<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>guhpraset.co.cc</title>
	
	<link>http://guhpraset.co.cc</link>
	<description>ini pun akan berlalu</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Nov 2009 05:00:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by/3.0/</creativeCommons:license><image><link>http://creativecommons.org/licenses/by/3.0/</link><url>http://creativecommons.org/images/public/somerights20.gif</url><title>Some Rights Reserved</title></image><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/guhprasetcocc" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId>guhprasetcocc</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item>
		<title>Yang Penting Rasanya</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/guhprasetcocc/~3/KgevituSNcA/</link>
		<comments>http://guhpraset.co.cc/2009/11/10/yang-penting-rasanya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 05:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebinekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[ilusi]]></category>
		<category><![CDATA[knalpot]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[polusi]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.co.cc/?p=770</guid>
		<description><![CDATA[Dulu waktu saya masih abege&#8230;
Kemana-mana pakai kenalpot berisik. Persetan dengan serapah para ibu dan om yang saya lewati, yang penting saya asik. Tidak peduli suaranya akan menyakiti telinga setiap mahluk dalam radius 10m sepanjang rute 50km, dikali dua, nyaris setiap hari.

Konon knalpot begitu menguatkan tenaga mesin, walau tak terasa banyak bedanya, tapi sugestinya sudah menyenangkan.
Katanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu waktu saya masih <em>abege</em>&#8230;</p>
<p>Kemana-mana pakai kenalpot berisik. Persetan dengan serapah para ibu dan om yang saya lewati, yang penting saya asik. Tidak peduli suaranya akan menyakiti telinga setiap mahluk dalam radius 10m sepanjang rute 50km, dikali dua, nyaris setiap hari.</p>
<ul>
<li>Konon knalpot begitu menguatkan tenaga mesin, walau tak terasa banyak bedanya, tapi sugestinya sudah menyenangkan.</li>
<li>Katanya itu membuat diri tampak <em>gawl</em> (baca: gaul), sebagai kuper yang ingin dianggap gawl saya sangat menikmati naiknya harga diri.</li>
<li>Para teman (yang ternyata sama nggak beresnya) selalu bilang itu membuat motor jadi keren dan racing. Sebagai <em>sembalap wannabe</em> yang haus perhatian saya mengamininya.</li>
<li>Satu hal yang terbukti benar adalah saya tak perlu memijat klakson lagi selamanya. Bahkan tanpa memainkan gas pun setiap mahluk yang akan disalip sudah sadar bahwa dalam sepersekian detik akan ada anak gawl dengan motor yang racing banget akan melejit mendahului. Secara suara knalpot memang sudah lebih keras dari apapun yang ada dilangit dan dibumi *tidak hiperbol*. Begitu kerasnya hingga melesat duluan jauh mendahului si motornya sendiri.</li>
</ul>
<p>Tidak peduli dengan kagetnya jantung orang lain, persetan dengan organ pendengaran yang menempel di kepala mahluk lain. Yang penting adalah rasanya untuk diri saya. Demi rekor <em>time attack</em> yang makin hari makin sulit dipecahkan. Demi segala alasan yang cuma saya seorang yang bisa mengerti. Yang penting rasanya.</p>
<p>Mungkin ini sama dengan prilaku para bapak dan om-om bepenampilan &#8220;lebih suci dari kamu&#8221; yang gemar meneriakkan doa dengan pengeras suara dari bangunan-bangunan yang dianggap suci.</p>
<ul>
<li>Konon lantunan doa itu menghasilkan pahala. Akan bagus untuk mengklaim kapling di surga kelak.</li>
<li>Konon yang mendengar juga dapat pahala. Jadi ini sama saja kegiatan bagi-bagi pahala. Dan hanya orang bodoh yang menolak saat dibagi-bagi pahala.</li>
<li>Konon Tuhan/Allah/Elohim/Siapapun sebutannya, suka sekali mendengar orang yang berdoa dengan sangat nyaring lewat penguat suara seperti itu. Menyenangkan Tuhan, tentunya adalah hak setiap hati yang penuh iman.</li>
</ul>
<p>Persetan dengan pemilik telinga yang terganggu. Tak peduli waktunya manusia normal tidur. Tak peduli sakit gigi seorang tetangga dekat jadi semakin nyeri. Karena yang penting hanyalah keyakinan si pemekik pada doa; Pada pahala yang dihasilkannya dan pada Tuhan yang dia teriaki dengan sepenuh hati. Yang penting ego religius terpuaskan dengan pekik-pekik relijius. Yang penting rasanya.</p>
<p>Sama juga dengan para perokok yang klepas-klepus di area publik. Mengasapi seluruh penumpang angkot, bus atau kereta. Mengasapi anak istrinya sendiri. Mengasapi siapapun yang bisa diasapi.</p>
<p>Persetan dengan peringatan pemerintah. Persetan dengan kemungkinan gangguan kesehatan yang mereka timpakan pada diri orang sekitarnya. Persetan ada anak istri yang teracuni. Yang penting <em>sakaw</em> nikotin terpuaskan. Yang penting rasanya.</p>
<p>. . .</p>
<p>Kemudian saya berubah. Sejak tahu betapa tidak nyamannya berdekatan/dilewati/berpapasan dengan jahanam berknalpot najis; Betapa kagetnya saat tidur siang tiba-tiba seorang sembalap wannabe melesat dengan knalpot terkutuk; Betapa susahnya mendengarkan TV/HP saat ada sembalap wannabe mendekat dan masturbasi dengan knalpot.</p>
<p>Sekarang saya pakai knalpot standar pabrik dan memilih yang bunyinya sangat jauuuuuuh lebih sopan.</p>
<p>Saya sudah berubah.</p>
<p>Tapi para om dan <em>aki</em> desa yangs suci belum juga berubah. Mereka masih konsisten. Tetap tekun meneriakkan doa dengan pengeras suara. Teman-teman yang perokok juga banyak yang belum berubah, banyak yang semakin parah, sampai menemukan pembenaran bahwa asap pun ternyata juga menyehatkan badan selain menyehatkan perekonomian bangsa.</p>
<p>Saya berubah. Standar kepantasan saya berubah. Empati dan iman saya berubah. Mereka tidak berubah, tetap konsisten dengan cara-cara dan keyakinan lama.</p>
<p>Saya nyaman dengan perubahan ini.<br />
Mereka nyaman tanpa perubahan.<br />
Karena yang penting rasanya.<br />
Masing-masing selalu punya alasan dan pembenaran sendiri.</p>
<p>Dengan menuliskan seperti ini, saya menciptakan ilusi, setidaknya untuk diri sendiri, seolah sudah lebih baik dari pada mereka. Mungkin saja mereka (yang saya sebut demi mendapatkan rasa lebih baik ini) sebenarnya malah jauh lebih baik. Walau ilusi, tapi rasa yang dihasilkan itu cukup real. Benar-benar terasa.</p>
<p>Ya, itu tadi. Yang penting kan rasanya. :)</p>
<p>- &#8211; -</p>
<p>Apakah ada yang aneh?</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?a=KgevituSNcA:2ENskuvGxQc:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?a=KgevituSNcA:2ENskuvGxQc:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?i=KgevituSNcA:2ENskuvGxQc:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhprasetcocc/~4/KgevituSNcA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.co.cc/2009/11/10/yang-penting-rasanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/11/10/yang-penting-rasanya/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Miyabi dan prasangka Saya yang hampir secanggih Ulama</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/guhprasetcocc/~3/jO6cSq7pfa8/</link>
		<comments>http://guhpraset.co.cc/2009/10/27/miyabi-dan-prasangka-saya-yang-hampir-secanggih-ulama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 08:15:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[FB]]></category>
		<category><![CDATA[Kebinekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[miyabi]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.co.cc/?p=753</guid>
		<description><![CDATA[Suatu siang, Bu Pito meng-email saya sebuah link menuju artikel yang ditulis seorang asing. Tentang rasa heran yang timbul atas prilaku MUI dan teman-temannya (yang dengan mengatasnamakan umat Islam menolak kedatangan Miyabi). Disana Bu Pito berusaha memberi pengertian bahwa Indonesia sebenarnya sangat majemuk. Kemajemukan itu juga terjadi dalam umat yang Islam, hingga tidak semua orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu siang, Bu <a href="http://pitopoenya.blogspot.com/" target="_blank">Pito</a> meng-email saya sebuah link menuju artikel yang ditulis seorang asing. Tentang rasa heran yang timbul atas prilaku MUI dan teman-temannya (yang dengan mengatasnamakan umat Islam menolak kedatangan Miyabi). Disana Bu Pito berusaha memberi pengertian bahwa Indonesia sebenarnya sangat majemuk. Kemajemukan itu juga terjadi dalam umat yang Islam, hingga tidak semua orang Islam Indonesia berpikir seperti MUI, apalagi mendukung mereka.</p>
<p>Karena link itu beliau berikan secara utuh, tanpa dikemas dengan penyingkat URL (macam tinyurl.com atau bit.ly), maka saya dapat membaca nama situsnya. Ternyata nama situs itu mengandung kata *miyabi*.</p>
<p>Begitu melihat nama itu, saya langsung memutuskan untuk tidak segera membuka link tersebut. Saya pun beralasan sibuk dan akan membukanya nanti malam saja dari tempat yang lebih pribadi.</p>
<p>Beberapa saat setelah kejadian itu, saya baru sadar bahwa telah terjadi sesuatu yang HEBAT!</p>
<p>Tahukah anda itu artinya apa?</p>
<p>Itu berarti saya sudah memiliki cara berpikir yang hampir sehebat pak Syapaitu, yang <a href="http://bit.ly/1gIsgu" target="_blank">menolak Miyabi datang karena bermuka mesum</a>.</p>
<p>Coba perhatikan, hanya karena namanya mengandung kata Miyabi, tanpa membuka situsnya, tanpa peduli apa yang dibahas disana, saya langsung menghakimi bahwa situs itu terlalu mesum untuk dibuka di area publik.</p>
<p>Dalam pikiran saya, kata “Miyabi” itu sudah terkait erat dengan video-video begituan, tentang hubungan seks tak relijius yang dipenuhi rintihan palsu murahan dan menyebalkan. Karena itulah setiap kali membaca atau mendengar kata “Miyabi”, maka segala data yang tercantol tadi secara otomatis ikut dipanggil dari ingatan. Semuanya terbayang-bayang dan mempengaruhi pengambilan keputusan.</p>
<p>Kemungkinan, hal yang sama pernah terjadi juga dalam kepala Ulama Syapaitu. Segala bayangan yang muncul membuat beliau menganggap muka Miyabi begitu mesum hingga pantas dicegah kedatangannya di Indonesia. Tidak penting lagi alasan kedatangan Miyabi untuk apa, jika mukanya saja sudah membuat pikiran beliau jadi mesum, apalagi orang lain. Maka pantaslah Miyabi ditolak kehadirannya.</p>
<p>Sebenarnya cara berpikir seperti ini terasa cukup religius. Maksud saya lumayan berbau-bau agama gitu. Untuk apa bersulit-sulit mengawasi keliaran pikiran dan mengendalikan birahi? Lebih praktis jika kita singkirkan saja pemicu-pemicu yang tak berdaya itu. Lagi pula, semua aturan suci itu kan dibuat buat untuk memudahkan umat, bukan malah mempersulitnya.</p>
<p>Tapi&#8230;.</p>
<p>Walau merasa punya cara berpikir yang hampir sehebat Ulama&#8230; Tapi kok ada rasa tidak nyaman ya. Rasanya masih ada yang mengganjal&#8230;. Eits&#8230; Bukan itu! Yang ngganjel itu bukan sesuatu di dalam celana kok, tapi di dalam pikiran. Sesuatu yang bikin gelisah. Apa ya?</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?a=jO6cSq7pfa8:XjNHTnQsw38:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?a=jO6cSq7pfa8:XjNHTnQsw38:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?i=jO6cSq7pfa8:XjNHTnQsw38:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhprasetcocc/~4/jO6cSq7pfa8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.co.cc/2009/10/27/miyabi-dan-prasangka-saya-yang-hampir-secanggih-ulama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/10/27/miyabi-dan-prasangka-saya-yang-hampir-secanggih-ulama/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Cinta Sejati! Inikah itu?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/guhprasetcocc/~3/u0KYz5awnxc/</link>
		<comments>http://guhpraset.co.cc/2009/10/17/cinta-sejati-inikah-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 07:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[FB]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.co.cc/?p=747</guid>
		<description><![CDATA[Update ini untuk berbagi dugaan yang muncul sebagai hasil bersenang-senang selama beberapa hari.
. . .
Sepertinya, hampir setiap orang dengan mudah memberikan cintanya jika standar kualitas yang diharapkan terpenuh.
Contohnya begini, untuk mendapatkan sebongkah cinta dari Nona/Tuan X, anda cukup meningkatkan kualitas diri anda hingga melampaui standar yang beliau harapkan. Beda orang tentu beda kualitas yang dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Update ini untuk berbagi dugaan yang muncul sebagai hasil bersenang-senang selama beberapa hari.</p>
<p>. . .</p>
<p>Sepertinya, hampir setiap orang dengan mudah memberikan cintanya jika standar kualitas yang diharapkan terpenuh.</p>
<p>Contohnya begini, untuk mendapatkan sebongkah cinta dari Nona/Tuan X, anda cukup meningkatkan kualitas diri anda hingga melampaui standar yang beliau harapkan. Beda orang tentu beda kualitas yang dia hargai, ini memang harus dicari tahu dulu. Tapi kebanyakan orang selalu menilai dari penampilan dan kelihaian bicara dulu. Setelah itu mungkin tebalnya uang, baru kemudian menilai kualitas yang lain.</p>
<p>Lain orang, lain pula kualitas yang dihargai. Mungkin kesehatan, ketajaman pikiran, keberanian,  keuangan, kemapanan, kharisma, kelihaian bicara, penampilan, kepemimpinan, pengabdian, kekuatan, kemampuan memberi perhatian dan lain-lain. Apapun. Malah tak terbatas pada kualitas yang dianggap baik masyarakat. Kadang, kadar anarki yang agak pekat juga dapat mempesona mereka yang menghargai kualitas seperti itu. Saya tidak sedang menuduh abege tertentu lho.</p>
<p>. . .</p>
<p>Dengan memiliki berbagai kualitas yang berharga, anda bisa dapatkan cinta dari hampir semua orang, siapapun yang bisa anda penuhi standarnya. Tidak hanya cinta dari orang biasa, tapi juga dari raja dan ratu, guru dan mahaguru, hingga dewa maupun dewi dan tuhan-tuhan sekalipun!</p>
<p>Siapapun dan apapun yang menjual cintanya, dapat anda beli asal anda mampu bayar sesuai harga.</p>
<p>Bahkan mereka-mereka yang sudah punya pasangan dan terikat dalam janji sucisumuci sekalipun. Dengan harga yang sesuai, anda bisa beli cintanya. Anda bisa buat mereka meninggalkan (atau setidaknya diam-diam menghianati) pasangannya demi anda. Tentunya yang terakhir ini agak tergantung pada seberapa banyak waktu yang anda rela bayarkan demi mengikis kesetiaan sang penjual pada kontrak imajiner yang dia teken sebelumnya.</p>
<p>. . . . . . . . .</p>
<p>Lantas sebenarnya, yang dicintai itu siapa? Anda, atau segala kualitas yang menghiasi sekujur eksistensi anda? Jika segala kualitas yang sekarang menghiasi anda dipindahkan seluruhnya pada seseorang/sesuatu yang lain, akankah sang pecinta tetap mencintai anda?</p>
<p>. . . . . . . . .</p>
<p>Saya tidak tahu. Anda tahu?</p>
<p>. . . . . . . . .</p>
<p>Apapun jawaban dari pertanyaan menyebalkan itu, sebaiknya kita selalu menjaga kesehatan lahir maupun batin. Kenapa? Karena gangguan kesehatan macam stroke, atau apapun yang mengganggu daya pikir/ingat/konak, bisa menghilangkan kualitas-kualitas yang selama ini kita tumbuhkembangkan dan memperindah keberadaan kita. Bisa melenyapkan segala kualitas-kualitas yang membuat kita dicintai oleh Dia yang cintanya kita beli.</p>
<p>Lenyapnya kualitas-kualitas yang kepadanya cinta Sang Pecinta bersebab, tentu akan membuat beliau depresi. Setiap saat, setiap waktu harus berjuang untuk memilih, tetap setia atau mencari yang lebih berkualitas. Hidup dalam ketersiksaan bodoh yang menyedihkan itu neraka.</p>
<p>Tuh kan&#8230; Saya mulai tergoda untuk menakut-nakuti anda&#8230; Maaf, sampai disini saja kalau begitu.</p>
<p>. . . . . . . . .</p>
<p>Selamat meningkatkan kualitas diri,<br />
selamat menikmati daya beli,<br />
selamat menjaga kesehatan,<br />
selamat bercinta!</p>
<p>Salam Cinta!</p>
<p>*Sedikit tambahan, siapa tahu lupa terpikir, sebenarnya sudut pandang bisa diubah fleksibel. Setiap kepala bisa jadi pembeli maupun penjual, juga bisa jadi keduanya sekaligus. Setiap penis, vagina, hati dan kepala bisa sibuk bertransaksi. Kalau mau.</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?a=u0KYz5awnxc:FA7D734R6N4:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?a=u0KYz5awnxc:FA7D734R6N4:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?i=u0KYz5awnxc:FA7D734R6N4:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhprasetcocc/~4/u0KYz5awnxc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.co.cc/2009/10/17/cinta-sejati-inikah-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/10/17/cinta-sejati-inikah-itu/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kenapa ngeblog pakai layanan gratisan?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/guhprasetcocc/~3/Q883amTwFeA/</link>
		<comments>http://guhpraset.co.cc/2009/10/05/kenapa-ngeblog-pakai-layanan-gratisan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 20:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[gratisan]]></category>
		<category><![CDATA[hosting]]></category>
		<category><![CDATA[pembenaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.co.cc/?p=740</guid>
		<description><![CDATA[
Karena gratis. Ngapain bayar kalau bisa gratis dan tetap legal?
Sepirituwal Bianged! Penjelasannya gini. Dengan layanan hosting/domain gratisan kita tidak punya hak untuk menuntut apapun pada pihak hosting jika ternyata terjadi sesuatu pada konten kita. Ini persis seperti hubungan kita dengan semesta. Tiba-tiba kita eksis di alam ini, bebas untuk melakukan perubahan sebesar dan segila apapun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li>Karena gratis. Ngapain bayar kalau bisa gratis dan tetap legal?</li>
<li>Sepirituwal Bianged! Penjelasannya gini. Dengan layanan hosting/domain gratisan kita tidak punya hak untuk menuntut apapun pada pihak hosting jika ternyata terjadi sesuatu pada konten kita. Ini persis seperti hubungan kita dengan semesta. Tiba-tiba kita eksis di alam ini, bebas untuk melakukan perubahan sebesar dan segila apapun yang kita mampu. Kita juga berhak menyebutnya karya kita. Kemudian suatu ketika tiba-tiba semuanya lenyap, bahkan kita sendiri pun ikut lenyap. Zap! Hilang. Dan kita tak bisa menuntut siapapun.</li>
<li>Melatih diri untuk bebas dari keterikatan. Jika anda pernah punya kekasih yang kepadanya anda serahkan seluruh hati, kemudian dia membuang anda begitu saja seperti sampah dan langsung menggandeng pasangan yang lebih bermanfaat, anda pasti sadar bahwa &#8216;mengharapkan sesuatu akan kekal&#8217; adalah aksi yang luar biasa tolol. Seringkali walaupun anda sudah sadar bahwa itu aksi tolol, dan agak menyakitkan, tetap juga anda lupa dan berulang kali tergoda melakukannya. Nah, kehilangan konten berulang kali adalah terapi yang membuat anda selalu sadar bahwa tak ada yang akan kekal. Tapi untuk ini anda perlu memilih hosting yang stabilitasnya cukup buruk.</li>
<li>Menyadarkan diri bahwa tak ada yang sempurna. Hosting stabil, full support php mutahir, mysql versi oke, benwit guwede, support curl, support bla blah dsb dan semuanya bisa didapat dengan gratis. Tentu sangat menggiurkan. Dan setelah anda register dan menjalaninya, ternyata ada saja masalah. Ada saja script yang tak bisa jalan karena ada limitasi terkutuk. Atau mungkin ban tanpa alasan. Akan terjadi segala hal menyebalkan yang bisa menyadarkan anda bahwa tak ada yang sempurna. Semoga kesadaran ini bisa terbawa saat anda menjerumuskan diri terlalu dalam dalam sebuah romansa dengan manusia romantis bertubuh erotis. Semoga anda bisa tetap sadar bahwa mahadewi/dewa dalam pelukan anda  juga ada cacatnya. Semoga saja cacatnya bukan dalam kemampuannya untuk setia, ha.</li>
<li>Apalagi?</li>
</ol>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?a=Q883amTwFeA:8x7Si68pRzU:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?a=Q883amTwFeA:8x7Si68pRzU:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?i=Q883amTwFeA:8x7Si68pRzU:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhprasetcocc/~4/Q883amTwFeA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.co.cc/2009/10/05/kenapa-ngeblog-pakai-layanan-gratisan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/10/05/kenapa-ngeblog-pakai-layanan-gratisan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kenapa ngeblog dengan layanan berbayar?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/guhprasetcocc/~3/eRNrXDVv0mI/</link>
		<comments>http://guhpraset.co.cc/2009/09/21/kenapa-ngeblog-dengan-layanan-berbayar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2009 11:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[hosting]]></category>
		<category><![CDATA[pembenaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.co.cc/?p=730</guid>
		<description><![CDATA[Harga hosting dan domain sudah terjangkau. Paling harganya berapa sih? Bahkan penghasilan seorang pengemis dalam sehari, apalagi di bulan suci kemarin pun cukup untuk sewa tempat dan alamat lebih dari setahun.
Dengan menggunakan dot com sendiri, anda bisa tampil lebih berwibawa. Kelihatan modal. Tampak ngeblog lebih niat. Apa yang dituliskan juga tampak jadi lebih kredibel, hingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Harga hosting dan domain sudah terjangkau. Paling harganya berapa sih? Bahkan penghasilan seorang pengemis dalam sehari, apalagi di bulan suci kemarin pun cukup untuk sewa tempat dan alamat lebih dari setahun.</p>
<p>Dengan menggunakan dot com sendiri, anda bisa tampil lebih berwibawa. Kelihatan modal. Tampak ngeblog lebih niat. Apa yang dituliskan juga tampak jadi lebih kredibel, hingga kemungkinan disimak dan dipikirkan oleh pembaca lebih besar.</p>
<p>Aksesibilitas blog anda juga lebih terjamin. Server hosting berbayar hampir selalu lebih cepat dan stabil. Bandingkan dengan gratisan yang bisa off line kapan saja dengan alasan apapun. Pembaca mungkin akan memaki blog anda yang eksistensinya tak dapat diandalkan.</p>
<p>Dan yang paling penting, ada jaminan konten kita tidak lenyap begitu saja. Karena kita sudah membayar, maka kita berhak mendapatkan jaminan keamanan. Ada yang bertanggung jawab menjaga karya kita. Bandingkan dengan tempat gratisan, saat terjadi apa-apa, anda tak akan bisa menuntut siapapun.</p>
<p>Ada lagi?</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?a=eRNrXDVv0mI:Qh-X5iZxiuc:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?a=eRNrXDVv0mI:Qh-X5iZxiuc:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?i=eRNrXDVv0mI:Qh-X5iZxiuc:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhprasetcocc/~4/eRNrXDVv0mI" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.co.cc/2009/09/21/kenapa-ngeblog-dengan-layanan-berbayar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/09/21/kenapa-ngeblog-dengan-layanan-berbayar/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ingin Belajar Melihat Lebih Dalam</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/guhprasetcocc/~3/M7HcpKEgYrs/</link>
		<comments>http://guhpraset.co.cc/2009/09/17/ingin-belajar-melihat-lebih-dalam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 16:33:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Kebinekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[konspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[terrorisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.co.cc/?p=667</guid>
		<description><![CDATA[Suatu sore, sambil fesbukan dan browsing tak tentu arah, saya sekilas memperhatikan debat antara mereka yang membela dan menghujat kriminal religius (para peledak bom). Sebagai hasil dari membelanjakan waktu untuk itu, saya menangkap beberapa poin sebagai berikut:

Ada pembiaran yang sengaja berlarut-larut. Dipermukaan ada drama-drama dimana kriminal religius diburu dan dibunuhi. Dibalik itu, para pemuka agama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu sore, sambil fesbukan dan browsing tak tentu arah, saya sekilas memperhatikan debat antara mereka yang membela dan menghujat kriminal religius (para peledak bom). Sebagai hasil dari membelanjakan waktu untuk itu, saya menangkap beberapa poin sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Ada pembiaran yang sengaja berlarut-larut. Dipermukaan ada drama-drama dimana kriminal religius diburu dan dibunuhi. Dibalik itu, para pemuka agama yang mendukung paham kebencian dibiarkan terus merekrut murid baru.</li>
<li>Aksi memburu penjahat religius selalu menyita perhatian rakyat. Bom, kekerasan dan kebencian atas nama agama segera memenuhi seluruh slot berita. Kadang hingga berhari-hari TV isinya itu-itu saja. Penonton pun lupa sama yang lain sebelum kembali sadar untuk melanjutkan nonton sinetron.</li>
<li>Ada masalah ekonomi. Disebabkan antara lain oleh kebijakan-kebijakan yang memiskinkan, korupsi dan obral berbagai aset negara yang dilakukan dengan semena-mena demi kesejahteraan orang-orang tertentu saja.</li>
<li>Ada pembodohan sistematis dimana sejak kecil manusia Indonesia dikotak-kotakan berdasarkan agama, dipersiapkan untuk jadi agen disintegrasi. Sebagian terpilih diajarkan pengkafiran dan rasa paling benar sendiri, hingga lebih mudah diajak membunuh golongan liyan.</li>
<li>Ada orang-orang yang merasa agamanya terus saja dizalimi. Rasa terzalimi terus ini dipupuk sedemikian rupa sampai tahap dimana mereka bisa mencari pembenaran atas terbunuhnya pihak-pihak yang bahkan tidak ada kaitannya.</li>
<li>Ada orang-orang yang terus diam, tidak peduli pada apapun yang terjadi. Selama kenyamanan mereka tidak terusik secara langsung, mereka tak ambil pusing.</li>
<li>Ada import budaya, doktrin dan cara pikir tanpa filter. Dari Arab. Dari USA. Dari India. Juga dari mana-mana termasuk Cina.</li>
<li>Ada masalah lain yang sebenarnya cukup serius. Tapi tak mendapat perhatian layak. Mulai dari satwa yang hampir punah, pembalakan hutan demi kekayaan keluarga tertentu, penambangan gila-gilaan yang uangnya entah kemana, lenyapnya bibit petani, mahal dan berbahayanya produk pendukung pertanian, buah impor yang mengandung zat mengerikan, pembungkaman dan penghilangan semena-mena, aksi dumping membunuhi industri lokal, pejabat yang bekerja untuk kepentingan asing, dll yang semuanya lenyap tak terbahas oleh media yang kompak sibuk membahas  mampusnya penjahat dalam toilet.</li>
<li>Ada ajaran tentang kenikmatan luar biasa dibalik kematian, yang bisa didapat sebagai imbalan dari memperjuangkan kelangsungan hidup dan kejayaan ajaran agama.</li>
</ol>
<p>Baru dapat poin segitu saja, pikiran saya langsung tergoda mengarang teori konspirasi&#8230;</p>
<p>Tapi kok ternyata masih bingung. Mungkin karena jarang dilatih berpikir, jadi sulit membuat keterkaitan antara poin-poin diatas. Mungkinkah ada poin yang tak tercatat? Mungkin anda punya tambahan fakta supaya gambarnya jadi lebih jelas? Jika anda sudah melihat keterkaitannya, sudikah anda berbagi dan mengajari saya untuk melihat lebih dalam?</p>
<p><em>Kalau anda terlalu malu atau kurang percaya diri ya tidak usah diungkapkan pun tak apa. Terpikir saja itu sudah cukup. Berarti tujuan tulisan ini hampir tercapai ;)<br />
</em></p>
<p>Terimakasih.</p>
<p>Salam Indonesia!</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?a=M7HcpKEgYrs:TpH9ogv2KmI:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?a=M7HcpKEgYrs:TpH9ogv2KmI:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?i=M7HcpKEgYrs:TpH9ogv2KmI:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhprasetcocc/~4/M7HcpKEgYrs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.co.cc/2009/09/17/ingin-belajar-melihat-lebih-dalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/09/17/ingin-belajar-melihat-lebih-dalam/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Perjalananku dari Kristiani Ahlul Sunnah Wal Jamaah menuju Islam yang dibawa Nabi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/guhprasetcocc/~3/Ko88Na6ZCbQ/</link>
		<comments>http://guhpraset.co.cc/2009/08/10/perjalananku-dari-kristiani-ahlul-sunnah-wal-jamaah-menuju-islam-yang-dibawa-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 11:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Kebinekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[konspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[manipulasi]]></category>
		<category><![CDATA[quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.co.cc/?p=648</guid>
		<description><![CDATA[Post kali ini tentang sebuah buku religius yang saya dapatkan dari Ibu Tanty. Sepertinya ini buku lama, tapi saya memang baru tahu.
Dalam kata pengantarnya, Saim Bakar sang penulis mempersembahkan buku ini untuk:
my Christian brothers Osama bin Laden, the very Christian Imam of the Grand Mosque at Mecca, the Christian Shiah Ayatollahs of Iran, the very [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Post kali ini tentang sebuah buku religius yang saya dapatkan dari <a href="http://iyb.blogspot.com/" target="_blank">Ibu Tanty</a>. Sepertinya ini buku lama, tapi saya memang baru tahu.</p>
<p>Dalam kata pengantarnya, <a href="http://biblical-islam.blogspot.com/" target="_blank">Saim Bakar</a> sang penulis mempersembahkan buku ini untuk:</p>
<blockquote><p>my Christian brothers <strong>Osama bin Laden</strong>, the very Christian Imam of the Grand Mosque at Mecca, the Christian Shiah <strong>Ayatollahs of Iran</strong>, the very Christian <strong>Aga Khan</strong> and the <strong>Ismailis</strong>, the Christian <strong>Qadiani</strong> brothers and the Christian <strong>Ahmadiya</strong> brothers, the very Christian <strong>Tareqah</strong> and Christian <strong>Sufi</strong> brothers, the perfectly Christian <strong>Tablighi</strong> and the almost one billion other <strong>Ahlus Sunnah Wal Jamaah</strong> and <strong>Shiah</strong> people throughout the world who have been <span style="text-decoration: underline;">duped</span> into being Christians. <span style="text-decoration: underline;">They think they are Muslim but for over a thousand years they have actually been practising Christianity.</span></p></blockquote>
<p>Sebuah pernyataan yang sekaligus tuduhan bahwa mereka semua dia anggap telah menjalankan ajaran kristiani. Dan buku ini memang dia buat untuk menjelaskan tuduhan-tuduhannya tersebut.  Baru membaca kata pengantarnya, jika anda orang yang Indonesia banget, yang lama tinggal disini yang terbiasa dengan kebinekaan pasti langsung risih dengan gaya bahasa yang arogan dan terkesan merendahkan keyakinan orang lain.  Saya juga langsung menghakimi Pak Saim ini sebagai &#8220;ga cocok tinggal di Indonesia&#8221;. Arogansinya tampak mirip sekali dengan para tukang dakwah yang sering <em>nangkring </em>di mimbar sambil melemparkan julukan kafir pada pihak-pihak yang beda keyakinan. Kehadiran orang macam Saim di RI hanya akan menambah varian baru virus pemecah belah bangsa.  Tapi rasa penasaran saya ternyata lebih kuat. Provokasinya untuk &#8220;jangan membabibuta mengikuti warisan tradisi leluhur&#8221; memang membuat penasaran, apalagi dia selalu menyertakan ayat Qur&#8217;an tanpa mutilasi sebagai pembenaran. Jadi sebelum melemparnya ke <em>recycle bin</em>, saya pikir tak ada salahnya membaca argumen Pak Saim.  Poin-poin menarik yang saya temukan:</p>
<ul>
<li>Ide tentang <strong>Akidah</strong>, yang sering dipakai sebagai pembakar semangat &#8220;saya lebih suci dan lebih dari kamu&#8221;, menurutnya tidak ada dalam Quran, tapi diambil dari ajaran YAHUDI. Bisa disimak di Bab 2.</li>
<li><strong>Hukuman mati bagi orang Murtad</strong>, diambil dari <span style="text-decoration: line-through;">Injil</span> Leviticus 24:16, Deuteronomy 13:5 dan Deuteronomy 13:6-10. Ini bertentangan dengan Quran 4:137 yang secara implisit menyatakan bahwa manusia bisa bolak-balik keluar-masuk iman. Saya lihat di 4:140, Tuhan sendiri yang akan mengumpulkan para hipokrit dan <em>disbeliever</em> di neraka. Ini dibahas di BAB 3.</li>
<li><strong>Hukuman lempar batu sampai mampus bagi pelaku zinah</strong> adalah ajaran <span style="text-decoration: line-through;">Injil</span> Deuteronomy 22:23-24 dan Leviticus 20:10. Itu cukup bertentangan dengan Quran<span style="text-decoration: line-through;"> yang ternyata tidak sesadis Injil</span>. Di surat 24:2, para pezinah cukup <span style="text-decoration: underline;">dicambuki</span> saja 100 kali sambil ditonton satu grup orang beriman.Menurut pak Saim, aksi lempar batu memang tercatat ada 5 kali dalam Quran, tapi semuanya dilakukan oleh orang-orang kafir. Ada sih hujan batu, tapi itu dilakukan Allah dan Dia kan tidak termasuk orang beriman.  Pak Saim mengklaim bahwa Quran memang TIDAK mengajarkan muslim untuk melempari sesama manusia dengan batu. Dari BAB 4.</li>
<li><strong>Kenapa ajaran Muhammad tidak sejalan dengan beberapa ajaran <span style="text-decoration: line-through;">dari Injil </span> sadis dari kitab-kitab sebelumnya?</strong> Ini dijelaskan di BAB 5. Beberapa dari opini di akhir post terinpirasi oleh BAB ini.</li>
<li><strong>Ulama mengajarkan prostitusi, pedofilia, perzinahan dan prilaku seksual tak bermoral.</strong> Ini memang pemilihan judul bab yang agak sadis. Dalam BAB 6 ini pak saim berargumen menentang nikah mutaa, poligami dan hadis-hadis yang membuat nabi tampak seperti pedofil dan maniak seks. Di bab ini saya terpingkal saat pak Saim saat menggunakan Quran 5:60 sebagai pembenaran. Sebelumnya saya agak bingung membayangkan bagaimana jadinya jika Allah mengutuk orang jadi monyet dan babi trus melayani setan, sekarang saya jadi bisa membayangkan&#8230; dan mungkin akan sering sekali terbayang-bayang. Sebaiknya anda tidak usah baca bagian itu agar tidak senyum-senyum sendiri saat berinteraksi dengan oknum-oknum termaksud. Sepertinya bisa berbahaya.</li>
<li><strong>Ibrabim yang mengorbankan anak itu cerita palsu</strong>. Argumen menarik, mendukung kecurigaan saya yang sulit percaya bahwa Ibrahim bisa bertindak sadis hanya disebabkan sebuah mimpi. BAB 7.</li>
<li><strong>Tentang cap halal dan haramisasi</strong>, juga <strong>kebencian terhadap anjing</strong> yang ternyata tidak sejalan dengan Qur&#8217;an, BAB 8.</li>
<li>BAB 9 ini menarik: <strong>SUNAT/KHITAN itu <span style="text-decoration: line-through;">ajaran Injil</span> BUKAN ajaran Quran.</strong> Quran TIDAK memerintahkan orang beriman untuk merusak alat kelamin, justru dalam surat 64:24 Allah mengklaim bahwa <span style="text-decoration: underline;">desain penciptaan manusia sudah sempurna</span>. Logika saya juga begitu, apa mungkin Allah melupakan sesuatu saat dia mendesain alat kelamin? Tapi bagi anda yang tidak percaya pada klaim Allah dalam Quran, mungkin karena curiga Allah bohong, maka anda dapat mengikuti <span style="text-decoration: line-through;">Injil</span> kitab-kitab yang mengajarkan sadisme seperti itu. <a href="../2009/07/23/khitan-putra-putri-anda-sedini-mungkin/" target="_blank">Mencacat alat kelamin</a> memang sesuai ayat Gen 17:14.13, Gen 17:24.16, Gen 17:25.18 dan Exod 4:25.11. Malah kata pak Saim, dalam Bukhari Volume 4, Buku 55, Nomor 575 diceritakan bahwa Ibrahim menyunat dirinya sendiri pada usia 80 tahun dengan KAMPAK. Rrrr&#8230; 80 tahun&#8230; kampak&#8230; hmm&#8230;</li>
<li>BAB 10 dan 11 isinya fokus menyerang hadis, khususnya buatan Bukhari. Banyak banget argumennya. Saya yang memang lebih percaya pada Quran daripada hadis agak malas membacanya.</li>
<li><strong>Quran menentang perbudakan</strong>. Jika teman anda menyangka Quran mendukung perbudakan, anda bisa baca paparan Pak Saim di bab 12 ini, sebelum menjelaskan pada teman yang sudah salah sangka pada Quran itu.</li>
</ul>
<p>Uhh.. Anda pasti mulai lelah membacanya, saya juga mulai lelah untuk terus mengetik. Sebenarnya masih banyak hal menarik yang menurut Saim tak diajarkan (sering malah bertentangan dengan) Quran tapi diambil dari <span style="text-decoration: line-through;">Injil</span> kitab-kitab lain dan dipaksakan pada umat. Mulai dari sentimen negatif terhadap wanita yang sedang mens, soal patung, memelihara jenggot, kata-kata amin, kebiasaan menggantung tulisan suci, zakat yang jadi pungutan mengatasnamakan agama, ahlul bayt, sampai palsunya perang Jamal dan Siffin. Oh iya, JILBAB!! Soal jilbab/hijaab itu juga dibahas di bab terakhir (BAB 23), dikatakan sebagai ajaran dari <span style="text-decoration: line-through;">Injil</span> Corinthians. Tapi silakan anda baca sendiri saja jika memang punya waktu. Link download ada di akhir tulisan ini.  <strong>Sekarang, HIKMAH apa yang saya dapat dari baca buku itu?</strong></p>
<ul>
<li>Ajaran Muhammad itu memang revolusioner. Tuduhan bahwa ajaran beliau hanya copy paste dari kitab-kitab sebelumnya ternyata tidak benar. Setidaknya dalam beberapa topik yang disajikan dalam buku Saim Bakar ini, tergambar bagaimana Quran ternyata jauh lebih manusiawi dari ajaran-ajaran sadis sebelumnya.</li>
<li>Seorang revolusioner akan mengajak umat manusia untuk semakin beradab dan meninggalkan ajaran-ajaran yang telah usang, tapi begitu sang pemberontak mati, pihak-pihak ingin yang ingin membuat manusia kembali pada ajaran-ajaran kadaluarsa akan menggunakan segala cara. Termasuk menyusup dan melakukan &#8220;pembusukan dari dalam&#8221;. Hal ini sudah diperingatkan dalam Quran ayat&#8230; euh, lupa. Maklum saya jarang pakai Quran sebagai pembenaran, silakan cari sendiri saja yaa. Sekalian biar anda baca Quran :P</li>
<li>Menyampaikan pesan sebaiknya dengan cara yang santun. Jika ditulis dengan nada melecehkan, yang baca males, yang dikritisi apalagi, mungkin malah sakit hati. Pesan pun bisa gagal tersampaikan. Cara menulis pak Saim ini rentan memicu permusuhan daripada pencerahan.</li>
<li>Ternyata banyak faham berbeda, bahkan dalam satu label agama yang sama. Memaksakan agama pada orang lain adalah aksi konyol dan hanya menimbulkan perselisihan. Sampaikan apa yang menurut kita benar, jelaskan, tapi tak perlu memaksa. Aksi nyata terhadap sasaran sebaiknya hanya dilakukan jika dia sudah melanggar hukum negara.</li>
</ul>
<p>Akhirnya, buku ini tidak jadi saya lempar ke recycle bin. Tapi justru masuk box.net agar bisa anda download dan simak sendiri.  Saya rekomendasikan buku ini untuk dibaca. Ini bisa jadi bekal anda berargumen, siapa tahu suatu saat ada orang yang berusaha memaksa anda untuk mengikuti ajarannya yang katanya ajaran Islam, padahal yang dia paksakan itu adalah ajaran <span style="text-decoration: line-through;">dari Injil</span> YAHUDI, dan bertentangan pula dengan Quran.  Saya jadi ingat pada seorang teman yang dengan jumawa mengatakan bahwa &#8220;orang Islam yang baik itu HARUS disunat, yang tidak disunat berarti BUKAN orang Islam yang baik!&#8221; Baca buku ini saya baru sadar bahwa si teman itu sedang memanipulasi orang-orang untuk melaksanakan ajaran <span style="text-decoration: line-through;">Injil</span> YAHUDI dengan mengatasnamakan Islam.  Sialnya, orang tua saya pernah jadi korban  manipulasi seperti itu, hasilnya hidup kali ini harus saya jalani dengan penis terkupas&#8230; haha.  Ok, sebelum jadi semakin vulgar, mari kita akhiri tulisan ini.  Yang berani baca silakan download&#8230; Mungkin setelahnya anda bisa berbagi opini/link untuk pendapat yang kontra maupun mendukung Pak Saim.  Download gratis PDF versi Inggris:  <a href="http://www.box.net/shared/e1dfl2m4vq" target="_blank">MY JOURNEY FROM THE CHRISTIANITY OF AHLUL SUNNAH WAL JAMAAH TO THE ISLAM OF THE PROPHET </a> Download gratis PDF versi Indonesia:  <a href="http://www.box.net/shared/nxg61iyir8" target="_blank">PERJALANANKU DARI KRISTIANI AHLUL SUNNAH WAL JAMAAH MENUJU ISLAM YANG DIBAWA OLEH NABI</a> <strong>SARAN SERIUS:</strong></p>
<ol>
<li> Sebelum membaca buku ini sebaiknya baca dulu <a href="http://rosenqueencompany.wordpress.com/2007/04/15/distortion-and-conformity/" target="_blank">Distortion and Conformity</a>-nya Geddoe. Pendek dan berbahasa indonesia kok. Selain sebagai pemanasan dan pembuka wawasan, juga bisa memberi anda gambaran bagaimana caranya menyampaikan sesuatu dengan sopan :)</li>
<li>Membaca apapun, selalu gunakan otak dan kritis. Ikutilah anjuran Quran untuk tidak mengikuti kata orang begitu saja, jangan beriman buta dan selalu gunakan akal dan berpikir.</li>
</ol>
<hr /><strong>UPDATE </strong></p>
<ul>
<li><strong>090814:</strong> Berdasarkan penjelasan Mas Dewo <a href="http://guhpraset.co.cc/2009/08/10/perjalananku-dari-kristiani-ahlul-sunnah-wal-jamaah-menuju-islam-yang-dibawa-nabi/#comment-496">disini</a> dan <a href="http://guhpraset.co.cc/2009/08/10/perjalananku-dari-kristiani-ahlul-sunnah-wal-jamaah-menuju-islam-yang-dibawa-nabi/#comment-497">disini</a>, maka kata &#8220;Injil&#8221; saya coret semua. Katanya, bahkan umat Kristen pun sudah meninggalkan ajaran-ajaran dari kitab-kitab Yahudi itu.</li>
<li><strong>091027</strong>: Melengkapi info update sebelumnya, menurut Mas Dewo, bukan hanya Kristen yang sudah meninggalkan ajaran-ajaran suci tapi bengis itu, tapi Yahudi juga sudah :) Sekalian menambahkan link ke arah blog Pak Saim yang ternyata sudi <a href="http://guhpraset.co.cc/2009/08/10/perjalananku-dari-kristiani-ahlul-sunnah-wal-jamaah-menuju-islam-yang-dibawa-nabi/#comment-591">tersummon</a>.</li>
</ul>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?a=Ko88Na6ZCbQ:r1rlwJY2Ujg:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?a=Ko88Na6ZCbQ:r1rlwJY2Ujg:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?i=Ko88Na6ZCbQ:r1rlwJY2Ujg:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhprasetcocc/~4/Ko88Na6ZCbQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.co.cc/2009/08/10/perjalananku-dari-kristiani-ahlul-sunnah-wal-jamaah-menuju-islam-yang-dibawa-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/08/10/perjalananku-dari-kristiani-ahlul-sunnah-wal-jamaah-menuju-islam-yang-dibawa-nabi/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Memahami Pancasila</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/guhprasetcocc/~3/x2j2NLcLSg4/</link>
		<comments>http://guhpraset.co.cc/2009/08/01/memahami-pancasila/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 23:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[FB]]></category>
		<category><![CDATA[Kebinekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[pancasila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.co.cc/?p=628</guid>
		<description><![CDATA[1. Ketuhanan yang Maha Esa
Sila ini menyatakan bahwa Tuhan itu esa, tunggal, satu. Seakan kurang puas, masih ditambahkan kata &#8216;Maha&#8217; untuk menjelaskan kata &#8216;Esa&#8217;. Mungkin agar benar-benar jelas bahwa kebersamaan kita dalam Indonesia ini didasari keyakinan yang amat sangat bahwa Tuhan itu hanya ada satu. Maha tunggal.
Tuhan yang Maha Satu, Yang Maha Buwesar itu, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>1. Ketuhanan yang Maha Esa</h3>
<p>Sila ini menyatakan bahwa Tuhan itu esa, tunggal, satu. Seakan kurang puas, masih ditambahkan kata &#8216;Maha&#8217; untuk menjelaskan kata &#8216;Esa&#8217;. Mungkin agar benar-benar jelas bahwa kebersamaan kita dalam Indonesia ini didasari keyakinan yang amat sangat bahwa Tuhan itu hanya ada satu. Maha tunggal.</p>
<p>Tuhan yang Maha Satu, Yang Maha Buwesar itu, yang dengan rahmatNya negara Indonesia ini bisa berdiri, adalah Tuhannya semua orang di seluruh negeri.</p>
<p>Mengapa ke-Tauhid-an dianggap Maha penting sampai-sampai dijadikan sila pertama dalam Pancasila? Saya rasa itu untuk menyadarkan dan menghindarkan kita dari bertengkar soal Tuhan siapa yang paling benar. Agar tak berdebat soal Tuhan siapa yang paling hebat.</p>
<p>Apapun agamanya, Tuhannya sama, itu-itu juga. Jadi tidak perlu ribut, tak perlu saling paksa dalam urusan itu. Urusan ritual bertuhan, urusan agama biar dalam ranah pribadi masing-masing. Negara  menjamin dan melindungi kebebasan kita untuk itu.</p>
<p>Terhindar dari pertengkaran tentang konsep ke-Tuhan-an, maka kita semua, termasuk yang politheis, agnostik sampai yang atheis, bisa lebih fokus gotong royong untuk mewujudkan hal-hal yang lebih bermanfaat, yang sebenarnya juga sesuai dengan esensi perintah-perintah Tuhan, yaitu:</p>
<h3>2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab</h3>
<p>Adil dan Beradabnya kemanusiaan ini seperti apa? Menurut saya adalah keadilan dan keberadaban yang sesuai dengan perkembangan jaman. Tidak mematok harga mati. Tapi selalu membuka diri dan berkembang sejalan dengan berkembangnya manusia. Tidak menutup diri dari nilai-nilai keadilan dan keberadaban yang baru.</p>
<p>Sedikit contoh,</p>
<p>Dulu jika ada perempuan diperkosa, korban tidak akan bisa menuntut sang biadab yang melakukannya jika tidak mampu menghadirkan empat orang terpercaya yang menonton perkosaan tersebut. Dulu hal begitu sudah dianggap adil banget. Sekarang? Jelas dianggap tak adil dan biadab, karena akal manusia jaman sekarang sudah tercerahkan. Ternyata perempuan tidak sekedar barang jajahan. Ternyata dia juga manusia yang punya hak hidup yang sama. Perkembangan teknologipun menghadirkan cara-cara baru, visum sampai tes DNA bisa dilakukan sebagai pembuktian.</p>
<p>Dulu pelaku pencurian dipotong tangannya. Bayi perempuan dimutilasi klitorisnya. Bayi lelaki dikupas penisnya. Saat itu, prilaku macam itu dianggap beradab, sehat dan <em>relijiyus</em>. Sekarang? Makin banyak yang menganggapnya biadab. Manusia sekarang mulai menyadari akibat buruk dari mutilasi organ tubuh. Mulai menghargai ciptaan Tuhan. Kemajuan teknologi memudahkan manusia untuk meluaskan wawasan, membantu manusia terbebas dari iman yang membabi buta terhadap tradisi.</p>
<p>Berprikemanusiaan yang Adil dan Beradab disini tidak terbatas pada sesama orang Indonesia saja, tapi juga terhadap manusia manapun tanpa peduli latar belakangnya. Juga tak terbatas pada mahluk jenis manusia saja, tapi juga terhadap alam dan semua mahluk yang ada didalamnya.</p>
<p>Tentu banyak contoh lain yang lebih relevan. Yang jelas, dengan menghayati dan mengamalkan sila ini, siapapun bisa jadi rahmat untuk semesta.</p>
<h3>3. Persatuan Indonesia</h3>
<p>Siapapun yang merumuskan sila 3 ini pasti sangat menyadari bahwa Indonesia punya keberagaman yang luar biasa parah. Di negeri ini terdapat banyak sekali perbedaan budaya, bahasa, agama dan dalam begitu banyak hal lain. Mengedepankan ego masing-masing, kita bisa saja terus ribut dan berperang mempermasalahkan perbedaan-perbedaan itu.</p>
<p>Sila 3 ini jadi bukti, ternyata kita memilih untuk bersatu. Ternyata kita sudah cukup cerdas untuk memahami bahwa keberagaman adalah hal tak terhindarkan, lalu memilih untuk menjadikan perbedaan itu sebagai berkah, bukan serapah. Memilih untuk saling mengapresiasi perbedaan, bersatu dalam gotong royong mewujudkan ideal-ideal bersama yang dirangkum dalam Pancasila.</p>
<h3>4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.</h3>
<p>Dalam setiap organisasi, apalagi organisasi yang akan melakukan perjuangan bersama, selalu dibutuhkan pemimpin. Sejak sebelum jaman nabi pun sepertinya manusia telah menyadari ini. Sila ini mengisyaratkan kepemimpinan perwakilan. Demokrasi.</p>
<p>Demokrasi macam apa? Apakah Ala Amerika? Ala Soeharto? Ala Neolib? Ala Saudi? Eh.. yang terakhir itu bukan termasuk demokrasi ya :)</p>
<p>Harusnya demokrasi yang kita pakai adalah demokrasi Pancasila. Dimana gerak setiap perwakilan, setiap pertimbangan, setiap keputusan, semuanya sejalan dengan Pancasila.</p>
<h3>5. Keadilan Sosial bagi SELURUH Rakyat Indonesia</h3>
<p>Jika setiap warga melaksanakan 4 sila diatas, jika setiap pilihan hidupnya dijiwai Pancasila, pasti negara ini segera mencapai sebuah keadaan yang disebut dalam sila terakhir ini.</p>
<p>Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dimana yang menikmati keadilan sosial tidak sebatas rakyat yang dekat penguasa atau rakyat segelintir penguasa modal saja, tapi seluruh warga. Seluruh rakyat.</p>
<p>- &#8211; -</p>
<p>Poin-poin diatas dibuat berdasarkan pemahaman saya pada saat saya menulisnya. Sambil melirik <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pancasila_(politics)" target="_blank">wiki</a>. Walau begitu, saya tetap membuka diri terhadap pemahan baru, yang mungkin saja, sebagian akan berasal dari pemikiran anda. Ehm, memangnya pemahaman anda tentang Pancasila bagaimana?</p>
<p>Menurut anda, apakah prilaku pemerintah selama ini sudah sejalan dengan Pancasila, atau malah berlawanan? Adakah yang akan anda lakukan terkait hal itu?</p>
<hr /><a href="http://www.facebook.com/help.php?page=818">Diimpor</a> secara otomatis dari <a href="http://guhpraset.co.cc/">sini</a>.</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?a=x2j2NLcLSg4:YFDEcB0Qlqw:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?a=x2j2NLcLSg4:YFDEcB0Qlqw:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?i=x2j2NLcLSg4:YFDEcB0Qlqw:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhprasetcocc/~4/x2j2NLcLSg4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.co.cc/2009/08/01/memahami-pancasila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/08/01/memahami-pancasila/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Membungkam Seorang Atheis</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/guhprasetcocc/~3/1lDgHg1mA2A/</link>
		<comments>http://guhpraset.co.cc/2009/07/29/membungkam-seorang-atheis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 18:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[atheis]]></category>
		<category><![CDATA[theis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://guhpraset.co.cc/?p=621</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya, yang terjadi mirip seperti ini&#8230;
Kang Atheis (KA): Hey Theis, ngapain apa kamu nungging lima kali sehari demi menyenangkan tuhan? Capek-capek nungging, jidat item, padahal tuhan tidak pernah ada. Benar-benar sia-sia. Haha!
Bang Theis (BT): Ah, dasar kafir. Jika tuhan memang tidak ada, aku hanya rugi sebanyak 5x nungging tiap. Tapi kalau tuhan ada? Dengan 5x [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Biasanya, yang terjadi mirip seperti ini&#8230;</p>
<p style="padding-left: 30px;">Kang Atheis (KA): Hey Theis, ngapain apa kamu nungging lima kali sehari demi menyenangkan tuhan? Capek-capek nungging, jidat item, padahal tuhan tidak pernah ada. Benar-benar sia-sia. Haha!</p>
<p style="padding-left: 30px;">Bang Theis (BT): Ah, dasar kafir. Jika tuhan memang tidak ada, aku hanya rugi sebanyak 5x nungging tiap. Tapi kalau tuhan ada? Dengan 5x nungging saya masuk surga, sedangkan kamu hei kafir, seluruh hidupmu akan sia-sia, dan setelah mati nanti kau akan terbakar dalam neraka selamanya. Hahahaha!!</p>
<p>Skenario seperti diatas mungkin efektif untuk membungkam Kang Atheis. Jawaban sejenius itu akan membuat dia kehilangan selera untuk berdebat lebih lanjut.</p>
<p>Mungkin sambil menyingkir, Kang Atheis bingung, karena ternyata Bang Theis beribadah seperti orang berjudi. Atau mungkin, malah terinspirasi untuk ikut membuat agama baru yang mengganti ritual nungging dengan &#8220;harus transfer uang sekian persen dari pendapatan atau digoreng di neraka selamanya.&#8221;</p>
<p>Ini terlalu beresiko. Cara membungkam seperti itu tidak hanya membuat aksi Bang Theis jadi tampak kurang suci (karena seperti sedang berjudi), tapi juga bisa menciptakan ancaman dari agama baru, jika ternyata si Atheis terinpirasi untuk membuat agama yang lebih komersil, dan berhasil mencari umat.</p>
<p>Berikut ini skenario lain yang saya rasa lebih aman untuk mengatasi pertanyaan/pelecehan dari Kang Atheis.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Kang Atheis (KA) : &#8230;..(pembukaan penuh pelecehan)&#8230; Tuhan itu tidak ada! Haha!</p>
<p style="padding-left: 30px;">Bang Theis (BT) : Ah, saudaraku Kang Atheis. Apa maksudmu? Tuhan seperti apa yang kau maksud?</p>
<p style="padding-left: 30px;">KA : Ya Tuhan yang sedang kau sembah itu! Yang Maha ini itu, bla bla blah &#8230; (menjelaskan konsepnya tentang sifat-sifat tuhan).</p>
<p style="padding-left: 30px;">BT: Oooh&#8230; Sekarang tutup matamu. Saat kau menceritakan Tuhan seperti yang barusan itu, pasti sambil membayangkanNya kan? Darimana bayangan yang sedang kau ceritakan itu berasal? Dari dalam kepalamu kan? Dari pikiranmu kan?</p>
<p style="padding-left: 30px;">KA: Eh&#8230; Iya sih.. Trus kenapa?</p>
<p style="padding-left: 30px;">BT: Welcome to the club! Tuhan itu ADA. Mungkin kamu tidak mengakuinya. Tapi jelas Dia ada dalam kepalamu, dalam pikiranmu. Hahaha!</p>
<p style="padding-left: 30px;">KA: Hei, tunggu dulu&#8230;!</p>
<p style="padding-left: 30px;">BT: Biarkan saya selesai bicara. Dengarkan. Sebenarnya kamu sama saja dengan kami. Sama-sama mengakui adanya Tuhan. Malah kamu justru jauh lebih sopan dibanding sebagian dari kami.</p>
<p style="padding-left: 30px;">KA: Lho, maksudnya?</p>
<p style="padding-left: 30px;">BT: Coba perhatikan, diantara kami yang meyakini adanya Tuhan, sebenarnya juga belum sepakat dimana dan bagaimana dia sesungguhnya. Ada yang sekadar menganggapnya begitu jauh, lalu berdoa dengan tengadah menghadap langit, bahkan saat berada dalam ruangan. Ada pula menganggapnya tuli, jadi berdoapun harus dengan pengeras suara yang volumenya distel maksimal sampai tetangga sekitar terancam tuli. Ada yang menganggapnya hanya bisa dijangkau melalui calo, lalu mulai komunikasi (satu arah) melalui calo-calo yang tidak gratis. Ada pula yang menganggapnya sekedar tukang cuci dosa, mereka berdoa disaat merasa perlu mencuci dosa, lalu setelahnya langsung kembali berbuat jahat. Yang mengerikan, banyak juga yang menganggapnya Maha Bengis dan menyukai aksi peledakan diri, lalu menjadi teroris dan membunuhi orang-orang.</p>
<p style="padding-left: 30px;">KA: *garuk-garuk* Arahnya kemana ini pembicaraan?</p>
<p style="padding-left: 30px;">BT: Nah, dibandingkan sekian banyak anggapan para Theis terhadap Tuhan, bisa-bisanya kau bangga dengan hanya mengatakannya TIDAK ADA diluar sana, tapi ADA dalam kepalamu? Hahahaha&#8230; Itu masih terlalu sopan bung! Sangat-sangat terlalu sopan. Sudah, pergi sana, tidak usah meributkan hal-hal yang tidak penting.</p>
<p>Silakan bayangkan apa yang akan terjadi dengan Kang Atheis. Tidak hanya terbungkam dan menyingkir. Mungkin dia juga akan gelisah dan berkeringat dingin, karena Tuhan yang selama ini disangkalnya dengan jumawa, ternyata telah lama nongkrong dan bersarang dalam kepalanya.</p>
<p>Begitulah.</p>
<p>Ada skenario yang lain lagi? Mungkin yang lebih mendamaikan suasana. Dan lebih efektif untuk membungkam para atheis lain yang mungkin agak lebih kritis.</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?a=1lDgHg1mA2A:MsRjoi5bqZ8:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?a=1lDgHg1mA2A:MsRjoi5bqZ8:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhprasetcocc?i=1lDgHg1mA2A:MsRjoi5bqZ8:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhprasetcocc/~4/1lDgHg1mA2A" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://guhpraset.co.cc/2009/07/29/membungkam-seorang-atheis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/07/29/membungkam-seorang-atheis/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss><!-- Dynamic page generated in 0.310 seconds. --><!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2009-11-10 12:32:31 -->
