<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515</atom:id><lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 07:25:37 +0000</lastBuildDate><category>Pemikiran</category><category>nasional</category><category>blogging</category><category>indonesia</category><category>tips dan trik</category><category>globalisasi</category><category>remaja</category><category>BERBAHAYA</category><category>DARURAT</category><category>internasional</category><category>saya</category><category>transport</category><category>Momen</category><category>Pendidikan</category><category>pahlawan</category><title>Tito Tea!</title><description>Blogger sekaligus Quorawan Indonesia yang tinggal di Semarang. Bisa dikontak di instagram @Titosatrya atau Linkedin Tito Satrya Kamil</description><link>http://titotea.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>51</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Blogger sekaligus Quorawan Indonesia yang tinggal di Semarang. Bisa dikontak di instagram @Titosatrya atau Linkedin Tito Satrya Kamil</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-7519691710621813130</guid><pubDate>Fri, 10 Nov 2023 19:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2023-11-11T02:13:02.138+07:00</atom:updated><title>Saya Heran Ada Orang Yang Tidak Merasa Butuh Kereta Api, Apalagi di Madura</title><description>&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Tulisan ini merupakan salah satu tulisan yang saya kirim ke Terminal Mojok tetapi tidak dimuat, saat itu saya ingin meng-counter salah satu tulisan di Terminal Mojok yang menurut saya tendesius di link &lt;a href="https://mojok.co/terminal/madura-tidak-butuh-kereta-api/"&gt;berikut&lt;/a&gt;. Nampaknya redaksi Terminal Mojok lebih memilih &lt;i&gt;counter&amp;nbsp; &lt;/i&gt;yang ditulis oleh sesama orang Madura di &lt;a href="https://mojok.co/terminal/madura-justru-amat-butuh-kereta-api/"&gt;sini&lt;/a&gt;. Saya menulis sebagai seorang penggemar kereta api dalam tulisan ini. Berikut tulisan saya&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: Battambang, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 17.6px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: 1.38; margin: 0pt 0px; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 14.6667px;"&gt;Baru kali ini, istirahat kerja saya yang biasanya menenangkan dibuat mencengangkan ketika membuka Terminal Mojok dan membaca tulisan Cak Akbar Mawlana dalam tulisan “Madura Tidak Butuh Kereta Api!.” Terus terang, saya gak habis pikir setiap ada kelompok/individu yang merasa tidak butuh reaktivasi rel kereta api, apalagi kali ini di Madura, pulau yang berpenduduk padat dan butuh perkembangan ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: Battambang, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 17.6px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: 1.38; margin: 0pt 0px; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; box-sizing: border-box; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Sebagai seorang penggemar kereta api (railfans), opini Cak Akbar bukan sesuatu yang ajaib bagi saya, ia sama seperti opini para penolak reaktivasi rel kereta api yang sudah biasa saya temui. Lebih jauh lagi, saya ingin mengulas hal-hal yang disampaikan dalam opini Cak Akbar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: Battambang, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 17.6px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: 1.7; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: Battambang, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 17.6px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: 1.38; margin: 0pt 0px; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; box-sizing: border-box; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Pertama,soal warga Madura belum tentu mau menggunakan kereta api. Tentu saja, perlu pembiasaan naik KA lagi bagi warga Madura yang kehilangan KA hampir 40 tahun, tapi, dengan ketergantungan Madura yang cukup besar ke Surabaya dan melihat jalanan Madura yang kecil, saya sih percaya kalau warga Madura akan terbantu dengan keberadaan KA. Rasanya belum ada pelebaran jalan yang mampu mengalahkan kecepatan pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi, kecuali di negaranya paman Kim Jong Un.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: Battambang, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 17.6px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: 1.7; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: Battambang, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 17.6px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: 1.38; margin: 0pt 0px; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; box-sizing: border-box; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Kedua, soal kekhawatiran potensi kerugian, perlu dicatat pemasukan KA tidak hanya dari tiket yang dibeli penumpang belaka, wong kereta api juga melayani pengangkutan barang/logistik dan pemasukan dari sektor ini besar. Bayangkan barang-barang yang awalnya harus diangkut puluhan truk bisa diangkut oleh satu rangkaian kereta barang saja dengan cepat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: Battambang, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 17.6px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: 1.7; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: Battambang, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 17.6px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: 1.38; margin: 0pt 0px; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; box-sizing: border-box; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Maka dari itu, mengingat keberadaan jalur KA dan jalan raya di Madura yang sama-sama berada di jalur “gemuk” Bangkalan-Sumenep, reaktivasi rel KA tidak hanya memecah kepadatan lalu lintas dari beralihnya penumpang kendaraan pribadi/kendaraan umum kecil ke kereta api, tetapi pengangkutan logistik juga akan beralih dari truk ke kereta api. Siapa sih yang gak ngerasa lebih aman dan nyaman kalau di jalanan gak macet dan ada lebih sedikit truk?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: Battambang, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 17.6px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: 1.38; margin: 0pt 0px; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://plus.unsplash.com/premium_photo-1670287058956-83755a30dc6f?q=80&amp;amp;w=1470&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;ixlib=rb-4.0.3&amp;amp;ixid=M3wxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8fA%3D%3D" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="533" data-original-width="800" height="533" src="https://plus.unsplash.com/premium_photo-1670287058956-83755a30dc6f?q=80&amp;amp;w=1470&amp;amp;auto=format&amp;amp;fit=crop&amp;amp;ixlib=rb-4.0.3&amp;amp;ixid=M3wxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8fA%3D%3D" width="800" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; box-sizing: border-box; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i&gt;gambar dari unsplash.com&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: Battambang, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 17.6px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: 1.7; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: Battambang, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 17.6px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: 1.38; margin: 0pt 0px; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; box-sizing: border-box; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ketiga, soal dampak sosial mengenai kru bus dan pedagang asongan, saya kira bus akan tetap jadi salah satu opsi transportasi publik, mengingat bus punya kelebihan di waktu operasional dan jangkauan naik-turun penumpang yang lebih luas (bisa ngawe-awe toh). Sebagai contoh, bus Jakarta-Sukabumi dan minibus L300 Bogor-Sukabumi tetap bisa eksis meskipun rel KA Bogor-Sukabumi direaktivasi, begitu juga bus ke Garut pasca reaktivasi jalur KA Cibatu-Garut, tetap penuh.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: Battambang, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 17.6px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: 1.7; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: Battambang, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 17.6px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: 1.38; margin: 0pt 0px; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; box-sizing: border-box; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Bisa juga dibandingkan dengan layanan KA eksisting dan layanan bus ke kota-kota kecil lain di Jatim seperti Blitar dan Tulungagung, Bus Bagong dan Harjay tetap relevan bahkan kian hari makin baik toh, bisa bersaing dengan KA Dhoho-Penataran. Nah, dari eksisnya transportasi umum baik bus dan kereta api, pedagang asongan jelas gak akan kehilangan lapak jualannya, bahkan dapat titik keramaian pembeli baru di sekitar stasiun KA.&lt;/span&gt;&lt;span style="border: 0px; box-sizing: border-box; font-family: inherit; font-size: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: Battambang, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 17.6px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: 1.7; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: Battambang, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 17.6px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: 1.38; margin: 0pt 0px; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; box-sizing: border-box; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Keempat, soal dampak sosial mengenai konflik pembebasan lahan, perlu diingat bahwa sebagian besar lahan jalur KA baik jalur aktif maupun jalur mati masih merupakan aset PT.KAI (kecuali di DIY yang Sultan Ground, tau sendiri lah kenapa). Warga-warga yang menjadi penghuni lahan jalur KA mati umumnya menyewa lahan ke PT.KAI. Wajar dong kalau suatu saat PT.KAI butuh lahannya balik lagi? Apalagi dipakai buat kemaslahatan umum. Lagipula, berkaca dari pengalaman reaktivasi rel KA Cibatu-Garut, warga yang terdampak reaktivasi tetap dapat uang kerohiman kok, enggak semata-mata disuruh kosongkan lahan, cincai lah ya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="code-block code-block-3" style="background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; clear: both; color: #333333; font-family: &amp;quot;Source Sans Pro&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: inherit; margin: 8px auto; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;div class="amp-ads" style="border: 0px; box-sizing: border-box; font: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;amp-ad data-multi-size="300x250" data-slot="/160553881,22550639274/Mojok_AMP/Multibanner2" height="280" id="amp-aslot-3" style="box-sizing: border-box;" type="doubleclick" width="336"&gt;&lt;/amp-ad&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: Battambang, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 17.6px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: 1.7; margin: 0px 0px 1.25em; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: Battambang, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 17.6px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: 1.38; margin: 0pt 0px; padding: 0px; text-rendering: optimizelegibility; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border: 0px; box-sizing: border-box; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Kesimpulannya, akan lebih banyak manfaat yang didapat dari reaktivasi rel KA. Janganlah melihat kereta api sebagai alternatif transportasi umum belaka,tapi lihatlah kereta api sebagai hal yang wajib hadir di tengah masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://titotea.blogspot.com/2023/11/saya-heran-ada-orang-yang-tidak-merasa.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-5786746627143051887</guid><pubDate>Thu, 16 Jun 2022 09:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2022-06-21T12:08:18.170+07:00</atom:updated><title>Hidup di Jogja (1): Pekerjaan Profesional Pertama</title><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjcxeO7stuGjNb6RqZMEIxJD6SAmIWkCjZCkbGH0aYL2LZmeSg420-G22C03ng2SwXAMbIoAUWqpO-DeIQ82Nw3hwkBmBuz3fFpahlZFHTC4BaazUbcGjc_60O90Olr10wXPUOnp4S9m10JqFuw2iH7_gW1wcA_2XMOMzSKcR3oi5l-PIIpZyjetDjy" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" data-original-height="1201" data-original-width="1600" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjcxeO7stuGjNb6RqZMEIxJD6SAmIWkCjZCkbGH0aYL2LZmeSg420-G22C03ng2SwXAMbIoAUWqpO-DeIQ82Nw3hwkBmBuz3fFpahlZFHTC4BaazUbcGjc_60O90Olr10wXPUOnp4S9m10JqFuw2iH7_gW1wcA_2XMOMzSKcR3oi5l-PIIpZyjetDjy" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Views dari rooftop kantor pertama saya.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sudah sepuluh bulan saya, seorang lulusan kampus Jatinangor dan ber-KTP Bogor yang umumnya merintis karir pertama di Jakarta atau Bandung, tinggal dan bekerja di Jogja. Saya menjadi perantau yang &lt;i&gt;ora umum&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di kota ini: umumnya pekerja&amp;nbsp;&lt;i&gt;fresh graduate&amp;nbsp;&lt;/i&gt;pendatang&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;di Jogja merupakan lulusan&amp;nbsp;kampus Jogja. Kalaupun ada pekerja pendatang yang bukan lulusan kampus Jogja atau bukan orang sekitar Jogja, kebanyakan masih lulusan kampus di kota sekitar Jogja, misal lulusan Solo atau Magelang.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana saya bisa sampai bekerja di kota ini? Terlalu lama menganggur kala pandemi lah jawabannya. Pekerjaan terakhir saya bersifat proyekan dan berakhir kala pandemi pada April 2020. Saya memasukan lamaran kerja ke berbagai kota besar dan kota industri di Pulau Jawa saat menganggur, dari Cilegon sampai Malang, hanya dua kota yang merespon lamaran saya: Semarang dan Jogja. Tiga kali saya tidak lolos tahap interview di Semarang, di Jogja saya langsung lolos dalam sekali interview dan menjalani pekerjaan profesional pertama saya di salah satu perusahaan outsource&lt;i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hidup di Jogja sebenarnya mirip dengan hidup di kota-kota besar lain, sepertinya di selatan Pulau Jawa, tidak ada kota yang lebih sibuk dari area perkotaan Jogja (Kota Yogyakarta, beberapa kecamatan di selatan Sleman dan beberapa kecamatan di utara Bantul). Sehoror-horornya&amp;nbsp;&lt;i&gt;klitih&lt;/i&gt;, kota ini tetap ramai hingga dini hari, berbeda dengan kota tetangga/rival tradisionalnya di Solo yang berangsur sepi mulai jam 8 malam. Kemudahan bepergian ke banyak tempat dalam sehari karena lalu lintas yang masih di level ramai lancar dan warganya yang cenderung santai membuat kota ini terasa &lt;i&gt;slow-paced.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Ada kalanya saya berpikir hari sudah sore padahal masih siang hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Enam Bulan Pertama Yang Berat&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tentu saja, saya sadar UMR Jogja termasuk yang terendah. Awalnya saat menerima pekerjaan di Jogja dengan gaji-di-atas-UMR-tetapi-tidak-sampai-satu-setengah-nya. saya cukup percaya diri karena berpikir bahwa biaya hidup Jogja akan serendah biaya hidup di kota-kota Jawa Tengah yang pernah menjadi tempat saya bekerja seperti Tegal dan Pekalongan. Saya juga berpikir secara kehidupan sosial saya akan aman karena memiliki beberapa kenalan di Jogja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ternyata asumsi saya itu salah, biaya hidup di daerah awal saya tinggal (Jalan Kaliurang bawah) dan bekerja (Bebarsari) tidak berbeda banyak dengan wilayah metropolitan lain seperti Bandung. Memang lebih rendah, tetapi tidak signifikan. Agak sulit membeli makan kurang dari sepuluh ribu sudah termasuk minuman. Harga kostan bahkan lebih mahal ketimbang di Jatinangor/beberapa daerah di Bandung misal Cibiru.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beruntung di dua bulan pertama saya bekerja, saya masih mendapatkan tunjangan PPKM dan tambahan dari paman-paman saya untuk berangkat ke Jogja masih tersisa. Mulai bulan ketiga sampai bulan keenam lah yang terasa berat bagi saya sejak tunjangan PPKM dihentikan. Saya mengakali pengeluaran konsumsi saya dengan kombinasi memasak nasi dan promo shopeefood agar tetap bisa menabung. Dalam pengeluaran di luar konsumsi, saya menjadi sangat jarang jalan-jalan dan berpikir berkali-kali setiap mengeluarkan uang, dari mengeluarkan uang untuk membeli buku sampai untuk sekedar &lt;i&gt;njagong &lt;/i&gt;dengan teman-teman. Waktu luang yang panjang di Jogja karena tidak terjebak kemacetan atau perjalanan berjam-jam ke kantor terasa sia-sia dengan gaji yang tidak seberapa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgSvZG4I9kVM9h1CYxRKPOKo4mY1oUEtLc5P-DjM_eGeZGrtbD2Ww4OthPK1Xb9U_WuvxPYlLpP5ggCwzu_g4LWE_O1npmhUH8qTAy8l-VNowf3_yVsS3bVoo8pbiFAT5YsG4-KkE5PDFqCqWkPKRnPDfN2F-xID6jGpDzjrB9lGqbVqHwkxOzWd7IM" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" data-original-height="608" data-original-width="1280" height="152" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgSvZG4I9kVM9h1CYxRKPOKo4mY1oUEtLc5P-DjM_eGeZGrtbD2Ww4OthPK1Xb9U_WuvxPYlLpP5ggCwzu_g4LWE_O1npmhUH8qTAy8l-VNowf3_yVsS3bVoo8pbiFAT5YsG4-KkE5PDFqCqWkPKRnPDfN2F-xID6jGpDzjrB9lGqbVqHwkxOzWd7IM" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Bareng teman-teman kerja pertama di Jogja&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lingkungan pertemanan kerja saya pada waktu itu sebetulnya sangat aman, hampir tidak ada teman kerja yang &lt;i&gt;toxic&lt;/i&gt;&amp;nbsp;biarpun &lt;i&gt;turn-over&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di tim saya terbilang tinggi karena faktor gaji. Namun, sejak penggunaan &lt;i&gt;tools &lt;/i&gt;baru saat pergantian tahun, bekerja jadi menyebalkan. &lt;i&gt;Tools &lt;/i&gt;baru itu sebetulnya belum siap difungsikan tetapi beban kerja dinaikkan. Inilah titik yang membuat saya berceletuk "buat apa mendapatkan tantangan lebih kalau tidak mendapatkan apresiasi lebih."&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Pindah Pekerjaan dan Pertimbangan Tetap Bertahan di Jogja&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebetulan, di tengah perasaan sangat tidak betah karena &lt;i&gt;tools&lt;/i&gt; baru dan kenaikan beban kerja, perusahaan saya menawarkan untuk berpindah klien dengan opsi klien di Jakarta atau di Jogja. Penempatan klien di Jakarta masih di bidang pelayanan sedangkan penempatan klien di Jogja untuk bidang sosial media. Saya mengajukan pindah klien ke keduanya, tapi akhirnya meminta bantuan SPV saya supaya bisa pindah klien dengan penempatan masih di Jogja dengan pertimbangan bisa beralih dari bidang pelayanan ke bidang sosial media dan merasa tidak siap jika bekerja di Jakarta.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengapa saya tidak merasa siap bekerja di Jakarta? Pertama, sejak lulus kuliah saya memang menghindari bekerja di Jabodetabek kecuali di kota saya sendiri, Bogor. Kedua, posisi saya masih staff &lt;i&gt;entry-level&lt;/i&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Maka, kalau bekerja di Jakarta, saya hanya dihadapkan dengan satu pilihan untuk berhemat,&amp;nbsp;yakni menglaju Bogor-Jakarta dengan estimasi waktu habis di jalan sekitar 4-5 jam.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kost di Jakarta memang bisa jadi pilihan lain untuk menekan pengeluaran, tetapi saya kira ada kemungkinan kualitas hidup menurun jika tinggal di Jakarta. Agak sulit menemukan kost nyaman dengan budget di bawa sejuta dan makanan murah yang rasanya bersahabat di Jakarta. Memang benar banyak kostan nyaman di Jakarta yang masih di kisaran ratusan ribu dan makanan murah tapi layak, tapi umumnya kostan dan makanan murah dengan rasa yang layak itu berada di daerah pinggiran. jarak 5-10 kiloan yang biasa ditempuh kurang dari setengah jam di Bogor dan Jogja bisa ditempuh hingga dua jam di Jakarta. Mengingat kemacetannya, jarak 5-10 kiloan yang biasa ditempuh kurang dari setengah jam di Bogor dan Jogja bisa ditempuh hingga dua jam di Jakarta, tentu saja kost di pinggiran Jakarta jadi tidak efektif jika jarak ke kantor jauh.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Hamdallah,&lt;/i&gt;&amp;nbsp;saya diterima di klien perusahaan saya yang sekarang. Saya tidak lagi berhadapan dengan komplain pelanggan dan pembagian&amp;nbsp;&lt;i&gt;shifting&lt;/i&gt;-nya pun lebih ramah sehingga saya merasa beban kerja lebih ringan. Tantangan lebih di klien baru adalah operasional kerja yang menggunakan Bahasa Inggris, tapi toh karena penggunaan Bahasa Inggris pula saya mendapatkan kenaikan gaji yang signifikan untuk ukuran pekerja &lt;i&gt;entry-level &lt;/i&gt;di&amp;nbsp;Jogja. Ada kalanya saya mendapatkan pendapatan dua kali lipat UMR bahkan lebih meskipun tidak setiap bulan dan masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan teman-teman saya yang bekerja di Jakarta.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya merasa keputusan pindah ke klien yang sekarang merupakan keputusan yang tepat. Sekarang tinggal berusaha supaya tetap &lt;i&gt;perform&lt;/i&gt;&amp;nbsp;supaya jenjang karir bisa berjalan, Aamiin.&lt;/p&gt;</description><link>http://titotea.blogspot.com/2022/06/hidup-di-jogja-1-pekerjaan-profesional.html</link><author>noreply@blogger.com (titosatrya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjcxeO7stuGjNb6RqZMEIxJD6SAmIWkCjZCkbGH0aYL2LZmeSg420-G22C03ng2SwXAMbIoAUWqpO-DeIQ82Nw3hwkBmBuz3fFpahlZFHTC4BaazUbcGjc_60O90Olr10wXPUOnp4S9m10JqFuw2iH7_gW1wcA_2XMOMzSKcR3oi5l-PIIpZyjetDjy=s72-c" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-4486874756519970283</guid><pubDate>Tue, 18 Jan 2022 14:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2022-01-18T21:59:06.056+07:00</atom:updated><title>Suka dan Duka Bekerja Shifting</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style="color: #282829; font-family: -apple-system, system-ui, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;Tulisan ini merupakan salah &lt;a href="https://qr.ae/pG3PEd"&gt;satu jawaban saya&lt;/a&gt; di Quora pada 13 Januari 2022.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: #282829; font-family: -apple-system, system-ui, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;Ini adalah bulan kelima saya merasakan bekerja dalam sistem shifting 24/7. Berikut saya rangkum hal-hal yang saya suka dan saya anggap sebagai duka dari bekerja dalam sistem shifting 24/7:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start" style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #282829; direction: ltr; font-family: -apple-system, system-ui, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; font-size: 15px; margin: 0px 0px 1em; overflow-wrap: anywhere; padding: 0px; word-break: break-word;"&gt;&lt;span style="background: none; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Hal yang saya sukai dari bekerja dengan sistem shifting;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul class="q-box" style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #282829; direction: ltr; font-family: -apple-system, system-ui, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; font-size: 15px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; margin: 0px 2em 1em 0px; overflow-wrap: break-word; padding: 0px;"&gt;&lt;li class="q-relative" style="box-sizing: border-box; margin: 0px 0px 0px 2em; padding: 0px; position: relative;"&gt;&lt;span style="background: none;"&gt;Jarang bekerja selama 5 hari berurutan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start" style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #282829; direction: ltr; font-family: -apple-system, system-ui, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; font-size: 15px; margin: 0px 0px 1em; overflow-wrap: anywhere; padding: 0px; word-break: break-word;"&gt;&lt;span style="background: none;"&gt;Berbeda dengan para pekerja non-s&lt;/span&gt;&lt;span style="background: none; font-style: italic;"&gt;hifting&lt;/span&gt;&lt;span style="background: none;"&gt;&amp;nbsp;yang bekerja selama 5 hari berurutan pada hari kerja dan sudah memiliki hari libur yang pasti, yakni pada akhir pekan, hari libur saya sebagai pekerja shifting tidak menentu. Saya sering mendapatkan hari libur yang berbeda pada setiap pekan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start" style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #282829; direction: ltr; font-family: -apple-system, system-ui, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; font-size: 15px; margin: 0px 0px 1em; overflow-wrap: anywhere; padding: 0px; word-break: break-word;"&gt;&lt;span style="background: none;"&gt;Pergantian hari libur ini lah yang membuat saya jarang bekerja selama 5 hari berurutan. Beberapa kali saya hanya bekerja tiga hari saja selepas libur sebelum mendapatkan jadwal libur lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul class="q-box" style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #282829; direction: ltr; font-family: -apple-system, system-ui, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; font-size: 15px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; margin: 0px 2em 1em 0px; overflow-wrap: break-word; padding: 0px;"&gt;&lt;li class="q-relative" style="box-sizing: border-box; margin: 0px 0px 0px 2em; padding: 0px; position: relative;"&gt;&lt;span style="background: none;"&gt;Mendapatkan jadwal masuk kerja jam enam pagi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start" style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #282829; direction: ltr; font-family: -apple-system, system-ui, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; font-size: 15px; margin: 0px 0px 1em; overflow-wrap: anywhere; padding: 0px; word-break: break-word;"&gt;&lt;span style="background: none;"&gt;Masuk kerja jam enam pagi adalah jadwal paling ideal bagi saya. Berangkat ke kantor dengan keadaan jalan yang masih sepi, perjalanan pulang pun ditempuh sebelum jam pulang kerja. Dari segi performa, saya masih dalam keadaan segar karena mulai bekerja 1–2 jam setelah bangun tidur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start" style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #282829; direction: ltr; font-family: -apple-system, system-ui, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; font-size: 15px; margin: 0px 0px 1em; overflow-wrap: anywhere; padding: 0px; word-break: break-word;"&gt;&lt;span style="background: none;"&gt;Selain itu, kehidupan di luar pekerjaan juga masih bisa ter-&lt;/span&gt;&lt;span style="background: none; font-style: italic;"&gt;handle&lt;/span&gt;&lt;span style="background: none;"&gt;&amp;nbsp;jika saya masuk pada jam enam pagi. Saya masih bisa santai mengikuti berbagai kegiatan: masih bisa kumpul dengan teman-teman yang tidak bekerja dalam sistem shifting, ngopi di kafe sampai jam 10–11 malam ya santai, mau nobar jam 3 pagi pun tinggal bangun lebih cepat lalu tancap gas ke kantor setelahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start" style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #282829; direction: ltr; font-family: -apple-system, system-ui, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; font-size: 15px; margin: 0px 0px 1em; overflow-wrap: anywhere; padding: 0px; word-break: break-word;"&gt;&lt;span style="background: none; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Hal yang tidak saya sukai dari bekerja dengan sistem shifting;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul class="q-box" style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #282829; direction: ltr; font-family: -apple-system, system-ui, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; font-size: 15px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; margin: 0px 2em 1em 0px; overflow-wrap: break-word; padding: 0px;"&gt;&lt;li class="q-relative" style="box-sizing: border-box; margin: 0px 0px 0px 2em; padding: 0px; position: relative;"&gt;&lt;span style="background: none;"&gt;Gaji yang diterima berbeda-beda setiap bulan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start" style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #282829; direction: ltr; font-family: -apple-system, system-ui, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; font-size: 15px; margin: 0px 0px 1em; overflow-wrap: anywhere; padding: 0px; word-break: break-word;"&gt;&lt;span style="background: none;"&gt;Tunjangan shifting yang saya dapatkan tergantung pada jumlah jadwal shift pagi buta/sore yang saya dapatkan. Tidak tanggung-tanggung, perbedaan gaji yang diterima setiap bulan bisa mencapai lebih dari sepuluh persen. Biasanya setiap bulan saya memiliki pengeluaran rutin untuk membeli buku, tapi bulan ini saya tidak membeli buku karena gaji yang saya terima pada bulan lalu lebih kecil sekitar dua belas persen dibanding gaji bulan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul class="q-box" style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #282829; direction: ltr; font-family: -apple-system, system-ui, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; font-size: 15px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; margin: 0px 2em 1em 0px; overflow-wrap: break-word; padding: 0px;"&gt;&lt;li class="q-relative" style="box-sizing: border-box; margin: 0px 0px 0px 2em; padding: 0px; position: relative;"&gt;&lt;span style="background: none;"&gt;Jumlah libur yang lebih sedikit ketimbang libur pekerja non-shifting&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start" style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #282829; direction: ltr; font-family: -apple-system, system-ui, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; font-size: 15px; margin: 0px 0px 1em; overflow-wrap: anywhere; padding: 0px; word-break: break-word;"&gt;&lt;span style="background: none;"&gt;Pekerja non-shifting tentu saja akan libur pada hari libur nasional, sedangkan pekerja shifting harus siap dengan resiko bekerja pada hari libur nasional. Memang sih mendapatkan tunjangan hari libur nasional, tapi kalau anda hitung dalam satu tahun, betapa banyaknya pekerja shifting bekerja dibanding pekerja non-shifting. Libur nasional tahun ini saja sebanyak 16 hari :")&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul class="q-box" style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #282829; direction: ltr; font-family: -apple-system, system-ui, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; font-size: 15px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; margin: 0px 2em 1em 0px; overflow-wrap: break-word; padding: 0px;"&gt;&lt;li class="q-relative" style="box-sizing: border-box; margin: 0px 0px 0px 2em; padding: 0px; position: relative;"&gt;&lt;span style="background: none;"&gt;Rusaknya w&lt;/span&gt;&lt;span style="background: none; font-style: italic;"&gt;ork, health, and life balance&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start" style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #282829; direction: ltr; font-family: -apple-system, system-ui, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; font-size: 15px; margin: 0px 0px 1em; overflow-wrap: anywhere; padding: 0px; word-break: break-word;"&gt;&lt;span style="background: none;"&gt;Mendapatkan libur pada hari kerja bak memiliki pisau bermata dua. Di satu sisi, saya bisa jalan-jalan tanpa khawatir dengan masalah klasik hari libur seperti kemacetan/kepadatan tempat wisata, tetapi di satu sisi yang lain membuat saya sulit mengatur kehidupan di luar pekerjaan saya, misalnya mencocokan jadwal dengan teman di luar pekerjaan atau mengikuti kegiatan komunitas yang umumnya diadakan pada hari libur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start" style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #282829; direction: ltr; font-family: -apple-system, system-ui, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; font-size: 15px; margin: 0px; overflow-wrap: anywhere; padding: 0px; word-break: break-word;"&gt;&lt;span style="background: none;"&gt;Selain dari jumlah libur dan kualitas kehidupan sosial yang menurun, saya juga sudah menyaksikan sendiri penurunan kualitas kesehatan dari perubahan jadwal shift. Kala itu shift tim saya berubah dari shift malam ke shift pagi dengan jeda satu hari. Gara-gara perubahan shift hanya dengan jeda satu hari tersebut, hampir semua anggota tim saya sakit dan beberapa di antaranya harus izin tidak bekerja. Saya yang tergolong fit "hanya" mengalami flu ringan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://titotea.blogspot.com/2022/01/suka-dan-duka-bekerja-shifting.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-3302194294029211776</guid><pubDate>Sun, 09 Oct 2016 09:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-09-03T16:56:49.691+07:00</atom:updated><title>Menikah Lima Tahun Lagi?</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Usia saya baru saja menginjak 20 tanggal 9 Mei lalu, Takjub di usia 20 ini ketika mengingat saat-saat setelah lulus SMP dan menjelang masuk SMA, sewaktu masa remaja awal dulu, betapa mudahnya mengatakan target menikah saya pada usia 25. Saya memandang wajar tekad untuk menikah di usia 25 ketika sekolah dulu, apa yang saya pandang dan saya harapkan dari pernikahan saat itu adalah keluarga sebagai bagian pola pikir jalan hidup arus utama dimana kehidupan hanya wisuda-bekerja-berkeluarga-meninggal dunia.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Namun kini, jangankan mempersiapkan pernikahan di usia ke 25 yang datang lima tahun lagi, 10 atau 20 tahun lagi masih membujang atau sudah berkeluarga saja saya tidak tahu dan tidak peduli. Pernyataan saya akan ketidakpedulian pada kapan akan melaksanakan pernikahan mungkin dipandang tidak wajar oleh banyak orang, atau bisa juga dipandang&amp;nbsp;&lt;i&gt;lawak, &lt;/i&gt;tetapi sungguh-sungguh saya tidak tahu keputusan saya untuk berkeluarga sudah sampai di mana, masih jauh atau sudah dekat. dahulu saya menganggap pernikahan adalah suatu pencapaian layaknya kelulusan atau medali, kini saya menganggapnya hanya sebagai suatu &lt;i&gt;sunnah, &lt;/i&gt;bukan suatu kesalahan jika saya menunda atau tidak melaksanakannya, biarpun jelas akan ada pertanyaan mengapa tidak&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Saya sudah mengatakan hal tersebut kepada ayah saya, tanggapan ayah saya begitu biasa ketika saya mengungkapkan kepadanya akan ketidakpedulian saya tentang kapan saya akan melaksanakan pernikahan. Saya rasa responnya yang biasa saja tidak dapat langsung diartikan sebagai suatu tanda-tanda memaklumi pernyataan saya atau tanda-tanda cuek hanya karena ia jua baru menikah di usia 40. Sejujurnya saya agak tidak enak hati ketika mengeluarkan pernyataan tersebut, meski di satu sisi saya lega, minimal saya hanya mendengar pertanyaan "kapan nikah?" hanya dari orang-orang yang saya anggap asing atau hanya sebagai gurauan di warung kopi/kantin bersama teman-teman saya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://titotea.blogspot.com/2016/10/menikah-lima-tahun-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-1176032911881850838</guid><pubDate>Mon, 22 Aug 2016 20:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-08-23T03:16:47.147+07:00</atom:updated><title>Bahasa Sunda, Bahasa Pertamaku</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Jujur saja, kutipan dibawah ini adalah jawaban saya setiap mendapatkan pertanyaan tentang (kuliah) Sastra Indonesia:&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: justify;"&gt;
"Minat gue tuh sebenernya ke Bahasa Sunda, tapi Bahasa Sunda bukan bahasa utama gue, makanya gue pilih Sastra Indonesia"&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dua tahun lalu saya memiliki minat yang besar terhadap Bahasa Sunda, terutama variasi dialeknya. Saya sampai rela mengunjungi daerah-daerah dimana Bahasa Sunda "bersaing" dengan Bahasa Cirebon dan Bahasa Jawa seperti Kandanghaur, Lelea, dan Majenang untuk melihat perbedaan Bahasa Sunda di daerah-daerah yang saya kunjungi itu dengan Bahasa Sunda &lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt;. Seluruh kunjungan itu saya lakukan sendirian, tanpa terpikir kelak akan menjadi mahasiswa jurusan sastra haha!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Bahasa Sunda adalah bahasa pertama dan bekas bahasa utama saya, kedua orang tua saya mengajarkan Bahasa Sunda sebelum Bahasa Indonesia. Bahasa Sunda kemudian tidak lagi menjadi bahasa utama saya lagi, bahasa di rumah berubah menjadi Bahasa Indonesia sejak saya menguasai bahasa tersebut, mungkin sekitar 15 tahun sudah Bahasa Indonesia menjadi bahasa utama saya, meski dalam pergaulan dengan teman sebaya masih berbahasa Sunda, penggunaannya pun turun drastis sejak menetap di Jatinangor yang memiliki &lt;a href="http://titotea.blogspot.co.id/2016/08/bahasa-melayu-dialek-jatinangor.html"&gt;dialek Melayu sendiri&lt;/a&gt;, saya lebih banyak berbicara &lt;i&gt;nyunda &lt;/i&gt;ketika tinggal di Bogor yang dekat dengan tanah Betawi, bahkan beberapa desa di utaranya saja Betawi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
</description><link>http://titotea.blogspot.com/2016/08/bahasa-sunda-bahasa-pertamaku.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-2426175705382854678</guid><pubDate>Mon, 22 Aug 2016 19:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-08-23T02:00:05.707+07:00</atom:updated><title>Bahasa Melayu dialek Jatinangor</title><description>&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"&gt;
Bahasa Melayu Jatinangor adalah dialek Bahasa Melayu yang dituturkan di wilayah pendidikan Jatinangor. Penuturnya berasal dari kalangan mahasiswa. Berikut contoh kata-kata Bahasa Melayu Jatinangor:&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
1. Aing/Urang: Saya&lt;br /&gt;2. Maneh: Kamu&lt;br /&gt;3. Akang: Kakak (tingkat) Laki-laki&lt;span class="text_exposed_show" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;4. Teteh: Kakak (tingkat) Perempuan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="text_exposed_show" style="background-color: white; color: #1d2129; display: inline; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.32px;"&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 6px;"&gt;
Biasanya penutur bahasa Melayu Jatinangor mengalami kesulitan ketika melaksanakan ibadah Shalat Jum'at, karena beberapa Surau di Jatinangor menggunakan Bahasa Sunda dalam ceramah dan pupujian.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://titotea.blogspot.com/2016/08/bahasa-melayu-dialek-jatinangor.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-4712186113271983972</guid><pubDate>Sun, 29 May 2016 17:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-05-30T00:34:07.643+07:00</atom:updated><title>Keluarga-utuh Normatif</title><description>&lt;div class="" data-block="true" data-editor="4d2d2" data-offset-key="5e8e7-0-0" style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; white-space: pre-wrap;"&gt;
&lt;div class="_1mf _1mj" data-offset-key="5e8e7-0-0" style="direction: ltr; position: relative; text-align: justify;"&gt;
&lt;span data-offset-key="5e8e7-0-0"&gt;    Keluarga-utuh normatif, pandangan bahwa kehidupan keluarga hasil perceraian tidak berbeda dengan kehidupan keluarga utuh. &lt;/span&gt;Keluarga-utuh normatif membuat seseorang menilai wujud timbal balik antara anak dan orang tua dalam keluarga bercerai harus sama seperti layaknya keluarga utuh. Contohnya ucapan-ucapan ini :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt; "Parah banget lu gak nyempetin mudik, ibu lu kan disono"&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; "Gila lu tiga tahun gak ketemu babeh padahal tinggal sekota"&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; "Ayah lu ayah macem apa sih? kerjanya bagus kok lu tetep disuruh minta duit ke ibu?"&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ceramah akan pentingnya berbakti kepada orang tua, seolah-olah semua anak &lt;i&gt;broken home&lt;/i&gt; lupa ia lahir dari rahim ibunya dan berasal dari sel sperma ayahnya, ini yang paling menyebalkan dan paling parah.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="_1mf _1mj" data-offset-key="5e8e7-0-0" style="direction: ltr; position: relative; text-align: justify;"&gt;
      Saya sendiri, sebagai anak &lt;i&gt;broken home &lt;/i&gt;yang mengetahui keberadaan kedua orang tua, masih berhubungan baik dengan kedua keluarga besar masing-masing orang tua, bersikap biasa saja setiap menghadapi pelaku keluarga-utuh normatif ini, tetapi bagaimana dengan teman-teman &lt;i&gt;broken home&lt;/i&gt; yang lain? mereka yang tidak tahu dimana rimba salah satu orang tuanya? mereka yang lahir dari pernikahan yang tidak sah secara negara? mereka yang tidak diizinkan bertemu dengan orang tua kandung oleh orang tua tirinya? mereka yang salah satu orang tuanya proletar sementara orang tua yang satunya lagi borjuis?. &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="" data-block="true" data-editor="4d2d2" data-offset-key="7q99n-0-0" style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="" data-block="true" data-editor="4d2d2" data-offset-key="5mg17-0-0" style="background-color: white; color: #1d2129; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; white-space: pre-wrap;"&gt;
&lt;div class="_1mf _1mj" data-offset-key="5mg17-0-0" style="direction: ltr; position: relative;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://titotea.blogspot.com/2016/05/keluarga-utuh-normatif.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-7587249850537363262</guid><pubDate>Thu, 26 May 2016 05:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-09-03T16:58:23.920+07:00</atom:updated><title>Jangan Baca Atheis, Nanti jadi Atheis?</title><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pada kata pengantar
cetakan 1990 dikatakan bahwa Roman Atheis mengetengahkan perkembangan yang
tipikal bagi masyarakat Indonesia sejak permulaan abad kedua puluh, yakni pergeseran
gaya hidup yang tradisional ke gaya hidup yang&amp;nbsp;
modern, yang terasa sekali di bidang sosial, budaya dan politik.
Pergeseran itu memberikan imbas antara lain gesekan antar paham dan pergolakan
batin &amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Roman
&lt;i&gt;Atheis&lt;/i&gt;, semua berawal dari pertemuan kembali
dua sahabat lama yaitu Rusli dan Hasan, selain pola asuh yang berbanding
terbalik pada masa kecilnya, keduanya berjumpa dalam perbedaan kepercayaan yang
ruang lingkupnya bukanlah agama lagi, melainkan konsep teologis tentang
ketuhanan, Hasan adalah seorang theis yang memeluk Islam sejak kecil dan Rusli
adalah seorang Atheis, yang tidak percaya pada keberadaan Tuhan. Kedua penganut
paham ini entah mengapa pada awalnya sama-sama menunjukan kefanatikan terhadap
pahamnya masing-masing melalui perdebatan, kalau saya meminjam istilah seleb &lt;i&gt;ask&lt;/i&gt;.&lt;i&gt;fm&lt;/i&gt;
favorit saya “orgasme”, pada Hasan yang theis ia melakukan “orgasme iman” dan
pada Rusli “orgasme atheisme”. Bagi saya novel &lt;i&gt;Atheis &lt;/i&gt;menggambarkan keantagonisan kaum Religi dan Irreligi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Apa artinya kepandaian
manusia itu, bila dibandingkan dengan kepandaian Tuhan yang menciptanya."
Dengan tak kusangka-sangka, Rusli tidak menjawab, hanya tersenyum-senyum saja,
sambil menggulung-gulung lagi sebatang rokok baru. Mukanya tetap tenang.
Beberapa jurus kemudian, barulah ia berkata lagi, tapi seolah-olah tak acuh
akan perkataan barusan itu. Ujarnya, "Dan saya yakin, bahwa pada suatu
saat, entah sepuluh tahun lagi, entah seratus tahun lagi, entah seribu, dua
ribu tahun lagi,&amp;nbsp; kepandaian&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;
pengetahuan&amp;nbsp; manusia&amp;nbsp; itu&amp;nbsp;
akan sedemikian&amp;nbsp; majunya,&amp;nbsp; sehingga&amp;nbsp;
ia&amp;nbsp; akan&amp;nbsp; sanggup menghidupkan kembali orang-orang yang
sudah mati.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; (Atheis, 1990: 83-84)&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Siapa
sangka Hasan kemudian terpengaruh oleh Rusli menjadi seorang penganut atheis,
menurut saya pilihan Hasan menjadi atheis ini ia lakukan dengan mudah, karena
tampaknya sebelum berjumpa dengan Rusli ia tidak pernah melakukan perenungan
terhadap kehidupan beragamanya. Efek psikologis dari masa kecilnya yang selalu
ditakut-takuti tentang neraka dan ketenangan orang tuanya setelah beribadah,
meskipun dipengaruhi Kartini juga :&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Sebagai anak kecil aku
sudah dihinggapi perasaan takut kepada neraka. Itulah, maka aku sangat taat
menjalankan perintah Ayah dan Ibu tentang agama, dan kalau aku lengah sedikit saja,
maka segeralah aku diperingatkan kepada hukuman dan siksaan dalam neraka. Makin
besar, makin rajinlah aku melakukan perintah agama, dan dongeng-dongeng tentang
neraka itu tidak luntur, melainkan malah makin menempel terus dalam hatiku”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;(Atheis,
1990: 26-27)&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pada novel ini tokoh
utama Hasan dimatikan hidup dan pikirannya juga, bagaimana akhirnya ia kembali pada
perasaan berdosa lagi, perenungannya kembali pada keberadaan Tuhan lagi dan
merasa dekat dengan Tuhan lagi, kematiannya pun mengucapkan kata Allahu Akbar,
meskipun saya tidak tahu apakah kata tersebut keluar hanya sebagai refleks saja
atau memang Hasan telah kembali tunduk kepada Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Novel Atheis entah
mengapa hanya mempertemukan tokoh-tokoh berpaham “kiri” nan materialisme
sebagai penganut paham Atheis, seolah-olah semua penganut paham “kiri” semuanya
adalah atheis, apakah karena latar belakang Ahadiat
K.Mihardja yang pernah menjadi anggota Partai Sosialis Indonesia? Jika melihat
pada novel ada kisah tentang Hasan yang mandi di sungai Cikapundung pada dini
hari dan Anwar yang menerobos makam yang dipercaya keramat, apakah ada
keinginan penulis juga yang ingin membebaskan bangsa dari takhayul dan
kehidupan religius yang terlalu berorientasi pada &lt;i&gt;hari kemudian &lt;/i&gt;tapi lupa kepada &lt;i&gt;masa
sekarang.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 16px; line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Saya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 16px; line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;&amp;nbsp;sendiri merasakan pengalaman batin dari membaca novel &lt;i&gt;Atheis &lt;/i&gt;ini, saat pertama kali membacanya saat SMA saya merasa perlu lebih maksimal lagi dalam menjalani kehidupan beragama, yakni Iman yang harus selalu tetap dalam keluhurannya dan Taqwa ritual-sosial yang lebih lagi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pembaca zaman
ini banyak yang telah mengetahui kalau dunia barat semakin didominasi penganut Irreligi
dengan konsepnya yang bermacam-macam, dari mulai deis, atheis, agnostik,
panteis, dll, jadi Kalau dikatakan novel &lt;i&gt;Atheis&lt;/i&gt;
menyebarkan paham Atheis dan membuat pembacanya dapat menjadi seorang atheis jelas terlalu berlebihan. Hahaha&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://titotea.blogspot.com/2016/05/yang-saya-tangkap-dari-membaca-novel.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-3885337493003421869</guid><pubDate>Wed, 30 Mar 2016 17:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-31T00:07:50.778+07:00</atom:updated><title>Oh Sastra Kontemporer</title><description>Ketika kuliah Telaah Naskah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Gue masih ngarep prodi kita kebagian konsentrasi deh, semalem gue baru nyadar kalo gue gak demen sastra"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Terus lu mau ngambil apa kalau ada konsentrasi? Linguistik?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Filologi"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Lah lu lupa pengertian sastra? filologi kan sastra juga, lu gak suka sastra kontemporer tepatnya!"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tadinya sih udah nulis keluhan ini-itu dari A-Z dengan bahasa Indonesia yang baku, tiba-tiba pas ngitung jumlah mata kuliah yang berhubungan sama sastra kontemporer cuma belasan dari tujuh puluhan mata kuliah yang harus dilahap sampe sarjana kelak, bibir tersungging, keluhan yang udah tertulis tak hapus dan otak langsung &lt;i&gt;fresh, &lt;/i&gt;meski gak tau juga bobot mata kuliah yang berhubungan sama sastra kontemporer itu separah apa hehehe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Wisuda 2019!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Andai dikasih rejeki sama Tuhan (kalau ada itu juga) ya wisuda 2018 sih&lt;/span&gt;</description><link>http://titotea.blogspot.com/2016/03/oh-sastra-kontemporer.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-9144219176817877801</guid><pubDate>Thu, 04 Feb 2016 19:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-09-03T16:59:27.959+07:00</atom:updated><title>Sumedang (Curhat)</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; Saya tidak berada di daerah pusat kabupaten Sumedang, saya berada di perbatasan Sumedang-Bandung, tepatnya Jatinangor, saya di Jatinangor untuk kuliah di Universitas Padjadjaran yang identik dengan 'Bandung'. koran Bandung lebih mudah didapat ketimbang koran Sumedang disini. Banyak orang yang tidak menyangka juga daerah Jatinangor termasuk dalam wilayah kabupaten Sumedang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Belum ada perubahan drastis di kehidupan sehari-hari setelah keluar dari Bandung. masih belum bisa ngatur pola tidur dan pola makan, belum coba menghasilkan uang sendiri, masih mudah tersiksa berlama-lama dalam kumpulan orang biarpun saling kenal, masih belum yakin sifat introvert yang &lt;i&gt;Napeul&lt;/i&gt;&amp;nbsp;pada saya sekarang itu adalah pemberian lahir seperti sumber-sumber di internet, masih merasa tujuh tahun hidup tanpa diajarkan sosialisasi adalah penyebab saya akhirnya menjadi seorang introvert. orang yang menggunakan banyak waktu sendiri untuk memenuhi kepuasan pribadinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Persenan perubahan gaya belajar ke arah yang lebih baik juga masih kecil, baru sekitar dua puluh sampai tiga puluh persen. Kuliah Sastra, minat kepada bahasa dan hobi membaca karya Sastra adalah hal-hal yang berbeda. membaca puisi dan cerpen membuat saya merasa puas setelah menamatkannya. tentang minat saya kepada bahasa, cukup stalking akun orang Sunda Banten dan orang Sunda Cilacap dan menemukan perbedaan kedua dialek Sunda itu pada bahasa Sunda yang gunakan sehari-hari sudah membuat saya puas, umpan balik dari kedua kegiatan itu selain kepuasan pun sejauh ini belum saya temukan lagi. menjadi mahasiswa Sastra membuat saya harus keluar dari "Zona Puas" itu. meski sejauh ini saya puas bisa kuliah di bidang Sastra, setiap mata kuliah saya jalani dengan antusias (Abaikan mata kuliah yang dosennya saya tidak suka!), tugas-tugasnya tidak membuat saya tertekan meski dalam situasi deadline dan ada kepuasan tersendiri saja ketika menjalani kuliahnya, fikiran dipacu untuk kreatif meskipun mungkin setiap perguruan tinggi tetaplah pabrik buruh di Indonesia.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; Membaca menjadi hobi baru saya, frekuensi main PES setiap harinya berkurang, terakhir saya membaca buku filsafat sejarah yang ditulis Hegel dan baru sampai halaman seratusan. saya harap dengan membaca buku tersebut akan menjadi pintu bagi saya untuk memahami Kierkeegaard, Sartre yang pikirannya belum dapat saya jangkau.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4yZdJ81DEcyhMJvuuc9S1i4DkrlLsEpR_2AxZJUgU7owr1Z0k_JBvh2V_YggH1Kj7xOhfOqvtslj7Ud6U-G00SedLHEoGtodsLJcyxkYXA0-dEUSziTsNR2MWuDZam4GanuvtFyknXA/s1600/1450614544303.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4yZdJ81DEcyhMJvuuc9S1i4DkrlLsEpR_2AxZJUgU7owr1Z0k_JBvh2V_YggH1Kj7xOhfOqvtslj7Ud6U-G00SedLHEoGtodsLJcyxkYXA0-dEUSziTsNR2MWuDZam4GanuvtFyknXA/s320/1450614544303.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="font-size: 12.8px;"&gt;Bersama kedua teman sejurusan saya, Naufan Ghifari dan Zulfah Nazala, tempat di Cikuda, Jatinangor, Sumedang.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Orang lain mungkin bingung mengapa saya betah di kamar kostan ketika libur kuliah dua bulan lamanya, tapi jujur saya malas sekali untuk pulang ke rumah "&lt;i&gt;de jure&lt;/i&gt;" saya di Bandung. Ayah saya tidak memiliki rumah pribadi, saya tinggal di rumah almarhum kakek, di rumah tersebut saya tinggal bersama saudara saya di rumah tersebut dan tidak dekat setelah serangkaian konflik, saya pulang karena saya sangat cinta ayah dan adik saya saja yang datang ke rumah tersebut setiap akhir pekan, komunikasi dengan ibu memburuk, hampir setahun saya tidak ingin menemuinya. berat untuk merasakan rumah kakek saya tersebut adalah rumah saya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;
</description><link>http://titotea.blogspot.com/2016/02/sumedang-curhat.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4yZdJ81DEcyhMJvuuc9S1i4DkrlLsEpR_2AxZJUgU7owr1Z0k_JBvh2V_YggH1Kj7xOhfOqvtslj7Ud6U-G00SedLHEoGtodsLJcyxkYXA0-dEUSziTsNR2MWuDZam4GanuvtFyknXA/s72-c/1450614544303.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-6714657375847967270</guid><pubDate>Sat, 26 Sep 2015 09:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2019-05-24T01:31:38.121+07:00</atom:updated><title>Belajar Nulis Puisi Ceritanya I</title><description>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Dua puisi yang ditulis tanggal 10 April 2015 ini nulisnya dibawah pengaruh dua buku mitologi India (Ramayana dan Bhagavad Gita) yang dipinjem dari perpustakaan, dan sekarang malah lupa gimana mitologi India mengaruhin tulisan ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Ada
dan Tiada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Keadaan punya awal dan
akhir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Sinar benderang bakal
redup juga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Dunia ge bakal kiamat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Kalau di perjalanan kau
temui jalan tak tersebrangi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Cengkram erat jiwamu,
Injak dingin kalbumu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Segera arungi arti
kehidupan! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Ketidakadaan itu tak
berawal dan tak berakhir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Semesta tak pernah
lahir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Sejarah tak pernah mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Kalau nanti di tujuan
kau temui musibah yang dikandung keberkahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Lepaskan pikiranmu,
hilangkan hati nuranimu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Keadilan hanya nampak
ada, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Kesepian nampak tak
ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Hakiki itu tidak ada.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border: none; mso-border-bottom-alt: solid windowtext .75pt; mso-element: para-border-div; padding: 0in 0in 1.0pt 0in;"&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="border: none; mso-border-bottom-alt: solid windowtext .75pt; mso-padding-alt: 0in 0in 1.0pt 0in; padding: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 18.4px;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; *******&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Palsu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Karena daulat selalu
digugat, darah pun terus tumpah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Dunia jadi melebur
dalam didihan dogma angkara murka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Penghuninya tak pernah
lelah mempersiapkan kehidupan setelah kematian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Terlalu banyak waktu
diluangkan untuk memikirkan kehidupan setelah kematian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Ada sedikit penghuni
dunia yang tak khawatir pada teka-teki kehidupan setelah kematian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Tak ada waktu bagi
mereka memikirkan kehidupan setelah kematian &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Mereka disana hanya
ingin mati bersama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Mereka yakin dalam
gelap lebih terang ketimbang disinari cahaya lancung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Dunia begitu maya&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.4px;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; *******&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Tanggal 23 September 2015:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;Tatap
Mata&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Buat Wafa Naila&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Kepada
tatapan mataku yang tiba-tiba terbalas tadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Tanyakanlah
apa saja yang dipandang indah olehnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Temukan
apa yang luput dari indra penglihatanku padanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Sehingga
aku tahu mengapa sejauh itu ku mengaguminya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Wahai
tatapan matamu yang tak sengaja membalas tadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Tataplah
juga perasaanku yang lebih dalam dari sedangkal godaan sang pujangga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Kagumilah
kesejatianku yang sesungguhnya tak seperti pandangan mereka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Supaya
kelak tatap mata kita kan kekal berjumpa&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.4px;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; line-height: 18.4px;"&gt;&amp;nbsp;*******&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tepat kemarin atau tanggal 25 September 2015, ada temen yang curhat dia itu susah minta maaf duluan sama lawan jenisnya, pikiran ane lalu melayang ke suatu pertengkaran (sama lawan jenis juga) yang damai tanpa satu kata maaf pun dari kedua pihak, secara natural aja damainya. ane langsung baper dan buka laptop xD&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: center;"&gt;
&lt;b style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Bahtera&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Dalam
kata maaf yang tak terucapkan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Pada
ragu yang bermuara kenihilan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Terarungi
aliran kegelisahan penuh tanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Terlalui
keteguhan yang jua mengantar hampa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Tak
terteduhkan oleh layar,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Jiwa
yang berlabuh di angan tak kesampaian&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="tab-stops: center 3.25in; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://titotea.blogspot.com/2015/09/belajar-nulis-puisi-ceritanya-i.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-5342583770076322751</guid><pubDate>Wed, 05 Aug 2015 17:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-06T00:40:43.619+07:00</atom:updated><title>Aturan Kost</title><description>&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px;"&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Kadang masih gak terima dengan aturan mayoritas kost "Tamu dilarang menginap", "dilarang pulang lewat jam sekian" sementara rata-rata harga sewa kost lebih mahal dari harga sewa rumah bersama teman-teman dengan segala kebebasan dan sering kali tarif listriknya jauh lebih murah, meski mungkin salah saya sendiri yang gak minta izin pemilik kost buat ikut nginep di kostan sampe seminggu, sebenarnya saya lebih suka ditegur langsung kalau motor pemberian ayah saya itu makan tempat&lt;span class="text_exposed_show" style="display: inline;"&gt;, salah tempat parkir atau bahkan seandainya gak seharusnya ada saya dan motor saya di kost milik bapak tersebut ketimbang mengusir saya secara halus yaitu dengan menyindir saya lewat berkata pada tukang loak bawa saja motor saya seandainya muat di karung dan gerobaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="text_exposed_show" style="background-color: white; color: #141823; display: inline; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px;"&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 6px;"&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Bapak mungkin gak peduli alasan teman saya itu memberi 'tumpangan' ke saya dan juga situasi keluarga dan rasa malas saya untuk cepat-cepat menghuni kost baru saya di Sumedang yang menjadi alasan saya memilih 'numpang' di kostan milik bapak sejak kontrakan saya di Bandung habis atau pertemanan kami yang terjalin sejak SD sampai satu sekolah saat SMP-SMA dan sempat satu tempat kuliah, bahkan satu gedung fakultas. coba saya ambil hikmahnya, secara tidak langsung bapak sudah mengajarkan saya untuk kedepannya mengalahkan rasa malu saya untuk berbicara dengan orang yang belum dikenal baik dalam situasi menyenangkan maupun tidak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sayang tadi saya panik dan memilih langsung ke kamar kost baru saya dipinggiran Sumedang tanpa meminta maaf ke bapak apapun reaksi dari bapak yang akan saya terima. dan akhirnya saya sadar juga kalau tak ada tempat senyaman rumah atau di lingkungan keluarga, apalagi kalau keluarga kamu utuh.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://titotea.blogspot.com/2015/08/aturan-kost.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-4697534995628184049</guid><pubDate>Mon, 13 Jul 2015 20:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-07-14T03:11:34.979+07:00</atom:updated><title>Mengikuti SBMPTN Setelah Dua Tahun Kuliah</title><description>&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Pembaca yang budiman, sebelumnya anda bisa membaca artikel yang saya tulis Desember tahun 2013 lalu &lt;b&gt;&lt;a href="http://titotea.blogspot.com/2013/12/nelangsa.html"&gt;disin&lt;/a&gt;i&lt;/b&gt;&amp;nbsp;ketidakbersyukuran yang mungkin kini saya sesali namun telah menjadi bagian hidup saya dan sepatutnya jadi motivasi saya untuk selalu berusaha menjadi individu yang lebih baik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;&lt;b&gt;#Menyesal itu tak pernah di awal&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Saya seorang lulusan SMA tahun 2013, tahun 2013 diterima SBMPTN dan kuliah di jurusan Pendidikan Teknik Elektro UPI, sebagai "Calon Insinyur" yang sekaligus didapuk sebagai "Calon Guru SMK" saat itu saya malah terlalu bahagia hanya karena diterima di PTN, dan sesudah euforia bisa diterima PTN itu saya menderita "&lt;/span&gt;&lt;b style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Syndrom ITB-UIN Jakarta&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;" dan saya tidak berjuang memerangi kemalasan saya dalam mendalami keilmuan Teknik Elektro tersebut, Ketika teman-teman saya membeli atau meminjam buku Elektronika dasar, Teknik Digital, Kalkulus Purcell atau Fisika Giancolli, Saya malah berkunjung ke perpustakaan untuk meminjam buku Mahabrata, Ernest Hemingway, Kahlil Gibran dan buku-buku lain yang tidak ada hubungannya dengan keilmuan Teknik Elektro, saya juga tidak berusaha keras memperbaiki IP jelek saya yang seukuran pensil (IP paling tinggi saya 2,3) dan mungkin terancam drop out.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;b style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;#Keputusan Besar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Pada penghujung bulan April/Mei 2015 selain dihantui Drop Out, saya juga merasa jenuh di jurusan Teknik Elektro, setelah empat semester perkuliahan saya mendadak saya menginginkan sesuatu yang indah dalam kuliah saya baik dari segi akademik maupun kehidupan sosial dan kehidupan saya di masa mendatang, saya shalat istikharah antara harus bertahan di UPI atau pindah ke kampus lain, permintaan untuk ikut SBMPTN tahun 2015 tepat pada hari ulang tahun saya ke 19 mungkin menjadi kado pahit yang saya berikan pada ayah saya. Tahun 2014 juga saya ingin mengikuti SBMPTN lagi, namun ditolak keras oleh beliau, namun tahun 2015 ini Alhamdulillah Ayah saya merestui rencana saya tersebut tanpa marah sama sekali, faktor niat yang berbeda sepertinya, 2014 itu &lt;/span&gt;&lt;b style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;"ITB Syndrom" &lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;sedangkan di tahun 2015 &lt;/span&gt;&lt;b style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;niatnya kuliah sesuai minat, lancar dan mencerahkan masa depan&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;b style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;#Persiapan SBMPTN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Dalam persiapan saya menghadapi SBMPTN 2015, saya langsung mencari-cari lagi referensi kampus dan jurusan, berniat beralih bidang keilmuan dari Sains dan Teknologi ke Sosial Humaniora, memastikan kalau ketiga pilihan yang tersedia di kartu peserta SBMPTN adalah keilmuan yang saya MINATI. Saya kemudian memilih Universitas Padjajaran dan Universitas Jenderal Soedirman, Dua PTN yang nyaris sama sekali tak saya lirik ketika kelas 12 SMA dulu, karena menganggap kedua PTN tersebut adalah "PTN Kelas dua yang tidak setara dengan dua gajah dan kampus dimana Go-Jek dihadang ojek pangkalan" &lt;/span&gt;&lt;b style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;kini jadi harapan saya untuk dapat memperbaiki nasib, &lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;semacam kualat&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3P5nV9ltNbLd7bThqluY2bt6BaTgQjVtSAMFvDqr_NcB4zfOTeUJNW9pcVDD386q3jij1d-Ttt19tax_cZ92m58A6hwb4jAuRK4Bc34kZUNyO11LaKJOkNpgJsHndQbH11Cj_KodKoQ/s1600/KARTU_PESERTA_2153413135_Anyar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="282" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3P5nV9ltNbLd7bThqluY2bt6BaTgQjVtSAMFvDqr_NcB4zfOTeUJNW9pcVDD386q3jij1d-Ttt19tax_cZ92m58A6hwb4jAuRK4Bc34kZUNyO11LaKJOkNpgJsHndQbH11Cj_KodKoQ/s400/KARTU_PESERTA_2153413135_Anyar.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Bank soal SBMPTN 2013 saya gunakan lagi, saya meminjam buku latihan soal bimbel 2013 lalu kepada teman bimbel saya (Hatur nuhun pisan Agri Pasca Ramdhani, semoga dibalas pahala berlipat-lipat), karena buku latihan soal bimbel saya sudah hilang. Awalnya saya merasa kesulitan belajar ilmu sosial terutama Matematika Dasar dan Geografi, Alhamdulillah lama-kelamaan terbiasa, apalagi setelah mendapat kunci jawaban dan pembahasan latihan soal SBMPTN yang banyak tersebar di Internet. bahkan saya sangat menyukai belajar Ekonomi waktu itu, Pelajaran yang menjadi alasan saya untuk tidak masuk IPS saat SMA, Namun di pelajaran Geografi saya masih kesulitan, akhirnya H-3 SBMPTN saya memutuskan untuk menyewa guru privat meski dalam sekali pertemuan, sesi privat yang hanya dua jam tersebut tidak banyak membahas soal, tapi sangat membantu saya mendapat gambaran materi Geografi secara sistematis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;b&gt;#Hari Ujian SBMPTN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;TKDU saya kerjakan dengan lancar, Matematika Dasar yang saya perkirakan hanya mampu menjawab 2-3 soal ternyata mampu menjawab 6 soal. TKD Soshum justru menjadi mimpi buruk bagi saya, Saya tidak baik dalam mengerjakan Sosiologi dan Sejarah yang kebanyakan orang mampu menjawab banyak, beruntung beberapa soal adalah jackpot, yang jawabannya sangat jelas sehingga saya masih bisa mengisi kedua pelajaran tersebut dan diiringi nembak jawaban tentunya ^_^&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Sepulang ujian saya berencana memeriksa jawaban-jawaban saya untuk memperkirakan nilai yang saya terima, tapi baru memeriksa satu soal Sosiologi dan ternyata salah saya langsung stress, tanpa pikir panjang soal ujian pun saya bakar supaya tidak menghantui saya, memang berlebihan sih reaksi saya ^_^&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;b&gt;#Pengumuman kelulusan SBMPTN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Hari pengumuman kelulusan SBMPTN 2015 bertepatan dengan acara buka bersama kelas 9D SMPN 3 Bogor angkatan 2010, ada kisah lucu disini, sepertinya saat pertama kali membuka hasil saya salah memasukan nomor atau hal lain, nomor yang tertera dinyatakan "gagal lulus SBMPTN," saya pun lemas dan berusaha untuk have fun pada acara buka bersama dengan teman-teman lama saya. kebetulan ada teman saya yang tahun 2014 sudah pindah jurusan, saya berkata padanya "Wah, saya malah gak lulus tes mau pindah jurusan" menanamkan penggalan lirik lagu Last Child sebagai pikiran positif &lt;b&gt;"Setidaknya diriku pernah berjuang"&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
Sepulang acara buka bersama saya menginap di rumah kawan saya, maklum sudah tidak punya rumah di Bogor lagi, saya masih terbayang-bayang hasil "Tidak Lulus dalam kesempatan terakhir mengikuti SBMPTN" saya membuka lagi website pengumuman hasil SBMPTN, memastikan mengisi nomor dan tanggal lahir secara benar, dan ternyata saya dinyatakan diterima sebagai calon mahasiswa &lt;b&gt;Sastra Indonesia Universitas Padjajaran&lt;/b&gt;. langsung saja tubuh yang tadinya lemas menjadi penuh energi, saya tidak menyangka akan mendapat &lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;&amp;nbsp;kesempatan untuk kuliah di jurusan yang saya rasa adalah 'jiwa' saya, saya dapat kesempatan melangkah jauh lebih baik dari kemarin, impian saya jadi cum laude dan mawapres terbuka lagi, meski disisi lain saya juga harus sadar akan kehilangan umur saya, teman-teman sejurusan di kampus lama saya, uang orang tua yang tidak sedikit, mengambil bangku adik angkatan 2015 yang mungkin usahanya lebih keras dari saya (Saya merencanakan ikut SBMPTN sebulan sebelum pelaksanaan ujian, belajar pun cuma sebulan sebelum SBMPTN) dan banyak hal lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUAotQKKaXa78rAvrB9y03Dge-2Hkxmtr0s-2pcm13Zw_MupfCwcwKpJy42mVp26pu71ZfrhXpMfk_X2wwdzXthk1-4kHUTbbKpvaq0qwvUWap1fRT06WJ4XAPLoDMHE9UNyvf_79iuQ/s1600/10479175_1110519605628219_1899575961761134523_o.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUAotQKKaXa78rAvrB9y03Dge-2Hkxmtr0s-2pcm13Zw_MupfCwcwKpJy42mVp26pu71ZfrhXpMfk_X2wwdzXthk1-4kHUTbbKpvaq0qwvUWap1fRT06WJ4XAPLoDMHE9UNyvf_79iuQ/s640/10479175_1110519605628219_1899575961761134523_o.jpg" width="360" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;div style="color: #141823;"&gt;
Sejak hari itu, 09 Juli 2015 saya yang membenci pikiran mayoritas orang "Proses lebih penting dari hasil" pun berubah, dahulu saya berfikir seluruh proses akan percuma tanpa hasil yang baik, tapi pada hari itu saya merasa telah ditunjukan betapa nikmatnya suatu proses. Terbayang lirik lagu Cupumanik yang berjudul Maharencana.&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #f8f8f8; font-family: arial, verdana, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 25.6000003814697px;"&gt;Semua berawal dari yang kau rasakan&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f8f8f8; box-sizing: border-box; font-family: arial, verdana, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 25.6000003814697px; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="background-color: #f8f8f8; font-family: arial, verdana, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 25.6000003814697px;"&gt;dari hanya kisah kecil yang kau alami&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f8f8f8; box-sizing: border-box; font-family: arial, verdana, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 25.6000003814697px; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="background-color: #f8f8f8; font-family: arial, verdana, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 25.6000003814697px;"&gt;dia memberi makna&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f8f8f8; box-sizing: border-box; font-family: arial, verdana, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 25.6000003814697px; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f8f8f8; box-sizing: border-box; font-family: arial, verdana, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 25.6000003814697px; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="background-color: #f8f8f8; font-family: arial, verdana, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 25.6000003814697px;"&gt;peristiwa tak bicara dengan kata terbuka&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f8f8f8; box-sizing: border-box; font-family: arial, verdana, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 25.6000003814697px; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="background-color: #f8f8f8; font-family: arial, verdana, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 25.6000003814697px;"&gt;bukalah mata rasa yang kau punya&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f8f8f8; box-sizing: border-box; font-family: arial, verdana, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 25.6000003814697px; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="background-color: #f8f8f8; font-family: arial, verdana, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 25.6000003814697px;"&gt;agar kau tau artinya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;Semoga yang merasa terkena "Syndrom Jaster PTN Favorit" salah jurusan atau hanya asal masuk PTN bisa serius dalam menjalani kuliahnya, Saya yakin kalau rajin dalam belajar dari awal pasti kesananya enjoy di universitas dan jurusan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 19.3199996948242px;"&gt;&amp;nbsp;Minta doanya juga dari pembaca supaya saya menjadi mahasiswa saleh yang berprestasi akademik, organisasi, membahagiakan orang tua dan sukses di kampus baru saya ;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://titotea.blogspot.com/2015/07/mengikuti-sbmptn-setelah-dua-tahun.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3P5nV9ltNbLd7bThqluY2bt6BaTgQjVtSAMFvDqr_NcB4zfOTeUJNW9pcVDD386q3jij1d-Ttt19tax_cZ92m58A6hwb4jAuRK4Bc34kZUNyO11LaKJOkNpgJsHndQbH11Cj_KodKoQ/s72-c/KARTU_PESERTA_2153413135_Anyar.jpg" width="72"/><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-5539218893796210754</guid><pubDate>Sun, 24 May 2015 20:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-25T03:34:43.491+07:00</atom:updated><title>Peterpan - Kota Mati</title><description>&lt;span class="lirik_line hover" id="line_1" style="background: none 0px 0px repeat scroll rgb(230, 239, 248); color: #3a598f; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Warna seperti menghilang di kota ini&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line hover" id="line_2" style="background: none 0px 0px repeat scroll rgb(230, 239, 248); color: #3a598f; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;hitam dan putih masa lalu&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line hover" id="line_3" style="background: none 0px 0px repeat scroll rgb(230, 239, 248); color: #3a598f; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Telah membisu&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;" /&gt;&lt;span class="lirik_line hover" id="line_4" style="background: none 0px 0px repeat scroll rgb(230, 239, 248); color: #3a598f; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Chorus:&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_5" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Semua berakhir di sini&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_6" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Tempatku mulai bermimpi&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_7" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Masih menari di sini&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_8" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Langkahmu yang telah pergi&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;" /&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_9" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Udara ini berubah di kota mati&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_10" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Seperti kisah masa lalu&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_11" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Kini membisu&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;" /&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_12" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Coba dengarku berbisik&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_13" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Suara yang telah mengering&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_14" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Hati ku mati di sini&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_15" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Terdiam dan tak mengerti&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;" /&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_16" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Semua berkahir di sini&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_17" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Tempatku mulai bermimpi&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_18" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Masih menari di sini&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_19" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Langkahmu yang telah pergi&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;" /&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_20" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;masih bertahan sisa&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_21" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;mimpi-mimpi ku di kota mati&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_21" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;kini bertahan sisa&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_23" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;mimpi-mimpi ku di kota ini&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;" /&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_24" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Semua berkahir di sini&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_25" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Tempatku mulai bermimpi&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_26" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Hatiku mati di sini&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_27" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Terdiam dan tak mengerti&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_27" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_27" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Sumber : kapanlagi.com&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_27" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="lirik_line" id="line_27" style="background-color: white; display: block; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; padding: 0px 5px;"&gt;Kota Mati jadi lagu favorit saya beberapa bulan ini, mungkin karena sedang berjuang merubah nasib.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;</description><link>http://titotea.blogspot.com/2015/05/peterpan-kota-mati.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-9160547545353189872</guid><pubDate>Wed, 15 Jan 2014 20:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-16T03:45:34.704+07:00</atom:updated><title>Ulah Saya di Masa Kecil</title><description>Hari ini saya tidak bisa tertidur sehingga awalnya saya putuskan untuk bernostalgia ke youtube mencari video klip Band zaman dahulu seperti Gigi dll. namun tiba-tiba saya iseng memasukan nama saya sebagai keyword google dan ketemulah tulisan-tulisan saya di masa kecil yang saya post di www.kabarindonesia.com, sejak bulan Mei tahun 2007 atau hampir tujuh tahun yang lalu, berikut saya awali dengan puisi-puisi saya ;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Bookman Old Style, Georgia, Times New Roman, Times, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;strong&gt;Kata&amp;nbsp;Hati Sang Pengemis Malang I&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terik Matahari Yang memanggang&lt;br /&gt;Tak kuhiraukan&lt;br /&gt;Ku hanya duduk termenung &lt;br /&gt;Menunggu Belas Kasihan Orang Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Anak dan Istriku&lt;br /&gt;Demi Sesuap Nasi&lt;br /&gt;Semuanya Ini&lt;br /&gt;Hanya Demi Menyambung Hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit Demi Sedikit&lt;br /&gt;Recehan&amp;nbsp;Demi Recehan&lt;br /&gt;Yang Kukumpulkan&lt;br /&gt;Namun Tetap Tak bisa&lt;br /&gt;Mensejahterakan Keluargaku&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Tuhan.....Mengapa?&lt;br /&gt;kau Berikan Cobaan Yang Berat&amp;nbsp;Sekali&lt;br /&gt;Mungkin karena Nasibku Yang Buruk&lt;br /&gt;Yang S'lalu Buruk&lt;br /&gt;Dan Yang Tak Pernah Beruntung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata Hati Sang Pengemis Malang II&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Aku S'lalu Merasa Bahwa&lt;br /&gt;Akulah Orang Termalang Di Dunia Ini&lt;br /&gt;Namun Bila Memang Takdirku &lt;br /&gt;Mengapa Tak Bisa Kupungkiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin Rasanya &lt;br /&gt;Mengakhiri Hidup Yang Hampa ini&lt;br /&gt;Namun Ku Tak Bisa karena&lt;br /&gt;Hidup Yang Segan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Tetapi Matipun Enggan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun.....&lt;br /&gt;Ku Tak Bisa T'rus bersedih &lt;br /&gt;Ku Takkan Pernah Putus asa&lt;br /&gt;ku Harus S'lalu maju karena&lt;br /&gt;Tantangan Hidup&lt;br /&gt;S'lalu Ada Di depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bogor,Pukul 19.45 WIB,Tanggal&amp;nbsp;29 mei 2007&lt;/em&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Bookman Old Style, Georgia, Times New Roman, Times, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Bookman Old Style, Georgia, Times New Roman, Times, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;strong&gt;Pahlawan Bangsa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
    
       
   
    &lt;span style="font-family: Bookman Old Style, Georgia, Times New Roman, Times, serif; font-size: 12px;"&gt;Wahai sang pahlawan bangsa&lt;br /&gt;Jasa-jasamu tak terhitung&lt;br /&gt;Kau korbankan semuanya&lt;br /&gt;Demi masa depan yang cerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau telah berjuang &lt;br /&gt;Tak kau harapkan&lt;br /&gt;Imbalan.......&lt;br /&gt;Atas jasa-jasamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terbayangkan sekali&lt;br /&gt;Bila tak ada engkau di sini&lt;br /&gt;Namun sangat disayangkan&lt;br /&gt;Engkau T'lah tiada di dunia ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan kuhargai jasa-jasamu&lt;br /&gt;hingga.....&lt;br /&gt;malaikat maut &lt;br /&gt;menjemput...........kami...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bogor,23 Mei 2007&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Bookman Old Style, Georgia, Times New Roman, Times, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Bookman Old Style, Georgia, Times New Roman, Times, serif; font-size: 12px;"&gt;Dan mungkin post terakhir saya di website tersebut adalah artikel tentang kondisi bahasa sunda pada tanggal 11 Oktober 2008 ;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Bookman Old Style, Georgia, Times New Roman, Times, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Bookman Old Style, Georgia, Times New Roman, Times, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;strong&gt;Kondisi Bahasa Sunda&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Bookman Old Style, Georgia, Times New Roman, Times, serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style, Georgia, Times New Roman, Times, serif; font-size: 12px;"&gt;"Gue ini cool kan" kalimat seperti itu biasa diucapkan oleh pemuda zaman sekarang di Jawa Barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka
 terlihat gengsi dan jijik terhadap bahasa daerah sendiri yaitu bahasa 
Sunda. Mereka lebih suka mengatakan sho what?? daripada kunaon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kebudayaan sendiri harus kita jaga,mereka lebih suka menggunakan bahasa "campursari" antara gaul, Indonesia dan Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh
 mungkin bahasa Inggris yang jauhnya ribuan kilo mereka sangat senang 
mengucapkan, masih bagus bila diucapkan tidak "campursari"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tanah Sunda yang diinjak mereka, bahasanya malah mereka benci dianggap ketinggalan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya
 mengajak semua warga Sunda khususnya di Jawa Barat untuk menggalakan 
penggunaan bahasa sunda khususnya dengan orang Sunda agar bahasa ini 
tidak punah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Bookman Old Style, Georgia, Times New Roman, Times, serif; font-size: 12px;"&gt;&amp;nbsp;-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Bookman Old Style, Georgia, Times New Roman, Times, serif; font-size: 12px;"&gt;Sungguh pagi hari ini saya tertawa dengan tulisan-tulisan saya di usia sebelas dan dua belas tahun dahulu, semoga di masa depan saya bisa menjadi penulis handal bahkan bisa merubah dunia ke arah lebih baik dengan tulisan saya.&lt;/span&gt;</description><link>http://titotea.blogspot.com/2014/01/ulah-saya-di-masa-kecil.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-8177375338459255550</guid><pubDate>Mon, 16 Dec 2013 21:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-07-14T01:20:39.213+07:00</atom:updated><title>Nelangsa</title><description>&amp;nbsp; &amp;nbsp; Sudah tiga bulan perkuliahan berjalan, sudah lima bulan saya berstatus mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Elektro UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), sebuah PTN yang bagus, tapi tidak terlalu bagus dan jauh dari kata jelek mengingat tempat saya kuliah sekarang ini adalah Pusat Universitas Keguruan se-Indonesia. Saya pun tidak perlu kost mengingat jarak rumah kakek saya-kampus hanya 3 Km, Saya kerap berangkat lima belas menit perkuliahan dimulai. Kampus ini juga adalah kampus tiga generasi, Nenek, Paman dan sekarang saya kuliah disini, bahkan dua paman saya adalah alumni jurusan Elektro juga. Saya pun puas dengan akreditasi jurusan yang sudah mendapat predikat 'A'&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; Namun hingga sekarang saya tetap tidak bisa mensyukuri kampus yang telah berbaik hati menerima saya ini, Kampus ini memang pilihan kedua saya di SBMPTN 2013 lalu dibawah pilihan kesatu saya FMIPA ITB dimana disana bernaung jurusan yang saya impikan sejak SD, Astronomi. Disisi lain saya pun mengikuti SPMB-PTAIN untuk lulus sebagai mahasiswa UIN dimana ketika SMA saya memang sangat ingin merasakan bangku kuliah ilmu agama, juga menunjang mimpi saya kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo. Ketika SMA pun saya sendiri merasa bosan belajar ilmu yang berbasis pada ilmu alam dan ilmu sosial, ditambah saya yang memang sejak SD selalu menjadi anak nakal membuat saya termotivasi untuk kuliah ilmu agama. Saya sempat dengan tegas bicara ke ibu saya yang memotivasi saya untuk masuk ITB "Mah, Tito udah gak minat ke ITB, Tito pengen ke UIN, UIN mana aja gak apa-apa" begitu juga ketika ditanya guru Bimbingan Ilmu Pendidikan di bimbel NF saya selalu menjawab "UIN bu" saya bahkan mengikuti Bimbel pada bidang IPC mengingat SPMB-PTAIN tulis untuk jurusan keagamaan saya harus menjajal test bidang studi IPS.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kebetulan saya akhirnya diterima di Pendidikan Teknik Elektro UPI pada SBMPTN dan diterima pada jurusan Aqidah Filsafat UIN Jakarta pada SPMB-PTAIN 2013. entah angin apa yang akhirnya membuat saya memilih UPI pada saat itu, lingkungan di sekitar saya memang mendukung saya untuk memilih UPI pada saat itu, ataukah karena saya terlalu takut dengan komentar-komentar miring bila saya kuliah di UIN Jakarta. Saya sadar saat memilih, saya sudah berusaha untuk melupakan dua kampus yang saya impikan, dimana menjadi mahasiswa jurusan astronomi ITB adalah impian saya sejak SD, dimana saya menaruh harapan dengan saya menjadi mahasiswa UIN Jakarta saya akan menjadi Insan yang religius, Jauh dari cap "Nakal" yang tujuh belas tahun hidup saya selalu melekat. Walaupun saya tetap meratapi, terutama untuk UIN Jakarta, hingga sekarang.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; Dahulu Saya sama sekali tidak tertarik untuk kuliah di tempat kuliah saya sekarang, dahulu saya sama sekali tidak memandang kampus saya sekarang walau setiap hari saya melewatinya, walau teman-teman di sekolah sangat memimpikan untuk kuliah di PTN, bahkan ketika saya menjadi (mungkin) satu-satunya murid di sekolah yang lolos jalur SBMPTN (d/h SNMPTN tertulis) ke kampus saya sekarang, saya tetap sangat meratapi apa yang saya anggap pilihan salah ini, nilai saya pun terancam nasakom alias nasib satu koma.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; Saya tidak tahu apakah tahun depan saya masih akan tetap kuliah disini atau tidak, tapi saya rasa saya harus berusaha bangkit dan berubah dahulu pada semester kedua, karena ketika memilih untuk kuliah di tempat saya sekarang saya selalu memindset kata yang entah saya dengar dari mana "Bukan Almamater yang membesarkan nama kita, melainkan kita yang harus membesarkan nama Almamater"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://titotea.blogspot.com/2013/12/nelangsa.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-7958359909827744245</guid><pubDate>Thu, 28 Oct 2010 05:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-28T12:20:08.677+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BERBAHAYA</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">blogging</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">DARURAT</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">globalisasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">nasional</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemikiran</category><title>Persebaya..</title><description>Persebaya telah terdegradasi dari ISL Musim 2009/2010,dan (seharusnya) harus mengikuti Divisi Utama Musim 2010/2011,tapi Persebaya malah ngotot ikut LPI(Liga Primer Indonesia),walau sudah diancam akan dihukum PSSI,Lucu udah kalah malah lari,Tapi bukan Ini yang mau dibahas,melainkan Bangsa kita yang terdegradasi layaknya Persebaya,bedanya Moral Bangsa kita yang terdegradasi.&lt;br /&gt;    Coba anda lihat foto facebook Beberapa orang Yang statusnya berpacaran,disitu ada foto laki-laki mencium Pipi perempuan/sebaliknya,Entah kemana urat malu mereka,Coba Lihat warung-warung,Mereka menjual Minuman keras dan tanpa malu orang-orang minum-minuman keras disana,Lagi-lagi entah Kemana urat malu mereka,Coba anda Lihat jalan-jalan di kota,anak-anak sekolah dibawah Umur Mengendarai Kendaraan bermotor kebut-kebutan ke sekolah,Lagi-lagi dan lagi-lagi entah kemana urat malu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa tanggapan mereka??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang mengupload foto Mencium Pipi mereka bilang "Kita saling cinta kok"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang Mabuk-mabukan di tempat ramai mereka bilang"Kita mabuk gak dilarang hukum Negara kok"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Dibawah umur yang mengendarai kendaraan bermotor mereka bilang "Sekolah kita jauh Dari rumah,Lagian kita dibolehin sama orang tua kok"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarlah,Kelakuan bangsa kita bagai Persebaya,Sudah salah dan kalah,eh malah Lari,Gak heran Kenapa moral bangsa Kita makin terpuruk,Mari Benahi moral bangsa kita!!,moral bangsa Indonesia yang sudah terdegradasi bisa Promosi lagi kayak deltras Kok.</description><link>http://titotea.blogspot.com/2010/10/persebaya.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-4941328581989103043</guid><pubDate>Wed, 09 Jun 2010 09:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-09T16:45:51.315+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BERBAHAYA</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">blogging</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">DARURAT</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemikiran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">remaja</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">saya</category><title>Pelajaran Berharga dari UAN</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://princessofnightmare.files.wordpress.com/2009/06/lulus.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 283px; height: 416px;" src="http://princessofnightmare.files.wordpress.com/2009/06/lulus.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Alhamdullilah saya akhirnya dapat inspirasi Kembali Untuk menulis di blog saya,setelah berbulan-bulan malas,saya senang sekali karena baru lulus UAN SMP,walau dengan hasil yang kurang memuaskan,Rata-rata Hasil NEM Saya hanya 7,73,setidaknya saya bersyukur karena Hasil itu saya dapatkan tanpa nyontek,Pertama-tama saya menyesal Karena tidak menggunakan contekan,sewaktu itu saya menduga Contekan tidak akan benar,Hanya mendapat apes,tapi diluar dugaan Contekan tersebut banyak benarnya,sehingga yang menggunakannya NEM nya tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Beberapa Hari saya menyesali,menghakimi diri sendiri,Mungkin Saya stress,Yang tidak menggunakan contekan dalam hati saya "Padahal Orang tua senang bila NEM saya tinggi","Padahal kalau Hasil Test PSB SMA Saya Kecil saya akan terbantu oleh NEM yang Tinggi,sehingga mengikuti test dengan tenang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sampai Saya Bicara Ke Ortu saya "Nyesel ih UAN Gak pake contekan,Padahal yang make contekan NEM nya gede-gede",Ortu saya bilang "Itu hasil kamu seumur Hidup lo,Apa kamu seneng Nilai tinggi Hasil nyontek,pasti bakal keinget-inget Seumur Hidup".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Itulah titik balik dari saya,Saya kemudian Berfikir "Orang-orang yang menyontek uang   negara(Koruptor),Mungkin pada saat sekolah dia juga hobi mencontek,Hasil NEM Yang kurang memuaskan itu Pun Akibat saya kurang belajar pada Saat SMP",Maka saya bertekad Pada saat saya SMA,tak peduli SMA Entah di SMA Negeri,SMA Swasta bagus/SMA Swasta Bobrok,Saya akan bersungguh-sungguh,tanpa mencontek atau cara curang lainnya,agar kejadian seperti ini tak terulang lagi.</description><link>http://titotea.blogspot.com/2010/06/pelajaran-berharga-dari-uan.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-7513751965321577830</guid><pubDate>Wed, 10 Feb 2010 09:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-10T16:04:18.545+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">blogging</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">globalisasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">internasional</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">nasional</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemikiran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tips dan trik</category><title>Aku adalah pulpen</title><description>Menurut bahasa saya globalisasi adalah Revolusi Teknologi dan adat istiadat,juga revolusi  pemikiran,&lt;br /&gt;Tak ada satupun Negara yang bisa menolaknya dan menerimanya secara penuh,tetapi ia menjadi Pilihan bagi manusia menolak atau menerima,Ia adalah Revolusi terbesar dan Tak ada matinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kenapa saya bilang Saya adalah pulpen sementara globalisasi adalah tipe-ex?,karena bila saya dan globalisasi menjadi sebaliknya,maka saya adalah orang yang bodoh,karena berarti saya menerima perubahan adat istiadat dan teknologi baru.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Karena semua lapisan tipe ex akan ditulisi oleh pulpen semua,sementara bila saya pulpen tidak akan dihapus semua oleh tipe ex,karena saya adalah orang yang menerima teknologi terbaru yang makin dikembangkan dan sedikit adat istiadat dan pemikiran orang luar.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Saya benci dengan beberapa orang Indonesia apalagi orang sunda,jago bahasa asing tapi bahasa sunda arti dari abdi saja nggak tahu,maka itu kita harus menjaga budaya sendiri sebelum berubah total menjadi budaya “Dunia”,tapi bukan berarti saya nggak mau belajar bahasa asing,kan saya juga mau gampang kerja.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;     Berandai andailah anda akan dikasih 5M,tapi 5M yang ini berupa kata-kata:&lt;br /&gt;-Maknailah Ideologi pancasila sebelum memaknai  Ideologi luar&lt;br /&gt;-Maknailah Bahasa daerah sendiri sebelum memaknai bahasa Asing&lt;br /&gt;-Maknailah Budaya sendiri sebelum memaknai Budaya luar&lt;br /&gt;-Mempelajari Teknologi Terbaru dari luar untuk mengembangkannya&lt;br /&gt; menjadi lebih baik&lt;br /&gt;-Membekali Diri dengan Nasionalisme dan pengetahuan luas tentang Negara asal dan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terserah pilihan anda karena bila anda menerimanya secara penuh,anda bagai beruang kutub tersesat di gurun sahara,Bila anda menolaknya secara penuh,Anda akan hidup Primitif seperti suku-suku di daerah terpencil Papua.</description><link>http://titotea.blogspot.com/2010/02/aku-adalah-pulpen.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-8426965757720150884</guid><pubDate>Wed, 25 Nov 2009 07:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-25T14:14:33.512+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Momen</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">remaja</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">saya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tips dan trik</category><title>Trik Sulap(Pesulap selalu menang)</title><description>Ngambil dari catetan facebook Pejabat osis di sekolahku (Muhammad Irsyad)&lt;br /&gt;Effects : Anda mampu memenangkan pertaruhan yang dipilih secara acak oleh para penonton.&lt;br /&gt;Persiapan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buat kartu bernomor 1-15. Di balik kartu bernomor ganjil, buat tulisan KALAH. Di balik kartu bernomor genap, buat tulisan MENANG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Buat 4 kartu lain bertuliskan angka "1", "2", "4", dan "8". Letakkan di papan tulis/ meja, dalam posisi tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Siapkan 3 tanda "+" (plus) dan 3 tanda "-" (minus). Masukkan ke dalam wadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jelaskan bahwa dalam sebuah permainan, selalu ada 2 kemungkinan, yaitu "menang" dan "kalah". Namun aturan ini tidak berlaku bagi para magician. Magician akan selalu menang, sedangkan orang yang melawan mereka akan selalu kalah. Anda akan membuktikan hal ini dengan memanggil seorang penonton naik ke atas panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tunjukkan kepada penonton kartu bernomor 1-15 yang telah anda buat tadi. Katakan bahwa di balik kartu-kartu tersebut, ada tulisan "MENANG" dan "KALAH". Jika sang penonton berhasil mengambil kartu dengan tulisan "MENANG", maka teori yang anda katakan di depan tadi pasti salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Suruh penonton mengacak kartu yang bertuliskan angka (1, 2, 4, dan 8). Setelah itu, buka kartunya. Misal, menghasilkan urutan : 4 2 8 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Minta sang sukarelawan mengambil 3 kartu (tanda "+" dan "-") dari dalam wadah. Suruh ia meletakkan masing-masing satu kartu tersebut di antara susunan angka-angka tadi. Harus ada satu tanda di sebelah satu angka. Misalkan sang penonton mengambil kartu "+", "+", dan "-". Ia bisa membuat kombinasi 4-2+8+1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Suruh ia menjumlahkan angka di papan. Tidak ada hasil minus. Jika hasilnya minus (misal 4-2-1-8 = -11), abaikan saja tanda minusnya, dan gunakan bilangan positifnya. Pasti hasilnya selalu ganjil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Minta ia mengambil kartu bernomor 1-15 sesuai dengan hasil penjumlahan yang didapat pada poin nomor 5. Ingatkan bahwa sang penonton telah mengambil kartu sesuai dengan keinginannya sendiri tanpa ada rekayasa. Suruh ia membalik kartu tersebut, dan pasti tulisannya "KALAH".</description><link>http://titotea.blogspot.com/2009/11/trik-sulappesulap-selalu-menang.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-8711593019466339726</guid><pubDate>Sun, 04 Oct 2009 11:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-04T18:35:10.588+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BERBAHAYA</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">blogging</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">DARURAT</category><title>Mengganti template</title><description>Sekarang saya mengganti template dari tadinya template dari O-om.com menjadi template standar Blogger karena beberapa alasan berikut beberapa alasan saya mengganti template:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Template Blog saya terlalu banyak ditempeli widget sehingga Membuat lambat akses ke blog saya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Postingan di blog saya "lumayan" Banyak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karena pengetahuan saya tentang html yang seadanya maka terjadi error pada saat saya mengedit lebar template sehingga bentuk template yang saya lebarkan menjadi tidak proporsional.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Komputer saya bermasalah sehingga tidak bisa membuka file Berekstensi .zip sehingga memaksa saya Untuk menggunakan template standar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mungkin sebentar lagi akan saya rubah kembali template ini&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;</description><link>http://titotea.blogspot.com/2009/10/mengganti-template.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-7808846302357895161</guid><pubDate>Thu, 24 Sep 2009 14:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-24T21:52:45.821+07:00</atom:updated><title>Selamet lebaran</title><description>selamat lebaran semua maaf saya telat</description><link>http://titotea.blogspot.com/2009/09/selamet-lebaran.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-3109962552634110727</guid><pubDate>Sat, 01 Aug 2009 11:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-01T18:51:31.367+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">blogging</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">internasional</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">nasional</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemikiran</category><title>Bukan pangeran Kelantan tetapi Pangeran Bekantan</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i664.photobucket.com/albums/vv6/titoskamil/bekantan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 108px; height: 129px;" src="http://i664.photobucket.com/albums/vv6/titoskamil/bekantan.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   Akhirnya saya kembali bisa memposting kembali tulisan di blog ini,dalam Artikel yang saya tulis ini&lt;br /&gt;saya akan membahas perihal Kasus Manohara dan teuku fachry, walaupun beritanya sudah lama ,sebetulnya saya menyesalkan pernyataan teuku fachry beberapa waktu lalu yang membantah telah menyiksa manohara. seperti dikutip dari krosceknews.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;/h3&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;h3&gt;Akhirnya, Tengku Fachry Serang Balik Manohara&lt;/h3&gt;        &lt;p class="cl-yellow"&gt;Rabu 24 Juni 2009&lt;/p&gt;                &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; – Setelah lama diam seribu bahasa soal pelaporan dan pengakuan Manohara selama ini, akhirnya Pangeran Kelantan pun mulai unjuk suara.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Muhammad Tengku Fachry Petra,  tak kuat juga terus membiarkan kupingnya memerah atas pemberitaan Manohara, yang isinya amat menyudutkan diri dan lembaga Kerajaan Kelantan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fachry pun menilai Manohara melakukan pembohongan atas pengakuannya disiksa dan disilet-silet, saat dia  menjalani hidup di Kerajaan Kelantan, Malaysia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tengku Fachry kepada media dengan tegas menyebut Manohara bisa melaporkan ke polisi saat di Kelantan bila memang teraniaya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Dia berpeluang untuk melaporkan kalau dia (Manohara-red) disiksa. Dia sempat tari poco-poco dengan istri polisi dan polisi perempuan. Tidak masuk akal,” ujar Fachry.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara soal pengakuan Monoha yang disilet-silet dibagian pantat dan dadanya, juga ditangkis anak ketiga Sultan Kelatan tersebut.&lt;/p&gt; ”Foto-foto dia berenang di laut, kalau ada itu (luka-red) itu mesti pedih, sakit. Dan yang kedua, pasti nampak lukanya. Dan yang ketiga, dia tidak mungkin beriang-riang,” ujar Fachry mantap. &lt;/blockquote&gt;       Bagaimana bisa Seorang pangeran takut mengatakan kesalahannya??,dari pernyataan ini kita bisa tahu bahwa tengku fachry adalah orang yang goblog,tolol dan bodoh,dia lupa menjaga citra keluarga kerajaan kelantan dan tentu nama baiknya sendiri??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dua-duanya cocok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Semua orang bila saling jatuh cinta dan menikah,itulah pertanda bahwa ada kecocokan diantara mereka berdua Karena dua-duanya saling cocok,Tengku fachry yang seorang pengecut dan manohara yang pintar-pintarnya mencari kesempatan dalam kesempitan contohnya,Jujur saya tidak suka dengan dua-duanya,manohara menjadi selebriti dipuja-puja banyak orang,bahkan sekarang sudah menginjak episode ke 12 sinetron yang dibintanginya,padahal ia bicara bahasa indonesia saja tak becus,Sungguh saya sangat menyesalinya,bagaimana dengan sang pahlawan devisa indonesia(TKI),mereka pun pahlawan tanpa tanda jasa seperti guru,tetapi tetap saja saya sangat jengkel dengan kelakuan tengku fachry yang tidak mau mengakui kelakuannya pada istrinya karena itulah saya simpulkan dirinya yang sebenarnya bahwa dia bukanlah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pangeran kelantan melainkan PANGERAN BEKANTAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://titotea.blogspot.com/2009/08/bukan-pangeran-kelantan-tetapi-pangeran.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-2426991593716702798</guid><pubDate>Tue, 07 Jul 2009 10:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-07T18:30:58.421+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tips dan trik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">transport</category><title>Menghadapi Supir dan kenek bandel</title><description>Seperti dalam Judul saya akan membahas menghadapi supir dan kenek tengil yang suka menaikan harga angkot dan bus,karena bila kita cuek kita akan rugi,Maka sebaiknya kita ajak dia berdebat Karena kita bisa bayar angkot sesuai tarif yang berlaku Bahkan gratis,dan bila kita naik minibus Kita akan menyumbat Mulut comel si kenek,berikut contoh-contoh berdebat melawan supir dan kenek:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Untuk melawan supir angkot&lt;br /&gt; keuntungan:tidak rugi bayar tarif Bahkan bisa gratis&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tarif angkot di bogor Jauh dan dekat rp 2000(dewasa),rp 1500(pelajar),Bila punya uang pas bayar saja rp.1000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah naik angkot dari Balaikota-botani square,memang angkot yang saya naiki terkenal sopirnya barbar saya membayar rp.5000 dan dikembalikan rp.3000 Kurang rp.500 beginilah percakapannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;saya:Bang kurang 500 deui&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sopir:Kan kamu nggak pake seragam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;saya:Angkot lain Tetep bayar 1500 kok pakai seragam nggak pakai seragam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ini sih si abang aja tengil,ini bogor bang,bukan Bandung,kalo di bandung si iya Yang nggak pakai seragam bayar tarif umum&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sopir:emang segitu biasanya juga&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya:sejak kapan anak sebesar saya diitung dewasa mas?,saya nggak mau rugi ya!!&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sopir(dengan muka mulai memerah):Kamu jangan ngotot,orang yang nggak pada pakai seragam anak kecil pun bayar rp.2000&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya:Betul-betul hebat ya abang Berbohongnya,dimana-mana juga kalo segede saya bayar 1500,saya keliatan udah Kayak bapak-bapak ya?,pokoknya saya ngga mau rugi,saya laporin juga angkot abang ke organda&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sopir(Mengamuk):Ya sudah nggak usah bayar kamu,nih saya balikin uangnya(dengan melempar 1 lembar rp.5000),Dasar kamu anak Tengil&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya:bye-bye saya jadi gratis makasih ya(lalu saya mengacungkan jari tengah saya dari jauh saya mengatakan F**K YOU MAN YOUR A** HOLE&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya mencoba lagi hingga 3 kali dan sukses Besar,Awalnya dia pingin untung dengan menaikan tarif eH malah buntung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk di miniBus,saya naik Dari jalan baru sampai terminal saya membayar rp 1.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarif bus Untuk Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor-Tamanyasmin:Rp.1000&lt;br /&gt;Bogor-Parung:rp.2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah percakapannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kenek:de...de...de 1000 lagi de&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya:lo bukannya biasanya segitu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kenek:2000 de&lt;/li&gt;&lt;li&gt;saya:Mas rp.2000 itu dari parung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kenek:Itu dulu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;saya:mas Kan sekarang bensin turun,Rp.2000 tuh dari parung,dari taman yasmin aja dapet rp.1000(Karena saya kesal saya diamkan)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kenek:sekitar 3 menit dia ngocol Pokoknya yang bikin saya kesal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya(karena sudah kesal mendengar pidatonya):Kalau begitu sini deh kembalikan Uang saya,saya naik bus lain saja&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Kemudian si kenek pun diam 1000 bahasa&lt;/span&gt;</description><link>http://titotea.blogspot.com/2009/07/menghadapi-supir-dan-kenek-bandel.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-35601125469217515.post-2875284192665515582</guid><pubDate>Tue, 19 May 2009 09:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-19T16:25:53.038+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">blogging</category><title>Jangan panggil mas</title><description>Buat yang ngisi shoutbox/komentar saya punya satu permohonan,yaitu jangan panggil saya mas saya ini baru 13 tahun lo,ingat ya jangan panggil mas,sapa saya saja dengan kata misal Jang,dik,sob,dll</description><link>http://titotea.blogspot.com/2009/05/jangan-panggil-mas.html</link><author>noreply@blogger.com (Tito Satrya Kamil)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>