<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022</id><updated>2026-02-08T09:22:36.529+07:00</updated><category term="Journal"/><category term="Study"/><category term="Books"/><category term="Misc"/><category term="Movies"/><category term="Travel"/><category term="Work"/><title type='text'>Catatan Hangga Nuarta</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>142</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-441734913679216161</id><published>2021-05-24T00:28:00.002+07:00</published><updated>2022-08-22T18:07:19.737+07:00</updated><title type='text'>Bertumbuh</title><content type='html'>&lt;p&gt;Melihat kembali postingan saya dari awal blog ini menimbulkan perasaan yang bercampur. Utamanya sih malu. Dulu saya begitu berapi-api, idealis, ambisius, dan sangat butuh validasi orang lain. Bukan berarti menjelekkan diri sendiri. Tapi itu poin dari tulisan ini, bahwa kita bertumbuh. Saya melihat diri saya bertumbuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan perjalanan yang singkat. Banyak yang harus dilalui. Banyak kesalahan. Dan banyak orang yang membantu di sepanjang perjalanan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya tidak tahu apakah semua orang merasakan hal yang sama. Tapi banyak hal dalam proses ini serasa seperti menang undian. Mungkin, tidak semua orang punya hasrat yang sama untuk bertumbuh. Maka orang-orang yang memiliki perasaan ingin terus belajar dan menjadi lebih baik, saya rasa adalah orang yang beruntung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi keberuntungan tidak berhenti sampai disitu. Karena dengan keinginan kuat saja tidak cukup, kita butuh belajar dan berinteraksi dengan orang lain. Ada orang yang lebih beruntung terkait hal ini, dimana dia bisa berinteraksi dengan orang-orang yang lebih membantu dalam proses pertumbuhan tersebut. Seperti orang tua yang mendukung, guru-guru yang baik, teman kuliah yang suportif, bos kantor yang peduli, dan sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun di luar keberuntungan, hal lain yang berperan penting adalah waktu. Sejak blog ini dibuat hingga sekarang, sudah 12 tahun berlalu. Pertumbuh berjalan perlahan, dan jika dilihat dalam periode singkat, tahun ke tahun, saya merasa seolah disitu-situ saja. Namun ketika diberikan cukup waktu, kita bisa melihat ternyata kita sudah bertumbuh cukup jauh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski begitu, kalau sudah bertumbuh banyak bukan berarti tidak perlu bertumbuh lagi. Dan bagi saya, ini tantangan yang susah. Memahami kenapa kita harus terus tumbuh adalah hal yang sangat sulit. Dan tanpa itu, kita akan bingung kemana kita harus tumbuh, bagaimana caranya, dan sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika begitu, saya berharap, semoga keberuntungan yang membawa kita sampai sejauh ini, akan membawa kita menemukan jawaban dari pertanyaan kenapa tadi.&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/441734913679216161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2021/05/bertumbuh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/441734913679216161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/441734913679216161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2021/05/bertumbuh.html' title='Bertumbuh'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-4835527227897494478</id><published>2017-04-02T21:46:00.001+07:00</published><updated>2017-04-02T21:46:11.272+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Travel"/><title type='text'>Pengalaman Traveling ke Guangzhou, China</title><content type='html'>Backpacking ke Guangzhou China adalah yang kedua kalinya saya ke luar negeri, setelah &lt;a href=&quot;http://www.hangganuarta.com/2015/10/student-exchange-chiang-mai-thailand.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Thailand (student exchange)&lt;/a&gt;. Kali ini lagi-lagi ada hubungannya dengan kuliah, yaitu menjalankan tugas mata kuliah Pemasaran International yang diasuh oleh Prof. Rhenald Kasali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernah baca tulisan Pak Rhenald berjudul Paspor? Kalau belum, tulisan tersebut bisa dibaca &lt;a href=&quot;https://indonesiamengajar.org/cerita-pm/patrya-pratama/passport-by-rhenald-kasali&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;di sini&lt;/a&gt;. Intinya, Pak Rhenald ingin mahasiswanya melatih kemandirian dengan cara menugaskan mereka ke luar negeri sendiri. Berangkat sendiri, mengurus segala sesuatunya sendiri. Dengan dana yang diusahakan sendiri. Pokoknya semua biar mandiri deh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negaranya tidak boleh Singapura atau Malaysia, karena dianggap terlalu mudah, bisa pakai Bahasa Melayu (yang mirip-mirip dengan Bahasa Indonesia), jadi potensi tantangannya dinilai tidak terlalu memancing kemandirian untuk keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pak Rhenald ingin mahasiswanya nyasar. Makanya diminta untuk ke negara yang bahasanya beda dengan kita. At least biar bisa berusaha lebih kreatif dalam komunikasi. Dan, nyasar adalah tujuan utama, karena dengan nyasar, kita akan dipaksa berpikir mandiri dan kreatif untuk menyelesaikan masalah (menemukan jalan ke tujuan/pulang).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu latar belakangnya... mari lanjut ke bagian utama, yaitu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Ketika di Guangzhou: Pengalaman yang Mengejutkan sekaligus Mengesankan&lt;/h2&gt;
Guangzhou mengejutkan saya, bahwa China sebenarnya sudah sangat maju (dibandingkan Indonesia). Terutama terasa sekali di bidang transportasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya saya kira Guangzhou tidak akan jauh berbeda dengan Jakarta; kota besar, macet, ribet. Makanya dari Indonesia saya riset bener-bener tempat-tempat yang ingin saya kunjungi, sekaligus berbagai alternatif transportasi untuk ke sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tahu di internet bahwa di Guangzhou ada Metro alias kereta bawah tanah. Tapi tidak menyangka Metronya akan seefisien itu. Selama di sana, saya kemana-mana cuma dengan naik Metro dan jalan kaki. Semua tempat wisata yang saya kunjungi tersambung dengan stasiun Metro. How convenience it is!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika jalan kaki pun, tidak pernah saya temui di jalan raya ada macet seperti di Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya orang-orang banyak yang lebih suka menggunakan transportasi umum seperti Metro dan bus. Oh ya, dan juga di sana tidak ada motor. Yang ada sepeda listrik. Jadi yang saya rasakan polusinya juga lebih baik dibanding Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain transportasinya yang maju, Guangzhou juga dipenuhi dengan gedung-gedung pencakar langit. Bahkan hostel yang saya inapi pun letaknya di lantai 7 sebuah tower apartemen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalan-jalan trotoarnya besar-besar, sehingga nyaman sekali untuk pejalan kaki. Ada pedagang kaki lima, tapi tidak mengganggu orang berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, area shoppingnya... megah sekali. Mirip dengan di New York yang saya lihat di film-film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Pelajaran dari Guangzhou&lt;/h2&gt;
Jalan-jalan ke Guangzhou ini mengajari saya beberapa hal:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pertama jelas kemandirian. Saya mengurus semuanya sendiri, dari tiket pesawat, visa, hostel, itinerary, dsb.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kedua, kreativitas. Orang yang saya temui di sana tidak banyak yang fasih berbahasa Inggris. Jadinya, tidak jarang saya harus memakai berbagai cara kreatif untuk berkomunikasi, seperti menggunakan aplikasi translator, pakai gerak tubuh, pakai maps, dll. Tidak jarang saya juga kesasar karena setelah tanya ke orang, ternyata petunjuk yang diberikan pun salah. Tapi Alhamdulillah pada akhirnya selalu bisa sampai pada tujuan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketiga, belajar menjadi organized. Saya menyiapkan semuanya dengan rapih semenjak dari Indonesia. Terutama tentang itinerary sih. Karena seperti yang kamu tahu, di sana Google, Facebook, dan beberapa situs lain di blok. Jadi semua saya riset dan persiapkan dengan matang di Indonesia. Hasilnya, di sana enak. Saya bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Pagi sudah jelas mau kemana. Malem tenang tinggal istirahat dan ngobrol-ngobrol dengan orang di hostel.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Biaya Backpacking ke Guangzhou&lt;/h2&gt;
Biaya yang saya keluarkan untuk ke Guangzhou tidak terlalu mahal karena dilakukan dengan gaya backpacker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara kasar yang saya ingat biayanya sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tiket PP AirAsia Jkt-Guangzhou: 1,8 jt&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Visa: 500rb&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hostel 3 hari: 400rb&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biaya selama di sana (makan, transport, wisata): 1,5 jt&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Total: 3,9 jt&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Nanti insyaAllah saya update lagi yah dengan itinerary dan lain-lain kalau sudah bongkar arsip lama. Share juga dong pengalaman kamu backpacking... :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/4835527227897494478/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2017/04/pengalaman-traveling-ke-guangzhou-china.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/4835527227897494478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/4835527227897494478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2017/04/pengalaman-traveling-ke-guangzhou-china.html' title='Pengalaman Traveling ke Guangzhou, China'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-81981959833312397</id><published>2016-10-08T20:28:00.000+07:00</published><updated>2017-07-27T09:31:05.116+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Work"/><title type='text'>Pengalaman Magang di Traveloka (Summer Intern)</title><content type='html'>Magang di Traveloka merupakan pengalaman yang &lt;i&gt;rewarding&lt;/i&gt;, dilihat dari pekerjaannya, lingkungan kerjanya, dan juga berbagai benefit yang didapatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya magang saat liburan semester genap, yaitu pada Juni-September 2016 (summer intern), di posisi SEO Executive intern. Saat itu ada sekitar 20-an anak magang seangkatan saya di Departemen Marketing &amp;amp; Analytics. Selain SEO, di Marketing &amp;amp; Analytics ada bagian-bagian seperti SEM, Partnership &amp;amp; Promotion, Digital Marketing, Product Marketing, dan Marketing Technology.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, apa sih SEO? Dan kerjaan magang di SEO ngapain? Sebelum kesitu, mari kita bahas...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Pekerjaan Anak Magang di Traveloka&lt;/h2&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum punya &lt;a href=&quot;http://www.hangganuarta.com/2016/06/pengalaman-magang-pertama.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;pengalaman magang&lt;/a&gt;, saya sering mendengar kalau kerjaan anak magang banyak yang unik-unik: dari &#39;cuma&#39; ngurusin administrasi (data entry, fotokopi), hingga ngebuat kopi (ini sepertinya terinspirasi sinetron), atau bahkan banyak gabutnya. Tentu saja gak semua orang yang pernah magang ceritanya begini. Yang magang di consulting firms seperti BCG ceritanya justru sangat menarik. Tapi kebanyakan cerita anak magang yang pernah saya dengar kurang menjanjikan (sepertinya saya salah gaul nih).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Alhamdulillah, di Traveloka saya dapat kesempatan untuk belajar banyak. Kerjaan anak magang di Traveloka tidak beda dengan kerjaan karyawan full-time, &lt;i&gt;which means&lt;/i&gt; kita bisa belajar sama banyaknya dengan karyawan full-time, juga dapat tanggung jawab yang sama gedenya. &lt;i&gt;Well&lt;/i&gt;, gak sama gede secara keseluruhan sih. Jadi misal karyawan full-time ngerjain A, B, C, D. Kita mungkin ngerjain A, C. Tapi dalam A dan C itu, kita tanggung jawab penuh. Jadi kita bisa belajar secara substansial di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena langsung dikasih tanggung jawab gede, kita harus cepet belajar. Bukan yang paling penting kita udah ahli di bidang yang bakal kita kerjain apa belum, tapi kita bisa cepet belajar. Sepengamatan saya, kemampuan cepet belajar ini salah satu karakteristik yang dicari dari kandidat yang ingin melamar ke Traveloka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well, intinya, pekerjaan anak magang di Traveloka itu nggak remeh-remeh. Langsung dikasih tanggung jawab serius, jadi sehari-harinya sangat menarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Trus, gimana pengalaman di SEO?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Magang di SEO&lt;/h2&gt;
Apa itu SEO?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SEO adalah Search Engine Optimization, salah satu channel digital marketing, yang intinya gimana membuat suatu website bisa ranking di halaman hasil pencarian Google yang organik (bukan iklan ya) untuk kata kunci tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau nyari &quot;apa itu SEO&quot; di Google mungkin kamu bakal banyak menemukan tentang on-page dan off-page. Memang dua hal ini adalah strategi yang paling umum digunakan di SEO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
On-page intinya bagaimana mengoptimasi faktor-faktor di halaman web kita. Sedangkan off-page adalah mengoptimasi faktor-faktor yang di luar halaman web kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktor on-page salah satunya adalah konten. Sedangkan faktor off-page salah satunya adalah link. Jadi untuk mengoptimasi suatu web, kita bisa membuat konten yang bagus dan juga mendapatkan link yang bagus untuk halaman kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerjaan anak magang di SEO Traveloka cukup banyak berkaitan dengan dua hal itu. Saya mungkin gak bisa cerita lebih banyak tentang detail pekerjaannya, tapi intinya saya belajar banyak dari kerjaan-kerjaan di Traveloka, walaupun sebelumnya saya sudah belajar dan ngejalanin SEO sejak SMA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Lingkungan Kerja di Traveloka&lt;/h2&gt;
Yang saya maksud dengan lingkungan kerja ini antara lain: rekan kerja, budaya, dan kantor secara fisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, tentang rekan kerja. Di divisi SEO saya menemukan orang-orang yang membuat saya nyaman bekerja. Senior members dengan ramah dan senang hati membagikan ilmunya untuk anak-anak intern. Oh ya, kebetulan saya ada teman waktu intern dulu, jadi dua orang di SEO, Andre dari ITS Surabaya dan saya. Andre ini orangnya juga baik dan supportif, bersedia untuk saling membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mentor saya waktu itu mas Wandry. Beliau ini SEO paling senior di Traveloka. Saya belajar banyak dari mas Wandry, yang dengan sabarnya mengajari dan memberikan kepercayaan ke saya. Terima kasih mas!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk rekan-rekan di luar SEO, saya tidak terlalu banyak yang kenal. Cuman dari kepo-kepo di LinkedIn, mereka-mereka yang selantai dengan saya di Wisma 77 Tower 2 Lantai 21 ini orang hebat-hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada yang pernah kuliah di HBS (Harvard Business School yang famous itu), meskipun nggak sampai lulus (kamu mungkin tahu siapa orangnya). Lulusan kampus luar negeri lain yang bagus-bagus juga gak sedikit, seperti NUS dan NTU. Mantan konsultan juga ada, dari BCG, Accenture, dan McKinsey. Juara-juara OSN juga banyak. Intinya, mereka dengan pencapaian yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senang sekali berada di lingkungan orang-orang yang high achiever dan juga baik-baik, bisa belajar banyak dari mereka. Saya misalnya pernah sharing-sharing soal gimana rasanya kuliah MBA dengan beberapa orang lulusan INSEAD, MIT, dan juga SBM-ITB. Mereka yang bersedia meluangkan waktunya untuk ngobrol dan berbagi tips dengan anak intern ini padahal orang-orang yang super sibuk, salut!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Benefit Anak Magang di Traveloka&lt;/h2&gt;
Selain pekerjaannya yang rewarding dan lingkungan kerja yang positif dan kompetitif, benefit magang di Traveloka juga di luar ekspektasi saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama dari sisi gaji, nilainya sangat lumayan. Sebagai referensi berapa gaji magang di Traveloka, mungkin &lt;a href=&quot;http://www.qerja.com/journal/view/71-perusahaan-dengan-gaji-intern-tertinggi/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;survey dari Qerja ini&lt;/a&gt; masih akurat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi selain monetary benefit, magang di Traveloka juga dapat banyak benefit lain, seperti free lunch, buah tiap pagi, coffee machine, minum gratis, dan dapat fasilitas kerja yang mumpuni (laptop dan tools yang dibutuhkan komplit tersedia, dengan kualitas yang top).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Tips Seleksi Magang di Traveloka &lt;/h2&gt;
Tertarik magang di Traveloka? Jika boleh memberikan sedikit tips, kamu bisa mempersiapkan beberapa hal ini:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Siapkan resume terbaikmu dalam 1 lembar. Beberapa orang masih belum tahu kalau rekruter tidak punya waktu untuk membaca CV yang terlalu panjang dan bertele-tele. Untuk &lt;a href=&quot;https://www.inspiraloka.com/contoh-cv-daftar-riwayat-hidup/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;contoh CV yang bagus&lt;/a&gt;, kamu bisa lihat &lt;a href=&quot;https://blog.rakina.fyi/2016/12/09/frequently-asked-questions-about-internships/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;resume Rakina&lt;/a&gt; (mahasiswa Indonesia yang pernah intern di Google HQ) &lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0Byc98RPd71VqQ0FEaE5PMEFyM0k/view&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Asah kemampuan analisis dan problem solving. Dulu saya 3 kali interview, 2 diantaranya banyak ditanyai pertanyaan-pertanyaan yang menguji analytical and problem solving skills. Saya merasa cukup terbantu dulu sempat membaca buku semacam McKinsey Mind, How to Get into the Top Consulting Firms, dan sejenisnya. Pertanyaan-pertanyaan analitis dan problem solving bisa ditemui banyak di internet, jadi bisa latihan dulu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Satu sesi dari 3 interview adalah tentang SEO. Meskipun kamu nggak harus ahli dulu waktu melamar, tapi punya pengetahuan atau pengalaman di bidang yang akan kamu kerjakan akan sangat membantu. Saat interview saya definitely bukan seorang ahli SEO, tapi saya menunjukkan upaya, dari apa yang sudah saya pelajari dan pernah praktikkan, dan juga kemauan untuk terus belajar.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Semoga sharing pengalaman ini bermanfaat ya. Jika ada yang ingin didiskusikan, monggo melalui komentar di bawah. :D</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/81981959833312397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2016/10/magang-di-traveloka.html#comment-form' title='19 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/81981959833312397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/81981959833312397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2016/10/magang-di-traveloka.html' title='Pengalaman Magang di Traveloka (Summer Intern)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-55189370457296694</id><published>2016-06-01T23:25:00.000+07:00</published><updated>2017-04-02T20:06:52.526+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Work"/><title type='text'>Pengalaman Magang Pertama (di PLUS)</title><content type='html'>Pengalaman magang pertama saya adalah di perusahaan rintisan (start up) yang baru banget berdiri, bernama &lt;a href=&quot;http://usahasosial.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Platform Usaha Sosial (PLUS)&lt;/a&gt;. Seperti namanya, perusahaan ini punya misi untuk menumbuhkan ekosistem social entrepreneurship di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sih social entrepreneurship? dan apa saja pelajaran yang saya dapatkan dari pengalaman magang di PLUS?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Tentang Social Entrepreneurship&lt;/h2&gt;
Menurut yang saya pahami, kewirausahaan sosial seperti kewirausahaan pada umumnya adalah usaha untuk menciptakan produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan atau mengatasi masalah yang dihadapi pasar. Bedanya, kewirausahaan sosial memberikan perhatian yang cukup besar pada dampak yang dapat diberikan kepada lingkungan sekitar, khususnya manusianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misalnya, kewirausahaan adalah ketika kita ingin membuat perusahaan transportasi berbasiskan motor/ojek untuk mengatasi masalah kemacetan Jakarta. Di sini kita meluat peluang untuk mendapatkan profit yang lumayan dengan memenuhi kebutuhan/membantu menyelesaikan masalah banyak orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kewirausahaan sosial, fokus kita tidak hanya pada konsumen dan profit, tetapi pada stakeholder lain juga, seperti misalnya tukang ojeknya. Ambil contoh perusahaan sosial yang cukup populer, yaitu &lt;a href=&quot;https://www.go-jek.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Go-Jek&lt;/a&gt;. Selain menaruh perhatian besar dalam menyediakan solusi bagi kemacetan Jakarta, Go-Jek juga mempunyai misi untuk membantu para drivernya agar mendapatkan pekerjaan yang lebih banyak, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, dalam kewirausahaan sosial, kita berusaha menyeimbangkan antara profit dan impact.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menarik ya?&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Pelajaran dari Magang di PLUS&lt;/h2&gt;
Di PLUS, saya &lt;a href=&quot;http://usahasosial.com/tentang-kami&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;bertemu dengan orang-orang yang luar biasa&lt;/a&gt;, baik tim PLUS itu sendiri maupun sesama intern (atau kami menyebutnya fellows). Mereka punya prestasi gemilang dalam kuliahnya dan juga dalam kegiatan lain-lain di luar kuliah seperti pernah ikut kompetisi internasional, punya pengalaman exchange ke luar negeri, dan ada juga yang &lt;a href=&quot;http://www.joshthemagicman.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;seorang professional magician&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sempat minder juga di awal, karena misalnya kemampuan Bahasa Inggris saya yang masih terbatas, sementara teman-teman yang lain sudah pada fluent. Bahkan ada yang lancar ngomong Mandarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi untungnya, selain hebat, mereka adalah orang-orang yang humble. Setiap orang saling menghargai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan in some way saling membantu untuk membantu satu sama lain grow.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pelajaran pertama: harus belajar lebih keras dan stay humble ke orang lain yang belum sebagus kita dalam bidang dimana kita ahli.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam dua bulan itu, selain bekerja, kami juga banyak berinteraksi bersama; mulai dari ngobrol-ngobrol saat makan siang, saat sekali-sekali makan besar bareng di luar, bermain bersama (laser tag!), dan juga saat pulang ke Depok bersama naik angkot dan KRL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang kami ngobrol agak serius seperti karir, kuliah lanjutan, usaha sampingan, lomba, atau skripsi. Kadang juga ngobrol santai seperti membahas puisi Sapardi Djoko Damono, kasus ribut taksi konvensional vs ojek online, film bagus untuk ditonton minggu ini, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari obrolan-obrolan dengan mereka tersebut, saya juga belajar bahwa mereka, top students ini, adalah orang-orang yang banyak belajar, banyak membaca, punya growth mindset.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka adalah orang yang selalu lapar. Lapar untuk tumbuh, menjadi lebih baik. Ada yang mewujudkannya dengan mengejar lomba-lomba. Ada yang magang di tempat bergengsi. Ada yang ikut kursus hingga ke negeri China (beneran).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pelajaran kedua: tetapkan target untuk terus bertumbuh, dan kerja keras mewujudkannya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih banyak hal lain yang saya dapatkan dari pengalaman magang pertama ini, yang mungkin tidak mudah saya artikulasikan namun saya yakin membekas dalam hati dan kehidupan sahari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan kamu? Bagaimana pengalaman magangmu membantu dalam kehidupan sehari-hari? Share ya di kolom komentar...</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/55189370457296694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2016/06/pengalaman-magang-pertama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/55189370457296694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/55189370457296694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2016/06/pengalaman-magang-pertama.html' title='Pengalaman Magang Pertama (di PLUS)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-733524425453395409</id><published>2015-12-19T21:27:00.000+07:00</published><updated>2017-04-02T19:33:59.800+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Misc"/><title type='text'>Suka Nulis Esai? Yuk Daftar Beasiswa DataPrint!</title><content type='html'>&lt;i&gt;Dear friend&lt;/i&gt;, pelajar SMP, SMA, dan Mahasiswa D3/S1 di seluruh Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun ini &lt;a href=&quot;http://dataprint.co.id/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;DataPrint&lt;/a&gt; kembali bagi-bagi &lt;a href=&quot;http://beasiswadataprint.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;beasiswa&lt;/a&gt; lho. Syaratnya mudah, apalagi bagi kalian yang suka menulis. Yak, syaratnya adalah menulis esai, mengisi formulir, dan menyertakan kode yang terdapat di dalam kemasan produk DataPrint.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beasiswa akan dibagikan kepada 500 orang. 100 orang akan mendapatkan masing-masing Rp 1.000.000, 100 orang lagi akan mendapatkan masing-masing Rp 500.000, dan 300 orang akan mendapatkan masing-masing Rp 250.000. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aplikasi beasiswa dibuka sepanjang tahun dan dibagi ke dalam dua periode. Periode pertama 10 Februari hingga 30 Juni 2015. Periode kedua 1 Juli hingga 25 Desember 2015.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk aplikan yang merupakan pelajar SMP dan SMP, tema esainya (untuk periode kedua) adalah &quot;Gadget sebagai media penunjang belajar mengajar&quot;. Dan untuk aplikan yang merupakan mahasiswa D3/S1, tema esainya adalah &quot;Sikap untuk meningkatkan SDM Indonesia agar sejajar dengan negara maju&quot;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menarik kan? Yuk langsung daftar melalui websitenya: &lt;a href=&quot;http://beasiswadataprint.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;www.beasiswadataprint.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Updated: 19 Desember 2015</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/733524425453395409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2015/12/suka-nulis-esai-yuk-daftar-beasiswa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/733524425453395409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/733524425453395409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2015/12/suka-nulis-esai-yuk-daftar-beasiswa.html' title='Suka Nulis Esai? Yuk Daftar Beasiswa DataPrint!'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-6990783075994272666</id><published>2015-01-10T08:30:00.001+07:00</published><updated>2017-04-02T02:44:45.916+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Journal"/><title type='text'>Pom Bensin dan Jiwa Melayani</title><content type='html'>Banyak kali, ketika saya mengisi ulang bensin motor di berbagai SPBU, sang petugas SPBU menumpahkan beberapa tetes bensin saat mencabut selang dari tangki motor. Menurut saya, seharusnya selang dibiarkan beberapa detik dulu sampai semua minyak masuk ke tangki, sehingga tidak ada yang tercecer percuma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, tidak jarang petugas SPBU memasang wajah cemberut dan berinteraksi secara tidak ramah dengan pelanggan. Bagi saya, mereka kurang memahami tentang bagaimana seharusnya melayani pelanggan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika saya di Thailand, petugas SPBUnya sangat ramah. Saat pelanggan datang, mereka bertanya dengan ramah berapa pelanggan mau isi tangkinya. Bahkan ketika beberapa kali saya kesulitan membuka tangki motor sewaan yang kebetulan berbeda dengan motor yang saya pakai di Indonesia, mereka dengan sigap membantu membukakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak pernah mencecerkan bensin ketika mencabut selang. Bahkan, seringkali mereka dengan cepat membantu memasang tutup tangki motor ketika bensin selesai diisikan, ketika melihat pembeli sedang sibuk mengambil uang. Diakhir transaksi, mereka bilang terima kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya jadi berpikir, mana ya yang katanya orang Indonesia ramah?</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/6990783075994272666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2015/01/pom-bensin-dan-jiwa-melayani.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/6990783075994272666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/6990783075994272666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2015/01/pom-bensin-dan-jiwa-melayani.html' title='Pom Bensin dan Jiwa Melayani'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-8963785312470365546</id><published>2015-01-07T13:15:00.002+07:00</published><updated>2017-04-02T19:33:59.811+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Study"/><title type='text'>Useful Websites for Learning New Language</title><content type='html'>There are some useful websites you can check for learning new language, especially English:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.duolingo.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;DuoLingo&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. You can learn many kind of languages, from Spanish to Swedish, English to French, through game-like method, which cover vocabulary, grammar, listening, and speaking skills.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://zeniusenglish.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Zenius English&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bbc.co.uk/learningenglish&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;BBC Learn English&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/learn-english&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Radio Australia&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://languagepod101.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Language Pod 101&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Like DuoLingo, LanguagePod101.com also offers many kind of languages, but use different learning method, which is mainly uses YouTube video tutorial. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/user/duncaninchina&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Learn English with Mr Duncan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Hope you good luck on learning new languages!</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/8963785312470365546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2015/01/useful-websites-for-learning-new.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/8963785312470365546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/8963785312470365546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2015/01/useful-websites-for-learning-new.html' title='Useful Websites for Learning New Language'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-6150225986651138284</id><published>2015-01-07T12:54:00.002+07:00</published><updated>2017-04-02T19:33:59.795+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Study"/><title type='text'>Learning New Language</title><content type='html'>I have learned English since I was in junior high school, yet my English skills are not very good. I even just started to speak English regularly when I come to Thailand for exchange program. Before that, I was so afraid to speak, afraid of making mistakes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
From living abroad experience, I just realized that language skills are just a matter of practice. If we use the language frequently, then we&#39;ll be better and better on that language. So, the greatest difficulty on learning new language in my opinion is the hesitation of practice. It will be my advice for someone who want to learn new language (and for myself too): practice more, use more!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
There are some ways to practice language, the simplest and most effective one for me is through pair learning. Find a friend, would be better if we can find a native speaker friend or at least a friend who is better at the language than us. Speak with her, chat with her, write her message. Use the language very often and ask our friend to correct us for our mistakes. That way, I believe we can increase our speaking, listening, writing, and reading skill simultaneously, very fast.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
If you have problem on finding friend for practice, you can try &lt;a href=&quot;http://globalhangouts.org/&quot;&gt;globalhangouts.org&lt;/a&gt;. It&#39;s a website which will match you with someone in other side of the world, to talk about any topics you both interested in, through email. I have tried the website and I have got a pair that has helped me a lot in learning English.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Other way to learn English, which is fun and also effective, is through movie, music, radio, and television. Watch movie and television in English, use English subtitle, and sometime use no subtitle. Listen to radio and music in English, sometimes try to sing too. It will develop our listening and speaking skills.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
And in case you want more, you can also try online learning at YouTube. There are a lot quality channel providing free English lessons, like &lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/user/ENGLISHCLASS101&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;EnglishClass101&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/user/duncaninchina&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Learning English with Mr Duncan&lt;/a&gt;, etc. You can also try website like &lt;a href=&quot;https://www.duolingo.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;DuoLingo&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Good luck!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Update: see my list of &lt;a href=&quot;http://www.hangganuarta.com/2015/01/useful-websites-for-learning-new.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;useful websites for learning new language&lt;/a&gt;.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/6150225986651138284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2015/01/learning-new-language.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/6150225986651138284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/6150225986651138284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2015/01/learning-new-language.html' title='Learning New Language'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-1516499174972513653</id><published>2015-01-05T21:43:00.000+07:00</published><updated>2017-04-02T19:33:59.769+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Journal"/><title type='text'>Make Writing Easy</title><content type='html'>Approximately one year ago, I attended a writing workshop with a famous writer, &lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/darwistereliye&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Darwis Tere Liye&lt;/a&gt;, as the main speaker. There is no so many things I can remember from the workshop, but one thing I really like and will always try to remember, is what Tere Liye said (as I remember):&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Writing is easy. Becoming a writer, especially fiction writer, is a very easy job. You can write anything you want. If you stuck, just stop, finish the story. All is up to you.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
For sure, writer&#39;s job is not easy, and what Tere Liye said is more an attitude than reality, for me. But, as I think about it, I realize that attitude can define the reality.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
As I do regular writing lately, I try to think that writing is easy. And that&#39;s what I get.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
As we think something is easy, it could turn out to be real easy. So, why not make everything easier today?</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/1516499174972513653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2015/01/make-writing-easy.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/1516499174972513653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/1516499174972513653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2015/01/make-writing-easy.html' title='Make Writing Easy'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-9213893103859568106</id><published>2015-01-04T20:37:00.001+07:00</published><updated>2017-04-02T19:33:59.813+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Journal"/><title type='text'>Pritil Brambang</title><content type='html'>&lt;i&gt;Pritil brambang&lt;/i&gt; is the daily job that some of my neighbors (in Banyuwangi) do everyday. Mostly by women, but sometimes their men help. &lt;i&gt;Brambang&lt;/i&gt; is red onion, and &lt;i&gt;pritil brambang&lt;/i&gt; means removing the red onions from its thicket, manually with hand and cutter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The women can work all day and night, literally, from early morning around 8 am until 8 pm. Even now, the clock shows 8:34 pm, while I&#39;m writing this blog, they&#39;re still doing their job. Although their job seems very hard to me, but they never looked stressed. Instead, they looked relaxed, cutting the red onion with hand moving in high speed while talking each other about anything.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
They usually be paid weekly, the rate is 300 Rupiah per kilogram red onion. So, if they can clean 30 kg onions per day (which is the average, according to them), they will earn 9000 Rupiah a day, 63.000 Rupiah a week (around US$5 with today&#39;s rate). Indeed, that&#39;s not a big money. But, I rarely notice they complain. Instead, they always look grateful for everything come to them.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
For us, young generation, there is so much we can learn from them.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/9213893103859568106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2015/01/pritil-brambang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/9213893103859568106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/9213893103859568106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2015/01/pritil-brambang.html' title='Pritil Brambang'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-320499982330557413</id><published>2015-01-03T19:39:00.001+07:00</published><updated>2017-04-02T19:33:59.781+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Journal"/><title type='text'>Endog-endogan</title><content type='html'>Today is a big day for Muslims, because we are celebrating Maulid Nabi Muhammad (Prophet&#39;s birthday). In Indonesia, particularly in my city Banyuwangi, we have a special event called &lt;i&gt;Endog-endogan&lt;/i&gt;. Endog is local language means egg. In this day, Muslims households give foods and (boiled) eggs (decorated in many ways, like egg tree from banana tree) to local mosque. In the morning, people come to mosque, pray firsts, and then the foods distributed to them to eat together in the mosque.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
After everyone finish eating, the decorated eggs are paraded around the village, usually along with orphans riding becak (a tricycle, traditional Indonesian vehicle) and some people playing (Islamic) music. We pray to Allah for prophet Muhammad and for ourselves along the way of parade. On the street, people could give alms to the orphans if they want, as in this day the Prophet suggests us to give special care to orphans. After the parade reach the mosque again, the mosque officials will distribute the eggs to everyone to bring home.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgonlPyDruIZgbNlmYC1i0CeEabCSYhadYLLMYu5bReA2h8Skzem9rXLoBy38xQLzW84Is9KOEDMEjsA7qAfX1IdZNGhufQQ-TlhxrF5hfY-v6YnSEFtzPUq1HsLvINSmUdCQcwb5J120w/s1600/Endog-endogan-Maulid-Banyuwangi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgonlPyDruIZgbNlmYC1i0CeEabCSYhadYLLMYu5bReA2h8Skzem9rXLoBy38xQLzW84Is9KOEDMEjsA7qAfX1IdZNGhufQQ-TlhxrF5hfY-v6YnSEFtzPUq1HsLvINSmUdCQcwb5J120w/s1600/Endog-endogan-Maulid-Banyuwangi.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Eggs tree in becak.&lt;br /&gt;
Image courtesy of nusetendo.wordpress.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
But, something funny could happen here, where kids secretly (or even openly) take the eggs before the parade reach the finish. Even some kids compete each other to collect most eggs. And then they would happily come home with many eggs in their pocket. Some kids can get 3, 5, even 7 eggs each. Haha&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In rural area, there is another tradition, where households give foods directly to their neighbors and families. The giving households cook (or buy) many things, from many kind of traditional meals to many kind of traditional cakes. They give foods mainly to neighbors and families in the same area, but there are many of them who travel long way, like one or more hour, to give the food to their families or relatives who live in different area. They&#39;re happy to do that though. It&#39;s their way to express gratitude and also to strengthen friendship between Muslims.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I like the traditions. I hope we Muslims could always follow good example from Prophet Muhammad and be better Muslim everyday.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/320499982330557413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2015/01/endog-endogan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/320499982330557413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/320499982330557413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2015/01/endog-endogan.html' title='Endog-endogan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgonlPyDruIZgbNlmYC1i0CeEabCSYhadYLLMYu5bReA2h8Skzem9rXLoBy38xQLzW84Is9KOEDMEjsA7qAfX1IdZNGhufQQ-TlhxrF5hfY-v6YnSEFtzPUq1HsLvINSmUdCQcwb5J120w/s72-c/Endog-endogan-Maulid-Banyuwangi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-8236201464728237917</id><published>2015-01-02T22:22:00.000+07:00</published><updated>2017-04-02T19:33:59.806+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Journal"/><title type='text'>Time Flies Fast</title><content type='html'>Tonight, I visited my friend&#39;s home, as we usually do in each semester break, to visit each other when we come back home from university. He is a good old friend, we have been friends since primary school, first met in a competition event in our regency. That time we only knew each other because we were in different subject of competition, he was in drawing, I was in natural science. But since we got to the same junior and senior high school, then we became closer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So, our friendship has last for more than 10 years by now. I still remember 4-5 years ago in high school he helped so many times in my art homework. And then 3 years ago we were in the same preparation course to get into university. We studied really hard together which was really fun. And now, he&#39;s preparing his thesis for graduating next semester and will continue study one more year for graduate degree. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Few days ago, I also met my primary school friend and we talked about our school life 10+ years ago. We also talked about our friends, who by now, most of them already join into workforce. Some of them have already married and have child. Friend who talked with me himself has already worked for years, since he graduated from high school. Now, his job is settled, so he can get regular income to fulfill his needs and support his family.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
And I myself, am currently 8th semester student. This will be my final year and I will join the workforce and get into more serious life as well, like my friends do, very soon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Looking into the future, I often think that future is far, my targets and goals are still thousand miles away, and time is abundant. I often think, when can I do that, when will I be like that, ah still long way to go, etc. But, actually, time flies so fast when we look back. When I look few years back now, I realize that actually I have been through so many things, and also have achieved few goals in my life. Even the things that I thought were difficult to achieve few years ago. Now it&#39;s proved that many things are possible.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
This year, I want to be a more optimistic person. Many great things have happened, and hopefully many more will come soon. It&#39;ll be another great year, I believe, and I name this year as the year of possibility. So, let&#39;s work and make things happen!</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/8236201464728237917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2015/01/time-flies-fast.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/8236201464728237917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/8236201464728237917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2015/01/time-flies-fast.html' title='Time Flies Fast'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-3673308365709393694</id><published>2015-01-01T18:43:00.001+07:00</published><updated>2017-04-02T19:33:59.783+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Journal"/><title type='text'>New Year</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
2014 has ended. It has been a great year, with its ups and downs, with its gains and losses. One lesson I really like from this year is, &quot;&lt;i&gt;if you want it, you&#39;ll find the way, if you don&#39;t, you&#39;ll find excuses.&lt;/i&gt;&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
I learn the lesson from my own experience and also my friend&#39;s. Last year, I got an opportunity to study abroad for one semester with full scholarship. One thing that in the past I thought was difficult to achieve, for many reasons. But then, I decided to really work for it, and succeeded. I thank God and everyone who had helped me to achieve that.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
My friend&#39;s experience was also very inspiring. After one year full of struggle (I suppose), he finally managed to achieve his dream to visit Paris. Why his experience is inspiring for me? Because one year earlier, we share the same dream. Back to 2013, each of us got an invitation letter to participate in a conference. We were very happy, although we didn&#39;t have money to go to Paris, we were optimistic that we can get money from sponsors.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Then we really tried to search funding for months. Until then, the deadline was approaching, but our fund was not sufficient. I decided to give up and search for other opportunities to go abroad. I assumed my friend gave up as well.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
December 2014, my friend went to Paris, to present in the same conference that we had failed to attend the previous year. I was surprised, that even after one year, he still pursue the dream, and finally achieved it. I&#39;m happy for him and get very inspired about determination to achieve dream.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
This year, I&#39;ve made some resolutions in my mind. Hopefully, with everything I have learned so far, I can make that resolutions come true. One thing I have to remember, if I really want it, I&#39;ll find the way, otherwise I&#39;ll find only excuses.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/3673308365709393694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2015/01/new-year.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/3673308365709393694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/3673308365709393694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2015/01/new-year.html' title='New Year'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-5119081910973033286</id><published>2014-12-31T19:18:00.000+07:00</published><updated>2017-04-02T02:46:34.625+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Journal"/><title type='text'>Dalam Diam</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Kelas 3 SMA, saya ingin pergi ke Bali bersama teman-teman organisasi untuk liburan bersama setelah masa tugas kami usai. Namun, apa mau dikata, orang tua saya saat itu tidak ada uang untuk memberangkatkan saya. Saya pun mengurungkan keinginan tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Beberapa hari sebelum berangkat, teman-teman panitia acara liburan mengajak saya bicara secara pribadi, mereka berkata bahwa saya bisa berangkat secara gratis, karena organisasi kami masih punya uang lebih untuk mensubsidi biaya saya.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Saya awalnya ragu, namun akhirnya memutuskan untuk berangkat setelah beberapa teman meyakinkan bahwa saya berhak untuk &quot;bonus&quot; itu. Saya pun liburan ke Bali dengan gratis, dan saya senang.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Beberapa tahun setelah itu, entah bagaimana awalnya, saya mendengar dari teman baik saya bahwa dulu, dia diam-diam membayari liburan saya ke Bali. Jadi, bukan uang organisasi yang sisa, tapi dia diam-diam dan meminta teman yang lain bilang kalau itu dari organisasi. &lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Saya hanya bisa terdiam lama, untuk kemudian mengucapkan terima kasih dengan canggung.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&quot;&lt;i&gt;Kebaikan yang dilakukan dalam diam, bisa jadi dampaknya jauh lebih besar daripada yang ditunjuk-tunjukkan.&lt;/i&gt;&quot;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/5119081910973033286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/12/dalam-diam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/5119081910973033286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/5119081910973033286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/12/dalam-diam.html' title='Dalam Diam'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-1264936891650071396</id><published>2014-12-07T08:45:00.000+07:00</published><updated>2017-04-02T02:46:34.566+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Journal"/><title type='text'>Sudut Pandang</title><content type='html'>&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;You must be the change you wish to see in the world.&quot; - Mahatma Gandhi&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Saya setuju dengan yang dikatakan Gandhi, bahwa kita harus menjadi perubahan yang kita harapkan, alih-alih terus-terusan menuntut orang lain atau dunia menjadi sesuai dengan keinginan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini berlaku dalam banyak aspek kehidupan. Dalam studi, alih-alih mengeluhkan guru yang tidak pandai mengajar, lebih baik belajar mandiri dan mencari orang lain untuk mengajari. Apalagi sekarang sudah banyak sumber belajar alternatif di internet, seperti &lt;a href=&quot;https://www.zenius.net/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Zenius&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.khanacademy.org/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Khan Academy&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://ed.ted.com/lessons&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;TED-Ed&lt;/a&gt;, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kehidupan bernegara, daripada terus-terusan mengkritik pemerintah, lebih baik berfokus pada apa yang bisa kita lakukan. Seperti Leonardo Kamilius, yang alih-alih terus-terusan mengkritik pemerintah yang tidak sebagus negara tetangga dalam menanggulangi kemiskinan, lebih memilih untuk membuat perubahan dengan &lt;a href=&quot;http://www.kasihindonesia.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Koperasi Kasih Indonesia&lt;/a&gt;, yang membantu ribuan warga miskin di Jakarta lepas dari kemiskinan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam beragama, alih-alih menjelek-jelekkan wanita-wanita yang berbaju seksi dan mengundang syahwat, lebih baik mengendalikan diri, menjaga pandangan dan nafsu. Toh kalau diabaikan, hal itu biasa saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam memilih pemimpin, daripada terus-terusan menghujat pemimpin karena alasan beda agama, lebih baik siapkan diri sendiri dan anak-anak untuk jadi pemimpin yang sama baiknya atau lebih baik dari pemimpin yang berbeda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada terus-terusan mencacimaki para koruptor, lebih baik membiasakan diri lebih jujur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada terus-terusan muak dengan kebusukan politik, lebih baik jadi orang jujur dan terjunlah ke politik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada terus mengeluh bumi makin panas, lebih baik diri sendiri mulai lebih bijak menggunakan listrik, alat transportasi, dan mulai menanam pohon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada berfokus ke hal-hal yang tidak mengenakkan, lebih baik berfokus ke hal-hal yang membuat keadaan lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sesungguhnya, dunia ini juga masih banyak baiknya.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/1264936891650071396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/12/sudut-pandang.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/1264936891650071396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/1264936891650071396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/12/sudut-pandang.html' title='Sudut Pandang'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-4170792597212023257</id><published>2014-12-01T13:23:00.000+07:00</published><updated>2017-04-02T19:33:59.786+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Journal"/><title type='text'>Bahagia itu Sederhana</title><content type='html'>Sering kali kebahagiaan itu sederhana.&lt;br /&gt;
Yang bisa dengan mudah kita rasakan dengan kelima indera.&lt;br /&gt;
Selayaknya ketika melihat pemandangan Kawah Ijen atau Bromo dengan mata kita.&lt;br /&gt;
Atau mencium aroma bunga Mawar merah atau Magnolia dengan hidung kita.&lt;br /&gt;
Atau mendengar kicauan burung-burung di pagi hari dengan telinga kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahagia itu sederhana.&lt;br /&gt;
Seperti hangatnya sentuhan dari kawan atau keluarga di kulit kita.&lt;br /&gt;
Atau ketika kita mengecap masakan ibu dengan lidah kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahagia itu sederhana.&lt;br /&gt;
Seperti kadang kita tersenyum sambil mengumpat ketika mencium kentut sendiri. &lt;br /&gt;
Ataupun potongan kuku dari jempol kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahagia itu sederhana.&lt;br /&gt;
Seperti ketika bercakap di telepon dengan ayah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahagia itu sederhana.&lt;br /&gt;
Seperti ketika air hangat mengucuri tubuh saat mandi di pagi yang dingin di Chiang Mai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahagia itu sederhana.&lt;br /&gt;
Seperti saat kita mendengar diri sendiri berani mengucap cinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan bahagia itu sederhana.&lt;br /&gt;
Seperti ketika ucapan tersebut berbalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, bahagia itu sederhana.&lt;br /&gt;
Seperti ketika kita bangun di subuh hari karena terpaan angin sejuk dari jendela.&lt;br /&gt;
Lalu menyelesaikan berbagai urusan hingga sarapan, yang walaupun tidak mahal, enaknya luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahagia itu sederhana.&lt;br /&gt;
Seperti saat kita berangkat kuliah dengan tersenyum.&lt;br /&gt;
Tak lupa membawa bungkusan sampah di kamar yang sudah penuh untuk dibuang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahagia itu sederhana.&lt;br /&gt;
Seperti ketika di kampus bisa belajar hal baru.&lt;br /&gt;
Walau sesederhana ilmu membuat CV bagi mahasiswa semester tujuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahagia itu sederhana. &lt;br /&gt;
Seperti ketika makan siang dengan kawan-kawan dan mendengarkan cerita mereka, kita bisa belajar darinya.&lt;br /&gt;
Meskipun kadang kita pikir mereka terlalu banyak omongnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, bahagia itu sederhana.&lt;br /&gt;
Seperti ketika bosan, lalu kita mendengar lantunan suara Mishary Al-Afasy, petikan gitar Sungha Jung, atau Por Una Cabeza.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, bahagia itu sederhana.&lt;br /&gt;
Selayaknya kita bahagia dengan hidup kita yang sederhana.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/4170792597212023257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/12/bahagia-itu-sederhana.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/4170792597212023257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/4170792597212023257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/12/bahagia-itu-sederhana.html' title='Bahagia itu Sederhana'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-5988773944624364568</id><published>2014-11-17T08:58:00.000+07:00</published><updated>2017-04-02T19:33:59.792+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Journal"/><title type='text'>Keputusan yang Benar</title><content type='html'>Jika keputusan itu hasilnya baik, meskipun rasanya pahit, itu keputusan yang benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya, kadang kita terlalu banyak berpikir yang tidak-tidak. Nanti kalau saya putuskan begini, dampaknya gimana? Nanti jelek? Nanti saya sakit? Nanti saya nggak bisa hidup bahagia? dll. yang sebetulnya sangat berlebihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dihadapkan pada situasi pengambilan keputusan, sebenarnya kita dapat dengan mudah menggunakan akal sehat untuk mencari keputusan yang benar, dengan mempertimbangkan baik-buruknya. Namun kadang keputusan menjadi lebih sulit dibuat ketika melibatkan perasaan. Misalnya ketika keputusan yang kita buat tidak hanya mempengaruhi kita, tapi juga orang(-orang) yang kita sayangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat seperti itu, kadang kita menjadi lebih peragu. &quot;Kalau saya lakukan ini, gimana ya dampaknya untuk dia?&quot;, begitu kira-kira salah satu pemikiran kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alhasil, karena ragu, kita mencari-cari jawaban terus menerus. Bahkan hingga pikiran jadi bingung karena banyaknya pertimbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, bisa jadi kita memutuskan hanya berdasarkan perasaan. Dan biasanya, perasaan itu bias. Kita mungkin jadi salah mengambil keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau lebih parahnya, kita tidak mengambil keputusan. Jadi, hanya terperangkap dalam pilihan dan merasa bingung dalam waktu yang lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, bagaimana caranya mengambil keputusan yang benar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, kita harus menerima penuh bahwa kita bertanggungjawab atas diri kita sendiri. Dengan begitu, kita juga menerima bahwa orang lain juga bertanggungjawab atas diri mereka sendiri. Jadi, terlalu banyak mempertimbangkan tentang bagaimana kondisi orang lain ketika kita mengambil keputusan untuk diri kita sendiri, misalnya apa akibatnya untuk mereka, apakah akan buruk, dll., sebetulnya bisa dibilang salah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi aturan kedua, kembali ke akal sehat saja. Apa baik buruknya untuk kita? Sebenarnya pikiran dan hati kita sudah tahu keputusan apa yang harus diambil. Kita hanya perlu mendengar lebih dalam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang ketiga, berani memutuskan. Ketika kita harus memutuskan, biasanya jika tidak segera diputuskan, keadaan akan menjadi lebih buruk. Jadi, berani saja. Putuskan saja. Setidaknya kita sudah berpikir masak-masak dan mendengarkan kata hati. Perkara keputusan itu benar atau salah, baik atau buruk, bisa dilihat nanti ketika sudah diputuskan. &lt;i&gt;So&lt;/i&gt;, putuskan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika saya menghadapi kondisi seperti di atas, saya juga sangat sulit mengambil keputusan. Bahkan saya perlu dipaksa masuk ke kaadaan yang benar-benar sulit dulu hingga saya berani memutuskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, meskipun pahit saat diambil dulu, ketika menoleh ke belakang sekarang, saya bisa simpulkan bahwa keputusan yang saya ambil benar. Kenapa? Karena dampaknya baik untuk semua pihak yang saya pertimbangkan. Terutama untuk saya sendiri.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/5988773944624364568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/11/keputusan-yang-benar.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/5988773944624364568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/5988773944624364568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/11/keputusan-yang-benar.html' title='Keputusan yang Benar'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-9150728116413110330</id><published>2014-10-17T19:36:00.000+07:00</published><updated>2017-04-02T19:47:22.240+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Study"/><title type='text'>Pengalaman Student Exchange ke Chiang Mai, Thailand</title><content type='html'>Hari ini tepat tiga bulan kurang satu hari saya di Thailand. Terasa cepat sekali waktu berlalu. Namun rupanya banyak juga perubahan yang terjadi pada kehidupan saya dalam 91 hari terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya kesini untuk &lt;i&gt;student exchange&lt;/i&gt;, meskipun berangkat dengan modal pas-pasan. Misalnya, walau nilai TOEFL memadai, kemampuan speaking saya masih terbatas, karena jarang sekali praktik sewaktu di Indonesia. Waktu pertama kali naik pesawat internasional, saya kagok ketika pramugari menawari saya minuman. Dengan gugup saya cuma jawab, &quot;orange juice&quot;. Di samping saya waktu itu, seorang ibu dari Indonesia yang juga akan studi di Thailand, program S3. &quot;Do you have mineral water?&quot; &quot;Yes&quot; &quot;I would like mineral water, please.&quot; Begitu kurang lebih sang ibu bercakap dengan pramugari Thai Airways waktu itu. Saya malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu seiring pesawat mulai terbang jauh dari Soekarno-Hatta, saya sudah tidak terlalu memikirkan hal itu lagi. Makanan dan minuman yang datang silih berganti mengalihkan fokus saya dan membuat mood positif. Selain itu, saya juga bisa nonton film bagus-bagus di layar di depan tempat duduk saya. So yeah, saya terlalu sibuk menikmati terbang di pesawat mewah, sampai tidak sempat malu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak terasa 3 jam lebih berlalu, sampailah saya di Suvarnabhumi International Airport di Bangkok. Wow, I can&#39;t believe it. Finally, saya ke luar negeri!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haha, memang norak sekali. Sejak SMA atau awal kuliah, saya punya keinginan yang kuat sekali untuk ke luar negeri. Melihat-lihat negara orang. Bahkan setahun lalu saya pernah beli tiket AirAsia untuk ke Malaysia, promo, murah sekali. Namun batal karena tidak ada biaya untuk akomodasi dan lain-lainnya. Maka ketika sekarang bisa ke luar negeri, saya senang sekali. Gratis pula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena baru pertama, maka setelah keluar dari pesawat, saya mengikuti saja kemana penumpang lain pergi. Sambil tentunya baca rambu-rambu yang ada. Sampai akhirnya saya menemukan bagian imigrasi. Disitulah saya mengisi departure card dan mendapatkan stempel pertama kalinya di paspor yang sudah saya buat 2 tahun lalu ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebetulnya saya merasa takut juga waktu di imigrasi, takut malu karena diajak ngobrol Bahasa Inggris lagi. Eh, ternyata cuma gerak-gerak aja, wus wus, semua berlalu. Lalu saya menuju ruang tunggu untuk sejam kemudian terbang ke Chiang Mai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ruang tunggu, saya membuka laptop, lalu akses internet. Saat asyik Facebookan, tiba-tiba seorang Jepang datang dan tanya, &quot;Can you access internet?&quot; Saya jawab, &quot;Yes I can&quot;. Lalu orang Jepang tersebut bertanya bagaimana bisa. Lalu saya jelaskan bahwa dia harus register dulu, sambil langsung mendemonstrasikan bagaimana caranya. Saya cukup senang karena saat itu saya dapat berkomunikasi dengan baik dengan si Jepang. Ya mungkin karena level Bahasa Inggrisnya sama kali ya, jadi gak ngerasa minder. Hehehe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Lanjut ke Part 2...&lt;/i&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/9150728116413110330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2015/10/student-exchange-chiang-mai-thailand.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/9150728116413110330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/9150728116413110330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2015/10/student-exchange-chiang-mai-thailand.html' title='Pengalaman Student Exchange ke Chiang Mai, Thailand'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-769817932271404795</id><published>2014-08-29T09:15:00.001+07:00</published><updated>2017-04-02T19:33:59.803+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Journal"/><title type='text'>Bagaimana Kalau Kita Mencintai Seseorang yang (Sudah) Tidak Mencintai Kita (Lagi)</title><content type='html'>Sounds ironic, eh? Tapi kadang-kadang hidup memang begitu. Dan tentang judul di atas, mungkin akan mudah kalau orang yang kita cintai tapi tidak mencintai kita balik itu orang yang baru kita cintai. Dengan begitu, akan mudah kita melupakan dan cari gantinya. Tapi kalau kita sudah punya memori bertahun-tahun dengan orang itu? Lain cerita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kita cinta seseorang, kita ingin bersama orang itu. Untuk waktu yang lama. Dan kalau kita serius, kita akan berusaha menikahinya, untuk bersama seumur hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita pun akan berharap hal yang sama ke orang yang kita cintai. Tapi, jalan ceritanya tidak akan selalu mulus. Bisa saja orang itu tidak berpikiran dan berkeinginan yang sama dengan kita. Penyebabnya banyak. Ada yang karena simply orang itu gak cinta kita, ada yang pernah cinta tapi karena suatu kesalahan, jadi nggak cinta lagi, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu bagaimana kalau begitu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang saya tahu, kita mesti memperjuangkan apa yang kita inginkan. Normalnya, kita akan berusaha membuat orang itu mencintai kita, dengan memperbaiki diri, terus merayu, dll. Untuk masuk kampus idaman saja kita bersedia mati-matian, apalagi untuk pendamping hidup?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu tidak akan selalu berhasil. Cinta itu mungkin lebih banyak anugrah daripada hasil usaha. Jadi meskipun kita berusaha keras, belum tentu kita dicintai. Pun ada pula orang lain yang tidak berusaha apa-apa, justru dicintai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu bagaimana, sudah usaha mati-matian kok tetap saja gagal?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan gagal. Hanya saja dia tidak cinta. Sesimpel itu saja. Ya, walaupun rasanya bagi kita sama sekali nggak simpel. Dan orang itu pasti gak akan bisa ngerasain yang kita rasa, sampai mungkin dia ngalamin hal yang sama. Tapi, katanya cinta? Masa kita berharap yang jelek untuk orang yang amat kita cintai itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudahlah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita harus membiarkannya dengan hidupnya sekarang. Dia bahagia tanpa kita. Terima faktanya. Masalahnya, kita mungkin hanya akan merasa bahagia kalau dia sama kita. Ya, memang seperti itu rasanya mencintai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, selalu ingat, hubungan yang baik itu harus atas sama-sama mencintai. Jangan memaksakan. Biarlah dia berbahagia. Dan kita, perbaiki hidup kita sendiri. Kalau kita terus-terusan merasa menderita, maka benar kita tak layak dicintai, oleh siapapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita harus bahagia no matter what.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
And maybe, just maybe, suatu saat orang yang kita cintai itu, bisa melihat kita dan mencintai kita (lagi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau tidak?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya dia berbahagia, dan kitapun juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan hei, jangan merasa terlalu rendah begitu kalau cintamu bertepuk sebelah tangan. Seperti statement sebelumnya, cinta itu lebih banyak anugrah daripada hasil usaha. Jadi, sebenarnya dia rugi juga melewatkan kita, orang-orang yang benar-benar mencintainya, yang mungkin gak akan ditemuinya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;//www.youtube.com/embed/_u9EdmlZUOY&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/769817932271404795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/08/bagaimana-kalau-kita-mencintai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/769817932271404795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/769817932271404795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/08/bagaimana-kalau-kita-mencintai.html' title='Bagaimana Kalau Kita Mencintai Seseorang yang (Sudah) Tidak Mencintai Kita (Lagi)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-6853790618884168825</id><published>2014-08-26T14:03:00.001+07:00</published><updated>2017-04-02T02:35:28.097+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Journal"/><title type='text'>10 Mitos Tentang Orang Intovert</title><content type='html'>Ada artikel menarik dari Lifehack.org berjudul &quot;&lt;a href=&quot;http://www.lifehack.org/articles/communication/top-10-myths-about-introverts-that-simply-arent-true.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Top 10 Myths About Introverts That Simply Aren’t True&lt;/a&gt;&quot;. Sesuai dengan judulnya, artikel tersebut dalam Bahasa Inggris, dan berikut saya terjemahkan secara bebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mitos #1: Orang introvert tidak suka bicara&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini tidak benar. Faktanya, orang introvert tidak bicara kecuali ada sesuatu yang harus mereka katakan. Mereka tidak menyukai basa-basi. Ajak orang intovert bicara tentang hal yang mereka senangi, maka mereka tak akan berhenti hingga berhari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mitos #2: Orang introvert adalah pemalu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada hubungan antara perasaan malu dengan menjadi intovert. Introvert bukan berarti takut dengan orang-orang. Apa yang mereka butuhkan adalah alasan untuk berinteraksi. Mereka tidak berinteraksi hanya untuk &#39;berinteraksi&#39;. Kalau Anda ingin berbicara dengan seorang introvert, bicara saja. Tidak perlu pusing untuk menjadi sopan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mitos #3: Orang introvert itu kasar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang introvert sering kali berbicara langsung pada intinya. Mereka ingin setiap orang jujur dan apa adanya, tanpa harus dihalus-haluskan. Sayangnya, hal ini tidak berlaku dalam kebanyakan keadaan sehari-hari, sehingga orang introvert merasakan banyak tekanan untuk menyesuaikan diri, yang bagi mereka sangat melelahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mitos #4: Orang introvert tidak suka orang lain&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Justru kebalikannya, orang intovert sangat menghargai teman-teman yang mereka miliki. Mereka dapat menghitung teman dekatnya dengan satu tangan. Jika Anda dianggap sebagai teman oleh seorang introvert, Anda mungkin mempunyai seorang teman yang loyal seumur hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mitos #5: Orang introvert tidak suka keluar ke keramaian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak benar. Orang introvert hanya tidak suka keluar ke keramaian untuk waktu yang lama. Mereka juga berusaha menghindari kerumitan terkait kegiatan publik. Mereka menyerap data dan pengalaman dengan sangat cepat, sehingga mereka tidak perlu di sana terlalu lama. Mereka ingin pulang, &lt;i&gt;recharge&lt;/i&gt;, dan memproses apa yang sudah dialami. &lt;i&gt;Recharging&lt;/i&gt; adalah proses yang sangat penting untuk orang introvert.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mitos #6: Orang introvert selalu ingin sendiri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang introvert sangat nyaman dengan pikiran mereka sendiri. Mereka selalu berpikir. Mereka bermimpi. Mereka selalu punya game yang harus dimainkan atau masalah yang harus diselesaikan. Tetapi, mereka bisa menjadi sangat kesepian kalau mereka tidak punya seseorang untuk membagikan hasil pemikiran mereka. Mereka membuat hubungan yang tulus dan asli dengan satu orang pada satu waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mitos #7: Orang introvert itu aneh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang introvert seringkali merupakan orang yang individualis. Mereka tidak mengikuti kerumunan. Mereka lebih suka dihargai dengan cara hidup mereka yang baru/berbeda. Mereka berpikir untuk diri mereka sendiri, dan oleh sebab itu, mereka sering menantang norma. Mereka tidak membuat keputusan berdasarkan apa yang sedang populer atau ngetren.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mitos #8: Orang introvert adalah orang yang tidak suka bersosialisasi dan suka menyisihkan diri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya, orang introvert adalah orang yang kebanyakan melihat ke dalam diri mereka sendiri, memberikan perhatian besar kepada pikiran dan emosinya sendiri. Bukan berarti mereka tidak bisa memberikan perhatian tentang apa yang terjadi di sekitarnya; hanya saja dunia mereka sendiri terasa lebih menarik dan memuaskan bagi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mitos #9: Orang introvert tidak bisa rileks dan bersenang-senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang introvert biasanya rileks di rumah atau di alam, tidak di keramaian. Orang introvert tidak suka mencari sensasi, ketegangan, atau memacu adrenalin. Jika ada terlalu banyak orang berbicara dan berisik, orang introvert akan diam. Hal ini hanya karena orang introvert dan ekstrovert memiliki cara kerja otak yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mitos #10: Orang introvert bisa &quot;memperbaiki diri&quot; mereka dan menjadi ekstrovert.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang introvert tidak bisa &quot;memperbaiki diri&quot; mereka sendiri. Mereka membutuhkan penghargaan atas tempramen alamiah mereka dan kontribusinya terhadap umat manusia. Ada sebuah riset (Silverman, 1986) mengatakan bahwa semakin tinggi IQ semakin besar persentase seseorang adalah introvert.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8KOtO-Ccpj_taeVSt-mIEzJqKsuX-tWgZofjTSit9g43cln9jEDk0GgF1pvlrY05jTsUCjB350zHB5hCR3RRKglZZU8GP1BjI5SoZfitanX_Yr9q9rtBxIepAct1bWa5LXZpVJxVFKqM/s1600/Top-10-Myths-about-introverts-that-simple-arent-true..jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8KOtO-Ccpj_taeVSt-mIEzJqKsuX-tWgZofjTSit9g43cln9jEDk0GgF1pvlrY05jTsUCjB350zHB5hCR3RRKglZZU8GP1BjI5SoZfitanX_Yr9q9rtBxIepAct1bWa5LXZpVJxVFKqM/s1600/Top-10-Myths-about-introverts-that-simple-arent-true..jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga jadi lebih bisa memahami orang introvert ya! :D</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/6853790618884168825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/08/10-mitos-tentang-orang-intovert.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/6853790618884168825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/6853790618884168825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/08/10-mitos-tentang-orang-intovert.html' title='10 Mitos Tentang Orang Intovert'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8KOtO-Ccpj_taeVSt-mIEzJqKsuX-tWgZofjTSit9g43cln9jEDk0GgF1pvlrY05jTsUCjB350zHB5hCR3RRKglZZU8GP1BjI5SoZfitanX_Yr9q9rtBxIepAct1bWa5LXZpVJxVFKqM/s72-c/Top-10-Myths-about-introverts-that-simple-arent-true..jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-2089439834960365104</id><published>2014-05-23T22:50:00.001+07:00</published><updated>2017-04-02T02:46:34.587+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Journal"/><title type='text'>Making Cool Things</title><content type='html'>&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Mungkin orang bisa menjadi sangat cerdas atau memiliki keahlian yang bisa langsung diaplikasikan, tetapi jika mereka tidak percaya dengan apa yang mereka punya, mereka tidak akan bisa bekerja keras.&quot; ~Mark Zuckerberg&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Membaca kata-kata Mark di atas saya jadi melihat ke diri sendiri, yang sejauh ini cenderung tidak percaya dengan apa yang saya punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak percaya kepada apa yang kita punya membuat kita menyepelekan diri sendiri. Hal ini akan lebih tidak baik lagi jika kita cenderung mengagungkan orang lain. Misalnya, di kampus, ketika kita memandang tinggi orang lain yang sukses dalam bidang organisasional dan memandang rendah diri sendiri yang tidak sesukses orang tersebut. Akibatnya, selain merasa minder dan gagal, kita juga akan jadi loyo di hal lain yang sebenarnya kita unggul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh lain, ketika orang ditanya, &quot;sedang sibuk apa?&quot; Kita cenderung lebih menghargai orang yang sibuk secara &quot;formal&quot;, seperti misalnya, &quot;organisasi banyak kerjaan nih.&quot; atau &quot;gue lagi jadi BPH kepanitiaan ini nih, seru!&quot; atau &quot;lagi ngerjain &lt;i&gt;business case&lt;/i&gt; buat di Bandung nih.&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita cenderung menganggap remeh mereka yang sibuk secara informal, bahkan termasuk diri sendiri. Kalau ditanya oleh orang lain, sedang sibuk apa? &quot;ah gak sibuk apa-apa, hanya kuliah saja.&quot;. Kita tidak bangga dengan yang kita lakukan. Mengakui saja tidak mau. Jika diri sendiri saja sudah tidak bangga, mau kerja keras dari mana? Jika tidak kerja keras, mau berhasil dari mana? Semakin tidak bangga, semakin tidak berhasil, semakin tidak bangga lagi, dan seterusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So, kita yang selama ini mengabaikan diri sendiri, sebaiknya mulai sadar dan bertobat. Hentikan kebiasaan memandang rendah apa yang kita kerjakan hanya karena tidak sama dengan kebanyakan orang dan sekarang belum kelihatan hasilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ditanya orang lagi, lagi sibuk apa? Jawabannya &quot;ngembangin bisnis gue di bidang ini nih&quot;, &quot;ngembangin layanan online untuk itu nih.&quot;, dll sesuai dengan bidang kita masing-masing. </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/2089439834960365104/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/05/making-cool-things.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/2089439834960365104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/2089439834960365104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/05/making-cool-things.html' title='Making Cool Things'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-7776169416455908586</id><published>2014-05-11T22:04:00.000+07:00</published><updated>2017-04-02T02:46:34.663+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Journal"/><title type='text'>Sibuk Selama Menunggu</title><content type='html'>Ketika menunggu sesuatu yang hasilnya tidak bisa langsung didapat, misalnya menunggu nilai ujian keluar, menunggu pengumuman &lt;i&gt;student exchange&lt;/i&gt;, menunggu pengumuman magang, dll. kadang kala kita terperangkap dalam jaring &quot;terlalu berharap&quot;. Kita tentu berharap hasil yang terbaik dari usaha terbaik yang sudah dikerahkan. Karena itu, biasanya pikiran kita jadi fokus ke harapan itu dan bisa jadi justru timbul rasa harap-harap cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa harap-harap cemas ini, kalau dibiarkan begitu adanya, bisa-bisa mengganggu produktivitas. Bisa jadi kita tidak terlalu bergairah dengan pekerjaan lain hari ini karena terlalu &#39;bergairah&#39; mengharapkan hasil bagus pada yang sudah kita lakukan kemarin. Kita tahu ini bukan pilihan yang bagus. Rasakan saja bagaimana rasanya hati tak tenang karena terlalu berharap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka daripada berharap pada usaha yang sudah kita lakukan, lebih baik pasrahkan saja hasilnya. Percayakan pada-Nya, bahwa kalau kita memang pantas, kita akan mendapatkannya. Toh, kita sudah melakukan yang terbaik kemarin-kemarin. Yang lebih bermanfaat dilakukan sekarang adalah, tetap sibuk dengan aktivitas-aktivitas seru lainnya, terus kembangkan diri, sambut kesempatan-kesempatan lain yang datang. Jangan biarkan harapan atas sesuatu yang sudah selesai dilakukan terlalu membebani hati. Kurangi harapan, lebihkan dan nikmati pekerjaan sekarang.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/7776169416455908586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/05/sibuk-selama-menunggu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/7776169416455908586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/7776169416455908586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/05/sibuk-selama-menunggu.html' title='Sibuk Selama Menunggu'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-7876180916545969607</id><published>2014-05-09T18:34:00.002+07:00</published><updated>2017-04-02T02:39:39.832+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Study"/><title type='text'>Bukan Uang atau Nilai</title><content type='html'>Sejauh yang saya alami, mengejar uang semata dalam menjalankan usaha, adalah hal yang &lt;i&gt;stressful&lt;/i&gt;. Jadinya, saya tidak fokus. Pindah pindah ini itu, mana yang (kelihatannya) ada uangnya saya kejar. Tidak peduli itu membuat saya lebih bernilai dan membuat manfaat untuk orang lain atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika motivasinya hanya uang, saya akan &lt;i&gt;stress&lt;/i&gt; saat uang itu tidak didapat. Saya mudah menyerah. Saya mudah gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kampus rupanya juga seperti itu. Ketika motivasinya hanya nilai, saya jadi mudah stress. Terlalu khawatir akan dinilai bagaimana. Terlalu pusing ketika karena suatu hal tidak dapat mengisi daftar kehadiran. Ingin aktif di kelas hanya untuk mendapat nilai. &lt;i&gt;Stress&lt;/i&gt; setiap mengerjakan tugas karena ingin hasilnya sempurna, dinilai bagus. Tidak nikmat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di khotbah Jumat hari ini, khotib menyampaikan bahwa dalam bekerja, ada 3 hal penting yang perlu kita lakukan, yang kurang lebih begini. Berdoa, supaya niat kita dijaga, diberikan petunjuk kalau salah, dan diberikan bantuan saat membutuhkan. Bekerja keras, agar hasilnya maksimal. Tawakkal, agar tidak &lt;i&gt;stress&lt;/i&gt;. Percayakan pada-Nya bagaimana nanti hasilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belakangan ini, kebetulan saya juga mencoba menemukan &lt;i&gt;purpose&lt;/i&gt; dari apa yang saya lakukan dan jalani. Saya berusaha memberikan usaha terbaik di setiap kesempatan. Dan saya mencoba ikhlas tentang akan seperti apa hasilnya. Dan ternyata, memang lebih nikmat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Btw, ada studi bagus yang judulnya &quot;&lt;a href=&quot;http://www.ted.com/talks/dan_ariely_what_makes_us_feel_good_about_our_work&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;What makes us feel good about our work?&lt;/a&gt;&quot;, disampaikan oleh Dan Ariely, profesor dari MIT. &lt;i&gt;Worth watching&lt;/i&gt;.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/7876180916545969607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/05/bukan-uang-atau-nilai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/7876180916545969607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/7876180916545969607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/05/bukan-uang-atau-nilai.html' title='Bukan Uang atau Nilai'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-7115153013028558187</id><published>2014-05-09T17:15:00.000+07:00</published><updated>2017-04-02T02:46:34.650+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Journal"/><title type='text'>Kartu Nama dan Orang Sederhana</title><content type='html'>Suatu ketika, saya dan seorang teman iseng-iseng menghadiri acara &lt;i&gt;workshop&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;networking&lt;/i&gt; untuk para &lt;i&gt;founder&lt;/i&gt; atau penggiat &lt;i&gt;start-up&lt;/i&gt; di Jakarta. Acara itu telah lama berlalu, dan ada 2 pembelajaran yang saya ingat darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, harusnya saya dan teman saya saat itu membawa kartu nama! Sungguh tak terpikir bahwa salah satu tujuan acara &lt;i&gt;networking&lt;/i&gt; adalah membangun jaringan. Yang kami pikir saat itu hanya cari ilmu, jadi yasudah, datang saja dengan niat belajar. Sesampainya di sana, rupanya setiap orang saling berbagi kartu. Tampaknya hanya kami berdua yang tidak memberikan kartu balik ketika seseorang memberikan kartunya kepada kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Termasuk ketika kami sibuk melahap makanan-makanan nikmat yang disajikan secara prasmanan, seseorang yang sederhana datang menghampiri kami, dan kemudian dia memperkenalkan diri. Dia bilang, dia adalah wakil presiden dari salah satu komunitas &lt;i&gt;entrepreneur&lt;/i&gt; di Jakarta, lalu menanyakan kami siapa. Dengan cengengesan, hehe, kami bilang masih mahasiswa dan baru belajar menjalankan toko online. Dia ngobrol-ngobrol sebentar lalu menggundang kami bergabung dengan komunitasnya jika berkenan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu kami tidak terlalu terkesan dengannya. Kami kira, &quot;&lt;i&gt;ah hanya komunitas entrepreneur, mungkin isinya hanya motivasi dan promosi-promosi, seperti komunitas sejenis kebanyakan. Orangnya juga biasa-biasa begini.&lt;/i&gt;&quot; Kamipun berlalu, meninggalkan orang tersebut (dengan beberapa orang lain) untuk mengisi ulang piring kami yang sudah kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selang beberapa bulan, di kampus kami di Depok ada workshop tentang &lt;i&gt;entrepreneurship&lt;/i&gt; yang mengundang beberapa figur pengusaha besar, termasuk Hary Tanoe, Ken Kaskus, dan salah satu diantara para pembicara tersebut adalah orang yang kami anggap orang sederhana dan mungkin pengusaha yang biasa-biasa seperti kami itu. Siapa dia? &lt;i&gt;Co-founder&lt;/i&gt; Lazada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Well&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;okay&lt;/i&gt;, pelajaran kedua, rupanya tidak bijak menilai seseorang dari penampakannya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*** &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah membuka mata lebih lebar, ternyata di sekitar saya banyak orang-orang yang sederhana tapi hebat seperti itu. Tidak harus hebat menurut ukuran umum sih, tapi hebat dengan keunikannya masing-masing.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/7115153013028558187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/05/kartu-nama-dan-orang-sederhana.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/7115153013028558187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/7115153013028558187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/05/kartu-nama-dan-orang-sederhana.html' title='Kartu Nama dan Orang Sederhana'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8580263931577721022.post-4031865925937040071</id><published>2014-05-03T07:06:00.000+07:00</published><updated>2017-04-02T02:46:34.606+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Journal"/><title type='text'>Bangkrut</title><content type='html'>Ketika punya uang lebih, tidak sulit untuk mengikuti kemauan kita. Beli apa, asal senang, atau setidaknya kira-kira prospek kedepannya bagus, maka lakukan aja. Entah hal ini menimpa sebagian besar pebisnis online pemula atau saya saja. Namun, untuk saya pribadi, sudah dua kali mengalami ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu ketika usaha saya lancar sekali, penghasilan cukup banyak. Saya memutuskan untuk membuat banyak website baru, untuk ekspansi, harapannya setahun ke depan pendapatan saya bisa jadi berlipat-lipat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataannya, setahun kemudian, saya bangkrut. Waktu itu saya SMA kelas 2. Waktu melakukan pembelian besar-besaran saya tidak memikirkan kalau setahun kemudian akan sibuk dengan UN dan ujian masuk perguruan tinggi. Alhasil, ketika waktunya tiba, domain dan hosting yang rencananya akan saya kembangkan jadi website-website baru itu justru terbengkalai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan malangnya, pendapatan di bisnis utama saya jadi turun, karena selain saya semakin sibuk dengan sekolah, saya jadi tidak fokus, melakukan banyak bisnis lain padahal satu bisnis belum benar-benar stabil. Selain itu mungkin juga siklus di bisnis yang saya jalani sedang turun. Dan saya pun bangkrut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian yang sama berlaku baru-baru ini. Rupanya, kuliah di Manajemen tidak membuat saya lebih cerdas. Hahaha. Saya juga jatuh di lubang yang sama dua kali. Bedanya, kali ini agak lebih besar lubangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sini, saya jadi belajar, saya tidak akan melakukan &lt;i&gt;bad investment&lt;/i&gt; lagi. Ruginya melakukan kesalah itu tidak hanya sebesar uang yang dipertaruhkan. Tapi ada juga opportunity costnya. Seandainya tidak saya pakai untuk investasi bodoh itu, uangnya bisa saya pakai untuk apa? Bisa saja saya belikan reksa dana, dan setelah setahun, alih-alih duit saya amblas, malah kemungkinan besar untung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau bisa juga saya pakai untuk liburan ke luar negeri atau naik gunung atau ke kota lain di Indonesia. Kalau begitu, alih-alih stress mengerjakan proyek-proyek yang akhirnya bangkrut, saya bisa senang-senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun lebih dari uang, waktu dan tenaga yang terbuang di proyek yang gagal amat sangat disayangkan. Karena waktu dan tenaga selama setahun itu, kalau fokus, bisa dibuat apa? Satu hal hebat setidaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras untuk (urusan yang lain).&quot;&lt;/i&gt; QS. Al Insyirah: 7.&amp;nbsp; </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.hangganuarta.com/feeds/4031865925937040071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/05/bangkrut.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/4031865925937040071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8580263931577721022/posts/default/4031865925937040071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.hangganuarta.com/2014/05/bangkrut.html' title='Bangkrut'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>