<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-7030717</atom:id><lastBuildDate>Mon, 08 Mar 2010 03:30:21 +0000</lastBuildDate><title>A Learning Page</title><description /><link>http://www.khayla.net/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Khayla)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>177</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/ALearningPage" /><feedburner:info uri="alearningpage" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-9114137434704384535</guid><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 10:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-02T11:17:05.603+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Wanita</category><title>Ya Ukhti, Tempat Kita Bukan di Jalan</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.rakyatmerdeka.co.id/images/foto/normal/678431-06185311022006b@2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 200px;" src="http://www.rakyatmerdeka.co.id/images/foto/normal/678431-06185311022006b@2.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sejak runtuhnya kekuasaan orde baru di Indonesia yang terwujud setelah serangkaian demonstrasi besar-besaran, kegiatan itu (baca: demonstrasi) seolah menjadi budaya yang rutin dilaksanakan. Seolah ada pembenaran bahwa suara rakyat yang (jika mengikuti system demokrasi) seharusnya disalurkan melalui wakil-wakilnya di parlemen – terlepas apakah wakil tersebut benar-benar merepresentasikan masyarakat yang diwakilinya atau tidak – pun juga dapat diutarakan langsung dengan berkumpul dijalanan, meneriakkan yell-yell atau slogan tertentu, dengan spanduk dan gambar-gambar, ataupun kegiatan lain yang mengundang perhatian. Tentu saja demonstrasi yang dimaksudkan disini bukan berupa unjuk kebolehan atau kemampuan dalam bidang tertentu, melainkan sebuah unjuk kekuatan untuk mempengaruhi opini bahkan menekan pihak lain, mengajukan protes dan sejenisnya, meskipun kemudian disamarkan dengan menamakannya sebagai “aksi damai” yang tidak jarang berujung kericuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Teringat akan dua orang perempuan manis berkerudung yang menemuiku beberapa waktu yang lalu dengan tujuan untuk mencari dukungan terhadap pergerakan perempuan dan peringatan hari perempuan sedunia. Mereka berencana mengadakan aksi damai – mungkin long march - di beberapa kota besar di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dan sekali lagi, atas nama perjuangan hak-hak perempuan, perempuan kembali turun ke jalan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" &gt;Sulit membayangkan berada pada posisi mereka, berada di jalan, meneriakan yell yell mengenai hak-hak perempuan, dan seterusnya. Sungguh sangat tidak terbayangkan sekelompok perempuan, yang seharusnya menjaga kehormatannya, mengusung spanduk di jalan sambil meneriakkan slogan agar umat ini, baik laki-laki maupun perempuan, menyadari hak-hak perempuan dan tidak menutupnya rapat-rapat di dalam ruang seolah tidak pernah ada. Terlebih lagi mereka punya kebanggaan, kepuasan karena suatu tujuan yang dianggap mulia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Mungkin dapat dipahami bahwa kelompok-kelompok pergerakan perempuan tersebut – yang sebagiannya cenderung memisahkan diri dari ajaran agama islam yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah, yang dipandang lahir dari budaya patriarkis sehingga dianggap lebih memihak kaum laki-laki – merupakan kelompok yang bercampur baur lintas agama, dan adapun yang beragama islam sebagian justru mempunyai pandangan seperti di atas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Memandang ke sisi lain, demonstrasi yang melibatkan perempuan tidak hanya dilakukan oleh pergerakan perempuan indipenden, tetapi juga oleh kader ataupun simpatisan kelompok atau partai partai yang konon berbasiskan agama Islam. Para akhwat itu digiring ke jalan, melakukan marching ditengah terik matahari, diantaranya ada yang meninggalkan pekerjaannya, rumahnya, keluarganya untuk ikut berpartisipasi dalam ‘aksi damai’ yang di gelar tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Kenapa harus berdemonstrasi? Bukankah mereka mendukung proses demokrasi yang berlangsung dan  mempunya banyak wakil di parlemen? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Lebih parah lagi, mengapa mesti melibatkan perempuan - ibu, isteri, saudari, kaum muslimah - ikut memeriahkan suasana, turun ke jalan? Bukankah perempuan seharusnya dijaga, dilindungi? Bukannya justru membiarkani mereka menjadi pusat perhatian, bercampur-baur (bahkan pada beberapa kejadian) berdesak-desakan dengan kaum laki-laki? Apakah agama islam yang dijadikan sandaran oleh mereka hanya digunakan pada saat menguntungkan lalu diabaikan pada saat lainnya? Ataukah ini yang diinginkan, sebuah pendidikan politik – yang bukan berasal dari ajaran normative Islam – kepada masyarakat yang mayoritas muslim ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Apa sebenarnya yang ingin dicapai dengan mengikutsertakan kaum muslimah turun kejalan? Apakah dengan begitu, tujuan dari aksi tersebut dapat tercapai, merebut perhatian orang banyak dan mempengaruhi opini public bahkan para pengambil keputusan? Lalu, seberapa banyak rangkaian aksi demo itu yang membuahkan hasil seperti yang diinginkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Alih-alih dari usaha untuk amar ma’ruf nahi mungkar, yang terjadi justru kemungkaran!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Menilik kembali sejarah perjalanan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan para sahabat radiallahu anhuma, bukankah aksi protes terhadap pemimpin pertama kali dilakukan oleh seseorang (yang kemudian dikenal sebagai cikal bakal khawarij) pada saat pembagian ghanimah setelah perang Hunain, dia berteriak kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam: “Berlaku adillah, ya Muhmmad!” Dan jika saja tidak dicegah oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam (dengan alasan agar tidak timbul fitnah bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam membunuh sahabatnya) dia pasti telah dibunuh oleh para sahabat (dalam riwayat oleh Umar bin Khattab).1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Juga menelaah kisah para sahabat, bagaimana Utsman bin Affan radillahu anhu setelah serangkaian demonstrasi akibat isu / fitnah yang disebarkan oleh Abdullah bin Saba atau Ibnu Saudah (seorang yahudi yang berpura-pura masuk Islam) berlanjut dengan  aksi protes sekelompok masyarakat yang terus terjadi dan berlanjut dengan pengepungan selama berhari-hari, hingga kemudian berakhir dengan pembunuhan beliau, yang dilakukan oleh kelompok khawarij. Terlihat bahwa aksi demonstrasi tersebut tentunya bukanlah merupakan sunnah yang diikuti oleh para salafush shaleh, namun sesuatu yang sangat menyelisihinya.2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Sebagian lain berhujjah bahwa aksi demonstrasi tersebut adalah sebuah upaya amar ma’ruf nahi mungkar, sebagai perwujudan dari hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam, nasihat kepada pemimpin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Syaikh bin Baz, ketika ditanya Apakah demonstrasi yang dilakukan oleh kaum laki-laki dan wanita untuk menentang pemimpin bisa dianggap sebagai suatu jalan dakwah, menjawab bahwa demonstrasi yang dilakukan oleh kaum laki-laki dan wanita bukanlahlah jalan keluar. Bahkan beliau beranggapan bahwa hal tersebut termasuk dari sebab-sebab musibah, kejelekan, kebencian manusia dan terjadinya permusuhan antar manusia yang tidak sesuai dengan kebenaran. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Adapun cara-cara yang disyariatkan yakni : menulis surat, memberikan nasehat serta berdakwah kepada kebaikan dengan jalan yang telah ditetapkan syariat yang tentunya telah dijelaskan caranya oleh ahlul ilmi, para sahabat Rasullullah dan orang-orang yang mengikuti beliau dalam kebaikan yakni dengan menulis surat dan berhadapan langsung dengan pemimpin untuk memberikan nasehat tanpa menyebarkan perbuatan yang mereka lakukan di atas mimbar sehingga menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan.3) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Sebagaimana salah seorang dari generasi salaf berkata, “Barangsiapa menasihati saudaranya secara empat mata, itulah nasihat. Barangsiapa menasihatinya di depan manusia, sungguh ia telah menjelek-jelekkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Ibnu Abbas radiallahu anhu pernah ditanya tentang menyuruh penguasa kepada kebaikan dan melarangnya dari kemungkaran, kemudian Ibnu Abbas menjawab: “Jika engkau harus melakukannya, lakukanlah secara empat mata.4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Adapun jika berhujjah dengan sirah Nabawiah, dimana ketika Umar bin Khattab radiallahu anhu masuk Islam Nabi sallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk keluar membentuk dua shaf sambil meneriakkan kalimat tayyibah, maka di dalam sanadnya hadits tersebut terdapat seorang mungkarul hadits, sehingga hadits tersebut tidak dapat dijadikan hujjah.5) Dan andaipun hadits tersebut shahih, Syaikh bin Baz berkata bahwa hal itu tetap tidak dapat dijadikan dasar mengingat hal tersebut terjadi pada permulaan Islam, sebelum agama Islam sempurna. Padahal yang menjadi sandaran perintah dan larangan dan seluruh permasalahan agama adalah setelah hijrah.6)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Dari pemaparan di atas terlihat bahwa demonstrasi itu bukan dari Islam dan tidak pantas dinisbatkan kepada islam dengan diberi label ‘demonstrasi islami’.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Jika untuk laki-laki saja demikian, apalagi untuk wanita?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Seseorang pernah mengajukan hujjahnya kepada saya, “Umar bin Khaththab pernah diprotes oleh seorang wanita mengenai mahar yang ditetapkan oleh Amirul Mukminin, dan kemudian dibantah oleh wanita tersebut bahwa menentukan mahar itu merupakan hak wanita, dimana kemudian Umar berkata. “Umar salah dan wanita ini benar;” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Saya pernah mendengar kisah ini namun tidak mengetahui shahih tidaknya. Jika pun atsar di atas shahih, tetap saja itu bukan merupakan perwujudan keterlibatan perempuan dalam aksi unjuk rasa di jalan-jalan, karena wanita tersebut melakukannya dalam sebuah pertemuan (yang sifatnya terbatas) dan berhadapan langsung dengan Umar bin Khaththab radiallahu anhu, dan bukannya mengusung spanduk sambil berteriak dari jalan ataupun mimbar-mimbar kepada sang pemimpin yang berada di istananya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Ya ukhti, sudah cukup buruk bagi kita, terpaksa keluar dari rumah, berbaur dengan kaum pria di tempat kerja, untuk membantu menopang kehidupan keluarga. Jangan ditambah lagi dengan turun ke jalan, membawa spanduk, meneriakkan protes dan sejenisnya yang tidak meninggalkan maslahat sedikutpun untuk diri, keluarga terlebih lagi agama kita, bahkan sungguh jauh dari fitrah sebagai seorang muslimah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Wallahu a'lam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;_________________________&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Catatan Kaki:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;1) HR Muslim, Kitab Zakat, Bab: Menyebutkan Golongan Khawarij dan Sifatnya, No. 1761&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;2) Al-Bidayah wan-Niahayah (terjemahan masa Kulafaur-Rasyidin); Ibnu Katsir. Penerbit: Darul Haq.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;3) Apakah Demonstrasi Termasuk Jalan Dakwah ; Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz; Majmu Fatawa Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Baz 8/245]; Sumber : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;amp;article_id=1748&amp;amp;bagian=0 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;4) Jami’ul Ulum Wal HIkam (Panduan Ilmu dan HIkma(, Ibnu Rajab al-Hambali, syarah hadits Arbain no. 7) Penerbit : Darul Falah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;5) Demonstrasi Bukan Jihad; Zuhair Syarif, SALAFY XXVII/1419/1998/MABHATS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;6) DARI ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAZ KEPADA YANG TERHORMAT ABDURRAHMAN BIN ABDUL KHALIQ ; Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz; Majmu Fatawa Samahatusy Syaikh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;" class="fullpost" &gt;Abdul Aziz bin Baz 8/245); Sumber:  http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;amp;article_id=1748&amp;amp;bagian=0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Reposted from the original post on 6 April 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-9114137434704384535?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/48M6rMjeL0Y" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/48M6rMjeL0Y/ya-ukhti-tempat-kita-bukan-di-jalan.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2007/04/ya-ukhti-tempat-kita-bukan-di-jalan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-5177406383641721416</guid><pubDate>Mon, 15 Feb 2010 00:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-21T07:48:01.254+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ulama: Thawus bin Kaisan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah</category><title>Nasihat Thawus bin Kaisan kepada Penguasa</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S3ieDI0boCI/AAAAAAAAANg/2TyuplIfMDc/s1600-h/randomossityheader.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 143px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S3ieDI0boCI/AAAAAAAAANg/2TyuplIfMDc/s200/randomossityheader.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438270326794068002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengawal khalifah Sulaiman bin Abdul Malik bin Marwan menghampiri Thawus dan berkata: “Ikutlah dengan kami, Amirul Mukminin mengundang anda, wahai Syaikh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa membuang-buang waktu, Thawus mengikutinya. Menurut beliau bahwa setiap da’i tidak boleh menyia-nyiakan waktu bila ada kesempatan. Setiap kali diundang, mereka bersegera datang. Ia juga meyakini bahwa kalimat yang utama untuk disampaikan adalah kalimat yang benar untuk meluruskan para penguas yang menyimpang dan menjauhkan mereka dari kezaliman dan kekejaman, sekaligus mendekatkan mereka kepada Allah subhanahu wa ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesampainya di depan Amirul Mukminin, beliau memberi salam dan disambut dengan sangat ramah. Selanjutnya khalifah membimbing beliau menuju majelisnya lalu bertanya tentang persoalan manasik haji. Beliau mendengarkan dengan tekun dan penuh hormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika beliau merasa bahwa Amirul Mukminin telah sudah mendapatkan keterangan yang diperlukan dan tak ada lagi yang dipertanyakan, Thawus berkata dalam hati, “Ini adalah majelis yang kelak engkau akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah subhanahu wa ta’ala wahai Thawus!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Thawus menoleh kepada khalifah dan berkata, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya ada suatu batu besar di tepi jahannam. Batu itu dilemparkan ke dasar jahannam dan baru mencapai dasarnya setelah 70 tahun. Tahukah anda untuk siapa sumur itu disediakan wahai Amirul Mukminin?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Khalifah berkata, “Tidak, duhai celaka, untuk siapakah itu?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Thawus berkata, “Untuk orang-orang yang dipilih Allah sebagai penegak hukum-Nya namun dia menyelenwengkannya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba tubuh khalifah Sulaiman gemetaran seolah-olah rohnya akan terbang dari jasadnya. Seelah itu beliau menangis tersedu-sedu. Kemudian Thawus meninggalkan majelis itu dan pulang sedangkan khalifah mendoakan agar Thawus mendapt balasan yang lebih baik dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar bin Abdul Aziz mengirimkan surat kepada Thawus bin Kaisan yang isinya: “Berilah aku nasihat”. Thawus bin Kaisan membalas surat tersebut dengan sebaris kalimat singkat: &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;“Bila anda menghendaki seluruh amal anda baik, maka angkatlah para pegawai orang-orang yang baik pula.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi membaca surat tersebut, khalifah Umar bin Abdul Aziz erkata: “Cukuplah ini sebagai peringatan... cukuplah ini sebagai peringatan...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Hisyam bin Abdul Malik tiba di Tanah Haram untuk menunaikan ibadah haji. Dia pun meminta pemuka Makkah untuk bertemu dengan salah seorang ulama Tabi’in. Maka dipanggillah Thawus bin Kaisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thawus bin Kaisan datang menghadap, beliau membuka sepatunya di tepi permadani, lalu memberi salam tanpa menyebut ‘Amirul Mukminin’ dan hanya menyebut namanya saja tanpa atribut kehormaan. Kemudian beliaulangsung duduk sebelum khalifah memberi izin dan mempersilahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya Hisyam tersinggung dengan perlakuan tersebut, sehingga tampak kemarahan dari pandangan matanya. Dia menganggap hal itu kurang sopan dan tidak hormat, terlebih di hadapan para pejabat dan pengawalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja dia sadar bahwa saat itu berada di Tanah Haram, rumah Allah subhanahu wa ta’ala sehingga dia menahan dirinya, lalu berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hisyam: “Mengapa anda berbuat seperti itu wahai Thawus?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thawus: “Memangnya apa yang saya lakukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hisyam: “Anda melepas sepatu di tepi permadaniku. Anda tidak memberi salam kehormatan, Anda hanya memanggil namaku tanpa gelar lalu duduk sebelum dipersilahkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thawus: “Adapun tentang melepas sepatu, saya melepasnya lima kali sehari di hadapan Allah Yang Maha Tahu, maka hendaknya anda tidak marah atau gusar. Adapun masalah saya tidak memberi salam dengan menyebut gelar amirul mukminin, itu karena tidak semua kaum Mukminin membaiat anda. Oleh karena itu saya takut dikatakan pembohong bila memanggil anda dengan Amirul Mukminin. Anda tidak rela say menyebut nama Anda tanpa gelarkebesaran, padahal Allah subhanahu wa ta’ala memanggil nabi-nabi-Nya dengan nama-nama mereka: “Wahai Daud...Wahai Yahya...Wahai Musa.... Wahai Isa... Sebaliknya menyebut musuhnya dengan gelar (“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;“Adapun saya duduk sebelum dipersilahkan, ini karena saya mendengar Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata, “Bila engkau hendak melihat seorang ahli neraka, maka lihatlah pada seorang yang duduk sedangkan orang-orang di sekelilingnya berdiri”. Saya tidak suka anda menjadi penduduk neraka.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amirul Mukminin Hisyam mendengarkan penjelsan itu dengan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hisyam: “Wahai Abu Abdirrahman, beriah saya nasihat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thawus: “Saya pernah mendengar Ali bin Abi Thalib berkata: &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;“Di dalam jahannam terdapat ular-ular sebesar pilar dan kalaengking sebesar kuda. Mereka menggigit dan menyengat setiap penguasa yang tidak adil tehadap rakyatnya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu ia bangkit dari tempat duduknya lalu pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: Shuwaru min Hayati at-Tabi’in (id), Dr. Abdurrahman Ra’fat Basya,  At-Tibyan hal. 351-254&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-5177406383641721416?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/kt41Es1XeJI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/kt41Es1XeJI/nasihat-thawus-bin-kaisan-kepada.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S3ieDI0boCI/AAAAAAAAANg/2TyuplIfMDc/s72-c/randomossityheader.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2010/02/nasihat-thawus-bin-kaisan-kepada.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-3685314750523839314</guid><pubDate>Mon, 08 Feb 2010 03:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-08T11:24:49.267+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Reflective Journal</category><title>Cinta yang Sesungguhnya</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S2-DEGWqodI/AAAAAAAAANM/YxZTFZQY7kE/s1600-h/true+love.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 260px; height: 188px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S2-DEGWqodI/AAAAAAAAANM/YxZTFZQY7kE/s200/true+love.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435707381707874770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Awal Februari, selalu saja ramai dengan artikel tentang valentine. Tulisan ini  tidak bermaksud membahas valentine, toh sudah cukup banyak dibahas oleh mereka yang mempunyai ilmu lebih dengan sangat jelas. Jadi tentunya sebagian besar kita sudah mafhum keburukan valeninte. Bagi yang belum paham, saya menganggapnya sebagai musibah. Semoga Allah menunjuki kita semua ke jalan hidayah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menyebut kata valentine selalu saja mengingatkanku kepada Bapak, semoga Allah merahmatinya. Bukan karena di rumah ada perayaan valentine, tidak! Tetapi lebih pada sesuatu yang dulu kuanggap sebagai pengalaman buruk, kemudian seiring perjalanan waktu menjadi pengelaman yang lucu dan mengesankan, hingga akhirnya kupahami sebagai bukti cinta yang sesungguhnya dari seorang bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan tempat aku dibesarkan, warganya sangat akrab satu sama lain. Anak-anaknya –anak lorong kami biasa menyebut diri kami- berteman sejak kecil layaknya saudara. Tumbuh bersama sejak masa kanak, sebagian lagi ketika mulai menginjak remaja, membuat keakraban diantara kami seolah tanpa batas. Selalu mengadakan kegiatan bersama, camping, wisata, kerja bakti, olah raga di pagi hari, atau sekedar mengumpulkan uang untuk masak dan makan bersama di rumah salah seorang diantara kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga masuk ke bulan Februari, lupa tepatnya tahun berapa, yang jelas kejadiannya bertahun-tahun yang lalu. Waktu itu valentine adalah sesuatu yang baru dan benar-benar nge-trend di kalangan anak muda, bahkan di kota kecil seperti Kendari. Padahal jujur, sebagian besar (termasuk aku sendiri saat itu) tidak mengerti apa arti valentine. Persiapan pesta ada dimana-mana. Di sekolahku (SMP), teman-teman ramai membuat kartu berwarna merah jambu dengan berbagai pernik untuk diberkan kepada teman-teman lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak lorong pun tak ketinggalan. Karena kedekatan kami, sebagian diantara kami lalu punya ide untuk membuat pesta malam valentine. Bukan seperti pesta valentine di kota-kota besar, hanya sebuah pesta kecil dari kami untuk kami, untuk mempererat ikatan persaudaraan dan kekerabatan diantara kami. Jadilah itu keputusan yang disepakati penuh anak lorong segala umur (kecuali yang di bawah 14 tahun), bahkan didukung sebagian orang tua. Hingga kami pun mulai mengumpulkan uang untuk pesta nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang ke rumah, aku dan saudara-saudaraku yang lain dengan semangat bercerita kepada Bapak, seperti kebiasaan kami. Tak dinyana Bapak malah marah besar. “Tidak ada pesta valentine! Tidak ada yang boleh ikut kegiatan apapun yang berhubungan dengan valentine!” Saking marahnya, Bapak lalu mendatangi para orang tua lainnya menyatakan keberatannya, menjelaskan buruknya valentine dan mengajak para orang tua untuk membatalkan acara itu. Namun karena para orang tua lainnya menganggap itu hanya acara biasa anak-anak, bukan pesta ‘mengerikan’ seperti yang terdapat di surat kabar atau media tv, mereka tetap mendukungnya. Walhasil, Bapak hanya sendirian, dan ultimatum tetap berlaku. Tidak ada anaknya yang boleh ikut valentine, tidak juga menyumbang untuk acara serupa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatku dan saudaraku, yang dikurung dalam rumah sejak magrib, malam itu adalah malam yang paling menyedihkan. Kami hanya bisa mendengar tawa riang teman-teman yang berpesta, atau sekedar mengintip dari jendela. Butuh waktu untuk bisa tersenyum lagi pada Bapak – yang saat itu kami anggap sangat kejam – itu pun setelah disogok dengan berbagai macam perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun-tahun telah berlalu sejak kejadian itu, mengingatnya justru membuat tertawa. Lucu juga, gadis-gadis kecil di kurung di kamar dengan sedu sedan, sementara suara semarak pesta di sebelah rumah benar-benar membuat diri merasa menjadi anak yang paling malang di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, setelah Bapak kembali kepada Rabbnya, yang teringat adalah rasa haru. Benarlah perkataan bahwa seseorang baru akan merasa sesuatu itu sangat berarti ketika dia kehilangan. Mengingat kejadian itu lagi, yang ada adalah rasa syukur. Bersyukur memiliki seorang Bapak yang penuh cinta, yang menunjukkan kecintaan kepada anak-anaknya, tidak dengan hadiah, tidak dengan kata-kata lembut penuh cinta, tapi dalam bentuk yang tegas, menjauhkan anak-anaknya dari sesuatu yang jelas mudharatnya. Tidak saja karena perayaan itu bentuk tasyabuh bil kuffar yang diharamkan, namun juga karena di dalamnya terdapat banyak maksiat. Sebuah pelajaran akan keteguhannya memegang prinsip, tetap tegar meskipun dia hanya sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak diantara kita yang beranggapan, bahwa bukti cinta orang tua adalah ketika orang tua menuruti segala kemauan anaknya, memberikan kebebasan, meski terkadang mereka tahu itu membahayakan mereka, tidak berdaya ketika anaknya terus merengek atau merajuk. Padahal justru sikap permisif ini yang membuat anak lebih leluasa terjerat ke dalam hal-hal yang merusak hidup dan agamanya. Di sisi lain, orang tua yang membatasi ruang gerak anaknya justru dianggap kejam dan otoriter, padahal sikap itu tidak lain untuk menjauhkan anaknya dari kemudharatan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berada dalam kelompok manakah kita? Masing-masing kita sendiri lah yang paling tahu jawabannya. Semoga Allah menolong kita untuk teguh di atas agama-Nya yang haq, meskipun hanya sendirian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting ulang dari My Solitaire@multiply dengan perubahan judul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-3685314750523839314?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/W9dmXhJK4-E" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/W9dmXhJK4-E/cinta-yang-sesungguhnya.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S2-DEGWqodI/AAAAAAAAANM/YxZTFZQY7kE/s72-c/true+love.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2010/02/cinta-yang-sesungguhnya.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-834185995295392412</guid><pubDate>Fri, 05 Feb 2010 02:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-05T12:18:28.697+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aqidah dan Manhaj</category><title>Sebab-Sebab Bertambahnya Iman</title><description>&lt;div align="center"&gt;Ringkasan poin pembahasan dari rekaman kajian:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;“Sebab-Sebab Bertambahnya Iman”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Syaikh Abdur Razak bin Muhsin Al-Badar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;strong&gt;إن الإيمان ليخلق في جوف أحدكم كما يخلق الثوب الخلق فاسألوا الله أن يجدد الإيمان في قلوبكم&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Sesungguhnya iman  akan hilang dari dalam tubuh seseorang dari kalian sebagaimana usangnya baju. Maka hendaknya kalian meminta kepada Allah agar Allah memperbaharui iman kalian dalam hati-hati kalian.” (HR Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, Ath-Thabrani dalam Mu’jam al-Kabir, dan yang lainnya)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S2uUlE_HSyI/AAAAAAAAANE/APutTSwZxcc/s1600-h/Embun_Pagi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 167px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S2uUlE_HSyI/AAAAAAAAANE/APutTSwZxcc/s200/Embun_Pagi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434600740067167010" /&gt;&lt;/a&gt;Hadits ini adalah hadits yang agung dalam pembahasan tentang keimanan, yang menjelaskan bahwa iman itu bertambah dan berkurang di dalam hati dan anggota badan mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam إن الإيمان ليخلق في جوف أحدكم  artinya iman itu akan berkurang dan akan sirna sediki demi sedikit dalam tubuh kalian. Oleh karena itu Nabi shallallahu alaihi wasallam di akhir hadits mengatakan  فاسألوا الله أن يجدد الإيمان في قلوبكم, beliau  memberi petunjuk kepada kita agar kita selalu memperbaharui iman kita dengan meminta kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyebutkan dua perkara:&lt;br /&gt;1. Bahwa iman itu akan berkurang sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;2. Bahwa iman itu dapat diperbaharui, dikembangkan atau diperkuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim harus mengetahui sebab-sebab yang mengurangi imannya sehingga  sirna dari dirinya. Demikian pula iman dapat bertambah. Seorang muslim harus mengetahui sebab-sebab bertambahnya iman sehingga dapat memperkuat imannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan para Salaf tentang iman:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;Umar bin Khathab radhiallahu anhu:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;هَلُمُّوا نَزْدَدْ إِيمَانًا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Marilah agar kita dapat menambah keimanan “&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas’ud: “&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;اجلسوا بنا نزدد إيمان&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Marilah duduk bersama kami agar kita dapat menambah keimanan.”&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mu’adz bin Jabal&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;اجْلِسْ بِنَا نُؤْمِنْ سَاعَةً&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Marilah duduk bersama kami untuk menambah keimanan selama satu jam.” (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;Abdullah bin Rawaahah:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;كَانَ عَبْدُ اللهِ بْنُ رَوَاحَةَ يَأْخُذُ بِيَدِ النَّفَرِ مِنْ أَصْحَابِهِ فَيَقُولُ : تَعَالَوْا نُؤْمِنُ سَاعَةً تَعَالَوْا فَلْنَذْكُرَ اللَّهَ وَنَزْدَدْ إيمَانًا ، تَعَالَوْا نَذْكُرُهُ بِطَاعَتِهِ لَعَلَّهُ يَذْكُرُنَا بِمَغْفِرَتِهِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Abdullah ibn Rawaahah biasa menggandeng tangan sahabatnya dan berkata, ‘Marilah kita beriman selama satu jam. Marilah kita berdizikir kepada Allah dan menambah keimanan. Marilah kita berdzikir kepada Allah dengan mentaati-Nya semoga Dia mengingat kita dengan mengampuni kita”&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud mereka dengan perkataan ini adalah mengajak untuk berkumpul di majelis ilmu untuk mengingat Allah, majelis yang dapat menambah keimanan. Mengingat tentang kebesaran Allah, mengingat tentang halal dan haram, belajar agama Allah, dan lain-lain akan menambah keimanan seseorang dan menghilangkan sifat lalai dari dirinya.&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Darda radhiallahu anhu berkata:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;، وَمِنْ فِقْه الْعَبْدِ أَنْ يَعْلَمَ أَيَزْدَادُ هُوَ أَمْ يَنْقصُ .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Diantara tanda kefakihan seseorang adalah mengetahui imannya bertambah atau berkurang.”&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umair ibn Habib bin Khatmi&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;strong&gt;حبيب بن خماشة أنه قال : الإيمان يزيد و ينقص&lt;br /&gt;فقيل له : و ما زيادته ؟ و ما نقصانه ؟&lt;br /&gt;قال : إذا ذكرنا الله عزوحل وحمدناه وسبحناه فذلك زيادته و إذا غفلنا و ضيعنا و نسينا فذلك نقصانه&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Iman itu bertambah dan berkurang” Dikatakan kepadanya: “Apa yang manmbahnya dan apa yang menguranginya?” Dia berkata: “Jika kita mengingat Allah dan memuji Allah dan bertasbih kepada Allah itulah bertamahnya keimanan. Dan jika kita lalai dan kita lupa, maka itulah yang mengurangi iman.”&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun di antara sebab-sebab bertambahnya iman:&lt;br /&gt;1. Mempelajari ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu syariat yang dibangun di atas Al-Qur’an dan Sunnah, bersungguh-sungguh berussaha memahami al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, mempelajari tentang halal dan haram, mempelajari hal-hal yang dapat melembutkan hati seseorang, dan lain-lain. Keutamaan menuntut ilmu terdapat dalam banyak nash, diantaranya hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam:&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;من يرد الله خيراً يفقهه فى الدين&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Barangsiapa yang Allah menginginkan kebaikan baginya, maka akan dipahamkan akan agamanya.”&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan menuntut ilmu Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga.”&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diantara ilmu yang paling penting adalah membaca dan mempelajari Al-Qur’an, karena dengan mempelajari al-Qur’an akan sangat besar manfaatnya dalam menambah keimanan seseorang. Sesungguhnya Al-Qur’an adalah petunjuk, pembawa rahmat, obat bagi hati. Allah berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآَخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَهُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Dan ini (Al Quraan) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quraan) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya. “ (QSAl-An’am : 92)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Dan Al-Quraan itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. “ (QS Al-An’am : 155)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;div align="right"&gt;كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آَيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ  أُولُو الْأَلْبَابِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. “ (QS Shaadh : 29)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;إِنَّ هَذَا الْقُرْآَنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, “ (QS Al-Israa : 9)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. “ (QS Al-Israa : 82)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat2 ini menunjukkan akan keagungan al-Qur’an sebagai kitab yang membawa petunjuk dan membawa kebaikan. Semakin dekat seseorang dengan al-Qur’an, semakin sering mempelajarinya, memahami dan mengamalkannya akan semakin menambah keimanan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menyebutkan sifat-sifat orang Mukmin yang sempurna:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. “ (QS Al-Anfaal : 2)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memberikan pemisalan akan keagungan Al-Qur’an”&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآَنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quraan ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. “ (QSAl-Hasyr : 21)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2.  Berusaha mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wata’ala sehingga membuat dia melaksanakan konsekuensi dari nama-nama dan sifat-sifat Allah. Allah berfriman:&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS Fathir [35] : 28)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang berilmu yang merasa takut kepada Allah. Oleh karena itu semakin kenal dan paham seseorang tentang nama-nama Allah dan semakin mengenal akan sifat-sifat-Nya, maka mereka itulah yang senantiasa dekat dan takwa kepada Allah dan semakin tinggi keimanannya kepada Allah. Adapun orang yang tidak mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah, maka akan semakin jauh dia dari Allah dan semakin lemah keimanannya terhadap Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh jika seorang hamba mengetahui bahwa Allah adalah Esa dalam memberikan kemanfaatan dan kemudharatan. Demikian juga masalah memberi rizki, menghidupkan dan mematikan. Dengan mengetahui ini seseorang akan bertawakkal kepada Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang mengetahui bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat, dan Maha Mengetahui, tidak ada sesuatu sekecil apapun di langit dan di bumi yang luput dari Allah, Allah mengetahui khianatnya pandangan mata, Allah mengetahui apa yang terdapat di dalam hati manusia, maka seseorang akan menjaga pandangannya, menjaga perkataan lisannya, dan menjaga gerak-gerik hatinya, karena semua itu tidak satu pun yang luput dari ilmu Allah. Semua perbuatan yang dilakukan sesuai degan yang diridhai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Maka dia akan berusaha seluruh anggota tubuhnya agar sesuai dengan apa yang diridhai Allah subhanahu wa ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga jika seorang hamba mengetahui bahwa Allah Maha Kaya, Maha Baik, Maha Penyayang, maka hal ini akan menumbuhkan pengharapan yang besar kepada dirinya. Hal ini akan mendorongnya untuk semakin memperbanyak ibadah karena besarnya pengharapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga jika seorang hamba mengetahui bahwa Allah Maha Sempurna, Maha Indah, maka hal ini akan menimbulkan kerinduan untuk bertemu dengan Rabb-nya, maka hal ini akan menumbuhkan banyak peribadan dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلَّا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh semiblan nama. Barangsiapa yang menghitungnya maka akan masuk surga.” (HR Bukhari Muslim)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang diaksud dengan menghitung adalah menghitung, menghafalkan dan memahami kandungan nama-nama tersebut dan berusaha mengamalkan konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Memperhatikan dan mempelajari sirah Nabawiyah dan faidah-faidah yang diambil dari sirah Nabi shallallahu alaihi wasallam. Sesungguhnya Nabi adalah manusia pilihan yang diutus Allah kepada hamba-hamba-Nya dengan agama yang sempurna dan jalan yang lurus, sebagai rahmat bagi alam semesta, pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa dan hujjah bagi seluruh mahluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sebab beliau Allah memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus. Allah mewajbikan para hamba-Nya untuk taat kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, menolongnya, mencintainya, mencitani keluarganya. Bahkan Allah telah menutup pintu-pintu surga, kecuali satu jalan yang ditempuh oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada jalan untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat kecuali dengan mengikuti jalan Nabi shallallahu alaihi wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud di sini bukan sekedar membaca sirah Nabi shallallahu alaihi wasallam yang dapat menambah keimanan. Akan tetapi yang dimaksud adalah membacanya, mengambil teladan pelajaran dari perjalanan hidup beliau,  akhlak dan adab beliau shallallahu alaihi wasallam dan berusaha mempraktekkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Hendaknya seseorang merenungkan keindahan agama Islam. Sesungguhnya agama islam seluruhnya indah, aqidah Islam adalah aqidah yang paling benar, Aklah islam adalah akhlak yang paling mulia. Demikian pula amalan ibadah, Hukum-hukum islam adalah hukum-hukum yang paling adil. Maka Allah akan menghiasai dirinya dengan iman dan menjadikannya dia semakin cinta kepada keimanan. Allah berfirman mengenai karunia-Nya kepada  hamba-hamba pilihanNya yaitu para Sahabat:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu.” (QS Al-Hujarat [49] : 7)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang mengetahui keindahan syariat Islam, keimanan kepada Islam menjadi sesuatu yang dia cintai di dalam dirinya. Dengan demikian akan merasakan manisnya keimanan dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Membaca sejarah para salafus shalih, para Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tai’it,  orang-orang terbaik dari umat Islam, para pembela Islam yang kaum Muslimin mendapatkan petunjuk melalui jalan mereka. Allah telah memuji para Sahabat di dalam Al-Qur’an:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia...” (QS Al-Imran [3] : 110)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada sahabat adalah manusia pilihan dari umat manusia, maka mempelajari bagaimana sirah mereka, akhlak mereka, perjuangan mereka dalam membela Islam juga dapat menambah keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu alaihi wasalalm bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;خَيْرُ أُمَّتِي الْقَرْنُ الَّذِينَ بُعِثْتُ فِيهِمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Sebaik-baik umat adalah generasi yang aku diutus di dalamnya, kemudian setelahnya.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka barangsiapa yang menmperhatikan sejarah mereka, maka dia akan mengetahui kebaikan-kebaikan mereka, teladan mereka terhadap Rasulullah, perhatian mereka terhadap keimanan, ketakutan mereka terhadap dosa dan maksiat, keseriusan mereka menjauhkan diri dari riya dan kemunafikan, bagaimana semangat mereka untuk taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan berlomba-lombanya dalam melakukan kebaikan. Jika seseorang melihat kondisi mereka yang demikian, maka dia akan berusaha meneladani mereka dengan sebaik-baiknya, maka akan bertambah keimanan sebagaimana bertambahnya keimanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Memperhatikan kebesaran Allah di alam semesta.&lt;br /&gt;Salah satu sebab yang mudah untuk menambah keimanan seseorang adalah memperhatikan dan merenungkan kebesaran Allah yang terdapat di alam semesta. Allah berfirman:&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآَيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,” (QS Al-Iraan [3] : 190)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam ayat yang lain Allah berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ  وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ  وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ  وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?.” (QS Al-Ghasyiyah [88] : 17-20)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat ini dan yang semisalnya mengingatkan kita untuk hendaknya memperhatikan tanda-tanda kebesaran Allah untuk menambah keimanan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hendaknya seorang muslim bersungguh-sungguh untuk beramal shalih dengan niat ikhlas kepada Allah Ta’ala dan melakukannya secara berkesinambungan. Karena sesungguhnya setiap amal yang disyariatkan oleh Allah subhanahu wa ta’alam jika dikerjakan dengan niat ikhlas karena Allah akan menambah keimanan. Keimanan bertambah seiring dengan bertambahnya ketaatan, dan semakin banyak ibadah akan semakin menambah keimanan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara perkara yang bisa menambah keimanan seseorang yaitu berusaha untuk senantiasa bersahabat dengan orang-orang yang shalh, yang bisa mengingatkannya kepada akhirat, bisa membuatnya tidak lalai dari mengingat Allah subhanahu wa ta’ala. Berusaha untuk senantiasa beramar ma’ruf dan nahi mungkar, dan selalu berusaha untuk menjalankan  sebab-sebab yang akan mendatangkan bertambahnya iman ke dalam dirinya, dan menjauhkan dirinya dari sebab-sebab yang dapat mengurangi keimanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan dengan kajian penuh berkah selengkapnya dari Syaikh Abdur Razak bin Muhsin al-Badar dari link berikut. (Sumber Radio Rodja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.radiorodja.com/podpress_trac/web/1268/0/011_syaikhAbdurRozzaqBinAbdulMuhsinAlBadr_sebabBertambahnyaIman.mp3"&gt;Sebab-Sebab Bertambahnya Iman&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-834185995295392412?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/zgZ8APxEYwA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/zgZ8APxEYwA/sebab-sebab-bertambahnya-iman.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S2uUlE_HSyI/AAAAAAAAANE/APutTSwZxcc/s72-c/Embun_Pagi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2010/02/sebab-sebab-bertambahnya-iman.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-1222736709130005954</guid><pubDate>Wed, 13 Jan 2010 01:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-21T07:47:43.672+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ulama: Salamah bin Dinar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah</category><title>Nasihat Salamah bin Dinar kepada Khalifah</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S00o3H54cmI/AAAAAAAAAMk/xCwibeaaKa4/s1600-h/MasjidAnNabawi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 142px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S00o3H54cmI/AAAAAAAAAMk/xCwibeaaKa4/s200/MasjidAnNabawi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426038053531054690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 97 H, khalifah Muslimin Sulaiman bin Abdul Malik menempuh perjalanan ke negeri yang disucikan, memenuhi undangan bapak para Nabi, yakni Ibarhim ualaihis salam Iring-iringan itu bergerak dengan cepat dari Damaskus, ibukota kekhalifahan Umawiyah, menuju Madina al-Munawarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rasa rindu pada diri khalifah di raudhah nabawi yang suci dan rindu untuk mengucapkan salam atas Muhammad Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Rombongan tersebut disertai para ahli qurra’ (Ahli al-qur’an), muhadditsin (ahli hadits), fuqaha (ahli fiqih), ulama, umara dan para perwira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya khalifah di Madinah dan menurunkan perbekalan, orang-orang dari para pemuka Madinah menghampiri mereka untuk mengucapkan salam dan menyambut kedatangan khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akah tetapi Salamah bin Dinar sebagai qadhi dan imam kota yang terpercaya, ternyata tidak termasuk ke dalam rombongan manusia yang turut menyambut dan mengucapkan salam kepada Khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai melayani orang-orang yang menyambutnya, Sulaiman bin Abdul Malik berkata kepada orang-orang yang dekat dengannya, “Sesungguhnya hati itu bisa berkarat dari waktu ke waktu sebagaimana besi bila tidak ada yang mengingatkan dan membersihkan karatnya. Mereka berkata, “Benar, wahai amirul mukminin.” Lalu beliau berkata, “Tidak adakah di Madina ini seseorang yang bisa menasihati kita, seseorang yang pernah berjumpa dengan para sahabat Rasulullah?” Mereka menjawab, “Ada wahai amirul mukminin, di sini ada Abu Hazim al-A’raj.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bertanya, “Siapa itu Abu Hazim?” Mereka menjawab, “Dialah Salamah bin Dinar, seorang alim, cendekia dan imam di kota Madinah. Beliau termasuk saslah satu tabi’in yang pernah bersahabat baik dengan beberapa sahabat utama.” Khalifah berkata, “Kalau begitu panggilah beliau kemari, namun berlakulah sopan kepada beliau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembantu khalifah pun pergi memanggil Sulaiman bin Dinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Abu Hazim datang, khalifah menyambut dan membawanya ke tempat pertemuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah: “Mengapa anda demikian angkuhnya terhadapku, wahai Abu Hazim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Angkuh yang bagaimana yang anda maksud dan anda lihat dari saya wahai Amirul Mukminin?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah: “Semua tokoh Madinah datang menyambutku, sedang anda tidak menampakkan diri sama sekali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Dikatakan angkuh itu adalah setelah perkenalan, sedangkan anda belum mengenal saya dan sayapun belum pernah melihat anda. Maka keangkuhan mana yang telah saya lakukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khlaifah: “Benar alasan syaikh dan khalifah telah salah berprasangka. Dalam benakku banyak masalah yang ingin aku utarakan kepada anda wahai Abu Hazim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Katakanlah wahai Amirul Mukminin, Allah tempat memohon pertolongan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah: “Wahai Abu Hazim mengapa kita membenci kematian?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Karena kita memakmurkan dunia kita dan menghancurkan akhirat kita. Akhirnya kita benci keluar dari kemakmuran menuju kehancuran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah; “Anda benar wahai Abu Hazim. Apa bagian kita di sisi Allah kelak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Bandingkan amalan anda dengan kitabullah, niscaya anda bisa mengetahuinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah: “Dalam ayat yang mana saya dapat menemukannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim:  “Anda bisa temukan dalam firman-Nya yang suci:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٍ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam syurga yang penuh keni'matan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.” (S Al-Infitar [82] : 13-14)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khslifah: “Jika demikian, dimanakah letak rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: (membaca firman Allah):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;إِنَّ رَحْمَتَ اللّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;“Sesungguhnya rahmat Allah itu amat dekat dengan mereka yang berbuat kebajikan.” (QS Al-A’raf [7]: 56)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah: “Lalu bagaimana kita menghadap Allah kelak, wahai Abu Hazim?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Orang-orang yang baik akan kembali kepada Allah seperti perantau yang  kembali kepada keluarganya, sedangkan yang jahat akan datang seperti budak yang curang atau lari lalu diseret kepada majikannya yang keras.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah menangis mendengarnya sampai keluar isaknya, kemudian berkata...&lt;br /&gt;Khalifah: “Wahai Abu Hazim, bagaimana cara memperbaiki diri?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Dengan meninggalkan kesomobngan dan berhias dengan muru’ah (menjaga kehormatan).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah: “Bagaimana memanfaatkan harta benda agar ada nilai takwa kepada Allah I?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Bila anda mengambilnya dengan cara yang benar dan meletakkannya di tempat yang benar pula lalu anda membaginya dengan merata dan berlaku adil terhadap rakyat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah: “Wahai Abu Hazim, jelaskan kepadaku siapakah manusia yang paling mulia itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Yaitu orang-orang yang menjaga muru’ah dan bertakwa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah: “Lalu perkataan apa yang paling besar manfaatnya?:”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Perkataan benar, yang diucapkan di hadapan orang yang ditakuti dan diharapkan bantuannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah: “Wahai Abu Hazim, doa manakah yang paling mustajab?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Doa orang-orang baik untuk orang-orang baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah: “Sedekah manakah yang paling utama?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Sedekah dari orang yang kekurangan kepada orang yang membutuhkan tanpa menggerutu dan kata-kata yang menyakitkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah: “Wahai Abu Hazim, siapakah orang yang paling dermawan dan terhormat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Orang yang menemukan ketaatan kepada Allah I lalu diamalkan dan diajaarkan kepada orang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah: “Siapakah orang yang paling dungu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Orang yang terpengaruh oleh hawa naafsu kawannya, padahal kawannya tersebut oran gyang dzalim. Maka pada hakikatnya dia menjual akhiratnya untuk kepentingan dunia yang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah: “Wahai Abu Hazim, maukah engkau mendampingi kami agar kami bisa mendapatkan sesuatu darimu dan anda mendapatkan sesuatu dari kami?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Tidak, wahai Amirul Mukminin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah: “Mengapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Saya khawatir kelak akan condong kepada anda sehingga Allah I menghukum saya dengan kesulitan di dunia dan siksa di akhirat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah: “Utarakanlah kebutuhan anda kepada kami wahai Abu Hazim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim tidak menjawab sehingga Khalifah mengulangi pertanyaannya: “Wahai Abu Hazim, utarakan hajat-hajatmu, kami akan memenuhi sepenuhnya..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Hajat saya adalah selamat dan masuk surga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah: “Itu bukan wewenang kami, wahai Abu Hazim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Saya tidak memiliki keperluan selain itu wahai Amirul Mukminin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah: “Wahai Abu Hazim, berdoalah untukku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Ya Allah bila hamba-Mu Sulaiman ini adalah orang yang Engkau cintai, maka mudahkanlah jalan kebaikan baginya di dunia dan di akhirat. Dan jika dia termasuk musuh-Mu,maka berilah dia hidayah kepada apa yang Engkau sukai dan Engkau ridhai. Amon.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hadirin berkata: “Alangkah buruknya perkataanmu tentang Amirul Mukminin. Engkau sebutkan khalifah muslimin barangkali termasuk musuh Allah I? Kamu telah menyakiti perasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Justru perkataanmu itulah yang buruk. Ketahuilah bahwa Allah telah mengambil janji dari para ulama agar berkata jujur:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;وَإِذَ أَخَذَ اللّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلاَ تَكْتُمُونَهُ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): "Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya,"” (QS Al-Imran [3] : 187)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menoleh kepada Khalifah seraya berkata: “Wahai Amirul Mukminin, umat-umat terdahulu tinggal dalam kebaikan dan kebahagiaan selama para pemimpinnya selalu mendatangi ulama untuk mencari kebenaran pada diri mereka. Kemudian muncullah kaum dari golongan rendah yang mempelajari berbagai ilmu mendatangi para amir untuk mendapatkan suatu kesenangan dunia. Selanjutnya para amir itu tidak lagi menghiraukan perkataan ulama, mereka pun menjadi lemah dan hina di mata Allah I. Seandainya segolongan ulama itu tidak tamak terhadap apa yang ada di sisi para amir, tentulah amir-amir tersebut akan mendatangi mereka untuk mencari ilmu. Tetapi karena para ulama menginginkan apa yang ada di sisi para amir, maka para amir tak mau lagi menghiraukan ucapannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah: “Anda benar. Tambahkanlah nasihat untukku wahai Abu Hazim, aku benar-benar tidak mendapati hikmah yang lebih dekat dengan lisannya daripada anda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Bila anda termasuk orang yang suka menerima nasihat, maka apa yang saya utarakan tadi cukuplah sebagai bekal. Tetapi bila tidak dar golongan itu, maka tidak perlu lah aku memanah dari busur yang tak ada talinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah: “Wahai Abu Hazim, aku berharap anda mau berwasiat kepadaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim: “Baiklah, akah saya katakan dengan ringkas. Agungkanlah Allah I dan jagalah jangan sampai Dia melihat anda dalam keadaan yang tidak disukai-Nya dan tetaplah anda berada di tempat yang diperintahkan-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Abu Hazim mengucapkan salam dan mohon diri. Khalifah berkata, “Swmoga Allah membalas anda dengan kebaikan wahai seorang alim yang suka menasihati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: Suwaru min Hayaati at-Tabi’in (edisi Indonesia), Dr. Abdurrahman Ra’fat Basya, At-Tibyan, hal. 163-168)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-1222736709130005954?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/ttQu--0LgSw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/ttQu--0LgSw/nasihat-salamah-bin-dinar-kepada.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S00o3H54cmI/AAAAAAAAAMk/xCwibeaaKa4/s72-c/MasjidAnNabawi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2010/01/nasihat-salamah-bin-dinar-kepada.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-170952030878120028</guid><pubDate>Thu, 07 Jan 2010 03:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-07T12:19:58.215+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Reflective Journal</category><title>Kenali Agamamu Sebelum Mencela Saudaramu</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S0VdE_RmSjI/AAAAAAAAAMc/fuCpMfbeQO8/s1600-h/cadar.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 173px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S0VdE_RmSjI/AAAAAAAAAMc/fuCpMfbeQO8/s200/cadar.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423843666523736626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bisik-bisik yang berlangsung tidak jauh dariku menarik perhatianku. Mengikuti pandangan dua orang gadis muda pelayan toko swalayan tersebut, kulihat sepasang suami isteri sedang berbelanja. Tidak ada yang salah dari pasangan itu, kecuali bahwa sang isteri memakai pakaian  lebar bercadar dengan warna hitam, sedangkan sang suami dengan celana yang tidak isbal (baca:  cingkrang) dan berjanggut. Entah karena merasa jengah menark perhatian beberapa orang, atau memang karena sedang terburu-buru dan kebutuhannya telah didapatkan , keduanya pun keluar tidak lama kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap seperti itu berjangkit hampir di mana-mana. Hanya karena tidak biasa menurut pandangan orang awam, karena ketidaktahuannya akan agama, menyebabkan begitu mudah menilai orang lain, ketika mereka berbeda dengan kebiasaan sebagian besar masyarakat. Padahal kebenaran tidak bergantung pada banyaknya orang yang melakukannya, dan sebaliknya, mereka yang sedikit tidak berarti bahwa mereka adalah orang-orang yang sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam saat ini cenderung asing bagi penganutnya sendiri. Satu contoh kecil di atas. Sepasang suami isteri yang mencoba untuk istiqamah melaksanakan sunnah-sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam dengan penampilan luar pakaian keseharian, mendapatkan penilaian miring, pandangan aneh penuh kecurigaan, atau bahkan mengundang ejekan, objek untuk ditertawakan. Seandainya kedua gadis itu tahu ajaran Islam yang sebenar-benarnya, tentu mereka akan merasa malu, memperbincangkan orang lain yang bersungguh-sungguh menjalankan agama bahkan sampai pada penampilan, tegar di tengah pandangan miring dan melecehkan masyarakat, sedangkan mereka sendiri sama sekali tidak memenuhi kewajibannya menutup aurat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru contoh kecil. Belum lagi dalam masalah ibadah. Ketika seseorang shalat dengan telunjuk digerakkan saat  tahiyat, atau ketika meletakkan sutrah ketika sedang shalat sendirian, dianggap sesuatu yang aneh, dan sebagian yang melihatnya lalu bertanya-tanya pada diri sendiri, “Ini dari aliran mana lagi...?” Jika saja kita merenungkan hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam berikut, mungkin kita akan lebih berhati-hati memberikan cap untuk sesuatu yang kita tidakmemiliki pengetahuan tentangnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang tidak menyukai sunahku, maka ia bukan termasuk golonganku” (HR Bukhari Muslim)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bukan termasuk golongan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, lalu akan berada di mana kita? Padahal tidak satu pun golongan yang selamat kecuali orang-orang yang mengikuti Rasulullah dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya akan lebih baik sebelum menunjukkan sikap apapun, kita bersikap lebih arif, mengoreksi diri kita. Seberapa jauh kita mengenali  dan melaksanakan tuntunan agama, sebelum menjatuhkan penilaian kepada orang lain. Dan saya yakin bahwa kedua gadis remaja dengan pakaian khas penjaga toko yang sedikit ketat itu benar-benar tidak mengetahui, bahwa pakaian sepasang suami isteri itu adalah syar’i, sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, fenomena yang terjadi di tengah masyarakat menunjukkan betapa agama Islam asing bagi sebagian penganutnya. Sebuah upaya memurnikan agama dari segala bentuk kesyirikan, bid’ah dan kurafat dianggap sebagai fanatik, keras, terbelakang, bahkan sesat. Pada masyarakat, budaya  - yang diturunkan dari nenek moyang, justru dipegang teguh, menggantikan kedudukan agama. Ketika seseorang misalnya, menghindari peringatan kematian ke tujuh, empat puluh, dan seterusnya yang bukan bagian dari agama Islam, dianggap tidak bermasyarakat, tidak perduli, egois, dan sekali lagi yang lebih buruk.. sesat! Padahal Allah telah menegaskan di dalam kitabnya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلا يَهْتَدُونَ &lt;/span&gt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?" (QS Al-Baqarah : 170).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah lebih baik untuk segala sesuatu yang berkenaan dengan perkara agama, amal ibadah, kita mulai membiasakan diri untuk bertanya, apakah amalan ini memiliki landasan di dalam agama, yang sumbernya adalah Al-Qur’an dan Sunnah,  sebagaimana yang Allah subhanahu wa ta’ala perintahkan di dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt; فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (An-Nahl : 43)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, bertanyalah, karena agama ini telah sempurna, dan tidak ada sesuatu yang tidak di atur di dalamnya. Bertanyalah, untuk lebih mengenali agama sebelum memberikan celaan kepada orang lain yang berusaha dengan sungguh-sungguh menjalankan syariat yang agung ini karena ketidaktahuan kita. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Qayyim rahimahullah: “Ilmu itu memiliki tujuh tingkatan. Tingkatan yang pertama adalah bertanya dengan adab yang baik.”&lt;br /&gt;Bertanyalah dan mulailah menginstrospeksi diri. Jika kita belum dapat bersikap  seperti mereka, orang-orang yang teguh di atas agama berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, setidaknya kita berusaha ke arah itu, dan menjaga sikap untuk tidak melontarkan hinaan, cemoohan, meski hanya dengan isyarat mata sekalipun, agar kita tidak termasuk orang yang membenci sunnah Rasulullah. Karena sesungguhnya Rasulullah shallalahu alaihi wasallam sendiri telah mengancam kita:&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku”  (HR Bukhari Muslim).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-170952030878120028?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/1erBe6QgEqw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/1erBe6QgEqw/kenali-agamamu-sebelum-mencela.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S0VdE_RmSjI/AAAAAAAAAMc/fuCpMfbeQO8/s72-c/cadar.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">8</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2010/01/kenali-agamamu-sebelum-mencela.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-7787858915206462339</guid><pubDate>Thu, 07 Jan 2010 01:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-07T10:04:43.095+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Reflective Journal</category><title>Hati-Hati terhadap Makanan dan Obat-Obatan</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S0U_YRAOvbI/AAAAAAAAAMU/SHWSB5i9JHM/s1600-h/junk-food.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 199px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S0U_YRAOvbI/AAAAAAAAAMU/SHWSB5i9JHM/s200/junk-food.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423811012351409586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagi anda yang suka mengkonsumsi makanan instan, terlebih lagi yang saat ini bermukim di luar negeri, yang sangat sulit untuk memilih makanan yang halal berdasarkan bahan yang terkandung dalam setiap produk. Daftar E berikut ini akan memudahkan anda untuk memilih jenis bahan makanan yang halal (berdasarkan ingredients yang tercantum pada label makanan), yang berdasarkan pengalaman tinggal di negeri asing (non muslim) sangat bermanfaat untuk memilih makanan yang halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips: Tuliskan jenis E yang jelas keharamannya atau masih samar (syubhat) pada secarik kertas kecil dan masukkan ke dalam dompet anda. Hal ini akan memudahkan anda untuk mengecek setiap jenis "ingredients" yang terdapat pada label bahan manakan, apakah ada enzim yang termasuk haram atau syubhat, agar anda selamat dari jenis makanan tersebut. Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="xl281594"&gt;Kode E&lt;/td&gt;&lt;td class="xl281594"&gt;Nama&lt;/td&gt;&lt;td class="xl281594"&gt;Deskripsi&lt;/td&gt;&lt;td class="xl291594"&gt;Status kehalalan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E100&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Curcumin (C.1. 75300) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Halal jika dalam bentuk murninya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E101&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Riboflavin (Lactofavin, Vitamin B&lt;span class="font61594"&gt;&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="font51594"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Halal jika diperleh melalui sintetis kimia, syubhat jika diperoleh dari hasil fermentasi karena tergantung kepada status kehalalan media fermentasi yang digunakan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E102&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Tartrazine &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E104&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Quinoline Yellow (C.I. 47005)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E110&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sunset Yellow FCF/Orange Yellow S&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E120&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Cochineal/Carminic acid &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Halal jika dalam bentuk powder, jika dalam bentuk cair tergantung kepada pelarut yang digunakan. Hal ini berlaku bagi semua jenis pewarna dalam bentuk cair.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E122&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Carmoisine/Azorubine (C.I. 14720)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E123&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Amaranth (C.I. 16185;FD and C Red 2)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Status kehalalannya tergantung kepada status keamanannya karena di Amerika bahan ini dilarang digunakan. Jika membahayakan kesehatan manusia maka haram digunakan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E124&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Ponceau 4R/Cochineal Red A (C.I. 16255)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E127&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Erythrosine BS (C.I. 45430; FD and C Red 3)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E128&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Red 2G (C.I. 18050) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E129&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Allura Red AC (C.I. 16035; Food Red 17; FD and C Red 40) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E131&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Patent Blue V (C.I. 42051)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E132&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Indigo Carmine/ Indigotine (C.1. 73015; FD and C Blue 2) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E133&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Brilliant Blue FCF (C.I. 42090; FD &amp;amp; C Blue 1) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E140&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Chlorophyll (C.I. 75810) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Halal jika solven yang ada dalam ekstrak klorofil berada pada konsentrasi dibawah batas yang diizinkan. Jika dalam bentuk kering, kehalalannya tergantung kepada adanya bahan tambahan lain didalam bubuk klorofil&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E141&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Copper Complex of Chlorophyll&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Halal dengan catatan seperti pada E140&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E142&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Green S/ Acid Brilliant Green BS (Food green S: Lissamine green; C.I 44090) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E150&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Caramel&lt;br /&gt;E150a Plain caramel&lt;br /&gt;E150b Caustic sulphite caramel&lt;br /&gt;E150c Ammonia caramel&lt;br /&gt;E150d Sulphite ammonia caramel&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E151&lt;/td&gt;&lt;td class="xl331594" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;Black PN/Brilliant Black BN (C.I. 28440)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E153&lt;/td&gt;&lt;td class="xl381594" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;Carbon Black/ Vegetable Carbon (Charcoal)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Halal jika seluruhnya berasal dari tanaman, syubhat jika berasal dari tulang hewan, tergantung jenis hewan dan cara penyembelihannya &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E154&lt;/td&gt;&lt;td class="xl331594" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;Brown FK&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E155&lt;/td&gt;&lt;td class="xl331594" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;Brown HT&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E160a&lt;/td&gt;&lt;td class="xl381594" style="border-top: medium none; border-left: medium none;"&gt;Alpha, Beta, Gamma-Carotene (C.1. 75130)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Halal dalam bentuk murninya, akan tetapi secara komersial karoten berstatus syubhat karena kebanyakan karoten berada dalam suatu matriks karena karoten sendiri mudah rusak karena oksidasi. Oleh karena itu kehalalan karoten juga ditentukan oleh kehalalan matriks yang digunakan, salah satu matriks yang dapat digunakan adalah gelatin.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E160b&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Annatto, Bixin, Norbixin (C.1 75120; Orlean; Rocou) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Halal dalam bentuk murninya, akan tetapi secara komersial berstatus syubhat karena kehalalannya tergantung kepada bahan lainnya yang ditambahkan, jika dalam bentuk emulsi tergantung kepada emulsifier yang digunakan, jika dalam bentuk terenkapsulasi tergantung kepada enkapsulan yang digunakan &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E160c&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Capsanthin/Capsorubin (Paprika extract;Oleoresin)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;sda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E160d&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Lycopene &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;sda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E160e&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Beta-apo-8-carotenal (C30; ?-8�-apocarotenal)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;sda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E160f&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Ethyl ester of Beta-apo-8-carotenoic acid (C30) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;sda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E161a&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Flavoxanthin (C.I. 75135)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;sda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E161b&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Lutein (C.I. 75135) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;sda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E161c&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Cryptoxanthin (C.I. 75135)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;sda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E161d&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Rubixanthin (C.I. 75135) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;sda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E161e&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Violaxanthin (C.I. 75135)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;sda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E161f&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Rhodoxanthin (C.I. 75135)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;sda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E161g&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Canthaxanthin (C.I. 75135)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;sda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E162&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Beetroot Red/ Betanin, Betanidin&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E163&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Anthocyanins &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Halal dalam bentuk murninya, akan tetapi secara komersial biasanya dalam bentuk terenkapsulasi. Enkapsulan yang digunakan masih perlu dicek kehalalannya walaupun kecil kemungkinan menggunakan gelatin, kecuali jika pembuatannya melibatkan proses koaservasi dimana gelatin biasa digunakan dalam enkapsulasi dengan cara koaservasi.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E170&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Calcium Carbonate (Chalk)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pewarna-Inorganik &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Halal jika berasal dari karang, syubhat jika berasal dari tulang binatang &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E171&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Titanium Dioxide (C.1. 77891)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna-anorganik &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E172&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Iron Oxides, iron hydroxides yellow/brown-C.1. 77492; red: 7491; brown: 77499)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna-anorganik &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E173&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Aluminium (C.1. 77000) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna-anorganik &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E174&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Silver (C.1. 77820) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna-anorganik &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E175&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Gold&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna-anorganik &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E180&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pigment Rubine/ Lithol Rubine BK (C.1. 15850)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pewarna-anorganik &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E200&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sorbic Acid &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E201&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sodium Sorbate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E202&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Potassium Sorbate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E203&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Calcium Sorbate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E210&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Benzoic Acid &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E211&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sodium Benzoate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E212&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Potassium Benzoate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E213&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Calcium Benzoate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E214&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Ethyl 4-hydroxybenzoate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E215&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Ethyl 4-hydroxybenzoate, Sodium Salt&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E216&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Propyl 4-hydroxybenzoate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E217&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Propyl 4-hydroxybenzoate, Sodium Salt&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E218&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Methyl 4-hydroxybenzoate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E219&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Methyl 4-hydroxybenzoate, Sodium Salt&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E220&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sulphur Dioxide &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E221&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sodium Sulphite &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E222&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sodium Hydrogen Sulphite &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E223&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sodium Metabisulphite &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E224&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Potassium Metabisulphite &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E226&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Calcium Sulphite &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E227&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Calcium Hydrogen Sulphite&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E230&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Biphenyl/Diphenyl &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E231&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;2-Hydroxybiphenyl &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E232&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sodium Biphenyl-2-yl-Oxide&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E233&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;2-(thiazol-4-yl) Benzimidazole&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E234&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Nisin&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan nisin secara fermentasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E239&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Hexamine &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E249&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Potassium Nitrate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E250&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sodium Nitrite &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E251&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sodium Nitrate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E252&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Potassium Nitrate (Saltpetre)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengawet &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat. Halal jika berasal dari karang mineral, haram jika berasal dari limbah hewan haram atau hewan yang tidak disembelih secara Islami. &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E260&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Acetic Acid &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous-Asam &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Halal asalkan bukan berasal dari vinegar yang dibuat dari minuman beralkohol &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E261&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Potassium Acetate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Asam &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E262&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Potassium Hydrogen Diacetate&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Asam &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E263&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Calcium Acetate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Asam &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E270&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Lactic Acid &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous-Asam &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam laktat secara fermentasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E280&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Propionic Acid &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengawet-Asam &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam propionat secara fermentasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E281&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Sodium Propionate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengawet-Asam &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam propionat secara fermentasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E282&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Calcium Propionate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengawet-Asam &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam propionat secara fermentasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E283&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Potassium Propionate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengawet-Asam &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam propionat secara fermentasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E290&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Carbon Dioxide &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E296&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Malic acid (DL- or L-) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengasam &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E297&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Fumaric acid &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengasam &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan media yang digunakan dalam produksi asam fumarat secara fermentasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E300&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;L-Ascorbic Acid (Vitamin C)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Antioksidan-Vitamin C &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Halal, akan tetapi jika diperoleh melalui fermentasi maka kehalalannya tergantung kepada kehalalan media yang digunakan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E301&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sodium-L-Ascorbate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Antioksidan-Vitamin C dan turunannya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E302&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Calcium-L-Ascorbate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Antioksidan-Vitamin C dan turunannya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E304&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Ascorbyl Palmitate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Antioksidan-Vitamin C dan turunannya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada asal asam palmitat, bisa berasal dari minyak nabati (halal) atau lemak hewani (kebanyakan secara komersial haram karena bisa lemak babi atau lemak hewan yang tidak disembelih secara Islami)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E306&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Natural Extracts rich in Tocopherols&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Antioksidan-Vitamin E &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E307&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Synthetic Alpha-Tocopherol&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Antioksidan-Vitamin E &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E308&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Synthetic Gamma-Tocopherol&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Antioksidan-Vitamin E &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E309&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Synthetic Delta-Tocopherol&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Antioksidan-Vitamin E &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E310&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Propyl Gallate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Antioksidan-lainnya &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E311&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Octyl Gallate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Antioksidan-lainnya &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E312&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Dodecyl Gallate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Antioksidan-lainnya &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E320&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Butylated Hydroxyanisole (BHA)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Antioksidan-lainnya &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Halal dalam bentuk murninya, akan tetapi secara komersial biasanya berada dalam suatu carrier yang bisa halal jika minyak nabati sebagai carriernya dan haram jika lemak hewani atau mengandung lemak hewani sebagai carriernya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E321&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Butylated Hydroxytoluene (BHT)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Antioksidan-lainnya &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Halal dalam bentuk murninya, akan tetapi secara komersial biasanya berada dalam suatu carrier yang bisa halal jika minyak nabati sebagai carriernya dan haram jika lemak hewani atau mengandung lemak hewani sebagai carriernya &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E322&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Lecithins &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat. Secara komersial lesitin yang digunakan dalam pengolahan berasal dari kedele, akan tetapi jenis lesitin ini banyak, ada yang dalam bentuk lesitin yang belum dimodifikasi, ada yang sudah dimodifikasi. Ada lesitin yang diperoleh melalui fraksinasi menggunakan etanol dan etanolnya tersisa cukup banyak pada hasil akhir. Ada jenis lesitin yang dalam pembuatannya melibatkan enzim fosfolipase A yang berasal dari pankreas babi. Sayang sekali secara komersial semua jenis lesitin disebut lesitin saja, tidak mencirikan apakah lesitin asli yang belum dimodifikasi atau yang sudah dimodifikasi.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E325&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Sodium Lactate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous-Garam dari Asam Laktat&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan asam laktat yang digunakan dalam pembuatannya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E326&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Potassium Lactate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous-Garam dari Asam Laktat&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan asam laktat yang digunakan dalam pembuatannya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E327&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Calcium Lactate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous-Garam dari Asam Laktat&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan asam laktat yang digunakan dalam pembuatannya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E330&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Citric Acid &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam sitrat secara fermentasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E331&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Sodium Citrates &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan asam sitrat yang digunakan dalam pembuatannya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E332&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Potassium Citrates &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan asam sitrat yang digunakan dalam pembuatannya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E333&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Calcium Citrates &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan asam sitrat yang digunakan dalam pembuatannya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E334&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Tartaric Acid &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, kebanyakan asam tartarat berasal dari hasil samping industri wine sehingga yang diperoleh dari industri wine ini statusnya haram. Ada kemungkinan asam tartarat diperoleh dari asam jawa (tamarind), jika berasal dari asam jawa statusnya halal. Tidak tertutup kemungkinan merupakan hasil sintesis. &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E335&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Sodium Tartrate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan asam tartarat yang digunakan dalam pembuatannnya.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E336&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Potassium Tartrate (Cream of Tartar)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Haram jika diperoleh dari hasil samping industri wine dan kebanyakan berasal dari hasil samping industri wine ini. Syubhat jika hasil reaksi dengan bahan dasar asam tartarat, tergantung kehalalan asam tartarat yang digunakan dalam pembuatannnya.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E337&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Potassium Sodium Tartrate&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan asam tartarat yang digunakan dalam pembuatannnya. &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E338&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Orthophosphoric Acid (Asam fosfat)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E339a&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sodium dihydrogen orthophosphate&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E339b&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Disodium hydrogen orthophosphate&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E339c&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Trisodium hydrogen orthophate&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E340(a)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Potassium dihydrogen orthophosphate (monoPotassium phosphate;MKP)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Emulsifying salt, miscellaneous&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E340(b)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl341594"&gt;di&lt;span class="font51594"&gt;Potassium hydrogen orthophosphate (&lt;/span&gt;&lt;span class="font71594"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span class="font51594"&gt;Potassium phosphate; DKP; Potassium phosphate dibasic)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Emulsifying salt, miscellaneous&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E340(c)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl341594"&gt;tri&lt;span class="font51594"&gt;Potassium orthophosphate (&lt;/span&gt;&lt;span class="font71594"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span class="font51594"&gt;Potassium phosphate; DKP; Potassium phosphate tribasic; &lt;/span&gt;&lt;span class="font71594"&gt;tri&lt;/span&gt;&lt;span class="font51594"&gt;Potassium monophosphate) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Emulsifying salt, miscellaneous&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E341&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Calcium Phosphates &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td rowspan="2" class="xl301594"&gt;E350 &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sodium malate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Buffer, seasoning agent &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sodium hydrogen malate&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Buffer&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E351&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Potassium malate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Buffer&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td rowspan="2" class="xl301594"&gt;E352 &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Calcium malate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Buffer, firming agent, seasoning agent&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Calcium hydrogen malate&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Firming agent &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E353&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Metatartaric acid &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Sequestrant (pengkelat) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat karena dibuat dari asam tartarat dimana status asam tartarat adalah syubhat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E355&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Adipic acid (Hexanedioic acid)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E363&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Succinic acid &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengasam, buffer, senyawa penetral&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E370&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;1,4-Heptanolactone &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengasam, pengekelat &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E375&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Nicotinic acid &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Vitamin, Pelindung warna &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E380&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Triammonium citrate (Citric acid triammonium salt; Ammonium citrate tribasic) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung pada kehalalan asam sitrat yang digunakan dalam pembuatannya &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E381&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Ammonium ferric citrate (Ferric ammonium citrate) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Suplemen besi &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung pada kehalalan asam sitrat yang digunakan dalam pembuatannya &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E381&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Ammonium ferric citrate, green&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Suplement besi &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung pada kehalalan asam sitrat yang digunakan dalam pembuatannya &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E385&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Calsium disodium EDTA &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengkelat &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E400&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Alginic Acid &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E401&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sodium Alginate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E402&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Potassium Alginate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E403&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Ammonium Alginate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E404&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Calcium Alginate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E405&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Propane-1,2-Diol Alginate (Propylene glycol alginate; alginate ester) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E406&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Agar&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhan&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E407&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Carrageenan &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhan&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E410&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Locust Bean Gum (Carob Gum)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhan&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E412&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Guar Gum &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhan&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E413&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Tragacanth &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhan&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E414&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Gum Acacia (Gum Arabic) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhan&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E415&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Xanthan Gum &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-gum tumbuhan lainnya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatannya secara fermentasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E416&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Karaya gum (Sterculia gum, Indian tragacanth)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan penstabil &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E420&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Sorbitol &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Gula Alkohol &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan glukosa yang digunakan dalam pembuatannya. Pembuatan sorbitol melibatkan reaksi hidrogenasi glukosa, sedangkan glukosa sendiri dapat diperoleh dari hasil hidrolisis pati dengan menggunakan enzim dimana salah satu enzim yang biasa digunakan yaitu alfa-amilase dapat berasal dari pankreas babi atau sapi. Akan tetapi, alfa-amilase dapat pula berasal dari mikroorganisme.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E421&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Mannitol &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Gula Alkohol &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E422&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Glycerol &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Gula Alkohol &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, haram jika dibuat dari hasil samping industri lemak hewan, halal jika berasal dari hidrolisis minyak nabati atau hasil sintesis dengan bahan dasar propilen yang berasal dari minyak bumi. Gliserol juga dapat diperoleh melalui fermentasi dengan menggunakan gula sebagai bahan baku, kehalalannya tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam fermentasi tersebut.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E430&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Polyoxyethylene (8) stearate (polyoxyl 8 stearate)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada status kehalalan asam stearat dalam pembuatannya, bisa berasal dari tanaman (halal) atau hewan (haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami) &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E431&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Polyoxyethylene (40) stearate (Polyoxyl 40 stearate)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada status kehalalan asam stearat dalam pembuatannya, bisa berasal dari tanaman (halal) atau hewan (haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami) &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E432&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Polyoxyethylene (20) sorbitan monolaurate (Polysorbate 20,Tween 20) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan asam laurat yang digunakan dalam pembuatannya, akan tetapi kebanyakan asam laurat diperoleh dari minyak kelapa &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E433&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Polyoxyethylene (20) sorbitan mono-oleate (Polysorbate 80,Tween 80) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan ester oleat yang digunakan dalam pembuatannya, ester oleat bisa berasal dari tanaman, bisa berasal dari hewan &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E434&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Polyoxyethylene (20) sorbitan monopalmitate (polysorbate 40: Tween 40) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan ester palmitat yang digunakan dalam pembuatannya, ester palmitat bisa berasal dari tanaman, bisa berasal dari hewan &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E435&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Polyoxyethylene (20) sorbitan monostearate (Polysorbate 60;Tween 60) &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan ester stearat yang digunakan dalam pembuatannya, ester stearat bisa berasal dari tanaman, bisa berasal dari hewan &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E436&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Polyoxyethylene (20) sorbitan tristearate (Polysorbate 65; Tween 65)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan ester stearat yang digunakan dalam pembuatannya, ester stearat bisa berasal dari tanaman, bisa berasal dari hewan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E440a&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pectin&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Pektin dan turunannya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E440b&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Amidated Pectin &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Pektin dan turunannya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E442&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Ammonium phosphatides (Emulsifier YN)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi, penstabil &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E450a,b,c &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sodium and Potassium Phosphates and Polyphosphates &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E460&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Microcrystalline/Powdered Cellulose&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E461&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Methylcellulose &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Selulosa dan turunannya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E463&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Hydroxypropylcellulose &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Selulosa dan turunannya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E464&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Hydroxypropyl-Methylcellulose &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil- Selulosa dan turunannya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E465&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Ethylmethylcellulose &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Selulosa dan turunannya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E466&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Carboxymethylcellulose, Sodium Salt&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Selulosa dan turunannya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E470&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Sodium, potassium and Calcium Salts of Fatty Acids &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E471&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Mono-and Diglycerides of Fatty Acids&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E472&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Various Esters of Mono and Diglycerides of Fatty Acids&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E473&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Sucrose Esters of Fatty Acids&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E474&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Sucroglycerides &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E475&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Polyglycerol Esters of Fatty Acids&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E476&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Polyglycerol esters of polycendensed fatty acids of castor oil (Polyglycerol of polyricinoleate)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi, penstabil &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan gliserol yang digunakan dalam pembuatannya &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E477&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Propane-1,2-Diol Esters of Fatty Acids&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E481&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Sodium Stearoyl-2-Lactylate&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E482&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Calcium Stearoyl-2-Lactylate&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E483&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Stearyl Tartrate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan asam lemak yang digunakan dalam pembuatannya; halal jika asam lemaknya berasal dari tanaman, haram jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih secara Islami&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E491&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Sorbitan Monostearate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan asam stearat yang digunakan dalam pembuatannya, halal jika asam stearat berasal dari minyak nabati dan haram jika asam stearat berasal dari lemak babi atau lemak hewan yang tidak disembelih secara Islami; juga tergantung pada kehalalan sorbitol yang digunakan dalam pembuatannya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E492&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Sorbitan Tristearate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan asam stearat yang digunakan dalam pembuatannya, halal jika asam stearat berasal dari minyak nabati dan haram jika asam stearat berasal dari lemak babi atau lemak hewan yang tidak disembelih secara Islami; juga tergantung kepada kehalalan sorbitol yang digunakan dalam pembuatannya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E493&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Sorbitan Monolaurate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan sorbitol yang digunakan dalam pembuatannya &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E494&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Sorbitan Monooleate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan asam oleat yang digunakan dalam pembuatannya, halal jika asam oleat berasal dari minyak nabati dan haram jika asam oleat berasal dari lemak babi atau lemak hewan yang tidak disembelih secara Islami; juga tergantung pada kehalalan sorbitol yang digunakan dalam pembuatannya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E495&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Sorbitan Monopalmitate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Pengemulsi dan Penstabil-Garam atau Ester dari Asam Lemak &lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan asam palmitat yang digunakan dalam pembuatannya, halal jika asam palmitat berasal dari minyak nabati dan haram jika asam palmitat berasal dari lemak babi atau lemak hewan yang tidak disembelih secara Islami; juga tergantung pada kehalalan sorbitol yang digunakan dalam pembuatannya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E500&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Sodium Carbonate/Sodium Bicarbonate&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous-Asam dan Garam: Carbonat&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E501&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Potassium Carbonate/Potassium Bicarbonate&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous-Asam dan Garam: Carbonat&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E503&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Ammonium Carbonate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous-Asam dan Garam: Carbonat&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E504&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Magnesium Carbonate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Asam dan Garam: Carbonat&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E507&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Hydrochloric Acid &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Hidroklorida dan Garamnya &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E508&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Potassium Chloride &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Hidroklorida dan Garamnya &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E509&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Calcium Chloride &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Hidroklorida dan Garamnya &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E510&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Ammonium Chloride &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Hidroklorida dan Garamnya &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E513&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sulphuric Acid &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Sulfat dan Garamnya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E514&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sodium Sulphate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Sulfat dan Garamnya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E515&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Potassium Sulphate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Sulfat dan Garamnya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E516&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Calcium Sulphate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Sulfat dan Garamnya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E518&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Magnesium Sulphate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Sulfat dan Garamnya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E524&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sodium Hydroxide &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Asam dan Garam: Asam Sulfat dan Garamnya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E525&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Potassium Hydroxide &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Alkali &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E526&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Calcium Hydroxide &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Alkali &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E527&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Ammonium Hydroxide &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Alkali &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E528&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Magnesium Hydroxide &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Alkali &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E529&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Calcium Oxide &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Alkali &lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E530&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Magnesium Oxide &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Alkali&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E535&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sodium Ferrocyanide &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Garam lainnya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E536&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Potassium Ferrocyanide &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Garam lainnya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E540&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Dicalcium Ferrocyanide &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Garam lainnya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E541&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sodium Aluminium Phosphate&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Garam lainnya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E542&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Edible Bone Phosphate (Bone Meal)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous - Anti-Caking Agents&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, haram jika berasal dari tulang babi atau tulang hewan yang disembelih tidak secara Islami; halal jika berasal dari tulang hewan halal dan disembelih secara Islami; akan tetapi kebanyakan berasal dari impor jadi kemungkinan berasal dari tulang babi dan hewan yang disembelih tidak secara Islami (haram)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E544&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Calcium Polyphosphates &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous - Anti-Caking Agents&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung pada sumbernya, apakah berasal dari bahan mineral atau dari tulang hewan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E545&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Ammonium Polyphosphates&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous - Anti-Caking Agents&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E551&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Silicon Dioxide (Silica Salt)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Garam Silica&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E552&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Calcium Silicate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Garam Silica&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E553&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Magnesium Silicate/Magnesium Trisilicate (Talc)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Garam Silica&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E554&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Aluminium Sodium Silicate&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Garam Silica&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E556&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Aluminium Calcium Silicate&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Garam Silica&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E558&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Bentonite &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-komponen lainnya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E559&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Kaolin (Aluminium Silicate)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-komponen lainnya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E570&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Stearic Acid &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous-komponen lainnya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung apakah asam stearat berasal dari minyak nabati atau lemak hewani. Haram jika berasal dari lemak babi atau lemak hewan yang tidak disembelih secara Islami&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E572&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Magnesium Stearate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous- komponen lainnya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan asam stearat yang digunakan dalam pembuatannya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E575&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Glucono Delta-Lactone &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-komponen lainnya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E576&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Sodium Gluconate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-komponen lainnya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E577&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Potassium Gluconate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-komponen lainnya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E578&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Calcium Gluconate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-komponen lainnya&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E620&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;L-Glutamic Acid &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous-Penguat Flavor&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam glutamat secara fermentasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E621&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Monosodium Glutamate (MSG)&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous-Penguat Flavor&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam glutamat secara fermentasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E622&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Manopotassium Glutamate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous-Penguat Flavor&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam glutamat secara fermentasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E623&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Calcium Glutamate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous-Penguat Flavor&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kehalalan media yang digunakan dalam pembuatan asam glutamat secara fermentasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E627&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Sodium Guanylate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous-Penguat Flavor&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Halal jika diperoleh melalui sintesis kimia, syubhat jika diperoleh melalui fermentasi karena tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam fermentasi tersebut&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E631&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Sodium Inosinate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous-Penguat Flavor&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung kepada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatannya secara fermentasi, kecuali dibuat dengan cara sintesis kimia bisa menjadi halal &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E635&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Sodium 5-Ribonucleotide&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous-Penguat Flavor&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat, tergantung pada kehalalan media yang digunakan dalam pembuatannya secara fermentasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E636&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Maltol&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Penguat Flavor&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E637&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Ethyl Maltol &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Penguat Flavor&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E900&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Dimethylpolysiloxane &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Penguat Flavor&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E901&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Beeswax&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous-Glazing Agents&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Halal dalam bentuk aslinya, jika sudah diputihkan maka kehalalannya tergantung kepada bahan pemutih yang digunakan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E903&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Carnauba Wax &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Glazing Agents&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E904&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Shellac&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Glazing Agents&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E905&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Mineral Hydrocarbons &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Glazing Agents&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E907&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Refined mycrocrystalline Wax&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Glazing Agents&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl351594"&gt;E920&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;L-Cysteine hydrochloride&lt;/td&gt;&lt;td class="xl361594"&gt;Miscellaneous-Komponen-komponen dalam pembuatan tepung&lt;/td&gt;&lt;td class="xl371594"&gt;Syubhat; haram jika berasal dari manusia atau hewan unggas yang tidak disembelih secara Islami; jika dibuat dengan cara fermentasi maka kehalalannya tergantung kepada media yang digunakan dalam fermentasi tsb&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E924&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Potassium Bromate &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Komponen-komponen dalam pembuatan tepung&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E925&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Chlorine &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Komponen-komponen dalam pembuatan tepung&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E926&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Chlorine Dioxide &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Komponen-komponen dalam pembuatan tepung&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;&lt;td class="xl301594"&gt;E927&lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Azodicarbonamide &lt;/td&gt;&lt;td class="xl311594"&gt;Miscellaneous-Komponen-komponen dalam pembuatan tepung&lt;/td&gt;&lt;td class="xl321594"&gt;Halal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk informasi lebih lengkap silahkan merujuk ke sumber aslinya : &lt;a href="http://www.halalguide.info/content/view/407/38/"&gt;http://www.halalguide.info/content/view/407/38/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(tulisan ini pernah dimuat di my solitaire)@multiply&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-7787858915206462339?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/2HUUf7n3awM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/2HUUf7n3awM/hati-hati-terhadap-makanan-danobat.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S0U_YRAOvbI/AAAAAAAAAMU/SHWSB5i9JHM/s72-c/junk-food.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2010/01/hati-hati-terhadap-makanan-danobat.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-1531414477827975283</guid><pubDate>Sun, 03 Jan 2010 12:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-21T07:43:56.559+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mutiara Salaf</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ulama: Various</category><title>Mereka Berkata tentang Cinta</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S0CSA9dlO6I/AAAAAAAAAMM/qI7CQti_m2M/s1600-h/uhibbuk+fillah+jpg.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 196px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S0CSA9dlO6I/AAAAAAAAAMM/qI7CQti_m2M/s200/uhibbuk+fillah+jpg.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422494496550370210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anas radhiallahu anhu berkata, "Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ما تحابا الرجلان إلا كان أفضلهما أشدهما حبا لصاحبه&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;'Dua orang saling mencintai (karena Allah) maka yang paling baik di antara keduanya adalah yang paling kuat cintanya kepada temannya."'&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (450). [lihat kitab Shahih Adabul Mufrad]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ubaid al-Kindi berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;سَمِعْتُ عَلِيًّا يَقُوْلُ لاِبْنِ الْكَوَّاءِ هَلْ تَدْرِي مَا قَالَ اْلأَوَّلُ ؟ أَحْبِبْ حَبِيْبَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُوْنَ بَغِيْضَكَ يَوْمًا مَا وَأَبْغِضْ بَغِيْضَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُوْنَ حَبِيْبَكَ يَوْمَا مَا   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Aku mendengar Ali berkata kepada Ibnul Kawwa, “Apakah engakau tahu apa yang dikatakan pertama?” “Cintailah orang yang engkau cintai dengan sewajarnya, karena mungkin ia akan menjadi orang yang engkau benci suatu hari nanti. Bencilah orang yang engkau benci dengan sewajarnya, mungkin ia akan menjadi kecintaanmu suatu hari nanti.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Hasan lighairihi, diriwayatkan dengan riwayat yang mauquf, telah di shahihkan dengan riwayat marfu' di dalam kitab Ghaayatul-Maram (272), (LIhat Shahih Adabul Mufrad Imam Bukhari) oleh Syaikh Albani)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aslam, dari Umar bin Khaththab radhiallahu anhu berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;لاَ يَكُنْ حُبُّكَ كَلَفًا وَلاَ بَغُضُكَ تَلَفًا فَقُلْتُ كَيْفَ ذَاكَ ؟ قَالَ إِذَا أَحْبَبْتَ كَلِفْتَ كَلَفَ الصَّبِيِّ وَإِذَا أَبْغَضْتَ أَحْبَبْتَ لِصَاحِبِكَ التَّلَف&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah cintamu menjadikan keterlenaan bagimu, dan jangan pula kebencianmu menajdikan kehancuran bagimu.  Aku berkata, “Bagaimanakah itu?” Ia berkata, “Bila engkau mencitainya, maka engkau mencitainya sampai engkau terlena seperti layaknya seorang anak kecil, dan bila engkau membenci, engkau menginginkan kehancuran baginya.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shahih sanadnya (Lihat Shahih Adabul Mufad Imam Bukhari oleh Syaikh Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mu’adz bin Jabal radhiallahu anhu berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;إذا أحببت أخا فلا تماره ولا تشاره ولا تسأل عنه فعسى أن توافى له عدوا فيخبرك بما ليس فيه فيفرق بينك وبينه&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;"Apabila engkau mencintai seseorang, maka janganlah engkau berdebat dengan dia.          Janganlah engkau membicarakannya, janganlah engkau bertanya tentang dia, karena barangkali engkau bertemu dengan musuhnya lalu dia memberitahukanmu tentang sesuatu yang tidak terdapat pada dia sehingga menyebabkan perpecahan antara dia denganmu."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Shahih, sanadnya yang mauquf dan hadits tersebut diriwayatkan dengan periwayatan yang marfu' di dalam kitab Adh-Dha'ifah (1420).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-1531414477827975283?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/6HzizGDg8ps" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/6HzizGDg8ps/mereka-berkata-tentang-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/S0CSA9dlO6I/AAAAAAAAAMM/qI7CQti_m2M/s72-c/uhibbuk+fillah+jpg.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2010/01/mereka-berkata-tentang-cinta.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-8502043985069533792</guid><pubDate>Tue, 29 Dec 2009 02:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-02T11:05:03.069+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">English</category><title>Eleven Attributes of the Slaves of the Most Gracious</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Author: Abu Muslih Ari Wahyudi&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;أُوْلَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَاماً&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 51, 102); font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;“Those are the ones who will be rewarded with the highest place in heaven, because of their patient constancy: therein shall they be met with salutations and peace, Dwelling therein;- how beautiful an abode and place of rest!”&lt;/span&gt; (QS Al-Furqaan [25] : 75)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/Szlw55y39UI/AAAAAAAAAKs/3vrbHA7qpKw/s1600-h/putih.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 194px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/Szlw55y39UI/AAAAAAAAAKs/3vrbHA7qpKw/s200/putih.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420487766586160450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Allah explains characteristics of the model servants to us whose good deeds to be followed. They are those who are known as Ibaad Ar-Rahman (The slave of The Most Gracious). Allah describes eleven attributes of them which are mentioned in detail in the Qur’an. Here are the explanation which we derived from Taisir Al-Karim Ar-Rahman (published by Mu’assasah ar-Risalah, pg. 586-588) by Syeikh As-Sa’di – may Allah have mercy on him [Commentary of Al-Furqon 63-77) with some addition from other sources, may this be beneficial to the readers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;First attribute:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Humility and address the ignorant with mild words and gentleness&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْناً وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَاماً&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“And the slaves of the Most Beneficent (Allah) are those who walk on the earth in humility and sedateness, and when the foolish address them (with bad words) they reply back with mild words of gentleness.” (Al-Furqaan [25] : 63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The slave of The Most Gracious (Ibadur-Rahman) are those who walk on this life with humility before Allah and other creatures. They show sedateness and wisdom. Always shows humility before Allah and gentleness to His slaves. If ignorant people address them badly, it would not cause them to replay in the same manner or in sinful act. For these manner they are praised, which are gentleness and sedateness. They reply ignorance in kindness. They even willing to forgive the foolish ones for their ignorance. This indicates their amazing endurance to hardship which could raise them in this noble character.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Katsir – may Allah have mercy on him – said in his tafsir about “Those who walk on the earth with humility and sedateness.” meaning that they walk with dignity and humility, not with arrogance and pride. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azim, VI/27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Second Attribute:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Observing the night prayer sincerely&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّداً وَقِيَاماً&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“And those who spend the night before their Lord, prostrate and standing. (Al-Furqaan : 64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The slaves of The Most Gracious are those who observe the night prayer while doing it sincerely to their Lord and humble themselves before Him. It is like Allah’s saying in other verse: “Their sides forsake their beds, to invoke their Lord in fear and hope, and they spend (charity in Allah’s Cause) out of what We have bestowed on them. No person knows what is kept hidden for them of joy as a reward for what they used to do.” (As-Sajdah [32]: 16-17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Katsir – may Allah have mercy on him – said in his tafsir about ‘those who spend the night before their Lord, prostrate and standing’ “meaning (they spend their night in) worshipping and obeying Him.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azim, VI/28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Third Attribute&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Invoke to Allah to be averted from hell.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَاماً إِنَّهَا سَاءتْ مُسْتَقَرّاً وَمُقَاماً&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“And those who say: "Our Lord! Avert from us the torment of Hell. Verily! Its torment is ever an inseparable, permanent punishment. Evil indeed it (Hell) is as an abode and as a place to dwell.” (Al-Furqaan [25] : 65-66)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The slaves of The Most Gracious are those who invoke to Allah to be distanced from reasons that would lead them to hellfire. They always seek forgiveness against every sin they have done, for if they were not to repent from those sins they will be thrown in torment and punishment. Whereas this torment is really daunting, and everlasting torment like a winding debt which torment the mind of the one who is in debt but could not repay it back.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Evil indeed it (Hell) is as an abode and as a place to dwell.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It shows their submission and obedience before Allah The Most High, and how they need the assistance of Allah. They realize that they could not bear the torment. It also reminds them of Allah’s blessing on them, that is when a great calamity and sorrow which torment the soul cast away, then their heart full of joy and happiness when they are save from an evil torment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fourth attribute&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neither extravagant nor niggardly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَاماً&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“And those, who, when they spend, are neither extravagant nor niggardly, but hold a medium (way) between those (extremes).” (Al-Furqaan [25]:67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The slaves of The Most Gracious are those who spend charity on Allah’s cause, whether being obligatory of recommended. Obligatory charity such as zakah, paying fine or penalty (kafarah), and giving basic necessities for one’s family. They do not exceed the limit in giving charity. Do not spend in extravagant so as to neglect other charity which is compulsory to them. They neither become sitngy or niggardly. So is the way they spend, in between extravagant and niaggardly. They spend in proper matters in proper ways, neither harm themselves nor others, which indicate their being just with what they have.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Katsir – may Allah have mercy on him – said in his tafsir about ‘those, who, when they spend, are neither extravagant nor niggardly’ it means ‘They are not extravagant, spending more than they need, nor are they miserly towards their families, not spending enough on their needs. But they follow the best and fairest way. The best of matters are those which are moderate, neither one extreme nor the other.’ (Tafsir Al-Qur’anul ‘Azhim, VI/29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He also quoted from Iyas ibn Mu’awiyah who said: “Everything which exceed the limit of Allah’s divine is extravagant.” Other scholar said, “What is meant by extravagant is spend in violation of Allah’s rule.” While Hasan al-Bashri said: “There is no extravagant in spending on the path of Allah.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, VI/29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fifth Attribute&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do not invoke other deity along with Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“And those who invoke not any other ilah (god) along with Allah…” (QS Al-Furqaan [25] : 68)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The slaves of The Most Gracious are those who worship Allah alone (at-tauhid), being sincere in religion and obedience to Him. They abandon all form of polytheist (syirik) and turn to monotheist (tauhid). Put their body and soul for Allah only and turn away from dependence of their hearts from everything beside Him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad said, Abu Mu’awiyah narrated to us, Al-A’masy reported to us on Syaqiq on Abdullah i.e. Ibn Mas’ood. Ibn Mas’ood – may Allah please with Him – said, “The Messenger of Allah – peace be upon him – was asked what are the major sin? He said: “You appoint a rival to Allah when He has created you.” He asked, “Then what? He said: “You kill your child for fear that he may eat with you.” He said, “Then what?” He said: “You commit adultery with your neighbor’s wife.” Abdullah said: “Then Allah revealed, confirming that: “And those who invoke not any other god along with Allah....” (Reported by Bukhari in the Book of Tafsir/4477/Al-Fath, Muslim in the Book of Eeman/86/Abdul Baqi, quoted from Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, VI/29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sixth Attribute&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do not kill without just reason&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“...nor kill such life as Allah has forbidden, except for just cause...” (Al-Furqaan [25] : 68)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life which is forbidden to be killed is the life of Muslims and kafir mu’ahad, dzimmi and musta’man. Kafir mu’ahad is unbeliever who have security agreement with the Muslims, whether it is with government or individual Muslim. As for kafir dzimmi is unbeliever who become citizen under Islamic ruling and obey the rule and pay jizyah (tax). As for kafir musta’man is unbeliever who granted security or political security by a Muslim country.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These types of disbeliever can not be fought against, rather The Messenger of Allah (shallallahu alaihi wasallam) once said: ““Whoever kill one kafir mu’ahad, he will not able to smell the smell of paradise and indeed it fragrance could be smelt from the distance of forty years journey. (Related by al-Bukhari in the Book of al-Jizyah wal Muwaada’ah, the chapter of Man qatala mu’ahadan bighairi jurmin, no. 3166 from Abdullah ibn Amr). In another naration he (shallallahu alaihi wasallam) said: "Whoever killed a Mu'ahid (a person who is granted the pledge of protection by the Muslims) shall not smell the fragrance of Paradise though its fragrance can be smelt at a distance of forty years (of traveling)." (Related by al-Bukhari in the Book of Blood Money (Ad-Diyaat), the chapter of Itsmu man qatala dzimmiyan bighairi jurmin, no, 3166 on the authority of Abdullah ibn Amr). As for that which is permissible according to divine legislation are to kill those who kill other people (qishah), those who commit adultery while engage in marital status with his/her partners (by throwing with stones), those who apostate from the religion, disbeliever who are permitted to be killed such as people who attack Muslim country (kafir harbi). (Refer to the Explanation of Arba’in by Syaikh Shalih Alu Syakih, p. 63).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seventh Attribute&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do not commit adultery.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;وَلَا يَزْنُونَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَاماً يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَاناً&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“...nor commit illegal sexual intercourse and whoever does this shall receive the punishment. The torment will be doubled to him on the Day of Resurrection, and he will abide therein in disgrace;” (QS Al-Furqaan : 68-69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The slave of The Most Gracious are people who guard their private parts exept for their wives or their slaves. The Messenger of Allah (shallallahu alaihi wasallam) once asked his companions, “What do you think about fornication?” They said: “Allah and His Messenger has made it forbidden so it will stay as such until the Day of Judgement.” So The Messenger of Allah (shallallahu alaihi wasallam) said to his companions: ”Verily, if a man commit adultery with ten women it would be easier for him than commit adultery with the wife of his neighbour.” And he asked again, “And what do you think about burgle?” They said: “Allah and His Messenger have made it forbidden and it will be forbidden.” So he said: “Indeed, if a man commit burglary in ten houses it would be easier for him than commit burglary against his neighbour’s property.” (An authentic hadith by Syaikh Albani in Shahihul Jaami’, 54030; quoted from Tafsir Al-Qur’an al-Adhim VI/130)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Eighth Attribute&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Repent, having firm belief (eeman) and performing righteous deeds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحاً فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَالِحاً فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَاباً&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Except those who repent and believe (in Islamic Monotheism), and do righteous deeds, for those, Allah will change their sins into good deeds, and Allah is Oft-Forgiving, Most Merciful. And whosoever repents and does righteous good deeds, then verily, he repents towards Allah with true repentance.” (QS Al-Furqaan : 70-71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That are people who repent from evil deeds and other sins in accordance to the requirements of the above verse, i.e. 1) leave all the evil deeds immediately; 2) feel remorse of sins which have been committed; 3) very determine not to fall into the same sins, 4) belief in Allah with the right belief , which demands him to leave every kind of evil deeds and requires him to act on obedience; 5) doing righthous deeds, acting legislated deed and sincere intention hoping for Allah’s pleasure and reward to meet His face.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi, may Allah have mercy on him, said: “Scholars said: Repetance is obligated for every sin that has been done.” (Syarh Riyadu Ash-Shalihin, 1/56). He also said: “It has three pillars: leave it completely, feel remorse of the evil deeds, and have a strong intention not to fall on that evil deed ever. If the evil deeds is concern others right, then there is the fourth pillar which is free himself from people whose rights are violated. The core of repentance is remorse, and that is the greatest pillar.” (Syarh Shahih Muslim, IX/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He, may Allah have mercy on him, also said: “...They (the scholars) agreed that repentance from every evil deed is obligated, and (they also agreed) that repentance should be done sooner and must not be postpone, whether the sin falls under major sin or minor sin. Repetance is one of the greatness principal in the religion of Islam and a very emphasizing rule in it…” (Syarh Shahih Muslim, IX/12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And Allah The Most High said:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Interpretation of the meaning) “Say: "O my Slaves who have transgressed against their souls! Despair not of the Mercy of Allah. for Allah forgives all sins: for He is Oft-Forgiving, Most Merciful.” (QS Az-Zumar [39] : 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ninth Attribute&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do not witness falsehood and abandon all meaningless talk and action.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah The Most High says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَاماً&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“And those who do not witness Az-Zuur (falsehood), and if they pass by some evil play or evil talk, they pass by it with dignity. “ (QS Al-Furqaan [25] : 72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Falsehood (az-Zuur) here refers to forbidden sayings and actions. This term encompass various issues, such as associating partners with Allah (syirik), worshiping idols, lies, disobedience, disbelief, immorality, song, disbeliever celebration days, gathering of alcoholic, false witness, etc. (See Tafsir Ibn Kathir, VI/33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The slave of The Most Gracious stays away from any gathering where forbidden speeches and actions occur, such as mocking Allah’s verses and signs, false discussion, backbiting, titling, disgracing someone, accuse someone of fornicating without evidence, make fun of Allah’s legislation, forbidden song, drink alcohol, wearing silk (for male –ed), hanging or display images of living creature, and so on. If they do not attend gathering where Az-Zuur or falsehood occurs, surely they will not speak and act upon it. Bearing false witness is the first one categorized of being az-Zuur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…and if they pass by some evil play or evil talk..” Al-Laghwu refers to useless speech, which is not consists of something that benefit the religion nor for the life in this world, such as the speech of ignorant people and the likes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…they pass by it with dignity. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The slave of The Most Gracious purified their soul and maintain their dignity by not involving in those false speech. They believe despite that no sin occurs, talking in matters which consists no good in it is from the act of ignorant from humanity values and honor point of view. So they choose to stay away from them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Allah’s saying:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Interpretation of the meaning): “…and if they pass by some evil play or evil talk…” indicates that they do not intend to attend and listen to those falsehood, rather it happen coincidently, so they keep their honor by stay away from it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tenth Attribute&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do not fall deaf and ignorant when they are reminded of Allah’s verses and signs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah The Most High says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمّاً وَعُمْيَاناً&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“And those who, when they are reminded of the Ayat (proofs, evidences, verses, lessons, signs, revelations, etc.) of their Lord, fall not deaf and blind thereat.” (QS al-Furqaan [25] : 73)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The slave of The Most Gracious are those who do not turn away from those admonition. They do not shut their ears in order not to listen. They do not close their eyes and heart from comprehending those admonition like people who believe in those admonition but do not confirm it. If they are reminded of it, they act as described in Allah’s saying (interpretation of the meaning):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Only those believe in Our Ayat (proofs, evidences, verses, lessons, signs, revelations, etc.), who, when they are reminded of them fall down prostrate, and glorify the Praises of their Lord, and they are not proud.” (QS As-Sadjah [32] : 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The slave of The Most Gracious accept those admonitions completely with needs, obedience and submission. You will find they have open ears, waking hearts, which cause their faith to increase and their trust to complete. Those admonitions raise their spirit, they feel joy and happy in accepting it. This is the attribute of a believer, as Allah describes in His saying:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Interpretation of the meaning) “The believers are only those who, when Allah is mentioned, feel a fear in their hearts and when His Verses (this Quran) are recited unto them, they (i.e. the Verses) increase their Faith; and they put their trust in their Lord (Alone).” (QS al-Anfaal [8] : 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As for disbeliever, they are not affected by Allah’s sayings. Rather they persist in their disbelief and misguidance. This is as described in Allah’s saying:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Interpretation of the meaning) “And whenever there comes down a Soorah (chapter from the Quran), some of them (hypocrites) say: "Which of you has had his Faith increased by it?" As for those who believe, it has increased their Faith, and they rejoice. But as for those in whose hearts is a disease (of doubt, disbelief and hypocrisy), it will add suspicion and doubt to their suspicion, disbelief and doubt, and they die while they are disbelievers..” (QS At-Taubah [9] : 124-125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah says (interpretation of the meaning): “And remind (by preaching the Quran, O Muhammad r) for verily, the reminding profits the believers.” (QS Adz-Dzariyat [51] : 55). In this verse Allah inform us that admonition will be of benefit of the believers. This is since their soul contain faith, fear of Allah ((khasiyah), wishing back to Allah (inabah), and obedience in following Allah’s pleasure. These encourage them to take benefit from those reminders and could place admonitions to them in its proper place (i.e. implement it as good as they can). This is similar to Allah’s saying (interpretation of the meaning): “Therefore remind (men) in case the reminder profits (them). The reminder will be received by him who fears (Allah),” (QS Al-A’la [87] : 9-10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As for those whose heart does not have faith nor readiness to take admonitions, so any reminder given to those people will be of no benefit to themselves. The likes of moisture and salty land could not be turned fertile by rain. Such people will not have faith until they see painful punishment, we seek refugee to Allah from it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Eleventh Attribute&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supplicate to Allah to bestow righteous wives and offspring, and make them as example of godfearing people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً أُوْلَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَاماً خَالِدِينَ فِيهَا حَسُنَتْ مُسْتَقَرّاً وَمُقَاماً قُلْ مَا يَعْبَأُ بِكُمْ رَبِّي لَوْلَا دُعَاؤُكُمْ فَقَدْ كَذَّبْتُمْ فَسَوْفَ يَكُونُ لِزَاماً&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“And those who say: "Our Lord! Bestow on us from our wives and our offspring who will be the comfort of our eyes, and make us leaders of those who have taqwa. Those will be rewarded with the highest place (in Paradise) because of their patience. Therein they shall be met with greetings and the word of peace and respect. Abiding therein; excellent it is as an abode, and as a place to dwell. Say (O Muhammad r to the disbelievers): "My Lord pays attention to you only because of your invocation to Him. But now you have indeed denied (Him). So the torment will be yours for ever (inseparable permanent punishment)." (QS Al-Furqaan [25] : 74-77)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Kathir – may Allah have mercy on him – said about them: “those who ask Allah to bring forth from their loins offspring who will obey Him and worship Him and not associate anything in worship with Him.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, VI/34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If we ponder on the states and attributes of the slave of the Most Gracious, we might come to know the lofty of their aspiration and status. They could not feel content except that their children obey and submit themselves to their Lord, have knowledge and act accordingly. Although this supplication for is directed to good for wives and offspring, this supplication is also for their own good. It is because this supplication would be back to themselves. Therefore in the supplication they say “bestow” for them. Furthermore, the benefit of this supplication will be back to all Muslims, for beneficence of wives and offspring will bring benefit to those who interact with them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The slaves of The Most Gracious also supplicate to Allah “…and make us leaders of those who have taqwa.” Ibn `Abbas, Al-Hasan, As-Suddi, Qatadah and Rabi` bin Anas said: "Leaders who would be taken as examples in good.'' Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, VI/35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meaning, the slave of The Most Gracious always seek to achieve this high status, which is the status of shiddiqin and the prefect rank of righteous slaves. This is the status of leadership in religion. They seek to be leaders of those who have taqwa, whether in speech or action, so that they are worthy to be followed, and their action result in peace. Therefore people good doer will walk following them. They receive and spread guidance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supplication to get something also means seeking everything which is the conditions of it. Whereas the status of being the leader in religion could not be achieved except with patient and faith. The likes of Allah’s saying (interpretation of the meaning):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“And We made from among them (Children of Israel), leaders, giving guidance under Our Command, when they were patient and used to believe with certainty in Our Ayat (proofs, evidences, verses, lessons, signs, revelations, etc.). “ (QS As-Sadjah [[32] : 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic; color: rgb(102, 51, 102);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;May Allah grant us of being from among of the slaves of The Most Gracious&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abridged and translated from the original source &lt;a href="http://abu0mushlih.wordpress.com/2008/12/25/sebelas-karakter-ibadur-rahman/"&gt;“Sebelas Karakteristik Ibaadur Rahman&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-8502043985069533792?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/uUUgaLb7lj4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/uUUgaLb7lj4/eleven-attributes-of-slaves-of-most.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/Szlw55y39UI/AAAAAAAAAKs/3vrbHA7qpKw/s72-c/putih.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2009/12/eleven-attributes-of-slaves-of-most.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-4421760434624805596</guid><pubDate>Fri, 18 Dec 2009 01:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-18T09:56:26.456+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Al-Qur'an</category><title>Peringatann Bagi Orang yang Memiliki Hati</title><description>Oleh: Ibnu Qayyim al-Jauziyyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَن كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.”  (QS Qaf [50] : 37)&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/SyrgVQ4LQVI/AAAAAAAAAKc/iHyzdWXwkY4/s1600-h/qalbun+salim.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 290px; height: 241px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/SyrgVQ4LQVI/AAAAAAAAAKc/iHyzdWXwkY4/s200/qalbun+salim.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416388157778903378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika engkau ingin mengambil manfaat dari Al-Qur’an, maka satukan hatimu ketika memacanya, buka pendengaran dan hadirkan dirimu layaknya orang yang langsung diajak bicra oleh Allah. Karena Al-Qur’an merupakan seruan dari Allah yang ditujukan kepada dirimu, yang disampaikan lewat lisan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman seperti ini, karena kesempurnaan pengaruh tergantung pada pemberi pengaruh, sasaran yang menerima pengaruh itu, syarat smpainya pengaruh, ketiadaan penghalang yang mencegahnya. Aat ini mencakup penjelasan atas semua ini dengan lafash yang singkat namun jelas dan gambling maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friman Allah: “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan “, merupakan syarat tertuju ke kandungan yang ada semenjak awal surat hingga ayat ini. Inilah yang memberikan pengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friman=Nya:  “Bagi orang-orang yang mempunyai hati”, merupakan sasaran penerima. Artinya, hati yang hidup dan yang mau memikirkan tentang Allah, sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُّبِينٌ لِيُنذِرَ مَن كَانَ حَيّاً&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Al Quraan itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan. supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya.” (QS Yasin [36] : 69-70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman-Nya: &lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ&lt;/span&gt;  ‘au alqaa as-sam’a’ artinya mengarahkan pendengarannya dan mengkonsentrasikan indera pendengarannya untk mendengarkan apa yang dikatakan kepaanya. Ini merupakan syarat pengaruh perkataan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Firman-Nya:  “Sedang dia menyaksikannya”, berarti hantinya menyaksikan dan hadir. Menurut Ibnu Qutaibah, maksudnya: Dia mendengarkan Kitab Allah, menghadirkan hatinya dan me-mahaminya, tidak melupakan dan melalaikannya. Hal ini merupakan isyarat tentang penghalang sempurnanya pengaruh, yaitu kelalaian hati dan keengganan menikirkan apa yang dikatakan kepadanya, melihat dan memperhatikannya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika ada pemberi pengaruh, yaitu Al-Qur’an, ada sasaran penerima, yaitu hati yang hidup, ada syarat, yaitu mendengarkan dan menyimak, tidak ada penghalang, yaitu kelalaian hati tentang makna seruan dan perhatiannya kepda sesuatu yang lain, maka pengaruh akan menjadi efektif dan ada manfaat yang diambil dari Al-Qur’an dan peringatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi ada yang bertanya, “Kalau pengaruh dapat efektif hanya dengan keseluruhan perkara-perkara ini, lalu mengapa digunakan kata sambung au (atau) dalam  &lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ&lt;/span&gt;  , padahal posisi ini mestinya menggunakan waw al-jam’ dan bukan au ang berarti pilihan dari dua hal?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dijawab sebagai berikut: Perkataan ini menggunakan au dengan mempertimbangkan keadaan yang diseru. Sebab di antara manusia ada yang hatinya hdup dan sadar serta sempurna fitrahnya. Jika dia memikirkan dengan hati dan pikirannya, maka hatinya akan menuntun kepada kebenaran Al-Qur’an, bahwa Al-Qur’an itu adalah benar, dan hatinya mempersaksikan apa yang dikabarkan Al-Qur’an. Sampainya A-Qur’an ke hatinya merupakan cahaya di atas cahaya fitrah. Ini merupakan sifat orang-orang yang difirmankan Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;وَيَرَى الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ الَّذِي أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ هُوَ الْحَقَّ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itulah yang benar.” (QS Saba [34] : 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَارَكَةٍ زَيْتُونِةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُّورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus , yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya) , yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki,” (S An-Nur [24] : 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang dimaksudkan cahaya fitrah di atas cahaya wahyu, dan inilah keadaan orang yang hatinya hidup dan sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang hatinya hidup memiliki hubungan yang erat antara hati dan makna-makna Al-Qiur’an. Dia mendapatkan hatinya seakan-akan sudah terbentuk seperti itu. Dia membacanya dari balik hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di antara manusia ada yang tidak memiliki kesiapan yang sempurna dan hatinya tidak memiliki kesadaran yang penuh, sehingga dia memerlukan bukti untuk membedakan baginay antara yang benar dan batil. Kehidupan hatinya tidak mampu membuat dirinya memperhatikan dan memikirkan kandungannya, sehingga dia mengetahui bahwa Al-Qur’an adalah benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang pertama adalah keadaan orang yang mengetahui apa yang diserukan dan dikabarkan kepadanya. Orang kedua merupakan keadaan orang yang mengetahui kebenaran pengabaran dan meyakininya, namun dia berkata, “Cukuplah bagiku pengabaran itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua berada pada posisi iman dan yang pertama pada posisi ihsan. Yang kedua sampai kepada tataran ilmul yaqin dan yang pertama sampai ke tataran ainul yaqin. Pembenaran itulah yang membuatnya keluar dari kekufuran dan masuk ke dalam Islam.&lt;br /&gt;Ainul yaqin ada dua macam. SAtu macam ada di dunia dan satu macam lagi ada di akhirat. Yang diperoleh di dunia adalah yang dinisbatkan kepada hati, seperti penisbatan bukti ke mata. Berita ghaib yang disampaikan para rasul akan terlihat mata di akhirat. Sementara di dunia hanya dengan mata  hati. Jadi itulah ainul yaqin dalam dua tararan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Al-Fawa’id (hal 3-5) dalam At-Tafsiru al-Qyyimu, Syaikh Muhammad Uwais an-Nadwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-4421760434624805596?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/cHAuxncZwmY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/cHAuxncZwmY/peringatann-bagi-orang-yang-memiliki.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/SyrgVQ4LQVI/AAAAAAAAAKc/iHyzdWXwkY4/s72-c/qalbun+salim.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2009/12/peringatann-bagi-orang-yang-memiliki.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-1856668766865027429</guid><pubDate>Sun, 13 Dec 2009 02:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-21T07:44:32.458+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mutiara Salaf</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ulama: Hibban bin Abi Jablah</category><title>Wanita Dunia dan Bidadari Surga</title><description>&lt;p&gt; &lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_Yqmw3TT8S5Q/SyRNi5uXvcI/AAAAAAAAAKU/9n2GKlzk31Q/s1600-h/purple_rose8.jpg"&gt;&lt;img style="border-width: 0px;" alt="purple_rose" src="http://lh4.ggpht.com/_Yqmw3TT8S5Q/SyRNkVJyNXI/AAAAAAAAAKY/U6XSJbpMwQk/purple_rose_thumb2.jpg?imgmax=800" border="0" width="244" height="184" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diriwayatkan dari Hibban bin Abi Jablah bahwa ia berkata: “Wanita dunia yang masuk surge akan lebih utama dari al-Hur al-‘Ain (biadari bermata jeli) dengan amal baik mereka di dunia.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Righteous Women and the Maidens of Jannah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;It is reported from Hibbân b. Abî Jablah that he said, “The women of this world who enter Paradise will surpass Al-Hûr Al-‘În by the deeds they did in this world.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;b&gt;عن حيان بن أبي جبلة: إن نساء أهل الدنيا من دخلت منهن الجنة فضلن على الحور العين بما عملن في الدنيا. &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ibn Al-Mubârak, Al-Zuhd wa Al-Raqâ`iq Vol. 4 p463.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hibbân b. Abî Jablah adalah dari Tabi’in. Belaiu wafat pada tahun 122 atau 125H.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Wallahu a’lam.&lt;/p&gt; (Sayings of The Salaf.Net) &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; display: inline;" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:a10ad21e-2042-4317-8dd0-e584bb97c5aa" class="wlWriterSmartContent"&gt;Technorati Tags: &lt;a href="http://technorati.com/tags/mutiara" rel="tag"&gt;mutiara&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/salaf" rel="tag"&gt;salaf&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/hikmah" rel="tag"&gt;hikmah&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/nasihat" rel="tag"&gt;nasihat&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-1856668766865027429?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/2Iih2jA0BB0" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/2Iih2jA0BB0/wanita-dunia-dan-bidadari-surga.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2009/12/wanita-dunia-dan-bidadari-surga.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-8364843503196929156</guid><pubDate>Thu, 10 Dec 2009 02:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-10T10:13:15.696+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah</category><title>Kisah Ahli Ibadah yang Menyusuri Lautan</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://thumbs.dreamstime.com/thumb_6/1106138755LBnZo6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 209px;" src="http://thumbs.dreamstime.com/thumb_6/1106138755LBnZo6.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Abdul Wahid bin Zaid menceritakan kepada kami:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Kami berada dalam sebuah perahu, lalu kami terlempar oleh angin hingga ampai di sebuah pulau. Kami mendapati seorang laki-laki yang menyembah berhala di pulau itu, maka kami berkata kepadanya::&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Kepada siapa kamu menyembah?” Dia menunjuk kepada sebuah berhala. Kemudian kami berkata:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Sesungguhnya ada benda seperti itu dalam perahu kami. Benda itu bukanlah tuhan yang patut diibadahi.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Laki-laki itu bertanya, “Lalu kepada siapa kalian beribadah?”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kami berkata, “Allah.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dia berkata, “Siapa Allah itu?”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kami berkata, “Dzat yang singgasana-Nya ada di langit. Dzat yang kekuasaan-Nya ada di bumi, dan Dzat yang kehidupan dan kematian adalah menjadi ketetapan-Nya.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Bagaimana kalian bisa mengetahui dan mengenalnya?”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Dzat Yang Maharaja ini mengutus seorang Rasul kepada kami, lalu Rasul itu mengabarkan kami akan hal ini.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Lalu bagaimana keadaan Rasul itu?”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Ketika beliau melaksanakan misinya, Allah mencabut nyawanya.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Apakah beliau meninggalkan satu tanda untuk kalian?”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Ya, beliau meninggalkan kitab Yang Maha Menguasai.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Tunjukkanlah kitab itu kepadaku. Sudah sepatutnya bila kitab-kitab Yang Maha Menguasai adalah indah dan baik.” &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kami pun menyodorkan mushaf Al-Qur’an kepadanya, lalu dia berkata:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Aku tidak tahu ini.” &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kemudian kami membacakan satu surat al-Qur’an untuknya. Kami terus membacanya dan dia menangis hingga kami selesai membaca satu sura itu. Lalu dia berkata:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Tidak seharusnya pemiliki firman ini didurhakai.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah itu dia menyatakan diri masuk Islam. Lalu kami membawanya dan mengajarkan syariat-syariat Islam dan beberapa surat Al-Qur’an kepadanya. Ketika malam telah gelap, dan kami usai melaksanakan shalat Isya, kami bersiap-siap di pembaringan kami, lalu laki-lak itu bertanya:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Wahai kaum, apakah Tuhan yang telah kalian tunjukkan kepadaku ini akan tidur ketika malam telah gelap?”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kami menjawab, “Tidak, wahai hamba Allah. Dia Maha Agung, terus-menerus mengurus mahluk-Nya. Dia tidak pernah tidur.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Seburuk-buruk kaum adalah kalian. Kalian tidur, sedang Tuhan kalian tidak pernah tidur.” &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sungguh ucapannya membuat kami kagum!. Saat kami sampa di Ubadan, aku berkata kepada teman-temanku:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Laki-laki ini baru mengenal Islam.” Kami pun mengumpulkan uang, lalu kami berikan uang itu kepadanya. Laki-laki itu kembali bertanya:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Apa ini?”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Kamu akan membelanjakan uang itu.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Laa ilaaha Illa Allah! Kalian telah menunjukkan jalan yang telah kalian tempuh kepadaku. Dahulu aku berada di sebuah pulau di tengah-tengah lautan dalam keadaan menyembah berhala. Dia tidak menyia-nyiakan aku sedang aku akan mengenali-Nya.” &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa hari kemudian aku mendengar bahwa dia dalam keadaan menghadapi maut. Maka aku mendatangi dan bertanya kepadanya:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Apakah ada sesuatu yang bisa aku lakukan untukmu?”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Semua kebutuhanku telah ditunaikan oleh orang-orang kalian yang datang ke pulauku,” jawabnya.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Abdul Wahid meneruskan ceritanya:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Mataku terpejam, aku tertidur di sampingnya. Aku melihat pemakaman kota Ubadan menjadi kebun yang di dalamnya terdapt sebuah kubah. Di dalam kubah itu ada sebuah tempat tidur dan sseorang wanita yang kecantikannya tiada duanya. Dia berkata:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Demi Allah, aku tidak memohon kepadamu melainkan engkau segerakan dia, sungguh rasa rinduku kepadanya telah membuncah.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lalu aku terbangun, aku mendapatinya telah meninggalkan dunia ini. Aku pun memandikan, mengkafani dan menguburkannya. Ketika malam telah larut, aku tidur dan melihatnya di kubah itu bersama seorang wanita cantik. Dia membaca ayat:&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic"&gt;وَالمَلاَئِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍ سَلاَمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“...sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. sambil mengucapkan): "Salamun 'alaikum bima shabartum" . Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS Ar-Ra’d [13] : 23-24)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Sifat Ash-Sahfwah, IV/301 dalam Al-Huur al-‘Ain Manaamatu Shaalihiin (id), oleh Syaikh ‘Isham Hasanain.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;span style="font-size:130%;font-family:traditiional arabic;"&gt;لغنا عن عبد الواحد بن زيد أنه قال ركبنا في مركب فطرحتنا الريح إلى جزيرة فإذا فيها رجل يعبد صنما فقلنا له من تعبد فأومأ إلى الصنم فقلنا إن معنا في المركب من يسوى مثل هذا ليس هذا بإله يعبد قال فأنتم لمن تعبدون قلنا الله عز و جل قال وما الله قلنا الذي فى السماء عرشه وفي الأرض سلطانه وفى الأحياء والأموات قضاؤه فقال كيف علمتم به قلنا وجه هذا الملك إلينا رسولا كريما فأخبرنا بذلك قال فما فعل الرسول قلنا لما أدى الرساله قبضه الله قال فما ترك عندكم علامه قلنا بلى ترك عندنا كتاب الملك قال أرونى كتاب الملك فينبغى أن تكون كتب الملوك حسانا فأتيناه بالمصحف فقال ما أعرف هذا فقرأنا عليه سورة من القرآن فلم نزل نقرأ ويبكى حتى ختمنا السورة فقال ينبغى لصاحب هذا الكلام أن لايعصى ثم أسلم وحملناه معنا وعلمناه شرائع الاسلام وسورا من القرآن فلما جن علينا الليل وصلينا العشاء أخذنا مضاجعنا فقال لنا يا قوم هذا الإله الذى دللتمونى عليه إذا جن عليه الليل ينام قلنا لا يا عبد الله هو عظيم قيوم لا ينام قال بئس العبيد أنتم تنامون ومولاكم لاينام فأعجبنا كلامه فلما قدمنا عبادان قلت لأصحابى هذا قريب عهد بالإسلام فجمعنا له دراهم وأعطيناه فقال ما هذه قلنا تنفقها قال لاإله إلاالله دللتمونى على طريق ما سلكتموها أنا كنت فى جزائر البحر أعبد صنما من دونه ولم يضيعنى وأنا أعرفه فلما كان بعد أيام قيل لى إنه فى الموت فأتيته فقلت هل من حاجة فقال قضى حوائجى من جاء بكم إلى جزيرتى قال عبد الواحد فحملتنى عينى فنمت عنده فرأيت مقابر عبادان روضه وفيها قبه وفى القبه سرير عليه جارية لم نر أحسن منها فقالت سألتك بالله إلاماعجلت به فقد اشتد شوقى إليه فانتبهت فإذا به قد فارق الدنيا فغسلته وكفنته وواريته فلما جن الليل نمت فرأيته فى القبه مع الجارية وهو يقرأ والملائكه يدخلون عليهم من كل باب سلام عليكم بما صبرتم فنعم عقبى الدار&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;(Disalin dari Shifat ash-Shafwah  Maktabah asy-Syamilah)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:aed09565-6154-4c10-9df6-d8ca1660d36c" class="wlWriterSmartContent" align="justify"&gt;Technorati Tags: &lt;a href="http://technorati.com/tags/kisah" rel="tag"&gt;kisah&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/teladan" rel="tag"&gt;teladan&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/hikmah" rel="tag"&gt;hikmah&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/tauhid" rel="tag"&gt;tauhid&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-8364843503196929156?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/LHTTdBm3QCo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/LHTTdBm3QCo/kisah-ahli-ibadah-yang-menyusuri-lautan.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2009/12/kisah-ahli-ibadah-yang-menyusuri-lautan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-4191497140047201208</guid><pubDate>Fri, 04 Dec 2009 05:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-21T07:45:07.615+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mutiara Salaf</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ulama: Maimun bin Mihran</category><title>Aku Tidak Meridhai Dirimu Untuknya</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_Yqmw3TT8S5Q/SxihYpE2neI/AAAAAAAAAKM/0bV2Se9haa4/s1600-h/tulipmerah3.jpg"&gt;&lt;img style="border-width: 0px;" alt="tulipmerah" src="http://lh3.ggpht.com/_Yqmw3TT8S5Q/SxihcC9SY_I/AAAAAAAAAKQ/08VrhU90D-k/tulipmerah_thumb1.jpg?imgmax=800" border="0" width="154" height="187" /&gt;&lt;/a&gt;  Seorang laki-laki datang kepada Maimun bin Mahran radhiallahu anhu hendak melamar anak perempuannya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Maimun berkata, “Aku tidak meridhari dirinya bagimu.” &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Laki-laki itu bertanya, “Mengapa?”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Maimun berkata, “Karena dia mencintai perhiasan dan pakaian.” &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Laki-laki itu berkata, “Aku memiliki semua apa yang diinginkannya.” &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Maimun berkata, “Sekarang, aku tidak meridhai dirimu untuknya.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;span style="font-family:Traditional Arabic;"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;جاء رجل إلى ميمون بن مهران يخطب بنته، فقال: لا أرضاها لك، قال: ولم ؟ قال: لانها تحب الحلي والحلل، قال: فعندي من هذا ما تريد، قال: الآن لا أرضاك لها&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;A man came to Maymûn b. Mahrân – Allah be please with him – to ask for his daughter’s hand in marriage. Maymûn said, “I do not approve of her for you.” The man asked, “Why?” He replied, “Because she loves jewelry and garments.” To this the man said, “Well I have as much of those as she desires.” Maymûn said, “Now I don’t approve of you for her.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber: Siyar Alam an-Nubala oleh Imam Adz-Dzahabi dalam biografi Maimun bin Mahran. (Sayings of The Salaf [dot] com)&lt;/p&gt;  &lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; display: inline; float: none;" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:983cc4f0-0fdd-4319-b1fa-abec3c5042f6" class="wlWriterSmartContent"&gt;Technorati Tags: &lt;a href="http://technorati.com/tags/hikmah" rel="tag"&gt;hikmah&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/mutiara" rel="tag"&gt;mutiara&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/salaf" rel="tag"&gt;salaf&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-4191497140047201208?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/B6oHrdVih_A" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/B6oHrdVih_A/aku-tidak-meridhai-dirimu-untuknya.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2009/12/aku-tidak-meridhai-dirimu-untuknya.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-6178326582604028023</guid><pubDate>Wed, 02 Dec 2009 03:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-21T07:45:37.338+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mutiara Salaf</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ulama: Hasan al-Bashri</category><title>Nasihat Hasan al-Bashri di Ranjang Kematiannya</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_Yqmw3TT8S5Q/SxXYzJUBJfI/AAAAAAAAAKE/9IFQgTHiBpU/s1600-h/embun%5B2%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; border-top: 0px; border-right: 0px" border="0" alt="embun" src="http://lh4.ggpht.com/_Yqmw3TT8S5Q/SxXY0Z89eAI/AAAAAAAAAKI/BTA_B8MtsIk/embun_thumb.jpg?imgmax=800" width="244" height="171" /&gt;&lt;/a&gt; Diriwayatkan bahwa ketika Al-Hasan Al-Bashri mendekati kematianna, beberapa orang sahabatnya datang kepadanya dan berkata:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#8220;Wahai Abu Sa&amp;#8217;id, berikanlah kepada kami kata-kata yang dapat bermanfaat bagi kami.&amp;#8221;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beliau berkata:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#8220;Aku akan memberikan kalian tiga kalimat kemudian kalian harus meninggalkanku menghadapi apa yang kuhadapi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jadilah orang yang paling jauh dari perkara-perkara yang dilarang, dan jadilah orang yang paling banyak berbuat kebaikan yang telah diperintahkan kepada kalian, dan ketahuilah bahwa langkah yang kalian ambil ada dua: langkah yang sejalan dengan keinginanmu dan yang bertentangan dengan keinginanmu, karenanya perhatikanlah dari mana engkau datang dan ke mana engkau pergi.&amp;#8221;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;&lt;b&gt;عن الحسن أنه لما حضره الموت دخل عليه رجال من أصحابه فقالوا له يا أبا سعيد زودنا منك كلمات تنفعنا بهن قال إني مزودكم ثلاث كلمات ثم قوموا عني ودعوني ولما توجهت له ما نهيتم عنه من أمر فكونوا من أترك الناس له وما أمرتم به من معروف فكونوا من أعمل الناس به واعلموا أن خطاكم خطوتان خطوة لكم وخطوة عليكم فانظروا أين تغدون وأين تروحون&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;It is reported that when Al-Hasan Al-Basr&amp;#238; was on his deathbed, some of his companions came to him and said:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;O Ab&amp;#251; Sa&amp;#8217;&amp;#238;d, offer us some words you can benefit us with. He replied, &amp;#8220;I will equip you with three words, then you must leave me to face what I am facing. Be the farthest of people from those things you have been forbidden, and be the most involved of people in the good you have been commanded to do; and know that the steps you take are two steps: a step in your favor and a step against you, so be careful where you come and where you go.&amp;#8221;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ab&amp;#251; Na&amp;#8217;yam, Hilyah Al-Awliy&amp;#226;` 2:154 (Sayings of the Salaf [dot] Com)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;div style="padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:7a0c16d2-76b6-4498-bdb7-f5ed14675f7a" class="wlWriterSmartContent"&gt;Technorati Tags: &lt;a href="http://technorati.com/tags/nasihat" rel="tag"&gt;nasihat&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/hikmah" rel="tag"&gt;hikmah&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/mutiara" rel="tag"&gt;mutiara&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/salaf" rel="tag"&gt;salaf&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://technorati.com/tags/hasan%20al-bashri" rel="tag"&gt;hasan al-bashri&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-6178326582604028023?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/Cf06cwIFUCA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/Cf06cwIFUCA/nasihat-hasan-al-bashri-di-ranjang.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2009/12/nasihat-hasan-al-bashri-di-ranjang.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-1622649547204030966</guid><pubDate>Sun, 15 Nov 2009 12:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-21T07:45:56.567+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mutiara Salaf</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ulama: Ibnu Qayyim al-Jauziyyah</category><title>Look for Your Heart in Three Places</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/Sv_2UgSBFSI/AAAAAAAAAJ8/lFZ8CH7zDbM/s1600-h/Untitled4.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/Sv_2UgSBFSI/AAAAAAAAAJ8/lFZ8CH7zDbM/s200/Untitled4.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404308909991204130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah said:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;font-family:traditional arabic;"&gt;&lt;strong&gt;اُطْلُبْ قَلْبَكَ فِيْ ثَلاَثِ مَوَاطِنَ:&lt;br /&gt;عِنْدَ سَمَاعِ اْلقُرْآنِ، وَفِيْ مَجَالِسِ الذِّكْرِ، وَفِيْ أَوْقَاتِ اْلخُلْوَةِ&lt;br /&gt;فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فِيْ هَذِهِ اْلمَوَاطِنَ&lt;br /&gt;فَسَلِ اللهَ أَنْ يَمُنَّ عَلَيْكَ بِقَلْبٍ، فَإِنَّهُ لاَ قَلْبَ لَ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;كَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Look for your heart in three places:&lt;br /&gt;when listening to the Qur’an,&lt;br /&gt;When sitting in the gathering of knowledge&lt;br /&gt;and when in privacy. &lt;br /&gt;If you cannot find it in these places,&lt;br /&gt;then ask Allah to bless you with a heart,&lt;br /&gt;for indeed you have no heart.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carilah hatimu di tiga tempat: &lt;br /&gt;Pada saat mendengarkan Al-Qur'an;&lt;br /&gt;di majelis dzikir (ba'da shalat, menuntut ilmu syar'i dan lain-lain),&lt;br /&gt;ketika sedang menyendiri. Jika kamu tidak mendapatkannya di tiga tempat itu,&lt;br /&gt;maka memohonlah kepada Allah agar memberimu hati,&lt;br /&gt;karena sesungguhnya kamu tidak mempunyai hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: Al-Fawa'id by Ibnu Qayyim al-jauziyyah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-1622649547204030966?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/8mZWWCG2mfc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/8mZWWCG2mfc/look-for-your-heart-in-three-places.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/Sv_2UgSBFSI/AAAAAAAAAJ8/lFZ8CH7zDbM/s72-c/Untitled4.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2009/11/look-for-your-heart-in-three-places.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-6154515497895314445</guid><pubDate>Fri, 06 Nov 2009 08:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-06T16:43:19.973+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah</category><title>Aku Masuk Neraka karena Tiga</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/SvPfvfXRngI/AAAAAAAAAJs/ikg4YvrQ7n8/s1600-h/lava_fountains.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/SvPfvfXRngI/AAAAAAAAAJs/ikg4YvrQ7n8/s200/lava_fountains.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400906385113325058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan bahwa salah seorang murid Fudhail bin Iyad mendekati sakaratul maut, maka Fudhail mendatanginya, ia duduk di dekat kepalanya dan mulai membaca surat Yasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muridnya berkata, “Wahai guruku, janganlah membacanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dia pun diam. Kemudian dia mencoba membimbingnya untuk mengucapkan syahadat, dia berkatan ”Ucapkanlah Laa ilaaha illa Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia (muridnya) berkata, ”Aku tidak akan mengatakannya karena aku berlepas diri darinya.” Dia mati di atas perkataan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fudhail pulang ke rumahnya, dia menangis selama empat puluh hari, tidak meninggalkan rumahnya. Dia melihat muridnya di dalam mimpi diseret ke dalam neraka, dia berkata kepada muridnya: ”Dengan apa Allah menghilangkan pengetahuanmu darimu, padahal kamu salah seorang muridku yang paling berilmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab: ”Dengan tiga hal;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Namimah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Iri hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Aku memiliki penyakit, maka aku mengunjungi dokter dan bertanya kepadanya mengenai penyaktiku. Dia memberitahuku bahwa aku harus minum secangkir khar satu kali setiap tahun, jika tidak maka penyakit itu akan tetap bersamaku, maka aku pun terbiasa meminumnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight:bold;font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;I Entered the Hellfire because of Three&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Author: Ash Shaykh 'Alee al Qaaree&lt;br /&gt;Reference: Fearing the evil ending: P.26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was narrated that one of the students of al Fudayl ibn ‘Iyaad was close to passing away, so al Fudayl entered upon him, he sat by his head and started reading Surat Yaaseen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;His student said: “My teacher, do not read it.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So he remained silent. He then tried to get him to say the Shahaadah, he said: “Say Laa Ilaaha ila Allaah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He said: “I will not say it because I am free from it.” He died upon that.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Fudayl returned to his house, he cried for forty days, not leaving his home. He saw his student in a dream being dragged into the Hell fire, he said to him; “With what did Allaah remove the know-how from you, while you were amongst my most knowledgeable students?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He responded: “With three things;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The first: Nameemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The second: Jealousy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;The third: I had an illness, so I went to a doctor and asked him about it. He told me that I must drink a cup of alcohol once a year, if I do not the illness would remain with me, so I used to drink it.”  &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;دخلت النار بثلاث&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;المؤلف: الشيخ علي القاري&lt;br /&gt;الباب: كنوز&lt;br /&gt;المرجع: المقدمة السالمة: ص 26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وقد حكي أن تلميذا لفضيل بن عياض حضرته الوفاة , فدخل عليه الفضيل , وجلس عند رأسه وقرأ سورة " يسن " , فقال يا أستاذي : لا تقرأ هذه. فسكت , ثم لقنه فقال : قل لا إله إلا الله&lt;br /&gt;فقال : لا أقولها لأني بريء منها , ومات على ذلك&lt;br /&gt;فدخل الفضيل منزله , وجعل يبكي أربعين يوما لم يخرج من البيت , ثم رآه في النوم , وهو يسحب به إلى جهنم فقال له : بأي شيء نزع الله المعرفة عنك , وكنت أعلم تلاميذي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال : بثلاثة أشياء&lt;br /&gt;أولها : النميمة&lt;br /&gt;والثاني : الحسد&lt;br /&gt;والثالث كان لي علة فجئت الى طبيب فسألته عنها , فقال : تشرب في كل سنة قدحا من خمر , فإن لم تفعل تبقى بك العلة , فكنت أشربها.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Sumber: subulassalam.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-6154515497895314445?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/ESIhs0pRDnc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/ESIhs0pRDnc/aku-masuk-neraka-karena-tiga.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/SvPfvfXRngI/AAAAAAAAAJs/ikg4YvrQ7n8/s72-c/lava_fountains.gif" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2009/11/aku-masuk-neraka-karena-tiga.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-6457854796593474330</guid><pubDate>Sun, 01 Nov 2009 23:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-02T07:44:56.370+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mutiara Hadits</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">English</category><title>Kisah Orang yang Berhutang Seribu Dinar</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/Su4X88LD_QI/AAAAAAAAAJk/6ApiCtvpF1w/s1600-h/dinar.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 155px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/Su4X88LD_QI/AAAAAAAAAJk/6ApiCtvpF1w/s200/dinar.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399279338975919362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau menyebutkan seorang laki-laki dari kalangan Bani Israil yang meminta hutang seribu dinar kepada laki-laki lain yang juga dari Bani Israil. Pemilik uang berkata, &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Datangkan saksi-saksi kepadaku agar mereka menyaksikannya." &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Laki-laki itu menjawab, "Cukuplah Allah sebagai saksi."&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pemilik uang berkata, "Datangkanlah seorang penjamin." &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Laki-laki itu berkata, "Cukuplah Allah sebagai Penjamin." &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pemilik uang berkata, "Kamu benar."&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lalu pemilik uang memberikan kepadanya untuk jangka waktu tertentu. Penghutang ini pun menyeberangi lautan dan menunaikan kepentingannya, kemudian dia mencari perahu yang memulangkannya karena tempo hutang telah hampir habis. Dia tidak mendapatkan perahu, maka dia mengambil sebatang kayu dan melubanginya. Dia memasukkan seribu dinar ke dalamnya dan sepucuk surat kepada temannya, kemudian dia menutupnya dengan kuat dan membawanya ke laut.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dia berkata, "Ya Allah sungguh Engkau mengetahui aku berhutang kepada fulan seribu dinar. Dia meminta seorang penjamin kepadaku, lalu aku menjawabnya, 'Cukuplah Alah sebagai Penjamin.' Dia rela dengan-Mu. Dia meminta seorang saksi kepadaku, maka aku menjawabnya, 'Cukuplah Allah sebagai saksi.' Lalu dia rela dengan-Mu. Dan aku telah berusaha mendapatkan perahu untuk memberikan haknya, tetapi aku tidak mendapatkannya. Dan sekarang aku menitipkannya kepada-Mu."&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu dia melemparkannya ke laut hingga ia masuk ke dalamnya, lalu dia kembali. Dalam kondisi tersebut dia terus mencari perahu agar bisa pulang ke kotanya. Lalu pemilik uang keluar melihat-lihat, mungkin ada sebuah perahu yang datang membawa uangnya. Dia pun menemukan kayu yang berisi uang tersebut. Dia mengambilnya sebagai kayu bakar untuk keluarganya. Manakala dia menggergaji kayu itu, dia menemukan uangnya dan sepucuk surat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selanjutnya, laki-laki yang berhutang itu pulang dengan membawa seribu dinar. Dia berkata kepada pemilik uang,&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Aku terus berusaha mencari perahu agar bisa membawa uangmu, tetapi aku tidak mendapatkannya sehingga aku datang kepadamu sekarang ini." &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pemilik uang bertanya, "Apakah kamu mengirim sesuatu kepadaku?"&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dia menjawab. "Aku katakan kepadamu bahwa aku tidak mendapatkan perahu sebelum aku datang sekarang ini." &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pemilik uang berkata, "Sesungguhnya Allah telah menunaikannya untukmu melalui apa yang kamu kirim di kayu itu. Sekarang, ambillah seribu dinarmu ini dengan baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;A Story of A Man Who Borrowed A Thousand Dinaar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;On the authority of Abu Hurairah that The Prophet said, "An Israeli man asked another Israeli to lend him one thousand Dinars. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;The second man required witnesses. The former replied, 'Allah is sufficient as a witness.'&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;The second said, 'I want a surety.' &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;The former replied, 'Allah is sufficient as a surety.'&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;The second said, 'You are right,' and lent him the money for a certain period. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;The debtor went across the sea. When he finished his job, he searched for a conveyance so that he might reach in time for the repayment of the deb, but he could not find any. So, he took a piece of wood and made a hole in it, inserted in it one thousand Dinars and a letter to the lender and then closed (i.e. sealed) the hole tightly. He took the piece of wood to the sea and said. 'O Allah! You know well that I took a loan of one thousand Dinars from so-and-so. He demanded a surety from me but I told him that Allah's Guarantee was sufficient and he accepted Your guarantee. He then asked for a witness and I told him that Allah was sufficient as a Witness, and he accepted You as a Witness. No doubt, I tried hard to find a conveyance so that I could pay his money but could not find, so I hand over this money to You.' Saying that, he threw the piece of wood into the sea till it went out far into it, and then he went away. Meanwhile he started searching for a conveyance in order to reach the creditor's country.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;One day the lender came out of his house to see whether a ship had arrived bringing his money, and all of a sudden he saw the piece of wood in which his money had been deposited. He took it home to use for fire. When he sawed it, he found his money and the letter inside it. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Shortly after that, the debtor came bringing one thousand Dinars to him and said, 'By Allah, I had been trying hard to get a boat so that I could bring you your money, but failed to get one before the one I have come by.'&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;The lender asked, 'Have you sent something to me?' &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;The debtor replied, 'I have told you I could not get a boat other than the one I have come by.'&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;The lender said, 'Allah has delivered on your behalf the money you sent in the piece of wood. So, you may keep your one thousand Dinars and depart guided on the right path.' " &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:traditional arabic;font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ ذَكَرَ رَجُلًا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ سَأَلَ بَعْضَ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنْ يُسْلِفَهُ أَلْفَ دِينَارٍ فَقَالَ ائْتِنِي بِالشُّهَدَاءِ أُشْهِدُهُمْ فَقَالَ كَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا قَالَ فَأْتِنِي بِالْكَفِيلِ قَالَ كَفَى بِاللَّهِ كَفِيلًا قَالَ صَدَقْتَ فَدَفَعَهَا إِلَيْهِ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَخَرَجَ فِي الْبَحْرِ فَقَضَى حَاجَتَهُ ثُمَّ الْتَمَسَ مَرْكَبًا يَرْكَبُهَا يَقْدَمُ عَلَيْهِ لِلْأَجَلِ الَّذِي أَجَّلَهُ فَلَمْ يَجِدْ مَرْكَبًا فَأَخَذَ خَشَبَةً فَنَقَرَهَا فَأَدْخَلَ فِيهَا أَلْفَ دِينَارٍ وَصَحِيفَةً مِنْهُ إِلَى صَاحِبِهِ ثُمَّ زَجَّجَ مَوْضِعَهَا ثُمَّ أَتَى بِهَا إِلَى الْبَحْرِ فَقَالَ اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ أَنِّي كُنْتُ تَسَلَّفْتُ فُلَانًا أَلْفَ دِينَارٍ فَسَأَلَنِي كَفِيلَا فَقُلْتُ كَفَى بِاللَّهِ كَفِيلًا فَرَضِيَ بِكَ وَسَأَلَنِي شَهِيدًا فَقُلْتُ كَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا فَرَضِيَ بِكَ وَأَنِّي جَهَدْتُ أَنْ أَجِدَ مَرْكَبًا أَبْعَثُ إِلَيْهِ الَّذِي لَهُ فَلَمْ أَقْدِرْ وَإِنِّي أَسْتَوْدِعُكَهَا فَرَمَى بِهَا فِي الْبَحْرِ حَتَّى وَلَجَتْ فِيهِ ثُمَّ انْصَرَفَ وَهُوَ فِي ذَلِكَ يَلْتَمِسُ مَرْكَبًا يَخْرُجُ إِلَى بَلَدِهِ فَخَرَجَ الرَّجُلُ الَّذِي كَانَ أَسْلَفَهُ يَنْظُرُ لَعَلَّ مَرْكَبًا قَدْ جَاءَ بِمَالِهِ فَإِذَا بِالْخَشَبَةِ الَّتِي فِيهَا الْمَالُ فَأَخَذَهَا لِأَهْلِهِ حَطَبًا فَلَمَّا نَشَرَهَا وَجَدَ الْمَالَ وَالصَّحِيفَةَ ثُمَّ قَدِمَ الَّذِي كَانَ أَسْلَفَهُ فَأَتَى بِالْأَلْفِ دِينَارٍ فَقَالَ وَاللَّهِ مَا زِلْتُ جَاهِدًا فِي طَلَبِ مَرْكَبٍ لِآتِيَكَ بِمَالِكَ فَمَا وَجَدْتُ مَرْكَبًا قَبْلَ الَّذِي أَتَيْتُ فِيهِ قَالَ هَلْ كُنْتَ بَعَثْتَ إِلَيَّ بِشَيْءٍ قَالَ أُخْبِرُكَ أَنِّي لَمْ أَجِدْ مَرْكَبًا قَبْلَ الَّذِي جِئْتُ فِيهِ قَالَ فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَدَّى عَنْكَ الَّذِي بَعَثْتَ فِي الْخَشَبَةِ فَانْصَرِفْ بِالْأَلْفِ الدِّينَارِ رَاشِدًا&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;HR Bukhari dalam Kitabul Kafalah, bab kafalah dan hutang, 4/469, no.2291.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;If only we could be as trustworthy of those people...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-6457854796593474330?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/dYH__qR-BVU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/dYH__qR-BVU/kisah-orang-yang-berhutang-seribu-dinar.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/Su4X88LD_QI/AAAAAAAAAJk/6ApiCtvpF1w/s72-c/dinar.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2009/11/kisah-orang-yang-berhutang-seribu-dinar.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-4290374366634821986</guid><pubDate>Fri, 23 Oct 2009 00:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-23T08:45:54.601+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Reflective Journal</category><title>Atas Nama Cinta</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/SuD7kGoPXDI/AAAAAAAAAJc/OPDU5ZR5aDk/s1600-h/uhibbuk+fillah+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 230px; height: 164px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/SuD7kGoPXDI/AAAAAAAAAJc/OPDU5ZR5aDk/s200/uhibbuk+fillah+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395588951263108146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku memulai tulisan ini, atas nama cinta. Cinta kepadamu, yang membuatku ingin menuliskannya, menjelaskannya, mudah-mudahan  kau mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring berlalunya waktu, dalam lingkup pergaulan keluarga, kerabat, sahabat, perbedaan pendapat dan sudut pandang sering kali berbenturan yang terkadang melahirkan konflik. Konflik yang  tidak semestinya ada, jika kita selalu mengembalikan setiap perselisihan kepada pedoman kita, Al-Qur’an, dan Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, sebagaimana yang dipahami oleh para sahabat, generasi awal yang mendapat pengajaran langsung dari manusia yang mulia, suri tauladan terbaik, Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat-saat seperti itu, aku terkadang mengatakan sesuatu yang tidak kau sukai. Mungkin karena kau tidak memahami, atau caraku yang keliru dan tidak memahami kondisimu. Dan mungkin terkesan memaksakan kehendak. Tetapi ketahuilah itu karena aku mencintaimu, karenanya aku berusaha menarik tanganmu, manahanmu, agar tidak terlena pada sesuatu yang dapat menjerumuskanmu dan mungkin akan kau sesali nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengalami begitu banyak pengalaman hidup, aku memahami satu hal. Persabahatan yang sangat  berarti, bukan pada saat berbagi sedih dan bahagia, bukan hanya saling mendukung di saat susah dan senang. Akan tetapi seberapa perduli engkau, ketika sahabatmu melakukan kesalahan, dan dengan tegas mengatakan kepadanya, “berhentilah, karena kau telah keliru melangkah,” dan bukannya membelanya dan membiarkannya berlarut-larut dalam kesalahan sedangkan engkau mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang sebenarnya bukanlah kasih sayang menggebu, bunga dan puisi-puisi manis seperti yang dikisahkan pada roman-roman picisan. Cinta, menggerakkan seseorang untuk mencegah orang yang dicintainya untuk jatuh pada kesalahan yang dapat membinasakan dirinya. Cinta menggerakkan seseorang untuk terus mengarahkan orang yang dicintai, agar senantiasa berada dalam kebaikan – seperti seorang ibu yang terpaksa harus menghukum anaknya agar jera - meski untuk itu dia harus menerima kepahitan, karena kebenaran tidak selamanya dipahami sebagai sebuah kebaikan, ketika seseorang sedang terlena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Seorang mukmin itu cermin bagi saudaranya, dan seorang mukmin adalah saudara bagi seorang mukmin lainnya, Membantu memperbaikinya dari kesalahannya dan memperhatikannya dari belakang." (HR Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad, dihasankan oleh Syaikh al-Albani  dalam Ash-Shahihah [6/923])&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Terkadang aku harus menaris nafas dalam-dalam, agar sesak tidak lagi terlalu menghimpit, karena ada saat-saat di mana niat baik itu, usaha untuk menunjukkan kebaikan dan menjelaskan kesalahan, diartikan sebagai wujud kebencian, cemburu, hasad, dikomentari dengan sinis, seolah aku tidak suka melihatmu bersenang-senang dengan caramu meski sesaat. Sesuatu yang membuatku harus menghembuskan lagi nafas itu sekuat-kuatnya, agar tidak tertinggal perih yang membuatku berhenti mencintaimu. Aku ingin aku tak berhenti, karena aku berharap Allah akan ridha pada cinta karena Dia, dan merahmatiku dan dirimu dengan naungan di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, seperti yang dikatakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;“Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah), seseorang yang hatinya bergantung kepada mesjid (selalu melakukan shalat jamaah di dalamnya), &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, &lt;/span&gt;seorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk berzina), tapi ia mengatakan: Aku takut kepada Allah, seseorang yang memberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kanannya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kirinya dan seseorang yang berzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata.” (Mutafaq alaihi)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Adalah tabiat manusia, yang selalu berkeluh kesah. Juga adalah tabiat manusia, pada satu keadaan, tak ingin terlihat salah sepenuhnya karena itu akan membuatnya terkesan rapuh, dan karenanya selalu berusaha mencari sebuah penjelasan, alasan, alibi, agar kesalahannya dapat diabaikan, dilupakan. Dan juga menjadi tabiat manusia, terkadang tidak rela menerima sebuah peringatan... nasihat, dari orang lain, terlebih jika yang mengatakannya adalah seorang yang menurutnya mempunyai ilmu lebih rendah, lebih muda usianya, dan lebih rendah kedudukannya. Hanya saja satu hal yang tidak pernah boleh diabaikan. Kebenaran adalah kebenaran, dari manapun dan dari siapapun datangnya. Seseorang yang lebih muda, lebih rendah kedudukannya tidak membatalkan kebenaran. Sesuatu tidak menjadi benar karena dikatakan oleh seseorang atau sekelompok orang tertentu. Akan tetapi kebenaran adalah sesuatu yang didukung dengan ilmu, dengan dalil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku menyampaikan sesuatu padamu, bukan berarti aku lebih baik darimu. Tidak! Akan tetapi aku ingin, berharap, suatu saat nanti bila aku keliru melangkah, ada seseorang yang perduli mengawasiku, memanggilku, menarik tanganku, dan mengajakku untuk kembali kepada jalan yang lurus, karena dia mencintai untukku kebaikan, sebagaimana dia mencintai kebaikan untuk dirinya. Karena aku, dan dia, sama-sama menginginkan keiman sejati, sebagaimana sabda kekasih yang mulia Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Tidak beriman salah seorang di antaramu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri." (HR Bukhari dari Anas radhiallahu anhu)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, aku ingin menjadi seseorang yang benar-benar memiliki keimanan di dalam hati. Dan aku yakin kau pun begitu. Aku mencintai kebaikan untuk diriku, dan menginginkan kebaikan yang sama pada dirimu pula. Aku menginginkan keselamatan dari murka Allah untuk diriku, dan mencintai untukmu keselamtan yang sama. Aku mencintai surga, sebagaimana aku juga menginginkan surga bagimu. Semoga dengan begitu kita bisa bersama-sama saling mengingatkan, tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan,  merentas jalan untuk meraihnya. Karena untuk berjalan seorang diri itu teramat sulit, bahkan bisa jadi mustahil. Sedangkan musuh kita, syaithan dari golongan jin dan manusia, bersatu padu, memanggil-manggil dengan pesona kelembutan dan daya tariknya, setiap saaat berusaha mengalihkan jalan kita pada kebinasasaan. Sungguh, kau… dan aku. membutuhkan orang lain untuk selalu saling nasihat-menasihati dalam kebaikan dan taqwa dalam meniti jalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya jika ada di antara ucapan atau cara bersikapku yang tidak berkenan bagimu, tolong maafkan, dan yakinlah, sesungguhnya aku melakukannya atas nama cinta, kecintaan kepada saudaraku seiman, dalam islam dan sunnah, agar selalu bersama-sama dalam kebaikan. Karenanya sungguh aku ingin mengatakan ini:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;إنيى أحبك في الله&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah”. &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dan membalas orang-orang yang mencitaiku karena Allah dengan doa:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;أَحَبَّكَ الَّذِيْ أَحْبَبْتَنِي لَهُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Semoga Allah mencintai kamu yang cinta kepadaku karenaNya.”&lt;br /&gt;HR Abu Dawud, 4/133, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-4290374366634821986?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/ZGxyhrsxSTM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/ZGxyhrsxSTM/atas-nama-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/SuD7kGoPXDI/AAAAAAAAAJc/OPDU5ZR5aDk/s72-c/uhibbuk+fillah+copy.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2009/10/atas-nama-cinta.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-3618285099151687578</guid><pubDate>Wed, 21 Oct 2009 01:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-21T10:04:25.867+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Reflective Journal</category><title>Maaf, Aku Berutang Padamu...</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:6Jq9T0XnvYGssM:http://media.kapanlagi.com/p/uang_rupiah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 154px; height: 132px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:6Jq9T0XnvYGssM:http://media.kapanlagi.com/p/uang_rupiah.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Utang. Seberapa sering anda mendengar kata itu? Atau mungkin lebih tepat, seberapa sering kita melaukannya dalam setahun, sebulan, bahkan sehari? Mudah-mudahan kita bukanlah termasuk orang yang terlalu mudah untuk berutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman sekarang ini, nyaris tidak seorang pun lolos dari transaksi yang terkait denga utang-piutang, bahkan para milyader sekalipun. Bukankah mereka juga meminjam uang kepada bank atau investor untuk menjalankan usahanya? Untang-piutang seolah sudah mendarah daging dan tidak bisa dipisahkan dari kegiatan ekonomi, bahkan skala ekonomi yang paling kecil sekalipun, rumah tangga, dan individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia yang serba modern, serba mudah, segala sesuatu bisa hadir di depan mata dengan pembayaran tertunda alias utang. Saking mudahnya, bahkan sebagian orang, meskipun memiliki uang yang cukup, lebih senang untuk berutang, atau bahasa halusnya ‘kredit’ (padahal hakihatnya sih sama saja utang juga). Bukannya utang-piutang tidak diperbolehkan, selama tidak mengandung unsur riba sah-sah saja. Sayangnya, kemudahan berutang seringkali tidak disertai dengan kemudahan untuk membayarnya, bahkan meskipun jumlah yang diutangnya itu sangat kecil. Membayar utang yang hukumnya wajib kemudian dipandang remeh, diabaikan bahkan dihindari, atau... berpura-pura lupa dan bertingkah seolah-olah utang-piutang tidak pernah terjadi. Yang lebih mengherankan lagi, orang yang memberikan piutang justru yang akhirnya mereasa malu karena terus-menerus menagih, seolah dialah yang punya utang. Padahal dia hanya meminta haknya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah wajah kita, atau sebagian (mudah-mudahan bukan sebagian besar) dari kita. Ketika butuh kita bisa menggunakan bahasa yang paling indah, paling santun, sedikit menghiba dan terkadang mendesak, membuat orang yang hendak dimintai kebaikannya kadang merasa terpojok. Tapi ketika tiba pada kewajiban untuk mengembalikan apa yang kita pinjam, kita menjadi enggan, berat, menghindar, dan merasa sayang mengeluarkannya, padahal sejak awal ia bukan milik kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah memperingatkan tentang utang-piutang dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;وَإِن كُنتُمْ عَلَى سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُواْ كَاتِباً فَرِهَانٌ مَّقْبُوضَةٌ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُم بَعْضاً فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللّهَ رَبَّهُ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu'amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya..” (QS Al-Baqarah : 283)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Aisyah radhiallahu anha bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam shalatnya berdoa: "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur. Aku mohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah Masih Dajjal. Aku mohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian. Ya Allah, aku mohon perlindungan kepada-Mu dari dosa dan utang". Seseorang berkata kepada beliau: Betapa seringnya baginda memohon perlindungan dari beban utang ya Rasulullah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. menjawab: &lt;blockquote&gt;“Sesungguhnya, seseorang bila utang, maka ia akan berbicara lalu bohong. Berjanji lalu ingkar”. (HR Muslim)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sungguh benar Rasulullah, karena seperti itulah yang banyak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjawab pertanyaan soal penundaan pembayaran hutang, Al-Lajnah Ad-Daa-imah Lil Buhuuts Al-Ilmiyah Wal Ifta berfatwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Tidak diperbolehkan bagi orang yang mampu untuk menunda-nunda hutang. Yaitu penundaan yang dilakukan oleh orang yang mampu membayar apa yang wajib di tunaikan. Yang demikian itu sesuai dengan apa yang ditegaskan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Penundaan pembayaran hutang oleh orang-orang yang mampu adalah suatu kezhaliman. Dan jika salah seorang diantara kalian diikutkan kepada orang yang mampu, maka hendaklah dia mengikutinya” [Kesahihannya telah disepakati – lihat pertanyaan no. 12 fatwa no. 8859, dalam Fatwa-fatwa Jual Beli (id) Pustaka Imam Syafi’i).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah kita bahwa konsekuensi utang itu sangat besar? Sadarkah kita bahwa dengan menahan hak orang lain berarti kita telah mendzalimi dirinya? Sudahkan kita merenungkan hadits ini, hadits orang-orang bangkrut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Sesungguhnya orang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat kelak dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat, tetapi dia juga telah mencela ini dan menuduh ini dan itu, serta memakan harta ini dan itu, menumpahkan darah ini dan itu. Kemudian diberikan yang ini dari kebaikannya dan yang ini dari kebaikannya. Jika kebaikannya telah habis sebelum menutupi kewajiban-kewajibannya, maka akan diambil dari dosa-dosa mereka (orang-orang yang dizaliminya)  dan dilemparkan kepadanya, kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka.”  (HR Muslim)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah menunda pembayaran utang dengan sengaja padahal mampu melakukannya itu adalah sama dengan memakan harta orang lain? Semoga Allah melindungi kita, sehingga kita tidak mati dalam keadaan berutang dan termasuk di antara orang-orang yang bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semoga Allah senantiasa mengingatkan kita untuk tidak lalai terhadap hak orang lain yang berada di tangan kita, dan membalas kebaikan orang kepada kita dengan mendoakannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;بَارَكَ اللهُ لَكَ فِيْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ، إِنَّمَا جَزَاءُ السَّلَفِ الْحَمْدُ وَاْلأَدَاءِ.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Semoga Allah memberikan berkah kepadamu dalam keluarga dan hartamu. Sesungguhnya balasan meminjami adalah pujian dan pembayaran.” [HR. An-Nasai dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, hal. 300, Ibnu Majah 2/809, dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/55.]&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang hendak berbuat kebaikan namun hak-haknya kemudian tertahan  – terlepas dari apapun alasannya, cukuplah perkataan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berikut ini sebagai kabar gembira dan menjadikan sebab kesabaran dengan mengharap ridha Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;مَنْ اَنْظَرَ مُعْسِرًا فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ صَدَقَةٌ قَبْلَ اَنْ يَحِلَّ الدَّيْنُ فَاِذَا حَلَّ الدَّيْنُ فَاَنْظَرَهُ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلَيْهِ صَدَقَةٌ .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang menangguhkan pembayaran hutang orang yang belum mampu membayarnya, maka sebelum masa pembayaran itu tiba, setiap hari merupakan sedekah baginya. Dan jika masa pembayaran telah tiba, lalu ia memberi tangguh, maka setiap harinya merupakan sedekahnya dua kali lipat.” (HR Ahmad [5/360], dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Ash-Shahihah [1/86]).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;“Ya Allah! Cukupilah aku dengan rezekiMu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Perkayalah aku dengan karuniaMu (hingga aku tidak minta) kepada selainMu.” [HR At-Tirmidzi (5/560)]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.” [HR Bukhari (7/158)]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-3618285099151687578?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/IsPoJ3pPnhg" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/IsPoJ3pPnhg/maaf-aku-berutang-paadamu.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2009/10/maaf-aku-berutang-paadamu.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-7032000498256430723</guid><pubDate>Tue, 20 Oct 2009 12:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-20T20:28:29.051+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kajian</category><title>Meneladani Para Sahabat</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/St2stHgjRnI/AAAAAAAAAJU/lqc-sqETyQ8/s1600-h/redrose2.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 170px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/St2stHgjRnI/AAAAAAAAAJU/lqc-sqETyQ8/s200/redrose2.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394657819769390706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Judul : Jadilah Seperti Mereka&lt;br /&gt;Pemateri: Ustadz Abu Zubair al-Hawary, Lc.&lt;br /&gt;Sumber: anonymous&lt;br /&gt;Durasi: 1:30:33&lt;br /&gt;File: (total) 15.54 MB @ 16 kbps&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat  radhiallahu anhum adalah manusia-manusia pilihan, yang Allah pilih diantara manusia untuk menemani Rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam. Mereka adalah sebaik-baik manusia yang patut dijadikan suri tauladan setelah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, sebagaimana sabda beliau:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya” (HR Bukhari Muslim)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan  para sahabat begitu besar, mereka  memperoleh pahala yang terbesar karena telah menemani Rasulullah, berjihad bersama beliau, dan perbuatan mulia mereka dalam menyebarkan Islam. Mereka lah yang menyampaikan agama ini kepada generasi sesudahnya, hingga sampai kepada kita di zaman sekarang ini.&lt;br /&gt;Kajian ini merupakan bagian pertama dari rangkain kajian ‘Jadilah Seperti Mereka”, yang merupakan penjabaran aqidah yang seharusnya dimiliki oleh seorang muslim terhadap para  sahabat radhiallahu anhum. Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ath-Thahawi:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Kami mencintai para Sahabat Rasulullah. Akan tetapi kami tidak berlebih-lebihan dalam cinta kami kepada siapapun di antara mereka, tidak juga kami berlepas diri dari siapapun di antara mereka. Dan kami membenci siapa yang membenci mereka atau orang-orang yang berkata buruk tentang mereka. Dan kami tidak menyebutkan tentang mereka kecuali dengan kebaikan. Mencintai mereka adalah agama, iman dan ihsan, dan membenci mereka adalah kufur, nifaq, dan melampaui batas.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kajian ini berisi pelajaran berharga bagaimana seharusnya kita menunjukkan sikap kepada para sahabat, meneladani mereka, menjadikan mereka sebagai panutan, bagaimana semangat mereka dalam berlomba-lomba pada ketaatan dan melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;Silahkan dengarkan kajian berikut ini, dan baca juga eBook yang membahas &lt;a href="http://ia311030.us.archive.org/2/items/AqidahAhlusSunnahWal-jamaahTentangSahabat/AqidahAhlusSunnahWalJamaahTentangiSahabat.pdf" target="_blank;"&gt;aqidah ahlus sunnah wal jama’ah tentang sahabat&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/audio_1669/001_070304A.jadilahSepertiMereka45.23192.mp3"&gt;Jadilah Seperti Mereka 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/audio_526/002_070304B.jadilahSepertiMereka45.10192.mp3"&gt;Jadilah Seperti Mereka 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-7032000498256430723?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/c4r9IatDc3o" height="1" width="1"/&gt;</description><enclosure type="audio/mpeg" url="http://www.archive.org/download/audio_1669/001_070304A.jadilahSepertiMereka45.23192.mp3" length="0" /><enclosure type="audio/mpeg" url="http://www.archive.org/download/audio_526/002_070304B.jadilahSepertiMereka45.10192.mp3" length="0" /><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/c4r9IatDc3o/meneladani-para-sahabat.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/St2stHgjRnI/AAAAAAAAAJU/lqc-sqETyQ8/s72-c/redrose2.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2009/10/meneladani-para-sahabat.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-722416110422716556</guid><pubDate>Wed, 14 Oct 2009 01:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-14T10:30:09.618+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Reflective Journal</category><title>Jilbab, Menutup Aurat atau Membalut Aurat...?</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/StUsBz3P4pI/AAAAAAAAAJE/10VlDj0D0N0/s1600-h/for+blog.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 185px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/StUsBz3P4pI/AAAAAAAAAJE/10VlDj0D0N0/s200/for+blog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392264538459464338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jilbab bukan lagi menjadi kata yang asing didengar, terlebih belakangan ini, di mana wanita muslimah berbondong-bondong untuk mengenakan jilbab – dengan prasangka baik – bahwa mereka melakukannya sebagai wujud ketaatan akan perintah Allah dan Rasul-Nya. Ada perasaan nyaman bagi sebagian orang yang mengenakannya, karena pakaian yang dikenakannya akan meninggalkan kesan yang ‘lebih Islami’, terlepas dari cara dan mode pakaian yang dia kenakan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak banyak disadari, atau mungkin lebih sering diabaikan, bahwa jilbab bukan sekedar mengenakan pakaian lengan panjang, betis tertutup hingga tumit, dada dan leher terhalang dari padangan orang. Bahwa jilbab bukan sekedar membalut anggota-anggota tubuh yang tidak semertinya terlihat selain mahram. Tidak, Jilbab lebih dari itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". (QS Al-Ahzab [33] : 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab sejatinya adalah ‘body covering’, penutup tubuh (aurat) yang akan melindungi seorang wanita, dari pandangan dan penilaian orang lain, khususnya laki-laki, dan bukannya ‘body shaping’, pembalut tubuh yang menampilkan seluruh lekuk liku tubuh seorang wanita, membuat orang menoleh kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab, di tangan wanita muslimah masa kini, telah kehilangan esensinya. Seperti komentar seorang rekan kerja dulu, ketika melihat dua orang gadis remaja berboncengan dengan jilbab yang serba ketat, “Yah.. jilbab sekarang kan untuk membalut aurat, bukan untuk menutup aurat!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Allah subhanahu wa ta’ala telah memperingatkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:traditional arabic;font-size:180%;"  &gt;وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya,” (QS An-Nuur [24] : 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, di tangan wanita muslimah masa kini, jilbab itu sendiri adalah perhiasan. Sebagian orang yang mengenakannya justru mengundang orrang (baca: laki-laki) untuk melihatnya, Betapa tidak, pakaian terututup yang serba ketat justru menggoda orang ingin tahu apa yang ada di baliknya. Baju model baby doll berlengan pendek, dipadu dengan manset dan jeans atau bicycle pants super ketat, atau jenis pakaian ketat yang menampilkan lekuk tubuh lainnya. Jika sudah begitu lalu apa bedanya dengan pakaian yang lainnya? Tambahan sepotong kain yang dililitkan pada kepala dan leher tidak menjadikan sebuah pakaian dikatakan berjilbab, karena toh yang memakainya masih terlihat seperti telanjang. Padahal Rasulullah telah memberikan peringatan keras, kepada para wanita yang berpakaian tetapi telanjang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Ada dua golongan penduduk neraka yang sekarang saya belum melihat keduanya, yaitu: wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang berlenggak-lenggok dan memiringkan kepalanya seperti punuk unta, dimana mereka tidak akan masuk surga, bahkan mencium baunya pun tidak bisa” (HR Muslim dan Ahmad)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini telah diabaikan, entah karena tidak tahu, atau mungkin tidak diperdulikan! Atau mungkin terlalu takut untuk mengetahui kebenaran yang akan menyebabkannya merasa terasing dari masyarakat, lalu membuatnya mentup mata, hati dan telinga. Atau bahkan yang lebih mengerikan lagi, dengan sengaja memberikan penafsiran berbeda mengenai perintah untuk menutup aurat itu, demi memenuhi hawa nafsunya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduhai, entah kemana perginya rasa takut itu, seolah-olah kehidpan di dunia ini akan berlangsung selamanya dan ancaman manusia mulia, hamba dan utusan Allah untuk memberikan peringatan kepada manusia, tidak berarti apa-apa kecuali hanya sekedar gertak sambak! Na’udzubillah! Entah kemana perginya rasa malu yang seharusnya bermanifestasi pada prilaku dan cara berpakaian? Sebagian besar kita justru terlena pada penilaian kebanyakan orang. “Berjilbab bukan berarti ketinggalan zaman.” Atau, “Dengan jilbab pun bisa tampil modis dan trendi.” Entah mengapa, kita menjadi latah dengan penilaian orang kafir, mengenakan jilbab syar’I adalah symbol keterbelakangan, bahkan yang lebih menyedihkan lagi yang terjadi akhir-akhir ini, jilbab besar adalah cirri aliran sesat dan pengikut paham esktrimis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah memuliakan wanita, menjaga kehormatan wanita dengan menetapkan batasan-batassannya, bukan untuk menjadikan wanita terkekang, sebaliknya bahkan untuk melindungi kaum wanita. Tubuh seorang wanita adalah milik pribadinya, bukan properti umum yang dapat dilirik, ditaksir dan diberikan penilaian. Wanita sejatinya adalah individu yang bebas, ketika dia mengikuti apa yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya bagi dirinya. Jangan mengira bahwa wania-wanita yang tampil trendi itu adalah orang-orang yang memiliki lebebasam memilih, karena toh mereka terkungkung oleh pandangan orang lain. Sederhana sekali, jika seseorang atau beberapa orang mengatakan kepada anda “kamu cantik dengan baju ini, atau dengan warna itu,” anda lalu mengikuti perkataannya. Padahal cantik adalah sebuah ukuran relatif yang senantiasa berfluktuasi sepanjang zaman. Layaknya mata uang, ia bisa mengalami devaluasi, Lalu di mana letak kebebasan itu, ketika seorang wanita membiarkan dirinya terbawa arus fluktuasi itu? Pilihan orang banyak adalah pilihannya? Pendapat orang banyak adalah pendapatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, jilbab adalah sesuatu yang masih asing di kalangan wanita muslimah, karena yang bertebaran saat ini hanyalah sekedar penutup kepala, pembalut tubuh, trend mode dan bukannya jilbab yang seharusnya berfungsi untuk menutup aurat dengan sempurna. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberikan kita taufik dan hidayah untuk menjalankan ketaatan kepada-Nya, dan istiqamah di atas ketaatan itu. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-722416110422716556?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/fchnYNl1bh8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/fchnYNl1bh8/jilbab-menutup-aurat-atau-membalut.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_Yqmw3TT8S5Q/StUsBz3P4pI/AAAAAAAAAJE/10VlDj0D0N0/s72-c/for+blog.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2009/10/jilbab-menutup-aurat-atau-membalut.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-2973580285553254529</guid><pubDate>Tue, 22 Sep 2009 11:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-21T07:49:06.626+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mutiara Salaf</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ulama: Hasan al-Bashri</category><title>Kehidupan Mana yang Hendak Dikejar...?</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan bahwa Al-Hasan al-Bashri seringkali berkata, "Wahai pemuda! Carilah akhirat, karena seringkali kita melihat orang-orang mengejar akhirat  juga mendpatkan dunia, akan tetapi kita tidak pernah melihat orang-orang yang mengejar dunia dan mendapatkan akhirat bersama dengan dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Al-Bayhaqî, Al-Zuhd Al-Kabîr, article 12. [Saying of The Salaf [dot] Net(&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-2973580285553254529?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/WqecMWV-iIQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/WqecMWV-iIQ/kehidupan-mana-yang-hendak-dikejar.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2009/09/kehidupan-mana-yang-hendak-dikejar.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-6458779052657412839</guid><pubDate>Tue, 08 Sep 2009 05:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-21T07:49:52.856+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mutiara Salaf</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ulama: Anas bin Malik</category><title>Makan untuk Puasa (Bukan Puasa untuk Makan)</title><description>Dikisahkan bahwa suatu kali makanan yang baik dihindangkan kepada Anas bin Malik dan (orang yang menghidangkan makanan) adalah seorang kaya yang mampu memberikan makanan yang baik. Ketika ia makan, ia menyimpan sebutir makan di mulutnya sesaat, kemudian melihat kepada orang-orang dan mulai menangis. Kemudian ia berkata, “Demi Allah, aku telah bersama orang-orang, yang jika mereka mendapatkan makanan yang seperti ini, mereka akan lebih sering berpuasa, dan menghabiskan sedikit waktu dengan tidak berpuasa. Salah seorang dari mereka hanya mendapati susu yang dicampurkan dengan air (sebagai makanan), yang akan diminumnya dan kemudian berpuasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Mu’afa bin Imran, Kitab Az-Zuhud, 215 (Disalin dari SayingOfTheSalaf.Net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-6458779052657412839?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/ymM7n2EoA9s" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/ymM7n2EoA9s/makan-untuk-puasa-bukan-puasa-untuk.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2009/09/makan-untuk-puasa-bukan-puasa-untuk.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-4723338738944883631</guid><pubDate>Fri, 04 Sep 2009 00:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-04T09:56:08.279+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kajian</category><title>Baca  Tempatmu Kelak di  Akhirat Sebelum Engkau Meledakkan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judul: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Baca Dulu Tempatmu di Akhirat Ssebelum Engkau Meledakkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemateri: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ustadz Abu Zubair al-Hawary, Lc.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sumber: arribaath.com (Rekaman Kajian Juli, 2009)&lt;br /&gt;Durasi: 0!) 431:50, 753 MB, dan 02) 43:199, 7.44 MB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik! Sebuah kata yang pantas untuk judul buku yang menjadi pembahasan dalam kajian ini. Sudah semestinya, para pelaku aksi-aksi teror di negeri ini dan di belahan dunia lainnya, yang mengatasnakan Islam dan jihad, untuk menimba ilmu terlebih dahulu bagaimana jihad yang sesungguhnya di dalam Islam, sebelum melancarkan aksi-aksi yang memakan korban tidak sedikit dan bahkan menciderai citra Islam dan menimbulkan fitnah di tengah-tengah kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih jelas dalam ingatan kita bagaimana aksi teror yang baru saja terjadi di negeri ini oleh orang-orang yang meyakininya sebagai jihad, dan pelaku bom bunuh diri yang meyakini dirinya akan mati syahid dan masuk surga! Padahal Islam berlepas diri dari aksi-aksi kekerasan serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih memprihatinkan lagi, sebagaiann kaum Muslimin yang tidak paham lalu beranganggapan bahwa penampilan atau sikap mereka dalam beberapa hal sebagai ciri-ciri khusus yang dinisbatkan kepada para pelaku teror atau orang-orang yang berada dalam jaringan mereka. Sebagai akibatnya, orang-orang yang bersungguh-sungguh berusaha untuk menghiudpkan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, melalui adab dan cara berpakaian, seperti janggut atau dengan wanita-wanita yang berjubah panjang atau cadar, dan lain-lain yang kebetulan juga terdapat pada para pelaku teror, dipandang dengan mata penuh curiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca tempatmu di akhirat kelak sebelum engkau ledakkan! Bagaimana bisa dikatakan syahid dan masuk surga, sedangkan Allah telah mengharamkan darah seorang Muslim ditumpahkan? Padahal dalam aksi-aksi teror tersebut, mereka tidak mengecualikan korban dari kaum Muslimin! Bagaimana bisa dikatakan sebagai jihad dan pelaku teror dikatakan syahid dan masuk surga, sedangkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Barangsiapa yang membunuh seorang kafir mu’ahad (yakni orang kafir yang mengikat perjanjian keamanan dengan seorang Muslim atau kaum Muslimin –red) maka dia tidak akan bisa mencium bau surga dan sesungguhnya baunya itu bisa tercium dari jarak perjalanan 40 tahun” (HR Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang kaum Muslimin untuk menakut-nakuti muslim lainnya meskipun hanya sekedar bercanda, apalagi jika benar-benar menyebarkan teror yang membahayakan jiwa dan harta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian ini membahas beberapa hadits yang berkenaan dengan hal tersebut secara gamblang disertai fatwa-fatwa Ulama Besar di Arab Saudi mengenai aksi teror di berbagai belahan dunia, yang tidak menyisakan keraguan bagi pendengarnya, bahwa Islam berlepas diri dari aksi-aksi teror yang mengatasnamakan Islam dan jihad. Sungguh, bacalah dulu tempatmu di akhriat kelak, sebelum engkau meledakkan...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/BacaTempatmuKelak01/AbuZubeirAl-hawaary-BacaTempatmuSebelumEngkauMeledakkan01.mp3"&gt;Baca Tempatmu Kelak di Akhirat 01&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/BacaTempatmuKelak02/AbuZubeirAl-hawaary-BacaTempatmuSebelumEngkauMeledakkan02.mp3"&gt;Baca Tempatmu Kelak di Akhirat 02&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-4723338738944883631?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/Mtgh-V4KreM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/Mtgh-V4KreM/baca-tempatmu-kelak-di-akhirat-sebelum.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure url="http://www.archive.org/download/BacaTempatmuKelak01/AbuZubeirAl-hawaary-BacaTempatmuSebelumEngkauMeledakkan01.mp3" length="7895172" type="audio/mpeg" /><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2009/09/baca-tempatmu-kelak-di-akhirat-sebelum.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7030717.post-9034646475566791853</guid><pubDate>Thu, 27 Aug 2009 03:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-27T11:38:26.016+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kajian</category><title>Sifat Wudhu dan Shalat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judul: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sifat Wudhu dan Shalat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemateri: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawaz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Audio Assunnah (assunnah.mine/audio.assunna.web.id)&lt;br /&gt;Total Durasi: 6:17:00&lt;br /&gt;Total size: 86,1 MB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan kewajiban setiap muslim untuk mengetahui cara ibadah yang benar, jika dia menginginkan, dan pasti menginginkan, ibadahnya tersebut diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan syarat diterimanya ibadah tersebut ada 2, yakni ikhlas dikerjakan semata-mata karena Allah, dan mengikuti apa yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat merupakan kewajiban utama bagi setiap muslim yang dengannya merupakan pembeda seorang muslim dengan orang kafir sebagaimana yang secara shahih diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Oleh karena itu, menjadi wajib pula bagi setiap muslim untuk memcari ilmu, bagaimana melakukan shalat yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian berikut ini diambil dari Daurah Kobe I (3A - 3D) yang berisi penjelasan mengenai sifat-sifat wudhu dan shalat yang benar, sesui dengan tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Pada bagian akhir juga dibahas bacaan atau dzikir-dzikir setelah shalat yang shahih dan kesalahan-kesalahan dalam shalat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/daurah_kobe_1/Dauroh_Kobe_1_3A.mp3"&gt;Bagian I&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/daurah_kobe_1/Dauroh_Kobe_1_3B.mp3"&gt;Bagian II&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/daurah_kobe_1/Dauroh_Kobe_1_3C.mp3"&gt;Bagian II&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.archive.org/download/daurah_kobe_1/Dauroh_Kobe_1_3D.mp3"&gt;Bagian IV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7030717-9034646475566791853?l=www.khayla.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ALearningPage/~4/AtA7Ipxreao" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ALearningPage/~3/AtA7Ipxreao/sifat-wudhu-dan-shalat-nabi-shallallahu.html</link><author>noreply@blogger.com (Khayla)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><enclosure url="http://www.archive.org/download/daurah_kobe_1/Dauroh_Kobe_1_3A.mp3" length="20051905" type="audio/mpeg" /><feedburner:origLink>http://www.khayla.net/2009/08/sifat-wudhu-dan-shalat-nabi-shallallahu.html</feedburner:origLink></item><language>en-us</language></channel></rss>
