<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" gd:etag="W/&quot;D0ABRn49eip7ImA9WhdbEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233</id><updated>2011-10-11T06:29:17.062+08:00</updated><category term="Syair" /><category term="Artikel Bebas" /><category term="Kontemporer" /><category term="wahdah islamiyah" /><category term="Download" /><category term="Renungan" /><category term="Surat" /><category term="ibadah" /><category term="Fikrah" /><category term="Palestina" /><category term="Manhaj" /><category term="akhlak" /><category term="Motivasi" /><category term="Akidah" /><category term="Resensi" /><category term="Wanita" /><category term="Kisah" /><title>al-Fathonah : Cerdas yang Bertaqwa</title><subtitle type="html" /><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>78</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Al-fathonahCerdasYangBertaqwa" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="al-fathonahcerdasyangbertaqwa" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;CkANSH0yfSp7ImA9WhdUFEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-2300893367654486535</id><published>2011-10-01T17:17:00.002+08:00</published><updated>2011-10-01T17:19:59.395+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-10-01T17:19:59.395+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wanita" /><title>Beginilah Islam Menjaga Wanita</title><content type="html">&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-focWgNCqqkA/TobaLup7vBI/AAAAAAAAARY/KzriE3wqFK0/s1600/menjaga-wanita.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-focWgNCqqkA/TobaLup7vBI/AAAAAAAAARY/KzriE3wqFK0/s1600/menjaga-wanita.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Menjaga Wanita &amp;nbsp; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Islam adalah syariat yang sempurna dan paripurna. Tak satupun  persoalan di dunia ini melainkan telah diatur dan diberikan jalan keluar  dalam Islam. Semua syariat (hukum) yang berasal dari arrahman, Allah &lt;i&gt;Azza wa Jalla&lt;/i&gt;  melalui perantaraan rasul-Nya, Muhammad &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;  tiada lain adalah demi kemaslahatan ummat manusia. Dan siapakah yang  lebih mengetahui apa yang terbaik baik bagi kehidupan manusia melebihi  Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; yang menciptakan kita?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Termasuk yang menjadi perhatian besar dalam Islam adalah persoalan  wanita. Tidak dipungkiri bahwa Islam datang dengan salah satu tujuannya  adalah untuk memuliakan makhluk yang dikenal dengan kelembutannya ini.  Pada zaman jahiliyah, wanita tak lebih dari sekedar benda dan pemuas  nafsu bagi lelaki. Mereka tak berhak akan harta warisan, malah mereka  menjadi salah satu ‘harta’ warisan. &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Misalnya, jika seorang Bapak  meninggal dunia maka istri-istrinya akan diwariskan kepada anak  lelakinya. Bahkan dianggap kehinaan bagi masyarakat jahiliyah jika istri  mereka melahirkan anak perempuan, dan tidak sedikit yang mengubur  hidup-hidup anak perempuan mereka karena tak sanggup menahan malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Islam kemudian datang mengangkat derajat wanita dan menempatkannya di  sisi lelaki secara proporsional. Bahkan pada kondisi tertentu wanita  mendapat kemuliaan yang lebih daripada pria. Seperti pemulian anak  terhadap seorang ibu lebih tinggi tiga derajat daripada bapak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kerusakan Wanita adalah Kerusakan Masyarakat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rasulullah&lt;i&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; telah mewanti-wanti  ummatnya untuk berhati-hati terhadap fitnah wanita, sebab kerusakan  suatu masyarakat diawali dari persoalan wanita, sebagaimana yang telah  membinasakan Bani Israil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik tidaknya suatu masyarakat bisa dilihat dari keadaan wanita-wanita  ditengah masyarakat tersebut. Bukankah sudah familiar ditelinga kita  akan peribahasa, “Ibu adalah tiang negara”. Jika wanita rusak maka  hancurlah Negara tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerusakan-kerusakan yang meluas di tengah masyarakat seperti  kejahatan-kejahatan, perampokan, pembunuhan dan sebagainya maka tak  lepas dari peran wanita, tentu tidak sepenuhnya tapi faktor ini tidak  bisa kita abaikan. Kenapa? Kita bisa intropeksi dengan pertanyaan, siapa  madrasah pertama dari pelaku-pelaku kejahatan tersebut? Ibunya! Dengan  apa ibu-ibu itu mendidik anak-anak mereka yang merupakan amanah dari  Allah? Apakah mereka telah mendidik dengan sepenuh hati atau dengan  menelantarkannya karena sibuk dengan sesuatu yang lain, entah meniti  karir atau yang lainnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu tugas utama seorang ibu adalah mendidik anak-anak mereka  untuk menjadi manusia yang bermanfaat buat agama dan masyarakat, bukan  malah menjadi sampah masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu wanita kadang menjadi biang dari kejahatan itu sendiri.  Kita patut prihatin dengan berita pelecehan seksual hingga pemerkosaan  terhadap wanita yang kerap muncul di media-media tiap hari. Pelaku  pemerkosaan pastilah harus dihukum –dalam hukum Islam pezina yang telah  menikah harus dirajam, yang belum menikah hukumannya dicambuk sebanyak  100 kali dihadapan umum dan diasingkan selama setahun penuh-, namun  kitapun harus mengoreksi kenapa kejahatan tersebut bisa terjadi? Boleh  jadi kejahatan itu karena wanita itu sendiri yang ‘mengundang’ si  pelaku. Pakaian seksi dan minim, dandanan menor, dan bepergian tanpa  mahram adalah celah bagi setan&lt;i&gt; laknatullah ‘alaihi&lt;/i&gt; untuk ‘mengompori’ si pelaku kejahatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi perzinahan yang dilakukan suka sama suka seperti pelacuran,  kumpul kebo atau seks bebas yang kini merambah hingga ke muda-mudi  setingkat SMP, tak bisa dinafikan bahwa peran wanita dalam hal ini  tidaklah kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam al-Qur’an terkait hukum had terhadap pencuri, Allah menyebut  pelaku laki-laki terlebih dahulu baru wanita. Namun dalam hukum had  terhadap zina Allah&lt;i&gt; Ta’ala&lt;/i&gt; menyebut pelaku wanita terlebih dahulu. (lihat al-Qur’an surah an-Nur: 2)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut ulama tafsir, ayat ini mengisyaratkan bahwa kebanyakan perzinahan yang terjadi adalah disebabkan karena wanita. &lt;i&gt;Wallahu a’lam.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bagaimana seorang muslimah menjaga diri?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebagaimana yang telah saya sebutkan pada awal tulisan ini, bahwa  perhatian Islam terhadap urusan wanita sangatlah besar. Berbagai aturan  khusus buat wanita telah diatur dalam Islam secara kompleks. Ini sebagai  bentuk pemuliaan dan bukan pengekangan. Berikut akan saya ketengahkan  bagaimana seharusnya muslimah menjaga diri mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Memakai pakaian yang menutup dan melindungi seluruh tubuh.&lt;br /&gt;
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak  perempuanmu dan istri-istri orang beriman, “Hendaklah mereka menutupkan  jilbabnya keseluruh tubuh mereka,” yang demikian itu agar mereka lebih  mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha  Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)&lt;br /&gt;
“Hai Asma’, sesungguhnya wanita, apabila telah sampai ke tanda  kedewasaan (haidh), tidak boleh terlihat bagian tubuhnya kecuali ini dan  ini –beliau mengisyaratkan muka dan telapak tangannya-“ (HR. Abu Dawud)&lt;/blockquote&gt;Jika semua wanita mengikuti syariat yang mulia ini, maka bisa  dipastikan pelecehan seksual terhadap wanita bisa diredam. Fakta yang  bisa kita komparasikan (bandingkan) antara masyarakat Barat dimana  wanita mereka dengan bebasnya berpakaian seadanya dibanding dengan  masyarakat timur dimana sebagian wanitanya masih memegang teguh syariat  ini. Jika di Negara Barat khususnya di Amerika, polisi disibukkan dengan  kasus pelecehan terhadap wanita yang terjadi hampir tiap jam, maka di  Negara timur seperti Arab Saudi jumlah kasus pelecehan seksual bisa  dihitung jari pertahun!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tidak bertabarruj (berhias) di luar rumah&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“…Dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah dahulu…” (QS. Al-Ahzab: 33)&lt;/blockquote&gt;Kita mendapati sebagian wanita-wanita sekarang berkebalikan dengan  apa yang diharapkan oleh syari’at. Jika mereka keluar rumah maka mereka  berdandan secantik mungkin. Namun jika ia berada di dalam rumahnya maka  ia tidak memperhatikan lagi dandannya, padahal suami lebih berhak akan  kecantikan istrinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kainnya tebal, longgar dan tidak ketat&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Akan muncul di akhir ummatku, wanita-wanita yang  berpakaian namun pada hakikatnya bertelanjang. Di atas kepala mereka  terdapat sesuatu penaka punuk unta. Mereka tidak akan memasuki surga,  dan tidak juga akan mencium aroma surga. Padahal bau surga itu dicium  dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)&lt;/blockquote&gt;Al Imam ibnul ‘Abdil Barr menjelaskan, bahwa yang dimaksud berpakaian  tapi telanjang adalah wanita-wanita yang mengenakan pakaian tipis yang  menggambarkan lekuk tubuhnya.&lt;br /&gt;
Sebuah fenomena yang menggembirakan adalah maraknya wanita-wanita  yang berjilbab namun sayangnya sebagian mereka tak mengilmuinya atau  hanya ikut trend yang ada. Sehingga meskipun mereka berjilbab tapi  pakaian ketat masih membalut tubuh mereka.&amp;nbsp; Bahkan ikatan rambut mereka  kadang mencuat dari balik jilbab mini mereka, mirip punuk unta  sebagaimana yang disebutkan hadits di atas.&lt;br /&gt;
Kita patut menghargai keinginan saudari kita untuk mengamalkan  kewajiban berjilbab bagi mereka, namun hendaknya mereka memperbaiki  niat-niat mereka. Setiap amalan mestilah karena Allah semata. Dan tentu  saja mereka harus mengetahui kriteria jilbab yang sesuai yang  disyariatkan Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tidak memakai parfum di luar rumah.&lt;br /&gt;
Ini adalah kebiasaan yang menjadi fenomena umum di kalangan wanita.  Keluar rumah dengan menggunakan parfum yang wanginya menjelajahi segala  ruang. Hal yang menjadikan laki-laki lebih tergoda karena umpan  wewangian yang menghampirinya.&lt;br /&gt;
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam amat keras memperingatkan masalah tersebut. Beliau bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian  melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya, maka dia seorang  pezina.” (HR. Ahmad)&lt;/blockquote&gt;Dalam kesempatan lain beliau bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Perempuan manapun yang memakai parfum kemudian keluar ke  masjid, (dengan tujuan) agar wanginya tercium orang lain maka shalatnya  tidak diterima sehingga ia mandi sebagaimana mandi junub.” (HR. Ahmad)&lt;/blockquote&gt;Jika untuk pergi beribadah saja tidak diperbolehkan memakai parfum  apatah lagi untuk pergi ke pasar, tempat kerja dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tidak menyerupai pakaian laki-laki&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Bukan golongan kami, wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita.” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;
“Rasulullah melaknat laki-laki yang memakai pakaian perempuan, dan perempuan yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Ahmad)&lt;/blockquote&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tidak bepergian tanpa mahram&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak  (dibenarkan seorang) wanita bepergian kecuali dengan mahramnya.” (HR.  Muslim)&lt;/blockquote&gt;Bepergiannya wanita tanpa diiringi mahram bisa memperdaya orang-orang  fasik, sehingga bisa saja mereka tak segan-segan “memangsanya”. Paling  tidak, dengan kesendiriannya itu, kemuliaannya sebagai wanita ia  pertaruhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Terakhir saya pesankan kepada saya pribadi dan kepada setiap laki-laki,  baik ia sebagai bapak, saudara ataupun sebagai suami hendaklah mereka  menjaga wanita-wanita yang menjadi tanggungan mereka. Senantiasa  nasehatkanlah kebaikan kepada mereka sebagaimana sabda Rasulullah  &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Selalu wasiatkan kebaikan kepada para wanita. Karena  mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang paling bengkok dari  jalinan tulang rusuk adalah tulang rusuk bagian atas. Jika kalian paksa  diri untuk meluruskannya, ia akan patah. Tetapi jika kalian  mendiamkannya, ia akan tetap bengkok. Karena itu, wasiatkanlah kebaikan  kepada para wanita.” (HR. Bukhari)&lt;/blockquote&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Wallallahu ‘alam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diterbitkan di Buletin al-Balagh edisi 40 Tahun V Syawal 1432 H&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-2300893367654486535?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/2300893367654486535/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/10/beginilah-islam-menjaga-wanita.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/2300893367654486535?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/2300893367654486535?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/10/beginilah-islam-menjaga-wanita.html" title="Beginilah Islam Menjaga Wanita" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-focWgNCqqkA/TobaLup7vBI/AAAAAAAAARY/KzriE3wqFK0/s72-c/menjaga-wanita.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0ENRXk8fCp7ImA9WhdQGUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-4638423181823527701</id><published>2011-08-22T14:48:00.000+08:00</published><updated>2011-08-22T14:48:14.774+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-08-22T14:48:14.774+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan" /><title>Anggap Saja Ini Ramadhan Terakhir</title><content type="html">&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-sIYusRDQoKI/TlH7Vpb_jKI/AAAAAAAAARE/zgfipGEXRvA/s1600/ramadhan-terakhir.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="179" src="http://4.bp.blogspot.com/-sIYusRDQoKI/TlH7Vpb_jKI/AAAAAAAAARE/zgfipGEXRvA/s200/ramadhan-terakhir.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Anggap Saja Ini Ramadhan Terakhir&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Ramadhan telah lewat separuh, Hari Raya Idul Fitri insya Allah tinggal beberapa hari lagi. Dalam beberapa hari tersisa ini bagi kaum muslimin yang benar-benar menginginkan keberkahan Ramadhan tentu lebih memaksimalkan lagi amalan-amalan ibadahnya. Shalat sunnah makin ia perbanyak, shalat berjam'aah ia takkan alpa, tadarrus Qur'an lebih ditingkatkan, sedekah makin digiatkan. Waktu untuk istirahat semakin sedikit untuk melaksanakan ibadah-ibadah tersebut, tapi itu tidaklah mengapa sebab kemenangan sudah ada di depan mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibarat pelari yang telah hampir mendekati garis finish, ia akan semakin mempercepat larinya. Ia akan dianggap pelari yang bodoh jika justru pada detik-detik yang menentukan itu ia malah memperlambat larinya.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Ironisnya, dalam masyarakat kita masih melakukan kebiasaan sebagaimana apa yang dilakukan oleh -maaf- pelari bodoh tersebut. Mari kita tengok masjid-masjid sekarang pada umumnya. Jumlah shaf semakin berkurang, menurut istilah populer, shaf-shaf mengalami “kemajuan”. Jika pada awal-awal Ramadhan masjid mungkin hampir tidak bisa menampung jama'ah, sekarang hanya tinggal beberapa shaf. Bahkan menurut beberapa ustadz yang menjadi penceramah tarwih, beberapa masjid kini hanya tinggal satu shaf saja.&lt;br /&gt;
Pemandangan berbeda akan kita dapatkan jika kita berkunjung ke Mall-mall atau tempat perbelanjaan lainnya. Para pengunjung berjubel untuk membeli atau sekedar hanya lihat-lihat saja. Bahkan pengunjung membludak pada saat orang-orang di masjid lagi shalat tarwih. Adzan shalat Isya belum berkumandang, tapi tempat parkir perbelanjaan sudah hampir penuh oleh kendaraan pengunjung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gambaran di atas adalah kenyataan yang ada di dalam masyarakat kita yang menghabiskan hari-hari terakhir Ramadhan dengan cara yang salah. Lebih parah lagi pada separuh terakhir Ramadhan diisi dengan maksiat. Ada orang sudah tidak bersemangat lagi untuk berpuasa, tak ada malu baginya untuk merokok, makan dan minum di pinggir jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hari yang lalu, sekelompok orang dari sebuah organisasi Islam melakukan sweaping di beberapa tempat penginapan di Makassar. Dari hasil penggrebekan yang mereka lakukan, mereka mendapatkan beberapa pasangan muda-mudi yang sekamar namun bukan suami istri. Na'udzubillah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada bulan Ramadhan, setan memang dibelenggu sehingga tidak leluasa menggoda manusia, tapi para pelaku maksiat memang telah dilatih oleh setan pada bulan-bulan yang lalu. Jadilah mereka orang-orang yang menodai kesucian bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akhir Ramadhan Harus Lebih Semangat!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Selayaknya bagi setiap mukmin untuk terus semangat dalam beribahadah di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan lebih dari lainnya. Untuk lebih memberikan semangat seharusnya kita mengetahui keutamaan yang ada pada sepuluh hari terakhir Ramadhan dan bagaimana Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;mencontohkan dalam melewatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sepuluh hari terakhir tersebut terdapat lailatul qadar. Allah Ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al Qadar: 3). &lt;/blockquote&gt;Seribu bulan jika dikalkulasi adalah lebih dari 83 tahun. Orang-orang yang beribadah pada malam tersebut kadarnya sama dengan ia beribadah selama 83 tahun lebih! Masya Allah, inilah bentuk kemurahan Allah kepada umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang rata-rata umurnya adalah 60-an tahun. Tidak sebagaimana umat-umat terdahulu dimana mereka hidup selama ratusan tahun bahkan sampai ribuan tahun.&lt;br /&gt;
Jika tahun lalu mungkin kita masih lalai dari mencari lailatul qadr maka tahun ini tidak boleh terulang. Kita harus menjadi salah satu dari orang-orang yang menghidupkan malam-malam 10 hari terakhir dengan shalat lail, tadarrus al-Qur'an, ataupun dzikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat keutamaan yang besar bagi orang yang menghidupkan malam tersebut. Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Barangsiapa melaksanakan shalat pada lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)&lt;/blockquote&gt;Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; mencontohkan bahwa di akhir Ramadhan beliau lebih rajin lagi melebihi hari-hari lainnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; memberi contoh dengan memperbanyak ibadahnya saat sepuluh hari terakhir Ramadhan. Untuk maksud tersebut beliau &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; sampai menjauhi istri-istri beliau dari berhubungan intim. Beliau pun tidak lupa mendorong keluarganya dengan membangunkan mereka untuk melakukan ketaatan pada malam sepuluh hari terakhir Ramadhan. 'Aisyah mengatakan,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Apabila Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima'), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Mari hidupkan sunnah yang dilupakan oleh sebagaian kaum muslimin, yakni I'tikaf. Pada 10 hari terakhir Ramadhan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf di masjid, fokus beribadah dan menjauhi perkara dunia yang melalaikan. Di akhir Ramadhan yang beliau dapati, beliau i’tikaf pada 20 hari terakhir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jika Saja Ini Ramadhan Terakhir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Ramadhan tahun lalu, mungkin ada diantara orang-orang yang kita kenal masih hidup pada saat itu, namun untuk Ramadhan kali ini, orang tersebut telah tiada, jasadnya telah berkalang tanah kubur.&lt;br /&gt;
Sebagaimana orang tersebut dan begitulah manusia keseluruhan, kitapun tidak punya jaminan bahwa Ramadhan tahun depan kita akan dapati lagi. Bahkan kita pun tak punya jaminan bahwa kita bisa merayakan hari Raya idul fitri bersama keluarga tercinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatlah saudaraku, bahwa ajal tidaklah mengenal tua ataupun muda, sehat ataupun sakit. Jika telah sampai pada batas yang ditentukan Allah &lt;i&gt;Azza wa Jalla&lt;/i&gt; maka tidak ada yang bisa mengundurkan ataupun memajukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun kita berharap bahwa tahun depan kita dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa ini adalah Ramadhan terakhir buat kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika demikian dengan apa kita menghabiskan bulan yang penuh berkah ini? Masihkah ada waktu untuk lalai?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berpesan bahwa jika melaksanakan shalat maka anggaplah seakan-akan shalat itu sebagai shalat yang terakhir. Anas&lt;i&gt; radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; berkata, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Ingatlah akan kematian dalam shalatmu karena jika seseorang mengingat kematian dalam shalatnya tentu lebih mungkin bisa memperbagus shalatnya dan shalatlah sebagaimana shalatnya seseorang yang mengira bahwa bisa shalat selain shalat itu. Hati-hatilah kamu dari apa yang membuatmu meminta ampunan darinya.” (HR. Ad-Dailami).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Abu Ayyub Al-Anshari &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; berkata, seseorang datang kepada Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; lalu berkata, “Nasihati aku dengan singkat.” Beliau bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Jika kamu hendak melaksanakan shalat, shalatnya seperti shalat terakhir dan janganlah mengatakan sesuatu yang membuatmu minta dimaafkan karenanya dan berputus asalah terhadap apa yang ada di angan manusia.” (HR. Ahmad).&lt;/blockquote&gt;Dengan menganggap shalat kita sebagai shalat terakhir akan membuat kita semakin khusyuk. Iya, Anda bisa bayangkan bagaimana shalat orang yang tahu bahwa sebentar lagi ia akan dieksekusi oleh algojo! Apakah ia shalat dengan lalai tanpa menghadirkan hati atau ia akan shalat dengan sepenuh hati?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja ia akan shalat dengan se-khusyuk mungkin, ini adalah detik-detik terakhir ia merasakan nikmatnya berdiri, rukuk dan sujud di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kesempatan terakhir itu adalah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan. Ia akan diisi dengan semaksimal mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana pada haji Wada' (perpisahan), di Padang Arafah Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dikelilingi para sahabat yang juga berhaji pada saat itu, beliau menyatakan bahwa seakan-akan ini adalah pertemuan terakhir dengan mereka dan tidak ada lagi pertemuan seperti itu dengan beliau setelahnya dan selamanya. Maka para sahabat pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, mereka dengan penuh antusias mendengarkan nasehat yang merupakan khutbah yang sangat panjang dari Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja perumpamaan tersebut bisa kita bawa dalam menjalani Ramadhan. Anggap saja ini adalah Ramadhan terakhir buat kita. Jika ini Ramadhan yang terakhir bagi kita, kenapa kita tak bersemangat berpuasa? Kenapa enggan untuk shalat berjama'ah? Kenapa shalat tarwih kita alihkan ke Mall? Kenapa berat untuk tadarrus al-Qur'an? Kenapa pelit utnuk sedekah? Kenapa masih diisi dengan maksiat?&lt;br /&gt;
‘Cambuklah' jiwa kita dengan kata &lt;b&gt;“Mungkin ini adalah Ramadhan terakhir bagiku!”&lt;/b&gt; [Abu Fauzan]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-4638423181823527701?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/4638423181823527701/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/08/anggap-saja-ini-ramadhan-terakhir.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/4638423181823527701?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/4638423181823527701?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/08/anggap-saja-ini-ramadhan-terakhir.html" title="Anggap Saja Ini Ramadhan Terakhir" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-sIYusRDQoKI/TlH7Vpb_jKI/AAAAAAAAARE/zgfipGEXRvA/s72-c/ramadhan-terakhir.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEAESXs5eip7ImA9WhdTFUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-5179712573848545033</id><published>2011-07-13T20:49:00.003+08:00</published><updated>2011-07-13T21:11:48.522+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-07-13T21:11:48.522+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah" /><title>Bagaimana Kalau Bapak Saya Lempar dengan Batu Bata?</title><content type="html">Beberapa Jama’ah tampak tersenyum dan tertawa mendengar guyonan seorang penceramah yang membawakan ceramah tarwih di atas mimbar, “…Bagaimana mungkin setan yang diciptakan dari api bisa disiksa dengan api, tidak masuk akal.” Penceramah mengulangi kata-katanya. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
Tapi tidak semua jama’ah sepakat dan menerima pernyataannya, apalagi ikut tertawa. Tampak dari raut muka mereka ada yang menunjukkan kekurang setujuan. Termasuk seorang ustadz muda yang berada di jejeran depan. Hatinya panas mendengar keyakinannya sebagai orang Islam diobok-obok oleh sang penceramah dengan hanya berdasar pada logika lemah, tanpa dalil apalagi sampai menjadikannya bahan tertawaan. Ini tidak boleh dibiarkan! Ia pun berpikir cara untuk memberikan “pelajaran” kepada penceramah ini. Jama’ah tidak boleh diracuni dengan syubhat murahannya!&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di akhir ceramah, sebagaimana biasanya jama’ah diberikan kesempatan untuk bertanya kepada penceramah. Ini merupakan peluang bagi sang ustadz. Namun ia memberikan dulu kesempatan kepada jama’ah lain untuk bertanya dan menunggu kesempatan terakhir. Saat dibuka lagi kesempatan untuk penanya terakhir sang ustadz pun mengangkat tangannya. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
Setelah dipersilahkan, beliau kemudian berdiri dan berkata, “…tadi bapak mengatakan bahwa bagaimana mungkin setan yang diciptakan dari api bisa disiksa dengan api? Menurut logika bapak itu sangat tidak masuk akal. Baiklah saya akan memberikan perumpamaan. Tentu bapak dan jama’ah sekalian sepakat bahwa kita semua sebagai anak cucu adam diciptakan oleh Allah dari tanah.” Jama’ah mengangguk.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Wj0yNzY6RwY/Th2WKH-XhqI/AAAAAAAAAQg/dv62fKj2_OU/s1600/batu+bata.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-Wj0yNzY6RwY/Th2WKH-XhqI/AAAAAAAAAQg/dv62fKj2_OU/s1600/batu+bata.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;“Dan kita pun tahu kalau batu bata itu terbuat dari tanah, bukan begitu?” jama’ah kembali mengangguk.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
“Jika saya mengambil batu bata lalu melemparkan kepada Bapak ini kira-kira sakit tidak? Jika menggunakan logika Bapak tadi seharusnya tidak sakit, karena batu bata dan Bapak ini sama-sama terbuat dari tanah.”&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
Sang ustadz kemudian pergi setelah sebelumnya mengucapkan salam. Beliau meninggalkan masjid di mana selama ini beliau menjadi imam di masjid tersebut.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
Meski kemudian penceramah yang punya sederet titel itu masih berceloteh dengan marah untuk membela diri, tapi ibarat petinju dia sudah KO telak. Serangan-serangan balik yang ia lancarkan sudah tidak ada artinya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
--------------------------- &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisah diatas saya ceritakan bebas menurut apa yang telah saya dengar dari ustadz Bahrun Nida, Lc. &lt;i&gt;hafidzahullah&lt;/i&gt;. Beliau mengalami kejadian tersebut sekitar 10 tahun yang lalu.[af]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-5179712573848545033?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/5179712573848545033/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/07/bagaimana-kalau-kepala-bapak-saya.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/5179712573848545033?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/5179712573848545033?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/07/bagaimana-kalau-kepala-bapak-saya.html" title="Bagaimana Kalau Bapak Saya Lempar dengan Batu Bata?" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-Wj0yNzY6RwY/Th2WKH-XhqI/AAAAAAAAAQg/dv62fKj2_OU/s72-c/batu+bata.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkEDRHY-fyp7ImA9WhZaF00.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-5197339908977942033</id><published>2011-07-02T10:09:00.006+08:00</published><updated>2011-07-03T21:44:35.857+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-07-03T21:44:35.857+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Akidah" /><title>Apakah Bunda Teresa Masuk Surga?</title><content type="html">&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-H-UkVYAJug4/Tg59dbHaVMI/AAAAAAAAAQA/SIMuKORfoSE/s1600/salib+rapuh.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-H-UkVYAJug4/Tg59dbHaVMI/AAAAAAAAAQA/SIMuKORfoSE/s200/salib+rapuh.jpg" width="152" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Pertanyaan ini sering dilontarkan oleh kaum pluralis untuk memancing orang masuk ke dalam kajian pluralismenya, bahwa semua agama sama. Mereka tidak rela orang-orang yang berjasa terhadap kemanusiaan dikategorikan sebagai penghuni neraka “hanya” karena tidak beragama Islam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya akan memperkenalkan sedikit bagi Anda yang belum mengenal Bunda Teresa. Dia adalah seorang biarawati berkebangsaan Albania. Separuh umurnya dia habiskan untuk mendedikasikan dirinya melayani masyarakat miskin di India. Tahun 1952, ia membuka Nirmal Hriday Home for Dying Destitutes di Kalkuta. Ia juga mendirikan rumah sakit lepra di luar kota Kalkuta.&amp;nbsp; Saat itu penderita lepra menjadi pemandangan umum di India dan di setiap bagian kota Kalkuta. Atas jasa-jasanya bagi masyarakat India, ia memperoleh penghargaan Padmashri pada tahun 1963. Kiprahnyapun di akui dunia dengan memperoleh penghargaan nobel perdamaian tahun 1979. &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Atas jasanya itu pulalah para kaum plural menjadikannya ikon perjuangan, bahwa semua agama itu mengajarkan kasih sayang, semua agama mengajarkan kebaikan, dan tak perlu membedakan agama-agama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka pun terusik dengan ancaman neraka bagi pemeluk agama selain Islam, apalagi terhadap seorang yang berjasa seperti Bunda Teresa. Sangat tidak adil bagi mereka orang yang seumur hidupnya dihibahkan untuk membantu sesama manusia &lt;i&gt;kok&lt;/i&gt; dianggap penghuni neraka, dimana rasa kemanusiaan itu? Tapi sayang, perasaan atau rasa kemanusiaan serta logika tidak bisa menjadi tolok ukur dalam agama Islam. Untuk berbicara agama mestilah dengan dalil yang shahih.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Jika perasaan bisa menjadi hujjah maka paman Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, Abu Thalib pastilah masuk surga. Semasa hidupnya Abu Thalib senantiasa membela aktifitas dakwah Rasulullah dari gangguan kaum Quraisy, namun dia sendiri tidak masuk Islam hingga akhir hidupnya. Jasa-jasanya membela Nabi Muhammad tidak menjadikannya bisa memasuki surga Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;. Hanya saja, atas izin Allah dan syafaat Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;dia mendapat siksaan neraka yang paling ringan, yakni kakinya disetrika dengan besi panas hingga otaknya mendidih, &lt;i&gt;na’udzubillah&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Syarat Utama Masuk Surga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Saya akan memberikan perumpamaan agar kita lebih mudah memahami persoalan ini dan tidak mengedepankan semangat nepotisme dalam membahas masalah akhirat, surga dan neraka.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Misalnya, ada perguruan tinggi yang membuka pendaftaran bagi calon Mahasiswa untuk masuk di fakultas kedokteran. Syarat-syarat untuk masuk fakultas ini demikian ketat karena memang yang dicari adalah bibit-bibit unggul yang akan dididik menjadi dokter-dokter terbaik. Ada seorang pendaftar yang terkenal baik, suka menolong, baik terhadap semua orang, namun akhirnya dia tidak lulus karena nilai ujiannya tidak mencapai batas minimal yang ditentukan pihak universitas. Apakah wajar jika ada yang memprotes ketidak lulusan anak tersebut dengan alasan bahwa anak itu baik, suka menolong dan sebagainya? Pihak universitas pasti akan mengusirnya&amp;nbsp; dan bahkan menganggapnya gila!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika saja di lingkup universitas yang ideal modus nepotisme tidak berhasil apatah lagi dalam masalah surga dan neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk masuk surga tentulah harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala &lt;/i&gt;sendiri. Syarat yang paling utama adalah&lt;b&gt;&lt;i&gt; Tauhidullah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Pengesaan Allah). Tauhid adalah kunci utama seseorang untuk masuk ke surga dan terhindar dari neraka Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Mengesakan Allah adalah jaminan bagi seseorang untuk meraih surga dan dijauhkan dari neraka Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Tidaklah dari salah seorang di antara kalian yang bersaksi bahwasanya tidak ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah dengan jujur dari lubuk hatinya, kecuali Allah akan mengharamkannya dari api neraka.” (HR. Bukhari)&lt;/blockquote&gt;Jika untuk syarat yang utama ini seseorang tidak memenuhinya, maka sudah dipastikan ia akan kekal di dalam neraka. Kekal artinya selamanya, untuk selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar" (Terjemah QS. An Nisa: 48).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Ketika Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; memberikan jaminan surga kepada orang-orang mukmin, Rasulullah menyebutkannya degan lafadz:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;style="font-size: large;"=""&gt;مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. (متفق عليه&lt;/style="font-size:&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;“Barang siapa yang bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah.” (HR. Bukhari Muslim)&lt;/blockquote&gt;Hak Allah yang paling asasi adalah disembah dengan tidak mempersekutukannya dengan sesuatu apapun. Jika hak ini dilanggar oleh siapapun maka pasti adzab yang kekal lebih pantas baginya. &lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya.Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (QS. Al-Bayyinah :6).&lt;/blockquote&gt;Dan kewajiban manusia yang paling asasi adalah menyembah Allah dengan tidak mempersekutukannya dengan sesuatu apapun. Tidak mempersekutukannya dengan kuburan-kuburan, jimat-jimat, jin, gunung, batu, salib, benda-benda yang dianggap keramat, malaikat-malaikat-Nya, Nabi-nabi-Nya dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Islam adalah jalannya&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Islam adalah satu-satunya jalan keselamatan, sebagaimana Allah tegaskan sendiri bahwa tidak ada agama yang diridhainya kecuali agama Islam. &lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;"Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam...” (Terjemah QS. Ali Imran: 19).&lt;/blockquote&gt;Ayat lainnya masih dalam surat Ali Imran, Allah berfirman: &lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;"Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Terjemah QS. Ali Imran: 85).&lt;/blockquote&gt;Hanya Islamlah agama yang betul-betul mengesakan Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; disamping dengan kesempurnaan syariat-syariat yang diturunkan Allah dalam Kitab dan Sunnah Nabi-Nya &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apakah Bunda Teresa Masuk Surga?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kita juga tidak bisa menghukuminya apakah dia masuk surga atau malah neraka, sebab tidak ada dalil yang menegaskannya, sebagaimana terhadap Abu Lahab dan Abu Thalib yang dijelaskan dalam al-Qur’an dan Hadits bahwa mereka telah ditetapkan sebagai penghuni neraka. Tapi secara umum kita bisa menghukumi bahwa siapapun yang meninggal dalam keadaan mempersekutukan Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; maka ia akan kekal di neraka, sebagaimana firman-Nya yang telah kita sebutkan di atas. &amp;nbsp; Jadi jika bunda Teresa ketika akhir hidupnya masih berada dalam agama syiriknya (Kristen) maka tentu dia masuk neraka. &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Terus bagaimana dengan amalan-amalan kebaikannya sepanjang hidupnya yang tidak semua orang bisa melakukannya itu?&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Kita jawab dengan firman Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Sesungguhnya jika engkau berbuat syirik, niscaya terhapuslah amalmu, dan benar-benar engkau termasuk orang-orang yang rugi.” (Terjemah QS. Az-Zumar: 65).&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;“Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya (Islam), lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan diakhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (Terjemah QS. Al-Baqarah : 217)&lt;/blockquote&gt;Berdasarkan ayat di atas jelas bahwa siapa saja yang memeluk agama selain Islam, niscaya akan menjadi orang yang paling rugi karena amalan yang mereka lakukan di dunia ini tidak dihargai sedikitpun oleh Allah dan di akhirat nanti amalan tersebut hanyalah seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka pun akan menjadi penghuni kekal neraka jahannam, &lt;i&gt;na'udzubillah&lt;/i&gt;. &amp;nbsp; Rasulullah &lt;i&gt;shallalahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda: &lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Demi Allah yang nyawaku berada di Tangan-Nya, tiada seorang Yahudi atau seorang Nasrani (Kristen) dari umat ini yang telah mendengar risalahku dan mati sebelum beriman kepada risalahku ini maka ia adalah golongan ahli neraka” (Hr. Abdurrazzaq dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;)&lt;/blockquote&gt;Sebelum menutup tulisan ini saya akan mempersembahkan sebuah kisah buat Anda. Dikisahkan pada suatu hari, ketika Amirul Mukminin Umar bin Khattab &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; berhenti di suatu gereja kecil, ia melihat seorang pendeta berada di dalamnya. Ketika pendeta itu diberi tahu bahwa ada Amirul Mukminin datang kepadanya, maka ia berdiri dengan gemetar karena badannya lemah. Melihat keadaan pendeta itu, maka Umar menangis. Ketika diberitahu bahwa laki-laki itu adalah orang Nasrani maka Umar berkata, “Aku tahu bahwa ia adalah orang Nasrani, tapi (yang membuatku menangis) aku ingat firman Allah:  &lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“(Ia) bekerja keras lagi kepayahan, lalu memasuki api yang panas (neraka)” (Terjemah QS. Al-Ghasiyah: 3-4)&lt;/blockquote&gt;Ya, Allah matikanlah kami dalam agamamu yang lurus ini, istiqomahkan kami dalam ketaatan kepada-Mu. &lt;i&gt;Wallahu a’lam.&lt;/i&gt;  &lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Makassar, 30 Rajab 1432 H &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Bersama si kecil, Fauzan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-5197339908977942033?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/5197339908977942033/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/07/apakah-bunda-teresa-masuk-surga.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/5197339908977942033?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/5197339908977942033?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/07/apakah-bunda-teresa-masuk-surga.html" title="Apakah Bunda Teresa Masuk Surga?" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-H-UkVYAJug4/Tg59dbHaVMI/AAAAAAAAAQA/SIMuKORfoSE/s72-c/salib+rapuh.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0cARXc4eSp7ImA9WhZbGU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-3651069576440361586</id><published>2011-06-24T16:44:00.000+08:00</published><updated>2011-06-24T16:44:04.931+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-24T16:44:04.931+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan" /><title>Muslim, Nasrani dan Burung Beo</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin:0cm;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:12.0pt;
 font-family:"Times New Roman","serif";
 mso-fareast-font-family:Calibri;
 mso-fareast-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-wTWkuYGlDi4/TgRNXsRjpZI/AAAAAAAAAP8/P4ZKnXAYa8I/s1600/dzikrullah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-wTWkuYGlDi4/TgRNXsRjpZI/AAAAAAAAAP8/P4ZKnXAYa8I/s1600/dzikrullah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;“Kalau begitu ya &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;…”, ucapan tersebut meluncur dari pemilik toko yang selama ini saya kenal beragama Nasrani. Saya sempat kaget dengan perkataan tersebut. “Apa arti kata &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, bagi dia?&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt; Apakah dia tahu kalau makna kalimat ini begitu agung bagi seorang Muslim, Ini adalah kalimat pujian sebagai tanda syukur kepada sang Esa, Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;” pikirku. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Beberapa bulan yang lalu anak pemilik komputer ini juga saya dengar mengucapkan, “&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Astaghfirullah&lt;/i&gt;…” ketika melihat barang-barang yang menumpuk dan belum diangkat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Beberapa &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;kalimat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt; yang merupakan dzikir dalam Islam kini mulai menjadi “bumbu” lumrah dalam percakapan sehari-hari, baik yang diucapkan secara sadar ataupun tidak. Mungkin karena kalimat-kalimat tersebut telah menjadi kata serapan ke dalam bahasa Indonesia. Jika kita berjanji maka tak lengkap rasanya jika tanpa mengatakan “&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Insya Allah&lt;/i&gt;…”,. Jika kaget&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt; kita serta merta juga mengucapkan, “&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Astaghfirullah&lt;/i&gt;…” atau “&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Masya Allah&lt;/i&gt;…”. Jika mendapat nikmat ucapan “&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;…” menjadi penyempurnanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sebagai seorang muslim kita memang dituntut untuk selalu berdzikir dan mengingat Allah dalam keadaan bagaimanapun, baik berdiri, duduk, dan berbaring. Bahkan orang-orang yang mengingat Allah setiap saat merupakan ciri dari orang-orang yang ber&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;akal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt; sebagaimana firman Allah&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt; Ta’ala&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt; dalam al-Qur’an surah Ali Imran ayat 190-191, artinya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka."&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dzikir yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;kita &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;ucapkan &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;seyogyanya&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;berdampak pada makin kuatnya keimanan dan makin baiknya perilaku&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt; serta akhlak kita&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;, tapi itu jika maknanya diketahui dan diresapi. Apalah artinya dzikir yang dilafazkan oleh lisan namun tidak sejalan dengan hati?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Saya teringat dengan sebuah kisah yang diceritakan oleh seorang penceramah tarwih beberapa tahun yang lalu. Ia mengisahkan tentang seorang &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;yai yang mengasuh sebuah pondok pesantren di Jawa. Kyai tersebut memiliki seekor burung &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;eo yang sangat ia cintai, mungkin karena burung &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;eo ini sangat fasih mengucapkan kalimat syahadat. Suatu hari burung &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;eo tersebut mati diterkam oleh seekor kucing. Sang Kyai pun bersedih, bahkan selama beberapa hari dia mengurung diri dalam kamar, tidak boleh ada suatupun muridnya yang boleh menemuinya, Ia hanya keluar untuk keperluan tertentu saja. Para muridnya sangat heran dengan perubahan pada guru mereka. Apakah hanya gara-gara kematian burung Beo membuat sang guru yang tegar itu menjadi demikian sedihnya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Selang beberapa hari sang Kyai pun keluar menemui murid-muridnya. Ia kemudian men&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;jelaskan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt; sebab ia mengurung diri dalam kamarnya. Sebab utamanya bukanlah karena kematian si Beo, tapi &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;karena ia mendapat pelajaran berharga dari kematian Beo kesayangannya tersebut. Ketika ia mendapati Beo sedang sekarat ia mencoba mentalqinnya, namun yang keluar dari mulut Beo hanyalah suara aslinya sampai ia meninggal. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Ia tak habis pikir burung yang setiap hari berkicau lincah dengan kalimat syahadat ini diakhir hidupnya malah tidak bisa mengucapkan kalimat syahadat. Sang &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;yai kemudian berkesimpulan bahwa sang burung Beo ini hanya pintar mengucapkannya tapi tidak mengetahui maknanya. Ia pun takut jika hal itu menimpa dirinya, dan inilah yang membuat beliau sangat bersedih&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt; dan mengurung diri dalam kamar untuk merenungkan semua itu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Terlepas betul tidaknya cerita di atas, tapi a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;da baiknya kita&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt; juga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt; mengoreksi diri kita. Bagaimana dzikir-dzikir yang kita lafadzkan dalam keseharian kita, baik dalam shalat maupun di dalam shalat&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;-shalat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt; kita. Apakah kita &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;bisa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt; meresapi maknanya? Apakah kalimat-kalimat tersebut betul-betul masuk di relung hati kita atau hanya sekedar menjadi pembasah bibir dan penghias kata-kata?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kita harus berbeda dengan orang Nasrani dan burung Beo yang juga fasih mengucapkan kalimat &lt;i&gt;thoyyib&lt;/i&gt; tersebut!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Wallahu a’lam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Makassar, 20 Rajab 1432 H&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-3651069576440361586?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/3651069576440361586/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/06/muslim-nasrani-dan-burung-beo.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/3651069576440361586?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/3651069576440361586?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/06/muslim-nasrani-dan-burung-beo.html" title="Muslim, Nasrani dan Burung Beo" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-wTWkuYGlDi4/TgRNXsRjpZI/AAAAAAAAAP8/P4ZKnXAYa8I/s72-c/dzikrullah.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU4HR30-eSp7ImA9WhZbE0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-3967966635620373982</id><published>2011-06-18T07:38:00.000+08:00</published><updated>2011-06-18T07:38:56.351+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-18T07:38:56.351+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah" /><title>Ini Bukan Urusan Teh dan Kopi</title><content type="html">&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-I-PvUFvdhIE/Tctwkol14rI/AAAAAAAAALI/601TnV-9j3g/s1600/awas-bidah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-I-PvUFvdhIE/Tctwkol14rI/AAAAAAAAALI/601TnV-9j3g/s1600/awas-bidah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ini bukan urusan minuman&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Seorang Ustadz membawakan pengajian di sebuah masjid. Hal yang dibahas adalah masalah bid'ah-bid'ah yang berkembang di masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada sesi tanya jawab seseorang&amp;nbsp; memberikan pernyataan bahwa kita seharusnya tidak usah mempersoalkan&amp;nbsp; antara yang mana sunnah dan yang mana bid'ah. Sebab katanya semua itu ibarat minuman yang ada, tergantung orang mau pilih yang mana, mau teh atau kopi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Argumen tersebut langsung disanggah oleh sang ustadz, bahwa &lt;b&gt;ini bukan urusan teh dan kopi, tapi ini masalah surga dan neraka!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potongan kisah yang agak lucu di atas setidaknya memberikan gambaran kepada kita bahwa sebagian besar masyarakat kita masih menganggap enteng masalah bid'ah dan sunnah. Iya, seperti memilih teh dan kopi. Padalah jika mereka tahu ancaman Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; kepada pelaku bid'ah saya yakin mereka tidak akan berpikiran seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"...tiap-tiap sesuatu yang dibuat tanpa ada  petunjuknya (Bid’ah) adalah  sesat; Dan tiap-tiap kesesatan itu di neraka" (HR. Muslim&lt;/em&gt;)&lt;/blockquote&gt;Masihkah kita mengatakan bahwa sunnah itu "teh" dan bid'ah itu "kopi"? [af]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-3967966635620373982?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/3967966635620373982/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/05/ini-bukan-urusan-teh-dan-kopi.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/3967966635620373982?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/3967966635620373982?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/05/ini-bukan-urusan-teh-dan-kopi.html" title="Ini Bukan Urusan Teh dan Kopi" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-I-PvUFvdhIE/Tctwkol14rI/AAAAAAAAALI/601TnV-9j3g/s72-c/awas-bidah.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkIDRXY6eip7ImA9WhZUF0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-3320054231604624395</id><published>2011-06-11T14:42:00.000+08:00</published><updated>2011-06-11T14:42:54.812+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-11T14:42:54.812+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel Bebas" /><title>Antara Alfamart dengan Alfamaret</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0cm;
 mso-para-margin-right:0cm;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0cm;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-uhDFPJHcud0/TfMNZgyeauI/AAAAAAAAAPw/EHyopaj8CcI/s1600/alfamart.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-uhDFPJHcud0/TfMNZgyeauI/AAAAAAAAAPw/EHyopaj8CcI/s1600/alfamart.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“&lt;b&gt;Warung Sari Laut &lt;span style="color: red;"&gt;Alfamaret&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;” ini tertulis di spanduk sebuah warung di samping toko retail Alfamart. Bagi saya ini cukup menggelikan, ketenaran Alfamart dimanfaatkan oleh warung sari laut ini. Alfamart boleh dikata sudah dikenal luas di masyarakat, seiring dengan menjamurnya toko campuran ini. Nah, daripada membuat brand baru lebih baik menggunakan merek yang terkenal meski sedikit diplintir, dari &lt;b&gt;Alfamart&lt;/b&gt; ke &lt;b&gt;Alfamaret&lt;/b&gt;. Dijamin orang yang membacanya tidak akan mudah lupa. Begitu mungkin pikiran pemilik warung ini.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Untuk mengenalkan merek baru memang membutuhkan waktu yang lama, kalau mau cepat biasanya butuh dana yang tidak kecil. Contohnya, kartu seluler yang Anda pakai, sudah berapa dana yang dikucurkan oleh provider kartu itu untuk menanamkan dalam pikiran Anda bahwa layanan mereka adalah yang terbaik dan murah? Iklan di TV, Radio, Spanduk, Koran, Majalah, Website, Sponsor-sponsor tentunya mereka telah menghabiskan miliaran dana untuk itu. Itu tidak boleh berhenti, sebab jika berhenti bisa-bisa pasar mereka akan diambil oleh yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Inilah era informasi, saking banyaknya informasi yang diterima, membuat kita mudah lupa dengan informasi yang telah kita terima sebelumnya. Informasi itu ibaratnya berperang dalam pikiran kita untuk selalu unggul dan biasanya informasi terakhir adalah yang mendominasi. Inilah yang mendasari para pengiklan untuk tidak berhenti dan terus menginovasi iklan-iklan mereka agar brand mereka tidak tenggelam diantara brand-brand saingannya yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jika dibawa ke ranah dakwah maka tentu pengulangan informasi lebih diperlukan lagi. Umat harus terus menerus ditarbiyah dan dibimbing, jika tidak mereka bisa terseret kepada ajakan-ajakan yang menyesatkan. Makanya dakwah &lt;i&gt;ilallah&lt;/i&gt; haruslah terus digencarkan dan tidak boleh berhenti. Dakwah kepada manhaj yang shahih haruslah lebih unggul dari dakwah kepada kesesatan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Apalagi jika kita mengetahui bahwa iman itu labil, senantiasa naik dan turun, makanya Rasulullah &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berpesan&lt;span style="font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Perbaruilah keimanan kalian!” Ditanyakan, ”Ya Rasulullah, bagaimanakah kami memperbarui iman kami?” Beliau bersabda, ”Perbanyaklah mengucapkan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Laa ilaaha illallaah&lt;/i&gt;” (HR. Ahmad dan Thabrani). &lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kalau perlu inovasi-inovasi dakwah pun bisa kita lakukan. Tentu saja dengan tetap berpatokan kepada syari’at. Asalkan tidak bertentangan dengan syari’at maka inovasi sarana-sarana, metode-metode dakwah pun bisa kita lakukan. Agar dakwah lebih mudah diterima dan dikenal. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Inovasi yang dilakukan oleh pemilik warung Sari Laut di atas mungkin layak dijadikan contoh. Meski tidak harus seperti itu.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;WaLlahu a’lam.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-3320054231604624395?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/3320054231604624395/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/06/antara-alfamart-dengan-alfamaret.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/3320054231604624395?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/3320054231604624395?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/06/antara-alfamart-dengan-alfamaret.html" title="Antara &lt;b&gt;Alfamart&lt;/b&gt; dengan &lt;b&gt;Alfamaret&lt;/b&gt;" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-uhDFPJHcud0/TfMNZgyeauI/AAAAAAAAAPw/EHyopaj8CcI/s72-c/alfamart.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0YESXg-cSp7ImA9WhZUGE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-3571106404540068968</id><published>2011-06-11T11:58:00.005+08:00</published><updated>2011-06-12T05:51:48.659+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-12T05:51:48.659+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kontemporer" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan" /><title>Buat Para Pendamba Khilafah</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-8CrYeurCAco/TfLmpKuRNSI/AAAAAAAAAPg/M2F-MovCdOY/s1600/hanya-satu-khilafah.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-8CrYeurCAco/TfLmpKuRNSI/AAAAAAAAAPg/M2F-MovCdOY/s1600/hanya-satu-khilafah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Saya pernah mendapat SMS seperti ini,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Jadi apakah dengan tegaknya khilafah umat dapat sejahtera dan mengerti akan agama Islam ini..? Sebagaimana dalam hadits bahwa khilafah akan tegak kembali sebagaimana di atas manhaj nubuwwah yang dilakukan para khullafaurrasyidin. Pertanyaannya adalah siapakah yang akan memperjuangkan atas tegaknya khilafah tersebut? Apakah akan datang sendiri atau sebagaimana firman Allah, “Barangsiapa yang menolong agama Allah niscaya Allah pun menolongnya”&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&amp;nbsp;Tidak sulit untuk menebak arah pertanyaan di atas. Dengan tegaknya khilafah maka umat Islam akan sejahtera, mereka akan semakin mengenal Islam. Begitu? Tunggu dulu! &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Mari kita lihat sejarah kekhalifaan. Beberapa periode kekhalifaan justru ditunggangi oleh pemahaman sesat. Ambil contoh ketika terjadi fitnah ajaran sesat bahwa al-Qur’an adalah makhluk. Ajaran sesat yang disebarkan oleh kaum Mu’tazilah ini justru didukung oleh khalifah pada saat itu, sehingga banyak ulama yang menentang pendapat tersebut disiksa. Termasuk Imam muhadditsin dan mazhab, Imam Ahmad bin Hanbal &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;. Beliau dipenjara, disiksa dengan cambukan di depan khalayak hanya karena mempertahankan akidah yang shahih, al-Qur’an adalah &lt;i&gt;Kalamullah&lt;/i&gt; dan bukan makhluk. Apa yang bisa dibanggakan dengan kekhalifaan seperti ini?&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Atau taruhlah sistem kekhalifaan sesuai dengan manhaj nubuwwah. Apakah dengan pemerintahan seperti itu bisa dengan mudah mengubah pola pikir umat dengan drastis? Tidak!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mari kita cermati kisah nabi Musa &lt;i&gt;alaihis salam&lt;/i&gt; dengan Bani Israil. Setelah sekian lama berada dalam cengkraman kekuasaan dan perbudakan oleh Fir’aun &lt;i&gt;la'natullah&lt;/i&gt;, Bani Israil kemudian dibebaskan oleh Allah dengan diutusnya Nabi Musa &lt;i&gt;alaihis salam&lt;/i&gt; ke tengah-tengah mereka. Namun apa yang terjadi? Setelah mereka menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Allah &lt;i&gt;Azza wa Jalla&lt;/i&gt; dengan mata kepala mereka sendiri, bukannya malah bersyukur dan berterima kasih, Bani israil yang bebal ini justru minta kepada Musa untuk dibuatkan “tuhan” berupa berhala untuk mereka sembah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ketika Musa &lt;i&gt;alaihis salam&lt;/i&gt; pergi selama 40 hari untuk mendapatkan wahyu dan menitipkan Bani Israil kepada saudaranya, Harun &lt;i&gt;alaihi salam&lt;/i&gt;. Sepulangnya, nabi Musa marah besar karena mendapatkan mereka sudah menyembah patung sapi. Harun sendiri tidak bisa mencegah mereka melakukan hal tersebut. Lihatlah, Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; mengaruniakan kepada mereka pemimpin shaleh lagi kuat tapi tidak bisa dengan serta merta merubah pikiran-pikiran mereka yang terlah diliputi dengan kesyirikan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Salah satu pelajaran yang bisa diambil dari kisah Nabi Musa &lt;i&gt;alahis salam&lt;/i&gt; dengan Bani Israil ini dikaitkan dengan dengan pendirian khilafah adalah bahwa mendirikan khilafah yang Islami tidak cukup dengan kepemimpinan. Umat harus ditarbiyah dengan baik, akidah mereka terlebih dahulu harus dibersihkan dari segalah kesyirikan, ibadah harus dibersihkan dari segala perkara bid’ah. Ini tentu melalui proses yang panjang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jadi secara pribadi saya kurang setuju jika kita mengatakan bahwa dengan khilafah akan merubah dengan serta merta umat yang bobrok menjadi umat yang Islami.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maaf, saya bukannya benci dengan khilafah, bahkan saya adalah pendamba khilafah. Tapi saya menganggap bahwa khilafah adalah buah dari kerja-kerja dakwah dan itu bukan tujuan utama.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Harus dengan Kerja Nyata&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Untuk mendirikan khilafah haruslah dengan kerja-kerja nyata. Mari kita biasakan umat Islam untuk hidup dalam sistem yang Islami. Mari kita biasakan anak-anak sejak dini dengan kehidupan Islami, dengan membangun lembaga-lembaga pendidikan Islam yang menggunakan kurikulum Islam. Agar anak-anak kita tidak dicekoki lagi dengan pelajaran-pelajaran sekuler bahkan atheis. Dan masih banyak pos-pos lain yang harus kita “Islamkan”. Ini perlu kerja nyata, tak bisa hanya dengan orasi, demonstrasi dan semacamnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Tauhid yang Pertama dan Utama&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Saya tidak ingin berprasangka buruk terhadap umat sekarang ini, tapi ini adalah realita yang ada. Lihatlah saudaraku, kesyirikan masih merajalela, bahkan menjadi hiburan dan diiklankan. Praktek bid’ah masih membudaya. Untuk mempersiapkan mereka menyongsong khilafah tidak cukup dengan semangat dan kesadaran akan pentingnya khilafah. Apa yang bisa diharapkan dari orang-orang yang hatinya masih terpaut dengan sesembahan selain Allah?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mereka memang berislam, mengucapkan kalimat syahadat, tapi masih mencampuradukkannya dengan beribadah kepada selain Allah. Jimat, kuburan, uang dan lainnya, itulah sederet berhala diantara sekian banyak berhala yang harus kita singkirkan dari pikiran umat ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dengan tauhid yang benar, hukum Allah apa yang akan dia tolak? Tauhid yang benar menjadikan manusia ikhlas dengan segala ketetapan dan hukum-hukum Allah. Maka bisa dibayangkan bagaimana jika semua manusia bertauhid dengan baik?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Saudaraku, sekali lagi khilafah adalah buah dari usaha, ia adalah aksioma yang tak terelakkan. Jika diibaratkan dengan bangunan maka pondasinya adalah Tauhid. Apa jadinya bangunan yang dibangun di atas pondasi yang lemah? Mungkinkah bisa kita membangun suatu bangunan langsung dengan atapnya? Ia bisa roboh sebelum bangunannya utuh, atau kalaupun ia jadi maka takkan bertahan lama.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maka, kalau kita ingin menolong agama Allah, perkuatlah “pondasi”nya. Dari realita yang ada, tidak bisa kita pungkiri bahwa akidah umat muslim saat ini masih sangat rapuh. Maka sudah sepatutnya agenda-agenda dakwah kita dipenuhi dengan jadwal-jadwal untuk membina umat kepada akidah yang shahih.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Tegakkan syariat dari dirimu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hal yang tidak boleh kita lupa adalah diri kita. Mari kita mulai dari diri kita. Sudah tegakkah syari’ah itu dari diri kita? Bagaimana dengan pemahaman kita dengan agama ini? Bagaimana shalat-shalat kita sudah sesuaikah contoh dari Rasulullah? Bagaimana bacaan dan hapalan Qur’an kita? Bagaimana pergaulan kita dengan lawan jenis, sudah islamikah? Bagaimana pakaian kita apakah sudah sesuai sunnah Rasululllah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;? &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bukankah sangat lucu jika kita ingin mengubah Negara tapi diri kita sendiri tidak berubah? Bukankah sangat menyedihkan jika kita ingin menegakkan syariat dalam pemerintahan sedangkan syariat itu tidak tegak dalam diri kita?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Iya semua harus berawal dari diri kita, kemudian keluarga, lalu masyarakat hingga negara.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kalaupun kita meninggal dan tidak sempat menyaksikan kejayaan Islam, maka itu tidaklah mengapa asalkan tujuan penciptaan kita tercapai,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-FddvXwlYyOw/TfLnKSyiZUI/AAAAAAAAAPk/zms87y26Cyk/s1600/51_56.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-FddvXwlYyOw/TfLnKSyiZUI/AAAAAAAAAPk/zms87y26Cyk/s1600/51_56.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Dan Tidaklah Aku Menciptakan Jin dan Manusia Kecuali untuk Beribadah Kepada-Ku” (Terjemah Qur’an surah Adz Dzariyat : 56)”&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&amp;nbsp;Oleh ahli tafsir mengatakan bahwa kata “&lt;i&gt;liya’budun&lt;/i&gt;” (beribadah) maksudnya adalah “&lt;i&gt;liyuwahhidun&lt;/i&gt;” (mengesakan) dengan kata lain beribadah dengan tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Wallahu a’lam.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-3571106404540068968?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/3571106404540068968/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/06/buat-para-pendamba-khilafah.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/3571106404540068968?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/3571106404540068968?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/06/buat-para-pendamba-khilafah.html" title="Buat Para Pendamba Khilafah" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-8CrYeurCAco/TfLmpKuRNSI/AAAAAAAAAPg/M2F-MovCdOY/s72-c/hanya-satu-khilafah.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0UGSHw_fyp7ImA9WhZWEU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-4333253461758384296</id><published>2011-05-11T20:38:00.002+08:00</published><updated>2011-05-11T21:40:29.247+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-11T21:40:29.247+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kontemporer" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manhaj" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Akidah" /><title>Syi'ah Tidak Pantas Disebut Mazhab</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ujKLPoOXPNk/TcqCWqYQKYI/AAAAAAAAALE/DB-of-1d608/s1600/aqidah-syiah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-ujKLPoOXPNk/TcqCWqYQKYI/AAAAAAAAALE/DB-of-1d608/s1600/aqidah-syiah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Pantas disebut Mazhab?&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sejak dahulu para pengikut syi’ah  memperjuangkan agar ajaran yang mereka anut diakui sebagai salah satu  mazhab dalam Islam. Mereka ingin agar cap sesat terhadap mereka hilang  dengan legalitas mazhab tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Di beberapa Negara Islam ajaran syi’ah  adalah ajaran terlarang dan divonis sesat seperti di negara Arab Saudi,  Brunai dan Malaysia. Di Indonesia meski belum di atur dalam peraturan  pemerintah, namun MUI telah memfatwakan bahwa syi’ah adalah ajaran sesat  dan menyesatkan. Meski demikian para pengikut sy’iah dengan berbagai  cara gencar mewacanakan bahwa syi’ah adalah salah satu mazhab dalam Islam. &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="more-1661"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita kerap mendengar mereka berkoar-koar  dalam tulisan, dalam diskusi-diskusi, bahwa mereka adalah mazhab akhlak  dan cinta. Namun dalam kenyataannya ajaran syi’ah adalah ajaran yang  penuh dengan kebencian. Mereka selalu berdalih mengaku cinta ahlul bait  (keluarga Rasulullah), tapi mereka tidak bisa menyembunyikan kebencian  mereka pada sahabat Rasulullah bahkan pada istri Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; yang mereka anggap kafir. Misalnya tuduhan kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha sebagai pelacur. &lt;i&gt;Na’udzubillah.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhlak apa yang penuh dengan laknat ini? Cinta apa yang membenci orang-orang yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali pada persoalan wacana legalitas  syi’ah sebagai mazhab. Muncul pertanyaan di sini. Apa tolak ukur  sehingga sebuah ajaran itu dianggap sebagai salah satu madzhab dalam  Islam? Apakah semudah itu? Bagaimana jika ahmadiyah ataupun NII yang  marak diberitakan baru-baru ini juga minta dianggap sebagai salah satu  mazhab?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Mazhab dan Perbedaanya di dalamnya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata mazhab berasal dari kata zahaba  yang artinya pergi; oleh karena itu mazhab artinya : tempat pergi atau  jalan. Pengertian mazhab menurut istilah dalam kalangan umat Islam ialah: Sejumlah dari fatwa-fatwa dan pendapat-pendapat seorang alim besar di  dalam urusan agama, baik ibadah maupun lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di antara tonggak penegang ajaran Islam  di muka bumi adalah muncul beberapa mazhab raksasa di tengah ratusan  mazhab kecil lainnya. Keempat ulama mazhab itu adalah Abu Hanifah,  Malik, Syafi’i, dan Ahmad. Sebenarnya jumlah mazhab besar tidak hanya  terbatas hanya 4 saja, namun keempat mazhab itu memang diakui eksistensi  dan jati dirinya oleh umat selama 15 abad ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita meneliti karya-karya ataupun  fatwa-fatwa para imam madzhab yang dibukukan maka kita akan mendapatkan  bahwa perbedaan mereka adalah pada persoalan fikih. Dengan kata lain  mereka berbeda pendapat pada masalah cabang dalam agama ini, dimana  seseorang yang mumpuni memang bisa melakukan ijtihad, tentu saja dengan  tetap berpegang pada al-Qur’an dan Hadits yang sahih. Contohnya saja  permasalahan yang mana lebih afdhal, shalat sunnah setelah shalat Jum’at  dikerjakan&amp;nbsp; di masjid atau di rumah? Berapa jumlah rakaatnya, apakah  dua atau empat? Masing-masing madzhab bisa saja berbeda pendapat dalam  masalah ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Singkatnya perbedaan pendapat dalam madzhab ini adalah sesuatu yang bisa ditolerir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun dalam masalah akidah maka mereka  semua sama. Aqidah imam empat, Abu Hanifah, Malik, Syafi’i, dan Ahmad.  adalah yang dituturkan oleh Al-Qur’an dan Sunnah Nabi, sesuai dengan apa  yang menjadi pegangan para sahabat dan tabi’in. Tidak ada perbedaan di  antara mereka dalam masalah ushuluddin. Mereka justru sepakat untuk  beriman kepada sifat-sifat Allah, bahwa Al-Qur’an itu dalam Kalam Allah,  bukan makhluk dan bahwa iman itu memerlukan pembenaran dalam hati dan  lisan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka juga mengingkari para ahli kalam,  seperti kelompok Jahmiyyah dan lain-lain yang terpengaruh dengan  filsafat Yunani dan aliran-aliran kalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sepakat seperti keyakinan para ulama Salaf, di mana antara lain,  bahwa Allah itu dapat dilihat di akhirat, Al-Qur’an adalah kalam Allah  bukan makhluk, dan bahwa iman itu memerlukan pembenaran dalam hati dan  lisan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para Imam madzhab ini meyakini bahwa  Muhammad Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; adalah penutup para  Nabi dan Rasul, tidak seperti keyakinan Ahmadiyah yang menyatakan bahwa  si Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi setelah Rasulullah &lt;i&gt;shallalahu ‘alaihi  wa sallam&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para Imam madzhab ini meyakini bahwa  Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; mengetahui segala yang ghaib, mengetahui yang  segala yang akan terjadi, dan mengetahui dan telah menetapkan segala  sebab akibatnya, tidak sebagaimana Syi’ah yang menisbatkan sifat bada’  kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam kitab pegangan syi’ah rafidhah,  Ushulul-kaafi Fi’I kitaabit-tauhid hal : 1/331, tertulis “Abu Abdillah  berkata seseorang belum dianggap beribadah kepada Allah sedikitpun,  sehingga ia mengakui adanya sifat bada’ pada Allah”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bada’ adalah baru diketahui setelah  peristiwa itu terjadi. Dengan kata lain sesuatu yang belum terjadi  adalah masih samar. Ini adalah sifat yang merendahkan keilahiyan Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;.  Padahal dalam surah An-Naml : 65, Allah menegaskan bahwa tidak ada  seorang pun di bumi dan di langit yang mengetahui segala perkara yang  ghaib kecuali Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lucunya, Syi’ah Rafidhah justru meyakini  bahwa para imam mereka mengetahui segala ilmu pengetahuan tak ada  sedikitpun yang samar baginya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Akidah Sesat Syi’ah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain yang telah dijelaskan di atas berikut ini akan kami paparkan beberapa akidah nyeleneh dari syi’ah rafidhah.&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Keyakinan Rafidhah bahwa Al-Qur’an telah diubah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rafidhah yang dikenal dewasa ini dengan  Syi’ah, mengatakan bahwa: Al-Qur’anul Karim yang ada pada kita (yang  kita kenal ini) ia bukan Al-Qur’an yang diturunkan Allah Subhanahu wa  Ta’ala kepada nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, ia telah  mengalami perubahan, penggantian, penambahan dan pengurangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mayoritas ahli hadits Syi’ah beranggapan  adanya pengubahan dalam Al-Qur’an, sebagaimana yang dikatakan oleh  Annury Ath- Thibrisi dalam bukunya “Fashul khitab fii tahrifi kitab  Rabbil-Arbab. Muhammad bin Ya’kub Al-Kulaini berkata dalam bukunya  “Ushulul-Kafi” pada bab yang mengumpulkan dan membukukan Al-Qur’an  hanyalah para imam yang&amp;nbsp; diriwayatkan dari Jabir, ia (Jabir) berkata  saya mendengar Abu Ja’far berkata ”siapa yang mengaku telah mengumpulkan  Al-Qur’an dan membukukan seluruh isinya sebagaimana yang diturunkan  Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka sesungguhnya ia seorang pendusta, tidak  ada yang mengumpulkan dan yang menghapalkannya, sebagaimana yang  diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, melainkan Ali bin Abi Thalib,  dan para imam sesudahnya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rafidhah meyakini bahwa al-Qur’an yang  ada sekarang tidak seperti al-Qur’an yang masih tersembunyi yang di  antaranya isinya ada surat “Al-Wilayah”. Dan di antara anggapan  orang-orang syi’ah bahwa di sana ada satu ayat yang hilang dari surat  Alam Nasyrah. Ayat itu berbunyi: &lt;i&gt;“waj’alnaa ‘Aliyyan Shihraka&lt;/i&gt;” Artinya, “dan kami jadikan Ali menantumu”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh mereka tak merasa malu dengan  anggapan seperti ini, meskipun mereka mengetahui bahwa surat  “alamnasyrah” ini termasuk surat Makiyyah, yang mana Ali bin Abi Thalib &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; belum menjadi menantu Rasulullah pada saat itu (di Makkah).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kebencian kepada para Sahabat Nabi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aqidah Rafidhah berpijak di atas  pencacian, pencelaan dan pengkafiran terhadap sahabat-sahabat Nabi  shalallahu ‘alaihi wa sallam. Diungkapkan oleh Al-Kulaini dalam bukunya  Furu’ul-Kaafi yang diriwayatkan dari Ja’far: “Semua sahabat sepeninggal  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam murtad (keluar dari Islam)  kecuali tiga, kemudian saya bertanya kepadanya: siapakah ketiga sahabat  ini? Ia menjawab: Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar Al-Ghifari dan Salman  Al-Farisi.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka (Syi’ah) mengatakan dalam kitab:  “Miftahul Jinan” “Ya Allah, berikanlah kepada Muhammad dan keluarganya  shalawat, dan laknatilah ke dua patung Quraisy, kedua jibt dan  thaghutnya dan kedua anak perempuannya (maksudnya: Abu Bakar, Umar,  Aisyah dan Hafshah).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka mengadakan pesta besar-besaran  dalam rangka merayakan hari kematian Umar bin Khattab, dan memberikan  penghargaan kepada pembunuhnya, Abu Lu’lu’ah seorang yahudi dengan gelar  “Pahlawan Agama”. Di atas Kuburan&amp;nbsp; Abu Lu’lu’ah yang mereka bangun  dengan sangat megah, tertulis laknat kepada Abu Bakar, Umar bin Khattab  dan Utsman bin Affan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lihatlah, betapa besar kebencian dan  kotornya sekte ini, yang dinyatakan sudah keluar dari agama, dan betapa  buruk dan kotornya ucapan-ucapan mereka yang dialamatkan kepada  manusia-manusia terbaik setelah para nabi, yang mereka dipuji oleh Allah  dan rasul-Nya, dan umat telah sepakat akan keadilan dan keutamaannya,  serta sejarah telah mencatat kebaikan-kebaikannya, kecepatannya dalam  masuk agama Islam, dan jihadnya dalam menegakkan agama Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih banyak penyimpangan mereka dalam  masalah akidah, tapi untuk menuliskannya semuanya perlu  berhalaman-halaman bahkan berjilid-jilid buku. Dan lembaran ini tentu  saja tidak cukup untuk itu. Namun dari penjelasan di atas maka kita bisa  mengambil kesimpulan bahwa akidah syi’ah rafidhah betul-betul telah  menyimpang dari ajaran Islam yang benar. Sehingga sangat sulit untuk  menghilangkan cap sesat pada sekte sempalan ini apalagi melabelinya  sebagai salah satu mazhab dalam Islam. &lt;i&gt;Wallahu a’lam&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditulis dari berbagai sumber&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulisan ini dimuat di &lt;a href="http://wimakassar.org/wp/2011/05/05/syiah-pantas-disebut-madzhab/" target="_blank"&gt;www.wimakassar.org&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://tanaasuh.com/syiah-tidak-pantas-disebut-mazhab/" target="_blank"&gt;www.tanaasuh.com&lt;/a&gt;. Dapat juga disimak di Buletin Al-Balagh edisi 21 tahun 1432H. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-4333253461758384296?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/4333253461758384296/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/05/syiah-tidak-pantas-disebut-mazhab.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/4333253461758384296?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/4333253461758384296?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/05/syiah-tidak-pantas-disebut-mazhab.html" title="Syi'ah Tidak Pantas Disebut Mazhab" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-ujKLPoOXPNk/TcqCWqYQKYI/AAAAAAAAALE/DB-of-1d608/s72-c/aqidah-syiah.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkICR349cCp7ImA9WhZQF0w.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-6526201786716706784</id><published>2011-04-25T13:09:00.007+08:00</published><updated>2011-04-25T13:49:26.068+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-04-25T13:49:26.068+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kontemporer" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah" /><title>Cerita Unik di Balik UN</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-3Wjv6vZ2aj4/TbUIdLCtEyI/AAAAAAAAAEI/dnz76h_m9nI/s1600/ujian+nasional.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-3Wjv6vZ2aj4/TbUIdLCtEyI/AAAAAAAAAEI/dnz76h_m9nI/s200/ujian+nasional.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;Berikut ini saya akan menceritakan beberapa kisah menarik terkait dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Semua kejadian di bawah ini terjadi di kota Makassar, diceritakan oleh beberapa ikhwah melalui cerita lepas.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;/div&gt;Seorang ustadz ditelpon oleh mutarabbinya. Si mutarabbi ini mengadukan kepadanya   dan minta pertimbangan terhadap masalah yang saat itu dia hadapi. Katanya saat itu ia sedang mengawas Ujian Nasional (UN) di suatu sekolah. Tiba-tiba kepala sekolah tempat ia mengawas datang ke kelas, lalu tanpa minta izin langsung membagi kunci jawaban pada siswa yang lagi ujian. &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kepala sekolah tersebut kemudian berkata kepadanya, bahwa kejadian yang tadi jangan sampai disebarkan ke orang lain. Si Ikhwa ini pun bingung, serba salah, membuatnya langsung menelpon murabbinya untuk meminta nasehat.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;/div&gt;Kisah ini dialami seorang ustadz yang juga guru di salah satu sekolah Islam swasta. Saat itu ia sedang bertugas mengawas UN di salah satu sekolah (tentu saja di sekolah lain, sebab menurut aturan guru tidak boleh mengawas UN di tempat ia mengajar). Di tengah ujian berlangsung, seorang guru di sekolah tersebut datang ke ruang tempat ia mengawas. Guru tersebut kemudian meminta izin kepadanya untuk membagi kunci jawaban pada siswa-siswanya. Tentu saja ia tidak membolehkannya. Namun guru tersebut tetap bersikeras karena katanya ini sudah disepakati oleh seluruh pengawas. Bahkan di awal pembicaraanya guru ini mengatakan, “sesuai dengan kesepakatan kita…”&lt;br /&gt;
Guru ini harus pergi sambil “gigit jari” karena sang ustadz tak goyah dengan pendiriannya. Tentu saja setelah mendengar sedikit ceramah darinya.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;/div&gt;Cerita yang ini terjadi di lokasi lain, di sebuah tempat yang menjadi tempat berkumpulnya para pengawas UN, beberapa hari sebelum UN dilaksanakan.&lt;br /&gt;
Terjadi perdebatan sengit antara pengawas. Sebagian pengawas ingin agar para pengawas ujian memberikan kelonggaran terhadap segala upaya yang membantu siswa pada saat UN. Namun keinginan tersebut ditentang oleh sebagian guru yang notabene berasal dari sekolah Islam. Dengan diwakili oleh seorang guru para “penentang ini” mengemukakan alasan bahwa kecurangan tersebut tidak boleh dibiarkan, alih-alih untuk membantu anak malah membuat anak menjadi malas belajar karena mereka akan mendapat bantuan dari para gurunya. Terlebih jika kecurangan ini berlanjut dan ia bawa sampai dewasa sehingga melahirkan bentuk kecurangan yang lain, seperti korupsi, penggelapan uang dan sebagainya. Dan kalaupun ia menjadi guru kelak maka ia pun akan berlaku hal yang sama kepada siswanya jadilah UN hanya sekedar sandiwara. Kalau tidak dipangkas dari sekarang maka akhlaknya buruk ini akan menggurita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang kepala sekolah yang hadir pada rapat tersebut dengan terang-terangan berkata bahwa, seandainya ia punya banyak uang banyak maka ia akan membayar dengan jumlah yang besar kepada setiap pengawas asal pengawasan dilonggarkan. Namun pernyataan itu kembali disanggah oleh para guru yang kontra. Salah seorang dari mereka kembali menimpali bahwa itu adalah upaya sogok, “yang menyogok dan disogok sama-sama masuk neraka…”. Ucapan itu disambut riuh sebagai tanda setuju oleh sebagian hadirin. Mereka kemudian menegaskan bahwa mereka tidak akan menerima uang yang lebih dari yang telah ditetapkan. Jika lebih maka mereka akan mengembalikannya.&lt;br /&gt;
Cek percek ternyata kubu kontra ini tidak dipakai untuk mengawas di sekolah Bapak Kepsek tadi.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;/div&gt;Duh UN, UN, standarmu tinggi dan sulit dikejar, sebagian guru jadi darah tinggi dan tambah “pintar”…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-6526201786716706784?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/6526201786716706784/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/04/cerita-unik-di-balik-un.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/6526201786716706784?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/6526201786716706784?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/04/cerita-unik-di-balik-un.html" title="Cerita Unik di Balik UN" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-3Wjv6vZ2aj4/TbUIdLCtEyI/AAAAAAAAAEI/dnz76h_m9nI/s72-c/ujian+nasional.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0cBQ3g6eip7ImA9WhZQF00.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-8469649034113365109</id><published>2011-01-31T15:04:00.003+08:00</published><updated>2011-04-25T13:24:12.612+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-04-25T13:24:12.612+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fikrah" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kontemporer" /><title>Jilbab, Kehormatan Wanita Beriman</title><content type="html">Peristiwa berikut ini terjadi pada zaman Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;/i&gt; seorang perempuan Arab bercadar datang ke pasar Bani Qainuqa dengan membawa barang dagangan. Di pasar itu, wanita tersebut datang ke penjual emas. Tiba-tiba, orang-orang di pasar itu menggoda wanita tersebut dan membuka cadar yang dipakainya. Wanita itu sontak melawan dan menolak perlakuan seperti itu. Sang penjual emas rupanya juga bersekongkol dengan para penggoda wanita tersebut. Diam-diam, ia mengikatkan ujung kain yang dikenakan oleh wanita itu. Ketika wanita itu berdiri, kain yang dikenakannya pun lepas. Orang-orang Qainuqa ramai menertawakan wanita itu. Ia kemudian menjerit-jerit menahan malu.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang laki-laki muslim lewat di tempat itu. Mengetahui kejadian yang memalukan itu, ia segera menghajar penjual emas hingga babak belur dan tewas. Orang-orang Qainuqa yang melihat kejadian itu langsung mengepung sang laki-laki muslim, kemudian balik menghajarnya hingga tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita kematian lelaki muslim itu menyebar di seantero Madinah. Kaum muslimin marah besar. Rasulullah kemudian memerintahkan kaum muslimin di bawah bendera Hamzah bin Abdul Muththalib untuk mengepung perkampungan Bani Qainuqa. Perang pun meletus pada pertengahan Syawwal tahun 2 H. Setelah beberapa waktu lamanya, akhirnya Bani Qainuqa pun takluk dan menyerah kalah. Peristiwa tersebut akhirnya berakhir dengan pengusiran yahudi Bani Qainuqa dari Madinah. Orang-orang Bani Qainuqa pun meninggalkan Madinah menuju Syam. Banyak di antara mereka yang merenggang nyawa selama masa pengusiran itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembaca yang Budiman, dari peristiwa di atas kita bisa mengambil pelajaran bahwa betapa kehormatan seorang wanita muslimah yang dilecehkan bisa memicu kemarahan seluruh kaum muslimin saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini, betapa banyak muslimah yang berteriak serupa. Di Negara perancis dimana saudari-saudari kita di sana tidak bebas untuk mengenakan pakaian kehormatan yang merupakan kewajiban dari Allah khusus buat mereka. Bahkan jika kedapatan mengenakan cadar di muka umum maka akan didenda berdasarkan undang-undang pemerintah Perancis. Hal serupa juga terjadi di Negara barat lainnya. Dan tak asing lagi telinga kita mendengar adanya diskriminasi terhadap muslimah yang tetap teguh mempertahankan jilbabnya entah di bandara, rumah sakit, sekolah dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika hal itu terjadi di Negara barat yang notabene adalah negeri kaum kafir maka itu tidaklah terlalu mengherankan. Namun amat disayangkan jika itu terjadi di negeri Islam atau bahkan universitas Islam sendiri. Beberapa bulan lalu kita membaca berita pelarangan cadar di universitas al-Azhar di Mesir, yang kemudian memunculkan protes dari berbagai kalangan, hingga akhirnya rektor universitas al-Azhar dipaksa untuk mengundurkan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dulu wanita muslimah dipaksa oleh orang Yahudi untuk membuka cadarnya, sekarang ini perbuatan tersebut dilakukan oleh orang muslim sendiri! Bisa dibayangkan bagaimana perlakuan Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; terhadap orang seperti ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata hal serupa juga terjadi di Negara kita. Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo mengeluarkan peraturan yang melarang karyawatinya untuk mengenakan jilbab. Di rumah sakit tersebut terdapat sekitar 40 karyawati yang mengenakan jilbab, kemudian dilepas ketika berada di rumah sakit pada saat bekerja. Sebelumnya RS Mitra Internasional Jatinegara mengeluarkan peraturan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal secara hukum Negara Pelarangan jilbab bertentangan dengan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Kebebasan Beragama dan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Kasus pelarangan jilbab memang sempat mencuat di era 1980 hingga 1990-an. Oleh sebab itu pemerintah mengeluarkan aturan-aturan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jilbab itu Kewajiban, Bukan Trend!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak bisa kita pungkiri bahwa sebagian wanita berjilbab sekarang ini hanya sekedar mengikuti trend pakaian yang ada, sehingga muncul istilah “jilbab artis”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jilbab yang sebenarnya merupakan salah satu bagian pakaian wajib bagi perempuan, seperti dalam firman Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Namun saat ini jilbab sering dialihfungsikan hanya menjadi salah satu gaya berbusana agar tampak menarik. Seperti halnya di salah satu negara tetangga yang menjadikan jilbab sebagai salah satu budaya berpakaian mereka, sepertinya yang terjadi di lingkungan kita saat ini sebagian perempuan menjadikan jilbab hanya sebagai salah satu trend dalam berpakaian saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ada acara keagamaan atau pada hari raya ramai-ramai memakai jilbab. Lepas dari momen itu, kembali auratnya dibiarkan diterpa angin. Tidak memandang mereka artis atau bukan, fenomena seperti ini sering kita jumpai di sekitar kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam konteks lain, sering pula kita jumpai mereka yang memakai jilbab hanyalah untuk menutupi rambutnya yang menurut mereka sendiri kurang bagus. Namun di kesempatan lain kita dibuat tertegun saat dengan santai dan bangganya ia berjalan di depan umum dengan memamerkan rambut barunya yang baru saja direbonding. Bahkan mereka tidak menyadari tentang hukum rebounding itu sendiri dalam Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu alasan lain wanita memakai jilbab ternyata hanya karena ia sering dipuji lebih cantik jika memakai jilbab. Sedangkan hatinya sebenarnya merasa enggan memakai jilbab. Ia memakai jilbab namun terkadang pakaian yang ia kenakan menunjukkan lekuk-lekuk tubuhnya. Hal ini oleh nabi sering disinggung sebagai “wanita yang berpakaian tapi telanjang.” Sayang sekali, karena mereka yang berpakaian ketat atau seksi sudah dijelaskan tidak akan mencium bau surga. Mencium baunya saja diharamkan, apalagi tinggal di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Dengan alasаn bahwa berbagai perilaku seperti di atas masih lebih baik daripada sama sekali tidak pernah memakai jilbab atau bahkan menghalangi wanita lain untuk berjilbab, mereka seolah-olah ingin 'mencurangi' hukum Islam. Seharusnya setiap muslimah memahami bahwa berjilbab itu merupakan suatu kewajiban. Ia mengenakan jilbab karena benar-benar diniatkan mengharap ridha Allah. Hal ini senada dengan sabda rasul yang menyatakan bahwa suatu amal itu tergantung dari niatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Amir Mukminin Abi Hafsh Umar bin Al-Khaththab &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt; berkata: Aku mendengar Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Sesungguhnya segala amal tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang akan diraihnya atau wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Insya Allah jika segala sesuatu diniatkan karena Allah, Dzat Yang Abadi, suatu perilaku itu juga akan abadi meski banyak godaan dan hambatan untuk tetap istiqamah. Bahkan jika hambatan itu terkait dengan pekerjaan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jilbab, Penghormatan Islam buat Wanita&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita dalam Islam sangat dihargai dan dihormati, sangat berbeda dari anggapan yang tidak benar dan menyimpang yang tersebar luas diantara para non muslim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kitab suci Al-Qur'an telah menggarisbawahi fakta, pria dan wanita memiliki posisi yang sama dimata Allah. Hal yang membedakan adalah keimanan dan&lt;br /&gt;
amal ibadahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Islam memberikan rasa hormat terhadap wanita dan peran penting dalam masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai catatan, Nabi Muhammad &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berhasil menghentikan perbuatan keji pada wanita pada masyarakat masa itu. Contohnya, Al Qur'an menghentikan para penyembah berhala yang membunuh bayi perempuan yang lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penghormatan islam terhadap wanita dapat terlihat dari “mahkota” yang diberikan berupa jilbab, justru sering dianggap oleh orang anti muslim sebagai simbol penindasan dan perbudakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal menurut firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; dalam surah al-Ahzab ayat 59 yang telah disebutkan,&amp;nbsp; bahwa menggunakan jilbab sebagai penutup tubuh merupakan kewajiban, bukan sebagai pilihan.[]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Wallahu ‘alam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Dari berbagai sumber&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimuat di buletin al-Balagh edisi 07 Safar 1432H&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-8469649034113365109?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/8469649034113365109/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/01/jilbab-kehormatan-wanita-beriman.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/8469649034113365109?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/8469649034113365109?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2011/01/jilbab-kehormatan-wanita-beriman.html" title="Jilbab, Kehormatan Wanita Beriman" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck8DSH48cCp7ImA9Wx5aEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-9059332945731054224</id><published>2010-11-07T18:46:00.002+08:00</published><updated>2010-11-07T19:54:39.078+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-07T19:54:39.078+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Surat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel Bebas" /><title>Kalian Hidup seperti Binatang, namun Kalian Mencela Kami.</title><content type="html">Kami sudah muak dengan protes dan celaan kalian. Kami muak dengan segala bentuk diplomasi dan retorika kalian. Kalian sok pintar dan modern namun dalam pandangan kami hidup kalian tidak ubahnya seperti binatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atas nama pemberantasan teroris kalian justru menebar teror ke seluruh negeri-negeri kami. Lucunya jika tidak patuh dengan kediktatoran kalian maka kalian akan menganggap kami sebagai penjahat perang. Aneh, padahal siapa yang tidak melawan jika ia diperangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam mimbar internasional kalian lihai berbicara tentang kemanusiaan dan kebebasan yang setara. Itu omong kosong, kemanusiaan tidak untuk kami sebab pembantaian demi pembantaian kalian lakukan di negeri-negeri kami. Juga kebebasan bukan milik kami, kalian bahkan ingin mengatur kehidupan kami di negeri kami sendiri. Apalagi saudara kami yang tinggal di negeri kalian, apakah ada kebebasan mereka untuk sekedar menjalankan keyakinannya? &lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Poligami sebagai syariat dari agama kami, tak luput dari serangan kalian, kalian menuduhnya sebagai penindasan terhadap wanita dan kemanusiaan. Tapi sungguh sayang, sangat kontradiksi dengan hidup kalian yang gonta-ganti pasangan semaunya. Iya, kalian tidak suka POLIGAMI, tapi kalian sangat akrab dengan POLISEKS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalian mengejek wanita kami yang mengenakan hijab, namun justru membanggakan Istri kalian yang bisa dinikmati oleh siapa saja! Kalian juga mencemooh wanita kami yang tinggal di rumah untuk mengurusi anak-anak kami. Kata kalian itu juga adalah bentuk pengekangan terhadap kaum wanita, tapi kalian menghormati wanita dengan menelanjanginya dan mengekploitasinya sedemikian rupa! Memberinya beban untuk mencari nafkah dan memperkerjakannya pekerjaan sebagaimana yang dilakukan oleh laki-laki. Apakah itu adalah bentuk penghormatanmu? Jawablah! Dimana engkau simpan permatamu? Apakah engkau menyimpannya di jalanan? Kami sedih dengan kehidupan istri kalian, Ia hanya memiliki satu suami tapi punya banyak pacar. Kalian bahkan tidak tahu ayah dari anak yang dilahirkan istri kalian!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalian sungguh lucu, protes dengan nikah dini yang dilakukan oleh pemuda-pemudi kami, tapi kalian tidak peduli dengan seks bebas tanpa batas yang menjadi hobi anak-anak muda kalian. Kalian alergi dengan kata NIKAH DINI tapi kalian terbiasa dengan kata ABORSI! Apakah tidak sampai di telingamu jika anak gadismu diejek oleh temannya jika masih perawan di usia 20 tahun? Saya tahu kalian juga berbangga dengan anak laki-laki kalian yang menghamili seorang gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari itu kalian juga memiliki kelainan seks, banyak di antara kalian ternyata lebih menyukai sesama jenisnya, sesuatu yang binatang pun jijik untuk melakukannya. Homo seks dan Lesbian semakin merebak dalam masyarakat kalian. Kalian bahkan menganggapnya sebagai bagian dari keberagaman. Komunitas mereka kini mulai mendominasi hingga di kantor pemerintahan kalian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalian memang punya akal namun hidup kalian seperti binatang. Sudahlah hentikan gonggongan kalian, karena binatang tidak berhak mengatur kehidupan manusia!&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-9059332945731054224?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/9059332945731054224/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/11/kalian-hidup-seperti-binatang-namun.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/9059332945731054224?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/9059332945731054224?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/11/kalian-hidup-seperti-binatang-namun.html" title="Kalian Hidup seperti Binatang, namun Kalian Mencela Kami." /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0YDSHYzeCp7ImA9WhZQF00.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-1941344410432985838</id><published>2010-08-14T08:36:00.005+08:00</published><updated>2011-04-25T13:26:19.880+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-04-25T13:26:19.880+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi" /><title>Mumpung Ramadhan, Nyalakan Nyalimu!</title><content type="html">Malam ke 4 Ramadhan seperti biasa saya shalat tarwih di Masjid Wihdatul Ummah. Sebagaimana tiga malam sebelumnya masjid ini terisi ¾ bagian, kalau mengingat tahun lalu biasanya 10 malam terakhir masjid akan penuh oleh jama’ah yang kebanyakan berasal dari wilayah lain di kota Makassar bahkan dari luar kota untuk i’tikaf di masjid ini. Salah satu daya tariknya mungkin adalah bacaan Imam tarwih yang bagus dan panjang dan motivasi lain adalah bertemu dengan para ikhwah yang bersemangat dalam beribadah yang dengannya juga akan menambah semangat mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesai dua rakaat pertama, beberapa pemuda mengambil sajadah yang ada di hadapan mereka dan berkumpul di teras samping masjid, mereka berbicara satu dengan yang lainnya. Dari wajah mereka tampaknya mereka orang baru. Ketika berdiri untuk melanjutkan rakaat berikutnya, ekor mata saya menangkap keempat pemuda tersebut pergi entah kemana. Hmm, nampaknya mereka tidak kuat untuk melanjutkan shalat tarwih mereka di sini, mungkin mereka terkejut dengan bacaan imam yang panjang tidak seperti imam tarwih di masjid lainnya yang biasanya hanya membaca beberapa ayat saja tiap rakaatnya.    &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari fisik sebenarnya mereka pemuda yang kuat, setidaknya dibanding dengan beberapa orang tua yang ikut shalat tarwih pada saat itu. Terlebih dibanding para muslimah yang juga ikut shalat tarwih di lantai bawah, termasuk istri saya yang hamil 7 bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma yang mungkin tidak ada adalah semangat yang menyalakan nyali mereka. Yah, betapa banyak orang yang secara fisik kelihatan lemah tapi menjadi kuat karena semangat mereka yang menggebu. Sebaliknya betapa banyak orang yang kuat tapi bisanya hanya berbuat yang kecil-kecil karena semangatnya yang kerdil. Jadi, jangan lihat postur tubuh tabi’in Ahnaf bin Qais &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; yang kurus dan penuh cacat, tapi lihat semangat dan keberanian Umar bin Khattab &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;  yang ada padanya. Yang oleh Mu’awiyah &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; mengatakan “Seandainya ia marah maka seluruh bani Tamim juga akan marah tanpa tahu penyebabnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda juga mungkin pernah mendengar tentang sosok Al-Barra’ Ibn Malik &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, seorang sahabat Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, saudara kandung dari Anas bin Malik &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, pembantu Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Riwayat menyebutkan bahwa tubuhnya kecil dan kurus, tapi ia sangat terkenal karena semangat dan keberaniannya di medan perang. Pada perang melawan kaum murtadin yang pimpinan Musailamah al-Kadzdzab, al-Barra bin Malik adalah kunci bobolnya benteng pasukan Musailamah. Sebelumnya atas permintaan dirinya sendiri al-Barra dilemparkan ke dalam benteng tempat berlindung pasukan Musailamah, karena pada saat itu pasukan kaum muslimin yang dipimpin Khalid bin Walid &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; tidak bisa mendekati dan membuka benteng karena hujan anak panah dari dalam benteng. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesampainya di dalam benteng pemilik semboyan “Allah dan Surga” tersebut langsung merangsek ke pasukan penjaga pintu benteng, memporak-porandakan mereka dan akhirnya berhasil membuka pintu benteng yang dengannya pasukan kaum muslimin bisa masuk dan menghancurkan pasukan si Nabi palsu, Musailamah al-Kadzdzab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya jadi teringat dengan kekaguman syekh Mamduh Farhan al-Buhairi terhadap beberapa ikhwah Universitas Negeri Makassar (UNM) yang berhasil menangani safari dakwah Syaikh di Makassar. Kekaguman tersebut beliau tuangkan dalam tulisannya di majalah Qiblati edisi Ramadhan 1431. Awalnya syaikh dan ustadz yang ia temani meragukan kemampuan para ikhwa tersebut bisa memenej kegiatan syaikh dan segala apa yang ia perlukan selama di Makassar, melihat bahwa mereka rata-rata masih muda bahkan belum ada yang menikah. Namun akhirnya para ikhwa yang dikomandoi oleh al-Akh Ardian Kamal -Semoga Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; memberi ketabahan kepadanya dan keluarganya atas meninggalnya Ayahanda beliau tadi malam, di Bone saat shalat Isya- bisa menangani dengan baik. Syaikh Mamduh, menyatakan bahwa mereka sebenarnya bukan orang-orang kecil tapi para ikhwah tersebut adalah orang-orang besar dikarenakan semangatnya yang besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali pada shalat tarwih tadi, sebenarnya shalat tarwih dengan bacaan 1 juz yang kini dianggap oleh sebagian orang terlalu panjang jika dibanding dengan shalat yang dilakukan oleh Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;dan para sahabat &lt;i&gt;ridhwanullahi ‘ajma’in&lt;/i&gt; tidaklah ada apa-apanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Dari Nu’man bin Basyir beliau berkata: kami pernah shalat berjama’ah bersama Rasulullah pada malam 23 di bulan Ramadhan sampai sepertiga malam yang pertama kemudian kami pada malam yang ke 25 shalat bersama Rasulullah hingga ½ malam, kemudian Rasulullah berdiri bersama kami pada malam ke 27 sampai kami menyangka bahwa kami tidak akan mendapatkan al-falah. Kami dulu menyebut bahwa makan sahur itu adalah al-falah” (HR. Ali Syaibah dishahihkan oleh syaikh Albani)&lt;/blockquote&gt;Dan masih banyak hadits lainnya yang menerangkan panjangnya bacaan shalat lail Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Lagian&lt;/i&gt; shalat tarwih yang hanya sekitar 1,5 jam juga relative sebentar jika dibandingkan dengan konser musik berjam-jam, namun ternyata sekarang menghadiri konser musik dengan pengorbanan yang tidak sedikit, uang, waktu, berdiri berjam-jam, berdesakan dan panas justru lebih digandrungi oleh sebagian anak muda daripada hadir shalat tarwih meski dengan bacaan pendek-pendek sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi sebenarnya bukan pada panjang pendeknya tapi pada semangat dan keinginan yang tidak ada untuk menyalakan nyali. Ramadhan yang disebut Allah sebagai &lt;i&gt;“ayyaman ma’dudat”&lt;/i&gt; (hari-hari yang berbilang” kadang pergi tanpa terasa, musim melimpahnya kebaikan seharusnya tidak dilewatkan begitu saja. Ibadah-ibadah selain shaum tentunya; seperti shalat lail (tarwih), tadarrus al-Qur’an, sedekah dan sebagainya jika kita lakukan dengan penuh keimanan dan semangat menggebu-gebu serta nyali yang menyala-nyala ingin mengharapkan limpahan pahala dari Allah insya Allah semua akan terasa ringan berganti dengan kepuasan, sebagaimana Al-Barra bin Malik dalam kisah di atas meskipun beliau mendapat 80 tusukan pedang…&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;wallahu a'lam.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-1941344410432985838?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/1941344410432985838/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/08/mumpung-ramadhan-nyalakan-nyalimu.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/1941344410432985838?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/1941344410432985838?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/08/mumpung-ramadhan-nyalakan-nyalimu.html" title="&lt;i&gt;Mumpung&lt;/i&gt; Ramadhan, Nyalakan Nyalimu!" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkMBRXkyeCp7ImA9WhZQF0w.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-7690085485957068848</id><published>2010-07-29T19:08:00.003+08:00</published><updated>2011-04-25T13:47:34.790+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-04-25T13:47:34.790+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ibadah" /><title>Back to al-Qur’an</title><content type="html">&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Quran ataukah hati mereka terkunci?”&lt;/i&gt; (QS. Muhammad: 24)&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Al-Qur’an adalah petunjuk dan jalan hidup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebuah alat elektronik biasanya dilengkapi dengan buku petunjuk  operasional. Kita semua tentu tahu dan&amp;nbsp; sepakat bahwa jika penggunaan  alat tersebut tidak sesuai dengan yang tertera dalam buku petunjuk,  tentu akan berdampak negatif terhadap alat tersebut yang pada akhirnya  hanya akan membuatnya rusak dan tidak bisa digunakan. Iya, karena kita  yakin buku itu dibuat oleh si pembuat alat tersebut yang tentu lebih  tahu cara mengoperasikan dan menjaga agar alat tersebut tidak rusak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah al-Qur’an dan sunnah, dua warisan Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;,  petunjuk segala lini dan sendi kehidupan manusia dalam upaya meraih  kebahagiaan hakiki dunia akhirat. Secara khusus al-Qur’an berisi  firman-firman Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;, Tuhan yang menciptakan  kita, dunia dan seisinya, yang lebih tahu apa yang terbaik buat kita,  Yang lebih tahu apa yang dapat merusak kehidupan kita.&lt;br /&gt;
Maka jika kita percaya pada apa yang dijelaskan si pembuat buku, terus kenapa kita tidak percaya kepada yang menciptakan kita?&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penulis pernah menyatakan bahwa sebagian kaum muslimin  sekarang ini seakan menderita penyakit “rabun dekat”. Menurutnya, segala  petunjuk dalam menjalani kehidupan menuju kebahagiaan hakiki telah ada  di depan mata mereka, namun mereka tak peduli dan lebih memilih petunjuk  yang lain. Kaum muslimin katanya melihat al-Qur’an sebagai petunjuk  ketika mereka berada di masjid, namun ketika mereka berada di  pasar-pasar, bank-bank, kantor-kantor maka petunjuk itu hilang tak  berbekas berganti dengan aturan-aturan buatan manusia yang tentu saja  sangat jauh dari kesempurnaan. Aturan yang hanya me-manage masalah  secara kasuistik, parsial, temporer, jauh dari semangat dan nilai  ukhrawi serta sederet kekurangan lainnya.&lt;br /&gt;
Jika mereka berpedoman pada al-Qur’an tentunya mereka telah  meninggalkan transaksi riba. Jika betul mengaku sebagai hamba Allah,  mengapa perintah menggunakan jilbab dalam al-Qur’an masih banyak  dilalaikan oleh para muslimah? Jika betul mereka adalah hamba yang  berserah diri kepada Allah, kenapa mereka lebih rela kepada hukum buatan  manusia daripada hukum Allah? Singkatnya masih banyak amalan-amalan  kita yang perlu untuk ditimbang dengan al-Qur’an.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkara untuk berpedoman pada petunjuk Allah melalui kitab-Nya, bukan sekedar pilihan atau seenaknya saja. Firman Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak  (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah  menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain)  tentang urusan mereka.Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya  maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (QS.  al-Ahzab: 36)&lt;/blockquote&gt;Tegasnya, menjadikan kitab Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta`ala&lt;/i&gt; sebagai  sumber petunjuk satu-satunya dalam kehidupan, dan mengembalikan segala  masalah hanya kepada-Nya, merupakan suatu keharusan oleh setiap diri  kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Umat meninggalkan al-Qur’an, akibatnya?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Berkatalah Rasul:”Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah  menjadikan al-Qur’an ini sesuatu yang tidak diacuhkan”. (QS. al-Furqan:  30)&lt;/blockquote&gt;Ada beberapa bentuk meninggalkan al-Quran. Setiap bentuk memiliki  perbedaan kadarnya dengan yang lainnya, sebagaimana telah disebutkan  oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyah. Adapun bentuk-bentuk meninggalkan al-Quran  sebagai berikut. &lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, tidak mau mendengarkannya, mengimaninya, dan memerhatikannya. Hal itu telah menyelisihi perintah Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Dan, apabila dibacakan Al-Quran, dengarkanlah baik-baik  dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS.  al-A’raaf: 204).&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, tidak mengamalkannya dengan tidak  memerhatikan apa yang telah dihalalkan dan diharamkannya walaupun ia  membacanya dan mengimaninya. Padahal, dalam ayat yang disebutkan di  atas, al-Quran adalah petunjuk ke jalan yang lurus. Berarti, jika tidak  melaksanakan al-Quran, kesesatan menjadi sebuah kepastian.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, tidak mau berhukum dengan al-Quran, baik  dalam masalah akidah maupun yang lainnya. Kemudian, menganggap bahwa  al-Quran tidak memberikan keyakinan dan lafaz-lafaznya tidak  menghasilkan keilmuan. Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Dan, Kami turunkan kepadamu Alkitab (al-Quran) untuk  menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira  bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS an-Nahl : 89).&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;, tidak merenungkannya, memahaminya, dan  tidak berusaha untuk mengetahui keinginan Sang Pembicara di dalam  al-Quran, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Firman Allah,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Maka, apakah mereka tidak memerhatikan Al-Quran? Kalau  kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat  pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS. an-Nisa: 82).&lt;/blockquote&gt;Para musuh Islam berusaha keras untuk menjauhkan kaum muslimin secara  personal maupun kelompok dari sumber utama kekuatannya yaitu al-Quran.  Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh al-Quran sendiri mengenai target  rahasia mereka dalam memerangi kaum muslimin dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Dan orang-orang yang kafir berkata:”Janganlah kamu  mendengar dengan sungguh-sungguh akan al-Qur’an ini dan buatlah  hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan (mereka).” (QS.  Fushshilat: 26)&lt;/blockquote&gt;Kesibukan kita terhadap al-Qur’an kini diganti dengan  sinetron-sinetron dan acara televisi lainnya, musik dan  konser-konsernya, dan segala bentuk yang melalaikan kita dari al-Qur’an  yang sebenarnya dibalik itu adalah peran dari kuffar dan munafik untuk  mengalihkan kita dari Islam, dari petunjuk Allah, al-Qur’an.&lt;br /&gt;
Jauhnya umat terhadap al-Quran merupakan suatu masalah besar yang sangat fundamental dalam tubuh kaum muslimin. Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Kitab (al-Quran) ini dan menghinakan yang lain dengannya pula.” (HR. Muslim)&lt;/blockquote&gt;Heru Sriwidodo penulis buku &lt;i&gt;“Inspiring Qur’an”&lt;/i&gt; menyatakan,  tidak sedikit kaum muslimin yang memperlakukan al-Qur’an lebih rendah  dari buku pelajaran sekolah padahal kitab suci itu merupakan pedoman  yang menginspirasi Muslim mencapai sukses hidup di dunia dan akhirat.  Bahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berhasil mengubah  masyarakatnya dengan al-Qur’an. “(Umat) Islam ‘mundur’ karena  meninggalkan Al Qur’an,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Heru, keberhasilan umat Islam di masa lampau membentuk dan  menguasai peradaban dunia selama 700 tahun sebelum bangsa-bangsa Barat  maju adalah karena mereka berpegang teguh pada al-Qur’an. Namun umat  Islam kemudian mengalami kemunduran setelah mereka meninggalkan  al-Qur’an.&lt;br /&gt;
Ringkasnya, ketika umat Islam telah jauh dari Kitabullah, maka  musibah dan malapetaka serta segala jenis penyakit hati akan datang  silih berganti, sebagaimana yang saat ini kita lihat sendiri secara  kasat mata.&lt;br /&gt;
Kita patut mencontoh masyarakat di Gaza, dalam kondisi yang serba  kekurangan dan keamanan yang tidak terjamin mereka mendidik anak mereka  sejak kecil untuk dekat dengan al-Qur’an. Mereka berlomba untuk  memasukkan anak mereka dalam kamp-kamp penghapal al-Qur’an, maka tak  heran ribuan penghapal al-Qur’an mereka cetak dalam waktu beberapa  bulan. Mereka sadar betul bahwa kemenangan atas kaum kafir tidak akan  mereka&amp;nbsp; raih kecuali dengan teguhnya mereka dan generasi penerus mereka  dengan al-Qur’an.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bisa dilihat dari penggalan surat yang dikirimkan oleh seorang  muslimah Gaza kepada para muslimah di Indonesia yang dititipkan pada  relawan dari Wahdah Islamiyah dan KOMAT Palestina yang menyampaikan  bantuan di sana:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“…kami mendorong mereka untuk selalu mentarbiyah  anak-anak mereka dengan tarbiyah Islamiyah dan komitmen dengan Syariat  Allah; karena dalam itu semua terdapat pembinaan terhadap ruh dan jiwa,  serta keteladanan terhadap akhlak Rasul kita yang mulia &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan para sahabatnya yang mulia. Perhatikanlah sahabat mulia, ‘Abdullah bin ‘Abbas &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; ketika mengatakan:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;“Janganlah seorang dari kalian meminta dari dirinya selain  al-Qur’an. Sebab jika ia mencintai al-Qur’an dan mengaguminya, niscaya  ia akan mencintai Allah Ta’ala dan Rasul-Nya &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Namun jika membenci al-Qur’an, maka ia akan membenci Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; dan Rasul-Nya &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Karena itu, siapakah di antara kita yang dapat menerima dirinya atau  anak-anaknya menjadi orang yang benci kepada Allah dan Rasul-Nya yang  kelak akan memberi syafaat kepada kita di hari kiamat?&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya, saya membisikkan ke telinga saudara-saudara kami  tercinta, kaum muslimin di manapun berada: “Kalian harus terus  mempelajari dan menghafalkan al-Qur’an, serta berpegang teguh dengan  ajaran-ajaran Islam. Sebab sesungguhnya siapapun yang menginginkan  kemuliaan dengan Islam, niscaya Allah akan memuliakannya. Namun siapa  yang mencari kemuliaan dengan selain Islam, niscaya Allah akan  menghinakannya.”&lt;/blockquote&gt;Menjadi pertanyaan sekarang, apakah ada terbetik dalam hati kita  untuk menjadi penghapal al-Qur’an? Atau minimal keinginan kita untuk  mempunyai anak yang &lt;i&gt;hafidz&lt;/i&gt; (hapal) al-Qur’an yang kelak akan  menjadi syafaat –insya Allah- di akhirat kelak. Tidakkah kita rindu jika  kelak di akhirat kita memakai mahkota kehormatan disebabkan anak kita  yang hafal al-Qur’an? Mestinya kita berbangga ketika anak-anak kita bisa  menghapal al-Qur’an ketimbang mereka meraih gelar keduniaan yang belum  tentu bermanfaat di dunia apalagi di akhirat.&lt;br /&gt;
Kita berdoa kepada Allah, semoga Dia mengerakkan hati dan memudahkan  langkah kita dan umat Islam lainnya untuk kembali kepada Kitabullah dan  Sunnah Nabinya, sehingga menjadi umat yang terbaik sebagaimana  firman-Nya :&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk  manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar,  dan beriman kepada Allah.”&amp;nbsp; (QS. Ali Imran: 110)&lt;/blockquote&gt;Ramadhan akan menjelang, mari kita jadikan momentum tersebut untuk  kembali pada al-Qur’an, membacanya, mentadabburinya, mengamalkan dan  kalau bisa mengajarkannya, dimulai dari diri kita untuk kemudian  mengajak kepada keluarga, teman dan umat muslim sekitar kita. &lt;i&gt;Wallahu a’lam.&lt;/i&gt;[]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diterbitkan di Buletin al-Balagh edisi 73 tahun V Sya’ban 1431 H&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silahkan daftar email Anda di bawah ini untuk mendapat kiriman tulisan dari kami&lt;br /&gt;
&lt;form action="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify" method="post" onsubmit="window.open('http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=blogspot/SWrh', 'popupwindow', 'scrollbars=yes,width=550,height=520');return true" style="border: 1px solid #ccc; padding: 3px; text-align: center;" target="popupwindow"&gt;Masukkan alamat Email Anda:&lt;br /&gt;
&lt;input name="email" style="width: 140px;" type="text" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;input name="uri" type="hidden" value="blogspot/SWrh" /&gt;&lt;input name="loc" type="hidden" value="en_US" /&gt;&lt;input type="submit" value="Kirim" /&gt;&lt;/form&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-7690085485957068848?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/7690085485957068848/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/07/back-to-al-quran.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/7690085485957068848?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/7690085485957068848?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/07/back-to-al-quran.html" title="&lt;i&gt;Back to al-Qur’an&lt;/i&gt;" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkUGR387fCp7ImA9WhZQF0w.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-5937595587295300458</id><published>2010-07-21T11:27:00.001+08:00</published><updated>2011-04-25T13:43:46.104+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-04-25T13:43:46.104+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="akhlak" /><title>Ad-Dayyuts; Laki-laki tak Punya Rasa Cemburu</title><content type="html">Disebutkan di dalam hadits, bahwa Saad bin Ubadah &lt;i&gt;Radhiyallahu  ‘anhu&lt;/i&gt; berkata: &lt;i&gt;“Sekiranya aku melihat seorang laki-laki bersama  dengan isteriku, niscaya akan kutebas ia dengan pedang,” ucapan itu  akhirnya sampai kepada Rasulullah. Lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa  sallam bersabda,”Apakah kalian merasa heran terhadap kecemburuan Saad?  Demi Allah, aku lebih cemburu daripadanya, dan Allah lebih cemburu  daripadaku.” &lt;/i&gt;(HR. Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kesempatan lain Nabi Muhammad &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;  bersabda, &lt;i&gt;“Allah itu pencemburu dan seorang mukmin juga pencemburu.  Kecemburuan Allah itu terjadi bila ada seorang hamba datang kepada-Nya  dengan perbuatan yang diharamkan-Nya.” &lt;/i&gt;(HR. Bukhari).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu sifat orang beriman adalah cemburu. Sebab, cemburu  merupakan isyarat adanya cinta kasih. Islam memuji lelaki yang punya  rasa cemburu dan mencela orang yang tidak memilikinya. Tentu saja selain  menganjurkan cemburu, Islam memberikan batas-batasnya. Bila batas  tersebut dilanggar, rusaklah kebahagian rumah tangga.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“Ada jenis cemburu yang dicintai Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;,  adapula yang dibenci-Nya. Yang disukai, yaitu cemburu tatkala ada  sangkaan atau tuduhan. Sedangkan yang dibenci, yaitu adalah yang tidak  dilandasikeraguan”&lt;/i&gt; (HR. al Baihaqi)&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;Makhluk paling buruk.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makna &lt;i&gt;ad-dayyuts&lt;/i&gt; adalah seorang suami atau ayah yang membiarkan  kemaksiatan terjadi dalam keluarganya. Yaitu ketika dia melihat  kemungkaran oleh anggota keluarganya, dia hanya diam saja dan tidak  merubahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lawannya adalah &lt;i&gt;al-ghayyur&lt;/i&gt;, yaitu orang yang memiliki  kecemburuan besar terhadap keluarganya sehingga dia tidak membiarkan  mereka berbuat maksiat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sebuah hadits &lt;i&gt;marfu’&lt;/i&gt;, dari Ibnu Umar &lt;i&gt;radliyallahu  ‘anhuma&lt;/i&gt;, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam &lt;/i&gt;bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“Ada tiga golongan yang tidak akan dilihat oleh Allah pada hari  kiamat nanti, yaitu orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya,  perempuan yang menyerupai laki-laki, dan ad-dayyuts . . .”&lt;/i&gt; (HR.  an-Nasa’i dan lainnya, dishahihkan oleh Al-Albani).&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;&amp;nbsp;Ancaman keras dalam hadits di atas menunjukkan bahwa perbuatan ini  termasuk dosa besar yang dimurkai Allah. Salah satu ciri dosa besar  adalah apabila perbuatan tersebut diancam akan mendapatkan balasan di  akhirat berupa siksaan, kemurkaan, atau ancaman keras lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Ad-Dzahabi dalam kitabnya, Al Kabair (kumpulan dosa-dosa besar)  menempatkan perilaku diyatsah/dayyuts dalam urutan dosa besar ketiga  puluh empat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau mengatakan dalam bab liwath, &lt;i&gt;“Jika dia mengetahui istrinya  telah berselingkuh (berzina) dan dia hanya diam saja (membiarkannya),  maka Allah telah haramkan surga atasnya karena Allah telah menulis di  pintu surga: ‘Kamu haram dimasuki seorang dayyuts’. Yaitu orang yang  mengetahui perbuatan buruk (zina) pada istrinya, tapi dia diam saja dan  tidak cemburu.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang suami yang dayyuts akan menyebabkan rusaknya agama dan akhlak  anggota keluarga, sehingga layaklah suami &lt;i&gt;dayyuts&lt;/i&gt; ini  mendapatkan ancaman keras sebagaimana yang disebutkan dalam hadits di  atas.&lt;br /&gt;
Imam Ibnul Qayyim &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; ketika menjelaskan dampak  buruk perbuatan maksiat di antaranya perbuatan &lt;i&gt;ad-diyatsah/ad-dayyuts&lt;/i&gt;  (membiarkan perbuatan buruk dalam keluarga) yang timbul karena lemah  atau hilangnya sifat &lt;i&gt;ghiirah&lt;/i&gt; (cemburu dan marah ketika syariat  Allah dilanggar) dalam hati pelakunya. Beliau berkata, “... oleh  karena itulah, ad-dayyuts adalah makhluk Allah yang paling buruk dan  diharamkan masuk surga. Demikian juga orang yang membolehkan dan  menganggap baik perbuatan dzalim  dan melampaui batas bagi orang lain.  Maka perhatikanlah akibat yang ditimbulkan karena lemahnya sifat ghiirah  (dalam diri seseorang).”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau melanjutkan, &lt;i&gt;“ini semua menunjukkan bahwa asal pokok agama  seseorang adalah sifat ghiirah. Barangsiapa yang tidak memiliki sifat  ghiirah maka berarti dia tidak memiliki agama (iman). Karena sifat  ghiirah inilah yang akan menghidupkan hati (manusia) yang kemudian akan  menghidupkan anggota tubuhnya, sehingga anggota tubuhnya akan menolak  perbuatan buruk dan keji. Sebaliknya, hilangnya sifat ghiirah akan  mematikan hatinya, yang kemudian akan mematikan kebaikan anggota  tubuhnya, sehingga sama sekali tak ada penolakan terhadap keburukan  dalam dirinya. . .”&lt;/i&gt; (kitab Ad-Da-u wad Dawaa’, hal. 84).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
Suami buruk, keluarga terpuruk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ad-Dayuts &lt;/i&gt; akan membiarkan keburukan pada agama istri dan  anak-anaknya. Membiarkan atau menuruti kemauan mereka dalam perkara yang  bertentangan dengan &lt;i&gt;syari’at&lt;/i&gt;. Dia tidak punya rasa cemburu  ketika keluarganya (istri dan anaknya) bermaksiat. &lt;b&gt;Misalnya, dia  membiarkan istrinya keluar rumah tanpa berjilbab, membiarkannya &lt;i&gt;nongkrong&lt;/i&gt;  di pinggir jalan bersama laki-laki lain, yang paling parah adalah  membiarkan istrinya bergaul bebas dengan teman lakinya sampai melakukan  zina.&lt;/b&gt; Apa yang bisa dibanggakan dari laki-laki seperti ini? Apalagi  terhadap bentuk pelanggaran syari’at yang lainnya tentu ia lebih tidak  peduli lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh tak layak suami berperilaku dan bermental seperti ini. Karena  Allah telah menetapkannya sebagai pemimpin dalam rumah tangganya,  pemimpin atas anak dan istrinya, dan kelak dia akan dimintai  pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Ibnu Umar &lt;i&gt;radliyallah ‘anhuma,&lt;/i&gt; dari Nabi &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;, bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“Setiap kalian ra’in (penanggung jawab) dan masing-masing akan  ditanya tentang tanggungjawabnya. Penguasa adalah penanggung jawab atas  rakyatnya, dan akan ditanya tentangnya. Suami menjadi penanggung jawab  dalam keluarganya, dan akan ditanya tentangnya.” &lt;/i&gt;(Muttafaq ‘Alaih)&lt;/blockquote&gt;Seorang istri, bagaimanapun baik sifat asalnya, tetap saja dia  seorang perempuan yang lemah dan susah untuk diluruskan.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya perempuan diciptakan dari tulang rusuk (yang bengkok),  (sehingga) dia tidak bisa terus-menerus (dalam keadaan) lurus jalan  (hidup)nya.”&lt;/i&gt; (HR. Muslim)&lt;/blockquote&gt;Dalam hadits lain Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;  menyifati perempuan sebagai,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“…Orang-orang yang kurang (lemah) akal dan agamanya.”&lt;/i&gt; (HR.  Bukhari dan Muslim)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Maka seseorang yang keadaannya sedemikian ini tentu sangat  membutuhkan bimbingan dan pengarahan dari seorang laki-laki yang  memiliki akal, kekuatan, kesabaran, dan kasih sayang. Karena itu, jangan  pernah bosan menasihati keluarga Anda.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka . . .”&lt;/i&gt; (QS.  At-Tahrim: 6)&lt;/blockquote&gt;Tidak boleh dengan alasan kasih sayang ataupun cinta sehingga seorang  suami membiarkan istri atau anaknya larut dalam kemaksiatan, sebab itu  bukanlah &lt;a href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/05/belas-kasih-sejati-pada-wanita.html"&gt;kasih  sayang dan cinta sejati&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita dapati kebanyakan orang salah menempatkan arti cinta dan kasih  sayang kepada istri dan anak-anak, dengan menuruti semua keinginan  mereka meskipun dalam hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam,  yang pada gilirannya justru akan mencelakakan dan merusak kebahagiaan  hidup mereka sendiri.&lt;br /&gt;
Karena cinta kepada istri dan anak-anak merupakan fitrah yang Allah  tetapkan pada jiwa setiap manusia. Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa  yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari  jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah  ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat  kembali yang baik (surga).”&lt;/i&gt; (QS Ali ‘Imran: 14)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Bersamaan dengan itu, nikmat keberadaan istri dan anak ini sekaligus  juga merupakan ujian yang bisa menjerumuskan seorang hamba dalam  kebinasaan. Allah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara  isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka  berhati-hatilah kamu terhadap mereka…” &lt;/i&gt;(QS At Taghaabun: 14)&lt;/blockquote&gt;Menurut ibnu Katsir makna “menjadi musuh bagimu” adalah melalaikan  kamu dari melakukan amal shaleh dan bisa menjerumuskanmu ke dalam  perbuatan maksiat kepada Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barangsiapa yang mengharapkan cinta dan kasih sayangnya terhadap  keluarganya kekal abadi di dunia sampai di akhirat nanti, maka hendaknya  dia melandasi cinta dan kasih sayangnya karena Allah semata, serta  mengisinya dengan saling menasehati dan tolong menolong dalam ketaatan  kepada-Nya. Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“Orang-orang yang berkasih sayang pada waktu itu (di akhirat)  menjadi musuh satu sama lainnya, kecuali orang-orang yang bertaqwa.”&lt;/i&gt;  (QS Az-Zukhruf: 67)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Ayat ini menunjukkan bahwa semua jalinan cinta dan kasih sayang di  dunia yang bukan karena Allah maka di akhirat nanti berubah menjadi  kebencian dan permusuhan, dan yang kekal abadi hanyalah jalinan cinta  dan kasih sayang karena-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; senantiasa melimpahkan  taufik-Nya kepada kita semua dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi  larangan-Nya pada diri kita sendiri maupun keluarga kita.&lt;br /&gt;
Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri dan keturunan  kami sebagai penyejuk (pandangan) mata (kami), dan jadikanlah kami  pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.[]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Diterbitkan di buletin al-Balagh Edisi 72 Sya’ban 1431 H juga dimuat di &lt;a href="http://www.tanaasuh.com/"&gt;www.tanaasuh.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-5937595587295300458?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/5937595587295300458/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/07/ad-dayyuts-laki-laki-tak-punya-rasa.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/5937595587295300458?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/5937595587295300458?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/07/ad-dayyuts-laki-laki-tak-punya-rasa.html" title="&lt;i&gt;Ad-Dayyuts&lt;/i&gt;; Laki-laki tak Punya Rasa Cemburu" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck4ASX4-eip7ImA9WhZQF0w.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-1940309199145328955</id><published>2010-07-10T21:25:00.005+08:00</published><updated>2011-04-25T13:55:48.052+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-04-25T13:55:48.052+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resensi" /><title>BROKEN CRUCIFIX, Detik-detik Jatuhnya Tentara Salib</title><content type="html">&lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, siang tadi saya menyempatkan diri untuk membeli sebuah buku yang telah membuat saya penasaran. Saya tertarik dengan buku tersebut setelah melihat iklannya di salah satu situs Islam. Sayapun mencarinya di beberapa toko buku Islam yang saya kenal di Makassar, ternyata buku ini belum beredar luas, mungkin karena baru terbit bulan Juni lalu. Akhirnya saya berinisiatif untuk datang sendiri ke penyalur utama daerah Makassar yang saya tahu setelah menghubungi nomor HP yang tercantum dalam iklan tersebut. Terus terang ini adalah buku yang paling membuat saya penasaran di antara buku dari penulis kontemporer lainnya. Kenapa? Berikut Ini adalah kutipan dari resensi penerbit, sebagai perindu kejayaan Islam mudah-mudahan Anda juga penasaran dengan buku ini (afwan sedikit beriklan, :-)).&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_lMO8QJGXCk8/TDhxptynZcI/AAAAAAAAACY/6Ec2qyxpJgE/s1600/broken.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_lMO8QJGXCk8/TDhxptynZcI/AAAAAAAAACY/6Ec2qyxpJgE/s320/broken.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;PERANG SALIB&lt;/b&gt; merupakan catatan menggetirkan  sekaligus sebuah malapetaka dalam sejarah kehidupan kaum Muslimin. Tidak  saja lebih 60.000 penduduk Bait Al-Maqdis, dibunuh secara sadis,  Tragedi Perang Salib sekaligus menggambarkan kebrutalan Barat-Kristen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku yang membahas secara lengkap sosok Imam Al-Ghazali dan  kiprahnya            ini menceritakan kondisi sosio-religius ummat Islam pada saat  mana kaum            Kristen berkuasa. Ummat Islam didera oleh perpecahan di  kalangan internal.        Mereka juga menghadapi berbagai aliran sesar dan penyimpangan seperti            syi’ah Imamiah, syi’ah Bathiniah dan syi’ah Ismailiah.Ironisnya ketiga aliran ini berkolaborasi dengan tentara  Salib Kristen memusuhi ummat Islam demi keuntungan dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah puncak kegetiran ini, sekelompok ulama tergabung  dalam lembaga pendidikan (madrasah) yang diberi nama Nizhamiah. Melalui  lembaga ini            mereka bertakdim melakukan pembenahan-pembenahan di tingkat  internal.            Madrasah Nidhamiah berdiri di mana-mana dengan sejumlah  keunggulan seperti: pemilihan kelayakan tempat, para pengajar, target metode  pengajaran,pemberian subsidi, penyusunan struktur tenaga pengajar,  menentukan guru serta kelas yang akan diajarnya dan membangun citra positif  madrasah-madrasah tersebut dalam dunia Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu tokoh sentral yang memiliki andil besar bagi  perbaikan kurikulum di madrasah Nidhamiah adalah Imam Al-Ghazali. Melalui sentuhan  tangannya,Hujjahtul Islam Imam Al-Ghazali, berhasil menggeser peran  dominan sekte-sekte menyimpang seperti syi’ah Batiniah dan Ismailiah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang dilakukan oleh Al-Ghazali belakang hari menjadi hal  yang sangat penting. Setelah faham sesat tergeser dan tergusur, perlahan  kaum Muslimin memiliki pemahaman aqidah yang benar, pemikiran yang kritis, keilmuan yang mapan serta pola pendidikan yang benar, hingga lahirlah  perwira-perwira perang seperti Nuruddin Zanky hingga Salahuddin al-Ayyubi,  satu tokoh panglima Muslim legendaries yang disegani Barat, dalam Perang  Salib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah titik jatuhnya pasuan Salib-Kristen yang telah  bercokol hampir 1 abad di bumi Muslim Palestina. Semoga titik balik ini  menjadi pelajaran berharga bagi kaum Muslimin yang hidup di jaman ini untuk  bangkit dari  cengkeraman kolonialisme barat yang berkolaborasi dengan  sekularisme dan liberalism dengan menerapkan strategi yang dipakai Imam  Al-Ghazali  dan kawan-kawan melalui lembaga pendidikan yang handal dan  berkualitas.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Insya Allah&lt;/i&gt;, jika waktu memungkinkan saya akan posting catatan yang bermanfaat dan saya anggap penting dari buku tersebut di blog ini. Supaya tidak ketinggalan sebaiknya Anda mendaftarkan alamat email Anda pada form di samping atau di bawah ini agar kami dapat mengirim postingan secara otomatis. Tapi lebih baik lagi jika Anda memiliki buku ini, &lt;i&gt;murahji...&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mudah-mudahan bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;form action="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify" method="post" onsubmit="window.open('http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=blogspot/SWrh', 'popupwindow', 'scrollbars=yes,width=550,height=520');return true" style="border: 1px solid rgb(204, 204, 204); padding: 3px; text-align: center;" target="popupwindow"&gt;Masukkan alamat Email Anda:&lt;br /&gt;
&lt;input name="email" style="width: 140px;" type="text" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;input name="uri" type="hidden" value="blogspot/SWrh" /&gt;&lt;input name="loc" type="hidden" value="en_US" /&gt;&lt;input type="submit" value="Kirim" /&gt;&lt;/form&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-1940309199145328955?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/1940309199145328955/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/07/broken-crucifix-detik-detik-jatuhnya.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/1940309199145328955?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/1940309199145328955?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/07/broken-crucifix-detik-detik-jatuhnya.html" title="BROKEN CRUCIFIX, Detik-detik Jatuhnya Tentara Salib" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_lMO8QJGXCk8/TDhxptynZcI/AAAAAAAAACY/6Ec2qyxpJgE/s72-c/broken.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkQHRXg8fyp7ImA9WxFUGEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-1030741812701059713</id><published>2010-06-30T10:13:00.002+08:00</published><updated>2010-06-30T10:18:54.677+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-30T10:18:54.677+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manhaj" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Palestina" /><title>Langkah Awal Merebut Palestina</title><content type="html">&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Palestina Barometer Umat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah seminar tentang Palestina, syaikh Dr. Sa’ad Abu Mahfuh mengatakan, “Kondisi al-Aqsha menjadi barometer kesungguhan umat Islam dalam memperjuangkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid al-Aqsha dalam surah al-Israa ayat pertama, kita dapat lihat dengan jelas bahwa Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/span&gt; begitu memuliakan masjidil al-Aqsha, kiblat pertama kaum muslimin. Masalah Palestina tidak bisa dipandang remeh, sebab ini menyangkut akidah kaum muslimin. Al-Aqsha yang kini dikuasai oleh zionis yahudi adalah harga diri dan kehormatan kaum muslimin yang diinjak-injak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun semua itu adalah cerminan dari kondisi umat Islam, sekarang ini umat islam dalam keadaan lemah dan terpuruk. Tak lain karena telah terjangkiti oleh penyakit &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;wahn&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al-Wahn&lt;/span&gt; (cinta dunia dan takut mati), inilah penyakit yang disinyalir oleh Rasulullah yang akan menimpa umatnya dimana umatnya akan diperebutkan oleh umat lain seperti memperebutkan makanan, padahal jumlah kaum muslimin merupakan mayoritas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dunia dan takut mati adalah dua penyakit yang akan selalu berkaitan, ketika seseorang cinta dunia maka dipastikan dia juga takut akan mati. Dunia telah menjadi cita-cita utamanya, masalah akhirat itu urusan nanti atau hanya sekedar ilusi dalam benaknya, sebab ia memang tidak menginginkan bertemu dengannya alias takut mati. Otomatis semangat untuk berjuang di jalan Allah baik dengan harta apalagi jiwa juga akan pupus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah yang sekarang mewabah di tengah umat persis sebagaimana yang terjadi pada akhir abad 5 Hijriyah dimana kaum Muslimin kalah dari pasukan salib. Sebelum terjadi invasi pasukan Salib kondisi umat Islam berada dalam kemunduran dan kerusakan yang parah. Para penguasa meninggalkan amanat yang diemban dan gila dengan kemewahan serta kekuasaan, bahkan mereka berlaku dzolim kepada rakyat. Para ulama pun banyak yang menjadi “ulama dunia” dengan mencari muka di depan para penguasa demi sebuah simpati atau jabatan dan bahkan tidak jarang terjadi permusuhan dan saling menjatuhkan antar ulama. Singkatnya, ada arus penyimpangan kolektif yang dilakukan oleh berbagai lapisan umat setelah ditinggalkan oleh tiga generasi emas (shalafus shalih). Penyimpangan yang merambah semua kalangan umat baik pemerintah, ulama, tentara, kaum kaya dan masyarakat biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 hal yang benar-benar orang Yahudi takutkan, Yaitu ketika Semua umat Muslim benar-benar menjadikan Al-Quran sebagai Pedoman dalam semua aspek kehidupan, sehingga ghirah Al-Quran akan terasa pada diri setiap umat Muslim di dunia. Yang kedua berdasarkan pernyataan salah seorang pemimpin yahudi sendiri bahwa mereka baru akan takut kepada umat Islam ketika Jamaah shalat Subuh sama Banyaknya dengan Jamaah pada saat Shalat Jum’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah gunanya mayoritas jika perhatiannya terhadap al-Qur’an tidak ada, bahkan beramai-ramai membuat hukum buatan mereka sendiri atau mengadopsi hukum buatan orang kafir? Apa artinya jumlah yang banyak jika mereka lebih doyan menonton bola berjama’ah sampai pagi dibanding shalat berjama’ah di masjid? Jika seruan Allah melalui mu’adzin “hayya ‘ala shalah!” (Mari menunaikan shalat!) saja diabaikan apatah lagi “Hayya’alal jihaad!” (Mari berperang di jalan Allah!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membangkitkan Generasi Shalahuddin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr. Adian Husaini dalam artikelnya yang berjudul  “Sabar Membebaskan al-Aqsa” bahwa, PR terbesar umat ini adalah mengembalikan akhirat sebagai tujuan tertinggi, meskipun ini tidak mudah karena menyangkut pola pikir dan budaya. Perlu proses yang panjang. Dan inilah langkah awal sebagaimana yang dijelaskan tadi tentang cinta dunia dan takut mati sebagai penyebab lemah dan terpuruknya umat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beliau, perjuangan membebaskan Palestina bukanlah kali pertama dilakukan umat Islam. Sejarah menunjukkan, perjuangan membebaskan diri dari suatu penindasan seringkali membutuhkan waktu yang panjang. Kita ingat, kemerdekaan Indonesia harus dicapai setelah ratusan tahun harus berjuang melawan penjajah Belanda. Dalam kaitan inilah, kita perlu meningat, bahwa syarat penting untuk meraih kemenangan dalam perjuangan adalah sabar dalam berjuang. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah dan perkuatlah kesabaranmu dan bersiap-siagalah dan bertaqwalah kepada Allah, mudah-mudahan kamu meraih kemenangan.”&lt;/span&gt; (QS Ali Imran:200).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah buku yang berjudul “Misteri Masa Kelam Islam dan Kemenangan Perang Salib” memaparkan bahwa, sekitar 90 tahun setelah kekalahan kaum muslimin dari pasukan salib, tampil Shalahuddin Al-Ayyubi yang memimpin pasukannya merebut Hitthin sebagai pembuka jalan untuk merebut Palestina kembali. Apa gerangan yang terjadi? Apakah Shalahuddin Al-Ayyubi seoran utusan langit yang datang begitu saja untuk menyelamatkan umat? Apakah Shalahuddin seorang pahlawan tunggal yang berjuang sendirian dan mengandalkan segala keistimewaan pribadinya? Jawabannya tentu tidak. Sejak awal Shalahuddin “hanya” seorang anak didik Nuruddin Zanki yang sudah menyiapkan mimbar baru untuk Masjidil Aqsha jauh sebelum itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, sejarah tidak mungkin melupakan karya dan peran signifikan sejumlah ulama dan tokoh umat Islam yang hidup dalam kurun waktu tersebut, seperti Al-Ghazali, Abdul Qodir al-Jilani, Ibnu Qudamah al-Madisi dan sederetan nama lainnya yang berhasil melakukan perubahan radikal pada paradigma pemikiran dan pendidikan umat. Mereka berhasil mengikis virus-virus yang menggerogoti imunitas internal umat berupa hegemoni filsafat, aliran kebatinan, dikotomi fiqih dan tasawuf, mazhabisme dan lain-lainnya, sebelum melahirkan sebuah generasi baru yang mengimplementasikan nilai-nilai nilai-nilai Islam dan mengusung panji kejayaannya saat berhadapan dengan lawan-lawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kemudian timbul dari Dr. Adian, apakah umat Islam saat ini mempunyai ulama-ulama yang hebat semacam itu? Jika tidak, maka kewajiban utama umat Islam adalah mewujudkannya. Setelah itu, para ulama didukung untuk mendidik satu generasi yang tangguh, sebagaimana dijelaskan dalam QS al-Maidah ayat 55. Yakni, generasi yang dicintai Allah dan mencintai Allah, berkasih sayang terhadap sesama mukmin, dan bersikap tegas terhadap kaum kafir, berjihad di  jalan Allah, dan tidak takut terhadap berbagai celaan. Mereka yakin dan kokoh dengan keyakinan dan tujuan perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu membutuhkan proses dan waktu yang panjang. Perjuangan Islam membutuhkan kesabaran, kesungguhan, dan kecerdikan. Sebab, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Godaan untuk cepat-cepat melihat hasil perjuangan, bisa menghancurkan proses perjuangan. Godaan inilah yang menjadi penyebab hancurnya pasukan Islam pada perang Uhud, gara-gara sebagian pasukan panah tergoda oleh harta rampasan perang. Maka, keliru besar jika ada yang menyangka bahwa jika ada sebagian aktivis dakwah telah menduduki suatu jabatan tertentu di pemerintahan, dikatakan, bahwa mereka telah berhasil dalam dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keliru juga jika menyangka bahwa pejuang dakwah yang hebat adalah yang rajin mengeluarkan pernyataan tentang perlunya berdiri sebuah negara Islam; sementara pada saat yang sama, dia tidak melakukan tindakan apa-apa untuk memajukan umat Islam dan melawan kemungkaran yang bercokol di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, perjuangan memerlukan kesabaran dan strategi yang matang. Perjuangan bisa berlangsung dari satu generasi ke generasi berikutnya. Nafsu untuk cepat-cepat melihat hasil perjuangan dapat menghancurkan tujuan perjuangan itu sendiri. Karena itulah, kita sangat berutang budi pada para ustadz dan aktivis dakwah yang tidak pernah tersorot kamera TV atau liputan media massa, tetapi gigih mengajarkan aqidah Islam, baca tulis al-Quran, atau membendung gerakan-gerakan pemurtadan yang merusak umat Islam. Para pejuang Islam ini mungkin tidak menyadari, bahwa yang mereka kerjakan adalah sebuah langkah besar dalam menjaga aqidah dan eksistensi umat Islam, papar Dosen Pasca Sarjana- Progam Studi Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia (PSTTI-UI) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua bisa mengambil peran dalam memperjuangkan kejayaan Islam, memperjuangkan Palestina dengan apa yang kita punya dan potensi kita. Mulailah dari memperbaiki diri kita, keluarga kita dan masyarakat kita. Pelajarilah agama ini dengan baik. Amalkanlah semampu Anda. Insya Allah dengan terbentuknya masyarakat yang Islami maka Rahmat dan pertolongan Allah akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Istiqomah dalam Perjuangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan adalah anugerah Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/span&gt;, ia hanya diberikan kepada yang layak untuk mendapatkannya. Apakah kita akan menikmatinya atau tidak itu bukanlah sesuatu yang penting. Namun bagaimana peran kita dalam proses merebut kemenangan itu. Kemenangan yang nyata adalah istiqomah dalam memperjuangkan kebenaran, dan disinilah sebenarnya ujiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan untuk cepat melihat hasil, tergesa-gesa alamat menebar benih kegagalan. Keikhlasan, hanya mengharap ridha Allah itu adalah hal utama yang harus tetap dipertahankan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wallahu a’lam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diterbitkan di buletin al-Balagh edisi 69  tahun V Rajab 1431H&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-1030741812701059713?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/1030741812701059713/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/06/langkah-awal-merebut-palestina.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/1030741812701059713?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/1030741812701059713?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/06/langkah-awal-merebut-palestina.html" title="Langkah Awal Merebut Palestina" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck4GRH48eip7ImA9WxFUGEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-9013796185315568025</id><published>2010-06-30T06:25:00.003+08:00</published><updated>2010-06-30T06:35:25.072+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-30T06:35:25.072+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fikrah" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Palestina" /><title>Euforia Piala Dunia dan Nasib Palestina</title><content type="html">Serangan zionis yahudi kepada relawan di kapal Mavi Mara yang membawa bantuan untuk rakyat Gaza beberapa pekan lalu membuat mata dunia sedikit berpaling ke negeri Islam yang kini dijajah zionis yahudi, Palestina khususnya kota Gaza yang selama 4 tahun terakhir berada dibawah blokade zionis. Kecaman dan gelombang protes berdatangan dari segala penjuru, terutama dari sebagian kaum muslimin. Berbagai upaya mereka lakukan seperti kampanye dan tabligh akbar peduli Palestina, hingga penggalangan dana dan relawan untuk Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini untuk kesekian kalinya, telah berkali-kali dan begitulah seharusnya muslim yang beriman, ketika saudara mereka merasakan kesakitan maka sontak merekapun merasakannya. Seperti satu tubuh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“Orang-orang Muslim itu ibarat satu tubuh; apabila matanya marasa sakit, seluruh tubuh ikut merasa sakit; jika kepalanya merasa sakit, seluruh tubuh ikut pula merasakan sakit.”&lt;/i&gt; (HR Muslim)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Jasad mereka memang terpisah tapi asa dan tujuan mereka satu. Batas negara, perbedaan warna kulit dan bahasa tak menjadi masalah sebab akidah mereka sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya katakan tadi “sebagian kaum muslimin”, bahkan sebagian kecil saja. Dengan kata lain sebagian besar mungkin hanya mematung, menonton atau malah pura-pura lupa atapun tidak ingin tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian lagi malah sibuk menyalahkan, katanya dari dahulu sejak zaman Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; pembantaian atas kaum muslimin telah ada, itu sunnatullah. Tidakkah mereka berpikir bahwa sunnatullah tidak mengajar kita untuk diam berpangku tangan, di dalamnya ada ujian bagi kita untuk menentukan dimana posisi kita. Apakah Rasulullah tinggal diam atas pembantaian itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada periode Makkah, dimana kaum muslimin masih sedikit, melihat penganiayaan kaum muslimin oleh kaum kafir Quraisy, Rasulullah dan para sahabatnya tidak tinggal diam. Melihat pembantaian atas keluarga Yasir, Rasulullah memang tidak bisa berbuat banyak tapi beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; menghibur dan mendoakan mereka. Melihat penganiayaan Bilal oleh tuannya, Abu Bakar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; juga tidak tinggal diam, beliau kemudian menebusnya dengan tebusan yang tinggi dan memerdekakannya.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Pada periode Madinah tentu kita sudah pernah membaca bahwa Rasulullah kemudian mengusir kabilah-kabilah yahudi karena terbunuhnya seorang Muslim dan karena pelanggaran mereka atas perjanjian damai dengan kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya lagi, rakyat Gaza tak layak untuk ditolong karena pelanggaran syariat mereka banyak, mereka berpecah dan sebagainya. Sekali lagi, kenapa mereka tidak berpikir bahwa sangkaan itu adalah urusan penduduk Gaza dengan Allah Ta’ala? Kenapa harus dihakimi? Setidaknya mereka adalah muslim yang berhak untuk ditolong, bukankah Rasulullah mengajar kita untuk menolong saudara muslim kita yang dizhalimi ataupun yang menzhalimi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“Tolonglah saudaramu ketika dia berbuat zhalim atau ketika dia dizhalimi.” Seseorang berkata, “Wahai Rasulullah, aku akan menolongnya jika ia terzhalimi, namun apabila dia berbuat zhalim, bagaimana aku menolongnya?” Beliau menjawab, “Cegahlah dia atau tahanlah dia dari berbuat zhalim, maka ini adalah pertolongan baginya.”&lt;/i&gt; (HR. Al Bukhari)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Jadi tak ada alasan untuk diam berpangku tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segolongan yang lain berkilah, kenapa harus membantu mereka sedangkan di negeri sendiri masih banyak orang yang juga berhak untuk dibantu? Kita katakan, penderitaan ataupun kesusahan yang dirasakan oleh sebagian masyarakat kita tidaklah sebanding dengan penderitaan rakyat Palestina khususnya di kota Gaza yang 1,5 juta warganya dalam kelaparan dan ketakutan, setiap saat rudal dan peluru zionis yahudi mengancam untuk menghancurkan rumah dan mengoyak tubuh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan-alasan mereka tak lain hanya memperkerdil semangat jihad dan mempersempit ukhuwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dari Gaza ke Afrika Selatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palestina dari dulu dan sekarang masih “sakit” dan sebagian besar mata kaum muslimin telah berpaling dari Gaza ke Afrika selatan menonton Piala Dunia.&lt;br /&gt;Menurut ustadz Said Abdul Shamad, Lc., umat Islam sekarang ini seakan diamputasi tanpa mereka rasakan, karena sebelumnya mereka telah dibius dengan informasi dan hiburan semu. Membuat mereka tak sadar, satu persatu tubuh mereka dilucuti. Begitulah perumpamaannya, sejak tahun 1946 penjajahan zionis yahudi atas Palestina, jengkal demi jengkal negeri para Nabi mereka ambil, pengusiran demi pengusiran mereka lakukan, pembunuhan demi pembunuhan bahkan diperlihatkan di depan mata kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sudah terlanjur, kaum muslimin telah terbius dengan euforia dunia yang sempit, sesempit lapangan sepakbola. Urusan tendang dan kejar satu bola kini jauh lebih penting daripada pembantaian-pembantaian kaum muslimin di Gaza. Dukungan untuk kemenangan klub-klub jagoan mereka jauh lebih penting dibanding dukungan agar menangnya kaum muslimin atas kafir yahudi. Mengenai siapa yang berhak merebut piala dunia lebih patut untuk diperjuangkan daripada kembalinya al-Quds kepangkuan kaum muslimin!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah mereka rela merogoh kantong dalam-dalam untuk membeli atribut klub jagoannya sebagai bentuk dukungannya. Tapi apakah mereka akan melakukan hal yang sama ketika mereka diminta untuk membantu meringankan kelaparan rakyat Gaza?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mudahnya airmata mengalir dan lampiasan emosional mereka ketika sesuatu yang buruk menimpa tim jagoannya, tapi korban anak-anak dan wanita, gedung-gedung yang hancur, rumah yang digusur akibat kebejatan zionis yahudi apakah membuat hati mereka terketuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, begitu besar pengorbanan mereka untuk event ini, mereka seperti lupa bahwa di dunia ini tugas kita adalah untuk beribadah, detik demi detik seharusnya bernilai pahala. Apa yang mereka inginkan dari pengorbanan tersebut? Apakah mereka menginginkan pahala dari gelaran yang diramaikan dengan 40 ribu pelacur? &lt;i&gt;Na’udzubillah&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin jika mereka masih memiliki secuil keimanan dalam hati mereka tentu tidak ridha terhadap hal tersebut, hanya saja mungkin tidak tahu bahwa Rasulullah telah bersabda bahwa di akhirat kelak seseorang akan dikumpulkan bersama dengan orang yang dicintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bius-bius” mematikan telah banyak disuntikkan oleh kaum kafir dalam tubuh kaum muslimin; adu domba, pendangkalan akidah, kebiasaan-kebiasaan buruk, dan sebagainya telah melenakan kaum muslimin. Dan untuk bangkit dari tidur panjang tersebut obatnya adalah kita kembali kepada agama ini, mempelajari agama ini dengan sebaik-baiknya dan mengamalkannya. Proteksilah diri kita dan anak-anak kita dari bius tersebut dengan didikan agama yang shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Palestina tak membutuhkan kita.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam catatan sejarah Palestina telah menjadi perebutan antara kaum muslimin dengan orang kafir dan kini ia kembali dikuasai oleh kaum kuffar yahudi, tapi jangan pernah berpikir bahwa ia membutuhkan kita. Tidak, bahkan sebaliknya kitalah yang membutuhkan untuk berjuang membebaskannya dari cengkraman penjajah zionis yahudi. Ada tidaknya kita takkan menjadi masalah, sebab kalau bukan kita yang memperjuangkannya maka pasti akan selalu ada yang lainnya. Namun alangkah ruginya jika kesempatan yang ada di depan mata kita abaikan dan lebih memilih sibuk untuk urusan yang tidak ada artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita yakin bahwa cepat atau lambat Palestina akan kembali ke pangkuan kaum muslimin, namun pertanyaannya adalah apakah kita punya andil dalam usaha tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kita belum bisa untuk ke sana maka hal yang minimal yang kita lakukan adalah turut andil dalam memberikan bantuan berupa harta yang mereka butuhkan. Ringankan penderitaan mereka, ingatlah masalah Palestina adalah masalah kaum muslimin masalah kita juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak menzhalimi atau mencelakakannya. Barangsiapa membantu kebutuhan saudaranya sesama Muslim dengan menghilangkan satu kesusahan darinya, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan di hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi aib seorang Muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat.”&lt;/i&gt; (HR Bukhari)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bercita-citalah dan rindukanlah untuk berkunjung ke Al-Quds kota suci ketiga kaum muslimin dan masjid al-Aqsha sebagaimana kerinduan anda untuk mengunjungi Masjidil Haram di Makkah dan masjid Nabawi di Madinah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Tanamkanlah pada diri Anda dan generasi Anda bahwa tanah Palestina adalah milik kaum muslimin, milik Anda dan penerus Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa senjata utama orang yang beriman yakni doa. Doakanlah mereka, sesungguhnya salah satu doa yang makbul adalah orang yang mendoakan saudaranya yang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu ‘alam.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Diterbitkan di Buletin Pekanan Al-Balagh edisi 68 Rajab 1431 H&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-9013796185315568025?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/9013796185315568025/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/06/euforia-piala-dunia-dan-nasib-palestina.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/9013796185315568025?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/9013796185315568025?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/06/euforia-piala-dunia-dan-nasib-palestina.html" title="Euforia Piala Dunia dan Nasib Palestina" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU4ARHo-fCp7ImA9WxFUFEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-4350368916477388135</id><published>2010-06-25T17:50:00.005+08:00</published><updated>2010-06-25T20:12:25.454+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-25T20:12:25.454+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kontemporer" /><title>Akhwaat, Kenapa Kau Harus Menghapus Fotomu di Internet?</title><content type="html">Tulisan ini hanya sekedar peringatan buat akhwaat yang masih suka memajang foto-fotonya di internet seperti di Blog, Situs Forum, khususnya di Facebook dimana sekarang hampir semua aktivis dakwah yang melek internet mempunyai akun di situs pertemanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengamatan saya selama memiliki akun di Facebook yang paling membuat miris adalah banyaknya wanita berjilbab yang memajang foto mereka bahkan beberapa di antaranya ada yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;close up&lt;/span&gt;. Dari profile mereka ketahuan bahwa sebagian besar dari mereka adalah aktivis dakwah. Bagi yang masih mempunyai foto yang diupload ke FB, FS ataupun lainnya maka saya sarankan untuk segera menghapusnya dengan pertimbangan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Anda bisa jadi korban pornografi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda mengupload foto ke internet maka yakinlah foto tersebut sudah bukan milik Anda, tidak ada yang benar-benar privasi di dunia maya. Anda mungkin merasa aman karena foto tersebut tersimpan di akun Anda yang kapan saja kalau mau Anda bisa menghapusnya tapi itu hanya perkiraan Anda. Jutaan orang yang bisa mengakses ke profil Anda, mereka bisa mendownloadnya dan menyebarkannya di tempat lain. Jadi meskipun dikemudian hari Anda menghapusnya tapi ia sudah terlanjur menyebar dan mustahil bagi Anda untuk mencegahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling ditakutkan adalah ketika orang-orang usil mendapatkannya dan “tergoda” untuk menjahili Anda. Ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang benci dengan Islam. Misalnya dengan memanipulasinya dan menjadikan Anda &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;“Bintang Pornografi”&lt;/span&gt;. Dengan kecanggihan software pengolah gambar hal itu bisa dilakukan dengan waktu hanya beberapa menit. Setelah itu mereka bisa menebarnya ke ribuan link hanya dalam hitungan detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sudah pernah terjadi pada seorang artis dimana foto syurnya beredar di internet, sampai-sampai harus menurunkan pakar telematika, Roy Suryo untuk membersihkan namanya dengan menjelaskan bahwa foto tersebut hasil manipulasi. Dan tidak dipungkiri bahwa banyak foto wanita berjilbab bahkan bercadar dengan tubuh telanjang yang bersiliweran di dunia maya, termasuk korbannya adalah salah seorang istri ustadz kondang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dengan mudah orang menebaknya sebagai sesuatu yang di rekayasa, tapi bukankah itu sudah cukup untuk menghinakan dan melecehkan, namun kitalah memberi peluang kepada orang hasad tersebut untuk melakukannya. Nah, sebelum terlanjur hapus foto Anda dari dunia maya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Anda pajang untuk siapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pertanyaan bagi muslimah yang memajang fotonya di internet, foto itu Anda pajang untuk siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/span&gt; telah memerintahkan muslim dan muslimah untuk menjaga pandangannya dari lawan jenis yang bukan mahram. Tak sampai di situ Allah pun memerintahkan masing-masing kepada mereka untuk saling menjaga diri (An-Nur (24): 30-31). Di sini ada simbiosis mutualisme, jika seorang wanita yang menjaga dirinya dengan hijab yang syar’i maka dengan sendirinya laki lain juga akan terjaga pandangannya meski laki-laki tersebut tidak paham agama, nah bagaimana jika laki-laki tersebut juga paham akan agama tentu ia juga menjaga diri dan pandangannya. Sadar atau tidak mereka saling menguatkan dalam kebaikan, dan itulah mungkin maksudnya Allah menegaskan dalam firman-Nya bahwa laki-laki beriman dan wanita yang beriman adalah penolong bagi yang lainnya, dan mereka saling menguatkan dalam keimanan dan keta’atan (QS. at-Taubah (9) : 71.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengupload foto Anda di internet maka anda secara tak langsung telah “menandatangani kontrak” bahwa anda membebaskan siapapun bebas untuk memandang Anda tanpa terkecuali. Terus dimana penjagaan Anda terhadap kehormatan Anda dan orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummul Mu’minin ‘Aisyah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;radhiyallahu ‘anha&lt;/span&gt; pernah mengatakan bahwa seandainya Rasulullah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt; masih hidup dan melihat tingkah laku wanita pada zaman tersebut maka tentu beliau akan melarangnya untuk keluar rumah. Perkataan ini beliau katakan ketika para sahabat masih berada di tengah-tengah mereka dan mengajarkan ilmu kepada mereka, mereguk Islam seperti menikmati air langsung dari mata airnya, ketika para muslimah masih menjaga hijab-hijab mereka, bandingkanlah keadaan tersebut dengan sekarang ini dimana kebanyakan wanita sudah tidak bisa menjaga kehormatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai wanita malulah! Wahai para suami cemburulah! Wahai para orang tua jagalah anakmu dari kerusakan! Wahai para ikhwa yang akan menggenapkan separuh agamanya jagalah dirimu dan carilah wanita yang shalehah yang menjaga dirinya serta berlindunglah dari wanita yang masih suka “menjajakan” dirinya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-4350368916477388135?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/4350368916477388135/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/06/akhwaat-kenapa-kau-harus-menghapus.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/4350368916477388135?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/4350368916477388135?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/06/akhwaat-kenapa-kau-harus-menghapus.html" title="Akhwaat, Kenapa Kau Harus Menghapus Fotomu di Internet?" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkINR3gyfSp7ImA9WxFUEU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-3629379186130597421</id><published>2010-06-21T15:05:00.007+08:00</published><updated>2010-06-21T16:23:16.695+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-21T16:23:16.695+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel Bebas" /><title>Facelim Alternatif Facebook, Buatan Muslim Muda Indonesia</title><content type="html">Pelecehan Nabi Muhammad &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt; dengan event “Every body draw muhammad day” di Facebook menuai protes dari kaum Muslimin. Pemerintah Pakistan sendiri langsung memblokir facebook dan Youtube di negaranya karena memuat event tersebut. Ternyata hal tersebut juga memancing pemuda muslim untuk membuat situs jejaring sebagai alternative dari FB. Dimulai dari &lt;a href="http://millatfacebook.com/" target= "_blank"&gt;millatfacebook.com&lt;/a&gt; yang kabarnya dibuat oleh pemuda Pakistan dan kini telah mempunyai ratusan ribu user dari berbagai negeri. Dan alhamdulillah kini muncul situs pertemanan yang dibuat oleh pemuda muslim Indonesia &lt;a href="http://facelim.com/" target= "_blank"&gt;facelim.com&lt;/a&gt;. Sekarang sudah memiliki ratusan anggota.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.facelim.com/zainallamu/" target= "_blank"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 434px; height: 317px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lMO8QJGXCk8/TB8Q8SNF6wI/AAAAAAAAACQ/F__K4hqm6as/s320/Profil+Facelim+Zainal+Lamu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485121499025500930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari tampilan sangat mirip FB tapi dengan warna dasar hijau. Versi bahasa yang tersedia masih ada dua yakni english dan Indonesia. Proses pendaftaran sangat mudah sebagaimana Facebook, bahkan lebih mudah karena Anda tak perlu nomor HP, untuk aktivasi cukup lewat email. Selain itu Anda dengan leluasa bisa merubah tampilan halaman berdasarkan pilihan yang ada. Dibanding dengan &lt;a href="http://millatfacebook.com/"&gt;millatfacebook&lt;/a&gt;, akses &lt;a href="http://facelim.com/"&gt;facelim&lt;/a&gt; masih tergolong lebih cepat meski pernah drop, tapi alhamdulillah sudah berhasil ditangani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi boleh dibilang lengkap sebagaimana di FB bahkan ada yang menurut saya tidak ada di FB seperti fasilitas online store dan chat room. Yang lebih penting, Anda tak perlu menghilangkan iklan mesum (karena memang tidak ada, he..he). Anda tak perlu lagi menahan diri untuk klik iklan toh uangnya takkan mengalir ke Zionis Yahudi. Oh ya bagi Anda yang ingin beriklan silahkan hubungi nomor 081333679991 an. Haris Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelola masih perlu untuk menambah kapasitas servernya untuk itu sangat diharapkan sokongan dana dari iklan dan juga donasi demi pengembangannya ke depan. Nah, cintai produk buatan muslim. Itu adalah boikot nyata!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-3629379186130597421?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/3629379186130597421/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/06/facelim-alternatif-facebook-buatan.html#comment-form" title="8 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/3629379186130597421?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/3629379186130597421?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/06/facelim-alternatif-facebook-buatan.html" title="Facelim Alternatif Facebook, Buatan Muslim Muda Indonesia" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_lMO8QJGXCk8/TB8Q8SNF6wI/AAAAAAAAACQ/F__K4hqm6as/s72-c/Profil+Facelim+Zainal+Lamu.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>8</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck8HR3w7fip7ImA9WxFUEEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-8327103856257747550</id><published>2010-06-21T05:39:00.000+08:00</published><updated>2010-06-21T05:53:56.206+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-21T05:53:56.206+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Akidah" /><title>Yahudi dalam Fakta dan al-Qur’an</title><content type="html">Sekarang ini mendengar kata “yahudi” maka yang terlintas di kepala hanyalah kebobrokan demi kebobrokan kaum tersebut. Kejahatan, kebengisan, kelicikan, kecongkakan, pengingkaran, penjajahan, penjarahan, keras kepala dan rentetan keburukan yang lain selalu melekat di belakang nama kaum yang Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/span&gt; dalam al-Qur’an juga menyebutnya dengan Bani Israil. Sejak dahulu sifat-sifat buruk tersebut telah melekat dan apa yang kita saksikan sekarang ini hanyalah lanjutan dari pendahulu-pendahulu mereka. Allah&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Subahanhu wa Ta’ala&lt;/span&gt; telah menegaskan dalam al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. (QS. al-Isra’ : 4).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Paling keras permusuhannya dengan Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita kembali mengingat sejarah orang-orang yahudi yang suka membantah ajakan Nabi Muhammad &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt; menuju jalan yang benar, maka kita bisa melihat betapa angkuh dan keras hati mereka. Kebencian mereka terhadap Islam tak akan pernah surut sampai kapan pun. Mereka tak akan pernah rela kepada umat Islam, sampai umat Islam mau mengikuti hawa nafsu mereka. Memang musuh Islam banyak (tak hanya yahudi), bahkan orang yang beragama Islam yang munafik kepada agama Islam bisa menjadi musuh Islam juga. Namun, rasa permusuhan yang ada dalam hati para yahudi lebih keras dan sadis dibanding dengan musuh-musuh yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang yahudi dan orang-orang musyrik…” (QS. Al-Maidah : 82).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kita semua sekarang juga bisa melihat fakta kebencian mereka terhadap orang-orang Islam yang ada di Gaza. Bertahun-tahun yahudi Israel menjajah, mengusir dan menyiksa rakyat Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel dan Amerika menuduh Hamas adalah kelompok teroris yang harus dihancurkan, padahal Israel dan AS yang sebenarnya lebih pantas disebut Teroris. Banyak fakta-fakta yang kuat yang bisa dijadikan penguat atas hal ini, seperti pembunuhan ratusan ribu orang di Irak atas tuduhan senjata pemusnah masal/nuklir yang akhirnya tak bisa dibuktikan oleh George W. Bush, begitu juga pembantaian oleh tentara-tentara Israel kepada warga sipil di Gaza, Palestina. Sungguh sikap mereka sangat keji dan tidak manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan permusuhan tersebut akan berlanjut hingga akhir zaman sebagaimana firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan (pernah) senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka…” (QS. al-Baqarah : 120)&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membunuh adalah hal biasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembunuhan ribuan orang di Gaza dan pembantaian 20-an relawan di kapal Mavi Marmara hanyalah rentetan kecil catatan kejahatan pembunuhan yang dilakukan oleh yahudi. Pembunuhan bukan hal asing dalam sejarah yahudi. Sebab dalam pandangan mereka wajib memerangi orang-orang yang kontroversi dengan keinginan mereka, bahkan nabi-nabi yang di utus kepada mereka, seperti Nabi Zakariya dan Nabi Yahya pun dibunuh. Mereka juga mengira telah berhasil membunuh Nabi Isa dan bangga atas usahanya. Tapi Al-Quran membantahnya (QS.an-Nisaa’:157).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yahudi bangsa penakut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerangan terhadap relawan di kapal Mavi Marmara adalah bukti kepengecutan yahudi. Relawan yang tak bersenjata di serang dengan persenjataan lengkap. Ketakutan yang berlebihan akan adanya senjata yang diselundupkan di kapal tersebut memperkuat bukti paranoidnya. Menurut statemen mereka sendiri  bahwa mereka melarang selempeng besipun masuk di Gaza termasuk semen dan benda yang dianggap berbahaya, mereka takut para pejuang Hamas menjadikannya senjata. Padahal mereka dengan bebasnya membuat senjata nuklir, dan sebagaimana kita ketahui bahwa Israel adalah salah satu negara yang menolak menandatangani kesepakatan pembatasan nuklir di dunia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dahulu bangsa yahudi memang penakut. Mereka pernah menolak janji Allah yang memastikan kemenangan jika mau berperang bersama Nabi Musa, membuktikan sebenarnya yahudi adalah bangsa penakut, pesimis, tamak terhadap dunia, dan lebih memilih hidup hina daripada mati mulia. Perhatikan dialog mereka dengan Nabi Musa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘alaihi salam &lt;/span&gt;berikut ini yang termaktub dalam al-Qur’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Wahai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.&lt;br /&gt;Mereka berkata: “Wahai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya.”&lt;br /&gt;Berkatalah dua orang (Musa dan Harun) di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (QS. al-Mai’dah : 21-24)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Janji penyemangat dari Nabi Musa mereka tanggapi dingin, bahkan dengan sombongnya menyuruh Musa dan Tuhannya saja yang berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Mereka berkata: “Wahai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja”. (QS. al-Mai’dah : 25)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Karena pembangkangannya kaum yahudi diharamkan untuk masuk di tanah suci tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keras kepala dan Menghalalkan segala cara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran menggambarkan bahwa kerasnya batu tidak bisa mengimbangi kerasnya hati kaum yahudi. Sebab masih ada batu yang terbelah lalu keluar mata air darinya dan ada juga yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah (QS. 2:74). Keras hati kaum yahudi ini di antaranya disebabkan hobi mereka mendengarkan berita dusta dan makan dari usaha yang diharamkan (QS. 5:24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sistem perdagangan hasil cetusan dari yahudi adalah riba, saat ini sistem ini telah menjamur baik di kalangan non muslim ataupun muslim sendiri, harta haram yang mereka makan dari sistem ini menjadi salah satu penyebab butanya hati mereka dari larangan Allah untuk melakukan praktek riba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Pintar” membolak-balikkan fakta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal yang mengherankan dari insiden “Mavi Marmara”. Zionis yahudi yang telah jelas-jelas melanggar karena menyerang masyarakat sipil tak bersenjata di perairan internasional,tapi dengan kekuatan media yang mereka kuasai, dengan mudahnya mereka membolak-balikkan fakta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyebarkan berita bohong di media-media bahwa merekalah yang diserang dengan senjata api dari para relawan, padahal sebilah pisaupun tidak dimiliki oleh relawan. Kalaupun tentara yahudi diserang oleh relawan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;toh&lt;/span&gt; itu adalah suatu hal yang wajar  karena mereka datang seperti penyamun dan membajak kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekapun berkilah bahwa tak akan membiarkan siapapun untuk mengganggu kedaulatannya, padahal para relawan datang bukan untuk menyerang Zinosi tapi untuk memberi bantuan kepada penduduk Gaza yang kelaparan. Bahkan zionislah yang mengganggu kedaulatan laut Gaza. Zionis tidak memiliki hak untuk mengendalikan perairan teritorial milik Gaza apalagi untuk menghentikan armada bantuan yang datang untuk masuk di perairan Gaza. Paradoks!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan membolak-balikkan fakta tersebut ternyata lagi-lagi bukanlah hal yang baru, kitab suci yang merupakan wahyu Allah mereka ubah dengan tangan mereka dan mengatakan ini dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui.” (QS. al-Baqarah : 75)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab  dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”,  (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan  perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang  ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka,  karena apa yang mereka kerjakan.” (QS. al-Baqarah : 79)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suka melanggar dan ingkar janji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerangan atas Mavi Marmara di perairan bebas internasional adalah melanggar hukum internasional. Penggunaan bom cluster, pembunuhan masyarakat sipil tak bersalah, penyiksaan dan pemerkosaan wanita dalam penjara adalah pelanggaran atas konvensi Jenewa. Tapi bagi zionis yahudi itu hal biasa. Berbagai perjanjian telah disepakati antara zionis dengan Palestina tapi semua berakhir dengan pengkhianatan yahudi. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memperingatkan kepada kita akan karakter lekat yahudi tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“(Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya).” (QS. al-Anfal : 56)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Inilah fakta lain tentang yahudi yang sudah diungkapkan Al-Quran sejak awal risalah Islam. Karenanya akan sangat aneh jika masih ada pemimpin Islam yang berharap banyak untuk mengadakan perjanjian dengan Israel, seolah-olah lupa dengan Fakta Quran dan fakta sejarah kenabian. Jika kita membaca ulang sejarah yahudi dalam Sirah Nabawiyah, maka akan ada kesimpulan utuh bahwa sejarah Yahudi adalah sejarah pembangkangan dan pengkhianatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sampai-sampai Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ta’ala&lt;/span&gt; mengangkat bukti Thursina untuk mengambil janji agar mereka melaksanakan Taurat tapi mereka kemudian mengatakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kami dengar tetapi tidak mentaati”.&lt;/span&gt; (QS. al-Baqarah : 93)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dahulu al-Qur’an telah membuka borok-borok yahudi dan sekarang kitapun masih melihat bahwa apa yang ada dalam al-Qur’an khususnya berkaitan dengan mereka adalah, dari dulu dan sekarang ternyata mereka sama saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu a’lam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Diterbitkan di buletin al Balagh edisi 67 tahun V Jumadil Akhir 1431 H&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-8327103856257747550?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/8327103856257747550/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/06/yahudi-dalam-fakta-dan-al-quran.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/8327103856257747550?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/8327103856257747550?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/06/yahudi-dalam-fakta-dan-al-quran.html" title="Yahudi dalam Fakta dan al-Qur’an" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEYMSXk7cCp7ImA9WxFVE08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-7754089148380136089</id><published>2010-06-12T14:38:00.001+08:00</published><updated>2010-06-12T15:03:08.708+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-12T15:03:08.708+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kontemporer" /><title>Pelajaran dari Kebrutalan Zionis Yahudi</title><content type="html">Untuk kesekian kalinya zionis israel kembali menunjukkan wajah aslinya di hadapan dunia internasional. Ancaman militer israel yang akan menyerang armada kapal Freedom Flotilla ternyata benar-benar dibuktikannya. Penyerangan yang dilakukan Israel ini dilakukan saat kapal Mavi Marmara sedang berada di perairan internasional. Padahal para aktivis tersebut tidak memiliki senjata yang membahayakan sebagaimana yang disinyalir oleh Israel, bahkan sebilah pisaupun karena ada aturan ketat bagi para aktivis untuk tidak mempersenjatai diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Hazim Faruk Mansur relawan yang berasal dari Mesir menceritakan, sekitar jam empat dini hari, mereka melakukan shalat subuh berjamaah. Namun di tengah-tengah shalat, mereka dikejutkan dengan beberapa helikopter yang terbang di atas kapal mereka, serta 4 kapal yang dilengkapi dengan meriam dan 16 kapal lainnya yang membawa sekitar delapan orang di setiap kapal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian helikopter itu langsung menurunkan serdadunya dengan senjata yang lengkap, dan menembakkannya kepada mereka. Seketika para relawan langsung berlarian. Namun sebagian dari mereka ada yang tertangkap oleh tentara Israel, dan tidak segan-segan tentara Israel itu  membunuh mereka di depan relawan lainnya. Ketika itu sebanyak 14 relawan dari Turki langsung gugur di tempat, dan beberapa beberapa orang lainnya luka-luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu tentara Israel menyerang tempat yang digunakan sebagai perlindungan para relawan perempuan. Tentara itu menodongkan senjata ke kepala mereka. Tentara Israel memperlakukan mereka dengan kejam, tidak pandang bulu. Semua orang akhirnya diborgol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Armada kapal yang mengangkut 700 relawan dan 10.000 ton bantuan untuk rakyat Palestina akhirnya ditawan oleh Israel. Menurut kabar terakhir 20 aktivis gugur akibat dari insiden tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari sebelumnya teroris Israel juga melakukan serangan udara di jalur utara Gaza dan melukai sedikitnya 15 rakyat sipil dan polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Zionisme, gerakan haus darah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan sejarah telah mengoleksi berbagai kebengisan zionis yahudi, negara Israel yang mereka dirikan di atas tanah Palestina yang mereka rampas, mereka bangun dengan tumpahan darah kaum Muslimin. Sudah lebih 60 tahun Pelestina dan Masjidil Aqsha dalam cengkraman Israel, sudah ribuan nyawa muslim yang menjadi korban, dan tak terhitung rumah dan pemukiman yang digusur oleh buldozer Israel. Tak terhitung penduduk Palestina yang terusir dari kampung halamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insiden “Mavi Marmara” hanyalah contoh kejahatan “kecil” Israel, masih ingat dengan agresi militer yang dilakukan Israel terhadap penduduk Gaza pada Januari tahun 2009 lalu? Perang tak seimbang dan membabi buta tersebut menewaskan ribuan rakyat Palestina dan kebanyakan yang tewas adalah anak-anak dan wanita, jadi pembantaian di Mavi Marmara masih tergolong “kecil”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dengan bangganya Netanyahu, perdana menteri Israel dalam konferensi persnya mengatakan apa yang dilakukan tentaranya sudah benar. Kecaman-kecaman yang datang dari berbagai pihak hanya dianggap sebagai angin lalu dan nampaknya Israel memang sudah bermuka tebal untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangan berharap pada orang kafir!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan brutal Israel yang telah jelas melanggar hukum internasional karena menyerang di kawasan perairan internasional ditanggapi dingin oleh Dewan  Keamanan PBB. Amerika Serikat yang selama ini gencar memerangi “teroris” pun untuk kesekian kalinya bungkam dan hanya menyampaikan “penyesalan” pada korban jiwa dan cedera yang diakibatkan oleh penggunaan kekerasan oleh pasukan Israel, gedung putih hanya sampai pada kalimat ‘menyesalkan’ tanpa berani mengutuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh benar firman Allah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim.”&lt;/span&gt; (QS: Al Maa’idah/5:51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyelesaikan konfrontasi-konfrontasi antara Palestina dan israel, sejak terbentuknya negara Israel secara sepihak, Amerika yang mengontrol PBB hanya mengeluarkan resolusi-resolusi yang menguntungkan Israel, dan jika dianggap merugikan oleh israel maka resolusi itu hanya akan menjadi basi, sebagaimana seruan AS kepada israel untuk menghentikan pembangunan 1000 pemukiman baru, namun selang setelah itu israel mengumumkan untuk tetap melanjutkan pembangunan pemukiman tersebut. Di mata internasional ini jelas mempermalukan AS, tapi alhasil hubungan keduanya masih akrab saja. Jadi semua hanya sebagai sandiwara saja, tak lebih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;radhiyallahu ‘anha&lt;/span&gt; mengisahkan dalam sebuah hadits bahwa ada seorang lelaki dari kalangan musyrikin bertemu dengan Nabi shallahu ‘alaihi wa salam, dan ingin ikut berperang bersama-sama bersama beliau, kemudian beliau bersabda kepadanya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Pulanglah, sesungguhnya kami tidak akan pernah meminta pertolongan kepada orang musyrik”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan tidak akan mungkin digantungkan dengan pertolongan dan berteman dengan orang-orang kafir, yang mereka sudah terang-terangan memusuhi kaum muslimin. Hal ini seperti juga dikemukakan oleh Ibnu Jarir, yang dengan sangat tegas, yang memberikan komentar firman Allah Ta’ala, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nashrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu)”&lt;/span&gt;, mengatakan, “Orang-orang yang mengambil orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin, maka ia digolongkan sebagai pengikut orang kafir”, ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena orang yang orang lain sebagai pemimpin, maka ia akan selalu bersamanya, bersama keyakinannya dan bersama apa yagn diridhai pemimpinnya. Jika ia telah ridha kepadanya dan agamanya, berarti ia telah mengesampingkan segala hal yang ia benci dari sifat-sifat orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bahaya Sekularisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus apa reaksi dunia, khususnya negara Islam? Seperti biasa tidak lebih dari sekedar kecaman dan penyampaian rasa prihatin belasungkawa. Pada agresi militer Israel tahun lalu, kaum muslimin yang berjumlah lebih dari 1,5 milar –termasuk saya dan Anda- hampir tak berkutik dan hanya menjadi penonton ketika saudaranya dibantai oleh yahudi yang hanya berjumlah 5 juta jiwa di Israel. Batasan teritorial negara telah memecah kekuatan kaum muslimin menjadi lemah, parahnya paham pemisahan antara urusan agama dengan urusan negara (sekularisme) telah menjadai “trend” di beberapa negara Islam. Agresi militer dan pencamplokan tanah yang dilancarkan oleh Israel terhadap Palestina hanya dianggap sebagai masalah antara dua negara saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu untuk kita ketahui bahwa konflik Palestina-israel bukanlah konflik antar Negara tapi ia adalah konflik antar dua agama yang berbeda, Islam dan yahudi. Dalam melegitimasi aksinya israel mengklaim bahwa wilayah Palestina (Yerussalam) adalah “tanah yang dijanjikan” sebagaimana yang tertera dalam Talmud, kitab suci bagi mereka. Lebih dari itu, berdirinya “Negara Israel” merupakan hasil konspirasi musuh-musuh Islam terhadap kaum muslimin di Palestina khususnya dan masjid Al Aqsha, kiblat umat Islam yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbukti hanya berselang 10 menit setelah proklamasi “kemerdekaan Israel” , Presiden Amerika Serikat, Harry S. Truman langsung mengumumkan sikap resmi negaranya dengan mengakui dan mendukung berdirinya “Negara Israel”, serta langsung membuka hubungan diplomatik secara resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayang, meski dianggap sebagai konflik agama, Negara Islam yang sudah dirasuki sistem sekuler tidak bisa berbuat apa-apa, semua kebijakan kemudian didasarkan pada untung rugi negara, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ghirah ukhuwah Islamiyah&lt;/span&gt; (semangat persatuan Islam) sudah dikesampingkan di atas kepentingan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menggemaskan Negara Mesir yang notabene adalah Negara Islam juga turut membantu Israel melakukan blokade terhadap Palestina di Jalur Gaza dengan membuat tembok baja sepanjang perbatasan Mesir-Palestina untuk menutup terowongan yang selama ini digunakan untuk menyalurkan bantuan bagi rakyat Palestina. Meski pasca insiden “Mavi Marmara” jalur untuk masuk ke Mesir kembali dibuka itupun hanya pada jam-jam tertentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pada zaman Rasulullah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;, pembunuhan satu orang muslim karena membela kehormatan muslimah yang diganggu oleh yahudi sudah menjadi alasan kuat untuk mengusir satu kabilah yahudi dari Madinah, maka sekarang ini kematian ribuan kaum muslimin di tangan yahudi tak cukup kuat untuk menggerakkan pemimpin Negara Islam untuk sekedar mencegah penzhaliman tersebut. Ini adalah keberhasilan kaum kafir untuk memecah belah Islam dengan virus sekularisme yang mereka tanamkan dan tak jarang mereka paksakan untuk menjadi sistem dalam Negara Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keikhlasan dalam berjuang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia hanya mampu berusaha dan hasilnya hanya Allah-lah yang menentukan. Keinginan para relawan untuk sampai dan memberikan bantuan pada rakyat Palestina di Gaza adalah hal yang mulia. Namun yang paling penting adalah keikhlasan dalam perjuangan tersebut dan dimanapun keikhlasan itu sebenarnya harus selalu ada dan dijaga. Meskipun mereka pada akhirnya tidak berhasil sampai di Gaza namun dengan niat mereka yang ikhlas insya Allah mereka dalam hal ini telah mendapat “kemenangan yang besar”. Dalam perjuangan menang kalah adalah hal yang lumrah. Bagi Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/span&gt;, Sang Penentu, hasil bukanlah masalah namun sejauhmana keikhlasan yang dilandasi tauhid dalam proses tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan saudara-saudara kita yang telah berupaya untuk masuk ke Gaza mendapat pahala sebagaimana keikhlasan mereka. Tak lupa kita mendoakan saudara kita di Palestina untuk tetap sabar dalam cobaan yang mereka hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“…Ketahuilah bahwa pertolongan itu bersama kesabaran, jalan keluar bersama kesempitan dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan.” &lt;/span&gt;(HR. At Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-7754089148380136089?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/7754089148380136089/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/06/pelajaran-dari-kebrutalan-zionis-yahudi.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/7754089148380136089?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/7754089148380136089?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/06/pelajaran-dari-kebrutalan-zionis-yahudi.html" title="Pelajaran dari Kebrutalan Zionis Yahudi" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUUAQXozeSp7ImA9WxFWEUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-6232235480660869650</id><published>2010-05-29T22:12:00.000+08:00</published><updated>2010-05-29T22:27:20.481+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-05-29T22:27:20.481+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kontemporer" /><title>Belas Kasih Sejati pada Wanita</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Antara Eksploitasi dan Kasih Sejati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Rima Fakih, namanya sempat mencuat di beberapa media karena keberhasilannya menjadi pemenang Ratu Kecantikan USA yang pertama dari keturunan Arab, konon kabarnya ia beragama Islam, dalam wawancara dia sendiri mengatakan bahwa di Islam liberal –ini agama jenis baru yang dipopulerkan kaum liberal. Meski banyak yang kontra khususnya kaum muslimin di USA sendiri, tapi banyak juga yang mengelu-elukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bangganya Rima bertekad memanfaatkan gelar Ratu Kecantikan itu, untuk memperbaiki citra umat Islam di Amerika. Ia ingin semua orang bangga atas dirinya, baik sebagai imigran muslim maupun warga Amerika. Hebat, untuk menghilangkan image teroris ternyata harus berbikini di atas panggung. Na'udzubillah.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada tahun 2009 silam, dalam artikel di sebuah situs yang mengkritik keras keikutsertaan putri Indonesia, Zivanna Letisha Siregar dalam ajang Miss Universe 2009, situs ini secara tegas mengkritik kontes tersebut: ”Beginikah kiblat kemajuan sebuah peradaban dimana wanitanya harus berani meludahi ajaran para Nabi, terutama Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam? Beginikah simbol sebuah kemajuan peradaban dimana wanitanya akan dihormati manakala berani membuka dada dan paha? Ataukah beginikah standar kecantikan wanita manakala layak tubuhnya dijadikan simbol penglaris dagangan saja?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah artikelnya Prof. Daoed Joesoef menulis "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pemilihan ratu-ratuan seperti yang dilakukan sampai sekarang adalah suatu penipuan, disamping pelecehan terhadap hakikat keperempuanan dari makhluk (manusia) perempuan. Tujuan kegiatan ini adalah tak lain dari meraup keuntungan berbisnis, bisnis tertentu; perusahaan kosmetika, pakaian renang, rumah mode, salon kecantikan, dengan mengeksploitasi kecantikan yang sekaligus merupakan kelemahan perempuan, insting primitif dan nafsu elementer laki-laki dan kebutuhan akan uang untuk bisa hidup mewah. Sebagai ekonom aku tidak apriori anti kegiatan bisnis. Adalah normal mencari keuntungan dalam berbisnis, namun bisnis tidak boleh mengenyampingkan begitu saja etika. Janganlah menutup-nutupi target keuntungan bisnis itu dengan dalih muluk-muluk, sampai-sampai mengatasnamakan bangsa dan negara,&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Daoed Joesoef menyamakan peserta kontes kecantikan itu sama dengan sapi perah: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;setelah dibersihkan lalu diukur badannya dan kemudian diperas susunya untuk dijual, tanpa menyadari bahwa dia sebenarnya sudah dimanfaatkan, dijadikan sapi perah. Untuk kepentingan dan keuntungan siapa?&lt;/span&gt;”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, kita memang hidup di akhir zaman, dimana antara yang haq dan bathil sudah terlalu biasa untuk dicampur adukkan, meski perbedaan keduanya amat jelas tapi perasaan dan akal kadang menjadi takaran penentu yang membutakan, tanpa memperhatikan lagi apa yang telah digariskan Allah melalui risalah yang dibawa Rasul-Nya. Atas nama kebebasan wanita kemudian di”ekspolitasi”, namun gayung bersambut dalam keadaan tersebut kebanyakan wanita seperti di atas menara gading “kasih sayang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Inilah Kasih Sayang Sejati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Coba kita sedikit tengok ke zaman Rasulullah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shallallahu 'alihi wa sallam&lt;/span&gt;, sang panutan. Bagaimana seharusnya memberikan kasih sayang sejati kepada kaum wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Urwah bin Zubair diceritakan bahwa ada seorang wanita mencuri pada zaman Rasulullah di dalam Perang Fatah (Penaklukan Kota Makkah). Lalu kaum (keluarga) wanita tersebut mengadu kepada Usamah bin Zaid seraya memohon syafa'at (pertolongan) kepadanya. Kemudian, lanjut Urwah, ketika Usamah membicarakan hal itu dengan Rasulullah, maka wajah beliau pun berubah. Lalu beliau bertanya, “Apakah engkau berbicara denganku mengenai (dispensasi) dalam hal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;had&lt;/span&gt; (sanksi hukum) yang telah ditetapkan oleh Allah?” Usamah pun berkata, “Mohonkanlah ampunan untukku, ya Rasulullah.” Kemudian pada petang harinya Rasulullah berdiri seraya berkhutbah. Beliau memuji Allah dengan sifat-sifat yang layak bagi-Nya. Lalu beliau bersabda, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Amma ba'du&lt;/span&gt;, sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian tidak lain adalah karena mereka dahulu apabila orang yang terhormat di antara mereka mencuri, maka mereka membiarkannya. Namun apabila orang yang lemah di antara mereka mencuri, maka mereka melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;had&lt;/span&gt; (sanksi hukum) terhadapnya. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, andaikata Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku akan memotong tangannya.” Kemudian Rasulullah memerintahkan agar wanita itu dipotong tangannya. Setelah itu wanita tersebut bertaubat dengan baik dan menikah. Aisyah  mengatakan, “Setelah itu wanita tersebut datang kepadaku, lalu aku pun melaporkan keperluannya kepada Rasulullah .“ (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah lembar sejarah yang cemerlang dan sangat langka di dalam sejarah umat manusia pada umumnya. Saya kira kecemerlangan semacam itu tidak akan pernah terulang sampai Hari Kiamat. Sejarah belum pernah dan tidak akan pernah mengenal orang yang lebih hebat belas kasihnya kepada kaum wanita dibandingkan Rasulullah. Beliau berwasiat tentang wanita, memerintahkan untuk memuliakannya, menganjurkan untuk merawatnya, tabah menghadapi tabiatnya, dan memaafkan kekhilafannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati rasa belas kasih beliau kepada kaum wanita demikian agung, namun beliau tidak akan pernah melanggar ketentuan hukum yang telah ditetapkan oleh Allah. Bahkan ketika pemberlakuan ketentuan itu akan menimpa seorang wanita muslimah sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang tidak kita jumpai pada diri banyak penguasa, para penanggung jawab maupun para orang tua yang menyerahkan kendali sepenuhnya kepada wanita, dengan dalih belas kasih kepadanya. Akibatnya, mereka tidak mencegah kaum wanita melakukan sesuatu yang melanggar syari'at Allah. Mereka membiarkan kaum wanita keluar rumah dengan pakaian yang tidak menutup aurat, bersolek, bergaul bebas dengan lawan jenis dan melakukan apa saja yang dikehendakinya. Ini sama sekali bukan belas kasih kepada wanita. Karena membiarkan wanita melakukan sesuatu yang bisa mengundang murka dan hukuman dari Allah bukanlah wujud belas kasih kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah seorang ibu bisa disebut berbelas kasih kepada putrinya ketika dia membiarkannya bermain korek api? Bukankah dia pasti mencegahnya atau mengambil korek api tersebut dari tangannya, kendati si anak sangat menikmati aktifitas menyalakan korek api tersebut, demi mencegahnya membakar dirinya atau membakar rumah beserta isinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belas kasih yang sejati ialah apa yang diterapkan oleh Rasulullah, yakni syari'at Allah yang agung. Syariat itu berfungsi melindungi keselamatan manusia di dunia dan di akhirat, bahkan ketika ia mencegah mereka memperturutkan hawa nafsu mereka dari menghalangi mereka dari kesenangan-kesenangan yang diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali taubat yang dilakukan oleh wanita dari kabilah Makhzum dengan dipotong tangannya tersebut memberikan peringatan (warning) kepada wanita muslimah masa kini yang merasa keberatan terhadap sesuatu yang jauh lebih ringan daripada harus dipotong tangannya. Yaitu wanita yang keberatan untuk menutup auratnya, keberatan untuk tinggal di rumah, dan keberatan untuk taat kepada suaminya. Peringatan itu menunjukkan bahwa semua itu bisa dilakukan oleh kaum wanita dengan pertolongan Allah. Dan di dalam taubat itulah terkandung jaminan keselamatan dan kemenangannya di dunia dan Akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata Sayyidah Fatimah mencuri, niscaya ayahnya yakni Nabi sendiri yang akan memotong tangannya. Apakah pemotongan itu paradoks (bertentangan) dengan rasa belas kasih?! Justru itulah belas kasih yang sejati. Karena adzab di Akhirat teramat pedih dan maha dahsyat, sementara melakukan eksekusi (pemotongan tangan) akan membuatnya selamat dan adzab Akhirat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, tidaklah berbelas kasih ketika seorang ayah membiarkan putrinya atau seorang suami membiarkan istrinya melakukan apa saja sesuka hatinya meski bermaksiat kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa pencurian yang dilakukan oleh wanita Makhzumiyah itu terjadi pada waktu penaklukan kota Makkah. Yaitu sebuah momentum yang disambut dengan suka cita oleh seluruh kaum muslimin. Akan tetapi momentum suka cita itu tidak mengabaikan pelaksanaan hukuman (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;had&lt;/span&gt;) yang telah ditetapkan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lupa juga kita memberikan perhatian khusus kepada iman yang dimiliki oleh wanita Makhzumiyah tersebut dan taubat yang dilakukannya dengan baik. Dia tidak murtad (keluar) dan agamanya ketika Nabi menolak syafa'at yang diajukan melalui Usamah bin Zaid &lt;span style="font-style: italic;"&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/span&gt;. Begitu juga ketika hukuman (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;had&lt;/span&gt;) dilakukan terhadap dirinya. Justru dia bensikap pasrah dan bertaubat. Dia bahkan mau datang kepada Sayyidah Aisyah , lalu keperluannya dilaporkan kepada Nabi. Ini adalah bukti nyata yang menunjukkan keseriusan dan kekuatan iman di dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu juga akan menjadi persaksian baginya, dan dia -insya Allah- akan menemukan buah dan kepasrahannya itu di Akhirat kelak. Sebab, dunia ini akan berlalu bersama kenangan manis dan pahitnya. Sedangkan Akhirat akan tetap kekal dan abadi. Akhirat jauh lebih baik daripada dunia dengan perbandingan yang tiada tara. Karena nilai dunia jika dibandingkan dengan Akhirat tidak lebih dan air yang menempel di ujung jari ketika dicelupkan ke dalam samudera berbanding dengan seluruh air yang ada di dalamnya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu a’lam&lt;/span&gt;.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-6232235480660869650?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/6232235480660869650/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/05/belas-kasih-sejati-pada-wanita.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/6232235480660869650?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/6232235480660869650?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/05/belas-kasih-sejati-pada-wanita.html" title="Belas Kasih Sejati pada Wanita" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkcAR3s-fyp7ImA9WxFXEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-5843349174793535281</id><published>2010-05-18T07:09:00.002+08:00</published><updated>2010-05-18T07:14:06.557+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-05-18T07:14:06.557+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Akidah" /><title>Apa Koruptor punya Tuhan?</title><content type="html">Siang itu, panas matahari terik menyengat, dua orang berjalan di tengah gurun pasir, dua orang itu tak lain adalah sahabat yang mulia Amirul Mukminin Umar  bin Khattab dan Abdullah bin Dinar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;radhiyallahu ‘anhum&lt;/span&gt;. Mereka sedang mengadakan perjalanan dari Madinah ke Makkah. Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang anak gembala. Lalu timbul dalam hati Khalifah Umar untuk menguji sejauh mana kejujuran dan keamanahan si anak gembala itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maka, terjadilah dialog berikut ini. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Wahai anak gembala, juallah kepadaku seekor anak kambing dari ternakmu itu!”&lt;/span&gt; ujar Amirul Mukminin. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Aku hanya seorang budak,&lt;/span&gt;’ jawab si gembala. Umar bin Khattab berkata lagi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Katakan saja nanti pada tuanmu, anak kambing itu dimakan serigala.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak gembala tersebut diam sejenak, ditatapnya wajah Amirul Mukminin, lalu keluar dari bibirnya perkataan yang menggetarkan hati Khalifah Umar, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fa ainallah&lt;/span&gt;? (Dimana Allah?) Kurang lebih maknanya adalah, “Jika Tuan menyuruh saya berbohong, lalu di mana Allah? Bukankah Allah Maha Melihat? Apakah Tuan tidak yakin bahwa siksa Allah itu pasti bagi para pendusta?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab adalah seorang khalifah, pemimpin umat yang sangat berwibawa lagi ditakuti, dan tak pernah gentar menghadapi musuh. Akan tetapi, menghadapi anak gembala itu beliau gemetar, rasa takut menjalari seluruh tubuhnya, persendian-persendian tulangnya terasa lemah, kemudian beliau menangis. Menangis mendengar kalimat tauhid itu, yang mengingatkan pada keagungan Allah, dan tanggung jawabnya di hadapan-Nya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dibawanya anak gembala yang berstatus budak itu kepada tuannya, kemudian ditebusnya, dan beliau berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dengan kalimat tersebut (Fa ainallah?) telah kumerdekakan kamu dari perbudakan itu dan dengan kalimat itu pula insya Allah kamu akan merdeka di akhirat kelak.” &lt;/span&gt;Peristiwa di atas jelas merupakan cermin jiwa yang ihsan, serta gambaran iman yang melahirkan sifat jujur dan amanah. Seorang anak yang terdidik dengan nilai-nilai Islam dan tauhid yang kuat. Manusia yang langka untuk zaman sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya negeri ini bila penduduknya memiliki iman dan ihsan seperti anak gembala itu. Apalagi jika iman dan ihsan itu ada pada orang-orang yang dominan memegang peranan penting di negeri ini. Kita akan menikmati kesungguhan presiden dengan jajaran para menteri kabinet dan seluruh aparat pemerintahannya untuk memajukan bangsa dan memakmurkan rakyatnya, bebas dari rasa takut, bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan harapan tersebut realita yang ada hal tersebut masih sesuai dengan pepatah “jauh panggang dari api”. Berita-berita korupsi di tanah air seakan tak ada habis-habisnya. Menurut lansiran sebuah media bahwa data dari pihak kejaksaan agung angka tindak pidana korupsi tiap tahunnya meningkat sampai 100%. Uniknya kebanyakan kasus korupsi yang terungkap selalu saja kasusnya menggurita kemana-mana melibatkan banyak oknum, dengan kata lain ternyata “perampokan” tersebut sudah tidak dilakukan sendiri-sendiri tapi beramai-ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang negara yang katanya ‘bantuan’ namun tak lain adalah utang dari luar negeri juga tak luput dari incaran koruptor. Profesor Sumitro Djoyohadikusumo, pendiri fakultas ekonomi dari Universitas Indonesia, pernah menyatakan bahwa paling sedikitnya 30% dari pinjaman yang diberikan kepada pemerintah Indonesia telah dicuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini kita dicengangkan dengan berita bahwa, salah seorang ketua Pengadilan Negeri yang sekaligus ketua majelis hakim kasus Gayus, mengakui kecipratan uang haram sebesar Rp 50 juta. Ironisnya, uang hasil penyuapan tersebut digunakan untuk umrah. Itu menandakan bahwa para koruptor di negara ini sudah sedemikian parah. Mereka tidak lagi takut kepada peradilan yang ada di dunia ini, bahkan peradilan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berita-berita yang kasat mata bahwa banyak diantara pejabat yang terlibat kasus-kasus korupsi itu juga ibadat formalnya tidak kalah rajin juga, seperti salat maupun umrah, bahkan haji. Namun sebagaimana diketahui, ibadah dengan menggunakan uang haram tidak akan mendatangkan pahala, tapi dosa, bahkan laknat. Ibadah memang dianjurkan. Namun, harta yang dipakai untuk ibadah harus diperoleh dengan cara yang halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, pernah ada pertanyaan yang muncul di benak saya -mungkin juga Anda-,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Kok bisa ya orangnya shalat di masjid tapi pulangnya membawa sandal orang lain?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya mungkin kita bisa lihat dari hadits panjang berikut&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dari Umar radhiyallahuanhu juga dia berkata: Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) seraya berkata: “Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu”, kemudian dia berkata: “anda benar”. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang  membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman”. Lalu beliau bersabda: “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk”, kemudian dia berkata: “anda benar“.  Kemudian dia berkata lagi: “Beritahukan aku tentang ihsan”. Lalu beliau bersabda: “Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya”. Dia berkata:  “Beritahukan aku tentang tanda-tandanya”, beliau bersabda:  “Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya”, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “Tahukah engkau siapa yang bertanya?”. aku berkata: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”. Beliau bersabda: “Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian”&lt;/span&gt;. (HR. Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits tersebut dikenal istilah ‘Islam’, ‘Iman’ dan ‘Ihsan’. Islam menekankan pada aspek ubudiyah atau ibadah formal, Iman menekankan pada aspek akidah dan Ihsan menekankan pada aspek moralitas. Celakanya ketiga aspek tersebut diterapkan secara parsial dan terpisah. Sendiri-sendiri tanpa menyatu. Aspek Islam, misalnya tadi, salat dan umrahnya rajin, tapi akidahnya kadang-kadang masih bolong-bolong dan bopeng. Masih suka ke dukun, para normal, ramalan bintang, dan sebagainya, mau jadi caleg, mau dapat jodoh ke mbah ini atau ke kuburan anu, dsb. Ada yang akidahnya bagus, kuat, tapi ‘Islam’nya (ibadahnya) berantakan. Shalat di masjid, keluar dari masjid, tukar sandal, nah. Andaikan bila ‘Ibadahnya bagus, imannya bagus, tapi ihsannya (moralitasnya) berantakan. Korupsinya rajin, menilep uang negara (rakyat) juga tak kalah gesit, dst. Kenapa??? Karena difahami bahwa ajaran Islam tidak diintegralkan dan disatukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat daripadanya dari pada urat lehernya.”&lt;/span&gt; (QS. Qaaf 50:16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempat. Dan tiada pembicaraan antara lima orang, melainkan Dia-lah yang keenam. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melaikan Dia ada bersama mereka di mana pun mereka berada, kemudian Dia akan memberitahukan kapada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”&lt;/span&gt; (QS. Al-Mujadalah 58:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman dan Ihsan erat kaitannya dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;muraqabatullah&lt;/span&gt; (senantiasa merasa diawasi oleh Allah) bila &lt;span style="font-style: italic;"&gt;muraqabatullah&lt;/span&gt; ini terasa melemah ini menunjukkan iman juga sedang lemah. Kalau kita renungkan diantara penyebab penting hingga bangsa ini hampir bangkrut adalah lemahnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;muraqabatullah&lt;/span&gt;. Kebohongan sudah menjadi kultur bangsa kita; mahasiswa nyontek, pejabat korup, bisnis penuh tipu, dan lain-lain itu bersumber karena lemahnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;muraqabatullah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bila iman dan ihsan menyebar di negeri ini, maka kita akan mendapati politisi yang jujur, jauh dari praktik rekayasa negatif untuk menjatuhkan lawan politiknya, polisi yang mengayomi masyarakat, karyawan dan para buruh yang memiliki dedikasi dan tanggung jawab. Insya Allah, peraturan akan dipatuhi, negara akan aman, kemakmuran akan dinikmati, hati penduduk negeri menjadi damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian memang jaminan dari Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/span&gt; di dalam Al-Qur’an, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka.”&lt;/span&gt; (Al A”raf: 96).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu Ta’ala A’lam.&lt;/span&gt; [af]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Buletin Al-Balagh Edisi 63 Tahun V 1431 Jumadil Ula)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-5843349174793535281?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/5843349174793535281/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/05/apa-koruptor-punya-tuhan_17.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/5843349174793535281?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/5843349174793535281?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/05/apa-koruptor-punya-tuhan_17.html" title="Apa Koruptor punya Tuhan?" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkEEQXo5eCp7ImA9WxBQGUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4675358251759114233.post-61629935484932642</id><published>2010-01-19T22:13:00.000+08:00</published><updated>2010-01-19T22:16:40.420+08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-19T22:16:40.420+08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fikrah" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kontemporer" /><title>Pembangunan Tembok Baja, Runtuhnya Ukhuwah</title><content type="html">Diterbitkan di Buletin Pekanan Al-Balagh Edisi 46&lt;br /&gt;Kondisi umat Islam di Gaza, Palestina, sangat menyedihkan khususnya setelah distribusi bantuan makanan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza dihentikan PBB dengan alasan kekurangan bahan bakar. &lt;br /&gt;Orang-orang Palestina telah berada dalam kesulitan untuk mendapatkan makanan sejak Palestina diduduki pada tahun 1946. Di beberapa resort, bahkan sebagian lagi memakan rumput.&lt;br /&gt;Badan PBB yang mengelola distribusi bantuan, UNRWA, menghentikan pengiriman bantuan makanan ke Gaza dua minggu lalu karena kendaraan mereka mengalami kekurangan bahan bakar. Lebih dari 80% penduduk Gaza mengandalkan bantuan kemanusiaan, dengan pasokan makanan dari PBB memenuhi kebutuhan 1,5 juta orang. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi yang mengenaskan seperti itu secara mengejutkan Mesir yang notabene adalah negara Islam berencana membangun tembok baja untuk menutup akses terowongan-terowongan bawah tanah yang digali warga Gaza agar bisa mendapatkan kebutuhan hidup sehari-hari yang sulit mereka temui di Gaza akibat blokade Israel.&lt;br /&gt;Tak hanya menutup bantuan dari dunia luar, tembok baja sedalam 15 meter  yang dibangun oleh Mesir juga akan mengancam cadangan air bawah tanah yang ada di Jalur Gaza, jadi Gaza akan semakin memblokade secara ekonomi dan pasokan airnya juga terancam.&lt;br /&gt;Boleh dikata pembangunan “dinding kematian” tersebut semakin “menyempurnakan” penderitaan bagi 1,5 juta warga Gaza yang selama bertahun-tahun di bawah pengepungan dan blokade Israel.&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman, jika pemblokiran atas saudara kita di Gaza dilakukan oleh kaum penjajah, zionist Israel maka itu hal tersebut bukan lagi menjadi berita asing bagi kita, tapi ini dilakukan oleh Negara Islam dengan mayoritas penduduk muslim! Sebagai seorang muslim sudah sewajarnya hal tersebut memiriskan hati kita dan kita pun berhak untuk bertanya kemana gerangan persaudaraan Islam (Ukhuwah Islamiyah) sekarang ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhuwah Islamiyah&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang melapangkan kesempitan dunia seorang mu'min, maka Alla akan melapangkan baginya kesempitan pada hari kiamat. Dan barang siapa yang mempermudah kesulitan seseorang, maka Allah akan mempermudahnya dalam kehidupan dunia dan akhirat. Barang siapa yang menutupi sela seorang muslim, maka Allah akan menutupi celanya di dunia dan di akhirat. Dan Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selagi hamba-Nya tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Ukhuwah merupakan sesuatu yang terlahir dari keimanan yang mendalam, dan juga merupakan buah dari ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Oleh karena itulah, ulama mengatakan, bahwa tidak ada iman tanpa ukhuwah, sebagaimana tidak ada ukhuwah tanpa adanya pondasi iman. Membenarkan hal tersebut, firman Allah Subhanahu wa Ta'ala (QS. al Hujurat : 10) &lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” &lt;br /&gt;Seorang yang beriman apabila tidak memiliki rasa ukhuwah terhadap sesama muslim lainnya, hal ini menunjukkan bahwa imannya belum sempurna. Dalam hadits, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : &lt;br /&gt;“Tidak beriman salah seorang diantara kalian, hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persatuan Umat; Buah Ukhuwah &lt;br /&gt;Ukhuwah memilki nilai positif yang sangat luas, salah satunya adalah terwujudnya al-wihdah al-islamiyah (persatuan umat). Karena dengan adanya ukhuwah, setiap muslim tidak akan memandang seseorang dari sukunya, bahasanya, negaranya, warna kulitnya, warna rambutnya, organisasinya, partainya dan lain sebagainya. Namun ia akan melihat seseorang dari segi aqidahnya. Siapapun ia, jika ia mentauhidkan Allah, beragamakan Islam, bermanhajkan Al-Qur'an, berkiblatkan ka'bah, bersunahkan sunah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam maka ia adalah saudaranya. Sehingga ia akan memandang bahwa di setiap daerah, setiap wilayah atau bahkan di negara manapun yang di sana terdapat orang-orang yang memperjuangkan kalimatullah, maka itu adalah negrinya. Dan setiap muslim memiliki kewajiban untuk senantiasa menolong saudaranya di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Atau paling tidak, harus memiliki kepedulian terhadap kebutuhan dan kesusahan yang dialami saudaranya. &lt;br /&gt;Adapun pada zaman sekarang ini, berangkat dari ketiadaan ukhuwah, maka seolah tiada pula persatuan dan kesatuan di kalangan umat Islam. Hampir setiap organisasi, kelompok, partai berpecah belah satu dengan yang lainnya. Ini masih dalam satu negara, maka apatah lagi jika sudah berbeda negara, berbeda warna kulit dan lain sebagainya. Kondisi seperti ini diperparah lagi dengan adanya konspirasi kaum barat yang berusaha untuk memecah belah kaum muslimin. Sehingga saat ini dapat dikatakan tidak ada satu negara muslim pun yang secara politiknya mencoba untuk merealisasikan ukhuwah dalam politik luar negerinya terhadap negara muslim lainnya. Padahal ukhuwah merupakan bagian terpenting dari keimanan. Karena tiada kesempurnaan iman tanpa adanya ukhuwah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fanatisme, Penyakit Jahiliyah&lt;br /&gt;Penduduk Jazirah Arabia pada umumnya, hingga masa-masa awal kenabian Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, lebih banyak membentuk ikatan antar mereka dari sisi silsilah keturunan. Semakin dekat garis keturunan antar mereka, maka semakin kuat tali perkawanan dan persekutuan. Izzah tertinggi (kemuliaan) bagi masyarakat ini adalah pengabdian kepada suku. Auz dan Khazraj, dua suku Arab penduduk Yatsrib (Madinah), mewakili gambaran di atas.&lt;br /&gt;Kepentingan seseorang adalah mewakili kepentingan suku. Pengabdian anggota suku adalah untuk suku masing-masing. Lantaran fanatisme kesukuan yang sangat tinggi, tiap orang berbangga atas kesukuannya, dan ketika tak ada kepentingan kecuali atas nama kepentingan suku, maka peperangan, kebencian dan permusuhan telah membelenggu kedua suku ini selama bertahun-tahun. &lt;br /&gt;Fanatisme kenegaraan, penyakit sekuler inilah yang sekarang ini menggerogoti kebanyakan para pemimpin Negara Islam khususnya Negara Mesir. Tindakan-tindakan mereka sudah tidak berlandaskan pada kepentingan agama dan  umat Islam tapi pada kepentingan negaranya tanpa peduli lagi dengan nasib kaum muslimin yang sedang menderita dan sangat membutuhkan pertolongan di jalur Gaza. Bahkan pemboikotan mereka bisa jadi merupakan bentuk tolong menolong dengan bangsa kafir dan penjajah, yahudi yang telah lama melakukan pemboikotan dan pembunuhan terhadap warga Gaza untuk menekan perlawanan mereka.&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin pernah ditanya  tentang hukum mencintai orang-orang kafir dan lebih mengutamakan daripada kaum muslimin, beliau menjawab bahwa orang yang lebih mencintai orang-orang kafir daripada kaum muslimin, telah melakukan perbuatan haram yang besar, karena seharusnya ia mencintai kaum muslimin dan mencintai kebaikan bagi mereka sebagaimana bagi dirinya sendiri. Adapun lebih mencintai musuh-musuh Allah&lt;br /&gt;daripada kaum muslimin, tentunya ini bahaya besar dan haram, bahkan tidak&lt;br /&gt;boleh mencintai mereka walaupun tidak melebihi cintanya terhadap kaum&lt;br /&gt;muslimin, hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;“Artinya : Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah&lt;br /&gt;dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang&lt;br /&gt;Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak atau anak-anak&lt;br /&gt;atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dengan pertolongan yang datang daripadaNya. Dan dimasukkanNya mereka ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung” (Al-Mujadilah : 22)&lt;br /&gt;Dan firmanNya. “Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuhKu dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu” (Al-Mumtahanah : 41)&lt;br /&gt;Demikian juga orang yang memuji mereka dan lebih mengutamakan mereka&lt;br /&gt;daripada kaum muslimin dalam bidang pekerjaan atau lainnya, berarti ia telah&lt;br /&gt;berbuat dosa dan berburuk sangka terhadap saudara-saudaranya sesama muslim dan berbaik sangka kepada orang-orang yang tidak pantas untuk disangka baik.&lt;br /&gt;Seharusnya seorang mukmin lebih mendahulukan kaum muslimin daripada yang lainnya dalam segala urusan pekerjaan dan lainnya. Jika ada kekurangan pada&lt;br /&gt;kaum muslimin, maka hendaknya ia menasehati dan memperingatkan serta&lt;br /&gt;menjelaskan kepada mereka dengan tidak bersikap aniaya. Mudah-mudahan dengan demikian Allah menunjuki mereka melalui tangannya.Wallahu Ta’ala Alam&lt;br /&gt;Diolah dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4675358251759114233-61629935484932642?l=alfathonah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://alfathonah.blogspot.com/feeds/61629935484932642/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/01/pembangunan-tembok-baja-runtuhnya.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/61629935484932642?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4675358251759114233/posts/default/61629935484932642?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://alfathonah.blogspot.com/2010/01/pembangunan-tembok-baja-runtuhnya.html" title="Pembangunan Tembok Baja, Runtuhnya Ukhuwah" /><author><name>Abu Fauzan ibnu Lamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04231128572314183846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>

