<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934</atom:id><lastBuildDate>Mon, 09 Sep 2024 20:02:05 +0000</lastBuildDate><title>GALERI PAJAK KITA</title><description>MEDIA INFORMASI TENTANG PAJAK  (Kumpulan artikel tanya jawab dari berbagai media)</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:summary>MEDIA INFORMASI TENTANG PAJAK (Kumpulan artikel tanya jawab dari berbagai media)</itunes:summary><itunes:subtitle>pajak kita</itunes:subtitle><itunes:category text="Education"><itunes:category text="Higher Education"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-3021775114659989946</guid><pubDate>Sun, 19 Sep 2010 12:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-19T19:45:02.869+07:00</atom:updated><title>PPh Untuk Perusahaan Asing</title><description>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;detikFinance &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Ada satu perusahaan asing yang berniat membuka usaha di Indonesia dengan bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk memberi order dan di produksi dan dikirim ke perusahaan lokal. Sementara status perusahaan asing ini masih belum terdaftar sebagai perusahaan di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dengan kondisi seperti ini perusahaan tersebut juga tidak menginginkan adanya pemotongan pajak apapun atas profit yang dibayarkan oleh perusahaan yang mendapat order untuk memproduksi barang. Dalam hal ini apakah perusahaan pembuat barang bisa dijadikan sebagai wajib pajak?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pasal 1 ayat (3) Undang Undang 28 tahun 2007, yang dimaksud dengan badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah dengan nama dan dalam bentuk apa pun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Lebih lanjut, Pasal 2 ayat (3) huruf b Undang Undang Nomor 36 tahun 2008, yang dimaksud dengan Subjek Pajak dalam negeri antara lain adalah badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pasal 2A ayat (2) peraturan yang sama, kewajiban pajak subjektif badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) huruf b dimulai pada saat badan tersebut didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia dan berakhir pada saat dibubarkan atau tidak lagi bertempat kedudukan di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Berdasarkan peraturan diatas, dapat disimpulkan bahwa Perusahaan pembuat barang merupakan sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia sehingga merupakan wajib pajak dalam negeri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/08/tanggung-jawab-renteng-pembayaran-ppn.html"&gt;Tanggung Jawab Renteng Pembayaran PPN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/08/bphtb-atas-hibah.html"&gt;BPHTB Atas Hibah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/07/jika-tki-ingin-kredit-rumah.html"&gt;Jika TKI Ingin Kredit Rumah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/05/pajak-perusahaan-outsourcing.html"&gt;Pajak Perusahaan Outsourcing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/04/apakah-pesangon-masuk-laporan-spt-akhir.html"&gt;Apakah Pesangon Masuk Laporan SPT Akhir Th ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/04/pajak-atas-jual-beli-saham.html"&gt;Pajak atas Jual Beli Saham&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/02/ppn-atas-jasa-transportasi-plat-hitam.html"&gt;PPN Atas Jasa Transportasi Plat Hitam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/12/apakah-tki-wajib-punya-npwp.html"&gt;Apakah TKI Wajib Punya NPWP ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/11/seputar-sistem-pemungutan-pajak.html"&gt;Seputar Sistem Pemungutan Pajak Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pajak-atas-jasa-di-luar-negeri.html"&gt;Pajak Atas Jasa di Luar Negeri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/ppn-atas-ekspor-software-ke-ln.html"&gt;PPN Atas Ekspor Software Ke LN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pemotongan-pph-sewa-ruko.html"&gt;Pemotongan PPh Sewa Ruko&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/09/bagaimana-cara-bebas-fiskal-luar-negeri.html"&gt;Bagaimana Cara Bebas Fiskal Luar Negeri?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pajak-apa-saja-atas-penjualan-rumah.html"&gt;Pajak Apa Saja Atas Penjualan Rumah?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pph-21-karyawan-kontrak_01.html"&gt;PPH 21 Karyawan Kontrak&lt;/a&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/09/pph-untuk-perusahaan-asing.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-4644328606213214424</guid><pubDate>Fri, 27 Aug 2010 22:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-28T05:17:10.648+07:00</atom:updated><title>Tanggung Jawab Renteng Pembayaran PPN</title><description>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Okezone&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Perusahaan tempat saya bekerja ada transaksi pembelian barang electronik ke supplier, tapi pada invoice-nya itu si supplier tidak mencantumkan PPN 10 persen untuk barang yang kami beli, sedangkan tiap bulan perusahaan tempat saya bekerja selalu melapor ke kantor pajak. Yang mau saya tanyakan adalah apakah ada masalah dengan pajaknya bila barang yang kita beli dari supplier itu tidak ada PPN 10 persennya?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pembelian yang tidak dipungut PPN tidak akan menimbulkan masalah bagi pembeli jika penjual barang belum dikukuhkan atau belum seharusnya dikukuhkan sebagai PKP (Pengusaha Kena Pajak). Sebaliknya jika penjual seharusnya sudah dikukuhkan sebagai PKP, transaksi ini memang dapat menimbulkan masalah tanggung jawab renteng bagi pembeli, yaitu pembeli dikenakan kewajiban untuk membayar PPN yang terutang. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Namun tidak perlu khawatir, tanggung jawab renteng ini tidak akan dikenakan secara otomatis terhadap pembeli. Sebagaimana diatur dalam Pasal 16F UU No. 42 Tahun 2009 dan penjelasannya, tanggung jawab rentang ini hanya dapat dikenakan kepada pembeli atau penerima jasa jika :&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;a.    Pajak terutang tersebut tidak dapat ditagih kepada penjual atau pemberi jasa, dan&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;b.    Pembeli atau penerima jasa  tidak dapat menunjukkan bukti telah melakukan pembayaran pajak kepada penjual atau pemberi jasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Berikut saya lampirkan pasal-pasal yang dirujuk pada UU PPN, sbb:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pasal 16F UU No 42 Tahun 2009&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pembeli BKP atau penerima JKP bertanggung jawab secara renteng atas pembayaran pajak, sepanjang tidak dapat menunjukkan bukti bahwa Pajak telah dibayar.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penjelasan Pasal 16F UU No 42 Tahun 2009&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sesuai dengan prinsip beban pembayaran pajak untuk Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah adalah pada pembeli atau konsumen barang atau penerima jasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu sudah seharusnya pembeli atau konsumen barang dan penerima jasa bertanggung jawab renteng atas pembayaran pajak yang terutang apabilan ternyata bahwa pajak yang terutang tersebut tidak dapat ditagih kepada penjual atau pemberi jasa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/08/bphtb-atas-hibah.html"&gt;BPHTB Atas Hibah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/07/jika-tki-ingin-kredit-rumah.html"&gt;Jika TKI Ingin Kredit Rumah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/05/pajak-perusahaan-outsourcing.html"&gt;Pajak Perusahaan Outsourcing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/04/apakah-pesangon-masuk-laporan-spt-akhir.html"&gt;Apakah Pesangon Masuk Laporan SPT Akhir Th ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/04/pajak-atas-jual-beli-saham.html"&gt;Pajak atas Jual Beli Saham&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/02/ppn-atas-jasa-transportasi-plat-hitam.html"&gt;PPN Atas Jasa Transportasi Plat Hitam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/12/apakah-tki-wajib-punya-npwp.html"&gt;Apakah TKI Wajib Punya NPWP ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/11/seputar-sistem-pemungutan-pajak.html"&gt;Seputar Sistem Pemungutan Pajak Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pajak-atas-jasa-di-luar-negeri.html"&gt;Pajak Atas Jasa di Luar Negeri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/ppn-atas-ekspor-software-ke-ln.html"&gt;PPN Atas Ekspor Software Ke LN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pemotongan-pph-sewa-ruko.html"&gt;Pemotongan PPh Sewa Ruko&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/09/bagaimana-cara-bebas-fiskal-luar-negeri.html"&gt;Bagaimana Cara Bebas Fiskal Luar Negeri?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pajak-apa-saja-atas-penjualan-rumah.html"&gt;Pajak Apa Saja Atas Penjualan Rumah?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pph-21-karyawan-kontrak_01.html"&gt;PPH 21 Karyawan Kontrak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-pengiriman-barang.html"&gt;Pajak Pengiriman Barang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-atas-penjualan-tanah-danatau.html"&gt;Pajak Atas Penjualan Tanah Dan/Atau Bangunan&lt;/a&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/08/tanggung-jawab-renteng-pembayaran-ppn.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-5348617817658256748</guid><pubDate>Mon, 02 Aug 2010 17:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-03T00:18:58.170+07:00</atom:updated><title>BPHTB Atas Hibah</title><description>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Okezone&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Saya mendapat hibah tanah dan bangunan dari saudara sepupu ayah (tante), apakah saya nantinya terkena pajak? &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Aspek BPHTB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Harus jelas dulu apakah Anda mendapatkan hibah wasiat dari pemberi wasiat setelah pemberi hibah meninggal dunia atau hibah biasa?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Bila Anda mendapatkan hibah wasiat maka berdasarkan UU No 20 tahun 2000 dan PP No 111 tahun 2000, maka BPHTB atas penyerahan atas Tanah/Bangunan dikenai tarif 50% dari tarif BPHTB seharusnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Ketentuan ini juga berlaku untuk perolehan secara waris. Namun bila Anda mendapatkan hibah biasa (bukan hibah wasiat) maka tarif BPHTB akan dikenai seperti biasa. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Aspek Pajak Penghasilan (PPh)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Di samping itu hibah tanah dan bangunan dari tante tidak termasuk yang dikecualikan dari pengenaan pajak seperti yang diatur dalam Pasal 4 ayat (3) UU No 36 tahun, harta hibah yang dikecualikan dari pengenaan pajak penghasilan (PPh) hanyalah hibah yang memenuhi syarat sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;- Hibah diterima oleh orang tua dan anak kandung, keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat, badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial termasuk yayasan, koperasi, atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan kecil; dan&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;- Hibah tidak berhubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan di antara pihak-pihak yang bersangkutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Karena tidak termasuk yang dikecualikan dari pengenaan PPh, maka atas hibah itu perlu dilaporkan dalam SPT (Surat Pemberitahuan) Tahunan PPh sebagai Objek Pajak. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/07/jika-tki-ingin-kredit-rumah.html"&gt;Jika TKI Ingin Kredit Rumah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/05/pajak-perusahaan-outsourcing.html"&gt;Pajak Perusahaan Outsourcing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/04/apakah-pesangon-masuk-laporan-spt-akhir.html"&gt;Apakah Pesangon Masuk Laporan SPT Akhir Th ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/04/pajak-atas-jual-beli-saham.html"&gt;Pajak atas Jual Beli Saham&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/02/ppn-atas-jasa-transportasi-plat-hitam.html"&gt;PPN Atas Jasa Transportasi Plat Hitam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/12/apakah-tki-wajib-punya-npwp.html"&gt;Apakah TKI Wajib Punya NPWP ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/11/seputar-sistem-pemungutan-pajak.html"&gt;Seputar Sistem Pemungutan Pajak Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pajak-atas-jasa-di-luar-negeri.html"&gt;Pajak Atas Jasa di Luar Negeri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/ppn-atas-ekspor-software-ke-ln.html"&gt;PPN Atas Ekspor Software Ke LN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pemotongan-pph-sewa-ruko.html"&gt;Pemotongan PPh Sewa Ruko&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/09/bagaimana-cara-bebas-fiskal-luar-negeri.html"&gt;Bagaimana Cara Bebas Fiskal Luar Negeri?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pajak-apa-saja-atas-penjualan-rumah.html"&gt;Pajak Apa Saja Atas Penjualan Rumah?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pph-21-karyawan-kontrak_01.html"&gt;PPH 21 Karyawan Kontrak&lt;/a&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/08/bphtb-atas-hibah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-3333067808414126482</guid><pubDate>Sun, 04 Jul 2010 15:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-04T22:59:54.878+07:00</atom:updated><title>Jika TKI Ingin Kredit Rumah</title><description>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;detikFinance &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Saya TKI bekerja di Brunei, saya membaca artikel bahwa TKI tak perlu punya NPWP. Pertanyaannya, Saya ingin kredit rumah di Indonesia (KPR) dan 1 persyaratannya adalah NPWP, apakah ada alternatif lain jika tak ada NPWP? &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Kalau saya mengurus NPWP, bagaimana mengisi SPT tiap tahun ? Apakah diisi nol karena saya tidak ada pendapatan lain di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Berdasarkan PER-35/PJ/2008, disebutkan bahwa atas pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan dengan menggunakan SSB yang disebabkan adanya pengalihan hak atas tanah dan bangunan wajib dicantumkan NPWP yang dimiliki Wajib Pajak yang bersangkutan.  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Lebih lanjut dalam PER-2/PJ/2009 yang dimaksud dengan Pekerja Indonesia di Luar Negeri adalah orang pribadi Warga Negara Indonesia yang bekerja di luar negeri lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan merupakan Subjek Pajak Luar Negeri.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Lebih lanjut disebutkan bahwa  Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Pekerja Indonesia di Luar Negeri sehubungan dengan pekerjaannya di luar negeri dan telah dikenai pajak di luar negeri, tidak dikenai Pajak Penghasilan di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dalam hal Pekerja Indonesia di Luar Negeri  menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia maka atas penghasilan tersebut dikenai Pajak Penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Berdasarkan peraturan diatas, apabila saudara bekerja di luar negeri lebih dari 183 hari  dalam jangka waktu 12 bulan maka saudara dikategorikan sebagai Subjek Pajak Luar Negeri dan tidak wajib memiliki NPWP. Namun, apabila saudara ingin mengajukan KPR atas kepemilikan rumah maka wajib memiliki NPWP karena salah satu dokumen yang wajib disertakan adalah NPWP. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Mengenai tata cara pengisian SPT Tahunan, apabila atas penghasilan saudara di luar negeri telah dikenakan pajak di luar negeri maka di SPT penghasilan luar negeri tersebut tidak perlu dimasukkan. SPT diisi dengan penghasilan yang diperoleh dari Indonesia. Misalnya : penghasilan bunga dari tabungan atau deposito.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/05/pajak-perusahaan-outsourcing.html"&gt;Pajak Perusahaan Outsourcing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/04/apakah-pesangon-masuk-laporan-spt-akhir.html"&gt;Apakah Pesangon Masuk Laporan SPT Akhir Th ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/04/pajak-atas-jual-beli-saham.html"&gt;Pajak atas Jual Beli Saham&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/02/ppn-atas-jasa-transportasi-plat-hitam.html"&gt;PPN Atas Jasa Transportasi Plat Hitam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/12/apakah-tki-wajib-punya-npwp.html"&gt;Apakah TKI Wajib Punya NPWP ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/11/seputar-sistem-pemungutan-pajak.html"&gt;Seputar Sistem Pemungutan Pajak Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pajak-atas-jasa-di-luar-negeri.html"&gt;Pajak Atas Jasa di Luar Negeri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/ppn-atas-ekspor-software-ke-ln.html"&gt;PPN Atas Ekspor Software Ke LN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pemotongan-pph-sewa-ruko.html"&gt;Pemotongan PPh Sewa Ruko&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/09/bagaimana-cara-bebas-fiskal-luar-negeri.html"&gt;Bagaimana Cara Bebas Fiskal Luar Negeri?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pajak-apa-saja-atas-penjualan-rumah.html"&gt;Pajak Apa Saja Atas Penjualan Rumah?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pph-21-karyawan-kontrak_01.html"&gt;PPH 21 Karyawan Kontrak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-pengiriman-barang.html"&gt;Pajak Pengiriman Barang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-atas-penjualan-tanah-danatau.html"&gt;Pajak Atas Penjualan Tanah Dan/Atau Bangunan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/seputar-pph-jasa-konstruksi.html"&gt; Seputar PPh Jasa Konstruksi&lt;/a&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/07/jika-tki-ingin-kredit-rumah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-5640424465012622696</guid><pubDate>Sun, 23 May 2010 16:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-24T10:11:17.769+07:00</atom:updated><title>Pajak Perusahaan Outsourcing</title><description>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;detikFinance&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Kami adalah perusaaan Penyedia tenaga Outsourcing, Mempunyai beberapa Mitra. Selama ini kami tetap dipotong PPh pasal 23 sebesar 2% dari mitra-mitra kami untuk Managemen Fee. Beberapa Waktu yang lalu kami mendapat mitra Baru. Tetapi mitra kami ini mempermasalahkan untuk PPh pasal 23, menurut mereka selain dipotong dari Managemen Fee 2%, PPH 23 juga dipotong dari Gaji Karyawan, Apakah memang seperti itu, mohon untuk penjelasannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Berdasarkan &lt;b&gt;PMK No. 244/PMK.03/2008&lt;/b&gt; Pasal 1 dan Pasal 2 huruf k, "Imbalan sehubungan dengan jasa lain selain jasa yang telah dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf c angka 2 Undang-Undang No. 7 tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan  Undang-Undang No. 36 tahun 2008, dipotong Pajak Penghasilan sebesar 2% (dua persen) dari jumlah bruto atas penghasilan tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai. Salah satu jenis jasa lain adalah jasa penyedia tenaga kerja (outsourcing services).&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Lebih lanjut dalam &lt;b&gt;SE-53/PJ/2009&lt;/b&gt; yang dimaksud dengan "jumlah bruto adalah jumlah seluruh penghasilan dengan nama dan bentuk apapun yang dibayarkan, disediakan untuk dibayarkan, atau telah jatuh tempo pembayarannya oleh badan pemerintah, subjek pajak badan dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya kepada Wajib Pajak dalam negeri atau bentuk usaha tetap tidak termasuk pembayaran gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dibayarkan oleh Wajib Pajak penyedia tenaga kerja kepada tenaga kerja yang melakukan pekerjaan, berdasarkan kontrak dengan pengguna jasa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Namun pembayaran tersebut harus dapat dibuktikan dengan kontrak kerja dan daftar pembayaran gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan sebagaimana dimaksud diatas.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Berdasarkan peraturan diatas, maka dapat disimpulkan apabila Perusahaan penyedia tenaga outsourcing menyampaikan tagihan atas jasa manajemen dan reimbursement biaya gaji karyawan yang dilengkapi dengan kontrak kerja dan daftar pembayaran gaji maka pemotongan PPh Pasal 23 sebesar 2% hanya dikenakan atas jasa manajemen tidak termasuk gaji karyawan. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Apabila tidak ada bukti pendukung untuk reimbursement biaya gaji karyawan maka  pemotongan PPh Pasal 23 sebesar 2% akan dikenakan atas keseluruhan nilai tagihan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/04/apakah-pesangon-masuk-laporan-spt-akhir.html"&gt;Apakah Pesangon Masuk Laporan SPT Akhir Th ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/04/pajak-atas-jual-beli-saham.html"&gt;Pajak atas Jual Beli Saham&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/02/ppn-atas-jasa-transportasi-plat-hitam.html"&gt;PPN Atas Jasa Transportasi Plat Hitam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/12/apakah-tki-wajib-punya-npwp.html"&gt;Apakah TKI Wajib Punya NPWP ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/11/seputar-sistem-pemungutan-pajak.html"&gt;Seputar Sistem Pemungutan Pajak Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pajak-atas-jasa-di-luar-negeri.html"&gt;Pajak Atas Jasa di Luar Negeri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/ppn-atas-ekspor-software-ke-ln.html"&gt;PPN Atas Ekspor Software Ke LN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://www.blogger.com/%20http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pemotongan-pph-sewa-ruko.html"&gt;Pemotongan PPh Sewa Ruko&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://www.blogger.com/%20http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/09/bagaimana-cara-bebas-fiskal-luar-negeri.html"&gt;Bagaimana Cara Bebas Fiskal Luar Negeri?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://www.blogger.com/%20http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pajak-apa-saja-atas-penjualan-rumah.html"&gt;Pajak Apa Saja Atas Penjualan Rumah?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://www.blogger.com/%20http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pph-21-karyawan-kontrak_01.html"&gt;PPH 21 Karyawan Kontrak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://www.blogger.com/%20http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-pengiriman-barang.html"&gt;Pajak Pengiriman Barang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://www.blogger.com/%20http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-atas-penjualan-tanah-danatau.html"&gt;Pajak Atas Penjualan Tanah Dan/Atau Bangunan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://www.blogger.com/%20http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/seputar-pph-jasa-konstruksi.html"&gt; Seputar PPh Jasa Konstruksi&lt;/a&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/05/pajak-perusahaan-outsourcing.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-4528337298888983492</guid><pubDate>Sat, 17 Apr 2010 12:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-17T19:43:20.386+07:00</atom:updated><title>Apakah Pesangon Masuk Laporan SPT Akhir Th ?</title><description>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Okezone&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Jika pesangon sudah pernah dilaporkan di SPT bulan-bulan sebelumnya, apakah perlu dilaporkan kembali pada bulan Desember ?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dalam hal pesangon yang sudah pernah dilaporkan di SPT bulan-bulan sebelumnya dikenakan PPh Pasal 21 yang bersifat final, pada prinsipnya pesangon-pesangon tersebut tidak perlu dilaporkan kembali di bulan Desember tahun pajak yang bersangkutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Namun jika sebaliknya, yaitu dikenakan PPh Pasal 21 yang bersifat tidak final,  maka pesangon-pesangon yang pernah dilaporkan di SPT bulan-bulan sebelumnya itu wajib dilaporkan kembali di masa Desember tahun pajak yang bersangkutan. Sebab berdasarkan Peraturan Dirjen Pajak No. PER-33/PJ./2009, SPT Masa Desember digunakan untuk melaporkan jumlah kumulatif penghasilan bruto dan pajak terutang selama satu tahun kalender. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Adapun sejak 16 November 2009 -berdasarkan PP No. 68 Tahun 2009 dan PMK No.: 16/PMK.03/2010-, pesangon yang dikenakan PPh Pasal 21 yang bersifat final adalah pesangon yang dibayarkan secara sekaligus, yaitu jika sebagian atau seluruhnya dibayar dalam waktu dua tahun kalender. Tarifnya adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;a) 0 persen atas penghasilan bruto hingga Rp50 juta; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;b) 5 persen atas penghasilan bruto di atas Rp50 juta hingga Rp100 juta;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;c) 15 persen atas penghasilan bruto di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;d) 25 persen atas penghasilan bruto di atas Rp500 juta. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pesangon yang dibayarkan pada tahun ketiga dan tahun-tahun berikutnya dikenakan PPh Pasal 21 yang tidak bersifat final dengan tarif sesuai Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh (UU No. 7 Tahun 1983 yang telah diubah terakhir dengan UU No. 36 Tahun 2008). &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sementara itu untuk sebelum 16 November 2009, tarif PPh Pasal 21 yang bersifat final atas pesangon yang dibayarkan secara sekaligus adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;a) 0 persen atas penghasilan hingga Rp25 juta; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;b) 5 persen atas penghasilan bruto di atas Rp 25 juta - Rp 50 juta; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;c) 10 persen atas penghasilan bruto di atas Rp 50 juta – Rp 100 juta; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;d) 15 persen atas penghasilan bruto di atas Rp 100 juta hingga Rp 200 juta; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;e) 25 persen atas penghasilan bruto di atas Rp 200 juta. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/04/pajak-atas-jual-beli-saham.html"&gt;Pajak atas Jual Beli Saham&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/02/ppn-atas-jasa-transportasi-plat-hitam.html"&gt;PPN Atas Jasa Transportasi Plat Hitam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/12/apakah-tki-wajib-punya-npwp.html"&gt;Apakah TKI Wajib Punya NPWP ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/11/seputar-sistem-pemungutan-pajak.html"&gt;Seputar Sistem Pemungutan Pajak Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pajak-atas-jasa-di-luar-negeri.html"&gt;Pajak Atas Jasa di Luar Negeri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/ppn-atas-ekspor-software-ke-ln.html"&gt;PPN Atas Ekspor Software Ke LN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pemotongan-pph-sewa-ruko.html"&gt;Pemotongan PPh Sewa Ruko&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/09/bagaimana-cara-bebas-fiskal-luar-negeri.html"&gt;Bagaimana Cara Bebas Fiskal Luar Negeri?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pajak-apa-saja-atas-penjualan-rumah.html"&gt;Pajak Apa Saja Atas Penjualan Rumah?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pph-21-karyawan-kontrak_01.html"&gt;PPH 21 Karyawan Kontrak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-pengiriman-barang.html"&gt;Pajak Pengiriman Barang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-atas-penjualan-tanah-danatau.html"&gt;Pajak Atas Penjualan Tanah Dan/Atau Bangunan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/seputar-pph-jasa-konstruksi.html"&gt; Seputar PPh Jasa Konstruksi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/menjual-rumah-tanpa-npwp.html"&gt; Menjual Rumah Tanpa NPWP&lt;/a&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/04/apakah-pesangon-masuk-laporan-spt-akhir.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-5372547913937247231</guid><pubDate>Fri, 02 Apr 2010 15:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-02T22:36:30.519+07:00</atom:updated><title>Pajak atas Jual Beli Saham</title><description>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;detikFinance &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Bagaimana pajak penghasilan dari trading saham. Sejauh ini yang saya ketahui adalah pajak penghasilan sebesar 0,1% dari penjualan saham (lewat broker). &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Diluar ini, apakah saya masih harus menghitung pajak atas gain yang saya dapatkan? Apakah perhitungannya kurang lebih sama dengan pajak penghasilan sebagai pegawai swasta?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sesuai dengan Pasal 4 ayat (2) butir c Undang-Undang No. 36/2008 tentang Pajak Penghasilan, disebutkan bahwa penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya, transaksi derivatif yang diperdagangkan di bursa, dan transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangannya yang diterima oleh perusahaan modal ventura dapat dikenai pajak bersifat final.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pasal 1 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 1994 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 1997 lebih lanjut menjelaskan bahwa atas penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan dari transaksi penjualan saham di bursa efek dipungut Pajak Penghasilan yang bersifat final. Tarif Pajak Penghasilan (PPh) sebagaimana dimaksud diatas adalah 0,1% (satu per seribu) dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dalam pertanyaan saudara diketahui bahwa saudara melakukan penjualan saham (lewat broker) yang telah dipungut PPh sebesar 0.1% dari nilai penjualan saham. Dengan asumsi transaksi penjualan saham saudara adalah sesuai dengan Peraturan Pemerintah sebagaimana disebut diatas, maka terhadap laba atas penghasilan penjualan saham yang telah dipungut PPh Final, tidak perlu diperhitungkan kembali PPh-nya pada saat pelaporan SPT PPh Tahunan saudara.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Namun, saudara diwajibkan untuk tetap melaporkan total nilai penjualan saham di bursa efek dan PPh terhutang yang telah dipungut dalam suatu tahun pajak pada Lampiran 1770S - II bagian A huruf 3 atau Lampiran 1770 - III bagian A huruf 3.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/02/ppn-atas-jasa-transportasi-plat-hitam.html"&gt;PPN Atas Jasa Transportasi Plat Hitam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/12/apakah-tki-wajib-punya-npwp.html"&gt;Apakah TKI Wajib Punya NPWP ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/11/seputar-sistem-pemungutan-pajak.html"&gt;Seputar Sistem Pemungutan Pajak Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pajak-atas-jasa-di-luar-negeri.html"&gt;Pajak Atas Jasa di Luar Negeri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/ppn-atas-ekspor-software-ke-ln.html"&gt;PPN Atas Ekspor Software Ke LN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pemotongan-pph-sewa-ruko.html"&gt;Pemotongan PPh Sewa Ruko&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/09/bagaimana-cara-bebas-fiskal-luar-negeri.html"&gt;Bagaimana Cara Bebas Fiskal Luar Negeri?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pajak-apa-saja-atas-penjualan-rumah.html"&gt;Pajak Apa Saja Atas Penjualan Rumah?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pph-21-karyawan-kontrak_01.html"&gt;PPH 21 Karyawan Kontrak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-pengiriman-barang.html"&gt;Pajak Pengiriman Barang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-atas-penjualan-tanah-danatau.html"&gt;Pajak Atas Penjualan Tanah Dan/Atau Bangunan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/seputar-pph-jasa-konstruksi.html"&gt; Seputar PPh Jasa Konstruksi&lt;/a&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/04/pajak-atas-jual-beli-saham.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-4519868437387828740</guid><pubDate>Fri, 05 Feb 2010 14:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-05T22:03:31.669+07:00</atom:updated><title>PPN Atas Jasa Transportasi Plat Hitam</title><description>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;detikfinance&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bekerja di perusahaan transportasi dari tahun 2006. Ada sebagian customer menolak ditagihkan PPN karena alasannya angkutan tidak ada PPN dan sebagian meminta atas PPN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ingin saya tanyakan adalah apakah kami harus menagihkan PPN 10% ? Sebagai catatan, angkutan yang kami pakai masih plat hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawaban :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Pasal 4A ayat (3) butir i Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai Nomor 18/2000 ditetapkan bahwa Jasa di bidang angkutan umum di darat dan di air termasuk dalam jenis jasa yang tidak dikenakan PPN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Definisi kendaraan angkutan umum sesuai dengan Pasal 1 huruf 4 Keputusan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.03/2006 adalah kendaraan bermotor yang dipergunakan untuk kegiatan pengangkutan orang dan/atau barang yang disediakan untuk umum dengan dipungut bayaran baik dalam trayek maupun tidak dalam trayek, dengan menggunakan tanda nomor kendaraan dengan dasar kuning dan tulisan hitam (Plat Kuning)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus saudara, disebutkan bahwa jenis angkutan yang saudara pergunakan untuk penyerahan jasa transportasi masih menggunakan plat hitam (tanda nomor kendaraan dengan dasar hitam dan tulisan putih). Dengan demikian, atas penyerahan jasa transportasi yang perusahaan saudara berikan tidak termasuk dalam kategori jenis jasa yang tidak dikenakan PPN dan perusahaan saudara wajib memungut PPN dengan tarif sebesar 10% .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/12/apakah-tki-wajib-punya-npwp.html"&gt;Apakah TKI Wajib Punya NPWP ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/11/seputar-sistem-pemungutan-pajak.html"&gt;Seputar Sistem Pemungutan Pajak Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pajak-atas-jasa-di-luar-negeri.html"&gt;Pajak Atas Jasa di Luar Negeri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/ppn-atas-ekspor-software-ke-ln.html"&gt;PPN Atas Ekspor Software Ke LN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pemotongan-pph-sewa-ruko.html"&gt;Pemotongan PPh Sewa Ruko&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/09/bagaimana-cara-bebas-fiskal-luar-negeri.html"&gt;Bagaimana Cara Bebas Fiskal Luar Negeri?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pajak-apa-saja-atas-penjualan-rumah.html"&gt;Pajak Apa Saja Atas Penjualan Rumah?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pph-21-karyawan-kontrak_01.html"&gt;PPH 21 Karyawan Kontrak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-pengiriman-barang.html"&gt;Pajak Pengiriman Barang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-atas-penjualan-tanah-danatau.html"&gt;Pajak Atas Penjualan Tanah Dan/Atau Bangunan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/seputar-pph-jasa-konstruksi.html"&gt; Seputar PPh Jasa Konstruksi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/menjual-rumah-tanpa-npwp.html"&gt; Menjual Rumah Tanpa NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pembelian-rusunami-apakah-kena-ppn.html"&gt; Pembelian Rusunami Apakah Kena PPN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pajak-perusahaan-bangkrut_14.html"&gt; Pajak Perusahaan Bangkrut&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/ppn-sewa-gudang.html"&gt; PPN Sewa Gudang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/pajak-yayasan.html"&gt; Pajak Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2010/02/ppn-atas-jasa-transportasi-plat-hitam.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-3095431388364497990</guid><pubDate>Sun, 27 Dec 2009 14:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-27T21:28:45.111+07:00</atom:updated><title>Apakah TKI Wajib Punya NPWP ?</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;detikFinance&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang TKI yang sedang bekerja di luar negeri. Apakah  wajib punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)? Bagaimana perhitungan &amp;amp; pembayaran pajaknya? Mohon penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah TKI wajib punya NPWP?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk kepada Pasal 1 Peraturan Direktur Jenderal Pajak No PER-2/PJ/2009 tentang Perlakuan Pajak Penghasilan Bagi Pekerja Indonesia Di Luar Negeri disebutkan bahwa yang dimaksud dengan Pekerja Indonesia di Luar Negeri adalah orang pribadi Warga  Negara Indonesia yang bekerja di luar negeri lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Pasal 2 peraturan yang sama disebutkan bahwa Pekerja Indonesia di Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 merupakan Subjek Pajak Luar Negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sehingga atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Pekerja Indonesia di Luar Negeri sehubungan dengan pekerjaannya di luar negeri dan telah dikenai pajak di luar negeri, tidak dikenai Pajak Penghasilan di Indonesia, dengan kata lain menjadi objek pajak luar negeri (Negara sumber yang berhak melakukan perpajakan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Pasal 2 ayat 1 UU No 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan menyebutkan bahwa Setiap Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan wajib mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak dan kepadanya diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan peraturan tersebut diatas, TKI selama bekerja di luar negeri tidak perlu memiliki NPWP. Namun saat ini banyak yang memiliki NPWP semata-mata untuk tujuan bebas fiskal luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana perhitungan &amp;amp; pembayaran pajaknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas penghasilan TKI yang berasal dari luar negeri tidak dikenakan pajak di Indonesia, namun sesuai Pasal 4 Peraturan Direktur Jenderal Pajak No PER-2/2009 menyebutkan bahwa "dalam hal Pekerja Indonesia di Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia maka atas penghasilan tersebut dikenai Pajak Penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/11/seputar-sistem-pemungutan-pajak.html"&gt;Seputar Sistem Pemungutan Pajak Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pajak-atas-jasa-di-luar-negeri.html"&gt;Pajak Atas Jasa di Luar Negeri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/ppn-atas-ekspor-software-ke-ln.html"&gt;PPN Atas Ekspor Software Ke LN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pemotongan-pph-sewa-ruko.html"&gt;Pemotongan PPh Sewa Ruko&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/09/bagaimana-cara-bebas-fiskal-luar-negeri.html"&gt;Bagaimana Cara Bebas Fiskal Luar Negeri?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pajak-apa-saja-atas-penjualan-rumah.html"&gt;Pajak Apa Saja Atas Penjualan Rumah?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pph-21-karyawan-kontrak_01.html"&gt;PPH 21 Karyawan Kontrak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-pengiriman-barang.html"&gt;Pajak Pengiriman Barang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-atas-penjualan-tanah-danatau.html"&gt;Pajak Atas Penjualan Tanah Dan/Atau Bangunan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/seputar-pph-jasa-konstruksi.html"&gt; Seputar PPh Jasa Konstruksi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/menjual-rumah-tanpa-npwp.html"&gt; Menjual Rumah Tanpa NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pembelian-rusunami-apakah-kena-ppn.html"&gt; Pembelian Rusunami Apakah Kena PPN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pajak-perusahaan-bangkrut_14.html"&gt; Pajak Perusahaan Bangkrut&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/ppn-sewa-gudang.html"&gt; PPN Sewa Gudang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/pajak-yayasan.html"&gt; Pajak Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/jasa-angkutan-umum-apakah-kena-ppn.html"&gt; Jasa Angkutan Umum Apakah Kena PPN ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-transaksi-lembaga-asing.html"&gt; Pajak Transaksi Lembaga Asing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/perhitungan-pph-21-dan-pph-23.html"&gt; Perhitungan PPh 21 dan PPh 23&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/faktur-pajak-atas-tagihan-jasa.html"&gt; Faktur Pajak atas Tagihan Jasa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/pembayaran-customer-molor-bagaimana.html"&gt; Pembayaran Customer Molor, Bagaimana Faktur Pajaknya?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/12/apakah-tki-wajib-punya-npwp.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-3621465675442937537</guid><pubDate>Sun, 22 Nov 2009 14:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-22T22:05:49.102+07:00</atom:updated><title>Seputar Sistem Pemungutan Pajak Indonesia</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;detikFinance&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sistem pemungutan pajak di Indonesia, apakah menggunakan sistem pemungutan PPh Self asessment atau withholding system?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab ada beberapa perusahaan yang berperan sebagai wajib pungut atau wajib potong, yang mana berarti perusahaan berperan sebagai pihak ketiga yang memiliki wewenang untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh WP, memotong dan melaporkan PPh. &lt;br /&gt;Bukankah itu merupakan dari withholding system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan karyawan atau pegawai diwajibkan untuk mengisi SPT, yang mana berarti karyawan atau pegawai menghitung, menyetor dan melaporkan PPh terutang sendiri tanpa melalui pihak ketiga atau fiskus, dan ini merupakan ciri dari self assessment system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pemungutan pajak, terbagi atas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;a. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Official Assessment System :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Pemerintah (Fiskus) yang mempunyai wewenang untuk menentukan besarnya pajak terhutang. Artinya Wajib Pajak bersifat pasif karena utang pajak baru timbul setelah dikeluarkan surat ketetapan pajak oleh fiskus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Self Assessment system :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Wajib Pajak bersikap aktif karena diberikan wewenang oleh fiskus untuk menghitung, menyetor atau membayar, dan melaporkan sendiri besarnya pajak yang harus dibayar atau terhutang. Fiskus hanya mengawasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Witholding tax system :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Pihak ketiga (pemberi penghasilan) diberikan wewenang oleh fiskus untuk melakukan pemungutan dan atau pemotongan pajak kepada pihak lain yang menerima penghasilan,  sebesar jumlah pajak yang terhutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Di Indonesia, menerapkan ketiga sistem tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Official assessment sistem diterapkan dalam hal pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dimana KPP akan mengeluarkan surat ketetapan pajak mengenai besarnya PBB yang terhutang setiap tahun. Jadi wajib pajak tidak perlu menghitung sendiri, tapi cukup membayar PBB berdasarkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang dikeluarkan oleh KPP dimana tempat objek pajak tersebut terdaftar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Self assessment sistem contohnya diterapkan dalam penyampaian SPT Tahunan PPh (baik untuk Wajib Pajak Badan maupun Wajib Pajak Orang Pribadi), dan SPT Masa PPN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara withholding tax sistem diterapkan dalam mekanisme pemotongan / pemungutan sesuai PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, PPh Pasal 26, PPh Final Pasal 4 Ayat (2), PPh Pasal 15, dan PPN. Sebagai bukti atas pelunasan pajak ini biasanya berupa bukti potong atau bukti pungut. Dalam kasus tertentu ada juga yang berupa Surat Setoran Pajak (SSP). Bukti-bukti pemotongan ini nanti dilampirkan dalam SPT Tahunan PPh / SPT Masa PPN dari Wajib Pajak yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pajak-atas-jasa-di-luar-negeri.html"&gt;Pajak Atas Jasa di Luar Negeri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/ppn-atas-ekspor-software-ke-ln.html"&gt;PPN Atas Ekspor Software Ke LN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pemotongan-pph-sewa-ruko.html"&gt;Pemotongan PPh Sewa Ruko&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/09/bagaimana-cara-bebas-fiskal-luar-negeri.html"&gt;Bagaimana Cara Bebas Fiskal Luar Negeri?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pajak-apa-saja-atas-penjualan-rumah.html"&gt;Pajak Apa Saja Atas Penjualan Rumah?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pph-21-karyawan-kontrak_01.html"&gt;PPH 21 Karyawan Kontrak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-pengiriman-barang.html"&gt;Pajak Pengiriman Barang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-atas-penjualan-tanah-danatau.html"&gt;Pajak Atas Penjualan Tanah Dan/Atau Bangunan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/seputar-pph-jasa-konstruksi.html"&gt; Seputar PPh Jasa Konstruksi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/menjual-rumah-tanpa-npwp.html"&gt; Menjual Rumah Tanpa NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pembelian-rusunami-apakah-kena-ppn.html"&gt; Pembelian Rusunami Apakah Kena PPN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pajak-perusahaan-bangkrut_14.html"&gt; Pajak Perusahaan Bangkrut&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/ppn-sewa-gudang.html"&gt; PPN Sewa Gudang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/pajak-yayasan.html"&gt; Pajak Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/jasa-angkutan-umum-apakah-kena-ppn.html"&gt; Jasa Angkutan Umum Apakah Kena PPN ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-transaksi-lembaga-asing.html"&gt; Pajak Transaksi Lembaga Asing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/11/seputar-sistem-pemungutan-pajak.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-499167270621187629</guid><pubDate>Wed, 28 Oct 2009 14:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-28T21:33:38.260+07:00</atom:updated><title>Pajak Atas Jasa di Luar Negeri</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;detikfinance&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pemindahan barang (personal household) dari Indonesia ke luar negeri. Atas jasa yang perusahaan kami sediakan, maka kami mengenakan jasa atas "ocean freight" dan jasa atas pembongkaran barang setelah sampai di tujuan yakni di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; : Apakah atas jasa ocean freight dan jasa pembongkaran barang setelah sampai di tujuan dikenakan PPN ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Pasal 4 huruf (c) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (UU PPN) sebagaimana terakhir telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000 diatur bahwa Pajak Pertambahan Nilai dikenakan atas penyerahan Jasa Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh Pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Pasal 5 huruf (i) Peraturan Pemerintah Nomor 144 Tahun 2000 tentang Jenis Barang dan Jasa yang Tidak Dikenakan Pajak Pertambahan Nilai, diatur bahwa kelompok jasa yang tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai adalah Jasa di bidang angkutan umum di darat dan di air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dipertegas dalam Pasal 2 dan Pasal 5 dari Keputusan Menteri Keuangan Nomor 527/KMK.03/2003 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.03/2006 tentang Jasa di Bidang Angkutan Umum di Darat dan di Air yang Tidak Dikenakan Pajak Pertambahan Nilai yang mengatur antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas penyerahan jasa Angkutan Umum di darat dan di air tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerahan jasa Angkutan Umum di air sebagaimana dimaksud adalah penyerahan jasa Angkutan Umum di laut, Penyerahan jasa Angkutan Umum di sungai dan danau, dan penyerahan jasa Angkutan Umum penyeberangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak termasuk dalam pengertian penyerahan Jasa Angkutan umum di Laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) adalah penyerahan Jasa Angkutan Laut yang dilakukan dengan cara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Ada perjanjian lisan atau tulisan; dan&lt;br /&gt;b. Kapal dipergunakan hanya untuk mengangkut muatan milik 1 (satu) pihak dan atau untuk mengangkut orang, yang terikat perjanjian dengan Pengusaha Angkutan Laut, dalam satu perjalanan (trip).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, dalam hal perusahaan Saudara termasuk ke dalam kategori penyedia jasa angkutan umum di air sebagaimana ketentuan tersebut di atas maka atas jasa ocean freight yang diberikan bukan merupakan objek PPN. Lebih lanjut, atas jasa bongkar muat yang dilakukan di luar negeri bukan merupakan objek PPN karena jasa bongkar muat tersebut tidak dilakukan di dalam daerah Pabean.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/ppn-atas-ekspor-software-ke-ln.html"&gt;PPN Atas Ekspor Software Ke LN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pemotongan-pph-sewa-ruko.html"&gt;Pemotongan PPh Sewa Ruko&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/09/bagaimana-cara-bebas-fiskal-luar-negeri.html"&gt;Bagaimana Cara Bebas Fiskal Luar Negeri?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pajak-apa-saja-atas-penjualan-rumah.html"&gt;Pajak Apa Saja Atas Penjualan Rumah?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pph-21-karyawan-kontrak_01.html"&gt;PPH 21 Karyawan Kontrak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-pengiriman-barang.html"&gt;Pajak Pengiriman Barang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-atas-penjualan-tanah-danatau.html"&gt;Pajak Atas Penjualan Tanah Dan/Atau Bangunan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/seputar-pph-jasa-konstruksi.html"&gt; Seputar PPh Jasa Konstruksi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/menjual-rumah-tanpa-npwp.html"&gt; Menjual Rumah Tanpa NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pembelian-rusunami-apakah-kena-ppn.html"&gt; Pembelian Rusunami Apakah Kena PPN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pajak-perusahaan-bangkrut_14.html"&gt; Pajak Perusahaan Bangkrut&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/ppn-sewa-gudang.html"&gt; PPN Sewa Gudang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/pajak-yayasan.html"&gt; Pajak Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/jasa-angkutan-umum-apakah-kena-ppn.html"&gt; Jasa Angkutan Umum Apakah Kena PPN ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-transaksi-lembaga-asing.html"&gt; Pajak Transaksi Lembaga Asing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/perhitungan-pph-21-dan-pph-23.html"&gt; Perhitungan PPh 21 dan PPh 23&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/faktur-pajak-atas-tagihan-jasa.html"&gt; Faktur Pajak atas Tagihan Jasa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/pembayaran-customer-molor-bagaimana.html"&gt; Pembayaran Customer Molor, Bagaimana Faktur Pajaknya?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pajak-atas-jasa-di-luar-negeri.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-6880635098382446564</guid><pubDate>Sun, 11 Oct 2009 14:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-11T21:53:26.796+07:00</atom:updated><title>PPN Atas Ekspor Software Ke LN</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;detikfinance&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bekerja pada konsultan software. Baru-baru ini perusahaan kami bekerja sama dengan perusahaan di luar negeri untuk pembuatan software. Software tersebut dibuat di Indonesia, kemudian kami bawa ke client di luar negeri dengan cara mengirim engineer untuk memasang software tersebut. Kami akan mengirimkan invoice kepada client atas penjualan software tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah atas penjualan ke luar negeri tersebut dikenakan PPN 0%? Atau ada perlakukan pajak khusus untuk penjualan software ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam memory penjelasan Pasal 4 huruf a UU No. 18 Tahun 2000 tentang perubahan kedua atas UU No. 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, dinyatakan bahwa penyerahan barang yang dikenakan pajak harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Barang berwujud yang diserahkan merupakan Barang Kena Pajak,&lt;br /&gt;b. Barang tidak berwujud yang diserahkan merupakan Barang Kena Pajak tidak berwujud,&lt;br /&gt;c. Penyerahan dilakukan di dalam Daerah Pabean, dan&lt;br /&gt;d. Penyerahan dilakukan dalam rangka kegiatan usaha atau pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas penjualan software (barang tidak berwujud) ke Luar Negeri  telah memenuhi syarat sesuai dengan memory penjelasan tersebut di atas sehingga atas penjualan software tersebut dikenakan PPN sebesar 10%.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pemotongan-pph-sewa-ruko.html"&gt;Pemotongan PPh Sewa Ruko&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/09/bagaimana-cara-bebas-fiskal-luar-negeri.html"&gt;Bagaimana Cara Bebas Fiskal Luar Negeri?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pajak-apa-saja-atas-penjualan-rumah.html"&gt;Pajak Apa Saja Atas Penjualan Rumah?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pph-21-karyawan-kontrak_01.html"&gt;PPH 21 Karyawan Kontrak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-pengiriman-barang.html"&gt;Pajak Pengiriman Barang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-atas-penjualan-tanah-danatau.html"&gt;Pajak Atas Penjualan Tanah Dan/Atau Bangunan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/seputar-pph-jasa-konstruksi.html"&gt; Seputar PPh Jasa Konstruksi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/menjual-rumah-tanpa-npwp.html"&gt; Menjual Rumah Tanpa NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pembelian-rusunami-apakah-kena-ppn.html"&gt; Pembelian Rusunami Apakah Kena PPN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pajak-perusahaan-bangkrut_14.html"&gt; Pajak Perusahaan Bangkrut&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/ppn-sewa-gudang.html"&gt; PPN Sewa Gudang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/pajak-yayasan.html"&gt; Pajak Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/jasa-angkutan-umum-apakah-kena-ppn.html"&gt; Jasa Angkutan Umum Apakah Kena PPN ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-transaksi-lembaga-asing.html"&gt; Pajak Transaksi Lembaga Asing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/perhitungan-pph-21-dan-pph-23.html"&gt; Perhitungan PPh 21 dan PPh 23&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/faktur-pajak-atas-tagihan-jasa.html"&gt; Faktur Pajak atas Tagihan Jasa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/ppn-atas-ekspor-software-ke-ln.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-4033928259758700290</guid><pubDate>Fri, 02 Oct 2009 16:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-02T23:44:01.785+07:00</atom:updated><title>Pemotongan PPh Sewa Ruko</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Detik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan lalu saya menyewakan ruko saya kepada pihak A. Dikontrak ditulis beban pajak ditanggung oleh masing-masing pihak, PPN oleh pihak A dan PPh oleh saya dan setelah dibayarkan uang kontrak ternyata uang yang saya terima sudah dipotong pajak 10 persen. Saya tanya kepada pihak A, dikatakan bahwa potongan PPh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ingin saya tanyakan, apakah mereka berhak memotong PPh saya? Karena menurut saya yang membayar PPh itukan saya pribadi setiap tahun dan dari mana saya tahu bahwa potongan saya itu akan dibayarkan oleh mereka karena mereka tidak pernah menanyakan NPWP saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Pasal 4 ayat (2) huruf d Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana terakhir telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 diatur bahwa penghasilan yang dikenai pajak bersifat final yaitu penghasilan dari transaksi pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan, usaha jasa konstruksi, usaha real estate, dan persewaan tanah dan/atau bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Pasal 2 Perturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1996 tentang Pembayaran Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Persewaan Tanah dan/atau Bangunan mengatur bahwa atas penghasilan sebagaimana dimaksud yang diterima atau diperoleh dari penyewa yang bertindak atau ditunjuk sebagai Pemotong Pajak, wajib dipotong Pajak Penghasilan oleh penyewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal penyewa bukan sebagai Pemotong Pajak maka Pajak Penghasilan yang terutang wajib dibayar sendiri oleh orang pribadi atau badan yang menerima atau memperoleh penghasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, Pasal 6 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK.03/2007 mengatur bahwa Pemotong atau Pemungut PPh memberikan tanda bukti pemotongan atau tanda bukti pemungutan kepada orang pribadi atau badan yang dipotong atau dipungut PPh setiap melakukan pemotongan atau pemungutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, dalam hal pihak A bertindak atau ditunjuk sebagai pemotong pajak maka pihak A berkewajiban melakukan pemotongan PPh atas pembayaran sewa ruko kepada Saudara sebesar 10% dari jumlah bruto nilai persewaan tanah dan/atau bangunan dan bersifat final. Lebih lanjut, Saudara akan mendapatkan bukti pemotongan PPh Final dari pihak A yang melakukan pemotongan pajak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/09/bagaimana-cara-bebas-fiskal-luar-negeri.html"&gt;Bagaimana Cara Bebas Fiskal Luar Negeri?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pajak-apa-saja-atas-penjualan-rumah.html"&gt;Pajak Apa Saja Atas Penjualan Rumah?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pph-21-karyawan-kontrak_01.html"&gt;PPH 21 Karyawan Kontrak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-pengiriman-barang.html"&gt;Pajak Pengiriman Barang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-atas-penjualan-tanah-danatau.html"&gt;Pajak Atas Penjualan Tanah Dan/Atau Bangunan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/seputar-pph-jasa-konstruksi.html"&gt; Seputar PPh Jasa Konstruksi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/menjual-rumah-tanpa-npwp.html"&gt; Menjual Rumah Tanpa NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pembelian-rusunami-apakah-kena-ppn.html"&gt; Pembelian Rusunami Apakah Kena PPN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pajak-perusahaan-bangkrut_14.html"&gt; Pajak Perusahaan Bangkrut&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/ppn-sewa-gudang.html"&gt; PPN Sewa Gudang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/pajak-yayasan.html"&gt; Pajak Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/jasa-angkutan-umum-apakah-kena-ppn.html"&gt; Jasa Angkutan Umum Apakah Kena PPN ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-transaksi-lembaga-asing.html"&gt; Pajak Transaksi Lembaga Asing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/perhitungan-pph-21-dan-pph-23.html"&gt; Perhitungan PPh 21 dan PPh 23&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/faktur-pajak-atas-tagihan-jasa.html"&gt; Faktur Pajak atas Tagihan Jasa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/pembayaran-customer-molor-bagaimana.html"&gt; Pembayaran Customer Molor, Bagaimana Faktur Pajaknya?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/seputar-npwp.html"&gt; Seputar NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-penjualan-saham.html"&gt; Pajak Penjualan Saham&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pph-23-atas-jasa-iklan.html"&gt; PPh 23 atas Jasa Iklan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-badan-usaha-cv.html"&gt; Pajak Badan Usaha CV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pindah-rumah-apa-harus-ganti-npwp.html"&gt; Pindah Rumah, Harus Ganti NPWP ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/10/pemotongan-pph-sewa-ruko.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-7135488236211348022</guid><pubDate>Sat, 12 Sep 2009 15:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-12T23:07:23.936+07:00</atom:updated><title>Bagaimana Cara Bebas Fiskal Luar Negeri ?</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Okezone&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita punya NPWP akan bebas tidak bayar Fiskal Luar Negeri. Itu berlaku untuk anak dan istri dan semua yg ada di dalam Kartu Keluarga (KK). Apakah memang benar begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana untuk yang tidak bekerja. Misal ibu rumah tangga umur 70 tahun yang tentu tidak kerja tapi tidak ada di dalam KK. Bisa jadi karena memang tinggal sendiri. Apa harus bayar fiskal? Bagaimana pula misalnya mengajak supir dan dia tidak punya NPWP?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, selain yang punya NPWP siapa lagi yg bisa dapat fasilitas bebas fiskal? Tidak lucu juga kalau orang tidak kerja diajak ke luar negeri harus bayar fiskal 2,5 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Persoalan fiskal luar negeri (FLN) ini adalah persoalan gampang sekaligus susah. Ketentuan umumnya adalah setiap wajib pajak yang punya NPWP bebas FLN bila hendak berangkat ke luar negeri. Namun masih banyak wajib pajak yang karena tidak tahu peraturan perpajakan alias tidak tahu hak dan kewajibannya, akhirnya pada saat last minute ketika keberangkatan ke luar negeri di bandara, terpaksa harus membayar Rp2,5 juta cash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi ada sebagian orang yang karena hendak berangkat ke luar negeri, misalnya hendak menunaikan umrah, maka terpaksa juga harus membayar FLN. Apalagi banyak dari peserta umrah yang berasal dari daerah yang tidak sepenuhnya paham apa itu FLN dan bagaimana supaya bebas FLN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Nah persoalan di atas bisa diatasi sebagai berikut :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Kalau sudah punya NPWP, maka seluruh anggota keluarga yang ada dalam Kartu Keluarga dibebaskan dari membayar fiskal luar negeri dengan persyaratan tersendiri yaitu melampirkan NPWP dan fotokopi KK yang memuat nama istri, anak, atau atau suami, anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus (orangtua kandung, mertua) serta anak angkat (anak tiri) yang menjadi tanggungan sepenuhnya. Khusus untuk anak di bawah usia 21 tahun bebas langsung FLN.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk anak berusia di atas 21 tahun, orangtua, mertua yang namanya tercantum dalam kartu keluarga dan sepenuhnya tanggungan wajib pajak yang punya NPWP, maka mereka bebas FLN dengan syarat menyerahkan fotokopi NPWP/SKT/ SKTS dan fotokopi Kartu Keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus bagi orangtua yang namanya tidak tercantum dalam KK tapi sepenuhnya menjadi tanggungan oleh orang pribadi yang memiliki NPWP, maka orangtua tersebut bebas FLN dengan syarat WP yang mempunyai NPWP membuat Surat Pernyataan Menanggung Sepenuhnya Orang Tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bagaimana bila ingin mengajak orang yang tidak bekerja ke luar negeri dan tidak ada hubugan keluarga? Saya menyarankan jalan keluarnya, yaitu bagi yang tidak punya NPWP (siapa pun dan dilokasi manapun ia berada) didaftarkan saja via e-registration NPWP yang bisa diakses di web DJP www.pajak.go.id ataupun langsung mendaftar di http://ereg.pajak.go.id.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Isikan data lengkap sesuai yang diminta oleh formulir e-registration itu merujuk KTP dan tanda bukti diri lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bila sudah selesai mengisi formulir, maka segera cetak Surat Keterangan Terdaftar Sementara (SKTS) dan Formulir Registrasi Wajib Pajak Orang Pribadi yang sudah diisi.&lt;br /&gt;Surat Keterangan Terdaftar Sementara (SKTS) yang sifatnya dipersamakan dengan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) ataupun NPWP. Cukup dengan menunjukkkan SKTS ini maka pemilik yang namanya tercantum dalam SKTS ini sudah bebas FLN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Perlu dicatat bahwa :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;a. SKTS ini berlaku selama satu bulan, bila tidak di follow up ke KPP di tempat dimana terdaftar dengan membawa fotokopi KTP ataupun bukti lainnya maka otomatis proses pendaftaran akan dibatalkan secara sistem.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kewajiban perpajakan setelah mendapat SKTS ini? Berdasar keterangan dari www.pajak.go.id dapat disampaikan bahwa "Dalam hal Formulir Registrasi Wajib Pajak beserta persyaratannya sebagaimana dimaksud diatas (SKTS) belum diterima oleh Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari, maka proses pendaftaran akan dibatalkan secara sistem", maka secara otomatis pemilik SKTS ini tidak menjalankan kewajiban lain perpajakannya sebagaimana pemilik NPWP lainnya, kondisi ini terjadi bila SKTS tidak kita follow up ke KPP di tempat dimana kita mendaftar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pendaftaran NPWP harus dilakukan sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari sebelum keberangkatan ke LN, supaya aman ya pendaftaran NPWP via e-registration ini dilakukan sepekan sebelum keberangkatan ke LN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Fotokopi SKTS ini harus dibawa dan ditunjukkan sewaktu akan berangkat keluarga negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya sebutkan di atas sudah dipraktikkan untuk orang-orang yang akan berangkat berangkat umrah dan tidak ada masalah apapun. Jadi ternyata tidak masalah, KTP domisili di mana pun bisa kita daftarkan via e-registration.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pajak-apa-saja-atas-penjualan-rumah.html"&gt;Pajak Apa Saja Atas Penjualan Rumah?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pph-21-karyawan-kontrak_01.html"&gt;PPH 21 Karyawan Kontrak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-pengiriman-barang.html"&gt;Pajak Pengiriman Barang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-atas-penjualan-tanah-danatau.html"&gt;Pajak Atas Penjualan Tanah Dan/Atau Bangunan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/seputar-pph-jasa-konstruksi.html"&gt; Seputar PPh Jasa Konstruksi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/menjual-rumah-tanpa-npwp.html"&gt; Menjual Rumah Tanpa NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pembelian-rusunami-apakah-kena-ppn.html"&gt; Pembelian Rusunami Apakah Kena PPN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pajak-perusahaan-bangkrut_14.html"&gt; Pajak Perusahaan Bangkrut&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/ppn-sewa-gudang.html"&gt; PPN Sewa Gudang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/pajak-yayasan.html"&gt; Pajak Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/jasa-angkutan-umum-apakah-kena-ppn.html"&gt; Jasa Angkutan Umum Apakah Kena PPN ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-transaksi-lembaga-asing.html"&gt; Pajak Transaksi Lembaga Asing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/perhitungan-pph-21-dan-pph-23.html"&gt; Perhitungan PPh 21 dan PPh 23&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/faktur-pajak-atas-tagihan-jasa.html"&gt; Faktur Pajak atas Tagihan Jasa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/pembayaran-customer-molor-bagaimana.html"&gt; Pembayaran Customer Molor, Bagaimana Faktur Pajaknya?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/seputar-npwp.html"&gt; Seputar NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-penjualan-saham.html"&gt; Pajak Penjualan Saham&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pph-23-atas-jasa-iklan.html"&gt; PPh 23 atas Jasa Iklan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-badan-usaha-cv.html"&gt; Pajak Badan Usaha CV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/09/bagaimana-cara-bebas-fiskal-luar-negeri.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-1698199501612912811</guid><pubDate>Wed, 12 Aug 2009 13:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-12T20:37:17.601+07:00</atom:updated><title>Pajak Apa Saja Atas Penjualan Rumah?</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;DetikFinance&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Saya berniat menjual rumah di Sidoarjo, yang ingin saya tanyakan adalah pajak  atau bea apa saja yang harus saya tanggung?  dan pajak atau bea apa saja yang ditanggung oleh pembeli?
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Saya pernah mendengar adanya Bea Pelepasan Hak Atas Tanah dan Bangunan, benarkah demikian?  Siapa yang wajib menanggung Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)?
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Peraturan Pemerintah No. PP 71/2008 tentang  Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1994 Tentang Pembayaran Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Pengalihan Hak Atas Tanah Dan/Atau Bangunan menyatakan hal-hal sebagai berikut :
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;- Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh  orang pribadi atau badan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan wajib dibayar Pajak Penghasilan (PPh).
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;- Besarnya PPh yang dimaksud adalah sebesar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;5%&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; (lima persen) dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;- Nilai pengalihan hak yang dimaksud di sini adalah nilai yang tertinggi antara nilai berdasarkan akta pengalihan hak dengan Nilai Jual Obyek Pajak tanah dan/atau bangunan yang bersangkutan kecuali :
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;a. Dalam hal pengalihan hak kepada Pemerintah, adalah nilai berdasarkan keputusan pejabat yang bersangkutan;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;b. Dalam hal pengalihan hak  sesuai dengan peraturan lelang, adalah nilai menurut risalah lelang tersebut.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Dikecualikan dari kewajiban pembayaran  atau pemungutan PPh tersebut adalah :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;a. Orang pribadi yang menerima atau memperoleh penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) huruf a dan huruf b yang jumlah brutonya kurang dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Rp 60.000.000,00&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; (enam puluh juta rupiah) dan bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;b. Orang pribadi yang menerima atau memperoleh penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan kepada Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) huruf c;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;c. Orang pribadi atau badan yang melakukan pengalihan  tanah dan/atau bangunan sehubungan dengan hibah yang diberikan kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat, dan kepada badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, sepanjang hibah tersebut tidak ada hubungannya dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;d. Pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan sehubungan dengan warisan;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Sesuai dengan peraturan di atas, maka atas penjualan rumah tersebut terhutang PPh sebesar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;5%&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; oleh penjual, kecuali bila penjualan rumah tersebut masuk dalam kategori yang dikecualikan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;UU No. 21 Tahun 1997 sebagimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2000 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (BPHTB) menyatakan hal-hal sebagai berikut :
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;- BPHT adalah pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;- Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan adalah perbuatan atau peristiwa hukum yang mengakibatkan diperolehnya hak atas tanah dan atau bangunan oleh orang pribadi atau badan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Objek pajak yang tidak dikenakan BPHTB adalah objek pajak yang diperoleh :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;a. perwakilan diplomatik, konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;b. Negara untuk penyelenggaraan pemerintahan dan atau untuk pelaksanaan pembangunan guna kepentingan umum;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;c. badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri dengan syarat tidak menjalankan usaha atau melakukan kegiatan lain di luar fungsi dan tugas badan atau perwakilan organisasi tersebut;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;d. orang pribadi atau badan karena konversi hak atau karena perbuatan hukum lain dengan tidak adanya perubahan nama;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;e. orang pribadi atau badan karena wakaf;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;f. orang pribadi atau badan yang digunakan untuk kepentingan ibadah.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;- Objek pajak yang diperoleh karena waris, hibah wasiat, dan pemberian hak pegelolaan pengenaan pajaknya diatur dengan Peraturan Pemerintah.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;- Tarif pajak yang ditetapkan adalah sebesar 5% (lima persen) dari Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP), yaitu Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) setelah dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP).
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Sesuai dengan peraturan tersebut di atas, maka BPHTB adalah pajak yang dibayarkan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan, dengan demikian terhutang oleh pembeli, dan tarifnya adalah sebesar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;5%&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pph-21-karyawan-kontrak_01.html"&gt;PPH 21 Karyawan Kontrak&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-pengiriman-barang.html"&gt;Pajak Pengiriman Barang&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-atas-penjualan-tanah-danatau.html"&gt;Pajak Atas Penjualan Tanah Dan/Atau Bangunan&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/seputar-pph-jasa-konstruksi.html"&gt; Seputar PPh Jasa Konstruksi&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/menjual-rumah-tanpa-npwp.html"&gt; Menjual Rumah Tanpa NPWP&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pembelian-rusunami-apakah-kena-ppn.html"&gt; Pembelian Rusunami Apakah Kena PPN&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pajak-perusahaan-bangkrut_14.html"&gt; Pajak Perusahaan Bangkrut&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/ppn-sewa-gudang.html"&gt; PPN Sewa Gudang&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/pajak-yayasan.html"&gt; Pajak Yayasan&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/jasa-angkutan-umum-apakah-kena-ppn.html"&gt; Jasa Angkutan Umum Apakah Kena PPN ?&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-transaksi-lembaga-asing.html"&gt; Pajak Transaksi Lembaga Asing&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/perhitungan-pph-21-dan-pph-23.html"&gt; Perhitungan PPh 21 dan PPh 23&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/faktur-pajak-atas-tagihan-jasa.html"&gt; Faktur Pajak atas Tagihan Jasa&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pajak-apa-saja-atas-penjualan-rumah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-3811264149149505731</guid><pubDate>Sat, 01 Aug 2009 13:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-01T20:38:50.219+07:00</atom:updated><title>PPH 21 Karyawan Kontrak</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;DetikFinance&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Saya ingin menanyakan besarnya PPh 21 yang dikenakan untuk pribadi. Ada seorang eks karyawan kami, diberikan kontrak yang mana dijelaskan disitu sebagai Tax consultant Service selama 6 bulan ke depan dengan gaji perbulannya Rp 5 juta. Yang ingin saya tanyakan :
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;1. Dari penghasilan Rp5 juta, berapakah besar PPh 21 yg harus dipotong ? Dan berapakah gaji bersihnya per bulan tsb ?
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;2. Apakah dia termasuk Karyawan lepas/bebas atau Jasa Ahli, karena dia tidak memiliki sertifikat atau surat semacam itu. Perusahaan hanya membutuhkan servicenya karena kebetulan dia sedang tidak bekerja. Apakah langsung dipotong 5% sesuai dengan pasal 17 atau diberlakukan pengurangan PTKP ?
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;3. Bukti Potong seperti apakah yang harus saya berikan kepada eks karyawan tersebut?
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;4. Dan bagaimanakan dalam pembuatan SPT Pribadi dia pada tahun depan? Apakah akan menjadi kurang bayar atau lebih bayar ?
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;Menjawab pertanyaan Sdr mengenai pengenaan PPh 21 untuk pembayaran atas jasa Tax Consultant Services, bila dianggap sebagai pegawai tetap, pengenaan pajaknya adalah tarif berdasarkan Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang Pajak Penghasilan, atas Penghasilan Kena Pajak. Sedangkan bila dianggap sebagai Tenaga Ahli, berdasarkan PER-31/PJ/2009, maka pengenaan pajaknya adalah tarif berdasarkan Pasal 17 ayat (1), atas jumlah kumulatif dari 50% (lima puluh persen) dari jumlah penghasilan bruto.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Dalam peraturan yang sama, juga diuraikan bahwa pengurangan PTKP dapat diberikan dalam hal penerima penghasilan bukan pegawai selain tenaga ahli, yang menerima imbalan yang bersifat berkesinambungan, sepanjang yang bersangkutan telah mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan hanya memperoleh penghasilan dari hubungan kerja dengan Pemotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 serta tidak memperoleh penghasilan lainnya.  Sehingga, dalam kasus ini, bila dikategorikan sebagai Tenaga Ahli, tidak diperkenankan mendapatkan pengurangan PTKP.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Perlu diperhatikan bahwa dalam hal penerima penghasilan yang dipotong PPh 21 tidak memiliki NPWP, dikenakan Pemotongan PPh Pasal 21 dengan tarif yang lebih tinggi 20% daripada tarif yang diterapkan terhadap WP yang memiliki NPWP.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Bila dikategorikan sebagai pegawai tetap, bukti potong wajib diberikan oleh Pemotong paling lama 1 (satu) bulan setelah tahun kalender berakhir, atau 1(satu) bulan setelah yang bersangkutan berhenti bekerja. Untuk selain pegawai tetap dan penerima pensiun berkala, bukti potong wajib diberikan oleh Pemotong setiap kali melakukan pemotongan PPh Pasal 21.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Dalam SPT Tahunan Pribadi nantinya, penghasilan yang diterima akan dilakukan perhitungan ulang, dengan menggunakan tarif Pasal 17 ayat (1), sehingga dapat mengakibatkan kurang ataupun lebih bayar pajak, tergantung dari penghasilan lain yang diterima oleh yang bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-pengiriman-barang.html"&gt;Pajak Pengiriman Barang&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-atas-penjualan-tanah-danatau.html"&gt;Pajak Atas Penjualan Tanah Dan/Atau Bangunan&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/seputar-pph-jasa-konstruksi.html"&gt; Seputar PPh Jasa Konstruksi&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/menjual-rumah-tanpa-npwp.html"&gt; Menjual Rumah Tanpa NPWP&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pembelian-rusunami-apakah-kena-ppn.html"&gt; Pembelian Rusunami Apakah Kena PPN&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pajak-perusahaan-bangkrut_14.html"&gt; Pajak Perusahaan Bangkrut&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/ppn-sewa-gudang.html"&gt; PPN Sewa Gudang&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/pajak-yayasan.html"&gt; Pajak Yayasan&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/jasa-angkutan-umum-apakah-kena-ppn.html"&gt; Jasa Angkutan Umum Apakah Kena PPN ?&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-transaksi-lembaga-asing.html"&gt; Pajak Transaksi Lembaga Asing&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/perhitungan-pph-21-dan-pph-23.html"&gt; Perhitungan PPh 21 dan PPh 23&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/faktur-pajak-atas-tagihan-jasa.html"&gt; Faktur Pajak atas Tagihan Jasa&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/pembayaran-customer-molor-bagaimana.html"&gt; Pembayaran Customer Molor, Bagaimana Faktur Pajaknya?&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/seputar-npwp.html"&gt; Seputar NPWP&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-penjualan-saham.html"&gt; Pajak Penjualan Saham&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pph-23-atas-jasa-iklan.html"&gt; PPh 23 atas Jasa Iklan&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-badan-usaha-cv.html"&gt; Pajak Badan Usaha CV&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pindah-rumah-apa-harus-ganti-npwp.html"&gt; Pindah Rumah, Harus Ganti NPWP ?&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-sumbangan-yayasan.html"&gt; Pajak Sumbangan Yayasan&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-perusahaan-software.html"&gt; Pajak Perusahaan Software&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/perpajakan-program-bos.html"&gt; Perpajakan Program BOS&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/08/pph-21-karyawan-kontrak_01.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-7908884663396378063</guid><pubDate>Sun, 19 Jul 2009 15:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-19T22:38:49.912+07:00</atom:updated><title>Pajak Pengiriman Barang</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;detikFinance&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor saya bergerak dalam bidang pengiriman barang (cargo), beberapa waktu lalu ada permintaan pengiriman mesin genset diesel seharga Rp 2,3 miliar dari Semarang menuju ke Banjarmasin dengan biaya pengiriman Rp 25.500.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu  pihak  pemilik  genset  meminta  harga plus PPN 10 % dan PPh 2%, jadi harga  yang saya berikan setelah dikurangi PPh dan ditambah PPN menjadi Rp 27.540.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang  saya  ingin  tanyakan,  apakah  pengiriman  barang  dikenakan PPN dan PPh? Karena  setahu  saya  tidak  dikenakan. Dari pihak pengirim genset lalu meminta  faktur  pajak PPN kepada perusahaan saya. Jujur saja saya bingung, karena  selama  ini  belum pernah ada perusahaan yang meminta faktur pajak, dan biasanya pajak baru kita bayarkan pada akhir bulan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana  tata cara pengurusannya, dan apakah PPN dan PPh dalam pengiriman barang ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PPN atas Jasa pengiriman Barang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas  Jasa pengiriman barang (umumnya dalam peraturan pajak disebut juga sebagai  jasa  ekspedisi  atau  jasa  pengepakan  dan  pengiriman paket) melalui perusahaan ekspedisi dikenakan PPN sebesar 1% dari nilai kontrak (PPN  10% x DPP (= 10% x Nilai Kontrak)), sebagaimana diatur dalam Pasal 1  dan  2  Keputusan Menteri Keuangan  No. 567/KMK.04/2000 Tentang Nilai Lain  Sebagai  Dasar  Pengenaan  Pajak  sebagaimana  telah diubah dengan Kepmenkeu No.251/KMK.03/2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  pajak  masukan  yang  berkenaan  dengan  penyerahan jasa pengiriman barang   tidak   dapat dikreditkan   karena  dalam  Nilai  lain  telah diperhitungkan  Pajak  Masukan atas perolehan Barang Kena Pajak dan atau  jasa Kena Pajak dalam rangka usaha tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  demikian, bahwa betul untuk jasa pengiriman paket/ekspedisi maka wajib memungut  PPN dengan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;tarif efektif 1 %&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;. Maka dalam kasus saudara PPN  yang  terutang  adalah  1% x Rp. 25.500.000 = Rp. 255.000. Jadi harga setelah dikenakan PPN menjadi sebesar Rp 25.755.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat memungut PPN saudara harus dikukuhkan dahulu sebagai PKP dan memperoleh  NPPKP  (Nomor  Pengukuhan  Pengusaha  Kena Pajak) dari KPP tempat saudara  terdaftar.  NPPKP tersebut harus dicantumkan dalam Faktur Pajak yang  wajib  saudara  buat  untuk  menyertai setiap invoive yang saudara terbitkan. Kemudian  saudara  wajib  melaporkan  semua  Faktur  Pajak  yang saudara terbitkan  atau  saudara  terima  setiap bulannya dengan menggunakan SPM (Surat  Pemberitahuan  Masa)  dan  SPM  paling  lambat dilaporkan ke KPP terdaftar setiap tanggal 20 bulan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PPh atas Jasa Pengiriman Barang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai  PPh  23,  untuk  jasa  pengiriman  barang tidak termasuk dalam jenis-jenis  jasa  yang dikenakan PPh 23 sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan  No.244/PMK.03/2008,  maka  mulai  1 Januari 2009,  atas &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;jasa pengiriman barang tidak lagi dipotong PPh Pasal 23.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-atas-penjualan-tanah-danatau.html"&gt;Pajak Atas Penjualan Tanah Dan/Atau Bangunan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/seputar-pph-jasa-konstruksi.html"&gt; Seputar PPh Jasa Konstruksi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/menjual-rumah-tanpa-npwp.html"&gt; Menjual Rumah Tanpa NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pembelian-rusunami-apakah-kena-ppn.html"&gt; Pembelian Rusunami Apakah Kena PPN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pajak-perusahaan-bangkrut_14.html"&gt; Pajak Perusahaan Bangkrut&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/ppn-sewa-gudang.html"&gt; PPN Sewa Gudang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/pajak-yayasan.html"&gt; Pajak Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/jasa-angkutan-umum-apakah-kena-ppn.html"&gt; Jasa Angkutan Umum Apakah Kena PPN ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-transaksi-lembaga-asing.html"&gt; Pajak Transaksi Lembaga Asing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/perhitungan-pph-21-dan-pph-23.html"&gt; Perhitungan PPh 21 dan PPh 23&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/faktur-pajak-atas-tagihan-jasa.html"&gt; Faktur Pajak atas Tagihan Jasa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/pembayaran-customer-molor-bagaimana.html"&gt; Pembayaran Customer Molor, Bagaimana Faktur Pajaknya?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/seputar-npwp.html"&gt; Seputar NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-penjualan-saham.html"&gt; Pajak Penjualan Saham&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pph-23-atas-jasa-iklan.html"&gt; PPh 23 atas Jasa Iklan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-pengiriman-barang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-775013800190403714</guid><pubDate>Wed, 08 Jul 2009 13:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-08T20:50:45.975+07:00</atom:updated><title>Pajak Atas Penjualan Tanah Dan/Atau Bangunan</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pada bulan Maret 2009, saya menjual sebidang tanah seluas 330m2 seharga Rp36 juta, status tanah masih Akta Jual Beli. PBB tahun 2009 yang baru keluar pada Maret ini tercantum NJOP sebesar Rp 128.000/m2 sedangkan tahun lalu masih Rp 103.000/m2. &lt;br /&gt;Yang ingin saya tanyakan : biaya-biaya apakah yang harus ditanggung masing-masing penjual &amp;amp; pembeli ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan perpajakan dari sisi penjual sebagai orang pribadi Berdasarkan Pasal 1 Peraturan Pemerintah No.48/1994 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah No.71/2008 ditetapkan bahwa atas penghasilan yang diterima atau diperoleh  orang pribadi dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan wajib dibayar Pajak Penghasilan (PPh) dengan cara membayar sendiri PPh yang terutang  ke Bank Persepsi atau Kantor Pos/Giro sebelum akta, keputusan, perjanjian, kesepakatan atau risalah lelang atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Adapun besarnya PPh adalah sebesar 5% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan. Nilai pengalihan hak tersebut adalah nilai yang tertinggi antara nilai berdasarkan Akta Pengalihan Hak dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah dan/atau bangunan yang bersangkutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.71/2008 Pasal 5, dikecualikan dari kewajiban pembayaran atau pemungutan Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 aya t (1) adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang pribadi yang mempunyai penghasilan di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak yang melakukan pengalihan hak atas tanah dan/ atau bangunan dengan jumlah bruto pcngalihannya kurang dari Rp60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah) dan bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Perlakuan Perpajakan dari sisi pembeli :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan UU Nomor 21/1997 sebagaiman telah diuah terakhir dengan UU Nomor 20/2000 ditetapkan bahwa pemindahan hak karena jual beli dikenakan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB) sebesar 5% dari Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP), yaitu Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) setelah dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) pada saat tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila NPOP tidak diketahui atau lebih rendah daripada NJOP yang digunakan dalam pengenaan PBB pada tahun terjadinya perolehan, maka dasar pengenaan pajak yang dipakai adalah NJOP PBB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat harga jual tanah lebih kecil daripada nilai NJOP PBB menurut SPPT PBB tahun pajak 2009, maka nilai NPOP yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan BPHTB adalah nilai menurut NJOP menurut SPPT PBB tahun pajak 2009, yaitu sebesar Rp42.240.000 (330 m2 x Rp 128.000)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/seputar-pph-jasa-konstruksi.html"&gt; Seputar PPh Jasa Konstruksi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/menjual-rumah-tanpa-npwp.html"&gt; Menjual Rumah Tanpa NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pembelian-rusunami-apakah-kena-ppn.html"&gt; Pembelian Rusunami Apakah Kena PPN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pajak-perusahaan-bangkrut_14.html"&gt; Pajak Perusahaan Bangkrut&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/ppn-sewa-gudang.html"&gt; PPN Sewa Gudang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/pajak-yayasan.html"&gt; Pajak Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/jasa-angkutan-umum-apakah-kena-ppn.html"&gt; Jasa Angkutan Umum Apakah Kena PPN ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-transaksi-lembaga-asing.html"&gt; Pajak Transaksi Lembaga Asing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/perhitungan-pph-21-dan-pph-23.html"&gt; Perhitungan PPh 21 dan PPh 23&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/faktur-pajak-atas-tagihan-jasa.html"&gt; Faktur Pajak atas Tagihan Jasa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/pembayaran-customer-molor-bagaimana.html"&gt; Pembayaran Customer Molor, Bagaimana Faktur Pajaknya?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/seputar-npwp.html"&gt; Seputar NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-penjualan-saham.html"&gt; Pajak Penjualan Saham&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pph-23-atas-jasa-iklan.html"&gt; PPh 23 atas Jasa Iklan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-badan-usaha-cv.html"&gt; Pajak Badan Usaha CV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pindah-rumah-apa-harus-ganti-npwp.html"&gt; Pindah Rumah, Harus Ganti NPWP ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-sumbangan-yayasan.html"&gt; Pajak Sumbangan Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-perusahaan-software.html"&gt; Pajak Perusahaan Software&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/perpajakan-program-bos.html"&gt; Perpajakan Program BOS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/07/pajak-atas-penjualan-tanah-danatau.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-1712219985569171259</guid><pubDate>Wed, 17 Jun 2009 13:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-07T22:25:54.757+07:00</atom:updated><title>Seputar PPh Jasa Konstruksi</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;DetikFinance&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuai PP No.51 tahun 2008 tentang PPh atas penghasilan dari usaha jasa konstruksi, yang saya tanyakan adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Didalam satu kontrak terdapat 2 rekanan yang rekanan A bertugas sebagai pengadaan barang sedangkan rekanan B bertugas sebagai pelaksana pembangunan konstrusi tsb( konstruksi mekanikal ). Pertanyaannya adalah apakah kedua rekanan tersebut dikenakan PPh jasa Konstruksi atau rekan A tetap dikenakan PPh pasal 22 ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Hampir sama dengan pertanyaan no.1. Didalam 1 kontrak jasa Konstruksi mekanikal ( 1 rekanan ) tapi didalam kontrak tsb dapat dipisahkan antara material dan jasa. Pertanyaannya adalah apakah materialnya bisa dikenakan PPh ps.22 atau secara keseluruhan dikenakan PPh jasa Konstruksi ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan Pasal 2  PP 51 Tahun 2008, penghasilan dari usaha Jasa Konstruksi  dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Final&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;. Kemudian yang dimaksud Jasa Konstruksi di dalam PP 51 tahun 2008 adalah layanan jasa konsultansi perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi, dan layanan jasa konsultansi pengawasan pekerjaan konstruksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian apabila Rekanan A yang dimaksudkan hanya melakukan pengadaan barang saja dan tidak disertai dengan penyerahan Jasa Konstruksi , maka atas penyerahan barang tersebut tidak terhutang PPh Final  dan apabila penyerahan barang tersebut di atas diserahkan kepada Pemungut PPh Pasal 22, maka akan dipungut PPh Pasal 22 sesuai tarif yang berlaku. Lebih lanjut, untuk rekanan B sebagai pelaksana konstruksi terutang PPh Final Jasa Konstruksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan Pasal  5 angka 2 PP 51 Tahun 2008, Besarnya Pajak Penghasilan yang dipotong atau disetor sendiri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. jumlah  pembayaran, tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai, dikalikan tarif Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1);  atau&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b.  jumlah penerimaan pembayaran, tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai, dikalikan tarif Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dalam hal    Pajak Penghasilan disetor sendiri oleh Penyedia Jasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan penjelasan tersebut di atas, apabila kontrak atas Jasa  konstruksi dapat dipisahkan antara nilai barang dan nilai jasa yang ditagih, maka PPh Final yang terutang adalah tetap sebesar jumlah pembayaran, yaitu atas barang dan jasa yang diserahkan oleh pihak kontraktor.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/menjual-rumah-tanpa-npwp.html"&gt; Menjual Rumah Tanpa NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pembelian-rusunami-apakah-kena-ppn.html"&gt; Pembelian Rusunami Apakah Kena PPN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pajak-perusahaan-bangkrut_14.html"&gt; Pajak Perusahaan Bangkrut&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/ppn-sewa-gudang.html"&gt; PPN Sewa Gudang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/pajak-yayasan.html"&gt; Pajak Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/jasa-angkutan-umum-apakah-kena-ppn.html"&gt; Jasa Angkutan Umum Apakah Kena PPN ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-transaksi-lembaga-asing.html"&gt; Pajak Transaksi Lembaga Asing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/perhitungan-pph-21-dan-pph-23.html"&gt; Perhitungan PPh 21 dan PPh 23&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/faktur-pajak-atas-tagihan-jasa.html"&gt; Faktur Pajak atas Tagihan Jasa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/pembayaran-customer-molor-bagaimana.html"&gt; Pembayaran Customer Molor, Bagaimana Faktur Pajaknya?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/seputar-npwp.html"&gt; Seputar NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-penjualan-saham.html"&gt; Pajak Penjualan Saham&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pph-23-atas-jasa-iklan.html"&gt; PPh 23 atas Jasa Iklan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-badan-usaha-cv.html"&gt; Pajak Badan Usaha CV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pindah-rumah-apa-harus-ganti-npwp.html"&gt; Pindah Rumah, Harus Ganti NPWP ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-sumbangan-yayasan.html"&gt; Pajak Sumbangan Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-perusahaan-software.html"&gt; Pajak Perusahaan Software&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/perpajakan-program-bos.html"&gt; Perpajakan Program BOS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/seputar-pph-jasa-konstruksi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-8817547683301759221</guid><pubDate>Wed, 03 Jun 2009 13:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-03T20:59:29.853+07:00</atom:updated><title>Menjual Rumah Tanpa NPWP</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;detikFinance&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan UU Pajak yang terbaru, apakah masih dimungkinkan adanya penjualan rumah tinggal kepada pihak lain tanpa adanya NPWP? Dalam kasus ini yang ingin menjual rumah adalah ibu rumah tangga dan sudah tidak bersuami sehingga tidak mempunyai penghasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dimungkinkan pajak-pajak apa saja yang dikenakan atas transaksi tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;PER-35/PJ/2008&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; tentang Kewajiban Pemilikan NPWP Dalam Rangka Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan yang mulai berlaku sejak 9 September 2008 menyatakan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;BPHTB&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dengan menggunakan SSB yang disebabkan adanya pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan wajib dicantumkan NPWP yang dimilki Wajib Pajak (WP) yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikecualikan dari ketentuan tersebut di atas adalah SSB yang digunakan untuk pembayaran BPHTB oleh WP Orang Pribadi dengan NJOP yang dialihkan kurang dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Rp 60.000.000&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; (enam puluh juta rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;PPH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) dengan menggunakan SSP atas penghasilan dari pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan, wajib dicantumkan NPWP yang dimiliki WP yang bersangkutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikecualikan dari ketentuan tersebut di atas adalah SSP yang digunakan untuk pembayaran PPh atas penghasilan dari pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan oleh WP Orang Pribadi dengan jumlah pajak yang harus dibayar kurang dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Rp 3.000.000&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; (tiga juta rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu pada ketentuan di atas, maka masih dimungkinkan adanya penjualan rumah tinggal kepada pihak lain tanpa adanya NPWP dalam hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WP Orang Pribadi yang menerima pengalihan dengan NJOP yang dialihkan kurang dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Rp 60 juta&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;.&lt;br /&gt;WP Orang Pribadi yang melakukan pengalihan dengan jumlah pajak yang harus dibayar kurang dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Rp 3 juta&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pembelian-rusunami-apakah-kena-ppn.html"&gt; Pembelian Rusunami Apakah Kena PPN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pajak-perusahaan-bangkrut_14.html"&gt; Pajak Perusahaan Bangkrut&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/ppn-sewa-gudang.html"&gt; PPN Sewa Gudang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/pajak-yayasan.html"&gt; Pajak Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/jasa-angkutan-umum-apakah-kena-ppn.html"&gt; Jasa Angkutan Umum Apakah Kena PPN ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-transaksi-lembaga-asing.html"&gt; Pajak Transaksi Lembaga Asing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/perhitungan-pph-21-dan-pph-23.html"&gt; Perhitungan PPh 21 dan PPh 23&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/faktur-pajak-atas-tagihan-jasa.html"&gt; Faktur Pajak atas Tagihan Jasa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/pembayaran-customer-molor-bagaimana.html"&gt; Pembayaran Customer Molor, Bagaimana Faktur Pajaknya?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/seputar-npwp.html"&gt; Seputar NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-penjualan-saham.html"&gt; Pajak Penjualan Saham&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pph-23-atas-jasa-iklan.html"&gt; PPh 23 atas Jasa Iklan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-badan-usaha-cv.html"&gt; Pajak Badan Usaha CV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pindah-rumah-apa-harus-ganti-npwp.html"&gt; Pindah Rumah, Harus Ganti NPWP ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-sumbangan-yayasan.html"&gt; Pajak Sumbangan Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-perusahaan-software.html"&gt; Pajak Perusahaan Software&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/perpajakan-program-bos.html"&gt; Perpajakan Program BOS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/06/menjual-rumah-tanpa-npwp.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-74055962444096241</guid><pubDate>Sat, 23 May 2009 23:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-24T06:32:25.117+07:00</atom:updated><title>Pembelian Rusunami Apakah Kena PPN</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;detikFinance&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pertengahan tahun kemarin saya membeli apartemen bersubsidi (Rusunami), dan dalam proses pembeliannya saya tidak menggunakan KPR melainkan dengan skema tunai bertahap yang mereka berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara total yang harus saya bayar yaitu :&lt;br /&gt;Harga Apartemen : Rp 144 juta&lt;br /&gt;Harga View : Rp 9 juta&lt;br /&gt;PPN 10% : Rp 14,4 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mekanisme ini wajar. Khususnya apakah pembelian apartemen memang di kenakan PPN. Saya baru membeli apartemen lain tetapi bukan yang baru dan tidak dikenakan PPN, sehingga ingin tahu tentang mekanisme ini, terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Pasal 1 angka 1huruf i Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31/PMK.03/2008 , Rumah Susun Sederhana Milik (RUSUNAMI) termasuk ke dalam Barang Kena Pajak Tertentu  yang bersifat strategis yang dibebaskan dari PPN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Pasal 1 angka 5 dijelaskan bahwa : Rumah Susun Sederhana Milik (RUSUNAMI) sebagaimana dimaksud pada angka 1 huruf i adalah bangunan bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang dipergunakan sebagai tempat hunian yang dilengkapi dengan kamar mandi/WC dan dapur, baik bersatu dengan unit hunian maupun terpisah dengan penggunaan komunal, yang perolehannya dibiayai melalui kredit kepemilikan rumah bersubsidi atau tidak bersubsidi, yang memenuhi ketentuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. luas untuk setiap hunian lebih dari 21 m2 (dua puluh satu meter persegi) dan tidak melebihi 36 m2 (tiga puluh enam meter persegi);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. harga jual untuk setiap hunian tidak melebihi Rp 144.000.000,00 (seratus empat puluh empat juta rupiah);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. diperuntukkan bagi orang pribadi yang mempunyai penghasilan tidak melebihi Rp 4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah) per bulan dan telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. pembangunannya mengacu kepada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum yang mengatur mengenai persyaratan teknis pembangunan rumah susun sederhana; dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. merupakan unit hunian pertama yang dimiliki, digunakan sendiri sebagai tempat tinggal dan tidak dipindahtangankan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, berdasarkan penjelasan tersebut di atas, RUSUNAMI yang Anda beli tidak termasuk ke dalam definisi RUSUNAMI yang termasuk ke dalam kategori dibebaskan dari PPN, sehingga atas RUSUNAMI yang anda beli terutang PPN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pembelian Apartemen selain yang dijelaskan di dalam Pasal 1 angka 5 Peraturan tersebut di atas, termasuk ke dalam kategori Barang Kena Pajak, sehingga atas penyerahan apartemen selain RUSUNAMI  terutang PPN sepanjang di serahkan oleh Pengusaha Kena Pajak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pajak-perusahaan-bangkrut_14.html"&gt; Pajak Perusahaan Bangkrut&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/ppn-sewa-gudang.html"&gt; PPN Sewa Gudang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/pajak-yayasan.html"&gt; Pajak Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/jasa-angkutan-umum-apakah-kena-ppn.html"&gt; Jasa Angkutan Umum Apakah Kena PPN ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-transaksi-lembaga-asing.html"&gt; Pajak Transaksi Lembaga Asing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/perhitungan-pph-21-dan-pph-23.html"&gt; Perhitungan PPh 21 dan PPh 23&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/faktur-pajak-atas-tagihan-jasa.html"&gt; Faktur Pajak atas Tagihan Jasa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/pembayaran-customer-molor-bagaimana.html"&gt; Pembayaran Customer Molor, Bagaimana Faktur Pajaknya?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/seputar-npwp.html"&gt; Seputar NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-penjualan-saham.html"&gt; Pajak Penjualan Saham&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pph-23-atas-jasa-iklan.html"&gt; PPh 23 atas Jasa Iklan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-badan-usaha-cv.html"&gt; Pajak Badan Usaha CV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pindah-rumah-apa-harus-ganti-npwp.html"&gt; Pindah Rumah, Harus Ganti NPWP ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-sumbangan-yayasan.html"&gt; Pajak Sumbangan Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-perusahaan-software.html"&gt; Pajak Perusahaan Software&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/perpajakan-program-bos.html"&gt; Perpajakan Program BOS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pembelian-rusunami-apakah-kena-ppn.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-254074170659905510</guid><pubDate>Thu, 14 May 2009 13:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-15T06:19:57.732+07:00</atom:updated><title>Pajak Perusahaan Bangkrut</title><description>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Detik Finance&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Perusahaan tempat saya bekerja bangkrut pada tahun 2006 dan bermaksud untuk menutup perusahaan sekaligus melakukan usul pencabutan PKP dan NPWP. Kami telah memperoleh akte pembubaran perusahaan dan bermaksud membagikan sisa aktiva yang tersedia kepada pemegang saham. Aktiva yang ada berupa sejumlah mesin, tanah dan bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melalukan permohonan pencabutan NPWP pasti akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh kantor pajak. Untuk itu kami mohon penjelasan obyek pajak apa saja yang timbul dari transaksi likuidasi tersebut, termasuk pembagian/pengalihan aktiva perusahaan dan adakah peraturan perpajakan yang mengatur tata cara likuidasi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10 ayat (3) UU PPh No. 7 tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No. 36 tahun 2008 menyebutkan bahwa nilai perolehan atau pengalihan harta yang dialihkan dalam rangka likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran, pemecahan, atau pengambilalihan usaha adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima berdasarkan harga pasar, kecuali ditetapkan lain oleh Menteri Keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan peraturan di atas, maka atas permasalahan saudara dimana perusahaan saudara bermaksud membagikan sisa aktiva (mesin, tanah dan bangunan) yang tersedia kepada pemegang saham akan dianggap sebagai transaksi penyerahan barang kena pajak (dengan menggunakan harga pasar) dan kemudian hasil penyerahan tersebut dibagikan sebagai pengembalian modal kepada pemegang saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implikasi perpajakan atas transaksi penyerahan barang kena pajak dengan harga pasar tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;a. PPN 16 D (10% dari nilai pasar)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 16 D UU PPN No. 8 tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No. 18 tahun 2000 menyebutkan bahwa Pajak Pertambahan Nilai dikenakan atas penyerahan aktiva oleh Pengusaha Kena Pajak yang menurut tujuan semula aktiva tersebut tidak untuk diperjualbelikan, sepanjang Pajak Pertambahan Nilai yang dibayar pada saat perolehannya dapat dikreditkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;b. PPh 5% atas pengalihan hak atas tanah dan / atau bangunan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. 48 tahun 1994 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah No. 71/2008 menyebutkan bahwa besarnya Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 ayat (1) adalah sebesar 5% (lima persen) dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan, kecuali atas pengalihan hak atas Rumah Sederhana dan Rumah Susun Sederhana yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang usaha pokoknya melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dikenai Pajak Penghasilan sebesar 1% (satu persen) dari jumlah bruto nilai pengalihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Pasal 4 (2) peraturan yang sama menyebutkan bahwa nilai pengalihan hak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah nilai yang tertinggi antara nilai berdasarkan Akta Pengalihan Hak dengan Nilai Jual Objek Pajak tanah dan/atau bangunan yang bersangkutan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila penyerahan tanah dan atau bangunan dilakukan sebelum tanggal 1 Januari 2009, maka PPh 5% atas pengalihan hak atas tanah dan /atau bangunan tersebut dapat diperlakukan sebagai kredit pajak dalam PPh Badan. Apabila penyerahan tanah dan / bangunan dilakukan tanggal 1 Januari 2009 dan setelahnya, maka PPh 5% atas pengalihan hak atas tanah dan / atau bangunan tersebut bersifat final.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;c. PPh atas keuntungan penjualan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan atas penjualan mesin, tanah dan bangunan dikenakan tarif pajak sesuai Pasal 17 ayat (1) UU PPh No. 7 tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No. 36 tahun 2008.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/ppn-sewa-gudang.html"&gt; PPN Sewa Gudang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/pajak-yayasan.html"&gt; Pajak Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/jasa-angkutan-umum-apakah-kena-ppn.html"&gt; Jasa Angkutan Umum Apakah Kena PPN ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-transaksi-lembaga-asing.html"&gt; Pajak Transaksi Lembaga Asing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/perhitungan-pph-21-dan-pph-23.html"&gt; Perhitungan PPh 21 dan PPh 23&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/faktur-pajak-atas-tagihan-jasa.html"&gt; Faktur Pajak atas Tagihan Jasa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/pembayaran-customer-molor-bagaimana.html"&gt; Pembayaran Customer Molor, Bagaimana Faktur Pajaknya?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/seputar-npwp.html"&gt; Seputar NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-penjualan-saham.html"&gt; Pajak Penjualan Saham&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pph-23-atas-jasa-iklan.html"&gt; PPh 23 atas Jasa Iklan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-badan-usaha-cv.html"&gt; Pajak Badan Usaha CV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pindah-rumah-apa-harus-ganti-npwp.html"&gt; Pindah Rumah, Harus Ganti NPWP ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-sumbangan-yayasan.html"&gt; Pajak Sumbangan Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-perusahaan-software.html"&gt; Pajak Perusahaan Software&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/perpajakan-program-bos.html"&gt; Perpajakan Program BOS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/05/pajak-perusahaan-bangkrut_14.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-5782668199182757210</guid><pubDate>Thu, 30 Apr 2009 00:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-30T07:19:48.291+07:00</atom:updated><title>PPN Sewa Gudang</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Detik Finance&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memiliki gudang, dan saya menyewakan lebih dari 1 tahun dengan pembayaran tidak sekaligus. Misalnya masa sewa 3 tahun, biaya sewa per tahun Rp 12 juta dengan pembayaran per 3 bulanan, masa sewa dimulai 24 Februari 2009 dan berakhir 23 Februari 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut UU no.18 thn 2000 Pasal 11 Ayat 1 huruf c, saya diharuskan memungut pajak PPN dari penyewa sebesar Rp 3,6 juta yang mana hal itu adalah PPN selama 3 tahun. Apakah demikian? Dan UU nomor berapa yang menyatakan PPN harus saya pungut di depan dari penyewa selama masa sewa 3 tahun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pembukuan di pihak kami maupun khususnya di pihak penyewa, dimana apabila PPN tersebut tidak di accrue atau dipergunakan (dengan dilawankan kepada PPN Keluaran) sekaligus oleh penyewa dapat hangus (sepemahaman kami dalam tempo 3 bulan sejak pelaporan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Pasal 11 ayat (1) butir c Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai Nomor 18/2000, diatur bahwa terutangnya pajak terjadi pada saat penyerahan Barang/Jasa Kena Pajak. Lebih lanjut Pasal 11 ayat (2) mengatur bahwa dalam hal pembayaran diterima sebelum penyerahan Barang Kena Pajak atau sebelum penyerahan Jasa Kena Pajak, atau dalam hal pembayaran dilakukan sebelum dimulainya pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud atau Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean, saat terutangnya pajak adalah pada saat pembayaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, jelas bahwa konsep saat terutangnya PPN adalah menganut prinsip akrual artinya  pada saat penyerahan jasa kena pajak atau pada saat pembayaran, mana yang terjadi lebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pencatatan di dalam pembukuan pada dasarnya mengacu kepada perjanjian sewa yang disepakati pihak pemilik dan penyewa gudang. Jika di dalam perjanjian sewa disebutkan bahwa persewaan gudang dilakukan selama 3 tahun dengan pembayaran (melalui penagihan) dilakukan setiap 3 bulanan di awal masa sewa, maka seharusnya telah dilakukan pencatatan akrual atas transaksi sewa tersebut. Dengan demikian PPN terutang pada saat dilakukan penagihan setiap 3 bulanan terhitung sejak awal masa sewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila biaya sewa per tahun sebesar Rp 12 juta dengan skema pembayaran sebesar Rp 4 juta setiap 3 bulanan, maka PPN terutang pada saat setiap dilakukan penagihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal saudara telah memenuhi persyaratan sebagai Pengusaha Kena Pajak, maka saudara wajib memungut PPN atas transaksi persewaan gudang tersebut dengan menerbitkan faktur pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, atas PPN yang dibayarkan oleh pihak penyewa (yang merupakan Pengusaha Kena Pajak) maka dapat dikreditkan di dalam SPT Masa PPN-nya dengan syarat memenuhi ketentuan formal yang diatur di dalam Undang-Undang PPN paling lambat 3 bulan setelah berakhirnya Masa Pajak yang bersangkutan sepanjang belum dibebankan sebagai biaya dan belum dilakukan pemeriksaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/pajak-yayasan.html"&gt; Pajak Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/jasa-angkutan-umum-apakah-kena-ppn.html"&gt; Jasa Angkutan Umum Apakah Kena PPN ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-transaksi-lembaga-asing.html"&gt; Pajak Transaksi Lembaga Asing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/perhitungan-pph-21-dan-pph-23.html"&gt; Perhitungan PPh 21 dan PPh 23&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/faktur-pajak-atas-tagihan-jasa.html"&gt; Faktur Pajak atas Tagihan Jasa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/pembayaran-customer-molor-bagaimana.html"&gt; Pembayaran Customer Molor, Bagaimana Faktur Pajaknya?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/seputar-npwp.html"&gt; Seputar NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-penjualan-saham.html"&gt; Pajak Penjualan Saham&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pph-23-atas-jasa-iklan.html"&gt; PPh 23 atas Jasa Iklan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-badan-usaha-cv.html"&gt; Pajak Badan Usaha CV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pindah-rumah-apa-harus-ganti-npwp.html"&gt; Pindah Rumah, Harus Ganti NPWP ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-sumbangan-yayasan.html"&gt; Pajak Sumbangan Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-perusahaan-software.html"&gt; Pajak Perusahaan Software&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/perpajakan-program-bos.html"&gt; Perpajakan Program BOS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/ppn-sewa-gudang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-1693715811433521610</guid><pubDate>Thu, 09 Apr 2009 02:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-09T09:56:28.775+07:00</atom:updated><title>Pajak Yayasan</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;DetikFinance&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami yayasan sosial yang memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang kebersihan dan kesehatan. Kami telah memiliki NPWP. Jenis pajak apa saja yang harus dilaporkankan oleh yayasan? Jika yayasan mengadakan suatu pelatihan yang berhubungan dengan pendidikan, pajak apa saja yang berkenaan..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai catatan bahwa yayasan ini merupakan yayasan sosial yang kegiatannya adalah memberikan pelatihan kepada masyarakat sekitar tentang kebersihan dan kesehatan lingkungan serta bibit perkebunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan  Pasal 2 ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008, yayasan atau organisasi yang sejenis adalah Subjek Pajak Pajak Penghasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dalam pasal 4 ayat 3 Undang-undang yang sama di jelaskan mengenai penghasilan dari yayasan yang bukan merupakan obyek pajak yaitu bantuan atau sumbangan yang diperoleh suatu yayasan sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan diantara pihak-pihak yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Selain dari pengecualian objek pajak tersebut maka seluruh penghasilan yang diterima atau diperoleh suatu yayasan merupakan objek pajak dan dikenakan pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan peraturan diatas, maka terhadap permasalahan saudara dapat kami berikan jawaban sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Pajak yang harus dilaporkan oleh suatu Yayasan adalah:&lt;br /&gt;SPT Tahunan PPh Badan 1771 dan SPT Masa untuk pemotongan bulanan yaitu ps 21, 23, 26 dan 4(2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Untuk sumbangan yang diterima yayasan untuk menyelenggarakan pelatihan tersebut sepanjang tidak berasal dari pihak yang memiliki hubungan sesuai dengan syarat pasal 4(3) UU No. 36 Tahun 2008  maka sumbangan tersebut bukan merupakan objek pajak bagi yayasan. Dan untuk pembayaran yang dilakukan oleh yayasan kepada pembicara atau narasumber maka Yayasan berkewajiban melakukan pemotongan Pajak Penghasilan dan melaporkannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terdapat sumbangan yang diterima oleh yayasan dan merupakan objek pajak maka Yayasan berkewajiban melaporkan penghasilan tersebut dalam SPT Tahunan 1771.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayasan yang saudara tanyakan merupakan yayasan sosial dan bukan merupakan yayasan pendidikan sehingga perlakuan perpajakan yang berlaku adalah perpajakan umum seperti yang disebutkan diatas. Untuk suatu yayasan pendidikan terdapat penjelasan lebih spesifik tentang penghasilan yang merupakan objek pajak seperti uang pangkal dan SPP.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/jasa-angkutan-umum-apakah-kena-ppn.html"&gt; Jasa Angkutan Umum Apakah Kena PPN ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-transaksi-lembaga-asing.html"&gt; Pajak Transaksi Lembaga Asing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/perhitungan-pph-21-dan-pph-23.html"&gt; Perhitungan PPh 21 dan PPh 23&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/faktur-pajak-atas-tagihan-jasa.html"&gt; Faktur Pajak atas Tagihan Jasa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/pembayaran-customer-molor-bagaimana.html"&gt; Pembayaran Customer Molor, Bagaimana Faktur Pajaknya?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/seputar-npwp.html"&gt; Seputar NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-penjualan-saham.html"&gt; Pajak Penjualan Saham&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pph-23-atas-jasa-iklan.html"&gt; PPh 23 atas Jasa Iklan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-badan-usaha-cv.html"&gt; Pajak Badan Usaha CV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pindah-rumah-apa-harus-ganti-npwp.html"&gt; Pindah Rumah, Harus Ganti NPWP ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-sumbangan-yayasan.html"&gt; Pajak Sumbangan Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-perusahaan-software.html"&gt; Pajak Perusahaan Software&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/perpajakan-program-bos.html"&gt; Perpajakan Program BOS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/04/pajak-yayasan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3949601231405089934.post-5639829121981207892</guid><pubDate>Sun, 29 Mar 2009 09:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T16:34:06.351+07:00</atom:updated><title>Jasa Angkutan Umum Apakah Kena PPN ?</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Detik-Finance&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan PP 143 th 2000 Pasal 2, dan PP 144 th 2000 pasal 5 dan 13, Apakah perusahaan jasa angkutan umum barang wajib PKP, dan jasa angkutan umum barang kena PPN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasa angkutan umum orang dan/atau barang barang merupakan jenis jasa yang atas penyerahannya tidak dikenakan PPN sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 4A UU PPN jo PP No. 144 Tahun 2000 jo Peraturan Dirjen Pajak No PER-28/PMK.03/2006 tentang Perubahan Atas Kepmenkeu No. 527/KMK.03/2003 Tentang Jasa Di Bidang Angkutan Umum di Darat dan Di Air Yang Tidak Dikenakan PPN (http://www.pb-co.com/pdf/regulations/28-PMK.03-2006.pdf).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian perusahaan jasa angkutan umum tidak wajib mengkukuhkan diri sebagai PKP sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 3A UU PPN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel terkait : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/pajak-transaksi-lembaga-asing.html"&gt; Pajak Transaksi Lembaga Asing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/perhitungan-pph-21-dan-pph-23.html"&gt; Perhitungan PPh 21 dan PPh 23&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/faktur-pajak-atas-tagihan-jasa.html"&gt; Faktur Pajak atas Tagihan Jasa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/pembayaran-customer-molor-bagaimana.html"&gt; Pembayaran Customer Molor, Bagaimana Faktur Pajaknya?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/02/seputar-npwp.html"&gt; Seputar NPWP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-penjualan-saham.html"&gt; Pajak Penjualan Saham&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pph-23-atas-jasa-iklan.html"&gt; PPh 23 atas Jasa Iklan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-badan-usaha-cv.html"&gt; Pajak Badan Usaha CV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pindah-rumah-apa-harus-ganti-npwp.html"&gt; Pindah Rumah, Harus Ganti NPWP ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-sumbangan-yayasan.html"&gt; Pajak Sumbangan Yayasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/pajak-perusahaan-software.html"&gt; Pajak Perusahaan Software&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href=" http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/01/perpajakan-program-bos.html"&gt; Perpajakan Program BOS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;</description><link>http://galeri-pajak.blogspot.com/2009/03/jasa-angkutan-umum-apakah-kena-ppn.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item></channel></rss>