<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" gd:etag="W/&quot;DkMBQXw9fip7ImA9WxVaFUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209</id><updated>2009-04-12T18:00:50.266-07:00</updated><title>Don't Vote Stay Moslem</title><subtitle type="html">Diantara kemusyrikan yang nyata lagi terang yang sudah merambah dan mengakar adalah demokrasi, di mana intinya adalah yang berhak menentukan hukum dan perundang-undangan itu adalah rakyat atau mayoritas mereka yang diwakili oleh para wakilnya, sedangkan di dalam Islam di antara hak khusus Allah adalah hukum dan tasyri' yang bila dipalingkan kepada selain-Nya maka itu adalah syirik.</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>41</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><link rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/DontVoteStayMoslem" type="application/atom+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><entry gd:etag="W/&quot;DUcNRH45fSp7ImA9WxVaFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-2363750585866944520</id><published>2009-03-10T09:38:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T12:11:35.025-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-11T12:11:35.025-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pdip" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pks" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemilu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nyontreng" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrasi" /><title>DON’T VOTE STAY MUSLIM</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3-hb0NT8tZk/SeDrV2gGcvI/AAAAAAAAAM4/is3-Y7D7Adw/s1600-h/donvote.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 29px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3-hb0NT8tZk/SeDrV2gGcvI/AAAAAAAAAM4/is3-Y7D7Adw/s400/donvote.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323513520191861490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;DON’T VOTE STAY MUSLIM&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Apa hukumnya orang-orang yang terlibat dalam pemilihan umum dan yang memberikan suara ?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Segala puji bagi Allah Yang Maha Kuasa dan semoga keselamatan dan Rahmat-Nya senantiasa terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga dan para sahabat, serta seluruh pengikutnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Agar dapat menjawab pertanyaan yang sangat penting tentang berpartisipasi di dalam pemilu dan memberikan suara untuk para calon legislatif, baik DPR maupun DPRD, Kita harus mengetahui realitas atau hakikat fakta, karena kaidah syara’ menyatakan bahwa bagian paling penting untuk menilai suatu persoalan adalah memahami persoalan tersebut atau mengetahui hakikat faktanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Dalam hal ini kita harus mengetahui realitas atau hakikat fakta dari dua hal, yaitu;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Badan legislatif (DPR atau DPRD) yang mana beberapa calon ingin berpartisipasi di dalamnya dan,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;2. Pemilihan dimana orang-orang terlibat di dalamnya yaitu dengan memberikan suara (nyoblos).&lt;/span&gt;&lt;span id="more-5"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kita harus ingat bahwa bagian dari ke-Imanan dan percaya kepada Allah SWT adalah At-Tauhid yang berarti mematuhi, mengikuti, menyembah dan meng-agungkan Allah SWT semata, tanpa menyekutukan Dzat-Nya atau gelar-Nya dengan sesuatu yang lain, dan sebaliknya menyekutukan Dzat-Nya dan gelar-Nya dengan segala sesuatu yang lain adalah perbuatan syirik, yang menyebabkan seseorang keluar dari Islam, dan itulah mengapa At-Tauhid sebagai dasar dari rukun Islam. Salah satu dari gelar-gelar-Nya adalah Ia adalah Maha Pembuat Hukum (Al-Hakim) dan Maha Memerintah (Al-Mudabbir) dan Dia mempunyai hak kekuasaan yang mutlak untuk memerintah dan membuat hukum, yang tak satupun dapat menggantikan kekuasaan mutlak-Nya ini. Allah SWT berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;”Keputusan itu hanyalah Kepunyaan Allah” (QS 12 : 40)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan Allah juga berfirman :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasulnya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasulnya maka sungguhlah dia akan sesat, sesat yang nyata” (QS 33 : 36) &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Setelah menentukan dua fakta di atas marilah kita meneliti realitas atau hakikat fakta dari Dewan legislatif.&lt;!--more ...baca selanjutnya--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-family:'Lucida Grande';"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Para&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; pakar hukum menyebutkan bahwa Badan Legislatif adalah lembaga untuk mengesahkan hukum, sedangkan orang yang bergabung di dalamnya disebut anggota dewan, yaitu para wakil dan utusan rakyat yang telah dipilih oleh rakyat (baik pusat maupun daerah).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Tidak ada perbedaan diantara mereka, baik yang ada di Negara-negara Timur atau Barat bahwa fungsi utama dari dewan legislatif (parlemen) adalah untuk membuat hukum (Undang-undang). Oleh karena itu, kita dapat menyebutkan beberapa tugas utama dari Badan Legislatif (DPR/DPRD) adalah : Membuat dan mengesahkan Undang-undang (UU)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adapun sumber-sumber pembuatan UU di DPR/DPRD adalah :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Pikiran dan keinginan-keinginan dari para wakil rakyat dan menteri sebagai wakil rakyat.&lt;br /&gt;2. Lembaga-lembaga Internasional atau juga disebut hukum Internasional.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Aqidah sebagian besar orang-orang di dunia sekarang ini adalah sekularisme, yang menyatakan bahwa :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Tuhan hanya mempunyai kedaulatan di surga atau di dalam masjid atau di gereja dan tempat-tempat peribadatan, sebaliknya manusia yaitu rakyat mempunyai kedaulatan di bumi dan seluruh aspek kehidupan, kecuali agama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Menurut aqidah sekulerisme, agama adalah suatu urusan pribadi antara seseorang individu dengan Tuhan atau sesuatu yang diagungkan seperti matahari, sapi, patung, orang, dan lain-lain. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ini adalah realita yang terjadi di badan legislatif (parlemen) dan dasar bagaimana badan tersebut dibangun. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Mengenai realitas ‘nyoblos’; pemilih atau orang yang memberikan suaranya, mempunyai kedaulatan umum karena rakyatlah yang membuat hukum untuk urusan mereka sendiri di dalam masyarakat. Karena mereka memiliki kedaulatan, maka mereka menentukan suatu mekanisme dalam memilih para wakilnya, yang menjadi wakil rakyat untuk membuat hukum(UU) dan memerintah atas nama kepentingan-kepentingan mereka sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hal ini diwujudkan dalam prinsip politik sekuler (demokrasi) yang menyatakan bahwa : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;‘Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;oleh sebab itu kita dapat menyimpulkan bahwa rakyat berhak untuk membuat hukum atau undang-undang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Realitas dari pemilih adalah dia sebagai orang yang memilih wakilnya, yang menghasilkan fakta bahwa dia juga bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan oleh wakilnya. Tugas para wakilnya disini adalah membuat hukum (UU) supaya dapat mengatur semua kepentingan rakyat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ringkasnya, badan legislatif (DPR/DPRD) atau parlemen (dalam sistem politik Barat) adalah sebuah badan yang membuat hukum (UU), rakyat adalah raja, dan sumber pembuatan serta penetapan hukum (UU), dan para wakil rakyat dipilih oleh rakyat untuk membuat serta menetapkan hukum (UU) atas nama rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hukum terhadap hal ini adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Seseorang yang percaya bahwa Allah SWT bukan satu-satunya pembuat hukum (UU) dan penguasa tunggal, adalah seorang yang tidak beriman (kafir).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;2. Seseorang yang percaya kekuasaan Allah SWT tetapi menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain dan menentang bahwa dia sebagai pembuat hukum dan penguasa tunggal adalah seorang yang musyrik yang menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Seorang muslim yang memberikan suara untuk memilih wakilnya, dan telah mengetahui bahwa badan legislatif (DPR/DPRD) adalah sebuah lembaga untuk membuat hukum (UU) adalah seorang yang ingkar terhadap agama.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Seorang muslim yang berpartisipasi dalam pemilihan untuk menjadi seorang wakil rakyat (DPR/DPRD) dan dia telah mengetahui realitas badan legislatif (parlemen) adalah seorang yang ingkar terhadap agama.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Seorang muslim yang tidak mengetahui realitas badan legislatif (parlemen) dan dia memberikan suara maka dia berdosa, karena dia tidak mencari status hukum dari perbuatannya, sebelum melaksanakan perbuatan tersebut. Kaidah syara’ menyatakan bahwa setiap perbuatan, lisan atau fisik, harus didasarkan pada hukum syara’ yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-sunnah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;6. Seorang muslim yang berpartisipasi nyoblos untuk memilih para wakilnya, apakah wakilnya itu muslim atau non muslim, karena mendasarkan tindakan pada suatu pendapat yang menyesatkan dari seorang rasionalis sekuler atau ulama sekuler, maka persoalan ini harus dijelaskan kepadanya. Karena pemahaman bahwa Allah adalah satu-satunya pembuat hukum adalah sesuatu yang harus diketahui dari Dienul Islam sebagai suatu kebutuhan, sehingga ketidaktahuan tentang hal ini tidak bisa dijadikan sebagai sebuah alasan, oleh karena itu dia berdosa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;7. Keadaan yang bisa dijadikan alasan untuk terhindar dari kesalahan itu adalah orang yang baru masuk Islam (muallaf), atau seorang yang betul-betul bodoh dan atau seseorang yang tidak mengetahui tentang sesuatu yang seharusnya diketahui sebagai kebutuhan dari Dienul Islam dikarenakan dia hidup di bawah hukum kufur dan hidup di tengah-tengah orang-orang non muslim. Persoalan ini harus dijelaskan kepada mereka tetapi jika mereka tetap melanjutkan untuk memberikan suara (nyoblos) karena mengatakan bahwa mereka mempunyai pendapat yang berbeda maka mereka berdosa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Dalil syar’i untuk fatwa di atas adalah firman Allah SWT :&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;“Dengan kembali bertaubat kepadaNya dan bertakwalah kepadaNya serta dirikanlah sholat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. (QS. 30 : 31) &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Juga firman Allah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;”Dan dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutunya dalam menetapkan keputusan” (QS 18 : 26)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dan juga sudah sangat dikenal dalam Islam bahwa hukum apapun selain hukum Allah adalah Thaghut dan Allah mengancam orang-orang yang merujuk kepada Thaghut :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang telah diturunkan dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut padahal mereka telah diperintahkan mengingkari thaghut itu.Dan syetan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya” (QS 4 : 60)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Telah disampaikan mengenai keadaan tentang ayat di atas bahwa orang-orang munafik mengaku dirinya muslim tetapi ketika berselisih, mereka justru merujuk kepada keputusan-keputusan yang diciptakan para wakil rakyat (ketika itu) sebagai pembuat hukum (UU) seperti Amru Bin Luhay,Al-Khuzaa’ie dan Ka’ab Bin Al-Ashraef bersama-sama dengan para rahib, pendeta dan para wakil rakyat yang lain yang telah terbiasa membuat hukum (UU) untuk mereka, daripada merujuk kepada Rasulullah dan hukum yang telah ditetapkan oleh Allah Yang Maha Kuasa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Mengenai orang-orang yang telah tersesat dan telah jatuh pada kemungkaran dan kemaksiatan yang nyata ini Rasulullah SAW berkata “&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;“Salah satu yang sangat saya takutkan dari ummatku adalah adanya pemimpin-pemimpin yang sesat yang mengarahkan sebagian dari ummatku untuk menyembah berhala dan mengarahkan sebagian yang lain untuk mengikuti orang-orang musyrik”. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sehingga siapapun yang memilih dan mengikuti para pembuat hukum (UU) yang sesat tersebut, maka nyata-nyata mereka telah memilih seorang raja untuk membuat hukum (UU) untuk mereka. Hal ini berarti mereka telah menyekutukan Allah karena mencipta hukum dan memerintah hanyalah hak Allah semata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;”Manakah yang baik, Tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya menyembah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya.Allah tidak menurunkan suatu keterangan mengenai nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain dia. Itulah agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS:12:39-40) &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hal ini adalah realitas suatu aqidah baru yang menyatakan bahwa kedaulatan di tangan manusia yang telah diikuti sebagian besar orang sekarang ini. Oleh karena itu apapun yang telah dilakukan seseorang sebagai perbuatan yang baik dan juga apapun yang telah dilakukan seorang muslim seperti sholat, puasa dan perbuatan baik yang lain, tetapi setelah itu melakukan kemungkaran ini dan tidak bertaubat dari kemungkaran ini maka seluruh perbuatan baiknya itu menjadi sia-sia, Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;”Itulah petunjuk Allah, yang dengannya dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakinya diantara hamba-hambanya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amal-amalan yang telah mereka kerjakan”(QS 6 : 88) &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Dan bagi orang-orang yang mengatakan bahwa kami tidak menyebut mereka ‘Pencipta’ tetapi kami hanya menyebut mereka ‘Pemerintah’, maka mereka harus segera mengingat firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;”Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah Tuhan Semesta Alam” (QS 7 : 54) &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Oleh karena itu tidak seorangpun yang diperbolehkan untuk disekutukan dengan-Nya, sebagai Dzat yang Maha Pencipta sama halnya tidak seorang pun yang berhak untuk menyekutukan-Nya, sebagai Dzat Yang Maha Memerintah dan Dzat Yang Maha Membuat Hukum. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Mengenai orang-orang yang telah disesatkan oleh yang lain dan telah melakukan kemaksiatan ini, maka itu adalah sebuah kesalahan mereka, kami menasehati mereka untuk takut kepada Allah dan tidak melakukan kemaksiatan ini lagi, karena Allah SWT akan mengampuni hambanya yang telah melakukan suatu perbuatan tanpa kesengajaan, tetapi dia tidak akan pernah mengampuni hambanya yang melakukan perbuatan itu dengan sengaja, sampai mereka berhenti dan minta ampun kepadanya. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;”Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu”(QS 33 : 5) &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sehingga kesalahan yang dilakukan tanpa kesengajaan adalah akan diampuni seperti yang telah diceritakan oleh Rasulullah SAW tentang seorang Badui yang telah kehilangan ontanya di padang pasir bersama dengan seluruh pakaian dan airnya dan kemudian dia menemukan ontanya setelah kehilangan seluruh harapan hidupnya dan telah bersiap menghadapi kematian. Allah SAW mengirimkan ontanya kembali kepadanya dan dia memohon seraya berkata : “Ya Allah kamu adalah Hambaku dan aku adalah Rajamu. Berkenaan dengan hal ini Rasulullah SAW berkata “Sesungguhnya dia melakukan kesalahan itu karena dia tenggelam dalam kebahagiaan”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sangatlah berbeda antara orang yang memilih atau memberikan suara karena ketidaktahuan, mengira bahwa apa yang dilakukannya itu adalah perbuatan yang baik dengan orang yang melakukan kejahatan itu dengan sengaja. Dia mengajak orang-orang untuk berpartisipasi dalam pemilihan dan memberi suara, mengumpulkan dana, kampanye, mendirikan posko-posko, menulis dan menyebarkan selebaran, mengundang para wakil rakyat di rumah Allah (masjid) memberi mereka hadiah, menjamu mereka dan bahkan mengorbankan Tauhid agar dapat dipilih atau dapat memberikan suara karena mengira mereka mendapatkan keuntungan darinya. Adalah sangat berbeda orang-orang seperti ini dengan seorang Badui yang telah disebutkan dalam cerita di atas yang melakukan kesalahan karena ketidaksengajaan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Akhirnya kami ingin menekankan disini bahwa tujuh fatwa di atas tidak termasuk orang-orang yang memilih atau memberikan suara karena di bawah tekanan dan paksaan, atau murni karena ketidaktahuaan, atau orang yang telah disesatkan tanpa ada penjelasan padanya. Ini adalah salah satu dari malapetaka yang telah mempengaruhi kehidupan kaum muslimin di belahan bumi ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kami berdo’a kepada Allah SWT semoga mereka segera sadar akan kesalahannya dan semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk beraktivitas dalam rangka melaksanakan perintah-Nya dan menegakkan agama-Nya, sehingga kedaulatan hanya milik Allah semata, dan kejayaan Islam segera menaungi seluruh bagian bumi ini. Segala Kemuliaan dan Pujian semata-mata hanya untuk-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ya Allah…saksikanlah, kami telah menyampaikannya !&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-2363750585866944520?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/2363750585866944520/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8471884801738276209&amp;postID=2363750585866944520" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/2363750585866944520?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/2363750585866944520" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/03/dont-vote-stay-muslim.html" title="DON’T VOTE STAY MUSLIM" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_3-hb0NT8tZk/SeDrV2gGcvI/AAAAAAAAAM4/is3-Y7D7Adw/s72-c/donvote.gif" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4CRXYzfip7ImA9WxVaE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-3255531835649068107</id><published>2009-03-10T09:36:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T10:02:44.886-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-10T10:02:44.886-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pdip" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pks" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemilu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nyontreng" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrasi" /><title>Demokrasi Sejalan dengan Islam ?</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3-hb0NT8tZk/Sd912ylAZNI/AAAAAAAAAMI/iiGvRZ4cAVA/s1600-h/bk-dsdi1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 181px; height: 181px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3-hb0NT8tZk/Sd912ylAZNI/AAAAAAAAAMI/iiGvRZ4cAVA/s320/bk-dsdi1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323102868725589202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Judul Buku : Demokrasi Sejalan dengan Islam ? &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Penulis : Abu Muhammad Al Maqdisy&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Penerjemah : Abu Sulaiman Aman Abdurrahman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Penerbit : Ar Rahmah Media&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Tahun Terbit : Cetakan 1 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Jumlah Halaman : 128 halaman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;Sinopsis :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Demokrasi bagaikan fatamorgana. Terlihat indah dan menjanjikan namun realitasnya rusak dan mengecewakan. Tapi, mengapa masih banyak umat Islam yang berharap kepadanya ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Demokrasi adalah fitnah terbesar masa kini. Keberadaannya dibela sekaligus dicela. Demokrasi terkadang dianggap sebagai sumber kebebasan, kadang disamakan dengan &lt;em&gt;syuro &lt;/em&gt;(musyawarah). Kadang dinisbatkan kepada jabatan Yusuf a.s. di sisi rajanya, atau kekuasaan Raja Najasy. Lebih seringnya demokrasi digunakan dengan dalih maslahat dan istihsan (anggapan baik). Apakah dengan semua alasan-alasan tersebut menjadikan demokrasi sejalan dengan Islam ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Syekh Abu Muhammad Ashim Al Maqdisy menjawab seluruh pertanyaan penting tentang hakikat demokrasi, hokum dan konsekuensi bagi para penganutnya. Beliau menjelaskan pula syubhat-syubhat yang menjangkiti para pengagum demokrasi. Sebuah penjelasan dan bayan yang mencerahkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-3255531835649068107?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/3255531835649068107/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8471884801738276209&amp;postID=3255531835649068107" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/3255531835649068107?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/3255531835649068107" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/03/demokrasi-sejalan-dengan-islam.html" title="Demokrasi Sejalan dengan Islam ?" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_3-hb0NT8tZk/Sd912ylAZNI/AAAAAAAAAMI/iiGvRZ4cAVA/s72-c/bk-dsdi1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0UARn05eip7ImA9WxVaE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-2976159069372632873</id><published>2009-03-10T09:31:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T09:34:07.322-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-10T09:34:07.322-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pdip" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pks" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemilu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nyontreng" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrasi" /><title>Syubhat Partai (Demokrasi)-Maslahat Dakwah</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para penganut dan pendukung demokrasi seringkali menjadikan maslahat dakwah sebagai alasan mereka terjun dan memperjuangkan Islam dengan sistem batil demokrasi. Sebenarnya apakah benar mereka menjadikan alasan maslahat dakwah untuk terjun ke dalam kubangan demokrasi ? Bagaimana menurut Al Qur’an dan As Sunnah? &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mereka mengatakan: Sesungguhnya masuk majelis-majelis itu mengandung banyak maslahat. Bahkan sebagaian mereka mengklaim bahwa majelis itu pada dasarnya adalah mashlahat mursalah, dan mereka menyebutkan: Bisa dakwah kepada agama Allah, bisa menyampaikan yang hak, mereka juga menyebutkan: Merubah sebagian kemungkaran dan meringankan sebagian tekanan terhadap dakwah dan para du’aat.&lt;/span&gt;&lt;span id="more-98"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka juga menyebutkan: Untuk tidak membiarkan tempat-tempat dan majelis-majelis itu dipenuhi orang-orang nasrani, atau komunis atau yang lainnya…dan sebagian mereka lebih dasyat lagi dan mengatakan: Ini adalah untuk masalahat tahkiim syarii’at Allah (pemberlakuan hukum Islam) dan penegakkan dien-Nya (penegakkan ajaran-Nya) lewat MPR/DPR/Parlemen…….dan maslahat-maslahat yang mereka klaim, impiannya dan keinginanya………semua itu berkisar sekitar masalahat (dakwah).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka kami katakan dengan taufiq Allah subhaanahu wa ta’aala: Siapa yang berhak menentukan maslahat-maslahat dien-Nya dan hamba-hamba-Nya, serta mengetahuinya dengan sebenar-benarnya? Allah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui?? Atau kalian dengan anggapan-anggapan baik (istihsan) kalian dan maslahat-maslahat (ishtishlaah) yang kalian klaim??&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bila kalian mengatakan: Kami. Maka kami katakan: Berarti bagi kalianlah agama kalian dan bagi kamilah agama kami, kami tidak akan menyembah apa yang kalian sembah, dan kalian bukan penyembah Tuhan yang kami sembah….sebab Allah subhaanahu wa ta’aala mengatakan:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ما فرطنا في الكتاب من شيء&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al Kitab,”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan Dia berfirman seraya mengingkari terhadap orang-orang demokrat dan yang serupa dengan mereka:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;أيحسب الإنسان أن يترك سدى&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja,”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan firman-Nya subhaanahu wa ta’aala:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;أفحسبتم أنما خلقناكم عبثا&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Apakah kalian mengira bahwa kami menciptakan kalian secara main-main (saja). Al Mukminuun: 115.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini dalam agama dan ajaran kami……adapun dalam ajaran dan agama demokrasi adalah tidak adanya tempat bagi ayat-ayat yang muhkam ini, karena manusia menurut mereka adalah penentu hukum buat dirinya….mereka mengatakan: Ya, manusia itu sudah ditinggalkan begitu saja, dia memiliki kebebasan penuh untuk memilih, mengakui, meninggalkan, dan menetapkan tasyrii’ dan ajaran yang dia inginkan….baginya tidak penting apakah aturan yang dia buat-buat itu sesuai dengan apa yang ada di dalam Kitabullah atau justeru bertentangan….yang penting pedomannya adalah jangan sampai bertentangan dengan aturan dan perundang-undangan dasar yang ada.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;أف لكم ولما تعبدون من دون الله  أفلا تعقلون&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Ah (celakalah) kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah. Maka apakah kalian tidak berakal.Al Anbiyaa:67.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bila mereka mengatakan: Justeru Allah subhaanahu wa ta’aala sajalah Dzat satu-satunya yang berhak menentukan maslahat-&lt;br /&gt;maslahat itu dengan sebaik-baik penentuan, karena Dia-lah yang telah menciptakan makhluk-Nya sedang Dia lebih mengetahui akan maslahat-maslahat mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ألا يعلم من خلق وهو اللطيف الخبير&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan apa yang kamu rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui? Al Mulk:14.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kami bertanya kepada mereka: Apakah maslahat terbesar dalam kehidupan ini yang telah Allah tetapkan, dan karenanya Dia telah mengutus para rasul, Dia menurunkan Kitab-Kitab, Dia mensyari’atkan jihad dan istisyhaad, serta untuk merealisasikannya daulah Islamiyyah ditegakkan…..wahai para para du’aat (yang mengaku ingin mengembalikan) khilafah???????&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bila mereka kesana kemari ngawur kelabakkan dalam maslahat-maslahat juz’iyyah (parsial) lagi nomor dua dan berpaling dari pokok segala pokok.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka kami katakan kepada mereka: Buang dari kalian ucapan ngawur dan igauan itu, dan duduklah untuk belajar pokok dien kalian, pelajarilah makna Laa ilaaha Illallaah yang di mana dakwah, jihad, istisyhad tidak mungkin diterima tanpa merealisasikannya dan tanpa mengetahui maknanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan bila mereka mengatakan: Maslahat terbesar dalam kehidupan ini adalah memurnikan tauhid hanya bagi Allah subhaanahu wa ta’aala, menjauhi apa yang menyalahinya dan yang membatalkannya berupa syirik dan tandiid (menjadikan tandingan bagi Allah).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka kita katakan: Apakah masuk akal wahai orang-orang yang berakal!!! Kalian menghancurkan maslahat yang agung lagi menyeluruh dan qath’iy, kemudian kalian bersekongkol dengan thaghut-thaghut itu di atas ajaran bukan ajaran Allah (demokrasi), kalian menerima dan menghormati hukum yang bukan hukum-Nya subhaanahu wa ta’aala (yaitu undang-undang dasar), dan kalian mengikuti arbaab musyarri’iin(tuhan-tuhan para pembuat hukum dan perundang-undangan) yang bermacam-macam di samping Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa…?? Kalian dengan perbuatan ini hancurkan maslahat terbesar dalam kehidupan yaitu tauhid dan kufur terhadap thaghut…….demi mencapai maslahat parsial yang hanya sekedar perkiraan yang tidak jelas???&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Timbangan apa, akal siapa, ajaran apa, serta agama apa yang rela akan hal ini. Tidak ada yang rela kecuali agama demokrasi kafir itu??&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan bagaimana sebagian di antara kalian berani mengklaim bahwa majelis-majelis syirik ini adalah bagian dari mashalih mursalah. Sesungguhnya maslahat mursalah menurut ulama yang memakainya adalah: (Maslahat yang tidak diakui dan tidak digugurkan oleh syari’at). Maka apakah kalian mengklaim bahwa syari’at tidak menggugurkan kekafiran dan kemusyrikan, serta tidak membathilkan setiap ajaran yang bertentangan dengan dienul Islam dan setiap millah yang bersebrangan dengan millah tauhid…??&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian dakwah apaan yang kalian klaim bisa kalian sampaikan, dan kebenaran macam apa yang kalian klaim disuarakan di majelis-majelis syirik ini setelah kalian mengubur pokok dari segala inti dakwah Islamiyyah dan pusat segala roda kebenaran yang jelas?? Dan apakah pokok dari segala pokok dan maslahat terbesar itu dikubur dan ditimbun demi untuk menggolkan di atas kuburannya parsial-parsial dan cabang-cabang dari agama ini….??&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian saat kalian berusaha menggolkan parsial-parsial dan far’iiy-far’iiy itu – seperti orang yang berusaha menggolkan undang-undang haramnya khamr – kepada apa kalian menyandaran tuntutan-tuntutan kalian akan haramnya khamr itu, dan dengan apa kalian berdalil dan memberikan alasan hukum?? Apakah kalian mengatakan: Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda??&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian bila kalian mengklaim ini, maka kalian adalah dusta, karena hal ini tidak dijadikan sandaran (tidak dianggap) dalam agama demokrasi dan dalam syari’at undang-undang, kecuali apa yang didukung oleh undang-undang dan diakuinya serta dikuatkannya….tidak diragukan lagi kalian pasti akan mengatakan: Sesuai dengan pasal dua dan pasal 24… dan pasal 25….dan hal serupa berupa hukum-hukum dan perundangan kafir dan sesat ini…….maka apakah setelah ini ada kekafiran, syirik dan ilhaad?? Dan apakah masih ada tersisa bagi orang yang meniti jalan ini ashlu dien, millah, dan tauhidnya..?????&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلاَلاً بَعِيدًا&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (Qs: An-Nisaa’: 60)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berilah kami jawaban….apakah mungkin membuat undang-undang atau hukum di sarang-sarang paganisme ini selain melewati jalan-jalan (jalur-jalur) kemusyrikan dan kekufuran..???&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berilah kami jawaban wahai para pengklaim maslahat dan orang-orang yang merasa lebih paham..??&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan termasuk berhukum dengan apa yang Allah turunkan yang kalian tangisi, apakah kalian ingin menggolkannya lewat jalan syirik ini..???&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apakah kalian tidak mengetahui bahwa itu adalah jalan kekafiran dan sudah dibentengi…karena kalau seandainya itu berhasil –ini hanya mengandai-andai – maka itu tidak akan menjadi hukum Allah, akan tetapi itu adalah hukum undang-undang, hukum rakyat, dan hukum mayoritas. Dan tidak akan menjadi hukum Allah kecuali saat adanya berserah diri dan menerima sepenuhnya akan firman Allah, dada lapang untuk menerima syari’at-Nya dan untuk menghamba kepada-Nya subhaanahu wa ta’aala. Adapun saat menerima penuh ajaran demokrasi, syari’at undang-undang, dan hukum rakyat serta hukum mayoritas, maka itu adalah hukum thaghut meskipun pada saat yang&lt;br /&gt;bersamaan sesuai dengan hukum Allah dalam beberapa bentuknya, karena Allah subhaanahu wa ta’aala telah berfirman:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ لِلَّهِ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Keputusan itu hanyalah milik Allah,.”  (Qs: Yusuf: 40)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah tidak mengatakan: Keputusan itu hanyalah milik manusia,” dan Allah subhaanahu wa ta’aala juga berfirman:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah,”” (Qs: Al-Maa-idah:49).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah tidak mengatakan: menurut seperti apa yang Allah turunkan,” atau,” dan hendaklah putuskan di antara mereka menurut apa yang ditegaskan oleh hukum dan undang-undang buatan,” justeru itu adalah ucapan kaum musyrikin dari kalangan budak-budak demokrasi dan para penyembah undang-undang bumi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian mana kalian? Apakah kalian masih dalam tidur dan kesesatan kalian yang lalu? Apakah kalian mengubur kepala kalian dalam pasir…apakah kalian tidak menyaksikan percobaan-percobaan orang-orang yang seperti kalian yang ada di sekitar?, lihat ini Al Jazair, itu Kuwait, di sana ada Mesir, dan yang lain-lainnya banyak. Apakah kalian masih belum yakin bahwa ini adalah permainan kufriyyah, pertunjukan syirkiyyah yang timpang lagi tertutup jalannya?? Apakah kalian masih belum percaya bahwa majelis-majelis ini adalah bola mainan di tangan thaghut, dia bisa membukanya, menutupnya, mengaktifkannya, dan membubarkannya kapan saja dan saat dia suka, dan sesungguhnya tidak akan ada undang-undang yang dibuat sehingga disahkan dan disetujui oleh thaghut. Maka kenapa kalian masih tetap bersikukuh di atas kekufuran yang jelas ini…dan ngotot di atas kehinaan yang nampak ini..??&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian setelah ini semua jelas tetap saja engkau bisa mendapatkan orang-orang itu dengan lugasnya meneriakan dan mengatakan: Bagaimana majelis-majelis ini kita biarkan bagi orang-orang komunis atau nasrani……..atau orang-orang kafir lainnya….?? Enyahlah, dan enyahlah, binasalah, dan binasalah kalian. Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ولا يحزنك الذين يسارعون في الكفر إنهم لن يضروا الله شيئا يريد الله أن لا يجعل لهم حظا في الآخرة ولهم عذاب عظيم&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka adzab yang pedih,”Ali Imran 176.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bila kalian tergolong orang-orang kafir mulhid, maka senanglah kalian dengan keikut sertaan dan ikut ambil bagian….silahkan ikut serta bersama mereka dalam kekafiran dan kemusyrikannya bila kalian mau, akan tetapi ketahuilah bahwa kebersamaan kalian bersama mereka dalam keadaan ini tidak hanya terbatas di kehidupan dunia, namun sebagaimana apa yang Allah subhaanahu wa ta’aala firmankan dalam surat An Nisaa setelah menghati-hatikan dari majelis-majelis seperti ini dan Dia memerintahkan untuk menjauhi para pelakunya serta tidak duduk bersama mereka, karena kalau tidak mau menuruti perintah-Nya maka orang yang duduk itu adalah sama seperti mereka, Dia berfirman seraya menghati-hatikan:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;إن الله جامع المنافقين والكافرين في جهنم جميعا&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafiq dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,”An Nisaa: 140.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apakah setelah penjelasan ini semua kalian masih belum yakin bahwa itu adalah kemusyrikan yang terang dan kekafiran yang&lt;br /&gt;jelas.?? Apakah kalian tidak mengetahui bahwa itu adalah dien selain dienullah?? Apakah belum yakin bahwa sesungguhnya itu adalah millah bukan millah tauhid?? Apa alasannya kalian bersemangat di atasnya?? Tinggalkan itu buat mereka, ya tinggalkan itu, jauhilah, dan biarkanlah buat para pemeluk ajarannya, ikutilah millah Ibrahim yang murni sedang dia bukan tergolong orang-orang musyrik, dan katakanlah sebagaimana yang dikatakan oleh cucunya Yusuf ‘alaihissalam pada saat dia dalam keadaan lemah tertindas di balik jeraji besi penjara:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;إني تركت ملة قوم لا يؤمنون بالله وهم بالآخرة هم كافرون . واتبعت ملة آبائي إبراهيم وإسحاق و يعقوب ماكان لنا أن نشرك بالله من شيئ .&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedangkan mereka ingkar kepada hari kemudian. Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan ya’qub. Tidaklah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Yusuf: 37-38.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Wahai orang-orang…jauhilah thaghut, dan majelis-majelisnya, berlepas dirilah darinya dan kafirlah kalian terhadapnya selama keadaan majelis-majelis seperti itu…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini adalah kebenaran yang nyata, cahaya yang terang benderang, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ أُمَّةٍ رَسُوْلاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ فمنهم من هدى الله ومنهم من حقت عليه الضلالة&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu, maka di antara umat ini ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya,”(An Nahl : 36)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;أأرباب متفرقون خير أم الله الواحد القهار ما تعبدون من دونه إلا أسماء سميتموها أنتم وآباؤكم ما أنزل الله بها من سلطان إن الحكم إلا لله أمر ألا تعبدوا إلا إياه ذلك الدين القيم ولكن أكثر الناس لا يعلمون&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa ? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya menyembah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan (hukum) itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti. (Yusuf 39-40).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jauhilah hal itu wahai kaum, berlepas dirilah dari orang-orangnya dan dari kemusyrikannya sebelum kesempatan berakhir…dan sebelum datang suatu hari di mana hal itu (meninggalkan dan menjauhinya) adalah angan-angan kalian terbesar dan tertinggi, akan tetapi kesempatan sudah tiada, pada hari itu penyesalan tidak berguna lagi bagi kalian, tidak pula mengaduh dan mengeluh, semua tiada manfaatnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;وقال الذين اتبعوا لو أن لنا كرة فنتبرأ منهم كما تبرءوا منا كذلك يريهم الله أعمالهم حسرات عليهم  وما هم بخارجبن من النار&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti” Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami”. Demikian Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka, dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka. Al Baqarah: 166-167.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jauhilah sekarang juga, dan katakanlah kepada orang-orangnya – bila memang kalian di atas millah Ibrahim dan di atas jalan para nabi dan rasul – sebagaimana yang kami katakan di penghujung perkataan kami ini:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Wahai para penyembah undang-undang buatan…dan hukum-hukum bumi rendahan……&lt;br /&gt;Wahai para penghusung agama demokrasi………&lt;br /&gt;Wahai anggota-anggota dewan pembuat undang-undang………&lt;br /&gt;(Ketahuilah) sesungguhnya kami berlepas diri kepada Allah dari kalian dan dari ajaran kalian….&lt;br /&gt;Kami kafirkan kalian, dan kami kafir terhadap undang-undang syirik kalian, serta kami kafir akan majelis-majelis kemusyrikan kalian.&lt;br /&gt;(Ketahuilah) sesungguhnya telah tampak antara kami dengan kalian permusuhan dan kebencian selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dikutip dari buku : Demokrasi Sesuai Dengan Ajaran Islam ? Karya : Syekh Abu Muhammad Ashim Al Maqdisy&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-2976159069372632873?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/2976159069372632873/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8471884801738276209&amp;postID=2976159069372632873" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/2976159069372632873?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/2976159069372632873" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/03/syubhat-partai-demokrasi-maslahat.html" title="Syubhat Partai (Demokrasi)-Maslahat Dakwah" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0cBRn48cCp7ImA9WxVaE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-5821324971205938949</id><published>2009-03-10T09:30:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T09:30:57.078-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-10T09:30:57.078-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pdip" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pks" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemilu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nyontreng" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrasi" /><title>Voting Untuk Hukum Buatan Manusia Adalah Murtad</title><content type="html">&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Segala puji bagi Allah Swt., kami memujinya dan mencari ampunanNya. Siapa saja yang Allah tunjuki, tidak seorangpun bisa menyesatkannya. Dan siapa saja yang disesatkan Allah, maka tidak seorangpun bisa menunjukinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kami bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan kami bersaksi bahwa Nabi Muhammad Saw., Rasul Allah yang terakhir.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Begitu banyak diperdebatkan pada saat ini menyangkut tentang ketidakbolehan voting dalam Islam. Orang-orang moderat, sekuler dan orang-orang yang tidak mengamalkan Islam berargumen bahwa voting boleh (dan dalam beberapa kasus menjadi wajib), dimana Muslim yang ittiba (meneladani) kepada salafus sholeh berargumen bahwa itu adalah perbuatan murtad (Kufur dan Syirik).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Risalah singkat ini berusaha untuk mengklarifikasi dan membantah kesalahan konsep berkenaan tentang voting secara sederhana.&lt;span id="more-102"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kami memohon pada Allah Swt., untuk memberikan pahala bagi orang-orang yang terlibat dalam perjuangan ini, seperti halnya bagi orang-orang yang berjuang secara berjama’ah untuk menerapkan dienNya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Memahami Konsep Voting&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebelum kita memasuki perdebatan atau diskusi, pertama kita perlu mempunyai pemahaman yang menyeluruh tentang realitas. Apa pengertian voting dan apa akibatnya? Bukti-bukti apa saja dalam Syari’ah dan apakah itu tidak ada? &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Voting adalah proses memilih. Ini selanjutnya, dibolehkan tetapi hanya dalam hal-hal yang hanya status hukumnya mubah dalam Syari’ah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh, jika sebuah kelompok yang terdiri dari lima orang ingin melaksanakan Shalat, mereka mungkin akan melakukan voting bagi siapa yang mempunyai pengetahuan tentang Al-Qur’an dan yang bacaannya bagus untuk menjadi imam kemudian memimpin shalat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Atau andaikata individu yang sama tidak bisa memutuskan untuk pergi dengan bus atau dengan kereta ke masjid, dibolehkan bagi mereka untuk voting dan memilih transportasi yang sesuai dengan mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya, voting untuk sesuatu yang dilarang (haram) dalam syari’ah, maka tidak dibolehkan. Sebagai contoh, dilarang bagi Muslim untuk mengucapkan, “Manakah yang harus kita minum orange juice atau vodka? Mari kita voting!” atau, “Dengan apa seharusnya kita hidup, dengan Syari’ah atau demokrasi?”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lebih lanjut, kita seharusnya tidak naïf dan berfikir bahwa pernyataan, “Voting adalah perbuatan Murtad” condong pada voting dalam pengertiannya secara umum; itu dalam konteks bagi seseorang yang ingin membuat hukum dan menjadi seorang anggota dalam pemerintahan yang tidak Islami.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Voting dengan pengertian ini tidak dapat disangkal dan diragukan lagi hukumnya, yakni terlarang (haram) dalam Islam. Faktanya, jika diteliti lebih dalam lagi maka itu “syirik”. Ini karena pekerjaan dari seorang anggota parlemen adalah membuat hukum. Sebagai seorang Muslim, kita beriman bahwa yang menetapkan hukum adalah hak Allah Swt., semata, Dia adalah Al-Hakam. Selanjutnya, voting pada seorang anggota parlemen adalah sebuah perbuatan syirik karena itu sama saja dengan memberikan atau mengambil hak Tuhan (membuat hukum) kepada manusia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Voting untuk anggota dewan juga terlarang sebagaimana tugas mereka (1) perwakilan partai-partai non-Islam dan (2) kebenyakan terlibat dalam pembuatan hukum.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah Swt., telah memerintahkan kita untuk menolak Tuhan-tuhan palsu yang menjadikan orang-orang sebagai sekutuNya, tidak untuk voting kepada mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Download gratis artikel di : www.almuhajirun.net&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-5821324971205938949?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/5821324971205938949/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8471884801738276209&amp;postID=5821324971205938949" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/5821324971205938949?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/5821324971205938949" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/03/voting-untuk-hukum-buatan-manusia.html" title="Voting Untuk Hukum Buatan Manusia Adalah Murtad" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck4AQn04eip7ImA9WxVaE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-7513752707265394632</id><published>2009-03-10T09:28:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T09:29:03.332-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-10T09:29:03.332-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pdip" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pks" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemilu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nyontreng" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrasi" /><title>Demokrasi Sumber Bencana</title><content type="html">&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demokrasi seolah-olah sebuah pencerahan peradaban dan sebuah jalan hidup, sehingga semua orang berjuang untuk menerapkannya. Orang-orang pada umumnya melihat demokrasi sebagai jalan yang terdepan untuk kemajuan dan perkembangan, Negara-negara besar seperti AS dan UK (Inggris) menjadi contoh akan hal ini; jika kita melihat lebih dekat lagi apa saja yang ditawarkan oleh demokrasi, peradaban mereka dan pencerahan yang dimaksudkan maka semuanya ini akan menjadi jelas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dalam Keimanan atau Aqidah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penurunan moral masyarakat, masyarakat tidak memiliki nilai-nilai etik yang tegas terhadap apa-apa yang boleh dilakukan ataukah tidak. Masyarakat menjadi sangat kecewa dan tidak percaya pada agama, mereka meninggalkannya secara komplit. Mereka bebas untuk beribadah dan memuja-muja sesuatu, baik itu uang, binatang, manusia, atau sesuatu yang lain. Mereka menolak beriman kepada Tuhan, karena hanya materilah tujuan dalam hidupnya dimana uang dan kesenangan menjadi kunci utama yang harus dicapai.&lt;span id="more-86"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dalam Aspek Sosial Masyarakat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ditingkatan sosial, struktur keluarga menjadi benar dimana orang-orang tidak percaya dengan pernikahan lagi karena pernikahan mengikat mereka, mencegah mereka dari kesenangan dan perzinahan. Perzinahan tersebar luas akibat dari rusaknya pernikahan yang mengakibatkan hancurnya keluarga dan kehidupan anak-anaknya. Perceraian menduduki angka rata-rata yang tertinggi lebih daripada sebelumnya dan masih terus meningkat. Keluarga dengan orang tua tunggal lebih umum khususnya bagi wanita. Homoseksual menjadi tren di kalangan masyarakat dengan legalisasi pernikahan antar sesama jenis dan hal itu diajarkan di sekolah-sekolah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kekejaman terhadap anak tersebar luas seiring dengan kekejaman dalam rumah tangga. Orang-orang berjalan dengan telanjang (tidak menutup aurat) di jalan-jalan dan aktif memperjuangkannya lewat demokrasi dalam meraih popularitas dan kekuasaan, masalah-masalah kejiwaan yang melanda masyarakat menjadi fenomena yang umum didapati, seperti stress, depresi atau bahkan gangguan jiwa (gila). Alkohol dan minuman keras tersebar luas dan menjadi tren karena adanya legalisasi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Industri-industri pornografi adalah salah satu industri yang tersebar dalam negara demokrasi bersama-sama dengan agen-agen pengawalnya dan ditunjang dengan tempat-tempat prostitusi baik legal maupun ilegal, dalam rangka untuk memberikan suguhan yang tidak bermoral kepada masyarakat dan mengajarkan paham materialistik kepada ummat. Adanya ketidakpercayaan diantara suami istri yang mengakibatkan penganiayaan dan kekejaman pada anak-anak mereka. Pasangan suami istri bergaul bebas dengan lawan jenisnya yang biasanya berakibat adanya kumpul kebo (tidur bersama) yang kemudian diakhiri retaknya hubungan rumah tangga dan penyebaran penyakit.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dalam Aspek Ekomoni&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada banyak orang yang hidup dijalan-jalan, di kotak-kotak kardus, di gerobak, di kolong jembatan, makan dari tong-tong sampah, dan meminta-minta di jalan (pengemis), itu semua tidak dipertimbangkan dalam demokrasi (tidak mendapatkan perhatian). Rumah sebagai tempat perlindungan menjadi kurang nyaman karena dimana-mana dipenuhi masalah. Masyarakat hanya memikirkan diri mereka sendiri dan hanya memperhatikan kehidupan mereka sendiri tanpa memperhatikan yang lain atau masyarakat secara umum. Tingkatan hutang per orang mencapai ribuan, mereka menghadapi tantangan bunga yang tinggi; terkadang mereka pun tidak mampu untuk membayarnya kembali dan mereka diperbudak oleh kebutuhan mereka dalam bekerja dan tuntutan hutang mereka. Orang-orang menghabiskan hidup mereka untuk bekerja selama 40 jam (bahkan lebih) dalam seminggu, mengabaikan keluarga mereka dan anak-anak mereka, menggunakan hidup mereka dengan menghambur-hamburkan uang. Banyak orang manjadi pengangguran atau berkurangnya pekerjaan selama bertahun-tahun karena adanya komputerisasi, yang ada hanyalah penderitaan yang mereka alami. Orang-orang kaya dan kalangan atas adalah orang-orang yang mengontrol dan mampu untuk memanipulasi ekonomi dan yang mempengaruhi kehidupan masyarakat, lihatlah mereka sepertinya mudah untuk berkuasa dengan jalan apapun yang mereka mau. Televisi, game-game komputer dan musik telah menghancurkan pikiran generasi muda, mencuri otak mereka dari kemampuan berfikir dan merespon kehidupan dan tujuan terbesarnya dalam hidup, mereka tumbuh menjadi generasi masa depan yang buruk, yang bodoh teerhadap fakta yang mereka ikuti.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dalam Aspek Politik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Realita demokrasi secara politik penuh dengan kebohongan, penipuan, kecurangan dan skandal-skandal, fakta inilah yang diterima masyarakat. Para politikus pada umumnya berbohong dalam rangka untuk memperoleh dukungan dari masyarakat, hanya jika pada akhirnya kebohohongannya terbongkar maka mereka terpaksa untuk meminta maaf. Masyarakat berpartisipasi dalam pemerintahan dengan memberikan suara melalui sepotong kertas yang dimasukkan dalam kotak suara. Gambaran yang diberikan media yaitu mereka memilih pemimpin meraka padahal dalam faktanya mereka dibayar oleh partai politik untuk mendukung kampanye-kampanya mereka. Pemerintah dengan sengaja membodohi masyarakat dan menolak pandangan-pandangan mereka jika mereka melawan agenda-agendanya dan potilik luar negerinya, pemerintah malah memperjuangkan kepentingan-kepentingan kaum elit dan memanipulasi situasi politik sesuai dengan kepentingan mereka sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dalam Politik Luar Negeri&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kolonisasi dan imperialisme telah menjadi cerita dari demokrasi, begitupun juga yang terjadi saat ini. Mereka memduduki dan menyerbu lahan-lahan asing untuk menjalankan jalan hidup mereka kepada yang lain. Mereka merampas sumber-sumber kekayaan negara untuk kemanfaatan dan kepentingan mereka sendiri, dan meninggalkan negara tersebut jika sudah hancur atau rusak. Mereka menimbun bahan-bahan alam dari dunia dan memanipulasi pasar dunia untuk memperoleh keuntungan. Mereka mempengaruhi dan mengontrol pasar luar negeri untuk memastikan bahwa mereka dapat memanfaatkan para penjual atau sales untuk kebaikan mereka dan koditas mereka. Mereka menciptakan perang diantara bangsa-bangsa (negara-negara) supaya mereka dapat menjual senjata dan artileri kepada bangsa-bangsa tersebut yang biasanya senjata-senjata dan ertileri yang dijual tersebut merupakan barang lama dan kadaluarsa. Mereka menciptakan rezim boneka di dunia supaya tunduk terhadap mereka dan dapat mereka gunakan untuk diseluruh dunia agar mereka mampu memainkan dominasi dunia dan memadamkan perlawanan atau mempertahankan diri dari serangan mereka. Mereka memata-matai negara lain dan sering melanggar hukum-hukum yang bersifat nasional maupun internasional yang mereka ciptakan tanpa ada rasa penyesalan sama-sekali.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dalam Aspek Hak-hak Manusia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tersebarnya rasisme dan diskriminasi yang di dasarkan atas basis daerah, warna kulit dan keyakinan (agama sebagai akibat dari demokrasi). Mereka melihat ras, suku yang lain ada pada kedudukan yang inferior (rendah) dibandingkan dengan diri mereka sendiri: Orang-orang kulit hitam diberikan hak-hak perlakuan layaknya mempelakukan hewan. Bahkan wanita ditempatkan inferior daripada laki-laki sampai saat ini, mereka memperlakukannya sebagai obyek seks dengan menggunakan tubuh-tubuh mereka yang dipandang sebagai barangs. Demokrasi telah melakukan diskriminasi melawan ummat muslim dan memperlakukan mereka secara kejam, di Tahanan Guantanamo dan Abu Ghraib sebagai contoh yang jelas bahwa mereka telah melanggar hak-hak dasar manusia. Organisasi-organisasi seperti CIA memiliki tahanan-tahanan rahasia di seluruh dunia untuk kepentingan mereka sendir. Mereka menangkap dan menyiksa ummat muslim tanpa tuduhan, tanpa proses pengadilan atau bahkan pembelaan, meniadakan hak-hak mereka sebagai warga negara.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dalam Aspek Pendidikan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demokrasi mengajarkan anak-anak tentang seks dan penyakit-penyakit yang ditularkan lewat aktifitas seks sebagai bagian dari kurikulum mereka, bersamaan dengan itu diajarkan minum-minuman keras, diperbolehkannya perlakuan yang kejam dalam rangka untuk mencegah generasi baru terpengaruh oleh tersebarnya penyakit-penyakit yang ada ditengah-tengah masyarakat mereka. Adanya budaya pergaulan bebas dalam institusi pendidikan dimana mereka didorong untuk belajar, mencoba dan menguji aktivitas seksual diantara mereka. Homoseksual diajarkan sebagai sesuatu yang dianggap normal dan merupakan bagian dari make up genetik dan selayaknya kita toleran terhadap orang-orang yang memiliki kecenderungan ke arah tersebut. Sistem pendidikannya mengajarkan pemikiran sekuler dari sudut pandang atheis yang menggunakan ide-ide manusia seperti evolusi. Sistem pendidikan yang mengajarkan segala sesuatu dilihat dari sudut pandang materialisme untuk menilai hidup dan agar menerima demokrasi sebagai jalan hidup satu-satunya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Aspek Hukum&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sistem hukum dalam demokrasi sangat ironis (penuh dengan kebobrokan) dan penuh dengan pertentangan. Mereka mengangkat hakim untuk menghakimi manusia dari orang yang tidak pandai, tidak juga ahli dalam persoalan dari sisi hukum. Keputusan diambil berdasarkan atas banyaknya uang suapan yang bisa dia kumpulkan dari terdakwa, itulah nanti yang akan menentukan kasus apakah mereka dihukumi salah atau benar. Bisa saja terdakwa dituntut hukuman atas perbuatan yang tidak pernah mereka lakukan akan tetapi mereka baru dibebaskan setelah menjalani hukuman beberapa tahun karena terbukti bersalah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam demokrasi orang melakukan pergaulan bebas (perzinahan) kurang mendapatkan porsi hukuman yang setimpal jika dibandingkan dengan seorang pembunuh dan seorang pemerkosa yang bisa dibebaskan segera, jika dibandingkan dengan seorang pencuri. Mereka bahkan dapat dihukum bunuh dengan injeksi atau alat pemotong listrik (terutama di negara-negara Barat). Ada persolan hukum yang dikeluarkan guna melawan orang-orang dengan sesuatu yang tidak masuk akal, seperti perusahaan rokok dengan menuliskan label merokok dapat menyebabkan kanker, merusak janin, dan lain-lain, makan bebas menyebabkan penambahan berat badan, dan lain-lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hal di atas merupakan akibat buruk dari eksisnya demokrasi di dunia saat ini, dampak-dampak di atas belum dikupas secara mendalam, tidak juga khusus pada negara tertentu, Anda dapat menemukannya dimanapun ketika manusia telah memegang kedaulatan, membuat hak untuk menghukumi dan menentukan jalan hidup mereka dan terbebas dari petunjuk Tuhan, maka tipe penyimpangan ini dan degradasi (kemunduran) akan segera terwujud.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Tanyakanlah pada diri Anda sendiri bagaimana peradaban masyarakat Barat? Apakah mereka benar-benar sebagai masyarakat yang maju dan berkembang sehingga patut untuk ditiru? Tidakkah mereka hidup dalam kegelapan dan justru butuh pencerahan? Tidakkah mereka menemui problem yang tidak ada habis-habisnya dalam semua aspek kehidupan dan mereka tidak memiliki solusi untuk itu? Apakah kamu benar-benar ingin hidup dalam masyarakat dimana orang-orangnya hidup seperti binatang tanpa memperdulikan siapapun juga? Apakah kamu benar-benar ingin hidup dalam masyarakat yang tidak ada batas larangan dan mentoleransi semua pandangan dan semua perbuatan?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena justru kita menemukan demokrasi menjadi sesuatu yang dielu-elukan sebagai pencerahan dan jalan hidup yang hebat? Bahkan kita menemukan ummat Muslim menyerukan demokrasi dan berjuang untuk menerapkannya? Apakah mereka buta teerhadap realita gaya hidup dari bangsa-bangsa yang menghasilkan demokrasi dan telah menjalankannya?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT. memuliakan ummat Muslim disebabkan mereka telah mengikrarkan kalimat syahadat dan mengimaninya, yang secara alami berkonsekuensi menyesuaikan kehidupannya dengan syahadat tadi. Satu-satunya syariah yang sempurna dan jalan hidup yang hebat hanya satu yaitu agama Allah (Islam), tidak satupun dari syariah Islam yang dirancang dari pemikiran manusia yang didasarkan atas hawa nafsu dan keinginan mereka. Sesungguhnya orang-orang kafir (non muslim) berada dalam kesesatan apabila yang mereka imani dan jalan hidupnya akan menyebabkan mereka menjadi ahli neraka serta tinggal di dalamnya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu mengapa kita merasa butuh untuk mengikuti mereka dan hidup seperti mereka? Tidakkah kita telah memiliki petunjuk yang benar dari Allah tentang bagaimana jalan hidup kita (cara menempuh kehidupan kita)? Demokrasi dan semua yang berawal darinya adalah terbelakang (jahiliyah) dan sesat, sesuatu yang jelas-jelas ditolak oleh Islam. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;strong&gt;”Allah pelindung orang-orang yang beriman: Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (Iman). Dan orang-orang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaithon, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka: mereka kekal didalamnya.” (QS. Al Baqarah, 2:257)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-7513752707265394632?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/7513752707265394632/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8471884801738276209&amp;postID=7513752707265394632" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/7513752707265394632?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/7513752707265394632" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/03/demokrasi-sumber-bencana.html" title="Demokrasi Sumber Bencana" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck8BR3g6cSp7ImA9WxVaE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-4942257713270325149</id><published>2009-03-10T09:25:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T09:27:36.619-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-10T09:27:36.619-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pdip" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pks" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemilu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nyontreng" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrasi" /><title>Siapakah Ulil Amri Itu…?</title><content type="html">&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Pagi tadi, Selasa, 27 Januari 2009, Ma’ruf Amin, MUI berbicara di acara Apa Kabar Indonesia, TV One, tentang fatwa haram golput. Secara lebih spesifik dia menjelaskan bahwa argumentasi pengharamannya adalah, jika ada pemimpin yang beriman, jujur, amanah, integritas, dll, maka itu wajib dipilih. Dan jika ada pemimpin yang masuk keriteria semacam itu, maka haram hukumnya untuk golput atau tidak memilih.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;em&gt;Pertanyaannya yang harus disampaikan adalah, apakah ada pemimpin yang dalam konteks Islam disebut dengan Ulil Amri yang wajib ditaati oleh kaum Muslimin saat ini ? Sehingga apabila kita tidak memilihnya (mengangkatnya) atau mentaatinya, maka jatuh hukum haram ?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Berikut materi lengkap tentang Siapakah Ulil Amri itu menurut pandangan Islam yang ditulis oleh Ustad Amman Abdurrahaman ketika beliau masih dalam LP Suka Miskin, Bandung. Semoga bermanfaat!&lt;span id="more-89"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Siapakah Ulil Amri Itu…?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oleh: Ust. Abu Sulaiman Aman Abdurrahman&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri di antara kalangan kalian”. (An Nisa: 59)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Segala puji hanya bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi dan Rasul yang paling agung Nabi Muhammad, kepada keluarganya dan para shahabatnya seluruhnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ikhwani fillah… materi kali ini, kita akan meluruskan pemahaman yang ada di masyarakat berkenaan dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri di antara kalangan kalian”. (An Nisa: 59)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ayat ini adalah ayat yang sering kita dengar dan digunakan oleh banyak orang dalam rangka mewajibkan masyarakat untuk taat kepada pemerintah Republik Indonesia ini. Oleh karena itu perlu kiranya kita meninjau kembali atau meluruskan posisi ayat ini secara proporsional. Mari kita pahami siapa orang-orang yang beriman dalam ayat tersebut dan kaitannya dengan realita Pemerintahan Republik Indonesia ini…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tinjauan ayat:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri di antara kalangan kalian”. (An Nisa: 59)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman…”, ini adalah khithab (seruan) terhadap orang-orang yang beriman. “…taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri di antara kalangan kalian”, ulil amri adalah ulil amri dari kalangan kalian, yaitu pemimpin muslim atau pemimpin yang mukmin, itu adalah pengertian sederhananya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi, pemimpin yang harus ditaati ─tentunya selain dalam maksiat─ adalah pemimpin muslim, karena Allah mengatakan “min kum” (dari kalangan kalian) setelah mengkhithabi “hai orang-orang yang beriman”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orang yang beriman atau orang muslim yang berdasarkan Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma adalah orang yang beriman kepada Allah dan kafir kepada thaghut, berikut ini adalah penjabarannya:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   1. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al Baqarah: 256:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Barangsiapa kafir kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka dia telah berpegang teguh pada al ‘urwah al wutsqa”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Al ‘urwah al wutsqa adalah buhul tali yang amat kokoh, yaitu Laa ilaaha illallaah, artinya barangsiapa kafir kepada thaghut dan iman kepada Allah, maka dia itu orang yang mengamalkan Laa ilaaha illallaah, orang yang sudah masuk Islam, karena pintu masuk Islam adalah dengan perealisasian Laa ilaaha illallaah sebagaimana ini adalah rukun Islam yang pertama.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orang tidak dikatakan beriman kecuali jika dia beriman kepada Allah dan kafir kepada thaghut. Jika orang beriman kepada Allah tapi dia tidak kafir kepada thaghut maka ia bukan orang yang beriman, ia bukan muslim… itu berdasarkan nash Al Qur’an. Maka dari itu Allah dalam ayat ini mendahulukan kafir kepada thaghut (Barangsiapa kafir kepada thaghut dan beriman kepada Allah) supaya tidak ada orang yang mengklaim behwa dirinya beriman kepada Allah padahal dia belum kafir kepada thaghut pada realita yang dia kerjakan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   2. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Ali Imran: 64:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Katakanlah (Muhammad): “Hai ahli kitab, marilah berpegang kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak ada yang kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai arbab (tuhan-tuhan) selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: ”Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang muslim”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi, yang diserukan kepada ahli kitab adalah pengajakan untuk berkomitmen dengan Laa ilaaha illallaah, ibadah kepada Allah dan meninggalkan penyekutuan terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Di ujung ayat Allah menyatakan; “jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka:”Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang muslim”, maksudnya jika mereka berpaling dan tidak mau meninggalkan para arbab itu maka saksikanlah bahwa kami ini orang muslim dan kalian bukan orang muslim.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan ayat itu kita dapat menyimpulkan bahwa orang yang tidak merealisasikan apa yang dituntut oleh ayat ini, yaitu ibadah hanya kepada Allah, meninggalkan sikap penyekutuan sesuatu dengan-Nya dan meninggalkan sikap menjadikan selain Allah sebagai arbab, maka orang yang tidak mau meninggalkan hal itu adalah bukan orang muslim.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   3. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat At Taubah: 5:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhilah orang-orang musyrik itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka, kepunglah mereka dan intailah ditempat-tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Taubat dari apa…? Taubat dari kemusyrikan dan segala kekafiran, maksudnya adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang kaum muslimin untuk melakukan pembunuhan, pengepungan dan pengintaian apabila orang-orang itu sudah taubat dari segala kemusyrikan dan kekafiran, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, berarti orang muslim itu tidak boleh diganggu. Maka orang yang tidak taubat dari kemusyrikannya berarti dia itu bukan orang muslim.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   4. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat At Taubah: 11:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudara kalian saru agama”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika mereka bertaubat (dari kemusyrikannya), maka mereka adalah saudara satu agama, maksudnya mereka itu orang-orang muslim, karena sesame muslim adalah saudara, sebagaimana dalam surat Al Hujurat: 10:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berarti jika sebaliknya, dia tidak mau meninggalkan kesyirikannya meskipun dia shalat, zakat, dan melakukan ibadah lainnya, maka dia bukan ikhwan fiddin (saudara satu agama) dan berarti dia bukan orang mukmin, karena ukhuwah imaniyyah itu tidak terlepas dengan dosa-dosa bisaa, akan tetapi dengan kesyirikan dan kekufuran. Dan dalam surat Al Baqarah: 178 dikatakan:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa memperoleh maaf dari saudaranya…”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam ayat ini, sang pembunuh dan keluarga yang dibunuh tetap dipersaudarakan. Membunuh sesama muslim adalah dosa besar, tapi tidak menjadikan seseorang keluar dari Islam selama dia tidak menghalalkannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah beberapa dalil tentang orang yang beriman dari Al Qur’an, sedangkan berikut ini adalah beberapa dalil dari As Sunnah:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Dalam hadits Bukhariy dan Muslim dari Ibnu Umar radliyallahu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang haq) kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, bila mereka melakukan hal itu, maka mereka terjaga darah dan hartanya dari saya, kecuali dengan hak Islam, sedangkan perhitungan mereka adalah atas Allah”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah tidak berhenti memerangi manusia sampai mereka komitmen dengan Laa ilaaha illallaah, iman kepada Allah dan kufur kepada thaghut serta mengakui risalah yang dibawa beliau kemudian membenarkannya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Ini sama dengan penjelasan sebelumnya&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Dalam hadits Bukhariy yang dari Abu Malik Al Asyja’iy radliyallahu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah dan dia kafir terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah, maka haramlah harta dan darahnya, sedang perhitungannya atas Allah ta’ala”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seseorang dikatakan haram darah dan hartanya, dalam arti dia itu dikatakan muslim, bila komitmen dengan Laa ilaaha illallaah ─iman kepada Allah dan kafir kepada thaghut─, yaitu kafir terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah, maka barulah dikatakan muslim mukmin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan berikut ini adalah beberapa Ijma dari para ulama Ahlus Sunnah:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;¯ Syaikh Abdurrahman ibnu Hasan rahimahullah mengatakan: “Para ulama salaf dan khalaf, dari kalangan shahabat, tabi’in, para imam dan seluruh Ahlus Sunnah telah ijma, bahwa seseorang tidak menjadi muslim kecuali dengan mengosongkan diri dari syirik akbar dan berlepas diri darinya”. (Ad Durar As Saniyyah: 11/545-546).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal ini orang tidak dikatakan muslim bila tidak mengosongkan dirinya dari syirik akbar, tidak berlepasdiri darinya dan dari para pelakunya. Ini adalah ijma (kesepakatan) ulama… maka perhatikanlah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh sebab itu, jika masih atau belum berlepas diri daripada kemusyrikan, maka dia itu belum muslim meskipun dia melaksanakan ajaran-ajaran Islam yang lainnya. Dan selagi dia belum mengosongkan diri dari kesyirikan, maka dia belum muslim walaupun dia shalat, zakat, haji, dan yang lainnya…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;¯ Syaikh Sulaiman ibnu Abdillah ibnu Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah mengatakan: “SEKEDAR mengucapkan Laa ilaaha illallaah tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan konsekuensinya berupa komitmen dengan tauhid dan meninggalkan syirik akbar serta kafir terhadap thaghut, maka sesungguhnya (pengucapan) itu tidak bermanfaat berdasarkan ijma” (nukilan ijma dari kitab Taisir Al ‘Aziz Al Hamid)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah, dia shalat, zakat, shaum dan walaum haji berkali-kali, akan tetapi jika dia tidak meninggalkan syirik akbar, tidak kafir terhadap tahghut, maka dia itu bukan muslim dan tidaklah manfaat pengucapan Laa ilaaha illallaah-nya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;¯ Syaikh Hamd ibnu ‘Athiq rahimahullah mengatakan: “Ulama ijma (sepakat), bahwa orang yang memalingkan satu macam dari dua do’a kepada selain Allah, maka dia telah musyrik walaupun mengucapkan Laa ilaaha illallaah, dia shalat dan zakat serta mengaku muslim”. (Ibthalut Tandid Bikhtishar Syarh Kitab Tauhid, hal: 67)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Do’a ada dua macam; yaitu do’a yang berupa permohonan yang bisaa kita ketahui, dan do’a berupa ibadah seperti; shalat, shaum, zakat, haji, penyandaran hukum, dan lain-lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi, bila seseorang memalingkan satu macam ibadah saja kepada selain Allah, maka dia itu musyrik meskipun mengucapkan kalimat tauhid, shalat, shaum, zakat dan mengaku sebagai seorang muslim.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;¯ Syaikhul Islam Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah mengatakan tentang para pengikut Musailamah Al Kadzdzab dalam Syarh Sittati Mawadli Minash Shirah dalam Mujmu’atut tauhud hal. 23: “Di antara mereka ada yang mendustakan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan kembali menyembah berhala seraya mengatakan: “Seandainya dia (Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam) itu adalah Nabi, tentulah tidak akan mati”. Dan di antara mereka ada yang tetap di atas dua kalimah syahadat, akan tetapi dia mengakui kenabian Musailamah dengan dugaan bahwa beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam menyertakan dia di dalam kenabian, ini karena Musailamah mengangkat para saksi palsu yang bersaksi baginya akan hal itu, namun demikian para ulama ijma bahwa mereka adalah orang-orang murtad meskipun mereka jahil akan hal itu. Dan siapa yang meragukan kemurtaddan mereka, maka dia kafir”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bila saja orang yang tidak melakukan kesyirikan, akan tetapi mengangkat seorang manusia bisaa sederajat dengan nabi maka ia telah divonis murtad dan segala amal ibadahnya tidak dianggap, dan bahkan diperangi oleh Abu Bakar Ash Shiddiq dan para shahabat lainnya… maka apa gerangan dengan orang yang mengangkat makhluk pada derajat uluhiyyah (ketuhanan) dengan cara memberikan satu atau beberapa macam dari sifat-sifat khusus ketuhanan…?? Maka ini lebih syirik lagi, lebih kafir lagi dan lebih murtad lagi jika sebelumnya dia mengaku muslim !&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;¯ Beliau (Muhammad ibnu Abdil Wahhab) rahimahullah juga menukil ijma tentang pengkafiran penguasa ‘Ubaidiyyin di Mesir. Beliau berkata dalam suratnya kepada Ahmad ibnu Abdil Karim Al Ahsaa’iy, beliau menjelaskan: “Di antara kisah yang terakhir adalah kisah Bani ‘Ubaid, para penguasa Mesir dan jajarannya, mereka itu mengaku sebagai ahlul bait, mereka shalat jama’ah dan shalat jum’at, mereka juga mengangkat para qadliy dan mufti, akan tetapi ulama ijma akan kekafiran mereka, kemurtaddannya, keharusan untuk memeranginya, serta bahwa mereka adalah negeri harbiy, wajib memerangi mereka meskipun mereka (rakyatnya) dipaksa lagi benci kepada mereka” (Tarikh Nejd: 346)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada saat itu kajian ada, kesempatan belajar juga ada, shalat juga mereka lakukan bahkan mereka (Bani ‘Ubaid) yang menjadi imamnya, akan tetapi ulama ijma bahwa mereka itu orang-orang murtad kafir harbiy, karena mereka menampakkan kesyirikan akbar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah dalil-dalil dari Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma yang mengatakan bahwa orang tidak dikatakan sebagai orang muslim, kecuali jika dia beriman kepada Allah dan kafir terhadap thaghut. Sedangkan thaghut yang paling besar di antara thaghut-thaghut zaman sekarang ini adalah thaghut hukum dan perundang-undangan berikut para pembuat hukum dan pemutus hukum yang berpedoman dengannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan dalam surat An Nisa: 60:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu?. Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk kafir kepada thaghut itu”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam ayat tersebut tersirat keheranan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena ada orang yang mengaku beriman kepada Al Qur’an dan mengatakan bahwa Al Qur’an adalah kitab suci serta pedoman hidup, akan tetapi ketika ada masalah, mereka malah merujuk kepada hukum thaghut… padahal hukum thaghut bukanlah hukum yang Allah turunkan, sedangkan Allah sudah memerintahkan untuk kafir dan menjauhi thaghut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hukum yang dibuat oleh manusia merupakan bisikan syaitan jin, sebagaimana yang Allah jelaskan dalam firman-Nya:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya…” (Al An’am: 121)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;dan digulirkan oleh syaitan-syaitan manusia, maka itulah thaghut yang dimaksudkan firman Allah dalam surat An Nisa: 60. Maka segala hukum produk manusia dengan segala bentuknya, baik yang dibuat dalam bingkai demokrasi atau yang lainnya, maka selama itu bukan hukum yang berasal dari Allah berarti itu adalah thaghut, karena hanya ada dua macam hukum; hukum Allah atau hukum thaghut. Sedangkan seseorang tidak dikatakan muslim jika tidak kafir kepada thaghut hukum ini, atau pembuatnya dari kalangan syaitan manusia atau pembisiknya dari kalangan syaitan jin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika kita sudah memahami bahwa orang muslim itu adalah orang yang berlepas diri dari kesyirikan. Orang muslim adalah orang yang mentauhidkan Allah dan meninggalkan segala bentuk kesyirikan, maka dia adalah seorang mukmin dimana saja dan kapan saja. Sebaliknya, jika orang tidak merealisasikan hal ini, dalam arti walaupun dia beribadah kepada Allah akan tetapi di samping beribadah kepada Allah dia tidak kafir kepada thaghut, tapi justeru malah membela-bela atau loyal kepada thaghut, maka dia bukan orang muslim.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian mari kita lihat realita pemerintahan NKRI ini, apakah mereka kafir kepada thaghut dan iman hanya kepada Allah sehingga mereka mendapat predikat mukmin, sehinggga mereka menjadi ulil amri yang wajib ditaati sebagaimana penjelasan surat An Nisa: 59 tadi ? atau justeru sebaliknya…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tinjauan Realita Pemerintah NKRI Bila Dipandang Dari Sisi Tauhid Hukum&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   1. Mereka Menjadi Thaghut&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kenapa demikian ?, ini karena mereka dengan dewan legislatifnya dan sebagian eksekutifnya mengklaim sebagai pembuat hukum, mengklaim yang berhak membuat hukum dan perundang-undangan, bahkan mereka telah membuat dan memutuskan, maka mereka adalah thaghut itu sendiri. Mereka menjadi pembuat hukum yang hukumnya diikuti (baca: diibadati) oleh ansharnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu”. (An Nisa: 60)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Banyak masyarakat atau anshar thaghut atau siapa saja di antara mereka, ketika memiliki kasus di negeri ini, apakah mereka mengajukan kasusnya kepada hukum Allah ataukan kepada hukum selaim hukum Allah ? tentu mereka mengajukannya kepada hukum selain hukum Allah, yang mana hukum itu dibuat oleh para thaghut tadi di gedung Palemen, baik yang ada di lembaga legislatif atau lembaga eksekutif maupun para pemutusnya di dewan yudikatif.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka adalah thaghut, sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah dalan Risalah Fie Ma’na Thaghut, bahwa pentolan thaghut yang kedua adalah “Penguasa Dzalim Yang Merubah Ketentuan Allah”. Sedangkan di negeri ini, semua hukum Allah dirubah… mulai dari hukum pidana, perdata, ekonomi, dan lain-lain. Semua dicampakkan dan mereka sepakat tidak memakai hukum yang Allah turunkan. Sedangakan sesorang tidak bisa dikatakan sebagai orang muslim kecuali bila kafir kepada thaghut. Dan dalam hal ini mereka sendiri adalah thaghutnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai arbab (tuhan-tuhan) selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka diperintahkan kecuali mereka hanya menyembah Tuhan Yang Esa, tidak ada ilah (Tuhan yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. (QS. At Taubah: 31)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam ayat ini Allah memvonis orang Nashrani dengan lima vonis:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Mereka telah mempertuhankan para alim ulama dan para rahib&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Mereka telah beribadah kepada selain Allah, yaitu kepada alim ulama dan para rahib&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Mereka telah melanggar Laa ilaaha illallaah&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Mereka telah musyrik&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Para alim ulama dan para rahib itu telah memposisikan dirinya sebagi rab.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Imam At Tirmidzi meriwayatkan, bahwa ketika ayat ini dibacakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di hadapan ‘Adiy ibnu Hatim (seorang hahabat yang asalnya Nashrani kemudian masuk Islam), ‘Adiy ibnu Hatim mendengar ayat-ayat ini dengan vonis-vonis tadi, maka ‘Adiy mengatakan: “Kami (orang-orang Nashrani) tidak pernah shalat atau sujud kepada alim ulama dan rahib (pendeta) kami”, Jadi maksudnya dalam benak orang-orang Nashrani adalah; kenapa Allah memvonis kami telah mempertuhankan mereka atau kami telah beribadah kepada mereka padahal kami tidak pernah shalat atau sujud atau memohon-mohon kepada mereka. Maka Rasul mengatakan: “Bukankah mereka (alim ulama dan para rahib) menghalalkan apa yang Allah haramkan terus kalian ikut menghalalkannya, dan bukankah mereka telah mengharamkan apa yang Allah halalkan terus kalian ikut mengharamkannya?”. Lalu ‘Adiy menjawab: “Ya”, Rasul berkata lagi: Itulah bentuk peribadatan mereka (orang Nashrani) kepada mereka (alim ulama dan para rahib)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika mereka menyandarkan hak hukum dan pembuatan hukum (tasyri’) kepada selain Allah, maka yang mengaku memiliki hak membuat hukum ini disebut arbab, yaitu yang memposisikan dirinya sebagau tuhan pengatur selain Allah. Saat hukum itu digulirkan dan diikuti, maka itu adalah arbab yang disembah. Orang yang sepakat di atas hukum ini atau yang mengacu atau yang merujuk pada hukum yang mereka gulirkan itu adalah orang yang Allah vonis sebagai orang musyrik yang menyembah atau mengibadati atau mempertuhankan mereka serta telah melanggar Laa ilaaha illallaah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan (mewahyukan) kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, Maka sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. (Al An’am: 121)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan tentang keharaman bangkai, dan Allah juga menjelaskan tentang tipu daya syaitan. Kita mengetahui bahwa bangkai adalah haram, namun dalam ajaran orang musyrik Quraisy mereka menyebutnya sebagai sembelihan Allah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam hadits dengan sanad yang shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al Hakim dari Ibnu ‘Abbas radliyallahu ‘anhu: Orang musyrikin datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Hai Muhammad, kambing mati siapa yang membunuhnya ?”, Rasulullah mengatakan: “Allah yang membunuhnya (mematikannya)”, kemudian orang-orang musyrik itu mengatakan: “Kambing yang kalian sembelih dengan tangan kalian, maka kalian katakan halal, sedangakan kambing yang disembelih Allah dengan Tangan-Nya yang Mulia dengan pisau dari emas kalian katakan haram, berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini adalah ucapan kaum musyrikin kepada kaum muslimin, dan Allah katakan bahwa itu adalah bisikan syaitan terhadap mereka (Dan sesungguhnya syaitan itu membisikkan (mewahyukan) kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu) untuk mendebat kaum muslimin agar setuju atas penghalalan bangkai, lalu setelah itu Allah peringatkan kepada kaum muslimin jika menyetujui dan mentaati mereka, menyandarkan kewenangan hukum kepada selain Allah meski hanya dalam satu hukum atau kasus saja (yaitu penghalalan bangkai) dengan firman-Nya “Maka sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam ayat di atas Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan bahwa:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Hukum yang bukan dari-Nya adalah wahyu syaitan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Para penggulirnya (yang mengklaim dirinya berhak membuat hukum) dari kalangan manusia disebut wali-wali syaitan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Yang menyetujuinya atau yang taat atau yang merujuk kepadanya disebut musyrikun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bila satu hukum saja dipalingkan dalam hak pembuatannya kepada selain Allah, maka berdasarkan ayat tadi, bahwa orang yang membuat hukum itu disebut wali-wali syaitan (tahghut) yang telah mendapat wahyu atau wangsit dari syaitan, sedangkan orang yang mentaatinya atau setuju dengan hukum buatan tersebut adalah divonis sebagai orang musyrik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan yang ada di NKRI ─dan negara-negara lainnya─ adalah bukan satu, dua, tiga, sepuluh, atau seratus hukum saja, akan tetapi seluruh hukum yang ada di sini adalah bukan dari Allah, tapi dari wali-wali syaitan yang mendapat wahyu dari syaitan jin, baik wali-wali syaitan itu dahulunya orang Belanda (yang mewariskan KUHP) ataupun wali-wali syaitan zaman sekarang yang duduk di kursi parlemen, yang membuat, yang merancang, yang menggodok, atau apapun namanya dan siapapun yang membuat hukum, maka pada hakikatnya mereka adalah wali-wali syaitan dan hukum yang mereka gulirkan hakikatnya adalah hukum syaitan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perhatikanlah… jika saja orang-orang yang SEKEDAR mentaati mereka maka Allah memvonisnya sebagai orang musyrik, maka apa gerangan dengan pembuatnya atau orang yang memutuskan dengannya atau orang yang memaksa masyarakat untuk tunduk kepadanya dengan menggunakan besi dan api (kekuatan dan senjata)…?!!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka dalam dien (ajaran/hukum) ini apa yang tidak diizinkan Allah ?”. (Asy Syura: 21)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam ayat tersebut, siapa saja yang membuat syari’at atau hukum atau undang-undang atau ajaran yang tidak diizinkan oleh Allah dinamakan syuraka (sekutu-sekutu), karena mereka memposisikan dirinya untuk diibadati dengan cara menggulirkan hukum agar diikuti. Mereka merampas hak pembuatan hukum dari Allah, mereka merancang, menggodok, dan menggulirkan di tengah masyarakat. Sedangkan orang-orang yang mentaati atau mengikuti hukum itu disebut orang yang menyembah syuraka tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   2. Mereka berhukum dengan selain hukum Allah atau memutuskan dengan hukum thaghut&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka berhukum dengan hukum thaghut, karena selain hukum Allah yang ada hanyalah hukum jahiliyyah atau hukum thaghut, ini berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al Maidah: 44:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Barangsiapa yang tidak memutuskan dengan apa yang Allah turunkan, maka mereka itulah orang-orang kafir”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam ayat-ayat di atas, orang yang memutuskan dengan selain apa yang Allah turunkan adalah orang-orang kafir, sedangkan pemerintah di negeri ini tidak memutuskan dengan apa yang Allah turunkan, akan tetapi memutuskan dengan hukum thaghut. Maka merekapun divonis kafir berdasarkan ayat-ayat seperti ini, bahkan Allah mevonis orang-orang yang seperti ini sebagai orang-orang zalim dan fasiq dalam surat Al Maidah: 45 &amp;amp; 47.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab rahimahullah menjelaskan dalam Risalah Fie Makna Thaghut, tentang Ruusuth Thawaghit (tokoh-tokoh para thaghut) yang ketiga yaitu: Yang Memutuskan Dengan Selain Apa Yang Allah Turunkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi pemutus hukum dengan selain apa yang diturunkan Allah adalah bukan sekedar thaghut, akan tetapi termasuk pentolan thaghut. Sedangkan iman kepada Allah tidak sah kecuali dengan kafir terhadap thaghut, lalu bagaimana mungkin Pemerintah NKRI ini dikatakan sebagai pemerintah muslim mukmin, sedangkan mereka bukan sekedar thaghut, akan tetapi salah satu tokohnya thaghut… maka mereka bukan hanya sekedar kafir, tapi amat sangat kafir !.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   3. Mereka merujuk kepada hukum thaghut, baik thaghut lokal, regional maupun internasional&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Disaat menghadapi masalah, masalah apa saja, maka pemerintah ini tidak merujuknya kepada hukum Allah, tapi kepada hukum thaghut yang bersifat lokal (seperti Undang Undang Dasar atau undang-undang atau yang lainnya), atau hukum-hukum regional, atau hukum-hukum yang ditetapkan oleh mahkamah Internasional PBB. Sungguh… mereka tidak merujuk kepada Al Qur’an atau As Sunnah, akan tetapi merujuk kepada selainnya. Sedangkan dalam surat An Nisa: 60 tadi; Allah merasa heran atas klaim orang-orang yang mengaku telah beriman kepada Al Qur’an dan kitab-kitab Allah sebelumnya, orang-orang yang ketika punya masalah justeru ingin berhakim (mengadukan urusan) kepada thaghut. Perhatikanlah, dalam ayat tersebut sekedar ingin berhukum kepada thaghut sudah Allah nafikan keimanannya, imannya dianggap sekedar klaim dan kebohongan belaka, maka apa gerangan dengan orang-orang yang benar-benar bersumpah untuk merujuk kepada hukum thaghut…?!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah ini, ketika masuk PBB diwajibkan untuk berikrar setuju atas segala peraturan yang digariskannya, begitu juga ketika jajaran pemerintahan dewan legislatif, eksekutif, yudikatif terbentuk, setiap orang diwajibkan bersumpah setia untuk menjalankan hukum negara, inilah syahadat mereka ! inilah bai’at mereka. Apakah di Negara ini ada bai’at untuk taat setia kepada Al Qur’an dan As Sunnah ? tentu jawabannya tidak ada ! maka dari itu setelah bai’at kepada Undang Undang Dasar selesai, mereka selalu mengacu kepadanya, jika seorang Presiden misalnya menyimpang, maka DPR/MPR akan memprotesnya dan mengatakan: “Presiden telah melanggar Undang Undang Dasar atau undang-undang atau… atau…” dan tidak akan mengatakan “Presiden telah melanggar Al Qur’an ayat sekian…” Andaikata seluruh isi Al Qur’an dilanggarpun, maka mereka tidak akan mempermasalahkannya, asal tidak melanggar “hukum suci” mereka, yaitu Undang Undang Dasar 1945 dan undang-undang turunannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa orang yang berhakim dengan hukum Allah yang telah dihapus adalah kafir, beliau menyatakan: “Barangsiapa meninggalkan hukum yang muhkam (baku) yang diturunkan kepada Muhammad ibnu Abdillah penutup para nabi, dan dia malah merujuk hukum kepada hukum-hukum (Allah) yang sudah dihapus, maka dia kafir. Maka apa gerangan dengan orang yang mengacu kepada Ilyasa (Yasiq) dan dia mendahulukannya daripada ajaran Allah, maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin” (Al Bidayah Wan Nihayah: 13/119)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ilyasa adalah kitab hukum yang dibuat oleh Jenggis Khan raja Tartar. Kitab ini merupakan kumpulan yang sebagiannya diambil dari Taurat orang Yahudi, Injil orang Nashrani, Al Qur’an dan ajaran ahli bid’ah ditembah dengan hasil buah fikirannya lalu dikodifikasikan menjadi sebuah kitab yang disebut Ilyasa atau Yasiq. Para ulama muslimin sepakat mengatakan bahwa siapa saja yang merujuk kepada kitab hukum ini, maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin. Maka demikian pula dengan Yasiq ‘Ashri (Yasiq Modern), yaitu Undang Undang Dasar, KUHP, dan lain-lain, dimana hukum itu diambil dari orang-orang Nashrani (seperti orang Belanda dengan KUHPnya), dan ada juga dari Islam seperti masalah pernikahan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi ternyata serupa, maka siapa saja yang merujuk pada Yasiq modern ini, maka iapun kafir dengan ijma kaum muslimin, sedangkan perujukan-perujukan ini telah dilakukan oleh pemerintah NKRI ini…!!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   4. Mereka menganut sistem Demokrasi&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demokrasi berasal dari kata demos (rakyat) dan kratos (kedaulatan/kekuasaan). Sistem ini merupakan penyerahan hak hukum atau kedaulatan kepada rakyat. Sistem perwakilan yangada di dalamnya memberikan hak ketuhanan kepada wakil rakyat yang didik di parlemen untuk membuat, menetapkan dan memutuskan hukum.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demokrasi merupakan salah satu bentuk perampasan hak khusus Allah dalam At Tasyri’ (pembuatan, penetapan dan pemutusan hukum atau undang-undang). Hak ini adalah hak khusus Allah Subhanahu Wa Ta’ala, hak khusus rububiyyah dan uluhiyyah Allah, hak khusus yang seharusnya disandarkan oleh makhluk hanya kepada Allah. Akan tetapi demokrasi merampasnya dan justeru hak itu diberikan kepada makhluk. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Hak memutuskan hukum itu hanyalah khusus kepunyaan Allah. Dia memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah dian yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (Yusuf: 40)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;firman-Nya “Dia memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia”, bermakna: Kalian diperintahkan untuk tidak menyandarkan hukum kecuali kepada Allah, karena Allah-lah yang berhak untuk membuatnya, untuk menentukannya. Dan dalam ayat ini penyandaran hukum kepada Allah disebut ibadah. Sedangkan dalam demokrasi; hukum disandarkan kepada rakyat melalui wakil-wakilnya, maka demokrasi adalah sistem syirik, karena memalingkan ibadah penyandaran hukum kepada selain Allah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demokrasi adalah sistem syirik yang membangun pilar-pilarnya di atas sekularisme, di atas kebebasan; bebas meyakini apa saja walaupun pendapat syirik atau kekafiran sekalipun. Demokrasi tidak mewajibkan menusia untuk taat kepada ajaran Allah, tapi harus taat kepada kesepakatan rakyat, tatanan perundang-undangan yang berlaku, yang mana notabene adalah hukum buatan manusia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   5. Mereka memiliki Idiologi/falsafah/asas/pedoman/petunjuk hidup/nafas bangsa, yaitu Pancasila.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pancasila adalah dien, karena dien adalah jalan hidup, agama, aturan dan pedoman hidup, falsafah atau silahkan orang menyebutnya apa saja… tapi yang jelas Pansacila adalah dien. Ini singkat saja kita tinjau.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam Pancasila dikatakan Ketuhanan Yang Maha Esa, akan tetapi kita tidak tahu siapa yang dimaksud, karena Pancasila mengakui berbagai agama dengan tuhan-tuhannya masing-masing yang beraneka ragam. Maka cukuplah falsafah ini menjadi sesuatu yang rancu bagi orang yang berakal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   6. Tawalliy (loyalitas penuh) kepada kaum musyrikin&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka loyal kepada Perserikatan Bangsa Bangsa, tunduk kepada undang-undang internasional dan peraturan lainnya yang adala dlam tubuh PBB. Apapun yang ditetapkannya maka otomatis diikuti. Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang kaum muslimin untuk loyal kepada orang-orang kafir, Allah menyatakan dalam surat Al Maidah: 51:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Siapa saja yang tawalliy di antara kalian terhadap mereka maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   7. Mereka memperolok-olok ajaran Allah&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang segala bentuk kemungkaran, sedangkan pemerintahan Negara ini justeru memberikan izin bagi beroperasinya tempat-tempat kemungkaran dengan dalih tempat hiburan), membiarkan berkembangnya media-media penebar kesyirikan, kekufuran, kerusakan dan kebejatan (dengan dalih kebebasan pers dan kebebasan berekspresi) dan lain-lain. Itu adalah beberapa perolok-olokan terhadap ajaran Allah, sedangkan memperolok-olok ajaran Allah adalah kekafiran. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”. Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman”. (At Taubah: 65-66).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Intinya, jelaslah bahwa Negara dan pemerintahan ini kekafirannya berlipat-lipat. Setiap negara yang tidak berhukum dengan hukum Allah dan tidak tunduk pada aturan Allah, maka negara tersebut adalah negara kafir, negara dzalim, negara fasiq dan negara jahiliyyah berdasarkan firman-firman Allah tersebut. Begitu juga pemerintahnya, karena tidak akan berdiri suatu negara tanpa ada pemerintah pelaksananya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah memahami hal ini, maka kita bisa menyimpulkan bahwa TIDAK BENAR ketika orang memerintahkan kaum muslimin untuk loyal kepada pemerintah semacam ini dengan menggunakan dalil surat An Nisa: 59, karena ulil amri dalam ayat tersebut adalah “dari kalangan kalian” yang berarti dari kalangan orang-orang yang beriman, sedangkan pemerintahan NKRI ini sudah kita ketahui bahwa mereka BUKAN orang-orang yang beriman, akan tetapi justeru mereka adalah adalah thaghut, orang musyrik, orang-orang kafir, orang-orang murtad. Jadi, jelaslah tidak sesuai dengan pemerintah ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi yang tepat bagi pemerintah semacam ini adalah:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   1. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti”. (At Taubah: 12)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi yang tepat bukan harus ditaati, bukan pula diberi loyalitas, akan tetapi yang ada adalah sikap qital (perang).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   2. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Maka bunuhilah orang-orang musyrik itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka, kepunglah mereka dan intailah ditempat-tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan” (At Taubah: 5)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika mereka bertaubat, maksudnya bertaubat dari kemusyrikannya, dari kethaghutannya, dari kekafirannya, mereka mendirikan shalat dan memuanikan zakat, maka berilah mereka jalan dan jangan diganggu. Sedangkan jika pemerintahan ini tidak bertaubat dari kethaghutannya, dari Pancasilanya, dari demokrasinya dan dari kekufuran lainnya, maka mereka masih masuk ke dalam cakupan ayat ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   3. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan (wali-wali) syaitan itu” (An Nisa: 76)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dalam rangka mengokohkan hukum Allah, menjunjung tinggi ajaran-Nya, sedangkan orang-orang kafir ─yang di antaranya adalah pemerintahan NKRI ini dan ansharnya─ mereka berjuang, berperang, berkiprah dengan segala cara dalam rangka mengokohkan sistem thaghut. Jadi, mereka berperang di jalan thaghut, maka bagaimana seharusnya sikap kaum muslimin ? Allah menyatakan “sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perhatikanlah… mereka bukan ulil amri, akan tetapi mereka adalah wali-wali syaitan yang Allah perintahkan untuk memeranginya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   4. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Dan perangilah mereka itu, sampai tidakada fitnah, dan dien (ketundukan) hanya bagi Allah semata” (Al Baqarah: 193)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah, tidak ada lagi idiologi syirik, tidak ada lagi kekafiran, tidak ada lagi penghalang kepada jalan Allah, tidak ada lagi penindasan terhadap kaum muslimin yang taat kepada Allah… bukan taat kepada Pancasila atau Undang Undang Dasar atau demokrasi, tapi hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selama Ad Dien (ketundukan) belum sepenuhnya kepada Allah, maka al qital (perang) belum berhenti, selama fitnah (bencana) terhadap kaum muslimin yang taat dan berkomitmen dengan ajaran Allah masih dikejar-kejar atau dipersempit hidupnya, masih ditangkapi, dipenjarakan dan masih dibunuhi… maka berarti masih ada fitnah !! Selama kemusyrikan didoktrinkan maka fitnah masih ada. Selama fitnah masih ada maka al qital tidak akan berhenti.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   5. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi, sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu (dibinasakan)”. Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya dien itu semata-mata untuk Allah”. (Al Anfal: 38-39)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi, al qital tidak akan berhenti terhadap para penguasa yang menentang aturan Allah, yang menyebar fitnah (bencana) kemusyrikan dan penindasan terhadap kaum muslimin, merampas dan memeras harta kaum muslimin, baik dengan cara kasar maupun halus, maka qital tidak akan berhenti terhadap pemerintah yang seperti ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas dari kamu” (At Taubah: 123)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perangilah orang-orang yang ada disekitar kamu, yang ada didekat kamu dan dalam realitanya bukan hanya dekat, akan tapi mereka telah menguasai harta, diri, dan tanah air kita. Merekalah thaghut penguasa negeri ini, merekalah orang-orang kafir itu. Mereka telah sekian lama memerangi, menindas diri dan merampas harta kaum muslimin. Mereka mewajibkan ini dan itu yang bertentangan dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Merekalah orang-rang kafir yang dekat, maka tidak usah jauh-jauh pergi berperang untuk mencari orang kafir, ini yang dekat justeru sudah memusuhi dan memerangi semenjak dahulu. Bahkan para ulama sepakat bahwa memerangi penguasa murtad adalah lebih harus didahulukan memeranginya daripada orang-orang kafir asli, apalagi orang-orang kafir yang jauh…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   6. Hadits Ubada ibnu Shamit (HR. Bukhari dam Muslim)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajak kami, maka kami membai’atnya, maka di antara yang beliau ambil janjinya atas kami adalah kami membai’at(nya) untuk senantiasa mendengar dan taat, disaat senang dan disaat benci, diwaktu sulit dan waktu mudah kami, serta saat kami diperlakukan tidak adil dan agar kami tidak merampas urusan dari yang berhak (penguasa) kecuali kalian melihat kekafiran yang nyata dengan bukti dari Allah yang ada pada kalian”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan kita sudah banyak melihat bentuk-bentuk kekafiran yang dianut dan masih senantiasa dilakukan penguasa negeri ini, sehingga tidak layak berdalil dengan surat An Nisa: 59 untuk menggelari pemerintah ini sebagai ulil amri, akan tetapi yang tepat adalah ayat-ayat yang baru saja dibahas dan ditambah dengan hadits ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Para ulama sepakat bahwa orang kafir tidak sah untuk menjadi pemimpin bagi kaum muslimin. Bila pemimpin tersebut asalnya muslim kemudian muncul kekafiran darinya maka wajib untuk mencopotnya dan menggantinya dengan pemimpin yang muslim. Bila tidak mampu mencopotnya karena mereka menggunakan kekuasaan untuk mempertahankannya, maka wajib diperangi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun dalam relaita zaman ini, kekafirannya bukanlah kekafiran yang bersifat personal, akan tetapi kekafiran yang kolektif dan tersistemkan, sehingga jika penguasa yang satu mati maka sistemnya belum mati dan orang-orang yang setelahnya akan menggantikan dia, karena sistem kafirnya tidak mati dan tetap mengakar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tugas kita adalah wajib menggalang kekuatan dengan langkah awalnya adalah mengerahkan segala kemampuan dalam menggencarkan dakwah tauhid yang berkesinambungan untuk mencabut akar-akar loyalitas terhadap thaghut di tengah masyarakat, sehingga thaghut tidak mempunyai tempat lagi di tengah-tengah masyarakat ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jihad terhadap thaghut ini haruslah menjadi opini kaum muslimin, kaum muslimin harus merasa memiliki tanggung jawab terhadap masalah ini, sehingga tidak hanya dipikul oleh kelompok-kelompok tertentu saja. Bukan berarti seluruh kaum muslimin harus terjun dengan menenteng senjata, tapi yang paling penting bagi mereka adalah mereka adalah mereka harus memahami betul bahwa penguasa negeri yang mana mereka hidup di dalamnya adalah penguasa murtad kafir yang tidak boleh diberikan loyalitas, sehingga dengan kesadaran itu lunturlah dukungan kepada para thaghut dan tumbuhlah loyalitas kepada orang-orang yang berkomitmen dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bila ini terwujud, maka kondisi akan berubah, dukungan kepada thaghut akan berganti dengan penentangan, sehingga mudahlah untuk menjatuhkan para thaghut itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BERSABARLAH…!!! Proses ini tidak mudah dan tidak akan terjadi begitu saja, tahap awal yang patut dilakukan adalah memberikan bayan (penjelasan) atau penyampaian risalah tauhid, karena perlu penyadaran terhadap masyarakat tentang kenapa penguasa negeri ini dikatakan sebagai penguasa kafir. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu” (Al Baqarah: 191)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan untuk mengusir orang-orang kafir sebagaimana mereka pernah mengusir kaum muslimin. Rasulullah diperintahkan untuk mengusir orang-orang kafir sebagaimana mereka telah mengusir Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perhatikan… para thaghut itu telah mengeluarkan orang-orang yang komitmen dengan ajaran Islam dari jajaran masyarakat dengan cara menanamkan image negatif tentang mereka, memprovokasi, memfitnah dan membodoh-bodohi masyarakat dengan menuduh orang-orang yang bertauhid sebagai orang-orang bodoh, tidak memahami Islam secara utuh, orang yang dangkal pikiran atau orang yang haus dunia dan kekuasaan, maka menjadi wajiblah pula bagi kaum muslimin untuk mencopot para thaghut ini dari benak masyarakat dengan cara menyebarkan ilmu syar’iy, khususnya tentang tauhid dan kewajiban memerangi penguasa semacam itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Begitu pula dalam masalah harta, sebagaimana para thaghut itu telah menjauhkan orang-orang berkomitmen dengan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari harta mereka, bahkan thaghut selalu berupaya mempersulit hidup mereka, maka wajib pula bagi orang-orang yang bertauhid yang komit terhadap ajaran-Nya untuk menjauhkan thaghut dari harta yang mereka miliki, karena sebagian besar harta yang jatuh ke tangan thaghut digunakan untuk mempersenjatai tentara mereka untuk memerangi Allah dan Rasul-Nya, oleh sebab itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendo’akan orang-orang Quraiys agar dilanda paceklik, dengan tujuan agar mereka mendapatkan kesusahan sehingga tidak lagi menindas kaum muslimin dan dana yang mereka keluarkan tidak digunakan untuk mendukung hal itu. Maka haramlah atas setiap muslim untuk membayar atau menyerahkan harta kepada penguasa kafir dalam bentuk apapun, kecuali dalam kondisi terdesak atau dipaksa, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”. (Al Maidah: 2)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Janganlah kalian menyerahkan harta-harta kalian kepada orang-orang bodoh itu” (An Nisa: 5)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perhatikanlah… jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang menyerahkan harta kaum muslimin kepada orang-orang yang tidak bisa menggunakan dengan benar, sedangkan bentuk kebodohan yang paling dasyat adalah orang-orang yang tidak suka dengan ajaran tauhid, salah satunya yaitu para thaghut. Allah menyatakan:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Dan tidak ada yang benci kepada Milah Ibrahim, kecuali orang yang memperbodoh dirinya sendiri” (Al Baqarah: 130)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi, seharusnya harta yang diambil dari kaum muslimin, mereka pergunakan di jalan Allah, bukan di jalan thaghut yang digunakan untuk memerangi Allah dan kaum muslimin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hendaklah diketahui bahwa pemerintahan thaghut ini adalah pemerintahan yang tidak sah, tidak syar’iy, tidak diakui secara Islam. Mereka adalah pemerintah yang memaksakan diri, begitu pula hukum dan undang-undangnya tidak sah, oleh sebab itu kaum muslimin tidak memiliki kewajiban untuk taat pada aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah thaghut ini, bahkan bebas untuk melanggarnya selama memenuhi dua syarat, yaitu: selama tidak melakukan sesuatu yang dilarang syari’at dan selama tidak menzalimi orang muslim.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah sikap kita kaum muslim terhadap para thaghut penguasa negeri ini, bukan loyalitas dan taat kepada mereka, tapi ingatkah bahwa kita adalah orang-orang yang ditindas, diperangi dengan berbagai cara; kasar dan halus, terang-terangan dan sembunyi-sembunyi, tapi… sungguh banyak kaum muslimin tidak menyadarinya. Ini karena kebanyakan kaum muslimin belum memahami hakikat Laa ilaaha illallaah. Mereka mengira penguasa negeri ini adalah muslim, karena para thaghutnya itu shalat, shaum, zakat, bahkan haji berkali-kali, padahal penguasa negeri ini telah melanggar hal yang paling penting dan fundamental, yaitu syahadat Laa ilaaha illallaah…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan para shahabat serta para pengikutnya sampai hari kiamat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillahirabbil’alamiin…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-4942257713270325149?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/4942257713270325149/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8471884801738276209&amp;postID=4942257713270325149" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/4942257713270325149?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/4942257713270325149" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/03/siapakah-ulil-amri-itu.html" title="Siapakah Ulil Amri Itu…?" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkENRX09fip7ImA9WxVaE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-600347853673794688</id><published>2009-03-10T09:22:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T09:24:54.366-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-10T09:24:54.366-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pdip" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pks" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemilu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nyontreng" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrasi" /><title>Sisi-Sisi Kekafiran Demokrasi &amp; Status Para Penganutnya</title><content type="html">&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Segala puji hanya milik Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan para shahabat.&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Amma ba’ad :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Ikhwani fillah, materi kali ini adalah tentang sisi-sisi kekafiran sistem demokrasi. Dalam bahasan ini akan dijelaskan tentang sisi-sisi yang merpakan kekafiran yang ada pada sistem demokrasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;I. Sisi-Sisi Kekafiran Sistem Demokrasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Rasulullah &lt;em&gt;Shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; mengatakan dalam hadits shahih :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;“Hari kiamat tidak akan tiba sampai sebagian besar dari ummatku ini kembali menyembah berhala dan sampai sebagian besar dari ummatku ini berbagabung dengan kaum musyrikin”&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Dalam hadits ini Rasulullah &lt;em&gt;Shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; menjelaskan dua macam kemusyrikan, yang pertama Syirik Ibadatil Ausan (syirik penyembahan berhala), beliau bersabda dalam hadits shahih &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;“Ya Allah jangan Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala yang disembah”&lt;/em&gt;. &lt;span id="more-81"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Di sini kuburan Rasul bila di “mintai” atau orang “memohon” kepada kuburan Rasul, maka itu berarti telah menjadikan kuburan beliau sebagai berhala. Begitu juga kuburan-kuburan yang lainnya. Ini adalah maksud dari hadits : &lt;em&gt;“Sampai sebagian besar dari ummatku ini kembali menyembah berhala”&lt;/em&gt; adalah mereka jatuh ke dalam syirik-syirik kuburan (Syrkul Qubur).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Adapun yang kedua adalah &lt;em&gt;“sampai sebagian besar dari ummatku ini bergabung dengan kaum musyrikin”&lt;/em&gt;, ini adalah Syirik Luhuq Bil Musyrikin (syirik karena sebab kebergabungan dengan kaum musyrikin), dan ini realitanya adalah dengan bentuk Syirik Dustur (syirik aturan).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Semua orang mengetahui bahwa ada yang namanya Sistem Demokrasi. Demokrasi berasal dari kata &lt;em&gt;demos&lt;/em&gt; (rakyat) dan &lt;em&gt;kratos&lt;/em&gt; (pemerintahan/kedaulatan) yang berarti kekuasaan berada di tangan rakyat atau kedaulatan berada di tangan rakyat. Sistem ini kemudian diadopsi oleh orang-orang yang mengaku Islam dan dibawa ke negeri kaum muslimin dan dipaksakan untuk diterapkan di tengah mereka. Hal-hal yang muncul dari sistem demokrasi ini adalah masuk ke dalam syirik kebergabungan dengan kaum musyrikin seperti apa yang dijelaskan oleh hadits di atas dan nanti akan ada penjelasannya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Demokrasi adalah sistem syirik, kemusyrikan dari banyak sisi, diantaranya :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 12pt 0pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Menetapkan kewenangan pembuatan hukum kepada selain Allah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sistem demokrasi ini adalah system yang dibuat untuk melepaskan diri dari hukum Allah. Mereka merampas salah satu sifat/hak Allah sebagai Pembuat dan Pemutus hukum dan memberikan hak pembuatan hukum ini kepada makhluk. Bukan hanya meyekutukan Allah dalam hukum-Nya, akan tetapi mereka merampas hak kewenangan pembuatan hukum dari Tangan Allah dan melimpahkannya kepada setiap individu manusia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Akan tetapi dikarenakan manusia atau rakyat ini jumlahnya sangat banyak dan tidak mungkin untuk berkumpul dalam satu tempat, maka mereka membuat sistem perwakilan untuk mewakilkan hak-hak atau sifat pembuatan hukum tadi kepada wakil-wakilnya di Parlemen (MPR/DPR) untuk menjalankan hak atau sifat kewenangan pembuatan hukum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sedangakan di dalam ajaran Allah, hak pembuatan hukum itu hanya di Tangan Allah, Dia &lt;em&gt;Subhanahu Wa Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 6pt -1.5pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;“Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Hak menetapkan hukum itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak beribadah kecuali kepada Dia&lt;/span&gt;. Itulah dien yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt; (Yusuf : 40)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dalam ayat ini disebutkan bahwa penyandaran hukum kepada Allah adalah ibadah, dan Allah memerintahkan kepada manusia agar tidak menyandarkan kewenangan pembuatan hukum kecuali kepada Allah, dan ini disebut beribadah kepada Allah, dan ketika dipalingkan kepada selain Allah maka itu disebut beribadah kepada selain Allah atau sebagai bentuk kemusyrikan terhadap Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Hukum ini sendiri dalam ayat itu Allah sebut sebagai DIEN (&lt;em&gt;itulah dien yang lurus&lt;/em&gt;). Jadi hukum ini adalah dien, ketika orang mencari hukum selain hukum Allah maka dia telah mencari dien selain dien Islam, Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;“Barangsiapa mencari dien selain Islam tidak mungkin diterima dan diakhirat termasuk orang-orang yang rugi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;”. (Ali Imran : 85)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Allah &lt;em&gt;Subhanahu Wa Ta’ala&lt;/em&gt; juga berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0pt 0.0001pt -1.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;arbab&lt;/span&gt; (tuhan-tuhan) selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali mereka hanya menyembah Tuhan Yang Esa, tidak ada &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;ilah&lt;/span&gt; (Tuhan yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;(QS. At Taubah : 31)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 17.85pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;Dalam ayat ini Allah memvonis orang Nashrani dengan lima vonis :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 13pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;Mereka telah mempertuhankan para alim ulama dan para rahib&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="margin-top: 0pt;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;Mereka telah beribadah kepada selain Allah, yaitu      kepada alim ulama dan para rahib&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;Mereka telah melanggar Laa ilaaha illallaah &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;Mereka telah musyrik&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;Para alim ulama dan para rahib itu telah memposisikan      dirinya sebagi &lt;em&gt;arbab&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;Imam At Tirmidzi meriwayatkan, bahwa ketika ayat ini dibacakan oleh Rasulullah &lt;em&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; di hadapan ‘Adiy ibnu Hatim (seorang hahabat yang asalnya Nashrani kemudian masuk Islam), ‘Adiy ibnu Hatim mendengar ayat-ayat ini dengan vonis-vonis tadi, maka ‘Adiy mengatakan : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Kami (orang-orang Nashrani) tidak pernah shalat atau sujud kepada alim ulama dan rahib (pendeta) kami”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, Jadi maksudnya dalam benak orang-orang Nashrani adalah; kenapa Allah memvonis kami telah mempertuhankan mereka atau apa bentuk penyekutuan atau penuhanan yang telah kami lakukan sehingga kami disebut telah beribadah kepada mereka padahal kami tidak pernah shalat atau sujud atau memohon-mohon kepada mereka?. Maka Rasul mengatakan : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Bukankah mereka (alim ulama dan para rahib) menghalalkan apa yang Allah haramkan terus kalian ikut menghalalkannya, dan bukankah mereka telah mengharamkan apa yang Allah halalkan terus kalian ikut mengharamkannya?”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Lalu ‘Adiy menjawab : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Ya”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, Rasul berkata lagi : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Itulah bentuk peribadatan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;mereka (orang Nashrani) kepada mereka (alim ulama dan para rahib)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;Ketika hak kewenangan pembuatan hukum disandarkan kepada selain Allah seperti kepada alim ulama dan para pendeta, maka itu disebut sebagai bentuk penuhanan atau peribadatan kepada mereka, dan orang yang menyandarkannya atau orang yang mengikuti dan merujuk kepada hukum buatan disebut orang musyrik yang beribadah kepada hukum tersebut dan juga telah mempertuhankan si pembuat hukum tersebut yang mana si pembuat hukum itu disebut &lt;strong&gt;arbab &lt;/strong&gt;(tuhan-tuhan pengatur).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;Dalam sistem demokrasi, sumber hukum bukanlah dari Allah (Al Qur’an dan As Sunnah) melainkan Undang Undang Dasar yang dibuat oleh makhluk, ini adalah sebuah bentuk kemusyrikan karena Allah &lt;em&gt;Subhanahu Wa Ta’ala&lt;/em&gt; mengatakan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;“Dan Dia tidak menyertakan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam hukum-Nya”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt; (Al Kahfi : 26)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Allah tidak menyertakan seorangpun dalam hukumnya, baik itu dalam &lt;em&gt;hukum syar’iy&lt;/em&gt; ataupun &lt;em&gt;hukum kauniy&lt;/em&gt;, dan dalam qira’ah Ibnu Amir ayat ini dibaca &lt;em&gt;“janganlah kamu menyekutukan seorangpun dalam hukumnya”&lt;/em&gt;, sedangkan dalam sistem demokrasi; bukan hanya sekedar menyekutukan Allah, akan tetapi merampas hak pembuatan hukum ini untuk kemudian diberikan kepada selain Allah, yaitu kepada individu-individu rakyat, dan melalui &lt;strong&gt;PEMILU &lt;/strong&gt;hak ini diwakilkan kepada calon-calon legislatif yang nantinya mereka akan duduk di kursi Parlemen. Hakikat pemilu itu adalah orang mengangkat tuhan-tuhan yang akan membuat hukum &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Allah &lt;em&gt;Subhanahu Wa Ta’ala&lt;/em&gt; juga telah mencap para pembuat hukum itu sebagai sekutu-sekutu dalam firman-Nya :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt -1.4pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;“Apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka dalam dien (ajaran/hukum) ini apa yang tidak diizinkan Allah ?”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt; (Asy Syura : 21)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;letter-spacing:0;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Para pembuat hukum selain Allah di vonis sebagai Arbab (dalam At Taubah : 31), dikatakan sebagai syuraka atau sekutu-sekutu (dalan Asy Syura : 21), dan dalam ayat yang lain Allah sebut mereka sebagai wali-wali syaitan :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;" dir="rtl"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0pt 0.0001pt -1.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;“Dan janganlah kalian memakan sembelihan yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya itu adalah perbuatan kefasikan. Sesungguhnya syaitan membisikkan kepada wali-walinya (kawan-kawannya) agar mereka membantah kalian; dan jika kamu menuruti mereka, Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt; (Al An’am : 121)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0pt 0.0001pt -1.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0pt 0.0001pt -1.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0pt 0.0001pt -1.4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;Dalam ayat ini Allah &lt;em&gt;Subhanahu Wa Ta’ala&lt;/em&gt; menjelaskan tentang keharaman bangkai, dan Allah juga menjelaskan tentang tipu daya syaitan. Kita mengetahui bahwa bangkai adalah haram, namun dalam ajaran orang musyrik Quraisy mereka menyebutnya sebagai sembelihan Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;Dalam hadits dengan sanad yang shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al Hakim dari Ibnu ‘Abbas &lt;em&gt;radliyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; : Orang musyrikin datang kepada Rasulullah &lt;em&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; dan berkata : &lt;em&gt;“Hai Muhammad, ada kambing mati pagi hari, siapa yang membunuhnya ?”&lt;/em&gt;, Rasulullah mengatakan : &lt;em&gt;“Allah yang membunuhnya (mematikannya)”&lt;/em&gt;, kemudian orang-orang musyrik itu mengatakan : &lt;em&gt;“Kambing yang kalian sembelih dengan tangan kalian, maka kalian katakan halal, sedangakan kambing yang disembelih Allah dengan Tangan-Nya Yang Mulia dengan pisau dari emas kalian katakan haram, berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah”&lt;/em&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ini adalah ucapan kaum musyrikin kepada kaum muslimin, Allah katakan bahwa ucapan itu adalah bisikan syaitan terhadap mereka (&lt;em&gt;Dan sesungguhnya syaitan itu membisikkan (mewahyukan) kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu&lt;/em&gt;) untuk mendebat kaum muslimin agar setuju atas penghalalan bangkai, lalu setelah itu Allah peringatkan kepada kaum muslimin jika seandainya menyetujui dan mentaati mereka meski hanya dalam &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;satu&lt;/span&gt; hukum atau kasus saja dengan firman-Nya &lt;em&gt;“Maka sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik&lt;/em&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Allah &lt;em&gt;Subhanahu Wa Ta’ala&lt;/em&gt; mencap bahwa orang yang membuat hukum selain Allah disebut sebagai wali syaitan, dan produk hukum yang buat itu pada hakikatnya adalah hukum syaitan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Karena dalam sistem demokrasi yang membuat hukum itu adalah selain Allah yaitu rakyat melaui wakil-wakilnya, jika di Indonedia adalah sebagaimana yang telah dijabarkan dalam Undang Undang Dasar RI tahun 1945, yaitu bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat berdasarkan Undang Undang Dasar, dan bisa didapatkan juga bahwa Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah lembaga yang berhak membuat dan mengamandemen Undang Undang Dasar, atau nanti juga bisa didapatkan pasal bahwa setiap anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak mengajukan rancangan Undang Undang Dasar, dan ini semua bisa dilihat dalam kitab Undang Undang Dasar mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Hukum yang muncul dalam sistem demokrasi adalah hukum syaitan walaupun “wajahnya” seperti syari’at Islam, seandainya hukum potong tangan muncul dalam sistem demokrasi (dari DPR/MPR atau Pemerintah tahghut) maka itu bukanlah hukum atau syari’at Allah, akan tetapi syari’at Thagut atau syari’at demokrasi. Karena hukum tersebut tidak muncul dari Allah, melainkan muncul dari sistem demokrasi yang dibuat oleh para arbab yang mengklaim bahwa dirinya yang berhak membuat hukum dan perundang-undangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Jengis Khan membuat suatu kitab hukum yang bernama Yasiq (Ilyasa), kitab ini adalah hasil rangkuman dari hukum Islam, Yahudi, Nashrani, dari pendapat ahlu bid’ah dan sebagian dari buah karya fikirannya sendiri dan diberlakukan pada anak cucunya (ini sama seperti KUHP di Indonesia). Dalam kitab hukum Yasiq ini terdapat beberapa hukum yang sama dengan hukum Islam tapi itu tidak disebut sebagai hukum Islam, melainkan hukum Yasiq (Ilyasa). Ulama mengatakan bahwa yang menerapkannya adalah orang kafir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Maka orang zaman sekarang yang tertipu atau mereka yang tidak mengikuti jalan yang syar’iy, mereka mengatakan ingin “menggolkan” syari’at Islam lewat Perda-Perda, tetapi bagaimana bisa ??! itu bisa saja terjadi akan tetapi namanya bukanlah syari’at Islam, tapi namanya syari’at demokrasi. Karena itu munculnya bukan dari Allah akan tetapi itu muncul dari para &lt;em&gt;arbab mutafarriqun&lt;/em&gt; (tuhan-tuhan pengatur yang beraneka ragam) yang diberikan kewenangan hukum berdasarkan UUD tahun 1945.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="margin-top: 0pt;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;Kebenaran      itu adalah suara yang terbanyak.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dalam sistem demokrasi, mereka menyandarkan kebenaran itu kepada suara rakyat atau mayoritasnya. Sebagaimana di awalnya demokrasi adalah hukum rakyat, maka yang diinginkan oleh mayoritas rakyat itu adalah kebenaran yang wajib ditaati dan dituruti. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sedangkan dalam ajaran Islam, kebenaran itu adalah apa yang muncul dari Allah &lt;em&gt;Subhanahu Wa Ta’ala&lt;/em&gt;, sebagaimana firman-Nya :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt -1.4pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:-.2pt;&amp;quot;;"&gt;“Kebenaran itu berasal dari Tuhanmu, maka&lt;span&gt; &lt;/span&gt;jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu”. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:-.2pt;&amp;quot;;"&gt;(Al Baqarah : 147)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Allah &lt;em&gt;Subhanahu Wa Ta’ala&lt;/em&gt; juga mengatakan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;“Kebenaran itu adalah yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu tergolong orang-orang yang ragu”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;. (Ali Imran : 60)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Jika dalam demokrasi kebenaran itu berasal dari hawa nafsu mayoritas manusia, sedangkan dalam Islam maka yang harus diikuti adalah apa yang Allah turunkan, atau kebenaran adalah apa yang Allah turunkan meskipun itu bertentangan keinginan atau hawa nafsu mayoritas manusia. Allah &lt;em&gt;Subhanahu Wa Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;“Ikutilah apa yang diturunkan kepada kalian dari Rabb kalian“&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt; (Al A’raf : 3)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;letter-spacing:0;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Akan tetapi dalam demokrasi dikatakan “ikutilah apa yang diinginkan oleh suara terbanyak” karena itu adalah kebenaran. Dalam Al Qur’an, Allah Subhanahu Wa Ta’ala banyak sekali memvonis bahwa mayoritas itu adalah berada di atas kesesatan, di antaranya :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 36pt;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 36pt;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;strong&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;(QS Al An’am 6 : 116)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="margin-top: 0pt;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;Kebebasan      untuk meyakini dan bebas untuk mengeluarkan pendapat.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dalam demokrasi, manusia dibebaskan untuk meyakini atau menganut ajaran atau agama apa saja. Orang dibebaskan untuk keluar (murtad) dari Islam, orang boleh mencemoohkan ajaran Islam, karena demokrasi memberikan kebebasan bagi rakyat untuk memilih apa yang akan dianutnya, dan karena rakyat memiliki hak untuk mengeluarkan pendapat dengan bebas, baik itu pendapat kekafiran atau kemurtaddan ataupun pendapat yang lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dalam sistem demokrasi orang bebas untuk murtad, memeluk Islam atau memeluk agama yang lainnya, baik itu Nashrani, Hindu atau Budha, membuat tumbal, sesajian, atau meminta-minta ke kuburan, semua itu&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tidak akan dilarang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dalam sistem demokrasi orang bebas meyakini, manganut, memeluk, mengeluarkan pendapat, dan pemikirannya walaupun itu bertolak belakang dengan ajaran Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sedangkan dalam Islam orang tidak bebas untuk memeluk keyakinan atau menganut ajaran tertentu, orang tidak akan bebas untuk keluar masuk agama Islam karena Rasulullah mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“barangsiapa yang mengganti agamanya, maka bunuhlah”,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;orang tidak boleh mencemoohkan ajaran Islam, karena Allah &lt;em&gt;Subhanahu Wa Ta’ala&lt;/em&gt; telah memberikan batasan-batasan yang tidak boleh dilampaui oleh makhluk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="margin-top: 0pt;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;Menyamaratakan      orang muslim dengan orang kafir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Di dalam demokrasi, orang muslim dengan orang kafir adalah sama dalam hak dan kewajibannya. Antara ulama dengan orang zindiq adalah sama di dalam sistem demokrasi ini. Orang murtad atau orang kafir dengan orang muslim yang taat adalah sama dalam sistem ini, juga antara laki-laki dengan perempuan adalah sama. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -0.05pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;Ini bisa dilihat dalam Pemilu demokrasi yang mana semuanya adalah sama hak dan kewajibannya, sedangkan Allah &lt;em&gt;Subhanahu Wa Ta’ala&lt;/em&gt; dalam banyak ayat Al Qur’an mengingkari penyamaan antara orang-orang kafir dengan orang-orang Islam :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt -1.4pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;“Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;.&lt;span style="letter-spacing: 0.3pt;"&gt; (Al Jaatsiyah : 21)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -1.5pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dalam ayat ini Allah &lt;em&gt;Subhanahu Wa Ta’ala&lt;/em&gt; mengingkari kepada orang yang menyamakan antara orang yang kafir dengan orang yang mukmin. Karena ada perbedaan antara keduanya, baik itu di dunia maupun di akhirat, sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam materi &lt;em&gt;Konsekuensi-Konsekuensi Terhadap Orang Murtad&lt;/em&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt -1.5pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Orang kafir juga ada perbedaannya, apakah itu kafir asli atau apakah kafir dzimiy, karena itu sangat berbeda sekali. Sedangkan dalam ajaran demokrasi semua perbedaan-perbedaan ini ditiadakan dan menganggap semuanya sama. Dalam ajaran demokrasi setiap warga negara adalah sama kedudukannya di hadapan hukum dari sisi hak dan kewajiban. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 25.5pt 0.0001pt 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;Kemudian Allah &lt;em&gt;Subhanahu Wa Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;“Apakah Kami akan menjadikan orang-orang yang beriman dan beramal shalih seperti orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi ? ataukah Kami akan menjadikan orang-orang yang bertaqwa seperti orang-orang yang fajir ? &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;(QS Shad)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.5pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dalam ayat ini Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Subhanahu Wa Ta’ala&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt; mengingkari penyamaan antara orang muslim dengan orang kafir, bahkan dalam surat yang lain Allah mengatakan tentang orang yang menyamakan antara orang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;muslin dengan orang yang kafir :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 6pt 0pt 0.0001pt -1.5pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;“Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang mujrim (orang kafir)? kenapa kamu (berbuat demikian) : Bagaimanakah kamu mengambil keputusan ? Atau adakah kamu mempunyai sebuah kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu membacanya?, bahwa di dalamnya kamu benar-benar boleh memilih apa yang kamu sukai untukmu. Atau apakah kamu memperoleh janji yang diperkuat dengan sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari kiamat; sesungguhnya kamu benar-benar dapat mengambil keputusan (sekehendakmu) ?” &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;(Al Qalam : 35-39)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.5pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt; adalah pertanyaan alasan kenapa kamu (wahai penganut demokrasi) menyamakan antara orang muslim dengan orang kafir ? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Atau adakah kamu mempunyai sebuah kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu membacanya? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;Apakah kalian memilliki kitab yang di dalamnya tertera bahwa orang kafir itu sama dengan orang muslim di hadapan hukum dalam hak dan kewajibannya ? Maka para penganut demokrasi akan menjawab : Ya, kami punya kitab yang di dalamnya kami mendapatkan persamaan hak antara orang muslim dengan orang kafir, yaitu di antaranya kitab UUD 1945 yang mengatakan bahwa setiap warga negara berkesamaan kedudukannya di hadapan hukum. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.5pt 0.0001pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;Memutuskan dengan selain hukum Allah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.5pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Hukum yang berjalan dalan sistem demokrasi bukanlah hukum Allah, apapun bentuk macam dan ragamnya, meskipun itu serupa dengan potong tangan sepeti yang ada dalam hukum Allah, akan tetapi bila itu ada dalam bingkai demokrasi maka itu bukanlah hukum Allah meskipun itu dinamakan Perda Syari’at atau apapun namanya, Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Subhanahu Wa Ta’ala&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt; mengatakan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 6pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 6pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;“Putuskanlah diantara mereka dengan apa yang telah Allah turunkan, dan jangan kamu mengikuti keinginan mereka dan hati-hatilah terhadap mereka, jangan sampai mereka memalingkan kamu dari sebagian apa yang yang telah Allah turunkan kepadamu”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt; (Al Maidah : 49)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.5pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Akan tetapi sistem demokrasi mengatakan “dan putuskanlah diantara mereka dengan apa yang digulirkan oleh para pembuat hukum”, Allah berfirman : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;“Jangan ikuti keinginan mayoritas mereka (manusia)”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;, akan tetapi sistem demokrasi mengatakan “ikutilah keinginan mayoritas manusia”. Allah berfirman : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;“Hati-hatilah terhadap mayoritas manusia, jangan sampai mereka menyesatkan kamu&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dari apa yang telah Allah turunkan”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;, tapi sistem demokrasi mengatakan “Hati-hatilah kamu jangan sampai menyelisihi keinginan mayoritas manusia”. Semuanya bertolak belakang, oleh karena itu apapun bentuk hukum yang muncul dari sistem demokrasi adalah syari’at kafir, maka kesalahan besarlah bagi orang-orang yang mendukung apa yang dinamakan &lt;strong&gt;“Perda Syari’at”, &lt;/strong&gt;karena sebenarnya dia tertipu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.5pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.5pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.5pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.5pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.5pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 35.7pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;Tuhan-tuhan dalam sistem demokrasi adalah sangat banyak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.5pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Nabi Yusuf &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;‘alaihissalam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt; mengatakan kepada dua orang kawannya di dalam penjara :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 6pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;“Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan pengatur yang beraneka ragam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?” &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;(Yusuf : 39)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Di dalam demokrasi terdapat banyak arbab, arbab adalah tuhan-tuhan pengatur. Tuhan pengatur dari berbagai partai, baik itu dari PKS, GOLKAR, PDIP, PPP, PKB atau yang lainnya. Sedangkan dalam ajaran Allah hanya ada satu Rab, yaitu Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Perbedaan ini sangat jauh, hukum Islam adalah dari Allah Sang Pencipta yang mengetahui apa yang akan terjadi dan mengetahui apa yang paling dibutuhkan manusia, sedangkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;arbab mutafarriqun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt; dari berbagai partai itu adalah manusia biasa, makan dan minum seperti kita, mereka juga membutuhkan apa yang dibutuhkan oleh manusia. Ini adalah perbedaan antara tuhan-tuhan para penganut demokrasi dengan Tuhan orang-orang penganut Islam…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Muhammad Asy Syinqithiy&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;rahimahullah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt; mengatakan : “Setiap orang yang mengikuti aturan/hukum/undang-undang yang menyelisihi apa yang Allah syari’atkan lewat lisan Rasul-Nya, maka dia musyrik kafir lagi menjadikan yang diikuti sebagai rab (tuhan)”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ini adalah sisi-sisi kekafiran demokrasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt;" align="left"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;II.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;Status Para Penganut Sistem Demokrasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sekarang adalah bagaimana dengan orang yang menganut sistem demokrasi ini? berikut ini adalah penjelasannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Orang yang menganut sistem demokrasi adalah orang kafir, yang dikafirkan dalam kemusyrikan sistem demokrasi adalah sebagaimana apa yang dikatakan oleh &lt;strong&gt;Syaikh Muhammad ibnu Abdul Wahhab&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;rahimahullah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt; ketika mengkafirkan orang-orang yang melakukan perbuatan syirik adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;Orang yang melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt; background: silver none repeat scroll 0pt 0pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ini adalah orang yang terjun langsung dalam sistem demokrasi, orang yang membuat partai yang akan masuk dalam sistem demokrasi, juga orang yang masuk ke dalam parlemen demokrasi, baik dia membuat hukum atau tidak dan baik dia disumpah atau tidak, karena dia adalah termasuk arbab juga thaghut yang karena proses untuk masuk ke dalamnya adalah melalui jenjang-jenjang kekafiran yang berlapis-lapis. Orang tidak mungkin masuk ke dalamnya tanpa menyetujui sistem demokrasi, sedangkan orang yang setuju dengan kekafiran itu adalah kafir, dan tidak sekedar setuju, tetapi harus mengikuti sistem ini, oleh karena itu ketika pemilu ia akan berusaha untuk mendapatkan suara sebanyak-banyaknya karena kebenaran yang di anut dalam sistem demokrasi adalah suara terbanyak (mayoritas).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dia juga mengajak orang untuk berbuat kemusyrikan (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;du’at ila syirk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;) dengan cara mencoblos namanya dalam pemilu untuk mencalonkan dia dari partainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Panjangnya jenggot atau celana yang tidak isbal atau jilbab yang panjang atau karena dia memakai jubah atau dia digelari kiyai/ulama/ustadz, semua itu tidak menghalagi dari pengkafiran (mawani’ takfir) di dalam Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;Orang yang memperindahnya di hadapan manusia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ini adalah seperti para cendikiawan-cendikiawan atau ulama-ulama kaum musyrikin yang menghiasi sistem demokrasi sebagai sistem yang paling bagus, paling baik dan paling layak diterapkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;Orang yang menggulirkan syubhat-syubhat yang bathil &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt; background: white none repeat scroll 0pt 0pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="background: silver none repeat scroll 0pt 0pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Mereka ini adalah orang-orang yang menebarkan berbagai syubhat untuk melegalkan atau menggulirkan sistem demokrasi. Ulama-ulama kaum musyrikin zaman sekarang yang membolehkan orang-orang masuk ke dalam sistem demokrasi dengan menjual kisah-kisah para nabi seperti kisah nabi Yusuf yang menjadi menteri raja, atau dengan istilah syuraa, dan syubhat-syubhat lainnya yang biasa dilontarkan ulama kaum musyrikin. Seperti ulama terkenal Yusuf Al Qardlawi yang melegalkan sistem demokrasi dan bahkan dia mewajibkan orang untuk masuk dalam sistem demokrasi dengan cara mempelintir ayat-ayat Al Qur’an, maka dia sudah kafir dari sisi melegalkannya (mewajibkannya) dan menganggap berdosa orang yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tidak ikut di dalamnya, dan berdusta atas nama Allah karena ketika mewajibkan masuk ke dalam demokrasi maka itu mengklaim bahwa Allah memerintahkan untuk melakukan kemusyrikan, dan menyandarkan itu semua kepada ajaran Islam. Sedangkan berdusta atas nama Allah lebih besar kekafirannya daripada kemusyrikannya itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white none repeat scroll 0pt 0pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 36pt; background: white none repeat scroll 0pt 0pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;Orang yang melindungi kemusrikannya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ini adalah seperti para aparat polisi atau tentara yang melindungi sistem demokrasi ini dengan senjata-senjatanya. Orang seperti ini adalah orang kafir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 53.85pt; text-align: left; text-indent: -36pt;" align="left"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;III.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;Status orang yang mencoblos atau memberikan suara&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Di sini ada perbedaan antara orang yang mengetahui apa arti demokrasi dengan orang yang tidak mengetahui. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt; background: silver none repeat scroll 0pt 0pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Pertama &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;: Jika dia mengetahui bahwa pemilu demokrasi itu adalah melimpahkan wewenang hukum kepada rakyat melaui wakil-wakilnya yang mana pemilu itu sebagai sarana dalam rangka memilih wakil-wakil rakyat yang akan membuat hukum. Akan tetapi dia tetap mencoblos dan memberikan suara dalam pemilu, maka dia kafir walaupun tidak mengetahui bahwa demokrasi itu adalah sistem syirik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Kedua &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;: Orang yang tidak mengetahui hakikat demokrasi atau dia tidak mengetahui hakikat mencoblos dalam pemilu itu apa, atau dia hanya mengira bahwa pemilu itu hanya memilih orang-orang yang akan mengurusi daerahnya, atau dia hanya orang yang melihat slogan-slogan Al Islam dari partai-partai yang mengaku Islam bahwa “Islam adalah solusi” untuk keluar dari berbagai krisis yang sedang terjadi, dan dia mengira bahwa ini yang akan menegakkan hukum Allah, tapi dia tidak mengetahui dengan cara apa mereka (partai-partai itu) akan menegakkan syari’at Allah, maka bagi orang yang tidak mengetahui hakikat pemilu demokrasi seperti ini adalah sama seperti orang yang mengucapkan kalimat kekafiran dengan bahasa asing yang tidak dia fahami. Orang seperti ini tidak dikafirkan langsung sampai diberikan penerangan tentang apa arti daripada demokrasi dan hakikat pemilu itu, sebagaimana diberikan penjelasan tentang apa arti bahasa kekafiran yang dia ucapkan. Apabila setelah diberikan penjelasan tapi dia bersikeras dengan apa yang dilakukannya, maka dia sudah terjatuh ke dalam kekafiran sehingga kita boleh mengakafirkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sedangkan realita dalam masyarakat kedua jenis orang seperti ini ada dan bercampur baur dan kita tidak bisa membedakannya secara langsung, apakah orang yang mencoblos ini termasuk golongan yang pertama ataukah yang kedua, ini adalah yang dinamakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Jahilul Hal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;, maka kita tidak boleh mengakafirkannya sampai kita mengetahui apakah dia termasuk golongan yang yang mengetahui ataukah dia termasuk golongan yang tidak mengetahui hakikat pemilu demokrasi yang harus kita beri penjelasan, &lt;span style="background: silver none repeat scroll 0pt 0pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;sehingga pengkafiran itu berada di atas kejelasan di atas ilmu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dan orang yang membuat partai &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;untuk&lt;/span&gt; ikut serta dalam sistem demokrasi atau ikut serta sebagai kontestan dalam pemilu demokrasi, maka status dia sama dengan anggota dewan di parlemen, karena angota parlemen itu tidak akan ada tanpa adanya partai politik yang ikut serta dalam sistem demokrasi, sedangkan hukum sarana sama dengan hukum tujuan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 54pt; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;IV.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;Status ulama yang memfatwakan kebolehan masuk dalam sistem demokrasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Begitu juga dengan u&lt;span style="background: white none repeat scroll 0pt 0pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;lama-ulama yang memfatwakan bolehnya masuk ke dalam sistem demokrasi atau masuk ke dalam parlemen, maka ini ada dua golongan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="background: white none repeat scroll 0pt 0pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white none repeat scroll 0pt 0pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Pertama :&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white none repeat scroll 0pt 0pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt; ulama yang tidak mengetahui hakikat parlemen dalam demokrasi, terus dia memberikan fatwa yang membolehkan untuk masuk ke dalam parlemen atas dasar kejahilan terhadap realita, maka ulama ini adalah ulama sesat lagi menyesatkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="background: white none repeat scroll 0pt 0pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: silver none repeat scroll 0pt 0pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;Begitu juga dengan ulama yang memfatwakan boleh masuk ke dalam parlemen dengan syarat jangan membuat hukum atau jangan duduk di majelis kekafiran, jangan mendukung hukum selain hukum Allah, walaupun dalam realitanya hal seperti tidak ada, tapi bila dia meberikan syarat-syarat bila mau masuk ke dalamnya. Sedangkan bila orang yang mengikuti fatwa itu padahal dia mengetahui hakikat demokrasi dan dia ikut mencoblos maka dia kafir. Ini lain halnya dengan ulama yang memberikan fatwa tadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="background: white none repeat scroll 0pt 0pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white none repeat scroll 0pt 0pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white none repeat scroll 0pt 0pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt; : Ulama yang mengetahui hakikat demokrasi, terus dia membolehkan orang masuk ke dalam sistem demokrasi dengan dalih —umpamanya— Mashlahat Dakwah atau bahkan dia memberikan syubhat-syubhat untuk melegalkannya, maka ulama semacam ini adalah ulama kaum musyrikin, dan dia adalah orang kafir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 12pt -1.4pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="background: white none repeat scroll 0pt 0pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ini adalah materi yang berkaitan dengan masalah demokrasi, S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;halawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan para shahabat serta para pengikutnya sampai hari kiamat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Alhamdulillahirabbil’alamiin…&lt;/span&gt;&lt;a name="_ftnref1" href="http://tetapmuslim.wordpress.com/2008/12/23/sisi-sisi-kekafiran-demokrasi-status-para-penganutnya/#_ftn1"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;font-style:normal;&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;letter-spacing:.3pt;&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt; &lt;hr size="1"&gt;&lt;!--[endif]--&gt; &lt;div id="ftn1"&gt; &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"&gt;&lt;a name="_ftn1" href="http://tetapmuslim.wordpress.com/2008/12/23/sisi-sisi-kekafiran-demokrasi-status-para-penganutnya/#_ftnref1"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Materi ini di sadur dari rangkaian kajian materi-materi tauhid milik Ustad Abu Sulaiman Aman Abdurrahman di LP &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sukamiskin Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-600347853673794688?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/600347853673794688/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8471884801738276209&amp;postID=600347853673794688" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/600347853673794688?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/600347853673794688" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/03/sisi-sisi-kekafiran-demokrasi-status.html" title="Sisi-Sisi Kekafiran Demokrasi &amp; Status Para Penganutnya" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkIGR3o4eip7ImA9WxVaE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-6828035840257714754</id><published>2009-03-10T09:18:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T09:22:06.432-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-10T09:22:06.432-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pdip" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pks" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemilu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nyontreng" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrasi" /><title>Inilah Demokrasi; Maukah Anda Menginggalkannya ?</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3-hb0NT8tZk/Sd9xt6dUIbI/AAAAAAAAAMA/gPawLLEa8Ec/s1600-h/democrazy2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 117px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3-hb0NT8tZk/Sd9xt6dUIbI/AAAAAAAAAMA/gPawLLEa8Ec/s320/democrazy2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323098318175478194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;oleh Abu Bashir Mushthofa Halimah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepada mereka yang masih beranggapan bahwa perbedaan pendapat tentang demokrasi adalah perbedaan pendapat dalam ranah wasa’il dan furu’iyyah (cabang agama), tidak menyentuh ranah ushul (pokok agama) dan i’tiqad (keyakinan)….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepada para da’i tambal sulam, koleksi dan penggabungan (manhaj dan ideologi)….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepada mereka yang masih tidak mengetahui hakekat demokrasi….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepada mereka yang mencampuradukkan –secara dusta– demokrasi dengan syura dan Islam….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepada mereka yang memandang bahwa demokrasi adalah solusi terbaik untuk menjawab problematika Islam dan kaum muslimin…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepada mereka yang mempropagandakan dan menyerukan demokrasi, kemudian setelah itu mengaku dirinya seorang muslim…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepada mereka semua kami katakan, demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Maka tidak boleh ada kepemimpinan yang lebih tinggi dari kedudukan rakyat, dan tidak ada kehendak yang boleh mengatasinya lagi, meskipun itu kehendak Allah. Bahkan dalam pandangan demokrasi dan kaum demokrat, kehendak Allah dianggap sepi dan tidak ada nilainya sama sekali.&lt;span id="more-56"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demokrasi adalah suatu sistem yang menjadikan sumber perundang-undangan, penghalalan dan pengharaman sesuatu adalah rakyat, bukan Allah. Hal itu dilakukan dengan cara mengadakan pemilihan umum yang berfungsi untuk memilih wakil-wakil mereka di parleman (lembaga legislatif).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini berarti bahwa yang dipertuhan, yang disembah dan yang ditaati –dalam hal perundang-undangan– adalah manusia, bukan Allah. Ini adalah tindakan yang menyimpang, bahkan membatalkan prinsip Islam dan tauhid. Di antara dalil yang menunjukkan bahwa sikap demikian merusakkan tauhid adalah,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. dia Telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. (Yusuf:40)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dan dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan (al-Kahfi:26)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? (asy-Syura:21)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan jika kamu menuruti mereka, Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.(al-An’am:121)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh karena kalian telah menyembah mereka, dari aspek ketaatan kalian kepada mereka dalam hal menghalalkan yang diharamkan Allah dan mengharamkan sesuatu yang dihalalkan Allah, maka kalian telah berbuat syirik dengan menyembah mereka. Karena syirik itu, sebagaimana disebutkan di dalam al-Qur’an dan sunnah, adalah mengarahan suatu bentuk ibadah kepada selain Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian juga firman Allah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah (at-Taubah:31)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka dianggap menjadi arbab (tuhan-tuhan) selain dari Allah, karena mereka telah mengaku berhak membuat tasyri’, menghalakan dan mengharamkan sesuatu, dan menetapkan undang-undang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demokrasi berarti mengembalikan segala bentuk pertengkaran dan perselisihan, antara hakim dan yang dihukumi kepada rakyat, tidak kepada Allah dan rasul-Nya. Ini adalah penyelewengan dari firman Allah,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, Maka putusannya (terserah) kepada Allah. (asy-Syura:10)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi para penganut faham demokrasi akhir ayat ini diganti dengan kalimat, maka putusannya (hukumnya) terserah kepada rakyat, dan bukan diserahkan kepada selain rakyat. Firman Allah,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. (an-Nisa’:59)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah menetapkan, bahwa di antara konsekuensi iman adalah mengembalikan persoalan yang diperselisihkan kepada Allah dan Rasul-Nya, yakni dengan mengacu kepada al-Qur’an dan as-Sunnah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demokrasi adalah, sebuah sistem yang berprinsip pada kebebasan berkeyakinan dan beragama. Seseorang –dalam pandangan demokrasi– boleh berkeyakinan apa saja yang ia maui, bebas memilih agama apa saja yang ia inginkan. Ia bebas menentukan apa yang ia inginkan, dan seandainya ia menginginkan untuk keluar dari Islam berganti agama lain, atau menjadi seorang atheis, maka tiada masalah dan ia tidak boleh dipermasalahkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun hukum Islam berlawanan dengan hal itu. Hukum Islam tunduk kepada ketentuan yang telah disabdakan Rasulullah saw.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;مَنْ بَدَّلَ دِيْنَهُ فَاقْتُلُوْهُ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barangsiapa mengganti agamanya maka bunuhlah ia&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut hadis tersebut, orang yang keluar dari Islam harus dibunuh, bukan dibiarkan saja. Demikian juga di dalam sabda Rasulullah saw&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُوْلُوْا لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ ،&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;span dir="rtl"&gt;وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ ، وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mengatakan laa ilaha illallah, mendirikan shalat, menunaikan zakat… (HR Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;بُعِثْتُ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ بِالسَّيْفِ ، حَتَّى يُعْبَدُ اللهُ&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;span dir="rtl"&gt;تَعَالَى وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku diutus di akhir masa, dengan membawa pedang sehingga Allah semata disembah dan tidak disekutukan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan telah maklum bahwa Islam memberikan tiga alternatif untuk ahli kitab, yaitu: masuk Islam, membayar jizyah dengan sikap tunduk, atau perang. Adapun kepada para penyembah berhala, seperti kaum musyrik Arab dan lain-lainnya, maka bagi mereka ada dua lternatif yang bisa dipilih, yaitu masuk islam atau diperangi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian juga ketika Isa as turun –sebagaimana diinformasikan di dalam as-sunnah– maka ia akan mematahkan salib, membunuh babi, menjatuhkan jizyah, dan tidak menerima ajaran para orang-orang yang menyimpang –termasuk ahlul kitab– selain Islam, atau berperang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan hakekat nas-nas di atas, dan juga nash syara’ lainnya yang mempunyai hubungan dengan masalah ini, kita bisa mendudukkan firman Allah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); (al-Baqarah:256)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demokrasi adalah sistem yang berprinsip pada kebebasan berpendapat dan bertindak, apapun bentuk pendapat dan tindakannya, meskipun mencaci maki Allah dan Rasul-Nya serta merusak agama, karena demokrasi tidak mengenal sesuatu yang suci sehingga haram mengkritiknya atau membahasnya panjang lebar. Dan apapun bentuk pengingkaran terhadap kebebasan berarti pengingkaran terhadap sistem demokrasi. Dan itu berarti menghancurkan kebebasan yang suci, dalam pandangan demokrasi dan kaum demokrat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah hakekat kekufuran terhadap Allah, karena di dalam Islam tidak ada kebebasan untuk mengungkapkan kata-kata kufur dan syirik, tidak ada kebebasan untuk hal yang merusak dan tidak membawa maslahat, tidak ada kebebasan untuk hal yang menghancurkan dan tidak membangun, serta tidak ada kebebasan untuk memecah belah tidak membangun persatuan. Firman Allah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah tidak menyukai Ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. (an-Nisa’;148)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, Karena kamu kafir sesudah beriman. (at-Taubah:65-66)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ayat-ayat ini diturunkan berkenaan dengan sekelompok kaum munafik, ditengah perjalanan menuju medan perang Tabuk, mengatakan tentang para shahabat Rasul, “Kami tidak penah melihat orang yang lebih rakus, lebih dusta kata-katanya dan lebih pengecut ketika pertempuran seperti para qurra’ ini”. Dengan kata-kata itu mereka ditetapkan sebagai orang kafir, setelah sebelumnya dianggap sebagai orang mukmin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan di dalam hadis shahih dinyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لاَ يَرَى بِهَا بَأْساً يَهْوِي&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;span dir="rtl"&gt;بِهَا سَبْعِيْنَ خَرِيْفاً فِي النَّارِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ” .&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya seorang lelaki berkata-kata dengan kata-kata yang dianggapnya tidak apa-apa, tetapi kata-katanya itu menyebabkannya berada di neraka selama 70 tahun&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Sufyan bin Abdullah ra, ia berkata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ مَا أَخْوَفُ مَا تَخَافُ عَلَيَّ ؟ فَأَخَذَ&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;span dir="rtl"&gt;بِلِسَانِ نَفْسِهِ ، ثُمَّ قَالَ هَذَا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku bertanya, Wahai Rasulullah, “Hal apakah yang paling engkau takutkan dari diriku?” Beliau memegang mulut beliau sendiri seraya berkata, “Ini” (at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;مَنْ وَقَاهُ اللهُ شَرَّ مَا بَيْنَ لِحْيَيْهِ وَشَرَّ مَا بَيْنَ فَخِذَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;span dir="rtl"&gt;دَخَلَ الْجَنَّةَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barangsiapa yang dijaga oleh Allah apa yang ada di antara kedua bibirnya dan di antara kedua kakinya, maka ia akan masuk ke dalam sorga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;وهل يكب الناس في النار على وجوههم إلا حصائد ألسنتهم&lt;/span&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adakah orang yang telungkup di neraka pada wajahnya kecuali orang yang menjaga lisannya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu di manakah demokrasi meletakkan adab-adab mulia yang diajarkan oleh Islam yang hanif ini?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demokrasi adalah sistem sekular dengan segala cabangnya, di mana ia dibangun di atas pemisahan agama dari kehidupan dan kenegaraan. Allah dalam pandangan demokrasi hanya diposisikan di pojok surau dan masjid saja, adapun wilayah-wilayah selain itu, baik dalam wilayah politik, ekonomi, sosial dan lain-lain maka wilayah itu bukan milik agama, wilayah itu semua adalah milik rakyat. Bahkan rakyat berhak menentukan suatu kebijaksanaan untuk dimasukkan ke dalam masjid, meskipun hal itu sebenarnya mengandung kemadlaratan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu mereka Berkata sesuai dengan persangkaan mereka: “Ini untuk Allah dan Ini untuk berhala-berhala kami”. Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, Maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka, amat buruklah ketetapan mereka itu. (al-An’am:136)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. kami Telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan. (an-Nisa’:150-151)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. (an-Nisa’:151)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah hukum untuk semua bentuk demokrasi sekularisme yang memisahkan antara agama dengan negara dan politik, serta semua urusan hidup manusia, meskipun lisannya menyatakan bahwa dirinya adalah muslim dan mukmin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demokrasi adalah sistem yang berpijak pada prinsip kebebasan individual, maka seseorang –menurut ajaran demokrasi– berhak melakukan apa saja yang diinginkannya, termasuk melakukan tindakan yang mungkar, keji maupun yang merusak, tanpa boleh diawasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila kaum Ibahiyah (permisivisme) sepanjang sejarah dianggap sebagai kelompok-kelompok kafir zindik, lalu apa hukum demokrasi jika bukan itu juga..??&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demokrasi adalah sistem yang menjadikan pilihan rakyat sebagai orang yang berhak memimpin suatu bangsa, meskipun yang dipilih itu adalah orang kafir, zindik ataupun murtad dari agama Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini bertentangan dengan firman Allah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (an-Nisa’:141)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal itu juga bertentangan dengan ijma’ umat Islam, bahwa orang kafir tidak boleh memimpin kaum muslimin, dan negara kaum muslimin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demokrasi adalah sistem yang berdiri di atas landasan persamaan semua manusia dalam hak dan kewajiban, dengan menutup mata dari aqidah dan agama yang diikutinya, dan juga menutup mata dari biografi moralnya, sehingga orang yang paling kufur, paling jahat dan paling bodoh disamakan dengan orang yang paling taqwa, paling shalih dan paling pandai dalam menetapkan persoalan yang sangat penting dan urgen, yaitu menyangkut siapa yang berhak memerintah negeri dan masyarakat….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini bertentangan dengan firman Allah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka apakah patut kami menjadikan orng-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)? Atau Adakah kamu (berbuat demikian): bagaimanakah kamu mengambil keputusan? (al-Qalam:35-36)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah orang-orang beriman itu sama dengan orang-orang yang fasik? mereka tidak sama. (as-Sajdah;18)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (az-Zumar:9)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pandangan agama Allah mereka tidak sama, tetapi dalam pandangan agama demokrasi mereka sama saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demokrasi didirikan di atas prinsip kebebasan membentuk berserikat dan organisasi, baik berupa organisasi politik (partai) maupun organisasi non politik. Dalam demokrasi bebas berserikat tanpa mempedulikan fikrah dan manhaj yang menjadi dasar (asas) organisasi itu. Dengan begitu, setiap kumpulan dan setiap organisasi bebas sebebas-bebasnya untuk menyebarkan kekufuran, kebatilan dan pemikiran yang merusak di seluruh penjuru negeri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini dalam pandangan syara’ adalah penerimaan dengan suka rela akan keabsahan dan kebebasan melakukan tindakan kekufuran, kesyirikan, kemurtadan dan kerusakan. Sikap ini bertentangan dengan kewajiban untuk memerangi kekufuran dan kemungkaran, sebagai bentuk dari nahi munkar sebagaimana firman Allah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di dalam hadis, yang shahih dari Rasulullah saw, beliau bersabda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ ، فَإِنْ لَمْ&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;span dir="rtl"&gt;يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ&lt;/span&gt; &lt;span dir="rtl"&gt;اْلإِيْمَانِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barangsiapa di antara kalian melihat kemunkaran maka hendaklah mengubah dengan tangannya, jika tidak bisa hendaklah ia mengubah dengan lisannya, jika tidak bisa hendaklah mengubah dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman (HR Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadis tersebut menyebutkan bahwa mengingkari dan mengubah kemungkaran adalah kewajiban, meskipun hanya dengan hati ketika tidak mampu lagi melakukan pengingkaran terhadap kemunkaran dengan tangan dan lisan. Adapun berinteraksi dengan kemunkaran sehingga muncul keridloan terhadap kemungkaran tersebut, maka ini merupakan bentuk kekufuran yang nyata. Inilah yang ditunjukkan oleh hadis berikut ini&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ ، وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;span dir="rtl"&gt;فَهُوَ مُؤْمِنٌ ، وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ ، وَلَيْسَ&lt;/span&gt; &lt;span dir="rtl"&gt;وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ اْلإِيْمَانِ حَبَّةَ خَرْدَلٍ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Maka siapa yang berjihad (bersungguh-sungguh untuk mengubah kemungkaran) mereka dengan tangannya maka ia mukmin, dan siapa yang berjihad dengan lisannya maka ia mukmin, dan yang berjihad dengan hatinya maka ia mukmin. Dan di balik itu semua tidak ada iman meskipun sebesar biji sawi”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maksudnya, diluar pengingkaran dengan hati itu tidak lain adalah keridlaan. Ridla terhadap kekufuran menyebabkan hilangnya iman dari pemeluknya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian juga sabda Rasulullah saw dalam hadis yang menceritakan tentang penumpang perahu yang melobangi dinding perahu karena enggan naik ke atas untuk mengambil air. Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan lainnya itu dikatakan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;فَإِنْ تَرَكُوْهُمْ وَمَا أَرَادُوْا هَلَكُوْا جَمِيْعاً ، وَإِنْ أَخَذُوْا&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;span dir="rtl"&gt;عَلَى أَيْدِيْهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيْعاً&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika penumpang kapal lainnya membiarkan tindakan mereka dan apa yang mereka kehendaki itu maka mereka semua akan tenggelam, tetapi jika mereka mengambil tindakan terhadap mereka (yang melobangi perahu) maka mereka akan selamat dan semuanya akan selamat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah perumpamaan demokrasi, ia mengatakan dengan sejelas-jelasnya, “Tinggalkanlah partai-partai yang dengan kebebasannya akan menenggelamkan kapal. Sebab tenggelamnya kapal akan menenggelamkan seluruh penumpangnya, dan segala harta yang ada di dalamnya”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi jika hanya meninggalkan partai-partai yang bathil tanpa mengingkari dan memerangi kebathilannya atau kita hanya mengingkari kemungkaran tanpa berusaha mencegah kemunkaran yang akan menyebabkan hancurnya masyarakat, yang didalamnya terdapat kaum muslimin, apakah salah kalau dikatakan bahwa kita telah mengakui keabsahannya dan kebebasannya untuk melakukan apa saja yang dikehendaki dan diinginkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sikap itu –pengakuan akan keabsahan suatu partai yang bathil– juga akan menyebabkan terpecah-belahnya ummat dan melemahkan kekuatannya, merusakkan kesetiaan mereka kepada kebenaran karena bergabung dengan partai syetan yang menyimpang dari kebenaran, dan meninggalkan ajaran yang diturunkan oleh Allah karena mengikuti seruan penguasa. Hal ini bertentangan dengan firman Allah;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai (Ali Imran:103)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan juga bertentangan dengan sabda Rasulullah saw&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;عَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ وَإِيَّاكُمْ وَالْفُرْقَةِ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;span dir="rtl"&gt;مَعَ الْوَاحِدِ وَهُوَ مِنَ اْلاِثْنَيْنِ أَبْعَدُ ، مَنْ أَرَادَ بِحُبُوْحَةِ&lt;/span&gt; &lt;span dir="rtl"&gt;الْجَنَّةِ فَلْيَلْزِمِ الْجَمَاعَةَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hendaklah kalian berada di dalam jama’ah dan jauhilah firqah. Sesungguhnya syetan bersama dengan orang yang sendirian dan terhadap orang yang berdua ia menjauh, barangsiapa yang menginginkan sorga yang terbaik maka hendaklah setia terhadap jama’ah (HR Ahmad dan Tirmidzi)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demokrasi ditegakkan di atas prinsip menetapkan sesuatu berdasarkan pada sikap dan pandangan mayoritas, apapun pola dan bentuk sikap mayoritas itu, apakah ia sesuai dengan al-haq atau tidak. Al-Haq menurut pandangan demokrasi dan kaum demokrat adalah segala sesuatu yang disepakati oleh mayoritas, meskipun mereka bersepakat terhadap sesuatu yang dalam pandangan Islam dianggap kebathilan dan kekufuran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di dalam Islam, al-haq yang mutlak itu harus dipegang sekuat tenaga, meskipun mayoritas manusia memusuhimu, yaitu al-haq yang disebutkan di dalam al-Qur’an dan sunnah. Al-Haq adalah ajaran yang sesuai dengan al-Qur’an dan Sunnah, meskipun tidak disetujui oleh mayoritas manusia, sedangkan a-bathil adalah ajaran yang dinyatakan batil oleh al-Qur’an dan sunnah, meskipun mayoritas manusia memandangnya sebagai kebaikan. Sebab keputusan tertinggi itu hanyalah hak Allah semata, bukan di tangan manusia, bukan pula di tangan suara mayoritas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) (al-An’am:116)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan di dalam hadis shahih disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;إِنَّ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ مَنْ لَمْ يُصْدِقُهُ مِنْ أُمَّتِهِ إِلاَّ رَجُلٌ&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;span dir="rtl"&gt;وَاحِدٌ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya di antara para nabi ada yang tidak diimani oleh umatnya kecuali hanya seorang saja (HR Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika dilihat dengan kaca mata demokrasi yang berprinsip suara mayoritas, di manakah posisi nabi dan pengikutnya ini?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abdullah bin Mas’ud bertanya kepada Amr bin Maimun, “Jumhur jama’ah adalah orang yang memisahkan diri dari al-Jama’ah, sedangkan al-Jama’ah adalah golongan yang sesuai dengan kebenaran (al-haq) meskipun hanya dirimu seorang”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu al-Qayyim di dalam kitab A’lamul Muwaqqi’in mengatakan, “ketahuilah bahwa ijma’, hujjah, sawad al-A’dham (suara mayoritas) adalah orang berilmu yang berada di atas al-haq, meskipun hanya seorang sementara semua penduduk bumi ini menyelisihinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demokrasi dibangun di atas prinsip pemilihan dan pemberian suara, sehingga segala sesuatu meskipun sangat tinggi kemuliaannya, ataupun hanya sedikit mulia harus diletakkan di bawah mekanisme ambil suara dan pemilihan. Meskipun yang dipilih adalah sesuatu yang bersifat syar’i (bagian dari syari’ah).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sikap ini tentu bertentangan dengan prinsip tunduk, patuh, dan menyerahkan diri sepenuh hati serta ridla sehingga menghilangkan sikap berpaling dari Allah, ataupun lancang kepada Allah dan Rasul-Nya. Sikap itulah yang seharusnya dilakukan oleh seorang hamba kepada Tuhannya. Agama seorang hamba tidak akan lurus, dan imannya tidak akan benar tanpa adanya sikap tunduk dan patuh kepada Allah sepeti itu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara nabi, dan janganlah kamu Berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari. (al-Hujurat:1-2)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau hanya meninggikan suara di atas suara nabi saw saja bisa sampai menghapuskan pahala amal perbnuatan, padahal amal tidak akan terhapus kecuali dengan kekufuran dan kesyirikan. Lalu bagaimanakah dengan orang yang lebih mengutamakan dan meninggikan hukum buatannya di atas hukum yang ditetapkan oleh Rasulullah. Tak diragukan lagi, tindakan ini jauh lebih kufur dan lebih besar kemurtadannya, serta lebih menghapuskan amalnya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya Telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka (al-Ahzab:36)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi demokrasi akan mengatakan, “Ya, harus diadakan pemilihan dulu, meskipun nantinya harus meninggalkan hukum Allah”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, Kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (an-Nisa:65)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demokrasi berdiri di atas teori bahwa pemilik harta secara hakiki adalah manusia, dan selanjutnya ia bisa mengusakan untuk mendapatkan harta dengan berbagai cara yang ia maui. Ia bebas pula membelanjakan hartanya untuk kepentingan apa saja yang ia maui, meskipun cara yang dipilihnya adalah cara yang diharamkan dan terlarang di dalam agama Islam. Inilah yang disebut dengan sistem kapitalisme liberal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sikap ini berbeda secara diametral dengan ajaran Islam, dimana mengajarkan bahwa pemilik hakiki harta adalah Allah swt. Dan bahwasannya manusia diminta untuk menjadi khalifah saja terhadap harta kekayaan itu, maka ia bertanggung jawab terhadap harta itu di hadapan Allah; bagaimana ia mendapatkan dan untuk apa dibelanjakan…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manusia dalam Islam tidak diperbolehkan mencari harta dengan cara haram dan yang tidak sesuai dengan syara’ seperti riba, suap, dan lain-lain…… Demikian juga ia tidak diizinkan untuk membelanjakan harta untuk hal-hal yang haram dan hal-hal yang tidak sesuai dengan tuntunan syara’. Manusia dalam ajaran Islam tidak memiliki dirinya sendiri, sehingga ia bebas melakukan apa saja yang ia inginkan tanpa mempedulikan petunjuk Islam. Karena itulah melakukan hal-hal yang membahayakan diri dan juga bunuh diri termasuk dosa besar yang terbesar, oleh Allah akan diberikan balasan adzab yang pedih. Pandangan seperti ini bisa kita dapatkan dalam firman Allah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. (Ali Imran:26)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (at-Taubah:111)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jiwa adalah milik Allah, maka Allah membeli apa yang Dia miliki sendiri –jual beli khusus untuk orang mukmin– untuk menggambarkan pemberian kemuliaan, kebaikan dan keutamaan kepada mereka, sekaligus untuk mendorong mereka supaya berjihad dan mencari kesyahidan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi saw apabila hendak mengirim seseorang menuju medan jihad, beliau berpesan,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ ، وَلَهُ مَا أَعْطَى&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya kepunyaan Allah lah apa yang Dia mabil dan kepunyaan-Nya juga yang Dia berikan (HR Bukhari dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selanjutnya, seseorang tidak memiliki sesuatu yang ditunjukkan untuk bisa diambil karena sesungguhnya dia bukanlah pemiliknya, dia hanya mendapatkan titipan saja, sedang pemiliknya adalah Allah swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara ringkas, inilah demokrasi!!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan penjelasan di atas, maka dengan penuh keyakinan, tanpa ada keraguan sedikit pun kami katakan, bahwa demokrasi dalam pandangan hukum Allah adalah termasuk kekufuran yang nyata, jelas dan tidak ada yang samar, apalagi gelap, kecuali bagi orang yang buta matanya dan buta mata hatinya. Adapun orang yang meyakininya, menyerukannya, menerima dan meridlainya, atau beranggapan –dasar dan prinsip yang mendasari bangunan demokrasi– sebagai kebaikan yang tidak terlarang oleh syara’, maka ia adalah orang yang telah kafir dan murtad dari agama Allah, meskipun namanya adalah nama Islam, dan mengaku dirinya termasuk muslim dan mukmin. Islam dan sikap seperti ini tidak akan pernah bersatu di dalam agama Allah selamanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun orang yang mengatakan tentang demokrasi karena ketidakmengertiannya terhadap arti dan asasnya, maka kita akan menahan diri dari mengkafirkan dirinya, tetapi tetap akan mengatakan kekufuran kata-katanya itu, sehingga bisa ditegakkan hujjah syar’iyyah yang menjelaskan kekufuran demokrasi kepadanya, dan letak pertentangannya dengan din Islam. Sebab demokrasi termasuk ke dalam suatu terminologi dan faham yang dibuat dan problematik bagi kebanyakan orang. Dengan itulah bagi orang yang tidak mengerti bisa dimaafkan, sampai ditegakkan hujjah kepadanya, agar ketidakmengertiannya itu menjadi sirna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian juga kepada mereka yang, menyebut-nyabut istilah demokrasi tetapi dengan makna dan dasar yang berbeda dengan apa yang telah kami sebutkan di atas, seperti orang yang meminjam istilah tetapi yang dimaksudkan adalah permusyawarahan, atau yang dimaksudkan adalah kebebasan berpendapat dan bertindak dalam hal yang membangun, atau melepaskan ikatan pengekang yang menghalangi manusia dari membiasakan diri dengan hak-hak syar’i dan hak-hak asasi mereka, dan bentuk-bentuk penggunaan istilah demokrasi dengan maksud yang berbeda dengan hakekat demokrasi lain, maka ia tidak boleh dikafirkan. Inilah sikap adil seimbang, yang sesuai dengan kaidah-kaidah dan pokok-pokok agama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun hukum Islam berkenaan dengan kegiatan di lembaga legislatif, maka kami katakan, “Sesungguhnya kegiatan legislasi (kegiatan di lembaga legislatif) –adalah kegiatan yang telah menyeleweng dari aqidah dan syari’ah yang tak mungkin untuk ditebus— hal itu termasuk kekufuran yang sangat jelas. Maka tidak boleh ada hukum atau pendapat yang lain, selain hukum kufur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun bagi anggota legislatif maka mereka adalah orang yang meniti jalan kedhaliman. Tentang mereka itu kami katakan, “Orang yang ikut menjadi aggota parlemen karena dilatarbelakangi oleh pemahaman yang rancu (syubhat), ta’wil, dan kesalahfahaman maka mereka tidak kita kafirkan –meskipun tetap kita katakan bahwa aktifitas yang mereka lakukan adalah aktifitas kufur. Kita akan tetap berpendapat demikian sampai ditegakkan hujjah syar’iyyah, sehingga hilanglah kesalahfahaman, ketidaktahuan dan kerancuan pemahaman mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun orang menjadi anggota legislatif apabila dilatarbelakangi oleh sikap yang menyimpang dari syari’ah atau bahkan tidak mempedulikan syari’ah, maka mereka itu adalah orang kafir, karena tidak ada mawani’ (penghalang) takfir pada dirinya,sementara syarat-syarat takfir telah ada di dalam dirinya. Allahu a’lam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah demokrasi, inilah hukumnya, hukum orang yang menyerukannya dan yang mengikutinya, apakah kau bersedia untuk meninggalkannya, apakah kau mau meninggalkannya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allahumma inni qod ballaghtu, fasyhad&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya Allah, Sesungguhnya aku telah menyampaikan, maka saksikanlah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;11-2-1999&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abdul Mun’m Musthofa Halimah, Abu Bashir&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sumber : blog Abah Zacky as-Samarani&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-6828035840257714754?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/6828035840257714754/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8471884801738276209&amp;postID=6828035840257714754" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/6828035840257714754?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/6828035840257714754" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/03/inilah-demokrasi-maukah-anda.html" title="Inilah Demokrasi; Maukah Anda Menginggalkannya ?" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_3-hb0NT8tZk/Sd9xt6dUIbI/AAAAAAAAAMA/gPawLLEa8Ec/s72-c/democrazy2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkUMQXczeyp7ImA9WxVaE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-2374551505147165963</id><published>2009-03-10T09:14:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T09:18:00.983-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-10T09:18:00.983-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pdip" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pks" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemilu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nyontreng" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrasi" /><title>Voting = Syirik…!</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Pemungutan Suara (Voting) Adalah Syirik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Takutlah Kepada Allah Dan Jangan Lakukan Pemungutan Suara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada orang-orang yang menyatakan bahwa Allah adalah satu-satunya yang disembah, siapa saja yang menyatakan Islam sebagai jalan hidupnya dan menyatakan untuk mematuhi dan mentaati Allah SWT, ingatlah waktu pemungutan suara sudah dekat. Wahai kaum muslimin janganlah memilih! Jika kau memilih itu sama saja dengan memberikan ijin kepada parlemen untuk membuat undang-undang manusia dan memerintahkan untuk dilaksanakan. Voting adalah dosa paling jahat yang anda lakukan! Bertentangan dengan ajaran tauhid dan merupakan syirik serta termasuk ke dalam kufur akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa-dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa-dosa yang selain syirik itu bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.”(QS.An Nisaa’,4:116)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudara-saudaraku, anda telah menyatakan diri sebagai muslim, oleh karena itu patuhlah pada hukum yang telah diturunkan oleh Allah kepadamu, Allah tidak memperbolehkan kita untuk memberikan suara bagi rezim kufur. Jika kita memilihnya berarti kita melakukan kesyirikan dengan menyekutukan sifat-sifat Allah dengan ciptaan-Nya (manusia), dan menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu selainnya yang akan mengeluarkan anda dari ikatan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintah supaya kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”(QS.Yusuf, 12:40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan buktikan diri anda sebagai seorang munafik dengan mengatakan Allah adalah satu-satunya yang disembah, kemudian anda melakukan voting untuk thoghut dan mengikuti mereka untuk membuat hukum-hukum mereka dan memerintahkan untuk mentaatinya padahal itu adalah hukum selain hukum Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ingatlah firman Allah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang telah mengaku dirinya beriman kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thoghut,padahal mereka telah diperintah untuk mengingkari thoghut itu. Dan syaithon bermaksud menyesatkan mereka dengan penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (QS. An Nisaa’,4:60).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kaum muslimin, mengapa kita melakukan voting? Apakah kita membutuhkan voting (memberikan suara) untuk hukum buatan manusia? Bukankah ini malah menjadikan mereka lebih kuat untuk melawan kaum muslimin atau apakah karena mereka menjanjikan solusi yang baik bagi kehidupan kita? Bagaimana kita dapat memberikan ijin kepada seseorang untuk membuat hukum, padahal Nabi Muhammad membawakan kita Al-Qur’an (pedoman yang lengkap) yang mengatur setiap bidang kehidupan kita? Wahai umat Islam, kita tidak perlu memberikan suara untuk mereka sehingga mereka dapat menciptakan sistem. Kita mempunyai Al-Qur’an, yang memberikan solusi yang jelas dan paling sempurna dan juga keadilan terhadap setiap permasalahan yang muncul:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik dari (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al Maidah,5:50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah kami datangkan kitab kepada mereka. Mereka mengetahui bahwa Al-Qur’an itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang ragu”.(QS.Al An’am,65:114).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kepunyaan-Nyalah semua yang di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya, tidak ada seseorang pelindungpun bagi mereka selain daripada-Nya, dan Dia tidak mengambil seorangpun sebagai sekutu-Nya dalam menerapkan keputusan.”(QS.Al Kahfi, 18:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak memperbolehkan kita untuk memberikan bagian Allah kepada sesuatu yang lainnya, mengizinkan mereka membuat hukum untuk manusia. Oleh karena itu pikirkanlah dan renungkanlah semua ayat-ayat di atas dan pikirkan apakah anda membuktikan diri anda sebagai seorang munafik atau membuktikan diri anda sebagaimana yang telah anda nyatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu kepada saudaraku seiman, kami peringatkan dan nasehatkan kepada Anda sekali lagi, Jangan memberikan suara!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu ‘alam bis Showab!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-2374551505147165963?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/2374551505147165963/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8471884801738276209&amp;postID=2374551505147165963" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/2374551505147165963?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/2374551505147165963" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/03/voting-syirik.html" title="Voting = Syirik…!" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkcCRX84fyp7ImA9WxVaE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-3577241633260852973</id><published>2009-03-10T09:08:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T09:14:24.137-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-10T09:14:24.137-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pdip" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pks" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemilu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nyontreng" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrasi" /><title>Demokrasi,Kebebasan, dan Pemilu Menurut Islam</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3-hb0NT8tZk/Sd9vd-SD3DI/AAAAAAAAAL4/m_9nD5qOBGA/s1600-h/democrazy-call-for-kafirs.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 167px; height: 224px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3-hb0NT8tZk/Sd9vd-SD3DI/AAAAAAAAAL4/m_9nD5qOBGA/s320/democrazy-call-for-kafirs.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323095845300853810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk memberikan hukum Islam dalam masalah ini, kita pertama-tama harus mempunyai pemahaman yang benar dan komprehensif mengenai realita tersebut (Tahqiqul Manaat). Karena definisi demokrasi bukan berasal dari bahasa arab, maka belum pernah dikenal dalam Islam di Arab (tapi sejak dahulu konsep dan realita mengenal hal ini telah ada). Oleh karena itu kita harus melihat darimana sebenarnya istilah ini berasal dan apa artinya. Menurut kamus Oxford, definisi demokrasi adalah : “Bentuk pemerintahan dimana warga negaranya mempunyai hak bersuara untuk menentukan/memilih siapa seharusnya yang memegang kekuasaan dan bagaimana kekuasaan itu seharusnya digunakan.” Oleh karena itu warga negara adalah sumber pembuat undang-undang dan bebas memilih hukum apa yang seharusnya diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna lain dari definisi Demokrasi (istilah Yunani kuno – Demokratia) adalah undang-undang dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, dengan kata lain ini adalah system dimana rakyat membuat undang-undang sesuai dengan keinginan mereka, apakah kita menyukainya atau tidak. Demokrasi bukanlah atau tidak sama dengan bentuk perundingan (syuro) yang ada dalam Islam. Hal ini sebagaimana muslim sekuler suka mengklaim seperti itu (untuk membenarkan kekufuran mereka) tetapi pada dasarnya ini adalah mekanisme dan system yang memperbolehkan manusia meninggalkan perintah-perintah Allah dan melegalkan hukum buatannya sendiri. Ini adalah sesuatu yang dikatakan oleh orang kafir mengenai diri mereka!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam Al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikankan mu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS.An Nisa (4) :65).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rosul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS.Al Ahzab (33) :36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu kaum muslimin tidak diperkenankan mempunyai pandangan lain dari hukum-hukum Allah dan mengomentari hukum-hukum Allah yang akan menjadikannya kufur akbar (keluar dari Islam) sebagaimana Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak adalah yang mengingkari ayat-ayat kami selain orang-orang kafir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(QS.Al Ankabut (29) :47).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan alasan ini, memilih untuk hidup tanpa perintah-perintah Allah adalah kafir dan murtad dalam Islam. Kaum muslimin tidak mempunyai hak untuk membuat undang-undang kecuali Allah SWT sebagai satu-satunya Sang Pembuat Undang-Undang, karena Dia adalah Al Hakam (Pembuat Undang-Undang dan Penyuruh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan sesuatu keteranganpun mengenai nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain dia. Itulah agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS.Yusuf (12):40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menjadikan persoalan ini semakin jelas seperti matahari yang bersinar di siang hari. Oleh karena itu siapa saja yang menyeru kepada demokrasi berarti menyeru kepada syirik, kekufuran, dan agama selain dari agama Islam, ini semua merupakan bentuk utama dari kemurtadan. Demokrasi bukan berasal dari Islam, siapa saja yang mengatakan (demokrasi berasal dari Islam) berarti Zindiq (bid’ah), lebih buruk daripada kekufuran karena zindiq adalah seseorang yang mempropagandakan kekufuran dengan menggunakan kedok Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan terbesar menjadi MP (Perdana Menteri) adalah bentuk terbesar dari kemurtadan karena mereka adalah orang yang secara aktif berpartisipasi dalam kekufuran dan kesyirikan dan mereka memberikan dukungan sepenuhnya kepadanya. Beberapa orang sekularis yang mengklaim dirinya sebagai muslim mengatakan: ”Bagaimana kita akan membuat perubahan dan menerapkan Islam ? Pertama, mereka adalah pembohong dengan mengklaim bahwa mereka ingin menerapkan Islam, dan mereka telah menyimpang jauh dari jalannya salafus sholeh (golongan yang selamat) dengan mengikuti hawa nafsu dan metodologi yang bukan berasal dari Islam. Tentu saja, sebagai seorang muslim kita dilarang untuk membenarkan cara ini, karena kita tidak dapat melakukan kekufuran dan kesyirikan dalam rangka taat kepada Allah SWT !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AllahSWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olok ayat-ayat kami maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika Syaithan menjadikan kamu lupa (akan larangnan ini), maka janganlah kamu duduk bersama-sama orang-orang dzolim itu sesudah teringat (akan larangan itu).” (QS. Al An’am (6) :68).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, bagaimana bisa mereka disebut dengan muslim, yaitu orang-orang yang duduk di parlemen bersama dengan orang-orang kafir yang menghina hukum-hukum Allah SWT dan perintah-perintah Allah dengan membuat hukum selain dari hukum Allah SWT? Sederhana saja jawabannya sebab mereka juga tidak beriman karena mereka seperti mereka (orang kafir) juga, hanya saja nama-nama mereka Islam. Mereka tidak diizinkan untuk duduk bersama mereka yang mendukung demokrasi yaitu mereka yang melakukan dan melegitimasi demokrasi, dan ini secara jelas dinyatakan pada ayat di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah kebebasan, didefinisikan sebagai: Hak untuk berbuat, berbicara dan berpikir secara bebas. Konsep kebebasan ini secara menyeluruh bertentangan dengan alasan utama untuk menjadi seorang muslim yaitu sebuah ketundukan. Istilah muslim meniadakan kebebasan dan hawa nafsu, dan mengindikasikan bahwa kita adalah hamba dan tidak ada pilihan lain terhadap masalah-masalah yang Allah SWT dan Rosul-Nya telah memutuskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Freedom (kebebasan) adalah bentuk thoghut yaitu Tuhan yang salah dan muslim wajib mengingkari segala sesuatu yang disembah, ditaati dan diikuti selain Allah, sebagaimana firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya kami telah mengutus Rosul pada tiap-tiap ummat (untuk menyerukan),”Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thoghut.” (QS.An Nahl (16):36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan adalah bebas dari perintah-perintah Allah dan mengikuti hawa nafsu, sedangkan bagi kaum muslimin tidak mempercayai kebebasan, apakah kebebasan berekspresi, berbicara atau bentuk kebebasan lain. Masyarakat Quraish mempunyai system yang serupa dengan demokrasi, dimana berbagai macam suku berkumpul bersama dan membuat undang-undang. Apakah Nabi Muhammad SAW pernah memberikan suaranya kepada mereka atau berkompromi dengan mereka? Apakah pernah Nabi SAW bergabung bersama mereka dalam parlemen atau kemiliteran mereka? Jawabannya secara jelas adalah “tidak” bagi siapa saja yang paham akan petunjuk. Siapa saja yang tidak dapat melihat (petunjuk) ini maka dia adalah tuli, bisu dan buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi pemilihan (pemilu), ini hanyalah istilah kaum sekularis untuk mengambil keuntungan. Secara bahasa ini berarti memilih pemimpin atau penguasa, yang dalam Islam sesungguhnya merupakan kewajiban, sepanjang hukum yang diterapkan adalah hukum Islam (berasal dari Allah SWT). Bagaimanapun jika kita berbicara mengenai pemilihan atau pemilu di masa sekarang, hal ini tidak diartikan memilih atau menerapkan hukum Islam! Proses pemilihan adalah memilih seseorang yang akan membuat hukum sesuai keinginan mayoritas, oleh karena itu istilah pemilihan atau pemilu lebih disukai penggunaannya oleh sistem demokrasi dan kebebasan yang kufur. Untuk itu, akan lebih baik bagi kita untuk menggunakan istilah lain dari pemilihan atau pemilu, bahkan ketika kita membicarakan mengenai pemilihan seorang kholifah (kepala negara dalam sistem Islam), untuk membedakan diri kita dengan orang-orang kafir (dengan tidak menggunakan istilah-istilah mereka) dan menghindari keambiguan (makna yang membingungkan) atau kesalahan konsepsi seputar pemilihan atau pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudara-saudaraku (kaum muslimin), ketahuilah bahwa demokrasi dan kebebasan adalah bentuk thoghut dan karenanya itu menjadi prasyarat bagi seorang muslim untuk menolak itu semua dan menyatakan permusuhan kepada mereka. Jangan patuh dan tunduk pada bisikan syaithan yang dihembuskan oleh sekularis yang akan mengajak anda untuk menolak Iman, dan menolak menyembah hanya kepadaTuhanmu dengan hanya taat kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(QS.Yusuf (12) : 40).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-3577241633260852973?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/3577241633260852973/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8471884801738276209&amp;postID=3577241633260852973" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/3577241633260852973?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/3577241633260852973" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/03/demokrasikebebasan-dan-pemilu-menurut.html" title="Demokrasi,Kebebasan, dan Pemilu Menurut Islam" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_3-hb0NT8tZk/Sd9vd-SD3DI/AAAAAAAAAL4/m_9nD5qOBGA/s72-c/democrazy-call-for-kafirs.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0EAQHs8eCp7ImA9WxVaE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-5888765214621847011</id><published>2009-03-10T09:02:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T09:07:21.570-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-10T09:07:21.570-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pdip" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pks" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemilu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nyontreng" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrasi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="partai" /><title>Wahai Kaum Muslimin…!</title><content type="html">Wahai Kaum Muslimin, Waspadalah..! Nyoblos/nyontreng untuk hukum buatan manusia adalah tindakan murtad, jangan nyoblos untuk siapa pun, partai apa pun, dan jangan ikut aktivitasnya sekali pun. Ingatlah, siapa pun yang ikut nyoblos untuk sistem hukum selain Islam, maka dia menjadi seorang yang murtad. Hati-hatilah Wahai Kaum Muslimin! Simaklah... uraiannya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-5888765214621847011?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/5888765214621847011/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8471884801738276209&amp;postID=5888765214621847011" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/5888765214621847011?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/5888765214621847011" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/03/wahai-kaum-muslimin.html" title="Wahai Kaum Muslimin…!" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0QCQ3kzfyp7ImA9WxVaE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-5016193016078171604</id><published>2009-03-09T09:35:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T09:36:02.787-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-10T09:36:02.787-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pdip" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pks" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemilu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nyontreng" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrasi" /><title>ULAMA-ULAMA HAQ YANG MENGHARAMKAN DEMOKRASI</title><content type="html">&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ulama-ulama Islam yang mengkritik demokrasi yang kafir antara lain adalah Dr. Fathi Ad Darini, salah seorang ulama besar dalam fiqih siyasah. Dalam kitabnya Khasha`ish At Tasyri’ Al Islami fi As Siyasah wa Al Hukm halaman 370 Dr. Fathi Ad Darini berkata :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Sesungguhnya sistem-sistem demokrasi Barat, dalam substansinya hanyalah merupakan ungkapan dari politik tersebut (sekularisme—penerj.) dan sudah diketahui bahwa demokrasi –pada asalnya— bersifat individualistis dan etnosentris.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahwa demokrasi bersifat individualistis, dikarenakan tujuan tertinggi demokrasi adalah individu dan pengutamaan kepentingan individu di atas kepentingan masyarakat. Sudah banyak koreksi-koreksi yang diberikan pada prinsip ini pada abad XX M.&lt;span id="more-113"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahwa demokrasi bersifat etnosentris, dikarenakan demokrasi itu sendirilah yang telah melakukan penjajahan politik dan ekonomi dalam berbagai bentuknya sejak abad XV M sampai abad XX M. Dahulu Inggris misalnya mempunyai departemen yang bernama Departemen Wilayah Jajahan dan mempunyai pula menteri yang mengelola urusan-urusan penjajahan, yaitu Menteri Wilayah Jajahan. Hal ini masih ada hingga beberapa waktu yang lalu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah. Politik ini didasarkan pada prinsip-prinsip yang ringkasnya adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1.Memisahkan politik dari moral dan agama, dan menegakkan politik di atas dasar prinsip-prinsip khusus.&lt;br /&gt;2.Etnosentrisme, yaitu paham bahwa manusia Eropa adalah manusia yang terunggul.&lt;br /&gt;3.Menjadikan sistem perwakilan sebagai cara dalam mengatur pemerintahan.&lt;br /&gt;4.Menerapkan prinsip “kebebasan umum/masyarakat” dalam pengertiannya yang individualistis, tradisional, dan absolut.&lt;br /&gt;5.Kebebasan ekonomi, sebagai cabang dari kecenderungan prinsip individualisme yang ekstrem.&lt;br /&gt;6.Sesungguhnya demokrasi politik adalah sistem yang membiarkan, bukan sistem yang meluruskan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Artinya demokrasi mendekati mayoritas rakyat dengan membiarkan mereka dalam keadaan apa adanya dan memperlakukan mereka mengikuti asas ini atas nama kebebasan.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Syaikh Abul A’la Al Maududi dalam kitabnya Al Islam wa Al Madaniyah Al Haditsah halaman 36 mengatakan :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Telah saya katakan sebelumnya bahwa pengertian demokrasi dalam peradaban moderen adalah memberikan wewenang membuat hukum kepada mayoritas rakyat (hakimiyah al jamahir). Artinya, individu-individu suatu negeri dapat secara bebas mewujudkan kepentingan-kepentingan masyarakat dan bahwa undang-undang negeri ini mengikuti hawa nafsu mereka. Demikian juga tujuan dari pembentukan pemerintahan –dengan bantuan struktur organisasinya dan potensi-potensi materilnya— bukanlah untuk mewujudkan kepentingan-kepentingan masyarakat, berkebalikan dengan apa yang seharusnya diwujudkan…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka dari itu, kita menentang sistem sekuler yang nasionalistis-demokratis baik yang ditegakkan oleh orang-orang Barat maupun Timur, muslim ataupun non muslim. Setiap kali bencana ini turun dan di mana pun dia ada, maka kita akan mencoba untuk menyadarkan hamba-hamba Allah akan bahayanya yang besar dan akan mengajak mereka untuk memeranginya.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Muhammad Yusuf Musa dalam kitabnya Nizham Al Hukm fi Al Islam halaman 245 berkata :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya sistem pemerintahan Islam bukanlah sistem demokrasi, baik dalam pengertiannya menurut kaum Yunani kuno maupun dalam pengertiannya yang moderen.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Muhammad Asad dalam kitabnya Minhaj Al Islam fi Al Hukm halaman 52 mengatakan :  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Adalah merupakan penyesatan yang sangat luar biasa, jika ada orang yang mencoba menerapkan istilah-istilah yang tidak ada hubungannya dengan Islam pada pemikiran dan peraturan/sistem Islam.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Utsman Khalil, meskipun telah menulis kitab yang diberinya judul Ad Dimuqrathiyah Al Islamiyah (Demokrasi Islami), namun sebenarnya dia sendiri menentang demokrasi. Utsman Khalil berkata dalam kitab Ad Dimuqrathiyah Al Islamiyah halaman 8 :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya sistem-sistem demokrasi modern yang diimpor dari Barat, di negara-negara Barat sendiri dianggap sebagai hal baru yang diada-adakan pada abad ke-20 ini.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi demokrasi adalah bid’ah dalam hal pemikiran dan politik yang diimpor dari Barat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di antara sedikit pemikir yang membongkar perbedaan-perbedaan substansial antara demokrasi dan sistem politik Islam adalah Anwar Al Jundi. Karena pentingnya, kami kutipkan secara panjang lebar pendapatnya dalam kitabnya Sumum Al Istisyraq wa Al Mustasyriqun fi Al Ulum Al Islamiyah halaman 96. Anwar Al Jundi mengatakan :&lt;br /&gt;“Pemikiran politik Islam berbeda dengan pemikiran demokrasi Barat dalam beberapa segi :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1.Pemikiran politik Islam lebih menekankan kesatuan aqidah daripada kesatuan wilayah.&lt;br /&gt;2.Pemikiran politik Islam menekankan pandangan yang menghimpun secara sempurna aspek yang material dan yang spiritual.&lt;br /&gt;3.Pemikiran politik Islam bersandar pada landasan akhlaq (moral). Jadi terdapat standar moral bagi setiap aktivitas politik.&lt;br /&gt;4.Jika kedaulatan dalam sistem demokrasi Barat terletak di tangan rakyat secara total, maka umat Islam dalam pemikiran politik Islaminya mengaitkan kedaulatannya dengan hukum-hukum Syariat Islam yang jauh dari hawa nafsu manusia.&lt;br /&gt;5.Pemikiran politik Islam tidak dapat dinamakan sebagai pemikiran demokratis, atau pemikiran sosialistis-diktatoris. Sebab ia bertolak belakang dengan semua pemikiran itu. Jadi pemikiran politik Islam sangat jauh dari sikap ekstrem, memaksa, atau mendominasi.&lt;br /&gt;6.Kedaulatan dalam sistem politik Islam bukanlah di tangan umat –seperti sistem demokrasi– juga bukan di tangan kepala negara –seperti sistem kediktatoran–, melainkan ada dalam penerapan Syariat Islam. Dengan demikian sistem politik Islam sangat jauh berbeda dengan sistem apa pun yang telah menyimpang itu.&lt;br /&gt;7.Pemikiran politik Islam menetapkan bahwa masyarakat itu penting demi untuk kelestarian kehidupan individu, dan bahwa masyarakat tidak mungkin berjalan dengan lurus kecuali dengan adanya kekuasaan yang bertanggung untuk mewujudkan kemajuan dan kestabilan.&lt;br /&gt;8.Negara dalam pemikiran politik Islam berdiri di atas dasar Undang-Undang Islami (Syariah) dan bahwa segala perundang-undang yang digunakan untuk mengatur masyarakat tidak akan dapat berlaku efektif kecuali bila mempunyai sifat sebagai penerapan dari As Sunnah An Nabawiyah dan ijtihad-ijtihad Ahlul Halli wal Aqdi. Negara harus mengawasi perilaku individu sebab negara bertanggung jawab untuk mewujudkan kebahagiaan pihak lain serta kebahagiaan dan kesatuan umat seluruhnya. Negara juga bertanggung jawab menjaga ajaran-ajaran dan tujuan-tujuan Islami.&lt;br /&gt;9.Islam tidak mengakui adanya penguasa yang absolut. Sebaliknya yang diakui adalah penguasa yang dapat dipercaya (amanah) sesuai pedoman :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Tidak ada ketaatan kepada makhluk (manusia) dalam maksiat kepada Al Khalik.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penguasa harus melepaskan diri dari hawa nafsu, berpegang teguh dengan kebenaran dan keadilan. Umat mempunyai kebebasan untuk memilih penguasa dan mengoreksinya jika penguasa menyimpang dari kebenaran atau berbuat salah.&lt;br /&gt;10.Pemikiran politik Islam menetapkan adanya kebebasan berpikir dan kebebasan beragama. Maka setiap orang –tentu harus tetap sesuai Syariat Islam— berhak untuk meyakini pemikiran apa saja yang dikehendaki dan tak ada seorang pun yang dapat memaksanya untuk meninggalkan pemikirannya itu.&lt;br /&gt;11.Sistem konstitusi Islam diambil dari sumber Al Qur`anul Karim dan As Sunnah An Nabawiyah dengan tiga asas, yaitu keadilan, musyawarah, dan rahmah (kasih sayang). Dalam hubungannya dengan undang-undang internasional, Al Qur`an Al Karim dipandang sebagai hukum pertama yang menyerukan persamaan di antara umat manusia.&lt;br /&gt;12.Sesungguhnya keluwesan Syariat Islam dan kemungkinannya untuk berkembang, harus tetap berpegang pada dasar-dasar syariat (ushul syar’iyah), tujuan-tujuan syariah (maqashid asy syariah), dan prinsip-prinsip umum syariah (kulliyatu asy syariah). Jadi jelas ada perbedaan antara yang konstruktif dan yang destruktif, antara perkembangan dengan penyesuaian (dengan hawa nafsu). Tidak diragukan lagi bahwa ada bagian dari hukum-hukum Syariat Islam yang tidak menerima perkembangan dan bahwa hukum yang telah ditetapkan dalam nash tidak boleh ditinggalkan atau diganti penerapannya sampai kapan pun. Jadi pemeliharaan terhadap kemaslahatan bukanlah perkara yang tidak mempunyai batasan, melainkan harus tetap berpatokan dengan dasar-dasar syariat (ushul syar’iyah). Secara umum dapat dikatakan bahwa jika dalam suatu hukum terdapat nash, maka nash itu wajib diikuti. Jika hukum itu berupa perkara yang diqiyaskan (pada suatu hukum), maka kita terikat dengan qiyas itu. Tetapi jika tidak terdapat nash, kita mempertimbangkan kemaslahatan yang ditunjukkan syara’ (mashalih asy syar’i) dengan tetap berpegang pada prinsip memelihara lima tujuan syariat yang dharuri (penting, harus) (dharurat al khams), menolak kesulitan (daf’ul haraj), dan mewujudkan manfaat (tahqiq al manafi’).&lt;br /&gt;13.Sistem politik Islam berbeda dengan dengan dua sistem politik lainnya, yaitu kapitalisme dan sosialisme. Sebab sistem kapitalisme membatasi tujuannya pada pemeliharaan kebebasan individu dan hak-hak pribadi, sedang sistem sosialisme membatasi tujuannya pada pencegahan perjuangan kelas dan ekspolitasi kelas.&lt;br /&gt;14.Pemikiran politik Islam tidak memberikan hak/otoritas dalam kekuasaan kepada penguasa, tetapi sebaliknya kekuasaan dianggap sebagai hak umat semata melalui syura yang Islami oleh Ahlul Halli wal Aqdi. Islam tidak melarang perempuan untuk turut berpendapat dalam masalah-masalah umum (publik). Namun Islam mengharamkan budak untuk berperan serta dalam menyampaikan pendapat dan bermusyawarah.&lt;br /&gt;15.Pemikiran politik Islam menolak istilah-istilah demokrasi, sosialisme, nasionalisme, dan tidak mengkaitkannya dengan Islam. Islam memandang pemikiran-pemikiran itu sebagai aliran-aliran pemikiran (mazhab) yang asing yang sangat jelas perbedaannya dengan pemikiran Islam yang komprehensif. Ketika Barat menggunakan istilah-istilah itu, yang hadir dalam benak mereka adalah peristiwa-peristiwa sejarah Barat, situasi dan kondisi yang terjadi di Barat, dan tantangan-tantangan yang dihadapi Barat.&lt;br /&gt;16.Perbedaan sifat-sifat khas antara negara Islam dan negara moderen akan mengungkapkan adanya sistem unik yang khas bagi negara Islam, yang tidak terdapat dalam sistem mana pun dari sistem-sistem pemerintahan moderen. Pilar utama negara Islam adalah pengkaitan agama dengan negara&lt;br /&gt;17.Perjanjian (kontrak) politik Islam adalah kesepakatan politik antara penguasa dengan rakyat. Perjanjian politik dalam Islam didasarkan pada pemikiran-pemikiran dasar yang merdeka, yang tidak kalah pentingnya dengan pemikiran-pemikiran politik moderen, yaitu yang terpenting adalah kemerdekaan untuk memilih (dari pihak rakyat), dan kesepakatan dari pihak penguasa (atau khalifah) untuk memegang kekuasaan sebagai wakil dari umat. Dari sini diketahui bahwa teori perjanjian politik Islam sebenarnya mendahului teori-teori J.J.Rousseau dan John Locke. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Judul Asli         : Ad Damghah Al Qawwiyah li Nasfi Aqidah Ad Dimuqrathiyah&lt;br /&gt;Penulis      : Syaikh Ali Belhaj (Tokoh FIS Al Jazair)&lt;br /&gt;Penerbit         : Darul ‘Uqab, Libanon, Beirut. PO Box 113/5974&lt;br /&gt;Penerjemah : Muhammad Shiddiq Al Jawi&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-5016193016078171604?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/5016193016078171604/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8471884801738276209&amp;postID=5016193016078171604" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/5016193016078171604?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/5016193016078171604" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/03/ulama-ulama-haq-yang-mengharamkan.html" title="ULAMA-ULAMA HAQ YANG MENGHARAMKAN DEMOKRASI" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMBQXw8eyp7ImA9WxVaFUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-375684233222035046</id><published>2009-02-12T17:59:00.001-08:00</published><updated>2009-04-12T18:00:50.273-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-12T18:00:50.273-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="golkar" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ppp" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="election" /><title>Golkar, PPP to give priority to nation</title><content type="html">&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;The United Development Party (PPP) and the Golkar Party agreed to give a priority to the interest of the nation in responding to the various alleged frauds with regard to the legislative elections on Thursday.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; "The Golkar Party and PPP agreed to give a priority to the state. Though there are problems, yet we have to restrain for the interest of the nation," PPP General Chairman Surya Darma Ali said after a meeting with Golkar Chairman Jusuf Kalla here on Sunday.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Suryadharma Ali met Kalla at his Diponegoro residence. During the meeting, Surayadharma Ali was accompanied among others by chairman of PPP faction in the House, Lukman Hakim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;    When asked whether the Golkar Party and PPP would no longer question the alleged frauds, Ali said it was not that way.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;    "We do not use that language. We are still studying the problem and its legal aspects," he said.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;    He said that his meeting with Kalla discussed most matters relating to their common experience.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Ali said that Golkar and PPP shared some similarities just like a publicly listed company. "Like a publicly listed company, an important decision should be made through a share-holders` meeting," Ali added.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; He said that PPP and Golkar party had to take a decision through a leadership meeting. They were different from other parties who were owned by `individuals`.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;    Therefore, he said, the people were expected to be patient in waiting for their decisions.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-375684233222035046?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/375684233222035046?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/375684233222035046" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/02/golkar-ppp-to-give-priority-to-nation.html" title="Golkar, PPP to give priority to nation" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkQNQX09fSp7ImA9WxVaFUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-3413726137026862076</id><published>2009-02-12T17:59:00.000-08:00</published><updated>2009-04-12T17:59:50.365-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-12T17:59:50.365-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pks" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita Pemilu 2009" /><title>Suara PKS Kota Bekasi Hilang di PPK</title><content type="html">&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bekasi melaporkan terjadinya perbedaan data jumlah suara di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Ketua Tim Advokasi PKS, Saifuddaulah menyebutkan kondisi itu terjadi di TPS 53 Kelurahan Jati Rahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; "Berdasarkan saksi kami di TPS tersebut, PKS berhasil mendapatkan sebanyak 36 suara, namun setelah dihitung di tingkat PPK, data tersebut ternyata kosong," katanya di Bekasi, Minggu malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Sementara itu, Humas DPD PKS Kota Bekasi Chaidir Agam menambahkan bahwa temuan kasus juga terjadi di TPS 2 Kelurahan Arenjaya Bekasi Timur, dimana terjadi selisih di penghitungan form C-1, yang menyebutkan jumlah suara PDIP 140, padahal hanya 75 dengan alasan salah hitung (dobel)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Menanggapi hal itu, Ketua Panwaslu Kota Bekasi Ahmad Haikal mengaku hingga kini pihaknya belum menerima laporan secara tertulis dari Tim Advokasi PKS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; "Dugaan kasus itu mengindikasikan adanya pelanggaran pidana yang diakibatkan kelalaian petugas lapangan dengan menghilangkan hak pilih masyarakat," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Bila laporan tersebut diterima sebelum tanggal 13 April 2009, lanjut Haikal, pihaknya dapat menangani kasus tersebut, namun bila lewat dari waktu yang ditentukan, sesuai dengan Undang-undang Pemilu legislatif Nomor 10 tahun 2009 pasal 247 ayat 4 yang menyebutkan laporan dari masyarakat dilaporkan paling lambat tiga hari sejak terjadinya pelanggaran Pemilu, Panwas tidak dapat menangani kasus tersebut.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-3413726137026862076?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/3413726137026862076?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/3413726137026862076" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/02/suara-pks-kota-bekasi-hilang-di-ppk.html" title="Suara PKS Kota Bekasi Hilang di PPK" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkQAQHwyfCp7ImA9WxVaFUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-1055973172004228448</id><published>2009-02-12T17:57:00.000-08:00</published><updated>2009-04-12T17:59:01.294-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-12T17:59:01.294-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="golkar" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="koalisi" /><title>Demokrat Jajaki Koalisi Dengan Golkar</title><content type="html">&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla guna menjajaki peluang untuk melanjutkan koalisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Pernyataan itu dikemukakan oleh Ketua DPP Partai Demokrat Andi Malarangeng di kediaman pribadi Yudhoyono, Puri Cikeas, Bogor, Minggu malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  "Pembicaraan antara Yudhoyono dan Jusuf Kalla dalam kerangka komunikasi politik ke arah koalisi," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  Menurut Andi, saat ini masing-masing pihak sedang mempersiapkan langkah-langkah dan bahan-bahan ke arah itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Andi juga mengatakan bahwa selain dengan Jusuf Kalla, Yudhoyono hari ini juga melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  Ia mengatakan, pembicaraan itu juga dalam rangka penjajakan koalisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Saat ditanya siapa yang menelpon terlebih dahulu, Andi mengatakan, ia tidak mengetahui hal itu. Andi juga tidak menjelaskan berapa lama pembicaraan tersebut berlangsung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  Pada kesempatan itu Andi menegaskan, bahwa Partai Demokrat bersahabat dengan semua partai politik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  Menurutnya, Partai Demokrat berkomitmen untuk berkoalisi dengan semua partai politik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; "Kecuali tentu saja dengan partai-partai yang sejak awal telah mengatakan tidak mau berkoalisi dengan Partai Demokrat,...tentu saja koalisi harus tidak bertepuk sebelah tangan," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Sebelumnya, puluhan wartawan telah menanti di halaman rumah Yudhoyono seiring dengan tersiarnya isu tentang pertemuan antara Yudhoyono dan Jusuf Kalla, namun hingga Minggu malam tidak terlihat terjadi pertemuan terbuka antara kedua tokoh tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Tiga hari pasca pelaksanaan pemilu legislatif, sejumlah pemimpin partai politik telah melakukan komunikasi politik dan pertemuan terbuka, antara lain Ketua Umum PDIP Megawati dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto serta Jusuf Kalla dengan Ketua DPP PPP Suryadharma Ali.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-1055973172004228448?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/1055973172004228448?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/1055973172004228448" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/02/demokrat-jajaki-koalisi-dengan-golkar.html" title="Demokrat Jajaki Koalisi Dengan Golkar" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkQNSHo9eip7ImA9WxVaFUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-8567096729669642623</id><published>2009-02-11T23:38:00.000-08:00</published><updated>2009-04-11T23:39:59.462-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-11T23:39:59.462-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemilu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita Pemilu 2009" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemilu2009" /><title>Gugat Penyimpangan Pemilu Sangat Bagus</title><content type="html">&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Guru Besar Universitas Udayana Yohanes Usfunan menilai keinginan kalangan tertentu partai politik untuk menggugat penyimpangan pemilu secara hukum sebagai hal yang bagus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; "Penyelesaian secara hukum terhadap penyimpangan-penyimpangan pesta demokrasi sangat baik untuk pendidikan politik ke depan," kata Guru Besar Hukum Tata Negara, Unud itu di Denpasar, Minggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Namun, menanggapi pertemuan Wiranto dan Megawati, masing-masing dari Partai Hanura dan PDIP, yang mencapai kebersamaan sikap dalam soal penyimpangan pemilu, Yohanes mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa digugat karena pelaksanaan pemilu ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; "Yang bisa digugat atas pelanggaran pelaksanaan pemilu adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU)," ujar Yohanes seraya menyatakan pemerintah tidak bisa dimintai pertanggungjawabannya atas penyimpangan atau manipulasi data pemilu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Gugatan atas penyimpangan pemilu itu dibenarkan dalam Undang-Undang, bahkan langkah positif bagi proses pembelajaran hukukian Yohanes.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;m dan politik di Indonesia, demi , &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;penyimpangan pemilu, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;penyimpangan pemilu, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;penyimpangan pemilu, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;penyimpangan pemilu, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;penyimpangan pemilu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;penyimpangan pemilu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-8567096729669642623?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/8567096729669642623?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/8567096729669642623" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/02/gugat-penyimpangan-pemilu-sangat-bagus.html" title="Gugat Penyimpangan Pemilu Sangat Bagus" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkMDQHozfCp7ImA9WxVaFUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-2134897252734666996</id><published>2009-02-11T23:36:00.000-08:00</published><updated>2009-04-11T23:41:11.484-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-11T23:41:11.484-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ppp" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="poros perubahan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemilu2009" /><title>PPP Gagas Poros Perubahan</title><content type="html">&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengusulkan Segi Tiga Emas (Golden Triangle) yang sudah ada sejak sebelum Pemilu 9 April 2009 menjadi Poros Perubahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  Gagasan tersebut disampaikan Ketua DPP PPP Emron Pangkapi di Jakarta, Minggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Dia mengatakan, Poros Perubahan adalah koalisi untuk mendapatkan mandat memerintah tahun 2009-2014 sebagai upaya menyelamatkan perekonomian bangsa akibat krisis global.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Menurut Emron Pangkapi, koalisi dalam poros ini merupakan poros tengah dan gabungan partai-partai di luar partai pemenang dan sekutunya yang total jumlah dukungannya melebihi 60%.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Koalisi itu akan menyepakati seorang figur kandidat presiden.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Saat inilah para pimpinan Parpol diuji kesanggupannya untuk menempatkan kepentingan koalisi di atas kepentingan partainya, demi mencapai perubahan yang didambakan," kata Emron.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  Poros tengah, kata Emron, selain beranggotakan kelompok Golden Triangle, juga melibatkan sejumlah partai menengah dan kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Untuk itu diperlukan pertemuan khusus yang membahas konsep deklarasi kemitraan yang memuat secara jelas hak dan kewajiban politik partai pendukung koalisi. Partai-partai harus mencapai kesepakatan kemitraan bila berhasil memerintah dan atau sebaliknya kesepakatan sebagai oposisi yang efektif jika gagal," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Emron mengatakan koalisi Poros Perubahan harus mampu menyatukan partai-partai menengah, tanpa harus menunggu Pilpres putaran kedua. Koalisi tersebut harus mencari figur alternatif sebagai sosok perubahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Idealnya, kata dia, partai-partai memberikan jalan kepada Prabowo Subianto sebagai Capres yang paling ideal dengan semangat perubahan dengan calon wapres yang dapat diterima semua pihak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Marilah kita mencoba berpikir jernih dan mengedepankan budaya memberikan jalan bagi anak bangsa dengan semangat perubahan menuju Indonesia yang lebih baik,? katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  Menurut Emron, koalisi Poros Perubahan harus ikhlas memberikan haluan kepada Prabowo Subianto.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Jika menampilkan Ibu Mega atau Pak Wiranto, sudah terbukti gagal tahun 2004. Begitu juga Pak Jusuf Kalla, suara Golkar anjlok. Prabowo satu-satunya pilihan tepat untuk bertanding para Pilpres melawan SBY," katanya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-2134897252734666996?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/2134897252734666996?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/2134897252734666996" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/02/ppp-gagas-poros-perubahan.html" title="PPP Gagas Poros Perubahan" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkYNQ3s9fip7ImA9WxVaFUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-1125821960141590206</id><published>2009-02-11T23:35:00.000-08:00</published><updated>2009-04-11T23:36:32.566-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-11T23:36:32.566-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hasil pemilu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita Pemilu 2009" /><title>Demokrat Teratas di Singapura</title><content type="html">&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Partai Demokrat sementara teratas dalam perolehan suara yang sampai Sabtu malam penghitungannya belum selesai dilakukan di gedung KBRI Singapura.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Peringkat sementara kedua tertinggi diperoleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, sedang yang ketiga adalah Partai Golongan Karya, kata Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Singapura Yayan GH Mulyana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Ia belum menyebutkan persentase maupun jumlah suara yang telah selesai direkapitulasi untuk sekadar menggambarkan pemeringkatan sepuluh besar dari 44 parpol.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Pada 9 April, sekitar 9.700 WNI yang berstatus pekerja rumah tangga, profesional, pelajar/mahasiswa dan umum, mencentang di 35 tempat pemungutan suara (TPS) yang disediakan Panitia Pemilihan Luar Negeri di kompleks gedung KBRI singapura.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Selain itu terdapat 9.794 WNI yang memilih melalui surat suara yang dikirim melalui pos dan panitia menenggak penerimaan hingga Senin 13 April.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-1125821960141590206?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/1125821960141590206/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8471884801738276209&amp;postID=1125821960141590206" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/1125821960141590206?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/1125821960141590206" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/02/demokrat-teratas-di-singapura.html" title="Demokrat Teratas di Singapura" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkYGRHs9fip7ImA9WxVaFUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-3600861565915503041</id><published>2009-02-11T23:33:00.000-08:00</published><updated>2009-04-11T23:35:25.566-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-11T23:35:25.566-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pdip" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="golkar" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrat" /><title>Demokrat Teratas Diikuti PDIP dan Golkar</title><content type="html">&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Berikut hasil penghitungan suara Pemilu 2009 untuk DPR RI dari Pusat Tabulasi Pemilu 2009 Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu hingga pukul 11:30 WIB.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Dari 2.300.323 suara yang sudah masuk, Partai Demokrat masih menduduki posisi teratas dengan raihan suara sebesar 471.152 suara atau 20,48 persen, diikuti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan 328.929 suara atau 14,29 persen dan Partai Golkar 328.379 suara atau 14,27 persen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Urutan berikutnya ditempati Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 197.176 suara atau 8,57 persen, diikuti PAN dengan 149.721 suara atau 6,5 persen dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di urutan enam dengan 125.575 suara atau 5,45 persen,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Di urutan tujuh diduduki Partai kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 119.000 suara atau 5,17 persen, kemudian Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebanyak 102.638 suara atau 4,46 persen, Partai Hanura meraih 82.528 suara atau 3,58 persen dan urutan 10 Partai Bulan Bintang (PBB) meraih 40.784 suara atau 1,77 persen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Sementara itu, hasil hitung cepat Pemilu dari sejumlah lembaga antara lain LSN (Lembaga Survei Nasional), Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan CIRUS Surveyors Group, Minggu siang, menunjukkan Partai Demokrat di posisi pertama disusul oleh Partai Golongan Karya dan PDIP.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-3600861565915503041?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/3600861565915503041/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8471884801738276209&amp;postID=3600861565915503041" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/3600861565915503041?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/3600861565915503041" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/02/demokrat-teratas-diikuti-pdip-dan.html" title="Demokrat Teratas Diikuti PDIP dan Golkar" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEIDQ3s8eCp7ImA9WxVaFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-1045372016548244464</id><published>2009-02-11T10:55:00.000-08:00</published><updated>2009-04-11T10:56:12.570-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-11T10:56:12.570-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kpu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pilpres" /><title>Masyarakat Dapat Daftar DPT Pilpres Sebelum 20 April</title><content type="html">&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Warga masyarakat yang belum tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilu legislatif bisa berupaya mendaftarkan diri sebelum 20 April 2009 agar dapat tercatat dalam DPT untuk pilpres (pemilihan presiden).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Masyarakat atau petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) dapat mendaftarkan warga sebelum 20 April agar bisa tercatat dalam DPT untuk pilpres," kata Anggota KPU Andi Nurpati kepada wartawan di Jakarta, Jumat malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2008 tentang Tata Cara dan Program Pilpres, perbaikan DPS pilpres hasil tanggapan masyarakat adalah tanggal 8-20 April 2009.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Selanjutnya, DPT akan ditetapkan dan direkapitulasi di tingkat Kabupaten/Kota pada 25-28 April.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tahapan selanjutnya adalah rekapitulasi DPT di tingkat provinsi (1-5 Mei) dan penetapan DPT di tingkat nasional (6-13 Mei).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Pilpres 2009 itu sendiri akan berlangsung pada 8 Juli dan bila ada putaran kedua akan dilaksanakan pada 8 September.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Pada pilpres putaran kedua tidak ada lagi perbaikan DPT," kata Andi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Selain itu, KPU juga mengajak berbagai pihak termasuk panitia pengawas pemilu untuk bersama-sama mengawasi pendaftaran pemilih ini agar keluhan banyaknya warga yang tidak tercatat dalam DPT tidak lagi terjadi dalam pilpres.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-1045372016548244464?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/1045372016548244464?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/1045372016548244464" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/02/masyarakat-dapat-daftar-dpt-pilpres.html" title="Masyarakat Dapat Daftar DPT Pilpres Sebelum 20 April" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEIFSXg5eCp7ImA9WxVaFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-878879310697863078</id><published>2009-02-11T10:54:00.000-08:00</published><updated>2009-04-11T10:55:18.620-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-11T10:55:18.620-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hasil pemilu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pilpres" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemilu2009" /><title>Pilpres Bisa Berlangsung Satu Putaran</title><content type="html">&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Pengamat politik Prof (Ris) Hermawan Sulistyo, MA, PhD, APU menilai pemilihan presiden (pilpres) 2009 bisa satu putaran  bila Partai Demokrat cerdas melakukan lobi politik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; "Peta koalisi akan berubah total, tapi Demokrat juga jangan arogan, karena dia tidak mendapatkan perolehan lebih dari 20 persen, sehingga dia pasti perlu koalisi," kata pengamat yang akrab disapa Kikiek itu kepada ANTARA di Surabaya, Jumat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ahli Peneliti Utama (APU) LIPI bidang perkembangan politik itu menilai Partai Demokrat bisa saja merasa cukup menggandeng PKS bila targetnya hanya sekedar mendukung Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden untuk ke dua kalinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; "Tapi, kalau Partai Demokrat cukup cerdas melakukan lobi dengan parpol lain, apalagi kalau Partai Golkar juga diajak, maka sangat mungkin PDIP akan tinggal sendirian bersama Partai Gerindra dan hal itu akan membuat pilpres bisa selesai dalam satu putaran," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Pengamat itu juga menilai bahwa Jusuf Kalla sangat mungkin bergabung dengan PDIP, namun Partai Demokrat akan tetap dapat memecah suara Golkar dengan menggandeng kader Golkar lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; "Jadi, apakah calon presiden nantinya dua atau tiga pasang akan sangat mungkin ditentukan kecerdasan Partai Demokrat dalam melakukan lobi-lobi. Kalau Partai Demokrat mau menggandeng Golkar, maka capres hanya tinggal dua pasang dan akan cepat selesai," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Ia menilai Golkar akan menjadi "kunci penengah" untuk mengubah peta koalisi yang ada, karena suara Golkar memang di bawah 15 persen yang dapat dialihkan kemana saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; "Kalau dengan Partai Demokrat, Golkar akan beradu kekuatan dengan PKS, tapi kalau dengan PDIP, maka Jusuf Kalla harus mau beradu kekuatan dengan Megawati, apakah dia mau menjadi cawapres saja," katanya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-878879310697863078?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/878879310697863078?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/878879310697863078" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/02/pilpres-bisa-berlangsung-satu-putaran.html" title="Pilpres Bisa Berlangsung Satu Putaran" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEMDQH45eCp7ImA9WxVaFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-524152396321597653</id><published>2009-02-11T10:53:00.000-08:00</published><updated>2009-04-11T10:54:31.020-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-11T10:54:31.020-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pilpres" /><title>Kalla dan Sutiyoso Kembali Bertemu</title><content type="html">&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Kalla dan Sutiyoso Kembali Bertemu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Setelah hadir dan bertemu dalam kampanye Partai Golkar di Gelora Bung Karno pada 29 Maret 2009, pertemuan Wakil Presiden yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar M Jusuf Kalla dengan calon presiden Sutiyoso kembali bertemu pada Rabu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Pertemuan terjadi di HUT ke-32 PT Mustika Ratu Tbk di pabrik perusahaan itu di Ciracas Jakarta Timur. Kalla maupun Sutiyoso sama-sama diundang dalam acara yang juga dihadiri Menteri Perindustrian Fahmi Idris dan Wakil Gubernur DKI Prijanto.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Meski tidak ada pembicaraa khusus, tetapi pertemuan ini terjadi di saat semakin bergulirnya nama Sutiyoso di di kalangan internal Golkar yang akan menduetkan Kalla-Sutiyoso dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 8 Juli 2009.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Namun Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk BRA Mooryati Soedibyo menyatakan, pihaknya tidak mengagendakan terjadinya pertemuan antara Kallla dengan Sutiyoso.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Menurut Mooryati yang juga Wakil Ketua MPR, pihaknya mengundang Kalla dalam kapasitas sebagai wakil presiden, sedangkan Sutiyoso diundang dalam kapasitas sebagai salah satu komisaris PT Mustika Ratu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Di internal Golkar, nama Sutiyoso bergulir untuk dipasangkan sebagai Cawapres mendampingi Kalla sebagai capres. Sejumlah pengamat poliik, atara lain, Ibramsyah (UI) dan Amir Santoso (Universitas Jayabaya) menilai apabila gagasan memadukan Kalla-Sutiyoso terwujud, maka pasangan ini akan menjadi pasangan yang kuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Sebelumnya, Ketua Departemen Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPP Golkar Yuddy Chrisnady mengemukakan, wacana memasangkan Kalla dengan Sutiyoso terus bergulir di intenal Golkar, bahkan sejumlah pengurus DPP Golkar sudah memberi dukungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ketua Tim Sukses Sutiyoso, Syarwan Hamid menjelaskan, saat ini memang Sutiyoso mencalonkan diri sebagai capres, namun pihaknya realistis dan bisa menerima apabila Sutiyoso akan dicalonkan melalui Golkar dengan menempati posisi sebagai cawapres.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-524152396321597653?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/524152396321597653?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/524152396321597653" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/02/kalla-dan-sutiyoso-kembali-bertemu.html" title="Kalla dan Sutiyoso Kembali Bertemu" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEMGQHk6fCp7ImA9WxVaFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-3957273091428241645</id><published>2009-02-11T10:52:00.001-08:00</published><updated>2009-04-11T10:53:41.714-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-11T10:53:41.714-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hasil pemilu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemilu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrat" /><title>Partai Demokrat Unggul di Dharmasraya</title><content type="html">&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Partai Demokrat unggul dalam perolehan suara sementara pemilihan anggota DPR-RI pada Pemilu 2009 di daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat dengan meraih 20,29 persen suara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Data dihimpun dari KPU Sumbar di Padang, Sabtu, menyebutkan, hingga pukul 23:30 WIB, baru 1.887 suara pemilihan anggota DPR-RI di Dharmasraya yang telah masuk di KPU pusat dan 20,29 persen diraih Partai Demokrat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Dengan raihan suara itu Partai Demokrat untuk sementara unggul dan menempati posisi urutan pertama di Dharmasraya yang disusul Partai Golkar dengan 17,59 persen suara berada diposisi dua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;PDI Perjuangan untuk sementara berada diurutan tiga dengan 14,3 persen suara, selanjutnya Partai Amant Nasional dengan 12,24 persen suara pada posisi empat dan ke lima Partai Keadilan Sejahtera dengan mengiasai 9,69 persen suara)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Berikut posisi perolehan suara sementara pemilihan anggota DPR-RI di dapil Kabupaten Dharmasraya, hingga Sabtu pukul 23:30 WIB;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;----------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Nama Partai Suara Persen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;----------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;1. Partai Demokrat 383 (20,29)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;2. Partai Golkar 332 (17,59) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;3. PDI Perjuangan 270 (14,30)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;4. Partai Amanat Nasional 231 (12,24)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;5. Partai Keadilan Sejahtera 183 ( 9,69)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;6. Partai Kebangkitan Bangsa 107 ( 5,67)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;7. Partai Hanura 87 ( 4,61)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;8. Partai Gerindra 63 ( 3,33)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;9. Partai Bulan Bintang 56 ( 2,96)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;10. Partai Bintang Reformasi 31 ( 1,64).(*)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;----------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-3957273091428241645?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/3957273091428241645?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/3957273091428241645" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/02/partai-demokrat-unggul-di-dharmasraya.html" title="Partai Demokrat Unggul di Dharmasraya" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEQCQ3Y6fyp7ImA9WxVaFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-8958961336532302325</id><published>2009-02-11T10:52:00.000-08:00</published><updated>2009-04-11T10:52:42.817-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-11T10:52:42.817-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pdip" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="golkar" /><title>Puan Maharani Ungguli Hidayat Nur Wahid</title><content type="html">&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Putri Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani berhasil mengungguli Ketua Umum MPR, Hidayat Nur Wahid pada Pemilu 9 April daerah pemilihan Jawa Tengah V (Surakarta, Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo) untuk anggota DPR RI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Berdasarkan tabulasi suara KPU Jawa Tengah, Sabtu malam, Puan Maharani berhasil mengumpulkan 3.188 suara, sedangkan Hidayat Nur Wahid dari Partai Keadilan Sejahtera mengumpulkan 1.626 suara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Sementara itu mantan juara dunia bulu tangkis Icuk Sugiarto dari Partai Persatuan Pembangunan yang juga bertarung di daerah pemilihan Jateng V mendapat 436 suara, kemudian presenter Tamara Gelardine (Partai Damai Sejahtera) mendapat 164 suara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Siswono Yudohusodo dari Partai Golkar yang bertarung di dapil I Jateng (Semarang, Salatiga, Kendal) berhasil mengungguli Ketua DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo maupun penyanyi Jamal Mirdad (Partai Gerindra), dan Alvin Lie (PAN).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Siswono Yudohusodo meraih 2.362 suara, Tjahjo Kumolo meraih 2.008 suara, sedangkan suami artis Lidya Kandouw meraih 1.948 suara, kemudian Alvien Lie baru mengumpulkan 555 suara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Sementara itu perolehan suara partai politik untuk DPR RI di Jawa Tengah sampai saat ini, PDI Perjuangan masih menempati urutan pertama dengan perolehan suara 47.621 atau 16,68 persen dari jumlah suara seluruhnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Urutan kedua ditempati Partai Demokrat yang meraih 45.638 suara atau 15,99 persen, ketiga ditempati Partai Golkar dengan 41.928 suara atau 14,691 persen, sedangkan keempat adalah Partai Kebangkitan Bangsa yang meraih 25.402 suara, atau 8,901 persen, disusul Keadilan Sejahtera dengan 21.222 suara atau 7,436 persen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Partai Amanat Nasional (PAN) berada pada urutan kelima dengan 19.874 suara atau 6,964 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berada pada urutan keenam dengan 18.542 suara atau 6,497 persen, disusul Partai Gerindra dengan 15.453 suara atau 5,415 persen.(*)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-8958961336532302325?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/8958961336532302325?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/8958961336532302325" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/02/puan-maharani-ungguli-hidayat-nur-wahid.html" title="Puan Maharani Ungguli Hidayat Nur Wahid" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEQFRXYzeip7ImA9WxVaFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8471884801738276209.post-8101603612990487378</id><published>2009-02-11T10:51:00.000-08:00</published><updated>2009-04-11T10:51:54.882-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-11T10:51:54.882-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hasil pemilu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="golkar" /><title>Golkar Kuasai Lima Puluh Kota</title><content type="html">&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Partai Golkar untuk sementara mengungguli Partai Demokrat dalam perolehan suara pemilihan anggota DPR-RI pada Pemilu 2009 di daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Data KPU Sumbar di Padang, Sabtu, menyebutkan, hingga 22:00 WIB, Partai Gokar menguasai 28,35 persen suara, Partai Demokrat 24,35 persen dan Partai Amanat Nasional 18,21 persen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; Selanjutnya, Partai Persatuan Pembangunan menguasai 7,12 persen suara dan partai baru Hanura sukses masuk lima besar sementara dengan 3,69 suara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Lima berikutany dari sepuluh besar di kabupaten ini adalah  Gerindra 3,69 persen,  Partai Keadilan Sejahtera 3,13 persen, Partai Bulan Bintang 2,05 persen, PKB 1,5 persen, dan  PDIP 1,37 persen. (*)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8471884801738276209-8101603612990487378?l=haruskah-memilih.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8471884801738276209/posts/default/8101603612990487378?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/feeds/posts/default/8101603612990487378" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://haruskah-memilih.blogspot.com/2009/02/golkar-kuasai-lima-puluh-kota.html" title="Golkar Kuasai Lima Puluh Kota" /><author><name>abasyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06239836891963840643</uri><email>noreply@blogger.com</email></author></entry></feed>
