<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Manajemen Produktivitas &amp; Pengembangan Diri</title>
	
	<link>http://akhmadguntar.com</link>
	<description>akhmadGuntar.com</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Nov 2009 22:21:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image><link>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/2.5/</link><url>http://creativecommons.org/images/public/somerights20.gif</url><title>Some Rights Reserved</title></image>
		<creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/2.5/</creativeCommons:license><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/AkhmadguntarDotCom" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId>AkhmadguntarDotCom</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item>
		<title>Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring (3)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/013UzxCfb2s/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/never-eat-alone-kiat-efektif-membangun-jejaring-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 22:21:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Ampuh]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring]]></category>
		<category><![CDATA[network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1126</guid>
		<description><![CDATA[
Bagian berikutnya dari buku Never Eat Alone adalah bagaimana membangun jaringan atas dasar bangunan yang sudah dibentuk dari tahap-tahap (bab) sebelumnya; yakni bagaimana cara menjadikan seseorang menjadi sahabat setia. Sampai bagian akhir, sebenarnya masih banyak bab yang lain. Tapi karena keterbatasan diri, maka saya sampaikan beberapa saja ya, dalam bentuk pointer, harap maklum  
Hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/a0009.jpg" alt="Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring (3)" title="Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring (3)" /></p>
<p>Bagian berikutnya dari buku Never Eat Alone adalah bagaimana membangun jaringan atas dasar bangunan yang sudah dibentuk dari tahap-tahap (bab) sebelumnya; yakni bagaimana cara menjadikan seseorang menjadi sahabat setia. Sampai bagian akhir, sebenarnya masih banyak bab yang lain. Tapi karena keterbatasan diri, maka saya sampaikan beberapa saja ya, dalam bentuk pointer, harap maklum <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' title="Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring (3)" /> </p>
<p><strong>Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk menolong orang lain</strong> adalah kesehatan pribadi, kesehatan finansial dan kesejahteraan anak yang bersangkutan. Jika Anda bisa menolong orang lain dalam salah satu area tersebut, maka lakukanlah; Anda benar-benar akan bisa jadi teman dekat dari orang yang Anda tolong itu dalam jangka yang amaaat lama.<br />
<span id="more-1126"></span><br />
<strong>Bangunlah jaringan dari sebanyak mungkin saluran;</strong> mulai dari saluran profesi, politik (jika ada), kesamaan daerah, tempat menempuh studi, dsb. Carilah teman dari mereka yang berada di dunia yang berbeda dengan Anda. Itu adalah investasi masa depan Anda.</p>
<p><strong>Hubungi teman-teman lama Anda sesekali,</strong> sekedar untuk menyambung sillaturahim, agar hubungan Anda dengan mereka bisa tetap hidup, kuat dan sehat. Tanpa adanya maintenance, hubungan sebaik apapun pasti akan bisa redup. Gunakanlah ulang tahun sebagai kesempatan untuk memberikan salam hangat kepada teman Anda.</p>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/women-shaking-hands.jpg" alt="Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring (3)" width="496" height="328" title="Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring (3)" /></p>
<p>Bagian ke-empat dari buku ini kebanyakan adalah terkait teknik spesifik untuk memperkuat lingkaran-dalam Anda, yakni dengan membuat diri Anda jadi lebih berharga bagi mereka.</p>
<p><strong>Jadilah orang yang menarik</strong>, karena tak ada siapapun yang enjoy berada di sekitar orang yang membosankan. Penulis menawarkan beberapa kiat menarik: ajukan pertanyaan yang kelihatannya bodoh, selalulah bersikap terbuka untuk pelajari hal yang baru dan cobalah hal-hal baru, ambillah waktu untuk berlibur dan mengembangkan kecerdasan spiritual.</p>
<p><strong>Bangunlah Brand Anda</strong> untuk membuat diri Anda benar-benar punya nilai unik bagi orang lain. Maka apa sih yang bisa Anda beri dan tidak bisa diberi oleh orang lain? Anda ingin orang lain berpikir tentang apa ketika mendengar nama Anda? Maka bangunlah brand diri Anda dan matangkan itu setiap kali berinteraksi dengan relasi Anda.</p>
<p><strong>Broadcast kan Merk Pribadi Anda. </strong>Lakukanlah dengan menulis, menulis dan menulis. Kata-kata yang tertulis adalah perangkat komunikasi yang ampuh. Dan semakin Anda sering berlatih menulis, pastinya akan jadi lebih mahir. Maka apa yang Anda tunggu <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' title="Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring (3)" /> </p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/never-eat-alone-kiat-efektif-membangun-jejaring-networking/" rel="bookmark">Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring - Networking</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/never-eat-alone-kiat-efektif-membangun-jejaring-2/" rel="bookmark">Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring (2)</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/10-kiat-ampuh-agar-anda-dipecat/" rel="bookmark">10 Kiat Ampuh Agar Anda Dipecat</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/manajemen-karir/bagaimana-cara-berhenti-kerja-resign-yang-baik/" rel="bookmark">Bagaimana Cara Berhenti Kerja (Resign) yang Baik</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/6-cara-meningkatkan-kecepatan-dalam-membaca/" rel="bookmark">6 Cara Meningkatkan Kecepatan dalam Membaca</a></li></ul></div><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1126&type=feed" alt=" Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring (3)"  title="Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring (3)" /><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=013UzxCfb2s:lrRi7bGv1oQ:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=013UzxCfb2s:lrRi7bGv1oQ:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/never-eat-alone-kiat-efektif-membangun-jejaring-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/never-eat-alone-kiat-efektif-membangun-jejaring-3/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring (2)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/e4_oKnfJp2I/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/never-eat-alone-kiat-efektif-membangun-jejaring-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 22:35:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Ampuh]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring]]></category>
		<category><![CDATA[network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1120</guid>
		<description><![CDATA[
Melanjutkan tulisan tentang kiat membangun jejaring, berikut adalah bagian 2 dari buku Never Eat Alone yang membahas kunci-kunci untuk membangun jejaring yang sehat dan beretika.
Bab 7 &#8211; Lakukan Tugas Rumahmu
Begitu Anda sudah tegaskan dengan siapa sih Anda hendak bertemu, maka langkah pertama adalah mengerjakan PR Anda. Ketahuilah (secara kasar saja) siapa sih orang itu, apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/catcutefriendshipphotographysweet-2.jpg" alt="Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring (2)" width="497" height="331" title="Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring (2)" /></p>
<p>Melanjutkan tulisan tentang <a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/never-eat-alone-kiat-efektif-membangun-jejaring-networking/">kiat membangun jejaring</a>, berikut adalah bagian 2 dari buku <a href="http://www.amazon.com/gp/product/0385512058?tag=onejourney-20">Never Eat Alone</a> yang membahas kunci-kunci untuk membangun jejaring yang sehat dan beretika.</p>
<h3>Bab 7 &#8211; Lakukan Tugas Rumahmu</h3>
<p>Begitu Anda sudah tegaskan dengan siapa sih Anda hendak bertemu, maka langkah pertama adalah mengerjakan PR Anda. Ketahuilah (secara kasar saja) siapa sih orang itu, apa ketertarikan mereka, kerjanya apa, dan terutama apa-apa saja yang Anda punya kesamaan dengannya. Sang penulis bahkan sampai memberi masukan untuk membuat semacam biodata singkata dari setiap orang yang hendak Anda temui di pertemuan tertentu. Dengan begitu, Anda akan punya bahan untuk memecah kekakuan dan juga berpotensi besar untuk bisa memuji orang lain dengan tepat serta bicara yang nyambung dengan mereka.<br />
<span id="more-1120"></span></p>
<h3>Bab 8 &#8211; Kumpulkan Nama</h3>
<p>Begitu sudah berkenalan dengan seseorang, maka sungguhlah penting bagi Anda untuk mendapatkan informasi contact mereka. Sang penulis merekomendasikan kita untuk memulai dengan seluruh orang di layer pertama jejaring kita, lalu dari situ barulah kita tambahkan orang-orang yang sekiranya bisa mendekatkan kita ke arah goal pribadi. Amat disarankan untuk membangun relasi dengan mereka yang dekat dengan media, karena dari situlah biasanya peluang atau jejaring bermutu bisa didapat. Maka kemudian buatlah janji untuk menemui mereka.</p>
<h3>Bab 9 &#8211; Menghangatkan Cold Call</h3>
<p>Cold call adalah istilah yang artinya menelpon orang yang baik Anda maupun yang ditelpon sama-sama belum saling kenal. Dan kita tahu betapa apa yang disebut cold call ini bisa sangat menjengkelkan. Tapi jangan2 suatu saat, terkadang Anda perlu melakukannya. Maka di buku ini Ferrazzi memberikan dua buah rekomendasi untuk membuat aktivitas cold call ini bisa jadi lebih lancar.</p>
<ul>
<li> Pertama, cobalah sebaik mungkin membuat kaitan dengan orang yang Anda telpon. Kaitan ini berupa orang yang baik Anda maupun dia sama-sama kenal.</li>
<li> Kedua, sejak di awal buatlah dia merasa jelas mengapa telpon itu sangat penting dengan memastikan PR Anda sudah dikerjakan (bab 7). Jadilah orang yang efisien dengan kata-kata dan coba juga tangkap ketertarikan mereka &#8211; jangan ngelantur dan ngomong yang membosankan. Jika maksud Anda adalah untuk bertemu tatap muka, maka tekankan betapa Anda sangat ingin bertemu meskipun bukan untuk membicarakan perihal yang menarik dua belah pihak (Anda lebih tepatnya). Buatlah dia bersedia bertemu minimal karena kesamaan teman tertentu. Bab 10 &#8211; Menghadapi Gatekeeper dengan Anggun</li>
</ul>
<p>Inti dari bab ini begitu sederhana: berusahalah sekeras mungkin untuk bisa jadi teman dan raih dukungan dari asisten administratif. Jangan sekalipun pernah meremehkan peran dari asisten administratif, jangan pernah juga mempersukar urusannya. Rasakan saja sendiri dampaknya; dia bisa membantu Anda menyederhanakan urusan birokratif yang membosankan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/networking_professionals.jpg" alt="Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring (2)" width="486" height="362" title="Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring (2)" /></p>
<h3>Bab 11 &#8211; Jangan Pernah Makan Sendirian</h3>
<p>Gagasannya di sini adalah makan merupakan waktu yang bagus untuk membangun hubungan dengan orang lain. Maka jika Anda makannya sendirian, itu artinya sama saja dengan melewatkan kesempatan untuk menjalin hubungan. Sang penulis malah kemudian menyarankan kita untuk mengundang secara bergantian teman-teman untuk makan bersama kita, plus juga mereka boleh mengajak teman-teman mereka. Dan di situlah biasa orang-orang potensial bermunculan.</p>
<h3>Bab 12 &#8211; Bagilah Semangat Anda</h3>
<p>Bila Anda ingin membangun hubungan yang kuat dengan seseorang, maka cobalah berbagi kepada mereka akan apa-apa yang Anda punya ghiroh atau semangat tentangnya. Ini bisa apa saja: tentang olahraga, politik, bisnis, apapun itu.</p>
<h3>Bab 13 &#8211; Lakukan Follow Up jika Tak Ingin Gagal</h3>
<p>Ferrazzi sepertinya menganggap ini sebagai bagian paling penting dari bukunya. Karenanya, saya pun ingin berikan cetak tebal di poin yang satu ini: when you make a connection, follow it up, kalau sudah membuat koneksi, lakukan follow up! Entah bentuknya SMS atau email, Anda perlu melakukan follow up terhadap koneksi yang Anda anggap penting.</p>
<h3>Bab 14 &#8211; Lewat</h3>
<p>Ini adalah bab tentang bagaimana cara memanfaatkan temu ramai.</p>
<h3>Bab 15 &#8211; Terhubung dengan Connector</h3>
<p style="text-align: left;">Di sini penulis meminjam konsep dari buku The Tipping Point, yakni connectors: orang2 yang punya jejaring pribadi yang besar dan luas. Ini adalah orang-orang yang pastinya bagus untuk dijadikan relasi. Tapi bagaimana cara menemukannya? Penulis menyarankan beberapa grup untuk dicek: headhunter, siapapun yang dekat dengan kekuasaan politik, orang-orang dari public relation, dan jurnalis. Itu semua sebagai awalan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/networking539__1231533611_9633.jpg" alt="Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring (2)" width="497" height="338" title="Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring (2)" /></p>
<h3>Bab 16 &#8211; Mengembangkan Lingkar Jejaring Anda</h3>
<p>Cara terbesar untuk mengembangkan jejaring Anda, menurut bab ini, adalah dengan menggabungkan jejaring/daftar contact Anda dengan orang lain. Tawarkan orang lain untuk berbagi daftar relasi mereka, khususnya yang dari kalangan yang Anda belum kenal dengan baik.</p>
<h3>Bab 17 &#8211; Seni Berbasa Basi</h3>
<p>Bab ini penuh dengan kiat bagaimana cara membangun hubungan dengan orang lain: Melatih senyum, menghindari lengan yang terlipat, rileks, mencondongkan tubuh, bersalaman, dan beragam kiat seperti yang bisa ditemui di How to Win Friends and Influence People.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/never-eat-alone-kiat-efektif-membangun-jejaring-networking/" rel="bookmark">Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring - Networking</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/never-eat-alone-kiat-efektif-membangun-jejaring-3/" rel="bookmark">Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring (3)</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/kiat-meningkatkan-partisipasi-dalam-rapat/" rel="bookmark">Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat (1)</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/6-cara-meningkatkan-kecepatan-dalam-membaca/" rel="bookmark">6 Cara Meningkatkan Kecepatan dalam Membaca</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/memahami-kendala-partisipasi-dalam-rapat/" rel="bookmark">Memahami Kendala Partisipasi dalam Rapat</a></li></ul></div><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1120&type=feed" alt=" Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring (2)"  title="Never Eat Alone: Kiat Efektif Membangun Jejaring (2)" /><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=e4_oKnfJp2I:ml1LHJr01oc:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=e4_oKnfJp2I:ml1LHJr01oc:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/never-eat-alone-kiat-efektif-membangun-jejaring-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/never-eat-alone-kiat-efektif-membangun-jejaring-2/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat (2)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/HrWQh3bN3Sc/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/kiat-meningkatkan-partisipasi-dalam-rapat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 22:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Ampuh]]></category>
		<category><![CDATA[partisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[pertemuan]]></category>
		<category><![CDATA[rapat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1115</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini adalah bagian terakhir (setidaknya untuk saat ini) dari serial bagaimana meningkatkan partisipasi dalam rapat. Di bagian ini yang dibahas adalah tentang pentingnya pembuatan aturan main, bagaimana cara mengundang partisipasi dan pemberian studi kasus.


Membuat aturan main
Aturan main adalah kesepakatan perilaku: harus kemudian menciptakan adanya rasa hormat, kolaborasi, dan efisiensi tanpa menghilangkan adanya spontanitas dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini adalah bagian terakhir (setidaknya untuk saat ini) dari serial bagaimana meningkatkan partisipasi dalam rapat. Di bagian ini yang dibahas adalah tentang pentingnya pembuatan aturan main, bagaimana cara mengundang partisipasi dan pemberian studi kasus.<br />
<img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/MeetingRoom_LR.jpg" alt="Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat (2)" width="495" height="330" title="Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat (2)" /></p>
<p><span id="more-1115"></span></p>
<h3>Membuat aturan main</h3>
<p>Aturan main adalah kesepakatan perilaku: harus kemudian menciptakan adanya rasa hormat, kolaborasi, dan efisiensi tanpa menghilangkan adanya spontanitas dan kreativitas. Memang bisa saja panitia menawarkan seperangkat aturan yang dianggap baik dan perlu, lalu kemudian memaksa partisipan untuk menaatinya. Tapi ini tidaklah baik. Adalah lebih baik bila peserta membuat sendiri aturan main dari pendapat mereka sendiri. Dengan begitu, aturan yang dibuat akan bersifat spesifik untuk mereka sang pembuat, rasa kepemilikan terhadapnya besar, dan besar kemungkinan mereka menaatinya: toh itu mereka sendiri yg membuatnya.</p>
<p>Pimpinan forum bisa memulai diskusi dengan mengajukan pertanyaan seperti, &#8220;Panduan atau rambu semacam apa yang perlu kita punya agar pertemuan kita bisa optimal?&#8221; Atau &#8220;Prinsip-prinsip apa yang perlu kita sama-sama camkan selama pertemuan berlangsung?&#8221;</p>
<p>Biasanya, aturan main atau ground rules ini meliputi aspek berikut ini:</p>
<ol>
<li>Kehadiran</li>
<li>Ketepatwaktuan: prosedur menangani dia yg terlambat misal.</li>
<li>Partisipasi</li>
<li>Pembagian peran dalam pertemuan</li>
<li>Interupsi: matikan atau silent handphone</li>
<li>Proses diskusi</li>
<li>Kerahasiaan: apa sajakah informasi yang boleh keluar forum dan yang tidak.</li>
<li>Penugasan</li>
<li>Pelanggaran2</li>
</ol>
<p>Hal penting yang perlu diperhatikan: semakin sederhana aturannya, semakin mudah diingat, dan semakin mudah pula untuk ditaati. Tidak perlu membuat aturan semacam yang ada untuk sidang DPR.</p>
<p>Bila partisipan sama sekali tak punya gambaran, barulah pimpinan rapat bisa mengajukan tawaran topik. Pun juga saat diskusi atau pendapat dari peserta telah mulai meluncur. Setelah dibuat dan disepakati, aturan main itu sebaiknya dipampang di kertas agar bisa dilihat oleh seluruh peserta.</p>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/Trade-OfftrialsOct23SEAWEB002_000.jpg" alt="Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat (2)" width="495" height="297" title="Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat (2)" /></p>
<h3>Membuka Diskusi &amp; Mengundang Partisipasi</h3>
<p>Bila suasananya sudah tepat dan topiknya menarik, biasanya mudah untuk memulai diskusi. Namun bila partisipan lamban sekali partisipasinya, maka fasilitator perlu mengajukan pancingan dalam bentuk pertanyaan terbuka, sedemikian rupa partisipan tidak bisa hanya menjawab dengan sekedar &#8220;iya&#8221; atau &#8220;tidak&#8221;. Agar tak lupa, fasilitator amat dibolehkan mencatat pertanyaan2 pancingan ini di atas kertas untuk digunakan sebagai contekan. Sama sekali tak berdosa &amp; jadi masalah.</p>
<p>Begitu mulai ada yang berbicara, maka fasilitator mendengarkan. Jika dibutuhkan, maka meminta klarifikasi. Ini artinya dengan meminta partisipan untuk mengulang kembali pernyataannya, membahasakan ulang dalam bentuk yang lebih ringkas atau mudah dimengerti, menjelaskan istilah atau definisi, memperjelas perspektif/cara pandang, memberikan penjelasan tambahan, untuk memberikan data atau fakta pendukung, atau untuk memberikan contoh.</p>
<p>Fasilitator bisa mengugnakan pertanyaan penggugah keterlibatan dengan model pertanyaan semisal &#8220;Ada pemikiran lain barangkali&#8221;, &#8220;Apa mungkin ada yang punya pengalaman berbeda?&#8221; Untuk peserta yang sudah saling mengenal, bisa juga menggunakan pernyataan seperti &#8220;Yang disampaikan saudara A ini tadi menarik, mari kita tilik lebih dalam lagi&#8221; Atau &#8220;Saudara.B mengajukan informasi yang menarik sekali, sekarang mari, barangkali ada yang menanggapi?&#8217;</p>
<p>Sambil menarik partisipasi, sang fasilitator perlu juga menatap wajah dari partisipan untuk melihat apakah ada isyarat2 ketidaktahuan, bingung, protes atau semacamnya, dan lalu melakukan penyikapan yang bersesuaian.</p>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/meeting_roomB.jpg?t=1256636809" alt="Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat (2)" width="497" height="316" title="Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat (2)" /></p>
<p>Bila partisipan terlihat enggan untuk berpartisipasi dalam diskusi, maka kita bisa menyiasatinya dengan menggunakan kertas ide. Fasilitator membagikan kertas (misal saja ukuran A5 atau setengahnya) dan meminta partisipan untuk menuliskan pendapat dan pemikiran mereka. Setelah beberapa menit, kumpulkan lagi kertasnya, diacak, dan dibagikan lagi ke partisipan. Lalu secara bergantian partisipan membacakan isi kertas ke audiens.</p>
<p>Jika partisipan benar2 malu untuk berpendapat -maksudnya berbicara di depan forum- maka pertama fasilitator bisa membagi seluruh partisipan dalam kelompok2 kecil beranggotakan 3 atau empat orang. Dalam kelompok kecil itulah partisipan akan berbicara. Apapun, intinya kita mengupayakan agar setiap orang berpartisipasi dalam pendapat dan juga mengungkapkan gagasan secara lesan.</p>
<h3>Pemberian Studi Kasus</h3>
<p>Diskusi dan pelibatan peserta hanya akan efektif manakala metodologi yang dipilih mendukung untuk itu. Ini membawa implikasi bahwa jika yang diotak atik adalah urusan siapa pembicara atau narasumbernya, bisa jadi hasil yang diinginkan tak tercapai bilamana metodenya masih berkutat pada ceramah satu arah (meskipun ada sesi tanya jawab).</p>
<p>Metodologi yang dipilih haruslah benar-benar memaksa partisipan untuk mengeluarkan gagasan. Ini tidak lain bisa dicapai dengan memberikan studi kasus untuk dibahas atau dipecahkan. Tentang apa topik dan pokok bahasannya, tentu saja yang terkait dengan tujuan pertemuan. Dalam cara pandang metodologi studi kasus ini, setiap partisipan akhirnya kita pandang sebagai narasumber. Dan bagaimanapun, setiap partisipan memang punya sesuatu untuk dibagi.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/memahami-kendala-partisipasi-dalam-rapat/" rel="bookmark">Memahami Kendala Partisipasi dalam Rapat</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/kiat-meningkatkan-partisipasi-dalam-rapat/" rel="bookmark">Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat (1)</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/gagasan/mengkomunikasikan-aturan-main/" rel="bookmark">Mengkomunikasikan Aturan Main</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/untuk-bisa-sukses-terlebih-dulu-anda-harus-bahagia/" rel="bookmark">Untuk Bisa Sukses, Terlebih Dulu Anda Harus Bahagia</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/panduan-menjadi-moderator-seminar-yang-handal/" rel="bookmark">Panduan Menjadi Moderator Seminar yang Efektif & Handal</a></li></ul></div><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1115&type=feed" alt=" Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat (2)"  title="Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat (2)" /><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=HrWQh3bN3Sc:zaEJ9vcSHtM:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=HrWQh3bN3Sc:zaEJ9vcSHtM:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/kiat-meningkatkan-partisipasi-dalam-rapat-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/kiat-meningkatkan-partisipasi-dalam-rapat-2/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat (1)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/1XX7GMHrFNA/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/kiat-meningkatkan-partisipasi-dalam-rapat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 22:11:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Ampuh]]></category>
		<category><![CDATA[partisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[pertemuan]]></category>
		<category><![CDATA[rapat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1110</guid>
		<description><![CDATA[
Melanjutkan dari tulisan berikutnya tentang memahami ragam kendala partisipasi dalam rapat, berikutnya adalah langsung pada pointer masukan untuk penyikapan kondisi ini.
Jangan memulai pertemuaan dengan bla-bla-bla di awal
Ada pimpinan forum yang selalu memulai pertemuan dengan berbagai pengumuman beruntun sebagai agenda pertama. Ini, secara umum, adalah strategi yang buruk:

Ini bisa mengurangi perasaan sebagai sebuah komunitas bersama, kecuali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/visu-bisuness-meeting.jpg" alt="Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat" width="498" height="174" title="Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat (1)" /></p>
<p style="text-align: left;">Melanjutkan dari tulisan berikutnya tentang memahami ragam kendala partisipasi dalam rapat, berikutnya adalah langsung pada pointer masukan untuk penyikapan kondisi ini.</p>
<h3>Jangan memulai pertemuaan dengan bla-bla-bla di awal</h3>
<p>Ada pimpinan forum yang selalu memulai pertemuan dengan berbagai pengumuman beruntun sebagai agenda pertama. Ini, secara umum, adalah strategi yang buruk:</p>
<ul>
<li>Ini bisa mengurangi perasaan sebagai sebuah komunitas bersama, kecuali seluruh pengumuman bersifat relevan bagi pribadi2 partisipan.</li>
<li>Ini bisa mengalihkan partisipan dari tujuan pertemuan dan agenda2 yang sesungguhnya.</li>
<li>Ini bisa mengirimkan pesan bahwa tidaklah penting untuk hadir tepat waktu.</li>
<li>Ini sudah permulaan yang keliru, yakni ketika yang diinginkan adalah partisipasi, tapi yang dilakukan adalah komunikasi satu arah. Ini bisa membuat transisi menuju model kolaborasi menjadi lebih sulit</li>
</ul>
<p><span id="more-1110"></span></p>
<h3>Pengharapan terhadap partisipan</h3>
<p>Forum harus punya pengharapan terhadap setiap peserta yang hadir, sebisa mungkin spesifik. Dari sini panitia bisa menemukan betapa keunikan dari setiap partisipan. Jika partisipan tidak mengetahui hal unik apa yang bisa dia kontribusikan, dia jadinya merasa tidak perlu melibatkan diri. Dan unik di sini tidaklah lantas berarti berbeda atau menjadi satu-satunya ketimbang yang lain. Cukup bagi dia untuk tahu bahwa dia bisa memberikan kontribusi berupa informasi &amp;  pengalaman yang berbeda dari kebanyakan.</p>
<h3>Pemilihan waktu sesi kolaboratif</h3>
<p>Umumnya, kita punya dua periode &#8220;puncak&#8221; di mana energi fisik dan kesiagaan mental kita berada pada tingkat tertinggi. Untuk orang-orang yang kerjanya di siang hari, waktu itu adalah kisaran 9:30-11:30 di awal hari dan sekitar 3:00-5:00 di sore hari. Kebanyakan orang mengalami masa loyo di kisaran jam 1:00 and 3:00 sore, kita sudah ketahui.</p>
<p>Maka di kisaran waktu loyo, perlu upaya ekstra dan metodologi yang lebih variatif, misal dengan ice breaker ala trainer yg benar-benar membuat partisipan bergerak, pemutaran film atau klip, ataupun apa-apa yang tidak membutuhkan aktivitas pikiran besar.</p>
<h3>Pengaturan duduk</h3>
<p>Bahwa ruang yang dibutuhkan tentunya harus bisa menampung seluruh partisipan plus petugas2, itu sudah jelas. Perihal lain adalah pengaturan tempat duduk, yang mana ini bisa berikan dampak cukup lumayan pada mood/suasana hati partisipan dan kondusifitas forum. Untuk meningkatkan peluang terjadinya interaksi, pengaturan yang paling bagus adalah melingkar, kotak atau U. Konfigurasi ini menjadikan partisipan merasa punya kesamaan status dan secara tak sadar mendorong seluruh peserta untuk berkontribusi secara sepadan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/room_plan.jpg" alt="Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat (1)" width="495" height="334" title="Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat (1)" /></p>
<h3>Penginformasian agenda</h3>
<p>Agenda baiknya diberikan setidaknya 24 jam jauh di depan sebelum pertemuan, termasuk juga jika ada bahan-bahan untuk dibaca atau direview oleh calon partisipan. Partisipan nanti haruslah tahu apa-apa yang perlu dipersiapkan. Pertemuan tidaklah boleh sampai menjadi pesta penuh kejutan. Ketidaktahuan partisipan akan agenda dan bahan2 yang akan dibicarakan akan membuat pemanasan pikiran partisipan jadi lambat.</p>
<p>Dan mengingat tabiat manusia yang banyak kesibukan, maka jangan lupa untuk mengingatkan partisipan untuk melakukan PR mereka. Komunikasi tidak hanya via SMS, tapi juga channel yang lain. Jangan tembak dan lari, dan berprasangka baik calon partisipan benar2 akan membaca bahan2 pertemuan.</p>
<p>Di saat pertemuan sudah dilangsungkan, agenda sebaiknya dipampang di flipchart atau manila atau media lain yang bisa dengan mudah dilihat oleh seluruh peserta.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/meeting-1.jpg" alt="Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat (1)" width="480" height="320" title="Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat (1)" /></p>
<h3>Pemanasan di awal</h3>
<p>Cara umum untuk memulai pertemuan dalam rangka mengundang partisipasi adalah dengan melakukan pemanasan, dengan fungsi:</p>
<ol>
<li>Memecahkan kekakuan antar orang yang belum saling kenal satu sama lain (artinya: tiap peserta harus dibuat agar saling kenal. Semakin kenal, semakin partisipan merasa tak canggung untuk berpartisipasi)</li>
<li>Untuk membuat peserta terlibat semenjak dari awal</li>
<li>Untuk membentuk perasaan atau ikatan hati</li>
<li>Untuk membuat partisipan tidak canggung dalam mengungkapkan pemikiran &amp; perasaan mereka.</li>
</ol>
<p>Dan yang penting, bahasa yang digunakan sebaiknya bukanlah bahasa yang &#8220;baru&#8221; bagi partisipan, melainkan bahasa, kosakata, dan gaya yang sama sebagaimana yang biasa mereka gunakan dalam keseharian.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/memahami-kendala-partisipasi-dalam-rapat/" rel="bookmark">Memahami Kendala Partisipasi dalam Rapat</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/kiat-meningkatkan-partisipasi-dalam-rapat-2/" rel="bookmark">Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat (2)</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/untuk-bisa-sukses-terlebih-dulu-anda-harus-bahagia/" rel="bookmark">Untuk Bisa Sukses, Terlebih Dulu Anda Harus Bahagia</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/hikmah/mengapa-menolong-orang-lain-membuat-diri-lebih-bahagia/" rel="bookmark">Mengapa Menolong Orang Lain Membuat Diri Lebih Bahagia</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/produktivitas/mengambil-keputusan-melemahkan-produktivitas/" rel="bookmark">Mengambil Keputusan Malah Melemahkan Produktivitas?</a></li></ul></div><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1110&type=feed" alt=" Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat (1)"  title="Kiat Meningkatkan Partisipasi dalam Rapat (1)" /><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=1XX7GMHrFNA:FsVLNsHUZsI:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?a=1XX7GMHrFNA:FsVLNsHUZsI:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AkhmadguntarDotCom?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/kiat-meningkatkan-partisipasi-dalam-rapat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/kiat-meningkatkan-partisipasi-dalam-rapat/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
