<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" gd:etag="W/&quot;DkUEQn07fyp7ImA9WxNUFEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115</id><updated>2009-11-05T16:43:23.307+07:00</updated><title>Berkarya Merajut Harapan</title><subtitle type="html">Personal diary as an ordinary man and as a general practitioner</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/" /><link rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>52</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><link rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/BerkaryaMerajutHarapan" type="application/atom+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><entry gd:etag="W/&quot;DkYMR3w4eyp7ImA9WxNUFEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-5265023481271441775</id><published>2009-11-05T14:48:00.011+07:00</published><updated>2009-11-05T16:43:06.233+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-05T16:43:06.233+07:00</app:edited><title>Ir. Tifatul Sembiring, PestaBlogger dan dr. Noriyu</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:i51T5YzCbrU7DM:http://www.detikinet.com/images/content/2009/10/24/398/ts200.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 70px; height: 66px;" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:i51T5YzCbrU7DM:http://www.detikinet.com/images/content/2009/10/24/398/ts200.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ZbWlHq5IrAbD5M:http://pestablogger.cybergl.co.id/images/pestablogger.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 96px; height: 65px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ZbWlHq5IrAbD5M:http://pestablogger.cybergl.co.id/images/pestablogger.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SvKcY2Ura9I/AAAAAAAAAk4/3geLw8gVjyw/s1600-h/nry.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 55px; height: 67px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SvKcY2Ura9I/AAAAAAAAAk4/3geLw8gVjyw/s200/nry.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400550853883685842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bis arah blok m melaju perlahan. Tapi akhirnya sampai juga di jalan gatot subroto tepatnya gedung smesco. Ada yang menarik pada pestablogger kali ketiga ini semenjak 2007, yakni kehadiran Tifatul Sembiring (menkominfo), yang sebelumnya adalah presiden PKS.  Mendadak menjadi  banyak yang foto-foto. Beliau adalah presiden PKS ke-3 setelah Nur Mahmudi, Hidayat Nur Wahid. Beliau lahir di Bukittinggi, insinyur komputer lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer Jakarta, yang sejak tahun 1982 bekerja di PT PLN Pusat Pengaturan Beban Jawa, Bali, dan Madura. Profilnya ada di twitter dengan nickname tifsembiring dan facebook. Sebelum menutup sambutannya, beliau menyampaikan pesan bijak: bila berkata lembut, akan banyak pengikut..&lt;br /&gt;Dengan tarif IDR 50K, pengunjung mendapat tas, t-shirt bertuliskan pestablogger 2009, voucher makan siang dan snack.  Cukup saya kira. Sepanjang pengamatan saya ada dua even menarik yang cukup menyita pengunjung. Pertama, permainan yang diadakan telkomsel speedy dengan cara mengetik “TELKOMSEL SPEEDY” dengan mata ditutup kain. Kedua, sesi breakout dari ford yang di sisi lain mengadakan kompetisi blogging. Acaranya pestablogger sendiri tak tertangkap cukup jelas mengingat sound systemnya. Demikian halnya dengan penempatan layar untuk video yang agak ke bawah sehingga mesti meninggikan badan bagi yang duduk di belakang. Ada penjelasan yang cukup terngiang tentang kreatifnya blogger di bogor yang bekerjasama dengan penerbit.&lt;br /&gt;Di sesi breakout, saya ngikut yang online activism dimana ada dr. nova riyanti yusuf (noriyu), ga nyangka  juga klo beliau udah menjadi psikiater, mengingat usianya sepertinya masi muda. Jaman koas di fkui, kayaknya sih ga ketemu pas stase. Beliau lahir di Palu, Sulawesi Tengah. Noriyu juga adalah anggota DPR dan menulis sejumlah novel, esai dan skenario film. Di sesi ini noriyu mengungkapkan harapannya terbentuknya legislasi di bidang ilmunya. Sebetulnya ada yang ingin saya tanyakan pada kesempatan itu, akan seperti apakah legislasi yang beliau harapkan? Saat saya bertugas di daerah sisi sumatera, manajemen psikiatri baru pada tatalaksana. Lebihnya diadakan kunjungan. Bahwa bila di perkotaan misalnya bisa manajemen lebih, seperti apakah baiknya  untuk di daerah-daerah. Profil dr. noriyu  ada di twitter dengan nickname novariyanti, blog beliau ada di http://noriyu.wordpress.com. Harapan saya, beliau bisa memotivasi teman-teman sejawat untuk ngeblog, berhubung masih jarang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentang topik online activism yang juga terdapat presentan lain, dalam hemat saya mungkin ini efektif bagi kalangan menengah ke atas, namun berbeda dengan menengah ke bawah yang kiranya lebih pas dengan aktivitas nyata. Aktivitas nyata kiranya akan lebih kerasa ketimbang online yang bersifat maya mengingat tiadanya tatap muka, pembicaraan. Ibaratnya mungkin hubungan dokter pasien yang dilandasi empati. Ya berarti, dua-duanya aja…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-5265023481271441775?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/5265023481271441775/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=5265023481271441775" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/5265023481271441775?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/5265023481271441775?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/11/ir-tifatul-sembiring-pestablogger-2009.html" title="Ir. Tifatul Sembiring, PestaBlogger dan dr. Noriyu" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SvKcY2Ura9I/AAAAAAAAAk4/3geLw8gVjyw/s72-c/nry.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C08NRXw_eip7ImA9WxNUFEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-2044434906426946680</id><published>2009-11-05T13:42:00.009+07:00</published><updated>2009-11-05T16:04:54.242+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-05T16:04:54.242+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan" /><title>Produk Susu dan Melamin: Catatan Pendahuluan</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ZBrHb9uinPTlIM:http://www.babble.com/CS/blogs/strollerderby/2008/11/23-End/baby-bottle-i-stock.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 97px; height: 145px;" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ZBrHb9uinPTlIM:http://www.babble.com/CS/blogs/strollerderby/2008/11/23-End/baby-bottle-i-stock.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melamin, bahan industri kimia, pertama kali dihubungkan dengan kelainan sistem urinari pada bayi dan anak di Cina akhir September 2008. Lebih dari 294000 anak mengalami kelainan sistem urinari yang dihubungkan dengan konsumsi susu formula tercemar melamin.1 Kementerian Kesehatan China menyatakan pada tanggal 21 September 2008 bahwa sebanyak 12.892 anak masuk rumah sakit setelah minum susu formula yang tercemar melamin. Sebanyak 39.965 anak telah dirawat dan dipulangkan.2 Setelah itu, laporan dari masing-masing propinsi telah menambahkan 9959 kasus lain. Dengan demikian, hampir 53.000 anak telah dirawat dan sedikitnya enam dikonfirmasi meninggal.1 Sementara itu, kasus-kasus non fatal juga telah dilaporkan di Hongkong, Macao dan Taiwan.3&lt;br /&gt;Melamin telah ditambahkan secara ilegal pada susu untuk membuat kandungan protein susu tampak lebih tinggi saat diuji sebelum dijual ke produsen berbahan baku susu. Melamin telah ditemukan pada formula bayi yang diproduksi oleh 22 dari 109 pabrik susu di China.2 Konsentrasi melamin berkisar antara 0,09-619 mg/kg, dengan tingkat tertinggi ditemukan pada produk Sanlu hingga 2563 mg/kg.3 Penambahan melamin ke dalam makanan tidak diperbolehkan oleh komisi standar makanan FAO/WHO.4&lt;br /&gt;Di Indonesia melamin juga ditemukan pada produk susu asal China dengan konsentrasi antara 8,51-945,86 mg/kg, seperti diumumkan BPOM pada tanggal 27 September 2008.5 Ribuan produk yang mengandung susu dari China diamankan dan ditarik dari peredaran dalam rangka melindungi masyarakat dari risiko bahaya yang ditimbulkannya.6 Hal yang sama dilakukan negara-negara lain yang mengimpor makanan dari China.&lt;br /&gt;Tidak terdapat data toksisitas oral melamin pada manusia.3 Namun, pada studi hewan menunjukkan melamin dosis tinggi dapat menyebabkan efek pada kandung kemih, seperti inflamasi, batu dan kristaluria. Dalam kombinasi dengan derivatnya seperti asam sianurat, melamin dapat membentuk kristal dan menyebabkan toksisitas pada renal.7 Di China di mana bayi dan anak-anak telah terpapar melamin konsentrasi tinggi, efek yang yang telah dikaitkan adalah batu urinari dan gagal ginjal akut.8 Karenanya, masyarakat hendaknya meningkatkan kewaspadaan pada kemungkinan kasus terkait konsumsi produk susu tercemar melamin.&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.Musinski R. Tainted milk scandal. Melamine scare highlights need for thorough exams of all internationally adopted children. AAP News 2009; 30:1. Available from: http://aapnews.aappublications.org/cgi/content/full/30/1/1-a&lt;br /&gt;2.Parry J. China’s tainted milk scandal spreads around world. BMJ 2008; 337:a1890.&lt;br /&gt;3.WHO. Expert meeting to review toxicological aspects of melamine and cyanuric acid, 1-4 December 2008. Available from: http://www.who.int/foodsafety/fs_management/infosan_events/en/index.html&lt;br /&gt;4.Melamine in milk linked to kidney disease in children. Reuters 5 February 2009. Available from: http://www.reuters.com/article/healthNews/idUSTRE5137HC20090204&lt;br /&gt;5.Departemen Kesehatan. Semua sampel produk susu impor asal Cina positif mengandung melamin. 27 September 2008. Tersedia di: http://m.depkes.go.id/index.php?option=news&amp;amp;task=viewarticle&amp;amp;sid=3202&amp;amp;Itemid=2&lt;br /&gt;6.Sekarwana N. Bahaya susu bermelamin pada ginjal bayi. Tersedia di: http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;amp;id=39191&lt;br /&gt;7.WHO. Melamine and cyanuric acid: toxicity, preliminary risk assessment and guidance on levels in food 25 September 2008 - updated 30 October 2008. Available from: http://www.who.int/foodsafety/fs_management/Melamine.pdf&lt;br /&gt;8.Lam HL et al. Renal screening in children after exposure to low dose melamine in Hong Kong: cross sectional study. BMJ 2008; 337:a2991.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-2044434906426946680?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/2044434906426946680/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=2044434906426946680" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/2044434906426946680?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/2044434906426946680?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/11/produk-susu-dan-kelainan-sistem-urinari.html" title="Produk Susu dan Melamin: Catatan Pendahuluan" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0IMQnw6fip7ImA9WxNUE0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-1662151394763758910</id><published>2009-11-04T17:52:00.015+07:00</published><updated>2009-11-05T10:26:23.216+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-05T10:26:23.216+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Entertain" /><title>KCB dan AAC: antara dua novel dan dua film</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:dHFqdAvCu7SvcM:http://0kki4rdi4nt0.files.wordpress.com/2009/06/kcb_wallpaper01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 81px;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:dHFqdAvCu7SvcM:http://0kki4rdi4nt0.files.wordpress.com/2009/06/kcb_wallpaper01.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:Grrt0B8-58sOnM:http://4.bp.blogspot.com/_NwtMkTQG5_0/SQRn_XkUriI/AAAAAAAAABo/p1b5vdGAfM0/S760/ayat-ayat-cinta-the-movie.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 128px; height: 81px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:Grrt0B8-58sOnM:http://4.bp.blogspot.com/_NwtMkTQG5_0/SQRn_XkUriI/AAAAAAAAABo/p1b5vdGAfM0/S760/ayat-ayat-cinta-the-movie.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setidaknya saya sudah membaca hampir semua novel–novel Habiburahman el Shirazy, wabil khusus ayat-ayat cinta, pun karya-karya berikutnya. Kiranya ayat-ayat cinta adalah novelnya cukup baik, pun demikian film-nya. Saya juga kurang paham, korelasinya, baik novelnya dengan baik filmnya, secara novelisnya dan sutradaranya berbeda. Saya kira pembuatan novelnya memerlukan proses yang panjang. Bagaimana halnya dengan ketika cinta bertasbih. Kiranya sedikit berbeda ketimbang ayat-ayat cinta, dengan korelasi antara novel dan filmnya cukup berbanding. Tema KCB tak jauh berbeda dengan AAC. Sedikit berbeda dalam pemfilman KCB yang melalui audisi dengan wajah-wajah baru. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah mengapa, yang saya rasakan adalah akting pemeran AAC cukup terasakan. Apa karena mereka suda lebih duluan dalam akting ya? KCB diproses secara panjang. Tapi memang audisi di KCB dengan syarat-syarat yang disesuaikan. Bahkan pemeran eliana pun mendatangkan guru mengaji. Mungkin salah satu yang diharapkan bahwa peran baik dalam film diharapkan dapat diterapkan selanjutnya. Seperti halnya diungkap pemeran ana bahwa peran mengaji ingin tak hanya dalam film saja, tapi juga ingin diterapkan dalam keseharian beliau. Kalaupun kita tidak mengetahui mereka, pun di AAC, semoga di keduanya, dapat membawa kebaikan, baik bagi pemeran ataupun bagi yang menyaksikan. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Secara bila penggambaran peran suda cukup baik di keduanya di AAC ada pemeran fahri, aisha, maria, nurul, noura. Di KCB ada pemeran Anna, Eliana, Azzam, Husna, Furqan, bahkan pada KCB 2 ada dr. vivi dan ilyas. Klo saya pribadi prefer membaca novel AAC dan nonton film KCB. Di luar dari review, antara KCB dan AAC, baik novel dan filmnya ada baiknya untuk diapresiasi akan nilai-nilai yang ditampilkan. Semoga kelak akan lahir karya-karya baru yang Insya Alloh membawa nilai-nilai kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-1662151394763758910?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/1662151394763758910/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=1662151394763758910" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/1662151394763758910?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/1662151394763758910?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/11/ketika-cinta-bertasbih-dan-ayat-ayat.html" title="KCB dan AAC: antara dua novel dan dua film" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEQGSX87fCp7ImA9WxNRFE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-2306081685982956977</id><published>2009-08-23T17:37:00.006+07:00</published><updated>2009-09-08T16:32:08.104+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-08T16:32:08.104+07:00</app:edited><title>Aplikasi Java Religi untuk Handphone</title><content type="html">&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadfile/754932/amr.zip.html" target="_blank"&gt;Azan&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://www.fileden.com/files/2007/8/26/1385039/MobileMolvee3.jar" target="_blank"&gt;Azan&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://download11.getjar.com/downloads/wap/pub/10184/Hadith50.jad" target="_blank"&gt;50 hadiths&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://inhandlearning.com/wap/apps/juz30.jar " target="_blank"&gt;juz30&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://www.fileden.com/files/2007/8/26/1385039/ShahihMuslimIndonesia.jar" target="_blank"&gt;Shahih Muslim&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://inhandlearning.com/wap/apps/Ghasiyah.jar" target="_blank"&gt;Ghasiyah&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://www.4shared.com/file/34686154/93a00cee/ShahihBukhariIndonesiajar.html?dirPwdVerified=80e0460f" target="_blank"&gt;Shahih Bukhari&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadfile/748167/QuranReader.zip.html" target="_blank"&gt;QuranReader&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://www.fileden.com/files/2007/8/26/1385039/PocketQuran.jar" target="_blank"&gt;PocketQuran&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://www.fileden.com/files/2007/8/26/1385039/Quran.jar" target="_blank"&gt;Quran&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://islam.inhandlearning.com/wap/apps/DzikrDoa.jar" target="_blank"&gt;DzikrDoa&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://inhandlearning.com/wap/apps/DuaQuran.jar" target="_blank"&gt;DuaQuran&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://inhandlearning.com/wap/apps/DoaHarian.jar" target="_blank"&gt;DoaHarian&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://download11.getjar.com/downloads/wap/pub/7710/mramadhan.jad" target="_blank"&gt;mramadhan&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://inhandlearning.com/wap/apps/Hadis40.jar" target="_blank"&gt;Hadis40&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://webislam.110mb.com/app/index.php?dir=&amp;file=Kauthar.jar" target="_blank"&gt;Kauthar&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://inhandlearning.com/wap/apps/mShalat.jar" target="_blank"&gt;mshalat&lt;/a&gt;|&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2674064/Yaasin.zip.html" target="_blank"&gt;yaasin&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-2306081685982956977?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/2306081685982956977/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=2306081685982956977" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/2306081685982956977?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/2306081685982956977?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/08/aplikasi-java-religi.html" title="Aplikasi Java Religi untuk Handphone" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMNQX8-fyp7ImA9WxJbFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-3524297812441733734</id><published>2009-07-23T17:49:00.006+07:00</published><updated>2009-07-24T18:04:50.157+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-07-24T18:04:50.157+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tarbiyah" /><title>Izzis dan Fenomena Nasyid</title><content type="html">&lt;a href="http://izis.web.id/components/com_wmtportfolio_v2/Galleries/Konser/izis14.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 207px; CURSOR: hand; HEIGHT: 135px" alt="" src="http://izis.web.id/components/com_wmtportfolio_v2/Galleries/Konser/izis14.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;Jaman awal-awal reformasi, lirik nasyid izzis kerap diserukan ketika lagi aksi ato demo. ...kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri... Begitulah sepenggal liriknya. Ya, lirik ini menjadi sebuah penyemangat aksi yang lebih kurang sebagai sebuah kepedulian/ solidaritas, dalam terik matahari atau guyuran air. Hingga seiring waktu, izzis pun meluncurkan nasyid yang tak hanya untuk tema-tema aksi tapi juga tarbiyah dan/atau dakwah. Sejumlah karyanya adalah untukmu syuhada.&lt;br /&gt;Izzis sendiri terlahir di tengah-tengah kampus. Tepatnya di Kampus FMIPA UI Depok. Izzis dibentuk sejak 1992 oleh mahasiswa yang aktif dalam dakwah kampus. Di sela-sela kuliah, mereka berlatih di mushola. Di tahun 2006 personil izzis ada Novi Hardian, Afwan Riyadi, Agus Suharyadi, M Cholid Riza, Eko Sudrajat, Fathurrahman, Muji Raharjo, dan Noorahmat Pudyastomo. Sejumlah album yang diluncurkan izzis adalah Seruan, Ramadhan, Untuk Sebuah Cita, Kembali, Berderap di Jalan Panjang, Marching Out, Tak Sekedar Kata, Persembahan Kami, Jiwa, Pewaris Negeri, Al Aqsa Memanggil dan DTAK.&lt;br /&gt;Nasyid termasuk baru dalam ranah musik religius di Indonesia. Nasyid biasanya tampil dengan beberapa personil, yang juga disertai penyampaian pesan dakwah. Nasyid masuk Indonesia sekitar era tahun 80-an. Awalnya dirintis mahasiswa yang aktif dalam kajian Islam di kampus-kampus. Tahun 1994 -1996, nasyid lebih menjadi bagian dari hiburan dalam acara seminar-seminar Islam. Sesekali ada dalam acara pentas seni Islam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejak reformasi 1998, nasyid disambut antusias oleh kalangan muda. Nasyid kemudian berkembang hampir di setiap sekolah yang memiliki organisasi rohis, terutama di kalangan pelajar SMU. Sementara, grup nasyid di Indonesia yang sudah cukup senior di antaranya SNADA, Justice Voice, IZZIS, Gradasi, Shoutul Harokah, Arruhul Jadid dan Suara Persaudaraan. Nasyid sepertinya perlu bangkit kembali setelah belakangan lesu. Perjalanan nasyid masih cukup panjang dan masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Termasuk kreatif dalam berkarya. Sebaiknya senantiasa diingat akan niat awal nasyid untuk berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-3524297812441733734?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/3524297812441733734/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=3524297812441733734" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/3524297812441733734?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/3524297812441733734?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/07/jaman-awal-awal-reformasi-lirik-nasyid.html" title="Izzis dan Fenomena Nasyid" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0EDQng4fSp7ImA9WxJUFk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-9049413108871289118</id><published>2009-07-14T16:52:00.008+07:00</published><updated>2009-07-15T13:34:33.635+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-07-15T13:34:33.635+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan" /><title>ASI Eksklusif</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.republika.co.id/images/news/2009/05/20090504153017.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 175px; height: 140px;" src="http://www.republika.co.id/images/news/2009/05/20090504153017.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASI Eksklusif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;*Telah dipublikasikan di &lt;a href="http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/24_170Asieksklusif.pdf/24_170Asieksklusif.pdf" target="_blank"&gt;Cermin Dunia Kedokteran&lt;/a&gt; Juli-Agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun angka inisiasi menyusui meningkat sejak tahun 1990, angka inisiasi ASI eksklusif masih rendah bahkan tidak meningkat pada periode waktu yang sama. Proporsi bayi yang mendapat ASI eksklusif 6 bulan setelah melahirkan meningkat lebih lambat dibandingkan bayi yang mendapatkan makanan tambahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hambatan memulai dan melanjutkan proses menyusui antara lain karena kurangnya edukasi tentang menyusui sebelum melahirkan, praktek dan kebijakan rumah sakit yang tidak mendukung, interupsi saat menyusui, pemulangan dari rumah sakit yang lebih awal, kurangnya waktu untuk follow up rutin dan kunjungan pasca persalinan, pekerjaan ibu (tidak adanya fasilitas dan dukungan untuk menyusui di tempat kerja), kurangnya dukungan keluarga dan masyarakat, promosi komersial susu formula bayi, iklan di televisi dan majalah, kesalahan informasi serta kurangnya bimbingan dan dukungan dari petugas medis.1&lt;br /&gt;Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2002-2003 menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif pada bayi usia kurang dari 2 bulan hanya 64%.2 Persentase turun seiring dengan bertambahnya usia bayi yakni 46% pada bayi usia 2-3 bulan dan 14% pada bayi usia 4-5 bulan. Yang lebih memprihatinkan, 13% bayi kurang dari 2 bulan telah diberi susu formula dan satu dari tiga bayi usia 2-3 bulan telah diberi makanan tambahan. Survei Nutrition &amp;amp; Health Surveillance System, Balitbangkes dan HKI (2002) di 4 perkotaan (Jakarta, Surabaya, Semarang, Makasar) dan 8 pedesaan (Sumbar, Lampung, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, NTB, Sulsel) menunjukkan bahwa cakupan ASI eksklusif 4-5 bulan di perkotaan antara 4-12%, sedangkan di pedesaan 4-25%.3 Pencapaian ASI eksklusif 5-6 bulan di perkotaan berkisar antara 1-13% sedangkan di pedesaan 2-13%.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ASI Eksklusif&lt;br /&gt;WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif bagi bayi sejak lahir, sesegera mungkin (setengah-1 jam sejak lahir) sampai setidaknya usia 4 bulan dan bila mungkin hingga usia 6 bulan.4 Yang dimaksud dengan ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa disertai makanan atau minuman tambahan yang lain kecuali vitamin, mineral dan obat-obatan.1 ASI harus diberikan sebanyak dan sesering yang diinginkan bayi, siang maupun malam, setidaknya 8 kali.4&lt;br /&gt;Rekomendasi pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama didasarkan pada bukti ilmiah manfaat ASI bagi daya tahan hidup bayi, pertumbuhan dan perkembangannya.5 ASI memberi semua nutrisi yang dibutuhkan bayi selama 6 bulan pertama hidupnya. Pemberian ASI eksklusif mengurangi tingkat kematian bayi yang disebabkan berbagai penyakit seperti diare dan pneumonia serta mempercepat pemulihan bila sakit.&lt;br /&gt;ASI eksklusif telah terbukti meningkatkan proteksi terhadap banyak penyakit dan meningkatkan kemungkinan melanjutkan menyusui sedikitnya sampai usia 1 tahun.1 Rendahnya pemberian ASI eksklusif menjadi pemicu rendahnya status gizi bayi dan balita.3&lt;br /&gt;Studi pada populasi berpendapatan rendah, menunjukkan bahwa cairan sebagai tambahan ASI tidak diperlukan untuk mempertahankan hidrasi.6 Kandungan air dalam ASI yang diminum bayi selama pemberian ASI eksklusif sudah mencukupi kebutuhan bayi.5 Penambahan air, teh, atau cairan lain berpengaruh pada output ASI, pertumbuhan serta morbiditas dan mortalitas karena penyakit infeksi.6&lt;br /&gt;Memberi cairan sebelum bayi berusia 6 bulan meningkatkan risiko kekurangan gizi. Konsumsi air putih atau cairan lain meskipun sedikit, akan membuat bayi merasa kenyang sehingga tidak mau menyusu. Penelitian menunjukkan bahwa memberi air putih sebagai tambahan cairan sebelum bayi berusia 6 bulan dapat mengurangi asupan ASI hingga 11%.5&lt;br /&gt;Pemberian cairan tambahan juga meningkatkan risiko terkena penyakit. Pemberian cairan dan makanan dapat menjadi sarana masuknya bakteri patogen. Bayi usia dini sangat rentan terhadap bakteri penyebab diare, terutama di lingkungan yang kurang higienis dan sanitasi buruk. ASI menjamin bayi dapat memperoleh air bersih yang tersedia setiap saat. Penelitian di Filipina menunjukkan bayi yang diberi air putih, teh, atau minuman herbal lainnya berisiko terkena diare 2-3 kali lebih banyak disbanding bayi yang diberi ASI eksklusif.5&lt;br /&gt;Reanalisis studi di Brazil dan Bangladesh menunjukkan bahwa bayi menyusui dalam 6 bulan pertama kehidupan yang diberi makanan tambahan memiliki risiko 2-3 kali lipat lebih tinggi dalam hal kematian akibat diare dan pneumonia dibandingkan bayi yang menyusui eksklusif. Randomised controlled trial di Honduras menemukan, seperti studi observasional sebelumnya, bahwa mengenalkan cairan atau makanan pada diet bayi sebelum 6 bulan tidak bermanfaat bagi pertumbuhan.6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat ASI&lt;br /&gt;Menyusui adalah suatu proses alamiah yang besar artinya bagi kesejahteraan bayi, ibu dan keluarga.4 ASI memberi segala kebutuhan bayi, baik dari segi gizi, imunologis, maupun psikologis. ASI bersifat species-specific dan lebih unggul dibandingkan dengan makanan pengganti untuk bayi.1 ASI merupakan makanan alamiah dengan komposisi nutrisi yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.7 ASI mudah dicerna dan diserap, jarang menyebabkan konstipasi.&lt;br /&gt;ASI mengandung substansi yang menunjang perkembangan system saraf dan pertumbuhan otak.8 ASI kaya akan antibodi untuk melawan infeksi.7 ASI dapat membantu bayi untuk merespon secara baik terhadap vaksin mengingat jumlah antibodi yang tinggi pada bayi usia 7-12 bulan yang menyusui.8 Bayi yang menyusui lebih sedikit mengalami alergi. Pada keluarga dengan riwayat alergi, bayi menyusui mengalami lebih sedikit asma, alergi makanan dan eksim. ASI eksklusif sampai 4 bulan akan menurunkan risiko penyakit jantung anak ketika dewasa.7 Menyusui juga membina ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi.&lt;br /&gt;Penelitian di negara maju dan berkembang termasuk populasi kelas menengah di negara maju, menunjukkan bukti kuat bahwa ASI menurunkan insiden dan atau keparahan sejumlah penyakit infeksi termasuk meningitis bakterial, bakteremia, diare, infeksi saluran napas, necrotizing enterocolitis, otitis media, infeksi saluran kemih, dan late-onset sepsis pada bayi prematur. Selain itu, angka kematian postneonatal di USA berkurang hingga 21% pada bayi menyusui. Sejumlah studi menunjukkan peran ASI pada penurunan kejadian sudden infant death syndrome pada tahun pertama kehidupan dan penurunan insiden DM tipe 1 dan 2, limfoma, leukemia, penyakit Hodgkin, overweight dan obesitas, hiperkolesterolemia, dan asma pada anak yang lebih tua dan orang dewasa. Menyusui juga berhubungan dengan peningkatan hasil tes perkembangan kognitif. Menyusui pada saat prosedur seperti heel-stick untuk skrining bayi baru lahir akan membuat analgesia bagi bayi.1&lt;br /&gt;Manfaat menyusui bagi ibu antara lain menurunkan risiko perdarahan pasca persalinan dan mempercepat involusi uterus karena berhubungan dengan peningkatan konsentrasi oksitosin, menurunkan kehilangan darah menstruasi dan meningkatkan jarak kelahiran berhubungan dengan amenore pada masa laktasi, mempercepat kembalinya berat badan seperti sebelum hamil, menurunkan risiko kanker payudara dan kanker ovarium serta kemungkinan menurunkan risiko fraktur tulang pinggul dan osteoporosis pasca menopause.1&lt;br /&gt;Selain manfaat individual, menyusui menghasilkan manfaat social ekonomi yang signifikan bagi negara, termasuk mengurangi biaya perawatan kesehatan dan mengurangi orangtua absen dari pekerjaan karena anak sakit. Insiden penyakit yang rendah pada bayi menyusui membuat orangtua memiliki waktu yang lebih untuk memperhatikan anak-anaknya yang lain serta tugas keluarga yang lain dan mengurangi orangtua absen dari pekerjaan serta menghindari berkurangnya pendapatan. Diperkirakan pada tahun 1993 biaya untuk membeli formula bayi pada tahun pertama setelah melahirkan adalah $855. Selama 6 minggu pertama laktasi, masukan kalori pada ibu yang menyusui tidak besar. Setelah periode tersebut, intake makanan dan minuman lebih besar, tetapi harga peningkatan intake kalori tersebut sekitar setengah dari harga untuk membeli susu formula. Dengan demikian dapat menghemat &gt;$400 per anak untuk pembelian makanan selama tahun pertama.9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;1. American Academy of Pediatrics. Breastfeeding and the use of human milk. Pediatrics 2005; 115: 496-506. Diakses dari: http://aap.policy.aappublications.org/.&lt;br /&gt;2. Media Indonesia. Program ASI eksklusif hingga bayi enam bulan. 3 Agustus 2005. Diakses dari: http://www.mkia-kr.ugm.ac.id/.&lt;br /&gt;3. Pusat Kesehatan Kerja Depkes RI. Kebijakan Departemen Kesehatan tentang peningkatan pemberian Air Susu Ibu (ASI) pekerja wanita. Diakses dari: http://www.dinkeskotasemarang.go.id/.&lt;br /&gt;4. Nindya S. Dampak pemberian ASI eksklusif terhadap penurunan kesuburan seorang wanita. Cermin Dunia Kedokteran 2001; 133: 44-47.&lt;br /&gt;5. LINKAGES. Pemberian ASI Eksklusif atau ASI saja: satu-satunya sumber cairan yang dibutuhkan bayi usia dini. 2002. Diakses dari: http://www.linkagesproject.org/.&lt;br /&gt;6. Black RE, Victora CG. Optimal duration of exclusive breast feeding in low income countries. BMJ 2002; 325: 1252-1253. http://bmj.bmjjournals.com/.&lt;br /&gt;7. Suririnah. Air Susu Ibu (ASI) memberi keuntungan ganda untuk ibu dan bayi. 2004. Diakses dari: http://www.infoibu.com/&lt;br /&gt;8. Department of Nursing: Children's and Women's Services/Ob-Gyn Patient Education Committee University of Iowa Children's Hospital. Breast is best!. Diakses dari: http://www.uihealthcare.com/.&lt;br /&gt;9. American Academy of Pediatrics. Breastfeeding and the use of human milk. Pediatrics 1997; 100: 1035-9. Diakses dari: http://aap.policy.aappublications.org/.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-9049413108871289118?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/9049413108871289118/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=9049413108871289118" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/9049413108871289118?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/9049413108871289118?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/07/meskipun-angka-inisiasi-menyusui.html" title="ASI Eksklusif" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0IFRHs-fCp7ImA9WxNSGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-6776602523078675451</id><published>2009-06-27T11:34:00.018+07:00</published><updated>2009-09-03T15:11:55.554+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-03T15:11:55.554+07:00</app:edited><title>USB FlashDisk Sandisk Cruzer Micro U3 2GB: Alnect Komputer</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;USB FlashDisk Sandisk Cruzer Micro mendukung high speed USB 2.0. Anda dapat menyimpan dokumen, gambar, foto, musik, video klip, hingga program. Tidak memerlukan instal driver terlebih dahulu. UFD ini tanpa tutup sehingga tidak khawatir akan kehilangan tutup. Adanya slider pada UFD menjadikan konektor USB dapat didorong ke dalam dan ke luar casing sehingga dapat memproteksi konektor dan mengecilkan ukuran. Ukuran UFD sendiri adalah 71 x 20.4 x 10.1 mm. Sedangkan beratnya 10 gram.&lt;br /&gt;USB FlashDisk Sandisk Cruzer Micro memiliki platform U3 untuk menjalankan aplikasi portabel langsung dari UFD tanpa instal di PC lagi. Sejumlah aplikasi portabel di website U3 antara lain &lt;a href="http://software.u3.com/Product_Details.aspx?productId=35" target="_blank"&gt;avast&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://software.u3.com/Product_Details.aspx?productId=334" target="_blank"&gt;spywarefree&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://software.u3.com/Product_Details.aspx?ProductId=92" target="_blank"&gt;winrar&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://software.u3.com/Product_Details.aspx?productId=109" target="_blank"&gt;openoffice&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://software.u3.com/Product_Details.aspx?productId=316" target="_blank"&gt;firefox&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://software.u3.com/Product_Details.aspx?productId=200" target="_blank"&gt;foxit reader&lt;/a&gt;. Untuk memproteksi akses UFD, dapat dipasang password.&lt;br /&gt;Bagi yang menginginkan UFD simpel, platform U3 dapat diuninstall. Anda juga bisa menggunakan application launcher seperti &lt;a href="http://portableapps.com/download" target="_blank"&gt;portableapps&lt;/a&gt;. Sejumlah aplikasi portabel di website portableapps di antaranya &lt;a href="http://portableapps.com/apps/utilities/clamwin_portable" target="_blank"&gt;clamav&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://portableapps.com/apps/internet/firefox_portable" target="_blank"&gt;firefox&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://portableapps.com/apps/office/openoffice_portable" target="_blank"&gt;oppenoffice&lt;/a&gt;. Bagi yang suka ngeblog, bisa menambahkan aplikasi tersendiri seperti &lt;a href="http://www.wbloggar.com/download.php" target="_blank"&gt;wbloggar&lt;/a&gt;. Di website portablefreeware terdapat kumpulan aplikasi portabel antara lain &lt;a href="http://www.portablefreeware.com/?id=1041" target="_blank"&gt;foxit reader&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.portablefreeware.com/?id=102" target="_blank"&gt;PC Wizard&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.portablefreeware.com/?id=32" target="_blank"&gt;process explorer&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;USB Flashdisk Sandisk Cruzer Micro beroperasi pada suhu 0° hingga 60° C, menyimpan data pada suhu -20° hingga 85° C. UFD ini mensupport Windows, Mac dan Linux. Namun, U3 hanya mendukung Windows saja. Kecepatan menulisnya 8.4 MB/detik. Kecepatan membaca 18.5 MB/detik. Untuk mengukur kecepatan baca tulis UFD bisa menggunakan &lt;a href="http://www.flashmemorytoolkit.com/files/fmtinstall.exe" target="_blank"&gt;flash memory toolkit&lt;/a&gt;  .&lt;br /&gt;USB Flashdisk Sandisk Cruzer Micro 2GB dapat dijumpai online di Alnect Web Store dengan harga Rp. 99.000. Garansi Alnect 30 hari. Garansi standar 1 tahun.&lt;br /&gt;Berikut ini contoh tampilan produk USB FlashDisk Sandisk Cruzer Micro U3 2GB di Alnect Web Store.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.alnect.net/images/361_img_Sat0609110625.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 140px; height: 150px;" src="http://www.alnect.net/images/361_img_Sat0609110625.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi produk tersedia di &lt;a href="http://www.alnect.net/products.php?/8/28/88/361/Storage_Media/USB_FlashDisk__2GB/Sandisk/UFD_Sandisk_Cruzer_Micro_U3_2GB" target="_blank"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Sementara ini, dari 1 Juni-31 Juli 2009 Alnect mengadakan kontes blog untuk mereview produk-produk Alnect. Hadiah yang bisa didapatkan adalah notebook, netbook, kamera digital, modem HSDPA, dan flashdisk 8GB/4GB. Tertarik dapat hadiahnya, silakan klik gambar berikut untuk informasi lebih lengkap.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://alnect.net/blogcontest/?ref=tantursyah@gmail.com"&gt;&lt;img src="http://alnect.net/blogcontest/ticket.php?u=tantursyah@gmail.com" alt="Alnect computer Blog Contest" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-6776602523078675451?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/6776602523078675451/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=6776602523078675451" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/6776602523078675451?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/6776602523078675451?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/06/usb-flashdisk-sandisk-cruzer-micro-u3-2.html" title="USB FlashDisk Sandisk Cruzer Micro U3 2GB: Alnect Komputer" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0IHRHg9fSp7ImA9WxNSGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-863835357011914505</id><published>2009-06-13T16:34:00.005+07:00</published><updated>2009-09-03T15:12:15.665+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-03T15:12:15.665+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan" /><title>Intoksikasi: Terminum Tiner</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:Pq_ozercwEv99M:http://wb2.itrademarket.com/pdimage/86/775486_toluene.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 86px; height: 92px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:Pq_ozercwEv99M:http://wb2.itrademarket.com/pdimage/86/775486_toluene.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dapet PR dari &lt;a href="http://eharmayaku.blogspot.com/" target="_blank"&gt;mas andri&lt;/a&gt;, bikin posting tentang kasus tiner, baru keposting sekarang-sekarang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Panas matahari tampaknya menyengat di desa panga, aceh jaya, pemekaran kabupaten aceh barat. Termasuk dalam puskesmas yang tampak megah dari luar. Mau pake sneli juga gerah. Padahal pagi baru beranjak siang.&lt;br /&gt;Sekonyong2 dateng pengunjung puskesmas ditemani seorang yang lain, nampak agak pucet dan lemes. Ya, ia tadi terminum tiner ketika sedang bekerja di proyek pembangunan rumah tsunami. Karena tiner berada dalam botol plastik air minum. Begitu miripnya dengan air minum, nyaris bgt miripnya klo dibilang. Tanda-tanda vital, tidak berubah secara drastis. Hanya memang kondisinya agak melemah, mungkin karena iritasi ke saluran cerna. Kali pertama kasus ini. Diberikanlah cairan fisiologis RL via infus. Istirahat dulu ya di bed UGD. Nah, apa ada anti tiner? Ni dia, secara referensinya kapita selekta yang ringan dibawa kemana-mana, ga  seperti teks book yang berat-berat, yang bikin nambah bagasi. Dikatakan tidak semua racun ada penawarnya sehingga prinsip utama adalah mengatasi keadaan sesuai dengan besarnya masalah. Berhubung ceritanya terminum, dimungkinkan dapat diberikan dekontaminasi saluran cerna agar bahan yang tertelan hanya sedikit di absorpsi. Nah, bila pasien diperiksa segera setelah menelan racun, norit (karbon aktif) yang diberikan per oral mungkin efektif dalam mengurangi beratnya keracunan. Dapetlah norit. Klo di puskesmas kayaknya banyak, seperti &lt;a href="http://eharmayaku.blogspot.com/2009/03/makan-tape-setelah-minum-obat-flu.html" target="_blank"&gt;cerita mas andri&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Secara ga canggih ya literaturnya, mestinya kan EBM, text book update, jurnal update. Biasanya yg gitu2 tu pabalatak di internet. Secara emang ada ya internet di pedalaman. Kesian ya temen2 yg tugas di pelosok2, palagi yg uda bertahun2. Tapi itulah namanya pengabdian. Di panga aja klo mo browsing boro2 dah. Sinyal telepon aja mesti keluar dari puskesmas. Jalan jauhan dulu, baru nemu sinyal. Tapi ga juga ding, kadang2 yg deket2 juga dapet. Tapi ya gitu 2-3 baris. Ntu dia jadinya susa gprs-an palagi 3G. Klo pun ada, waktu tu juga ga mudeng yg gituan. Ga kaya jaman sekarang uda canggih2 ampe 3.5 G segala. Belum lagi iphone apa blackberry.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Btw, apa sih tiner itu? Tiner yg umum dipake dlm percatan adalah solvent/pelarut untuk mengencerkan cat. Setelah cat dioleskan, tiner akan menguap dan dapat menyebabkan pusing, iritasi mata, hidung dan tenggorokan pada yg ngecat. Ga hanya cat, banyak industri yg pake tiner kayak tekstil, lem, gasolin, karet, plastik dll. Kandungannya ada toluene, sama2 xylene, benzene, acetone, metanol, n-hexane, n-butil asetat, etanol dll. Toluene menyumbang hingga kira2 60-70%. Sifatnya terang, cairan tak berwarna, berbau enak dan tajam. Ini bikin potensial intoksikasi. Intoksikasi kronik tiner pada pekerja yg mengisap uapnya kerap ditemukan. Intoksikasi akut tidak biasa dan efek klinis setelah tertelan relatif tidak diketahui. Dilaporkan bahwa 45-50 ml tiner yg tertelan ckp berakibat komplikasi berat. Toluene yg diabsorpsi akibat menelan tiner dapat menyebabkan insufisiensi kardiak, renal, hepatik, pneumopleurisy, rhabdomyolisis dan polimyositis fulminan pada impak yg luas. Hasil studi 32 kasus tertelan tiner thn 1984-2006 di turki menunjukan bahwa hipertermia, hilang kesadaran temporer, muntah dan batuk tampaknya menjadi gambaran klinis yg sering. Pd kasus tertelan toluene, dpt diberikan arang aktif atau activated charcoal .&lt;br /&gt;Setidaknya itulah yg didapet dr literatur setelah browsing2. Nah, sekarang balik ke cerita internet di pedalaman. Di panga tu paling banter mau ngenet ya ke meulaboh ada sebuah warnet 5000/jam. Kesananya boleh pake motor. Motor trail risikonya mogok di jalan. Motor bebek ada pinjem dulu hehe. Mo naek mobil ada L300. Jalannya, ni dia. Panga-teunom masi ada sisa aspal, lumayan. Lepas teunom, jalannya klo ujan, kebanjiran. klo ga beruntung, mesin mobilnya dimatiin lalu didorong, penumpangnya ada jasa gerobak. Abis tu lewat hutan, jalannya mirip2 tanah gambut. Mobil2 pada kepater. Klo kepater mesti ada yang narik. Selepas hutan lewat arongan, nah ini lumayan kiri kanannya perkampungan. Banyak pohon kelapa tinggi2. Kadang ketemu serombongan kerbau yg pulang kandang. Abis tu ketemu jalan aspal lagi, lalu ketemu jalan pesisir. Susa lagi di sini. Banyak genangan2 air laut. Batang2 kayu penghubung kolam laut banyak rusak. Perna mau mencemplungkan motor supra ke genangan laut yg cukup dalam. Alhamdulillah, ga sampe. Di bagian genangan air tanpa kayu penghubung mesti nyemplung dulu. Lepas laut jalannya berlobang2. Hingga ada bagian jalan klo kebanjiran panjang bener. Mobilnya pun dimatiin didorong dgn penumpang di dalamnya. Jelang meulaboh ketemu hutan lagi. 3 jam nempuh perjalanan gitu. Jadi daripada repot2, mendingan ga, cukup bersama dgn kapsel aja dah hehe.. Lha ini cerita tiner, kok jadi kemana2. Ya suda segitu aja dah, moga aja ada editor majalah ato jurnal yang baca n trtarik mmpublikasikan tulisan ini. Berharap. Secara kan bisa dapet honor.. Ga repot2 dulu ngerapiin tulisannya. Hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/08_DampakInhalasiCatSemprot.pdf/08_DampakInhalasiCatSemprot.pdf"&gt;Dampak Inhalasi Cat Semprot terhadap Kesehatan Paru&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.atsdr.cdc.gov/csem/toluene/treatment_management.html" target="_blank"&gt;Toluene Toxicity Treatment and Management&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tipbilimleri.turkiyeklinikleri.com/download_pdf.php?id=54150"&gt;&lt;span class="std nobr"&gt;&lt;/span&gt;Thinner Ingestion Causes Hyperthermia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial,sans-serif;"&gt;&lt;a name="1"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-863835357011914505?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/863835357011914505/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=863835357011914505" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/863835357011914505?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/863835357011914505?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/06/intoksikasi-terminum-tiner_13.html" title="Intoksikasi: Terminum Tiner" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0EMRXY6eyp7ImA9WxJQGU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-3041798843208392289</id><published>2009-05-20T12:30:00.005+07:00</published><updated>2009-06-02T15:34:44.813+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-02T15:34:44.813+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kuliner" /><title>Klepon: Riwajatmoe Kini</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:ebOWWwNbR1Sq5M:http://i42.photobucket.com/albums/e320/dewianwar/klepon.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 121px; height: 143px;" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:ebOWWwNbR1Sq5M:http://i42.photobucket.com/albums/e320/dewianwar/klepon.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Klepon adalah camilan favoritku jaman kecil dulu. Klo hari pasar tiba di kampungku, hampir selalu nitip beli klepon. Belinya mesti pagi-pagi, soalnya klo siangan dikit uda keabisan. Klepon biasanya ditemani cetil sama putu. Kleponnya tu enak, lembut. Cetilnya kenyal-kenyal. Klo putunya kenyalan dikit. Beda banget ama yang di kota. Biasanya kleponnya ga banyak, 1-2 buah dalam 1 wadah. Klo cetil sama putunya bisa banyak. Mungkin karena bikin klepon susahan, jadi dikit. Padahal tu ya, yang enaknya ya kleponnya itu. Sayangnya, pasarnya sekarang uda lama tutup dan klepon pun tak dijual lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Klepon banyak dijumpai di pasar-pasar tradisional. Wadahnya dari daun pisang atau dikemas dalam plastik kecil. Hanya saja, sekarang keberadaan klepon sulit ditemui apalagi di kota-kota.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Harganya murah, tapi rasanya enak. Bahannya alamiah dari tepung ketan, kelapa, garam, dan gula jawa. Warna klepon putih atau hijau. Untuk klepon hijau perlu ditambahkan pewarna dari daun suji atau daun pandan. Klepon dibentuk bulet-bulet kecil di dalamnya gula kelapa (gula Jawa), lalu direbus. Disajikan dengan parutan kelapa yang lembut dan cantik. Teksturnya kenyal dan lembut. Kalo kita makan, gula jawanya terus lumer di lidah. Klepon biasa bersama cetil sebagai camilan pagi-pagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-3041798843208392289?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/3041798843208392289/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=3041798843208392289" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/3041798843208392289?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/3041798843208392289?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/05/klepon-riwajatmoe-kini_2346.html" title="Klepon: Riwajatmoe Kini" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcFQX89fyp7ImA9WxJQGU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-6580877839881537126</id><published>2009-05-17T06:38:00.003+07:00</published><updated>2009-06-02T15:40:10.167+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-02T15:40:10.167+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ponsel" /><title>Hape Nokia N73 dan Internet</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:gk4l0-UmDZ5OJM:http://www.zamaska.com/uploads/posts/2009-03/1237712181_nokia_n73_music_edition.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 119px; height: 126px;" src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:gk4l0-UmDZ5OJM:http://www.zamaska.com/uploads/posts/2009-03/1237712181_nokia_n73_music_edition.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hape candy bar ini layarnya ukuran 2.4 inci (37x49mm) dengan piksel 240x320. Berat 116 g. Nilai SAR 1.12 W/kg. Untuk browsing, ada GPRS 10 (32-48 kbps), EDGE 10 (236.8 kbps), 3G/UMTS (384 kbps). Prosesornya ARMv1024 220 MHz menurut &lt;a href="http://www.mobitola.com/phones/Nokia/N73/" target="_blank"&gt;mobitola&lt;/a&gt;, ARM9 208 JIT menurut &lt;a href="http://www.jbenchmark.com/result.jsp?orderby=cpu_class&amp;amp;brand=Nokia&amp;amp;submit=OK&amp;amp;benchmark=ace" target="_blank"&gt;jbenchmark&lt;/a&gt;, respon lambat termasuk ketika membuka aplikasi java. Di &lt;a href="http://www.forum.nokia.com/devices/N73" target="_blank"&gt;forum nokia&lt;/a&gt; disebutkan maksimal ukuran file java unlimited. Heap size unlimited. SDRAM 64 MB. Maksimal SIS size unlimited. Bisa dipasang kamus inggris-indonesia. Memorinya 42 MB, bisa diupgrade miniSD hingga 2GB. Batere standby 220 jam, waktu bicara 4,5 jam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk transfer file ada bluetooth, infrared, kabel data CA-70. Transfer data saat terkoneksi PC pada mode USB bisa mencapai 500-850 kbps (&lt;a href="http://tipsputrasemeru.blogspot.com/2008/08/review-nokia-n73.html" target="_blank"&gt;review nokia n73&lt;/a&gt;). Untuk jadi modem, bisa download &lt;a href="http://nds1.nokia.com/files/support/global/phones/software/Nokia_PC_Suite_7_1_18_0_eng_web.exe" target="_blank"&gt;Nokia PC Suite&lt;/a&gt;. Perna coba, speed modem kabel data yang tertera sekitar 460 kbps. Kalo pingin ngeblog, hp ini mendukung copy paste. Hanya keypadnya cukup berdekatan dan joysticknya kurang nyaman. Maksimal karakter SMS 1000 (7 SMS). Bisa pake &lt;a href="http://mynotes.zx6.ru/dist/20081115/MyNotes.jar" target="_blank"&gt;mynotes&lt;/a&gt; dulu untuk menulis postingan. Untuk picture/video blogging ada lifeblog. Ato bisa pake &lt;a href="http://m.shozu.com/" target="_blank"&gt;shozu&lt;/a&gt;. Browser bawaan simpel tapi masi enakan &lt;a href="http://operamini.com/" target="_blank"&gt;opera mini 4.2&lt;/a&gt;, bisa untuk mengedit blog juga. Ato &lt;a href="http://operamini.club.hu/opera/opera206_en.jar" target="_blank"&gt;opera mini 2.06&lt;/a&gt;, lumayan hemat pulsa bila setting image dinonaktifkan, cocok untuk buka email yahoo, gmail, friendster, facebook, blog atopun yahoo messenger. Klo pingin yahoo messenger terpisah bisa pake &lt;a href="http://orisinil.com/ymtiny/ymtiny.jar" target="_blank"&gt;ymtiny&lt;/a&gt;. Di opera mini, alamat web pun bisa dibookmark. Kalo untuk download aplikasi java dengan browser bawaan saja, karena file jar tidak bisa disimpan. Klo pake browser &lt;a href="http://wap.ucweb.com/" target="_blank"&gt;ucweb&lt;/a&gt;, download yang keputus bisa dilanjut. Menurut &lt;a href="http://www.jbenchmark.com/result.jsp?orderby=name&amp;amp;brand=Nokia&amp;amp;submit=OK&amp;amp;benchmark=net&amp;amp;country=0&amp;amp;provider=0" target="_blank"&gt;jbenchmark&lt;/a&gt; download speednya 341 kbit/s dan upload speed  307 kbit/s. Hasil download file zip bisa diekstrak dengan &lt;a href="http://piligrim.wapland.org/JZipMan.jar" target="_blank"&gt;jzipman&lt;/a&gt; dan file rar dengan &lt;a href="http://mobilerar.narod.ru/MobileRar.zip" target="_blank"&gt;mobilerar&lt;/a&gt;. Suda punya aplikasi document dan pdf viewer. Klo pingin nulis excel ada &lt;a href="http://www.simprit.com/files/miniexcel.jad" target="_blank"&gt;mini excel&lt;/a&gt;. Untuk mengoptimalkan memori hape saat browsing dengan aplikasi java, bisa pake &lt;a href="http://thttpd.seclub.org/apps/b/7/0/b705bdae9c2b3e1ace1bbbe456649a0c/mm.jar" target="_blank"&gt;memory manager&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.emobistudio.com/download/memoryup_j2me/memoryup_j2me.zip" target="_blank"&gt;memoryup&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://waper.ru/file/625938/CPUMobile.jar" target="_blank"&gt;cpumobile&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://waper.ru/file/27034/autoheap.jar" target="_blank"&gt;autoheap&lt;/a&gt;, ato &lt;a href="http://waper.ru/file/89347/heapclearer.jar" target="_blank"&gt;heap clearer&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Bisa multitasking. ga bisa bluetooth kontrol dan kabel datanya ga bisa sekalian ngecharge.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-6580877839881537126?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/6580877839881537126/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=6580877839881537126" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/6580877839881537126?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/6580877839881537126?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/05/hp-nokia-n73-dan-internet.html" title="Hape Nokia N73 dan Internet" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0MMQHk5eCp7ImA9WxNSGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-6038051940626509561</id><published>2009-05-02T16:55:00.004+07:00</published><updated>2009-09-03T15:11:21.720+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-03T15:11:21.720+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan" /><title>Prevalensi Karies Gigi pada Balita Usia 3-5 Tahun</title><content type="html">published at Jurnal Medika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://profiles.friendster.com/13931276"&gt;Suryawati Sukmono&lt;/a&gt;, Tantur Syahdrajat, &lt;a href="http://profiles.friendster.com/19555110"&gt;Tri Handayani&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.facebook.com/people/Titiek-Resmisari/1344646371"&gt;Titiek Resmisari&lt;/a&gt;, Sri Wahyuni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:7omnREYx5MXqOM:http://www.uniklinikum-giessen.de/erhaltung/Karies.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 84px; height: 139px;" src="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:7omnREYx5MXqOM:http://www.uniklinikum-giessen.de/erhaltung/Karies.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari kesehatan badan, ikut berperan dalam menentukan status kesehatan seseorang. Untuk menilai status kesehatan gigi dapat dilihat dari ada dan tidaknya penyakit gigi, di antaranya karies gigi. Karies gigi adalah penyakit bakterial yang menyerang gigi di mana bagian organik dari gigi mengalami destruksi, sedangkan bagian anorganiknya mengalami dekalsifikasi.1 Karies gigi merupakan penyakit gigi yang paling banyak ditemukan, meliputi semua usia dan lapisan masyarakat yang jika tidak diketahui sejak dini dan dibiarkan berlanjut dapat menjadi lebih parah. Selain itu, timbul pula komplikasi yang serius berupa penyakit ginjal, jantung, syaraf, dan sebagainya.2&lt;br /&gt;Anak balita merupakan kelompok masyarakat yang jumlahnya cukup besar dan memiliki prevalensi karies gigi yang cukup tinggi, Survei Departemen Kesehatan Republik Indonesia yang dilakukan pada Pelita III dan IV menunjukkan bahwa prevalensi penduduk Indonesia yang menderita karies gigi sebesar 80%, dan 90% di antaranya adalah anak-anak.7 Penelitian Taverud menunjukkan bahwa prevalensi karies gigi pada anak berusia satu tahun sebesar 5%, anak usia dua tahun sebesar 10%, anak usia tiga tahun sebesar 40%, anak usia empat tahun 55%, dan anak usia lima tahun sebesar 75%. Penelitian Rinaldi (1985) terhadap 3450 anak TK di Yogyakarta menunjukkan bahwa prevalensi karies gigi sebesar 85%, 45% pada balita perempuan dan 40% pada balita laki-laki.3&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masa anak, khususnya balita, merupakan awal dari pembentukan perilaku. Masa balita adalah masa usia yang paling rentan terhadap berbagai pengaruh, baik yang datang dari dalam maupun dari luar diri sang anak. Tidak mengherankan apabila mereka cukup rentan mengalami perubahan status kesehatan, termasuk di dalamnya kesehatan gigi. Oleh karena itu, pemeliharaan kesehatan gigi pada anak semestinya melibatkan interaksi berbagai pihak, yang dalam hal ini, anak itu sendiri, orang-tua, dan dokter. Pengetahuan, sikap, dan periiaku dari seluruh komponen tersebut mempengaruhi status kesehatan gigi anak. Pada anak-anak, pengaruh dari orangtua sangat kuat. Sikap dan perilaku orangtua, terutama ibu, dalam pemeliharaan gigi memberi pengaruh yang cukup signifikan terhadap sikap dan perilaku anak.3&lt;br /&gt;Di samping itu, perilaku anak sendiri menentukan status kesehatan gigi mereka, termasuk pola makan dan kebiasaan membersihkan gigi. Pada umumnya, anak sangat menggemari makanan yang manis seperti gulali, permen, dan coklat yang diketahui sebagai substrat yang disukai oleh bakteri untuk berkembang biak. Makanan tersebut tergolong kariogenik yang dapat diubah menjadi asam oleh bakteri dan selanjutnya dapat melarutkan struktur gigi.4,5,6 Keadaan ini diperburuk lagi dengan kemalasan anak membersihkan giginya atau anak belum mampu melakukannya, serta ketergantungan anak kepada orangtuanya.&lt;br /&gt;Berdasarkan hal tersebut di atas, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui prevalensi karies gigi pada balita usia 3-5 tahun dan faktor yang mempengaruhinya.&lt;br /&gt;Metode&lt;br /&gt;Desain penelitian ini adalah deskriptif cross sectional. Waktu pelaksanaannya pada minggu IV September sampai minggu I Oktober 2003. Popuiasi penelitian adalah semua ibu beserta anak baiitanya yang berusia 3-5 tahun yang bertempat tinggal di Desa Sawah, Kecamatan Ciputat dan Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode total sampling terhadap ibu beserta anak balitanya yang berusia 3-5 tahun. Kriteria inklusi adalah ibu beserta anak balitanya yang berusia 3-5 tahun yang bersedia mengikuti penelitian. Kriteria eksklusi adalah ibu yang tidak bersedia mengikuti penelitian. Sampel yang diperoleh sebanyak 82 ibu beserta balitanya. Pengumpulan data diperoleh dengan cara melakukan pemeriksaan fisik gigi pada balita berdasarkan batasan operasional karies gigi, yakni kelainan gigi yang memenuhi salah situ kriteria decay menurut DMFT WHO: yaitu (1) Kerusakan jaringan keras gigi yang secara klinis tampak sebagai lesi pada ceruk dan fisura dan pada permukaan gigi yang halus; (2) Terlihat perubahan warna pada ceruk dan fisura. Bila diraba dengan sonde terasa lunak dan tampak terlihat debris pada ujung sonde setelah diangkat; (3) Gigi dengan tumpatan sementara.7 Diagnosis karies gigi ditegakkan dengan pemeriksaan gigi secara visual (inspeksi) dan pemeriksaan menggunakan beberapa alat bantu seperti sonde." Selanjutnya, dilakukan wawancara pada ibu balita dengan menggunakan kuesioner yang diiakukan di Bina Keluarga Balita, Posyandu, ataupun pada saat kunjungan ke rumah responden. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik balita berdasarkan usia dan jenis kelamin, prevalensi karies gigi, karakteristik sosiodemografi responden, pengetahuan, sikap dan perilaku responden, serta perilaku balita. Selain itu, dilakukan pula penilaian pada pola konsumsi makanan seperti permen, biskuit, dan sirop. Data dianalisis menggunakan uji statistik kemaknaan Chi Square dan Fischer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil&lt;br /&gt;Karakteristik Balita dan Prevaiensi Karies dgi pada Balita&lt;br /&gt;Prevalensi karies gigi pada balita usia 3-5 tahun sebesar 81,7% (tabel 1). Prevalensi tertinggi terdapat pada balita perempuan (58,2%) dan balita berusia 4 tahun (59,7%) (Tabel 2). Prevalensi karies gigi menurut kelompok usianya, usia 3 tahun 14/20 (60%), usia 4 tahun 34/40 (85%), dan usia 5 tahun 19/22 (86,4%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik Sosiodemografi Responden&lt;br /&gt;Hasil wawancara menunjukkan sebagian besar ibu balita berusia antara 20-29 tahun, berpendidikan rendah sampai menengah, tidak bekerja di luar rumah, memiliki anak dua atau kurang, dan memiliki pendapatan lebih besar dari lima ratus ribu rupiah (Tabel 3). Dari lima variabel bebas karakteristik demografi yang dipikirkan memiliki hubungan dengan prevaiensi karies gigi, hanya pekerjaan yang memiliki hubungan bermakna (Tabel 4).&lt;br /&gt;Sebagian besar responden (85,4%) pernah mendapatkan informasi mengenai kesehatan gigi. Sumber informasi yang paling berkesan menurut sebagian besar responden (58,6%) adalah televisi (Tabel 5). Pernah tidaknya ibu mendapat informasi mengenai kesehatan gigi tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian karies gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Responden&lt;br /&gt;Dari Tabel 6 terlihat bahwa 76,8% responden memiliki pengetahuan yang kurang dan 89% responden memiliki perilaku yang kurang. Sedangkan sikap sebagian besar responden baik (84,l%). Pertanyaan pengetahuan tentang kebiasaan buruk penyebab karies gigi dijawab benar oleh 68,3% responden. Pertanyaan tentang usia balita sebaiknya berhenti menggunakan susu botol banyak dijawab salah (84,1%). Sedangkan pertanyaan tentang frekuensi balita menggosok gigi dijawab benar oleh 56,1% responden. Sebagian besar responden (79,3%) menyatakan tidak pernah memeriksakan gigi anaknya ke dokter gigi. Sedangkan dari 20,7% ibu yang yang pernah, hanya separuhnya (53%) yang bertujuan untuk kontrol gigi. Sebanyak 56,1% ibu membantu pada saat anaknya menggosok gigi. Dari uji statistik didapatkan hubungan yang bermakna (p&lt;0,05)&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-6038051940626509561?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/6038051940626509561/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=6038051940626509561" title="7 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/6038051940626509561?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/6038051940626509561?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/03/prevalensi-karies-gigi-pada-balita-usia_11.html" title="Prevalensi Karies Gigi pada Balita Usia 3-5 Tahun" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">7</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0YHSXw8fip7ImA9WxJSEkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-3221479866605140977</id><published>2009-04-30T17:06:00.006+07:00</published><updated>2009-05-02T14:58:58.276+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-02T14:58:58.276+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita" /><title>Seperti Inikah Rasanya Kerja di NGO?</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:6rQgIgKHlXBcYM:http://www.ngo.or.jp/image/toppage.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 88px; height: 69px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:6rQgIgKHlXBcYM:http://www.ngo.or.jp/image/toppage.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tercatat sedikitnya 4 kali saya wawancara di NGO (non government organization) asing yaitu UNICEF meulaboh, ACF, MDM dan Mercy Corps. Untuk sampai pada tahap wawancara, banyak langkah yang telah saya tempuh. Seperti mengirim CV via email, via surat dan faximile. Tentunya dengan browsing dulu ada vacancy ga di internet via googling, website jobsdb, jobstreet, informasikerja, infokerjaweb.id, pusgunakes, termasuk koran kompas, hari sabtu dan minggu juga. NGO yang diapply antara lain Oxfam, FHI, IOM, KNCV, Oxfam, UNICEF, ACF, MDM, MSF, Mercy Corps, CARE internasional, sampe saya punya list alamat-alamat NGO tersebut. Kayaknya hampir semua NGO saya apply. Untuk sampai pada wawancara tu setelah berbulan-bulan kemudian. Uda lupa juga lamaran yang mana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:9WK8HXmcWxxq_M:http://www.kosar-suli.hu/assets/images/Unicef.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 86px; height: 86px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:9WK8HXmcWxxq_M:http://www.kosar-suli.hu/assets/images/Unicef.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Wawancara dengan UNICEF meulaboh lumayan unik mengingat saya lagi di Jakarta, UNICEF di meulaboh. Ya caranya teleinterview lewat telepon. Setelah sebelumnya di-SMS oleh teman sejawat yang kerja di sana. Sebenernya saya ga ahli-ahli banget dalam wawancara tapi ya uda disanggupin aja. Pas hari wawancara tu sepertinya ada seorang HRD dan seorang expat. Berhubung apa adanya, jadi jawabannya ya kesannya sekenanya. Alhasil wawancara hanya dalam hitungan menit. Selese. Dan pewawancara sepertinya kecewa. Padahal ya saya tu uda berulang kali baca bukunya Dale Carnegie,  uda ada tips-tips dan saya pun uda tahu cara-cara menarik perhatian orang. Ya tapi gimana ya ada rasa males juga nerapinnya. Padahal tu ya gajinya katanya IDR 15000K kata temanku pas aku lagi tugas di Aceh. Nah pas aku lagi main ke meulaboh, pas makan sore di gampong aceh (klo ga salah namanya…) bareng dr. imam,  dr. rahmat, sepertinya ketemu tu sama teman sejawat yang di UNICEF. Tapi ya ga nyapa ;p&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:I0hTEsvTAXS7_M:http://www.medecinsdumonde.org.uk/imagelib/144650-spanishlogo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 82px; height: 80px;" src="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:I0hTEsvTAXS7_M:http://www.medecinsdumonde.org.uk/imagelib/144650-spanishlogo.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Wawancara di MDM (medecins du monde) di daerah kebayoran. Ya saya dapat email agar datang wawancara pada hari tertentu dan diminta konfirmasi via email bila mau datang. Berhubung sepertinya saya telat buka email, ya uda saya ga konfirmasi. Alhasil saat saya datang, HRDnya nampak kecewa. Tapi ya tetep wawancara walopun saya mesti menunggu sekian jam berhubung dokter dari Spanyol-nya lagi sibuk inventaris obat. Akhirnya senja-senja, saya diwawancara bareng HRD dan dokternya. Ga berkesan wawancara. Intinya sih nanya tentang pengalaman manage public health dan tau dari mana tentang MDM? Habis no dibilangin tempatnya di Papua ama Jakarta. Weleh-weleh jauh juga di Papua di Puncak Jaya. Oya sebelum wawancara ketemu sama kordinator dokter di Jakarta. Eh ternyata kakak kelas di FKUI angkatan 1995.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:6XjocP5tiIR24M:http://www.worldstoughesthorserace.com/Images/mercycorps.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 96px; height: 96px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:6XjocP5tiIR24M:http://www.worldstoughesthorserace.com/Images/mercycorps.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Wawancara di mercy corps ni yang jauh banget dan susa nyarinya di kemang masuk ke dalam. Setelah sebelumnya ditelepon sama orang HRD dan suru bawa CV, padahal CV-nya juga ga diminta pas datang. Sebelum masuk diperiksa dulu. Ketat juga bo. Sampe identitas mesti ditinggalin. Di sini juga ga berkesan wawancara. Yang ngewawancara orang HRD (psikolog kayaknya), kesannya sih ramah sama teman sejawat dari Unair, MPH di Belanda (lho kok saya ampe tau dia, tu dia kesannya saya yang wawancara dia) gimana mau diterima ya. Haha.. Kayak reporter aja. Klo HRDnya sih nanya psikologi banget kayak alasan pingin kerja di sini. Seperti pertanyaan nguji gitu. Kujawab aja untuk mengamalkan ilmu (idealis banget ya saya). HRDnya ngangguk2 aja.  Pertanyaan berikutnya, apa kelebihan kamu sama kekurangan kamu? Weleh-weleh ni dia pertanyaan yang bikin bingung saya sampai wajahku nampak jutek.. Lalu dikasitau klo diterima di sini jadinya officer untuk program ASI di wilayah Jakarta utara klo ga salah. Hasilnya? Anda tau sendiri pastinya. Dengan jawaban sekenanya, berhubung abis ngikut program kesehatan balita NU yang dapet bantuan dari pemerintah Saudi Arabia. Di teluk gong jakut terus ke kemang. Cape bo. Ya beginilah namanya berusaha dan mencoba hehehe.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:Nau2t8qeZMMsQM:http://profile.ak.facebook.com/v225/319/118/n1297009074_502.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 104px; height: 61px;" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:Nau2t8qeZMMsQM:http://profile.ak.facebook.com/v225/319/118/n1297009074_502.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nah wawancara di ACF (action contre la faim) di Dhamawangsa yang lalu saya bekerja di situ. Berawal dari telepon suru datang wawancara, padahal tu ya saya lagi ngikut mobile clinic saat banjir Jakarta.  Untuk wawancara cape juga nunggunya berhubung bos HRDnya sibuk. Orang perancis. Cantik hehehe (Tau aja yang cantik, juga begitu menurut temen sekerja di sana). Entah mengapa ya HRD tu identik dengan wanita.. Eh ternyata wawancaranya diwakilkan sama orang HRD juga. Ditanya-tanya pengalaman di NGO sebelumnya sama bahasa inggrisnya gimana. Akhirnya kebagian tugas jadi food security team leader (ketahanan pangan bahasa indonsianya). Eh ternyata bareng &lt;a href="http://www.facebook.com/people/Green-Vera/630451490" target="_blank"&gt;Vera S.Kom&lt;/a&gt;, teman PPKB yang ikut matrikulasi bareng awal masuk UI. Dan juga bareng &lt;a href="http://imamnuryanto.blogspot.com/" target="_blank"&gt;dr. Imam Nuryanto&lt;/a&gt;. Ciri khas NGO adalah meeting dan meeting. Ga pagi, ga sore. Materinya yang dibahas ya masalah yang ditemukan apa, solusinya bagaimana, pembagian tim sapa aja, berangkat deh ke sasaran. Nah abis selese balik lagi laporan. Begitu dan begitu. Dapet masalah apa lagi. Makan ya pas kita lagi di lapangan ato pas balik ke kantor. Jamnya ya seselesenya kita di lapangan.&lt;br /&gt;Umumnya peran NGO itu lebih ke distribusi logistik untuk korban bencana, entah itu logistik, sembako, kesehatan atau peran penyuluhan entah tu pendidikan atau kesehatan. Misal untuk korban banjir kebutuhan yang diperlukan biasanya air minum, air bersih, selimut, tikar, alat-alat bersih-bersih dsb. Termasuk kendaraan pengangkut, jadi umumnya dibagi divisi water and sanitation (watsan) serta food security (higyene dan shelter kits). Khusus untuk masalah kesehatan ditangani oleh NGO kesehatan yang ngadain mobile clinic terutama di pos-pos pengungsiann dengan perlengkapan obat-obatan dan alat-alat kesehatan yang diperlukan dan fungsi rujukan untuk kasus-kasus emergency. Sementara peran penyaluran ada NGO-NGIO tertentu yang ngadain misalnya untuk pemulihan dampak psikologis pasca bencana khusus untuk anak-anak dengan ngadain permainan-permainan untuk anak-anak. Sedang untuk mencegah wabah penyakit tertentu diadain penyuluhan kesehatan, salah satunya. Perna juga jadi presentan buat ibu-ibu kader-kader posyandu di Krueng Sabee yang diadain ACF Aceh Jaya, jaman tugas di puskesmas Panga. Nah semua kegiatan yang berkaitan dengan penyuluhan, logistic, kegiatan pendidikan dan kesehatan itu dievaluasi seberapa tepat sasarankah program yang dilaksanakan. Caranya bisa lewat interview langsung terhadap korban bencana. Karena hal ini mesti dilaporkan ke donor pemberi dana. Satu lagi hirarki penyaluran bantuan pada umunya ada yang secara langsung ke posko-posko pengungsian atau secara tidak langsung melalui stakeholder/perangkat pemeritahan desa. Jadi nyari data dulu jumlah pengungsi ke kelurahan. Uda dapat data, distribusi disalurkan melalui RT/RW. Untuk mempermudah distribusi dan komunikasi, hari-hari sebelumnya udah ada fasilitator untuk wilayah yang dijadikan pendampingan.&lt;br /&gt;Masalah gaji besarnya relatif sama dari pengalaman saya kerja, ngelamar, nanya-nanya orang NGO, di Jakarta, di Aceh rata-rata pada ngasi IDR 5000K. Ada juga yang lebih besdar dari itu, ada juga yang lebih kecil. Kesan yang saya dapatkan dari NGO itu adalah bahwa NGO officer itu identik dengan keja lapangan. Ya, karena kaitannya dengan hal-hal yang sifatnya tanggap darurat dan recovery ya jadi kerjanya mobile n mobile. Di NGO juga komunikasinya lebih banyak dengan bahasa inggris jadi ya bisa untuk melatih bahasa inggris, klo yang sudah fluent sih ya uda ga usah lagi kali ya hehehe… Trus juga kita belajar interaksi mengingat di NGO tu orang-orangnya berasal dari berbagai macam latar belakang pendidikan. Ada yang dari pertanian, kesehatan, psikologi, komunikasi, industri. Jadi wajar aja bila terjadi kesalahpahaman. Kendala bahasa juga bisa terjadi. Yang penting bisa diminimalisir. Dan di lapangan juga bisa terjadi kesalahpahaman mengingat kondisi sosial budaya masyarakat yang berbeda-beda. Ya, jadi perlu komunikasi yang baik. Sisi kebersamaan buat seneng-seneng juga ada. Misalnya saat kontrak berakhir, makan-makan bareng di ikan bakar babe lili, ada yang traktir hehe... Ya dirasa-rasakan emang lumayan cape….menurut saya lho..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-3221479866605140977?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/3221479866605140977/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=3221479866605140977" title="6 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/3221479866605140977?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/3221479866605140977?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/04/seperti-inikah-rasanya-kerja-di-ngo.html" title="Seperti Inikah Rasanya Kerja di NGO?" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0EDRH86fSp7ImA9WxJTFks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-8741792026220637213</id><published>2009-04-24T15:30:00.007+07:00</published><updated>2009-04-25T21:27:55.115+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-25T21:27:55.115+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Entertain" /><title>Oki setiana dewi dan ketika cinta bertasbih</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-p.friendster.com/photos/34/54/91724543/1_726974993m.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://photos-p.friendster.com/photos/34/54/91724543/1_726974993m.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa waktu yang lalu, sempat melihat tayangan yang menampilkan aktris oki setiana dewi di TVRI. Tayangan yang dipandu oleh neno warisman yang juga juri dalam audisi ketika cinta bertasbih,   menghadirkan juga dr. Adre Mayza, spesialis neurologi, dosen saya ketika masih menempuh pendidikan di FKUI. Serta psikolog, dengan floor ibu-ibu kebanyakan. Dari melihat tayangan ini, tertarik untuk mereview sang aktris dan mempostingnya dalam blog.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://profiles.friendster.com/91724543" target="_blank"&gt;Oki setiana dewi&lt;/a&gt; adalah pemeran anna althafunnisa dalam film &lt;a href="http://filmketikacintabertasbih.com/" target="_blank"&gt;ketika cinta bertasbih&lt;/a&gt;, film yang rencananya dirilis pada 11 juni 2009. Wanita berjilbab kelahiran batam tahun 1989 ini tercatat sebagai mahasiswi semester 4 jurusan sastra belanda, fakultas ilmu budaya universitas indonesia. Di kampusnya, oki ikut ngaji seminggu sekali dan aktif di rohis. Ketika di SMA pun, ia ikut pengajian hingga kemudian mengenakan jilbab. Keengganan untuk membuka jilbab ketika dalam FTV dulu, terjawab dengan mendapatkan peran utama dalam KCB. "Peran ini seperti jawaban dari Allah setelah aku vakum 3 tahun sejak pakai jilbab ini. Jalan Allah menunjukkan aku tetap berada di sini (dunia hiburan, red) tapi dengan tampilan berbeda", ungkapnya. Awalnya oki enggan ikut audisi, khawatir dengan kehidupan serba glamour di dunia entertain. Oki terpilih dalam audisi karena dianggap lembut tapi tegas. Semoga harapannya untuk berdakwah melalui dunia peran ini mendapat kemudahan.&lt;br /&gt;Dalam postingan blognya &lt;a href="http://okisetianadewi.blog.friendster.com/2009/04/perfilman-indonesia-yang-semakin-mengkhwatirkan/" target="_blank"&gt;perfilman indonesia yang semakin mengkhawatirkan&lt;/a&gt;, oki mengungkapkan keprihatinan  terhadap film yang malah akan menciptakan pendegradasian moral anak bangsa. Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa masih ada orang yang berorientasi pada karya yang mendidik, yang mendatangkan manfaat. Ia katakan dalam kapasitasnya sebagai seorang mahasiswa, teman dan kakak bagi adik-adik yang masih duduk di bangku sekolah. Sebagai bentuk rasa sayangnya agar kelak mereka dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat ini. Ia juga berpesan untuk memilih tontonan yang membawa kebaikan untuk kita. Walopun begitu, ia katakan:'tulisan ini bukan bagian promosi saya untuk kalian menonton KCB lho (hehehe... eh, tapi kalau memang ada rezeki dianjurkan sekali untuk menonton hehe...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka&lt;br /&gt;http://okisetianadewi.blog.friendster.com&lt;br /&gt;http://filmketikacintabertasbih.com&lt;br /&gt;http://tejeseleb.wordpress.com&lt;br /&gt;http://fairyterritory.blogspot.com&lt;br /&gt;http://21cineplex.com&lt;br /&gt;http://sinemart.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-8741792026220637213?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/8741792026220637213/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=8741792026220637213" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/8741792026220637213?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/8741792026220637213?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/04/oki-setiana-dewi-dan-ketika-cinta.html" title="Oki setiana dewi dan ketika cinta bertasbih" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak8GSHg_fSp7ImA9WxJTE0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-6413197005882840135</id><published>2009-04-22T17:54:00.004+07:00</published><updated>2009-04-22T18:13:49.645+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-22T18:13:49.645+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Travelling" /><title>Joger = Bali, Dagadu = Jogja, Bandung = Mari Kita Jalan-Jalan Ke Cihampelas</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8w9Jmy5EBmM/SdQfiv_Np9I/AAAAAAAAAAY/-rTuHsGyQh8/s320/image-upload-7-774826.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 154px; height: 145px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8w9Jmy5EBmM/SdQfiv_Np9I/AAAAAAAAAAY/-rTuHsGyQh8/s320/image-upload-7-774826.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Cihampelas adalah kawasan pertokoan memanjang di kiri kanan jalan, kira-kira sepanjang 1,5 km. klo hari liburan, pengunjungnya bejibun. Macet karena jalanan kecil. Pernik pernik yang dijual utamanya busana semacam kemeja, jeans, t-shirt. Ada juga wisata kuliner semacam tempe bandung, sale bandung, peuyeum bandung. Nah, klo bali terkenal dengan kaos “joger-nya, jogja dengan kaos dagadu-nya. Maka akan sulit mencari bandung dengan kaos khasnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sewaktu blogwalking, ketemu postingan tentang kaos bandung di &lt;a href="http://aroengbinang.blogspot.com/2009/03/i-found-bandung-in-cihampelas.html/" target="_blank"&gt;aroengbinang&lt;/a&gt;. penasaran ceritanya, datang juga nyari tokonya di deket ciwalk. Turun dari angkot kebon kalapa ledeng, tarifnya IDR 2K. kemudian jalan menyisir arah berlawanan dengan laju kendaraan. Kira 3-4 toko, ketemu tokonya namanya korek api jeans. Nah di etalase bertuliskan kaos bandung original, ketemu juga kaos yang dimaksud. Kaos berlabel EM Thirty Two dengan tulisan abrevasi dari Bandung. ada dua versi. Versi pertama Bersih Asri N? Dingin euy Ujan wae N? G? sama Batagor Asli cendol N asi liwet Durian es Ulah poho brownies Nempo factory outlet Gorengan + martabak.  pilihan warna yang tersedia  u versi pertama ada biru, coklat, krem, item. Yang kedua hijau, coklat, krem, item. Ada versi lain tapi tulisannya pendek semacam Bandung parisj van java dan Cihampelas. Harga kaosnya IDR 49.9K. ukurannya ada M, large, extra large. Jumlahnya ga banyak. Kupilih yang warna coklat setelah sempet mencobanya (boleh dicoba ternyata). Laen kalo m beli kaos di eiger (ga bisa dicoba dengan alasan khawatir melar).  Ni warna dipilih setelah tanya-tanya dulu sama mba-mba penjaga etalase, kayaknya sampe second, third opinion. Sebenernya pingin nyari warna putih, tapi ga ada.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Klo bercerita tentang kaos, inget nyari-nyari kaos waktu di banda aceh, kayaknya hampir semua toko di sekitaran masjid baiturahman uda diputerin. Thanks for Khalif Nurdin yang telah rela nganter-nganter. Akhirnya dapet juga kaos aceh dengan tulisan khasnya, ya walopun ternyata berlabel osella. Ya, lumayan nyaman dipake. Lalu di sabang, juga sempet nyari-nyari kaos di sekitaran jalan raya di pinggiran kota sabang. Dapet juga kaos warna putih bertuliskan aceh-indonesia. Cukup nyaman buat dipake. Kaos yang sempet nemenin jalan-jalan ke takengon, aceh tengah, danau laut tawar. Namun sayang, ilang waktu offshore di Medco sembakung, Nunukan, Kalimantan Timur. Uda tanya-tanya laundrynya, tapi tetep ga ada.&lt;br /&gt;Sewaktu di bukittinggi, ngarai sianok dapet juga kaos berbahan bagus berendakan jam gadang, harganya murah IDR 25K. murah banget ya sob. Saat ke malioboro bareng &lt;a href="http://imamnuryanto.blogspot.com/" target="_blank"&gt;imam nuryanto&lt;/a&gt;, sempet juga menyusuri toko2 dari ujung ke ujung. Tapi ga nemu kaos yang lumayan bagus. Perna dapet kaos dagadu dari kakak yang cukup nyaman dipake. Di Pantai Pangandaran saya juga sempet menyusuri kios-kios di pantai barat, pantai timur hingga pasar seni. Namun sayang ga nemu yang bagus.&lt;br /&gt;Nah, klo di Jakarta perna tu ngiterin ITC mangga dua dari lantai ke lantai, sempet beli kaos bertuliskan Jakarta warna abu-abu, tapi ya  kurang nyaman. Dan ternyata ga kebawa kaosnya sewaktu balik dari Aceh Jaya, waktu kerja di puskesmas&lt;br /&gt;Kesimpulannya ni ya, klo dibanding-banding tu ya, kaos joger tu kandidat kaos bagus yang pertama. Kebetulan perna dikasi kakak yang perna ke bali. Bahannya bagus dan nyaman dipake. Berikutnya ya kaos dagadu. Tapi ya ini subjektif saya lho. Barangkali sobat-sobat ada yang berpengalaman beli-beli kaos yang bagus, boleh juga disharing di sini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-6413197005882840135?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/6413197005882840135/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=6413197005882840135" title="6 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/6413197005882840135?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/6413197005882840135?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/04/joger-bali-dagadu-jogja-bandung-mari.html" title="Joger = Bali, Dagadu = Jogja, Bandung = Mari Kita Jalan-Jalan Ke Cihampelas" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_8w9Jmy5EBmM/SdQfiv_Np9I/AAAAAAAAAAY/-rTuHsGyQh8/s72-c/image-upload-7-774826.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEMHRHw6eip7ImA9WxJTEEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-7534559530630491948</id><published>2009-04-18T17:36:00.003+07:00</published><updated>2009-04-18T18:00:35.212+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-18T18:00:35.212+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Travelling" /><title>Pantai Pangandaran: Pesona Wisata Laut Selatan</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://media.shozu.com/cache/portal/media/17fe511/16777220_blog"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 180px;" src="http://media.shozu.com/cache/portal/media/17fe511/16777220_blog" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pangandaran, sebuah kota kecil di Selatan Jawa Barat. Tempat menghabiskan masa kecil sya. Jaman saya masi duduk di bangku SD. Pantainya masi begitu eksotis. Ya pantai sisi barat menyuguhkan pesona wisata yang indah. Pasirnya masi bersih. Ga banyak orang yang jualan. Banyak tempat berteduh di bawah pohon kelapa dan ketapang. Sekadar untuk botram beralaskan tikar berhawakan angin laut. Walah puitis banget ya. Ya memang kelembutan pasirnya membuai wisatawan yang datang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelandaian pantainya memiliki daya tarik tersendiri untuk sejenak membuat mainan dari pasir, menimbun kaki dengan pasir, bermain dengan ombak, main bola, mengapung dengan ban di permukaan air, berenang-renang, atopun naik perahu. Main layangan, main perahu-perahuan. Ato bahkan sekedar menceburkan di air laut, mencicipi sensasi air laut pananjung.&lt;br /&gt;Pesona yang juga begitu memikat adalah pasir putih yang termasuk dalam kawasan cagar alam. Pasirnya putih senampak pandangan mata. Kita  juga bias menemukan banyak fauna laut, bintang laut, kuda laut di air yang dangkal, di balik-balik karang. Belum lagi tersedia bangku panjang di bawah hutan pantai yang rindang beralaskan pasir putih. Sejauh mata memandang tampak hamparan air laut, karunia Tuhan yang indah mempesona.&lt;br /&gt;Di cagar alamnya kita bisa menemukan hutan pantai dan sejumlah fauna yang dilindungi. Berjalan-jalan kaki di hutan yang masi asri, jaman SD dulu. Kita juga akan menjumpai gua peninggalan jaman Jepang tempo dulu. Bagi pecinta suvenir, ada beragam pernak-pernik hiasan laut, busana pantai, perahu-perahuan, umang. Beragam-ragam suvenir dari kewuk, karang, cangkang kerang.&lt;br /&gt;Jaman masi ada kebun coklat, kita bisa menikmati buah coklat matang langsung dari pohon. Sayang sekarang sudah ditebang. Yang tinggal hanya pohon-pohon nyiur yang tinggi diselingi tanaman palawija.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-7534559530630491948?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/7534559530630491948/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=7534559530630491948" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/7534559530630491948?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/7534559530630491948?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/04/pantai-pangandaran-pesona-wisata-laut.html" title="Pantai Pangandaran: Pesona Wisata Laut Selatan" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0IGR304cCp7ImA9WxJTEEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-1998672506168063854</id><published>2009-04-18T17:26:00.004+07:00</published><updated>2009-04-18T17:45:26.338+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-18T17:45:26.338+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Travelling" /><title>Pantai Losari Hingga Tana Toraja: Perjalanan di Tanah Gowa</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/Sems7syMwKI/AAAAAAAAAfM/L4xADBBT63A/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/Sems7syMwKI/AAAAAAAAAfM/L4xADBBT63A/s200/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325978175976292514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Entah mengapa ibukota sulawesi selatan memiliki 2 nama ujungpandang atau makasar. Kesan pertama saat menjejakkan kaki di tanah gowa adalah geografinya yang lebih bersifat pegunungan dengan pemukiman penduduk masi jarang-jarang. Mungkin tepatnya pegunungan pantai. Tepian kota memang berbataskan lautan. Ya itulah yang dikenal dengan pantai losari, pantai  yang begitu memanjang dengan dinding beton penahan abrasi. Tidak seperti pantai-pantai umumnya yang bersifat landai. Sempet juga mencicipi makanan tepi pantai diantar seorang mahasiswi asli sana. Makanan yang begitu khas hingga sampai ada outlet daeng maming di Casablanca Jakarta selatan. Ada coto makasar, tata ribs, konroe. Di tempat aslinya inilah rasanya begitu enak. Ga jauh jauh dari pantai losari, terdapat kios-kios penjual suvenir hingga kain sutra seharga 100K (saat berkunjung ke sana). Mungkin sekarang uda naik harganya. Benteng jaman kompeni sekilas pandang saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/Semtl4t39jI/AAAAAAAAAfc/a2tKbf4kHIs/s1600-h/pantai.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 166px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/Semtl4t39jI/AAAAAAAAAfc/a2tKbf4kHIs/s200/pantai.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325978900733883954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan berikutnya adalah ke tana toraja. Naik bis hiba utama ¾ sewaan berangkat senja, tiba di hotel di tengah perjalanan di perbukitan tengah malem. Nginep dulu. Temen-temen pada karaoke, saya tidur. Esoknya perjalanan dilanjut lagi lewat jalanan kecil beraspal. Sempet istirahat dulu di kedai tepi jalan. Lalu jalan menyusuri tepian pantai, sempet mampir ke kedai tepi pantai. Akhirnya sampai juga di tana toraja. Jalan kaki bo untuk mencapi guanya. Naik turun pula. Jauh bo.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikutnya ke istana kupu-kupu bantimurung. Jalan lagi menuju gua tapi ternyata kupu-kupunya ga ada. Tapi asik juga. Jadi sebenernya istana tu adalah wilayah berupa lahan  yang luas dengan banyak pepohonan. Di sana dijual hiasan kupu-kupu yang telah dikeringkan. Terakhir kita bertualang ke arena adu kerbau. Ini jalannya lebih jauh lagi, melintas sawah, melintas kebun, melintas perkampungan penduduk. Sesampainya di sana ga rame. Ya uda balik lagi deh. Pulang deh (maksudnya balik lagi ke ujungpandang hehe) sebelum akhirnya balik ke Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-1998672506168063854?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/1998672506168063854/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=1998672506168063854" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/1998672506168063854?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/1998672506168063854?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/04/pantai-losari-hingga-tana-toraja.html" title="Pantai Losari Hingga Tana Toraja: Perjalanan di Tanah Gowa" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/Sems7syMwKI/AAAAAAAAAfM/L4xADBBT63A/s72-c/4.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE8DRno_eyp7ImA9WxJTEEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-1914646364364527298</id><published>2009-04-15T16:56:00.006+07:00</published><updated>2009-04-18T18:07:57.443+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-18T18:07:57.443+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Travelling" /><title>Sejenak di Tambang Minyak Sembakung, Tanah Borneo: Sekuel dari Dokter Offshore</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:vnf0Ndqoe1rqoM:http://farm4.static.flickr.com/3051/2638085735_90a7663728.jpg%3Fv%3D0"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 87px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:vnf0Ndqoe1rqoM:http://farm4.static.flickr.com/3051/2638085735_90a7663728.jpg%3Fv%3D0" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jakarta-Tarakan, singgah dulu di Bandara Sepinggan Balikpapan. Tampak dari pesawat, Tanah Borneo masih hijau dengan hutan. Jalanan aspal sebentuk garis dengan pemukiman yang jarang-jarang. Ternyata tu ya Bandara Sepinggan sudah tertata modern, mirip-mirip Bandara Soekarno Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:ClmV3ZQSTr5EKM:http://subpbpon.tarakankota.go.id/galeri/Bandara.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 127px; height: 95px;" src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:ClmV3ZQSTr5EKM:http://subpbpon.tarakankota.go.id/galeri/Bandara.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ga lama di Sepinggan, transit saja. Lalu terbang lagi ke Tarakan, mirip bandara perintis karena fasilitasnya juga biasa-biasa saja. Kesan pertama bumi Kalimantan itu panas bo. Sampe sana uda ada yang njemput naik mobil sejenis kijang lewat jalan kota Tarakan. Sepi, lewat-lewat tengah-tengah kota. Cukup lumayan bangunan-bangunan modern sejenis plaza gitu. Akhirnya sampai juga di mess office di tarakan. Lapor sama sekretaris office dan staf yang ada. Sempet bengong juga celingak-celinguk. Uda selese urusan di office dan perkenalan, diantar deh ke tempat nginep. Bagus sih tempatnya Cuma sepi aja. Secara kamarnya banyak, yang nginep dikit. Uda gitu channel TV-nya cuma tarakan TV. Bosen banget deh.  Ma&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:hpMa512d1CMUyM:http://ujangawis.googlepages.com/tengkayuPelabuhan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 93px;" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:hpMa512d1CMUyM:http://ujangawis.googlepages.com/tengkayuPelabuhan.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kanan di Tarakan harganya mahal-mahal bo.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadwal keberangkatan speed boat dari Tarakan ke Tanah Sembakung cuma 2 kali dalam seminggu. Jadi ku menunggu keesokan harinya buat ke sana.  Pergi diantar ke dermaga Tarakan mau naik speed boat. Mengenakan pelampung dulu. Dah gitu yang bikin degup-degup tu mau nuju speed boatnya. Ternyata ga gampang. Jadi tu ada sekian speed boat ditambat horisontal di pinggir dermaga dan speed  boat yang mau ditumpangi tu ada di posisi ujung. Alhasil saya mesti meloncat-loncat dari satu speed ke speed yang lain. Walah2 takut juga kecebur laut.. uda gitu s&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:E6OyrYU4GJk9rM:http://www.sinarharapan.co.id/images/0306/23/ipt01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 122px; height: 78px;" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:E6OyrYU4GJk9rM:http://www.sinarharapan.co.id/images/0306/23/ipt01.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;peed-nya kecil pula. Jadi antar permukaan air dan pintu speed jaraknya ada kali 1 meter. Akhirnya masuk juga speed boat. Speed melaju membelah air laut Tarakan. Ya ini sebenernya antara air laut dan air sungai. Kiri kanan jalur banyak pemukiman di atas air. Dari kejauhan tampak peralatan tambang tingi-tinggi. Ya, di Tarakan ni banyak pertambangan. Makin jauh kiri kanan tinggal hutan bakau. Air sungai menciprat-ciprat ke dalam speed. Gitu to, perjalanan menunju tambang. Kira di pertengahan juga ada pos tentara di tepian sungai. Kira 2 jam sampailah di dermaga Sembakung. Tahukah kawan dermaganya itu dari kayu-kayu yang disusun-susun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/Sem0K3y9whI/AAAAAAAAAfk/MuV46LR5fLk/s1600-h/sembakung.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 142px; height: 106px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/Sem0K3y9whI/AAAAAAAAAfk/MuV46LR5fLk/s200/sembakung.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325986133211726354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya ditempatkan di blok kamar yang menghadap ke sungai dan hutan. Uda ada AC, pagi sore disediain minuman kaleng made in Tawau Malaysia, Indonesia dan roti. Klo makan mah ada tempat khusus dengan menu yang lengkap dan bervariasi, menu ala kota metropolitan. TOP BGT DEH. Laundry udah ada. Ya cuma air mandinya agak keruh. Pake shower air hangat pula. Klo buka pintu kamar, banyak monkey-monkey di depan kamar. Begitu pula klo balik dari kerjaan mau masuk kamar, monkey-monkey uda pada ada di depan kamar. Berhubungan di tepian sungai banyak banget ikan-ikan, orang-orang di sana pada suka mancing.&lt;br /&gt;Klo jumatan, diundang khatib sehari sebelumnya dari Tarakan. Malam jumatnya ada pengajian dulu. Nah pas idhul adha saya ada di sana. Sholatnya di balairung. Jadi yang di tengah-tengah blok-blok kamar tu ada ruangan luas. Itulah balairungnya. Idul adha di sana tanpa menyembelih kurban, jadinya abis solat salam-salaman, abis tu makan-makan.&lt;br /&gt;Nah pas tahun baru saya di sana juga. Tahun baru di sana ampe ngundang artis dangdut dari Tarakan, hiburan rakyat. .Sampe-sampe orang penjaga tambak udang di sekitar tambang pada datang. Ya di sekitar tambang banyak tambak udang, dan malem-malem mesti dijaga biar ga ada yang nyuri. Biasanya tu sekeluarga njagain. Sambil menunggu jam 12 malam, pembagian door prize barang-barang elektronik.&lt;br /&gt;Jadi sembakung itu pulau kecil yang digunakan sebagai lahan pertambangan. Masi berupa hutan bakau gitu. Jalan penghubung antar blok dibuat dari kayu, usianya uda ga muda lagi karena ada bagian tertentu juga yang rapuh. Ada bekas helipad juga. Kendaraannya GL Pro, ada pick up 1. Saya dikasi motor tapi mo make takut juga berhubung jalannya gitu dan motornya gede. Klo ada 2 motor berhadapan yang satu berhenti dulu di di tempat pemberhentian khusus. Alhasil saya kelililing dibonceng ama paramedik dari ngeliat poli, lapangan bola bikinan sendiri, kantor, antar blok, kantor-kantor antar blok, dikenalkan staf-staf, bengkel peralatan tambang, apalagi ya? Juga ngeliat titik api dari tempat adanya minyak dan gas. Di sana ada juga lapangan bulutangkis. O ya, sinyal telepon susah mesti keluar ruangan di alam terbuka, itupun cuman 2-3 baris.&lt;br /&gt;Bel sirine bunyi jam 6 pagi sama jam 5 sore. Jam 6 pagi tandanya para pekerja tambang mulai menjalankan aktivitasnya. Klo jam 5 sore tandanya pulang. Klo staf-stafnya tu jam 6 pagi pada rapat biasanya sampe jam 9-an. Rapat besar seminggu sekali. Klo makan pagi ya sebelum jam 6, makan sore abis jam 5. Ya termasuk saya, pekerjaannya saya ya rapat. Lantas kerja saya sebagai medical officer kapan ceritanya? Ceritanya, di poli itu banyak bengong. Waktunya abis bwat mandangin komputer, main game, buka internet, belajar piano ama paramedis. Pasiennya bias diitung dengan jari. Pekerja-pekerja tambang tu kuat-kuat, jarang-jarang yang sakit. So far, jadinya kita kasi pelatihan P3K pada mereka-mereka, inspeksi higiene mulai dari tempat masak, kamar-kamar sama tempat mandi, lalu evaluasi fogging. Nah hal-hal ini mesti dilaporin di rapat. Ya gitu deh kerjanya di tambang minyak banyakan ga jelasnya ya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-1914646364364527298?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/1914646364364527298/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=1914646364364527298" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/1914646364364527298?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/1914646364364527298?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/04/sejenak-di-tambang-minyak-sembakung.html" title="Sejenak di Tambang Minyak Sembakung, Tanah Borneo: Sekuel dari Dokter Offshore" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/Sem0K3y9whI/AAAAAAAAAfk/MuV46LR5fLk/s72-c/sembakung.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0MMQHk5eSp7ImA9WxNSGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-5569655508414013866</id><published>2009-04-04T14:29:00.000+07:00</published><updated>2009-09-03T15:11:21.721+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-03T15:11:21.721+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan" /><title>Family Folder sebagai Model Pembinaan Kesehatan</title><content type="html">Pembinaan kesehatan bagi pasien tuberkulosis dan keluarganya perlu dilaksanakan mengingat pengobatan berlangsung lama dan pasien dapat menjadi sumber penularan bagi anggota keluarga. Untuk itu, telah diadakan program family folder dengan pelaksana mahasiswa kedokteran. Tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan berdasarkan pendekatan kedokteran keluarga. Metode pendekatan yang digunakan ialah pelayanan kesehatan rawat jalan dan kunjungan rumah. Kegiatan ini mengambil contoh kasus seorang pasien KMB Cawang dengan diagnosis tuberkulosis paru. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan, menilai status kesehatan anggota keluarga pasien, menilai kondisi sosial ekonomi, serta melaksanakan strategi DOTS. Hasilnya menunjukkan family folder berperan dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien dan keluarganya terhadap tuberkulosis; mengenali gejala dini penularan tuberkulosis pada anggota keluarga; memanfaatkan potensi pasien dan keluarganya dalam menangani masalah yang timbul; dan mendukung pelaksanaan DOTS. Untuk menjamin kesinambungan pelayanan kesehatan, program ini tetap dilaksanakan setelah pasien menyelesaikan enam bulan terapi dan mengalami kesembuhan. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci: tuberkulosis paru, family folder, mahasiswa kedokteran, kedokteran keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstract&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Health building for tuberculosis patient and his/her family is needed to do because tuberculosis therapy takes a long time and patient can be able as infection source to other family member. Because of that, medical students create family folder program. The purpose of this program is to give whole, holistic, and continuous health service according to family medicine approach. The approach method was rawat jalan health service and home visit.  This program takes a KMB Cawang patient case with lung tuberculosis. The program activity was give information, to appraise family member health state, to appraise family social-economy condition, and to realize DOTS strategy. The result shows that family folder participates to improve patient and his family knowledge, attitude, and behavior about tuberculosis; to know beginning symptom of TB infection in family member; to use patient and his family potency to surpass the problem because of this disease; and to support DOTS realization. To warrant continuing health service, this program is realize constantly after patient finished six months therapy and got recovery. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Key Words: lung tuberculosis, family folder, medical students, family medicine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt; Indonesia termasuk negara dengan kasus TB terbesar ketiga di dunia setelah India dan Cina. Menurut SKRT tahun 1995, TB merupakan penyebab kematian nomor 3 dan nomor 1 dari golongan infeksi.1 Jumlah penderitanya sekitar 500.000 orang/tahun dengan angka kematian sekitar 175.000 orang/tahun, khususnya di daerah pedesaan miskin dan daerah kumuh perkotaan yang rawan kuman TB.2&lt;br /&gt;Tuberkulosis belum berhasil diatasi meskipun telah diketahui penyebab, cara penularan, diagnosis klinis, pengobatan, dan pencegahannya.3 Masalah utama kegagalan pengendalian tuberkulosis adalah ketidaksetiaan mengingat pengobatan tuberkulosis berlangsung lama.4 Untuk itu, perlu adanya pendidikan masyarakat khususnya keluarga pasien tuberkulosis. &lt;br /&gt;Mahasiswa kedokteran berperan dalam hal ini dengan melaksanakan program family folder berupa pembinaan kesehatan bagi pasien tuberkulosis dan keluarganya. Program ini menekankan pada upaya pencegahan penyakit, pendidikan kesehatan, dan deteksi dini dengan memandang keluarga sebagai titik tolaknya. &lt;br /&gt;Program ini merupakan bagian dari pelayanan kedokteran keluarga yang lebih mengutamakan upaya pencegahan penyakit serta pelayanan yang menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan. Tujuan yang ingin dicapai adalah terwujudnya keadaan sehat bagi setiap anggota keluarga.5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode&lt;br /&gt;Metode pendekatan yang digunakan ialah metode pelayanan kesehatan yang menggabungkan pelayanan rawat jalan dengan kunjungan rumah. Kegiatan ini mengambil contoh kasus seorang pasien Klinik Menyehatkan Bangsa (KMB) Cawang dengan diagnosis tuberkulosis paru. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan, menilai status kesehatan anggota keluarga pasien, menilai kondisi sosial ekonomi keluarga serta melaksanakan strategi directly observed treatment short course (DOTS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Kasus &lt;br /&gt;Pasien laki-laki berusia 41 tahun datang dengan keluhan utama demam sejak 2 minggu sebelum masuk Klinik Menyehatkan Bangsa Cawang. Demam tidak tinggi, terutama malam hari disertai keringat dingin. Terdapat batuk. Berat badan turun 5 kg dalam 2 bulan terakhir. Terdapat riwayat batuk darah dan riwayat merokok. &lt;br /&gt;Pada pemeriksaan fisik pasien tampak sakit sedang, kesadaran kompos mentis, suhu 37,7o C, tekanan darah 120/80 mmHg. Tidak tampak kelainan pada mata. Kelenjar getah bening leher tidak teraba. Faring hiperemis, tonsil T2-T2 hiperemis. Bunyi jantung I/II normal, murmur tidak ada, gallop tidak ada. Paru pada perkusi redup di kanan bawah dan pada auskultasi rhonki positif di basal paru kanan. Tidak tampak kelainan pada abdomen dan ekstremitas.&lt;br /&gt;Pemeriksaan darah tepi menunjukkan leukositosis (leukosit 11.800/ul) dan peningkatan LED (55 mm/jam). Pemeriksaan BTA sputum I/II/III positif. Foto toraks PA memperlihatkan gambaran fibroinfiltrat di lapangan atas kedua paru, kavitas di paru kanan atas, dan infiltrat di parakardial kanan. Hasil pemeriksaan mendukung diagnosis tuberkulosis. Selanjutnya pasien mendapatkan obat anti tuberkulosis yaitu rifampisin 1 x 450 mg, INH 1 x 400 mg, pirazinamid 1 x 1500 mg, dan etambutol 1 x 750 mg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil&lt;br /&gt;Upaya pembinaan kesehatan bagi pasien dan keluarganya yakni pendidikan dan penyuluhan tentang tuberkulosis. Pasien dan keluarganya diharapkan memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku yang baik terhadap TB sehingga mampu berperan dalam penyembuhan dan penanganan masalah yang timbul. &lt;br /&gt;Pasien dianjurkan kontrol teratur ke klinik setiap dua minggu untuk mengambil obat dan melaporkan perilaku berobat sehingga hasil pengobatan yang telah diberikan dapat dievaluasi. Pasien mengikuti anjuran dengan berkunjung ke klinik disertai anggota keluarganya. &lt;br /&gt;Kunjungan tersebut juga berguna untuk skrining kesehatan keluarga sehingga dapat dikenali gejala dini penularan TB pada anggota keluarga yang lain. Upaya skrining dalam pelayanan dokter keluarga berguna dalam pelayanan pencegahan penyakit yang ditujukan untuk menurunkan angka kesakitan pada anggota keluarga yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan dokter keluarga tidak hanya ditujukan pada penderita sebagai individu yang sakit tetapi pada pasien sebagai manusia seutuhnya, bahkan sebagai bagian dari sebuah unit keluarga.5,6&lt;br /&gt;Hasil skrining menunjukkan anak balita pasien sering batuk pilek dan demam. Anak pasien dirujuk ke rumah sakit rujukan untuk menjalani pemeriksaan penunjang. Hasil tes Mantoux negatif. Foto toraks menunjukkan infiltrat tipis di suprahiler dan parakardial kedua lapang paru. Anak pasien mendapat terapi profilaksis primer mengingat adanya kontak dengan pasien TB paru aktif (BTA +) yang rentan dalam menularkan TB, terutama pada anak-anak. &lt;br /&gt; Hasil penilaian kondisi sosial ekonomi menunjukkan bahwa keluarga pasien tinggal di pemukiman padat penduduk dan kumuh, pekerjaan keluarga adalah berdagang, pasien memiliki kebiasaan merokok, serta pasien bekerja sampingan sebagai tukang ojek. Hal tersebut merupakan faktor resiko yang mempengaruhi timbulnya masalah kesehatan dalam keluarga. Lingkungan yang buruk, kebiasaan merokok, dan kelelahan bekerja dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga kuman TB cepat berkembangbiak. Terlebih jika status ekonomi rendah dan asupan nutrisi kurang.&lt;br /&gt;Penelitian Aris menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penularan TB paru adalah status nutrisi yang buruk, kebiasaan merokok, dan pendapatan keluarga.7 Sedangkan penelitian Musadad menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penularan TB paru adalah keberadaan penderita TB lebih dari satu orang dalam rumah, masuknya sinar matahari dalam rumah, dan kebiasaan tidur dengan balita.8 Untuk itu, dalam penanganan TB tindakan preventif lebih diutamakan. Pasien dan keluarganya dianjurkan untuk menjaga higiene, memperbaiki ventilasi rumah, menghindari kebiasaan merokok, beristirahat cukup, mengkonsumsi makanan bergizi, dan menghindari kebiasaan tidur dengan balita khususnya pasien. &lt;br /&gt;Melalui penilaian kondisi sosial ekonomi keluarga diperoleh potensi yang dapat dimanfaatkan untuk menangani masalah yang timbul. Dalam pelayanan dokter keluarga seluruh anggota keluarga ikut serta dalam pelayanan sehingga segala keterangan tentang keluarga tersebut, baik keterangan kesehatan dan atau keterangan keadaan sosial dapat diketahui.5 Potensi keluarga yang dapat dimanfaatkan yakni adanya dukungan ekonomi untuk pemeriksaan penunjang serta peranan istri pasien sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) untuk menjamin pasien menyelesaikan pengobatan sampai tuntas.&lt;br /&gt;Kunjungan rumah dilakukan apabila pasien tidak datang untuk mengambil obat tepat waktu. Hal ini sesuai dengan prinsip dokter keluarga yang tidak hanya menanti secara pasif tetapi bila perlu aktif mengunjungi pasien atau keluarganya.6 Tujuan yang ingin dicapai adalah pengobatan yang tepat dan teratur sehingga dapat dihindarkan dari kegagalan pengobatan yang memerlukan penanganan yang lebih rumit. Dalam hal ini, pelayanan dokter keluarga diharapkan dapat diselenggarakan dengan tatacara yang lebih sederhana dan tidak begitu mahal dan karena itu akan meringankan biaya kesehatan.5&lt;br /&gt;Pemantauan kesehatan pasien dan keluarganya tetap dilaksanakan setelah terapi selesai dan status kesehatan pasien membaik sehingga dapat diberikan pertolongan segera jika timbul masalah lagi. Hal ini sesuai dengan prinsip pelayanan kesehatan yang menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan &lt;br /&gt;Upaya pembinaan kesehatan telah dilakukan terhadap seorang pasien TB dan keluarganya melalui program family folder. Program tersebut berperan dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien terhadap TB, mengenali gejala dini penularan TB pada anggota keluarga yang lain, memanfaatkan potensi pasien dan keluarganya dalam menangani masalah yang timbul akibat TB, serta mendukung pelaksanaan directly observed therapy short course (DOTS) sehingga menunjang proses penyembuhan pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Terima Kasih&lt;br /&gt;Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran kegiatan ini. Kepada PT Panasonic Gobel yang telah memberikan dana untuk kegiatan kesehatan masyarakat di KMB Cawang. Kepada dr. Menaldi Rasmin Sp.P(K), dr. Hananto Andriantoro SpJP(K) selaku Koordinator KDK FKUI-Gobel. Kepada dr. Kartini Arumsari, Sp.An(K) yang telah memberikan dukungan moral dan materiil pada penulis. Kepada dr. Eva Suarthana, dr. Yulvina selaku Koordinator mahasiswa di KMB Cawang beserta stafnya. Kepada rekan-rekan mahasiswa kedokteran yang turut serta dalam kegiatan ini. Kepada Ibu-ibu kader Posyandu di Kelurahan Cawang yang telah membantu kelancaran kegiatan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;1. Syafei SS, Soepandi PZ. Tuberkulosis paru dan gender. Jurnal Respirologi Indonesia 2002; 22: 40.&lt;br /&gt;2. Dirjen PPM &amp; PLP Depkes RI. Tuberkulose datang lagi. http://www.ppmplp.depkes.go.id/.  2002.&lt;br /&gt;3. Rahajoe NN. Masalah tuberkulosis anak saat ini. Dalam: Rahajoe NN dkk. Kumpulan materi kuliah mahasiswa tingkat IV. Jakarta: Subbagian Pulmonologi Bagian IKA FKUI; 1999. In press.&lt;br /&gt;4. Aditama TY.  TB: diagnosis, terapi &amp; masalahnya, edisi IV. Jakarta: Yayasan Penerbitan Ikatan Dokter Indonesia; 2002.&lt;br /&gt;5. Azwar A. Pelayanan dokter keluarga. Jurnal Dokter Keluarga Indonesia 1993; 1: 15.&lt;br /&gt;6. Soemitro D. 1998. Manajemen pasien tumor otak: strategi dasar bagi dokter keluarga dalam menghadapi penderita tumor otak. Jurnal Dokter Keluarga Indonesia 1998; 6: 20.&lt;br /&gt;7. Aris M. Faktor-faktor yang mempengaruhi penularan tuberkulosis paru di Kabupaten Tabalong Propinsi Kalimantan Selatan. http://digilib.litbang.depkes.go.id/. 2000.&lt;br /&gt;8. Musadad A. Penelitian hubungan faktor lingkungan rumah dengan kejadian penularan tuberkulosis paru di rumah tangga. http://digilib.litbang.depkes.go.id/. 2002.&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-5569655508414013866?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/5569655508414013866/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=5569655508414013866" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/5569655508414013866?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/5569655508414013866?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/04/family-folder-sebagai-model-pembinaan.html" title="Family Folder sebagai Model Pembinaan Kesehatan" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0MMQHk5eSp7ImA9WxNSGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-2404693953689964814</id><published>2009-04-04T14:26:00.000+07:00</published><updated>2009-09-03T15:11:21.721+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-03T15:11:21.721+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan" /><title>Masalah Avian Influenza di Indonesia</title><content type="html">Kasus avian influenza (flu burung) pada manusia telah terjadi di Indonesia. Untuk itu, masalah ini sepatutnya menjadi perhatian, terutama karena komplikasi yang ditimbulkannya dan ancaman pandemi influenza. Flu burung disebabkan oleh virus influenza A H5N1. Penularannya dari unggas ke manusia. Belum ada bukti ilmiah penularan antar manusia di masyarakat. Virus ini dapat memicu respon imun yang tidak cukup sehingga menyebabkan gejala respirasi berat dan kegagalan multisistem. Gejala penyakit ini amat bervariasi, mulai dari seperti flu dan dapat memburuk dengan cepat menjadi pneumonia berat yang dapat menyebabkan kematian. Pemeriksaan laboratorium untuk mengenali penyakit ini adalah deteksi antigen cepat, isolasi virus dengan kultur, PCR, dan tes serologi. Jika seseorang diduga terjangkit flu burung, terapi antivirus diberikan secepatnya tanpa menunggu konfirmasi laboratorium. Saat ini belum ada vaksin yang efektif untuk manusia. Masyarakat medis, pemerintah maupun masyarakat pada umumnya sudah selayaknya bekerjasama untuk mengatasi masalah flu burung ini. Langkah-langkah yang perlu diambil antara lain adalah penelitian, upaya promosi kesehatan, deteksi dini dan penanganan secepatnya. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci: avian influenza, virus influenza A H5N1, unggas, antivirus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;Akhir tahun 2003 flu burung mulai merebak di Asia tetapi baru diberitakan awal tahun 2004. Penyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas dikonfirmasikan telah terjadi di Republik Korea, Vietnam, Jepang, Thailand, Kamboja, Taiwan, Laos, China, Indonesia dan Pakistan. Sumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.1,2&lt;br /&gt;Pada bulan Januari 2004 Departemen Pertanian mengumumkan secara resmi, terjadi pertama kali kasus avian influenza menyerang unggas di Indonesia. Pada bulan Juli 2005 ditemukan untuk pertama kali di Indonesia kasus flu burung pada manusia. Indonesia menyusul Thailand, Vietnam, dan Kamboja yang sudah terlebih dahulu melaporkan terjadinya infeksi flu burung subtipe H5N1 pada manusia. Data dari Depkes menunjukkan hingga 7 April 2007 jumlah kumulatif kasus H5N1 pada manusia yang sudah dikonfirmasi laboratorium 94 orang, 74 orang di antaranya meninggal dunia. Jumlah tersebut merupakan jumlah terbanyak di dunia. Indonesia juga menduduki peringkat teratas dalam hal case fatality rate (CFR) dengan angka kematian kasus mencapai 78,72% melebihi Vietnam yang angkanya 45,16%.3&lt;br /&gt;Untuk menangani masalah flu burung, pemerintah telah mengambil langkah-langkah umum seperti melaksanakan respon cepat di daerah atau wilayah yang belum terjangkit sebagai tindakan kewaspadaan dini dengan intensifikasi surveilans epidemiologi terutama terhadap kasus influenza dan pneumonia. Pemerintah menyiagakan 44 rumah sakit di seluruh Indonesia untuk menerima rujukan perawatan/observasi penderita yang diduga terjangkit flu burung, menginstruksikan kepada pemerintah provinsi untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan berjangkitnya flu burung di wilayah masing-masing. Pemerintah juga meningkatkan upaya penyuluhan kesehatan masyarakat dan membangun jaringan kerja dengan berbagai pihak agar masyarakat sadar dan waspada akan adanya flu burung di daerah sekitarnya.4 &lt;br /&gt;Kasus avian influenza di Indonesia ini sudah sepatutnya menjadi perhatian, terutama karena komplikasi yang ditimbulkannya dan ancaman pandemi influenza. Dalam waktu singkat penyakit ini dapat menjadi lebih berat berupa pneumonia dan apabila tidak dilakukan tatalaksana dengan baik dapat menyebabkan kematian. Sementara itu, kekhawatiran ancaman pandemi influenza mengingat adanya kemungkinan munculnya strain yang mendapatkan kemampuan mutasi atau rekombinasi materi genetik dengan virus influenza manusia sehingga virus ini akan sangat patogen dan dapat bertransmisi.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Avian Influenza&lt;br /&gt;Avian influenza atau flu burung disebabkan oleh subtipe tertentu dari virus influenza A pada populasi binatang, terutama ayam. Infeksi virus avian influenza A (H5N1) pada manusia pertama kali dilaporkan terjadi pada tahun 1997 dan menyebabkan outbreak di Hongkong. Sesudah itu, strain H9 dan H7 juga dilaporkan menyebabkan infeksi pada manusia.5&lt;br /&gt;Dikenal beberapa tipe virus influenza yaitu tipe A, tipe B, dan tipe C. Berdasarkan sub tipenya terdiri dari Hemaglutinin (H) dan Neuraminidase (N). Influenza pada manusia disebabkan virus jenis H1N1, H2N2 dan H3N2. Sedangkan avian influenza disebabkan virus jenis H5N1, H9N1, dan H7N2. Strain yang sangat virulen penyebab flu burung adalah subtipe A H5N1.6,7&lt;br /&gt;Virus influenza A (H5N1) termasuk orthomixovirus. Tipe virion berselubung, sferis (100 nm), dengan sebuah nukleokapsid heliks simetris yang dikelilingi 8 segmen negative-stranded RNA. Bagian dalam selubung dibatasi matriks protein (M) dan bagian luar oleh peplomer glikoprotein-hemaglutinin (HA) berbentuk batang yang merupakan homotrimer dari membran glikoprotein kelas I dan molekul neuraminidase (NA) berbentuk cendawan yang merupakan tetramer dari membran protein kelas II.1&lt;br /&gt;Strain H5N1 yang virulen berbeda dari strain avian yang lain, ini terletak pada hubungan antara pemecahan HA dan derajat virulensi. Pada strain yang virulen, HA terdiri dari banyak asam amino dasar pada lokasi pemecahan, yang dipecah secara intraseluler oleh protease endogen. Sedangkan pada kasus strain avian yang avirulen seperti virus influenza A non-avian, HA kehilangan residu asam amino dasar, karenanya tidak menjadi sasaran pemecahan protease. Selain itu, semua tipe virus influenza A secara antigenik labil, beradaptasi dengan baik untuk menghindari pertahanan tubuh dan kekurangan mekanisme untuk proof reading; karenanya konstan. Perubahan kecil dan permanen pada komposisi antigen sangat sering terjadi yang dikenal dengan antigenic drift. Karakteristik penting lain adalah antigenic shift akibat reassortment materi genetik dari spesies yang berbeda sehingga menghasilkan variabilitas pada HA spikes, menjaga struktur dasar virus tetap konstan.1 &lt;br /&gt;Pada proses antigenic drift terjadi perubahan susunan asam amino pada waktu gen melakukan enconding antigen permukaan setiap kali virus bereplikasi sehingga menghasilkan galur baru. Sedangkan pada proses antigenic shift  terjadi bila 2 virus yang berbeda dari 2 penjamu berbeda menginfeksi penjamu lain yang akan menghasilkan virus baru yang kemungkinan mampu untuk menginfeksi penjamu lain termasuk manusia.8&lt;br /&gt;Virus H5NI dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 22°C dan lebih dari 30 hari pada 0°C. Di dalam tinja unggas dan dalam tubuh unggas yang sakit dapat bertahan lebih lama. Virus akan mati pada pemanasan 60°C selama 30 menit atau 56°C selama 3 jam dan dengan deterjen, desinfektan misalnya formalin, serta cairan yang mengandung iodin.2,6&lt;br /&gt;Hasil studi menunjukkan bahwa unggas yang sakit mengeluarkan virus influenza A (H5N1) dengan jumlah besar dalam kotorannya. Penyebaran penyakit ini terjadi di antara populasi unggas satu peternakan, bahkan dapat menyebar dari satu peternakan ke peternakan daerah lain. Secara umum virus flu burung tidak menyerang manusia, namun beberapa tipe tertentu dapat mengalami mutasi lebih ganas dan menyerang manusia. Penularan penyakit ini kepada manusia dapat melalui udara yang tercemar virus tersebut, baik yang berasal dari tinja atau sekreta unggas yang terserang flu burung. Belum ada bukti terjadi penularan dari manusia ke manusia.6,9 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patogenesis&lt;br /&gt; Penyakit influenza dimulai dengan infeksi virus pada sel epitel saluran napas. Virus ini kemudian memperbanyak diri (replikasi) dengan sangat cepat hingga mengakibatkan lisis sel epitel dan terjadi deskuamasi lapisan epitel saluran napas. Pada tahap awal, respons imun innate akan menghambat replikasi virus, apabila kemudian terjadi re-exposure, respon imun adaptif yang bersifat antigen spesifik mengembangkan memori imunologis yang akan memberikan respon lebih cepat. Replikasi virus akan merangsang pembentukan sitokin proinflamasi termasuk IL-1, IL-6, dan TNF-α yang kemudian masuk ke sirkulasi sistemik dan menyebabkan gejala sistemik influenza seperti demam, malaise, dan mialgia. Umumnya influenza bersifat self limiting dan virus terbatas pada saluran napas.10&lt;br /&gt; Infeksi strain H5N1 yang sangat patogen memicu respon imun yang tidak cukup sehingga menyebabkan respon inflamasi sistemik. Kemampuan strain H5N1 untuk menghindari mekanisme pertahanan tubuh (sitokin) berperan pada patogenitas dari strain ini. Pada infeksi H5N1, sitokin yang diperlukan untuk menekan replikasi virus, terbentuk secara berlebihan (cytokine storm) yang justru menyebabkan kerusakan jaringan paru yang luas dan berat. Terjadi pneumonia virus berupa pneumonitis interstisial. Proses berlanjut dengan terjadinya eksudasi dan edema intraalveolar, mobilisasi sel radang dan eritrosit dari kapiler sekitar, pembentukan membran hyalin dan juga fibroblas. Sel radang akan memproduksi banyak sel mediator peradangan. Secara klinis keadaan ini dikenal dengan acute respiratory distress syndrome (ARDS). Difusi oksigen terganggu, terjadi hipoksia/anoksia yang dapat merusak organ lain (anoxic multiorgan dysfunction).10,11,12&lt;br /&gt;                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             Gejala Klinis&lt;br /&gt;Masa inkubasi virus flu burung (dari kontak dengan unggas sampai gejala pertama) antara 3-7 hari. Penyakit flu burung ditandai dengan beberapa gejala yang bervariasi dan berbeda dari orang ke orang, seperti gejala yang mirip dengan flu biasa tetapi cenderung lebih sering dan cepat memburuk dan dapat menjadi radang paru (pneumonia). Gejalanya bisa berupa demam sekitar 38°C, lemas, sakit tenggorok, batuk, pilek, sesak napas, perdarahan hidung dan gusi, konjungtivitis, sakit kepala, tidak nafsu makan, muntah, nyeri perut, dan diare. Gejala-gejala ini kemudian diikuti oleh kondisi memburuk dalam hitungan hari, timbul pneumonia, dan ketika masuk RS sudah harus mendapat perawatan di ICU dan mendapat perawatan mesin pernapasan/ventilator.7,9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan Laboratorium&lt;br /&gt;Identifikasi laboratorium untuk infeksi virus influenza A berupa deteksi antigen langsung, isolasi pada kultur sel, atau deteksi RNA spesifik influenza dengan reverse transcriptase–polymerase chain reaction (RT-PCR). Tes serologi untuk mengukur antibodi spesifik influenza A meliputi tes haemagglutination inhibition (HI), enzyme immunoassay, dan tes neutralisasi. Tes mikroneutralisasi direkomendasikan untuk mendeteksi antibodi spesifik highly pathogenic avian influenza A. Spesimen diambil dari aspirasi nasofaring, aspirasi endotrakeal, sputum, dan serum. Spesimen yang optimal untuk deteksi virus influenza A adalah aspirasi nasofaring dalam 3 hari sejak timbulnya gejala.1,5     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis&lt;br /&gt;WHO pada bulan Agustus 2006 membuat definisi baru tentang kasus infeksi virus influenza H5N1.10&lt;br /&gt;1. Orang yang dalam investigasi yakni seseorang yang telah diputuskan oleh pejabat kesehatan yang berwenang dalam kesehatan masyarakat untuk diinvestigasi mengenai kemungkinan infeksi H5N1&lt;br /&gt;2. Kasus suspek yakni seseorang dengan penyakit saluran napas bawah yang tidak bisa dijelaskan disertai demam &gt;38oC, batuk dan sesak atau kesulitan bernapas DAN satu atau lebih keadaan di bawah ini (dalam 7 hari sebelum terjadi gejala):&lt;br /&gt;a. Kontak dekat (jarak 1 meter) dengan orang (merawat, berbicara, bersentuhan) yang dicurigai, probabel atau yang sudah dipastikan menderita avian influenza.&lt;br /&gt;b. Terpapar ayam, unggas atau bangkai unggas, lingkungan tercemar kotoran unggas di daerah yang dicurigai atau dipastikan terjadi infeksi H5N1 pada unggas atau manusia dalam satu bulan terakhir.&lt;br /&gt;c. Mengkonsumsi bahan baku atau produk ternak ayam yang tidak dimasak sempurna di daerah yang dicurigai atau telah dikonfirmasi ada kasus H5N1 pada unggas atau manusia dalam 1 bulan terakhir&lt;br /&gt;d. Kontak dengan binatang (bukan unggas) yang sudah dipastikan tertular H5N1&lt;br /&gt;e. Kontak dengan bahan pemeriksaan (hewan maupun manusia) yang dicurigai mengandung H5N1&lt;br /&gt;3. Kasus probabel&lt;br /&gt;Definisi 1: kriteria kasus suspek DAN satu atau lebih keadaan di bawah ini:&lt;br /&gt;- infiltrat atau bukti suatu pneumonia akut pada gambaran foto toraks ditambah bukti gagal napas (hipoksemia, takipnoe berat) ATAU&lt;br /&gt;- konfirmasi laboratorium positif untuk influenza A tetapi untuk infeksi H5N1 belum terbukti positif&lt;br /&gt;Definisi 2: seseorang yang meninggal karena penyakit saluran napas akut yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya, secara epidemiologi dengan kasus probabel atau konfirm avian influenza&lt;br /&gt;4. Kasus pasti (confirm) yakni kasus suspek atau probabel DAN satu dari hasil laboratorium ini:&lt;br /&gt;a. Kultur virus menunjukkan positif influenza A/H5N1&lt;br /&gt;b. PCR positif H5N1&lt;br /&gt;c. Peningkatan titer antibodi netralisasi untuk H5N1 empat kali lipat atau lebih antara fase akut dan fase konvalesen. Titer antibodi netralisasi harus 1:80 atau lebih tinggi&lt;br /&gt;d. Titer antibodi mikronetralisasi untuk H5N1 1:80 atau lebih dari serum hari 14 atau sesudahnya setelah gejala timbul dan suatu hasil positif menggunakan assay yang berbeda. (misalnya HI 1:60 atau lebih, atau Western Blot)&lt;br /&gt;Penatalaksanaan&lt;br /&gt;Jika flu burung diduga terjadi pada seseorang, pengobatan hendaknya dilakukan secepatnya tanpa menunggu konfirmasi laboratorium. Terapi untuk infeksi strain H5N1 sama seperti virus influenza yang lain. Namun, strain H5N1 sekarang telah menunjukkan resistensi terhadap amantadin dan rimantadin, dua antivirus yang umum digunakan untuk virus influenza. Antivirus lain yang merupakan inhibitor neuraminidase (oseltamivir dan zanamivir) masih efektif untuk strain H5N1. Dosis oseltamivir yang diberikan 2 kali 75 mg selama 7 hari. Untuk anak dosisnya 2 mg/kgbb/hari.9,10,13,14&lt;br /&gt;Terapi simtomatik yang diberikan dapat berupa antitusif, bronkodilator, serta antipiretik. Sedangkan terapi suportif yang diberikan berupa oksigenasi, hidrasi, antibiotik, serta kortikosteroid. Jika kondisi pasien terus memburuk maka perlu dipasang ventilator untuk membantu proses pernapasan.9&lt;br /&gt;Orang yang berisiko mendapat flu burung atau yang terpajan dapat diberikan pencegahan dengan oseltamivir 75 mg dosis tunggal selama 1 minggu. Hingga kini belum ada vaksin yang definitif. 9,10,13,14 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya Pencegahan &lt;br /&gt; Upaya pencegahan dapat dilakukan pada unggas dan manusia. Upaya pencegahan pada unggas berupa pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung serta vaksinasi pada unggas yang sehat.2&lt;br /&gt;Sedangkan pada manusia, khususnya bagi kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang) antara lain sering mencuci tangan dengan sabun. Pekerja yang langsung memegang dan membawa binatang yang sakit sebaiknya menggunakan desinfektan, menggunakan alat pelindung diri seperti baju pelindung, sarung tangan karet, masker, kaca mata google dan sepatu boot, serta melapor bila mengidap gejala-gejala pernafasan, infeksi mata, dan gejala flu lainnya.7&lt;br /&gt;Masyarakat umum hendaknya menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi dan istirahat cukup. Masyarakat juga hendaknya mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu memilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya) serta mengkonsumsi daging ayam yang telah dimasak pada suhu 80°C selama 1 menit, sedangkan telur unggas perlu dipanaskan pada suhu 64°C selama 5 menit.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Masyarakat medis, pemerintah maupun masyarakat awam sudah selayaknya bekerjasama untuk mengatasi masalah flu burung di Indonesia. Langkah-langkah yang perlu diambil antara lain adalah penelitian, upaya promosi kesehatan, deteksi dini dan penanganan secepatnya. &lt;br /&gt;Penelitian laboratorium maupun epidemiologi sangat penting untuk memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam mengenai penyakit ini agar dapat dilakukan pencegahan dan penanganan yang lebih tepat. Upaya promosi kesehatan diperlukan agar masyarakat senantiasa melaksanakan prinsip kerja higienis serta menerapkan pola hidup sehat. &lt;br /&gt;Sedangkan deteksi dini penyakit dan penanganan secepatnya diperlukan agar terhindar dari komplikasi penyakit yang berat. Untuk itu, masyarakat dan penyedia jasa layanan kesehatan hendaknya diberikan pendidikan mengenai penyakit ini bagaimana gejala dan bahayanya serta apa yang perlu dilakukan agar penyakit ini dapat terdeteksi sebelum berlanjut.&lt;br /&gt;Upaya-upaya dari penelitian hingga penatalaksanaan masalah flu burung tersebut harus terus-menerus dikembangkan. Kita berharap dapat ditemukan cara-cara yang lebih baik untuk menangani masalah ini. Dengan demikian diharapkan tidak terjadi lagi kasus flu burung khususnya di Indonesia. Pada akhirnya, flu burung hanyalah salah satu bagian dari begitu banyak masalah kesehatan yang harus dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA &lt;br /&gt;1. Padhi S, Panigrahi PK, Mahapatra A, Mahapatra S. Avian Influenza A (H5N1): a preliminary review. IJMM 2004; 22: 143-6. Diakses dari: http://www.ijmm.org/ article.asp?issn=0255-0857.&lt;br /&gt;2. Kristina, Isminah, Wulandari L. Flu burung. Diakses dari:  http://www.litbang.depkes.go.id/maskes/052004/fluburung1.htm. 2005.&lt;br /&gt;3. Depkes. Kasus flu burung Indonesia paling banyak di dunia. Diakses dari: http://www.depkes.go.id/index.php?option=news&amp;task=viewarticle&amp;sid=255. 2007.&lt;br /&gt;4. Depkes. Langkah  Departemen Kesehatan merespon kasus positif flu burung. Diakses dari: http://www.depkes.go.id/index.php? option=news&amp;task=viewarticle&amp;sid=1056. 2005. &lt;br /&gt;5. WHO. Recommended laboratory tests to identify avian influenza A virus in specimens from humans. Diakses dari:  www.who.int/entity/csr/disease/avian_influenza/guidelines/avian_ labtests2.pdf.  2005.    &lt;br /&gt;6. Depkes. Waspada flu burung. Diakses dari:  http://www.depkes.go.id/index.php?option=articles&amp;task=viewarticle&amp; artid=214. 2005.&lt;br /&gt;7. Aditama TY. Avian influenza (flu burung). Prosiding simposium;  Aula FKUI, 27 Juli 2005.  Jakarta: Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI dan unit CME/CPD FKUI; 2005.&lt;br /&gt;8. Soepandi PZ. Influenza burung pada manusia. Prosiding simposium;  Aula FKUI, 27 Juli 2005.  Jakarta: Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI dan unit CME/CPD FKUI. 2005.&lt;br /&gt;9. Aditama TY. Flu burung di manusia. Jakarta: Penerbit UI; 2006.&lt;br /&gt;10. Redaksi infeksi.com. Manajemen klinis kasus flu burung. Diakses dari: http://www.infeksi.com/newsdetail.php?Ing=in&amp;doc=845. 2007.&lt;br /&gt;11. Wilson ME. Avian influenza in humans: why so lethal? Journal Watch Infectious Diseases 2003. Diakses dari: http://infectious-diseases.jwatch.org/cgi/ content/full/2003/110/1. &lt;br /&gt;12. Barclay WS, Zambon M. Pandemic risks from bird flu. BMJ 2004; 328: 238-239. Diakses dari: http://bmj.bmjjournals.com/cgi/content/full/ 328/7434/ 238. &lt;br /&gt;13. Aditama TY. Perkembangan terbaru pengobatan flu burung. Cermin Dunia Kedokteran 2006; 151: 55-57.&lt;br /&gt;14. The Writing Committee of the WHO Consultation on Human Influenza A/H5. current concepts avian influenza A (H5N1) infection in Humans. NEJM 2005; 353:1374-85. Diakses dari: http://www.content.nejm.org/cgi/content/full/353/13/1374 &lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-2404693953689964814?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/2404693953689964814/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=2404693953689964814" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/2404693953689964814?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/2404693953689964814?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/04/masalah-avian-influenza-di-indonesia.html" title="Masalah Avian Influenza di Indonesia" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0MMQHk5eip7ImA9WxNSGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-9031637219525436024</id><published>2009-04-04T14:24:00.000+07:00</published><updated>2009-09-03T15:11:21.722+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-03T15:11:21.722+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan" /><title>HIV/AIDS Kini dan Mendatang</title><content type="html">Abstrak. AIDS adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV. Penyakit ini dicirikan dengan timbulnya berbagai infeksi oportunistik dan keganasan. Sejak epidemi AIDS bermula, lebih dari 65 juta orang telah terinfeksi HIV dan lebih dari 25 juta meninggal karena AIDS. Di Indonesia pada tahun 2006 infeksi HIV diperkirakan mencapai 169.000-216.000 orang. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;HIV menular melalui hubungan seksual, melalui darah/produk darah yang tercemar, atau secara vertikal dari ibu hamil ke bayinya. Perjalanan penyakit HIV dibagi dalam tahap-tahap berdasarkan keadaan klinis dan jumlah CD4. Pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis HIV adalah ELISA, Western Blot dan PCR. Pengobatan HIV menggunakan kombinasi tiga obat, terdiri dari dua nucleoside reverse transcriptase inhibitor dan satu protease inhibitor atau satu non nucleoside reverse transcriptase inhibitor.&lt;br /&gt;Ancaman epidemi HIV di Indonesia tampak dari terus meningkatnya infeksi HIV khususnya pada kelompok berisiko tinggi di sejumlah daerah. Peningkatan tersebut disebabkan penularan pada pengguna NAPZA suntik sementara penularan melalui hubungan seksual berisiko tetap berlangsung. Yang perlu diantisipasi adalah mencegah perluasan epidemi HIV selanjutnya dengan meningkatkan upaya untuk mengatasi faktor-faktor risiko yang menyebabkan percepatan penyebaran HIV.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kata kunci : AIDS, HIV, epidemi, kelompok berisiko tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh secara bertahap.1 Penyakit ini dicirikan dengan timbulnya berbagai penyakit infeksi yang bersifat oportunistik dan penyakit keganasan. AIDS pertama kali dilaporkan tahun 1981 pada pria homoseksual dan pecandu narkotik di Los Angeles.2 Pada tahun 1983, HIV-1 (human immunodeficiency virus-1) diidentifikasi sebagai virus penyebab AIDS.3 Sejak epidemi AIDS bermula, lebih dari 65 juta orang telah terinfeksi HIV dan lebih dari 25 juta meninggal karena AIDS.4 Prevalensi infeksi HIV di dunia kini lebih dari 38 juta.5 Sebanyak 95% kasus terjadi di negara berkembang, terutama di sub-Sahara Afrika dan Asia Tenggara. Hampir 64% pengidap infeksi HIV terdapat di sub-Sahara Afrika.4 Kebanyakan kasus AIDS terjadi pada dewasa usia 25-44 tahun.5 Berdasarkan jenis kelamin kebanyakan infeksi HIV masih terjadi pada pria yang melakukan kontak homoseksual. Namun, frekuensi infeksi pada wanita mengalami peningkatan, terutama di negara-negara berkembang. Di dunia, sekitar 50% penderita HIV adalah wanita5 dan lebih dari 40% infeksi baru terjadi pada kelompok usia muda 15-24 tahun.4 Di sub-Sahara, 60% pengidap HIV adalah wanita dan 77% kasus baru HIV baru pada usia 15-24 tahun.4 Secara internasional, infeksi HIV pada anak &lt;15 tahun diperkirakan mendekati 10% dari seluruh kasus HIV.5  Jumlah kasus HIV pada tahun 2006 diperkirakan sebesar 39,5 juta.6 Jumlah infeksi baru sebanyak 4,3 juta. Sebanyak 2,9 juta orang meninggal akibat penyakit terkait AIDS. &lt;br /&gt;Ada dua jenis virus utama penyebab AIDS, yaitu HIV-1 dan HIV-2.7 HIV-1 paling banyak ditemukan di seluruh dunia, sementara HIV-2 terutama dijumpai di Afrika Barat. Umumnya HIV menular melalui hubungan seks dengan pasangan yang terinfeksi.1 Meskipun mayoritas kasus awal HIV/AIDS di Amerika Serikat terjadi pada pria homoseksual, kini mayoritas kasus baru infeksi HIV terjadi pada populasi heteroseksual.5 Lebih dari 70% penularan HIV akibat hubungan seks pada heteroseksual, 5-10% pada homoseksual.1 Sebanyak 5-10% terjadi pada injecting drug use-sharing needle. Di kebanyakan negara berkembang, transmisi heteroseksual adalah cara penularan yang dominan dan transmisi dari ibu ke anak lebih umum terjadi dibanding di negara maju.7 Transmisi homoseksual jarang di Afrika, tetapi lebih umum di Asia Tenggara, Asia Tengah dan Amerika Selatan. Transmisi yang berkaitan dengan injecting drug use terutama sering terjadi di sebagian Asia Tenggara, Asia Selatan dan Amerika Selatan. Transmisi melalui darah yang terkontaminasi masih menjadi masalah, terutama di sebagian Sub­Sahara Afrika dan Asia Selatan. Di beberapa negara, donor darah komersial berperan dalam meningkatkan penyebaran HIV, pada resipien seperti halnya donor yang dapat terinfeksi melalui paparan pada peralatan yang tidak steril. Wanita dan anak-anak khususnya, memiliki risiko tinggi terinfeksi HIV melalui transfusi karena tingginya insiden anemia dan perdarahan yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan, dan belakangan oleh karena anemia pada malaria. &lt;br /&gt;Salah satu dampak jangka panjang meluasnya penyebaran HIV/AIDS adalah pada indikator demografi.8 Mengingat HIV lebih banyak menjangkiti orang muda kelompok usia produktif (19-49 tahun), dapat diperkirakan nantinya akan menurunkan angka harapan hidup dan berdampak besar pada ketersediaan dan produktivitas tenaga kerja. Meluasnya HIV/AIDS bukan hanya akan meningkatkan angka kesakitan dan kematian tetapi juga akan menurunkan kegiatan ekonomi dan pembangunan negara.9 Dalam kurun waktu satu dekade jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Sub Sahara Afrika 28,1 juta, kasus infeksi baru 3,4 juta, lebih 20 juta meninggal, umur harapan hidup turun dari 60 tahun menjadi 43 tahun, terjadi di Botswana, Zimbabwe, Zambia, Uganda dan Malawi.10 Berbagai dampak sosioekonomi seperti kemiskinan, keterbelakangan, terancamnya kegiatan sektor ekonomi sebagai contoh betapa beratnya beban suatu perusahaan pertanian di Kenya akibat meningkatnya kasus baru AIDS dan semakin membengkaknya biaya pengobatan per tahun. Di Thailand kurang dari satu dekade jumlah ODHA mencapai 670.000, anak yatim piatu meningkat, ibu hamil yang terinfeksi HIV meningkat, infeksi pada kelompok Injecting Drug User (IDU) meningkat dan banyak ibu-ibu rumah tangga yang terinfeksi dari para suami yang terinfeksi dari wanita penjaja seks. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEADAAN DI INDONESIA&lt;br /&gt;Kasus AIDS di Indonesia pertama kali dilaporkan tahun 1987 pada seorang wisatawan asing di Bali.1,11 Jumlah kasus HIV dan AIDS sejak 1987 sampai 2002 terus meningkat.8 Penularan sebanyak 70% melalui hubungan seksual berisiko. Sejak akhir 2002 terjadi kenaikan tajam kasus AIDS dan di beberapa daerah prevalensi pada subpopulasi berisiko tinggi mencapai 5%, sehingga Indonesia dikategorikan dalam epidemi terkonsentrasi. Peningkatan pesat tersebut disebabkan penularan pada pengguna NAPZA suntik (penasun) sementara penularan melalui hubungan seksual berisiko tetap berlangsung. Pada akhir 2003 penularan pada penasun meningkat menjadi 26%. Pada tahun 2006 infeksi HIV diperkirakan mencapai 169.000-216.000 orang. Depkes melaporkan terjadinya peningkatan prevalensi HIV positif pada penjaja seks 23%, penasun 48% dan penghuni lapas 68%. Peningkatan prevalensi HIV positif terutama di kota-kota besar. Peningkatan prevalensi pada penjaja seks terjadi di kota-kota besar dan kecil bahkan di pedesaan, terutama di Papua dan Irian Jaya Barat. Di kedua provinsi epidemi sudah menyerang populasi umum dengan ditemukannya kasus pada ibu rumah tangga baik di kota atau desa. &lt;br /&gt;Hingga akhir September 2007 jumlah kumulatif kasus AIDS yang dilaporkan sebanyak 10.384 dan kasus HIV sebanyak 5.904.12 Jumlah yang tercatat tersebut sebenarnya jauh lebih kecil dari prevalensi yang sesungguhnya karena adanya fenomena gunung es. Proporsi kasus AIDS yang dilaporkan telah meninggal sebanyak 22,02%. Kasus AIDS terbanyak dilaporkan di Jakarta, diikuti Jawa Barat, Papua, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Kepulauan Riau dan Riau. Penularan melalui penasun sebesar 49,5%, heteroseksual 42% dan homoseksual 4%. Berdasarkan jenis kelamin kasus AIDS pada laki-laki 82%, perempuan 16% dan sisanya tidak diketahui. Kasus AIDS tertinggi dilaporkan pada kelompok umur 20-29 tahun (53,8%), diikuti kelompok 30-39 tahun (27,99%) dan kelompok 40-49 tahun (8,19%). Infeksi oportunistik terbanyak yang dilaporkan adalah TB, diare kronis, kandidiasis orofaring, dermatitis generalisata dan limfadenopati generalisata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transmisi Seksual&lt;br /&gt;Kegiatan jasa seks tumbuh pesat di penjuru nusantara.13 Pekerja seks komersial, baik perempuan maupun laki-laki serta waria sangat rentan terhadap infeksi HIV.14 Menurut estimasi Depkes tahun 2006 jumlah wanita penjaja seks (WPS) sebanyak 177.200-265.000 orang dan pelanggan WPS sebanyak 2.435.000-3.813.000.8 Hampir semua propinsi melaporkan adanya HIV pada kelompok WPS.10 Prevalensi yang tinggi terdapat di Papua, Riau dan Jawa Barat. Di Merauke infeksi HIV pada WPS mencapai 26,5%. Penularan tidak hanya dari penjaja seks ke pelanggan atau sebaliknya, tetapi meluas ke pasangan tetap (istri) dari suami yang merupakan pelanggan WPS.13 &lt;br /&gt;Meningkatnya perilaku seks berisiko tidak hanya terbatas pada kelompok heteroseksual, tetapi juga pada kelompok lelaki suka lelaki termasuk waria penjaja seks, lelaki penjaja seks dan gay.13 Menurut estimasi Depkes tahun 2006 jumlah waria penjaja seks 21.000-35.000 orang dan lelaki suka lelaki 384.000-1.148.000 orang.8 Jumlah pelanggan waria sebanyak 62.000-104.000. Kejadian HIV pada waria penjaja seks di Jakarta mengalami peningkatan dari 6% tahun 1997 menjadi 21,7% tahun 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transmisi Parenteral&lt;br /&gt;Jumlah pengguna NAPZA di Indonesia terus meningkat terutama pada remaja dan dewasa muda.8 Terdapat sekitar 1,3-2 juta pengguna NAPZA. Pada tahun 2006 diperkirakan terdapat 191.000-248.000 penasun. BNN melaporkan sebanyak 572.000 pada tahun yang sama. Penasun masih terkonsentrasi di daerah perkotaan di Jawa dan kota-kota provinsi di luar Jawa. Perilaku penggunaan alat suntik tidak steril bersama pada penasun menyebabkan penularan HIV.13 Penasun juga berisiko menularkan dan kontak dengan HIV melalui perilaku seksual berisiko.13,14 Pada tahun 1996 kasus AIDS melalui napza suntik sebesar 2,5% dan tahun 2002 hampir 20%.11 Data Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta menunjukkan adanya kenaikan infeksi HIV pada penasun dari 15% pada 1999 menjadi 47,9% pada 2002.15 Pada tahun 2000 di Kampung Bali, Jakarta sebanyak 90% dari penasun terinfeksi HIV.11 &lt;br /&gt;Jumlah pengguna NAPZA di penjara bertambah dari 7.211 pada 2002 menjadi 11.973 pada 2003 dan 17.000 pada 2004.8 Sebanyak 23.409 orang dari 101.036 napi di Indonesia adalah napi dalam pelanggaran narkotika. Sekitar 70% adalah pengguna NAPZA dan 40% dari pengguna NAPZA adalah penasun. Survei BNN dan BPS lapas di 9 propinsi pada Oktober 2003 menunjukkan 53.9% napi pengguna narkoba, 26.8% pengedar dan sisanya pemakai dan pengedar narkoba.16 Napi yang positif HIV terus meningkat dari 17.5% (2000) menjadi 22% (2002).8 Studi lainnya menunjukkan 24,5% napi di Jakarta terinfeksi HIV dan di Bali 10,2%. Infeksi HIV pada napi penasun di Bali sebesar 56%. Peningkatan infeksi HIV pada napi berkaitan dengan peningkatan pengguna NAPZA di penjara.13 Risiko penularan HIV makin meluas bila terjadi juga kegiatan seks berisiko. Tingkat penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) tertinggi pada napi yang pernah dilaporkan sampai tahun 2001 sekitar 10%. Tingkat penularan ini mengindikasikan adanya perilaku seksual berisiko pada napi. Penularan HIV dapat berlanjut ke pasangan mereka ketika napi kembali ke masyarakat. &lt;br /&gt;Sementara itu, pemeriksaan darah donor pada tahun 1992/1993 menunjukkan HIV positif pada 2 di antara 100.000 darah donor.11 Tahun 1994/1995 meningkat menjadi 3 per 100.000 darah donor. Kemudian menjadi 4 per 100.000 darah donor pada 1998/1999, kemudian meningkat menjadi 16 per 100.000 darah donor pada tahun 2000. Ini berarti peningkatan sebanyak 8 kali dalam kurun waktu 1990-2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transmisi Perinatal &lt;br /&gt;Penelitian di beberapa tempat di Riau tahun 1998-1999 menunjukkan 0,35% ibu hamil terinfeksi HIV.15 Penelitian yang sama di Papua menunjukkan hasil 0,25%. Konseling dan testing sukarela pada ibu hamil yang berisiko tertular HIV di Jakarta Utara menunjukkan 1,5% ibu hamil terinfeksi HIV pada tahun 2000 dan 2,7% pada tahun 2001. Laporan pasif antara 1996-2000 menunjukkan ada 26 ibu hamil yang positif HIV di Jakarta, Papua, Jawa Barat, Jawa Timur dan Riau. Dilaporkan juga ada 13 bayi yang terlahir dengan infeksi HIV. &lt;br /&gt;Diperkirakan tiap tahun ada sekitar 9.000 ibu hamil positif HIV yang melahirkan di Indonesia.17 Jika tidak ada intervensi, setiap tahun bisa lahir 3.000 bayi positif HIV di Indonesia. Jumlah bayi lahir dari ibu HIV positif tiap tahun terus meningkat. Dari satu kasus pada 1999 menjadi 17 kasus pada 2003, 44 kasus pada 2004 dan 74 kasus pada 2005. Jumlah keseluruhan kasus bayi dilahirkan dari ibu HIV positif periode 1999-2005 adalah 143 kasus, sebanyak 81 bayi positif HIV. Pada tahun 2006 persentase kasus AIDS pada anak 5 tahun ke bawah mencapai 1%.8 Diperkirakan sebanyak 4360 anak tertular dari ibu HIV positif dan separuhnya telah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASPEK KLINIS HIV/AIDS&lt;br /&gt;Etiologi dan Patogenesis&lt;br /&gt;HIV merupakan lentivirus, subgrup dari retrovirus.5 Ada dua jenis virus utama yaitu HIV-1 dan HIV-2.7 HIV adalah partikel ikosahedral bertutup (envelope) dengan ukuran 100–140 nanometer, berisi sebuah inti padat elektron.18 Inti virus terdiri dari untaian RNA yang terbentuk oleh protein struktural utama p7 dan p9 serta enzim reverse transcriptase, integrase dan protease yang diperlukan pada proses replikasi virus.19 Selubung virus tersusun oleh lapisan bilayer yang mempunyai tonjolan-tonjolan yang tertanam pada permukaan selubung lipid dan terdiri dari glikoprotein Gp120 dan Gp41. Gp120 beperan pada pengikatan HIV dengan reseptor CD4 dari sel. Gp 41 mengadakan fusi antara virus dengan membran sel host pada saat virus masuk ke sel host. Struktur genom RNA sepanjang 10 kilo pasang basa terdiri dari 3 gen utama yang mengkode pembentukan struktur-struktur virus, yaitu gen gag, pol dan env. Selain itu masih terdapat gen tambahan yaitu gen tat, rev dan nef. Struktur polipeptida utama dari inti virus adalah p24. Polipeptida lain adalah p17 yang ada di sekeliling inti dan p15 yang membentuk kompleks dengan RNA virus. &lt;br /&gt;Infeksi HIV dimulai dengan penempelan virus pada sel-sel yang mempunyai molekul CD4 sebagai reseptor utama yaitu limfosit T, monosit, makrofag dan sel-sel dendritik lain.19 Gp120 yang merupakan reseptor permukaan virus akan berikatan dengan CD4. Kemudian Gp120 akan berinteraksi dengan koreseptor yang tertanam dalam membran sel dan terpapar dengan peptide dari Gp41 dan mulailah terjadi fusi antara virus dan membran sel. Setelah fusi, internal virion core akan dilepaskan ke sitoplasma sebagai suatu kompleks ribonukleoprotein. HIV mempunyai enzim reverse transcriptase yang akan mengubah RNA virus menjadi DNA. DNA ini akan memasuki inti sel host dan dengan bantuan enzim integrase akan berintegrasi dengan DNA sel host dan membentuk provirus. Setelah terjadi integrasi, DNA provirus mengadakan transkripsi dengan bantuan enzim polimerase sel host menjadi mRNA untuk selanjutnya mengadakan translasi dengan protein-protein struktural sampai terbentuk protein. mRNA akan memproduksi semua protein virus. Genomik RNA dan protein  virus ini akan membentuk partikel virus, yang nantinya akan menempel pada bagian luar sel. Melalui proses budding pada permukaan membran sel, virion akan dikeluarkan dari sel host dalam keadaan matang.&lt;br /&gt; Segera setelah infeksi HIV, sebagian virus yang bebas maupun yang berada dalam sel-sel CD4 T yang terinfeksi akan mencapai kelenjar limfe regional dan akan merangsang imunitas seluler dan humoral dengan cara antara lain merekrut limfosit-limfosit.19 Tetapi pengumpulan limfosit-limfosit ini justru akan menyebabkan sel-sel CD4 yang terinfeksi akan semakin banyak lagi. Monosit dan limfosit yang terinfeksi akan menyebarkan virus ke seluruh tubuh; HIV juga dapat memasuki otak melalui monosit atau melalui infeksi sel endotel. &lt;br /&gt;Beberapa hari setelah infeksi HIV akan terjadi limfopenia akibat penurunan CD4 T dalam darah.19 Selama periode awal ini virus-virus bebas dan protein virus p24 dapat dideteksi dalam kadar tinggi dalam darah dan jumlah sel-sel CD4 yang terinfeksi HIV meningkat. Pada fase ini virus bereplikasi secara cepat dengan sedikit kontrol dari respon imun. Kemudian setelah 2-4 minggu akan terjadi peningkatan yang dramatis jumlah limfosit total yang diakibatkan oleh peningkatan jumlah sel CD8 T (sel sitotoksik) yang merupakan bagian dari respon imun terhadap virus. Adanya sel T sitotoksik merupakan tanda rangsang neutralising antibody. Antibodi akan terbentuk setelah minggu kedua atau ketiga namun kadang-kadang terjadi sampai beberapa bulan. Penurunan virus bebas dan sel yang terinfeksi disebabkan oleh lisis sel yang terinfeksi HIV oleh CD8 T. Sel CD8 yang teraktivasi pada individu yang terinfeksi HIV juga memproduksi sejumlah sitokin terlarut (termasuk CAF) yang dapat menghambat replikasi virus dalam sel-sel CD4 T tanpa menyebabkan lisis sel. Setelah itu jumlah sel CD4 akan kembali ke kadar semula seperti sebelum terinfeksi HIV. Selama fase akut kebanyakan kasus menunjukkan gejala infeksi virus akut pada umumnya yaitu berupa demam, letargi, mialgia dan sakit kepala serta gejala lain berupa faringitis, limfadenopati dan ruam.&lt;br /&gt; Setelah infeksi fase akut, terjadi keadaan asimtomatik selama beberapa tahun walaupun jumlah CD4 menurun secara perlahan-lahan.19 Jumlah virus dalam darah dan sel-sel perifer yang dapat dideteksi rendah. Penurunan jumlah CD4 dalam darah rata-rata 65 sel/ul setiap tahun. Didapatkan kerusakan pada sistem imun tapi tidak bersifat laten dan masih dapat mengalami perbaikan terutama dalam limfonoduli. Penurunan jumlah sel T CD4 selama infeksi HIV secara langsung dapat mempengaruhi beberapa reaksi imunologik yang diperankan oleh sel T CD4 seperti hipersensitivitas tipe lambat, transformasi sel muda limfosit dan aktivitas sel limfosit T sitotoksik. Munculnya strain HIV yang lebih patogen dan lebih cepat bereplikasi pada host merupakan faktor utama dalam mengontrol kemampuan sistem imun. Dikatakan juga bahwa jumlah dan fungsi sel T sitotoksik akan menurun bila jumlah sel CD4 menurun sampai &lt;200/ul. Karena sel-sel ini berperan dalam mengontrol sel yang terinfeksi virus dan membersihkan virus pada tahap awal infeksi sehingga dikemukakan hilangnya aktivitas sel ini mempunyai dampak dalam peningkatan jumlah virus. Kemungkinan lain disebabkan karena terjadi mutasi dari virus sehingga tidak dikenal oleh sel T sitotoksik. Rata-rata masa dari infeksi HIV sampai masa AIDS adalah 8-10 tahun.1,20,21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transmisi&lt;br /&gt;HIV masuk tubuh manusia terutama melalui darah, semen dan sekret vagina serta transmisi dari ibu ke anak. Tiga cara penularan HIV adalah sebagai berikut:19,21&lt;br /&gt;1. Hubungan seksual baik secara vaginal, oral maupun anal dengan pengidap HIV. Ini adalah cara yang paling umum terjadi, meliputi 80-90% total kasus sedunia. &lt;br /&gt;2. Kontak langsung dengan darah, produk darah atau jarum suntik. Transfusi darah/produk darah yang tercemar mempunyai risiko sampai &gt;90%, ditemukan 3-5% total kasus sedunia. Pemakaian jarum suntik tidak steril atau pemakaian bersama jarum suntik dan spuitnya pada pecandu narkotik berisiko 0,5-1%, ditemukan 5-10% dari total kasus sedunia. Penularan melalui kecelakaan tertusuk jarum pada petugas kesehatan mempunyai risiko 0,5% dan mencakup &lt;0,1% total kasus sedunia. &lt;br /&gt;3. Transmisi secara vertikal dari ibu pengidap HIV kepada bayinya (in utero, selama proses kelahiran dan melalui ASI) dengan risiko penularan sebesar 25-40% dan terdapat &lt;0,1% total kasus di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manifestasi Klinis&lt;br /&gt;Perjalanan infeksi HIV dapat dibagi menjadi 4 fase berdasarkan keadaan klinis dan jumlah CD4.19&lt;br /&gt;1. Infeksi primer HIV &lt;br /&gt;Pada infeksi primer HIV terdapat gejala yang mirip dengan infeksi mononukleosis.19 Gambaran klinis menunjukkan demam, faringitis, limfadenopati, atralgia, mialgia, letargi/malaise, anoreksia dan berat badan yang menurun. Pada kulit ditemukan ruam makulopapular yang kemerahan, ruam roseola-like, urtikaria difus, ulkus pada mukokutan, deskuamasi dan alopesia. Gejala pada sistem saraf berupa sakit kepala/nyeri retroorbita, meningoensefalitis, neuropati perifer, radikulopati, neuritis brakialis, Sindrom Guillain Barre dan gangguan kognitif/afektif. Gejala pada sistem pencernaan berupa kandidiasis oral/orofaring, mual/muntah dan diare. Gejala lain berupa batuk. Gejala-gejala ini ditemukan pada sekitar 80% penderita, selama 10-14 hari. Pada tahap ini, terlihat jumlah limfosit CD4 yang menurun tetapi jumlah limfosit CD8 meningkat dan rasio CD4:CD8 terbalik.&lt;br /&gt;2. Penurunan imun tahap awal&lt;br /&gt;Merupakan stadium asimtomatis yang berlangsung kira-kira 4-5 tahun.19 Kecepatan progresivitas penyakit dalam stadium ini tergantung pada keseimbangan antara sistem imun dengan banyaknya virus dalam jaringan limfoid dan kemampuan replikasi dan juga patogenitas virus. Selain itu, viral load juga dapat memprediksi laju progresivitas penyakit. Replikasi virus akan menyebabkan rangsangan kronis pada sistem imun yang akan menyebabkan limfadenopati umum dan berbagai penyakit autoimun seperti Sindrom Guillain Barre, neuropati demielinisasi kronik, ITP, Sindrom Reiter, Bells palsy, poliomielitis dan Sindrom Sjorgen.19,21 Jumlah CD4 pada stadium ini masih &gt;500/uL.19 Viral load dapat bervariasi mulai &lt;200 kopi/ml sampai &gt;100.000 kopi/ml.&lt;br /&gt;3. Penurunan imun intermediate&lt;br /&gt;Pada stadium ini jumlah sel CD4 antara 200-500/ul berlanjut sampai sekitar 5 tahun.19 Pada fase ini replikasi virus sangat tinggi. Dua pertiga penderita dengan jumlah CD4 200/ul tampak masih sehat. Tetapi secara bertahap sistem imun menurun sehingga fungsi permukaan kulit dan mukosa dalam mencegah infeksi akan menurun. Penurunan fungsi ini terjadi juga pada sel efektor termasuk makrofag dan sel CD4 T. Penurunan jumlah sel CD4 rata-rata 30-60 sel/ul per tahun. &lt;br /&gt;Pada kulit ditemukan herpes simplex, herpes zoster, infeksi jamur, folikulitis, moluskum kontagiosum dan sarkoma kaposi.19 Pada mulut didapatkan kandidiasis, gingivitis dan hairy leukoplakia. Didapatkan pembesaran kelenjar limfe pada servikal, oksipital, supraklavikula, inguinal dan tonsil. Ditemukan juga infeksi pada saluran napas. Pada genitalia dapat ditemukan herpes simpleks, infeksi jamur, kandidiasis dan neoplasia intraepitelial serviks. Pada mata didapatkan gangguan penglihatan akibat eksudat dan perdarahan. Gejala-gejala itu sering kambuh ataupun menetap. Pada akhir stadium sering didapatkan gejala AIDS Related Complex (ARC) yaitu penurunan berat badan, panas dan diare yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Pada stadium ARC dapat dijumpai penurunan rasio sel Th (T4) : Ts (T8)  &gt;2 SD dan penurunan jumlah sel T-helper &gt;2 SD.18&lt;br /&gt;4. Penurunan imun tahap lanjut&lt;br /&gt;Pada tahap ini jumlah sel CD4 di bawah 200/ul. Penurunan daya tahan yang lanjut ini menyebabkan risiko tinggi terjadinya infeksi oportunistik berat atau keganasan.20,21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi yang ditetapkan sebagai AIDS (CDC, 1993 revisi)22&lt;br /&gt;-     Kandidiasis esofagus, trakea atau bronkus&lt;br /&gt;- Koksidiomikosis ekstrapulmoner&lt;br /&gt;- Kriptokokosis ekstrapulmoner&lt;br /&gt;- Kanker serviks invasif&lt;br /&gt;- Kriptosporidiosis intestinal kronik (&gt;1 bulan) &lt;br /&gt;- CMV retinitis atau CMV selain hati, limpa, kelenjar limfe&lt;br /&gt;- Ensefalopati HIV&lt;br /&gt;- Herpes simplex dengan ulkus mukokutan &gt;1 bulan, bronkitis atau pneumonia&lt;br /&gt;- Histoplasmosis diseminata atau ekstrapulmoner&lt;br /&gt;- Isosporiasis kronik &gt;1 bulan&lt;br /&gt;- Sarkoma Kaposi&lt;br /&gt;- Limfoma Burkitt's, imunoblastik, primer pada otak&lt;br /&gt;- M. avium atau M. kansasii ekstrapulmoner&lt;br /&gt;- M. tuberculosis pulmoner atau ekstrapulmoner&lt;br /&gt;- Pneumonia Pneumocystis carinii &lt;br /&gt;- Pneumonia rekuren bakterial (&gt; 2 episode per tahun)&lt;br /&gt;- Leukoensefalopati multifokal progresif&lt;br /&gt;- Salmonella bakteremia rekuren&lt;br /&gt;- Toksoplasmosis serebral&lt;br /&gt;- Wasting syndrome yang terkait HIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Kasus AIDS untuk surveilans&lt;br /&gt;Seorang dewasa atau remaja (&gt;12 tahun) dianggap menderita AIDS bila sekurang-kurangnya didapatkan 2 gejala mayor beserta dengan sekurang-kurangnya 1 gejala minor dan gejala-gejala ini bukan disebabkan oleh keadaan yang tidak berkaitan dengan infeksi HIV.7 &lt;br /&gt;Gejala Mayor&lt;br /&gt;- berat badan menurun &gt;10%&lt;br /&gt;- diare kronik &gt;1 bulan&lt;br /&gt;- demam berkepanjangan &gt;1 bulan (intermiten atau konstan)&lt;br /&gt;Gejala Minor&lt;br /&gt;- batuk menetap &gt;1 bulan*&lt;br /&gt;- dermatitis generalisata yang gatal&lt;br /&gt;- riwayat herpes zoster&lt;br /&gt;- kandidiasis orofaring&lt;br /&gt;- infeksi herpes simplex kronik progresif atau diseminata&lt;br /&gt;- limfadenopati generalisata&lt;br /&gt;Keberadaan Sarkoma Kaposi generalisata atau meningitis kriptokokosis cukup untuk diagnosis AIDS untuk tujuan surveilans.&lt;br /&gt;*untuk pasien TB, batuk menetap &gt;1 bulan harus tidak dianggap sebagai sebuah gejala minor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria klinis diagnosis HIV pada anak&lt;br /&gt;AIDS didefinisikan apabila ditemukan minimal 2 atau lebih gejala mayor dan 2 atau lebih gejala minor tanpa ada penyebab supresi imun yang lain.23&lt;br /&gt;Gejala mayor&lt;br /&gt;- penurunan berat badan atau pertumbuhan yang lambat&lt;br /&gt;- diare kronis (&gt;1 bulan)&lt;br /&gt;- demam berkepanjangan tanpa sebab yang jelas (&gt;1 bulan)&lt;br /&gt;- pneumonia berat atau berulang&lt;br /&gt;Gejala minor&lt;br /&gt;- pembesaran kelenjar getah bening generalisata&lt;br /&gt;- kandidiasis orofaring&lt;br /&gt;- infeksi yang berulang (misalnya infeksi telinga, faringitis)&lt;br /&gt;- batuk persisten (tanpa adanya penyakit TB)&lt;br /&gt;- ruam generalisata&lt;br /&gt;- infeksi HIV maternal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan Penunjang &lt;br /&gt;Saat HIV masuk ke dalam tubuh, sistem imun membuat antibodi terhadap HIV. Hasil tes antibodi yang positif berarti pernah ada pajanan terhadap infeksi, bukan adanya kekebalan terhadap virus.18 Sebagai uji penyaring untuk mendeteksi antibodi terhadap HIV digunakan ELISA. Sensitivitas ELISA sebesar 98,1-100%.1 Hasil positif ELISA harus dikonfirmasi dengan Western Blot. Western Blot lebih spesifik mendeteksi antibodi terhadap komponen antigen permukaan virus.23 Spesifisitas Western Blot sebesar 99,6-100%.1 Hasilnya dinyatakan positif, negatif atau indeterminate.5 CDC merekomendasikan reaksi dengan dua dari pita berikut sebagai kriteria untuk hasil positif: p24, Gp 41, Gp 120/160. Hasil indeterminate dihasilkan dari reaksi nonspesifik sera HIV negatif dengan beberapa protein HIV. Hasil indeterminate harus dievaluasi dan diperiksa secara serial selama 6 bulan sebelum dinyatakan negatif.18 Untuk mendeteksi antigen virus digunakan pemeriksaan PCR.1 Penggunaan PCR antara lain untuk tes HIV pada bayi karena zat anti dari ibu masih ada pada bayi sehingga menghambat pemeriksaan serologis, menetapkan status infeksi pada individu seronegatif, tes pada kelompok risiko tinggi sebelum terjadi serokonversi, serta tes konfirmasi untuk HIV-2 karena sensitivitas ELISA untuk HIV-2 rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi&lt;br /&gt;Pengobatan infeksi HIV terdiri dari pengobatan terhadap virus dan pencegahan terhadap infeksi oportunistik.20 Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi viral load sebanyak mungkin dengan target &lt;20-50 kopi/ml sehingga dapat menghentikan atau memperlambat progresivitas selama mungkin, memperbaiki status imun dalam segi kuantitas dan kualitas CD4, serta memperpanjang usia hidup dan memperbaiki kualitas hidup.24 Pengobatan yang sekarang dianut adalah pengobatan kombinasi tiga obat, terdiri dari dua nucleoside reverse transcriptase inhibitor dan satu protease inhibitor atau satu non nucleoside reverse transcriptase inhibitor. Saat memulai pengobatan anti retroviral adalah pada keadaan simtomatik AIDS dan pada keadaan CD4 &lt;200/mm3 dengan atau tanpa klinis AIDS.25 Pengobatan juga secara umum ditawarkan bila CD4 200-350/mm3, dengan mengabaikan viral load. Keputusan untuk memulai terapi pada pasien dengan CD4 &gt;200/mm3 perlu mempertimbangkan beberapa faktor termasuk kesiapan pasien untuk memulai terapi, derajat imunodefisiensi—ditentukan oleh hitung CD4, risiko progresi penyakit—ditentukan kecenderungan serial dari hitung sel CD4 dan viral load HIV RNA dari waktu ke waktu, manfaat potensial dan risiko memulai terapi pada pasien asimtomatik, kemungkinan kepatuhan pasien pada regimen yang diberikan. Tiga golongan anti retroviral (ARV) adalah sebagai berikut:24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI)&lt;br /&gt;Golongan NRTI yaitu Zidovudine (AZT), Didanosine (ddL), Zalcitabine (ddC), Stavudin (d4T), Lamivudine (3TC), Abacavir (ABC), Tenofovir (TDF) dan Emtricitabine (FTC).24 NRTI bekerja melalui fosforilasi interseluler menjadi bentuk trifosfat dan bergabung ke dalam DNA selanjutnya dapat menghambat pemanjangan rantai RNA virus.20 Masing-masing obat secara spesifik mirip dengan nukleosida. Penetrasi CNS baik pada semua NRTI dan Zidovudine terlihat bermanfaat pada demensia AIDS. Golongan obat ini utamanya dieliminir melalui ginjal dan tidak berinteraksi dengan obat lain yang melalui sitokrom p-450.24 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Non Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI)&lt;br /&gt;Golongan NNRTI yaitu Nevirapine (NVP), Delavirdine (DLV) dan Efavirenz (EFV).24 NNRTI bekerja menghambat enzim reverse transcriptase melalui ikatan dengan tempat aktivitas enzim.20 Obat tidak memerlukan aktivasi intraseluler dan tidak aktif terhadap HIV-2. Obat ini dapat menghambat atau menginduksi aktivitas sitokrom p-450 di hati sehingga dapat berinteraksi dengan obat-obat lain yang melalui sitokrom p450.24 Obat ini memerlukan perhatian bila dikombinasikan dengan ARV lain. Obat ini juga mereduksi metadon hampir 50% dan dapat mempresipitasi withdrawal opiate.20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protease Inhibitor (PI)&lt;br /&gt;Golongan PI yaitu Saquinavir (SQV), Indinavir (IDV), Ritonavir (RTV), Nelvinafir (NFV), Amprenavir (APV), Lopinavir/Kaletra (LPV/r) dan Atazanavir (ATV).24 Obat ini bekerja mencegah pelepasan polipeptida pasca translasi menjadi protein virus fungsional.20 Obat diberikan dalam kombinasi dengan 2 NRTI dapat mengontrol replikasi virus dalam jaringan dan plasma dan memperbaiki sistem imun. PI menghambat sitokrom p-450 (terutama isoenzim CYP3A4), meningkatkan potensi interaksi banyak obat. Beberapa obat yang berinteraksi dengan PI khususnya ritonavir yaitu rifampisin, midazolam, simvastatin dan antihistamin tertentu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KECENDERUNGAN DI MASA DEPAN&lt;br /&gt;Ancaman epidemi HIV tampak dari terus meningkatnya infeksi HIV khususnya pada kelompok berisiko tinggi di sejumlah wilayah tanah air.10 Dua jalur utama penularan yang mendorong percepatan penularan HIV di Indonesia adalah jalur penularan seksual berisiko dan jalur penularan pada penasun.13 Sejak 2002 Indonesia digolongkan dalam epidemi terkonsentrasi dengan tingkat penularan HIV yang rendah pada populasi umum, tetapi tinggi pada populasi-populasi tertentu.8,10 Di Merauke, misalnya, epidemi HIV sudah masuk ke populasi umum setelah menjangkiti WPS dengan tingkat infeksi sebesar 26,5%.10 Bila tidak ada upaya penanggulangan yang berarti,8 diperkirakan pada tahun 2010 jumlah kasus AIDS sebanyak 400.000 orang dengan kematian 100.000 orang dan sekitar sejuta pengidap HIV.10 Pada tahun 2015 diperkirakan jumlah kasus AIDS menjadi sejuta orang dengan kematian 350.000 orang.8 Kebanyakan penularan terjadi pada subpopulasi berisiko pada istri atau pasangannya. Pada akhir 2015 diperkirakan akan terjadi penularan HIV secara kumulatif pada lebih dari 38.500 anak yang dilahirkan dari ibu HIV positif. &lt;br /&gt;Kecenderungan terjadinya epidemi mengingat faktor-faktor seperti meningkatnya industri yang berkaitan dengan seks, mobilitas penduduk yang tinggi termasuk dari negara tetangga, meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran, meningkatnya penasun, tingginya Penyakit Menular Seksual (PMS) pada anak jalanan serta tingginya penduduk yang mengungsi.10,15 Sementara itu, ketersediaan berbagai jenis ARV tidak diikuti kemudahan untuk mendapatkannya karena harganya masih mahal.11 Jenis ARV yang tersedia dengan harga relatif terjangkau di Indonesia masih terbatas.20 Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana melaksanakan program yang secara efektif bisa mengatasi faktor-faktor risiko tersebut dan bagaimana menjaga ketersediaan dan keterjangkauan obat ARV.15 &lt;br /&gt;Indonesia telah berupaya untuk menanggulangi HIV/AIDS tetapi hasilnya belum memuaskan.11 Upaya pencegahan melalui pendidikan dan penyuluhan terutama terhadap populasi berisiko tinggi telah dilakukan bersamaan dengan upaya pengobatan, perawatan dan dukungan bagi ODHA melalui klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing).26 Namun demikian, upaya penanggulangan HIV belum menjangkau sebagian besar kelompok berisiko tinggi. Perkembangan selama periode 2004-2005 belum banyak orang yang dijangkau oleh program pencegahan (&lt;10%), dan sangat sedikit yang dapat mengakses pelayanan VCT (18% penasun dan 14% pekerja seks). Pengetahuan tentang HIV/AIDS meningkat pada kelompok rentan, tetapi masih belum mencukupi. Perilaku berisiko masih banyak yang melakukannya. Masyarakat yang berperilaku risiko tinggi, sangat rendah kemauan dan tanggung jawabnya untuk mencegah penyebaran penyakit kelamin maupun infeksi HIV yaitu dengan mengurangi/menghentikan perilaku berisiko tinggi.10 &lt;br /&gt;Sementara itu, meskipun tingkat kesadaran terhadap HIV/AIDS di antara remaja umumnya tinggi, tingkat hubungan seks berisiko tinggi dan penggunaan jarum suntik napza bergantian juga tinggi.27 Hasil surveilans pada pelajar SMA tahun 2004-2005 menunjukkan sekitar 23% pelajar di Jakarta dan 9% di Surabaya pernah menggunakan narkoba dan sekitar 1% penasun.14 Rata-rata 15% pelajar laki-laki dan 5% pelajar perempuan di Jakarta pernah berhubungan seks. Sedangkan di Surabaya sebanyak 7,6% pelajar laki-laki dan 5,3% pelajar perempuan pernah berhubungan seks. Pada kelompok rawan lain seperti anak jalanan walaupun belum ada data pasti tentang infeksi HIV tapi kelompok ini terinfeksi penyakit kelamin cukup tinggi dan ini merupakan pintu masuk ke infeksi HIV.10&lt;br /&gt;Hal yang harus diperhatikan adalah kelompok berisiko yang satu berhubungan dengan kelompok lainnya melalui kegiatan seksual berisiko yang merupakan jalur penularan antar kelompok tersebut.13 Hal ini penting dalam perluasan epidemi HIV karena tingkat penularan yang tinggi pada penasun dapat pindah pada penjaja seks, lalu pada pelanggan penjaja seks dan juga pada pasangan seksualnya (istri atau suami). Jalur penularan HIV tidak lagi hanya terbatas dalam kelompok perilaku risiko tinggi saja, tetapi meluas ke kelompok lainnya serta pada perilaku risiko rendah. Perluasan epidemi selanjutnya ditentukan oleh besarnya jalur lintas perilaku berisiko antara kelompok-kelompok berisiko yang berbeda dan juga penularan meluas ke pasangan-pasangan tetap mereka. Selama ini kegiatan penanggulangan HIV belum banyak menjangkau pasangan-pasangan tetap dari individu-individu yang berisiko tersebut. Yang perlu diantisipasi adalah mencegah perluasan epidemi HIV selanjutnya dengan meningkatkan upaya-upaya penanggulangan HIV. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;Pada masa lalu, banyak pasien yang tidak dapat bertahan hidup lebih dari 1-2 tahun setelah terdiagnosis AIDS.5 Namun, sejak ditemukan anti retroviral dan profilaksis terhadap patogen oportunistik, angka kematian menurun secara signifikan. Pengetahuan tentang HIV terus berkembang, pengukuran secara kuantitatif viral load dan tes resistensi makin meningkat.3 Barangkali perkembangan yang paling dramatis adalah terapi anti retroviral pada kehamilan yang telah berhasil mengurangi transmisi HIV dari ibu ke anak. Namun demikian, ternyata pandemi HIV/AIDS tengah mengancam penduduk dunia saat ini. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, karakteristik berupa ancaman nyata dari HIV/AIDS, kondisi yang baik bagi penyebaran HIV/AIDS dan fenomena gunung es dari penyakit harus dicatat para petugas pada sektor kesehatan masyarakat atau swasta.28 Peraturan, pendidikan kesehatan dan pelajaran agama harus ditekankan dalam setiap aspek kehidupan. Pendidikan sangat diperlukan mengingat perilaku berisiko seperti perilaku seks bebas dan penggunaan NAPZA sudah dimulai sejak usia remaja. Beberapa panduan ke arah kesehatan reproduksi remaja berkualitas adalah sayangi diri sendiri, tingkatkan pengetahuan mengenai fungsi reproduksi, hindarkan dari membuat keputusan-keputusan yang merugikan dan berikan keutamaan yang benar pada semua aspek kehidupan.29&lt;br /&gt;Upaya preventif secara agresif harus terus ditingkatkan khususnya di antara pengguna NAPZA suntik dan kelompok perilaku seksual berisiko. Akses yang mudah untuk perawatan dan terapi ODHA harus tersedia. Pengobatan anti retroviral harus bisa diupayakan dan sistem perawatan medis harus ditingkatkan.3 Hal ini seiring dengan tujuan kampanye AIDS dunia 2005-2010, yakni para pemimpin dan pembuat kebijakan harus dapat memenuhi janjinya untuk mengurai benang kusut seputar permasalahan penanggulangan HIV/AIDS, seperti penyediaan akses universal layanan pengobatan, perawatan, dukungan dan pencegahan sampai 2010.30 Tragedi Sub-Sahara, negeri dengan tingkat HIV/AIDS tertinggi dan masa depan yang buruk, harus memberi pengalaman pahit sehingga kita berharap tidak akan terjadi di Indonesia.28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;1. Mansjoer A, Suprohaita, Wardhani WI, Setiowulan W, penyunting. Kapita selekta kedokteran. Jilid 2. Edisi ketiga. Jakarta: Penerbit Media Aesculapius FKUI; 2000. h. 162-7 &lt;br /&gt;2. Pintauli S. AIDS dan pencegahan penularannya pada praktek dokter gigi. Available from: http://www.library.usu.ac.id/modules.php&lt;br /&gt;3. Gottlieb MS. AIDS-past and future. NEJM 2001; 344:1788-91&lt;br /&gt;4. Merson MH. The HIV-AIDS pandemic at 25-the global response. NEJM 2006; 354: 2414-7 &lt;br /&gt;5. Dubin J. HIV infection and AIDS. Updated February 5, 2007. Available from: http://www.emedicine.com/EMERG/topic253.htm&lt;br /&gt;6. Terdapat 4,3 juta infeksi baru, intervensi harus jangkau kelompok berisiko. 2006. Available from: http://www.depkes.go.id/index.php?option=news&amp;task=viewarticle&amp;sid=2341&amp;Itemid=2&lt;br /&gt;7. Grant AD, De Cock KM. ABC of AIDS: HIV infection and AIDS in the developing world. BMJ 2001; 322:1475-8&lt;br /&gt;8. Komisi Penanggulangan AIDS. Strategi nasional penanggulangan HIV/AIDS 2007-2010. Available from: http://www.spiritia.or.id/Dok/stranas07-10.pdf&lt;br /&gt;9. Pusat Kesehatan Kerja. Kebijakan Depkes dalam penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja. Available from:  http://www.depkes.go.id/index.php?option=articles&amp;task=viewarticle&amp;artid=156&lt;br /&gt;10. Sujudi A. Laporan eksekutif Menteri Kesehatan RI tentang penanggulangan HIV/AIDS dan respon menangkal bencana nasional pada Sidang Kabinet Maret 2002. Available from: http://www.data.unaids.org/Topics/Partnership-Menus/challenges-opportunities_id.pdf&lt;br /&gt;11. Komisi Penanggulangan AIDS. Strategi nasional penanggulangan HIV/AIDS 2003-2007. Available from: http://www.spiritia.or.id/Stranas.php&lt;br /&gt;12. Komisi Penanggulangan AIDS. Statistik kasus s/d September 2007. Available from: http://www.aidsindonesia.or.id/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=1068&lt;br /&gt;13. Komisi Penanggulangan AIDS. Ancaman HIV/AIDS di Indonesia semakin nyata, perlu penanggulangan lebih nyata. 2002. Available from: http://www.ternyata.org/hiv/reports_on_hiv/HIVIndonesia2002_id.PDF/&lt;br /&gt;14. Heriawan R, Ahnaf A, Riono P,  Anwar J, penyunting. Hasil survei surveilans perilaku tahun 2004-2005. Available from: http://www.aidsindonesia.or.id/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=416&lt;br /&gt;15. BAPPENAS. Laporan perkembangan pencapaian tujuan pembangunan milenium Indonesia. Available from: http://www.bappenas.go.id/index.php&lt;br /&gt;16. Riono P. Pentingnya upaya penanggulangan HIV/AIDS di LAPAS. Available from: http://www.lapas.aids-ina.org/files/publikasi/NAPI_HIV.PDF&lt;br /&gt;17. Penularan HIV/AIDS masuki area keluarga. Gemari 2007; 79:37&lt;br /&gt;18. Kurniati SC. Berbagai aspek klinis AIDS dan penatalaksanaannya. Available from: http://www.kalbe.co.id&lt;br /&gt;19. Noormaini, Barakbah J. Hubungan infeksi HIV dengan penyakit menular seksual lainnya. Berkala Ilmu Penyakit &amp; Kelamin 2001; 13:90-102&lt;br /&gt;20. Nopriyanti, Nugroho SA. Gambaran klinis dan pengobatan infeksi HIV/AIDS. Berkala Ilmu Penyakit Kulit &amp; Kelamin 2005; 17:254-67&lt;br /&gt;21. Mansjoer A, Triyanti K, Savitri R, Wardhani WI, Setiowulan W, penyunting. Kapita selekta kedokteran. Jilid 1. Edisi ketiga. Jakarta: Penerbit Media Aesculapius FKUI; 2001. h. 573-9&lt;br /&gt;22. Nadler JP, Montero J. Pathophysiology of HIV infection. Available from: http://www.faetc.org/PDF/Primary_Care_Guide/Chapter_03-Pathophysiology.pdf&lt;br /&gt;23. Rukmini NKP, Kurniati N, Suyoko D. Pendekatan diagnosis dan tata laksana Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) pada anak: laporan kasus. Sari Pediatri 2007; 9:101-11&lt;br /&gt;24. Harjono T. Terapi anti retroviral pada HIV. Dalam: Sumaryono dkk, penyunting. Naskah lengkap pertemuan ilmiah tahunan ilmu penyakit dalam 2006. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI; 2006. h. 217-24&lt;br /&gt;25. Beal J, Orrick JJ. Antiretroviral therapy. Available from:  http://www.faetc.org/PDF/Primary_Care_Guide/Chapter_05-Antiretroviral_Therapy.pdf &lt;br /&gt;26. Komisi Penanggulangan AIDS. AIDS di Indonesia. Available from: http://www.aidsindonesia.or.id/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=15&lt;br /&gt;27. Mari bergabung menanggulangi HIV/AIDS di Indonesia. Available from: http://www.weforum/pdf/Initiatives/GHI_Menu_Indonesia_Bahasa.pdf&lt;br /&gt;28. Suharto. Clinical-epidemiological data on HIV/AIDS patients admitted to a top referral hospital during 1997-2005. A database for action in the future, referring to another developing countries. Folia Medica Indonesiana 2005; 41:149-58&lt;br /&gt;29. Halizah H. Remaja &amp; seks beringat sebelum terlambat. Available from: http://wanita.jim.org.my/ceramah/Remaja&amp;Seks-enc.pdf&lt;br /&gt;30. Departemen Kesehatan. Peringatan hari AIDS sedunia 2007. Kepemimpinan: stop AIDS, tepati janji. Available from: http://www.depkes.go.id/index.php?option=news&amp;task=viewarticle&amp;sid=2931&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-9031637219525436024?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/9031637219525436024/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=9031637219525436024" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/9031637219525436024?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/9031637219525436024?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/04/hivaids-kini-dan-mendatang.html" title="HIV/AIDS Kini dan Mendatang" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0MMQHk5eip7ImA9WxNSGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-4773786346365521770</id><published>2009-04-04T14:10:00.000+07:00</published><updated>2009-09-03T15:11:21.722+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-03T15:11:21.722+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan" /><title>Hepatitis Virus</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hepatitis adalah suatu keadaan peradangan jaringan hati, yang dapat disebabkan oleh infeksi atau non infeksi. Salah satu gejala yang dapat terlihat pada pasien hepatitis adalah kulit dan sklera mata menjadi berwarna kuning (ikterus). Ikterus ialah suatu keadaan di mana plasma, kulit, dan selaput lendir menjadi kuning yang diakibatkan pewarnaan berlebihan oleh pigmen empedu (bilirubin). Ikterus epidemik telah dilaporkan pertama oleh Hippocrates. Dalam Perang Dunia ke-2 telah dilaporkan berbagai epidemi ikterus, terutama yang terjadi di Timur Tengah dan Italia.1&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis biasanya terjadi karena virus, terutama virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Virus tersebut dapat menyebabkan keadaan hepatitis akut dengan manifestasi klinis yang bervariasi dari tanpa gejala sampai gejala yang paling berat, bahkan kematian. Hepatitis A dan E tidak menyebabkan kronisitas, sebaliknya hepatitis B, C, D dapat menimbulkan keadaan infeksi yang menetap yang akan menjadi hepatitis kronis, sirosis, dan kanker hati.1 Sekarang ini terdapat 350 juta karier hepatitis B kronik dan 100 juta karier hepatitis C kronik.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis Tipe A&lt;br /&gt; Hepatitis A merupakan penyakit yang terutama menyerang anak dan dewasa muda. Penularan hepatitis A terjadi secara fekal oral yaitu melalui makanan dan minuman yang tercemar oleh virus hepatitis A, umumnya penularan dari orang ke orang. Namun transmisi parenteral juga mungkin. Masa inkubasi hepatitis A akut bervariasi antara 14 hari sampai 49 hari, dengan rata-rata 30 hari.3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis Tipe B&lt;br /&gt; Di Asia terutama Asia Tenggara Hepatitis B sangat penting karena prevalensinya sangat tinggi.4 Prevalensi hepatitis B kronik di Asia Tenggara, Afrika, dan Kepulauan Pasifik sebanyak 8-20 %.5 Kira-kira 3,5-9,1 % prevalensi HbsAg ditemukan pada populasi umum di Indonesia, dengan rata-rata 5,1 %. Berdasarkan data tersebut, secara epidemiologi Indonesia dikategorikan negara dengan tingkat endemisitas intermediate hingga tinggi.6&lt;br /&gt;Virus ini biasanya ditularkan secara parenteral melalui luka pada kulit atau membran mukosa, baik melalui transfusi darah atau komponen darah atau melalui jarum yang terkontaminasi. Transmisi seksual terjadi melalui kontak seksual dengan individu yang mengandung HbsAg positif yang bersifat infeksius, baik heteroseksual maupun homoseksual. Prevalensi hepatitis B yang tinggi terjadi pada bayi yang ibunya mempunyai HbsAg pada serum.7 Masa inkubasinya berkisar antara 30-180 hari.1&lt;br /&gt;Infeksi klinis maupun subklinis dapat menyebabkan infeksi kronis.5 Kemungkinan karier HbsAg menjadi hepatitis kronik dapat terjadi pada 10-30% kasus.8 Pada pasien dengan HIV lebih mungkin menjadi infeksi kronis. Dari kasus hepatitis B kronis dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau karsinoma hepatoselular.5&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hepatitis C&lt;br /&gt; Data WHO menyatakan bahwa prevalensi hepatitis C di Indonesia berkisar 1-2,4 persen.2 Diperkirakan sekitar 5 hingga 7,5 juta penduduk Indonesia terkena infeksi kronik HCV. Penularan HCV lebih banyak dari produk darah baik dari transfusi, jarum suntik, tato, maupun produk darah lainnya. Faktor risiko terbanyak di Indonesia adalah transfusi. Sementara prevalensi pada penyalahgunaan obat intravena di Jakarta mencapai angka 70%.4&lt;br /&gt;Penularan secara kontak erat dengan penggunaan bersama alat cukur atau sikat gigi dalam keluarga diduga sebagai salah satu cara penularan. Kontak seksual dengan banyak pasangan heteroseksual atau dengan penderita hepatitis berakibat terjangkitnya penyakit ini.7 Penularan dari ibu ke bayi terjadi melalui transmisi vertikal/perinatal, dengan risiko tertinggi transmisi jika ibu mengalami koinfeksi dengan HIV.5 Masa inkubasinya berkisar antara 2-26 minggu dengan rata-rata 8 minggu.7&lt;br /&gt;Sekitar 50-85 % kasus hepatitis C akan berkembang menjadi hepatitis kronik. Dari jumlah tersebut, 29-76 % akan berlanjut menjadi hepatitis kronik aktif atau sirosis. Dengan demikian, hepatitis C merupakan penyebab utama hepatitis kronik dan sirosis. Infeksi kronik juga berkaitan erat dengan timbulnya karsinoma hepatoseluler.9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis D&lt;br /&gt; Hepatitis D memerlukan keberadaan infeksi HBV untuk replikasi dan transmisi.5 Infeksi virus hepatitis D dapat terjadi baik dalam bentuk superinfeksi dari pengidap kronik virus hepatitis B atau simultan dengan infeksi virus hepatitis B (koinfeksi).3 Di Asia sekitar 10 persen pasien hepatitis B mengalami koinfeksi dengan HDV.2 Masa inkubasi diduga saling silang dengan virus hepatitis B. Cara penularan rupanya sama dengan virus hepatitis B kecuali transmisi vertikal. Transmisi seksual merupakan salah satu cara penularan yang berperan.3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis E&lt;br /&gt; Hepatitis E adalah suatu tipe epidemik Non A Non B yang penularannya secara enterik melalui air. Gambaran klinik hepatitis E tidak berbeda dengan hepatitis lainnya. Masa inkubasinya berkisar antara 22 sampai 60 hari. Hepatitis E biasanya sembuh sendiri dan bersifat sedang hingga parah dengan tanpa adanya gejala sisa jangka panjang atau penyakit hati kronik.3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran Klinik&lt;br /&gt; Serangan yang teringan tidak menunjukkan gejala. Di lain pihak, walaupun pasien nonikterik, tetapi menunjukkan gejala-gejala gastrointestinal dan mirip influenza. Serangan ikterus biasanya pada orang dewasa dimulai dengan suatu masa prodromal kurang lebih 3-4 hari sampai 2-3 minggu.1 Gejala prodromal adalah seperti yang terdapat pada tiap infeksi virus termasuk malaise, pusing, demam, letih, lesu dan lain-lain. Gejala yang khas adalah anoreksia, mual, muntah, nyeri pada perut kanan atas yang kadang-kadang dapat hebat.7&lt;br /&gt; Fase ikterik pada hepatitis sering diawali dengan hilangnya warna pada tinja karena penurunan sekresi pigmen empedu dan urin yang gelap karena bilirubinuria. Sesudah timbul keadaan ikterik, gejala-gejala klinis dan demam sering menghilang dengan cepat. Pada pemeriksaan fisik biasanya menunjukkan ikterus dan pembesaran hati yang nyeri dan splenomegali pada 25% kasus.7&lt;br /&gt; Stadium konvalesen biasanya mulai 7-10 hari dari awal ikterik, tinja berwarna lagi dan ikterik berangsur-angsur hilang. Penyakit biasanya berlangsung 2-6 minggu pada orang dewasa sekalipun penyembuhan sempurna yang diketahui dari pemeriksaan klinik, biokimia, dan histologik dapat sampai 6 bulan. Apabila perjalanan penyakitnya berlangsung lebih dari 6 bulan, hal ini dinamakan hepatitis kronik.7&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Diagnosis&lt;br /&gt; Diagnosis hepatitis virus ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan terhadap penanda virus. Diagnosis hepatitis A akut ditegakkan dengan menemukan antibodi IgM anti HAV dalam darah. Diagnosis hepatitis B akut ditegakkan dengan pemeriksaan IgM antiHBc maupun HBsAg.4 Pada infeksi kronik HbsAg dan total anti HBc terdeteksi persisten.5 Diagnosis hepatitis C akut ditegakkan dengan pemeriksaan anti HCV.4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi&lt;br /&gt; Tidak ada tindakan yang spesifik terhadap hepatitis virus akut. Hepatitis akut termasuk hepatitis A dapat sembuh secara alamiah sehingga tidak memerlukan pengobatan khusus.4&lt;br /&gt;Walaupun pada saat ini telah ditemukan vaksin untuk hepatitis B yang efektif namun sejumlah besar pasien telah terinfeksi secara kronik dan menderita berbagai komplikasi yang menyertai. Demikian halnya hepatitis C kronik sering terjadi. Oleh karena itu, pada kasus infeksi Hepatitis B kronik dan hepatitis C kronik khususnya dapat dipertimbangkan pengobatan yang ditujukan untuk mengurangi inflamasi, fibrosis dan progresi menjadi sirosis atau untuk mencegah komplikasi sirosis.9 Pendekatan penatalaksanaan hepatitis B kronik meliputi penggunaan obat untuk mencegah proses replikasi virus (anti virus), penggunaan obat yang dapat memodulasi keadaan sistem imun (imunomodulasi), dan biological response modifiers.3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan&lt;br /&gt; Vaksin untuk hepatitis B dan hepatitis A telah dikembangkan. Namun demikian, pencegahan hepatitis virus sebagian besar masih terletak pada sanitasi dan higiene yang baik, terutama pada tingkat perseorangan, upaya skrining yang adekuat terhadap donor darah dan pemeriksaan komponen darah sebelum dipergunakan.7 Program skrining donor darah secara ekstensif dianggap efektif untuk Hepatitis C.2 Upaya pencegahan terhadap hepatitis B secara tidak langsung mencegah juga terhadap hepatitis D.3&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;1. Noer HMS. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Cetakan ke-3. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 1996.&lt;br /&gt;2. Jansen PLM. Treatment of viral hepatitis. In: Postgraduate gastroenterology course Indonesia-Netherland. Jakarta: Subbagian Hepatologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM; 1997.&lt;br /&gt;3. Sulaiman A, Julitasari. Virus hepatitis A sampai E di Indonesia. Jakarta: Yayasan Penerbitan Ikatan Dokter Indonesia; 1995.&lt;br /&gt;4. Setiati S, et al, editor. Current treatment in internal medicine 2000. Jakarta: Pusat Informasi dan Penerbitan Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta; 2000.&lt;br /&gt;5. Adler S, Stoner B, editors. Viral Hepatitis. St. Louis: National Network of STD/HIV Prevention Training Centers; 2005. http://depts.washington.edu/&lt;br /&gt;6. Hasan I. Epidemiology of hepatitis B. The Indonesian Journal of Internal Medicine 2005;37:231-3.&lt;br /&gt;7. Daldiyono, Akbar N. Dasar Gastroenterologi Hepatologi. Jakarta: Bagian Ilmu Penyakit Dalam Subbagian Gastroenterologi Subbagian Hepatologi FKUI; 1989.&lt;br /&gt;8. Wolf DC. Hepatitis viral. 2005. http://www.emedicine.com/&lt;br /&gt;9. Buggs AM. Hepatitis. 2005. http://www.emedicine.com/&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-4773786346365521770?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/4773786346365521770/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=4773786346365521770" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/4773786346365521770?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/4773786346365521770?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/04/hepatitis-virus.html" title="Hepatitis Virus" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUEEQH8-eCp7ImA9WxJSEkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-4866388772493332012</id><published>2009-04-04T13:21:00.012+07:00</published><updated>2009-05-02T15:40:01.150+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-02T15:40:01.150+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ponsel" /><title>Hape Sony Ericsson K550i untuk Internet</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:nuqFbIpKw7RTeM:http://news.softpedia.com/images/news2/Plum-Edition-of-Sony-Ericsson-K550i-Looks-Trendy-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 124px;" src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:nuqFbIpKw7RTeM:http://news.softpedia.com/images/news2/Plum-Edition-of-Sony-Ericsson-K550i-Looks-Trendy-2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.google.co.id/search?hl=id&amp;amp;client=firefox-a&amp;amp;channel=s&amp;amp;rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&amp;amp;hs=8Tp&amp;amp;q=spesifikasi+SE+K+550+i&amp;amp;btnG=Telusuri&amp;amp;meta=" style="color: rgb(255, 102, 255); font-style: italic;"&gt;&lt;/a&gt;Spesifikasi SE K 550 i. Hape desain batangan (candy bar) ini memiliki layar TFD berukuran 1.9 inci (display dimension 32 x40 mm) dengan piksel 176x220.  berat 85 g SAR value 1,25 W/kg. untuk koneksi dengan internet HP ini dilengkapi GPRS kelas 10. EDGE kelas 10. Juga dilengkapi aplikasi Java untuk menjalankan aplikasi/game. Prosesornya &lt;a href="http://www.mobitola.com/" target="_blank"&gt;ARM9 229 MHz&lt;/a&gt;. Kalo menurut &lt;a href="http://www.jbenchmark.com/" target="_blank"&gt;Jbenchmark&lt;/a&gt; ARM9 201 AOT. Maksimal ukuran file berbentuk .jar adalah tidak terbatas, ya tapi tergantung kapasitas memori &lt;a href="http://www.developer.sonyericsson.com/" target="_blank"&gt;(developer sonyericsson)&lt;/a&gt;. Maksimal ukuran heap file 1,5-3 MB. Memori bawaannya sendiri 64 MB, masih bisa diupgrade 2 GB pake slot M2, tapi lumayan mahal SE punya (yang 512 MB 150 rebu, yang 1 GB 170rebu). File .jar adalah file yang diperuntukkan untuk program java di hape. Heap size sendiri adalah kira-kira mirip RAM. Baterenya standby 350 jam, waktu bicara 7 jam.&lt;br /&gt;Untuk transfer file hape ini dilengkapi dengan koneksi bluetooth, infrared dan port usb, kabel data, CD driver. Sebagai modem hape ini cukup gampang, tinggal colok kabel data ke komputer, software hape-nya sudah menyediakan aplikasi USB internet. Ga perlu bikin dial up lagi. Kalo pingin ngeblog dari hape ni, lumayan ada kurangnya. Keypadnya kecil-kecil panjang dari besi. Pegel-pegel deh jari kalo kita bikin postingan artikel. Ya kalo tulisannya dikit sih gapapa. Oya, hape ini dilengkapi fasilitas salin dan temple mirip-mirip copy paste. Cuman kalo mengedit kalimat yang panjang ga bisa, kepotong untuk seukuran 3 SMS (bisa dihitung sendiri berapa). Ambil contoh kalo mau mengedit kode html blog kita, ga bisa. Kalo mau gunain fasilitas picture blogging (masukkin foto ke blog) dari hape ini agak lama. Bisa juga pake &lt;a href="http://www.shozu.com/" target="_blank"&gt;shozu&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Browser internet bawaan ni hape sebenernya simpel. Tapi kalo mau lebih enak lagi coba pake opera mini hifi (high fidelity) yang terakhir versi 4.2 atau yang modifikasi yang terakhir sekarang adalah versi 3.11, tapi kalo menurut saya sih simpel yang versi 2.06. pake opera mini ini lumayan menghemat pulsa. Kalo opmin yang lofi lebih mahalan, tapi ukuran file-nya lebih kecil. opmin yang versi 4.2 buat memposting atau mengedit blog bisa (menambah widget yang tulisan pendek). Kalo untuk menulis postingan kita bisa menggunakan aplikasi mynotes dulu baru di copy paste ke blog kita. Fasilitas multitasking hape ini bisa menjalankan beberapa aplikasi sekaligus misalnya game, aplikasi, radio/musik player berbarengan. Tapi dibatasi penggunaan memori bila berlebihan, tidak bisa semuanya. Kita bisa menjalankan beberapa opera mini sekaligus asal beda versi. Sebenernya yang modifikasi punya fasilitas multiwindow, tapi ribet, apalagi kalo jaringaanya lagi lambat. Opmin ini bisa kita simpan di background (minimize), kalo kita hendak menulis sms atau menelepon. Kita juga bisa menelepon/sms saat menjalankan multitasking. opmin modifikasi dengan file manager-nya bisa menyimpan file dalam bentuk .oms, yang dibukanya mesti buka dulu aplikasi opmin, karena om modifikasi punya file manager. Om 4.2 juga bisa menyimpan file.&lt;br /&gt;Kalo untuk urusan mendownload, browser bawaan lebih cepet dari opmin. Opmin kecepatannya berkisar 1-10 kbps, ga tau tuh padahal saya udah mencoba dua operator yang berbeda. Padahal menurut jbenchmark download speednya 171 kbit/s, upload speed 53 kbit/s. Ya tapi sekali lagi tergantung jaringan juga. Kurangnya kalo pake browser bawaan kita tidak bisa menyimpan file dalam bentuk jar (langsung jadi aplikasi), kalo pake opmin mod sebaliknya. Sebenernya ada aplikasi ucweb yang mirip tapi masi kurang rapi. Trus ada teashark yg mirip opmin 4.2 tapi juga masi kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja yang bisa dimanfaatkan?&lt;br /&gt;Kita bisa memanfaatkan baca email seperti yahoo atau gmail. Sebenernya gmail punya aplikasi tersendiri klo mau buka, tapi lebih simpel dari opmin. Lalu friendster, blogspot, wordpress. Kita bisa tambahkan di bookmark bila suatu waktu mau buka lagi. Kalo mau yahoo messenger ada aplikasi tersendiri, yang cukup simpel adalah ymtiny. Kalo mau search di opmin ada google search, hanya sayang di versi 2.06 adanya yahoo search. jadi ya kita bikin bookmark google dulu. Kalo yang 3.10 tau 3.11 agak lambat bukanya dan browsingnya juga kadang ga konek. Tapi ya untung-untungan, jadinya ya ganti-gantian saja antara browser bawaan dan opmin. Jadinya ya install semuanya aja. Untuk menghemat pulsa kita bisa menonaktifkan image dari settingan di opmin. Ya kalo yang low image juga ga mahal2 amat sih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;|kumpulan aplikasi religi untuk HP SE k550i|&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadfile/754932/amr.zip.html" target="_blank"&gt;Azan&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.fileden.com/files/2007/8/26/1385039/MobileMolvee3.jar" target="_blank"&gt;Azan&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://download11.getjar.com/downloads/wap/pub/10184/Hadith50.jad" target="_blank"&gt;50 hadiths&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://inhandlearning.com/wap/apps/juz30.jar%20" target="_blank"&gt;juz30&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.fileden.com/files/2007/8/26/1385039/ShahihMuslimIndonesia.jar" target="_blank"&gt;Shahih Muslim&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://inhandlearning.com/wap/apps/Ghasiyah.jar" target="_blank"&gt;Ghasiyah&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/34686154/93a00cee/ShahihBukhariIndonesiajar.html?dirPwdVerified=80e0460f" target="_blank"&gt;Shahih Bukhari&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadfile/748167/QuranReader.zip.html" target="_blank"&gt;QuranReader&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.fileden.com/files/2007/8/26/1385039/PocketQuran.jar" target="_blank"&gt;PocketQuran&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.fileden.com/files/2007/8/26/1385039/Quran.jar" target="_blank"&gt;Quran&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://islam.inhandlearning.com/wap/apps/DzikrDoa.jar" target="_blank"&gt;DzikrDoa&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://inhandlearning.com/wap/apps/DuaQuran.jar" target="_blank"&gt;DuaQuran&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://inhandlearning.com/wap/apps/DoaHarian.jar" target="_blank"&gt;DoaHarian&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://download11.getjar.com/downloads/wap/pub/7710/mramadhan.jad" target="_blank"&gt;mramadhan&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://inhandlearning.com/wap/apps/Hadis40.jar" target="_blank"&gt;Hadis40&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://webislam.110mb.com/app/index.php?dir=&amp;amp;file=Kauthar.jar" target="_blank"&gt;Kauthar&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://inhandlearning.com/wap/apps/mShalat.jar" target="_blank"&gt;mshalat&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2674064/Yaasin.zip.html" target="_blank"&gt;yaasin&lt;/a&gt; &lt;b&gt;|kumpulan aplikasi untuk HP SE k550i|&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://m.shozu.com/wapportal/handset/makes.jsp" target="_blank"&gt;shozu&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://orisinil.com/files/ymtiny.jar" target="_blank"&gt;ymtiny&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dc95.4shared.com/download/29706735/e0211e76/_2__PD_English-Indonesia.jar?tsid=20090202-020052-2ed33851" target="_blank"&gt;pocket dictionary&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://thttpd.seclub.org/apps/b/7/0/b705bdae9c2b3e1ace1bbbe456649a0c/mm.jar" target="_blank"&gt;memory manager&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.emobistudio.com/download/memoryup/memoryup.zip" target="_blank"&gt;memoryup&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://handheld.softpedia.com/progDownload/UCWEB-Java-Download-66878.html" target="_blank"&gt;ucweb&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://mynotes.zx6.ru/dist/20081115/MyNotes.jar" target="_blank"&gt;mynotes&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dc38.4shared.com/download/25648619/c3c032ca/MobilePdf.zip?tsid=20090202-021252-24c500dd" target="_blank"&gt;mobilepdf&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://mobilerar.narod.ru/MobileRar.jar" target="_blank"&gt;mobilerar&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.simprit.com/app/download_post.php?p=me&amp;amp;l=3&amp;amp;r=http%3A%2F%2Fwww.simprit.com%2Ffree%2Fminiexcel%2F" target="_blank"&gt;miniexcel&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.fileden.com/files/2007/8/26/1385039/Doc_Viewer.jar" target="_blank"&gt;docviewer&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://operamini.club.hu/opera/opera206_en.jar" target="_blank"&gt;opera mini 206&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://walkman-666.wen.ru/gallery/applications/java/fm/jzipman.jar" target="_blank"&gt;jzipman&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://java.prowap.ru/res/media/6353.jar" target="_blank"&gt;cpumobile&lt;/a&gt; &lt;b&gt;|kumpulan game untuk HP SE k550i|&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://waper.ru/file/590474/Greys_Anatomy_176x220_K750.jar" target="_blank"&gt;greys anatomy&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://waper.ru/file/432381/LOST_SE_176x220.jar" target="_blank"&gt;lost&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://waper.ru/file/541439/CSI_MIAMI_SE_176x220_104.jar" target="_blank"&gt;csi miami&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/54507819/AOE3_176x220_EN.zip.html" target="_blank"&gt;age of empires&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://thttpd.seclub.org/game/7/0/6/7065fae1f618dbf27eeb10e9ee9a220b/Zuma_w810.jar" target="_blank"&gt;zuma&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://waper.ru/file/453993/PrinceTTT_176x220.jar" target="_blank"&gt;prince of persia&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jambo.ru/upload/games/1030/2522/bounce_out.jar" target="_blank"&gt;bounce out&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://waper.ru/file/704977/ShrekParty_w810i.jar" target="_blank"&gt;shrek&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3105901/Prison-break-176x220.rar.html" target="_blank"&gt;prison break&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-4866388772493332012?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/4866388772493332012/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=4866388772493332012" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/4866388772493332012?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/4866388772493332012?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/04/hape-sony-ericsson-k550i-untuk-internet.html" title="Hape Sony Ericsson K550i untuk Internet" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYFQn05fCp7ImA9WxVVF0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-5102121185316431939</id><published>2009-03-11T15:44:00.003+07:00</published><updated>2009-03-11T16:01:53.324+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-11T16:01:53.324+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Review Buku" /><title>Review Buku Kapita Selekta Kedokteran</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Buku ini terbitan Media Aesculapius FKUI sejak edisi tahun 1977 hingga edisi II tahun 1999/2000 telah mengalami cetakan beberapa kali hingga sekarang. Buku ini cukup membantu tenaga medis di daerah. Sumbernya dari kuliah dan seminar pendidikan di FKUI, karangan ilmiah kedokteran  dan kepustakaan asing. Penerbitan buku ini melibatkan para konsulen di FKUI dan anggota MA. Buku ini terbagi dalam 2 jilid. Jilid 1 ada 738 halaman dengan ukuran 15x23,5 cm. Jilid 1 berisi ilmu mata, THT, gigi dan mulut, psikiatri, obsgin dan IPD. Pada lampiran dicantumkan dosis obat, singkatan bahasa latin, nilai laboratorium, bahan makanan penukar ukuran rumah tangga, indeks.&lt;br /&gt;Jilid 2 ada 620 halaman. Jilid dua berisi neurologi, kulit dan kelamin, forensik, anestesi, bedah, anak. Pada lampiran dicantumkan prosedur medis sederhana, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologi, gizi anak, tumbuh kembang anak, imunisasi anak dan penilaian gangguan asam basa, penjurus.&lt;br /&gt;Baik untuk disimak sambutan dekan FKUI atas terbitnya buku ini: "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;...Telah banyak buku kedokteran dan kesehatan sekarang ini, baik yang berbahasa asing maupun Indonesia. Namun demikian, keberadaan buku kedokteran dalam bahasa Indonesia dan berisikan kasus dan problem di Indonesia akan terasa benar kegunaannya. Buku-buku karangan penulis indonesia jauh lebih sedikit daripada penulis asing dan perlu disadari juga bahwa bagaimanapun terdapat perbedaan kondisi baik jenis serta jumlah kasus, tingkat kemampuan dokter dan paramedik, maupun sarana diagnosis dan terapi yang membuat buku-buku karya penulis Indonesia lebih dapat dipergunakan disini....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Buku ini bisa didapatkan di sejumlah toko buku antara lain gramedia, sagung seto klo di Jakarta. Kisaran harganya IDR 60K.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-5102121185316431939?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/5102121185316431939/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=5102121185316431939" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/5102121185316431939?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/5102121185316431939?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/03/review-buku-kapita-selekta-buku-ini.html" title="Review Buku Kapita Selekta Kedokteran" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUIFRnY6fip7ImA9WxVbGE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-7067274960732131261</id><published>2009-03-08T16:17:00.019+07:00</published><updated>2009-04-04T12:38:37.816+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-04T12:38:37.816+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Travelling" /><title>Memoir di Ranah Minang</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SbOQG37cirI/AAAAAAAAAdo/RiVK7vdzkYw/s1600-h/pantai7.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SbOQG37cirI/AAAAAAAAAdo/RiVK7vdzkYw/s200/pantai7.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310746833366846130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemandangan yang bisa dijumpai di padang adalah pantai padang. Klo di pantai padang sepi, ga banyak orang. Saya juga ga ngerti mungkin karena ombaknya lumayan besar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SbOORS8a0xI/AAAAAAAAAc4/pZepE0ygzpE/s1600-h/lembah+anai.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SbOORS8a0xI/AAAAAAAAAc4/pZepE0ygzpE/s200/lembah+anai.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310744813394121490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berikutnya adalah Lembah Anai di Padang panjang. Jalan menuju ke sana berkelok-kelok. Maklum pegunungan. Klo mau menikmati durian langsung dari pohonnya ya di padang panjang ini. Trus di sini ada sebuah restoran cukup besar juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SbOOeDILW0I/AAAAAAAAAdA/-cpAwhADjig/s1600-h/lembah+anai+1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SbOOeDILW0I/AAAAAAAAAdA/-cpAwhADjig/s200/lembah+anai+1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310745032486771522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nah di foto tampak sebuah sudut jalan di padang panjang deket lembah anai. Dari padang panjang perjalanan bisa dilanjutkan ke bukittinggi lewat kabupaten solok yang jalan-jalannya bersih dan indah pokoknya. Jalan di kotanya tuh lurrruuuuuuuuus. Walopun naik turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;Sampe di bukittinggi kita bakal menjumpai jam gadang. Hanya kita ga boleh naik tuh. Di sana banyak bendi-bendi. Trus ada Istana Bung Hatta.                                            &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SbOPDdLhxPI/AAAAAAAAAdQ/RceVw5wPSZQ/s1600-h/istana+bung+hatta.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SbOPDdLhxPI/AAAAAAAAAdQ/RceVw5wPSZQ/s200/istana+bung+hatta.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310745675135304946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SbOO59zm6wI/AAAAAAAAAdI/vzm8A4opxQk/s1600-h/jam+gadang2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SbOO59zm6wI/AAAAAAAAAdI/vzm8A4opxQk/s200/jam+gadang2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310745512094657282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bukittinggi ini terdapat ngarai sianok. Ini adalah sebuah sudut Toko Souvenir di Ngarai Sianok. T shirt di sini yang bagusan harganya 25 ribuan. Klo yang lain-lain misalnya souvenir rumah gadang dari kayu. Di foto tampak sebuah sudut pemandangan di ngarai sianok.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SbOPNr4ypAI/AAAAAAAAAdY/cE6D4We8DOI/s1600-h/ngarai+sianok1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SbOPNr4ypAI/AAAAAAAAAdY/cE6D4We8DOI/s200/ngarai+sianok1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310745850881942530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SbOQnx7gzYI/AAAAAAAAAdw/new2aSjKHFc/s1600-h/ngarai+sianok2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SbOQnx7gzYI/AAAAAAAAAdw/new2aSjKHFc/s200/ngarai+sianok2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310747398692195714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-7067274960732131261?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/7067274960732131261/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=7067274960732131261" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/7067274960732131261?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/7067274960732131261?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/03/jalan-jalan-di-sumatera-barat_08.html" title="Memoir di Ranah Minang" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SbOQG37cirI/AAAAAAAAAdo/RiVK7vdzkYw/s72-c/pantai7.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0EMQn8_fyp7ImA9WxNSGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-1574697915587790115.post-9045628589484467163</id><published>2009-02-07T12:16:00.011+07:00</published><updated>2009-09-03T15:14:43.147+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-03T15:14:43.147+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Travelling" /><title>Ule le dan Sabang: dua pelabuhan</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SY0Z5aBEr3I/AAAAAAAAAZc/6NiIYUi1nD0/s1600-h/masjid.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SY0Z5aBEr3I/AAAAAAAAAZc/6NiIYUi1nD0/s200/masjid.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299920810512002930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SY0aoTnG3rI/AAAAAAAAAZk/Vn3iI3K69uc/s1600-h/pelabuhan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SY0aoTnG3rI/AAAAAAAAAZk/Vn3iI3K69uc/s200/pelabuhan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299921616246333106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mesjid Ule le di pelabuhan Ule le masih tegak berdiri. Pondasinya masih kokoh. Sepanjang jalan menuju pelabuhan Ule le yang ga jauh dari pusat kota Banda Aceh terpajang Asmaul Husna.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cuaca antara panas dan tidak saat ku berdiri mau naik kapal cepat Baruna yang lagi merapa&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SY0bmJ4SpDI/AAAAAAAAAZs/6XiDcjjpVVc/s1600-h/S2021952.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SY0bmJ4SpDI/AAAAAAAAAZs/6XiDcjjpVVc/s200/S2021952.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299922678785942578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;t di dermaga sederhana sisa-sisa tsunami. Tiket uda dapat tinggal nunggu berangkat saja. Ada 2 jadwal keberangkatan pagi dan sore. Kegiliran yang sore.&lt;br /&gt;Ruangan dalam kapal ga begitu nyaman sedikit pengap dan rasanya sumpek. Jadi ku memilih geladak yang ada di atas kapal. Ternyata di situ banyak juga penumpang. Ya jadinya berangin-angin ria. Asik juga bisa liat pemandangan laut di Selat Banda-Sabang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SY0c_0hqjoI/AAAAAAAAAZ4/KWeK3zwdCMY/s1600-h/S2021955.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SY0c_0hqjoI/AAAAAAAAAZ4/KWeK3zwdCMY/s200/S2021955.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299924219242122882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kira-kira 2 jam uda sampe di Pelabuhan Bebas Sabang, tepatnya di Pulau Weh. Klo kita mau menuju ke pusat kota, mesti buru-buru naik mobil carteran pas kapal tiba coz kalo agak lamaan udah gak ada. Adanyaa pas kapal datang. Tarifnya 10 ribu.&lt;br /&gt;Mobil carteran L-300. Kira setengah jam ke pusat kota Sabang. Awalnya jalan cukup menanjak dengan pemandangan kiri kanan jalan ada bekas tsunami yang kayaknya ga sedahsyat di Acehnya.&lt;br /&gt;Tiba di pusat kota cari penginapan, dapet yang murah 50 ribu sehari. Tadinya mo langsung jalan-jalan tapi kecapean. Jadilah istirahat dulu sempet makan nasi goreng seafod di pinggiran jalan deket penginapan. Enak. Letak penginapan bersebelahan dengan danau yang berada di kerendahan.&lt;br /&gt;Paginya jalan-jalan nyewa motor honda jaman dulu yang penampakannya mengkhawatirkan. Rencananya mau ke kilometer nol. Setelah makan ketupat sayur di perjalanan, perjalanan dilanjut. Jalanan menyisir pingiran danau lalu jalan naik turun. Tanjakan curam banget, turun juga curam banget, belok-belok lagi. Alhamdulillah, motornya ga kenapa-kenapa. Sempet beli bensin dulu di pinggir jalan. Jalannya beraspal di perbukitan. Awalnya banyak pemukiman, makin lama makin jarang. Perjalanan melewati jalur ke pemandian air panas tapi ga kesana. Jalan berikutnya lewat hutan. Masih banyak monyet berkumpul di jalanan bergelantungan di pohon. Nah, di jalanan hutan ada tanjakan curam banget, ampe motornya nyaris mundur lagi. Untungnya aku buru-buru turun dari boncengan motor.&lt;br /&gt;&lt;a style="font-style: italic;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SY0eq1DErNI/AAAAAAAAAaI/3fkyI2by7qM/s1600-h/S2021975.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SY0eq1DErNI/AAAAAAAAAaI/3fkyI2by7qM/s200/S2021975.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299926057628249298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SY0fT8TENVI/AAAAAAAAAaQ/KAC7Cw10zU0/s1600-h/S2021981.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SY0fT8TENVI/AAAAAAAAAaQ/KAC7Cw10zU0/s200/S2021981.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299926763949012306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebelum masuk kilometer nol, singgah di tempat snorkling ada 2 tempat yang satu banyak ikan duri, karang-karangnya juga tajem2. Nah yang satunya ga. Indah pokonya klo kita melihat ke bawah permukaan air laut. Banyak ikan laut warna-warni. Nyewa alat snorkling 30 rebu. Coz ga bisa nyelem jadilah disana belajar pake pelampung, khawatir juga. Hati-hati nginjek karang beracun.&lt;br /&gt;Udah puas liat-liat ikan warna-warni lanjut ke kilometer nol. Sebelum masuk lapor dulu sama pos tentara. Sampe di sana ada tugu kilometer nol warna putih mirip tugu Jogja Kembali. Ga mirip ding. Terus ada plang yang tulisannya kira-kira selamat anda telah datang di Tugu Kilometer Nol bla..bla..bla…Nah di depan terpisah jalan ada dinding pemisah yang &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SY0dahyprdI/AAAAAAAAAaA/Kq3VUCYZ-Jk/s1600-h/km.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SY0dahyprdI/AAAAAAAAAaA/Kq3VUCYZ-Jk/s200/km.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299924678069562834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;merupakan tepi paling Barat Indonesia. Klo kita melongok ke bawah tampak air laut. Jadi daerahnya tebing yang ga terlalu tinggi dan klo kita melihat di kejauhan kayaknya itulah Selat Malaka.&lt;br /&gt;Pulang dari kilometer nol sempet jumpa tukang jualan durian. Tapi harganya mahal bo ga jadi beli deh.&lt;br /&gt;Sebelum pulang sempet beli suvenir kaos ga jauh dari penginapan. Malemnya sempet jalan-jalan kiter-kiter kota Sabang, gelap bo, lampu penerangan minim banget. Habis gitu lampu motornya kaga nyala. Menyisir pinggiran pantai trus ada benteng jaman Kompeni. Oya RS Sabang juga arsitekturnya Belanda. Mau ke gua tapi ga ketemu entah dimana.&lt;br /&gt;Klo beli mobil katanya murah disana, tapi harus dipake di sana karena klo dibawa keluar kena pajak. Alhasil harus menetap disana.&lt;br /&gt;Pas pulang di pelabuhan, sempet beli oleh-oleh manisan khas Sabang. Dapet kapal yang enak, ruangan di dalamya nyaman dan ga ada geladak. Minta foto sama orang bule (sekalian ngelatih bahasa inggris ceritanya). Wuld u like to take photo? Apa coba…..he..he....&lt;br /&gt;See u Sabang........&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1574697915587790115-9045628589484467163?l=tantursyah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://tantursyah.blogspot.com/feeds/9045628589484467163/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1574697915587790115&amp;postID=9045628589484467163" title="7 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/9045628589484467163?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/1574697915587790115/posts/default/9045628589484467163?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://tantursyah.blogspot.com/2009/02/ule-le-dan-sabang-dua-pelabuhan.html" title="Ule le dan Sabang: dua pelabuhan" /><author><name>soleman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10581418312867476525</uri><email>tantursyah@gmail.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02183109623238175336" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_wA_BYjglXkg/SY0Z5aBEr3I/AAAAAAAAAZc/6NiIYUi1nD0/s72-c/masjid.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">7</thr:total></entry></feed>
