<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357</atom:id><lastBuildDate>Fri, 08 Nov 2024 15:37:54 +0000</lastBuildDate><category>Ujian Nasional 2009</category><category>Ujian Nasional SMP 2009</category><category>Pendidikan</category><category>Keluhan Siswa</category><category>Pelecehan Seksual</category><title>Berita Kegiatan Kesiswaan</title><description>Kumpulan Berita Tentang Kegiatan Kesiswaan SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-7429340510237293865</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 19:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T12:54:10.522-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional 2009</category><title>Siswi Melahirkan, Disdik Gresik Dinilai Lalai</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9gy3jt9iAk3R-uSPO3TstMdU92eXWrlh-6iNpnOQjCg79aJh4MCkUlX9QQKKlFCOJQlpHcveAWb0livxHZ8gFoMM10J4Th5akeFhPyhyphenhyphenq7QAiHUbQ54Upx5VksyltrCSal8H4-T655Rs5/s1600-h/ilustrasi+siswi+hamil.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 311px; height: 267px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9gy3jt9iAk3R-uSPO3TstMdU92eXWrlh-6iNpnOQjCg79aJh4MCkUlX9QQKKlFCOJQlpHcveAWb0livxHZ8gFoMM10J4Th5akeFhPyhyphenhyphenq7QAiHUbQ54Upx5VksyltrCSal8H4-T655Rs5/s320/ilustrasi+siswi+hamil.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5329461789580170130&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 24 April 2009 | 19:05 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GRESIK, KOMPAS.com- Dewan Pendidikan Kabupaten Gresik menilai Dinas Pendidikan Gresik sebagai penyelenggara pendidikan telah melakukan kelalaian, karena meloloskan seorang siswi yang sudah menikah bahkan hamil dan melahirkan di hari kedua pelaksanaan ujian nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kasus ini sangat menodai lembaga pendidikan di Gresik,&quot; kata Sekretaris Dewan Pendidikan Gresik, Nur Faqih, Jumat (24/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mempertanyakan fungsi pengawas sekolah yang semestinya mengetahui kondisi siswinya. Setidaknya kasus ini bisa dijadikan pelajaran bagi penyelenggara pendidikan, agar lebih selektif lagi dalam menyertakan siswa yang mengikuti UN.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dinas pendidikan juga harus bertindak tegas, karena tahun ini memperbolehkan Azizah yang masih pelajar tapi statusnya sudah menikah dan melahirkan, tetap diperbolehkan ikut UN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kebijakan Dispendik inilah yang memberikan peluang efek negatif bagi pelajar lainnya untuk mengulangi kasus yang sama. Kalau melihat sisi kemanusiaan terkait hak untuk tetap memperoleh pendidikan, saya memaklumi. Namun kalau tidak ditegasi, kejadian ini bakal terus berulang,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nur Faqih, pendidikan tidak bisa hanya diukur dengan materi pelajaran formal, namun etika dari pelajar juga harus menjadi pijakan. &quot;Dalam aturan sebenarnya sudah jelas, sebagai pelajar tidak diperbolehkan menikah, kalau menikah konsekuensinya harus berhenti dari sekolah. Ini berbeda dengan status mahasiswi yang boleh tetap kuliah, meski sudah menikah, dan melahirkan, &quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan, Nur Azizah (18), pelajar SMA Hidayatus Salam, Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, melahirkan seusai mengikuti UN hari kedua, Selasa lalu. Meski begitu, pada hari ketiga dan selanjutnya ia tetap mengikuti UN. Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setempat tetap mengizinkan Nur ikut UN dengan alasan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;Dilematis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketua Komisi D DPRD Syafiqi M Zain menuding kurang adanya ketegasan dari penyelenggara pendidikan, terkait kasus itu. Mestinya, kata dia, siswi bersangkutan langsung didiskualifikasi, karena tindakan itu bukan suatu hal yang etis di dunia pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Saya tidak tahu apakah siswi bersangkutan menikah resmi, atau siri. Yang jelas dalam UU Sisdiknas, status pelajar itu jelas, hanya belajar, belum diperbolehkan menikah, apalagi punya anak,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Gresik Chusaini Mustaz mengaku dilematis menyikapi masalah ini. Apakah siswa itu dikeluarkan, atau tetap sekolah, dan mengikuti UN. Yang jelas, Chusaini mengaku kalau dirinya baru mengetahui ada siswi peserta UN yang melahirkan dari media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chusaini sendiri beralasan, demi kemanusiaan tetap mengizinkan siswi bersangkutan mengikuti UN. Kendati ia menyadari kebijakan memperbolehkan Azizah ikut UN ini bakal menimbulkan efek positif, dan negatif. Efek positifnya ikut menjalankan program wajardikdas 12 tahun. Sedangkan negatifnya, dikhawatirkan kasus tersebut akan kembali terulang pada UN tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, dalam UN tahun depan pihaknya bakal lebih selektif lagi dalam menyeleksi siswa yang ikut UN. Chusaini mengatakan tidak adanya aturan tegas mengenai tidak diperbolehkannya siswa yang menikah, dan hamil, apalagi melahirkan, ikut UN menjadi titik kelemahan. Selama ini prasyarat peserta ikut UN hanya normatif, yakni pelajar yang masih aktif, dan terdaftar dalam peserta ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Tidak ada aturan yang melarang siswa hamil, menikah, atau melahirkan tidak boleh ikut UN, &quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kasus ini mirip yang di Surabaya. Bedanya, kasus Azizah ini menikah resmi, sedangkan siswi di Surabaya hamil karena kecelakaan, sehingga dasar saya tetap memperbolehkan siswi bersangkutan ikut ujian, karena rasa kemanusiaan,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MSH&lt;br /&gt;Sumber : AP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/24/19054975/siswi.melahirkan.disdik.gresik.dinilai.lalai&quot;&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/siswi-melahirkan-disdik-gresik-dinilai.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9gy3jt9iAk3R-uSPO3TstMdU92eXWrlh-6iNpnOQjCg79aJh4MCkUlX9QQKKlFCOJQlpHcveAWb0livxHZ8gFoMM10J4Th5akeFhPyhyphenhyphenq7QAiHUbQ54Upx5VksyltrCSal8H4-T655Rs5/s72-c/ilustrasi+siswi+hamil.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-7870045541411904906</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 19:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T12:56:42.864-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional 2009</category><title>Melahirkan, Nur Azizah Tetap Selesaikan UN</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgya7g4tF-J1gDRW0YsiDSjCDRk9fILR7eguG_4f7ffQ1P3fHIH576ibFEC8CqqZRJ2TVCz6JNH4yi4pM7HH_GcoUzuh5Pd92Tv-XX7uN9hMIjFRP6W4EINkc4ZR4dxCCcLeQJSVzeK4h7C/s1600-h/ilustrasi+siswi+hamil.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 311px; height: 267px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgya7g4tF-J1gDRW0YsiDSjCDRk9fILR7eguG_4f7ffQ1P3fHIH576ibFEC8CqqZRJ2TVCz6JNH4yi4pM7HH_GcoUzuh5Pd92Tv-XX7uN9hMIjFRP6W4EINkc4ZR4dxCCcLeQJSVzeK4h7C/s320/ilustrasi+siswi+hamil.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5329453886408090402&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 23 April 2009 | 18:27 WIB&lt;br /&gt;Laporan wartawan KOMPAS Adi Sucipto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GRESIK, KOMPAS.com — Di Surabaya, siswi hamil saja tidak diizinkan mengikuti ujian nasional. Namun, di Gresik, seorang siswi yang bahkan melahirkan di hari-hari penyelenggaraan UN pun masih diizinkan mengikuti UN sampai selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Nur Azizah (18), siswi kelas XII IPA SMA Hidayatus Salam Dukun. Ia melahirkan pada hari Selasa (21/4), atau hari kedua penyelenggaraan UN tingkat SLTA. Ia melahirkan bayi laki-laki seberat 2,8 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik tetap mengizinkan Nur menyelesaikan ujian hingga hari Jumat besok, untuk mata pelajaran Kimia.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Chusaini Mustaz, Kamis (23/4), mengaku terkejut dengan informasi tentang adanya peserta ujian yang tengah hamil, bahkan sampai melahirkan. Dia mengaku baru mendapat informasi Kamis pagi tadi. Pihak sekolah pun tidak melapor, dan bisa menyelesaikan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Dalam hal ini kami mengambil sikap dari sisi pertimbangan kemanusiaan. Dia perlu diberi kesempatan sampai ujian selesai, apalagi dia semangat untuk lulus. Habis melahirkan saja masih mau ikut ujian,&quot; kata Mustaz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, dalam dokumen peraturan juga tidak disebutkan rinci bahwa siswa hamil tidak boleh ikut ujian, apalagi secara adminsitratif siswa tersebut dalam daftar nominasi tetap (DNT) peserta UN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Tidak ada juklak dan aturan menyangkut pembatalan bila siswa sudah masuk DNT. Kami pendidik bukan polisi atau aparat hukum yang kaku melihat persoalan. Dalam memberi sanksi kami harus melihat latar belakangnya. Jadi, dengan pertimbangan kemanusiaan, Azizah diizinkan ikut UN sampai selesai,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, ia mengingatkan adanya norma susila dan norma sosial masyarakat yang tidak tertulis. &quot;Secara tertulis memang tidak ada larangan peserta hamil atau berkeluarga mengikuti UN. Namun, berdasarkan norma ada batasan siswa adalah anak didik yang belum berkeluarga sehingga secara etika tidak diperkenankan. Kebijakan memberi toleransi bagi Nur Azizah tetap mengikuti UN agar mendapatkan ijazah jika lulus dengan alasan kemanusiaan, apalagi perjuangannya luar biasa, baru melahirkan saja masih mau ikut UN,&quot; kata Mustaz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;Sudah menikah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nur Azizah adalah warga Desa Lowayu, Kecamatan Dukun. Dia menikah sejak 2008 dengan Sucipto (20). Meski begitu, dia tetap melanjutkan sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berangkat sekolah untuk mengikuti UN hari kedua, Selasa lalu, sekitar pukul 06.30, ia sebenarnya sudah merasa bahwa perutnya mulas. Meski demikian, ia tetap berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai ujian, perutnya semakin terasa mulas. Dia lalu melapor ke sekolah dan dijemput suaminya. Selanjutnya, dia diantarkan ke Puskesmas Pembantu Lowayu. Anaknya pun lahir sekitar pukul 13.30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kepala SMA Hidayatus Salam Dukun Pardi, siswa itu diketahui sudah menikah dan mengandung saat pengambilan foto tanda peserta UN serta kelengkapan administrasi ijazah. Peserta UN di sekolah tersebut mencapai 48 orang terdiri dari 28 siswa program IPS serta 20 orang program IPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Azizah tercatat sebagai peserta UN untuk jurusan IPA. &quot;Kami tidak melarang dia ikut UN karena yang bersangkutan memenuhi persyaratan administrasi. Kami mengizinkan dengan alasan kemanusiaan meskipun kondisinya hamil,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerabat Azizah bernama Siti menyatakan, Azizah melahirkan Selasa pukul 13.30. Setelah mengikuti UN, Azizah pulang dibawa ke Polindes dan melahirkan anak laki-laki dengan berat badan 2,8 kg. Meskipun baru melahirkan, Azizah yang lahir pada 11 November 1990 itu bertekad mengikuti UN sampai tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tetap mengikuti UN pada Rabu dan Kamis (23/4) dengan diantarkan suaminya. Azizah khawatir, bila kasusnya muncul di media, hal itu berdampak tidak bisa melanjutkan UN. Padahal, setelah lulus dia ingin bekerja membantu ekonomi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/23/18270050/melahirkan.nur.azizah.tetap.selesaikan.un&quot;&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/melahirkan-nur-azizah-tetap-selesaikan.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgya7g4tF-J1gDRW0YsiDSjCDRk9fILR7eguG_4f7ffQ1P3fHIH576ibFEC8CqqZRJ2TVCz6JNH4yi4pM7HH_GcoUzuh5Pd92Tv-XX7uN9hMIjFRP6W4EINkc4ZR4dxCCcLeQJSVzeK4h7C/s72-c/ilustrasi+siswi+hamil.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-4280252063517666223</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 19:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T12:58:37.742-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional 2009</category><title>Siswi Hamil Gugat Kepala Sekolah</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcXcYgj_HArB68ZMKAUTxfFcFLcYuBhndQfqBYtfULW9gthYp1EI_rqsZ035MwYLbJ-yehD3qqZWEID5iIXOwiJay5jhI3ZwCMOtcL3C6ToTb26SLgUHgN43nfzvW7JpgSdZSI-p_QZTXQ/s1600-h/ilustrasi+siswi+hamil.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 311px; height: 267px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcXcYgj_HArB68ZMKAUTxfFcFLcYuBhndQfqBYtfULW9gthYp1EI_rqsZ035MwYLbJ-yehD3qqZWEID5iIXOwiJay5jhI3ZwCMOtcL3C6ToTb26SLgUHgN43nfzvW7JpgSdZSI-p_QZTXQ/s320/ilustrasi+siswi+hamil.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5329463019841102210&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 23 April 2009 | 10:07 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SURABAYA, KOMPAS.com — Polemik larangan mengikuti ujian masional (UN) bagi siswa hamil yang dialami Pr, siswa SMKN 8 Surabaya, mulai merambah ke ranah hukum. Didukung Lembaga Perlindungan Anak Kota Surabaya, Kelompok Perempuan Pro-Demokrasi (KPPD) Samitra Abhaya, Dewan Pendidikan Kota Surabaya, dan Forum Komunikasi Peduli Pendidikan Kota Surabaya, Pr bersiap mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugatan ini tujukan kepada Kepala SMKN 8 dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Kuasa hukumnya dari Surabaya Children Crisis Center (SCCC) dan LSM Respublika Surabaya. Erma Susanti, Ketua KPPD Samitra Abhaya Surabaya, mengatakan, gugatan ini karena kebijakan sekolah tidak sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002. “Sudah jelas anak memiliki hak untuk mendapat pendidikan yang harus dipenuhi, tidak terkecuali siswa hamil,” kata Erma, Rabu (22/4).&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Selain gugatan ke PN, enam LSM ini juga akan mengirimkan surat pengaduan ke Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Menteri Pendidikan Nasional. “Dalam surat ini dijelaskan kondisi yang terjadi pada Pr. Kami masih berharap korban (Pr) diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian susulan, bukan ujian kesetaraan seperti yang dikatakan dindik,” ujar Erma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agung Nugroho, Ketua Bidang Advokasi SCCC, mengaku, masih mengkaji gugatan yang akan diajukan ke PN. Menurut Agung, dalam kasus ini gugatan bisa berupa legal action, class action, gugatan administrasi negara, maupun gugatan perorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika memang kasus ini dialami lebih dari satu orang bisa class action. Kalau hanya seorang ya bisa legal action,” katanya. Yang jelas, lanjutnya, kasus ini akan dibawa ke pengadilan sehingga hak pendidikan bagi Pr benar-benar direalisasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi upaya hukum yang disampaikan beberapa lembaga, Kadindik Surabaya Sahudi mengaku tidak keberatan. Ia menilai pengajuan tuntutan itu merupakan hak semua orang. “Berbeda pendapat itu tidak apa-apa, silakan saja mereka mengajukan tuntutan hukum, itu hak mereka. Dalam hal ini kami hanya berpatokan pada aturan-aturan yang ada,” ujar Sahudi saat dihubungi, Rabu (22/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat terpisah, Komisi D DPRD Kota Surabaya Kamis ini (23/4) akan menggelar lagi dengar pendapat tentang masalah ini. Komisi D memanggil Asisten IV (Bidang Kesejahteraan Rakyat) Sekkota Surabaya, Tri Siswanto, Kabag Hukum, tim ahli DPRD Kota Surabaya serta pakar anak Kresno Mulyadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami masih terus berjuang karena kebijakan sekolah dan dindik tidak didasarkan aturan undang-undang, hanya berdasarkan asumsi. Vonis Kadindik Sahudi yang tidak akan meluluskan kalau dibiarkan bisa masuk ke perkara hukum,” kata Baktiono, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim ahli DPRD Kota Surabaya Eko Sagitario sependapat dengan Baktiono. Menurut Eko, anak-anak harus dilindungi hak sekolahnya dengan memberinya pendidikan yang layak. Dan itu tugas pemerintah untuk memenuhinya. uus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/23/10070447/siswi.hamil.gugat.kepala.sekolah&quot;&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/siswi-hamil-gugat-kepala-sekolah.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcXcYgj_HArB68ZMKAUTxfFcFLcYuBhndQfqBYtfULW9gthYp1EI_rqsZ035MwYLbJ-yehD3qqZWEID5iIXOwiJay5jhI3ZwCMOtcL3C6ToTb26SLgUHgN43nfzvW7JpgSdZSI-p_QZTXQ/s72-c/ilustrasi+siswi+hamil.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-4318666033133207011</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 19:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T12:18:12.066-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional SMP 2009</category><title>Siswi Hamil Bikin Pusing Wakil Wali Kota</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinKxsF__b-gzVmjDzChIVy64FiLuMQ56cdChaFwhkEolJQAp2UzVR_sCAtZL2bSfY7EMAyBzmANK9EmnaDbrsVbohLlJmO-1fCSzqUQns6pdR3qkVidMaZtkmWm1bn13pOpcxPCn7ZDRUv/s1600-h/ilustrasi+siswi+hamil.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 311px; height: 267px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinKxsF__b-gzVmjDzChIVy64FiLuMQ56cdChaFwhkEolJQAp2UzVR_sCAtZL2bSfY7EMAyBzmANK9EmnaDbrsVbohLlJmO-1fCSzqUQns6pdR3qkVidMaZtkmWm1bn13pOpcxPCn7ZDRUv/s320/ilustrasi+siswi+hamil.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5329452551457478050&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 21 April 2009 | 13:44 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SURABAYA, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Surabaya hingga kini belum mendapatkan solusi terbaik dalam mengatasi persoalan siswi hamil yang hendak mengikuti ujian nasional. &quot;Sampai sekarang kami belum mendapatkan solusi untuk mengatasi hal itu,&quot; kata Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi di Surabaya, Selasa (21/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu pihak, Arif mendukung sikap Kepala Sekolah SMK Negeri 8 Surabaya, Nur Sodik, yang tidak mengizinkan siswinya untuk mengikuti UN karena sedang hamil tujuh bulan. &quot;Pihak sekolah itu sedang berusaha menegakkan aturan yang telah disepakati wali murid dan siswa itu sendiri,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Arif berpendapat, kalau siswi yang sedang hamil itu dibiarkan ikut UN, dikhawatirkan akan menimbulkan preseden buruk bagi dunia pendidikan. &quot;Malah bisa-bisa nanti sekolah dianggap memperbolehkan siswinya hamil, apalagi kalau itu terjadi di luar nikah,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di lain pihak, dia sangat menghormati hak siswi tersebut untuk bisa menyelesaikan pendidikan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) dengan mengikuti UN. &quot;Memang sesuai aturan di sekolah tersebut, bagi siswi yang hamil diserahkan kepada orangtua atau wali muridnya. Tapi dia tetap berkeinginan untuk bisa lulus dari sekolah itu,&quot; kata Arif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemkot Surabaya dalam waktu dekat ini akan memanggil pihak SMK Negeri 8 Surabaya dan keluarga siswi yang hamil itu untuk membicarakan persoalan tersebut. Sempat muncul wacana, siswi yang sedang hamil itu diikutkan program pendidikan Kelompok Belajar (Kejar) Paket C untuk bisa mendapatkan ijazah setingkat SLTA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kemungkinan untuk diikutkan ujian Kejar Paket C memang bisa. Tapi perlu pembahasan lebih lanjut dengan pihak sekolah dan orangtua siswi yang bersangkutan,&quot; kata Arif Afandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/21/13444185/siswi.hamil.bikin.pusing.wakil.wali.kota&quot;&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/siswi-hamil-bikin-pusing-wakil-wali.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinKxsF__b-gzVmjDzChIVy64FiLuMQ56cdChaFwhkEolJQAp2UzVR_sCAtZL2bSfY7EMAyBzmANK9EmnaDbrsVbohLlJmO-1fCSzqUQns6pdR3qkVidMaZtkmWm1bn13pOpcxPCn7ZDRUv/s72-c/ilustrasi+siswi+hamil.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-6156795302254282005</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 19:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T12:15:22.350-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional SMP 2009</category><title>Hamil? Jangan Ikut Ujian Nasional</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQAUqM3kIu5wS4oaFPsJENU-U7uuwIxrJC_rvP3QJxiEhAlTKCzmVs9ev18rGMLzS6O6wf65Fi5rhniuyGdDWYckaeeig96goHwE1CGo60S1d4H3uYusqHc3IWoYILJxNnyT67fCnqpx9P/s1600-h/ilustrasi+siswi+hamil.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 311px; height: 267px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQAUqM3kIu5wS4oaFPsJENU-U7uuwIxrJC_rvP3QJxiEhAlTKCzmVs9ev18rGMLzS6O6wf65Fi5rhniuyGdDWYckaeeig96goHwE1CGo60S1d4H3uYusqHc3IWoYILJxNnyT67fCnqpx9P/s320/ilustrasi+siswi+hamil.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5329451662121004450&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 21 April 2009 | 10:39 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SURABAYA, KOMPAS.com  - Hari pertama Unas SMA, MA dan SMK, Senin (20/4), ditandai dengan penolakan siswa mengikuti  Ujian Nasional (UN) karena hamil. Peristiwa itu dialami Prisma Cahya Martikasari, siswa kelas XII Restoran-1 SMKN 8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prisma yang datang ke sekolah pukul 06.00 WIB bersama dua orantuanya harus kecewa. Lantaran pihak sekolah tidak  mengizinkan mengikuti Unas. SMKN 8 menganggapnya telah keluar dari sekolah sesuai surat keputusan yang dikeluarkan Jumat (17/4) lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;“Kami menerima surat itu Jumat (17/4) sore, itu kan mendadak sekali, karena itu hari ini kami datang kemari supaya anak kami bisa tetap mengikuti Unas,” ujar Tatik, ibu Prisma saat di SMKN 8, Senin (20/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pihak sekolah meminta supaya Prisma pulang saja. Ketika tetap bersikukuh mengikuti Unas, pihak sekolah tak  lagi menghiraukannya dan meninggalkannya di ruang lobi sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi permasalahan ini, Kepala SMKN 8 Noor Shodiq menyatakan bahwa yang bersangkutan telah dikembalikan ke orangtuanya karena melanggar tata tertib sekolah. “Dia hamil dan itu melanggar tata tertib yang disepakati bersama,” ujar Noor Shodiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Sahudi menyatakan keputusan dikeluarkannya seorang siswa dari sekolah atau tidak, sepenuhnya berada di tangan sekolah. “Kami tidak bisa intervensi, jika tidak bisa mengikuti Unas, bisa mengikuti kejar paket atau UN tahun depan,” ujar Sahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono menganggap alasan SMKN 8 melarang siswa hamil mengikuti UN kurang  tepat. “Di tata tertib tahun 2006 tidak diatur hal ini. Di sini hanya disebutkan larangan melakukan hubungan seks dan asusila di sekolah,” ujarnya. rey/uus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/21/10394758/hamil.jangan.ikut.ujian.nasional&quot;&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/hamil-jangan-ikut-ujian-nasional.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQAUqM3kIu5wS4oaFPsJENU-U7uuwIxrJC_rvP3QJxiEhAlTKCzmVs9ev18rGMLzS6O6wf65Fi5rhniuyGdDWYckaeeig96goHwE1CGo60S1d4H3uYusqHc3IWoYILJxNnyT67fCnqpx9P/s72-c/ilustrasi+siswi+hamil.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-1822749127955452765</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 19:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T12:11:01.547-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional SMP 2009</category><title>Ponsel Disoroti, Toilet Pun Dicurigai</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4udDmfcf9TJnettl-uKFS3QIvyIaVyxqGJCez2v1K_hqAm6BXe4-ygWVxJOqbFMkBjes0dhR3KEmHbJ72VwFuUibB4OREbgnfUh4JQGuwooNhiAaZB_1MRfskEsSaL3LDSHtsTO7Ae1W-/s1600-h/TOILET.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 312px; height: 293px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4udDmfcf9TJnettl-uKFS3QIvyIaVyxqGJCez2v1K_hqAm6BXe4-ygWVxJOqbFMkBjes0dhR3KEmHbJ72VwFuUibB4OREbgnfUh4JQGuwooNhiAaZB_1MRfskEsSaL3LDSHtsTO7Ae1W-/s320/TOILET.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5329450564976398242&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senin, 27 April 2009 | 09:35 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KLOJEN, KOMPAS.com — Hari ini sekitar 33.000 siswa SMP/MTs se-Malang Raya akan memulai perjuangannya lewat Ujian Nasional (UN) 2009. Empat hari ke depan bakal menjadi penentuan vonis lulus atau tidaknya mereka ke jenjang pendidikan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Negeri Kota Malang Abdul Hadi menjamin, pelaksanaan UN kali ini akan lebih baik daripada sebelumnya. Hingga kemarin belum ada kendala berarti. Ia yakin, bila di tingkat SMA sempat diwarnai isu adanya kebocoran soal, hal itu tidak akan terjadi di tingkat SMP.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;”Soal akan kami kawal ketat seperti UN SMA dan SMK minggu lalu. Ini untuk menjamin agar tidak ada soal bocor,” ujar Komisaris Suhartini, Kepala Bagian Bina Mitra Polresta Malang, Minggu (26/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Suhartini, pintu Aula Rupatama Mapolresta Malang, tempat naskah soal UN diamankan, akan dibuka mulai pukul 04.45. Masing-masing kepala sub-rayon akan membawa naskah soal tersebut dengan didampingi seorang polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula ketika mengirimkan lembar jawaban UN ke Kantor Dinas Pendidikan di Jalan Veteran, masing-masing kepala subrayon bakal dikawal seorang polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamanan tak hanya dilakukan pada naskah soal. Di tempat penyelenggaraan UN, Suhartini mengaku, pihaknya siap mengamankan UN dari tindak kecurangan. ”Toilet tetap kami curigai sebagai tempat rawan sehingga akan kami netralisasi,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pemerhati pendidikan di Malang, Kamilun Muhtadin, meminta pengawas agar lebih cermat dalam bertugas. Kamilun menyoroti pentingnya pengawas untuk tidak menoleransi adanya siswa yang masih membawa ponsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Celah lain yang perlu diperhatikan adalah tidak terlalu mudah mengizinkan peserta meninggalkan ruang, apalagi kalau itu dilakukan berulang kali,” ujar Kamilun. (k3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/27/09354459/ponsel.disoroti.toilet.pun.dicurigai.&quot;&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/ponsel-disoroti-toilet-pun-dicurigai.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4udDmfcf9TJnettl-uKFS3QIvyIaVyxqGJCez2v1K_hqAm6BXe4-ygWVxJOqbFMkBjes0dhR3KEmHbJ72VwFuUibB4OREbgnfUh4JQGuwooNhiAaZB_1MRfskEsSaL3LDSHtsTO7Ae1W-/s72-c/TOILET.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-548089545712868601</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 19:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T12:05:52.005-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional SMP 2009</category><title>Siswi Cantik Berpose Bugil Tak Boleh Ikut UN</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8PuulLgweEHJTXC_sO44x4uMcg960CwtrhFgX5UKYm5pcyuAZROaZ0PqIqmvCB1Ew46zJ7T8So4bHxpBxVQ75_MvS1gizNvtmUxdeW1AGCU1aFnuUqBSbxYZwh-bkehB2i8WExKstWjpu/s1600-h/164107p.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8PuulLgweEHJTXC_sO44x4uMcg960CwtrhFgX5UKYm5pcyuAZROaZ0PqIqmvCB1Ew46zJ7T8So4bHxpBxVQ75_MvS1gizNvtmUxdeW1AGCU1aFnuUqBSbxYZwh-bkehB2i8WExKstWjpu/s320/164107p.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5329449426187262930&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senin, 27 April 2009 | 09:59 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GORONTALO, KOMPAS.com — Seorang siswi cantik nan sensual kelas IX SMP Negeri I Limboto, Kabupaten Gorontalo, berinisial FT yang diduga berfoto bugil akhirnya tak bisa ikut Ujian Nasional (UN), Senin (27/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto bugil FT yang beredar luas di masyarakat beberapa hari terakhir membuat FT terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan ke SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kami sengaja mengistirahatkan anak tersebut karena kondisinya sedang stres dan tak memungkinkan dia ikut UN,&quot; ujar Kepala Sekolah SMP Negeri I Limboto Maryam Ui.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, pihaknya tak berniat mengeluarkan FT dari sekolah, tetapi hanya meminta siswi tersebut istirahat beberapa lama sampai kasus tersebut selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak sekolah mengaku telah memeriksa FT untuk memperoleh informasi mendetail mengenai foto bugil yang menghebohkan masyarakat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;FT memang senang berfoto, tapi ia mengaku bahwa bagian payudara dalam foto tersebut bukan dia,&quot; ungkap Maryam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, FT mengaku, wajah yang ada dalam foto tersebut memang benar dirinya. Maryam menambahkan, FT termasuk siswi berprestasi di sekolah tersebut dan dikenal pendiam oleh teman-teman sekelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FT sendiri hingga kini sulit ditemui sejak foto bugilnya diberitakan oleh koran lokal pada Sabtu. Dengan ketidakhadiran FT, jumlah siswa yang mengikuti UN di sekolah itu berkurang satu orang dari 195 siswa yang terdaftar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BNJ&lt;br /&gt;Sumber : Antara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/27/09593871/siswi.cantik.berpose.bugil.tak.boleh.ikut.un&quot;&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/siswi-cantik-berpose-bugil-tak-boleh.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8PuulLgweEHJTXC_sO44x4uMcg960CwtrhFgX5UKYm5pcyuAZROaZ0PqIqmvCB1Ew46zJ7T8So4bHxpBxVQ75_MvS1gizNvtmUxdeW1AGCU1aFnuUqBSbxYZwh-bkehB2i8WExKstWjpu/s72-c/164107p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-4172002686753907169</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 18:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T12:02:57.548-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional SMP 2009</category><title>Tetap Ikut UN meski Belum Lunasi SPP</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhh-mbQNov00gLehZLVpNSO0vuSYl_baOJD8PGye1G5nplSUOIpJ8pmzjY7HMonuj9xLsGjIEgWTEM7vBk6Yps1wuy7YwnPR8nLvJPgBUhe6ymLnh0SyE8hyphenhyphenoAddrPxidOCFp_NJdYHn_w7/s1600-h/UN+SMP+di+Banjarmasin.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 311px; height: 267px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhh-mbQNov00gLehZLVpNSO0vuSYl_baOJD8PGye1G5nplSUOIpJ8pmzjY7HMonuj9xLsGjIEgWTEM7vBk6Yps1wuy7YwnPR8nLvJPgBUhe6ymLnh0SyE8hyphenhyphenoAddrPxidOCFp_NJdYHn_w7/s320/UN+SMP+di+Banjarmasin.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5329448588305114594&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senin, 27 April 2009 | 15:10 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOLO, KOMPAS.com — Semua siswa dari 85 SMP/MTs/SMP terbuka dan SMPLB negeri ataupun swasta boleh mengikuti ujian nasional (UN) pada hari pertama meski mereka belum melunasi uang SPP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Sekolah tidak boleh melarang siswa mengikuti UN hanya gara-gara belum melunasi SPP,&quot; kata Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Surakarta Amsori seusai meninjau pelaksanaan UN bersama Sekretaris Kota Surakatra Supradi Kertamenawi di Surakarta, Senin (27/4).&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Ia menyatakan tidak tahu persis jumlah siswa yang belum melunasi SPP, tetapi dipastikan ada karena di setiap sekolah selalu ada siswa yang belum membayar SPP. Jumlah peserta UN dari 85 SMP/MTs/SMP terbuka dan SMPLB baik negeri maupun swasta itu sebanyak 11.877 siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menilai, pelaksanaan UN pada hari pertama berjalan lancar. &quot;Sampai saat ini baik pengawas maupun petugas belum menemukan hal-hal yang mencurigakan,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pengamanan soal ujian, pihaknya meminta bantuan aparat kepolisian untuk menjaga selain dari petugas dinas pendidikan dan olahaga sendiri. &quot;Hasil cetakan soal ujian tahun ini cukup bagus, tidak ada masalah, begitu juga dengan kertasnya,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadwal UN SMP hari pertama adalah Bahasa Indonesia, kemudian Bahasa Inggris, Matematika, dan hari terakhir IPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BNJ&lt;br /&gt;Sumber : Antara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/27/15104268/tetap.ikut.un.meski.belum.lunasi.spp&quot;&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/tetap-ikut-un-meski-belum-lunasi-spp.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhh-mbQNov00gLehZLVpNSO0vuSYl_baOJD8PGye1G5nplSUOIpJ8pmzjY7HMonuj9xLsGjIEgWTEM7vBk6Yps1wuy7YwnPR8nLvJPgBUhe6ymLnh0SyE8hyphenhyphenoAddrPxidOCFp_NJdYHn_w7/s72-c/UN+SMP+di+Banjarmasin.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-5134343501468477964</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 18:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T11:58:08.918-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional SMP 2009</category><title>Hari Ini UN Tingkat SMP Serentak Dilaksanakan</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJiX5T0AkAjPqo0EEJSmoL8FRpK7oUGlqdkwPkMxqvqE4fY9aRzsNXYjhiiLV4VDi601rhO6aH0aMprARjxYjK6APOb_ja_DjHl0dP3FKJJJC3x2ILHmPvLu9REoOHas5gSiIdVpNznOwz/s1600-h/UN+SMP+di+Cipete.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 314px; height: 349px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJiX5T0AkAjPqo0EEJSmoL8FRpK7oUGlqdkwPkMxqvqE4fY9aRzsNXYjhiiLV4VDi601rhO6aH0aMprARjxYjK6APOb_ja_DjHl0dP3FKJJJC3x2ILHmPvLu9REoOHas5gSiIdVpNznOwz/s400/UN+SMP+di+Cipete.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5329447296203590226&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senin, 27 April 2009 | 09:07 WIB&lt;br /&gt;Laporan wartawan KOMPAS.com Rosdianah Dewi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANGERANG, KOMPAS.com — Setelah pekan lalu para pelajar SMA sederajat mengikuti ujian nasional (UN), mulai Senin (27/4) ini hingga Kamis secara serentak siswa-siswi SMP/MTS/SMPLB juga melaksanakan UN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti terlihat di SMP Negeri 2 Ciputat, sebanyak 397 siswa kelas IX mengikuti UN. &quot;Untuk siswa reguler berjumlah 380 dan 17 siswa kelas akselerasi. Semua peserta hadir pada UN hari pertama ini dan diharapkan seterusnya akan begitu,&quot; kata Harmanto, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 2 Ciputat saat ditemui di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Untuk jumlah pengawas, Harmanto menjelaskan, terdapat 44 pengawas yang berasal dari pengawas silang dari beberapa SMP di sekitar Ciputat. Soal-soal UN telah sampai sejak Minggu (26/4) pukul 16.00 dan langsung ditempatkan di ruang isolasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UN untuk tingkat SMP akan belangsung sampai Kamis, sementara untuk UN susulan baru akan diselenggarakan pada 4-7 Mei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus UN tingkat SMP, setiap hari hanya satu mata pelajaran yang akan diujikan. Pada hari pertama ini, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, hari kedua Bahasa Inggris, hari ketiga Matematika, dan hari terakhir Ilmu Pengetahuan Alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman hasil UN tingkat SMP/MTs/SMPLB akan dikeluarkan selambat-lambatnya pada minggu ketiga bulan Juni 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/27/09071315/hari.ini.un.tingkat.smp.serentak.dilaksanakan.&quot;&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/hari-ini-un-tingkat-smp-serentak.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJiX5T0AkAjPqo0EEJSmoL8FRpK7oUGlqdkwPkMxqvqE4fY9aRzsNXYjhiiLV4VDi601rhO6aH0aMprARjxYjK6APOb_ja_DjHl0dP3FKJJJC3x2ILHmPvLu9REoOHas5gSiIdVpNznOwz/s72-c/UN+SMP+di+Cipete.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-4392393994992454376</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 18:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T11:52:03.453-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional SMP 2009</category><title>Alasan Sakit, Siswa SMPN 2 di Ende Absen UN</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeVNYSML69jaOhF_qVMN9Q_QNo0A4Ez8Uoz9F_Ub_1SRggEI0anyZLujQ71_mbrz-by-04BAdDkVXLFKnnEJQs2jeIvU7gNcDN045jWto2mMm8gX8lz8mzFoTzBprdqBFtjRbrMbbAjgqG/s1600-h/UN+SMP+Kab.+Ende.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 310px; height: 317px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeVNYSML69jaOhF_qVMN9Q_QNo0A4Ez8Uoz9F_Ub_1SRggEI0anyZLujQ71_mbrz-by-04BAdDkVXLFKnnEJQs2jeIvU7gNcDN045jWto2mMm8gX8lz8mzFoTzBprdqBFtjRbrMbbAjgqG/s320/UN+SMP+Kab.+Ende.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5329445750400542658&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senin, 27 April 2009 | 18:09 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ENDE, KOMPAS.com — Alasan sakit tifus yang belum juga pulih sejak diderita awal April, Eva Susanti, siswa SMP Negeri 2 di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, hari ini tidak mengikuti Ujian Nasional (UN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Yang bersangkutan dianggap mengundurkan diri, sebab pihak sekolah sudah menawarkan, jika memang kondisi tubuh siswa ini masih sakit, maka dapat mengikuti ujian susulan. Tapi ternyata tidak ada tanggapan dari pihak keluarganya,&quot; kata Kepala SMPN 2 Ende Rosi Stephanus, Senin (27/4) di Ende.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di SMPN 1 Ende, seorang siswa juga tidak mengikuti UN di hari pertama ini karena sejak 1 minggu lalu pulang kampung mengikuti pemakaman ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Siswa ini sudah mengajukan izin untuk pulang kampung. Berhubung sampai saat ini yang bersangkutan tidak menghadiri UN, maka akan diikutkan pada ujian susulan,&quot; kata Kepala SMPN 1 Ende David Rani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/27/18091278/alasan.sakit.siswa.smpn.2.di.ende.absen.un&quot;&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/alasan-sakit-siswa-smpn-2-di-ende-absen.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeVNYSML69jaOhF_qVMN9Q_QNo0A4Ez8Uoz9F_Ub_1SRggEI0anyZLujQ71_mbrz-by-04BAdDkVXLFKnnEJQs2jeIvU7gNcDN045jWto2mMm8gX8lz8mzFoTzBprdqBFtjRbrMbbAjgqG/s72-c/UN+SMP+Kab.+Ende.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-7000274549069164083</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 18:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T11:46:22.175-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional 2009</category><title>Lihat Juga Sisi Terangnya UN (Tanggapan untuk Daniel M Rosyid)</title><description>Selasa, 13 Mei 2008 | 17:10 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fathurrofiq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UN bagi Daniel M Rosyid adalah singkatan dari Kead(U)han (N) asional (Kompas Jatim, 23/4/2008). Daniel memaparkan sejumlah kondisi seputar ujian nasional yang menciptakan keluhan Aduh! di tengah masyarakat. Ujian nasional telah mereduksi nilai sekolah sebagaimana sekolah telah mereduksi pendidikan dari realitas sosial yang sedang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi dia, lebih dari ujian nasional (UN), bangsa Indonesia sedang menghadapi UN yang jauh lebih pelik seperti kemiskinan, korupsi, dan krisis minyak serta pangan. Seharusnya warga muda juga diarahkan untuk mengakrabi UN bangsa agar pada masa depan bisa membuat antisipasi dan solusi. Namun, alih-alih untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, UN telah menjauhkan warga muda dari realitas di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Prosedur penilaian UN pun tidak luput disoroti mantan Ketua Dewan Pendidikan Jatim yang saat ini menjabat sebagai penasihatnya. Menurut dia, kriteria pelulusan dengan mematok rata-rata antarmata pelajaran UN yang jelas berbeda materinya adalah sebuah kesalahan logika, seperti halnya membuat rata-rata harga jeruk dan mangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Daniel menegaskan, UN telah menjadi beban bagi pengguna jasa pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan tidak seharusnya dibebankan pada pengguna jasa dengan membuat kebijakan UN, tetapi dengan memperbaiki fasilitas sekolah, tenaga pengajar, dan pengelolaan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik satire dari Daniel itu benar adanya. Akan tetapi, menuruti begitu saja kritik itu akan menjebak kita melihat UN dari satu sisi saja, yaitu generalisasi pesimistis pada UN yang ujungnya penolakan UN. Untuk itu, melihat dari sisi lain pun layak dilakukan untuk mendapatkan penglihatan lebih bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam asas jurnalistik dikenal istilah cover both sides, cara melihat dari dua pihak yang terlibat pertikaian untuk mendapatkan perspektif seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;Semangat belajar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada sisi terang dari UN. Hadirnya UN turut memberi efek positif dalam pembelajaran, yaitu pemacu semangat belajar (incentive learning) bagi siswa dan sekolah. UN menggairahkan suasana dan memacu semangat belajar di sekolah. Jika ingin sukses, tidak ada pilihan kecuali sekolah harus bekerja keras menyiapkan anak didik menghadapi UN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah pun merancang berbagai kiat dan program, misalnya pemetaan materi esensial sesuai dengan standar kompetensi lulusan (SKL), mapping soal, latihan soal, bimbingan belajar, dan klinik belajar, agar anak didiknya lulus UN. Rasa takut siswa tidak lulus membuat sekolah dan guru lebih sungguh-sungguh mengajar siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara bagi sekolah yang memiliki mental juara, UN dijadikan sebagai ajang kompetisi bergengsi untuk menghasilkan lulusan-lulusan dengan nilai tertinggi secara nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak harus sekolah elite di kota dengan sarana dan fasilitas serba lengkap yang menjadi jawara UN. SMA I Bangil, Pasuruan, pernah membuktikan diri dengan meraih nilai tertinggi secara nasional. Di tingkat siswa, yang mendapatkan nilai tinggi tidak semuanya berasal dari Surabaya atau Malang sebagai kota-kota pusat pendidikan. Di antara mereka ada yang berasal dari daerah di Lamongan, Gresik, dan Blitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari pemacu semangat belajar, UN merupakan kontrol atau jaminan mutu (quality assurance) pembelajaran di sekolah. Soal-soal UN didasarkan pada SKL. SKL berasal dari standar kompetensi dan kompetensi dasar dari standar nasional pendidikan yang disusun Badan Standar Nasional Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, sekolah-sekolah yang menginginkan mutu pembelajaran mereka sesuai dengan standar nasional minimal harus mampu meluluskan siswa mereka dalam UN. Dengan hadirnya kebijakan UN yang berarti standar kelulusan ditentukan pusat, sekolah-sekolah tidak bisa seenaknya meluluskan siswa mereka sebagaimana terjadi ketika UN belum diberlakukan. UN mengontrol sekolah agar tidak main- main dalam menghasilkan lulusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja pendidikan selanjutnya adalah mengawal terus semangat belajar dan quality assurance. Mengawal semangat belajar berarti menjadikannya sebagai budaya berprestasi yang otentik, bukan membiarkan sebagai bentuk kepanikan atau impuls menghadapi UN. Dengan demikian, semangat belajar akan menjadi modal kebutuhan untuk berprestasi (need of achievement) warga muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja tata kelola UN yang rapi dan bersih akan mampu mengawal quality assurance. Pengelolaan UN sudah seharusnya mampu menyikat habis berbagai bentuk dan modus kecurangan. Para pelaku ulung kecurangan, yakni guru, siswa, dan oknum diknas, harus diantisipasi serta diberi hukuman yang membuat jera. Tanpa pengawalan pada semangat belajar dan quality assurance secara baik, UN barangkali hanya akan menjadi ludrukan dalam pendidikan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot; class=&quot;fullpost&quot;&gt;Fathurrofiq Pendidik di Al Hikmah, Surabaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/13/17101839/lihat.juga.sisi.terangnya.un.tanggapan.untuk.daniel.m.rosyid&quot;&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/lihat-juga-sisi-terangnya-un-tanggapan.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-5217007066339046377</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 18:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T11:40:41.070-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional 2009</category><title>MODUS BARU BOCORNYA SOAL UN</title><description>Posted by Sigit on April 27, 2009&lt;br /&gt;Categories: Pendidikan | no responses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMISI A BIDANG HUKUM DAN PEMERINTAHAN DPRD KALBAR MENGHARAPKAN APARAT KEPOLISIAN MENGUNGKAP KETERLIBATAN DINAS PENDIDIKAN DI DAERAH, KARENA BANYAKNYA PEREDARAN KUNCI JAWABAN DI SEKOLAH.&lt;br /&gt;HAL INI DI UNGKAPKAN SEKRETARIS KOMISI A DPRD PROVINSI KALBAR ZAINUDDIN ISMAN, DARI HASI TANGKAPAN BEBERAPA PANWAS UJIAN TERBUKTI LEMBAR KUNCI JAWABAN YANG SEBELUMNYA DI NYATAKAN PALSU DI MEDIA MASSA LOKAL TERNYATA TERBUKTI KUNCI JAWABAN ITU ADALAH BENAR.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;MODUSNYA UNTUK BIDANG STUDI MATETATIKA IPS DARI 40 SOAL, HANYA 3 SOAL YANG SALAH, SEDANGKAN MATEMATIKA UNTUK IPA DARI 40 SOAL HANYA 5 SOAL YANG SALAH.&lt;br /&gt;DI SAMPING ITU DUGAAN SEMAKIN KUAT ADANYA LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR DI DAERAH INI YANG MENJAMIN SISWANYA AKAN LULUS UN.DAN JIKA TIDAK LULUS SIAP MENGEMBALIKAN UANG.ADANYA TEMUAN KEBOCORAN KUNCI JAWABAN DISINYALIR YANG MELIBATKAN DINAS PENDIDIKAN DI DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENANGGAPI MASALAH INI, SEKRETARIS KOMISI A DPRD PROVINSI KALBAR ZAINUDDIN ISMAN MENJELASKAN, TEMUAN KUNCI JAWABAN UJIAN NASIONAL YANG BEREDAR, BUKANLAH KUNCI JAWABAN PALSU MELAINKAN KUNCI JAWABAN YANG SEBENARNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMUN DARI SELURUH KUNCI JAWABAN SOAL UJIAN NASIONAL TIDAK SELURUHNYA BENAR ATAS DASAR ITU SEKRETARIS KOMISI A PROVINSI KALBAR ZAINUDDIN ISMAN MENEGASKAN, PIHAKNYA SIAP MENANGGAPI APABILA ADA OKNUM BERNIAT UNTUK MEMBOCORKAN SOAL MAKA AKAN DIPROSES SECARA HUKUM.RINO KARTONO_RRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: RRI Pontianak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/modus-baru-bocornya-soal-un.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-6669391420681566025</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 18:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T11:38:38.869-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional 2009</category><title>UJIAN NASIONAL MENUAI TANGGAPAN ANGGOTA DEWAN</title><description>Posted by Sigit on February 11, 2009&lt;br /&gt;Categories: Politik | no responses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENDAHNYA TINGKAT KELULUSAN SISWA YANG MENGIKUTI UJIAN NASIONAL DI KALIMANTAN BARAT/ HARUS MENJADI DASAR BAGI PEMERINTAH TERUTAMA DINAS PENDIDIKAN DALAM MENGUPAYAKAN TINGKAT KELULUSAN PADA UJIAN NASIONAL YANG AKAN DILAKSANAKAN PADA APRIL 2009 INI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAL INI DIKATAKAN ANGGOTA KOMISI D DPRD PROPINSI KALIMANTAN BARAT KATARINA LIES SAAT DITEMUI RRI DIKANTORNYA.// DIRINYA MENGHARAPKAN DINAS PENDIDIKAN DI SELURUH KABUPATEN DAN KOTA SEKALIMANTAN BARAT HARUS LEBIH AKTIF UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN YANG DIMILIKI SISWA/APALAGI STANDAR KELULUSAN TAHUN INI MENINGKAT MENJADI 5,50.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;KATARINA LIES MENGATAKAN/ SETIAP SEKOLAH DI KALIMANTAN BARAT HARUS MENGADAKAN TRY OUT UJIAN NASIONAL DAN MEMBAGIKAN SOAL-SOAL UJIAN NASIOANAL TAHUN YANG LALU KEPADA SETIAP SISWA AGAR MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA UNTUK MENGADAPI UJIAN NASIONAL MENDATANG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DISISI LAIN ATRIBUT YANG DIGUNAKAN SISWA PADA UJIAN NASIONAL SEPERTI PENSIL 2B KOMPUTER DAN PENGGARIS SERTA PENGHAPUS HARUS MENJADI PERHATIAN DINAS PENDIDIKAN/ KARENA PADA TAHUN SEBELUMNYA BANYAK SISWA YANG BERPRESTASI TIDAK LULUS/ HANYA KARENA SALAH MENGGUNAKAN PENSIL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANGGOTA KOMISI D DPRD PROPINSI KALIMANTAN BARAT KATARINA LIES MENEGASKAN/ PEMERINTAH SEHARUSNYA TIDAK MENYAMARATAKAN STANDAR KELULUSAN DISETIAP DAERAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIKA HAL ITU TETAP DILAKUKAN MAKA BERAKIBAT TETAP RENDAHNYA TINGKAT KELULUSAN SISWA/ HAL INI DIKARENAKAN BERBEDANYA MUTU PENDIDIKAN DI SETIAP DAERAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATARINA LIES MENGHARAPKAN PADA UJIAN NASIONAL TAHUN INI/ SELURUH SISWA YANG ADA DIKALIMANTAN BARAT DAPAT LULUS MURNI DAN KALIMANTAN BARAT TIDAK LAGI MASUK DALAM KATEGORI PROPINSI YANG TINGKAT KELULUSANYA RENDAH.REINARDO SINAGA_RRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.rripontianak.com/2009/02/ujian-nasional-menuai-tanggapan-anggota-dewan/&quot;&gt;RRI Pontianak&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/ujian-nasional-menuai-tanggapan-anggota.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-2057779125848191861</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 18:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T11:35:24.603-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional 2009</category><title>Ujian Nasional Mengundang Beragam Tanggapan</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWnHq71i1s5xvhBjB_1Lay5DFCn6VZUsFFJFTCojpwUZ1-2glxD2tGc098wkDMoXJxCNyzgG-XZ8ksv08Tg16Lj926F2nSIRKDEFJisw3qgHeqU1_QDIBTcY_TXkNxHgGxYLbGBLfpKbBT/s1600-h/Berita+Cerbon.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 585px; height: 113px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWnHq71i1s5xvhBjB_1Lay5DFCn6VZUsFFJFTCojpwUZ1-2glxD2tGc098wkDMoXJxCNyzgG-XZ8ksv08Tg16Lj926F2nSIRKDEFJisw3qgHeqU1_QDIBTcY_TXkNxHgGxYLbGBLfpKbBT/s320/Berita+Cerbon.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5329441213879610354&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;18 Feb 2009 16:59 - Ajun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUNINGAN : Ujian Nasional yang akan dilaksanakan bulan April mendatang, kini mengundang beragam tanggapan dari kalangan pendidikan, termasuk beberapa sekolah di Kuningan yang mengharapkan dalam penentuan kelulusan diserahkan kepada sekolah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Sebenarnya upaya pemerintah itu baik, tapi kan pihak sekolah yang lebih tahu layak atau tidaknya seorang siswa lulus mengikuti pendidikan di sekolah,&quot; kata Kuswata Serayadinata, Kepala SMPN 2 Kuningan.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, berhasil atau tidaknya pendidikan tidak saja diukur oleh hasil ujian nasional, tapi banyak faktor lain misalnya terkait  ahlak yang dimiliki oleh seorang siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Apa artinya seorang siswa lulus, jika siswa itu sendiri ahlaknya tidak baik,&quot; jelas Kuswata, jelas dia. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Surman Kurmas, Kepala SMK Binaswasta Kuningan,  nilai minimal 5,5 untuk dijadikan kelulusan yang yang ditentukan pemerintah tidak menjadi soal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Tapi bisa saja siswa yang sehari-harinya pintar tidak lulus karena nilainya tidak memenuhi standar kelulusdan akibat pada saat mengikuti ujian sedang ada masalah keluarga misalaya, sehingga konsentrasinya terganggu,&quot; paparnya.(BC-99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.beritacerbon.com/berita/2009-02/ujian-nasional-mengundang-beragam-tanggapan&quot;&gt;Berita Cerbon&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/ujian-nasional-mengundang-beragam.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWnHq71i1s5xvhBjB_1Lay5DFCn6VZUsFFJFTCojpwUZ1-2glxD2tGc098wkDMoXJxCNyzgG-XZ8ksv08Tg16Lj926F2nSIRKDEFJisw3qgHeqU1_QDIBTcY_TXkNxHgGxYLbGBLfpKbBT/s72-c/Berita+Cerbon.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-7314711315812536680</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 15:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T08:44:28.142-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional 2009</category><title>Mendiknas Minta Polisi Usut Pembocor Soal</title><description>April 27, 2009 — candrapetra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) meminta kepolisian turut mengusut tuntas kasus beredarnya jawaban ujian nasional (unas) SMA melalui pesan singkat (SMS) yang pekan lalu marak. Persoalan itu dikhawatirkan bisa merusak konsentrasi belajar siswa. BSNP tidak ingin persoalan itu terulang dalam pelaksanaan unas SMP hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami akan bantu pihak kepolisian secara maksimal. Kalau SMS seperti itu terus beredar, siswa bisa-bisa malah mengandalkan jawaban itu,” jelas Ketua BSNP Prof Eddy Mungin Wibowo di Jakarta kemarin (26/4). Upaya itu dilakukan sekaligus agar pengedar SMS jera dan tidak mengulangi tindakannya.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;BSNP juga mengoordinasikan persoalan itu bersama perguruan tinggi negeri (PTN) yang ditunjuk sebagai tim pemantau independen (TPI). PTN, kata Mungin, harus lebih mewaspadai pelaksanaan unas SMP. Sebab, peserta unas SMP lebih banyak daripada SMA. Caranya, mengawasi tempat-tempat yang berpotensi terjadinya kecurangan. Misalnya, mewaspadai siswa ketika meminta izin pergi ke toilet. ”TPI bisa mengawasinya. Sebab, kecil kemungkinan pengawas ruangan mengawasi siswa ketika pergi ke toilet,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya juga mewanti-wanti sekolah agar tidak melakukan kecurangan. Jika kecurangan itu terkait tindakan pidana seperti kasus di Bengkulu Selatan, kasusnya dipasrahkan ke kepolisian. Tapi, jika menyangkut pelanggaran prosedur operasional standar (POS) unas, sanksi administratif bakal diberikan kepada kepala sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendiknas Bambang Sudibyo mengancam, pihak yang membocorkan soal akan menerima hukuman ganda. Yaitu, sanksi pidana dan administratif. ”Berkas ujian nasional merupakan dokumen negara yang harus dilindungi. Jika ada yang berupaya membocorkannya, mereka bisa dikenai sanksi pidana,” timpalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, lanjut Bambang, Depdiknas akan merekomendasikan hukuman administratif kepada kepala daerah setempat. Dengan demikian, sanksi bisa diberikan kepala daerah kepada kepala sekolah. Sanksi yang diberikan berjenjang. Mulai teguran, penurunan pangkat, penundaan kenaikan gaji, hingga pemecatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://candrapetra.wordpress.com/2009/04/27/mendiknas-minta-polisi-usut-pembocor-soal/&quot;&gt;Candrapetra&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/mendiknas-minta-polisi-usut-pembocor.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-5304936985458237459</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 15:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T08:30:54.833-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional 2009</category><title>Tekan Pelanggaran Unas SMP, Tindak Tegas Sekolah Nakal</title><description>April 26, 2009 — candrapetra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Masih banyaknya pelanggaran dalam ujian nasional (unas) SMA diharapkan tidak menular pada unas SMP yang berlangsung besok. Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) menargetkan unas jenjang SMP/MTs pada 27-30 April bisa lebih baik. Salah satu problem utama unas yang diantisipasi adalah bocornya soal ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Ketua BSNP Prof Eddy Mungin Wibowo melarang sekolah mengambil naskah soal di rayon maupun polsek sebelum waktunya. ”Harus pada hari-H ujian. Sebab, rawan terjadi kebocoran,” ujarnya kemarin (25/4). Jika kebocoran masih terjadi, kepala dinas pendidikan setempat harus turun tangan dan menindak sekolah yang melanggar.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Merespons buruknya kualitas percetakan soal unas SMA, BSNP telah mengevaluasi agar kejadian seperti itu tidak terulang. ”Harus dicek. Ya kualitasnya maupun isi soal yang ada dalam amplop. Jangan sampai tertukar lagi, paket soal A masuk ke amplop paket soal B dan sebaliknya,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya juga mewanti-wanti sekolah agar tidak sekali-kali membuka soal ujian. ”Sesuai POS (prosedur operasional standar), hal itu tidak diperbolehkan,” ujarnya. Begitu ada kelebihan, lanjut dia, soal unas harus dimasukkan lagi ke dalam amplop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pengamanan naskah soal, dinas pendidikan setempat diperkenankan bekerja sama dengan kepolisian. Dengan catatan, pengamanan pihak kepolisian sebatas di rayon atau polsek. ”Kalau di sekolah, lebih baik cukup diserahkan ke TPI (tim pemantau independen). Kecuali, mereka menggunakan pakaian preman sih nggak masalah,” tuturnya. Hal itu menghindari siswa merasa tidak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, untuk mencegah beredarnya kunci jawaban melalui pesan singkat (SMS), BSNP meminta pengawas memperketat penggunaan handphone di dalam ruangan. Jangan sampai siswa membawa alat komunikasi di dalam kelas. Kekhawatiran munculnya kunci jawaban itu disebabkan banyak siswa yang tidak lulus tahun lalu gara-gara menyontek jawaban palsu yang beredar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BSNP juga meminta sekolah lebih disiplin dalam mematuhi aturan yang sudah disepakati. Pihaknya mengimbau agar kasus Bengkulu -16 Kasek mengambil soal unas- tidak terulang. ”Kalau sekolahnya saja melanggar, bagaimana dengan muridnya. Ini harus menjadi perhatian,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Pengawas dan Tim Pemantau Independen (TPI) Nasional Haris Supratno mengatakan, berdasar evaluasi sementara unas SMA, masih terjadi banyak persoalan. Karena itu, menjelang unas SMP, pihaknya berkoordinasi dengan perguruan tinggi negeri (PTN) yang ditunjuk untuk mengawasi unas. ”Kami minta TPI lebih proaktif. Sebab, kewenangan TPI tahun ini lebih luas. Mereka diperkenankan masuk ruangan apabila terjadi pelanggaran,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TPI juga harus mengawal unas, mulai penyimpanan naskah soal di polwil hingga pendistribusian ke sekolah. Dengan demikian, tidak ada celah bagi Kasek untuk mencuri soal. Tahun ini jumlah peserta unas SMP/MTs sekitar 3.575.987 orang. Ada empat mata pelajaran yang diujikan. Yakni, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, IPA, dan matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://candrapetra.wordpress.com/2009/04/26/tekan-pelanggaran-unas-smp-tindak-tegas-sekolah-nakal/&quot;&gt;Candrapetra&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/tekan-pelanggaran-unas-smp-tindak-tegas.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-7358340099078079037</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 15:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T08:35:58.109-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional 2009</category><title>Bocoran via SMS Warnai Hari Terakhir Unas</title><description>April 25, 2009 — candrapetra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari terakhir ujian nasional (unas) SMA kemarin diwarnai beredarnya pesan singkat (SMS) yang berisi bocoran jawaban soal. Tak sedikit siswa yang memanfaatkan SMS itu. Padahal, Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) menyebutkan bahwa jawaban yang beredar itu belum tentu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua BSNP Mungin Eddy Wibowo mengatakan, beredarnya kunci jawaban soal unas melalui SMS terjadi sejak hari pertama. Namun, SMS itu semakin marak saat ujian terakhir kemarin. Kasus itu terutama ditemukan di Bandung. Banyak siswa yang masih memercayai jawaban palsu itu dan memanfaatkan untuk mengisi lembar jawaban unas.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, salah seorang guru di SMA Bandung mencocokkan bocoran kunci jawaban itu dengan mengerjakan soal unas. Hasilnya, kunci jawaban yang beredar itu banyak yang benar. ”Padahal, seharusnya guru tidak boleh mengerjakan soal unas. Soalnya dari mana? Kalau ada kelebihan soal, kan harus dimasukkan amplop,” ujar Mungin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya di Bandung, beredarnya kunci jawaban lewat SMS juga terjadi di berbagai daerah. Termasuk di ibu kota. Seorang siswa SMA di kawasan Jakarta Barat mengatakan, dirinya dan teman-teman juga menerima kunci jawaban melalui telepon seluler. Karena ingin mendapat nilai bagus, dia dan teman-temannya memanfaatkan jawaban itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, tahun ini pemerintah mematok nilai minimal rata-rata unas menjadi 5,50. Angka itu lebih tinggi daripada tahun sebelumnya, yakni 5,25. Unas tahun ini bagi sebagian siswa juga menjadi momok. Materi ujian matematika kemarin dinilai sangat sulit. ”Wah, sulit banget. Aku takut nilaiku ntar nggak nyampe,” keluh Ernawati, siswa SMAN 24 Jakarta. Pernyataan Erna diamini teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihwal sulitnya soal unas tahun ini, Mungin mengakui. Namun, soal unas telah disusun sesuai dengan kisi-kisi mata pelajaran maupun kurikulum yang diajarkan. Pihaknya juga tidak khawatir angka kelulusan unas tahun ini bakal merosot dengan dinaikkannya nilai minimal. ”Sebab, kebijakan menaikkan nilai minimal rata-rata itu sudah melalui simulasi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://candrapetra.wordpress.com/2009/04/25/bocoran-via-sms-warnai-hari-terakhir-unas/&quot;&gt;Candrapetra&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/bocoran-via-sms-warnai-hari-terakhir.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-5061738450145187366</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 15:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T08:38:17.165-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional 2009</category><title>Pengawasan Unas Masih Longgar</title><description>April 24, 2009 — candrapetra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan Dosen Belum Ada Pengaruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SURABAYA - Keterlibatan dosen tim pengawas dalam pelaksanaan ujian nasional (unas) jenjang SMA hingga hari ketiga (22/4), belum banyak membawa perubahan. Bahkan, boleh dikata tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di beberapa sekolah, pengawasan masih relatif longgar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, untuk membiayai keterlibatan dosen sebagai tim pengawasan tambahan itu telah dialokasikan anggaran tidak sedikit. Untuk seluruh Indonesia dananya mencapai Rp 83 miliar. Sedangkan untuk Provinsi Jawa Timur jumlahnya menembus Rp 18,2 miliar. Jumlah itupun semula dirasakan masih kurang. Mereka hendak meminta tambahan gubernur, tetapi Mendiknas tidak juga mengeluarkan surat edaran.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pernah diberitakan, selain Tim Pemantau Independen (TPI), pada unas jenjang kali ini pengawas ditambah para dosen. Sebagian besar mereka berasal dari perguruan tinggi negeri (PTN) dibantu dosen dari beberapa kampus swasta. Penambahan personil pengawas itu diharapkan pelaksanaan unas lebih kredibel. Ke depan direncanakan nilai unas itu sebagai syarat masuk ke PTN sehingga tidak ada lagi seleksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, faktanya, beberapa lembaga pendidikan masih banyak siswa yang bebas berbicara dengan temannya saat ujian berlangsung. Ada juga siswa yang melihat lembar jawaban teman yang ada di depannya. Kondisi itu tidak hanya di satu dua sekolah saja. Tetapi rata-rata yang didatangi Jawa Pos. Sementara tim pengawas tampak hanya duduk dan mengobrol dengan sesama pengawas ataupun dengan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Pengawas dan TPI Unas Surabaya Bandung Aryy menjelaskan, pihaknya sudah bekerja semaksimal mungkin dalam melakukan pengawasan. Dikatakan, ada 153 pengawas dan 98 pemantau yang dikerahkan untuk menjaga ujian penentu kali ini. Berdasar laporan mereka, sejauh ini tidak ada kecurangan. Rata-rata pengawas dan pemantau hanya mencatat proses pelaksanaan ujian dan sedikit cacatan tentang siswa yang terlambat masuk sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinggung keterlibatan tim pengawas tidak banyak membawa perubahan, Bandung mengatakan bahwa yang lebih penting sebetulnya pengawas ruangan. Sebab, mereka yang seharusnya lebih mengetahui dan kalau ada indikasi kecurangan bisa melaporkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menegaskan, tidak mungkin pengawas yang diterjunkan mengetahui semua karena jumlah mereka terbatas. Hanya satu di setiap sekolah. ”Jumlah itu seharusnya ditambah,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, proses scanning lembar jawaban ujian nasional (LJUN) ternyata tidak berjalan seperti yang diperkirakan. Semula satu mesin scanning diestimasikan bisa memindai seribu lembar per jam. Kenyataannya, satu mesin hanya bisa memindai 500 LJUN per jam. Jika tidak ada solusi, bisa jadi pemeriksaan jawaban itu terancam molor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami masin belum menemukan celah untuk mempercepatnya. Tapi, ini masih dicari,” ujar Ketua Panitia Tim Pengawas Unas Jatim Syafsir Akhlus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://candrapetra.wordpress.com/2009/04/24/pengawasan-unas-masih-longgar/&quot;&gt;Candrapetra&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/pengawasan-unas-masih-longgar.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-5384301081182807371</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 15:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T08:37:56.476-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional 2009</category><title>Standar Kelulusan Naik, Siswa SMA Mulai Stres Unas</title><description>April 14, 2009 — candrapetra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SURABAYA :Hari Ini Distribusi Soal.Persiapan penyelenggaraan Ujian Nasional (Unas) untuk tingkat SMA di Jatim, mulai bergulir Selasa (14/4) hari ini, dan para siswa peserta Unas pun mulai mengalami peningkatan ketegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegangan itu terutama dipicu oleh standar kelulusan Unas, yang untuk tahun ini dinaikkan menjadi rata-rata 5,50, dari tahun sebelumnya yang 5,25. Tidak itu saja, meski seorang siswa berhasil mencapai nilai rata-rata 5,50, namun jika untuk dua mata pelajaran tertentu nilainya di bawah 4,00 dan satu pelajaran lain di bawah 4,25, maka dia tetap tidak lulus Unas.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Yang juga `meneror` adalah hasil uji coba (try out) resmi Unas SMA yang diadakan beberapa waktu lalu, yang menunjukkan hasil buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil try out bersama Unas tingkat SMA oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, misalnya, menunjukkan bahwa angka ketidaklulusan di SMA swasta untuk kelas IPA mencapai 61 persen dari total peserta 6.341.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk peserta kelas IPS yang berjumlah 7.197 murid, tercatat 67 persen dari mereka tidak lulus try out. Yang terburuk, untuk try out bagi jurusan Bahasa di enam SMA swasta di Surabaya, semua pesertanya tidak lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil try out bagi siswa SMA negeri di Surabaya juga jeblok. Angka kelulusan siswa jurusan IPA di SMA negeri hanya 29,05 persen atau ada 70,95 persen pesertanya tidak lulus. Di kelompok jurusan IPS tercatat 71,20 persen siswa peserta tidak lulus dan di jurusan Bahasa hanya 39,10 persen siswa peserta try out Unas yang lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sekolah pun mengadakan pelajaran tambahan di luar jam belajar reguler.&lt;br /&gt;Bagi pihak sekolah atau Dindik, upaya tambahan itu dimaksudkan untuk meraih target kelulusan. Padahal, siswa sendiri umumnya juga masih mengikuti bimbingan belajar (bimbel) di LBB (Lembaga Bimbingan Belajar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dindik Kabupaten Madiun, Sumardi mengakui sekolah-sekolah di wilayahnya memang diinstruksikan untuk menambah jam pelajaran di luar jam belajar reguler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Persiapan dari segi siswa, kita telah melakukan try out dan penambahan jam belajar siswa melalui bimbingan belajar di masing-masing sekolah. Hal ini juga dilakukan karena standar kompetensi lulusan (SKL) juga meningkat dari tahun lalu, yakni dari 5,25 menjadi 5,50,” katanya seperti dikutip Antara, Senin (13/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tak disadari, peningkatan SKL dan target-target `pribadi` sekolah atau Dindik membuat beban siswa kian berat menjelang Unas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk memperkuat persiapan Unas, saya mengikuti les di dua LBB. Jadi tiba di rumah bisa sampai jam 9 malam,” kata Gusti Anugerah, siswa Kelas XII IPA SMAN 1 Surabaya.&lt;br /&gt;“Meski begitu, saya masih deg-degan juga karena untuk pelajaran Matematika, saya merasa masih kurang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sejumlah sekolah mengadakan kegiatan untuk meredakan ketegangan siswa menjelang Unas. Bentuk kegiatan itu berbeda-beda, tapi intinya adalah untuk mengurangi beban mental yang berat yang dipikul siswa menjelang Unas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMA Santa Maria Surabaya, misalnya, kemarin mengadakan pelatihan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) bagi para siswa kelas XII. Pelatihan ini dimaksudkan untuk menenangkan diri sehingga diharapkan siswa bisa lebih berhasil dalam menghadapi Unas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kegiatan SEFT, para siswa diajarkan cara-cara mengatasi rasa takut melalui gerakan tapping (ketukan) pada titik-titik di tubuh. Banyaknya tapping disesuaikan dengan banyaknya keluhan yang dimiliki masing-masing siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selain memberi pelatihan dan pengayaan soal, ketakutan siswa dalam menghadapi Unas harus diantisipasi karena ketakutan yang tinggi bisa menyebabkan mereka (siswa) tidak bisa fokus dan konsentrasi saat mengerjakan,” ujar Kepala Sekolah SMA Santa Maria Sr Agatha Linda MBA OSU.&lt;br /&gt;Sedangkan di Kota Malang, Sabtu (11/4) lalu diadakan istighotsah di Masjid Jami’ Malang, untuk meredakan tingkat stres para pelajar kota Malang menjelang Unas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kamilun Muhtadin, hasil penelitian menunjukkan pelajar putri cenderung lebih mudah stres daripada pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya mendengar keresahan luar biasa di kalangan pelajar menjelang Unas,” ucap Kamilun, yang mantan Kepala Dindik Kabupaten Malang.&lt;br /&gt;Tidak hanya siswa, bahkan orangtua juga tak kalah stres di saat-saat menjelang Unas seperti saat ini, lanjut Kamilun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai edaran resmi Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), materi Unas SMA/Madrasah Aliyah (MA) terdiri dari 6 mata pelajaran. Untuk jurusan IPA yang diujikan terdiri dari Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, Fisika, Biologi dan Kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk jurusan IPS meliputi Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi. Sedangkan untuk jurusan Bahasa yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, bahasa asing yang dipilih, Sejarah Budaya atau Antropologi dan Sastra Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa MA akan menghadapi Unas dengan materi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits dan Ilmu Kalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan berbeda, pengamat pendidikan Daniel M Rosyid mengakui meningkatnya tekanan yang dihadapi siswa menjelang Unas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, tuntutan untuk memperoleh hasil Unas yang tinggi supaya lulus menyebabkan terjadinya pergeseran fungsi pendidikan dalam sistem belajar di sekolah.&lt;br /&gt;“Fungsi pembelajaran untuk memaknai hidup sudah tidak ada. Sekolah hanya diorientasikan untuk ujian,” tegas Daniel yang juga anggota Dewan Pendidikan Jatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, ia berharap sekolah bisa kembali difungsikan sebagai tempat belajar yang nyaman dan bukan menjadi tempat guru mengajar dan memaksakan target-target di bidang pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dari sisi psikologis, dosen Psikologi Ubaya, Eli Yulianda menerangkan depresi pada siswa menjelang Unas bisa terjadi jika mereka memiliki kendala. Kendala itu bisa berupa tuntutan yang tinggi baik dari pihak orangtua, sekolah atau diri sendiri. “Dari diri sendiri misalnya jika dia merasa tidak siap tapi ingin mencapai nilai sembilan padahal kemampuannya hanya sebatas nilai enam,” jelas Eli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu sesuai sosialisasi di kantor Dinas P dan K, Senin (13/4), dijelaskan bahwa soal-soal Unas SMA/MA akan didistribusikan ke markas-markas kepolisian wilayah (polwil) di Jatim pada H-6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti, Selasa (14/4) hari ini distribusi tahap pertama dijalankan dari gudang penyimpan soal PT Jasuindo di Sedati Sidoarjo ke polwil-polwil. Berikutnya, distribusi soal akan dilanjutkan ke tingkatan polres pada H-2 atau Sabtu (18/4). Pada hari H, Senin (20/4) naskah soal baru dikirim ke masing-masing sekolah penyelenggara Unas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna mengamankan proses distribusi hingga pelaksanaan Unas, akan dikerahkan 1.300 personil polisi. Jika dibandingkan dengan proses pengamanan Unas tahun sebelumnya, jumlah petugas kepolisian itu memang jauh berkurang. Tahun lalu jumlah aparat kepolisian yang terlibat mencapai 4.200 personil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, Kepala dinas P dan K Jatim, Rasiyo optimistis pelaksanaan Unas tahun ini bisa berjalan baik. “Saya jamin tidak akan ada kebocoran soal,” ujar Rasiyo, Senin (13/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://candrapetra.wordpress.com/2009/04/14/standar-kelulusan-naik-siswa-sma-mulai-stres-unas/&quot;&gt;Candrapetra&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/standar-kelulusan-naik-siswa-sma-mulai.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-9191269185632457499</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 13:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T08:35:59.575-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional 2009</category><title>Nasib 1.431 Siswa SMA/SMK Diuji Hari Ini</title><description>Walikota: Mari sukseskan UN!&lt;br /&gt;22 April 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 1.431 siswa SMA/SMK se-kota Tomohon akan mengikuti Ujian Nasional (UN) secara serempak di seluruh sekolah mulai pukul 08.00 WITA, yang dimulai Selasa (22/04) hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hari ini, 1.431 siswa SMA/SMK se-kota Tomohon akan mengikuti UN. Pada hari pertama, para siswa akan mengikuti ujian bidang studi Bahasa Indonesia,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kota Tomohon, Feentje Goni SH kepada wartawan, Senin (21/04).&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Ia merincikan, 1.431 siswa terdiri dari 902 siswa SMA dengan 405 orang laki-laki dan 497 orang perempuan, serta 529 siswa SMK dengan 276 orang laki-laki dan 253 perempuan. “Para siswa sudah menyatakan kesiapannya untuk mengikuti kegiatan ini. Di mana para siswa diwajibkan memperoleh nilai rata-rata 5,25 dengan tidak boleh mendapatkan nilai 4,25 pada salah satu mata pelajaran,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkannya, pengawasan akan dilakukan dengan cara silang dan ditambah dengan pengawasan independen yang dilakukan dari luar ruang ujian. “Tadi (kemarin, red) kami sudah mendapatkan lembaran soal dan jawabannya dari propinsi dalam keadaan tertutup dan diawasi langsung pihak kepolisian. Lembaran tersebut sudah diserahkan kepada sekolah-sekolah juga dalam keadaan tertutup dan diawasi pihak kepolisian. Jadi dijamin tidak ada soal yang bocor,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Walikota Tomohon, Jefferson Rumajar mengajak semua komponen masyarakat khususnya para pelaku pendidikan entah para guru maupun siswa untuk menyukseskan UN hingga pada akhirnya. “Mari kita sukseskan kegiatan UN di kota ini. Buktikan bahwa kita mampu melaksanakan ujian ini dengan baik, jujur dan lancar. Dan kepada para siswa untuk dapat bekerja sebaik mungkin agar dapat menuai sukses,” ajaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walikota sendiri rencananya akan membuka sampul lembaran soal dan jawaban di STM Kristen Tomohon sekitar pukul 07.55 Wita, bersamaan dengan sejumlah anggota legislator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara terpisah, Ketua DPRD Kota Tomohon, Dra Vonny Paat berjanji akan turut memantau pelaksanaan UN. Begitu halnya dengan Komisi C DPRD Kota Tomohon, lewat personelnya Didi Ekel dan JWT Lengkey menyatakan kesiapan untuk memantau pelaksaan UN hari pertama, meskipun keduanya mempertanyakan komitmen Ketua Komisi Jemmy Eman terhadap dunia pendidikan. Karena kabarnya, Eman tidak akan melakukan pemantauan UN di hari pertama, dan baru akan melakukannya di hari kedua dengan alasan kegiatan partai (PG, red) di Bolmong. Namun hal tersebut, langsung dimentahkan Ketua PG Tomohon Jefferson Rumajar yang memastikan Eman akan terlebih dahulu melaku-kan pemantauan UN.(imo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Penyelenggara UN dan jumlah siswa&lt;br /&gt;Sekolah Jumlah Siswa&lt;br /&gt;SMAN 1.220&lt;br /&gt;SMAN 235&lt;br /&gt;SMA Kristen 1.268&lt;br /&gt;SMA Kristen 280&lt;br /&gt;SMA Katolik Karitas 134&lt;br /&gt;SMA Kosgoro Tumatantang 35&lt;br /&gt;SMA Lokon 100&lt;br /&gt;MA Kinilow 10&lt;br /&gt;SMK Kristen 1.235&lt;br /&gt;SMK Kristen 2.178&lt;br /&gt;SMK Kristen 323&lt;br /&gt;SMK Katolik Sta Familia 93&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.hariankomentar.com/arsip/arsip_2008/apr_22/tomhn01.html&quot;&gt;Harian Komentar&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/nasib-1431-siswa-smasmk-diuji-hari-ini.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-9145782986774079984</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 13:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T06:23:33.753-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Jam Tayang dan Jam Belajar</title><description>* Editor Pacamat dalam kategori Kompas, pendidikan&lt;br /&gt;* Isi Komentar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinetron Ronaldowati di Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) cukup digemari oleh anak-anak dan menjadi demam Ronaldowati. Namun disayangkan, TPI yang punya jargon pendidikan pada awal tayang lupa bahwa jam tayang sinetron pukul 19.00-21.00 sangat mengganggu jam belajar masyarakat, khususnya sekolah dasar yang melaksanakan UASBN 2008/2009.&lt;br /&gt;Kepada pihak TPI, mari kita bersama membantu pendidikan anak dengan memindah jam [...]ShareThis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.pacamat.com/category/pendidikan/&quot;&gt;Pacamat&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/jam-tayang-dan-jam-belajar.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-6921833614846370149</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 13:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T06:19:10.655-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>UN Bukan Ujian Nasib</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP6Zifl1bYJgVDDq0TS4WY7VmehWxtcw0iyqbHZX-g7lvd-3xbokuVJONc6bHSc9G0P-0tMgRNpspXg_jEpToHJacr7rIfB6JL67GhXIfzF9065pcLp5ikyTDfKn08UFpneeaPxo5cqwUD/s1600-h/ujian-nasional.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 300px; height: 285px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP6Zifl1bYJgVDDq0TS4WY7VmehWxtcw0iyqbHZX-g7lvd-3xbokuVJONc6bHSc9G0P-0tMgRNpspXg_jEpToHJacr7rIfB6JL67GhXIfzF9065pcLp5ikyTDfKn08UFpneeaPxo5cqwUD/s320/ujian-nasional.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5329356525634518818&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;April 22, 2009&lt;br /&gt;* Dibuat oleh Pacamat kategori pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MESKI masih diperdebatkan relevansinya sebagai alat ukur kelulusan siswa, hantu menakutkan bagi siswa kelas 3 jenjang SLTA itu akhirnya datang juga. Kegiatan bernama ujian nasional (UN) tersebut telah menyita konsentrasi semua siswa, para guru, orang tua, bahkan kalangan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang, siswa berkualitas justru mendapat nilai rendah saat UN, bahkan tidak lulus. Anehnya, siswa yang kesehariannya biasa-biasa saja justru memperoleh nilai di atas sembilan saat UN. Ironis. UN seolah berubah menjadi ujian nasib bagi siswa.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, pemerintah seharusnya memikirkan perangkat evaluasi valid dan reliabel serta mampu menilai siswa sebagai subjek didik secara komperehensif. Jangan evaluasi yang kognitif-sentris dengan modal soal multiple choice itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukani , Jl Margorejo 38, Surabaya. 60238&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.pacamat.com/un-bukan-ujian-nasib/&quot;&gt;Jawa Pos&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/un-bukan-ujian-nasib.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP6Zifl1bYJgVDDq0TS4WY7VmehWxtcw0iyqbHZX-g7lvd-3xbokuVJONc6bHSc9G0P-0tMgRNpspXg_jEpToHJacr7rIfB6JL67GhXIfzF9065pcLp5ikyTDfKn08UFpneeaPxo5cqwUD/s72-c/ujian-nasional.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-6548818125477442409</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 12:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T05:58:29.320-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keluhan Siswa</category><title>NAsiB para Siswa yg gA bOle ikud Test</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhiQiyAs5HItvmWbTScif2G435j3zhN0_hClkKYS8HvithvfQ7agvDUJC095X7jFeNMIwH_gOXYckgm8jwrbdmySi5eTyaCVTU-zHsugkM8RZWuJDfF2_27EL2O_Ru9PfiG7RwmdbahesT/s1600-h/The+PRince+Of+Wika.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 221px; height: 166px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhiQiyAs5HItvmWbTScif2G435j3zhN0_hClkKYS8HvithvfQ7agvDUJC095X7jFeNMIwH_gOXYckgm8jwrbdmySi5eTyaCVTU-zHsugkM8RZWuJDfF2_27EL2O_Ru9PfiG7RwmdbahesT/s320/The+PRince+Of+Wika.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5329354127505581762&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diposkan oleh The PRince Of Wika di 06:08  |&lt;br /&gt;Jumat, 2008 Desember 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari pertama ga bole ikut tes nasib para siswa sich kelihatan ga biasa ada yang nangis (cewe)ada yang ketawa ketawa bahkan ada yang sampai ngakak (cowo)(singgih ma johan tuch~~&quot;!)ada yang maenan motor ada juga yang sedih.PAda hari pertama ,yang ga bole ikut tes tuch kira kira ada 50 orangan,mereka ga bole ikut tes disebabkan belum bayar administrasi keuangan mereka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contoh sebut saja si S dia tu lagi kena penyakit yang rada nahaya sich..,kalo ga segera di oprasi bisa2 penyakitnya membusuk di dalam perutnya(ya semacam usus buntu),nhah si S ni jga lom bisa bayar tes nya(buat byar tes aja ga bisa apa lagi buat operasi.. kasihan kan.. )(tega bgt skulnya???!!!!!T.T)(padahal si S ni bener bener ga mampu.. bukan kmu lho nggih.. ni si S yang laen..)&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;PAda hari pertama aku beserta teman teman ku pada ga ikut tes,mereka pada sibuk ngegame di warnet(ga usah ku sebutkan namanya soale itu privacy je...),tetapi sebagian juga ada yang masih tetap bertahan di skul walaupun tetep ae ga bole ikut tes...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yg bertahan di skul di hari yang pertama tuh ada,singgih(bukan si S hehehehe),ada lasty,ika mining,shinta,trisna,dan masih banyak lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat ga bole ikut tes aku duduk duduk di depan pintu (bukan gerbang lho) besert6a teman2 yg bertahan di skul tadi...entah ga tau napa si wika(my princess hehehe^^)&lt;br /&gt;keluar dari ruangan tesnya da juga duduk di depan pintu bersama aku.. aku langsung nanyak ke dia: npa wik??,padahal kan tadi kmu ud masuk kan??jawabnya,dia juga ga bole ikut tes juga...&lt;br /&gt;lalu aku,wika dan temen temen ku pun cerita cerita n guyon2.. hehehe^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;singkat cerita(soalnya uda malem nich mau pulang aku..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada yang ngajakin demo,ada juga yang ngajakin nongkrong di alun-alun,agar di garuk n di tangkap ma satpol PP n ngrugi in skul(gtu maksudnya...)yang malu kan skul jika anak-anak didiknya di tangkap n di garuk ma satpol PP..&lt;br /&gt;&quot;kata seorang siswa yang ga bole ikut tes juga..&quot;aku dan si wika(my princess) hanya tertawa.. hehehehe terus selang beberapa saat kemudian ada yang bilang (kayaknya trisna)bilang kayak gni nich..&quot;wika!di panggil ma bu niken(guru ekonomi pacarnya guru fisika hehehehehehe&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trus si wika langsung ke kantor n menemui bu niken,entah ga tau kenapa????&lt;br /&gt;si wika(my princess) bole ikut test dan berkata begini ma aku&quot;yach.. aku bole ikut test iq...!!&quot;(hahahaha kmu jga aneh oq wik uda bole ikut tes koq malah sedih hehehe&lt;br /&gt;lalu ga lama kemudian si wika masuk dan ikut tes...(duch jadi sendirian dech q&lt;br /&gt;hehehehehe...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian temen temen yang laennya sepakat pada di skul n gak pulang ampe jam 11 an,sekitar jam setengah 11 para siswa yang ga ikut tes di panggil n dikumpulkan di ruang perpustakaan,oleh kepala sekolah kami.. yaitu LiLIk NurmarcD(hehehehehe&lt;br /&gt;eh Nurmarsidi hehehe^^ becanda lho pak...setelah smua siswa yang ga ikut berkumpul di ruangan perpus yang kira2 luas ruangannya 4x5 meter persegi hahaha(becanda)&lt;br /&gt;pak lilik langsung memberi penjelasan panjang lebar mengenai kasus ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan keputusan terakhirnya.. para siswa di pulangkan dan para siswa di beri surat pemulangan diri atau di pulangkan dengan alasan dan sebab lom bisa melunasi administrasi.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb:Sebenere sich aku uda di kasik uang ma papa ku sejak hari selasa tetapi ta bayarke hari rabu hehehe&lt;br /&gt;peace!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://rheasluvwika.blogspot.com/2008/12/nasib-para-siswa-yg-ga-bole-ikud-test.html&quot;&gt;Rheasluvwika&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/nasib-para-siswa-yg-ga-bole-ikud-test.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhiQiyAs5HItvmWbTScif2G435j3zhN0_hClkKYS8HvithvfQ7agvDUJC095X7jFeNMIwH_gOXYckgm8jwrbdmySi5eTyaCVTU-zHsugkM8RZWuJDfF2_27EL2O_Ru9PfiG7RwmdbahesT/s72-c/The+PRince+Of+Wika.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-5237861812379649769</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 12:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T08:36:34.972-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ujian Nasional 2009</category><title>Hari Ini, Nasib 74.367 Siswa Ditentukan</title><description>Monday, 20 April 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKSANAAN ujian nasional akan diikuti oleh 74.367 siswa SMA/MA sederajat di 15 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan. Soal UN sendiri, sekitar pukul 06.30-08.00 WIB, kemarin sudah didistribusikan dari Disdikpora kabupaten/kota ke subrayon masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kota Palembang, serah terima langsung oleh panitia UN sekaligus sekretaris pelaksana UN Disdik Sumsel, Drs H Tarmizi Mairu MM kepada Kepala Disdikpora kota. Saat itu, diteken berita acara yang disaksikan, tim pengawas Unsri, Polda Sumsel, Poltabes Palembang, dan Tim Pemantau Independen (TPI).&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tarmizi menjelaskan, Disdik Provinsi Sumsel mendistribusikan sebanyak 332 koli (kotak). Masing-masing,  SMA 293 koli dan SMK 39 koli dengan menggunakan dua mobil.&lt;br /&gt;Lanjutnya, di dalam koli terdapat soal ujian utama, soal susulan, lembar jawab ujian nasional (LJUN), kaset ujian bahasa Inggris (listening), dan amplop kosong. “Setelah berita acara tadi, koli kita serahkan ke  28 subrayon, meliputi 22 subrayon SMA/MA dan 6 subrayon SMK. Langsung dikawal pihak kepolisian dari satuan Poltabes Palembang.” (mg21/tambah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=9441&amp;amp;Itemid=10&quot;&gt;Sumatera Express Online&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/hari-ini-nasib-74367-siswa-ditentukan.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2055413103054860357.post-1415415314128687092</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 09:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-27T11:27:38.225-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pelecehan Seksual</category><title>Wakepsek kesiswaan meraba-raba bagian di balik rok mini siswi SMA</title><description>WASPADA ONLINE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wed, 01/21/2009 - 13:48&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Mungkin maksud Chairul Anwar (40), Wakepsek kesiswaan SMA Yadika I Tanjung Duren Jakarta Barat menasehati siswinya yang mengenakan rok mini adalah baik, hanya saja karena dilakukan dengan cara meraba-raba bagian di balik rok, ia pun harus tarima nasib dirumahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Sekolah SMA Yadika, Jerry Hutabarat, mengaku telah menerima informasi mengenai perilaku menyimpang Chairul sejak Jumat 16 Januari 2009.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ada 9 siswi yang dilecehkan. Menurut informasi, Bapak itu sering mencium siswi di kening dan meraba-raba paha,&quot; kata Jerry di kantornya, SMA Yadika I Tanjung Duren, Jakarta Barat, Rabu (21/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 Siswi yang diduga dilecehkan terdiri dari 7 siswi kelas 3 dan 2 siswi lainnya masih duduk di kelas 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Jerry, perilaku guru bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan itu kemungkinan karena sering melihat siswinya memakai rok mini. &quot;Lalu (Chairul) pura-pura memanggil (para siswi) ke ruang BP. Namanya manusia, lihat rok mini kayak gitu ya tergoda. Awalnya hanya nunjukin jangan pakai rok mini sambil dipegang-pegang. Kemudian dicium-cium keningnya,&quot; ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana reaksi siswi saat itu? &quot;Masih kami selidiki, benar tidak informasi itu,&quot; sahut Jerry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerry mengatakan, Chairul yang juga menjabat Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan ini untuk sementara dinonaktifkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kami tidak tinggal diam. Yayasan langsung melakukan penyelidikan. Sementara kami non aktifkan. Bila terbukti akan kami berhentikan,&quot; kata Jerry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chairul yang lahir di Malang 8 Mei 1968 itu hari ini tidak masuk mengajar. Dia beralasan tengah jatuh sakit.&lt;br /&gt;(sit/dcm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.download-anime-download-manga-download.com/forum/Wakepsek-kesiswaan-meraba-raba-bagian-di-balik-rok-mini-siswi-SMA&quot;&gt;Anime Manqa&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds2.feedburner.com/BeritaKegiatanKesiswaan&lt;/div&gt;</description><link>http://beritakesiswaan.blogspot.com/2009/04/wakepsek-kesiswaan-meraba-raba-bagian.html</link><author>noreply@blogger.com (SEMESTA RAYA BLOG)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>