<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542</atom:id><lastBuildDate>Sun, 08 Sep 2024 04:02:04 +0000</lastBuildDate><category>Mukjizat Al-Qur'an</category><category>Dunia Islam</category><category>Puasa Ramadhan</category><category>Do'a Do'a Rasul SAW</category><category>Fitnah Dajjal</category><category>Imam Mahdi</category><category>Iman</category><category>Jihad</category><category>Keajaiban Shodaqoh</category><category>Teroris</category><category>khilafah</category><category>partai islam</category><title>Apsiscom  want to be a good muslim!</title><description></description><link>http://apsiscom.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Apsis)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>27</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-4503218593334542728</guid><pubDate>Sat, 17 Oct 2009 02:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-01T06:46:28.194+07:00</atom:updated><title>Munas PSK</title><description>&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un, Musibah yang silih berganti melanda negeri ini tidak membuat penduduk negeri ini sadar, bahwa sebenarnya bencana yang menerjang itu bukan semata mata akibat penomena alam saja akan tetapi itu merupakan azab yang disebabkan perilaku mungkar,maksiat, dan keji dari sebagian penduduk negeri ini yang sudah menganggap kemungkaran,kemaksiatan dan kekejian sebagai hal yang lumrah dan biasa. berikut ini Apsiscom kutip sebuah artikel dari situs Hizbut Tahrir HTI indonesia, yang menggambarkan manusia manusia sombong yang dengan angkuh menganggap kemungkaran,kemaksiatan, dan kekejian sebagai hal yang harus di akui dan disahkan bahkan di biayai oleh negara. berikut tulisannya:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;MUNAS PSK (Pekerja Seks Komersial), Peran Negara dan Amar Ma’ruf Nahi Munkar&lt;br /&gt;Oleh: Dra. Rahma Qomariyah, M.Pd.I&lt;br /&gt;(anggota DPP Muslimah HTI dan Ketua Lajnah Tsaqofiyah Muslimah HTI Pusat)&lt;br /&gt;Awal bulan Oktober kita dibuat tercengang dengan digelarnya Mubes PSK (Musyawarah Besar Pekerja Seks Komersial), pada tanggal 2-3 oktober 2009 di Kerawang Jawa Barat. Acara tersebut diikuti 36 PSK perwakilan dari 19 kota/kabupaten, dengan tema ” Penanggulangan HIV/AIDS”. Hasil Mubes antara lain: mereka menilai jaminan fasilitas dari negara untuk menanggulangi HIV/AIDS kurang, karenanya mereka menuntut alokasi dana baik dari anggaran pemerintah pusat maupun daerah harus lebih besar. Acara ini dianggap sebagai bentuk kesadaran dan kepedulian Wanita PSK terhadap penyebaran PMS (penyakit menular seksual) .(Koran Pikiran Rakyat, 5 oktober 2009)&lt;br /&gt;Di perbolehkannya PSK menyelenggarakan MUNAS, mengindikasikan bahwa keberadaan PSK diakui sebagai warga negara yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial. Artinya pekerjaan itu sah-sah saja, legal dan formal di negeri ini. Bahkan mereka mulai menuntut diperlakukan sama dengan profesi-profesi yang lain, karena mereka merasa menyumbang pajak yang sangat besar kepada negara.&lt;br /&gt;Disamping itu dengan adanya lokalisasi, jumlah mereka semakin hari semakin bertambah. Adanya lokalisasi dimaksudkan untuk mengisolir mereka sehingga penyakit sosial tersebut tidak menyebar ke masyarakat, dan memudahkan untuk mengadakan penyuluhan kesehatan untuk PMS (Penyakit menular seksual). Juga dimaksudkan untuk memberi kesempatan mereka bertaubat dengan diadakannya pembinaan bagi PSK. Tetapi ini hanya asumsi karena penyakit mereka menular ke para suami yang jajan dan di tularkan ke istrinya. Adapun mereka yang bertaubat, mayoritas sudah tua yang biasanya kalau tidak menjadi mucikari, germo yaa bertaubat.&lt;br /&gt;Karena jumlah mereka semakin banyak serta bisa untuk membentuk jaringan yang sangat luas bahkan internasional, sehingga tidak heran jika mereka semakin berani. Data dari website GP Anshar menunjukkan PSK mencapai angka yang sangat mencengagkan sekitar 190-270 juta dengan pelanggan 7-10 juta (GP Anshar, 21 september 2008)&lt;br /&gt;Mereka juga menuntut hak politik mereka diakui. Buktinya hasil MUNAS PSK di Kerawang berupa presure politik, yang direkomendasikan kepada pemerintah pusat dan daerah mengenai anggaran yang terlalu sedikit untuk penanganan penyakit Seksual Menular yaitu HIV/ AIDS. Padahal sebenarnya penyakit tersebut penyebab utamanya adalah pekerjaan mereka yaitu seks bebas.&lt;br /&gt;Munas PSK tidak akan mungkin terjadi jika negara sejak awal menerapkan seluruh hukum Islam termasuk menetapkan peraturan haramnya pelacuran dan membersihkannya dari bumi Indonesia. Disamping itu karena longgarnya pemerintah terhadap perzinahan tersebut sehingga disadari atau tidak memberi angin segar bagi para pelacur.&lt;br /&gt;Terlebih lagi penggunaan bahasa Indonesia yang tidak tepat untuk PSK (pekerja seks komersial) juga ikut memberi andil. Penyebutan pelacur sebagai pekerja merupakan perlakuan yang lunak dan sopan terhadap pelaku kemaksiatan. Dampaknya seakan-akan memberi toleransi terhadap kemaksiatan mereka. Padahal jelas bahwa yang dimaksud bekerja dalam pandangan Islam adalah bekerja yang halal, sehingga bekerja yang haram semisal mencuri dan berzina tidak bisa dikatagorikan bekerja. Karenanya sebutan yang tepat bukan PSK tetapi pezina atau pelacur. Dan Islam secara tegas mengharamkan perzinahan/pelacuran. Sebagaiman firman Allah:&lt;br /&gt;وَلا تَقرَبُوا الزِّنىٰ ۖ إِنَّهُ كانَ فٰحِشَةً وَساءَ سَبيلًا&lt;br /&gt;Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. (TQS. Al Isra[17]; 32)&lt;br /&gt;Peran Negara&lt;br /&gt;Negara punya tanggung jawab untuk melindungi masyarakat dari berbagai kerusakan dan kemaksiatan dengan cara menerapkan seluruh hukum Islam baik melaksanakan perbuatan yang diperintahkan oleh Allah maupun meninggalkan larangan-Nya. Meninggalkan larangan melacur/berzina tidak bisa hanya dilakukan oleh individu atau jama’ah sekalipun dengan cara menggerebek dan merazia. Berapa kali penggerebekan dilakukan oleh ormas Islam tidak membuahkan hasil yang yang maksimal. Hal ini karena ada porsi hukum yang harus diperankan oleh pemerintah dan tidak bisa digantikan oleh jama’ah apalagi individu.&lt;br /&gt;Peraturan yang harus diterapkan oleh negara meliputi menetapkan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan zina, sosialisasi peraturan tersebut dan memberi sanksi bagi yang melanggarnya.&lt;br /&gt;Negara berkewajiban menetapkan peraturan/undang-undang tentang haramnya berzina dan yang memberi peluang perzinanan antara lain haramya berkholwat (berdua-dua an) laki-laki dan perempuan, ikhtilath (campur baur) antara laki-laki dan perempuan, wajib menutup aurat dan haramya laki-laki dan perempuan untuk melakukan perbuatan yang dapat membahayakan akhlak atau mengundang kerusakan di tengah-tengah masyarakat.&lt;br /&gt;Sebagai kepala Negara, Rasulullah pernah menegaskan haramnya pelacuran dan membersihkan Daulah Islam di Madinah dari pelacuran dengan cara membatalkan perkawinan jaman jahiliyah yang identik dengan pelacuran. Sabda Rasulullah sbb:&lt;br /&gt;Pernikahan pada jaman jahiliyah ada 4 macam (1) Pernikahan yang biasa dilakukan orang-orang di zaman sekarang, yaitu seorang lelaki melamar kepada seseorang untuk mengawini wanita yang ada dalam perwaliannya atau anak perempuannya, lalu ia memberi mahar kepada wanita itu dan mengawininya. Jenis nikah lainnyanya(2) ialah seorang lelaki mengatakan kepada isterinya manakala isterinya baru sduci dari haidh: ”Pergilah kepada si Fulan, serahkanlah dirimu kepadanya.” Setelah itu suaminya tidak mencampurinya lagi hingga nampak isterinya hamil, maka ia mencampurinya kembali jika ia menghendakinya. Ia melakukan yang demikian tiada lain karena mengharapkan punya anak yang cerdas (pintar); hal ini dinamakan nikah istibdla’. Jenis nikah lainnya lagi(3) ialah sekelompok kaum lelaki yang jumlahnya dibawah 10 orang, semuanya mencampuri seorang wanita, masing-masing dari mereka menggaulinya. Apabila wanita itu mengandung dan melahirkan bayi, lalu selang beberapa malam kemudian ia mengirimkan utusan untuk memanggil mereka semuanya, tiada seorang lelakipun yang terlihat menolak undangannya, akhirnya mereka semua berkumpul di tempat wanita itu. Kemudian wanita itu mengatakan kepada mereka , ”Sesungguhnya kalian semua telah mengetahui apa yang telah kalian lakukan (terhadap diriku), sekarang aku telah melahirkan bayi, dia adalah anakmu hai Fulan ”. Wanita itu menghubungkan nasab bayi itu dengannya, dan lelaki yang bersangkutan tidak dapat menolaknya lagi. Sedangkan nikah yang ke (4) orang-orang banyak yang berkumpul lalu mereka menggauli seorang wanita (secara bergantian), wanita itu tidak menolak setiap laki-laki yang datang kepadanya. Wanita seperti itu adalah pelacur, mereka memasang bendera –bendera di depan pintu sebagai pertanda. Maka barangsiapa menghendaki mereka boleh menggaulinya, dan apabila salah seorang dari pelacur itu mengandung lalu melahirkan bayi, maka mereka dikumpulkan di hadapan wanita itu. Kemudian mereka memanggil seorang qaafah (juru tebak), lalu dia menisbahkan bayi itu kepada orang yang dianggap mirip oleh juru tebak anak tersebut. Pada akhirnya anak itu dikaitkan pada lelaki itu dan disebut sebagai anaknya. Lelaki bersangkutan tidak dapat menolak hal itu. Ketika Nabi Muhammad diutus dengan membawa kebenaran, maka beliau melenyapkan semua nikah jahiliyah, kecuali nikah yang dilakukan orang-orang sekarang ini. (HR Bukhari dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;Agar peraturan dilaksanakan, maka negara harus menfasilitasi/ menjamin pelaksanaan aturan tersebut dan memberi sanksi bagi yang melanggarnya. Sanksi harus berfungsi untuk mencegah (zawajir) bagi masyarakat agar tidak berzina dan juga berfungsi sebagai penebus dosa (jawabir) atau membuat jerah/’kapok’ bagi pelaku zinah.&lt;br /&gt;Sanksi lokalisasi dan razia terbukti tidak efektif karena tidak membuat pelacur jerah bahkan semakin hari semakin banyak jumlahnya. Dengan demikian hanya sanksi yang sesuai dengan syariat Islam saja yang bisa sebagai solusi masalah bukan lokalisasi atau yang lain. Hal ini terbukti dimasa Rasulullah sangat sedikit orang yang melakukan zina.&lt;br /&gt;Sanksi bagi pelaku zina menurut pandangan Islam&lt;br /&gt;a. Bagi pezina yang belum menikah, maka wajib didera 100 kali cambukan, dan boleh diasingkan selama satu tahun.&lt;br /&gt;firman Allah:&lt;br /&gt;الزّانِيَةُ وَالزّانى فَاجلِدوا كُلَّ وٰحِدٍ مِنهُما مِا۟ئَةَ جَلدَةٍ ۖ وَلا تَأخُذكُم بِهِما رَأفَةٌ فى دينِ اللَّهِ إِن كُنتُم تُؤمِنونَ بِاللَّهِ وَاليَومِ الءاخِرِ ۖ وَليَشهَد عَذابَهُما طائِفَةٌ مِنَ المُؤمِنينَ.&lt;br /&gt;Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (TQS. An Nur[24];2)&lt;br /&gt;Adapun dalil tentang diasingkan selama satu tahun, berdasarkan hadits rasulullah SAW: Artinya: Dari Abu Hurairah r.a: Bahwa Rasulullah SAW menetapkan bagi orang yang berzina tetapi belum menikah diasingkan selama satu tahun, dan dikenai had kepadanya.&lt;br /&gt;b. Bagi pezina yang sudah menikah maka harus dirajam hingga mati, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;Bahwa seorang laki-laki berzina dengan perempuan. Nabi SAW memerintahkan menjilidnya, kemudian ada khabar bahwa dia sudah menikah(muhshan) , maka Nabi SAW memerintahkan untuk merajamnya.&lt;br /&gt;Untuk memberantas perzinahan, seharusnya negara tidak melokalisasi tempat pelacuran dan memungut pajak nya, akan tetapi menutupnya dan memberi hukuman bagi pezina, mucikari, germo dan organisasi yang menaunginya. Negara harus memberi sanksi dan menindak tegas para mucikari, germo dan orang yang termasuk memfasilitasi orang lain untuk berzina dengan sarana apapun dan dengan cara apapun, baik dengan dirinya sendiri maupun orang lain, tetap akan dikenakan sanksi. Sanksi bagi mereka menurut pandangan Islam adalah penjara 5 tahun dan dijilid. Jika orang tersebut suami atau mahramnya, maka sanksi diperberat menjadi 10 tahun.&lt;br /&gt;Sedangkan jika germo, mucikari serta fasilitator perzinahan sudah meningkatkan aktifitasnya sampai mendirikan sebuah organisasi untuk mengayomi dan mengorganisir aktifitas perzinanahannya maka Negara harus membubarkan organisasi pelindung perzinahan tersebut dan menghukum mati para pendiri, ketua dan pengurus organisasinya.&lt;br /&gt;Peran Masyarakat&lt;br /&gt;Terlaksananya hukum dalam suatu negara, tidak terlepas dari peran masyarakat yang senantiasa memelihara hukum tersebut dengan cara mempelajari dan mengajarkan ke anggota masyarakat yang lain serta beramar ma’ruf nahi munkar. Amar ma’ruf nahi munkar kepada penguasa dengan cara mengoreksi kepada penguasa apabila lengah tidak menetapkan hukum dan melaksanakannya sesuai dengan ketetapan Syariat Islam. Dan masyarakat juga menjaganya dengan senantiasa beramar ma’ruf nahi munkar sesama anggota masyarakat. Kewajiban amar ma’ruf nahi munkar sesuai dengan firman Allah:&lt;br /&gt;وَلتَكُن مِنكُم أُمَّةٌ يَدعونَ إِلَى الخَيرِ وَيَأمُرونَ بِالمَعروفِ وَيَنهَونَ عَنِ المُنكَرِ ۚ وَأُولٰئِكَ هُمُ المُفلِحونَ ﴿١٠٤﴾&lt;br /&gt;Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung. (TQS ali Imran; 104)&lt;br /&gt;Dan juga terdapat pada sabda Rasulullah :&lt;br /&gt;Artinya: Demi Dzat yang jiwaku dalam genggaman-Nya, hendaklah kalian benar-benar menyuruh kepada yang ma’ruf serta mencegah dari perbuatan yang munkar atau (kalau tidak) Allah akan benar-benar memberikan siksa untuk kalian dari sisi-Nya kemudian kalian berdo’a dengan sungguh-sungguh kepada-Nya, tapi Dia tidak mengabulkan do’a kalian.”( HR. Ahmad dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;Amar ma’ruf nahi munkar harus menjadi kewajiban yang men-tradisi pada masyarakat Islam. Mereka harus menyadari bahaya kerusakan yang mengancamnya, pada saat sebagian dari anggota masyarakat melakukan perzinahan. Bahaya itu antara lain: kerusakan akhlak generasi, perceraian, semakin menyebarnya narkoba dan menyebarnya penyakit seks bebas semisal HIV/ AIDS. Disamping itu membiarkan perzinahan merajalela berarti mengundang siksa Allah. Sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;Idza dhahara azzina wa arriba fi qoryatin, faqad ahalluu bi anfusihim adzaballohi&lt;br /&gt;Artinya: Jika zina dan riba sudah menyebar disuatu kampung, maka sesungguhnya mereka telah menghalakan azab Allah atas diri mereka sendiri (HR al Hakim, al Baihaqi dan athabrani)&lt;br /&gt;Masyarakat harus memahami betul bahwa jika mereka tidak mencegah kemungkaran. Hal ini menyebabkan siksa Allah yang tidak hanya menimpa orang yang melakukan maksiat tapi menimpa seluruh anggota masyarakat baik yang shaleh maupun yang bermaksiat.&lt;br /&gt;”Sesungguhnya Allah tidak akan mengadzab masyarakat secara umum karena tindakan orang-orang (pemimpin) tertentu. Tetapi apabila mereka melihat kemungkaran (penyimpangan dari syariat) di sekelilingnya dan tidak mencegahnya, maka jika mereka melakukan hal demikian Allah pasti menurunkan adzab kepada para pemimpin dan masyarakat umum secara keseluruhan”. ( HR Imam Ahmad dari Adhi bin Umarah).&lt;br /&gt;Disamping itu negara juga harus membudayakan kewajiban amar ma’ruf. Caranya adalah pertama, menetapkan undang-undang tentang kewajiban amar ma’ruf nahi munkar. Kedua, mensosialisasikan undang-undang tersebut. Dan ketiga, memberi sanksi apabila ada warga negara yang tidak melakukan amar ma’ruf nahi munkar.&lt;br /&gt;Di dalam buku ”sistem Sanksi dalam Islam” menyebutkan sanksi bagi warga negara yang tidak melakukan amar ma’ruf nahi munkar sebagai berikut:&lt;br /&gt;” Setiap orang yang melihat seseorang melakukan suatu kemungkaran dari kemunkaran-kemunkaran dengan terang-terangan di tempat umum, sementara ia mampu untuk menghentikannya dari kemunkaran tersebut—tanpa membahayakan jiwanya, atau menyebabkan bahaya bagi orang lain—namun dia tidak menghentikan (dengan aktivitas penghentian) yang cukup untuk mencegah kemunkaran tersebut, atau membiarkan kemunkaran tersebut, maka kepadanya akan dikenakan sanksi jilid dan penjara sampai 6 bulan”.&lt;br /&gt;Daftar Literatur&lt;br /&gt;1. Abdurrahman al Maliki, Sistem Saksi dalam Islam, Bogor, Pustaka Tariqul Izzah, 2002&lt;br /&gt;2. Yusuf an Nabhani, Fafhul Kabir, Jilid I&lt;br /&gt;3. Sayyod Sabiq, Fikih Sunnah, Bandung, al Ma’arif, bab perkawinan&lt;br /&gt;4. Al Qur’an dan Terjemah Depag RI&lt;br /&gt;5. Koran Pikiran Rakyat, 5 oktober 2009&lt;br /&gt;Sayyod Sabiq, Fikih Sunnah, Bandung, al Ma’arif, bab perkawinan.&lt;br /&gt;Abdurrahman al Maliki, Sistem Saksi dalam Islam, Bogor, Pustaka Tariqul Izzah, 2002, hlm. 30-32&lt;br /&gt;Abdurrahman al Maliki, Sistem Saksi dalam Islam, Bogor, Pustaka Tariqul Izzah, 2002, hlm.31&lt;br /&gt;Ibid, hlm.286&lt;br /&gt;Ibid, hlm.304&lt;br /&gt;[217] Ma’ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.&lt;br /&gt;Yusuf an Nabhani, Fafhul Kabir, Jilid I, hlm.132.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/10/munas-psk.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-5394215844768206191</guid><pubDate>Sun, 11 Oct 2009 07:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-11T19:15:47.619+07:00</atom:updated><title>Adian Husaini Bicara Makna Gempa Sumatera</title><description>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Asslmualaikum wr,wb.&lt;br /&gt;Segala puji milik Allah SWT. Apsiscom kembali update setelah mudik lebaran ke sumatera.  Baru 2 hari sepulangnya dari sumatera, gempa kembali mengguncang dengan dahsyat 7,6 Skala Richter dan memakan ribuan korban jiwa. Berikut ini sebagai bahan renungan bagi kita mengapa bencana datang silih berganti seakan sambung menyambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adian Husaini bicara makna gempa sumatera&lt;br /&gt;Oleh: Dr. Adian Husaini&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bumi Indonesia, negeri kita,  lagi-lagi dihantam gempa. Kali ini, 30 September 2009,  wilayah Sumatra Barat, khususnya kota Padang dan Pariaman menerima pukulan berat. Bumi digoncang keras dengan gempa berkekuatan 7,6 skala Richter. Hampir semua gedung bertingkat di Kota Padang runtuh atau rusak berat. Ratusan orang tertimbun dalam reruntuhan gedung. Ratusan lainnya tertimbun tanah. Bahkan ada puluhan anak yang sedang belajar di satu gedung bimbingan belajar tertimbun reruntuhan bangunan.&lt;br /&gt;Mengapa semua ini terjadi? Mengapa peristiwa ini menimpa bumi Minang yang terkenal dengan semboyan ”Adat bersendi syara’ dan syara’ bersendi Kitabullah”. Dan Mengapa ini terjadi?  Padahal, baru sebulan lalu, pada awal September 2009, tepat di awal-awal Ramadhan 1430 Hijriah, wilayah kita lain, Jawa Barat bagian selatan,  dihantam gempa serupa. Hanya saja, karena lokasi pusat gempa yang jauh dari daerah pemukiman, maka dampaknya tidak sedahsyat gempa di Sumatra kali ini. Namun, waktu itu, gempa sempat membuat panik warga ibu kota Jakarta. Banyak gedung bertingkat sudah bergoyang dan penghuninya berhamburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, setiap terjadi gempa, para ilmuwan selalu menjelaskan, bahwa gempa terjadi karena bergeser atau pecahnya lempengan tertentu di bumi. Bagi orang sekular, gempa dianggap sebagai peristiwa alam biasa. Tidak ada hubungannya dengan aspek Ketuhanan. Tapi, sebaliknya, orang mukmin yakin benar bahwa gempa ini bukan sekedar peristiwa alam biasa. Hubungan kausalitas tidaklah bersifat pasti, tetapi tergantung kepada kehendak (Iradah) Allah. Api yang mestinya membakar tubuh Nabi Ibrahim, bisa kehilangan daya bakarnya, karena kehendak Allah. Biasanya, dalam berbagai bencana muncul berbagai ”keajaiban” yang di luar jangkauan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Allah SWT menjelaskan dalam al-Quran (yang artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) Maka Sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS Al-Hadid:22-24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ayat al-Quran juga menjelaskan terjadinya peristiwa semacam gempa bumi di masa lalu, (yang artinya): "Orang-orang sebelum mereka telah melakukan makar kepada Allah, maka Allah menghancurkan bangunan-bangunan mereka dari pondasi-pondasinya, dan Allah menjatuhkan atap-atap (bangunan) dari atas mereka, dan Allah menurunkan azab dari arah yang tidak mereka perkirakan.” (QS an-Nahl: 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah rahasia apa yang terkandung dalam Gempa Sumatra kali ini. Setiap musibah mengandung banyak makna. Akal kita terlalu terbatas untuk memahami hakekat segala sesuatu dalam kehidupan. Kita tidak mudah paham, mengapa dalam gempa kali ini, begitu banyak anak-anak yang tertimbun reruntuhan gedung. Anak-anak itu sedang belajar. Bukan sedang bermaksiat. Hikmah apa yang terkandung dalam peristiwa semacam ini? Tidak mudah memahami semua itu, sebagaimana juga Nabi Musa a.s. sangat sulit memahami berbagai tindakan Chaidir a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, suatu musibah bisa bermakna sebagai hukuman Allah bagi orang-orang yang berdosa. Musibah juga bisa bermakna ujian bagi orang-orang yang beriman. Musibah pun bermakna peringatan Allah bagi orang-orang yang selamat.  Kita yang selamat dari musibah, sejatinya sedang diberi peringatan oleh Allah, agar kita segera ingat kepada Allah, agar segera melakukan evaluasi dan segera melakukan perbaikan diri. Biasanya, manusia memang cenderung mendekat kepada Allah ketika berada dalam bahaya. Kita biasanya berdoa dengan tulus ikhlas ketika pesawat yang kita tumpangi dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Ketika itu kita berjanji, berdoa dengan tulus, bahwa kalau kita selamat, maka kita akan berbuat baik di dunia. Tapi, ketika pesawat mendarat dengan selamat, maka biasanya manusia kembali melupakan Allah dan sibuk dengan urusan dunia. Sejumlah ayat al-Quran menggambarkan sifat manusia kebanyakan semacam itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dialah (Allah) yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan; sehingga ketika kamu berada di dalam bahtera, lalu meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, maka datanglah angin badai; dan ketika gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka tengah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan keta’atan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): ”Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Maka, tatakala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi, tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu; lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS Yunus: 22-23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah, Insyaallah ini adalah ujian bagi mereka. Jika mereka sabar, maka pahala besarlah bagi mereka. Ujian adalah bagian dari kehidupan orang mukmin, baik ujian senang maupun ujian susah. Manusia selalu diuji imannya. Dengan ujian itulah, maka tampak, siapa yang imannya benar dan siapa yang imannya dusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  ”Apakah manusia menyangka b ahwa mereka akan dibiarkan mengatakan ”Kami beriman”, sedangkan mereka tidak diuji?  Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS al-Ankabut: 2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah di dunia ini! Ada orang-orang yang diuji oleh Allah dengan segala macam kekurangan. Ada yang diuji dengan kecacatan, kebodohan, dan kemiskinan. Ada yang diuji dengan harta melimpah, kecerdasan, dan kecantikan. Ada yang diuji dengan musibah demi musibah. Semua itu adalah ujian dari Allah.   Hidup di dunia ini adalah menempuh ujian demi ujian. Jika kita lulus, maka kita akan selamat di akhirat. Karena itu, apa pun hakekat dari musibah gempa Sumatra kali ini, maka mudah-mudahan ujian itu mampu mendorong saudara-saudara kita di sana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan semakin aktif berdakwah memberantas segala bentuk kemunkaran yang mendatangkan kemurkaan Allah. Kita diingatkan, bahwa manusia mudah lupa. Sampai beberapa hari setelah musibah, biasanya masjid-masjid masih dipenuhi jamaah. Tapi, setahun berlalu, biasanya manusia sudah kembali melupakan Allah dan lebih sibuk pada urusan duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang meninggal dalam musibah, kita doakan, semoga mereka diterima Allah dengan baik; amal-amalnya diterima, dan dosa-dosanya diampuni. Musibah tidak pandang bulu. Manusia yang baik dan buruk juga bisa terkena. Allah SWT sudah mengingatkan, “Dan takutlah kepada fitnah (bencana, penderitaan, ujian) yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah, Allah sangat keras siksanya.” (QS an-Anfal:25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita yang selamat baiknya segera menyadari, bahwa di mana pun kita berada,  kematian akan selalu mengintai. Dalam surat an-Nahl:26, kita diingatkan, bahwa hukuman Allah ditimpakan kepada umat manusia, karena melakukan makar kepada Allah. Mereka berani menentang Allah secara terbuka, secara terang-terangan. Kita tidak perlu ikut-ikutan tindakan makar kepada Allah yang dilakukan sebagian orang. Misalnya, Allah jelas-jelas menghalalkan pernikahan dan mengharamkan zina. Tetapi yang kita saksikan, di negeri kita, ada orang nikah malah masuk penjara dan para pelaku zina tidak mendapatkan sanksi apa-apa. Bahkan, di negeri yang harusnya menjunjung tinggi paham Tauhid (Ketuhanan Yang Maha Esa) ini, sejumlah media massa berani menghujat hukum-hukum Allah secara terbuka. Padahal, yang berhak menentukan halal dan haram adalah Allah. Adalah tindakan yang tidak beradab jika maanusia berani merampas hak Allah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menyaksikan, bagaimana sekelompok orang – dengan alasan kebebasan berekspresi (freedom od expression) -- dengan terang-terangan menantang aturan Allah dalam soal pakaian. Mereka menyerukan kebebasan. Mereka pikir, tubuh mereka adalah milik mutlak mereka sendiri, sehingga mereka menolak segala aturan tentang pakaian. Bukankah tindakan itu sama saja dengan menantang Allah: ”Wahai Allah, jangan coba-coba mengatur-atur tubuhku! Mau aku tutup atau aku buka, tidak ada urusan dengan Engkau. Ini urusanku sendiri. Ini tubuh-tubuhku sendiri! Aku yang berhak mengatur. Bukan Engkau!”  Memang, menurut Prof. Naquib al-Attas, ciri utama dari peradaban Barat adalah ”Manusia dituhankan dan Tuhan dimanusiakan!” ((Man is deified and Deity humanised). Manusia merasa berhak menjadi tuhan dan mengatur dirinya sendiri. Persetan dengan segala aturan Tuhan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama sering menyerukan agar tayangan-tayangan di TV yang merusak akhlak dihentikan. Banyak laki-laki yang berpakaian dan berperilaku seperti wanita. Padahal itu jelas-jelas dilaknat oleh Rasulullah saw. Tapi, peringatan Rasulullah saw yang disampaikan para ulama itu diabaikan, bahkan dilecehkan. Kaum wanita yang tercekoki paham kesetaraan gender didorong untuk semakin berani menentang suami, menolak kepemimpinan laki-laki dalam rumah tangga, dan menganggap wanita sama sederajat dengan laki-laki.  Bahkan, di zaman seperti sekarang ini, ada sejumlah dosen agama yang secara terang-terangan berani menghalalkan perkawinan sesama jenis. Manusia seperti ini bahkan dihormati, diangkat sebagai cendekiawan, disanjung-sanjung, diundang seminar ke sana kemari, diberi kesempatan menjadi dosen agama. Jika manusia telah durhaka secara terbuka kepada Allah, maka Sang Pencipta tentu mempunyai kebijakan sendiri. Rasulullah SAW bersabda: "Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri, maka penduduk negeri itu telah menghalalkan turunnya azab Allah atas mereka sendiri". (HR Thabrani dan Al Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam soal homoseksual, Allah sudah memperingatkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  “Dan (ingatlah) ketika Luth berkata pepada kaumnya: "Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang Amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu". (QS al-Ankabut:28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Rasulullah saw juga memperingatkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang kalian dapati sedang melakukan perbuatan kaum Luth (homoseksual) maka bunuhlah pelaku dan pasangannya.” (HR Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap zaman, manusia selalu terbelah sikapnya dalam menyikapi kebenaran. Ada yang menjadi pendukung kebenaran dan ada pendukung kebatilan. Yang ironis, di era kebebasan sekarang ini, ada orang-orang yang sebenarnya tidak memahami persoalan dengan baik, ikut-ikutan bicara. Pada 29 September 2009 lalu, dalam perjalanan kembali ke Jakarta, di tengah malam, saya mendengarkan  pro-kontra masyarakat tentang rencana kedatangan seorang artis porno dari Jepang ke Indonesia. Si artis itu kabarnya akan main film di Indonesia. Yang ajaib, banyak sekali pendengar radio tersebut yang menyatakan dukungannya terhadap kedatangan artis porno tersebut. Kata mereka tidak ada alasan untuk melarangnya, karena dia bukaan teroris. Suara MUI yang keberatan dengan rencana kedatangan artis tersebut, menjadi bahan ejekan. Sungguh begitu sukses setan dalam menipu manusia, sehingga perbuatan-perbuatan bejat dipandang indah; sebaliknya perbuatan baik malah dipandang jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  ”Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi setan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih.” (QS an-Nahl: 63).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan segala macam musibah yang menimpa kita dan saudara-saudara kita mampu melecut kita semua untuk sadar diri dan mengenali mana yang baik dan mana yang buruk. Allah SWT senantiasa membukakan pintu taubat-Nya untuk kita semua. Dunia ini hanyalah kehidupan yang penuh dengan tipuan dan ujian. Akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya. Banyak manusia meratapi bencana fisik, tapi mengabaikan bencana iman berupa meluasnya kekufuran.  Kita wajib menolong saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, semampu kita. Pada saat yang sama, kita berdoa, mudah-mudahan Allah masih mengasihani kita semua, menunda azab atau hukumannya, dan memberikan kesempatan kepada kita untuk berbenah dan memperbaiki diri. Amin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;              &lt;/div&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/10/adian-husaini-bicara-makna-gempa.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-5856393271449719986</guid><pubDate>Tue, 15 Sep 2009 15:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-15T22:29:43.783+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puasa Ramadhan</category><title>Nikmat Jiwa Di Bulan Ramadhan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;oleh Arief Husein &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ada satu makna sederhana yang dapat kita ambil ibrahnya dari bulan Ramadhan ini. Hikmah tersebut adalah kenikmatan menahan dan mengelola hawa nafsu ternyata membuahkan kenikmatan ruhani. Yang menjadi suplemen inti kenikmatan jasmani sehingga membuat siapapun merasakan kenikmatan saat memakan hidangan ta'jil. meski dengan beberapa butir kurma dan segelas air putih.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cobalah bayangkan seandainya kita tidak sedang shaum, segelas air minum dan butiran kurma itu tidaklah akan menjadi hidangan istimewa meskipun di tempatkan sebagai menu menyambut adzan maghrib. Jika sejak pagi kita makan bubur ayam, siangnya rutin lunch bareng temen, sorenya ngemil, apakah akan hadir kelezatan ifthar itu ketika adzan maghrib berkumandang?. Keadaan yang sama dapat kita temukan saat bersahur. Dini hari merupakan waktu yang sangat tidak wajar bagi orang dengan rutinitas normal untuk menyantap makanan sebagai bekal nutrisi untuk siang harinya. saat sahur itu, kadang meski dihidangkan menu makanan yang istimewa, tetaplah selera makan kita tidak sebesar makan siang atau saat lapar. Kesimpulannya, jikalau tidak ada perintah dan penyebutan keutamaan sahur oleh baginda Nabi saw, tentu banyak orang akan meninggalkan sahur ini meski siang harinya berniat shaum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Rutinitas pokok orang bershaum di bulan ramadhan ini sepertinya memang mau tak mau selalu membuahkan kegembiraan pada para pelakunya, kaum muslimin. seberapapun kadar iman mereka. saya yakin akan hal ini karena, ramadhan selalu dihitung hari demi harinya. setidaknya para penceramah tarawih begitu rajin menghitung hari Ramadhan. Memang para shalihin begitu sedih ketika mereka tersadar akan semakin dekatnya momen perpisahan dengan bulan tercinta ini, terlebih di sepuluh hari terakhir. tapi bolehlah kita menghargai siapapun yang merasa gembira karena telah lulus dan sukses mentaati perintah Rabbnya dalam menjalankan sebulan penuh ibadah Ramadhan. Letihnya bershaum, lama-lama berbertarawih, serta manahan dari segala amarah dan keinginan maksiat. Terlebih sebagaimana dikutip sedikit di atas, bahwa irama aktivitas hidup dan pola makan - yang sejatinya merupakan salah satu kegiatan pokok untuk bertahan dan menghiasi hidup - berubah total. jikalau Ramadhan dianggap terapi, maka terapi masal tersebut sangat efektif merubah kebiasaan beserta nuansa hati milyaran kaum muslimin sedunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Sebuah benang merah yang seringkali kasat mata, tentang keajaiban pengendalian nafsu yang berbuah kelezatan jiwa. Makna yang tidak begitu rumit untuk ditemukan oleh siapapun yang mau bertafakur. terlebih saat makna itu dikontradiksikan dengan dengan perilaku sebagian besar manusia si zaman ini. Perilaku mengumbar nafsu dan syahwat dengan asa untuk mengejar haus bahagia. Itupun jikalau kita mau mematuhi konsensus terhadap pernyataan bahwa kebahagiaan itu letaknya ada di jiwa. bukan pada benda dan kepemilikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Marilah sedikit mencuplik contoh diri sebelum kita menilai orang lain. Karena kitalah peran utama dalam episode kehidupan dan kitalah yang akan bertanggung jawab nanti. Adakalanya, kita memakan apapun yang memuaskan selera lidah kita, tanpa perduli perut yang penuh mengembung. melupakan kaum fakir miskin yang lapar.dan melalaikan infak dari sebagian harta padahal tak peduli seberapa mahal dan seringnya jajan untuk nafsu makan kita. Bayangkanlah, saat kita terpesona dengan model pakaian atau perangkat elektronik yang menyedit perhatian untuk kita segera memilikinya dalam genggaman. Lalu kitapun memaksakan diri baik dalam kondisi lapang maupun sedikit uang. kadang tidak peduli tentang bertumpuknya pakaian kita yang masih indah dan layak pakai di lemari. Juga sebenarnya masih terpenuhinya fungsi kebutuhan barang elektronik kita dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Nafsu memang tidak berujung. mengikutinya seperti meminum air laut. semakin banyak semakin haus. padahal ujung kehidupan adalah kematian. Alangkah malangnya jika hidup diisi oleh aktivitas yang memburu kepuasan nafsu semata. tidak sempat merasakan kenikmatan ruhani yang substansial dan lebih dahsyat ekstasinya. padhaal kenikmatan dari mengikuti nafsu itu sesaat. nikmatnya makan hanya sepanjang lidah, nikmatnya memiliki barang tidak sampai beberapa minggu atau hitungan bulan. setelah itu si nafsu akan menagih lagi...lagi...dan lagi..menjerat dan mengacak fitrah hingga lupa beribadah. lebih menakutkan jika kita menuhankan nafsu. ibadahpun hanya formalitas. berdoapun ujung-ujungnya agar nafsu syahwat terpuaskan. sehingga tenggalamlah dalam lingkaran setan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Berhasilkan kita memenej nafsu sesuai tuntunan Islam di bulan ini ? Ayo kita tengok dapur dan kulkas kita. agenda belanja dan jalan-jalan kita. Bolehlah untuk membandingkan dengan anggaran infaq, shadaqah, silaturahim, dan mencari ilmu. Dapat terlihat kesungguhan iman kita untuk memasuki pintu syurga yang telah Allah buka. Dan Jika tidak pandai mengelola nafsu secara istiqomah, niscaya ramadhan tidak lebih dari momentum untuk memanjakan nafsu semata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Di bulan ramdhan ini, marilah kita mengambil sebuah konsep. Yaitu kebahagiaan tidaklah terletak pada pemuasan nafsu. tapi janganlah pura-pura tidak bernafsu, atau berusaha menghilangkannya. karena nafsu tidaklah dapat dibunuh. lalu bagaimana dong? daripada berteori, marilah kita langsung terjun menjiwai contohnya. yaitu ada pada bulan ramadhan ini. sebuah model aplikatif yang menggugah kesadaran dan memecut jiwa kita. karena tersadar di luar ramadhan seringkali kita menjadi budak nafsu. terobsesi pada jenis-jenis makanan, hiburan, kebendaan, pujian, dan macam-macam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Oleh karena itulah, seawam apapun orang tentang agama. Dia layak dan memang telah merasakan kenikmatan jiwa bulan ramadhan. Minimal saat berbuka dan ber-Idul Fitri. Hari yang dinobatkan oleh nabi sendiri sebagai hari rayanya kaum muslimin.Di sini kaum muslimin mempertajam rasa syukurnya. Dan mudah-mudahan kita semua dapat mengaplikasikan makna sederhana ramadhan dalam 11 bulan mendatang insya Allah. agar berhak kita mendapatkan kenikmatan kedua di akhirat nanti, yaitu saat jumpa dengan Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya) (An- Naazi'aat : 40-41)&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Sumber HTI&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/09/nikmat-jiwa-di-bulan-ramadhan.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-6773166876246091755</guid><pubDate>Mon, 07 Sep 2009 22:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-08T06:10:56.966+07:00</atom:updated><title>Menyambut Hidangan Allah Dalam Ramadhan</title><description>&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Sesungguhnya al-Qur’an ini merupakan hidangan Allah, maka terimalah hidangan-Nya semampu kalian. Sesungguhnya al-Qur’an ini merupakan tali (agama) Allah yang kokoh, cahaya yang terang, dan obat yang mujarab. Sehingga, siapa pun yang berpegang teguh dengannya pasti akan terlindungi, dan siapa pun yang selalu mengikutinya pasti akan sukses. Al-Qur’an mengingatkan orang yang berbuat salah dan mengembalikan orang yang tersesat. Kehebatan al-Qur’an tidak akan pernah habis dan tidak pula usang meski banyak orang yang menolaknya. Bacalah al-Qur’an, sebab Allah akan memberi pahala kepada yang membacanya, yaitu sepuluh kebaikan untuk setiap hurufnya.”&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidangan dari Allah ini, ibaratkan makanan merupakan yang paling lengkap kandungan gizinya, dan obat yang paling mujarab dan berkhasiat. Namun, hidangan yang begitu sempurnanya ini kurang diminati, dan disia-siakan. Mungkin, inilah keadaan yang sangat dikhawatirkan oleh Rasulullah SAW.: “Berkatalah Rasul: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini suatu yang disia-siakan’.” (QS. Al-Furqan: 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia beragam dalam menyia-nyiakan hidangan dari Allah ini, sesuai keadaan masing-masing. Dalam hal ini, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Seseorang dikatakan menyia-nyiakan al-Qur’an jika ia tidak mau membacanya. Seseorang yang sudah terbiasa membacanya masih dikatakan menyia-nyiakannya jika ia tidak mau memahami kandungannya. Dan seseorang yang sudah terbiasa membacanya dan telah memahami kandungannya juga masih dikatakan menyia-nyiakannya jika ia belum mengamalkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia tentu ingin hidup bahagia jauh dari bencana. Namun, apabila yang ia makan adalah makanan yang kurang baik dan tidak bergizi, serta kehalalannya tidak jelas lagi, maka jangan berharap akan hidup sehat yang membahagiakannya, justru yang terjadi malah sakit-sakitan. Tentu dalam keadaan yang demikian, dapat dibayangkan, pasti hidupnya menderita dan sengsara, sehingga hidupnya terasa sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT. berfirman: “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” (QS. Thaha: 124). Dalam tafsir al-Qurthubi dikatakan ‘berpaling dari peringatan-Ku’, yakni berpaling dari agama-Ku, dari membaca kitab-Ku dan dari mengamalkan isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan merupakan momentum untuk mulai mencicipi dan menikmati hidangan dari Allah, sebab di bulan inilah hidangan itu diturunkan, yakni di bulan ini mulailah membiasakan diri membaca Al-Qur’an, memahami kandungannya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga hidup sehat bukan sekedar impian tapi kenyataan. Sebab, selezat apapun makanan itu jika kita tidak memakannya, maka kita tidak akan pernah merasakan kenikmatannya. Wallahu a’lam bish-shawab. [Muhammad Bajuri]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/09/menyambut-hidangan-allah-dalam-ramadhan.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-1515620580280610734</guid><pubDate>Mon, 24 Aug 2009 22:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-25T17:35:07.099+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dunia Islam</category><title>Mengapa Dakwah Harus Diawasi?</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Di bulan Ramadhan ini, Umat Islam mendapatkan ‘hadiah’ dari polisi, hadiahnya berupa ‘diawasi’. Mengapa kegiatan dakwah harus diawasi? Adakah kegiatan para da’i di masjid-masjid, mushola-mushola, dan majelis taklim sudah menjadi ancaman terhadap negara? Apakah nilia-nilai Islam yang disampaikan oleh para da’i, mubaligh, dan kathib, sudah ada indikasi akan menimbulkan instabilitas dan bahaya yang sifatnya laten bagi negara? &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Hal ini bersamaan dengan pernyataan Mabes Polri, 21 Agustus lalu, yang memerintahkan polisi di daerah meningkatkan upaya pencegahan terorisme, antara lain dengan mengawasi ceramah-ceramah keagamaan dan kegiatan dakwah. Jika dalam materi dakwah ditemukan ajakan bersifat provokatif dan melanggar hukum, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Nanan Soekarna, mengatakan aparat akan mengambil langkah tegas.&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Para da’i, mubaligh, dan kathib, selamanya yang disampaikan bersifat nilai-nilai, yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Prinsip nilai-nilai dalam Islam, yang akan menjadi missi kehidupan setiap muslim, tak lain menegakkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar. Dan, para pengemban dakwah (da’i, mubaligh, dan khatib), tidak akan keluar dari koridor itu.Mereka akan berusaha menyampaikan nilai-nilai ajaran Islam, agar setiap muslim, selalu komitment malaksanakan kehidupannya dengan menegakkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar. Mengajak umat agar selalu bekerjasama dalam kebaikan dan taqwa (taawanu alal birri wattaqwa), dan tidak melakukan kerjasama untuk dosa dan permusuhan (wa laa taawanu alal ismi wal udwan). Esensi dakwah inilah yang akan selalu disampaikan oleh mereka. Karena, prinsip-prinsip inilah yang akan menjaga berlangsungnya kehidupan manusia.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Persoalannya,kebijakan polisi, yang ingin mengawasi dakwah ini, akan memberikan pembenaran, secara keseluruhan,bahwa para da’i, mubaligh, dan kathib terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dianggap membabayakan keamanan negara. Tentu, semuanya memerlukan bukti-bukti dan fakta-fakta,yang sifatnya transparan dan jujur, bukan semata-mata yang sifatnya insuniasi.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Karena, masalah dakwah yang dikaitkan dengan aktivitas terorisme itu, dampaknya akan menimbulkan disentregrasi antara umat Islam dengan pemerintah. Karena, fihak aparat pemerintah (polisi) telah menempatkan para da’i, mubaligh, dan khatib secara tidak langsung sebagai ancaman keamanan.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Tentu, yang paling penting, seharusnya pemerintah mencari akar lahirnya terorisme.Terorisme bukan hanya tiba-tiba muncul, tanpa ada yang melatarbelakanginya. Mengapa mereka sampai melakukan tindakan yang sifatnya eksesif (berlebihan), dan dianggap melawan kemanusiaan? Dan, sesungguhnya apa yang melatarbelakanginya, sampai mereka bertindak melakukan kegiatan terror? &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Kalau disimpulkan, mereka yang melakukan kegiatan terorisme itu, hanyalah merespon atas kekejaman fihak lainnya,yang lebih kejam dan biadab. Seperti yang dilakukan oleh AS terhadap Iraq, Afghanistan, Pakistan, Palestina, Somalia, dan dengan menggunakan kekuatan militernya menghancurkan rakyat di negeri-negeri muslim, tanpa batas. Tapi, tidak ada satupun fihak yang mempersoalkannya, dan menanyakan atas dasar apa, sesungguhnya AS melakukan tindakan itu? &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Sangat tidak sebanding dengan apa yang dilakukan para teroris dengan kejahatan yang dilakukan AS terhadap dunia Islam.Maka, seharusnya yang harus dihilangkan, sumber munculnya terorisme itu, dan tak lain harus ada langkah-langkah menghentikan tindakan AS yang sifatnya unilateral (sepihak) melakukan kampanye perang melawan terorisme. Karena, tindakan AS itulah yang akan terus menerus menimbulkan bencana bagi kemanusiaan. &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Semuanya kejahatan AS itu, dapat dilihat secara telanjang. Tapi, anehnya semua tindakan yang dilalukan AS itu sebagai tindakan yang syah dan benar. “Kami semua akan menjadi Taliban, kalau AS terus membunuhi rakyat Afghanistan”, ucap seorang penduduk di Helmand. &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Klaim yang menghancurkan gedung WTC, pada tanggal 11 September 2001, sampai sekarang tidak dapat dibuktikan, bahwa itu tindakan teroris, yang didalangi Osama bin Laden. Semuanya, hanyalah asumsi dan stigma yang sudah ditempelkan kepada mereka yang dicap sebagai teroris, tapi tidak pernah dibuktikan dengan fakta-fakta,yang nyata dan dapat diuji kebenaran. Tapi, umat Islam sudah menjadi korban kampanye melalui media, sebagai teroris. Maka, hakekatnya yang sekarang dikumandangkan oleh Barat (AS), yang disebut, ‘War on Terorism’ itu, tak lain adalah ‘War on Islam’. &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Islam, hakekatnya agama yang memberikan rahmat bagi sekalian alam. Tapi, tentu Islam sebagai prinsip dan nilai-nilai yang disyariatkan oleh Allah Ta’ala, tidak akan pernah membiarkan kemungkaran itu menguasai kehidupan umat. Mereka yang masih ingin melaksanakan misi kehidupannya dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah akan selalu berusaha menegakkan misi yang dipikulnya, yaitu menegakkan yang ma’ruf dan mencegah segala yang mungkar, karena itu berlawanan dengan nilai-nilai Islam. Wallahu’alam. Sumber Eramuslim.com.
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/08/mengapa-dakwah-harus-diawasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-3177233535404878618</guid><pubDate>Thu, 20 Aug 2009 23:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-21T16:55:00.120+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puasa Ramadhan</category><title>Marhaban Yaa Ramadhan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Oleh Muhammad Niam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Seluruh umat Islam kini menyerukan 'Marhaban Ya Ramadhan, Marhaban Ya Ramadhan", selamat datang Ramadhan, Selamat datang Ramadhan. Di masjid-masjid, musholla, koran-koran, stasiun televisi dan radio dan berbagai mailing list, ungkapan selamat datang Ramadhan tampil dengan berbagai ekpresi yang variatif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt; Setiap media telah siap dengan dengan sederet agendanya masing-masing. Ada rasa gembira, ke-khusyu'-an, harapan, semangat dan nuansa spiritualitas lainnya yang sarat makna untuk diekpresikan. Itulah Ramadhan, bulan yang tahun lalu kita lepas kepergiannya dengan linangan air mata, kini datang kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Sejumlah nilai-nilai dan hikmah-hikmah yang terkandung dalam ibadah puasa pun marak dikaji dan kembangkan. Ada nilai sosial, perdamaian, kemanusiaan, semangat gotong royong, solidaritas, kebersamaan, persahabatan dan semangat prularisme. Ada pula manfaat lahiriah seperti: pemulihan kesehatan (terutama perncernaan dan metabolisme), peningkatan intelektual, kemesraan dan keharmonisan keluarga, kasih sayang, pengelolaan hawa nafsu dan penyempurnaan nilai kepribadian lainnya. Ada lagi aspek spiritualitas: puasa untuk peningkatan kecerdasan spiritual, ketaqwaan dan penjernihan hati nurani dalam berdialog dengan al-Khaliq. Semuanya adalah nilai-nilai positif yang terkandung dalam puasa yang selayaknya tidak hanya kita pahami sebagai wacana yang memenuhi intelektualitas kita, namun menuntut implementasi dan penghayatan dalam setiap aspek kehidupan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yang juga penting dalam menyambut bulan Ramadhan tentunya adalah bagaimana kita merancang langkah strategis dalam mengisinya agar mampu memproduksi nilai-nilai positif dan hikmah yang dikandungnya. Jadi, bukan hanya melulu mikir menu untuk berbuka puasa dan sahur saja. Namun, kita sangat perlu menyusun menu rohani dan ibadah kita. Kalau direnungkan, menu buka dan sahur bahkan sering lebih istemawa (baca: mewah) dibanding dengan makanan keseharian kita. Tentunya, kita harus menyusun menu ibadah di bulan suci ini dengan kualitas yang lebih baik dan daripada hari-hari biasa. Dengan begitu kita benar-benar dapat merayakan kegemilangan bulan kemenangan ini dengan lebih mumpuni.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ramadhan adalah bulan penyemangat. Bulan yang mengisi kembali baterai jiwa setiap muslim. Ramadhan sebagai 'Shahrul Ibadah' harus kita maknai dengan semangat pengamalan ibadah yang sempurna. Ramadhan sebagai 'Shahrul Fath' (bulan kemenangan) harus kita maknai dengan memenangkan kebaikan atas segala keburukan. Ramadhan sebagai "Shahrul Huda" (bulan petunjuk) harus kita implementasikan dengan semangat mengajak kepada jalan yang benar, kepada ajaran Al-Qur'an dan ajaran Nabi Muhammad Saw. Ramadhan sebagai "Shahrus-Salam" harus kita maknai dengan mempromosikan perdamaian dan keteduhan. Ramadhan sebagai 'Shahrul-Jihad" (bulan perjuangan) harus kita realisasikan dengan perjuangan menentang kedzaliman dan ketidakadilan di muka bumi ini. Ramadhan sebagai "Shahrul Maghfirah" harus kita hiasi dengan meminta dan memberiakan ampunan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan mempersiapkan dan memprogram aktifitas kita selama bulan Ramadhan ini, insya Allah akan menghasilkan kebahagiaan. Kebahagiaan akan terasa istimewa manakala melalui perjuangan dan jerih payah. Semakin berat dan serius usaha kita meraih kabahagiaan, maka semakin nikmat kebahagiaan itu kita rasakan. Itulah yang dijelaskan dalam sebuah hadist Nabi bahwa orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pertama yaitu kebahagiaan ketika ia "Ifthar" (berbuka). Ini artinya kebahagiaan yang duniawi, yang didapatkannya ketika terpenuhinya keinginan dan kebutuhan jasmani yang sebelumnya telah dikekangnya, maupun kabahagiaan rohani karena terobatinya kehausan sipritualitas dengan siraman-siraman ritualnya dan amal sholehnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kedua, adalah kebahagiaan ketika bertemu dengan Tuhannya. Inilah kebahagian ukhrawi yang didapatkannya pada saat pertemuannya yang hakiki dengan al-Khaliq. Kebahagiaan yang merupakan puncak dari setiap kebahagiaan yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akhirnya, hikmah-hikmah puasa dan keutamaan-keutaman Ramadhan di atas, dapat kita jadikan media untuk bermuhasabah dan menilai kualitas puasa kita. Hikmah-hikmah puasa dan Ramadhan yang sedemikian banyak dan mutidimensional, mengartikan bahwa ibadah puasa juga multidimensional. Begitu banyak aspek-aspek ibadah puasa yang harus diamalkan agar puasa kita benar-benar berkualitas dan mampu menghasilkan nilai-nilai positif yang dikandungnya. Seorang ulama sufi berkata "Puasa yang paling ringan adalah meninggalkan makan dan minum". Ini berarti di sana masih banyak puasa-puasa yang tidak sekedar beroleh dengan jalan makan dan minum selama sehari penuh, melainkan 'puasa' lain yang bersifat batiniah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semoga dengan mempersiapkan diri kita secara baik dan merencanakan aktifitas dan ibadah-ibadah dengan ihlas, serta berniat "liwajhillah wa limardlatillah", karena Allah dan karena mencari ridha Allah, kita mendapatkan kedua kebahagiaan tersebut, yaitu "sa'adatud-daarain" kebahagiaan dunia dan akherat. Semoga kita bisa mengisi Ramadhan tidak hanya dengan kuantitas harinya, namun lebih dari pada itu kita juga memperhatikan kualitas puasa kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/08/marhaban-yaa-ramadhan.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-141555355617460402</guid><pubDate>Sun, 09 Aug 2009 04:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-12T06:03:59.724+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Do'a Do'a Rasul SAW</category><title>Do'a Menuju Sukses</title><description>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAsep%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAsep%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAsep%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"\;font-size\:18\;"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"Times New Roman"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:"\;font-size\:180%\;"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:"\;font-size\:20\;"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:18;"  &gt;Do’a Do'a Rasul saw
&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;
&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:15;" &gt;At Tirmizi meriwayatkan dari Ibnu Umar, diantara do'a yang Rasul saw. ajarkan kepada para sahabatnya adalah: &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:20;"   lang="AR-SA"&gt;اَللًـهُمَ اَقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِك&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:20;"   lang="AR-SA"&gt;مَا يَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَصِيْكَ&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:20;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:22;" &gt;Ya &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:14;" &gt;Allah, berilah kami rasa takut kepada-Mu hingga kami menjauh dari maksiat.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ya Allah, hanya dengan rasa takut pada-Mu kami akan dapat menghindariperbuatan maksiat. Oleh karena itu tanamkanlah kedalam qolbu kami rasa takut kepada-Mu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:20;"   lang="AR-SA"&gt;وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِغُنَا بِهِ جَنٌتَك&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:20;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ya Allah berilah kami nikmat taat pada-Mu yang mengantarkan kami menuju surga-Mu. &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ya Allah, telah Engakau sediakan surga bagi orang orang yang Engkau cintai. Berilah kami nikmat ibadah dan taat yang mengantarkan kami mendapat cinta_Mu. Hingga Engakau masukan kami kadalam surga.
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:20;"   lang="AR-SA"&gt;وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَا تُهَِونُ بِهِ عَلَيُنَا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:20;"   lang="AR-SA"&gt;مُصِيبَاتِ الدُ نْيَا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Tanamkanlah kedalam qolbu kami keyakinan yang meringankan kami menghadapi ujian dunia.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Ya Allah, kami menyadari bahwa kehidupan dunia tidak pernah lepas dari ujian, baik ujian yang pahit ataupun yang manis. Ya Allah, tanamkanlah kedalam qolbu kami keyakinan bahwa Engakau senantiasa melihat semua perilaku kami dan Engakau maha adil dalam menghitung semua amal perbuatan kami. Ya Allah, jadikanlah semua ujian yang kami hadapi, jalan menuju kemuliaan disis-Mu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:20;"   lang="AR-SA"&gt;وَمَتِعْنَا بِاَسْمَا عِناَ وَاَْبْصَارِنَا وَقُوَتِنَا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:20;"   lang="AR-SA"&gt;مَا اَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِناَ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jadikanlah pendengaran, penglihatan, dan kekuatan kami kenikmatan hidup yang Engkau berikan didunia, dan jadikanlah sebagai pusaka yang kami wariskan kepada generasi penerus. &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Ya Allah, Bimbinglah kami dalam menggunakan pendengaran, penglihatan, dan kekuatan untuk beramal saleh. Janganlah Engkau biarkan kami menyalah gunakan nikmat yang besar ini. Ya Allah, berilah kami kenikmatan menghayati firman-Mu, menjiwai ayat ayat-Mu, dan menggunakan semua kekuatan untuk berjuang menbela agama-Mu dengan istiqomah hingga ajal menjemput kami.Ya Allah, jadikanlah perjuangan ini sebagai warisan yang bermanfaat bagi generasi penerus kami. Bimbinglah mereka untuk melanjutkan perjuangan ini hingga Engkau kumpulkan kami dengan mereka dibawah naungan dan rahmat-Mu pada hari kiamat nanti. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:20;"   lang="AR-SA"&gt;وَاجْعَلْ ثَأرَناَ عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ya Allah, Arahkanlah perlawanan kami atas orang yang mendholimi kami.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ya Allah, Enagkau penguasa semua manusia. Berilah kami bimbingan dalam menghadapi orang yang zalim. Janganlah Engkau biarkan kami salah sasaran dalam melakukan perlawanan. &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;
&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:20;"   lang="AR-SA"&gt;وَانْصُرْناَ عَلىَ مَنْ عَادَاناَ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tolonglah kami dalam menghadapi orang yang memusuhi kami.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ya Allah, Engakau Maha Mengetahui siapa yang membenci agama-Mu, merusak ajaran-Mu, dan memusuhi hamba hamba-Mu. Berilah kami kekuatan iman dan semangat berjuang menghadapi mereka. Turunkanlah tentara-Mu untuk menghancurkan mereka. &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;
&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:20;"   lang="AR-SA"&gt;وَلاتَجْعَلْ مُصِبَتَنَا فِى دِ يْنِناَ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Janganlah Engkau membiarkan kami terkena musibah dalam urusan agama kami.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ya Allah, jika kami dihadapkan kepada musibat. Janganlah Engkau biarkan musibat itu menimpa agama kami. Ya Allah, bimbinglah kami dengan musibat itu menuju kemuliaan disisi-Mu. &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;
&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:20;"   lang="AR-SA"&gt;وَلاتَجْعَلِ الدُ نْيا أكْبَرَ هَمِنَ&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:20;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Janganlah Engkau biarkan kami sibuk dengan urusan dunia.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ya Allah, Engakau-lah Penguasa alam semesta dan Engkau-lah Pemilik kekayaan dunia. Janganlah Engkau biarkan kami menjadi hambs dunia yang sibuk menjadi pelayannya. Janganlah Engkau biarkan kamimsibuk dengan kedudukan sesaat dan tertipu dengan kesenangan sementara. Janganlah Engkau biarkan kami terhina karena dikuasai dunia. Ya Allah, Bimbinglah kami dalam berjuang menggunakan kedudukan dan mengorbankan harta.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;
&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:20;"   lang="AR-SA"&gt;وَلامَبْلَغَ عِلْمِناَ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Janganlah Engkau biarkan kami merasa cukup dengan ilmu yang ada. &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ya Allah, Berilah kami yambahan ilmu agar semakin jelas dihadapan kami perbedaan antara yang hak dan yang batil. Berilah kamiilmu yang bermanfaat bagi masa depan bangsa ini. Janganlah Engkau biarkan kami keliru dalam menentukan pilihan dan langkah yang mesti kami lalui. &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;
&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:20;"   lang="AR-SA"&gt;وَلاتُسَلِطْ عَلَيْنَا مَنْ لايَرْحَمُنَا&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:20;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Dan jangnlah Engkau berikan kekuasaan kepada orang orang yang tidak menyayangi kami.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;Ya Allah, Jnganlah Engkau serahkan amanat kekuasaan selain kepada ahli ruku dan sujud yang membela agama-Mu. Janganlah Engkau biarkan kami dikuasai oleh orang yang suka maksiat dihadapan-Mu. Janganlah Engkau biarkan kekuasaan dipegang oleh orang yang tidak mengenal kitab suci-Mu. Janganlah Engakau serahkan kekuasaan negeri ini selain kepada hamba hamba yang Engkau ridhoi.
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt; &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/08/doa-menuju-sukses_09.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-4844696951372449195</guid><pubDate>Sat, 08 Aug 2009 23:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-09T06:18:54.546+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teroris</category><title>Teroris vs Koruptor</title><description>&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Konsentrasi dan perhatian seluruh media masa mulai kemarin 7 Agustus 2009 hingga tulisan ini diposting pukul 17 WIB  8 Agustus 2009 terus terpusatkan kepada kegiatan kepolisian RI Densus 88 yang sejak kemarin terus melaksanakan kegiatan penegakan hukum yaitu pemberantasan Terorisme.  Kegiatan tersebut adalah pemburuan dan pengepungan serta penyergapan terhadap teroris yang selama ini meresahkan masyarakat.  Polisi berhasil menggerebek para pelaku teroris di Jati Asih Bekasi dan berhasil menembak mati 2 orang teroris dan menyita bahan bahan yang diduga sebagai bahan peledak bom yang jumlahnya cukup banyak, polisi juga dalam drama pengepungan rumah di desa Beiji kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung Jawa Tengah, yang berlangsung selama 17 jam berhasil melumpuhkan hingga tewas orang yang diduga kuat sebagai gembong teroris yang menjadi buronan polisi nomer 1 yaitu NURDIN M TOP.&lt;br /&gt;Memang rentetan peristiwa peristiwa besar ini begitu menyita perhatian masyarakat akhir akhir ini, bangsa ini terus dilanda berbagai masalah dan peristiwa yang terus menerus. Perhelatan akbar pemilu baik legislative yang belum tuntas karena permasalahan pembagian kursi,maupun  pemilu persiden yang diwarnai gugatan dari pihak yang merasa dicurangi kemudian mereka menggugat KPU agar pemilu presiden diulang atau setidaknya ada pemilu presiden tahap ke 2.&lt;br /&gt;Masalah lain yang tidak kalah bahayanya daripada bahaya teroris adalah belum tercapainya pemberantasan tindakan korupsi, korupsi telah menjadikan rakyat bangsa ini sebagian besarnya hidup dalam kemiskinan padahal sebagaimana diketahui sumber daya alam yang terkandung di bumi dan laut di seantero nusantara ini begitu sangat melimpah, sehingga jika saja sumber daya alam tersebut dikelola oleh orang orang yang bermoral jujur bersih dari korupsi bangsa ini akan menjadi sebuah Negara maju dan makmur.&lt;br /&gt;Sangat ironi, dimana keinginan pemberantasan korupsi dengan dibentuknya sebuah lembaga pemberantasan korupsi KPK pada mulanya masyarakat begitu terpesona dengan kinerja lembaga ini, dimana KPK berhasil menyeret para pelaku koruptor dari para pejabat tinggi Negara baik eksekutif, yudikatif,maupun legislative dari berbagai level instansi.  Namun belakangan sangat mengagetkan dan menyedihkan berkaitan dengan terungkapnya kasus pembunuhan seorang direktur sebuah perusahaan yang melibatkan ketua KPK yang menjadi otak pembunuhan tersebut.  Masyarakat merasa pesimis dengan penegakan hukum atas tindakan korupsi dimana orang yang seharusnya menangkap penjahat malah menjadi penjahat lainya. Baru baru ini ketua KPK membuka aib dengan mengatakan bahwa ada terjadi indikasi penyuapan terhadap beberapa pejabat tinggi KPK. Kalau ini benar, maka kiamatlah bangsa ini siapa lagi yang akan sanggup menegakan hukum terhadap para koruptor tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Korupsi di RRC VS Korupsi di RI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;________________________________________&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bangsa Ini Memerlukan  Zhu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Oleh: Asro Kamal Rokan (Republika  Online) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Xiao Hongbo telah dihukum mati beberapa waktu  lalu. Delapan orang pacarnya --yang dibiayai dalam kehidupan mewah-- mungkin hanya menangisi lelaki berusia 37 tahun. Tidak ada yang bisa  membantunya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Deputi manajer cabang Bank Konstruksi China , salah satu bank milik negara, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;di Dacheng, Provinsi Sichuan , itu dihukum mati karena korupsi. Xiao telah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;merugikan bank sebesar 4 juta yuan atau sekitar Rp 3,9 miliar sejak 1998 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hingga 2001. Uang itu digunakan untuk membiayai kehidupan delapan pacarnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Xiao Hongbo satu di antara lebih dari empat ribu orang di Cina yang telah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dihukum mati sejak 2001 karena terbukti melakukan kejahatan, termasuk &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;korupsi. Angka empat ribu itu, menurut Amnesti Internasional (AI), jauh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lebih kecil dari fakta sesungguhnya. AI mengutuk cara-cara Cina itu, yang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mereka sebut sebagai suatu yang  mengerikan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tapi, bagi Perdana Menteri Zhu Rongji inilah jalan menyelamatkan Cina dari &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kehancuran. Ketika dilantik menjadi perdana menteri pada 1998, Zhu dengan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lantang mengatakan, ''Berikan kepada saya seratus peti mati, sembilan puluh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sembilan untuk koruptor, satu untuk saya jika saya melakukan hal yang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sama.'' &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Zhu tidak main-main. Cheng Kejie, pejabat tinggi Partai Komunis Cina, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dihukum mati karena menerima suap lima juta dolar AS. Tidak ada &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tawar-menawar. Permohonan banding wakil ketua Kongres Rakyat Nasional itu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ditolak pengadilan. Bahkan istrinya, Li Ping, yang membantu suaminya meminta &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;uang suap, dihukum  penjara. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wakil Gubernur Provinsi Jiangxi , Hu Chang-ging, pun tak luput dari peti &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mati. Hu terbukti menerima suap berupa mobil dan permata senilai Rp 5 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;miliar. Ratusan bahkan mungkin ribuan peti mati telah terisi, tidak hanya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;oleh para pejabat korup, tapi juga pengusaha, bahkan wartawan. Selama empat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bulan pada 2003 lalu, 33.761 polisi dipecat. Mereka dipecat tidak hanya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;karena menerima suap, tapi juga berjudi, mabuk-mabukan, membawa senjata di &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;luar tugas, dan kualitas di bawah standar. Agaknya Zhu Rongji paham betul &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;pepatah Cina: bunuhlah seekor ayam untuk menakuti seribu ekor kera. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan, sejak ayam-ayam dibunuh, kera-kera menjadi takut, kini pertumbuhan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ekonomi Cina mencapai 9 persen per tahun dengan nilai pendapatan domestik &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bruto sebesar 1.000 dolar AS. Cadangan devisa mereka sudah mencapai 300 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;miliar dolar  AS. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sukses Cina itu, menurut guru besar Universitas Peking, Prof Kong Yuanzhi, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;karena Zhu serius memberantas korupsi. Perang terhadap korupsi diikuti &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Zhu mengeluarkan dana besar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;untuk pendidikan manajemen, mengirim ribuan siswa belajar ke luar negeri, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dan juga mengundang pakar bisnis berbicara di  Cina. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kini, lihatlah apa yang terjadi di Indonesia  . &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengangguran terus bertambah, anak-anak gadis dari desa terpaksa menjadi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;******* di kota, lulusan SMU menjadi pengamen, anak-anak SD yang malu tidak &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dapat membayar uang sekolah, bunuh diri. Ratusan ribu orang tumpah ke &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kota-kota karena di desa tidak ada harapan. Ratusan ribu orang menjadi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tenaga kerja di luar negeri, ditipu calo dan disiksa majikannya. Mereka &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;adalah korban. Koruptor menghisap hidup mereka, bertahun-tahun tanpa ada &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;yang menolong. Koruptor mengambil hak mereka atas tanah, hak mereka atas &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;air, hak mereka untuk sekolah, hak mereka untuk berdagang, hak mereka untuk &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;bekerja, hak mereka untuk mendapatkan layanan, hak mereka untuk kesehatan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apalagi hak yang tersisa untuk orang-orang miskin  itu? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemerintah bukan penolong orang-orang miskin, terkadang mereka juga &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mengambil uang dari orang-orang miskin. Bangsa ini memerlukan orang seperti &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Zhu Rongji, bukan  pesolek. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebab, inilah keadaan utama Indonesia  : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jatuhkanlah tiga buah batu dari pesawat udara di wilayah Indonesia , maka &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;yakinlah satu di antara batu itu akan mengenai kepala koruptor! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bahaya Korupsi Dan Teroris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Korupsi dan Teroris merupakan dua hal yang sangat mengahancurkan bagi tatanan sebuah Negara, dimana korupsi mengakibatkan ke tidak adilan pendistribusian hasil pembangunan kepada seluruh warga masyarakatnya, kemiskinan menjadi warna dalam kehidupan rakyatnya, pendidikannya rendah bahkan putus sekolah, kurang gizi,  melimpahnya jumlah pengangguran dll. Disisi lain sekelompok kecil elit masyarakat bergelimang dengan harta  yang didapatnya dari korupsi, berpoya poya menghamburkan uangnya mereka berjalan dimuka bumi dengan penuh kesombongan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Keadaan malang masyarakat tersebut ditambah lagi dengan brutalnya aksi aksi para teroris yang menebar ancaman, dan ketakutan serta membunuh orang orang tidak berdosa dengan serangkaian aksi pengeboman.  Mereka menjusifikasi tindakan teroris mereka dengan apa yang difahami oleh mereka tentang ajaran Jihad.  Mereka memandang aksi mereka adalah merupakan jihad melawan orang orang kafir terutama Amerika dan sekutu sekutunya, yang menurut mereka Amerika dan sekutu sekutunya dengan system politik luar negeri mereka telah menganiyaya kaum muslimin diseluruh dunia sehingga umat islam harus bangkit melawannya dengan JIHAD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Namun kenyataannya aksi mereka malah menjadikan orang orang sipil tak bersenjata dan tak berdosa banyak menjadi korban pengeboman mereka. Padahal jihad dengan senjata dalam pandangan islam baru dapat dilaksanakan manakala orang orang kafir menyerang dengan kekuatan militer mereka ke suatu wilayah kaum muslimin  maka wajib bagi kaum muslimin yang ada di wilayah itu untuk berjihad melawan orang orang kafir penyerang tersebut.  Indonesia pada saat ini bukan merupakan wilayah jihad dengan militer dan senjata, karena  tidak ada kaum kafir yang menyerang Indonesia dengan senjata dan bermaksud menjajah. Akan tetapi Indonesia merupakan lahan dakwah untuk menyampaikan seluruh ajaran islam karena walaupun mayoritas sudah menjadi muslim tetapi kualitas pemahamannya masih kurang termasuk mendakwahkan ajaran JIHAD yang perlu pemahaman yang benar sehinnga tidak salah kaprah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kesadaran para pelaku atas tindakannya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Menarik untuk diperhatikan, ketika seseorang melakukan sesuatu tentu mereka secara sadar melakukannya.  Dalam hal ini para teroris melakukan aksinya dengan keyakinan tentang ajaran jihad yang mereka fahami dan berkayakinan bahwa aksinya itu merupakan suatu ibadah yang akan mendapatkan pahala surga Padahal  islam sendiri tidak menyetujui aksi mereka, islam menganjurkan memelihara nyawa para wanita,anak anak,orang tua renta dan orang orang tidak berdosa lainya walaupun mereka kafir dan dalam situasi perang sekalipun. Jadi dapat dikatakan bahwa mereka telah salah faham dalam memahami ajaran jihad sehingga menimbulkan aksi emosional membabibuta dan brutal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Sedangkan para koruptor ketika dia melakukan korupsinya mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan adalah merupakan kejahatan sehingga mereka menyusun strategi dan bekerja sama dengan koleganya agar perbuatannya tidak terungkap. Jadi tidak ada koruptor yang dalam hatinya memandang bahwa korupsinya itu bukan merupakan kejahatan.tidak ada kesalah fahaman disitu mereka sadar dan menyadarinya walaupun juga berusaha melakukan pembenaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sikap masyarakat yang berlebih berlebihan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Anggapan bahwa terorisme adalah sebuah kejahatan kemanusiaan adalah benar adanya, istilah atau label teroris sendiri telah menjadi tergambarkan dengan sosok yang keji, brutal,dan sangat menakutkan. Sedangkan istilah Korupsi atau pelakunya disebut koruptor  telah terjadi sedemikian rupa sehingga seolah menjadi sebuah istilah yang “tren dan keren” sehingga orang yang menyandang title tersebut tidak merasa malu padahal koruptor sama saja dengan maling atau perampok.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Begitu juga korupsi merupakan kejahatan yang sama yang harus diadili dan dihukum dengan hokum seberat beratnya.  Namun anggapan mengeneralisir terhadap anggota teroris bahwa mereka adalah merupakan kelompok yang seperti dikatakan oleh mantan komandan densus 88 adalah kelompok orang orang yang punya ide untuk mendirikan Negara islam, kemudian selalu disebut sebut asal alumni pesantren tertentu dan juga selalu disebut sebut nama keluarga dan orang tua nya dan juga asal kampung halamannya. Hal serupa tidak pernah terjadi kepada seorang koruptor ketika ditangkap dan sudah terbukti bersalah orang tidak bertanya dan tidak mengaitkan dengan asal pendidikannya, siapa keluarganya,darimana asalnya dll.  Padahal dari dampak yang ditimbulkan oleh para koruptor yaitu kemiskinan yang menyelimuti sebagian besar kehidupan rakyat munkin saja menjadi pemicu bagi aksi nekad bom bunuh diri para teroris tersebut, walaupun mereka mengkleim sebagai aksi bom syahid tetapi para pelakunya tersebut kebanyakan berlatar belakang ekonomi yang lemah, sehingga mereka dengan mudah dapat didoktrin dengan iming iming kesenangan bidadari dan surgawi yang mungkian sulit bagi mereka untuk mendapatkannya dikehidupan dunia. Ingat ada sebuah Hadis Nabi yang menyatakan: “kemiskinan mendekatkan kepada kekufuran”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wallahu ‘alam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/08/teroris-vs-koruptor_09.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-3152791207398292582</guid><pubDate>Sun, 02 Aug 2009 23:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-07T17:53:13.081+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jihad</category><title>Makna Hakiki Dari Jihad</title><description>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;PII : Pelajar Islam  Indonesia&lt;br /&gt;Rubrik : Dunia Islam&lt;br /&gt;Memahami Makna  Jihad&lt;br /&gt;0000-00-00 00:00:00 - by : ali&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Pada masa lalu, kekuatan jihad telah terbukti mampu menegakkan peradaban Islam yang agung, yang memberikan keamanan dan kesejahteraan bagi segenap manusia. Dan dari peradaban yang agung itu pula terpancar kemuliaan Islam dan kewibawaan kaum Muslim. Dengan jihad, Islam menjelma menjadi sebuah sosok kekuatan yang tiada tanding. Kekuatan tersebut belum ada tandingannya dalam sejarah umat manusia kapanpun. Mercusuar Islam ini telah terbukti mampu membangun hegemoni politik dan budaya yang sangat luas dan jauh lebih besar dibandingkan dengan yang pernah dicapai bangsa-bangsa Eropa.&lt;br /&gt;Diktator Jerman, Adolf Hitler, dengan pasukan Nazi-nya yang ditakuti dalam perang dunia II hanya pernah “melamun” untuk membuat bangsa Jerman, sebagai bangsa Aria yang dianggapnya memiliki ras unggul, sebagai bangsa penguasa Eropa. Demikian juga, Inggris, Belanda, Perancis dan negara-negara imperialis kolonialis lainnya pernah memiliki daerah koloninya di wilayah-wilayah tertentu, di Asia dan Amerika Latin. Tetapi, selain terbilang “relatif kecil” --yaitu hanya terdiri dari beberapa negara yang terpisah-pisah-- wilayah kekuasaan bangsa-bangsa tersebut didapatkan atas paradigma kerakusan ekonomi dan kekuasaan dengan metode penjajahan, kolonialisasi dan penaklukkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kaum Muslim di pihak lain, pernah memiliki suatu daerah kekuasaan yang sangat luas membentang dari Iran di Timur sampai Spanyol di Barat, dan dari Ethiopia di Selatan sampai Turki di Utara. Wilayah ini meng-cover tiga wilayah benua sekaligus: Asia, Afrika dan Eropa. Berbeda dengan motif-motif ekonomi dan nafsu kekuasaan yang menjadi ruh kolonialisasi oleh negara-negara Eropa, perluasan wilayah Islam digerakkan oleh semangat keimanan di mana umat Islam menyebarkan agama baru yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Di sisi lain, umat Islam memiliki interpretasi yang beragam terkait dengan makna jihad. Di sinilah –dalam tulisan ini, selain pembahasan hadits jihad al-Nafs dan pendapat al-Ghazali terkait hal ini- pentingnya memahami kembali makna dari istilah jihad agar jangan keluar dari pakem-nya. Pembahasan bahasa (istilah) ini menjadi penting, karena bahasa merupakan sekumpulan kata atau kalimat yang mengisyaratkan makna tertentu. Maka, bisaanya manusia menyebut sesuatu dengan suatu kata/istilah untuk menunjukkan makna tertentu. Akan tetapi, tidak selamanya suatu kata/istilah secara pasti menunjukkan makna hakiki dari sesuatu yang dimaksud. Sebab, kata/istilah tersebut tidak jarang hanya megungkapkan apa yang ada di dalam benak penuturnya, bukan menggambarkan realitas yang ditunjukkannya. Di sinilah sebetulnya pentingnya setiap orang memahami kata/istilah hingga ia mengetahui kesesuaian maknanya dengan realitas yang ditunjukkannya ataukah tidak. Apalagi, Islam sendiri telah melarang umatnya menyalahgunakan atau mendistorsikan istilah, yaitu memberikan makna yang tidak sesuai dengan maksud sebenarnya. Allah Swt berfirman: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang-orang yang memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan yang demikiran itu disebabkan karena mereka berkata (berpendapat) sesungguhnya jual-beli itu sama dengan riba. (QS al-Baqarah [2]: 275).1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Posisi Bahasa Arab dan as-Sunnah dalam Memahami Nash&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Sesungguhnya dalam metode ushul fiqh, pemaknaan nash-nash syariat (al-Qur’an dan as-Sunnah) dalam pemahaman atas teks-teks dan istilah-istilah al-Qur’an dan as-Sunnah tidak dapat dilepaskan dari dua faktor, yaitu: (1) kenyataan bahwa al-Qur’an dan as-Sunnah adalah kitab berbahasa Arab; dan (2) bahwa as-Sunnah adalah penjelas (bayan) dari al-Qur’an.2      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Mengenai faktor yang pertama, sudah sangat jelas, bahwa kenyataan al-Qur’an memang berbahasa Arab. Di samping itu, al-Qur’an telah memberikan kabar kepada kita mengenai hal ini. Allah Swt berfirman: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْءَانًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sesungguhnya Kami menjadikan al-Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memahaminya. (QS az-Zukhruf [43]: 3).  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Dengan demikian, metode memahami nash (teks istilah dalam al-Qur’an dan as-Sunnah) haruslah berpijak pada pemahaman bahasa Arab, bukan yang lain. Tanpa pengetahuan atas bahasa Arab mustahil kita dapat memahami makna yang dimaksudkan dalam nash tersebut.3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Adapun cakupan al-Qur’an terhadap kata-kata yang diambil dari bahasa lain, maka kata-kata tersebut telah mengalami proses arabisasi (mu’arrabah), sehingga menjadi bahasa Arab. Sebelum turunnya al-Qur’an, orang-orang Arab sudah terbisaa menggunakan kata-kata yang berasal dari luar mereka; kemudian mereka mengubahnya sesuai aturan bahasa mereka dan huruf-hurufnya. Sehingga, kata-kata yang telah diarabisasi tersebut menjadi bahasa Arab seperti yang mereka ciptakan sendiri, tidak ada perbedaan sedikitpun. Para penyair, sebelum turunnya al-Qur’an, sudah terbiasa menggunakan lafadz-lafadz mu’arrab (lafadz yang diambil dari bahasa lain kemudian diubah sesuai dengan aturan bahasa Arab). Contohnya adalah kata-kata: Fulfulun yang diambil dari khazanah bahasa Yuanai, yakni fulful; Qirthaasin yang diambil dari khazanah bahasa Yuanai, yakni Kuartees; Dirham yang diambil dari khazanah bahasa Yuanai, yakni drakhmee (mata uang Yunani); Jamanah yang diambil dari khazanah bahasa Latin, yakni gemona (permata); Arjuwan yang diambil dari khazanah bahasa Akadia, yakni arjuwan yang berarti ‘amaru dalam bahasa Arab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Perlu dipahami, bahwa proses arabisasi harus dibatasi hanya pada nama-nama benda yang terindera saja. Sedangkan lafadz-lafadz yang menunjukkan pada makna-makna, maka bangsa Arab telah membuat al-isytiqaq (yaitu pengambilan suatu kata disebut kata musytaq yang berasal dari kata asalnya). Berkaitan dengan pengkhayalan (takhayyulat) dan penyerupaan (tasybihat), orang Arab membuat apa yang dinamakan majaz (yaitu menggunakan suatu kata yang bukan ditujukan untuk arti asalnya, karena adanya kesamaan antara dua arti asal dan arti baru, misalnya kata shiraath al-mustaqiim yang diartikan sebagai Islam).4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Adapun faktor kedua, bahwa as-Sunnah merupakan penjelasan dari al-Qur’an, berkaitan erat dengan fungsi Rasulullah Saw yang berkewajiban menjelaskan makna al-Qur’an kepada umat manusia. Dalam hal ini Allah Swt berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kami menurunkan kepadamu (Muhammad) al-Qur’an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkannya. (QS an-Nahl [16]: 44). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Fungsi Rasulullah Saw sebagai penjelas al-Qur’an ini terwujud5, misalnya, dalam perincian (bayan) ayat-ayat yang global (mujmal), pengecualian (takhsîsh) ayat-ayat yang umum (‘am), pemberian batasan (taqyîd) ayat-ayat yang mutlak, penambahan hukum yang hukum pokoknya ada dalam al-Qur’an, dan pensyariatan hukum baru yang hukum pokoknya tidak ada dalam al-Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Atas dasar penjelasan di atas, proses pemahaman atas teks/istilah dalam al-Qur’an dan as-Sunnah haruslah didasarkan pada pandangan bahwa keduanya adalah berbahasa Arab dan pengaitan teks/istilah tersebut dengan penjelasan dan keterangan Nabi Muhammad saw dalam as-Sunnah. Karena itu, menggunakan metode penafsiran yang tidak bertolak dari kenyataan al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai kitab yang berbahasa Arab berarti mengabaikan kenyataan yang sangat mendasar. Demikian pula setiap penafsiran kata atau istilah yang mengabaikan as-Sunnah; berarti mengabaikan kedudukan Muhammad sebagai penjelas dari apa yang diturunkan Allah.6 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memahami Makna Lughawi, ‘Urfi, dan Syar’i&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Pada penjelasan sebelumnya, telah kita diskusikan bahwa ada dua prinsip yang berkaitan dengan pemaknaan teks-teks syariah, yaitu: (1) Al-Qur’an dan as-Sunnah menggunakan bahasa Arab; dan (2) As-Sunnah mempunyai otoritas menjelaskan pengertian kata atau istilah dari teks-teks wahyu. Berdasarkan dua prinsip ini, akhirnya kita memperoleh suatu metode ushul fiqh untuk memberi makna istilah-istilah dalam nash-nash syariat (al-Qur’an dan Hadits Nabi). Metode ini dapat dijelaskan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Pertama, Dalam bahasa Arab, makna hakiki didahulukan daripada makna majazinya. Dalam masalah pemaknaan kata atau istilah ini, aspek bahasa Arab yang berkaitan dengan istilah dapat ditinjau dari dua makna, yaitu makna hakiki (arti sebenarnya) dan makna majazi (arti kiasan). Kata asad, misalnya, makna hakikinya adalah singa. Akan tetapi, dalam makna majazinya, kata tersebut dapat berarti rajul syujâ‘ (lelaki yang gagah berani). Demikian pula kata bahr; makna hakikinya adalah laut. Akan tetapi, makna majazinya adalah ‘âlim (orang alim/berilmu) atau kuda yang gagah perkasa. Kaidah ushul yang berkaitan dengan hal ini adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;اَلأَصْلُ فِيْ اْلكَلاَمِ اْلحَقِيْقَةُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada dasarnya ucapan itu harus diartikan lebih dahulu secara hakiki.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Namun, jika tidak memungkinkan diartikan secara hakiki atau jika ada indikasi (qarinah), barulah beralih ke pemaknaan secara majazi, agar nash syariat tidak tersia-siakan atau terabaikan; misalnya hubungan sababiyah (menyebut sebab tetapi yang dimaksud adalah akibat), musabbabiyah (menyebut akibat/musabab tetapi yang dimaksud adalah sebab), juz‘iyah (menyebut sebagian tetapi yang dimaksud adalah keseluruhan), kulliyah (menyebut keseluruhan tetapi yang dimaksud adalah sebagian), dan sebagainya.7 Kaidah ushul menyebutkan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;إِ&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ذَا تَعَذَرَتْ اْلحَقِيْقَةُ يُصَارُ إِلَى اْلمَجَازِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika suatu kata tidak dapat diberi makna hakiki, maka dapat diartikan secara majazi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Kedua, pemberian makna hakiki terhadap suatu istilah harus mengikuti urutan (tertib) sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Makna hakiki syar‘î (makna syariat).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Makna hakiki ‘urfî (makna yang berhubungan dengan tradisi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Makna hakiki lughawî (makna literal, harfiah). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Makna hakiki syar‘î (al-haqîqah al-lughawiyah asy-syar‘iyah) adalah makna hakiki (bukan majazi) yang telah dialihkan dari makna harfiah (bahasa)-nya. Sebab, nash-nash syariat telah memberikan tambahan makna yang lebih dari sekadar makna harfiah/bahasanya. Contohnya adalah kata shalat, shaum, zakat, haji, jihad, islam, iman, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Kata shalat secara harfiah, dalam kamus-kamus bahasa Arab, artinya adalah ad-du‘â’ (doa). Akan tetapi, nash-nash syariat (khususnya Hadits Nabi) telah menjelaskan tatacara shalat Nabi Saw, sehingga kita tidak dapat lagi mengartikan nash syariat yang menyebut shalat dengan arti harfiahnya, yakni doa. Sebab, kata tersebut sudah diberikan tambahan makna dari sekadar makna harfiahnya. Shalat secara syar‘î lalu diartikan sebagai suatu rangkaian perbuatan dan perkataan (doa) yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Kata shaum secara bahasa, sebagaimana terdapat dalam kamus-kamus bahasa Arab, artinya adalah al-imsâk (menahan diri). Akan tetapi, nash-nash syariat (al-Qur’an, khususnya dalam surat al-Baqarah [2]: 187) dan juga hadits-hadits Nabi Saw memberikan makna tambahan atas kata tersebut yaitu menahan diri dari makan, minum, hubungan seksual, dan hal-hal yang membatalkan shaum dari subuh sampai malam (magrib) disertai dengan niat. Inilah makna syar‘î dari shaum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Sementara itu, makna hakiki ‘urfî (al-haqîqah al-lughawiyah al-‘urfiyah) adalah makna hakiki (bukan majazi) yang telah menjadi ‘urf (konvensi, tradisi, kebisaaan) orang Arab. Atau sesuatu yang telah ditransfer oleh pakar bahasa yang biasa berargumentasi dengan bahasa mereka dari makna harfiah (lughawi) kepada makna lain yang telah masyhur. Contohnya adalah kata dâbbah.8 Secara harfiah, kata dâbbah berarti segala makhluk yang melata di muka bumi (termasuk hewan dan manusia). Akan tetapi, secara ‘urfî, orang Arab lalu menggunakan kata tersebut dengan makna hewan berkaki empat seperti unta; tidak termasuk manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Adapun makna hakiki lughawî (al-haqîqah al-lughawiyah al-wadh‘iyah) adalah makna hakiki (bukan majazi) yang menunjuk pada arti asalnya secara harfiah/literal. Contohnya adalah kata rajul (lelaki), imra’ah (perempuan), asad (harimau), jamal (unta), sayf (pedang), dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Berdasarkan uraian sebelumnya, urutan pemberian makna suatu teks/istilah dalam nash-nash syariat diawali dengan makna syar‘î, lalu makna ‘urfî, dan kemudian makna lughawi. Karena itu, jika kita membaca ayat atau hadits lalu mendapatkan kata tertentu semisal shalat, islam, jihad, dan seterusnya, hendaknya kita mengartikannya dalam makna syar‘î-nya lebih dulu; bukan makna harfiah/literalnya. Mengartikan kata-kata tersbut dalam makna harfiah/literalnya terlebih dulu dan mengesampingkan makna syar‘î-nya jelas tidak tepat. Contohnya adalah mengartikan kata jihad secara harfiah/literal sekadar “bersungguh-sungguh atau mengerahkan segenap kesanggupan,” tanpa menghubungkannya dengan banyak nash al-Qur’an dan as-Sunnah yang menunjukkan makna syar‘î-nya, yaitu mengerahkan segala kesanggupan dalam peperangan (qitâl) fi sabilillah; baik secara langsung atau dengan memberi pertolongan berupa bantuan harta, memperbanyak pasukan, dan sebagainya. Mengartikan jihad secara harfiah seperti di atas dengan mengesampingkan makna syar‘î-nya tanpa alasan apa pun jelas merupakan tindakan yang amat ceroboh yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dilihat dari kacamata metodologi ilmiah sekalipun. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pandangan Kokoh Mengenai Makna Jihad &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Dengan  demikian, dapat kita ajukan satu kesimpulan bahwa pandangan yang kokoh terkait makna jihad adalah makna syariatnya, yaitu mengerahkan segala kesanggupan dalam peperangan (qitâl) fi sabilillah; baik secara langsung atau dengan memberi pertolongan berupa bantuan harta, memperbanyak pasukan, dan sebagainya.9 Untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjelasan rincinya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Pertama, secara bahasa, jihad berasal dari kata juhd (jerih payah), yang bermakna thâqah (kemampuan) dan matsaqah (kesukaran). Dari kata juhd juga dibentuk kata mujâhadah. Karena itu, secara bahasa jihâd/mujâhadah bermakna:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Mengerahkan kemampuan dan tenaga yang ada, baik dengan perkataan maupun perbuatan.10&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Mengerahkan seluruh kemampuan untuk memperoleh tujuan.11 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Di dalam al-Qur’an, jihad dalam makna bahasa ini terdapat, antara lain, dalam ayat-ayat berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. (QS al-Ankabut [29]: 69). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;فَلاَ تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berjihadlah terhadap mereka dengan al-Qur’an, dengan jihad yang besar.  (QS al-Furqan [25]: 52). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Rasulullah Saw. juga bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;أَ&lt;span style="font-size:130%;"&gt;فْضَلُ اْلجِهَادِ كَلِمَةُ حَقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jihad yang paling utama adalah ucapan yang haq di hadapan penguasa yang lalim. (HR at-Tirmidzi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;الْحَجُّ جِهَادُ كُلِّ ضَعِيفٍ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ibadah haji merupakan jihad bagi mereka yang lemah. (HR Ibn Majah dan Ahmad). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Aisyah ra. pernah bertanya kepada Rasulullah Saw, “Wahai Rasulullah, apakah ada jihad bagi para wanita?”  Beliau bersabda: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;نَعَمْ, عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لاَ قِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ya,  yaitu jihad yang tidak ada perang di dalamnya, yakni ibadah haji dan umrah. (HR Ibn Majah). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Rasul saw. juga pernah bersabda: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;الْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang bernama mujahid adalah mereka yang memerangi dirinya. (HR at-Tirmidzi). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Nash-nash di atas dan yang semisal, di dalamnya terdapat kata jihad dalam pengertian bahasa (lughawi). Makna bahasa yang terdapat di dalamnya adalah mujâhadah (perang) terhadap hawa nafsu, setan, dan kefasikan; keberanian menegur keras para penguasa dengan cara menyerunya dan melarangnya; serta kesungguhan dalam mengerahkan segenap kemampuan dalam menunaikan kewajiban-kewajiban atau dalam menjaga taklif-taklif (beban) syariah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Kedua, adapun dalam pengertian syar‘î (syariat), para ulama dan fuqaha mendefinisikan jihad sebagai:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Upaya mengerahkan segenap kemampuan dalam berperang di jalan Allah secara langsung, atau membantunya dengan harta, dengan (memberikan) pendapat/pandangan, dengan banyaknya orang maupun harta benda, ataupun yang semisalnya.12 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Upaya mengerahkan segenap jerih payah dalam memerangi kaum kafir.13 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara syar‘i, jihad adalah qitaalu al-kuffari fii sabilillahi li i'lai kalimatillahi, yaitu memerangi orang-orang kafir di jalan Allah dalam rangka meninggikan kalimat Allah (Islam).14 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Berikut ini kami akan ketengahkan kepada Anda istilah jihad (Perang) dalam nash yang shârih (tegas) dan ghayr sharih (samar):&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Jihad dalam nash shârih (tegas).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Di dalam nash al-Qur’an maupun as-Sunnah jihad sering ditunjukkan secara tegas (shârih), dengan langsung menggunakan kata al-qitâl (perang). Allah Swt, antara lain, berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;قَاتِلُوا الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَلاَ بِالْيَوْمِ اْلآخِرِ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perangilah orang-orang yang tidak mengimani Allah dan Hari Akhir.  (QS at-Taubah [9]: 29). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;وَ&lt;span style="font-size:130%;"&gt;قَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ ِللهِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perangilah mereka supaya jangan ada fitnah (kekufuran) dan agar agama itu semata-mata hanya milik Allah. (QS al-Anfal [8]: 39). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Rasul Saw juga pernah bersabda: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللهِ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Siapa saja yang berperang dengan tujuan menjadikan kalimat Allah menjadi yang paling tinggi, maka ia berada di jalan Allah. (HR al-Bukhari). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;أُ&lt;span style="font-size:130%;"&gt;مِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهٌُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengatakan Lâ Ilâha illa Allâh Muhammad Rasûlullâh (Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah). (HR al-Bukhari dan Muslim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Jihad (perang) dalam nash ghayr shârih (samar).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Jihad dalam makna al-qitâl (perang) ini juga sering ditunjukkan dalam makna yang samar (ghayr shârih), yang lebih banyak ditunjukkan oleh adanya indikasi (qarînah) yang menunjukkan pada makna al-qitâl (perang) dimaksud.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;إِ&lt;span style="font-size:130%;"&gt;نَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ أُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَةَ اللهِ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah. (QS al-Baqarah [2]: 218). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;إِ&lt;span style="font-size:130%;"&gt;نَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللهِ.&lt;/span&gt;... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad dengan harta dan jiwa mereka di  jalan Allah…. (QS al-Anfal [8]: 72). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahanam. Itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.  (QS at-Taubah [9]: 73). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Meskipun nash-nash di atas dan yang serupa dengannya dalam bentuk yang samar, semua nash tersebut memiliki qarînah (indikasi) yang menunjukkan pada makna jihad secara syar‘i, yakni al-qitâl (perang). Frasa dalam ayat-ayat di atas seperti fî sabîlillâh (di jalan Allah), jâhadû wa hâjarû (berjihad dan berhijrah), waghluzh 'alayhim (bersikap keraslah terhadap mereka [orang-orang kafir]), bi amwâlihim wa anfusihim (dengan harta-harta dan jiwa-jiwa mereka), semua itu merupakan indikasi (qarînah) yang menunjukkan bahwa kata jihad di dalam ayat-ayat tersebut adalah jihad secara syar‘i, yakni memerangi kaum kafir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Demikian pula halnya dengan sabda-sabda Rasulullah Saw. Rasul Saw, misalnya, bersabda: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَاْلجِهَادُ مَاضٍ مُنْذُ بَعَثَنِىَ اللهُ إِلَى أَنْ يُقَاتِلَ آخِرُ أُمَتِى الدَّجَّالَ&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jihad itu tetap berlangsung sejak aku diutus oleh Allah hingga umatku yang terakhir membunuh dajjal.  (HR Ibn Manshur al-Khurasani, Kitâb as-Sunan, II/176). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;الْجِهَادُ مَاضٍ مَعَ الْبَرِّ وَالْفَاجِرِ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jihad itu tetap berlangsung baik bersama (pemimpin) yang salih maupun yang fajir. (HR al-Bukhari). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Dalam hadits di atas, frasa hingga umatku yang terakhir membunuh dajjal, misalnya, merupakan qarînah bahwa yang dimaksud dengan jihad di sini adalah makna syar‘i, yakni memerangi orang-orang kafir. Begitu juga frasa baik bersama (pemimpin) yang salih maupun yang fajir; merupakan qarînah bahwa jihad dalam hadits di atas bermakna perang, seperti pada nash sebelumnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Di dalam al-Qur’an, jihad dalam pengertian perang ini terdiri dari 24 kata.15 Kewajiban jihad (perang) ini telah ditetapkan oleh Allah Swt dalam al-Qur’an di dalam banyak ayatnya.16 Bahkan jihad (perang) di jalan Allah merupakan amalan utama dan agung yang pelakunya akan meraih surga dan kenikmatan yang abadi di akhirat.17 Sebaliknya, Allah telah mencela dan mengancam orang-orang yang enggan berjihad (berperang) di jalan  Allah.18 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menelaah Hadits Jihad al-Nafs&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ا&lt;span style="font-size:130%;"&gt;لْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang yang berjihad adalah orang yang memerangi hawa nafsunya (HR Ahmad, Turmudzi, al-Hakim dan al-Baihaqi). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Sanad hadits&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Imam at-Tirmidzi dalam Sunan at-Tirmidzi menerima hadits ini berturut-turut dari Ahmad bin Muhammad, dari Abdullah bin al-Mubarak, dari Haywah bin Syuraih dari Abu Hani’ al-Khawlani, dari Amr bin Malik al-Janbi, dari Fudhalah bin ‘Ubayd. Imam at-Tirmidzi menyatakan, hadits Fudhalah adalah hadits hasan sahih.19&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad mengeluarkan hadits di atas melalui tiga sanad. Pertama: dari Ali bin Ishaq, dari Abdullah, dari Laits dari Abu Hani’ al-Khawlani, dari Amr bin Malik al-Janbiy dari Fudhalah bin Ubayd.  Kedua: dari Qutaybah bin Said, dari Risydi bin Saad, dari Humaid Abu Hani’ al-Khawlani, dari Amr bin Malik, dari Fudhalah bin Ubayd. Dalam kedua sanad ini ada tambahan fî thâ’atillâh (dalam ketaatan kepada Allah).  Ketiga: dari Ali bin Ishaq, dari Abdullah, dari Laits, dari Abu Hani’ al-Khawlani, dari Amr bin Malik al-Janbi, dari Fudhalah bin Ubayd.20 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Dalam al-Mustadrak, Al-Hakim menerimanya dari Abdurrahman bin al-Hasan bin Ahmad al-Qadhi, dari Ibrahim bin al-Husain, dari Said bin Abi Maryam dan Abdullah bin Shalih keduanya, dari Abu Hani’ al-Khawlani, dari Amr bin Malik dari Fudhalah bin Ubayd.21&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Al-Baihaqi mengeluarkannya dalam Sa‘b al-Îmân dari Abu Abdillah Muhammad bin al-Fadhl bin Nazhif al-Fara’ di Makkah, dari Abu al-‘Abbas Ahmad bin al-Hasan bin Ishaq ar-Razi, dari Yusuf bin Yazid bin Kamil, dari Abdullah bin Shalih, dari Laits bin Saad, dari Abu Hani’ al-Khawlani, dari Amr bin Malik al-Janbi, dari Fudhalah bin Ubayd. Rasul mengucapkan hadits ini saat menunaikan haji wada’.22 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Makna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Hadits ini menjelaskan bahwa jihâd al-nafs itu disyariatkan dan dituntut oleh syariat.  Menurut para ulama, perkara ini adalah fardhu. Seorang pun tidak dibenarkan mengingkari jihâd al-nafs. Karena mengingkari hal ini –jihad al-nafs- berarti telah mengingkari hadits shahih yang selayaknya menjadi amalan kaum Muslim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Kesalahpahaman mulai muncul ketika ada persepsi dari sebagian orang bahwa jihâd al-nafs merupakan jihad akbar dan jihad (perang) fi sabilillah adalah jihad kecil. Lalu hal itu dimaknai secara dikotomis bahwa kaum Muslim harus lebih mengutamakan jihâd al-nafs dan mengabaikan jihad (perang) di jalan Allah. Persepsi demikian adalah salah, di antaranya karena hadits yang dijadikan sandaran secara riwayat adalah dhâ‘îf,23 yaitu sabda Rasul saw:  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;رَجَعْنَا مِنَ اْلجِهَادِ اْلأَصْغَرِ إِلىَ اْلجِهَادِ اْلأَكْبَرِ. قَالُوْا:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt; وَمَا اْلجِهَادُ اْلأَكْبَرُ؟ قَالَ: جِهَادُ النَّفْسِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Kita baru kembali dari jihad kecil menuju jihad besar." Para sahabat bertanya, "Apakah jihad besar itu." Rasul menjawab, "Jihad melawan hawa nafsu." 24 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Karenanya, jihâd al-nafs harus kita pahami secara benar. Kata jihad di sini menggunakan makna bahasanya, yaitu mengerahkan segenap kemampuan untuk menundukkan hawa nafsu dalam menjalankan ketaatan dan menjauhi larangan. Inilah pemaknaan jihad secara lughawi sebagaimana telah diulas pada bagian sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Lebih jauh, Ibn Hajar al-Atsqalani dalam Fath al-Bârî mengutip ucapan Ibn Bathal bahwa jihâd al-nafs itu terjadi dengan menghalangi diri dari melakukan kemaksiatan, mencegahnya dari berbagai syubhat dan dari memperbanyak kesenangan yang mubah untuk lebih mengedepankan visi akhirat.25&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Menurut para imam, jihâd al-nafs adalah dengan membawa nafs untuk mengikuti perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Jika seorang hamba kuat melakukannya, maka mudah baginya untuk berjihad memerangi musuh agama.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Jihâd al-nafs ada empat tingkat: menundukkan hawa nafsu untuk mempelajari ketentuan agama, lalu menundukkannya untuk beramal sesuai dengan ketentuan agama itu, kemudian menundukkannya untuk mengajarkan ketentuan agama itu kepada orang yang belum tahu, dan selanjutnya menyerukan pengesaan Allah serta memerangi orang yang menyalahi agama-Nya dan mengingkari nikmat-nikmat-Nya.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Dengan demikian, kesimpulan yang dapat kita petik berkaitan dengan jihâd al-nafs itu: Pertama, yang asasi adalah melaksanakan berbagai kewajiban dan meninggalkan keharaman; ditambah dengan melakukan amalan sunnah dan meninggalkan perkara makruh. Kedua, hawa nafsu cenderung pada syahwat (kesenangan) yang sering adalah haram; dan tidak suka melaksanakan kewajiban (ketaatan) yang mengandung kesukaran. Jihâd al-nafs adalah dengan memaksa nafsu untuk melaksanakan kewajiban, menghalanginya dari melakukan keharaman, dan menundukkannya pada hukum-hukum Allah. Ketiga, mengurangi melakukan kesenangan meski mubah dan menjauhi hal yang kurang bermanfaat untuk lebih banyak melaksanakan kewajiban dan amalan sunnah. Artinya, orang yang benar dalam melakukan jihâd al-nafs justru akan menjelma menjadi orang yang taat, giat, bersemangat, dan sungguh-sungguh melakukan berbagai kewajiban termasuk jihad fi sabilillah dan berjuang menegakkan syariah. Orang yang berpaling dari kewajiban dan “berlindung“ dibalik jihad al-nafs, hakikatnya adalah orang terpalingkan dari kebenaran dan hanya berpura-pura melakukan jihâd al-nafs.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jihad al-Nafs dalam Kitab Ihya’ ‘Ulum al-Din Karya al-Ghazali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Al-Ghazali (450/1058-505/1111) adalah pemikir besar pada zamannya. Ia banyak menulis buku tentang, aqidah, fiqih, uhsul fiqih, kalam, filsafat, dan sufisme.26 Membincangkan pemikiran al-Ghazali sangat menarik mengingat ada hal yang seakan “ganjil” dalam pemikirannya pada suatu kesempatan. Al-Ghazali dalam hidupnya sempat mengalami peristiwa besar dalam sejarah umat Islam, yakni perang Salib (crusade). Namun dalam karya agungnya, Ihya’ ‘Ulum al-Din, ia tidak menulis satu bab pun tentang jihad. Sebaliknya, dalam kitabnya itu, ia menekankan pentingnya apa yang dinamakan dengan jihad al-nafs. Agar bisa menelaah pemikiran al-Ghazali lebih dekat, ada baiknya kita membedahnya dari berbagai segi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. “Krisis” al-Ghazali dan Sufisme &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Tidak sedikit kalangan yang mengajukan kritik, atau paling tidak, pertanyaan kepada al-Ghazali atas sikapnya yang tidak memainkan peran penting dalam jihad melawan pasukan Salib. Padahal, semasa hidupnya, al-Ghazali sempat mengunjungi tempat-tempat yang diduduki oleh pasukan Salib. Sebut saja Abdu al-Rahman Dimashqiyyah, menyalahkan sufisme al-Ghazali.27 Dan tentu kita pun layak untuk bertanya, mengapa al-Ghazali mengambil sikap seperti itu?28&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Alasan yang sering dimunculkan oleh sebagian kalangan intelektual Muslim untuk memberikan alasan terhadap pertanyaan di atas adalah bahwa al-Ghazali menulis Ihya’ pada masa yang disebut dengan ‘masa krisis’ (critical period) al-Ghazali. Lebih lanjut, Abu-Sway menyebutkan, bahwa al-Ghazali menulis 28 buku pada ‘masa krisis’-nya itu.29 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Namun, dengan kenyataan itu yakni produktivitas al-Ghazali, sangat kecil kemungkinan jika al-Ghazali melakukan praktik monatitisme (rahbaniyyah) sebagaimana anggapan Abu-Sway. Buktinya, al-Ghazali tidak meninggalkan kehidupan publiknya, maupun tidak mengabaikan tanggungjawab keluarganya; yang dilakukan al-Ghazali hanya meninggalkan posisinya yang tinggal di Baghdad untuk melakukan perjalanan dan misi penting.30 Adapun dalam kitab Ihya’, al-Ghazali justru terlihat ingin melakukan reformasi intelektual dan moral kaum Muslim kala itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Jihad al-nafs dalam ihya’ ‘ulum al-din &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Sebagaimana diketahui, dalam kitab ihya’, al-Ghazali menekankan pentingnya jihad al-nafs. Dalam bab al-Amr bi al-Ma’ruf wa an-Nahyu ’an al-Munkar, al-Ghazali menyebutkan beberapa hadits Nabi dan atsar tentang pentingnya jihad melawan diri sendiri (nafs). Hadits tersebut ada yang sahih namun ada juga yang dianggap dha’if oleh para pakar hadits.31&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Al-Ghazali dan pengaruh pemikiran mazhab Syafi’i &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Sebagai tokoh dalam mazhab Syafi’i, al-Ghazali pasti memahami kewajiban jihad (qital) melawan kaum kafir. Dalam pandangan mazhab syafi’i, jihad adalah fardu kifayah, bahkan menjadi fardu ‘ain jika musuh sudah memasuki wilayah kaum Muslim.32 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Bahkan, al-Ghazali telah menulis buku yang di dalamnya memuat seruan dan aturan dalam jihad (qital). Al-Ghazali, misalnya, mencatat bahwa makna jihad adalah perang. Dalam karyanya al-Wasit fi al-Madhahib, ia menyebutkan satu bab “Kitab Qism al-Fay wa al-Ghana’im” dan “Kitab al-jinayat al-Mujibah li al-‘Uqubat”. Juga dalam karyanya yang lain, Kitab al-Wajiz fi Fiqh Madhhab al-Imam as-Syafi’iy. Dalam karyanya itu, al-Ghazali menjelaskan tentang makna jihad sebagai qital. Bahkan lebih lanjut, dalam kitab al-Wajiz, terdapat penjelasan tentang al-fay dan ghana’im.33 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Dalam sebuah catatan Syeikh Ali al-Sulami, yang diringkas oleh Niall Christie, mengutip ucapan Imam al-Syafi’i dan al-Ghazali tentang Jihad. Dalam catatan itu semakin jelas bahwa al-Ghazali menekankan pentingnya perang melawan pasukan Salib yang saat ini sudah menguasai Jerusalem dan sebagian wilayah Syiria. Diantaranya al-Ghazali menyatakan: “Jihad adalah fardu kifayah. Jika satu kelompok yang berjuang melawan musuh sudah mencukupi, maka mereka dapat berjuang keras melawan musuh. Tetapi jika kelompok itu lemah dan tidak memadai untuk menghadapi musuh dan menghapuskan kejahatannya, maka kewajiban jihad itu dibebankan kepada negara terdekat, seperti Syiria.”34 Sehingga, menjadi semakin tergambar bagaimana sikap al-Ghazali dalam konteks perang Salib.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Ta’wilu mukhtalifil ra’y &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Dengan berbagai kenyataan di atas, tampak ada semacam kesan tersembunyi yang hendak disampaikan oleh al-Ghazali. Menurut hemat penulis, al-Ghazali sama sekali tidak dalam rangka meremehkan qital (perang). Inilah pentingnya bagi kita untuk menelaah sejarah dan keadaan sosiopolitik di mana al-Ghazali hidup di dalamnya. Dalam rangka jihad melawan pasukan Salib, sebagaimana yang diungkapkan Ali al-Sulami, al-Ghazali ingin melakukan “reformasi moral” untuk membangun kembali kekuatan spiritual yang nyaris lenyap akibat dominasi pasukan Salib. Pada konteks inilah kaum Muslim harus memahami hakikat dirinya sendiri, yang telah banyak melakukan kealpaan, sehingga dengan kealpaan itu dominasi pasukan Salib kian mencekik. Baru setelah itu, kaum Muslim dapat bangkit dan mampu untuk mengalahkan pasukan Salib. Kekuatan spiritual inilah yang kelihatannya ingin mendapatkan sorotan penting dalam pandangan al-Ghazali; yang tanpanya, peperangan menjadi sangat hampa. Karenanya, dalam kitab Ihya’, secara eksplisit al-Ghazali mempatkan jihad melawan hawa nafsu dan melawan kejahatan, di atas jihad melawan musuh. Kompatibel dengan itu, 50 tahun kemudian, di masa Nur al-Din Zengi, kaum Muslim mampu melakukan jihad yang efektif. Wallahu A’lam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penutup &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;      Jelaslah, bahwa Jihad adalah perintah agama, yang berarti perang (qital) melawan orang kafir untuk meninggikan kalimat Allah Swt. Siapapun yang mengaku Muslim tidak boleh menyepelekan perkara jihad. Jihad-lah yang membawa risalah Islam di masa Rasul Saw tersebar hingga seluruh jazirah Arab hanya dalam tempo 10 tahun. Jihad pula yang mengantarkan umat Islam meraih kejayaannya selama lebih dari 1000 tahun lamanya. Jihad dalam arti qital dengan jihad al-nafs tidak perlu dipertentangkan satu sama lain. Keduanya memiliki proporsi yang tepat dalam al-Din al-Islam. Dengan kalimat lain, The concept of the spiritual struggle was well developed by the time of the Crusade and any discussion of jihad in this period should always take into account the spiritual dimension without which the military struggle is rendered hollow and without foundation. Nur al-Din conducts a double jihad against enemy and against his own soul.35 Dalam makna bahasanya, kita diperintahkan agar mampu menguasai diri kita sendiri dalam ketundukan kepada Allah; agar mampu bergegas melaksanakan kewajiban dan menjauhi dari apa yang dilarang. Dalam makna syar’i-nya, kaum Muslim telah diwajibkan untuk memerangi kaum kafir agar kemuliaan hanya milik Allah Swt semata, dan inilah makna syar‘î (al-haqîqah al-lughawiyah asy-syar‘iyah) yang harus dikedepankan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Allahul Haadiy wal Muwaffiq ila Aqwaamith Thaariq. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;oleh: Fauzan ibn Hidayah al-Julaniy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;PII : Pelajar Islam Indonesia :  http://pelajar-islam.or.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Versi Online : http://pelajar-islam.or.id/?pilih=news&amp;amp;aksi=lihat&amp;amp;id=4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/08/makna-hakiki-dari-jihad.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-3390911330244639380</guid><pubDate>Fri, 31 Jul 2009 12:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-03T17:50:04.892+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dunia Islam</category><title>Bola Liar Bom Maroit &amp; Carlton</title><description>&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teror Bom Kembali Mengguncang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jakarta kembali digunjang bom. Jumat 17 Juli 2009 sekitar jam 7 pagi telah terjadi ledakan bom di Hotel JW. Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta. Ledakan dahsyat di kedua hotel itu diberitakan telah mengakibatkan 9 orang meninggal dunia dan lebih dari 50 orang luka-luka. Seperti biasa pers Barat segera menuding Jama’ah Islamiyah (JI) dibalik bom Marriot dan Carlton. Situs The Australian, Jumat (17/7) menuding dengan Headline “Jakarta hotel blasts kill seven, bear mark of Jemaah Islamiah”. ABC News mengkaitkan dengan al Qaida .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis yang diklaim sebagai pakar yang selama ini dikenal miring terhadap kelompok Islam seperti Rohan Gunaratna Direktur  International Center for Political Violence and Terrorism Research (ICPVTR)  di Nanyang Technological University  Singapura langsung menuduh kelompok Islam. Menurut Gunaratna, pengeboman di Indonesia tidak akan berhenti sampai “pemimpin spiritual” JI, Abu Bakar Ba’asyir ditangkap dan dipenjara. Tudingan yang sama disuarakan Sidney Jones dari ICG.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Isu bom selalu diikuti oleh bola liar yang nyata-nyata tidak ada hubungan sama sekali. Seperti pengkaitan terorisme dengan perjuangan syariah dan khilafah dengan menganggapnya sebagai ideologi kekerasan.Semata-mata karena yang dituduh sebagai pelaku pemboman juga mencita-citakan hal yang sama. Untuk menimbulkan opini ummat Islam yang memperjuangkan syariah dan khilafah adalah teroris. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Padahal perjuangan syariah Islam dan Khilafah seperti yang dicontohkan oleh Rosulullah saw bukanlah dengan jalan kekerasaan. Hizbut Tahrir sendiri konsisten dengan jalan (thoriqoh) ini. Sebab,tegaknya syariah Islam dan Khilafah haruslah didasarkan kepada kesadaran masyarakat dan dukungan ahlul quwwah (yang memiliki kekuatan politik). Tindakan bom tentu tidak ada hubungan dengan dua hal itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Syariah Islam sendiri diturunkan Allah SWT sebagai rahmatan lil ‘alamin. Karena itu siapapun yang melaksanakan syariah Islam pastilah akan memberikan kebaikan pada manusia bukan hanya muslim tapi juga non muslim. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Isu terorisme juga digunakan untuk mendistorsi makna jihad dalam pengertian perang. Seakan-akan jihad adalah kejahatan. Padahal sangat jelas dalam Islam, secara syar’i jihad adalah perang dijalan Allah SWT untuk meninggikan kalimah-Nya. Jihad bukanlah kejahatan tapi kewajiban yang mulia. Tentu amal jihad harus mengikuti syarat, rukun, serta ketentuan-ketentuan syariah . Jihad antara lain dilakukan dalam rangka mempertahankan diri dari serangan musuh-musuh Islam yang membunuh kaum muslim. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Karena itu apa yang dilakukan oleh para mujahidin di Afghanistan, Irak, Palestina untuk mengusir dan membunuh tentara-tentara musuh bukanlah tindakan terorisme atau aksi bunuh diri . Tapi kewajiban mulia untuk mengusir penjajah. Adalah sikap sebagai tertuduh yang lemah dan lancang terhadap syariah Allah SWT kalau ada yang mendistorsi makna jihad hanya dari segi bahasa dalam pengertian bersungguh-sungguh. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Menghilangkan jihad dalam makna syar’inya yaitu perang adalah upaya penjajah untuk mematikan semangat perlawanan kaum muslimin di seluruh dunia. Karena negara-negara imperialis tahu persis selama kewajiban jihad masih dilakukan oleh kaum muslim, mereka akan mengalami kesulitan untuk melakukan penjajahan. Seperti yang mereka alami di Afghanistan, Irak dan Palestina.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Bola liar lain adalah menggelindingkan isu Islam moderat . Isu-isu yang hanya menguntungkan pihak musuh. Meskipun awalnya dikaitkan dengan isu terorisme, moderat yang mereka maksud adalah sikap menerima perlakuan penjajah dengan mendistorsi makna jihad dalam pengertian perang. Moderat juga sikap terbuka terhadap nilai-nilai Barat padahal bertentangan dengan Islam seperti liberalisme, sekulerisme, dan pluralism. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Moderat juga berarti rela berhubungan dengan negara-negara imperalis meskipun telah merampok kekayaan alam dan umat Islam dengan alasan sikap insklusif (terbuka). Termasuk dengan keji mengubah dalil-dalil qot’I di dalam Al Qur’an dengan membangun opini bahwa ciri-ciri Islam moderat adalah siap untuk mengubah ayat-ayat Al Qur’an sesuai dengan pradigma nilai kufur seperti sekulerisme dan liberalisme. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Yang jangan dilupakan selama ini tindakan yang diklaim terorisme masih diliputi oleh misteri. Serangan WTC yang dijadikan Bush alasan Perang Melawan Terorisme hingga saat ini masih dipertanyakan siapa sebenarnya pelakunya. CIA dan badan intelijen lainnya telah diketahui umum terlibat dalam berbagai konspirasi melakukan interfensi untuk menghancurkan sebuah negara seperti di Iran, Honduras, dan Irak. Dokumen keterlibatan CIA dalam berbagai insiden politik di Indonesia seperti peristiwa September tahun 1965 juga telah banyak terungkap. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya adalah sangat memungkinkan berbagai terror bom di Indonesia ditunggangi oleh kepentingan negara Imperialis. Tentu saja itu bisa dilakukan secara langsung ataupun tidak. Apalagi kalau dilihat dari siapa yang paling diuntungkan dalam ledakan bom ini, jelas adalah Amerika Serikat dan sekutunya. Ledakan bom yang terjadi di Indonesia justru dijadikan AS dan sekutunya sebagai alat untuk mengintervensi atas nama kerjasama perang melawan terorisme. (Farid Wadjdi)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Sumber: HTI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;" class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/07/bola-liar-bom-maroit-carlton.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-1678769288709249866</guid><pubDate>Fri, 31 Jul 2009 11:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-03T17:50:53.089+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Iman</category><title>Iman Dan Tujuan Hidup Seorang Muslim</title><description>&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Oleh Ustadz Abu Ridho Lc&lt;br /&gt;خصلتان لا شيء افضل منهما الايمان بالله و النفع للمسلمين&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Dua yang paling utama: iman kepada Allah dan berguna bagi kaum muslimin. Dua yang paling buruk: menyekutukan Allah dan membahayakan kaum muslimin.” (Rasulullah Saw)&lt;br /&gt;Iman kepada Allah dan mentauhidkan-Nya merupakan esensi Islam dan landasan bagi totalitas kehidupan manusia. Ia adalah pengakuan dan penyaksian akan keesaan Allah Swt sebagai prinsip tertinggi dari seluruh ciptaan, semua wujud, dan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan iman dan tauhid tata kehidupan dibersihkan dari berbagai jenis keraguan yang menyangkut trandensi Tuhan dan keesaan-Nya; yang menyangkut tujuan hidup dan identitas peradaban; dan yang menyangkut seluruh nilai-nilai kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat dan ketinggian keimanan dan ketauhidan seseorang tergantung kepada tingkat ma'rifat, keyakinan, dan kesaksiannya bahwa "tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah dan&lt;br /&gt;Muhammad adalah utusan-Nya".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Refleksi otentiknya wujud dalam penghambaan yang tulus hanya kepada Allah dan kecintaan kepada-Nya yang melebihi kecintaannya kepada siapapun selain-Nya. Dalam diri hamba-Nya yang sejati bertahta kultur spiritual-ideologis yang memberikan panduan bagi amal shalih, amal yang dimotivasi oleh kesadaran penghambaan yang tulus yang ditujukan semata-mata kepada Allah demi meraih ridha-Nya dan dilakukan dengan benar sesuai dengan hukum-hukum Allah yang tertuang dalam wahyu dan sunnatullah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Terbebas dari rasa takut dan gundah adalah implikasi psikologis beriman dan beramal shalih. "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS, al-Baqarah [2]: 277).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Sedangkan implikasi sosialnya adalah kehidupan yang baik yang kebaikannya dapat menembus segala dimensi, ruang, dan waktu. "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS, al-Nahl [16]: 97)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Sedangkan syirik (menyekutukan Allah) dan segala derifasinya merupakan refleksi dari kekacauan paradigma dan persepsi tentang Tuhan dan alam. Kekacauan persepsi tentang dua realitas yang sama sekali mutlak berbeda dalam wujud atau eksistensinya: Tuhan dan bukan Tuhan, Khalik dan makhluk.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Syirik suatu konsep yang coba menyatukan atau menyamakan, memasukan, dan bahkan mengacaukan dua realitas yang mutlak berbeda itu. Maka secara obyektif syirik diartikan menuhankan sesuatu yang bukan Allah, dan secara subyektif diartikan memberikan kekuasaan-kekuasaan (otoritas) dan kualitas-kualitas setengah tuhan kepada benda, para pendeta, atau para pemimpin sekuler untuk mengatur segala urusan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Dalam Islam, pengetahuan dan tindakan syirik diyakini sebagai bentuk kezhaliman terbesar yang implikasi buruknya sangat luas. Secara psikologis syirik hanya membiakkan kebimbangan, kegelisahan, dan tragedi kemanusiaan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;"Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim." (QS, Ali 'Imran [3]: 151).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Oleh sebab itu Imam Ghazali memandang syirik sebagai penyakit hati yang paling buruk. Implikasinya sangat serius bagi kehidupan manusia itu sendiri, baik kehidupan di dunia sekarang ini lebih-lebih bagi kehidupan di akhiratnya nanti. "Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) karena sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". (QS, Luqman [31]: 13).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Sedangkan kezhaliman itu adalah kegelapan yang akan meneggelamkan seluruh tatanan yang berakibat membiaknya kerusakan, anarkhisme, dan kekacauan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Sepanjang sejarah manusia kezhaliman terbukti menyeret seluruh kehidupan manusia ke dalam lorong-lorong kegelapan yang mengerikan. Fitnah dan kesengsaraan yang ditimbulkannya tidak hanya menimpa pelaku kezhaliman melainkan juga orang-orang yang tidak melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;"Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya." (QS, al-Anfal [8]: 25). Maka "Jauhilah syirik karena syirik itu kegelapan yang berlapis-lapis di hari Kiamat." (HR, Bukahri).&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Sumber: Eramuslim.com.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/07/iman-dan-tujuan-hidup-seorang-muslim.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-2601922064623792526</guid><pubDate>Fri, 03 Jul 2009 14:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-03T21:49:55.415+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Imam Mahdi</category><title>Dalil Dalil Munculnya Imam Al Mahdi</title><description>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAsep%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAsep%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAsep%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 63.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} -&lt;/style&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DALIL-DALIL AS-SUNNAH YANG MENUNJUKKAN      AKAN KEMUNCULANNYA&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;
&lt;br /&gt;Oleh
&lt;br /&gt;Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil &lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;MA
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Banyak hadits shahih yang menunjukkan akan munculnya Al-Mahdi ini. Di antaranya ada hadits-hadits yang secara eksplisit menyebutkan Al-Mahdi dan ada pula yang hanya menyebut sifat-sifat atau identifikasinya saja. Di sini akan kami sebutkan beberapa hadits saja yang kami pandang sudah cukup untuk menunjukkan akan munculnya Al-Mahdi pada akhir zaman yang merupakan salah satu tanda sudah dekatnya hari &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;kiamat.
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;[1]. Dari Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;:
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;"Artinya : Pada masa akhir umatku akan muncul Al-Mahdi. Pada waktu itu Allah menurunkan banyak hujan, bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan banyak harta (penghasilan), banyak ternak, umat menjadi mulia, dan dia hidup selama tujuh atau delapan tahun." [Mustadrak Al-Hakim 4: 557-558, dan ia berkata, "Ini adalah hadits yang shahih isnadnya, tetapi Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya." Dan Adz-Dzahabi menyetujui pendapat Al-Hakim ini. Al-Albani berkata, "Ini adalah sanad yang shahih yang perawi-perawinya terpecaya". Silsilatul-Ahaditsish-Shalihah 2:336, hadits no. 711. Dan periksa risalah (Thesis) Abdul Alim Ahaditsul Mahdi Fi Mizanil-Jarhi wat-Ta'dil halaman &lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;127-128]
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;[2]. Juga diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersabda:
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;"Artinya : Aku sampaikan kabar gembira kepada kalian dengan datangnya Al-Mahdi yang akan diutus (ke tengah-tengah manusia) ketika manusia sedang dilanda perselisihan dan kegoncangan-kegoncangan, dia akan memenuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi dengan penganiayaan dan kezhaliman. Seluruh penduduk langit dan bumi menyukainya, dan dia akan membagi-bagikan kekayaan secara tepat (merata)." Lalu ada seseorang yang bertanya kepada beliau, "Apakah yang dimaksud dengan shihah (tepat) ?" Beliau menjawab, "Merata di antara manusia." Dan selanjutnya beliau bersabda, "Dan Allah akan memenuhi hati umat Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan kekayaan (kepuasan), dan meratakan keadilan kepada mereka seraya memerintahkan seorang penyeru untuk menyerukan: 'Siapakah yang membutuhkan harta? Maka tidak ada seorang pun yang berdiri kecuali satu, lalu Al-Mahdi berkata, "Datanglah kepada bendahara dan katakan kepadanya, 'Sesungguhnya Al-Mahdi menyuruhmu memberi uang. 'Kemudian bendahara berkata, 'Ambillah sedikit'' Sehingga setelah dibawanya ke kamarnya, dia menyesal seraya berkata, 'Saya adalah umat Muhammad yang hatinya paling rakus, atau saya tidak mampu mencapai apa yang mereka capai' Lalu ia mengembalikan uang (harta) tersebut, tetapi ditolak seraya dikatakan kepadanya, 'Kami tidak mengambil kembali apa yang telah kami berikan.' Begitulah kondisinya waktu itu yang berlangsung selama tujuh, delapan, atau sembilan tahun. Kemudian tidak ada kebaikan lagi dalam kehidupan sesudah itu. "
&lt;br /&gt;[Musnad Ahmad 3: 37. Al-Haitsami berkata, "Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lainnya secara ringkas, dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan berbagai sanad, juga diriwayatkan oleh Abu Ya'la dengan ringkas dan perawi-perawinya terpecaya. Majma'uz Zawaid 7: 313:314. Dan periksalah "Aqidatu ahlis-Sunnah wal-Atsar fi Al-Mahdi Al-Muntazhar" halaman 177 karya Syekh Abdul Muhsin Al-'Abbad)].
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan bahwa setelah kematian Al-Mahdi akan muncul keburukan dan muncul fitnah-fitnah yang &lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;besar.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;[3]. Dari Ali Radhiyallahu 'anhu. ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;"Artinya : Al-Mahdi itu dari golongan kami, ahli bait. Allah memperbaikinya dalam satu malam. " [Musnad Ahmad 2: 58 hadits nomor 645 dengan tahqiq Ahmad Syakir yang mengatakan. "Isnadnya shahih." Dan Sunan Ibnu Majah 2:1367. Hadits ini juga dishahkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir 6: 22 hadits nomor 6611].
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Ibnu Katsir berkata, "Allah menerima taubatnya dan memberinya taufiq, memberinya ilham dan bimbingan setelah sebelumnya tidak demikian." [An-Nihayah fil-Fitan wal-Malahim 1: 29) dengan tahqiq DR. Thaha Zaini]'
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;[4]. Dari Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersabda:
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;"Artinya : Al-Mahdi itu dari keturunanku, lebar dahinya dan mancung hidungnya. la memenuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi dengan kezhaliman dan penganiayaan.. la berkuasa selama tujuh tahun."
&lt;br /&gt;[Sunan Abu Daud, Kitab Al-Mahdi 11: 375 hadits nomor 4265. Mustadrak Al-Hakim 4: 557 dan dia berkata, "Ini adalah hadits shahih menurut syarat Muslim, tetapi beliau berdua (Bukhari dan Muslim) tidak meriwayatkannya." Adz-Dzahabi berkata. "lmran, salah seorang perawinya, adalah dha'if dan Muslim tidak meriwayatkan haditsnya." Dan mengenai sanad Abi Daud, Al-Mundziri berkata, "Di dalam sanadnya terdapat Imran Al-Qaththan, yaitu Abul 'Awwam Imran bin Dawur Al-Qaththan Al-Bishri, Al-Bukhari menjadikan haditsnya sebagai syahid. dan dia dianggap kepercayaan oleh Affan bin Muslim dan Yahya bin Sa'id Al-Qaththan memujinya dengan baik. Tetapi dia dilemahkan oleh Yahya bin Ma'in dan Nasa'i." (Aunul Ma'bud 11: 37). Adz-Dzahabi berkata dalam Mizanul I'tidal, "Ahmad berkata, 'Saya berharap dia itu baik haditsnya.' Abu Daud berkata, 'Dha'if.' (mizanul I'tidal 3: 26). Ibnu Hajar berkata mengenai Imran, "Dia itu jujur tetapi tertuduh berfaham Khawarij. " (Taqribut-Tahdzib 2: 83). Dan Ibnul Qayyim mengomentari sanadnya Abu Daud demikian. "Jayyid (bagus). " (Al-Manarul Munif: 144 dengan tahqiq Syeh Abdul Fattah Abu Ghadah). Al-Albani berkata, "Isnadnya hassan. " (Shahih Al-Jami'ush Shaghir 6: 22-23 hadits nomor &lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;6612)].
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;[5]. Dari Ummu Salamah Radhiyallahu 'anha, ia berkata : saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda &lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;:
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;"Artinya : Al-Mahdi itu keturunanku, dari anak cucu Fatimah". [Sunan Abi Daud : 373; Sunan Ibnu Majah 2: 1368. Al-Albani berkata dalam Shahih Al-Jami'ush Shaghir 6: 22 nomor 6610. "Shahih." Dan periksalah Risalah / Thesis Abdul Alim tentang "Al-Mahdi" halaman &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;160].
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;[6]. Dari Jabir Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;bersabda:
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;"Artinya : Isa bin Maryam akan turun, lalu pemimpin mereka, Al-Mahdi, berkata. 'Marilah shalat bersama kami! Isa menjawab, Tidak! Sesungguhnya sebagian mereka menjadi amir (pemimpin) bagi sebagian yang lain sebagai penghormatan dari Allah kepada umat ini. &lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;'"
&lt;br /&gt;[Hadits Riwayat Al-Harits bin Abu Usamah dalam musnadnya seperti disebutkan dalam Al-Manarul Munif karya Ibnul Qayyim halaman 147-148, dan diriwayatkan dalam kitab Al-Hawi fi Al-Fatawa karya As-Suyuthi 2: 64. Ibnul Qayyim berkata, "Hadits ini isnadnya jayyid (bagus). " Dan dishahkan oleh Abdul 'Alim dalam Risalahnya tentang Al-Mahdi halaman &lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;144].
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;[7]. Dari Abi Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah sShallallahu 'alaihi wa sallam &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersabda:
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;"Artinya : Dari antara keturunan kami akan ada orang yang Isa Ibnu Maryam melakukan shalat di belakangnya. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;"
&lt;br /&gt;[Riwayat Abu Nu'aim dalam Akhbaril Mahdi sebagaimana dikatakan oleh As-Suyuthi dalam Al-Hawi 2: 64, dan dia memberi tanda dha'if, demikian pula Al-Munawi dalam Faidhul Qadir 6: 17. Al-Albani berkata, Shahih. Periksa: Shahih Al-Jami'ush Shaghir 5: 219 hadits nomor 5796. Abdul 'Alim mengatakan di dalam risalah nya, isnadnya hasan karena syahid-syahidnya." Periksa Risalah/Thesis Abdul 'Alim halaman &lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;241].
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;[8]. Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu. ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersabda:
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;"Artinya : Tidaklah dunia akan lenyap sehingga negeri Arab dikuasai oleh seorang laki-laki dari ahli baitku (keluarga rumahku) yang namanya sama dengan namaku" [Musnad Ahmad 5: 199 hadits nomor 3573 dengan tahqiq Ahmad Syakir, dia berkata, 'Isnadnya shahih'. Dan Tirmidzi 6:485, dan dia berkata, "Ini adalah hadist hasan shahih. '' Dan Sunan Abu Daud 11: &lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;371]
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Dan dalam riwayat disebutkan dengan &lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;lafal:
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;"Namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku. " [Sunan Abi Daud 11: 370. Al-Albani berkata, "Shahih. " (Shahih Al-Jami'ush Shaghir 5: 70-71, hadits nomor 5180). Dan periksa pula Risalah Abdul 'Alim tentang al-Mahdi halaman &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;202]
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin, Penerbit CV Pustaka Mantiq]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/07/dalil-dalil-munculnya-imam-al-mahdi.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-47133964954344665</guid><pubDate>Thu, 25 Jun 2009 22:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-26T06:26:01.420+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mukjizat Al-Qur'an</category><title/><description>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Tanda-tanda Kekuasaan Allah pada DNA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan tentang eksistensi Allah yang dilontarkan kaum atheis selama kurun waktu yang lama itu roboh dengan sendirinya. Hukum perubahan dan darwinisme, apabila dihadapkan pada penemuan-penemuan baru di alam semesta dan pada anatomi tubuh manusia, akan menjadi sesuatu yang menggelikan, selayaknya klaim-klaim yang tidak bisa dipertahankan dan sepatutnya ditutup dalam arsip sejarah sebagai sesuatu yang tidak pernah terbukti dan sekaligus kontradiktif.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu mulai dari atom hingga galaksi didesain untuk kebaikan bagi umat manusia. Penemuan DNA, unsur-unsur pokoknya, serta bagiamana ia bekerja, menghasilkan serangan hebat yang lain terhadap hukum perubahan. Allah di dalam al-Qur’an berfirman, ‘Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?’ (Fushshilat: 53)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman, ‘Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini.’ (al-Jatsiyah: 4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bruce Alberts, presiden National Academy of Sciences, mengatakan, ‘Seluruh sel dapat dilihat sebagai pabrik yang berisi jaringan elaboratif untuk menyabungkan garis-garis pertemuan, dimana masing-masing terdiri dari satu set mesin protein yang besar.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bahkan sel-sel yang paling sederhana itu membuat decak kagum dengan mesin high-tech-nya. Di sisi luar, permukaannya dipenuhi dengan berbagai sensor, gerbang, pompa, dan pengidentifikasi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di bagian dalam, sel-sel itu dikemas dengan pembangkit tenaga, tempat kerja yang otomatis, dan unit-unit daur ulang. Monorel-monorel miniatur mengangkut berbagai Artikelal dari satu lokasi ke lokasi yang lain.  Pabrik modern yang paling maju dan otomotis, dengan berbagai komputer dan robotnya yang seluruhnya terkoordinasi dengan jadwal waktu yang presisi saja masih kurang kompleksnya dibanding pekerjaan-pekerjaan di dalam satu unit sel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;‘Suatu bakteri jauh lebih kompleks dibanding setiap sistim yang mati yang dikenal manusia. Tidak ada suatu laboratorium di dunia yang dapat menyaingi aktivitas biokimia organisme hidup yang paling kecil. Satu sel lebih rumit dibanding komputer paling besar yang yang pernah dibuat manusia.’ (Sir James Gray, Cambridge University)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;DNA itu seperti suatu bahasa di dalam inti sel, suatu pesan molekular, satu set perintah yang menceritakan sel itu bagaimana caranya ia membangun protein—lebih menyerupai perangkat lunak yang diperlukan untuk menjalankan komputer. Lebih dari itu, banyaknya keterangan DNA sangat mengejutkan. Satu sel dari tubuh manusia berisi informasi tiga atau empat kali lebih banyak dibanding 30 volume Encyclopedia Britannica. Sebagai hasilnya, pertanyaan tentang asal-muasal hidup yang sekarang harus diredifinisi, sebagaimana pertanyaan tentang informasi biologis yang orisinal. Dapatkah informasi itu muncul dari alam sendiri? Atau apakah itu memerlukan suatu ‘intelligent agent’?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;DNA terdiri dari bahan-bahan kimia alami (basis, gula, fosfat, yang bereaksi menurut hukum alam). Apa yang membuat DNA berfungsi sebagai suatu pesan itu bukan bahan kimia itu sendiri, tetapi lebih merupakan sekuen mereka, pola mereka. Bahan kimia dalam DNA dikelompokkan ke dalam molekul-molekul (yang disebut nukleotida) yang bertindak seperti surat-surat di suatu pesan, dan mereka harus di dalam perintah tersendiri jika pesan itu akan dapat dimengerti. Jika surat-surat itu campur aduk, maka hasilnya nonsense. Sehingga pertanyaan yang penting adalah apakah sekuen dari bahan kimia ‘surat-surat’ muncul sebab-sebab alam, ataukah ia memerlukan satu sumber yang cerdas? Apakah ia produk dari hukum atau produk desain?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena DNA berisi informasi, maka kasus itu lebih dapat dijelaskan dengan istilah-istilah teori informasi, suatu bidang penelitian yang menyelidiki bagaimana informasi-informasi itu ditransmisikan. Ilmuwan naturalistik hanya mempunyai dua cara yang mungkin untuk menjelaskan asal-muasal hidup—apakah itu chance (kebetulan) atau hukum alam. Tetapi teori informasi menyediakan suatu piranti yang tangguh untuk mendiskonto kedua penjelasan tersebut. Chance dan hukum sama-sama menjurus kepada struktur-struktur dengan isi informasi yang rendah, sedangkan DNA mempunyai suatu isi informasi yang sangat tinggi.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekuen basis DNA tidak bisa dijelaskan dengan hukum alam karena tidak ada hukum kimia bahwa membuat setiap sekuen lebih mungkin dibanding yang lain. Pada waktu yang sama, sekuen-sekuan tersebut sangat rumit, sehingga ia tidak bisa dijelaskan sebagai sesuatu yang kebetulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;‘Berdasarkan faktor-faktor kemungkinan, setiap helai DNA yang sehat mempunyai lebih dari 84 nukleotida, dan itu tidak mungkin sebagai akibat dari mutasi-mutasi yang sembrono. Pada tahap itu, kemungkinan-kemungkinan tersebut adalah 1 dari 480 x 1050. Nomor seperti itu jika dituliskan akan terbaca:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;480,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;‘Para ahli matematik setuju bahwa suatu jumlah syarat di atas 1050, secara statistik, adalah a zero probability (nol kemungkinan). Setiap jenis yang kita kenal, termasuk bakteri sel tunggal yang paling kecil, mempunyai jumlah nukleotida lebih besar dari 100 hingga 1000. Faktanya, bakteri sel tunggal menampilkan sekitar 3,000,000 nukleotida, yang dibariskan di suatu sekuen yang sangat khusus. Ini berarti bahwa tidak ada kemungkinan matematis apapun bagi suatu spesies untuk menjadi produk dari kejadian yang acak atau bermutasi (menggunakan pernyataan favorit para evolusionis).’ (I.L.Cohen, Darwin was Wrong, 1984, hlm. 205)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Studi terhadap DNA menyediakan bukti baru yang kuat bahwa hidup adalah produk desain yang cerdas.  Dewasa ini, bergantung pada harapan bahwa beberapa proses natural akan ditemukan untuk menjelaskan DNA, adalah sikap yang amat tidak logis. Proses yang susah dimengerti yang diharapkan para natularis untuk ditemukan itu sepenuhnya tidak akan ditemukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meski manusia 97% dari struktur DNA mereka dengan beberapa binatang yang lebih tinggi, namun 3% yang terakhir itu sangat vital, dimaan semua peradaban manusia, agama, seni, ilmu pengetahuan, filsafat, dan yang paling penting moral mereka, tergantung padanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Inilah 3% yang membedakan antara pandangan theistik (rabbani) tentang asal-muasal manusia dari pandangan yang non-theistik. Seperti yang telah diperingatkan John Quincy Adams sejak dahulu, bahwa tanpa suatu kepercayaan asal-muasal yang theistik (dalam perbedaan 3% itu), manusia tidak akan memiliki nurani. Ia lebih tidak memiliki hukum dibandingkan harimau dan ikan hiu.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Allah berfirman di dalam al-Qur’an, ‘Dan katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan.’ (an-Naml: 93). &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Sumber Eramuslim.com &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/06/tanda-tanda-kekuasaan-allah-pada-dna.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-4769617205811211339</guid><pubDate>Sun, 21 Jun 2009 06:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-21T13:35:30.608+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mukjizat Al-Qur'an</category><title/><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Pengaruh Doa Terhadap Kesembuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Commission on Scientific Signs of Qur’an  &amp;amp;  Sunnah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Adalah lembaga pengkajian aspek Sains &amp;amp; teknologi dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Didirikan pada tahun 1987 di bawah suvervisi Rabithah Alam Islami di Makkah Al-Mukarromah. Penggagasnya adalah seorang ulama asal Yaman, Syekh Abdul Majid Zendani. Beliau adalah seorang ahli farmasi yang sangat menguasasi sains moderen, tafsir dan hadits. Sekarang dipimpin oleh Syekh Dr. Abdullah Al-Mushlih, seorang ulama Saudi Arabia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Setiap kita mengunjungi orang sakit, kita selalu mendoakannya agar diberi Allah kesembuhan. Namun, sejauh mana keyakinan kita terhadap pengaruh do’a yang kita ucapkan tersebut terhadap kesembuhan orang yang kita kunjungi tadi? Jangan-jangan kita mengucapkannya hanya sekedar kebiasaan; dengan kata lain sebatas diucapkan dengan lisan, tanpa diiringi keyakinan bahwa doa’ tersebut merupakan salah satau metode pengobatan yang diajarkan Rasululullah Saw kepada umatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Lantas, apa pengaruh do’a terhadap kesembuhan? Inilah yang dipelajari Dr. Dhiyak Al-Haj Husen, seorang pakar kesehatan bidang rematik di Ingris, anggota Asosiasi Pengonatan Sakit Punggung dan Akupuntur Ingris dan juga anggota Asosiasi Pengobatan Sakit Punggung Dengan Laser di Amerika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Dalam sebuah eksperimen yang dilakukannya menggabungkan metode pengobatan moderen dengan metode Nabi (Thibbunnabawi) dengan tujuan mengetahui dengan pasti sejauh mana efektifitas Laser yang dibarengi dengan do’a dalam mengobati penyakit punggung / tulang belakang yang diderita para pasiennya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Dr Dhiyak menjelaskan bahwa penyakit bagain belakang / punggung adalah yang paling banyak diderita manusia saat ini setelah rematik, berdasarkan kunjungan para penderita ke dokter. Dalam berbagai penelitian dijelaskan bahwa hamper 80 % penghuni bumi saat ini pernah menderita sakit di bagian bawah punggung semasa hidup mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Melihat adanya efek samping dari obat-obat dan konsentrasi para pakar kesehatan hanya terhadap aspek fisik tanpa peduli terhadap aspek rohani maka muncul berbagai tawaran untuk menggunakan pengobatan komprehensif (penyempurna) seperti kemoterapi, akupuntur, laser dan pengobatan fisik-psiskis seperti meditasi (merenung) dan doa untuk kesmebuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Berdasarkan pemikiran tersebut saya menggabungkan antara metode pengobatan moderen dengan pengoatan Nabi (Thibbunnabawi) dalam penelitian / eksperimen yang saya lakukan. Hal tersbeut saya lakukan untuk mengetahui secara pasti efektifitas Laser dengan do’a dalam mengobati sakit punggung yang diderita para pasien.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Saya menerapkan metode tersebut kepada 40 pasien yang umur mereka berkisar antara 30 sampai 65 tahun. Semua mereka adalah penderita penyakit punggung lebih dari tiga bulan. Para pasien tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama dengan menggunakan sinar laser ringan saja di tempat-tempat / titik-titik akupuntur sebanyak 40 titik di semua tubuh mereka. Kelompok kedua dengan melakukan hal yang sama, namun ditambah dengan do’a yang diajarkan Rasull saw:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;سأل الله العظيم رب العرش العظيم أن يشفيك&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;“Aku memohon pada Allah yang Maha Agung, Tuhan Pencipta singgasan yang agung agar berkenan menyembuhkanmu”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Do’a tersebut saya baca sebanyak tujuh kali setiap titik akupuntur saat menngunakan laser, tanpa didengar dan diketahui oleh sang pasien bahwa saya menggunakan do’a agar terhindar dari mispresepsi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Penilaian tingkat rasa sakit dan sejauh mana kemampuan pasien untuk membungkuk (ruku’) diakukan langsung setelah selesai terapi, kemudian setelah 4 pekan, 8 pekan, 12 pekan dan setelah 6 bulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Hasilnya sangat mengagumkan. Kelompok dengan menggunakan do’a ternyata sudah mengalami proses kesembuhan secera signifikan sejak selesai terapi dan terus meningkat kesembuhannya sampai setelah enam bulan berikutnya. Sedangkan yang tidak menggunakan do’a hanya megalami sedikit perubahan sejak selesai terapi dan setelah beberapa pekan saja. Setelah dua bulan rasa sakit datang kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Subahanallah…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Sebuah hasil penelitian seorang pakar yang sangat mengagumkan dan dapat dipercaya kebenarannya. Sebab itu, Lembaga Saintifik dalam Qur’an dan Sunnah (Commission on Scientific Signs of Qur’an &amp;amp; Sunnah) mengajak untuk memperbanyak do’a saat Anda menghadapi sakit, apakah yang sakit itu istri/suami, anak-anak, karib kerabat dan siapa saja yang Anda kunjungi. Dengan penuh keyakinan do’a Anda dikabulkan Allah. Anda pasti akan menyaksikan hasilnya dengan izin Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;Separah apapun penyakit yang diderita, maka jangan sekali-kali berputus aasa akan rahmat Allah. Kewajiban kita meminta kepada Allah yang Maha Agung, Tuhan Pencipta singgasana yang agung agar berkenan menyembuhkan penyakit kita.. Amin..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:times new roman;"&gt;(Majalah Al-I’jaz Al-Ilmi No 30, Jumadil Akhir 1429)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/06/pengaruh-doa-terhadap-kesembuhan-rabu.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-3120599555359803027</guid><pubDate>Sat, 13 Jun 2009 03:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-21T10:02:45.201+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keajaiban Shodaqoh</category><title>Kisah Keajaiban Shodaqoh</title><description>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAsep%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAsep%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAsep%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:16;"  &gt;
&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Shodaqoh Susu Sapi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Syeikh Athiyyah Muhammad Salim ra, “Kejadian luar biasa ini terjadi pada abad ke 14 Hijriyyah di Wadil Aflaj. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ada seorang lelakikeluar dari rumahnya untuk mencari air, namun ia tidak menemukan air disekitarnya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kemudian ia masuk ke sebuah tempat yang bernama DUHL.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Duhl adalah sebuah tempat seperi gua yang terletak &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;di lereng &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;gunung, biasanya air hujan terkumpul &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;di tempat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tersebut , sehingga orang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;orang mengambil airnya ketika musim &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;panas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Ternyata ia tersesat disitu dan tidak ada petunjuk jalan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika ia sedikit menjauh dari tempat tersebut dan tersadar bahwa dirinya telah tersesat serta tidak mampu untuk keluar, ia lantas duduk disitu sambil menunggu siapa tahu ada diantara keluarga yang datang mencarinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia belum sampai ketempat air, padahal ia sudah lama menunggu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia pun merasa sangat lapar dan haus, lantas ia mengangkat kedua tanganya memohon kapada Robbnya Allah SWT.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tiba tiba ada sebuah bejana didepannya .&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan sangat gembira ia segera mengangkat bejana tersebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke mulutnya, ternyata isinya adalah susu sapi yang segar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia tinggal di tempat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tersebut &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;selama &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;15 hari dalam keadaan mendapatkan susu setiap harinya , kecuali di hari terakhir, ia tidak mendapatkan susu seperti &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;biasanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Setelah lama mencari, di hari terakhir itulah akhirnya para keluarga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menemuka dirinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Begitu kagetnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;melihat ia masih hidup &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan segar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;meski&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tinggal sendirian ditempat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tersebut &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sekian lamanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Meraka lantas menanyainya , tapi ia tidak menjawab pertanyaan mereka. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Justru ia balik bertanya kepada &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mereka &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“ Apa yang kalian kerjakan terhadap si Fulan?, Apa kalian memberinya susu setiap hari?”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;– “Ternyata setiap harinya, mereka memberi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;susu sapi kepada anak anak yatim tetangganya--. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Mereka menjawab, “ Setiap hari, kami mengirimi susu kepada mereka kecuali hari kemarin.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia berkata, “ ya, aku sudah tahu itu.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka balik bertanya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“ Bagaimana engkau bias mengetahuinya?”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Akhirnya, ia pun memberitahukan kepada mereka tentang datangnya susu yang segar dan melimpah yang datang kepadanya setiap hari kecuali hari kemarin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/06/kisah-keajaiban-shodaqoh.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-263618401210819629</guid><pubDate>Wed, 10 Jun 2009 14:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-18T23:47:09.369+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mukjizat Al-Qur'an</category><title>Mukjizat Al Qur'an 2</title><description>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAsep%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAsep%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAsep%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAsep%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves&gt;false&lt;/w:TrackMoves&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 59.15pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1028"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Black Hole dalam Alquran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Barangkali penemuan kosmologi modern terpenting adalah apa yang disebut Black Hole (Lobang Hitam) yang menunjuk kepada bintang-bintang yang sangat berat massanya. Bintang merupakan entitas yang melewati fase pembentukan, kemudian ia membesar dan berkembang hingga sampai fase kematian. Nah, Black Hole itu berada pada fase terakhir. Ketika volume bintang itu berkembang dengan skala yang besar, maka gravitasinya meningkat hingga batas-batas yang sangat besar, sehingga ia menarik segala sesuatu, hingga cahaya tidak bisa terlepas dari gravitasnya yang besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Karena itu, kita tidak mungkin melihat benda ini selama-lamanya karena ia sangat terssaljuyi. Dan karena itulah ia disebut Black Hole. Para ilmuwan menyatakan bahwa benda ini berjalan di alam semesta dengan kecepatan yang tinggi dan menarik setiap benda yang mendekatinya. Seandainya kita meminta para astronom untuk mendefinisikan mahluk yang menakjubkan ini secara ilmiah dan sesuai dengan penemuan mereka yang paling baru, maka mereka akan mengatakan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;1. Black Hole adalah bintang yang berat massanya dan terssaljuyi sehingga tidak bisa dilihat. 2. Makhluk ini berjalan dengan kecepatan mencapai puluhan ribu kilometer per detik. 3. Black Hole menarik, menekan, dan membersihkan setiap sesuatu yang ditemuinya dalam perjalanannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Nah, sekarang kita merujuk kepada isyarat al-Qur’an mengenai benda tersebut. Allah berfirman yang makna harfiahnya sebagai berikut, ‘Maka aku bersumpah dengan khunnas, yang berjalan lagi menyapu.’ (at-Takwir: 15-16)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Mari kita cermati maknanya dan sejauh mana kesesuaiannya dengan data-data sain modern.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_2" spid="_x0000_s1027" type="#_x0000_t75" alt="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ilustrasi/black_hole.jpg" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;margin-left:0;margin-top:0;" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Asep\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.jpg" title="black_hole"&gt;  &lt;w:wrap type="square" anchory="line"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;K&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgclfjtWCMHDYGeBTEClb30iPp0RPf8-zTwqTLxmuAomy37mnd5EWwgqVFr9O0BHpukU7txtC-glqqD61Qvdygbo24FbfqIh06zF2ujhF8REf2KTULQuz_brx_P4_e7xaWo7p8CAMVnG1o/s1600-h/black_hole+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 204px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgclfjtWCMHDYGeBTEClb30iPp0RPf8-zTwqTLxmuAomy37mnd5EWwgqVFr9O0BHpukU7txtC-glqqD61Qvdygbo24FbfqIh06zF2ujhF8REf2KTULQuz_brx_P4_e7xaWo7p8CAMVnG1o/s320/black_hole+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345715875079383170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;ata khunnas berarti sesuatu yang tidak terlihat selama-lamanya. Kata ini terbentuk dari kata khanasa yang berarti terssaljuyi. Karena itu, setan dalam surat an-Nas disebut khannas karena ia tidak terlihat. Kata al-jawari berarti yang berjalan atau berlari. Dan kata al-khunnas terambil dari kata kanasa yang berarti menarik sesuatu yang dekat dan menghimpun kepada dirinya dengan kuat. Dan inilah yang benar-benar terjadi pada Black Hole, tepat seperti yang dibicarakan al-Qur’an.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Al-Qur’an Mengungguli Astronom&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Sain menyebut benda ini dengan Black Hole, tetapi penamaan ini tidak tepat. Karena istilah ‘Hole’ berarti kosong, dan itu sama sekali berlawanan dengan bintang-bintang yang memiliki massa yang berat sekali. Dan kata ‘Black’ juga tidak tepat secara ilmiah, karena benda ini tidak memiliki warna, karena ia tidak mengeluarkan suatu cahaya yang bisa dilihat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Karena itu, kata khunnas adalah kata yang mendeskripsikan hakikat makhluk tersebut secara tepat. Dan kata khunnas yang berarti menyapu itu kita temukan di akhir artikel-artikel ilmiah tentang makhluk ini. Bahkan para ilmuwan menyatakan, ‘Benda itu menyapu ruang angkasa.’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_3" spid="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" alt="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ilustrasi/universe_black_hole.jpg" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;margin-left:0;margin-top:0;" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Asep\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image003.jpg" title="universe_black_hole"&gt;  &lt;w:wrap type="square" anchory="line"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidiYFSk3AJk3492T5oPbMdAzDyBok3pRxx9nwD2uCJw9almYrhKhelEQceoqikyxZ-yttmEg-UkKowA3gYl7DA7qsOocpbk3D5AfCmbuGSILsNAeZYgdNoIlI4tE7zu9hRZl90lxuyrdc/s1600-h/universe_black_hole+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 126px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidiYFSk3AJk3492T5oPbMdAzDyBok3pRxx9nwD2uCJw9almYrhKhelEQceoqikyxZ-yttmEg-UkKowA3gYl7DA7qsOocpbk3D5AfCmbuGSILsNAeZYgdNoIlI4tE7zu9hRZl90lxuyrdc/s200/universe_black_hole+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345716530423660530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Gambar di atas menunjukkan letupan suatu bintang karena kehabisan seluruh bahan bakarnya, dan ia mulai membentuk Black Hole (khunnas), karena energi pada bintang ini tidak lagi cukup baginya untuk eksis sebagai bintang. Inilah yang mengakibatkan bintang itu memudar dan meningkat gravitasinya. Dan karena itu al-Qur’an menyebut benda ini dengan kata al-jawari al-khunnas yang berarti yang berjalan dan berlari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Fakta dan Angka&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Mengenai bobotnya, Black Hole seberat bumi itu diameternya kurang dari satu sentimeter saja! Dan Black Hole seberat matahari itu diamenternya hanya 3 km. Subhanallah!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Black Hole ukuran sedang itu beratnya 10.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 kilogram, atau 10 pangkat 31, dengan diameter 30 km saja. Ada banyak Black Hole di pusat galaksi kita dan galaksi-galaksi lain, dan satunya memiliki berat jutaan kali berat matahari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Bagaimana Ilmuan Melihat Benda ini? &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Bagaimana ia bisa dilihat sedangkan ia tidak mengeluarkan pancaran cahaya? Muncul pemikiran dari seorang peneliti bahwa Black Hole itu memiliki ukuran tertentu, dan ia berjalan di ruang angkasa. Ia pasti akan lewat di depan sebuah bintang sehingga cahayanya tertutup dari kita, seperti kejadian gerhana matahari. Setelah ide itu dilaksanakan dan terbukti benar, maka para ilmuwan sepakat bahwa cahaya bintang tersebut tertutup karena lewatnya Black Hole, sehingga mengakibatkan tertutupnya pancaran cahaya yang bersumber dari bintang tersebut. Hal itu terjadi selama jangka waktu tertentu, kemudian bintang tersebut kembali menunjukkan sinarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  </description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/06/mukjizat-al-quran-2.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgclfjtWCMHDYGeBTEClb30iPp0RPf8-zTwqTLxmuAomy37mnd5EWwgqVFr9O0BHpukU7txtC-glqqD61Qvdygbo24FbfqIh06zF2ujhF8REf2KTULQuz_brx_P4_e7xaWo7p8CAMVnG1o/s72-c/black_hole+1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-4777385680832500211</guid><pubDate>Sun, 07 Jun 2009 02:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-19T19:28:33.823+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mukjizat Al-Qur'an</category><title>Mukjizat Al-Quran</title><description>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="font-family: times new roman;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAsep%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="font-family: times new roman;" rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAsep%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="font-family: times new roman;" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAsep%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 59.15pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: times new roman;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Madu Lebah Obat Luka Akibat Diabetes di Amerika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: times new roman;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: times new roman;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Commission on Scientific Signs of Qur’an &amp;amp; Sunnah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Adalah lembaga pengkajian aspek Sains &amp;amp; teknologi dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Didirikan pada tahun 1987 di bawah suvervisi Rabithah Alam Islami di Makkah Al-Mukarromah. Penggagasnya adalah seorang ulama asal Yaman, Syekh Abdul Majid Zendani. Beliau adalah seorang ahli farmasi yang sangat menguasasi sains moderen, tafsir dan hadits. Sekarang dipimpin oleh Syekh Dr. Abdullah Al-Mushlih, seorang ulama Saudi Arabia.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: times new roman;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: times new roman;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Majalah Al-I’jaz Al-Ilmi No 30, Jumadil Akhir 1429&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: times new roman;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" class="fullpost" &gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: normal;font-family:times new roman;"&gt;Seorang dokter wanita Amerika sampai kepada suatu kebenaran/kepastian yang disebutkan Al-Qur’an Al-Karim dan dijelaskan Rasul Saw lebih dari 14 abad silam. Kebenaran tersebut ialah bahwa di dalam madu lebah terdapat kandungan obat untuk manusia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="times new roman" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Pengobatan terhadap penyakit diabetes merupakan bagian manfaat medis yang luar biasa yang terkandung dalam madu lebah yang sudah menjadi rekomendasi dalam dunia kedokteran Islam. Yang baru dari penemuan tersebut ialah bahwa kalangan ilmuan Amerika merekomendasikan keharusan merujuk (mejadikan referensi) kepada warisan Islam terkait dengan pengobatan melalui madu lebah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="times new roman" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Pada tahun 2002, Catherina Hulbert, seorang warga Negara Amerika mengalami kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kakinya luka parah. Saat kecelakaan itu dia sudah menderita penyakit diabetes. Sebab itu, luka yang dideritanya tidak kunjung sembuh kendati sudah mengkonsusmsi berbagai obat dan anti biotic. Kondisi seperti itu dia alami selama delapan bulan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="times new roman" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Setelah melihat kondisi lukanya yang tak kunjung membaik, maka Dr Jennifer Eddy dari fakultas kedokteran Universitas Wisconsin menganjurkan untuk menggunakan madu lebah sebagai obat yang dioleskan di tempat luka. Setelah beberapa bulan melakukan pengabotan dengan madu lebah tersebut luka kaki Catherina Hulbert-pun sembuh total. Kasus tersebut menyebabkan Dr Jennifer Eddy memperoleh dukungan dari Akedemi Amerika Untuk Dokter Keluarga di wilayah Wisconsin untuk meneruskan kajiannya khusus pengobatan melalui madu lebah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="times new roman" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Dr Jennifer juga menjelaskan, sebelumnya dia juga pernah mengobati salah seorang pasien diabetes yang sedang menghadapi fonis amputasi setelah berbagai pengobatan yang dijalankan sang pasien mengalami kegagalan. Dr Jennifer juga menambahkan bahwa terbuktilah sudah di kalangan para ahli medis bahwa mengobati luka akibat diabetes dengan madu lebah memiliki manfaat yang banyak, khususnya bagi para pengidap penyakit diabetes di dunia saat ini jumlah mereka mencapai sekitar 200 juta orang. 15 % dari mereka mengalami sampai ke tingkat “tukak” (membusuk) sebagai akibat dari hilangnya rasa di kaki mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="times new roman" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Sedangkan persentase operasi amputasi bagi para penderita diabetes secara internasional diperkitakan terjadi setiap setengah menit satu kali. Adapun biaya operasi amputasi di Amerika saja mencapai USD 11 juta pertahun. Jennifer menambahkan, kasus Catherina Hulbert merupakan contoh nyata bagi para penderita diabetes yang mungkin diselamatkan dari kehilangan anggota tubuh mereka dengan biaya yang sangat ringan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="times new roman" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Seperti yang diketahui bahwa penderita diabetes mengalami penurunan kelancaran darah dalam pembulu darah mereka dan lemahnya tingkat imunitas terhadap berbagai penyakit. Ditambah lagi antibiotic yang diberikan untuk mengobati luka diabetes tidak bermanfaat disebabkan bakteri Staphylococcus Aurous akan membentuk perlawanannya sendiri. Sedangkan madu lebah menciptakan perlawanan terhadap bacteria dengan berbagai cara. Sebab itu dianggap sebagai pengabatan paling efektif bagi penyembuhan luka akibat diabetes.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="times new roman" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Dalam madu lebah juga terdapat zat asam yang mudah berinteraksi dan tinkat kelembaban yang rendah sehingga menyebabkan madu lebah tersebut mudah membunuh bacteria. Di tambah lagi adanya enzim yang mengeluarkan acid hydrogen yang berfungsi membersihkan luka sehingga mudah membunh semua bacteria yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="times new roman" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Akhirnya kita tutup dengan ungkapan : Sesungguhnhya pengobatan dengan madu lebah telah menjadi masalah yang sangat menarik perhatian para ilmuan di bidang kesehatan secara mendunia, khususnya pusat-pusat yang memerangi berbagai penyakit dan organisasi-organisasi kesehatan intrnasional di tengah meningkatnya macam-macan bacteria yang mampu melawan obat-obat antibiotic lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="times new roman" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Dr Jennifer juga menekankan keharusan mendahulukan pengobatan dengan madu karena pembusukan (tukak) akibat diabetes bukan perkara mudah. Sungguh benarlah firman Allah dalam Al-Qur’an suat Annah : 68 – 69 :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="times new roman" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ (68) ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (69)
&lt;br /&gt;Dan Tuhan Penciptamu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia".(68) Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS Annahl : 68 – 69)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="times new roman" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Selamat mencoba…&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;…Sumber Eramuslim.com.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: times new roman;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  </description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/06/mukjizat-al-quran.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-742082650428078339</guid><pubDate>Fri, 05 Jun 2009 23:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-19T19:21:01.839+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mukjizat Al-Qur'an</category><title/><description>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAsep%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAsep%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAsep%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAsep%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves&gt;false&lt;/w:TrackMoves&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 59.15pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1031"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ya Allah, Hapuskan Dosa-dosaku dengan Air Es dan Salju&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Oleh: Nadya Nayef Goneim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_2" spid="_x0000_s1030" type="#_x0000_t75" alt="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/mukjizat%20quran/salju_1.jpg" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;margin-left:0;margin-top:0;" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Asep\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.jpg" title="salju_1"&gt;  &lt;w:wrap type="square" anchory="line"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah berfirman, ‘dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).’ (an-Najm: 4)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Among the prophet's handed down invocations - narrated 'A'isha,the prophet used to say -’O Allah! Wash away my sins with the water of snow and hail, and cleanse my heart from all the sins as a white garment is cleansed from the filth ‘ ( Ibn-Maga )And in another text&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Di antara doa-doa yang selalu dibaca Nabi saw adalah yang diriwayatkan ‘Aisyah,&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:18;"  &gt;اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّ قَلْبِي مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;‘&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Ya Allah, cucilah dosa-dosaku dengan air es dan salju, dan bersihkanlah hatiku dari dosa-dosaku sebagai pakaian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;yang putih dibersihkan dari kotoran.’ (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aisyah juga meriwayatkan bahwa Nabi saw berdoa, ‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari buruknya ujian kekayaan dan kemiskinan, dan berlindung kepada-Mu dari kejahatan dari huru-hara Dajjal. Ya Allah, bersihkanlah dosa-dosa ku dengan air es dan salju, sucikanlah hatiku dari dosa-dosa sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran, dan jauhkanlah dariku dosa-dosa sejauh jarak timur dan barat. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelambanan, kepikunan, dosa, dan hutang.’ (Shahih al-Bukhari, 5900)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Meskipun kita mengulang-ulang doa ini, namun kita tidak mengetahui fakta ilmiah yang terkandung dalam kalimat-kalimatnya. Di antara sekian banyak benda cair, Allah menjadikan air sebagai sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Allah berfirman di dalam al-Al-Qur’an, ‘Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.’ (al-Anbiya’:30).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Air mempunyai kemampuan ajaib saat digunakan untuk membersihkan dan mencuci kotoran. Saya akan berbicara tentang sebagian dari karakteristik air:&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Air terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen terhubung bersama-sama dengan ikatan kovalen polar. Polaritas ini (yang timbul akibat perbedaan elektron antara atom oksigen dan atom hidrogen) menghimpun molekul-molekul air dengan ikatan hidrogen lemah yang memberi air itu karakteristik yang berbeda dan unik, yang tidak dimiliki cairan sejenis dengan struktur yang senyawa, dan hal ini mengakibatkan beberapa perubahan dalam karakteristik-karakteristik fisiknya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Air mendidih pada suhu 100 derajat dan mempunyai tekanan permukaan yang tinggi. Dan juga banyak karakteristik lain, dan di sini bukan tempatnya untuk menyebutkan.Gambar berikut menunjukkan ikatan molekul-molekul air dalam tiga tahapannya (air, es, uap).&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_3" spid="_x0000_s1029" type="#_x0000_t75" alt="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/mukjizat%20quran/salju_2.jpg" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;margin-left:0;margin-top:0;" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Asep\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image003.jpg" title="salju_2"&gt;  &lt;w:wrap type="square" anchory="line"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Air, yang secara kimiawi dianggap sebagai bahan pelarut umum mempunyai suatu kemampuan yang besar untuk memecahkan banyak zat ion karena molekul polar air menyerang kristal campuran jika ia kualitas ion. Ia mengisolasi kristal-kristal yang tertarik di dalam kisi kristal. Dan sebagai hasilnya adalah daya tarik yang bersifat mutual antara molekul polar air dan ion. Daya tarik antara ion-ion itu terjadi di dalam kristal, dan sebagai hasilnya zat-zat yang terurai itu terpisah dari dari molekul-molekul air. (Seperti yang ditunjukkan gambar berikut)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_4" spid="_x0000_s1028" type="#_x0000_t75" alt="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/mukjizat%20quran/salju_3.jpg" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;margin-left:0;margin-top:0;" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Asep\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image005.jpg" title="salju_3"&gt;  &lt;w:wrap type="square" anchory="line"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Doa ini menyamakan dosa dan kesalahan dengan kotoran yang dibersihkan dengan air. Jadi, bagaimana proses pembersihan dengan air itu terjadi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Ketika noda dan kotoran menempel pada kain, maka berlangsung daya tarik antara kain dan kotoran. Air menembus noda dan membasahi kain. Dan karena adanya kualitas polar dan kapiler pada air, maka air membuat kotoran itu larut dengan cara mengisolasi ion-ionnya satu sama lain, sehingga kekuatan perekat antara ion itu menjadi lemah, terutama jika ia termasuk zat yang larut di dalam air.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika noda bersifat lemak yang tidak larut dalam air, maka air terpental dalam bentuk bola-bola yang tidak membasahi permukaan kain karena kekuatan adesif (lekat) antara air dan noda lebih rendah daripada daya lekat molekul-molekul air itu sendiri. Karena itu, kotoran tersebut harus dicuci dengan air dan sabun. Karena pengurai pada sabun itu mengurangi tegangan permukaan air, sehingga sabun itu menyebar ke lemak dan bereaksi dengannya membentuk emulsi lemak, dan meningkatkan daya tarik-menarik antara air dan noda menjadi yang lebih kuat, sehingga kotoran meninggalkan permukaan kain seperti yang dalam gambar berikut. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_5" spid="_x0000_s1027" type="#_x0000_t75" alt="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/mukjizat%20quran/salju_4.jpg" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;margin-left:0;margin-top:0;" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Asep\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image007.jpg" title="salju_4"&gt;  &lt;w:wrap type="square" anchory="line"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Tetapi, doa di atas menunjukkan cara lain membersihkan, yaitu dengan air es. Bagaimana bisa air es menjadi alat pembersih?&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Kita semua tahu bahwa ketika air itu membeku,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;maka ia menjadi es pada suhu nol derajat, dan pola hubungan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;molekul-molekulnya juga berubah sehingga menjadi seperti lingkaran benzene, seperti yang ditunjukkan dalam gambar 4. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_6" spid="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" alt="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/mukjizat%20quran/salju_5.jpg" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;margin-left:0;margin-top:0;" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Asep\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image009.jpg" title="salju_5"&gt;  &lt;w:wrap type="square" anchory="line"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Ada sebagian kotoran yang tidak bisa dibersihkan dengan air, atau dengan air dan sabun,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;karena daya lekat antara kotoran dan pakaian sangat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;besar, seperti noda lilin pada pakaian.&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Ketika sepotong es diletakkan di atasnya, maka suhu dingin itu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;berfungsi mendekatkan molekul-molekul Artikel ini sehingga daya lekat antara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Artikel tersebut dan pakaian menjadi berkurang, dan itu membuatnya terlepas dari pakaian.&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sedangkan salju itu terbentuk pada suhu yang lebih rendah dari nol-derajat. Jika ada kotoran yang membandel,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;maka air salju dapat mengurai partikel-partikel kotoran tersebut secara lebih kuat daripada es,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;sehingga kotoran tersebut terpisah dari pakaian dan hilang.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=";font-size:14;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Doa ini menyamakan dosa dengan kotoran yang harus dicuci dengan air. Sedangkan kotoran yang tidak bisa hilang dengan air itu dihilangkan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;ang dengan es itu dihilangkan dengan salju,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;agar tidak tersisa lagi dosa-dosa seseorang.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style=";font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Rasulullah saw dalam hadits lain bersabda, ‘Bagaimana pendapat kalian jika di depan pintu salah seorang dari kalian terdapat sungai, lalu ia mandi di dalamnya lima kali setiap hari, apakah masih tersisa kotoran padanya?’ Mereka menjawab, ‘Tidak akan tersisa sedikitpun kotoran padanya.’ Lalu Nabi bersabda, ‘Itulah perumpamaan shalat lima waktu. Allah akan menghapus dosa-dosa denganya.’ (HR &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Bukhari)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Ini adalah dalil lain bahwa air merupakan sarana pembersih kotoran dan dosa. Mahasuci Allah yang mengajari Nabi yang ummi hakikat ilmiah ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;sumber eramuslim.com.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; font-family: times new roman;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  </description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/06/v-behaviorurldefaultvml-o.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-8880320799056081106</guid><pubDate>Thu, 23 Apr 2009 11:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-19T19:42:29.020+07:00</atom:updated><title>Tips Aman Berinternet</title><description>&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;CARA AMAN BERINTERNET&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;w:lsdexception style="font-family: times new roman;" locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Wingdings;  panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;  mso-font-charset:2;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face  {font-family:"Cambria Math";  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:1;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-format:other;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin-top:0in;  margin-right:0in;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault  {mso-style-type:export-only;  margin-bottom:10.0pt;  line-height:115%;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 63.0pt 1.0in 1.0in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:75128336;  mso-list-template-ids:-1635766880;} @list l0:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} @list l1  {mso-list-id:574554123;  mso-list-template-ids:-1700518930;} @list l1:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} @list l2  {mso-list-id:712927899;  mso-list-template-ids:910434376;} @list l2:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} @list l3  {mso-list-id:758140891;  mso-list-template-ids:1906882974;} @list l3:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} @list l4  {mso-list-id:835922756;  mso-list-template-ids:951755412;} @list l4:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} @list l5  {mso-list-id:994261047;  mso-list-template-ids:-1347394658;} @list l5:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} @list l6  {mso-list-id:1069183706;  mso-list-template-ids:-613123910;} @list l6:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} @list l7  {mso-list-id:1283927310;  mso-list-template-ids:1595840794;} @list l7:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} @list l8  {mso-list-id:1351371378;  mso-list-template-ids:667989962;} @list l8:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} @list l9  {mso-list-id:1533492523;  mso-list-template-ids:-1413214756;} @list l9:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} @list l10  {mso-list-id:1583831687;  mso-list-template-ids:1759706828;} @list l10:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} @list l11  {mso-list-id:1606183927;  mso-list-template-ids:1932934018;} @list l11:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} @list l12  {mso-list-id:1800876426;  mso-list-template-ids:-1965641090;} @list l12:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} @list l13  {mso-list-id:1876498838;  mso-list-template-ids:1687565014;} @list l13:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} @list l14  {mso-list-id:1970085752;  mso-list-template-ids:-113982992;} @list l14:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} @list l15  {mso-list-id:2142140459;  mso-list-template-ids:-1007802830;} @list l15:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} ol  {margin-bottom:0in;} ul  {margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 0);"&gt;TAHUKAH ANDA?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Banyak penjahat di dunia internet ini, dan mereka selalu berusaha mencari kelengahan kita sewaktu sedang surfing di internet, apalagi pada saat ini anda sedang menjalankan bisnis internet, uang anda menjadi incaran &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;para&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=""&gt; pencuri ini.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Berikut ini adalah cara saya berikan cara mencegah penyusup masuk ke &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;komputer&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; anda, jika anda punya cara lain yang lebih ampuh silakan email saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;1. GUNAKAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;FAVORITES&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; ATAU &lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;BOOKMARKS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pada &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;Browser Internet&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=""&gt; yang anda gunakan ada menu diatas layar anda yang bernama &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;FAVORITES&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;BOOKMARKS&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=""&gt;, simpanlah alamat URL website yang anda ikuti disini dan pastikan untuk selalu mengakses website tersebut melalui menu &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;FAVORITES&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;BOOKMARKS&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ini,&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ini dimaksudkan untuk menjamin website yang anda masuki adalah benar-benar website bisnis internet yang anda ikuti, sebab banyak upaya pencurian username dan password dengan cara membuat website palsu yang sama persis dengan aslinya, dengan URL yang mirip dengan &lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;aslinya.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Jika dalam melakukan aktifitas anda menemukan kejanggalan yaitu tampilan halaman yang berubah dan koneksi terputus lalu muncul halaman yang meminta anda memasukkan username dan password, maka sebaiknya anda keluar dari browser (exit) kemudian buka kembali browser dan masuk ke website tersebut hanya dari &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;FAVORITES&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=""&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;BOOKMARKS&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; anda, baru mulai lagi dari awal dengan login memasukkan username dan password &lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;anda.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Cara memasukkan URL sebuah website ke dalam &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;FAVORITES&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;BOOKMARKS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pertama-tama anda ketik dulu alamat URL yang dimaksud pada kolom address di &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;browser Internet&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; anda, pastikan anda benar mengetikkannya, lalu tekan Enter atau klik tombol &lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;GO.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Setelah masuk ke website yang anda maksud, kemudian ikuti petunjuk berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;Untuk pengguna &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;Internet      Explorer&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Klik pada menu &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;FAVORITES&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;, kemudian klik "Add to &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;favorites&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;," lalu berikan nama pada isian "Name," kemudian klik pada folder yang anda inginkan pada jendela "Create in:," jika belum ada foldernya anda bisa membuat folder baru dengan klik "New Folder," setelah sesuai lalu klik OK.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;Untuk pengguna Firefox.&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Klik pada menu &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;BOOKMARKS&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;, kemudian klik "Bookmark this page," lalu berikan nama pada isian "Name," kemudian klik pada folder yang anda inginkan pada kotak "Create in:," jika belum ada foldernya anda bisa membuat folder baru dengan klik pada kotak kecil bertanda segitiga di sebelah kanan untuk memperbesar jendela, kemudian klik "New Folder," setelah sesuai lalu klik OK.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;Untuk pengguna Opera.&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Klik pada menu &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;BOOKMARKS&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;, kemudian klik "Bookmark page," lalu berikan nama pada isian "Name," kemudian klik pada folder yang anda inginkan pada kotak "Create in:," jika belum ada foldernya anda bisa membuat folder baru dengan klik "New Folder," setelah sesuai lalu klik OK.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;2. GUNAKAN &lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;ANTIVIRUS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pastikan pada &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;komputer&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=""&gt; anda sudah terinstal Antivirus, gunakan Antirus profesional seperti Norton Antivirus atau McAfee Antivirus, belilah Softwarenya di toko CD &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;Komputer&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; terdekat, atau anda bisa minta tolong pada ahlinya di toko &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;Komputer&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; yang ada di kota anda, selalu gunakan versi yang terbaru dan selalu Update Antivirus anda setiap dua minggu sekali, anda bisa mendownload file update pada website resmi mereka, &lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;yaitu: &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Norton Antivirus pada: &lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.symantec.com/" target="_blank"&gt;&lt;span style=";color:blue;" &gt;http://www.symantec.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;McAfee Antivirus pada: &lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.mcafee.com/" target="_blank"&gt;&lt;span style=";color:blue;" &gt;http://www.mcafee.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;NOD32 Antivirus pada: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.nod32.com/" target="_blank"&gt;&lt;span style=";color:blue;" &gt;http://www.nod32.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";color:blue;" &gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.nod32.web.id/" target="_blank"&gt;&lt;span style=";color:blue;" &gt;http://www.nod32.web.id/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Norman Antivirus pada:&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt; &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.norman.com/" target="_blank"&gt;&lt;span style=";color:blue;" &gt;http://www.norman.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Kaspersky &lt;span style="color:black;"&gt;Antivirus &lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;pada:&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kaspersky.com/imagesen/draft/logo_top.gif"&gt;&lt;span style=";color:blue;" &gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_1" spid="_x0000_i1056" type="#_x0000_t75" alt="Click the image to open in full size." href="http://www.kaspersky.com/imagesen/draft/logo_top.gif" style="'width:141.75pt;" button="t"&gt;  &lt;v:fill detectmouseclick="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ASEP\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.gif" title="Click the image to open in full size"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ASEP/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" alt="Click the image to open in full size." shapes="Picture_x0020_1" border="0" width="189" height="41" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;3. GUNAKAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;ANTI SPYWARE&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &amp;amp; ANTI &lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;ADWARE&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Selain Virus ada yang harus anda waspadai yaitu Spyware dan Adware, Spyware adalah sebuah program kecil yang masuk ke &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;komputer&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; kita dengan tujuan memata-matai kegiatan berinternet kita dan mencuri semua data penting termasuk username dan password, Adware juga begitu tetapi lebih pada tujuan promosi yang akan memunculkan jendela/pop-up di &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;komputer&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; kita ketika sedang browsing, biasanya berupa iklan website &lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;porno.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Untuk mengatasinya anda bisa mendownload:&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Ad-aware&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; - Software yang dapat mencegah      Spyware dan Adware masuk ke &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;komputer&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; dan juga dapat menghilangkan      yang sudah terlanjur masuk ke &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;komputer&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; anda.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;a href="http://www.lavasoft.de/software/adaware/" target="_blank"&gt;&lt;span style=";color:blue;" &gt;http://www.lavasoft.de/software/adaware/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Spybot&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;- Juga merupakan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;Anti Spyware&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; dan Adware, jika ada yang tidak dapat dihilangkan oleh Ad-ware maka akan bisa dihilangkan oleh Spybot, begitu juga sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;a href="http://www.safer-networking.org/index.php?lang=en&amp;amp;page=download" target="_blank"&gt;&lt;span style=";color:blue;" &gt;http://www.safer-networking.org/inde...&amp;amp;page=download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;Spywareblaster&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; - Ini adalah Software yang berjalan secara resident di &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;komputer&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; dan ampuh mencegah Spyware dan Adware terinstal ke &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;komputer&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; anda.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;a href="http://www.javacoolsoftware.com/spywareblaster.html" target="_blank"&gt;&lt;span style=";color:blue;" &gt;http://www.javacoolsoftware.com/spywareblaster.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Spywareguard&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; - Juga merupakan Software pencegah Spyware dan Adware terinstal ke &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;komputer&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; dengan cara mendeteksi usaha perubahan setting dan registry, sehingga kita tahu jika ada sebuah program yang tanpa ijin berusaha merubah struktur windows kita.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;a href="http://www.wilderssecurity.net/spywareguard.html" target="_blank"&gt;&lt;span style=";color:blue;" &gt;http://www.wilderssecurity.net/spywareguard.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;Instal semua software diatas untuk perlindungan penuh &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;komputer&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; anda.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;4. GUNAKAN &lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;FIREWALL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;Untuk lebih mengoptimalkan pertahanan &lt;/span&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;komputer&lt;/span&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt; anda maka gunakanlah firewall, jika anda pemakai Windows XP anda bisa menggunakan firewall standard yang ada, jika anda mau yang lebih kuat lagi gunakan software berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Zone-Alarm&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; - &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;Software firewall&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt; yang terkenal keampuhannya menutup lubang-lubang keamanan yang ada di Windows dan Browser anda, dan mencegah penyusup masuk ke &lt;/span&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;komputer&lt;/span&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt; anda&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 5pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;a href="http://www.zonelabs.com/" target="_blank"&gt;&lt;span style=";color:blue;" &gt;http://www.zonelabs.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;5. GUNAKAN INTERNET BROWSER YANG LEBIH BAIK&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;Daripada menggunakan &lt;/span&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;Internet Explorer&lt;/span&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt; bawaan WIndows, lebih baik anda menggunakan Browser alternatif yang lebih aman dan mempunyai proteksi terhadap hacker yang lebih &lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;canggih.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;Saat ini ada dua penyedia browser yang selalu bersaing memberikan yang terbaik bagi penggunanya, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 102, 0); text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Firefox&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt; - Merupakan      browser favorit &lt;/span&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;para&lt;/span&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt; pengguna internet      di Amerika, selalu memberikan update terbaru yang lebih canggih untuk &lt;/span&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;input name="IL_MARKER" type="hidden"&gt;&lt;/span&gt;para&lt;/span&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt; penggunanya.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 102, 0); text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Opera&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; - &lt;/span&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;Pernah dinobatkan      sebagai browser teraman versi Majalah CHIP Indonesia, file instalasi kecil      dan sekarang tidak menampilkan iklan lagi di browsernya.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;Sedangkan untuk &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;Internet Explorer&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt; juga memberikan update yang dapat anda download di website microsoft, tetapi biasanya filenya sangat besar dan merupakan bagian dari windows update, untuk anda yang menggunakan Windows bajakan biasanya akan sulit mendapatkan update ini karena akan diminta mendaftarkan dulu produk yang anda &lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;gunakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/04/tips-aman-berinternet_23.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-5747766727738805782</guid><pubDate>Mon, 20 Apr 2009 11:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-21T12:34:22.149+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fitnah Dajjal</category><title>Sifat Sifat Dajjal Dan Dalilnya</title><description>&lt;div  style="text-align: justify; font-family: times new roman;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;SIFAT-SIFAT DAJJAL DAN HADITS-HADITS YANG BERKENAAN DENGANNYA&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dajjal adalah seorang laki-laki dari anak Adam yang memiliki sejumlah sifat sebagaimana dalam beberapa hadits agar manusia mengetahuinya dan berhati-hati terhadapnya, sehingga apabila kelak ia muncul maka orang-orang mukmin dapat mengenalnya serta tidak terfitnah olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat inilah yang membedakannya dari manusia lainnya sehingga tidak tertipu olehnya kecuali orang yang jahil yang bakal celaka. Kita memohon keselamatan kepada Allah dari fitnah dajjal ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI ANTARA SIFAT-SIFAT DAJJAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah seorang muda yang berkulit merah, pendek, berambut keriting, dahinya lebar, pundaknya bidang, matanya yang sebelah kanan buta, dan matanya ini tidak menonjol keluar juga tidak tenggelam, seolah-oleh buah anggur yang masak (tak bercahaya) dan matanya sebelah kiri ditumbuhi daging yang tebal pada sudutnya. Di antara kedua matanya terdapat tulisan huruf kaf, fa', ra' secara terpisah, atau tulisan "kafir" secara bersambung / berangkai, yang dapat dibaca oleh setiap muslim yang bisa menulis maupun yang tidak bisa menulis. Dan di antara tandanya lagi ialah mandul, tidak punya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa hadits shahih yang menyebutkan ciri-ciri tersebut, yang juga merupakan dalil akan munculnya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dajjal:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;[1]. Dari Umar Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Ketika saya sedang tidur, saya bermimpi melakukan thawaf di Baitullah.... " Lalu beliau mengatakan bahwa beliau melihat Isa Ibnu Maryam 'alaihissalam, kemudian melihat Dajjal dan menyebutkan ciri-cirinya dengan sabdanya: "Dia itu seorang laki-laki yang gemuk, berkulit merah, berambut keriting, matanya buta sebelah, dan matanya itu seperti buah anggur yang masak' (tak bersinar). " Para sahabat berkata, "Dajjal ini lebih menyerupai Ibnu Qathn [1] , seorang laki-laki dari Khuza'ah." [Shahih Bukhari, Kitabul Fitan, Bab Dzikrid. Dajjal 13: 90: Shahih Muslim, Kitabul Iman, Bab Dzikril Masih Ibni Maryam 'alaihissalam wal-Masihid Dajjal 2: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;237].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menyebut-nyebut Dajjal di hadapan orang banyak, lalu beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya Allah Ta'ala itu tidak buta sebelah matanya. Ketahuilah. sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal itu buta.sebelah matanya yang kanan, seakan-akan matanya itu buah anggur yang tersembul. " [Shahih Bukhari, Kitabul Fitan. Bab Dzikrid Dajjal 13: 90; dan Shahih Muslim, Kitabul Fitan wa Asy-rothis Sa'ah, Bab Dzikrid Dajjal 18: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;59].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Dalam hadits An-Nawwas bin Sam'an Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah saw bersabda dalam menyifati Dajjal, bahwa dia adalah seorang muda yang berambut sangat keriting (kribo), sebelah matanya tak bercahaya, mirip dengan Abdul 'Uzza bin Qathan. [Shahih Muslim, Kitabul Fitan wa Asyrothis Sa'ah, Bab Dzikrid Dajjal 18: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;65].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]. Menurut hadits yang diriwayatkan dari Ubadah bin Ash-Shamit Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya Masih Dajjal itu seorang lelaki yang pendek dan gemuk, berambut kribo, buta sebelah matanya, dan matanya itu tidak menonjol serta tidak tenggelam. Jika ia memanipulasi kamu, maka ketahuilah bahwa Rabbmu tidak buta sebelah matanya." [Aunul Ma'bud Syarah Sunan Abi Dawud 11: 443. Hadits ini derajatnya shahih. Periksa: Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir 2: 317-318, hadits nomor 2455].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]. Dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Adapun Masih kesesatan itu adalah buta sebelah matanya. Lebar jidatnya, bidang dadanya bagian atas dan bengkok " [Musnad Imam Ahmad 15: 28-30 dengan tahqiq dan syarah Ahmad Syakir. Dia berkata, "Isnadnva shahih. " hadits ini juga dihasankan oleh Ibnu Katsir. Periksa: An-Nihayah Fil Fitan wai Malahim 1: 130 dengan tahqiq DR. Thaha &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Zaini].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6]. Dalam hadits Hudzaifah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dajjal itu buta matanya sebelah kiri dan lebat rambutnya. " [Shahih Muslim. Kitabul Fitan wa Asyrothis Sa'ah, Bab Dzikrid Dajjal 18: 60-61].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7]. Dalam hadits Anas Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan di antara kedua matanya termaktub tulisan "kafir" [Shahih Bukhari, Kitabul Fitan, Bab Dzikrid Dajjal 13: 91; dan Shahih Muslim, Kitabul Fitan wa Asyrothus Sa'ah, Bab sa'ah, bab Dzikrid Dajjal 18: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;59].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam satu riwayat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Kemudian beliau mengejanya -kaf fa ra- yang dapat dibaca oleh setiap muslim. " [Shahih Muslim 18: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;59].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam satu riwayat lagi dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hudzaifah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dapat dibaca oleh setiap orang mukmin, baik ia tahu tulis baca maupun tidak. " [Shahih Muslim 18: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;61].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini (yang ada di antara kedua mata Dajjal) adalah hakiki, sesuai dengan lahirnya, dan tidak sukar untuk diketahui oleh sebagian orang (yang muslim) dan tidak diketahui oleh sebagian orang lagi (yakni orang kafir) [2] bahkan orang muslim yang buta huruf pun dapat membacanya. Hal ini disebabkan kemampuan memandang itu diciptakan oleh Allah bagi hamba-Nya bagaimana dan kapan saja ia berkehendak. Tulisan ini dapat diketahui oleh mukmin dengan pandangan matanya, meskipun dia tidak kenal tulis- menulis, dan tidak dapat diketahui oleh kafir sekalipun dia tahu baca tulis. sebagaimana halnya orang mukmin dapat mengetahui bukti-bukti kekuasaan Allah dengan pandangan matanya sedangkan orang kafir tidak mengetahuinya. Maka Allah menciptakan pengetahuan bagi orang mukmin tanpa mengalami proses belajar mengajar. sebab pada zaman itu memang terjadi hal-hal yang luar biasa. [Fathul-Bari 13: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;100].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi berkata, "Pendapat yang dipegang oleh para muhaqiq ialah bahwa tulisan ini nampak secara lahir dan hakiki (sebenamya) sebagai suatu tanda dan alamat yang diciptakan oleh Allah di antara sejumlah alamat atau tanda-tanda yang menunjukkan dengan qath'i akan kekafiran, kebohongan, dan kebatilannya (Dajjal). Dan tanda-tanda ini dinampakkan oleh Allah kepada setiap orang muslim yang tahu tulis baca maupun yang tidak tahu tulis baca, dan disembunyikannya untuk orang yang dikehendaki-Nya akan celaka dan terfitnah. Dan hal ini tidak dapat dihalangi sama sekali. " [Syarah Shahih Muslim oleh Imam Nawawi 18: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;60]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8]. Dan di antara sifat-sifatnya (ciri-cirinya) lagi ialah seperti yang disebutkan dalam hadits Fathimah binti Qais ra mengenai kisah Al-Jasasah yang di dalam kisah (riwayat) itu Tamim Ad-Dari ra berkata. ".... Lain kami berangkat dengan segera sehingga ketika kami sampai di biara tiba-tiba di sana ada seorang yang sangat besar (hebat) dan diikat sangat erat...." [Shahih Muslim. Kitabul Fitan wa Asy-rothis Sa'ah, Bab Qishshotil Jasasah 18: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;81].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9]. Dalam hadits Imron bin Husein Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Semenjak diciptakannya Adam hingga datangnya hari kiamat tidak ada makhluk yang lebih besar[3] daripada Dajjal. " [Shahih Muslim 18: 86-87].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10]. Dajjal tidak punya keturunan, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Abi Sa'ad Al-Khudri ra dalam kisahnya bersama Ibnu Shayyad. Kata Ibnu Shayyad kepada Abu Sa'id, "Saya bertemu orang banyak dan mereka mengira saya ini Dajjal. Bukankah Anda pernah mendengar Rasulullah saw bersabda bahwa Dajjal tidak punya anak (keturunan)?" Abu Sa'id menjawab, "Betul" Ibnu Shayyad berkata lagi," Padahal saya punya anak...." [Shahih Muslim, Kitabul Fitan wa Asyrothis Sa'ah, Bab Dzikri Ibnu Shayyad 18: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;50].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diperhatikan bahwa dalam riwayat-riwayat di muka disebutkan bahwa Dajjal itu buta matanya yang sebelah kanan. sedangkan pada riwayat yang lain disebutkan bahwa matanya yang butanya adalah sebelah kiri. padahal semua riwayat itu shahih ini merupakan suatu kemusykilan. Ibnu Hajjar berpendapat bahwa hadits Ibnu Umar yang tercantum dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang menyifati Dajjal buta matanya yang sebelah kanan adalah lebih kuat daripada riwayat Muslim yang mengatakan bahwa yang buta adalah matanya sebelah kiri, sebab hadits yang disepakati shahihnya oleh Bukhari dan Muslim Iebih kuat daripada lainnya. [Fathul-Bari 13: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;97]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qadhi ' Iyadh berpendapat bahwa kedua belah mata Dajjal itu cacat. sebab semua riwayatnya shahih. Yang satu tidak bercahaya (ath-thafi'ah, dengan memakai huruf hamzah) yakni buta, dan ini untuk mata yang sebelah kanan sebagaimana. disebutkan dalam hadits Ibnu Umar. Dan matanya yang sebelah kiri ditumbuhi oleh daging pada sudutnya yang dapat menutupi sebagian atau seluruh lensanya (ath-thafiyah) dengan menggunakan huruf ya'), dan ini yang dimaksud dengan buta matanya sebelah kiri. Jadi masing-masing mata Dajjal itu cacat. yang satu tidak dapat melihat sama sekali dan satunya cacat dengan ditumbuhi daging. Imam Nawawi mengomentari jalan jama' (kompromi) seperti yang dikemukakan Qadhi 'iyadh itu sangat bagus (Syarah Muslim 2: 235) dan dikuatkan pula oleh Abu Abdillah Al-Qurthubi [At-Tadzkirah: 663].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin, Penerbit CV Pustaka &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mantiq]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Note&lt;br /&gt;[1]. Ibnu Qathan: namanya Abdul 'Uzza bin Qathan bin Amr Al- Khuza'i. Ada yang mengatakan bahwa dia itu berasal dari kalangan Bani Musthaliq dari suku Khuza'ah. Ibunya bernama Halah binti Khuwailid. Ibnu &lt;/span&gt;&lt;span style="text-transform: uppercase;font-size:100%;" &gt;Qathan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; tidak memiliki hubungan kesahabatan dengan Rasululiah saw karena dia telah meninggal pada zaman jahiliah. Adapun tambahan riwayat yang mengatakan bahwa dia pemah bertanya kepada Nabi saw, "Apakah keserupaannya denganku itu membahayakan bagiku?" Lalu Nabi menjawab, "Tidak, engkau muslim sedang dia kafir" adalah tambahan yang dha'if dari riwayat Al-Mas'udi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, yang dicampur dengan hadits lain. Periksa: Ta'liq Ahmad Syakir atas musnad Ahmad 15: 30-31; Al-lshobah Fi Tamyizish-Shahabah 4: 239, dan Fathul-Bari 6: 488 dan 13: 101).&lt;br /&gt;[2]. Berbeda dengan pendapat orang yang mengatakan bahwa ini adalah majaz sebagai penanda zaman. Dan ini adalah pendapat yang lemah. Periksa: Syarah Muslim oleh An-Nawawi 18: 60-61; dan Fat-hul-Bari 13: 100.&lt;br /&gt;[3]. Dalam Catalan kaki Shahih Muslim 4: 2267 terbitan Maktabah DaWan -Indonesia dikatakan bahwa yang dimaksud dengan "lebih besar" di sini ialah lebih besar fitnah dan bahayanya / perusakannya. (Penj).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/04/sifat-sifat-dajjal-dan-dalilnya.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-8354946880398434147</guid><pubDate>Mon, 20 Apr 2009 11:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-21T12:39:40.085+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">partai islam</category><title>Kegagalan Demokrasi Dan Partai Partai Islam</title><description>&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;kegagalan-demokrasi-dan-partai-partai-islam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan tingkat partisipasi yang rendah, dan tingginya angka golput, yang mencapai 45%, dan bahkan mengalahkan perolehan suara partai terbesar, seperti Demokrat yang hanya mendapatkan suara 20%, maka pemilu 2009 ini, mempunyai legitimasi yang rendah. Menurut informasi golput di TPS tempat Presiden SBY memilih di Cekeas, angka golput mencapai 50%, di tempat TPS Wapres Jusuf Kalla, di Menteng, angka golput mencapai 60%, sedangkan komplek perumahan menteri, di daerah Kuningan, angka golput mencapai 70%. Ini menggambarkan selain rendahnya tingkat partipasi masyarakat, tapi juga termasuk ketidakpercayaan terhadap sistem demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selain masalah administrasi yang amburadul, karena banyaknya DPT (daftar pemilih tetap), yang tidak akurat, sehingga banyak warga masyarakat, yang tidak mendapatkan surat panggilan.Tetapi, di Jakarta, nampak banyak warga yang tidak menggunakan hak pilihnya. Kartu suara yang sudah ada, dan memiliki identitas nama jelas, tapi pemilihnya tidak datang ke TPS. Kartu-kartu suara teronggok di meja. Menurut penuturan masyarakat di setiap TPS itu, hampir rata-rata mencapai 30-40%, warga yang tidak datang dan tidak menggunakan hak pilih mereka. Rendahnya tingkat partisipasi masyarakat terhadap pemilu ini, sekaligus menggambarkan rendahnya tingkat kepercayaan terhadap partai-partai politik, dan calon-calon legislative yang akan duduk di parlemen. Hal ini menunjukkan lemahnya tingkat hubungan atau komunikasi antara konstituen (rakyat) dengan bakal calon legislative.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mereka yang menjadi calon legislative itu, umumnya sangat sedikit yang mengenal daerah pemilihannya, selain mereka belum memiliki catatan (track record), hasil-hasil yang konkrit yang mereka lakukan bagi perbaikan kehidupan masyarakat, terutama di daerah menjadi tempat pemilihannya. Dan, orang-orang yang akan mencalonkan menjadi anggota legislative itu, umumnya hanyalah datang dari perkotaan, yang asing bagi masyarakat di daerah pemilihan itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Demokrasi hanyalah menghasilkan ‘tokoh-tokoh’ semu, yang merupakan produk dari sebuah mekanisme, antara media dengan para ‘tokoh’ yang ikut dalam pemilihan, tentu yang ditopang dengan modal. Mereka dimunculkan oleh media cetak dan elektronik. Mereka dimunculkan lewat iklan, baliho, baner, spanduk, panflet, dan berbagai sarana lainnya, yang mereka gunakan untuk mendapatkan dukungan masyarakat. Semuanya, hanyalah proses manipulasi terhadap masyarakat melalui sarana iklan dan lainnya. Konsekwensinya, tentu, semua memerlukan modal besar, yang tidak mungkin dapat dipikul, terutama bagi mereka yang tidak memiliki modal. Dan, banyak calon yang terpilih, bukan berdasarkan dari kerja-kerja riil yang mereka lakukan ditengah-tengah masyarkat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mereka yang terpilih menjadi anggota legislatif baru, tentu hanya akan memikirkan bagaimana cara mengembalikan modal, yang sudah digunakan dalam pemilu. Dan, dapat diprediksi akibat hasil anggota legislatif baru yang merupakan produk pemilu 2009 ini, hanya akan meningkatkan destruktif terhadap kehidupan negara, bukan memperbaiki kerusakan, tapi justru menimbulkan masalah baru, dan lima tahun ke depan krisis akan semakin lebih mengkawatirkan. Maka, pemilu yang ada sekarang ini, tak dapat menghasilkan perubahan yang mendasar,dan dapat menyelesaikan krisis yang sudah akut,yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Pemilu di Indonesia adalah pemilu termahal,yang menghabiskan dana lebih 200 trilyun, belum lagi dana untuk KPU, yang jumlah mencapai 14 trilyun. Tapi, hasilnya dapat dilihat dari anggota legislative yang akan datang, umumnya mereka  terbebani oleh biaya kampanye, yang panjang selama sembilan bulan, dan puncaknya adalah kampanye terbuka, yang masing-masing partai mengerahkan seluruh kamampuannya. Mereka  bertujuan mendapat dukungan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagaimana sistem demokrasi yang menggunakan asas ‘one man, one vote’ itu dapat secara efektif menghasilkan perubahan, seperti yang diharapkan masyarakat, kalau model anggota legislativenya proses rekrutmentnya melalui sistem demokrasi seperti sekarang ini? Bukan hanya menyangkut masalah tingkat kualitas dan kemampuan, serta pemahaman mereka terhadap masalah-masalah bangsa, tapi mereka adalah merupakan produk sistem yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan sistem demokrasi tidak mampu melahirkan tokoh-tokoh yang kualitatif, yang dapat menjadi solusi terhadap problem-problem kenegaraan dan kebangsaan, karena tokoh-tokoh yang muncul, hanyalah produk dari sebuah sistem yang penuh dengan manipulative, yang direkayasa oleh media, dan sangat rendah legitimasinya. Semua produk-produk demokrasi ini, hanyalah melahirkan tokoh-tokoh artificial, yang mendapatkan predikat yang diciptakan untuk memberikan legitimasi mereka. Maka, negara yang melaksanakan sistem demokrasi itu, akhirnya terjebak dengan perilaku atau praktek politik para politisinya. Karena, umumnya yang menjadi tujuan mereka adalah kekuasaan. Dan, kekuasaan itu adalah tujuannya untuk mendapatkan kepuasan dunia. Dan, kadang-kadang mereka menggunakan cara-cara yang tidak beretika (kaidah moral).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sementara itu, partai-partai Islam, terjebak ke dalam sistem demokrasi, dan menjadkan sistem demokrasi untuk mendapatkan kekuasaan, akibatnya banyak partai Islam yang mengikuti apa yang menjadi kehendak rakyat. Asas sistem demokrasi adalah ‘one man, one vote’ itu, dan kemudian partai-partai Islam itu, melakukan langkah pragmatis dan oportunistik. Apa yang menjadi kecenderungan masyarakat, kemudian partai-partai Islam itu menyesuaikan diri mereka dengan kondisi yang ada. Dan, partai-partai islam itu, melarutkan diri ke dalam kehidupan masyarakat yang sekuler.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seharusnya partai-partai Islam itu tetap mempartahankan prinsip-prinsipnya tidak larut, dan tidak menyesuaikan diri dengan kecenderungan masyarakat yang sekuler. Tapi, berusaha mengubah dan mendidik masyarakat agar menerima prinsip yang menjadi dasar perjuangan mereka. Tapi, karena para elite partai-partai Islam itu sudah rata-rata memiliki ‘nafsu’ kekuasaan yang sangat tinggi, justeru mereka menerabas (menghalalkan segala cara) untuk mendapatkan kekuasaan. Mereka tidak mempersiapkan tokoh-tokoh mereka untuk memimpin, dan tokoh yang memiliki komitment yang kuat, dan konsisten dalam memperjuangkan cita-citanya. Justru tokoh-tokoh yang lahir dan muncul, mudah larut dan hanya puas dengan berbagai kemegahan dunia, yang telah mereka dapatkan dari perjuangan politik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali, hingga kini belum ada, partai Islam, yang memiliki pemimpin yang kuat dan kokoh memegang cita-cita perjuangan dan ideologi, serta mengedepankan ‘fatsoen politik’ (etika politik), dan tidak larut oleh godaan kekuasaan. Mungkin baru Masyumi dan tokoh-tokohnya, dan pernah mendapatkan suara 20%, di pemilu 1955. Mereka dipilih karena tokoh-tokoh partai itu benar dalam memegang janji perjuangan mereka, dan sampai partai itu dibubarkan oleh Soekarno. Wallahu’alam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/04/kegagalan-demokrasi-dan-partai-partai.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-675913963276853449</guid><pubDate>Sun, 19 Apr 2009 04:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-21T11:52:54.282+07:00</atom:updated><title>Tips dan Cara Mencegah, Memperbaiki Komputer dari Virus</title><description>&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:180%;" &gt;Tips dan Cara Mencegah, Memperbaiki Komputer dari Virus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Tahukah anda bahwa gangguan pada komputer tidak saja disebabkan oleh kerusakan atau kesalahan teknis pada piranti keras dan piranti lunak. Virus dan Spyware adalah gangguan pada komputer yang disebabkan oleh pihak eksternal dengan tujuan yang beragam seperti untuk mencuri data-data anda, merusak hardware anda, menghapus file, menghilangkan fungsi tertentu, mengambil alih kontrol pada komputer anda dan lain sebagainya. Yang pasti sangat langka atau mungkin tidak ada virus dan spyware yang membawa kuntungan pada komputer yang terinfeksi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Virus dan spyware komputer bisa menyerang komputer anda baik yang sering online maupun yang tidak pernah online ke internet sekalipun. Komputer yang dihubungkan dengan disket atau usb flash disk pun bisa tertular dari software yang diinstall apabila tidak hati-hati. Jika telah terinfeksi suatu virus atau spyware yang hanya aktif bila komputer terhubung dengan internet, maka si virus atau spyware akan aktif ketika komputer sedang online.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Berikut ini adalah berbagai tindak pencegahan dan perbaikan pada komputer yang terkena virus atau spyware baik yang ringan maupun yang tingkat berat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;A. Pencegahan Agar Komputer Terhindar Virus dan Spyware&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;1. Hati-hati pada Attachment Email Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Jangan membuka file attachment pada email yang anda terima walaupun dari orang yang anda kenal jika attachment tersebut mengandung file program dengan extension atau akhiran .exe, .pif, .bat, dan lain sebagainya. Baca dengan teliti email yang dikirim, apakah gaya e-mail sama dengan yang biasa dikirim. Terkadang email yang anda terima berasal dari orang sunda, tapi menggunakan bahasa inggris, rusia, cina, dll pada emailnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;2. Pasang / Install Software Keamanan Yang Terbaru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Pastikan komputer anda terinstall 3 jenis software keamanan utama dan terpasang dengan setting yang otomatis mengamankan komputer anda tanpa anda harus nyalakan terlebih dahulu. Mereka adalah anti virus untuk menangkal virus, anti spyware untuk menangkal spyware, dan firewall untuk menangkal serta memblokir serangan hacker serta koneksi dari luar. Untuk yang versi gratis dan bermutu bagus anda bisa menggunakan AVG antivirus untuk anti virus, Ad-Aware untuk antri spyware dan Zone Alarm untuk program firewall. Pastikan kesemuanya update / sudah terupdate dengan definition dan patch terbaru yang memperkecil peluang virus dan spyware varian baru melakukan infeksi pada komputer pc atau laptop anda. Jangan lupa pula untuk menjalankan scan pada komputer anda secara berkala untuk membunuh virus dan spyware yang baru menginfeksi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;3. Jangan Gegabah Menginstall Software&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Hati-hati terhadap software yang anda isntall baik yang anda beli dari cd bajakan di toko-toko cd, dari download di internet, dari teman, dan lain sebagainya. Virus maupun spyware bisa saja bersembunyi pada program yang anda pasang tanpa anda sadari. Biasakanlah untuk membackup semua file penting anda secara berkala pada flash drive, cd atau dvd agar bila terjadi sesuatu hal yang fatal anda tidak akan kehilangan data anda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;4. Awasi User / Orang Lain Yang Memakai Komputer Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Jika komputer anda dipakai oleh orang lain, pastikan dia tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan komputer anda. Anda dapat membuat account khusus untuk tamu / guest dengan batasan-batasan tertentu yang anda dapat seting sendiri. Seseorang yang mungkin tidak anda duga bisa saja menginstall program, mencolokkan usb atau memasukkan disket yang mengandung virus atau spyware. Bahkan bisa juga memasang dengan sengaja software mata-mata untuk merekam segala aktifitas anda dan password yang biasa anda gunakan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;5. Waspada Selalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Jika anda merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada komputer anda segera putuskan dan cabut sambungan ke koneksi internet ataupun jaringan network lan. Kemudian jalankan anti virus, anti spyware dan cek firewall apakah sudah berjalan dengan baik dan semestinya. Apabila anda mendapatkan pertanyaan untuk menginstall software dari situs yang tidak jelas tolaklah mentah-mentah. Ikuti perkembangan update patch atau tambalan lubang keamanan pada setiap software yang terpasang dan mendapatkan access internet pada program firewall anda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Perbaikan Komputer Yang Terinfeksi Virus dan Spyware&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;1. Matikan Internet dan File Sharing Jaringan Network&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Jika komputer anda terhubung dengan jaringan lokal atau internet segera putuskan dan cabut bila perlu untuk memastikan 100% anda benar-benar tidak terkoneksi. Terkadang virus dan spyware memanipulasi komputer anda sehingga seolah-olah anda sudah tidak terhubung lagi dengan jaringan luar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;2. Update Dan Scane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama untuk perbaikan jika anda merasa ragu-ragu ataupun merasa yakin bahwa komputer anda terserang virs atau spyware adalah melakukan update. Update dapat dilakukan baik melalui download internet maupun secara offline jika anda memiliki filenya dari orang lain. Setelah terupdate dengan definition yang baru maka anda sebaiknya langsung melakukan scanning untuk segera menyingkirkan virus yang ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;3. Aktif Pada Komunitas Mailing List / Forum Tentang Keamanan Komputer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Semakin anda banyak bergabung dengan komunitas komputer, maka semakin banyak orang yang akan membantu anda jika anda sedang dalam masalah. Jangan takut dan ragu untuk menanyakan masalah yang anda hadapi biarpun masalah itu sepele. Gunakan nama samaran jika perlu. Di luar sana terdapat banyak orang yang mungkin pernah mengalami hal yang sama dengan anda. Di samping itu anda mungkin akan mendapatkan tips jalan pintas, solusi, saran, dan sebagainya dari komunitas tersebut. Biasanya virus dan spyware yang terbaru juga dibahas pada komunitas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;4. Format Harddisk Jika Tidak Ada Jalan Keluar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Jika semua cara telah anda jalani dan tidak ada yang memberikan solusi yang memuaskan anda dapat mengambil jalan pintas terakhir, yaitu dengan memformat ulang hard disk anda. Pastikan data yang penting bagi anda sudah ada cadangannya pada medium lain yang tidak terinfeksi virus, spywre serta program jahat lainnya. Kemudian format hard drive anda dan install os dan prgram aplikasi yang biasa anda pakai. Setelah semua ok, maka copy kembali file-file penting anda pada komputer yang fresh tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;5. Belajar Dari Kesalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Buka mata anda ketika menghadapi suatu persoalan dan pelajari dengan baik, karena tidak menutup kemungkinan bahwa persoalan yang sama akan timbul dengan kuantitas yang lebih besar. Belajar tidak hanya dari masalah anda sendiri tetapi juga masalah orang lain bahkan yang anda tidak kenal sekali pun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/04/tips-dan-cara-mencegah-memperbaiki.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-25036463537807521</guid><pubDate>Sun, 19 Apr 2009 03:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-21T11:56:41.046+07:00</atom:updated><title>Merokok Haram Atau Makruh ?</title><description>&lt;span style="font-family: times new roman; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;MEROKOK HARAM ATAU MAKRUH?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Awalnya belum ada ulama yang mengharamkan rokok, kecuali hanya memakruhkan saja. Dasar pemakruhannya pun sangat berbeda dengan dasar pengharamannya dijaman sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Dahilu para ulama hanyta memandang bahwa yang merokok itu mulutnya berbau kurang sedap. Sehingga mengganggu orang lain dalam pergaulan. Sehingga kurang disukai dan dikatakan hukumnya makruh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Sebagian kiyai dinegeri kita yang punya hobi menyedot rokok, kalau ditanyakan tentang hokum merokok, akan menjawab bahwa rokok itu tidak haram, tetapi hanya makruh saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;MENGAPA MEREKA MEMANDANG DEMIKIAN?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Karena literatur mereka adalah literatur kelasik, yang ditulis beberapa ratus tahun yang lalu, dimana pengetahuan manusia tentang bahaya nikotin dan zat zat beracun didalam debatang rokok masih belum nyata terlihat. Tidak ada fakta dan penelitian dimasa lalu tentang bahaya sebatang rokok. Maka hokum rokok hanya sekedar makruh lantara membuat mulut berbau kurang sedap, serta mengganggu pergaulan dimasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;PENELITIAN TERBARU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Seandainya para kiyai itu tidak terpaku pada naskah literatur kelasik dan mengikuti rekan rekan mereka yaitu para ulama di negeri negeri islam yang sudah maju, tentu pandangan mereka akan berubah 180 derajat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Apalagi bila mereka membaca penelitian terbaru tentang 200 an racun yang berbahaya yang terkandung dalam sebatang rokok, pastilah mereka akan bergidik. Dan pastilah mereka akan setuju bahwa rokok itu memberikan madhorot yang sangat besar. Bahkan teramat besar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Pastilah mereka akan menerima bahwa rokok itu bukan hanya sekedar makruh lantaran mengakibatkan bau mulut, tapi akan sepakat mengatakan bahwa rokok itu hukumnya haram. Lantaran rokok merupakan benda yang memetikan yang telah merenggut jutaan nyawa manusia. Prosentase kematian akibat merokok adalah lebih tinggi dibandingkan dengan kematian akibat perang dan kecelakaan lalulintas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Badan kesehatan dunia WHO menyabutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan merokok. Dan tidak kurang dari 90% dari 660 orang yang terkena penyakit kanker di salah satu rumah sakit Shianghai China adlah disebabkan rokok.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Penelitian juga menyebutkan bahwa 2 batang rokok per hari akan menyebabkan berkurangnya 15% Haemoglobin, yakni zat asasi pembentuk sel darah merah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Seandainya para kiyai mengetahui penelitian terakhir bahwa rokok mengandung lebih dari 4000 elemen elemen dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan, pastilah pandangan mereka akan berubah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Racun utama pada rokok adalah TAR,NIKOTIN dan KARBON MONOKSIDA. TAR adalah substansi Hidrokarbon yang bersipat lengkat dan menempel pada paru paru. Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersipat karsinogen dan mampu memicu kanker paru paru yang mematikan. Karbon monoksida adalah zat yang mengikat haemoglobin dalam darah,membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Efek racun pada rokok ini membuat penghisap rokok mengalami mresiko 14 kali lebih besar untuk terkena kanker esophagus dari pada orang yang tidak menghisapnya.Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita PNEMONIA dan gagal jantung serta tekanan darah tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Menggunakan rokok dengan kadar nokotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuha akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam danlebih lama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Tidak ada seorang pun yang dapat menyangkal semua fakta diatas, karena merupakan hasil penelitian ilmiah. Bahkan perusahaan rokok pun mengiyakan hal tersebut, dan menuliskan pada kemasan rokok kalimat sebagai berikut;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: times new roman; color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Kalau perusahaan rokok itu sendiri sudah menyatakan bahwa rokok yang diproduksinya adalah benda yang sangat membahayakan kesehatan dan mendatangkan macam macam penyakit, bagaimana mungkin konsumen atau para perokok masih mau mengingkarinya? Sumber Eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/04/merokok-haram-atau-makruh.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-8505298258571701913</guid><pubDate>Sat, 18 Apr 2009 04:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-21T11:59:08.568+07:00</atom:updated><title>Nafsu Ingin Jadi Pemimpin</title><description>&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Kalian akan berebut untuk mendapatkan kekuasaan. Padahal kekuasaan itu adalah penyesalan di hari Kiamat, nikmat di awal dan pahit di ujung. (Riwayat Imam Bukhori).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Perbedaan zaman Salafus-sholeh yang paling kentara dengan zaman sekarang, salah satunya dalam ambisi kepemimpinan. Dulu, khususnya zaman sahabat, mereka saling bertolak-tolakan untuk menjadi pemimpin. Abu Bakar Shiddiq diriwayatkan ,sebelm diminta menjadi Khalifah menggantikan Rasulullah mengusulkan agar Umar yang menjadi Khalifah. Alasan beliau karena Umar adalah seorang yang kuat. Tetapi Umar menolak, dengan mengatakan, kekuatanku akan berfungsi dengan keutamaan yang ada padamu. Lalu Umar membai’ah Abu Bakar dan diikuti oleh sahabat-sahabat lain dari Muhajirin dan Anshor.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Dari dialog ini dapat kita pahami bahwa generasi awal Islam, yang terbaik itu, memandang jabatan seperti momok yang menakutkan. Mereka berusaha untuk menghindarinya selama masih mungkin. Tapi di zaman ini, keadaannya sudah berubah jauh. Orang saling berlomba untuk menjadi pemimpin. Jabatan sudah menjadi tujuan hidup orang banyak. Semua tokoh yang sedang bertarung mengatakan, jika diminta oleh rakyat, saya siap maju. Inilah basa basi mereka. Entah rakyat mana yang meminta dia maju jadi pemimpin. Sebuah kedustaan yang dipakai untuk menutupi ambisi menjadi pemimpin. Keberatan para Sahabat dulu untuk menjadi pemimpin, dikarenakan mereka mengetahui konsekuensi dan resiko menjadi pemimpin. Mereka mendengar hadits-hadits Nabi Saw tentang tanggung jawab pemimpin di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;"Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya. Imam (kepala negara) adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya atas kepemimpinannya...".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Dalam hadits yang lain Nabi Muhammad Saw memprediksi hiruk pikuk di akhir zaman soal kekuasaan dan menjelaskan hakikat dari kekuasaan itu. Beliau bersabda seperti dilaporkan oleh Abu Hurairah :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;“Kalian akan berebut untuk mendapatkan kekuasaan. Padahal kekuasaan itu adalah penyesalan di hari Kiamat, nikmat di awal dan pahit di ujung. (Riwayat Imam Bukhori).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Juga Rasulullah Saw memperingatkan mereka yang sedang berkuasa yang lari dari tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelayan rakyat dan tidak bekerja untuk kepentingan rakyatnya, dengan sabda beliau :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;“Siapa yang diberikan Allah kekuasaan mengurus urusan kaum Muslimin, kemudian ia tidak melayani mereka dan keperluan mereka, maka Allah tidak akan memenuhi kebutuhannya.” (Riwayat Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Dan dalam riwayat at-Tirmizi disebutkan : “Tidak ada seorang pemimpin yang menutup pintunya dari orang-orang yang memerlukannya dan orang fakir miskin, melainkan Allah juga akan menutup pintu langit dari kebutuhannya dan kemiskinannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Hadits-hadits yang ada lebih banyak menggambarkan pahitnya menjadi pemimpin ketimbang manisnya. Sedang mereka adalah generasi yang lebih mengutamakan kesenangan ukhrowi daripada kenikmatan duniawi. Itulah yang dapat ditangkap dari keberatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Sementara orang yang hidup di zaman ini berfikir terbalik. Yang mereka kejar adalah kesenangan duniawi yang didapat melalui jabatan dan kekuasaan. Mereka lupa dengan pertanggung jawaban di hari Kiamat itu. Mereka tidak segan-segan bermanuver dan merekayasa untuk mendapatkan jabatan dan kekuasaan itu. Kadangkala cara yang dipakai sudah hampir sama dengan cara kaum kuffar atau kaum sekuler, menghancurkan nilai-nilai akhlak Islam yang sangat fundamental; mencari dan mengumpulkan kelemahan lawan politik dan pada waktunya aib-aib itu dibeberkan untuk mengganjal jalan kompetitornya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Ada pula yang mengumpulkan dana dengan cara-cara yang tak pantas dan tak bermoral. Mendukung calon kepala daerah dalam pilkada dari partai mana saja, asal dengan imbalan materi dengan menyerahkan uang yang besar. Terserah orang itu menang atau kalah nanti, tak begitu penting, yang penting uangnya sudah didapat. Para pemburu kekuasaan itu beralasan, jika kepemimpinan itu tidak direbut, maka ia akan dipegang oleh orang-orang Fasik dan tangan tak Amanah, yang akan menyebarkan kemungkaran dan maksiat. Tapi jika ia dipegang oleh orang soleh dan beriman, akan dapat mewujudkan kemaslahatan bagi masyarakat luas. Alasan ini memang indah kedengaran. Namun kenyataannya, semua yang berebut jabatan mengklaim bahwa ia lebih baik dari yang sedang memimpin. Dan tidak ada yang dapat memberi jaminan bahwa jika ia memimpin, keadaan akan menjadi lebih baik. Bahkan rata-rata orang pandai berteriak sebelum menjadi pemimpin, tetapi setelah masuk ke dalam sistem, mereka tak bisa berbuat banyak. Akhirnya mengikuti gaya orang sekuler. Yang mencoba bertahan dengan idealisme, mendapat serangan dan kecaman dari berbagai pihak, lalu akhirnya menyerah kepada keadaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Berapa banyak mantan aktifis mahasiswa yang sebelumnya kritis dan berdemo menentang rezim masa lalu, tetapi sesudah masuk ke dalam sistem, tidak bisa merubah apa-apa, bahkan menggunakan cara-cara yang dipakai oleh rezim sebelumnya, memanfaatkan jabatan untuk menimbun uang dan kekayaan. Kemudian merekapun menyiapkan alasan-alasan pembelaan; antara lain, merubah sesuatu tak bisa sekejap mata, tetapi harus bertahap, menilai sesuatu tak boleh hitam-putih, apa yang ada sekarang sudah lebih baik dari masa sebelumnya. Keadaan seperti ini semakin memperkuat keyakinan sebagian orang, bahwa memperbaiki sistem tidak harus masuk terjun ke dalam sistem itu. Bahkan tak mungkin melakukan perubahan selama kita ada di dalam. Sebuah logika terbalik dari slogan yang digembar gemborkan pihak lain, yang kalau mau merubah sistem, harus terjun ke dalam sistem itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Ternyata kebanyakan yang pernah terjun ke dalam sistem, tidak mampu merubah kerusakan yang ada. Bukan sekedar tak mampu membersihkan, justru ikut terkena kotoran. Memang ada sebagian yang masuk ke dalam sistem dengan cara yang sah, lalu berjuang di dalamnya dengan penuh resiko, mencoba melakukan perubahan dan bertahan dengan prinsip-prinsip yang dipegangnya. Mereka ini biasanya kalau tak tersingkir, dimusuhi atau makan hati. Gerakan Islam sebenarnya lebih besar dari sekadar Partai Politik yang dibatasi oleh aturan-aturan formal, aturan main, dan bahkan ideologi kebangsaan. Gerakan Islam berjuang untuk jangka waktu yang tak terbatas, hingga Islam itu tegak berdiri dengan kokoh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Lingkup kerjanya juga tidak hanya menyangkut soal-soal politik. Ketika gerakan Islam menjadi partai politik, sebenarnya ia sedang dipasung dan dihadapkan pada agenda kacangan yang didiktekan kepadanya yang bukan menjadi agenda utamanya. Bahkan kesibukannya mengurusi soal-soal politik hanyalah pembelokan dari target utama dan juga pemborosan energi yang tak setimpal dengan hasil yang dicapainya. Ibarat membayar dengan harga emas untuk membeli besi. Betapa sayangnya seorang yang sudah tiga puluh tahun malang melintang dalam gerakan Islam, ujung-ujungnya hanya menjadi tukang lobi kesana-kemari untuk memperjuangkan kursi alias kekuasaan. Sungguh menyedihkan. Yang diperjuangkan oleh gerakan Islam adalah sebuah agenda besar yang mendunia (Ustaziyyatul ‘Alam), bukan agenda lokal dan sektor sempit dan terbatas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Lalu di sini mungkin pertanyaan akan muncul, apakah urusan lokal yang berujung pada kemaslahtan ummat Islam itu diabaikan? Jawabannya jelas tidak. Akan tetapi biarlah masalah-masalah lokal dan sektoral itu diurusi oleh anak-anak ummat yang mempunyai kualitas lokal. Adapun gerakan Islam yang sudah mendunia haruslah bekerja sesuai dengan kapasitasnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Tak pantas pemuda-pemuda gerakan diminta mengurus pilkada, pemilu, menempel-nempel poster, apalagi bertarung dengan orang-orang yang tak sekapasitas dengannya. Gerakan Islam sekali lagi harusnya mengurusi hal-hal yang lebih besar, lebih strategis, yakni pembinaan ummat, membangun generasi intelek dan beriman, mengarahkan pemikiran ummat kepada cara berpikir yang Islami setelah mengalami degradasi. Anak-anak gerakan yang tak naik kelas bolehlah dipersilahkan terjun ke dunia politik praktis. Karena sampai di situlah mungkin batas kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Ada hikmahnya kenapa Allah swt tidak mengizinkan gerakan Islam di negeri induknya berkecimpung dalam politik praktis secara besar-besaran. Karena hal itu akan membuat mereka lalai dari perjuangan utama. Target utamanya bukan untuk mendapat kursi Perdana Menteri, atau bahkan Presiden sekalipun, tetapi untuk menjadi qiyadah fikriyah bagi pergerakan Islam sedunia. Andaikan peluang lokal itu terbuka, niscaya mereka akan sibuk dengan masalah-masalah parsial di lapangan sementara tugas mereka jauh lebih kompleks dari membenahi sebuah negara yang masyarakatnya sudah rusak secara ideologis, moral dan perasaan. Tugas Gerakan Islam lebih besar dari membersihkan korupsi, ketimpangan ekonomi, ketidak merataan pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Tugas mereka adalah mengembalikan penyembahan kepada Allah setelah mengalami degradasi dengan menuhankan manusia dan Tuhan-tuhan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/04/nafsu-ingin-jadi-pemimpin.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8394413566899464542.post-7832514198567871238</guid><pubDate>Wed, 15 Apr 2009 22:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-21T12:02:30.899+07:00</atom:updated><title>Fitnah Dajjal</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;Fitnah Dajjal, Jawaban Terhadap Orang Yang Mengingkari Munculnya Dajjal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Oleh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Yusuf bin AbdullahbinYusufAl-Wabil MA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Fitnah Dajjal merupakan fitnah paling besar di antara fitnah-fitnah, yang ada semenjak Allah menciptakan Adam hingga datangnya hari kiamat. Hal ini disebabkan. Allah memberikan hal-hal yang luar biasa padanya yang memukau dan membingukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dalam riwayat-riwayat disebutkan bahwa Dajjal memiliki surga dan neraka. maka surganya itu adalah neraka dan nerakanya adalah surga. Dia juga memiliki sungai-sungai air dan gunung-gunung roti. Dia memerintahkan langit untuk menurunkan hujan lantas langit pun menurunkan hujan, memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tumbuh-tumbuhan lantas bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dengan segala hasilnya. Dia dapat melintasi bumi dari satu tempat ke tempat lain dengan kecepatan yang luar biasa, bagaikan hujan yang ditiup angin kencang, serta kejadian-kejadian luar biasa lainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Semua itu disebutkan di dalam hadits-hadits shahih, antara lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Hudzaifah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Artinya: "Dajjal itu buta matanya sebelah kiri, berambut keriting, mempunyai surga dan neraka. Maka nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka" [Shahih Muslim, Kitabul Fitan wa Asyrothis Sa 'ah, Bab Dzikir Ad-Dajjal 18: 60-61]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dan diriwayatkan pula oleh Imam Muslim dari Hudzaifah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;"Artinya : Sunguh aku labih mengetahui apa yang menyertai Dajjal. la akan bersama dua buah sungai yang mengalir, yang satu kelihatan mengalirkan air dan satunya lagi kelihatan mengalirkan api yang menyala-nyala, maka hendaklah ia mendatangi sungai yang kelihatan berisi api itu, dan hendaklah ia pejamkan matanya, karena yang nampak api itu adalah air yang dingin" [Shahih Muslim 18 : 61]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dalam hadits Nawwas bin Sam'an Radhiyallahu 'anhu bahwa para sahabat bertanya kepada Rasululah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai Dajjal, "Wahai Rasulullah, berapa lamakah ia tinggal di bumi?" beliau menjawab. selama empat puluh hari, sehari seperti setahun, yang seharinya lagi seperti sebulan. dan yang sehari lagi seperti sejum'at, dan hari-hari lainnya sepeti hari-harimu." Mereka bertanya, "Bagaimana kecepatanya di bumi?" Beliau menjawab. "Seperti hujan yang ditiup angin kencang. Lalu ia mendatangi suatu kaum dan diajaknya kaum itu. kemudian mereka mempercayainya dan memenuhi -seruannya. Lalu ia memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, maka langit pun menurunkan hujan. dan memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan bumi pun merumput dengan leluasa hingga badannya gemuk-gemuk dan berlemak. Kemudian ia mendatangi kaum yang lain lagi, lalu diserunya, tetapi mereka menolak seruannya. Lantas ia berpaling dari mereka, kemudian tanah mereka mendadak menjadi kering dan tiada mereka memiliki harta. Dan ia melewati tanah yang kosong seraya berkata kepadanya. "Keluarkanlah perbendaharaanmu!" Lalu keluarlah perbendaharaannya mengikutinya seperti sekumpulan lebah. Kemudian ia memanggil seorang pemuda yang gemuk, lalu ditebasnya dengan pedang hingga terpotong menjadi dua dan dipisahkannya antara kedua potongan itu sejauh bidikan panah. Kemudian dipanggilnya lagi pemuda itu, lalu ia datang kepadanya dengan wajah berseri-seri sambil tertawa." [Shahih Muslim, Bab Dzikir Ad-Dajjal 18: 65-66]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dan disebutkan dalam riwayat Bukhari dari Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu bahwa lelaki yang dibunuh oleh Dajjal ini adalah termasuk orang terbaik yang keluar dari Madinah untuk menghadapi Dajjal, lalu berkata kepadanya, "Aku bersaksi bahwa engkau adalah Dajjal yang telah dijelaskan beritanya kepada kami oleh Rasulullah saw." Lalu Dajjal menjawab, "Apakah pendapat Anda, jika aku bunuh orang ini, kemudian kuhidupkan kembali. Apakah Anda masih meragukan urusan ini?" (Yakni tentang pengakuan Dajjal sebagai tuhan). Lalu orang-orang menjawab, "Tidak!" Kemudian Dajjal membunuhnya, lalu menghidupkan kembali. Lalu lelaki itu berkata, "Demi Allah, tidak ada orang yang lebih mengerti tentang engkau pada hari ini selain aku." Lantas Dajjal hendak membunuhnya, tetapi dia tidak mampu. [Shahih Bukhari, Ki-tabid Fitan, Bab Laa Yadkhulu Ad-Dajjal Al-Madinah 13:101]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dan telah disebutkan di muka riwayat Ibnu Majah dari Abi Umamah Al-Bahili Radhiyallahu 'anhu yang menyebutkan sabda Rasulullah saw mengenai Dajjal bahwa di antara fitnah Dajjal ialah ia berkata kepada orang-orang Arab kampung, "Bagaimana pendapatmu jika aku bangkitkan ayahmu dan ibumu? Apakah engkau mau bersaksi bahwa aku ada-lah tuhanmu?" Orang itu menjawab, "Ya." Kemudian dua syetan menyerupakan diri seperti ibu dan ayahnya, lalu keduanya berkata. "Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dia adalah tuhanmu."Kita memohon keselamatan kepada Allah, dan kita memohon perlindungan kepada-Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;JAWABAN TERHADAP ORANG YANG MENGINGKARI MUNCULNYA DAJJAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;elah disebutkan di muka beberapa buah hadits yang menunjukkan kemutawatiran berita akan munculnya Dajjal pada akhir zaman, dan dia adalah pribadi yang hakiki yang diberi hal-hal yang luar biasa oleh Allah.Sementara itu Syekh Muhammad Abduh berpendapat bahwa Dajjal itu hanya lambang khurafat, kebohongan, dan keburukan-keburukan belaka. tidak berujud manusia ('Vide: Tafsir Al-Manar 3: 317). Syekh Muhammad Abduh ini diikuti pula oleh Syekh Abu Ubayyah yang berpendapat bahwa Dajjal itu hanyalah sekadar pertanda saja untuk melariskan kebatilan. bukan berwujud manusia dari anak Adam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pendapat ini merupakan penakwilan yang menyimpang dari zhahir hadits tanpa disertai qarinah (tanda atau petunjuk ke arah itu). Baiklah Anda perhatikan perkataan Abu Ubayyah dalam ta'liqnya terhadap hadits-hadits Dajjal. Beliau berkata. "Berbeda-bedanya isi hadits mengenai tempat munculnya Dajjal, waktu kemunculannya, apakah dia Ibnu Shayyad ataukah bukan, semua itu menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan Dajjal hanyalah lambang kejelekan dan angkara murka yang dominan yang menyebarkan kemadharatan dengan sangat cepat beserta fitnahnya yang mengganas dan merajalela pada suatu waktu sampai suatu saat dilindas oleh kekuasaan kebenaran dan kalimah Allah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;"Sesungguhnya kebatilah pasti akan lenyap. " [Al-Isra': 81 (An-Nihayah fil fitan 1:118-119).]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Beliau berkata lagi, "Apakah tidak lebih utama untuk dipahami bahwa Dajjal itu sebagai lambang keburukan, kepalsuan, dan kebohongan...?" [Ibid, halaman 152]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pendapat ini tertolak karena hadits-haditsnya secara tegas dan jelas menunjukkan bahwasanya Dajjal itu adalah seseorang lelaki yang ada wujudnya dan tidak ada satu pun indikasi yang menunjukkan bahwa ia hanya sekadar lambang banyaknya khurafat, kebohongan dan kebatilan. Dalam riwayat-riwayat tersebut tidak terdapat kontradiksi karena semuanya dapat dikompromikan. Dan telah saya jelaskan di muka bahwa pertama kali Dajjal akan muncul dari Ashbahan dari arah Khurasan yang semuanya berada di kawasan timur. Dan telah saya jelaskan pula perihal Ibnu Shayyad, apakah dia Dajjal atau bukan, serta telah saya sebutkan juga perkataan para ulama. Bila telah demikian jelas masalahnya, dan bahwa dalam riwayat-riwayat itu tidak terdapat kontradiksi dan kegoncangan baik mengenai tempat kemunculannya maupun waktu kemunculannya. maka tidak ada satu pun alasan yang mendukung pendapat kedua beliau itu (Syekh Muhammad Abduh dan Syekh Abu Ubayyah). Apalagi dengan adanya hadits-hadits yang menunjukkan sifat-sifatnya dan ciri-cirinya bahwa dia sebagai yang sebenarnya. Lebih-lebih lagi Abu Ubayyah sendiri tidak konsisten dalam perkataannya hingga tampak kontradiktif dalam mengomentari hadits-hadits Dajjal dalam kitab An Nihayah fil fitan wal malahim karya lbnu Katsir. Misalnya komentar beliau terhadap sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam: "Di antara kedua matanya terdapat tulisan kafir yang dapat dibaca oleh setiap orang yang membenci perbuatanyan atau setiap orang yang beriman.''seraya beliau bersabda: "Kalian semua tahu bahwa tak seoraug pun dari kalian yang dapat melihat Rabbnya hingga ia meninggal dunia " dalam mengomentari hadits ini Abu Ubayyah berkata. "Ini menunjukkan kebohongan Dajjal yang mengaku sebagai Tuhan. Mudah-mudahan Allah menghancurkan dia dan menimpakan kemarahan dan laknat-Nya kepadanya." [An-Nihayah 1:89]Dengan perkataannya ini Abu Ubayyah berpendapat bahwa Dajjal itu adalah manusia yang sebenarnya yang mengaku sebagai tuhan, dan beliau mendo’akan agar dia dibenci dan dilaknat oleh Allah. Dan di tempat lain beliau tidak mengakui Dajjal sebagai manusia yang sebenarnya. Melainkan hanya perlambang keburukan dan fitnah. Perkataan atau pendapat beliau ini jelas kontradiktif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dan saya berharap mudah-mudahan mereka tidak terkena sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam" Artinya : Sesungguhnya sesudahmu nanti akan ada kaum yang mendustakan hukuman rajam, Dajjal, syafa 'at, adzab kubur, dan kaum yang dikeluarkan dari neraka setelah mereka disiksa di dalamnya." [Musnad Ahmad 1: 223 dengan tahqiq Ahmad Syakir. Beliau berkata, "Isnadnya shahih."]Dalam pembahasan yang akan datang akan dibicarakan keluar biasaan Dajjal, perintah berta 'awwudz (mohon perlindungan) dari fitnahnya, berita tentang kehancurannya, yang semuanya itu menunjukkan secara qath'i bahwa Dajjal adalah manusia yang sebenarnya.[Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin, Penerbit CV Pustaka Mantiq]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://apsiscom.blogspot.com/2009/04/fitnah-dajjal.html</link><author>noreply@blogger.com (Apsis)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>