 31 Oct 2011 07:29:21 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-2036002154567952857</guid><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Y-n9MUHnmnA/Tq1js6S22jI/AAAAAAAAAjI/8ZPEBwgFWGE/s1600/main_codimg.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; FLOAT: left; HEIGHT: 304px" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669297129143065138" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-Y-n9MUHnmnA/Tq1js6S22jI/AAAAAAAAAjI/8ZPEBwgFWGE/s320/main_codimg.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;A&lt;em&gt;fternoon tea&lt;/em&gt; bagi kalangan atas merupakan salah satu ritual perjamuan agung. Artinya pasti tamu agung yang dijamu, entah itu atasan, mitra bisnis atau orang-orang yang dihormati. &lt;em&gt;Afternoon tea&lt;/em&gt; biasanya dilakukan sekitar jam 15:00 – 17:00. Untuk kalangan bawah pasti merasa geli, mau minum teh saja harus nunggu sore hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dibalik kemegahan teh yang telah mengisi celah mewah kelas atas seperti &lt;em&gt;afternoon tea&lt;/em&gt; ternyata masih kalah populer dengan si hitam. Kopi telah mampu menembus batas kelas sosial. Apapun jenis kopinya, ngopi berhasil meraup fans secara fantastis. Ini dibuktikan gaya kongkow kopi dari sopir angkot, mahasiswa hingga kalangan jetset. Dari mulai kopi bubuk campur jagung, kopi Italiano &lt;em&gt;style&lt;/em&gt;, kopi vietnam yang setiap tetesnya bikin gemes, hingga kopi luwak yang bikin kantong bengkak. Saya tidak akan berbicara soal rasa, karena saya bukan perasa kopi sejati, tapi saya sangat senang mendengar celoteh soal kopi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Konon bubuk hitam ini mampu menenggelamkan persoalan hidup. Kopi juga bukan lagi pasangan hidup perokok sejati. Kopi mampu melakukan terobosan MLM (&lt;em&gt;Multi Level Marketing&lt;/em&gt;), hebat..!! Komunitas ini terus bertambah jumlahnya. Contoh gampang adalah orang terdekat saya, suami. Ia bukanlah seorang perokok, walau kadang-kadang sekedar membantu rokok teman. Namun soal kopi nampaknya ia mulai kecanduan. Rasanya tiada hari tanpa ngopi, walaupun masih mampu membatasi jumlah cangkir dan kopi ringan yang dikonsumsinya. Bahkan ia adalah 'setan' bagi saya. Berkali-kali saya yang awalnya tidak suka kopi terus dijejali dan diprovokasi. Kini, saya bagian incip-er, setiap suami ngopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari incip-er akhirnya saya mulai sedikit kerasukan. Roh kopi perlahan mampu merasuki jiwa saya. Tempat-tempat ngopi mulai saya kunjungi. Bukan mutlak mencari kopi, namun saya tertarik perilaku gaya hidup para penikmatnya. &lt;em&gt;Gadget&lt;/em&gt; adalah bagian benda yang tidak pernah mereka tinggalkan. Sambil menyeruput kopi sebagian dari mereka ada yang serius membuka email atau membuat konsep namun ada pula yang sekedar membuka FB atau twitter lewat Ipad atau laptopnya. BlackBerry juga bagian terpenting dari ngopi, sambil ngobrol dan berkelakar, tangan-tangan terampil terus menekan &lt;em&gt;keypad&lt;/em&gt;. Order kopi satu gelas, nongkrongnya ber-jam-jam :) Warung kopi dekat kantor yang setiap pagi saya lewati juga tak luput dari pengamatan saya. Sebelum jam kantor, di warung tersebut selalu ada sekelompok karyawan muda yang asyik ngobrol sambil nyeruput kopi, sebagian sambil merokok dan sebagian lagi sambil baca koran. Entah kenapa saya selalu tertarik melihat aktivitas mereka setiap kali lewat disitu. Kadang saya berpikir, topik apa ya yang sedang mereka obrolkan? :) Melihat nyamannya suasana rasanya ikut merasakan ayem, adem dan seneng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senikmat rasanya, saya juga mendapatkan kenikmatan tambahan melihat tingkah polah penggemar kopi. Ngopi, nampaknya telah mampu membunuh &lt;em&gt;preasure&lt;/em&gt; pekerjaan atau problem hidup yang memenuhi relung kalbu. Ngopi juga mampu menyatukan pertemanan dalam kelakar dan canda di dalam satu meja entah itu cafe atau warung. Makanya ga heran kalau &lt;em&gt;coffee shop&lt;/em&gt; di kota besar semakin menjamur, termasuk gerai kopi baru milik teman saya &lt;a href="http://www.tehsusu.com/"&gt;zizy&lt;/a&gt; :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ngopi memang seksi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Pic : www.x-cafe.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-2036002154567952857?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-10-31T07:29:21.740-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-Y-n9MUHnmnA/Tq1js6S22jI/AAAAAAAAAjI/8ZPEBwgFWGE/s72-c/main_codimg.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">40</thr:total></item><item><title>Karir Mulia</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2011/09/karir-mulia.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Wed, 28 Sep 2011 07:53:21 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-3230087085773770969</guid><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-j7Y91G3uw-c/ToMuyMR3p5I/AAAAAAAAAhc/4VK8QEcizog/s1600/mom3.png"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 144px; FLOAT: right; HEIGHT: 200px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657416996731987858" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-j7Y91G3uw-c/ToMuyMR3p5I/AAAAAAAAAhc/4VK8QEcizog/s200/mom3.png" /&gt;&lt;/a&gt;Kumpul-kumpul selalu menjadi acara yang seru. Apalagi kumpul dengan teman lama. Bak mesin waktu, kepala kita rasanya di-&lt;em&gt;reset&lt;/em&gt; ke masa silam. Banyak ceritera haru biru, seru bahkan kadang berbumbu agak &lt;em&gt;saru&lt;/em&gt;. Walaupun umur bertambah, tampilan pun banyak berubah, namun tetap tak mampu menahan untuk tetap menjadi diri sendiri apa adanya. Masih seperti dulu. Tanpa &lt;em&gt;tedheng aling-aling&lt;/em&gt;, guyonan seronok kerap meluncur bak air mengucur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpul-kumpul teman lama biasanya diawali dengan pertanyaan standar layaknya kuesioner : "Sekarang kerja dimana?" "Anakmu berapa?" "Suami/istri kerja di bidang apa?" Salut dan senang mendengar banyak teman "jadi orang" alias berpangkat, berprestasi tinggi atau sukses di bidangnya. Hebat...!!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali mendengar teman-teman yang berprestasi, pikiran saya otomatis selalu kembali ke masa lalu... "Hmmm pantas saja dia sekarang berpangkat, emang dari dulu rajin, nilainya selalu bagus.." atau "Wah hebat, hobinya justru sekarang jadi ladang uangnya" atau bahkan "Waaaahhh... nilainya dulu selalu di bawahku, kok sekarang hebat banget yaa" Hehehe.. bukan iri tapi mengagumi. Begitu kira-kira yang berkecamuk di kepala saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya mencabik-cabik isi kepala saya, kadang juga menjadi bahan pembahasan bersama teman-teman. Apalagi kalau ada teman yang sekarang menjadi terkenal di bidangnya, bak selebriti wajahnya keluar masuk media termasuk TV. Bangga dan kagum menjadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya terhenyak saat ada beberapa teman yang dengan &lt;em&gt;pede&lt;/em&gt;-nya menyebutkan bahwa profesinya sekarang menjadi Ibu Rumah Tangga! Ada pancaran bahagia dan bangga saat mengungkapkan profesinya saat ini. Pikiran saya kembali menerawang ke masa silam... Sangat ingat betul bagaimana prestasinya dulu, bagaimana cerdasnya mengurai soal-soal ujian, ada yang dapat beasiswa, bahkan tak sedikit yang sebelumnya adalah seorang karyawan yang berprestasi dan menjanjikan. Yang jelas, tidak biasa-biasa saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda saat menyikapi teman-teman yang berprestasi di bidang kerjanya masing-masing, untuk golongan yang terakhir saya benar-benar salut, gak habis pikir, terus berdecak kagum dan geleng-geleng kepala seolah tak percaya. Benar-benar dua jempol buat mereka. Bagaimana tidak, mereka mampu menyingkirkan egonya, meninggalkan ruang pengakuan diri demi keluarga. Saya yakin sangat tidak mudah meninggalkan prestasi yang sudah direnda saat bekerja, meninggalkan teman-teman kerja yang seru meskipun &lt;em&gt;deadline&lt;/em&gt; dan target terus memburu. Yang tak kalah penting, meninggalkan pundi uang pribadi yang selama ini dengan mudah dicari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya profesi inilah yang disebut karir mulia yang sesungguhnya. Dengan suka rela mereka meninggalkan gemerlapnya prestasi dan gelak tawa dunia kerja demi keluarga. Benar-benar saya angkat topi untuk pilihan ini, karena saya belum tentu bisa melakoninya.&lt;br /&gt;Salut...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Pic : www.clker.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-3230087085773770969?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-28T07:53:21.021-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-j7Y91G3uw-c/ToMuyMR3p5I/AAAAAAAAAhc/4VK8QEcizog/s72-c/mom3.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">34</thr:total></item><item><title>Opor Ayam Ibu</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2011/08/saya-sangat-mengagumi-fitur-allah-swt.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Wed, 28 Sep 2011 07:32:15 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-7923346628717025311</guid><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-EGNxjdqPceY/ToMvybrgzYI/AAAAAAAAAhk/KSG6zi1axR8/s1600/opor3.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; FLOAT: left; HEIGHT: 150px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657418100377701762" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-EGNxjdqPceY/ToMvybrgzYI/AAAAAAAAAhk/KSG6zi1axR8/s200/opor3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Saya sangat mengagumi 'fitur' Allah Swt yang bernama Puasa Ramadhan. Selama sebelas bulan seluruh jiwa dan raga 'diperas' untuk memuaskan hasrat hidup. Istilahnya, kadang kaki harus di kepala, kepala kudu di kaki. Itulah tantangan hidup yang harus dihadapi seperti halnya bermain sirkus. Belum lagi, kita tak tahu persis kondisi metabolisme dalam tubuh kita saat ini. Tak jarang juga pakem hidup sehat diterjang. Kualitas makanan dan kualitas istirahat menjadi terabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah ada fitur Puasa Ramadhan. Selama satu bulan penuh semua organ tubuh mendapat jatah keringanan kerja. Masing-masing organ dapat terus berfungsi tanpa harus &lt;em&gt;ngoyo&lt;/em&gt; (kerja keras). Waktu beribadahpun serasa sayang untuk ditinggalkan. Puasa Ramadhan juga memberikan tantangan seru. Menjelang pagi kita harus bangun menyiapkan masakan untuk Sahur. Seminggu pertama tidaklah terasa, minggu selanjutnya fisik terasa terusik. Tekanan pekerjaan berpacu dengan kantuk yang terus menyerbu. Apapun, tantangan ini sungguh sangat seru. Niat adalah proteksi kuat untuk selalu bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitur Allah SWT selanjutnya adalah Hari Kemenangan. Perasaan lega jika kita merasa telah memenuhi kuajiban dari Yang Kuasa. Walau belum sempurna, yang penting ikhlas menjalani dan selalu berusaha memperbaiki diri, selanjutnya kita pasarahkan pada Yang Maha Tinggi. Saat Lebaran tiba, inilah saat yang paling dinanti dan diminati.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Prosesi menikmati Hari Kemenangan kurang afdol jika tanpa dilalui dengan ritual mudik, meskipun kadang tidak bisa masuk di akal. Apapaun latar belakang ekonomi, sosial, budaya bahkan agama, mudik adalah sebuah keharusan. Logika benar-benar telah dikalahkan secara telak oleh 'emosi'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan mudik pun cukup menguras energi. Kali ini saya membawa oleh-oleh batik Madura hasil &lt;em&gt;hunting&lt;/em&gt; langsung dari Pulau Garam. Oleh-oleh buat keluarga untuk mempererat tali persaudaraan. Mudik juga mengharuskan pantat kami harus menempel di jok mobil durasi 7 hingga 9 jam, sangat tergantung situasi dan kondisi di jalan. Belum lagi emosi ikut terbakar manakala ada pengemudi yang tidak bertatakrama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelah pun sirna saat memasuki rumah ibu. Seketika ingatan terulang pada masa-masa kecil hingga remaja. Terlebih jika mendengar suara keponakan berantem berebut &lt;em&gt;gadget&lt;/em&gt;. Menjelang sholat Ied, kami harus memetakan jumlah keluarga dengan &lt;em&gt;seat&lt;/em&gt; mobil. Ada tradisi dari keluarga saya untuk selalu sholat Ied di alun-alun Kraton Yogya. Lautan manusia dengan keyakinan yang sama memberi spirit tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang Sholat Ied suasana yang paling saya tunggu-tunggu adalah ritual makan bersama Ketupat Opor Ayam buatan ibu. Rasanya gak ada yang bisa mengalahkan enaknya Opor Ayam buatan ibu, bahkan &lt;em&gt;chef master&lt;/em&gt; sekalipun :) Kenikmatannya sebenarnya bukan hanya pada masakannya., tetapi juga bagaimana cara kami menikmatinya. Kami makan bersama sambil saling bercerita dan bercanda. Ruang makan favorit kami justru yang di dekat dapur, jauh dari suasana formal dan penuh aturan. Opor ayam ibu benar-benar telah menyatukan kami. Opor ayam ibu telah menjadi ajang semakin mempererat persaudaraan kami. Opor ayam menjadikan kami kembali ke masa kecil yang penuh kebahagian, sebelum akhirnya kami 'tercerai-berai' karena pernikahan. Sungguh terlalu mewah dan indah suasana ini. Suasana yang setiap tahun selalu saya rindukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-7923346628717025311?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-28T07:32:15.789-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-EGNxjdqPceY/ToMvybrgzYI/AAAAAAAAAhk/KSG6zi1axR8/s72-c/opor3.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">35</thr:total></item><item><title>Disorientasi Ruang</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2011/08/disorientasi-ruang.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sat, 20 Aug 2011 09:04:18 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-6333562445919409027</guid><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-KdDXyipKpx0/TjbZ6S5wD5I/AAAAAAAAAgs/e_ECUfcdnHI/s1600/bingung.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 252px; DISPLAY: block; HEIGHT: 200px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5635931579230457746" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-KdDXyipKpx0/TjbZ6S5wD5I/AAAAAAAAAgs/e_ECUfcdnHI/s320/bingung.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Suami saya termasuk orang yang beruntung. Dia sudah mengunjungi 7 sirkuit F1 atas sponsor dari media atau&lt;em&gt; travel agent.&lt;/em&gt; Bahkan ada beberapa sirkuit yang dikunjungi lebih dari 1X. Setiap kali dia berangkat, selalu ada pertanyaan kenapa saya ga ikut. Saya selalu jawab sekenanya, ga hobi balapan, ga punya uang atau karena saya ga bisa cuti. Saya pikir jawaban tadi sudah mengunci pertanyaan berikutnya, ternyata tidak! Lahirlah pertanyaan baru, "kalau ga suka lihat balapan ga usah ikut ke sirkuit, jalan-jalan saja putar-putar kota." Berkali-kali mendapat pertanyaan seperti itu rasanya saya ingin mengungkapkan inti permasalahan yang sebenarnya.
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;Sebenarnya saya adalah penganut paham disorientasi ruang, hahaha... Saya termasuk diantara 90% wanita yang kurang mampu membaca ruang sebaik pria. Jangan tanya saya mengenai arah mata angin atau arah jalan ke suatu tempat tertentu. Rasanya saya ga pernah punya&lt;em&gt; feeling&lt;/em&gt; soal arah. Bingung saat harus menentukan utara, selatan, barat, timur kecuali kanan dan kiri. Otak saya benar-benar jauh dari &lt;em&gt;google earth&lt;/em&gt;! Saat keluar dari &lt;em&gt;lift&lt;/em&gt;, terlebih saat kepala penuh beban pekerjaan, itulah saat kekonyolan saya. Pada saat &lt;em&gt;lift&lt;/em&gt; berhenti di lantai tujuan, disitulah pikiran berkecamuk keras, mau ke kiri atau ke kanan? Jawabannya hampir sama, saya selalu memilih arah yang salah! Kaki terhenti ketika lorong berbatas tembok. Hanya balik arah untuk kembali melangkah ke arah yang benar :)
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Kebiasaan saya kerap menjadi lelucon keluarga atau teman. Mereka sangat paham kebiasaan saya. Rasanya serba salah, bertanya menjadi bahan olok-olok, tidak bertanya selalu salah arah. Yang paling mengkuatirkan saat saya harus bersama atasan saya atau mitra. Karena kurang mampu membaca ruang, saya kuatir mendapat cap tidak menguasai medan. Sungguh memalukan...
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Pengalaman seru terjadi saat Umroh. Sebenarnya hotel tempat saya menginap sangat dekat dengan Masjid Nabawi, hanya berbatas dua jalan. Keluar hotel, jalan lurus sudah memasuki gerbang utama. Suatu saat sehabis saya menjalankan sholat shubuh di masjid Nabawi bersama ibu tanpa kompas hidup (suami), tiba-tiba jalan pulang ke hotel berubah menjadi &lt;em&gt;city tour&lt;/em&gt; hanya gara-gara pintu keluar yang saya lalui berbeda dengan pintu masuk. Beribu langkah saya tempuh belum juga menemukan hotel tempat menginap. Saya mencoba malu bertanya untuk mengasah logika dan ingatan. Saya akhirnya pasrah ketika melihat wajah ibu terlihat kelelahan. Ampuuuunnn....
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun suatu saat saya ngakak mengaca kebiasaan saya soal disorientasi ruang. Biasanya teman, saudara dan suami yang tertawa, kini giliran saya yang ngakak saat membaca sebuah buku. Pertama kali saya membaca buku ini kira-kira 2 tahun yang lalu, tapi saya tak pernah bosan mengulanginya, dan tetap saja tertawa seolah-olah sedang bercermin. Buku karya &lt;em&gt;Allan + Barbara Pease &lt;/em&gt;berjudul "&lt;em&gt;Why Men Don’t Listen &amp;amp; Women Can’t Read Maps"&lt;/em&gt; benar-benar menguliti saya terutama mengenai terbatasnya kemampuan perempuan dalam membaca ruang. Di dalam buku itu disebutkan jangan pernah memaksa seorang perempuan membaca peta atau petunjuk jalan. Jangan pernah memberi petunjuk arah pada seorang perempuan dengan cara memberitahu petunjuk arah mata angin, namun berikan patokan arah dengan menggunakan patokan gedung. Seolah buku itu menguatkan kebiasaan saya selama ini. Gue banget...!! :)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;Dalam buku itu disebutkan bahwa perempuan dan laki-laki memang berbeda. Bukan karena ada yang lebih baik atau lebih buruk tapi hanya berbeda meskipun mereka mempunyai ketrampilan, kemampuan dan potensi yang sama. Disebutkan pula bahwa dengan memahami satu sama lain diharapkan dapat untuk membangun kekuatan secara bersama dan bukan sibuk membicarakan kelemahan masing-masing.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Hmmm... lega rasanya. Ternyata saya masih normal. Uniknya, meskipun saya termasuk penganut disorientasi ruang, namun saya tidak pernah berusaha menguranginya. Biarlah ini menjadi "kelebihan" saya. Tiada manusia yang sempurna (excuse.com). &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-6333562445919409027?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-08-20T09:04:18.892-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-KdDXyipKpx0/TjbZ6S5wD5I/AAAAAAAAAgs/e_ECUfcdnHI/s72-c/bingung.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">31</thr:total></item><item><title>Pasti Bisaaa...!!</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2011/06/pasti-bisaaa.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sat, 25 Jun 2011 19:18:17 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-7288829460217859088</guid><description>Sebagai karyawan, beberapa kali saya diikutkan dalam seminar atau pelatihan. Ada yang bertujuan menambah pengetahuan, namun ada pula yang bertujuan untuk mengobarkan semangat dan kualitas kerja. Bagi perusahaan jelas penting, kinerja yang baik berkorelasi terhadap peningkatan produktivitas. Untuk karyawan memang perlu, karena 'baterai' semangat sesekali perlu di-&lt;em&gt;recharge&lt;/em&gt; agar tetap berkobar dan menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivator selalu tampil cerdas dalam mengemas kalimat dan filosofi. Apapun jenis motivatornya, baik yang berbasis dunia kerja profesional maupun yang berbumbu agama. Ujung-ujungnya peserta &lt;em&gt;manggut-manggut &lt;/em&gt;tanda kagum atau bangga karena pernah melakukannya. Namun tak jarang tersadar karena mengendornya semangat kerja. Ujung-ujungnya, saat menerima sertifikat akan dibarengi janji untuk bersemangat kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, urusan memotivasi diri tidak harus mengikuti seminar atau pelatihan. Tidak harus berada di hotel mewah, makan lezat saat &lt;em&gt;coffee break &lt;/em&gt;dan berada di ruangan yang sejuk ber-AC. Juga, tidak harus mendengarkan &lt;em&gt;wejangan&lt;/em&gt; dari orang yang 'berpangkat' atau yang mempunyai gelar seabrek.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-6itv_FoYppc/TgU39gamE7I/AAAAAAAAAgE/mYT_L22zShI/s1600/IMG_0691.JPG"&gt;&lt;img style="WIDTH: 314px; HEIGHT: 247px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5621961239654962098" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-6itv_FoYppc/TgU39gamE7I/AAAAAAAAAgE/mYT_L22zShI/s320/IMG_0691.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mempunyai motivator langganan di rumah. Seorang bocah laki-laki yang kini berusia 7 tahun, namanya Taranggana. Kebetulan, saya dan suami belum mempunyai momongan, bocah inilah salah satu dari sekian keponakan yang paling mengisi kavling hati kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kecil saya sudah sangat dekat dengannya. Ia pernah rajin hadir tidur di antara kami berdua setiap malam minggu. Sebelum tidur, ritualnya adalah 'ndalang' memainkan replika motor &lt;em&gt;Valentino Rossi &lt;/em&gt;atau &lt;em&gt;Casey Stonner&lt;/em&gt;. Jika bosan, kadang ia mengambil beberapa boneka hewan dan memainkannya sesuai perannya masing-masing. Sambil menemani, kami membaca majalah atau melayang di dunia maya. Telinga terus memantau celoteh cedalnya. Kami merasa wajib mendengarkan dan sesekali bertanya untuk menjaga kelangsungan ceritera dan berbagi perhatian. Saat kantuk menyerang, ia bergegas turun dari tempat tidur dan meletakan mainannya di meja secara rapi. Saya bangga dengan disiplin tinggi didikan kedua kakak saya meskipun kala itu usianya baru sekitar 4 tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kaget, penawaran makanan akan ditolak mentah-mentah kala ia sudah melalui salah satu ritual menjelang tidur yang bernama 'rawat'. Prosesi ini adalah membersihkan seluruh badannya dengan &lt;em&gt;washlap&lt;/em&gt;, menggosok gigi dan memakai piyama. Merasa sudah bersih, maka ia akan menolak semua makanan yang ditawarkan kepadanya. Lagi-lagi, sebuah disiplin natural yang dikedepankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-MTcErcfAPGY/TgUtQ8RffHI/AAAAAAAAAf8/Wab1s0k1rTQ/s1600/IMG_0726.jpg"&gt;&lt;img style="WIDTH: 202px; HEIGHT: 317px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5621949478922583154" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-MTcErcfAPGY/TgUtQ8RffHI/AAAAAAAAAf8/Wab1s0k1rTQ/s320/IMG_0726.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-LjUd3vrkdXs/TgUstjlHDSI/AAAAAAAAAf0/BGpmo3betwk/s1600/DSC_0777.jpg"&gt;&lt;img style="WIDTH: 208px; HEIGHT: 317px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5621948870998560034" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-LjUd3vrkdXs/TgUstjlHDSI/AAAAAAAAAf0/BGpmo3betwk/s320/DSC_0777.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sedikitnya teman seusia di lingkungan rumahnya menjadikan ia mau tidak mau harus 'naik kelas' di atasnya. Maksudnya, bergaul dengan teman-teman kakaknya yang terpaut 4 tahunan. Untuk mengimbangi mobilitas, ia harus belajar naik sepeda. Saat itu usianya sekitar 5 tahun. Ketika mendengar anak sekecil itu belajar naik sepeda saya menjadi was-was, bagaimana kalau terjatuh? Jaman saya dulu masih banyak jalan kampung dari tanah, kalaupun sampai terjatuh tidak akan separah jalan aspal. Untuk mengantisipasi itu akhirnya saya membelikan helm. Persyaratan wajib dari saya adalah boleh naik sepeda asal ber-helm, agar isi otaknya yang cerdas terlindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat sepulang kerja saya mampir ke rumahnya. Ingin tahu hari-hari pertamanya belajar naik sepeda. Ketika memasuki halaman rumahnya tak henti saya memandang sebuah sepeda butut warisan kakaknya. Sementara sepeda tadi bersanding gagah dekat sepeda baru milik kakaknya. Saat akan melangkah masuk ke rumah, sebuah 'magnet' menarik mata saya untuk menikmati dua buah helm pemberian saya untuk dia dan kakaknya. Sungguh saya sangat &lt;em&gt;trenyuh&lt;/em&gt; sekaligus bangga, sungguh di luar dugaan. Salah satu helm ditulisi menggunakan spidol biru. Tulisan yang sangat indah untuk anak usia TK : &lt;em&gt;"Pasti Bisa".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfirmasi menyebutkan tidak ada intervensi dari kedua orang tuanya. Dua buah kata yang bermakna sangat dalam. Saya sempat mendiskusikan dengan suami. Kata Pasti, adalah sebuah keyakinan akan kemampuan. Mengandung semangat yang luar biasa besar dan perjuangan tanpa menyerah. Beda dengan kata harus, karena bermakna sebuah usaha. Saya sempat geleng-geleng, anak seusia dia otaknya mampu memilih kalimat dasyat &lt;em&gt;"Pasti Bisa".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kata dasyat ini benar-benar dibuktikan. Dulu, kakaknya butuh satu bulan untuk menggerakan kereta angin ini pada saat usinya 7 tahun. Kini, Rangga telah memecahkan rekor kakaknya, cukup satu minggu untuk menguasai alat transportasi ini pada usia 5 tahun. Ia terus mengobarkan &lt;em&gt;"Pasti Bisa"&lt;/em&gt; untuk kemauan kerasnya yang lain yaitu masuk ke tim &lt;em&gt;drum band&lt;/em&gt; sekolah TK-nya. Setelah SD, kini ia mengobarkan keinginanya untuk masuk tim Sekolah Sepak Bola (SSB) mewujudkan mimpinya sebagai pesepakbola nasional. Bermodalkan semangat yang membara pula karena keinginannya jalan-jalan ke Jakarta, saat ini Rangga tengah menikmati liburannya di rumah sepupunya seorang diri tanpa kawalan orang tuanya. Melihat semangatnya yang selalu berkobar, energi saya pun selalu terbakar saat bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangga, Pasti Bisa... !! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-7288829460217859088?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-25T19:18:17.845-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-6itv_FoYppc/TgU39gamE7I/AAAAAAAAAgE/mYT_L22zShI/s72-c/IMG_0691.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">30</thr:total></item><item><title>No Parti No Cry</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2011/06/lebih-dari-sewindu-mbak-parti-bersama.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sun, 12 Jun 2011 07:59:43 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-835678306775722536</guid><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-aMpH_QZBNS0/TfTTfLRWhRI/AAAAAAAAAfs/XIlNY0Mo8s0/s1600/super%2Bmom%2Bedit.gif"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 206px; FLOAT: right; HEIGHT: 272px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617347167792825618" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-aMpH_QZBNS0/TfTTfLRWhRI/AAAAAAAAAfs/XIlNY0Mo8s0/s320/super%2Bmom%2Bedit.gif" /&gt;&lt;/a&gt;Lebih dari sewindu mbak Parti bersama keluarga kami. Waktu yang cukup lama untuk sebuah ukuran loyalitas. Apalagi sekarang cari partner untuk mengurus rumah tidaklah mudah. Salah pilih bisa-bisa kita yang 'disembelih'. Banyak kasus, sehari dua hari bekerja rumah dikuras. Pergi tanpa bekas dengan memalsu identitas. Lemaaaass...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama mbak Parti detail kebutuhan dapur dan sekitarnya selalu terpenuhi. Tak jarang mbak Parti mampu menterjemahkan instruksi sekecil apapun menjadi layanan yang cukup berkualitas. Bahkan kadang kreativitas lahir tanpa adanya instruksi yang bergulir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan pagi tersaji setiap hari tanpa harus berkejaran dengan waktu. Mandi, sarapan, hingga baju sudah rapi kena timpahan seterika. Rumah pun sudah rapi tersapu dari debu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sret.. sreeettt...., pintu pagar dibuka siap-siap meluncur. Saat itu pikiran hanya tertuju pada pekerjaan yang sudah siap memburu. Nggak pernah terpikir apakah kompor sudah dimatikan, colokan seterika sudah dicabut, bahkan tanpa harus paranoid soal gas menguap.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat pulang kerja, di meja makan telah mengepul sayur panas dan bau lauk yang menggaruk selera. Gelas penuh air putih dan jus buah segar berdiri di meja makan dengan tegar. Perutpun siap menampung. Ketika hasil karya mbak Parti memenuhi isi perut, badan pun kembali segar tak lagi mengkerut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil &lt;em&gt;klesetan&lt;/em&gt;, acara TV menjadi suplemen makan malam yang cukup menghibur. Setelah perut tak terasa penat, kamar mandi menjadi ritual terakhir sebelum merebahkan tubuh hingga subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi pun menyapa, mbak Parti pun telah kembali siap siaga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang kebersamaan itu harus berakhir. Berat, baik secara hubungan kemanusiaan maupun kerja. Sarat, hingga memerlukan proses waktu yang panjang untuk evaluasi yang cukup mengencangkan urat syaraf . Entah kenapa dua tahun ini mbak Parti seringkali emosi tanpa kendali walaupun dalam simbol-simbol yang belum tentu orang lain mengerti. Kesamaan budaya membuat saya paham dan lebih mengerti. Telah berkali-kali pula saya evaluasi secara hati-hati agar lebih mengerti dan peduli. Namun rupanya proses evaluasi dua tahun tetap tidak meyurutkan &lt;em&gt;moody&lt;/em&gt; mbak Parti yang menurut kami malah semakin menjadi. Akhirnya dengan berat hati kebersamaan ini harus kami sudahi. Etika, unggah-ungguh, tata krama menjadi materi utama alasan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, saya dan suami harus bangun lebih pagi. Setelah sholat, kami jadi terbiasa dengan &lt;em&gt;check list&lt;/em&gt; nasi, &lt;em&gt;Done!&lt;/em&gt; Lauk, &lt;em&gt;Done!&lt;/em&gt; Setrika, &lt;em&gt;Done!&lt;/em&gt; Bersihin kamar, &lt;em&gt;Done!,&lt;/em&gt; Cuci Piring, &lt;em&gt;Done!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat, tapi sudah tidak ada lagi pemandangan wajah ditekuk terkesan hati kurang terketuk. Tidak ada lagi rasa dongkol yang harus dibawa sampai kantor. Sekali lagi, berat tapi hati lebih tenang. Biar berat dan capek, &lt;em&gt;No Parti No cry...!!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Anyway&lt;/em&gt;, tetap terima kasih yang tak terhingga untuk mbak Parti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber gbr : greyskiestb.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-835678306775722536?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-12T07:59:43.433-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-aMpH_QZBNS0/TfTTfLRWhRI/AAAAAAAAAfs/XIlNY0Mo8s0/s72-c/super%2Bmom%2Bedit.gif" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">34</thr:total></item><item><title>Silam Salam</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2011/05/silam-salam.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Fri, 10 Jun 2011 10:39:50 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-2748124415164801282</guid><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-DlOOYH2qJKw/TfJWaSQU0OI/AAAAAAAAAe0/gxgbIXWhpvQ/s1600/busy-lady.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 248px; FLOAT: left; HEIGHT: 320px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616646694861328610" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-DlOOYH2qJKw/TfJWaSQU0OI/AAAAAAAAAe0/gxgbIXWhpvQ/s320/busy-lady.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Saya percaya persahabatan itu mulia, bisa tercipta dimana saja. Kuncinya hanya sebuah ketulusan dan keikhlasan. Tidak hanya di dunia nyata, pun di dunia maya. Kadang halangan ceritera hidup dan latar belakang kehidupan sebelumnya bukanlah masalah penting. Kesan pertama menjadi kunci utama. Selanjutnya dengan konsistensi rasa saling menghormati cukup untuk dijadikan modal persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di blog, saya seperti mendapatkan kehidupan baru. Teman-teman silih berganti menyapa. Memberi apresiasi adalah salah satu bentuk penghormatan. Di sisi lain, ada adrenalin untuk bisa menyuguhkan materi lebih bagus dan lebih bagus lagi. Proses inilah yang sebenarnya bermanfaat untuk tubuh. Pikiran dipacu untuk terus berkreasi. Melalui pikiran tadi rasanya seluruh organ tubuh dipandu seperti orkestra untuk berkontribusi. Inilah proses hidup yang bikin hidup lebih hidup. Rasa bosan oleh ritual hidup sebagai karyawan dan ibu rumah tangga dapat sejenak terelakan. Blog adalah salah satu nutrisi kehidupan melawan rutinitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan di blog kuncinya adalah silaturahim. Ada "kuajiban" kita untuk beranjangsana. Persis agama kita, mengajari untuk berbagi dan empati. Inilah bagian seru dari blog. Semakin rajin beranjangsana, semakin kokoh dan luas persahabatan kita. Semakin rajin &lt;em&gt;blog walking&lt;/em&gt; semakin luas wawasan yang mengisi kapasitas otak kita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;SILAM itulah saya. Terpaksa saya lakukan karena saya telah gagal. Kalah oleh tekanan rutinitas hidup. Semestinya saya harus bisa melawan. Seharusnya saya punya senjata ampuh untuk "membunuh"-nya. Rutinitas telah menguasai hidup saya. Fitur-fitur aktualisasi untuk "rekreasi" seperti hal-nya di blog benar-benar mati suri. Butuh kekuatan besar untuk melawan. Kini saya memasuki taraf perlawanan. Ingin menyapa kembali. Ingin merajut kembali persahabatan itu. Rasanya tak sabar ingin berbagi cerita dengan sahabat semua. Apa kabar teman? Saya hadir kembali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber gbr : ayaka95-ceritahati.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-2748124415164801282?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-10T10:39:50.662-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-DlOOYH2qJKw/TfJWaSQU0OI/AAAAAAAAAe0/gxgbIXWhpvQ/s72-c/busy-lady.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">17</thr:total></item><item><title>BBM Group</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2010/09/bbm-group.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sat, 25 Jun 2011 18:14:45 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-6464310726669323930</guid><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/TOhuYBEuJwI/AAAAAAAAAd4/_JBskRMNSwE/s1600/BBIM.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 150px; display: block; height: 145px;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5541800700363548418" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/TOhuYBEuJwI/AAAAAAAAAd4/_JBskRMNSwE/s320/BBIM.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Awalnya saya termasuk anggota pasukan anti BB. Waktu itu saya berfikir merk ponsel yang saya pakai masih mumpuni. Fiturnya mampu menjawab kebutuhan hidup berkomunikasi. Dorongan suami, ajakan teman ternyata tidak cukup mempan. Namun ketika mendapat undian dari kantor berupa diskon pembelian dan karena tuntutan pekerjaan barulah saya mencoba BB. Dasar Matre..!! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menggunakan BB ternyata sangat membantu. Urusan kantor lebih mudah teratasi, koordinasi menjadi lebih &lt;em&gt;simple&lt;/em&gt;. Komunikasi benar-benar tidak terbatasi. Waktu itu pikiran saya hanya untuk kerja. Dengan berjalannya waktu kondisi itu mulai bergeser. BB telah memberikan kesenangan yang luar biasa. Berawal dari FB yang bisa diakses secara &lt;em&gt;mobile&lt;/em&gt;, bisa jadi "teman" saat perjalanan dinas keluar kota. Bikin status, &lt;em&gt;clometan&lt;/em&gt; komentar status, benar-benar bagian seru terkadang nyerempet &lt;em&gt;saru&lt;/em&gt;. Perjalanan keluar kota jadi terhibur.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari tercetus ide mengumpulkan teman-teman lama di dalam &lt;em&gt;Group&lt;/em&gt; BBM. Sebelumnya saya hanya punya dua yaitu &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; yang anggotanya para sahabat saya dan &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; teman-teman lama yang sudah menyebar. &lt;em&gt;Group&lt;/em&gt; pertama yang saya buat adalah &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; keluarga. Selanjutnya &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; teman SMA, satu persatu teman-teman SMA saya &lt;em&gt;invite&lt;/em&gt;. Seperti &lt;em&gt;multi level marketing&lt;/em&gt;, masing-masing membawa &lt;em&gt;downline&lt;/em&gt;-nya. Hebatnya, anggota &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; bukan hanya teman sekelas, tetapi juga lintas kelas dan jurusan. Kemudian &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; teman kantor lama dan &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; teman kuliah. Ada 2 &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; lagi yang saya ikuti untuk koordinasi masalah pekerjaan. Agar tidak mengganggu kegiatan yang sedang berjalan, terutama saat bekerja, suara &lt;em&gt;thang thing thang thung&lt;/em&gt; dari BBM &lt;em&gt;Group&lt;/em&gt; saya&lt;em&gt; silent&lt;/em&gt;, jadi hanya kelip-kelip bintang merah sebagai tandanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diantara &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; yang saya punya ternyata&lt;em&gt; group&lt;/em&gt; teman SMA yang paling aktif dan "gila" namun paling banyak memberi "warna". Dulu semasa sekolah tidak sedikit diantara kita hanya tegur sapa saja kala berjumpa. Kini, hubungan itu bagaikan keluarga. Hal terkecil dalam keluarga dan kerja bisa menjadi obrolan empati. Namun tak jarang obrolan &lt;em&gt;saru&lt;/em&gt; jadi penambah bumbu. Guyonan kami masih tetap sama seperti dulu walaupun tempat tinggal sedikit banyak berpengaruh pada dialek kami. Hebatnya, kami masih bersemangat menggunakan bahasa Jawa aliran ngoko yang kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intensitas ini terbukti pada saat kopdar lebaran kemarin. Muka blingsatan dan jaim mengawali kopdar. Bisa jadi karena sadar bahwa pada saat di BBM Group celoteh ngawur untuk menghibur tanpa melihat langsung muka lawan bicara, kini harus berkomunikasi langsung dengan wajah-wajah yang lama tak bersua dan mulai mengubur kenangan waktu SMA. Dasar ikatan batin kami yang kuat membuat pertemuan awal yang beku segera menyatu. Rekaman celoteh di BBM Group kembali dibahas. Ketawa- ketiwi benar-benar menghibur hati. Melupakan sejenak urusan pekerjaan, kota asal dan pernik kehidupan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kopdar kegiatan BBM bukannya mereda tapi semakin menjadi. BBM berlangsung sepanjang waktu, sepanjang hari. Anggota yang ikut tidak selalu lengkap, tergantung kesibukan masing-masing. Sampai tengah malam pun tak melihat gender semua masih &lt;em&gt;ger-ger-an&lt;/em&gt;. Semoga para istri atau suami tidak iri dengan keakraban kami supaya kami tetap bisa &lt;em&gt;ger-ger-an&lt;/em&gt; walau hanya melalui BBM. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber gbr : &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.cio.com/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;www.cio.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="border: 0px none ; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-6464310726669323930?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-25T18:14:45.853-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/TOhuYBEuJwI/AAAAAAAAAd4/_JBskRMNSwE/s72-c/BBIM.gif" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">30</thr:total></item><item><title>Sabaleha</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2010/08/bagi-orang-jawa-mungkin-juga-suku.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sun, 01 May 2011 06:03:42 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-1013478487125590549</guid><description>Bagi orang Jawa, mungkin juga suku lainnya ada dua ritual penting yang sering dilakukan dalam menyambut bulan Ramadhan, yaitu ziarah/&lt;em&gt;nyadran&lt;/em&gt;/&lt;em&gt;nyekar&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;padusan &lt;/em&gt;atau mensucikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyonsong Bulan Suci Ramadhan, ritual ziarah/&lt;em&gt;nyadran&lt;/em&gt;/&lt;em&gt;nyekar&lt;/em&gt; ke makam leluhur dan kerabat biasanya dilakukan sebagian besar masyarakat Indonesia. Tujuan utamanya adalah mendoakan agar Allah senantiasa memberikan ruang terbaik untuk para arwah. Semakin dekat dengan bulan Puasa, semakin banyak terlihat gerombolan mobil dan motor parkir di mulut pintu makam. Banyak keluarga menyerbu makam dengan menenteng bunga tabur. Masyarakat sekitar makam dengan ramah bergaya &lt;em&gt;guide&lt;/em&gt; mengantar dan membantu mencari lokasi makam yang dimaksud. Blok demi blok dilalui dengan kepala berisi GPS peta lokasi makam. Dengan menenteng pacul dan arit sang tamu tak perlu miris, peralatan tadi disiapkan untuk membantu membersihkan makam yang mungkin kurang terawat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dampak ekonomi 'kecil' sangat terasa. Perputaran uang dimulai dari penjual bunga tabur dan merembet ke tukang parkir dadakan dan bermuara kepada para pembersih makam. Bayangkan hal ini terjadi pada mayoritas penduduk Indonesia yang jumlahnya menembus 200 jutaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyambut Bulan Puasa, juga ada tradisi seru yang sering dilakukan yaitu &lt;em&gt;padusan&lt;/em&gt; yang berasal dari bahasa Jawa &lt;em&gt;adus&lt;/em&gt; (mandi). Ada kuajiban untuk membersihkan diri dan berdoa sebelum memulai Puasa. Di pedesaan, banyak sungai dan &lt;em&gt;sendang &lt;/em&gt;menjadi tujuan ritual ini. Seperti halnya makam, tempat ini pun menggulirkan sektor ekonomi 'kecil'. Berbeda dengan suasana di pedesaan, kolam renang dan tempat bermain air lah yang menjadi tujuan utama di perkotaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubungan dengan ziarah, &lt;em&gt;nyadran&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;nyekar&lt;/em&gt;, kebetulan ayah saya bersemayam di sisi Allah di Padang Sumatera Barat. Sebuah perjuangan untuk bisa &lt;em&gt;sowan&lt;/em&gt; ke makam ayah. Selain jarak dan waktu, sedikitnya jumlah penerbangan secara otomatis menggelembungkan harga tiket, belum lagi kalau ada tradisi besar seperti saat ini. Hal ini ditambah lagi dengan sistem pengelolaan makam di sana yang memberlakukan sistem sewa yang ketat. Saya dan keluarga harus terus menerus memantau masa berakhirnya masa sewa makam agar Ayah terus dapat dikunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makam umum ini terletak di dekat bandara Padang. Luasnya minta ampun. Saya dan keluarga pernah dibuat bingung mencari lokasi makam ayah. Telpon terus menyala memohon arahan dari Om yang telah berjasa memindahkan makam ayah dari gempuran ombak pantai di Payahkumbuh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menyerah. Setelah kantor makam buka, akhirnya saya memohon bantuan juru kunci. Ternyata, tidak gampang juga memahami bahasa Padang di telinga orang Jawa. Juru kunci berkali-kali bilang "Sabaleha". &lt;em&gt;Blas&lt;/em&gt; saya tidak &lt;em&gt;mudeng&lt;/em&gt;, berkali-kali saya mencoba menebak kata itu, tetapi dikandaskan karena salah. Baru setelah ada petugas lain dan menuliskan, ternyata makam ayah saya terletak di nomor Sebelas H (11H). Dengan sigapnya juru kunci renta itu menunjukkan makam ayah saya dengan tepat tanpa toleh kanan kiri. Hebat..!! Hafal di luar kepala..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini kembali saya dan keluarga harus segera ke Padang untuk memperpanjang sewa makam. Ada wacana makam ayah akan kami pindahkan ke Jawa agar lebih mudah perawatannya. Namun tentu hal ini butuh persiapan. Moga-moga Pak “Sabaleha” selalu diberi kesehatan agar bisa menunjukkan makam ayah lagi, karena saya yakin pasti kami kembali kebingungan mencarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-1013478487125590549?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-01T06:03:42.194-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">22</thr:total></item><item><title>si Kodok</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2010/06/si-kodok.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sun, 01 May 2011 06:04:02 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-4048527711394335323</guid><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/TBLvxnZkLJI/AAAAAAAAAas/faOCADZt1cI/s1600/kodok.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; DISPLAY: block; HEIGHT: 235px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481707332132154514" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/TBLvxnZkLJI/AAAAAAAAAas/faOCADZt1cI/s320/kodok.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bukan bicara soal tempurung, pasangan sejati peribahasa kodok alias kodok dalam tempurung, tapi ini soal kendaraan rakyat produksi Jerman. Alat transportasi ini sempat 'menguasai' jalanan Indonesia era 70 hingga 80 an. Berbagai jenis merambah bumi Indonesia seperti combi, kodok, safari, varian, pasat dsb. Katanya, safari adalah keluarga VW yang paling akrab dengan KTP (Kartu Tanda Penduduk), karena kendaraan ini pernah mengabdi bagi para camat Indonesia. Sebelum program kependudukan, konon combi adalah pilihan keluarga 'besar', baik dalam jumlah anak maupun &lt;em&gt;size&lt;/em&gt;, karena mobil bongsor ini mampu menampungnya. Nah, diantara jenis VW, kodok adalah 'icon'–nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kodok mempunyai bentuk yang lucu dan tak lekang oleh jaman. Terlebih, hampir semua warna cat mampu menambah &lt;em&gt;inner-beauty-&lt;/em&gt;nya. Kodok tak pernah me-&lt;em&gt;reject&lt;/em&gt; karakter seseorang. Mau imut, mau tegas, mau gagah, mau selengekan, semua tercermin dari tampilan catnya. Keunikan inilah yang menjadikan populasi VW Kodok paling subur dibandingkan keluarga VW yang lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika reuni di rumah teman, saya sempat melongo kagum melihat koleksi teman saya. Bagaimana tidak, di rumah joglonya bertenger tiga VW, dua kodok warna putih dan biru, plus safari warna oranye. Satu persatu saya tatap detailnya. Tatapan saya sebenarnya bukan berhenti di sini, tapi tatapan saya mengarah ke sorot mata 'binal' suami saya. Terlihat matanya memerah 'birahi' melihat nafsu terpendamnya selama ini. Suami saya memang penggila VW selain kamera, F1, Moto GP dan jeep. Apalagi suami saya pernah menjadi angota KMD (Komunitas Mobil Dinas) yang kebetulan adalah jeep. Pake mobil dinas jeep selama 15 tahun rasanya tidak bisa melupakan masa indahnya. Tapi VW tetap impian nomer satunya. Untungnya selama ini saya berhasil membelokkan keinginannya untuk tidak memiliki VW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman kuliah saya lah yang selama ini menjadi pijakan berdiskusi soal VW. Minggu lalu teman saya bertugas di Surabaya, waktu luangnya dipenuhi &lt;em&gt;schedule&lt;/em&gt; berburu dan meramu VW. Alhasil, obrolan si kodok semakin menyodok topik yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 2 Juni, saat warga Surabaya memilih calon kepala daerah. Suami saya ternyata mempunyai dua agenda, satu memilih di TPS dan satu lain memilih Kodok hasil pengamatannya. Seperti kerbau yang dicocok hidungnya, saya tidak sempat beradu argumentasi. Wajahnya mencerminkan isi kepala yang menggebu untuk memperoleh keinginan lama. Saya semakin terpatung saat sebuah taksi berhenti menjemputnya, mengantar ke rumah si kodok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar satu jam saya dag dig dug. Jujur, batin saya sebenarnya juga menyukai si kodok. Tapi, keputusan yang mendadak ini apakah mampu memenuhi hasrat saya? Saat kantuk menyerang, terdengar suara seperti hujan lebat mendadak mendarat. Suara gemuruh bercampur suara seruling berhenti di depan rumah. Melalui jendela, saya mengintip pujaan suami. Alhamdulillah, kesan pertama sangat memikat. Selanjutnya, permintaan &lt;em&gt;drive test&lt;/em&gt; tidak bisa saya tolak. Plong, Alhamdulillah ternyata kenyamanan dan hembusan AC-nya mampu menyejukan rasa penasaran saya. Terlihat gaya &lt;em&gt;shock culture&lt;/em&gt; gaya nyetir suami saya. Banyak panel yang berbeda dengan mobil hariannya. Si Kodok maroon kini telah resmi menjadi bagian dari keluarga kami, moga-moga ga mengurangi budget dapur :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-4048527711394335323?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-01T06:04:02.555-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/TBLvxnZkLJI/AAAAAAAAAas/faOCADZt1cI/s72-c/kodok.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">26</thr:total></item><item><title>Melawan Hati</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2010/04/bukan-ngomong-soal-sakit-hati-apalagi.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Fri, 02 Apr 2010 18:21:31 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-4555408858087885379</guid><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/S7XPqQVaExI/AAAAAAAAAZ8/g1dRX9qGV44/s1600/fall-2010-color-trend-scarf.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 309px; FLOAT: left; HEIGHT: 320px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455494848475435794" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/S7XPqQVaExI/AAAAAAAAAZ8/g1dRX9qGV44/s320/fall-2010-color-trend-scarf.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Bukan ngomong soal sakit hati, apalagi lever. Ini hanya sebuah kebingungan dan keheranan. Berkali-kali saya mencoba untuk mengikuti selera pasar, &lt;em&gt;trend&lt;/em&gt; memang sudah ditakdirkan selalu berganti. Rotasi alamiah bak musim. Rotasi alamiah bak buah-buahan. Kontra bisa saja terjadi, namun jumlahnya sangatlah sedikit. Untuk itulah, kelompok kontra tidak bisa disebut sebuah &lt;em&gt;trend&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Trend&lt;/em&gt; tetap disebut sebagai sebuah 'budaya' mayoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelumit kalimat penguatan selalu didengungkan oleh pakar, "jadilah dirimu sendiri". Inilah payung bagi kelompok seperti saya yang dengan susah payah 'harus' menerima sebuah &lt;em&gt;trend&lt;/em&gt; (yang tidak sesuai karakter). Memang kata pakar tadi banyak benarnya, jadilah diri sendiri adalah sebuah penerimaan seluruh jiwa dan raga terhadap masuknya sebuah barang asing yang disebut &lt;em&gt;trend&lt;/em&gt;. Penerimaan yang utuh ini membuahkan kepuasan batin dan rasa &lt;em&gt;pede&lt;/em&gt; yang tinggi. Untuk sebuah pergaulan bisnis dan sosial, kenyamanan perasaan semacam ini sangatlah mutlak. Dampaknya komunikasi menjadi lancar bak air mengalir tanpa ada perasaan was-was yang menguras energi dan kosentrasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari makhluk sosial dan profesional yang sama-sama membutuhkan intensitas interaksi yang tinggi, disinilah &lt;em&gt;casing&lt;/em&gt; atau penampilan mendapat penilaian awal yang dapat mempengaruhi kesan pertama. Setelah itu baru isi kepala memainkan peran selanjutnya. Apabila keduanya mampu dikawinkan, klop..!! jadilah pribadi yang indah sekaligus cerdas. Energi super untuk sebuah interaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, saya mempunyai penilaian sendiri tentang mode. Bahkan mungkin saya termasuk golongan &lt;em&gt;konvensional&lt;/em&gt;. Tak apa, kata batin harus didengar dan harus mendapatkan nutrisi agar tetap hidup sesuai karakternya. Rasanya ada perasaan bersalah ketika saya tidak menuruti kata hati. Bukan apatis, karena saya yakin banyak juga yang akhirnya seleranya berubah mengikuti &lt;em&gt;trend&lt;/em&gt;, meskipun harus melalui perjuangan panjang yang intens. Saya menyerah untuk yang satu ini walaupun kata hati sering saya ajak kompromi untuk suatu perubahan yang tidak drastis. Asal tidak harus "melacurkan" karakter, saya masih bisa menerima. Saya sangat setuju, kompromi antara &lt;em&gt;trend&lt;/em&gt; dan kata hati adalah sebuah solusi. Selamat datang (lagi dan lagi) dan terus bersama saya untuk warna putih... &lt;em&gt;my favourite color!!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-4555408858087885379?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-02T18:21:31.233-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/S7XPqQVaExI/AAAAAAAAAZ8/g1dRX9qGV44/s72-c/fall-2010-color-trend-scarf.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">29</thr:total></item><item><title>Budget Branding Diri</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2010/01/budget-branding-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sun, 01 May 2011 06:04:40 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-329854360061641905</guid><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/S18NDuS4VzI/AAAAAAAAAZY/P9TF9ICGGo4/s1600-h/nongkrong.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431074033250096946" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 279px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/S18NDuS4VzI/AAAAAAAAAZY/P9TF9ICGGo4/s320/nongkrong.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Enakan mana kerja pakai seragam atau baju bebas? Kayanya pakai seragam lebih enak ya.. yang jelas lebih irit, kelihatan kompak dan ga perlu mikir mode. Tapi tidak enaknya engga bisa &lt;em&gt;nggaya&lt;/em&gt; dan engga bisa nyoba mode yang macem-macem. Sebenarnya fungsi utama baju untuk menutupi aurat dan menjaga tubuh dari segala cuaca. Tapi hari gini baju mempunyai fungsi lain, baju bisa untuk aktualisasi diri yang berujung gengsi. Penghormatan spontan bisa terjadi manakala tampilan belaka yang di kedepankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mode memang menuntut perputaran cepat. Untuk itu kenapa sering kita jumpai seseorang yang dengan cepatnya beralih dari satu mode baju ke mode baju yang lainnya. Mengikuti mode berarti harus siap isi kantong tergerus. Fenomena ini mungkin yang memunculkan konsep &lt;em&gt;mix &amp;amp; match&lt;/em&gt;. Tapi ternyata itupun tidak selalu menjadi solusi yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karib bahkan lebih luas lagi yang disebut &lt;em&gt;gank&lt;/em&gt;, bahkan ada yang lebih luas lagi yang disebut komunitas adalah kondisi yang turut andil besar membentuk kita dalam berpenampilan. Lingkaran di dalamnya seperti lingkaran setan, maju kena mundur kena. Artinya kalau kita sudah &lt;em&gt;kecemplung &lt;/em&gt;seperti teh celup, harus larut menyatu. Di luar baju, kebiasaan nongkrong di café mau tidak mau harus diikuti. Berapa &lt;em&gt;kocek&lt;/em&gt; yang mengalir untuk secangkir kopi? Berapa kali sebulan dan dimana? Apakah cafe yang dituju ada fasilitas diskon dari kartu kredit atau tidak? Kalau gak ada diskon &lt;em&gt;kocek&lt;/em&gt; akan semakin dalam terogoh. Belum makan malamnya loh.. Belum &lt;em&gt;clubing&lt;/em&gt;nya loh.. Bukan itu saja, harus dihitung juga kita menjadi bagian dari berapa komunitas. Kalau satu komunitas aktif saja rajin mencetak debet di buku tabungan, bagaimana kalau banyak komunitas yang kita ikuti? Eksis emang menuntut branding diri di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksitensi dan akutualisasi memang perlu. Tekanan pekerjaan dan era dimana kita hidup turut menutut. Terlebih kalau kita masuk di dunia jasa, jaringan adalah media koneksitas berbagai macam orang dengan berbagai latar belakang. Jika mampu mempersatukan, ada titik terang urusan pekerjaan dan bisnis jadi lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke uraian di depan. Untuk menikmati status eksis di linkungan kerja saja kita sudah diporakporandakan urusan penampilan, apalagi harus menyadang status eksis di luar kantor, byuh byuh pusing mikirnya. Rasanya kita memang harus menggali potensi diri, syukur menjadi spesialis, sehingga eksis bukan hanya dari sektor penampilan dan haha hihi, tetapi dari prestasi. Rasa-rasanya cara ini emang paling murah, tapi harus dilakoni secara fokus dan serius. Bagaimana, mau eksis gaya yang mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-329854360061641905?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-01T06:04:40.255-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/S18NDuS4VzI/AAAAAAAAAZY/P9TF9ICGGo4/s72-c/nongkrong.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">26</thr:total></item><item><title>Sepekan bersama Keponakan</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/12/sepekan-bersama-keponakan.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sun, 01 May 2011 05:59:36 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-152509836896786702</guid><description>Saya dan suami sudah bertahun-tahun mengarungi bahtera rumah tangga, namun sepertinya Tuhan belum berkenan memberikan kami 'penumpang'. Kami pun tanpa lelah terus berlayar mengarungi bahtera kehidupan. Susu, popok dan tangisan bocah untuk sementara diganti Tuhan dengan hari-hari penuh canda bersama suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember ini, saya ambil cuti 4 hari. Tapi karena ada &lt;em&gt;long weekend&lt;/em&gt;, libur saya berkesan jadi panjang. Namun karena cuti baru di OK, suami pun bilang KO! "Bayangin, hari gini, &lt;em&gt;peak season&lt;/em&gt; lagi, mau kemana kita?" ujar suami mencoba &lt;em&gt;defense&lt;/em&gt; saat saya mengajaknya pergi agak jauh, syukur-syukur bisa memanfaatkan kartu sakti NPWP. Tapi boro-boro pakai NPWP, ke Bali atau Bandung saja kebanyakan hotel sudah &lt;em&gt;fully booked&lt;/em&gt;. Inilah saatnya panen bidang transportasi dan akomodasi. Memang benar, cuti kudu dipikir jauh hari, supaya kita bisa memperkirakan tujuan dan budgetnya. Tapi apa daya tanggung jawab pekerjaan harus dijawab.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah beradu argumentasi, tanpa tensi tinggi. Kami sepakat Jogja sebagai tujuan mufakat, walaupun seminggu yang lalu kami baru saja ke Jogja menghadiri pernikahan sepupu. Untuk memberi &lt;em&gt;gimmick &lt;/em&gt;liburan, kami berencana mengajak Rangga, bocah laki-laki usia 6 tahun keponakan kami. Itu berarti kami harus nego ke kakak ipar. Walaupun libur resmi Rangga kurang sehari, tapi ijin orang tua sudah digenggam. Namun Rangga mensyaratkan khusus, ia mau bergabung kalau naik pesawat. Bocah &lt;em&gt;multitalent&lt;/em&gt; ini memang punya keinginan terbang, karena kakak-kakaknya sudah pernah merasakannya. Kami pun mengiyakan permintaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pembelajaran, mulai memesan tiket, bocah klas 1 SD tadi kami ajak mengurusnya. Berbagai pertanyaan soal penerbangan dengan kemasan wajah sumringah terus mengucur. Terlebih saat tiket sudah ditangan, dan saya memintanya untuk membaca nama yang tertera. Suara khas bocah mengeja kalimat lantang terdengar: "Taranggana!!" Mulutnya yang lebar menyeringai memperlihatkan gigi-gigi susunya, senyum tulus inilah yang menghipnotis saya dan suami. Jujur, saya melihat keceriaannya. Seandainya hari-hari saya bisa melihat senyumannya, tentu tekanan pekerjaan tidak membuat saya lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari saat keberangkatan, seharusnya saya suka cita. Namun, cuaca di luar memberi pemandangan lain. Hujan deras dengan waktu tanpa batas. Jujur, ada rasa takut karena harus terbang dengan anak orang. Telpon rumah berdering, suara Rangga menanyakan jam jemputan. Hati pun semakin kuat berkat dorongan suami. Ketika sampai di rumahnya, Rangga dengan dandanan &lt;em&gt;sporty&lt;/em&gt;-nya diantar papa dan mamanya. Mereka bahu-membahu memindahkan Rangga ke mobil dengan lindungan payung. Badannya sedikit basah, namun senyumnya tak pernah lepas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mandiin, nyuapi (meskipun sekarang sudah belajar makan sendiri), memberi vitamin, membuat susu, ngelonin tidur menjadi aktivitas rutin selama di Jogja. Belum lagi harus mengantar ke tempat bermain anak. Blas! Ga ada aktivitas wisata&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; buat diri sendiri. Capek tapi asyik! &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423061005467743730" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 256px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/S0KVQHotdfI/AAAAAAAAAX4/RADF9rp7vs4/s320/DSC_0515.JPG" border="0" /&gt;Hari pertama tiba-tiba Rangga jadi pendiam, tenggorokannya sakit katanya. Malam itu juga kami ke dokter anak. Kami tidak ingin liburan Rangga jadi terganggu. Belum lagi tiba-tiba giginya ada mau tanggal. Saya harus bisa meyakinkan bahwa itu adalah hal yang biasa. Untung Rangga anak yang gampang diberi pengertian, ga rewel. Rasanya tidak banyak anak seumur dia yang mempunyai tingkat pengertian seperti ini. Belum lagi dia dapat menciptakan kesibukan buat dirinya sendiri, menari gaya Jacko, menyanyi lagu-lagunya Nidji, bikin cerita boneka dengan menggunakan robot-robotnya, hmmm.. seandainya dia anak saya.. :) Seminggu ini benar-benar memberikan &lt;em&gt;experience&lt;/em&gt; yang menyenangkan dan penuh tantangan. Ingin rasanya memperpanjang liburan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rangga… tunggu akhir tahun ya.. kita liburan bersa&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ma lagi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422526294129770962" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 191px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/S0Cu70rSAdI/AAAAAAAAAXg/R3fZBdPa-sk/s320/DSC_0586.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-152509836896786702?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-01T05:59:36.700-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/S0KVQHotdfI/AAAAAAAAAX4/RADF9rp7vs4/s72-c/DSC_0515.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">47</thr:total></item><item><title>DESEMBER - 'gede-gedene' sumber</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/12/desember-gede-gedenya-sumber.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sat, 05 Dec 2009 00:44:47 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-465004482746714448</guid><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SxoDeHEbfNI/AAAAAAAAAW4/VHsQi2D3WCs/s1600-h/bonuses.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411641718067657938" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 255px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SxoDeHEbfNI/AAAAAAAAAW4/VHsQi2D3WCs/s320/bonuses.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebelum orang mengenal dan mengalami &lt;em&gt;climate change&lt;/em&gt; alias perubahan musim, masyarakat Jawa sudah mengenal &lt;em&gt;tata mangsa&lt;/em&gt; alias tatanan musim. Kakek dan nenek moyang telah mengajarkan ilmu ini secara turun-temurun. Secara logika, kita pun meyakini kebenarannya, mengingat waktu telah mengajarkannya lewat pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu ini jelas sangat bermanfaat, mengingat mayoritas masyarakat Jawa adalah petani. Besar kecilnya curah hujan sangat berpengaruh terhadap jenis dan kualitas tanaman. Banyak sedikitnya air tanah tergantung dari kebutuhan masing-masing tanaman. Padi adalah 'unta'nya tanaman, sangat boros mengkonsumsi air, sehingga musim tanam harus disesuaikan saat musim hujan tiba. Sebaliknya, tanaman pangan jagoan dehidrasi adalah palawija yang sangat irit mengkonsumsi air. So, April alias &lt;em&gt;mipril&lt;/em&gt; (curah hujan mulai sedikit, &lt;em&gt;pral pril&lt;/em&gt;) saat tepat palawija berbicara. Sebaliknya, Desember alias &lt;em&gt;gede-gedene sumber&lt;/em&gt;, dimana curah hujan sangat dasyat mengguyur bumi, adalah saat tepat padi bersemi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya petani, para karyawan seperti saya juga berharap Desember benar-benar menjadi &lt;em&gt;gede-gedene sumber&lt;/em&gt;. Berharap banyak bonus tahunan keluar. Kesempatan bisa mengisi sedikit pundi-pundi atau mewujudkan impian. Ini baru harapan loh.. tapi benar-benar diharapkan. Semoga didengar manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Desember alias &lt;em&gt;gede-gedene sumber&lt;/em&gt; yang sebenarnya sudah menjadi kenyataan. Satu persatu amplop menghampiri meja kerja saya. Bukan amplop angpau, tapi undangan pernikahan! Inilah saatnya 'kewajiban' sosial datang, &lt;em&gt;nyumbang time&lt;/em&gt;! Saatnya memberikan sedikit tali asih persaudaraan untuk para sahabat yang menikah. Desember memang &lt;em&gt;gede-gedene sumber&lt;/em&gt;, entah sumber masuk, keluar atau masuk sebentar terus keluar lagi.., hehehe..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-465004482746714448?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-05T00:44:47.134-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SxoDeHEbfNI/AAAAAAAAAW4/VHsQi2D3WCs/s72-c/bonuses.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">46</thr:total></item><item><title>Menimbun Belanjaan</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/11/shopping-till-drop.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sun, 08 Nov 2009 06:23:52 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-1104326331970360345</guid><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SvbUX3tNM1I/AAAAAAAAAWo/4Srlq125WHM/s1600-h/Shopping1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401738309633127250" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SvbUX3tNM1I/AAAAAAAAAWo/4Srlq125WHM/s320/Shopping1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;Basic-&lt;/em&gt;nya, belanja adalah pemenuhan kebutuhan. Saat stress 'membumi', maka belanja bisa menjadi media &lt;em&gt;killing time&lt;/em&gt;, bahkan media lari dari &lt;em&gt;stress&lt;/em&gt;. Bagi kaum hawa, konon belanja adalah salah satu aktivitas yang menyenangkan. Mungkin banyak juga yang sampai &lt;em&gt;addict&lt;/em&gt; alias &lt;em&gt;mania&lt;/em&gt;. Apalagi diperkuat dengan faktor pendukung, seperti &lt;em&gt;tumbu oleh tutup&lt;/em&gt;, penghasilan mumpuni dan syukur-syukur masih dapat support dari pasangan. Kelompok inilah yang seringkali harus &lt;em&gt;update fashion&lt;/em&gt; dan biasa lari dari tekanan &lt;em&gt;stress &lt;/em&gt;dengan cara belanja mall to mall. Memang, semakin bagus karir dan pendapatan, dampak &lt;em&gt;stress&lt;/em&gt; juga semakin meningkat, sehingga dibutuhkan biaya 'psikologis' yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perempuan, meskipun saya suka jalan, namun semangat belanja saya biasa-biasa saja. Kadang rasa malas kambuh saat harus memilih, utamanya saat diburu oleh waktu. Bagi saya, memilih adalah aktivitas yang menguras dan memeras waktu, tenaga dan pikiran. Bukan &lt;em&gt;perfect&lt;/em&gt;, tapi saya selalu berusaha menjadi diri saya sendiri. Saya terbiasa menentukan sebuah pilihan dari berbagai &lt;em&gt;angle&lt;/em&gt;. Yang pertama so pasti soal model. Pilihan saya biasanya mengarah ke model yang &lt;em&gt;simple&lt;/em&gt;, unik tapi tidak terlalu &lt;em&gt;girly&lt;/em&gt;. Yang begini saya banget deh.. Syukur-syukur gampang di &lt;em&gt;mix and match&lt;/em&gt; dengan yang sudah ada. Setelah itu baru melihat warna dan harga. Warna oke dan harga sepadan ga ada alasan untuk menunda. Tapi kalau melebihi budget harus pikir-pikir dulu, kecuali kalau barang itu membelenggu pikiran saya, ga ada kata lain selain bungkuuuusss…!! Makanya saya sebenarnya tidak begitu suka area pilihan yang terlalu banyak. Itu berarti akan semakin menambah kebingungan jari jemari dan mata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau disuruh memilih, saya lebih suka mengantar daripada diantar belanja. Dalam prosesi belanja saya paling suka kalau ditemani orang-orang yang paham dengan kebiasaan saya. Mengingat memilih adalah bagian tersulit. Tapi jangan kaget (meskipun sebenarnya saya juga kaget) walau sulit memilih, tapi lemari saya terasa seperti kapal barang yang sarat muatan. Rasanya tak ada &lt;em&gt;space&lt;/em&gt; lagi untuk barang baru. Sering saya tertawa geli saat membongkar isi lemari, tak jarang saya menemukan hasil buruan belanja yang belum terpakai karena tertumpuk, dan akhirnya lupa. Bukan hanya baju bahkan sepatu. Kondisi ini semakin diperparah oleh kebiasaan saya yang seringkali memakai yang itu itu saja kalau sudah terlanjur cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi berpikir, saya yang tidak &lt;em&gt;mania&lt;/em&gt; belanja saja masih sering menyisakan baju dan sepatu belum terpakai, bagaimana dengan teman-teman yang hobinya belanja? Coba bongkar lemari, jangan-jangan ketemu baju dengan ukuran tubuh dua tahun yang lalu?? Wakz!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:78%;"&gt;sumber gbr : cacee.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-1104326331970360345?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-08T06:23:52.840-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SvbUX3tNM1I/AAAAAAAAAWo/4Srlq125WHM/s72-c/Shopping1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">49</thr:total></item><item><title>Sawang Sinawang (Di atas Langit Masih Ada Langit)</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/10/di-atas-langit-masih-ada-langit.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Tue, 20 Oct 2009 06:23:11 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-8551256122861372202</guid><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/StseW_ntq1I/AAAAAAAAAUI/DYDYhTIRQuU/s1600-h/young-woman-sitting.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393938359090260818" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 188px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/StseW_ntq1I/AAAAAAAAAUI/DYDYhTIRQuU/s200/young-woman-sitting.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Manusia memang tidak ada puasnya. Kadang kita lupa bersyukur dengan apa yang telah kita punya dan dapatkan. Saat masalah mendera, bumi serasa bergoncang memporakporandakan pikiran dan jiwa. Rasanya beban berat ber-ton-ton harus dipikul di pundak, sendirian! Tak jarang kondisi ini membuat frustasi datang menghampiri. Manusiawi. Mungkin kita pernah merasakan meskipun dengan kadarnya masing-masing. Namun, cobalah kita tengok lingkungan di sekeliling kita, mungkin beban yang harus kita hadapi ternyata tidaklah seberapa dibandingkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bulan lalu saya hadir di beberapa reuni yang menjadi bagian rutinitas aktivitas mudik. Menu utamanya adalah ceritera seru yang membuat tertawa ngakak bebas, melepaskan semua masalah yang menghimpit, saling ledek membongkar ceritera pilu penuh malu. Seperti layaknya tayangan di sebuah televisi, ceritera rahasia penuh malu dibongkar secara kelakar. Seperti ceramah umum, anak dan suami/istri serasa mendapatkan amunisi ceritera baru tentang ayah/ibunya di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas seru-seruan selalu terselip ceritera pilu penuh haru. Satu persatu sahabat yang sedang mendapatkan ujian dari Allah terpapar secara panjang lebar. Ada yang sedang sakit, ada yang harus mulai merangkak lagi menegakkan ekonomi keluarga, ada pula yang sedang menghadapi riak-riak rumah tangga. Tragis, ingin menangis. Belum lagi melihat sahabat yang terlahir dari keluarga dengan ekonomi hebat namun tidak mampu memaksimalkan fasilitas untuk berkembang pesat. Ceritera keterpurukan ekonomi dan penyakit adalah bagian yang selalu menyesakkan dada. Seru-seruan saat reuni, berubah menjadi oleh-oleh rasa haru. Rasanya belum lama saat meninggalkan kebersamaan di sekolah dulu, perubahan hidup masing-masing bagaikan gangsing yang berputar dan menjadikan kita pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik ceritera haru, ada juga ceritera membanggakan. Saat melihat sebagian dari sahabat yang dulu 'minus' sekarang menjadi &lt;em&gt;famous&lt;/em&gt;. Yang dulu 'nothing' sekarang berdiri tegak dengan jabatan penting. Perjuangan hidup menjadikan dia layak untuk memetik hasilnya. Kadang beberapa teman terlihat &lt;em&gt;jealous&lt;/em&gt;, mereka lupa karena tidak melihat jungkir baliknya selama ini. Pasti, sahabat-sahabat saya tadi adalah 'pejuang' nasib. Berjuang tanpa lelah dan berbuah keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reuni bagi saya adalah obat kangen. Tertawa lepas untuk melepas tekanan kerja. Juga saat kita harus melihat jauuuuuhhh ke belakang. Melihat kembali kumpulan 'telur ayam' yang dierami bersama, 'menetas' juga hampir bersama, perhatian dari induk yang kurang lebih juga sama, namun perjuangan, doa dan garis tangan yang selalu menyertai kita hingga dewasa. Kalau melihat itu semua, tak henti-hentinya rasa syukur mengucur deras saya panjatkan ke hadiratNya. Di atas langit masih ada langit. Hidup memang harus &lt;em&gt;sawang sinawang.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-8551256122861372202?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-20T06:23:11.668-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/StseW_ntq1I/AAAAAAAAAUI/DYDYhTIRQuU/s72-c/young-woman-sitting.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">54</thr:total></item><item><title>'Bonus' Mudik</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/10/kemarau-setahun-hujan-berhari-hari_04.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Fri, 09 Oct 2009 17:42:50 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-5363665164601939320</guid><description>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kemarau setahun, hujan berhari-hari. Kesegaran itulah yang saya rasakan. Kesegaran 'rohani' berkat amunisi spiritual dan sosial. Puasa telah banyak memberi pelajaran hidup. Menahan segala nafsu adalah pekerjaan penuh kesabaran. Berbagi, belajar untuk mengasah rasa peduli. Masih banyak pelajaran hidup yang dasyat, semua terangkum dalam indahnya Kemenangan Idul Fitri. Semua terasa lebih indah dengan hadirnya Silaturahmi. Dasyat, semua semakin terasa berarti dalam lingkungan indah bersama keluarga inti, keluarga luas, tetangga dan sahabat. Itulah artinya mudik!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beruntung ya Allah, kami mempunyai roda empat, terlindung, sejuk dan empuk. Namun ya Allah, hati semakin teriris, sekaligus bangga manakala melewati segerombolan pemudik beroda dua. Satu anak, bapak dan ibu plus tas pakaian. Bahkan bisa lebih, dua atau tiga anak bersama bapak dan ibu tercinta disangga dua roda. Tidak ada atap berteduh, tidak ada AC yang menyegarkan dan tidak ada jaminan perlindungan kemanan di jalan. Saluuuutt.., semangat tetap menyala dalam mempertahankan tali silaturahmi. Jarak bukanlah halangan, tapi bagian dari 'sebuah permainan’ yang harus ditaklukkan. Sepanjang lebih 300 km rasa syukur terus dipanjatkan dapat mudik lebih aman dan privasi. Lebih bersyukur lagi melihat kelompok roda dua terlihat sumingrah dibalik kaca helm-nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas mudik adalah menyelesaikan sisa puasa, Sholat Ied bersama keluarga, saling bermaafan, membantu ‘open house’ ibu dengan para tetangga, makan ketupat opor ayam bersama, dan berbagi. Tugas mudik yang bersifat privasi adalah belajar menahan tidak gelap mata. Rakus adalah musuh utama, mati-matian harus menjaga berat ideal &lt;em&gt;side effect&lt;/em&gt; ibadah puasa sebulan penuh. 'Bonus' mudik inti isi kepala adalah reunian. Bertemu sahabat lama di SD, SMP, SMA dan kuliah tidak semua bisa terpenuhi, walau ada perasaan kuat ingin bertemu. Memilih adalah solusi agar terjadi keseimbangan antara kebutuhan keluarga, mertua, saudara &lt;em&gt;balance&lt;/em&gt; dengan kebutuhan sosial. Tahun ini saya mencoba empati untuk seorang sahabat SMA yang sedang berjuang melawan kanker. Bersama teman-teman SMA berusaha menjadi penyemangat bahwa kanker harus dilawan dan ada Tuhan yang Maha Segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung dari rangkaian mudik adalah bertemu teman kuliah. Memilih rumah teman yang asri dan luas dengan bangunan joglonya yang unik jadilah ajang ‘ngrumpi’ yang asik. Blaaass.. semua urusan kantor dan tetek bengek di Surabaya sirna. Seperti orang 'sakit' yang sembuh total tanpa harus berobat. Guyon dan &lt;em&gt;cengengesan&lt;/em&gt; masih orisinil seperti dulu. Memori di kampus berhembus disambut gelak tawa tak ada habisnya. Bersyukur saya selalu dikelilingi sahabat yang menyenangkan. Guyon ngawur &lt;em&gt;ngalor ngidul&lt;/em&gt; dalam rasa hormat kekeluargaan yang tinggi. Alhamdulillah, Mudik ber'Bonus' yang tak terhingga nikmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388685616185022930" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/Ssh1BHb3GdI/AAAAAAAAATY/XrB75pVcr7A/s320/kumpul22.jpg_text.jpg" border="0" /&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390764785354348098" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/Ss_YAsK7FkI/AAAAAAAAATo/8op7cvrUwoE/s320/FN.jpg_text1.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan Lebaran 1430 H, sampai jumpa tahun depan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-5363665164601939320?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-09T17:42:50.491-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/Ssh1BHb3GdI/AAAAAAAAATY/XrB75pVcr7A/s72-c/kumpul22.jpg_text.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">37</thr:total></item><item><title>Blogger Tetap Semangat dong..!</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/09/bts-blogger-tetap-semangat.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sun, 06 Sep 2009 07:01:08 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-6019554476490585688</guid><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SqKZds4GHzI/AAAAAAAAARo/xE72eWg5Zqs/s1600-h/semangat.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378029640575491890" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 188px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SqKZds4GHzI/AAAAAAAAARo/xE72eWg5Zqs/s200/semangat.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya memang tidak paham betul dunia blog. Tapi ada kemauan besar untuk memahami dunia ini. Dengan susah payah saya mencoba menikmati dunia ini. Beberapa buku dari rak toko buku saya pindah ke rumah. Bolak-balik halaman demi halaman saya kupas. Belajar dari situs tentang blog pun saya baca tuntas. Bingung adalah menu hari-hari pertama saya. Bukan hanya itu, puyeng juga jadi menu tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat template akhirnya tersaji, hati jadi terbuai serasa terbang tinggi. Jujur, ada perasaan bangga dapat menjinakkan template, walaupun masih dalam taraf yang sederhana. Perkara baru pun muncul, bagaimana caranya mengisi materi tulisan? Apa saja yang harus ditulis? Mosok hanya liputan kuliner? Mosok didominasi foto? Kalau menunya itu-itu saja pasti teman-teman yang 'bertamu' jadi malas untuk kembali mengetuk 'Jendela' ini. Ternyata menulis itu tidak mudah. Edisi menulis adalah zona blang-bleng-blong. Udah otaknya nge-blang, saat nulis semua rasanya ingin disajikan seperti rem yang blong. Ada yang bilang paling gampang ya nulis pengalaman. Tapi stok pengalaman yang menarik lama kelamaan pasti habis juga.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jujur, &lt;em&gt;blog walking&lt;/em&gt; banyak memberikan ilham baru bagi saya. Wangsit bisa dijimpit, tanpa harus komat kamit di tempat yang &lt;em&gt;wingit&lt;/em&gt;. Benar-benar menyenangkan dapat bertamu untuk &lt;em&gt;ngunduh&lt;/em&gt; ilmu.Ketakutan dan rasa gak pede sedikit demi sedikit mulai terkikis. Saya sudah merasa 'bangga' dengan bangunan 'Jendela' saya. Walau saya yakin seyakin-yakinnya bahwa bangunan tadi masih jauh dari ideal, jauh dari kenyamanan, tapi inilah media penyelamat saya untuk beraktualisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini 'Jendela' saya sudah terbuka lebar. Saya siap menerima tamu-tamu yang datang menjelang. Saya juga semakin mencintai dunia baru saya: ngeblog! Perjalanan bertamu dari blog ke blog yang lain saya lakukan untuk menambah persahabatan baru. Namun kian hari saya kok merasa kian sepi ya.. Banyak blog yang kurang bergairah. Ada yang &lt;em&gt;hiatus&lt;/em&gt;, ada yang lama gak update, bahkan tidak sedikit yang sudah meninggalkan dunia blog. Ada apa ini? Bosan? Mentok? atau tertarik meramaikan situs yang lain? Dengan segala keterbatasan saya sebagai blogger dan sebenarnya juga untuk menyemangati diri saya sendiri, saya hanya bisa menyampaikan pekik BTS: Bloger Tetap Semangaaaaaaaaaatttt!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-6019554476490585688?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-06T07:01:08.393-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SqKZds4GHzI/AAAAAAAAARo/xE72eWg5Zqs/s72-c/semangat.bmp" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">58</thr:total></item><item><title>'Dijajah' Status</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/08/dijajah-status.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sat, 05 Sep 2009 04:00:17 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-4711369764638276252</guid><description>Status disini ga ada hubungannya dengan status di facebook. Status disini adalah label baru dari periode akil balik ke jenjang perkawinan. Label baru untuk jabatan baru, suami untuk kaum laki-laki dan isteri untuk kaum perempuan. Dengan catatan, perkawinan yang dilakukan adalah perkawinan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah MoU disaksikan penghulu atau sesuai dengan aturan agama yang lainnya, maka secara resmi banyak bagian hidup yang dipelajari sejak masa kanak-kanak hingga lajang dewasa menjadi banyak yang hilang. Bahkan menjadi kebiasaan baru yang harus dipelajari. Inilah serunya pengantin baru. Mungkin untuk periode kakek dan nenek juga bapak dan ibu kita dulu menjadi suatu kuajiban. Banyak norma yang 'mengharuskan' ini dan itu. Namun bisakah kondisi ini diterapkan pada masa sekarang?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nah inilah sesuatu yang seru dan baru. Ternyata tidak semua pihak mampu menjalani status baru seperti jaman dulu. Bisakah para isteri yang sedang menanjak karirnya harus stop bekerja untuk mengurus anak dan rumah tangga? Bisakah para isteri yang pernah menikmati indahnya 'kemapanan' ekonomi harus sedikit terseok-seok karena adaptasi dengan kondisi ekonomi pasangan tanpa berbuat sesuatu? Bisakah para suami meninggalkan hobinya demi keluarga? Bisakah para pria keluar dari &lt;em&gt;gang&lt;/em&gt;-nya hanya karena status barunya? Jaman modern ini bisa jadi agak longgar. Banyak faktor yang mempengaruhi, utamanya gaya hidup, tuntutan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga atau sekedar aktualisasi diri, atau mungkin juga karena pengaruh lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apapun bentuk kelonggaran pada masa kini tetap masih banyak kebebasan yang hilang setelah hidup dalam perkawinan. Mampukah kita saling menjaga agar hak-hak itu tetap mendapat tempat sehingga tidak ada lagi keluhan 'keterbatasan' karena sudah menyandang status baru dalam perkawinan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga 17 Agustus menjadi &lt;em&gt;moment&lt;/em&gt; yang tepat bagi kita untuk &lt;em&gt;mereview&lt;/em&gt; kebersamaan kita dengan pasangan. Utamanya hak-hak untuk mendapat kebahagiaan hidup, bergaul, beraktualisasi dalam koridor komitmen bersama dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah Anda menikmati kemerdekaan dalam status perkawinan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-4711369764638276252?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-05T04:00:17.401-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">36</thr:total></item><item><title>Katanya..</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/07/katanya.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sat, 05 Sep 2009 04:02:54 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-3947728593298652010</guid><description>Tiba-tiba saya jadi ingat pendapat salah seorang teman saya setahun yang lalu. Katanya saya ini mempunyai kecenderungan melankoli - koleris. Itu artinya saya orang yang teratur, rapi, terjadwal dan harus sesuai dengan fakta, tegas sekaligus &lt;em&gt;goal oriented.&lt;/em&gt; Bukannya saya suka dengan penilaian ini tapi malah ngeri! Bagaimana tidak? Saya membayangkan diri saya dalam tekanan, terstruktur, ga nyantai dan kurang 'nakal' (jangan artikan yang macem-macem ya..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian teman saya ini memang ga sepenuhnya benar karena dia hanya melihat dari luarnya saja dan tidak mendalam. Sebaliknya saya merasa justru watak phlegmatis saya lebih dominan daripada koleris. Seharusnya pola watak ini ditentukan dari pengisian kuesioner kemudian dihitung &lt;em&gt;score&lt;/em&gt;nya baru akan ketahuan watak mana yang dominan. Sebenarnya saya penasaran sekali dengan penentuan watak ini, sayang sekali sampai sekarang saya belum menemukan bukunya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Idealnya sih kita mempunyai 4 jenis watak. Namun meskipun begitu, pasti ada watak yang menonjol. Apakah itu Si Sanguinis "Yang Populer", karena cenderung ingin populer, senang bicara, namun cenderung berpikir pendek. Si Melankoli "Yang Sempurna", karena serba teratur, rapi, umumnya suka dengan fakta-fakta dan berpikir secara mendalam. Ada juga Tipe Koleris "Yang Kuat". Tipe ini katanya suka tantangan, &lt;em&gt;goal oriented&lt;/em&gt;, tegas, kuat, cepat dan tak mudah menyerah. Sedangkan tipe ke-4 yaitu si Phlegmatis "Yang cinta Damai". Tipe yang cenderung ga suka konflik, pendengar yang baik, tapi kurang bersemangat dan cenderung pendiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun belum sepenuhnya benar karena saya belum mengisi sendiri kuesionernya, tapi penilaian teman saya cukup menggelitik dan bikin saya jadi berpikir. Bukan hanya berpikir tentang diri saya tetapi juga orang di sekeliling saya. Hmm.. saya harus mengurangi melankoli dan koleris saya (meskipun saya merasa koleris saya tidak dominan), tambahin sedikit sanguin dan phlegmatis, pas deh.. (kaya masakan aja). Rasanya memang penting untuk mengerti watak kita. Paling engga setelah ada 'penilaian' dasar dari teman saya itu kini saya berusaha mengurangi kecenderungan saya yang melankoli dan koleris, supaya bisa lebih santai, ga terlalu mikir, biar bisa agak urakan dan ga stress kalau hasil tidak sesuai harapan. &lt;em&gt;People Change!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya buat diri kita, tapi kita juga perlu tahu sifat partner kita, anak kita, teman, team kita sehingga hubungan interpersonal menjadi semakin mulus. Kita jadi semakin tahu kenapa ada perbedaan reaksi antara satu orang dengan orang lainnya. Ujung-ujungnya kita jadi dapat lebih memahami teman, anak, bahkan pasangan kita. Sedaaapp...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya mulai dari kita. Kenali diri kita yang sebenarnya. Sudahkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber : Personality Plus oleh Nina Iqbal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-3947728593298652010?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-05T04:02:54.964-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">28</thr:total></item><item><title>S t a t u s</title><link>http://djendelahati.blogspot.com/2009/07/status.html</link><author>noreply@blogger.com (Meidy)</author><pubDate>Sat, 05 Sep 2009 04:06:57 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1174205627438860133.post-4035367954169372395</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SlBD_gg4MmI/AAAAAAAAARQ/wBsmGPKso2k/s1600-h/facebookstatus.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354854715282174562" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 224px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SlBD_gg4MmI/AAAAAAAAARQ/wBsmGPKso2k/s320/facebookstatus.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak sekali media jejaring sosial di lingkungan kita. Mulai dari arisan, kumpul trah, bani, reuni, &lt;em&gt;friendster&lt;/em&gt; dan kini yang lagi ngetop adalah &lt;em&gt;Facebook&lt;/em&gt; (FB). Jejaring sosial ini mewabah dasyat bak virus. Media ini mampu melintasi batas usia, sosial dan budaya. Bisa jadi karena fasilitas penyokongnya kian canggih dan perangkatnya mobile. Serba mudah dan serba praktis yang menjadikan jejaring sosial ini semakin melejit. Mungkin juga karena ditambah stress yang semakin rajin menghampiri kita sehari-hari sehingga kita membutuhkan teman banyak dan teman lama untuk berbagi. Kini, dimanapun dan kapan pun orang-orang bisa &lt;em&gt;cengengesan&lt;/em&gt;, sambil utak utik ponsel gendutnya (haram menyebutkan &lt;em&gt;brand&lt;/em&gt;-nya, hehehe..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lebih condong gara-gara kehadiran ponsel gendut inilah kalangan tanpa batas, utamanya kelompok atas dengan koleksi usianya ikut-ikutan meramaikan kegemaran yang dulu 'hanya' milik kaum muda. Beda dengan jaman &lt;em&gt;Friendster&lt;/em&gt; dulu, rasanya hanya perangkat laptop yang paling mobile, sehingga untuk bermain-main dengan jejaring sosial ini baru bisa terlaksana jika ada komputer atau laptop di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal baru dalam hidup kita, FB bak 'Komnas HAM' yang mampu menemukan orang-orang terdekat kita yang hilang karena minimnya media komunikasi saat itu. Banyak zona kehidupan terkuak tergantung dimana zona kita dulu berada. Jujur, akhir-akhir ini saya agak sering membuka FB, apalagi setelah teman-teman kuliah muncul satu persatu. Saling sahut, olok, sindir, utamanya saat cerita lama ter-&lt;em&gt;upload&lt;/em&gt; dan menjadi bagian pengalihan stress pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada keceriaan berbaur geli yang kini menjadi santapan sehari-hari manakala saya baca status demi status empunya FB. Saya sadar banyak yang &lt;em&gt;slengekan&lt;/em&gt;, namun tidak sedikit yang menuliskan serius tapi bikin saya geli. Ada yang menulis aktivitas minum kopi di cafe lengkap dengan suara sruput-sruputnya. Belum lagi ada yang update statusnya hanya karena kebingungan mau makan siang apa atau engga bisa tidur gara-gara pilek dan masih banyak lagi yang bikin saya senyam-senyum menahan geli. Bahkan ada juga yang menuliskan tentang suara hatinya, "Hari ini ayah pulang gak ya?"atau "Miss u Papa", ada juga yang sedang korslet dengan pasangannya perasaan muaknya terlontar di status tanpa sadar. Masih banyak lagi masalah-masalah yang sifatnya pribadi meluas menjadi santapan orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi bepikir, ternyata masyarakat kita banyak juga yang ekstrovert ya.. atau gara-gara FB kita jadi extrovert? Rasanya yang ada di pikiran pengen semuanya dituangkan. Tapi sadarkah kita kalau apa yang kita tulisakan bisa dibaca oleh seabrek orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/388/83CAE65E62986E5D031FEFF44B7BD05F.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber gbr : matunes.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174205627438860133-4035367954169372395?l=djendelahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-05T04:06:57.770-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_LyJ056KS0NQ/SlBD_gg4MmI/AAAAAAAAARQ/wBsmGPKso2k/s72-c/facebookstatus.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">34</thr:total></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

