<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Download Skripsi Gratis, Jurnal, Thesis dan bahan Kuliah</title><description>Download Skripsi, Jurnal, Thesis dan Bahan Kuliah ilmu manajemen, Pendidikan, dan Berbagai Disiplin Ilmu Lainnya Secara Gratis</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Sat, 21 Feb 2026 06:42:25 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">144</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Download Skripsi, Jurnal, Thesis dan Bahan Kuliah ilmu manajemen, Pendidikan, dan Berbagai Disiplin Ilmu Lainnya Secara Gratis</itunes:subtitle><itunes:category text="Education"/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Analisis Kinerja Keuangan Pendekatan Altman dan Pengaruhnya Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Jasa Go Public di Bursa Efek Jakarta</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2012/01/analisis-kinerja-keuangan-pendekatan.html</link><category>Skripsi Manajemen Keuangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 17 Jan 2012 17:34:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-6894419656880398819</guid><description>SARI
Rini Widyastuti, 2006, “Analisis Kinerja Keuangan Pendekatan Altman dan Pengaruhnya Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Jasa Go Public di Bursa Efek Jakarta”. 94 halaman.
Kata Kunci: Kinerja Keuangan Pendekatan Altman, harga saham

Tingkat keuntungan investasi dalam saham di pasar modal sangat dipengaruhi oleh harga saham yang bersangkutan. Maka untuk dapat memperoleh keuntungan investasi yang diinginkan, seorang investor harus mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi harga saham di pasar modal serta melakukan analisis
terhadap saham-saham yang ada. Secara teoritis informasi fundamental yang berkaitan dengan kinerja keuangan perusahaan berpengaruh terhadap harga saham. Untuk mengetahui bagaimana kinerja suatu perusahaan dapat digunakan rasio-rasio keuangan yang terbagi dalam empat kelompok yaitu rasio likuiditas, aktivitas, solvabilitas dan profitabilitas. Analisis rasio pada perkembangannya
mempunyai kendala dan keterbatasan dimana setiap rasio dianalisis secara terpisah (Weston, 1993: 163). Pengaruh gabungan beberapa rasio hanya berdasarkan pertimbangan para analis keuangan. Altman mencoba mengatasi masalah masalah tersebut dengan menerapkan suatu model prediksi sebagai kombinasi dari beberapa rasio untuk mengatasi kekurangan dari analisis keuangan dengan teknik regresi dan model diskriminan. Secara teoritis para pemodal tertarik membeli saham bila dalam pandangannya perusahaan itu mempunyai kinerja dan prospek yang bagus sehingga akan memberikan keuntungan.
Perkembangan investasi di Indonesia masih sangat memprihatinkan apalagi ditambah dengan adanya peristiwa pemboman di Bali yang berdampak pada berbagai sektor industri termasuk industri jasa. Khususnya sektor pariwisata yang terkena dampak langsung dari peristiwa tersebut.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan pada perusahaan jasa go public di Bursa Efek Jakarta khususnya perusahaan yang bergerak dibidang restoran, hotel, dan pariwisata serta untuk mengetahui apakah terdapat perdedaan harga saham yang signifikan antara
perusahaan yang masuk kategori sehat dan tidak sehat pada perusahaan jasa go public khususnya perusahaan restoran, hotel dan pariwisata. Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah pertama dapat memperkaya topik kepustakaan, khususnya dalam bidang akuntansi keuangan. Kedua dapat memberi masukan bagi investor mengenai manfaat kinerja keuangan perusahaan hubungannya dengan harga saham.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan restoran, hotel, dan pariwisata yang go public di Bursa Efek Jakarta. Sampel diambil berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan dan didapatkan enam perusahaan sebagai sampel. Variabel dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan pendekatan Altman sebagai variabel bebas dengan indikator perusahaan sehat dan tidak sehat dan harga saham sebagai variabel terikatnya. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu laporan keuangan perusahaan yang telah dipublikasikan, sedangkan metode pengumpulan datanya menggunakan metode dokumentasi.

&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;
&lt;a href="http://adf.ly/4oe5a"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Skripsi SDM - Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Kerja Karyawan</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2011/02/skripsi-sdm-faktor-faktor-yang.html</link><category>Skripsi SDM</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 9 Feb 2011 22:23:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-1450365083164214403</guid><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kata kunci : Faktor, Motivasi Kerja, Karyawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Motivasi kerja karyawan dipengaruhi oleh berbagai faktor baik faktor internal&lt;br /&gt;maupun eksternal. Salah satu faktor eksternal yang mempengarui motivasi kerja karyawan adalah kesejahteraan karyawan, penghargaan, lingkungan kerja, masa kerja, serta pendidikan dan latihan kerja. Motivasi ekstrinsik tetap diperlukan sebab tidak semua pekerjaan dapat menarik minat bawahan atau sesuai dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor&lt;br /&gt;yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan di PT. Askes Regional VI Jawa Tengah dan&lt;br /&gt;D.I.Y Bagian Sumber Daya Manusia &amp; Umum Semarang. Tujuan penelitian ini mengacu&lt;br /&gt;pada permasalahan untuk mengetahui faktor-faktor motivasi berpengaruh terhadap&lt;br /&gt;motivasi kerja karyawan. Faktor-faktor yang dijadikan objek kajian pada penelitian ini antara lain adalah tingkat kesejahteraan karyawan, penghargaan, lingkungan kerja, masa kerja serta pendidikan dan latihan kerja.&lt;br /&gt;Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif kualitatif yaitu&lt;br /&gt;menggambarkan kenyataan yang terjadi bersifat umum dan kemungkinan masalah yang&lt;br /&gt;dihadapi dan solusinya. Data dikumpulkan dengan hasil (1).Wawancara atau interview&lt;br /&gt;adalah data diperoleh dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada seorang informen&lt;br /&gt;atau ahli yang terkait dalam penelitian ini. (2).Studi pustaka dimana pengumpulan data melalui dokumen-dokumen dan surat-surat dari perusahaan yang berhubungan dengan&lt;br /&gt;penulisan Tugas Akhir.&lt;br /&gt;Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bahwa faktor-faktor tersebut memiliki&lt;br /&gt;pengaruh terhadap pola motivasi kerja karyawan. di PT. Askes Regional VI Jawa Tengah&lt;br /&gt;dan D.I.Y bagian sumber daya manusia &amp; umum Semarang. Kesejahteraan karyawan,&lt;br /&gt;penghargaan, lingkungan kerja, masa kerja, serta pendidikan dan latihan memiliki&lt;br /&gt;pengaruh yang cukup dominan pada motivasi kerja karyawan. Tetapi semua itu tidak&lt;br /&gt;bersifat mutlak, terkait dengan sifat dan karakteristik tiap individu karyawan di PT. Askes Regional VI Jawa Tengah dan D.I.Y bagian sumber daya manusia &amp; umum Semarang sangat heterogen.&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor tersebut&lt;br /&gt;memang dominan mempengaruhi motivasi kerja karyawan, tetapi tidak semuanya mutlak&lt;br /&gt;berlaku untuk semua karyawan, hal ini lebih karena alasan yang bersifat internal pribadi personal yang bersangkutan&lt;br /&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://adf.ly/4odPB"&gt;LINK Download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Tingkat Produktivitas Kerja Karyawan - Skripsi</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2011/02/pengaruh-tingkat-pendidikan-terhadap.html</link><category>Skripsi SDM</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 9 Feb 2011 22:19:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-4320186197643905463</guid><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, Produktivitas Kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan dunia usaha di Indonesia saat ini mengalami pasang surut akibat krisis moneter yang terjadi di negara kita. Selain itu hendaknya disadari bahwa dimasa sekarang ini mereka berada dalam suatu persaingan yang semakin ketat dan sebuah tantangan besar yaitu era perdagangan global abad 21. Usaha yang dapat bertahan hidup hanyalah mereka yang tanggap dalam memperbaiki kualitas, efisien serta mampu mengantisipasi keinginan dan kebutuhan pasar. Oleh karena itu diperlukan karyawan yang memiliki tingkat produktivitas kerja yang tinggi agar produksi dapat tercapai sesuai dengan target. Karyawan merupakan aset yang berperan penting dalam perusahaan, dengan demikian perlu untuk diperhatikan latar belakang tingkat pendidikannya karena tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi pola pikir, sikap dan tingkah lakunya dan diyakini bahwa karyawan yang berpendidikan tinggi lebih tinggi pula produktivitasnya Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) apakah ada pengaruh tingkat pendidikan terhadap produktivitas kerja karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di Kabupaten Bantul dan (2) seberapa besar pengaruh tingkat pendidikan karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di Kabupaten Bantul. Penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui ada atau tidaknya pengaruh tingkat pendidikan karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di Kabupaten Bantul dan (2) Mengetahui seberapa besar pengaruh tingkat pendidikan karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di Kabupaten Bantul.&lt;br /&gt;Populasi penelitian ini adalah karyawan bagian produksi pada Maharani&lt;br /&gt;Handicraft di Kabupaten Bantul yang berjumlah 68 orang. Karena jumlah&lt;br /&gt;populasi kurang dari 100 maka sampel sejumlah populasi yang ada. Ada 2&lt;br /&gt;(dua) variabel yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu: (1) tingkat pendidikan&lt;br /&gt;dan (2) produktivitas kerja. Metode pengumpulan data ini adalah angket dan&lt;br /&gt;dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik deskriptif&lt;br /&gt;persentase dan regresi linier sederhana.&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan mempengaruhi&lt;br /&gt;produktivitas kerja karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di&lt;br /&gt;Kabupaten Bantul. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien R sebesar 0,715&lt;br /&gt;dan taraf signifikansi ada F hitung yaitu sebesar 0,000 (di bawah 0,05) yang&lt;br /&gt;dapat diintepretasikan bahwa setiap kenaikan indeks tingkat pendidikan akan&lt;br /&gt;diikuti pula oleh kenaikan produktivitas kerja secara signifikan dan sebaliknya.&lt;br /&gt;Besarnya kontribusi nyata yang diberikan oleh tingkat pendidikan adalah&lt;br /&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;http://adf.ly/4odRI&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>PENGARUH EARNINGS PER SHARE (EPS) DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/08/pengaruh-earnings-per-share-eps-dan.html</link><category>Skripsi Akuntansi dan Keuangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 13 Aug 2010 21:52:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-903704291832579939</guid><description>Download Skripsi Gratis : PENGARUH EARNINGS PER SHARE (EPS) DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci: EPS, Pertumbuhan Penjualan, Perubahan Harga Saham&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor – faktor yang mempengaruhi harga saham antara lain: kondisi fundamental perusahaan, hukum permintaan dan penawaran, tingkat suku bunga, kurs valuta asing, dana asing di bursa, indeks harga saham, news and rumors, deviden, laba perusahaan, dan faktor lain. Dalam penelitian ini penulis hanya membatasi pada kondisi fundamental perusahaan saja. Jika dilihat dari pendekatan fundamental nilai suatu sekuritas akan sangat dipengaruhi oleh EPS dan pertumbuhan penjualan. Namun, kebenaran argumen ini perlu dibuktikan melalui kegiatan penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana pengaruh EPS dan pertumbuhan penjualan secara simultan terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ?, (2) bagaimana pengaruh EPS dan pertumbuhan penjualan secara parsial terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ?. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui pengaruh EPS dan pertumbuhan penjualan secara simultan terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ, dan (2) untuk mengetahui pengaruh EPS dan pertumbuhan penjualan secara parsial terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian ini adalah penelitian populasi, artinya semua populasi yang ada dijadikan sebagai sampel. Populasi penelitian ini adalah perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ pada tahun 2000 – 2003 yang berjumlah 19 perusahaan. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah: Earnings Per Share/ EPS (X1), pertumbuhan penjualan (X2), dan perubahan harga saham (Y). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan analisis regresi dan evaluasi ekonometrik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya koefisien determinasi (R2) adalah 0,326 atau 32,6%. Sedangkan uji parsial menunjukkan bahwa EPS diperoleh t hitung 2,337 dengan signifikansi 0,033, hal ini berarti variabel EPS berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ. Pertumbuhan penjualan diperoleh t hitung 0,884 dengan signifikansi 0,390, hal ini berarti variabel pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ. Tidak berpengaruhnya variabel pertumbuhan penjualan terhadap perubahan harga saham disebabkan karena laba yang diperoleh perusahaan tidak digunakan untuk pembagian deviden, melainkan digunakan untuk pengembangan usaha.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa secara simultan EPS dan pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap perubahan harga&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;http://adf.ly/4odT7&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Pengaruh Faktor-Faktor Manajemen Mutu Terpadu Terhadap Proses Bisnis Internal dan Keunggulan Bersaing Industri Manufaktur yang Memperoleh Iso 9000</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/04/pengaruh-faktor-faktor-manajemen-mutu.html</link><category>Jurnal manajemen Strategi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 18 Apr 2010 20:19:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-6077687239954857151</guid><description>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan studi ini adalah untuk membuktikan dan menganalisis pengaruh faktor-faktor kepemimpinan, keterlibatan karyawan, informasi, dan hubungan dengan pemasok terhadap proses bisnis internal dan keunggulan bersaing perusahaan manufaktur di Jawa Timur. Penelitian dilakukan pada 110 perusahaan manufaktur di Jawa Timur yang telah memperoleh sertifikat ISO 9000. Berdasarkan hasil studi, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, a) mendukung teori yang ada tentang pengaruh positif dari kepemimpinan dan informasi terhadap proses bisnis internal, serta pengaruh positif dari keterlibatan karyawan, informasi, hubungan pemasok, dan proses bisnis internal terhadap keunggulan bersaing perusahaan manufaktur, dan b) memberi kontribusi pada pengembangan teori dengan adanya temuan bahwa proses bisnis internal merupakan salah satu faktor yang signifikan pengaruhnya terhadap keunggulan bersaing perusahaan manufaktur di Jawa Timur. Kedua, hasil studi menunjukkan bahwa formulasi kebijakan perusahaan manufaktur untuk meningkatkan keunggulan bersaingnya dapat dilakukan dengan meningkatkan keterlibatan karyawan, informasi, hubungan pemasok, dan proses bisnis internal. Untuk meningkatkan proses bisnis internal, maka perusahaan manufaktur perlu meningkatkan atau mengoptimalkan keterlibatan karyawan dan hubungan dengan pemasok.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kata kunci: kepemimpinan, keterlibatan karyawan, informasi, pemasok, proses bisnis internal, keunggulan bersaing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;tinyurl.com/y345yxh&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hubungan Kepemimpinan, Budaya, Strategi, dan Kinerja: Pendekatan Konsep</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/04/hubungan-kepemimpinan-budaya-strategi.html</link><category>Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 18 Apr 2010 20:15:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-7028195486537174342</guid><description>ABSTRAK&lt;br /&gt;Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan suatu kerangka kerja konseptual yang menggambarkan hubungan variabel-variabel kepemimpinan, budaya, strategi, dan kinerja. Artikel ini mempresentasikan beberapa konsep teori dari Perilaku Organisasi, Budaya Organisasi, Kepemimpinan, dan Manajemen Strategik. Akhirnya beberapa tujuan penelitian yang mengamati tentang hubungan variabel-variabel kepemimpinan, budaya, strategi, dan kinerja sangatlah diharapkan untuk mengembangkan tujuan penelitian.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kata kunci: kepemimpinan, budaya, strategi, kinerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;http://adf.ly/4odV1&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Pengaruh Sistem Penilaian Kinerja dan Keterbukaan Nilai Kinerja Terhadap Motivasi Kerja</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/04/pengaruh-sistem-penilaian-kinerja-dan.html</link><category>Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 18 Apr 2010 20:09:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-563030178138773656</guid><description>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian ini didasarkan pada tinjauan teoritis dan empiris untuk menjelaskan pengaruh effektifitas penilaian kinerja, efektifitas penggajian berdasar nilai kinerja dan efektifitas keterbukaan nilai kinerja terhadap motivasi kerja pekerja. Penelitian dilakukan pada pekerja bottom line di perusahaan rokok PT. ”G”dengan melakukan kuisioner dan wawancara terhadap sampel sejumlah 142 orang pekerja tetap. Hasil penelitian mengungkapkan pengaruh variabel independen; efektifitas penilaian kinerja dan efektifitas keterbukaan nilai berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu motivasi kerja pekerja. Sedang pengaruh efektifitas penggajian berdasar nilai kinerja tidak berpengaruh langsung terhadap motivasi kerja pekerja. 88,02 % responden menyatakan setuju dengan sistem pengajian berdasar nilai kinerja Hasil analisa jalur mengungkap variabel efektifitas penilaian kinerja memiliki pengaruh langsung dan tak langsung terhadap motivasi kerja pekerja. Efektifitas penggajian berdasar nilai kinerja tidak memiliki pengaruh langsung, namun memiliki pengaruh tidak langsung terhadap motivasi kerja pekerja. Sedang efektifitas keterbukaan nilai memiliki pengaruh langsung saja pada variabel motivasi kerja pekerja. Secara simultan model penelitian ketiga variabel independen tersebut memiliki pengaruh sebasar 95.5 % terhadap motivasi kerja pekerja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kata kunci: penilaian kinerja, penggajian berdasar nilai kinerja, keterbukaan nilai kinerja dan motivasi kerja pekerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;http://adf.ly/4odan&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Analisis Pengaruh Karakteristik Pekerjaan dan Kepuasan Kerja Terhadap Performansi Kerja Operator pada Bagian Produksi</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/04/analisis-pengaruh-karakteristik.html</link><category>Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 18 Apr 2010 20:04:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-3660545538003571088</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam persaingan dunia usaha yang semakin tinggi saat ini, perusahaan harus dapat mengembangkan dan mengolah berbagai sumber daya yang dimilikinya, antara lain sumber daya manusia. Sumber daya manusia adalah penggerak utama suatu organisasi atau perusahaan. Pencapaian tujuan perusahaan akan terlaksana bila sumber daya manusianya menunjukkan performansi kerja yang baik. Performansi kerja dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti karakteristik pekerjaan, kepuasan kerja, gaya kepemimpinan, motivasi, dan lain-lain. Penelitian ini berfokus pada faktor karakteristik pekerjaan dan kepuasan kerja sebagai faktor yang berpengaruh pada performansi kerja. Jika seorang pekerja memiliki karakteristik yang sesuai dengan pekerjaannya, maka performansi dan kepuasan kerjanya akan meningkat. Dalampenelitian ini sarana yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dengan responden adalah kuesioner. Responden yang menjadi objek penelitian ini adalah karyawan PT. CANDRATEX SEJATI bagian weaving, Bandung.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perusahaan ini merupakan suatu perusahaan tekstil yang sebagian besar hasil produksinya diekspor ke luar negeri. Identifikasi faktor yang digunakan adalah analisis faktor, lalu dilanjutkan dengan perhitungan analisis jalur yang digunakan untuk menentukan besarnya pengaruh suatu variabel ataupun beberapa variabel terhadap variabel lainnya baik pengaruh yang sifatnya langsung atau tidak langsung. Variabel karakteristik pekerjaan sebaiknya pekerja perlu meningkatkan hubungan dengan atasannya. Variabel kepuasan kerja internal sebaiknya perusahaan perlu meningkatkan inisiatif yang timbul dari dalam pekerja tanpa harus menunggu perintah lagi. Variabel kerja eksternal sebaiknya perusahaan perlu meningkatkan imbalan dan tunjangan-tunjangan yan diberikan Variabel performansi kerja sebaiknya perusahaan perlu meningkatkan tekad yang ada dalam diri pekerja agar masing-masing pekerja dapat meraih prestasinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kata kunci: karakteristik pekerjaan, kepuasan kerja, gaya kepemimpinan, motivasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;tinyurl.com/y5ssl75&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PENGARUH PENERANGAN DALAM RUANG TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/04/pengaruh-penerangan-dalam-ruang.html</link><category>Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 18 Apr 2010 20:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-6883828322335074755</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aktivitas menggambar bagi mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar, merupakan aktivitas yang membutuhkan waktu cukup lama, karena banyak mata kuliah yang disertai dengan tugas menggambar. Dalam mengerjakan tugas-tugas menggambar mahasiswa sering merasa cepat lelah dan kurang berkonsentrasi karena penerangan yang kurang memenuhi syarat. Untuk mengatasi permasalahan ini, maka dilakukan perbaikan dengan menambahkan penerangan lokal pada meja gambar sehingga meningkatkan intensitas cahaya dari 407,85 lux menajdi 1416 lux. Penelitian ini dilakukan pada 16 orang mahasiswa laki-laki dari jurusan desain interior dengan rancangan sama subjek. Analisis data menggunakan paired-t test Hasil penelian menunjukkan bahwa produktivitas kerja pada kelompok kontrol 0,577 ± 0,117 dan pada kelompok perlakuan diperoleh 0,941 ± 0,373. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peningkatan penerangan lokal memberikan peningkatan produktivitas kerja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kata kunci: penerangan, mempengaruhi, produktivitas kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;http://www.ziddu.com/download/9507056/INT06040202.pdf.html&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pendekatan Income Dan Capital Dalam Penjabaran Valuta Asing</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/04/pendekatan-income-dan-capital-dalam.html</link><category>Jurnal Akuntansi dan Keuangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 14 Apr 2010 18:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-5284311251778042792</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika perusahaan melakukan transaksi yang dinyatakan dalam valuta asing, maka transaksi itu harus dijabarkan ke dalam mata uang sendiri dalam rangka penyajian laporan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan penjabaran adalah untuk mempertahankan hanya satu satuan ukuran dalam pelaporan keuangan serta menentukan keuntungan atau kerugian selisih kurs. Terdapat beberapa metode penjabaran transaksi valuta asing yaitu metode temporal, metode moneter-nonmoneter, metode lancar-tidak lancar dan metode lancar. Jika terjadi perbedaan kurs antara tanggal pencatatan transaksi sampai dengan tanggal neraca, maka penerapan masing-masing metode penjabaran akan menimbulkan adanya laba-rugi selisih kurs yang belum terealisir yang disebut holding gains atau losses. Laba-rugi selisih kurs yang belum terealisir harus diakui sebagai capital maintenance adjustment dan dilaporkan secara terpisah pada komponen modal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kata kunci: foreign currency transaction, exchange rate, income, capital maintenance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INCOME AND CAPITAL APPROACH IN FOREIGN EXCHANGE DESCRIPTION&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRACT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;If a company has a transaction using foreign exchange, such transaction should be described in our own currency for the sake of financial statement. The objective of this description is to maintain that there should only one parameter unit applied in the statement as well as to determine profit and loss of exchange rate. There are several methods of foreign exchange description, namely, temporal method, monetary- non monetary method, and liquid – in liquid method and liquid method. Should there be any differences in term of exchange rate between the date of recording and date of balance sheet, the application of each description method might cause the unrealized profit-loss of exchange rate which is called holding gains or losses. The profit and loss of differences in exchange rate should be admitted as capital maintenance adjustment and separately reported in capital components.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Key words: foreign currency transaction, exchange rate, income, capital maintenance&lt;br /&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;http://tinyurl.com/y33j867&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Evaluasi Pengaruh CAMEL Terhadap Kinerja Perusahan</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/04/evaluasi-pengaruh-camel-terhadap.html</link><category>Jurnal Akuntansi dan Keuangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 14 Apr 2010 18:44:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-1051323786907310009</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keadaan perbankan Indonesia yang dikenal kuat dan tangguh sebelum terjadinya krisis moneter ternyata memiliki dasar/pondasi yang lemah. Guncangan terhadap sistem di Indonesia mengakibatkan banyak bank mengalami kesulitan likuiditas sehingga harus menutup usahanya/pailit. Kestabilan lembaga perbankan sangat dibutuhkan dalam lembaga perekonomian. Kestabilan ini tidak saja dilihat dari jumlah uang yang beredar namun juga dilihat dari jumlah bank yang ada sebagai perangkat penyelenggaraan keuangan. Kinerja perbankan Indonesia pada pertengahan 1977 mengalami depresi rupiah yang sangat tajam, banyak bank yang dilikuidasi. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan bank dalam melakukan usahanya untuk menjaga keseimbangan pemeliharaan likuiditas yang dengan pencapaian rentabilitas yang wajar serta pemenuhan kebutuhan modal bank yang memadai sesuai dengan jenis penanamannya. Penilaian ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja dunia perbankan baik dalam sektor manajemen, pemegang saham, maupun pemerintah. Penelitian ini menggunakan alat statistik regresi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan hasil penelitian pada 17 bank dengan tahun dasar 1997-2001 maka diperoleh kesimpulan bahwa: CAMEL pada tahun 1996-2000 berpengaruh signifikan terhadap ROA tahun 1998-2001. CAMEL pada tahun 1997 tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA tahun 1998. CAMEL pada tahun 1999 berpengaruh signifikan terhadap ROA tahun 2000. CAMEL pada tahun 2000 berpengaruh signifikan terhadap ROA tahun 2001.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kata kunci: CAMEL, ROA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;THE ASSESSMENT OF CAMEL EFFECT TOWARD THE PERFORMANCE OF COMPANY&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRACT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banking in Indonesia recognized as a tough and strong banking before crisis-monetary attacks was proved to have weak foundations. Shake to Indonesian system caused many banks facing difficulties in liquidity and they were forced to end their business/bankrupt. Stability in banking organizations is very important for economy. This stability is not always evaluated only on the number of circulating money but also that of existing banks functioning as a financial organization. Performance of Indonesian banking in midst 1997 faced 1997 a large rupiah depression and many of them were liquidated. Therefore, bank management in carrying out its business is needed to secure balances in liquidity maintenance with achieving an order remunerativeness and fulfillment of modal needs suitable with its investments. The assessment was performed in order to improve performance of banking in management, stockholder, and governmental sectors. This research use regretion statistic by pooled data.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;According to research results in 17 banks with base years of 1997-2001, it could be concluded that CAMEL in 1997-2000 had significant influences toward ROA in 1998-2001. CAMEL in 1997 had significant influences toward ROA in 1998. CAMEL in 1999 had significant influences toward ROA in 2000. CAMEL in 2000 had significant influences toward ROA in 2001.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Key words : CAMEL, ROA&lt;br /&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;http://tinyurl.com/yyfk9q7&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Decision Usefulness: Trade-Off Antara Reliability Dan Relevance</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/04/decision-usefulness-trade-off-antara.html</link><category>Jurnal Akuntansi dan Keuangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 14 Apr 2010 18:35:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-1011291504688912939</guid><description>ABSTRACT&lt;br /&gt;The purpose of this article is to search for trade-off solution between reliability and relevance. Approach that can be used to have more reliable and relevant financial statement is decision usefulness. This approach suggests that financial statement must be useful to become a base of investors’ decision making.&lt;br /&gt;The change function of financial statement from just a tool of responsibility to become a tool of decision making has caused historical cost-based financial statement could not be used to predict future value of a firm. This problem could be solved by presenting full disclosure of financial statement. Discussion session shows that full disclosure results in more useful and reliable accounting information to be used in decision making process of various users.&lt;br /&gt;Keywords: decision usefulness, trade-off, full disclosure, financial reporting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I. PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejak dipisahkannya kepemilikan pribadi (owner) menjadi kepemilikan bersama (shareholders), maka ada pemisahan pengelolaan antara pemilik dengan pengelola (management). Seiring dengan perubahan tersebut fungsi laporan keuangan sebagai alat pencatatan dan pertanggung jawaban akan menjadi alat untuk pengambilan keputusan. Konsekuensi dari perubahan tersebut adalah laporan keuangan harus memberikan nilai lebih (mampu memprediksi tingkat pengembalian modal) kepada para penggunanya (users). Hal ini sesuai dengan tujuan laporan keuangan yang ada dalam pernyataan SFAC No. 1 sebagai berikut (FASB, 1980a) sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;http://www.ziddu.com/download/9452692/ionUsefulnesstradeoffantarareliabilitydanrelevance.pdf.html&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PENCEGAHAN DAN PENDETEKSIAN KECURANGAN OLEH INTERNAL AUDITOR</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/03/pencegahan-dan-pendeteksian-kecurangan.html</link><category>Jurnal Akuntansi dan Keuangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 24 Mar 2010 18:32:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-8539409394502907143</guid><description>I. Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Internal auditing adalah suatu penilaian, yang dilakukan oleh pegawai perusahaan yang terlatih mengenai ketelitian, dapat dipercayainya, efisiensi, dan kegunaan catatan-catatan (akutansi) perusahaan, serta pengendalian intern yang terdapat dalam perusahaan. Tujuannya adalah untuk membantu pimpinan perusahaan (manajemen) dalam melaksanakan tanggungjawabnya dengan memberikan analisa, penilaian, saran, dan komentar mengenai kegiatan yang di audit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Untuk mencapai tujuan tersebut, internal auditor melakukan kegiatan–kegiatan berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menelaah dan menilai kebaikan, memadai tidaknya dan penerapansistem pengendalian manajemen, struktur pengendalian intern, dan pengendalian operasional lainnya serta mengembangkan pengendalian yang efektif dengan biaya yang tidak terlalu mahal,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memastikan ketaatan terhadap kebijakan, rencana dan prosedurprosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memastikan seberapa jauh harta perusahaan dipertanggungjawabkan dan dilindungi dari kemungkinan terjadinya segala bentuk pencurian, kecurangan dan penyalahgunaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memastikan bahwa pengelolaan data yang dikembangkan dalam organisasi dapat dipercaya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menilai mutu pekerjaan setiap bagian dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh manajemen&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyarankan perbaikan-perbaikan operasional dalam rangka meningkatkan efisensi dan efektifitas&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9146575/gahandanpendeteksiankecuranganolehinternalaudittor.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Download Jurnal&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Keunggulan Komparatif-Kompetitif dan Strategi Kemitraan</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/03/keunggulan-komparatif-kompetitif-dan.html</link><category>Jurnal manajemen Strategi</category><category>Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 3 Mar 2010 20:22:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-8151053894642673073</guid><description>ABSTRAK&lt;br /&gt;Perubahan lingkungan strategis berupa globalisasi ekonomi, otonomi daerah, perubahan&lt;br /&gt;preferensi konsumen dan kelestarian lingkungan, menuntut adanya perubahan serta penyesuaian beroperasinya kelembagaan pertanian. Tulisan ini ditujukan untuk mengkaji status keunggulan komparatif dan kompetitif beberapa komoditas pertanian, kinerja kemitraan usaha pertanian, dan revitalisasi kelembagaan pertanian guna mewujudkan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif melalui strategi kemitraan usaha. Status keunggulan komparatif dan kompetitif menunjukkan meskipun sebagian besar komoditas pertanian hingga saat ini tetap memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif, namun keunggulan yang dimiliki semakin rendah dan rentan terhadap perubahan eksternal, dengan nilai koefisien DRCR dan PCR mendekati angka 1 (satu). Sampai sejauh&lt;br /&gt;ini belum terbangun kelembagaan kemitraan yang saling membutuhkan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan, serta sifat kemitraan yang tidak berkelanjutan. Kelemahan mendasar yang ada antara lain adalah rendahnya komitmen antara pihak-pihak yang bermitra, bargaining positition yang tidak seimbang, serta kurang transparansinya dalam penetapan harga dan pembagian nilai tambah atau keuntungan. Kelembagaan Kemitraan Usaha Agribisnis Terpadu dilakukan dengan melakukan konsolidasi kelembagaan di tingkat petani dari kelompok tani mandiri ke arah kelembagaan formal berbadan hukum (koperasi atau assosiasi) dan revitalisasi kelembagaan penyuluhan ke arah Pusat Pelayanan dan Konsultasi Agribisnis, yang salah satu fungsinya adalah sebagai mediator dan fasilitator terbangunnya kelembagaan kemitraan usaha terpadu. Dengan strategi kemitraan usaha terpadu diharapkan dapat mewujudkan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif baik di pasar lokal, regional maupun ekspor.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kata kunci : Keunggulan Komparatif, Keunggulan Kompetitif, dan Kemitraan Usaha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;tinyurl.com/y8tfnf2&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Strategi PT.Nanda Bangun Nusa Untuk Mempertahankan Posisinya Sebagai Market Leader Dalam Agribisnis Pertamanan Pada Hotel Berbintang Lima Di Bali</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/03/strategi-ptnanda-bangun-nusa-untuk.html</link><category>Jurnal Manajemen Pemasaran</category><category>Jurnal manajemen Strategi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 3 Mar 2010 20:17:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-6364955060448400208</guid><description>ABSTRACT&lt;br /&gt;PT. Nanda Bangun Nusa is a success company in landscaping agribusiness, its indicated&lt;br /&gt;by increasing of selling and profit of the company continually in the year, and getting the biggest market share until the company able to get position as Market Leader in landscaping agribusiness, especially in five stars hotel in Bali.&lt;br /&gt;This research has aim to analysis marketing strategy of PT.Nanda Bangun Nusa to sustaining market leader position in landscaping agribusiness of five stars hotel in Bali.&lt;br /&gt;This research use integrated analysis such as: a. Factor Internal External Matrix, b.&lt;br /&gt;Profile Competitive Matrix and Mapping, c. BCG Matrix, d. Internal External Matrix (IE Matrix), e. Space and Vector Line Matrices, f. Marketing Mix-SWOT Combination Matrix, and g. SWOT Matrix. The result of research shows that the company able to apply differentiation focus strategy to ward off the treatment, impressing of competitor and the other factor external that is difficult to overcome, to sustain the highest market share and market leader position in industry landscaping of five stars hotel in Bali. This company is able to apply strong price strategy and product superiority, which is always guarded and supported by strong distribution strategy. However, the weak promotion strategy needs to straighten to sustain the highest market share and market leader position. To anticipate the condition of dynamic market, the company able to use sustainable competitive advantages, such as special characteristic of design traditional Balinese and product qualities, competitive price and distribution, experience of company in selling and good reputation in service to the customer,&lt;br /&gt;as well as high market share to sustain its position as market leader in landscaping&lt;br /&gt;agribusiness of five stars hotel in Bali.&lt;br /&gt;Keywords: Marketing Strategy, Market Leader, Landscaping Agribusiness, Differentiation&lt;br /&gt;Focus, and Competitive Advantages&lt;br /&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;tinyurl.com/yagytnd&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Keinformatifan Laba Di Pasar Obligasi Dan Saham: Uji Liquidation Option Hypothesis</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/03/keinformatifan-laba-di-pasar-obligasi.html</link><category>Jurnal Akuntansi dan Keuangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 3 Mar 2010 20:11:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-2957607585974665438</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRACT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Previous empirical research on informativeness of earnings has focused on stockholders, and has not examined earnings informativeness for stockholders and bondholders. Stockholders are residual claimants and bondholders are fixed claimants, the informativeness of earnings should differ for these two types of investors. When firm is financially strong, earnings changes should be of limited relevance to bondholders,&lt;br /&gt;but should be relevance to bondholders. In contrast, as the likelihood of financial distress increase, stockholder’s limited liability allows them to abandon the firm to bondholder and earnings change should be increasingly important to bondholders and less important to shareholders because earnings provide information on firm value. This suggest that the effect of earnings to stock return should decrease as the firm’s financial strength declines, while the effect of earnings to bond return should increase. In contrast, when firm’s financial condition is strong, the effect of earnings to stock return is higher than the effect of earnings to bond return. We refer to this as the liquidation option hypothesis.&lt;br /&gt;The objective of this study is to examine liquidation option hypothesis. We use bond rating as financial condition’s measurement. Consistent with our hypotheses, we find that the effect of unexpected earnings to stock return is significant when firm is financially strong but the effect of unexpected earnings to bond return is not significant. When financial distress increase, the effect of unexpected earnings to stock return is not significant but the effect of unexpected earnings to bond return is significant&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Key words : earnings, liquidation option hypothesis, bond returns, stock returns, informativeness of earnings&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;tinyurl.com/ylp5432&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dampak Pertumbuhan Ekonomi Nasional Terhadap Pembentukan Gas Rumah Kaca Dan Penurunan Kapasitas Sektor Ekonomi Di Indonesia: Pendekatan Analisis Input</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/01/dampak-pertumbuhan-ekonomi-nasional.html</link><category>Jurnal Ilmu Ekonomi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 26 Jan 2010 19:03:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-395375630705964856</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRACT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;It has been proven that national economic growth which is originally expected to improve people welfare, to balance the gaps of income, to alleviate poverty and to keep the environmental stability could not accomplish the goal of economic development. The objectives of this research are: (1) to analyze the impact of national economic growth on greenhouse gases formation, especially on emission of carbon, sulphur and nitrogen, (2) to analyze the impact of greenhouse gases emission which is formed by economic activities as consequences of national economic growth on the capacity of economic sectors, especially in declining capacity on output, income, value added and employment. To prove those main objectives, the national Input-Output analysis is used in this research. The data used in this research are input-output transaction matrix year 1980, 1985, 1990, 1995 and 2000 which is published by Statistical Center Agency (BPS). Input-Output data analysis showed that with 4.24% of economic growth scenario formed carbon, sulphur, and nitrogen each equal to 3,276.6 kilo ton, 44.2 kilo ton, and 79.9 kilo ton respectively. By internalizing the price of carbon Rp 190,000 per mt, they would decline the capacity of economic sectors, such as Rp 1.4 triliun of output, Rp 187.9 biliun of income, Rp 657.2 biliun of value added and 33.728 persons of employment respectively. In conclusion, economic growth has caused the greenhouse gaseous formation, and has implication on cost of externalities on environment.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Furthermore, the policies to compensate the recovery of environmental degradation are needed through some instruments of policies, such as command-and-control, and basedmarket-&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;policies in Indonesia.&lt;br /&gt;Keywords: Impact, Economic Growth, Greenhouse Gases, Capacity,Decline, Economical Sectors.&lt;br /&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;tinyurl.com/yk5wxy6&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dampak Investasi Sumberdaya Manusia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Kemiskinan Di Indonesia: Pendekatan Model Computable General Equilibrium</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/01/dampak-investasi-sumberdaya-manusia.html</link><category>Jurnal Ilmu Ekonomi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 26 Jan 2010 18:57:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-7964369667575998608</guid><description>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian bertujuan untuk menganalisis dampak investasi sumberdaya manusia terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan in Indonesia. Analisis menggunakan kombinasi model Komputasi Keseimbangan umum dan metode Foster-Greer-Thorbecke. Investasi sumberdaya manusia diwakili oleh pengeluaran pemerintah untuk pendidikan dan kesehatan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa investasi sumberdaya manusia mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan rumahtangga. Indeks rasio kemiskinan, indeks kesenjangan dan indeks intensitas kemiskinan juga menurun, kecuali untuk rumahtangga bukan angkatan kerja di kota. Investasi sumberdaya manusia untuk pendidikan memberi manfaat lebih besar bagi rumahtangga perdesaan dibandingkan dengan rumahtangga perkotaan, terutama untuk rumahtangga buruh pertanian dan pengusaha pertanian di perdesaan, sedangkan investasi kesehatan memberi manfaat lebih besar bagi rumahtangga bukan pertanian golongan atas di kota.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kata Kunci: Model Komputasi Keseimbangan Umum, Foster-Greer-Thorbecke, Investasi&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumberdaya Manusia, Pertumbuhan Ekonomi, Kemiskinan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;tinyurl.com/y9ckofg&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Pemulihan Ekonomi Indonesia Melalui Pemberdayaan Ekonomi Rakyat</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/01/pemulihan-ekonomi-indonesia-melalui.html</link><category>Jurnal Ilmu Ekonomi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 26 Jan 2010 18:37:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-2897405144933388703</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sangat pesat sebelum krisis moneter menyebabkan terlenanya para pelaku ekonomi dan institusi pemegang kebijakan. Kesusksesan ini menimbulkan suatu optimisme yang berlebihan dan di pihak lain terjadi keteledoran yang ditunjukkan oleh kegiatan-kegiatan ekonomi dari pelaku tanpa pengawasan dan lepas kendali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika terjadi devaluasi terhadap ”bath” mata uang Thailand pada Juli 1997, maka mata uang Indonesia terkena imbasnya sehingga terjadilah krisis moneter di Indonesia yang meruntuhkan bangunan modern dalam tubuh ekonomi bangsa. Untuk mengatasinya, pemerintah mengambil tindakantindakan penyehatan, seperti injeksi modal, upaya-upaya rekapitalisasi, restrukturisasi perbankan dan korporasi-korporasi. Tindakan penyehatan ini ternyata tidak mampu mengatasi krisis moneter. Sektor finansial dan korporasi masih tetap terpuruk. Namun, akibat-akibat negatif ini dihadapi rakyat banyak dengan suatu resistensi dan kreativitas ekonomi yang militan dalam suatu komunitas ekonomi rakyat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sektor tradisional yang selama ini dianggap sebagai sektor yang tidak penting/prioritas dan dianggap sebagai penghambat pertumbuhan ekonomi, ternyata dapat berperan sebagai pengganti dari peranan sektor modern yang ambruk itu. Berdasarkan hasil kajian sejumlah pakar ekonomi dapat dirumuskan strategi pemberdayaan ekonomi rakyat dalam rangka pemulihan ekonomi Indonesia melalui (1) mengembangkan ekonomi rakyat berlandaskan sistem ekonomi Pancasila; (2) melakukan pendekatan institusional dalam hal ini pemerintah dan parlemen menciptakan iklim usaha yang kondusif, kepastian hukum, akses permodalan, teknologi, dan akses pasar; (3) membangun sinergi yang saling menguntungkan antara ekonomi rakyat dengan swasta nasional (korporasi-korporasi besar dan maju) dalam hal permodalan, teknologi, pemasaran, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kata kunci : ekonomi rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;tinyurl.com/yekhm3k&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Skripsi : Pengaruh Semangat Dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/01/skripsi-pengaruh-semangat-dan-disiplin.html</link><category>Skripsi SDM</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 19 Jan 2010 23:06:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-6109467445626013444</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kata Kunci : Semangat Kerja, Disiplin Kerja, Produktivitas Karyawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Produktivitas kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya untuk meningkatkan produktivitas kerja perlu didukung dengan adanya semangat kerja dan disiplin kerja. Namun, kebenaran argumen ini perlu dibuktikan melalui kegiatan penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah : (1) Adakah pengaruh semangat dan disiplin kerja terhadap produktifitas kerja karyawan pada Kantor PDAM Kabupaten Kudus ? (2) Seberapa besar pengaruh semangat kerja dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada Kantor PDAM Kabupaten Kudus ? yang nantinya selain berguna bagi peneliti juga diharapkan akan berguna juga bagi karyawan Kantor PDAM Kabupaten Kudus dalam melaksanakan pekerjaannya dalam usaha menumbuhkan semangat kerja dan disiplin kerja dari sudut produktifitas kerja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan kantor PDAM yang berjumlah 92 karyawan. Karena penelitian ini merupakan penelitian populasi, maka dalam hal ini tidak memakai sampel penelitian. Variabel dalam penelitian ini yaitu variabel semangat kerja (X1) yang terdiri dari presensi, tanggung jawab, kerjasama, hubungan yang harmonis, kegairahan kerja dandisiplin kerja (X2) yang terdiri dari ketepatan waktu, mampu memanfaatkan dan menggunakan perlengkapan dengan baik, menghasilkan pekerjaan yang memuaskan, mengikuti cara kerja yang ditentukan oleh perusahaan, memiliki tanggung jawab yang tinggi. Sedangkan variabel produktifitas kerja (Y) terdiri dari sub variabel yaitu hasil kerja dan kualitas. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan komputasi program SPSS dan dianalisis dengan tehnik regresi linier berganda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa t1 = 7,026, dan t2 = 4,977 sedangkan ttabel dengan dk pembilang = 2 dan dk penyebut = 89 pada taraf signifikansi 5% =1,99. Sehingga dapat diketahui bahwa t1 dan t2 &gt; ttabel maka hipotesis diterima. Adapun besarnya koefisien diterminasi (r2) diperoleh 71,2 % sedangkan sisanya 28,8 % yang merupakan pengaruh dari faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa semangat kerja dan disiplin kerja di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten Kudus merupakan faktor yang sangat penting bagi peningkatan produktivitas kerja secara maksimal. Peneliti menyarankan agar membina hubungan yang harmonis antara pimpinan dan bawahan. Hal ini diperlukan agar dalam pelaksanaan tugas antara atasan dan bawahan ada rasa kerja sama dan unsur kekeluargaan. Perlu adanya peningkatan rasa percaya diri pada seluruh pegawai dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal antara kualitas dan kuantitasnya. Perlu membina hubungan kerja sama antar pegawai dalam pelaksanaan tugas sehingga tidak ada rasa iri dan rasa individual. Dengan demikian tugas yang diberikan dapat terselesaikan dengan rasa senang hati sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;http://adf.ly/4odjR&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Skripsi : Keefektifan Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered-Heads-Together) Dengan Pemanfaatan LKS (Lembar Kerja Siswa)</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/01/keefektifan-penggunaan-model.html</link><category>Skripsi Ilmu Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 19 Jan 2010 22:34:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-6988206120329729391</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Keefektifan Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered-Heads-Together) Dengan Pemanfaatan LKS (Lembar Kerja Siswa) Pada Pokok Bahasan Bangun&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ruang Sisi Datar (Kubus dan Balok) Siswa Kelas VIII Semester 2 SMP N 6 Semarang Tahun Pelajaran 2006/2007”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembelajaran yang biasa diterapkan selama ini menggunakan metode ekspositori, di mana pembelajaran berpusat pada guru, siswa pasif, dan kurang terlibat dalam pembelajaran. Hal ini menyebabkan siswa mengalami kejenuhan yang berakibat kurangnya minat belajar. Minat belajar akan tumbuh dan terpelihara apabila kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara bervariasi, baik melalui variasi model maupun media pembelajaran. Agar tujuan pembelajaran tercapai maka guru pelajaran matematika perlu memilih model pembelajaran yang tepat, salah satu model yang digunakan adalah model pembelajaran kooperatif NHT (Numbered-Heads-Together) dengan pemanfaatan LKS. Pembelajaran kooperatif NHT akan menciptakan lingkungan belajar kooperatif dalam kelompok kecil yang menekankan keterlibatan total siswa dalam pembelajaran, sehingga akan meningkatkan pemahaman siswa. Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan menggunakan media LKS lebih efektif daripada menggunakan pembelajaran konvensional pada pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Datar (Kubus dan Balok) untuk siswa kelas VIII semester 2 SMP N 6 Semarang. Hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan menggunakan media LKS lebih efektif daripada menggunakan pembelajaran konvensional untuk meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan Bangun ruang sisi datar (Kubus dan Balok) siswa kelas VIII semester 2 SMP N 6 Semarang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP 6 Semarang tahun pelajaran 2006/2007. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan cara random sampling diambil sampel sebanyak 2 kelas yaitu siswa kelas VIIIF sebagai kelompok eksperimen yang dikenai model pembelajaran kooperatif NHT dan siswa kelas VIIIH sebagai kelompok kontrol yang dikenai metode pembelajaran ekspositori. Pada akhir pembelajaran kedua kelas sampel diberi tes akhir dengan menggunakan instrumen yang sama yang telah diuji validitas, reliabilitas, taraf kesukaran, dan daya pembedanya. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi dan tes. Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas data hasil tes dari kedua kelompok tersebut diperoleh bahwa data kedua sampel normal dan homogen. Pengujian hipotesis digunakan uji t, dari hasil perhitungan diperoleh thitung = 3,57 sedangkan nilai ttabel = 1.66, oleh karena itu thitung &gt; ttabel maka Ho ditolak dan hipotesis diterima. Jadi penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan menggunakan media LKS lebih efektif dibanding pembelajaran konvensional pada pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Datar (Kubus dan Balok)untuk siswa kelas VIII semester 2 SMP N 6 Semarang. Disarankan guru dapat terus mengembangkan pembelajaran kooperatif NHT dan menerapkan pada materi lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;tinyurl.com/y8voov7&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas Pelanggan</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/01/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html</link><category>Jurnal Manajemen Pemasaran</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 19 Jan 2010 19:32:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-8172878163897126211</guid><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ABSTRACT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;One of effort to be company able to face the emulation is by creating and maintaining customer especially loyal customer because they represent the opportunity get the new customer and the end recurring purchasing will be able to improve the sale and able to maintain the position which either in marketing.&lt;br /&gt;This research aim to know the factors determining customer loyalty to brand of Teh Botol Sosro and variable deputizing every factor determining customer loyalty to brand of Teh Botol Sosro. This Research started from date of 23 February 2005 up to 21 March 2005. This Research location selected by purposive in Denpasar town. Analysis used in this research as factor analysis that analysis which can be used to trace some factor from a number indicator or variable determining customer loyalty to brand of Teh Botol Sosro.&lt;br /&gt;Result of analysis indicate that the factors determining customer loyalty to brand of Teh Botol Sosro there is 7 factor, that is performance, features, conformance to specification, reliability/durability, serviceability, perceived quality, and esthetics. While variable deputizing every factor determining customer loyalty to&lt;br /&gt;brand of Teh Botol Sosro there is 15 variable, that is product hygiene, as according to food, and product benefit deputizing performance factor; company brand, feel the product, and size measure product deputizing features factor; security consume and quality of packaging deputizing conformance to specification factor; product perfection to consumer and product resilience to all kinds of weather deputizing reliability/durability factor; amenity obtain the product deputizing service factor; product price and company promotion deputizing perceived quality factor; aroma of product and product color deputizing esthetics factor.&lt;br /&gt;Offer suggestion at company that is company can more selective again in useful life tidiness so that tidiness to consumer always good in a condition. Company also can make the sign of a period to going into effect bigger so that customer can know clearly what product which they buy still be competent or not to be consumed. Company reputation have to be able defended by remain to yield the quality product so that will generate belief in society.&lt;br /&gt;Key words: Product,Customer Loyalty, Factor Analysis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Latar Belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini berdampak pada persaingan dunia usaha yang semakin meningkat, baik perusahaan yang bergerak di bidang industri, perdagangan maupun jasa. Kesuksesan dalam persaingan akan dapat dipenuhi apabila perusahaan bisa menciptakan dan mempertahankan pelanggan (Tjiptono, 1997: 19). Untuk mencapai tujuan tersebut maka perusahaan memerlukan berbagai usaha agar tujuan yang telah direncanakan dapat tercapai. Produk yang berkualitas dengan harga bersaing merupakan kunci utama dalam memenangkan persaingan, yang pada akhirnya akan dapat memberikan nilai kepuasan yang lebih tinggi kepada pelanggan. Pelanggan kini memiliki tuntutan nilai yang jauh lebih besar dan beragam karena pelanggan dihadapkan pada berbagai pilihan berupa barang maupun jasa yang dapat mereka beli. Dalam hal ini penjual harus memberikan kualitas produk yang dapat diterima, karena bila tidak, pelanggan akan segera beralih kepada pesaing. Perusahaan perlu memantau lingkungannya yang terus berubah secara terus-menerus dan menyesuaikan strategi pemasarannya untuk menjawab tantangan dan peluang-peluang baru. Perkembangan lingkungan dapat menyebabkan perubahan pada kebutuhan dan keinginan seseorang. Demikian juga dengan berkembangnya produk minuman yang beredar di Bali termasuk minuman teh siap saji.&lt;br /&gt;Teh merupakan minuman yang sangat popular dan sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia. Menurut survei dari berbagai lembaga riset antara lain AC Nielsen, MARS dan SWA (Sinar Harapan, 2003), tahun 1999 hingga 2003 menunjukkan bahwa tingkat penetrasi pasar untuk teh mencapai lebih dari 95%. Itu berarti minuman teh nyaris telah atau pernah dikonsumsi oleh setiap anggota masyarakat. Besarnya daya konsumsi masyarakat terhadap minuman teh menyebabkan banyak perusahaan yang memproduksi minuman the dalam berbagai kemasan. PT. Sinar Sosro merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang agroindustri yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;tinyurl.com/yky4z5d&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perkiraan Dampak Krisis Keuangan Erhadap Ekonomi, Khususnya Sektor Pertanian Dan Agribisnis Di Indonesia</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/01/perkiraan-dampak-krisis-keuangan.html</link><category>Jurnal Studi Pembangunan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 19 Jan 2010 19:02:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-8413676460346254753</guid><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari krisis keuangan Baht–Thailand, kemudian secara perlahan merambat ke negara-negara Asia Tenggara dan akhirnya menjadi krisis keuangan Indonesia yang dimulai minggu ketiga bulan Juli 1997. Krisis keuangan yang dialami kali ini menandakan bahwa ekonomi indonesia semakin terbuka dan terintegrasi dengan ekonomi dunia. Sebenarnya Indonesia menghadapi tiga jenis krisis yakni: (1) krisis nilai tukar, yang ditandai oleh depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar, (2) krisis utang luar negeri yang besar&lt;br /&gt;jumlahnya, yang dibuat oleh swasta dan pemerintah, dan (3) mungkin juga dihinggapi krisis menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap berbagai institusi ekonomi dan finansial. Untuk mengukur dampak krisis moneter terhadap ekonomi secara kuantitatif belum dapat dilakukan sekarang. Apa yang dapat dilakukan adalah memperkirakan dampaknya&lt;br /&gt;terhadap ekonomi, khususnya terhadap sektor pertanian dan agribisnis. Untuk kebutuhan penelitian ini dikumpulkan data makro ekomoni masa lalu yang bersumber dari data sekender, diolah dan dianalisis. Karena penelitian ini secara khusus memperkirakan dampak krisis keuangan terhadap sektor pertanian, maka data di bidang pertanian dikumpulkan, diolah dan dianalisis lebih detil.&lt;br /&gt;Hasil analisis menunjukkan bahwa krisis keuangan di Indonesia yang ditandai oleh melemahnya nilai rupiah terhadap dollar AS. berdampak terhadap sektor pertanian/agribisnis.&lt;br /&gt;Namun intensitas dampaknya tergantung pada: (1) sumber perolehan bahan baku (dalam atau luar negeri), (2) struktur pemasaran output (dalam atau luar negeri), dan (3) struktur permodalan, equity dan portofolio usaha agribisnis tersebut. Ditinjau dari struktur pembiayaan dan penerimaan, maka porsi impor input dan ekspor output dalam sektor pertanian akan secara segnifikan berpengaruh terhadap kinerja sektor pertanian.&lt;br /&gt;Bagi perusahaan pertanian dan agribusiness yang menggunakan bahan bakun dari dalam negeri, gejolak keuangan mungkin tidak berpengaruh demikian besar, dan apabila sebagian besar output diekspor, maka akan memiliki dampak positif. Namun apabila perusahaan agribisnis bersangkutan mengunakan baku dari luar negeri (kapas misalnya), maka implikasi gejolak keuangan akan berpengaruh terhadap struktur biaya (meningkatkan biaya&lt;br /&gt;per unit input dan output) yang lebih besar. Apabila pasarnya dalam negeri, maka akan&lt;br /&gt;semakin suram. Dalam kondisi ini, gejolak keuangan berpengaruh negatif terhadap kinerja&lt;br /&gt;agribisnis bersangkutan.&lt;br /&gt;Akibat krisis keuangan sekarang, sangat perlu diadakan suatu evaluasi kembali untuk menghitung rate of return investment (ROI) di sektor pertanian. Pada masa lalu ROI di sektor pertanian hanya berkisar 15 persen. Tidaklah mustahil kalau krisis ini membuat sektor pertanian rakyat semakin tidak menarik bagi investor.&lt;br /&gt;Kata Kunci: Krisis Keuangan, Dampak Ekonomi, Sektor Pertanian dan Agribisnis.&lt;br /&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;tinyurl.com/ygdtxle&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dampak Ekonomi Flu Burung Terhadap Kinerja Industri Perunggasan Di Provinsi Jawa Tengah</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/01/dampak-ekonomi-flu-burung-terhadap.html</link><category>Jurnal Studi Pembangunan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 19 Jan 2010 18:56:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-6452349447360483971</guid><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ABSTRACT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Avian Influenza (AI) is poultry infectious disease and can cause dead. Apart from that, as a whole, AI has significant socio-economic impacts on poultry industry. In general, this particular study aims to observe economic impact of AI towards performance of poultry industry in Central Java Province. Economic impact caused by AI towards poultry industry varies from region and from the type of poultry. The most suffer was experienced by quail and layers farms, while impact on broilers relatively small. Integrated type of farms suffered more compared to independent farms that spread out with a better natural barrier. On breeding farms, AI had reduced DOC production to 40 percent and also reduced DOC selling price far below break even point (BEP). On feed industries, 14, 58 percent reduction on production was occurred, however, it does not have impact on feed selling. Meanwhile, economic impact of AI towards chicken slaughtering house, broiler middlemen and retailers reduced by 40, 80 and 33 – 50 percent respectively and it has impact on temporary selling price. Economic impact&lt;br /&gt;of AI towards egg middlemen and egg retailers also decreased by 66, 67 and 53 percent respectively, however it did not influence egg selling price. Relevant policy implications are: (1) implements early detection; (2) applies quick and accurate data monitoring; (3) implement tight bio-security; (4) recovery policies at the farm level, with compensation and low interest rate credit supports.&lt;br /&gt;Key words: Avian Influenza (AI), economic impact, poultry industry&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Flu burung (Avian Influenza) yang kemudian disingkat AI, merupakan penyakit unggas yang bersifat menular dan dapat berakibat mematikan. Menurut Badan Kesehatan Hewan Dunia, Office International des Epizaoties (OIE), yang disebabkan oleh virus influenza tipe A Subtipe H5 dan H7, termasuk pada keluarga Orthomyxoviridal. Bahaya penyakit ini antara lain adalah : (1) Dapat menular sesama unggas (ayam buras, ayam ras petelur, ayam ras pedaging, burung puyuh, itik, entok, burung dara, serta unggas lain); (2) Penyakit ini diidentifikasi juga menular pada ternak babi; dan (3) Bahkan dapat menular pada manusia. Secara ekonomi AI berdampak pada menurunnya kinerja industri perunggasan secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;tinyurl.com/yeakz2t&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kalkulasi Biaya Berdasarkan Aktivitas</title><link>http://jurnalmanajemenn.blogspot.com/2010/01/kalkulasi-biaya-berdasarkan-aktivitas.html</link><category>Jurnal Akuntansi dan Keuangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 18 Jan 2010 17:14:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6106696830230528542.post-1964211339984390084</guid><description>Sistem biaya berdasarkan aktivitas (Activity Based Cost System = ABC System), pertama kali menelusuri biaya aktifitas dan kemudian ke produk. Oleh sebab itu ABC merupakan proses dua tahap, tetapi pada tahap pertama menelusuri biaya overhead ke aktifitas bukan ke unit organisasi seperti pabrik dan departemen. Tahap kedua yaitu pembebanan biaya produk dengan menekankan pada penelusuran langsung dan penelusuran penggerak.&lt;br /&gt;Perbedaan utama dari metode tradisional dengan ABC adalah pada sifat dan jumlah penggerak biaya yang digunakan. ABC menggunakan biaya aktifitas berdasarkan unit maupun nonunit. Kalkulasi biaya ABC menghasilkan biaya produk yang semakin akurat.&lt;br /&gt;Dari perspektif manajerial, sistem ABC menawarkan lebih dari sekedar informasi biaya produk yang akurat, tetapi juga menyediakan informasi tentang biaya dan kinerja dari aktifitas dan sumber daya serta dapat menelusuri biaya-biaya secara akurat ke objek biaya selain produk.&lt;br /&gt;1. Tahap Pertama&lt;br /&gt;Tahap pertama dari sistem ANC adalah mengidentifikasi aktifitas, biaya dikaitkan dengan masing-masing aktifitas, dan aktifitas serta biaya yang berkaitan dibagi kedalam kumpulan yang sejenis. Suatu perusahaan kemungkinan mempunyai beratus-ratus aktifitas yang berbeda, perusahaan menentukan driver aktifitas yang berkaitan dengan setiap aktifitas dan menghitung masing-masing tarif overhead, sehingga menghasilkan ratusan tarif overhead.&lt;br /&gt;&lt;a aiotitle="click to expand" href="javascript:togglecomments('UNIQUE%20NAME')"&gt;+/- Download Here &lt;/a&gt;&lt;div class="commenthidden" id="UNIQUE NAME"&gt;&lt;p&gt;tinyurl.com/yegrxrp&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>