<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>Bening Hati BLOG</title>
	<atom:link href="https://septiyan7.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://septiyan7.wordpress.com</link>
	<description>Clean your heart, Clean your self!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 Jan 2010 04:16:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain="septiyan7.wordpress.com" path="/?rsscloud=notify" port="80" protocol="http-post" registerProcedure=""/>
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/d3e560d92d7c042e72fba60015b94dd934c25460bcf5466b01d4b9c9ec6d57ab?s=96&amp;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Bening Hati BLOG</title>
		<link>https://septiyan7.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link href="https://septiyan7.wordpress.com/osd.xml" rel="search" title="Bening Hati BLOG" type="application/opensearchdescription+xml"/>
	<atom:link href="https://septiyan7.wordpress.com/?pushpress=hub" rel="hub"/>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Clean your heart, Clean your self!</itunes:subtitle><item>
		<title>Tips Memotivasi Diri Sendiri</title>
		<link>https://septiyan7.wordpress.com/2010/01/18/tips-memotivasi-diri-sendiri/</link>
					<comments>https://septiyan7.wordpress.com/2010/01/18/tips-memotivasi-diri-sendiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[septiyan7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 04:16:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://septiyan7.wordpress.com/?p=165</guid>

					<description><![CDATA[Tidak ada orang yang bisa memiliki motivasi lebih baik dari memotivasi dirinya sendiri. Motivasi diri sendiri seperti ini datang dari diri kita sendiri bukan dari orang lain. Ada beberapa tips motivasi diri sendiri : 1. Melakukan refleksi terhadap apa yang akan kita capai lalu menuliskannya di selembar kertas. Untuk bisa melakukan motivasi diri kita, kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak ada orang yang bisa memiliki motivasi lebih baik dari memotivasi dirinya sendiri. <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/lesson_instruction/Personal_Development/?postid=102118">Motivasi diri</a> sendiri seperti ini datang dari diri kita sendiri bukan dari orang lain.</p>
<p>Ada beberapa tips motivasi diri sendiri :</p>
<p>1. Melakukan refleksi terhadap apa yang akan kita capai lalu menuliskannya di selembar kertas.</p>
<p>Untuk bisa melakukan<a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/lesson_instruction/Personal_Development/?postid=102118"> motivasi diri</a> kita, kita harus tahu apa tujuan yang ingin kita capai. Lalu kita harus mengembangkan perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang. Jalan mana yang akan kita pilih, haruslah mendukung dan sesuai logika. Kita tidak bisa memilih jalan yang kita sendiri tahu bahwa kita tidak akan sanggup menjalaninya. Akhirnya yang akan kita temui adalah kegagalan dan keputusasaan sebelum kita mampu mencapai tujuan kita tersebut.<br />
Setelah kita menuliskan tujuan kita bersama dengan rencana yang kita buat untuk mencapainya, tempelkan kertas tersebut di tempat yang akan sering kita lihat setiap saat(<a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/lesson_instruction/Personal_Development/?postid=102118">manajemen diri</a>). Bisa di cermin dalam kamar, di lemari, di dinding, atau dimanapun yang menurut kita akan membuat kita sering melihat dan membacanya. Setiap hari paling tidak kita harus melihat dan membacanya sekurangnya 5 kali. Hal ini kita lakukan agar kita selalu teringat dengan tujuan yang ingin kita capai.</p>
<p>2. Berhentilah menunda</p>
<p>Menunda-nunda adalah hal yang bisa membunuh impian kita. Juga mampu membunuh motivasi dalam diri kita sendiri. Tetapkan batas waktu untuk mencapai satu tujuan, dan berpeganglah dengan batas waktu yang kita tentukan sendiri(<a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/lesson_instruction/Personal_Development/?postid=102118">manajemen diri </a>anda). Dengan memiliki perasaan dikejar batas waktu, kita juga akan lebih fokus dan berusaha untuk memenuhi tujuan tersebut.</p>
<p>3. Menghadiahi diri sendiri</p>
<p>Setiap orang merasa senang bila diberikan hadiah atau penghargaan ketika menyelesaikan sesuatu atau tujuan tertentu(<a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/lesson_instruction/Personal_Development/?postid=102118">manajemen kepemimpinan</a>). Jadi cobalah untuk memberikan hadiah atau menghargai diri kita sendiri ketika kita menyelesaikan satu bagian dalam perencanaan kita untuk mencapai tujuan akhir kita. Ingat juga, setelah kita menyelesaikan satu rencana cobalah membuat rencana baru lagi dan pastikan batas waktunya(<a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/lesson_instruction/Personal_Development/?postid=102118">manajemen kepemimpinan</a>). Orang yang sukses akan selalu mencari cara untuk mengembangkan diri mereka dan kehidupan mereka.</p>
<p>4. Bersenang-senanglah</p>
<p>Dalam melakukan pekerjaan kita sering dihadapkan dengan masalah ataupun beban pikiran yang berat, jadi rasa humor yang cukup bisa menjadi salah satu kunci untuk sukses atau <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/lesson_instruction/Personal_Development/?postid=102118">Psychotronica</a>. Cobalah untuk tidak terlalu berat memikirkan masalah dan pekerjaan. Belajarlah untuk menikmati apa yang kita lakukan setiap hari, sehingga kita bisa tetap termotivasi dan merasa antusias. Dan dengan tetap memiliki perasaan tersebut, kita bisa membantu diri sendiri mengontrol tingkat stres yang kita miliki atau <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/lesson_instruction/Personal_Development/?postid=102118">Psychotronica</a>.</p>
<p>Motivasi diri / <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/lesson_instruction/Personal_Development/?postid=102118">pengembangan diri</a> sendiri memiliki keuntungan tersendiri dan juga memacu diri kita untuk bisa lebih berkembang, lebih baik, dan mengarah pada kesuksesan.<br />
Dengan memotivasi diri / <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/lesson_instruction/Personal_Development/?postid=102118">pengembangan diri</a>, berarti kita juga bisa menciptakan jalan-jalan baru untuk melangkah mencapai tujuan kita.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://septiyan7.wordpress.com/2010/01/18/tips-memotivasi-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/33f88d9b1d9a2bf0c788c7ad8f817a455fe6d13032b6cd795e45e0b08a28b972?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">septiyan7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengolah Pribadi C-4</title>
		<link>https://septiyan7.wordpress.com/2009/10/01/mengolah-pribadi-c-4/</link>
					<comments>https://septiyan7.wordpress.com/2009/10/01/mengolah-pribadi-c-4/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[septiyan7]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 09:02:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[keberanian]]></category>
		<category><![CDATA[Konsisten]]></category>
		<category><![CDATA[percaya diri]]></category>
		<category><![CDATA[rasa ingin tahu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://septiyan7.wordpress.com/?p=162</guid>

					<description><![CDATA[Saat ini, rasa ingin tahu seseorang terhadap sesuatu mulai mengendur. Salah satu sebabnya, adanya kemajuan teknologi yang memanjakan diri kita. Kondisi ini sangat tidak baik bahkan sangat merugikan. Salah satu dampak sampingnya yaitu orang tidak memiliki rasa percaya diri terhadap apa yang ada dalam dirinya. Sebenarnya ada cara efektif untuk memulihkan keadaan itu, asal kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini, rasa ingin tahu seseorang terhadap sesuatu mulai mengendur. Salah satu sebabnya, adanya kemajuan teknologi yang memanjakan diri kita. Kondisi ini sangat tidak baik bahkan sangat merugikan. Salah satu dampak sampingnya yaitu orang tidak memiliki rasa percaya diri terhadap apa yang ada dalam dirinya. Sebenarnya ada cara efektif untuk memulihkan keadaan itu, asal kita tahu caranya dan mau melakukannya. Untuk itu luangkan waktu untuk mulai membangun karakter diri dengan C-4.</p>
<p><strong>Coriusuty (keingintahuan)</strong><br /> Peradaban modern atau zaman modern, seperti sekarang ini,   di salah satu sisi membuat kehidupan lebih maju dengan ketersediaan teknologi, namun sisi lain berdampak negatif. Salah satu sisi negatif adalah orang enggan berusaha, maunya  semua tersedia. Lebih jauh lagi bahkan, manusia menjadi memiliki sifat enggan untuk mencari tahu. Buat apa mencari tahu, toh  semuanya telah ada. Sikap ini harus dibuang jauh-jauh dari kehidupan kita. Salah satu caranya dengan memberi tantangan agar berusahan mencari tahu tentang seuatu, apa saja. Minimal mencari tahu apa yang menjadi kesenangan.</p>
<p><strong>Courage (keberanian)</strong><br /> Ada rasa bahagia dan bangga  ketika bisa menemukan atau mendapatkan apa yang ingin diketahui. Dari sini memunculkan rasa berani untuk keluar dari rasa tidak ingin tahu. Dan, akhirnya berani mendapat info baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. Rasa berani ini perlu didorong terus agar menjadi orang yang terus ingin mencari tahu hal-hal lain.</p>
<p><strong>Confidence (percaya diri)</strong><br /> Keingintahuan yang berbuah keberanian diri mengolah jiwa seseorang menjadi timbul percaya diri. Percaya diri bahwa saya bisa dan mampu menemukan sesuatu yang ingin saya ketahui. Selama ini keingintahuan orang terjawab karena sudah tersedia, tetapi tidak ada usaha keluar dari diri untuk menemukan sesuatu. Oleh karena itu, rasa percaya diri meskipun kecil, perlu diakumulasi dalam hati dan jiwa.  Dengan demikian  rasa percaya diri terbangun dengan sendirinya.</p>
<p><strong>Constancy (konsisten)</strong><br /> Sulit memang mempertahankan keadaan yang telah tercapai selama ini. Memang penuh tantangan, tetapi teruslah bangun  rasa ingin tahu, keberanian, dan rasa percaya diri. Apa pun keadaanya, tidak ada alasan sehingga menjadi pembiasaan yang harus dijaga keajegannya. Jika memang perlu berhenti, berhetilah sejenak. Setelah itu terus lakukan sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah dilalui. Dan, tanam dalam hati, rasa bangga terhadap diri sendiri.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://septiyan7.wordpress.com/2009/10/01/mengolah-pribadi-c-4/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/33f88d9b1d9a2bf0c788c7ad8f817a455fe6d13032b6cd795e45e0b08a28b972?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">septiyan7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manfaat Pola Hidup yang Kreatif (Bag-2)</title>
		<link>https://septiyan7.wordpress.com/2009/08/03/manfaat-pola-hidu-yang-kreatif-bag-2/</link>
					<comments>https://septiyan7.wordpress.com/2009/08/03/manfaat-pola-hidu-yang-kreatif-bag-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[septiyan7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 02:23:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Beethoven]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[tunanetra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://septiyan7.wordpress.com/?p=150</guid>

					<description><![CDATA[Selama tiga puluh tahun, Marie Curie selalu berhadapan dengan radium &#8211;  yang belakangan dianggap sebagai zat yang membahayakan kesehatan- tanpa menggunakan pelindung. Hal inilah yang menyebabkan organ tubuhnya mengalami kerusakan yang tidak dapat disembuhkan.  Akan tetapi, hal tersebut dianggapnya sebagai risiko atas pekerjaannya, yang ia bayar demi kepentingan umat manusia. Kisah hidup orang-orang yang memiliki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selama tiga puluh tahun, Marie Curie selalu berhadapan dengan radium &#8211;  yang belakangan dianggap sebagai zat yang membahayakan kesehatan- tanpa menggunakan pelindung. Hal inilah yang menyebabkan organ tubuhnya mengalami kerusakan yang tidak dapat disembuhkan.  Akan tetapi, hal tersebut dianggapnya sebagai risiko atas pekerjaannya, yang ia bayar demi kepentingan umat manusia.<br />
<span id="more-150"></span><br />
Kisah hidup orang-orang yang memiliki kekurangan fisik juga menunjukkan bahwa mereka tidak membiarkan kekurangan yang mereka derita  tersebut menghalangi jalan kesuksesannya. Alih-alih menyesali penderitaan yang mereka alami, mereka justru mencari cara mengatasi kesulitan tersebut. Setiap pencinta musik klasik Barat tentu mengenal karya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ludwig_van_Beethoven">Beethoven</a>, sebuah karya simfoni yang menggeterkan jiwa. Seorang kritikus musik terkenal berkata,” Simfoni ini merupakan hasil imajinasi Beethoven yang sangat menakjubkan, yang secara terus-menerus mampu membawa kita pada puncak kesadaran baru, bukan hanya dalam musik saja, melainkan juga tentang hidup, emosi, dan pikiran.</p>
<p>Pendakian Beethoven ke puncak kesuksan ini bukanlah perjalanan yang mudah. Beethoven, secara total, kehilangan kemampuannya untuk mendengar pada usia muda. Kenyataan ini, nyaris memusnahkan harapannya menjadi seorang musisi besar. Bahkan terkadang dia merasa tersiksa dengan penderitaan yang dialaminya.  Seperti ungkapan dia terhadap seorang teman sekaligus pengagumnya, “Sulit bagiku untuk bisa hidup dim kota. Karena untuk berbicara semua orang harus berteriak kepadaku. Biarlah aku menikmati kesunyian dalam kesendirianku.”</p>
<p>Seolah-olah tregedi yang menimpanya akan mengubur semua impiannya. Untunglah hal itu tidak terjadi pada Beethoven.  Ia berjuang sekuat tenaga dan dengan segala upaya untuk mencapai sukses. Terbukti bahwa kekurangannya itu menjadi factor pendorong, bukan sebagai bencana. Sungguh, sebuah kesuksesan hanya dapat diraih dengan meniadakan kesulitan. Beethoven telah membuktikannya, dan ia bukanlah satu-satunya orang sukses meski padanya terdapat kekurangan.  <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/John_Milton">John Milton</a>, seorang sastrawan dan dramawan Inggris yang abadi  adalah penyandang tunanetra. Demikian juga dengan Surdas, seoarang pujangga Hindi terkemuka. Catat mata yang mereka sandang tidak menyurutkan tekadnya untuk menjadi penulis besar. Itu semua berkat ketekunan dan kebulatan tekad dalam mencapai kesuksesan. Seperti diketahui bahwa nama besar keduanya akan selalu menjadi motivasi dan inspirasi para generasi mendatang.</p>
<p>Untuk diingat, bahwa tidak seorang pun dari orang-orang hebat yang berharap kesuksesan sebagai pemberian orang lain. Motto mereka adalah,”Berusahalah dahulu, baru menikmati hasil.” Untuk menunjukkan kemampuan yang mereka miliki, mereka menerima tantangan, dan tidak membiarkan keputusasaan menghalangi langkah mereka. Orang yang benar-benar mau berusaha dengan keras akan selalu mencapai kesuksesan yang membahagiakan. Sejarah telah membuktikan kenyataan ini. (selesai)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://septiyan7.wordpress.com/2009/08/03/manfaat-pola-hidu-yang-kreatif-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/33f88d9b1d9a2bf0c788c7ad8f817a455fe6d13032b6cd795e45e0b08a28b972?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">septiyan7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manfaat Pola Hidup Kreatif (Bag-1)</title>
		<link>https://septiyan7.wordpress.com/2009/07/17/manfaat-pola-hidup-kreatif-bag-1/</link>
					<comments>https://septiyan7.wordpress.com/2009/07/17/manfaat-pola-hidup-kreatif-bag-1/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[septiyan7]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 04:44:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[etika kerja]]></category>
		<category><![CDATA[kerja keras]]></category>
		<category><![CDATA[kunci sukses]]></category>
		<category><![CDATA[puncak sukses]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://septiyan7.wordpress.com/?p=131</guid>

					<description><![CDATA[Orang yang memiliki keinginan kuat akan berusaha dengan penuh kesungguhan dalam mencapai tujuan yang ia cita-citakan. Ia bersedia mengorbankan apa saja untuk mencapai sukses. Menurut etika kerja, masyarakat terbagi menjadi dua kategori: pertama, orang yang ingin bekerja, dan kedua orang yang terpaksa bekerja. Orang yang ingin bekerja tidak lagi memerlukan bantuan motivasi dari orang lain [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Orang yang memiliki keinginan kuat akan berusaha dengan penuh kesungguhan dalam mencapai tujuan yang ia cita-citakan. Ia bersedia mengorbankan apa saja untuk mencapai suk</strong></em><img data-attachment-id="133" data-permalink="https://septiyan7.wordpress.com/2009/07/17/manfaat-pola-hidup-kreatif-bag-1/pola-hidup-positi-2/" data-orig-file="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/07/pola-hidup-positi1.jpg" data-orig-size="226,226" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="pola hidup positi" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/07/pola-hidup-positi1.jpg?w=226" data-large-file="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/07/pola-hidup-positi1.jpg?w=226" class="alignleft size-full wp-image-133" title="pola hidup positi" src="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/07/pola-hidup-positi1.jpg?w=510" alt="pola hidup positi"   srcset="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/07/pola-hidup-positi1.jpg?w=140&amp;h=140 140w, https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/07/pola-hidup-positi1.jpg?w=150&amp;h=150 150w, https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/07/pola-hidup-positi1.jpg 226w" sizes="(max-width: 140px) 100vw, 140px" /><em><strong>ses</strong>.</em></p>
<p>Menurut etika kerja, masyarakat terbagi menjadi dua kategori: pertama, orang yang ingin bekerja, dan kedua orang yang terpaksa bekerja. Orang yang ingin bekerja tidak lagi memerlukan bantuan motivasi dari orang lain (eksternal). Mereka adalah orang-orang yang mampu memotivasi dirinya sendiri. Mereka menyusun jdawal kerja dan mengerjakannya sesuai dengan langkah yang mereke tentukan sendiri. Adapun tipe yang keduam, yaitu orang yang terpaksa bekerja, biasanya tidak mampu bekerja dengan baik. Tidak mengherankan jika prestasi kerja mereka selalu mendapatkan peringatan dari atasan.</p>
<p>Sikap positif dalam bekerjan akan membawa seseorang pada puncak kesuksesan. Sementara sikap yang negatif akan mendorong seseorang pada kesuraman hidup. Menyangkut sikap kerja ini, ada sebuah pepatah cina yang dengan indah menyatakan:”<em>Orang-orang yang berjiwa besar memiliki kemauan, sedangkan mereka yang berjiwa kerdil hanya mampu berharap</em>.”<br />
<span id="more-131"></span><br />
Orang yang memiliki keinginan kuat akan berusaha penuh kesungguhan dalam mencapai tujuan yang ia cita-citakan. Ia sama sekali tidak gentar menghadapi kesulitan. Ia bersedia mengorbankan apa saja untuk menikmati kesuksesan.  Sebaliknya, orang yang mampu berharap tanpa usaha adalah seorang pemimpi. Ia bukan tipe pelaku. Tidak mengherankan jika khayalannya sering kali membuatnya menjadi bahan ejekan dari orang-orang di sekitarnya.</p>
<p>Tepat sekali jika ada ungkapan yang mengatakan<em>,” Kita tidak mendapat apa yang kita inginkan, tetapi kita akan mendapat apa yang kita usahakan</em>.” Kita semua dianugerahi bakat atau kemampuan lainnya. Tidak ada seorang pun yang tidak memiliki bakat. Namun, kenapa ada orang yang sukses dan yang lainnya justru gagal? Jawabannya tidak sulit dicari.  Orang-orang yang sukses meraih keberhasilan karena mereka berusaha keras dalam mengasah dan memanfaatkan bakat serta kemampuan mereka. Motto mereka adalah ” <em>Beusaha merupakan jalan menuju sukses</em>.” Dengan penuh semangat mereka terus mengejar tujuan mereka sampai tujuan tersebut tercapai.</p>
<p>Sebaliknya orang-orang yang gagal adalah orang yang tidak mau berusaha merawat dan mengasah bakat serta kemampuan mereka. Mereka memilih untuk hanya sebagai pengkhayal.  Mereka selalu menunggu keajaiban atau durian runtuh. Dengan kata lain, mereka membiarkan rasa puas mereka pada diri sendiri menghilangkan kemampuan mereka. Keputusasaan akhirnya tidak bisa dihindari oleh orang-orang seperti ini. Alih-alih bergelimang dalam kejayaan dan kesuksesan, mereka justru akan mengalami hidup yang sengsara.</p>
<p>Sejarah hidup para tokoh besar, laki-laki dan perempuan, telah membuktikan bahwa keberuntungan akan berpihak pada mereka yang bekerja dengan sungguh-sungguh. Mereka jelas sekali tidak mengharapkan keberhasilan jatuh dari langit tanpa mereka berusaha keras terlebih dahulu.</p>
<p>Nama <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marie_Curie">Marie Curie</a> dikenal abadi dalam dunia sains. Pada tahun 1891, saat ia berangkat dari Polandia menuju <em>Sorbonne University</em> di Paris, permasalahan ketimpangan gender masih mengakar kuat, bahkan di negera-negara Eropa, dan kaum perempuan dianggap tidak pantas mempelajari sains. Saat salah seorang profesor melihat ia berada di ruang kelas, ia berkata, ” Saya melihat di kelas kita ada seorang perempuan. Apa yang ia lakukan di sini? Kenapa tidak menghabiskan waktu di dapur saja?” Bagaimana perasaan Marie Curie??? Hebat&#8230; ia tidak berkomentar apapun terhadap ucapan profesor itu.  Marie tidak membiarkan komentar-komentar seperti ini menghancurkan semangatnya, dan kekerasan hati yang ia tunjukkan terbukti mampu meluluhkan hati para pengajarnya.</p>
<p>Di balik keberhasilan Marie Curie yang abadi, terdapat usaha keras selama bertahun-tahun. Dalam buku harianya tertulis,” . . . <em>Kadang-kadang, saya menghabiskan waktu selama seharian untuk mengaduk berbagai zat kimi dengan pengaduk batang besi yang besarnya hampir sebesar badan saya. Sore hari, saya pulang ke rumah dengan punggung yang seakan-akan patah karena kepayahan</em>.” (bersambung ke bag-2)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://septiyan7.wordpress.com/2009/07/17/manfaat-pola-hidup-kreatif-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/33f88d9b1d9a2bf0c788c7ad8f817a455fe6d13032b6cd795e45e0b08a28b972?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">septiyan7</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/07/pola-hidup-positi1.jpg">
			<media:title type="html">pola hidup positi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ambisi : Pemicu Sukses (Bagian 2)</title>
		<link>https://septiyan7.wordpress.com/2009/05/28/ambisi-pemicu-sukses-bagian-2/</link>
					<comments>https://septiyan7.wordpress.com/2009/05/28/ambisi-pemicu-sukses-bagian-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[septiyan7]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 04:21:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[ambisi]]></category>
		<category><![CDATA[copernicus]]></category>
		<category><![CDATA[kegagalan]]></category>
		<category><![CDATA[kerja keras]]></category>
		<category><![CDATA[kesuksesan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://septiyan7.wordpress.com/?p=117</guid>

					<description><![CDATA[Ketidaktangkasan akan membunuh kemampuan manusia, sementara kerja keras akan mengembangkannya. Keinginan serta kesungguhan hati dalam berusaha adalah sebuah kemampuan yang tidak ternilai harganya.  Ada beberapa orang yang segera merasa enggan untuk bekerja keras ketika memulai sebuah usaha. Hal ini dikarenakan sejak awal mereka sudah merasa takut pada kegagalan. Padahal, menjadikan ketakutan yang demikian sebagai alasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketidaktangkasan akan membunuh kemampuan manusia, sementara kerja keras akan mengembangkannya. Keinginan serta kesungguhan hati dalam berusaha adalah sebuah kemampuan yang tidak ternilai harganya.  Ada beberapa orang yang segera merasa enggan untuk bekerja keras ketika memulai sebuah usaha. Hal ini dikarenakan sejak awal mereka sudah merasa takut pada kegagalan. Padahal, menjadikan ketakutan yang demikian sebagai alasa<img data-attachment-id="144" data-permalink="https://septiyan7.wordpress.com/2009/05/28/ambisi-pemicu-sukses-bagian-2/ambisi-2/" data-orig-file="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/05/ambisi-2.jpg" data-orig-size="200,256" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="ambisi 2" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/05/ambisi-2.jpg?w=200" data-large-file="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/05/ambisi-2.jpg?w=200" class="alignleft size-full wp-image-144" title="ambisi 2" src="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/05/ambisi-2.jpg?w=510" alt="ambisi 2"   srcset="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/05/ambisi-2.jpg 200w, https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/05/ambisi-2.jpg?w=117&amp;h=150 117w" sizes="(max-width: 200px) 100vw, 200px" />n untuk tidak berusaha adalah sebuah tindakan yang tidak masuk akal. Sesorang yang mengalami kegagalan seharusnya berusaha mempelajari mengapa usaha yang ia lakukan tidak mendatangkan hasil yang diinginkan. Ada kemungkinan, ia akan menemukan jawaban bahwa ia sudah menjadi tawanan dari rasa takutnya sendiri. Tak jarang kita temuai orang-orang yang menunda pekerjaannya dengan mengatakan,” Saya sedang tidak mood yang baik hari ini.” Hasilnya, penundaan tersebut hanya akan membuat pekerjaannya semakin menumpuk, hingga akhirnya sulit untuk diselesaikan.</p>
<p>Anda harus memanfaatkan hal terbaik dari diri Anda untuk menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baik. Runtut adalah sebuah hukum alam. Jika Anda bekerja secara runtut dan teratur, Anda akan mendapatkan kebahagiaan dalam bekerja, sebagaimana Anda mendapatkan kesengana saat bermain. Bekerja merupakan salah satu bentuk ibadah. Jika hal ini dipahami, tentu kita akan senang untuk bekerja. Hanya orang yang memiliki sikap gemar bekerjalah  yang akan merasakan kesuksesan.<br />
<span id="more-117"></span><br />
Sebagai contoh, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nicolus Copernicus">Copernicus</a> memiliki keinginan yang berkobar-kobar dalam memecahkan teka-teki rahasia alam semesta. Tentu saja, ini merupakan sebuah tugas yang luar biasa besar. Terlebih lagi, hingga pada masa itu, para ilmuwan sudah menganut teori Ptolemic yang menganggap bahwa bumi merupakan pusat alam semesta.</p>
<p>Pada malam hari, Copernicus mengamati pergerakan bintang serta planet-planet lain. Dari pengamatannya ini, dia menemukan teori yang menempatkan matahari sebagai pusat alam semesta, sementara bumi dan planet-planet lain bergerak mengelilingi matahari. Teori ini menyusut kemarahan para pendeta yang telah menganut teori Ptolemic sebagai sebuah teori suci yang tidak boleh diubah dan tidak mungkin berubah. Namun, Copernicus tetap memagang teguh teori barunya, tanpa bisa digoyah sedikitpun oleh ancaman para pendeta. Ia tetap pada pendiriannya. Dengan berani, seperti sikap yang biasa ditunjukkan oleh tokoh-tokoh hebat lainnya, ia melakukan penilitian lebih lanjut.  Peneliliannya tersebut  kemudian terbukti menjadi dasar pemikiran Galileo, Newton, Einstein, dan tokoh-tokoh lain dalam menetapkan ilmu pengetahuan modern.</p>
<p>Kisah ini menunjukkan bahwa jika Anda benar-benar mencintai ambisi Anda, maka keberhasilan tidak mampu menghindari Anda. Namun jika Anda hanya bermain-main dengan ambisi tersebut dapat dipastikan Anda akan gagal. Orang yang mudah puas pada diri sendiri akan kehilangan perhatian dari tujuan awal mereka dan terjebak dalam hidup yang membosankan. Mereka tidak mampu mendalami,”<em> Mencari, berjuang, dan panyang menyerah adalah kunci untuk meraih kesuksesan</em>.”</p>
<p>Patikan bahwa Anda tidak termasuk kategori ini. Anda memiliki dua modal berharga, yaitu masa muda dan bakat. Kedua hal ini merupakan faktor terpenting dalam mencapai kesuksesan. Beberapa orang mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kelebihan, dan tidak memiliki orang yang bisa membantu mereka untuk sukses.  Mereka berharap untuk bisa menjadi salah satu dari mereka yang meraih ”kesuksesan” melalui jalan nepotisme. Namun, apakah meminta sedekah termasuk hal yang terhormat? Pantaskah seseorang yang normal, yang memiliki sepasang kaki yang sehat, menggantungkan hidupnya pada sepasang tongkat ketiak agar mampu untuk berjalan?</p>
<p>Sejarah telah merekam contoh-contoh orang-orang yang memiliki kekurangan, namun tetap bekerja keras dengan giat. Abraham Lincoln tidak memiliki uang sepeser pun untuk membiaya pendidikannya. Ia hidup melarat di sebuah pondok yang kumuh. Tak satu pun orang yang mengira bahwa suatu saat ia akan menjadi Presiden Amerika Serikat dan tercatat sebagai salah satu tokoh hebat dalam sejarah. Jadi, sebuah kekurangan sama sekali tidak perlu Anda jadikan sebagai alasan yang menghalangi Anda dari kesuksesan. Jika Anda ingin meraih sesuatu dalam hidup, singkirkanlah alasan-alasan yang menghambat jalan Anda, dan mulailah usaha Anda sekarang juga di mana pun Anda berada. Ketika sebuah keraguan mulia menyerang, ingatlah selalu dengan sebuah pepatah Cina yang mengatakan, ”<em>Orang-orang yang berjiwa besar memiliki kemauan, sementara mereka yang berjiwa kerdil hanya mampu berharap.” (Selesai)<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://septiyan7.wordpress.com/2009/05/28/ambisi-pemicu-sukses-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/33f88d9b1d9a2bf0c788c7ad8f817a455fe6d13032b6cd795e45e0b08a28b972?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">septiyan7</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/05/ambisi-2.jpg">
			<media:title type="html">ambisi 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ambisi adalah Pemicu Sukses (Bag. 1)</title>
		<link>https://septiyan7.wordpress.com/2009/05/25/ambisi-adalah-pemicu-sukses-bag-1/</link>
					<comments>https://septiyan7.wordpress.com/2009/05/25/ambisi-adalah-pemicu-sukses-bag-1/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[septiyan7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 09:05:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://septiyan7.wordpress.com/?p=114</guid>

					<description><![CDATA[Semangat juang yang redup hanya akan membuahkan kegagalan. Sebuah kesuksesan akan lebih mudah diraih ketika dicapai dengan api semangat yang menyala-nyala unttuk mengalahkan berbagai kesulitan berat. Apa yang terjadi jika sebuah kapal berlayar tanpa kemudi? Mungkinkah kapal itu dapat mencapai tujuannya tanpa kemudi? Tentu saja tidak. Kapal yang demikian hanya akan menjadi permainan ombak, terombang-ambing [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Semangat juang yang redup hanya akan membuahkan kegagalan. Sebuah kesuksesan akan lebih mudah diraih ketika dicapai dengan api semangat yang menyala-n</em><em>yala unttuk mengalahkan berbagai kesulitan berat.</em></p>
<p><em><img data-attachment-id="141" data-permalink="https://septiyan7.wordpress.com/2009/05/25/ambisi-adalah-pemicu-sukses-bag-1/ambisi-1/" data-orig-file="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/05/ambisi-1.jpg" data-orig-size="200,256" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="ambisi 1" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/05/ambisi-1.jpg?w=200" data-large-file="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/05/ambisi-1.jpg?w=200" class="alignleft size-full wp-image-141" title="ambisi 1" src="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/05/ambisi-1.jpg?w=510" alt="ambisi 1"   srcset="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/05/ambisi-1.jpg 200w, https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/05/ambisi-1.jpg?w=117&amp;h=150 117w" sizes="(max-width: 200px) 100vw, 200px" /></em></p>
<p>Apa yang terjadi jika sebuah kapal berlayar tanpa kemudi? Mungkinkah kapal itu dapat mencapai tujuannya tanpa kemudi? Tentu saja tidak. Kapal yang demikian hanya akan menjadi permainan ombak, terombang-ambing ke sana-kemari dipermainkan ombak. Demikian pula orang yang menjalani hidup tanpa ambisi, keadaanya tidak jauh berbeda dengan sebuah kapal yang berlayar tanpa kemudi. Hanya orang yang memiliki ambisi dan mau bekerjan keras untuk mencapai ambisi tersebut yang akan meraih kejayaan. Tidak ada seorang pun yang akan meraih kesuksesan tanpa memiliki ambisi.</p>
<p>Ambisi merupakan sebuah faktor penting karena ia adalah dorongan pertama yang akan menggerakkan hati seseorang untuk menapakkan kaki di jalan kesuksesan. Kendati demikian, jika dorongan ini tidak diikuiti dengan kerja keras dan keteguhan hati, tetap saja tidak ada hal yang bisa diraih. Anda dapat saja menanam bibit durian, tetapi Anda tidak bisa hanya duduk manis menunggu memanen buah duriah saat musim panen tiba. Tentu mustahil bukan? Anda harus berupaya agar dapat panen buah durian jika saatnya tiba. Anda harus bersedia merawat, menyirami, dan menjaga tanaman Anda tersebut dalam jangka waktu cukup lama. Hanya dengan kesabaran dan kerja keras yang terus-menerus yang akan memungkinkan Anda menikmati buah tersebut.<br />
<span id="more-114"></span><br />
Ada banyak orang yang berharap dapat meraih kesuksesan dalam hidup, dan karena itu, mereka memulai sebuah usaha dengan penuh semangat. Namun, sayangnya, tak lama setelah mengambil langkah awal tersebut, banyak di antara mereke justruk sudah merasa gentar, terutama saat mengahadapi kesulitan. Dengan mudah mental mereka terpengaruh dan semangat mereka akan luntur oleh kesulitan tersebut. Orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang hanya memiliki angan-angan saja. Mereka adalah orang-orang yang memimpikan kesuksesan di siang bolong. Ketika mereka menghadapi kesulitan mereka akan segera berubah pikiran, dan berganti dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya tanpa bisa meraih kesuksesan apapun. Orang-orang demikian adalah orang-orang yang mudah menyerah.</p>
<p>Di sisi lain, orang yang bijak tidak akan pernah membiarkan kesuliatan menghalangi jalannya menuju kesuksesan. Ia akan berusaha untuk tetap tabah dalam menghadapi berbagai kesulitan tersebut, karena mereka akan menyadari sepenuhnya bahwa meninggalkan sebuah usaha, pada saat kesuksesan hany tinggal beberapa langkah lagi, merupakan tindakan yang sangat bodoh.  Dengan memelihara semangat juang yang kecil, kita hanya menebar benih-benih kegagalan. Sebuah kesuksesan akan terasa lebih menyenangkan ketika dicapai dengan mengalahkan berbagai kesulitan berat.</p>
<p>Ketidaktangkasan adalah salah satu musuh lain dari ambisi. Semua orang, tentu saja berharap dapat meraih sukses dalam hidup. Akan tetapi banyak di antara mereka yang alergi dengan kerja keras. Mereka beramai-ramai mendatangi para peramal untuk meminta azimat yang menurut mereka dapat menghadirkan kesuksan tanpa harus bekerja keras. Dari hari ke hari, mereka menjalani hidup dengan harapan bahwa suatu hari nanti terjadi peristiwa yang tak terduga yang akan  mengubah jalan hidup mereka. Mereke tidak menyadari bahwa kesuksan tidak akrab dengan para pemalas, tetapi akrab dengan para kerja keras yang ulet dan tangguh. <strong>Mereka tidak menyadari bahwa untuk meraih sukses dibutuhkan 1%  mimpi dan 99% kerja keras.</strong> .. (Bersambung)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://septiyan7.wordpress.com/2009/05/25/ambisi-adalah-pemicu-sukses-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/33f88d9b1d9a2bf0c788c7ad8f817a455fe6d13032b6cd795e45e0b08a28b972?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">septiyan7</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/05/ambisi-1.jpg">
			<media:title type="html">ambisi 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cintai Pekerjaan Anda (Bag. 2)</title>
		<link>https://septiyan7.wordpress.com/2009/03/16/cintai-pekerjaan-anda-bag-2/</link>
					<comments>https://septiyan7.wordpress.com/2009/03/16/cintai-pekerjaan-anda-bag-2/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[septiyan7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 08:46:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://septiyan7.wordpress.com/2009/03/16/cintai-pekerjaan-anda-bag-2/</guid>

					<description><![CDATA[Watak yang Harus Dihindari Ada sebagian orang yang sangat mengelu-elukan keunggulan sebuah pekerjaan, namun justru membenci pekerjaannya sendiri. Watak yang demikian haruslah dihindari. Gunawan seorang guru fisika di sebuah SMA favorit di kotanya. Ia memiliki kualifikasi edukasional yang luar biasa dan kepribadian yang mengesankan. Semua kemampuan tersebut seharusnya bisa membuatnya menjadi seorang pendidik yang baik. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Watak yang Harus Dihindari</p>
<p><img loading="lazy" data-attachment-id="103" data-permalink="https://septiyan7.wordpress.com/2009/03/16/cintai-pekerjaan-anda-bag-2/ini-kunci/" data-orig-file="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/03/ini-kunci.jpg" data-orig-size="278,183" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;\u0092\u00a1i\u0095&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="ini-kunci" data-image-description="&lt;p&gt;¡i&lt;/p&gt;
" data-image-caption="" data-medium-file="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/03/ini-kunci.jpg?w=278" data-large-file="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/03/ini-kunci.jpg?w=278" class="alignleft size-full wp-image-103" title="ini-kunci" src="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/03/ini-kunci.jpg?w=510" alt="ini-kunci"   srcset="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/03/ini-kunci.jpg?w=212&amp;h=140 212w, https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/03/ini-kunci.jpg?w=150&amp;h=99 150w, https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/03/ini-kunci.jpg 278w" sizes="(max-width: 212px) 100vw, 212px" />Ada sebagian orang yang sangat mengelu-elukan  keunggulan sebuah pekerjaan, namun justru membenci pekerjaannya sendiri. Watak yang demikian haruslah dihindari. Gunawan seorang guru fisika di sebuah SMA favorit di kotanya. Ia memiliki kualifikasi edukasional yang luar biasa dan kepribadian yang mengesankan. Semua kemampuan tersebut seharusnya bisa membuatnya menjadi seorang pendidik yang baik. Akan tetapi, waktu sepuluh tahun yang ia luangkan dalam pekerjaan tersebut hanya memberikan sedikit manfaat baginya. Mengapa? Karena selama masa tersebut ia menyesali keputusannya untuk menjadi guru. Ia justru terus-menerus memenuhi pikirannya dengan khayalan bahwa kelak pada suatu hari ia akan menjadi seorang manajer bergaji besar di beberapa perusahaan raksasa.  Anton adalah rekan kerja Gunawan. Ia baru bergabung di sekolah yang sama selama tiga tahun belakangan, tetapi ia sudah dikenal sebagai seorang guru yang sangat berkompeten dan efisien. Tidak hanya para siswa yang mengakui kualitas kerjanya, para rekan kerja di sekolah tersebut juga demikian. <span id="more-104"></span> Memang diakui bahwa ada beberapa jenis pekerjaan yang tidak menawarkan kesempatan untuk berkembang bagi orang-orang yang berbakat. Jika Anda ditempatkan dalam posisi kerja yang demikian, maka secara otomatis Anda memiliki sebuah alasan untuk mengalami ketidakpuasan. Namun demikian, tidak seharusnya ANda membenci pekerjaan tersebut. Watak yang tidak puas seperti itu sulit disembuhkan. Watak seperti ini hanya akan membuat Anda merasa tidak nyaman dan tidak bahagia. Satu-satunya jalan keluar dari kondisi seperti itu adalah dengan terus bersikap waspada, memperhatikan datangnya sebuah kesempatan dengan sabar, serta memanfaatkan kesempatan tersebut ketika ia benar-benar datang.  Lingkungan juga memiliki pengaruh yang signifikans terhadap kecintaan ANda pada pekerjaan. Lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan, memungkinkan seorang pekerja untuk meraih prestasi kerja dan efisiensi yang tinggi. Sebaliknya, semangat kerja yang tidak menyenangkan akan menumpulkan semua semangat kerja. Jika ANda yakin bahwa lingkungan kerja Anda amat sangat tidak bersahabat, pastilah ANda akan segera berpikir untuk melakukan sebuah perubahan. Sikap demikian memang sah-sah saja. Akan tetapi, Anda tidak boleh terlalu sensitif dengan lingkungan kerja Anda. Jika Anda memilih untuk bersikap terlalu sensitif, maka Anda tidak akan merasakan kebahagiaan di mana pun juga. Karena Anda akan selalu mengharapkan sebuah lingkungan kerja yang sempurna. Abraham Lincoln dan Gandhi tidak akan pernah meraih tujuan mereka jika mereka terus-menerus memilih untuk menunggu hadirnya sebuah lingkungan yang sempurna.  Anda akan mampu menciptakan sebuah lingkungan kerja yang bersahabat dengan mengadaptasikan diri pada lingkungan tersebut. Anda harus menghindari konfliks dengan rekan kerja ANda. Anda tidak boleh meremehkan mereka. Sikap meremehkan orang lain akan menjebak Anda ke dalam sebuah lingkaran setan penghinaan yang kelak akan dibalas penghinaan. Sebaliknya, kerja sama dengan rekan kerja akan mengantarkan Anda pada sebuah lingkungan kerja yang menyenangkan.  Poin penting lainnya yang harus diketahui adalah Anda tidak boleh sama sekali mengkritik atasan Anda, terutama di hadapan rekan-rekan kerja, terlebih lagi di hadapan mereka yang akrab dan dekat dengan atasan ANda. Mengapa?? Kemungkinan besar mereka akan menceritakan hal tersebut untuk mendapatkan kemenangan dengan mengorbankan ANda. Hal ini tentu akan memperpahit hubungan ANda dengan atasan. Jika Anda bersikap bermusuhan dengan atasan Anda, maka sama sekali  ANda tidak akan mampu meraih kebahagiaan kerja, terlepas  dari semua kemampuan dan efisiensi ANda.  Ada sebagian orang yang merasa kecewa dengan pekerjaan mereka hanya karena mereka tidak mendapatkan gaji yang besar.  Mardian menerima 1 juta dalam satu bulan. Akan tetapi ia tidak puas denga gaji tersebut. Ia berpikir bahwa seseorang yang memiliki kemampuan dan kualifikasi seperti dirinya, sangat layak untuk menerima gaji yang lebih tinggi. Ia sama sekali tidak berpikir, bahkan untuk sejenak saja, bahwa ia sudah menerima waktu yang sangat luang dari pekerjaannya yang sekarang. Dan, ia bisa memanfaatkan waktu luang tersebut untuk melakukan rekreasi bersama keluarganya. Ia bisa juga meluangkan waktu tersebut untuk menyegarkan kembali semangat kerjanya. Akan tetapi, ia sama sekali tertutup dari fakta dan memilih untuk tidak memikirkan keuntungan-keuntungan tersebut.   Ia gagal melihat bahwa orang-orang yang bergaji tinggi yang selama ini ia kagumi hanya menerima sedikit waktu luang, sehingga jarang sekali mereka bisa bergabung bersama keluarga masing-masing. Gaji yang tinggi sesungguhnya sama aritnya dengan tanggung jawab serta beban pekerjaan yang lebih besar pula. Barangkali, tidak ada seorang pun berakal sehat yang bersedia menukarkan kedamaian hatinya dengan beberapa keeping koin tambahan.  Ketika ANda selalu dikejar pekerjaan, maka tidaklah mengherankan jika ANda segera terperangkap dalam sebuah keadaan yang monoton. Untuk menghindari keadaan yang monoton, ANda harus memiliki waktu luang untuk menyalurkan hobi ANda. Penyaluran sebuah hobi akan mengurangi segala bentuk ketegangan serta kelelahan yang ditimbulkan oleh pekerjaan ANda. Dengan menyalurkan hobi, ANda akan mampu kembali bekerja dengan kesegaran dan semangat yang baru (… selesai)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://septiyan7.wordpress.com/2009/03/16/cintai-pekerjaan-anda-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/33f88d9b1d9a2bf0c788c7ad8f817a455fe6d13032b6cd795e45e0b08a28b972?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">septiyan7</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/03/ini-kunci.jpg">
			<media:title type="html">ini-kunci</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cintai Pekerjaan Anda (bag. 1)</title>
		<link>https://septiyan7.wordpress.com/2009/03/10/cintai-pekerjaan-anda-bag-1/</link>
					<comments>https://septiyan7.wordpress.com/2009/03/10/cintai-pekerjaan-anda-bag-1/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[septiyan7]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 02:59:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[Anda]]></category>
		<category><![CDATA[cintai]]></category>
		<category><![CDATA[Hadiah Nobel]]></category>
		<category><![CDATA[kemampuan]]></category>
		<category><![CDATA[malas bekerja]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[prestasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://septiyan7.wordpress.com/?p=89</guid>

					<description><![CDATA[Kecintaan Anda pada pekerjaanlah yang akan membantu Anda meraih sukses, bukan kolega, lingkungan, atau bahkan kritik menyangkut pekerjaan Anda. Untuk mampu bertahan hidup, manusia harus memenuhi berbagai kebutuhannya, dan karenanya manusia harus bekerja. Pada akhirnya, sebagian besar dari mereka memilih untuk bekerja demi keuntungan materi. Kendati demikian, ada juga sebagian yang lain tidak hanya bekerja [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Kecintaan Anda pada pekerjaanlah yang akan membantu Anda meraih sukses, bukan kolega, lingkungan, atau bahkan kritik menyangkut pekerjaan Anda.</em></p>
<p>Untuk mampu<em><img loading="lazy" data-attachment-id="98" data-permalink="https://septiyan7.wordpress.com/2009/03/10/cintai-pekerjaan-anda-bag-1/cintai1/" data-orig-file="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/03/cintai1.jpg" data-orig-size="193,265" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="cintai1" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/03/cintai1.jpg?w=193" data-large-file="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/03/cintai1.jpg?w=193" class="alignleft size-full wp-image-98" style="border:0 none;" title="cintai1" src="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/03/cintai1.jpg?w=510" alt="cintai1"   /></em> bertahan hidup, manusia harus memenuhi berbagai kebutuhannya, dan karenanya manusia harus bekerja. Pada akhirnya, sebagian besar dari mereka memilih untuk bekerja demi keuntungan materi. Kendati demikian, ada juga sebagian yang lain tidak hanya bekerja semata-mata demi memenuhi kehidupan hidup tersebut, melainkan juga demi kebahagiaan dan kesenangan mereka terhadap pekerjaan yang mereka lakukan.</p>
<p>Ada dua factor yang menentukan perilaku seseorang dalam menyikapi sebuah pekerjaan, yaitu beban kerja dan kemampuan orang yang bersangkutan. Beban kerja tentu saja  merupakan factor yang cenderung akan membuat seseorang tidak menyukai pekerjaannya. Mengapa?? Oleh karena seberapa pun kuatnya seseorang, ia tidak akan pernah mampu untuk bekerja layaknya mesin. Sebaliknya, jika seseorang memiliki keterampilan yang ia butuhkan dalam melakukan pekerjaannya, maka tentu saja ia akan mampu untuk menjalani pekerjaan tersebut secara efisien dan penuh kebahagiaan. Sementara, jika seseorang tidak memiliki keterampilan yang dimaksud, maka tentu saja pekerjaan tersebut tidak akan berjalan efisien. Orang demikian akan menjadi beban majikannya ketimbang sebagai asset. Oleh karena itu, sama sekali tidak mengherankan jika majikan akan segera melupakan dan menyingkirkan mereka.<br />
<span id="more-89"></span><br />
Ketika Anda memilih sebuah pekerjaan, Anda harus mempertimbangkan kemampuan Anda. Sebagaimana kita ketahui, banyak kawula muda sering kali tergoda oleh pekerjaan yang bersifat mewah. Mereka sama sekali mengabaikan syarat yang diperlukan oleh sebuah pekerjaan dan jarang sekali bersedia melihat dalam pola piker jangka panjang. Akibatnya bisa sangat berbahaya. Perlu Anda ingat bahwa ambisi tanpa kemampuan tidak akan mengantarkan sebuah kesuksesan.</p>
<p>Wisnu membuka sebuah toko spare-part mobil yang cukup besar. Bahkan ia melengkapi tokonya dengan berbagai macam variasi mobil. Ia berharap segera menjadi seorang pengusaha yang sukses, namum ia tidak memiliki kemampuan yang ia butuhkan, hingga hanya dalam waktu setahun kemudian, ia mengalami kerugian hampir separuh dari seluruh modal usaha yang ia keluarkan.</p>
<p>Sebelum memilih sebuah pekerjaan, Anda harus mempertimbangkan berbagai aspek yang melingkupi pekerjaan Anda. Begitu Anda sudah memilihnya, Anda harus berpegang teguh pada pekerjaan tersebut. Mengapa??? Karena banyak orang yang selalu merasa tidak puas dengan pekerjaan apa pun yang sudah mereka pilih. Akibatnya, mereka terus-menerus berusaha untuk mengganti-ganti pekerjaan mereka. Watak yang demikian merupakan sebuah hambatan bagi tercapainya kesuksesan. Untuk menapak anak tangga kesuksesan, di bidang pekerjaan apa saja, Anda membutuhkan efisiensi serta pengalaman yang luas. Anda tidak akan mampu mengusai kemampuan ini dengan terlalu sering bergantu pekerjaan. Ada untungnya memang sering berganti pekerjaan, dengan melakukan hal tersebut Anda mendapat pengalaman serta pengetahuan awal tentang beragam pekerjaan. Namun ingatlah, pengetahuan  tersebut tidak akan membantu Anda dalam meningkatkan kualitas kerier Anda. Apalagi pada zaman ini, di mana spesialisasi kerja merupakan kebutuhuan yang bersifat universal, sebuah sikap yang tidak dilengkapi dengan kemampuan sama sekali tidak bisa diandalkan dalam meraih sebuah karier yang memuaskan.</p>
<p>Cintailah pekerjaan Anda, apa pun pekerjaan itu!!! Tentu saja pekerjaan yang diridhoi Allah. Jangan pernah mengeluh mengenai pekerjaan Anda. Kecintaan pekerjaan akan melahirkan sebuah semangat dalam diri Anda untuk memelihara pekerjaan tersebut. Imbalannya akan sangat luar biasa. Hanya melalui sebuah pekerjaan, Anda akan mampu mewujudkan ambisi Anda. Sekali lagi, hanya melalui sebuah pekerjaanlah Anda akan mampu menunjukkan segenap kemampuan Anda. Prestasi para ilmuwan, seniman, serta tokoh-tokoh perubahan sosial merupakan bukti nyata dari hal ini.</p>
<p>Marie Curie lahir di Warasawa, Polandia 8 November 1867, kala itu para wanita tidak diizinkan untuk mempelajari sains. Ketika ia mencari pembelaan di Krakow University, ia diberi tahu bahwa sains bukanlah sebuah wilayah bagi para wanita. Ia justru ditawarkan untuk masuk di jurusan tata boga! Pada akhirnya, ia berangkat ke Sorbonne University di Prancis, dengan tekad bulat untuk mempelajari sains. Di sana, setelah melakukan penelitian yang mendalam selama beberapa tahun (1898), ia menemukan radium dan memenangkan Hadiah Nobel atas prestasinya tersebut. Ia mampu melakukan penemuan yang luar biasa karena ia mencintai pekerjaanya, dan menolak untuk menyerah begitu saja pada kesulitan yang menghadang.</p>
<p>Selain itu, dunia barangkali akan tetap berada pada cengkeraman malaria jika Ronald Ross tidak bersiteguh dalam melakukan peneliatian di tengah beranekaragam kesulitannya. Selama beberapa tahun awal ia selalu mengalami kegagalan. Bahkan, saat ia menemukan penyebab malaria, ia sendiri sudah demikian lelah. Ia bahkan baru menyadari penemuannya tersebut setelah ia bangun dari tidur. Keperawatan juga tidak akan menjadi profesi mulai bagi wanita jika bukan atas jasa serta kegigihan Florence Nightingale. (bersambung ke bag-2).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://septiyan7.wordpress.com/2009/03/10/cintai-pekerjaan-anda-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/33f88d9b1d9a2bf0c788c7ad8f817a455fe6d13032b6cd795e45e0b08a28b972?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">septiyan7</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://septiyan7.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/03/cintai1.jpg">
			<media:title type="html">cintai1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Takut Dikritik (Bag. 2)</title>
		<link>https://septiyan7.wordpress.com/2009/01/19/jangan-takut-dikritik-bag-2/</link>
					<comments>https://septiyan7.wordpress.com/2009/01/19/jangan-takut-dikritik-bag-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[septiyan7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 08:05:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://septiyan7.wordpress.com/?p=85</guid>

					<description><![CDATA[Tukang kritik sama saja dengan pembersih cerobong asap, mereke meletakkan api di bawah cerobong, dan menakut-nakuti burung layang-layang yang sedang bersarang di atas; kemudian mereke akan merangkak menaiki cerobong tersebut, diselimuti dengan berbagai kotoran, dan tidak menyisakan apa-apa selain kotoran dan coreng-moreng arang bekas api yang ia bakar sendiri, kemudian mereka akan muncul di atap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Tukang kritik sama saja dengan pembersih cerobong asap, mereke meletakkan api di bawah cerobong, dan menakut-nakuti burung layang-layang yang sedang bersarang di atas; kemudian mereke akan merangkak menaiki cerobong tersebut, diselimuti dengan berbagai kotoran, dan tidak menyisakan apa-apa selain kotoran dan coreng-moreng arang bekas api yang ia bakar sendiri, kemudian mereka akan muncul di atap rumah, seolah-olah merekalah yang membangun cerobong asap tersebut.</em> (Longfellow)</p>
<p><strong>Kita di Mata Mereka</strong></p>
<p>Kritik cenderung membuat kita merasa terluka karena kita belum membiasakan diri menyikapinya secara tepat. Kita beranggapan bahwa kita tanpa cacat. Kita selalu ingin agar orang lain menerima kita sebagai teladan yang sempurna. Sementara, orang lain akan menilai kita berdasarkan standar mereka masing-masing.</p>
<p>Tentu saja, mereka akan menemukan kekurangan pada diri kita. Akan tetapi, sebagian besar dari kita cenderung enggan melihat secuil pun kekurangan yang ada pada diri kita. Jika seseorang secara kebetulan memperlihatkan kekurangan kitakepada orang lain, kita dengan serta-merta akan mengabaikannya dengan mengatakan:”Pernyataan tersebut sama sekali tidak beralasan dan hanya berdasarkan pada prasangka belaka”.<br />
<span id="more-85"></span></p>
<p>Jika Anda bersedia untuk memperhatikana pernyataan orang lain tentang diri Anda dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyadari kemampuan Anda sendiri, maka sangat mungkin Anda akan menemukan beberapa kelemahan yang ingin Anda perbaiki. Bersegeralah memperbaiki kelemahan Anda, maka Anda akan segera melihat tanggapan positif dari orang lain dan Anda akan menerima pujian dari banyak orang. Namun, ingat! Jangan Anda merasa tinggi hati atau sombong menerima pujian, karena manusia tidak pantas untuk menyombongkan diri.</p>
<p>Barang kali Anda sering membaca motto berikut di toko atau outlet-outler di mall atau disebuah perusahan: “Jika pelayanan yang kami berikan tidak memuaskan Anda, beritahu kami. Jika Anda sudah puas, beri tahu orang lain”. Pada kenyataannya, semua perusahaan besar akan berusaha menjalin hubungan baik dengan para pelanggannya, tentu dalam hal pelayanan terhadap pelanggan. Maka tidak heran jika perusahaan itu memberi jaminan kepuasan kepada para pelanggannya dan berusahan menebus keluhan pelanggan. Mereka mempertahankan sebuha sistem public relation yang secara terus-menerus berusaha memahami kecenderungan pelanggannya. Sikap peka mereka terhadap opini public akan memberi keuntungan yang berlipat ganda.</p>
<p>Dalam bahasa yang sederhaan, perjalanan peradaban kita sendiri telah berlangsung dengan bersandar pada kritik yang membangun. Dari waktu ke waktu kita menciptakan hal-hal yang baru serta menolak hal-hal lama. Hal ini menunjukkan seberapa pentingnya kritik yang sehat dalam perjalanan hidup kita. Tanpa adanya kritik, rasa puas diri akan berkembang dengan cepat, dan perjalanan peradaban akan menemui jalan buntu.</p>
<p>Lain kali, jika Anda menerima kritikan, jangan serta-merta terjebak dalam kemarahan. Sebaliknya, pikirkan dengan sungguh-sungguh bahwa Anda mampu melakukan sesuatu untuk menghilangkan penyebab munculnya kritik yang mengganggu Anda. Memang, tidaklah mudah membangun sebuah kebiasaan pengendalian diri seperti itu. Akan tetapi, seorang yang layak mendapatkan haknya tidak akan pernak takut untuk berusaha mendapatkan hak tersebut.</p>
<p>Belum tentu pandangan kritik yang Anda terima adalah pandangan yang benar. Mungkin saja, hal tersebut hanya sekadar menunjukkan rasa cemburu atas keberhasilan Anda. Jika hal ini terjadi, langkah terbaik yang harus Anda lakukan adalah memperlihatkan sikap bijak Anda. Kita sebagai orang yang beriman harus menunjukkan sikap baik kepada sesama, walaupun orang itu memberikan kritikan pedas kepada kita. Bukankah beda antara orang beriman dengan tidak beriman?</p>
<p>Kritik dapat menghilang sendirinya jika Anda menggunakan sebuah pendekatan realiatas terhadap kehidupan. Ingatlah, meskipun pekerjaan atau tindakan Anda terinspirasi oleh berbagai niat dan tujuan yang baik, tetap saja ada orang yang melempar Lumpur ke arah Anda. Jadi, Anda harus belajar dari setiap kritik yang diterima. (selesai)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://septiyan7.wordpress.com/2009/01/19/jangan-takut-dikritik-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/33f88d9b1d9a2bf0c788c7ad8f817a455fe6d13032b6cd795e45e0b08a28b972?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">septiyan7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Takut Dikritik (Bag. 1)</title>
		<link>https://septiyan7.wordpress.com/2009/01/17/jangan-takut-dikritik-bag-1/</link>
					<comments>https://septiyan7.wordpress.com/2009/01/17/jangan-takut-dikritik-bag-1/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[septiyan7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 05:33:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kekurangan]]></category>
		<category><![CDATA[kemampuan]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan]]></category>
		<category><![CDATA[kritik]]></category>
		<category><![CDATA[kritikan pedas]]></category>
		<category><![CDATA[pujian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://septiyan7.wordpress.com/?p=81</guid>

					<description><![CDATA[Tukang kritik sama saja dengan pembersih cerobong asap, mereke meletakkan api di bawah cerobong, dan menakut-nakuti burung layang-layang yang sedang bersarang di atas; kemudian mereke akan merangkak menaiki cerobong tersebut, diselimuti dengan berbagai kotoran, dan tidak menyisakan apa-apa selain kotoran dan coreng-moreng arang bekas api yang ia bakar sendiri, kemudian mereka akan muncul di atap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-family:&quot;">Tukang kritik sama saja dengan pembersih cerobong asap, mereke meletakkan api di bawah cerobong, dan menakut-nakuti burung layang-layang yang sedang bersarang di atas; kemudian mereke akan merangkak menaiki cerobong tersebut, diselimuti dengan berbagai kotoran, dan tidak menyisakan apa-apa selain kotoran dan coreng-moreng arang bekas api yang ia bakar sendiri, kemudian mereka akan muncul di atap rumah, seolah-olah merekalah yang membangun cerobong asap tersebut. (Longfellow)</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sanusi baru saja memenangkan lomba baca puisi di sekolahnya. Ia demikian senang dan bangga. Kebahagiannya semakin meningkat dengan ucapan selamat yang ia terima dari teman-temannya. Di rumah dia sangat bangga menceritakan keberhasilannya kepada seluruh anggota keluarga.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Keesokan harinya, keadaan tiba-tiba berubah, kejadian yang tidak dinyana-nyana oleh Sanusi. Palaguna, salah seorang kakak kelasnya mengejeknya bahwa kemenangan yang ia terima tidak lebih dari rasa kasihan tim juri kepadanya. Mendengar ejekan ini, semua kebagiaan yang ada di hati Sanusi lenyap seketika dan sebuah kemarahan segera menyelimutinya. Ia terlihat seperti bara api yang tersiram air. Alasan kemarahan Sanusi sangat jelas, ia tidak terima diejek oleh teman-teman sekolahnya. Sebagian dari kita, bahkan semuanya, cenderung mengharapkan pujian atas prestasi yang telah kita raih. Oleh karenanya, jika hal tersebut tidak terjadi, tak pelak lagi kita akan segera sakit hati.</span></p>
<p><span id="more-81"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sanusi sama sekali tidak menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang bisa melarikan diri dari kritik. Sejarah telah menunjukkan beberapa contoh tentang prestasi tokoh-tokoh besar yang semula menjadi bahan tertawaan. George Washington, tokoh pembebas Amerika, pernah dianggap sebagao seorang hipokrit dan penipu. Sebuah karikatur dalam sebuah majalah bahkan pernah melukiskan dirinya tertunduk di bawah sebuah alat penggal kepala dengan sebuah pisau besar yang siap memenggal kepalanya. Di sepanjang jalan yang ia lalui, ia selalu berhadapan dengan orang-orang yang mengolok-olok dan mencemoohnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Edward Jenner juga tidak berbeda dengan George Washington, ia selalu mendapat olok-olokan dari orang-orang di sekitarnya. <span> </span>Seharusnya, masyarakat dunia saat ini memberikan pujian atas jasanya dalam menemukan vaksin cacar, meskipun di saat ia melakukan penelitian untuk menemukan vaksin tersebut, semua orang bahkan para dokter mencibir usahanya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kritik memang akan menikam harga diri Anda dan secara alamiah Anda akan tergoda untuk melakukan basal dendam. Jika Anda termasuk orang yang sensitive dan lugu, reaksi Anda tentu akan lebih keras. Akan tetapi, balas dendam bukan jalan terbaik. Jika Anda memilih untuk melakukan pembalasan, sebagian besar waktu Anda akan hilang hanya untuk merencanakan tindakan balas dendam. Akibatnya Anda hanya memiliki sedikit waktu yang digunakan untuk mengerjakan hal-hal yang bermanfaat. Terlepas dari hal tersebut, pola piker akan meracuni seluruh pikiran Anda. Balas dendam mungkin akan memberikan nikmat sesaat, tetapi pada akhirnya Anda akan tetap merasakan kesengsaraan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Setiap kali Anda menerima kritik, ada baiknya jika Anda mengikuti strategi yang dikembangkan oleh </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Lincoln</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">. Pada masa Perang Saudara di Amerika, Linclon menerima kritik yang sangat luar biasa. Namun, ia tidak kehilangan nyali dan ia juga tidak berusaha melakukan pembelaan diri. Sebaliknya, ia menunjukkan kemampuan berpikir yang luar biasa. Satu-satunya jawaban yang ia berikan terhadap kritik yang ia terima adalah:”Jika saya diminta untuk membaca, atau menjawab semua serangan yang dilancarkan kepada saya, maka saya tidak akan melayani hal tersebut. Semua yang saya lakukan saat ini adalah hal terbaik yang saya mampu, hal terbaik yang saya tahu, dan saya bertekad akan melakukan hal tersebut sampai kapan pun. Jika hasil akhirnya menunjukkan kebenaran saya, maka semua kritik yang saya terima sama sekali tidak ada artinya. Jika hasil akhirnya menunjukkan kesalahan saya, maka sepuluh malaikat yang bersumpah membela saya juga tidak memiliki arti apa-apa”.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Lincoln</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">, sebagaimana yang kita ketahui adalah tokoh penyelamat Amerika. Semua orang yang mengkritiknya tak pelak lagi hsrus mengakui keberhasilannya. Mereka haus mengakui bahwa tidak akan pernah ada yang mampu menghilangkan kehebatannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Anda seharusnya tidak mempedulikan kritik yang Anda terima. Jangan sampai kritikan itu menghalangi Anda menuju kesuksesan. Karena jika Anda menyikapi kritik secara negative, maka Anda akan terus-menerus memperhatikan kelemahan Anda, yang pada akhirnya akan menghambat kemajuan Anda sendiri. Anita menyikapi kritik dengan berusaha untuk mengabaikannya. Ketika ia sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti tes calor Pramugari, sebagian besar tetangganya mulai mengolok-olok.<span> </span>Bagaimana sikap Anisa? Apakah ia merasa dipermalukan? Sama sekali tidak. Bahkan ia beranggapan para tukang kritik itu tidak ada. Akhirnya, ketika ia diterima sebagai sebagai pramugari di maskapai penerbangan pemerintah, semua orang, bahkan para pengritiknya sekarang berbalik mengaguminya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Namun demikian terkadang kritik juga merupakan pujian tersembunyi bagi kemampuans seseorang. Orang-orang yang berbakat sering kali<span> </span>melakukan sesuatu di luar kebiasaan. Tindakan-tindakan mereka dilandasi pada kebenaran dan sering kali mengabaikan keberadaan orang lain, atau bahkan menjadi penghinaan bagi masyarakat social. Kaun konvensional sering kali melihat tindakan mereka sebagai sebuah kebodohan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Galileo menentang hasil penelitian ilmiah Aristoteles dengan menyatakan<span> </span>bahwa jika dua benda dengan berat yang berbeda dijatuhkan secara bersama dari ketinggian tertentu, maka keduanya akan jatuh ke tanah pada waktu yang bersamaan. “Tidak seorang pun kecuali orang yang bodoh yang percaya bahwa sehelai bulu ayam dan sebuah peluru meriam akan meluncur dengan kecepatan yang sama”, kata lawan-lawan Galileo.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Namun, apa yang terjadi? Galileo tidak merasa sakit hati atas cemoohan tersebut. Sebaliknya, di tengah-tengah cemoohan orang banyak, ia menaiki menara miring Pisa dan menunjukkan kebenaran penelitiannya dengan melemparkan dua bola- yang satu dengan berat 10 pon (kurang lebih 5 kg) dan yang satunya 1 pon (kurang lebih 0,5 kg). Saat para pencelanya melihat bahwa kedua bola itu jatuh secara bersamaan ke tanah, mereka pun hanya bisa tercengang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Siapakah orang yang suka mencela orang lain? Mereka yang suka mengkritik orang lain adalah orang yang berpikiran sempit. Mereka tidak memiliki prestasi apa-apa yang bisa mereka banggakan. Ketika mereka melihat orang lain meraih kesuksesan demi kesuksesan, mereka mulai terbakar oleh iri hati. Karena mereka tidak berhasil menandingi keberhasilan orang lain, mereka berusaha menutup-nutupi ketidakmampuannya mereka&#8230;. (Bersambung ke bag-2)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://septiyan7.wordpress.com/2009/01/17/jangan-takut-dikritik-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/33f88d9b1d9a2bf0c788c7ad8f817a455fe6d13032b6cd795e45e0b08a28b972?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">septiyan7</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>