<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>amolstum.com</title>
	
	<link>http://amolstum.com</link>
	<description />
	<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 05:23:51 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/</creativeCommons:license><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/Amolstum" type="application/rss+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item>
		<title>Maafkan saya Inangbao</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Amolstum/~3/EmcjlGNOoDY/</link>
		<comments>http://amolstum.com/?p=326#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 05:08:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bachtiar STUM</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Catatan]]></category>

		<category><![CDATA[Batak]]></category>

		<category><![CDATA[Blogroll]]></category>

		<category><![CDATA[Essei]]></category>

		<category><![CDATA[Facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amolstum.com/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Permintaan maaf kepada istri dari kakak/adek laki-laki dari istri kita yang menurut budaya orang Batak tidak bolah bertutur sapa secara langsung.

Penulis: Laris Naibaho
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-

Karena harus mengikuti Rapat Organisasi di sebuah Hotel di bilangan Thamrin, saya terpaksa harus meninggalkan isteri di sebuah pesta pernikahan.
Waktu sudah mendekati pukul 19.00, tapi Pesta belum juga usai. Padahal rapat ini sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><address style="text-align: center;"><em>Permintaan maaf kepada istri dari kakak/adek laki-laki dari istri kita yang menurut budaya orang Batak tidak bolah bertutur sapa secara langsung.</em></address>
</blockquote>
<address style="text-align: justify;"><strong>Penulis: Laris Naibaho</strong></address>
<address style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</address>
<address style="text-align: justify;"></address>
<p style="text-align: justify;">Karena harus mengikuti Rapat Organisasi di sebuah Hotel di bilangan Thamrin, saya terpaksa harus meninggalkan isteri di sebuah pesta pernikahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu sudah mendekati pukul 19.00, tapi Pesta belum juga usai. Padahal rapat ini sangat penting bagi perjalanan karir saya, yang sudah mengikrarkan diri akan mencalonkan diri menjadi anggota Legislatif pada pemilihan mendatang. Pembaca taulah, menjadi anggota legislatif adalah impian banyak orang, karena kecuali bergengsi, terhormat, pun kata banyak orang sih, adalah kesempatan terbaik untuk manambah pundi-pundi. Saya sendiri bingung, dan bertanya-tanya, dari mana jalannya seorang anggota legislatif manambah pundi-pundi, bukankah itu adalah profesi pengabdian untuk berbuat yang terbaik kepada Negara?</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-326"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, sejak beberapa bulan lalu, saya selalu menghadiri rapat-rapat, dengan sasaran pertama merebut kursi Pimpinan Cabang, agar pada waktunya nanti, saya bisa menentukan nomor urut pencalonan, dan kecuali itu, tentu saja di kartu nama akan tertulis seperti ini :</p>
<p style="text-align: center;">Dr. Ir.Latteung, SH. MH<br />
Pimpinan Cabang<br />
Partai Peduli Kejujuran</p>
<p style="text-align: justify;">Krenn, khan?</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai Tulang pengantin pria, sejak pagi tadi sudah meninggalkan rumah untuk mengikuti acara pernikahan ini. Isteriku bahkan sejak pukul 4.00 pagi sudah bangun dan mulai berdandan ke salon dekat rumah. Ada tiga jam waktunya berdandan ria, mulai menata rambut sampai mengenakan kebayanya. Kalau sudah begitu, aku menjadi linglung mengenalnya. Dia menjadi cantik dan agak seksi serta ehem, ehem. Itu semua, karena pelapis pipi dan pemerah bibirnya dari merk terkenal. Dalam keadaan seperti itu dia menjadi asing bagiku. Parafumnya woooo&#8230;Ini adalah hal yang bertolak belakang dengan kesehariannya sebagai ibu rumah tangga yang biasanya hanya mengenakan daster kumal dan ketiaknya pun, hehe he, membuatku, ini maaf, lebih sering aku mampir dulu ke cafe dan minum bir bergelas-gelas, agar bau alkohol dari mulutku menutup bebauan dari ketiaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Terus terang saja, setiap kali ada undangan dari sebuah perkawinan dan status kami di sana sebagai Tulang, adalah siksaan tersendiri. Saya sebut sebagai siksaan, karena mau tidak mau, saya harus menyiapkan diri dan bersedia menjadi “kambing congek” selama puluhan jam; celengak-celinguk, senyam-senyum, dan mengorbankan pinggang menahan perih yang dalam. Tapi mau apalagi, pesta pernikahan atau adat yang telah berlangsung ratusan tahun lamanya sudah “di-sakral-kan” dan sepertinya sangat sulit untuk diubah. Pokoknya sakral. Titik. Kecuali, ini siapa tahu, para Raja Parhata atau pengetua adat merestrukturisasi kembali pola yang ada. Dan sebagai Tulang, tulangnya pengantin laki-laki pula, pesta belum akan dimulai kalau kami belum hadir dan dipersilakan ke ruang pesta. Sudah begitu, kami pula yang mendapat jatah atau waktu yang terakhir untuk mangulosi pengantin.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitulah leluhur kami menciptakan ritual adat ini, dan belum seorang pun dari keturunannya yang berani untuk mengubah. Konon, kesahan pesta pernikahan adat Batak, terletak, apakah Sang Tulang hadir dan memberi restu. Kalau tidak, hm!Maka sampai ada Umpama atau pepatah di masyarakat Batak :</p>
<p style="text-align: center;">“ Obut do jambulan, ni dandan gabe samara. Pasu-pasu sian Tulang, pitu sundut soada mara.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ada keengganan juga sebenarnya untuk meninggalkan isteriku di pesta ini, kendati sudah permisi kepada salah seorang dari margaku, agar isteriku nanti menumpang dari mobilnya. Terus terang, jarak gedung pertemuan dengan jalan raya cukup jauh dan tentu saja akan sangat melelahkan jika dilalui dengan jalan kaki. Jadi, tak tega juga, kalau isteriku pulang sendiri dan harus melalui jalan sepi itu dengan berjalan kaki untuk mencari angkot atau taxi. Soalnya, gedung pernikahan ini tidak dilewati oleh angkutan kota, termasuk taxi. Gedungnya agak ke dalam dan diseberangnya masih bertengger kuburan China yang jika hari mulai gelap, bagi yang belum atau sering ke sana, bisa membuat tubuh bergidik dan mambaen mannindang imbulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Gedung ini cukup bergengi untuk tempat pernikahan. Agak luas dan megah. Dan hehe he, hanya mereka yang “berduitlah” bisa mengadakan pesta di sana. Umumnya yang berpesta di sini ialah yang sinamotnya minimal 100 juta. Sudah menjadi pengetahuan umum di Jabodetabek, gedung pesta perkawinan identik dengan besarnya sinamot. Jadi hanya dengan menyebutkan nama gedung ini atau itu, otomatis kita bisa menebak kisaran sinamot atau menjadi tau keberadaan suhut yang berpesta itu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sudah iya, Ma, saya duluan. Nanti Mama nebeng sama Bapa Uda saja. Atau dengan Edamu Nai Humatiltal. Kayaknya dia sudah punya mobil Avansa sekarang. Nyetir sendiri pula,” kataku kepada isteriku. Hehe he, dihadapan umum saya selalu memanggil isteriku dengan mama. Di luar itu, panggilannya, Hei&#8230;”</p>
<p style="text-align: justify;">“Ati-ati, Pah!”Jawab isteriku. Suaranya terdengar manja. Bah, sepertinya kultur orang Batak sudah berubah pula. Padahal dulu, ini dulu, tabu juga seorang isteri bermanja ria di depan umum apalagi kalau di di situ ada simatuanya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oke, Mam,” jawabku singkat sambil mengacungkan jempol kananku ke atas.</p>
<p style="text-align: justify;">Akupun segera ngacir dengan berlari kecil ke parkiran. Aktingku sengaja kubuat seperti itu. Biasalah, supaya terlihat, bahwa aku duluan pulang karena memang ada urusan penting. Sesekali aku melongok jam di tangan kiriku. Ini sebuah sandi kepada sanak-sodari, “Aku buru-buru, nih!”</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hitungan menit, saya sudah di balik kemudi mobilku. Maaf, kalau ke pesta, saya selalu membawa mobil BMW X5 terbaruku. Mobil Inovaku dan sedan Soluna milik isteriku bersabar rialah menjadi penunggu garasi. Ini sudah menjadi Hukum Perilaku bagi masyarakat metropolitan. Dan aku mengikutinya.Merk mobil merupakan sandi keberhasilan selain kecantikan isteri dan seberapa megah rumah tempat tinggal. Mau apa lagi, zaman memang mengubah selamanya. Penghargaan manusia akan manusia yang lain juga berubah. Saat ini, penghargaan kepada seorang tidak lepas dari keberadaan yang dimilikinya. Mobil, isteri, rumah ditambah Kartu Kredit, apakah silver, gold, atau platinum. Artinya, jujur dan baik saja sebagai modal saat ini pasti nggak laku. Bahkan seorang yang jujur dan baik, bisa diidentikkan sebagai seorang bodoh alias “homo tak bergune”,kata orang Malaysia.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah membayar parkir tiga ribu rupiah, dan ke luar dari lokasi, pikiranku mulai sibuk arah mana yang terbaik agar tidak terjebak macet. Arah kiri lewat Cawang lalu menerobos Pancoran lalu turun di Semanggi—Sudirman lalu bundaran HI kupikir pasti akan terjebak di pintu tol Polda Metro Jaya. Sementara kalau ke kanan melalui perempatan Coca-cola pasti akan terjebak di Senen, dan apalagi di perempatan Hotel Aryaduta. Maka kuputuskan saja akan lewat Otista dan nanti akan melalui Jalan Matraman, dan berbelok di Tambak. Saya pikir lewat Pasar Rumput—Gondang Dia pasti lebih aman dan pasti sempat memimpin rapat.</p>
<p style="text-align: justify;">Baru saja beberapa detik memutuskan untuk melewati lewat jalan Otista mataku tertuju kepada seorang Ibu yang berjalan sebelah kiri jalan, sambil sesekali menoleh ke belakang. Apakah takut disenggol mobil, atau sedang melihat barangkali ada angkot yang lewat atau sukur-sukur kalau kebetulan ada mobil keluarga yang lewat untuk ditumpanginya .Tak jelas. Yang jelas bagiku, dia tadi ada di pesta itu&#8230;Aku kenal dia. Dia Inangbaoku, Nai Hasinggokan, yang tinggal di Menteng Atas, kira-kira satu kilo meter dari Pasar Rumput.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tahu persis Inangbaoku ini, meski seorang Janda dan penghasilan hanya cukup untuk membayar uang kuliah 3 putranya, tetapi yang namanya membayar adat,dia tidak pernah ketinggalan. Tetapi asal tahu saja, dua dari putranya itu kuliah Di UI dan si bungsu kuliah STAN.</p>
<p style="text-align: justify;">“Orang Batak lahir di adati. Sudah dewasa juga diayomi dengan adat. Matipun baru sah kalau diadati,” paparnya suatu kali kepada paribannya yang isteri seorang Polisi memrotes, agar tidak seharusnya dia serajin itu, karena keluarga juga pasti mafhum dengan keberadaannya, kalau dia tidak hadir.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tidak bisa. Aku harus selalu hadir. Jiwaku menjadi hidup. Hanya dengan hadir diadat inilah saya bisa bersosialisasi dengan keluarga. Kalau saya nanti mati, siapa yang mengubur? Aku tidak mau menjadi santapan biang. Jadi harus dikubur dengan acara adat pula,” katanya meyakinkan paribannya, bahwa mengikuti adat adalah mutlak dan itulah ciri melekat dan harta yang tak terhingga nilainya bagi orang Batak.</p>
<p style="text-align: justify;">Pikiran terhenti sesaat. Hari sudah mulai gelap, jiwa sosialku memuncak. Kupikir untuk rapat di Thamrin harus melalui Pasar Rumput. Aku cepat sadar bahwa Inangbao ini, pasti sedang mencari tumpangan keluarga, atau angkot yang ongkosnya murah-meriah. Tidak mungkin dia naik taxi. Saya sebut tidak mungkin, karena kutahu persis keberadaannya yang paspasan. Aku ajak saja naik mobilku dan nanti kuturunkan di Pasar Rumput. Itu yang ada dalam otak saat itu. Tak berpikir lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi tiba-tiba aku tersadar. Dia Inang baoku. Janda pula.Woh, apa kata orang kalau aku membawanya? Bukankah sangat dipantangkan berduaan dengan Inangbao? Dan jangankan berduaan, melihat Inangbao dari kejauhan saja, bisa dipasung pada zaman dulu. Taruhlah sekarang tidak seperti itu lagi, tapi apa kata dunia?</p>
<p style="text-align: justify;">Bingung. Konflik bathin. Tapi, apa kata Tuhan, kalau kutinggalkan seorang ibu yang miskin, sudah janda pula&#8230; Tapi wadooo. Pusinggg! Kendati aku bukan seorang yang taat, tapi hal-hal tertentu di Kitab Suci masih kuhafal dan mengakar di dalam hatiku. “Mangasi i na pogos i, na mangasiI Au doi.” Bah, Kalau tidak kubawa Inangbaoku ini, berarti aku telah melanggar apa yang tertulis dan merupakan perintah dari Sang Khalik. Kalau kubawa, “Dasar latteungnya kau. Tak tahu malu kau. Apa kau tak tahu itu Inangbaomu?”pastilah perkataan itu kudapat. Tahu sendirilah, masih mengakar prinsip di banyak orang, “Kalau bisa berpikir negatif, untuk apa berpikir positif?” Kadang-kadang orang tidak bertanya apa dan bagaimana sesuatu terjadi. Kalau tidak menghujat, pasti dengan kembar siamnya, menghakimi.</p>
<p style="text-align: justify;">Mumet juga pikiranku. Hampir saja mulutku berteriak, lontong eh tolongggggggggggggg. Akhirnya, ntah darimana awalnya, aku putuskan untuk tidak menghampiri dan membawa Inangbaoku ini. Aku tidak ingin ada hujatan yang tidak berdasar padaku. Aku ingin jadi anggota legislatif, karena itu, dari saat ini aku harus berusaha seminimal mungkin tidak melakukan “kesalahan”, utamanya citra diriku harus bersih di masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pedal ku injak, dan sesaat lampu hijau menyalah, aku langsung tancap gas, dengan berpura-pura tidak melihatnya. Tega tidak tega, aku harus tega. Ini masih dunia. Dunia adalah arena pengadilan, dan kecuali Polisi,Jaksa dan Hakim yang bisa “mengadili”, pengadilan umum dari masyarakat lebih menyakitkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku berhasil. Mobilku menerobos perempatan Ahmad Yani menuju Otista. Tapi tak urung dadaku bergetar, jantungku berdegup, dan tiba-tiba muncul bayangan almarhum ibuku seraya berkata, “ Dooo!”</p>
<p style="text-align: justify;">Air mataku mengalir. Kulihat jelas wajah ibuku yang menyesali sikapku. Aku tahu, dulu setiap kali ibuku berangkat ke pesta adat dengan naik angkot, pulang selalu dihantar naik mobil oleh sanak saudara sampai ke rumah. Bukan hanya itu, sering pula sesampai di rumah disalamtempeli dengan sihumisik oleh yang mengantar. Dan ibuku selalu suka-cita menjelaskannya padaku, agar aku mengingatnya dan bisa melakukan hal yang sama. Amangoiii. Hassit na fuanggg! Tapi aku tidak mungkin balik lagi dan mengajak Inangbao itu naik mobilku. Tidak mungkin. Maafkan aku Inong&#8230;!</p>
<p style="text-align: justify;">Maafkan aku Inangbao&#8230;!</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Amolstum/~4/EmcjlGNOoDY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amolstum.com/?feed=rss2&amp;p=326</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://amolstum.com/?p=326</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Terima kasih… peran serta anda sangat dihargai</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Amolstum/~3/Mljd1f-lYpo/</link>
		<comments>http://amolstum.com/?p=316#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 03:32:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bachtiar STUM</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>

		<category><![CDATA[Danau Toba]]></category>

		<category><![CDATA[Lomba Karya Tulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amolstum.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Para Pecinta Danau Toba &#38; Lingkungan Hidup
Salam TOBAlovers,
Kita percaya, Tuhan menciptakan Danau Toba demi kebahagiaan dan kesejahteraan umat manusia. Selain panoramanya yang indah luar biasa, danau volcano terbesar di dunia ini adalah “penjaga” keseimbangan ekologi pulau Sumatera, dan bagian dari sistem iklim global.
Kerusakan dan kemerosotan kualitas lingkungan Danau Toba dan sekitarnya niscaya menimbulkan bencana ekologi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><em>Para Pecinta Danau Toba &amp; Lingkungan Hidup</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Salam TOBAlovers,</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-317" title="090831-logo-tobalover" src="http://amolstum.com/wp-content/uploads/2009/09/090831-logo-tobalover.jpg" alt="090831-logo-tobalover" width="384" height="132" />Kita percaya, Tuhan menciptakan Danau Toba demi kebahagiaan dan kesejahteraan umat manusia. Selain panoramanya yang indah luar biasa, danau volcano terbesar di dunia ini adalah “penjaga” keseimbangan ekologi pulau Sumatera, dan bagian dari sistem iklim global.</p>
<p style="text-align: justify;">Kerusakan dan kemerosotan kualitas lingkungan Danau Toba dan sekitarnya niscaya menimbulkan bencana ekologi yang mengerikan, misalnya longsor dalam skala besar yang akan mengubur ribuan desa dan situs-situs bersejarah di seluruh wilayah Tapanuli, dan wilayah lain di Provinsi Sumatera Utara. Bencana seperti itu akan memusnahkan peradaban etnis Batak dan memacu Global Warming.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-316"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan Danau Toba, dan mencegah terjadinya bencana peradaban yang mengerikan itu ? Maaf, cinta saja tidak cukup! Buktinya, meski kita semua mencintai Danau Toba, namun hutan-hutan di sekelilingnya semakin gundul saja. Danau itu menjadi tempat sampah terbesar di dunia; airnya tercemar dan gatal, dan udaranya mengandung gas amoniak.</p>
<p style="text-align: justify;">Komunitas TOBAlover; sebuah kumpulan pecinta Danau Toba yang independen, inklusif dan multikultur; dengan hormat mengajak Anda untuk bersama-sama mentransformasikan cinta menjadi aksi nyata&#8211;demi menyelamatkan Danau Toba. Kita akan mengadakan Lomba Karya Tulis bagi para pelajar SMP dan SMA di 7 kabupaten yang bersinggungan dengan Danau Toba, yaitu Simalungun, Tanah Karo, Dairi, Humbang Hasundutan, Samosir, Tapanuli Utara, dan Tobasa. Tujuanya : menanamkan secara dini kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap krisis lingkungan di Danau Toba.</p>
<p style="text-align: justify;">Bersamaan dengan kegiatan lomba ini, kita akan adakan program training di Tapanuli guna membekali relawan setempat dengan pengetahuan dan strategi mengedukasi masyarakat. Pembekalan akan diberikan oleh Yuyun Ismawati, peraih Goldman Environmental Price 2009 (rincian kegiatan terlampir).</p>
<p style="text-align: justify;">Maka dengan hormat kami mengundang Anda, para pecinta Danau Toba, untuk berpartisipasi demi suksesnya lomba tersebut, yang biaya penyelenggaraanya adalah Rp <a href="http://www.facebook.com/l/;75.000.000">http://www.facebook.com/l/;75.000.000</a> (Tujuh puluh lima juta rupiah). Setiap sen yang Anda donasikan bagi penyelenggaraan lomba ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya, serta kami pertanggung jawabkan secara transparan dan akuntabel.</p>
<p style="text-align: justify;">Terima kasih atas perhatian dan peran serta Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Hormat kami,<br />
Panitia</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">Donasi dapat disalurkan melalui transfer bank ke salah satu rekening di bawah ini :</p>
<p style="text-align: justify;">TAHAPAN BCA<br />
KCP Bursa Efek Jakarta<br />
No.Rek : 4580321751<br />
Atas Nama : Goklas AR Tambunan SE dan Natal Yanti Aruan</p>
<p style="text-align: justify;">TABUNGAN MANDIRI<br />
Kantor Cabang Bursa Efek Jakarta<br />
No.Rek : 104-00-0410409-2<br />
Atas Nama : Goklas AR Tambunan, SE / Natal Yanti Aruan</p>
<p style="text-align: justify;">**Untuk keperluan pelaporan dan transparansi, mohon para donatur memberitahukan kepada Panitia LKT segera setelah melakukan transfer; via email ke :<br />
<a href="mailto:surat@goklas-http://www.facebook.com/l/;tambunan.net">surat@goklas-http://www.facebook.com/l/;tambunan.net</a>;<br />
<a href="mailto:panitia@tobalover.com">panitia@tobalover.com</a>;<br />
<a href="mailto:tobalovers@yahoo.com">tobalovers@yahoo.com</a>;</p>
<p style="text-align: justify;">via sms ke 0815 875 1100</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Amolstum/~4/Mljd1f-lYpo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amolstum.com/?feed=rss2&amp;p=316</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://amolstum.com/?p=316</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>LOMBA KARYA TULIS TOBALOVER : Jurus Baru Penyelamatan Danau Toba</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Amolstum/~3/vyhTq3WBO5I/</link>
		<comments>http://amolstum.com/?p=305#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 02:52:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bachtiar STUM</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>

		<category><![CDATA[Dana Toba]]></category>

		<category><![CDATA[Lomba]]></category>

		<category><![CDATA[Toba Lovers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amolstum.com/?p=305</guid>
		<description><![CDATA[Tobalover, sebuah komunitas berbasis jejaring sosial Facebook, akan menyelenggarakan Lomba Karya Tulis (LKT) bagi pelajar SLTP dan SLTA di tujuh kabupaten seputar Danau Toba. Lomba berhadiah total Rp 25.000.000 ini, bertujuan menanamkan sejak dini kepedulian terhadap pelestarian Danau Toba dan lingkungan sekitarnya.
Menurut Ketua Panitia LKT Tobalover, Robert Manurung, lomba bertema &#8220;Danau Toba Yang Kucinta&#8221; ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="TEXT-ALIGN: justify"><img class="alignleft size-full wp-image-312" title="090823-lkt-tobalover" src="http://amolstum.com/wp-content/uploads/2009/08/090823-lkt-tobalover.jpg" alt="090823-lkt-tobalover" width="171" height="216" />Tobalover, sebuah komunitas berbasis jejaring sosial Facebook, akan menyelenggarakan Lomba Karya Tulis (LKT) bagi pelajar SLTP dan SLTA di tujuh kabupaten seputar Danau Toba. Lomba berhadiah total Rp 25.000.000 ini, bertujuan menanamkan sejak dini kepedulian terhadap pelestarian Danau Toba dan lingkungan sekitarnya.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify"><span id="more-305"></span>Menurut Ketua Panitia LKT Tobalover, Robert Manurung, lomba bertema &#8220;Danau Toba Yang Kucinta&#8221; ini mencakup tujuh kabupaten yang bersinggungan langsung dengan Danau Toba, yaitu Simalungun, Tanah Karo, Tobasa, Tapanuli Utara, Samosir, Humbang Hasundutan, dan Dairi. Lomba ini berlangsung sejak 21 Agustus hingga 1 Oktober 2009. Pemenangnya akan diumumkan tanggal 22 Oktober, sedangkan penyerahan hadiah dilaksanakan pada perayaan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2009.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">”Kita menyadari, upaya penyelamatan Danau Toba tidak akan berhasil selama penduduk setempat hanya sebagai penonton atau pelengkap penderita seperti selama ini,”jelas Robert Manurung seraya menegaskan, ”Melalui penyelenggaraan lomba ini, kita ingin mendorong tumbuhnya kepedulian di kalangan remaja dan pemuda di tujuh kabupaten itu untuk melestarikan Danau Toba dan lingkungan sekitarnya.”</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Ditegaskannya, melalui lomba ini TobaLover ingin mendorong upaya penyelamatan Danau Toba bersifat bottom up. &#8220;Jurus baru&#8221; ini diyakini lebih layak diandalkan dan diharapkan dibanding pendekatan top down, yang sifatnya elitis dan sarat KKN seperti dianut selama ini. &#8220;Kenapa sebelumnya tidak pernah diadakan lomba semacam ini? Karena sumber dana organisasi-organisasi penyelamatan Danau Toba adalah pihak-pihak yang secara langsung maupun tidak langsung ikut merusak danau itu dan lingkungan di sekitarnya. Makanya, dalam penyelenggaraan LKT ini, kita akan mengutamakan donasi dari masyarakat, khususnya para pecinta Danau Toba yang berkecimpung didunia maya,&#8221;jelas Robert.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Dalam lomba ini, peserta diminta memaparkan peranan nyata yang dapat mereka lakukan, guna mengatasi tiga masalah besar`yang menyebabkan krisis lingkungan di Danau Toba dan sekitarnya. Ketiga masalah besar itu adalah penggundulan hutan yang mengakibatkan kian menipisnya daerah tangkapan air, kebiasaan penduduk membuang sampah ke danau, dan pencemaran air danau oleh limbah yang kian menjamur disana.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Dewan Juri lomba ini, jelas Robert, terdiri dari para wartawan, penulis, dan blogger kawakan. Ketua Dewan Juri adalah penulis novel Sordam, Suhunan Situmorang; yang didukung oleh wartawan sekaligus blogger kawakan Toga Nainggolan sebagai Sekretaris Dewan Juri.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Bersamaan dengan penyelenggaraan lomba ini, TobaLover berencana mengadakan program pelatihan singkat bagi para penggiat dan relawan lingkungan di tujuh kabupaten tadi. Tujuannya untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan strategi mengedukasi masyarakat. Program ini akan diberikan oleh Yuyun Ismawati, penggiat lingkungan di Bali yang belum lama berselang mendapat penghargaan internasional Goldman Environmental Prize 2009&#8211;yang sering pula disebut sebagai Nobel Lingkungan.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify"><strong>KETENTUAN LOMBA</strong></p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify"> I.     Kategori SMP &amp; SMU sederajat.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">II.    Syarat-syarat lomba :</p>
<p style="TEXT-ALIGN: left; PADDING-LEFT: 30px">1. Terbuka untuk pelajar SLTP (Kategori 1), pelajar SLTA (Kategori 2) yang masih aktif sebagai siswa pada sekolah-sekolah terdaftar di 7 kabupaten sebagai berikut : Tanah Karo, Simalungun, Samosir, Tobasa, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Dairi.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: left; PADDING-LEFT: 30px">2. Lomba dimulai tanggal 21 Agustus dan ditutup pada tanggal 1 Oktober 2009.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: left; PADDING-LEFT: 30px">3. Setiap peserta hanya diperkenankan mengirimkan 1 (satu) karya tulis untuk dilombakan.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: left; PADDING-LEFT: 30px">4. Peserta bebas membuat judul sendiri, namun harus menuliskan di dalam naskah mana yang dipilih menjadi acuan di antara tema dan subtema di bawah ini :</p>
<p style="TEXT-ALIGN: left; PADDING-LEFT: 30px"> TEMA : “DANAU TOBA YANG KUCINTA”<br />
SUBTEMA :</p>
<p style="TEXT-ALIGN: left; PADDING-LEFT: 60px">1.  Yang harus kulakukan supaya hutan di sekitar Danau Tobaku tidak semakin gundul.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: left; PADDING-LEFT: 60px">2.  Yang harus kulakukan supaya Danau Tobaku tidak menjadi tempat sampah dan airnya tidak semakin   gatal.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: left; PADDING-LEFT: 60px">3.  Tak akan kubiarkan Danau Tobaku kering.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: left; PADDING-LEFT: 30px">5. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Diperkenankan menggunakan seperlunya istilah bahasa Batak dan harus ditulis miring atau italic.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: left; PADDING-LEFT: 30px">6. Naskah harus asli (bukan jiplakan atau saduran). Keaslian karya tulis menjadi pertimbangan utama Dewan Juri dalam menyeleksi dan menentukan pemenang.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: left; PADDING-LEFT: 30px">7. Naskah diketik atau di-print out dalam kertas ukuran A4, dengan spasi 1,5 dan menggunakan jenis huruf (font) Times New Roman ukuran 12, dengan margin rata di sebelah kiri dan kanan (justified).</p>
<p style="TEXT-ALIGN: left; PADDING-LEFT: 30px">8. Panjang naskah karya tulis antara 6-10 halaman ketikan atau print out; masing-masing rangkap 3 (tiga).</p>
<p style="TEXT-ALIGN: left; PADDING-LEFT: 30px">9. Naskah karya tulis harus disertai lampiran berupa :</p>
<p style="TEXT-ALIGN: left; PADDING-LEFT: 60px">a.  biodata dan foto peserta<br />
b.  Fotocopy kartu pelajar/surat keterangan dari guru wali kelas.<br />
c.  Alamat sekolah secara lengkap, disertai nomor telepon jika ada.<br />
d. Alamat rumah peserta dengan disertai nomor telepon yang dapat dihubungi sewaktu-waktu.</p>
<p style="text-align: left;">III.   Ketentuan pengiriman naskah :</p>
<p style="text-align: left; padding-left: 30px;">1. Naskah beserta lampirannya dimasukkan ke dalam amplop tertutup. Cantumkan kategori peserta dan kabupaten tempat sekolahnya, contoh “Kategori 1/Tapanuli Utara” di sebelah kanan atas amplop, dan kirimkan melalui pos ke :</p>
<p style="text-align: left; padding-left: 30px;"><strong>Panitia Lomba Karya Tulis “Danau Toba Yang Kucinta”<br />
Komplek Deli Sejahtera Blok XIII Nomor 122,<br />
Pasar V Marelan, Medan 20256.</strong></p>
<p style="text-align: left; padding-left: 30px;">2. Naskah yang berhak ikut lomba adalah yang dikirimkan paling lambat tanggal 1 Oktober, dibuktikan dengan cap pos.</p>
<p style="text-align: left;">IV. Hadiah bagi para pemenang<br />
Total Hadiah yang akan diperebutkan senilai Rp 25.000.000-<br />
Karya tulis para pemenang akan dipublikasikan di surat kabar yang terbit di Sumatera Utara dan di website tobalover.com.</p>
<p style="text-align: left;">V. Ketentuan lain<br />
Setiap naskah karya tulis yang ikut dilombakan menjadi milik Panitia, namun hak cipta tetap milik peserta. Panitia berhak menerbitkan karya-karya yang dilombakan tanpa memerlukan ijin atau persetujuan dari peserta.</p>
<p style="text-align: left;">VI.Pengumuman pemenang &amp; penyerahan hadiah</p>
<p style="text-align: left; padding-left: 30px;">1.Pemenang Lomba Karya Tulis “Danau Toba Yang Kucinta” akan diumumkan tanggal 22 Oktober 2009 melalui website tobalover.com, media cetak, dan radio.<br />
2.Panitia akan mengirimkan surat pemberitahuan resmi kepada setiap pemenang yang kemudian harus ditunjukkan oleh yang bersangkutan pada saat penyerahan hadiah.<br />
3. Penyerahan hadiah bagi para pemenang akan dilaksanakan bertepatan dengan perayaan Hari Sumpah Pemuda, tanggal 28 Oktober 2009. Cara dan tempat penyerahan hadiah akan diumumkan kemudian.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Jakarta, 21 Agustus 2009<br />
Panitia Lomba Karya Tulis TobaLover</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Amolstum/~4/vyhTq3WBO5I" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amolstum.com/?feed=rss2&amp;p=305</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://amolstum.com/?p=305</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Dari Sekupang aku memandang…</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Amolstum/~3/CzzVnhyS2b4/</link>
		<comments>http://amolstum.com/?p=301#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 02:28:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bachtiar STUM</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Catatan]]></category>

		<category><![CDATA[Batak]]></category>

		<category><![CDATA[Danau Toba]]></category>

		<category><![CDATA[Samosir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amolstum.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[Batam salah satu pulau dari ribuan pulau di Indonesia boleh dikatakan telah berhasil di kembangkan melalui tahapan proses yang dimulai oleh Dr.Ibnu Sutowo  tahun 1971-1976, kemudian oleh Prof.Dr.JB.Sumarlin pada periode 1976 – 1978, lalu dilanjutkan dengan pembangunan jangka panjang oleh Prof.Dr.BJ. Habibie selama periode 1978-1998.
Sekupang… adalah salah satu pelabuhan dari pulau yang pada awalnya adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Batam salah satu pulau dari ribuan pulau di Indonesia boleh dikatakan telah berhasil di kembangkan melalui tahapan proses yang dimulai oleh Dr.Ibnu Sutowo  tahun 1971-1976, kemudian oleh Prof.Dr.JB.Sumarlin pada periode 1976 – 1978, lalu dilanjutkan dengan pembangunan jangka panjang oleh Prof.Dr.BJ. Habibie selama periode 1978-1998.<br />
Sekupang… adalah salah satu pelabuhan dari pulau yang pada awalnya adalah tanah tandus dan kering dan bahkan sumber air minum sangat sulit ditemukan disana. Dulu kita hanya sering mendengar Tanjung Pinang, tapi kini  Batam telah mendominasi wilayah kepulauan itu.</p>
<p><span id="more-301"></span>Disanalah aku pernah duduk  pada suatu senja yang tenang  menikmati hembusan angin laut yang sepoi, ya.. dari Sekupang aku memandang jauh nun disana  kemilau lampu yang terbentang  indah di seberang. Samar samar kelihatan gedung gedung tinggi mendongak dengan keangkuhannya menantang ke angkasa. Betapa beruntungnya negeri kecil yang ditemukan oleh  Thomas Stamford Raffles  pada 29 January 1819 ini dapat mengecam kemakmuran dan kesejahteraan yang sudah hampir setara dengan kehidupan masyarakat bule sana, dan hampir dipastikan kecumburuan sosial sudah sangat menipis disana.</p>
<p>HP tua yang selalu setia bersama kemana aku pergi itu seketika berbunyi,  kelihatannya sahabat dari jauh ingin menyapa, tapi… kubiarkan  ring tone itu terus malantunkan nadanya…..mengumandangkan lagu yang menggugah  itu …………</p>
<p>     Pulo Samosir do haroroanku Samosir do<br />
     Ido asalhu sai tong ingotonhu |<br />
     Saleleng ngolungku hupuji ho | 2x</p>
<p>     Disi do pusokhi pardengkeanhu haumangki<br />
     Gok disi hansang nang eme nang bawang |<br />
     Rarak do pinahan di dolok i | 2x</p>
<p>     Ref :   Laope au marhuta sada<br />
                Tung sopola leleng nga mulak au<br />
                Di parjalangan ndang sonang au<br />
                Sai tu Pulo Samosir ma sihol au</p>
<p>     Molo marujung ma, muse ngolungku sai ingot ma<br />
     Anggo bangkeku disi tanomonmu |<br />
     disi udeanku sarihon ma |2x</p>
<p>     Molo masihol ho, di natinombur masihol ho<br />
     manang niura dohot na margota<br />
     Di Pulo Samosir do dapot ho, manang niura<br />
     dohot namargota di Pulo Samosir do dapot ho</p>
<p>Lagu ini mengingatkanku ke Bona Pasogit yang sampai kini masih berkutat dalam kemiskinan . Kerinduan akan Samosir mencuat seketika, serta merta membayangkan apakah mungkin tanah leluhur  ini bisa layaknya  Batam dan bahkan Singapore yang kini terbentang megah di depan mata ini?</p>
<p>Rasanya tidak terlalu mustahil , Ricky Sutanto pernah menulis dengan judul “2015 KITA TERKAYA No.5”, …. Ricky mengatakan  bahwa Garden of Prayer (taman untuk berdoa) akan dibangun di Pusuk Buhit (Samosir) sebagai tempat berkumpulnya berbagai penganut agama di dunia, dengan membangun rumah ibadah untuk 5 (lima) agama yaitu Kristen, Katholik, Hindu, Khong Hu Chu, Islam. Semua rumah ibadah akan dibangun dengan standar terbesar di dunia. Garden Prayer menjadi Pusat  peribadatan dan kajian agama di dunia. Oleh karenanya Samosir akan dikunjungi  jutaan manusia setiap tahunnya.  Kunjungan ini sangat bermanfaat bagi penduduk Samosir khususnya dan Indonesia secara umum.</p>
<p>Batam  yang tadinya tandus dan kering berhasil dikembangkan menjadi daerah maju, tentunya  Samosir yang mempunyai kekayaan alam yang belum tergali dan dikelilingi dana toba yang indah itu tentunya bisa. Nampaknya indikasi itu kini sudah mulai menguat…, Ibnu Sutowo muda, Sumarlin dan bahkan Habibie muda akan terlahir disana untuk jangka waktu yang tidak terlalu lama lagi; anak2 muda di “Samosir Berubah” misalnya  sudah mulai melangkah bergerak, demikian juga elemen elemen lainnya, bahkan pegiat pendidikan seperti Bapak Paken Pandiangan sudah memprakarsai untuk mendirikan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Samosir.</p>
<p>Kini… gairah optimis untuk masa depan yang lebih cemerlang  tidaklah hanya sekedar mimpi, bahwa Samosir yang akan dikembangkan menjadi daerah wisata yang akan dikunjungi dari penjuru dunia  akan bersinerji dengan pendidikan yang maju, tentunya akan menaikkan tingkat sosial ekonomi, yang penting kita satukan langkah kedepan dan semangat kerja keras yang tidak pernah lelah.</p>
<p>Semoga…..</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Amolstum/~4/CzzVnhyS2b4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amolstum.com/?feed=rss2&amp;p=301</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://amolstum.com/?p=301</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>si Boru Ampudan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Amolstum/~3/y3a8wEjlgAU/</link>
		<comments>http://amolstum.com/?p=299#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 04:42:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bachtiar STUM</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Catatan]]></category>

		<category><![CDATA[Batak]]></category>

		<category><![CDATA[Blogroll]]></category>

		<category><![CDATA[Facebook]]></category>

		<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amolstum.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Aku bukan tipe orang penyabar walau sementara orang disekitarku terkadang menyebutkanku termasuk orang yang sabar ***hee he he….., geer*** , mungkin faktor inilah salah satu kendala yang aku miliki hingga sulit meraih cita yang terbentang luas disana. Aku paling benci  harus menunggu, walau peluang peluang selalu menanti didepan, dan dari banyak pengalaman yang kumiliki segala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Aku bukan tipe orang penyabar walau sementara orang disekitarku terkadang menyebutkanku termasuk orang yang sabar ***hee he he….., geer*** , mungkin faktor inilah salah satu kendala yang aku miliki hingga sulit meraih cita yang terbentang luas disana. Aku paling benci  harus menunggu, walau peluang peluang selalu menanti didepan, dan dari banyak pengalaman yang kumiliki segala kesempatan menguap begitu saja hanya disebabkan tidak memiliki sedikit kesabaran.<span id="more-299"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak demikian halnya kalau bersama si Boru Ampudan, semua terasa luluh dan hanyut dalam kenyamanan rasa , kekalutan dan beban hidup serasa terlupakan dan lebur menjadi keceriaan dan kehangatan disertai degan interaksi yang menyenangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menulis… dan menulis …..itulah yang dilakukannya  dikala senggang, jemari mungil dan mulus  menari kesana kemari  menggoreskan isi alam pikir diatas kertas putih bersih seputih hatinya. Dari beberapa tulisan yang tentu masih  sederhana pernah juga kuposting di blog beberapa tahun yang lalu, ketika era blog lagi booming kala  itu, dan beberapa blogger yang saat itu memulai berblog ria sepeti  halnya kulakukan juga, kini sudah menjadi blogger yang hebat-hebat, kecuali aku yang tidak pernah mencapainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tidak berkemampuan membuat dongeng yang menarik, namun kupaksakan diri  sebisa yang kubisa membuatnya, dan dongeng  yang pas-pasan itu selalu kuceritakan setiap malam untuk menghantarkannya ke alam tidur yang lelap. Ini memang membutuhkan kesabaran, namun aku bisa melakukannya dan menikmatinya sekaligus, anehnya dia juga terhibur dengan  ulangan dongeng yang sama setiap malamnya. Buktinya dia selalu tertidur menjelang cerita berakhir. </p>
<p style="text-align: justify;">Ini berlangsung sampai si boru Ampudan itu menduduki kelas 6 SD, dan sungguh disayangkan hal seperti ini tidak dapat berlangsung terus semenjak dia melangkah ke sekolah yang lebih tinggi yaitu SMP&#8230;&#8230;.aku memakluminya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun…..aku selalu merindukan hal-hal menyenangkan itu terulang kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Entah kenapa… di malam sehabis mengikuti UAS untuk kelas 1 SMP beberapa hari yang lalu, nostalgia itu terulang. Banyak cerita teruntai, kenangan masa masa kecilnya terlontar dengan derai ketawa yang menyenangkan dan akhirnya menghantarkannya kealam tidak sadar dengan segala angan dan mimpi bersatu disana.</p>
<p style="text-align: justify;">Nggg mmm ….suaranya lirih, seekor nyamuk mengusik tidurnya yang nenyak, sementara aku yang masih terjaga dan membaca baca sambil tiduran disampingnya memandangi  wajah mungil itu. Adakah dia memikirkan hidupnya di masa nanti? Apakah yang akan dilakukannya kelak? Aku tak sanggup membayangkan kehidupan seperti apa yang akan dijalaninya nanti di dunia yang semakin keras ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Nggg mmm …, kembali lirihannya mengisi malam yang kian larut, terlintas dipikiran dongengan tentang seorang putri yang mendambakan seorang pangeran yang baik nan bijaksana, yang berhasil membawa  negerinya menjadi  negeri yang makmur dan sejahtera. Tidak seperti negeri  ini yang kian tahun kian kusut terbawa kemunafikan dan kebohongan para pemimpinnya,  selalu menghembuskan kebingungan kebingungan pada rakyatnya, sementara disana penderitaan semakin merajalela, pendidikan yang katanya gratis itu dimanipulasi dengan kelas-kelas istimewa sehingga bebas melaksanakan pungutan-pungutan yang luar biasa itu. Sungguh menjengkelkan&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah dia memimpikan pangeran itu?  Entahlah….. aku hanya bersujud kepada yang Kuasa dan memohon agar segala petunjuk dapat dilimpahkanNYA kepada Boru Ampudan-ku didalam menjalani kehidupannya kelak.</p>
<p style="text-align: justify;">Teng… teng…. jam menunjukkan angka 2 yang menandakan malam sudah larut….. kubetulkan selimut yang membungkus tubunya dengan kehangatan. Kutinggalkan dia dalam ketenangan malam yang indah dengan angan dan impiannya. Aku  beranjak menghampiri istirahat yang sebentar lagi akan menyongsong pagi.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Amolstum/~4/y3a8wEjlgAU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amolstum.com/?feed=rss2&amp;p=299</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://amolstum.com/?p=299</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Boru panggoaran</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Amolstum/~3/Ux4oBob4yp8/</link>
		<comments>http://amolstum.com/?p=294#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 16:44:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bachtiar STUM</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Catatan]]></category>

		<category><![CDATA[Batak]]></category>

		<category><![CDATA[Blogroll]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amolstum.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Alunan bait akhir lagu “boru panggoaran” mengumandang lembut , mengakhiri lagu indah nan mempesona itu menyihir setiap pendengarnya hanyut kedalam perasaan yang dalam. Namun tak dinyana… seketika dia jatuh terkulai lemah, entah kenapa dan oleh sebab apa, kurang jelas… yang pasti kejadian ini sungguh nyata ketika ayahanda pengantin wanita itu hendak menyampaikan ULOS HELA.
Saya hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Alunan bait akhir lagu “boru panggoaran” mengumandang lembut , mengakhiri lagu indah nan mempesona itu menyihir setiap pendengarnya hanyut kedalam perasaan yang dalam. Namun tak dinyana… seketika dia jatuh terkulai lemah, entah kenapa dan oleh sebab apa, kurang jelas… yang pasti kejadian ini sungguh nyata ketika ayahanda pengantin wanita itu hendak menyampaikan ULOS HELA.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-294"></span>Saya hanya menduga, bahwa “feeling happy that excessive” dari Laeku inilah kemungkinan yang membuatnya kehilangan keseimbangan.<br />
Bisa dikatakan demikian sebab ketika bertemu dengannya sewaktu mereka datang ke rumah untuk memberitahukan dan menyampaikan Undangan atas penikahan BORU PANGGOARAN-nya itu (paboahon tu Tulangna), sangat nampak jelas semangatnya yang meluap dan rasa bahagia yang tak terhingga terpancar di wajah professor ini, sampai sampai seluruh persiapan dan rencana acara pesta itu ditangani sendiri olehnya demi kesempurnaan pesta itu; begitu menurutnya.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">Papa, je pincement à l&#8217;aéroport, begitu Borukku yang tinggal di Paris dan telah bekerja beberapa tahun belakangan ini di salah satu organisasi Internasional mengakhiri percakapan telephone, yang maksudnya memberitahukan bahwa dia akan menjemput kami di Bandara sehubungan dengan permintaannya kepada kami orangtuanya agar datang berkunjung dan menjenguknya di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku sebenarnya salah satu orang yang tidak begitu suka berpegian jauh melewati benua dan samudra, apalagi ke negeri orang perancis yang saya benci itu. Entah mengapa asal mendengar kata perancis, darahku selalu “gurgur”, mungkin ini diakibatkan hubungan dan komunikasi saya yang tidak pernah baik dan sudah berlangsung cukup lama dengan orang perancis di sekitarku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi karena undangan ini sangat berharga bagiku dan berasal dari Borukku yang merupakan BORU PANGGOARAN pula di keluarga; aku harus menanggalkan perasaan itu, sebab rasa bangga atas permintaan itu mengalahkan perasaan benci yang tertanam mendalam dalam hati.<br />
Keinginan ini sudah cukup lama dicita-citakannya bahkan dari semasa masih duduk di SMP, bahwa dia akan belajar sungguh-sungguh agar dapat berhasil memiliki ilmu yang luas, dan suatu waktu nanti ketika telah mencapai sesuatu kesuksesan, dia akan mengajak kedua orang tuanya untuk berwisata jauh ke negeri orang untuk mengetahui sisi kehidupan dan budaya di negeri negeri orang, dengan demikian harapan memiliki wawasan yang lebih luas dapat diperoleh. Hal itu pernah diutarakannya manakala kami berbincang bincang di suatu sore.</p>
<p style="text-align: justify;">Tibalah saatnya akan berangkat, semua kebutuhan yang berkaitan dengan perjalanan jauh sudah dipersiapkan dengan baik, dan…..tiba-tiba istri yang duduk disebelahku “manggoit” (mencolek), ayo… sekarang giliran kita “mangulosi”.</p>
<p style="text-align: justify;">Seketika ‘ku tersadar dari angan yang jauh melayang menerobos ruang dan waktu akan si BORU PANGGOARAN, yang juga “friend”ku bersama adeknya di FB ini. Kini sedang sibuk-sibuknya berjuang keras menggapai cita-citanya untuk memasuki perguruan tinggi, setelah dua tahun ini menyelesaikan pelajaran-pelajarannya di kelas akselerasi salah satu SMAN di Bekasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil bersiap-siap hendak “Mangulosi”, elemen otak ini masih tetap bergolak memikirkan dan merasakan keistimewaan “Boru Panggoaran”, selalu saja terasa kutemukan kekhususan disana.<br />
Apakah ini merupakan usaha defensive saya terhadap patrilineal dalam kehidupan orang Batak yang lebih mengedepankan “panggoaran” itu sebaiknya laki-laki?, atau semacam perasaan berbeda dengan yang dimiliki orang lain?, atau karena dorongan yang dimunculkan oleh “Lagu Boru Panggoaran” itu?, entahlah… sulit rasanya mendapat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu. Satu hal yang dapat kucatat, perjalanan panjang dalam hidup ini telah memberikan berbagai aspek pemahaman dalam diri ini, sehingga Boru Panggoaran mempunyai makna lebih dari yang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Diatas segalanya itu saya selalu berharap dan berdoa agar anak-anak, dapat bertumbuh dengan baik hingga dewasa dan berhasil meraih apa yang dicita-citakannya, dengan demikian dambaan yang ada dalam lagu ini dapat tergapai.</p>
<p style="text-align: justify;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Ho do boruku, tampuk ni ate-ateki<br />
Ho do boruku…,tampuk ni pusu-pusuki</p>
<p style="text-align: justify;">Burju-burju ma ho, na marsikkolai<br />
Asa dapot ho, na sinittani rohami</p>
<p style="text-align: justify;">Molo matua sogot au, ho na manarihon ahu<br />
Molo matinggang ahu inang, ho do na manogu-nogu ahu</p>
<p style="text-align: justify;">Chorus:<br />
Ai ho do boruku, Boru panggoarakki<br />
Sai sahat ma da na di rohami</p>
<p style="text-align: justify;">Ai ho do boruku, Boru panggoaraki<br />
Sai sahat ma da na di rohami….</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Amolstum/~4/Ux4oBob4yp8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amolstum.com/?feed=rss2&amp;p=294</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://amolstum.com/?p=294</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Telepon</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Amolstum/~3/sAKLxdLwSEU/</link>
		<comments>http://amolstum.com/?p=261#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 07:51:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bachtiar STUM</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Catatan]]></category>

		<category><![CDATA[Blogroll]]></category>

		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amolstum.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Tabrakan dahsyat di jalan Tol Jagorawi siang itu mengakibatkan kondisi mobil dalam keadaan ringsek berat dan hampir tak berbentuk lagi, sementara pengemudinya yang dalam keadaan kritis dilarikan ke rumah sakit Cibinong Bogor. Menurut cerita dari saksi mata, kendaraan itu melaju dengan kecepatan tinggi, dan….. seketika menabrak truk didepannya yang mengalami pecah ban.
Begitu  berita yang disampaikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify; margin: 10pt 0cm 0pt;">Tabrakan dahsyat di jalan Tol Jagorawi siang itu mengakibatkan kondisi mobil dalam keadaan ringsek berat dan hampir tak berbentuk lagi, sementara pengemudinya yang dalam keadaan kritis dilarikan ke rumah sakit Cibinong Bogor. Menurut cerita dari saksi mata, kendaraan itu melaju dengan kecepatan tinggi, dan….. seketika menabrak truk didepannya yang mengalami pecah ban.</p>
<p style="text-align: justify; margin: 10pt 0cm 0pt;"><span id="more-261"></span>Begitu  berita yang disampaikan seseorang melalui telepon yang diterima oleh anak-anak dirumah hari itu, dan dengan keadaaan panik menyampaikannya kepada mama-nya membuat keadaan menjadi kalut. Dalam suasana tak menentu ketika itu, sebenarnya masih diusahakan menghubungi kerabat maupun sanak saudara dengan menggunakan pesawat telepon yang sama untuk memperoleh kepastian beritanya, tapi semua jawaban dari penerima telepon mengatakan bahwa kecelakaan itu benar adanya. Dengan perasaan yang gusar dan suasana hati yang tak tenang,  istri dan anak anak langsung bergegas mencari kendaraan untuk menuju rumah sakit cibinong.</p>
<p style="text-align: justify; margin: 10pt 0cm 0pt;">Sebelum menaiki taxi yang akan ditumpangi, anak saya yang sulung masih penasaran, sebab dia tahu persis bahwa beberapa jam sebelum kejadian, adeknya masih berkomunikasi lewat HP dengan papanya yang sedang kerja di kantor,  dan semua baik baik aja; lalu dia mengontak dengan HP nya sendiri. Di seberang sana… saya menjawab dengan santai dan bercanda seperti sediakala menerima telephon dari anak anak, dan….. saking senangnya dia berteriak teriak dengan perasaan antara percaya dan tidak… “INI PAPA KAN???” begitu teriaknya berulang ulang, lalu kemudian mama-nya serta merta melengkapi teriakan histeris itu… dan menanyakan apakah suami tercintanya benar dalam keadaan baik baik saja.</p>
<p style="text-align: justify; margin: 10pt 0cm 0pt;">Mendapat telepon seperti itu membuat saya kebingungan dan bertanya-tanya “ada apa yang terjadi”, lalu mencoba menenangkan mereka agar menceritakan bagaimana sesungguhnya kejadiannya.</p>
<p style="text-align: justify; margin: 10pt 0cm 0pt;">Keheranan yang luar biasapun muncul setelah mendengar uraian cerita seperti kejadian diatas, bagaimana mungkin semua ini terjadi dan berproses seolah olah beneran. Jawabannya baru sedikit kumengerti setelah mendapat penjelasan dari polisi yang kemudian datang sesudah mendapat pengaduan.</p>
<p style="text-align: justify; margin: 10pt 0cm 0pt;">Menurut polisi, yang begini adalah modus penipuan dimana seandainya si korban jadi kesampaian ke rumah sakit tadi, disanalah mereka akan beraksi melakukan kejahatannya.</p>
<p style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;">Ternyata kabel untuk nomor telepon rumah tersebut sudah disambungkan dengan alat tertentu, dimana setiap telepon keluar dari nomor dimaksud, akan secara langsung teralihkan ke pesawat pelaku kejahatan tersebut, sehingga semua telepon keluar dari pesawat tersebut bisa mereka monitor untuk memberikan jawaban yang mengarahkan dan meyakinkan sasaran bahwa berita itu ada benar benar terjadi.  Nah… karena pemilik telepon tersebut dalam kondisi panik, kurang memperhatikan suara penerima telepon tersebut, akhirnya berakibat seperti kejadian diatas.</p>
<p style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;">Saya sangat bersyukur karena si pelaku kejahatan tidak berhasil melakukan aksinya terhadap kami sekeluarga, tapi sebenarnya secara psikologis… istri dan anak-anak sudah sempat terguncang dengan kejadian ini.</p>
<p style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;">Sesungguhnya modus ini pernah saya pertanyakan ke Telkom, namun sayang jawabannya tidak pernah ada. Ini sangat jelas merugikan pelanggan Telkom, yang dengan mudahnya disesatkan olek oknum tertentu tanpa pernah bisa dilacak siapa pelakunya. Saya kira ini harus menjadi PR pihak Telkom untuk mengendalikannya.</p>
<p style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-size: 12pt;">Tips: ‘Pabila anda mengalami hal seperti ini, jangan sekali kali menggunakan pesawat telepon yang sama ketika menerima informasi, tapi gunakanlah pesawat lain untuk mengontak pihak yang diinginkan.</span></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Amolstum/~4/sAKLxdLwSEU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amolstum.com/?feed=rss2&amp;p=261</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://amolstum.com/?p=261</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Penantian panjang</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Amolstum/~3/q8ZNeXg5lbo/</link>
		<comments>http://amolstum.com/?p=187#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 17:41:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bachtiar STUM</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Catatan]]></category>

		<category><![CDATA[Batak]]></category>

		<category><![CDATA[Blogroll]]></category>

		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amolstum.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih Tuhan… Engkau maha besar…… kini terkabul sudah doa dan permintaan kami, pengharapan dan penantian yang panjang terjawab sudah; demikian ungkapan kegembiraan yang disertai uraian airmata kebahagiaan dari pasangan yang diselimuti suka cita yang tidak terperikan itu.
Suasana menyenangkan malam itu sangat terpancar nyata dalam acara “Mamoholi” di salah satu keluarga anggota Parsahutaon, seusai mencontreng [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Terima kasih Tuhan… Engkau maha besar…… kini terkabul sudah doa dan permintaan kami, pengharapan dan penantian yang panjang terjawab sudah; demikian ungkapan kegembiraan yang disertai uraian airmata kebahagiaan dari pasangan yang diselimuti suka cita yang tidak terperikan itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-187"></span>Suasana menyenangkan malam itu sangat terpancar nyata dalam acara “Mamoholi” di salah satu keluarga anggota Parsahutaon, seusai mencontreng pagi harinya pada PILEG yang telah berlangsung beberapa waktu lalu; yang sementara pihak mengklaim bahwa PEMILU kali ini jauh lebih buruk dari yang sudah sudah; lebih parah lagi konon jumlah GOLPUT semakin tak terbendung bak badai yang kian mengganas menerpa tembok tembok kepalsuan dan keangkuhan. Namun perihal ini kalah menarik dalam perbincangan terkini dengan masalah kesemrautan DPT yang disinyalemen banyak orang diakibatkan ketidak becusan KPU (atau pemerintah?).</p>
<p style="text-align: justify;">*** Mamoholi merupakan suatu kegiatan kunjungan dari sanak saudara maupun kerabat dalam rangka ucapan syukur dan penyampaian ucapan selamat atas kelahiran seorang bayi dalam suatu keluarga (versi ini yang dilakukan di komunitas kami, walaupun…. katanya arti sesungguhnya dari mamoholi tidak persis seperti itu) ***</p>
<p style="text-align: justify;">Lima tahun yang lalu dalam pemberkatan nikah di gereja dan dalam perayaan pernikahan mereka, pasangan ini telah banyak menerima “pasu pasu” (ucapan berkat), serta hadirin yang hadir kala itu mengucapkan selamat menempuh hidup baru kepada pengantin dan semua berharap agar pasangan ini segera memperoleh momongan (anak). Tapi itu tidak terjadi, kenyataan berkata lain, harapan itu tidak kunjung tiba. Dari penuturan keluarga ini, mereka telah banyak mengunjungi dokter untuk berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan medis dan psikologis , baik dalam kota sampai ke luar kota.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu kali harapan itu hampir menjadi kenyataan ketika mengikuti saran dan hasil konsultasi dari seorang professor di Bandung, tapi …tak dinyana setelah tiga bulan kandungan itupun gugur.<br />
Kesedihan dan keputusasaanpun tak terelakkan oleh keluarga ini, namun atas dorongan semangat dan disertai doa yang tulus dari kerabat dan sanak family yang mencintai dan mengasihi keluarga ini, mereka dapat tetap bertahan dan selalu mencoba berpengharapan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kurang lebih satu tahun yang lalu, hula-hula (garis keluarga dari istri) berinisiatif untuk melaksanakan acara “manonggoti” (pihak hula-hula yang nota bene menurut budaya Batak adalah yang di Rajakan atau dihormati, serta merta melakukan kunjungan keluarga secara mendadak dan melaksanakan suatu acara dan disertai dengan doa khusuk), dengan keyakinan melalui kunjungan yang mengagetkan ini akan menghasilkan nilai keterkejutan atau “kedutan” kepada pasangan ini, sehingga suami-istri ini tersadar kembali atau terbangun dari mimpi buruk.</p>
<p style="text-align: justify;">Luar biasa, lambat laun tapi pasti, semangat hidup dan keyakinan yang kuat tumbuh dan terpelihara dengan baik , pengharapan yang tak putus-putus dan doa kepada Yang Kuasa, akhirnya keluarga ini memperoleh jawaban dengan lahirnya seorang anak yang mungil dan manis, yang terbaring pulas kami lihat malam itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh penantian yang panjang namun itu sudah berakhir…; suka cita, ya suka cita berbaur dengan keharuan yang tampak di keluarga itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat kawan….., semoga ini dapat menginspirasi saudara2 kita yang masih dalam penantian disana….agar mereka juga selalu bersabar dan tetap dalam pengharapan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Tulisan ini saya persembahkan juga teruntuk Saudara2ku yang masih dalam penantian, dan selalu berharap dan berdoa agar anda juga bisa merasakan yang dirasakan kerabat saya ini kelak.<br />
Semoga…….</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Amolstum/~4/q8ZNeXg5lbo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amolstum.com/?feed=rss2&amp;p=187</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://amolstum.com/?p=187</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kuliah aja kok mahal…</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Amolstum/~3/3dNn0EcvZw0/</link>
		<comments>http://amolstum.com/?p=183#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 10:51:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bachtiar STUM</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Catatan]]></category>

		<category><![CDATA[Blogroll]]></category>

		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[universitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amolstum.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Pa’… jangan lupa bayar buat “SIMAK UI” dari atm bni, nomor pesertaku 70xxxxxxx, tolong ya Pa’… nanti kalau terlambat nga dapet tempat, ok ok pa’!!! ……….dua minggu setelah itu .. Jangan lupa ya Pa’… harus bayar hari ini buat “UTUL UGM”, lewat ATM Mandiri ya Pa’… itu antara lain isi SMS dari anakku hari2 terakhir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pa’… jangan lupa bayar buat “SIMAK UI” dari atm bni, nomor pesertaku 70xxxxxxx, tolong ya Pa’… nanti kalau terlambat nga dapet tempat, ok ok pa’!!! ……….dua minggu setelah itu .. Jangan lupa ya Pa’… harus bayar hari ini buat “UTUL UGM”, lewat ATM Mandiri ya Pa’… itu antara lain isi SMS dari anakku hari2 terakhir ini, dimana dia sedang berjuang untuk menyelesaikan semester akhir setelah dua tahun ini bekerja keras berpacu dengan waktu menyelesaikan studinya di salah satu SMAN.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-183"></span>Dua tahun lalu, saya terkejut kejut juga di buatnya ketika kala itu dengan bersemangat habis dia ingin memasuki kelas akselerasi agar dapat dengan sebegera menyelesaikan studinya di SMAN dan sekaligus menghemat biaya, begitu katanya. Diam diam rupanya dia selalu memikirkan kemampuan orang tuanya yang memang pas-pas an itu, ***terharu aku dibuatnya***</p>
<p style="text-align:justify;">***Anakkon hi do hamoraon di au*** (anak adalah kekayaan bagiku), salah satu ungkapan orang Batak yang selalu memotivasi orang tua untuk berbuat sesuatu dengan segala upaya apapun untuk mendukung dan memperjuangkan cita-cita anaknya demi masa depan yang lebih baik. Itulah alasan yang mendorong bahwa apapun permintaan anak dalam konteks seperti diatas memang harus dilaksanakan walau terasa sangat memberatkan, dan itu yang terjadi hari ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada hal-hal yang sulit dipahami dan terkadang membuat kecut menghadapi hal yang berkaitan dengan pendidikan sekarang ini, entah itu karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan tentang system pendidikan sekarang ini atau apapun, yang jelas orang awam akan mengalami kebingungan dan tingkat stress yang tinggi mengikuti proses pendaftaran menjadi mahasiswa sekarang. Berbagai jalur akses untuk study di universitas, ada “SIMAK Universitas Indonesia” , ada “UTUL versinya UGM”, ada “USM dari ITB” atau lainnya, anehnya pada setiap pendaftaran untuk mengikutinya harus membayar uang pendaftaran yang beragam jumlahnya. Dan yang paling membuat pusing tujuh keliling, untuk setiap pendaftaran harus mencantumkan sejumlah tertentu berapa kemampuan orangtua menyumbangkan partisipasi dalam program itu, dari puluhan juta dan bahkan sampai ratusan juta, dan konon ini merupakan kriteria penting untuk menentukan kelulusan dalam seleksi, artinya semakin besar jumlah yang kita camtumkan semakin besar kemungkinan lulus. ***Tragis*** Kesempatan lain yang ditawarkan ada lagi SENAMPTN atau entah apa lagi namanya, itu sesuadah kelulusan SMAN, namun sekali lagi harus merogoh kocek dulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kilas balik ke belakang… dulu kalau masuk universitas, cukup ikut seleksi SIPENMARU/UMPTN, kalau lulus lanjut dengan kuliah dan seingat saya relatif murah dalam artian masih terjangkau masyarakat umum, dan orang yang berduit umumnya malah memilih Universitas Swasta. Nah sekarang justru terbalik, masuk Universitas Negeri yang katanya milik negara itu menjadi sangat mahal. Ada beberapa pembicaraan diantara para orangtua bahwa mereka sudah mulai berfikir untuk mencari alternative untuk melanjutkan studi di Luar Negeri saja, sebab kalau di hitung hitung sudah lebih menguntungkan dibanding kalau kuliah di negeri sendiri, begitu katanya…</p>
<p style="text-align:justify;">Apa iya??? tentu saja, dengan berlakunya UU Pendidikan yang baru ini membuat pendidikan jauh lebih mahal, dan boleh jadi suatu ketika nanti akses ke pendidikan itu menjadi jauh lebih sulit yang akhirnya menjadi barang mewah yang hanya milik orang tertentu yang berkemampuan cukup, dengan kata lain tidak akan terjangkau lagi oleh masyarakat biasa. Menyedihkan…………………, kuliah aja kok mahal….</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Amolstum/~4/3dNn0EcvZw0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amolstum.com/?feed=rss2&amp;p=183</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://amolstum.com/?p=183</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>President Barack Obama 2009 Inauguration</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Amolstum/~3/UpGlShBLZnI/</link>
		<comments>http://amolstum.com/?p=179#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 18:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bachtiar STUM</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amolstum.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Presiden Barack Obama 2009 Inauguration&#8217;s video
Source : youTube

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<address>Presiden Barack Obama 2009 Inauguration&#8217;s video</address>
<address>Source : youTube</address>
<address><object width="425" height="350" data="http://www.youtube.com/v/VjnygQ02aW4&amp;hl" type="application/x-shockwave-flash"><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/VjnygQ02aW4&amp;hl" /></object></address>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Amolstum/~4/UpGlShBLZnI" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amolstum.com/?feed=rss2&amp;p=179</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://amolstum.com/?p=179</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
