<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>Reza Ariefanda Blog</title><link>http://za-geblek.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/GeblekModeOn" /><description></description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</managingEditor><lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 09:23:36 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">93</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info uri="geblekmodeon" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle></itunes:subtitle><item><title>She Has Indefinitely Love Which Still I Need</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/HWO8Ni-MdQ4/she-has-indefinitely-love.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Thu, 22 Dec 2011 12:45:15 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-3397701123003870223</guid><description>Hmmm, 2 hari lagi, tanggal 22, sekiranya tanggal itu mungkin akan heboh sama hari ibu ya. Saya sendiri ndak pernah mengucapkan “selamat hari ibu” ke ibu saya setiap tanggal 22. Saya menggantinya dengan ucapan “i love you, mom” setiap waktu baik secara langsung ataupun hanya terselipkan dalam doa, karena sadar kasih ibu ndak akan bisa diukur hanya dengan 1 hari saja dalam tiap tahunnya. Ucapan tersebut juga ndak cukup cuma ucapan. Dan dengan ini saya ndak akan bercuap di twitter pas tanggal 22 nanti, saya cukup menulis ini, karena tulisan ini saya yakin akan terus di sini ndak akan kemana-mana, dan kemungkinan untuk dibaca oleh ibu lebih besar ketimbang saya bercuap di twitter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini, memang ndak bisa dipungkiri kepribadian saya beserta adik dan kakak saya, sangat dominan dipengaruhi oleh peran ibu. Siapa yang pertama kali melindungi saya ketika ayah marah besar kepada saya? Jelas jawabannya ibu. Masih ingat siapa yang mengantar saya untuk pertama kali memasuki Taman Kanak-kanak? Jawabannya jelas ibu juga. Dalam hal kecil, jelas masih teringat juga di memori otak saya, waktu saya masih balita, ibu rela ndak tidur tengah malam cuma untuk menjaga anaknya ini dari nyamuk. Iya, dari kecil kulit saya memang sensitif jika digaruk. Dari itu saya menarik benang putihnya bahwa ibu juga akan senantiasa melindungi saya dengan caranya sendiri, dengan cara lembut dan tanpa emosi, dengan cara yang berbeda dengan ayah. Sangat begitu terasa ketika ibu melepas saya untuk tinggal jauh (bilang saja jauh ya, meski cuma Probolinggo – Malang) darinya ketika saya mulai menempuh pendidikan S1 saya di Malang. Masih ingat betapa harunya ibu pas itu, seakan ndak rela terus berbisik “kamu hati-hati ya mas, ndak usah macam-macam di kota orang”, hampir 5 kali lebih kata-kata itu terucap pas itu hanya dalam kurun waktu ndak lebih dari 24 jam. Saya tau, ibu saat itu ndak rela tugasnya untuk menjaga anaknya ini perlahan akan berakhir, pada waktunya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sering juga beberapa kali pertanyaan muncul, apa saya diberi ASI eksklusif pas kecil dulu? Lah kok masa pertumbuhannya ndak begitu ideal? Okeh, semuanya akan saya buka di sini. ASI eksklusif jelas uda diberikan ibu pas saya bayi dulu, banyak bukti cerita autentik yang saya terima yang dapat saya percaya. Bahkan untuk menyambung ASI eksklusif tersebut, saya masih menerima asupan susu rutin (susu Sustagen kala itu, saya masih ingat) hingga saya memasuki kelas 1 SD, meski tau saya ndak suka susu ibu tetep berusaha memaksa saya. Mengenai pertumbuhan saya yang dibilang ndak ideal, mungkin lebih disebabkan oleh penyakit yang uda harus saya terima semenjak saya lahir, orang-orang terdekat saya pasti tau hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski saya sebagai anak laki-lakinya, bukan berarti saya ndak dekat sama ibu, masih kental ikatan batin itu. Ibu seakan punya sinyal di belahan bumi manapun saya berada. Ibu selalu tau saat saya senang dan saat saya begitu terpuruk tanpa beliau bertanya sebelumnya kepada saya. Beberapa kali terbukti, saya percaya itu. Sampai suatu saat saya putus sama pacar pun ibu tau duluan, meski saat itu saya sama pacar uda janjian menutup rapat masalah tersebut dan ketika beliau nelpon pas itu posisi saya masih berada di Jakarta, tapi beliau ndak tau kalo saya lagi di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ada yang bilang ibu saya itu norak, saya akui iya. Tapi dibalik kenorakkannya, sebagai anak, saya sadar betul apa yang dilakukan ibu tersebut semata untuk menghibur dan mencairkan suasana dalam keluarga ini. Ibu dengan usaha kenorakkannya tersebut terbersit jika beliau ndak mau terliat beban berat yang beliau pikul, seberapa besar penderitaan beliau, bahkan di saat beliau sedang sakit sekalipun. Dan saya cukup bangga dengan kenorakkan ibu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga detik ini masih banyak sekiranya petuah-petuah ibu yang masih sangat saya butuhkan. Petuah yang membentuk idealisme tersendiri buat saya sendiri. Kelak, ibu dari anak-anak saya sendaknya seperti ibu saya sendiri, ya meski itu sulit karena ibu saya sendiri uda sangat begitu sempurna di mata saya. Ibu, saya masih butuh engkau untuk menyeleksi calon ibu dari anak-anakku kelak, karena engkau ndak akan pernah salah dalam menilai hal ini…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-3397701123003870223?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-23T03:45:15.375+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2011/12/she-has-indefinitely-love.html</feedburner:origLink></item><item><title>Malang, Are You Ready For 2nd Open Mic Stand Up Comedy?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/Yb9ynm8h1sw/malang-are-you-ready-for-2nd-open-mic.html</link><category>stand up comedy</category><category>event schedule</category><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Thu, 22 Dec 2011 11:17:54 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-816027469596969523</guid><description>Hallo hallo hallo Malang,&lt;br /&gt;Sukses dengan 1st open mic ternyata tardir bakal mempertemukan kita lagi nih sama comic-comic&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-yA4Tp1CoYJk/Tuwd536Q_yI/AAAAAAAAAMY/ZqDPrK5r5Ds/s1600/Backup_of_Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 125px; height: 125px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-yA4Tp1CoYJk/Tuwd536Q_yI/AAAAAAAAAMY/ZqDPrK5r5Ds/s200/Backup_of_Untitled-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686953309560176418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; yang ada di Malang, Stand Up Malang uda nyiapin 2nd open mic tuh. Atau bagi teman-teman yang belum pernah liat aksi comic-comic Malang pas 1st open mic bisa juga ikutan nimbrung sama kita. Flashback, &lt;a href="http://za-geblek.blogspot.com/2011/10/my-1st-open-mic-stand-up-comedy.html"&gt;pada 1st open mic lalu seru banget loh&lt;/a&gt;, venue Ria Djenaka aja sampai overload. Atau masih ndak &lt;a href="http://za-geblek.blogspot.com/2011/10/stand-up-comedy-hadir-di-malang-ayey.html"&gt;apa itu stand up comedy&lt;/a&gt;? Jangan khawatir, meski stand up comedy bisa dikata lawakan dengan strata teratas dan lebih cerdas ketimbang lawakan lainnya, pasti apa yang comic-comic Malang sampaikan akan mudah dimengerti kok. Hadir aja dulu nanti kita bakal ketawa bareng, lupakan sedih, gundah, galau, dan gelisah. Ini nih info lengkapnya...&lt;br /&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;b&gt;Waktu &lt;/b&gt;: Jumat, 16 Desember 2011, 18.30 – 23:00 WIB&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lokasi  &lt;/b&gt;  : Ria Djenaka, Jalan Bandung, Malang&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Deskripsi&lt;/b&gt; : Bagi temen-temen yang merasa kurang terhibur dengan  hiburan yang ada,  let’s LAUGH with us. Acara ini ndak dipungut biaya,  cukup datang aja ke  Ria Djenaka.  Eh iya perlu diingat juga, tempat terbatas, hanya untuk 80 pengunjung loh :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk booking seat langsung hubungi Ria Djenaka mulai jam 19.00. call 0341-551003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang mau tampil open mic bisa hubungi Hanif Falah, call 085265862692 atau mention twitter ke &lt;a href="http://twitter.com/haniffalah"&gt;@haniffalah &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu penjelasan lebih lengkap? bisa mention ke twitter &lt;a href="http://twitter.com/StandUp_MLG"&gt;@StandUp_MLG&lt;/a&gt; atau langsung ke twitter saya &lt;a href="http://twitter.com/rezariefanda"&gt;@rezariefanda &lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;Mari bersama-sama memajukan dan menyebarkan stand up comedy di Kota Malang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;UPDATE!!! ADA PERGANTIAN JADWAL!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Waktu : Minggu, 18 Desember 2011, 18.30 – 23:00 WIB&lt;br /&gt;Lokasi    : Ria Djenaka, Jalan Bandung, Malang (last confirmed, 80 seats full booked)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;UPDATE!!! DAFTAR LINE UP! *sudah sesuai urutan*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1) Daniel Aryz, 2) Joe, 3) Arie Satria, 4) Rhama Momon, 5) Permata Arsy, 6) Reza Ariefanda, 7) Firstyo Marsha, 8) Hanif Falah, 9) Tyok Aditya, 10) Mia Asyathri, 11) Eka Apristian, 12) Ari, 13) Yuda Wicaksono, 14) Aloysius Prasetyo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-816027469596969523?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-23T02:17:54.158+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-yA4Tp1CoYJk/Tuwd536Q_yI/AAAAAAAAAMY/ZqDPrK5r5Ds/s72-c/Backup_of_Untitled-1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2011/12/malang-are-you-ready-for-2nd-open-mic.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kopdar Komunitas Jajal Grand Food Court Malang</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/u1oefEV4A-o/kopdar-komunitas-jajal-grand-food-court.html</link><category>event</category><category>culinary</category><category>review</category><category>bloggerngalam</category><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Tue, 06 Dec 2011 05:38:09 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-5428294747171766331</guid><description>Malam 1 Desember, saya berkesempatan ikut memenuhi undangan dari &lt;a href="http://grandfoodcourt.com/"&gt;Grand Food Court&lt;/a&gt;&lt;a href="http://grandfoodcourt.com/"&gt; (GFC)&lt;/a&gt; yang berupa voucher yang diserahkan kepada teman-teman komunitas &lt;a href="http://bloggerngalam.com/"&gt;Blogger Ngalam&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://twitter.com/malangkuliner"&gt;Malang Kuliner&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://twitter.com/koparema"&gt;Koparema&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://www.kaskus.us/forumdisplay.php?f=133"&gt;Kaskus Regional Malang&lt;/a&gt;. Setelah beberes kerjaan kelar di kampus dan setelah sholat Maghrib, dengan cuma berbekal badan yang lusuh ini saya pun sesegera menuju Grand Food Court, yang berada di Jalan A. Yani 9 itu. Dari luar bangunan aja uda mentereng megah wah banget...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenant kulinernya berbagai macam di sini, yang jelas tenant yang hadir di sini merupakan kuliner top pilihan yang ada di Malang, udah ndak begitu asing. Soto Daging Gubeng Pojok, dari dulu emang selalu jadi salah satu rujukan soto pas jaman-jaman di Surabaya dulu. Bakmi Gajahmada, udah jadi favorit saya pas masih belum menetap di Malang kalau lagi bertandang ke Malang. Tahu Campur Pak Iwan dan Tahu Campur Jeng Anis pas jaman awal kuliah pacarannya sering mampir ke tempat itu, sekarang uda ndak karena trauma. Ayam Goreng Tenes, ndak usah ditanya yang jelas juga enak, dulu tiap kali sama keluarganya pacar kalau makan mesti ke sini, sekarang udah ndak karena agak trauma. Tiap ada tamu dari luar ke Malang yang biasanya pengen makan sate selalu merapatnya ke Sate dan Gule Kambing Bang Saleh ataupun Sate Ayam Pak Siboen. Sebagai penggemar jajanan pasar seperti puthu, cenil, lopis, dan sebangsanya cupu banget lah kalau belum pernah nyoba Puthu Lanang, tapi sekarang saya sendiri uda jarang ke sana, karena dihitung-hitung tempatnya jauh juga dari tempat saya. Selain itu di Grand Food Court ini juga ada Bakso Presiden, Rawon Tessy, Bebek HT, Warung Khas Jawa, Oriental Food Pak Tulis, Lumpia MT, Gado-Gado Pak Wito, Warung Bali Bu Ketut. Nah berarti dengan adanya GFC ini, saya ndak perlu trauma lagi, ndak perlu bingung lagi nyari tempat makan kalau ada tamu ke Malang, ndak perlu pakai debat lagi karena beda selera kalau mau nyari tempat makan sama teman, semuanya bisa terpenuhi di GFC ini, insyaallah. Soal harga? Tak liat-liat seh ndak terlalu mahal ya, cuma selisih sedikit aja sama lapak di tempat aslinya... *sampai segitunya ngafal harga*&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
Semua menu uda dibahas, sekarang bingung kan, pas uda ke sini mau mesen apa. Karena udah dibilang semua yang ada di sini itu asli, rasanya dijamin sama seperti di lapak asalnya, dan ndak cuma sama namanya aja, saya kali ini mau mesen yang belum pernah saya coba, yaitu yang ada di Warung Bali Bu Ketut. Mesen ayam betutu, ya meski udah biasa ngerasain nasi ayam betutu tapi belum pernah sama sekali ngerasain nasi ayam betutu-nya Warung Bali Bu Ketut. Namun apa daya keinginan saya ndak tercapai (ceileh), nasi ayam betutunya lagi ndak ada. Alhasil saya ganti mesen sate ayam + lontong.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Selesai mesen, nunggu pesenan datang, liat-liat sekeliling GFC sambil ngobrol bahas acara Bloggerngalam ke depannya. Sepengamatan saya sih GFC uda cukup begitu wah ya, deretan kursi yang minimalis tertata rapi, pencahayaan yang uda cukup terang benderang, bersih tempatnya, berAC, dan ada juga khusus smoking area-nya. Tapi kayaknya bakal lebih oke lagi kalau ada dekorasi lagi seperti lukisan di dinding yang mungkin bisa mempercantik ruangan. Ada lagi, entah karena emang konsepnya gini atau gimana, saya ndak menemukan colokan, kalau adapun sangat jauh dari jangkauan, itupun cuma 2 kalau ndak salah. Ya ndak apa sih, kebetulan aja pas ke sana hp saya lagi mati. Ya kali aja mungkin nanti ada tamu dari luar kota, dari perjalanan jauh, terus hp-nya juga lagi lowbat pas juga kebetulan mampir istirahat dan cari makan di GFC. Oiya, karena di Malang uda banyak fans klub bola tuh, lebih asik lagi kalau ada LCD proyektor yg gede buat sewaktu-waktu nonton bareng, kalau ada 2 fans klub yang punya base yang massa-nya banyak biar ndak susah cari tempat lagi buat nyatuinnya. Di tengah asik ngobrol setelah menunggu lama, pesanan sate ayam nemplok juga di meja, tapi belum ada lontongnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-CMJYjrPWMyQ/Tt2eyXgHrYI/AAAAAAAAAKw/jIQkcgtHBhc/s1600/IMG_1385i.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682872892950818178" src="http://4.bp.blogspot.com/-CMJYjrPWMyQ/Tt2eyXgHrYI/AAAAAAAAAKw/jIQkcgtHBhc/s320/IMG_1385i.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 214px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Karena lontongnya belum ada, saya pun lanjut ngobrol sama teman-teman dari Blogger Ngalam, Malang Kuliner, Koparema, dan Kaskus Regional Malang. Menungggu 45 menit, si lontong belum datang juga, lebih menyakitkan nahan lapar gegara lontong belum datang ternyata daripada nunggu kepastian jawaban cinta dari gebetan. Menunggu lagi, 5 menit kemudian mbak waitress-nya nyamperin ke meja dan bilang kalau lontongnya habis, patah hati deh ya, namun saya berusaha mengumpulkan hati yang uda tercecer mengikhlaskan mengganti lontong dengan nasi. Ini bukan saya selingkuh dan ndak cinta lagi sama lontong, tapi karena saya uda ditolak sama si lontong. Si nasi ternyata juga enggan member kepastian, nasib saya digantung, 15 menit ndak kunjung datang. Uda galau aja digantung gini. Alhamdulillah si nasi memberikan jawaban 5 menit kemudian atau tet pukul 9, ndak tanggung-tanggung sih sampai ada 3 porsi nasi yang menawarkan diri ke meja, woi kelebihan woi, saya ndak mau serakah, saya cukup mau 1 aja.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-L3RqJUdGE7Q/Tt2ezGSz-OI/AAAAAAAAAK8/DKicAz8hbBo/s1600/DSC06026i.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682872905511467234" src="http://3.bp.blogspot.com/-L3RqJUdGE7Q/Tt2ezGSz-OI/AAAAAAAAAK8/DKicAz8hbBo/s320/DSC06026i.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Fy3yZNwY-Uw/Tt2eyMc9YTI/AAAAAAAAAKk/vzNr1PXxHX4/s1600/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682872889984770354" src="http://1.bp.blogspot.com/-Fy3yZNwY-Uw/Tt2eyMc9YTI/AAAAAAAAAKk/vzNr1PXxHX4/s320/Untitled-1.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 214px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ya saya sih ndak apa, cukup memaklumi adanya order yang lama, pesenan yang salah, komunikasi antar waitress yang mungkin masih perlu ditingkatkan lagi karena kan emang GFC baru aja soft opening. Hal itu juga uda diakui sama manajer GFC sendiri yang juga menyempatkan menghampiri kami. Malah sebenarnya saya dan teman-teman yang mengucapkan terimakasih uda diundang dan diberi kesempatan untuk menikmati servis dari GFC. Terimakasih, setidaknya saya ndak menyesal untuk mengcancel &lt;a href="http://yfrog.com/gyx425j"&gt;ini&lt;/a&gt;...&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;*photo courtessy by &lt;a href="http://twitter.com/FleurFlauga"&gt;&lt;span class="camera"&gt;@FleurFlauga&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-5428294747171766331?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-06T20:38:09.313+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-CMJYjrPWMyQ/Tt2eyXgHrYI/AAAAAAAAAKw/jIQkcgtHBhc/s72-c/IMG_1385i.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2011/12/kopdar-komunitas-jajal-grand-food-court.html</feedburner:origLink></item><item><title>Workshop Raditya Dika di FEB UB</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/FdhqvwJi1fs/workshop-raditya-dika-di-feb-ub.html</link><category>event</category><category>review</category><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Fri, 02 Dec 2011 12:44:20 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-2951530361448365039</guid><description>Info terdengar samar memang kalau Raditya Dika ada di Malang tanggal 1 Desember ini. Saya sendiri pun sebenarnya juga ndak tau, sebelum Raditya Dika sendiri ngetweet &lt;a href="https://mobile.twitter.com/radityadika/status/141196888564170754"&gt;ini&lt;/a&gt; 3 hari sebelum ke Malang, itupun tweetnya kalau ndak salah pas tengah malam. Ya emang pas itu saya lagi ndak ada di Malang, tapi akhirnya karena workshopnya workshop mengenai stand up comedy iseng juga ikut &lt;a href="https://mobile.twitter.com/tuctime/status/141133091983986688"&gt;kuisnya TucTime via twitter&lt;/a&gt; yang hadiahnya tiket gratis workshop Raditya Dika di UB dan &lt;a href="https://mobile.twitter.com/tuctime/status/141495559616872448"&gt;alhamdulillah menang&lt;/a&gt;. Kaget juga pas dikasih tau kalau workshopnya diadakan di Aula  Gedung D Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), secara itu tempatnya ndak terlalu luas, kira-kira kapasitas ndak lebih dari 250 orang. Beberapa saat kemudian, eh banyak teman-teman saya yang notabene kuliah di UB malah ndak tau info workshop ini, dan taunya pas tiket uda sold out. Usut punya usut ternyata emang ndak ada publikasi di kampus UB, cuma ada di beberapa titik saja di Kota Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Kamis pagi (1/12) langsung meluncur ke FEB UB, pagi karena saya masih ada perlu pribadi sama dosen di Gedung A FEB. Sesuai jadwal pukul 9, pukul 9 lebih 10 menit saya nyoba ngecek naik ke Aula Gedung D FEB, keadaan ndak terlalu kondusif, ratusan orang masih antri registrasi dan belum masuk aula. Melipir lah saya kembali turun dan meninggalkan Gedung D FEB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 10 kurang 10 menit saya nyoba lagi naik ke Aula Gedung D FEB, kondisi udah kondusif, saya pun registrasi. Masuk ke aula, eh ketemu sama teman, si &lt;a href="http://twitter.com/rendinetral"&gt;Rendi Suseno&lt;/a&gt;, yang katanya lagi diajak nemenin temannya yang jadi LO. Ndak jadi ambil duduk, enakan ngobrol sendiri sambil berdiri di belakang. Pukul 10 pas, Raditya Dika yang ditunggu sekitar 160an orang ini muncul juga. Seperti biasa, tampilannya kusam abis, semacam kayak belum mandi gitu lah. Di awal, Raditya Dika menyapa penonton dengan memainkan lawakan stand up-nya seperti biasa, beberapa kali sukses membuat ngakak secara ndak wajar. Di tengah, baru menyisipi beberapa materi tips mengenai bagaimana membawakan suatu stand up comedy dan bagaimana sebaiknya memulai menjadi comic stand up comedy, sampai menarik 3 penonton ke panggung untuk dibantu misalnya untuk mencari bahan lawakan. Setelah materi disampaikan dilanjutkan sesi tanya jawab, yang juga masih berlangsung wajar beberapa pertanyaan yang diajukan. Sesi terakhir baru Raditya Dika dan 160an penonton foto bareng. Foto bareng dibagi tiap deret kursi, 1 deret terdapat 11 orang. Pukul 11 acara ditutup, beberapa penonton terlihat masih belum puas sama acara yang berlangsung cuma 1 jam ini.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-uKgy2mjFH98/Ttko63nI_zI/AAAAAAAAAKM/Q89e57JTIEg/s1600/DSC06019i.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-uKgy2mjFH98/Ttko63nI_zI/AAAAAAAAAKM/Q89e57JTIEg/s320/DSC06019i.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681617396730232626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-YREIAk1gmNI/Ttko65LhFEI/AAAAAAAAAKU/Hpjn4a4rpMM/s1600/381759_249726801755446_183921731669287_726534_899307274_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-YREIAk1gmNI/Ttko65LhFEI/AAAAAAAAAKU/Hpjn4a4rpMM/s320/381759_249726801755446_183921731669287_726534_899307274_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681617397151241282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yap wajar sekiranya kalau banyak yang ndak puas. Saya sendiri juga merasakan. Materi dan lawakan yang dibawakan oleh Raditya Dika ndak jauh beda alias sama seperti apa yang udah pernah dibawakannya pas ke Malang sebelum-sebelumnya. Saking agak bosennya, selama acara saya malah ngobrol sendiri sama LO-nya di deretan paling belakang sambil nendes kombet. Atau mungkin emang saya yang terlalu berlebihan sampai udah pernah mengikuti segala talkshow Raditya Dika sebanyak 9 kali dalam perjalanan hidup saya. Ndak bisa menyalahkan juga sih, karena emang materi lawakan yang akan dibawakan biasanya emang susah untuk keluar dari materi yang pernah dibawakan sebelumnya. Paling ndak, saya udah mendapat ilmu stand up comedy dari Raditya Dika lebih hari ini...&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 8);ButtonMouseDown(this);" class="" style="display: block;" id="formatbar_CreateLink" title="Tautan"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-2951530361448365039?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-03T03:44:20.846+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-uKgy2mjFH98/Ttko63nI_zI/AAAAAAAAAKM/Q89e57JTIEg/s72-c/DSC06019i.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2011/12/workshop-raditya-dika-di-feb-ub.html</feedburner:origLink></item><item><title>1st Open Mic Stand Up Comedy Malang, My 1st Open Mic Too</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/SiMlu4e0UXQ/my-1st-open-mic-stand-up-comedy.html</link><category>event</category><category>stand up comedy</category><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Sat, 10 Dec 2011 04:09:04 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-2979247800832381580</guid><description>Huahhahha, speechless. Baru saja nekat-nekatan nyoba open mic stand up comedy, open mic pertama kalinya di Kota Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa sebelumnya saya menyiapkan materi. Untuk pemula, ternyata susah juga mencari ide materi meski sebenarnya banyak yang dapat dijadikan materi. Salah satu jalan untuk mencari ide bisa dilakukan dengan observasi, apa yang dapat diamati yang sekiranya menimbulkan beberapa pertanyaan dan membuat diri gelisah dengan keadaan tersebut. Ambil saja obyek yang dekat dulu dan yang paling mudah, sedang gelisah sama kekurangan di diri sendiri seperti saya yang punya postur pendek, bisa mengeksplorasi hal tersebut untuk dijadikan materi seperti bagaimana jika punya pacar yang lebih tinggi, bagaimana ketika dianggap masih anak-anak sama orangtua pacar, bagaimana kependekan tersebut ternyata bermanfaat ketika mengantri sembako, bagaimana jika pas duduk sambil nyetir mobil dikira polisi nyetirnya sambil ndlosor tidur, dan lain sebagainya. Materi juga bisa didapat dari observasi kebiasaan orang, iklan, film, keadaan di tempat umum, kebijakan politik pemerintahan, dan banyak lagi yang lainnya. Manfaatkan momen terbaik (momen galau) untuk menentukan obyek sekiranya itu cukup membantu, misalnya pas melamun, kalau saya sih biasanya pas lagi di bus dan malam sebelum tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menemukan materi, sebaiknya segera &lt;a href="http://yfrog.com/j2gcs7j"&gt;tulis poinnya di coret-coretan&lt;/a&gt; biar ndak lupa pas mau ngembangin lawakannya, pas nyusun set up (bagian yang ndak lucu) dan punchline-nya (bagian yang lucu). Setup dan punchline bisa dibilang nyawanya dari materi stand up comedy. Punchline dari sebuah materi (di sini masih dalam setupnya) bisa didapat asal kita cerdik dan kreatif mencari bagian mana yang dapat dilucukan dan akan dilucukan seperti apa. Contoh...&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;biasanya cewek kalau pacaran itu minta dirangkul sama cowoknya, katanya sih biar si cewek merasa aman, tentram, dan romantis katanya, di mall sering kita&lt;/span&gt;" sebagai setup&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;itu jadi petaka jika cowok punya pacar yg jauh lebih tinggi darinya, mau merangkul pundak gimana cara lah wong ndak nyampai, mau merangkul pinggangnya malah nanti dikira megang bawahnya pinggang&lt;/span&gt;" sebagai punchline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ndak cukup sampai di situ, ternyata masih ada hal lain yang kudu diperhatikan lagi. Untuk comic (comedian mic, sebutan orang yang tampil stand up comedy) pemula seperti saya tentunya akan membuat sedikit-sedikit pengen ke kamar mandi ketika mau open mic pertama kalinya di hadapan penonton, penonton yang mungkin punya ekspektasi besar ingin melihat tontonan yang menghibur yang tak peduli kalau yang mau open mic ini sebenarnya masih amatiran. Pas di Ria Djenaka, untuk open mic Stand Up Comedy Malang pertama kalinya, saya juga ndak nyangka penonton sebegitu banyaknya, seluruh kursi full booked sampai ada yang ndlosor-ndlosor juga, padahal lineup comic yang mau tampil 90an% (baca 9 dari 10 comic) merupakan comic yang baru pertama kali tampil juga, mereka semua (termasuk saya) mengaku yang penting berani tampil dulu, lucu kemudian. Apapun meski sering ngomong langsung di depan publik, grogi ternyata tetep berlaku buat saya, apalagi ternyata mendapati tampil di awal acara. Beneran aja begitu naik ke panggung, kaki reflek gemeteran juga, tangan dingin sedingin dinginnya padahal ndak bawa es batu, tatapan langsung tertunduk suram beberapa detik pas liat ratusan pasang mata penonton yang memadati Ria Djenaka tertuju ke arah saya, alamak. Beberapa detik langsung nyoba memburamkan penglihatan, di awal sebisa mungkin menganggap sebenarnya ndak ada penonton di depan,  cukup fokuskan ke materi. Begitu uda nangkep ke materinya, alhamdulillah ternyata bisa lancar juga hingga akhir. Tapi ternyata ndak semua materi stand up yang uda disusun dicatet sedemikian rupa, belum bisa sepenuhnya saya eksekusi dengan baik, bahkan beberapa materi juga lupa ndak dieksekusi. Ternyata juga terlalu banyak materi, terlalu susah untuk mau mengeksekusi yang mana, efeknya bakal susah juga naruh klimaksnya di mananya. Ya ndak apa, ndak usah teralu dipaksa semuanya dieksekusi juga, melihat penonton ikut tertawa itupun uda alhamdulillah. Tapi ketika emang sulit membawa penonton tertawa karena emang materinya ndak lucu, ya bisa sih tricky aja sambil lugu ngomong "yah ndak ada yang lucu ya? yang ini ndak lucu, gagal, coret", kejujuran seperti itu terkadang malah bisa dimaklumi penonton dan penonton malah bisa tertawa. Ya harap maklum saja ya kakak, itu untuk pertama kalinya kakak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-KlkPF19VGEI/TtiCwm9d2BI/AAAAAAAAAJ0/XrGlO-3mhoc/s1600/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-KlkPF19VGEI/TtiCwm9d2BI/AAAAAAAAAJ0/XrGlO-3mhoc/s320/Untitled-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681434701531568146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ya seperti itulah gambaran open mic Stand Up Comedy Malang pertama kalinya, open mic saya pertama kalinya, teman-teman yang ada di Malang. Malam 23 Oktober 2011 yang begitu istimewa, awal dari sejarah stand up comedy dan para comic di Kota Malang. Yang ndak sempat datang dan menonton kegilaan para comic Malang, nantikan saja open mic selanjutnya dengan follow twitter &lt;a href="http://twitter.com/StandUp_MLG"&gt;@StandUp_MLG&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-MMAXuwfLcVc/TtiCw4W1ILI/AAAAAAAAAKA/w3xfR9v9X8E/s1600/DSC05529i.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-MMAXuwfLcVc/TtiCw4W1ILI/AAAAAAAAAKA/w3xfR9v9X8E/s320/DSC05529i.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681434706201354418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;saya, admin Stand Up Malang, dan Reggy Hasibuan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-2979247800832381580?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-10T19:09:04.318+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-KlkPF19VGEI/TtiCwm9d2BI/AAAAAAAAAJ0/XrGlO-3mhoc/s72-c/Untitled-1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2011/10/my-1st-open-mic-stand-up-comedy.html</feedburner:origLink></item><item><title>Stand Up Comedy Hadir di Malang, ayey!</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/0t8CixI-REU/stand-up-comedy-hadir-di-malang-ayey.html</link><category>stand up comedy</category><category>event schedule</category><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Fri, 02 Dec 2011 12:39:24 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-8144959640040251754</guid><description>Masih sedikit asing ya sama istilah stand up comedy? Gampangnya stand up   comedy itu merupakan salah 1 komedi dimana hanya ada 1 orang pelakon   komedi, yang disebut comic, yang melawak langsung di atas panggung di  hadapan para penonton,  semacam monolog gitu. Karena cuma sendirian,  jadi stand up comedy menuntut comic untuk memiliki materi joke yang  harus benar-benar dikuasainya. Karakteristik dan orientasi comicnya pun  juga bermacam-macam, seperti political comic, observation comic, props  comic, phisical comic, character comic, improvisionalist comic, dan  impressionist comic. Stand up comedy sebenarnya berasal dari Inggris  sekitaran abad 18-19 namun berkembang di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia baru aja belakangan ini marak lagi setelah masa almarhum   Taufik Savalas, yang lebih dikenal dengan joke telling-nya dulu. Sebelumnya juga kita sempet mengenal lawakan kritisnya Butet Kertaradjasa. Bisa dibilang saat ini di Indonesia  sebagai era-nya Raditya Dika, Pandji,  Isman HS, Ernest Prakasa, Rian Adriandhy, dkk.  Sudah banyak open mic di berbagai daerah daerah di Indonesia, untuk  melihatnya coba cek di youtube, di sana uda banyak yang mengunggah aksi  para comic di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sukses berkembang diberbagai daerah di Indonesia, akhirnya  alhamdulillah di Kota Malang ada juga komunitas stand up comedy ini.  Tanggal 23 Oktober 2011 akan menjadi sejarah buat stand up comedy di  Kota Malang, di mana pada tanggal itu open mic pertama kalinya digelar.  Info selengkapnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Time  &lt;/strong&gt;          : Sunday, October 23 · 8:00pm – 11:00pm&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Location  &lt;/strong&gt;  : Ria Djenaka, Jalan Bandung, Malang&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;More Info&lt;/strong&gt;  : Bagi temen-temen yang merasa kurang terhibur dengan hiburan yang ada,  let’s LAUGH with us. Acara ini tidak dipungut biaya, cukup dateng ke  Ria Djenaka. Bintang tamunya yakni Reggy Hasibuan. Jadi, bagi yang  berminat pengen nonton langsung Stand Up Comedy itu gimana, ini momen  yang pas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masih bingung?? silakan hubungi:&lt;br /&gt;Neela : 085648501122&lt;br /&gt;Bembi : 082141554900&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mari bersama-sama memajukan dan menyebarkan stand up comedy di Kota Malang...&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-8144959640040251754?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-03T03:39:24.738+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2011/10/stand-up-comedy-hadir-di-malang-ayey.html</feedburner:origLink></item><item><title>PSSI, Jangan Hancurkan Arema!</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/qHa2Xnxvjzw/jangan-hancurkan-arema.html</link><category>arema</category><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Fri, 02 Dec 2011 12:33:16 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-7609072901360475287</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-lY2UUkdkK8Y/To_uBy8EK0I/AAAAAAAAAGs/LmwLBqAiy6Q/s1600/arema_aremania_kompas1-300x225.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-lY2UUkdkK8Y/To_uBy8EK0I/AAAAAAAAAGs/LmwLBqAiy6Q/s400/arema_aremania_kompas1-300x225.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5661004971248986946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini menyesakkan buat Aremania, termasuk saya. Awalnya ndak terlihat kenapa-kenapa, hari makin bertambah lah kok ternyata lebih menyesakkan gini. Senyum lihat di awal Saktiawan Sinaga, Dian Agus, dan tentunya Arif Suyono memutuskan untuk berkostum biru Arema. Senyum di awal pas masing-masing Arif Suyono dan Saktiawan Sinaga langsung nyetel kompakan nyetak gol awalnya di laga uji coba perdana lawan Martapura, 7-0. Senyum lebih lebar lagi pas juga denger pemain timnas seperti Hamka Hamzah dll yang katanya juga akan berkostum biru Arema. Namun semua berubah jadi kecemasan yang mendalam ketika terdengar Arif Suyono dan salah satu ikon Arema Ahmad Bustomi resmi hijrah ke tim promosi Mitra Kukar, menyusul Zulkifli Syukur yang hijrah terlebih dahulu ke Persib Bandung. Eksodus besar-besaran pun benar terjadi. Menyusul Fakhrudin, Juan Revi, Yongki Aribowo yang juga hijrah dari Arema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa ini? Bukankah masalah dualisme kepemilikan Arema uda diputuskan dan diselesaikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm, sebenarnya saya juga ndak tau masalah politik yang beginian. Saya pun meruntut ke belakang dengan bertanya, APA SALAH AREMA? APA SALAH AREMANIA? Sebagai klub besar yang memiliki suporter yang besar ndak dipungkiri akan memiliki musuh atau beberapa oknum yang ndak suka sama Arema, yang parahnya berkedok cinta sama Arema. Salah satu yang mungkin ada di balik itu ya yang berasal dari liga sebelah yang katanya profesional musim lalu itu (baca: LPI). Iya, masih ingat dan bisa dibilang yang namanya Arema itu anti LPI, dan mutlak menolak ikut LPI musim lalu. PSSI era Johan Arifin jelas uda berbau LPI, titipannya Arifin Panigoro. Indikasinya, musim (mendatang) ini seperti yang kita tahu bahwa liga sepakbola  tertinggi di Indonesia ini (baca: LSI)  dipercayakan PSSI baru untuk  diurus oleh orang-orang yang uda mengurus LPI musim lalu, dan juga uda meloloskan beberapa tim baru di LPI musim lalu yang ndak jelas juntrungan untuk turut ikut ISL. Terlebih indikasi format kompetisi ke depan yang sangat terlihat jelas hasil adopsi LPI, padahal LPI sendiri uda gagal dalam menjalankan kompetisinya musim lalu (cuma bergulir 1/2 musim). Kembali ke Arema, jelas PSSI era baru ini terindikasi punya dendam pribadi sama Arema. Sok ikut mengurus masalah dualisme kepemilikan Arema, yang sebenernya uda mereka skenariokan. Ini bukan fitnah karena PSSI ketika menyelesaikan masalah dualisme kepemilikan sama sekali tidak transparan. Secara random memenangkan kubu M.Nur ketimbang Rendra meski beberapa poin nyata adanya Rendra lebih unggul ketimbang M.Nur. Ya mana mungkin PSSI berLPI itu memilih Rendra jika Rendra sendiri bersimpangan dengan PSSI era baru ini. M.Nur sendiri jadi keputusan suka-suka PSSI yang tau gimana M.Nur musim lalu uda sempet bermasalah di Arema, mengenai penunggakan gaji beberapa pemain. Mendengar M.Nur yang akan berkuasa di Arema musim depan, mungkin pemain Arema uda trauma dulu, dibayangi gaji mereka kemungkinan besar akan nunggak lagi jika bermain di Arema musim depan. Eksodus pun terjadi. Parahnya manajemen ndak ada yang menahan pemain-pemain Arema itu pergi, malah bilang ndak lagi membutuhkan mereka. Ini apa coba maksudnya? Menyedihkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lah untuk PSSI, tolong jangan obok-obok Arema lagi! Atau kami, Aremania, ndak segan untuk melawan! Ndak cuma PSSI, siapapun yang cuma berkepentingan politik, tolong jangan obok-obok Arema! Mari sama-sama berdoa dan berusaha semoga Arema memberikan yang terbaik musim depan, dan manajemen semoga ndak mengulang blunder penunggakan gaji lagi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-7609072901360475287?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-03T03:33:16.601+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-lY2UUkdkK8Y/To_uBy8EK0I/AAAAAAAAAGs/LmwLBqAiy6Q/s72-c/arema_aremania_kompas1-300x225.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2011/10/jangan-hancurkan-arema.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tendangan Dari Langit, Membawa  ke Memori Masa Kecil</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/4PqwwnN9g8E/tendangan-dari-langit-membawa-ke-memori.html</link><category>film</category><category>review</category><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Fri, 09 Dec 2011 10:53:08 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-5441780967528998511</guid><description>Siang tiba-tiba diajak teman cewek untuk nonton &lt;a href="http://www.filmtendangandarilangit.com/"&gt;Tendangan Dari Langit (TDL)&lt;/a&gt;, iya filmnya Hanung Bramantyo yang tentang sepakbola itu, yang dibintangi sama Irfan Bachdim, Kim Kurniawan, Maudy Ayunda, Agus Kuncoro, Sudjiwo Tedjo, Joshua Suherman, Jordi Onsu, dan tentunya debutan baru yang jadi pemeran utama Yosie Kristanto. Uda bisa ditebak kalo cewek yang ngajak nonton film TDL ini pastinya mau liat Irfan Bachdim-nya atau Kim Kurniawan-nya. Saya pun begitu, mengiyakan ajakan karena emang mau liat Maudy Ayunda-nya, tengs... Didorong gengsi dan kebelet gaul juga sih, masa belum juga nonton TDL, apalagi semalam teman yang satunya lagi, &lt;a href="http://twitter.com/keongdudul/"&gt;si Nina&lt;/a&gt; juga iming-iming abis nonton TDL...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, setelah saya simak (maksudnya tonton) lagi sebenarnya ndak ada yang istimewa dari film TDL ini. Plot cerita yang sebenarnya uda ketebak dari awal, ketebak bahkan sebelum nonton TDL sekalipun. Iya intinya ada bocah suatu daerah di lereng pegunungan Bromo, Tengger, yang punya cita-cita jadi pemain profesional bersama Irfan Bachdim cs tapi ndak direstui sama bapaknya karena suatu alasan, endingnya si bocah berhasil mewujudkan cita-citanya, sekian. Malah selama nonton yang nyantol di otak cuma OST-nya dari Kotak sama landscape Bromo doang yang beneran manjain, bukan yang Tendangan Dari Langit, malah yang Hilang Ingatan, entah kenapa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-BHr84ZlHWhM/TuJYcJTNFCI/AAAAAAAAAMA/VmJfu6fmxiI/s1600/IMG_8302-copy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 179px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-BHr84ZlHWhM/TuJYcJTNFCI/AAAAAAAAAMA/VmJfu6fmxiI/s320/IMG_8302-copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5684202920251036706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-iwjSbpkQwQQ/TuJYcQ0GEPI/AAAAAAAAAMM/tsWgdNGSfg4/s1600/6105566447_0669d79899.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 189px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-iwjSbpkQwQQ/TuJYcQ0GEPI/AAAAAAAAAMM/tsWgdNGSfg4/s320/6105566447_0669d79899.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5684202922268037362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi, film ini sanggup merefrain otak mengingat masa kecil saya. Mengingatkan saya pas pertama kali dibelikan sepatu bola saya ayah pas kelas 2 SD, ya sempet ikut SSB juga sih pas itu. Mengingatkan saya pas kecil selalu bermain bola sama teman sekitaran rumah, rutin banget tiap sore, ya meski cuma pakai bola plastik. Mengingatkan saya selalu main bola dulu di SD saya dulu, sebelum bimbingan belajar dimulai, ya meski mainnya di paving halaman sekolah. Mengingatkan saya adu bola sama kampung sebelah, ya meski juga kalah telak pas itu. Tapi meski begitu, cukup indah mengingat itu semua, masa yang rasanya selalu membawa saya selalu tersenyum... Terimakasih masa kecil, masa lalu, masa saya mulai mengenal sepakbola... :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-5441780967528998511?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-10T01:53:08.825+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-BHr84ZlHWhM/TuJYcJTNFCI/AAAAAAAAAMA/VmJfu6fmxiI/s72-c/IMG_8302-copy.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2011/09/tendangan-dari-langit-membawa-ke-memori.html</feedburner:origLink></item><item><title>#OBLONG, Sharing Keliling featuring Bloggerngalam</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/ypn_M2UlrmU/oblong-sharing-keliling-featuring.html</link><category>event</category><category>review</category><category>bloggerngalam</category><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Fri, 09 Dec 2011 10:55:26 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-4206039992926172595</guid><description>Nah, pasti pada nanya ya apa itu #oblong? gini, #oblong itu maksudnya obrolan &lt;a href="http://bloggerngalam.com/"&gt;Bloggerngalam&lt;/a&gt;, salah satu branding share dari kegiatan Bloggerngalam di awal era &lt;a href="http://blog.haqqi.net/"&gt;Haqqi&lt;/a&gt; (presiden baru Bloggerngalam). Kegiatan kali ini kebetulan juga pas ada gawe sama tim Sharing Keliling (&lt;a href="http://salingsilang.com/"&gt;Saling Silang&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://internetsehat.org/"&gt;Internet Sehat&lt;/a&gt;, dll) ada acara sharing untuk masyarakat (khususnya masyarakat Malang) di Kota Malang dan untuk itu mempercayakan kepada Bloggerngalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan di&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Jm_QNEml5Zg/TpfXOKNSAoI/AAAAAAAAAIY/zRpOoLYMF6I/s1600/18853_1347362682985_1198835872_1026453_45953412_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 93px; height: 93px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Jm_QNEml5Zg/TpfXOKNSAoI/AAAAAAAAAIY/zRpOoLYMF6I/s200/18853_1347362682985_1198835872_1026453_45953412_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663231694699889282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;langsungkan di Universitas Malangkukecwara, dibagi menjadi 3 kelas yaitu creative blogging (oleh &lt;a href="http://twitter.com/hedi"&gt;mas Hedi&lt;/a&gt;),  photo blogging (oleh &lt;a href="http://twitter.com/peoticpicture"&gt;mbak Sasha&lt;/a&gt;), dan video blogging (oleh &lt;a href="http://twitter.com/imothi"&gt;mbak Imoethi&lt;/a&gt;), alhamdulillah tiap kelas ramai peminatnya. Yaiyalah, lah wong gratis men! Lantas saya ada di mana? Entah tiba-tiba aja (beberapa jam sebelum acara dimulai) saya dilempartugaskan mengoperatori mbak Shasa di kelas photo blogging, kelas yang sangat antusias. Peserta tetep semangat loh, meski pada puasa. Bisa dibilang ini jadi sejarah awal di era baru Bloggerngalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-YzQAo8r_ujE/To9N9x6P_pI/AAAAAAAAAGc/AzdvslBqeI4/s1600/215074_10150274155142210_633462209_7491704_8261300_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-YzQAo8r_ujE/To9N9x6P_pI/AAAAAAAAAGc/AzdvslBqeI4/s320/215074_10150274155142210_633462209_7491704_8261300_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660828980393016978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ndak berhenti di situ, acara pun langsung lanjut dengan buka bersama (panitia dan peserta) yang disisipi dengan pemuturan film Linimasa. Suasana kekeluargaan pun tercipta di sini, pas di kelas pada tegang, di sini mereka uda pada membaur dan have fun, ndak peduli peserta datang dari berbagai kalangan, bahkan ada juga yang masih SMP loh. Ada sesi quiznya. Ada sesi pak ketua yang "curhat" perjalanan hidupnya juga, eh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih setelah semua rangkaian selesai, panitia lebih&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-jg7_kO09EiI/To9O4YcF0aI/AAAAAAAAAGk/plxy8eNWjYg/s1600/285538_10150401506349554_138927514553_10571056_7956411_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-jg7_kO09EiI/To9O4YcF0aI/AAAAAAAAAGk/plxy8eNWjYg/s200/285538_10150401506349554_138927514553_10571056_7956411_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660829987167916450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; membaur lagi ngobrol santai sambil ngopi di Golden Heritage Koffie. Berbagai merchandise khas Malang juga tak lupa diberikan kepada tim Sharing Keliling, &lt;span&gt;terima kasih Mas Hedi, Mas Adit, Mbak Anggi, Mbak Sasha, Mbak Imoethi&lt;/span&gt;... untuk yang lainnya, see you on next project, pantau terus kegiatan Bloggerngalam di &lt;a href="http://bloggerngalam.com/"&gt;bloggerngalam.com&lt;/a&gt; :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-4206039992926172595?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-10T01:55:26.328+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-Jm_QNEml5Zg/TpfXOKNSAoI/AAAAAAAAAIY/zRpOoLYMF6I/s72-c/18853_1347362682985_1198835872_1026453_45953412_n.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2011/08/oblong-sharing-keliling-featuring.html</feedburner:origLink></item><item><title>Beratnya Bilang Ini Ke Mantan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/0L0BGLipoBk/hhhuuuffpt.html</link><category>curhat</category><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Fri, 02 Dec 2011 12:46:01 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-8510138439812672554</guid><description>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kita uda hampir 3 tahun saling kenal, hampir 2 tahun kita barengan, uda ndak bisa dirinci lagi berapa kali kita seneng, susah, kecewa, ketawa, ngelakuin hal bodoh, dan sebangsanya. Tapi maaf kalo saya cuma bisa merinci uda 3 kali kita putus dan balikan. Ini yang membuat saya ndak bakal merengek lagi minta balikan dan juga ndak akan menerima balikan. Hal ini sebenarnya uda saya bilang setelah kita balikan ke-3 kalinya. Bukan saya capek, bukan saya ndak sayang, atau bahkan bukan saya uda ada yang laen selain kamu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jujur teguran sebanyak 3 kali bagi saya itu sebenarnya merupakan aib kegagalan yang entah kenapa kita banggakan selama ini. Padahal dipikir saya merasa itu uda gagal, gagal karena kita sendiri terus membuat kita saling kecewa dengan hubungan yang kita jalani ini. Saya sendiri ndak mau ada kesempatan ke-4, 5, 6, dan seterusnya, itu sama halnya kita egois memaksakan hubungan ini, itu akan lebih menyakitan kita nantinya. Yang jelas ini bukan egois keinginan saya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kalo saya egois tentu saya uda ninggalin kamu, tentu saya ndak bakal belain kembali nemuin kamu di sini dan ngomongin baik-baik. Di sini, di Jakarta kita omong semuanya baik-baik. Saya bersedia sharing gini untuk selanjutnya bagaimana baiknya, tapi tanpa kata balikan. Saya ndak akan berhenti menyayangi kamu, tapi tanpa kata balikan. Kamu juga masih berhak sewaktu kelak minta tolong ini-itu, tapi tanpa kata balikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya ndak minta kamu ikhlas buat ini, ikhlas itu terlalu muluk dan susah, kamu mengerti aja uda cukup. Saya percaya kamu mengerti (seperti yang uda kamu lakuin selama ini). Dan percaya juga sama saya, akan ada lelaki yang lebih layak dari sekedar Reza Ariefanda yang akan mendampingi hidupmu kelak. Pasti. Saya rasa memang uda ndak pantas buat kamu, atau kita uda kalah dengan jarak ribuan kilometer ini, ribuan kilometer bukan sekedar jarak geografis tapi saya merasa juga jarak di hati kita… I LOVE U…  salam buat Ayah, Ibu, dan keluarga yang lain…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-8510138439812672554?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-03T03:46:01.273+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2011/07/hhhuuuffpt.html</feedburner:origLink></item><item><title>Jazz Bromo 2011, Hadir!</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/xZXMcBbWe7k/jazz-bromo-2011-were-coming.html</link><category>event</category><category>music</category><category>travelling</category><category>review</category><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Fri, 02 Dec 2011 12:47:15 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-2079024689257242779</guid><description>Ayey! Ini beneran deh dadakan yang rese banget. Beneran aja, enak-enak tiduran di kost baru datang dari urusan di Lawang tiba-tiba ditelpon &lt;a href="http://twitter.com/#%21/davidhandrawan"&gt;mas David&lt;/a&gt; bilang &lt;i&gt;"gimana Za? uda siap?&lt;/i&gt;" nah loh siap apa coba. Usut punya usut ternyata mas David ngajak ke Bromo, mau barengan nonton Jazz Gunung di sana. Gile aja pas juga bilang 5 menit lagi mau ke kost, mana persiapan saya coba. Yaudin deh ya, persiapan seadanya (&lt;i&gt;baca: masukkin baju ke tas secara random&lt;/i&gt;) cusss deh kita berangkat ke Bromo juga sama &lt;a href="http://www.facebook.com/ilunkisme"&gt;mas Anam&lt;/a&gt;, mas Hadi, &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1648922364"&gt;Dina&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://twitter.com/lindabaroes"&gt;mbak Linda&lt;/a&gt;, dan adeknya mbak Linda &lt;a href="http://www.facebook.com/roland.baroes"&gt;si Roland&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai wong Probolinggo, saya dituntut jadi petunjuk arah menuju Bromo. Yassalam, padahal TKP-nya aja, Java Banana Hotel, saya ndak tau itu letaknya di Bromo bagian mananya. Ya emang uda paham medan di Bromo sih, tapi beneran saya ndak tau TKP-nya, yang jelas katanya di Sukapura tapi Sukapura itu luas bung. Karena petunjuknya di Sukapura, ya menurut saya emang lebih baik lewat dari arah Tongas, Kabupaten Probolinggo karena dari situ yang menurut saya paling deket menuju sana (entah sana mana) dan tentunya jalannya ndak terlalu menanjak, kasihan Avanza yang kita pakai ntar. Dari arah Tongas ke selatan kita ikutin jalan aja, dan akhirnya ketemu juga spanduk yang bisa jadi petunjuk arah ke TKP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fyiuh dengan spanduk selamat datang di Jazz Gunung yang ditaruh di sepanjang jalan, tibalah juga sampai di TKP, Java Banana Hotel. Masuk venue langsung nyengir, wow tempatnya okeh banget dah, konsepnya outdoor langsung menyaru sama alam. Level venue penontonnya aja murni pakai gundukkan terasering. Begitu duduk langsung disuguhi alunan etnik dari Tohpati &lt;span class="st"&gt; Ethnomission. Menyejukkan. Tapi sebenarnya kita pas datang uda terlambat beberapa jam-an dari mulainya acara. Beberapa pengisi acara seperti Kua Etnika kita lewatkan. Mulai meninggalkan sore Maya Hasan giliran tampil. Cukup mengesankan petikan harpa mbak ini. Mulai memasuki malam, penyanyi veteran Trie Utami muncul menghibur dengan beberapa sindenannya dan liukan tari Reog-nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="st"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-HXV-ZgGeEDU/TpCbs6aZuiI/AAAAAAAAAHU/dDRoNE8UNxk/s1600/267931_2255590788120_1198835872_2742204_2382688_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-HXV-ZgGeEDU/TpCbs6aZuiI/AAAAAAAAAHU/dDRoNE8UNxk/s400/267931_2255590788120_1198835872_2742204_2382688_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5661195927501257250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tohpati on stage!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-suKfzK6D2xk/TpCcMsozpCI/AAAAAAAAAHk/vCQ0_SHtShA/s1600/282199_2255578427811_1198835872_2742180_7402151_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-suKfzK6D2xk/TpCcMsozpCI/AAAAAAAAAHk/vCQ0_SHtShA/s400/282199_2255578427811_1198835872_2742180_7402151_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5661196473559393314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Roland, mbak Linda, Dina, saya, mas Hadi, mas David&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="st"&gt;And there is yang ditunggu, Glenn Fredly. Begitu muncul di stage, Glenn langsung menyapa hangat penonton. Glenn membawakan lagu &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Kala Cinta Menggoda,&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Linda, &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Ale Rasa Beta Rasa,&lt;/i&gt;&lt;i&gt; Rasa Sayange, &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Kisah Romantis,&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;You are My Everything. &lt;/i&gt;Lebih specialnya&lt;i&gt; &lt;/i&gt;di akhir acara Glenn berkolaborasi dengan semua pengisi acara.&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-JEG8dZWfY5s/TpCbsTwd7-I/AAAAAAAAAG8/w0JTT9KhgDg/s1600/263104_2255575587740_1198835872_2742175_8387676_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-JEG8dZWfY5s/TpCbsTwd7-I/AAAAAAAAAG8/w0JTT9KhgDg/s400/263104_2255575587740_1198835872_2742175_8387676_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5661195917124825058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;yey! Glenn Fredly on the night!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selesai acara, coba ikut membaur dengan masyarakat sekitaran Bromo, yang saya kenal ramah sebelumnya. Sempet ketemu salah satu "juru kuncin"ya Bromo juga, Pak To, teman ayah, yang kebetulan nonton Jazz Gunung juga. Sempet nimbrung diskusi hangat juga sama fotografer dan wartawan dari Jakarta dan Surabaya. Sembari beramah tamah, sembari mencari tempat penginapan. Penuh semua, sempet terombang-ambing di bawa ke sana kemari (yang bawa kebetulan pas orangnya sedikit ndak bener) buat nyari penginapan. Tapi nemu juga villa berkamar 3 (sebenarnya kamar 4 tapi ada 1 kamar yg keisi, ya gimana lagi), lumayan murah 500rb uda sama paket jasa hardtop buat liat sunrise besok paginya. Di laper tengah malem (yaiya lah wong emang belum makan), coba jalan nyari maem ke warung terdekat. Eh, pas lagi nunggu mbungkus makanan, mas yang nawarin villa datang lagi, bilang kalo jalan ke Penanjakan (buat liat sunrise) lagi ketutup, ndak bisa dilewati, dan menawarkan alternatif mengalihkan ke Mentigan. Ya saya sendiri meski uda sering ke Bromo baru pertama kali denger Mentigan, ya karena ndak ada pilihan lain, iyain aja ke Mentigan ke masnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok paginya, kita siap ke Mentigan. Saya sendiri karena ndak tau daerah ke arah mana itu Mentigan, ya percaya aja deh sama bapak yang nyetir hardtop, mau dinyasarin kek dibawa ke mana kek bodo amat. Untungnya sampai dengan selamat, sampai di (katanya) Mentigan. Turun dari hardtop, ternyata lumayan masih jauh juga jalannya, naik pula, lumayan bisa kurus. Sampai di atas, top of the peak, subhanallah ternyata indah men! Indah banget! Ramai pengunjung juga! Hipotesa saya disasarin sama mas yang bawa hardtop resmi dihapus...&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-kGjRzuJFqhM/TpCbskfC0xI/AAAAAAAAAHM/7X-M_SSSRxU/s1600/267931_2255590748119_1198835872_2742203_5386349_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-kGjRzuJFqhM/TpCbskfC0xI/AAAAAAAAAHM/7X-M_SSSRxU/s400/267931_2255590748119_1198835872_2742203_5386349_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5661195921615147794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;there is! what a beautiful sunrise from Mentigan, Bromo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Fgi1V5Ox17U/TpCcMj3imHI/AAAAAAAAAHc/ngFLLadDlBg/s1600/268301_2255588388060_1198835872_2742195_6913860_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Fgi1V5Ox17U/TpCcMj3imHI/AAAAAAAAAHc/ngFLLadDlBg/s400/268301_2255588388060_1198835872_2742195_6913860_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5661196471205271666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-gEQCSfRiI44/TpCbsV0Pb3I/AAAAAAAAAHE/CEx1sKmkdiE/s1600/267931_2255590708118_1198835872_2742202_4414880_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-gEQCSfRiI44/TpCbsV0Pb3I/AAAAAAAAAHE/CEx1sKmkdiE/s400/267931_2255590708118_1198835872_2742202_4414880_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5661195917677522802" border="0" /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 8);ButtonMouseDown(this);" class=" down" style="display: block;" id="formatbar_CreateLink" title="Tautan"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Tautan" class="gl_link" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ya turun dari Mentigan, selesai juga petualangan kali ini, kita langsung balik ke kota, mampir ke Probolinggo dulu, dan saya pulang ke rumah, caoooo... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;NB: foto lain bisa dilihat &lt;a href="https://www.facebook.com/media/set/?set=a.2255573907698.139250.1198835872&amp;amp;type=1"&gt;di sini&lt;/a&gt; diambil dari dokumentasi mbak Linda Baroes&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-2079024689257242779?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-03T03:47:15.489+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-HXV-ZgGeEDU/TpCbs6aZuiI/AAAAAAAAAHU/dDRoNE8UNxk/s72-c/267931_2255590788120_1198835872_2742204_2382688_n.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2010/12/jazz-bromo-2011-were-coming.html</feedburner:origLink></item><item><title>Raditya Dika Berfilosofis Mengapa Kita Tertawa</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/ps8NxB_dEtU/raditya-dika-berfilosofis-mengapa-kita.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Wed, 04 Jan 2012 08:46:07 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-5928307661739715419</guid><description>Beberapa waktu lalu Raditya Dika melalui twitternya &lt;a href="http://twitter.com/radityadika"&gt;@radityadika&lt;/a&gt; kultwit mengenai filosofis mengapa kita tertawa, berikut isi kultwitnya:&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;Okeh, kita ngobrolin komedi lagi ya, kali ini agak berat pembahasannya gak papa ya..&lt;br /&gt;1.Kemarin gue sempet ngetwit ttg standup comedy, lalu setup dan punchline. Kalo yg belum baca, ada yg copy-in di: &lt;a href="http://tiny.cc/6hnz8"&gt;http://tiny.cc/6hnz8&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; 2.Kalau kemarin lebih ke teknis, gue hari ini mo ngobrolin sesuatu yg lebih filosofis: sebenarnya, apa sih yang membuat kita tertawa?&lt;br /&gt; 3.Di bbrp bagian di buku The World as Will and Representation, Schopenhauer, seorang filsuf Jerman, mencoba jawab pertanyaan tersebut..&lt;br /&gt; 4.Menurut Schopenhauer, tertawa adalah sebuah respons yang datang dari sesuatu yang dibilang sebagai “the ludicrous”..&lt;br /&gt; 5.The ludicrous adalah ketidaksinambungan yg kita dpt di antara “representasi konseptual kita atas realitas” dan “realitas” itu sendiri.&lt;br /&gt; 6.Kita punya representasi konseptual atas apa pun yg kita alami. Misalnya sewaktu lagi naik bus..&lt;br /&gt; 7. Pas naik bus, ada konseptualisasi di kepala kita tentang bus itu seperti apa dan apa yg berhubungan dengan konsep2 di dalam bus..&lt;br /&gt; 8. Gak mungkin kita mikir akan ada penari telanjang di dalam bus, karena itu tidak masuk ke dalam representasi konseptual kita atas bus..&lt;br /&gt; 9. Nah, the ludicrous adalah ketika realitas punya konflik scr langsung dengan keseluruhan representasi konseptual yg ada di kepala kita.&lt;br /&gt; 10.Dan semakin kuat dan tidak terduga konflik konseptual ini, semakin heboh tawa si pembaca. Bingung? Kasih contoh ya..&lt;br /&gt; 11.Contoh paling gampang: Briptu Norman. Kita ketawa ihat Briptu Norman joget2 india. Kenapa? Mari coba kita jelaskan menurut Schopenhauer.&lt;br /&gt; 12.Karena konseptalisasi di kepala kita tentang polisi, adalah mereka adalah yg galak. Maka, ketika ada polisi yg joget2 India..&lt;br /&gt; 13..kita tertawa karena melihat ekspresinya yg lucu, dan kita tertawa dengan terbenturnya konsep bahwa ada polisi (brimob pula) joget India.&lt;br /&gt; 14. Kita bedah lg, ada dua kondisi: yaitu pas liat Norman sebelum joget (sebut saja pre-Caya) dan pas ngeliat Norman joget2 (post-Caya).&lt;br /&gt; 15.Di sini, semakin orang percaya dan nyaman dalam mengonsepkan pre-Caya, semakin tidak terduga dia bahwa akan ada post-Caya.&lt;br /&gt; 16.Maka, semakin tidak menduga seseorang akan terjadinya post-Caya, semakin besar pula tertawanya.&lt;br /&gt; 17.Contoh lainnya yang lebih lazim, misalnya tebak2kan: Tanya: Telur telur apa yg paling keras? Jawab: telurnya Malin Kundang.&lt;br /&gt; 18. Joke tadi (bisa aja) lucu, krn kita duga jawabannya tebak2an berhubungan dgn telur beneran, sesuai dgn konsep ttg telur di kepala kita.&lt;br /&gt; 19.Tapi, dgn jawaban tadi, hal itu membentur konsep kita akan telur, yg dimaksud “telur” yg lain, bawa2 Malin Kundang pula!&lt;br /&gt; 20. Menurut Schopenhauer, ada dua kondisi agar org ketawa: pemahaman atas suatu hal, dan pemahaman baru atas hal td dgn informasi tambahan.&lt;br /&gt; 21.Maka, orang yg ga paham bahwa konsep polisi itu tegas ga ketawa dgn Briptu Norman, krn di tidak tahu bahwa itu secara konsep berbenturan.&lt;br /&gt; 21.Maka, orang yg ga paham bahwa konsep polisi itu tegas ga ketawa dgn Briptu Norman, krn di tidak tahu bahwa itu secara konsep berbenturan.&lt;br /&gt; 22. Org yg ga tau siapa itu Malin Kundang, ga ketawa dgn tebak2an tadi. Karena dia tidak nangkep pergeseran konsepnya.&lt;br /&gt; 23. Makanya, kalo gak ketawa thd suatu jokes, jgn buru2 bilang gak lucu atau jayus, siapa tau lo gak ngerti konsep2 yg dia berikan. :p&lt;br /&gt; 24. Kalo mau disambungin sama twit gue kemaren, skema setup- punchline berkaitan erat dgn penjelasan Schopenhauer kenapa orang ketawa.&lt;br /&gt; 25.Punchline itu alat untuk perbenturan konseptual ini. Dan semakin kuat punchline-nya, semakin bergeser konsepnya, humornya semakin lucu.&lt;br /&gt; 26. “Membenturkan konsep” bagi komedian panggung butuh timing, attitude, build-up dan lain2. Tujuannya agar benturannya kuat dan org ketawa.&lt;br /&gt; 27. Kira2 segitu aja deh, penjelasan filosofisnya. Nampaknya di reply gue banyak yg bilang pusing. -___-&lt;/blockquote&gt;Lumayan kan buat nambah ilmu tentang comedy, semoga bermanfaat... :)&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-5928307661739715419?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-04T23:46:07.675+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2011/04/raditya-dika-berfilosofis-mengapa-kita.html</feedburner:origLink></item><item><title>Raditya Dika: Menulis Komedi Kudu Paham Stand Up Comedy Dulu</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/mpjDXmUgxhk/raditya-dika-menulis-komedi-kudu-paham.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Wed, 04 Jan 2012 08:59:15 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-3626334864539125381</guid><description>Sangat menarik mengikuti kultwit &lt;a href="http://radityadika.com"&gt;Raditya Dika&lt;/a&gt; semalam mengenai fundamental comedy yang dicuapkan melalui akun twitternya &lt;a href="http://twitter.com/radityadika"&gt;@radityadika&lt;/a&gt;. Yok kita simak...&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Banyak yg minta ttg cara nulis komedi ya.. Okeh.. Gue coba dari paling fundamentalnya menurut gue: Stand Up Comedy ya..&lt;br /&gt;1.  Gue berpikir tiap org yg mau nulis komedi paling ga harus paham dulu  stand up comedy dan bagaimana jokes  dikonstruksikan didalamnya..&lt;br /&gt;2. Bagi yg blom tau, stand up comedy adalah salah satu bentuk melawak dgn cara bicara sendirian di depan orang banyak..&lt;br /&gt;3.  Stand up comedy bisa dibilang semacam monolog, namun dengan struktur  lebih rapih, lebih fast-paced, dan (biasanya) lebih singkat..&lt;br /&gt;4. Bagi  yang penasaran bisa coba lihat di youtube search aja “stand up comedy”  ada banyak banget contohnya.. Perhatiin, ini dasar komedi..&lt;br /&gt;5. Stand  up comedy sebenarnya muncul dari Inggris pada abad ke 18 – 19, namun  mendapat popularitas yang cepat dari perkembangannya di US..&lt;br /&gt;6. Orang yg melakukan stand up comedy disebut sebagai juga “comic”, satu kesatuan lawakan = “set” dan masing2 jokes = “bits”..&lt;br /&gt;7.  Ga semua calon penuliskomedi di indonesia paham stand-up comedy krn 1)  ga tahu, atau 2) tahu tapi ga ngerti karena kendala bahasa..&lt;br /&gt;8. Kalo emang gak ngerti gara2 kendala bahasa, calon penulis mending belajar bahasa inggris deh.. :p&lt;br /&gt;9.  belajar bhs inggris membantu bukan hanya u/ paham stand up comedy tapi  juga u/ baca tulisan2 asing sbg bahan pengayaan tulisan kita..&lt;br /&gt;10.  Balik ke stand up, Isi lawakan dlm stand up comedy macem2, biasanya  bercerita tentang observasi dan pengalaman pribadi sang komedian..&lt;br /&gt;11.  Masing2 komedian/comics punya ciri khasnya sendiri, George Carlin  misalnya lebih ke menggerutu dan sering nyerempet ke religi..&lt;br /&gt;12. Jerry Seinfeld lebih “bersih” tanpa sumpah serapah, sebaliknya Richard Pryor isinya menyumpah dan mengumpat2..&lt;br /&gt;13.  Dave Chappelle berbicara ttg org kulit hitam, Margareth Cho bicara  tentang politik dan perempuan, Ellen DeGeneres ttg kehidupan modern..&lt;br /&gt;14.  Yang keren Robin Williams, banyak org bilang stand up comedy dia  semuanya improv dan tidak dihafalkan.. On the spot lawakannya keluar!&lt;br /&gt;15. Mitch Hedberg jokesnya “one-liner” yaitu hanya sekalimat2, sedangkan Mitch Fatel lebih ke arah seks. Masih banyak yg lain..&lt;br /&gt;16.  Semua komedian tadi ada di youtube, bisa liatsendiri.. Pahami gmn stand  up comedian ini menyalurkan "persona" mrk menjadi lawakan..&lt;br /&gt;17. Oke,  sekarang pertanyaannya: knp stand up comedy harus dipahami oleh seorang  penulis komedi? Kan mediumnya berbeda? Karena eh karena..&lt;br /&gt;18. Stand  up comedy membantu kita memahami anatomi paling dasar dari sebuah  lelucon yaitu SETUP dan PUNCHLINE.. Ini luar biasa penting..&lt;br /&gt;19.  Set-up = bagian yg tidak lucu, sedangkan punchline = bagian yg lucu. Ini  adalah kerangka dasar sebuah jokes. Contohnya begini..&lt;br /&gt;20. Berikut  adalah jokes Mitch Hedberg yg akan digunakan sbg contoh, yg dia katakan  pada saat stand up comedy dalam CD Mitch All Together:&lt;br /&gt;21. Jokes-nya adalah: "My fake plants died because I did not pretend to water them.” - Mitch Hedberg&lt;br /&gt;22. Setup dari jokes tadi adalah: "my fake plants died", sedangkan punchline = "because I did not pretend to water them"..&lt;br /&gt;23.  Ada twist yg membuat kita ketawa pada punchline tersebut. Kita  “dibelokkan” oleh punchline-nya, seperti ditonjok (makanya namanya  punch)&lt;br /&gt;24. (btw, kenapa kita ketawa pd punchline yg asik bs  dijelaskan scr filosofis -oleh schopenahuer lebih tepatnya, tp itu lain  waktu aja :p)&lt;br /&gt;25. Semua komedian pake struktur ini. Ada yang setupnya  panjang, kadang ada yang cuma dua kata, tp konstruksinya sama: Setup -  Punchline!&lt;br /&gt;26. Dane Cook contoh stand up comedian yg dikritik karena  jokes2nya gak punya punchline, hanya memainkan ekspresi muka dan kata2  kasar..&lt;br /&gt;27. Gue sendiri dalam menulis, satu paragraf biasanya terdiri  dari 3 kalimat setup yang diiringi dgn punchline. Lama2 intuitif kok..&lt;br /&gt;28. Kalau kita tahu tentang setup dan punchline yg dipake oleh standup comedian, lalu apa gunanya dalam menulis komedi?&lt;br /&gt;29.  Dalam mengkonstruksi kalimat dalam sebuah tulisan komedik, kita pake  cara stand up comedia: berusaha mencari set up sebanyak mungkin..&lt;br /&gt;30.  Pengalaman kita, yg sedih, yg nakutin, yg bikin sakit hati, itu semua  tambang emas setup, dan PASTI bisa dicari puchline-nya, asal jeli.&lt;br /&gt;31. Setelah setup ketemu, kita baru berpikir apa punchline-nya? Komedian2 bisa berminggu2 mencari punchline yang pas..&lt;br /&gt;32.  Banyak komedian yg nulis stand up comedy-nya ke buku.. Bisa kita otopsi  jokes2 mereka. Ini latihan yang baik untuk belajar nulis jokes.&lt;br /&gt;33.  Jerry Seinfeld menulis Seinlanguage, George Carlin menulis Brain  Droppings, Tim Allen dgn I'm Not Really Here.. Lalu masih banyak lagi..&lt;br /&gt;34.  Yang agak beda Ellen DeGeneres, dia menulis My Point Is And I do Have  One dengan cara mengembangkan sets yang dia punya menjadi prosa..&lt;br /&gt;35.  Kalau udah jago, kita bisa buat dialog jadi sebuah punchline. Atau buat  set-up panjang dalam bentuk adegan visual.. Bisa jadi macem2..&lt;br /&gt;36.  Nah, next time mau nulis blog yg komedik, novel yg komedik, cari  ritme-nya: bisa 2 kalimat 1 punchline, bisa 1 paragraf 1 punchline..&lt;br /&gt;37.  Intinya, dasar komedi = SETUP dan PUNCHLINE yg baik. Banyak2 bedah  jokes standup comedian, lalu praktekkan sendiri dlm tulisan..&lt;br /&gt;38. Jokes dalam tulisan harus asosiatif (dgn setup-punchline), bukan slapstick kayak tulisan "gue jatoh dr tangga".. Kenapa?&lt;br /&gt;39. Karena dgn jokes yg asosiatif akan membuat pembaca berpikir sendiri sebelum tertawa, jatuhnya lebih memuaskan buat pembaca..&lt;br /&gt;40. Membaca adalah proses discovery, lelucon yg kita tulis jg harus memberikan itu buat pembaca, ada sense of discovery-nya. :)&lt;br /&gt;41. Udah ah segitu doang. Sana buka youtube, cari2 video standup comedy.. Ada punya gue juga lho.. :p (sekalian iklan)&lt;/blockquote&gt;Lumayan banyak juga ya. Tapi gimana? Cukup berguna kan? Yah buat saya sendiri cukup berguna... *menunggu kultwit selanjutnya* :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-3626334864539125381?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-04T23:59:15.733+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2011/04/raditya-dika-menulis-komedi-kudu-paham.html</feedburner:origLink></item><item><title>Mensupport Manchester United Dengan Hati, Bukan Emosi</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/cgEm1h7BoVY/mensupport-manchester-united-dengan.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Tue, 03 Jan 2012 21:06:59 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-8917952910985405001</guid><description>Cuma tersenyum aja jika masih ada yang mempertanyakan kecintaan saya kepada salah satu klub di belahan Inggris, Manchester United (selanjutnya ditulis United). Kecintaan saya ini dimulai sejak lama ya, sekitaran sejak SD, kalau ndak salah sekitaran kelas 2, bermula ketika Ayah membelikan kaos berwarna abu-abu biasa, warna merah di lengan, bersablon logo United di depannya. Jelas saya masih ndak mengerti apa-apa pas itu, tapi saya udah mulai cinta sama klub sepakbola ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, waktu demi waktu membiarkan kecintaan saya terhadap klub ini makin besar, juga mulai cinta kepada pemainnya salah satunya Ole Gunnar Solskjaer, padahal saat itu jarang sekali (atau mungkin ndak ada) bocah seumuran saya yang mengidolakan Solskjaer, kebanyakan pas itu masih mengidolakan Raul, Del Piero, Batistuta, Figo, Beckham, dan superstar sejenisnya. Masih ingat, tiap bermain bola di lapangan paving sekolahan SDN Sukabumi 2 dan mencetak gol selalu menirukan selebrasi seperti Solskjaer sambil berlari ke teman tandem saya yang mengidolakan Scholes, Angga Kharisma, lalu bilang “yeah ole ole ole gol”, dan tanpa tersadar kalau bola yang ditendang tadi udah memecahkan kaca sekolah tetangga, SDN Sukabumi 8. Di tiap buku pelajaran juga ndak pernah bisa terhindar coretan angka 20 di mana-mana, ulah tangan saya, eh ndak cuma di buku pelajaran saja deng. Di tiap kaos untuk bermain juga selalu mencoba menyablon manual sendiri angka 20 dengan menggunakan cat astro. Ya, ketawa sendiri kalau mengingat itu. Tahun 1999, tersadarkan bahwa saya ndak salah cinta sama United dan Solskjaer ini, di final Champions League 1998/1999 ternyata Solskjaer menjadi pencetak gol penentu kemenangan dramatis United melawan Bayern Munich melalui tambahan waktu masa-masa injury time. Meski menang dan sukses trebble winner, tapi sejak itu saya janji di diri sendiri, jadi apapun kondisi United kelak, saya akan tetap mensupport klub ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi supporter klub bola, apalagi klub bola dari luar negeri ternyata ndak mudah. Informasi pas itu masih apa adanya sulit didapat, internet masih jadi sesuatu yang terlalu wah mewah. Lebih banyak informasi didapat dari koran, televisi (inipun sekali dalam seminggu), atau ketika ingin mengetahui update skor hasil pertandingan tercepat selalu terbiasa untuk mendengarkan radio di pagi hari sebelum berangkat ke sekolah. Tentu saat ini untuk mengetahui update skor bisa kita ketahui di mana saja cuma dengan menggunakan hp dan koneksi internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akses informasi yang mudah saat ini tersadari atau ndak ternyata membuat suatu permasalahan lain dalam menjadi supporter klub yang baik dan benar. Terkadang bukan informasi yang didapat, justru provokasi sesat yang terhelat. Kalaupun dulu jaman-jamannya Solskjaer (ceritanya jadi patokan), ya emang udah ada provokasi, tapi biasanya cuma sebatas guyonan kecil antar teman sepermainan di sekolah ataupun di kampung, itupun tanpa adanya kata-kata jorok. Sekarang coba, bahkan ada oknum yang sengaja menyesatkan informasi mengenai sepakbola dengan doktrin-doktrinnya yang terliat bijak tapi aslinya (maaf) bejat. Belum lagi, anak-anak kecil yang sekarang dengan mudah mengupdate status di sosial medianya dengan misal mengolok-olok klub x dengan sebutan (maaf) tai lah, jancuk lah, apalah ketika mereka menyanjung klub y. Mereka mudah terprovokasi ikut-ikutan tanpa tau sebab mereka kenapa membenci klub x tesebut. Provokasi dan menjelek-jelekkan klub lain menghancurkan makna dari arti kata support itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2010 ini, saya sendiri mencoba untuk bergabung dengan yang namanya fans club. Karena saya sedang berdomisili di Malang dan mencintai United, saya bergabung dengan &lt;a href="http://twitter.com/UtdIndonesiaMLG"&gt;United Indonesia Malang&lt;/a&gt; di bawah naungan &lt;a href="http://unitedindonesia.org/"&gt;United Indonesia&lt;/a&gt;. Setelah beberapa kali nonton bareng United terdampar di basecamp klub lawan, akhirnya saya bisa nonton bareng juga bersama pecinta United lainnya di basecamp United Indonesia Malang, di Kedai Kopi Serambi, Malang. Dari fans club ini saya belajar banyak juga bagaimana mensupport klub kesayangan dengan fanatik namun tanpa intrik. Di sini saya bisa meluapkan kemenangan jika United kalah dan introspeksi ketika United kalah tanpa embel-embel menghujat klub lain. Di sini saya malah bisa bermain futsal bareng, jalan bareng, nonton bareng, bhakti sosial bareng bersama fans club lainnya (selain United Indonesia Malang) dengan rasa persaudaraan yang kental. Jika pemain sepakbolanya saja masih menghargai pemain lawan dan fairplay kenapa kita yang sebagai supporter kudu jotos-jotosan? :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-8917952910985405001?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-04T12:06:59.836+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2010/12/mensupport-manchester-united-dengan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Endah n’ Rhesa: Jalur Indie Belum Mati</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/VyYPwORa-mc/endah-n-rhesa-jalur-indie-belum-mati.html</link><category>event</category><category>music</category><category>review</category><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Fri, 09 Dec 2011 10:57:54 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-9138174671582982310</guid><description>Semangat pagi pecinta musik indie, khususnya yang ada di Kota Malang. Siang hari, 9 Desember 2010, pecinta musik indie kedatangan salah satu musisi indie yang telah menelurkan 2 album, &lt;a href="http://www.twitter.com/endahNrhesa"&gt;Endah n’ Rhesa&lt;/a&gt;.  Kedatangan pasangan suami istri mas Rhesa Aditya dan mbak Endah Widiastuti kali ini untuk mengisi acara talkshow di Fakultas Ilmu Bahasa dan Sastra UB yang diadakan oleh &lt;a href="http://www.twitter.com/eo_mixth"&gt;Mixth Event Organizer&lt;/a&gt;, teman-teman dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TQGpgCus5SI/AAAAAAAAAak/8kvyJm802gY/s1600/DSC02280.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TQGpgCus5SI/AAAAAAAAAak/8kvyJm802gY/s320/DSC02280.jpg" width="320" border="0" height="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Talkshow yang diselenggarakan bertajuk Jalur Indie Belum Mati! Mini Concert &amp;amp; Personal Branding Talkshow. Talkshow dimulai pukul 13.00 dan dalam rangka berbagi ilmu ini talkshow dibagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama, mbak Endah Widiastuti dan mas Rhesa Aditya sudah membahas macam-macam, mulai bagaimana cara membentuk sebuah band indie, cara membuat visi dan misi band indie, dan strategi dalam stp (segmenting, targeting, positioning). Talkshow berlangsung atraktif, mereka cerdas, ketika audiences mulai hening mereka langsung mencairkan suasana dengan membagi-bagikan CD dan Sketch Book. Sesi kedua, bergantian mbak Endah Widiastuti dan mas Rhesa Aditya mengupas bagaimana membentuk character, concept, &amp;amp; image dalam sebuah band serta mengenai the man behind the band atau lebih dikenal sebagai manajemen sebuah band yang di dalamnya terdapat sound engineer, crew, road manager, manager, administrator, dan merchandise manager. Sesi ketiga, diisi oleh interaksi tanya jawab audiences kepada Endah n’ Rhesa, dibagi menjadi 3 sesi, masing-masing sesi dibatasi 3 penanya. Tanya jawab juga berlangsung atraktif dan menyenangkan, hingga Endah n’ Rhesa juga bersedia sharing foto-foto Endah n' Rhesa yang mereka anggap “rahasia” kepada audiences.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TQGp4Satv4I/AAAAAAAAAao/pSDah8P6Oig/s1600/DSC02316.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TQGp4Satv4I/AAAAAAAAAao/pSDah8P6Oig/s320/DSC02316.jpg" width="320" border="0" height="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setelah sesi tanya jawab selesai, Endah n’ Rhesa, yang mengidentifikasi genre mereka sebagai musik ballad, langsung perform menghibur ratusan audiences yang berada di dalam Gedung PPI Fakultas Ilmu Bahasa dan Sastra UB. Mereka membawakan 8 lagu dari album pertama Nowhere To Go maupun dari album kedua mereka Look What We've Found, diantaranya Kou Kou The Fisherman, Waiting, I Don’t Remember, Remember Me, Baby It’s You, When You Love Someone, dan lainnya. Penampilan Endah n’ Rhesa sungguh mampu menghipnotis audiences. Mereka sangat romantic, bikin yang nonton pada galau + ngais-ngais tanah deh ya, apalagi kalau nontonnya pas gak sama pacar. Gimmick mereka sangat mempesona, interaksi dan chemistry yang disalurkan begitu menghangatkan. Pertunjukkan berakhir pukul 16.20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TQIdRIDfkxI/AAAAAAAAAaw/B6LfgJxwd4c/s1600/DSC02364.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TQIdRIDfkxI/AAAAAAAAAaw/B6LfgJxwd4c/s200/DSC02364.jpg" width="150" border="0" height="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TQIdtgEVXCI/AAAAAAAAAa0/pl3zCWzfzHg/s1600/DSC02384i.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TQIdtgEVXCI/AAAAAAAAAa0/pl3zCWzfzHg/s200/DSC02384i.jpg" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Malamnya, pukul 18.30, juga masih ada meet and greet Endah n’ Rhesa di &lt;a href="http://4sq.com/bZEYyR"&gt;Ria Djenaka Coffee House&lt;/a&gt;. Acara dimulai dengan sharing lagi dengan Endah n’ Rhesa, lalu dilanjutkan dengan acara bebas. Bagi fans Endah n’ Rhesa ini merupakan surga banget sepertinya, mereka tidak menyia-nyiakan untuk meminta foto bareng dan tanda tangan sepuasnya sampai ndlosor. Endah n’ Rhesa juga ramah ikut serta mengajak fans-fansnya untuk dinner bersama mereka, wowww! Setelah makan, tiba-tiba Endah n’ Rhesa diminta untuk perform kembali, dan pertunjukkan dadakan pun mereka lakoni dengan membawakan 2 lagu. Omong-omong ada bule juga loh yang menyaksikan pertunjukkan Endah n’ Rhesa ini, cool! Endah n’ Rhesa pun meninggalkan Ria Djenaka Coffee House pukul 21.40… See you soon Endah n’ Rhesa, kalian sangat menyenangkan :D&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;i&gt;NB: sayangnya 2 CD saya yang telah ditandangani Endah n’ Rhesa raib di tempat, padahal itu buat &lt;a href="http://www.twitter.com/dewantipermata"&gt;dia, orang yang paling saya sayangi&lt;/a&gt; :D&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-9138174671582982310?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-10T01:57:54.583+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TQGpgCus5SI/AAAAAAAAAak/8kvyJm802gY/s72-c/DSC02280.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2010/12/endah-n-rhesa-jalur-indie-belum-mati.html</feedburner:origLink></item><item><title>Harry Potter 7, Alhamdulillah Bisa Nonton Pas Premiere</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/hSj5w0Kh4HM/harry-potter-7-alhamdulillah-nonton-pas.html</link><category>film</category><category>review</category><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Fri, 09 Dec 2011 11:04:05 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-3255760615510331545</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TOtZOwff8uI/AAAAAAAAAaI/jgfQkiWloM4/s1600/DSC08212.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TOtZOwff8uI/AAAAAAAAAaI/jgfQkiWloM4/s200/DSC08212.jpg" width="150" border="0" height="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mungkin saya bakal dilempari bata sama penggemar Harry Potter kalau saya ndak tau hari ini adalah premiere seri ke-7 Harry Potter, Harry Potter and The Deathly Hallows, tapi kenyataannya saya memang ndak tau. Iya saya memang bukan penggemar berat fiksi rekaan J.K. (&lt;i&gt;Jusuf Kalla, *diseplak*&lt;/i&gt;) Rowling ini. Saya baru tau Jum'at pagi setelah buka-buka timeline twitter, &lt;a href="http://groups.google.com/group/blogger-ngalam/topics"&gt;milis Bloggerngalam&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://21cineplex.com/"&gt;web-nya 21 Cineplex&lt;/a&gt; di kampus. Eh, jilalah ditelpon sama teman juga, cewek, minta anter nyari tiket, awalnya sih malas ya tapi karena teman cewek saya ini buaeknya ndak ketulungan ya saya ikhlas-ikhlas aja anter ini bocah ke Malang Plasa, 21 Mandala. Dari niat nganter akhirnya kepengen juga, bukan kepengen nonton Harry Potter-nya sih, tapi kepengen nyobain 21 Mandala yang baru direnovasi tapi dengan harga tiket yang ndak berubah, cuma IDR 10ribu untuk hari biasa. Ya beruntung banget kalo nonton premiere Harry Potter cuma dengan 10ribu dengan fasilitas yang serba baru *posting beriklan*. Saya pun ikut pesen tiket, tapi ndak sama temen cewek saya itu dan genk-nya yang cerewet-cerewet itu, saya mau nonton sama teman2 Bloggerngalam. Ndak usah ditanya antri apa ndak pas beli tiket, yang jelas uantriii tri triii buanget dan bersyukur saya kebagian tiket, langsung beli 8, untuk penayangan pukul 18.45. Saya curiga Harry Potter ini pakai guna2 pelaris ke mbah Ki Joko Bodo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya, datang tepat di 21 Mandala ternyata masih aja harus nunggu &lt;a href="http://twitter.com/ootofthebox"&gt;Graha&lt;/a&gt; yang kancrit (&lt;i&gt;dikira nontonnya besok dan dia masih ada di MOG *eaaa, seplak Graha*&lt;/i&gt;), alhasil saya beserta &lt;a href="http://twitter.com/botkawos"&gt;mas Nicodemus&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;lainnya, &lt;a href="http://twitter.com/divardha"&gt;mbak Ratih&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://twitter.com/nitawanita"&gt;mbak Nita&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://twitter.com/nengbiker"&gt;mbak Nengbiker&lt;/a&gt; udah masuk duluan&lt;/i&gt;) ketinggalan beberapa menit awal cerita, tapi (&lt;i&gt;mudah-mudahan&lt;/i&gt;) ndak mengurangi esensi cerita. Cukup basa-basinya, selanjutnya menceritakan Harry Potter and The Deathly Hallows (part 1) ini, yang sebenarnya saya ndak ngerti detailnya, tapi setidaknya saya akan menjabarkan apa yang sudah saya lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TOtZprE7ogI/AAAAAAAAAaM/3nT61-36ic4/s1600/harry-potter-deathly-hallows-daniel-radcliffe-emma-watson-rupert-grint-photo.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TOtZprE7ogI/AAAAAAAAAaM/3nT61-36ic4/s200/harry-potter-deathly-hallows-daniel-radcliffe-emma-watson-rupert-grint-photo.jpg" width="200" border="0" height="111" /&gt;&lt;/a&gt;Diceritakan Harry, Ron, dan Hermione awalnya sembunyi dari pantauan Voldemort , akan pindah dari Privet Drive demi keselamatannya. Namun setelah Voldemort dan para Death Eater terus menyerang dan memakan banyak korban, seperti Hedwig dan Mad-Eye Moody yang meninggal, Harry yang sudah berusia 17 tahun memutuskan untuk melakakan wasiat Dumbledore “melawan” Voldemort dengan berusaha mencari dan menghancurkan Horcrux yang tersisa. Horcrux yakni bagian jiwa Voldemort yang disimpan di beberapa tempat yang menjadi salah satu kunci untuk mengalahkan Voldemort. Harry dkk berhasil menemukan salah satu Horcrux, yaitu liontin Salazar Slytherin (&lt;i&gt;ndak tau juga ini Horcrux keberapa yang akan dihancurkan&lt;/i&gt;) meski Ron sempat terluka. Liontin Salazar Slytherin tersebut dapat dihancurkan dengan pedang Godric Gryffindor dan Harry dkk harus mencari pedang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TOtcwrBimJI/AAAAAAAAAaU/XQFZDHwrTYg/s1600/daniel-radcliffe-deathly-hallows-pic4.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TOtcwrBimJI/AAAAAAAAAaU/XQFZDHwrTYg/s200/daniel-radcliffe-deathly-hallows-pic4.jpg" width="200" border="0" height="133" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam pencarian Ron dan Harry berselisih karena Ron cemburu dengan Hermione dan Harry, Ron pergi meninggalkan Harry dan Hermione. Harry dan Hermione sempat pergi ke Hodric’s Holow untuk mengetahui di mana keberadaan pedang Godric Gryffindor. Di Hodric’s Holow mereka malah terjebak bertemu Nagini (&lt;i&gt;menyamar sebagai teman lama Dumbledore, Bathilda Bagshot&lt;/i&gt;), ular jelmaan Voldemort yang katanya merupakan Horcrux juga. Di bawah ancaman Nagini tersebut, Harry dan Hermione ber&lt;i&gt;apperate&lt;/i&gt; melarikan diri di suatu tempat tepi danau beku yang ternyata Harry menemukan pedang Godric Gryffindor di dalam danau beku tersebut. Namun Harry tak mampu meluluhkan pedang Godric Gryffindor sendiri karena liontin Salazar Slytherin memberontak mencekiknya. Ron tak diduga datang menyelamatkan Harry dan juga menghancurkan Liontin Salazar Slytherin (&lt;i&gt;dibumbui imajinasi adegan topless Harry dan Hermione yang hot, eaaa&lt;/i&gt;). Kembalinya Ron dalam barisan, belum mampu membuat Hermione memaafkan Ron, sampai2 Ron melontarkan beberapa ucapan romantis mengandung tolol kepada Hermione.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TOtdkD_D7tI/AAAAAAAAAaY/tsHuuGXGBFg/s1600/deathly-hallows-rhys-ifans-photo.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TOtdkD_D7tI/AAAAAAAAAaY/tsHuuGXGBFg/s200/deathly-hallows-rhys-ifans-photo.jpg" width="200" border="0" height="112" /&gt;&lt;/a&gt;Harry dkk kemudian melanjutkan perjalanannya, mereka penasaran dengan lambang Grindelwald yang ditemuinya berkali-kali. Mereka pun menemui Xenophilius Lovegood, ayah Luna Lovegood. Dari Xenophilius Lovegood, Harry dkk memperoleh kisah Tale of the Three Brothers, riwayat Elder (&lt;i&gt;tongkat sihir tertua, yang diduga ikut dimakamkan bersama Dumbledore&lt;/i&gt;), Resurrection Stone (&lt;i&gt;batu kebangkitan&lt;/i&gt;), dan Jubah Gaib (&lt;i&gt;jubah tembus pandang, yang diduga telah dimiliki Harry&lt;/i&gt;) yang menjadi bagian2 dari lambang Grindelwald dan merupakan The Deathly Hallows (&lt;i&gt;reliku penakluk kematian&lt;/i&gt;).  Namun setelah itu Xenophilius Lovegood berkhianat dan menyerah Harry dkk kepada Kementerian Sihir untuk ditukar membebaskan Luna Lovegood yang ditawan di Kementerian Sihir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TOtd4G3eftI/AAAAAAAAAac/nH3ZxX7n2PA/s1600/deathly-hallows-radcliffe-dobby-watson-grint-photo.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TOtd4G3eftI/AAAAAAAAAac/nH3ZxX7n2PA/s200/deathly-hallows-radcliffe-dobby-watson-grint-photo.jpg" width="200" border="0" height="161" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Meski berhasil ber&lt;i&gt;apperate&lt;/i&gt;, tak lama Harry dkk juga tertangkap oleh para Death Eater dan dibawa ke rumah Malfoy yang menjadi basecamp para Death Eater. Hermione disiksa Bellatrix Lestrang karena dikira mencuri pedang Godric Gryffindor, sedangkan Harry Dan Ron (&lt;i&gt;karena tidak ada yang mengenali wajah Harry yang telah dsihir diubah Hermione&lt;/i&gt;) dikurung di bawah tanah bersama Dean Thomas, Goblin Griphook, pembuat tongkat sihir Ollivander, dan Luna Lovegood. Aksi heroik Dobby mampu menyelamatkan Harry dkk. Ketika Harry bebas dari kurungan, justru Wormtail tewas dengan cekikan tangan besinya sendiri. Harry dan Ron yang bebas lalu berusaha menyelamatkan Hermione dari tangan Bellatrix, pertempuran pun terjadi. Dalam pertempuran, Dobby menjadi korban, meski sempat telah ber&lt;i&gt;apperate&lt;/i&gt; melarikan diri ke alam lain namun pisau perak Bellatrix keburu mengenai Dobby. Dobby pun meninggal. Suasana benar2 haru, Yates mampu membawa emosi kesedihan hingga saya pun ikutan menitikkan air mata. Asli, ini bukan saya-nya yang lebay, tapi benar-benar mengharukan. Di saat bersamaan, menutup cerita Harry Potter and The Deathly Hallows (part 1) ini, Valdemort berhasil membuka makam Dumbledore dan mencuri Elder Wand…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak bagian yang mampu memuaskan saya dalam film Harry Potter and The Deathly Hallows (part 1) ini. Berbeda dengan seri sebelumnya, di seri ke-7 ini, Yates dapat saya katakan sukses membuat alur cerita yang lebih simple namun tak mengurangi cerita yang sudah melekat di novelnya.Dengan cerita di yang telah dipaparkan demikian, saya menyadari dan memaklumi kalau novel yang terakhir yang difilmkan ini memang harus dibagi menjadi 2 episode. Saya juga terhibur dengan efek CGI yang lebih wow juga dibanding seri sebelumnya, terutama animated sequences pas menceritakan kisah Tale of the Three Brothers. Kemunculan beberapa tokoh di seri sebulumnya di seri ke-7 ini, seperti Mad-Eye Moody, Hagrid, Wormtail, Lupin, Dumbledore, Neville Longbottom, Bill Weasley, Fleur Delacour, hingga Dobby mampu membuat saya mengingat dan benostalgia dengan film seri sebelumnya, Yates cerdas sekali. Yates juga cerdas memanfaatkan setting yang tidak ladi di Hogwart dengan menampilkan landscape view tempat-tempat di Inggris yang menyejukkan mata, sinematografi yang luar biasa indah. Satu lagi yang menyejukkan mata saya, Hermione beneran tambah cakep di film ini, uuhhhhhhh… &lt;i&gt;*siap-siap diseplak pacar*&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TOthEL_AhVI/AAAAAAAAAag/QUibFWxovvU/s1600/harry-potter-deathly-hallows-rupert-grint-emma-watson-photo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TOthEL_AhVI/AAAAAAAAAag/QUibFWxovvU/s400/harry-potter-deathly-hallows-rupert-grint-emma-watson-photo.jpg" width="400" border="0" height="266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;yang ndak setuju Hermione tambah cakep berarti bukan cowok!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada juga yang saya kecewakan dan mungkin Yates belum menyadarinya. Di seri kali ini pun saya belum melihat adanya adegan pertarungan sihir yang benar2 hebat terjadi. Kelahiannya mah dari dulu gitu-gitu aja, masih kelas cupu. Ada lagi yang mengganggu, yakni pas scene Harry dkk kejar-kejaran dengan perompak di hutan, ini beneran dah bikin pusing pengambilan gambarnya. Terlepas dari itu semua, film Harry Potter and The Deathly Hallows (part 1) inidapat saya katakan yang terbaik dan sangat mudah dipahami hingga saat ini dibanding seri2 sebelumnya. &lt;i&gt;See you in July 2011, &lt;/i&gt;Harry Potter and The Deathly Hallows (part 2/terakhir)&lt;i&gt;...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;NB: saya ndak akan review yang Part 2-nya bila uda tayang kelak, dengan alasan ndak mau dibilang spoiler bagi pecinta Harry Potter karena klimaksnya ada di situ, yang Part 1 saya review karena mungkin bisa jadi pengantar buat yang mau nonton Part 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-3255760615510331545?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-10T02:04:05.895+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TOtZOwff8uI/AAAAAAAAAaI/jgfQkiWloM4/s72-c/DSC08212.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2010/11/harry-potter-7-alhamdulillah-nonton-pas.html</feedburner:origLink></item><item><title>Sepenggal Kisah Pesta Blogger+ 2010</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/UqPwIrXGJw8/sepenggal-kisah-pesta-blogger-2010_31.html</link><category>event</category><category>blogger</category><category>travelling</category><category>review</category><category>bloggerngalam</category><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Fri, 09 Dec 2011 11:08:12 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-3533548465774694704</guid><description>(&lt;i&gt;sebelumnya dilalui melalui perjalanan penuh perjuangan Malang - Jakarta&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 30 Oktober 2010, kurang lebih pukul 09.30 alhamdulillah sampai juga saya di depan gedung tempat berlangsungnya &lt;a href="http://pestablogger.com/"&gt;Pesta Blogger+ 2010&lt;/a&gt;, di &lt;a href="http://id.streetdb.com/indonesia--street-directory-HIBURAN-_and_-REKREASI-p-CONCERT-HALL---RASUNA-EPICENTRUM.htm"&gt;Epicentrum Walk&lt;/a&gt;. Bukannya langsung masuk ke dalam gedung tapi saya masih autis di luar sibuk dengan hp yang emang lagi &lt;i&gt;low ba&lt;/i&gt;t parah, demi menghubungi &lt;a href="http://twitter.com/lvziping"&gt;mas Jipeng&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://twitter.com/erda_earl"&gt;Rossy&lt;/a&gt;. Tiket masuk saya ada di mereka. Belum juga dapat menghubungi dan menemui mereka, hp saya meninggal duluan, ini berarti saya harus mencari mereka secara manual di dalam gedung. Saya coba masuk dalam gedung, melewati pemeriksaan barang bawaan dan detector logam dengan santainya, eh tiba-tiba mbak yang di depan saya bilang “&lt;i&gt;cepetan dek, di belakang ada pak menteri&lt;/i&gt;”. Ealah padahal saya ndak janjian loh sama Bapak Muhammad Nuh, beneran, lah kok bisa-bisanya bareng datangnya. Lumayan ikutan kefoto pas pak menteri masuk gedung, sempat juga ikut-ikutan saliman sama pak menteri hhehee…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF2MeIfnMI/AAAAAAAAAY8/72wB1D-P1o0/s1600/IMG_2964i.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF2MeIfnMI/AAAAAAAAAY8/72wB1D-P1o0/s320/IMG_2964i.jpg" width="320" border="0" height="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;venue Pesta Blogger+ 2010&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di dalam gedung lagi-lagi saya autis, clingak-clinguk mencari &lt;a href="http://twitter.com/lvziping"&gt;mas Jipeng&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://twitter.com/erda_earl"&gt;Rossy&lt;/a&gt;. Di dalam saya lebih terlihat seperti  bolang, bocah ilang sendirian bawa tas ransel gede, mengenakan jersey Arema Indonesia, didukung dengan muka penuh peluh (&lt;i&gt;maklum abis perjalanan jauh Malang – Jakarta juga langsung ke TKP&lt;/i&gt;), sampai ditanyai macam-macam juga sama pak satpam. Wajar, muka saya emang ganteng pak satpam! Sempat juga berusaha cari tempat charger hp, tetapi apadaya colokan yang saya temukan ternyata tidak ada arus listriknya sama sekali, keterlaluan dah ini gedung.  Keliling-keliling gedung, 15 menit kemudian saya ketemu juga sama &lt;a href="http://twitter.com/lvziping"&gt;mas Jipeng&lt;/a&gt; di meja registrasi. Ketemu &lt;a href="http://twitter.com/lvziping"&gt;mas Jipeng&lt;/a&gt; otomatis saya ketemu juga sama &lt;a href="http://twitter.com/erda_earl"&gt;Rossy&lt;/a&gt;, dan dapatlah saya tiket masuk &lt;a href="http://pestablogger.com/"&gt;Pesta Blogger+ 2010&lt;/a&gt;. Tiket langsung ditukar dengan &lt;i&gt;goodie bag&lt;/i&gt; yang berisikan bermacam &lt;i&gt;merchandise&lt;/i&gt; &lt;a href="http://pestablogger.com/"&gt;Pesta Blogger+ 2010&lt;/a&gt; dan sponsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses registrasi selesai, saya masuk ke dalam venue &lt;a href="http://pestablogger.com/"&gt;Pesta Blogger+ 2010&lt;/a&gt;. Di dalam ternyata Bapak Muhammad Nuh, Menteri Pendidikan Republik Indonesia dan juga pencetus Hari Blog Nasional pada perhelatan Pesta Blogger 2007, sedang memberikan sambutan, setelah bersama-sama menyanyikan Indonesia Raya. Sambutannya intinya ya Bapak Muhammad Nuh percaya bahwa ngeblog dapat mencerdaskan masyarakat Indonesia , Bapak Muhammad Nuh percaya dengan &lt;i&gt;social media&lt;/i&gt; kita dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, dan Bapak Muhammad Nuh juga tidak meragukan lagi besarnya kekuatan dari &lt;i&gt;social media&lt;/i&gt;. Ya Bapak Muhammad Nuh menyebut &lt;i&gt;social media&lt;/i&gt;, ya emang karena &lt;a href="http://pestablogger.com/"&gt;Pesta Blogger+ 2010&lt;/a&gt; kali ini ruang lingkupnya lebih luas. Ndak hanya blogger saja yang berpartisipasi, tetapi juga komunitas lain dari facebook, twitter, myspace, koprol, plurk, flickr, kaskus, foursquare, dan dari &lt;i&gt;social media&lt;/i&gt; lainnya. Lantas kemana Bapak Tifatul Sembiring yang notabene sekarang menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika? Entah...(&lt;i&gt;semoga blog saya ini ndak diblokir&lt;/i&gt;)... Sebelumnya juga katanya ada tarian pembuka Gandrang Bulo, kalau ndak salah ini tarian dari Makassar, tapi saya ndak lihat, cuma terdengar dari luar pas saya registrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF0bZAyNlI/AAAAAAAAAY0/VZNNqW1ER1g/s1600/IMG_2908i.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF0bZAyNlI/AAAAAAAAAY0/VZNNqW1ER1g/s320/IMG_2908i.jpg" width="320" border="0" height="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;Menteri Pendidikan, Bapak Muhammad Nuh setelah memberikan sambutan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Baru saja masuk, saya bertemu dengan rombongan &lt;a href="http://dotsemarang.blogdetik.com/"&gt;Dot S&lt;/a&gt;, blogdetik dari Semarang yang digawangi oleh &lt;a href="http://twitter.com/AsmarieDexter"&gt;Asmarie&lt;/a&gt;. Ya ketemu mereka saya langsung diajak foto-foto deh di hall of fame yang udah disediakan di depan. Ndak ketinggalan saya foto dengan trademark saya, kayang!!! Asli malu-maluin sebenarnya, pas lagi ramai-ramainya juga eh tiba-tiba ada bocah kayang begitu saja, edan. Cuma sedikit sih foto-fotonya , abisnya disuruh motoin terus sama teman-teman &lt;a href="http://dotsemarang.blogdetik.com/"&gt;Dot  S&lt;/a&gt;, nyenengin mereka lah hhehee… :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF1pHSFoBI/AAAAAAAAAY4/qOQUTZDhsHU/s1600/IMG_2903i.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF1pHSFoBI/AAAAAAAAAY4/qOQUTZDhsHU/s320/IMG_2903i.jpg" width="320" border="0" height="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;prosesi kayang sebelum acara dimulai&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Foto-foto sesi pertama selesai, langsung balik lagi ke venue.  Masuk venue kali ini mampir sebentar ke standnya &lt;a href="http://seruit.com/"&gt;Seruit&lt;/a&gt;, komunitas blogger Lampung, untuk menyapa &lt;a href="http://twitter.com/blackgerry"&gt;mas Geri&lt;/a&gt; dan sekalian ngicip-icip kripik pisang dari Lampung hhehe. Dari obrolan-obrolan singkat di stand &lt;a href="http://seruit.com/"&gt;Seruit&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://twitter.com/blackgerry"&gt;Mas Geri&lt;/a&gt; dan rombongannya ini ternyata datang ke Jakarta dari Lampung mengendarai motor sendiri, wow!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Dot S jalan-jalan mengelilingi stand per stand, ada standnya &lt;a href="http://menteridesainindonesia.blogspot.com/"&gt;KDRI&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://twitter.com/fiksimini"&gt;Fiksimini&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ictwatch.com/internetsehat/"&gt;Internet Sehat&lt;/a&gt;, Plat-M, ODHA, 1000 Buku 1000 Kaos, Selamatkan Ibu, &lt;a href="http://bloggerbekasi.com/"&gt;Amprokan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://gantibaju.com/"&gt;Ganti Baju&lt;/a&gt;, Acer, Windows 7, myGamma, Accenture, US Embassy, JCU Singapore, Es Teller 77, &lt;a href="http://detik.com/"&gt;Detik&lt;/a&gt;, dan masih banyak lagi, maaf kalau ndak bisa disebut satu-satu. Ada juga stand untuk menggalang dana bentuk kepedulian kepada korban bencana di Mentawai dan Merapi, uniknya yang dapat disumbangkan ndak hanya uang tetapi dapat berupa barang-barang bekas bahkan sampah. Inilah yang kembali meyakinkan dan mengingatkan saya bahwa di sini saya ndak lagi untuk hura-hura dan emang &lt;a href="http://pestablogger.com/"&gt;Pesta Blogger+ 2010&lt;/a&gt; bukan ajang untuk hura-hura tetapi ajang untuk lebih peduli terhadap sesama. Di sela mengunjungi tiap stand, mata saya menangkap keberadaan teman-teman &lt;a href="http://tugupahlawan.com/"&gt;TPC&lt;/a&gt; dari Surabaya, ada &lt;a href="http://twitter.com/Nopy_pr"&gt;mas Nopy&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://twitter.com/rusabawean"&gt;si Rusa Bawean&lt;/a&gt;. Saya pun mendekati mereka, menanyakan kabar dan mengobrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi santai bercengkerama sama teman-teman &lt;a href="http://tugupahlawan.com/"&gt;TPC&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://dotsemarang.blogdetik.com/"&gt;Dot S&lt;/a&gt;, Saykoji yang dikomando bang &lt;a href="http://twitter.com/SAYKOJI"&gt;Igor&lt;/a&gt; tiba-tiba muncul di atas panggung. Edan, sebanyak 1500an pengunjung yang awalnya ndak antusias langsung ramai-ramai mengerubungi depan panggung. Saykoji menghentak seluruh pengunjung, yeah! Sayangnya Saykoji cuma bawain 3 lagu aja, lagu wajibnya kaskuser Anthem Kaskus, hits barunya Narsis, dan tak ketinggalan lagu wajib para netizen Online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF2fB-f0gI/AAAAAAAAAZA/fJGnPazo9RM/s1600/IMG_2917i.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF2fB-f0gI/AAAAAAAAAZA/fJGnPazo9RM/s320/IMG_2917i.jpg" width="320" border="0" height="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;Saykoji menggebrak panggung, meggairahkan pengunjung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF2xmdk0RI/AAAAAAAAAZE/nUM1tjcuDQ8/s1600/IMG_2927i.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF2xmdk0RI/AAAAAAAAAZE/nUM1tjcuDQ8/s320/IMG_2927i.jpg" width="320" border="0" height="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;&lt;i&gt;bang Igor Saykoji mengenakan kalung harddisknya saat ngebawain lagu Online&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setelah Saykoji, lalu giliran &lt;a href="http://twitter.com/pandji"&gt;Pandji Pragiwaksono&lt;/a&gt; &lt;i&gt;the unyu man&lt;/i&gt; yang autis di panggung berusaha menghibur pengunjung. &lt;a href="http://twitter.com/pandji"&gt;Pandji&lt;/a&gt; menjelaskan kaleidoskop &lt;i&gt;social media&lt;/i&gt; di Indonesia tahun 2010 disisipi guyonan khas &lt;a href="http://twitter.com/pandji"&gt;Pandji&lt;/a&gt; dengan menggunakan istilah-istilah &lt;i&gt;social media&lt;/i&gt; yang lagi tren, seperti kingdom unyu, kingdom eaaa, mama minta pulsa, menyinggung Pak Tif dan lain sebaginya. Terlihat teman-teman &lt;a href="http://blogor.org/"&gt;Blogor&lt;/a&gt;, komunitas blogger dari Bogor, sangat antusias mengelu-elukan sosok &lt;a href="http://twitter.com/pandji"&gt;Pandji&lt;/a&gt;. Namun sayangnya juga &lt;a href="http://twitter.com/pandji"&gt;Pandji&lt;/a&gt; ndak menunjukkan kebolehannya dalam bernyanyi rap di sini, mungkin takut kalah saingan sama Saykoji kali ya hhehee…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF3J2L3uRI/AAAAAAAAAZI/T8aCr6fs6hk/s1600/IMG_2929i.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF3J2L3uRI/AAAAAAAAAZI/T8aCr6fs6hk/s320/IMG_2929i.jpg" width="320" border="0" height="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;&lt;i&gt;Panji meyalurkan energi semangat kepada pengunjung&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa menit setelah &lt;a href="http://twitter.com/pandji"&gt;Pandji&lt;/a&gt; turun panggung, giliran &lt;a href="http://twitter.com/adhitiasofyan"&gt;Adhitia Sofyan&lt;/a&gt;, musisi yang menyebarkan hitsnya secara gratis via online, yang mencoba menyuguhkan suasana romantis. Suasana romantis yang tercipta sedikit terganggu dengan sound yang buruk, petikan gitar nyaris ndak terdengar, vokal juga ndak bening-bening amat. Memang beberapa kali &lt;a href="http://twitter.com/adhitiasofyan"&gt;Adhitia Sofyan&lt;/a&gt; mempertanyakan monitor yang katanya ndak kedengaran. Adhitia Sofyan membawakan 3 lagu, Cublak-Cublak Suweng,  Memilihmu, dan Adelaide Sky. Sebenarnya saya nungguin &lt;a href="http://twitter.com/adhitiasofyan"&gt;Adhitia Sofyan&lt;/a&gt; nyanyiin lagu yang dari album barunya sih, Forget Your Plans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF3iAVBZSI/AAAAAAAAAZM/bQNujquN2Vc/s1600/IMG_2938.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF3iAVBZSI/AAAAAAAAAZM/bQNujquN2Vc/s320/IMG_2938.jpg" width="320" border="0" height="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;Adhitia Sofyan berusaha memberikan suasana romantis di Pesta Blogger+ 2010&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ndak terasa perut saya juga udah protes kelaparan, ya emang udah siang menjelang sore juga. Saking keasyikannya menikmati acara di depan panggung, ternyata saya udah ditinggal sama teman-teman &lt;a href="http://dotsemarang.blogdetik.com/"&gt;Dot S&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://tugupahlawan.com/"&gt;TPC&lt;/a&gt; mengambil makanan. Saya pun menyusul mengambil makanan. Sambil diiringi live band (&lt;i&gt;ndak tau darimana, namanya apa&lt;/i&gt;) saya berusaha menikmati makan siang yang disediakan, sangat disayangkan nasi yang saya dapat udah dalam keadaan keras, ya ndak saya habiskan. Tapi saya mengapresiasi buat teman-teman yang mensosialisasikan memilah sampah terlebih dahulu untuk membuangnya di tempat sampah yang berbeda (&lt;i&gt;lupa nama komunitasnya&lt;/i&gt;), jadi tempat makan pun terlihat bersih nyaris ndak ada sampah yang berserakan. Namanya netizen ya makan siang pun tetap aja jeprat-jepret foto-foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF35htUa-I/AAAAAAAAAZQ/AHBRLybSg2g/s1600/IMG_2951i.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF35htUa-I/AAAAAAAAAZQ/AHBRLybSg2g/s320/IMG_2951i.jpg" width="320" border="0" height="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;&lt;i&gt;suasana area makan siang terasa ndak muat dengan kehadiran 1500an pengunjung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF4LVhGPOI/AAAAAAAAAZU/19mvqXA5H3o/s1600/IMG_2957i.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF4LVhGPOI/AAAAAAAAAZU/19mvqXA5H3o/s320/IMG_2957i.jpg" width="320" border="0" height="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;&lt;i&gt;setelah makan siang, banyak yang minta foto-foto, bahkan dari yang ndak kenal sekalipun&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Perut udah keisi berlanjut ke acara berikutnya, yakni masuk kelas untuk mendengarkan materi. Banyak materi-materi yang ditawarkan di tiap-tiap kelas yang berbeda, ada 10 kelas yang diberi nama pulau-pulau di Indonesia, diantaranya Pulau Penyengat, Pulau Nusa Penida, Pulau Tarakan, Pulau Biak, Pulau Komodo Pulau Tidung, Pulau Madura, Pulau Bunaken, Pulau Karimun Jawa, dan Pulau Selayar. Saya masuk kelas Pulau Komodo, alasannya di sana salah satu pematerinya adalah Sarah Azhari. Ya tombo ngantuk rek, siang-siang abis makan siang juga. Alasan kedua karena ada &lt;a href="http://twitter.com/donnybu"&gt;mas Donny BU&lt;/a&gt; dari &lt;a href="http://ictwatch.com/internetsehat/"&gt;Internet Sehat&lt;/a&gt; yang kemarin juga sempat ke Kota Malang. Materi yang dijelaskan oleh Sarah Azhari dan &lt;a href="http://twitter.com/donnybu"&gt;mas Donny BU&lt;/a&gt; ini mengenai yang tabu di dunia maya, cukup menggairahkan temanya hhehee. Intinya dari materi yang dijelaskan sebenarnya pemblokiran terhadap site porno dan tabu lainnya itu ndak cukup diperlukan, yang diperlukan sebenarnya adalah pengawasan serta pembelajaran mana yang patut dikonsumsi sesuai usia dan kebutuhannya masing-masing. Setelah materi, peserta langsung kalap memburu foto bareng Sarah Azhari sampai mengejarnya ke stand &lt;a href="http://detik.com/"&gt;Detik&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF4fwHhhqI/AAAAAAAAAZY/YkZ3mcigK6c/s1600/IMG_2973i.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF4fwHhhqI/AAAAAAAAAZY/YkZ3mcigK6c/s320/IMG_2973i.jpg" width="320" border="0" height="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;&lt;i&gt;mas Donny BU feat Sarah Azhari mengisi materi di kelas Pulau Komodo&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Capek kejar-kejaran saatnya mengambil jatah snack, lumayan dapat sebungkus rotiboy. Rupanya ada yang janggal, ini dikasih roti tapi kok ndak dikasih air minum juga ya. Pelan-pelan menikmati rotiboy, (&lt;i&gt;maklum ndak ada air minumnya, takut keselek&lt;/i&gt;) sambil mendengarkan pengumuman lomba-lomba yang diadakan dalam rangkaian &lt;a href="http://pestablogger.com/"&gt;Pesta Blogger+ 2010&lt;/a&gt;. Untuk melihat daftar pemenangnya dapat dilihat &lt;a href="http://pestablogger.com/?p=2409"&gt;di sini…&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai pengumuman lomba-lomba, rangkaian acara &lt;a href="http://pestablogger.com/"&gt;Pesta Blogger+ 2010&lt;/a&gt; memasuki menit-menit akhir, menyuguhkan tarian Saman dari Universitas Indonesia. Yang saya lihat dan cermati, entah grogi atau apa, tarian Saman dari Universitas Indonesia ini banyak yang ndak kompak gerakannya, amburadul tenan wes. Untungnya setelahnya, &lt;a href="http://twitter.com/wsatcc"&gt;White Shoes and The Couples Company&lt;/a&gt; sukses menutup apik rangkaian acara &lt;a href="http://pestablogger.com/"&gt;Pesta Blogger+ 2010&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF4zslWbSI/AAAAAAAAAZc/fywd04iNH4A/s1600/IMG_3009i.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF4zslWbSI/AAAAAAAAAZc/fywd04iNH4A/s320/IMG_3009i.jpg" width="320" border="0" height="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;&lt;i&gt;White Shoes and The Couples Company menutup Pesta Blogger+ 2010&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Usai acara, masalah kembali datang, saya dan &lt;a href="http://twitter.com/erda_earl"&gt;Rossy&lt;/a&gt; bingung mencari tempat untuk menginap malam harinya. Di tengah kebingungan, saya bertemu sama &lt;a href="http://twitter.com/pinkparis"&gt;mbak Risna&lt;/a&gt; dan mas Alit (&lt;i&gt;keduanya dedengkot &lt;a href="http://bloggerngalam.com/"&gt;Bloggerngalam&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;) di stand Acer yang udah mau dirobohin. Karena saya terhitung belum makan malam dan jam juga udah menunjukkan pukul 20.00an, &lt;a href="http://twitter.com/pinkparis"&gt;mbak Risna&lt;/a&gt; lalu mengajak saya makan di Café Betawi  (&lt;i&gt;dan ternyata saya ditraktir sama suaminya mbak Risna, hhihii&lt;/i&gt;) sambil mencari solusi saya dan &lt;a href="http://twitter.com/erda_earl"&gt;Rossy&lt;/a&gt; akan menginap di mana. Mukanya pada susah semua, asli saya juga frustasi ndak karuan. Hingga akhirnya &lt;a href="http://twitter.com/erda_earl"&gt;Rossy&lt;/a&gt; mendapat konfirmasi dari teman-teman panitia, khususnya teman-teman dari &lt;a href="http://twitter.com/idgmail"&gt;ID Gmail&lt;/a&gt;, katanya ada tempat untuk menginap yakni di salah satu apartemen teman-teman &lt;a href="http://twitter.com/idgmail"&gt;ID Gmail&lt;/a&gt; yang biasa disebut &lt;a href="http://twitter.com/endhoot"&gt;Bunda&lt;/a&gt;, di apartemen temannya &lt;a href="http://twitter.com/endhoot"&gt;Bunda.&lt;/a&gt; Baru sekitar pukul 00.00an saya beserta rombongan panitia lainnya bisa meninggalkan Epicentrum Walk dengan keadaan mengenaskan, capek, kantuk, badan udah pegal semua,,, Fyiuhhhh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF5IluBNwI/AAAAAAAAAZg/hA04FsVA5kg/s1600/IMG_3049i.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF5IluBNwI/AAAAAAAAAZg/hA04FsVA5kg/s320/IMG_3049i.jpg" width="320" border="0" height="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;&lt;i&gt;di Cafe Betawi, makan malam dan mencari solusi tempat inap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF5a92FdoI/AAAAAAAAAZk/FAc7DgGJZhc/s1600/IMG_3074i.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF5a92FdoI/AAAAAAAAAZk/FAc7DgGJZhc/s320/IMG_3074i.jpg" width="320" border="0" height="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;&lt;i&gt;Bloggerngalam crew di hall of fame &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-3533548465774694704?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-10T02:08:12.840+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TNF2MeIfnMI/AAAAAAAAAY8/72wB1D-P1o0/s72-c/IMG_2964i.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2010/10/sepenggal-kisah-pesta-blogger-2010_31.html</feedburner:origLink></item><item><title>Menyangkut Ketidakpastian Ke Jakarta</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/sWPl-bSV6bw/menyangkut-ketidakpastian-ke-jakarta.html</link><category>curhat</category><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Thu, 22 Dec 2011 13:19:23 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-965456826086916542</guid><description>Percaya atau tidak, H-3 &lt;a href="http://pestablogger.com/"&gt;Pesta Blogger+ 2010&lt;/a&gt;, jujur saya sebenarnya belum ada persiapan sama sekali untuk ke Jakarta menghadiri Pesta Blogger+ 2010. Banyak yang menganggu pikiran dan memang patut dipikirkan. Masih tidak ada kejelasan jika saja saya berangkat akan naik apa, berangkat sama siapa, dan di Jakarta-nya bakal nginap di mana. Apalagi Jumat pagi saya juga masih ada keperluan di kampus yang tidak bisa ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum terpikir naik apa nanti ke Jakarta, dengan ketentuan berangkat Jumat sampai Jakarta-nya harus Sabtu sebelum pukul 10.00. Sempat cari tiket pesawat Surabaya - Jakarta eh ternya pas lagi mahal-mahalnya, kalau nemu yang harganya Rp.200-350ribuan saya pasti udah naik pesawat. Sempat tanya-tanya bus Lorena yang langsung dari Malang ke Jakarta berangkatnya pukul 14.00 dan diperkirakan sampai Jakarta besoknya pukul 09.00-10.00an (&lt;i&gt;jika lancar&lt;/i&gt;), karena saya memikirkan hal yang terburuk (&lt;i&gt;baca: saya yakin akan molor perjalanannya&lt;/i&gt;), langsung mengurungkan niatan saya untuk menggunakan jasa bus Lorena. Beralih juga tanya-tanya kereta eksekutif Gajayana yang juga langsung ke Jakarta, eh ternyata berangkatnya dari Malang pukul  16.00-1700an dan diperkirakan sampai Jakarta juga sama-sama Sabtu pukul 09.00-10.00an, dengan alasan yang sama saya juga mengurungkan niat untuk memakai jasa kereta eksekutif Gajayana. Kalau naik kereta ekonomi Matarmaja, lebih meragukan lagi sampai Jakarta bakal jam berapa, meski berangkatnya pukul 13.00. Hingga Kamis siang saya sama sekali belum dapat pencerahan, Jumat pagi bakal naik apa biar saya sampai di Jakarta tidak lebih dari jam 10an, lagian kemungkinan  saya juga berangkat sendirian tidak mungkin naik kereta ekonomi Matarmaja yang katanya sadis. Baru Kamis sore saya dapat referensi dari teman di kampus yang merekomendasikan naik bus secara marathon. Maksudnya naik busnya loncat-loncat, naik bus dari Malang ke Surabaya, dari Surabaya ganti bus buat ke Kudus atau Semarang, dari Kudus atau Semarang ganti bus lagi ke Jakarta. Dengan begitu lebih fleksibel mau berangkat jam berapa dan estimasi lama perjalanan 21-22 jam, diestimasikan dengan kemungkinan molor terburuk pun paling tidak sampai Jakarta tidak lebih dari pukul 10.00an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau masalah nginap si katanya &lt;a href="http://twitter.com/sandynata"&gt;mas Sandy&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;dedengkot &lt;a href="http://bloggerngalam.com/"&gt;Bloggerngalam&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;), pasti nemu ntar tempat penginapan di Jakarta. Saya juga sedikit lega, meskipun begitu saya juga masih belum pasti Jumat jadi berangkat ke Jakarta atau tidak, tergantung hari Jumat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakpastian saya tersebut juga karena ocehan dari beberapa kawan (&lt;i&gt;karena saya sayang dan menghargai mereka , tidak bakal saya publish namanya di sini&lt;/i&gt;) yang mencibir saya kalau saya berangkat ke Jakarta. Nada cibiran mereka seperti mereka menganggap saya pergi ke Jakarta mau bersenang-senang, sedangkan kata mereks saudara-saudara di Mentawai dan Merapi lagi susah dan butuh bantuan, tidak seharusnya saya bersenang-senang katanya. Saya juga mikir lama mengenai hal ini. Susah juga meyakinkan mereka-mereka itu kalau saya ke Jakarta tidak untuk besenang-senang. Hingga akhirnya mereka bisa menerima alasan saya ke Jakarta untuk meliput, bersosialisasi, dan juga akan berbagi di Pesta Blogger 2010+.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat setelah dari kampus, sesingkat-singkatnya saya membereskan apa saja yang perlu dibawa ke Jakarta, saya pun memutuskan berangkat ke Jakarta….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-965456826086916542?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-23T04:19:23.208+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2010/10/menyangkut-ketidakpastian-ke-jakarta.html</feedburner:origLink></item><item><title>Perang Kurs, Perekonomian Kembali Resah?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/pCfQ96CfuLE/perang-kurs-perekonomian-kembali-resah.html</link><category>materi kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Thu, 22 Dec 2011 13:20:53 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-3865251870755680731</guid><description>Belum juga perekonomian pulih seutuhnya pasca adanya krisis finansial di Amerika Serikat (AS) yang berdampak bagi hampir seluruh negara di dunia akhir tahun lalu, ketidakpastian perekonomian di dunia kembali menguat dengan adanya perang kurs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurs merupakan nilai penukaran uang antara satu valuta dengan valuta lainnya, yang dibedakan antara kurs beli (&lt;i&gt;bid/buying rate&lt;/i&gt;) dengan kurs jual (&lt;i&gt;offer/selling rate&lt;/i&gt;). Jadi jika perang kurs berarti negara yang bersangkutan di dalamnya sedang memainkan kurs jual mereka terhadap valuta lainnya hingga di luar batas normal, dalam hal ini mereka “sengaja” mendepresiasi kurs mereka hingga terlalu rendah (&lt;i&gt;under value&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dari Bank Cadangan Federal Amerika Serikat mencanangkan pelonggaran kuantitatif dengan menggunakan dollar AS untuk membeli berbagai jenis surat obligasi dan aset bermasalah. Serta kebijakan otoritas moneter AS yang mematok suku bunga mendekati nol persen. Hal demikian membuat beberapa mata uang negara lain terapresiasi terhadap dollar AS, bahkan beberapa negara tercatat menciptakan rekor baru nilai tukarnya terhadap dollar AS. Nilai dollar terdepresiasi, ya mereka memang sengaja demikian. AS di satu pihak mempertahankan dolarnya yang lemah untuk merangsang pertumbuhan ekonomi, di lain pihak juga mempolitisir masalah kurs, agar banyak negara terpaksa secara pasif mengintervensi kurs mata uangnya. Tidak pernah kapok, lagi-lagi AS yang berulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa nilai tukarnya terlalu tinggi (&lt;i&gt;over value&lt;/i&gt;), tanggal 15 September, Jepang yang pertama kali memulai intervensi dengan melepas yen membeli dollar AS dengan harapan nilai dollar AS kembali terapresiasi ataupun paling tidak yen juga ikut terdepresiasi. Langkah tersebut diikuti juga oleh negara-negara lainnya seperti Thailand, Brasil, dan terlebih China yang paling semangat berniat mendepresiasi nilai mata uang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam momen demikian, dalam perekonomian terbuka, tentu saja mereka akan mengintervensi kurs, semangat berlomba-lomba sengaja mendepresiasi nilai mata uang mereka, dengan demikian mereka berfikir perekonomian dan pelaku ekonomi di negara mereka akan terlindung, ekspor mereka setidaknya tidak terancam oleh negara-negara berkembang lainnya. Mereka belomba-lomba karena memang tidak ada yang bisa melarang mereka untuk mendepresiasi nilai mata uang mereka, &lt;i&gt;that’s legal&lt;/i&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menilik keikutsertaan negara-negara yang tak lain juaga mitra perekonomian Indonnesia dalam mendepresiaskan nilai mata uangnya, maka Indonesia juga berpeluang akan terkena dampaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menguatnya nilai tukar rupiah memang gelontoran modal asing terus menerus masuk, namun terus menguatnya nilai tukar rupiah tersebut akan membahayakan bagi eksportir. Terutama ancaman dari AS dan China, yang notabene pengekspor terbesar ke Indonesia saat ini. AS dan China juga serius mengklaim tidak akan menguatkan kembali nilai tukar mata uang mereka. Selain itu, juga berpotensi menaikkan inflasi akibat perilaku belanja berlebihan (&lt;i&gt;panic buying&lt;/i&gt;). Permintaan konsumen yang tinggi (&lt;i&gt;excess demand&lt;/i&gt;) akan memicu merangkaknya harga-harga kebutuhan dasar. Kondisi ini semakin parah apabila naiknya inflasi tidak dibarengi kemampuan daya beli masyarakat. Ini bisa mengakibatkan lingkaran setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, jika tidak diantisipasi, sejak dini, perang kurs yang terjadi tersebut mempunyai konsekuensi serius bagi Indonesia, sangat serius bagi eksportir. Ketika AS dan China tidak dapat lagi diintervensi untuk menguatkan kembali nilai tukar mata uang mereka, maka Indonesia sendiri yang harus melakukan antisipasi, antisipasi untuk melindungi eksportir. Segera!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, hingga nilai rupiah sekitar Rp 8.900 per dollar AS, BI mengatakan ekspor Indonesia masih aman-aman saja, tidak terlihat mengalami penurunan, atau dampak serius lainnya, mereka beranggapan bahwa fundamental ekonomi Indonesia  masih sangat kuat dan tak tergoyahkan. namun baiknya tidak sampai menunggu hingga benar-benar dampak dari perang kurs ini terasa. Jangan sampai menganggapnya sepele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sejumlah faktor yang diperkirakan dapat membantu mengatasi isu tersebut. Pertama, sebaiknya jangan membiarkan rupiah menguat lebih jauh saat ini karena akan membuat barang-barang Indonesia menjadi relatif lebih mahal dibandingkan dengan barang-barang China. Saat ini yang terbaik adalah membiarkan rupiah berada di level fundamentalnya, yaitu Rp 9.100-Rp 9.300. Kedua, Pemerintah Indonesia hendaknya bisa mendorong penurunan suku bunga pinjaman lebih lanjut sehingga dapat meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia. Faktor-faktor tersebut diharapkan dapat memperkecil dampak perang mata uang yang mungkin akan dirasakan oleh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seluruh negara yang terlibat, apabila perang kurs terjadi dalam waktu yang lama, maka dampaknya justru kontraproduktif. Akan terjadi persaingan yang tidak sehat dalam perdagangan dunia dan justru menghambat proses permulihan ekonomi. Oleh karena itu, harus ada mekanisme global untuk menghambat praktik ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-3865251870755680731?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-23T04:20:53.775+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2010/10/perang-kurs-perekonomian-kembali-resah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Mata Uang Tunggal ASEAN? Ingin Namun Belum Dibutuhkan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/LvVAtep4Jt0/mata-uang-tunggal-asean-ingin-namun.html</link><category>materi kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Thu, 22 Dec 2011 13:23:36 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-7481598561356825582</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Pernah terpikir, keren kali ya kalau punya mata uang seperti Euro yang tidak cuma berlaku di satu negara saja, berlaku untuk beberapa negara se-kawasan. Asyik juga kalau melancong ke Singapura, Malaysia, Thailand dan negara-negara ASEAN lainnya atau ketika ingin membeli barang-barang via online dari sesama negara-negara ASEAN tanpa harus menukarkan rupiah terlebih dahulu. Terkadang juga pernah terbersit keinginan menyederhanakan digit nominal rupiah selain dengan cara redenominasi. Hal yang sebenarnya sempat pernah terpikir beberapa tahun yang lalu dan belakangan muncul lagi.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TLjNyDRGwtI/AAAAAAAAAYw/PlvpZuFjc9k/s1600/877stock_exchange.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TLjNyDRGwtI/AAAAAAAAAYw/PlvpZuFjc9k/s320/877stock_exchange.jpg" width="320" border="0" height="210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mata uang tunggal merupakan konsep dimana beberapa negara menyepakati hanya akan menggunakan 1 jenis mata uang dalam segala kegiatan transaksinya dengan negara-negara yang menyepakatinya. Sedangkan ASEAN sendiri merupakan kawasan yang digadai-gadaikan akan memiliki potensi besar menguasai perekonomian di dunia di masa mendatang jika mulai memberlakukan mata uang tunggal tersebut, wajar dianggap demikian menilik pasca krisis tahun 2008 perekonomian negara-negara ASEAN terus mengalami peningkatan. Dengan diberlakukannya mata uang tunggal ASEAN, ASEAN akan lebih dapat mendorong peningkatan tingkat volume perdagangan dan kerjasama yang berakibat positif terhadap pertumbuhan ekonomi, terbentuknya pasar kapital yang lebih kuat dan lebih stabil, mata uang stabil sehingga membuat perekonomian negara-negara ASEAN akan menjadi lebih mapan, yang berarti dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, hal tersebut akan mempererat hubungan antar negara-negara ASEAN, sehingga dapat meningkatkan volume perdaganan melalui ekspor dan impor, karena tidak adanya bea masuk. Konsep mata uang tunggal ini sebenarnya sudah mulai dibicarakan negara-negara ASEAN dalam pengembangan pembahasan visi integritas ASEAN 2020 sejak tahun 2000an, tepat setelah mata uang Euro mulai diberlakukan oleh negara-negara Uni Eropa. Jika ASEAN telah menetapakan mata uang tunggal, itu berarti ASEAN telah menetapakan sistem moneternya menjadi sistem moneter tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Banyak Hambatan, Tidak Perlu Sekarang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimisme mengenai kenginan mata uang tunggal ASEAN boleh saja tinggi, namun semua keinginan, terlebih mengenai keinginan bersama, tak akan mudah diwujudkan semudah menyuruh anak sekolahan untuk mengenakan seragam yang sama. Sulit menyeragamkan ideologi pada tiap-tiap negara, terlebih negara-negara di ASEAN yang memiliki budaya, suku, bahasa, sejarah yang sangat beragam. Dari sejarah terbentuk ASEAN sendiri, ASEAN meski telah terbentuk sejak 1967, ASEAN masih dibilang terlalu dini untuk memberlakukan mata uang tunggal, terlebih konsep mata uang tunggal ASEAN baru mulai dibahas tahun 2000an. Butuh waktu yang lama dalam mematangkan konsep tersebut, Uni Eropa saja butuh 40 tahun untuk merealisasikan konsep mata uang tunggalnya, Euro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mematangkan konsep mata uang tunggal tersebut banyak hal yang harus dibenahi negara-negara ASEAN. Adapun beberapa kriteria yang dianggap perlu dibenahi untuk menuju pemberlakuan mata uang tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama, intensitas perdagangan antar negara-negara yang terlibat dalam kawasan harus tinggi.  Hal ini mutlak agar tiap-tiap Negara yang terlibat dapat memperoleh benefit yang maksimum dari penerapan mata uang tunggal. Pada kasus ini negara-negara ASEAN sudah mulai menerapkannya dengan adanya ASEAN Free Trade Area (AFTA), diharapkan intensitas perdagangan antar negara-negara ASEAN akan meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, tingkat kemiripan pola siklus ekonomi harus tinggi. Hal ini dibutuhkan untuk meminimalkan terjadinya tekanan-tekanan pada masing-masing negara yang terlibat untuk melakukan respon kebijakan stabilisasi ekonomi secara individual. Pada kasus ini negara-negara ASEAN cenderung memiliki kemiripan yang sinkron, misalnya dalam contoh ketika adanya suatu krisis ekonomi, negara-negara ASEAN juga sama-sama terkena dampaknya mesti dalam penerapan kebijakannya berbeda-beda dan meski ada juga yang tidak terkena dampaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir, pembangunan ekonomi dari negara-negara yang tergabung dalam kawasan harus cenderung konvergen. Hal ini harus dipenuhi untuk menuju pola kebijakan pengelolaan ekonomi yang sama. Pada kasus ini negara-negara ASEAN cenderung tidak seragam (tidak menunjukkan konvergensi). Hal ini terlihat pada masih tingginya kesenjangan antar negara-negara ASEAN dalam hal sistem moneter yang berbeda, kesenjangan dalam hal tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, tingkat pengangguran, serta tingkat nilai kurs masing-masing mata uang negara-negara ASEAN . Ambil contoh, Singapura yang saat ini memiliki nilai kurs mata uang yang kuat tidak akan mau melaksanakan konsep mata uang tunggal dengan misalnya Laos yang memiliki nilai kurs mata uang jauh dibawah dollar Singapura. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian tersebut dapat disimpulkan akan sulit, kompleks, dan butuh waktu yang lama untuk menerapkan mata uang tunggal di ASEAN. Namun, jika dipikir lagi secara ringkas, melihat perekonomian Indonesia sendiri hingga saat ini (hubungan perdagangan antar negara meningkat, inflasi masih terjaga, serta pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat) sebenarnya penerapan mata uang tunggal di ASEAN masih belum diperlukan oleh Indonesia. Terlebih ketika penerapan mata uang tunggal Euro di Uni Eropa yang belakangan juga mengalami kemunduran pasca adanya krisis di Yunani.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-7481598561356825582?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-23T04:23:36.646+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TLjNyDRGwtI/AAAAAAAAAYw/PlvpZuFjc9k/s72-c/877stock_exchange.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2010/10/mata-uang-tunggal-asean-ingin-namun.html</feedburner:origLink></item><item><title>PT KA, Benarkah Butuh Kenaikan Tarif?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/gWVXTDhI4bI/pt-ka-benarkah-butuh-kenaikan-tarif.html</link><category>materi kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Thu, 22 Dec 2011 13:22:30 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-337826535563159308</guid><description>Seperti diketahui PT Kereta Api (KA) merencanakan adanya tarif baru untuk kereta ekonomi semua jurusan perjalanan, Jabodetabek, jarak menengah, dan jarak jauh. Direktorat Perhubungan Kereta Api Kementerian Perhubungan mengusulkan kenaikan tarif antara 16-62 persen dengan rincian untuk KA jarak jauh 16 persen (Rp 4.000-Rp 8.500), jarak sedang 17 persen (1.000-5.500), jarak dekat 45 persen (Rp 500-Rp 2.000), kereta rel diesel (KRD) 34 persen (Rp 500-Rp 1.500), dan kereta rel listrik (KRL) 62 persen (Rp 500-Rp 2.000). Sebenarnya kenaikan tarif KA ini merupakan wacana lama, sejak tahun lalu namun beberapa kali kenaikan tarif ini tertunda. Adanya ketidakkonsistenan Menteri Perhubungan, Freddy Numberi, mengenai sikapnya dalam kebijakan kenaikan tarif ini. Beliau yang awalnya mengusulkan, namun hingga saat ini kenaikan tarif tersebut masih tertunda. Terakhir direncanakan akan mulai naik per 1 Oktober 2010, namun pada tanggal tersebut tarif masih tetap belum berubah, dan ketika dikonfirmasi, Freddy Numberi baru akan menyetujui tarif baru akan berlaku sejak tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TLjKsQbr14I/AAAAAAAAAYs/UbIP0Uz2H_4/s1600/KRL.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TLjKsQbr14I/AAAAAAAAAYs/UbIP0Uz2H_4/s320/KRL.jpg" width="320" border="0" height="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan tarif KA ini juga diakui diperlukan secepatnya oleh PT KA. Hal ini diperlukan karena tidak adanya kenaikan biaya subsidi atau lebih dikenal public service obligation (PSO) dari APBN. Direktur Utama PT KA sendiri, Ignasius Jonan, mengakui PT KA sedang mengalami krisis keuangan, jika tidak segera diberlakukan tarif baru maka pelayanan dan kualitas kereta ekonomi akan semakin menurun. Ironisnya pernyataan Direktur Utama PT KA tersebut seakan menjadi pukulan mutlak, ketika kenaikan tarif belum diberlakukan, belakangan sudah terjadi beberapa kali kecelakaan kereta api, yang terakhir di Pemalang dan di Solo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-337826535563159308?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-23T04:22:30.658+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_DAFAY8RbqaM/TLjKsQbr14I/AAAAAAAAAYs/UbIP0Uz2H_4/s72-c/KRL.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2010/10/pt-ka-benarkah-butuh-kenaikan-tarif.html</feedburner:origLink></item><item><title>Redenominasi Bukan Solusi</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/gCPiQKGSI1s/redenominasi-bukan-solusi-oleh-munawar.html</link><category>materi kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Thu, 22 Dec 2011 13:23:30 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-3494841864036745158</guid><description>Waduh, ruwet sekali... Itulah keluhan pertama ketika teman saya dari Prancis menginjakkan kakinya untuk kali pertama di Indonesia. Dia terheran-heran ketika membeli McDonalds paket hemat saja butuh Rp 40.000. Padahal, kalau di Prancis, dengan nominal 40.000 franc, dia sudah bisa hidup secara layak selama sebulan. Fakta itulah yang membuat dia terkejut. Dalam hatinya, tebersit raga kaget campur ragu bagaimana hal tersebut bisa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidaknyamanan semacam itulah yang banyak diungkapkan ketika membicarakan redenominasi rupiah. Wacananya, redenominasi diperlukan ketika nilai rupiah terus merosot. Seolah-olah, rendahnya nilai rupiah akan terselesaikan manakala dilakukan redenominasi. Cara seperti itu sangat menggampangkan masalah. Padahal, ibarat obat, redenominasi hanya menghilangkan rasa sakit, tapi tidak membunuh penyakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Uang Pecahan Besar &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah redenominasi tidak bisa dipisahkan dari denominasi. Istilah denominasi terkait dengan persoalan besaran nominal uang yang harus dicetak bank sentral. Artinya, apakah uang yang beredar itu harus dicetak dalam puluhan, ratusan, ribuan, atau bahkan dalam ukuran yang lebih besar seperti dalam ratusan ribu. Jawabannya, semua bergantung pada kebutuhan. Dengan prinsip, semakin tinggi nilai transaksi yang dilakukan, semakin besar ukuran nominal uang yang harus dicetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, ada orang yang membeli mobil seharga tiga ratus juta rupiah. Kalau semua uang yang dicetak bank sentral berbentuk lembaran seribu rupiah, bisa dibayangkan betapa tidak praktisnya membeli mobil. Sebab, si pembeli harus membawa uang seribuan yang jumlahnya sangat banyak. Barangkali, membawanya harus pakai karung. Tentu saja, membawa uang dengan karung sangat merepotkan. Sebaliknya, kalau uang yang dicetak berupa lembaran seratus ribuan, pembelian mobil bisa dilakukan dengan praktis. Artinya, jumlah uang yang harus dibawa tidak sebanyak kalau uang berbentuk pecahan seribuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas bahwa lembaran uang yang bernilai besar tidak selamanya jelek. Dalam hal tertentu, lembaran uang yang bernilai nominal besar justru membuat transaksi lebih nyaman. Karena itu, redenominasi yang dimaksudkan untuk mengecilkan nilai nominal uang justru akan menciptakan masalah besar jika nilai nominal transaksi yang dibutuhkan dalam perekonomian memang besar. Itulah keuntungan penting dari tingginya nilai nominal uang yang dicetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kerugian Redenominasi &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, kita beralih ke sisi negatif redenominasi. Sebenarnya, menurunkan nilai nominal uang bukan pekerjaan yang sulit. Bank sentral dengan mudah dapat mengganti cetakan uang seribuan, kemudian ditukar dengan satu rupiah. Namun, persoalannya bukan pada teknis menggantinya, tapi pada implikasi ketika uang itu digunakan untuk membeli barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redenominasi tidak menimbulkan efek negatif jika dibarengi penurunan harga secara proporsional. Misalnya, jika nilai uang diturunkan seribu kali, harga-harga harus turun seribu kali. Jika tidak, ketidakadilan akan semakin merajalela di tengah-tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, uang seribu rupiah diredenominasi menjadi satu rupiah. Tapi, jika pada saat yang sama harga-harga barang hanya turun dari seribu rupiah menjadi seratus rupiah, pemegang uang jelas dirugikan. Daya beli uang yang dipegang merosot. Sebaliknya, pemilik barang sangat diuntungkan. Kalau fenomena itu terjadi untuk semua barang dan jasa dalam perekonomian, bisa dibayangkan betapa dramatisnya akibat negatif kebijakan redenominasi tersebut. Ketimpangan dan ketidakadilan akan semakin serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu digarisbawahi, jika redenominasi uang bisa dilaksanakan dengan mudah, tidak demikian halnya dengan pengendalian harga. Bank sentral, bersama pemerintah sekalipun, tidak memiliki kekuatan mumpuni untuk mengontrol semua harga dalam perekonomian. Mereka jelas tidak bisa mengontrol perubahan harga di semua tempat dan semua waktu. Mereka sulit mengawasi perubahan harga yang terjadi di tempat tersembunyi atau daerah terpencil. Karena itu, kalau redenominasi menjadi pilihan kebijakan, tugas berat pemerintah adalah menjamin perubahan harga yang proporsional dengan perubahan nominal mata uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, itu bukan pekerjaan ringan. Indonesia memiliki pengalaman pahit pada masa Orde Lama. Penurunan nilai rupiah (karena sanering) tidak diimbangi penurunan harga yang sepadan. Akhirnya, rakyat menjadi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kuncinya Inflasi &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, kalau yang diinginkan adalah agar nilai rupiah terhadap uang asing tidak njomplang, kebijakan redenominasi bukan pilihan yang tepat. Katakanlah, saat ini kurs rupiah terhadap dolar Amerika 9.000. Artinya, satu dolar Amerika sama dengan sembilan ribu rupiah. Kemudian, seumpama pemerintah melakukan redenominasi mata uang, yaitu dari seribu rupiah diturunkan menjadi satu rupiah, kurs akan berubah dari 9.000 menjadi 9. Berarti, nilai rupiah terhadap dolar tidak njomplang lagi. Sampai di sini, tujuan sudah tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, harus diingat, nilai kurs 9 itu hanya sementara. Tidak ada jaminan untuk seterusnya nilai kurs akan tetap pada level 9 rupiah per dolar. Itu semua pada akhirnya sangat bergantung pada kemampuan pemerintah untuk mengendalikan inflasi. Ketika terjadi inflasi yang tinggi, seperti yang telah diuraikan, daya beli uang akan menurun secara tajam, sehingga jumlah rupiah yang dibutuhkan untuk belanja barang menjadi semakin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi situasi seperti itu, demi kepraktisan dalam bertransaksi, pemerintah terpaksa mencetak lembaran rupiah yang nilai nominalnya lebih tinggi. Pada gilirannya, kurs tidak lagi berada pada level 9, tapi akan naik di atas 9. Kenaikan terus berlangsung ketika perekonomian terus mengalami inflasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, redenominasi bukan obat yang mujarab untuk memperbaiki nilai rupiah. Redenominasi hanya memberikan hasil sementara dan tidak ada artinya kalau perekonomian mengalami inflasi. Tidak hanya gagal dalam memperbaiki nilai rupiah, redenominasi juga berpotensi menciptakan ketidakadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kuncinya bukan pada redenominasi, tapi pada pengendalian inflasi. Sayangnya, selama ini pemerintah bersama bank sentral tidak memiliki prestasi bagus dalam mengendalikan inflasi di Indonesia. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Munawar Ismail, guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-3494841864036745158?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-23T04:23:30.437+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2010/08/redenominasi-bukan-solusi-oleh-munawar.html</feedburner:origLink></item><item><title>Foto Ciuman Mengambil Alih Video Mesum :(</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/teLq4BwIeKc/foto-ciuman-mengambil-alih-video-mesum.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Fri, 09 Dec 2011 11:11:24 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-204338590335818227</guid><description>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" equiv="Content-Type"&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cabadi%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C02%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;style&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:Arial; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt;&lt;br /&gt;&lt;/style&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya bangun pagi-pagi kali ini memang agak berat, kepala pusing padahal yoh gak duwe utang. Ya meski gitu tetep bangun2 langsung nyalain laptop, mencoba menyapa teman di dunia YM. Asline yoh sumpah gak penting, gak ada yang dibahas, cuma maen kirim2an &lt;i&gt;emoticon&lt;/i&gt;. Ketidakjelasan membawa saya tertidur lagi meski ketika bangun pagi tadi ada rencana mau ke kampus, ya semacam gejala virus &lt;i&gt;malesthus hibernatice&lt;/i&gt;. Bangun tidur kedua masih dalam posisi nempel kasur separo sadar iler di mana-mana saya melirik ke laptop yang sengaja tetep on. Mmm, ada ngirim pesan di YM ternyata, saya buka langsung separo loncat dari kasur, busyet pesan di YM itu pas saya buka fotonya KD ciuman sama Raul Termos, edan&lt;/span&gt;.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya yang awalnya memang gak ngikuti perkembangan pacarannya KD sama Raul Termos ini, balik nanya ke teman saya yang udah ngirimin foto ciuman tersebut, “&lt;i&gt;lah beneran ta iku? lah kok ngawur ngono i, kok gelem kd cipokan karo asu helder?&lt;/i&gt;” teman saya tersebut beberapa detik kemudian bales “&lt;i&gt;lah beneran mas, no hoax ndek koran2 yo wes ada, pas press conference kemaren&lt;/i&gt;”. Astaghfirulloh, ajor iso2 negoro iki. Lah seduluran podo gendheng kabeh, Yuni Shara malah gak duwe isin ngalem2 nang Raffi Ahmad lek nyanyi duet yo ngono padahal yo nyanyine cuma &lt;i&gt;lipsing&lt;/i&gt;, lah KD iki tambah stres maneh iso wani2ne cipokan karo Raul Termos ndek ngarepe wartawan. KD udah gak layak lagi disanjung sebagai diva Indonesia. Saya gak ngerti juga apa maksud foto begituan berani beredar yang gak mikir dampak anak kecil yang juga lagi nonton tv ataupun liat koran. Lah kemaren pas kasus video mas Ariel, mbak Luna, sama mbak Tari saja udah banyak bocah dibawah umur yang berani menyetubuhi temannya sendiri. Pikiran saya mendadak ekstrim, jangan-jangan sebentar lagi setelah foto ciuman tersebut tersebar banyak anak-anak dibawah umur yang bakal mencoba nyipoki siapa saja, naudzubillah.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Berkaca dari kasus video mas Ariel, mbak Luna, sama mbak Tari seharusnya pihak berwajib juga menindaktegas KD, Raul Termos, dan siapa saja yang berani menyebarkan foto yang menurut saya sudah mengandung unsur pornografi tersebut. Akankah si Farhat Amplas akan juga heboh dan melaporkan kasus ini (&lt;i&gt;kan juga mengandung pornografi tuh foto&lt;/i&gt;)? Atau si Farhat Amplas ini emang cuma ingin menjatuhkan Ariel, mbak Luna, sama mbak Tari saja? Saksikan saja kelanjutan Upin Ipin jangan sering2 nonton infoteinment, &lt;i&gt;say no to&lt;/i&gt; KD – Rahul Termos, &lt;i&gt;say yes to&lt;/i&gt; Anang – Syah Rukh Khan (&lt;i&gt;loh&lt;/i&gt;)...&lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-204338590335818227?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-10T02:11:24.525+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2010/07/foto-ciuman-mengambil-alih-video-mesum.html</feedburner:origLink></item><item><title>Alasan (sok) Mengertinya</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/PB1KLkp5Jik/alasan-sok-mengertinya.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Fri, 09 Dec 2011 11:19:25 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-8388351557824407220</guid><description>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" equiv="Content-Type"&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt;&lt;br /&gt;&lt;/style&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mencoba memahami orang lain di saat penjajakan ndak semudah mengerjakan soal ujian ekonometrika dengan rumus-rumusnya. Eh ekonometrika saja sulit, lah kok dibilang mudah, nah berarti mencoba memahami orang lain itu sulitnya sulit bikin sembelit. Semacam irrasional, tanpa sadar pelan-pelan mempelajari ilmu nujum dan sok-sokan meramal probabilitasnya. Berkali-kali bertanya dalam diri sendiri, apa yang harus dilakukan untuk membahagiakannya, apakah yang sudah dilakukan sudah dapat membahagiakannya, apa dia suka atau ndak, apa dia juga mikir saya atau nddak, apa dia masih sering makan kemenyan atau ndak kok kadang ada kadang menghilang ndak tampak, yang sebenarnya hanya dia yang punya kunci jawabannya. Hanya dia, bahkan ndak orang terdekatnya sekalipun. Namun sebenarnya itu semua dapat terbaca dari saya saat berkomunikasi dengan dia. Sayangnya saya lagi-lagi juga sering ndak menyadari hal ini, dengan kata lain sukses gelap terbutakan.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Misalnya ketika mencoba ngomong &lt;i&gt;face to face&lt;/i&gt;, matanya, jelas dari matanya sebenarnya sudah terbaca. Lalu ketika jalan bareng, jelas bisa terbaca dari cara dia menikmati atau ndak tiap momennya, dia nyaman atau ndak. Akan terlihat menyenangkan ketika dia ndak sibuk dengan hp-nya dan &lt;i&gt;joke-joke&lt;/i&gt; saya (&lt;i&gt;ndak frontal juga, namun kudu joke yang soft&lt;/i&gt;) mampu mencairkan suasana. Apalagi setelah itu saya bilang “&lt;i&gt;hari ini aku seneng... tau kenapa? seneng punya waktu yang berkualitas sama kamu&lt;/i&gt;”, jelas akan bisa terbaca dari reaksinya membalas kata-kata tersebut. Juga dari hal komunukasi sekecil lewat sms, bagaimana cara dia menghargai tiap sms yang saya kirim, bukan dengan alasan mengkambinghitamkan provider. Namun bukan berarti juga saya berhak memberondongnya dengan sms-sms yang sebenarnya sangat ndak penting, justru akan mengurangi esensi dan kredibilitas saya, saya yang memang bukan siapa-siapa dia yang sebenarnya esensi dan kredibilitas saya masih nol putung dihadapannya. Dia menghargai sms saya juga bukan berarti dia suka, mungkin saja karena dia juragan pulsa atau mungkin juga karena dia pengangguran yang ndak ada kerjaan lain selain hanya memadu kasih dengan hp-nya. Pastinya dia yang lebih mengerti.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Berkomunikasi dengan dia terkadang juga menuntut kekreativitasan. Misalnya sms aja kudu ditata sedemikian rapi tiap katanya seakan mau mengirim surat ke menteri atau presiden. Pak menteri ataupun pak presiden ndak akan suka dan mau disms “&lt;i&gt;lagi ngapain?&lt;/i&gt;”, pintar yang tertunda. Padahal belum tentu juga sms yang saya kirim dia baca atau ndak, bisa saja melihat sms dari saya saja sudah langsung dia delete sebelum baca isinya seakan sms yang saya kirim mengandung unsur haram dan dapat menimbulkan najis mugholadoh. Namun jangan sampai juga mati perkataan saat dia mengeluarkan kata yang sifatnya memancing ataupun &lt;i&gt;defense&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Contoh 1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;saya    :  eh lama ya kamu perginya? yahhhh&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;dia       :  hmm iya mas, kenapa emang?  :)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;saya    :  hmm berarti lama juga ya kalo nunggu oleh-olehmu (&lt;i&gt;padahal saya kangen sama situ, ndak mau lama-lama situ perginya&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Contoh 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;saya    :  eh lagi di mana?&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;dia       :  mau ke kampus mas :) kenapa?&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;saya    :  mau dianter ndak?&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;dia       :  ngrepotin nanti mas, ndak usah :D&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;saya    :  ndak, kebetulan mau ke arah kampus jg (&lt;i&gt;padahal ndak mau kemana-kemana&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Contoh 3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;saya    :  belum tidur?&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;dia       :  belum ngantuk mas, masnya? :)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;saya    :  ndak, ndak bisa tidur ini ndak tau kenapa (&lt;i&gt;padahal jelas-jelas saya ndak bisa tidur mikirin situ&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Contoh 4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;saya    :  eh besok ada kuliah ndak? jam berapa?&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;dia       :  ada mas, pagi, kenapa? :D&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;saya    :  sama berarti (&lt;i&gt;padahal ndak sama dan cuma ingin punya waktu sama situ&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dari reka potongan-poongan sms tersebut dapat terbaca, kias samar terbaca sebenarnya memang ndak pernah ada harapan. Alasan konvensional yang saya lontar tersebut juga sebenarnya cacat banget untuk menjawab pertanyaan &lt;i&gt;defense&lt;/i&gt; “kenapa” dari dia. Ndak patut dipraktekkan, akan sangat berisiko terhadap kewarasan anda... &lt;i&gt;let’s improve your creative method but i want to break it, yet, too much tired..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-8388351557824407220?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-10T02:19:25.374+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2010/06/alasan-sok-mengertinya.html</feedburner:origLink></item><item><title>#tentangayah (dalam rangka Hari Ayah Se-Dunia)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/GeblekModeOn/~3/sLnoyjzHxb4/tentangayah.html</link><author>noreply@blogger.com (Reza Ariefanda)</author><pubDate>Wed, 21 Jul 2010 00:22:32 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8165870357535693711.post-9163860980621735502</guid><description>&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;
&lt;!--
 /* Font Definitions */
 @font-face
	{font-family:"Cambria Math";
	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
	mso-font-charset:0;
	mso-generic-font-family:roman;
	mso-font-pitch:variable;
	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}
@font-face
	{font-family:Calibri;
	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
	mso-font-charset:0;
	mso-generic-font-family:swiss;
	mso-font-pitch:variable;
	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
 /* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
	{mso-style-unhide:no;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	margin-top:0in;
	margin-right:0in;
	margin-bottom:10.0pt;
	margin-left:0in;
	line-height:115%;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:11.0pt;
	font-family:"Calibri","sans-serif";
	mso-fareast-font-family:Calibri;
	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:IN;}
.MsoChpDefault
	{mso-style-type:export-only;
	mso-default-props:yes;
	font-size:10.0pt;
	mso-ansi-font-size:10.0pt;
	mso-bidi-font-size:10.0pt;
	mso-ascii-font-family:Calibri;
	mso-fareast-font-family:Calibri;
	mso-hansi-font-family:Calibri;}
@page Section1
	{size:595.3pt 841.9pt;
	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;
	mso-header-margin:35.4pt;
	mso-footer-margin:35.4pt;
	mso-paper-source:0;}
div.Section1
	{page:Section1;}
-
&lt;/style&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(diunduh dan diunggah dari berbagai tweet pas Hari Ayah Se-Dunia, 20 Juni 2010)&lt;/span&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;

&lt;span lang="IN"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/gabiilicious"&gt;gabiilicious:&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;                              &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;Bokap slalu ngomong : gak usah! Buat apa?? Tapi dalem ati :: bentar nak, papa tau yang terbaik buat kamu, dan ini belum saatnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/elishalazaria"&gt;elishalazaria:&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;                              &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;&lt;a class="tweet-url hashtag" href="http://twitter.com/search?q=%23tentangayah" rel="nofollow" title="#tentangayah"&gt;&lt;/a&gt;the one and only man that i can trust, love irrevocably incandescently thoroughly till i die. the only man that i wouldnt hate&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/FaktanyaAdalah"&gt;FaktanyaAdalah&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;:                              &lt;span class="entry-content"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;i don't need a Spiderman, or even Batman. cause i have my own superman, i call him DAD.&amp;nbsp;&lt;a class="tweet-url hashtag" href="http://twitter.com/search?q=%23tentangayah" rel="nofollow" title="#tentangayah"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/Ramadea_L"&gt;Ramadea_L&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;                              &lt;span class="entry-content"&gt;Klo jalan" sama papa pasti nostalgia trus + kuliner trus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/willchndra"&gt;willchndra:&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;                              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;Dia bgt mempedulikan keluarga sampai tidak mempedulikan dirinya, tp akhirnya kita semua peduli padanya lebih dari apapun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/qarinaulffa"&gt;qarinaulffa:&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;                              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;Kerja keras dari pagi sampe malem cari nafkah buat ngehidupin keluarganya&lt;/span&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/HanaFransisca"&gt;HanaFransisca:&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;                              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;gak semua anak setiap hari bisa kumpul dengan papah nya&amp;nbsp;&lt;a class="tweet-url hashtag" href="http://twitter.com/search?q=%23tentangayah" rel="nofollow" title="#tentangayah"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/Dyanurhapsari"&gt;Dyanurhapsari:&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;                              &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;&lt;a class="tweet-url hashtag" href="http://twitter.com/search?q=%23tentangayah" rel="nofollow" title="#tentangayah"&gt;&lt;/a&gt;kerja bolak balik keluar gapulang berminggu minggu cari uang untuk sekolahin gua yang anak bandel :((&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/radityadika"&gt;radityadika:&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;                              &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;Kata2nya yg gue selalu ingat, "Don't think of money. Do what you do best. And money will come by itself."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/chichuw"&gt;chichuw&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;dulu tiap begadang buat belajar ato ngerjain tugas pasti ada yg pura2 liat tv pdhl ngantuk, cuma buat nemenin anak gadisnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/amiranf" rel="nofollow"&gt;amiranf&lt;/a&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;semua sifatnya nurun ke gue dari fisik, sikap, watak, perilaku beehh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/Viavi_ciLupba"&gt;Viavi_ciLupba:&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;                              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;             &lt;span class="entry-content"&gt;Org yg ska gw lawan omgnny tp tetep sabar, org terpenting d hdup gw,ga bsa tanpa dia,suka humor,pengertian bgttttt &lt;a class="tweet-url hashtag" href="http://twitter.com/search?q=%23tentangAyah" rel="nofollow" title="#tentangAyah"&gt;&lt;/a&gt;:))&lt;/span&gt;&amp;nbsp;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/hunnyhr" rel="nofollow"&gt;hunnyhr&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;klo lg nyebelin gk sayang,tp klo lg nyenengin sayang banget&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/fanesyaya"&gt;fanesyaya&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;: &lt;i&gt;                             &lt;span class="entry-content"&gt;&lt;a class="tweet-url hashtag" href="http://twitter.com/search?q=%23tentangayah" rel="nofollow" title="#tentangayah"&gt;&lt;/a&gt;setiap mau tidur dia selalu ngomong selamat malam dan mimpi indah dan setiap dia mau pergi kerja pasti dia selalu cium anak2nya&lt;/span&gt;&amp;nbsp;        &lt;/i&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/ninisanis"&gt;ninisanis&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;                              &lt;span class="entry-content"&gt;&lt;a class="tweet-url hashtag" href="http://twitter.com/search?q=%23tentangayah" rel="nofollow" title="#tentangayah"&gt;&lt;/a&gt;gw bangga sama dia walau gw selalu dianter pake motor butut tak berlampu... :)&lt;/span&gt;&amp;nbsp;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/eeand"&gt;eeand&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;Selalu bilang 'kamu boleh main, tapi inget jgn buat malu papa'&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/widikidiw" rel="nofollow"&gt;widikidiw&lt;/a&gt;: &lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;sama2 keras, gengsi, dan sok pintar. Padahal emg dia lebih pintar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/Poconggg"&gt;Poconggg:&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;                              &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;Satu lg yg gue salut dr bokap. Sebesar apapun cobaan yg dtg kpd beliau, ayah tidak pernah menangis didepan anak2nya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/gitagut"&gt;gitagut&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;Sejak kecil, aku nganggep papa pacarku nomer 1. Jd pacarku... Km pacar nomer 2 ya :*&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/Dedoydoy"&gt;Dedoydoy&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;                              &lt;span class="entry-content"&gt;Ayah slalu bilang seorng laki2 hrus bsa tersnyum disaat ad musibah dan bersyukur disaat dtng ny keberhasilan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/ddheLen_heLena"&gt;ddheLen_heLena&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="status-content"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;sii Papii suka ngomeL" iituu demii kebaiikan gue , tapii sayaaaang sekarang ga ad lagii yg ngomel"iin guua . :'( . &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/ersamayori"&gt;ersamayori:&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;i style="color: orange;"&gt;&lt;span class="entry-content" style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Buat yg Ayah-nya msh ada, I envy u.Do love ur Dad and show him that you do. U never know how long he'll be around. Seriously.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Seharian ngais2 tanah pas tweepies pada ngetweet #tentangayah, LOVE YOU DAD...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="color: orange;"&gt;&lt;span class="entry-content" style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;





&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;
&lt;!--
 /* Font Definitions */
 @font-face
	{font-family:"Cambria Math";
	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
	mso-font-charset:0;
	mso-generic-font-family:roman;
	mso-font-pitch:variable;
	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}
@font-face
	{font-family:Calibri;
	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
	mso-font-charset:0;
	mso-generic-font-family:swiss;
	mso-font-pitch:variable;
	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
 /* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
	{mso-style-unhide:no;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	margin-top:0in;
	margin-right:0in;
	margin-bottom:10.0pt;
	margin-left:0in;
	line-height:115%;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:11.0pt;
	font-family:"Calibri","sans-serif";
	mso-fareast-font-family:Calibri;
	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:IN;}
.MsoChpDefault
	{mso-style-type:export-only;
	mso-default-props:yes;
	font-size:10.0pt;
	mso-ansi-font-size:10.0pt;
	mso-bidi-font-size:10.0pt;
	mso-ascii-font-family:Calibri;
	mso-fareast-font-family:Calibri;
	mso-hansi-font-family:Calibri;}
@page Section1
	{size:595.3pt 841.9pt;
	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;
	mso-header-margin:35.4pt;
	mso-footer-margin:35.4pt;
	mso-paper-source:0;}
div.Section1
	{page:
&lt;/style&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;
&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin m:val="0"&gt;&lt;m:rmargin m:val="0"&gt;&lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;&lt;style&gt;
 
&lt;/style&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;
&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin m:val="0"&gt;&lt;m:rmargin m:val="0"&gt;&lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;&lt;style&gt;
 
&lt;/style&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;
&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin m:val="0"&gt;&lt;m:rmargin m:val="0"&gt;&lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;&lt;style&gt;
 
&lt;/style&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda Reza Ariefanda&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8165870357535693711-9163860980621735502?l=za-geblek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-21T14:22:32.736+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://za-geblek.blogspot.com/2010/06/tentangayah.html</feedburner:origLink></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

