<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268</atom:id><lastBuildDate>Wed, 14 Oct 2009 02:35:52 +0000</lastBuildDate><title>Pupuk Organik ABG™ Meningkatkan Pertanian Organik  Indonesia</title><description /><link>http://goagro-abg.blogspot.com/</link><managingEditor>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/BangkitPertanianOrganikIndonesia" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">BangkitPertanianOrganikIndonesia</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-6249587899001643923</guid><pubDate>Thu, 01 Oct 2009 04:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-01T11:41:34.912+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ipat BO</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ABG</category><title>Kodam VII Wirabuana Sosialisasi Tanam Padi Sawah</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SsQyu1sSdOI/AAAAAAAAAUE/_EWhO_Ltgh0/s1600-h/abg.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 198px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SsQyu1sSdOI/AAAAAAAAAUE/_EWhO_Ltgh0/s400/abg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387486834510165218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Demi meningkatkan tanaman padi sawah di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Kepala Badan Penyuluh Pertanian (BPP) se-Minsel diundang Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) mengikuti sosialisasi pengembangan teknologi Insensifikasi Padi Aerob Terkendali-Berbasis Organik (IPAT-BO), di Balai Pertemuan Umum (BPU), Desa Matani, Kecamatan Tumpaan, Senin (28/9).&lt;br /&gt;Sosialisasi ini kerjasama dengan Tim Ketahanan Pangan Kodam VII Wirabuana yang dihadiri Bupati Minsel, Drs RM Luntungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Melalui metode IPAT-BO ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, karena hasil produksinya dapat berlipat ganda,"ujar Luntungan dalam sambutannya. &lt;br /&gt;Sementara Ketua Tim sosialisasi dari Tim Ketahanan Pangan Kodam VII Wirabuana, Yedid James Putra Nenobias, mengatakan, kegiatan sosilisasi yang mereka adakan bukan hanya di Minsel, tetapi akan berkeliling di Kodim-Kodim, sewilayah Kodam VII Wirabuana.&lt;br /&gt;"Sosilisasi yang kami adakan ini akan berkeliling di seluruh Kodim yang merupakan wilayah Kodam VII Wirabuana yang ada di enam provinsi, yakni Sulut, Sulsel, Sulteng, Sulbar, Gorontalo dan Sultra,"kata Nenobias.&lt;br /&gt;Waktu sosilisasi tak terbatas. "Waktu tak terbatas, setelah di satu tempat mulai berjalan, kami berpindah lagi ke tempat lain,"ujarnya.&lt;br /&gt;Setelah kegiatan sosilisasi di BPU Desa Matani, Bupati bersama Dandim 1302 Minahasa Let HK Watoelangkow, Kepala Tim Asistensi Ketahanan Pangan Kodam VII Wirabuana Kol Inf Toto Sugardi, beserta kepala SKPD lainnya bertolak ke sawah juga di Desa Matani, untuk menabur benih hasil teknologi IPAT BO.(vid)[tribunmanado.co.id]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-6249587899001643923?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/iE145HjanmiI82p6fZMH4dcGIww/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/iE145HjanmiI82p6fZMH4dcGIww/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/iE145HjanmiI82p6fZMH4dcGIww/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/iE145HjanmiI82p6fZMH4dcGIww/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/10/kodam-vii-wirabuana-sosialisasi-tanam.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SsQyu1sSdOI/AAAAAAAAAUE/_EWhO_Ltgh0/s72-c/abg.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-9046579128856686224</guid><pubDate>Thu, 20 Aug 2009 04:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-20T11:11:23.640+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk</category><title>ABG-DEGRA</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SozMruxoXBI/AAAAAAAAAT8/qiZvvt0bnlo/s1600-h/ABGDegra.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 310px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SozMruxoXBI/AAAAAAAAAT8/qiZvvt0bnlo/s320/ABGDegra.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371893507208797202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ABG-DEGRA&lt;/span&gt; adalah inokulan konsorsium mikroba pengurai (decomposer) unggul alami terutama sellulolitik, lignolitik dan ligno-sellulolitik dengan kepadatan 109 – 1012 cfu/gram inokulan (bakteri, aktinomycetes, ragi, dan jamur). Efektif untuk menguraikan berbagai limbah organik, yaitu limbah perkotaan (sampah), rumah tangga, pertanian, peternakan, perikanan, rumah tangga dan limbah organik lainnya dari berbagai industri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KEUNGGULAN DAN MANFAAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan dan Manfaat ABG-Degra antara lain adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;• Inokulan (bioaktivator) untuk pengkomposan berbagai limbah organik dan &lt;br /&gt;  menghasilkan kompos bermutu tinggi dan mengandung senyawa aktif dan mikroba &lt;br /&gt;  antagonistik dengan patogen tanah (soil born diseases)&lt;br /&gt;• Inokulan untuk mempercepat penguraian limbah organik (kotoran) dalam septik tank &lt;br /&gt;  sehingga tidak cepat penuh/mampet, mengurangi timbulnya aroma bau busuk dan &lt;br /&gt;  mengendalikan pathogen (E. coli dan mikroba pathogen lainnya dalam septik tank).&lt;br /&gt;• Inokulan untuk pengkomposan limbah industri kelapa sawit (tandan kosong), industri &lt;br /&gt;  kertas dan limbah tanaman perkebunan lainnya.&lt;br /&gt;• Dosis rendah dengan efektifivitas tinggi (100 gram untuk 1 – 10 m3 bahan kompos)&lt;br /&gt;• Aplikasi praktis (industri, rumah tangga, dan lain-liannya) dan ramah lingkungan &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AKTIVASI DAN TEKNIK APLIKASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PENGKOMPOSAN LIMBAH ORGANIK &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Larutkan inokulan ABG-Degra atau campurkan 100 g dalam 50 -100 L air dan tambahkan 1 – 2 kg dedak, 100 - 200 g gula pasir dan 100 g Urea. Kemudian aduk hingga merata. Selanjutnya diamkan sekitar 2 - 4 jam, dalam kurun waktu tersebut lakukan pengadukan 2-3 kali.&lt;br /&gt;b. Siramkan larutan tersebut pada tumpukan atau campuran bahan kompos secara merata (cukup untuk 1 – 10 m3 bahan kompos, dipotong-potong hingga ukuran &lt; 1 cm, makin halus makin baik) . Bila kelembaban bahan kompos masih kurang, siram tumpukan kompos tersebut dengan air hingga mencapai kelembaban sekitar 60 - 65% (bila bahan kompos digenggam air tidak menetes, tetapi bila diremas air keluar)..&lt;br /&gt;c. Bila bahan kompos berasal dari sampah perkotaan atau rumah tangga (banyak mengandung air), tambahkan bahan penggembur berupa serbuk gergaji sekitar 1 – 5 %  dan dedak sekitar 0,1% &lt;br /&gt;d. Pertahankan proses pengkomposan secara aerob dengan melakukan pembalikan 2 – 3 kali (interval 5 – 7 hari) atau  dengan mengatur sirkulasi udara atau suplai oksigen melalui pipa paralon atau bambu (diameter sekitar 7,5 - 10 cm dan diberi lubang dengan diameter 1 cm dalam bentuk spiral), ditusukkan kedalam tumpukan dengan jarak sekitar 25 - 50 cm.&lt;br /&gt;e. Tutup tumpukan kompos dengan terpal atau plastik untuk mengurangi penguapan dan pertahankan temperatur 60 - 65 0C selama 2 - 3 hari, Selanjutnya lakukan pembalikan (5 - 7 hari sekali) dan atur kelembaban tumpukan kompos dengan menambahkan air hingga kelembaban sekitar 60 - 65%. Pengomposan selesai 3 – 6 minggu &lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PENGURAIAN LIMBAH ORGANIK DALAM SEPTIK TANK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aktifkan ABG-Degra dengan melarutkan sekitar 5 - 10 gram ABG-Degra (satu sendok makan) ke dalam 1 – 2  L air bekas cucian beras kemudian aduk hingga merata.  Biarkan 2 - 4 jam lalu masukan ke dalam septik tank atau melalui kloset dengan  aplikasi 1 - 2 kali/bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-9046579128856686224?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Z9efeh2b-rhdvQfWDni5jNkPTW8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Z9efeh2b-rhdvQfWDni5jNkPTW8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Z9efeh2b-rhdvQfWDni5jNkPTW8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Z9efeh2b-rhdvQfWDni5jNkPTW8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/08/abg-degra.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SozMruxoXBI/AAAAAAAAAT8/qiZvvt0bnlo/s72-c/ABGDegra.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-6307393972261414732</guid><pubDate>Tue, 11 Aug 2009 07:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-11T14:39:57.428+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk</category><title>ABG-OMNI</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SoEgExIU6ZI/AAAAAAAAAT0/BojiF9HjaXk/s1600-h/omni.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 158px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SoEgExIU6ZI/AAAAAAAAAT0/BojiF9HjaXk/s320/omni.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368607497082169746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;EKSTRAK ORGANIK DAN NUTRISI&lt;br /&gt;ABG®&lt;br /&gt;(AMAZING BIO-GROWER)&lt;br /&gt;OMNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABG-Omni merupakan konsentrat organik hasil ekstraksi secara mikrobiologis melalui proses fermentasi berbagai bahan organik berkualitas tinggi (ikan, ternak dan tanaman), mengandung senyawa bioaktif (asam-asam amino, enzim, vitamin), diperkaya dengan nutirisi dan mineral esensil yang sangat diperlukan hewan Omnivora (pemakan segala) seperti babi dan sejenisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Manfaat&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;• Meningkatkan nafsu makan dan melancarkan pencernaan&lt;br /&gt;• Meningkatkan kesehatan ternak dan daya tahan terhadap penyakit&lt;br /&gt;• Sebagai sumber nutrisi, vitamin dan mineral (food supplement)&lt;br /&gt;• Memacu pertumbuhan ternak omnivora (babi dan sejenisnya)&lt;br /&gt;• Meningkatkan bobot daging&lt;br /&gt;• Meningkatkan kualitas kotoran. Kotoran ternak lebih kering&lt;br /&gt;• Applikasi hemat dan praktis dengan dosis yang rendah &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KANDUNGAN DAN KOMPOSISI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;6 % C-org, 2 % N, 1% P2O5, 1% K2O, 0,1% CaO, 0,1% MgO, 0,2% S dan mikro elemen (B, Cu, Co, Cl, Fe, Mn, Mo, Na, Zn), senyawa bioaktif (karbohidrat, protein, asam-asam amino, vitamin, enzim,  dll.).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TEKNIK APLIKASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ternak Omnivora (babi dan sejenisnya). Larutkan 2 – 3 cc ABG-Omni/L air dan diberikan setiap hari (pagi) melalui air minum atau campurkan 5 – 10 cc ABG dengan sekitar 2 – 5 kg dedak atau pakan lainnya dan diberikan setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-6307393972261414732?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/O_Upa3sPdHwIofwRfMBklvNhbiQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/O_Upa3sPdHwIofwRfMBklvNhbiQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/O_Upa3sPdHwIofwRfMBklvNhbiQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/O_Upa3sPdHwIofwRfMBklvNhbiQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/08/abg-omni.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SoEgExIU6ZI/AAAAAAAAAT0/BojiF9HjaXk/s72-c/omni.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-1619021236204353015</guid><pubDate>Tue, 28 Jul 2009 02:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-28T09:53:24.733+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><title>PERANAN ABG BUNGA BUAH dalam MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN  ANDA</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Arial Narrow";  panose-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:Calibri;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-language:EN-US;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Arial Narrow";  panose-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:Calibri;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-language:EN-US;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Yopy halomoan SP.MSi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sm5jPtwhOnI/AAAAAAAAAS0/L0JrtTXE8P0/s1600-h/Bunga+%26+Buah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 154px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sm5jPtwhOnI/AAAAAAAAAS0/L0JrtTXE8P0/s320/Bunga+%26+Buah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363333327877126770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Melanjutkan dari penjelasan ABG daun pada edisi sebelumnya kita akan mengetahui bahwa tanaman merupakan mahluk yang sangat kompleks dan memiliki potensi yang luarbiasa apabila kita memeliharannya secara baik. Mulai dari pembentukan sel, pertumbuhan memanjang dan membesar, semakin matang bahkan sampai kepada diferensiasi sel atau perubahan bentuk sel. Karena pertumbuhan inilah tanaman memiliki kebutuhan yang berbeda-beda setiap fase pertumbuhannya.&lt;br /&gt;ABG Bunga dan Buah adalah pupuk cair organic yang di formulasi khusus untuk fase generatif pertumbuhan tanaman dengan tujuan memaksimalkan pertumbuhan bunga, proses perubahan bunga menjadi buah dan pembesaran buah. Fase geneartif biasa di sebut juga dengan fase reproduktif dimana tanaman mulai mengembangkan fungsi reproduksinya dengan ciri khas proses dari fase reproduktif antara lain proses pembelahan selnya relative sedikit, jaringan tanaman semakin dewasa, penebalan serabut, pembentukan hormon dan perkembangan kuncup bunga, lalu perkemangan kuncup bunga, buah, biji serta alat penyimpanannya, dan pembentukan koloid hidrofilik atau jaringan yang menyimpan atau menyerap air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Fase ini membutuhkan banyak suplai karbohidrat karena karbohidrat yang biasanya di suplai untuk perkembangan akar, batang, dan daun selebihnya akan di suplai untuk keperluan perkembangan bunga, buah, biji, dan tempat penyimpanan di buah. Untuk memenuhi kebutuhan inilah ABG Bunga Buah diformulasi karena selain memiliki kandungan K dan P yang lebih besar dibandingkan ABG daun juga mengandung hormon pertumbuhan bunga dan buah. Pupuk ABG Bunga Buah memiliki kandungan : 6% C organic, 8% P2O5, 14% K2O, 1% CaO, 0,8 % MgO, 1% S dan hara mikro (B, Fe, Zn, MN, Mo, CU) serta asam-asam amino, asam humat dan senyawa bioaktif (GA3 800 ppm).&lt;br /&gt;Kandungan yang ada pada ABG bunga buah menyebabkan ABG B ini memiliki keunggulan antara lain :&lt;br /&gt;1. Merangsang pertumbuhan akar, pembungaan, dan pembuahan&lt;br /&gt;2. Meningkatkan kualitas bunga baik dari segi ukuran dan warna, kualitas buah dan umbi&lt;br /&gt;bahkan sampai kepada citra rasa.&lt;br /&gt;3. Mengurangi kerontokan bunga, buah, dan gabah tanaman padi.&lt;br /&gt;4. Meningkatkan pengisian gabah pada padi, polong pada kacang-kacangan, umbi pada&lt;br /&gt;kentang dan bawang, dan buah pada tanaman buah-buahan.&lt;br /&gt;5. Meningkatkan kesehatan tanaman dan resistensi terhadap serangan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan ABG Bunga Buah&lt;br /&gt;Penggunaan ABG Bunga Buah dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain dengan mencampurkan cairan ABG Bunga buah dengan air sesuai dosis kebutuhan (1-4 cc/L air) kemudian memberikan campuran tersebut baik dengan cara disemprot atau disiram (cor) kedaerah perakaran tanaman. Interval pemberian dapat dilakukan dengan jarak 7-10 hari sekali sesuai kebutuhan tanaman. Demikian dosis dan interval penggunaan ABG B pada berbagai tanaman :&lt;br /&gt;APLIKASI ABG PADA TANAMAN HORTIKULTURA&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sm5ikXv0t5I/AAAAAAAAASs/V7C9znfgfek/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 190px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sm5ikXv0t5I/AAAAAAAAASs/V7C9znfgfek/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363332583234254738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sm5kRuwVr7I/AAAAAAAAAS8/0V2WAFYVCGY/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 196px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sm5kRuwVr7I/AAAAAAAAAS8/0V2WAFYVCGY/s320/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363334462016171954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sm5k10PV8MI/AAAAAAAAATE/PFIk9vmYczM/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 106px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sm5k10PV8MI/AAAAAAAAATE/PFIk9vmYczM/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363335081963679938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sm5lKaeqqrI/AAAAAAAAATM/zJd9l5nPBfU/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 82px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sm5lKaeqqrI/AAAAAAAAATM/zJd9l5nPBfU/s320/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363335435825883826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sm5lVaviXCI/AAAAAAAAATU/dOcz0K69Jew/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 167px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sm5lVaviXCI/AAAAAAAAATU/dOcz0K69Jew/s320/5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363335624875203618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sm5logMUx3I/AAAAAAAAATc/xVrh1G9EX5s/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 84px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sm5logMUx3I/AAAAAAAAATc/xVrh1G9EX5s/s320/6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363335952755640178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sm5lxvI9qdI/AAAAAAAAATk/MXLbXJZHrmg/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 86px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sm5lxvI9qdI/AAAAAAAAATk/MXLbXJZHrmg/s320/7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363336111386896850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sm5l-97oEII/AAAAAAAAATs/zu5ON5tnTro/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 289px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sm5l-97oEII/AAAAAAAAATs/zu5ON5tnTro/s320/8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363336338695786626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:Calibri;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-language:EN-US;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;  mso-header-margin:35.4pt;  mso-footer-margin:35.4pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Demikianlah penjelasan mengenai ABG Bunga buah yang bisa meningkatkan produksi tanaman Anda pastikan anda menggunakan pupuk ABG karena ABG pasti subur!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-1619021236204353015?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UsERxVqAJsWq1OnL239SrhK9GaY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UsERxVqAJsWq1OnL239SrhK9GaY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UsERxVqAJsWq1OnL239SrhK9GaY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UsERxVqAJsWq1OnL239SrhK9GaY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/07/peranan-abg-bunga-buah-dalam.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sm5jPtwhOnI/AAAAAAAAAS0/L0JrtTXE8P0/s72-c/Bunga+%26+Buah.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-1260572720166808292</guid><pubDate>Fri, 17 Jul 2009 02:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-17T09:50:23.288+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Pangdam VII Wirabuana Buka Lahan Tidur di Luwu Timur</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sl_mckMf7EI/AAAAAAAAASc/V3cWYCTDX8g/s1600-h/20090424081940.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sl_mckMf7EI/AAAAAAAAASc/V3cWYCTDX8g/s320/20090424081940.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359255460021005378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ABG - Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Djoko Susilo Utomo menggelar karya bakti TNI di Desa Pekaloa, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, salah satunya adalah dengan mengadakan program Pompa Air Tanpa Motor (PATM) dan pembukaan lahan tidur di Desa Pekaloa, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur pada Rabu (23 April 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Target kami akan membuka lahan dan memanfaatkan lahan tidur seluas sekitar 300 hektar secara bertahap. Ini intensifikasi pertanian berbasis organik. Sudah dicoba di Gowa, hasilnya rata-rata 12,8 ton padi perhektar. Di sini insya Allah bisa juga seperti, tapi bila hasilnya sekitar 7-8 ton perhektar sudah luar biasa. Sementara menurut hasil pantauan, rata-rata petani di sini hanya menghasilkan 3-4 ton perhektar. Saya punya anggota yang ahli pertanian dan yakin bisa minimal 7-8 ton perhektar di sini," tegas Djoko Susilo Utomo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk program Pompa Air Tanpa Motor, Kodam VII Wirabuana bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan PT International Nickel Indonesia Tbk. (PT Inco). Acara program karya bakti TNI ini dimulai dengan tinjauan Pangdam VII ke lokasi proyek PATM di Desa Pekaloa. Dalam peninjauan ini, Pangdam VII disertai jajaran Kodam VII Wirabuana, Sekda Pemkab Lutim, Drs. HAT Umar Pangerang, jajaran Muspida Lutim, dan Senior Vice President and General Counsel PT Inco, Nurman Djumiril.            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai dari tinjau proyek PATM, Djoko Susilo Utomo menggelar dialog interaktif dengan masyarakat setempat disaksikan jajaran Muspida Lutim, perwakilan manajemen PT Inco, dan para tokoh masyarakat setempat. Ponirin, salah satu warga dari unit transmigrasi menginginkan juga dibangun Pompa Air Tanpa Motor di daerahnya dan ada penyuluh untuk babi karena banyak babi liar yang merusak tanaman petani. Menanggapi permintaan itu, Djoko Susilo Utomo akan berupaya pada tahap berikutnya agar  warga transmigrasi di Lutim juga dapat proyek PATM itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nanti kita akan upayakan asalkan di daerah itu ada sungainya. Karena pompa ini tidak perlu bahan bakar tapi bisa mengairi lahan-lahan tidur yang ada di sekitarnya bisa mencapai puluhan hektar bahkan ratusan hektar, tergantung kondisi sungainya. Soal penyuluh babi, Kodam VII belum punya ahlinya, yang ada baru penyuluh tikus yang bisa menghalangi tikus untuk makan padi. Nanti dicari dulu soal penyuluh babi ini," ujar Djoko Susilo Utomo.            &lt;br /&gt;Menurut Nurman Djumiril, keterlibatan PT Inco dalam program ini sebagai bagian dari CSR dari perusahaan."Program ini sekaligus sebagai komitmen perusahaan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal dengan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan," ujar Nurman DjumirilSetelah dialog interaktif, Djoko Susilo Utomo  dan rombongan meninjau lahan tidur yang akan diairi oleh program PATM di Desa Pekaloa. Dalam tinjauan ini, Djoko Susilo Utomo mendapat penjelasan langsung dari penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang juga anggota Kodam tentang teknik bercocok tanam dan bibit unggul yang akan ditanam sehingga dalam satu hektar hasil panennya minimal mencapai 8 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini saya juga bawa ahli tikus dari anggota saya. Jadi bagaimana tikus tidak makan tanaman padi bisa juga ditanyakan ke anggota saya ini. Selain itu, saya juga bawa anggota saya yang  ahli tanaman cabe. Mereka itu  nanti akan saya perintahkan tinggal di sini dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat di sini bagaimana bertani yang produktif dan  menanam cabe yang produktif. Saya sudah buktikan menanam padi di Gowa dengan hasil 12,8 ton per hektar dan menanam satu juta pohon cabe di Sulsel ini dan berhasil," ujar Djoko Susilo Utomo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Djoko Susilo Utomo, tujuan utama dari program ini adalah untuk melestarikan dan menjaga lingkungan. " Di sini kabarnya dari 218 ribu hektar hutan, yang rusak sudah 84 ribu hektar. Nah kami ini kerja sama dengan Pemkab Lutim  untuk membuka lahan tidur. Jadi kalau kita larang masyarakat merambah hutan, kita juga berikan solusinya yaitu kita siapkan lahan untuk bercocok tanam. Kita ajak masyarakat untuk tidak lagi babat hutan, tapi kita kasih lahan untuk bertani. Saya dapat perintah dari Presiden untuk program ketahanan pangan. Ini salah satu solusinya," pungkas Djoko Susilo Utomo. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan foto: Pangdam VII Wirabuana, Mayjen.TNI Djoko Susilo Utomo sedang meninjau lahan tidur yang akan ditanami anggota Kodam VII Wirabuana  bersama masyarakat di Desa Pekaloa, Kabupaten Luwu Timur.&lt;br /&gt;[www.kabarindonesia.com / ABG ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-1260572720166808292?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v5JXF1YaQWuSy8r06XNug_MsSyg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v5JXF1YaQWuSy8r06XNug_MsSyg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v5JXF1YaQWuSy8r06XNug_MsSyg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v5JXF1YaQWuSy8r06XNug_MsSyg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/07/pangdam-vii-wirabuana-buka-lahan-tidur.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sl_mckMf7EI/AAAAAAAAASc/V3cWYCTDX8g/s72-c/20090424081940.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-2904608951478397047</guid><pubDate>Wed, 15 Jul 2009 08:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-15T16:02:08.320+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk</category><title>ABG- BUNGA DAN BUAH</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sl2a_SkiIuI/AAAAAAAAASU/VHU3KnP_4cE/s1600-h/Bunga+%26+Buah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 154px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sl2a_SkiIuI/AAAAAAAAASU/VHU3KnP_4cE/s320/Bunga+%26+Buah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358609543748264674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EKSTRAK ORGANIK DAN NUTRISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABG®&lt;br /&gt;(AMAZING BIO-GROWER)&lt;br /&gt;ABG merupakan konsentrat organik dan nutrisi tanaman hasil ekstraksi secara mikrobiologis melalui proses fermentasi berbagai bahan organik berkualitas tinggi (ikan, ternak dan tanaman), mengandung senyawa bioaktif (plant growth promoting agent, asam-asam amino, enzim), mikroba menguntungkan (pengurai, penambat N, pelarut fosfat dan penghasil fitohormon) dan diperkaya dengan hara esensil&lt;br /&gt;ABG- BUNGA DAN BUAH (B)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;•  Merangsang pertumbuhan akar, pembungaan dan pembuahan&lt;br /&gt;•  Meningkatkan kualitas bunga (ukuran, warna), buah, umbi dan citarasa&lt;br /&gt;•  Mengurangi kerontokan bunga, buah dan gabah padi&lt;br /&gt;•  Meningkatkan pengisian gabah (padi), polong, buah dan umbi (bawang dan kentang) &lt;br /&gt;•  Meningkatkan, efisiensi pemupukan, kesehatan tanaman dan resistensi terhadap &lt;br /&gt;   serangan hama dan penyakit&lt;br /&gt;•  Digunakan menjelang tanaman berbunga (2 – 3 kali aplikasi) dengan interval 10 &lt;br /&gt;   hari untuk tanaman semusim, sedangkan untuk tanaman tahunan interval 20 – 30 hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KANDUNGAN DAN KOMPISISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 % C-org, 8% N, 8% P2O5, 14 % K2O, 1% CaO, 0,8% MgO, 1% S dan mikro element (B, Fe, Zn, Mn, Mo, Cu), asam-asam amino dan senyawa bioaktif (GA3 800 ppm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOSIS DAN TEKNIK APLIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tanaman Pangan &amp; Sayuran: Larutkan 1 - 2 cc/L air , siramkan pada perakaran atau &lt;br /&gt;  semprotkan pada tanaman (1 – 3 kali) dengan interval aplikasi 7 – 10 hari.&lt;br /&gt;• Tanaman Hias : Larutkan 1 – 2 cc/L air, disiramkan dan disemprotkan pada tanaman  &lt;br /&gt;  dengan Interval aplikasi 10 – 14 hari&lt;br /&gt;• Tanaman Tahunan. Larutkan 2 – 4 cc /L air, siramkan 0,5 – 5 L larutan/pohon pada &lt;br /&gt;  perakaran tanaman (jika memungkinan juga disemprotkan pada daun). Interval &lt;br /&gt;  aplikasi 20 – 30 hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISI Netto = 250 cc (1 tutup = 10 cc)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-2904608951478397047?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TT70FV7_5JepqIEug-WKEQB4sv8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TT70FV7_5JepqIEug-WKEQB4sv8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TT70FV7_5JepqIEug-WKEQB4sv8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TT70FV7_5JepqIEug-WKEQB4sv8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/07/abg-bunga-dan-buah.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sl2a_SkiIuI/AAAAAAAAASU/VHU3KnP_4cE/s72-c/Bunga+%26+Buah.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-6279011511189359832</guid><pubDate>Fri, 10 Jul 2009 07:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-10T14:40:50.508+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk</category><title>ABG - DAUN</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SlbwOPOJt2I/AAAAAAAAASM/lsxkrnzhynM/s1600-h/daun.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SlbwOPOJt2I/AAAAAAAAASM/lsxkrnzhynM/s200/daun.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356732934198507362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ABG merupakan konsentrat organik dan nutrisi tanaman hasil ekstraksi secara mikrobiologis melalui proses fermentasi berbagai bahan organik berkualitas tinggi (ikan, ternak dan tanaman), mengandung senyawa bioaktif (plant growth promoting agent, asam-asam amino, enzim), mikroba menguntungkan (pengurai, penambat N, pelarut fosfat dan penghasil fitohormon) dan diperkaya dengan hara esensil&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ABG - DAUN (D) &lt;br /&gt;• Meningkatkan pertumbuhan akar, tunas, pucuk, daun tanaman pangan, sayuran, tanaman perkebunan, buah-buahan, bibit tanaman, dan tanaman hias &lt;br /&gt;• Meningkatkan efisiensi pemupukan, kesehatan tanaman, ketahanan terhadap penyakit dan hasil tanaman&lt;br /&gt;• Perendaman benih (dipping) untuk meningkatkan kesehatan tanaman dan mempercepat pertumbuhan. &lt;br /&gt;• Digunakan hingga tanaman menjelang berbunga (1 - 3 kali), dengan interval 10 hari untuk tanaman semusim, sedangkan untuk tanaman tahunan interval 1 – 2 bulan&lt;br /&gt;KANDUNGAN DAN KOMPISISI&lt;br /&gt;2 % C-org, 14% N, 6% P2O5, 8% K2O, 0,8% CaO, 0,5% MgO, 1% S dan mikro (B, Fe, Zn, Mn, Mo, Cu), asam-asam amino dan senyawa bioaktif (GA3 400 ppm).&lt;br /&gt;DOSIS DAN TEKNIK APLIKASI&lt;br /&gt;• Tanaman Pangan &amp; Sayuran: Larutkan 1 - 2 cc/L air , siramkan pada perakaran atau semprotkan pada tanaman (1 – 3 kali) dengan interval 7 – 10 hari.&lt;br /&gt;• Tanaman Pembibitan/Tanaman pot : Larutkan 1 – 2 cc /L air, siramkan &amp;  semprotkan 50 – 300 mL/ tanaman, interval aplikasi 10 - 14  hari &lt;br /&gt;• Tanaman Hias: Larutkan 1 – 2 cc/L air, disiramkan dan disemprotkan pada tanaman. Interval aplikasi 10 – 14 hari&lt;br /&gt;• Tanaman Tahunan. Larutkan 2 – 4 cc /Lair, siramkan 0,5 – 5 L larutan/pohon pada perakaran tanaman. Interval aplikasi 30 – 60 hari. Untuk rehabilitasi tanaman tidak produktif berikan 3 – 4  kali berturut-turut dengan interval 10 -14 hari&lt;br /&gt;• Ternak/Ikan: Campurkan 10 – 20 cc untuk 4 – 5 kg pakan ikan. Untuk ternak diberi melalui air minum dengan konsentrasi 1 cc /L air atau disiramkan pada pakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISI Netto = 250 cc (1 tutup = 10 cc)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-6279011511189359832?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yvbDZX1fvgwAZfHy_pAAF8fAE7s/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yvbDZX1fvgwAZfHy_pAAF8fAE7s/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yvbDZX1fvgwAZfHy_pAAF8fAE7s/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yvbDZX1fvgwAZfHy_pAAF8fAE7s/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/07/abg-daun.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SlbwOPOJt2I/AAAAAAAAASM/lsxkrnzhynM/s72-c/daun.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-2957191829499256187</guid><pubDate>Wed, 27 May 2009 03:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-27T10:34:50.082+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk</category><title>ABG – Bios</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Shy0vq5vrWI/AAAAAAAAASE/4zUzEJ8MnSg/s1600-h/BIOS2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Shy0vq5vrWI/AAAAAAAAASE/4zUzEJ8MnSg/s200/BIOS2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340341989217906018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ABG- Bios sebagai perpaduan pupuk organik dan pupuk hayati (biofertilizer) dan senyawa bioaktif dan untuk meningkatkan kualitas tanah dan produktivitas maupun kualitas hasil tanaman (pangan, sayuran, buah-buahan, perkebunan, kehutanan, dan hias) serta mengurangi penggunaan pupuk anorganik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEGUNAAN ABG-BIOS&lt;br /&gt;• Mengembalikan kesuburan fisik, kimia dan biologi tanah (revitalilasi kualitas dan kesehatan ekosistem tanah)&lt;br /&gt;• Meningkatkan ketersediaan hara (makro dan mikro) bagi tanaman dan menaikkan pH tanah&lt;br /&gt;• Meningkatkan aktivitas dan keanekaragaman hayati (biodiversity) biota tanah yang penting dalam meningkatkan ketersediaan hara (pupuk hayati) dan menekan pertumbuhan patogen (soil born diseases)&lt;br /&gt;• Meningkatkan efisiensi pemupukan N dan P&lt;br /&gt;• Mengurangi penggunaan pupuk buatan (anorganik) dengan signifikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KANDUNGAN DAN KOMPOSISI&lt;br /&gt;• 14 %C-org, C/N 20, 4 % P2O5, 4 % K20, 11 ppm Zn, 12 ppm Cu, 4 ppm B, 2 ppm Mo, 26 ppm Fe dan 20 ppm Mn, kadar air 14 %&lt;br /&gt;• Bakteri penambat N Nonsimbiotik (2 X 105 – 107) dan Bakteri Pelarut Fosfat (2 X 105 – 107)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/R06Ig3cxflI/AAAAAAAAAJ4/uOVpCCBjQzk/s1600-h/GAMABR1.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138194323098140242" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/R06Ig3cxflI/AAAAAAAAAJ4/uOVpCCBjQzk/s320/GAMABR1.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, anakan) kombinasikan dengan penyemprotan ABG-D (Daun) dan untuk mendorong pertumbuhan generatif (pembungaan, pembentukan buah) kombinasikan dengan ABG- B (Bunga dan Buah)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/R06JbncxfmI/AAAAAAAAAKA/UW4oLR7doWY/s1600-h/GAMABR2.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138195332415454818" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/R06JbncxfmI/AAAAAAAAAKA/UW4oLR7doWY/s320/GAMABR2.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;Dosis pupuk anorganik dapat dikurangi sekitar 25 - 50%&lt;br /&gt;• Dapat digunakan sebagai campuran media tanam, yaitu campuran tanah dan BIOS dengan komposisi sekitar 1 – 2 % BIOS dari total berat media tanam&lt;br /&gt;• Dosis disesuaikan dengan ukuran polibag (berat media tanam) dan umur tanaman.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/R06KF3cxfnI/AAAAAAAAAKI/ltSNIrh5YLg/s1600-h/GAMABR3.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138196058264927858" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/R06KF3cxfnI/AAAAAAAAAKI/ltSNIrh5YLg/s320/GAMABR3.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;Penggunaan pupuk anorganik (Urea, SP-36 dan KCl) dapat dikurangi sekitar 25% - 50 %, (2) Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, anakan) kombinasikan dengan penyemprotan ABG-D (Daun) dan untuk mendorong pertumbuhan generatif (pembungaan, pembentukan buah) kombinasikan dengan ABG-B (Bunga dan Buah)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-2957191829499256187?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FrEpf7C3p1mIyA1wxNtT1qI2aRE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FrEpf7C3p1mIyA1wxNtT1qI2aRE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FrEpf7C3p1mIyA1wxNtT1qI2aRE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FrEpf7C3p1mIyA1wxNtT1qI2aRE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/05/abg-bios.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Shy0vq5vrWI/AAAAAAAAASE/4zUzEJ8MnSg/s72-c/BIOS2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-7538666485844158668</guid><pubDate>Mon, 11 May 2009 08:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-11T15:21:01.552+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk</category><title>EKSTRAK ORGANIK DAN NUTRISI  ABG® SAWIT</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sgfe7YGzJII/AAAAAAAAAR0/krdRd_glq3o/s1600-h/sawit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 90px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sgfe7YGzJII/AAAAAAAAAR0/krdRd_glq3o/s200/sawit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334477395308258434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(AMAZING BIO-GROWER)&lt;br /&gt;ABG merupakan konsentrat organik dan nutrisi tanaman hasil ekstraksi secara mikrobiologis melalui proses fermentasi berbagai bahan organik berkualitas tinggi (ikan, ternak dan tanaman), mengandung senyawa bioaktif (plant growth promoting agent, asam-asam amino, enzim), mikroba menguntungkan (pengurai, penambat N, pelarut fosfat dan penghasil fitohormon) dan diperkaya dengan hara esensil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ABG- SAWIT&lt;br /&gt;• Sebagai pupuk organik, anorganik dan fitohormon (ZPT) pada pembibitan maupun &lt;br /&gt; tanaman di lapangan (TBM dan TM)&lt;br /&gt;• Mengatasi gejala kekurangan hara (makro &amp;amp; mikro) dengan cepat dan meningkatkan&lt;br /&gt; efisiensi pemupukan&lt;br /&gt;• Meningkatkan pertumbuhan dan kualitas bibit, hasil (mengurangi kerontokan dan &lt;br /&gt; buah kosong atau bunga jantan)&lt;br /&gt;• Meningkatkan kualitas dan kesehatan tanah (soil remediator)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KANDUNGAN DAN KOMPISISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 % C-org, 12% N, 8% P2O5, 12 % K2O, 1% CaO, 1 % MgO, 1% S, 1000 ppm B, 200 ppm Fe,  300 ppm Zn, dan 200 ppm Mn), asam-asam amino dan senyawa bioaktif (GA3 500 ppm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOSIS DAN TEKNIK APLIKASI&lt;br /&gt;• Pembibitan:  Larutkan 1 - 2 cc ABG-S/L air, disemprotkan pada tanaman dan&lt;br /&gt; siramkan pada perakaran (sekitar 50 -200 mL/tanaman), dengan interval aplikasi 10&lt;br /&gt; – 20 hari.&lt;br /&gt;• Pertanaman :  Larutkan 10 – 30 cc ABG-S dalam 5 – 10 L air, disiramkan pada&lt;br /&gt; perakaran pada lingkaran tengah dan terluar dengan Interval aplikasi 30 – 60 hari&lt;br /&gt; (dosis 20 – 30 cc ABG-S/L per tanaman). Pada tanaman yang kurang produktif  atau&lt;br /&gt; merana  berikan ABG-S dengan interval 30 hari hingga pertumbuhan normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISI Netto = 250 cc (1 tutup = 10 cc)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-7538666485844158668?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/X7vxBwIhO7dh8jw-XZ7iLYw2Kek/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/X7vxBwIhO7dh8jw-XZ7iLYw2Kek/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/X7vxBwIhO7dh8jw-XZ7iLYw2Kek/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/X7vxBwIhO7dh8jw-XZ7iLYw2Kek/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/05/ekstrak-organik-dan-nutrisi-abg-sawit.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Sgfe7YGzJII/AAAAAAAAAR0/krdRd_glq3o/s72-c/sawit.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-2544833649205495869</guid><pubDate>Thu, 23 Apr 2009 02:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-23T11:43:04.860+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk</category><title>PERTUMBUHAN VEGETATIF VERSI  ABG DAUN</title><description>Oleh : Ir. Yopy Halomoan, MSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Se_oAcG3ZcI/AAAAAAAAAQ8/eprOa-xP9lU/s1600-h/dAUN1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 182px; height: 259px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Se_oAcG3ZcI/AAAAAAAAAQ8/eprOa-xP9lU/s320/dAUN1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327731978445219266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tanaman sebagai mahluk hidup memiliki fase-fase pertumbuhan dan perkembangannya. Pertumbuhan tanaman di tandai dengan bertambahnya sel-sel di dalam jaringan tanaman sehingga menjadi semakin besar sedangkan perkembangan di tandai dengan semakin matang atau dewasanya tanaman. Fase pertumbuhan tanaman dibagi menjadi empat antara lain fase pembibitan, fase pertumbuhan vegetatif atau pertumbuhan daun dan akar, serta fase pertumbuhan generatif atau pertumbuhan bunga dan fase pembesaran buah atau umbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keempat fase pertumbuhan ini masing-masing memiliki kebutuhan hara (makanan) tanaman yang berbeda bobotnya. Misalnya pada fase pertumbuhan vegetatif rasio pertumbuhan daun (pucuk) dan akar merupakan hal yang sangat penting. Apabila pertumbuhan akar lebih dominan dari pada pertumbuhan daun akan menyebabkan terhentinya pertumbuhan tanaman yang akan berpengaruh terhadap produksi demikian juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan inilah yang membuat lahirnya produk ABG Daun dimana komposisi haranya disesuaikan dengan pertumbuhan vegetatif tanaman. ABG daun yang memiliki komposisi Hara 6% C organik, 14% N, 6% P2O5, 8%K2O, 1%CaO, 0,5%MgO, 1%S dan hara mikro (B, Fe, Zn, Mn, Mo, Cu) juga dilengkapi dengan mikroba tanah yang menguntungkan serta asam-asam amino yang merupakan makanan bagi mikroorganisme di dalam tanah. Tersedianya hara tanaman pada media yang kaya akan mikroba akan memaksimalkan pertumbuhan tanaman di fase vegetatif. Selain itu ABG daun juga mengandung hormon tumbuh alami tanaman seperti auksin, sitokinin dan giberelin yang merangsang pertumbuhan ujung-ujung akar dan ujung daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABG daun juga dapat digunakan untuk merendam benih sebelum di semai hanya dengan mengunakan dosis 1-2 cc/L air benih dapat direndam 1-2 jam sebelum dilakukan perlakuan seperti biasa atau dapat juga digunakan untuk membasahi akar bibit tanaman seperti pada tanaman singkong, kacang, dan lainnya sebelum bibit ditanam. Pada tanaman ABG Daun dapat digunakan dengan cara disiramkan, disemprot, atau kombinasi keduannya seperti berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Se_q0pKNd8I/AAAAAAAAARU/HuhZ7v2EA7I/s1600-h/ABG+SIKLUS+CAIR1.bmp"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 210px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Se_q0pKNd8I/AAAAAAAAARU/HuhZ7v2EA7I/s320/ABG+SIKLUS+CAIR1.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327735074325362626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p &gt;ABG Daun pada Tanaman Semusim&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Se_rTNswpVI/AAAAAAAAARc/LdbjMmnvHdc/s1600-h/ABG+SIKLUS.bmp"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 156px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Se_rTNswpVI/AAAAAAAAARc/LdbjMmnvHdc/s320/ABG+SIKLUS.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327735599530026322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;p&gt;ABG Daun pada Tanaman Tahunan&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Se_tYO-OhWI/AAAAAAAAARs/-eFNEig__qw/s1600-h/ABG+SIKLUS+CAIR.bmp"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Se_tYO-OhWI/AAAAAAAAARs/-eFNEig__qw/s320/ABG+SIKLUS+CAIR.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327737884794324322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan ABG daun dengan tepat akan menghasilkan tanaman yang sehat dan kuat sehingga meningkatkan produksi tanaman pada fase pembesaran buah dan tanaman lebih kuat dari serangan penyakit. Pastikan anda menggunakan ABG daun dengan benar dan manfaatkan hasilnya bagi tanaman anda. Selamat mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-2544833649205495869?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fkyPrpk9QMUfaspHFZVzW2luEcs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fkyPrpk9QMUfaspHFZVzW2luEcs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fkyPrpk9QMUfaspHFZVzW2luEcs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fkyPrpk9QMUfaspHFZVzW2luEcs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/04/pertumbuhan-vegetatif-versi-abg-daun.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/Se_oAcG3ZcI/AAAAAAAAAQ8/eprOa-xP9lU/s72-c/dAUN1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-1132496433340296869</guid><pubDate>Fri, 03 Apr 2009 08:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-03T15:20:08.442+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><title>Ketahanan Pangan dan Tantangannya</title><description>Indonesia ekspor beras. Berita menjelang pemilu ini dapat ditanggapi dengan berbagai cara. Ekspor dapat berarti bahwa produksi padi kita sudah surplus dan itu berarti pertanian kita bagus dalam pertumbuhannya, pembangunan pertanian kita berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, kebijakan ekspor beras yang dilakukan menjelang pemilu ini dapat dengan segera dipandang sebagai komoditas politik, klaim keberhasilan pemerintah di bidang pangan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari data statistik yang disediakan Badan Pusat Statistik, angka-angka kinerja empat pangan utama pada tahun 2006-2008 memang menunjukkan kenaikan. Dari angka kuantitas komoditas padi, jagung, kedelai, dan gula, hanya kedelai yang pernah menurun, yaitu pada tahun 2007. Selebihnya, keempat komoditas mengalami kenaikan kuantitas produksi pada tahun 2006-2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panelis pada Diskusi Panel Ahli Ekonomi Kompas, Rabu (1/4), beretorika. Bagaimana angka-angka itu didapatkan? Faktor-faktor apa yang dilihat serta didata? Untuk meneliti metode yang dilakukan BPS, tentu amat rumit, terutama dari pengambilan sampel, lembaga lain akan sulit menandingi BPS yang mengambil sekitar 41.000 sampel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka pertumbuhan produksi padi juga menunjukkan anomali (baca: lonjakan signifikan) pada tahun dilangsungkannya pemilu. Data tahun 2002 hingga 2008 menunjukkan lonjakan pertumbuhan, yaitu 3,74 persen pada tahun 2004 setelah pada tahun 2003 pertumbuhan produksi padi hanya 1,26 persen. Setelah itu, pertumbuhan kembali mengecil menjadi 0,12 persen dan 0,56 persen pada tahun 2005 dan 2006. Tahun 2007 angka pertumbuhan mencapai 4,76 persen dan setahun berikutnya menjadi 5,46 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab kenaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sejumlah faktor yang memungkinkan terjadinya kenaikan angka produksi padi. Panelis itu menyebutkan sejumlah faktor, yaitu terjadi peningkatan produktivitas dan areal panen sekaligus (baca: pertambahan indeks pertanaman/IP), insentif stabilisasi harga, dan perbaikan kelembagaan teknologi produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, masih terlalu sedikit observasi untuk bisa menyimpulkan bahwa peningkatan produksi padi terjadi akibat perubahan teknologi, rekayasa genetika—memang ada sejumlah partai yang mengklaim menemukan benih padi unggul—dan bahkan kelembagaan pembiayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lainnya adalah perbaikan infrastruktur pertanian, yaitu saluran irigasi, jalan desa, dan jalan produksi. Untuk saluran irigasi, data Departemen Pekerjaan Umum menunjukkan, total kerusakan jaringan irigasi mencapai 714.000 hektar, meliputi kerusakan ringan, sedang, dan berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan jaringan irigasi pada tahun 2004 mencapai 1,5 juta hektar dari total luas jaringan 6,7 juta hektar. Hingga tahun 2008, jaringan irigasi yang sudah diperbaiki 1,3 juta hektar. Namun, bencana alam 2007-2008 menambah kerusakan jaringan irigasi sebesar 514.000 hektar. Total biaya perbaikan jaringan irigasi itu Rp 4,28 triliun. Departemen PU menargetkan perbaikan 200.000 hektar jaringan irigasi yang rusak pada tahun 2009 (Kompas, 4 Februari 2009 dan 31 Juli 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal IP, panelis tersebut mencoba menyingkap misteri angka IP. Angka IP pun meningkat saat menjelang pemilu, yaitu tahun 2003 naik signifikan dari 122,92 persen menjadi 144,03 persen. Fakta lapangan berbicara lain. Pertambahan penduduk telah mendorong industri properti dan sawah yang nomor satu dilirik pengembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dalam cakupan lebih luas, ternyata politik pertanian di kawasan Asia memang penuh dengan ironi karena jumlah anggaran untuk kepentingan pertanian dan pedesaan terus mengecil persentasenya terhadap produk domestik bruto (PDB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data dari Bank Dunia menunjukkan bahwa nyaris semua negara sampel kecuali Myanmar yang hampir sama antara komitmen tahun 1990 dan 2005, di negara-negara lainnya (China, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand) angka tersebut menurun sebesar 25 persen-78 persen. Penurunan 78 persen terjadi di Indonesia (!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironi juga terjadi ketika di Indonesia yang sudah ekspor beras ini justru banyak ditemukan kasus-kasus malnutrisi dan rawan gizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan iklim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika faktor-faktor pertanian (konvensional) dan rekayasa teknologi belum dilakukan secara optimal, Indonesia kini sudah menghadapi tantangan baru yang juga menjadi tantangan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu adalah fenomena perubahan iklim yang berbuntut pada permintaan pangan untuk biofuel, krisis ekonomi global dan perubahan struktur perdagangan, aksi para investor (spekulan) global karena kondisi pasar keuangan yang tidak menentu, serta adanya sasaran pembangunan milenium (MDGs) yang tujuannya adalah mengurangi jumlah orang miskin dan lapar hingga separuhnya dengan target tahun 2015.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena perubahan iklim bukanlah perkara main-main karena perubahan iklim yang disebabkan pemanasan global ini memengaruhi pangan dan pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat perubahan iklim, terjadilah pergeseran awal musim hujan, musim hujan berlangsung lebih singkat dengan intensitas curah hujan lebih tinggi, sedangkan musim kemarau/kering lebih panjang. Padahal di sisi lain kebutuhan akan air cenderung meningkat seiring meningkatkan populasi global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1940, misalnya, kebutuhan akan air untuk pertanian sekitar 900 kilometer kubik (900 miliar meter kubik). Pada tahun 2000 kebutuhan tersebut menjadi berlipat hingga lebih dari 3 miliar meter kubik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data yang disampaikan seorang panelis (dikutip dari Handoko et.al) diperkirakan, pada tahun 2050 terjadi penurunan padi sawah hingga 10,5 juta ton (20,3 persen) dan padi ladang berkurang hingga 761.500 ton (27,1 persen). Secara ekstrem, dua peneliti AS bahkan menyatakan, sekitar separuh penduduk dunia akan menghadapi krisis pangan pada tahun 2100 (Kompas, 15 Januari 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi ancaman yang datang dari laut. Akibat pemanasan global dan perubahan iklim, permukaan air laut diperkirakan naik. Menurut Handoko yang dikutip panelis, sekitar 113.000 hektar sawah di Jawa akan hilang jika ketinggian air laut naik 0,5 meter. Luas itu bertambah menjadi 146.500 hektar jika air laut naik 1 meter. Hal serupa terjadi di wilayah-wilayah lainnya (lihat gambar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komoditas pangan ternyata tidak sesuai dengan teori penawaran-permintaan (supply- demand). Terbukti dengan populasi yang terus bertambah, ternyata harga justru menurun. Fluktuasi semacam ini juga terjadi pada komoditas perkebunan. Perubahan iklim juga telah dituding sebagai penyebab naiknya harga komoditas pangan karena harus bersaing sebagai penyedia bahan biofuel. Hingga kini masih terus terjadi ketegangan antara kepentingan biofuel dan pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara perkembangan sistem perdagangan dengan maraknya ritel ternyata tidak juga mengangkat nasib petani karena mereka tidak dilibatkan di sana. Pemodal besar lagi-lagi memetik keuntungan. Pemodal besar ini menguasai proses sejak dari hulu hingga hilir produksi pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahanan pangan pada akhirnya hanya akan menjadi mimpi pada siang bolong jika tak ada perbaikan infrastruktur dan suprastruktur. Perbaikan di bidang produksi amat dibutuhkan, terutama yang menyentuh manajemen usaha tani, peningkatan produktivitas, dan kelembagaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, perlu dibangun sistem insentif untuk mewujudkan stabilisasi harga. Infrastruktur perangkat lunak juga harus digarap, yaitu pendidikan petani; peningkatan kualitas SDM, termasuk aparatur bidang pertaniannya; serta perbaikan sistem pembiayaan pertanian secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwujudan kemandirian (kedaulatan?) pangan dimulai dari pembangunan pedesaan dan pemberdayaan kehidupan petani. Masukan dari panelis ini jelas arahnya, yaitu pembangunan mesti meletakkan pertanian dan pedesaan pada posisi strategis demi ketahanan pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, sekarang justru lobi-lobi pengusaha yang kuat telah berhasil membujuk pemerintah untuk menggarap lahan gambut di Kalimantan Tengah yang notabene justru akan menghancurkan pertanian karena lahan gambut melepas karbondioksida dalam jumlah amat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, karbon adalah salah satu unsur gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global yang berujung pada perubahan iklim… yang merugikan petani. Nah! (isw/aik/ken/tat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-1132496433340296869?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YsyUB-mzr3gEGL-2RnRyKFJyH18/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YsyUB-mzr3gEGL-2RnRyKFJyH18/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YsyUB-mzr3gEGL-2RnRyKFJyH18/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YsyUB-mzr3gEGL-2RnRyKFJyH18/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/04/ketahanan-pangan-dan-tantangannya.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-3268813482162054931</guid><pubDate>Tue, 31 Mar 2009 06:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-31T13:21:51.958+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Ende Hasilkan Padi Organik 10,4 Ton per Hektar</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SdG2W-kznwI/AAAAAAAAAQc/tfETZ71d9S8/s1600-h/045750p.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 218px; height: 164px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SdG2W-kznwI/AAAAAAAAAQc/tfETZ71d9S8/s320/045750p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319233140772019970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ENDE — Pengembangan budidaya padi dengan teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik atau IPAT-BO pada tahap uji coba di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, telah menghasilkan 10,4 ton padi per hektar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal itu diketahui berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan di lahan seluas 8 are di Kelurahan Rewarangga Selatan, Kecamatan Ende Timur. Dari pengambilan sampel ubinan seluas 2,5 meter x 2,5 meter, hasil panen itu setara dengan 10,4 ton per ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini baru tahap awal. Sebenarnya proyeksi dari penerapan IPAT-BO bisa lebih dari 10,4 ton. Di Jawa Barat lewat IPAT-BO dapat menghasilkan 16 ton per hektar, kata Koordinator Sinergi Pemberdayaan Potensi Masyarakat Kabupaten Ende Stefanus Tany Temu, Sabtu (7/3) di Ende.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan IPAT-BO di Ende itu kerja sama antara Universitas Padjadjaran, Universitas Nusa Cendana, Universitas Flores, dan pemerintah daerah setempat dalam hal ini Sinergi Pemberdayaan Potensi Masyarakat Kabupaten Ende.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stefanus juga menjelaskan, dari lahan 8 are itu hanya dipakai benih padi varietas ciherang 0,5 kilogram. Dengan teknologi IPAT-BO memang lebih hemat benih. Jika pada budidaya padi konvensional (anaerob) dibutuhkan benih sekitar 25 kg per ha, dengan IPAT-BO hanya berkisar 5 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi IPAT-BO dipandang tepat untuk diterapkan di wilayah NTT, termasuk Ende yang memiliki curah hujan rendah dalam setahun. Sementara itu, teknologi IPAT-BO itu justru baik untuk budidaya padi pada musim kering. Dengan hasil uji coba yang setara 10,4 ton per ha itu pun lebih baik daripada hasil panen padi selama ini di Ende (konvensional) yang hanya antara 3 ton dan 5 ton per ha.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Profesor Tualar Simamarta dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, penemu teknologi IPAT-BO, mengatakan, IPAT-BO amat cocok diterapkan untuk budidaya padi di wilayah NTT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan teknologi ini dapat menaikkan produksi lebih cepat, hemat benih, dan penggunaan pupuk cukup 50 persen dari sistem konvensional dengan ditambah pupuk organik, " kata Tualar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kompas.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-3268813482162054931?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/d5pvkTtv445sxr_R3JW3XNdvn9E/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/d5pvkTtv445sxr_R3JW3XNdvn9E/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/d5pvkTtv445sxr_R3JW3XNdvn9E/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/d5pvkTtv445sxr_R3JW3XNdvn9E/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/03/ende-hasilkan-padi-organik-104-ton-per.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SdG2W-kznwI/AAAAAAAAAQc/tfETZ71d9S8/s72-c/045750p.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-8202581551949869855</guid><pubDate>Tue, 31 Mar 2009 06:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-31T13:14:16.550+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>IPAT-BO Cocok Dikembangkan di Ende</title><description>Penanaman padi menggunakan teknologi itensifikasi padi aerob terkendali berbasis organik (IPAT-BO) dinilai cocok dikembangkan di Kabupaten Ende. Sedianya teknologi ini akan dikembangkan pada wilayah yang merupakan sentra penghasil beras seperti kawasan utara Ende meliputi Kecamatan Kota Baru, Maurole, Weweria, dan Maukaro, serta Kecamatan Detusoko.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kepala BKP3 Kabupaten Ende, Ir. Flafianus Senda mengatakan hal itu saat panen padi di lahan sawah milik Dominikus Davi, di Kelurahan Rewarangga Selatan, Kecamatan Ende Utara Kabupaten Ende, Kamis (12/3/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahan sawah milik Dominikus Davi menjadi tempat ujicoba pengembangan padi dengan teknologi IPAT-BO untuk Kabupaten Ende.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flafianus mengatakan, berdasarkan hasil ujicoba yang dilakukan di lahan Dominikus Davi menunjukan hasil optimal maka pihaknya merekomendasikan bahwa teknologi serupa secara umum dapat dikembangkan di semua wilayah di Kabupaten Ende.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi IPAT-BO hemat air, hemat pupuk dan hemat bibit namun hasilnya memuaskan. Saya rasa teknologi ini dapat dikembangkan di wilayah Kabupaten Ende yang umumnya kekurangan air, ujarny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, kawasan utara Ende banyak lahan sawah namun sejuah ini belum optimal dimanfaatkan karena kekurangan air. Namun dengan teknologi penamanan padi menggunakan IPAT-BO maka lahan tersebut dapat dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskannya, hasil ujicoba yang dilakukan di lahan sawah milik Dominikus Davi dikalkulasikan dengan menggunakan teknologi ini padi yang ditanam pada lahan 1 ha menghasilkan padi 10,4 ton dengan bibit 5 kg. Dengan teknologi manual yang dipakai petani selama ini 1 ha gunakan bibit 5 kg namun hanya menghasilkan padi 3 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya, terkait teknologi IPAT-BO mulai tahun 2009 BKP3 Ende akan menaikan usulan kepada pemerintah dan DPRD guna mendapatkan dukungan agar teknologi ini dapat diperkenalkan kepada semua petani di kabupaten ini.&lt;br /&gt;Bupati Ende, Drs. Paulinus Domi, saat panen padi mengatakan, pemerintah menyambut positif pengembangan teknologi IPAT-BO di wilayah kabupaten ini karena dinilai cocok dengan karakteristik wilayah setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, tehknologi intensifikasi padi areob terkendali berbasis organic adalah sistem produksi holistik dan terencana dengan memanfaatkan kekuatan biologis tanah dan tanaman untuk melipatgandakan hasil padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan IPAT-BO pada lahan sawah petani dapat menghemat air 75 persen, hemat bibit 50 persen, hemat pupuk anorganik 50 persen serta hemat pestisida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara panen padi di arela ujicoba teknologi IPAT-BO di sawah milik Dominikus Davi, Kamis (12/3/2009) siang dilakukan tenaga harian lepas (THL) pada Kantor BKP3 Ende sebanyak 30 orang. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : www.pos-kupang.com &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-8202581551949869855?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Fv7r9ho9XldOIy8RUbQY-IWuDwY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Fv7r9ho9XldOIy8RUbQY-IWuDwY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Fv7r9ho9XldOIy8RUbQY-IWuDwY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Fv7r9ho9XldOIy8RUbQY-IWuDwY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/03/ipat-bo-cocok-dikembangkan-di-ende.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-2001381203014260895</guid><pubDate>Fri, 20 Mar 2009 03:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-20T10:59:02.092+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Gowa Fokus Lima Wilayah Untuk Pengembangan Pertanian</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Program IPAT BO Bisa Genjot Surplus Beras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;KABUPATEN Gowa terletak di wilayah selatan Sulsel dengan berbatasan delapan kabupaten yakni sebelah utara kota Makassar dan Maros, sebelah timur Kabupaten Sinjai, Bulukumba dan Bantaeng, sebelah selatan berbatasan Takalar dan Jeneponto. Sebelah baratnya berbatasan kota Makassar dan Takalar. Gowa memang terletak di wilayah strategis dengan luas 1.883,33 Km2 atau (3,01) dari luas wilayah Sulsel. &lt;br /&gt;Didukung 18 kecamatan dengan jumlah desa/kelurahan 167 dan tersebar di dataran tinggi untuk 9 kecamatan dan 9 kecamatan lagi di dataran rendah. Di kabupaten ini dikenal dua musim tanam yakni musim kemarau (gadu) antara April-September dan musim hujan (rendengan) pada Oktober hingga Maret. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kondisi inilah yang membuat Gowa berada pada posisi strategis dan potensial pada beberapa sektor. Sehingga Gowa pun bisa menanam padi dua kali dan palawija satu kali per tahun pada sawah irigasi teknis. Sedang pada sawah tadah hujan dapat memperoleh hasil padi satu kali dan palawija dua kali per tahun. Untuk lahan kering dimanfaatkan untuk komoditi jagung, ubi kayu, kacang tanah, sayuran dan buah. &lt;br /&gt;Selain tanaman pangan tersebut, Gowa juga potensial mengembangkan komoditi perkebunan seperti kopi, tebu, jambu mente. Semua jenis tanaman baik untuk pangan serta perkebunan dipetik di atas luas lahan pertanian Gowa 32.174 hektare (sawah). Sawah irigasi teknis 11.577 hektare yang airnya bersumber dari Dam Bilibili dan sisanya masih berpengairan sederhana dan tadah hujan. Lahan kering 36.840 hektare terdiri dari tegalan dan ladang. Perkebunan 8.356 hektare serta padang rumput 1.361 hektater dan 10.369 hektare berupa pekarangan. &lt;br /&gt;Dari tahun ke tahun ini, Pemkab Gowa mulai membagi potensi pengembangan sektor pertanian dengan berfokus pada lima wilayah. Untuk sentra pengembangan padi di Kecamatan Pallangga, Barombong, Bajeng, Bajeng Barat, Bontonompo dan Bontonompo Selatan. Sentra pengembangan jagung dipusatkan di Kecamatan Tompobulu, Biringbulu, Bungaya dan Bontolempangan. Sentra sayuran dan markisa di Tinggimoncong serta Tombolopao. Sentra buah-buahan di Bontomarannu, ParangloE dan Manuju sedang sentra pengembangan ubi kayu di Pattallassang, Biringbulu dan Tompobulu. &lt;br /&gt;Dari pengembangan sentra produksi tersebut, berbagai program peningkatan produksi padi pun digencarkan Gowa dalam berbagai program. Seperti gerakan pembangunan ekonomi masyarakat (Gerbang Emas), program peningkatan produksi beras nasional (P2BN) dan tahun 2008 ini, Gowa mengujicoba pengembangan program IPAT BO (Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik). Kesemuanya itu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. &lt;br /&gt;Teknologi IPAT BO ini sudah diuji di 8 kecamatan dengan 15 lokasi kelompok tani. Setelah dicoba kembangkan, program IPAT BO ini menunjukkan hasil sukses. Di Kecamatan Bontonompo ubinan mencapai 7,68-8,96 ton per hektare. Di Barombong ubinan mencapai 6,72-10,40 ton per hektare. Di Bajeng Barat 8,80 ton per hektare dan di Somba Opu di Kelurahan Bontoramba mencapai 7,68-9,60 ton per hektare. &lt;br /&gt;Karena, keberhasilan ini, Pmkab akan memprogramkan IPAT BO musim tanam 2008/2009 pada 167 desa/kelurahan. Setiap desa programkan 2 hektare. Jumat pekan kemarin, Pemkab kembali panen padi program IPAT BO-SL PTT musim tanam 2008 terkait TNI Manunggal Pertanian di Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu. &lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, Bupati Gowa, H Ichsan YL SH berharap, Gowa bisa menjadi laboratorium lapangan dalam rangka upaya peningkatan produksi padi dan kualitas beras. Dan pengembangan teknologi IPAT BO, kata Bupati, bisa menggenjot surplus beras yang diharapkan saat ini. (SARIBULAN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-2001381203014260895?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BoUvzhTI24YnOoBbG1yyQga80Qs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BoUvzhTI24YnOoBbG1yyQga80Qs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BoUvzhTI24YnOoBbG1yyQga80Qs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BoUvzhTI24YnOoBbG1yyQga80Qs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/03/gowa-fokus-lima-wilayah-untuk.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-3565388423115087601</guid><pubDate>Fri, 13 Mar 2009 09:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-13T16:02:51.001+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Indonesia Kekurangan Pebisnis Produk Pertanian Level Dunia</title><description>Indonesia sangat disayangkan hingga kini kekurangan para pebisnis produk pertanian level menengah ke atas termasuk level dunia, dan kecenderungannya yang ada hanya pebisnis level menengah ke bawah sehingga pedagang-pedagang di tingkat duniapun bukan dipegang orang Indonesia hingga akibatnya margin yang diterima kecil.&lt;br /&gt;&lt;span class='fullpost'&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengungkapkan hal itu di Jakarta, pada Press Conference dan Technical Meeting menjelang penyelenggaraan Agrinex Expo 2009 mendatang di Jakarta, yakni sebuah pameran agribisnis yang dikemas dengan kegiatan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sedihnya kita, kata Menteri Pertanian, ketika mengetahui produk-produk pertanian Indonesia lari ke Singapura dan akhirnya ke negara lain hanya dikarenakan Indonesia kekurangan pebisnis produk pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pihaknya optimis, Indonesia akan mampu bermain di tingkat regional bahkan suatu saat ke tingkat internasional, dan itu sudah dibuktikan untuk produk perkebunan seperti sawit, karet dan kakao. Karena itu sudah saatnya untuk meningkatkan komoditas yang lain seperti hortikultura, pangan, peternakan sapi, dan untuk menuju ke sana masih membutuhkan upaya keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga mengatakan, dengan potensi yang ada maka Indonesia sangat mungkin untuk bermain di tingkat regional. Potensi sumberdaya alam ada dan potensi yang ada masih bisa ditingkatkan apalagi berbicara masalah perluasan, sebagai contoh, ratusan ribu hektar rawa lebak di Sumatera, Kalimantan belum tergali. “Di kalimantan masih 2 juta hektar yang belum dioptimalkan, belum lagi farm buah-buahan di Merauke yang didorong terus dan sampai kini belum terealisir”, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanian istilahnya adalah nyawa karena punya SDA dan SDM yang keduanya kadang-kadang tidak dimiliki negara lain. Jepang punya SDM luar biasa tapi SDA terbatas, demikian pula Israel Thailand tapi kenyataan negara-negara tersebut dapat maju, sementara Indonesia punya keduanya sehingga dibilang kufur kalau keduanya tidak bisa dioptimalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : sinartani.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-3565388423115087601?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4fC0wOoUoOoFrhOk03qB7IDX3_k/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4fC0wOoUoOoFrhOk03qB7IDX3_k/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4fC0wOoUoOoFrhOk03qB7IDX3_k/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4fC0wOoUoOoFrhOk03qB7IDX3_k/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/03/indonesia-kekurangan-pebisnis-produk.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-5969158958680219406</guid><pubDate>Fri, 13 Mar 2009 08:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-13T15:55:37.627+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>2009, Produksi Padi Diperkirakan 60,93 Juta Ton</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) meramalkan produksi padi atau gabah kering giling (GKG) tahun 2009 akan mencapai 60,93 juta ton. "Angka Ramalan I (Aram I) produksi padi tahun 2009 diperkirakan sebesar 60,93 juta ton," kata Kepala BPS Rusman Heriawan, di Jakarta, Senin (2/3).&lt;br /&gt;&lt;span class='fullpost'&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, jika dibandingkan dengan produksi tahun 2008, terjadi peningkatan sebanyak 0,68 juta ton atau 1,13 persen GKG. Karena itu, lanjut dia, rencana ekspor beras pemerintah masih memungkinkan untuk dilakukan oleh Perum Bulog. Kenaikan produksi tersebut, menurut perkiraan BPS, terjadi karena peningkatan luas panen seluas 113.000 hektare atau 0,9 persen. Selain itu, produktivitas mengalami peningkatan sebesar 0,10 kuintal per hektare atau 0,2 persen. Kenaikan produksi padi pada tahun 2009 itu, dia mengatakan, diperkirakan terdapat di beberapa provinsi, terutama di Provinsi Jawa Barat, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Riau. BPS sendiri mencatat angka sementara (asem) produksi padi tahun 2008 mencapai 60,25 juta ton GKG. Jika dibandingkan produksi tahun 2007, maka telah terjadi peningkatan sebanyak 3,09 juta ton atau 5,41 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan produksi pada saat itu terjadi karena peningkatan luas panen seluas 161,52 ribu hektare atau 1,33 persen sehingga produksi meningkat sebesar 1,9 kuintal per hektare atau 4,04 persen. Lebih jauh dia mengatakan, kenaikan produksi padi tahun 2008 terjadi di beberapa provinsi, diantaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Sulawesi Tengah. Sedangkan untuk kedelai, BPS memprediksikan di 2009 produksi kedelai mencapai 850,23 ribu ton biji kering. Dibandingkan produksi 2008 terjadi kenaikan sebesar 73,74 ribu ton atau 9,5 persen. "Kenaikan produksi padi 2009 terjadi karena peningkatan luas panen seluas 46,2 ribu hektar atau 7,81 persen dan juga produktivitas sebesar 0,2 kuintal/hektar atau 1,52 persen," tuturnya. Rusman juga menambahkan, kenaikan produksi kedelai terjadi di beberapa provinsi, terutama Nanggroe Aceh Darussalam, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Banten, Sumatera Selatan, dan Lampung. "Kenaikan kedelai paling signifikan karena ada peralihan petani pada kedelai akibat kenaikan harga kedelai tahun lalu," katanya. (Indra/suara karya) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-5969158958680219406?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Z0SkcqCLFE4B6GvWsHcnzssSLh0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Z0SkcqCLFE4B6GvWsHcnzssSLh0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Z0SkcqCLFE4B6GvWsHcnzssSLh0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Z0SkcqCLFE4B6GvWsHcnzssSLh0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/03/2009-produksi-padi-diperkirakan-6093.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-3431643136556865397</guid><pubDate>Fri, 13 Mar 2009 08:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-13T15:50:28.260+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><title>Kebijakan Produksi Padi di Jepang</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SboeN0HgpSI/AAAAAAAAAQQ/bRP5ofhFL9o/s1600-h/055.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SboeN0HgpSI/AAAAAAAAAQQ/bRP5ofhFL9o/s400/055.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312591933114197282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang memberikan kesempatan kepada petani padi untuk ikut serta dalam program penurunan produksi padi, yang merupakan kebalikan dari kebijakan produksi padi selama ini, kata sumber dari Kementerian tersebut pada hari Selasa (3 Pebruari 2009).&lt;br /&gt;&lt;span class='fullpost'&gt;&lt;br /&gt;Dengan sistem ini, hanya para petani yang ikut serta dalam usaha penurunan produksi padi yang sejalan dengan kebijakan pemerintah diberikan tunjangan, kata sumber tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum diketahui apakah koperasi pertanian dan petani padi yang telah mematuhi kebijakan pemerintah dalam pengurangan tanaman pangan selama bertahun-tahun akan menentang perubahan kebijakan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ini dapat memaksa industri padi – yang telah diproteksi selama beberapa dekade – secara drastis berubah menuju liberalisasi. Selama ini pemerintah telah membantu petani padi dengan membeli gabah ketika harga jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para petani yang patuh dengan kebijakan penurunan produksi padi ini biasanya menjual hasil panenannya melalui koperasi. Apabila mereka diberikan pilihan untuk mengurangi penanaman padi, komisi penjualan yang diterima koperasi bisa menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan bertujuan maju ke depan dengan perubahan kebijakan tersebut sebagai pilar utama dalam reformasi pertanian yang diharapkan pada tahun fiskal 2010, kata sumber tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pertanian Shigeru Ishiba telah mengatakan bahwa kebijakan padi nasional harus dirubah karena beberapa petani padi yang tidak patuh terhadap kebijakan pengurangan produksi padi ini masih memperoleh keuntungan dari kebijakan bantuan harga dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami akan melakukan kajian semua peraturan yang memungkinkan (untuk penggantian sistem)” kata Ishiba di Konperensi press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kebijakan ini diterapkan, petani yang memilih untuk tidak turut serta dalam pengurangan produksi padinya akan lebih bebas dalam melakukan usaha taninya dan akan dapat memproduksi varietas padi yang terkenal sesuai dengan kondisi pasar. Akan tetapi bisa juga mereka akan menderita apabila harga beras jatuh tajam karena mereka tidak memperoleh bantuan finansial dari Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah badan yang anggotanya terdiri dari delegasi organisasi pertanian dan para pakar pertanian akan dibentuk guna membuat perencanaan yang menentukan, kata sumber tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kebijakan ini, Pemerintah mengarahkan para petani untuk mengurangi penanaman padinya dan diganti ditanami dengan tanaman pangan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Japan Times 3 Pebruari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:http://atanitokyo.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-3431643136556865397?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/MtfsO7HONv67YG02fPjhKUFFyRQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/MtfsO7HONv67YG02fPjhKUFFyRQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/MtfsO7HONv67YG02fPjhKUFFyRQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/MtfsO7HONv67YG02fPjhKUFFyRQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/03/kebijakan-produksi-padi-di-jepang.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SboeN0HgpSI/AAAAAAAAAQQ/bRP5ofhFL9o/s72-c/055.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-1583913640048535884</guid><pubDate>Thu, 12 Feb 2009 07:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-12T14:05:36.062+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><title>Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional</title><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SZPKBuZ44qI/AAAAAAAAAQI/Q0lxQ00mZi8/s1600-h/jokoSusiloUtomo.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301803317330502306" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 230px; CURSOR: hand; HEIGHT: 275px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SZPKBuZ44qI/AAAAAAAAAQI/Q0lxQ00mZi8/s400/jokoSusiloUtomo.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Djoko Susilo Utomo (Panglima Kodam VII/Wirabuana)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis ekonomi global yang sedang berlangsung dan mulai terasa pengaruhnya di Indonesia, cepat atau lambat, diperkirakan berdampak serius pada masalah kekurangan pangan dan kerusakan lingkungan yang semakin parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut harus segera dicarikan solusinya. Jika tidak, akan berpengaruh secara luas pada stabilitas pertahanan dan keamanan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dicermati lebih lanjut, kondisi krisis pangan yang menimpa bangsa Indonesia merupakan manifestasi dari kelalaian masyarakat melihat potensi internal negeri ini, terutama di bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pola pikir masyarakat Indonesia yang saat ini masih berkutat di seputar masalah sosial dan politik, rupanya membius setiap individunya untuk berlomba-lomba menjadi politisi dan pejabat publik hingga terlena dan lalai bahwa ada begitu banyak potensi industri lain yang saat ini belum tergarap secara maksimal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya memperkuat ketahanan pangan pemerintah mengisyaratkan harus dilakukan minimal dalam jangka waktu tiga tahun. Caranya, pertanian harus terus tumbuh dan berkembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bisa dilakukan dengan mengembangkan jenis bibit dan pupuk yang tepat, cara bercocok tanam serta upaya melawan hama secara efektif. Jaringan irigasipun harus cukup. Setelah panen, harus ada mekanisme dan manajemen yang baik sehingga harga jualnya baik, namun tidak memberatkan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menindaklanjuti program pemerintah dalam menanggulangi krisis pangan global tersebut, Kodam VII/Wirabuana sebagai salah satu komponen bangsa dan sebagai komando kewilayahan (Kowil) yang berada di wilayah Sulawesi, berupaya secara maksimal untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya Kodam VII/Wirabuana ini lebih didasarkan pada kondisi wilayah Sulawesi, khususnya wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung beras nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi Pangan di Sulsel &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan produksi rata-rata 2,5 juta ton beras per tahun, telah menempatkan Sulsel sebagai daerah penyangga pangan nasional terbesar kedua setelah Jawa Timur. Areal pertanian yang dimiliki provinsi ini cukup besar, yaitu mencapai 1.411.446 ha, yang terbagi dalam lahan persawahan seluas 550.127 ha, dan lahan kering seluas 861.319 ha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah areal yang cukup besar tersebut, jika dikelola maksimal, sangat berpotensi menunjang ketahanan pangan nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari luas persawahan tersebut, yang beririgasi teknis mencapai 26,60 persen, irigasi setengah teknis 9,24 persen, irigasi sederhana 10,11 persen, irigasi Desa/Non PU 13,12 persen, tadah hujan 40,71 persen, dan Rawa Non Pasang Surut 0,22 persen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sawah-sawah inilah yang pada 2006 hanya menghasilkan sampai 3.365.509 ton padi, terdiri atas 3.352.116 ton padi sawah dan 13.393 ton padi ladang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibanding pada tahun-tahun sebelumnya, produktivitas padi yang dicapai lebih baik, yaitu pada 2004, produksi padi di Sulsel mencapai 3.552.834 ton sementara pada 2005 mencapai 3.619.652 ton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu lumbung beras nasional, Sulsel setiap tahunnya menghasilkan hampir sekitar 2.305.469 ton beras. Dari jumlah itu, untuk konsumsi lokal hanya 884.375 ton dan 1.421.094 ton sisanya merupakan cadangan yang didistribusikan bagian timur lainnya bahkan telah diekspor sampai ke Malaysia, Filipina dan Papua Nugini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi produksi padi terbesar berada di Kabupaten Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang dan Luwu (Bosowasipilu). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertanian padi, dari sawah tadah hujan yang 40,71 persen dari total luas sawah yang ada di wilayah Sulsel tersebut, ternyata hanya dapat ditanami sekali dalam setahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanaman padi di areal tersebut sering kali gagal panen karena kekurangan air, baik untuk pengolahan tanah maupun untuk pertumbuhan tanaman. Petani pada umumnya menunggu sekitar dua bulan sejak turunnya hujan untuk melakukan pengolahan tanah, karena pada waktu tersebut air sudah menggenangi sawah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya waktu tanam tertunda, sehingga pada fase pertumbuhan generatif, tanaman sering mengalami kekeringan dan gagal panen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi Terbaik di Bidang Pertanian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati kendala-kendala tersebut dengan dihadapkan pada kemampuan sumberdaya alam yang besar di Sulsel, Kodam VII/ Wirabuana melakukan upaya-upaya realistis guna mendukung upaya peningkatan pangan masyarakat Sulsel, terutama untuk merealisasikan target surplus beras dua juta ton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran produksi yang harus dicapai pada 2009 adalah luas panen 868.411 ha, produktivitas 58,55 Ku/ha dan produksi harus mencapai 5. 084.323 ton gabah kering giling. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatasi keterbatasan sarana irigasi yang dihadapi masyarakat Sulsel, Kodam VII/Wirabuana telah turut berupaya mencari solusi alternatif terbaik dalam mengatasi kendala pengairan lahan tersebut. Ada beberapa jalan keluar yang ditawarkan dan dilaksanakan, yakni sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, melalui pemberdayaan teknologi Pompa Air Tanpa Motor (PATM). Pengadaan alat ini diupayakan melalui kerja sama dan koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Sulsel dan pihak ketiga selaku distributor PATM di wilayah Sulawesi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan teknologi ini, sawah tadah hujan dan lahan padi yang terletak di ketinggian dan lahan-lahan yang letaknya jauh dari sumber air sungai atau danau, bisa dioptimalkan pada musim kemarau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu karena PATM bisa memancarkan air hingga pada ketinggian ratusan meter. Pemanfaatan teknologi PATM ini telah diterapkan di beberapa wilayah di Sulawesi, terutama di wilayah Provinsi Gorontalo dan Sulsel. Hasilnya menunjukkan peningkatan produksi jagung dan padi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pemberdayaan bibit unggul. Salah satu faktor yang bisa mempengaruhi hasil panen adalah jenis bibit padi yang ditanam. Kodam VII/Wirabuana telah berkoordinasi dengan banyak pihak di antaranya Dinas Pertanian, para kelompok tani dan perbankan, guna menyediakan bibit unggulan yang cocok bagi masing-masing wilayah di Sulsel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bibit dan varietas tanaman padi yang telah dikembangkan di Sulawesi adalah varietas tanaman padi jenis Hibrida. Varietas ini sudah diuji coba dan dipanen di Kabupeten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada areal 25 ha. Kualitas hasilnya lebih tinggi dibandingkan jenis padi lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus di Sultra, pengadaan bibit tersebut dilakukan Kodam VII/Wirabuana bekerja sama dengan Perusahaan Daerah (PD) Utama Sultra dan Pusat Pengembangan Padi Hibrida di Lampung dan dikelola PT Sumber Alam Sutera, perusahaan Kelompok Artha Graha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan Kodam VII/Wirabuana diwakili oleh para Babinsa sebagai penggerak dan motivator di lapangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pengadaan pupuk. Untuk membantu para petani mendapatkan pupuk yang memadai dan ideal, Kodam VII/Wirabuana berupaya agar distribusi pupuk ke daerah tidak terjadi hambatan. Hal ini dilakukan melalui koordinasi dan kerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertanian serta perbankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan Kodam VII/Wirabuana melalui para Babinsa adalah melakukan kerjasama dengan aparat Polri setempat dalam pengawalan dan pengawasan terhadap pendistribusian pupuk kepada para petani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, pola tanam. Selama ini, para petani di Sulsel lebih banyak menggunakan pola tanam tradisional. Akibatnya, hasilnya kurang optimal. Padahal idealnya, lahan seluas 1 ha bisa menghasilkan 10 ton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk mewujudkan hasil panen yang ideal, maka dilaksanakan MoU antara Gubernur Sulawesi Selatan dengan Pangdam VIIWirabuana Nomor 415.43/4649DISTAN dan Nomor B1164/VIII/2008 tanggal 9 Agustus 2008 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang pengawalan dan pendampingan dalam rangka mendukung gerakan surplus beras 2 juta ton dan produksi jagung 1,5 juta ton tahun 2008/2009 di Sulsel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna merealisasikan hal ini, maka para Babinsapun diberikan pelatihan agar dapat memotivasi petani, khususnya untuk mengubah kebiasaan dari tradisional ke modern. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, para Babinsa mengarahkan para petani, mulai dari saat pengolahan, penanaman, pemeliharaan, sampai pada saat panen. Terkait dengan pola tanam tersebut, di Sulsel khususnya di daerah Gowa, telah digunakan metode Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama kurun waktu 2006-2007, intensifikasi dengan metode tersebut yang dilaksanakan di beberapa lokasi di Jabar dan Jatim telah mampu menghasilkan padi sekitar 10-12 ton per ha atau naik rata-rata 50-100 persen dibanding dengan sistem konvensional (anaerob). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi keunggulan, metode Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik ini, bisa juga menghemat air hingga 25 persen dari sawah konvensional sehingga sangat sesuai untuk musim kering, hemat bibit 20-25 persen, hemat pupuk dan hemat pestisida, sedangkan panen bisa lebih awal 7-10 hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Kodam VII/Wirabuana juga telah mengikutsertakan dua orang personel Babinsa dari Korem 143/Ho bersama-sama dengan kelompok tani dan personel Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengikuti pelatihan tentang pengolahan dan budidaya padi lokal jenis padi hibrida Bernas super di Lampung, untuk dikembangkan di daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, kerja sama dengan perbankan. Kemitraan dengan perbankan ini dilaksanakan untuk membantu petani dalam pembiayaan pada saat pembelian bibit dan pupuk, mengingat pihak perbankan sering mengalami kekhawatiran pada pasca panen para petani tidak memenuhi kewajiban untuk membayar sesuai kesepakatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka Satuan Kowil jajaran Kodam VII/Wirabuana turut membantu memecahkan masalah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, memanfaatkan lahan tidur. Untuk mengelola lahan tidur yang ada di wilayah Sulawesi, diperlukan sarana yang cukup, di antaranya adalah sarana pengairan. Menteri Pertanian Republik Indonesia telah menyetujui bantuan PATM untuk mendukung hal tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai upaya yang dilakukan Kodam VII/Wirabuana dalam meningkatkan ketahanan pangan, khususnya upaya membuka atau memberdayakan lahan tidur yang ada tersebut, sekaligus menjadi salah satu solusi alternatif untuk menampung para buruh kerja yang kehilangan pekerjaan akibat di-PHK oleh perusahaan tempat mereka bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini perlu menjadi perhatian, mengingat dampak dari krisis global akhir-akhir ini tentu bisa juga berakibat buruk bagi dunia lapangan kerja, sehingga dibutuhkan banyak solusi, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di antaranya dengan membuka lahan tidur untuk menghidupkan sektor pertanian, dengan demikian para buruh yang kehilangan pekerjaan diharapkan bisa kembali ke kampung halaman dengan bertani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna lebih meningkatkan dan mengoptimalkan hasil dari pelaksanaan peran Kowil dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional, maka terdapat hal-hal yang perlu mendapat perhatian, di antaranya perlunya program gerakan TNI Manunggal Pangan diintensifkan kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat kebutuhan masyarakat di bidang pangan semakin meningkat, sedangkan cadangan pangan di daerah terbatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, perlu pengalokasian dukungan anggaran guna mendukung kegiatan Gerakan TNI Manunggal Pangan, dan diperlukan adanya kerja sama di tingkat pusat antara pimpinan TNI dengan Kementerian Pertanian RI, sehingga pelaksanaan dan koordinasi di tingkat Satuan TNI dengan Dinas/Instansi terkait di daerah dapat berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : fajar.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-1583913640048535884?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CkeGLa0E1DUufcxStGi27QvJXhQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CkeGLa0E1DUufcxStGi27QvJXhQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CkeGLa0E1DUufcxStGi27QvJXhQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CkeGLa0E1DUufcxStGi27QvJXhQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/02/meningkatkan-ketahanan-pangan-nasional.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SZPKBuZ44qI/AAAAAAAAAQI/Q0lxQ00mZi8/s72-c/jokoSusiloUtomo.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-7048027528707744445</guid><pubDate>Fri, 06 Feb 2009 08:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-06T15:29:47.614+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><title>PEMUPUKAN DAN PENYIRAMAN ADENIUM</title><description>Bagaimanapun keindahan adenium tak bakal tampak bila tak dilakukan perawatan. Inilah sejumlah pemeliharaan yang rutin diterapkan pada adenium anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Manfaat nutrisi&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SYv0pv9FPcI/AAAAAAAAAQA/Tv_t607x0u8/s1600-h/adenium-siam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 149px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SYv0pv9FPcI/AAAAAAAAAQA/Tv_t607x0u8/s400/adenium-siam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299598384615996866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Unsur makro&lt;br /&gt;2. Unsur mikro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Jenis-jenis pupuk dan sifatnya&lt;br /&gt;1. Pupuk anorganik&lt;br /&gt;2. Pupuk Organik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Metode Aplikasi&lt;br /&gt;1. Tanaman bibit&lt;br /&gt;2. Tanaman remaja&lt;br /&gt;3. Fase generatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;A. MANFAAT NUTRISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun lalu , seorang konsumen membeli adenium di sebuah showroom di Semarang. Sosoknya amat mempesona. Setiap tangkai memunculkan bunga berwarna merah muda yang indah. Penampilan tanaman dianggap layak untuk mengungkapkan cinta Adenium seharga Rp 4.000.000 itu kemudian dipersembahkan kepada sang pujaan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh bulan berselang , sang gadis mendatangi showroom itu. Ia mengungkapkan adenium pemberian kekasihnya kini merana. Penampilan tanaman itu berubah drastis. Yang tersisa hanya ranting gundul dan daun kuning di beberapa anakan cabang. Wajar bila bunga seperti mogok muncul. Diakuinya , ia memang tidak pernah memberi pupuk. Sesekali , ia menyiramkan air beras bila melihat media kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuk ibarat makanan bagi tumbuhan. Ia diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Di alam , tanaman menyerap nutrisi dari dalam tanah dan udara. Sedangkan di dalam wadah , nutrisi harus dipasok dalam kurun waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. UNSUR MAKRO&lt;br /&gt;Unsur hara makro berisi hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah banyak. Namun , tidak berarti jumlah yang diberikan tak terbatas. Ada ambang tertentu yang ditoleransi tanaman. Melebihi batas itu , tanaman mengalami keracunan yang bisa berlanjut hingga mati.&lt;br /&gt;Ada 12 jenis unsur kimia yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Unsur itu adalah nitrogen (N) , fosfor (P) , kalium (K) , magnesium (Mg) , sulfur (S) , dan kalsium (Ca) , boron (B) , besi (Fe) , tembaga (Cu) , mangan (Mn) , seng (ZN) , dan molibdenum (Mo). Setiap unsur memiliki pengaruh penting dalam pertumbuhan tanaman.&lt;br /&gt;Kebutuhan tanaman akan masing-masing unsur berlainan. Tergantung pada umur , jenis , dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Nitrogen (N)&lt;br /&gt;Nitrogen berperan dalam pembentukan sel , jaringan , dan organ tanaman. Ia berfungsi sebagai sebagai bahan sintetis klorofil , protein , dan asam amino. Karena itu kehadirannya dibutuhkan dalam jumlah besar , terutama saat pertumbuhan vegetatif. Bersama fosfor (P) , nitrogen digunakan untuk mengatur pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Terdapat 2 bentuk nitrogen yakni amonium dan nitrat. Sejumlah penelitian membuktikan amonium sebaiknya tidak lebih dari 25% dari total konsentrasi nitrogen. Jika berlebihan , sosok tanaman bongsor tetapi rentan terhadap serangan penyakit. Nitrogen yang berasal dari amonium akan memperlambat pertumbuhan karena mengikat karbohidrat sehingga pasokan sedikit. Dengan demikian cadangan makanan sebagai modal berbunga juga minimal. Akibatnya tanaman tidak mampu berbunga. Seandainya yang dominan adalah nitrogen bentuk nitrat , maka sel-sel tanaman akan kompak dan kuat sehingga lebih tahan penyakit. Untuk mengetahui kandungan N dan bentuk nitrogen dari pupuk bisa dilihat dari kemasan&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala kekurangan&lt;br /&gt;Tanaman yang kekurangan nitrogen dikenali dari daun bagian bawah. Daun itu menguning karena kekurangan klorofil. Lebih lanjut mengering dan rontok. Tulang-tulang di bawah permukaan daun muda tampak pucat. Pertumbuhan tanaman lambat , kerdil dan lemah. Produksi bunga dan biji rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;Warna daun terlalu hijau , tanaman rimbun dengan daun. Proses pembuangan menjadi lama. Adenium bakal bersifat sekulen karena mengandung banyak air. Hal itu menyebebkan rentan serangan cendawan dan penyakit , dan mudah roboh. Produksi bunga menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Fosfor (P)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fosfor merupakan komponen penyusun beberapa enzim , protein , ATP , RNA , dan DNA. ATP penting untuk proses transfer energi , sedangkan RNA dan DNA menentukan sifat genetik tanaman. Unsur P juga berperan pada pertumbuhan benih , akar , bunga , dan buah. Dengan membaiknya struktur perakaran sehingga daya serap nutrisi pun lebih baik.&lt;br /&gt;Bersama denga kalium , fosfor dipakai untuk merangsang pembungaan. Hal itu wajar sebab kebutuhan tanaman terhadap fosfor meningkat tinggi ketika tanaman akan berbunga.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;Dimulai dari daun tua menjadi keunguan cenderung kelabu. Tepi daun cokelat , tulang daun muda berwarna hijau gelap. Hangus , pertumbuhan daun kecil , kerdil , dan akhirnya rontok. Fase pertumbuhan lambat dan tanaman kerdil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;Kelebihan P menyebabkan penyerapan unsur lain terutama unsur mikro seperti besi (Fe) , tembaga(Cu) , dan seng(Zn) terganggu. Namun gejalanya tidak terlihat secara fisik pada tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kalium (K)&lt;br /&gt;Kalium berperan sebagai pengatur proses fisiologi tanaman seperti fotosintetis , akumulasi , translokasi , transportasi karbohidrat , membuka menutupnya stomata , atau mengatur distribusi air dalam jaringan dan sel. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun seperti terbakardan akhirnya gugur.&lt;br /&gt;Unsur kalium berhubungan erat dengan kalsium dan magnesium. Ada sifat antagonisme antara kalium dan kalsium. Dan juga antara kalium dan magnesium. Sifat antagonisme ini menyebabkan kekalahan salah satu unsur untuk diserap tanaman jika komposisinya tidak seimbang. Unsur kalium diserap lebih cepat oleh tanaman dibandingkan kalsium dan magnesium. Jika unsur kalium berlebih gejalanya sama dengan kekurangan magnesium. Sebab , sifat antagonisme antara kalium dan magnesium lebih besar daripada sifat antagonisme antara kalium dan kalsium. Kendati demkian , pada beberapa kasus , kelebihan kalium gejalanya mirip tanaman kekurangan kalsium.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;Kekurangan K terlihat dari daun paling bawah yang kering atau ada bercak hangus. Bunga mudah rontok. Tepi daun 'hangus' , daun menggulung ke bawah , dan rentan terhadap serangan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;Kelebihan K menyebabkan penyerapan Ca dan Mg terganggu. Pertumbuhan tanaman terhambat. sehingga tanaman mengalami defisiensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Magnesium (Mg)&lt;br /&gt;Magnesium adalah aktivator yang berperan dalam transportasi energi beberapa enzim di dalam tanaman. Unsur ini sangat dominan keberadaannya di daun , terutama untuk ketersediaan klorofil. Jadi kecukupan magnesium sangat diperlukan untuk memperlancar proses fotosintesis. Unsur itu juga merupakan komponen inti pembentukan klorofil dan enzim di berbagai proses sintesis protein.&lt;br /&gt;Kekurangan magnesium menyebabkan sejumlah unsur tidak terangkut karena energi yang tersedia sedikit. Yang terbawa hanyalah unsur berbobot 'ringan' seperti nitrogen. Akibatnya terbentuk sel-sel berukuran besar tetapi encer. Jaringan menjadi lemah dan jarak antarruas panjang. Ciri-ciri persis seperti gejala etiolasi-kekurangan cahaya pada tanaman.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala Kekurangan&lt;br /&gt;Muncul bercak-bercak kuningdi permukaan daun tua. Hal ini terjadi karena Mg diangkut ke daun muda. Daun tua menjadi lemahd dan akhirnya mudah terserang penyakit , terutama embun tepung (powdery mildew).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;Kelebihan Mg tidak menimbulkan gejala ekstrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Kalsium (Ca)&lt;br /&gt;Unsur ini yang paling berperan adalah pertumbuhan sel. Ia komponen yang menguatkan , dan mengatur daya tembus , serta merawat dinding sel. Perannya sangat penting pada titik tumbuh akar. Bahkan bila terjadi defiensi Ca , pembentukan dan pertumbuhan akar terganggu , dan berakibat penyerapan hara terhambat. Ca berperan dalam proses pembelahan dan perpanjangan sel , dan mengatur distribusi hasil fotosintesis.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;Gejala kekurangan kalsium yaitu titik tumbuh lemah , terjadi perubahan bentuk daun , mengeriting , kecil , dan akhirnya rontok. Kalsium menyebabkan tanaman tinggi tetapi tidak kekar. Karena berefek langsung pada titik tumbuh maka kekurangan unsur ini menyebabkan produksi bunga terhambat. Bunga gugur juga efek kekurangan kalsium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;Kelebihan kalsium tidak berefek banyak , hanya mempengaruhi pH tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. UNSUR MiKRO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur mikro adalah unsur yang diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit . Walaupun hanya diserap dalam jumlah kecil , tetapi amat penting untuk menunjang keberhasilan proses-proses dalam tumbuhan. Tanpa unsur mikro , bunga adenium tidak tampil prima. Bunga akan lunglai , dll. Unsur mikro itu , adalah: boron , besi , tembaga , mangan , seng , dan molibdenum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Boron (B)&lt;br /&gt;Boron memiliki kaitan erat dengan proses pembentukan , pembelahan dan diferensiasi , dan pembagian tugas sel. Hal ini terkait dengan perannya dalam sintetis RNA , bahan dasar pembentukan sel. Boron diangkut dari akar ke tajuk tanaman melalui pembuluh xylem. Di dalam tanah boron tersedia dalam jumlah terbatas dan mudah tercuci. Kekurangan boron paling sering dijumpai pada adenium. Cirinya mirip daun variegeta.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;Daun berwarna lebih gelap dibanding daun normal , tebal , dan mengkerut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;Ujung daun kuning dan mengalami nekrosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tembaga(Cu)&lt;br /&gt;Fungsi penting tembaga adalah aktivator dan membawa beberapa enzim. Dia juga berperan membantu kelancaran proses fotosintesis. Pembentuk klorofil , dan berperan dalam funsi reproduksi.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;Daun berwarna hijau kebiruan , tunas daun menguncup dan tumbuh kecil , pertumbuhan bunga terhambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;Tanaman tumbuh kerdil , percabangan terbatas , pembentukan akar terhambat , akar menebal dan berwarna gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Seng(Zn)&lt;br /&gt;Hampir mirip dengan Mn dan Mg , sengat berperan dalam aktivator enzim , pembentukan klorofil dan membantu proses fotosintesis. Kekurangan biasanya terjadi pada media yang sudah lama digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;Pertumbuhan lambat , jarak antar buku pendek , daun kerdil , mengkerut , atau menggulung di satu sisi lalu disusul dengan kerontokan. Bakal buah menguning , terbuka , dan akhirnya gugur. Buah pun akan lebih lemas dan sehingga buah yang seharusnya lurus membengkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kelebihan&lt;br /&gt;Kelebihan seng tidak menunjukkan dampak nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Besi (fe)&lt;br /&gt;Besi berperan dalam proses pembentukan protein , sebagai katalisator pembentukan klorofil. Besi berperan sebagai pembawa elektron pada proses fotosintetis dan respirasi , sekaligus menjadi aktivator beberapa enzim. Unsur ini tidak mudah bergerak sehigga bila terjadi kekurangan sulit diperbaiki. Fe paling sering bertentanganatau antagonis dengan unsur mikro lain. Untuk mengurangi efek itu , maka Fe sering dibungkus dengan Kelat (chelate) seperti EDTA (Ethylene Diamine Tetra-acetic Acid). EDTA adalah suatu komponen organik yang bersifat menstabilkan ion metal. Adanya EDTA maka sifat antagonis Fe pada pH tinggi berkurang jauh. Di pasaran dijumpai dengan merek Fe-EDTA.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;Kekurangan besi ditunjukkan dengan gejala klorosis dan daun menguning atau nekrosa. Daun muda tampak putih karena kurang klorofil. Selain itu terjadi karena kerusakan akar. Jika adenium dikeluarkan dari potnya akan terlihat potongan-potongan akar yang mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;Pemberian pupuk dengan kandungan Fe tinggi menyebabkan nekrosis yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam pada daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Molibdenum(Mo):&lt;br /&gt;Mo bertugas sebagai pembawa elektron untuk mengubah nitrat menjadi enzim. Unsur ini juga berperan dalam fiksasi nitrogen.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;Ditunjukkan dengan munculnya klorosis di daun tua , kemudian menjalar ke daun muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;Kelebihan tidak menunjukkan gejala yang nyata pada adenium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. JENIS-JENIS PUPUK DAN SIFATNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur-unsur yang dibutuhkan adenium dikemas oleh produsen menjadi pupuk dalam aneka dalam rupa dan bentuk. Dari segi bentuk pupuk dikemas dalam cairan , bubuk , tablet , kapsul , dan butiran. Sedangkan dari segi bahan baku dikenal istilah pupuk anorganik dan organik. Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat dari bahan-bahan kimia. Organik , berasal dari bahan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pupuk anorganik&lt;br /&gt;Secara umum ada dua jenis pupuk anorganik yang tersedia di pasaran: pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal dibuat dari satu unsur secara dominan. Contohnya Urea yang mengandung N , TSP atau SP 36 denganP , dan KCl atau ZK dengan unsur K yang dominan. Pupuk majemuk mengandung lebih dari satu jenis unsur. Misalnya DAP dan Amofos yang terbuat dari N dan P. Pupuk majemuk juga bisa tersusun dari 3 unsur. Sebut juga Rustica Yellow dan Mutiara. Kedua pupuk itu dilengkapi dengan kandungan N , P , dan K. Produsen pupuk biasanya jgua menambahkan unsur-unsur mikro seperti Fe , B , Mo , Mn , dan Cu.&lt;br /&gt;Agar praktis , pekebun biasanya memakai pupuk majemuk. Umumnya di pasaran beredar pupuk dengan kandungan utama Nitrogen , fosfor , dan kalium dengan berbagai perbandingan. Besar kecilnya perbandingan itu dicantumkan di label kemasan. Tulisan 20:10:10 artinya kandungan nitrogen paling tinggi sehingga tepat digunakan untuk masa pertumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pupuk Organik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuk organik sudah sejak lama digunakan orang. Munculnya tren 'kembali ke alam' mendorong munculnya pupuk organik yang diproses dan dikemas secara modern. Bahan baku pembuatannya bermacam-macam , antara lain dari guano , kotoran kelelawar yang sudah diproses , limbah tanaman , ikan , dan hewan. Beberapa jenis biota laut seperti alga , kerang juga diekstrak menjadi pupuk organik&lt;br /&gt;Dewasa ini pupuk berlabel organik itu sudah dikemas modern dalam wadah tertutup. Bentuknya serupa dengan pupuk anorganik bisa berupa cairan , serbuk , atau butiran. Label berisi komposisi dan petunjuk pemakaian juga tertera di kemasan. Sebelum membeli dan memakai perhatikan kandungan nutrisinya.&lt;br /&gt;Perlu diingat Pupuk tidak mencegah kedatangan hama dan penyakit. Untuk itu tetap diperlukan sejumlah insektisida atau fungisida tatkala patogen menyerang. Pemakaian pestisida dengan kandungan sama dalam waktu lama bisa menimbulkan resistensi. Cara yang lazim dipakai ialah memakai pestisida secara bergantian.&lt;br /&gt;Penggunaan satu jenis pupuk dalam jangka panjang merugikan pertumbuhan tanaman. Sebab pupuk itu mengandung unsur tertentu seperti nitrogen , fosfor , dan kalium yang tinggi. Segera ganti dengan pupuk dengan ratio seimbang atau unsur lain yang lebih tinggi. Selain pupuk utama itu , juga dibarengi dengan berbagai 'suplemen'. Tujuannya tentu saja agar pertumbuhan tanaman kian bagus. Beberapa diantaranya , yaitu: Vitamin B1.&lt;br /&gt;Vitamin B1 , salah satu zat untuk mempercepat pertumbuhan adenium , juga pemulihan "tenaga" usai pindah tanam. Vitamin itu termasuk kelompok fitohormon , yaitu suatu zat yang dalam jumlah kecil/sedikit mampu memacu pertumbuhan. Penggunaan vitamin B1 pada adenium diharapkan mampu mengatasi masalah lambatnya pertumbuhan tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. minyak Ikan/Tepung Ikan&lt;br /&gt;Pupuk ikan atau minyak ikan juga membantu pertumbuhan adenium dan memperkuat daya tahan tanaman. Penggunaannya diselang-seling dengan pupuk lain. Selain itu , aroma amis cukup mengganggu penciuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Konsentrat pekat&lt;br /&gt;Konsentrat pekat merupakan bahan kimia biasa yang telah dipadukan oleh produsen untuk membantu pekebun yang ingin praktis. Ia mengandung semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan tanaman. Bahan ini biasa dipakai oleh pekebun hidroponik yang ingin praktis dalam pemupukan.&lt;br /&gt;Pupuk disebut A&amp;amp;B mix itu diformulasi secara khusus sesuai dengan jenis dan fase pertumbuhan tanaman. Keistimewaan pupuk itu ialah selain mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman , juga menggunakan bahan-bahan yang 100% larut dalam air. Karena itu cocok diaplikasikan pada tanaman secara irigasi semprot. Caar penggunaan juga sangat praktis dan dapat disimpan dalam waktu cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : myadenium.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-7048027528707744445?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_Rc4Ro1rhu0O3gTg8t2eBde_6Ec/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_Rc4Ro1rhu0O3gTg8t2eBde_6Ec/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_Rc4Ro1rhu0O3gTg8t2eBde_6Ec/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_Rc4Ro1rhu0O3gTg8t2eBde_6Ec/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/02/pemupukan-dan-penyiraman-adenium.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SYv0pv9FPcI/AAAAAAAAAQA/Tv_t607x0u8/s72-c/adenium-siam.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-534988015522919949</guid><pubDate>Fri, 23 Jan 2009 07:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-23T14:36:21.871+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Panen meningkat 30% setelah gunakan pupuk organik</title><description>KENDAL - Penggunaan pupuk organik terbukti dapat meningkatkan hasil panen sejumlah petani di Kendal. Tidak tanggungtanggung, hasil panen meningkat sekitar 30% dibanding panen tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, biaya operasinal juga dapat ditekan hingga 20%. ’’Sebelumnya saya menggunakan pupuk non organik, sawah saya seluas 0,7 hektar hanya mampu panen 5,5 ton. Tapi setelah saya menggunakan pupuk organik, panen meningkat sampai 7 ton. Selain itu biaya pengolahan juga lebih murah,’’ ujar H abdul Rahman Sumanto (54), seorang petani asal Kumpulrejo RT 3 RW III, Kecamatan Kaliwungu, kemarin.&lt;br /&gt;Menurutnya, sebelumnya dia sempat tidak mau saat dianjurkan untuk menggunakan pupuk organik, karena khawatir hasil panen akan menurun. Namun setelah membuktikan sendiri, ternyata hasil panen meningkat tajam dan biaya opersinal lebih murah hingga 20%.&lt;br /&gt;&lt;span class='fullpost'&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani lain, Supari (65) warga Sukomulyo RT 2 RW V, Kecamatan Kaliwungu Selatan juga mengatakan hal senada. Menurutnya, sebelum menggunakan pupuk organik, lahannya seluas 1,25 bahu yang ditanami padi hanya mampu menghasilkan gabah 6-7 ton. Tapi setelah menggunakan pupuk organik, hasil panennya meningkat tajam sampai 10 ton. ’’Saya sangat kaget setelah mengetahui hasil panen meningkat tajam. Padahal sebelumnya tidak pernah panen sebesar ini,’’ jelasnya.&lt;br /&gt;Sementara Direktur PT Greenland Niaga Indonesia Satria Khresna Wardana mengatakan, penggunaan pupuk organik memang terbukti dapat meningkatkan hasil panen padi, semangka, atau pun buah-buahan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui, pemakaian pupuk organik terbilang irit dan ramah lingkungan, karena pupuk organik terbuat dari bahan alami. Ada tiga jenis pupuk yang fungsinya berbeda. Pupuk pertama berfungsi mengembalikan kesuburan tanah, kedua untuk memberi makanan tanaman dan ketiga berfungsi untuk mengendalikan hama.&lt;br /&gt;’’Dengan menggunakan pupuk organik, kita bisa mengembalikan kesuburan tanah dan tidak akan meninggalkan warisan lingkungan rusak kepada anak cucunya,’’ tambahnya. Mar/Jon &lt;br /&gt;Sumber : wawasandigital.com &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-534988015522919949?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/E1PzaW7tS4iAef86mIDh5yHou2k/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/E1PzaW7tS4iAef86mIDh5yHou2k/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/E1PzaW7tS4iAef86mIDh5yHou2k/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/E1PzaW7tS4iAef86mIDh5yHou2k/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/01/panen-meningkat-30-setelah-gunakan.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-7044906175417079959</guid><pubDate>Wed, 21 Jan 2009 04:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-21T11:14:54.591+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ucapan</category><title>Gong xi fa cai 2560</title><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SXahJA8WdRI/AAAAAAAAAP0/Y6OGX5vrOeY/s1600-h/gong+xi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293595588264621330" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 254px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SXahJA8WdRI/AAAAAAAAAP0/Y6OGX5vrOeY/s400/gong+xi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-7044906175417079959?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8qdu-fXvbZ0Jbd4DXtwuAJSJ7zc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8qdu-fXvbZ0Jbd4DXtwuAJSJ7zc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8qdu-fXvbZ0Jbd4DXtwuAJSJ7zc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8qdu-fXvbZ0Jbd4DXtwuAJSJ7zc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2009/01/gong-xi-fa-cai-2560.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SXahJA8WdRI/AAAAAAAAAP0/Y6OGX5vrOeY/s72-c/gong+xi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-2437645470326517751</guid><pubDate>Tue, 16 Dec 2008 06:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-16T14:05:18.322+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ucapan</category><title>Selamat Natal dan Bahagia Tahun Baru 2009</title><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SUdSXVkhFyI/AAAAAAAAAO0/-SiJyHTDjWE/s1600-h/natal.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280279648995972898" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 410px; CURSOR: hand; HEIGHT: 252px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SUdSXVkhFyI/AAAAAAAAAO0/-SiJyHTDjWE/s400/natal.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-2437645470326517751?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0MYgfF-lqZ1vLyZ2P2gMND9hYec/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0MYgfF-lqZ1vLyZ2P2gMND9hYec/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0MYgfF-lqZ1vLyZ2P2gMND9hYec/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0MYgfF-lqZ1vLyZ2P2gMND9hYec/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2008/12/selamat-natal-dan-bahagia-tahun-baru.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SUdSXVkhFyI/AAAAAAAAAO0/-SiJyHTDjWE/s72-c/natal.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-8394432624766511884</guid><pubDate>Fri, 12 Dec 2008 08:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-12T16:01:30.249+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk</category><title>ABG Unggas Pedaging</title><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SUInSkXqp-I/AAAAAAAAAOs/mwTnmsxpdDQ/s1600-h/UD.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278824913185712098" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 100px; CURSOR: hand; HEIGHT: 235px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SUInSkXqp-I/AAAAAAAAAOs/mwTnmsxpdDQ/s400/UD.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Manfaat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Meningkatkan nafsu makan dan melancarkan pencernaan.&lt;br /&gt;- Meningkatkan kesehatan &amp;amp; daya tahan terhadap penyakit.&lt;br /&gt;- Sumber nutrisi, vitamin dan mineral (feed supplement).&lt;br /&gt;- Memacu pertumbuhan.&lt;br /&gt;- Mempersingkat masa panen.&lt;br /&gt;- Meningkatkan kualitas kotoran (lebih kering, bau berkurang dan kandungan haranya&lt;br /&gt;meningkat), sehingga menjadi pupuk organik berkualitas prima.&lt;br /&gt;- Aplikasi hemat dan praktis dengan dosis rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi :&lt;br /&gt;9% C-Org, 4% N, 2% P2O5, 2% K2O, 2% CaO, 1% MgO, 1% S,&lt;br /&gt;mikro element (B, Fe, Zn, Mn, Mo, Cu, Cl), senyawa bioaktif&lt;br /&gt;(asam amino, karbohidrat, protein, vitamin, enzim, dll) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-8394432624766511884?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/r69Q9zBoTFE4o7PUYmaz0ROH7IA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/r69Q9zBoTFE4o7PUYmaz0ROH7IA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/r69Q9zBoTFE4o7PUYmaz0ROH7IA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/r69Q9zBoTFE4o7PUYmaz0ROH7IA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2008/12/abg-unggas-pedaging.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SUInSkXqp-I/AAAAAAAAAOs/mwTnmsxpdDQ/s72-c/UD.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-1378798320063813875</guid><pubDate>Fri, 14 Nov 2008 10:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-14T17:38:59.484+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk</category><title>Ekstrak Organik Dan Nutrisi ABG OMNI</title><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SR1T4g4u6KI/AAAAAAAAAOc/vXJhFVHOijM/s1600-h/ABG+OMNI.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268459369459017890" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 126px; CURSOR: hand; HEIGHT: 248px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SR1T4g4u6KI/AAAAAAAAAOc/vXJhFVHOijM/s400/ABG+OMNI.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ABG-Omni merupakan konsentrat organik hasil ekstraksi secara mikrobiologis melalui proses fermentasi berbagai bahan organik berkualitas tinggi (ikan, ternak dan tanaman), mengandung senyawa bioaktif (asam-asam amino, enzim, vitamin), diperkaya dengan nutirisi dan mineral esensil yang sangat diperlukan hewan Omnivora (pemakan segala) seperti babi dan sejenisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Manfaat :&lt;br /&gt;• Meningkatkan nafsu makan dan melancarkan pencernaan&lt;br /&gt;• Meningkatkan kesehatan ternak dan daya tahan terhadap penyakit&lt;br /&gt;• Sebagai sumber nutrisi, vitamin dan mineral (food supplement)&lt;br /&gt;• Memacu pertumbuhan ternak omnivora (babi dan sejenisnya)&lt;br /&gt;• Meningkatkan bobot daging&lt;br /&gt;• Meningkatkan kualitas kotoran. Kotoran ternak lebih kering&lt;br /&gt;• Applikasi hemat dan praktis dengan dosis yang rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KANDUNGAN DAN KOMPOSISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 % C-org, 2 % N, 1% P2O5, 1% K2O, 0,1% CaO, 0,1% MgO, 0,2% S dan mikro elemen (B, Cu, Co, Cl, Fe, Mn, Mo, Na, Zn), senyawa bioaktif (karbohidrat, protein, asam-asam amino, vitamin, enzim, dll.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEKNIK APLIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternak Omnivora (babi dan sejenisnya). Larutkan 2 – 3 cc ABG-Omni/L air dan diberikan setiap hari (pagi) melalui air minum atau campurkan 5 – 10 cc ABG dengan sekitar 2 – 5 kg dedak atau pakan lainnya dan diberikan setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-1378798320063813875?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7mRW9OdgsH1WL0GjuZ2kwe0y2oY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7mRW9OdgsH1WL0GjuZ2kwe0y2oY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7mRW9OdgsH1WL0GjuZ2kwe0y2oY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7mRW9OdgsH1WL0GjuZ2kwe0y2oY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2008/11/ekstrak-organik-dan-nutrisi-abg-omni.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SR1T4g4u6KI/AAAAAAAAAOc/vXJhFVHOijM/s72-c/ABG+OMNI.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6229472981169308268.post-5197269692342851417</guid><pubDate>Thu, 06 Nov 2008 04:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-14T17:36:33.155+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk</category><title>EKSTRAK ORGANIK DAN NUTRISI ABG  UNGGAS</title><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SR1SX6FTe4I/AAAAAAAAAOU/TzqeD_uHQPc/s1600-h/ABG+UNGGAS.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268457709775321986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 155px; CURSOR: hand; HEIGHT: 314px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SR1SX6FTe4I/AAAAAAAAAOU/TzqeD_uHQPc/s400/ABG+UNGGAS.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ABG-U merupakan konsentrat organik hasil ekstraksi secara mikrobiologis melalui proses fermentasi berbagai bahan organik berkualitas tinggi (ikan, ternak dan tanaman), mengandung senyawa bioaktif (asam-asam amino, enzim, vitamin), diperkaya dengan nutirisi dan mineral esensil yang sangat diperlukan unggas (ayam petelur maupun pedaging, itik, entok, burung, puyuh, dan unggas lainnya)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERNAK UNGGAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Meningkatkan nafsu makan dan melancarkan pencernaan&lt;br /&gt;• Meningkatkan kesehatan unggas dan daya tahan terhadap penyakit&lt;br /&gt;• Sebagai sumber nutrisi, vitamin dan mineral (food supplement)&lt;br /&gt;• Memacu pertumbuhan ternak unggas&lt;br /&gt;• Meningkatkan kualitas telur (nutirisi dan ukuran)&lt;br /&gt;• Meningkatkan produksi telur, bobot daging dan efisiensi usaha&lt;br /&gt;• Meningkatkan kualitas kotoran. Kotoran ternak lebih kering dan kandungan&lt;br /&gt;haranya meningkat, baunya berkurang sehingga menjadi pupuk organik berkualitas&lt;br /&gt;prima&lt;br /&gt;• Applikasi hemat dan praktis dengan dosis yang rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KANDUNGAN DAN KOMPOSISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 % C-org, 2 % N, 1% P2O5, 1% K2O, 0,1% CaO, 0,1% MgO, 0,2% S dan mikro elemen (B, Cu, Co, Cl, Fe, Mn, Mo, Na, Zn), senyawa bioaktif (karbohidrat, protein, asam-asam amino, vitamin, enzim, dll.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEKNIK APLIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayam Potong dan Petelur, Ayam Arab dan Kampung, Itik, Puyuh, burung dan lain-lainnya&lt;br /&gt;• Air Minum. Larutkan ABG-unggas sekitar 0,5 – 1 cc/L air minum dan berikan setiap hari (pagi hari) setelah ayam berumur sekitar 4 – 7 hari.&lt;br /&gt;• Pakan. Larutkan 1 – 2 cc ABG Unggas/L air dan campurkan /disemprotkan merata Dengan pakan dan berikan setiap hari (pagi). 1 L larutan cukup untuk sekitar 10 kg pakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6229472981169308268-5197269692342851417?l=goagro-abg.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lbXHwtmSAoLyO7ny7qqv054OTAQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lbXHwtmSAoLyO7ny7qqv054OTAQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lbXHwtmSAoLyO7ny7qqv054OTAQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lbXHwtmSAoLyO7ny7qqv054OTAQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://goagro-abg.blogspot.com/2008/11/ekstrak-organik-dan-nutrisi-abg-unggas.html</link><author>abgTeam@gmail.com (ABG™ Team)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_17zqjuw0eVA/SR1SX6FTe4I/AAAAAAAAAOU/TzqeD_uHQPc/s72-c/ABG+UNGGAS.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>
